MENYALA
(Mandiri Energi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi)
DENGAN KONSEP AGROKOMPLEKS HASANUDDIN
PT Pertamina (Persero) DPPU HASANUDDIN
PENERBIT Yayasan Cahaya Pelita Sehati 2021
MENYALA (Mandiri Energi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi) Dengan KONSEP AGROKOMPLEKS HASANUDDIN ISBN: 978-623-96913-3-2 PENULIS: Yudho Wibowo (ywibowo@pertamina.com) Laode Syarifuddin Mursali (laode.s@pertamina.com) Dida Ardiyana (dida.ardiyana@pertamina.com) Andi Zakiah Safitri (andi.safitri@pertamina.com) Aditya Anggara (aditya.anggara@pertamina.com) Muhammad Luthfan Togar (muhammad.togar@pertamina.com) Yudha Sasmita Putra (yudha.sasmita@pertamina.com) Deri Supriyadi (deri.supriyadi@pertamina.com) Andi N Renita Relatami (Relatamirenita11@gmail.com) Siti Rafi’ah Darajat (rafiahsahirdrajat@gmail.com) EDITOR : Asmi Citra Malina, S.Pi.,M.Agr.,P.hD (Citramalinaunhas@gmail.com) Dr. Rahmi,S.Pi., M.Si (rahmiperikanan@unismuh.ac.id) Sri Wahyuni, S.Pi.,M.Si (sriwahyunifirman@gmail.com) Antonius Primus, SS PENERBIT: Yayasan Cahaya Pelita Sehati Jl. Bukit Madani, Kelurahan Lapadde, Parepare Hp. 081356708769 Penerbitan Buku ini dipelopori oleh: PT Pertamina (Persero) – DPPU HASANUDDIN
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun, termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari Penerbit
PT PERTAMINA (PERSERO) – DPPU HASANUDDIN
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb., dan salam sejahtera bagi kita semua. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, pencipta seluruh sumberdaya yang berada di atas dan di dalamnya. Buku ini menyajikan uraian inovasi-inovasi dan rangkaian kegiatan program Community Development, serta Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin di wilayah 3T Dusun Cindakko. Dalam buku ini disampaikan strategi yang diterapkan DPPU Hasanuddin yang berkaitan langsung dalam program pengembangan masyarakat 3T di Dusun CIndakko. DPPU Hasanuddin telah berupaya sebaik mungkin untuk menerapkan konsep tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dan pengembangan masyarakat. Setiap kegiatan yang dilakukan, merupakan upaya modifikasi maupun iv
inisiasi program baru, dimana program yang diusulkan tidak hanya memiliki nilai keekonomian, tetapi juga mengangkat aspek ramah lingkungan yang berbasis Manufaktur. DPPU Hasanuddin telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001 serta berperan aktif dalam Program PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan). DPPU Hasanuddin telah meraih Proper hijau 3 kali sejak tahun 2018, hal ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mengembangkan inovasi dan pengelolaan lingkungan.
Makassar, Juni 2021 Operation Head PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin Yudho Wibowo
v
SAMBUTAN Operation Head PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin
Assalamualaikum Wr . Wb, dan salam sejahtera bagi kita semua. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, pencipta seluruh sumberdaya yang berada di atas dan di dalamnya. Buku ini menyajikan uraian inovasi-inovasi dan rangkaian kegiatan program Community Development dari PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin Group. Dalam buku ini disampaikan strategi yang diterapkan dari PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin Group yang berkaitan langsung dalam program perlindungan keanekaragaman hayati dan pengembangan masyarakat. PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin Group berada di bawah manajemen MOR VII telah berupaya sebaik mungkin untuk menerapkan konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan pengembangan masyarakat. vi
Setiap kegiatan yang dilakukan, merupakan upaya modifikasi maupun inisiasi program baru, dimana program yang diusulkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengangkat aspek ramah lingkungan. Setiap lokasi kerja juga telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001 serta berperan aktif dalam Program PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan).
