Skip to main content

Katalog Keanekaragaman Kapang Saprofit di Kebun Pembelajaran Biologi UNY

Page 1

Universitas Negeri Yogyakarta

UNTUK SMA/MA KELAS X SEMESTER I

KATALOG KEANEKARAGAMAN KAPANG SAPROFIT DI KEBUN PEMBELAJARAN BIOLOGI UNY

Aulia Rosada Salsabila

Departemen Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta 2023


KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobilalamin, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan, kesehatan, dan kekuatan sehingga penulis dapat, menyelesaikan penelitian dan pengembangan katalog keanekaragaman kapang saprofit ini dengan lancar. Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dr. Dra. Bernadetta Octavia, M.Si. selaku dosen yang membimbing penulis dalam proses penelitian dan pengembangan katalog keanekaragaman kapang saprofit ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memberi kritik saran dalam pengembangan katalog keanekaragaman kapang saprofit ini. Secara spesifik katalog ini membahas mengenai keanekaragaman kapang saprofit yang ada di area kebun pembelajaran biologi UNY. Katalog ini secara umum berisi mengenai keanekaragaman kapang saprofit di area kebun pembelajaran biologi UNY yang dilengkapi dengan klasifikasi, morfologi, peranannya di alam, serta upaya pelestariannya. Katalog ini diharapkan mampu untuk memberikan pengetahuan kepada siswa untuk belajar dari lingkungan sekitar. Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan katalog ini. Kritik dan saran membangun dari seluruh pihak sangat penulis harapkan untuk menyempurnakan katalog kedepannya. Semoga katalog ini dapat bermanfaat untuk semua pihak. September 2023 Penulis

ii


TIM PENYUSUN Penulis Aulia Rosada Salsabila Editor Aulia Rosada Salsabila Hanan Dimas Prasetya, S.Pd. Muhamad Yafi Bagus A., S.Pd. Dosen Pembimbing Dr. Dra. Bernadetta Octavia, M.Si. Ahli Materi Dr. Anna Rakhmawati, S.Si., M.Si. Ahli Media Dr. Anggi Tias Pratama, S.Pd., M.Pd. Departemen Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta 2023

iii


DAFTAR ISI Kata Pengantar..............................................................................................ii Tim Penyusun................................................................................................iii Daftar Isi.........................................................................................................iv Petunjuk Penggunaan Katalog....................................................................v Komponen Pembelajaran............................................................................vi Pendahulan Materi.......................................................................................1 Temuan Hasil Penelitian..............................................................................3 Genus Alternaria...........................................................................................4 Genus Aspergillus.........................................................................................6 Genus Cladosporium...................................................................................8 Genus Fusarium............................................................................................10 Genus Penicillium.........................................................................................12 Mycelia sterilia..............................................................................................14 Lembar Kerja Peserta Didik........................................................................15 Glosarium.......................................................................................................21 Daftar Pustaka...............................................................................................23 Tentang Penulis.............................................................................................25

iv


Ada beberapa hal yang

Petunjuk Penggunaan Katalog 2

4

5

harus

kamu

ketahui

sebelum menggunakan

kamu buku

ini,

simak baik-baik ya!

1

Pendahuluan Materi Halaman ini akan membantu kamu untuk mengetahui materimateri dasar mengenai kapang sebelum memulai bahasan pada setiap spesies kapang saprofit yang ditemukan.

3

Lembar Kerja Peserta Didik Pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini berisi berbagai kegiatan yang dapat kamu kerjakan supaya dapat menambah ..............wawasan mengenai ...............keanekaragaman ..................kapang saprofit.

Komponen pembelajaran Komponen pembelajaran ini berisi mengenai capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang harus kamu lalui pada materi keanekaragaman makhluk hidup, khususnya keanekaragaman kapang.

