MAJALAH
Edisi : VII/18 Rp. 45.000,-
BALI REALISTIS,
EKSOTIS & DINAMIS
IBU OKA
Owner Babi Guling Ibu Oka
DARI PEDAGANG KELILING, 6 HINGGA MEMILIKI WARUNG BABI GULING TERFAVORIT DI UBUD Destinasi
Tips
Wisata Pantai Jungut Batu
5 Cara Menghilangkan Mata Panda Secara Alami
4
10
Kesehatan
Efek Tidur Menggunakan Kipas Angin
17 MAJALAH BALI | 1
DAFTAR ISI
22
12
18
6
24
16
TOKOH : 6 12 16
Ibu Oka Dari Pedagang Keliling, Hingga Memiliki Warung Babi Guling Terfavorit di Ubud I Made Hadi Arnaya Berkomitmen Mendukung Komunitas Lokal
4
Ericht Alessandro Lebih Peka dan Mengutamakan Guest Experience
18
I Kadek Agus Sudira Hunian Khas Rumahan ala Yan’s House Hotel
20
I Ketut Gede Kariana Merubah Stigma Bisnis Networking
22
I Nyoman Artana Menampilkan Pesona dan Keramahan Bali di Melati Cottages
24
20
10
MAJALAH
BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS
2| MAJALAH BALI
5 Cara Menghilangkan Mata Panda Secara Alami
17
Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn Memelihara Harapan, Memetik Buah Kesuksesan
Wisata Pantai Jungut Batu
Efek Tidur Menggunakan Kipas Angin
PENERBITAN | KANTOR REDAKSI & IKLAN ALAMAT : Jl. Pulau Kawe I / 8, Denpasar TELP : 0361-4749540 E-MAIL : redaksi@majalahbali.com majalahbali@gmail.com
27
Advertisement
MAJALAH
BALI REALISTIS, EKSOTIS & DINAMIS
PEMIMPIN UMUM Gede Agus Arimbawa
PEMIMPIN REDAKSI Komang Agus Widiantara
EDITOR Supriyatna
PHOTOGRAPHY Panji Wirawan
DESAIN GRAFIS/LAYOUT Edi Sudiantara
KONTRIBUTOR Berlianto Ayu Kusuma Dewi
FOLLOW US Instagram
majalahbalicom
@majalahbali
Majalah Bali
ISsUU
Majalah Bali
MAJALAH BALI | 3
TOKOH
Wisata Pantai Jungut Batu
W
isata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali adalah salah satu tempat wisata yang berada di Pulau Lembongan, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusapenida, Kabupaten Klungkung, Bali, Indonesia. Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari. Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di
4| MAJALAH BALI
sayangkan jika anda berada di kota Klungkung tidak mengunjungi Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut. Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari libur lainnya. Keindahan Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat Wisata Pantai Jungut Batu di kota Kungkung.
Daya Tarik Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Tabanan juga terkenal akan Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali yang sangat menarik untuk dikunjungi. Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali
DESTINASI
Lokasi memiliki kontur pantai yang landai serta berpasir putih, memiliki pemandangan spektakuler, apalagi saat matahari terbenam. Wisatawan bisa menikmati ketenangan, privasi serta kenyamanan lebih maksimal. Untuk berkunjung ke pantai Jungut Batu, satu-satunya transportasi hanya lewat laut, anda bisa sewa dan beli tiket fast boat/ kapal cepat dari Sanur selama sekitar 45 menit perjalanan ataupun bisa dari dermaga Padangbai namun lebih jauh. Objek wisata pantai Jungut Batu, air lautnya tenang berwarna biru bersih, apalagi saat udara cerah, warna biru langit terpantul sempurna dari permukaan air laut, terlihat
begitu menggoda, sehingga tidak mengherankan kawasan ini dijadikan sebagai tempai snorkeling dan diving terpopuler di Nusa Lembongan. Desa Jungut Batu sendiri merupakan satu desa asri, situasinya tenang karena minimnya kendaraan bermotor. Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali terdapat banyak resort dan hotel berada diperbukitan dengan pemandangan laut yang mengagumkan. Wilayah ini memiliki insfratuktur pendukung pariwisata yang cukup baik anda akan mudah menemukan penginapan, restaurant, cafe, artshop maupun warung tempat penjual makanan dan minuman.
Lokasi terletak di Pulau Lembongan, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusapenida, Kabupaten Klungkung, Bali, Indonesia. Tetapi jika anda masih bingung di mana lokasi atau letak Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali saya sarankan anda mencari dengan mengetik Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali di search google maps saja. Tentunya sarana transportasi apa yang anda pakai untuk berwisata ke Wisata Pantai Jungut Batu di Lembongan Klungkung Bali dengan memakai kendaraan pribadi seperti : Mobil atau motor pribadi.
MAJALAH BALI | 5
TOKOH
DARI PEDAGANG KELILING, HINGGA MEMILIKI WARUNG BABI GULING TERFAVORIT DI UBUD
Ibu Oka Owner Babi Guling Ibu Oka Babi Guling Bu Oka merupakan bisnis keluarga yang secara turun menurun mewariskan resep rahasia kesuksesan sang nenek kepada anak cucunya. Hingga saat ini, tanpa terasa bisnis ini sudah berjalan kurang lebih selama 40 tahun, dari menggotong meja ke tempat-tempat upacara agama dan sabung ayam.
6| MAJALAH BALI
TOKOH
Anak Agung Oka Suci Owner The Erlangga Organik Resto
S
ejak kecil, bersama lima saudaranya, Agung Oka Suci sudah ikut membantu ibunya berdagang dari siang hari hingga malam. Berpindah dari satu tempat diadakannya sabung ayam, ke tempat yang lain. Saat itu jumlah babi yang dipotong hanya satu, bila persediaan daging sudah habis, Ibu Oka memboyong anak-anaknya untuk kembali pulang. Tidak mengenal panas terik dan hujan, Ibu Oka bekerja keras menghidupi ke enam anaknya. Kerja kerasnya tersebut disaksikan oleh penglingsir Puri Ubud, Tjokorda Gede Putra Sukawati (Tjok Putra). Melihat seorang ibu yang memboyong anak kemana-mana untuk berdagang membuat Tjok Putra kemudian
menyediakan tempat di balai banjar depan Puri Ubud untuk Agung Oka dan ibunya berdagang. Menyetujui penawaran Tjok Putra, Agung Oka dan ibunya lalu mengontrak di balai banjar depan Puri Ubud. Dari sanalah, perkembangan usahanya mulai terlihat, pembeli yang semakin ramai membuat ia dan ibunya kelimpungan. Tidak mampu lagi menampung para pembeli, Agung Oka yang saat itu masih berumur 12 tahun lalu memanfaatkan lahan
kosong di belakang rumahnya untuk berdagang. Walau mendapat tawaran membuka beberapa cabang di luar Ubud, keluarga memilih untuk hanya membuka bisnis kulinernya di Ubud, agar masyarakat tetap mengunjungi Bali terutama Ubud. Sebagai bisnis keluarga, sang ibu berpesan agar bisnis ini dapat terus dikembangkan, untuk dapat mengembangkan bisnis lain seperti vila yang kini telah dimiliki oleh sang ibu. MAJALAH BALI | 7
TOKOH
Rumah makan Babi Guling Bu Oka dibuka resmi pada tahun 2000, berlokasi di tiga tempat, Jalan Tegal Sari No. 2 Ubud, Jalan Suweta di sebelah Puri Ubud. Lokasinya yang berada di pinggir jalan, dan tempat parkir mobil yang sedikit tersedia, cara terbaik untuk mengunjunginya adalah menggunakan jasa sewa mobil atau motor. Rasa masakan babi guling yang ditawarkan warung Bu Oka, sangat 8| MAJALAH BALI
pas bagi pengunjung yang tidak suka makanan pedas. Menu disajikan dengan nasi putih, krupuk, babi, jeroan babi, lawar, sosis babi, dan sup babi.
kecil. Sosis babi dibuat dari perut babi yang sudah dibersihkan. Semua jeroan yang sudah dipotong-potong dicampur bumbu lengkap, lalu digoreng atau bisa juga dipanggang.