Makassar, Mei 2021 Operation Head PT Pertamina (Persero) DPPU Hasanuddin Group Yudho Wibowo
vii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .............................................. Sambutan ....................................................... Daftar Isi ......................................................... DPPU Hasanuddin Group .............................. Uraian Program Agrokompleks Hasanuddin ... Produksi Probiotik .......................................... Aquaponik ...................................................... Integrasi Itik Tahap II .................................... Biskuit Imun .................................................. Uraian Penerapan Agrokompleks Pada Program Cindakko Menyala ................
viii
iv vi viii 1 4 8 14 17 20 23
Hasanuddin Group
Gambar 1. Aktifitas Pengisian Bahan Bakar Pesawat di DPPU
DPPU
HASANUDDIN GROUP
Gambar 2. DPPU Hasanuddin Group
DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Hasanuddin merupakan salah satu lokasi kerja PT Pertamina (Persero) yang beralamat Jl. Pondok Asri 3 Dusun Pao-Pao, Desa Baji Mangngai, Kecamatan 1
Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) terbesar di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia yang melakukan penyaluran ke pesawat udara dengan nilai profit terbesar ke-3 setelah DPPU Ngurah Rai (Bali) dan DPPU Juanda (Surabaya). DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Hasanuddin merupakan penyedia layanan Bahan Bakar Pesawat Udara satu-satunya di bandara penghubung antara Indonesia sebelah Barat dan Timur dengan frekuensi pelayanan 303.600 pesawat atau 40.159.000 penumpang per-tahunnya. Adapun beberapa keunikan dari DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Hasanuddin yaitu: 1. Mendapatkan Sertifikat Apresiasi dari Asosiasi Perikanan Indonesia yaitu MAI (Masyarakat Aquakultur Indonesia) atas Penelitian dan Pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Aquaponik Tahun 2019; 2. Piagam Penghargaan Pengelolaan LB3 Terbaik oleh Gubernur Sul-Sel Tahun 2018; 3. Piagam Penghargaan Pengelolaan LB3 Terbaik oleh Gubernur Sul-Sel Tahun 2018; 4. Predikat Proper Hijau pada Tahun Penilaian 2
2017/2018, 2018/2019 dan 2019/2020; 5. Prestasi “Gold” di Ajang Konvensi Inovasi Berdampak Lingkungan MOR VII PT Pertamina, untuk Inovasi Community Development dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Probiotik” pada Tahun 2019; 6. Prestasi “Gold” di Ajang Konvensi Inovasi Berdampak Lingkungan MOR VII PT Pertamina, untuk Inovasi Community Development dengan judul, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Program biskuit ikan dan Program Integrasi Itik” pada Tahun 2020.
3
URAIAN PROGRAM AGROKOMPLEKS HASANUDDIN
Gambar 3. Depot Pengisian Pesawat Udara Hasanuddin
PT Pertamina (Persero) selain menjalankan kegiatan operasional perusahaan, juga berkomitmen dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk dari perhatian 4
PT Pertamina (Persero) terhadap tatanan kehidupan sosial dan menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Program-program yang dijalankan berkaitan erat dengan upaya untuk melaksanakan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goal’s). Pembangunan berkelanjutan tersebut tidak hanya berfokus pada isu lingkungan namun mencakup juga dua aspek lainnya, yaitu pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (People, Profit, dan Planet). Dusun Cindakko Dusun Cindakko merupakan salah satu pelosok yang garis wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bone dan Gowa. Dusun Cindakko termasuk dalam wilayah Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Secara geografis, Dusun Cindakko relatif sulit dijangkau karena letaknya yang jauh di pedalaman, perbukitan/pegunungan, sehingga sulit dijangkau oleh jaringan baik transportasi maupun media komunikasi. Dusun Cindakko termasuk dalam Wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar).
Dusun Cindakko memiliki potensi sumber 5
daya alam besar namun lingkungan sekitarnya merupakan daerah yang termasuk dalam Kawasan hutan lindung sehingga perlu edukasi panen lestari dan menjaga ekosistem di kawasan hutan lindung maupan hutan produksi yang ada di Dusun Cindakko. Umumnya masyarakat di Dusun Cindakko memiliki tingkat pendidikan, pengetahuan dan keterampilannya relatif rendah serta kelembagaan adat yang belum berkembang. Keterbatasan sarana dan prasarana komunikasi, sumber daya listrik, transportasi, irigasi, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan lainnya yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. Masalah yang ada di pelosok Dusun Cindakko sangat kompleks sehingga hal tersebut menjadi hambatan paling besar untuk mengupayakan penyaluran pemenuhan gizi bagi masyarakat yang ada di pelosok Dusun Cindakko. Selain itu, tantangan lain untuk pemenuhan gizi bukan hanya terganjal pada infrastruktur, khususnya transportasi yang kurang memadai akan tetapi masyarakat di daerah pelosok yang memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi rendah. 6
Dari penjelasan di atas maka PT Pertamina
DPPU Hasanuddin yang secara geografis berada dalam satu kabupaten dengan Dusun Cindakko melakukan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam membangun dusun pelosok Cindakko dengan berbasis Agrokompleks Hasanuddin. Agrokompleks adalah bidang pengelolaan yang berhubungan langsung dengan makhluk hidup dan juga lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara lebih bijaksana dengan memperhatikan berbagai aspek yang berhubungan di dalamnya. Adapun jenis aspek yang dimaksud antara lain adalah tanaman, ikan, dan juga hewan yang lain. Agrokompleks Hasanuddin adalah suatu rangkaian program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang berpusat pada kegiatan konservasi Pertanian, peternakan, perikanan serta diversivikasi olahan makanan dari produk agrokompleks yang ramah lingkungan. Program tersebut terdiri dari Produksi Probiotik, Aquaponik, Integerasi Itik, serta olahan makanan yaitu biskuit imun. Rangkaian kegiatan Agrokompleks Hasanuddin diterapkan dalam program Cindakko Menyala (Mandiri Energi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi). 7
PRODUKSI PROBIOTIK
Produksi bakteri probiotik merupakan kegiatan produksi Mikroorganisme (bakteri) secara massal yang aman untuk penggunaan pengolahan pertanian, peternakan, perikanan maupun untuk lingkungan. Karena aplikasi probiotik dapat diterapakan dalam beberapa bidang sehingga memberikan kontribusi atau dampak positif terhadap lingkungan, komunitas lokal, masyarakat luas dalam bidang pemberdayaan Masyarakat.