Temuan Hasil Pengamatan Bagian ini merupakan bagian utama dalam katalog. Pada bagian ini, kamu akan diajak untuk mengetahui mengenai pengelompokan kapang saprofit, peranan kapang saprofit, dan interaksi kapang saprofit dalam ekosistem Kebun Pembelajaran Biologi UNY

Glosarium Glosarium akan membantu kamu untuk mengetahui makna dari istilah-istilah kata yang mungkin sulit untuk dimengerti.

v


KOMPONEN PEMBELAJARAN A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan

B. MATERI PEMBELAJARAN Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Peranannya di Alam

C. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Melalui e-katalog yang disediakan, peserta didik dapat mendeskripsikan keanekaragaman kapang saprofit dan peranannya dengan baik 2. Melalui e-katalog yang disediakan, peserta didik dapat mengelompokkan kapang saprofit dengan tepat 3. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat merumuskan upaya pelestarian keanekaragaman kapang saprofit dengan baik

vi


PENDAHULUAN MATERI Taukah kamu, Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman makhluk hidup, bahkan menduduki posisi kedua setelah Brazil. Indonesia memiliki iklim tropis, memiliki curah hujan yang tinggi serta memiliki cahaya matahari sepanjang tahun yang dapat menunjang kehidupan berbagai makhluk hidup. Berbagai makhluk hidup yang beranekaragam itu harus diklasifikasikan atau dikelompokkan lagi ke dalam beberapa takson. Klasifikasi ini penting supaya kita lebih mudah dalam mempelajarinya dan kita jadi tahu hubungan kekerabatan antar makhluk hidup tersebut. Pada umumnya digunakan sistem klasifikasi 5 kingdom, yang terdiri atas kingdom Plantae, Animalia, Protista, Monera dan Fungi. Kemudian masih ada lagi tingkatan takson di bawahnya dari yang paling besar adalah filum (hewan) dan divisi (tumbuhan), kelas, ordo, famili, genus, dan spesies. Pengklasifikasian ini dilakukan berdasarkan persamaan dan juga perbedaan ciri-ciri dari setiap makhluk hidup. Salah satu kingdom yang akan kita bahas dalam katalog ini adalah Kingdom Fungi. Fungi tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan, loh! sehingga hal itu yang menjadikannya diklasifikasikan dalam kingdom tersendiri. Terdapat lebih dari 500.000 spesies fungi di dunia ini, sehingga ada ilmu khusus untuk mempelajari fungi yang disebut Mikologi. Fungi merupakan organisme eukariotik bersel tunggal dan dinding selnya tersusun atas zat kitin. Anggota dari Kingdom Fungi ini berperan besar dalam penguraian bahan organik dan situs karbon. Selain itu, terdapat beberapa anggota fungi yang dapat menjadi patogen pada hewan, tanaman, bahkan manusia.

1


PENDAHULUAN MATERI Pada kingdom Fungi ini, dilakukan pengelompokan lagi berdasarkan beberapa hal. Misalkan berdasarkan struktur tubuhnya, fungi dibedakan menjadi kelompok fungi bersekat dan fungi tidak bersekat. Sementara, berdasarkan cara reproduksi seksualnya, fungi dibagi ke dalam empat divisi yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota. Dalam katalog ini, kita akan fokus pada pembahasan mengenai Fungi dalam Divisi Ascomycota. Ascomycota merupakan divisi terbesar dalam kingdom fungi. Ascomycota memiliki ciri khusus yaitu miselium bersekat. Ascomycota merupakan fungi yang bereproduksi secara seksual dengan membentuk askospora dan aseksual dengan membentuk konidiospora. Ascomycota ini bersifat heterotrof baik sebagai saprofit, patogen, maupun simbion. Ascomycota mampu tumbuh sebagai saprofit karena memiliki kemampuan dalam menghancurkan sisa-sisa bahan organik. Beberapa contoh fungi Ascomycota yang tumbuh sebagai saprofit yakni Genus Aspergillus, Cephalosporium, Paecilomyces, Penicillium, dan Eupenicillium. Oh iya, perlu diingat bahwa jamur saprofit yang akan dibahas dalam katalog ini merupakan jamur hasil penelitian yang ditemukan pada ekosistem Kebun Pembelajaran Biologi UNY. Jadi, kemungkinan tidak semua contoh jamur saprofit yang disebutkan di atas ada di ekosistem Kebun Pembelajaran Biologi UNY. Setiap ekosistem tentu punya kondisi fisik dan lingkungan tertentu yang menyebabkan adanya perbedaan komposisi keanekaragaman makhluk hidup yang mendiami ekosistem tersebut. Jadi, tunggu apalagi? Let's go! Selamat membaca!