Lawar dapat dibuat dari bermacammacam sayur dan buah, seperti kacang panjang, pepaya muda, buang nangka muda, maupun kelapa tua yang sudah dibakar. Dicampur dalam bumbu lengkap, setelah direbus dan dipotong kecil-
Rumah makan Babi Guling Bu Oka buka mulai jam 11 pagi hingga jam 7 malam yang tidak pernah sepi pengunjung. Dalam satu hari, rumah makan ini menyediakan lima hingga sepuluh ekor babi guling. Jika ingin mencoba makan
TOKOH
di tempat ini, sebaiknya datang sebelum jam 2 siang, karena setelah jam tersebut banyak menu yang sudah habis. Untuk harga dibandrol Rp. 35.000-Rp. 55.000/porsi, tidak hanya difavoritkan masyarakat lokal, tapi para wisatawan tak terkecuali wisawan asing sengaja kembali lagi ke Bali untuk menikmati babi guling yang disebut-sebut sebagai Babi Guling terfavorit yang ada di Ubud. Sebagai seorang anak yang sudah menemani kerja keras sang ibu dalam merintis usaha, Agung Oka begitu mengagumi sang ibu. Kesuksesan sang ibu membangun bisnis kuliner ini, diikuti oleh Agung Oka untuk membuka bisnis kuliner sendiri yang juga berlokasi di Ubud, The Erlangga Organik Resto.
Mengikuti Kesuksesan Kuliner Sang Ibu
Bisnis
Tidak kalah dengan Babi Guling Bu Oka, The Erlangga Organic Resto merupakan restoran moderen dan elegan dengan hidangan internasional dikombinasikan dengan menu tradisional Bali dan Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Goa Gajah, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Ubud. Menikmati menu yang ditawarkan diantaranya appetizer, soup, dessert, dan beverages dengan panorama persawahan Ubud yang memanjakan mata. Selain bersantap, restoran ini juga menyediakan ruang meeting, kamar untuk menginap, dan lahan parkir yang luas untuk menambah kenyamanan para pengunjung. Kamar disediakan lengkap dengan Wifi, AC, TV dan beberapa kamar memiliki balkon. Lokasinya strategis 2 km dari Monkey Forest, Pasar Ubud 2,3 km dan dari Bandara Ngurah Rai berjarak 27 km.
Ibu Oka mengungkapkan sangat bersyukur babi gulingnya sudah dapat sukses seperti saat ini, apalagi sudah dapat menyekolahkan cucunya hingga melanjutkan S2. Hingga saat ini ia masih rendah hati dan tidak terobsesi untuk menambah cabang lagi di Ubud. Ia berpikiran, tidak akan hilang bila rejeki tidak dikejar. Bila sudah jalannya, ia percaya Tuhan sudah mengatur rejeki itu akan jadi miliki kita. MAJALAH BALI | 9
TOKOH TIPS
5
Cara Menghilangkan Mata Panda Secara Alami
Sakit kepala, gusi nyut-nyutan, makan pun terasa menyiksa. Anda sedang sakit gigi, sebaiknya segera kunjungi dokter. Namun sementara itu, Anda mungkin bisa menjalani berbagai cara di bawah ini sebagai obat sakit gigi alami.
1. Kompres dengan es batu Coba kamu perhatikan saat pertandingan olahraga tinju. Biasanya saat istirahat, petinju akan dikompres wajahnya terutama bagian mata menggunakan waslap yang telah dicelup dengan air es. Atau kadang menggunakan batu es yang telah dimasukkan dalam kantung. Selain itu biasanya jika terjadi lebam dikulit, kita akan mencari es batu untuk meredakan lebam. Setelah diteliti para ahli, penggunaan es untuk mengompres memberikan kesegaran bagi kulit, dan dapat digunakan untuk menghilangkan mata panda. - Siapkan beberapa potong es batu - Masukkan dalam waslap - Tempelkan waslap pada mata, biarkan selama 15 menit. - rasakan sensasi dingin yang menyegarkan pada mata
10| MAJALAH BALI
TOKOH TIPS
2. Kompres dengan kantung teh Cara ini sebenarnya sangat mudah dan murah. Namun banyak orang yang belum tahu keampuhan masker teh untuk perawatan kulit. Teh mengandung zat tanin yang berguna untuk mengecilkan pori-pori dan mengencangkan kulit secara alami. Siapkan dua buah kantung teh bebas Celupkan kantung teh pada air es Gunakan kantung teh untuk menutup area mata dan biarkan selama 20 menit
3. Irisan mentimun Buah mentimun merupakan buah yang mengandung banyak air. Cara yang satu ini pastinya sudah banyak dipraktekkan. Dan memang sudah terbukti keampuhannya untuk menghilangkan mata panda. Potong mentimun berbentuk bulat, usahakan tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis Tempelkan irisan mentimun pada mata, paling enak dengan posisi tidur Biarkan selama 30 menit untuk menyegarkan mata
4. Sendok Dingin Meskipun terdengar aneh, cara ini adalah cara yang cukup efektif dan seringkali digunakan untuk mengatasi mata panda. Cara melakukannyapun cukup sederhana, yakni sebagai berikut: Siapkan sendok makan, pastikan sendok tersebut bersih Rendam sendok dalam air es selama kurang-lebih 15 menit Tempelkan ke area mata hingga rasa dinginnya habis
5. Masker kentang Salah satu manfaat masker kentang dalam dunia kecantikan ialah dapat digunakan untuk memutihkan dan mengencangkan kulit. Penggunaan masker kentang pada wajah bukan saja akan menghilangkan mata panda, namun juga kerutan-kerutan halus pada wajah. Kupas 1 buah kentang kemudan haluskan Gunakan waslap untuk membungkus masker kentang Tempelkan waslap pada daerah sekitar mata Biarkan selama 20 menit, lakukan sebelum tidur dan saat bagun pag MAJALAH BALI | 11
TOKOH
Berkomitmen Mendukung Komunitas Lokal
I Made Hadi Arnaya Owner Abirama Ubud Villa
Mengusung konsep luxury villa, I Made Hadi Arnaya pemilik dari Abirama Ubud Villa menargetkan pemasaran kepada wisatawan Eropa bagi pasangan yang akan berhoneymoon. Tidak terbatas hanya untuk pasangan saja, untuk kedepannya ia juga akan mengembangkan 2 unit vila dengan konsep family villa tidak jauh dari lokasi Abirama Ubud, Banjar Dukuh, Desa Kenderan, Tegallalang, Ubud. Untuk saat ini, Hadi hanya mengekspolre bisnis propertynya bersama rekan-rekannya.
