Editorial
Daftar Isi
Inovasi muncul dari kreatifitas yang tak terbatas. Ide – ide segar dan baru lahir melalui pemikiran – pemikiran kreatif. Banyak cara bisa dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas. Dan JSi punya cara sendiri dalam mengembangkan kreatifitas mahasiswanya. Creative Learning. Bisa jadi kata yang tepat untuk menyebut sistem perkuliahan berbasis SCL yang dijalankan JSi. Berbagai metode perkuliahan dilaksanakan agar dapat menggali kreatifitas mahasiswa SI. Hasilnya, banyak karya yang dihasilkan tangan – tangan kreatif di JSi ini . Mulai dari karya – karya berbasis teknologi hingga karya – karya kreatif lainnya di luar bidang teknologi. Sebagai contoh adalah mata kuliah Algoritma dan Pemrograman yang membuahkan berbagai aplikasi dan games menarik. Selain itu ada juga karya – karya kreatif berupa rancangan antar muka aneka sistem dan aplikasi yang merupakan hasil dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer.
Kreativitas Belajar di JSi
Mahasiswa JSi tidak perlu bisa memprogram?
Ternyata, tidak hanya mahasiswa yang dituntut untuk menampilkan karya – karya kreatif. Para dosen pun berlomba – lomba menunjukkan kreatifitasnya dalam membimbing mahasiswa SI. Hal ini tampak dari aneka variasi metode pengajaran yang dilakukan. Mulai dari belajar di luar kelas, hingga belajar melalui permainan – permainan simulasi. Berbagai usaha pengembangan kreatifitas dilakukan tentunya untuk membawa nafas – nafas baru tidak hanya bagi JSi dan seluruh civitas akademikanya tapi juga untuk masa depan masyarakat dan bangsa Indonesia. So GengSiesta, let’s think out of the box and found your new fresh idea. Be creative, people. (redaksi)
Pelindung //
24
Studi Ekskursi, Wisata & Belajar
26
Alumni berprestasi
28
Photographer //
Bekti Cahyo
Wenny & Risti
Benchmarking KMSI ITS
Diaz, Ririn, Ridho, Sarah, Wiga, Renny, Panca, Fia, Hafiz, Aulia, Berta, Faturrahman, Heni
Pemimpin Redaksi //
Cover //
Indro, Sofyan
Rizal, Faza, Fatih, Lala, Defir, Addy, Raras, Sari, Ongki, Gemala, Eka, Dedy, Dona
Layouter //
Sekretaris //
Sirkulasi //
Defir
Alamat //
Gedung Teknologi Informasi Lt. 2 Ruang TC 209 Kampus ITS Surabaya
21
Reporter//
Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS
Redaktur //
4
Ongki, Ruruh, Khairu, Tirta Arianto, Kadir
url : http://www.si.its.ac.id/ email : gengsi@is.its.ac.id
Telepon/Fax //
031-5922949 / 031-5964965Pelindung // Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS
H
T O
D
KreatiVitas Belajar di JSi
i GengSI edisi lalu GengSiesta telah disuguhi tulisan tentang nuansa baru belajar komunikasi di JSi yang menceritakan kegiatan belajar mengajar (KBM) mata kuliah Komunikasi Interpersonal (KI), kali ini redaksi masih mengulas tentang KBM KI dan KBM Matematika Diskrit (MatDis) yang pastinya unik bin lain daripada yang lain. Penasaran? Yuk, mari kita simak hasil liputan dari tim redaksi
GengSI.
Melalui penerapan metode SCL, banyak inovasi yang dilakukan oleh dosen-dosen pengampu mata kuliah di JSi dalam rangka menumbuhkan kreatifitas mahasiswa. Mata kuliah KI, yang mayoritas diikuti oleh GengSiesta angkatan 2008 dan 2009 ini, tentunya memberikan pengalaman tersendiri karena metode pembelajaran yang diberikan sangat menarik dan kreatif sehingga GengSiesta sangat antusias didalam mata kuliah ini. Proses kuliah yang hampir selalu dilaksanakan secara outdoor ini, memberikan materi tentang kemampuan softskill
04
yang meliputi empati, leadership, teamwork, dll. Untuk membentuk suatu tim saja, cara yang dilakukan melalui permainan tiup balon dan kemudian GengSiesta disuruh mencari warna balon yang kembar dengan mata tertutup. Selain di kampus, kuliah outdoor KI juga melakukan kuliah di luar kampus, tepatnya di pantai Kenjeran. Pada kali ini, GengSiesta merasakan babak baru pengajaran mata kuliah ini. Materi perkuliahan yang dibawakan cukup berbeda, mulai dari tempat yang digunakan untuk menyampaikan materi hingga proses penyelesaiannya. Sebenarnya poin penting dari pengajaran KI kali ini adalah GengSiesta diajarkan bagaimana dapat ber-empati sosial kepada setiap orang yang ada di sekitar lokasi taman hiburan pantai Kenjeran. “Pembelajaran empati ini, sangatlah berguna bagi setiap orang. Apalagi buat mahasiswa hal ini penting banget, mahasiswa kadang lupa bagaimana cara berempati” ujar Fuad, GengSiesta berkacamata ini. Materi KI yang menarik lainnya adalah pada Final Project di akhir semester, kreatifitas GengSiesta diuji disini. Lain halnya dengan MatDis, di mata kuliah ini, hukumnya wajib menggunakan Bahasa Inggris. “Last semester I manage to try my best to deliver my lecture fully in English, I deeply realize that my English is not good (to do not say BAD :) ). But, I think there is never
mistakes to try it”, ungkap bapak Ahmad Mukhlason yang hobi banget memberikan kuliah dalam Bahasa Inggris, masing ingat kan gengSI edisi lalu, dosen alumnus JSi ini juga memberikan mata kuliah Bisnis Cerdas (BC) dalam Bahasa Inggris pula. Well, two tumbs up for Mr. Ahmad Mukhlason. ^^ Lain opini dosen, lain pula opini dari mahasiswa. Menurut Reza, GengSiesta yang masuk di JSi tahun 2009, “Matdis itu punya tantangan tersendiri, biasanya waktu di SMA belajar Matematika pake Bahasa Indonesia, tapi disini pake Bahasa Inggris”. Pendapat itu diiyakan oleh Dita, teman 1 angkatan Reza, ”Proses pembelajarannya menarik, soalnya pake Bahasa Inggris dan juga sering ada refreshment quiz, itung-itung bisa nambah nilai” ujar Dita. Walaupun begitu, mereka juga mengaku merasa kesulitan mengikuti kuliah MatDis yang full English karena materinya cukup sulit dan kadang-kadang susah untuk translate istilah dari Bahasa Inggrisnya. Pendapat serupa diungkapkan oleh Denok, GengSiesta kelahiran Flores ini, ”MatDis itu memang menekankan pada proses bukan cuma hasil, selain itu di MatDis juga kita bisa memperdalam Bahasa Inggris kita”. Sip, salut buat para GengSiesta yang always keep spirit buat mewujudkan kampus kretif JSi. (y2k,fth)
05
H
T O
SI BOY 2009 “Creating Indonesia’s young IT-preneur”
Sebanyak 4.516.100 dari 9.427.600 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka Februari 2008 adalah lulusan SMA, SMK, program diploma, dan universitas. Rendahnya daya adaptasi lulusan sekolah formal memenuhi tuntutan pasar kerja kian menjadi persoalan mengatasi pengangguran. (Kompas, 11 Nopember 2008). Itu tadi sekilas cuplikan berita dari Koran KOMPAS, melihat kenyataan bahwa lulusan universitas ternyata bukan jaminan seseorang bisa mendapat pekerjaan yang diharapkan. Melalui program SI BOY (SI Business on Holiday) Competition JSi turut serta berperan aktif dalam mewadahi para mahasiswa kreatif yang mempunyai ide bisnis untuk direalisasikan. Program SI BOY (SI Business on Holiday) Competition adalah kompetisi bisnis online di masa liburan, yang diadakan saat liburan semester genap perkuliahan. Tak hanya untuk mahasiswa JSi, SI BOY juga bisa diikuti seluruh mahasiswa S1 segala jurusan dari PTN dan PTS seIndonesia. Mengangkat tagline “Creating Indonesia’s Young IT-preneur“, kompetisi ini diselenggarakan dalam usaha menumbuhkan dan mengembangkan semangat IT-preneur muda Indonesia. Kompetisi ini adalah kompetisi IT Bisnis pertama dan satu-satunya di Indonesia, yang terbuka untuk semua mahasiswa S1 segala jurusan dari PTN maupun PTS se-Indonesia. Launching
06
SI BOY dilaksanakan pada bulan Juni bertepatan saat acara Mozilla Days (menghadirkan ketua perwakilan Mozilla di Indonesia) dan Peresmian Plaza Garden JSI oleh rektor ITS, Ir. Priyo Suprobo. Dari Launching pertama SI BOY (SI Business on Holiday) Competition 2009 ada 3 kelompok bisnis yang berhasil masuk tiga besar setelah mengalami proses seleksi yang cukup panjang. Ketiga kelompok itu adalah Woohoo dengan mengangkat tema bisnis online design baju, ternakblog dengan tema bisnis online reseller domain bekas dan yang terakhir kelompok Godistro dengan tema bisnis online distro baju dll. Tetapi selama proses incubator business yang bertahan dan mengimplementasikan bisnisnya hingga sekarang hanya dua kelompok, yaitu woohoo dan ternakblog. Dua kelompok yang bertahan sampai saat ini, sekarang menempati kantor yang telah disediakan pihak jurusan untuk mengimplementasikan bisnisnya selama satu tahun ke depan. Kantor tersebut terletak di lantai 2, tepat disamping Laboratorium Pemrograman Sistem Informasi (LPSI). Jadi tunggu apa lagi, bagi para GengSiesta yang merasa kreatif dan punya ide bisnis yang brilian jangan ragu buat mempersiapkan ide bisnis online semenarik mungkin mulai saat ini. Karena untuk persaingan the next SI BOY competition.