2


TEMUAN HASIL PENELITIAN

Di Kebun Pembelajaran Biologi UNY

3


Per be sa ra n

Alternaria sp. 0 x1 0 4

(Salsa bil a

3) 202 R., A.

M

kr

i

os

kop

is Ma

kr o s k o pis

Alternaria memiliki konidiofor yang tegak dan bersepta. Alternaria juga memiliki konidia yang berbntuk oval atau bulat dan biasanya berwarna gelap. Selain itu, Alternaria memiliki koloni yang pada awalnya berwarna putih keabuan kemudian dapat berubah menjadi hijau kehitaman, teksturnya seperti kapas, dan permukaannya rata. Genus Alternaria mampu tumbuh pada iklim kering dan hangat dengan suhu optimal 25-28°C. Genus Alternaria umumnya ditemukan di tanah, udara, tanaman yang membusuk, dan bahan makanan. Alternaria memiliki dua ciri utama yakni produksi melanin, terutama pada spora dan produksi racun pada spesies patogen (Sánchez et al, 2022).

4


Struktur Konidia

Konidia

(S a

l s a b il a A . R ., 2

02

Septa

Septa

20

3)

15

)

Konidiofor

( E il e e n Hifa

E. R

a oj

s,

Hifa

Fakta Unik Kingdom Division Class Order Familiy Genus

: : : : : :

Fungi Ascomycota Dothideomycetes Pleosphorales Pleosphoraceae Alternaria (Sudarma, 2016)

Dekomposer pada bahan organik, patogen pada tanaman dan hewan, alergen pada manusia.

5

Taukah kamu, ada setidaknya 20% pembusukan pada bidang pertanian disebabkan oleh spesies Alternaria, loh!


Per be sa ra n

Aspergillus sp. 0 x1 0 4

(Salsa bil aA

) 023 ., 2 .R

M

kr

i

os

kop

is Ma

kr o s k o pis

Aspergillus memiliki konidia berbentuk elips dan memiliki konidiofor yang panjang, dan tidak berwarna/hialin. Koloni Aspergillus ini berbentuk granul dan memiliki warna hijau hingga hitam. Aspergillus memiliki ciri khusus berupa adanya sel kaki (foot cell) yaitu miselium yang membengkak dan berdinding tebal sebagai tempat munculnya konidiofor. Genus ini umumnya ditemukan pada tumbuhan yang membusuk dan di habitat aslinya yaitu tanah. Aspergillus hidup pada tempat dengan kondisi lembab dengan kelembaban optimal 14%. Aspergillus dapat tumbuh pada kondisi hangat dengan suhu optimal 37°C sehingga banyak dijumpai di negara tropis (Syaifuddin, N.A. 2017).

6


Struktur Konidia

Konidia

al

sa

Hifa

b il a

Hifa

(m

A . R ., 2 0 2 3 )

e dicin alg e n

om

ic

Sel Kaki Sel Kaki

Fakta Unik Kingdom Division Class Order Familiy Genus

: : : : : :

Fungi Ascomycota Eurotiomycetes Eurotiales Trichocomaceae Aspergillus (W. Gams, 2012)

Dekomposer pada bahan organik, patogen pada manusia dan hewan, digunakan dalam industri makanan dan obat-obatan

7

s

.c

(S

om

, 20

17)

Konidiofor

Salah satu anggota Genus Aspergillus yaitu Aspergillus flavus bisa menghasilkan racun bernama Aflatoksin yang menyebabkan berbagai kerusakan pada tubuh bahkan hingga menyebabkan kanker juga, loh! C₁₇H₁₂O₆ Aflatoxin B1


