Skip to main content

Selaksa Asa Meraih Cita

Page 1

Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Selaksa Asa Meraih Cita


Selaksa Asa Meraih Cita Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo Penulis : Siswa Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo Penyunting : Ika Windiarti, S.Pd., Eva Muji Purwanti, S.Pd., Meri Ulandari, S.Pd., Yogi Triandaya, S.Pd., Fatkhul Hadi, S.Th.I Penelaah : Akhmad Fatoni, M.Pd. Sampul & Tata Letak : Abwa © Copyright 2021 Penerbit : PT Mentari Utama Unggul Jl. Proklamasi No. 37 Gresik, Gresik - Jawa Timur Email : bukumutu28@gmail.com Cetakan Pertama, November 2021

Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT) Siswa Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo Selaksa Meraih Asa / Penyusun, Ika Windiarti, S.Pd. dkk -Gresik: PT MENTARI UTAMA UNGGUL, 2021 xvi + 342 hal. ; 14 x 21 cm -- (Antologi Cerpen) Isbn : 978-602-1593-75-2 1. Rekaan/Fiktif I. Judul II. Siswa Siswi SMK Sepuluh Nopember III. Tim Guru

ii


Diterbitkan pertama kali oleh PT MENTARI UTAMA UNGGUL All right reserved Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Dilarang memperbanyak buku ini Tanpa izin penerbit SANKSI PELANGGARAN PASAL 72 UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA (1)

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana denganpidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2)

Barangsiapa dengansengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

iii


Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran bagi kita dalam menerbitkan buku ini. Tidak lupa shalawat serta salam tercurahkan bagi Baginda Agung Rasulullah SAW yang telah membimbing kita menuju jalan yang lurus. Penyusunan kumpulan cerpen berjudul “Selaksa Asa Meraih Cita”, menceritakan tentang kisah yang dialami oleh siswa –siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo selama pandemi terjadi. Adapun penulisan kumpulan cerpen ini dalam rangka memperingati hari jadi sekolah yang ke –XI, serta untuk memenuhi tugas mata pelajaran bahasa Indonesia . Kami mengucapkan terima kasih kepada: 1.

Ketua Yayasan Pendidikan Purnama, Ibu Misti Hariasih, S.E., M.M., yang telah mendukung penyelesaian buku ini.

2.

Kepala SMK Sepuluh Nopember Sidaorjo, Ibu Ratih Wulansari, S.Si., M.MPd., yang telah membimbing penyelesaian buku ini.

Kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang mendukung penulisan buku ini. Kami berharap agar buku ini, mampu memberikan sudut pandang baru dan tetap semangat dalam menjalani kehidupan selama pandemi. Dengan kerendahan hati, kami memohon maaf apabila ada kesalahan dalam proses pembuatan buku ini. Kami berharap terbuka pada kritik dan saran sebagai bagian dari revisi buku ini. Wassalamualaikum wr.wb Sidoarjo, 1 Oktober 2021 Penyusun

iv


Pengantar Cabang Dinas Pendidikan Sidoarjo Semua orang pasti pernah diajari cara menulis. Sebelum akhirnya bisa menulis, pada awalnya, semua orang pasti akan belajar mengenal huruf-huruf dan ejaan. Menulis tidak hanya sekadar merangkai kata-kata. Penulis perlu paham tentang tujuan menulis sebelum akhirnya tercipta sebuah karya sastra yang indah. Selain itu, tulisan juga merupakan media komunikasi antara penulis dan pembacanya. Menulis juga proses menuangkan kreativitas atau gagasan ke dalam bentuk bahasa tulisan, yang biasanya disebut dengan karangan. Karena, penulis mengungkapkan isi pikiran, ide, pendapat atau keinginannya melalui tulisan. Berbicara mengenai sastra dalam sebuah tulisan, sastra merupakan ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa. Mengapa bentuknya dapat berupa imajinasi atau justru data real secara bersamaan? Karena terdapat jenis sastra non$( %$) /$! / 0 )*)DZƟ&.$ǚ / "*-$ $)$ ( )" ( $' / real berupa berita atau sejarah, lalu mengemasnya dalam tulisan estetis agar lebih menggugah pembacanya. Menulis adalah mencipta. Mencipta adalah berkarya. Untuk menciptakan sebuah karya sastra, seseorang harus memiliki keterampilan membaca. Keterampilan tersebut dapat kita peroleh dari budaya literasi. Secara sederhana, literasi $ Ɵ)$.$& ) . " $ & / - (+$' ) &*")$/$! ' ( ( ( dan menulis. Terlepas dari berbagai konsep fungsionalnya, inti dari literasi adalah seseorang terbebas dari buta huruf. Individu memiliki kemampuan (ability) dan kemauan (will) membaca dan menulis. v


Namun budaya literasi sejatinya sudah harus dimulai dari keluarga dan harus dimulai sejak anak-anak berusia dini. Budaya membaca buku sudah harus dibiasakan oleh orang tua, sehingga dapat ditiru oleh anak-anak melalui habituasi. Kemudian lingkungan turut mendukung dan menularkannya ke area yang lebih luas. Pihak sekolah juga harus ambil peran dengan membuat program-program yang terarah. Tantangan terbesar dalam membangun budaya literasi di era digital ini adalah kuatnya budaya visual. Situasi ini berbeda dengan tahun 1990-an di mana anak-anak dan remaja terbiasa menulis dan membaca, mulai dari membuat surat, menulis buku harian, membuat cerpen, menciptakan puisi atau membaca komik. Beberapa perpustakaan melihat masalah ini dan mulai mengadaptasi pola buku digital untuk menarik minat baca. Beberapa perpustakaan juga ada yang menerapkan pola hibrida dengan menyediakan buku cetak (hardcopy) dan sekaligus buku elektronik, seperti yang terdapat di beberapa perpustakaan di sekolah dan perguruan tinggi. Teruslah berkarya untuk menciptakan karya sastra, sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain. Generasi muda atau milenial harus tetap aktif dan berkarya di masa pandemi Covid-19. -.ǚ 0/Ɵ . ).#*-$Ǜ ǚ

vi


Pengantar Epidemiologi hingga Prognosis Novel Corona Virus Oleh : Akhmad Fatoni, M.Pd. Dua tahun berjalan, kita masuk pada dunia baru. Dunia yang dulu kita akrabi hanya sambil lalu, namun karena pandemi ini kita harus membiasakan diri untuk masuk ke dunia teknologi dengan segala kegagapan. Tentunya kegagapan demi kegagapan harus dihadapi dengan kecekatan agar benar-benar bisa masuk & ' ( /(*.Ɵ- -0 ) ( ) + /& ) . )4 &DZ )4 &)4 dari era keberlimpahan ini. Memang sejak pembatasan kali pertama hingga saat ini, di mana-mana selalu membicarakan dampak negatifnya. Media massa cetak dan online berbondongbondong mengabarkan kenaikan kasus. Hal itu membuat kita benar-benar tercekam dan dihantui tiap hendak melangkah. Pemerintah menganjurwajibkan untuk mengalihkan pekerjaan, belajar, dan beribadah dari rumah. Rasanya sungguh mustahil itu bisa dilakukan, namun kabar semakin mencekik sehingga dengan segala keterpaksaan semua akhirnya harus bermuara di rumah. Oleh karena itulah, melalui tulisan ini saya akan berbicara dari arah yang berlawanan. Memandang fenomena ini dari dampak positifnya. Memandang pandemi sebagai pintu yang mengantarkan kita dan bangsa ini menjadi negara yang besar. Kebesaran yang diakui secara global oleh negara-negara di belahan dunia. Epidemiologi Kasus semacam virus Corona ini sebenarnya bukanlah hal yang pertama. Tentunya kita bisa menengok ulang kasus serupa seperti fenomena kasus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan juga fenomena kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Juga beberapa fenomena terkait virus lainnya yang akhirnya ilmu pengetahuan berupaya fokus membahas itu sebagai cikal-bakal lahirnya epidemiologi, ilmu tentang penyebaran penyakit menular pada manusia dan faktor yang memengaruhi penyebarannya. Terlepas dari itu, fenomena SARS dan MERS, akhirnya bisa benar-benar hilang bagaikan di telan bumi. Lantas apakah virus corona ini juga akan serupa? Entahlah. vii


Beberapa riset menyebutkan, varian virus Corona muncul kali pertama di China dengan kasus 82.230. Setelah itu disusul Amerika 85.228 kasus dan meninggi di Italia dengan 86.498 kasus. Akhirnya, virus ini seperti bergerak dengan kekuatan melebihi kekuatan cahaya, hingga 199 negara di dunia yang juga ikut merasakannya. Virus ini masuk ke Indonesia 2 Maret 2020, dengan praduga karena ada wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Data terakhir, 17 Oktober 2021, dari situs covid19. co.id, menunjukkan positif 4.234.758, sembuh 4.073.418, dan meninggal 142.952. Berdasarkan data, virus corona ini menyerang usia 30 hingga 89 tahun. Tentu hal itu bisa disederhanakan bahwa virus ini menyerang usia dewasa. Jika ada data usia di bawahnya, itu # )4 . 0 # + )" 0 '$ ) & - ) /$ & . - .$")$Ɵ& ) / tersebut hadir secara simultan. Namun penyikapan pemerintah tentu tidak dilakukan berdasarkan kategori tertentu, sebab dalam realisasi akan lebih sulit. Hal itulah kenapa proses penetapan kebijakan secara universal dan tentunya akan tidak seimbang, atau bahkan ( jika boleh disebut) tidak adil bagi kelompok marginal. Hal itu akhirnya memicu keriuhbrontakan masyarakat atas kebijakan pemerintah, bahkan ada yang secara anarkis menolak setiap kebijakan pemerintah. Tentunya penolakan-penolakan itu dilakukan atas dasar naluriah akan kebutuhan urgen dalam hidup. Tetap di rumah aman dari virus Corona, namun perlahan akan mati karena menahan lapar. Hal itu akhirnya memenuhi kolom-kolom surat kabar online dan cetak, karena dianggap lebih menarik daripada berbicara virus Corona itu sendiri. Patogenesis Kabar yang diterima masyakat dari televisi, radio, koran, dan juga yang tiba-tiba menyelinap ke gawai, membuat harus benar-benar waspada. Protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Sekali lagi, karena itu belum menjadi kebiasaan masyarakat sehingga sulit menerapkan dalam keseharian. Pemerintah akhirnya menggerakkan aparat hukum dan jajarannya untuk menertibkan masyarakat yang abai. Sikap pertama dilakukan sebagai penyuluhan, hingga akhirnya ada

viii


sanksi bagi yang melanggar. Hal itu dilakukan secara terusmenerus, hingga akhirnya lekat dan menjadi kebiasaan baru (budaya baru). Namun di lain pihak, masyakarat dihadapkan pada fenomena yang mengejutkan. Pergi ke rumah sakit, darah naik karena seminggu dapat asupan gizi daging kurban, tetiba diminta menandatangi surat positif Covid. Pancaroba, membuat tubuh meriang, batuk, dan pilek, ketika berobat harus tandatangan juga. Hal yang lebih mengerikan, korban kecelakaan lalu lintas yang indikasinya jelas berbeda 360 derajat pun harus menandatanganinya. Tidak tanda tangan, biaya operasi begitu besar, uang untuk makan saja sulit, akhirnya surat pun ditandatangani. Akhirnya membuat masyarakat antipati menuju rumah sakit dan memilih kembali ke pengobatan tradisional warisan leluhur yang sudah lama ditinggalkan. Fenomena puncaknya pada dua bulan terakhir, ketika virus ini semakin mengganas dan membuat banyaknya orang yang terpapar. Tiada pilihan lagi, selain harus ke rumah sakit. Kepercayaan masyarakat kembali lagi naik pada tenaga medis, namun hal itu kembali diporakporandakan karena sepulang dari rumah sakit pasti menuju ke rumah persinggahan terakhir. Prosesi pemakaman pun mencekam. Bunyi sirene mobil ambulan seperti meneror: “Tunggu saja, setelah ini giliranmu.” Kejadian ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga masuk ke hampir seluruh desa-desa kecil di pelosok negeri ini. Aroma kematian tiba-tiba seperti meneror tiap detik. Jantung dibuat senam, jedag-jedug-jedag-jedug. Mall sepi, pasar sepi, tempat wisata dilarang beroperasi, masjid apalagi. Dunia mendadak sintru. Kecemasan menghampiri. Aroma segar kembali terhirup, ketika kabar vaksin sudah ditemukan. Masyarakat berbondong-bondong antre vaksin, tidak lagi antre sembago dan bansos. Namun kekecewaan kembali lagi dirasakan, ketika fenomena muncul orang meninggal gegara habis divaksin. Masyarakat akhirnya dilema. Niat vaksin akhirnya luntur. Pemerintah tidak kehabisan akal, strategi ditata kembali, syarat masuk di mall harus bisa menunjukkan . -/$Ɵ& / 1 &.$)Ǜ ( .0& * % & 2$. / %0" ($&$ )Ǜ #& ) bansos dicabut jika menolak divaksin. Blum. Gempar lagi.

ix


IHSG meroket turun. Uang negara merah merona. Sikap tegas kembali digalakkan, pembukaan akses bersyarat dijalankan. Masyarakat kembali memaklumi. Takut divaksin sudah kalah, karena rindu akan piknik dan juga hal-hal yang lama sudah tidak dilakukan. Kabar baik pun bermunculan. IHSG membaik, jalan-jalan mulai ramai, objek wisata semakin penuh tiap akhir pekan, orang pergi ke masjid sudah bisa dengan perasaan tenang, rindu akan belajar di kelas dengan rasan-rasan sudah bisa dilakukan. Prognosis Lamanya tidak bisa bersua dengan teman, rekan, dan sanaksaudara membuat kerinduan itu diobati dengan membicarakan pengalaman pribadi, rasan-rasan, dan juga berita yang dipunya (tidak peduli hoax) dijadikan bahan obrolan. Bercerita dan mendengarkan cerita adalah kewajiban. Bergantian hingga berjam-jam. Dan hal yang kerap dipamerkan adalah kartu ajaib yang bisa mengantar ke mana-mana, serupa pintu ajaib Doraemon: kartu vaksin. Tentu ini adalah sesuatu yang positif. Positif karena bisa memicu yang tidak berani vaksin untuk segera vaksin. Namun hal itu berbeda jika yang dipameri adalah golongan orang-orang yang benar penakut yang akut terhadap vaksin. Akan tetapi, bukan Indonesia jika tidak ada jalan-jalan kreatif, layaknya kretek abal-abal yang akhir-akhir ini viral. Jasa pembuatan kartu vaksin mulai merebak. Ada yang ditawarkan dari mulut ke mulut, ada yang melalui marketplace media sosial, ada juga yang dikemas secara profesional di e-commerce. Namun lepas dari itu, tetap ada kelompok yang bijak dan arif. Kelompok yang akhirnya banyak meng-update skill mereka dan merasa berterimakasih karena pandemi. Hal itu senada dengan pendapat Thomas More dalam bukunya Utopia1: No wine bars, no pubs, no whorehouses. There are no opportunities for wickedness, no hiding places; there is no scope for conspiring in secret. They are always under the observation of their fellow citizens and have no choice but either to work as hard as the next person, or else engage in respectable pastimes. 1 Baca secara lengkap tentang utopia dan dunia jungkir balik dalam Dystopia: A Natural History karya Gregory Claeys diterbitkan Oxford University Press.

x


Secara sederhana pendapat Thomas More itu akan melahirkan masyakat baru, masyarakat virtual. Masyarakat yang tidak hanya dihuni oleh generasi z yang dibesarkan oleh teknologi, tetapi juga generasi x yang dibesarkan dari kearifan lokal. Lapisan itu muncul dalam dunia akademik, para pengajar yang sebelumnya tidak menyentuh teknologi dalam pembelajaran kini sudah mulai piawai menggunakan teknologi. Adaptasi itu ada yang muncul secara autodidak, melalui pelatihan, melalui seminar, dan juga forum-forum ilmiah lainnya yang diselenggarakan secara mandiri atau diselenggarakan pemerintah. Tidak hanya itu saja, masyarakat secara lebih luas juga menunjukkan dampak itu dalam keseharian mereka. Mulai muncul media sosial paruh baya, kebiasaan belanja online, penggunakaan layanan jasa online seperti gojek, grap, dan sejenisnya. Varian baru dalam olshop semakin banyak, semua kebutuhan domestik bermunculan, dari produk modern hingga tradisional seperti lemper, rujak, gado-gado, tumpeng, dan lainnya sebagainya sudah bisa dipesan secara online. Masyarakat Virtual: Antara Literasi dan Multiliterasi Masyarakat virtual atau istilah pertama disebut oleh Jepang sebagai era 5.0. Adanya pandemi, akhirnya masyarakat kita kini sudah masuk dalam era baru. Era yang sebenarnya dipercepat karena adanya pandemi. Tentu ini bisa disebut sebagai dampak positif dari adanya pandemi. Dunia pendidikan kita sudah sejak lama ingin masuk kepada ranah pendidikan jarak jauh, namun selalu terkendala dalam segala perangkat yang harus terpenuhi. Konsep itu akhirnya, tidak bisa merata dan hanya bisa diterapkan sesuai dengan kemampuan lembaga pendidikan masing-masing. Beberapa lembaga ada yang sudah menerapkan hal ini jauh hari sebelum adanya pandemi. Hal itu membuat lembaga yang sudah menerapkan pendidikan jarak jauh sudah tidak lagi kaget ketika pendidikan harus dilakukan dari rumah. Jika pun ada kendala, hanya berupaya menyesuaikan dengan himbauan pemerintah dan tidak lagi pada wilayah teknis. Beberapa riset pendidikan juga sudah mulai berbicara tentang multiliterasi dengan tidak lagi menerapkan pada literasi xi


teks, tetapi lebih pada multimodal dalam penerapan literasi. $/ - .$ ( ' '0$ 1$-/0 'Ǜ '$/ - .$ ( ' '0$ Ɵ'(Ǜ ) %0" - " ( literasi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Namun bukan berarti keberadaan literasi teks sudah tidak relevan, sebab secanggih apapun teknologi, teks tetap tidak bisa tergantikan. Salah satunya yang dilakukan oleh buku ini dengan merespon tema pandemi. Beragam pengalaman didaur ulang untuk diceritakan. Fenomena yang sama, bisa melahirkan cerita dan pengalaman yang berbeda. Sudut pandang dan pola penyampaian pun beragam, sehingga itu juga akan menjadi kekayaan dalam memotret fenomena. Tentunya, pandemi dengan segala luka dan nganga akan terekam dalam buku ini. Ada yang hadir dengan apa adanya, ada yang berupaya direkontruksi, ada pula yang hendak menolak dan mengutuknya. Dan itu sah. Setidaknya, lahirnya buku ini sebagai penanda jika pandemi telah mendewasakan kita. Mewarnai pendidikan kita. Mewarnai literasi kita. Akhir kata, selamat membaca dan semoga saja kita tidak terjerat dalam esensi grand narasi, sebab buku ini adalah sedikit dari respon untuk menarasikan pandemi. Tabik. Oleh: Akhmad Fatoni, M.Pd.* *Dosen Sastra dan Budaya Universitas Islam Majapahit dan kandidat doktor pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Buku terbarunya, Artistik Pertunjukan terbit tahun 2020.

xii


Kata Sambutan Ketua Yayasan Purnama Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karuniaNya, kami dapat menyelesaikan penulisan antologi cerpen yang berjudul “ Selaksa Asa Meraih Cita“ dan antologi puisi yang berjudul “Senjak Berarak Purnama”. Dalam penyusunan buku ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan. Namun, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi teknik penulisan maupun tata bahasa, kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan karya sastra pada tahun berikutnya Kami menyadari tanpa arahan dari guru pembimbing serta masukan – masukan dari berbagai pihak tidak mungkin kami bisa menyelesaikan antologi buku ini. Buku ini dibuat sedemikian rupa semata-mata untuk membangkitkan kembali minat baca para siswa dan sebagai motivasi dalam berkarya khususnya karya tulis. Untuk itu penulis mengucapkan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sehingga kami bisa menyelesaikan buku ini. Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. Sidoarjo, 21 Oktober 2021 Ketua Yayasan Pendidikan Purnama Hj. Misti Hariasih, SE. MM.

xiii


Kata Sambutan Kepala Sekolah Sudah dua tahun ini, kami merayakan hari Ulang Tahun SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo dalam kondisi pandemi Covid-19. Saat tahun pertama pandemi, kami berpikir apa yang bisa menjadi memorabilia bagi seluruh warga sekolah. Sungguh ini adalah pengalaman hidup yang tidak terlupakan. Bukan hanya kami bapak ibu tenaga pendidik yang mengalami , melainkan juga para peserta didik , para wali peserta didik dan pihak-pihak yang berkaitan dengan penyelenggara pendidikan . Banyak tenaga, pikiran dan air mata yang tumpah pada saat itu. Bahkan kehilangan orang-orang terkasih di lingkungan warga sekolah adalah cerita pilu bagi kami semua. Semua tertuang pada Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo “Ceritaku Saat Pandemi Melanda Negeri “ yang saat itu kami dedikasikan untuk memperingati sepuluh tahun berdirinya SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Dengan kondisi saat ini kami berkomitmen berjalan bersama-sama melalui tahun kedua pandemi dengan harapan terus membaik menuju era baru yang harus menerima bahwa kita hidup berdampingan dengan Covid-19. Dengan semangat kami bangkit melalui Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo “Selaksa Asa Meraih Cita” untuk Hari Ulang Tahun ke-11 SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Karena kami menyadari bahwa hidup harus tetap berjalan , bersemangat, bangkit dari keterpurukkan. Cita-cita tidak hanya berhenti dengan adanya virus. Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hattaa yughayyiru maa bi anfusihiim ǹ ǜ - Dz Ǩ ǜƧƧǺǚ Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri

xiv


Merupakan hasil kolaborasi antara banyak pihak, Yayasan PURNAMA, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sidoarjo, guru pengampu dan peserta didik untuk menghasilkan karya ini. Sungguh jauh dari sempurna , oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap kami butuhkan. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja keras semua pihak yang sudah terlibat. Semoga dengan adanya buku ini, dapat memberikan kenangan dan pengalaman kepada peserta didik dan pembaca atas peristiwa Covid-19 yang pernah melanda. Sidoarjo, 24 Oktober 2021 Ratih Wulansari, S.Si. , M.MPd.

xv


Selaksa Asa Meraih Cita

xvi


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Perjalanan yang Tertunda Oleh: Hj. Misti Hariasih, SE. MM. Putriku genap berusia 25 tahun saat ini,usia yang cukup matang tentunya untuk seorang wanita.Sedari kecil ia selalu berangan menjadi seorang psikolog ,siapa sangka ternyata ia mampu mewujudkan mimpi itu dan menunjukkan kepadaku dengan bangga. Sekarang ia bukan lagi gadis kecil yang selalu merengek meminta ini itu kepadaku. Pemikirannya sudah jauh lebih dewasa,ah tapi tetap saja ia putri kecil yang aku sayangi. Putri Purnamasari ,nama yang memiliki arti yang indah bagiku.Aku memberikan nama itu agar ia menjadi pelita bagi orang-orang disekitarnya. Menjadi penerang seperti ketika purnama datang, kehadirannya sangat dinantikan. Sifatku yang selalu haus akan pendidikan , rupanya menurun kepada putriku. Kini ia menempuh pendidikan di Australia ,kota Sydney. Jauh teramat jauh bagiku. Namun,selalu ku kalahkan egoku. Aku harus mengalah untuk kebaikannya,masa depannya, perjuangannya dan harapannya. Aku ,seorang ibu yang harus selalu mendukungnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi. Aku relakan jauh darinya. Berkali-kali ia meyakinkan padaku, bahwa semuanya akan baik-baik saja.Tapi ibu tetaplah seorang ibu. Hanya lantunan doa yang sanggup aku berikan. Setahun tahun berjalan, putriku membuktikan kepadaku. Bahwa ia mampu mewujudkan impian,mimpi dan cita-citanya. Aku tentu bangga, dan tak henti-hentinya aku bersyukur. Terimakasih Allah , Engkau sudah melindungi dan menjaga putriku. 1


Selaksa Asa Meraih Cita

Akhir tahun 2019, kami sekeluarga berencana mengunjungi Putri ke Australia. Tentang segalanya sudah aku persiapkan, mulai dari paspor dan pengurusan visa.Tanggal keberangkatan telah kami tentukan. Rasa hati sudah tak sabar menanti. Tentunya,bukan hanya Australia saja yang nantinya akan kami kunjungi. Beberapa negara juga masuk kedalam rencana kami. Turki, Australia, dan Negara yang masih belum terjamah di benua Eropa. Namun, rencana tinggalah rencana. Angan tinggalah angan. Tiba Negara dilanda adanya virus pandemic Covid-19 sehingga rencana yang semula sudah ditata, harus dengan terpaksa kami tunda. Berita tentang adanya virus corona dengan cepat menyebar. Televisi, internet dan surat kabar lokal sibuk memberitakan virus itu. Virus yang konon belum ada vaksin pencegahannya. Kecewa dan sedih melanda segala sudut pikiranku. Padahal, ada begitu banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada putriku.Belum cukup rasanya hanya lewat telepon atau email selama ini. Dalam segala kekalutan di hatiku.Aku mencoba berpikir tenang. Mendinginkan sejenak kepalaku. Ah,kenapa aku kecewa dengan keadaan ini. Di sini,bukan hanya aku saja yang kecewa, semuanya pasti kecewa dan sedih . Namun,semua sudah menjadi jalan-Nya dan menjadi takdir-Nya bahwa virus ini ada dan nyata. Allah, ingin kita lebih dekat lagi dengan-Nya.Mungkin selama ini kita terlalu jauh. Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia yang tak ada hentinya. Dia ingin kita kembali kepadaNya, mengosongkan hati untuk berdiam dan merenung sejenak .Segala yang ditakdirkan olehNya pasti membawa hikmah tersendiri. Kita lebih dekat keluarga, beribadah dalam ketenangan . Pemerintah mulai berbenah ,sigap dan tanggap darurat dengan adanya virus ini. beberapa kebijakan pun digelontorkan. Misalnya, dengan pemberlakuan PPKM darurat.Kegiatan mobilitas masyarakat dibatasi , beberapa event terpaksa dibatalkan.Kita berdiam diri sejenak di rumah untuk keamanan diri sendiri dan orang lain.Lambat laun ,kita mulai terbiasa 2


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dengan virus ini, kemanapun kita pergi selalu menggunakan masker dan memakai handsanitazer. Semua kami iktiarkan untuk mengakhiri pandemi ini. Awal tahun 2021, muncul vaksin pencegahan virus Corona. Beberapa negara juga melakukan hal yang sama. Proses vaksinasi harus berjalan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus. Semoga dengan proses vaksinasi yang terus berjalan , semuanya akan kembali normal . Dengan kejadian ini kita tetap mengambil hikmah bahwa segala sesuatu bisa terjadi tanpa kita ketahui dan sadari bahwa semua itu ada campur tangan Tuhan, maka berbaik sangka terhadap apa yang telah terjadi dan banyak berdoa sambil koreksi diri untuk muhasabah agar Covid-19 segera sirna. Saat ini pun pemerintah sudah mengupayakan semaksimal mungkin upaya untuk vaksin, semoga setelah kita divaksin secara keseluruhan maka apa yang kita rencanakan diatas bisa terwujud dan terlaksana karena negara-negara lain juga melakukan hal yang sama. Demikian cuplikan ceritaku dan impian sebelum pandemi semoga terwujud pasca pandemi. Aamiin. 15 September 2021 ***

3


Selaksa Asa Meraih Cita

Ibu Oleh: Ratih Wulansari, S.Si. , M.MPd. Ibu. Satu kata berjuta makna. Ah, rasanya baru kemarin aku masih bergelayut manja dalam pangkuanmu. Masih merengek meminta ini itu. Sekarang , sudah beranjak senja saja usiamu. Belum puas rasanya menjadi gadis kecilmu. Masih ingin rasanya aku berbagi cerita denganmu. Menggandeng tanganmu ketika kita berjalan Bersama. Senja selalu saja menyapa dalam diamku. Termenung. Termangu. Usiaku tak lagi muda. Banyak hal yang terjadi dalam hidup. Datang dan pergi. Silih Berganti. Orang – orang lama dan baru saling bergantian untuk mengisi. Berproses dan bertumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aku menjalani hari-hariku seperti biasanya. Berkarya dan bermakna . Pikirku , hidup harus memiliki makna. Jika tidak bermakna bagiku, setidaknya untuk orang lain. Ibu, selalu saja dan tetap seperti biasa mengingatkan dan menemani setiap hariku. Ingin rasanya aku memeluknya seperti saat kecil dulu. Ironis, memang . Kenapa ketika dewasa justru kita malu memeluk dan mengucapkan sayang kepadanya. Tapi percayalah, rasa hormat dan kasihku tidak pernah berkurang dan bergeser. Hari berganti. Bulan berganti. Tahun 2020 pun datang menyapa. Tidak ada yang tahu dengan scenario Allah. Awal tahun tentu harapan untuk menjadi lebih baik. Namun, manusia hanya bisa berencana. Hidup adalah milikNya. Sepenuhnya tanpa parsial sedikit pun. Manusia hanyalah pengisi kehidupan. Menjalani peran. Kehidupan hanyalah milik Allah. 4


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Awal tahun , dunia dihebohkan dengan adanya virus corona . Awalnya tidak ada yang mengira jika virus ini berbahaya. Menular dan berkembang dengan cepatnya. Manusia mulai panik, toko-toko mulai diserbu pembeli. Masker dan obat-obatan menjadi barang langka. Manusia tak ibaratnya pemburu , tanpa rasa simpati dan empati memikirkan dirinya sendiri. Tanpa memikirkan orang lain. Rupanya sudah mati rasa toleransi kepada sesame. Akhirnya,siapa terkuat dialah yang bertahan. Sungguh tidak terbayangkan sebelumnya. Dunia kacau. Tidak seperti yang kami bayangkan di awal tahun. Dunia Pendidikan mati suri. Siswa-siswa dipaksa belajar dari rumah. Untuk keselamatan bersama. Hal yang paling aku takuti terjadi. Orang dengan usia senja sangat rentan dengan virus ini.. Ibu, hal pertama yang terpikirkan dalam benakku. Di usia yang sudah mencapai 70 tahun , tentu bukan perkara mudah menghadapi masalah ini. Segala iktiyar kami lakukan , dengan membatasi gerak dan mobilitas beliau. Aku pun juga sebisa mungkin menjaga ibuku. Sepulang dari aktivitas di luar, aku membersihkan diri dan menjaga jarak. Sepeninggal ayahku, hanya ibu yang paling mengerti aku. Aku akan menjaga ibu, seperti perintah terakhir ayah. Aku memahami segala peranku dalama keadaan yang serba sulit ini. Aku mencoba mengakrabkan diri dengan keadaan ini. Kami mulai terbiasa dengan kebiasan baru. Kemana pun kami selalu memakai masker. Hingga akhirnya, vaksin untuk virus ini temukan. Sedikit lega tentunya. Salah satu iktiyar kami yang diwajibkan pemerintah untuk mengikuti vaksinasi untuk menekan penyebaran virus, akhiranya berbuah manis. Perlahan-lahan angka kematian turun diiringi dengan naiknya angka kesembuhan pasien. Alhamdulilah. Kata pertama yang terucap. Kami mampu melalui ini semua, tentu semua atas seizin Allah. Aku berucap syukur bisa melalui ini semua. Tentunya dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. ***

5


Selaksa Asa Meraih Cita

Tertunda Lagi Oleh: Adinda madinatul Ilmi Tring..Tring.. Tanda orang masuk kafe berbunyi, kulihat kearah pintu yang datang ternyata orang yang aku tunggu-tunggu dari tadi ia yeri sahabatku, walaupun aku memiliki banyak sahabat tapi yerilah sahabat yang paling dekat, aku bersahabat dengannya saat kelas XI SMK ini, walaupun belum lama tapi aku merasa dekat dengannya seakan-akan sudah bersahabatan lama. Aku dan ia berjanjian bertemu di kafe yang biasanya kita kunjungi, Yeri ku

ǩ $ Ɵ - Ǜ ( ! 4 )0)""0 ' ( / $ ( / )" /Ǫ & 4 “Iya gapapa yerrr.. santai aja aku juga barusan datang” kata

Aku dan yeri langsung memesan beberapa minuman dan makanan, walaupun aku bisa bertemu dengan yeri, ia dan aku tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku yaitu menjaga jarak dan memakai masker,sambil menikmati makanan dan minuman aku membicarakan lagi rencana liburan yang dari awal ingin berkeliling di surabaya yang tertunda akibat awal munculnya pamdemi. “Oh iya,gimana rencana liburan kita?” tanyaku “Kayaknya bisa berjalan deh karena katanya saudaraku sudah ada beberapa tempat yang di buka walaupun pengunjung yang masuk dibatasi” kata yeri 6


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Wah bagus tuh, gapapa deh walaupun terbatas yang penting liburan kita terlaksana enggak tertunda lagi” kataku “Nah bener tuh, ayo kita rencanakan kapan kita berangkat sebelum ada penutupan lagi” katanya “Yuk, gimana kalau hari sabtu besok kan hari libur tuh, sekolah juga liburkan, jadinya bisa lama kita berkeliling” kataku ǩ *' # %0" /0#Ǜ ) )/$ &$/ 0 / ơ - / (+ /DZ/ (+ / 4 )" ingin kita kunjungi” katanya “Ide yang bagus agar kita enggak bingung saat sampai di sana tapi kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan yaa” kataku “Tentu itu walaupun sudah membaik tapi pandemi masih belum selesai” katanya “Nah bener tuh” kataku &#$-)4 &0 ) 4 -$ ( ( 0 / - + ơ - / (+ / yang ingin kita kunjungi karena banyak sekali yang ingin kita kunjungi seperti tempat-tempat yang unik, bersejarah, dan terkenal. Setelah itu kita memastikan apakah tempat-tempat yang ingin kita kunjungi dibuka dan berapa batas orang yang berkunjung melalui aplikasi Google dan bertanya kepada saudara Yeri yang tinggal di sana. Setelah berbincang- bincang tentang liburan dan banyak hal, aku dan yeri memutuskan untuk pulang kerumah masing” karena sudah sore takutnya nanti dicari oleh orangtua kita masing - masing. Setalah sampai dirumah aku membersihkan diri, dimalam harinya kegiatan seperti biasanya yaitu mengerjakan tugas yang diberikan guru tadi pagi sambil mengobrol dengan beberapa temanku melalui aplikasi bulat berwarna hijau bergambar telepon, seperti biasa yeri akan menelponku untuk bekerjasama mengerjakan tugas, ǩ .. ' (0 ' $&0( Ɵ - Ǫ . ' ( -$ “Waalaikumus salam yeri” jawabku yeri

“Yuk kita mulai diskusinya, dari tugas mana dulu nih?” tanya

7


Selaksa Asa Meraih Cita

“Hayuk, gimana kalau dari pelajaran yang susah terlebih dahulu” jawabku “Boleh juga tuh, tadi apa saja sih tugasnya?” tanya yeri “Tugasnya ada matematika, PAI,dan senibudaya” jawabku “Okey deh kalau gitu matematika aja dulu kan lebih susah dari PAI dan seni budaya” kata Yeri “Okey kalo begitu yuk diskusi, tapi seni budaya engga usah ya karena tugasnya hanya ngerangkum materi aja” kata ku “Oh iya ya seni budaya cuman ngerangkum saja” kata Yeri “Yups bener, mari kita mulai” kata ku “Yukk mulai nanti keburu malem” kata yeri Aku dan yeri mulai berdikusi tentang tugas tersebut sambil diiringi berbicara yang lainnya agar tidak bosan, akhirnya setelah ber jam jam kita sudah selesai semua tugas sekolah tadi pagi, ǩ 0ơ &#$-)4 . ' . $ %0" 4 Ǫ & / &0 “ Yupss bener banget, akhirnya udah enggak ada tanggungan tugas lagi hahaha” kata yeri “Hahaha bener tuh, yuk kita kirim sebelum ketinggalan dan ga bisa dikirim” kata ku “Yupss bener banget tuh” kata yeri “Yeyy sudahh selesaii” kata ku “Yeyyy akhirnya” kata yeri Setelah itu kita berbicara banyak hal dan sampai tidak sadar jam sudah menunjukkan angka tengah malam aku segera mengakhiri teleponnya, “Wah ga kerasa kita bertelepon sampai jam segini hahaha” kata ku “Eh iyaayaa, astaga kita tuh ya kalo udah asik ga tau waktu hahaha” kata yeri “ Nah bener,udah ya yeri aku akhiri yaa assalamualaikum” kata ku 8


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ǩ 4 Ɵ - Ǜ 2 '$&0(0.. ' (Ǫ & / 4 -$ Setelah mengakhiri telepon dengan yeri kuputuskan untuk menggosok gigi,cuci muka dan kemudian tidur. Keesokan harinya &0 - &/$Ɵ/ . . + -/$ $ . )4 Ǜ &0 . - + ) + "$ -. ( keluargaku sambil menonton televisi, kebetulan sekali televisi tersebut menyiarkan berita tentang pandemi covid-19. Diberita tersebut mangatakan bahwa angka positif yang terkena covid-19 bertambah, “Tuhkan naik lagi udah ga usah keluar tunda dulu liburannya” kata ayahku tiba-tiba ǩ 4 ) -/0# & / 4 # Ɵ - ( ) $)" $-0( # 0'0Ǫ & / ibuku ǩ +$& ) Ɵ - / / + ( ( /0#$ +-*/*&*' & . # / )Ǫ & / &0 “Walaupun kamu udah tetap mematuhi protokol kesehatan tetep aja namanya juga virus kan enggak kelihatan” kata ayahku “Yahhhh masa ditunda lagi liburanku” kata ku ǩ 4 Ɵ - ($ & . # / ) & (0 ) & '0 -" Ǫ & / $ 0 Aku sangat sebal sekali kenapa naik lagi sih padahal kemarin katanya membaik, aku langsung mengabari yeri lewat pesan di aplikasi WhatsApp, “Assalamualaikum yeri” salamku ǩ ' $&$(0.. ' (Ɵ - Ǫ % 2 -$ “Yeri mana nih masa tertunda lagi sih” kata ku “Iya ya padahal aku udah seneng banget loh kalo rencana kita berhasil” kata yeri “Nah iya udah ga sabar banget malahan” kata ku “Udah gini aja liat aja nanti atau besok perkembangannya kalo masih bertambah terus ya otomatis kita tunda dulu lagi” kata yeri “Iya yeri, semoga enggak naik lagi dan menurun angka positif covid-19 di Jawa timur” kata ku 9


Selaksa Asa Meraih Cita

Yeri

“Iya aminn, semoga juga cepat berlalu pandemi ini” kata

“Iya aminn, sudah ya Yeri nanti aku chat lagi udah mulai juga kan daring nya” kata ku ǩ 4 Ɵ - 4 .. ' (0 ' $&0(Ǫ & / 4 -$ “Iya waalaikumus salam” jawabku Aku melakukan daring seperti biasanya, setelah itu aku mengerjakan beberapa tugas yang mudah terlebih dahulu baru yang susah nanti malam. Sorenya saat aku melihat televise ada berita tentang perkembangan covid-19, berita tersebut , mengatakan bahwa: “Kasus lonjakan pasien positif covid-19 bertambah 2x lipat dari sebelumnya, gelombang covid-19 saat ini kembali lagi seperti awal pandemi, pemerintah memutuskan untuk melakukan PPKM (Pemberlakuan perbatasan kegiatan masyarakat) dari bulan Juli-Agustus.” Seperti itulah berita yang ada di televisi tersebut, aku sangat –sangat kecewa karena liburanku yang udah aku rencana ini gagal kembali padahal aku sangat senang sekali karena rencana liburanku dengan yeri hampir berhasil karena memang jarang sekali aku liburan bersama karena banyak kendala dan ketika hampir berhasil ada lagi kendalanya yang lebih serius. Kring...kring...kring... Bunyi dering teleponku berbunyi dari aplikasi whatsapp, tertera nama yeri disana aku segara angkat teleponku, ǩ .. ' (0 ' $&0( Ɵ - Ǫ . ' ( 4 -$ “Walaikumussalam yeri” jawabku ǩ -/0) ' "$ Ɵ - + # ' &0 0 # )/0.$ . )" / bahkan udah terbayang bayang ketika kami liburan bersama” kata yeri sambil menghela nafas panjang “Iya yeri aku juga, tapi ya gimana lagi udah ketentuan pemerintah juga dan ini juga demi kesehatan kita dan keluarga

10


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

agar terhindar dari virus covid-19” kata ku “Iyaa sihh, semoga ppkm ini berhasil membuat turun angka lonjakan pasien covid-19 ya agar bisa seperti dulu lagi sebelum pandemi” kata yeri “Iya aamiin, semoga ada hasilnya dan Indonesia terbebas dari covid-19” kata ku ǩ 4 ($))Ǜ &0 &#$-$ 4 Ɵ - & - ) ' "$ .$ 0& # # # Ǜ .. ' (0Ǩ ' $&0(Ǫ & / 4 -$ “Iyaa, waalaikumusalam” jawabku Mau tidak mau aku dan yeri menunda liburan lagi untuk mematuhi kebijakan pemerintah dalam menerapkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) demi mewujudkan impian negara dan masyarakat yakni terbebas dari pandemi covid-19.

***

11


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemi Covid - 19 Oleh: Adista

Perkenalkan nama ku Adista Prameisya teman ku biasa memanggilku Adista kelas dua belas bersekolah di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo Aku ingin sedikit menceritakan Kegiatan ku yang berawal dari bulan maret 2020 dimana virus covid - 19 mulai menyerang indonesia. Pemerintah melakukan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus ini dan aku pertama kali nya belajar di rumah atau di sebut dengan daring. Entah sampai kapan wabah dari virus ini akan berakhir, namun yang pasti pemerintah sudah menghimbau agar belajar, bekerja dan beribadah dari rumah, hingga dibuatlah sekolah online. Jadi proses kegiatan belajar kami dilakukan secara online melalui smarphone, laptop, komputer, sekolah online ini dilakukan hampir kepada semua sekolah yang ada di Indonesia. Pengalaman pribadi saya ketika pertama kali belajar online dirumah, awalnya terasa sedikit bingung, karena saya tidak terbiasa belajar sambil berbaring di kamar tidur dan menatap materi pelajaran melalui layar hp, tidak seperti kegiatan belajar pada biasanya kan? Namun, belajar online seperti ini memberi saya sedikit kebebasan, karena saya bisa sedikit lebih santai dan lebih nyaman jika belajar dari dirumah melalui bimbingan tugas dan materi yang dikirimkan oleh guru melalui pesan sosial media di WhatsApp. 12


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Meskipun sedikit kebebasan, namun belajar dirumah seperti ini saya harus tetap fokus dan belajar dengan sungguhsungguh. Meskipun belajar online seperti ini sering banyak tugas dari guru, namun tetap saja menyenangkan, karena waktu untuk berkumpul dengan keluarga saya semakin banyak. Di awal lockdown aku merasa senang, karena saya bisa beristirahat lebih banyak di rumah dan sangat mengurangi aktivitas di luar rumah dan aku sedikit sedih dan awalnya jelas saya bingung, mengapa ini harus terjadi? Lalu Berita dari televisi menjelaskan apa itu covid-19, bahayanya dan bagaimana mencegahnya. Meski begitu aku tetap sedih karna tidak bisa belajar bersama teman - teman, tapi karna keadaan yang tidak memungkinkan dan itu demi kebaikan bersama aku berusaha untuk tetap menjalaninya dengan sepenuh hati. Seperti biasa aku tetap bangun pagi tetap melakukan kegiatan di pagi hari selayaknya sekolah di waktu normal. Setelah mandi pagi aku sarapan, tidak ada yang berubah. Hanya yang membedakan aku tidak bertemu dengan teman-teman. Tepat pukul 07.30 saatnya belajar melalui zoommeeting, aku merasa sangat senang karena masih bisa melihat temanteman walau hanya jarak jauh. Aku tidak mau patah semangat, aku tetap giat dalam belajar demi mempertahankan prestasi ku. Ketika mendapatkan tugas aku langsung mengerjakannya agar semua pekerjaanku cepat selesai. Tugas yang di berikan juga tidak terlalu banyak sehingga aku bisa langsung mengerjakan tugasku. Namun ada satu hal yang paling penting yaitu hadir dalam setiap proses belajar mengajar. Guru juga selalu hadir sebagai pendukung, pemecah masalah hingga tokoh panutan yang dapat memotivasi murid-murid untuk mengembangkan diri mereka terlebih lagi. Kehadiran guru yang menjaga interaksinya dengan siswasiswinya merupakan satu hal yang tidak dapat tergantikan dalam dunia belajar mengajar. Walaupun ada banyak dampak baru yang terasa, saya tetap tidak ingin virus itu berlama-lama ada di bumi. Semoga kita semua dapat melaksanakan aktivitas kembali normal dan bumi kita lekas sembuh.

13


Selaksa Asa Meraih Cita

Saat pandemi aku dan teman ku satu kelas tapi di bagi beberapa bagian untuk melakukan PKL di apotek lainnya di beri kesempatan untuk melaksanakan PKL Apotek Antartika bersama 4 teman aku ada Elsa, Bulan, Dyah dan Edna . ini mulai dari tanggal 30 Maret sampai 20 juni atau kurang lebih 3 Bulan. Di hari pertama kami datang bersama-sama pada pukul 10.00 wib, kami dikumpulkan oleh seorang karyawan di suatu tempat meeting yang lumayan luas. Kami diberikan arahan tentang aturan-aturan yang berlaku di dalam apotek tersebut. Di hari pertama kami tidak langsung melaksanakan PKL, kami dipulangkan lebih awal karena masih ada siswa dari sekolah lain yang masih melaksanakan PKL untuk hari terakhir nya. Hari berikutnya kami masuk seperti kemarin dan berkumpul di meeting tersebut, lalu seorang karyawan yang sekaligus menjadi pembing PKL . Kami semua diperusahaan tersebut yang bernama Bu Ami menghampiri kami dan mengatur kami untuk ditempatkan dimana saja kami harus melaksanakan PKL dan memperkenalkan karyawan disana juga ada Mbak Putri dan Mbak Evi. Setiap hari aku melaksanakan tugas yang diberikan pembimbing saya tersebut. Pada awalnya saya merasa sangat canggung dengan sekitar hingga lama kelamaan aku sudah mulai merasa akrab dengan yang lainnya. Mereka semua baik dan ramah. Waktu begitu cepat hingga tiba saatnya hari terakhir saya dan teman-teman untuk melaksanakan PKL pun tiba, saya dan teman teman pamit kepada pembimbing kami masing-masing dan mengucapkan terima kasih karena sudah membimbing kami dalam melaksanakan PKL selama 3 bulan di perusahaan tersebut. Setelah melakukan PKL selama 3 bulan. Aku melanjutkan belajar di rumah belajar di rumah sedikit menyenangkan karena dapat mengerjakannya sambil bermain. Tetapi juga terkadang membosankan karena banyaknya tugas yang diberikan. Kami mulai belajar dari rumah sejak 16 Maret 2020 terhitung sudah satu tahun lebih kami belajar di rumah. Awalnya kebijakan workfromhome hanya ditetapkan 2 minggu tetapi diperpanjang dikarenakan wabah virus ini semakin parah.

14


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Dikarenakan virus ini aku dan keluarga jadi sering menghabiskan waktu bersama dan kadang juga aku meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Setelah mengerjakan tugas yang sudah diberikan biasanya aku langsung menonton tv atau bermain handphone. Banyak orang yang mengeluh karena sekolah online dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan dan waktu yang dikumpulkan terlalu cepat. Kegiatan les aku juga diberlakukan di rumah saja. Setiap hari selalu ada tugas baru yang diberikan, dan aku biasanya tidak langsung mengerjakannya karena aku masih mengerjakan tugas yang sebelumnya. Jika semua tugas aku sudah selesai dan tidak ada yang bisa saya kerjakan jika tidak bermain hp biasanya juga saya membuat kue dan dibantu oleh ibu. Terkadang juga saya bermain gameonline dan menelfontemen melalui WhatsApp. Tapi, entah mengapa sesekali aku suka teringat dengan guru-guru ku, dan sahabat-sahabat ku, kadang aku juga sangat merindukan suasana di sekolah ku, bahkan makanan kesukaan ku yang dijual di kantin sekolah, aku selalu memikirkannya, dan apa yang harus aku lakukan? Aku sangat ingin kembali ke sekolah! Tetapi aku harus bersabar, karena ini untuk kebaikan kita bersama agar dapat terhindar dari wabah virus corona. Sudah berbulan bulan aktivitas belajar terlaksanakan di rumah. karena suatu virus yang menyebabkan dunia terguncang. Belajar di rumah memerlukan tegnologi seperti handphone, &*(+0/ -Ǜ 2$ƟǛ ) ' $) ' $)ǚ Mungkin terasa sangat menyenangkan karena dirumah namun tidak bagiku. Itu membosankan. hingga naik kelas aku belum bilang itu menyenangkan. sebabnya adalah aku lebih mengerti bila melihat . - ' )".0)"ǚ + ' "$ %$& 2$Ɵ ( /$Ǜ 2 #ǟ -$ /ǚ & &&0 %0" udhlulussekokah dan itu membuatku dan keluarga ribet. ya.. tapi ini sudah kehendak yang diatas. itulah pengalamanku.

15


Selaksa Asa Meraih Cita

Jadi, untuk kalian para murid yang sedang belajar dirumah seperti aku, lebih baik kita sabar menunggu hingga virus corona ini selesai. Tetap semangat belajar dirumah, dan jangan lupa kalian tetap harus stayathome, sosial distancing, dan gunakan masker jika keluar rumah ya?! Nah, demikianlah cerita pengalaman pribadiku ketika harus belajar online di rumah.

***

16


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Aditya Ilham Fathur Rahman Sebelum Pandemi Covid 19 saya sering sekali melakukan aktivitas kesehariaan di luar rumah seperti bersepeda, berkebun, jogging, CFD, dan masih banyak lagi. Saat itu kondisi masih aman aman saja di luar rumah dikarenakan Pandemi Covid 19 masih belum separah seperti sekarang, ketika itu saya sangat senang sekali belajar disekolah karena bisa bertemu dengan teman teman, canda tawa, saling sharing sharing tentang kesehariaan yang mereka hadapi dan masih banyak lagi cerita yang kami selalu lewati. Disaat pandemi covid 19 memasuki Indonesia kala itu banyak sekali warga yang disekitar Rumah saya yang kelaparan karena mereka tidak bisa membeli sesuap nasi akibat dampak dari pandemi covid 19 yang harus dirumahkan atau bisa di kenal sebagai PHK karyawan. Disaat kala itu banyak tetangga saya yang satu demi per satu meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang mereka hadapi, kesulitan kesulitan pun akhirnya satu per satu dihadapi mulai dari krisis ekonomi sampai kehilangan berbagai anggota keluarga. Tetapi dengan keadaan itu bukan berarti mengendorkan semangat mereka menghidupi keluarganya ada yang dengan berbanting setir yaitu menjadi grab food, ada juga yang menjadi supir grab, penjual makanan online, serta menjadi penjual dagangan sayur sayuran dipasar. Dikalangan mereka adalah kalangan pekerja harian dan buruh pabrik rata rata di tetangga saya akibat terdampak akibat masa lockdown yang pertama kali diberlakukan Pemerintah serta juga terdampak dari PHK Buruh yang mengakibatkan mereka 17


Selaksa Asa Meraih Cita

menjadi pengangguran tetapi mereka tidak putus asa mereka tetap berjuang demi menghidupi keluarganya. Selain itu anak anak sekolah seperti Siswa SD, SMP maupun SMA/SMK kesulitan dalam mengerjakan tugas tugas sekolahan karena terkadang materi tersebut belum sama sekali di jelaskan oleh Guru Mata pelajaran yang ada di jadwal pada hari itu. Saya pun sendiri juga pernah mengalami kesulitan kesulitan maupun kebingungan dalam melaksankan berbagai ujian pretest yang di berikan oleh Guru Mapel jalan satu satunya untuk saya bisa termotivasi belajar di dalam sekolah daring (online) yaitu dengan menonton video di youtube yang mengandung motivasi untuk para pelajar agar kami termotivasi dalam belajar serta bersemangat dalam pembelajaran. Didalam pembelajaran daring banyak sekali hambatan hambatan yang sering di keluhkan mulai dari gangguan sinyal, Internet kuota habis, Terkadang kami belum ada cukup uang untuk membeli kuota yang baru dengan itu saya terkadang minta pertambahan waktu dari guru mata pelajaran untuk pengumpulan tugas - tugas yang diberikan pada hari itu melalui via chat whatsApp untuk mempertanyakan kepada guru mata pelajaran tentang solusi masalah yang kami hadapi, setelah itu kami setiap senin – jumat mengerjakan tugas – tugas maupun catatan – catatan materi yang diberikan oleh guru mata pelajaran masing – masing, pada saat itu ketika tugas terasa sangat banyak dan sangat membuat saya dahulu sempat menyerah mengerjakan tugas sebanyak itu oleh karena itu saya membutuhkan sebuah motivasi agar semangat saya pulih kembali. Pada saat itu banyak sekali hambatan – hambatan yang saya hadapi kala itu tetapi saya harus terus bersemangat karena sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang siswa di sekolah. Hari demi hari pun saya lewati mulai dari keterpurukan dalam menghadapi pekerjaan sampai sekarang saya sudah menemukan solusi dalam pembelajaran di sekolah yang saya hadapi, di sisi lain saya perihatin dengan nasib ojol atau para driver ojek online yang semakin menipis sumber keuangan mereka karena sepinya orderan, tetapi beberapa dari mereka ada yang berbanting setir mencari pekerjaan lain. Di sisi lain juga ada tetangga saya yang kesulitan ekonomi akibat dari dampak pandemi covid19 tetapi mereka tetap bersemangat

18


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

mencari jalan keluar untuk menemukan solusi agar keluarganya tetap bisa tercukupi kebutuhannya. Pada saat itu keluarga saya mencapi titik terendah karena pada saat itu anggota keluarga saya hampir semuanya mengalami sakit gejala types itu lah titik terendah yang aku hadapi di masa itu. Saya merasa sedih karena terpukul akan hal itu, tetapi saya mencoba bangkit dengan memberi semangat kepada keluarga saya bahwa kami bisa melalui itu semua. Waktu itu yang pertama terkena sakit gejala types yaitu saya karena saat itu saya & + & ) . - +$&$- )Ǜ Ɵ.$& ) %0" &*) $.$ /0 0#Ǜ 2 &/0 itu saya mau berobat tetapi semua klinik ataupun Praktek dokter tidak bisa melayani pasien dikarenakan pandemi covid – 19 dan juga lockdown yang diterapkan pemerintah, hari itu orang tua saya membelikan sebuah obat herbal untuk menunjang daya imun saya tetapi itu hanya untuk mencegah agar tidak bertambah parah penyakit yang saya alami. Oleh karena itu orang tua saya bergegas mencari dokter terdekat agar saya bisa segera sembuh dan bisa melakukan aktivitas kembali karena sebelumnya saya hanya bisa berbaring di atas kasur, Alhamdulillah atas izin Allah orang tua saya mendapatkan petunjuk dokter di kala waktu itu saya segera berkunjung ke sebuah dokter umum tersebut untuk segera dapat penanganan hari itu saya setelah sampai dari rumah menuju ke dokter umum tersebut, saya mengambil nomer antrian lalu saya menunggu disitu sampai antrian saya yang saya pegang di panggil. Lama antrian untuk menunggu konsultasi ke dokter tersebut setiap pasien kira kira 10-15 menit per pasien karena untuk dimasa pandemi seperti ini kebijakan dari tempat prakter dokter umum tersebut dibatasi hanya yang menunggu ditempat tersebut maksimal hanya 8 orang sisanya hanya mengambil nomer antrian dan langsung diarahkan untuk menunggu ke rumah masing – masing. Setelah berjam-jam menunggu nomer antrian akhirnya dipanggil saya untuk menemui ke dokter tersebut, saya mengkonsultasikan apa saja yang saya keluhkan selama ini singkat cerita saya sudah selesai konsultasi setelah itu saya juga menebus obat tersebut biar sekalian agar dirumah tinggal meminum obat tersebut saja setelah itu saya disuruh menunggu sebentar untuk dibuatkan obatnya. Singkat cerita setelah selesai saya diantar pulang kedua orang tua saya menaiki sepeda motor

19


Selaksa Asa Meraih Cita

langsung bergegas pulang ke rumah, Setelah saya sampai dirumah saya langsung istirahat dan melakukan makan terlebih dahulu sebelum meminum obat tersebut saya langsung tidur untuk beristirahat. Waktu menjelang sore saya terbangun dari tidur saya langsung bergegas mandi dan setelahnya saya mengambil air wudhu serta mengerjakan Sholat, keesokan harinya saya sudah merasa enakan tetapi badan saya masih lemas tetapi saya mencoba untuk berolahraga sejenak dan melakukan terapi Caring untuk menghangatkan tubuh karena sebelumnya tubuh saya merasa kedinginan karena kondisi lagi /$ & Ɵ/ǚ & .&* ) # -$)4 '# ( 0'$'' # . 4 &#$-)4 sembuh dari penyakit yang saya derita, oleh karena saya muai menjaga tubuh saya agar tidak mudah terkena sakit lagi, yaitu dengan berolahraga, melakukan terapi caring setiap pagi dan juga tidak beraktivitas di luar rumah bila tidak terlalu penting, menjaga jarak serta memakai masker apabila berpergian. Pada waktu siang harinya saya senantiasa mengerjakan sholat dhuhur di masjid secara berjamaah, setelah pulang dari masjid saya kembali pulang ke rumah untuk makan siang serta beristirahat kembali (tidur siang). Setelah saya terbangundari istirahat saya hari itu mau menjelang maghrib sekitar pukul 16.45 WIB dan saya pun segera mandi sore serta membantu orang tua untuk menyelesaikan pekerjaannya sampai adzan maghrib. Setelah itu saya mencuci tangan saya, dan juga mengambil masker serta berganti pakaian setelah itu saya segera ke masjid untuk melaksanakan sholat secara berjamaah. Setelah selesai sholat saya bergegas pulang ke rumah untuk melanjutkan tugas – tugas sekolah saya sampai larut malam, sebelum saya tidur saya melaksanakan sholat isya terlebih dahulu, setelah itu saya lanjut tidur malam untuk beristirahat agar tubuh saya segar keesokan harinya. Pada saat itu waktu bulan Ramadhan saat hari pertama puasa saat itu keadaan masjid waktu saat lockdown tidak bisa digunakan untuk beribadah karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat oleh karena itu semenjak saat itu saya melaksanakan sholat di rumah. Selama 2 minggu kegiatan lockdown tersebut dilaksanakan saya senantiasa dirumah selalu dan juga hanya beraktivitas dirumah untuk kepentingan penting saja.Waktu hari pertama puasa banyak sekali razia masker yang dilakukan

20


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

oleh polisi setempat disekitaran daerah, oleh karena itu kami diwajibkan untuk tetap berada di rumah saja. Pada suatu waktu ketika saya akhirnya diberangkatkan PKL gelombang Kedua yang ada di Apotek Kopegtel Citra Delta mulai tanggal 20 April 2021 sampai tanggal 28 Agustus 2021 hari itu dimasa pandemi kami tetap bisa melaksanakan protokol kesehatan dan menggunakan masker di dalam Apotek, dalam dua bulan di Apotek tersebut alhamdulillah PKL saya berjalan lancar dan tidak ada hambatan sedikit pun. Oleh karena itu kami memiliki banyak ilmu dan wawasan yang kami dapat disana dan banyak pengalaman yang tidak saya didapatkan di sekolah. Apotek tersebut buka seninsabtu Pukul 07.00 sampai Pukul 21.00 dan hanya libur dihari libur nasional serta hari tanggal merah (minggu). Hari demi hari saya lewati akhirnya mau menjelang hari - 4 $ 0' Ɵ/-$ /$ Ǜ . 4 $'$ 0-& ) $/ (+ / . 4 . ' ( kurang lebih 1 minggu. Disaat itu banyak rencana kunjungan ke saudara saudara saya terpending dikarenakan adanya Lockdown oleh karena beberapa rencana keluarga kami terpending terlebih dahulu sampai keadaan kembali normal, . /0')4 & ($ - ) ) . .0 # $ 0' Ɵ/-$ $)"$) & ' )" tetapi Allah berkehendak lain karena masa pandemi seperti ini dikhawatirkan bisa menimbulkan penyakit yang tidak kami inginkan. Akhirnya Waktu malam takbir tiba kami biasanya melakukan takbiran keliling melewati satu kampung tetapi untuk tahun itu kami tidak bisa melaksanakan karena adanya pembatasan kegiatan jadinya hanya bisa melakukan takbiran di rumah masing masing, keesokan harinya Hari Raya Idul Fitri /$ & ($ $)"$) ( ' &. ) &. ) & ) .# ' / $ 0' Ɵ/-$ %0" /$ & bisa dikarenakan adanya Lockdown yang ditetapkan pemerintah *' # & - ) $/0 & ($ ) & '0 -" ( ' &0& ) .# ' / $ 0' Ɵ/-$ berjamaah di rumah untuk menghindari kerumunan. Setelah . ' . $ .#*' / $ 0' Ɵ/-$ . 4 ( )"0)%0)"$ / / )"" / / )"" saya untuk bersilaturahmi dan juga mohon maaf lahir dan batin. Setelah selesai berkunjung disemua tetangga saya, saya berkunjung ke rumah nenek saya serta bersilaturahmi dan bermaaf maafan kepada saudara saudara saya disana waktu itu kami tidak berkunjung ke mana mana pun melainkan hanya di satu kampung saja. Oleh karena itu hanya berkumpul di satu titik yaitu rumah nenek saya serta nenek dan tante saya sudah

21


Selaksa Asa Meraih Cita

membuatkan hidangan makanan untuk tamu tamu beserta anggota keluarga kami, waktu itu kami dihidangkan makanan Rica rica Menthog beserta Es Kopyor, setelah itu kami makan dan minum bersama dengan anggota keluarga kami beserta tamu tamu yang datang. Setelah selesai makan dan minum kami langsung mencuci tangan dengan sabun serta saya berganti pakaian karena saya menginap di rumah nenek saya, pada waktu ketika saya disuruh oleh nenek saya untuk membeli Es batu, saya segera mengambil masker dan berpamitan dengan nenek saya dan orang tua, ketika diperjalanan saya melihat banyak sekali toko toko yang tutup akibatnya saya kembali ke rumah nenek dan setelah itu saya disuruh untuk membeli Es crystal di daerah kemiri waktu itu menggunakan sepeda motor, singkat cerita saya sampai ke toko tersebut dan segera langsung membelinya setelah selesai bertransaksi dengan penjual Es crystal saya bergegas pulang ke rumah nenek untuk segera membuat Es Cao serta anggota keluarga kami beserta orag tua dan tamu tamu yang hadir sangat menikmati hidangan Es Cao tersebut. Singkat cerita para tamu tersebut pamit untuk segera pulang ke rumah masing masing dan saudaraa saudara saya pun juga demikian karena tidak boleh lama lama berkumpul untuk menghindari kerumunan. Waktu menjelang siang ketika adzan berkumandang saya dan adik sepupu saya melaksanakan sholat dhuhur di masjid oleh karena itu kami segera mengambil air wudhu dan berganti pakaian busana muslim serta mengambil masker, mencuci tangan kami agar terbebas dari kuman maupun virus dengan handsanitizer yang diberikan petugas masjid. Setelah saya selesai melaksanakan sholat dhuhur saudara saudara saya mengajak kami main bola di lapangan, akhirnya kami menyetujui ajakan tersebut sampai kami lupa makan siang dan berlanjut sampai menjelang adzan ashar, ketika itu kami bergegas pulang membersihkan diri, mencuci tangan dan kaki kami untuk kembali sholat ashar ke masjid dengan berpakaian rapi dan memakai wangi wangian (parfum) serta mengenakan masker, setelah selesai sholat ashat dari masjid kami bergegas pulang ke rumah nenek, Sesampai di rumah nenek kami mencuci tangan dengan sabun yang sudah disiapkan di kran

22


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

depan untuk menjaga agar tangan kami tetap bersih dan sehat dari penyakit. Ketika malam tiba saya dan saudara saya pergi ke sebuah ! 0)/0& ( )$&( /$ 2$Ɵ ) %0" ( ( . ) .Ǜ # -$ $/0 & ($ bermain game dan kami merasakan keseruan dalam bermain sampai lupa waktu pulang, yang sebelumnya kami pulang sebelum pukul 22.00 selanjutnya kami pulang sekitar pukul 22.40. setelah menyadari kami pulang terlambat serta kami segera pulang ke rumah nenek untuk istirahat beserta sebelum kami tidur kami berkemas pakaian terlebih dahulu, mencuci tangan beserta kaki kami agar kembali bersih.Keesokan harinya saya mengemas barang-barang saya untuk kembali pulang ke rumah saya di daerah kemiri, oleh karena setelah selesai kami segera pamit sama nenek dan tante saya di sana. Sebelum kami pulang kami mandi terlebih dahulu dan berkemas rapi serta kami juga memberikan bingkisan atau oleh oleh untuk nenek disana. Setelah itu kami pulang ke rumah masing masing, sesampai dirumah kami berkemas kemas barang kami dan menata serta merapikan rumah saya. Setelah selesai saya berlanjut untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu untuk mengisi perut saya, setelah itu saya dan orang tua merapikan dan membereskan rumah dan tas yang kami bawa. Keesokan harinya saya diajak oleh saudara saya untuk berenang di gor waktu itu, saya menyutujui ajakan tersebut lalu saya berkemas dan juga manata hal hal yang perlu dibawa, setelah itu saya berganti baju dan pakaian serta tidaka lupa membawa masker dan juga handsanitizer untuk dibawa dimana pun agar tangan tetap bersih dan terjaga dari virus dan kuman.Setelah selesai bersiap siap kami langsung berangkat ke tempat yang kami tuju untuk beraktivas olahraga air disana bersama saudara saya, singkat cerita saya akhirnya sampai di tempat. Saya melihat sedikit seakali yang berkunjung di gor tersebut karena kegiatan atau tempat itu dibatasi hanya memuat 50 orang per harinya akhirnya dengan itu kami jadi menunda dulu pergi renang untuk keesokan harinya oleh karena kami membeli tiket terlebih dahulu untuk membooking antrian keesokan harinya.

23


Selaksa Asa Meraih Cita

Keesokan harinya kami berangkat pagi sekitar pukul 08.30 WIB supaya dapat masuk ke dalam tempat renang tersebut yaitu di gor, akhirnya kami dapat persetujuan masuk ke dalam tempat renang dengan nomor antrian yang sama seperti yang kita booking kemarin. Selama 4 jam kurang lebih saya berenang dan menikmati olahraga air, oleh karena itu setelah menyadari hari sudah semakin siang kami ingin bergegas pulang ke rumah masing masing, setelah itu kami mandi dan berganti pakaian setelah sudah selesai semua saya dan saudara saya , sebelum kami pulang saya dan saudara membeli bakso di sekitaran gor untuk sarapan siang kami hari itu oleh karena kami pulang agak siangan karena kami bersantai terlebih dahulu,Setelah selesai kegiatan itu kami berdua langsung pulang ke rumah masing masing. Sore harinya saudara saya berpamitan pulang ke rumah untuk pulang ke mojokerto karena rumahnya asli di mojokerto oleh karena itu saudara saya pulang menuju rumah dengan menggunakan Kereta api dengan jadwal yang sudah ditentukan melalui tiket online yang sudah dipesannya.karena dia mau ( )% ' )& ) ơ - 0' )" . -/ ( ' )%0/& ) + ) $ $& ))4 di SMK nya, saya pun demikian juga melanjutkan PKL saya di Apotek Kopegtel Citra Delta pada saat itu PKL Saya hanya tinggal 3 minggu saja sebelumnya berakhir tanggal 20 Juni 2021 diundur ke tanggal 28 Juni 2021 karena menggantikan hari dimana waktu itu ada uas di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Singkat cerita saya telah menyelesaikan PKL saya padan akhirnya tanggung jawab saya telah selesai sayapun berlanjut ke kelas 12 waktu $/0 . -/ .0 /0 & /$& . 4 ) *- )" /0 . 4 ( ' &0& ) ơ - ulang di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo Ketika waktu dua hari ( )% ' )" ơ - 0' )" +0'0# *+ ( - $ * -%* & ' . 12 saya berada dirumah tidak melaksanakan aktivitas apapun hanya berolahraga sekitar 15 menit dan juga terapi caring matahari pagi sampai sekitar pukul 09.00 WIB. .*& # -$)4 . 4 ơ - 0' )" & +0'0# *+ ( - Sidoarjo didampingi dengan ayah saya dengan menggunakan masker beserta membawa handsanitizer dan juga berpakaian - +$ 0)/0& ( )" ( $' - +*-/ ) ( ( 4 - ơ - 0' )" & Ǜ setelah selesai membayar kami segera pulang kerumah untuk

24


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

kembali beristirahat serta ayah saya melanjutkan pekerjaannya karena sebelumnya ayah saya izin dahulu dengan atasannya melalui Via WhatsApp. Setelah 1 minggu berjalan saya akhirnya kembali ke dalam kelas online (daring) untuk mengerjakan tugas tugas yang diberikan guru saya serta sampai sekarang saya masih aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah karena memang sudah tanggung jawab saya sebagai seorang pelajar.

***

25


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. ' #Ǧ '$Ƣ4 "0./$) Berawal dari pengumuman libur 2 bulan. Setelah usai menikmati 2 bulan panjangnya, diberitakan bahwa muncul virus corona yang menyebar dengan cepat, dan menyebabkan kematian berkepanjangan tiada henti kabar duka di televisi, sosmed, maupun di kampung kita sendiri. Oleh sebab itu murid/ semua pelajar terpaksa belajar secara online. Meghindari rantai virus corona semakin panjang dan tiada henti. Berjalan sudah 1 tahun lamanya pelajar telah menjalani belajar secara online. Yang saya rasakan, rindu kepada teman-teman tentunya sudah pasti. Ada rasa yang lebih sakit, melainkan melihat berita bahwa wisata telah dibuka,mall sudah dibuka, tidak mungkin apabila tidak berkerumun bukan?? Semua berjalan dengan mulus, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Apakah berwisata dan bersenang-senang, lebih penting daripada pendidikan? Atau kegiatan foya-foya harus didahulukan?? Daripada kegiatan kami seorang pelajar menambah wawasan. Belajar dirumah awalnya memang menyenangkan bagi saya. Tetapi, jika dilihat dari suasana sekitar kenapa saya rasa pelajar telah dibodohi?? Atau cuman prasangka buruk saya saja?? 26


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Banyak kendala yang dihadapi pelajar saat daring. Mulai dari internet, ganguan sinyal, bahkan ada yang belum mempunyai fasilitas yang memadai untuk mengikuti daring, yang selama ini telah berjalan. Di masa pandemi banyak pekerja yang di phk, karna pengurangan karyawan dan perusahaan/pabrik mengurangi pengeluaran yang banyak. Karyawan adalah mata pencaharian orang tua dari pelajar. Di balik murid yang tidak mempunyai gadget, ada orang tua yang berkeliaran diluar untuk mencari rejeki demi anak agar bisa mengikuti daring serta mencukupi kebutuhan hidup. Tetap mematuhi protokol kesehatan itu suda pasti dilakukan. Saya merasa bahwasannya saat ini dimana kita yang hidup di negara yang merdeka tetapi dijajah oleh negara sendiri yang sudah mereka. Memang benar, awalnya ada betul berita virus corona yang mengguncang dunia. Tapi,liat saja perkembangan dari awal hingga sampai saat ini, liat berita nya coba diteliti, merasa ada yang tidak cocok jika dipikir secara mendalam. Yang miskin akan lebih menderita, yang kaya raya? Semakin kaya karna telah menghancurkan cita-cita khalangan bawah. Ini semua mungkin hanya pemikiran saya sendiri, entah bagaimana pendapat orang kain mengenai semua yang telah terjadi. Pengalaman saya saat magang di apotek, dimana berita corona semakin panass, banyak pembeli mencari vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Perasaan saya stok setiap hari dicek dan di pastikan masih mempunyai banyak cadangan. Namun kita pernah merasakan menghabiskan beberapa vitamin dalam waktu 1 hari saja, dan pihak apotek tidak bisa mempunyai stok kembali untuk vitamin. Karna, stok dari gudang/perusahaan pun tidak ada {kosong}. Walaupun hanya penjaga apotek merasa sakit hati apabila menolak pelanggan yang mencari vitamin. Tidak hanya vitamin saja yang kosong, bahkan obat-obatan lainnya juga kosong. Lalu apa yang dijual yaa.....hehehe Keseharian saya untuk mengisi waktu luang saat pandemi, saya isi yang sekiranya menghasilkan uang. Walaupun hasilnya sekedar bisa buat beli jajan aja tidak apa-apa. Setidaknya meringankan beban orang tua, karna saya sadar bahwa saya tidak dari keluarga kaya yang banya uang. Apapun saya jalani yang terpenting halal. Berjualan kerupuk depan rumah diwaktu

27


Selaksa Asa Meraih Cita

pagi, dagang online baju preloved, mengikuti bisnis NASA, bahkan perna jadi karyawan di sebuah toko mainan. Gajinya juga cukup banya menurutku untuk seorang pelajar. Saya bisa bayar uang spp 1 bulan, saya hanya mengambil sedikit untuk pegangan dan sekedar untuk uang jajan. Menjadi karyawan tidak lama, karena suruhan orang tua untuk fokus ke ujian yang akan datang, waktu itu ada ujian kenaikan kelas XII. Saya sangat bersyukur, karna jika dipikir kembali belum tentu teman saya atau orang lain yang seumuran saya sanggup seperti apa yang saya jalani, dan saya usahakan. Meskipun berjualan, saya tetap mengatur waktu untuk daring, agar tidak tertinggal absen dan tertinggal pelajaran. Mengatur waktu ternyata sulit juga ya.... terkadang juga sampai teledor lupa absen, bahkan lupa sama deadline tugas. Dibalik saya bisa mengerjakan tugas yang bagi saya sulit, ada teman-teman yang sangat baik untuk membantu menjelaskan, sehingga saya bisa mengumpulkan dan menuntaskan tugas saya. Meskipun tidak bisa berjumpa teman seperti biasanya nongkrong atau yang lainnya, di masa pandemi kita bisa berkomunikasi dengan baik bahkan menfaatkan gadget dengan baik. Contohnya kita bisa cari duit secara online, sekarang juga ada aplikasi penghasil uang kerja dari rumah/ kalian bisa jualan online menggunakan sosmed pribadi kalian. Tidak sedikit juga dari teman-teman yang tanya sama saya, apa kamu ga malu posting jualan mu di sosmed pribadi? Apa kata pengikut mu? Simple saya jawabnya ”Saya lebih malu lagi jika saya foya-foya diatas duit orang tua” coba berpikir lebih cerdas temen-temen. Orang tua banting tulang buat kita aja kadang sampai lupa bahwasannya mereka juga butuh yang namanya liburan. Bahkan ada orang tua sama yang sekali belum merasakan hari libur kerja, tidak ada istirahat penuh dirumah. Yang terpenting dipikiran mereka adalah, bagaimaimana caranya agar anakku bisa bahagia, bahagia nya sendiri {orang tua} tidak perna dipikirkan. Saya sendiri juga merasakan, memang menghabiskan uang itu mudah tetapi untuk mendapatkannya sangat susah. Memang itu suda jadi hak kita, apabila orang tua kita memberi kita/ temen-temen sedikit uang, jika dihabiskan untuk main, senang-

28


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

senang ya tidak apa-apa memang. tapi usahakan sisihkan sedikit uang untuk menabung, kita tidak akan perna tau untuk musibah yang akan datang. Setidaknya, kita sudah punya pegangan, ada cadangan yang bisa kita gunakan nanti pada saatnya. Jangan bergantung pada orang lain, iya kalau orang lain yang kalian jagakan tidak ada persiapan untuk hari esok? Ya siapa lagi yang bisa menolong/ merubah nasib kalau bukan kita? Memang kalau diawal itu saya rasa maklum jika ada rasa malu, gengsi saat terjun di dunia perdagangan online. Apalagi ada beberapa resiko, contohnya ditipu customer, cancel barang dan lain lain. Jika dirasa diri kita sudah siap melalui resiko yang akan dilewati, percayalah allah akan permudah semua masalahmu, dan allah tidak akan menguji umatnya melampui batas kemampuan umatnya. Percayalah jika allah memberikan kamu sebuah ujian, tanda allah sayang dan kamu sedat berada dekat dengan allah. Jangan sampai kalian lupa allah, jangan sampai kalian jauh dari allah, karena sesungguhnya allah tidak butuh kalian melainkan kalian yang butuh allah. Setiap kalian ada masalah, apapun masalah mu ambillah air wudhu, solatlah, dekatkan diri pada allah. Niscahya allah akan mengabulkan semua permintaanmu. Jangan takut untuk memulai bisnis online, karena rejeki .0 # 4 )" ( )" /0-ǚ )" ) -Ɵ&$- #2 " )" ) & '$ ) /$ & ' &0Ǜ '0( . % $ * ǚ -& )" %0" Ɵ&$- ) % ' & juga berpengaruh untuk kita sendiri. Jadi, selalu bermindset positif, agar kebaikan untuk diri kalian akan mengikuti. Pandemi bagi saya, mengenalkan bagaimana kerasnya dunia, dan bagaimana dituntun dewasa oleh keadaan di negara yang keras dan panas. Tapi, jika tidak seperti ini saya tidak akan bisa terjun langsung di lapangan pekerjaan, serta tidak akan mempunyai pengalaman kerja yang sesungguhnya. Masa ppkm, yang dimana seluruh jalan dijaga ketat oleh & +*'$.$ )ǚ &/$Ɵ/ . $ '0 - %0" . )" / $ / .$ǚ $( 0 ) untuk lebih baik diruma saja. Menjaga kesehatan di nomor satukan. Semua ini membangun kesadaran saya sendiri, bahwa kesehatan itu harus benar-benar dijaga. Tidak hanya waktu 29


Selaksa Asa Meraih Cita

sakit saja kita perlu istirahat, dan perlu beberapa vitamin serta obat-obatan lainnya. Melainkan lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi, meskipun tidak sakit kita butuh istirahat yang cukup, vitamin untuk imun agar tidak mudah tumbang, selalu berolahraga dan makan-makanan yang sehat. Jangan egois, mementingkan dirinya sendiri. Hanya merawat badan kalian saja, menghiraukan orang yang kalian sayang. Rubahlah keburukan kalian sekarang, sebelum terlambat. Selalu mengingatkan hal kecil sekalipun, berikan perhatikan kalian sedikit untuk orang sekitar. Kita hidup berdampingan. Tidak bisa hidup sendiri, pasti butuh bantuan orang lain. Jika bukan kita yang memberi perhatian mengenai kesehatan mereka siapa lagi. Kita juga tidak perna tau, kapan ajal menjemput. Jika waktunya tiba pasti ada rasa menyesel yang mendalam. Jangan sampai ini terjadi pada saya maupun kalian. SELF REMINDER!!! Meskipun berada dirumah saja, tetap memtuhi protokol kesehatan yang ada. Mencuci tangan setelah melakukan &/$Ɵ/ . + +0)ǚ $ 0+ -.$#Ǜ ' ( -/$ ) % )" ) -( ' .DZ malas untuk membersihkan diri, dan membersihkan rumah.

. # / ) & '$ ) %0" -" )/0)" + &/$Ɵ/ . & . # -$ ) kalian. Pakai double masker saat berada diluar rumah. Pakailah masker kamanapun kalian pergi. Sekalipun, kalian keluar hanya sebentar dan dekat. Jangan dulu nongkrong bareng tementemen kalian, yang pastinya menimbulkan kerumunan dan tidak patuh himbauan. Sayangi kesehatan keluarga, dengan cara jaga kesehatanmu sendiri. Kalian dirumah sehat-sehat aja, lalu keluar bareng temen di kerumunan terpapar covid-19 apa kalian tau? Lalu pulang dengan membawa virus dan membahayakan 1 keluarga. Satu keluarga terpapar, mereka adalah orang yang kalian sayang. Tidak banya harapan untuk bisa pulih kembalibisa juga nyawa jadi taruhan. Kecewa bukan? Karna itu betapa pentingnya kita selalu patuh himbauan dari pemerintah dan selalu patuh protokol kesehatan. Jangan sampai kalian kehilangan orang yang kalian sayang karna ulah kalian sendiri. Belum bisa jadi

30


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

terbaik setidaknya kalian bisa menjaga kesehatanya dengan baik. Usahakan keluar rumah hanya saat memang benar-benar penting saja! Bersenang- senang bareng temen, melepas rindu, +0)4 - . -$) 0 + *(0)$/ . & '$ ) 4 )" $ . )4 &/$Ɵ/ . keliling kota setiap hari minggu. Tidak kenal capek, tidak tau waktu, tidak peduli kesehatan, pola makan pun jadi tidak teratur. Hentikan dulu semua itu, masih banya hari untuk melakukan semua itu kembali. Hanya saja belum ada waktu yang tepat. Dan keadaan sedang tidak baik-baik saja. Jangan pelit uang hanya untuk beli vitamin, agar keluarga kalian imunnya kuat, tidak mudah tumbang, dan tidak mudah terpapar virus covid-19. Utamakan KESEHATAN!! Semoga kita dilimpahkan rejeki meskipun ekonomi semakin sulit. Percaya, allah punya banyak macam cara untuk membantu umat nya. Kesehatan yang kita punya adalah suatu kekayaan. Tidak berupa uang saja kita kaya disebut orang kaya. Mempunyai keluarga lengkap dan sehat dalah harta kekayaan yang tiada habisnya. Banyak yang tidak berungtung kehidupannya, tetapi bisa menjalani. Kita sudah dikasih paket komplit tidak bisa menjaga dengan baik. Biasakan hidup sehat! Semoga kita senantiasa dilindungi Allah dari segala mara bahaya. Keluarga besar kita yang jauh jangkauan dari kita maupun dekat diberikan kesehatan selalu. Semoga pandemi ini cepat berakhir. Dan bisa berjalan normal kembali Semua karyawan bekerja dengan normal. Pelajar menimba ilmu dengan normal. Jalanan sudah tidak lagi dipenuhi awasan dari polisi. Tempat wisata dibuka, kita bisa main. Tempat nongkrong buka normal tanpa ada batasan jam buka, kita bisa ngobrol santai bareng temen. Kumpul keluarga lagi. Ekonomi akan membaik, dan . (0 )4 . (*" ' & . ( ( $&Ǥ " - - &/$Ƣ/ . )" ) . tanpa adanya batasan.

***

31


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemi Yang Tak Kunjung Usai Oleh : Arisya Nadiva Aulia Ada apa dengan Indonesia ? ....... Pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya Pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif covid-19 di Indonesia. Oleh sebab itu Pemerintah langsung mendorong inisiatif Pembatasan Sosial Berbasis Komunitas (lokal) bukan hanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan. Maka dari itu semua fasilitas sarana dan prasarana disekolah ,tempat umum ,ataupun tempat ibadah ditutup untuk sementara waktu. Mendengar kabar berita tersebut akhirnya Dinas Pendidikan menetapkan keputusan bahwa seluruh sekolah di Indonesia memberikan kebebasan anak didiknya untuk belajar dirumah selama 2 minggu. Tak terasa sudah melewati waktu 2 minggu, dalam benak saya “yeyy...akhirnya mau masuk sekolah lagi dan bisa berkumpul dengan teman-teman”. Namun harapan itu pupus, kasus covid semakin hari semakin melunjak dan angka kematian semakin meningkat. Kemudian pihak sekolah memutuskan untuk daring sebagai proses pembelajaran dirumah. Kukira daring ini menyenangkan ternyata justru banyak kendala diantaranya, tidak ada teman untuk belajar, materi yang didapat kurang paham, dan tugas yang lumayan banyak membuat pikiran saya membludak. “Mungkin ini karena belum terbiasa daring jadi begini”, dalam benakku. Akhirnya memasuki beberapa bulan daring jadi terbiasa untuk mengerjakan tugas-tugas sendiri. Waktu terus berjalan sampai akhirnya tidak terasa memasuki awal bulan puasa ramadhan. Kali ini benar-benar jauh berbeda dengan tahun sebelumnya karena Pemerintah menetapkan upaya lockdown terkait kasus covid-19 yang terus melunjak. Banyak larangan pemerintah saat datangnya bulan ramadhan ini, pada saat bulan kemuliaan ini tiba, justru ada himbauan dari Pemerintah bahwa masjid - masjid harus ditutup.Semua proses peribadahan tidak boleh dilakukan bersama - sama di masjid. Masyarakat mulai resah dan tidak menyukai dengan kebijakan

32


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

baru dari Pemerintah ini, karena apa? Sholat tarawih yang dalam satu tahun sekali itu harusnya bisa dilaksanakan bersama - sama oleh masyarakat, tapi kini tidak boleh dilakukan bersama - sama di masjid dan harus di lakukan bersama keluarganya sendiri di rumah masing - masing. Mungkin maksut dan tujuan dari kebijakan yang diadakan pemerintah ini baik ya, bisa mengurangi tingkat mobilitas sosial kepada masyarakat agar tidak berkerumun , tapi hal ini justru meresahkan dan merubah kegiatan masyarakat dalam hal keagamaan. Menurut saya, untuk hal - hal kecil semacam sholat di masjid sebenarnya tetap bisa dilakukan dan dibolehkan asalkan masyarakat tetap patuh dan menaati protokol kesehatan, dan selalu mengenakan masker. Sampai akhirnya tak terasa sudah menjelang Idul Fitri 1441 H, tetapi saya dan keluarga hanya bisa berada dirumah ,bukan berati kita tidak bisa bersilaturahmi bersama kerabat atau saudara yang jauh. Kita sekeluarga akhirnya meluangkan untuk menghubungi kerabat lewat sosial media dengan video call atau sebagainya.Tidak hanya itu saja, kegiatan yang menimbulkan datangnya orang banyak, seperti pengajian umum dan pengajian yang dilakukan setiap satu minggu sekali harus juga terpaksa di berhentikan terlebih dahulu, karena adanya himbauan kepada masyarakat agar tidak berkerumun atau berinteraksi dengan orang lain. Mendengar berita bahwa Menteri Pendidikan akan membuka tahun ajaran baru 2020-20221 saya menaruh harapan ' "$ 0)/0& $. ( (0' $ + ( ' % - ) . - *Ƥ$) $. &*' #ǚ Dan lagi-lagi berita itu diundur karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk sekolah membuka tahun ajaran baru. Dimasa pandemi ini yang serba terbatas untuk melakukan aktivitas. Namun kita tidak boleh pasif dirumah dan harus melakukan kegiatan positif. Dengan begitu saya mencari waktu untuk produktif. Kebetulan wali kelas memberikan informasi digrup kelas tentang lomba poster “ wiii ide bagus untuk ikut, hadiahnya juga lumayan menarik” ujarku. Akhirnya keputusanku untuk mengikuti lomba poster dengan tema pandemi yang diadakan secara online oleh Universitas Islam Malang (UNISMA). Sebelum tenggat pengumpulan, poster sudah saya kirim lewat email yang sudah tertera pada poster perlombaan.