T
erdiri atas 2 unit vila, di atas tanah 75m2, Abirama Ubud berdiri sejak tahun 2016. Dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan diantaranya privat pool, spa, restaurant, bar, yoga, car rental, dan ticket service. Selain fasilitas-fasilitas tersebut, Abirama Ubud juga melayani perjalanan
12| MAJALAH BALI
wisata pribadi sesuai dengan permintaan wisatawan. Bagi mereka yang ingin mengunjungi Kintamani, mereka akan dikenakan biaya 700 ribu rupiah untuk menyewa mobil, untuk Pura Besakih dan Uluwatu akan dikenakan biaya yang sama yakni 900 ribu rupiah.
TOKOH
Sari Gangga Restaurant, restoran dengan jumlah 30 kursi berada di lantai dua menyajikan menu Continental American Breakfast, Indonesian dan Western Food. Tidak hanya memanjakan lidah, tubuh anda juga akan dimanjakan dengan spa ala Abirama Ubud, seperti Relaxing Mineral Flores Island Sea Mud 576 ribu/orang, Coffee Scrub 512 ribu/orang, Coconut Scrub 512 ribu/ orang. Hadi bukanlah lahir dari keluarga yang bekerja di dunia pariwisata, apalagi seorang pebisnis. Ayahnya adalah seorang ABRI dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sejak tahun 1995 ia sudah bekerja di dunia pariwisata dari posisi staff hingga mencapai posisi direktur. Ia pernah dipercayakan memegang empat perusahaan pada posisi direktur utama, dari sanalah ia berpikir, mengapa ia tidak memulai untuk memiliki usaha sendiri. Bersama rekan-rekannya, ia pun memberanikan diri untuk membangun bisnis di dunia pariwisata.
yang memiliki latar pendidikan pariwisata. Tidak hanya berbisnis, Hadi dan managementnya mulai tahun ini memiliki program sosial dengan mengunjungi yayasan yatim piatu setiap 6 bulan sekali. Melalui kegiatan ini Hadi berharap dapat memberikan pengaruh yang positif dalam dirinya maupun para staf, dengan ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain, dimana nasibnya masih kurang beruntung dibandingkan dengan hidup kita.
Dalam menjalani bisnisnya, Hadi Arnaya berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan lokal dengan mempekerjakan 90% karyawan Abirama Ubud yang merupakan masyarakat lokal. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Hadi berharap dapat ikut berpartisipasi dalam mengurangi angka pengangguran dan mensejahterakan masyarakat lokal. Apalagi saat ini tidak sulit untuk mendapatkan sumber daya manusia
MAJALAH BALI | 13
TOKOH
LEBIH PEKA dan MENGUTAMAKAN GUEST EXPERIENCE Sekitar tahun 1994 usai menyelesaikan study pariwisata bidang usaha wisata di malang dan beberapa kesempatan kerja magang dibeberapa perusahaan, Ericht mulai menapak karir ke pulau dewata Bali. Berharap prospek karir dan kehidupan yang lebih baik di provinsi yang juga di kenal sebagai barometer wisata international ini. Ericht memilih untuk lebih fleksibel dan tidak terlalu fokus dengan satu pilihan karir selama menjajaki Bali. Di tahun 90an, pariwisata Bali memang masih sangat kuat dalam menonjolkan kearifan kebudayaan dan belum banyak dipengaruhi sentuhan modernisasi yang boleh dikatakan belum menonjol saat itu. Dan seiring perkembangan zaman, sekarang ini pariwisata Bali semakin berkembang dengan beragam pilihan. Wisatawan tidak hanya terfokus untuk sekedar berwisata tapi yang paling trendy juga adalah Bali sangat populer sebagai destinasi tempat pernikahan yang indah ujar General Manager dari The Kayana Resort, Ericht Alessandro. Dalam perjalanan dan perkembangan karirnya, Ericht Alessandro berbagi kisah singkatnya tentang bagaimana ia merasakan manfaat dari beberapa teori yang sempat ia dapatkan saat mengenyam pendidikan di bidang pariwisata ternyata sangat bermanfaat dan bisa diterapkan secara nyata sejalan dengan jalur karirnya. Ia berharap apa yang ia bagikan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkarir di bidang hospitality bahkan memperoleh peningkatan karir dengan lancar di kemudian hari. Peningkatan karir seseorang dalam hidup itu sendiri, menurutnya sangat 14| MAJALAH BALI
Ericht Alessandro General Manager The Kayana Resort tergantung akan bagaimana seseorang itu bekerja, ruang lingkup tempat dia bekerja dan target apa yang hendak dicapai. Di saat awal mencari jati diri dalam berkarir, Ericht begitupun halnya remaja seusianya belum berpikir muluk muluk tentang meraih sebuah jabatan. Pada usia saat itu tidak sedikit pekerja muda yang lebih tertarik untuk bekerja keras demi mendatangkan uang yang banyak. Jabatan yang tinggi saat itu hanyalah sebatas obrolan ringan diantara canda. Sementara itu hasrat mengumpulkan uang dengan jalur praktis adalah misi yang harus dicapai. Itulah mengapa banyak remaja seusianya cenderung memilih bekerja
di kapal pesiar sebagai salah satu solusi terbaik dan menjadi trend saat itu. Namun, Ericht sendiri memilih melewatkan masa indah bersama kawan di Kapal Pesiar, walaupun kesempatan itu terbuka lebar dan memilih bergabung ke sebuah brand cafe Yang dizaman itu sangat di agungkan karena prestige nya. Perusahaan mapan bernuansa Amerika, Hard Rock CafĂŠ yang sedang dalam puncak kesuksesannya di Asia, sungguh suatu pengalaman karir yang tidak mudah ia lupakan dan begitu mempengaruhi perkembangan karakter dalam dirinya. Dari lingkungan tempat bekerjanya tersebut, mentalnya benarbenar dilatih untuk menjadi seorang
TOKOH
yang memiliki kepercayaan yang tinggi akan sebuah produk yang akan di jual, berani dalam berinteraksi dengan publik, disiplin dalam lingkup kerja, bertanggung jawab atas tugas bahkan atas kesalahan yang terjadi. Semua adaptasi dan penyesuaian menyeluruhpun dilakukan dengan tekun, sabar, terus belajar dan berkembang. Seiring perjalanan waktu, Ericht pun menjajal ruang lingkup kerja baru dengan bergabung diawal periode masa persiapan Hard Rock Hotel dimulai. Namun selang beberapa waktu dalam masa persiapan Yang lumayan panjang Ericht pun memilih untuk hengkang dan mencoba peruntukan karir di tempat yang lain. Ketertarikan dan keseriusannya mendalami bidang Food and Beverage lebih luas membawanya bergabung menjadi staff di sebuah restaurant fine dining yang sangat terkenal di masa itu bernama La Lucciola restaurant. Pribadi Ericht yang active, friendly dan tidak suka berpangku tangan , membuatnya berkembang dalam tahapan karir hingga jabatan terakhir sebagai Floor Manager sekaligus menjadi batu loncatan saat memutuskan untuk berpindah karir. Rindu dengan lingkungan pekerjaan di hotel, membuat Ericht memutuskan untuk mengembangkan karir di hotel. Saat ini dari tahun 2016 Ericht masih menjadi bagian dari team Santika Hotel dan Resort group Indonesia dan diberikan kewenangan untuk mengelola salah satu premium brand property yang tergabung dalam The royal collections brand milik Santika Hotel Group tersebut bernama