Saat kreatifitas mahasiswa diuji
Biasanya parameter keberhasilan suatu mata kuliah dilihat dari hasil atau output. Oleh karena itu di Jurusan Sistem Informasi (JSi) ada istilah Final Project (FP) sebagai syarat kelulusan mahasiswa yang diberikan oleh dosen pengampu untuk menguji sejauh mana keterampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan mata kuliah yang bersangkutan. Algoritma dan Pemograman I (ALPRO I), Sistem Fungsional Bisnis I (SFB I), dan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) adalah beberapa contoh mata kuliah yang memberikan FP di JSI. “OLI converter” adalah satu output dari mata kuliah ALPRO I 2009, aplikasi yang dibuat oleh Ika, Laila dan M. Fathurrozy ini berguna untuk mengkonversi 2 jenis besaran dalam dunia fisika (besaran pokok dan besaran turunan) yang biasanya ada di pembelajaran siswa SMP dan SMA. GengSiesta angkatan 2009 ini mengaku ide ini berawal dari pengalaman mereka saat duduk dibangku SMP dan SMA ketika ingin mengkonversi besaran harus membolak-balik buku terlebih dahulu. Kesan-kesan mereka setelah mengerjakan aplikasi ini adalah mereka dapat mengetahui betapa rumitnya menjadi seorang programmer yang membuat suatu aplikasi yang harus membutuhkan logika dan pengerjaan yang tidak mudah yang mungkin hanya membuat aplikasinya sederhana dimata kita para pengguna.
tetapi membuat “Hiasan Interior Burung Origami” yang juga dikerjakan secara berkelompok. Di mata kuliah ini mahasiswa diajarkan untuk membuka suatu bisnis dalam bidang usaha home. Aris, Ethanty, Diar, Chandra, Lia, Chanif dan Rachmad ini membuat konsep Final Projectnya sederhana yaitu mengutamakan bentuk produk desain interior yang cocok untuk hiasan rumah. Ide mereka dalam pembuatan Final Project ini yaitu dari keinginan menciptakan bisnis baru yang tak perlu modal banyak tetapi keuntungan yang didapat dapat lebih banyak tanpa merusak lingkungan sekitar. Sampai saat tulisan ini ditulis, produk tersebut masih menghiasi ruangan bapak Kepala JSI sekaligus konsultan pendamping dan dosen SFB I mereka, Ir.Achmad Holil. Mata kuliah IMK tak mau kalah untuk unjuk kemanfaatan. Di IMK kita mempelajari bagaimana memasarkan antarmuka aplikasi, juga belajar pengetahuan akan antar muka pengguna walaupun hanya prototype saja, jadi IMK membantu kita membuat user interface yang user friendly. Well, kali ini GengSiesta yang berhasil kita wawancarai adalah Ruruh, Ully, Sitti, Renny, Fia. Mereka menamakan antar muka FP ini “Multimedia Player”. Menurut mereka, keunikan yang ditawarkan pada antar muka ini adalah desain yang modern dan tidak membosankan. Sukses terus buat GengSiesta, LANJUTKAN!!!. (ririn/fth)
Mata kuliah SFB pun mempunyai FP yang tak kalah bermanfaat. FP yang dibuat bukan sebuah aplikasi
07
RetnoAulia narti Vinarti Email: zahra_17@is.its.ac.id
Dosen yang masih imut- imut ini namanya Retno Aulia Vinarti atau yang akrab disapa Vivin. Cita- citanya yang ingin sekali menjadi dosen semasa kecil akhirnya terwujud. Sekarang Vivin pun sedang belajar lagi di S2 jurusan Informatika bidang Sistem Informasi ( 2009- sekarang). Bu Vivin ini juga team teching pada matakuliah MPTI dan Statistik (wow hebat ya..). Perempuan kelahiran Bandung 16 September 1988 ini juga memilki hobi lain yaitu membaca dan nonton film, buku favoritnya adalah Man are from Mars and Women are from Venus. Sedangkan film kesukaannya Grey’s Anatomy.
Apol Pribadi Supriadi Email: apol@is.its.ac.id
08
AndreAristio Parvian Email: parvian@is its.ac.id Andre Parvian Aristio, dosen baru yang direkrut pada akhir tahun 2009 lalu merupakan lulusan sistem Informasi juga. Kesukaannya pada Algoritma (segala hal yang logic) berhasil mengantarkannya menjadi juara 1 pada lomba yang diadakan oleh ACER yaitu membuat konsep elearning. Dosen yang satu ini selain terkenal baik dan ramah dia juga sama seperti mahasiswa lainnya yang suka nonton film dan baca buku. Buku yang digemarinya adalah desain Algoritma, Corman. Film yang ia suka Sword Fish, kata pria kelahiran 27 Maret 1985 soalnya IT banget. Semangat pak S2nya!
Siapa yang tak kenal Apol Pribadi Supriadi, sapaan akrabnya adalah Azpol. Beliau yang merupakan dosen baru di JSi. Jebolan S1 Teknik Elektro ’94 dan S2 Teknik Informatika 2000 ini sekarang menjadi team teaching pada mata kuliah SFB 1,SFB 2, dan kapota Selekta. Beliau juga suka kegiatan- kegiatan seperti menonton film dan kuliner. James Bond dan Narnia adalah film yang disukainya. Beliau juga punya banyak pengalaman kerja sebelumnya seperti bekerja di American Telephon Telegram selama 2 tahun, dan di perusahaan HP di Surabaya- Jakarta.
Sholiq Renny Pradina Kusumawardani,S.T. Email : renny@is.its.ac.id Lahir di Surabaya 17 Juli 1981, dari kecil sampai SMA menghabiskan waktunya di Surabaya. Sebelum menjadi dosen di Sistem Informasi, lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tahun 2004 ini telah mendirikan sebuah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang Network Infrastruktur bersama suami tercinta. Dosen cantik dan ramah ini saat ini tidak dapat mengajar mahasiswanya di Sistem Informasi karena sedang menyelesaikan thesis S2nya tentang Pengolahan Natural Language di Jurusan Teknologi Informasi ITB. Dosen cantik yang biasa di panggil Bu Renny ini, sangat suka membaca buku- buku diktat kuliah untuk membantu mnyelesaikan thesisnya. Dosen ini memiliki pengalaman mengajar ketika menempuh S1 sebagai tim instruktur pemrograman pada matakuliah Java di program S2 ITB.
Ria Indriani
Email : awaeko@yahoo.co.uk Ria, adalah panggilan akrab untuk gadis yang berparas lembut dan cantik ini. GengSiesta tentunya tidak asing lagi, sebab dia dapat ditemui di ruang Sekretariat SI. Ria memegang Jabatan Management Support pada Jurusan sistem informasi, dia begitu piawai memainkan perannya mengurusi surat-surat beserta perlengkapannya. Gadis kelahiran 16 Februari 1987 dan penghobi masak ini adalah lulusan D III Manajemen Perpajakan. Penggemar Mie pangsit ini suka sekali membaca buku karya Raditya Dika yang berjudul Kambing Jantan.
Pak Sholiq, dosen baru yang mengajar di SI ini adalah sosok dosen yang baik dan sabar dlm mengajar. Meskipun masih terhitung baru beliau sudah terhitung lama dalam mengajar mahasiswa. Dosen yang menyelesaikan studi SI di Teknik Mesin ITS dan S2 di Teknik Informatika ITS ini pernah mengajar beberapa matakuliah di STIKOM Surabaya, Antara lain: Pemrograman(ALPRO), Audit Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Strategik. Selain itu Beliau juga pernah menjadi Finalis INAIKTA(Inovasi Perangkat Lunak) pada tahun 2005, dan mendampingi mahasiswanya pada tahun 2007 menjadi finalis pada ajang yang sama. Pak Sholiq tergabung dalam team-teaching pada matakuliah SFB2 (Sistem Fungsional Bisnis) dan PAI (Proteksi Aset Informasi) .
Indah Kurnia
indah.kurnia@yahoo.com
Dosen baru yang satu ini pernah menjadi IT Internal Control Supervisor dan Junior Consultan disuatu perusahaan, jadi tidak heran jika dia mengusai materimateri yang diajarkan di JSi terutama materi yang berkaitan dengan pengendalian performa dan keamanan perusahaan. Alumni JSi angkatan 2001 ini pastinya tidak asing dengan lingkungan JSi yang pernah 4 tahun dia rasakan ketika menjadi mahasiswa. Dosen barui kita satu ini pernah berkunjung ke Paris dalam rangka kerja, selain itu dia juga memiliki beberapa sertifikasi Internasional antara lain CISA, IT Service Management dan Project Management Professional. (kabel/ renny/wiga)
09
enanti PIM Tim PKM JSI M
NAS 2010
D
i latar belakangi oleh keberhasilan Indonesia mendapatkan hak paten terhadap kain batik, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri dari 5 orang ini termasuk salah satu tim yang mampu menyisihkan sekian banyak usulan PKM yang diajukan oleh mahasiswa JSI. Ide yang diusung mungkin sudah terbilang umum seperti distro yang lain. Namun hal yang luar biasa terletak pada motif batik dan kebudayaan Indonesia yang didesain sendiri. Hatta Bagus Himawan, salah seorang anggota, menaruh harapan besar pada PKM tahun ini. “Supaya ada kenang-kenangan jika lulus nanti, kuliah sudah, belajar berorganisasi sudah, dan sekarang yang belum yaitu mencetak prestasi,” ungkap pria berpostur tinggi tersebut. Selama ini, proposal kegiatan mereka juga tak luput dari campur tangan dosen pembimbingnya, yaitu Mudjahidin, S.T.,M.T.
Selain itu, terdapat gagasan PKM yang timbul dari keprihatinan mahasiswa terhadap lingkungan sosial sekitar Surabaya, yaitu di kawasan Dolly. Eitss, ide yang satu ini juga tidak kalah dari sebelumnya lho. Jarang ada mahasiswa ITS yang mau peduli dengan masyarakat karena tugas yang diberikan diperkuliahan sudah cukup menyita waktu. Tetapi kegigihan dan keikhlasan tim yang berasal dari jurusan-jurusan yang berbeda di ITS ini mampu meyakinkan Dikti agar dapat membiayai pelaksanaan kegiatan yang diajukan. “Kegiatan kita itu berupa pembinaan mentoring yang diberikan kepada anak-anak di kawasan itu (Dolly, Red), seperti : demo sains, outbond, pelatihan sholat, nonton bareng, lomba dan kuis / cerdas cermat, kerajinan tangan, dan kunjungan profesi,” kata Faishal Mufied Al Anshary, salah satu anggota tim.