33


Selaksa Asa Meraih Cita

Menjelang hari pengumumannya saya terus memantau sorotan cerita yang dibuat melalu instagram UNISMA dengan perasaan “deg deg deg...”. Detik jam terus berputar akhirnya pemenang lomba poster diunggah melalu sorotan cerita instagramnya . Mungkin belum rezeki saya untuk meraih juaranya. Dalam benakku berkata “ya sudah tidak apa-apa yang penting sudah ada usaha untuk mengikuti lombanya”. Kemudian tidak lama ( $' ( .0& -$ ( )"$-$( . -/$Ɵ& / 0)/0& peserta yang mengikuti lomba poster tersebut. “Ya meskipun /$ & + / %0 - Ǜ . /$ &)4 . -/$Ɵ& / 4 )" ( ( 0 / . 4 tidak patah semangat”. Ujarku. Bulan terus berlalu, tidak terasa memasuki tahun 2021dimana berita tentang pandemi masih belum berakhir dan kasus angka kematian juga semakin meningkat. Akhirnya Presiden menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara bertahap. Peraturan yang dibuat semakin membuat saya merasa bosan dirumah karena tidak ada pembelajaran secara tatap muka. “Sampai kapan pandemi ini berlanjut? semua orang juga ingin bebas kemana-mana tanpa harus ada batasan” dalam hatiku. Dan lagi-lagi tahun sebelumnya terulang ditahun ini dimana awal puasa ramadhan sampai menjelang hari raya Idul Ɵ/-$ Ƨƪƪƨ . ( )" ) / #0) . '0()4 ǚ - + )&0 . (*" tahun depan bisa merayakan hari raya bersama keluarga atau kerabat seperti tahun sebelum pandemi. Tak terasa sudah mulai tahun ajaran baru 2021-2022 dimana saya sudah naik dikelas 12 tetapi daring masih berlaku. Melihat perkembangan situasi covid-19 pekan ini Pemerintah menerapkan aturan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai sejak 3 Juli dan sedianya berakhir pada 20 Juli Akan tetapi, terkait hal ini ada aturan baru yang akan berlaku, relaksasi penerapan PPKM darurat akan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 26 Juli 2021 dengan catatan tren kasus covid-19 mengalami penurunan. Selain itu Pemerintah juga harus berupaya menyediakan vaksin covid-19. Dengan adanya PPKM mikro darurat ini banyak pedagang asongan ataupun pedagang kaki lima yang kesulitan untuk berjualan. Dalam benakku terus bertanya-tanya “bagaimana

34


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

para pedagang tersebut? Akankah mereka terus berjualan seperti biasanya atau sebaliknya?.Hmm..kalau mereka tidak berjualan bagaimana mereka mau menghidupi keluarganya dengan perekonomian yang sulit dicari ini?. Dan bagaimana nasib para petani dan pekerja lainnya?”, kalau berjualan saja mereka digusur oleh Satgas padahal tetap melakukan protokol kesehatan. Akhirnya saya membaca artikel di internet bahwa Pemerintah meluncurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pelaku usaha UMKM yang terdampak pandemi covid-19, dan disitu saya merasa lega karena dengan adanya BLT mereka bisa mencukupi perekonomiannya dan menghidupi keluarga masing-masing. Suatu hari saya dan keluarga mengalami gejala demam yang berturut-turut. Untungnya saya demam cuma beberapa hari saja, dengan begitu kami sekeluarga memutuskan untuk isolasi mandiri selama 2 mingguan. Tetapi ada yang lebih parah, nenek saya demam disertai mual sampai beberapa minggu ,akhirnya dibawa ke dokter terdekat dan dilakukan pemeriksaan. Setelah itu dokter menganjurkan “ibu ini harus isolasi secara mandiri dirumah karena demamnya yang lumayan tinggi dan menerapkan kegiatan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan”. Tetapi ini bukan berati terkena covid-19 ,hanya saja muncul gejalanya. Maka dari itu saya dan keluarga harus menjaga imun dengan berjemur serta berolahraga ringan setiap pagi dan minum vitamin agar terhindar dari virus dan tidak lupa juga menerapkan protokol kesehatan 5 M. Dalam menurunkan penyebaran covid-19, Pemerintah kemudian berupaya untuk menyalurkan vaksin gratis pada tiap daerah. Kebetulan didesa ada vaksin gratis yang bertepatan di GOR. Mendengar berita itu saya masih ragu-ragu untuk vaksin, karena badan saya masih dalam tahap pemulihan belum 100% sembuh. Akhirnya vaksin tahap 1 sudah terlaksanakan. Hari terus berlalu, dan saya mendapat informasi bahwa vaksin tahap ƨ $ 0& + ) ơ - ) )" ) .4 - / 4 )" .0 ( ' '0& ) 1 &.$) tahap 1. Nah, saya yang belum melakukan vaksin dosis 1 langsung terburu-buru mencari informasi. Tetapi informasi yang saya + / & )4 & ) + ) ơ - ) 1 &.$) / # + ƨǚ 4 . ( &$) was-was dengan kondisi ini, dan disatu sisi Pemerintah juga menerapkan upaya kalau mau berpergian harus menyertakan . -/$Ɵ& / 1 &.$) ($)$( ' 1 &.$) / # + Ƨǚ -$ .$/0 . 4 -+$&$-

35


Selaksa Asa Meraih Cita

“bagaimana kalau semisal saya tidak kebagian vaksin dosis 1? Etss..tidak boleh putus tetap optimis pasti ada jalan keluarnya selagi kita mencari informasi selanjutnya”. Ujarku. Hari ke hari mulai berjalan tak kusangka kalender yang kulihat kini menandakan tanggal 17 Agustus, dimana hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76 tahun. Tetapi suasana saat ini sangat berbeda karena adanya PPKM darurat yang sedang diperpanjang. Akankah kita tetap berdiam diri dirumah?, sedangkan saat ini tidak ada perlombaan yang dimeriahkan dan upacara pengibaran serta penurunan bendera juga dilaksanakan dengan jumlah orang yang terbatas. Meskipun begitu sekolah saya mengadakan berbagai lomba dengan tema kemerdekaan seperti vlog kemerdekaan, musikalisasi puisi, daurulang, membaca teks proklamasi dan lain sebagainya secara online. Sebenarnya bisa saja merayakan lomba kecil-kecilan bersama keluarga, walaupun tidak semeriah perlombaan yang biasanya diadakan disekolah maupun dilingkungan rumah. Ya setidaknya kita sebagai generasi penerus bangsa memperingati hari kemerdekaan sebagai bentuk wujud menghargai perjuangan jasa para pahlawan yang gugur dalam memerdekakanbangsa Indonesia . Entah mengapa tahun ini ,dimana tahun yang penuh musibah, bencana, serta penyakit hingga kematian yang merajalela. Dengan begitu kita harus tabah, sabar, dan ikhlas atas apa yang terjadi pada kondisi ini. Dan jangan lupa untuk terus berdoa agar pandemi cepat usai. Jadikan perjalanan kisah ini sebagai motivasi serta pembelajaran hidup. Harapanku semoga tahun depan tidak ada lagi pandemi ataupun musibah seperti tahun ini atau tahun sebelumnya, dan kita semua dapat melakukan kegiatan sosial tanpa menjaga jarak , menggunakan masker, dan tanpa ada batasan/larangan tertentu. Cepat pulih Indonesiaku kita semua merindukan bumi ini seperti sedia kala ,dimana kita bebas menghirup udara yang segar tanpa menggunakan masker dan berpijak dengan sebebas-bebasnya. ***

36


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Suatu Hari di Hidup Ichi Oleh: Arnelita Kharisma Pinggangku terasa pegal dan sakit setelah cukup lama duduk di kursi belajar tanpa mengubah posisi sekalipun. Aku melirik jam digital di meja, ternyata aku sudah dalam posisi ini selama kurang dari tiga puluh menit. Ini pasti efek karena jarang olahraga, ah tidak, maksudku tidak pernah olahraga. Akhirnya aku pindah ke kasurku, kali ini aku tiduran alias rebahan. Aku tidak ingin pinggangku semakin sakit. Hei, aku masih muda, masih senior di SMK. Hanya saja aku hampir tidak pernah olahraga, aku juga tidak keluar rumah sama sekali. Tidak ada kegiatan lain yang aku lakukan selain membuat cover lagu, makan, tidur, bermain dengan kucing, dan sesekali belajar saat ini. Membuat aku sedikit stress karena semua temanku juga menghilang. Kalian tahu, sudah hampir dua tahun aku terpenjara di rumah. Dari PSBB sampai PPKM yang menghalangi aku berpetualang. Orang bilang, saat masa-masa SMA atau SMK inilah kenangan-kenangan berharga bisa tercipta. Nyatanya bukan kenangan indah bersama teman atau pacar, yang ada kenangan tidak indah bersama corona. Hal inilah yang mendorongku untuk membuat kenangan indah bersama platform kreator yang sedang ramai dan menghibur orangorang dengan suara merduku. 37


Selaksa Asa Meraih Cita

Aku tidak sedang menyombongkan diri, aku memang pandai bernyanyi. Sedari kecil aku sudah mengikuti kontes bernyanyi dimana-mana. Apalagi saat lomba 17 Agustus di rumah maupun sekolah, aku akan muncul kepermukaan dan menunjukkan bakatku. Aku juga mengikuti ekskul musik di sekolahku meskipun hanya satu semester saja, karena corona kegiatan ekskul dihentikan. Aku juga mengikuti club menyanyi di luar sekolah sedari SMP. Semua itu aku lakukan karena aku mencintai suaraku saat bernyanyi, aku pikir aku bisa menjadi + ) -0. 4'*- 2$ơǚ Di TikTok, platform yang aku bicarakan tadi, aku sudah memiliki lebih dari seratus ribu pengikut. Tidak hanya suara yang berperan, tetapi juga seberapa asik konten yang kita buat untuk mendapatkan respon yang baik. Tetapi sedari awal niatku hanya untuk menghibur orang-orang, jadi saat akunku mendapat pengikut sebanyak itu, aku juga sangat terkejut. Banyak orang yang menyukai tone suaraku, dan cara aku mengcover lagu. Meskipun begitu, tidak sedikit juga yang meninggalkan kritik pedas dan makian untukku. Itu hal yang biasa bukan? Kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita, jadi itu bukanlah masalah besar. Tidak ada niat lain lagi saat aku memutuskan untuk membuat cover, selain untuk mengatasi rasa bosanku dan tempat untuk menyalurkan bakatku selain di kamar mandi. Jadi, makian mereka tidak akan mengurangi kebahagiaanku selagi masih ada orang yang merasa terhibur dengan apa yang aku lakukan. Ah iya, sudah terlalu banyak ocehanku, aku akan menjelaskan kenapa aku duduk begitu lama di kursi belajar tanpa mengubah posisi sekalipun. Aku tidak sedang belajar juga tidak sedang mengedit videoku. Aku hanya sedang melihat DM instagramku, dengan jantung berdebar keras dan perasaan bahagia juga takut, yang menampilkan pesan dari seseorang yang amat aku rindukan. Tapi, aku terlalu takut untuk membalas, meskipun akunnya yang diprivate dan pengikutnya sebanyak tujuh ratus dua puluh tiga tidak terlihat mencurigakan. Aku tetap takut tertipu, orang ini juga pengikut akun instagramku yang berarti besar kemungkinan dia juga mengikuti akun TikTokku. Sekarang ini

38


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ada banyak jenis penipuankan, salah satunya dengan menyamar sebagai orang yang kita kenal. Tetapi tidak ada pengikutku yang tahu kalau aku dan orang ini saling mengenal dekat kecuali keluargaku dan keluarganya. Apa iya ada penipu yang bisa membaca pikiranku? Tapi bahkan kami tidak bertatap muka. Aku kembali membuka aplikasi TikTok dan mengecek apakah aku pernah menyebutkan nama si dia saat membuat konten. Tapi seingatku, aku tidak pernah menyebutkan nama atau bahkan ciri-cirinya. Jadi, tidak mungkin ada pengikut iseng apalagi penipu yang mengaku-ngaku menjadi orang itu. Sebelum aku melihat video-video yang aku unggah, aku membuka DM di TikTok dengan jantung berdebar tanpa alasan, dan ternyata seperti dugaanku dia juga mengirimkan pesan disini, tetapi aku tidak menyadari karena pesannya yang tertimbun dengan pesan-pesan yang lainnya. Tanpa bertele-tele lagi aku melihat lagi video yang terakhir kali aku unggah. Aku baru paham saat aku melihat lagi video yang aku unggah semalam. Di video ini aku mengcover lagu Sahabat

$' 4 )" ( )% $ . ' # . /0 Ɵ'( ' " ) -$.Ǜ %0" . $&$/ menceritakan bagaimana frustasinya aku karena kehilangan kontak dengan teman dekatku sewaktu aku masih di Jombang, dan bagaimana ketakutan dan kesedihanku kalaupun kami bisa berhubungan lagi tetapi kami sudah tidak seakrab dulu. Aku tidak menyangka bahwa Kaia, orang yang mengirimiku pesan, orang yang selama ini aku cari, teman dekatku yang sudah lama menghilang semenjak aku pindah ke Sidoarjo, menghubungiku dan mengatakan bahwa dia juga memiliki ketakutan yang sama dan baru berani mengirimiku pesan sesaat setelah dia melihat video baruku. / ' # ' ( ( )" ( /$ !*/* +-*Ɵ')4 ) ( )4 ( & ))4 dengan foto saat kelulusan SD, aku semakin yakin bahwa dia benar-benar Kaia yang selama ini aku cari. Tapi tentunya aku harus memastikan bahwa ini benar-benar Kaia Sekala, sahabat terbaikku. Aku dengan cepat membalas pesannya di instagram. @kaiasekala Hai Chi, ini aku Kaia ^^ Duh, aku deg”an bgt nih.

39


Selaksa Asa Meraih Cita

Semoga aku nggak kegeeran ya Chi. Semenjak aku nemu video kamu di fyp aku beberapa bulan yang lalu, aku langsung follow semua akun sosmedmu. @kaiasekala Berkali-kali pengen dm kamu, tapi aku juga takut apa kita bisa kayak dulu lagi? Apa kamu masih inget aku? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. @kaiasekala Dan ya, akhirnya setelah sekian lama aku follow akun kamu, dan setelah dengar kamu cover lagu Sahabat Kecil, aku jadi berani untuk chat kamu. Nggak usah buru-buru balesdmku, aku tau kamu perlu banyak waktu buat mikir, yang penting kamu tau, ini aku Kaia yang masih sama kaya dulu yang juga kangen banget sama Ichi :) @bintangsachi Heeei Maaf ya aku baru balas karena aku takut kalo ini cuman boongan dan iya, kamu bener, aku butuh waktu buat mikir Tapi ini beneran Kaia anaknya Bunda Rasi kan? Tak lama setelah aku mengirimkan pesanku, balasan dari Kaia masuk. Kalau kalian ingin tahu bagaimana perasaanku, aku merasa bahagia dan gugup. Meskipun belum seratus persen dipastikan ini Kaia, aku tetap merasa bahagia. @kaiasekala Wah, seriusan secepat ini mikirnya? Kamu bahkan butuh waktu sepuluh menit buat mikir mau beli ice cream yang mana, dan itu nggak apa-apa Chi, aku paham. Iya ini aku anaknya Bunda Rasi Chi, emang mau anaknya siapa lagi? Hahahaha, 40


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Ini Kai yang ngusir Itik yang mau nyerang kamu di depan rumahnya Ling-ling. @bintangsachi ) - ) $ *****)""""""" ǜǨǹ &0 ( 0 ) )"$. )$$$### ǜǨǹ @kaiasekala Aku udah nangis malahan, nangis aja gih. Ekspresi nahan nangismu lebih jelek daripada ekspresimu pas nangis ; > @bintangsachi Ihh masih jahat ajaaaaaa. Kai, pindah ke WA yuk, lebih nyaman, apalagi kalo vidcallan. @kaiasekala ini nomerku, jangan P ya atau aku blokir! 082235412311 @bintangsachi P Setelahnya aku menyimpan nomornya dan mengirim pesan ke nomor WhatsApp Kaia. Tentu saja kegiatan mengirim pesan diantara kami tidak berhenti disitu. Kami saling bercanda dan mengejek, kami juga membahas banyak hal yang sudah terjadi di hidup kami saat kami masih bersama-sama maupun saat kami sudah terpisah. Aku senang, hal yang aku takutkan tidaklah terjadi. Kami bisa langsung akrab seperti dulu, kami bahkan sudah melakukan video call. Ah iya, aku juga dekat dengan keluarga Kai, begitu pun sebaliknya. Jadi saat videocall, kami juga mengajak orang tua kami untuk bertukar kabar. Kaia masih seseru dulu meskipun ada beberapa hal yang baru, begitu pun dengan aku. Tapi mau bagaimanapun Kaia dan aku memiliki sifat atau kebiasaan yang baru, kami selalu memberikan pemakluman dan tentu saja jika hal itu bisa dijadikan kelemahan, baik aku ataupun Kaia akan menjadikannya senjata untuk saling mengejek.

41


Selaksa Asa Meraih Cita

Kami merencanakan pertemuan pertama kami setelah sekian lama, kami sangat ingin cepat-cepat bertemu. Tapi apalah daya, hingga hari ini pun PPKM masih terus diperpanjang dan corona belum sepenuhnya hilang, membuat pertemuan kami tertunda hingga setidaknya keadaan sudah menjadi lebih baik. Meskipun pertemuan kami ditunda, setidaknya kami masih bisa melakukan videocall dan bertukar pesan setiap harinya. Kami juga berencana melakukan duet di TikTok dan banyak hal lainnya yang bisa kami lakukan berdua tanpa bertatap muka secara langsung. “Chi, makasih udah mau temenan lagi sama aku. Kamu emang punya banyak mantan pacar. Tapi, mantan temen atau bahkan mantan sahabat itu nggak pernah ada. Jadi Ichi, kita harus terus temenan sampai punya cicit yaa!” Kata Kai di sesi videocall kami. Aku setuju dengan apa kata Kai, tidak ada yang namanya mantan teman atau mantan sahabat, yang ada hanyalah mantan pacar dan teman akan selamanya menjadi teman. Aku sangat mensyukuri apa yang terjadi hari ini, untuk pertemuan kami setelah sekian lama, dan untuk kupu-kupu yang hinggap di jendelaku. Meskipun awalan hari ini tidak begitu menyenangkan, tetapi aku mendapatkan akhiran yang begitu membahagiakan. Terima kasih karena sudah membaca kisahku hari ini, semoga kalian bisa ikut merasakan bagaimana bahagianya aku setelah kembali bertemu Kaia. Dengan ini, aku bisa merajut kenangan indah bersama sahabatku saat duduk di bangku SMK seperti orang lain. Aku juga berharap, agar Indonesia segera sembuh, agar aku bisa bertemu dengan Kaia secara langsung, dan tentunya untuk kebebasan hidupku agar tidak lagi terpenjara di dalam rumah. Akhir kata, sampai bertemu lagi teman-teman. ***

42


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

'4.*(*+ ./*0* *+,'1. Oleh: Bernika Sucining Tyas Hai, kenalin! nama aku Felisa Amanda Putri, panggil saja aku Lisa. Aku merupakan siswa kelas 12 yang bersekolah di SMAN Pelita Bangsa. Sejak bulan maret seluruh siswa-siswi diseluruh Indonesia menjalani pembelajaran dirumah atau yang disebut Daring.Hal tersebutdikarenakanadapandemi covid 19 yang menyebabkan kita harus belajar dirumah. Awalnya aku senang karena bisa belajar dirumah dengan santai menggunakan handphone atau laptop, tapi lama kelamaan aku bosan ternyata belajar bersama teman lebih seru daripada berdiam diri dirumah mengerjakan tugas sendiri. Awal mula dilakukan pembelajaran daring, wali kelasku memberi info untuk bergabung digoogle classroom dan wali kelasku membagikan kode setiap mata pelajaran, tugas yang diberikan bapak/ ibu guru dikirimkan digoogle classroom. Kringggggg....... hoammmmm, menunjukkan pukul 06.00 pagi

alarmku

berbunyi

“sudah jam 6 aku segera mandi biar tidak terlambat daring”. Selesai mandi dan berganti pakaian, aku menuju ke ruang makan untuk sarapan. “Pagi ma,pa”. Sapaku kepada mama dan papa yang sedang sarapan juga. Oyaa aku merupakan anak tunggal di keluarga kecil ku ini,aku tidak mempunyai kakak ataupun adik. “pagii juga sayang”. Sapa balik papa. “hari ini 43


Selaksa Asa Meraih Cita

hari pertama kamu daring ya?” tanya mama kepadaku. “Iya ma” . “yaudah kamu sarapan gih keburu terlambat ikut daring” perintah mama. Sebelum daring aku menunggu papa berangkat ke kantor. “hati-hati ya pa, dadahhh”. Pagi ini suasananya begitu cerah dihari pertamaku pembelajaran daring, jam pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia dan bu guru mengadakan meet, aku dan temanteman segera bergabung meet. “selamat pagi anak-anak” sapa bu Ana. Bu Ana adalah guru pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 12. “selamat pagi bu” sapaku dan teman-teman. Bu Ana menjelaskan materi bab 1 di kelas 12 ini, beliau memberikan tugas dan batas waktu pengumpulan besok malam pukul 20.00, aku sangat bersemangat mengerjakan tugas yang diberikan. Aku mengerjakan dibuku tulis lalu difoto dan dikirimkan di google classroom. Setiap tugas yang diberikan memiliki tenggat waktu, aku selalu mengumpulkan tepat waktu. Pelajaran daring dimulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00 pagi. “akhirnya, hari pertama daring sudah selesai”. Setelah itu aku bermain handphone sambil tiduran. “hoammmm... haaa sudah jam 4 sore, aku pasti ketiduran habis main game mobile legends”. Aku langsung bergegas mandi, setelah mandi aku teringat kalau ada tugas yang diberikan bapak ibu guru. Pukul 19.00 aku sudah menyelesaikan semua tugas yang diberikan. “allhamdullilah, tugasku sudah selesai ternyata banyak juga ya tugasnya”. Aku merasa lapar, akhirnya aku memutuskan untuk makan malam. “wahh, ada martabak” seruku. “ iya, papa tadi yang beliin pulang dari kantor” kata mama. “tahu aja deh papa kalau aku lagi laper”. “ yaudah buruan dihabisin” perintah mama kepadaku. Selesai makan, aku biasanya menonton televisi bersama mama dan papa. Waktu menunjukkan pukul 21.00 kegiatan rutin sebelum tidur, aku selalu mencuci muka dan gosok gigi, setelah itu aku menggunakan skincare agar kulit wajahku tetap terjaga walaupun dirumah saja. Setelah itu aku langsung tidur. Seminggu telah berlalu, aku sudah merasa bosan jika belajar sendiri di rumah dan tugas semakin hari semakin menumpuk. Aku sangat rindu dengan teman-temanku, biasanya setiap hari bertemu mereka di sekolah. Aku memutuskan untuk video call teman terdekatku di kelas. “haloo gaesss” sapaku kepada mereka. “halooo, gimana kabar kalian?” sapa Salsa.

44


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ǩ ''# ( 0''$' # $&Ǫ &0ǛƟ- Ǜ ) & 4. % 2 . - bersamaan. “aku kangen banget loo sama kalian, bosen banget / 0 ' % - . ) $-$Ǫ & / Ɵ- 4 )" ( . )" 2 % # ( ( ' .ǚǪ ) - bangett enak belajar di sekolah bareng kalian” sahutku. Sangking asiknya mengobrol, ternyata sudah pukul 22.00 malam, aku segera tidur takut besok kesiangan dan terlambat mengikuti daring. Di malam itu aku menonton berita di televisi bersama papa dan mama, kasus orang yang terpapar virus covid 19 semakin banyak. “ Lisa, kamu jaga kesehatan ya! Sering minum vitamin C “. Perintah papa. “kamu hati-hati ya mas, selalu terapakan 3M saat di kantor.” Perintah mama terhadap papa. “ iyaa pasti”. Aku terus melihat berita di televisi, banyak orang menderita karena diberhentikan dari pekerjaan karena pandemi ini, aku turut prihatin melihatnya semoga pandemi cepat berakhir agar mereka bisa mendapat pekerjaan lagi. Hari ini adalah hari minggu jadi pembelajaran daring libur, aku berniat berolahraga pagi ini agar tetap sehat, aku olahraga hanya di halaman rumah, kebetulan papa mempunyai alat Ɵ/) .. % $ &0 ( ( & $)4 0)/0& *' #- " + "$ $)$ǚ ' . $ olahraga aku langsung mandi. Tok..tokk..tokk suara ketukan pintu kamar dan aku tahu yang mengetuk adalah mama.“masukk ma “ pintaku. “ada apa ma?”tanyaku. “ayo kita bikin kue mumpung kamu hari ini libur”. “ayooo ma”seruku sangat senang. “tapi kamu beli bahan bahan kue dulu ya ditoko depan komplek”perintah mama. “siapp ma”. “jangan lupa memakai masker sama jaga jarak.”pinta mama. Aku senang sekali akhirnya bisa keluar rumah walaupun hanya di depan komplek, tetapi aku juga was was karena sekarang masa pandemi. Setelah sampai ditoko, ternyata tokonya tidak begitu ramai, segera aku mengambil bahan-bahan yang di pesan mama, lalu aku membayar di kasir. “Totalnya 85 ribu dek”. Kata ibu kasir tersebut, lalu aku menyodorkan uang pas kepada pegawai kasir. Setelah memegang uang tak lupa aku memakai hand sanitizer. Hanya 10 menit perjalanan toko ke rumah, dihalaman rumah sudah disediakan wastafel untuk mencuci tangan, setelah aku menaruh sepeda digarasi, aku bergegas mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. “sudah cuci tangan lis?”tanya mama.

45


Selaksa Asa Meraih Cita

“sudah ma”jawabku. Setelah itu aku dan mama membuat kue,butuh waktu 2 jam kuenya jadi. Sudah banyak tugas yang diberikan oleh guru dan saya mengerjakan satu per satu kemudian mengumpulkannya. Walaupun diberi waktu untuk mengumpulkan, tetap saja tugas saya menumpuk karena saya sering menunda untuk mengerjakannya. Setelah selesai mengerjakan, sudah ada tugas baru lagi yang diberikan. Dikarenakan pandemi ini aku dan keluarga jadi sering menghabiskan waktu bersama dan kadang juga aku meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Seperti kakakku yang jago bahasa inggris,mamaku pintar matematika dan ayahku pintar biologi. Biasanya kalau aku tidak bisa aku bertanya kepada mereka. Aku biasanya mengerjakan tugas melihat tenggat waktu yang diberikan, jika waktu pengumpulan masih lama aku mengerjakan tugas yang tenggat waktunya sebentar. 0 /0 & /$& + ( ' ( # -$ &0 $)"$) ( )*)/*) Ɵ'(Ǜ )" ) .$&)4 &0 ( )*)/*) Ɵ'( & .0& )&0Ǜ/ & / - . sudah jam 12 malam, aku lansung mematikan televisi dan segera tidur. Dan ternyata aku bangun kesiangan,waktu menunjukkan pukul 09.00, aku takut sekali karena telat absen,aku menyesal tidur larut malam. Pada waktu itu aku segera mengerjakan tugas yang diberikan sebelum tenggat waktu yang diberikan. Ketika aku mengerjakan kimia ada hal yang aku kurang pahami, aku bertanya kepada Diva, Diva adalah teman satu kelasku, kami sering bertukar pendapat tentang tugas yang diberikan. Aku memutuskan untuk menelponnya. “assalamualaikum Diva”. “waalaikumsalam, ada apa Med?” “Aku mau tanya maksudnya tugas kimia itu bagaimana aku kurang paham”, “itu disuruh merangkum semua diberikan,setelah itu menjawab soal”.

materi

“oh,begitu terimah kasih ya, Div . Maaf menganggu.”

46

yang


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Sama-Sama med, tidak sama sekali kok.” Itulah obrolan singkatku bersama Diva. Aku merasa sangat bosan karena tidak dapat bertemu teman-teman, ternyata belajar di sekolah lebih menyenangkan, dan mengerjakan tugas bersama teman lebih seru karena bisa bertukar pendapat secara langsung. Pada waktu itu aku sangat rindu teman-teman sekolah, aku mengajak teman-temanku untuk video call berempat, kita video call sambil mengerjakan tugas, hal tersebut bisa mengobati kerinduan belajar bareng bersama teman di sekolah. Keesokan harinya Pak Budi memberitahu pukul 08.00 untuk bergabung digoogle meet, Pak Budi merupakan guru biologi di sekolahku ,ia akan menjelaskan materi baru. Setelah membaca pemberitahuan tersebut aku segera berganti pakaian seragam sekolah, bersiap mengikuti google meet. Waktu menunjukkan pukul 08.00 aku langsung membuka link untuk mengikuti kelas google meet Pak Budi. Pak Budi menjelaskan materi dengan jelas sehingga aku dan teman-teman memahaminya,setelah menjelaskan Pak Budi memberikan tugas. Tidak lama kemudian, kelas Pak Budi berakhir. Wali kelasku memberitahu bahwa minggu depan ada ulangan Penilaian Tengah Semester, Penilaian tersebut diakses melalui chrome, Wali kelasku memberikan link yang digunakan untuk ulangan . Siswa dan siswi diharapkan bisa mengikuti tanpa ada ulangan susulan. Aku sudah mempersiapkan diri dengan belajar, membaca materi/rangkuman yang diberikan bapak/ibu guru. “semoga penilaian akhir semesterku lancar dan dapat nilai yang bagus”. Batinku. Hari ini adalah hari pertama ulangan Penilaian Tengah Semester dimulai, Ulangannya dimulai pukul 07.00, aku sudah siap mengerjakan soal yang diberikan semoga saja aku bisa mengerjakan dengan benar dan mendapat nilai yang bagus. Setiap hari ada dua mata pelajaran, satu mata pelajaran 2 jam dikerjakan. Tepat pukul 10.00 ulanganku sudah selesai. Seminggu kemudian, hari ini adalah hari terakhirku ulangan Penilaian Akhir Semester, ulangan hari ini berjalan dengan lancar,dan aku merasa lega karena sudah mengikuti 47


Selaksa Asa Meraih Cita

semua ulangan semoga mendapatkan nilai yang bagus. Hari $)$ &0 $)"$) -. )/ $ )" ) ( )*)/*) Ɵ'( & .0& )&0 ) bermain handphone. Keesokan harinya pelajaran sudah mulai berjalan seperti biasanya, bapak/ibu guru memberikan materi dan tugas. Tetapi, aku lupa kuota internetku pada hari itu habis dan aku belum mengisi, sementara masih pagi toko-toko masih tutup. Akhirnya aku meminjam handphone ibuku dengan mengakses google classroom yang ada digoogle. Setelah selesai Daring, aku pergi membeli kuota internet, aku mengendarai sepeda motor, jarak toko dengan rumahku tidak begitu jauh. Dan tak lupa aku menggunakan masker, kemanapun aku pergi dekat atau jauh selalu menggunakan masker. Beberapa bulan kemudian, wali kelasku memberitahu setiap siswa mendapatkan kuota internet gratis, aku senang sekali karena bisa menghemat uang dengan tidak membeli kuota internet lagi. Kuota internet saat ini sangat penting, jika aku kurang paham materi pembelajaran yang diberikan biasanya aku melihat diyoutube, diyoutube banyak channel materi pembelajaran atau aku mencari digoogle. Sekarang juga banyak aplikasi berbayar untuk belajar seperti ruang guru,quiper,zenius dan masih banyak lagi. Saya juga salah satu pengguna aplikasi berbayar tersebut,menurutku aplikasi tersebut cukup membantu jika aku kurang paham dengan materi pembelajaran saat ini. Dua bulan sudah pandemi ini, sejujurnya saya sudah bosan di rumah karena biasanya bisa bertemu teman-teman disekolah, dan juga bisa berlibur bersama keluarga. Semoga pandemi cepat berakhir agar semua bisa ber-aktivitas seperti biasanya, dan juga ekonomi masyarakat semoga cepat membaik. Aku hanya bisa berdoa dan berusaha untuk memutus rantai Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah. Kedua orang tuaku selalu menasehati agar selalu menerapkan 5M. Semoga pandemi cepat berakhir itulah harapanku saat ini. ***

48


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Ceritaku di Awal Pandemi Covid 19 - Sekarang Oleh: Dinda Aulia Putri

Awal pandemi covid di awal bulan Tahun 2020, yang dimana saya masih kelas 9 SMP yang seharusnya melaksanakan ujian praktik namun harus di tunda karena wabah covid ini, jadi mau tidak mau sekolah pun harus libur. Awalnya udah seneng karena libur sekolah nih, tapi lama kelamaan bosen karena libur yang berkepanjangan, saya awalnya pun tidak mengira bahwa libur sekolah akan panjang seperti ini. Tidak terasa libur selama pandemi tiba-tiba saya harus cap 3 jari dan mengambil ijazah SMP yang artinya dimana hari itu hari kelulusan dan seharusnya melaksanakan wisuda kelulusan namun di hari itu tidak ada karena pandemi ini, ya saya pun merasa cukup sedih karena tidak bisa merasakan wisuda kelulusan dan yang seharusnya berkumpul dengan temanteman menjadi tidak bisa berkumpul. Waktu SMP pun telah berakhir dan waktunya untuk melanjutkan ke jenjang yang selanjutnya, yaitu jenjang SMK.

$)$ . 4 +0) ( ( .0&$ % )% )" Ǜ . 4 ( ) ơ - $ . &*' # SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Hari demi hari telah dilalui, tiba juga waktunya untuk MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) namun MPLS kali ini berbeda karena masa pengenalan nya virtual/Daring. Masamasa MPLS telah berlangsung beberapa hari, waktu untuk belajar kelas 10 pun dimulai namun masih tetap Daring. 49


Selaksa Asa Meraih Cita

Awal pembelajaran semester 1 masih menggunakan Google Classroom, di semester 1 saya merasa pelajaran masih cukup mudah di otak saya wkwkwk. Hari demi hari telah dilalui, tidak terasa sudah memasuki semester 2 ya masih juga Daring namun - + & '$ ( .0& 0)/0& . &*' # .$#Ǜ ) (0) )4 $ #$ơ pagi dan siang. Awal masuk sekolah di pandemi seperti agak sulit untuk mengenal teman dan guru satu sama lain karena wajah yang tertutup oleh masker, namun untuk mengenal guru ada beberapa yang mengerti wajah nya dari virtual meet. Lama kelamaan saya merasakan bosan karena sekolah masih terus-terusan daring dan wabah covid waktu itu juga '0( ( )0-0)Ǜ . 4 +0) & )" -Ɵ&$- ǩ + ) 2 # covid ini hilang?saya ingin merasakan sekolah-sekolah seperti biasanya sebelum ada wabah covid seperti ini”. Apalagi saya merupakan siswa baru yang seharusnya bisa berkenalan dengan teman dan bisa mengenal tempat sekolah saya yang baru. Di pandemi seperti ini ingin melakukan sesuatu apapun terbatas, dan kemana-mana pun harus menerapkan 3M dan mematuhi protokol covid. Tidak terasa semester 2 telah dilewati, waktunya untuk pembagian raport semester akhir dan saya pun merasa dag-dig-dug untuk melihat hasil raport saya. Hasil raport pun dibagikan, dan saya melihat nilai saya disitu, saya merasa cukup puas dengan hasil pencapaian belajar saya di semester 2 namun ada 1 mata pelajaran yang harus di tingkatkan. Waktu pun tidak terasa, saya sudah naik ke kelas 11 SMK yang dimana artinya di SMK ini akan melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan), namun saya belum melaksanakan PKL mungkin karena masih keadaan pandemi seperti ini, pastinya juga nanti sebelum PKL ada pembekalan dari sekolah. Kegiatan saya selama menjadi pelajar di keadaan pandemi seperti ini Cuma itu-itu saja, bangun pagi pukul 05.00 kadang jg pukul 06.00 sebelumnya saya mengumpulkan nyawa saya dulu sebntar, setelah itu merapihkan tempat tidur dan menyisir rambut, kalo tidak lagi halangan langsung melaksanakan sholat shubuh.

50


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Setelah itu saya pergi membeli jajanan pasar untuk ayah saya, setelah pulang saya langsung membersihkan kursi dan juga tempat tidur di depan tv lalu lanjut untuk menyapu rumah. Setelah semuanya selesai, saya main handphone sebentar untuk scroll tiktok dan instagram, kalau sudah bosan saya langsung menyiapkan meja belajar dan laptop di depan tv untuk saya belajar/daring. Biasanya saya melihat absensi ada absen apa saja hari ini, dan tidak lupa juga untuk mengecek tugas yang belom dikerjakan, jika saya ada tugas yang belom dikerjakan saya memulainya untuk mengerjakan tugas yang mudah terlebih dahulu. aJika saya merasa lapar, saya meninggalkan tugas saya sebentar dan segera mengambil sarapan dahulu, tidak lupa dengan sarapan saya menonton youtube hehehe. Setelah saya selesai sarapan saya melanjutkan untuk menyelesaikan tugas saya, oh ya tidak lupa juga untuk memutar musik dari youtube karena bagi saya kalau nugas tidak ada music rasanya tidak enak seperti ada yang kurang hahaha. Jika saya merasa capek saat nugas, saya berhenti dulu dan melanjutkan nya sore hari kalau tidak malam hari, setelah tugas selesai saya memlih untuk rebahan dan main handphone sejenak sambil menunggu adzan dhuhur. Disaat sudah memasuki waktu dhuhur, saya segera mengambil air wudhu dan langsung melaksanakan sholat, setelah sholat saya kembali rebahan dan main handphone sampai saya lelah dan memilih untuk tidur siang. Saya tidur siang tidak bisa lama-lama hanya setengah jam saja, selesai tidur siang saya mengumpulkan nyawa saya dulu sebentar dan jika sudah saya langsung mengambil makan siang dan sambil menonton tv. Jika sudah makan siang, saya kembali main handphone biasalah untuk scroll tiktok dan juga instagram, saya biasanya main handphone saat siang jam 14.00 sampai waktu menunjukkan ashar. Lalu jam 15.00 saya membersihkan tempat tidur di depan tv dan lanjut untuk menyapu rumah, setelah menyapu saya bergegas untuk mandi dan melaksanakan sholat ashar, setelah semuanya selesai biasanya saya menonton tv di sore hari sampai jam 17.00 sih biasanya. Kalau tidak lagi menonton tv, saya 51


Selaksa Asa Meraih Cita

biasanya main-mainan jaman dahulu yang dimana mainan ini sering saya mainkan waktu kecil wkwkw. Mainan ini disebut dengan monopoli, mainan ini bisa dibilang mainan kesukaan saya waktu kecil sampai sekarang, ntah kenapa mainan ini tuh kayak seru aja bagi saya hehehe. Namun kadang saya juga bermain dakon, ini juga mainan kesukaan saya, saya bermain itu semua bersama teman rumah yang dimana masih SD kelas 6 hahaha (main nya emang sama bocil-bocil rumah) gapapa lah yg penting seneng wkwkw. Jika sudah memasuki waktu maghrib, saya langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat, setelah sholat saya rebahan di kamar dan main handphone sampai malam 2&2&2Ǜ ) (0) %$& .0 # $.4 Ǩ . 4 ' )".0)" ( ' &. ) & ) sholat dulu,malam hari saya jarang buat makan malam karena tidak tau kenapa kalo malam hari malas rasanya untuk makan. Malam hari saya biasanya dilanda dengan kegabutan gatau harus ngapain, kalo ga keluar main ya dirumah bisa dibilang saya jarang banget untuk keluar main, karena saya sendiri tipe orang” yang malas untuk keluar kalo ga mood saya benar” bagus untuk pergi keluar main, namun selain itu saya ga bakal keluar kalo ga ada yang ngajak keluar wkwkwk. Tiba lagi dengan pagi hari, yang dimana keseharian sama seperti hari-hari sebelumnya, membosankan bukan?Jelas membosankan sekali, tidak ada kegiatan lain selain rebahan dan main handphone, ingin melakukan hobi tapi hobi saya sendiri tidak menentu, kadang pengen ini pengen itu. Pengen keluar main juga lagi PPKM, yang dimana ingin ke suatu tempat harus terbatas, bahkan makan di tempat aja Cuma boleh 20 menit hahaha, apalagi ini PPKM diperpanjang terusmenerus sampai bosan, saya Cuma ingin sekolah, berkumpul sama teman-teman, bosan daring terus. Kalaupun ada hari libur atau libur hari-hari besar, rasanya sama saja karena sekolah aja juga daring yang dimana sekolahnya dari rumah jadi ya libur maupun tidak libur sama . % 2&2&2ǚ ./$ 4" - )"" + ) ǧ&*& " + -) # *' #- " Ǣ + -) # *' #- " 4 ǨǛ 4 . 4 ) &)4 ( ( )" &0- )" .0& dengan olahraga bahkan bisa dibilang malas dan mager soal itu,

52


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

saya berolahraga jika saya benar-benar mood dan keinginan saya sendiri wkwk, keinginannya pengen punya badan bagus dan perut sixpack tapi diri sendiri malas olahraga. Keseharian saya Cuma itu-itu saja, tidak ada cerita lain lagi yang harus diceritakan hihihi,cukup sekian cerita saya dari awal pandemi sampai sekarang, semoga sedikit terhibur dengan cerita-cerita saya. Note : Saya memang kebanyakan main handphone dan rebahan Cerita ini diangkat dari cerita kenyataan saya ***

53


Selaksa Asa Meraih Cita

Hujan di musim panas (Summer Rain) Oleh: Dyah Ayu Nur Aini

Hai! perkenalkan, namaku Airin.. Aku siswa kelas 11 di Smk Sepuluh Nopember Sidoarjo. Hari ini hari pertamaku memulai pembelajaran kelas 11. Sayangnya aku memulai itu semua dari rumah, karena virus covid- 19 yang menyerang negaraku sejak beberapa bulan yang lalu.. ǩ 0ơǚǚ + ) 4 &0 $. ( .0& . &*' # ' "$ǚǚǚǢǪ & / &0 sambil menatap keluar jendela “Tok tok tok” terdengar suara lirih dari luar pintu kamarku.. Yang ternyata itu adalah papa! Papa membawakan secangkir *& ' / + ) . ) 2 Ƥ . '0 --4 & .0& )&0ǚ “Good morning princess.. Nih papa bawain makanan kesukaanmu biar makin semangat sekolah online nya!!” Aku pun memakannya dengan sangat lahap sambil berkata “ Pa.. Aku bosen banget dirumah.. Biasanya aku..” papa langsung memotong pembicaraanku. “Ditelan dulu dong princess makanannya baru lanjut ngomong.. “ “Hehe.. Iya papa kuu.. Oh iya pa.. Biasanya aku kalau jam segini udah jogging bareng temenku.. Tapi sekarang udah ga bisa” kataku sambil memasang wajah cemberut. 54


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Namanya juga lagi ada wabah.. ya udah, sekarang kalau makannya sudah selesai.. Langsung mandi ya sayang..” “oke siap paa!!” Aku pun mengambil handuk dan berlari kekamar mandi. Setelah selesai aku langsung berlari menuju kamarku. “Untung aja engga telat absen.. Eh habis ini ada google meet nih” Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan sekolah online ku pun sudah selesai.. “Aku laper banget.. Di meja makan sudah ada makanan belum ya? “ aku pun langsung menuju kearah dapur “Mama.. Aku udah selesai sekolahnya.. Dan sekarang perutku udah berbunyi hehe” “Sini makan dulu.. nanti kalau sudah selesai langsung ketaman ya rin” “Loh ma? Buat apa ke taman?” jawabku dengan terheranheran “Nanti kamu juga tahu” goda mama kepadaku. Setelah selesai makan, aku pun langsung ketaman “Surprise!!” ucap mama dan papa yang membuatku terkejut. Ternyata mereka membuat acara kemah sekaligus piknik di taman rumah. “Wah keren.. ma.. pa.. mau ada acara ya dirumah?” “engga kok.. ini hadiah kecil buat kamu yang bosen dirumah terus” ucap papa “ makasih ya pa.. ma.. buat hadiahnya” Kami pun mengadakan pesta barbeque, menyanyi bersama, dan masih banyak lagi yang dilakukan. Sejak saat itu, orang tuaku selalu melakukan apapun yang membuatku merasa tidak bosan dirumah. Beberapa bulan kemudian

55


Selaksa Asa Meraih Cita

“Apa ma? Papa positif covid 19? Terus sekarang papa dimana?” “Iya nak.. papa sekarang di rumah sakit untuk di isolasi.. tapi sekarang kita harus di tes swab dulu” Aku dan mama pun menjalani tes swab dan hasilnya negatif, namun kami harus menjalani isolasi mandiri dirumah. ǩ *0Ǩ- (4 ./ -ˏˏǪ ) -$)" #+&0 - 0)4$ “Halo? Ini siapa?” jawabku “Airin? Ini papa nak” jawab papa dengan nada lemas “Papa!! Airin rindu.. papa kapan pulang.. ayo kita main bareng lagi pa” “Iya nak.. nanti kita main lagi ya kalau papa sudah sembuh” Aku dan mama pun saling berbicara dengan papa lewat telfon dari hp dokter.. Tak terasa sudah sebulan lamanya papa di rumah sakit. “Ma.. Airin kangen papa.. kapanya ma.. papa bisa pulang kerumah?” “Mungkin sebentar lagi nak.. sabar ya.. doain aja semoga papa cepat sembuh” Ponsel mama pun berdering.. aku senang sekali karena telfon kali ini dari papa. “halo?” jawab mamaku “Selamat siang bu.. apakah benar ini keluarga dari bapak Aksa?” “iya dok benar” “Bu mohon maaf sebelumnya tapi kami dari pihak rumah sakit sudah melakukan yang terbaik, namun bapak Aksa dinyatakan meninggal pada pukul 1 siang” Aku dan mama pun langsung menjerit dan menangis hingga tersedu-sedu..

56


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

1 jam kemudian pihak rumah sakit mengirimkan kami foto pemakaman papa.. aku hanya bisa menangis sambal melihat foto papa. “Papa.. kenapa papa harus meninggalkan aku dan mama disini.. kenapa papa tidak menepati janji yang kita buat dulu pa..” tangisku semakin memuncak.. “Papa.. Airin akan selalu mengingat semua nasihat dan apa yang papa ajarkan kepada Airin.. Airin akan menjadi bunga mawar untuk mama.. yang menciptakan kebahagiaan dan melindungi mama dari semua orang yang jahat.. papa tenang aja ya.. semoga papa di tempatkan di sisi yang terbaik disana.. Airin akan ingat pesan papa bahwa jika tidak ada satu pun yang berhasil untukmu, lakukan saja apa yang membuatmu bahagia. Jika ingin menangis, menangislah..” ***

57


Selaksa Asa Meraih Cita

Penyamarataan Hidup Manusia . *&* *+,'1. Oleh: Edna Julian Nugraha Pada suatu pagi yang cerah dalam kehidupan yang normal seperti hari sebelumnya, ada seorang anak berusia 15 tahun yang bernama Edna, aku sekolah di sekolah menengah kejuruan atau yang kita singkat SMK, lebih tepatnya sekolahku di SMK SEPULUH NOPEMBER. Pada tahun 2020 aku kelas 1 SMK, di awal pelajaran baru ini aku sangat senang bisa sekolah di sekolah ini karena ini adalah hal yang baru karena bisa bertemu dengan teman yang baru dari lingkungan yang baru dan beragam asal sekolah yang baru. Aku mendapatkan kelas di X- FKK 1 yang berisi 37 siswa dengan 4 laki-laki termasuk aku, temanku yaitu ari, arya, dan adit. Mereka memiliki ciri khas masing-masing ada yang humoris, pintar, dan sibuk sendiri. Pada kelas sepuluh ini banyak hal kupelajari di semester 1, dari dasar tentang obat, praktek-praktek membuat obat,dll. Aku cukup senang karena hari demi hari aku semakin mengenal bagaimana sifat dari teman-temanku di kelas. Akhirnya setelah setengah tahun sekolah dan ujian tengah semesterku selesai aku berganti semester dan rapotan bersama orangtuaku. Saat ini aku disemester dua namun bukannya sama seperti semester satu malah di semester dua ini sangat berbeda karena sekolah mulai diliburkan selama 2 minggu karena adanya Corona virus. Pihak pemerintah pun mulai dari awal sudah bersosialisasi bahwa kita harus memakai masker agar tidak terpapar dan tidak keluar rumah jika tidak berkepentingan. 58


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Awal pandemi ini aku dan teman temanku merasa senang karena bisa libur 2 minggu dirumah kita masih belum menganggap bahwa corona itu membahayakan. Hal ini banyak sekali teman-temanku saat liburan selama 2 minggu masih berkeluyuran di luar rumah dan menghiraukan protokol kesehatan. Pada saat libur 2 minggu telah usai kita melihat diberita bahwa banyak sekali kematian kematian orang di Indonesia bahkan di dunia karena corona ini. Setelah itu pihak pemerintah meminta agar sekolah diliburkan tanpa ada batas waktu yang tidak ditentukan sampai situasi mulai kondusif. Pada saat ditambah libur dari sekolah dan pihak sekolah masih belum tahu kapan siswa-siswa akan sekolah lagi, aku dan teman-temanku semakin bergembira karena semakin bisa tidak memikirkan pelajaran dari sekolah walaupun aslinya itu kewajiban siswa yang harus dilaksankan. Namun kita sadar dan mulai sedikit takut setelah melihat berita-berita yang ada di televisi maupun di internet adanya lonjakan kasus terpaparnya virus ini setiap hari, akhirnya kita mencoba memakai masker sesuai dengan anjuran pemerintah. Setiap keluar rumah kita sudah memakai masker namun masih tidak selalu berada dimulut saat berbincang dengan teman ataupun orang-orang. Kita masih yakin bahwa virus ini tuh tidak sama sekali berbahaya, hingga akhirnya harga masker di indonesia melonjak hingga 100% karena anjuran pemerintah bahwa kita dapat menangkal virus ini dengan memakai masker dan setelah itu masyarakat di Indonesia berbondong-bondong membeli masker. Pada dua bulan pandemi virus ini, pemerintah semakin meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk merubah pola pikir kita bahwa virus ini berbahaya yang dapat menghilangkan nyawa seseorang, keluarga kita, bahkan diri kita sendiri. Pemerintah memberi sosialisi kepada masyarakat bahwa hanya memakai masker saja tidak cukup untuk menghilangkan virus ini, kita harus membiasakan diri mencuci tangan, tidak berkeluaran rumah saat tidak ada kepentingan yang mendesak dan menjaga jarak selama 1 m dari orang lain. Sesuai dengan kepercayaan masyarakat Indonesia kita masih tidak percaya virus ini tidak berbahaya dan dapat di selesaikan dengan cepat. Kita masih memakai memakai masker namun tidak mejaga jarak saat berkumpul dengan orang lain, ada beberapa orang tidak

59


Selaksa Asa Meraih Cita

memakai masker dengan alasan lupa, malas memakai karena jika memakai masker nafas kita tidak bebas, dan bermacammacam alasan kita. Ternyata pandangan kita terhadap virus ini salah setelah berjalan 5 bulan kita sangat meremehkan virus ini. Setelah kita melihat berjuta-juta manusia didunia meninggal setiap harinya dan yang terpapar virus ini mulai menampakkan efek dari corona bahwa jika kita terpapar akan merasakan hilang indera perasa kita, sesak nafas, tidak dapat berkumpul dengan anggota keluarga karena dipisahkan ke rumah sakit sendirian tanpa adanya keluarga yang mendekat. Kita mulai sadar bahwa virus ini sangat menakutkan, akhirnya kita sudah mulai terbiasa menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah, seperti memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain, mencuci tangan sebisa mungkin saat masuk ruangan, dan mengurangi berpergian keluar rumah jika tidak ada kepentingan. Setelah 6 bulan menjalani kehidupan yang cukup menyenangkan sedikit khawatir kita sadar bahwa selama ini kita jarang sekali belajar ataupun mengerjakan tugas karena adanya libur yang cukup panjang ini. Pada saat ini akhirnya sekolah memberlakukan sekolah secara online karena tidak mungkin untuk melaksanakan sekolah tatap muka secara langsung, awalnya sekolah memakai google classroom sekitar 3 bulan. Kita mulai diberikan materi-materi dan latihan-latihan soal melalui aplikasi tersebut. Sebagai siswa yang sudah lama mendapatkan libur yang cukup panjang kita sangat senang karena bisa kembali belajar walaupun tidak bisa bertemu teman. Setelah sekitar 3 bulan belajar memakai aplikasi tersebut, pihak sekolah membuat web belajar sendiri yang bernama BENING, dimana bening ini cara sistem kerjanya sama seperti aplikasi yang kemarin kita pakai namun sangat kecil terjadinya server down. Setiap harinya kita mulai kembali belajar dengan normal seperti sekolah biasa, hari demi hari, tugas demi tugas kita kerjakan dan kumpulkan dengan tepat waktu hingga akhirnya kita melaksanakan ujian kenaikan kelas. Ujian kali ini sangat berbeda seperti tahun lalu karena ujian kali ini dilaksanakan secara online dan tentuntnya dirumah sendiri. pada saat ini kita

60


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

cukup senang karena bisa lebih fokus mengerjakan di rumah daripada di sekolah dalam artian dirumah kita bisa mengerjakan ditempat tidur, sambil makan dan minum, tanpa suara yang menganggu fokus mengerjakan ujian. Ujian kenaikan kelas telah usai dan pastinya kita sudah naik di kelas 11. Kita mulai merasakan rasa bosan belajar secara online, materi-materi yang kita baca tidak semuanya kita pahami bagaikan gelas yang terisi setengah, rasa ingin bertemu teman dan bergurau dengan teman pun mulai muncul. Namun kita tetap saja belum bisa datang kesekolah seperti biasa ditambah lagi peraturan dari pemerintah adanya lockdown selama 2 minggu karena lonjakan kasus corona di Indonesia. Selama lockdown ini kita tidak boleh keluar rumah diatas jam 8 malam, pemerintah mewajibkan memakai masker saat keluar dari rumah dan memberikan denda kepada masyarakat yang tidak memakai masker saat diluar rumah. Disaat ini juga kita sudah sangat bosan untuk dirumah saja, masyarakat mulai merasakan bahwa lockdown ini usaha yang mereka jalani sudah sangat berkuran, pekerja kantoran banyak kena PHK. Masyarakat mungkin kita sangat kesal dan bingung harus berbuat apa karena ekonomi yang sangat menurun drastis dan bahkan hampir ada yang bangkrut. Ditambah lagi lockdown ini ternyata dilakukan sampai 1 bulan lagi. Setelah 1 bulan diberlakukan lockdown kita sadar bahwa kebersihan dan taatnya protokol kesehatan itu sangat penting, disini masyarkat sudah mulai taat akan protokol kesehatan dari memakai masker, mencuci tangan, dan tidak keluar rumah. Pihak sekolah pun mulai melakukan pembelajaran secara online namun dengan memakai zoom yang dapat memunculkan gambar dan suara sehingga guru dapat menjelaskan materi secara virtual dengan cara ini yang memudahkan bagi siswa untuk lebih memahami materi pelajaran. Pada mulai dilonggarkannya lockdown ini pihak sekolah mulai mengadakan kelas tatap muka namun dengan ( ( -' &0& ) 0 .#$ơ $ . /0 & ' . ) . /$ + # -$)4 yang masuk hanya beberapa kelas saja untuk menghindari kerumunan di sekolah. Disaat itu kita mulai melakukan praktekpraktek membuat obat yang dilakukan disekolah dan mulai

61


Selaksa Asa Meraih Cita

belajar beberapa pelajaran secara langsung bertemu dengan "0-0 2 ' 0+0) # )4 / - / . Ʃ % ( . /$ + .#$ơǚ /$ + &$/ selasai belajar dari sekolah kita dilarang untuk pergi kelain tempat selain pulang kerumah untuk menghindari terjangkitnya virus ini. Tidak terasa pandemi ini telah berjalan 1 tahun lebih yang lebih tepatnya aku sudah berada disemester 2 di kelas 11 ini. Aku juga sudah melaksanakan praktek kerja lapangan selama 2 bulan di Apotek, banyak ilmu yang kudapatkan dari praktek kerja lapangan ini yaitu aku mengetahui bagaimana nanti situasi di lapangan kerja, pentingnya menjaga kebersihan pada diri kita untuk penampilan pada diri kita, bagaimana bersosialisasi dengan orang lain dan masih banyak lagi manfaat dari praktek kerja lapangan ini. Setelah praktek kerja lapangan ini aku mulai kembali belajar baik di sekolah maupun dirumah seperti biasanya di masa pandemi, namin lonjakan kasus kematian virus ini semakin bertambah dalam satu minggu, akhirnya pemerintah membuat aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan karena hal itu sekolah kembali dilakukan secara online lagi seperti awal pandemi untuk menekan lonjakan kasus covid ini. Saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarkat ini dilakukan akhirnya ujian kenaikan kelas kali ini dilakukan sedikit berbeda karena selama ujian kita mengerjakan online dirumah namun hanya 2 hari ujian secara online disekolah dan sesuai masuk kelas yang dibagi dari sekolah. setelah ujian selesai dengan senangnya aku dan teman-temanku naik kelas. Tapi kita tidak terasa pandemi ini sudah berjalan selama 2 tahun tanpa henti yang ada hentinya kita beraktivitas diluar rumah dari yang sekolah biasanya biasa saja sekarang kita harus memakai masker, dari yang keluar rumah dengan rasa aman sekarang takut akan terjangkitnya virus yang mematikan ini, dari yang dapat berkumpul bersama keluarga saat lebaran sekarang hanya bisa melihat di layar gadget ini. Bisnis penjualan pun mulai berubah yang dahulu secara langsung ke pelanggan kini kita sudah bisa memesan lewat handphone saja. Aslinya banyak sekali cara mengurangi lonjakan ini namun masih banyak dan ada yang menghiraukan bahwa virus ini tidak

62


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

berbahaya dan tanpa menghiraukan protokol kesehatan yang sesuai dengan anjuran pemerintah dan media internet yang kita lihat. Dari sini kita sadar menjaga kebersihan pada diri kita sangatlah penting selain menghindari berbagai penyakit kepada diri kita tapi menjaga kesehatan pada orang lain juga. Pada situasi ini manusia memang sangat diratakan oleh tuhan agar menyadarkan kita bahwa sesama manusia tidak boleh menghina satu sama lain dan harus hidup saling tolong menolong sesama manusia. Kita harus sadar bahwa situasi ini tidak selalu buruk, menyusahkan, dan bosan. Situasi ini harus kita buat untuk menjadi produktif dan meningkatkan solidaritas sesama manusia, kita tidak bisa harus memiliki perspektif bahwa masih ada sisi baik dari situasi ini seperti kita lebih sering berbagi kepada yang lainnya, lebih dekat dengan keluarga di rumah, dan masih banyak lagi. Jadi, bagaimana kita memandang bagaimana situasi ini mejadi buruk terus menerus atau ada hikmah dibalik situasi ini tergantung dari cara pandang kita masing-masing. ***

63


Selaksa Asa Meraih Cita

'&'6*).*+/ '0*1* *+,'1. Hari - hariku terlihat sama saja tidak ada bedanya, yang membedakan hanya lah waktu terus berjalan. Terkadang aku merasa bosan karena tidak ada yang menarik pada hari ini. Terkadang aku juga merasa senang bisa menikmati kesendirianku dengan melakukan hal - hal yang positif. Kesepian? Tidak. Karena di rumah ada keponakan kecilku yang bisa membuat aku tertawa setiap harinya. Dan aku bisa menghibur diri dengan caraku sendiri. Aku berasal dari keluarga yang sederhana. Aku tinggal bersama orang tua, kakak perempuan, kakak ipar, dan keponakan. Keponakanku masih kecil, dia berusia 1 tahun. Aku sangat bersyukur karena kedua orang tuaku masih ada sampai saat ini. Pada masa pandemi, aku lebih banyak melakukan halhal yang sekiranya bisa membuat aku tidak merasa jenuh di rumah terus. Mulai dari bangun tidur, aku selalu bangun tidur pukul 04.30 dan melakukan shalat subuh di rumah. Di situ aku sudah melihat ibu mau pergi belanja. Tentunya ibuku sudah melakukan shalat subuh. Selesai aku shalat, ternyata ibuku masih belum pulang juga. Tiba – tiba ada kakak yang ingin mengambil air wudhu. Sambil menunggu ibu pulang, biasanya aku olahraga kecilkecilan di belakang rumah. Sebenarnya aku merasa malas kalau olahraga, tapi aku melawan rasa malas tersebut. Pada masa pandemi begini jangan sampai tidak berolahraga sama sekali. Selepas shalat kakakku biasanya mencuci baju. Dan akhirnya ibu sudah pulang. Di kedua tangannya sudah ada lauk pauk yang ingin dimasak pada pagi hari ini. Aku segera membuka satu 64


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

persatu bahan – bahan makanan yang sudah dibeli oleh ibu. Aku membantu ibu memasak. Itu sudah menjadi kebiasaanku selama pandemi. Semenjak sekolahnya daring, jadi aku bisa membantu ibu memasak, menjemur pakaian, mencuci piring, ( )4 +0Ǜ ) ' $) . " $)4 ǚ +$ & /$& . &*' # *Ƥ$) Ǜ &0 tidak bisa membantu ibu melakukan pekerjaan rumah. Bukan berarti aku tidak membantu sama sekali, ketika aku selesai makan aku selalu mencuci piring. Supaya pekerjaan rumah tidak numpuk. Dan pekerjaan rumah lainnya yang sekiranya bisa aku kerjakan setelah pulang sekolah. Makanan menu pada hari ini akhirnya sudah siap. Saya lanjut menyapu rumah dan menjemur pakaian. Sedangkan ibu dan kakak mengurus adik, seperti memandikan dan menyuapin adik. Pada akhirnya aku merasa capek. Melihat indahnya pada pagi hari itu, aku duduk – duduk santai sambil menghirup udara segar. Dengan begitu, rasa capekku jadi hilang. Tepat pukul 07.00, ibuku siap – siap ingin berangkat kerja. Dan aku yang menggantikan ibu menjaga adik. Karena kakak dan kakak iparku masih makan dan mandi. Aku selalu mengajak adik jalan – jalan ke depan untuk melihat orang yang sedang beraktivitas atau yang lainnya. Terkadang aku menggendong - nya, kadang juga dia naik sepeda lalu aku yang mendorong dari belakang. Sekedar keliling dari depan lalu ke belakang. Dan pulang, ternyata kakak sudah ada di depan rumah. Sekarang ganti, aku yang mandi dan makan. Sedangkan adik sama kakak. Rasanya aku ingin cepat – cepat makan. Sejak pagi tadi, aku sudah melakukan aktivitas yang membuat aku jadi menguras tenaga. Apa pun makanannya tetap enak di mulut. Aku makan dengan lahap dan menghabiskan makanan tersebut. Ketika aku ingin mencuci piring, aku melihat ibu yang sudah rapi untuk berangkat kerja. Sebelum berangkat, aku salim kepada ibu terlebih dahulu. Kemudian aku lanjut mencuci piring bekas makananku tadi. Lalu, aku ambil minum dan duduk sebentar sekitar 5 menit. Habis makan duduklah terlebih dahulu. Setelah 5 menit, kini saatnya aku mandi pagi. Aku mengambil handuk dan pakaian kemudian menuju ke kamar mandi. Kata orang rumah, akulah orang yang paling lama saat mandi. Bagiku aku

65


Selaksa Asa Meraih Cita

kalau mandi itu cepat, tapi beda lagi kalau kata mereka. Selain airnya segar dan jernih, aku bisa melihat langit yang cerah dari jendela mini. Aku suka banget mandi pagi, karena airnya segar sekali. Tapi beda lagi kalau musim dingin, aku malah malas mandi. Bahkan mau menginjak lantai kamar mandi pun aku tidak berani. Setalah mandi pagi, aku mencuci pakaianku sendiri. Ketika pertama kali aku menstruasi, di situlah aku mulai diajarkan ibu untuk mencuci pakaianku sendiri. Kemudian aku mengambil air wudu dan melakukan shalat dhuha. Sesibuk apa pun, aku selalu meluangkan waktuku sebentar untuk melakukan shalat dhuha. Selesai shalat, aku merasa di rumah ini seperti tidak ada penghuninya. Kakak sama anaknya pasti main di rumah tetangganya, kakak ipar juga sudah berangkat kerja, ayah ada di belakang sedang menyiapkan makanan untuk ayam. Di belakang rumah ada banyak ayam, karena ayah sekali dengan ayam jadi ayah memelihara ayam. Ada keuntungannya juga memelihara, telur ayamnya bisa dijual lagi. Kemudian aku pergi ke kamar tidur untuk memakai skincare, handbody dan lain – lain. Setelah itu, aku membantu ayah membuat tas pakaian. Karena itu salah satu pekerjaan ayahku. Aku membantu ayah sampai terdengar suara adzan. Lalu aku membereskan semua yang sudah aku kerjakan tadi dan meletakkannya ke tempat yang semula. Kini waktunya aku mengambil air wudu dan melakukan shalat dzuhur. Setelah itu, aku memilih pakaian yang sudah kering karena terkena paparan sinar matahari dan angin. Aku letakkan di tempat biasanya. Sambil menunggu waktu daring tiba, aku bermain dan menjaga adik. Semenjak kelas 11 ini, aku daringnya dimulai pukul jam 12.30 – 15.30 WIB. Sudah tepat jam 12 siang, ibu dan kakak ipar waktunya pulang ke rumah untuk istirahat sebentar dan nanti jam 1 siang kembali lagi berangkat bekerja. Karena tempat bekerja mereka tidak jauh dari rumah. Maka dari itu mereka pulang sebentar dan akan kembali lagi bekerja. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang, kini saatnya aku daring. Ketika daring aku tidak suka ada yang mengganggu. Kecuali ada hal penting. Terkadang mataku berat sekali, rasanya pengen tidur. Tapi aku harus bisa menahan rasa ngantuk. Bagaimanapun aku harus sekolah walaupun itu di rumah dan menahan rasa ngantuk. Memang biasanya aku selalu tidur siang, tetapi semenjak aku kelas 11 ini jam tidurku diganti

66


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dengan daring. Waktu kelas 10 aku masih bisa merasakan nikmatnya tidur siang, karena dulu daringnya masih jam 7 pagi. Aku mengerjakan tugas yang diberikan Bapak / Ibu guru dengan senang hati dan enjoy. Terkadang aku merasa berat sekali untuk mengerjakan tugas dari mata pelajaran yang tidak kusukai. Tetapi aku melawan rasa malas tersebut, dan bagaimanapun itu tugas yang harus aku kerjakan. Aku tidak mau nilaiku kosong, maka dari itu seberat apa pun tugasnya akan aku kerjakan sebisa mungkin. Semangat dari diriku sendiri dan juga melihat motivasi dari handphone, itu yang mendorong aku untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Setelah lamanya aku daring, terkadang masih ada saja tugas yang belum sempat aku kerjakan. Karena itu ada mata pelajaran yang mengadakan G - meet maupun Zoom, maka dari itu waktunya akan habis dan ganti pelajaran selanjutnya. Terkadang aku harus memahami dan mempelajari materi yang akan dipelajari pada hari ini terlebih dahulu, baru bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bapak / Ibu guru. Aku juga harus pandai membagi waktu, supaya tugas – tugas aku dapat terselesaikan pada hari ini juga agar tidak terjadi penumpukan tugas. Ketika sudah terdengar suara adzan ashar, sementara aku berhenti untuk melakukan aktivitas apa pun itu. Menulis, mengetik, memahami materi, dan lain – lain sementara berhenti dahulu sampai adzan nya selesai. Karena aku sebagai orang muslim harus menghormatinya. Setelah adzan selesai, aku langsung mengambil air wudu dan menunaikan shalat ashar di rumah saja. Aku lebih suka melaksanakan shalat itu ketika adzan sudah selesai, jadi tidak menunda – nunda waktu. Setelat shalat ashar, aku lanjut lagi daringnya sampai jam setengah 4. Jika masih ada tugas yang belum terselesaikan biasanya aku lanjut lagi . # $. .# ' / ( "#-$ / 0 .# ' / $.4 Ǩǚ 0 # % ( . / )" # ƪǛ kini waktu daring aku sudah selesai. Aku segera membereskan semua buku – buku dan peralatan tulis. Kemudian aku mandi supaya badanku bersih dan bersiap – siap untuk mengaji pada sore hari ini. Tidak lama, aku mengaji sekitar 1 jam. Sebelum berangkat mengaji, aku berpamitan kepada ayah dan juga kakak aku. Kini waktunya pulang, aku pulang sendiri dan jalan kaki karena tempat mengajiku tidak jauh dari rumah. Setelah pulang mengaji, Rumahku sudah kelihatan bersih. Ini semua

67


Selaksa Asa Meraih Cita

dikerjakan oleh kakak dan ibu. Ibu sepulang dari kerja langsung membersihkan rumah dan kakak membantu. Sedangkan adik bermain sendiri dan juga diawasi oleh kakak dan ibu. Aku ganti baju terlebih dahulu. Kemudian kami sekeluarga berkumpul menjadi satu di ruang keluarga. Kami biasanya berbincang – bincang dan bercanda sampai terdengar adzan maghrib. Dan akhirnya adzan maghrib sudah berkumandang, saatnya shalat maghrib. Kami shalat maghrib di rumah secara bergantian. Selepas aku shalat maghrib, tidak lupa untuk membaca al – quran setiap harinya. Kemudian aku belajar dan mengerjakan tugas yang belum terselesaikan . Sebisa mungkin aku tuntaskan tugasku pada hari ini juga, supaya tidak ada penumpukan tugas ) ) +$&$- )ǚ $ & / - . Ǜ 2 &/0)4 .# ' / $.4 Ǩ /$ ǚ &0 . " - ( )" ( $' $- 20 '0 ) ( ' &. ) & ) .# ' / $.4 Ǩ kemudian lanjut lagi mengerjakan tugas jika belum selesai. Jika tugasku susah selesai, aku biasanya menonton televisi bersama ibu, kakak, dan adik. Tepat pada jam 9, adik waktunya tidur. Sedangkan aku masih menonton televisi bersama ibu hingga jam setengah 10. Setelah jam setengah 10, aku dan ibu beranjak untuk tidur. Tetapi sebelum tidur, aku mengambil air wudhu. Setelah itu aku tidur dan tidak lupa mengatur alarm untuk bangun shalat shubuh. ***

68


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Hari ini, sudah 1 tahun lebih sejak munculnya virus Covid-19 masuk ke negara Indonesia. Karena virus itu, sekolah diliburkan. Awalnya, sekolah hanya diliburkan selama 2 minggu, tetapi karena virus yang tidak kunjung mereda, akhirnya libur sekolah pun diperpanjang dalam jangka waktu yang tak pasti. Libur dimulai pada awal bulan Maret tahun 2020, saat saya masih menduduki kelas 9 SMP. Saya sangat senang karena mendapat hari libur yang tak terduga. Pagi itu, saat hari libur pertama tiba, aku bangun dan membersihkan kasurku. Setelah mandi dan makan, aku memikirkan “apa ya yang harus aku lakukan hari ini?” aku terus berpikir tapi tidak menemukan ide untuk melakukan kegiatan apapun. Akhirnya aku membuka handphone dan melihat-lihat apabila ada sesuatu yang bisa kucontoh untuk menghilangkan rasa bosan yang ada.Saat membuka instagram, aku melihat sebuah video resep untuk membuat kue brownies, “hmm, apa aku buat ini aja ya?” pikirku. Aku pun memutuskan untuk membuat kue brownies dengan meminta bantuan dari mamaku. “ma, bantuin aku buat kue yuk?” ajakku. “kamu mau buat kue apa?” tanya mama. “Aku mau buat kue brownies dengan resep yang ada di video ini ma” jawabku “Oke ayo buat” jawab mama menyetujui ajakan ku. *** 69


Selaksa Asa Meraih Cita

(Di dapur) Pertama-tama kita menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, kemudian mulai membuat adonan, kami mengikuti cara persis seperti yang ada di video resep. Setelah membuat adonan tadi, kami menuangkannya kedalam cetakan lalu memasukkannya ke dalam oven. Kami menunggu selama -+15 menit. *ting!* Oven berbunyi, menandakan kue yang ada didalamnya sudah matang. Aku pun mengeluarkan kue dan menaruhnya di meja. Saat ku cium baunya “wahh bau nya wangi banget!” seru ku. “iya baunya enak banget ya” jawab mama. Kami menunggu kue agak dingin agar bisa mengeluarkannya dari cetakan. Saat sudah dingin, aku mengeluarkan kue itu lalu memotong nya agar bisa dibagikan untuk seluruh keluarga. Saat mencicipinya, rasanya sangat enak. Akhirnya hari libur pertamaku, kugunakan untuk belajar membuat kue dari video resep yang ku tonton. Hari-hari liburan terus berlanjut. Liburan yang tadinya hanya dijadwalkan 2 minggu saja, akhirnya berlanjut. Belum pasti kapan liburan ini akan selesai. Ini dikarenakan virus Covid-19 yang tak kunjung mereda, malah semakin parah. *** Dua bulan sudah berlalu, aku pun akhirnya lulus sekolah menengah pertama ku, aku mulai mencari smk favorit yang ada di kota ku. Aku pun berakhir masuk di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, sekolah swasta favorit yang ada di kotaku. Sekolah dimulai online atau biasa disebut daring, terkadang aku masuk sekolah hanya beberapa hari untuk praktek kejuruan, karena aku masuk di jurusan perbankan syariah yang mengharuskan untuk bisa bersosialisasi, menggunakan komputer, paham akan akuntansi, dll.

70


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Di sekolah, aku banyak bertemu dengan teman baru. Ada 41 anak yang ada dikelas. Anak sebanyak itu, tetapi hanya terdapat 5 laki-lali, mayoritas dikelasku adalah anak perempuan. *** Hari ini, jadwalku pergi ke sekolah untuk praktek komputer atau spreadsheet. Aku berangkat pagi-pagi pukul 06.00 wib dan sampai disekolah pukul 06.30 wib. Di sekolah aku bertemu dengan teman-teman, ada dua anak yang sangat dekat denganku. Mereka bernama Icha dan Callista. Kami dekat karena kebetulan tempat duduk kami berdekatan. Hari ini kami berjanji untuk bertemu di parkiran dan masuk ke kelas bersama. Aku yang baru sampai melihat Callista yang duduk di motornya sambil memainkan handphone. “hai Callista, sudah lama sampai nya?” sapa ku, sambil bertanya “eh Dinda udahsampe, belum lama kok” jawab Callista “Syukurlah kalau belum lama, berarti kita tinggal menunggu icha datang ya?” tanyaku. “iya, katanya dia sudah dalam perjalanan kok Din” jawab Callista. “oh gitu ya, oke deh” jawabku. 10 menit berlalu, Icha pun akhirnya sampai di sekolah *tin!* (Suara bel sepeda motor berbunyi) “hai guys! Aku datengnih” sapa Icha yang baru saja tiba dengan motornya. “kamu lama banget si Cha, kita uda dateng dari tadi nih” Aku dengan nada kesal. “hehe, maaf macet tadi” jawab icha Akhirnya, setelah semua sampai. Kami menuju ke kelas yang ada di lantai 2, untungnya kami belum terlambat untuk masuk kelas. Selang beberapa menit, guru pun masuk dan mulai menjelaskan materi-materi yang ada. Kami mendengarkan 71


Selaksa Asa Meraih Cita

dengan seksama agar bisa memahami pelajaran hari itu. Pukul 10.00 wib pun tiba, sudah waktunya kami untuk pulang. Kami pun membereskan peralatan lalu pulang kerumah. *** Sudah beberapa bulan berlalu, tapi sekolah masih belum kembali normal. Kebanyakan, aku menghabiskan waktu di rumah saja dengan melihat drama. Tapi lama-kelamaan, aku mulai bosan. Aku mulai bingung karena tidak ada kegiatan di rumah. Bulan puasa pun sudah tiba. Di hari pertama puasa, sayangnya aku tidak bisa ikut puasa karena datang bulan yang melanda. Selama tujuh hari, aku akhirnya dapat mengikuti puasa di hari ke delapan. Di bulan puasa ini, rasa bosanku mulai memudar. Karena, dibulan ini banyak kegiatan yang bisa dilakukan, seperti mengaji dan ngabuburit saat sore hari. Aku sangat bersenang-senang di bulan suci ini. Satu bulan berlalu, waktu hari raya pun tiba. Aku berkunjung ke rumah saudara terdekat dengan mematuhi protokol kesehatan. Aku sekeluarga hanya berkunjung ke rumah saudara yang ada disekitar rumah, karena masih dalam masa pandemi. $ 0- ) # -$ - 4 $ 0' Ɵ/-$ +0) / -' 2 /$ )" ) . )" / + /ǚ *** Sampai saat ujian kenaikan kelas pun tiba, aku mulai belajar dengan giat selama berhari-hari untuk menyiapkannya. Aku membaca buku, melihat referensi di google dan lain-lain. Saat hari H, aku gemetar. Ketakutan akan mengacaukan ujian kenaikan kelas ku Hari demi hari selama tujuh hari, aku mengerjakan ujian dengan susah payah. Syukurlah, ujian itu pun berjalan dengan lancar. Tinggal menunggu hari untuk bisa melihat nilai ujian ku, apa naik kelas atau tidak. Selagi menunggu hasil ujian, aku juga mengerjakan yang belum sempat terselesaikan, dan melunasi semuanya. Akhirnya hari hasil raport itu keluar tiba, untuk bisa melihatnya, orang tua harus datang ke sekolah untuk mengikuti rapat. Dan tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada.

72


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Aku pergi bersama mamaku ke sekolah, aku pergi pukul 07.30 wib dan tiba di sekolah pukul 07.45 wib. Rapat orang tua dimulai pukul 08.00 wib. Para murid yang menemani orang tua harus menunggu diluar sampai rapat selesai. Sambil menunggu, aku dan teman-teman mengobrol mengenai nilai ujian. Semuanya takut apabila mereka mengacaukan nilainya. Sama dengan mereka, aku pun juga takut akan membuat orang tuaku kecewa. Rapat pun selesai, para orang tua keluar satu persatu dari ruang rapat. Aku menunggu mamaku yang akhirnya keluar setelah sekian lama. Ternyata raport yang ditunjukkan pada orang tua tidak dibawa pulang, murid bisa melihatnya melalui web atau link yang akan diberikan guru wali kelas masingmasing. Aku pun pulang ke rumah dengan mamaku. Di perjalanan, aku masih belum tauapakan nilai ku bagus atau tidak, jadi aku masih sangat grogi. *** Sampainya dirumah, aku melihat handphone dan membuka grup kelas untuk melihat link yang diberikan guruku untuk melihat hasil nilai ujian. Saat aku mulai membukanya, akh merasa berdebar-debar. Aku mulai memasukkan username dan password yang diberikan. Hasil ujian pun keluar, aku melihat satu persatu nilai ku. Dan syukurlah, nilai ku tidak terlalu buruk juga. Aku pun naik kelas 11 smk di bulan juni. *** Di bulan Juli, kegiatan belajar mengajar mulai aktif melalui daring. Aku mulai enroll ke setiap kelas baru yang ada di e-learningatau web yang biasa digunakan untuk kegiatan daring smk sepuluh nopembersidoarjo. Tugas berdatangan dan semakin menumpuk, di kelas 11 ini aku semakin sibuk. Materi pelajaran semakin sulit. Untungnya, aku mendapat guru-guru yang baik dan sangat rajin untuk menjelaskan melalui g-meet atau zoom, sampai aku benar-benar paham dengan materi yang dijelaskan.

73


Selaksa Asa Meraih Cita

Sebenarnya beberapa bulan sebelum memasuki tahun ajaran baru, terdapat desas-desus yang mengatakan bahwa sekolah akan kembali normal dibulan Juli tahun 2021 ini. Tetapi, ternyata itu juga hanya wacana semata. Malah, diberlakukannya ppkm darurat di daerah Jawa-Bali dimulai pada bulan Juli. Semua masyarakat diharuskan untuk tetap berada di rumah saja selama beberapa hari. Yahh, seperti awal liburan. Ppkm awalnya hanya untuk beberapa hari saja, tetapi ppkm ini masih terus berlanjut sampai di bulan Agustus ini. *** Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi aturan pemerintah. Aku tetap dirumah saja selama masa ppkm berlangsung. Aku menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, apabila sudah menyelesaikan semua, aku pun bersantai dengan menonton drama-drama. Aku suka menonton drama korea saat waktu senggang, karena selain dramanya yang menarik, aku pun jadi bisa sekalian untuk belajar bahasa korea dan budaya-budaya yang ada di Korea. Tapi tenang, aku juga suka melihat drama lokal yang ada di Indonesia. Karena drama di Indonesia juga tidak kalah menariknya dengan drama yang ada di Korea. *** Begitulah kisahku saat pandemi melanda, bosan atau tidak bosan harus dihadapi sampai pandemi ini berakhir. Aku sangat berharap agar pandemi ini cepat berakhir agar aku bisa mulai - &/$Ɵ/ . )" ) )*-( ' & ( '$ǚ - )" 4 )" & -% $ luar kota pun bisa lancar pekerjaannya apabila sudah tidak ada pembatasan. Sekali lagi, semoga pandemi ini bisa berakhir. ***

74


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Oppy Septiani Dwi Sukma Perkenalkan nama saya oppy disini saya akan menceritakan suka dan duka saya selama pandemi covid 19. Awal ada covid 19 itu saya yakin tidak yakin karna penyakit tersebut berasal dari cina dan saya pikir tidak akan tersebar luas seperti sekarang. Tetapi pikiran saya itu salah karna semakin kesini yang namanya penyakit kalau tidak diobati akan semakin berbahaya maka dari itu kita harus mematuhi protokol kesehatan sesuia yang dianjurkan pemerintah Dan tidak keluar rumah jika tidak berkepentingan dan kalau keluar rumah pun juga harus memakai masker dan membawa hand sanitizer. Dan pada akhirnya sekolah memerintahkan muritnya untuk libur selama 2 minggu. Lebih khawatir karna penyakit corona masih hangat-hangatnya di perbincangkan, tapi senang juga karna libur selama 2 minggu, saya pikir waktu 2 minggu itu asik tanpa tugas-tugas yang membuat otak saya pusing 7 keliling, tetapi saya salah dari waktu 2 minggu itu makin banyak tugas yang berdatagan kepada saya. Yang awalnya 1 sampai 2 tugas ehh ternyata makin banyak dan setiap tugas ada deatlinenya masing-masing dan tidak dari situ saja untuk mengirimnya sanja sangat sulut. Sulit karna prosesnya yang sangat panjang dan membutuhkan waktu. seperti, kuota kalau telat mengerjakannya pun nilainya di potong ya karna internetnya atau jaringannya jelek. 75


Selaksa Asa Meraih Cita

Dan dari situ sekolah menganjurkan bahwa sekolah dari rumah atau yang sering di sebut daring. Setelah itu pemerintah mengumumkan bahwa sekolah di rumah akan di perpanjang. Dan dari situ kita sekolah hanya melalui google meet atau zoom meet. Tidak hanya tugas saja yang harus dikumpulkan saya juga harus absen setiap hari dan tidak boleh telat, (kalaupun itu telat berarti saya khilaf bu maap jangan salahkan saya bu, saya orangnya lupaan bu hahaha ). Setelah liburan 2 minggu lamanya saya masuk sekolah tetapi tidak semua, tetapi di bagi menjadi 2 kelompok, bergantian dan harus mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker. Masuk sekolah hanya 2 minggu( kalau gak salah). Dan berhubung saya masih kelas 11 dimana kalau sekolah smk pasti ada yang namanya pkl (praktik kerja lapangan) dan sebenarnya sekolah sudah menempatkan anak didiknya ke rumah sakit atau pun klinik untuk pkl, akan tetapi corona ini semakin mencengkam dan membuat para orang-orang meninggal dunia, pada akhirnya sekolah menepatkan anak didiknya untuk pkl di sekolah saja dengan barang –barang yang ada di ruang pratik. Dan mulain lah saya praktik disekolah dan sebenarnya itu tidak ada pengalaman langsung dari kakak-kakak yang ada di rumah sakit. Seiringnya berjalannya waktu pandemi ini semakin hari semakin mencengkam banyak sekali orang yang terkena corona tanpa gejala yang cukup jelas. Yang awal mulanya hanya di rumah saja dapat terinfeksi corona, dan dari situlah ibu saya menyarankan untuk meminum jahe hangat dan madu. Yang sebenarnya saya tidak suka madu (hanya beritahu bu meri saja hahaha). Dan dari situ para saudara saya menyarankan ramuanramuan seperti sereh,jahe, jahe merah lengkuas dan kunyit di rebus dan di minum airnya. untuk menguatkan imun atau daya tahan tubuh saya dan keluarga. Setelah 3 bulan saya melalui lika-liku magang atau pkl yang tempatnya di sekolah dan tidak berhenti di situ saja saya juga menulis laporan-laporan untuk diberikan kepada dudi dan guru pembimbing untuk penilaian (kalau gak salah ya bu) selama saya pkl di sekolah.

76


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Dan dari situ saya masih keluar rumah buat kesekolah dan tetap mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker. Selama saya masih di rumah saja saya juga mengerjakan tugastugas yang 1 hari bisa sampai 5 tugas yang membuat saya lelah, letih dan stress kenapa bisa sterss karna menurut saya lebih efektif masuk sekolah dari pada daring dan tatap muka melalui google meet kalaupun ada kuota. Mulai saya bangun tidur saya mengerjakan tugas rumah seperti menyapu mengepel, membantu ibu. Kalau saya tidak membantu di pastikan ada upacara mendadak(ibu marahmarah) maka dari itu saya membantu terlebih dahulu. Setelah selesai sekitar jam 10 saya dan keluarga sarapan( karna saya dan keluarga tidak bisa sarapan pagi-pagi, katanya sih turun temurun dari eyang hahaha)setelah itu saya mengecek handphone dan dari situ saya mulai mengerjakan tugas-tugas kemarin yang belum sempat saya selesaikan. Setelah itu sekitar pukul 14.00 saya makan siang ( tidak perlu saya cantumkan sholat shubuh,sholat dhuha, dhuhur, . -Ǜ ( "-$ Ǜ $.4 ǨǺ . / ' # ( & ) .$ )" . 4 (0' $ . ) sambil rebahan dan membaca dunia oren (wattpad bu haha mengurangi penat bu supaya otaknya gak kaku) dan menscroll dunia kotak merah segitiga putih (youtube bu) saya tidak lihat tiktik karna handphone saya tidak cukup untuk apk itu( kok jadi curhat maap bu khilaf). sudah cukup lelah dengan aplikasi tersebut sekitar pukul 4 saya membersihkan rumah lagi menyiram tanaman ,menyapu, mengepel. Setelah itu saya mensetrika baju semua orang yang ada di rumah. Setelah selasai sekitar pukul 6 saya mandi dan sholat kalau saya rasa belum capek saya melanjutkan kalau tidak . 4 ( $) # ) +#*) . ( $' )0)""0 2 &/0 .#*' / $.4 Ǩǚ $. $.4 Ǩ . 4 ( )" %$ $ -0( # )" ) "0-0 +-$1 /ǹ2 ' 0+0( belum begitu lancar) setelah selesai mengaji sekitar pukuk 8.30 saya mengecek apakah besok ada tugas yang harus saya kumpulkan( kalau saya inget).lalu saya rebahan dan membaca dunia oren. Lalu saya tidur sekitar tengah malam( tidak sering, mungkin hanya ada tugas saja saya tidur tengah malam seperti sekarang saya juga mengerjakan tugas yang daetlinenya besok). Pada hari sabtu dan minggu 77


Selaksa Asa Meraih Cita

saya dan keluarga meluangkan waktu untuk olahraga seperti senam, lari-lari, kalau pun ada waktu bapak saya mengajak saya dan keluarga untuk berenang. Waktu itu pandemi agak sedikit menurun(kalau gak salah ya ). Pada hari sabtu malamnya keluarga besar dari ibu kerumah untuk malam mingguan makan-makan, karaoke,tetapi sudah melakukan protokol kesehatan meski memakai masker dan berjaga jarak. Seirinnya berjalannya waktu pemerintah terus memperpanjang libur sekolah yang awalnya 1 minggu menjadi 1 bulan itu sangat membosankan karna sudah terlalu lama kita di rumah. Saya tinggal di perumahan tidak elit yaa mampu buat saya dan keluarga bisa meneduh dari panas matahari dan hujan. Waktu itu mungkin tuhan sudah berkehendak yang dimana seluruh daerah sudah ada yang mengenai zona merah yang di mana daerah itu sudah mencapai Batasnya dan di wilayah perumahan saya sudah banyak siaran-siaran mengenai orang meninggal karena sakit ataupun meninggal karna corona. Pemerintah mengumumkan banyak orang yang meninggal karena covid. Dan dari situ banyak orang yang menyumbangkan lahan untuk menguburkan orang yang kena covid. Kalau menurut saya bila orang kena covid itu meninggal pasti penyakitnya sudah punah bukan??? Seiring berjalannya waktu semakin lama dirumah semakin banyak makanmungkin ibu saya parno karna saya,kakak,bapak dan ibu sering keluar rumah untuk bekerja dan saya sekolah, jadi ibu saya selalu menyuruh saya makan dan minum vitamin. dengan adanya corona ini semakin hari semakin banyak orang yang masuk rumah sakit. Dan para dokter dan suster memakai pakaian seperti astornot yang kelihatan hanya matanya saja. Dan makin banyak ambulan yang keluar masuk rumah sakit untuk menjemput pasien covid ataupun mengantar jenazah. Dan seluruh toko ataupun warung sekarang harus tutup jam 8 supaya tidak terkena covid 19 ini. Para ahli dan dokter telah berusaha untuk mematikan covid 19 ini. Dan munculah yang namanya tes PCR, swab tes. Yang menentukan positif atau negatif. Kalaupun berpergian harus tes PCR biar aman. Semakin di perpanjang samapi level ayam geprek pun itu sudah ada yang mengatur.