The Kayana resort di kawasan Seminyak Bali. Berbekal pengalaman dan strategy menangani luxury market sebelumnya, hingga kini Kepada para stafnya di The Kayana resort ia tidak segan berbagi ilmu secara terbuka dan berusaha menciptakan pemahaman penting akan dua concept utama dalam pelayanan akomodasi yaitu kemampuan mengantisipasi suatu masalah dan menciptakan guest experience yang berkesan tehadap brand dari sebuah property. Guest experience lebih diartikan sebagai sebuah pengalaman kepuasan pelanggan yang diapresiasikan Dari beragam perasaan yang mereka alami saat menikmati suasana liburan tersebut. Lebih intense
dari sebuah customer service dimana sebagai penawar jasa, perusahaan harus lebih peka terhadap apa yang dirasakan dan dibutuhkan tamu. Itulah yang kira kira bisa digambarkan untuk menciptakan sebuah guest experience, Ericht meyakini fokus pada kekuatan guest experience yang baik akan sangat membantu perkembangan sebuah usaha pariwisata menjadi jauh lebih baik dan sukses. Tinggal bagaimana penerapan ide dan concept masing masing product itu mencapai sasaran. Hal ini lah yang perlu di overview setiap waktu dan selalu dalam koridor concept yang menarik. Ada challenge memang di situ tetapi harus dilakukan. Sebagai sebuah premium collection MAJALAH BALI | 15
TOKOH
property bagian dari santika concept , The Kayana berkomitment untuk tetap berkiblat pada budaya Indonesia dan mengaplikasikan Indonesian hospitality service sebagai pedoman ciri khas (signature) pelayanan kepada dunia interational. The Kayana Resort memiliki 24 luxury villas difasilitasi dengan kolam renang pribadi di tiap villa. Simple, elegant dan terbatas. Seluruh design bangunan bertemakan traditional elegant dengan khas joglo Bali dikelilingi tropical landscape yang hijau a la royal garden. The Kayana juga memiliki fasilitas lain diantaranya, The Dauh Restaurant & Lounge, Ayur Spa, gym dan yoga, wedding venue exclusive group dan intimate wedding dengan tema favorite 2 paket pernikahan mewah yaitu : Bali Blessing Ceremony & The Kayana Wedding Reception. Lokasi dari The Kayana Resort berada di jalan Raya Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara. Sekarang ini perkembangan villa sangat luar biasa pesat dan menjadi pesaing utama hotel yang ada. Patut kembali disimak ke masa Tahun 2000 an, tahun awal dimana concept bisnis villa sudah semakin diperbincangkan lebih intense dan diperkenalkan di Bali, jauh pada masa sebelum tahun itu pengertian sebuah villa di bali memang masih terselubung dan terkesan bahwa villa hanyalah merupakan sebuah rumah tinggal yang setidaknya lebih mewah dari rumah tinggal umumnya. Villa juga umumnya dibangun secara individual 16| MAJALAH BALI
atau istilahnya free standing house. Secara lay out villa dianggap sesuai bila memiliki kolam renang, halaman yang lega dan staff cleaning yang merangkap pekerjaan lebih Dari satu pekerjaan. Namun tidak memiliki skill pelayanan selevel hotel komersial. kalaupun dikomersilkan, biasanya hanya akan di sewakan dalam periode jangka panjang tertentu bukan harian. Pemasarannya pun menggunakan rekomendasi dan iklan tulis di tempat umum. Di tahun itu Selepas masa karir di hotel, saya bertemu dan diperkenalkan dengan para professional yang sepemahaman pola pikirnya. sebagian besar dari mereka berkebangsaan asing. Bersamasama para investor, kita membentuk dan mengaktivekan sebuah perusahaan khusus yang yang menangani bidang operational dan pemasaran villa. Maka Berdirilah perusahaan professional villa management bernama Bali Homes Management dibawah naungan Elite Heavens Group yang terdiri atas orangorang yang berkecimpung didalam bidang hospitality. Ericht sendiri sangat berperan didalam penerapan pengelolaan operational, berkontribusi dalam penerapan advance training plan dan membina relasi yang baik dengan pihak agent maupun owner villa. Sedangkan bagi para investor dan pemilik villa yang tertarik dengan concept villa masa itu, secara garis besar diberikan pemahaman bahwa pemilik
akomodasi (villa) akan memperoleh income yang lebih baik dan stabil bila mereka berkenan untuk mengubah type pelayanan dan fasilitas property mereka ke level terbaik layaknya sebuah hotel berkelas yang ditawarkan secara exclusive dan unik. Dan kami sebagai operator yang akan menjadi pendamping professional bagi para investor dalam mengelola seluruh aspek operasional dan pemasaran dari property tersebut. Alhasil tentu saja membuat para pemiliki bisnis properti tertarik untuk mencoba bisnis tersebut. Bali Homes Management sejak tahun 2000 dikenal sebagai pelopor villa management dan villa marketing yang juga turut andil mengembangkan villa sebagai destinasi wedding venue terbaik di bali hingga saat ini. Dengan perkembangan dan maraknya property baru yang berkonsepkan villa hingga saat ini, konsekuensinya adalah persaingan yang semakin sengit antar property, namun sisi positif yang didapat adalah dapat penyediaan lapangan pekerjaan yang semakin luas. Demikian sekedar gambaran perjalanan karir saya di hospitality industry ini. Dan Yang bisa saya sampaikan adalah menurut saya pribadi, seseorang yang memiliki personality dan human relationship yang baik, akan dengan mudah mencapai prestasi terbaiknya dalam bidang apapun yang ditekuni.
KESEHATAN
Efek Tidur Menggunakan
Kipas Angin
Penurunan Suhu Tubuh Suhu tubuh optimaal pada orang dewasa sekitar 95 derajat Farenheit atau 37 derajat Celcius. Dan tubuh kita harus dalam kondisi suhu yang seimbang untuk mencegah invasi oleh bakteri, virus, jamur penyebab infeksi. Suhu yang seimbang juga penting untuk kelancaran proses metabolisme. Salah satu cara tubuh untuk menjaga suhu tubuh adalah dengan berkeringat. Namun ketika kipas angin diarahkan ketubuh secara terus-menerus maka bisa membuat kulit mengering dan akhirnya mengecilkan pori-pori. Dengan demikian maka dampaknya keringat yang ada dalam tubuh akan sangat sulit dikeluarkan, artinya tubuh kehilangan cara untuk mengatur suhunya.
