Skip to main content

Sayembara Pendidikan E-Book

Page 1

Kata Pengantar

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang karena kebaikan dan rahmat -Nya E-Book Sayembara Pendidikan ini dapat tersusun dengan baik. Universitas Negeri Jakarta sebagai kampus pendidikan, sudah seharusnya yang paling menjadi sorotan ke ka semarak kemeriahan Hari Pendidikan disuarakan. Untuk itu kami mencoba mengumpulkan berbagai aspirasi dan suara sebanyak mungkin terkait pendidikan di Indonesia. Buku ini berisi kumpulan puisi dan ar kel keresahan mahasiswa UNJ tentang pendidikan. Bagi para pembaca silahkan sikapi puisi dan ar kel dalam buku ini menurut latar belakang kita masing-masing. Lalu, jangan lupa pertanyakan pada diri, APA YANG AKAN KITA LAKUKAN UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN INDONESIA?

Tim Jurnalistik KOMINFO – BEM UNJ 2017

1


Daftar Isi PUISI Cerita Aceng ............................................................................... 4 Mimpi Negeri ‘Damaiku’ ............................................................. 6 Nadi Naraya .............................................................................. 9 Anak Senja ................................................................................. 17 Apadaya .................................................................................... 18 Balada Pendidik Muda ............................................................... 20 Pesan Kecil Untuk Guruku .......................................................... 22 Ilmu ........................................................................................... 24 02 Mei ....................................................................................... 26 Sang Penyusur Jembatan Pendidikan .......................................... 28 ARTIKEL Fakta Pengaruh Tak sonomi Bloom terhadap Pendidikan ............ 31 Sakitnya Pendidikan Indonesia pada Saat Ini ............................... 34

2


Cerita Aceng Semburat merah itu benar adanya Menari di atas kepingan hidup Berdamai dengan lapar perut Terus begitu, sampai ia lelah

"Tak perlu sekolah, Kak." Aceng, si bocah kecil, angkat bicara Melukis, menghiasi sudut jalan Bersama serdadu kecil lainnya

Baginya, ilmu adalah kehidupan Berjalan menyusuri kota Tenggelam dalam tumpukan mimpi Lalu berjalan lagi untuk mewujudkannya

Baginya, ilmu adalah pengorbanan Membaca di bawah lampu jalan Menikmati alunan musik jalanan Berlari untuk mengejar asa 4


Mentari bergulir setiap hari Mentap Aceng dan serdadu lainnya Tersenyum senang Meraih mimpi

Ah, Aceng Terima kasih banyak atas senyummu

Selamat Hari Pendidikan, Aceng Semoga mimpimu Mimpi kita Akan terwujud nyata

Syifa Nabila Basyir – Pendidikan Fisika “JUARA 1 Puisi Sayembara Pendidikan UNJ�

5


MIMPI NEGERI ‘DAMAIKU’ Ku menyusuri jalan setapak di pagi hari nan teduh Ku edarkan pandanganku ke sekitar Mencoba mencari hal yang menarik Pandanganku pun jatuh pada satu titik disana

Terlihat bocah kecil sedang membawa karung dipunggungnya Berjalan terseok-seok mengangkat beban ditubuh kurusnya Pemandangan miris ini lagi yang kujumpai setiap hari Hatiku pun terasa sesak pilu tercabik-cabik Melihat nasib anak bangsa di negeri ini Menyedihkan! Hanya kata itu yang cocok untuk negeri ini

Akupun kembali berjalan Sesaat kudengar rintihan anak bangsa

6


“Ibu, Bapak, Aku ingin sekolah seperti mereka. Aku juga ingin punya impian, harapan, dan masa depan� rintihnya. Namun apa daya mereka hanya dapat tertunduk lemah

Pemimpinku tak dengarkah engkau? Rintihan anak bangsa yang haus akan pendidikan Rintihan anak bangsa akan harapan yang tak dapat mereka gapai Tangisan anak bangsa yang menunggu uluran tanganmu Tangisan anak bangsa yang menunggu keadilan di negeri ini Mereka merintih, menangis, menjerit, dan berteriak memanggilmu

Namun apa daya? Sepertinya kau terlalu sibuk Terlalu sibuk tuk sekadar melihat rakyat kumuhmu Kami tak perlu janji manismu didepan layar kaca Yang kami butuhkan hanyalah Bukti!