1004
Pahlawan-pahlawan sosial ini berada di bawah bimbingan Mudjahidin, S.T.,M.T., yang merupakan dosen jurusan Sistem Informasi (JSI). Untuk bidang teknologi, JSI juga memiliki wakil yang berhasil dibiayai Dikti. “Dengan maksud untuk mengurangi antrian pada suatu wahana objek wisata, muncullah ide guna menciptakan sebuah sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh wahana. Sehingga pengunjung mengetahui wahana apa saja yang masih kosong dan belum terisi penuh. Dengan begitu, pengunjung tidak lama mengantri ,” ujar Achmad Taufiqul Hafizh. Ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) yang berjudul “Pemandu Wisata cermat Gak Pake Antri” ini juga mengungkapkan tentang harapan besarnya, “Kami sangat antusias untuk dapat lolos menuju ke PIMNAS di Bali.” Hal ini senada dengan harapan tim PKM JSI yang lainnya. Kita patut berbangga atas prestasi tim yang berhasil menjadi salah satu tim terpilih dari ratusan proposal tim ITS yang diajukan ke Dikti. Keberhasilan tim tidak dapat
dilepaskan dari campur tangan dosen yang telah membimbing dan menuntun tim ini hingga berhasil lolos seleksi proposal oleh Dikti yaitu Rully Hendrawan, S.Kom, M. Eng. Saat ini Dikti telah menggelontorkan dana untuk ketiga tim tersebut sebesar 50% atau setengahnya, dan sisanya akan dibayarkan kemudian. Dalam waktu dekat, mereka akan menjalani monitoring dan evaluasi (Monev) yang kedua pada tanggal 9 Maret 2010. Secara keseluruhan, semua tim memiliki keinginan yang sama, yaitu bisa lolos Monev ITS dan Dikti hingga menuju PIMNAS. Semoga harapan seluruh tim bisa tercapai. Vivat SI‌(ha/re/la) Amba Distro Batik dan Kebudayaan Indonesia
Pembinaan Mentoring Untuk Anakanak di Daerah Prostitusi Dolly Surabaya
Kewirausahaan (PKM-K)
Pengabdian Masyarakat
Adhya Husni M (5206100084) Agung Tri H (5206100042)
Faishal Mufied A (5208100120)
Arif Afandi (5206100055)
Nurhuda
Hatta Bagus Himawan (5206100067)
Bahrowi Adi Wijaya
Sarah Astiti (5208100029)
M. Ghoni Febri Peman
du Wisa
ta Cerm
Teknolo
at Gak
Pake A
kan salah satu karya terbaiknya yaitu Nusantara View. Aplikasi ini dibuat oleh 5 alumni mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2005 yaitu Kiki Ahmadi, Muhammad Rohmatullah, Taurisa Wijaya, Muhamad Nur Taufix dan Angga Rajasa. Tetapi atas kesepakatan kelompoknya maka diputuskan Muhamad Nur Taufix yang mewakili di ajang APICTA di Melbourne. Pada edisi gengsi sebelumnya kita sudah menerbitkan hasil karya Nusantara View, yang memperoleh penghargaan di ajang INAITA (Indonesian ICT Award) yaitu Special Mention Award dalam kategori Open Source. Informasi tentang Nusantara view ini juga terbit di theJakartaGlobe.com edisi 15 desember 2009, Disebutkan bahwa Project ini mendapatkan modal awal sebesar Rp 50 juta ($ 5,300) yang berasal dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk mengembangkan situs Web, yang memberikan informasi di satu tempat pariwisata Indonesia yang terkait dengan informasi dari situs-situs seperti Google Maps, Flickr, YouTube, Yahoo Weather dan Facebook. Untuk liat artikelnya lebih lanjut silahkan kunjungi alamat website http://is.gd/6rcc0
ntri
gi
Ahmad Ta M.Rizal ufiqul Hafizh (5 Avif Kh an (520 208100026) Rahmi 710 Ro Fajar K madhona (520 0005) urnia M alays (5 7100087) 206100 091)
APICTA MELBOURNE 2009
M
elbourne-14 sampai dengan 17 Desember 2009 diselenggarakan APICTA di Melbourne Australia. Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) adalah sebuah program penghargaan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT di masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital. Apicta Award ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Negara Asia Pasific, salah satunya Indonesia yang mengirimkan 15 hasil karya terbaiknya. Untuk Apicta tahun 2010 diselenggarakan di Malaysia tanggal 10 Oktober 2010. Kita patut berbangga karena ITS berhasil mengirim-
Dua minggu sebelum berangkat ke Melbourne Taufix dan Muha mengikuti pelatihan Booth Camp. Gladi resik ini diikuti oleh seluruh peserta Apicta Indonesia sebelumnya, calon peserta Apicta Indonesia 2009, juri Apicta yang berasal dari Indonesia, perwakilan Depkominfo dan Aspiluki (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia). Taufix mendapat giliran mempresentasikan Nusantara View pada tanggal 16 desember 2009. Sebelum presentasi Tufix merasa gugup. Bagaimana tidak ini merupakan kali pertama taufix datang ke Melbourne, apalagi untuk ajang perlombaan bertaraf internasional. Bahasa yang digunakan pun menggunakan bahasa gaul alias bahasa inggris. Wahh‌keren yach
11
F
t k a
a
Dalam perlombaan kali ini, Tuifix merasa kecewa karena sesudah presentasi dia mendapat kabar bahwa hasil karyanya salah masuk kategori. Juri dari Indonesia mengatakan bahwa hasil karya nusantara view yang masuk dalam kategori e-Inclusion and e-Community yang dipresentasikan tadi seharusnya masuk kategori Tourism and Hospitality. Meskipun kecewa tapi dia hanya bisa pasrah karena pemilihan kategori Nusantara view ditentukan dari pihak Indonesia di Jakarta. Taufix memiliki pengalaman menarik selama di Melbourne, ternyata gengsiseta dia sempat bertemu dengan Pak De Karwo. Yang anehnya dia baru sadar ketika sudah lama ngobrol. Wahh..senangnya ya gengsiesta, bisa bertemu dengan Pak De Karwo yang terkenal itu. Pada saat sarapan pagi di hotel, dia sempat hampir mencicipi daging babi tapi untungnya ada teman yang mengingatkan. Di akhir kata Taufix sempat berpesan pada gengsiesta lainnya untuk selalu berusaha dan bersemangat menghasilkan karya terbaiknya. Rencana ke depan taufix dan kelompoknya akan terus mengembangkan Nusantara View. Diharapkan GengSiesta juga mau menjadi generasi penerus untuk melanjutkan dan mengembangkan lagi hasil karya timnya tersebut.(pan/ la)
Kampus kita kedatangan
nya. Rata – rata mereka lebih tua dari mahasiswa pada umumnya,bahkan ada yang sudah berkeluarga, namun hal tersebut bukan merupakan penghalang bagi mereka untuk terus semangat belajar. Mahasiswa dari Depkeu ini berbeda dengan mahasiswa dari UDINUS yang hanya satu semester kuliah di jurusan Sistem Informasi ini, sebab ke tiga belas orang dari Depkeu yang terpilih ini akan kuliah di Sistem Informasi ini selama 3 tahun ke depan sampai kelulusannya mendapatkan gelar Sarjana Komputer.
Alfie dan kedua belas rekannya sangat senang ketika dinyatakan lolos dan mendapatkan beasiswa kuliah di jurusan Sistem Informasi ini, sebab selain bisa melanjutkan ke S1 mereka dapat pulang ke Jawa. Karena ada beberapa
tamu,
Alfie dan kedua belas rekannya sangat senang ketika dinyatakan lolos dan mendapatkan beasiswa kuliah di jurusan Sistem Informasi ini, sebab selain bisa melanjutkan ke S1 mereka dapat pulang ke Jawa. Karena ada beberapa mahasiswa Depkeu ini yang dulunya saat tugas dinas,di tempatkan di luar pulau yang terpencil sehingga di sini mereka dapat pulang ke Jawa. Alfie menceritakan bahwa dulunya dia di tempatkan di daerah Marisa yang merupakan daerah terpencil di Sulawesi. Ketika di tanya mata kuliah apa yang paling menyenangkan dan paling menguasai, Alfie menjawab �KI� sebab selama ini dalam pekerjaan mereka sudah terbiasa dengan yang namanya Public speaking sehingga mereka tidak mengalami kesulitan yang berarti dengan mata kuliah satu ini. Bahkan Alfie juga bercerita bahwa Final Projectnya mendapat nilai 100 yang di berikan oleh Pak Holil, padahal menurut beberapa sumber Beliau bukan orang yang mudah untuk memberikan nilai 100. Ketika di tanya bagaimana
siapakah mereka ?