Kulit kering Hal ini terkait dengan kipas angin menyebabkan tubuh kekurangan cairan, yang diimana mana kulit kita juga butuh cairan agar terjaga kelembaban-nya. Banyak masalah terkait kulit kering seperti kulit bersisik, kulit bagian luar atau epidermis mengelupas, bahkan pembengkakan dan terinfeksi serta jerawat. Bahkan efek kipas angin yang langsung diarahkan ke tubuh ini bisa lebih buruk daripada efek AC.
Tubuh bisa kekurangan cairan JIka tubuh terpapar angin didalam ruangan dalam waktu yang lama akan membuat tubuh kita kekuarangan cairan. Hal ini karena air memiliki sifat bisa menguap, salah satunya hembusan angin bisa menyebabkan air menguap.Tubuh manusia terdiri dari 80% air, sehingga air memainkan peran penting pada semua proses tubuh. Dengan demikian, kipas angin bisa dipastikan tidak sehat kalau diarahkan ke tubuh secara langsung secara terus menerus.
Tubuh Kekurangan Oksigen Penggunaan kipas angin secara langsung pada wajah memang bisa mengganggu sirkulasi udara disekitar hidung. Hal ini jika kita terus-menerus menghadapkan kipas tepat ke wajah maka karbondioksida yang sejatinya kita keluarkan hidung akan berkutat disitu-situ terus, bercampur dengan okasigen dan akan kita hirup lagi. Karena sirkulasi udara yang ada disekitar wajah tidak baik karena bercampur dengan karbondioksisa, maka tubuh bisa kekurangan oksigen – yang mungkin bisa menyebabkan tubuh lemas, kurang fit dan segar saat bangun, bahkan bisa fatal terutama bagin orang yang memiliki sesak nafas atau penyakit jantung. MAJALAH BALI | 17
TOKOH
Hunian Khas Rumahan ala Yan’s House Hotel
I Kadek Agus Sudira Owner Yan’s House Hotel Bali
Didesain dengan gaya elegan, Yan’s House Hotel diperuntukkan bagi mereka yang ingin menginap namun tetap dapat merasakan suasana yang nyaman seolah berada di rumah sendiri. Inilah yang ditawarkan oleh I Kadek Agus Sudira, penerus dari Yan’s House Hotel Bali yang berlokasi di Jalan Kartika-Tuban, Kuta. Agus Sudira mengenal dunia pariwisata berkat sang ayah, Wayan Mertha. Sang ayah mulai merintis dengan membeli tanah pada tahun 1968 di Jalan Kartika Plaza. Pada masa itu, Kuta belum dibanjiri pembangunan hotel seperti sekarang ini, yang ada hanya tipe penginapan semacam bungalow yang menjadi pilihan menginap para tamu. Alat transportasi pun masih 18| MAJALAH BALI
berupa sepeda motor, jarang ada yang memiliki mobil saat itu. Agus Sudira banyak belajar dari sang ayah, bagaimana cara beliau mempromosikan usahanya dan cara seorang penyedia fasilitas penginapan memperlakukan tamu. Dulu para pelaku bisnis penginapan, masih dapat dikatakan lebih slow dalam menarik para tamu karena
jumlah penginapan yang masih sedikit, dibandingkan sekarang aplikasi berbasis online banyak menjadi sasaran para pemilik bisnis properti untuk mempromosikan usaha mereka lebih luas lagi dan lebih mudah pastinya. Seperti yang diceritakan Agus Sudira, sang ayah sangat menghargai dan menjaga hubungan baik dengan
TOKOH
para tamu agar tidak hanya menjadi pertemuan sekali dua kali tapi hubungan baik yang terus berlanjut kedepannya. Ilmu itulah yang ia dapatkan dan ia terapkan sebagai penerus dari Yan’s House Hotel. Dengan didominansi warna biru, Yan’s House Hotel menawarkan 78 kamar dengan 5 type dan 11 thematic room yang berbeda tanpa meninggalkan kesan rumah yang nyaman didalamnya. Deluxe Room Type dengan jumlah 3 kamar dengan tema Homeland, Bachelor’s Pad and Vintage Groove. Premier Room Type dengan 4 tema yang berbeda, Laid Back, Eclectic Living, Love Nest and Serenity. Family Room Type dengan 2 tema, Homey Wonderland and The Sweet Breeze. Quadruple Room dengan 1 tema, Chill Out (Bunk Bed for 4 person) dan yang terakhir Victorian room type dengan 1 tema kamar, The Grand Victorian. Harga dibandrol mulai dari Rp 650.000 hingga Rp 1.250.000, setara dengan kenyamanan khas yang ditawarkan oleh Yan’s Hotel. Di usia yang sudah tidak muda, Agus Sudira mengungkapkan bahwa sang ayah sudah merasa apa yang telah dimiliki sudah cukup, namun berbeda dengan Agus Sudira, melihat persaingan yang semakin ketat, Yan’s House Hotel perlu dilakukan pembenahan baik dalam pembangunan maupun management. Untuk mendukung dan meneruskan usaha sang ayah, ia pun melanjutkan kuliah di STP Nusa Dua jurusan Administrasi Perhotelan, hingga saat ini tanggung Para koki mengekspresikan kreativitas mereka dalam jawab Yan’s House Hotel dipegang olehnya. menyiapkan hidangan yang dipesan oleh tamu dengan mencampur bahan-bahan lokal yang eksotis dan segar Tidak sedikit yang mengatakan bahwa sebuah bisnis ke dalam berbagai resep. Restoran ini memiliki kapasitas keluarga tidak akan berkembang di generasi-generasi 40 kursi terletak di lantai dasar buka mulai pk. 11.00- selanjutnya. Agus Sudira merasa jengah dengan pernyataan 22.00 dan dirancang khusus untuk kenyamanan tamu tersebut, baginya semua kembali dengan seberapa keras dengan sentuhan klasik dan elegan. Pelayanan yang seseorang bekerja dan Agus Sudira membuktikan hal ramah sangat diutamakan untuk menjadikan suatu tersebut, bahwa kesuksesan tidak hanya berhenti di pengalaman yang tak terlupakan dan meningkatkan tangan sang ayah, tapi berlanjut dan berkembang lebih masa tinggal di Yan’s Hotel. baik kedepannya. Walau bergaya ala rumahan, Yan’s hotel juga memiliki fasilitas lain diantaranya restoran, personal internet connection, swimming pool, jasa pick up & drop off. Yang tidak kalah menarik Yan’s Hotel juga memiliki pertunjukkan kuliner dengan konsep dapur terbuka dipersembahkan oleh koki yang handal dibidangnya.
MAJALAH BALI | 19
TOKOH
M erubah STIGMA
BISNIS NETWORKING
Di Indonesia, bisnis network marketing sudah tidak terdengar asing. Banyak yang mengalami keberhasilan dalam menjalani bisnis ini namun tidak sedikit pula yang gagal. Bagi seorang I ketut Gede Kariana yang merupakan individu yang telah berhasil membangun kerajaan bisnisnya di bidang network marketing, mereka yang gagal adalah orang yang belum mendapat informasi yang gamblang mengenai kinerja bisnis ini. Simak penuturan I Ketut Gede Kariana berikut ini mengenai kisah pengalamannya dalam membangun jarinan bisnis sekaligus pertemanan.