Per be sa ra

Cladosporium sp. n

x10 0 4

(Salsabila A.R ., ) 23 20

M

ik r

osk

o pis Ma

kr o s k o pis

Genus Cladosporium memiliki konidia yang berbentuk elips, tersusun seperti rantai dan bercabang. Cladosporium juga tersusun atas hifa yang bercabang. Koloni Cladosporium berwarna hijau kehitaman dengan tekstur velvety dan permukaan rata. Spesies dari Genus Cladosporium dapat tumbuh pada rentang suhu yang luas, yakni -6°C hingga 32°C, dengan suhu optimalnya 18-28°C. Cladosporium dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti di tanah, kayu, dedaunan dan di tanaman yang mati pada lingkungan lembab (Yusuf & Djatmika, 2018).

8


Struktur

.R ( S a l s a b il a A

.,

2 20

18

3)

)

Konidia Konidia

Konidiofor

(K. B e

ns

, ch

Fakta Unik Kingdom Division Class Order Familiy Genus

: : : : : :

Fungi Ascomycota Dothideomycetes Cladosporiales Cladosporiaceae Cladosporium (www.mycobank.org)

Dekomposer pada bahan organik, patogen pada manusia, hewan, dan tumbuhan, digunakan dalam industri makanan dan obat-obatan

9

Anggota Genus Cladosporium yakni Cladosporium resinae ternyata berperan dalam biodegradasi plastik dan dapat mengatasi tumpahan minyak di laut karena kemampuannya bisa mengonsumsi hidrokarbon

20


Per be sa ra

Fusarium sp. n

x10 0 4

(Sa lsa b ., 2023) A.R ila

M

kr

i

os

kop

is

Ma

kr o s k o pis

Genus Fusarium memiliki dua jenis konidia yakni makrokonidia dan mikrokonidia yang berbentuk oval dan bersepta. Sedangkan konidiofor pada Fusarium ini berupa tangkai yang pendek. Selain itu, Fusarium memiliki koloni yang umumnya berwarna putih kekuningan dengan tekstur seperti kapas dan permukaan koloninya rata. Fusarium ini mampu bertahan lama dan tumbuh pada temperatur sekitar 2427°C dan banyak berkembang di dataran rendah bahkan kerap ditemukan tumbuh di tanah dengan drainase buruk (Sutejo et al, 2018).

10


Struktur

Makrokonodia

(S a

l s a b il a A . R ., 2 0

Hifa

) 23

,2

Hifa

01

3)

Konidiofor

(B arro

nG

r eo

ge

Mikrokonodia

Fakta Unik Kingdom Division Class Order Familiy Genus

: : : : : :

Fungi Ascomycota Sordariomycetes Hypocreales Hypocreaceae Fusarium (drfungus.org, 2020)

Dekomposer pada bahan organik, patogen pada tanaman dan hewan, digunakan dalam industri makanan

11

Terdapat salah satu spesies Fusarium, yaitu Fusarium venenatum yang bisa dikonsumsi karena mengandung mikoprotein, bahkan ini sudah mulai dikonsumsi sejak tahun 1960-an, loh!


Per be sa ra

Penicillium sp. n

x10 0 4

M

kr

., 2023) A.R la

(Sal sa bi

i

os

kop

is

Ma

kr o s k o pis

Penicilium memiliki konidiofor berbentuk filamen dan memiliki konidia yang tersusun seperti rantai. Genus ini memiliki koloni bewarna putih kehijauan dengan tekstur seperti karpet dan memiliki permukaan yang cembung. Penicillium dapat tumbuh ideal pada suhu 20-24°C. Penicillium dapat hidup di berbagai habitat, mulai dari tanah, tumbuhan, udara, lingkungan dalam ruangan, produk makanan, hingga pada bahan organik yang telah mati (Visagie et al, 2014).

12


Struktur

Konidia

( S a l s a b il a A

. R.

,

2 20

om

3)

)

Konidia

Konidiofor

(scie n c e

p

t ho

o.