78


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Semakin hari covid semakin mencengkam setiap hari saya caring atau berjemur(tapi bukan baju). Setelah saya naik kelas 12 rasanya itu gak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Padahal baru kemaren tidur di kelas, baru kemaren saya tidur di kelas bareng temen, baru kemaren kelas free, baru kemaren saya dan teman bercanda ria. Rasanya sedih dan senang juga karna sudah menjadi kakak kelas hahaha. Dan setelah naik kelas rasanya sama seperti kemarinkemarin di rumah sekolah lewat google zoom, tatap muka, rasanya waktu begitu cepat berputar sepertinya sudah lupa bagaimana dulu kita di kelas di luar kelas. Andai saja waktu bisa di putar kembali rasanya kangen banget sekolah. Sekarang kelas 12 mungkin sibuk dengan tugas-tugas, yang sebentar lagi kita akan ujian belum lagi kalau praktik-praktik mungkin sudah sibuk dengan sendirinya. Mungkin segitu saja cerita dari saya oppy septiani dwi sukma, apabila ada kata dan bahasa yang kurang enak di pandang memang saya orangnya apa adanya, oppy meminta maaf sebesar besarnya. Oppy bisanya sampai segini ceritanya. Bu merry maafkan oppy kalau oppy telat absen atau ngumpulin tugas. Manusia banyak salahnya terutama oppy. Oppy akhiri assalamualaim warohmatullahi wabarokatuh ***

79


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemi Oleh: Rahma Ayu Sidoarjo,sebuah kota kecil yang menjadi bagian dari wilayah yang biasa adalah sebuah daerah pinggiran ibukota yang masih menyimpan nuansa hijau pepohonan dengan lingkungan alami yang masih bertahan. Entah sampai kapan nuansa itu terhindar dari gangguan gejolak pembangunan dan pola hidup khas metropolitan demi mengejar sesuatu yang disebut dengan perkembangan. Namun siapa sangka, kota yang masih memiliki pola lingkungan campuran antara lingkungan alami yang kental akan tradisi dengan kehidupan metropolitan yang modern ini, menjadi pintu masuk serangan makhluk kecil yang paling dibenci masyarakat dunia untuk masuk ke Indonesia. Saat perbatasan tanah air dan negara tetangga sedang diantisipasikan untuk segera Lockdown, makhluk kecil itu dengan santainya diam-diam melewati penjagaan ketat dan mulai membuat kemah liburan yang merugikan sekaligus membuat peradaban baru yang merusak tatanan peradaban yang sudah ada. “Kriiiinnggg...” bunyi yang sama dan kudengar setiap harinya menggetarkan tulang martil kecilku, memaksakuku untuk membuka mata dan meninggalkan pertarungan yang hampir saja kumenangkan di alam mimpi. Ingin rasanya kubanting benda bulat itu. Tapi ku urungkan niat itu karena aku tak ingin kehilangan lonjakan semangat untuk mengawali hari ini, Dan alarm, kau kembali memenangkan taruhan dengan membangunkanku pagi ini. 80


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Kegiatanku hari ini hanya mengikuti alur yang sama yang biasa kulakukan. Tak ada yang berubah. Mulai dari adegan saat kubangun, hingga menutup pintu. Hanya itu-itu saja. Terkadang hal ini membuatku bosan. Sungguh, tak ada cara lain agar aku terhindar dari aktivitas-aktivitas tersebut, kecuali menambah jam tidurku untuk melaksanakan ritual liburan yang jarangjarang bisa kudapatkan selain pada situasi yang sedang genting seperti saat ini. Dan itu benar-benar tidak sehat bagi tubuh. -% " & - ) ( )*)/*) / 4 )" ) Ɵ'( 4 )" / & # $.)4 hingga larut malam. Terbangun dengan kaki di atas dan kepala di bawah, Sama juga tidak sehatnya. Mungkin sebagai pelarian, berkebun sepertinya akan mulai kuminati. “Kriiinnggg...” dering ponsel yang kupikir bunyi alarm yang terus-terusan mengganggu hidupku terdengar memekakan telinga. Oh...ternyata panggilan seluler dari Pak Bos yang sering memberiku banyak pekerjaan pada hari-hariku sebagai ./ Ƣ ($)$./- .$ $ )/*-ǚ ((Ǟ& '$ $)$ + 4 )" & ) $ berikan padaku disaat libur seperti ini? “Halo, Pak Galih! Selamat Pagi! Ada kabar apa, Pak?” sapaku. “Oh, Hai! Pagi, juga? Hari ini kamu libur kan?” balasnya diiringi pertanyaan yang membuat keraguan tidak mendapatkan pekerjaan hancur. Sudah kuduga. “Iya, memangnya kenapa Pak?” tanyaku kemudian.. “Hari akan ada kunjungan dari perusahan lain dan akan meeting kerja sama, saya harap kamu hadir ,” katanya memberi kabar yang menghancurkan harapanku untuk bersantai ria dihari ini. “Meeting? Di situasi seperti ini? Bukannya dilarang untuk melakukan perkumpulan? Kenapa tidak virtual saja pak?” aku mencoba mengelak. “Sudah, jangan banyak tanya. Datang aja, ya!” ucap Pak Galih mengakhiri pembicaraan. Hatiku mulai dipenuhi rasa penasaran. Pertanyaan mulai bermunculan di dalam otakku. Apa yang telah aku lakukan? Apakah aku telah melakukan kesalahan sehingga harus dipanggil ke Kantor. Padahal, kondisi sekarang ini sedang mencekam

81


Selaksa Asa Meraih Cita

karena ulah teroris Coronayang bertujuan untuk mengambilalih kota. Dan aku, harus pergi keluar melewati zona merah ditengah perang yang sedang berkecamuk? Ah yang benar saja..! Dari pada menduga-duga hal yang tidak jelas kepastiannya, akhirnya kuputuskan untuk menemui Bos bermulut lebar dan berlidah pedas itu. Sudah ribuan kali aku merasakan bagaimana sifat itu ia tunjukkan di hadapanku. Aku tak tahu, apakah ini merupakan suatu ketegasan untuk menegakkan kedisplinan atau memang sudah merupakan bagian dari karakter kepribadiannya. ”Ya sudahlahlah..daripada harus diberhentikan dengan tidak hormat dari tempat di mana aku menimba penghasilan,”pikirku. Waktu menunjukan pukul 06.30, dan aku harus memasukan kartu absen pukul delapan pagi ini.Aku menghela napas lalu segera beranjak dan menutup pintu rumah. Tak lupa membawa peralatan wajib yang harus digunakan saat ini, masker, sarung tangan, dan handsanitizer. Yah, aku tak mau kehilangan teman-teman di kantor yang menjauh dariku hanya karena tak memakai masker. Itu sangat menyebalkan apalagi pada saat aku sedang membutuhkan bantuan mereka. Aku berjalan menelusuri trotoar yang kelihatan agak lebih lebar dari biasanya. Nampaknya para pejalan kaki di sini sedikit berkurang karena lebih memilih rebahan di atas kasur daripada jalan-jalan tak jelas dengan resiko tinggi. Jalan raya yang sebelumnya padat dengan kendaraan yang berjarak kurang dari 2 meter bahkan tanpa jarak pada jam-jam sibuk, sekarang kulihat jarak antar kendaraan mencapai 10 sampai 15 meter. Dan lampu lalu lintas merah kesepian, tak ada hingar bingar bunyi klakson ataupun omelan-omelan penuh emosi dari para penunggunya hingga berubah menjadi hijau. Sungguh hari yang sangat sepi dan tenang. I realyloveit! Setelah berjalan beberapa blok dari rumah, kulihat café terbuka tempat nongkrong anak-anak muda nampak ramai oleh pengunjung yang merupakan pembeli tetap ataupun hanya sekedar nongkrong-nongkrong saja. Tanpa menggunakan masker ataupun pelindung lainnya, mereka dengan bebas asyik mengobrol dan bercanda, tertawa-tawa. Sungguh, aku tak mengerti apa yang ada di pikiran mereka. Himbauan dan peringatan besar-besaran dari pemerintah hanya dijadikan

82


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

hiburan, sementara sanksi tegas dijadikan sebagai tantangan. Benar-benar membuatku tak habis pikir!. Aku terus berjalan melewati kerumunan yang menatapku dengan pandangan ganjil, seakan aku ini orang paling aneh sedunia. Mereka mulai berbisik-bisik dan ada pula yang dengan sengaja mengencangkan volume suaranya agar terdengar olehku. “Lebay!” kata seorang pemuda dengan senyum sinisnya. Aku hanya melirik sekilas. “Paling mukanya jelek tuhsampe-sampe ditutupi kayak gitu?” ucapnya diiringi tawa teman-temannya. “Eh jangan begitu, siapa tau wajahnya sensitive kayak wajah aku!” ujar seorang gadis muda yang ada di depannya. “O ya? Koq maskernya gakdipake?”tanya yang lain. “Aku pake maskernya malam, masker bengkuang. Biar gak % - 2 / )Ǜ #$ #$ #$Ǟ& / )4 &$&$& )ǚ “Ha...ha...ha..lagian ribet amat pakegituan segala. Orangorang seperti kita yang penting bisa makan kenyang dan usaha lancar., beres deh. Gak usah mikirin virus coronacorona!”tambah pria bertubuh tambun menatapku dengan pandangan mengejek. Aku hanya menghela nafas. Dengan sikap tak peduli, kupercepat langkah menuju halte busway. “Sudahlah, Rico, kau tak perlu pedulikan omongan orangorang gila itu! Fokus saja pada pekerjaanmu!” gumamku dalam hati. Dan busway yang setiap harinya berjalan-jalan mengelilingi jalanan kota berhenti di hadapanku. Pintu terbuka, dan seorang petugas dengan APD lengkap mengarahkan termometer digital ke arah dahiku sebagai antisipasi yang sudah biasa dilakukan. Dan aku tak terkejut. Tentu saja, pengamanan yang sangat ketat ini akan membuat semua orang bahkan penjahat terkenal sekalipun berpeluang untuk tertangkap basah karena tak memakai masker. Setelah menatap tajam petugas pemeriksa suhu tubuh yang sangat teliti melihat angka termometer dan menanyakan seputar alasanku meninggalkan nyamannya rumah demi perjalanan yang penuh resiko di luar, kudapatkan kursi kosong. Kosong dari orang dan kosong dari tanda silang merah sebagai tanda

83


Selaksa Asa Meraih Cita

larangan untuk diduduki guna mengurangi setengah jumlah tempat duduk di transportasi publik dalam rangka pelaksanaan program pemerintah yang disebut Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Dan selebihnya, hal ini dapat mengurangi peluangku untuk berdesakan saat menaiki busway pada jamjam sibuk. Namun, jika aku telat sepersekian menit saja akan mengakibatkan aku tertinggal karena jumlah penumpang tidak boleh melebihi kapasitas. Memasuki area perkantoran, beberapa petugas keamanan siap dengan peralatan lengkapnya menunggu di balik pintu. Menyambutku dengan Alat Pelindung Diri lengkap. Masker, Handsanitizer, dan Disinfektan tak luput di samping mereka. Sebelum masuk ruang perkantoran, tiap orang yang datang dipersilakan untuk membersihkan tangan di wastafel dekat meja administrasi. Layaknya seorang bodyguard mereka mengawasi tiap orang yang datang dan tak segan–segan menegur setiap orang yang tidak patuh. “Oke, Sudah bersih?”tanyaku menunjukan kedua tanganku.

memastikan

sambil

“Ya...silahkan, masuk!” ucap salah seorang petugas mengangguk memberi hormat. Sebenarnya aku agak canggung dengan perlakuan seperti ini. Namun demikian , aku sangat mengapresiasi tindakan mereka karena dalam menegakan peraturan memang diperlukan ketegasan. Ketika beberapa langkah dari batas tangga, seseorang menghampiriku dengan kecemasan luar biasa tergambar di wajahnya. “Selamat pagi Pak Galih!” mengangguk tanda hormat.

sapaku

tersenyum

dan

“Owh, kamu. Mari, ikut saya!” ujarnya, akupun beranjak mengikutinya. “Yahh...istirahat juga belum, masa harus langsung kerja sih?” gerutuku dalam hati. Pak Galih pun langsung menuju ruang pertemuan. Hmm.. pasti membahas keuangan. gumamku tersenyum senang 84


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

membayangkan bonus uang jutaan. Ketika pintu terbuka, nampak Pak Dani sudah menunggu di sana. Aku jadi malu, segera kutepis segala pikiran yang hinggap dibenakku. Pejabat tinggi perusahaan itu mendahuluiku memasukkan kartu absen di mesin pemindai sidik jari seketika meruntuhkan keangkuhan dan kesombonganku dan membuatku merasa bahwa aku bukan apa-apa. Dia, orang hebat dan masih setia untuk merelakan waktunya bersama kesuksesan untuk tetap menjadi orang yang produktif. “Selamat Pagi!” sapaku merendah dengan senyuman lebar berharap dia bisa memaafkan kesalahanku. “Pagi! Silakan duduk!” jawabnya dengan sedikit penekanan pada suaranya. Kuharap, itu bukan karaena aku melakukan kesalahan. “Kita akan mengadakan rapat penting dengan perusahaan saingan kita untuk melakukan kerja sama. Situasi ditengah Pandemi ini membuat setengah dari pegawai mereka akan di PHK. Saya sendiri belum tahu kesepakatan apa yang akan kita buat, tapi, kita akan menyambut kunjungan mereka, setelah itu baru kita bahas maunya mereka apa” Pak Dani menjelaskan tujuan dipanggilnya aku untuk masuk kantor ketika aku sedang menikmati rebahan santai di rumah. “Drrriiiinngggg....” bel detektor api berdering panjang. Membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Suara itu membuat semua orang yang ada di ruangan menjadi panik seketika . Kamipun segera melangkah menuju ruang aula dekat pintu masuk yang utama yang merupakan sumber dari kegaduhan yang terjadi pagi ini. Namun, tak nampak kepulan asap ataupun percikan api yang terdeteksi sehingga menyebabkan bel berbunyi nyaring. Sementara, terdengar keributan di ruang sebelah. Sepertinya sedang terjadi adu argumentasi dan adu pendapat yang cukup sengit antara seorang wanita dan dua laki-laki melawan penjaga di pintu masuk. Kami pun segera mendekati sumber suara yang sungguh mengganggu gendang telinga itu. “Gak usah ngatur-ngaturdeh” kata seorang wanita dengan penekanan. Raut wajahnya seperti orang yang sedang menderita kerugian miliaran rupiah saja. 85


Selaksa Asa Meraih Cita

“Ada apa ini?” tanya Pak Dani bergabung ke dalam obrolan sengit mereka. “Ini ni, cuma jadi penjaga aja sok mau ngatur-ngatur aku!” jawabnya kepada Pak Dani dengan wajah sinis. “Maaf, Bu. Ini sudah menjadi perauturan di perusahaan kami bahwa siapapun yang berkunjung harus mengikuti protocol kesehatan untuk mencegah persebaran virus corona. Jadi, Ibu ikuti saja langkah-langkahnya,” ucapnya Pak Dani berusaha menurunkan emosi yang bergejolak di kepala wanita tersebut. “Tidak bisa begitu pak, saya tersinggung dengan kelakuan petugas anda. Saya sehat koq, masa wanita cantik seperti saya diperlakukan seperti ODP!” Sanggah wanita itu. “Maaf ibu, aturan ini berlaku untuk semua orang termasuk saya!” tegas pak Dani. “Saya gak mau tahu, pokoknya saya gak mau cuci tangan, titik! Dan sepatu saya, saya tidak mau sepatu saya disemprot cairan disinfektan. Kotor, bau, nanti sepatu mahal saya malah jadi rusak, bapak mau tanggung jawab?” tanyanya dengan keangkuhan yang cukup membuat kami berdecak. Wajah Pak Galih merah,padam menahan emosi, sedangkan Pak Dani menghela napas keras-keras. Sementara para Penjaga Pintu -0. # ( ) # ) /$)%0&0 4 )" )" ) - Ơ &. ( ' 4 )" kearah wanita itu. Penghinaan terhadap orang yang kukagumi sungguh tidak bisa diberi toleransi. Sementara dua Asisten yang mendampingi wanita itu berusaha melindungi majikannya. Lalu..praaaang..!! Kami terhenyak, waktu seolah terhenti sesaat ketika wanita itu beranjak pergi bersama kedua asistennya dengan meninggalkan pecahan vas bunga guci porselen yang berserakan di lantai. Wanita itu meluapkan amarahnya dengan cara yang unpredictable. Aku sungguh tak habis pikir, Bagaimana bisa, orang seharusnya “mengemis” kerjasama berani menghancurkan aset perusahaan dan secara terang-terangan menabuh genderang perang dengan pemilik perusahaan itu sendiri. Lalu dengan tak tahu malu ia melakukan hal yang di luar batas hanya karena dia tak punya lagi kata-kata untuk membalas ucapan Pak Dani.

86


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Ya ampun, entah apa yang merasukimu..” gumamku menepuk jidat. Melamun di Bus Kota dalam perjalanan pulang menjadi kebiasaanku yang tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Terbayang kembali peristiwa tadi pagi yang sungguh menguras emosi, namun akhirnya mampu menbuatku tersenyum-senyum sendiri mengingat jika saja tinjuku berhasil mendarat diwajah wanita sombong itu, pasti akan lebih seru, he he he.. Lamunanku buyar seiring bus melambat, dan berhenti di sebuah halte. Aku melangkah, menuruni Bus, dan berjalan menyusuri trotoar melewati café terbuka yang tetap saja ramai dari tadi pagi hingga hari menjelang sore begini. Namun ada yang aneh dengan kerumunan orang-orang itu. Tidak seperti tadi pagi yang penuh keceriaan, kerumunan sore ini dihiasi dengan kepanikan di wajah-wajah mereka. Sekilas kulihat beberapa orang mengelilingi seseorang yang tergeletak di sudut trotoar. Dengan tetap menjaga jarak aku mendekat. Saat, kuteliti ternyata dia adalah pemuda bertubuh tambun yang tadi pagi mengejekku tepat di tempat ini. Aku tak tahu apa yang terjadi padanya, tapi aku segera menghubungi pusat layanan kesehatan agar mendatangkan petugas kemari guna berjaga-jaga jika ia benar-benar terpapar pandemic dan aku masih punya peluang untuk tidak terpapar juga. Tak lama berselang sebuah Van Putih berhiaskan tanda palang merah dengan orang-orang terpilih lulusan ilmu kedokteran pun tiba. Dengan sirine yang meraung-raung terdengar hingga jarak 500 meter. Para petugas berpakaian putih tebal layaknya Pakaian Astronot itu mulai mendekati tubuh tambun yang tegeletak lemas di atas trotoar. Ketika petugas menyentuh tangan orang tersebut, seketika ia bangkit dan berteriak “I got you! Kalian kena frank..” ujarnya berdiri dan melonjak-lonjak kegirangan. Sementara orang-orang disekitarnyanampak tertawa terbahak-bahak. Aku tersentak lalu kutatap orang-orang itu dengan pandangan bingung. Sungguh sebuah joke yang sangat tidak lucu! Namun suasana berubah menjadi kepanikan saat para petugas memaksa pria itu untuk masuk kedalamambulance diiringi teriakan-teriakan protes dari teman-temannya, pria itu dibawa dengan setengah diseret oleh para petugas.. 87


Selaksa Asa Meraih Cita

“Maaf, saudara-saudara, orang ini terpaksa kami bawa. Dia adalah PDP yang kabur dari Rumah Sakit seminggu yang lalu. Kami sudah mencarinya ke mana- mana, rumahnya selalu kosong, dia tak sering ada di ruang public dan sangat sulit untuk di Karantina,” ujar seorang dokter menjelaskan. “Bagi yang selama seminggu ini melakukan kontak dengannya, harap untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing” imbuhnya. “Terima kasih atas kerjasamanya!”, seorang dokter menyalamiku sebelum akhirnya berlalu. “Sama-sama dok, senang bisa membantu,” aku tersenyum bangga karena hari ini aku telah menjadi pahlawan kesehatan.! Setibanya di rumah, aku menghela napas, lelah setelah seharian berpetualang di dunia jumanji, menemui banyak hal yang bisa membuatku tertawa sendiri..”Begitu banyak orangorang aneh!” gumamku sambil merebahkan tubuh lelahku. “Kriiinggg...” dering ponsel panjang tak henti-hentinya mengganggu me- time. Dengan malas kuangkat telepon dari Billy, salah satu rekan kerjaku yang memiliki hobby bergosip. “Halo, Rico...!” terdengar suara Billy “Ya Bill, kenapa?” tanyaku “Aku punya kabar menarik..!” ujarnya memancing hasratku untuk mendengarkan gossip yang terjadi hari ini. “Kamu ingat perempuan sombong yang tadi pagi datang ke kantor? Ternyata dia berstatus OTG dan positif Corona Kabarnya sepulang dari kantor kita, dia drop dan kondisinya sekarang semakin parah!” Sejenak aku tertegun mendengar kabar itu. Rupanya karma telah menjalankan tugasnya dengan cepat. Tiga hari kemudian,“Krriinnggg...” ponselku berdering kencang memaksaku membuka mata di hari minggu siang ketika tertidur didepanTVyang masih menyala. Dengan malas &0 )"& / / '+*) )Ǟ “Hai Rico, ini aku, Billy. Aku punya kabar baru, wanita sombong itu meninggal dunia tadi malam dan jenazahnya langsung dibawa ke kampung halamannya di Semarang Jawa

88


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Tengah untuk dikebumikan,” Aku tertegun tanpa bisa berkata apa-apa.. Energi ingatan tentang peristiwa keributan beberapa hari yang lalu masih lekat tertancap dan masih menjadi topik utama dalam lamunanku. Namun, semakin waktu berlalu, energi itu kian melemah dan meredup layaknya komet yang bergerak menjauh dari atmosfer. Entah sampai kapan ini berakhir. Dan untuk saat ini, hanya siaran televisi yang menemani harihariku sebagai Manusia Karantina Mandiri.“Dilaporkan, aksi masyarakat yang menolak jenazah yang terpapar virus corona, terjadi di Semarang, Jawa Tengah,” prolog presenter Berita. ***

89


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemic VS Me Oleh: Regina Ainun Nisa “Seperti itu update perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia hari ini. Tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun kalian berada. Ingat pesan ibu!” Terdengar suara seorang pembawa berita dari salah satu stasiun televisi, memenuhi ruang keluarga saat ini. “Bi, aku mau keluar sebentar. Kalau mama pulang bilang saja, ada yang harus aku selesain.” Gadis tinggi semampai dengan balutan cardigan warna krem, dan memakai masker mulut turun dari tangga menuju ruang keluarga. Aktivitas Bi Minah yang sedang menyapu lantai sambil melihat televisi terhenti. “Loh neng, tadi ada berita kasus Covid-19 semakin tambah setiap harinya. Lebih baik nengdiem dirumah saja ya?” Bi Minah menasehati. “Aku mau keluar. Sebentar saja kok Bi, lagian Mama sama Papa ga ada dirumah juga.” Bantah gadis itu. “Kalau gak terlalu penting mah, gak usah keluar-keluar. Nanti Mamasama Papa tahu, gimana? Mama sama Papa titip pesan ke Bi Minah buat Neng.” “Aku pulang sebelum mama sama papa pulang.” “Tapi neng, Bibi khawatir.” Ucap Bi Minah mengkhawatirkan gadis itu layaknya seorang ibu kepada anak kandung. Ia telah bekerja dikeluarga ini selama bertahun-tahun, sejak gadis yang telah remaja itu berumur 5 tahun. 90


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Pamit ya, Bi.” Gadis itu tak menghiraukan perkataan Bi Minah, dan tetap pergi kelua. Bi Minah akhirnya mengalah. Ia paham betul dengan sikap Alaia yang sangat keras kepala. Menasehati orang yang berwatak keras kepala, pada akhirnya akan tetap sama. Orang itu akan kukuh pada penderiannya. Kecuali, jika ia membuka hatinya, mendengarkan dan melakukan apa yang orang lain katakan. Alaia Selina Pramudita. Gadis berparas manis, namun keras kepala. Anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang, kedua orang tuanya selalu sibuk dengan urusan mereka masingmasing, hidup tanpa memiliki saudara kandung membuatnya terkadang bosan diam di rumah. Walaupun ada Bi Minah yang menemaninya dari kecil, namun usia mereka terpaut sangat jauh. Saat Alaia bergurau lelucon dengan Bi Minah, Bi Minah tidak mengerti. Selalu berakhir membosankan. Alaia sedang duduk di salah satu kursi halaman rumah, menunggu ojek online yang ia pesan beberapa menit lalu. Ia telah membuat janji dengan teman-temannya, bahwa mereka sepakat bertemu di salah satu kafe pada siang hari ini. Tak perlu waktu lama untuk menunggu, ojek online yang ia pesan sudah berada diluar gerbang rumahnya. Gadis itu bergegas membuka gerbang, sambil membawa helm miliknya sendiri. “Mbak Alaia Selina, betul?” Tanya driver ojek online itu dari balik masker mulut yang ia pakai. “Iya betul.” Jawab Alaia dengan nada ramah. “Sesuai protokol kesehatan, mbak memakai helm milik pribadi ya mbak.” Ujarnya mengingatkan. “Iya, ini sudah dibawa. Tinggal pakai.” “Oke mbak, sesuai aplikasi ya.” Kendaraan beroda dua itu melaju, mengantarkan Alaia yang sudah tidak sabar bertemu dengan teman-temannya. Cuaca siang hari ini sedikit mendung. Matahari nampak tertutupi awan-awan putih kehitaman. Kondisi PSBB transisi masih dilaksanakan didaerah Alaia tinggal. Tidak banyak orang dan kendaraan lalu lalang di jalan. Kota yang kecil, namun

91


Selaksa Asa Meraih Cita

mempunyai sejuta cerita. Kesenangan dan kesedihan ia dapat di kota ini. Begitulah yang Alaia deskripsikan tentang kota kelahirannya. Terlihat jelas spanduk dengan tulisan “La Vinthetic.” Di pinggir bangunan krem itu. Sesuai dengan namanya, bangunan yang bisa dibilang “tua” ini bernuansa vintage, dipadu dengan ornamen-ornamen yang menambah nilai estetika. Saat pertama kali masuk, pengunjung disuguhkan pemandangan instagramable disetiap sudutnya. Sebelum masuk, ia menuju tempat pengecekkan suhu tubuh. Tertera angka 36 derajat celcius di thermogun tersebut. Itu artinya suhu tubu Alaia normal. Setelahnya, ia memakai hand sanitizer yang sudah disediakan. Saat ia membuka pintu, aroma kopi dan kudapan mulai memenuhi indra penciuman. Tidak banyak pengunjung kafe pada hari ini. Hanya ada dua sampai tiga orang saja yang sedang berbincang, yang lainnya merupakan pelayan kafe. Alaia memilih untuk menempati tempat duduk bagian depan, dekat pintu kafe. Tembok di sini menggunakan kaca, sehingga pengunjung kafe bisa melihat ke arah luar dengan jelas. Keadaan masih sepi di luar sana. Siang menuju sore, rintik hujan mulai turun. Terlihat orang-orang yang berjalan disekitar kafe berdatangan, sekedar untuk menepi dari rintik hujan yang mulai membesar. Alunan musik bergenre pop terdengar sedang diputar. Kenangan Manis dari Pamungkas. Lagu itu merupakan salah satu lagu kesukaan Alaia. Saat pertama kali mendengarnya, ia langsung jatuh cinta dengan lirik disetiap baitnya. Tawa yang terlepas tanpa ada makna Cerita lama yang selalu dibawa Diam-diam hati ini mengerti -$)" / ) % $ $-$ / )/ )"(0Ǜ / )/ )"(0 Tuk sementara, sampai berjumpa Bersama-sama, bercanda lagi Kenangan manis di hari ini Jadi alasan untuk kembali

92


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Seolah lagu tersebut cocok dengan keadaannya saat ini. Rintik hujan dipadu dengan alunan musik merupakan kombinasi yang sempurna. Gadis itu menikmati keadaan, meresapi setiap lirik pada musik yang diputar. Terlintas satu peristiwa dibenaknya. Peristiwa masa lalu bersama keluarganya, kebersamaan dan kehangatan yang mungkin hanya menjadi kenangan manis. Tidak akan bisa terulang lagi. Karena sibuknya kedua orang tua Alaia dengan pekerjaan masing-masing. “Halo, Far? Gue udah sampai, nih. Lo masih dimana?” Tanya Alaia yang sedang menelepon temannya. “Gue otw nih, bentar lagi sampai kok.” Jawab Farrah dari seberang sana. “Cepetan, Gue sendiri disini. Yang lain pada belum datang.” “Coba lo tanya di grup chat, deh. Jangan-jangan mereka lupa.” “Oke. Lo cepat ya, gak enak banget gue sendirian.” “Iya, iya. Bawel amat lo.” “He-em.” Maureen mengakhiri sambungan, lalu membuka aplikasi berlogo hijau di beranda smartphone-nya. *** GRUP SAJA ) Ǜ '' Ǜ -- #Ǜ ) Ʃ $))4 Alaia Selina: Halo-halo, ditunggu nih di Vinthetic. Meja deket pintu, cewek pake cardigan krem. Bella: Lho, Ngapain disana, Ren? Alaia Selina: Kita kan mau ngumpul Revano Pradipta: Eh, iya. Gue lupa. Farrah Adrienne: Nahkan, pada linglung lo semua.

93


Selaksa Asa Meraih Cita

Alaia Selina: Gue udah kesini lho, Farrah juga lagi otw. Javas Algavin: Iya, iya tenang. Gue otw. Bella: Oh itu, maaf ya, gue gak diizinin sama Mama. Lagi situasi gini, soalnya. Alaia Selina: Yah, ya udah mau gimana lagi. Gak apa-apa, Bell. Radika Dhanuraja: Ren, Gue lagi di parkiran. *** Lonceng pintu berbunyi, menandakan ada yang masuk kafe ini. Derap langkah terdengar dari tempat duduk Alaia. Gadis itu mengalihkan pandangan, Radika menghampirinya. Alaia bisa mengenali postur tubuh dan matanya walau lelaki itu memakai masker. “Lho, Lo duluan, Dik yang sampai. Padahal Farrah udah otw beberapa menit lalu.” “Tadi gue lagi beli barang disekitar sini. Pas mau balik, "0 0& #+Ǜ )*/$Ɵ& .$ -$ "-0+ǚ )".0)" % "0 & .$)$ǚǪ Jelasnya. Lelaki bertubuh tegap itu duduk berhadapan dengan Alaia. Merebahkan punggungnya sambil menarik napas, terlihat kelelahan. Alaia hanya ber-ooh panjang. Suasana kembali hening. “Eh, Apa kabar, Dik?” Tanya Alaia memecah keheningan. “Kabar baik. Lo apa kabar, Al?” Radika menatap sepasang mata gadis di depannya. “Syukur kalau gitu. Kabar baik juga.” Jawab Alaia hangat. “Dorr!” Suara keras itu datang dari balik tubuh Alaia. Dua tangan memegang pundaknya, ia membalikkan tubuh dan melihat Farrah. Gadis berbadan sehat yang sudah datang. “Farrah! Kangen banget, ih.” Alaia meluapkan kerinduan. Ia memeluk sahabatnya itu sangat erat. “Eh, eh. Corona, inget woy!” Radika mengingatkan kedua temannya. 94


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Mereka melepas pelukan, “Eh, Gue lupa.” Alaia lupa jika sekarang sedang Pandemi Virus Corona. Farrah duduk disamping Alaia. Di tengah mereka terdapat jarak satu meter, sesuai dengan protokol kesehatan. “Kalian belum pesan apa-apa?” “Belum, Far. Tunggu yang lain aja.” Jawab Alaia. “Tuh, yang lain datang.” Radika melihat kedua teman lakilakinya. Javas dan Revano. Mereka datang bersamaan. Bedanya, Javas berpenampilan rapi. Sedangkan Revano sedikit berantakan, terlihat seperti terburu-buru. “Apa kabar, semuanya?” Sapa Revano. Lelaki itu melakukan jabat sikut lengan bersama teman-temannya. Sering orang lakukan sebagai pengganti jabat tangan saat ini. Ia duduk disamping Radika, dan Javas menarik kursi dari meja lain. “Kabar bosan!” Jawab Alaia, Farrah, dan Radika serempak. “Santai, santai. Nah, gitu dong, kompak.” Lanjut Revano dengan nada menyebalkan. “Van, Jav, Kalian berdua lama amat, sih!” Protes Alaia. “Biasa Al, Anak Manja minta jemput.” Javas mulai bersuara. “Maksud lo, Revano?” Javas menganggukan kepalanya. Revano yang tidak setuju dengan pernyataan Javas, membela diri.“Dih, apaan. Gue udah bilang ke lo, Jav. Si Hitam lagi di bengkel. Hujan juga mulai turun.” “Motor lo ke bengkel mulu, minta diganti, tuh.” Radika ikut bersuara. “Gak bakal gue ganti. Dia yang nemenin gue selama tiga tahun ini. Udah terlanjur sayang.” Sergah Revano dengan nada dramatis. “Bilang aja itu motor gak bisa diganti karena uang tabungan lo udah habis, kan?” Celetuk Radika menjahili temannya itu yang membuat Javas, Alaia, dan Farrah terkekeh pelan. 95


Selaksa Asa Meraih Cita

“Udah, udah. Ganti topik!” Lanjut Revano yang merasa dipojokkan. “Bella mana?” Tanya Javas. “Dia gak diizinin ikut, katanya. Lo gak buka grup?” “Gak liat pesan Bella.” Javas menjawab perkataan Alaia dengan singkat, dan padat. “Gue udah laper. Pesan makanan yuk, Al.” Ajak Farrah kepada Alaia. Semua pesanan sudah datang. Aroma dari Americano *Ƣ ($'$& 1 . ( ( )0#$ $) - + ) $0( )ǚ / )4 Ǜ &*+$ berasa pahit seperti itu, cocok diminum saat cuaca hujan seperti sekarang. Kopi yang memberi efek tenang karena mengandung kafein. Mereka membuka masing-masing masker mulutnya, mulai menyantap hidangan hangat yang terlihat sangat menggugah selera. Disela menyantap hidangan, sesekali mereka mengobrol. Tak terasa, antara satu dengan yang lain menjadi tidak berjarak. Saling melempar tawa dan candaan, melupakan protokol kesehatan. Alaia terlihat paling bahagia diantara temantemannya. Ia merasakan kebebasan juga kebahagiaan bersama mereka, berbanding terbalik dengan keadaan rumahnya sekarang. Selesai makan, Farrah berpamitan kepada teman-temannya. “Guys, Gue balik duluan, ya? Bunda udah nelponin, nih.” “Gue juga, gak bisa lama-lama.” Serta Javas. “Kalau lo balik, Gue juga balik, dong?” Tanya Revano. “Ya, kalau mau gratisan.” Jawabnya “Oh jelas dong, kan lo temen terbaik gue, hehe.” Ucap Revano sambil terkekeh. Arah rumah Javas dan Revano memang searah, terlebih lagi Revano saat datang ke sini, sudah bersama Javas. Merasa hari semakin gelap, satu per satu teman-teman berpamitan. Meninggalkan Alaia dan Radika yang masih terduduk manis di kursi masing-masing. Hujan sudah berhenti setengah jam yang lalu. Perlahan 96


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

senja mulai menampakkan dirinya. Semburat cahaya nampak menghiasi langit sore. Dedaunan di pohon terlihat masih berair karena derasnya hujan tadi. Udara semakin terasa dingin. Karena sore akan berganti dengan gelapnya malam. Rasanya, cardigan krem yang dipakai Alaia tidak cukup untuk menghangatkan tubuhnya saat ini. Jam operasional Kafe Vinthetic dikurangi sesuai kebijakan pemerintah sermpat. Kafe itu akan tutup jam tujuh malam. “Al, Kapan lo balik?” ya?”

“Entahlah, Dik. Mungkin sampai kafe ini tutup. Temani gue,

“Yang bener aja, Lo. Inget, Al. Sekarang masih corona, jangan keluar rumah kelamaan.” “Sendirinya, ikut ngumpul.” “Kebetulan aja sekalian keluar. Udah lama juga gak ketemu kalian. Kecuali lo sih, Kemarin kita ketemu gara-gara lo minta antar ke swalayan. Padahal bisa pesan online.” “Seenggaknya gue lebih bahagia sama lo, sama temanteman daripada di rumah sendirian. Garing.” Radika yang paham maksud dari perkataan Alaia tersebut terdiam. Larut dengan pikirannya tentang gadis yang ada dihadapannya saat ini. Mungkin orang-orang akan mengira bahwa kehidupan Alaia pasti sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Alaia terlahir dari keluarga yang cukup terpandang, nama kedua orang tuanya terkenal sebagai orang berpengaruh di bidang perusahaan, kediaman yang besar nan megah, dan ia juga merupakan anak tunggal di keluarganya, semua yang ia inginkan bisa ia dapat. Kecuali satu, Perhatian. Gadis itu merasa tidak diperhatikan oleh kedua orang tuanya semenjak wabah ini merajalela. Keduanya menjadi semakin sibuk mengurus perusahannya masing-masing. Ya, Maureen—Ibunda Alaia adalah wanita karir. Butiknya mengalami penurunan omset sangat drastis pada masa pandemi. Sebagian karyawan diberhentikan sementara, menyebabkan ia harus turun mengelola butiknya bersama dengan seluruh karyawan yang masih bertahan. Tentang

97


Selaksa Asa Meraih Cita

Januar—Ayah Alaia, tidak usah ditanya lagi. Beliau selalu sibuk karena memegang jabatan tertinggi di perusahaan miliknya. Keduanya selalu pulang malam, terkadang bisa bermalam di tempat mereka bekerja dan tidak pulang ke rumah. Karena letak rumah mereka dan tempat mereka bekerja di kota yang berbeda. “Semangat, Al. Masih ada gue sama teman-teman disisi lo. Ya udah, sekarang waktunya pulang. Kafe sebentar lagi mau tutup. Ayo, Al. Gue antar.” Ia menyemangati temannya itu, dengan tulus. Radika beranjak dari tempat duduknya. Alaia yang tersenyum mendengar perkataan itu mengikuti Radika dari belakang. Perjalanan dari Kafe Vinthetic menuju rumah Alaia membutuhkan waktu 15 menit. Motor besar merah milik Radika terlihat mencolok diantara kendaraan hitam dan putih yang melintas di jalanan sore hari ini. Perlahan hujan mulai kembali turun. Radika menambah sedikit kecepatan motornya itu, agar sampai tujuan lebih cepat sebelum hujan semakin deras. “Alaia, pegangan. Nanti lo jatuh!” Ucap Radika sedikit berteriak, agar suaranya bisa terdengar jelas diantara hujan. “Apa, Dik? Suara lo gak jelas!” Alaia mendekatkan kepalanya agar sejajar dengan kepala Radika. “Pegangan, nanti lo jatuh.” Suaranya kini merendah, melihat kepala Alaia yang mendekat padanya. ǩ ##Ǟ & ǟǪ $. $/0 ( ( " )" +0) & ' ' &$ $ + ))4 ǚ Radika melirik spion motor, ia tersenyum simpul dibalik helm fullface-nya. Kendaraan itu memasuki salah satu perumahan ternama di kota ini. Blok rumah Alaia berada dekat dengan gerbang perumahan. Radika memberhentikan motornya tepat di depan gerbang rumah Alaia. Gadis itu memberikan helm milik Radika yang tadi ia gunakan. Ia mengucapkan terima kasih, lalu Radika dan motornya pergi menjauh dari kediaman Alaia. Pintu garasi terbuka.Tampak mobil putih kecil milik Maureen sudah terparkir di dalam garasi rumahnya. Menandakan wanita itu sudah pulang. Wah, gawat. Mama sudah pulang. Batin Alaia.

98


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Gadis itu diam-diam membuka pintu rumahnya. Berjalan perlahan melewati ruang keluarga, naik ke kamarnya yang berada di lantai dua. Maureen yang sedang menonton acara di televisi mendengar suara seseorang. Gagal. Alaia tertangkap basah oleh Maureen. “Pantas saja, Mama cari ke kamar gak ada. Ternyata habis keluar. Darimana aja kamu, Alaia?” Maureen beranjak dari sofa menghampiri anak gadisnya itu. “Keluar sebentar, Ma.” “Mama sudah titip pesan sama kamu, jangan keluar. Kenapa masih keluar? Alaia, ingat, ini masih pandemi, Nak.” “Tapi, Ma. Alaia cuma keluar sebentar. Mama sama Papa juga sering keluar.” “Lho? Mama sama Papa keluar karena ada kepentingan, Nak. Gak bisa mama melakukan itu di rumah.” “Kepentingan apa? Pekerjaan? Kenapa sih, Mama sama Papa lebih mentingin pekerjaan daripada anaknya sendiri?” Alaia sudah emosional, matanya berkaca-kaca. Maureen menarik napas. Matanya menatap lurus sepasang mata Alaia. “Mama sama Papa kerja itu buat kamu, agar hidupmu layak, seperti sekarang ini. Kalau Mama sama Papa gak kerja, kamu gak bisa mendapatkan semua fasilitas yang kamu pakai sekarang, Sayang.” Jelas Maureen kepada anak gadis semata wayangnya itu. “Cukup, Ma. Alaia gak mau dengar alasan lagi dari Mama.” Gadis itu bertingkah layaknya anak kecil, yang belum mengerti tentang apa gunanya bekerja. Aku hanya ingin perhatian dari Mama, aku hanya ingin Mama sama Papa perhatian seperti dahulu. Batin Alaia dalam hati kecilnya. “Ada apa ini, Ma?” Januar berjalan menuju ruang keluarga. itu.

Maureen hanya diam, memandang lirih ke arah anaknya “Kenapa, Alaia?”

“Gak apa-apa, Pah.” Gadis itu berlari naik ke lantai dua rumahnya. 99


Selaksa Asa Meraih Cita

Maureen hanya bisa memandangi punggung anaknya itu menjauh. “Alaia, kapan kamu bisa mengerti, Nak?” Ucap Maureen lirih hampir tidak terdengar oleh Januar. “Gak mungkin anak itu gak apa-apa, kan, Ma?” Tanya Januar kepada istrinya. Maureen menjelaskan kejadian tersebut dari awal. “Mungkin dia lelah, biarkan saja dulu agar beristirahat.” Ucap Januar menenangkan istrinya. Alaia masuk ke kamarnya, lalu masuk ke kamar mandi di dalam kamar untuk membersihkan diri. “Kok bibir gue pucat, ya?” Gadis itu melihat pantulan dirinya dari cermin kaca. “Ah, kecapekan kali.” Sambungnya. Malam yang terasa lebih dingin dari sebelumnya. Alaia sudah memakai selimut tebal kesayangannya, AC sudah ia matikan. Namun, udara masih terasa dingin. Gadis itu tidak bisa tertidur karena dinginnya udara malam hari ini. Ia turun menuju dapur, membuat lalu meminum secangkir teh hangat berharap agar tubuhnya mendapat kehangatan. Sang fajar mulai terbit. Hari Minggu di pagi ini diawali dengan turunnya hujan. Hujan turun setiap harinya di akhir tahun. Awalnya hanya rintik, kemudian membesar, lalu kembali lagi seperti semula. Maureen dan Januar tidak bekerja hari ini, mereka sudah siap di meja makan untuk sarapan. Hanya Alaia saja yang belum turun untuk sarapan bersama. “Ma, Panggil Alaia, ajak dia sarapan bersama. Sudah jarang kita sarapan bersama dengannya.” Perintah Januar kepada Maureen. Tok! Tok! Maureen mengetuk pintu, namun tak ada jawaban dari dalam sana. Ia mencoba membuka pintu itu. Tidak dikunci. Semalam saat Alaia meminum secangkir teh, ia lupa tidak mengunci pintu kamarnya lagi. “Alaia? Sayang ayo bangun, kita sarapan bersama hari ini.” Gadis yang dipanggil tak menjawab, selimut tebalnya menutupi seluruh tubuh Alaia. “Alaia?” Maureen membuka selimut itu, terlihat Alaia yang sedang menggigil. 100


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Ya ampun, Kamu panas banget, Sayang.” Maureen meletakkan tangannya pada dahi Alaia. Ia segera mengambil termometer yang ada di atas laci kecil dekat pintu kamar. Tertera angka 38 disana. Suhu tubuh Alaia panas! “Mama, kenapa, Ma?” Alaia bertanya lemas setengah memejamkan mata. “Kamu panas, Kita ke rumah sakit.” Alaia diantar Maureen dan Januar pergi menuju rumah sakit terdekat. Karena standar rumah sakit pada masa pandemi, pasien hanya dapat ditunggu oleh satu orang. Maureen yang menunggu Alaia, sedangkan Januar keluar membawa mobilnya dari kawasan rumah sakit. Alaia melakukan rapid test setelah ia diperiksa dokter umum. Untuk mengetahui adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Setelah menunggu 10-15 menit, hasil rapid test milik Alaia keluar. Hasilnya positif. Petugas rumah sakit mengatakan, besok Alaia harus diperiksa dengan melakukan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-Cov-2. Keesokan harinya Alaia kembali datang mengunjungi rumah sakit diantar oleh Januar. Alaia melakukan pemeriksaan swab untuk tes PCR. Ia bisa mengetahui hasilnya besok. Alaia dan seluruh penghuni rumahnya menjalani isolasi mandiri selama ini. Walau hasil rapid test Maureen, Januar, Bi Minah, dan Pak Karso—satpam, negatif, tetap saja mereka semua harus menjalani isolasi mandiri. Selama isolasi, Alaia hanya bisa berkomunikasi dengan temannya melalui media sosial. Satu malam telah berlalu, pagi harinya Alaia kembali diantar Januar ke rumah sakit. Hasil swab test PCR-nya sudah keluar. Hasilnya sama seperti rapid test lusa. Alaia positif terpapar Virus SARS-CoV-2. Atau biasa masyarakat sebut, Virus Covid-19. Tak bisa dipungkiri, virus itu sudah masuk ke dalam tubuh Alaia. Menyesal pun tidak ada gunanya, semua ini sudah terjadi. Istilah “Penyesalan datang diakhir” memang benar adanya. Gadis itu dijemput di rumah sakit oleh satgas covid-19 berseragam APD lengkap untuk diisolasi bersama dengan pasien lainnya di wisma tempat penampungan pasien covid-19 sementara.

101


Selaksa Asa Meraih Cita

Ambulans dengan sirine-nya mengantar Alaia menuju wisma. Kendaraan itu membelah ramainya jalanan kota siang hari ini. Januar kembali ke rumah dengan keadaan terpukul. Berat rasanya berpisah dengan anak sematang wayangnya selama berminggu-minggu. Ditambah lagi mereka berpisah saat keadaan Alaia sakit. “Lho, Pah? Alaia mana?” Januar membuka jaketnya, menyimpannya ditempat pakaian kotor yang disediakan di depan pintu masuk rumah. Memakai hand sanitizer dan menyemprotkan disinfektan ke seluruh tubuhnya. Ia menatap sepasang mata Maureen. “Alaia positif, Ma. Dia dibawa ke wisma untuk isolasi disana. Mau kasih tau kamu, tapi kata petugasnya gak usah. Karena Alaia harus secepatnya diisolasi.” Air mata Maureen mulai turun, kedua tangannya menutup mulut. Tidak bisa percaya bahwa anaknya itu terpapar Virus Covid-19. Betapa terpukulnya kedua orang tua Alaia, dan seluruh kerabat dekatnya saat mengetahui Alaia terpapar virus. Berdoa dan berharap yang terbaik. Hanya itu yang bisa Alaia, Maureen, Januar, dan semua teman-temannya lakukan. Seluruh orang yang kontak erat dengan Alaia diperiksa. Satu lagi yang mendapat hasil positif. Radika. Lelaki itu positif terpapar Virus Covid-19 sama seperti Alaia. “Dika, Gue minta maaf ya. Karena gue, Lo jadi terpapar juga.” Keadaan Alaia sudah membaik selama 7 hari ini. Sekarang ia sedang menelpon Radika. Lelaki itu berada diperjalanan pulang. Ia lebih dahulu pulang ke rumah. Padahal, Alaia yang lebih lama diisolasi. Karena kata dokter, daya tahan tubuhnya lebih kuat dibandingkan dengan Alaia. “Santai aja, gak usah merasa bersalah, Al. Takdir kita emang kayak gini. Udah diatur dari sananya.” “Tapi benar kata Mama, harusnya gue patuh sama pesannya. Harusnya gue patuh sama pemerintah. Harusnya gue keluar kalau memang keadaan penting aja. Harusnya gue-“ Alaia 102


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

tidak melanjutkan ucapannya. Air mata kembali mengalir. “Ha# -0.)4 ǞǪ “Memang penyesalan itu datangnya belakangan. Kalau datang diawal bukan penyesalan namanya. Tapi selamat datang.” Radika mencoba mencairkan suasana. “Apaan sih, Dik. Gak jelas tau!” Ucap Alaia sambil tertawa. “Gitu dong, ketawa. Jangan sedih mulu. Nih ya, kata dokter, kalau mood kita bagus itu bisa meningkatkan imunitas tubuh. Terus kalau pikiran kita selalu positif juga bisa meningkatkan imunitas tubuh. Makanya gue cepet sembuh. Lo juga harus gitu, Al.” “Siap! Pak Dokter!” Serunya sambil tertawa. “Semangat, Al. Gue tau lo itu anaknya gak gampang nyerah.” Perbincangan itu ditutup oleh semangat dari Radika. 14 hari telah berlalu. Alaia sudah bisa kembali berkumpul bersama keluarganya. Namun tetap, ia masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Selama isolasi, Alaia tidak boleh pergi keluar rumah. “Ma, Pa, maaf ya aku gak dengerin pesan Mama waktu itu.” Maafnya kepada Maureen dan Januar. “Jangan minta maaf ke mama sama papa. Minta maaf ke diri kamu sendiri, Sayang.” “Aku sadar, perbuatan aku selama ini ngerugiin diri sendiri, Ma. Aku nyesel, nyesel banget. Karena aku, orang lain terpapar juga.” “Ini pelajaran untuk kamu. Bahwa, jangan sepelekan virus kecil yang bisa membunuh ini. Mama dan Papa juga sebenarnya khawatir saat kami bekerja keluar rumah. Tapi syukur, Allah masih sayang sama kita. Allah juga sayang sama kamu, Al. Allah melatih kesabaran kamu, menguji hawa nafsu agar kamu tidak ke luar rumah. Kamu juga dilatih menjadi orang yang peduli terhadap sesama, dilatih disiplin, dan tidak egois.” Januar mengelus anak rambut gadis itu. Memberi senyuman hangat yang selama ini Alaia rindukan. Mereka mengambil hikmah dari semua kejadian ini. Tidak ada lagi yang ke luar rumah jika memang tidak darurat, tidak

103


Selaksa Asa Meraih Cita

ada lagi dari mereka yang bekerja ke luar rumah. Semuanya dilakukan dari rumah. Sejak kejadian itu, Alaia aktif ikut serta dalam penyuluhan tentang covid-19 secara online. Ia menjadi narasumber di kegiatan positif itu, bersama dengan satu dokter yang juga berperan dalam penyuluhan ini. Mereka melakukan penyuluhan di berbagai media sosial seperi Instagram, YouTube, Twitter, dan lain-lain. Menyampaikan kepada masyarakat luas betapa penting dan wajibnya kita menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada. Alaia tersentuh hatinya, saat ia mengetahui kerja keras para garda terdepan selama ini. Banyak dari mereka yang telah gugur di medan tugas sebagai pahlawan berjasa. Menaruhkan nyawa-nya demi menyelamatkan nyawa orang lain. Sungguh mulia. Semoga seluruh tenaga medis dan masyarakat Indonesia diberikan kesehatan, kesabaran, dan kesadaran. Semoga pandemi ini bisa cepat berakhir. Itu doa Alaia disepertiga malam, setiap harinya. “Mari terapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada. Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Siapalagi jika bukan kita yang memulai? Dari kita, untuk kita. Mari buat Indonesia berbahagia dengan berakhirnya pandemi ini. Ingat pesan Ibu! Terimakasih.” Alaia menutup kegiatan penyuluhan secara online tersebut. Sudut bibirnya tertarik, membentuk senyum layaknya bulan sabit. ***

104


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

&*6+"* '/20*6 *).+4 Oleh: Ririn pramudita “Rin tangi, Rin tangi... “(Rin bangun, Rin bangun...) begitulah suara generang dari ibuku setiap pagi hari sambil membuka jendela kamarku. Angin sejuk yang mulai masuk ke dalam kamarku, hawa dingin yang mulai terasa dibadan ku. Perlahan selimut yang mulai ku tarik ke atas untuk menghangatkan tubuhku, namun generang lonceng ke dua mulai menyerang kembali. “ Dring... Dring... Dring” suara alarm handphone ku sudah melaksanakan tugasnya. Suara yang kencang hingga menghening ditelingaku. Sontak aku terbangun kembali dan mematikan alarmku, beranjak bangun dari tempat tidurku dan membuang rasa malas ku. Tatkala aku membersihkan tempat tidurku lalu mengkah menuju kamar mandi. Dua puluh menit kemudian aku keluar dari kamar mandi. Selanjutnya aku melakukan kegiatan pagi hari seperti pada umumnya yang orang lakukan. Melaksanakan ibadah sebagai umat islam dan membersihkan rumah sebagai anak yang berbakti, hhh hhh.... dan menjaga toko sebagai kesibukan ku. Serta, menanti makanan yang tak kunjung matang, aroma makanan yang menyengat sedap mulai kucium. Seketika itu sontak perutku bersorak-sorak melakukan demo “krucukkrucuk” begitulah suara demo parutku yang mulai terasa lapar, heheehe. 105


Selaksa Asa Meraih Cita

Tidak lama kemudian makanan sudah matang. Dan suara identik mulai kudengar “Rin mangan ta” (Rin makan ta?) dengan suara keranya ku jawab “iya” . Makanan sudah tersaji dimeja makan dengan sambal sebagai pelengkap makanan keluarga kami. Kata ibuku “makanan tanpa sambal terasa hambar”. Aku yang mulai makan dengan lahap sambil menikmati masakan chef andalan keluarga. Tidak lama kemudian, makanan sudah habis ku lahap. Seketika demo perutku sudah berhenti dan perutku sudah mulai nampak membadut, heheheh. Sambil menunggu daring sekolah, aku menyibukkan diri dengan menjaga toko di rumah. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Pelajaran sudah mulai, absensi sudah bisa dilakukan, materi sudah dikirim. Materi yang dikirim berupa dokumen powert point kadang pula video. Terkadang guru kami juga melakukan google meet, untuk menjelaskan materi. Sekolah daring sudah berjalan selama kurang lebih 1 tahun saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi kami sebagai seorang pelajar. Kami yang kesulitan memahami materi serta keterbatasan jaringan. Terkadang ada pula guru yang tidak merespon muridnya ketika mereka bertanya mengenai materi. Bahkan aku pernah mengalaminya sendiri. Aku mencoba bertanya kepada guruku, tapi tidak ada balasan dan tidak ada respon. Kami yang selalu dituntut dapat menyelesaikan tugas tepat waktu dan dapat memahami materi. Lalu, jika tidak ada respon apakah kami bisa menyelesaikan tugas? Bisa memahami materi? Tentu tidak. Terlebih lagi jika kami tidak memiliki kuota internet dinyatakan tidak masuk. Sebagai pelajar tentu kami sangat dirugikan. Aku sebagai pelajar berharap pandemi segera berakhir, seperti sedia kala. Tanpa ada larangan, halangan, serta hambatan. ***

106


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Pahlawan Covid 19 Oleh: Sandra Dwi Oktavia Di sebuah desa terdapat seorang dokter yang bernama Kinan, ia adalah lulusan S2 universitas ternama di Bandung dan lulus pada tahun 2016. Dua bulan setelah kelulusannya, ia bekerja di RSUD Kota Depok sebagai dokter umum. Kinan tinggal di Depok hanya seorang diri karena orang tua dan adiknya tinggal di Surabaya, dia hanya ditemani Bi Inem asisten rumah tangga yang dicarikan oleh ibunya agar Kinan tidak tinggal seorang diri. Pada suatu pagi yang indah, Kinan menonton berita di televisi. Diberita tersebut terdapat wawancara Presiden Indonesia, “Terdapat dua orang yang terpapar virus Covid 19. Setelah ditelusuri ternyata dua orang itu, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun beberapa hari lalu sempat berbincang dan bertemu dengan orang asal Jepang yang ternyata sejak awal sudah terkena Covid 19,” ujar Jokowi diberita tersebut. Sontak berita tersebut membuat Kinan sangat khawatir. --/// ---////Ǟ Kinan yang awalnya focus pada berita sontak mengalihkan pandangannya saat terdengar getar telepon genggamnya dan tanpa berpikir panjang ia pun langsung beranjak dari kasur untuk menerima panggilan itu. “Hallo, selamat pagi” ucap dokter Kinan setelah mengangkat telepon. “Hallo.. Dok dirumah sakit terdapat pasien yang terpapar Covid 19. Dokter yang berjaga tengah sibuk melakukan operasi pada pasien lain. Bisakah dokter ke rumah sakit sekarang?” 107


Selaksa Asa Meraih Cita

Kinan pun menjawab “Baiklah, saya akan segera dating ke rumah sakit”. Kinan pun segera mematikan teleponnya dan segera mencari kunci mobil yang entah ada dimana.karena Kinan terburu – buru akhirnya ia meminta tolong asisten rumah tangganya untuk membantu mencari kunci mobilnya tersebut. “Bi, tolong bantu saya mencari kunci mobil, saya harus segera berangkat ke rumah sakit karena ada panggilan mendesak” ujar Kinan yang sedang kebingungan mencari kunci mobilnya tersebut. “Ini non kuncinya, bibi temuin diatas kulkas tadi tertutup kain” ucap bibi sambil memberikan kunci itu pada Kinan. Kinan pun langsung mengambil kuncinya dan bergegas ke garasi untuk mengeluarkan mobilnya kemudian langsung menuju rumah sakit. Ditengah perjalanan hati Kinan tidak tenang setelah mendengarkan berita itu, karena terbayang – bayang bagaimana kondisi Indonesia kedepannya terkait dengan penyebaran virus dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang berkumpul, apalagi penyebaran virus ini sangat cepat menyebar melalui &*)/ & Ɵ.$& / 0 ( ' '0$ -*+' /ǚ Sampai di tujuan, Kinan segera keluar dari mobil dan bergegas pergi menuju ruang penyimpanan Alat Pelindung Diri (APD) untuk segera melindungi tubuhya dengan baju hazmat (hazardous materials atau bahan – bahan berbahaya) agar tidak terpapar virus saat menangani pasien positif Covid 19. Saat hendak memakai baju hazmat, mata Kinan berbinar – binar, ia tak pernah berpikir akan memakai baju itu dalam kondisi darurat. Namun terlepas dari apa yang dipikirkan Kinan, ia segera memakai baju istimewa itu dengan cermat dan cepat serta sesuai dengan persyaratan yang ada. Dia segera menuju ruang isolasi bersama beberapa perawat yang berjaga untuk menangani pasien yang terpapar Covid 19. Agar pasien tidak merasa panik, takut, dan parno karena semua orang yang berjaga memakai baju hazmat, dokter Kinan menyampaikan beberapa pertanyaan dengan lemah lembut sambil mengerjakan tugas rutinnya sebagai dokter untuk merawat pasien itu agar sembuh. Sambil mengerjakan tugas rutinnya, mulut Kinan tidak berhenti bicara dan tidak lupa

108


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

sedikit bergurau dengan pasien agar tidak semakin takut. Dokter Kinan dikenal sebagai dokter yang paling ramah dan murah senyum sehingga banyak dokter, perawat, pegawai rumah sakit hingga pasien yang menyukai dokter Kinan. Setelah selesai menangani pasien, Kinan dan beberapa perawat yang berjaga tadi kembali menuju ruang penyimpanan Alat Pelindung Diri (APD) untuk melepaskan APD yang mereka pakai dan mensterilkan semua badan agar tidak ada virus yang menempel lalu terbawa pulang dan menyebar pada orang – orang yang ada dirumah. Setelah selesai melepas APD dan mensterilkan diri, Kinan dan perawat yang jaga istirahat karena kelelahan. Disela – sela istirahat, ada seorang perawat yang bernama Vira berkata “Dok saya khawatir bagaimana kalau kasus positif Covid ini terus bertambah banyak dan menjadi pandemi?” Dokter Kinan pun menjawab “Kita berdoa sama – sama saja agar keadaannya terus membaik dan tidak memburuk”. Sebenarnya Kinan pun merasa khawatir dan sedikit bingung dengan keadaan ini. Setelah cukup beristirahat, dokter Kinan pun bergegas meninggalkan ruangan, melawati lorong – lorong rumah sakit dan menuju mobil untuk kembali pulang kerumah. Hari pun sudah malan sesampainya dirumah, Kinan pun segera mandi dengan air hangat yang sudah disiapkan bibi sebelum Kinan datang dan ganti baju. Setelah mandi, Kinan langsung mencuci pakaian yang telah ia kenakan selama ia bertugas agar tidak ada virus yang tertinggal. Setelah selesai mandi, Kinan pun menuju ruang makan karena dia sangat lapar setelah bertugas di rumah sakit. “Bibi, apa sudah masak hari ini? Saya sangat lapar setelah bertugas tadi” ujar Kinan sambil duduk di kursi dekat meja makan. “Sudah neng, baru selesai masaknya, bibi masak sayur sop sama lauknya dendeng” ujar bibi. Kemudian Kinan pun makan bersama dengan bibi dan setelah selesai makan Kinan pun membantu bibi membereskan meja makan, meskipun ia memiliki asisten rumah tangga tidak Kinan jadikan alasan untuk tidak melakukan pekerjaan rumah. “Sudah neng, tidak perlu membantu, neng istirahat saja, pasti capek kan setelah panggilan darurat tadi? Pekerjaan

109


Selaksa Asa Meraih Cita

rumah pun tinggal sedikit saya bisa melanjutkannya sendirian” ujar bibi yang melihat Kinan cuci piring. Kinan pun menjawab “Ahh tidak apa bi, toh ini tinggal sedikit biar saya bantuin sampai beres lalu kita berdua bisa istirahat cepat”. “Si eneng dari dulu tidak pernah berubah, selalu ingin membantu saya walaupun capek selepas pulang tugas” ujar bibi. Kinan dan bibi pun saling bersaut senyum karna perkataan bibi itu Setelah tugas rumah selesai, mereka berdua pun masuk kamar masing – masing dan langsung istirahat. Hari – hari Kinan ia lalui berdua bersama bibi, mereka berdua layaknya seperti ibu dan anak karena mereka sangat dekat. Waktu pun berjalan dengan cepat, dan apa yang ditakutkan dokter Kinan dan para perawat terjadi, virus Covid 19 semakin menyebar luas dan semakin banya orang yang terpapar virus ini. Tidak sedikit pula pasien yang meninggal karena terpapar Covid 19 dan memiliki penyakit bawaan seperti diabetes dll. Keadaan tersebut memaksa dokter Kinan dan tenaga kesehatan lainnya untuk bekerja lebih lama dan lebih keras untuk menekan angka positif orang yang terpapar virus agar menurun. Karena keadaan tersebut Kinan sering pulang tengah malam bahkan tidak pulang berhari – hari karena harus terus berjaga di ruang isolasi. Bibi pun menjadi sangat khawatir dengan keadaan Kinan yang terus – terus bekerja dan sering pulang malam, hal itu menimbulkan inisiatif bibi untuk member bekal dan bahkan sering mengantar makanan untuk Kinan dengan ojek online " - $) ) . ' '0 / + / ( & ) ) /0 0#)4 / / + Ɵ/ǚ Namun, meskipun bibi selalu mengirimkan makanan, Kinan Kurang istirahat yang menyebabkan ia menjadi kelelahan dan sakit. Karena takut terpapar virus Covid 19, Kinan pun mengikuti sebuah tes dan hasilnya negative, ia sakit karena tipesnya kambuh yang disebabkan karena kelelahan dan kurang istirahat. Akhirnya ia pun mengambil cuti untuk istirahat agar ia bisa kembali pulih secepatnya. Beberapa hari kemudian ia pun sembuh. Kinan memilih untuk langsung bekerja karena ia mengetahui bagaimana kondisi dirumah sakit dan membutuhkan banyak tenaga kesehatan. - + 0' ) & (0 $ )Ǜ /0 0# $) ) & ( '$ /$ & Ɵ/ $ merasa mudah kelelahan, tidak nafsu makan. Ia pun kembali 110


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

menjalani tes dan kali ini dia positif terpapar virus Covid 19. Kinan terpaksa diisolasi dirumah sakit karena jika isolasi dirumah takut menulari bibi, karena saat dites bibi negative Covid 19. Kesehatan Kinan tidak stabil, kadang ia merasa sudah sembuh dan terkadang dia merasa bahwa tubuhnya sangat lemas. Saat bibi mengetahui bagaimana kondisi Kinan, bibi pun menelepon keluarga Kinan yang ada di Surabaya. Dan keluarga Kinan yang ada di Surabaya pun khawatir dan langsung menuju ke Depok untuk memastikan kondisi Kinan. Namun, sebelum keluarga Kinan menuju Depok, seluruh keluarga yang ikut terlebih dahulu menjalani tes dan memastikan bahwa semua orang dalam keadaan sehat. Setelah sampai di Depok, orang tua Kinan sangat ingin menemui Kinan, tetapi itu tidak memungkinkan karena takut keluarga Kinan yang lain ikut terpapar virus. Akhirnya mereka pun hanya bisa melihat Kinan melalui video call untuk melihat kondisi Kinan. Mereka pun mengobrol banyak, “Kinan, bagaimana kondisimu disana, baik – baik saja kan? Kamu yang semangat berjuang melawan virus Covid 19. Mama, papa, sama adek selalu berdoa agar kamu cepat sembuh” ujar mama Kinan. Kinan pun menjawab, “Kondisi Kinan baik – baik saja kok mah, mama tidak perlu khawatir dengan kondisi Kinan. Disini banyak dokter dan para perawat yang membantu Kinan agar cepat sembuh. Mama sama semuanya jaga diri baik – baik disana, jangan lupa untuk terus minum vitamin, tidak telat makan, $./$- # / 4 )" 0&0+Ǜ .0+ 4 /0 0#)4 . ' '0 Ɵ/ ) $(0))4 kuat”. Pada awalnya kondisi Kinan baik – baik saja, namun beberapa hari kemudian kondisi Kinan menurun dan menjadi tidak sadarkan diri. Berita tersebut membuat keluarga Kinan dan bibi menjadi sangat khawatir dengan kondisi Kinan. Teman – teman Kinan yang sesama tenaga kesehatan pun selalu member semangat, walaupun Kinan tidak sadarkan diri, tetapi teman – teman Kinan yakin bahwa ia dapat mendengarkan apa yang mereka katakan. Keluarga Kinan pun memberi semangat dengar cara berbicara melalui telepon milik Kinan yang dipegang oleh

111


Selaksa Asa Meraih Cita

salah satu perawat dan diletakkan disamping Kinan agar ia bisa semangat lalu pulih kembali. Tiga hari kemudian Kinan pun sadarkan diri, namun itu untuk perbincangan terakhir ia bersama teman – teman dan orang yang Kinan sayang. Karena pada malam harinya kondisi Kinan kembali menurun hingga ia tidak bisa diselamatkan lagi. Teman – tema dan keluarga Kinan pun merasa terpukul dan merasa kehilangan sosok seperti Kinan yang ceria, murah senyum, dan ramah pada semua orang siapapun itu. Akhirnya Kinan pun dimakamkan di Depok dengan mengikuti protocol kesehatan yang ketat dan dengan penghormatan terakhir untuk Kinan atas jasanya selama ini yang telah merawat pasiennya dengan ulet dan sabar. Kelurga Kinan dan bibi yang selama ini tinggal dengan Kinan pun tidak bisa mengantarkan Kinan sampai tempat perisitirahatannya yang terakhir, mereka hanya bisa melihat dari jauh. Kini keluarga, teman – teman Kinan, dan bibi hanya bisa mendoakan Kinan agar tenang disisi Tuhan dan ditempatkan pada tempat yang terbaik karena jasanya selama ini. ***

112


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Virda Salsa A. Waktu pertama kali saat pandemi covid 19 melanda, Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa wajibnya memakai masker. Dan sekarang sudah hampir kurang lebih setahun lamanya pandemi covid 19 melanda. Saat itu sekolah diliburkan dan kita dihimbau untuk di rumah saja atau bekerja dari rumah tidak boleh melupakan masker bila ingin keluar. Berhubung dengan pandemi semua pekerjaan dilakukan di rumah mulai dari pembelajaran daring di rumah meskipun sangat menyenangkan tapi sekaligus sangat menyusahkan dalam waktu bersamaan. Karena tugas yang banyak dan waktu yang sangat singkat untuk mengerjakannya membuat saya sekaligus siswa dan teman-teman saya di rumah sedikit kesusahan dalam mengerjakan tugas dan pada akhirnya kita terlambat menyelesaikan atau sama sekali tidak mengerjakan tugas tersebut. Kita dihimbau di masa pandemi covid 19 dianjurkan untuk tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting dan selalu wajib memakai masker meskipun itu di dalam kendaraan atau mobil. Saya waktu itu pernah keluar rumah untuk membeli sesuatu dan dan ada seseorang yang tidak mentaati peraturan untuk memakai masker dan jaga jarak. Iya, mereka adalah sekelompok Pemuda ada yang yang istilahnya lagi nongkrong di cafe pinggir jalan. Saya merasa miris melihatnya karena tim medis bekerja mati-matian untuk menyelamatkan kita dari virus covid-19 ini. Namun saat ini sudah ada yang namanya vaksin. Vaksin untuk covid-19 ini sudah banyak ditemui di mana-mana dan dan tidak dipungut biaya atau gratis. 113


Selaksa Asa Meraih Cita

Meskipun vaksin covid-19 ini sudah gratis, banyak orang yang masih tidak ingin divaksin dengan alasannya yaitu pemerintah. Padahal sekarang yang sudah tidak perlu untuk membayar vaksin. Dan jika kita ingin pergi kemana-mana banyak yang sudah menerapkan untuk mempunyai atau memiliki kartu vaksin untuk keperluan yang lebih lanjut. Seperti untuk masuk Toko swalayan atau mall-mall besar yang di Indonesia Saat pandemi melanda saat itu saya masih kelas 10, dan tidak terasa Sekarang saya sudah kelas 12 dan hampir mau lulus. Waktu saya kelas 11 dan ada kegiatan PKL atau praktek kerja lapangan yang seharusnya saya dan teman-teman saya saya melakukan praktek kerja lapangan di rumah sakit, tapi karena pandemi covid 19 kita disayangkan tidak bisa berangkat praktek kerja lapangan atau PKL di rumah sakit. Jadi, waktu itu itu ada beberapa jurusan yang harus PKL atau praktek kerja lapangan di sekolah. Jurusan yang harus PKL atau praktek kerja lapangan di sekolah yaitu tlm dan askep atau biasa disebut asisten keperawatan. Pengalaman saya untuk praktek kerja lapangan di sekolah sangat sedikit karena kita tidak dirumah sakit dan kita hanya praktek biasa di sekolah. Untuk praktek kerja lapangan di sekolah sudah ada pembimbing dari sekolah dan pembimbing dari rumah sakit. Kita diberikan tugas yaitu setiap bulan membikin video praktek yang telah ditentukan oleh sekolah. Dan membikin laporan individu beserta laporan kelompok. Untuk laporan individu itu ditulis menggunakan tangan dan ditulis di HVS untuk laporan kelompok itu diketik bersama-sama kelompok. Waktu PKL adalah 3 bulan dan yang berarti ada 3 BAB praktek yang harus dilakukan dan dan ada tiga BAB yang harus di bikin laporan individu dan laporan kelompok. Pada awalnya saya kesusahan karena laporan individu harus ditulis menggunakan tangan di kertas HVS yang polos dan tidak bergaris dan itu banyak sekali. Setiap bulan ada 1 bab yang harus selesai dan harus dikonsultasikan kepada pembimbing sekolah dan rumah sakit. Saat mengerjakan laporan individu saya saya menghabiskan sekitar kurang lebih 14 lembar kertas HVS untuk satu bab-nya. Dan saya dan teman-teman saya harus mengkonsultasikan 114


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

laporan individu masing-masing ke pembimbing sekolah dan rumah sakit. Bila ada yang salah kita harus mengganti dan mengulang dan menulis lagi. Untuk mengerjakan video di sekolah bersama teman-teman dan video itu itu harus diupload di YouTube masing-masing kelompok Rumah Sakit tersebut. Saat membikin video praktek kerja lapangan di sekolah saya dan teman-teman saya sedikit kesusahan karena laboratorium yang dipakai sangat ramai oleh siswa lain Jadi kita susah untuk konsentrasi membikin video. Karena banyak juga siswa yang harus membikin video di satu laboratorium yang sama. Saat bulan pertama adalah bab oksigenasi, yang berarti kita harus membikin video menggunakan tabung oksigen. Tapi sayangnya terkadang tabung oksigen di sekolah saya habis dan kita juga tidak tahu cara cara mencari tabung oksigen di mana Jadi suatu ketika ada beberapa kelompok dari kelas kelas lain yang mengantri untuk membikin video oksigen itu sampai siang dikarenakan tabung oksigen nya tidak ada. Dan saya atau anakanak yang lain berusaha bertanya kepada guru tetapi guru juga menanggapi tidak tahu. Saat kita sudah membuat video kita juga harus mengkonsultasikannya kepada pembimbing sekolah atau pembimbing rumah sakit. Namun terkadang untuk video hanya harus langsung di upload di YouTube dan kita harus menyalin link video tersebut dan dikirim ke pembimbing masing-masing kelompok. Konsultasinya yaitu mengirim foto berupa PDF laporan individu beserta link video praktek kerja lapangan kita ke pembimbing masing-masing. Kelompok praktek kerja lapangan saya yaitu itu saya, Nila, Wahyu, Almas, Lia, Umi, Keisha. Saya ya, Nila, Wahyu, Almas, dan Umi adalah satu kelas yaitu 11 asisten keperawatan 3. Dan Keisha, Lia adalah satu kelas yang sama yaitu 11 asisten keperawatan 2. Saat pandemi melanda saya sering di rumah dan Justru itu juga saya sering membantu Mama saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Seperti menyapu lantai, mengepel lantai, menyapu halaman depan, cuci piring, cuci baju, jemur baju,

115


Selaksa Asa Meraih Cita

melipat baju, mengurus adik saya laki-laki yang berumur sekarang hampir menginjak kelas 3 SD dan mengurus kucingkucing saya yang berjumlah 5 ekor.Saat pagi biasanya saya Ya mulai merendam baju baju kotor keluarga saya dan saya tinggal membersihkan kotoran kucing saya dan mengasih makan mereka. Setelah itu itu saya sarapan dulu untuk mengisi energi saya, setelah saya sarapan saya saya melanjutkan untuk mencuci baju menggunakan tangan dikarenakan mesin cuci di rumah saya rusak jadi mau nggak mau saya harus mencucinya dengan tangan. Setelah mencuci saya membilasnya dan menjemurnya di luar setelah menjemur Saya menyiram tanaman saya. Setelah saya menyiram tanaman saya pergi untuk menyapu lantai dan membersihkan kotoran-kotoran yang ada di rumah. Setelah itu saya melipat baju yang sudah kering bersama adik laki-laki saya ya. Setelah saya melipat baju saya mencuci piring sangat banyak sekali. Sesudah mencuci piring saya baru berangkat mandi. Meskipun begitu saya terkadang masih dimarahin Mama saya karena tidak membantu apa-apa saya sangat sedih dan marah karena meskipun pekerjaan rumah ah itu ringan tetapi saya sudah berusaha untuk membantunya namun Mama saya selalu memarahi saya karena hal sepele seperti saya lupa untuk memasak nasi. Saya sangat merasa sedih karena dimarahin seperti itu, karena saya sudah sangat berusaha untuk membantunya mengurusi pekerjaan rumah yang seharusnya juga menjadi tanggung jawab dia sebagai ibu rumah tangga juga. Ini menjadi pengalaman saya ya untuk besok bila saya sudah berkeluarga dan sudah mempunyai anak anak yaitu itu selalu memuji dan berterima kasih bila anak saya sudah membantu saya dalam pekerjaan rumah saya. Terkadang juga saya membantu Mama saya untuk menyiapkan seragam dan bekal untuk berangkat kerja. Namun tetap saja saya dianggap tidak ngapa-ngapain terkadang juga saya merasa marah karena saya sudah melakukan semua pekerjaan rumah tangga dan tidak ada ucapan terima kasih dan minta maaf dari sini saya belajar betapa pentingnya ucapan terima kasih dan ucapan maaf kepada seseorang.

116


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Di masa pandemi ini sekolah juga terkadang sangat berat karena tugas-tugasnya yang sangat banyak dan kadang ada yang bertanya, “kenapa sih kok enggak dikerjakan tugasnya Emangnya ngapain aja di rumah toh juga gak ngapa-ngapain ya kan?” Terkadang kita tidak tahu apa yang sedang dialami seseorang itu, bisa saja Dia sedang berusaha untuk mengerjakan tugastugasnya walaupun sedikit demi sedikit. Seperti saya terkadang saya sudah capek dengan pekerjaan di rumah wah jadi biasanya saya tidak sempat untuk mengerjakan tugas tepat waktu. ***

117


Selaksa Asa Meraih Cita

'6., $*+ ,. *&* *+,'1. Wahyu Tri Damayanti, XII-P3/32 Saat itu, aku yang sedang menduduki bangku SMK kelas 11, lebih tepatnya pada tahun 2020, indonesia sedang dilanda kepanikan dengan adanya wabah corona, penyakit ini sudah masuk di china pada tahun 2019 serta menyebar keseluruh dunia hingga saat ini. Banyak warga yang resah akan kehidupan di masa pandemi. Kehidupan saat pandemi ini sangat menyusahkan bagi semua masyarakat terutama pada rakyat kecil ataupun seseorang yang sedang memiliki usaha. Namun tak lebih dari itu, semua rakyat harus tabah dengan kondisi yang sedang menimpa negaranya. Corona yaitu penyakit mematikan yang banyak sekali masyarakat yang terpapar virus berbahaya ini. Bukan hanya orang lansia yang terpapar namun, orang dewasa ataupun bahkan anak-anak bisa terpapar virus mematikan ini. Pada umumnya, penyakit ini bisa menular dari udara ataupun memiliki penyakit dalam sebelumnya seperti asma, karena corona menyerang paru-paru. Penyakit ini dinyatakan belum ada obatnya namun, semua masyarakat dihimbau agar menaati peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah diantaranya memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Pada pandemi yang sedang terjadi saat ini, semua masyarakat terkena imbasnya dari mulai pegawai pabrik dimana harus ada pengurangan pegawai ataupun PHK. Mahasiswa atapun pelajar yang harus belajar dari rumah ataupun melakukan daring sebagai pengganti jadwal tatap muka. Para pedagang juga merasakan pahitnya pandemi ini karena tidak sedikit para pedagang yang harus merasakan kerugian besar karena tidak adanya pemasukan yang maksimal seperti sebelum adanya 118


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

pandemi. Bukan hanya pedagang besar yang terkena imbasnya namun pedang kecil juga terkena imbasnya. Kita tidak akan tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Namun pemerintah berupaya besar untuk mengambil tindakan dengan adanya PPKM level empat ini. Pemerintah berupaya agar virus ini tidak semakin menyebar luas. Namun masih banyak warga masyarakat yang menyepelekan hal ini. Banyak warga yang tidak percaya akan keberadaan virus ini ataupun banyak masyarakat yang tidak patuh dengan adanya peraturan pemerintah ini. Kuncinya adalah menjaga diri sendiri dari paparan virus berbahaya tersebut serta menjaga imun dengan memakan ataupun minum minuman yang berkhasiat serta dapat meningkatkan imun kita seperti halnya madu, jahe, susu, dan tidak lupa untuk berjemur dipagi hari. Pada saat ini pemerintah sudah memberlakukan wajib melakukan vaksinasi. Vaksinasi merupakan usaha pemerintah dalam menangani virus covid 19 ini. Banyak warga yang berantusias menyambut vaksinasi di indonesia namun ada juga masyarakat yang takut akan vaksinasi. Menurut banyak orang vaksin berbahaya dan dapat mematikan. Namun ketika akan vaksin, petugas vaksin akan melakukan cek kesehatan terlebih dahulu mulai dari cek tekanan darah, memiliki riwayat penyakit apa, dengan adanya cek sebelum melakukan vaksinasi maka akan sangat kecil dampak yang timbul setelah melakukan vaksinasi. Tidak sedikit masyarakat yang masih ragu untuk melakukan vaksin tapi juga banyak warga yang sudah melakukan vaksinasi. Vaksin diberikan pada usia diatas 18 tahun dan sangat dianjurkan untuk mencegah covid 19. Vaksin yang diberikan memiliki 2 tahapan yaitu vaksin tahap satu dan vaksin tahap dua. Bagi saya, penyakit ini tidak bisa dianggap sepele karena sudah banyak teman, sahabat, maupun kerabat yang sudah / -+ + - 1$-0. $)$ǚ (0) )" ) . ' '0 -Ɵ&$- 4 )" +*.$/$! saya berharap keluarga saya tetap dijaga dan tidak ada yang terpapar virus covid 19 ini. Dua tahun sudah pandemi ini namun sampai sekarang belum juga selesai. Saya berharap virus ini agar usai dan semua masyarakat bebas dari virus covid 19. Hari demi hari kita lalui bersama dan saling mengingatkan

119


Selaksa Asa Meraih Cita

satu sama lain untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Semua ingin sembuh, semua ingin bebas dari virus covid 19, semua ingin kembali dalam sedia kala yang bisa bebas tanpa ada virus-virus yang mematikan. Dunia sedang berduka dengan adanya virus covid 19 ini dan sangat berat dilalui untuk orang orang kecil karena harus berjuang mati-matian untuk mendepatkan pundi pundi rupiah agar tetap bisa memastikan keberlangsungan hidupnya serta keluarga dan anak-anaknya. PPKM ini sudah sampai tahap ke empat dan bisa jadi akan berjalan terus sampai pandemi ini berakhir. Pada tahun 2020, dimana virus ini baru datang ke indonesia, banyak terjadi ricuh, banyak sekali pasien yang harus meninggal dunia karena terpapar covid 19. Namun pihak rumah sakit juga terkadang ada yang menginginkan keuntungan dengan mengatakan pasien positif sedangkan berbanding terbalik dengan hasilnya yaitu negatif. Kemudian berlanjut di 2021, dimana covid 19 semakin tersebar luas dan tingkat kematian di indonesia atau bahkan seluruh dunia semakin meningkat. Banyak masyarakat ataupun keluarga yang kecewa akan hal ini. Namun perlu kita ingat sekali lagi jika semua ini adalah keputusan Tuhan yang maha esa serta menyadarkan kita untuk tetap patuh dengan agama yang kita yakini selama ini. Di tahun 2020 usia saya genap 17 tahun, dimana umur yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak remaja seusia saya. Saya berharap tahun itu saya akan benar-benar merasakan indahnya serta nikmatnya berada di usia 17 tahun. Namun saya salah, tuhan sudah mempersiapkan segalanya untuk kita. Tuhan merencanakan semuanya yang lebih tidak terduga-duga. Dimana saya harus merasakan sedihnya ditinggal orang tua. Ya, saya kehilangan seseorang yang berharga di kehidupan saya yaitu ayah. Ayah meninggal dua bulan sebelum ulang tahun ke Ƨƭ . 4 ǚ 4 . )" / . $# ) -Ɵ&$- + & # $)$ # $ # -$ tuhan di umur 17 saya, namun saya tetap semangat menjalani & #$ 0+ ) . 4 ) / / + -Ɵ&$- +*.$/$! . -/ ( )" ( $' semua hikmah dari musibah yang menimpa saya pada saat itu. Saya adalah anak ke-tiga dari tiga bersaudara. Saya memiliki satu orang kakak perempuan dan satu orang kakak laki-laki.

120


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Kakak pertama saya sudah menikah dan sudah dikaruniai satu orang anak perempuan sedangkan kakak laki-laki saya juga sudah menikah dan sudah dikaruniai satu orang anak lakilaki. Setiap harinya, saya tinggal bersama ibu saya. Saya hanya tinggal berdua dengan ibu sedangkan kakak-kakak saya sudah ikut suami atau istrinya masing-masing. Ini sangat berat bagi saya apalagi dimasa-masa pandemi seperti ini. Namun saya tidak patah semangat dan tetap mengejar cita-cita saya. Saya tidak pernah lupa atau bahkan telat untuk mengumpulkan tugas tugas sekolah saya karena bagi saya, nilai tugas sangat penting pada saat pembelajaran daring seperti ini. Lagi-lagi PPKM diperpanjang. Hal ini sangat menyulitkan bagi kita semua khususnya sangat sulit bagi saya karena aktivitas belajar mengajar secara tatap muka kembali diundur. Saya sangat kesulitan dalam belajar di kelas 12 ini karena materi saya kebanyakan adalah praktek secara langsung, namun karena sekolah tatap muka ditunda, akhirnya saya serta teman-teman saya melakukan sekolah online kembali atau praktek secara online. Pada saat saya duduk di kelas 11, selayaknya untuk kelas 11 SMK adalah melakukan kegiatan prakerin atau kerja lapangan. Tetapi pada waktu itu, khususnya untuk kelas 11 tidak ada praktek kerja lapangan atau prakerin yang dilakukan di berbagai instansi sesuai jurusan masing-masing tetapi, ada beberapa kelas yang bisa berangkat praktek kerja lapangan sesuai instansinya diantaranya untuk jurusan FK,FKK,OTKP serta PERBANKAN SYARIAH. Untuk jurusan saya yaitu ASISTEN KEPERAWATAN ditunda untuk melakukan praktek kerja lapangan di instansi rumah sakit dikarenakan masih banyaknya virus-virus covid 19 yang mengakibatkan siswa kelas 11 jurusan ASKEP harus praktek kerja lapangan di sekolah dengan membuat video setiap bulannya dan membuat laporan individu yang ditulis tangan setiap bulan serta laporan akhir untuk setiap kelompok yang dikumpulkan pada akhir praktek kerja lapangan. Saat ini saya duduk di kelas 12, untuk kelas 12 adalah kelas yang harus aktif dalam berbagai pelajaran serta fokus dengan ujian-ujian yang akan dilakukan. Akan tetapi, pada tahun kemarin serta tahun ini akan dilakukan ujian-ujian yang harus

121


Selaksa Asa Meraih Cita

tetap mematuhi protokol kesehatan. Pada tahun ini siswa tidak bisa merasakan bagaimana rasanya duduk di bangku SMK kelas 12 yang pada dasarnya kelas 12 harus sudah bisa menguasai semua pelajaran ataupun materi praktek yang dilakukan. Namun, masih banyak sekali yang belum faham dengan ujianujian, praktek, ataupun pelajaran di kelas 12 ini. Saya berharap pandemi ini cepat berakhir agar bisa kembali normal seperti biasanya. Ingin rasanya liburan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya serta merasakan keindahan diluar kota atau daerah kita. Namun, pandemi masih berjalan dan tidak tau sampai kapan akan berakhir. Ketika pandemi ini melanda, banyak pemerintah yang memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang layak dengan memberikan uang ataupun sembako, bahkan di setiap desa akan ada bantuan yang berasal dari danah desa yang diberikan kepada keluarga yang kurang mampu atau yang membutuhkan. Tidak hanya bantuan uang serta sembako untuk keluarga yang kurang mampu, tetapi ada juga bantuan untuk anak-anak sekolah yaitu dengan diberikannya kuota setiap 6 bulan sekali untuk mempermudah aktivitas belajar mengajar yang dilakukan secara online atau daring. Yang terjadi pada pandemi ini adalah kurangnya pemahaman tentang virus covid 19. Sudah banyak warga ataupun masyarakat yang terpapar virus covid 19 ini termasuk orang terdekat kita. Tetapi sikap kita tidak boleh mengejek seseorang yang sudah terkena atau terpapar virus covid 19 karena bisa jadi mereka sudah menjaga pola kehidupan mereka, sudah melakukan protokol kesehatan tetapi mereka tetap bisa terpapar karena mungkin dari daya tahan tubuhnya masing-masing atau sesuai imun yang ada pada dirinya ataupun dirinya sudah melakukan kontak langsungan dengan orang OTG (orang tanpa gejala) dan bisa jadi seseorang itu melakukan perjalan jauh dan tidak mengetahui jika orang-orang disekitarnya ada yang terpapar virus covid 19. Semoga pandemi ini cepat berakhir, tetap semangat dan jaga kesehatan selalu. ***

122


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Cerita Pendek Oleh: Agusti Wijaya Pratama Hai, namaku Agusti Wijaya Pratama kelas XI-OTKP 1 di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, aku di sini akan bercerita sedikit tentang “Kisah Saat Pandemi Melanda” yang di mulai pada akhir tahun 2019 sampai sekarang. Dimulai pada akhir tahun 2019 saat itu Covid-19 masih belum memasuki Indonesia, saat itu akhir tahun masih terlihat biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan juga saat itu sudah liburan akhir tahun yang setiap tahunnya diadakan. Di awal tahun 2020 bertepatan di bulan Januari yang menjadi saat-saat akan menuju Ujian Nasional yang diadakan bulan April mendatang, di bulan Januari menjadi bulan yang penuh dengan simulasi dan materi yang akan diujikan saat ujian mendatang. Tiba di awal bulan Februari yang menjadi bulan bahwa kami yang berada di kelas 9 akan mengadakan study tour di Pulau Dewata Bali, setelah menjalankan beberapa simulasi ujian, kami akhirnya bisa menjalankan study tour. Saat akan berangkat study tour kami juga diperintahkan untuk membawa masker, karena di saat itu masih belum terlalu parahnya kasus Covid-19, jadi study tour di Bali masih menyenangkan tanpa khawatir akan adanya Covid-19. Di Bali kami menginap selama 5 hari yang menjadi hari yang sangat menyenangkan sebelum Covid-19 hadir di kehidupan kita saat ini. 123


Selaksa Asa Meraih Cita

Setelah study tour di Bali telah selesai dan pertengahan bulan adalah saat di mana ujian PAS di sekolah. Tatkala persiapan ujian juga sudah disiapkan untuk PAS tersebut. Saat PAS dilaksanakan di hari Senin, tiba tiba kami mendapatkan panggilan upacara apel dari TU, jadi kami segera meninggalkan ruang PAS tersebut dan menuju ke lapangan sekolah. Saat tiba di lapangan sekolah, kami mendapati Kepala Sekolah tiba di podium. Dan siswa siswi sudah berbaris sesuai kelasnya masing-masing. Setelah itu Kepala Sekolah menjelaskan bahwa akan diadakan libur selama 2 minggu, karena Covid-19 sudah mulai merabak. Saat itu anak-anak tampak sangat girang karena trrdapat pengumuman libur 2 minggu yang sangat tiba tiba, padahal beberapa saat lagi juga sudah mulai memasuki Ujian Praktek dan Ujian Nasional. Dan kami kira libur hanya sampai 2 minggu saja, lalu masuk seperti biasanya, nyatanya tidak seperti itu, libur ditambah lagi dan kami juga masih terlihat senang. Lalu saat itu tugas dan pembelajaran mulai diadakan sistem daring yang kami hanya menganggap itu adalah hal yang biasa dan masih menjalankannya dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan nilai mata pelajaran. Dan tak lama kami mendapat kabar bahwa Ujian Nasional ditiadakan dan diganti dengan Tugas Akhir, jadi kami harus menyelesaikan tugas akhir yang diberikan oleh guru mata pelajaran kami. Setelah itu kami akhirnya mulai mengerjakan dengan cepat tugas akhir tersebut. Dan juga Ujian Praktek pun beberapa ada yang diadakan dengan daring dan ada beberapa yang diadakan dengan melalui tugas akhir. Kami mulai saat itu sudah mulai giat mengerjkaan tugas tersebut agar mendapatkan nilai yang sesuai ekspetasi kami. Banyak juga hal-hal yang sulit untuk dipahami, seperti penyampaian materi lewat Google Meet atau Zoom, karena materi yang disampaikan dengan cara itu sangat sulit untuk memahaminya, karena sudah sering melakukan pembelajaran secara *ƭ$) . Tugas-tugas sudah kami selesaikan, semua persyaratan sudah kami lakukan juga untuk menempuh jenjang ke lebih tinggi yaitu SMA/SMK/MA. PPDB sudah dimulai kami mulai ( ' &0& ) + ) ơ - ) & % )% )" ' $# /$)""$ ( ' '0$ - + % '0- 4 )" $. $' &0& ) 0)/0& ( .0& + ) ơ - )

124


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

jenjang SMA/SMK/MA. Dan saat itu saya melakukan beberapa + ) ơ - ) $ /$)"& / . &*' # ) " -$ $ $ * -%* ( ' '0$ beberapa jalur, namun jalur nilai saya gagal masuk dan saya ( ) * ( )""0) & ) % '0- ' $) 4 $/0 % '0- Ɵ-( .$Ǜ ) $ % '0- Ɵ-( .$ . 4 %0" " " ' & - ) . 4 /$ & / #0 & ' 0 % '0- tersebut juga menggunakan zonasi. &#$-)4 . 4 ( ) ơ -& ) $-$ & .2 ./ $ $ * -%* yakni SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo dengan jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Saya mengambil jurusan itu dengan kemauan saya sendiri agar kelak bisa bekerja $ '$)"&0+ 0)$ + -& )/*- )ǚ / $/0 + ) ơ - ) $ $)$ melalui online dan *ƭ$) . Pada saat memasuki SMK Sepuluh Nopember saya begitu kaget awalnya, karena saya juga baru pertama kali masuk di sekolah itu, saya masih belum tahu jalannya, ruang kelasnya, dll. Tahun ajaran semester ganjil masih dengan pembelajaran sistem daring, namun ada beberapa hari yang dilakukan dengan luring. Awalnya saya bingung akan masuk ke ekstrakurikuler apa di sekolah tersebut, awalnya saya ingin ikut karawitan, ) (0) . 4 /$ & / #0) $)!*-( .$ / )/ )" + ) ơ - ))4 Ǜ akhirnya saya ikut ekstrakurikuler Paskibraka yang awalnya saya diajak teman saya. Namun di SMP dulu sayajuga mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka dan saya awalnya ingin melanjutkan di SMK ini tapi saya sedikit ragu di awal, dan akhirnya saya mengikuti ekstrakurikuler itu lagi. Saat masa pandemi ini saya sangat bosan karena tidak bisa berpergian ke mana-mana, kami juga harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah agar terhindar dari Covid-19. Dan banyak sekali orang-orang di masa pandemi ini juga kehilangan mata pencahariannya untuk mencari nafkah. Saya juga sering sekali melihat keluh kesah orang orang yang terdampak pandemi ini. Namun pemerintah juga memberikan bantuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan orang orang yang terdampak pandemi ini. Saya juga mengikuti ekstrakurikuler paskibraka ini agar saya juga bisa mengisi waktu luang saya. Saat itu saya bergabung di ekstrakurikuler tersebut pada bulan Oktober, ada beberapa kegiatan yang sering dilakukan di ekstrakurikuler tersebut,

125


Selaksa Asa Meraih Cita

seperti latihan gabungan, main dengan anak paskibraka seSidoarjo, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan. Ada juga kegiatan yang baru saja diadakan bulan Juli kemarin yang seru sekali. Kegiatan tersebut juga mengisi banyak waktu luang di masa pandemi ini. Kegiatan mendaki yang tempatnya berada di Jendela Langit itu menjadi suatu pengisi waktu luang, saya mendaki dengan beberapa teman paskibraka dari sekolah lain juga. Kegiatan itu pula yang menjadi pembentuk tali persaudaaraan antara anak paskibraka yang lain. Kalau kata pelatih saya “apabila ingin tahu sifat anak maka ajaklah dia mendaki”. Dan dengan mendaki juga kita bisa tahu sifat anak yang kita ajak, antara egois, saling menolong, suka merengek, dan lain lain. Banyak juga rintangan yang kami hadapi saat mendaki, jalan yang kami saat awal mendaki cukup menanjak, meskipun jalannya masih paving namun cukup melelahkan apabila dilalui. Jalan setelah paving itu terdapat pos 1. Kami berhenti di situ terlebih dulu karena ingin melakukan kewajiban kami sebagai orang Islam yakni Shalat. Setelah Shalat selesai kami melanjutkan perjalanan. Sebelum itu kami foto bersama dulu dan pembagian kelompok, saat itu saya berada di kelompok 2, pembagian kelompok ini berguna agar tidak ada yang ketinggalan dan hilang saat nanti menanjak. Jalan yang kami lalui sangat berbatu dan sangat menanjak, sering kami istirahat. Meskipun jalannya hanya sedikit namun itu sedikit melelahkan. Saat di jalan saya dengan anak Paskibraka yang lain juga bercerita, cerita lucu sampai cerita horor, perjalanan yang kami lalui kurang lebih selama 3-5 jam, karena kami juga sering istirahat saat perjalanan tadi karena kelelahan. Kami akhirnya sampai di tempat yang digunakan untuk mendirikan tenda, kami istirahst sejenak dan beranjak untuk Shalat Ashar lalu mendirikan tenda, setiap kelompok mendirikan 2 tenda, masing-masing tenda nanti diisi sekitar 4 sampai 5 orang. Tenda akhirnya selesai kami bangun dan jam sudah menunjukkan angka 18. 00, kami membersihkan diri dan beranjak Shalat Magrib berjamaah.