Membangun relasi pertemanan tentu merupakan kegiatan yang memiliki berbagai macam manfaat sebab manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang nihil kemungkinannya dapat hidup tanpa bantuan manusia lainnya. Relasi pertemanan yang berjejaring atau biasa disebut networking dapat diandalkan dalam berbagai aktivitas manusia, salah satunya dalam bisnis. Ya, tidak ada bisnis yang tidak membutuhkan dukungan dari pihak lain. Karena itu, adalah hal yang wajar bagi seorang pengusaha untuk membangun networking seluas-luasnya untuk menghasilkan keuntungan kepada dirinya maupun orang lain. I Ketut Gede Kariana (53), merupakan pengusaha yang telah menjalankan 20| MAJALAH BALI
I Ketut Gede Kariana Owner Graha Kariana
bisnis selama beberapa tahun. Bisnis yang dikelolanya adalah network marketing atau juga dikenal sebagai multilevel marketing. Sebagai pengusaha, tentunya ia sudah fasih mengenal asam garam bisnis tersebut. Apalagi bisnis networking memiliki stigma yang kurang baik di mata sebagian masyarakat. “Banyak yang mengira bisnis ini merupakan usaha penipuan dan berbagai macam pandangan buruk lainnya ditempelkan pada bisnis networking. Padahal jika kita mau menyempatkan waktu sejenak untuk mencari informasi, ternyata banyak model dalam bisnis networking dan beberapa di antaranya justru memberikan penghasilan yang tidak
main-main angkanya,� kata I Ketut Gede Kariana. Ia sendiri merupakan orang yang pernah pesimis dengan bisnis model demikian. Kariana berkisah, dulu ia sempat menolak ajakan kerabatnya untuk terjun ke bisnis tersebut. Bahkan jumlah penolakannya mencapai angka 11 kali. Namun pada akhirnya ia pun mencoba membuka diri terhadap yang peluang yang ada. Satu-satunya alasan pada waktu itu ialah ia ingin segera keluar dari situasi ekonomi yang memburuk. I Ketut Gede Kariana adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, berlatar belakang keluarga marginal. Karena kemiskinan pula, Kariana tak mampu
TOKOH melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pasca menamatkan bangku SMA PGRI Blahbatuh. Bermodal kenekatan, ia akhirnya memutuskan merantau ke Surabaya. Di sana ia ditampung oleh pamannya juga dicarikan pekerjaan sebagai kernet. Pahit getir kehidupan betul-betul dirasakannya di tanah rantau. Apalagi di Surabaya yang terkenal keras, Kariana tidak menguasai bahasa setempat. Hal itu acap kali membuatnya mengalami kesulitan, salah satunya kerap ditipu karena kesalahpahaman bahasa. Di tahun ketiga Kariana pulang ke Bali, sebab Sang Ayah akhirnya berpulang ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Pada saat itu pula, ia diterima bekerja di salah satu hotel di Nusa Dua. Lagilagi berkat bantuan Sang Paman yang menggunakan kemampuan relasinya agar Kariana bisa dipertimbangkan bekerja di sana. Namun selama bertahun-tahun bekerja sebagai karyawan, Kariana mulai bertanya-tanya mengenai masa depan finansialnya. Sebab penghasilannya selama bekerja di hotel hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan juga membayar hutang. Ia tidak memiliki dana untuk sekedar menabung apalagi untuk berinvestasi. “Kemudian datanglah peluang baru yang ditawarkan teman saya, yaitu bisnis networking. Awalnya saya sempat ragu, ya seperti orang-orang pada umumnya. Akhirnya saya pun mau mencobanya. Toh, saya tidak perlu meninggalkan pekerjaan utama saya, “ kata pria kelahiran 23 agustus 1965 itu. Ternyata peruntungan Kariana memang ada di bisnis ini. Terhitung sejak menjalankan bisnis selama tiga bulan lamanya, ia sudah meraup penghasilan yang fantastis. Bahkan di bulan ke-8 ia berani mengundurkan diri dari pekerjaan sebab penghasilannya di bisnis networking jauh melampaui gajinya sebagai karyawan. Tidak hanya menambah pundi-pundi tabungan, Kariana juga mengalirkan hasil jerih payahnya ke bidang investasi properti. Namun di balik kesuksesan Kariana ada juga cerita jatuh bangun dalam membangun bisnisnya itu. Penolakan
demi penolakan kerap ia terima, karena masih banyak orang yang menyangsikan bisnisnya itu. Memang kenyataannya yang gagal dalam network marketing juga tidak sedikit. Berangkat dari kenyataan itulah, Kariana berprinsip membantu orang-orang yang awam di bisnis ini sampai akhirnya ada di level yang expert. “Agar orang tidak salah paham dan sangsi terhadap peluang yang saya perkenalkan, saya pun membuat sebuah gedung pertemuan sebagai meeting point anggota di jaringan saya. Di tempat ini juga saya melakukan pelatihan serta presentasi bisnis kepada yang ingin bergabung,” papar Kariana. Gedung yang ia buat bernama Graha Kariana juga sekaligus sebagai “jaminan” bila ada yang meragukan legalitas bisnis ini. Kariana menerangkan ada empat hal yang mesti diketahui masyarakat mengenai bisnis networking yang betul-betul sehat. Pertama, bisnis tersebut datang dari perusahaan yng jelas dan telah berdiri paling tidak 20 tahun. Kedua, memiliki produk yang diperjualbelikan. Jika tidak ada produk dan yang ada hanya investasi uang, maka bisnis ini bisa dikategorikan money game. “Ini yang sering membuat masyarakat salah kaprah. Penipuan di bisnis berbasis money game sering dikaitkaitkan dengan bisnis networking yang
betulan,” imbuh Kariana. Ketiga, ada perusahaan networking yang mengharuskan anggotanya untuk tutup poin tiap bulannya. Sedangkan pada bisnis yang dijalankan Kariana tidak ada keharusan tutup poin. Lalu keempat, bisnis networking yang menjanjikan tidak berfokus pada bidang penjualan produk belaka melainkan membangun jaringan sebagai aset. Jaringan inilah yang mesti dibina dengan baik agar setiap orang yang terlibat di bisnis ini betul-betul merasakan manfaatnya. Kariana berpesan kepada generasi muda saat ini untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia mengajak anak muda sebanyak-banyaknya untuk berdikari sebagai pengusaha atau entrepreneur. Ia mengatakan, sekecil-kecilnya usaha, bila itu milik kita sendiri maka itulah yang terbaik. Alamat : Graha kariana Saba gianyar no hp : 0811392308 Bagi yg mau datang konsultasi silahkan hubungi saya MAJALAH BALI | 21
TOKOH
Menampilkan PESONA dan KERAMAHAN BALI di MELATI COTTAGES
I Nyoman Artana Owner Melati Cottage
U
bud merupakan rumahnya orang-orang yang memiliki darah seni dan budaya, tidak jarang masyarakat kelahiran Ubud khususnya, memanfaatkan hal tersebut untuk menambah pundi-pundi rupiah sekaligus ikut menarik wisatawan dari berbagai mancanegara dan terus mengembangkan pariwisata, sama halnya dengan I Nyoman Artana, pemiliki dari Melati Cottages.