Fakta Unik Kingdom Division Class Order Familiy Genus

: : : : : :

Fungi Ascomycota Eurotiomycetes Eurotiales Trichocomaceae Penicillium (www.mycobank.org)

Dekomposer pada bahan organik, patogen pada buah dan sayur, produksi bahan makanan dan minuman, bahan produksi senyawa organik, degradasi polutan

13

Salah satu spesies dari Genus Penicillium yaitu Penicillium purpurogenum bersifat patogen terhadap tanaman tapi ternyata bisa dimanfaatkan dalam industri bioteknologi, seperti pembuatan biofuel dan dapat menghasilkan enzim membantu ternak saat mencerna makanan

c


Per be sa ra

Mycelia sterilia n

x10 0 4

M

kr

., 2023) A.R la

(Sal sa bi

i

os

kop

is

Ma

kr o s k o pis

Mycelia sterilia memiliki hifa yang bersekat, tidak berwarna/hialin, dan tidak ditemukan spora/konidia. Mycelia sterilia memiliki warna koloni putih, tekstur seperti kapas, dan permukaannya rata.

14


Mycelia sterilia

Hifa

Septa

Septa

(S als a b

.R il a A

.,

2 20

09

3)

)

Hifa

(Ah m ad

Fakta Unik Mycelia sterilia merupakan kapang yang hanya .........mempunyai miselium atau hifa saja, tidak memiliki struktur .......reproduksi apapun, baik spora ataupun konidia, sehingga tidak ada klasifikasi untuk Mycelia sterilia ini.

14

R

,2 . Z.

0


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

15


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Keanekaragaman Kapang Saprofit

Identitas Kelompok Kelas : Kelompok : Anggota : 1.

2. 3. 4. 5. 6.

Alat dan Bahan 1. Alat Tulis 2. Gadget/Laptop 3. E-Katalog Keanekaragaman Kapang Saprofit

Petunjuk Pembelajaran 1. Peserta didik duduk sesuai dengan kelompoknya 2. Peserta didik membaca dan memahami E-Katalog Keanekaragaman Kapang Saprofit 3. Peserta didik melakukan diskusi dan mengerjakan LKPD bersama teman sekelompok 4. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan wajib memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lain

~Selamat Mengerjakan~

16


Mengamati & Menanya

1

Stimulation & Problem Statement Kapang dapat hidup dengan berbagai cara, salah satunya secara saprofit. Baca dan pahamilah mengenai keanekaragaman kapang saprofit yang telah disusun pada materi e-katalog sebelumnya. Dari materi tersebut, kalian dapat menggali berbagai pertanyaan mengenai kenanekaragaman kapang saprofit. Kalian dapat mencatat hal-hal penting mengenai gambaran awal kapang saprofit dalam kolom berikut ini

Mengumpulkan & Mengasosiasikan

2 Data Collection & Data Processing Kegiatan 1 Setelah kalian menelaah materi dalam e-katalog. Kalian diminta untuk mengidentifikasi nama dan mencari tahu fungsi dari setiap bagian yang ditunjukan pada struktur kapang di bawah ini dengan benar. a Gambar A

Gambar B b

d

e c 17


Nomor

Nama Bagian

Fungsi

a b c d e

Berdasarkan perbandingan karakteristik morfologi dari kedua kapang tersebut, dapat diketahui bahwa kapang tersebut teridentifikasi dengan nama Gambar A: Gambar B:

Kegiatan 2 Dalam kegiatan ini kalian diminta untuk mencari informasi mengenai berbagai jenis kapang saprofit melalui E-Katalog, kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkann kalian dapat menjelaskan berbagai jenis kapang saprofit dan memprediksi jenis kapang tersebut berdasarkan ciri yang teramati melalui tabel berikut ini. Nama Kapang

Divisi

Karakteristik Ciri Morfologi

18

Ciri Khusus

Habitat


Kegiatan 3 Seluruh jenis kapang yang sudah kalian tuliskan dalam tabel sebelumnya memiliki ciri morfologi yang berbeda-beda. Namun, mengapa seluruhnya dapat dikelompokkan dalam kingdom fungi?