Gambar 4. Proses Kulturisasi Bakteri Kandidat Probiotik
8
Aplikasi Probiotik ini mendapatkan apresiasi dari asosiasi perikanan Indonesia yaitu MAI (Masyarakat Aquakultur Indonesia) atau Indonesian Aquaculture Society karena Probitik dalam penerapannya di bidang budidaya ikan maupun budidaya terpadu (Aquaponic) memberikan kontribusi yang mendukung teknologi aquakultur khususnya di wilayah opersional PT Pertamina DPPU Hasanuddin. Selain itu produksi probiotik ini juga memenangkan Predikat GOLD kategori PC-PROVE Forum presentasi Continuous Improvement Program (CIP) 2019 Marketing Operation region VII. Program Probiotik mulai dilaksanakan pada tahun 2019 hingga saat ini. Pada tahun tersebut produksi probiotik terbatas hanya dalam skala laboratorium, sedangkan untuk tahun 2020 produksi probiotik mengalami peningkatan produksi massal dalam skala rumah tangga di Rumah Probiotik. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Adapun tujuan dari Produksi Probiotik adalah sebagai berikut: a.
Meningkatkan taraf hidup petani, petambak dan peternak dengan memanfaatkan probiotik dengan hasil yang lebih baik. 9
b. c.
d.
Mengurangi penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia bagi para petani dan peternak. Memperkenalkan pemanfaatan Mikroorganisme (bakteri) untuk penggunaan pengolahan pertanian, peternakan, Perikanan, Lingkungan maupun untuk olahan makanan Penggunaan probiotik untuk penguraian sampah organik menjadi Biogass.
Gambar 5. Proses Pembuatan Pakan Sinbiotik
10
Inovasi Probiotik Inovasi produk probiotik binaan DPPU Hasanuddin merupakan produk probiotik yang dapat diaplikasikan pada bidang pertanian, bidang perikanan, bidang peternakan serta pengelolahan limbah. Adapun produk probiotik binaan DPPU Hasanddin yaitu pakan sinbiotik (pakan Probiotik) untuk ikan dan udang, Plant Growth promoting Rhizhobacteria untuk tanaman, serta probiotik limbah untuk pengelolahan sampah organik seperti kompos. Pakan Sinbiotik telah diaplikasikan untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Maros Sulawesi-Selatan. Kelompok Probiotik bekerja sama dengan CSR program Bina Lingkungan berkelanjutan untuk membeli hasil product probiotik dan membagikan ke kelompok petani tambak dan beberapa kelompok binaan dari ITM, FT Parepare dan FT Palopo dalam upaya untuk peningkatan produktivitas di tambak udang dan ikan. Hal ini dapat membantu mengatasi dampak perekonomian selama pandemi covid-19 dengan tetap menjaga ketahanan pangan dan mengurangi hal-hal yang mampu membuat petani tambak merugi.