22| MAJALAH BALI
Melati Cottages yang berlokasi di Jalan Penestanan, tepat di barat desa Ubud merupakan buah hasil kerja keras dari I Nyoman Ruta, ayah dari I Nyoman Artana. I Nyoman Ruta sudah berkecimpung dalam dunia pariwisata selama puluhan tahun sejak tahun 1970an, sebelumnya ia adalah seorang guru hingga akhirnya mengundurkan diri dan memutuskan untuk berwirausaha.
Awalnya sang ayah mengelola hotel kecil dan sempat bekerja sama dengan orang asing membuka usaha di Kuta hingga tahun 1986. Kemudian pada tahun 1987 memberanikan diri untuk memiliki usaha mandiri yakni Melati Cottages. Berawal dari dua bangunan, dan berkembang setiap tahunnya hingga memiliki 22 kamar. Selain fasilitas restaurant, swimming pool, hot spot, dan fasilitas lainnya, Melati Cottage juga menyediakan
TOKOH
fasilitas untuk yoga, mengingat Ubud kini menjadi surga bagi pecinta yoga. Didukung dengan faktor alam dan suasana yang tenang, daya tarik wisatawan saat ini tidak hanya sekedar menikmati objek wisata Ubud tapi juga memiliki tujuan untuk menenangkan pikiran dan merelaksasi tubuh dengan yoga. Melati Cottage memiliki beberapa tipe kamar, standard room, deluxe room, family room, dan juga terdapat
private villa. Dikelilingi taman tropis yang rimbun dan sawah yang hijau, Melati Cottage dulunya bernama Hibiscus berganti nama menjadi Jasmine, kemudian berganti nama lagi menjadi Melati Cottage atas permintaan para tamu. Menurut Nyoman Artana, Ubud memiliki masanya sendiri untuk mendatangkan para tamu terutama wisatawan Australia. Masa itu,
biasanya mendekati akhir tahun dan puncaknya pada bulan Desember. Ia berharap semoga kedepannya ia dapat mempertahankan Melati Cottages agar tetap exist, dengan menampilkan pesona dan kehangatan keramahan Bali, yang telah diwariskan Nyoman Ruta sehingga layak dan tetap menjadi pilihan penginapan oleh wisatawan dari berbagai mancanegara.
MAJALAH BALI | 23
TOKOH
MEMELIHARA HARAPAN, MEMETIK BUAH KESUKSESAN
“Sewaktu kecil saya bercita-cita ingin seperti Bapak Proklamator kita, Presiden Soekarno. Saya ingin menjadi seorang insinyur seperti beliau. Berkat restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa, harapan saya tercapai. Saya lulus menjadi insinyur di perguruan yang juga mencetak seorang Proklamator.� - Ir. I Wayan Adnyana, S.H, M.Kn
Siapa pun berhak menabur benih-benih asa, asalkan mau bekerja keras dan konsisten dalam menumbuhkannya sehingga dapat memetik hasilnya kelak. Kisah-kisah kesuksesan dalam meraih mimpi tentu bukanlah sekedar dongeng di atas muka bumi ini. Tak sedikit insan manusia yang terbukti mampu merealisasikan mimpinya, terwujud ke dunia nyata, lewat usaha dan perjuangan yang sepadan. Inilah kisah salah seorang insan manusia yang membuktikan bahwa sukses merupakan konsekuensi logis dari kerja keras dan presistensi tiada akhir. Kisah perjuangan seorang 24| MAJALAH BALI
Ir. I WAYAN ADNYANA, S.H., M.Kn Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali
putra Bali di daerah transmigran yang berjuang menyongsong asa di tengah segala keterbatasan. Kisah ini bermula dari periode tahun 1963, tepatnya pada saat Gunung Agung Bali meletus secara dasyat. Sebagian besar masyarakat Karangasem mengungsi ke daerah lain di Pulau Dewata. Sedangkan sisanya menghindari dampak erupsi Gunung Agung dengan menyeberangi lautan lalu membangun komunitas masyarakat di pulau lainnya yang tidak terdampak. Maka tidak heran jika pada saat itu arus transmigrasi dari
Bali sangat tinggi. Salah satu keluarga yang ikut meninggalkan Bali menuju daerah transmigrasi adalah keluarga I wayan Adnyana. Pulau Sumatera, tepatnya daerah Lampung, menjadi tujuan mereka. Pada saat itu, Wayan Adnyana belum lahir ke dunia. Ia baru tiba ke dunia ketika orang tuanya telah bermukim di Lampung Tengah. Seperti yang dipikirkan para pengungsi lainnya ketika masih terombangambing di tengah kapal yang akan membawa mereka ke Lampung, tanah tujuan transmigrasi menawarkan sejuta
TOKOH harapan. Impian untuk membangun kehidupan sejahtera di Lampung justru redup tatkala mereka mengetahui bahwa daerah yang mereka tuju ternyata tak lebih dari bentangan hutan tropis. Bahkan bisa dikatakan belum terjamah pembangunan.
Cita-cita Bermula Masih terpatri di ingatan Wayan Adnyana, memori masa kecilnya sewaktu masih sekolah dulu. Ia harus menempuh jarak sejauh 2 kilometer untuk mencapai sekolah terdekat dari tempat tinggalnya. Jika ditotal jarak yang harus ditempuh Wayan Adnyana ialah 4 kilometer. Tentu saja rasa lelah adalah makanan seharihari yang harus diterimanya, apalagi perjalanan itu hanya ditempuh dengan berjalan kaki yang tak beralaskan sepatu. Meski demikian, keluh kesah tak pernah keluar dari mulutnya. Semangat untuk meraih pendidikan yang tak pernah padam menjadi bekal menempuh perjalanan panjang tersebut. Pada saat itu, pemerintah mulai turun tangan membantu para transmigran untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Mulai dari pengerjaan fasilitas kesehatan, sekolah, maupun fasilitas mandi cuci kakus. Dalam perjalanan menuju sekolah, Wayan Adnyana kerap bertemu dengan para pekerja proyek. Beberapa di antaranya merupakan insinyur yang mengepalai proyek pembangunan yang ada. “Bayangan sosok para insinyur yang menggunakan helm proyek berwarna kuning terus-menerus terproyeksi di benak saya. Saya melihat dedikasi mereka yang begitu tinggi demi membangun daerah tempat tinggal kami. Hingga suatu hari saya yakin, kelak saya ingin seperti mereka,� ujar Wayan Adnyana mantap. Memang pada saat itu, sebagian besar pemuda di Indonesia memiliki impian hendak menjadi seorang yang bergelar insinyur. Tentu saja figur presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, telah menjadi role model generasi muda saat itu karena ia dikenal juga sebagai seorang insinyur. Begitu pula dengan Wayan Adnyana yang diam-diam juga bercita-cita menempuh pendidikan di tempat Sang Proklamator menimba ilmu jua.
Apa yang dicetuskan Wayan Adnyana bukanlah sekedar guyonan seorang bocah kecil. Ia benar-benar serius memperjuangkan cita-citanya itu. Perjuangan belajar selama bertahuntahun yang dilakukan Wayan Adnyana nyatanya membuahkan hasil. Ia akhirnya diterima di Institut Teknologi Bandung, almamater yang sama tempat Ir. Soekarno menjadi mahasiswa. “Saya belajar di gedung sayap timur di tempat presiden Soekarno berkuliah. Akhirnya impian saya betul-betu terwujud. Di situlah saya membuktikan bahwa impian yang dipelihara terus menerus sama halnya seperti doa yang suatu saat akan terkabulkan,� kata
Wayan Adnyana.