126


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Setelah Shalat selesai kami menentukan teman setenda, saat itu saya setenda dengan 3 teman sekolah saya, anak paskibraka yang lain juga setenda dengan teman sekolahnya. Setelah beberes barang-barang sampai waktu Shalat Ashar pun tiba, kami beranjak berangkat menuju tempat yang disediakan untuk Shalat. Setelah Shalat selesai saya dan teman-teman berada di depan tenda masing-masing untuk persiapan masak. Saat itu kami mengolah mi instan dan pelatih menyuruh kami untuk plating sesuai dengan gambar mi instan tersebut, dengan bahan-bahan yang disediakan akhirnya kami mulai memasak, kami memasak sesuai kelompok yang telah ditentukan di awal sebelum pemberangkatan, saya berkelompok dengan anakanak dari sekolah lain, kami di saat-saat memasak juga bercerita dan bercanda, sampai makanan pun jadi dan dikumpulkan ke juri yakni para pelatih, lalu kami memasak lagi dengan bahan yang sama untuk kami sendiri. Begitu selesai memasak kami akhirnya menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh karena di sana sangat dingin. Pada siang hari sangat sejuk namun pada malam hari sangat dingin, kami setelah selesai menyalakan api unggun saya dan teman sekolah saya beranjak ke tenda untuk tidur karena sudah sangat lelah. Di tengah malam alarm teman saya berbunyi dan itu sangat berisik sekali, saya kira berbunyinya hanya 1-2 kali saja, tetapi itu lebih dari 10 kali, saya sangat jengkel dan sempat mengumpat saat itu juga, namun yang punya alarm sama sekali tidak bangun, saya sangat bingung saat itu karena alarm yang dihasilkan sangat berisik sampai membangunkan anak di tenda samping, tatapi mengapa yang punya alarm sama sekali tidak bangun. Akhirnya alarmnya saya matikan semua dan beranjak tidur kembali. Subuh pun tiba, kami semua beranjak mengambil wudhu lalu Shalat berjamaah saat mengambil wudhu air yang kami gunakan sangat dingin sekali, seperti kami wudhu menggunakan air es. Setelah Shalat selesai kami beranjak untuk menikmati sunrise di temoat yang di sediakan, pemandangan sangat indah dan sangat cantik, saya dan teman-teman yang lain juga banyak berfoto karena tempat itu sangat indah. Saat selesai menikmati

127


Selaksa Asa Meraih Cita

pemandangan indah itu kami akhirnya beranjak ke tempat semula untuk makan pagi, makan pagi kali ini kami dimasakkan oleh pelatih dan beberapa senior. Setelah selesai makan kami beranjak untuk membereskan barang-barang kami untuk persiapan turun dan tidak lupa untuk membereskan tenda juga. Setelah semua selesai kami disuruh untuk berkumpul bersama kelompok kami sebelum turun. Setalah persiapan selesai dan berdoa pun dimulai, dan tak lama kami akhirnya turun juga, kami juga tidak lupa untuk membereskan sampah-sampah di area tenda tadi. Kami akhirnya turun, dan saat turun kami tidak terasa akan secepat itu, bahkan waktu yang dibutuhkan kurang dari 1 jam an. Saat tiba di pos 1 kami istirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan untuk ke parkiran mobil, saat tiba di parkiran mobil kami beranjak untuk Shalat Dzuhur terlebih dulu. Setelah semua persiapan selesai kami akhirnya berangkat. Kenangan di sana tidak saya lupakan dan sangat indah sekali, saya seperti punya keluarga baru, kekeluargaan di sana sangat harmonis, saya seperti punya adik dan punya kakak baru, bercanda dan bercerita itu juga menjadi kenangan saya. Saat sampai di depan halte SMP Negeri 3 Sidoarjo, kami turun di situ dan menelepon orang tua kami dan ada beberapa yang pesan ojek online untuk pulang ke rumah. Dan itulah akhir cerita pendek saya untuk kegiatan di masa pandemi ini. ***

128


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

').+4*( . *0*1 *- Oleh: Amanda Meyta P. P. Suasana pagi, siang, sore dan malam mulai sepi, kegiatan banyak yang berhenti. Sejak munculnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, berbagai daerah di seluruh pelosok negeri mulai menerapkan peraturan PPKM (dirumahaja). Banyak kegiatan yang diliburkan, baik swasta maupun instansi pemerintah menggalakkan work from home untuk pekerjanya, hal tersebut membuat ruang gerak masyarakat semakin berkurang. Semua kegiatan dilakukan secara daring. Nyatanya, pandemi ini bukan hanya menggerogoti manusia saja, sektor ekonomi hingga pendidikan juga ikut merasakan dampaknya. Udara yang berembus hari ini terasa sangat segar dan sejuk. Saat wabah mulai mendunia dan kegiatan banyak diberhentikan, aku melihat berbagai berita mengenai kualitas udara di dunia semakin baik. Di tengah terpaan wabah, “mungkinkah” ini waktu bagi alam berusaha untuk memulihkan diri? Dua TKW positif virus corona usai melakukan kontak dengan seorang warga negara China yang juga terinfeksi virus corona. Sontak, banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kepanikan akibat wabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia. Ya, virus corona sekarang sudah masuk ke Indonesia. Hal itu menyebabkan kepanikan bagi warga Indonesia. Dddrrttt ddrrrtttt. . Raina mengalihkan pandangannya dari berita covid19 saat terdengar bunyi getar ponsel yang ia taruh di atas meja samping televisi. Tanpa berpikir panjang lagi, Raina segera beranjak dari sofa yang ia duduki dan berjalan untuk menerima panggilan. “Halo, ” ucapnya setelah mengangkat telepon. “Halo. . Dok, di rumah sakit kita telah ada pasien yang positif corona. Bisakah dokter ke rumah sakit sekarang?” 129


Selaksa Asa Meraih Cita

Dengan mata membelalak, Raina menjawab. “Baiklah, saya akan segera ke sana”. Raina langsung mematikan telepon dan mengambil kunci mobil yang dia taruh di atas meja kamar. Dia menuju mobil dengan sedikit berlari. Setelah membuka pintu mobil, ia bergegas masuk dan menyalakan mobilnya. Mobil dikendarainya dengan kecepatan sedang. Namun, hatinya agak tegang juga setelah mendengar kabar itu. Dalam benaknya terbayang kondisi Indonesia ke depan terkait dengan penyebaran virus ini. Indonesia sudah menjadi negara yang terdampak. Ke depannya, bagaimana nasib bangsa ini, apakah segera teratasi atau semakin memburuk? Raina menarik napas panjang sambil geleng-geleng kepala. Sampai di tujuan, Raina segera menuruni mobil, menutup pintu, dan segera menguncinya. Raina bergegas pergi ke ruang penyimpanan Alat Perlindungan Diri (APD) untuk segera melindungi tubuhnya. Raina memandang baju istimewa tersebut dengan mata nanar. Banyak orang menyebut baju itu dengan APD, sementara beberapa yang lain menyebutnya baju hazmat. Baju hazmat (hazardous materials atau bahan-bahan berbahaya) atau dikenal juga dengan nama baju dekontaminasi, adalah perlengkapan perlindungan pribadi yang biasa digunakan oleh pemadam kebakaran dan teknisi darurat medis. Raina tak pernah berpikir ia akan berada dalam kondisi darurat dan memakai baju itu. Namun, kini ia harus memakainya. Segera digunakannya baju istimewa itu dengan cermat. Setelah dirasa sudah cukup rapat dan sesuai dengan persyaratan, dia segera menuju ruang isolasi bersama beberapa perawat untuk menangani pasien positif Covid-19. Beberapa pertanyaan disampaikannya kepada pasien dengan lemah lembut agar pasien tidak bertambah panik setelah mereka tahu dalam kondisi positif Covid-19. Sambil mengerjakan tugas rutinnya sebagai seorang dokter, mulutnya tidak berhenti bercerita agar pasien tidak semakin takut apalagi melihat semua tenaga medis berbaju seperti astronot. Suara gurauannya pun dimunculkan. Karena kalau hanya tersenyum, pasien tidak bisa melihat senyum ramahnya. Cara ini ia lakukan untuk mengatasi pasien yang merasa was-was dengan kondisinya. 130


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Raina dan beberapa perawat yang lain sudah selesai menangani pasien. Mereka kembali ke ruang penyimpanan untuk melepas Alat Perlindungan Diri (APD) yang mereka pakai. ǩ ####ǞǪ $) ( )" ( 0.& ) ) + . + )% )" setelah melepaskan semua bajunya. Sepertinya dia memang benar-benar kelelahan. “Dok, saya khawatir keadaan akan semakin memburuk dan pasien positif Covid-19 semakin bertambah, ” ucap salah satu perawat yang diketahui bernama Sevi. Perawat lain hanya diam meskipun mereka sedikit membenarkan apa yang dikatakan Sevi. “Saya khawatir karena cepatnya penularan virus Covid-19 dan masih kurang memadainya peralatan medis kita, ” Sevi melanjutkan. Raina berpikir sebentar, memang ada benarnya apa yang dikatakan Sevi. Peralatan medis yang ada di Indonesia masih kurang memadai. “Semoga saja keadaannya tidak semakin memburuk. Kita sama-sama berdoa saja.” Hanya itu yang keluar dari mulut Raina. Dia juga sedikit bingung dan khawatir dengan keadaan saat ini. Karena terlalu lelah, Raina memutuskan untuk menginap di rumah sakit. Dia hanya ingin menghilangkan rasa penat yang ia rasakan. Mungkin ia bisa pulang besok pagi. Hari sudah pagi. Sang surya pun sudah mulai menyapa bumi dengan rona jingganya di ufuk timur. “Hoaaahhmmm.” Si dokter yang kelelahan itu sudah terbangun dari tidurnya. Masih dengan nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul dan dengan kantong matanya terlihat begitu jelas, ia berjalan ke arah toilet untuk mencuci mukanya. Ia juga menggosok giginya. Untuk cuci muka dan menggosok gigi hanya memakai air wastafel. Selesai dari toilet, Raina memutuskan untuk langsung pulang. Dia memang tidak ada jadwal di rumah sakit hari ini. “Selamat pagi, Dokter Raina.” “Selamat pagi.” 131


Selaksa Asa Meraih Cita

Seperti itulah kata yang diucapkan oleh para pegawai rumah sakit, perawat maupun dokter lain yang Raina temui saat perjalanan menuju parkiran. Raina pun membalasnya dengan senyuman dan anggukan. Dia juga sesekali ikut menyapa mereka. Setelah berjalan melewati koridor demi koridor rumah sakit, akhirnya Raina sampai di mobil yang ia parkirkan di tempat parkir khusus karyawan. Dari jauh sudah dinyalakan remote di tangannya untuk membuka pintu mobil, lalu ditancapkannya kunci pada lubang dan mengegasnya. Seperti biasa, dia memilih menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Masih melayang dalam ingatannya bagaimana kondisi pasien-pasien tadi. Ada yang sesak napas, batuk-batuk pilek, ataupun panas tubuh yang tinggi. Tanpa sadar, dia sudah sampai di rumahnya. Raina memarkirkan mobilnya setelah pintu gerbang rumahnya dibukakan oleh Pak Sapto( satpam Raina). Ucapan terima kasih tak lupa dia katakan. Pintu rumah terlewati. Sapaan hangat terlontarkan dari Bi Surti, pembantu Raina. “Pagi, Mbak. Saya sudah menyiapkan makanan di meja makan.” “Pagi juga, Bi. Oh iya, terima kasih. Tapi aku mandi dulu ya, Bi. Setelah mandi, baru sarapan.” “Oh iya, Mbak”. Raina pergi ke kamarnya, lalu masuk ke kamar mandi. Sentuhan segar air mulai mengaliri tubuhnya. Kelelahan yang dialaminya semalam sudah hilang diguyur air. Rasa lapar mulai mendatanginya. Ia bergegas ke ruang makan untuk menikmati masakan Bi Surti yang selalu istimewa menurutnya. Selesai makan, rupanya acara televisi mulai menggodanya sebagai teman pelepas penat. Sambil berbaring meluruskan punggungnya, Raina menikmati acara televisi. Berita tentang perkembangan kasus Covid-19 harus diikutinya. ǩ .0. + .$ ) +*.$/$! *1$ DZƧƯ -/ ( # + # -$ $)$ Ǟ Ǫ Wajahnya semakin tegang ketika deret-deret angka kasus pasien Covid -19 dari masing-masing daerah terbaca oleh penglihatannya. 132


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Kasus pasien Covid-19 kini semakin meningkat. Guna mengurangi penyebaran virus tersebut, pemerintah meliburkan sekolah dan kantor. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan segala aktivitas seperti belajar dan bekerja di rumah saja. Jaga jarak minimal satu meter dan tidak bergerombol. Pemerintah juga membuat aturan PPKM yang harus ditaati masyarakat.” Sudah beberapa minggu setelah merebaknya virus Covid-19, kasus pasien yang positif di Indonesia semakin meningkat. Bahkan pemerintah sampai meliburkan sekolah dan kantor untuk mengurangi penyebaran virus tersebut. Bekerja dari rumah dan belajar dari rumah adalah salah satu usaha penekanan penyebaran virus. Raina, beberapa dokter, dan beberapa perawat tengah menangani pasien Covid-19. Saat ini, waktu menunjukkan pukul 21. 30 WIB. Mereka bahkan belum istirahat sejak pagi tadi. Mereka disibukkan oleh bertambahnya pasien yang datang. Alat pelindung diri tak boleh dilepas karena ketika melepasnya, mereka harus menggantinya dengan yang baru. Sementara, jumlah baju istimewa itu masih terbatas. Merekalah pejuang kemanusiaan. Posisi mereka paling depan. Keringat yang mereka cucurkan adalah demi kemaslahatan umat. Keringat yang mereka cucurkan untuk menyejahterakan bangsa ini. Jika mereka lengah, maka kematian akan terus bertambah. Mereka harus kuat dan sabar menghadapi musuh yang tidak jelas. Kecil kemungkinan obat juga tidak bisa mengobati virus tersebut. Doa juga sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti itu. Saling menguatkan sesama teman, saling mendoakan, dan saling menghibur terus dilakukan. Pasien harus segera ditangani. Itulah prinsip utama mereka. Siapa lagi yang memperjuangkan kesehatan pasien kalau bukan mereka? Tekad juga harus disatukan di antara mereka, tekad untuk terus berjuang terus maju pantang mundur. ***

133


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6/ ,. *&* *+,'1. Oleh: Arum Dzihan Pringga Andini

Covid mulai menyebar waktu saya kelas 9 SMP tahun 2019, saat itu hari Jumat pagi saya dan seluruh siswa kelas 9 disekolah saya sedang melaksanakan ujian praktik untuk pengisian rapot saat lulus nanti. Setelah beberapa minggu mengikuti ujian praktik dan berbagai macam ujian lainnya, kami seluruh siswa melaksanakan simulasi UNBK. Ya itu rencana semua guru guru dan pemerintah, tapi semua batal dan tidak terlaksanakannya UNBK tahun 2019. Hari Senin pagi pukul 9. 30 bulan Maret 2020 seluruh siswa siswi saat kelas 9 melaksanakan simulasi yang baru dapat 1 hari, bahkan tidak bisa dibilang 1 hari, kami seluruh warga sekolah disuruh kumpul ke lapangan untuk mengikuti apel. Tak lama Kepala Sekolah saya datang ke lapangan untuk menasihati seluruh siswa dan membatalkan rencana simulasi UNBK dan ujian ujian anak kelas 7-8 saat itu, disisi lain siswa siswi kelas 9 ada yang senang dan ada juga yang risau karena tidak terlaksanakannya simulasi ini. Kami mendapat informasi bahwa libur hanya 2 minggu, ternyata tidak 2 minggu yang benar adalah 2 tahun. Sampai akhirnya siswa tahun 2020 yang harusnya lulus dengan melaksanakan UNBK dan mengadakan wisudatertunda semua karena pandemi dan lagi naik naiknya orang terkena Covid-19. Di pertengahan bulan tahun 2020 akhirnya turun juga pasien yang terkena Covid-19, saya mengira dapat melaksanakan wisuda. Ternyata benar benar tidak diperbolehkan dan dari pihak sekolah benar benar sangat ketat aturannya. Setelah lulus dan menerima ijazah, kami mulai mencari kuota SMA/SMK wah benar benar bersaing secara sehat dan tidak sehat, yang nilainya rendah kegeser jauh sekali dengan nilai 9, kaget? Ya sangat kaget, akhirnya setelah bersaing dengan banyak orang saya tidak menempati SMA favorit yang saya pilih saat itu. Namanya juga bukan rezeki mau gimana lagi, setelah berpikir panjang 134


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

mau lanjut sekolah dimana lagi saya memilih masuk SMK 10 NOPEMBER SIDOARJO. Saya diterima di SMK tersebut dibulan 0'$ ) ( ) 0 0&$ & ' . Ǜ 2 &/0 ơ - ) ( $' seragam-atribut lainnya saya mendapatkan gratis handsanitizer dan masker buatan sendiri. Dansaya sekarang telah menduduki kelas XI yangtidak + / ( ' &0& ) + ( ' % - ) . - *Ƥ$) ǚ )4 & 2 $) - yang mengajak gabung untuk mendapatkan ilmu yang lebih luas. Waktu kelas X masih sempat masuk dan mengikuti kegiatan tanya jawab, dapat bimbingan dari kakak kakak univ luar kotameskipun dibatasi dan beberapa minggusekali, bisa kenalan dengan teman teman yang lain juga rasanya senang. Saat ini dibulan Agustus yang seharusnya memperingati hari kemerdekaan dengan berbagai macam lomba disekolah, didaerah rumah tidak dapat dilakukan karena pandemi yang terus berkelanjutan. Tapi tidak dengan sekolah saya, lomba kami online dan unik, ada lomba vlog, kerajinan daur ulang dan lain lain. Selama pandemi, kesibukan yang saya lakukan hanya mengerjakan tugas, membersihkan rumah, makan-tidurmakan-tidur, olahraga kalau lagi tidak malas. Kalau ditanya bosan, pasti jawabnya sangat amat bosan sekali. Oh tentu saya bantu orang tua saya dalam kerjaan apapun yang tidak memberatkan saya, kata ayah. Dibalik lamanya PPKM ini hobi saya menambah, mulai dari memasak, menanam tanaman, menggambar meskipun tidak terlalu bagus, menulis. . . ya, saat mengerjakan tugas itu saja sih bu tambahan hobi saya. Saat kelas X awal masuk atau MPLS, kami boleh masuk tapi $ / .$ )" ) - "$ .#$ơǚ "$ . ) " ) + .$ )" " )%$'Ǜ / -0. ( ) -0. . - -" )/$ ) . (+ $ -/0& - .#$ơ)4 sampai MPLS selesai. Perkenalan dengan guru mapel sesuai jurusan, dijam terakhir bertemulah dengan wali kelas kita Pak Rizka guru mapel PenjasOrkes, ya kami memperkenalkan diri 1 per 1 sambil berdiri. Waktu mau pulang dapet jajan lemper sama susu kedelai. Kalau diingat ingat saat itu sangat seru. *** 135


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '+"')*+4 Oleh:Aziziah Sani Awal datangnya virus covid-19 pada bulan maret 2020. Pada saat itu saya masih duduk dibangku SMP sedang melaksanakan Ujian Praktek. Dan ada kabar bahwa sekolah akan libur 2 minggu karena sudah ada berita covid-19, sementara dirumahkan untuk belajar sendiri di rumah secara online. Setelah semua ujian selesai belum ada kabar dari sekolah jika sekolah akan masuk normal, sampai tiba saat yang dimana saya dan teman-teman saya tunggu yaitu KELULUSAN. Tetapi tidak ada acara apapun disekolah karena virus covid ini yang sudah menyebar luas. Dan akhirnya kelulusan tahun ajaran 2020-2021 di SMP DHARMA WANITA 1 GEDANGAN meniadakan perpisahan/ wisuda. Dan disaat hebohnya kabar virus covid ini, didaerah rumah saya masih aman karena warga sangat terlalu takut dan mematuhi peraturan pemerintah untuk diam dirumah dan menjaga kebersihan masing-masing, selalu memakai masker meski didalam/diluar rumah. Saat itu didesa saya benar-benar sepi, tidak ada gerombolan ibu-ibu yang bisanya ngumpul ngerumpi, tidak ada kumpulan bapak-bapak yang asik nongkrong didepan rumah, tidak ada anak kecil-kecil bermain seperti biasanya yg begitu ramai, benar-benar sepi. Sesunyi itu pada saat pandemi mulai datang. Dan sampai tiba Bulan Ramadhan bulan penuh keberkahan yang ditunggu semua umat muslim. Teatapi puasa tahun ini benar-benar berbeda. Yang biasanya diharuskan untuk sholat terawih bersama dimasjid dan mushola terdekat, tahun ini didesa saya diharuskan untuk sholat terawih berjamaah sendiri dirumah bersama keluarga. 136


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Saya benar-benar sedih melihat keadaan yang sepertit itu, yang seharusnya kita meramaikan masjid tapi sekarang diperintahkan agar berdiam diri dirumah, masjid/ mushola semua aktivitasyang biasanya dikerjakan sekarang benar-benar diberhentikan untuk mencegah penularan covid-19. Selama bulan puasa kita semua benar-benar diam dirumah, yang biasanya buka bersama diluar sekarang cukup dirumah buka bersama keluarga. di pertengahan bulan puasa masjid dan mushola mulai dibuka dan diperbolehkan untuk melaksanakan sholat tarawih, tetap harus menaati protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sempet heran, sholat yang seharusnya merapatkan shaf ini harus diperintahkan untuk menjaga jarak minimal 1 meter. Akhirnya, satu bulan puasa yang sudah dikerjakan, dan ( ' ( .+ .$ ' 4 )" &$/ /0)""0 4 $/0 ( ' ( / & $- ) $ 0' Ɵ/-$ harusnya dimeriahkan oleh warga-warga yang berpartisipasi, kini kita tidak diperbolehkan mengadakan acara apapun, cukup takbir dirumah bersama keluarga. Malam takbiran yang benar-benar sepi berbeda dengan tahun sebelumnya. Malam yang biasanya dipenuhi oleh suara takbir di masjid / dimusholla dan kembang api yang membuat spesial dimalam itu, kini sepi dan dianjurkan membaca takbir dirumah. Saya tidak pernah menyangka kalau tahun ini merasakan malam takbir yang sangat berbeda . Dan dimana HARI RAYA IDUL FITRI 2020 tiba, kita tetap mematuhi prokes tidak boleh kendor, kita dianjurkan tidak boleh bersalaman dengan tetangga. untungnya kita masih diperbolehkan untuk melaksanakan sholat ied bersama dimasjid, dengan tetap menjaga jarak, dan mengurangi interaksi langsung dengan orang lain, selalu memakai masker tidak lupa menggukan handsenitizer. Setelah melaksanakan sholat ied saya mulai melakukan aktivitas seperti hari raya sebelumnya, meminta maaf ke kedua orangtua adik kakak saya, kami sekeluarga mulai keliling untuk meminta maaf ketetangga tanpa bersalaman. Hari raya tahun ini berbeda banyak rumah rumah yang ditutup. Selesai keliling ke rumah tetangga kami sekeluarga langsung pergi kerumah kakek. Yang biasanya dirumah kakek ramai 137


Selaksa Asa Meraih Cita

dengan saudara , tetapi kali ini berbeda rumah kakek sepi hanya & '0 -" & $'ǚ -$DZ# -$ $ 0' Ɵ/-$ / / + &$/ ' &. ) & ) seperti biasa, walaupun berbedai kita tetap menyambung tali silahturahmi seperti sebelum-sebelumnya. Hari raya selesai, saya harus kembali fokus kependidikan. Jauh sebelum saat itu saya suad memikirkan dimana saya akan melanjutkan pendidikan setelah jenjang SMP. Saya menginginkan sekolah di SMKN 1 BUDURAN, tapi saya belum beruntung belum bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. Akhirnya orangtua saya memutuskan untuk menyekolahkan saya disekolah yang saat ini saya tempati untuk menunjang pendidikan yaitu SMK SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO. / ' # + ) ơ - ) .0 # Ɵ&. . 4 ( ' )%0/& ) + ) $ $& ) disekolah tersebut. Tetapi sangat berbeda dengan tahun ajaran sebelumnya. Yang seharusnya masuk sekolah melakukan MPLS kini pelaksanaan nya secara DARING (Online) dengan mengirim video. Sudah beberapa bulan sekolah secara online, sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka yang $' &0& ) . - " )/$ ) ( )""0) & ) ( /* .#$ơǚ ǚ ) pertemuan pertama untuk perkenalan secara langsung antara guru dan murid. tetep me3matuhi protokol kesehatan. Sekolah juga dijadwal tidak seperti sekolah biasanya, pembelajaran disekolah hanya 3 jam. dan itupun tidak semua mapel yang kita pelajari disekolah, hanya mapel tertentu, yaitu mapel produktif saja. Saya tidak pernah menginginkan sekolah yang seperti ini, yang seharusnya masa smk adalah masa-masa yang indah untuk diabadikan. tapi kini telah berbeda. Semenjak ada covid-19 ini semua aktivitas berubah, yang biasanya belajar disekolah kini belajar secara online, saya sangat merindukan masa-masa sebelum virus covid ini menyerang nusantara rindu belajar bareng temen dikelas, beli jajan dikantin. Pendidikan smk yang saat ini saya tempat tidak mendapat kenangan apapun, merasakan sekolah sudah berbulan bulan. untuk mengenal teman sekelas saja rasanya susah karena /$ & . (0 $. ( .0& & ' . # -0. $ .#$ơǛ .*.$ '$. .$ 4 )"

138


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

kita lakukan hanya secara daring lewat ponsel masing-masing. Sekalipun kita sudah berkenalan via whatsapp, pastinya juga belum terlalu akrab, rasanya beda ketika berkenalan secara langsung. Bahkan sama guru pun belum bisa mengenalny hanya beberapa. Pertengahan kabar virus covid, didaerah saya masih aman alhamdulillah tidak ada yang terpapar virus covid. Baik tetangga ataupun saudara saya. Alhamdulillah kita diberi kesehatan oleh allah swt. Saat seperti ini banyak merugikan masyarakat, karena dengan adanya pembatasan maksimum dalam sebuah ruangan, para buruh banyak yang berhentikan. Menjadi masyarakat mengganggur tidak ada pekerjaan dan berjualan secara online, saya mau beli pun secara online. Mencari pekerjaan tidak semudah itu, banyak keluarga yang memiliki kesulitan ekonomi, salah satunya keluarga saya. Karna ayah saya diberhentikan dan perusaahan ibu saya sepi terpaksa ibu saya juga diliburkan. Pemerintah bilang bakal dikasih sumbangan dan sampai sekarang pun tidak ada pemasukan sumbangan dari pemerintah untuk keluarga saya. Hari hari terus berlalu, kita dipaksa hidup dalam keadaan seperti ini. Pengeluaran banyak sedangkan pemasukan tidak ada. Sekolah pun juga begitu, tugas banyak materi tidak ada yang paham. Bukan karena anaknya tapi banyak faktor yang membuat kami tidak bisa memahami materi yang diberikan oleh guru. Tiap anak beda beda ada yang sekali dikasih materi langsung paham, ada juga yang diberi penjelasan berkali kali masih belum paha, . Kemampuan anak berbeda beda. Sudah satu tahun saya sekolah dan selama ini saya jarang sekali masuk sekolah. Sekolah saja jarang masuk bagaimana bisa memahamai materinya, meskipun sudah memberi materi melalui video tetep belum bisa paham rasanya beda, lebih jelasnya di jelaskan. Pemerintah bilang awal januari kita masuk sekolah normal, tapi covid masih menyebar luas. Setiap ingin masuk sekolah ada saja halangan yang membuat sekolah gagal masuk normal. Satu tahun di bangku kelas 10 sudah saya lalui. ǨǨ ǨǨ / +$Ǜ . ( . % ǚ $ 0' ) %0'$ 2 ' 1 &.$) .$ mulai disebarluaskan, kita smua diwajibkan untuk vaksin. 139


Selaksa Asa Meraih Cita

Pemberlakuan jam malam mulai diberlakukan kembali. ppkm level 1 sampai ppkm level 4. Sudah dimulai kembali banyak berita kematian. Dua tahun sekolah tapi tidak pernah masuk ke sekolah, Kita siswa juga berhak bersuara, kita dituntut untuk menyelesaikan tugas, sedangkan materi saja banyak yang tidak paham. semua anak beda beda kapasitas otak dan pemikirannya. Tidak bisa semua disamakan. Virus covid saat itu sudah merajalela di daerah saya, banyak orang orang terdekat saya yang terpapar virus tersebut. Kita tidak perlu terlalu takut dan tidak terlalu mennantang. Karena sesungguhnya apa yang terjadi semua atas kehendak allah. Kita hanya bisa menjalani dan menerima dengan ikhlas dan sabar. Sekalipun saya sudah yakin bahwa apa yang akan terjadi adalah takdir dari allah, kita juga manusia pasti mempunyai .0" ./$ 4 )" -' $# )ǚ $/ $ )%0-& ) 0)/0& -Ɵ&$- +*.$/$!Ǜ sedangkan orang orang terdekat kita sudah banyak yang menjadi korban virus covid ini. Tapi alhamdulillah nya allah memberi jalan yang terbaik untuk orang terdekat yang saya kenal. Allah memberi kesembuhan untuk mereka. Semenjak covid memasukki daerah saya banyak warga didaerah saya yang terpapar virus covid juga. Bahkan banyak juga yang tidak bisa diselamatkan. Tiap hari didesa saya ada pengumuman orang meninggal. Dari situ kita dapat belajar bahwa allah bisa mengambil nyawa kita sewaktu waktu dan bersamaan dengan orang lain tanpa melihat apapun Selagi kita masih mematuhi apa yang diperintahkan oleh pemerintah, dan tetap berdoa yang terbaik kepada allah insyaallah kita akan selamat dari virus yang saat ini melanda negeri kita bukan hanya di negeri bahkan di seluruh dunia. Semua pasti diberi jalan yang terbaik asal kita tidak melakukan hal hal yang dilarang. Berbaik sangka lah kepada Allah SWT agar Allah SWT memberi yang terbaik untuk kita. Saya sangat merindukan masa masa dimana sebelum ada virus covid yang melanda negri ini. Mulai dari kebiasaan sehari hari dirumah, bersosialisasi dengan orang orang baru, punya teman sekolah yang akrab yang diajak curhat main bareng tanpa ada larangan ini itu dari pemerintah. 140


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Kangen banget merasakan itu semua saya berharap agar pandemi ini segera berlalu dan kita bisa melakukan kebiasaan seperti semula. Lelah aja rasanya kalau terus terusan seperti ini, kita tidak apa sebenarnya covid ini nyata apa hanya tipu daya manusia manusia pintar diluar sana. Kita tidak boleh berburuk sangka tetapi banyak fakta yang menyatakan bahwa covid tidak ) - )4 Ǜ $/0 # )4 & ' & ' ( )0.$ . % ǚ 4 -Ɵ&$- seperti ini bukan tanpa alasan, tetapi saya pernah mendengar salah satu pengakuan dari dokter bahwa itu smua tidak benar adanya. Tidak pernah ada didalam pikiran saya bahwa akan ada penyakit yang seperti ini, yang memberi perubahan dari segala hal, dari segi manapun itu. Memberi banyak kerugian, memberi pelajarn, dan memberi banyak pengalaman. Tidak perlu banyak mengeluh, cuckup berusaha semaksimal mungkin agar bisa menjaga diri sendiri. Dengan adanya kesadaran dalam diri sendiri bisa memberi dampak positif untuk kita dan orang lain. Oleh karna itu mari kita menjaga diri kita sebaik mungkin. Jika bukan untuk kalian sendiri maka lakukan untuk lingkungan sekitar kalian. Selalu stay safe, semoga allah berikan yang terbaik untuk kita semua. Tetap mematuhi protokolkesehatan, semoga semua diberi kesehatan dan tetap stay di rumah. ***

141


Selaksa Asa Meraih Cita

*,*. *H. ')0*0 Oleh: Aura Fatricia Arzya Sejak Desember 2019, dunia dihebohkan oleh penemuan virus baru di China. Virus tersebut dikenal dengan nama virus corona atau covid-19. Dengan cepat virus ini menginfeksi banyak orang dan menyebabkan kematian di China. Banyak pula yang hanya terinfeksi dan kemudian sembuh. Tetapi virus ini seperti berpindah tempat, mewabah dari satu negara ke negara lain. Hingga akhirnya wabah ini tiba di Indonesia pada awal Maret 2020 meski tampak lambat penyebaranya, tetapi hal ini menimbulkan kecemasan di seluruh Indonesia. Seluruh aktivitas terhambat begitu juga sekolah. Mulai 16 maret 2020 melakukan aktivitas belajar dirumah. Keputusan ini diambil oleh pihak komite sekolah. Entah megapa pembelajaran daring/ online menjadi hal yang sangat menyenangkan kala itu. Jadwal pelajaran daring diberikan seperti atau sesuai pelajaran di sekolah. Kami juga diminta untuk mengirimkan tugas dan absensi daring, dan waktu itu mendekati hari kelulusan sekolah SMP. Kakak kelas tahun lalu, ia dapat mengikuti ujian praktek dan ujian akhir sekolah dengan grogi dan perasaan yang tidak stabil. Berbeda dengan aku yang tidak mengikuti ujian praktek, dan ujian akhir sekolah pun online. Kelulusan sekolah pun tiba, memakai kebaya dan naik panggung di acara wisuda adalah hal yang sangat aku dan teman-temanku impikan. Tapi semua berakhir dan hanya menjadi mimpi kosong. Kelulusan sekolah ku tidak berkesan sama sekali, menerima raport akhir dan menerima ijazah harus diambil satu per satu anak. Dikarenakan penyebaran covid-19 semakin banyak dan luas, dan harus segera pulang kalau sudah mengambil itu semua. Kelulusan yang sangat membosankan di tahun 2020. 142


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Pada Kamis tanggal 31 Desember 2020. Pada pagi hari sekitar jam 09. 00 saya pergi berbelanja dengan tetangga saya untuk acara di malam hari, tidak lupa menggunakan masker dan membawa Hand sanitizer. Tidak cukup satu tokoh untuk membeli semua bahan makanan dan sayuran. Kira-kira ada empat toko yang kita kunjungi. Toko pertama untuk membeli alat untuk memanggang, toko kedua atau indomart untuk membeli makanan ringan, toko ketiga untuk membeli tteokbokki, jamur enoki dan bumbu-bumbu lainnya, terakhir keempat jalan satusatunya untuk membeli bahan makanan yang tidak ada di toko sebelumnya yaitu pasar larangan disitu saya membeli persosisan dan perbaksoan. Selesai sudah membeli bahan dan peralatan untuk malam hari. Tidak sesuai ekspetasi kita berdua, telah tejadi hambatan yang sangat besar hujan yang lebat petir menyambar dan disertai angin yang lumayan kencang. Tahun baru yang sangat menyedihkan dan tidak berkesan. Menunggu hujan redah sangatlah membosankan seperti menunggu hal tidak pasti yang / & &0)%0)" / )" ǹ - ) Ǻǚ / ' # . &$ ) ( )0)""0 bertepatan jam 11 malam atau 23. 00 hujan berhenti. Kita menyiapkan apa yang kita rencanakan dan membuat tahun baru ini menjadi sedikit lebih berkesan susuai versi kami . Selesai liburan tahun baru, kembali untuk melakukan kegiatan pembelajaran online dimana saya sudah menginjak kelas 1 atau 11 SMK. Dan dimana saya hanya memiliki teman 4 yaitu bernama Aisyah, Aza, Ayu, Aurel, dan saya Aura. Ke empat teman ku memiliki hati yang lembut, sabar dan perhatian '0001 ǚ -0 + -/ ( & '$ $)$ . 4 ( ($'$&$ / ( ) 0( (+ /Ǜ ditahun ini dan tahun seterusnya saya tidak akan memperbanyak teman cukup sedikit. Saya tidak mau kejadian di tahun yang lalu / -% $ ' "$ǚ + -/$ ( )Ɵ/) # ) ( )$)"" '& ) 4 )" $& demi yang terbaik. Minggu pertama belajar di rumah sangatlah menyenangkan. Jadwal pelajaran daring diberikan seperti jadwal pelajaran di sekolah. Kami juga diminta untuk mengirimkan tugas dan absensi daring. Selain itu aku juga bisa bermain bersama adik dan belajar bersama yang paling aku sukai adalah daring sambil menon tv dan mememakan camilan yang kusediakan sendiri.

143


Selaksa Asa Meraih Cita

Minggu ketiga aku belajar dirumah daring/online. Temanteman mulai malas mengumpulkan tugas begitupun aku. Karena hampir setiap pelajaran kami diberi tugas. Tidak semudah yang dibayangkan pelajaran tanpa berinteraksi secara langsung memang sulit. Tidak bisa bertemu dengan dan bercanda dengan teman-teman, membuat belajar di rumah terasa membosankan. Kalau sekolah saya mendapat uang saku sekolah berbeda kalau sekolah dirumah seharusnya uang saku Rp 15. 000 ini tidak dapat sama sekali. Kalau diitung-itung Rp 15. 000 X 1 bulan kurang lebih Rp 435. 000. hemmm sangat rugi besar. Hari berjalan begitu cepat dan tidak terasa bulan suci Ramadham tiba. sama sekali tidak ada hal yang istimewah. Tidak ada rasa berpuasa dan rasanya seperti hari-hari biasa. Berbeda dengan tahun yang lalu ada rasa dan hawa berpuasa. Dikarenakan covid-19 jarang orang yang berjualan makanan/ takjil. Setiap sore harus membuat makanan sendiri setiap hari. H-1 menuju hari kemenangan malam hari takbir berkumandang. Terasa sangat sepi dikarenakan covid-19 tidak ada takbir keliling. Pada malam hari itu saya dan dan temanteman karang taruna di suruh mengimput data SDGS di balai desa wedoro kurak. serasa sangat menyenangkan karena di situ saya bocil sendiri dan selalu diperhatikan sama kakak-kakak yang ada disanana. Malam hari itu kami sedang ada makan kecilkecilan dimana ada yang membakar ikan, ada yang memasak nasi, membeli es, dan ada yang mengimput data. Tepat pukul 23. 00 kami semua pulang dirumah masing-masing untuk persipan besok untuk sholat Hari Raya Idul Fitri dan menyambut hari kemenangan kita. Pagi hari telah tiba, meskipun tidak diperbolehkan untuk sholat Hari Raya Idul Fitri saya dan keluarga saya tetap sholat. Tidak lupa menjaga jarak, mencuci tangan dan wajib memakai masker. Lagi-lagi kampung serasa kuburan. Tidak diperberbolehkan untuk bersalam-salaman, dan tidak dapat cuan. Tidak diperbolehkan untuk mudik/pulang kampung hal yang sangat menyedihkan tidak dapat bertemu dengan kakek nenek dan suadara yang ada disana. Hari seterusnya saya disibukkan dengan pengimputan data SDGS. Mulai bekerja pada malam hari jam 18. 00 sampai dengan

144


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

22. 00. Meskipun jam pulang sudah di tentukan saya dan kakakkakak pulang jam 00. 00. selain mengimput data SDGS kami bisa ( '$# / Ɵ'( ' 4 - ' -Ǜ ( & ) -. ( Ǜ )""$ # -. ( Ǜ bercanda, bertukar pikiran. bekerja disana memanglah asik dan menyenangkan. Tidak terasa satu bulan sudah selesai. hari hari yang sangat menyenangkan di mana bekerja santai sambil bercanda dengan kakak-kakak karang taruna. Bapak Carik desa bilang kalau data SDGS selesai dalam waktu satu bulan maka kami akan diajak untuk camping di Kakek Bodo. Malam hari itu kami menerima honor dan mempersiapankan apa saja perlengkapan yang dibawa untuk camping. Honor yang saya terima berjumlah Rp 856. 000. Pagi hari telah tiba bertepatan hari Sabtu jam 09. 00 kami mendapatkan tugas masing-masing, menyewa peralatan tenda, meyiapkan mobil, menyiapkan bahan makanan. Sudah selesai semua kami pulang ke rumah mamisng-masinguntuk tidur sebentar. Jam 14. 00 kami berangkat menuju bumi perkemahan Kakek Bodo. Tidak lupa membawa Hand Sanitizer dan selalu memakai masker setiap pergi keluar. Sesampai disana, saya kira tidak ada orang sama sekali ternyata banyak orang-orang yang camping. Dibawa area camping ada cafe yang sangat ramai dan banyak manusianya. Semakin malam area camping semakin ramai. Pada malam hari bertepatan pada jam 21. 00 hujan turun disertai angina lumayan kencang sangat dingin sekali air seperti es batu. Hujan berjam-jam akhirnya pun hujan redah, redahnya hujan sekitar jam 23. 00. sangat seru dimana ada yang bermain gitar, ada yang memainkan salon, ada juga masak, suasana sangat sejuk disertai semua yang ada diarea camping nyanyi bersama. Keeosakan harinya dimana udara semakin dingin dan berembun. Jalan-jalan disekitar daerah pengunungan Kakek Bodo disertai suara air mancur/terjun yang bergemericik membuat suasana semakin sejuk dan dingin. Banyak pengunjung yang mandi di air terjun, dan lumayan banyak juga orang yang mendaki. Sudah merasa disana, kami kembali ke area camping dan melanjutkan kegiatan selanjutnya seperti masak. Setelah makan kami beberes peralatan masak untuk

145


Selaksa Asa Meraih Cita

dicuci. Dan selesai mandi kami diminta untuk membereskan tenda atau membongkarnya. Selesai membongkar tenda yang bertepatan di jam 12. 45 kami turun untuk pulang. Sebelum kami pulang kami jalanjalan dulu membeli pentol wak yesss. dan kita pergi ke café untuk minum secangkir kopi atau non kopi untuk penghilang rasa penat. Setelah itu kami pergi menuju kota dan kampung kita dan pulang masing-maising. Tidak terasa saya sudah menaiki kelas XI atau dua SMK. Hampir satu tahun tidak berkumpul dengan teman dan tidak merasakan sekolah di sekolahan. Dan tidak terasa hari kemerdekaan hampir tiba. sekolah ku mengadakan lomba 17 an secara online. Dan saya kebagian lomba vlog. Sebenarnya saya tidak suka dengan perlombaan. Meskipun lomba seperti permainan dan kala menang biasa, tetapi saya tidak suka dengan kekalahan. Saya sudah merasa bosan dirumah saja. sudah tidak giat untuk belajar dirumah. Disaat masuk sekolah ingin libur dan disaat dirumah saja ingin ke sekolah, seluruh kegiatan dianjurkan untuk dilakukan dirumah saja karena virus ini dengan cepat dapat menginfeksi banyak orang dan dapat menyebabkan kematian. Sudah banyak tugas yang diberikan oleh guru dan saya mengerjakkan satu persatu kemudian mengumpulkannya walaupun diberi waktu untuk mengumpulkan tetap saja tugas saya menumpuk karena saya sering menunda untuk mengerjakkanya. Setelah selesai mengerjakan, sudah ada tugas baru lagi yang diberikan. Aku berharap permasalahan Covid-19 ini dapat segera menemukan titik akhir. Aku sedih ketika melihat berita di televise banyak orang yang terinfeksi, bahkan meninggal. Akan tetapi dibalik itu semua banyak hikmah yang dapat saya peroleh. seperti kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Saat ini saya sangat merindukan suasana disekolah dan saya rindu bertemu teman-teman. Untuk itu jangan membuang kesempatan dan waktumu, agar tdak siasia dan menyesal. ***

146


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Pandemi Tidak Membuatku Menyerah Oleh: Belgis Syahrani Sejak memasuki tahun 2019, negara Indonesia dilanda dengan adanya salah satu virus yang diduga berasal dari negara lain, yaitu corona virus disease (COVID-19). Mungkin pada awalnya sebagian besar orang mengira bahwa, ini hanyalah virus yang tidak begitu menular. Hari demi hari seiring bergilirnya waktu, diawali dengan keputusan pemerintah yang memuat tentang belajar di rumah selama dua minggu. Mungkin hal ini menjadi sebuah hadiah terutama bagi anak sekolah. Ada juga yang berencana untuk membuat jadwal bermain bersama teman karena beranggapan jika belajar di rumah tidak seaktif di sekolah. Begitupun denganku yang semakin hari rasa semangat belajarku tidak sepenuh ketika di sekolah. Saat itu juga sekolah mengadakan ulangan akhir semester, dimana itu adalah ujian terakhirku di masa SMP yang mau tidak mau juga dilakukan dari rumah. Aku cukup mengalami beberapa kendala saat belajar maupun ujian di rumah, seperti terbatasnya koneksi sinyal, kurangnya penguasaan teknologi, dan lain-lain. Satu minggu selepas ujian, pemerintah membuat keputusan lagi yang memuat bahwa ujian nasional untuk jenjang SD, SMP, dan SMA ditiadakan lalu untuk penggantinya adalah portofolio, serta belajar dari rumah akan diperpanjang. Waktu itu aku berpikir betapa susahnya nanti kita untuk berdiskusi dengan guru, sebelumnya saja kita juga sedikit kurang memahami tentang materi pelajaran, bagaimana kita bisa menyelesaikan portofolio ini dengan sempurna dari rumah, yang memungkinkan jika diselesaikan di sekolah dapat bertukar pendapat dan meminta saran dengan teman maupun guru. Beberapa kegelisahan terlintas di benak pikiranku. Pada malam hari itu, aku menyempatkan sedikit waktu untuk merenung, 147


Selaksa Asa Meraih Cita

walaupun di masa pendemi seperti ini seharusnya bukan menjadi peluang untukku tidak semangat, masih banyak citacita yang menanti untuk aku capai apalagi saat itu merupakan titik terakhir perjuanganku di masa SMP, yang kemungkinan tiga bulan ke depan aku sudah lulus dan menginjak jenjang ǚ -' # ) &0 (0' $ ( ( 0 / ơ - 4 )" -$.$& ) 2 &/0 penyelesaianku dalam mengerjakan portofolio, dengan tujuan agar semua tertata dan dapat terselesaikan dengan tepat waktu serta maksimal. Alhamdulillah satu bulan berjalan akhirnya, portofoliopun telah kuselesaikan dengan tepat waktu, dan kami sebagai siswa hanya tinggal menunggu jadwal pengumpulannya. Semua ujian telah aku lalui dengan baik dan lika-liku yang beragam. Kini, tinggal menunggu hasil keputusan untuk wisuda kelulusan. Tempat wisuda, serangkaian acara telah dipersiapkan, dan kami sebagai siswa telah sepakat kebaya dan jas warna apa yang akan kami kenakan saat wisuda kelulusan agar terlihat sama, hal tersebut sudah diperbincangkan di awal bulan jauh sebelum ujian akhir semester dilakukan. Ternyata, dengan adanya pandemi ini yang bergilirnya bulan demi bulan semakin marak, banyak warga Indonesia yang terpapar virus pandemi ini. Alhasil, pemerintah mengeluarkan peraturan yang berisikan larangan tentang melakukan kegiatan yang mengundang banyak orang untuk berkumpul dan akan melanjutkan proses belajar dari rumah sampai dikeluarkannya peraturan pemerintah selanjutnya. Mau tidak mau, pelaksanaan wisuda sekolah kami dibatalkan. Ini benar-benar keputusan yang membuat kami sebagai siswa sangat kecewa, di detik terakhir kelulusanpun kami tidak bisa berjabat tangan dan mengucapkan selamat atas kelulusan tersebut secara langsung. Kami mempunyai kesempatan bertemu ketika pengambilan ijazah dan cap tiga jari, selepas itu kami sudah tidak bertemu lagi sampai sebelum pandemi ini benar-benar mereda. Kami juga sudah dipisahkan dengan pilihan SMA masing-masing, ada yang masih dalam satu provinsi bahkan ada yang pindah ke tanah kelahirannya dan melanjutkan pendidikannya di sana, dan aku memilih bersekolah di kabupaten yang sama seperti masa SMP, yaitu di SMK SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO. Aku memilih sekolah di .$)$ & - ) & / -/ -$& )&0 / -# + %0-0. ) + - )& ) .4 -$Ǩ #ǚ

148


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Tahun ajaran barupun diawali ketika aku sudah resmi menjadi siswa SMK yang terletak di kabupaten Sidoarjo itu. Tentunya, ketika kita menjadi siswa baru pasti tidak asing lagi dengan yang namanya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang tujuannya agar kita dapat mengenal lingkungan, peraturan, sarana, dan prasarana di sekolah baru tersebut. Dengan kondisi yang masih sama seperti masa SMP, MPLS hari pertama di sekolahku dilaksanakan secara online. Tentu kurang menyenangkan, karena seharusnya kita bisa berkenalan dan mengenal teman-teman serta lingkungan sekolah baru secara langsung, tetapi bagaimana lagi keadaan negara kita masih belum membaik akibat pandemi ini. Menjelang beberapa hari selepas MPLS, tiba-tiba saja kami seluruh siswa baru mendapatkan sebuah edaran yang berisikan tentang akan diadakannya pembelajaran awal yang secara terbatas, dilaksanakan secara -" )/$ ) / 0 .#$ơ ( )0-0/ )*(*- . )Ǜ ) / / + ( ( /0#$ protokol kesehatan. Setidaknya kami merasa lega akhirnya, dapat melihat dan merasakan duduk di bangku sekolah kembali dengan suasana bersama teman dan lingkungan yang baru, walaupun masih dalam penerapan protokol kesehatan dan jangka waktu yang singkat. Kulangkahkan kakiku ke halaman sekolah baru, betapa kagumnya aku dapat bersekolah di SMK SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO ini yang lingkungannya sejuk, asri, serta sarana dan prasarananya lengkap membuat semangatku meningkat. Hari demi hari layaknya kami sudah terbiasa dengan aturan bersekolah seperti ini, tentunya pihak sekolah akan membuat peraturan kembali tentang kegiatan sekolah walaupun di masa pandemi seperti ini tetap kenyamanan belajar diutamakan, yaitu dengan menjalankan prosesi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terbatas sekaligus dengan penerapan +-*/*&*' & . # / ) 4 )" & / /ǚ - ) 4 )" 0&0+ .$")$Ɵ& ) antara belajar dari rumah dengan di sekolah karena tidak semua wilayah memiliki akses internet yang baik, tetapi ini menjadi tantangan untukku ketika aku ingin mencapai sesuatu, aku harus bertindak sebijak mungkin, mulai dari mencari posisi yang tepat untuk kelancaran sinyal saat belajar sampai aku juga memahami lebih giat tentang teknologi.

149


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemi ini benar-benar fakta dan berdampak sekali bagi seluruh masyarakat dunia. Banyak sekali orang yang ekonomi keuangannya menurun karena adanya pemutusan hubungan kerja yang berakibatkan pengangguran dan juga tidak sedikit orang yang terpapar karena virus pandemi ini. Wilayah Sidoarjo sudah termasuk zona kawasan merah untuk angka penyebaran virus pandemi dan banyak orang yang kehilangan keluarga serta kerabat akibat terpaparnya virus pandemi ini. Ada juga salah satu temanku yang tiba-tiba saja sakit lalu ia bercerita kepadaku bahwa ia terpapar COVID-19, yang akhirnya ia diharuskan untuk menjalankan isolasi secara mandiri di rumah. Kasihan sekali ia tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang walaupun terbatas. Hanya melalui doa dan semangat yang bisa kuberikan. Hampir setiap hari kabar duka menyelimuti negara Indonesia, khususnya di daerah Sidoarjo ini. Setiap kali aku keluar rumah untuk keperluan sesuatu, tidak jarang mendengar kabar duka yang diumumkan di setiap masjid. Banyak orang di daerah rumahku yang meninggal dunia akibat terpapar virus pandemi ini. Sangat menyedihkan kehilangan keluarga atau kerabat yang terpapar virus pandemi ini, apalagi di saat pemakamanpun tidak bisa melihat untuk yang terakhir kalinya. Aku tinggal di sebuah perumahan dan dimana ada juga tetangga yang lumayan jauh dari rumahku juga terpapar COVID-19. Akhirnya, aku juga lebih diwaspadi ketat oleh kedua orang tuaku untuk tidak terlalu sering keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang sangat dibutuhkan. Waktu itu, aku juga ada kegiatan penting yang mengharuskanku ke sekolah, yaitu untuk rapat organisasi sekolah. Kedua orang tuaku mengizinkan asal aku mematuhi protokol kesehatan. Di sana, semua teman-teman juga saling menjaga diri masing-masing, kita semua memahami dengan bahayanya virus pandemi ini. Selepas menghadiri keperluan dari sekolah, aku segera membersihkan diri dengan mencuci tangan dan berganti baju, kemudian segera melanjutkan tugas sekolahku seperti biasanya. Saat itu, aku pernah juga merasakan keadaan tubuhku yang pagi hari baik-baik saja, tiba-tiba saat siang hari aku merasa lemas dan panas, padahal tugas sekolah waktu itu masih ada yang belum terselesaikan akhirnya, aku minum obat dan

150


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

vitamin kemudian tidur sebentar untuk menstabilkan badan. Setelah bangun, ternyata panasku semakin tinggi dan aku belum bisa menyelesaikan tugas sekolah saat itu juga. Orang tauaku khawatir apabila aku terpapar COVID-19. Akhirnya, saat sore hari aku pergi ke dokter dan ternyata penyebab panasku adalah radang tenggorokan. Setelah minum obat dari dokter, aku merasakan perubahan yang baik, dan pagi harinya panasku sudah mereda. Ternyata, kita selain bijak dalam mengurangi penyebaran virus pandemi ini, seperti menjaga jarak dan rutin mencuci tangan, kita juga harus mengurangi aktivitas yang berat. Sudah satu tahun lebih pandemi ini belum mereda, bahkan semakin marak. Peraturan pemerintah tentang diterapkannya kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan metode yang masih sama. Dengan semakin maraknya virus pandemi, banyak warga yang menyepelekan hal tersebut, jiwa mawas diri akan virus pandemi ini perlahan memudar. Mau tidak mau, pemerintah akhirnya mengeluarkan peraturan yang berisikan tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan kurun waktu yang cukup lama. Banyak warga yang tidak setuju karena sama-sama memikirkan bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari lantas seluruh tempat produktif ditutup. Sekolah pun juga dilaksanakan secara online penuh, hal ini juga diakibatkan karena warga tidak mau mematuhi protokol kesehatan. Yang merasakan letih tak hanya kita, para tenaga medispun juga banyak yang terpapar lantas menangani pasien serta orang yang meninggal dunia akibat virus pandemi ini. Pada saat tahun barupun kita diharuskan merayakannya di dalam rumah, seluruh tempat wisata yang seharusnya menjadi objek perayaan tahun barupun ditutup. Ini pertama kalinya tahun baru tidak bisa berpulang kampung. Selain dengan peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kini terdapat peraturan lagi yang pastinya dengan tujuan yang sama, namun lebih diperketat di awal penetapan, yaitu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Mau tidak mau, segala aktivitas di luar rumah, seperti sekolah dan les harus dilaksanakan secara online. Alhamdulillah, akhirnya aku sudah mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. Sekitar pada bulan Juni lalu, saat malam hari itu kami sekeluarga mendapat kabar bahwa pak Puh yang ada di Ponorogo 151


Selaksa Asa Meraih Cita

sedang sakit. Konon katanya, pak Puh sudah sakit sejak dua minggu yang lalu, tetapi sakitnya hanya batuk biasa, dan pak Puh pergi ke dokter terdekat. Oleh dokter, dianjurkan untuk istirahat dan isolasi secara mandiri di rumah, tetapi pada saat itu pak Puh tidak melakukan swab anti-gen, dan pak Puh tetap melakukan aktivitas seperti biasanya di rumah, karena sakitnya tidak terlalu parah. Dua minggu setelahnya, pak Puh koma, dan badannya demam tinggi. Akhirnya, pak Puh segera dilarikan ke RSUD Ponorogo, dan pak Puh langsung dimasukkan ke IGD. Kemudian pak Puh di swab anti-gen dan dipasang oksigen karena waktu itu susah bernapas juga. Jarak dua jam hasil antigen keluar dan hasilnya positif. Setelah itu, lanjut ke swab PCR. Sambil menunggu hasil PCR dan kamar yang kosong karena waktu itu semua kamar penuh. Lalu, pak Puh dipindahkan ke kamar tersendiri. Waktu itu, keadaannya malam hari pukul 23:00. Setelah dipasang oksigen, keadaan pak Puh cukup mendingan dan sudah bisa berbicara. Karena keadaanku di Sidoarjo dan pak Puh di Ponorogo, jadi kita komunikasi melalui telepon saja. Pada pukul 06:00, kami sekeluarga mendapat kabar bahwa pak Puh telah meninggal dunia. Semua keluarga merasa panik termasuk saya, tetapi keluarga saya tidak memungkinkan untuk pulang ke Ponorogo karena kondisi masih dalam keadaan PPKM. Lagi pula, kami juga takut terpapar virusnya. Akhirnya, proses pemakaman pak Puh diurus oleh saudara yang berada di sana. Walaupun hasil PCR belum keluar, pak Puh tetap dimakamkan secara protokol kesehatan, dan keluarga hanya bisa melihat dari jarak jauh. Menyedihkan memang, tetapi bagaimana lagi kondisi masih seperti ini. Sekitar satu hari setelah pak Puh meninggal dunia, hasil PCR nya keluar dan hasilnya positif juga. Akhirnya, keluarga pak Puh juga menjalani rapid tes, alhamdulillah semua hasilnya negatif. Walaupun begitu, satu keluarga harus tetap menjalani isolasi secara mandiri di rumah selama 10 hari. Rasanya tidak menyangka sekali harus kehilangan orang yang sangat sayang padaku dan selalu menungguku untuk pulang kampung saat peringatan hari-hari . -Ǜ . + -/$ $ 0'Ɵ/-$ǚ ( )" .0 # ' ( # (+$- . &$/ - /$" tahun, aku dan kedua orang tua tidak pulang kampung, apalagi dengan adanya pandemi ini yang tidak memungkinkan kami untuk pulang kampung. Hanya kirim doa dari lokasi yang cukup jauh yang bisa kami lakukan.

152


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Sekitar bulan Juni lalu, juga terdapat tetanggaku di mana beliau adalah guru mengaji di musala dekat rumah. Cukup jauh rumahku dengan beliau. Beliau adalah orang yang sangat berjasa bagiku karena telah mengajarkan cara mengaji dengan baik dan penuh kesabaran. Waktu itu memang beliau terdengar sakit dengan kurun waktu yang cukup lama. Tiba-tiba kami seluruh tetangga dikabarkan bahwa beliau telah meninggal dunia, tetapi pada saat itu posisinya di kampung halaman beliau. Kami belum mengetahui pasti saat itu penyakit apa yang menyerangnya, yang kami tahu beliau orang baik dan sangat lembut dalam mendidik anak-anak untuk belajar mengaji hingga lancar. Di tahun ini, sudah cukup banyak orang-orang baik yang telah berpulang ke Rahmatullah. Ada yang terpapar karena virus pandemi ini dan juga penyakit lainnya. Corona virus disease kini makin hari makin meningkat angka penyebarannya. Tidak sedikit orang sakit kini dianggap terpapar virus pandemi ini. Banyak juga yang meninggal dunia kemudian diperlakukannya, seperti orang yang terpapar virus pandemi, padahal tidak terpapar. Hanya tenaga medis yang boleh menanganinya, tanpa satu keluarga dekat pun. Salah satu cara agar kita terhindar dari virus pandemi ini adalah dengan cara 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Selain itu kita harus makan makanan yang bergizi dan rutin meminum vitamin, agar imun kita tetap terjaga. Sering pula ku jumpai anak-anak yang tinggal di pelosok kekurangan akan akses internet untuk keperluan sekolah, tetapi tidak menutup sedikitpun semangat mereka untuk terus mengejar ilmu-ilmu. Selayaknya, kita juga harus berpikir yang sama, seperti mereka tentang semangatnya dalam mencari ilmu. Karena sesungguhnya kita bisa menjadikan kondisi pandemi, seperti ini untuk meningkatkan usaha kita dalam menggapai hal-hal bermanfaat, dan menghindarkan kita dari hal-hal yang merugikan.

***

153


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemi Covid 19 Oleh: Adinda Putri Ayunda

Hai perkenalkan saya Adinda Putri Ayunda Puspitasari saya sekolah di salah satu SMK di Kota Sidoarjo. Saya kelas 11 disini saya akan bercerita kegiatan saya selama pandemi dan tentang pandemi ini. Bagaimana suka dukanya pandemi ini, bagaimana cara saya mengisi kekosonggan saat pandemi, bagaimana saya mengatasi bosan karena pandemi yang tak kunjung usai. Kalau boleh jujur saya sendiri sangat bosan dengan keadaan seperti ini. Keadaan dimana saya tak bisa keluar bebas kemanapun, keadaan dimana banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena pandemi ini. Karena pandemi ini juga banyak orang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan mereka. 4 . (+ / -Ɵ&$- + & # &$/ & ) . ' ( )4 ' ( keadaan seperti ini. Sedangkan diluar sana banyak orang yang masih tak tau diri dan seenaknya sendiri, menyepelekan & ) + ) ($ . + -/$ $)$ǚ 4 /$ & # $. Ɵ&$-Ǜ + 4 )" ( - & Ɵ&$-& ) / )/ )" + ) ($ $)$ . #$)"" ( - & . *' # olah bodo amat. Banyak orang mengira bahwa ini hanya akal akal an pemerintah. Banyak orang tua mengeluh karena sekolah yang tak kunjung masuk. Karena masa pandemi ini membuat banyak pelaajar ataupun anak anak menjadi malas untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya. 154


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Kapan bumi kita akan kembali normal seperti dulu? Kita bebas kemana saja tanpa harus memakai masker, tanpa harus berjaga jarak, tanpa harus memberikan surat bahwa kita sehat sehat saja. Jujur saya sering merasa kasihan dengan rakyat bawah karena mereka seaakan akan ditindas pemerintah, mereka untuk makan aja susah apalagi dalam keadaan pandemi seperti ini. Saya berharap keaadan pandemi sesperti ini akan segera berakhir dan kita dapat berkumpul kembali dengan keluarga jauh kita. Dan disinilah awal cerita saya saat pandemi dimulai pada bulan Maret 2020 saat saya pulang liburan sekolah dari Bali. Sebelumnya mohon maaf jika ada salah kata. Semoga terhibur dengan cerita saya kali ini. Pada bulan Maret tepat tanggal 17 Maret 2020 saya dan rombongan sekolah baru pulang dari Bali dan kami dapat kabar bahwa sekolah akan diliburkan 2 minggu, awalnya kami senang karena kami dapat beristirahat dari tugas, beristirahat dari apapun yang bersangkutan dengan sekolah. Saat saya sudah saampai rumah ternyata mama saya belum berangkat kerja dan mama saya bilang “ dek segera mandi pakaian kotor taruh di mesin cuci segera ganti semuaanya” mama saya sangat khawatir karena waktu saya berangkat ke Bali, Bali sudah siaga 1 pandemi covid. Setelah beberes semuanya saya beristirahat dikamar karena selama di Bali saya kurang tidur. Saya istirahat dari pagi sampai sore karena saking capenya saya menghiraukan semua pekerjaan rumah. Malamnya saya buka hp dan saya chattingan dengan teman teman saya hingga larut malam. Semenjak awal pandemi saya sering insomnia susah tidur. Oke back to the topik ya haha maap tadi ada selingan. Setelah saya chattingan dengan teman teman saya sampai sekitar jam 12 an saya menonton youtube hinggajam set 3 pagi dan disitulah saya baru bisa tertidur dengan pulas. Lalu saya bangun tidur sekitar jam 10 an saya langsung cuci muka ( gamandi? Ga si wkwk) setelah cuci muka saya tiduran depan tv sambil melihat lihat foto waktu di Bali. Seru banget waktu itu di Bali. Ntah kenapa waktu itu kenangan di Bali amat indah. Tapi sedihnya itulah hari terakhir saya dengan teman teman saya bertemu sebelum pandemi ini semakin parah. Padahal saya dan teman teman saya sudah mempersiapkan segalanya untuk wisuda tapi ternyata wisuda kita drive thru dan terkesan membosankan.

155


Selaksa Asa Meraih Cita

Hari hari berlalu setelah 2 minggu libur kami dapat kabar dari sekolah bahwa libur diperpanjang. Kami amat sangat kesal karena pandemi tak kunjung usai. Bagaimana masa smp kami terasa istimewa sedangkan pandemi merusak semuanya. Bahkan banyak orang orang yang enggan mengenakan masker mereka berkata bahwa covid tidak ada. Setelah berminggu minggu saya dirumah, sekolah dari rumah itu sangat membosankan. Bulan juli saya sudah memasuki sekolah SMK dan disitu saya hanya tatap muka dengan teman teman baru di SMK hanya 1 hari saja selebihnya daring. Bayangkan MPLS daring??? Bagaimana kan MPLS itu sendiri masa pengenalan lingkungan sekolah. Bagaimana kami murid baru bisa mengenal lingungan sekolah %$& -$)"ǢǢ 4 . (+ / /$ & # $. Ɵ&$- $.$/0ǚ Tapi seiring berjalannya waktu saya menjadi sangat bosan diruma gitu gitu aja. Tidak ada yang asik. Tidak ada yang bisa membuat saya ketawa. Di pertengahan bulan november 2020 sekolah akhirnya mengadakan pembelajaran tatap muka. Disitu saya sangat bersemangat karena saya akan bertemu dengan teman teman baru di SMK. Damn hari sekolah pun telah tiba saya bersiap siap untuk pergi ke sekolah karena saya tidak sabar segera berkenalan dengan teman teman baru. Sampainya di sekolah saya duduk dibangku paling depan karena saya tak ingin ketinggalan materi pada saat itu. Tapi sekarang karena sekolah tatap muka sering di undur saya sendiri kadang juga cape. Saya kadang juga ingin seperti biasanya masuk normal. Tanpa masker dan berjaga jarak. Hhmm setelah tatap muka hari itu saya kembali pulang kerumah dengan keaadan cape. Sesampainya dirumah saya langsung istirahat. Saya juga mengikuti salah satu ekstrakulikuler di SMK yaitu paskibra. Mengapa saya memilih ekskul paskibra karena nyaman aja gitu kayak seru meskipun ya agak melatih mental ) Ɵ.$& 4 2&2&ǚ 0 # .0 # & ) + . 4 % $ - ) Ǣ Ntahlah biar ga terlalu tegang. Nah ceritanya ada yang ketinggalan nih waktu akhir bulan oktober . jadi waktu bulan oktober akhir keluargaku kedatangan tamu dari madiun nih ya kan. Nah si keluarga dari madiun tuh katanya pengen liburan yaudah akhirnya kita ke Kota Malang karena juga waktu itu kasus covid lagi rendah tapi tenang kita

156


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

masi menerapkan protokol kesehatan kok. Nah kita tuh ke hawai waterpark malang karena ya disna seru aja gitu, banyak wahananya apalagi si ombak tsunami paling the best sih. Eh bentar bentar kenapa jadi kek promosi yaudah lupakan yok lanjut cerita. Nah sampae disana tuh udah pada exited buat renang buat coba semua wahana. Akhirnya kita disana sampai malam karena kita juga ke malang night paradisenya. Sampai rumah semua di bersihkan, mandi lagi terus makan malam, abistu becanda bentar langsung tidur karena besoknya masi harus jalan jalan lagi. Hari kedua kmai pergi ke cimory di daerah Pasuruan. Disana kita bisa berinteraksi sama kelinci, liat proses pembuatan cimory, disana juga ada spot foto yang bagus bagus, juga bisa naik kuda. Cimory juga seru sih tapi masih lebih seru di hawai waterpark malang. Gatau kenapa serua aja gitu nagihnya ituloh wkwk. Mereka menginap selama 3 hari di rumah ku. Setelah 3 hari mereka kembali pulang ke kota mereka yaitu ke kota Madiun dan aku ikut karenaa akuu diajak. Tapi orang tua ku tidak ikut karena mereka harus kerja. Ku kira aku bakal gabetah 4 hari di kota orang tanpa keluarga ataupun orangtua. Ternyata itu salah, aku maalah betah banget serasa healing haha. Tapi gaenaknya jauh dari orang tua ada rasa khawatir ada rasa kangen ya meskipun aku sama orangtuaku ga seberapa deket ya. Setelah 4 hari disana aku pulang ke Sidoarjo memulai kembali kegiatanku seperti biasanya. Sudah cukup 1 minggu nya untuk liburan sekarang kembali daring dan mengerjakan tugas seperti biasanya. Saat itu aku belum banyak mengenal tman teman smk ku. Hingga pada akhirnya saya ikut ekskul paskibra. Disitu ada beberapa teman kelas saya dan disitulah saya akrab dan dekat dengan teman teman smk saya. Ya meskipun ga semuanya. Tapi saya rasa mengenal mereka pun cukup karena mereka asik. Mereka laki laki semua dan saya perempuan sendiri. Ntah mengapa berteman dengan mereka sangat seru tak ada perdebatan apapun. Kita juga sering bermain bersama meskipun ya hanya dirumah bukan yang di cafe atau kemanapun itu. Lama kelamaan mereka sudah seperti keluarga saya sendiri. Saat saya sedih mereka selalu ada untuk saya. Kami juga sering mengerjakan

157


Selaksa Asa Meraih Cita

tugas bersama. Saat aast menjelang tahun baru saya dan keluarga bakar bakar dan keluarga saya meminta mereka datang tetapi mereka tidak bisa. Awal tahun baru kami ada tugas membbuat video dari paskib. Kami pun mengerjakannya bersama sama. Tak hanya kami berempat kami juga mengajak teman teman yang lain mungkin mereka kesusahan membuat videonya. Setelah tugas itu selesai kami lanjut main seperti biasanya dan mengerjakan beberapa quiz yang diberikan guru. Banyak orang bilang “ main mulu pasti tugasnya numpuk “ tidak. Kami main, tapi kami juga mengerjakan tugas. Kami main pun itu pasti ada saja yang dibahas entah itu masalah paskib atau masalah kelas. Kami main pun juga ga setiap hari. Kami main jika kami sama sama merasa suntuk diruma. Kegiatan saya selama pandemi hanya berputar pada itu itu saja. Kadang jika ada pertemuan paskib juga ntah itu joggong atau hanya kumpul kumpul biasa untuk sharing dan saling mengenal. Pada akhir bulan Februari ekskul paskib mengadakan acara yaitu latihan gabungan dengan beberapa sekolah di sidoarjo. Awalnya saya mikir ah pasti membosankan karena hanya pbb. Tapi pikiran saya salah. Disana kita jugaa main game, kita juga membaur dengan siswa siswi sekolah yang lain. Disana kegiatanya seru sehingga raasa cape tuh kek ga kerasa cape. Bisa bercanda ria dengan siswa siswi sekolah lain, dengan abang abang pelatih dari sekolah lain. Siswa siswi nya juga seru seru gampang diajak berbaur, seneng ngelawak juga. Setelah event itu anggota paskibra SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo mengadakan event lagi saat ramadhan ya itu buka puasa bersama dari angkatan 1 hingga angkatan 11 dan para abang abang pelatih yang lain. Dibalik event itu banyak sekali pengulangan proposal untuk diajukan kepada ibu kepala sekolah. Tapi alhamdulilah semuanya berjalan lancar meskipun ada plus minusnya. Semua anggota saling membantu saling bekerja sama saat mendekor lokasi, membersihkan lokasi. Hingga acara selesaipun semua masih turut membantu membersihkan lokasi meskipun dalam keadaan capek dan ada juga yang dalam keadaan sakit. Keagiatan selama pandemi memang banyak yang mmbosankan. Kegiatan lain itu pasti adatapi tergantung

158


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

bagaimana cara kita menanggapinya. Kegiatan saya selama pandemi ya gitu gitu aja tapi lebih sering kegiatan diluar rumah sperti kumpul paskib. Waktu awal juli abang abang pelatih kembali mengadakan event yakni hiking ke jendela langit pasuruan. Dari beberapa sekolah membaur menjadi satu seprti halnya waktu latihan gabungan. Tapi bedanya ini kami seperti mendaki karena perjalanan kami dari bawah untuk sampai atas harus jalan kaki. Kami menempuh waktu kurang lebih 5 jam untuk naik keatas karena mungkin kami belum terbiasa hiking. Dan ya 5 jam, rasa cape itu ga sia sia. Sesampainya diatas pemandangannya amat bagus, gunung diselimuti kabut, hawa dingin yang segar. Pagi nya adalah pagi yang sangat indah karena kami bisa melihat sunrise dengan amat jelas. aahh sungguh ciptaan tuhan yang luar biasa. Kami sempat membangun tennda hanya uuntuk satu malam saja. Kami jarang jarang bisa melihat sunrise secara langsung dan jelas. Ya tentu dong kesempatan itu tidak akan kami sia siakan. Disana kami menghabiskan waktu untuk bersama sampaim matahari benar benar muncul. Intinya kegiatan selama di jendela langit itu sangat indah. Kami jadi bisa sedikit mersakan bagaimana rasanya mendaki gunung. Ya meskipun jendela langit itu bukan gunung ya wkwk. Masih banyak kegiatan saya yang lain tapi saya rasa cukup sampai disini cerita saya mengenai kegiatan selama pandemi ini. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita semua bisa kembali berkumpul dengan keluarga jauh. Jangn lupa untuk tetap memakai masker dan taati protokol kesahatan. Thankyou semua !!! ***

159


Selaksa Asa Meraih Cita

Tetap Produktif di Masa Pandemi ,'+4*+ ')2)4*+.&*&. Oleh: Fatia Aulia Putri Y

Hai perkenalkan namaku Fatia Aulia Putri Y. biasa dipanggil Fatia atau Putri. Aku tinggal di sebuah perumahan tercinta bernama Citra Oma Pesona Buduran. Di perumahanku ini terdapat beberapa organisasi keagamaan dan juga organisasi masyarakat. Dan tentu aku pun juga mengikuti organisasi itu, agar selama di masa pandemic ini tetap produktif. Meskipun disaat masa pandemic ini kegiatan organisasi kami terbatas dan tidak sebanyak seperti masa-masa sebelum pandemic. Ini tentu tidak memudarkan semangat kami untuk tetap berorganisasi dan tetap produktif. Contoh organisasi yang aku ikuti adalah Remas (Remaja Masjid) dan Kartar ( Karang Taruna). Mari aku ceritakan pengalamanku selama pandemic ini dalam berorganisasi. Pengalaman pertama aku mulai dengan tahun baru 2021 kemarin, kami anak Remas dan juga Kartar berencana untuk mengadakan bakar-bakar ikan bersama. Sebenarnya Remas dan Kartar anggotanya hampir sama bedanya kalau Remas anggotanya lebih banyak karena ada beberapa anak RT lain yang juga ikut tapi kalau Kartar hanya RT rumahku saja yang ikut. Jadi setelah merencanakan bakar-bakar itu para anak lakilaki sepakat untuk pergi memancing saja daripada membeli ikan dipasar, sedangkan anak perempuan bertugas untuk membersihkan ikan. Dan perencanaan ini dirundingkan malam sebelum tahun baru pada hari Rabu tanggal 30 Desember 2020. Akhirnya pada keesokan paginya para anak laki-laki berangkat memancing, mereka memancing pada jam 09. 00 pagi. Dan setelahnya mereka pulang pukul 14. 00 siang atau jam 2 siang. Mereka membawa banyak ikan yang besar seperti ikan patin, ikan mujair, dll. Dan juga mereka membeli beberapa bumbu untuk membakar ikannya nanti malam. 160


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Setelah itu kami para perempuan berkumpul untuk membersihkan ikan tersebut di belakang masjid. Sebenarnya kami kewalahan untuk membersihkan ikannya karena kami hanya berlima tetapi kami akhirnya meminta bantuan beberapa ) & ' &$ 0)/0& $&0/ ( ( )/0ǚ &#$-)4 + Ǩ .# - kami semua telah selesai membersihkan ikannya. Ikan tersebut disimpan oleh temanku yang rumahnya dekat dengan masjid sedangkan aku yang membawa bumbunya. Sebelum pulang kami para perempuan memarinasi ikannya dengan sebagian bumbu yang sudah dibeli tadi dengan bantuan ibu temanku. Akhirnya kami pun pulang untuk menunaikan sholat ashar dan bersiap siap untuk nanti malam. Kami semua sepakat berkumpul jam 9 malam di balai dekat masjid. Aku pun berangkat bersama-sama dengan temanku tak lupa membawa bumbu juga peralatan untuk membakar ikan. Sampai disana kami menyerahkan peralatan tersebut kepada anak laki-laki untuk menyiapkannya dan kami para perempuan mengolesi ikannya dengan kecap dan saos. Anak laki-laki bertugas untuk membakar ikannya dan kami para perempuan hanya duduk-duduk dan menyiapkan es juga jajan. Kami semua sangat senang suasananya pada saat itu sangat ramai karena kami menghidupkan musik dengan sound. Kami juga sesekali bercanda dan mengobrol agar tidak terasa membosankan. Pada jam 23. 30 atau jam setengah 12 malam persediaan jajan kami habis, akhirnya aku dan satu temanku pergi untuk membeli jajan. Pada saat itu jalanan sangat sepi dikarenakan juga masih psbb. Sebagian jalan di desa-desa ditutup tapi masih ada beberapa yang memperbolehkan pengendara lewat. Akhirnya aku dan temanku memutuskan untuk membeli pentol saja karena pada jam segitu hanya ada banyak penjual pentol. Setelah selesai membeli kami pun kembali lagi ke balai, sampai disana ternyata para anak laki-laki sudah selesai membakar ikannya. Kami semua menyiapkan kertas minyak untuk ditumpuktumpuk lalu kami menuangkan nasi dan ikannya. Sebelum makan kami berdoa bersama lalu kami bersama-sama memakan ikannya. Sangat menyenangkan saat itu makan bersamasama dengan teman-teman. Setelah selesai makan kami

161


Selaksa Asa Meraih Cita

membersihkan balainya dengan menyapu, membuang sampah, dan juga membersihkan juga mencuci peralatan membakar ikan. Dan awal tahun baru 2021 itu saya lewati dengan senang bersama teman-teman organisasi saya. Nah untuk cerita selanjutnya terjadi pada saat bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan selalu dilewati dengan membeli takjil di pasar-pasar sore, ngabuburit sebelum berbuka, membangunkan orang-orang saat sahur, buka bersama, sholat tarawih, juga tadarus bersama. Karena pandemic ini kami tidak melakukan beberapa hal yang biasanya kami lakukan saat bulan Ramadhan. Pada awal puasa sampai pertengahan puasa saya menjalani hari-hari seperti biasa sampai pertengahan puasa Remas merencanakan untuk ada kegiatan Remas Camp. Remas Camp adalah kegiatan yang dimulai dari sehabis ashar dan selesai habis subuh, kegiatan ini selalu berlangsung setiap tahun pada bulan Ramadhan. Kegiatannya adalah materimateri tentang tema yang sudah ditentukan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama, lalu materi lagi dan dilanjut outbond kecil dan juga game setelah itu baru para peserta boleh istirahat, pada jam 3 dini hari peserta dibangunkan untuk sholat malam dilanjut sahur bersama setelah itu acara penutupan dan bagibagi hadiah. Akhirnya peserta boleh pulang kerumah masingmasing. Malam itu kami rapat tentang apa tema yang kami tentukan untuk materi dan panitia-panitia yang akan melaksanakan tugas pada kegiatan Remas Camp. Pada saat itu saya bertugas menjadi panitia konsumsi, lalu teman-teman saya juga menjadi panitia. Ada yang menjadi MC, ada yang menjadi panitia keamanan, dan lain-lain. Saat itu tema yang kami tentukan adalah “Istiqomah dengan Duit (Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakal). Pada saat itu kami juga membuat proposal untuk diserahkan kepada Takmir untuk disetujui. Akhirnya besok pagi ketua Remas kami mengabarkan bahwa proposal kami sudah bagus hanya perlu sedikit perbaikan. Setelah diperbaiki kami akhirnya segera bergegas untuk menyiapkan semua keperluan acara. Pada saat keperluan acara sudah siap 50% kami mengadakan rapat lagi untuk memastikan tidak ada yang kurang atau perlu ditambah. Dan akhirnya hari acara pun tiba, kami sudah siap

162


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dari setelah dhuhur untuk mengecek semua keperluan. Kami membungkus-bungkus jajan serta memasang banner besar yang bertuliskan tema dari acaranya. Kami pun selesai mengecek semuanya pada saat jam 2 siang. Kami akhirnya pulang kerumah masing-masing untuk mandi dan juga sholat ashar. Pada saat sehabis shalat ashar kami semua sudah berkumpul 0)/0& ( )40-0# + . -/ ( )0'$. ) ( )4 + ơ - ) ( ǚ Setelah menulis mereka diberi Id card namanya masing-masing dan juga notes dan bulpen apabila nanti pada saat materi ada keperluan menulis. Setelah kelihatannya semua peserta sudah ( )"$.$ ) ( $ ơ - ) ( & ($ . (0 0 0& %0" $ & / peserta untuk mendengarkan pembukaan yang dilakukan oleh perwakilan Takmir Masjid, Ketua Remas, dan mendengarkan + ( ) 4 /DZ 4 / .0 $ 'DZ 0-Ǩ ) *' # . ' # . /0 + )$/$ Remas. Setelah semua acara pembukaan selesai akhirnya kami semua mendengarkan materi yang pertama. Aku membagikan jajan-jajan ringan yang sudah dibungkus untuk para peserta sebelum mendengarkan materi. Akhirnya kami semua mendengarkan materi tersebut dengan seksama juga diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan oleh yang menyampaikan materi. Kami selesai materi jam 5 sore dan bersiap-siap untuk berbuka bersama. Pada adzan para panitia membagikan es dan jajan ringan. Lalu semua peserta sholat Maghrib terlebih dahulu. Selesai sholat Maghrib kami semua dan juga peserta berkumpul di TPQ untuk berbuka bersama. Para panitia membagikan nasi kotak dan juga air putih, sebelum makan kami semua berdoa bersama. Akhirnya kami semua makan dengan diam. Setelah selesai makan kami mengumpulkan sampah dan juga membersihkan TPQ. Dilanjutkan dengan menyiapkan materi kedua. Kami semua menyelesaikan materi kedua tanpa hambatan dan lancar. Akhirnya kami bersiap untuk sholat tarawih berjamaah. Selesai sholat berjamaah kami melanjutkan dengan materi yang ketiga dan juga materi terakhir dari kegiatan Remas Camp ini. Materi ketiga ini adalah hipnosis yang bertujuan untuk menenangkan diri dan juga merenungkan dosa-dosa yang telah kita perbuat. Para peserta terlihat sangat antusias dalam materi ini, bahkan ada yang sampai menangis tersedu-sedu. 163


Selaksa Asa Meraih Cita

Ketika materi ketiga selesai pada saat itu sudah pukul 10 malam. Kami melanjutkan ke acara selanjutnya yaitu outbond kecil. Kami disuruh untuk berkumpul di lapangan sebelah masjid. Kami membentuk lingkaran yang ditengahnya ada api unggun. Kami dibagi 6 kelompok saat itu, juga setiap kelompok disuruh untuk membuat yel-yel dan jargonnya masing-masing se kreatif mungkin. Saat itu para panitia ikut bermain tetapi ada juga yang sebagian tidak ikut karena membantu berjalannya acara game. Para panitia yang ikut menambah suasana ramai pada saat itu. Kami diberi beberapa petunjuk-petunjuk untuk dapat menyelesaikan game oleh pemandu outbond. Game tersebut adalah dibagi setiap pos-pos yang berbeda, untuk menemukan pos tersebut di setiap pos terdapat beberapa game yang harus diselesaikan. Pada game tersebut kami melawan kelompok lain yang sudah tiba disana. Aku dan teman-temanku pun menyelesaikan clue pertama untuk menemukan pos pertama yang kita datangi. Saat sampai disana sudah ada kelompok lain yang akan kita lawan. Pada saat itu kami kebagian bermain game mencari gelas aqua dengan mata tertutup. Dengan dibantu ketua kelompok kami mencari gelas-gelas untuk dikumpulkan. Kelompok mana yang paling banyak mengumpulkan gelas akan menang. Tapi sayang sekali pada saat itu kelompokku kalah tapi seru sekali bermain itu. Kami diberi petunjuk untuk menemukan pos kedua, kami pun mencari-cari akhirnya ketemu juga. Tapi sayang sekali pada saat panitia menjelaskan cara bermain game di pos kedua tersebut hujan deras pun turun. Akhirnya para pemandu outbond dan juga para panitia menyuruh para peserta untuk kembali saja ke masjid. Sampai di masjid para pemandu outbond berkata bahwa kami bisa menyelesaikan satu permainan di sana yaitu tebak kalimat. Kami semua berkumpul dan mendengarkan penjelasan pemandu outbond tentang game tersebut. Pada game tersebut perwakilan kelompok akan maju dan diberi kalimat yang akan diperagakan kepada tim nya, sedangkan tim yang lain akan menghadap belakang menunggu untuk ditepuk bahunya baru meneruskan yang sudah diperagakan perwakilan kelompoknya dan satu anak yang berdiri dibelakang akan menebak apa 164


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

yang sudah diperagakan tadi dengan kalimat. Kami semua melakukan game tersebut dengan senang. Setelah game tersebut selesai ternyata hujan belum juga reda akhirnya kami semua memutuskan untuk semua peserta agar beristirahat saja karena pada saat itu juga sudah menunjukkan pukul setengah 1 dini hari. Sebenarnya kami sedikit kecewa karena tidak bisa menyalakan api unggun tapi bagaimana karena hujan tidak kunjung reda. Akhirnya semuanya tidur ada juga yang tidak tidur dan aku salah satu yang tidak tidur aku bermain hp dan juga bercanda bersama teman-temanku yang tidak tidur tentunya tidak mengganggu para teman-teman yang lain yang sedang tidur. Kami tidak tidur sampai jam setengah 3 pagi, kami semua dibangunkan untuk sholat malam berjamaah. Akhirnya kami semua kecuali yang sedang tidak sholat berangkat untuk mengambil wudhu dan sholat berjamaah. Kami semua selesai sholat jam 3 dan dilanjutkan untuk sahur bersama. Para panitia membagikan nasi bungkus untuk masingmasing peserta. Setelah selesai kami bersih-bersih untuk persiapan sholat subuh. Sambil menunggu sholat subuh kami bercanda dengan teman-teman dan juga main hp. Adzan subuh pun berkumandang dan kami pun sholat subuh berjamaah. Setelah sholat kami berkumpul untuk mendengar penutup yang disampaikan ketua Takmir Masjid dan juga ketua Remas, tidak lupa dengan pembagian hadiah kelompok yang menang game dan peserta yang aktif dalam acara. Setelah penutupan selesai para panitia berkumpul dan saling mengucapkan terimakasih karena telah mengerjakan tugas masing-masing dan acara pun selesai dengan lancar. Itulah sebagian kisahku saat mengikuti organisasi dirumah. Meskipun pandemic itu bukan alasan untuk kita bermalasmalasan saja, kita juga bisa melakukan banyak hal agar tetap produktif. Tidak lupa dengan menaati protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit dan juga virus covid 19. Terimakasih telah membaca kisahku semoga semua tetap sehat dan juga bahagia. ***

165


Selaksa Asa Meraih Cita

')(*6 +- *6 + ')(*6*+ ., $ ,'+4*+ '4*+*&*+ Oleh : Callista Damayanti “Aku harus bertahan!! Aku harus menjaga keluargaku agar tak diambil olehnya. Kapan ini akan berakhir?!” Tak ada yang tahu pasti, kapan berakhirnya semua ini. Ini semua diluar kontrol manusia. Semua umat manusia mau tidak mau harus bertahan hidup. Seolah dibelenggu di dalam rumahnya sendiri tanpa kepastian kapan akan dibebaskan. Ku kira dia hanya mampir sebentar. Ternyata 1-5 tahun telah terlewati. 1 tahun bukanlah waktu yang singkat, engkau pun tahu. Tapi perlahan manusia telah beradaptasi dengannya. Sudah mulai terbiasa karena dipaksa dan terpaksa. Hai, namaku Callista Damayanti. Tapi biasa dipanggil Tata. Aku adalah murid dari SMP swasta di kotaku. Tahun ini aku kelas 3 SMP. Dimana harus belajar lebih giat lagi agar lancar mengikuti rangkaian ujian kelulusan. Seperti biasa, aku bersekolah layaknya anak pada umurku. Tertawa, bersahabat, belajar, dan cinlok hahaha. Siapa sih yang enggak pernah cinlok sama murid sekolah sendiri. Itu normal kan? Hahaha. Tapi di kelas 3 ini aku lebih fokus belajar bersama sahabatku agar nantinya kita sukses dan dapat nilai bagus bersama. Di tengah-tengah kesibukanku sebagai seorang siswa yang mau lulus, terdengar suatu berita yang tidak mengenakkan untuk diketahui dan didengarkan. Karena sudah terbayang apa yang akan terjadi. 166


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ǟ -$/ / )/ )" ǧ $-$)4 Ǩǚ 2 ')4 -$/ $/0 $.$ -& ) diberita internasional yang disiarkan ulang oleh berita nasional di negaraku. Kita (para warga Indonesia) tak mengira %$& ' 0 ǧ $ Ǩ ( (+0 ( .0& & ) " - $)$ǚ ($ . (0 meremehkannya. Meremehkan keberadaannya, meremehkan keganasan, & kemampuannya. Bahkan warga membuat meme / )/ )" ( - ( #& ) & - ))4 ǚ $)"" .0 /0 & /$& Ǜ ǧ $ Ǩ benar-benar menunjukkan eksistensinya di depan mata. Saat membantu ibuku ke pasar di akhir pekan. Aku pelan - pelan memasuki lorong pasar, aku mulai mengamati banyak orang yang mulai batuk-batuk hingga terlihat di wajah mereka kalau batuk itu membuat dada mereka sakit. Dalam hati aku bertanya “apakah dia benar-benar ada? Apakah berita itu nyata” aku yang termasuk orang yang tidak percaya keberadaannya pun mulai merasa penasaran. Dan. . . . ya!! Muncul berita lagi mengenai dirinya beberapa hari setelah aku belanja dari pasar. Kasus pertama & '$ ǧ $-$)4 Ǩ $ ) " - &0ǚ *1$ DZƧƯ ) ( )4 ǚ ( )4 +0) aku baru mendengarnya.”apa karena aku tidak mengikuti berita tentang kesehatan & medis hingga namanya terdengar asing?” tanyaku dalam hati. Karena namanya menurutku tak sepasaran nama 1$-0. ǻ *'$ǥ Ư $)ƥ0 )5 Ǥ Kasus pertama Covid terdapat pada ibu-ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun. Berita itu resmi disiarkan dari kanal televisi terpercaya nasional. Keadaan buruk sedikit mulai terlihat. Tak berpikir panjang Presiden negaraku langsung mencari dengan .$ + . % 0 *- )" / -. 0/ -&*)/ &ǚ *)/ & Ɵ.$&Ǜ ( 0+0) &*)/ & &0)%0)" )ǚ .4 - & / (0' $ + - 4 & ' 0 ǧ $ Ǩ ) -DZ benar ada dan mematikan. Karena dia dengan gampangnya menyebabkan kematian.