Pemimpinku 7


Bangunlah negeri ini tanpa harus menyakiti kami Bangunlah negeri ini menjadi negeri damai impian Aku hanya berharap negeri yang kini padam Kan kembali terang dan bersinar Majulah Indonesiaku! Majulah Pendidikan Indonesia!

Nur Komariyah – Pend. Adm. Perkantoran JUARA 2 Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

8


Nadi Naraya (tempat tujuan harapan semua makhluk)

Aku ingin berada dipaling depan Berdiri dengan tangguh terpancar iklas Aku akan menyaksikan segala peluh berubah bahagia Air mata tidak untuk kesedihan tapi untuk pencapaian

Aku ingin menjadi tangga bagi anak anakku Membantunya naik perlahan tapi benar Mengajarkannya untuk tidak melewati satu anak tanggapun Agar anak anakku merasakan nikmatnya didikan kasih

Aku ingin mengulurkan tanganku untuk anak anakku Membantunya dalam kesusahan Membantunya menyentuh masa depan bukan merencanakan masa depan

aku ingin menjadi jam bagi anak anakku agar selalu ingat bahwa aku menunggunya aku ingin anak anakku hadir sejalan bersamaku 9


aku ingin dia berjalan disampingku bukan dibelakangku

aku ingi menjadi lukisan yang indah tanpa goresan cacat manusia agar anak anakku melihat bahwa aku keindahan itu aku adalah hal yang paling indah

aku ingin menjadi kertas agar aku bisa melihat apa yang ditulis anak anakku apa kata yang anakku pelajari sampai dimana ia mengenalku

aku ingin menjadi api agar anak anakku tetap terjaga agar semangat anak anakku tidak padam saat menuju tuju agar aku dapat memastikan bahwa tiada air yang mengganggu anakku

aku ingin menjadi vitamin agar selalu baik untuk anak anakku memastikan yang mereka minum itu layak memastikan asupan otaknya ternutrisi dengan baik

aku ingin menjadi air 10


yang selalu dibutuhkan oleh anak anakku setiap saat anakku butuh air aku ada disana aku ada melegakan dahaganya

aku ingin menjadi pena agar aku dapat menemani anak anakku memberanikan diri untuk menulis baik salah maupun benar

aku ingin menjadi penggaris yang selalu dapat megukur perkembangan anak anakku mengukur kecerdasan anak anakku mengukur seberapa ingatkan anakku padaku

aku ingin menjadi guru terbaik bagi anak anakku agar aku mampu memastikan bahwa anakku belajar dengan baik bahwa anakku paham akan itu agar anakku jadikan aku teladannya

aku ingin menjadi penghapus agar dapat menghapus kesalahan anak anakku menghapus kesedihan anak anakku menghapus semua sesal anak anakku 11


aku ingin menjadi tongkat pikulan agar anak anakku tidak membawa semua sendiri agar anak anakku membaginya bebannya padaku agar anak anakku tahu bahwa aku ada membantu meringankan bebannya

aku ingin menjadi bintang agar muncul di mimpi anak anakku dengan perasaan bahagia karena terangnya damai

aku ingin menjadi sapu tangan aku rela diusapkan hanya untuk mengelap keringat tapi ingat anakku aku disini menemanimu menunggu lepas dalam kegugupan

aku tidak ingin anak anakku ada dalam gelap sendiri melintasi kebodohan aku takut membayangkan anak anakku ada disana

aku tak takut memerangi apapun bersama anak anakku aku yakin 12


tiada yang berani kacaukan kami

aku takut anak anakku rapuh bukan karena aku tapi karena zaman ini yang mendorongnya begitu kencang

aku ingin menjadi apapun yang anak anakku inginkan menjadi yang mereka butuhkan menjadi yang mereka dahulukan menjadi yang mereka cari setiap saat

aku ingin segala yang terbaik untuk anak anakku walau kadang tak baik untukku aku merelakan semua itu demi anakku hanya demi anak anakku

aku ingin menjadi pelita yang utuh bagi anak anakku namun sayang... semua itu hanya tinggal harapan pada diriku saja anakku lebih memilih hal praktis daripada aku