Departemen
M
Keuangan
ungkin untuk beberapa mahasiswa lain ada yang belum mengenal Mahasiswa tamu dari Departemen Keuangan ini. Mereka ini adalah mahasiswa program beasiswa dari Departemen Keuangan. Sebelumnya mereka bekerja di Departemen keuangan, dan kemudian ketika ada program beasiswa yang merupakan kerjasama antara ITS dan Departemen Keuangan,mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah di program Sarjana S1 setelah sebelumnya melalui serangkaian tes yang di lakukan oleh Departemen keuangan. Rata-rata dari mereka mungkin tidak se usia mahasiswa pada umum-
12
dengan mata kuliah lainnya, Alfie menjawab, ” Saya dan teman - teman karena harus menyesuaikan diri kembali dengan kuliah saat ini, karena tugasnya yang sangat banyak karena tidak seperti dulu saat kuliah di STAN yang kebanyakan hafalan dan textbook. Menurutnya di Sistem Informasi ini sangatlah ramai dan menyenangkan,karena di sini banyak mahasiswa yang melakukan diskusi selepas kuliah, mengerjakan tugas bersama- sama, tidak seperti di STAN yang selepas kuliah mahasiswa di sana langsung pulang, sehingga suasana kampus langsung sepi. Ketika di temui di Kantornya di Departemen Keuangan, Ali salah satu mahasiswa dari Depkeu yang sudah berkeluarga ini mengatakan bahwa dia sangat menyukai mata kuliah Algoritma dan Pemrograman 1. Sebab dia sebenarnya memiliki keinginan untuk menjadi programer. Dia menceritakan selama di kantor dia sering mengutak atik bahasa pemrograman. Bahasa yang di pakai adalah bahasa Fortran, dsb. Bahkan ada mahasiswa Depkeu lain yang final projectnya membuat aplikasi perpajakan. Jadi mata kuliah ini dapat di aplikasikan di bidang ekonomi juga. Ketika di tanya mengapa mengambil jurusan teknik yang latar belakang pendidikannya sangat jauh dari pendidikan ekonominya yang dulu, Ali menjelaskan bahwa saat ini Departemen keuangan membutuhkan banyak lulusan di bidang teknologi informasi dan lulusan lulusan lain seperti statistik, dan lain sebagianya, karena di Departemen keuangan juga sering menggunakan teknologi – teknologi yang baru di dalamnya. Sehingga kami memilih jurusan ini. Saat di tanya apakah mereka tidak mengalami kesulitan dalam bergaul dengan mahasiswa yang usianya jauh lebih muda dari mereka, Ali menceritakan bahwa dia tidak mengalami kesulitan yang berarti, namun terkadang mahasiswa disini terlalu sopan pada kami sehingga kurang bisa lebih akrab, mungkin karena kami jauh lebih tua dari usia mereka, padahal kami sudah mencoba untuk membaur dan menyesuaikan diri dengan mengganti penampilan kami dengan memakai pakaian dan sepatu yang kasual seperti mahasiswa pada umumnya. Namun, mungkin kesan tua tidak bisa di hilangkan dari kami, begitu kata Ali sambil tertawa pada reporter Gengsi ini.(sa/la)
universitas
Dian Nuswantoro
W
ah,senangnya mendapat teman baru. Hehehe…Itulah yang saya rasakan ketika kedatangan mahasiswa-mahasiswa dari Semarang ini. Siapa sajakah mereka? Ada Eta, Guguh, Ika, dan Amel. Bagaimana mereka bisa mengikuti perkuliahan di jurusan Sistem Informasi? Pada sebuah wawancara melalui chating, salah seorang dari mereka yaitu Eta menceritakan tengtang kesan dan pengalamannya ketika mulai menginjakkan kaki di lingkungan Sistem Informasi ITS. Mereka adalah mahasiswa pertukaran pelajar yang mendapatkan beasiswa dari Universitas asalnya yaitu Universitas Dian Nuswantoro Semarang, untuk belajar selama dua semester di Jurusan Sistem Informasi ITS ini. Perbedaan kondisi dan budaya perkuliahan yang mencolok mulai dirasakan Eta ketika mengawali aktivitas belajarnya di Jurusan Sistem Informasi ITS. Di sini mereka lebih sering lembur, jarang tidur, dan merasa bahwa tugastugas yang diberikan sangat berat. ”Aku jadi tambah kurus, nih..” celetuk Eta di sela-sela wawancara. Lalu bagaimana kesannya dengan mahasiswa-mahasiswa jurusan Sistem Informasi? Eta berpendapat bahwa mahasiswa-mahasiswa jurusan Sistem Informasi baik-baik. Ada pesan juga dari Eta untuk mahasiswa-mahasiswa jurusan Sistem Informasi, “Buat teman-teman, makin ramah, ya ma kita. Terus ajarin kita kalau kita ga bisa buat tugas. Sama sering-sering ajakin maen biar kita tahu tempat-tempat yang bagus di surabaya...\:D/” OK teman –teman UDINUS. Kita pasti membantu kalian kok. (zhaa/la)
13
F
M R O
I S A
“Merekatkan Koordinasi, Mendekatkan Silaturahmi�
Assalammualaikum Wr. Wb. Sebagai sebuah proses, pendidikan dan pengajaran adalah sesuatu yang bersifat mutual cooperation, menjadi tugas dan tanggung jawab bersama semua pihak yang terkait di dalamnya. Sebagai bentuk upaya mewujudkan kualitas mahasiswa secara utuh, proses pendidikan dan pengajaran itu pun menuntut keterlibatan bersama antara pihak institusi pendidikan dan pihak orang tua/wali yang dipandang mutlak adanya. Untuk itulah, sebuah Forum Orang tua Mahasiswa Sistem Informasi (FORMASI) ITS harus dibentuk, yang diharapkan dapat membantu para mahasiswa Jurusan Sistem Informasi FTIf ITS- tersebut untuk dapat mengatasi segala permasalahan yang dihadapi. Berawal dari gagasan yang terlontar pada pertemuan antara wakil orang tua dan wakil Jurusan Sistem Informasi di awal bulan Oktober 2010, maka disepakati rencana pembentukan sebuah forum komunikasi dan keakraban diantara orang tua/wali mahasiswa Jurusan Sistem Informasi sebagai organisasi internal antara Jurusan Sistem Informasi FTIf ITS yang menjadi institusi penyelenggara pendidikan, orang tua dan mahasiswa. Forum ini juga disepakati untuk bisa menjadi jembatan komunikasi antara Jurusan Sistem Informasi FTIf ITS dengan orang tua mahasiswa. Ke depannya, saya pribadi ingin agar bagaimana forum organisasi ini semakin terbentuk solid. Saya juga berharap supaya forum ini akan aktif berjalan secara rutin dengan kegiatan-kegiatan, karena harus disadari bahwa manfaatnya sangat besar. Kita sebagai orang tua dapat mengetahui kondisi kampus dan materi perkuliahannya juga informasi-informasi lain yang berkenaan dengan perkuliahan, dan terutama pula tentang pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak kita. Jadi, mari bersama kita bergabung dalam proses integral pendidikan dan pengajaran demi terciptanya kualitas individu dan bersama yang terbaik dari anak-anak kita. Mari mulai segera merekatkan koordinasi dan mendekatkan silaturahmi. Semoga Allah SWT merestui upaya kita ini. Wassalammualaikum Wr. Wb. Salam FORMASI! H. Mahfud, S.H Ketua Forum Orang Tua Mahasiswa Sistem Informasi
14
I
KASI yang kita kenal sebagai wadah alumni Sistem Informasi ITS dibentuk tahun 2008 yang digawangi oleh tim 12 yang hadir pada saat penyusunan AD/ART. IKASI sampai saat ini telah memiliki website:http://ikasi-its.org. Wadah resmi ini merupakan hasil kerja dari pioneer kepengurusan persiapan IKASI yang diketuai oleh Benny selama 2 tahun.
Dulunya IKASI sempat bernama ILUSI pada masa tersebut. Dalam usia yang muda tersebut IKASI sudah memiliki kepengurusan pusat yang terdiri atas BPH dan kepengurusan komisariat. Kepengurusan pusat terdiri atas :
i
Wadah Alumni JSI
kapasitas alumni. Kekurangan ini sebenarnya murni karena kurang tingginya prioritas dari masing masing pengurus untuk melayani IKASI dan tidak adanya jangkar yang bisa mengalokasikan lebih banyak waktu dalam organisasi. Akan dibangun juga forum diskusi internal dan JSI yang diharapkan mampu mengatasi kekurangan tersebut. Idealnya, IKASI sebagai lembaga alumni mampu menjadi tumpuan lulusan JSI sehingga mampu mereplikasi kesuksesan para pendahulunya dengan lebih cepat. IKASI juga dapat menjadi pendobrak kebuntuan kurang canggihnya ”dekeng-dekengan” antar lulusan SI.
Ketua umum : Eriyanto Wibowo Penasehat : Arif Wibisono dan Nisfu Asrul Sani Secara geopolitis sebenarnya alumni Jawa Timur sudah mengakar di negeri kita ini, tidak Ketua harian : Robi Baskoro kurang sebagian mantan presiden, presiden dan Sekretaris : Nike Dwi Winarti wapres, sejumlah menteri, sebagian besar dirjen, Bendahara : Vidya Hesti Arviani Ketua bidang : Titus Bimawidyana, Yudi , jutaaan pelaku usaha yang memiliki hubungan historis dan emosional dengan Jatim. Semua Abdul Ghofur, Adhi Utama, dan Benny. hubungan tersebut tinggal kita upayakan dengan Salah satu komisariat yang nampak menonjol indah dan proporsional demi kemajuan bangsa. adalah KOMJAK yang merupakan kependekan Tantangannya adalah seberapa siapkah kita dari Komisariat Jakarta yang sudah mempunyai mendidik diri kita untuk memanfaatkan semua perangkat organisasi lengkap diketuai oleh Risca ”privileges” tersebut dengan optimal. (Robi Baskoro) Agustian. Program kerja unggulan yang sempat direncanakan diantaranya adalah pembukaan media website organisasi, pembukaan unit bisnis, peningkatan kapasitas alumni dalam bentuk training dan sertifikasi profesional, annual meeting dan kuliah tamu di jurusan. Dari semua program kerja tersebut masih terlalu banyak yang bisa dibenahi, diantaranya yang terkait bisnis dan peningkatan
15
G
A
R LE
I
Foto bareng kegiatan benchmarking di Universitas Ciputra
Perwakilan JSI serius mendengarkan presentasi dari perwakilan
universitas Ciputra
Mahasiswa peserta matakuliah SFB1 mempromosika Perusahaan burung origami hasil dari salah satu tugasnya
16
Hujan Salju mengguyur plasa garden JSI pada acara yudisium kelulusan mahasiswa ke 10
Mencoba Aplikasi pada perusahaan tempat Studi Ekskursi
Para gengSiesta angkatan 2006 sedang antusias mendengarkan penjelasan dari Tim BANK Mandiri dalam Studi Ekskursi
Para gengSIesta yang tampak bersemangat setelah mengikuti
INSTALL (Intensive Islamic Teaching and Learning Live) 2010, yang diadakan oleh Kajian Islam Sistem informasi (KISI)
Salah satu mahasiswa membaca surat pengumuman kelulusan dalam acara yudisium. Wahh.. senengnya.. TA nya bisa dapet Nilai A!! ^_^
Kebahagiaan terlihat pada raut wajah para lulusan JSI
17
Yang Datang . .