- ) -$/ / -. 0/ (0) 0' ) / ' # $ &*)Ɵ-( .$ sendiri olah bapak Presiden Jokowi yang menjabat saat itu, sekolahku pun langsung mengambil tindakan merumahkan murid. Meskipun sedikit agak telat dari sekolah negri.”Tapi gapapa, yang penting dirumahkan” celotehku dengan bahagia saat itu. Hahahaha senangnya bukan main. Siapa yang enggak suka mengerjakan rangkaian ujian di rumah, ya kan? tahu sendirilah yaa kebiasaan murid Indonesia mwehehe. Awalnya aku mengira itu semua menyenangkan karena bisa

167


Selaksa Asa Meraih Cita

mengerjakan semua di rumah. Apalagi ujian hahahaha. Tapi rasa senang itu mulai berubah setelah 1 bulan mengerjakan apaapa di rumah.”Aku bosan! Aku capek, aku ingin keluar” keluhku dalam hati. Namun bagaimana lagi, memang keadaannya lagi . + -/$ $)$ǚ $/ ( # ' "$ & - ) & - ) ǧ $ Ǩ 4 )" ( ( &. semua orang memakai masker & harus sangat memerhatikan kebersihan. Bulan ini merupakan bulan ke 2 para warga Indonesia mengalami panic buying hingga menimbulkan barang yang semulanya ada & mudah didapatkan, menjadi langka & mahal. Aku juga sempat terpikirkan untuk melakukan hal yang sama.

- ) ǧ $ Ǩ ) -DZ ) - " ) . ƥ / ' # ( )" ( $' )4 2 manusia sangat cepat. Kasus orang terjangkit Covid meningkat setiap menitnya. Para tenaga medis sangat kebingungan saat itu bagaimana menangani pasien dengan penyakit dari wabah ini yang setiap menitnya meningkat. Akhirnya mereka menangani pasien dengan fasilitas yang ada dan yang masih tersedia. Mereka terus mengamati perkembangan pasien sembari merawat & mengobati. Setelah 8 bulan lamanya masyarakat di rumahkan, / - )" - -$/ ' "$ &$ / -$ ǧ $ ǨǚǪ & # )4 ( -0"$& ) -$ sisi kesehatan, wabah ini juga merugikan & menurunkan sektor ekonomi negara”. Begitulah berita yang ku dengar dari reporter berita. Karena ekonomi terus menurun di sebabkan wabah ini, Presiden mengambil langkah membuat kebijakan baru yang disebut New Normal. Orang-orang yang mendengarkannya langsung berkomentar tentang hal itu “bagaimana bisa kami keluar sedangkan Covid sudah banyak memakan korban. Kami tak mau ada new normal ini! Bapak ini ingin rakyat bapak sendiri mati?!” kata bapak-bapak yang menyuarakan suaranya. Awalnya aku setuju. Tapi setelah dipikir-pikir, kita memang harus mau )"" & ( 0 #$ 0+ - (+$)" ) )" )DZǧ)4 Ǩǚ Tak terasa, di tengah-tengah keadaan hiruk-pikuk ini, aku pun sudah memasuki jenjang SMA. 1 tahun sudah berlalu, yang artinya. . ini tahun ke-2 dari wabah ini. Para tenaga medis tak henti-henti mencari tahu, mengamati apa yang sebenarnya terjadi pada para pasien mereka. Mereka mulai menemukan titik terang, dan mulai berani bereksperimen. Mereka mulai mencari

168


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

$)!*-( .$ / )/ )" ǧ $-$)4 Ǩ ' $# ' ( ) ( ) * *&& ) data – data yang ada. Mereka berhasil membuat satu formula vaksin. Tapi vaksin tetap perlu diuji coba lagi agar tahu efek sampingnya, efektif atau tidaknya. Tak hanya berhenti di situ, mereka membuat formula baru dan terus bereksperimen.

- ) ǧ $ Ǩ . (0 % $ & 0ǚ )4 & 4 )" & #$' )" ) + & -% ))4 & - ) ǧ $ Ǩǚ &0 +0) ( - . $-0"$& ) & - ) DZ ǧ)4 Ǩǚ )" # -0.)4 / #0) $)$ ( .0& ƥ -& ) ' ) )" ) teman baru, malah hanya berdiam diri di rumah. Setelah beberapa minggu, ternyata sekolahku menyatakan bahwa akan mengadakan pelajaran tatap muka. Tapi tetap dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat. Pertama kali bertemu teman baru rasanya sangat mendebarkan & menyenangkan. Karena akhirnya dapat keluar rumah dan bertemu orang baru. Aku adalah tipe orang yang suka bertemu & mengobrol dengan orang baru tapi takut memulai pembicaraan. Ya. . namanya juga introvert hehe. Perlahan keadaan mulai membaik meskipun vaksin masih belum diresmikan. Aku sempat bertanya “bagaimana keadaan bisa berangsur – angsur membaik padahal belum ada obat yg mujarab?” ternyata Covid menyerang melalui imun tubuh. Para tenaga medis menyatakan bahwa “kita harus menjaga imun tubuh kita agar tetap stabil. Contohnya meminum vitamin, madu, dan makanan yang bernutrisi.” Seperti yang semua orang di dunia ini tahu, masyarakat Indonesia memang suka berlebihan. Hadeuuuhhh. . . Terjadilah panic buying lagi. Vitamin semua jadi langka dan mahal. Begitu pun susu cap beruang. Semua habis. Bahkan banyak orang yang tega sengaja memborong semua stok persediaan vitamin dan susu beruang untuk dijual kembali dengan harga yang sangat tinggi. Khalayak pun mau tak mau membelinya karena merasa butuh. Tahun ini, tahun ke-3 wabah, vaksin telah diresmikan. Masyarakat mulai tenang dengan keadaan karena sudah terdapat obat yang digadang – gadang obat mujarab dari Covid ini. Aku sudah menantikan hal ini sejak awal dan menyembuhkan orang Dz *- )" 4 )" ( ) -$/ & - ) ǧ $ Ǩǚ - ) $)$ ' # 1 &.$)Ǜ maka yang menggunakan vaksin tak hanya orang yang sakit saja. Orang yang sehat juga harus divaksin agar menjadi tameng

169


Selaksa Asa Meraih Cita

perlindungan. Namun tak sedikit orang yang meragukan vaksin. Mereka beranggapan “apakah benar vaksin ini benar – benar menyembuhkan? Bagaimana jika vaksin itu dirancang dan diberi microcip oleh orang – orang elit & pejabat?” kata mereka yang tak lagi percaya pada pemerintah. Aku tidak bisa menyalahkan mereka yang beranggapan seperti itu. Karena masyarakat di seluruh negri ini sudah mengerti perlakuan licik pemerintahan. Tapi andai saja berpikir mereka mau berpikir, microcip itu tidaklah murah. Semurah membeli gorengan. Itu harganya sangat mahal dan tidak mungkin rasanya prasangka mereka. Dan pada akhirnya, mau tak mau masyarakat harus divaksin agar wabah ini cepat berakhir. Setiap pulau, provinsi, kota, kabupaten mengadakan vaksin untuk wilayahnya. Aku juga mengikuti vaksin ini. Karena aku tak ingin terkena wabah. Semua orang sudah mulai punya harapan untuk keluar dari keadaan ini dan hidup bahagia tanpa masker. Hari ini, hari jumat. Aku berangkat menuju puskesmas untuk divaksin. Ku kira hanya sedikit orang yang ikut vaksin. Ternyata cukup banyak orang yang ingin vaksin juga. Meskipun awalnya masyarakat menolak, tapi pada akhirnya memang inilah yang harus dijalani agar keadaan segera kembali. Lamanya menunggu giliranku untuk divaksin, akhirnya nomor urutanku dipersilahkan menuju ke dalam puskesmas. Tak ada yang aneh dengan vaksinasi ini. Rasanya yaa layaknya vaksin imunisasi seperti di waktu SMP. Tak ada yang janggal. Setelah vaksin, diberi arahan ke suatu ruangan agar menunggu vaksinnya berjalan menuju bagian tubuh lain sembari duduk beristirahat agar otot tidak tegang. Selama di ruangan yang bercat biru itu, para orang diberi penyuluhan apa yang harus dilakukan saat sampai di rumah. Seperti biasanya yaitu cuci tangan yang bersih, mengganti pakaian, istirahat, dan minum paracetamol jika perlu.”Paracetamol untuk apa bu?” tanyaku penasaran.”Seperti yang diketahui, terkadang setelah di suntik ada beberapa orang yang punya efek sampingnya sendiri. Efek sampingnya biasanya berupa panas” jawab petugas tersebut. Setelah selesai, aku pulang. Saat sampai di rumah aku menjalankan apa yang dikatakan petugas itu. Beberapa hari setelah vaksin, tiba – tiba terdengar berita mengerikan lagi. Kali ini benar – benar mengerikan untukku.

170


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Mereka yang di kota lain yang telah duluan, malah meninggal setelah 2 hari divaksin. Aku terkejutnya bukan main.”Bagaimana bisa setelah divaksin malah mati?! Apa benar vaksin ini masih belum matang percobaannya?!” kataku sambil ketakutan.”sudah – sudah. . yang tenang. Kalo kamu marah – marah gini malah nurunin imunmu” tutur ibuku dengan halus. Aku sedikit menenangkan diri. Karena siapa yang tidak kaget dengan berita tersebut jika ada diposisi seperti itu? Berita kematian akibat vaksin terus terdengar dari televisi rumahku. “Aku harus bertahan!! Aku harus menjaga keluargaku agar tak diambil olehnya. Kapan ini akan berakhir?!” kataku dalam hati sambil ketakutan. Aku harus menjaga keluargaku agar tidak meninggal satu persatu. Ku suruh semua anggota keluargaku meminum vitamin apapun keadaannya. “Kematian setelah vaksin sekarang diketahui penyebabnya” suara yang terdengar dari televisiku. Aku langsung lari menuju ruang tengah. Ternyata kematian setelah vaksin disebabkan oleh orang itu sendiri. Mereka yang telah divaksin sudah merasa kebal terhadap Covid hingga bepergian keluar tanpa mengenakan masker. Alhamdulillah aku tak seneko – neko itu hehe. Setelah diketahui penyebab kematian setelah vaksinasi tersebut, masyarakat lebih berhati – hati meski telah di vaksin. Tak terasa tahun ini sudah tahun ke-4 sejak wabah itu masuk ke negaraku. Semua mulai baik – baik saja. Bahkan hampir ke keadaan normal meskipun harus tetap memakai masker. Tapi tak bisa dipungkiri, memang mustahil untuk keadaan menjadi normal kembali seutuhnya. Karena wabah tak mungkin hilang seutuhnya. Seiring berjalannya waktu, 5 tahun . % & ǧ $ Ǩ ( )"# (+$-$ / ' # / -' 2 /$ǚ ) ( .4 - & / +0) akhirnya terbiasa dengan keadaan seperti ini. Semuanya sudah bisa dimaklumi dan semua kegiatan telah dirancang sedemikian rupa agar bisa menyesuaikan keadaan. Hidup manusia di dunia ini pun sudah berjalan normal. Meski di tempat – tempat tertentu masih diwajibkan memakai masker. ***

171


Selaksa Asa Meraih Cita

Ceritaku di Awal Pandemi Covid-Sekarang Oleh: Dinda Aulia Putri Awal pandemi covid di awal bulan Tahun 2020, yang dimana saya masih kelas 9 SMP yang seharusnya melaksanakan ujian praktik namun harus di tunda karena wabah covid ini, jadi mau tidak mau sekolah pun harus libur. Awalnya udah seneng karena libur sekolah nih, tapi lama kelamaan bosen karena libur yang berkepanjangan, saya awalnya pun tidak mengira bahwa libur sekolah akan panjang seperti ini. Tidak terasa libur selama pandemi tiba-tiba saya harus cap 3 jari dan mengambil ijazah SMP yang artinya dimana hari itu hari kelulusan dan seharusnya melaksanakan wisuda kelulusan namun di hari itu tidak ada karena pandemi ini, ya saya pun merasa cukup sedih karena tidak bisa merasakan wisuda kelulusan dan yang seharusnya berkumpul dengan temanteman menjadi tidak bisa berkumpul. Waktu SMP pun telah berakhir dan waktunya untuk melanjutkan ke jenjang yang selanjutnya, yaitu jenjang SMK.

$)$ . 4 +0) ( ( .0&$ % )% )" Ǜ . 4 ( ) ơ - $ . &*' # SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Hari demi hari telah dilalui, tiba juga waktunya untuk MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) namun MPLS kali ini berbeda karena masa pengenalan nya virtual/Daring. Masamasa MPLS telah berlangsung beberapa hari, waktu untuk belajar kelas 10 pun dimulai namun masih tetap Daring. 172


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Awal pembelajaran semester 1 masih menggunakan Google Classroom, di semester 1 saya merasa pelajaran masih cukup mudah di otak saya wkwkwk. Hari demi hari telah dilalui, tidak terasa sudah memasuki semester 2 ya masih juga Daring namun - + & '$ ( .0& 0)/0& . &*' # .$#Ǜ ) (0) )4 $ #$ơ pagi dan siang. Awal masuk sekolah di pandemi seperti agak sulit untuk mengenal teman dan guru satu sama lain karena wajah yang tertutup oleh masker, namun untuk mengenal guru ada beberapa yang mengerti wajah nya dari virtual meet. Lama kelamaan saya merasakan bosan karena sekolah masih terus-terusan daring dan wabah covid waktu itu juga '0( ( )0-0)Ǜ . 4 +0) & )" -Ɵ&$- ǩ + ) 2 # covid ini hilang?saya ingin merasakan sekolah-sekolah seperti biasanya sebelum ada wabah covid seperti ini”. Apalagi saya merupakan siswa baru yang seharusnya bisa berkenalan dengan teman dan bisa mengenal tempat sekolah saya yang baru. Di pandemi seperti ini ingin melakukan sesuatu apapun terbatas, dan kemana-mana pun harus menerapkan 3M dan mematuhi protokol covid. Tidak terasa semester 2 telah dilewati, waktunya untuk pembagian raport semester akhir dan saya pun merasa dag-dig-dug untuk melihat hasil raport saya. Hasil raport pun dibagikan, dan saya melihat nilai saya disitu, saya merasa cukup puas dengan hasil pencapaian belajar saya di semester 2 namun ada 1 mata pelajaran yang harus di tingkatkan. Waktu pun tidak terasa, saya sudah naik ke kelas 11 SMK yang dimana artinya di SMK ini akan melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan), namun saya belum melaksanakan PKL mungkin karena masih keadaan pandemi seperti ini, pastinya juga nanti sebelum PKL ada pembekalan dari sekolah. Kegiatan saya selama menjadi pelajar di keadaan pandemi seperti ini Cuma itu-itu saja, bangun pagi pukul 05. 00 kadang jg pukul 06. 00 sebelumnya saya mengumpulkan nyawa saya dulu sebntar, setelah itu merapihkan tempat tidur dan menyisir rambut, kalo tidak lagi halangan langsung melaksanakan sholat shubuh.

173


Selaksa Asa Meraih Cita

Setelah itu saya pergi membeli jajanan pasar untuk ayah saya, setelah pulang saya langsung membersihkan kursi dan juga tempat tidur di depan tv lalu lanjut untuk menyapu rumah. Setelah semuanya selesai, saya main handphone sebentar untuk scroll tiktok dan instagram, kalau sudah bosan saya langsung menyiapkan meja belajar dan laptop di depan tv untuk saya belajar/daring. Biasanya saya melihat absensi ada absen apa saja hari ini, dan tidak lupa juga untuk mengecek tugas yang belom dikerjakan, jika saya ada tugas yang belom dikerjakan saya memulainya untuk mengerjakan tugas yang mudah terlebih dahulu. aJika saya merasa lapar, saya meninggalkan tugas saya sebentar dan segera mengambil sarapan dahulu, tidak lupa dengan sarapan saya menonton youtube hehehe. Setelah saya selesai sarapan saya melanjutkan untuk menyelesaikan tugas saya, oh ya tidak lupa juga untuk memutar musik dari youtube karena bagi saya kalau nugas tidak ada music rasanya tidak enak seperti ada yang kurang hahaha. Jika saya merasa capek saat nugas, saya berhenti dulu dan melanjutkan nya sore hari kalau tidak malam hari, setelah tugas selesai saya memlih untuk rebahan dan main handphone sejenak sambil menunggu adzan dhuhur. Disaat sudah memasuki waktu dhuhur, saya segera mengambil air wudhu dan langsung melaksanakan sholat, setelah sholat saya kembali rebahan dan main handphone sampai saya lelah dan memilih untuk tidur siang. Saya tidur siang tidak bisa lama-lama hanya setengah jam saja, selesai tidur siang saya mengumpulkan nyawa saya dulu sebentar dan jika sudah saya langsung mengambil makan siang dan sambil menonton tv. Jika sudah makan siang, saya kembali main handphone biasalah untuk scroll tiktok dan juga instagram, saya biasanya main handphone saat siang jam 14. 00 sampai waktu menunjukkan ashar. Lalu jam 15. 00 saya membersihkan tempat tidur di depan tv dan lanjut untuk menyapu rumah, setelah menyapu saya bergegas untuk mandi dan melaksanakan sholat ashar, setelah semuanya selesai biasanya saya menonton tv di sore hari sampai jam 17. 00 sih biasanya. Kalau tidak lagi menonton tv, saya 174


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

biasanya main-mainan jaman dahulu yang dimana mainan ini sering saya mainkan waktu kecil wkwkw. Mainan ini disebut dengan monopoli, mainan ini bisa dibilang mainan kesukaan saya waktu kecil sampai sekarang, ntah kenapa mainan ini tuh kayak seru aja bagi saya hehehe. Namun kadang saya juga bermain dakon, ini juga mainan kesukaan saya, saya bermain itu semua bersama teman rumah yang dimana masih SD kelas 6 hahaha (main nya emang sama bocil-bocil rumah) gapapa lah yg penting seneng wkwkw. Jika sudah memasuki waktu maghrib, saya langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat, setelah sholat saya rebahan di kamar dan main handphone sampai malam 2&2&2Ǜ ) (0) %$& .0 # $.4 Ǩ . 4 ' )".0)" ( ' &. ) & ) sholat dulu, malam hari saya jarang buat makan malam karena tidak tau kenapa kalo malam hari malas rasanya untuk makan. Malam hari saya biasanya dilanda dengan kegabutan gatau harus ngapain, kalo ga keluar main ya dirumah bisa dibilang saya jarang banget untuk keluar main, karena saya sendiri tipe orang” yang malas untuk keluar kalo ga mood saya benar” bagus untuk pergi keluar main, namun selain itu saya ga bakal keluar kalo ga ada yang ngajak keluar wkwkwk. Tiba lagi dengan pagi hari, yang dimana keseharian sama seperti hari-hari sebelumnya, membosankan bukan?Jelas membosankan sekali, tidak ada kegiatan lain selain rebahan dan main handphone, ingin melakukan hobi tapi hobi saya sendiri tidak menentu, kadang pengen ini pengen itu. Pengen keluar main juga lagi PPKM, yang dimana ingin ke suatu tempat harus terbatas, bahkan makan di tempat aja Cuma boleh 20 menit hahaha, apalagi ini PPKM diperpanjang terusmenerus sampai bosan, saya Cuma ingin sekolah, berkumpul sama teman-teman, bosan daring terus. Kalaupun ada hari libur atau libur hari-hari besar, rasanya sama saja karena sekolah aja juga daring yang dimana sekolahnya dari rumah jadi ya libur maupun tidak libur sama . % 2&2&2ǚ ./$ 4" - )"" + ) ǧ&*& " + -) # *' #- " Ǣ + -) # *' #- " 4 ǨǛ 4 . 4 ) &)4 ( ( )" &0- )" .0& dengan olahraga bahkan bisa dibilang malas dan mager soal itu,

175


Selaksa Asa Meraih Cita

saya berolahraga jika saya benar-benar mood dan keinginan saya sendiri wkwk, keinginannya pengen punya badan bagus dan perut sixpack tapi diri sendiri malas olahraga. Keseharian saya Cuma itu-itu saja, tidak ada cerita lain lagi yang harus diceritakan hihihi, cukup sekian cerita saya dari awal pandemi sampai sekarang, semoga sedikit terhibur dengan cerita-cerita saya. Note : Saya memang kebanyakan main handphone dan rebahan Cerita ini diangkat dari cerita kenyataan saya ***

176


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Adinda My Beauty A. Hari ini, sudah 1 tahun lebih sejak munculnya virus Covid-19 masuk ke negara Indonesia. Karena virus itu, sekolah diliburkan. Awalnya, sekolah hanya diliburkan selama 2 minggu, tetapi karena virus yang tidak kunjung mereda, akhirnya libur sekolah pun diperpanjang dalam jangka waktu yang tak pasti. Libur dimulai pada awal bulan Maret tahun 2020, saat saya masih menduduki kelas 9 SMP. Saya sangat senang karena mendapat hari libur yang tak terduga. Pagi itu, saat hari libur pertama tiba, aku bangun dan membersihkan kasurku. Setelah mandi dan makan, aku memikirkan “apa ya yang harus aku lakuinhari ini?” aku terus berpikir tapi tidak menemukan ide untuk melakukan kegiatan apapun. Akhirnya aku membukahandphone dan melihat-lihat apabila ada sesuatu yang bisa kucontoh untuk menghilangkan rasa bosan yang ada. Saat membuka instagram, aku melihat sebuah video resep untuk membuat kue brownies, “hmm, apa aku buat ini aja ya?” pikirku. Aku pun memutuskan untuk membuat kue brownies dengan meminta bantuan dari mamaku. “ma, bantuin aku buat kue yuk?” ajakku. “kamu mau buat kue apa?” tanya mama. “Aku mau buat kue brownies dengan resep yang ada di video ini ma” jawabku “Oke ayo buat” jawab mama menyetujui ajakan ku. *** 177


Selaksa Asa Meraih Cita

(Di dapur) Pertama-tama kita menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, kemudian mulai membuat adonan, kami mengikuti cara persis seperti yang ada di video resep. Setelah membuat adonan tadi, kami menuangkannya kedalam cetakan lalu memasukkannya ke dalam oven. Kami menunggu selama -+15 menit. *ting!* Oven berbunyi, menandakan kue yang ada didalamnya sudah matang. Aku pun mengeluarkan kue dan menaruhnya di meja. Saat ku cium baunya “wahh bau nya wangi banget!” seru ku. “iya baunya enak banget ya” jawab mama. Kami menunggu kue agak dingin agar bisa mengeluarkannya dari cetakan. Saat sudah dingin, aku mengeluarkan kue itu lalu memotong nya agar bisa dibagikan untuk seluruh keluarga. Saat mencicipinya, rasanya sangat enak. Akhirnya hari libur pertamaku, kugunakan untuk belajar membuat kue dari video resep yang ku tonton. Balik Baju Hari-hari liburan terus berlanjut. Liburan yang tadinya hanya dijadwalkan 2 minggu saja, akhirnya berlanjut. Belum pasti kapan liburan ini akan selesai. Ini dikarenakan virus Covid-19 yang tak kunjung mereda, malah semakin parah. *** Dua bulan sudah berlalu, aku pun akhirnya lulus sekolah menengah pertama ku, aku mulai mencari smk favorit yang ada di kota ku. Aku pun berakhir masuk di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, sekolah swasta favorit yang ada di kotaku. Sekolah dimulai online atau biasa disebut daring, terkadang aku masuk sekolah hanya beberapa hari untuk praktek kejuruan, karena aku masuk di jurusan perbankan syariah yang mengharuskan untuk bisa bersosialisasi, menggunakan komputer, paham akan akuntansi, dll. 178


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Di sekolah, aku banyak bertemu dengan teman baru. Ada 41 anak yang ada dikelas. Anak sebanyak itu, tetapi hanya terdapat 5 laki-lali, mayoritas dikelasku adalah anak perempuan. *** Hari ini, jadwalku pergi ke sekolah untuk praktek komputer atau spreadsheet. Aku berangkat pagi-pagi pukul 06. 00 wib dan sampai disekolah pukul 06. 30 wib. Di sekolah aku bertemu dengan teman-teman, ada dua anak yang sangat dekat denganku. Mereka bernama Icha dan Callista. Kami dekat karena kebetulan tempat duduk kami berdekatan. Hari ini kami berjanji untuk bertemu di parkiran dan masuk ke kelas bersama. Aku yang baru sampai melihat Callista yang duduk di motornya sambil memainkan handphone. “hai Callista, sudah lama sampai nya?” sapa ku, sambil bertanya “eh Dinda udahsampe, belum lama kok” jawab Callista “Syukurlah kalau belum lama, berarti kita tinggal menunggu icha datang ya?” tanyaku. “iya, katanya dia sudah dalam perjalanan kok Din” jawab Callista. “oh gitu ya, oke deh” jawabku. 10 menit berlalu, Icha pun akhirnya sampai di sekolah *tin!* (Suara bel sepeda motor berbunyi) “hai guys! Aku datengnih” sapa Icha yang baru saja tiba dengan motornya. “kamu lama banget si Cha, kita uda dateng dari tadi nih” Aku dengan nada kesal. “hehe, maaf macet tadi” jawab icha Akhirnya, setelah semua sampai. Kami menuju ke kelas yang ada di lantai 2, untungnya kami belum terlambat untuk masuk kelas. Selang beberapa menit, guru pun masuk dan mulai menjelaskan materi-materi yang ada. Kami mendengarkan 179


Selaksa Asa Meraih Cita

dengan seksama agar bisa memahami pelajaran hari itu. Pukul 10. 00 wib pun tiba, sudah waktunya kami untuk pulang. Kami pun membereskan peralatan lalu pulang kerumah. *** Sudah beberapa bulan berlalu, tapi sekolah masih belum kembali normal. Kebanyakan, aku menghabiskan waktu di rumah saja dengan melihat drama. Tapi lama-kelamaan, aku mulai bosan. Aku mulai bingung karena tidak ada kegiatan di rumah. Bulan puasa pun sudah tiba. Di hari pertama puasa, sayangnya aku tidak bisa ikut puasa karena datang bulan yang melanda. Selama tujuh hari, aku akhirnya dapat mengikuti puasa di hari ke delapan. Di bulan puasa ini, rasa bosanku mulai memudar. Karena, dibulan ini banyak kegiatan yang bisa dilakukan, seperti mengaji dan ngabuburit saat sore hari. Aku sangat bersenang-senang di bulan suci ini. Satu bulan berlalu, waktu hari raya pun tiba. Aku berkunjung ke rumah saudara terdekat dengan mematuhi protokol kesehatan. Aku sekeluarga hanya berkunjung ke rumah saudara yang ada disekitar rumah, karena masih dalam masa pandemi. $ 0- ) # -$ - 4 $ 0' Ɵ/-$ +0) / -' 2 /$ )" ) . )" / + /ǚ *** Sampai saat ujian kenaikan kelas pun tiba, aku mulai belajar dengan giat selama berhari-hari untuk menyiapkannya. Aku membaca buku, melihat referensi di google dan lain-lain. Saat hari H, aku gemetar. Ketakutan akan mengacaukan ujian kenaikan kelas ku Hari demi hari selama tujuh hari, aku mengerjakan ujian dengan susah payah. Syukurlah, ujian itu pun berjalan dengan lancar. Tinggal menunggu hari untuk bisa melihat nilai ujian ku, apa naik kelas atau tidak. Selagi menunggu hasil ujian, aku juga mengerjakan yang belum sempat terselesaikan, dan melunasi semuanya. Akhirnya hari hasil raport itu keluar tiba, untuk bisa melihatnya, orang tua harus datang ke sekolah untuk mengikuti rapat. Dan tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada. 180


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Aku pergi bersama mamaku ke sekolah, aku pergi pukul 07. 30 wib dan tiba di sekolah pukul 07. 45 wib. Rapat orang tua dimulai pukul 08. 00 wib. Para murid yang menemani orang tua harus menunggu diluar sampai rapat selesai. Sambil menunggu, aku dan teman-teman mengobrol mengenai nilai ujian. Semuanya takut apabila mereka mengacaukan nilainya. Sama dengan mereka, aku pun juga takut akan membuat orang tuaku kecewa. Rapat pun selesai, para orang tua keluar satu persatu dari ruang rapat. Aku menunggu mamaku yang akhirnya keluar setelah sekian lama. Ternyata raport yang ditunjukkan pada orang tua tidak dibawa pulang, murid bisa melihatnya melalui web atau link yang akan diberikan guru wali kelas masingmasing. Aku pun pulang ke rumah dengan mamaku. Di perjalanan, aku masih belum tauapakan nilai ku bagus atau tidak, jadi aku masih sangat grogi. *** Sampainya dirumah, aku melihat handphone dan membuka grup kelas untuk melihat link yang diberikan guruku untuk melihat hasil nilai ujian. Saat aku mulai membukanya, akh merasa berdebar-debar. Aku mulai memasukkan username dan password yang diberikan. Hasil ujian pun keluar, aku melihat satu persatu nilai ku. Dan syukurlah, nilai ku tidak terlalu buruk juga. Aku pun naik kelas 11 smk di bulan juni. *** Di bulan Juli, kegiatan belajar mengajar mulai aktif melalui daring. Aku mulai enroll ke setiap kelas baru yang ada di e-learningatau web yang biasa digunakan untuk kegiatan daring smk sepuluh nopembersidoarjo. Tugas berdatangan dan semakin menumpuk, di kelas 11 ini aku semakin sibuk. Materi pelajaran semakin sulit. Untungnya, aku mendapat guru-guru yang baik dan sangat rajin untuk menjelaskan melalui g-meet atau zoom, sampai aku benar-benar paham dengan materi yang dijelaskan. 181


Selaksa Asa Meraih Cita

Sebenarnya beberapa bulan sebelum memasuki tahun ajaran baru, terdapat desas-desus yang mengatakan bahwa sekolah akan kembali normal dibulan Juli tahun 2021 ini. Tetapi, ternyata itu juga hanya wacana semata. Malah, diberlakukannya ppkm darurat di daerah Jawa-Bali dimulai pada bulan Juli. Semua masyarakat diharuskan untuk tetap berada di rumah saja selama beberapa hari. Yahh, seperti awal liburan. Ppkm awalnya hanya untuk beberapa hari saja, tetapi ppkm ini masih terus berlanjut sampai di bulan Agustus ini. *** Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi aturan pemerintah. Aku tetap dirumah saja selama masa ppkm berlangsung. Aku menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, apabila sudah menyelesaikan semua, aku pun bersantai dengan menonton drama-drama. Aku suka menonton drama korea saat waktu senggang, karena selain dramanya yang menarik, aku pun jadi bisa sekalian untuk belajar bahasa korea dan budaya-budaya yang ada di Korea. Tapi tenang, aku juga suka melihat drama lokal yang ada di Indonesia. Karena drama di Indonesia juga tidak kalah menariknya dengan drama yang ada di Korea. *** Begitulah kisahku saat pandemi melanda, bosan atau tidak bosan harus dihadapi sampai pandemi ini berakhir. Aku sangat berharap agar pandemi ini cepat berakhir agar aku bisa mulai - &/$Ɵ/ . )" ) )*-( ' & ( '$ǚ - )" 4 )" & -% $ luar kota pun bisa lancar pekerjaannya apabila sudah tidak ada pembatasan. Sekali lagi, semoga pandemi ini bisa berakhir. ***

182


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

'&'6*).*+/ '0*1* *+,'1. Hari - hariku terlihat sama saja tidak ada bedanya, yang membedakan hanya lah waktu terus berjalan. Terkadang aku merasa bosan karena tidak ada yang menarik pada hari ini. Terkadang aku juga merasa senang bisa menikmati kesendirianku dengan melakukan hal - hal yang positif. Kesepian? Tidak. Karena di rumah ada keponakan kecilku yang bisa membuat aku tertawa setiap harinya. Dan aku bisa menghibur diri dengan caraku sendiri. Aku berasal dari keluarga yang sederhana. Aku tinggal bersama orang tua, kakak perempuan, kakak ipar, dan keponakan. Keponakanku masih kecil, dia berusia 1 tahun. Aku sangat bersyukur karena kedua orang tuaku masih ada sampai saat ini. Pada masa pandemi, aku lebih banyak melakukan halhal yang sekiranya bisa membuat aku tidak merasa jenuh di rumah terus. Mulai dari bangun tidur, aku selalu bangun tidur pukul 04. 30 dan melakukan shalat subuh di rumah. Di situ aku sudah melihat ibu mau pergi belanja. Tentunya ibuku sudah melakukan shalat subuh. Selesai aku shalat, ternyata ibuku masih belum pulang juga. Tiba – tiba ada kakak yang ingin mengambil air wudhu. Sambil menunggu ibu pulang, biasanya aku olahraga kecil-kecilan di belakang rumah. Sebenarnya aku merasa malas kalau olahraga, tapi aku melawan rasa malas tersebut. Pada masa pandemi begini jangan sampai tidak berolahraga sama sekali. Selepas shalat kakakku biasanya mencuci baju. Dan akhirnya ibu sudah pulang. Di kedua tangannya sudah ada lauk pauk yang ingin dimasak pada pagi hari ini. Aku segera membuka satu persatu bahan – bahan 183


Selaksa Asa Meraih Cita

makanan yang sudah dibeli oleh ibu. Aku membantu ibu memasak. Itu sudah menjadi kebiasaanku selama pandemi. Semenjak sekolahnya daring, jadi aku bisa membantu ibu memasak, menjemur pakaian, mencuci piring, menyapu, dan ' $) . " $)4 ǚ +$ & /$& . &*' # *Ƥ$) Ǜ &0 /$ & $. membantu ibu melakukan pekerjaan rumah. Bukan berarti aku tidak membantu sama sekali, ketika aku selesai makan aku selalu mencuci piring. Supaya pekerjaan rumah tidak numpuk. Dan pekerjaan rumah lainnya yang sekiranya bisa aku kerjakan setelah pulang sekolah. Makanan menu pada hari ini akhirnya sudah siap. Saya lanjut menyapu rumah dan menjemur pakaian. Sedangkan ibu dan kakak mengurus adik, seperti memandikan dan menyuapin adik. Pada akhirnya aku merasa capek. Melihat indahnya pada pagi hari itu, aku duduk – duduk santai sambil menghirup udara segar. Dengan begitu, rasa capekku jadi hilang. Tepat pukul 07. 00, ibuku siap – siap ingin berangkat kerja. Dan aku yang menggantikan ibu menjaga adik. Karena kakak dan kakak iparku masih makan dan mandi. Aku selalu mengajak adik jalan – jalan ke depan untuk melihat orang yang sedang beraktivitas atau yang lainnya. Terkadang aku menggendong nya, kadang juga dia naik sepeda lalu aku yang mendorong dari belakang. Sekedar keliling dari depan lalu ke belakang. Dan pulang, ternyata kakak sudah ada di depan rumah. Sekarang ganti, aku yang mandi dan makan. Sedangkan adik sama kakak. Rasanya aku ingin cepat – cepat makan. Sejak pagi tadi, aku sudah melakukan aktivitas yang membuat aku jadi menguras tenaga. Apa pun makanannya tetap enak di mulut. Aku makan dengan lahap dan menghabiskan makanan tersebut. Ketika aku ingin mencuci piring, aku melihat ibu yang sudah rapi untuk berangkat kerja. Sebelum berangkat, aku salim kepada ibu terlebih dahulu. Kemudian aku lanjut mencuci piring bekas makananku tadi. Lalu, aku ambil minum dan duduk sebentar sekitar 5 menit. Habis makan duduklah terlebih dahulu. Setelah 5 menit, kini saatnya aku mandi pagi. Aku mengambil handuk dan pakaian kemudian menuju ke kamar mandi. Kata orang rumah, akulah orang yang paling lama saat mandi. Bagiku aku kalau mandi itu cepat, tapi beda lagi kalau kata mereka. Selain airnya segar dan jernih, aku bisa melihat langit yang cerah dari jendela mini. Aku suka banget mandi pagi, karena airnya segar sekali. Tapi beda lagi kalau musim dingin, aku malah malas

184


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

mandi. Bahkan mau menginjak lantai kamar mandi pun aku tidak berani. Setalah mandi pagi, aku mencuci pakaianku sendiri. Ketika pertama kali aku menstruasi, di situlah aku mulai diajarkan ibu untuk mencuci pakaianku sendiri. Kemudian aku mengambil air wudu dan melakukan shalat dhuha. Sesibuk apa pun, aku selalu meluangkan waktuku sebentar untuk melakukan shalat dhuha. Selesai shalat, aku merasa di rumah ini seperti tidak ada penghuninya. Kakak sama anaknya pasti main di rumah tetangganya, kakak ipar juga sudah berangkat kerja, ayah ada di belakang sedang menyiapkan makanan untuk ayam. Di belakang rumah ada banyak ayam, karena ayah suka banget sama ayam jadi ayah memelihara ayam. Ada keuntungannya juga memelihara, telur ayamnya bisa dijual lagi. Kemudian aku pergi ke kamar tidur untuk memakai skincare, handbody dan lain – lain. Setelah itu, aku membantu ayah membuat tas pakaian. Karena itu salah satu pekerjaan ayahku. Aku membantu ayah sampai terdengar suara adzan. Lalu aku membereskan semua yang sudah aku kerjakan tadi dan meletakkannya ke tempat yang semula. Kini waktunya aku mengambil air wudu dan melakukan shalat dzuhur. Setelah itu, aku memilih pakaian yang sudah kering karena terkena paparan sinar matahari dan angin. Aku letakkan di tempat biasanya. Sambil menunggu waktu daring tiba, aku bermain dan menjaga adik. Semenjak kelas 11 ini, aku daringnya dimulai pukul jam 12. 30 – 15. 30 WIB. Sudah tepat jam 12 siang, ibu dan kakak ipar waktunya pulang ke rumah untuk istirahat sebentar dan nanti jam 1 siang kembali lagi berangkat bekerja. Karena tempat bekerja mereka tidak jauh dari rumah. Maka dari itu mereka pulang sebentar dan akan kembali lagi bekerja. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang, kini saatnya aku daring. Ketika daring aku tidak suka ada yang mengganggu. Kecuali ada hal penting. Terkadang mataku berat sekali, rasanya pengen tidur. Tapi aku harus bisa menahan rasa ngantuk. Bagaimanapun aku harus sekolah walaupun itu di rumah dan menahan rasa ngantuk. Memang biasanya aku selalu tidur siang, tetapi semenjak aku kelas 11 ini jam tidurku diganti dengan daring. Waktu kelas 10 aku masih bisa merasakan nikmatnya tidur siang, karena dulu daringnya masih jam 7 pagi. Aku mengerjakan tugas yang diberikan Bapak / Ibu guru dengan senang hati dan enjoy. Terkadang aku merasa berat sekali untuk mengerjakan tugas

185


Selaksa Asa Meraih Cita

dari mata pelajaran yang tidak kusukai. Tetapi aku melawan rasa malas tersebut, dan bagaimanapun itu tugas yang harus aku kerjakan. Aku tidak mau nilaiku kosong, maka dari itu seberat apa pun tugasnya akan aku kerjakan sebisa mungkin. Semangat dari diriku sendiri dan juga melihat motivasi dari handphone, itu yang mendorong aku untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Setelah lamanya aku daring, terkadang masih ada saja tugas yang belum sempat aku kerjakan. Karena itu ada mata pelajaran yang mengadakan G - meet maupun Zoom, maka dari itu waktunya akan habis dan ganti pelajaran selanjutnya. Terkadang aku harus memahami dan mempelajari materi yang akan dipelajari pada hari ini terlebih dahulu, baru bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bapak / Ibu guru. Aku juga harus pandai membagi waktu, supaya tugas – tugas aku dapat terselesaikan pada hari ini juga agar tidak terjadi penumpukan tugas. Ketika sudah terdengar suara adzan ashar, sementara aku berhenti untuk melakukan aktivitas apa pun itu. Menulis, mengetik, memahami materi, dan lain – lain sementara berhenti dahulu sampai adzan nya selesai. Karena aku sebagai orang muslim harus menghormatinya. Setelah adzan selesai, aku langsung mengambil air wudu dan menunaikan shalat ashar di rumah saja. Aku lebih suka melaksanakan shalat itu ketika adzan sudah selesai, jadi tidak menunda – nunda waktu. Setelat shalat ashar, aku lanjut lagi daringnya sampai jam setengah 4. Jika masih ada tugas yang belum terselesaikan biasanya aku ' )%0/ ' "$ . # $. .# ' / ( "#-$ / 0 .# ' / $.4 Ǩǚ 0 # % ( setengah 4, kini waktu daring aku sudah selesai. Aku segera membereskan semua buku – buku dan peralatan tulis. Kemudian aku mandi supaya badanku bersih dan bersiap – siap untuk mengaji pada sore hari ini. Tidak lama, aku mengaji sekitar 1 jam. Sebelum berangkat mengaji, aku berpamitan kepada ayah dan juga kakak aku. Kini waktunya pulang, aku pulang sendiri dan jalan kaki karena tempat mengajiku tidak jauh dari rumah. Setelah pulang mengaji, Rumahku sudah kelihatan bersih. Ini semua dikerjakan oleh kakak dan ibu. Ibu sepulang dari kerja langsung membersihkan rumah dan kakak membantu. Sedangkan adik bermain sendiri dan juga diawasi oleh kakak dan ibu. Aku ganti baju terlebih dahulu. Kemudian kami sekeluarga berkumpul menjadi satu di ruang keluarga. Kami biasanya berbincang – bincang dan bercanda sampai terdengar

186


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

adzan maghrib. Dan akhirnya adzan maghrib sudah berkumandang, saatnya shalat maghrib. Kami shalat maghrib di rumah secara bergantian. Selepas aku shalat maghrib, tidak lupa untuk membaca al – quran setiap harinya. Kemudian aku belajar dan mengerjakan tugas yang belum terselesaikan . Sebisa mungkin aku tuntaskan tugasku pada hari ini juga, supaya tidak ada penumpukan tugas dan beban pikiran. Tidak terasa, 2 &/0)4 .# ' / $.4 Ǩ /$ ǚ &0 . " - ( )" ( $' $- 20 '0 ) ( ' &. ) & ) .# ' / $.4 Ǩ & (0 $ ) ' )%0/ ' "$ ( )" -% & ) tugas jika belum selesai. Jika tugasku susah selesai, aku biasanya menonton televisi bersama ibu, kakak, dan adik. Tepat pada jam 9, adik waktunya tidur. Sedangkan aku masih menonton televisi bersama ibu hingga jam setengah 10. Setelah jam setengah 10, aku dan ibu beranjak untuk tidur. Tetapi sebelum tidur, aku mengambil air wudlu. Setelah itu aku tidur dan tidak lupa mengatur alarm untuk bangun shalat shubuh. ***

187


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Gusti Ananda Syalum Saputra

Di sebuah kota di Jawa Timur, Saat itu bulan maret, di awal bulan maret saya bersekolah seperti biasa, saat itu saya kelas 3 SMP, dan saya saat itu mau mempersiapkan Ujian Nasional, Pada waktu yang sama saya melihat di berita tentang virus corona di china, saya kira itu hanya virus yan tidak akan menyebar di Indonesia, jadi saya tetap tidak peduli dan lanjut mempersiapkan Ujian Nasional. Hari esok pun saya saya bangun pagi dan siap siap untuk sekolah seperti biasa, saat sampai di sekolah semua teman – teman saya membicarakan tentang apa yang saya lihat di berita kemarin, saya pun ikut bicara dengan mereka, sampai jam masuk kelas pagi pun berbunyi, kami pun belajar dan mendengarkan pelajaran seperti biasa, saat jam istirahat pertama saya ke lapangan basket bersama teman saya untuk latihan basket seperti yang biasa kami lakukan bersama saat jam istirahat, setelah itu saya pergi ke kantin untuk membeli minuman dan beberapa snack untuk camilan, jam istirahat pun berakhir dan saya masuk kelas lagi untuk mapel selanjutnya, saat mapel dimulai guru saya saat itu membahas tentang virus yang sedang melanda di china dan setelah nya guru saya melanjutkan pelajaran seperti biasa, hingga saat nya kami sholat dhuhur bersama di masjid yang di sekolah, dan setelah kami sholat berjamaah kami langsung istirahat ke 2 selama 15 menit hinga jam istirahat kami pun selesai, kami pun kembali ke kelas untuk 188


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

maple selanjutnya, hingga waktunya untuk pulang sekolah, saya menunggu jemputan dari kakak saya di lapangan basket sekolah sambil bermain basket dengan teman saya yang saat itu pulang dengan menaiki sepeda, hingga kakak saya pun datang dan menjemput saya disana, saya pun pulang dan berpamitan dengan teman saya sambal membuka pintu mobil, dan saya dan kakak saya perjalanan untuk ke rumah, Sesampainya di rumah saya pun bersih bersih diri dan bersiap siap untuk les privat saya dirumah, sambil menunggu guru saya datang, saya melihat tentang berita itu di internet untuk mencari tau apakah situasi nya berkembang menjadi baik disana hingga guru saya datan, dan kami pun mulai les nya, di menit pertama saya mengajak guru saya untuk mengobrol tentan virus itu, dan setelah nya guru saya kembali mengajar saya seperti les les yang lain, dan les pun berakhir, guru saya pun berpamitan dengan orang tua saya, saya pun beristirahat di kamar hingga jam 8 saya kembalike ruang keluarga dan melihat berita bersama sama dengan orang tua dan adek saya, setelah itu saya beristirahat di kmar hingga ketiduran, hari hari sekolah pun terjadi seperti biasa hingga satu minggu kemudian saya mendengar berita bahwa sudah ada satu pasien covid-19 pertama di Indonesia, saat itu situasi masih normal dan orang *- ) ( .$# - &/$Ɵ/ . . + -/$ $ . Ǜ . / ' # . 4 ( ) )" - bahwa pasien covid sudah menyebar hingga 100 orang lebih. Saat itu orang orang mulai pergi ke supermarket terdekat mereka untuk mmbeli masker dan hand sanitzer, saat itu keluarga saya beruntung sudah punya banyak, karena sudah membeli banyak sebelum covid-19 masuk Indonesia untuk antisipasi, hari pun mulai berjalan dengan sedikit berbeda, mulai banyak orang di pekerjakan dari rumah atau di pecat, hingga di sekolah saya mengumumkan untuk libur 2 minggu sampai situasi benar benar kondusif, dan kami pun isolasi di rumah. Satu minggu pertama saya dirumah mulai bosan dan terus menyemangati diri sendiri untuk belajar UNAS, dan libur 2 minggu pun berakhir, kami mendapat informasi untuk libur 2 minggu lagi, saat itu pasien covid mulai bertambah banyak dan kami mulai melewati hari hari dirumah dengan bosan, setelah libur 2 minggu berakhir, sekolah saya memberlakukan system

189


Selaksa Asa Meraih Cita

daring pertama kali setelah itu saya mulai lega karna saya tidak akan melewati hari hari denan percuma di rumah, hari pun mulai kembali normal sedikit demi sedikit tetapi sekolah masih belum masuk, hingga saya mendengar bahwa UNAS ditiadakan. Saat itu saya ada rasa lega dan kecewa, saya lega karna tidak ada UNAS, tapi saya kecewa karna saya sudah mempersiapkan untuk ujian itu sudah lama sekali, dan hari kelulusan pun tiba, sekolah kami meniadakan wisuda yang biasa sekolah kami lakukan, kami pun libur 1 bulan selayak nya anak lulus smp, hingga ada pengumuman untuk mengambil raport, saat itu saya mengambil raport bersama orang tua saya, sepulang mengambil raport saya meminta orang tua saya untuk mengantarkan saya ke rumah teman saya untuk bermain, saya disana selama selama 5 jam dan pulang dengan meminta jemput kakak saya, saat kakak saya datan saya pun berpamitan dengan teman saya dan orang tua nya, dan saya pun perjalanan pulang, dan hari hari pun mulai dengan seperti biasa, hingga akhirnya saya pun mulai ( ) -$ -. ( 4 # . 4 Ǜ . / $/0 . 4 ( ) ơ - $ beberapa sma tpi saya kegeser sama peserta lain hingga saat nya . 4 ( ) * ( ) ơ - $ 4 $/0 +0'0# *1 ( - Sidoarjo. Saya diterima, saya mendapatkan kelas, di hari pertama . 4 . &*' # *Ƥ$) ) . 4 - )"& / . ) $-$ -$ -0( # menggunakan sepeda motor, di hari pertama saya kaget karna di kelas saya hanya ada 2 laki laki yaitu, teman baru saya dan saya, hingga akhirnya kami pun satu satu memperkenal kan namanya, saat tengah tengah saya di panggil guru saya untuk mengambil konsumsi seperti susu kedelai dan beberapa jajanan tradisional, saat itu ada satu anak laki laki yang disuruh jua, dan saya pun berkenalan sama anak itu, saya pun bercerita tentang diri kita masing masing, hingga saya paham kalau kita sebenarnya satu kenal yang di bagi, setelah itu saya kembali menjalan kan tugas saya untuk mengambil beberapa konsumsi untuk teman teman baru saya, dan hari pertama pun berakhir saya berpamitan dengan teman baru saya yan hari itu saya berkenalan dengan nya, saya pun menuju ke parkiran untuk mengambil motor saya, sesampainya di rumah saya pun istirahat sebentar dan langsung di lanjut les privat yang saya dari dulu lakukan, saya pun menunggu guru saya di ruang tamu, hingga guru saya

190


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

datang untuk kesekian lama nya, dan saya pun bercerita tentang sekolah baru saya ke guru les saya, saat itu guru saya kalau hari ini kita freetime dan bercerita soal UNAS yang ditiadakan, hingga malam pun tiba, guru saya pun pulang dan berpamitan dengan orang tua saya, dan hari hari pun mulai seperti biasa, hingga pemerintah memberlakukan new normal, artinya kita kemana mana harus memakai masker dan membawa hand sanitizer, tetapi itu tak bertahan lama, situasi di negara kami pun kembali tak kondusif akhir nya di berlakukan lockdown besar besar an di Indonesia. Setelah lockdown besar besar an, di sekolah kami di -' &0& ) .4./ ( . &*' # *Ƥ$) / / +$ $ "$ & ' . )4 / 0 .#$ơ .#$ơ ) . / $/0 . 4 (0' $ &/$! . + -/$ (0-$ $ . Ǜ $ # -$ + -/ ( . 4 -& ) ' ) )" ) / ( ) / ( ) 4 )" . /0 .#$ơ dengan saya, saya pun mengikuti pelajaran di sekolah dengan mempelajari teori teori dasar untuk jurusan saya, hingga pulang sekolah pun selesai, saya diajak teman teman saya ke café untuk bersantai dan mengobrol, setelah saya selesai di café, saya di telfon mama saya dan disuruh pulang, akhirnya saya pulang kerumah, setelah sampai rumah saya mencoba untuk mengajak teman saya bermain basket di dekat rumah nya, dan dia pun setuju, akhirnya saya meminta izin ke orang tua saya untuk bermain basket di rumah teman saya, dan mereka pun menyetujui nya, saya pun perjalanan menuju rumah teman saya, sesampai nya disana saya memanggil teman saya dan mengajak nya bermain basket, saya bermain 4 jam, setelah itu saya pulang, setelah sampai rumah saya lansung siap siap untuk les dengan guru private saya, dan hari pun berakhir. Dan beberapa hari kemudian saya mulai UTS, saat itu saya kesusahan karna mengandalkan daring dan les di rumah, akhirnya saya mengerjakan semuanya dengan apa yg bias saya lakukan, saat UTS pun saya pernah ketiduran dan tidak mgnikuti ujian, saat itu saya mulai sangat malas hingga akhirnya UTS pun berakhir, dan kami pun belajar untuk maple maple seperti $ .. Ǜ ) . . & '$ % 2 ' ( .0& . &*' # *Ƥ$) Ǜ / / +$ ) ) .4./ ( .#$ơ .#$ơ ) . + -/$ $ . Ǜ #$)"" &#$-)4 pengumuman untuk UAS, pada saat itu masih semester ganjil dan saya pun belajar bersama guru les saya setiap hari, dan ( ' &0& ) -$)"Ǜ /$ /$ + )0(0( ) . &*' # *Ƥ$)

191


Selaksa Asa Meraih Cita

lagi, tapi saat itu sedikit berbeda karna saat itu syarat untuk ( )"$&0/$ . &*' # *Ƥ$) 4 $/0 # -0. -. - " ( ' )"& + )" ) /-$ 0/ )4 Ǜ ) # -$ # -$ . &*' # *Ƥ$) +0) -% ' ) seperti biasa. Setelah itu UAS pun dimulai, saya pun mengerjakan ujian ujian itu dengan biasa dan berhasil mengikuti ujian tersebut, setelah UAS, hari hari sekolah pun berjalan seperti biasa, sampai akhhirnya kita ada pengumuman UTS semester 2, singkat cerita saya berhasil mengikuti UTS tersebut, dan saya melihat di berita situasi pandemic di Indonesia mulai kondusif, disitu saya mulai membayang kan sekolah normal, les normal, latihan normal, semuanya normal, hingga akhirnya ada pengumuman untuk UAS semester 2, saya tidak menyanka karna sudah mau lulus kelas 10, dan saya jarang ke sekolah, saya langsung kecewa karna kehilangan momen momen yang saya ingin kan di sekolah, singkat cerita saya pun selesai mengikuti UAS tersebut. Dan saya pun lulus kelas 10, dan naik ke kelas 11, saat saya kelas 11 hari hari pun sama seperti saat saya kelas 10, dengan mengikuti -$)"Ǜ ) $ . &*' # / -& )" . &*' # *Ƥ$) Ǜ Singkat cerita saat bulan juli tahun 2021 covid di Indonesia mulai tinggi tingginys mulai dari angka penyebaran dan angka kematian, saat itu pemerintah memberlakukan ppkm hampir seluruh Indonesia, ppkm pun mulai di perpanjang sampai saat ini. ***

192


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Herlina Maya P.

Cerita berawal dibangku SMP kelas 9 kala itu aku dan teman teman sedang menyiapkan portofolio untuk persiapan kelulusan dan menyiapkan mental, jiwa, jasmani, dan rohani untuk persiapan ujian praktek. Ujian tersebut dilaksanakan selama 2 minggu, 1 minggu pertama sudah beres tinggal uprak mapel lainnya yang akan dilaksanakan 1 minggu mendatang, belum hari senin alias masih hari jumat kita satu sekolah diberitahu kalau akan libur selama 2 minggu, jadi satu angkatan kelas 9 seneng banget ada jeda 2 minggu untuk menyiapkan diri uprak selanjutnya agar persiapan lebih matang dan dapat nilai yang memuaskan. Selang 2 minggu hari demi hari tiba tiba guru kami memberitahu kalau libur diperpanjang karena perintah dari pemerintahan karena angka pasien covid melonjak drastis, aku lalui hari itu dengan santai dirumah layaknya makhluk tanpa beban hidup wkwk. Setelah itu ada berita kalau semua akses keluar kota sudah ditutup dan setiap wilayah harus melakukan lockdown, setelah itu aku dan temen happy dong gajadi ujian praktek apalagi tersisa mapel uprak yang menguji adrenalin karna gurunya bisa dibilang sedikit ganas dan berbahaya. Setelah itu aku lalui hari demi hari minggu demi minggu bulan demi bulan dan sampai tibanya guru mengumumkan bahwa semua siswa diluluskan dan sejak saat itu para angkatan 2020 disebut siswa lulusan corona :) akhirnya walasku memberitahu + / )"" ' - + 0)/0& ( )" ( $' +$) 0)/0& ơ - ȍ SMK. Singkat cerita saya ketrima di SMKN 10 Surabaya tapi )" ) - / # /$ . 4 ( ( / '& ) ơ - 0' )" $. ) & - ) & % 0# ) -$ -0( # ) *-/0 )"" )" *' #$) + # ' $Ǩ( 193


Selaksa Asa Meraih Cita

not child anymore! Dan akhirnya aku memutuskan untuk sekolah di SMK Sepuluh Nopember, jurusan OTKP kalau gatau & + )% )" ))4 $. ' )".0)" ơ - % & . &*' #)4 $ - / 0 # # # # # # Ǟǟǟǟ / 0 / )"" ' - + &#$-)4 dimulai, temenku baru baru semua setelah MPLS berakhir pelajaran biasa sudah dimulai. Disaat itulah rasa insecure saya berkembang biak dikarenakan teman teman saya ambisius semua omegat dan hanya saya yang memiliki bibit lazy, tapi waktu semester awal aku sangat ambisius wak, nilai lumayan lahya tapi memasuki semester 2 rasa ambisiusku sangat menurun drastis layaknya bocil mrusut dari prosotan kolam renang. And /# )Ǟ )$' $ . 4 ) - ) - )%#'*& / + " ' 0)4 &0 / +$ selepas dari itu memang aku yang salah, kenapa rasa ambisius datangnya awal doang, terus juga disisi lain aku juga kayak lebih mentingin hobi dance terus ikut kompetisi dimana mana demi cuan karna hadiahnya wow banget omegat, sampe lupa kalo tugas sudah menumpuk seperti bon bon an hutang. )/ -Ǟ &0 %0" ( 0 -$/ / )/ )" 0)$ ) 2&2&ǚ Dance itu hobi yang paling aku cintai layaknya aku mencintai hyunjin, terus juga dulu itu danceku juelek pol sampe dikatain sama dancer lain sampe insecure parah. Tapi lambat laun aku )" ' /$# Ɵ.$& $ - ) &0 ( &$) . (+0-) . (+ &0 0 # hafal semua teknik tekniknya akhirnya aku udah mulai nyaingin para dancer yang udah lumayan terkenal dikalangan dancer Surabaya sampe udah satu stage sama mereka, seketika aku merasa bangga sama diri sendiri karna udah bisa diposisi yang mana aku udah lumayan dikenal sama banyak dancer lain selain itu aku juga gantiin posisi temenku sebagai leader di grupku jadi yang ngelatih sama ngehandle mereka itu aku. Dan aku merasa sedikit bangga karna grupku udah lumayan banyak yang kenal #0 0 0 0 Ǟǚ ǚ Setelah itu aku mulai pede akan kemampuan danceku sampai akhirnya aku nyoba audisi di JYP ent. (kalau gatau bisa search aja di google) babak awal aku ketrima wak tapi babak selanjutnya ngga aku lanjutin soalnya sainganku luar negri dan itu sangat sulit dibandingkan kemampuanku yang ga seberapa, nyanyi aja suaraku fales kalo masalah visual tentunya ada lahya terus juga biaya kesana mahal banget buset dan iya kalo aku bisa debut kalo ngga kan bisa bisa saya ngegembel disana. Terus

194


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

lama ga ikut ikut audisi dimanapun tiba tiba ada link buat audisi di Cube ent. dan kebetulan emang diadain di indo doang tapi gatau kenapa kayak udah males aja sama audisi karna dilain pihak aku juga masih sekolah. & &$/ ( '$ & &$. # . +0/ - . &*' #&0 4 2 &Ǟǚ Panjang cerita tiba tiba aku udah kelas 11 aja dan disaat itulah rasa ambisiusku mulai muncul kepermukan karna aku punya tujuan untuk dapet ketrim di univ yang ada fakultas hubungan internasional gatau kenapa aku tergila gila sama major itu jadi ku memutuskan buat mengambis mulai dari sekarang tapi teruntuk Ibu Ika Wahyunie saya mohon maaf sebesar besarnya buat bu ika karna nilai matematika saya jeleq banget (*menangis dalam kenaasan) maaf bu saya tau bu ika kalo njelasin materinya jelas banget tapi emang otak saya yang lemot bu sampai sampai kalo ada tugas / ulangan harian saya ngerjainnya sampe nangis bu karna saking naasnya kebodohanku terhadap matematika. Saya mau tanya ke temen itu saya sungkan banget bu karna saya juga sering tanya tapi bukan buat nyontek tugas bu:( terus juga saya mau tanya ke bu ika saya takut soalnya sedikit trauma sama guru SMP saya bu, setiap ada anak yang tanya termasuk saya selalu dimarahin padahal kan malu bertanya sesat dijalan tapi semenjak itu saya jarang tanya ke guru kecuali mendesak dan mungkin karna itu saya jadi sesat dijalan menuju kepintaran matematika. Gatau saya frustasi banget sama nilai matematikaku yang sangat amat menjijikkan hueueueue. Tapi disisi lain kalau semisal corona gaada dan bisa tatap muka terus Insyaallah deh saya bisa semua mapel karna emang kalau daring otak saya sulit untuk menyerap materi matematika. Teruntuk covid berkatmu saya jadi bodoh matematika. Plis ya dibalik wajah cantikku yang rupawan nan paripurna ini ada banyak minusnya ya, ya ngga banyak juga sih tapi ada gitu loh. Tapi gatau ya wak, akutu lebih condong suka mapel yang berbau Bahasa asing ataupun mapel yang berbau IPS ataupun sejarah terus berbau politik sampai sampai sering banget scroll twitter tentang politik dinegaraku yang sangat amat indah ini dari yang suka korupsi sampai kasus kasus lainnya, kenapa aku cari di twitter karena disana banyak banget yang langsung trending terus juga banyak yang jelasin juga gimana kejadian awalnya,

195


Selaksa Asa Meraih Cita

terus juga mapel bahasa itu mapel paling favorit mungkin karna keturunan ya karna ibuku juga pinter bahasa asing gamau nyebutin dia bisa bahasa apa aja takut dibilang sombonk. Jadi besok tujuanku kalo ga ketrima di Hubungan Inter aku mau ambil jurusan sasing (sastra inggris) atau ngga ambil bahasa asing lainnya terus juga selain itu aku juga punya kepikiran "$( ) & ' 0 &0 )4* ơ - $ 0)$1 '0 - ) "-$ 2 ' 0 ( ($'$&$ kapasitas otak yang agak ciut tapi apa salahnya untuk mencoba yakan??? Maka dari itu aku download aplikasi Sejutacita habis $/0 &0 %*$) 1 )/ 4 )" )% ' .$) "$( ) / / - + ) ơ - ) & univ yang dituju, gimana biar dapet TOEFL/IELTS tinggi dan tips beasiswa luar negri hahaha agak ngaco emang tapi ya gimana itu emang tujuanku, kalaupun besok aku gagal masuk ke univ seenggaknya aku dapet pengalaman hehe, gimanapun juga ini emang impianku dari SMP anjayyy terus juga sebelum jiwa ambis ku hadir aku dapet mimpi, di dalem mimpi itu aku lagi enak enak tidur dibawah pohon salak gatau kenapa harus disitu, terus tiba tiba ada kambing dateng terus bilang gini “kalau mau sukses terus kenapa males malesan?, inget bro didunia ini gaada yang gratis terus juga banyak orang bodoh yang diremehin, mau kayak gitu ha?!” karna itu kambing agak cringe langsung aku bangun sampe keringetan pas bangun. Karna saking cringe nya itu kambing sampe sekarang aku masih nginget kambingnya, mana kambingnya warna ungu lagi kadang bingung itu mimpi darkweb berkedok pengingat akan kemalasan yang merenggut jiwaku yang lembut ini. Oiya bet kelasku masih belum kujahit di seragam soalnya aku speechless diem dirumah ditinggal satu kedipan udah kelas 11 aja, gatau kenapa dikelas 11 aku kesambet apa tapi tiba tiba aku ambis banget absen gitu langsung tepat waktu hahahahaha padahal biasanya telat huhu tapi ya Puji Tuhan ada perkembangan dan aku mencoba untuk mengubur dalam dalam rasa malas yang sudah lama menyelimuti jiwaku. Semakin kesini aku semakin jarang tidur padahal aku ya bukan orang penting palingan juga melek cuma buat work out, ngebucin hyunjin, lee know, i. n, seungmin, felix, han, changbin, bangchan ya yang baru saya sebutkan itu pacar pacar saya selain itu juga aku melek buat ngerjain tugas contohnya ngetik nih cerita tau ngga, aku ngetik ini jam 02. 34 emang gaada yang tanya aku cuma

196


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

mau laporan aja kok gatau harus nyeritain yang mana lagi karna emang se engga pentingnya hidupku cerita lain ya palingan cuma seputar bersih bersih rumah terus ngurus anjing kucing dan emang monoton kehidupanku selama ppkm ini. Jujurly aku sangat amat bosan dirumah aku ingin berinteraksi dengan alam dan dengan masyarakat lainnya tapi apa daya ppkm diperpanjang terus sampe kemarin ada kalimat yang rame di tiktok kalo “PPKM DIPERPANJANG SAMPE IZ*ONE REDEBUT” bagi yang gatau iz*one bisa search aja digoogle, aku gamau njelasin karna pasti panjang banget dan aku udah ngantuk njir ini udah jam berapa coba?? Oiya nih aku lagi krisis duit banget plisss gara gara ppkm aku gabisa ngevent dance karna disitulah duitku mengalir pengen cepet kerja yaTuhan tapi belum cukup umur, aslinya ortuku mampu kok ngasih aku uang tapi ya gitu timbul rasa sungkan yang entah darimana tiba tiba pengen ngehasilin duit sendiri karna aku juga pengen nabung buat biaya kuliah selain itu juga aku pengen beli album, masa harga album straykids yang noeasy mahal banget njem harganya 700k apa tidak setres saya melihat harganya mana ada photocard double side pula dan kalo kalian tau harganya itu pasti mahal banget dan makhluk miskin seperti diriku mana mampu beli kalo ngga harus nabung berabad abad dulu. Oh iya aku mau cerita nih dari pada berhenti sampai disini kan terlalu singkat yakan Jadi beberapa waktu lalu yang pas awal awal pplm dimulai itu kan angka covid naik banget tuh, disini banyak beredar ada pagebluk atau istilahnya wabah gitu kalo orang jawa bilangnya jadi didaerah rumahku tiap harinya ada aja yang meninggal itu berlangsung selama 2 minggu. Usut punya usut itu nama pagebluknya lampor alias keranda terbang gatau kalian mau percaya apa ngga itu terserah dari diri kalian masing masing. Jadi setiap jam 8 malam keatas semua toko, rumah, atau apapun itu udah pada tutup katanya buat ngehindarin pagebluknya terus tanda tanda kalo dia datengin rumah kit aitu tandanya dia ketuk pintu rumah atau ngga gedor gedor gitu kayak seolah olah ada orang diluar padahal mah lampor. Jujur sih sebenernya aku ga percaya gituan tapi namanya tinggal didesa percaya ga percaya harus nurutin aja biar ngga kena imbasnya. Tapi tenang disini udah gaada yang namanya begituan soalnya jam 1 aja

197


Selaksa Asa Meraih Cita

orang jual nasi goreng masih berkeliaran tapi jengkelku sama orang disini itu banyak yang kalo keluar ga pake masker kayak dia kuat banget terhadap pandemi, mentang mentang udah vaksin keluar kemana aja ga pake masker, emang ga semua tapi kebanyakan kayak ngeremehin covid gitu, padahal ppkm tapi disini banyak yang gerombolan giliran banyak yang kena covid nyalahin pemerintah, freak banget ga sih?? Giliran ada yang negur malah marah marah gajelas kayak orang dalam gangguan jiwa, terus juga ya aku itu disuruh pake masker double sama ortu, gitu ada aja orang yang ngatain alay mau aku doain biar kena covid tapi ibu ibu paruh baya kan kasian kalo kena. But the way aku habis berduka kemarin tanggal 18, kucingku ada yang mati rekkk mana dia lucu banget warnanya hitam putih ras Javanese. Kata dokternya dia mati karna dugaan virus Panleukopenia bagi yang gatau itu virus yang bisa nular ke kucing atau hewan lainnya dan berdampak kematian, penyebab virusnya itu karna bersentuhan dengan kotoran, muntahan, atau cairan tubuh kucing lain yang terinfeksi FPV (Feline Parvovirus) gejalanya bisa termasuk lesu, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, muntah, diare parah, keluar ingus, dan dehidrasi. Tapi waktu itu gejala kucingku munculnya pagi terus sorenya aku anter ke dokter hewan yang biasa nangani hewanku yang lain dan kata dokternya itu kucingku aslinya udah kena virus lama tapi baru muncul gejalanya barusan karna imunnya ngga kuat betapa sedihnya aku sebagai mamanya:( dan hidupnya cuma 10% dari 100% hancur banget hatiku rekkk liat dia mati gitu meskipun aku mungut dia dari sampah tapi gatau kenapa akutu saying banget sama dia. Udah ya sekian dari cerpenku maaf kalau ga keliatan seperti cerpen, melainkan suara hati seorang maya. Dan juga semoga covid segera menghilang dari permukaan bumi ini karna aku udah agak menggila dirumah terus. ***

198


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Sejak Pandemi Melanda Oleh: Inas Kamilah

Pagi itu Senin 16 Maret 2020 tepat pukul 06. 03 saya tiba di sekolah, cuaca yang sangat cerah justru membuat saya malas, karena mengingat hari Senin akan melakukan upacara “ hadeh. . . . upacara panas-panasan nih” ucap saya dalam hati, sambil berjalan menuju kelas. Sesampainya di kelas, teman-teman saya sibuk mencari kelengkapan atribut seperti topi, dan dasi. Karena memang seragam dan atribut harus lengkap, namun bel upacara tak kunjung berbunyi, saya dan teman-teman saya merasa sangat heran, “kok belnya enggak bunyi-bunyi yah?” “Mungkin hari ini kita enggak upacara” “ baguslah kalo gitu. . . . lagi panas banget nih” “Iya males banget. . . . semoga aja nggk upacara” Ucap teman-teman saya bergantian, kita mengobrol dikelas. Tak disangka bel upacara berbunyi pada jam 08. 00, diiringi dengan suara pengumuman dari TU agar kita segera berbaris di lapangan. Seketika suasana menjadi ricuh, mau tidak mau kami harus segera berbaris di lapangan. Tak lama kemudian setelah semuanya sudah berbaris seperti biasa, terdengar suara bapak kesiswaan. “assalamualaikum Wr. WB anak-anak” “Waalaikumsalam Wr. Wb” jawab semua siswa 199


Selaksa Asa Meraih Cita

“Sebelumnya bapak minta maaf menyuruh kalian berbaris di lapangan panas panas seperti ini. . . dibanyak yang akan bapak sampaikan. Disini bapak akan menyampaikan bahwa dua Minggu kedepan kalian diliburkan. . . . .” “Yeeeeeeeeeeee. . . . . . . . . . .” teriak semua siswa dengan ricuh “ sudah-sudah tolong didengarkan lagi” ucap bapak kesiswaan “diliburkan bukan berarti bermain dan dan liburan. . . melainkan belajar dirumah dengan metode pembelajaran online” lanjut bapak kesiswaan. Para siswa bergumam kecewa. “Jadi saya harap anak-anak sekalian bisa mengerti bahwa di rumahkannya kalian bukan semata-mata untuk liburan. . . . . kita semua tau bahwa virus covid 19 telah masuk di Indonesia. . . . . . saya himbau anak-anak tetap di rumah untuk mencegah penularan virus tersebut. . . . . sekian pemberitahuan dari bapak, dan silakan kembali ke kelas nya masing-masing. Assalamualaikum Wb” “Waalaikumsalam Wr. Wb” sahut para siswa Lalu para siswa pun segera kembali ke kelas masing-masing. Sesampinya dikelas semua nya membahas tentang libur 2 Minggu ini. “ Yey. . . . Libur 2 Minggu” ucap slalah satu teman saya dengan sangat semangat “tpi bukan liburan guys. . . . tetep ada tugas”sahut ku “intinya. . . . liburan hahahaha” jawab teman saya dengan puas “Tpi kita kan nggk boleh keluar rumah” “Eh iya ya. . . . . . virus nya serem” ǩ$4 %0" & .$#ǚ ǚ ǚ ǚ ǚ + ' ) 0( & . + -/$ Ơ0 $ . Ǜ / +$ tingkat kematian nya ngeri. . . . . Hihh” “Ya udah sih, jangan pada keluar rumah, lagi serem banget nih” 200


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Ih kok jadi parno yah. . . .” “Ya mangkannya ga usah keluar kaluar rumah, maen nya ditunda dulu. . . . toh Cuma 2 Minggu kan” Tiba-tiba wali kelas memasuki kelas kami “assalamualikum anak-anak” “Waalaikum salam Bu. . . . .”jawab siswa kelas serempak “Untuk kls 9, Senin depan ada ujian online ya. Nantik akan ada pemberitahuan lebih lanjut dari pak Syamsudin. Mengerti anak-anak” “Iya Bu. . . . . . . . .”sahut kami satu kelas “Ya udah ibu tinggal dulu ya. . . . . sampai ada pemberitahuan berikut nya. Assalamualaikum” “Waalakumsalam”jawab kami “Eh kantin yuk. . . . . . haus nih” “Yok. . . . . .” Kita pergi ke kantin untuk membeli jajan dan minuman sambil mengobrol. Tiba-tiba bel pulang berbunyi seketika menjadi ricuh, sesegera mungkin kita kembali ke kelas, dan bersiap siap untuk pulang. “Itu buku-buku di laci nggk mau kamu bawak Ra?”tanya temanku padaku “Nggk usah lah, biarain aja disini toh 2 Minggu lagi masih kepake, biar nggk berat juga” “Oh ya udah”ucap teman ku singkat “Kamu pulang naik apa key?”tanya ku “Pakek gojek aja lah, jam segini mana ada orang dirumah” “Bareng aku aja yuk. . . . aku lagi bawa motor” “Oh yaudah kalo gitu. . . . aman nih duit ahahahahah” “Kamu bisa aja key”tanya ku pada keysha

201


Selaksa Asa Meraih Cita

“Ya udah yuk”ajak Keysha sambil menarik tangan ku. Kami pun segera pulang kerumah. Sesampainya di rumah Keysha saya langsung bergegas untuk pulang. “ Yaudah key aku langsung pulang ya. . . .” “Lah nggk mampir dulu?”tanya Keysha “nggk ah takut nularin virus hahahaha” “Kamu ini bisa aja Ra Ra”ucap Keysha sambil ketawa “Ya udah aku pulang dulu ya bye. . . . .” “dada. . . . . .”sahut Keysha Saya langsung bergegas pulang. Sesampainya dirumah saya langsung bersih-bersih badan dan menuju kamar. Jujur saya sangat senang dengan adanya lock down ini, rasanya saya tidak ingin cepat-cepat kembali sekolah. Sehari dua hari dirumah terasa sangat menyenangkan. Saya terus berkabar dengan teman-teman saya lewat HP. Sampai tiba pada hari Senin dimana saya aakan melakukan ujian online. Drrrrrtttt drrrrrttt telefon saya berbunyi, tampak nama Keysha yang menelfon. “Halo key?” “Eh sekarang ada ujian yah?” “Iya nantik jam 8”jawab ku pada keysha “Join yah. . . hehehehe” ujar Keysha “gampang itu mah. . . .” Lalu kami tertawa dan berbincang hal lain sembari menunggu pukul 08. 00 “Senin besok udah masuk dong berarti?” tanyak Keysha “Eh iya ya. . . . haduuuuh males banget sumpah” jawab ku “Semoga aja ga jadi masuk sih. . . . orang di berita lagi kayak gitu, kasus kematian nya meningkat. jadi takut mau masuk sekolah” 202


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

“Eh iya juga yah. . . . . pengen dirumah terus tau nggk sih”ucap ku “Eh udah jam 8 nih login yuk” ajak keysha “Iya ayok. . . .” Singkat cerita seminggu pun berlalu. Saya yang sudah mengeluh karna akan masuk sekolah, tiba-tiba di grub kelas memberitahukan bahwa libur diperpanjang lagi. Jujur pada saat itu saya memang sangat senang. Tidak menyangka bahwa akan libur sekolah sampai satu tahun berikutnya. Bahkan saya sudah lulus dari SMP sekarang. Tidak hanya itu, saya juga sudah kelas 2 SMK tanpa tau rasanya menjadi anak SMK. Saya ingin merasakan apa kata orang, masa-masa paling indah salah masa SMA. Semoga semua lekas berlalu. SELESAI. ***

203


Selaksa Asa Meraih Cita

'4.*(*+ **( *&* *+,'1. Oleh: Karina Putri

Pada tahun 2019 akhir tahun, dunia di kagetkan dengan adanya berita bahwa ada virus bernama corona yang berasal dari Wuhan, China. Awalnya virus itu menyebar di kota Wuhan saja, kemudian menyebar di seluruh negri China dan semakin menyebar kepenjuru dunia, termasuk Negara Saya yaitu Indonesia. Pada awal virus itu menyebar, banyak orang Indonesia yang tidak percaya bahwa virus corona itu bisa menyebar ke seluruh Negara, tetapi ekspetasi mereka di hancurkan oleh berita yang menampilkan ada dua orang di Indonesia terkena virus corona. Virus itu perlahan-lahan menyebar ke seluruh Indonesia. Ratusan hingga ribuan orang terkena virus tersebut. Hingga akhirnya, Pemerintah mengeluar masa lock down untuk Indonesia. Masa dimana semua warga Indonesia di sarankan untuk memakai masker dan melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk untuk bersekolah. Ingin tahu apa saja yang saya lakukan selama pandemi? Baiklah, Saya akan menceritakan apa saja yang saya lakukan selama masa pandemi. Jadi, simak cerita saya dengan baik ! Awal virus itu mulai menyebar ketika saya duduk di kelas 9 semester 2 sesudah ulangan tengah semester, dan saya sekarang duduk di kelas 2 SMK. 204


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Ketika sekolah di kabarkan belajar di rumah selama dua minggu, saya sangat senang sekali. Siapa yang tidak senang ketika mendengar belajar di rumah? Apalagi saat itu saya sedang kelas 9, masa dimana harus memikirkan tentang ulangan – ulangan, simulasi, ujian praktek dan lain-lainnya. Saya sangatsangat senang sekali. Hitung-hitung merefeshkan otak sebelum menghadapi kehidupan sibuk kelas 9. Saya di rumah sangat menerapkan protokol kesehatan ketika sehabis dari luar rumah, entah itu mencuci tangan dan kaki, memakai handsanitizer, menggunakan masker, dan lainnya. Dua minggu terlewati masa lock down. Bukannya semakin dikit, korban karena virus tersebut semakin banyak dan mengakibatkan masa belajar di rumah semakin panjang. Tidak terasa virus itu sudah menyebar selama berbulanbulan dan hari kelulusan saya tiba. Apakah enak? TIDAK, SANGAT TIDAK ENAK! Tidak merayakan wisuda bersama, di kenal sebagai angkata corona, dan lainnya. Bahkan, kelulusan saya di lakukan di rumah, ya foto sendiri di rumah dan menggunakan masker. Sangat tidak enak. Lanjut, setelah lulus, saya melanjutkan ke jenjang SMK. Di karenakan masa pandemi, sekolah SMK saya membagi dua shif 0)/0& + - (0-$ Ǜ 4 $/0 .#$ơ + "$ ) .#$ơ .$ )"ǚ )/0 . % dengan menerapkan protokol. Selama di SMK, kehidupan saya biasa-biasa saja seperti sop yang kurang di kasih garam alias hambar. Tidak ada yang istimewa. Setelah pulang sekolah, saya membantu ibu saya berjualan di warung untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Walaupun masa pandemi, Keluarga saya masih berjualn dengan mematuhi protokol kesehatan. Saya membantu Ibu berjualan di warung sampai sore. Pada awal – awal ketika malam hari, saya bermain dengan . # / & $' . 4 $ -0( #)4 ǚ )/ # $/0 ( )*)/*) Ɵ'(Ǜ karaoke, menari, dan makan bersama. Tapi itu tidak bertahan

205


Selaksa Asa Meraih Cita

lama, karena perekenomian keluarga saya perlahan sedikit berkurang karena masa pandemi. Akhirnya saya memutuskan untuk berjualan bakaran didepan warung saya. Ada banyak yang saya jual, yaitu, sosis, nungget, kornet, dan lain-lainnya. Jualan saya buka dari jam 4 sore hingga jam 9 malam dari hari senin samapai sabtu. Kenapa tidak berjualan di hari minggu? Karena hari minggu adalah hari istirahat untuk keluarga saya. Ngomong – ngomong untuk tugas, saya kadang tepat waktu dan kadang juga telat, lebih sering telat lebih tepatnya. Saya telat mengerjakan tugas sebab membantu juga ibu membersihkan rumah selagi di dalam rumah. Saya sangat rajin membantu ibu membersihkan rumah, karena virus itu tidak terlihat jadi saya harus membantu ibu membersihkan rumah setiap hari. Sekolah dan sedikit malas untuk mengerjakan tugas sehingga akhirnya menumpuk sana sini, membantu ibu membersihkan rumah dan membantu menjaga warung, serta berjualan saya lakukan semua ketika pandemi, sehingga tidak terasa pandemi sudah berumur 1 tahunan. Hahahaha lucu sekali bukan? Dari dua minggu menjadi 1 tahun. Wow luar biasa. Tetapi, bukannya berkurang, korban karena virus tersebut semakin banyak menjadi ratusan jiwa. Itu di sebabkan oleh oknum – oknum yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Setelah sekian lama, akhirnya vaksin untuk virus ini di temukan. Pemerintah memberikan vaksin itu menjadi gratis untuk para warga Indonesia. Awalnya, vaksin itu di berikan untuk orang yang berumur 18 tahun ke atas, tetapi sekarang sudah berbeda, ada vaksin yang di khususkan untuk anak berusia 13 sampai 18 tahun. Ayah . # / &0 ( ) 2 -& ) + ) ơ - ) 1 &.$) & + 4 # &0ǚ Ayah ku mau, dan aku di vaksin. Saat mendengar bahwa aku akan di vaksin, aku sangat takut, karena aku takut dengan suntik berbeda sekali dengan sahabat ku yang suka dengan suntik. 206


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Dia aneh? Memang, tidah usah di tanyakan. Hingga akirnya waktu vaksin tiba, aku dan sahabat ku saling berebutan untuk duluan dan akhirnya dia mengalah untuk lebih dahulu. Dia di suntik vaksin terlebih dahulu, kemudian saya. Menutup mata adalah hal yang harus saya lakukan ketika saya di suntik. Saya selesai di vaksin. Katanya, suntik ini memiliki efek samping, entah itu deman, kram, atau lainnya. Kalau tidak salah, terakhir saya suntik itu, besoknya bekas suntik itu menjadi bengkak dan Kram. Setelah selesai vaksin, saya dan sahabat saya mengobrolngobrol sebentar. Saat kita mengobrol, kita menyadari bahwa suntik vaksinnya di sebelah kanan, sedangkan suntik itu harusnya di kanan. Saya dan sahabat saya tatap-tatapan lalu tertawa keras sembari memegangi perban di legan kami masing-masing. Sahabat saya menyakinkan bahwa itu tidak apa-apa, tetapi saya tidak dan menyuruh teman saya untuk bertanya kepada ayahnya. Ayahnya bilang, itu tidak apa-apa, sama saja. Aku pun menghela nafas lega dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang ayah sahabat ku meminta nomot ku supaya bisa mengirim kartu vaksin. Walaupun saya sudah vaksin, saya harus masih waspada. Setelah vaksin, saya hanya merasakan kram saja, dan masih bisa melakukan tugas tugas saya sebagai anak dan pelajar. Cerita di atas adalah kegiatan saya selama pandemi. Tidak ada yang istimewa, seperti anak kebanyakan. Pandemi terus- terus berlanjut sampai dimana bulan lalu sempat banyak yang meninggal dunia. Saya dan kedua orang tua saya sangat takut. Saya berharap pandemi ini cepat selesai dan tidak memakan korban. ***

207


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *,'1. '0*+,* Oleh: Fatma Maria U. Berita covid-19 masuk di Indonesia pada tanggal 2 maret 2020 di waktu saya kelas 9 smp setelah adanya berita covid masuk ke indonesisa pemerintah langsung sigap untuk mengeluarkan peraturan-peraturan yang wajib di patuhi seperti tetap mematuhi protokol kesehatan. Awalnya saya senang bisa menikmati belajar dari rumah tetapi lama kelamaan saya merasa menyepelekan belajar sehingga tiba ujian sekolah, lalu saya berkata : “ halah nanti juga bisa lihat buku, atau ga lihat internet kan ujiannya online” akhirnya saya jarang belajar setelah seminggu kemudian dan nilai ujian pun keluar awal keluar masih yakin akan nilai yang didapat bisa masuk ke sekolah impian hingga 2 &/0 + ) ơ - ) /$ ) ( ( .0&$ # -$ & 0 . / ' # + ) ơ - ) . 4 - $ - & + $ 0 ǩ 0Ǟ #(((ǹ. ( $' nada rendah)” dan ibu menjawab “ kenapa kak kok sedih?” “ buu $)$ &0 0 $)*( - 2 # . ) $-$ -$ . &$ ) (0-$ 4 )" ơ - di jurusan ini, apakah aku bisa masuk di sekolah ini?(sambil meneteskan air mata) ibu pun menjawab” uda tenang aja pasti masuk kok (sambil tersenyum dan menyemangatiku) Setelah itu beberapa jam kemudian nama ku uda tergeser dan hilang sontak aku pun menangis dan ibu hanya bisa menenangkan ku, setelah beberapa hari menangis dan ( )4 ) $-$ &0 %0" -Ɵ&$- #2 $)$ ' # & -( 0 / aku karena tidak belajar dengan sunggu- sungguh waktu ujian . &*' # ) &#$-)4 . 4 ( (0/0.& ) 0)/0& ơ - . &*' # $ SMK SEPULUH NOPEMBER soalnya cocok untuk saya dan pasti berkualitas 208