13


aku tak ingin ditinggalkan anak anakku walau harus terus berkorban Aku harus terus berubah Seiring perkembangan zaman agar anak anakku tidak meninggalkanku

Kalian benar Inilah aku sang pendidikan Aku yang menunjukkan arah untuk anak anakku Arah pasti menuju teladan

Aku menjadi pelita semampuku Dengan cahayaku sendiri Menerangi jalan anak anakku Menuju terang

Inilah aku yang selalu dibicarakan Inilah aku hal paling mendasar dalam segalanya Inilah aku yang kalian debatkan agar berubah Inilah aku yang tak lelah dirubah

Dalam wajah terbaruku Pasti kalian ingat wajah usangku

14


Aku tak pernah tua Wahai anak anakku Tapi jika kalian tidak mengingatku Maka akan aku sirna dimakan waktu

Tidak apa apa anakku Jika kalian tidak tertarik kepadaku Ingatlah satu hal bahwa ini aku sang pendidikan Tiada kata terlambat untuk mengejarku

jika jalanmu berhenti ingatlah dulu aku mengajarkanmu berjalan perlahan

jika langkahmu terganggu ingat kita pernah memeranginya bersama

jika jalanmu gelap ingatlah kita pernah meneranginya bersama

jika kau merasa sudah tidak kuat maka ingatlah aku anakku aku ada dibarisan paling depan menantimu membawa senyum

15


jika kau tersandung ingatlah aku anakku aku selalu bangkit saat diperbincangkan

tiada yang perlu ditakuti wahai anakku waktu memang akan terus berjalan tapi aku akan menemanimu menggenggam tanganmu berpijak bersamamu memeluk bahagia dan sedihmu semuanya akan kita lakukan bersama sama wahai anakku....

Evie Ramadhanti – Pendidikan Administrasi Perkantoran JUARA 3 Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

16


Anak Senja

Kulihat senyum sehangat mentari Tampak indah dan mempesona Berjalan di tengah hutan yang tandus Anak itu hanya berjalan dengan seberkas cahaya

Menyilaukan.... Tetapi, anak tersebut berjalan dengan lambat Pelan...pelan... Anak itu mengengam intan dan sebongkah berlian

Entahlah, anak itu hanya tersenyum kembali Menyapa langit dengan penuh kasih sayang Hangat... hanya kehangatan yang anak itu perlukan Sekarang atau nanti anak itu akan mengulang kembali Menemukan apa yang ia cari....

Hanum Salsabila – Pendidikan Guru PAUD Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

17


Apadaya

Pendidikan di negeri ku masih lugu Terombang-ambing nan pilu Adik ku kelaparan Adi ku kehausan Akan buku dan perpustakaan Senyum sumringah nya berbalut kesedihan Terselip candu pengharapan Akan mimpi yang tak tersampai Telah ku saksikan Hingar bola matanya Ia menunggu di pekat kesunyian nestapa Kadang berjingkrak-jingkrak. Tatapan nya jelas meyakinkan Ia rindu Pertiwi mengajari Duduk di ruang kelas dengan penuh fantasi Berandai belajar ke luar negeri Bagai anak pejabat tinggi negeri ini Semangatnya kadang membara 18


Celotehnya tertanam kuat

Apadaya‌ Biaya tinggi Tak termotivasi Dan tak disemangati

Herayanti – Pendidikan Geografi Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

19


Balada Pendidik Muda Lelah bermain darah berlumur oli Terdengar ujung bambu runcing berjanji Merobek mendungnya awan pekat di dalam negeri Berteriak merdeka atau mati!

Katakan kepadaku wahai para pendidik muda Sudah berapa lama bumi pertiwi kita merdeka? Kau melihat gambar dari masa ke masa Menelaah generasi generasi yang fana.

Peduli apa aku dengan pendidikan? Dalihnya hanya untuk pengetahuan Beri aku sebuah tamparan! Agar aku menjadi seorang pendidik berwawasan!

Barisanmu adalah benteng negara Ibu pertiwi ingin kita untuk menjaga Bibit unggul yang menjadi Tunas Bangsa 20


Agar pandai bertingkah, santun berbicara.