Dosen Datang Dr. Eng. Febriliyan Samopa,S.Kom.,M.Kom. Febriliyan Samopa..dengan rentetan gelar yang dipunya, Gengsiesta yang lahir pada tanggal 19 Februari 1973 ini dahulu adalah lulusan Teknik Informatika ITS yang melanjutkan S2 di Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan S3 di Information Engineering Hiroshima University selama 2 tahun 11 bulan. Riset yang dilakukan Gengsiesta ini adalah Research Group Spatial Informatic :"Automatic molar extraction from dental panoramic radiographs for forensic personal identification," Riset ini bertujuan untuk membuat Expert System yang dapat mengekstrak informasi dari data digital fotosinar-X gigi untuk memperkirakan siapa pemilik gigi tersebut. Riset ini ditujukan untuk keperluan forensic terutama menyikapi banyaknya korban-korban yang tidak dikenali ketika terjadi bencana alam. Riset ini baru dapat digunakan di Jepang karena pemerintah Jepang telah memiliki database gigi dari seluruh penduduknya. Alasan Gengsiesta ini memilih Hiroshima University adalah Faktor ekonomi karena Hiroshima merupakan kota buffer sehingga biaya hidup tidak terlalu tinggi. Alasan lain adalah karena budaya menulis orang Jepang yang tinggi dan juga di Jepang universitas dan industry sudah terhubung dengan baik sehingga riset-riset universitas bisa langsung diaplikasikan.Sukses selalu buat Bapak..(fia/ zhaa) Rully Agus Hendrawan, S.Kom. M.Eng. Satu lagi GengSiesta yang pulang dari sekolah di Luar negeri adalah Bapak Rully Hendrawan. Beliau
18
dan Yang Kuliah lagi . .
adalah lulusan Ritsumeikan University di Siga, Jepang dengan mengambil bidang studi Software Engineering yang lebih tepatnya di Mining Software Repository, yakni tentang pembuatan Aplikasi data mining source code project Genome yang mana terkait dengan penggunaan data mining untuk mencari keterkaitan modul. Mengapa bisa terbesit kuliah di Jepang? Karena pada saat itu Gengsiesta ini melamar beasiswa Monbugakusho dan akhirnya diterima. Jadi berangkatlah beliau ke Jepang selama dua tahun. Harapan beliau adalah menjadi dosen yang inovatif dan punya riset unggulan. Dosen yang ingin sekolah S3 lagi ini juga berharap pergi ke Jepang lagi karena menurutnya disanalah hatinya berada.ciyeh,. sukses deh buat Bapak.(zhaa)
Dosen Berangkat GengSiesta pasti bangga banget punya dosen – dosen lulusan luar negeri. bagaimana tidak??!!selain bangga, GengSiesta tentu juga mendapatkan pengajaran yang lebih berkualitas. Nah, tahun ini ada tiga dara dari dosen Kita yang sedang berstudi di luar negeri. siapa sajakah mereka??Tiga Gengsiesta tersebut adalah Bu Amna Syifia, Bu Raras, dan Bu Anisah. Gengsiesta tersebut sekarang sedang menempuh S2 di universitas-universitas ternama di luar negeri. yaitu Bu Amna yang menempuh S2 di Pusan National University dengan Jurusan Logistik Information Technology di Korea, Bu Raras yang mengambil Jurusan Industrial Management di National Taiwan University of Science and Technology dan Bu Anisah yang mengambil program studi Engineering and Policy Analysis di University of Technologi di Belanda. Wow‌sukses ya Bu.(zhaa)
Serunya Yudisium
18 Februari 2010 adalah hari bersejarah bagi para peserta Jurusan Sistem Informasi. Yup, karena hari itu diumumkan kelulusan bagi calon wisudawanwisudawati, wajah-wajah tegang terlihat sore itu. Para peserta Jurusan Sistem Informasi telah berkumpul di Plasa Garden JSi untuk menghadiri acara yudisium yang diadakan oleh Jurusan Sistem Informasi. Acara yudisium sebenarnya dijadwalkan pukul tiga sore, tapi calon wisudawan-wisudawati belum berkumpul. So, acara yudisium baru dimulai pukul empat sore. Ada 11 peserta yudisium yang datang sore itu untuk berkumpul bersama mendengarkan pengumuman kelulusan dari jurusan. Mereka dikondisikan duduk mengelilingi Plasa Garden JSi, dan diminta duduk di masing-masing kursi yang telah disediakan oleh panitia. Lalu muncul lah Pak Holil mengawali acara yudisium JSi untuk memberikan sambutannya. Acara yudisium sore itu dilanjutkan oleh MC, MC meminta peserta yudisium untuk berdiri dari tempat duduk mereka, dan.... MC meminta peserta untuk mencari panitia yang memakai pita di lengannya. Panitia-panitia itu lah yang membawa pengumuman hasil kelulusan peserta. Para peserta berputar-putar mencari siapa yang membawa
AC
TI
ON
pengumuman kelulusan miliknya. Setelah semua peserta mendapatkan surat pengumuman kelulusan masing-masing, lalu.. Wuus.. wuus.. butiran tepung menghujani para peserta yudisium, peserta yudisium lari kesana kemari menghindari butiran-butiran tepung yang menghujani mereka. Acara hujan tepung pun usai, dan acara dilanjutkan ditandai oleh kedatangan Pak Didit dan Bu Wiwik,” apa kalian yakin lulus semua, padahal ada dari kalian yang administrasinya belum tuntas lho..” kata Bu Wiwik. Panik lah peserta saat itu, melihat kepanikan peserta yudisium Bu Wiwik dan Pak Didit melanjutkan pertanyaan mereka, “Apa sudah yakin?, berkas-berkas dari kalian ada lho yang di kembalikan”. Tak lama setelah itu Pak Didit dan Bu Wiwik membagikan amplop kepada para peserta yudisium, dan... “SELAMAT ANDA TELAH LULUS YUDISIUM...” Tawa bahagia dan tangis haru pun mewarnai akhir dari perjalanan yudisium sore itu. Sampai ketemu lagi di yudisium berikutnya... :D Congratz buat para peserta yudisium.. (defir)
19
AC
20
TIO
N
Mahasiswa JSi tidak perlu bisa memprogram ?
P
ak, apakah bapak punya judul TA yang tidak perlu memprogram ? Pertanyaan seperti ini sudah beberapa terlontar ke saya dari mahasiswa JSi. Saya hanya bisa menjawab sambil tersenyum bahwa untuk saat ini saya masih belum punya judul TA yang seperti itu. Keputusan JSi untuk ”memproklamirkan” bahwa kemampuan memprogram bukan kompetensi utama bagi lulusan JSi sering disalahtafsirkan oleh sebagian mahasiswa JSi
O
PI
NI
Sama seperti, apakah layak kalau ada lulusan JSi yang tidak bisa memprogram ? Sebagai jurusan yang memiliki visi ke depan dan bertekad untuk go international, kemampuan memprogram sudah tidak lagi diletakkan sebagai kompetensi utama. Karena JSi berharap, lulusannya mampu bersaing secara global sehingga lulusan JSi harus memiliki kompetensi utama yang bisa menunjang persaingan global ini. Namun kompetensi utama ini menjadi tidak berarti jika basic skill yang harus ada tidak
menjadi seolah-olah mahasiswa JSi dikuasai (seperti seorang arsitek yang tidak perlu bisa memprogram. Kemambisa mendesain rumah yang bagus tapi puan memprogram (programming skill) tidak bisa menggambar). Kemampuan bukan kompetensi utama dari lulusan memprogram adalah basic skill yang JSi melainkan kemampuan dasar harus dikuasai oleh seorang lulusan (basic skill) yang harus dikuasai oleh prodi yang berbasiskan IT, sebelum mesetiap lulusan JSi. Adanya standarisasi napak ke jenjang kompetensi yang lebih nasional untuk semua program studi tinggi. Ia merupakan sebuah fondasi (prodi) yang berbasiskan IT (Informautama yang menunjang kompetensition Teknology) dengan nomenklatur kompetensi yang ada di atasnya. (penamaan) yang ditetapkan oleh DIKTI (Direktorat Perguruan Tinggi, KementeMunculnya pertanyaan di paragraf rian Pendidikan Nasional) sebagai prodi pertama pada artikel ini juga menimbulDr. Eng. Febriliyan Samopa, dengan nama Sistem Informasi, Teknik kan berbagai macam pertanyaan dalam S.Kom.,M.Kom. Informatika, dan Sistem Komputer (SI, benak saya seperti: ”Apakah sudah IF, SK), menyebabkan kemampuan tidak ada rasa bangga menjadi mahamemprogram tidak lagi menjadi kompetensi utama melainkan siswa sebuah program studi berbasis IT, sehingga merasa manjadi kemampuan dasar (karena semua prodi tadi memiliki tidak perlu memprogram ?”, ”Apakah mahasiswa hanya ingin kemampuan ini). enaknya saja, ingin dapat gelar Sarjana Komputer, tapi tidak ingin memikul konsekuensi dari gelar tersebut ?”. Analogi yang sesuai adalah seperti kemampuan menggambar di Jurusan Arsitektur. Menggambar bukan kompetenSebagai penutup, saya ingin mengajak diri saya dan sesi utama di Arsitektur tidak seperti di jurusan Disain Produk, muanya untuk merenungkan kembali pertanyaan ini: ”Apakah sebagai bukti Jurusan Arsitektur tidak pernah mensyaratkan pantas ada seorang Sarjana Komputer tapi tidak bisa mempkemampuan menggambar sebagai syarat masuknya (seperti rogram ?”. Semoga hasil renungan bisa membimbing kita seJSi yang juga tidak pernah mensyaratkan kemempuan memp- mua untuk melangkah dengan mantap menuju keberhasilan rogram sebagai syarat masuknya) berbeda dengan Jurusan dan kesuksesan JSi yang kita cintai ini bersama-sama. Disain Produk yang mensyaratkan kemampuan menggambar sebagai syarat masuknya (karena itu Jurusan Disain Produk Catatan: Tulisan pada artikel ini hanyalah opini pribadi melaksanakan tes masuk sendiri, terpisah dengan tes penulis. Jika ada kata-kata yang salah atau merasa tersingSNMPTN yang dilakukan secara nasional). Tetapi apakah gung, dengan penuh rasa hormat penulis mohon maaf yang ada lulusan Jurusan Arsitektur yang tidak bisa menggambar ? sebesar-besarnya
21
KA
A Y R
“IMPLEMENTASI OPTIMISASI ROBUST UNTUK PERMASALAHAN MANAJEMEN PROYEK DENGAN WAKTU PENYELESAIAN AKTIVITAS TIDAK TENTU” Aswin Rachmat Pramono Bidang minat Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) telah diincarnya sejak awal, dia beranggapan jika SPK merupakan bidang minat yang keren dan banyak diambil oleh angkatan 2005. “Paradigma lama mengatakan jika SPK merupakan bidang minat paling keren jadi saya ikut-ikutan saja apa kata temanteman waktu itu” terang alumni SMA Negeri 5 Surabaya ini. TA yang dia angkat lebih mengarah ke proyek fiktif dengan melihat permasalahan manajemen proyek dengan waktu penyelesaian aktivitas tidak tentu merupakan permasalahan yang menarik untuk dibahas. Pada permasalahan ini terdapat variabel acak dalam rumusan waktu penyelesaian sebuah aktivitas yang membuat waktu penyelesaiannya sulit untuk diprediksi. Selain itu juga terdapat batasan waktu penyelesaian proyek yang harus dipenuhi dan batasan sumber daya yang dapat digunakan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Pada tugas akhir yang dikerjakan oleh pria kelahiran 11 Oktober ini, diajukan sebuah model untuk melakukan pendekatan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut menggunakan optimasi robust. Model awal dalam bentuk pemrogaman stokastik dengan batasan peluang, diubah menjadi bentuk robust dengan tujuan permasalahan lebih mudah untuk didapat jawabannya.