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Disekolah ini aku mengenal banyak teman baru, lingkungan baru di sekolah smk aku juga mengikuti ekstra basket salah satu dari hobi saya di ekstra basket aku mendapat skil skil baru yang membuat ku senang namun ada yang lebih membuatku senang karena basket menemukan aku dengan teman yang baik tapi cuek dan hingga saat ini aku bersahabat. Meskipun ditenggah pandemi sekolah smk juga masuk tatap muka namun dibatasi dan dijadwal awal masuk kelas aku tudak mengenal siapa –siapa hingga aku memberanikan diri untuk menanyakan nama orang yang disamping aku dan berkata “ # $Ǟ ) ( (0 .$ + ǢǪ ) ( &0 4 )Ǜ ) ( & (0 .$ + Ǣ ) ( aku fatma (sambil menjolorkan tangan untuk bersalaman) Setelah pembelajaran semua siswa bergegas keluar kelas dan aku berlari kearah dyan “ bugg(sambil memukul bahu dyan) .*)/ & $ +0) / -& %0/ ) ( )*' # & - # &0 ǩ ./ "Ɵ-0'' # fattt, terkejut aku” hehe maaf yan, ini aku Cuma mau minta wa kamu aja” ohh iya fat ini nomor ku( sambil bawa hp) “ btw makasih yan” oiya sama-sama hati-hati ya. .” Setelah percakapan berakhir aku menuju kearah parker motor dan aku langsung pulang, di tengah perjalanan perutku terasa lapar dan aku tiba-tiba menginginkan suatu makan yaitu batagor hingga tiba di penjual batagor “ bang beli batagor 10 ribu” penjual menjawab “iya dek” dan aku mencari kursi untuk ku duduk i, beberapa menit kemudian penjual bertanya “ dek ini sambel nya dipisah apa dicampur?” aku menjawab “ campur aja bang. .” setelah terbeli aku langsung menuju ke sepeda motor dan langsung pulang, dan sesampai di rumah tepat pukul 12:00 siang dan aku bergegas untuk ganti baju dan makan siang ditengah- tengah aku makan siang ponsel ku berbunyi “kringggg kringgg kringgg” dan aku lihat ternya ibu menelfon dan aku angkat “assalamualaikum bu, ada apa menelfon?” “ nak apakah kamu sudah pulang? Kalau sudah segera ke warung ya bantuin ibu soalnya ini rame banget “aku menjawab sambil makan “mmm nyah nyah nyah, udah bu aku sudah pulang abis makan aku langsung kesana ya bu” ibu” iya nak” Setelah beberapa menit aku langsung ganti baju dan segera menuju ke warung ibu, dan waktu aku lihat sampingsamping warung dan jalan trotoar sudah banyak mobil-mobil

209


Selaksa Asa Meraih Cita

yang terparkir , aku langsung menuju kedalam warung sambil mengambil bekas mangkok yang kotor” klotak klotak cing cing cing”(suara mangkok yang aku bersihkan) dan aku pun duduk lalu menata wadah-wadah yang berisi gula, cabai, perasan jeruk nipis setelah semua tertata aku menanya I pembeli “ bu beli berapa? Ibu itu menjawab “ beli dua bungkus nak pakai cabai 2 aja, lontong sama lentonya dipisah ya” aku menjawab” baik bu, silahkan duduk dulu” setelah ku buat kan racikan lalu racikannya aku geser ke bagian ibu dan ibu yang memberi kupang, petis lalu membungkus nya dengan kresek putih “ tek tek tek”(suara mangkok dan sendok ketika akan dibungkus) setelah selesai aku menyiapkan lontong dan lentonya lalu aku masukkan kedalam kantong plastik yang besar. “buu yang mbungkus 2 cabai 2 uda selesai” iya nakk saya(sambil teriak kencang) “ ini bu, ” jadi berapa nak? Kupang 2 bungkus 24 ribu bu” sama tadi saya ambil kerang 2 plastik jadi berapa? 30 ribu bu . . ini nak( sambil menjulurkan uang) dan aku ambil lalu aku kasih kembaliannya, makasih bu. Setelah dua jam terlewati aku merasa bahwa aku mengalami dehidrasi karena kecapek an dan gasempat minum air dan aku mengambil uang lalu pergi ke toko sebelah untuk membeli air mineral dan langsung aku minum “cegluk cegluk cegluk”(suara air di tenggorokan) “alkamdulillah. .” ucapku setelah minum air mineral. Selepas minum dan aku rasa sudah cukup, aku kembali ke warung “srek srek sre” (suara pijakan kaki seperti orang kecapek an) kata ibu” kenapa kak? Gapapa bu cuma capek doang, nanti juga ga capek” tiba tiba ayah datang dan menanyakan sudah solat duhur belum aku dan ibu menjawab “ belum” buruan solat dulu (ujar ayah) lalu aku dan ibu mengambil mukenah kemudian menuju ke musholla terdekat. Setelah solat aku langsung bergegas kembali ke warung dan jalan sambil cerita cerita sama ibu tentang hal risuh yang terjadi disaat aku belum datang ke warung. Ibu bercerita bahwa tadi ada ibu-ibu yang marah, karena tidak segera di layani lalu ibu angkat bicara “ buu maaf ini banyak yang pesen jadi sesuai urutan ya, ibunya baru datang sedangkan bapak ini dari tadi. . setelah bapak ini baru ibu” ohya(kata ibu itu 210


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

sambil nada mara) bagiku hal seperti itu adalah hal biasa bagi penjual, sering di marahi oleh pembeli, sering dikatain dan ibu juga berpesan kepada aku untuk selalu sabar. Waktu sore tiba dagangan pun sudah habis dan saat nya pulang, disini aku dan ibu membagi tugas, ibu bagian meencuci mangkok dan mengepel sedangkan aku mengambil mangkok bekas, menyapu, mengkeringkan mangkok yang sudah di cuci. Kira –kira membutuhkan waktu 30 menit untuk menyelesaikan semuanya lalu aku menyiapkan ronjot untuk membawa sisa bahan dagangan yang masih bisa digunakan untuk besok “ buu ronjotnya aku pasangin di sepeda motor ya?” iyakak sekalian masukin “ iyabu. .” -0 4 &Ǟǚ ǚ ǹ.0 - -*)%*/Ǻ ((( ((( ǹ.0 - &0 bernyanyi sambil masukin) “buuu uda siap nih ayo pulang” $4 ) &Ǟ &0 ) $ 0 ( ( 2 . + (*/*- . ) $-$DZ. ) $-$ , ngengggg ngengggg ngengggg ngenggg hingga akhirnya tiba dirumah dan aku segera menurunkan semuanya. Aku langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri karena kita saat ini ditenggah wabah covid-19, nging nging nging(suara sanyu kamar mandi) aku mengambil handuk dan masuk kamar mandi “byur byur byur “(suara percikan air) setelah beberapa menit membersihkan diri aku pun langsung menuju musholla untuk melaksanakan solat ashar “ allahu akbar” (suara takbir) Selesai solat aku berjalan menuju ruang keluarga sambil nonton tv tiba-tiba ibu datang sambil membawa sepiring nasi dan menuju kepada ku “kak ini dimakan”(sambil menyodorkan piring) dan aku menjawab “ iya buu makasih” lalu ibu bertanya “ kak mau susu rasa apa? Coklat apa vanilla? Coklat aja deh bu” oke (menjawab sambil meninggalkan ku) Aku terlalu focus melihat tv hingga tak dengar suara adzan maghrib, ibu tiba-tiba menghampiri dan berkata “ kakk sudah adzan lo buruan solat nanti ngaji nya terlambat” sontak aku pun terkaget “ huhh ibu ngagetin aja” ujar ku. Setelah solat maghrib aku pergi menuju tempat mengaji bersama teman rumah ku “ fatmaa fatmaa fatmaa” (triakan temen ku saat manggil namaku didepan rumah) aku pun 211


Selaksa Asa Meraih Cita

menjawab dengan keras sambil kerudungan “iyaaa can bentar” setelah selesai aku menemui teman ku dan meminta maaf karna sudah menunggu “ maaf ya can lama” iya gapapa santai aja” lalu &$/ -% ' )Ǟǚ '0( . (+ $ $ / (+ / ( )" %$ &0 ) temenku selalu membeli jajan –jajan murah untuk dicemilin hahaha. Waktu hampir sampai di tempat ngaji, aku terdengar suara sebuah doa akan belajar yang dibaca bersama sama, lalu temen ku bilang kepadaku “ fat kayak nya kita telat deh” aku dan temen ku berlari agar tidak terlalu terlambat, dan ternyata kita memang terlambat, namun guru saya mempunyai hati yang baik sehingga langsung di suruh gabung. Berhubung aku yang paling tua ditempat ngaji, jadi aku diberi tugass oleh guruku untuk mengajar murid- murid yang sudah lulus dan aku bersedia, setelah semua murid menata meja belajar nya aku pun datang dan langsung duduk ditempat ku yang di kelilingi murid murid “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh” jawab muridmurid dengan serempak lalu aku bertanya “ anak-anak kemarin sampai halaman berapa?” halaman 142 ayat 7 bu ( jawab mereka) lalu mereka aku sudah buka halaman tersebut dan aku memberi petunjuk “ anak-anak setelah ibu mengaji, lalu ibu tunjuk satu anak untuk mengaji yang lainnya silahkan mencari hukum tadwid dari ayat 7-10 kalau sudah kumpulkan” baik buu( jawab mereka) setelah semua selesai satu ruangan membaca doa selesai belajar dengan bersama-sama lalu guru saya mengakhiri pertemua dan murid-murid baris memanjang untuk salim tangan kepada guru dan akhirnya aku dan temen-temen semua pulang jalan kaki dan bercerita bercerita. Covid 19 bukan halangan bagi kita untuk tidak melaksanakan kewajiban, tetapi kita juga harus tetap mematuhi protocol kesehatan sesuai anjuran pemerintah sekian cerita pendek dari saya. ***

212


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Pada awal pandemi ini terjadi kurang lebih sekitar 2 tahun yang lalu. Saya masih duduk di kelas IX SMP dimana pada masa itu adalah masa-masa yang seharusnya menjadi masa perpisahan yang sangat mengharukan bagiku. Namun semua yang seharusnya menjadi momen yang sangat kunantikan bersama sahabatku itu, tidak dapat diselenggarakan karena Pemerintah Indonesia telah mengabarkan berita bahwa adanya virus yang sedang merajalela di Indonesia yaitu virus covid 19 atau yang biasa kita kenal dengan sebutan virus corona. Virus ini adalah virus mematikan yang berasal dari negara China. Saya dan teman saya merasa sangat kecewa karena kegiatan wisuda itu sudah dipersiapkan sejak lama. Namun bagaimana lagi, kita sebagai warga negara indonesia harus patuh dengan anjuran yang diberikan Pemerintah Indonesia. Akhirnya kegiatan yang dilakukan pada waktu terakhir di SMP hanyalah cap 3 jari dan pengambilan Ijazah tanpa diadakannya wisuda. Kegiatan pengambilan ijazah itu dilakukan dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Indonesia. Saya dan teman saya tidak bisa berlama - lama di sekolah karena semua guru menyuruh kita untuk pulang ke rumah masing masing. . /$ + # -$ - 4 0' Ɵ/-$ . 4 ) & '0 -" . - . ' '0 pergi pulang kampung. Namun, tepatnya pada waktu liburan akhir semester saya tidak bisa liburan ke rumah kakek nenek saya dikarenakan peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia untuk tetap berada di rumah saja. Biasanya saat saya + -"$ +0' )" & (+0)" + 2 &/0 0' Ɵ/-$ & '0 -" . - &0(+0' -. ( 0)/0& ( ' &. ) & ) .#*' / 0' Ɵ/-$ $ ( .%$ Ǜ makan - makan bersama, dan saling bermaaf - maafan namun semua itu tidak dapat terjadi padahal saya sangat rindu dengan 213


Selaksa Asa Meraih Cita

saudara dan suasana sejuk yang ada di kampung halaman. Saya hanya di rumah melihat tv dan bersilaturahmi dengan tetangga dekat rumah saja. Semua fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan tempat pembelanjaan ditutup sementara karena Pemerintah Indonesia telah membatasi semua kegiatan warga masyarakat indonesia. Namun, kegiatan yang dilakukan pemerintah Indonesia itu terdapat dampak negatif dan dampak positif untuk masyarakat Indonesia. Dampak positifnya yaitu sangatlah baik bagi keadaan negara saat ini karena bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus covid 19 yang ada di Indonesia. Sedangkan dampak negatifnya yaitu terbatasnya kegiatan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari - hari dengan bebas dan dapat berkurangnya pendapatan masyarakat Indonesia terutama yang bekerja sebagai pedagang kaki lima. Pandemi virus covid 19 ini terus berkelanjutan hingga saya menjadi murid baru di sekolah SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Saya mengambil jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) karena saya ingin memperdalam ilmu pembelajaran tentang perkantoran dan saya juga suka dengan pembelajaran yang menggunakan media komputer. Pada waktu $/0 . 4 $&$-$($ / ( ) . 4 Ɵ' + ! 4 )" -$.$ + ( "$ ) kelas melalui aplikasi whatsaap, setelah saya lihat ternyata saya menempati kelas X – OTKP 2. Awalnya saya merasa kebingungan karena saya belum kenal sama sekali siapa teman baru saya. Tapi mau bagaimana lagi pasti pada akhirnya saya juga akan berkenalan dengan teman baru saya. Hari pertama masuk sekolah adalah hari yang ditunggu - tunggu oleh semua peserta didik baru. Bertepatan pada tanggal 13 Juni 2020 dimana hari itu adalah hari pertama saya masuk sekolah. Saya sangat senang sekali karena sudah tidak sabar bertemu dengan teman baru. Pada malam harinya saya menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk pergi ke sekolah seperti Buku tulis, Alat tulis, Hand sanitizer, dan lainnya. Keesokan harinya saya bangun sangat pagi untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah itu saya bergegas mandi dan bersiap siap untuk mengenakan seragam baru. Sebelum berangkat ke sekolah terlebih dahulu saya meminta izin kepada kedua orang

214


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

tua saya. Saya bergegas untuk berangkat ke sekolah supaya tidak terlambat di hari pertama saya masuk sekolah. Semua kegiatan yang diadakan di sekolah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Indonesia sehingga penyebaran virus covid 19 tidak mudah untuk menyebar. Setelah sampai di sekolah, bapak penjaga sekolah mengukur suhu badan saya menggunakan alat termometer. Alhamdulillah hasil suhu saya pun normal. Kemudian saya memarkirkan sepeda motor di parkiran khusus siswa yang ada di sekolah. Saya mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Setelah itu saya naik ke lantai 2 untuk menuju ke kelas X Otkp 2. Sebelum memasuki kelas saya menggunakan hand sanitizer yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Setelah itu saya masuk di ruang kelas X Otkp 2. Pada waktu itu saya tidak kenal sama sekali dengan teman baru. Apalagi ditambah semua orang memakai masker sehingga lebih sulit untuk melihat wajah baru teman saya. Seharusnya di dalam satu kelas terdapat 42 siswa namun, karena ada virus covid 19 Sekolah mengadakan sistem absen ganjil genap. Jadi di kelas saya hanya ada 21 siswa absen ganjil. Semua peserta didik tempat duduknya sendiri - sendiri tidak boleh berpasangan karena masih pandemi. Saya duduk di bangku depan karena masih kosong. Saya mencoba untuk berkenalan dengan teman bangku belakang. Ternyata namanya adalah Dyan Agus Tri Rahayu. Pada awalnya saya hanya berbicara dengan Dyan saja karena jika berbicara dengan teman - teman baru yang lainnya hanya diam saja karena masih malu - malu. Terdengar suara bel berbunyi menandakan waktu pelajaran jam pertama akan dimulai. Tidak lama Bu guru datang ke kelas saya untuk memperkenalkan namanya. Bu guru tersebut ternyata bernama Bu Vivin. Bu Vivin datang ke kelas untuk mengabsen kehadiran siswa dan menjelaskan tentang jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Terlebih dahulu Bu Vivin menyuruh untuk melakukan perkenalan dengan cara berdiri satu persatu di depan kelas untuk memperkenalkan dirinya masing - masing. Setelah itu bu guru memberi pertanyaan tentang alasan kita untuk memilih bersekolah di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

215


Selaksa Asa Meraih Cita

dan alasan kita lebih memilih jurusan tersebut daripada jurusan lainnya. Setelah semuanya menjawab pertanyaan dari Bu vivi, bel - 0)4$ ( )0)%0&& ) 2 &/0 $./$- # /ǚ / Ƣ "0-0 ( ( "$& ) roti, lemper ayam, dan air putih untuk masing - masing anak. Saya dan teman baru saya memakan makanan pemberian dari pihak sekolah. Setelah itu bel berbunyi menunjukkan waktu jam kedua akan dimulai. Tidak lama wali kelas X - Otkp 2 datang dan memperkenalkan dirinya. Wali kelas saya bernama Pak Yogi. Beliau meminta seluruh siswa mengisi data diri beserta nomer telepon supaya bisa membuat grup Whatsapp kelas. Kemudian diadakannya pemilihan pengurus kelas namun hanya untuk bagian ketua kelas, bendahara 1, dan sekretaris 1 karena sisanya untuk kelas absen genap. Pak Yogi mengadakan voting untuk pemilihan pengurus kelas tersebut. Akhirnya yang menjadi ketua kelas yaitu Berlian Zahwa Az Zahra. Selanjutnya Pak Yogi bertanya kepada teman - teman siapa yang ingin menjadi bendahara 1 saya pun mengangkat tangan untuk bersedia menjadi bendahara 1 dan yang menjadi pilihan sekretaris 1 yaitu Devira Ananda Putri Azhari. Kemudian disahkannya pengurus baru untuk kelas X Otkp 2 atas persetujuan dari teman - teman semuanya. Setelah itu pak Yogi menjelaskan tentang sedikit mata pelajaran apa saja yang akan di pelajari nantinya. Akhirnya bel berbunyi, waktu pulang sekolah pun tiba. Akhirnya kita semua tidak lupa untuk berdoa pulang sesuai dengan keyakinan. Sebelum keluar dari kelas saya memakai hand sanitaizer dan memastikan tidak ada barang yang ketinggalan di kolong meja. Kami berdua akhirnya turun ke lantai bawah dengan menuruni anak tangga. Saya mengantarkan Dyan untuk membayar SPP di ruang TU yang ada di lantai bawah. Setelah membayar SPP Dyan dipanggil sama 2 orang karena mereka minta tolong untuk difotokan. Tanpa kami sadari ternyata kedua orang tersebut adalah teman sekelas kami. Mereka berdua memperkenalkan dirinya ternyata namanya Dian Suci dan Evril. Mulai dari situ kami berempat menjadi teman dekat. Sebelum pulang ke rumah kami berempat membeli minuman di Alfamidi dekat sekolah. Kami saling berbicara supaya lebih

216


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

mengenal satu dengan yang lain dan foto bersama. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12:00 siang. kami segera memutuskan untuk pulang ke rumah masing - masing. Pada saat mau pulang ternyata hanya Evril saja yang jalan rumahnya tidak searah dengan kami. Akhirnya Kami bertiga pulang bersama - sama. Dian suci sudah sampai di rumahnya duluan karena rumahnya dekat dengan sekolah yaitu berada di Buduran. Sedangkan rumah saya berada di daearah Tebel Barat dan rumah Dyan berada di daerah Wage. Pada saat perjalanan pulang saya melihat sekeliling jalan raya. Perjalanannya terasa sedikit macet karena kami berpapasan dengan truck besar yang sedang berputar balik arah. Saya mampir ke pom bensin karena bensin saya mau habis. Seperti biasanya saya selalu mengisi bahan bakar pertamax untuk motor saya. Sedangkan teman saya yang bernama Dyan awalnya mau menunggu saya tetapi saya menyuruhnya untuk melanjutkan perjalanan pulang duluan karena rumahnya jauh dan belum juga jika jalannya tambah macet. Setelah itu saya juga tidak lupa untuk membeli sosis dan pentol di tempat langganan saya. Awalnya saya mengira tokonya tutup karena adanya anjuran pemerintah mengenai pembatasan kegiatan masyarakat namun ternyata masih buka. Bedanya pada hari biasa dan hari di masa pandemi ini yaitu tokonya tutup sampai jam 4 sore saja padahal sebelum adanya virus covid 19 tokonya masih buka sampai malam hari dan biasanya pembelinya ramai sekali sampai antri panjang namun sekarang pembelinya sepi tidak seramai yang dulu. Padahal setiap malam hari saya membeli sosis bersama teman. Saya membeli sosis yang banyak supaya bisa dinikmati bersama ibu saya. Tidak lupa saya juga membeli minumnya yaitu jus alpukat dan jus belimbing karena Sebelum berangkat sekolah ibu saya nitip duluan. Setelah sampai di rumah saya mencuci kedua tangan dengan sabun. Setelah itu saya bersalaman dengan kedua orang tua. Saya bergegas mandi dan mengganti baju supaya tidak ada virus yang kebawa dari luar untuk masuk ke rumah dengan mudahnya. Saya sangat senang sekali karena kegiatan yang dilakukan pada hari pertama sekolah saya sangat menyenangkan dan

217


Selaksa Asa Meraih Cita

tidak membosankan sama sekali. Saya bisa megetahui teman baru saya meskipun belum semuanya. Saya juga tidak sabar mendapat tugas baru. Saya menceritakan kepada kedua orang tua kegiatan apa saja yang telah dilakukan pada hari pertama sekolah sambil makan sosis yang sudah saya beli tadi. Setelah itu saya mengecek handphone saya ternyata nomer saya sudah dimasukkan ke dalam grup kelas baru yang dibuat oleh ketua kelas. Pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga dilakukan secara daring di rumah dimana seharusnya menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan untuk saya dan teman baru saya supaya lebih mengenal tentang lingkungan sekolah. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hanya dapat dilakukan dengan menonton youtube melalui link yang sudah diberikan oleh guru masing-masing. Setelah itu guru memberikan pertanyaan sesuai dengan video yang sudah ditonton. Saya sangat menyayangkan hal ini karena saya tidak bisa mengenal lingkungan sekolah saya secara langsung dan tidak bisa bertemu untuk berkenalan dengan teman baru saya. Meskipun Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak bisa dilakukan secara tatap muka langsung setidaknya hari pertama saya sekolah dilakukan secara tatap muka langsung di sekolah. Setelah beberapa bulan lamanya saya tidak bisa bersekolah secara tatap muka langsung dikarenakan adanya virus covid 19 namun Pemerintah Indonesia memberitahukan kabar gembira bahwa penyebaran virus covid 19 di daerah sidoarjo memasuki zona kuning yang berarti penyebaran virus covid 19 masih berisiko rendah. Maka dari itu Pemerintah kabupaten Sidoarjo memperbolehkan sebagian sekolah yang berada di wilayah kabupaten Sidoarjo untuk mengadakan sekolah secara tatap muka langsung namun kegiatan tersebut harus sesuai dengan persyaratan peraturan Pemerintah Indonesia. Seperti halnya anjuran protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan kegiatan pembelajaran tidak boleh melebihi batas waktu yang sudah ditentukan. Namun dengan adanya berita dibolehkannya sekolah tatap muka terdapat pro dan kontra yang ada di kalangan masyarakat.

218


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Untuk pronya yaitu sebagian wali murid peserta didik setuju karena pembelajaran di rumah merasa tidak efektif dan wali murid mempercayai sekolah karena sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk kontranya yaitu sebagian wali murid peserta didik tidak setuju dikarenakan rasa kekhawatiran terhadap anaknya karena resiko terkena virus covid 19 yang masih tinggi dan kekhawatiran jika suatu saat anaknya membeli makanan dan minuman yang sembarangan. Karena terjadinya pro dan kontra antara wali murid satu dengan yang lain akhirnya pemerintah dengan tegas membuat surat persetujuan wali murid untuk menyetujui atau tidak menyetujui peserta didik jika bersekolah tatap muka secara langsung. Setelah dihitung hasilnya ternyata wali murid peserta didik lebih banyak yang memilih menyetujui diadakannya bersekolah tatap muka secara langsung untuk kebaikan anaknya agar lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran dan mengerjakan tugasnya. Maka dari itu pemerintah Indonesia mengambil keputusan dengan tegas untuk memperbolehkan pembelajaraan tatap muka secara langsung di sekolah namun harus sesuai dengan syarat dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Setelah mendapatkan berita dari Pemerintah Indonesia untuk diperbolehkannya sekolah bertatap muka secara langsung maka dari itu Sekolah SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo memberikan edaran pemberitahuan jadwal masuk sekolah. Kegiatan metode pembelajaran yang digunakan SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo yaitu dengan menggunakan 2 metode pembelajaran yaitu dengan cara pembelajaran daring di rumah dan pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Metode pembelajaran daring dilakukan secara online di rumah menggunakan jaringan internet sedangkan metode pembelajaran tatap muka langsung dilakukan dengan pembagian absen ganjil genap supaya dapat menghambat terjadinya penyebaran virus covid 19. Kegiatan pembelajaran secara tatap muka langsung di sekolah hanya untuk kegiatan pembelajaran praktek sesuai dengan kejuruan saja. Sedangkan untuk masuk sekolahnya tidak di lakukan setiap hari namun hanya pada hari tertentu saja sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan oleh kepala sekolah SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Jadi setiap jurusan

219


Selaksa Asa Meraih Cita

juga mendapatkan jadwal masuk sekolah yang berbeda - beda. Dengan diadakannya kegiatan praktik jurusan ini supaya semua peserta didik dapat memahami jurusannya masing - masing. Pembelajaran daring di rumah digunakan untuk pembelajaran semua mata pelajaran. Namun pembelajaran ini menggunakan berbagai macam aplikasi seperti google meet, moodle, google classroom, camscanner, zoom dan lainnya. Pada awalnya saya mengira penyebaran virus covid 19 ini hanya terjadi dalam kurun waktu yang sebentar saja, namun pada akhirnya berkelanjutan sampai sekarang saya naik di kelas XI SMK. Setelah kurang dari 2 tahun lebih Indonesia mengalami musibah terdampaknya virus covid 19. Virus covid 19 ini dapat berdampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Tidak jauh - jauh dampak tersebut dapat dilihat di lingkungan daerah rumah saya seperti halnya banyaknya tetangga saya yang sakit atau meninggal karena virus covid 19 dan banyaknya pemutusan hubungan kerja yang menyebabkan perekonomian memburuk. Di lingkungan daerah rumah saya alhamdulillah sudah melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah yaitu seperti melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan untuk mengurangi penyebaran virus covid 19, memasuki kawasan di wajibkan untuk memakai masker, menyediakan tempat untuk mencuci tangan dan menyiapkan hand sanitizer. Pada bulan ini di lingkungan daerah rumah saya sudah mengadakan suntikan vaksin sehingga dapat memperhambat terjangkitnya virus covid 19. Suntikan vaksin ini di lakukan 2 kali suntikan dengan batas waktu 1 bulan. Vaksin ini sangatlah penting buat tubuh kita karena dapat mempertebal imun sehingga kita terlindungi dari serangan penyakit dan akan mengurangi dampak yang terjadi jika suatu saat kita tertular virus covid 19. Tetapi sebelum suntik vaksin kita harus memastikan kondisi badan dalam keadan sehat dan sarapan pagi. Saya sangat rindu dimana masa saat berkumpul dengan teman, bersekolah normal seperti biasanya , dan menikmati fasilitas umum dengan bebas tanpa adanya larangan. Saya berharap semoga lekas pulih bumiku agar kita semua dapat beraktivitas seperti normal pada biasanya Aamiin Ya Allah. *** 220


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Cerita Tentang Pandemi Corona Sebelum corona aku duduk dibangku kelas 9 kemudian semenjak corona datang kami diliburkan selama 2 minggu kemudian setelah tau corona semakin parah kita diliburkan hingga sekarang ku menginjak kelas 2 smk, corona membuat ku kesulitan untuk belajar, memahami dan mengerti semua pelajaran yang ada di sekolah dan semenjak corona yang seharusnya aku harus menikmati masa smk sekarang hanya bisa belajar daring dirumah. Tapi dengan adannya corona ini saya banyak belajar tentang selalu menjaga kesehatan dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada agar pandemi cepat selesain dan bisa melangsungkan hidup dengan normal. Pandemi juga berdampak buruk terhadap pekerjaan msyarakat yaitu banyak masyarakat yang hilang pekerjaan karena pandemi membuat banyak perusahaan mengurangi karyawan agar tidak rugi dan lowongan pekerjaan sangat sulit karena pandemic ini. Saat corona seperti ini pembelajaran dilakukan secara daring atau virtual dengan pembelajaran darig ini kita bisa mengurangi waktu diluar karena dengan kita tidak keluar kecuali untuk kebutuhan penting kita sudah melaksanakan meencegah penularan virus corona di Indonesia ini , terkadang banyak sisi negative nya dari pembelajaran daring ini murid murid susah memahami pelajaran yang dijelaskan secara virtual dan anak anak gampang merasa bosan dan suntuk dalam pelajaran tersebut. 221


Selaksa Asa Meraih Cita

Pandemi membuat ekonomi keluarga saya menurun karena semenjak pandemi pemerintah memberlakukan PPKM. Oleh karna itu banyak pedagang tutup lebih awal dan membuat perekonomian kita semakin menurun dan dengan adannya pemberlakukan PPKM kegiatan banyak orang menjadi terbatas dan tidak bisa normal sepenuhnya oleh karna itu banyak perekonomian masyarakat. Yang turun drastis dan membuat orang orang kesulitan untuk mencari uang untuk kebutuhan sehari hari, tapi dibalik dipembelakukan PPKM pemerintah melakukan yang terbaik untuk Indonesia agar cepat pulih dari pandemi ini dan agar bisa melakukan aktivitas secara normal seperti dulu lagi. Pandemi juga membuat saya banyak dirumah dan tidak pernah pergi main bersama teman waktu saya dengan teman saya sangat dikit saya sehari hari selalu dirumah dan tidak pernah keluar kecuali kebutuhan mendadak. Corona membuat banyak masyarakat kesulitan untuk memenuhi mata pencariannya karena kebutuhan yang sangat terbatas dan langka dan karena masih dalam pemberlakukan PPKM ini. Dimasa pandemi ini saya banyak menghabiskan waktu untuk membantu ibu saya berjualan dan membantu kegiatan sehari hari. Tapi saya senang karena ibu saya terkadang kalo ada uang lebih saya dikasih uang untuk jajan saya, saya senang bisa membantu ibu saya karena dengan itu saya bisa tau kalua mencari uang itu susah. Dulu aku cuma bisa menghabiskannya dan selalu meminta terus tanpa mau membantu pekerjaan orang tua kita. Tapi terkadang saya tidak membantu jika saya % 2 ' . &*' # *Ƥ$) Ǜ . 4 )"" . ( & '0 -" . 4 karena tanpa mereka saya tidak bisa seperti sekarang. 17 Agustus didesaku sangat sepi karena didesaku tidak ada acara perlombaan karena masa PPKM ini kami memutuskan untuk tidak ada perlombaan karena bisa menimbulkan kerumunan dan akan membuat kita tidak menjaga jarak dan mengabaikan protocol kesehatan yang ada oleh karna itu desaku tidak mengadakan perlombaan itu tetapi kampung sebelah tetap melaksanakan perlombaan secara meriah dan ramai sekali. PPKM berdampak buruk bagi siswa sekolah karena mereka harus terbiasa belajar dengan menggunakan hp dan secara

222


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

online kemudian berdampak juga pada ibu mereka karena harus menemani anaknya belajar online dan membantu anaknya tapi tidak semua orang tua berada dirumah dan tidak bekerja kebanyakan orang tua sibuk bekerja dan tidak menemani anaknya untuk belajar. Ekonomi masyarakat sangat terbaantu saat ada berita tentang bantuan UMKM itu dapat meringankan beban orang yang membutuhkan untuk kebutuhan sehari hari dan kebutuhan anak mereka , sekolah juga mengeluarkan bantuan yang punya kartu Indonesia pintar akan mendapatkan bantuan uang dari pemerintah untuk anak sekolah yang membutuhkan. Aku lulus disaat corona mulai menyerang dan aku pun belom sempat ujian untuk kelulusan tapi corona sudah datang ke Indonesia dulu saya punya impian sekolah megeri tapi itu semua pupus saat ku tidak bisa masuk ke sekolah tersebut kemudian saya ikhlas dan mencari sekolah swasta dan dari sekian sekolah saya sekolah di sekolah SMK Sepuluh Nopember sidoarjo kupikir aku tidak bisa mendapatkan teman tapi alhamdulilah aku bisa berteman dengan baik meskipun dimasa pandemi ini. Tetapi dimasa pandemi ini saya tidak bisa deket sama teman saya yang lain karena kita jarang interaksi dan jarang bertemu

/$& . &*' # & - ) . &*' # &$/ ( ( -' &0& ) .#$ơ " - tidak banyak kerumunan ketika sekolah. Semenjak pandemi ini saya banyak berubah yaitu dari yang dulu sering keluar untuk main tapi sekarang saya sering berdiam diri dirumah karena sekarang bagi saya main itu tidak penting karena boros waktu dan boros uang juga. sebenarnya pandemi sama saja seperti hari hari biasa cuma kita dibiasakan untuk pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Tetapi saya bangga dengan keanekaragaman bangsa Indonesia , karena bangsa Indonesia selalu kompak dan melindungi meskipun pandemi masih ada tetapi masyarakat bisa menerima semuanya dengan ikhlas dan menjalaninnya dengan tulus. Indonesia beraneka ragam agam, suku, budaya oleh karena itu Indonesia selalu menjadi negara yang beragam, dan aku bangga lahir di tanah Indonesia karena Indonesia selalu banyak ragam yang menarik dan asik. Saya salut sama petugas covid yang sudah berjuang keras untuk memulihkan negara Indonesia dari virus corona ini dan 223


Selaksa Asa Meraih Cita

gigih , pantang menyerah dalam merawat masyarakat yang positif corona. Dengan adannya vaksin corona masyarakat banyak terbantu agar dapat mencegah penularan Covid-19 tetapi banyak juga yang tidak mau ikut vaksin dengan alas an takut terjadi apa apa pada dirinya. Saya berharap pandemi ini cepat selesai agar masyarakat bisa melangsungkan kehidupan sehari hari dengan normal dan sedia kala, dan tidak ada batasan untuk semua masyarakat dan ekonomi masyarakat cepat pulih dan lancar kembali. Corona membuat banyak tempat wisata ditutup dan membuat wisatawan termasuk seperti saya tidak bisa berlibur karena corona ini. Corona kamu membawa banyak perubahan pada diriku yang dulunya selalu sekolah dan belajar sekarang lebih banyak menghabiskan belajar dirumah dan banyak waktu dengan orang tua dirumah dan dengan ini saya terkadang bosan tapi saya juga tidak bisa apa ap ajika saya keluar untuk yang tidak kepentingan sama saja saya membawa virus itu kerumah dan dapat menulari ke keluarga saya. Tetapi ku juga selalu bersyukur masih dikasih kenikmatan sama tuhan untuk bisa terus sekolah dan bisa berkumpul dengan keluarga. Dan saya berterima kasih pada guru guru yang sudah mengajar kita dalam masa pandemi ini meskipun banyak banget yang tidak mau belajar secara online tapi dengan ini juga kita mengurangi penambahan angka kasus corona di Indonesia ini. Terkadang saya punya pikiran pengen banget jadi orang sukses agar bisa membantu orang yang membutuhkan diluar sana karena belum tentu kita bisa sekuat mereka yang gigih dan tidak pernah patah semangat demi uang untuk sehari harinya Dengan pandemi ini kita tidak boleh putus as akita harus yakin bahwa kita bisa melewati semuannya denga ikhlas dan sabar, dengan adannya pandemi kita banyak bisa meluangkan waktu dengan keluarga kita sendiri dan menghabiskan waktu bersama mereka. Kasus virus corona sangatlah banyak dikalangan lansia dan anak remaja, virus corona bisa berdampak kematian. Oleh karna itu kita harus bisa pintar menjaga kebersihan mematuhi protokol kesehatan yang telah diturunkan pemerintah untuk rakyat Indonesia. Semenjak pandemi krisis uang saya menurun karena tidak pernah dapat uang saku, tetapi terkadang ibu saya memberi 224


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

uang kepada saya untuk jajan. Semenjak pandemic saya selalu belajar memasak dan membuat kue kue karena saya bosan dirumah oleh karena itu saya mencoba membuat kue diwaktu senggang yang ada. Dengan itu saya juga bisa belajar tentang banyak masakan yang ada dan saya bisa masak meskipun tidak semua. Aku selalu ingin menjadi orang yang sukses agar bisa membanggakan orang tua saya dan saudara-saudara saya tidak merendahkan saya. Ibu saya pernah bilang jangan sibuk pacarana belajar yang bener agar bisa jadi orang yang sukses dan bisa membantu dan meringankan beban orang tua mu. Tapi dimasa pandemi ini saya takut karena tidak banyak lowongan pekerjaan yang ada karena pandemi pendapatan mereka berkurang banyak. Corona belum usai mari kita sama sama menjaga dan selalu mematuhi protokol dan jangan lupa vaksin agar imun tubuh kita kuat dan tidak mudah tertular virus corona. Jangan patah semangat dan kasih semangat untuk petugas APD agar selalu semangat merawat pasien Covid-19 di Indonesia ini, yakinlah bahwa Indonesia bisa kembali normal tanpa virus corona dan bisa damai dan sejahtera. Sebelum corona aku merasakan banyak masa masa di SMP termasuk senang senang bersama teman main bareng, belajar bareng dan semuanya bareng. Aku banyak melewati masa-masa sebelum corona hingga sampai sekarang dan sekarang ku lebih banyak main dengan tetangga daripada main sama teman SMP/ SMK . Saya kangen lomba disekolah setiap ada hari hari nasional seperti kemarin 17 Agustus biasanya di sekolah kita mengadakan lomba untuk memperingatinya pasti seru dan asik dan biasanya jika hari besar seperti ini kita melakukan upacara bendera untuk memperingatinya tetapi semenjak pandemi lomba diadakan secara online dan tidak ada upacara di sekolah. Tapi aku bangga masih bisa melihat upacara di televisi yang dilaksanakan pada 17 agustus kemaren suka banget dan bangga Indonesia merdeka sampai sekarang. semoga pandemi dan virus corona cepat usai agar kita bisa menikmati masa SMK kita

225


Selaksa Asa Meraih Cita

dan mencari pengalaman baru dan inspirasi baruaman baru dan inspirasi baru Terkadang tidak semua manusia bisa suka sama kita meskipun teman dekat kita sendiri. Corona membuat ku belajar bahwa hidup tidak selalu bergantung pada orang lain kita juga harus bisa melakukannya sendiri dan tidak mengandalkan orang lain. ***

226


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Corona Meresahkan Oleh: Dyan Agus T. R Di awal corona disitulah keluargaku mulai down perkara keuangan karna ayah saya diliburkan kerjanya karna ayah saya adalah seorang supir antar jemput sekolah dan disaat corona itu mulai menyebar di Indonesia dan pssb di berlakukan dan sekolah di anjurkan belajar online di rumah alhasil ayah saya juga ikut libur dan di situlah keungan keluargaku mulai down. Dan jualan ibuku juga mulai sepi sedangankan banyak tuntutan itu membayar cicilan mobil dan biaya sppku dan spp kuliah kakaku. Seiring berjalannya waktu Alhamdulillah semua itu bisa dilewati. ǩ -$$$)"""ǞǪ 0)4$ 4 )" . ( ) &0 )" - . /$ + harinya menggetarkan tulang martil kecilku, memaksaku untuk membuka mata dan meninggalkan pertarungan yang hampir saja kumenangkan di alam mimpi. Ingin rasanya kubanting benda bulat itu. Tapi ku urungkan itu karena aku tak ingin kehilangan lonjakan semangat untuk mengawali hari ini, Dan alarm, ku kembali memenangkan taruhan dengan membangunkanku pagi ini. Kegiatanku hari ini adegan saat kebangun, hingga menunutup pintu. Hanya itu-itu saja. Terkadang hal ini membuatku bosan. Sungguh, tak ada cara lain agar aku terhindar dari aktivitas-aktivitas tersebut, kecuali menambah jam tidurku untuk melaksanakan ritual liburan yang jarang-jarang bisa kudapatkan selain pada situasi yang sedang genting seperti saat ini. Dan itu bener-bener tidak sehat bagi tubuh. Terjaga & - ) ( )*)/*) Ɵ'( / )4 )" ) Ɵ'( 4 )" / '& # $.)4 hingga larut malam. Terbangun dengan kaki di atas dan kepala di bawah, sama juga tidak sehatnya. 227


Selaksa Asa Meraih Cita

Saat ini ada begitu banyak forum dan media yang berupaya untuk menginformasikan kepada khalayak, hal ihkwal virus corona dari berbagai narasumber, dari A sampai Z, termasuk gejala-gejala orang yang terinfeksi covid-19. Berkait dengan gejala, sebagaimana kita tau, memang ada yang tanpa gejala, ada yang bergejala ringan dan ada pula yang bergejala berat. Terkait dengan yang bergejala, sejumlah sumber menuturkan bahwa orang terpapar virus corona memiliki gejala umum a, b, c dan seterusnya. Informsi tentang gejala itu melekat menjadi pengetahuan yang ”merumus”. Jika a, b, c itu terpapar virus corona. Jika tidak a, b, c tidak terinfeksi covid-19. Sehingga ada yang sebenarnya terinfeksi, tapi karena tidak merasakan gejala a, b dan c, merasa dirinya tidak terinfeksi. Dengan demikian dipastikan antisipasi bisa terlambat dan berakibat fatal, baik dari sisi kesehatan person per person maupun kesehatan masyarakat. Berdasarkan pengalaman, sharing dengan sesama penderita serta diskusi kecil dengan praktisi medis yang punya pengalaman merawat penderita covid-19, bahwa antara penderita yang satu dan yang lainnya, memiliki dan merasakan gejala yang berbeda-beda, atau tepatnya tidak selalu sama. Bisa jadi hal ini karena setiap orang memiliki kondisi dan daya tahan serta kelemahan masing-masing dalam tubuhnya. Dalam situasi yang masih sangat dinamis ini, berkait dengan gejala, rujukan yang paling valid, adalah kepekaan terhadap tubuh sendiri. Artinnya ketika ada gejala “aneh” dalam tubuh kita, pada situasi semacam ini, sebaiknya langsung mencari rujukan “teknis medis” terkait dengan covid-19, untuk berupaya mendeteksi secara awal. Sehingga antara iya dan tidak segera diketahui secara dini. Katakanlah iyapun segera ada “treatment” yang tepat. Sekali lagi, karena ternyata, antara penderita yang satu dengan yang lainnya memiliki gejala yang tidak selalu sama. Kemudian berkait dengan orang-orang yang memiliki keterbatasan, sepertihalnya anak-anak, jompo dan sebagainya, peran orang-orang terdekatnya menjadi sangat menentukan, untuk membantu mengguide pada situasi-situasi tertentu. Deringan alarm telah membangunkanku, aku pun langsung bangun kemudian sholat subuh lalu mandi dan berpakaian. Lalu aku sarapan kemudian berangkat ke sekolah. Aku sangat

228


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

bersemangat untuk sekolah, padahal berita tentang virus Corona telah menyebar ke seluruh Tanah Air bahkan dunia. Aku berharap daerahku tidak terdampak virus Corona, tapi ternyata saat aku mengikuti upacara pengumuman bahwa sekolah diliburkan selama 2 minggu dan murid-murid harus belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona ini, tapi ternyata belajar di rumah diperpanjang waktu yang belum ditentukan. Selama di rumah, aku belajar lewat online dan membantu pekerjaan orang tuaku, seperti menyapu, mencuci piring, mencuci baju, membereskan rumah dan lain-lain. Bulan Ramadhan telah tiba, tapi virus Corona tak kunjung pergi alhasil ulangan kenaikan kelas dilakukan secara online. Aku pun mengikuti ulangan online selama 1 minggu. Setelah ulangan online itu, pembagian rapor Alhamdulillah aku naik kelas 11 Setelah pembagian rapor, belajar online diliburkan selama beberapa minggu. Setelah beberapa minggu ayah saudaraku dikabarka sakit dan harus dibawah kerumah sakit setalah beberapa hari ayah saudaraku meninggal karena habis di suntik itu padahal semalam habis magribpan itu sudah agak menidingan setelah kenak suntikan dari dokternya itu ayah saudaraku itu mengeluh kesakitan para alhasil saudaraku langsung kritis dan meninggal karena kehabisan oksigen. Menurut cerita dari teman saya: Tahun 2019 penduduk bumi digemparkan oleh sebuah virus yang terbilang berbahaya, virus covid 19. Virus covid secara cepat dapat menular jika berjarak dekat dan bersentuhan. Masing masing orang memiliki respon berbeda terhadap gejala covid 19, sebagian besar yang terpapar virus ini mengalami gejala dari yang ringan hingga sedang, dan bisa pulih kembali tanpa perlu dirawat secara intensif dirumah sakit. Bukan hanya satu negara yang terkena dampak virus ini, melainkan seluruh penjuru dunia. Virus covid semakin hari kian meningkat, angka kematian pun juga sangat tinggi. Harapan terbesar saat ini adalah para anggota di bidang kesehatan seperti dokter, perawat, serta anggota kesehatan lainnya. tenaga kesehatan kini seakan pahlawan yang sangat dibutuhkan di era pandemi ini. Mulai dari Rumah sakit, Puskesmas, Klinik, semua bahkan penuh. Tenaga

229


Selaksa Asa Meraih Cita

kesehatan sudah pasti kewalahan menangani hal ini, dengan memakai pdp para petugas kesehatan menyelamatkan nyawa demi nyawa yang sudah menjadi bagian dari tanggung jawabnya. Orang-orang yang positif covid berlomba lomba untuk mencari pengobatan agar bisa sembuh, agar tak merasa sakit, dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Virus covid ini membawa hal buruk bagi penduduk bumi, selain angka kematian yang melonjak sangat tinggi, virus covid ini juga berperan dalam perekonomian yang semakin sulit. Setiap negara ingin virus ini berakhir, dan ingin situasi negara nya kembali normal seperti semula. Oleh karena itu, banyak negara yang memakai sistem (lock down), Jika bukan urusan yang sangat mendesak masyarakat tidak diperbolehkan keluar rumah, lalu lintas dan &/$Ɵ/ . $ / .$ -$ +0&0' . &$ ) . (+ $ +0&0' . &$ )ǚ '0 - rumah diwajibkan melaksanakan 3M 1. mencuci tangan 2. memakai masker 3. menjaga jarak. Namun lock down juga membuat setiap masyarakat resah karena pekerjaan jadi mulai tak menentu, banyak buruh pabrik yang diberhentikan, usahausaha juga banyak yang terhenti lalu mengalami kerugian, + " )" & &$ '$( %0" .0'$/ 0)/0& -%0 ' )Ǜ & - ) &/$Ɵ/ . dan kegiatan masyarakat sangat dibatasi. Tak hanya perekonomian, pendidikan juga sangat minim untuk dilakukan. Hal yang ditakuti akan terjadi adalah, virus ini akan cepat menular jika dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pendidikan di era pandemi ini dilaksanakan berbasis online, bapak dan ibu guru menjelaskan dan memberi materi secara daring. Setiap pelajar pasti meruntuki hal tersebut, walaupun dapat menggunakan berbagai aplikasi face to face seperti google meet dan zoom, namun koneksi jaringan juga tidak seterusnya akan stabil, ilmu yang didapat juga pasti tidak mudah dicerna dan dipahami secara baik jika tidak diajarkan secara langsung. Dalam hal pendidikan pemerintah banyak teguran dari para orang tua yang resah mengenai kelanjutan pendidikan anak-anak nya. Oleh karena itu pemerintah mengambil jalan tengah dan menganjurkan agar PTM (Produktif Tatap Muka) dilaksanakan disetiap sekolah, dengan surat izin yang wajib di isi orang tua, berkehendak atau tidak jika putra/putrinya mengikuti kegiatan PTM. Namun juga dengan syarat, harus mematuhi prokes dengan cek suhu dan melaksanakan 3M. Banyak sekolah yang melaksanakan ptm tiap minggu/tiap bulan nya, tentunya dengan 230


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

jam masuk yang berbeda-beda untuk menghindari keramaian. Siswa dan siswi tentunya semangat bergegas ke sekolah untuk menimba ilmu atau sekedar bercengkrama dengan teman. Tanpa rasa lengah, generasi penerus bangsa harus tetap berkreasi dan berkarya untuk membangun negeri, tentunya diera pandemi. Di tengah pandemi seperti saat ini, banyak masyarakat yang beralih mencari penghasilan secara online. Bahkan pelajar banyak yang memulai usaha untuk mengusir rasa jenuh nya akibat terus dirumah saja, berbagai macam usaha dilakukan agar berpenghasilan ditengah pandemi. Barang dagangan di perjual belikan melalui sosial media maupun online shop yang terpercaya. Tentunya tanpa ribet ataupun khawatir, karena sekarang banyak ekspedisi kirim paket barang ke seluruh wilayah indonesia dengan aman dan cepat dengan ongkir yang terjangkau. Sistem cash on delivery juga memudahkan pembayaran karena tanpa transfer bank, cukup tunggu dirumah sampai barang datang lalu bayar jumlah harga dikurir. Tak heran jika saat ini banyak masyarakat yang lebih nyaman dan senang berbelanja secara online. Entah kapan era pandemi ini berlalu, penduduk bumi pasti menantikan hari dimana semua kesakitan ini berakhir, dimana situasi dan kondisi bumi kembali normal tanpa hiruk pikuk sebuah virus. Total kasus di indonesia saat ini sudah mencapai 3, 83jt dan angka kematian 116rb. Total kasus di seluruh dunia mencapai 207jt dan angka kematian 4, 35jt. Sangat penting menjaga kesehatan, dan menerapkan pola hidup yang sehat. Jangan cemas secara berlebihan, karena imunitas tubuh dapat turun dan berkurang, hal itu dapat memudahkan terserang penyakit. Jaga imun dengan pola pikir yang positif, konsumsi makanan minuman yang bergizi, dan vitamin. Berolahraga serta berjemur untuk menambah kekebalan tubuh, tidak lupa juga untuk menjadi masyarakat yang bijak dan mematuhi aturan pemerintah untuk kebaikan bersama. Tetap patuhi prokes, dan stay at home. Semoga bumi lekas pulih kembali, Hari kemerdekaan Indonesia ke 76, semoga indonesia tetap bersatu, dan saling rangkul dalam memerangi wabah virus ini. Indonesia tangguh Indonesia tumbuh. Stay safe, stay healty, stay positif untuk seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat di seluruh dunia. ***

231


Selaksa Asa Meraih Cita

Rindu Sekolah Normal Oleh: Ersa Febri Anita Sari Pendoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Sekolah dilakukan secara jarak jauh, baik dari daring maupun luring. Tantangan yang dihadapi Pembembalajaran Jarak Jauh baik siswa maupun guru 0&0+ . -Ǜ (0' $ -$ &*) &.$ 4 )" /$ & ./ $'Ǜ ' / & " *"- Ɵ.Ǜ dan kemampuan penguasaan teknologi informasi. Beberapa guru dan orang tua siswa mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh cupuk menyulitkan, dari yang tidak mengetahui atau memahami teknologi informatika. Selama 1 tahun lebih, proses pembelajaran yang awalnya secara tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh (Belajar dari Rumah). Yang mendatangi dampak banyak guru dan siswa-siswi tidak dapat bertemu dalan pross pembelajaran secara tatap muka, dan sehingga siswa-siswi tidak dapat memahami materi pelajaran yang diberkan guru, siswa-siswi tidak bisa tanya jawap dengan guru secara langsung, kalaupun itu bisa hanya dijawap melalui Zoom dan melalui grup wa. Hal itupun belum tentu bisa memberikan jawaban yang di inginkan. Jujur saja, pasti siswa dan guru sudah sangat merindukan sekolah normal (Tatap Muka). Karena keseruan di sekolah tidak bisa di samakan dengan kepuasan yang lain. Rindu canda tawanya. Beberapa guru pasti sering mengamati siswanya dari kejauhan, tentang siswa yang jajan di kantin, berlarian di lapangan, serta siswa yang sedang bercerita sesama temannya. Pemandangan seperti itu tidak bisa ditemukan lagi setelah Pembelajaran di Rumah, pastilah semua siswa dan guru merindukan suasana yang menyenangkan seperti itu. 232


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Keceriaan siswa dikelas, kadang didokumentasikan secara pribadi oleh guru. Meski terkadang seorang siswa mikir seorang guru terkesan garang dan killer di sekolah, namaun bukan berarti guru tidak suka melihat siswanya senyum, tertawa dan bahagia. Mungkin di depan siswa, guru jarang meluapkan emosi keceriaannya. Hal itu tidak lepas dari pertimbangan wibawa dan gengsi. Bagi seorang guru yang begitu mencitai profesinya, pasti tangan mereka sudah gatla-gatal untuk memegang spidol dan menyentuh papan tulis. Situasi memegang spidol maupun menyentuh papa tulis dalam kelas sering kali menghadirkan ide-ide unik bagi guru. Dari situ guru bisa berpikir dan menatap raut wajah para siswanya, Siaswa sudah paham atau belum, siswa sudah fokus apa belum, siswa sudah selesai mengerjakan kahitahn soal belum. Begitulah keindahan mengajar secara tatap muka. Di dunian maya via mungkin juga indah dan seru, tapi kesannya keseruan itu masih dibatasin dengan sering terganggu oleh via sinyal. Sayangnya sekarang semua sekolah harus Proses Pembelajaran Di Rumah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19. Siswa-Siswi dan Guru berharap semoga Covid-19 ini dapat segera hilang. Oleh karena itu, kita semua harus sadar akan pentingnya sosial distancingg atau berienteraksi dengan sesama dengan berjarak agar dapat memutus rantai penularan Covid-19. Semoga kita semua di lindungi dan selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. ***

233


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Dinda Ayu Nurfadila Putri Saat kubuka mata, yang tampak adalah langit langit kamar. Nabil terbaring diatas ranjang berukuran besar. Berat rasanya untuk bangun dari tempat tidur yang nyaman itu. Pagi ini adalah pagi yang berbeda tak seperti pagi sebelumnya. Hari dimana Nabil harus membuka laptop untuk kesekian kalinya. Setelah putusan pemerintah diumumkan waktu itu, bahwa semua kegiatan diluar rumah akan dibatasi, tak terkecuali para pelajar yang harus melakukan pebelajaran secara daring. Kebijakan yang tidak bisa kita hindari harus kita laksanakan. Sejenak Ia melamun tentang kapan pandemi akan berakhir, kerinduan tentang suasana sekolah yang sulit untuk kurasakan lagi. Lamunannya tersadar akibat alarm yang menyala kembali, Nabil segera melangkahkan kaki untuk ke kamar mandi. Selesai membersihkan tubuh Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, waktu untuk mengikuti kegiatan zoom. Pelajaran pertama adalah matematika, Ibu guru menjelaskan tentang materi yang ingin dia sampaikan. Setelah selesai beliau mengingatkan untuk mengerjakan tugas yang di berikan melalui aplikasi Clasroom. Terdengar jelas suara ibu yang menyuruhku untuk makan “ Nabil ayo keluar nak! sarapan dulu, sudah ibu siapkan di meja makan ” “ iya bu “ jawabku pada ibu Nabil menuruni satu demi satu anak tangga untuk menuju meja makan. Selesai makan nabil bergegas mengambil kunci motor untuk menuju toko yang Ia jaga. Perjalanan menuju toko itu cukup dekat dengan rumahnya hanya menepuh waktu 10 menit untuk sampai kesana 234


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Benar saja, selama pandemi Dia mengisi waktu luang untuk menjaga toko Jasa cuci sepatu milik Mas Rifqi, ketua Karang Taruna di rumahnya. usaha ini telah dibuka satu tahun yang lalu. Setelah sampai Nabil bergegas membuka rolling door toko tersebut. Ia segera mengambil sapu untuk membersihkan lantai toko, setelah selesai nabil membersihkan kaca dengan kain lap agar kaca toko tersebut selalu bersih. Saat selesai kegiatan membersihkan toko, Ia lanjutkan dengan mengambil alat alat yang akan Ia gunakan untuk membersihkan sepatu milik customer yang telah datang kemarin. Cukup asyik dengan kegiatan yang di lakukan sampai Ia tidak menyadari bahwa ada customer datang untuk mencuci sepatunya. “ hallo mas, ada yang bisa saya bantu? “ ucap nabil dengan senyuman. “ saya mau percayakan sepatu saya ini untuk anda cuci “ kata customer. “ baik mas” sahut Nabil seraya mengambil buku customer untuk mencatat kapan dan jam berapa sepatu itu bisa di ambil. “ ini sudah saya catat, anda bisa kesini lusa untuk mengambil sepatu, terima kasih atas kunjungan anda.” Kata Nabil. Setelah berbincang bincang dengan customer, Nabil melanjutkan kegiatan yang Ia lakukan tadi. Waktu demi waktu berlalu, tak terasa jam sudah menujukkan pukul 13. 00 siang yang berarti jam istirahat. Ia segera membereskan semua peralatan yang Ia gunakan tadi dan menutup rolling door. Sebelum menutup rooling door Ia tak lupa menyapu toko tersebut agar tetap bersih jika nanti dibuka kembali. Setelah semua selesai dan dirasa tokoh sudah aman Ia bergegas pulang. Sesampainya di rumah Nabil langsung menuju meja makan untuk makan siang. Ia rasa perut sudah cukup kenyang Ia langsung masuk kamar dan tidur siang sejenak.

235


Selaksa Asa Meraih Cita

Alarm yang menujukkan pukul 14. 00 berbunyi, sontak Nabil terkejut dan terbangun untuk mematikannya. Ia tidak akan kembali ke toko karena giliran temannya lah yang akan menjaga toko tersebut. Saat ashar tiba Ia segera membersihkan rumah, karena Nabil adalah adalah anak pertama dan adiknya masih kecil jadi Dia lah yang membantu pekerjaan rumah ibunya. Hari mulai malam Ia merasa bosan di rumah. Nabil berniat mengunjungi toko, mungkin hanya sekedar berbincang santai dengan mas Rifki ataupun teman yang menjaga toko tadi siang, setidaknya menghilangkan rasa bosan yang hadir pada dirinya. Dan benar saja sesampainya di toko, Nabil melihat Mas Rifki sedang ada disana. Tak perlu pikir panjang Nabil langsung menghampirinya. Menanyakan tentang kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama seminggu ini selain menjaga toko saat malam. “ apa kabar mas? “ tanya Nabil “ alhamdulillah, baik bil ” sahut Mas Rifqi. Obrolan pun berlanjut, hingga di sela sela percakapan Mas Rifqi bertanya kepada Nabil tentang kesiapan Dia untuk ( ) ơ - / #0) + )ǚ “ gimana persiapan kamu ini ” “ masih 45% Mas ” jawab Nabil. ( )" ) -Ǜ $' & ) ( ) ơ -& ) $-$ 0)/0& mengikuti pendidikan TNI. Orang mana yang tidak akan kagum dengan kerja keras dan semangat Nabil untuk menggapai cita cita nya. Dengan tekad yang besar Ia berharap agar mimpi nya akan tercapai. Sejenak Ia melihat jam dinding, ternyata sudah menunjukkan pukul 11 malam. Nabil bergegas pulang karena takut jika esok Ia tidak akan bisa bangun pagi. Setelah sampai dirumah, Nabil Langsung menuju kamar mandi karena Ia pasti membawa banyak sekali kuman dari luar.

236


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Saat dirasa semua sudah selesai, Nabil merebahkan badannya ke ranjang kesayangannya. Sudah sedari pagi Ia menggerakkan tubuhnya, kini saatnya badan yang kekar dan tinggi itu berstirahat. Kesokkan harinya, Nabil bangun pada pukul 4 pagi. Ia bergegas keluar kamar dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat shubuh. Saat jam menunjukkan pukul 6 + "$Ǜ $ -)$ / 0)/0& ( ' &0& ) & "$ / ) $) Ɵ.$& / 0 4 )" serting disebut binsik. Nabil memasukkan satu demi satu barang yang diperlukan kedalam tas. Dikarenakan masih diberlakukan PPKM darurat dan kemungkinan sebagian besar jalan ditutup jadi, Ia akan melaksanakan kegiatan binsik di lapangan terdekat. 0 # . /0 0' ) $' /$ & ( ' /$# Ɵ.$&)4 Ǜ & & &0 ) dalam latihan pasti akan terjadi, maka dari itu untuk menghindari cidera yang tidak di inginkan, Ia akan memulianya dengan pemanasan. Sudah 3 jam dia berada di lapangan, matahari sudah mulai meninggi, sudah saatnya dia pulang dan melaksanakan tugas hariannya yaitu menjaga toko. Sesampainya di rumah, Nabil membersihkan tubuh yang dipenuhi oleh keringat, sebelum berangkat ke toko, Ia sempatkan untuk membuka handphone untuk mengecek apakah ada tugas dari clasrooom yang harus dikerjakan, Tidak lupa dengan absen yang tertera. Setelah semua selesai, Ia berangkat menuju toko. ***

237


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Pada suatu hari saat saya masih duduk dibangku SMP kelas 9 tepat pada bulan maret 2020, di sana semua warga sekolah diberitahukan bahwa ada virus yang sedang mewabah yaitu virus corona atau covid 19. Pada saat itu kami semua mendengarkan dengan seksama berita yang disampaikan kepala sekolah. Beliau berkata bahwa bumi ini sedang dilanda musibah dan akan di lakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus tersebut, beliau juga mengatakan bahwa ujian nasional untuk kelas 9 tidak jadi dilaksanakan. Kami semua murid kelas 9 sangat senang tetapi juga sedih karena acara acara untuk perpisahan yang sudah di rencanakan dan disusun dengan baik terancam gagal di laksanakan. Setelah pemberitahuan itu di sampaikan kami semua menerapkan protokol kesehatan. Semua murid kelas 7 sampai kelas 9 disuruh berbaris memanjang dengan menjaga jarak, setelah itu kami semua satu persatu berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir lalu di beri tissue untuk mengeringkan tangan dan selanjutnya diberi handsanitizer untuk mensterilisasikan agar bakteri dan virus di tangan terbunuh. Yang terkahir kami semua di beri masker untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona. Satu persatu kami semua mulai memasuki ruang kelas dan bersiap siap untuk pulang. Setelah saya sampai rumah saya langsung membersihkan diri dan makan. Sesudah makan saya membuka hp untuk melihat ada pemberitahuan apa yang sedang di sampaikan oleh wali kelas melalui grup Whatsaap. Beliau memberitahukan 238


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

bahwa ujian sekolah akan tetap dilaksanakan secara online dirumah dan sebelum ujian dilaksanakan pembelajaran akan tetap dilakukan secara daring. Beliau juga mengatakan bahwa tugas dan materi akan diberikan melalui google classroom. Hari demi hari sudah kami lalui dengan semua materi yang telah di berikan bapak ibu guru dan persiapan yang matang untuk memulai ujian sekolah pada esok hari. Keesokan harinya tepat pada hari senin pukul 07. 00 WIB ujian berlangsung untuk mata pelajaran pertama hingga pukul 09. 00 WIB. Setelah ujian jam pertama selesai kami diberikan waktu istirahat selama 15 menit, jam istirahatpun berkahir dan setelah itu ujian akan dilanjutkan untuk mata pelajaran yang kedua di mulai pada pukul 09. 15 WIB hingga pukul 11. 15 WIB. Ujian sekolah ini terus berlangsung hari demi hari dengan lancar hingga pada saatnya ujianpun akan segera berakhir. Masa - masa sulit kelas 9 pun berakhir bersamaan dengan ujian sekolah yang telah selesai. Kami semua lega, hanya tinggal menunggu hasil ujian dan menunggu hari dimana kelulusan akan tiba. Di samping menunggu hari dimana kelulusan tiba banyak sekali waktu senggang. Waktu itu saya pergunakan dengan sebaik mungkin untuk memikirkan dan mencari tahu akan melanjutkan pendidikan ke sekolah SMA ataukah SMK. Setelah memikirkannya dengan baik saya pun mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan saya ke SMK dan orang tua saya pun setuju dengan hasil keputusan yang saya buat, akan tetapi saat itu saya juga sangat bingung mau melanjutkan sekolah di SMK mana yang cocok dan jurusan apa yang tepat untuk diri saya. Tidak lama setelah saya menyampaikan keputusan yang saya buat, ibu mendatangi saya untuk memberikan nasihat. Beliau berkata bahwa sekolah negri maupun swasta itu sama saja, yang terpenting adalah kamu nyaman untuk belajar, kamu mengerti apa yang guru jelaskan, dan paham akan kewajibanmu sebagai murid yang selalu taat dan patuh pada tata tertib. Setelah ibu saya berkata seperti itu saya mulai merenungkan sekolah mana yang akan saya pilih, tetapi sebelum saya benar - benar memilih salah satu sekolah SMK di wilayah kabupaten sidoarjo saya mencari tahu terlebih dahulu bagaimana sekolahnya, bagaimana latar belakang sekolah tersebut, apa saja jurusan yang ada pada sekolah tersebut, bagaimana lingkungan sekolahnya

239


Selaksa Asa Meraih Cita

apakah baik atau tidak untuk diri saya, dimana letak sekolahnya, ) 4 )" / - &#$- ' # / )/ )" $ 4 0)/0& ơ - & . &*' # / -. 0/Ǜ + *- )" /0 ( (+0 / 0 /$ & 0)/0& ( ) ơ -& ) ke sekolah tersebut. Sebenarnya sekolah yang saya pilih ini masih tergolong sekolah cadangan atau lebih tepatnya untuk -% " DZ% " & ' 0 ) )/$)4 . 4 /$ & / - ơ - $ "-$ǚ Dan sekolah itu adalah SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo dimana pada sekolah tersebut ada jurusan yang sangat amat saya minati untuk belajar di bidang tersebut yaitu jurusan otomatisasi tata kelola perkantoran. Awalnya saya masih ragu untuk letak sekolah nya yang jauh dari rumah, saya pun juga sudah melihat dan menilai sekolah SMK yang letaknya juga tidak terlalu jauh dari rumah, tetapi entah kenapa hati saya berkata bahwa SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo adalah sekolah yang cocok dan tepat untuk saya. Orang tua saya pun setuju dan pada keesokan harinya saya dan ayah pergi ke sekolah SMK tersebut untuk melihat - lihat sekolah dan bertanya kepada guru mengenai ) ơ - )ǚ / ' # $% ' .& ) . - / $' & ($ +0) & ( '$ kerumah, bawasannya untuk menjadi murid di sekolah tersebut & ($ + . -/ $ $& -0 # -0. ( ) ơ -& ) $-$ . - *)'$) pada formulir yang telah disediakan. pada formulir tersebut telah di jelaskan secara jelas mulai cara mengisinya sampai rincian pembayaran untuk setiap jurusannya. Agar terhindar dari covid 19 dan mungurangi kerumunan, protokol kesehatanpun tetap $' &0& ) + + ) ơ - ) . &*' # 4 )" $' &. ) & ) . - daring. Hari berikutnya pada pagi hari sebelum mengisi formulir saya bersama ibu pergi ke ATM untuk mentransfer biaya + ) ơ - )Ǜ & - ) + !*-(0'$- / -. 0/ / -/ - . '0( mengisi diwajibkan membayar biaya yang telah disebutkan. Setelah selesai mentransfer dan setibanya dirumah saya pun mempersiapkan terlebih dahulu syarat-syarat yang telah $/ )/0& ) ' '0 . 4 (0' $ ( )"$.$ !*-(0'$- + ) ơ - ) tersebut dengan didampingi orang tua. Semua persyaratan telah terisi dan saya juga sudah mengirimnya lanjut setelah itu orang /0 . 4 &*)Ɵ-( .$ & + +$# & . &*' # ( ' '0$ 2# /. + 2 . )4 & ($ + . -/ $ $& -0 / ' # ( ) ơ -& ) $-$ untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut dan menjadi bagian dari murid SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Beberapa

240


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

jam kemudian panita PPDB memberitahukan bahwa saya telah / - ơ - $ / -. 0/ ) 0)/0& $)!*-( .$ ' $# ' )%0/Ǜ + yang akan dilakukan selanjutnya panita mengatakan kami harus ( ( )/ 0 / -0. $)!*-( .$ -$ ( - & ǚ . / ( ) ơ - $ . &*' # / -. 0/ . 4 ơ - $ " '*( )" + -/ ( ǚ Bulan berikutnya kami diberitahukan bahwa akan dilakukan pembagian seragam dan tes kesehatan dengan membawa syarat yang telah ditentukan. Untuk hari dan tanggal akan informasikan lebih lanjut. Saat itu saya mendapat giliran hari selasa, saya berangkat pukul 08. 00 WIB bersama ibu dikarenakan ayah saya sedang ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Sesampainya disekolah kami menuju ruang tata usaha terlebih dahulu untuk mengambil kuitansi pembayaran lalu kami diarahkan agar pergi ke aula untuk pemeriksaan berkas - berkas yang telah diberitahukan sebelumnya. Setelah berkas di cek kelengkapannya kami pun diarahkan untuk masuk ke ruang tes kesehatan, saat itu yang boleh masuk hanyalah siswa - siswinya saja dan orang tua hanya boleh menunggu diluar. Akhirnya sayapun masuk ke dalam ruangan tersebut sendirian, saya masuk ruangan dengan mengucap salam dan dijawab oleh 3 ibu guru yang ada didalam. Disana saya dipersilakan untuk duduk dan mulai untuk di tes kesehatan tetapi sebelum itu saya diminta untuk menunjukan kuitasi pembayaran selanjutnya saya ditanya nama dan asal sekolah lalu disuruh lepas sepatu untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan, untuk tes selanjutnya yaitu pengecekan tangan, kaki dan telinga guna tes tersebut untuk mencari tahu apakah saya bertato dan bertindik. Hasilnya pun saya tidak melakukan itu semua untuk tes yang ini saya lulus dan yang terakhir yaitu tes mata pada saat itu saya diberi suatu buku dimana dalam buku tersebut saya harus bisa menebak angka dan menebak warna yang telah ditunjuk oleh ibu guru, setelah tes tersebut selesai saya di arahkan untuk pergi ke ruangan selanjutnya yaitu ruangan untuk pengambilan atribut dan seragam sekolah. Saat pengambilan seragam kami harus mengantri karena banyak sekali yang saat itu juga mengambil seragam, tiba saat giliran nomor antrian saya dipanggil, saya dan ibu segera memasuki ruangan dengan menunjukkan kuitansi pembayaran,

241


Selaksa Asa Meraih Cita

disana kami diberi kain untuk dijahit sebagai seragam, kami juga dijelaskan melalui lembaran untuk setiap kainnya akan dibuat model seragam yang berbeda dikarenakan untuk membedakan setiap jurusan pada sekolah tersebut. Karena jurusan saya adalah otomatisasi tata kelola perkantoran maka untuk bawahan diwajibkan memakai rok span dan sepatu pantofel. Sesudah selesai dijelaskan dan kami pun sudah paham untuk apa yang telah diberitahukan tadi kamipun diarahkan untuk keruangan yang terakhir yaitu ruangan untuk pengambilan souvenir. Dimana disitu kami sedikit dijelaskan tentang sekolah tersebut setelah selesai kami pun segera pulang kerumah. 0' ) ($ 0' ) .0 # $' '0$ &$)$ . /)4 + ) ơ - ) "-$ $ 0& Ǜ . / $/0 . 4 ơ - + / )"" ' ƨƫ %0)$ ƨƦƨƦ pada sore hari, saya pun terus memantau apakah nama saya ( .$# / - ơ - + 4 )" . 4 +$'$#ǚ $)"" ( ' ( +0) tiba tetap pukul 00. 00 WIB, saya kembali melihat apa saya masih / - ơ - Ǣ / -)4 / # .$')4 +0) )$#$'Ǜ ) ( . 4 .0 # / -" . -ǚ Dan disitulah saya yakin dan saya pasti bisa untuk mengikuti pembelajaran di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Pada bulan berikutnya tanggal 12 juli 2020 kami $ -$/ #0& ) #2 & ) $ & ) . - *Ƥ$) disekolah untuk satu hari saja yaitu pada hari senin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, membawa makan dan minuman dari rumah, membawa alat tulis sendiri, juga membawa handsanitizer dan tepat pada tanggal 13 juli 2020 pada jam 12. 00 WIB kami semua murid baru melakukan MPLS dimana setiap kelas yang mulanya satu kelas terdapat 42 murid kini harus terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas genap dan kelas ganjil dikarenakan untuk mengurangi kerumunan dan harus tetap menjaga jarak. Saat itu saya masuk dalam kategori kelas genap, pada waktu itu pada jam pertama MPLS adalah perkenalan Wali kelas. Dimana saat itu kami harus memperkenalkan diri juga satu persatu dengan berurutan, kami harus menyebutkan nama dan asal sekolah. Saat itu adalah saat dimana kami semua murid kelas sepuluh otkp 2 bertemu dengan wali kelas dan kami tidak tahu kami akan bertemu kapan lagi karena virus corona ini, jadi kami semua sepakat untuk memilih pengurus kelas mulai dari ketua

242


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

kelas hingga sekertaris pada hari itu juga. Setelah pengurus kelas sudah terpilih dan ditetapkan jam pertama pun berakhir dan kini akan digantikan untuk jam yang kedua. Di jam yang kedua untuk pengisi materinya adalah seorang ibu guru, sebelum memulai materi beliau juga ingin kami semua memperkenalkan diri satu persatu. Untuk materinya beliau menyampaikan apa saja nanti yang akan dipelajari di kelas sepuluh pada jurusan otomatisasi tata kelola perkantoran. Beliau juga bertanya kepada kami semua satu persatu mengenai apasih yang ingin kalian pelajari dalam jurusan tersebut? Kami menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian dan kami semua pun menjawab dengan jawaban yang berbeda - beda. Ada juga beberapa materi yang di terangkan secara singkat oleh beliau dikarenakan pembatasan waktu yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Waktu untuk bel kurang 5 menit, kami semua diperbolehkan makan jajan dan minum air putih yang telah diberikan oleh sekolah. Tepat pada pukul 13. 00 WIB kami peserta didik baru diperbolehkan pulang kerumah. Setelah sampai rumah saya segera mandi, agar kuman dan virus yang menempel pada tubuh saat saya di luar rumah tadi hilang dan terbunuh. MPLS ini berlangsung hingga 6 hari yaitu . (+ $ # -$ %0(Ǩ /Ǜ $' &0& ) $-0( # . - -$)"ǚ -$ demi hari MPLS ini saya ikuti dengan tugas yang setiap harinya berbeda terkadang kami diberi tugas untuk membuat twibon, lalu kami juga harus membuat yel – yel mengenai virus covid 19, kami juga harus mencatat dan menghafalkan mars dan hymne SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Tetapi meski terkadang melelahkan tapi saya senang bisa mengikuti MPLS ini meskipun dilakukan secara daring. Dan akhirnya MPLS pun berakhir. Hari senin pun tiba dimana proses kegiatan belajar mengajar sudah efektif secara daring melalui google classroom dan google meet. Tetapi saat itu ada guru yang langsung memulai pelajaran ada juga yang masih ingin perkenalan. Minggu berikutnya kami sudah memulai pelajaran dengan mengikutinya sesuai dengan jadwal yang diberikan. Setiap harinya kami diberi tugas tetapi sebelum diberi tugas terkadang kami diberi materi terlebih dahulu, ada juga guru yang langsung menjelaskan melalui google meet. Bulan demi bulan berlalu begitu cepat semester

243


Selaksa Asa Meraih Cita

satu dalam kelas sepuluh pun berakhir dengan ujian akhir semester pada bulan desember 2020. Pada bulan Januari 2021 kami semua memasuki tahun ajaran baru dan proses belajar mengajar pada semester kedua pun dilakukan. Pada semester ini berbeda dengan semester yang pertama karena akan semakin sulit pelajarannya dan akan semakin banyak pula tugasnya. Dalam proses belajar mengajarnya pun dibuat sedikit berbeda yaitu dengan belajar . - -$)" ) %0" *Ƥ$) $. &*' #Ǜ / / +$ /$ & . (0 4 )" ( .0& / / +$ $ 0 / )" ) (* ' .#$ơ$)" 4 $/0 0)/0& . ) ganjil masuk pagi dan absen genap masuk siang terkadang juga di bolak balik untuk shifnya agar adil dan tidak ada rasa iri terhadap murid satu dengan murid yang lainnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas. Karna sudah semester dua pembelajaran pun diperketat agar yang tidak dipahami pada semester satu dapat dijelaskan kembali pada . / + ( ' % - ) *Ƥ$) Ǜ ' ( +-*. . + ( ' % - ) . + -/$ ini sangatlah membantu untuk memahami pelajaran juga menghilangkan kejenuhan dalam belajar dirumah. Hari demi hari juga bulan demi bulan kami pergi kesekolah untuk mengikuti pembelajaran, tetapi pada suatu hari kami diberitahukan bahwa akan ada pemberlakukan PSBB dari pemerintah dimana kami tidak boleh melakukan pembelajaran disekolah. Dan pembelajaran pun dilaksanakan secara daring lagi dirumah, kami hanya boleh datang ke sekolah hanya untuk kepentingan tertentu seperti halnya membayar spp setiap bulannya. Hingga akhirnya kami pun tak terasa akan naik ke kelas sebelas. Sebelum naik ke kelas sebelas kami harus melalui ujian kenaikan kelas. Ujian pun dilakukan dengan datang kesekolah sesuai jadwal yang diberikan oleh wali kelas. Setalah semua pelajaran ujian yang diujikan berakhir kami hanya bisa menunggu hasinya saat pembagian rapot. Tetapi sebelumnya & ($ $'$ 0-& ) & - ) # -$ - 4 $ 0' Ɵ/-$Ǜ . / ' # # -$ - 4 kami diberi jadwal pembagian rapot oleh wali kelas sama halnya . &*' # + ( "$ ) - +*/ +0) $' &0& ) . - .#$ơ$)"ǚ / ' # orang tua saya mengambil rapot dan mengetahui bahwa saya

244


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

naik kelas, beliau memberitahukan kepada saya. Saya pun sangat senang dengan hasil kerja keras saya dalam belajar terbayarkan dengan naik kelas ke kelas sebelas. Pada tanggal yang telah ditentukan kami semua mulai melakukan kegiatan belajar mengajar lagi dengan tingkatan kelas yang berbeda. Pada minggu pertama dikelas sebelas kami tidak ada pelajaran kami hanya di suruh enrol semua mata pelajaran yang ada dibening e- learning dan dibagikan jadwal pelajaran. Untuk minggu kedua kami sudah mulai melakukan pembelajaran secara bertahap, hingga sampai saat ini kami pun masih melakukan pembelajaran secara daring dikarenakan ada pemberlakuan PPKM Level 4. Tetapi saya tidak patah semangat untuk belajar meskipun dilaksanakannya secara daring. Saya pun akan tetap sabar menunggu untuk bisa belajar di sekolah dan bertemu banyak teman, dan tidak hanya saya tapi kami semua murid kelas sebelas menunggu untuk pemberangkatan PKL pada gelombang 1. Kami semua harus tetap mematuhi protokol kesehatan, juga jaga kesehatan agar virus yang ada di Indonesia segera hilang. ***

245


Selaksa Asa Meraih Cita

" (2)" ).+4 *+,'1.5 4 #*$-0) $. Dz

Hai, aku May. Ini adalah kisahku di saat pandemi melanda. Pada saat virus Covid-19 mulai menular di Indonesia, aku masih duduk di bangku kelas 9 S MP dimana waktu itu adalah moment-moment yang sangat menyenangkan. D an pada akhirnya bulan Maret 2020 semua siswa mendapatkan info libur selama satu minggu dari pihak sekolah, semua siswa pun sangat senang pada waktu itu karena merasa masih punya kesempatan untuk mempersiapkan tugas praktek lebih maksimal lagi. Oiya, by the way di bulan Maret itu seluruh siswa kelas 9 akan melaksanakan praktek di beberapa mapel. T api, berhubung adanya virus yang membahayakan ini akhirnya jadwal praktek diundur. Eh ternyata, ada info lagi bahwa libur diperpanjang dong huhu. . padahal semua sudah excited bangeeet buat ikut praktek, sebagian siswa dari tiap kelas pun sudah ada yang mempersiapkan kostum buat praktek drama theater, tapi semua harapan dan semua ke-excited an ini hancur sudaaah. Ujian praktek pun dilaksanakan secara virtual, dan ada beberapa materi yang direvisi. Hari demi hari, praktek demi praktek sudah dilalui semua siswa tinggal menunggu hasilnya saja. D an tiba waktunya para siswa kelas 9 sibuk untuk memilih melanjutkan sekolah dimana. Tidak terasa hasil kelulusan pun diumumkan, semua siswa tidak ada yang tidak lulus karena memang angkatanku 246


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

anaknya hebat-hebat dan rajin si hehehe, but . . bukan berarti cuma angkatanku aja yaa yang hebat, yang lainnya pun juga sama. Yah, pasti tau lah yaa semua orang punya kelebihan dan tentunya kekurangan masing-masing jadi semuanya itu .0 # +0)4 +*-.$)4 . ) $-$DZ . ) $-$ ǩ *)Ǩ/ 2*--4 1 -4*) has their passion.” S etiap pertemuan pasti ada perpisahan, jadi wajar yaa kalau semua siswa sedih bahkan sampai ada yang nangis karena sudah beda sekolah, tapi ada juga sahabat-sahabat yang masih tetap satu sekolah. B ahkan teman seangkatan yang dulunya ngga begitu deket sama kita ternyata satu sekolah juga di SMA hahaha contohnya ada di aku sendiri sih bedanya aku ambil SMK . . emang yaa dunia itu sempit. Aku, adalah salah satu dari beberapa siswa yang tetap satu sekolah mulai dari TK-SMK ini sama teman aku yang namanya Rani.”Rani” adalah murid yang cerdas, pintar, berbakat, cantik, dan sholehah. . udah deh pokoknya dia paket lengkap banget. D an ngga disangka-sangka kita berdua satu jurusan juga dong HAHAHA , kadang kita juga ke sekolah berangkat bareng karena memang rumah kita deketan satu RT juga sih jadi ya enak kalau di jalan ada teman ngobrol, jadi ngga kesepian hehehe. Di era “New Normal” ini aku dan seluruh masyarakat melakukan kebiasaan baru dengan selalu mencuci tangan, menggunakan handsanitizer, menggunakan masker itu juga yang paling penting sih dan yang ngga kalah penting lagi yaitu jaga jarak. Pada bulan Juli 2020 aku akhirnya diterima di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo dan di situlah cerita baru di mulai. Namun, sekolah tatap muka masih tidak diperbolehkan untuk daerah yang berzona kuning, orange, dan merah. Hanya saja “yang di zona hijau, kami mempersilahkan pemerintah daerah melakukan pembelajaran tatap muka, ” ujar Nadiem Makarim selaku Mendikbud. Kebetulan sekali di daerahku berzona merah jadi ya mau tidak mau semua siswa bersekolah dengan system belajar di rumah atau biasa disebut “daring online.” Pemerintah

247


Selaksa Asa Meraih Cita

juga menerapkan system lockdown di beberapa daerah. Awalnya sih masih terasa biasa aja tapi lama kelamaan jadi bosen banget pingin cepet-cepet sekolah luring biar ketemu sama teman-teman. Wajar aja sih kalau bosen karena apa? Ya karena kan sekarang ada di era baru dimana masyarakat tidak diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah, bahkan bukan hanya sekolah saja yang virtual, bekerja pun dilakukan di rumah aja agar kita tetap terlindungi. S udah lewat beberapa hari mendapatkan info diterima di sekolah SMK akhirnya seluruh siswa melakukan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Tiap satu kelas dibagi menjadi dua bagian, ada kelas khusus absen ganjil dan ada yang khusus untuk absen genap juga. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah hanya berjalan beberapa hari saja, dan setelah itu kita semua diperintahkan untuk melanjutkan belajar di rumah. Sudah hampir 3 bulan semua siswa belajar di rumah, dan itu sangat membosankan sekali. Setelah hampir 3 bulan berjalan tidak lama seluruh siswa mendapatkan info sekolah luring, tapi dibagi menjadi ƨ .#$ơǚ #$ơ + "$ 0)/0& . ) " )%$' ) .#$ơ .$ )" 0)/0& absen genap. Dengan adanya sekolah luring akhirnya bisa lebih mengenal teman-teman satu kelas meskipun masih belum semuanya sih masih sebagian ajaa hehehe. . disitulah aku merasa senang sekali karena bisa belajar dan komunikasi langsung sama teman-teman. S ekolah luring berlangsung selama tiap bulan 2 minggu sekali pertemuan. Di rumah aja bukan berarti aku ngga ada kesibukan selain sekolah dong, aku juga selalu membantu ibu untuk membersihkan rumah, cuci piring, dan masih banyak lagi pekerjaan yang ngga beda jaulah yaa sama seperti seorang ibu rumah tangga gitu hahaha. Pastinya melakukan semua pekerjaan rumah dengan ikhlas tanpa ada paksaan sedikit pun. By the way aku juga punya hewan peliharaan lho! A ku punya satu ekor kucing laki-laki yang sangat sangat sangat ( )"" ( .& ) #0#0#0Ǟ &0 $)")4 &0 & .$# ) ( ǩ '*)"Ǫǚ Awalnya sih aku ngga dibolehin buat pelihara kucing, tapi entah kenapa kok sama kucing yang satu ini beda pemikiran gitu ahahaha.