Ibu pertiwi bingung dan sendu! “Ada apa Tunas Bangsaku?” Tidak lihatkah engkau dengan tumbuhnya benalu? Pendidikanku hampir saja terbujur kaku

Ilham Fauzan Hari Murti – Pendidikan Biologi Puisi Sayembara Pendidikan

21


Pesan Kecil Untuk Guruku Banyak yang bilang kau pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan tanganmu bunga yang semua kuncup dapat bermekaran. Denga kata-katamu telinga yang tuli dapat mendengar jelas. Dan dengan kesabaranmu lidah yang kaku ini dapat dengan lenturnya membaca. Kau selalu berusaha mengatur senyuman diwajahmu walau kepahitan menyertaimu. Kau tidak memperlihatkan keletihanmu untuk menjawab setiappertanyaan yang kami lontarkaan saat otak ini tak sampai pada pemahamannya. Kesabaranmu bagaikan air dilautan yang tidak akan pernah habis. Jasamu bagai matahari yang selalu menyinari. Hai seorang yang kami sebut sebagai guru.. Maafkan kami jika ada diantara kami yang membuatmu kecewa. Maafkan kami jika ada diantara kami yang merusak bendungan air kecil dipipimu hingga akhirnya sungai itu mengalir. Maafkan kami jika ada diantara kami yang menggoyahkan senyum yang telah kau pertahankan sejak lama itu. Tak banyak yang dapat kami berikan untuk membalas semua jasamu.. 22


Hanya untaian do’a kepada Sang kuasa yang kami titipkan untukmu. Semoga keringat dan kesabaranmu menjadi buah yang dapat kau petik kelak. Dan semoga Sang kuasa selalu melihat setiap benih yang kau tebar.

Dinar Monita – Bimbingan Konseling Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

23


Ilmu Ia menjadi cara Tuhan berkomunikasi dengan hamba-Nya Pesan-pesan cinta terhampar luas di semesta Menunggu dibaca kata per kata

Ia selalu menakjubkan Mengubah pengikut menjadi penentu, hina jadi mulia Menyempurnakan pandangan tentang orientasi hakiki Bukan hanya melihat, ia membuatku menyelami dunia

Ia tak akan pernah mengecewakan Nafasnya berhembus kencang Karena ia abadi sebagai warisan Dan ia adalah awal dari legenda

Kau tahu bagaimana cara ia menyelamatkanku? Ia menemukanku terkurung dalam kegelapan yang pekatnya melebihi malam Menuntunku keluar menyapa dunia 24


Dunia yang sama seperti yang telah ku kenal sebelumnya hanya saja kini ku pandang lebih dekat

Semula hanya ada diriku, lalu ia mengajarkanku tentang KITA Tentang hidup Tentang berjuta rasa Dan yang paling penting, tentang-Mu

Putri Widya Utami – Pendidikan Fisika Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

25


02 Mei Tepat tanggal 02 Mei Kami kembali mengingat Kami kembali melihat Kami kembali mengkritk Dan kini kami kembali bertanya Apa makna peringatan hari ini? Tapi kini aku berani bicara lantang kepada kalian Peringatan bukan hanya sekedar bediri kosong menatap bendera Peringatan bukan hanya ucapan yang dilontarkan di media elektronik Tapi makna peringatan adalah tindakan yang sejalan dengan perjuangan

Perjuangan sang tokoh pendidikan Perjuangan yang menghantarkan Negara ini lebih baik Tidak usah bertanya kenapa aku berani bicara seperti ini Tidak usah aku ceritakan kondisi negeri ini Tidak usah aku ceritakan kondisi pendidikan hari ini

26


Kalian bukan bayi yang harus terus dicekoki Kalian bisa lihat sendiri Bahwa negeri ini perlu perubahan dan kesadaran diri.