22
del yang telah diteliti oleh Aswin, “Hal tersebut tergantung dari bentuk proyek yang diselesaikan. Semakin besar selisih, maka semakin besar pula penghematan yang dapat dilakukan oleh optimasi robust,” terangnya. Aswin berharap jika kedepannya bidang minat SPK akan lebih menghasilkan produk-produk yang dapat diimplementasikan oleh suatu institusi, “Sayang sekali jika TA yang dikerjakan dengan rumit pada akhirnya tidak dapat dipakai karena pada kenyataannya memang sulit diimplementasikan” jelas pria yang hobi membaca ini. Menurut dia suka duka pada pengerjaan TA dibentuk dari mindset orang yang mengerjakan TA itu sendiri “Teorinya sulit sekali, tapi ternyata programnya mudah untuk dibuat, seharusnya saya tidak terlalu terpaku pada teori saja kalau bisa kerjakan dulu apa yang bisa”.
Wisudawan yang satu ini memiliki cerita yang menarik di dalam pengerjaan TA ini, sebenarnya dia berencana untuk menyelesaikan studinya selama 3,5 tahun dan dengan ipk yang tinggi hal itu sangat mungkin sekali, “Kalau mengerjakan TA di lab saja, jangan dirumah karena faktor penghambatnya banyak” jelas pria yang mengerjakan program TAnya tersebut dalam jangka waktu hanya 2 minggu. “Terus motivasilah dirimu Walaupun hasil yang keluarkan oleh TA ini abstrak akan supaya tetap bersemangat dalam mengerjakan TA” pungkas tetapi terdapat keuntungan yang didapat dari penggunaan mo- alumni SLTP Negeri1 Surabaya yang bercita-cita ingin menjadi pengambil keputusan diperusahaan besar ini. Sukses Selalu untuk Aswin. (rak)
“IT SCORECARD JURUSAN SISTEM INFORMASI” GengsiBoy yang satu ini merupakan wisudawan ke-100 ITS yang mengambil bidang minat Proyek Pengembangan Sistem Informasi. Suka duka dalam pengerjaan tugas menurut Anif, dukanya lebih pada materi yang digunakan sebagai referensi susah didapat sebab jarang publikasi dan penerapan IT Scorecard lebih pada internal perusahaan, sedangkan sukanya ialah mudah untuk dikerjakan sebab telah diajarkan pada matakuliah Perencanaan Strategi SI, “Sebenarnya bidang minat PPSI itu tidak hanya rancang bangun saja, contohnya saja IT Scorecard yang saya rasa cukup mudah dan dapat diimpementasikan pada suatu institusi,” tegas pria mendapatkan nilai A untuk Tugas Akhir (TA) tersebut. Ketika ditanya mengenai metodologi TA yang dikerjakan, dia mengatakan jika ada beberapa tahapan yang harus dikerjakan dan jika ditelaah secara garis besar tahapan pengerjaan TA ini dimulai dengan menganalisa Portofolio dan Balance Scorecard (BSC), dengan melihat portofolio yang ada maka IT di suatu institusi dapat diketahui dan diukur dan alat yang digunakan sebagai pengukuran adalah IT Scorecard. “Dimulai dari review dokumen JSi, perbaikan Balance Scorecard (BSC) Jurusan, Cascading BSC hingga analisa” pungkas pria berkacamata kelahiran 18 November ini. Perlu diketahui jika proses cascading ialah proses dimana BSC institusi diturunkan ke level manajemen yang lebih randah, untuk kasus Anif ini dia menurunkannya hingga level departemen. BSC tentunya tidak asing lagi bagi sebagaian besar GengSiesta sebab Ir. A. Holil Nool Ali, M.Kom yang juga merupakan dosen pembimbing Anif, sering menyatakan jika perusahaan yang mengimplementasikan BCS di perusahaannya dapat mengukur KPI (Key Performance Index) sesuai dengan level manajemen yang dikehendakinya sehingga mudah untuk mengontrol capaian instutusi.
Anif Bahwal Sarjana Komputer satu ini berharap jika TAnya dapat diimplementasikan, “Semoga Pak Danu dapat memakai tugas akhir saya di SI” terang alumni SMA Negeri 2 Surabaya. Mulai dari seminar proposal hingga sidang TA, menurutnya pengalaman yang paling berkesan ialah sewaktu sidang TA, “Saya takut jika ada beberapa pertanyaan yang keluar dari ruang lingkup TA”. Anif berharap jika lulusan SI dapat diterima didunia industri, “Saya optimis jika lulusan Sistem Informasi kedepannya akan sangat diperhitungkan ” jelas angkatan 2005 yang pernah menjadi IT assessment di Dinas Pendidikan Propinsi ini. Anif berpesan agar mahasiswa yang mengambil bidang minat PPSI agar lebih mengenal materi apa saja yang dapat diangkat sebagai topik TA, “Saya berharap jika teman-teman tidak terpaku jika analisa hanya dimiliki oleh bidang minat SPK saja.” kata pria sebelumnya yang berniat mengambil bidang minat SPK untuk TAnya. Selamat dan Sukses untuk Anif Bahwal. (rak)
23
L
U P I
N A T Benchmarking
KMSI ITS - iHima Ciputra
K
eluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI) kali ini menyelenggarakan acara keren. Acara kali ini dalam rangka meningkatkan kualitas pengembangan organisasinya, mengingat pentingnya pengetahuan terhadap pihak ekternal dalam upaya peningkatan sumberdaya manusia yang berkualitas dan unggul. Benchmarking dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2009 terhadap iHima, himpunan mahasiswa jurusan IT Universitas Ciputra (UC). UC dipilih bukan karena tanpa alasan, karena UC dinilai memiliki keunggulan baik dalam hal akademik dan non akademik. Benchmarking ini dilaksanakan di kampus UC.
24
diskusi tentang kinerja dari himpunan mahasiswa ,akademik ,dan kunjungan laboratorium. Selama berjalannya acara, banyak diskusi yang dilakukan oleh kedua belah pihak, baik dari iHima maupun KMSI beserta dosen. Ketua Jurusan IT Universitas Ciputra, Bapak Trianggoro Wiradinata, S.T, M.Sc., menjelaskan tentang latar belakang didirikannya jurusan ini adalah dengan melihat market demand yang ada di Indonesia , dengan melihatnya banyaknya peluang dari segi IT maka Universitas Ciputra membentuk suatu jurusan IT. Selain melihat
dari market demand di Indonesia, menurutnya, Ciputra melihat bahwa 41 % bisnis baru di Amerika merupakan bisnis yang beralasan dari sains dan teknologi sehingga di buatlah dasar bahwa jurusan ini merupakan jurusan yang akan mengedepankan Technopreneurship. Kompetensi dari lulusan IT sendiri yaitu SI bisnis dan juga multimedia. Walaupun jurusan ini masih berumur muda namun kerjasama yang terjalin dengan pihak luar sudah banyak antara lain dengan beberapa universitas di luar negeri, Oracle dan Cisco.
Kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pihak merupakan pengetahuan yang berharga bagi KMSI, Kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua jurusan, dosen-do- sebuah harapan untuk menjadi wadah dalam mengasah sen dari UC dan juga semua elemen iHima yang menyambut ketrampilan berorganisasi. Maju terus KMSI! (y2k/khan) baik kunjungan ini. Secara umum acara Benchmarking ini berisi kunjungan langsung ke Universitas Ciputra dan ber-
Corporate Gathering Program dan Kerjasama Baru dari JSI
Satu lagi program baru dari Jurusan Sistem Informasi, bernama Corporate Gathering. Program Corporate gathering ini dibuat dengan tujuan agar jurusan Sistem Informasi bisa lebih dekat dengan para stakeholdernya, salah satu stakeholder tersebut adalah perusahaan-perusahaan yang nantinya akan memakai langsung output dari JSi kita, yaitu lulusan S1 dari Jurusan Sistem Informasi. Acara yang bertempat di Daun Lada Resto ini dihadiri oleh perusahaan-perusahaan besar yang bercabang di Surabaya dan sekitarnya, diantaranya Dell Indonesia, BOC Gases Indonesia, Paracomp, Telkomsel, Tsel, PT Mitra Integrasi Informatika, PT Lintech Duta Pratama, PT Gresik Power, dan PT. Aruki. Acara Corporate Gathering merupakan kerjasama awal dari pihak JSi untuk berkenalan langsung dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Tak kenal maka tak sayang, JSi berusaha mengenal lebih dulu dengan baik sehingga bisa menjalankan tiga misi yang dapat membawa JSi menjadi lebih baik
untuk kedepannya.Tiga misi utama diadakannya Corporate Gathering ini, yaitu yang pertama, JSi berusaha merangkul para stakeholder, agar JSi bisa kenal lebih dekat dengan para stakeholder. Misi yang kedua yaitu JSi berusaha meluruskan barangkali ada kesalahpemahaman antara Sistem Informasi, dengan Teknik Informatika, ataupun jurusan komputer lainnya. Dengan begitu para undangan bisa tahu apa dan siapa Sistem Informasi itu sebenarnya. Misi ke tiga dari Corporate Gathering ini adalah Networking. Networking yang dimaksud adalah menciptakan hubungan saling memanfaatkan dan menguntungkan antara JSi dengan pihak perusahaan (simbiosis mutualisme). Dengan adanya Networking, JSi bisa menjajaki peluang kerjasama yang terjadi pada program Corporate Gathering ini, misalnya untuk sponsorship dan kerja praktek. (kabel/khan)
25
ISO 27001 AWARENESS SEMINAR
T