248


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

A long bukan kucing yang aku beli dari toko jual hewanhewan, tapi ada satu temanku yang menawarkan ke aku untuk merawat dan memelihara nya. D ia ambil kucing itu dari rumah neneknya, kata dia neneknya pernah lihat bapak kucing sambil menggendong beberapa anaknya berjalan lewat depan rumah neneknya itu, merasa kasihan karena pasti anak-anaknya dan juga bapak kucing itu butuh asupan, lalu dirawatlah anak kucing dan bapak kucingnya di rumah nenek teman aku. K ebetulan banget teman aku ini suka kucing, akhirnya dia jatuh hati sama satu kucing yang berwarna putih belang telon abu-abu. D an kebetulan juga mama nya teman aku takut sama kucing kayak trauma gitu sih mungkin memang phobia ya hehehe. . jadi dia ga boleh pelihara kucing itu di rumah. Udah tau gitu kucingnya dikasihkan ke aku, dan sebelum aku terima aku minta izin dulu dong sama ibu. . eh gataunya dibolehin dong. . disitu aku seneng banget karena bisa pelihara kucing dari sekian lamanya menunggu restu ahahaha. Jadi selain bantu-bantu pekerjaan rumah aku juga memelihara kucing. A ku kasih makan dia satu hari 3-4 kali makan dan ngga lupa dikasih vitamin juga. Jadi selama pandemi aku ngga merasa bosan di rumah karena ditemani si kucing yang lucu ini hehe. Aku merasa jadi catlovers yang beruntung banget karena punya dia yang penurut, suka jadi moodbooster aku, dan juga suka bertingkah yang gemesin gitu lhooo!. Dan yang tadinya aku di rumah pengangguran selain bantu-bantu ibu sama belajar sekarang udah ada yang nemenin disaat saat aku bosannn. Jadi bisa dibilang sekarang aku anak yang sibuk # # # Ǟ Kegiatan ku ngga cuma itu aja sih, karena lagi pandemic gini kita harus benar-benar jaga kesehatan apalagi pola makan, jadinya aku setiap satu minggu sekali jogging keliling sekitar rumah selama 20 menit an, ga cuma jogging aku juga - %$) *' #- " Ɵ.$& $ -0( # % & ' 0 ( )" ' "$ ( " - 0 / keluar rumah. Engga berasa pandemic udah mau 2 tahun aja nih, apalagi sekarang ada pemberlakuan pembatasan kegiatan 249


Selaksa Asa Meraih Cita

masyarakat jadi ya gitu deh ngga bisa pergi jauh-jauh dulu. +$ 0 / &0 4 )" )*/ ))4 ) & -0( # ) $/Ǩ. *& 4 % .$# kalau emang disuruh pemerintah diam di rumah aja wkwkwk malahan betah banget. . yang penting mah ada camilan di kulkas, dan ada paket internet udah nyaman banget. Di pertengahan bulan Maret 2021 aku di undang untuk ikut organisasi karang taruna di rumah. Nah di bulan Maret itu ada pemilihan anggota baru untuk panitia lomba hari kemerdekaan, aku mendapat divisi dekorasi dan dokumentasi. Sambil menunggu sampai bulan Agustus tiba aku dan teman . /0 $1$.$ $ -$ /0" . 0)/0& ( ( 0 / + (Ơ / '*( ) id-card untuk panitia. B ulan demi bulan sudah dilewati tiba saatnya bulan Agustus datang, dimana para panitia mengadakan beberapa lomba 17 Agustus-an. B anyak sekali anak-anak kecil mulai dari TK -SD bahkan ada juga yang SMP ikut memeriahkan hari kemerdekaan itu. Santai aja, semua kegiatan ini udah di haruskan untuk mematuhi protokol kesehatan kok, salah satunya dengan memakai masker. Dan kita para panitia memastikan semuanya aman hihi. Setelah mengadakan lomba, di tanggal 16 Agustus ada acara malam renungan/ tasyakuran 17 Agustus untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Negara Indonesia dan juga diadakan doa bersama untuk para pahlawan-pahlawan yang telah gugur di masa penjajahan. Acara berjalan dengan khidmat dan Alhamdulillah lancar. Semua tugas-tugas dan semua acara sudah dilaksanakan dengan baik, semua para panitia berkumpul untuk melakukan evaluasi kerja. Yah, mungkin cukup sampai disini aja ya teman-teman ceritaku di masa pandemic ini. Mohon maaf banget kalau ada kata-kata atau kalimat yang kurang berkenan, karena saya hanya author yang masih perlu belajar lebih lagi hihihi. S ee u in my next story guys!! ***

250


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

')* *0 ,*). * .+44 Oleh: Maylania Maya S. Kringgg!! Kringg!!, deringan alarm telah membangunkanku, saya pun bersih brsih badan dan sholat shubuh lalu mandi dan memakai seragam dan sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah. Tetapi pada saat itu berita tentang virus corona telah menyebar di Indonesia dan seluruh dunia. Saya kira pada saat itu corona hanya ada di Wuhan, Cina ternyata juga bisa menyebar dimana-mana. Tetapi waktu itu saya berharap semoga tidak terjadi di Indonesia. dan pada akhirnya tepat pada hari terakhir ujian sekolah ada pengumuman bahwa dua minggu kedepan sekolah diliburkan karena adanya virus yang bernama corona. Saya dan teman-teman saya sangat senang, karena setelah sekian lama setelah menjalani ujian ujian kami bisa istirahat yang cukup lama. Selama dirumah saya )*)/*) /1Ǜ -( $) " ( Ǜ ( '$# / Ɵ'(Ǜ ) -( $) )" ) teman saya dirumah. Saya sangat bergembira saat bermain dengan teman-teman saya walaupun pada saat itu masih awal-awal adanya corona dan masih sangat was was dan parno dengan virus itu. Selama dirumah aja saya belajar lewat online dan bermain monopoli, kartu UNO bersama adik saya yang sekarang berumur 13 tahun, setelah itu saya menonton tv di ruang keluarga dan bermain game online bersama teman saya dirumah masingmasing. Tak terasa adzan dhuhur berkumandang setelah itu saya mengambil wudhu untuk mendirikan sholat. Setelah sholat saya makan dulu sebelum tidur siang hingga mau masuk waktu ashar. Saya bangun lalu menggambil wudhu untuk sholat ashar. 251


Selaksa Asa Meraih Cita

Sesudah sholat saya dan adik saya membagi tugas untuk bersih bersih rumah. Haripun mulai gelap dan Adzan maghrib pun mulai bergema kami pun sholat maghrib berjamaah. Selesai sholat kami kembali menonton tv dan bermain hp hingga pukul 00. 00 saya pun pergi ke kamar dan tidur. Keesokan harinya, saya bangun tidur tak lupa untuk merapikan tempat tidur dan menyapu semua lantai dan membantu ibu untuk mennjemur baju di depan rumah. Lagi lagi kegiatan saya hanya menonton tv, bermain game dan itu-itu saja. Dari hari ke hari hanya itu itu saja kegiatan yang saya lakukan membuat saya bosan dan tidak sabar untuk masuk sekolah dan beretemu dengan teman-teman saya disekolah. Dua minggu sudah berlalu dan masih belum ada + )"0(0( ) 0)/0& ( .0& . &*' # *Ƥ$) + # ' . 4 .0 # menanti nanti untuk kembali kesekolah dan berkegiatan sepertia biasa. Saya rindu dengan teman teman sekolah saya, rindu mengerjakan tugas bersama, rindu olahraga bersama dan rindu semua yang ada pada sekolah. Untung saja pada zaman yang sekarang ini teknologi semakin canggih, jadi saya dan teman teman saya bisa video call rame rame untuk sedikit mengobati rindu dengan teman-teman saya. Yang paling saya rindukan adalah ketika saya dan teman teman saya izin keluar dengan alasan membeli alat tulis, tetapi saya dan teman saya berbohong, kami malah membeli jajanan dan minuman yang kami masukkan di saku kami masing masing. Walaupun itu perbuatan yang salah dan tidak boleh ditiru, tetapi saya tetap melakukannya dan merindukannya. Tapi ingat, tidak boleh ditiru!. Dan mungkin saja satpam di sekolah saya yang dulu sudah mengetahuinya. Tetapi membiarkan kami untuk bisa membeli jajanan diluar. Padahal kantin didalam sekolah juga menyediakan jajanan yang lebih sehat tetapi kami masih ingin jajanan yang kurang sehat. . hehe Bulan Ramadhan telah tiba, tetapi virus corona tak kunjung hilang, akhirnya ulangan kenaikan kelas dilakukan secara online. Saya pun melakanakan ulangan online selama satu minggu. 252


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Hari pun berlalu dengan cepat, tak terasa hari itu saya mendapat pengumuman untuk menggambil raport. Saya sedikit merasa sedih karena moment moment seperti itu seharusnya bisa berkumpul dengan teman teman tetapi tidak bisa karena pengambilan raport diadakan dengan pembagian waktu, misal absen 1-10, 11- 20 dan seterusnya. Tetapi untung saja saya dan teman dekat saya jadwalnya sama dan kita pun foto bersama. Suatu hari tepat dimana seharusnya saya dan teman teman saya melaksanakan wisuda dan ingin sekali merasakan yang namanya bertemu sebelum berpisah tetapi kondisi yang tidak memungkinkan untuk diadakan wisuda akhirnya, wisuda ditiadakan. Padahal waktu itu adalah waktu yang saya tunggu tunggu untuk bertemu teman teman saya untuk terakhir kalinya. Dan pada akhirnya kami pun berpisah tanpa adanya pertemuan. Untung saja pada waktu itu sebelum adanya virus corona di Indonesia saya dan teman-teman saya masih sempat pergi ke Bali dan masih bisa merasakan kebersamaan selama perjalanan, kebersamaan tidur di hotel, kebersamaan makan-makan, kebersamaan di tempat tempat yang indah. . dan masih banayak lagi kenangan yang masih tersimpan di ingatan saya yang tidak bisa saya lupakan baik kenangan suka dukanya. Dan beberapa hari kemudian ada pengumuman untuk kegiatan pengambilan ijazah. saya dan teman-teman saya pun mencetuskan untuk kumpul kumpul setelah pengambilan ijazah. Saya sangat senang dan mersa rindu saya terobati karena pada saat kumpul kumpul kami cerita cerita, bercanda satu sama lain walaupun pada saat itu tidak full tim tapi saya sangat senang. Pada waktu itu saya sangat bersyukur sekali bisa melihat wajah teman teman saya yang sudah lama tidak bertemu. Meskioun kami berkumpul tetapi kami masih menjaga PROKES supaya tetap sehat dan terjaga dari virus. -$ # -$ -' '0 + ) ơ - ) ȍ / ' # / )"Ǜ . 4 +0) ( ) * 0)/0& ( ) ơ - & "-$ ƨ 0 0- ) / / +$ takdir berkata lain sayapun tidak keterima disekolah itu. Saya sangat sedih sekali karena tidak bisa masuk kes sekolah negeri

253


Selaksa Asa Meraih Cita

yang saya inginkan. Tetapi semua itu sudah takdir dari Yang Maha Esa supaya saya bersekolah di SMK swasta, Mungkin semua itu ada banyak hikmah yang bisa saya ambil. 4 +0) ( ) ơ -& ) . &*' # $ +0'0# *+ ( - dan Alhamdulliah saya masih bisa diterima dan masih ada kuota untuk jurusan yang saya minati. Karena dulu saya mengira bahwa sekolah SMK Sepuluh Nopember ini hanya ada jurusan kesehatan saja. Ternyata ada juga jurusan perkantoran, perbankan dll. Walaupun saat itu saya ingin masuk di jurusan + - )& ) / / +$ . 4 ơ - / -' ( / ) # )4 / -.$. $ jurusan perkantoran. Dengan begitu saya masih senang karena masih satu jalur dengan minat saya. Saya sangat senang karena selain bertemu dengan teman teman baru yang baik saya juga diajar oleh guru guru yang baik juga. Suatu hari tepat pada 17 Agustus 2020 hari dimana diadakan perlombaan disekolah walaupun hanya melalui virtual tetapi saya sangat bangga karena masih bisa merayakan hari kemerdekaan dan menghargai para pahlawan pejuang kemerdekaan selain itu saya juga senang karena bisa lebih kenal dengan teman-teman saya. Setelah hari hari berganti akhirnya ada pengumuman untuk sekolah luring walaupun tidak setiap hari, saya sangat senang karena saya bisa bertemu dan bisa lebih kenal lagi dengan teman teman saya yang sebelumnya hanya tau namanya saja. Kini sudah tau wajahnya dan sedikit mengenal sifat sifatnya. Untuk jadwal masuk sekolah secara luring dibagi menjadi absen genap sendiri, absen ganjil sendiri. Mungkin dengan cara begitu dapat meminimalisir terjadinya kerumunan walaupun saya tidak pernah bertemu dengan teman teman saya yang absen ganjil tetapi saya yakin bahwa teman teman saya baik baik. Tak terasa ujian kenaikan kelas terjadi, ujiannya dilakukan secara online dirumah dan sebagian ada yang secara online tetapi disekolah sesuai jadwal kelas yang sudah diatur untuk mengurangi kerumunan. Setelah dilakukannya ujian kenaikan kelas kami libur sekitar dua minggu. Sesudah itu, pembagian

254


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

raport Alhamdulillah saya naik kelas XI dan mendapat rangking dua. Saya sangat senang karena orang tua saya juga senang jika saya mendampat peringkat di kelas. Semoga saja pandemi ini segera berakhir. . . Jujur tingkat kemalasan saya ini meningkat dan terkadang kalau merasa stress seharian nggak ngerjain apa apa, padahal sebelum pandemi, ada tugas sedikit langsung kerjain. . Kini saya sadar hari hari disekolah pun terasa begitu berharga bagiku, karena hampir dua tahun ini harus belajar jarak jaauh dan terkadang masih banyak pelajaran yang kurang masuk ke otak. . . . . Dan alhamdulillah nya nilai saya masih aman, walau kebanyakan tugas yang dikumpulkan sudah lewat tenggat. . . . ............ Terimakasih. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ***

255


Selaksa Asa Meraih Cita

Saat Pandemi Melanda ' #Ǧ $Ʀ #0' $- .0.$

Pada tahun 2020 saat belum menyebar pandemi, saya masih sekolah kelas 9 SMP. Pada waktu itu kami masih masuk sekolah tatap muka. Tapi pada saat ada pandemi kami sekolah di rumah secara daring. Pada saat sekolah di rumah rasanya sangat tidak enak sekali, karena tidak bertemu dengan guru, teman-teman secara langsung. Pada kelas 9 saya belajar dengan rajin di rumah karena sudah memasuki ujian kenaikan kelas. Saya melakukan ujian di rumah yaitu secara daring. Lalu setelah ujian kami seharusnya mengadakan kelulusan/WISUDA, tetapi sekolah kami tidak melakukan acara wisuda tersebut. Saya dan teman-teman saya sangat kecewa karena tidak ada wisuda pada waktu itu. Teman-teman ingin sekali mengadakan wisuda agar bisa berpamitan kepada guru-guru dan temanteman yang lainnya. Mereka ingin kalau ada wisuda nanti akan berfoto bersama dengan para guru-guru, dan temanteman. Tapi sayang acara tersebut tidak terjadi. Kami semua sangat kecewa sekali. Tapi bagaimana lagi itu juga takdir kita harus ikhlas menghadapinya. Pada bulan Juli 2020 saya sudah kelas X SMK. Saya bersekolah di SMK SEPULUH NOVEMBER SIDOARJO, sebenernya saya tes di SMKN 2 BUDURAN SIDOARJO tetapi tidak keterima di NEGERI, karena ada pandemi ini saya ơ - ( ' '0$ . - '$)&ǚ )4 & / ( ) . 4 %0" 4 )" ơ - $ / / +$ )4 & %0" 4 )" /$ & & / -$( $ ǚ ( ) . 4 %0" 4 )" .0. # - ơ - ( ' '0$ link HP. Saya tidak pernah terpaksa sekolah di Swasta. Saya 256


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dari dulu ingin mencoba NEGERI dulu walau emang tidak di terima tidak apa-apa, mungkin itu belum rezeki saya. Jadi saya masuk di SMK SEPULUH NOVEMBER SIDOARJO jurusan OTKP(Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran). Saya masuk di kelas X OTKP 3 yang muridnya ada 41 siswa. Di kelas saya cuma ada 3 laki-laki dikelas saya, di kelas saya yang banyak itu perempuannya. Ada 38 siswa perempuan di kelas saya. Saya MPLS tetap dilakukan di rumah secara daring. Saya tidak bisa bertemu dengan teman saya secara langsung. Tapi kami berkenalan lewat WA. Di sekolah kami ada ekstra kurikuler, dan kami semua di suruh mengikuti ekstra kurikuler itu. Jadi saya bingung harus milih yang mana, karena tidak melihat secara langsung “ bagaimana ekstra tersebut? ” , jadi saya memilih ekstra banjari saja. Ekstra banjari bernama ROHIS. Sebenarnya saya dulu SMP mengikuti ektrsa PASKIBRAKA. Tetapi di SMK saya tidak ingin ikut lagi, karena . 4 /$ & ($) / ' "$ 0)/0& $&0/ $

Ǜ ) Ɵ.$& . 4 %0" ǚ Jadi saya ikut ekstra ROHIS saja. Teman-teman saya juga ada yang tidak memilih untuk ikut ekstra. Setiap hari saya belajar di rumah atau sekolah di rumah secara daring melalui BENING. Sangat tidak enak sekali belajar melalui daring. Lalu pada bulan selanjutnya, saya membuka grup WA kelas saya ternyata ada pengumuman kalau ada jadwal masuk sekolah secara bergantian. Saya sangat senang sekali pada saat itu. Walaupun yang masuk tidak semua siswa yang masuk saya sangat senang. Jadi masuknya secara bergantian seperti, absen ganjil akan masuk siang dan yang absen genap akan masuk pagi. Saat itu saya absen ganjil dan masuk pagi. Lalu saya bangun pagi pada jam 04. 30 pagi untuk mandi setelah mandi saya mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Setelah shalat subuh saya makan pagi lalu mempersiapkan buku mata pelajaran yang akan di bawa ke sekolah. Setelah itu saya memakai baju seragam sekolah, lalu siap-siap untuk berangkat menuju ke sekolah dan memakai masker untuk menghindari COVID19. Saya berangkat memakai sepeda motor dan memakai helm. Lalu setelah sampai di sekolah, 257


Selaksa Asa Meraih Cita

kami semua di ukur suhunya karena mematuhi Protokol Kesehatan. Setelah itu saya memasuki kelas dan melihat teman-teman saya, saya tidak lupa menyapa teman saya. Karena mereka memakai masker, jadi saya tidak mengenali mereka karena memakai masker. Saya berbincang-bincang dengan temanteman saya. Oh iyah, di kelas saya duduknya tidak berdua, tapi duduk sendiri-sendiri agar terhindar dari COVID19. Tapi kami semua malah mengerumpi dan bercanda dan foto-foto. Setelah itu guru masuk kami semua duduk di bangkunya masing-masing. Setelah itu kami waktunya pulang ke rumah masing-masing. Setelah pulang saya di rumah mencuci tangan dan kaki saya, lalu mengganti pakaian saya lalu makan siang. Setelah makan saya bermain HP sebentar, lalu Shalat Dzuhur. Habis shalat saya tidur siang. Saya bangun pukul 3 sore. Lalu saya shalat Ashar, setelah shalat saya membereskan tempat tidur saya. Lalu bersih-bersih rumah, seperti menyapu, mengempel, dan membuang sampah. Setelah bersih-bersih rumah saya membersih muka saya, lalu mandi. Setelah mandi saya bermain HP yaitu biasanya saya melihat DRAKOR. Setelah bermain HP saya shalat Maghrib, lalu membaca al 0-Ǩ ) . (+ $ ( )0)""0 5 ) .4 Ǩǚ / ' # $/0 . 4 .# ' /

.4 Ǩ Ǜ ' '0 ( '$# / ' "$ǚ 4 / -& )" ( '$# / DRAKOR sampai malam jam 23. 00 , setelah itu saya tidur. Pada hari minggu saya dengan keluarga saya pergi untuk jalan-jalan, tapi tetap mematuhi PROKES. Kami pergi pada pukul 1 siang menaiki mobil. Kami pergi ke Trawas untuk melihat pemandangan. Disana banyak sekali bungabunga yang di tanam, disana juga ada taman bermain juga. Pemandangan disana sangat bagus sekali. Kami kesana sudah mematuhi PROKES. Walaupun ada pandemi kami sekeluarga tetap kuat menghadapi pandemi ini. Kami sekeluarga pulang pada pukul 5 sore. Dalam perjalanan pulang kami berhenti untuk makan dulu. Kami memakan Bakso Solo, Bakso disana sangat enak dan lembut sekali. Setelah makan kami masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah. Kami kembali ke rumah pada pukul 7 malam. Setelah pulang kami sekeluarga

258


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

mencuci tangan dan mencuci kaki. Lalu saya mandi setelah mandi saya bermain HP, lalu saya tidur. Pada hari kami masuk sekolah lagi, saya di ajak temanteman saya pergi main saat pulang sekolah nanti. Lalu saya mau ikut untuk main saat pulang sekolah nanti. Setelah pulang sekolah saya dan teman saya puergi ke Mie Gacoan, setelah ke Mie Gacoan kami pergi ke Mall Suncity Sidoarjo. Kami pergi bermain tidak lupa mematuhi PROKES. Setelah pergi bermain kami pulang ke rumah masing-masing. Saya kembali ke rumah pada pukul 2 siang. Lalu di kampung saya banyak yang meninggal, karena penyakit, terkena COVID19, dan emang udah saatnya tutup usia. Keluarga saya mengikuti vaksin COVID19, tapi saya tidak bisa mengikuti vaksin karena saya tidak punya KTP. Tapi tidak masalah yang penting kita menjaga imun kita. Karena pandemi ini saya bisa belajar bagaimana saya bisa bersosialisasi oleh teman-teman dan yang lainnya. Saya juga belajar bagaimana cara percaya diri, walaupun ada pandemi kita harus belajar bagaimana kita menghadapi masa depan nanti. Karena kita sudah remanjak Dewasa. Saya menghadapi pandemi ini dengan sikap waspada, dan kita harus mematuhi PROKES. Karena pandemi sangat jahat tapi kalau kita menghadapi dengan biasa-biasa saja kita bisa melewati pandemi ini. Jadi jagalah kesehatanmu, jaga imun kita, banyak olahraga, dan memakan yang bergizi. Dan jangan lupa untuk di Vaksin. Jangan takut untuk di Vaksin, karena Vaksin tidak berbahaya kok. “Terimakasih sudah melihat Cerpen ini !!! walaupun ada yang tidak nyambung.” Hadapi semua dengan kuat dan jangan takut untuk semua yang kita hadapi, yakinlah kalau kau bisa. ***

259


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Nadiah Imelda Madjid Tahun 2020 bulan Maret di SMP Dharma Wanita 1 Gedangan mengadakan ujian praktek untuk kelas IX. Jauh jauh hari saya sudah menyiapkan keperluan yang akan dipakai selama ujian praktek. Rasa senang sekaligus sedih saya rasakan, senang karena sebentar lagi lulus dan sedih karena berpisah dengan teman teman. Hari ujian praktek pertama pun tiba. Jadwal ujian praktek hari pertama adalah agama dan bahasa inggris. Ujian praktek agama yaitu melakukan tata cara sholat subuh, sedangkan bahasa inggris membuat dessert berkelompok dua orang. Tetapi ketika sudah menyelesaikan ujian paktek agama ada pemberitahuan bahwa ujian pakteknya akan dituda selama dua minggu, dan semua siswa juga diliburkan. Karena di media massa, baik online, cetak maupun elektronik memberitakan bahwa di China ada virus covid-19 yang mudah tertular dan sudah menyebar di berbagai negara termasuk Indonesia. Maka dari itu semua sekolah diliburkan. Setelah dua minggu belalu saya mendapat kabar dari sekolah bahwa libur diperpanjang dua minggu lagi, di televisi juga memberitakan hal mengenai PSBB atau Pembatasan Sosial Besekala Besar. Hari kelulusan pun tiba dan PSBB tetap terjadi, keadaan menjadi ketat karena covid kian menyebar banyak orang meninggal akibat virus tersebut. Maka dari itu sekolah saya tidak akan mungkin mengadakan wisuda kelulusan dengan keadaan seperti ini. Rasa sedih pun dirasakan siswa siswi termasuk saya yang akan berpisah dengan teman teman tanpa ada kenangan dan tidak bisa merasakan indahnya wisuda. Itu semua adalah awal yang sulit untuk angatan saya, karena akan menjadi murid 260


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

baru, teman baru dan merasakan suasana yang baru. Awal masuk ajaran baru sementara online, masa pengenalan lingkungan sekolah juga online. Dan cara berkomunikasi dengan teman baru juga online. Di keadaan seperti ini saya cemas memikirkan, apakah saya akan mendapatkan teman dan mudah berinteraksi dengan mereka atau tidak. Akhirnya saya mendapatkan teman teman yang baik, rasa cemas itu hilang karena saya tipe orang yang mudah berbaur dan mudah berinteraksi dengan orang baru yang terpenting orang baru tersebut tidak sombong dan mudah marah. Kendala yang pernah saya alami saat melaksanakan daring adalah, jaringan yang buruk, kehabisan kuota dan sering lemot. Kegiatan saya selama pandemi ini hanyalah kebanyakan di rumah, tetapi jangan salah sangka walaupun di rumah saya juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, contoh bergantian dengan ibu menjaga toko, berolahraga, beres-beres rumah, merawat kucing dan masih banyak lagi kegiatan yang saya lakukan. Covid-19 berdampak pada perekonomian negara termasuk dagangan ibu saya jadi sepi dan kakak saya susah mencari perkerjaan sedangkan ayah saya sudah lama di PHK. Bukan hanya perekonomian yang terkena dampaknya, pariwisata, transportasi, sosial, keagamaan, pendidikan dan masih banyak lagi lainnya. Di sektor pendidikan, pembelajaran tatap muka di kelas beralih ke pembelajaran dalam jaringan atau daring (online) di rumah masing masing. Tapi, dari itu semua kita harus mengambil hikmah dari adanya Covid-19 ini. Kebanyakan orang mungkin sepakat bahwa wabah Covid-19 yang membuat panik dan takut, mereka anggap musibah, bencana, pandemi. Boleh-boleh saja. Tetapi, jika kita berhenti pada anggapan itu, tanpa bisa belajar memaknai hikmah dibalik semua ini, maka kita akan semakin terpuruk. Hikamah yang bisa kita ambil dari Covid-19 yaitu. Pertama, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan, ketika virus Covid-19 ini membajiri dunia juga Indonesia sebagian besar manusia sepertinya belum banyak menyadari betapa kita semua kerdil di genggaman kebesaran-Nya. Semua informasi yang beredar hanya bising pemberitaan. Manusia sangat takut dengan pemberitaan media tentang wabah Covid-19, tetapi amat sedikit yang takut terhadap

261


Selaksa Asa Meraih Cita

+ ( -$/ ) '' # $ 'DZ 0-Ǩ ) / )/ )" #.4 /)4 ) - & ǚ Sampai detik ini, orang yang terinfeksi virus Covid-19 ini terus bertambah. Pengobatan secanggih apapun belum mampu menemukan vaksin Covid-19. Lantas kepada siapa lagi kalau 0& ) & + '' # ) & ' ( 0/ ) .4 ! Ǩ / 0- 0# (( SAW. Kedua, keangkuhan dan keserakahan tumbang oleh makhluk ultra kecil. Di jaman modern ini banyak yang menyangka harta benda dan kekayaan adalah sumber kebahagiaan. Kebanyakan orang hanya mengejar kekayaan dan kekuasaan berlebihan . #$)"" # -.$! / )"&0#Ǜ . + -/$ $-Ǩ 0) / / +$ ( '0+ & ) Tuhan. Bahkan mungkin menganggap dirinya Tuhan karena memakai pakaian yang hanya boleh digunakan Tuhan. Tapi saat ini kita harus mulai sadar, bukanlah rudal-rudal raksasa, pesawat tempur sultasonic atau terknologi robot canggih yang menumbangkan semua sifat-sifat itu. Ketiga, nikmatnya kesehatan, ketika kita sakit semua kesombongan, kekayaan dan kepintaran yang kita miliki seolah tidak ada gunanya. Yang kita inginkan hanya satu, yaitu bisa - &/$Ɵ/ . . -/ -$ # & ( '$ )" ) . # /ǚ # / ' # nikmat Allah yang sangat besar. Namun seringkali kita lalai dan kurang mensyukuri nikmat tersebut. Banyak waktu yang kita sia-siakan. Keempat, mengingat untuk menjaga kebersihan dan kesucian, setelah Covid-19 ini mencuat kampanye mengenai cuci tangan menjadi sangat deras. Berbagai fasilitas umum seperti sekolah, stasiun, bank, kantor-kantor pemerintahan meyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Para pemuka agama tetap menyerukan untuk tetap menjaga wudhu untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Hal ini untuk mematikan virus dan bakteri yang mungkin menempel pada tubuh kita. Ternyata Covid-19 mengingatkan kembali kepada kita untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Kelima, belajar bersama keluarga, Covid-19 memaksa dunia pendidikan untuk memindahkan kelas-kelasnya ke rumah masing-masing. Siswa diberikan jam belajar di rumah dengan metode daring dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi belajar online yang disediakan oleh sekolah. Para orang tua

262


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

bisa mendampingi belajar putra-putrinya secara langsung. Sangat banyak waktu yang diberikan orang tua kepada anak dan harapannya bagi orang tua juga semakin mengerti dan menghargai peran seorang guru di sekolah. Keenam, terpaksa untuk melek teknologi, dengan pembelajaran dilakukan di rumah saat ini, kita mau tidak mau harus paham lebih mendalam mengenai perkembangan teknologi yang digunakan di pendidikan. Itulah hikmah-hikmah yang dapat kita ambil dari adanya Covid-19. Setaun lebih Covid-19 membayang-bayangi kehidupan manusia di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia. Akibatnya hingga saat ini segala sesuatu banyak dilakukan secara digital salah satunya adalah proses belajar mengajar kini diterapkan secara daring. Bagi daerah yang memiliki jaringan internet bagus, tentu bukan suatu masalah atau hambatan, hal ini juga berlaku bagi mereka yang telah terbiasa dengan kecanggihan teknologi saat ini. Lalu bagaimana dengan mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital kemudian dituntut agar selalu beradaptasi setiap hari. Proses belajar yang dilakukan secara daring di semua satuan pendidikan merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah anak-anak generasi bangsa sehingga tetap aman dari prnyebaran Covid-19. Sebelum adanya pandemi Covid-19, para siswa dilarang untuk membawa handphone di sekolah, sehingga tidak menganggu proses belajar mengajar, namun kini semua berubah. Para siswa kini wajib menggunakan handphone. Saat ini semua siswa harus menyesuaikan dengan metode pembelajaran baru di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, tentu proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah masing-masing juga dinilai kurang efektif salah satunya ketika ada siswa yang tidak memahami atas materi yang disampaikan oleh guru, maka akan kesulitan bertanya apalagi ketika jaringan terganggu. Saya ingin sekali belajar secara langsung atau tatap muka, karena selama belajar daring dari rumah interksi kita dengan guru sangat kurang. Kita hanya bisa berinteraksi melalui pesan-pesan di handphone seperti Whatsapp, Google Classroom tanpa kita bertemu dan bertatap muka secara langsung. Saya ingin merasakan sekolah tatap muka secara normal kembali, karena selama menjadi

263


Selaksa Asa Meraih Cita

murid baru saya hanya bisa merasakan beberapa hari bertatap muka dan juga saya ingin merasakan indahnnya jam istirahat bersama teman-teman. Selama melakukan pembelajaran dari rumah saya memiliki kisah tersendiri baik positif maupun negatif. Dari sisi positifnya saya beryukur belajar di rumah karena bisa terhindar dari penularan Covid-19 walaupun tetap menerapkan protokol kesehatan. Pembelajaran daring juga menghemat ekonomi karena Kemendikbud juga sudah memberi kuota gratis internet untuk belajar. Kemudian lebih teratur dalam mengatur waktu seperti jadwal akademik, organisasi, termasuk waktu bersama keluarga dan waktu luang tentu lebih banyak sehingga ada )4 & &- /$Ɵ/ . ) $ %0" 2 &/0 0)/0& . ) $-$ǚ (0) negatifnya berupa ruang gerak bersama teman-teman yang terbatas. Apalagi ketika sedang belajar daring tiba-tiba listrik mati dan jaringan tidak stabil. Tentu hal itu menjadi penghalang dalam proses belajar mengajar, sedangkan materi pembelajaran ada yang dikirimkan melalui video. Saya merasa sangat bosan ketika belajar dari rumah karena hanya memperhatikan layar, bahkan saya menjadi kesal karena hanya menjadi pendengar saja. Kesal karena tidak ada interaksi langsung dengan warga sekolah, terutama teman-teman yang bakal jadi kenangan jika lulus nanti, bila proses mengajar terus dilakukan secara daring. Saya sangat menginginkan mengikuti proses belajar mengajar tatap muka, karena selain dari sisi akademik, ada beberapa hal yang memotivasi ke sekolah seperti mempelajari sifat temanteman, memberikan kejutan kepada teman termasuk saat ulang tahun yang bekerjasama dengan guru, dihukum bersama hingga menonton siswa laki-laki dalam lomba sepak bola mini (futsal). Ke depannya saya berharap dari segi pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka sehingga para siswa dapat berkreasi, berinovasi dan berkontribusi besar berprestasi sesuai minat dan bakat mereka masing-masing. Wacana pembukaan sekolah pertama kali diungkap Pit. Direktur Jendral PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid. Ia menyatakan pembukaan sekolah hanya dilakukan di daerah zona hijau. Pembukaan sekolah ini disebutnya bakal diungkapkan Mendikbud Nadiem

264


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Makarim. Namun hingga kini Nadiem belum banyak bicara soal pembukaan sekolah. Ia hanya menyatakan pembukaan sekolah di masa pandemi masuk dalam kewenangan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurut Nadiem, kondisi pandemi yang saat ini melanda menciptakan banyak pembelajaran baru tidak hanya buat guru, siswa dan orang tua, namun juga untuk masyarakat Indonesia. Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan sebuah pembelajaran yang harus kita kembangkan bukan hanya di masa krisis ini tetapi pada saat masa krisis ini sudah berlalu. Belajar memang tidak selalu mudah, tapi ini saatnya kita berinovasi, ini saatnya kita bereksperimen, ini saatnya kita mendengar hati nurani kita dan belajar dari Covid-19 agar kita menjadi masyarakat dan bangsa lebih baik di masa depan. Pandemi Covid-19 telah memberi kita begitu banyak pelajaran, tidak hanya tentang upaya memutus mata rantai penularannya, tapi juga bagaimana anakanak kita tetap belajar dan bagaimana sekolah-sekolah bereaksi memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Banyak teman-teman kita yang tidak bisa belajar selama pandemi ini, karena tidak ada sinyal, tidak punya hp atau harus bekerja membantu orang tua. Oleh karena itu kita harus bersyukur karena masih bisa belajar. Masa pandemi menjadi tantangan baru untuk memulai hidup yang baru. Pandemi memang mengubah segalahnya, tapi tidak pada semangat kita untuk menuju hidup yang baru. Mungkin kamu bosan, jenuh dan tertekan selama di rumah. Akan tetapi percayalah kamu bisa mendapatkan kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Mari jadikan masa pandemi untuk membuat diri kita lebih baik lagi. Yuk, jangan hanya rebahan, tetapi uatlah perubahan. Saya berharap dan berdoa pandemi Covid-19 segera berakhir agar proses belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara tatap muka. Aamiin. ***

265


Selaksa Asa Meraih Cita

*/ ')7*(*& *+4 ')*/ ./*0* Pandemi Mewabah Oleh: Icha Nurul Laili

Virus corona terbukti membuat berbagai kegiatan terhambat. Tiga tahun sudah harus merasakan jenuhnya aktivitas di dalam bangunan sendiri yang terbuat dari batu bata dan semen. Bagaimana tidak?semua harus dikerjakan di rumah. Sekolah di rumah, bekerja di rumah, olahraga di rumah, sampai ibadah pun di rumah. Apa lima tahun ke depan masih akan tetap mengurung diri?. Pertanyaan itu yang sering kali tersirat di dalam pikiranku. Sebuah pertanyaan singkat, namun aku tidak tahu secara pasti jawabannya Aku tinggal di dalam sebuah bangunan yang terbuat dari semen, batu bata, dan sebagainya. Tempat berteduh kami diri panas, teriknya matahari, serta guyuran hujan dan badai petir melanda. Tentunya, tempat melepas lelah setelah seharian melalukakn pekerjaan di luar. Kami menyebutnya sebagai “Istana Kecil”.”Kami” yang ku maksud adalah Diriku serta keluarga . Tinggal satu atap bersama seorang Ayah, Mama, dan pria berumur 24 tahun. Dimana dia adalah seorang anak sulung. Kakak laki-lakiku. Ayah bekerja di salah satu perusahaan mebel import, tugasnya sedikit berat. Harus mengawasi, mengkoordinir anak buah atau para bawahan bawahannya. Tanggung jawab ayah sangat besar. Selain itu, perusahaan juga menuntutnya bekerja lebih ekstra. Sulit bukan?. Berangkat bekerja saat sang fajar menampakkan diri di bumi, dan pulang ke rumah ketika sang fajar pun telah menarik dirinya dari bumi. Selanjutnya, kakak laki-lakiku. Bekerja pada sebuah 266


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

perusahaan jaringan besar. Tanggung jawab yang dipikul juga sangat besar. Dimana harus meng koordinir para bawahan. Mamaku, beliau seorang ibu rumah tangga. Pekerjaannya juga tak kalah melelahkan. Tuntutan dalam mengurus rumah dan keluarga dengan sebaik mungkin menjadikan mamaku kelelahan. Sekarang, . penulisan cerpen ini, aku membuatnya di dalam rumah. Di ruang keluarga lebih tepatnya. Suasana sedikit berising. Banyak aktivitas disekitaran rumahku pagi ini. Apa karena masyarakat menjalankan segala aktivitasnya di rumah masing-masing?. Walau begitu, aku tetap menari-narikan jari di atas papan ketik laptop. Icha Nurul Laili Fitriah, akrabnya biasa dipanggil “Icha”. Itulah nama yang diberikan oleh sepasang suami istri yang terpaut perbedaan usia 3 tahun itu. Mereka adalah Ayah, serta Mamaku. Cuaca siang ini cukup cerah. Banyak burung berkicauan, suara lalu-lalang kendaraan, hingga suara bayi yang menangis membuatku sedikit teralihkan fokus. Diriku kini menduduki bangku kelas 11 SMK. Menuntut ilmu di salah satu sekolah kejuruan dengan klaim “terakreditasi A”pada jurusan Perbankan Syariah adalah suatu kebanggaan bagi kami (aku dan teman teman lainnya). Jurusan yang tersedia sangat beragam. Mulai dari lingkup kesehatan, seperti Asisten keperawatan, Teknologi Laboratorium Medik, Farmasi Industri, Farmasi Klinis dan Komunitas. Lingkup non-kesehatan jugan bermacam;macam. Mulai dari Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Perbankan Syariah, hingga tambahan jurusan baru yang sangat memikat hati, yakni Produksi Film, Desain Komunikasi Visual, sampai Bisnis Daring dan Pemasaran. Sebuah gedung bangunan berwarna kuning-oranye adalah salah satu ciri khasnya. Lokasi yang lumayan jauh dari tempat tinggal, membuatku kewalahan agar diizinkan menuntut ilmu disana. Tapi, kejadian itu sudah satu tahun yang lalu. Bermodalkan niat serta tekad semuanya dapat terselesaikan dengan baik. Banyak teman-temanku yang sering bertanya, seperti “Mengapa kamu harus besekolah disana?”. Lingkungan sekitar yang sangat nyaman, asri, nan indah menjadi salah satu alasan aku dan keluarga dalam memilih SMK SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO. Fasilitas yang mumpini, para pengajar profesional, membuatku semakin betah. Sistem penghijauan berpengaruh besar pada lingkungan sekitar sebagai bentuk upaya melestarikan alam. Sekolahku itu juga menerapkannya. Selain hal-hal yang sudah

267


Selaksa Asa Meraih Cita

aku sebutkan diatas, ada fakta lain mengenai SMK SEPULUH NOPEMBER, yang memiliki sebutan singkat “SKUBER”. Terletak satu yayasan dengan SMP SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO yang tak lain merupakan milik yayasan PURNAMA. Namun, saat ini semua terasa sedikit hambar. Kegiatan belajarku hanya dilakukan di dalam rumah. Ber mediakan gadget. Tidak lagi seperti masa SMP ku. Begitu berwarna. Cerita-cerita lama masih bisa ku kenang kembali. Mengingat banyak sekali kegiatan di masa SMP dahulu. Mulai dari pentas seni, bazar, lomba, dan lain sebagainya. Benar-benar penuh keajaiban!. Hari ini, kembali lagi aku harus melhat keadaan sekarang. Aktivitas di luar ruangan yang sedikit dibatasi membuatku sedikit jenuh.”Kenapa aku tidak boleh bermain di luar seperti dahulu kala?”, ucapku pada mama yang sedang menemaniku mengerjakan tugas. Ingin rasanya semua kembali seperti sebelum virus ini menyerang negeri tercinta.”Bukannya tdak boeh, hanya saja virus ini sangat berbahaya bagi kita semua. Toh, pemerintah juga sudah memberikan larangan dan himbauan untuk selalu berada di rumah selama tidak ada aktivtas yang sangat penting untuk dilakukan di luar ruangan. Sudah, turuti saja apa kata pemerintah”, kata beliau sambil menyaksikan televisi yang ku tahu merupakan acara berita seputar selebriti. Beberapa hari menjelang hari kemerdekaan, terasa sangat sepi. Lomba-lomba yang semula diadakan untuk ikut memeriahkan suasana hari kemerdekaan, sekarang telah ditiadakan. Mulai dari lomba kalangan tingkat Rt, Sekolah, maupun lomba semacamnya. Pedagang yang menjajakan jajanan tradisional sampai modern selalu tersedia di kampungku saat lomba 17 Agustusan berlangsung. Harga yang ditawarkan sangat beragam. Pastinya tak akan membuat dompetmu kering. Tak usah khawatir!. Kampungku juga kadang kala menjalankan tradisi “Mangan Bareng”saat acara 17 Agustusan.”Mangan Bareng”, tidak ada yang peduli mau makan dengan lauk apa, yang penting hanya terjalinnya kebersamaan, dan nuansa kemerdekaan menjadi lebih terasa. Terkadang, bisa berupa ikan mujair, atau sebangsanya. Ibu-ibu desa yang 3 tahun lalu heboh dengan acara tersebut. Ada yang sibuk mengurusi lomba, mengurus konsumsi. Di tahun itu juga begitu bahagianya diriku saat mendapatkan hadiah lomba yang sangat banyak. Menggembirakan!. Apa lagi lomba selalu diadakan malam hari. Di bulan dan tahun ini, lagi-

268


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

lagi kami semua tak dapat merasakan indahnya malam kemerdekaan dengan lomba-lomba. Tak ada yang bisa diharapkan. Kalau pun dilaksanakan lomba dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, para perangkat desa juga tidak mau menyetujuinya. Aku berinisiatif menanyakan perihal acara 17 Agustusan kepada Ayah karena beliau salah satu wakil Rt.”Semua lomba, mangan bareng ditiadakan”, kata Ayah di dalam kamar, sedang memainkan gadget miliknya. Lantas aku menggerutu kesal “Huh, ya sudahlah”. Aku tahu, ini adalah keputusan yang baik untuk kami semua dalam upaya menanggulangi wabah corona agar tidak terus mlonjak naik. Beberapa detik kemudian aku ingat, bahwa sekolah tetap mengadakan lomba. OSIS yang mengadakannya. Walaupun harus melalui lomba virtual, seluruh kelas X-XII tetap berpartisipasi dengan aktif. Aku juga tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah itu. Alasan kami untuk tetap mengadakannya agar tetap dapat produktif ditengah-tengah pandemi. Tahun ini, ada lima perlombaan, Yakni lomba musikalisasi puisi, lomba daur ulang kerajinan. lomba vlog kemerdekaan, lomba cover lagu, dan terakhir tidak boleh ketinggalan adalah lomba proklamasi. Penentuan macam-macam lomba harus melalui rapat. Menentukan apakah ada usulan lain terkait lomba, menentukan syarat lomba, serta macam lainnya. Sudah ku bilang kan, sekolahku mengesankan!. Sebenarnya, aku kurang setuju dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan kebijakan ppkm bagi para penjual di luaran yang diharuskan menurup tokonya masing-masing, seperti pada pusat perbelanjan. Berbicara mengenai salah satu jurusan di SKUBER, Bisnis Daring dan Pemasaran, memiliki hubungan yang erat sekali dengan masa sekarang. Selain segala aktivitas dibatasi, sejak adanya pandemi virus corona, banyak para pedagang atau toko, maupun pelaku usaha lainnya mengalami berbagai kerugian. Hal tersebut karena pemerintah Indonesia yang akhir akhir ini menerapkan sistem kebjakan pembatasan sosial. Seperti penutupan jalan tertentu, penutupan pusat perbelanjaan, larangan berkerumun dan sebagainya. Pemerintah ( )"&*)Ɵ-( .$ #2 1$-0. *-*) + / ( )4 - )" ) cepat dan sangat berbahaya. Alasan tersebut akhirnya menjadi momok serius bagi para masyarakat Indonesia. Dimana mereka enggan keluar rumah tanpa adanya suatu kepentingan yang

269


Selaksa Asa Meraih Cita

mendesak. Sehingga lebih senang berbelanja berbasis online. Contohnya pada online shop. Beberapa pelaku usaha GAPTEK atau kurang wawasan tentang sistem pemasaran dengan metode online, maka akan tersaingi, berujung dengan tertinggalnya “mereka” oleh pelaku usaha yang lainnya, serta tak dapat memperluas jaringan pemasaran. Pengaruh dari zaman juga sangat terasa. Bahwa sekarang, semua kegiatan maupun pekerjaan selalu melibatkan gadget. Diluncurkannya jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran ini memiliki harapan besar demi terciptanya generasi penerus bangsa yang berwawasan luas, mampu beradaptasi dengan dunia perkembangan, khususnya penggunaan media elektronik. Aku juga melihat banyak sekali para pedagang atau pengusaha yang gulung tikar. Perekonomian para masyarakat terus menerus menurun, kebutuhan harga pokok melonjak naik. Sampai merasakan yang namanya perngeluaran lebih besar dari pada penghasilan sehari-hari. Sungguh sangat miris, apalagi jika di masa seperti ini ada oknum-oknum diluaran sana yang melakukan tindak kecurangan. Pada pangan salah satu contohnya. Dari sebagian pelaku usaha yang gulung tikar, banyak juga pekerja di PHK dan berakhir menganggur. Angan-angan ingin melamar pekerjaan baru, al hasil kesulitan karena perusahaan tidak menerima karyawan dan tidak membuka lowongan. Para masyarakat terpaksa berhutang kepada orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini akan terus berlanjut selama masih dalam keadaan sebagai “pengangguran”. Lama kelamaan, tindakan-tindakan anarkis serta kriminal dapat bermunculan. Pencopetan, begal, pencurian. Yang paling parah adalah tindakan pembunuhan. Sel-sel penjara dapat penuh oleh tindakan yang tidak beradab tersebut. Apa langkah yang akan ditempuh pemerintah selanjutanya?. Akankah kejadian-kejadian seperti ini terus berlanjut?atau malah dapat teratasi dengan baik dan cepat. Bagi para pelajar seperti diriku ini, dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah yang disebabkan wabah corona, membuat kami para pelajar harus merasakan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Tentu, modal utamanya adalah gadget dan kuota. Setiap hari kami (aku dan siswa-siswi serta guru di SMK SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO) harus mengakses (** ' ǹ2 ' % -Ǻǚ / -. 0/ $) ( $ ǩ Ǩǚ Kepanjangan dari “SKUBER E-LEARNING”. Sebelum berahlih

270


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

kesana, sarana pembelajaran menggunakan Google Classroom. Disamping penggunaan BENING, Google Meet, Youtube juga $&0/ ( )% $ . - ) ' % - $. ) ǚ ) *2)'* Ɵ' Ǜ " ( -Ǜ maupun materi-materi lainnya sedikit membuatku kesulitan. Kapasitas memori yang tak seberapa besar sering kali menjadi penghambat saat belajar. Penyimpanan internal selalu penuh. Bingung rasanya harus bagaimana lagi. Hanya berada di fase harus menghapus aplikasi lain, atau tak dapat belajar. Jika pemerintah tidak sigap, tanggap nan peka akan lingkungan sekitar, terlebih kepada para rakyatnya, masalah-maalah sosial akan terus berlanjut, bahkan berpotensi munculnya masalah yang baru. Namun, disamping itu, agar tak terjadi hal-hal yang demikian, seharusnya, selain terciptanya dukungan dari pemerintah pada bantuan-bantuan sosial ekonomi, perlu adanya pertimbangan para masyarakat dalam mengelola keuangan dengan baik, terus berinovasi, dan berkreasi. Seperti pada para pelaku usaha. Mereka bisa ber inovasi dan ber kreasi dengan cara memproduksi barang yang sebelumnya belum pernah dibuat. Manfaatnya, agar masyarakat tertarik dengan produk yang telah dibuat. Setelah tertarik dan memikat, maka produk dapat dikembangan lebih luas lagi. Dengan begitu, masyarakat masih bisa melakukan kegiatan produktif saat pandemi melanda. Dalam situasi ini, pelaku usaha perlu memutar otak agar mampu menjaga bisnis tetap stabil saat skala penjualan sedang menurun. Caranya bisa dengan menyusun strategi tepat. Menurutku, mereka harus kreatif ketika melihat peluang bisnis. Singkatnya, musti pintar mengetahui masalah konsumen serta menciptakan solusi praktis, kreatif sesuai kebutuhan permintaan konsumen. Kedua, ikuti tren berbelanja konsumen. Susun rencana untuk beberapa bulan ke depan. Penyelesaian masalah bagi para pelajar sendiri adalah, hendaknya pemerintah selalu memberikan dana bantuan berupa paket kuota data, serta pemberian laptop-laptop atau komputer pada setiap sekolahan. Hal tersebut gunanya sebagai bentuk pemfasilitasan peserta didik. Mengingat masih banyak diluaran sana peserta didik kurang mampu. Mereka dituntut harus memiliki gadget maupun laptop dan komputer agar dapat belajar. Ditengah-tengah mewabahnya virus corona ini, tidak menjadi penghalang bagi aku, tentunya kita semua juga dalam melakukan kegiatankegiatan positif. Selain dari pada sekedar belajar daring, aku

271


Selaksa Asa Meraih Cita

juga pastinya mengikuti beberapa kegiatan positif menyangut pendidikan dunia dengan akhirat. Seperti mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), juga akhiratnya, yaitu Lembaga Pendidikan Dewasa (LPD). LPD adalah program pembinaan 2 . "$ /$)"& / '*) "0-0 + )" % - $- Ǩ /$ǚ 0 /0 kehormatan bagi diriku dapat mengikuti program tersebut. OSIS kami tetap berjalan sangat baik. Kendala demi kendala jika menjalankan tugas, rasanya bagai hal yal yang sudah wajar. terlepas dari pada itu, melihat begitu banyak pengaruh buruk hasil dari wabah virus corona, tentu kita semua sebagai lapisan masyarakat perlu ikut mensukseskan program dan kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah. Apabila kesadaran para lapisan masyarakat kurang, program pemerintah tidak akan pernah tercapai. Kedua belah pihak antara pemerintah-lapisan masyarakat musti ada timbal balik. Cara ikut mensukseskan program pemerintah, beberapanya selalu mengikuti anjuran pemerintah sekarang ini. Sebagaimana selalu menerapkan protokol kesehatan, menerapkan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak), menghindari kerumunan massa. Semakin aku, kamu, dan kita taat peraturan, semakin cepat wabah meninggalkan bumi pertiwi. Jangan pernah ada pemikiran “Lho, pemerintah ini bagimana, kok semua kegiatan di batas-batasi. Mau makan apa nanti kalau PPKM terus”. Cara terakhir adalah mengikuti vaksinasi. Hanya karena wabah, jangan sampai semua ikut terhambat. Tetap produktif bersamasama meskipun dari rumah. Satu langkah pencegahan aku, kamu, kita, sangat berarti bagi semua. ***

272


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

'0*-*) *). 1*6 Oleh: Virnanda Sari Suatu pagi yang cerah, Iqbal sedang asyik bermain game di gadgetnya lalu mama Iqbal berbicara kepada Iqbal, “Bal bagaimana kalau kamu sekarang belajar saja, agar nilai kamu maksimal. Mama perhatikan kamu sekarang lebih banyak main game daripada belajarnya.” kata mama Iqbal. “ Iya mama, soalnya kan sekarang lagi libur karena ada pandemi, lagian juga tidak ada PR dari sekolahan Iqbal.” sahut Iqbal. “Tetapi sebaiknya kamu juga tidak lupa belajar meskipun libur, supaya bisa berprestasi seperti kakakmu.” kata ibu Iqbal. “ Ya memang, kakak anak yang berprestasi tapi sekarang kan libur ma.” ucap Iqbal.” Ya sudah terserah kamu bal.” ucap mama Iqbal dengan sedikit rasa kesal. Lalu pada keesokan paginya, “ Iqbal, mama mau pergi keluar sebentar mau beli barang.” kata mama Iqbal.” Baiklah ma hati-hati di jalan dan jangan lupa selalu pakai masker, ” jawab Iqbal, lalu mama Iqbal pun pergi meninggalkan rumah. Pada siang harinya, sesampainya mama di rumah, “Iqbal, mama bawa sesuatu loh buat Iqbal, ” kata mama Iqbal. “Apa itu, Ma?” tanya Iqbal dengan penasaran, saat Iqbal lihat.”Loh, mana hadiahnya?” tanya Iqbal.”Ini hadiahnya, ” kata mama Iqbal. “Loh ini kan buku pelajaran, ” kata Iqbal dengan terheran heran. “Iya hadiahnya memang buku pelajaran, agar kamu lebih semangat belajarnya, ” kata mama Iqbal. 273


Selaksa Asa Meraih Cita

“Ma, aku kan sudah bilang kalau hari ini sedang libur, sebaiknya mama berikan kakak saja, ” jawab Iqbal dengan nada suara agak kesal. Kemudian, mama Iqbal mencoba berbagai cara untuk membuat Iqbal belajar, tetapi Iqbal tetap tidak ingin belajar dan malah berkata, “Sudahlah, Ma. Tidak usah berusaha untuk membuatku belajar berikan saja kepada kakak pasti kakak menerimanya dengan senang hati.” Akhirnya mama Iqbal menyerah dan memberikannya kepada kakak dan seperti dugaan Iqbal kakak menerima buku pelajaran tersebut dengan senang hati. Saat mama Iqbal sudah memberikan buku pelajaran kepada kakak, Iqbal berkata dalam hati.”Ngapain sih belajar nanti juga naik kelas lalu pelajarannya ganti jadi percuma belajar.” Saat malam hari, ketika Iqbal tidur ia bermimpi sedang mengambil rapot di sekolahan, Iqbal melihat mamanya sedang menangis lalu ia mendekatinya, “Ma, kenapa menangis?” tanya Iqbal. “Ini lihat rapormu, ” jawab mama sambil meneteskan air mata. Iqbal mengambil dan melihat rapornya, Iqbal terkejut saat melihat nilanya turun semua dan yang lebih memngejutkan lagi terdapat tulisan “tidak naik kelas” kemudian Iqbal terbangun dari tidurnya.”Untung itu hanya mimpi, ” kata Iqbal sambil agak terkejut setelah mimpi tersebut dan akhirnya bangun tetapi Iqbal tidak memberi tahu kepada siapapun soal mimpi tersebut. Iqbal bergumam dalam hati, “Nanti misalnya aku ceritakan ini pasti nanti semuanya berkata itu karena kamu tidak pernah belajar pasti berkata begitu.” Akhirnya Iqbal bangun dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Tanpa terasa hari sudah berlalu dengan cepat hingga tibalah waktu siang, tiba-tiba Iqbal teringat mimpi tersebut dan berpikir dalam hati, “Apa benar aku bermimpi seperti itu karena tidak belajar, tidak mungkin pasti karena aku terlalu memikirkan tentang belajar sebaiknya aku lupakan saja, hari sudah larut malam.

274


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Iqbal dan keluarga semua sudah tertidur tiba-tiba Iqbal bermimpi lagi, kali ini ia berada di sekolah sedang mengikuti ujian di sekolah. Semua murid di sekelilingnya sedang menghadap ke kertas ujian dan Iqbal sangat terkejut ketika melihat kertas ujian dipenuhi soal- soal yang Iqbal belum pelajari, lalu tiba-tiba terdengar suara guru yang berbicara bahwa waktu mengerjakan kertas ujian telah selesai ketika mendengar kata-kata tersebut Iqbal terkejut dan dicampur rasa takut karena belum mengerjakan kertas ujian karena takut tibatiba Iqbal terbangun dari tidurnya dan Iqbal sangat terheranheran karena mimpi tersebut dan mimpi sebelumnya keduanya berkaitan dengan belajar tetap Iqbal tidak memedulikannya dan berkata, ”Pasti hanya kebetulan.” Akhirnya Iqbal bangun dari tempat tidurnya dan melakukan aktivitassnya tanpa memberi tahu kedua mimpi tersebut kepada siapa pun. Hari sudah malam dan Iqbal sudah bersiap untuk tidur tiba-tiba Iqbal berpikir, “Bagaimana kalau nanti saat tidur aku bermimpi tentang belajar lagi, baiklah kali ini aku bertekad untuk tidak bermimpi yang berhubungan dengan belajar, tapi bagaimana caranya aku tahu, caranya aku tidak akan tidur.” Malam berlalu sangat lama bagi Iqbal akhirnya Iqbal pergi untuk melhat jam di ruang tamu dan ternyata jam menunjukkan masih jam sepuluh malam dan saat Iqbal kembali ke kamarnya Iqbal merasa sangat mengantuk hingga susah untuk membuka mata, dan akhirnya Iqbal tertidur di atas kasurnya dan terkejut saat bangun dari tempat tidurnya karena bermimpi yang berhubungan dengan belajar lagi, setelah mimpi itu Iqbal ingin berbicara kepada mamanya tetapi nanti mama pasti bilang itu tandanya harus belajar, padahal kan sekarang lagi di rumah karena pandemi, akhirnya Iqbal tidak bilang mimpi itu pada siapapun. Malam berikutnya Iqbal sedang tidur dan terbangun dengan kaget karena bermimpi seperti malam kemarin lagi, lalu pada malam berikutnya dan malam berikutnya Iqbal bermimpi seperti itu lagi dan ketika sarapan muka Iqbal terlihat resah, Mamanya pun akhirnya bertanya, “Iqbal ada apa, apa kamu sakit?” “Enggak apa-apa kok ma Iqbal tidak sakit, ” jawab Iqbal dengan sedikit rasa gelisah 275


Selaksa Asa Meraih Cita

Akhirnya, pada siang hari Iqbal sedikit takut akan bermimpi seperti itu lagi, Iqbal pun pasrah dan memberi tahu mimpimimpi tersebut kepada kakaknya, dan sesuai dugaan Iqbal kakaknya berbicara itu tandanya Iqbal harus belajar, “Tapi kan kak sekarang libur karena ada wabah virus corona yang menyebabkan semua sekolah di liburkan, ” kata Iqbal. “Meskipun begitu kan, Iqbal harus tetap belajar supaya menjadi anak yang pandai dan berprestasi seperti kakak.” kata kakak Iqbal. “Memangnya kalau aku belajar bisa seperti kakak yang pandai, rajin, dan berprestasi?” tanya Iqbal. “Iya pasti bisa dong, makannya kamu dari sekarang harus rajn belajar agar dapat prestasi di sekolahan kamu, serta bisa membuat mama bangga akan prestasi yang kamu dapat.” kata kakak. “Tapi kan kak. . . . .” sahut Iqbal “Iqballl. meskipun begitu, mama juga belajar loh sama seperti Iqbal masa Iqbal tidak mau belajar.” kata kakak Iqbal. “Mama memangnya juga belajar kak? Kenapa Iqbal tidak pernah melihat mama belajar?” tanya Iqbal. “Mama belajar saat kamu bermain gadget, kakak melihat sendiri ke kamar mama dan saat itu mama sedang belajar online, ” jawab kakak Iqbal. “Baiklah kak, tetapi Iqbal mau bertanya apakah kuliah itu membutuhkan anak yang pintar kak.” tanya Iqbal “Loh makanya sejak dini kamu harus giat belajar agar bisa kuliah dan mudah untuk mencari pekerjaan.” jawab kakak Iqbal. Akhirnya Iqbal sadar dan bilang terima kasih kepada kakaknya dan pergi ke mamanya dan berkata “Maafkan Iqbal ya ma. Mulai sekarang Iqbal akan berusaha belajar dengan giat.” Sembar memeluk mamanya dan meminta maaf, sejak hari itu ada waktu luang Iqbal selalu mengisi waktu tersebut dengan belajar dan membaca di rumah. *** 276


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

277


Selaksa Asa Meraih Cita

278


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

279


Selaksa Asa Meraih Cita

280


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

281


Selaksa Asa Meraih Cita

282


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

283


Selaksa Asa Meraih Cita

Libur Sekolah di Masa Pandemi Melanda Oleh: Anggie Aprilia Desember 2019 sekolah diliburkan karena dunia telah dihebohkan oleh penemuan virus baru dari china. Pertama libur sekolah saya sangat senang, saya di rumah bermain game, nonton TV, bersenang-senang di rumah. Setelah di rumah saya keluar untuk berolahraga bersama teman-teman saya, saya dan teman-teman saya lari sore dan bermain badminton. Saya sangat bergembira saat olahraga dengan teman-teman saya. Setelah berolahraga saya pulang, setelah sudah sampai di rumah saya disuruh ibu saya untuk membeli cabai dan kelapa, saya pun pergi naik motor untuk membeli yang disuruh ibuku tadi, setelah membeli semua saya pun pulang dan mengasihkan belanjaan tadi ke ibu saya. Setelah itu saya mandi sesudah mandi saya nonton tv bersama keponakan saya yang berumur 4 tahun, sesudah saya nonton tv saya pergi ke kamar dan bermain game, gamenya sangat seru sekali sampai saya mau lupa kalau sekarang sudah lewat jam 15.50 saya pun bergegas mengambil air wudhu dan sholat Ashar, sesudah sholat Ashar saya disuruh ibu untuk bermain dengan keponakan saya, hari pun mulai gelap saya, keponakan dan ibu saya pergi masuk rumah. Adzan pun mulai bergema saya pun pergi mengambil mukena di kamar dan pergi ke masjid sampai di sana saya bercerita dengan teman-teman saya di samping kiri tempat wudhu, Imam masjid mulai masuk masjid. Saya dan temanteman saya pergi mengambil wudhu dan memakai mukena sesudah memakai mukena saya dan teman-teman masuk masjid dan melakukan sholat berjamaah, selesai sholat saya pulang ke 284


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

rumah, sesampai di rumah saya menaruh mukena ke kamar setelah itu saya pergi menonton TV, sudah hampir mau jam 00.00 saya pun sudah pergi ke kamar dan tidur. Keesokan harinya, saya bangun tidur setelah itu saya merapikan kasur dan menyapu semua lantai sesudah menyapu saya mengambil pakaian kotor dan mencucinya. Setelah mencuci baju saya, sambil menunggu baju kering saya mengambil ponsel dan bermain game 2 jam setelah capek bermain game saya pergi keluar untuk bertemu dengan teman-teman saya, dan saya mengajak mereka jalan-jalan dan akhirnya mereka mau saya dan teman-teman pun pergi jalan-jalan, sesudah jalan-jalan saya dan teman-teman makan bersama-sama dan bercerita tentang pandemi dan juga masa kecil. Kami sangat senang sampai ketawa tawa saat menceritakan masa kecil kita masing-masing. Sesudah itu kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing sampai di rumah saya pergi kekamar mandi umtuk mecuci kaki dan tangan setalah itu mengambil piring untuk makan, tiba-tiba saat saya makan tersedak dan saya lari minum dan meminumnya dan akhirnya sudah lega tidak tersedak lagi. Setelah makan saya tidur siang dan sudah tidur siang saya pergi keluar untuk bermain dengan teman-teman saya dan teman-teman saya sedang menonton drakor sampai jam 14.36 sesudah menonton drakor saya dan teman-teman mengambil badminton dan tapi saya memutuskan untuk pulang lebih dulu dan salat salat saya pergi melihat teman-teman saya bermain badminton. Sampai sore, semua pulang ke rumah sampai rumah saya pergi mandi setelah HP sebentar dan pergi ke masjid untuk salat Magrib berjamaah selanjutnya bertemu dengan teman saya dan menunggu Imam, setelah beberapa menit imampun datang dan kami semua mulai salat berjamaah sudah salat berjamaah saya pulang ke rumah dan makan. Setelah itu saya menonton TV dan main hp sampai larut malam, dan saya pergi ke kamar untuk mendengarkan musik lama kelamaan saya mulai mengantuk dong saya matikan lampu dan tidur. Keesokan harinya deringan alarm telah membangunkanku, aku pun bergegas untuk wudhu kemudian sholat subuh setelah sholat saya merapikan tempat tidur lalu mandi dan berpakaian.

285


Selaksa Asa Meraih Cita

Lalu aku sarapan kemudian mengikuti sekolah online atau daring. Tahun 2021 pun sudah tiba tapi pandemi belum selesai dan ditahun ini virus semakin meningkat,berbagai rumah sakit full dengan pasien yang terkena corona dan juga angka kematian pun meningkat drastis.Setelah itu banyak berita tentang pekerja yang kena phk,penghasilan pedagang menurun dan sekolah atau proses belajar mengajar dilaksanakan melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online dengan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Belajar dari rumah juga dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19. Tapi lama kelamaan saya sangat bosan belajar di rumah, aku ingin belajar di sekolah, aku ingin bertemu teman-temanku disekolah, aku kan bermain dengan mereka. Tapi harus kusadari, semua aturan ini untuk kebaikan kita semua, dengan tetap di rumah, belajar di rumah, bekerja dari rumah, beribadah dari rumah dapat memutus rantai penyebaran virus corona, karena virus ini sangat berbahaya begitu menyebar bahkan pada orang yang kelihatan sehat. Sudah hampir satu tahun di rumah tapi kegiatanku cuma makan,tidur, main hp dan membantu orang tua tapi sekarang saya harus mencoba keterampilan baru saat pandemi seperti ini biar tidak jenuh di rumah. Aku menghabiskan waktuku mencoba mendapatkan keterampilan baru pada liburan lalu. Awalnya aku tidak mengharapkan apapun karena orang tuaku masih sibuk dengan pekerjaannya. Aku sedang berbaring di tempat tidur ketika tiba-tiba sebuah ide muncul di benakku. Aku membeli beberapa item dari toko online dan barang tiba dengan selamat. Barang yang aku beli adalah jarum dan benang rajut. Aku menonton beberapa video merajut untuk pemula di internet dan aku sangat ingin mencobanya sendiri. Awalnya agak bingung tapi aku berusaha untuk terbiasa. Kemudian itu terasa menyenangkan untuk dilakukan dan aku menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan jahitan kecil. Aku menikmati waktuku merajut dan orang tuaku bertanya apa yang aku lakukan. Aku memberi tahu mereka 286


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

bahwa aku belajar merajut dan mereka senang melihat aku menikmati waktuku. Aku membantu ibuku memasak untuk makan malam setelah selesai memasak aku langsung menyapu halaman rumah, mencuci piring bekas memasak, mencuci baju, membereskan rumah dan lain-lain.Setelah semua pekerjaan rumah selesai ,aku bergegas untuk mandi dan siap siap sholat magrib dan isya berjamaah di masjid setelah sholat isya selesai aku langsung pulang dan sampai dirumah aku menaruh mukenah di kamar lalu pergi ke kamar mandi buat cuci tangan dan kaki setelah itu aku mengambil piring untuk makan malam bersama orang tuaku. Keesokan harinya, aku melanjutkan rajutan karena aku merasa itu semakin menarik. Aku mencoba merajut slay leher karena aku tidak mempunyainya. Terkadang, aku membuat kue dan menonton drakor agar aku tidak merasa bosan. Bertahun tahun sampai kini sudah beranjak tahun 2021 tetapi virus corona tak kunjung selesai,dan tahun 2021 makin parah sampai ada pemberlakukan ppkm darurat disemua daerah.Indonesia makin miris dengan kematian pasien covid yag mencapai 120rb orang yang meinggal dunia dan kasus covid mencapai 3,89 juta. Saya berharap di tahun 2022 virus corona sudah hilang dari muka bumi ini,aktivitas menjadi normal,sekolah sekolah bisa dibuka secara normal dan bisa belajar di sekolah lagi. ***

287


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Aulia Azizanuari Dikarenakan adanya pandemi virus corona atau covid-19, Indonesia menerapkan sistem bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Seluruh kegiatan dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja karena virus ini dengan cepat dapat menginfeksi banyak orang dan dapat menyebabkan kematian , begitu juga dengan kegiatan belajar mengajar, mulai dari siswa maupun kalangan mahasiswa dianjurkan untuk belajar dari rumah dan tugas di berikan oleh guru-guru melalui online. Sudah banyak tugas yang diberikan oleh guru dan saya mengerjakan satu per satu kemudian mengumpulkannya. Walaupun diberi waktu untuk mengumpulkan, tetap saja tugas saya menumpuk karena saya sering menunda untuk mengerjakannya. Setelah selesai mengerjakan, sudah ada tugas baru lagi yang diberikan. Tugas yang diberikan ada yang melalui aplikasi belajar dan ada juga yang melalui wa. Apabila tidak bisa mengerjakannya atau saya belum mengerti saya biasanya melihat internet dan membaca buku paket yang telah diberikan dari sekolah. Dan saat mengerjakan tugas matematika, saya kadang meminta bantuan ibu saya untuk mengerjakannya karena ada materi yang kurang saya mengerti. Saya tidak terlalu senang dalam pelajaran matematika. Tetapi jika kita tahu rumusnya itu dapat memudahkan kita dalam mengerjakannya. Dan terkadang contoh soal dan soal latihan itu berbeda. Dalam mengerjakannya kita harus teliti karena jika salah tanda atau salah hitung, jawaban yang di dapat akan berbeda. Belajar di rumah sedikit menyenangkan karena 288


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dapat mengerjakannya sambil bermain. Tetapi juga terkadang membosankan karena banyaknya tugas yang diberikan. Kami mulai belajar dari rumah sejak 16 Maret 2020 terhitung sudah 1 tahun lebihi belajar di rumah. Awalnya kebijakan work from home hanya ditetapkan 2 minggu tetapi diperpanjang dikarenakan wabah virus ini semakin parah. Dikarenakan virus ini saya dan keluarga jadi sering menghabiskan waktu bersama dan kadang juga saya meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Setelah mengerjakan tugas yang sudah diberikan biasanya saya langsung menonton tv atau bermain hp. Banyak orang yang mengeluh karena sekolah online dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan dan waktu yang dikumpulkan terlalu cepat. Setiap hari selalu ada tugas baru yang diberikan, dan saya biasanya tidak langsung mengerjakannya karena saya masih mengerjakan tugas yang sebelumnya. Jika semua tugas saya sudah selesai dan tidak ada yang bisa saya kerjakan jika tidak bermain hp biasanya juga saya membuat kue dan dibantu oleh ibu. Dan terkadang juga saya bermain game online. Dan juga belajar dari rumah kadang membuat saya bosan, saya merindukan teman-teman. Tetapi keadaan sangat tidak memungkinkan. Saya harap keadaan cepat pulih dan kembali seperti semula. Pada tanggal 26 Juni 2021 sahabat saya pun akhirnya positif Covid-19, saya sangat sedih sekali mendengar kabar tersebut. Pada saat itu kita gak bertemu hampir satu bulan lebih. Biasanya kita yang stiap hari main kerumah salah satu dari kita tapi semenjak dia kena Covid-19 kita jarang ketemu, bahkan tidak pernah sama sekali. Setelah dia sembuh kita ketemu lagi dan dia cerita tetntang pengalaman dia saat positif Covid-19. Dan dia mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati lagi. Nah sehabis saya mendengar cerita dari sahabatku tadi saya pun untuk lebih mentaati protokol kesehatan seperti cuci tangan, jaga jarak, dan selalu pakai masker kemana pun saya pergi. Aku sungguh berharap permasalahan Covid-19 ini dapat segera menemukan titik akhir. Aku sedih ketika melihat berita di televisi banyak orang yang terinfeksi, bahkan meninggal. Aku sedih mendengar ibu cerita bahwa harga kebutuhan seharihari naik dan langka. Aku sedih mendengar temanku yang ayahnya penjual mi ayam, sepi dagangannya hingga mereka makan mi ayam setiap hari agar tidak basi. Tetapi, aku hanya

289


Selaksa Asa Meraih Cita

bisa berharap dan berdoa, semoga cobaan ini segera berlalu. Pandemi ini diawali dengan munculnya virus baru di Wuhan China yang penyebarannya begitu cepat dan virus ini sementara diduga akibat makanan penduduk China yaitu kelelawar yang tidak diolah dengan benar. Cara menanggulangi nya hanya dengan satu cara yaitu menerapkan protokol kesehatan dan selalu berjaga jarak namun di Indonesia sendiri tidak banyak orang yang menerapkan alhasil sampai saat ini Indonesia menjadi negara tercepat dengan kasus Covid-19 di Asean. Maka dari itu kita harus tetap berjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan sampai wabah ini selesai dan ditemukannya vaksin untuk virus ini. Dan pada akhirnya vaksin pun sudah ada dan tiap desa di adakan vaksin dengan kuota terbatas. Saat ini vaksin sangat penting sekali buat menambah imun $. / + ) ($ & 4 & "$)$ǚ ) . -/$Ɵ& /)4 1 &.$) +0) %0" penting sekali untuk mengurus surat-surat. Sekarang apa-apa # -0. .0 # ( (+0)4 $ . -/$Ɵ& / 1 &.$) ($)$( ' . /0 & '$ǚ $& /$ & ( (+0)4 $ . -/$Ɵ& / 1 &.$) &$/ +0) %0" .0. # 0)/0& kemana-mana dan mengurus lain-lain. Tetapi vaksin pun juga tidak menjamin kalau kita bakal bebas dari Covid-19. Di luar sana banyak juga orang yang sudah vaksin tapi masih juga terpapar Covid-19. Jadi semua itu tergantung pada kita masing-masing bagaimana cara kita menjaga tubuh kita dengan baik atau tidak. Jika imun kita lemah maka dengan cepat juga kita terpapar virus Covid-19. Begitu pun saat Lebaran, 2 tahun lebaran ini kita semua bersilaturahmi secara digital. Sebagaimana banyak komunikasi lain yang terjadi di masa pandemi ini, bersilaturahmi dengan keluarga dan teman di saat Lebaran juga bisa dilakukan secara digital. Saat ini sudah ada begitu banyak aplikasi dan layanan teknologi yang memungkinkan kita bisa tetap bersua dengan *- )"DZ*- )" 4 )" % 0# . - Ɵ.$&ǚ $ & # )4 -&$-$( + . ) lewat teks afau menelpon yang hanya bisa berbagi suara, layanan panggilan video kini sudah begitu banyak tersedia. Mulai dari panggilan video di WhatsApp, Zoom, Skype, Google Meet, dan lain-lain. Dengan perantara teknologi, kita tetap bisa berkumpul bersama orang-orang terkasih dan menghidupkan suasana khas Lebaran yang mungkin tidak bisa sepenuhnya kita rasakan. Di berbagai kebudayaan masyarakat muslim dunia, termasuk Indonesia,

290


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Lebaran merupakan waktu berbagi angpau maupun hadiah kepada sanak saudara. Biasanya, uang atau hadiah akan diberikan secara langaung saat berkumpul. Namun, karena perkumpulan semacam itu sedikit sulit terwujud di masa pandemi, maka sebagai gantinya kota bisa mengirimkan hadiah kepada saudara melalui pengiriman barang. Kita bisa membeli hadiah yang akan kita berikan secara online, kemudian barang yang dipesan bisa segera di antar langsung ke alamat masingmasing penerima. Ingat, sudah ada banyak sekali platform belanja online yang memungkinkan kita untuk membeli berbagai hal, hingga dari ponsel saja. Dengan begitu, keceriaan Lebaran bisa tetap kita bagikan dan keamanan diri juga bisa tetap kita jaga. Begitupun dengan sholat Id, Di saat kita terbatas untuk berkumpul bersama keluarga besar atau tidak leluasa seperti sebelumnya dalam melaksanakan shalat Id berjamaah, sesungguhya kita masih bisa tetap menjalankan banyak hal terkait dengan sunah Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini tentu bisa dilakukan meski kita hanya berada di dalam rumah saja. Kita doakan semoga aja secepatnya pandemi ini akan cepat berakhir biar kita semua bisa erkumpul-kumpul kembali seperti dulu bersama keluarga dan teman-teman. ***

291


Selaksa Asa Meraih Cita

Anak Terakhir Oleh: Aulia Maya NP.

Di dalam satu keluarga ada seorang ibu dan anak terakhir, mereka tinggal berdua di dalam rumah kecil mereka, sang ibu berjualan dan sang anak masih sekolah di bangku kelas 11 SMK. Ini adalah cerita ku di saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ibu saya bekerja sebagai penjual es kelapa muda di pinggir jalan dan ibu saya punya penyakit yang cukup serius yaitu epilepsi dan tumor tulang di kepalanya. Pada saat menjelang sore ( - & 0 0& $ + ) /$Ɵ ) . )" ) & -/ )4 & $ 0)4 .“ Ibu gimana jualannya? Laris? “ sang ibu hanya terdiam dan tersenyum melihat anak nya. “ Ibu jualannya sepi ya?, “ sang ibu menjawab “ Iya nak, karena pandemi ini ibu jualannya sepi tidak seperti biasanya” “ Tidak papa ibu rejeki kan sudah ada yang mengatur” sang ibu tersenyum melihat anak nya yang pintar dan ibu pun beranjak untuk kedapur dan memasak makan malam “ Ibu masak apa hari ini? “ .“ Masak kesukaan kamu “ sang anak sangat senang , waktu berlalu mereka pun makan bersama masa masa indah setiap harinya tetapi tidak malam ini ibu ku penyakitnya kambuh karena kecapean dan sering mikir dan pada waktu itu sudah jam 3 dini hari aku bingung minta tolong kepada siapa karena masih dini hari dan jarang ada orang yang bangun. Ibuku masih mengalami epilepsinya aku panik dan ketakutan . “ Bagaimana aku nyari bantuan, disini tidak ada orang “ dengan inisiatif ku sendiri aku pergi ke rumah kakak ku yang ada di candi jadi jam 3 dini hari aku mengendarai sepeda motor ku dari buduran ke candi karena aku pada waktu iti tidak punya handphone aku tidak bisa menghubungi siapa, penyakit ibu tambah parah epilepsinya aku pun harus 292


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

memberanikan diri kesana, sambil menangis aku berkata “ Ya Allah lindungilah aku di perjalanan ini aku takut semoga kakak ada di rumahnya “ dengan kecepatan yang cepat aku pun sudah sampai di rumah kakak ku aku mengetuk pintu rumahnya “ Kak assalamualaikum “ “seseoranv membuka pintu yah benar itu kakak ku “ Loh dek kenapa? “ muka sang kakak terheran heran “ ibu ibu penyakitnya kambuh “ “ Apa!! “ Dan pada saat itu aku dan kakak ku langsung menuju kerumah. Sesampainya dirumah ibu masih belum sadarkan diri aku masih ketakutan kakak ku mencoba membangunkan ibu tapi nihil. Pagi pun tiba tapi ibu belum sadarkan diri juga aku menangis di dalam hati aku berkata, “ Aku tidak mau kehilangan ibu “ “ Ini sudah tidak bisa dibiarkan ayo kita bawa ibu ke rumah sakit “. Kita berdua membawa ibu kerumah sakit bersama , disana kakak ku menelfon kakak kedua ku karena dia masih bekerja. “ Halo agung ibu sakit cepat kesini “ kak Aris pun menutup telfonnya “ Sudah 8 jam ibu masih mengalami epilepsinya aku takut bila ibu tidak bisa mengenaliku lagi. Oh iya penyakit ibu sudah 5 tahun lamanya jadi tumor di otak nya sudah berkembang lumayan besar sehingga menggerogoti otak bagian depan nya sebab itu ibu mengalami epilepsi dan hilang ingatan sementara setelah epilepsi. Aku sangat sedih ibu menderita penyakit ini dua bulan sekali atau satu bulan sekali ibu pasti kambuh sampai aku kadang merasa tidak enak sama tetangga. Sebagai seorang anak terakhir aku yang bertugas menjaga ibu di rumah sakit aku menyuapinya aku membersihkan badannya, semua aku yang urus kakak ku hanya bertugas bayar dan memberikan aku makan setiap hari terkadang aku pesan makanan dari aplikasi pesan antar aku pesan apa yang disukai sama ibu aku ingin membahagiakan ibu meskipun itu hal kecil aku suka bila ibu tersenyum 3 bulan kemudian Sudah 3 bulan berlalu tetapi pandemi ini tetap tidak berhenti aku khawatir karena semakin hari jualan ibu semakin tidak laku karena jarang ada orang keluar rumah.seperti biasa ibu pun masih punya penyakit itu setelah 3 bulan ibu memutuskan untuk operasi tumor nya sekitar satu bulan ibu bolak balik rumah sakit untuk periksa sebelum operasi ibu sebenarnya sangat takut tapi aku menyakinkan ibu. Kita adalah orang yang tidak punya apa apa jadi aku mengurus surat untuk keringanan biaya operasi

293


Selaksa Asa Meraih Cita

dikarenakan ibu belum mempunyai BPJS aku sungguh resah semua harus aku yang melakukan nya mungkin itu kewajiban ) & / - &#$- 0)/0& ( - 2 / *- )" /0 )4 ǚ # -$ 0(Ǩ / $ 0 di telfon oleh pihak rumah sakit untuk operasi kita pun bergegas ke sana aku mengemasi barang barang ku dan ibu kita ke sana naik gocar karena tidak bisa pakai sepeda motor aku juga takut bila. Ibu kepanasan setelah sampai sekitar 3 jam kita menunggu untuk di panggil sama perawatnya , dan akhirnya ibu di panggil 0)/0& ơ - & -0 )" ) - 2 / ) - & ) % )/0)" . / ' # semuanya selesai aku segera merapikan pakaian ku bersama ibu di loker kamar rumah sakit . Setelah malam tiba ada perawat yang bilang ke ibu “ Buk rambut ibu panjang ya?” aku menjawab “Iya suster kenapa ya?” “ oh ya ibu besok kan ibu mau oprasi ya rambutnya harus digundul terlebih dahulu karena operasinya di bagian kepala” aku yang mendengar itu melihat ke arah ibu aku tidak tega untuk memotong rambutnya akupun menelfon kak Aris untuk ke rumah sakit dan juga membawa gunting. Kakak pun sudah datang “ kak bawa guntingkan soalnya rambut ibu harus di potong” “ Iya bawa kok “ aku membangunkan ibu dan kakak segera memotong rambutnya aku melihat itu hatiku sangat sedih sekali aku berbicara di dalam hati “ Ya Allah ibu ku yang cantik sekarang udah tidak ada rambutnya “ ,aku ingin menangis saat itu juga tapi aku tahan karena aku tidak mau terlihat lemah oleh ibu . Ibu melihat ku dan tersenyum “ Ibu cantik ga? “ aku menjawab “ Wuhh ibu sangat cantik sekali “ ,aku tertawa palsu. Setelah di potong habis ibu memakai kerudung agar menutupi rambutnya yang botak, “ Duh udah botak ni, tapi kan masih tetap cantik ibu kan nduk” aku tertawa , ibu harus berpuasa sebelum oprasi besok karena bila oprasi tidak boleh dalam keadaan perut kenyang. Keesokan harinya Aku terbangun jam 6 karena ada perawat datang dan mengajak ibu untuk bersiap siap ibu pun bersiap siap. Aku mengantarkan ibu ke ruangan ganti baju dan membantunya melepas baju setelah itu aku mengantar ibu ke ruang tunggu oprasi itu adalah kali terakhir aku bicara dengan ibu aku ingin menangis tapi aku menguatkan hatiku, aku menelfon para kakak ku untuk segera menuju kerumah sakit kak Agung datang terlebih dahulu . 5 jam berlalu ibu sudah keluar dari ruang oprasi dan langsung di bawa

294


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ke ICU aku melihat ibu sudah keluar dan beehasil oprasi aku sangat bahagia, aku dan kaakk ku mengantar ibu ke ICU setelah itu kita disuruh menunggu untuk bicara dengan dokter, “ Dengan keluarga ibu Markhamah? “, aku pun berdiri “ iya dokter, apa yang mau dibicarakan ? “ kita pun duduk aku bersama dengan kakak ku dan membicarakan bila oprasinya tidak ada kendala sama sekali. Dokterpun memberikan hasil oprasi yang tadi yaitu tumor yang ada di kepala dan tulang tengkorak bagian depan, aku bahagia sekali bila oprasi ibu berjalan dengan lancer dan penyakitnya sudah terangkat aku pun bersiap untuk pindah ke ruang tunggu ICU karena bila sewaktu-waktu di panggil untuk membeli apapun aku siap. Sudah lebih dua minggu aku berada di ruang tunggu ICU dan ibu dinyatakan koma karena tidak ada perkembangan ibu juga masih mengalami epilepsinya setelah 3 minggu ibu koma akhirnya ibu membuka matanya untuk pertama kali setelah oprasi aku tidak bisa mendengar ibu karena oksigennya ada di tenggorokan aku hanya berdoa kepada ALLAH SWT untuk segera menyembuhkan penyakit ibu dan segera pulang ke rumah setelah ibu dinyatakan sehat dua hari ibu dipindahkan ke ruang HCU karena akan masih di pantau aku sudah senang karena disitu ibu sudah mengerti apa yang aku katakan aku menyuapinya dengan susu tapi tidak dari mulut tetapi hidung karena di tenggorokan nya ada selang oksigen jadi perawat memberikan selang di hidung langsung ke perutnya agar memudahkan untuk makan “ ibu, ibu tau kan aku siapa?aku maya anak ibu” ibu mengangguk pelan. Disitu ibu mengatakan sesuatu tapi aku tidak mendengarnya “ Apa yang ibu katakana?” ibu terus menjelaskan tetapi aku sama sekali tidak paham apapun . aku tertawa sejenak karena aku tidak mengerti apa kata ibu, ibu juga disitu ikutan ketawa itu adalah senyuman terakhir yang aku lihat di wajah ibu. Aku senang dan aku mengecup pipi ibu. Malam pun tiba aku tidak bisa tidur karena di ruang ini sangatlah dingin aku sama sekali tidak bisa tdr aku tdr di kursi karena tidak boleh tidur dibawah “ huh dingin sekali disini ini sudah jam berapa yah ? “ Aku melihat jam yah disitu sudah terlihat bahwa sekarang adalah jam 3 dini hari. Aku ingin menghangat kan badan ku tapi aku tidak mau meninggalkan ibu sendirian tapi lama kelamaan semakin dingin aku tidak kuat aku pun keluar sebentar dan kembali lagi, setelah itu aku mencoba tidur dengan duduk yah memang rasanya tidak enak sekali tapi

295


Selaksa Asa Meraih Cita

bagaimana juga ini terpaksa. Waktu menunjukkan pukul 5 pagi aku segera bangun untuk cuci muka dan sikat gigi pagi hari susui untuk ibu datang karena ibu tidak bisa makan lewat mulut. Aku segera mwmeberikan susunya agar ibu tidak lapar. 3 hari berlalu Sudah 3 hari ibu di ruang HCU rasanya aku tidak bisa menghitung hari lagi karena sekitar satu bulan penuh aku hanya di rumah sakit ,setelah dirasa membaik ibu di pindahkan keruang biasa karena ibu sudah bisa di ajak mengobrol pada malam hari ibu dipindahkan keruang biasa aku memandikan itu pada pagi harinya karena aku ingin melihat ibuku yang cantik dan wangi setelah aku mandikan aku mengganti bajunya serta memakaikan parfum aku sangat bahagia ibu ahirnya bisa di ruang biasa aku mencium pipi ibu dengan lembut dan aku berharap agar ibu + / . ( 0# ) - &/$Ɵ/ . . + -/$ $ . )4 Ǜ ǩ # .0 # saatnya ibu minum susu ni “ aku pun membuatkan susu untuk nya “ Ibu sekarang minum susu dulu ya” aku tersenyum ke ibu ibu pun mengangguk pelan setelah susunya habis aku mencuci gelas nya lagi aku bersiap untuk makan karena aku lapar sekali karena semalam aku tidak makan . Menjelang sore hari aku duduk duduk di pan untuk menghirup udara segar aku sangat rindu di rumah aku sangat rindu masakan ibu sangat sekali aku berdoa lagi agar ibu sembuh dengan cepat dan bisa kembali kerumah seperti dahulu lagi bahagia bersama aku. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran ku pada hari itu aku sangat stress sekali sehingga aku menangis ,“ Aku capek aku capekk aku ingin kek dulu “ dengan menangis sesenggukan dan menatap ibu “ Kenapa ini terjadi sama aku, aku ingin seperti keluarga lain aku capek di rumah sakit terus aku capekk aku ingin pulang dan tidur nyenyak “, di situ pikiran ku memang kacau sekali aku tidak tau lagi kenapa aku bilang seperti itu tapi aku tidak menyangka Allah mendengarkan doa ku tapi dengan cara berbeda tetap saat itu adalah patah hati terbesarku Pagi sudah tiba aku bangun jam 4 pagi dan menyuapi ibu susu sesudah itu aku menyeka wajahnya suster pun datang tapi di saat itu ibu sesak nafas dan jantungnya berdegup kencang satu kata dan itu adalah kata terakhir yang aku dengar, “ Aku ingin /0-0) &0 $)"$) /0-0)Ǫ ǩ % )" ) $ 0 ) )/$ $ 0 % /0# % )" ))Ǩ ǩ

296


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Aku ingin turun “ .“ Tidak ibu harus berbaring saja nanti tekanan darahnya naik” dan pada saat itu ibu sesak nafas nafasnya perlahan lahan pendek dan jauh aku melihat ibu yang di pasang banyak alat aku gemetaran takut setelah nafas ibu berhenti perawat mwngeceknya dan berkata kepadaku, “ Mbak yang tabah ibu anda sudah meninggal “ di saat itu hatiku remuk sekali sangat hancur aku yang menyaksikan ibuku sendiri meninggal di depan ku aku orang pertama yang tau ibu meninggal disaat itu aku langsung menangis sekuat kuatnya “ Ya Allah bukan ini yang hamba minta aku tidak mau ibu emninggal ya Allah “ aku menangis histeris aku mencoba menelpon semua keluarga tapi tidak ada yang angkat telfon aku menelfon kakak lebih dari 16 kali aku sangat bingung disitu ibu sudah di tutupin kain “ ibu aku rindu ibu kenapa pergi, aku tidak mau ibu seperti ini aku minta maaf aku telah menjadi anak yang tidak nurut aku ingin ibu kembali tolong ya Allah” aku di sana semakin histeris dan jam 7 tiba kakak ku sudah bisa di telfon “ Halo kak ibu meninggal cepetan kesini aku sendirian “ ,bayangkan saja kalian melihat ibu kalian meninggal dihadapan kalian dan kalian tidak ditemani siapapun aku saat itu masih ber usia 15 tahun aku melihat itu sendiri dan tidak ada pelukan. Aku memeluk ibu aku tidak kuasa melihat wajahnya yang lemah tidak bernyawa ini aku sangat merasa bersalah aku tidak bisa menjaga ibu dengan benar.yah aku sekarang adalah anak yatim piatu aku sekarang tinggal bersama kakak ku aku bersyukur aku masih punya kakak yang sayang padaku , teman-teman bila anda membaca ceritaku ini ingat patuhlah kepada kedua orang tua kalian sayangi mereka jangan membantah dan bahagiakan lah mereka karena bila mereka sudah tiada kalian akan menyesal rawatlah orang tua kalian bila sakit belikan lah obat atau bawa kedokter suapilah orang tua anda karena itu yang orang tua kita lakukan waktu kita masih kecil orang tua sabar dan menyayangi kita untuk ibumu yang di surga terimakasih telah merawatku dengan sangat sayang dan sabar aku belum bisa membahagiakan ibu tapi aku yakin suatu saat ibu pasti bisa lihat dari atas aku sukses. Itulah kisahku aku harap kalian bisa mengerti setelah membaca ceritaku ini maaf apabila ada salah kata di dalam ceritaku aku ucapkan terima kasih. ***

297


Selaksa Asa Meraih Cita

'6., $*+/ **( *+,'1. Oleh: Kanaya Sabrina Orchid

Halo namaku Kanaya, aku berumur 17 tahun dan sekarang aku sedang duduk di kelas 12 SMK. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, aku mempunyai dua adik perempuan kembar yang bernama Nayla dan Nayra. Mereka berumur 5 tahun dan sedang duduk di taman kanak-kanak. Pada hari itu aku sangat senang sekali karena akhirnya aku naik di kelas 11, dan alhamdulillah nya aku mendapat peringkat 1 se jurusan. Berjalan lah beberapa bulan di kelas 11 seperti biasa, sampai akhirnya pada bulan Maret tepatnya tanggal 2 pada tahun 2020 ditemukan kasus virus corona pertama di Indonesia yang bertepat di kota Depok. Terguncanglah seluruh masyarakat Indonesia pada saat itu, banyak masyarakat yang sedih, terkejut, takut akan virus ini. Dimana sebelumnya virus ini memang sudah ada di kota Wuhan, Cina. Dan banyak video yang tersebar di internet yang memperlihatkan betapa bahayanya virus corona ini, sampai-sampai orang yang sedang berdiri saja tiba-tiba tergeletak begitu saja dan meninggal secara misterius. Siapa yang tidak takut bukan? Karena virus corona itu, akhirnya sekolah pun diliburkan entah sampai kapan. Akupun mulai belajar dari rumah, semuanya pun beralih ke pembelajaran online atau biasa disebut daring. Memang semua ada enak dan tidak enaknya, enaknya ' % - -$ -0( # ( ( )" ' $# . )/ $ ) Ơ &.$ 'ǚ / +$ 298


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

tidak enaknya belajar dari rumah yaitu kurang memahami materi-materi yanag sudah di share oleh bapak ibu guru, sepi karena tidak ada teman yang diajak ngobrol, tidak ada motivasi untuk belajar, membuat malas belajar karena tidak adanya teman. Tetapi apalah daya, yang bisa kulakukan hanyalah bersyukur karena semua ini pasti ada hikmahnya. Jadi aku harus memotivasi diriku sendiri agar lebih rajin belajar di saatsaat seperti ini, karena hidup masih terus berlanjut dan aku harus menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Lama-lama aku pun terbiasa dengan kegiatanku di rumah, setiap hari aku selalu bangun pukul 04.30 untuk melaksanakan sholat subuh, kemudian tidak lupa sehabis sholat subuh aku . ' '0 ( ( $ . & ) ( ( 'DZ 0-Ǩ )Ǜ & - ) ( )0-0/&0 jika kita memulai hari dengan mengingat Allah, InsyaAllah Allah akan selalu mengingat dan memberikan RahmatNya kepada kita. Lalu biasanya kalau masih ngantuk aku tidur lagi, kalau nggak nagntuk aku biasanya lanjut olahraga, terus sehabis olahraga aku sarapan sama mama dan ayah, selepas itu aku pun mandi, dan ganti baju. Biasanya aku suka ikut mamaku ke pasar karena senang saja rasanya lihat orang-orang yang sedang berjualan, dan suasananya yang ramai membuatku bersemangat, walaupun tidak terlalu ramai seperti sebelum pandemi sih. Lalu setelah pulang dari pasar aku langsung absen mata pelajaran hari itu di aplikasi “Moodle”, dan melihat ada materi apa saja untuk hari ini dan tidak lupa untuk mencatat tugas-tugas yang diberikan. Kemudian aku biasanya bersih-bersih rumah seperti menyapu, cuci piring, mengepel, membantu mama memasak. Lalu aku juga membiasakan diri untuk sholat duha, dan setelah itu aku ikut mamaku ngaji di masjid di dekat rumah. Biasanya di tempat ngaji aku diajari mengenai penempatan huruf, tajwid, dan lain-lain. Sebenarnya itu untuk pengajian ibu-ibu sih, cuman daripada aku di rumah nggak ada kegiatan jadi aku ikut aja. Setelah ngaji aku sholat dhuhur sekalian di masjid, lalu pulang dan makan siang. Kemudian aku mengecek catatan tugas-tugasku dan mengerjakan sesuai tenggat yang paling dekat terlebih dahulu, aku mengerjakan tugas sampai ashar, kemudian aku sholat ashar dan lanjut menyapu rumah. Setelah itu aku mandi, dan ganti baju. Sambil nunggu maghrib biasanya aku menonton TV atau main HP. Saat maghrib tiba akupu sholat

