
















tempat tersendiri bagi mas Gamelan ini bukan , da rikan a Di ga, u enua feno


memiliki p a hingga h sebagai B
ad. Melew lik Indone
O.O.N m ukan tingg di bidang s ruh yang di bidang inf





















































![]()

















tempat tersendiri bagi mas Gamelan ini bukan , da rikan a Di ga, u enua feno


memiliki p a hingga h sebagai B
ad. Melew lik Indone
O.O.N m ukan tingg di bidang s ruh yang di bidang inf





















































± 1868 - 1883
± 1883 - 1894
± 1894 - 1899
Diprakarsai pada era kepemimpinan Raden Tumenggung Dipokoesoemo IV
Kepemilikan dilanjutkan kepada Raden Tumenggung Dipokoesoemo V
Era Patih Purbalingga R. Brotodimedjo menunggu R. Tumenggung Dipokoesoemo VI dewasa.
± 1899 - 1925 R. Adipati Arya Dipoloesoemo VI G.S.O.O.N melanjutkan kepemilikan gamelan tersebut. Atas jasanya mendapatkan hak istimewa untuk menggunakan "song-song jene" atau payung emas sebagai lambang kebesaran.
± 1925
± 1926
± 1955
± 2000
± 2004
Berpindah kepemilikan pada Keluarga Wijaya melalui proses jual-beli.
Renovasi pangkon, sebagian diganti
Renovasi kedua oleh Keluarga Wijaya
Dibeli oleh keluarga Duanne dan Reti Gingerich. Serta renovasi beberapa bagian pangkon agar dapat digunakan kembali.
Gamelan dimainkan dalam pembukaan Griya Omah Semar di Drono Klaten, dan terjaga hingga sekarang.



“ruwat, ngrumat, hurmat”
Gamelan yang merupakan lambang dari kemegahan budaya dan nilai luhur dan sudah diwariskan turuntemurun ini bisa menjadi simbol bagi para kepala daerah yang terpilih untuk memulai pemerintahan baru dengan ruwat, ngrumat, dan hormat kepada rakyat. Gamelan ini bisa menjadi titik awal bagi pemerintah yang lebih menghargai nilai-nilai luhur nenek moyang yang menguatkan dari bermacam-macam godaan yang mengganggu jalanya pemerintahan .










































Purwadi, L (2024). Sejarah Kabupaten Purbalingga www.garda.id/2024/01/sejarah-kabupatenpurbalingga.html.
Sutherland, Heather (1974). Notes on Java’s Regent Families: Part II. Cornell University: South East Asia Program Publications.
Tri Atmo (1984). Babad dan Sejarah Purbalingga. Purbalingga: Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Catatan Keluarga Duanne J. Gingerich dan Reti Gingerich.
ucapan terima kasih tak terhingga pada mereka yang turut serta. Semoga semesta ikut beserta
“Semoga gamelan ini bisa kembali ke rumah dan dilestarikan selaras usianya”