Jakarta 02 mei Iqbal Alan Abdurrahman – Pendidikan Teknik Mesin Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

27


Sang Penyusur Jembatan Pendidikan Sekolah nama gedung yang kami tuju Guru sapaan mereka yang mulia menuntun kami di dalamnya Bintang adalah ukuran klasik cita-cita kami Dengan jembatan rapuh ditunjang doa ibu

Spesialnya hari ini Bersorak-sorai menyerukan hari pendidikan hari lahir ki hajar dewantara dari rahim ibu pertiwi Pahlawan pendidikan bagi kami semua

Rute yang terjal tak akan membelokan langkah kami Karna quran bilang tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina Malu kami jika berhenti belajar di negeri sendiri Masih jauh dari negeri impian

Tak masalah jika jembatan ini roboh Apalagi jika nyawa kami yang menjadi pengantarnya Setidaknya kami wafat atas nama pendidikan 28


Tanpa embel-embel batu nisan pejuang perubahan

Perihal yang terakhir Kami juga tak takut pada derasnya sungai di bawah Karna jauh lebih menakutkan terseret arus kebodohan Dan tenggelam dalam kemiskinan

Salam dari kami pejuang yang terabaikan Yang tak kenal arti bahaya Salam dari kami generasi muda Yang fotonya hanya sekedar dijadikan sampul wacana

Mei Surani – Pendidikan Luar Sekolah Puisi Sayembara Pendidikan UNJ

29


Fakta Pengaruh Taksonomi Bloom terhadap Pendidikan Menjadi konsultan dan aktivis di bidang pendidikan sangatlah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan. Pendidikan pada era globalisasi harus mampu mengajak peserta didik untuk terampil dan berpikir secara dinamis agar menghasilkan sesuatu yang baru. Globalisasi memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pola pembelajaran dan melahirkan semangat cosmopolitantisme, dimana anak-anak bangsa akan memilih sekolah-sekolah di luar negeri sebagai tempat pendidikan mereka, terutama jika kondisi sekolah-sekolah di dalam negeri secara kompetitif berkualitas rendah. Benjamin Samuel Bloom (seorang psikolog bidang pendidikan) telah melakukan penelitian dan pengembangan mengenai kemampuan berpikir dalam proses pembelajaran. Dalam Konferensi Asosiasi Psikolog Amerika tahun 1948, Bloom dan kawan-kawan mengemukakan bahwa dari evaluasi hasil belajar yang banyak disusun di sekolah, ternyata persentase terbanyak butir soal yang diajukan hanya meminta siswa untuk mengutarakan hapalan mereka. Hapalan sebenarnya merupakan tingkat terendah dalam kemampuan berpikir (thinking behaviors). Masih banyak level lain yang lebih tinggi yang harus dicapai agar proses pembelajaran dapat menghasilkan siswa yang kompeten di bidangnya. Keprihatinan atas kondisi cara pembelajaran yang kurang optimal di sekolah Amerika, Benjamin S. Bloom memperkenalkan kerangka konsep kemampuan berpikir berupa struktur hierarkhi kompetensi yang dinamakan Taksonomi Bloom (Taxonomy Bloom) dan merujuk pada tujuan pendidikan. Dalam hal ini tujuan pendidikan dibagi dalam tiga domain yaitu (1) Cognitive Domain (aspek-aspek intelektual, atau secara logis dapat diukur dengan pikiran dan nalar), (2) Affective Domain (aspekaspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral, norma dan sebagainya), (3) Psychomotor Domain (aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi syaraf, otot dan psikis). 31