Kegiatan 4 Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk menggali informasi mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk pelestarian/perbanyakan keanekaragaman kapang saprofit melalui berbagai sumber berupa buku/artikel ilmiah/internet yang relevan dan terpercaya. Rumusan yang telah didapat kemudian dituliskan hasilnya pada tabel berikut. Nomor

Upaya Pelestarian

Sumber

1 2 dst

Kegiatan 5 Menurut kalian, apa saja hal penting yang perlu diketahui mengenai keanekaragaman kapang saprofit? Apa yang akan terjadi jika di bumi ini tidak ada kapang saprofit?

19


Mengkomunikasikan

3 Verification & Generalization Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas. Peserta didik yang lain wajib memperhatikan dan dipersilahkan memberikan pertanyaan atau tanggapan terhadap kelompok yang sedang melakukan presentasi

Mengevaluasi

4 Penilaian Kelompok Berikan evaluasi dan saran terhadap kelompok lain yang sedang melakukan presentasi, kemudian catat hasilnya pada tabel berikut. Kelompok

Saran/solusi

Evaluasi

1 2 3 4 5 6

20


GLOSARIUM Aksopora

: spora yang diproduksi oleh jamur dalam

Biodegradasi

: proses pemecahan suatu zat melalui aksi

Biofuel Dekomposer Eukariotik

kelompok Ascomycetes secara seksual

mikroorganisme atau proses fisik alami : bahan bakar baik padatan, cairan, ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik : organisme yang memakan organisme lain yang telah mati : organisme yang memiliki organel yang dilapisi oleh membran

Granul

: partikel kecil yang berbentuk seperti butiran-

Hidrokarbon

: salah

Hifa

:

Heterotrof

:

Kapang

:

Koloni

:

butiran serbuk

satu komponen yangpolutan pencemaran air laut karena dapat memicu pengasaman laut struktur pada jamur berupa benang-benang yang dilapisi dinding sel organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri mikroorganisme dari Kingdom Fungi yang tersusun atas miselium dan dapat menghasilkan spora aseksual berupa konidia kumpulan spesies yang sama dan hidup bersama sebagai satu kesatuan spora aseksual yang terbentuk di ujung atau di sisi hifa khusus yang disebut konidiofor

Konidiospora/ : konidia Konidiofor : hifa reproduksi khusus yang mengandung Makrokonidia Makroskopis

spora aseksual berupa konidia : konidia yang berukuran besar dan kompleks : ukuran benda yang dapat dilihat dengan mata telanjang

21


GLOSARIUM Melanin

: pigmen warna alami yang ditemukan di

Mikoprotein

: produk

Mikrokonidia Mikroskopis

: konidia yang berukuran kecil dan sederhana : ukuran benda yang sangat kecil dan tidak

Patogen

: agen yang menyebabkan penyakit pada

Saprofit

: organisme yang mendapatkan energi dari

sebagian besar makhluk hidup makanan miselium jamur

yang

bersasal

dari

dapat dilihat dengan mata telanjang sehingga diperlukan mikroskop untuk dapat melihatnya dengan jelas Mikroorganisme : makhluk hidup sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop Organisme : makhluk hidup

Septa Simbion Spora Takson

inangnya

bahan organik yang telah mati : sekat pada hifa : organisme yang melakukan interaksi dengan organisme lainnya : sel reproduksi yang terbentuk pada kantung sporangium dan dapat berkembang menjadi individu baru : tingkatan unit atau kelompok makhluk hidup yang disusun mulai pada tingkat tertinggi hingga tingkat terendah