ema seminar yang ini memang terasa susah dimengerti bagi orang-orang awam atau yang baru belajar di bidang Sistem Informasi. Padahal, materi dari seminar ini merupakan salah satu aspek penting dari Proyek Pengembangan Sistem Informasi yang merupakan salah satu bidang minat di Jurusan Sistem Informasi. Seminar yang berlangsung pada tanggal 24 Oktober 2009 selama kurang lebih 3 jam ini diisi oleh wajah-wajah yang sudah tidak asing lagi di Jurusan Sistem Informasi ITS , yaitu Kartika Sari, Anita Wulansari, dan Rachmawati Findiana. Ketiga wanita cantik dan pintar ini adalah para lulusan Jurusan Sistem Informasi ITS yang berasal dari angkatan 2005. ISO 27001 adalah standar keamanan informasi yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commision (IEC) yang mencakup semua jenis organisasi seperti perusahaan swasta, lembaga pemerintahan, dan lembaga nirlaba. ISO/IEC 27001:27005 menjelaskan syarat-syarat untuk membuat, menerapkan, melaksanakan, memonitor, mengidentifikasi dan memelihara serta mendokumentasikan Sistem Manajemen Keamanan Informasi. ISO 27001:27005 dapat digunakan sebagai acuan pembuatan kebijakan keamanan informasi, framework pembuatan system manajemen keamanan informasi, dan pembuatan perencanaan Audit SMKI. Walupun materi seminar cukup berat, para peserta yang kebanyakan GengSiesta angkatan 2006 tetap terlihat serius untuk memahami dan menangkap materi yang disampaikan. Dan penyampaian materi nyapun selalu memberikan sesi tanya jawab diakhir materi untuk mengupas tuntas uneg-uneg dari para peserta. Salut buat ketiga wonder woman ini… (ruru/khan)
26
Studi Ekskursi 2010, Wisata Sambil Belajar
S
tudi Ekskursi (SE) merupakan agenda tahunan GengSiesta yang bertujuan untuk mengenalkan dunia kerja kepada mahasiswa, dengan harapan mahasiswa memiliki gambaran tentang lingkungan kerja, budaya kerja, serta pernak-perniknya. SE tahun ini dilaksanakan pada tanggal 18 – 25 Januari 2010, dengan seluruh pesertanya merupakan GengSiesta angkatan 2006. Beberapa perusahaan yang menjadi tempat kunjungan selama SE ialah PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom), bank Mandiri, IDE alias Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia), dan Metro TV. Pada kunjungan ke Metro TV, GengSiesta mendapat kesempatan untuk menjadi penonton di studio saat acara Kick Andy. Tentu saja setelah acara Kick Andy selesai, GengSiesta langsung menyerbu Andy F. Noya untuk foto bersama. Sebuah kesempatan yang langka. Kunjungan di Bank Mandiri tidak kalah menarik. “Kami dipandu oleh dua orang perwakilan Bank Mandiri yang menjabarkan tentang produk-produk yang dimiliki, hingga virtual tour untuk melihat fasilitas-fasilitas yang dimiliki Bank Mandiri yang berada di gedung-gedung yang lain. Selanjutnya kami diajak berkeliling ke fasilitas Information Technology yang dimiliki oleh Bank Mandiri. Tidak hanya diajak berkeliling tapi kami juga diberikan informasi tentang apa saja teknologi yang digunakan, bagaimana pemanfaatannya untuk menunjang pelayanan kepada customer , dan jawaban yang memuaskan untuk semua pertanyaan yang kami ajukan”, cerita salah seorang peserta SE yang mengatakan bahwa kunjungankunjungan yang dilakukan sangat bermanfaat bagi newbi yang akan terjun dalam kompetisi dunia kerja. (la/khan)
Ceria bersama siswa SMA
S
Show Off LKMM TD 7.2 (Lebih) Berani Beda
S
MA Muhammadiyah 2 Surabaya menjadi tempat uasana tidak biasa terjadi di plasa Jurusan terakhir dari rangkaian kunjungan GengSiesta ke Sistem Informasi (JSi) yang dipadati oleh sekitar beberapa SMA di Surabaya yang dilaksanakan sejak 60 GengSiesta dari berbagai angkatan. Maksud pertengahan Januari hingga awal Februari lalu dalamCeria bersama mereka tak lain siswa adalah ingin SMA melihat dan memacara SI GOES TO SCHOOL. ”Saat ini Jurusan Sistem Inforberikan dukungan kepada peserta Latihan Kepemimpinan masi dipandang sebelah mata, lewat kunjungan ini diharapkan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar 7.2 yang adik - adik yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi tidak ragu sedang bertarung ide cemerlang dihadapan para juri. ”Tanggapan mereka sangat baik, saat sesi tanya memilih SMA Jurusan Muhammadiyah Sistem Informasi, 2 Surabaya karena nantinya menjadilulusan tempat Ju-terakhir jawab, panitia sampai kewalahan,” dari rangkaian kunjungan GengSiesta ke beberapa SMA di rusan Sistem Informasi mempunyai jaringan kerja yang sangat LKMM Tingkat Dasar adalah pelatihan tutur yang GengSiesta rutin angkatan 2008 ini. Surabaya yang dilaksanakan sejak pertengahan Januari hingbagus,” terang Aditia Permana, ketua pelaksana tim SI GOES diadakan di Jurusan Sistem Informasi untuk mengenalkan awal Februari lalu dalam acara SI GOES TO SCHOOL.GengSiesta kepada manajemen sebuah acara atau kegiatan. TOga SCHOOL. Dalam presentasinya, Pada LKMM TD 7.2 ini, keseluruhan panitia peserta menjelaskan berasal dari berbagai informasi mengenai Jurusan Sistem Informasi, Rangkaian kunjungan ini, diharapkan dapat memperkenAlumni SMA N 4 Surabaya ini juga menjelaskan, ide kunangkatan 2008 yang kemudian dibagi menjadi lima kelompok. khususnya hal hal yang berhubungan dengan alkan Jurusan Sistem Informasi ke siswa siswi SMA di Surajungan ke SMA ini merupakan program kerja dari departemen Masing-masing kelompok merancang gagasan kegiatan baru program - program yangpelatihan ada. Banyak baya. ”Saat ini Jurusan Sistem Informasi dipandang sebelah humas Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI). SMA yang telah disusun selamastudi dua hari tersebutdari danpeserta yang kurang mengetahui perbedaan antara mata, lewat kunjungan ini diharapkan adik adik yang ingin yang dikunjungi antara lain, SMA N 15 Surabaya, SMA N 16 mempresentasikannya pada Show Off LKMM TD 7.2. Bebe-jurusan dengan yang lain. melanjutkan ke perguruan tinggi tidak ragu memilih Jurusan Surabaya, SMA N 1 Surabaya, SMA Untung Suropati Sidoarjo, rapa idesatu yang merekajurusan unjuk gigikan diantaranya : Adcon 4 Sistem Informasi, karena nantinya lulusan Jurusan Sistem InSMA Muhammadiyah 2 Surabaya dan beberapa SMA lain di Teen, SI Fest, ISoC, IISC, dan SWISITS Workshop. Contohnya adalah perbedaan antara jurusan formasi mempunyai kerja yang sangat bagus,” kota pahlawan ini. Acarajaringan ini dikemas menarik oleh panitia, se- terang komputer dengan Informasi. Aditia Permana, ketua pelaksana tim SI GOES TO SCHOOL. hingga antusiasme dari siswa SMA sangat besar. ”Tanggapan Para juri yang lainnya didatangkan ialah Sistem dua dosen JSi, yaituBanyak dikalangan anak SMA menganggap Sistem Informasi mereka sangat baik, saat sesi tanya jawab, panitia sampai Andre Parvian Aristio dan Retno Indah Vinarti, serta satu persama dengan Teknik Informatika, Manajemen Alumni SMA N 4 Surabaya ini juga menjelaskan, ide kunkewalahan,” tutur GengSiesta angkatan 2008 ini. wakilan Badan Koordinasi dari BEM ITS. Banyak pertanyaan Informatikalontarkan yang sama sama kematangan mempelajari komputer. jungan ke SMA ini merupakan program kerja dari departemen yang mereka untuk –menguji konsep ”Selain itu siswa juga banyak bertanya tentang materi humas Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI). SMA Banyak dari peserta yang kurang mengetahui perbedaan yang dibawakan oleh masing-masing tim. kuliah yang masih jarang didengar,” jelas Adit. yang dikunjungi antara lain, SMA N 15 Surabaya, SMA N 16 antara jurusan satu dengan jurusan yang lain. Contohnya Surabaya, SMA antara N 1 Surabaya, SMA Untung Suropati adalah perbedaan jurusan komputer lainnya denganSidoar-Tentunya banyak pihak yang berharap bahwa nantinya Kunjungan ini diharapkan dapat akan terusberada berjalan sejo, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dan beberapa Sistem Informasi. Banyak dikalangan anak SMA menganggap SMA Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI) tiap tahunnya, bahkan diharapkan pula, kunjungan ini lain di kota pahlawan ini. ”Selain itu, kami juga memberikan Sistem Informasi sama dengan Teknik Informatika, Manajemen dipundak orang-orang yang profesional dan kreatif. Hal ini tidak hanya mencakup wilayah Surabaya saja, tetapi motivasi buat adik adik yang akan menghadapi UNAS akhir Informatika yang sama – sama mempelajari komputer. ”Selain sesuai dengan tema yang diusung saat LKMM TD 7 yaitu kota - kota di sekitar lainnya. (fatur/ nanti,” jelasnya. itumaret siswa juga banyak bertanya tentang materi kuliah yang masih “Sense juga of Belonging, sebagai Dasar Surabaya Untuk Mewujudkan khan) jarang didengar,” jelas Adit. (fatur/khan) Profesionalisme dan Kreativitas Tak Terbatas Untuk Menuju Acara ini dikemas menarik oleh panitia, sehingga antusiKedinamisan KMSI”. (rsd/khan)
asme dari siswa SMA sangat besar. Dimulai dari presentasi tentang Jurusan Sistem Informasi dan berbagai tanya jawab.
2527
AL
UM
NI
Risti Anggraini K.