299


Selaksa Asa Meraih Cita

maghrib berjamaah di mushola dekat rumah, selepas sholat ( "#-$ &0 +0' )" ) ( ( 'DZ 0-Ǩ )ǚ / ' # $/0 &0 ( & ) ( ' ( ) & /$& 2 &/0 $.4 Ǩ /$ &0+0) ' )".0)" .#*' / -% ( Ǩ # $ (0.#*' & / -0( #ǚ (0 $ ) &0 DZ baca materi sekolah dan main HP, kadang juga nonton TV atau kalau tugasnya ada yang belum aku mengerjakan tugas. Terakhir biasanya aku tidur sekitar jam 10 malam dan mengulangi aktivitas ku seperti yang aku ceritakan di awal, mungkin ada sedikit perubahan tergantung kondisi. Karena aku duduk di bangku kelas 11, jadi aku pasti akan melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan atau biasa disebut dengan PKL. Dengan kondisi yang demikian diamana kasus virus corona juga lagi meningkat di Indonesia dan dengan adanya lockdown, jadi banyak perusahaan yang biasanya menerima siswa PKL dari sekolahku menolak untuk menerimanya, karena takut terjadi apa-apa saat PKL entah merugikan pihak siswa maupun pihak DU/DI. Pada saat tahu ada informasi seperti itu, aku dan teman-teman yang lain bingung dan bertanya-tanya “apakah pada tahun ini tidak ada kegiatan PKL, seperti tahun-tahun yang lalu?”. Kemudian ada kabar dari wali kelas bahwa siswa kelas 11 tahun ini bisa PKL kalau bisa mendapatkan tempat PKL mereka sendiri. Jadi kita disuruh nyari tempat PKL sendiri, kalau nggak ada baru nanti dicarikan oleh pihak sekolah. Pada saat itu aku bingung karena tidak mempunyai kenalan orang yang bekerja di suatu perusahaan, ada juga guru yang menyarankan untuk PKL di balai desa. Tapi menurutku ilmu yang didapatkan saat di balai desa itu kurang, jadi aku berpikir untuk memasrahkan lagi tempat untuk aku PKL ke pihak sekolah saja. Hari pada saat itu aku ikut mamaku ngaji di masjid, di tengah-tengah kegiatan tersebut aku mendapat telefon dari salah satu guru kejuruan yang memberitahukan bahwa aku disuruh oleh wali kelasku untuk menerima tempat PKL yang kudapat dari sekolah, dimana tempatnya agak lumayan jauh dari tempat tinggal ku. Tapi apalah daya, guruku hanya mau kalau aku yang menempati tempat PKL itu, jadi aku memutuskan untuk menerimanya. Di satu sisi aku sangat bersyukur sekali kepada Allah SWT. Karena di saat-saat seperti ini aku masih bisa mendapatkan tempat PKL, ditambah aku tidak perlu

300


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

susah-susah untuk mencarinya, dimana teman-teman ku sibuk mencari tempat PKL kesana kemari sedang aku tidak. Memang semua pasti ada hikmahnya. Setelah mendengar informasi tersebut akupun langsung menyiapkan apa-apa saja yang diperlukan untuk keperluan tes PKL. Lusa pun telah tiba, aku pun berangkat jam 8 bersama teman ku naik sepeda motor, karena aku tidak mempunyai STNK karena hilang jadi aku tidak bisa membawa sepeda motor sendiri. Sebelum ke tempat PKL aku dan temanku menjemput pembimbing PKL ku terlebih dahulu yang kebetulan rumahnya searah dengan tempatku PK, kemudian barulah kita berangkat ke tempat PKL. Sampailah kita di tujuan, kukira kantornya besar, ternyata tidak begitu besar. Kantornya berada di deretan ruko-ruko di daerah waru. Masuklah kita ke dalam kantor, kemudian kita lansung diarahkan ke lantai 3 dimana kita disuruh menunggu di ruang meeting. Karena HRD nya terlambat jadi kita langsung disuruh sama salah satu pegawai yang diberikan wewenang untuk menemui kita mengerjakan tes tertulis yang sudah tersedia. Sebelum mengerjakan kita diberitahu cara mengerjakannya dan waktu yang diberikan kepada kita untuk mengerjakannya. Kemudian setelah mengerjakan seluruh tes yang tersedia, aku dipanggil untuk masuk ke ruangan HRD, disitu aku diberitahu tentang hasil tes yang telah aku kerjakan. Tes yang aku kerjakan terdiri dari tes IQ, tes kepribadian. Selanjutnya aku diberitahu bagaimana sifat kepribadianku, cocoknya bekerja di bidang apa, dimana itu sangat membantuku untuk mengenali miinat dan bakat ku sendiri. Dan untuk tes IQ itu sendiri aku mendapatkan nilai yang cukup memuaskan untuk standar IQ pegawai di perusahaan tersebut. Jadi aku sangat bersyukur, siapa tahu kalau di masa yang akan datang aku akan bisa bekerja di perusahaan tersebut. Setelah semua hasilnya dibacakan oleh HRDnya aku pun langsung diberitahu kapan hari mulai PKL, yaitu hari senin tanggal 1 Februari. Aku disuruh memakai kemeja merah dan bawahan hitam. Tibalah hari PKL, akupun berangkat lebih awal agar tidak terlambat di hari pertama aku masuk. Telah sampailah aku di tempat PKL ku, aku terkejut karena sangat

301


Selaksa Asa Meraih Cita

banyak orang di sana. Ternyata aku baru tahu bahwa setiap awal bulan marketing yang dari luar kota itu pada datang ke kantor pusatnya yaitu di Sidoarjo. Pada saat itupun kebetulan ada salah satu pegawai yang sedang berulang tahun, jadi ada banyak ssekali makanan yang tersedia. Aku awalnya disuruh makan terlebih dahulu, tetapi aku menolak karena tadi aku sudah sarapan dari rumah. Kemudian aku langsung diarahkan ke lantai 3 tepatnya di ruang meeting, sesampainya di sana aku pun langsung dijelaskan mengenai tugas-tugasku saat nanti di sana, kemudian juga dijelaskan mengenai divisi-divisi yang tersedia di perusahaan tersebut, lalu aku juga suruh membaca SOP perusahaan, dan juga diberitahu siapa pembimbing PKL ku di sana. Pada saat itu aku kebagian belajar di lantai 3 di ruang adminnistrasi, tapi entah kenapa pada hari pertama aku PKL aku disuruh untuk membantu di lantai 1 membantu packing dan menata stok barang di gudang yang tersedia. Dari situ aku mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana cara menata stok barang yang baik dan benar, mulai berdasarkan nama, tanggal expired, dan jenisnya. Kemudian setelah agak siangan aku disuruh membantu packing barang untuk dikirim ke luar kota, karena aku bekum terbiasa macking jadi aku agak sedikit kesulitan saat mengerjakannya, tetapi tidak apa ada mbak mas yang selalu memberitahu kita bagaimana caranya yang benar. Tibalah jam 12 siang diamana waktunya beristirahat dan sholat dhuhur, aku pun langsung melaksankan sholat dhuhur di musholla lantai 2, setelah itu aku langsung lanjut makan siang di lantai 1. Karena ada yang ulang tahun jadi ada banyak sekali makanan, jadi aku tidak perlu membeli makan siang dan langsung makan siang di sana. Istirahatpun telah selesai, aku mulai kerja lagi pada jam 1 siang. Aku mulai memacking barang-barang yang telah disiapkan oleh pegawainya. Kegiatan itupun berlangsung sampai tiba sholat ashar, akupun langsung melaksanakan sholat ashar. Kemudian aku melanjutkan memacking barang-barang itu kembali. Cara-cara memacking tersebut adalah pertama cek barang-barang yang telah disiapkan dengan faktur yang ada, pastikan item yang ada di faktur sama dengan barang yang telah disiapkan, kedua foto barang-barang tersebut dan kirim gambar beserta nomor faktur ke grup yang

302


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

sudah tersedia. Setelah itu kita tinggal memacking barangbarangnya deh. Setelah melakukan itu semua sampai jam 6 sore, akupun pulang ke rumah. Sebenarnya pulang jam kerja yang diberitahukan di kontrak itu jam 5, tapi entah kenapa pada saat itu aku pulang jam 6 sore. Tetapi setelah itu aku terus beradaptasi di kantor itu dan menjadi lebih mengerti akan pekerjaan yang kulakukan. Jadi itulah sedikit cerita dariku saat pandemi semoga sukaaa.... ***

303


Selaksa Asa Meraih Cita

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Nanda Aprilia Putri Saya adalah seorang pelajar di SMK SEPULUH NOPEMBER SIDOARJO. Di Smk sepuluh nopember sidoarjo mempunyai berbagai jurusan mulai dari kesehatan dan non kesehatan, saya memilih jurusan non kesehatan yaitu OTOMATISASI TATA KELOLA DAN PERKANTORAN. sebelum covid-19 menyerang, saya dan teman-teman saya bisa berkumpul tanpa ada jaga jarak dan bisa melakukan pembelajaran secara efektif dan tatap muka secara langsung tanpa adanya daring dan luring. Sebelum adanya pandemi Smk sepuluh nopember sidoarjo mulai masuk ke kelas masing-masing pada pukul 06.25 WIB. Ekstrakulikuler yang ada di smk sepuluh nopember sidoarjo sangat banyak. Waktu awal saya masuk duduk dibangku kelas X saya dan teman-teman mengikuti kegiatan MOS selama 3 hari, alhamdulilah berjalan secara lancar tanpa adanya halangan apapun. Waktu kelas X saya mengikuti pembelajaran dikelas tanpa adanya memakai masker dan berjaga jarak, sebelum pandemi melanda sekolah smk sepuluh nopember pulang pukul 16.00 WIB. Dismk sepuluh nopember sidoarjo pada istrirahat ke 2 saya dan teman-teman saya mengambil air wudhu dan sholat berjamaah sholat duhur. Saya naik ke kelas XI virus corona mulai tersebar dimanadimana dan banyak orang yang terpapar virus, karena banyak yang terserang akhirnya pemerintah meliburkan sekolah dan membuat protokol kesehatan. Akhirnya sekolah mengadakan daring dan luring saat pandemi melanda. Awalnya diliburkan Selama 2 minggu akan tetapi pemerintah memperpanjang 304


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

libur sekolah. Dan adanya pembatasan aktivitas warga jadi tidak bebas, pembatasan sampai jam 21.00 WIB. Dan diadakan penutupan jalan raya dan jalan kampung. Awal kelas XI saya dan teman-teman saya tidak bisa bertemu dan tidak bisa belajar disekolah bersama-sama, adanya pandemi melanda saya tidak bisa bermain bersama teman-teman saya. Saya naik ke Kelas XII diadakan luring yang dilaksanakan . - -" )/$ ) / 0 $ "$ ( )% $ ƨ & '*(+*& .$ơ + "$ (0' $ -$ % ( ƦƭǚƦƦDZƧƦǚƦƦ ) .$ơ .$ )" (0' $ -$ % ( 13.00-15.00 WIB. diadakan luring 1 minggu 3 kali pertemuan. pembayaran spp dilakukan secara online, selama pandemi spp menjadi 150 ribu baik kesehatan dan non kesehatan pemerintah terbitkan protokol kesehatan penangan COVID-19, protokol kesehatan yang dimaksud antara lain menjaga jarak, menggunakan masker saat berada diluar rumah, rajin mencuci tangan memakai sabun, serta tidak membuat atau berada dikerumunan. Adanya pandemi virus corona atau covid – 19, Indonesia menerapkan sistem bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Seluruh kegiatan dianjurkan dirumah saja karena virus ini dengan cepat dapat menginfeksi banyak orang dan dapat menyebabkan kematian. Begitu juga dengan kegiatan belajar mengajar, mulai dari siswa maupun kalangan mahasiswa dianjurkan untuk belajar dari rumah dan tugas diberikan oleh guru guru melalui online menggunakan aplikasi yang disebut BE-ENING. Selain menulis dibuku tulis setiap guru mata pelajaran masing-masing juga melakukan google meet untuk menjelaskan mata pelajaran tersebut. Guru guru mengadakan goggle meet agar murid-murid bisa mengerjakan tugas tersebut dengan mudah. Covid-19 kian menjadi virus paling mematikan di seluruh dunia,bahkan virus tersebut telah menjalar seluruh dunia ini. Hari demi hari kian menjadi marak,sehingga kasus tersebut kian bertambah hingga saat ini banyak tenaga medis kewalahan akan semuanya itu, bahkan mereka harus mengorbankan nyawa dan keluarga nya untuk mengabdi dalam menyembuhkan pasien covid-19. Untuk mencegah penyebaran COVID-19: Cuci tangan Anda secara rutin. Gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alcohol, Selalu jaga jarak aman

305


Selaksa Asa Meraih Cita

dengan orang yang batuk atau bersin, Kenakan masker jika + ( / . ) Ɵ.$& /$ & $(0)"&$)& )Ǜ )" ) . )/0# ( / Ǜ hidung, atau mulut Anda, Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau tisu, Jangan keluar rumah jika merasa tidak enak badan, Jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis. COVID-19 adalah virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah diwuhan, tiongkok, bulan desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi dibanyak Negara diseluruh dunia. Gejala – gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering dan rasa lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungsivitis,sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Jika mungkin disarankan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga pasien dapat diarahkan kefasilitas kesehatan yang tepat. Jika menghalami gejala ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan, secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis. Tetap dirumah, isolasi diri, dan pantau gejala anda. Ikuti panduan nasional tentang isolasi mandiri. Saat anda pergi kefasilitas, kenakan masker jika kemungkinan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan benda dengan tangan anda. Masker dapat membantu mencegah penyebaran virus dari orang yang mengenakannya kepada orang lain. Mengenakan masker saja tidak cukup untuk melindungi diri dari COVID-19, . #$)"" # -0. $&*( $) .$& ) )" ) + ( / . ) Ɵ.$& ) kebersihan tangan. Ikuti saran yang diberikan oleh otoritas kesehatan setempat. Belajar dari rumah sedikit menyenangkan karena dapat mengerjakannya sambil bermain. Awalnya kebijakan wrok from home hanya ditetapkan 2 minggu tetapi diperpanjang

306


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dikarenakan wabah ini semakin parah. Dikarenakan virus ini saya dan keluarga saya jadi sering menghabiskan waktu bersama dan kadang juga saya meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Setelah mengerjakan tugas yang sudah diberikan biasanya saya langsung menonton tv atau bermain hp. Banyak orang yang mengeluh karena sekolah online dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan dan waktu yang dikumpulkan terlalu cepat. Kebijakan pemerintah pusat memberikan penentuan keputusan kepada pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara bergantian atau dibagi menjadi dua kelompok. Ketika mendapat kesempatan tatap muka kita dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan berjaga jarak. Kegiatan belajar mengajar tetap seperti biasa tetapi, jam pulang dipercepat atau dipulangkan lebih awal, karena sudah keputusan pemerintah agar tidak terjadi kerumunan disekolah. -$ - 4 $ 0' Ɵ/-$ )4 + ) ($ $)$ . 4 ) & '0 -" . 4 tidak bisa pulang kampung karena adanya PSBB. Pemerintah membuat peraturan tidak boleh mudik dan tidak boleh berkunjung dirumah tetangga-tetangga saat PSBB berjalan. Saya dan keluarga sedih kerana tidak bisa bertemu nenek dan kakek di desa. Dengan adanya teknologi canggih yaitu handpone akhirnya saya dan keluarga meminta maaf secara online dan tidak bisa bertemu secara lansung. Hari raya idul adha saya sedih karena tidak bisa melihat penyembelihan hewan kurban seperti tahun kemarin-kemarin karena adanya PSBB. Saat liburan sekolah saya dan sekeluarga jenuh dirumah karena tidak seperti tahun kemarin-kemarin setiap liburan sekolah saya dan sekeluarga jalan-jalan atau holiday kepantai untuk menghabiskan waktu bersma-sama dan bergurau bersama-sama. Saya kepingin seperti tahun kemarin-kemarin yang tidak ada virus atau COVID-19 yang melanda. Saat COVID-19 melanda semua tanpa berubah dan merasa membosenkan karena semua serba online. Saya naik kelas XII tetap daring dan luring, pembelajaran sama seperti kelas XI diadakan luring secara bergantian, tapi untuk saat ini pembelajaran luring tidak berjalan karena masih banyak orang yang terpapar virus dan banyak orang yang

307


Selaksa Asa Meraih Cita

meninggal karena tepapar virus atau COVID-19. Yang berjalan lancar adalah daring belajar dari rumah dan melakukan google meet atau aplikasi zoom. Guru-guru menjelaskan dengan aplikasi zoom atau google meet anak-anak akan faham dan akan mengerti materi tersebut, kalau tidak dijelaskan anak-anak tidak mungkin faham dengan materi tersebut dan tidak akan bisa mengerjakan tugas tersebut Setiap hari selalu diberikan tugas oleh bapak ibu guru dan diberi materi atau penjelasan, setiap ada tugas, saya selalu langsung mengerjakan tugas tersebut dengan benar dan baik, sesudah saya kerjakan saya langsung mengirim tugas atau jawaban tersebut ke aplikasi BE-ENING. Dan tak lupa sebelum mengerjakan saya selalu absen sebelum mengerjakan tugas tersebut, karena kalau tidak absen siswa dinyatakan tidak sekolah atau tidak hadir saat pembelajaran tersebut. Saya sesudah mengerjakan tugas biasanya saya membantu orang tua membersihkan rumah agar terhindar penyakit atau virus tersebut dan tak lupa sesudah membersihkan rumah harus mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Sesudah mencuci tangan saya menonton tv diruang tv bersama adik saya dan mengerjakan tugas sebelumya yang belum selesai lalu dikumpulkan sesuai mata pelajaran tersebut. Saya menonton tv agar saya tidak jenuh saat mengerjakan tugas. Kini aku pun sudah dewasa,dalam hal menanggapi semua kisah kematian dunia ini, aku pun berkata dalam sebuah doa “Apakah tuhan memang maha adil dan maha kasih jika ia membiarkan umatnya mati suri dengan musibah ini ?” Ia menjawab “karena kita percaya bahwa tuhan maha adil dan bijaksana dalam semua yang terjadi dimuka bumi ini , semuanya akan ada pembelajaran yang kita petik dalam sebuah kasus yang melanda dunia ini.”Aku merenung “ Ya , aku benar percaya itu. Saya harap keadaan cepat pulih dan kembali seperti semula. ***

308


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Sekolah Online ' #Ǧ )$. $) *Ƣ-*#

Sejak Desember 2019, dunia telah dihebohkan oleh penemuan virus baru di China. Virus tersebut dikenal dengan nama virus covid-19. Virus ini dapat dengan cepat menginfeksi banyak orang dan telah menyebabkan banyak korban meninggal akibat virus ini seperti dinegara asal nya China yang telah merenggut jutaan warga negaranya sendiri. Tetapi disisi lain banyak pula yang hanya terinfeksi dan kemudian sembuh. Lewat perantara hubungan manusia mulai dari saling berinteraksi , saling bersentuhan dan hubungan lainnya secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu virus ini bisa dengan mudah menyebar ke orang terdekat sampai Hingga akhirnya wabah ini tiba di Indonesia pada awal Maret 2020. Saat pertama kali virus ini tiba diindonesia virus ini tampak lambat penyebarannya karena pemerintah indonesia dengan sigap mengambil pencegahan penyebaran virus ini dengan cara menerap kan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) selama 2 minggu dan pada saat itu warga dilarang keluar rumah sama sekali dan dihimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjaga Kesehatan jiwa raga dan juga imunitas kita Seluruh kegiatan dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja karena virus ini dengan cepat dapat menginfeksi banyak orang dan dapat menyebabkan kematian , begitu juga dengan kegiatan belajar mengajar. Mulai dari siswa maupun kalangan mahasiswa dianjurkan untuk belajar dari rumah, tugas di berikan oleh guruguru melalui online, dan sekolah pun menggunakan sistem daring. 309


Selaksa Asa Meraih Cita

Sudah banyak tugas yang diberikan oleh guru dan saya mengerjakan satu per satu kemudian mengumpulkannya. Tapi lama kelamaan pun saya merasa tugas semakin keteteran, karena banyak mata pelajaran yang tidak masuk di otak saya, saya banyak yang tidak paham akan materi yang di jelaskan oleh guru - guru di sekolah. Saya berusaha memahami bagaimanapun caranya, tetapi berujung tugas yang lainnya tertumpuk dan keteteran. Belajar dari rumah sedikit menyenangkan karena dapat mengerjakannya sambil bermain. Tetapi juga terkadang membosankan karena banyaknya tugas yang diberikan. Saya mulai belajar dari rumah sejak 16 Maret 2020 terhitung sudah kurang lebih 15 bulan kami belajar dari rumah. Awalnya kebijakan work from home hanya ditetapkan 2 minggu tetapi diperpanjang dikarenakan wabah virus covid-19 ini semakin parah. Dikarenakan virus ini saya dan keluarga jadi sering menghabiskan waktu bersama dan kadang juga saya meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Setelah mengerjakan tugas yang sudah diberikan biasanya saya langsung menonton tv atau bermain hp. Saya sangat merindukan akan suasana sekolah normal seperti dulu. Saya rindu berangkat pagi di sekolah dan lari - larian agar tidak terlambat masuk sekolah, rindu bercanda bersama teman - teman, rindu mengerjakan tugas kelompok bersama teman - teman yang selalu terselip bercandaan agar tidak bosan mengerjakan tugas kelompok. Rindu suasana sekolah yang ramai sekali, rindu kantin sekolah, semuanya yang mengenai sekolah saya rindu sekali. Banyak orang yang mengeluh karena sekolah online dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan dan waktu yang dikumpulkan terlalu cepat. Setiap hari selalu ada tugas baru yang diberikan, dan saya biasanya tidak langsung mengerjakannya karena saya masih mengerjakan tugas yang sebelumnya. Rasanya pun tiada hari tanpa tugas, bahkan waktu weekend pun terkadang saya masih mengejar deadline tugas agar tidak terlambat mengumpulkan. Belajar dari rumah sudah membuat saya bosan.

310


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Tapi apalah yang bisa saya perbuat, saya hanya bisa menurut apa kata pemerintah yang menganjurkan semua kegiatan di lakukan dari rumah. Bahkan wali kelas saya pun paham akan keadaan para murid - muridnya, beliau pernah berkata “saya paham kalian bosan melakukan sekolah online dirumah, guru - guru di sekolah juga bingung bagaimana caranya agar kalian tidak merasa bosan” ujarnya dalam group kelas. Bosan, kesepian, hingga stres yang saya dan teman - teman saya rasakan selama proses sekolah dari rumah ini. Terutama bagi saya yang menuntut ilmu di Sekolah Menengah Kejuruan, dimana sangat memerluka banyak praktek yang harus di uji daripada materi. Karena pandemi ini dan adanya sistem belajar dari rumah, saya dan teman-teman jadi sangat sulit untuk memahami semua materi yang di berikan oleh Ibu/Bapak guru berikan, meski tidak semua materi yang kurang saya dan teman - teman pahami tetapi tetap saja rasanya lebih enak sekolah tatap muka daripada sekolah dari rumah seperti ini. Hingga suati hari, saya dan teman - teman merencanakan pertemuan yang berniat untuk temu kangen:) Aci : “Hai teman - teman, bagaimana kabarnya. Bosan ya dirumah terus, sekolah dari rumah terus, sampai kapan seperti ini? Rasanya aku sudah stres dan bosan sekali melihat handphone yang isinya materi - materi sekolah dan tugas yang selalu ada setiap harinya.” Rahma, Dian, Anis: “Hai juga Aci, alhamdulillah kabar aku baik.” Dian : “Iya nih Ci, aku juga merasakan yang kamu rasakan. Aku sudah malas banget sekolah dari rumah begini, aku ingin semuanya kembali seperti dulu, sekolah normal agar aku bisa paham pelajaran yang di jelaskan oleh guru - guru. Kalau sekolah dari rumah gini rasanya aku tidak dapat ilmu apa - apa:( ya paham pelajaran sih tetapi cuma sedikit. “ Anis : “Ternyata bukan aku saja yang ingin mengeluh seperti ini:) kalau kamu Rahma, gimana menurut kamu sekolah dari rumah yang terus berkelanjutan ini?” Rahma : “Aduh Anis, jelas yang aku rasakan ya sana seperti kalian ini. Bahkan aku kira hanya aku saja yang ingin mengeluh

311


Selaksa Asa Meraih Cita

seperti ini, ternyata kalian juga. Aku tuh cuma pengen tetep ada tatap muka meski ada sistem shitfnya, toh kita juga perlu praktek kan. Masak iya kita sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan tapi kekurangan ilmu praktek? Lalu skill apa yang kita dapat kalau sekolah dari rumah begini hanya dapat materi saja. Sama aja kita sekolah di Sekolah Menengah Akhir dong, materi terus jarang ada prakteknya. Padahal aku niat sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan ini agar bisa langsung terjun ke praktek kerjanya, bukan malah dapat materi aja seperti ini. Ini pun dikarenakan virus covid-19 ini kan. Tapi aku juga gabisa menyalahkan wabah ini, masak iya aku menyalahkan virus yang di berikan sama Allah ke kita?” Dian : “Iya benar apa kata kamu Rahma, sudah lah kita syukuri saja apa yang di berikan Allah ke kita. Yang penting kita jangan sampai lalai dalam kewajiban-Nya, selalu minta dalam perlindungan-Nya, selalu di kasih sehat terus. Aku yakin suatu saat wabah ini akan selesai. Kalau kita sehat kan jarang - jarang kita juga bisa kumpul seperti ini lagi. Meskipun tidak se sering dulu yang kemana - mana kita selalu bersama.” Kita pun melanjutkan pertemuan itu dengan banyak bercandaan yang sudah sangat di rindukan ketika lagi berkumpul. Jika ingat masa itu rasanya sangat rindu sekali, . ' '0 -Ɵ&$- & + ) + ) ($ $)$ . ' . $ ) . (0 )4 & ( '$ normal seperti dulu. Ingin banget sering - sering bertemu dan bercanda bersama agar pikiran pun tidak terlalu setres karena tertekannya belajar dari rumah ini. +$ 4 )" $. &$/ . (0 ' &0& ) # )4 - *Ǩ & + Allah SWT semoga virus yang berbahaya dan mematikan ini segera di angkat dari dunia. Agar semua kegiatan kembali normal seperti dulu, tidak dilakukan dari rumah. ***

312


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

.&*6 **( *+,'1. '0*+,* Oleh: Annisaa Dwi Rahmawati Di suatu pagi yang cerah pada tanggal 8 Juli 2021, ayah sedang duduk di ruang tamu sambil meminum segelas teh hangat yang selalu di buatkan oleh ibu, ayah memanggilku “nisaa sini nak kamu lagi ada tugas sekolah ndak? Kalau ndak ada, ikut ke rumah nenek di Surabaya yuk.” Aku mengiyakan ajakan ayah pergi ke rumah nenek karena sudah lama sekali aku tidak pergi kesana setelah pandemi virus covid-19 ini muncul, akhirnya aku segera bergegas ganti baju bersiap-siap untuk pergi kerumah nenek. Setelah semua sudah selesai bersiap dan memakai masker kami pun berangkat, aku, ayah, ibu dan juga kakakku masih menggunakan masker di mobil pribadi sendiri karena masih pandemi untuk menaati peraturan pemerintah, serta mendukung mengurangi virusnya covid-19 ini, kami selalu memakainya walau berkendara dengan menggunakan mobil pribadi sendiri ataupun motor tetap kami akan memakainya. Di sepanjang perjalanan menuju kerumah nenek aku menikmati pemandangan jalanan yang banyak orang berjualan, kendaraan yang berlalu lalang, serta kemacetan kendaraan yang sering kali terjadi mungkin karena ada pemberlakuan ppkm dari pemerintah jalanan menjadi semakin padat, aku pikir hanya hari libur saja jalanan yang akan padat ternyata pada hari kerja pun jalanan sepadat ini, tapi aku tidak merasa buruk dengan kemacetan ini, karena aku merasa senang akan pergi keluar ke rumah nenek setelah sekian lama berada di rumah selama pandemi covid-19 ini datang. Selama perjalanan dalam & ( / ) 4 )" + )% )"Ǟ ǩ - &&&ǟǟǪ . *- )" + )" ) - sepeda motor menabrak spion mobil ayah, ayah merasa kesal dengan pengendara tersebut kemudian berteriak memanggil orang tersebut dan turun dari mobilnya. Aku merasa takut pada saat itu karena ayah terlihat sangat kesal seperti akan memukul

313


Selaksa Asa Meraih Cita

seseorang, ayah mengecek kondisi bagian spion mobilnya apakah terjadi masalah atau tidak sambil bertanya kepada seorang pengendara yang menabrak tadi, kenapa tidak bisa berkendara dengan hati-hati di keadaan jalanan yang sedang macet ini, mungkin karena keadaan ayah sedang merasa kesal ayah menanyakan pertanyaan itu menjadi terdengar seperti menggunakan nada yang tinggi sehingga orang itu merasa buruk hingga memaki ayah menggunakan nada yang tinggi dan kasar. Jantungku berdegup sangat kencang pada waktu itu begitu pula dengan ibu serta kakakku yang ikut panik karena keadaannya berada ditengah kemacetan ayah sedang beradu mulut dengan pengendara sepeda motor itu. Aku bingung harus melakukan apa pada saat itu, karena kelihatannya masalah tidak akan terselesaikan jika mereka masih beradu mulut tanpa ada yang mau mengalah atau pun memisahkan mereka, kemudian keadaan menjadi sangat ramai, banyak yang hanya menyaksikan kejadian adu mulut itu tanpa membantu apapun, aku dan kakakku turun dari mobil untuk menarik ayah masuk kembali ke dalam mobil, namun pada saat kami mau menghampiri ayah kami, pengendara tersebut mengangkat helm yang ada di tangannya seperti akan memukul ayah kami menggunakan itu, kakakku pun merasa tidak tahan melihat pengendara tersebut lalu menendang helm yang dipegangnya “hei!” ujarnya, helm itu terpental melayang, aku pun menangkap helm yang ditendang oleh kakakku tersebut dan membuangnya ke tengah jalan sangking merasa kesalnya dengan tindakan pengendara itu, lalu aku menarik ayahku untuk kembali ke dalam mobil meninggalkan kakakku yang tengah berbicara dengan pengendara tersebut, entah bagaimana kakakku berbicara dengan pengendara tersebut hingga mau memberikan ganti rugi dan meminta maaf atas apa yang dia lakukan yang tidak patut dipuji itu. Setelah keadaan sudah kembali menjadi tenang kami pun melanjutkan perjalanan yang hampir tidak lama lagi akan sampai, sebelum sampai di rumah nenek ibu meminta menepi setelah melihat ada minimarket di pinggir jalan untuk membeli beberapa buah yang akan diberikan kepada nenek nanti, lalu ayah pun memarkirkan mobilnya tepat di depan minimarket itu, kemudian ibu turun setelah mobilnya berhenti dan aku pun

314


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ikut turun untuk membantu ibu membawakan belanjaan yang akan dibelinya, namun aku melihat ada anak kecil yang sedang tiduran di depan pintu minimarket tanpa alas. Aku merasa kasihan dengan anak tersebut dan meraba isi kantong celanaku apakah ada uang yang tersimpan di dalamnya, untungnya aku mempunyai uang 10k rupiah untuk diberikan kepada anak itu, aku berulang kali memanggil anak itu, tapi ia tak kunjung bangun “Taruh di botol aquanya saja nduk” ujar ibuku, akhirnya aku mengikuti perkataan ibuku itu, lalu kami pun masuk kedalam minimarket itu dan aku membelikan teh botol untuk anak yang tidur di depan pintu itu namun sebelum aku memberikannya pada anak itu, ia sudah dikerumuni oleh banyak orang yang terlihat sedikit heran bercampur dengan rasa panik karena masih tetap tidak mau bangun walau sudah dikerumuni banyak orang aku merasa merinding dan meletakkan minuman didepannya kemudian pergi menjauh. Tidak lama melanjutkan perjalanan kembali setelah dari minimarket itu kami semua pun sampai di rumah nenek yang sudah disambut oleh-nya berdiri di depan pagar rumah sambil membukakan pintu untuk kami masuk, “Assalamualaikum” aku mengucapkan salam sambil melangkah masuk ke rumahnya kemudian aku segera mencuci tanganku dan berganti baju bersih agar bisa memberi salam mencium tangan nenek dan memeluknya. Betapa senangnya aku dapat melihat nenek setelah beberapa waktu yang lama tidak dapat bertemu dengannya, hanya mengetahui kabarnya lewat telepon saja semenjak terjadinya pandemi virus ini. Nenek sudah menunggu kedatanganku di rumahnya hingga memasakanku banyak makanan enak yang menggoda selera berapakalipun dilihat. Aku pun makan dengan lahap sop ikan gurame yang telah dimasak oleh nenek itu bersama dengan ayah, ibu, kakak, kakek, dan juga nenek yang ikut makan bersama menemaniku makan di ruang makan yang sederhana tapi berkesan untukku itu. Nenek memasak makanan tidak berlebihan hingga makanan yang telah dimasaknya itu ludes habis dimakan hingga tak bersisa, melihat nenek yang tersenyum lebar masakan yang dibuatnya habis dinikmati banyak orang rasanya luar biasa menusuk di hati seakan ingin meneteskan air mata namun tertahan oleh rasa kebahagiaan ini. Setelah makan siang itu selesai aku mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat dhuhur yang tak kulupa, kemudian aku berbincang dan bercerita banyak kepada nenek

315


Selaksa Asa Meraih Cita

maupun kakek hingga aku kelelahan dan tertidur pulas di kamar yang biasa menjadi tempat aku tidur saat berkunjung ke rumah nenek. Hingga tak terasa waktu berjalan dengan cepat petang hari pun tiba sebelum hari semakin mejadi gelap kami semua pamit 0)/0& & ( '$ +0' )" & -0( #Ǜ $ + ) +$)/0 + " - -0( #Ǟ nenek sudah menunggu berdiri dan mengucapkan terimakasih karena sudah datang berkunjung, lalu nenek masuk kedalam rumah kembali saat mobil kami sudah menjauh dari rumah nenek. Ayah memutuskan untuk lewat jalan tol agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti tadi pagi dan karena hari akan segera berganti menjadi malam ayah bergegas mencari minimarket yang terdekat untuk mengisi saldo kartu E-toll agar saat digunakan saldo masih tercukupi, namun ternyata yang bermasalah bukan saldo E-toll nya melainkan jalan yang menuju jalur tol-nya ditutup sehingga kami harus putar balik dan mengambil jalan pintas untuk segera pulang ke rumah, aku berpikir begitu tetapi ternyata ayah bisa masuk melewati jalan yang ditutup itu dengan menunjukkan kartu kerja yang biasa ayah gunakan kepada polisi yang menjaga jalan disitu, aku terkejut disitu dan baru tahu bisa melakukan hal itu hingga aku bertanya-tanya kenapa tidak dilakukan seperti itu pagi tadi dan memilih mengkuti jalan yang tidak ditutup jalannya, yah pertanyaan didalam pikiranku itu pun tidak kutanyakan ke ayah karena aku juga tidak terlalu penasaran akan hal itu. Hanya saja yang membuatku menjadi penasaran itu kenapa melewati jalan tol dengan jalan biasa sama macetnya, rasanya seperti yang dilakukan oleh ayah seperti sia-sia, ingin pulang cepet dan tidak terkena macet memilih lewat jalan tol ternyata sama saja. Akhirnya kami tetap menyusuri jalan tol itu hingga langit menjadi gelap, selama beberapa waktu kami telah menyusuri jalan tol yang panjang kami melihat penyebab terjadinya kemacetan yang panjang, ternyata ada truk gandeng guling melintang di tengah jalan hingga harus menunggu petugas keamanan jalan mengatur hal itu supaya pengendara lain bisa melewatinya dengan aman, aku tak tahu bagaimana kejadian persisnya hanya yang terlihat disitu sudah ada mobil Avanza yang remuk dan korbannya sudah di evakuasi oleh mobil ambulan yang sudah tiba disana. Setelah kejadian itu aku tak tahu lagi apa

316


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

yang terjadi karena pada saat perjalanan di tol itu aku tertidur dengan sendirinya, saat aku bangun ternyata ayah sudah keluar dari jalur tol dan terkena kemacetan akibat penutupan jalan ppkm hingga harus mengikuti jalur seperti pengendara lain, aku melirik melihat ayah dari kaca mobil terlihat kelelahan, aku merasa kasihan akan hal itu hingga aku melihat ada penjual pisang goreng “Ibu, aku mau beli pisang goreng itu” sambil menunjuk kearah orang yang menjual pisang goreng itu, ayah mendengarkan aku kemudian menepi meminggirkan mobilnya untuk membeli pisang goreng. Aku menyodorkan handsanitizer yang aku bawa kepada ayah dan menyuruhnya untuk istirahat sejenak sambil memakan pisang goreng yang masih hangat, aku membangunkan kakakku yang masih tertidur di dalam mobil memintanya untuk menggantikan ayah menyetir karena sudah terlihat kelelahan, dan ia mengiyakan permintaanku itu aku merasa lega rasanya dan menemaninya menyetir duduk disebelahnya, untungnya perjalanan tidak membutuhkan waktu yang lama karena akan segera tiba dirumah. saat sudah sampai di rumah rasanya badan yang pegal-pegal kurasakan tadi siang terasa kembali hingga aku memutuskan untuk langsung mandi kemudian istirahat berbaring dikasurku yang tercinta, tak lupa sebelum tidur aku melaksanakan sholat isya terlebih dahulu agar aku dapat tidur nyenyak menikmati malam yang indah dengan hari yang penuh pengalaman. Keesokan paginya “kring tongtong kriingg” suara alarmku berbunyi dari hp, aku pun terbangun setelah mendengar alarmku itu. aku merasa bugar kembali seperti beban-beban pegal yang aku rasakan kemarin hilang terhembus oleh angin pagi namun pagi ini aku tidak bisa bersantai-santai seperti hari biasanya, aku harus segera bersiap-siap karena jam 8 pagi ini aku akan pergi ke sekolah bersama orang tuaku yaitu bersama ibu mengambil rapot. Tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepat, aku tak mengira sudah akan menginjak bangku kelas 12 di usia yang ke- 17 tahunku ini, aku sangat tegang dan berdebar menantikan hari dimana aku lulus sambill memegang ijazah sekolah dan menghadapi ujian masuk ke perguruan tinggi, itu rasanya sangat sangat luarbiasa hingga tak bisa di ucapkan dengan kata-kata, aku langsung pergi ke kamar mandi mencuci muka terlebih dahulu kemudian mengambil air wudhu untuk

317


Selaksa Asa Meraih Cita

sholat shubuh yang wajib aku laksanakan, setelah itu aku akan pergi mandi dan bersiap-siap mengenakan pakaian yang rapi sehingga dapat dipandang baik dimata orang lain. Setelah mamaku sudah selesai bersiap dan telah memakai masker kami pun berangkat menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan oleh ayah di depan halaman rumah sebelum ayah berangkat kerja pagi ini, aku dan ibu berangkat pagi karena takut terjebak macet seperti kemarin hingga kami pun sampai tepat waktu di sekolah dengan waktu yang telah di perhitungkan sebelum berangkat, untungnya jalanan tidak terlalu ramai hingga dapat datang dengan waktu yang sudah ditentukan. Aku tidak ikut masuk ke dalam ruang kelasnya, hanya menunggu di luar ruang kelas jadi aku tidak tau apa yang di perbincangkan, sambil menunggu ibuku selesai aku bermain hp, baru membuka hp aku baru menyadari bahwa pengumuman nilai rapot di umumkan lewat online, aku pun melihat hasil rapotku ternyata tidak begitu mengecewakan mungkin bisa membuat hati orang tuaku tersenyum kecil, aku merasa lega akan hal ini hingga aku tak sadar terlalu terhanyut membaca pesan-pesan yang ada di hp, ternyata ibuku sudah keluar dari ruangan menghampiriku mengajak untuk kembali pulang, aku tidak menyangka ibuku akan keluar dengan cepat “Apa yang ibu bicarakan, kenapa bisa cepat sekali?”, “Ibu ngak berbicara banyak hanya tanda tangan, sudah ibu pamit” kata ibu. Aku pun hanya mengangguk mendengar ucapan ibu itu. Saat di parkiran sekolah ibu memintaku untuk mengantarkannya ke pasar perumahan untuk membeli ikan yang akan dimasak di rumah, sayangnya waktu sampai di pasar perumahan ikannya tersisa mujair saja jadi ibu membeli ikan itu dan membeli beberapa sayuran, aku pun tidak ingin tinggal kesempatan, aku meminta ibu untuk dibelikan beberapa roti dan juga bubur mutiara kesukaanku yang masih terjual disana, “Ini nduk” Ibu memberikan barang belanjaannya kepadaku untuk dicantolkan di bagian depan sepeda, aku pun menerimanya, kemudian kami pulang kembali ke rumah setelah ibu sudah selesai berbelanja. Sesampainya dirumah aku mandi lagi sebelum masuk ke kamar, sesudah mandi selesai aku pun membuka jajan yang sudah dibelikan ibu di pasar perumahan tadi, karena aku sudah merasa sangat lapar aku membuka bubur mutiara untuk

318


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

dimakan terlebih dahulu, “humm nyam” aku menikmati bubur mutiara yang manis dan lembut itu masuk kedalam mulutku, rasanya sesuai dengan suasana hatiku yang sedang bergembira setelah membaca hasil rapot yang cukup memuaskan hati ini. Sangking aku menikmati bubur mutiaranya tak terasa buburnya sudah habis, aku pun melihat ibuku baru saja selesai mencuci sayur yang dibelinya di pasar tadi “Bu, sini aku bantu potong sayurannya” sambil menarik wadah sayur yang di pegang ibu, ibu memberikan wadah sayurnya dan pergi meninggalkanku untuk mencuci ikan. Aku mengambil pisau yang paling kecil karena tidak terlalu bisa memotong sayur apalagi memasak, dengan membantu ibu kecil-kecilan seperti ini aku berpikir setidaknya aku bisa mendapatkan pengalaman saat aku sudah tinggal sendiri nantinya dan tidak mengalami kesulitan saat tidak ada yang membantu maupun diminta bantuan. “Kalau sudah motongnya taruh di meja aja nduk” kata ibu, aku mengangguk pergi ke kamar meninggalkan sayuran yang sudah aku potong di atas meja seperti apa yang ibu bilang padaku. Aku mengambil hp yang aku letakkan di meja belajar sambil rebahan aku bermain dengan hpku, aku merasa bosan dengan kegiatan yang selalu seperti ini namun tidak ada yang bisa aku lakukan saat sedang liburan sekolah ini hingga menunggu pengumuman kapan kegiatan sekolah dimulai kembali, yah kegiatanku seharihari kurang lebih membaca komik, novel, membantu ibu, tidur, tidak banyak manfaat yang aku dapat saat sedang dirumah saja seperti ini tidak ada tambahan tugas mengerjakan sesuatu rasanya hampa saat liburan sekolah ini, hingga aku merasa lelah dengan kegiatan yang selalu berulang-ulang, hanya menambah rasa malas yang ada pada jiwa tubuhku ini, pada akhirnya aku menambah kegiatanku yang membosankan itu dengan olahraga berlari-lari kecil saat pagi sehingga ada manfaatnya untuk menambah imun tubuh. Beberapa hari pun telah berlalu, tiba hari dimana melaksanakan puasa tarwiyah dan puasa arafah, puasa tarwiyah jatuh pada tanggal 18 juli 2021 sedangkan puasa arafah jatuh esok harinya pada tanggal 19 juli 2021, puasa ini bukan wajib tapi dianjurkan bagi yang muslim untuk melaksanakannya, setiap tahun aku selalu melakukannya bersama dengan keluargaku. Puasa tarwiyah berjalan dengan lancar namun hal yang tidak

319


Selaksa Asa Meraih Cita

diinginkan terjadi pada saat puasa arafah, ibu mengalami lemas dan dendam tinggi setelah buka puasa, ayah merasa khawatir dengan kondisi ibu karena bercampur dengan batuk, ayah segera pergi ke apotek untuk membeli obat yang diperlukan ibu untuk diminum saat itu juga, keesokan hari untungnya keadaan ibu sudah mulai membaik, panas tingginya turun setelah meminum obat yang dibelikan oleh ayah, aku sempat panik dan cemas dengan kondisi ibu tapi aku tidak bisa melihat kondisi ibu bagaimana, karena dilarang oleh ayah untuk mendekat dan + "$)4 &0 .0 # ( '$# / $ 0 $. - &/$Ɵ/ . . + -/$ $ . )4 Ǜ aku merasa lega akan hal itu tapi batuk ibu masih belum reda hingga harus menggunakan kamarku untuk tidur terpisah, aku pun mengungsi pindah ke kamar ayah dengan membawa barang-barang yang aku perlukan untuk mengerjakan tugas sekolah dan juga untuk kebutuhan sehari-hari, mungkin pada malam hari nanti aku juga akan tidur bersama dengan ayah. Hari ini ayah libur kerja karena tanggal merah peringatan idul adha, pagi-pagi sekali ayah bersama kakakku berangkat pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat id, aku tidak ikut pergi karena harus menjaga ibu dirumah dan menggantikan pekerjaanya yang biasa ia lakukan, karena sedang sakit ibu jadi tidak banyak keluar, aku mengerjakan pekerjaan rumah seharian sehingga tidak merasa bosan seperti biasanya hanya saja pekerjaan memasak yang tidak aku kerjakan sehingga aku pergi keluar untuk membeli makanan. Hari besoknya ayah masuk kerja seperti biasa, sedangkan aku melakukan pekerjaan rumah sepanjang hari hingga sampai terlupa bahwa ada absen pelajaran sekolah jadi aku melewatkan absen itu. Aku merasa sedih dan kecewa tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena itu juga termasuk kesalahanku yang terlupa. Seiring berjalannya beberapa hari hampir satu minggu ibu masih tak kunjung sembuh dari batuknya. $)"" + # -$ 0(Ǩ / / )"" ' ƨƩ 0'$ ƨƦƨƧ 4 # +0' )" cepat dari kantor setelah menerima hasil swab dikantornya, aku terkejut mendengar hasilnya dari pembicaraan kedua orang tuaku sebenarnya aku tak berniat menguping pada saat itu, hanya saja kedengaran yah apa boleh buat aku terus mendengarkannya saja, aku tidak menyangka bahwa hasilnya akan positif padahal ayah tidak mengalami gejala apapun hanya

320


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

sedikit batuk ternyata hasilnya bisa positif, sepertinya ayah / -/0' - /0&)4 $ 0 + . / &*) $.$ . )" /$ & Ɵ/ǚ akhirnya aku harus pindah kamar lagi, hanya tersisa kamar kakakku saja jadi aku pindah mengungsi kesana. Semakin hari pekerjaanku bertambah berat setelah ayah dan ibu sakit, aku dan kakakku harus merawat ayah dan ibu sekuat tenaga karena hanya kami yang tersisa masih sehat, aku melakukan pekerjaan rumah yang tidak pernah aku kerjakan sebelumnya hingga sering pergi keluar rumah bersama dengan kakakku untuk membeli makanan. Mungkin karena aku terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah, keluar bersama dengan kakak mencari makanan dan pada malam harinya selalu mengerjakan tugas sekolah aku jadi tidak bisa istirahat sedikit pun, sampai pada tanggal 26 Juli 2021 malam harinya aku dan kakakku ambruk bersama, kami mengalami demam dan pusing semalaman tapi tidak bilang sama ayah dan ibu jadi hanya kami berdua yang tahu kondisi kami berdua, ayah dan ibu tidak tahu kondisi kami, kami juga tidak punya niat untuk memberitahukannya karena kami tidak mau membuat mereka khawatir jadi kami berdua masih tetap melakukan pekerjaan kami seperti biasa karena kondisi kami sudah bisa diajak kompromi untuk melakukan kegiatan pekerjaan rumah dan pekerjaan sekolah walau masih '0( ' ( &*) $.$ 4 )" Ɵ/ǚ .*& # -$)4 + / )"" ' ƨƮ Juli 2021 ibu pergi test swab di puskesmas atas saran dari ayah karena batuk ibu masih tak kunjung sembuh, aku pikir hanya ibu saja yang berangkat ternyata aku dan kakakku pun juga disuruh berangkat untuk menemani ibu yang pergi sendiri. Saat kami berdua tiba di puskesmas, kami tidak tau bahwa akan di ơ -& ) 0)/0& / ./ .2 %0" Ǜ 2 ')4 &0 ) & & &&0 / & ingin berangkat kesana karena kakakku masih merasa pusing sedangkan badanku saat bangun sudah merasakan lelah dan pegal yang berlebih, badanku rasanya sakit dan lemas semua setelah semalaman aku tak bisa tidur akibat panas dingin yang menyerang ke tubuhku. Tapi pada akhirnya aku dan kakakku tetap berangkat ke puskesmas daripada harus mendengar omelan dari ayah, begitulah menjadi keputusan kami. Aku tidak ragu maupun takut untuk menjalani testnya karena aku tidak mengharapkan apapun dari hasilnya, apapun hasil yang keluar nanti aku akan terima apa adanya. Aku berada

321


Selaksa Asa Meraih Cita

diurutan nomer paling akhir yaitu 42 dari ibu dan kakakku, ibu berada di urutan nomer 11 karena sudah berangkat pagi terlebih dulu sedangkan kakakku berada di urutan nomer 40. Saat ibu menjalani test duluan hasil yang diterima oleh ibu negative aku bersyukur akan hal itu, namun pada saat giliran kakakku maju hasil yang diterima malah positif, aku sudah tidak terkejut lagi akan hasilnya dan aku mulai pasrah dengan hasil yang akan aku terima, karena aku sudah menempel pada kakakku beberapa hari jadi aku tidak mengharapkan hasil yang bagaimanapun. Ketika tiba namaku dipanggil dan aku membuka hasil test swabnya aku tidak terkejut dan benar apa yang sudah aku duga, aku ikut positif. Setelah menerima hasil test swab itu kami semua mengambil obat yang sudah di persiapkan, dan orang yang menjaga bagian obat itu ternyata teman ayah, dia menanyakan keluhan apa yang aku rasakan saat itu. Aku tidak menjawabnya dengan benar dan malah menyalahkan ayah yang sedang sakit sehingga kami tertular, aku menjawabnya seperti itu. Aku tidak tau kenapa aku bisa berbicara seperti itu hanya saja yang aku rasakan pada saat itu lelah dan kesal mungkin bercampur dengan rasa pusing aku jadi berbicara sembarangan, bidannya marah dan mulai mengomeliku, yah aku hanya mendengarkannya saja apa yang dibicarakannya karena perasaanku sudah mulai memburuk dan badanku sudah tidak bisa diajak kompromi aku merasakan pusing yang luar biasa jadi aku tidak mengerti apa yang bidan itu katakan, aku menganggapnya sebagai omong kosong karena aku tidak bisa mencernanya di pikiranku apa yang dia katakana, hingga aku tak tersadar aku mengeluarkan air mata sangking ngak bisa mencernanya. Aku hanya mengangguk apa yang dia katakan karena aku yakin apa yang ia katakan itu penting bagiku dan juga yang lainnya. Setelah pembicaraan yang panjang garagara aku yang sudah gila, kami menerima obat itu kemudian makan di warung pinggiran untuk mengisi perut kami yang masih kosong, tapi aku tidak bisa menghabiskan makanannya. Nafsu makanku menghilang dan aku masih kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh teman ayah itu “kamu ngak boleh nyalahin ayah gitu kan ayah juga lagi berjuang”. Aku semakin merasa kesal memikirkannya, kenapa aku bisa-bisanya bicara ucapan setan seperti itu, setelah ibu dan kakak sudah selesai makan kami pun pulang. Selama dalam perjalanan pulang aku terus merenungkan kesalahan itu “kenapa aku bisa

322


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

berpikir seperti itu”, hingga kepalaku semakin pusing dan sakit tetapi aku masih harus tetap fokus karena sedang menyetir perjalanan pulang boncengan dengan ibu. Sesampainya di rumah perasaanku masih bercampur aduk kesal dan kepalaku rasanya pusing sakit sekali hingga aku diam saja saat ditanya bagaimana hasilnya oleh ayah, aku semakin berpikir, lebih baik seperti ini daripada aku berbicara sesuatu yang aneh seperti tadi. Namun a,yah semakin menanyakan keadaanku hingga membuat kesal, aku tidak taHu kenapa aku bisa merasa kesal seperti ini, dan akhirnya kekesalanku pun memuncak aku menjawab pertanyaan ayah itu sambil menangis, karena aku tidak bisa mengendalikan emosiku itu kepalaku kembali sakit, “Jangan nangis nak, ndak boleh nangis nanti imumu turun” ayah berkata seperti itu, tapi aku sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan dengan orang. Aku sudah capek dan lelah dengan semua yang terjadi. Aku pun tidur di kamar kakak untuk menenangkan hati dan pikiranku yang kacau seperti orang gila. Setelah bangun dari tidur siang hingga tak terasa sudah hampir magrib, aku merasa lebih baik dari sebelumnya seperti tidak terjadi apa-apa. Aku menjalankan hari-hariku seperti biasa hanya saja harus menggunakan masker di dalam rumah. Semakin hari kondisiku mulai membaik, namun tidak dengan ayah. Ayah malah semakin memburuk dan tidak ada perkembangannya sama sekali aku semakin khawatir dengan ayah, tetapi ayah malah, “Nduk itu obat anti virusnya diminum, ayah minta dari kantornya ayah” dengan suara lemas seperti tidak ada tenaga sama sekali, aku tidak menjawabnya, karena disitu aku semakin merasa bersalah, aku merasa sedih hingga menahan air mataku yang akan keluar. Keesokan paginya aku tidak tau bahwa bidan puskesmas teman ayah akan datang berkunjung ke rumah, mengecek kondisi ayah, kakak, dan juga aku. Bidan puskesmas itu bilang bahwa hanya kondisi ayah yang semakin menurun dan harus dibawa besok untuk isolasi mandiri, kemudian bidannya menanyakan bagaimana pendapat ayah, “Baik bu” ayah menyetujui saran bidan itu. Aku merasa sedih mendengar ayah akan berangkat isolasi mandiri tapi aku menahan perasaanku itu dan tidak menunjukkanya. Hingga pada keesokan harinya pada tanggal 31 Juli 2021 perasaanku pecah saat penjemputan ayah tiba, aku menangis

323


Selaksa Asa Meraih Cita

tak bisa mengendalikan diriku saat petugas covid meminta ayah masuk kedalam ambulan, sebelum ayah masuk kedalam ambulan yang dikawal oleh para TNI itu aku memberikan semangat kepada ayah dan menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah, aku mengucapkannya dengan tersengguk-sengguk karena tangisan yang tidak bisa aku tahan, hingga membuat ayah ikut meneteskan air matanya sambil menaiki ambulan itu. Aku tidak bisa berhenti menangis walau ayah sudah pergi jauh, kemudian aku kembali masuk kedalam rumah karena tidak mau mendengar ucapan bidan teman ayah. Aku semakin menyalahkan diriku sendiri, kenapa aku bisa berbuat begitu pada ayah? Kenapa aku melakukan itu kepada ayah? Kenapa aku tidak minum obatnya saat dia disini?. Itu yang ada didalam pikiran setelah baru melihat obat yang diminta untuk diminum tapi aku belum meminumnya, air mataku terus mengalir tanpa henti setelah memikirkan perbuatan yang aku lakukan kepada ayah. Beberapa jam kemudian perasaanku bisa kembali menjadi tenang dan tangisanku juga mulai berhenti, ibu memberikan segelas air dan menyuruhku untuk makan kemudian minum obat. Aku mengangguk dan melakukan apa yang dimintanya. Dua hari pun telah berlalu, rumah terasa hampa saat tidak ada ayah, aku pun menelepon dan menanyakan bagaimana kabarnya disana, senang rasanya bisa mendengar suaranya serta keadaannya yang mulai membaik, aku jadi punya harapan ayah akan kembali ke rumah dengan cepat. Setiap waktu hingga setiap saat aku selalu berdoa supaya ayah segera pulang. Aku selalu bertanya-tanya kapan ayah bisa pulang, kapan ayah akan pulang ke rumah, hingga pertanyaan-pertanyaanku mendapat jawabannya. Aku mendapat jawaban dari pertanyaanpertanyaanku itu pada tanggal 8 Juli 2021 saat aku duduk di ruang tamu mengerjakan tugas sekolah tiba-tiba ada mobil yang tak dikenal berhenti di depan rumah, saat ada seseorang turun disitulah aku melihat ayahku pulang kembali ke rumah, “ayahh” aku menyambutnya dengan senang saat ia berjalan masuk ke dalam rumah. Tetapi ada ibu bidan teman ayah yang ikut masuk, mengecek kondisiku dan kakak, “Tunggu pemanggilan dari puskesmas ya untuk mengambil surat sehat”. Aku terkejut dan merasa senang akhirnya aku dan kakak bisa kembali sehat, rasanya seperti keajaiban bisa melawan virus ini.

324


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Aku bangga dan bersyukur bahwa keluargaku sudah diberikan kesembuhan. Tidak ada kata yang bisa aku ungkapkan selain rasa syukur dan terimakasih kepada Allah atas kemurahan hati yang diberikan. Setelah melalui jalan yang berliku dan penuh cobaan, dengan sekuat tenaga yang dimiliki untuk melawan virus yang tidak bisa dikira kapan akan terjangkit rasanya seperti diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup kembali. Dan disini pun aku menjadi belajar bagaimana harus semakin menghargai dan menghormati orang tua, bagiamana harus bersyukur kepada kenyataan hidup, bagaimana harus menghormati orang lain siapapun itu, dan masih banyak lagi yang lainnya pada sisi kehidupan, terutama bagaimana kita harus menghargai pemberian yang diberikan Allah dan semakin taat beribadah kepadanya. Yah beginilah kisahku saat pandemi melanda. Aku membagi ceritaku ini, aku ingin semua orang sadar bahwa keberadaan virus corona itu benar adanya, dan aku ingin para sahabat yang masih mengabaikan protokol kesehatan terutama yang masih tidak percaya sampai detik ini dengan adanya virus corona, aku harap segera sadar dan bangun dari kenyataan. Aku ingin kalian mulai mencegah dari sekarang sebelum terlambat, karena virus ini sangat membahayakan jiwa tergantung kondisi seperti apa. Masih tidak percaya, aku sendiri yang sudah mengalaminya dan banyak lagi orang yang sudah mengalaminya. Tergantung dengan gejala seperti apa, ada gejala berat maupun ringan dan ada juga yang tanpa gejala, aku hanya ingin para sahabat mengantisipasinya dari sekarang, apabila mengalami keluhan sekecil pun kalian harus segara periksa kepada tim medis, karena jika kalian terlambat maka bisa akan berakibat fatal. Aku berbicara seperti ini hanya ingin sharing kepada semuanya bahwa kondisi dan daya tahan setiap orang itu berbeda karena gejala yang dirasakan itu juga berbeda. Aku tidak melebihlebihkannya karena memang benar ini adanya. Semoga dengan adanya kisahku ini bisa membantu sahabat untuk tetap kuat dan tidak panik saat mengalaminya. Sekian dan terimakasih sudah membaca-. *** Sidoarjo, 8 Agustus 2021

325


Selaksa Asa Meraih Cita

**( ,*+ . *')*6 1*6/ Oleh: Hana Siyaummul Wayan Putri Sudah 1 tahun lebih rasanya berdiam diri dirumah karena virus yang menyebar dengan cepat. Virus ini berasal dari China yaitu di kota Wuhan, virus ini disebut juga virus corona. Virus corona adalah adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus ini menyebar dengan cepet dan virus ini juga menyerang ke semua orang. Pemerintah Indonesia melakukan beberapa tahap pemutusan mata rantai Covid-19 yaitu, tahap pembatasan sosial berskala besar yang disebut juga (PSBB) dan tahap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Saat terjadi pandemi yang bisa dirasakan oleh seluruh wilayah di dunia khususnya di Indonesia. Pemerintah indonesia melakukan pembatasan sosial berskala besar, semua masyarakat indonesia menggunakan masker saat berpergian sampai-sampai stok masker yang biasanya di jual di apotek menjadi habis dan berharga sangat mahal, mencuci tangan saat setelah keluar rumah. Disaat itu pula di daerah rumahku juga melakukan pembatasan sosial berskala besar, untuk melaksanakan perintah dari pemerintah Sidoarjo. Pada saat itu juga didaerah rumahku melakukan sistem memutup pagar sebelah kanan dan membuka pagar sebelah kiri, dan setiap seminggu sekali rumah para warganya di semprot disinfektan. 326


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Selama belum terjadi pandemi dan pemerintah tidak menerapkan PSBB banyak pendagang yang selalu meramaikan sekitar rumahku. Namun pada saat pandemi seperti ini tukang perabotan, tukang sol sepatu, tukang remot tv yang biasanya berkeliling dan meramaikan suasana komplek tidak diperbolehkan masuk ke sekitar rumahku, kini hanya penjual makanan yang boleh masuk. Itu pun, mereka harus mau mencuci tangan dan harus memakai masker. Kurir dari jasa pengiriman barang mauapun makanan juga tidak di perbolehkan masuk, semua barang ataua makanan harus dititipkan atau ditaruh di pos depan, dan kita harus ke pos depan untuk mengambil, jadi saat aku ingin membeli sesuatu )/ # $/0 ( & ) ) / 0 +0) - )" &0 . ' '0 -Ɵ&$- ƨ & '$Ǜ karena di saat seperti ini di pos gerbang sangat ramai, jadi jika harus mengambil barang rasanya malu sekali, karena aku orangnya pemalu banget. Pada awalnya di rumahku para warganya tidak memakai masker saat keluar dari darah rumahku saja para warga memakai masker, namun saat salah satu warganya positif terkena COVID-19, semua warga wajib menggunanakn masker. Pada saat malam harinya, ibu-ibu selalu berkumpul dan melakukan makan. Tapi selalu membawa handsanitezer dan memakai masker, tetapi bagi saya itu tidak baik kan pemerintah sudah memberi tahu bahwa harus social distansing dan bapakbapak juga suka berkumpul di pos ( seperti tempat lesehan ) dan kadang juga para bapak itu membuat sepeda dan kadang juga omong-omongan santai. Dan para anak kecil ada yang bersepeda, brmain peta umpet, dan lain-lain. Jalanan masih ramai ketika sore hari menjelang magrib. Mungkin mereka adalah orang-orang yang pulang kerja atau sedang keluar mencari makan. Kios-kios pedagang yang tidak menjual kebutuhan pokok masih ada yang buka, berharap ada pembeli yang bisa menambah omet mereka. Pemerintah sudah menetapkan untuk memperpanjang masa PSBB dan akan menerapkan aturan yang lebih ketat. Pada saat ramadhan tahun 2020 ayahku mempunyai rencana untuk pulang ke Jawa karena jumlah pasien covid-19 meningkat dengan cepat, ayahku tidak bisa pulang karena takut memberi 327


Selaksa Asa Meraih Cita

wabah kepada keluarganya yang ada di Jawa. Pada saat hari raya juga aku dan ibuku tidak bisa pulang kemadiun karena pasien covid-19 yang selalu meningkat dengan pesat. Pada bulan Desember tepatnya pada saat tahun baru yang menuju ke 2021, aku dan ibuku ingin pulang ke Madiun tetapi karena pemerintah memerintahkan seluruh wilayah indonesia melakukan pembatas, semua jalan dimatikan. Tetapi aku dan teman-temanku merayakannya dengan sangat senang. Membeli peralatannya pada saat sore hari. Pada saat merayakan tahun baru. Arang untuk membakar jagung,sosis, dan ikan kurang, jadi aku dan teman-temanku pergi membeli arang, pada saat itu juga semua lampu jalan dimatikan. Pada saat menjelang hari raya pemerintah memberi aturan bahwa akan dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disetiap daerah yang ada di Indonesia, masyarajat Indonesia tidak diperbolehkan pulang ke kampung # ' ( ) / / +$ .#*' / $ $ 0' Ɵ/-$ *' # $' &. ) & )ǚ Sudah beberapa tahun karena Covid-19 ini ayahku tidak bisa pulang ke Jawa untuk ke-dua kalinya karena biaya swab di bandara sangat mahal, dan aku dan ibuku juga ingin pulang ke madiun tetapi kami takut untuk pulang kampung, karena nenek dan kakek sudah tua takut jika kami membawa virus itu mereka akan terkena dampaknya. Aku sangat merindukan kakek, nenek, dan para suadaraku disana. Saat setelah lebaran angka pasien covid-19 terus meningkat, sampai akhirnya pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). pemerintah memperpanjang PPKM ini karan kasus pasien melonjak lebih tinggi dari sebelumnya. Jadi semua jalan di daerah Sidoarjo ditutup dan pada pukul 20.00 lampu-lampu jalan dimatikan dan semua swalayan dan pendagang kecil diharuskan tutup. Kegiatan ajar mengajar juga dilakukan dirumah biasanya kita sebut daring. Sebelumnya terjadi PPKM yang dilakukan di daerah rumahku ini. Para saudaraku ke rumahku untuk mengantarkan kakak saudaraku mengikuti test kuliah, dan pada saat beberpa waktu setelah para saudaraku pulang ke madiun, langsung terjadinya PPKM karena banyak yang terkena dari tetangga rumah sampai ke tetangga lainnya. 328


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Sudah beberapa minggu ini, PPKM dilakukan di Komplek tempat tinggalku. Sebanyak warga yang positif terkena Covid-19, karena itu daerah komplekku menerapkan sistem 1 pintu gerbang sebelah kiri di buka dan 1 pintu gerbang ssebelah kanan ditutup dan mengibarkan bendera berwarna merah yang berarti kompelkku sedang didalam zona merah. Dan warga di daerah komplekku melakukan checkpoint setiap ada orang luar yang masuk kedalam. Selama beberapa orang dikomplekku terkena COVID-19 para warga memberikan makanan kepada warga yang isoman. Saat ada warga yang positif terkena COVID-19, beberapa orang puskesmas dan beberapa orang kelurahan didaeerahku mengunjungi komplek yang aku tinggali. Dan setiap hari tepatnya pada malam hari sekitar jam 21.00 karang taruna di daerah rumahku menyemprotkan disinfektan dari rumah ke rumah, ini dilakukan karna di daerah kompelkku mengibarkan bendera merah yang berarti sedang berada di zona merah. Sudah sebulan lebih lamanya komplek tempat tinggalku melakukan PPKM karna warganya bnayak yang positif terkena COVID-19, dan pada akhirnya di komplek yang aku tinggali menmbuka gerbang sebelah kanan dan mengibarkan bendera hijau yang berarti kompek didaerahku sudah zona hijau. Setelah beberapa minggu gerbang dibuka, masih ada juga yang positif terkena COVID-19. Sebelum pandemi saat Idul Adha aku dan ibuku sholat ied di masjid dengan berjalan kaki, tetapi saat ibuku tidak bisa mengikutiny aku melaksanakan sholat ied bersama teman rumah, dan setelah sholat ied biasanya di daerah rumahku melakukan penyembelahan saat itu banyak sekali anak-anak kecil yang melihat. Tetapi, Pada saat menjelang hari Idul Adha, pemerintah membijakan kepada masyarakat di Indoneisa bahwa Idul Adha sholat di rumah masing-masing. Namun, di desa-desa tetap melakukan sholat Idul Adha tetapi setiap warganya ada yang memakai masker dan ada juga yang tidak memakai masker. Setelah sholat Idul Adha para warga di darah rumahku menuju kemasjid dan melakukan penyembelahan disana. Tetapi para warag di daerah rumahku mendapatkannya dengan rata. 329


Selaksa Asa Meraih Cita

Pada bulan menuju kemerdekaan ini, biasanya sebelum terjadinya pandemi ini aku dan teman-teman karang taruna mengadakan lomba 17 agustusan. Namun sudah beberapa tahun ini aku dan teman-teman karang tarunaku tidak mengadakan lomba 17 belasan. Dan setelah lomba 17 agustus, para warga disini mengadakan tirakatan pada tanggal 16 Agustus dan pada saat hari minggunya semua warga melakukan jalan sehat yang dilakukan sangat meriah. Tetapi, di tahun kemarin tidak sama sekali dilakukan. Walaupun di rumahku masih terdapat warga yang terkena covid-19, para warga di daerah rumah berantusias untuk menyambut 17 agustus dengan melakukan kerja bakti, menghiasi setiap rumah dengan lampu kelap-kelip, memasang bendera dan mengecat paving yang ada di samping setiap rumah. Harapanku saat ini hanyalah sederhana, semoga virus-virus ini cepat menghilang dan hidup kembali normal, ekonomi para masyarkat kembali berkecukupan, karena PPKM ini banyak masyarakat yang mengalami kesusahan karena tidak banyak orang yang membeli dagangannya. Jangan lupa jaga kesehatan, menjaga lingkungan yang bersih, memakai masker saat keluar jika tidak berkepentingan lebih baik di rumah saja. ***

330


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

*0* ( ,* ').(* Oleh: Yeni Fitriyah, XII OTKP 2 Kala itu di temukan virus baru yang tercipta di Negara China, Covid 19. Ya virus itu terdeteksi pada tanggal 31 Desember 2019 di Wuhan China, dan masuk di Indonesia pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020, dua orang warga Depok, Jawa Barat, / -&*)Ɵ-( .$ . " $ + .$ ) + -/ ( *1$ DZƧƯ $ ) *) .$ ǚ Dan akhirnya menyebar di seluruh Indonesia. Aku Sinta, bosen di rumah karena tidak boleh kemana mana, TV, sosmed dipenuhi dengan berita covid-19, hingga panas telingaku mendengarnya. Sudah setahun lebih aku tidak sekolah, semua dilakukan secara daring, banyak pelajaran yang tidak sepenuhnya aku pahami, aku susah mencerna penjelasan jika tidak tatap muka secara langsung dengan guru. Entah diriku ini, apa ada yang sama juga? Setelah daring perutku begitu lapar, mungkin terlalu berpikir keras untuk memahami materi lewat virtual. Saat keluar kamar, Ibuku sudah berpakaian rapi. “Nak kamu lagi apa? Bantu Ibu ambil tas di lemari atas.” ucap Ibuku “Iya bu, emang ibu mau kemana si siang bolong begini?” tanyaku “Mau ngelayat Pak Yanto, katanya meninggal karena Covid-19” jawab Ibu 331


Selaksa Asa Meraih Cita

Selama ini memang banyak sekali tetanggaku yang kehilangan keluarganya karena di rebut covid-19. Pagi, Siang, Malam banyak suara siara orang meninggal lewat toa masjid. Bahkan ada tetanggaku yang benar - benar panik sendiri karena banyaknya orang meninggal secara bergilir, mungkin Ia sangat takut akan jadi korban selanjutnya. Tiada ikan dimeja makan? Ikan mata sapi pun jadi untuk makan siang ku. Tiba - tiba ponselku berbunyi. Ternyata Lia meneleponku. “Sintaaa, kamu udah ngerjain tugas matematika yang statistika belum?” ucap Lia “Udah tinggal ngumpulin aja.” jawabku “Ya ampun aku boleh gak nyontek hihihi?” Tanya Lia padaku “Emang kamu ga paham yang mana? Aku bantu jelasin aja, jangan nyontek - nyontek terus ih.” omelku pada Lia “ Yang ukuran penyebaran data, tapi ntar dulu ya aku dipanggil mama ku, nanti kita sambung telepon nya oke? Assalamualaikum.” Kata Lia dengan tergesa - gesa “Iya, Waalaikumsalam” jawab ku Dia teman dekat ku yang sedikit susah mencerna pelajaran juga, harus dijelasin berkali - kali agar bisa memahami. Ya begini lah susahnya daring selama covid datang. Mungkin banyak yang senang karena tidak keluar rumah dan asik rebahan, namun ada beberapa juga yang mengeluh. Dan aku berada di opsi ke dua. Setelah makan, aku mencuci piring dan lanjut membantu ibuku menggoreng ikan presto, iya Ibu dan Ayahku seorang pedagang ikan, dari ikan mentah hingga matang. Beliau sering mengeluh sepi pembeli namun tetap semangat untuk memenuhi perut yang lapar. Setelah ibuku datang dari ziarah, beliau langsung ganti baju dan cuci tangan. Beliau pun mulai bercerita tentang yang terjadi di rumah Almarhum Pak Yanto. Jangan panik, ziarahnya dari jauh, ada tempat yang disediakan 10 meter dari rumah Almarhum untuk menaruh beras yang dibawa peziarah lalu pulang. Jadi tidak sampai membuat kerumunan dan mendekat ke korban covid. 332


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Ya namanya juga pedesaan, pasti desa kamu juga seperti itu kan? Matahari pun pamit dan bergantian dengan bulan. “Sepi amat ya Bu?” tanya ku pada ibu “ Iya, dulu rame banget, banyak kegiatan lomba - lomba sebelum ada covid.” jawab ibu “Iya nih, padahal Bapak pingin banget ikut sepak terong, udah tahun kemarin ga ada, eh lanjut di tahun ini.” Keluh Bapak Bapak memang sangat - sangat menunggu perlombaan itu di hari kemerdekaan, beliau selalu menjadi juara pertama dari tahun masih kecil hingga sudah menjadi bapak - bapak, katanya. Di desaku banyak perlombaan yang bisa di ikuti dari anak kecil hingga kakek - kakek yang masih sehat. Sangat ramai dan sangat seru, namun hingga tanggal 16 Agustus 2021 ini, semua sunyi senyap, hanya ada suara jangkrik yang berbunyi dan hembusan yang menyelinap melewati cela - cela jendela yang terbuka. Saat sedang asik bersantai dengan keluarga, tiba - tiba hpku berbunyi, ternyata Lia mengirim chat melalui Whatsapp. Lia :” Oiii tok tok tok... Sintaaa” Sinta :” Waalaikumsalam.” Lia :” hihihi Assalamualaikum, Kamu tau gak yang lagi viral di tiktok?” Sinta :”Gatau, lagi ga buka tiktok, emang ada apa?” Lia :” Ga ada apa-apa si hehehe.” Sinta :”Gajelas.” Lia :”Kamu udah dapet undangan pernikahannya Fina?” Sinta :”La ? Fina kan belum lulus, dah nikah aja. Ngaco kamu.” Lia :”Lah emang iya dia mau nikah, katanya si capek daring akhirnya nikah aja gitu, atau jangan - jangan hamil duluan ya? Kok cepet - cepet nikah?”

333


Selaksa Asa Meraih Cita

Sinta :”Hus gabole suudzon, udah ah aku mau sholat isya dulu, udah adzan dirumahku. “ $ ǜǪ ./ "#Ɵ-0''*# ( Ɵ) $ '' #Ǜ $4 .#*' / 4 )" khusuk, jangan mikir mau nikah kapan hihihi.” Sinta :”Apaansi.” Kalau dipikir - pikir memang banyak sekali yang menikah di musim pandemi seperti sekarang ini, dari berbagai alasan yang tidak masuk akal. Usia tidak jadi penghalang, karena melakukan nikah siri yang tidak dipandang dari syarat nikah sesuai mata negara. Mungkin mereka kira bebannya akan lebih enteng namun itu semua salah, bahkan mungkin lebih berat. Aku tidak begitu setuju dengan nikah muda, karena menurut saya karir dan wawasan yang luas harus di prioritaskan. Apalagi membahagiakan ke dua orang tua harus diutamakan. ǩ ./ "#Ɵ-0'' # 0 # # .#*' / 0'0Ǜ / -0. ' )%0/ + &$)"ǚǪ ucap dalam hatiku Selesai sholat isya kegiatanku adalah packing barang online ku, alhamdulillah di masa pandemi ini, aku sudah menghasilkan 4 toko online, 3 kost diberbagai kota dengan 20 kamar di setiap tempat dan perkebunan sayur mayur di dekat desaku. Tidak gampang untuk memulai semua ini, namun berkat doa ke dua orang tua, ini semua menjadi nyata. Dari pandemi ini bisa kita lihat, banyak sekali positifnya, jika kita memanfaatkan waktu dengan sebaik - baiknya. Menurut saya, kesuksesan akan mendatangkan segalanya. “ Huaaammm... Lanjut besok ah udah ngantuk.” ucapku. Selesai mencuci kaki, gosok gigi dan juga tak lupa untuk berdoa, ku tutup mata dan perlahan - lahan ku memasuki alam mimpi. “kukuruyuukk...” Ayam berkokok “Sintaaa bangun, udah siang gini kok masih tidur aja!” omel ibuku “Iya bu, Sinta sudah bangun.” jawabku Selepas sholat subuh aku tidur lagi, entah kenapa tiba - tiba

334


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ingin tidur lagi, dan kebetulan tanggal 17 hari libur. Tidak ada kegiatan memperingati kemerdekaan juga, karena pandemi. “Sinta, buruan mandi sana.” suruh ayahku “Emang mau kemana si Yah kok buru - buru?” jawabku dengan mata yang masih tertutup “Gimana si adik ini, hari ini kan tanggal 17 Agustus, emang kamu ga mau ikut jalan sehat?” ucap kakak ku “Hah??? Jalan sehat ?? Emang udah ga pandemi ? Kan masih PPKM gabole berkerumun.” Ucapku sambil melotot “Sinta lupa ya? Corona sudah hilang dari bulan kemarin.” Sambil menyiapkan topi ayah, ibu berkata. “Perasaan baru kemarin aku tidur masih ada corona, kok tbtb kata ibu corona udah hilang dari bulan kemarin.” batinku “Buruan mandi jangan bengong-bengong gitu.” ucap ibu lagi Sesampai dilapangan, memang sangat banyak sekali orang disini, betul kata ibu, corona sudah hilang, semua tidak memakai masker dan sangat bergerombol. Kaget. Hanya itu yang kurasakan. “Assalamualaikum Wr Wb, selamat pagi semua, apakah sudah sarapan semua? Masih semangat ga nih?” Ucap MC “ Masih semangat dongg..” sorak warga “Alhamdulillah masih semangat, Oke mari kita mulai untuk undiannya ya ibu - ibu, bapak - bapak. Monggo silahkan Bapak Lurah untuk mengambil undiannya terlebih dahulu.” Ucap MC “ Oke untuk yang pertama dipilih oleh Bapak Lurah adalah... Diperhatikan angkanya ya Bapak Ibuk, 01123” Lanjut MC “ Sinta ayo Sinta, kamu Sin, Sintaaa...” Ucap ibu sangat keras di telingaku, padahal aku sudah dengar. Saat aku hendak berdiri tiba - tiba badanku terguncang guncang. Tiba - tiba.. “Loh kok aku masih di kamar bu? Bukannya tadi ada jalan sehat dan waktunya ambil undian?” ucapku pada ibu

335


Selaksa Asa Meraih Cita

“Lah? Kamu mimpi apa sih? Orang masih PPKM nak, cepat sana mandi, biar gak ngelindur.” ucap ibu sambil berjalan keluar kamarku. “Ya Allah, ternyata tadi cuma mimpi. Semoga aja Corona cepat hilang, sungguh sangat suntuk belajar dirumah dan tidak bisa melakukan kegiatan dengan bebas.” “Semoga mimpiku menjadi nyata.” doaku dalam hati. ***

336


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

*0* ( ,* ').(* Oleh: Yeni Fitriyah Kala itu di temukan virus baru yang tercipta di Negara China, Covid 19. Ya virus itu terdeteksi pada tanggal 31 Desember 2019 di Wuhan China, dan masuk di Indonesia pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020, dua orang warga Depok, Jawa Barat, / -&*)Ɵ-( .$ . " $ + .$ ) + -/ ( *1$ DZƧƯ $ ) *) .$ ǚ Dan akhirnya menyebar di seluruh Indonesia. Aku Sinta, bosen di rumah karena tidak boleh kemana mana, TV, sosmed dipenuhi dengan berita covid-19, hingga panas telingaku mendengarnya. Sudah setahun lebih aku tidak sekolah, semua dilakukan secara daring, banyak pelajaran yang tidak sepenuhnya aku pahami, aku susah mencerna penjelasan jika tidak tatap muka secara langsung dengan guru. Entah diriku ini, apa ada yang sama juga? Setelah daring perutku begitu lapar, mungkin terlalu berpikir keras untuk memahami materi lewat virtual. Saat keluar kamar, Ibuku sudah berpakaian rapi. “Nak kamu lagi apa? Bantu Ibu ambil tas di lemari atas.” ucap Ibuku “Iya bu, emang ibu mau kemana si siang bolong begini?” tanyaku “Mau ngelayat Pak Yanto, katanya meninggal karena Covid-19” jawab Ibu 337


Selaksa Asa Meraih Cita

Selama ini memang banyak sekali tetanggaku yang kehilangan keluarganya karena di rebut covid-19. Pagi, Siang, Malam banyak suara siara orang meninggal lewat toa masjid. Bahkan ada tetanggaku yang benar-benar panik sendiri karena banyaknya orang meninggal secara bergilir, mungkin Ia sangat takut akan jadi korban selanjutnya. Tiada ikan dimeja makan? Ikan mata sapi pun jadi untuk makan siang ku. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ternyata Lia meneleponku. “Sintaaa, kamu udah ngerjain tugas matematika yang statistika belum?” ucap Lia “Udah tinggal ngumpulin aja.” jawabku “Ya ampun aku boleh gak nyontek hihihi?” Tanya Lia padaku “Emang kamu ga paham yang mana? Aku bantu jelasin aja, jangan nyontek-nyontek terus ih.” omelku pada Lia “ Yang ukuran penyebaran data, tapi ntar dulu ya aku dipanggil mama ku, nanti kita sambung telepon nya oke? Assalamualaikum.” Kata Lia dengan tergesa-gesa “Iya, Waalaikumsalam” jawab ku Dia teman dekat ku yang sedikit susah mencerna pelajaran juga, harus dijelasin berkali-kali agar bisa memahami. Ya begini lah susahnya daring selama covid datang. Mungkin banyak yang senang karena tidak keluar rumah dan asik rebahan, namun ada beberapa juga yang mengeluh. Dan aku berada di opsi ke dua. Setelah makan, aku mencuci piring dan lanjut membantu ibuku menggoreng ikan presto, iya Ibu dan Ayahku seorang pedagang ikan, dari ikan mentah hingga matang. Beliau sering mengeluh sepi pembeli namun tetap semangat untuk memenuhi perut yang lapar. Setelah ibuku datang dari ziarah, beliau langsung ganti baju dan cuci tangan. Beliau pun mulai bercerita tentang yang terjadi di rumah Almarhum Pak Yanto. Jangan panik, ziarahnya dari jauh, ada tempat yang disediakan 10 meter dari rumah Almarhum untuk menaruh beras yang dibawa peziarah lalu pulang. Jadi tidak sampai membuat kerumunan dan mendekat ke korban covid. 338


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

Ya namanya juga pedesaan, pasti desa kamu juga seperti itu kan? Matahari pun pamit dan bergantian dengan bulan. “Sepi amat ya Bu?” tanya ku pada ibu “ Iya, dulu rame banget, banyak kegiatan lomba-lomba sebelum ada covid.” jawab ibu “Iya nih, padahal Bapak pingin banget ikut sepak terong, udah tahun kemarin ga ada, eh lanjut di tahun ini.” Keluh Bapak Bapak memang sangat-sangat menunggu perlombaan itu di hari kemerdekaan, beliau selalu menjadi juara pertama dari tahun masih kecil hingga sudah menjadi bapak-bapak, katanya. Di desaku banyak perlombaan yang bisa di ikuti dari anak kecil hingga kakek-kakek yang masih sehat. Sangat ramai dan sangat seru, namun hingga tanggal 16 Agustus 2021 ini, semua sunyi senyap, hanya ada suara jangkrik yang berbunyi dan hembusan yang menyelinap melewati cela-cela jendela yang terbuka. Saat sedang asik bersantai dengan keluarga, tiba-tiba hpku berbunyi, ternyata Lia mengirim chat melalui Whatsapp. Lia :” Oiii tok tok tok... Sintaaa” Sinta :” Waalaikumsalam.” Lia :” hihihi Assalamualaikum, Kamu tau gak yang lagi viral di tiktok?” Sinta :”Gatau, lagi ga buka tiktok, emang ada apa?” Lia :” Ga ada apa-apa si hehehe.” Sinta :”Gajelas.” Lia :”Kamu udah dapet undangan pernikahannya Fina?” Sinta :”La ? Fina kan belum lulus, dah nikah aja. Ngaco kamu.” Lia :”Lah emang iya dia mau nikah, katanya si capek daring akhirnya nikah aja gitu, atau jangan-jangan hamil duluan ya? Kok cepet-cepet nikah?”

339


Selaksa Asa Meraih Cita

Sinta :”Hus gabole suudzon, udah ah aku mau sholat isya dulu, udah adzan dirumahku.” $ ǜǪ ./ "#Ɵ-0''*# ( Ɵ) $ '' #Ǜ $4 .#*' / 4 )" khusuk, jangan mikir mau nikah kapan hihihi.” Sinta :”Apaansi.” Kalau dipikir-pikir memang banyak sekali yang menikah di musim pandemi seperti sekarang ini, dari berbagai alasan yang tidak masuk akal. Usia tidak jadi penghalang, karena melakukan nikah siri yang tidak dipandang dari syarat nikah sesuai mata negara. Mungkin mereka kira bebannya akan lebih enteng namun itu semua salah, bahkan mungkin lebih berat. Aku tidak begitu setuju dengan nikah muda, karena menurut saya karir dan wawasan yang luas harus di prioritaskan. Apalagi membahagiakan ke dua orang tua harus diutamakan. ǩ ./ "#Ɵ-0'' # 0 # # .#*' / 0'0Ǜ / -0. ' )%0/ + &$)"ǚǪ ucap dalam hatiku Selesai sholat isya kegiatanku adalah packing barang online ku, alhamdulillah di masa pandemi ini, aku sudah menghasilkan 4 toko online, 3 kost diberbagai kota dengan 20 kamar di setiap tempat dan perkebunan sayur mayur di dekat desaku. Tidak gampang untuk memulai semua ini, namun berkat doa ke dua orang tua, ini semua menjadi nyata. Dari pandemi ini bisa kita lihat, banyak sekali positifnya, jika kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Menurut saya, kesuksesan akan mendatangkan segalanya. “ Huaaammm... Lanjut besok ah udah ngantuk.” ucapku. Selesai mencuci kaki, gosok gigi dan juga tak lupa untuk berdoa, ku tutup mata dan perlahan-lahan ku memasuki alam mimpi. “kukuruyuukk...” Ayam berkokok “Sintaaa bangun, udah siang gini kok masih tidur aja!” omel ibuku “Iya bu, Sinta sudah bangun.” jawabku Selepas sholat subuh aku tidur lagi, entah kenapa tiba-tiba

340


Antologi Cerpen Siswa-Siswi SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo

ingin tidur lagi, dan kebetulan tanggal 17 hari libur. Tidak ada kegiatan memperingati kemerdekaan juga, karena pandemi. “Sinta, buruan mandi sana.” suruh ayahku “Emang mau kemana si Yah kok buru-buru?” jawabku dengan mata yang masih tertutup “Gimana si adik ini, hari ini kan tanggal 17 Agustus, emang kamu ga mau ikut jalan sehat?” ucap kakak ku “Hah??? Jalan sehat ?? Emang udah ga pandemi ? Kan masih PPKM gabole berkerumun.” Ucapku sambil melotot “Sinta lupa ya? Corona sudah hilang dari bulan kemarin.” Sambil menyiapkan topi ayah, ibu berkata. “Perasaan baru kemarin aku tidur masih ada corona, kok tbtb kata ibu corona udah hilang dari bulan kemarin.” batinku “Buruan mandi jangan bengong-bengong gitu.” ucap ibu lagi Sesampai dilapangan, memang sangat banyak sekali orang disini, betul kata ibu, corona sudah hilang, semua tidak memakai masker dan sangat bergerombol. Kaget. Hanya itu yang kurasakan. “Assalamualaikum Wr Wb, selamat pagi semua, apakah sudah sarapan semua? Masih semangat ga nih?” Ucap MC “ Masih semangat dongg..” sorak warga “Alhamdulillah masih semangat, Oke mari kita mulai untuk undiannya ya ibu-ibu, bapak-bapak. Monggo silahkan Bapak Lurah untuk mengambil undiannya terlebih dahulu.” Ucap MC “ Oke untuk yang pertama dipilih oleh Bapak Lurah adalah... Diperhatikan angkanya ya Bapak Ibuk, 01123” Lanjut MC “ Sinta ayo Sinta, kamu Sin, Sintaaa...” Ucap ibu sangat keras di telingaku, padahal aku sudah dengar. Saat aku hendak berdiri tiba-tiba badanku terguncangguncang. Tiba-tiba.. “Loh kok aku masih di kamar bu? Bukannya tadi ada jalan sehat dan waktunya ambil undian?” ucapku pada ibu

341


Selaksa Asa Meraih Cita

“Lah? Kamu mimpi apa sih? Orang masih PPKM nak, cepat sana mandi, biar gak ngelindur.” ucap ibu sambil berjalan keluar kamarku. “Ya Allah, ternyata tadi cuma mimpi. Semoga aja Corona cepat hilang, sungguh sangat suntuk belajar dirumah dan tidak bisa melakukan kegiatan dengan bebas.” “Semoga mimpiku menjadi nyata.” doaku dalam hati. ***

342


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook