Skip to main content

BANJARMASIN : Kota Seribu Sungai

Page 1

Photo by Christoph Oberschneider

BANJARMASIN Kota Seribu Sungai


mongabay.com

2


Banjarmasin, Indonesia Ditulis oleh Ariefah Shidqiya Rahmah

Di bawah deretan pasak-pasak rumah yang terapung Aku melihat sebuah negeri dalam dua ruang Yang satu ada di atas, yang satunya di bawah Seperti kudapati cermin yang luas dan megah Aku melihat cahaya-cahaya yang menari di atas air Bersejajar dengan kayu-kayu yang mengapung dan alam yang bersenandung Tuhan, biarkan aku mengalir bersama air Di bawah langit-langit Banjarmasin Mengarungi perangai kota seribu sungai

3


DAFTAR ISI Bumi Banjarmasin ………………….........................06 Lok Baitan.………………….....................................07 Kampung Kembang…………………………………..09 Adat Banjarmasin...…………………………….........11 Oranje Nassau dan Pangeran Antasari ...….……...12


Bumi Banjarmasin Banjarmasin atau disebut juga sebagai “Kota Seribu Sungai” merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Kota ini terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur dengan ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berada di daerah kuala Sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur Sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia.

https://id.pinterest.com/lovelyastuty

Kota Banjarmasin berada di tepian timur Sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus. Kota ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan, dan perdagangan.

Sungai-sungai yang membelah kota ini dimanfaatkan sebagai pusat ekonomi, khususnya di bidang pariwisata. Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.

https://id.pinterest.com/rizqamelia

6


Pasar Terapung merupakan warisan budaya masyarakat Banjar yang konon sudah ada sejak ratusan tahun lalu, tepatnya sejak zaman Kesultanan Banjar. Salah satu pasar terapung yang masih

LOK BAINTAN - pasar terapung -

bertahan hingga sekarang adalah Pasar Lok Baintan

yang berlokasi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pasar

Terapung Lok Baintan telah dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Nasional oleh Pemerintah Pusat

Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

7 tripadvisor.com


Pasar Terapung Lok Baintan sudah berlangsung sejak abad 18 di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura. Di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura Lokbaintan terdapat banyak jukung (perahu khas Banjar) menuju lokasi pasar terapung. Perahu-perahu itu adalah milik para pedagang yang akan memasarkan hasil kebun, pertanian, maupun makanan khas daerah setempat.

e-xplore.tumblr.com

Pedagangnya didominasi oleh perempuan dengan memakai tanggui (tutup kepala khas Banjar). Di pasar ini masih berlaku barter antar pedagang. Tak ada organisasi pedagang sehingga jumlah mereka yang berjualan tak terhitung. Mereka datang untuk berjualan, dan bubar dengan sendirinya ketika matahari pagi mulai terik. Pasar ini unik karena selain transaksi dilakukan di atas jukung (perahu), pedagang dan pembelinya juga tidak terpaku di suatu tempat, tetapi terus bergerak mengikuti arus sungai.

8


PULAU KEMBANG - rumah para monyet –

www.tourhq.com

9


https://id.pinterest.com/kenzalone

Pulau Kembang merupakan objek wisata alam yang terletak di tengah Sungai Barito. Pulau Kembang terkenal sebagai pulau kerajaan kera, atau kerajaan monyet. Alasannya karena di pulau tersebut banyak sekali monyet. Monyet atau kera-kera tersebut cukup jinak, dikarenakan seringnya pengunjung yang datang, kemudian berinteraksi, sambil memberi makanan seperti kacang.

Sejarah Pulau Kembang Menurut cerita, Pulau Kembang berasal dari kapal Inggris yang dihancurkan oleh orang Biaju pada tahun 1750-an atas perintah Sultan Banjar. Puingpuing bekas kapal tersebut lambat laun ditumbuhi pepohonan dan berubah menjadi sebuah pulau yang kemudian didiami sekelompok kera.

Legenda dan Mitos di Pulau Kembang Mitos yang berkembang di Pulau Kembang adalah cerita tentang monyet putih. Orang-orang desa yang berada di sekitar pulau menganggap bahwa kera-kera yang ada merupakan penjelmaan yang memakai sarungan kera. Kelompok kera tersebut dipimpin oleh seekor kera yang sangat besar berwarna putih.

10


Baayun www.antarafoto.com/

Acara Baayun dilakukan di halaman Masjid Jami, Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Baayun Maulid merupakan kegiatan mengayun bayi atau anak dengan membaca syair maulid.

www.antarafoto.com

ADAT BANJARMASIN

Baanjung

Rumah Baanjung adalah nama rumah tradisional suku Banjar dan suku Dayak Bakumpai. Suku Banjar biasanya menamakan rumah tradisonalnya dengan sebutan Rumah Banjar atau Rumah Bahari.

https://id.pinterest.com/aaqabjm

11


apahabar.com

ORANJE NASSAU dan Pangeran Antasari Benteng ini ditetapkan sebagai tempat wisata di Kalimantan Selatan. Pada mulanya benteng ini merupakan lokasi tambang batu bara milik pemerintah Hindia Belanda yang dibangun pada 1849 dan dinamai dengan Oranje Nassau. Pembangunan benteng ini pun melalui kerja rodi yang memanfaatkan tenaga rakyat Indonesia. Perlakuan Belanda yang semena-mena, yang terkadang juga berbuat curang, membuat rakyat Banjar marah. Pangeran Antasari, sebagai pemimpin Kerajaan Banjar pun memutuskan untuk menyerang lokasi pertambangan Oranje Nassau. Hal inilah yang memicu Perang Banjar pada 1859-1905.

“Apa yang dilakukan Pangeran Antasari dan memicu Perang Banjar dengan menyerang benteng dan wilayah konsesi tambang merupakan bentuk perlawanan rakyat ketika sumber daya alam dikuasai kelompok atau korporasi. Apa yang terjadi di masa itu, juga tergambar di kondisi sekarang,” imbuh Kisworo.

12


Perang Banjar dimulai saat Belanda memonopoli perdagangan di Kesultanan Banjar. Banjar yang memiliki kekayaan yang melimpah berupa emas, intan, lada, dan rotan menarik hati kaum penjajah Belanda. Penguasaan Belanda dari waktu ke waktu semakin meningkat dan menimbulkan banyak konflik juga permasalahan yang berpuncak pada Perang Banjar. Perang ini dipimpin Pangeran yang ahli Pangeran Antasari.

oleh seorang strategi yaitu

Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tahun 1859. Selanjutnya peperangan demi peperangan dikomandoi Pangeran Antasari di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Dengan dibantu para panglima dan pengikutnya yang setia, Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu. Pertempuran yang berkecamuk makin sengit di berbagai medan. Pasukan Belanda yang ditopang oleh bala bantuan dari Batavia dan persenjataan modern, akhirnya berhasil mendesak terus pasukan Pangeran Antasari. Dan akhirnya Pangeran Antasari memindahkan pusat benteng pertahanannya di Muara Teweh.

Berkali-kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun dia tetap pada pendiriannya. Ini tergambar pada suratnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijck di Banjarmasin, 20 Juli 1861.

“ ..dengan tegas kami terangkan kepada tuan: Kami tidak setuju terhadap usul minta ampun dan kami berjuang terus menuntut hak pusaka (kemerdekaan)...”

13


14


Agar bumi Banjarmasin tak hanya kaya akan intannya Tak hanya indah akan sungainya Dan sejarahnya tak hanya romantisme belaka Agar bumi Banjarmasin telah dan akan seutuhnya merdeka Di bawahnya mengalir kebaikan sepanjang sungai Barito hingga Martapura Dan di atasnya ada kebijaksanaan seluas langit Nusantara

Bandung, 2021

15


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BANJARMASIN : Kota Seribu Sungai by ariefah shidqiya - Issuu