22


DAFTAR PUSTAKA Abdo, Hamed M., & Elrahem, S. I. A. (2020). Clinicomycological study of coexisiting toenail onychomycosis and tinea pedia. The Gulf Journal of Dermatology and Venereology. 23(2):8-19. Ahmad, R. Z. 2009. Cemaran Cendawan Miselia Steril dan Pengendaliannya. JRL, 5(3): 193-197. Barron, George. 2013. Fusarium - microconidia. University of Guelph. Avalilable online at https://atrium.lib.uoguelph.ca/items/c4a044cd-a81d-4957-93bc165cdf63b477. Bensch, K., Braun, U., Groenewald, J.Z., dan Crous, P.W. 2012. The Genus Cladosporium. Studies in Mycology. 72: 1-401. Available online at www.studiesinmycology.org Hafsari, A. R., dan Pertiwi V. D. 2017. Isolasi dan Identifikasi Kapang Pelarut Fosfat dari Fosfat Guano Gua Pawon. Biota: Biologi dan Pendidikan Biologi. 10(2): 165-180. Khandelwal, S. Tanpa tahun. Fusarium: Habitat, Reproduction, and Economic Importance. Diakses melalui https://www.biologydiscussion.com/fungi/fusariumhabitat-reproduction-and-economic-importance/24095 Hanum, A. M. dan Kuswytasari N.D. 2014. Laju Dekomposisi Serasah Daun Trembesi (Samanea saman) dengan Penambahan Inokulum Kapang. Jurnal Sains dan Seni ITS. 3(1):E17-E21. Hikam. A.R., Yulianti. D. M., dan Ginanjar. R.R. 2021. Diversitas dan Potensi Jamur Lignolitik Asal Seresah Daun. Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology. 4(1):33-42. Miranti A.K., Rukmi I., dan Suprihadi A. 2014. Keanekaragaman Kapang Aspergillus pada Serasah Daun Talok (Muntingia calabura L.) di Kawasan Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi. 16(2):58-64. Sanchez P., Velez-del-Burgo A., Sunen E., Martinez J., & Postigo I. (2022). Fungal Allergen and Mold Allergy Diagnosis: Role and Revelance of I Alternaria alternata Alt a 1 Protein Family. Journal of Fungi. https://doi.org/10.3390/jof8030277. Sutejo, A.M., A. Priyatmojo, dan A. Wibowo. 2008. Identifikasi Morfologi Beberapa Spesies Jamur Fusarium. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 14(1): 7 – 13. Syaifuddin, N.A. 2017. Identifikasi Jamur Aspergillus sp. Pada Roti Tawar Berdasarkan Masa Sebelum dan Sesudah Kadaluwarsa. Jombang: Sekolah Tinggi Ilmu Keseatan Insan Cendekia Medika. Visagie, C.M., Houbraken, J., Frisvad, J.C., Hong, S.B., Klaassen, C.HW., Perrone, G., Seifert, K.A., Varga, J., Yaguchi, T., & Samson, R. 2014. Identification and nomeclature of the genus Penicillium. Stud Mycol, 78: 343-371. Yusuf, E.V., dan Djatmika. 2018. Analisis Isozim dan Patogenitas Isolat Cladosporium spp. Terhadap Karat Putih Pada Krisan. J.Hort, 28(1):97-104

23


TENTANG PENULIS Aulia Rosada Salsabila, lahir di Sleman pada 8 Desember 2000 dan menetap di Yogyakarta. Menyelesaikan pendidikan dasar di MIN 2 Sleman, melanjutkan dan menamatkan pendidikan menengah di SMP Negeri 3 Depok pada 2013 kemudian di MAN 1 Yogyakarta pada 2019. Saat ini penulis sedang menempuh pendidikan S1 di Departemen Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis mulai menyukai dunia kepenulisan sejak bangku sekolah menengah atas. Beberapa keryanya yang pernah dibukukan: Antologi Siswa Madrasah Menulis (MAN 1 Yogyakarta), dan Physiology (Himabio FMIPA UNY). Katalog ini merupakan karya ketiga dimana tulisannya dimuat. Berkat ketertarikannya pada mikrobiologi dan kepeduliannya pada dunia pendidikan, penulis mendedikasikan karya inovatif ini demi menunjang proses pembelajaran biologi bagi siswa kelas X SMA/MA. Penulis dapat dihubungi melalui auliarosada.2019@student.uny.ac.id.

25


Universitas Negeri Yogyakarta 2023


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Katalog Keanekaragaman Kapang Saprofit di Kebun Pembelajaran Biologi UNY by Aulia Rosada Salsabila - Issuu