Taksonomi bloom nyaris selalu disebut dalam beberapa mata kuliah di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta. Seolah-olah domain-domain yang berada di taksonomi bloom menjadi suatu acuan yang sangat penting bagi tenaga pendidik dalam pembuatan kurikulum yang terdiri dari Term of Reference (TOR), Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) maupun Satuan Acara Pembelajaran (SAP). Masalah biasanya timbul ketika mencari kesepakatan mengenai pemilihan taksonomi bloom. Kadang pemilihan kata kerja untuk menyatakan tujuan program, kompetensi dasar maupun indikator pencapaian dalam GBPP tersebut dirasakan kurang pas dengan apa yang dimaksud oleh penyusun. Masalah ini pulalah yang dialami oleh penulis ketika pertama kali ditugaskan menyusun Kisi -kisi instrumen penelitian pada mata kuliah asesmen tes dan itu terjadi lagi pada penugasan-penugasan berikutnya. Fakta ini membuktikan bahwa taksonomi bloom, sejak dipublikasikan kali pertama pada 1956 dalam The Taxonomy of Education Objectives, The Classification of Educational Goals, Handbook I: Cognitive Domain yang kerap disingkat Handbook I tetap dijadikan rujukan sampai sekarang. Mengapa taksonomi bloom senantiasa menjadi rujukan? Karena dalam taksonomi bloom mengklasifikasikan tujuantujuan Pendidikan secara cukup komprehensif. Deng an perkataan lain, taksonomi bloom secara lengkap menjelaskan ranah-ranah manusia, yang akan dikembangkan melalui Pendidikan agar anak -anak tumbuh menjadi manusia yang utuh dan seimbang. Klasifikasi tujuan-tujuan Pendidikan atau ranah-ranah manusia ini amat bermanfaat untuk kepentingan belajar, pengajaran, dan asesmen (penilaian). Ranah-ranah manusia tersebut diklasifikasikan secara bertingkat, dari kemampuan yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Ranah kognitif diklasifikasikan jadi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif diperinci jadi penerimaan , tanggapan, keyakinan, pengorganisasian, dan pembentukan pola. Sementara itu, ranah psikomotorik diurai jadi persepsi, kesiapan, respons terbimbing, gerakan mekanis, respons terbimbing, gerakan mekanis, respons kompleks, dan penyesuaian dan keaslian. 32


Dalam konsep ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga domain intelektual yaitu Kognitif (keahlian berpikir), Afektif (emosi) dan Psikomotorik (keterampilan motor ik dan fisik). Sejak awal, model pengembangan taksonomi Bloom telah mempengaruhi pengembangan kurikulum, penelitian pendidikan dan pembangunan tes dalam pendidikan dan organisasi professional. Ini adalah salah satu model yang paling diterima dari kemampuan kognitif dan tujuan pendidikan yang digunakan dalam pendidikan, dan bahkan para kritikus terkemuka pun setuju bahwa model ini memiliki pengaruh yang sangat besar dan merupakan langkah penting menuju pemahaman hasil struktur dari pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA Nggili, R. A. (2007). Belajar any where. Yogyakarta: Guepedia. Marzano, R. J., & Kendall, J. S. (2007). The new taxonomy of educational objectives. California: Corwin Press. Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives. Kanada: Longmans. Booker, M. J. (2007). A roof without walls: Benjamin bloom’s taxonomy. Academic Questions , 20 (4), 347-355.

Firman Firdaus - Bimbingan Konseling Artikel Sayembara Pendidikan UNJ

33


Sakitnya Pendidikan Indonesia pada Saat Ini “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world� – Nelson Mandela. Pendidikan tidak akan terlepas dari setiap kegiatan manusia. Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Pendidikan juga merupakan suatu komponen penting dalam pembangunan suatu bangsa. Maju tidaknya suatu bangsa juga bergantung pada kualiltas pendidikannya. Namun, faktanya pendidikan di Indonesia saat ini sedang sakit. Sakit di sini berarti kondisi pendidikan di negeri kita ini sedang tidak baik bahkan terpuruk. Ada beberapa penyebab sakit nya pendidikan Indonesia antara lain : 1. Insfrastruktur yang kurang memadai. Seperti kita ketahui bahwa insfrastruktur itu menyangkut mengenai sarana dan prasarana, yang merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran. Apabila sarana dan prasarana suatu sekolah memadai, maka outputnya juga akan bagus. Tetapi, fakta yang kita temukan di Indonesia adalah masih banyak sekolah khususnya di pelosok Indonesia yang tidak memiliki infrastruktur memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Mulai dari lantai yang beralaskan tanah, dinding kelas dari papan kayu yang sudah rusak, kursi dan meja yang sudah mulai reyot, papan tulis yang sudah mulai kusam, ruangan kelas yang harus berbagi, bahkan ironisnya kadang ada suatu sekolah yang tidak memiliki dinding pembatas antar kelas satu dengan yang lain dan hanya ada atap dari anyaman bambu yang melindungi siswa dari teriknya sinar matahari. Jelas sudah ini menandakan bahwa pemerintah kurang adil pada infrastruktur pendidikan yang ada di pelosok. Jika kita bandingkan infrakstruktur sekolah di kota besar pasti timbul perbedaan yang sangat kontras. Di sekolah yang berada di kota besar pasti fasilitas nya sangat memadai, mulai dari gedung yang bagus, ruangan kelas yang ber AC, laboraturium, perpustakaan, dll. Sedangkan di pelosok, boro-boro mereka memiliki gedung sekolah yang bagus, kadang mereka tidak memiliki gedung sendiri atau harus berbagi ruangan. 34