D
ibalik raut wajahnya yang terlihat sangat tegas, gadis yang biasa dipanggil Anggi ini mempunyai banyak impian besar. Dia sangat antusias dalam berusaha menggapai mimpi-mimpinya. Coretan-coretan mulai dari nama dan gambar universitas tempat kuliah dambaan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3, bekerja di perusahaan ternama, mobil impian, rumah impian, serta jodoh, tergambar jelas di dinding kamarnya. Hal itu yang menjadi salah satu penyemangat ketika mentalnya sedikit turun akibat banyaknya aktivitas. Munurut penuturannya. sebenarnya Anggi tidak menyukai matakuliah yang berbau ngoding, namun karena itu merupakan ilmu yang menurutnya penting jadi mau tidak mau dia harus menekuninya, jadi dia memutuskan untuk menjadi asisten dosen untuk membiasakan dirinya sehingga dia dapat menguasai beberapa bahasa pemrograman. Keuntungannya ialah
28
tidak hanya sekedar bisa ngoding, ia pun menularkan ilmunya kepada teman–temannya, dia menjadi asdos di beberapa matakuliah diantaranya adalah Alpro 1 dan 2, Bisnis Cerdas, serta Struktur Data. Disamping aktivitas kuliahnya yang begitu padat dengan tugastugas, dia masih menyempatkan diri untuk mencari pengalaman lebih dan memperdalam ilmu kodingnya dengan bekerja parttime di sebuah perusahaan software house di Surabaya. Tidak hanya ngoding, menulis pun dia gemari. Hal tersebut ia buktikan dengan menjadi redaktur Gengsi angkatan pertama, serta pernah magang di harian Bisnis Indonesia. Wow benar-benar patut di acungi jempol!! Masih banyak lagi prestasi yang telah ia torehkan saat kuliah di JSi. Beberapakali ia membawa nama baik Jurusan Sistem Informasi, salah satunya dengan mengajukan proposal Lomba Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) yaitu Papaya House, dan berhasil dibiayai oleh DIKTI. Tetapi sayang sekali PKM tersebut tidak sampai lolos di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) karena pada saat itu aktiviasnya begitu padat. Diantaranya kerja part time, kuliah dengan 24sks, Kerja Praktek, dan juga tugasnya sebagai asdos. Sehingga waktu untuk pengerjaan PKM sangat kurang. Korlip Gengsi angkatan pertama ini memang patut dibanggakan. Tidak hanya ketika kuliah, luluspun dia berprestasi dengan IPK 3.56 yang di dapat ketika kuliah hanya selama 3.5 tahun! Great!. TA dengan judul “Pembangunan Aplikasi Sinkronisasi Uni-diractional pada Institusi Pendidikan Antar Learning Manajemen System Berbasis Moodle” tersebut, membawa nama belakangnya menjadi Risti Anggraini K, S.Kom. “Motivasilah dirimu, kenali diri sendiri, sehingga kamu mengetahui potensimu, serta terus Optimis” ucapnya ketika diminta saran buat teman-teman yang masih melanjutkan perkuliahan. “Semoga KPI tiap tahunnya sesuai dengan yang di rencanakan yang tertera pada inisiatif strategi jurusan. Dan untuk kru Gengsi, tingaktkan motivasi dan bikin majalah yang super keren”. Imbuhnya. Selamat berjuang Anggi, semoga impian besarmu segera tercapai. (Nes)
S
atu lagi mahasiswa berprestasi dilahirkan oleh Jurusan Sistem informasi ITS. Suara kalem dengan nada bahagia terdengar dari mulut gadis berjilbab putih, saat kru Gengsi menemuinya di lab PPSI, sore hari setelah acara yudisium di jurusan Sistem Informasi digelar. Bagaimana tidak, telah diumumkan di acara yudisium itu bahwa dia lulus dan akan wisuda maret nanti. Tugas Akhir (TA) yang berjudul “Analisa dan Desain Aplikasi Sinkronisasi Uni-directional Antar Learning Manajemen Sistem Berbasis Moodle� membawanya lulus dari Jurusan Sistem Informasi dengan predikat cumlaude. TA ini merupakan hasil kerjasama ITS dengan JICA (Japan International Cooperation Agency).
Konsep dasar sinkronisasi Learning Management System (LMS) adalah mensinkronisasikan konten dari LMS master disuatu institusi dengan LMS-LMS lain yang yang berada di jaringan yang berbeda. Sinkronisasi LMS bertujuan untuk mengurangi beban pembuatan konten yang baik dan membuat institusi-institusi dapat saling berbagi konten. Arsitektur pada aplikasi yang ajukan didesain untuk mempersiapkan sebuah LMS master yang mendukung aktivitas berbagi konten antar institusi dan pada saat yang sama mensiknronisasikan aktivitas pembaharuan konten yang terjadi di LMS master dan LMS client. Modul aplikasi ini antara lain sinkronisasi dan integrasi konten database, proses pemilihan konten dan perubahan pada materi pembelajaran. Aplikasi ini berguna untuk mendukung jaringan sinkronisasi LMS portal, yang memberlakukan pembaharuan secara otomatis akan konten yang tersebar pada anggota jaringan tersebut. Mbak We, begitu ia akrab disapa oleh temantemannya. Diana Wenny P mampu menyelesaikan studi S1 nya di jurusan Sistem Informasi hanya selama 3.5 tahun. Dia hanya memerlukan waktu 7 semester saja untuk merubah nama panjangnya menjadi Diana Wenny P, S.Kom dengan IPK 3.58. Padatnya waktu kuliah tidak menahannya untuk menggalih pengalaman dengan menjadi asdos matakuliah Sisop, grader APB, dan MRP, sampai kerja di salah satu proyek Pemerintah Kota Surabaya. Dia mampu membawa nama besar ITS saat seminar Internasional Symposium on Open Distance Learning (ISODEL) 2009 di kota Yogyakarta. Mbak We bersama Anggi mendampingi Dr.Ir. Achmad Affandi, DEA memprestasikan karyanya yaitu aplikasi
Diana Wenny P. sinkronisasi uni-diractional, yang juga digunakan sebagai bahan saat pengerjaan Tugas Akhir. Selain itu, pada Seminar Sistem Informasi Indonesia (SESINDO), mereka menjadi pembicara untuk poster mengenai karya yang telah mereka bawakan pada ISODEL 2009 tersebut. Impian yang sedang meletup di pikirannya saat ini adalah pendirian usaha rental internet dan kursus komputer bagi anak kecil. Sosok yang lemah lembut dan keibuan ini memang pantas dijadikan contoh. “Gantunglah cita-citamu kemudian tempalah dirimu sehingga kalu layak untuk meraihnya�. Kalimat ini yang menjadikannya untuk selalu berusaha keras dalam meraih prestasi. Dia sangat bangga dengan Jurusan Sistem Informasi, dan ingin melihat JSi meraih visinya, yaitu Jurusan yang diakui Asean di tahun 2015. Selamat berjuang Wenny, semoga tercapai semua inginmu. (Nes)
29
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: 5203100016 : ARYA ADI BUDIMAN : WISMA KED ASEM I/24 : SMA Negeri 16 Surabaya : MUDJIONO
NRP Nama Alamat ASAL SLTA
Orang tua
: 5204100003 : DEWI INDIRA SARI : PERUM.LARANGAN MEGA ASRI D.75 : SMA Antartika Sidoarjo
NRP Nama Alamat ASAL SLTA
: 5204100077 : IRWIN DWI A : JL TAMBANGAN 158 NGADILUWIH : SMA Negeri I Kediri
NRP Nama Alamat ASAL SLTA
: 5205100022 : NAFIUNA HIDAYATUS S : JL KAPAS MADYA 1A1/19 SURABAYA : SMA Negeri 9 Surabaya
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: 5205100028 : AMELIA PRADIPTA D L : JL. KARIMUN NO.40 GKB : SMA Semen Gresik : AGUS DWIY
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: 5205100031 : JANUNHARMEDY EKA M : JL TAUCHID D/82 PERUM PT SG TUBANAN : SMA Negeri 1 Malang : ERTUMOMO MULY
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: 5205100039 : ANIF BAHWAL : KETAPANG PROTEN 33 SURABAYA : SMA Negeri 2 Surabaya : ABUBAKAR BAHWAL
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: 5205100058 : AGYL ARDI RAHMADI : JL WISMA PERMAI 1/47 SURABAYA : SMA Negeri 5 Surabaya : SOFYAN R DJAILANI
: 5206100055 : DIANA WENNY PAWESTRI : JL KLAMPIS HARAPAN III No. 12 : SMK Telkom Shandy Putra Malang : RAHANDI AGOES : 5205100024 : ASWIN RACHMAT P : GELURAN GANG MASJID SUBAKIR 56 TAMAN : SMA Negeri 5 Surabaya : ANAS MACHFUD
Orang tua
NRP Nama Alamat ASAL SLTA
: ABDUL MALIK
: 5205100066 : NOVITA MEGA MAYASARI : PANDANWANGI RT22/6 NO 22 DIWEK JBG : SMA Negeri 2 Jombang
Orang tua
Orang tua
: NUR ALI
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: 5206100079 : RISTI ANGGRAINI K : BUMIARJO 7 NO 60A : SMA Negeri 6 Surabaya : RUDYANTO
NRP Nama Alamat ASAL SLTA Orang tua
: BUDI UTOMO
: SAIDUN
Menimba Ilmu Tanpa Jemu Di usianya yang ketiga ini, kru GengSi terus berupaya meningkatkan kualitas majalah tercintanya dengan mengikuti pelatihan jurnalistik dari berbagai instansi. Salah satu pelatihanyang diikuti adalah “Pelatihan jurnalistik Rubrik Rostrum dan Pelatihan Fotografi Jurnalistik Rubrik Pembaca Muda Media Indonesia Surabaya” di Universitas Surabaya, 1 dan 4 Desember 2009. Empat kru GengSi didelegasikan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan jurnalistik internal juga digelar untuk kru GengSi baru bertajuk “GengSi Journalism Clinic 2009”, 5 Desember 2009. Acara yang diadakan di Ruang TC 101 Gedung Jurusan Sistem Informasi ini diisi oleh jurnalis senior dari Jawa Pos, Surya, Kompas, Antara, dan Stikosa-AWS Surabaya. Semangat kru GengSi tidak berhenti sampai disini. Pelatihan Fotografi dan Layouting juga akan diselenggarkan dalam waktu dekat ini. Kru GengSi akan terus berkarya demi lahirnya karya cipta istimewa. (khan)
Laporan Keuangan Pemasukan No Keterangan 1 Saldo tahun lalu 2 Kepedulian dari nn. 3 Kepedulian dari Pardjimin 4 Kepedulian dari Andhino Cika 5 Kepedulian dari Karimuddin Sipahutar 6 Kepedulian dari Aliyatun 7 Kepedulian dari Irlando MP 8 Kepedulian dari Budhi P 9 Kepedulian dari I Gusti Bagus WP Total Pemasukan Pengeluaran No Keterangan 1 Pelatihan Jurnalistik Internal "GengSi Journalism Clinic 2009" Total Pengeluaran Saldo s.d. 1 Maret 2010 Rencana Pengeluaran No Keterangan 1 Pelatihan Fotografi dan Layouting
Nominal Rp 805.000 Rp 600.000 Rp 60.000 Rp 100.000 Rp 1.000.000 Rp 150.000 Rp 100.000 Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 3.215.000
Nominal Rp1.823.800 Rp1.823.800 Rp1.391.200
Nominal Rp3.000.000