Mengabdi di Masyarakat Sebelum diwisuda, Wayan Adnyana sudah mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan kontraktor di Jakarta. Selama dua tahun ia bekerja di perusahaan tersebut kemudian mengundurkan diri untuk melamar di Kementrian Pekerjaan Umum. Tidak sulit bagi Wayan untuk diterima di pekerjaan barunya. Ia sempat ditempakan di daerah kelahirannya di Lampung guna menyelesaikan proyek pembangunan bendungan. Sebuah ujian kehidupan mendera Wayan Adnyana yaitu tatkala ia MAJALAH BALI | 25
TOKOH
menderita sebuah penyakit yang tergolong ringan yaitu cegukan atau singultus. Menjadi hal yang tidak sepele sebab cegukan itu tak berkesudahan bahkan telah diderita Wayan Adnyana selama satu tahun penuh. Lewat bantuan medis, penyakit itu tak kunjung sembuh. Akhirnya penerawangan secara niskala atau spiritual ditempuh demi mengetahui apa gerangan penyebab munculnya gangguan kesehatan tersebut. Ditemukanlah sebuah hipotesa bahwa gangguan yang dialami Wayan Adnyana tidak lain merupakan teguran bahwa ia harus ke Bali untuk mengurus pura leluhur di sana. Sebagai seorang purusa (keturunan pria) tertua di keluarganya, kewajiban ini harus diterima Wayan Adnyana. Sejak itulah dimulai babak baru kehidupan Wayan Adnyana. Ia membangun keluarga barunya di sana bersama-sama dengan istri tercinta. Wayan Adnyana terpaksa meninggalkan karirnya di Kementrian PU dan beralih profesi sebagai seorang kontraktor. Sementara di pagi hari ia bekerja, malamnya ia mengikuti kuliah di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Selanjutnya ia meneruskan pendidikan ke jenjang magister kenotariatan di Universitas Airlangga. Wayan Adnyana merasakan betul dampak positif sepulangnya ia ke Bali, ia merasa perjalanan karirnya di Bali sangat dimudahkan oleh Sang Pencipta. Salah 26| MAJALAH BALI
satu keberhasilannya yaitu mendapat SK untuk ditempatkan sebagai notaris di Kota Denpasar. Sehingga dapat dikatakan takdir kehidupan Wayan Adnyana memang telah digariskan di tanah leluhurnya. Setelah menapaki kesuksesan karir di bisnis kontraktor, juga dalam profesi sebagai notaris, Wayan Adnyana ingin turut serta berperan dalam pembangunan di masyarakat. Cita-cita untuk mengabdi bagi masyarakat sudah muncul sejak ia bekerja di PU dulu. Kali ini ia ingin membangun sebuah lembaga pendidikan di bidang kesehatan, khususnya cabang ilmu radiologi. Hal itu didukung pula dengan status Sang Istri yang merupakan seorang ahli radiologi. Wayan Adnyana mendirikan Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Bali (ATRO BALI) yang merupakan pendidikan Diploma Kesehatan bidang vokasi (keahlian), khususnya untuk mencetak RADIOGRAFER unggul dan berkompeten dibidangnya. Lembaga pedidikan ini diselenggarakan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali yang beralamat di Jln. Tukad Batanghari VII No. 21 Renon Denpasar. Modal pembangunan pendidikan vokasi radiologi berasal dari jerih payah Wayan Adnyana selama ini dan diharapkan nantinya dapat membantu masyarakat yang ingin meraih pendidikan yang lebih baik. Atro Bali juga telah mengajukan izin pembukaan Prodi DIV Radiologi dan diharapkan TA 2028/2019 sudah
dapat menerima mahasiswa baru maupun lulusan D3 atau Amd.Rad untuk mendapatkan gelas SST Rad. “Yayasan sejak 2015 juga sudah mengajukan izin pendirian Universitas Bali Dwipa (UBAD) dengan 10 Prodi yakni Psikologi, Farmasi, Teknik Biomedis, Teknologi Pangan, Gizi, Sistem Informasi, Hukum, Akuntansi, Hubungan Masyarakat, Bahasa Inggris. Semoga TA 2018/2019 sudah disetujui izinnya dan dapat menerima mahasiswa sehingga berguna bagi masyarakat Bali dalam meningkatkan kualitas SDM. Kampus awal beralamat di Jl. P. Flores No. 5 Denpasar.” Saya akan mengabdikan hidup saya untuk Bali agar dapat membantu mewujudkan BALI DWIPA JAYA sebagaimana tercantum dalam Lambang Propinsi Bali yang berarti Pulau Bali yang Jaya atau BALI yang Damai Wilayahnya, Indah Pulaunya, Ajeg dan JAYA. “Masa depan kita ada di tangan kita sendiri. Maka mulailah dari sekarang membangun secara perlahan masa depan kita, salah satunya melalui pendidikan,” ujar Wayan Adnyana berpesan. Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali ini juga menghimbau bahwa meraih pendidikan tidak hanya melalui jenjang formal semata. Proses belajar juga bisa dilakukan di mana saja dan dalam kondisi apa pun. Tentunya tidak ada batasan waktu untuk menimba ilmu sebanyak yang kita mampu.
ADVERTISEMENT THE SHANTI RESIDENCE Alamat: Jalan Gunung Payung, Banjar Sawangan, Benoa, Nusa Dua, Benoa, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: (0361) 4771677
HIBACHI VOYAGE RESTAURANT AND BAR Alamat: Jl. Raya Kerobokan No.98, Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361 Telepon: 0822-4781-0789
BPR ARUNA NIRMALADUTA
STIKES WIRAMEDIKA
Alamat: Jl. By Pass Dharma Giri No.100X, Bitera, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali 80515
Alamat: Jalan Kecak No.9A, Tonja, Denpasar Utara, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236
Telepon: (0361) 8958344
Telepon: (0361) 427699
CHEESE WORKS
MELASTI BEACH RESORT & SPA Alamat: Jalan Padma Utara, Pantai Legian, Kuta, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
Alamat: Banjar Pagutan, Batu Bulan, Sukawati Gianyar, Bali 80582 Telepon: (0361) 4701252
GOLDEN MONKEY
Telepon: (0361) 755971
Alamat: Jalan Dewisita, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
CIWA SEMPURNA DIVE & WATERSPORT Alamat: Nusa Dua, Jl. Pratama, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361
Telepon: 0812-3778-3571
Telepon: (0361) 776628
YAYASAN DWIJENDRA Alamat: Jl. Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80236
SEKOLAH HIGHSCOPE BALI Alamat: Jl. Muding Indah X No.9, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80117
Telepon: (0361) 257693
Telepon: (0361) 8495811
MAJALAH BALI | 27
majalahbalicom 28| MAJALAH BALI
twitter @majalahbali
Majalah Bali
ISsUU
Majalah Bali
MAJALAHBALI.COM