2. Kualitas pendidik Guru memegang peranan besar dalam melahirkan generasi bangsa yang berkualitas dan berkarakter. Baik buruknya kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh standar kualitas guru. Pada tahun ajaran 2015/2016, persentase seluruh guru yang memiliki ijazah S1 atau lebih sebesar 84,86 persen. Artinya, masih terdapat sebanyak 15,14 persen guru yang belum memiliki ijazah S1. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru juga harus menjadi prioritas perbaikan pendidikan. (Potret Pendidikan Indonesia Statistik Pendidikan 2016) Selain itu, gaji yang diterima oleh guru honorer yang mengajar di sekolah pelosok sangat memprihatinkan jika dibandingkan dengan gaji-gaji guru yang ada di perkotaan. Padahal, walau guru di pelosok ini misalnya hanya tamatan SMA, mereka sama-sama guru yaitu pahlawan tanpa tanda jasa yang telah membagi ilmunya kepada para muridnya. Sindonews.com menyebutkan bahwa guru honorer di pelosok daerah poso hanya digaji Rp. 100.000 setiap tiga bulan sekali. Sungguh memilukan bukan? Di zaman sekarang ini uang Rp. 100.000 tidak akan bisa menutupi kebutuhan yang ada. Guru honorer juga manusia, mereka butuh cukup uang untuk memenuhi perekenomiannya. Oleh karena itu, pemerintah juga harus memperhatikan nasib guru honorer yang mengabdi di beberapa pelosok Indonesia. 3. Kurikulum Di mata pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum, pendidikan Indonesia terkenal sering berganti-ganti kurikulum sesuai dengan perubahan menteri. Ada yang menyebutkan itu perkembangan, ada juga menyebutkan bahwa itu adalah cara agar para menteri tersebut menunjukan kinerja nya atau eksistensinya. Seperti kita lihat sekarang ini, belum ada kejelasan antara KTSP 2006 dan juga kurikulum 2013 (k13), masih ada sebagian sekolah yang menggunakan kurikulum KTSP 2006 dan sebagian lagi menggunakan kurikulum 2013. Dari sinilah mulainya dilema penggunaan kurikulum antara KTSP 2006 atau k13. Padahal di dalam buku Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan yang ditulis oleh Moh. Yamin, pada bab 1 35


dijelaskan bahwa, proses pendidikan bisa dijalankan dengan baik ketika kurikulum menjadi penyangga utama dalam proses belajar mengajar. 4. Beasiswa yang kurang tepat sasaran Beasiswa sejatinya diperuntukkan untuk siswa/mahasiswa tidak mampu (miskin) yang berprestasi. Tetapi kenyataanya, penerima beasiswa ini kurang tepat sasaran bahkan bisa disebut tidak tepat sasaran. Banyak orang yang mampu yang seharusnya tidak menerima beasiswa menjadi menerima beasiswa karena mudahnya pengurusan berkasberkas. Bahkan ada beberapa orang yang sengaja memalsukan berkasberkas dan terkesan “memiskin” diri sendiri demi mendapatkan beasiswa. Pendidikan memang bukan hanya untuk golongan atas saja, tetapi bukan lantas “memiskinkan” diri sendiri untuk mendapatkan beasiswa yang sebenarnya bukan merupakan haknya. Itulah menurut saya 4 faktor sakitnya pendidikan yang dialami Indonesia sekarang ini, yang bukan hanya PR untuk pemerintah tetapi untuk kita semua warga negara Indonesia.

Isdayanti – Ekonomi dan Administrasi Artikel Sayembara Pendidikan UNJ

36


37


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Sayembara Pendidikan E-Book by SWARA BEM UNJ - Issuu