11
Gambar 6. Product PGPR (Plant Growth promoting Rhizhobacteria) yang di kembangkan oleh kelompok Probiotik Kerjasama KKP
Plant Growth Promoting Rhizhobacteria (PGPR) atau Rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman adalah kelompok bakteri menguntungkan yang dimanfaatkan untuk membantu petani dalam pemeliharaan tanaman karena bakteri ini telah teruji mampu meningkatkan jumlah perakaran halus, menambah luas permukaan akar dan meningkatkan kemampuan menyerapan nutrisi dan air yang menjadikan tanaman lebih bugar, sehingga lebih tahan terhadap gangguan OPT atau mampu mengkompensasi kerusakan. Cara pembuatan PGPR relatif mudah dan murah dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. PGRP ini diaplikasikan dalam program aquaponik binaan DPPU Hasanuddin. 12
Probiotik limbah telah diaplikasikan pada pembuatan kompos ke kelompok petani di Dusun Cindakko binaan DPPU Hasanuddin.
13
AQUAPONIK
Akuaponik pada prinsipnya disamping menghemat penggunaan lahan dan air juga meningkatkan efisiensi usaha melalui pemanfaatan unsur hara dari sisa pakan dan metabolisme ikan untuk tanaman. (Ahmad, 2007). Budidaya akuaponik dicirikan dengan kepadatan ikan yang tinggi dan menerapkan sistem resirkulasi (Harahap, 2010). Pada program Aquaponik ini juga mengaplikasikan probiotik membantu proses penguraian amonia sebagai agen bioremediasi untuk pengendalian kualitas air sehingga limbah buangan dari proses budidaya ikan yang menjadi masalah bagi pembudidaya ikan dapat teratasi.
14
Gambar 7. Sistem Aquaponik
Inovasi Aquaponik DPPU Hasanuddin membina kelompok Aquaponik yang lokasi programnya berada di wilayah Ring 1 DPPU Hasanuddin. Kelompok Aquaponik ini memanfaatkan sisa pencucian depot pengisian air galon untuk dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya aqauponik. Selain itu dalam kegiatan budidaya aquaponik ini kelompok juga mengaplikasikan pakan sinbiotik (probiotik) maupun PGPR yang merupakan 15
produk dari kelompok probiotik Laikang binaan DPPU Hasanuddin untuk meningkatkan produktivitas budidaya aquaponik.
16
INTEGRASI
ITIK
TAHAP II
Sistem Pertanian Terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan yang sama. Dengan adanya sistim pertanian terpadu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pada hakikatnya pertanian terpadu adalah memanfaatkan seluruh potensi energi sehingga dapat dipanen secara seimbang. Selain hemat energi, keunggulan lain dari pertanian terpadu adalah petani akan memiliki beragam sumber penghasilan. Sistem Bioponik Sistem budidaya BIOPONIK merupakan salah satu teknlogi pertanian terpadu yang di dalamnya ada tanaman, ikan, itik/ayam dan dibudidayakan 17
pada lahan yang sama. Sistem BIOPONIK singkatnya merupakan tingkat lanjutan dari sistem AQUAPONIK dimana sistem ini memanfaatkan metode pertanian terpadu yakni kandang itik/ayam dibangun di atas kolam ikan dan kolam ikan tersebut terhubung dengan sistem hidroponik, sehingga kotoran yang dihasilkan oleh ternak itik/ayam dapat dimanfaatkan oleh ikan sebagai pakan yang kaya akan nutrisi; dan kotoran dari ikan akan diserap oleh tanaman yang membantu pertumbuhan dari tanaman itu sendiri. Sistem Budiddaya BIOPONIK dibantu dengan menambahkan PROBIOTIK dalam prosesnya, sehingga manfaat yang dapat diperoleh dengan penerapan budidaya BIOPONIK adalah: a. Manfaat untuk pengendalian hama penyakit, b. Manfaat eficiency pemberian pakan, c. Manfaat pemupukan untuk tanaman, d. Manfaat probiotik sebagai pembantu pertumbuhan ternak dan tanaman. Menurut Zulkifli Mantau (2013) bahwa dengan menerapkan pertanian terpadu “BIOPONIK” ada beberapa keuntungan di antaranya Keuntungan langsung: a. Produksi tanaman sistem parlabek relatif tidak menurun hasilnya dibandingkan dengan sistem usaha tani tanaman saja, b. Ikan dan telur itik merupakan nilai tambah bagi pendapatan petani, dan 18
c. Kesejahteraan dan pendapatan petani meningkat. Sedangkan Keuntungan tidak langsung: a. penyerapan tenaga kerja meningkat sepanjang musim tanaman dan setelah musim tanaman, sehingga dapat mengurangi pengangguran, b. protein hewani tersedia sepanjang musim bagi masyarakat pedesaan, c. terjadi daur ulang yang saling menguntungkan, yaitu itik dan ikan dapat menekan populasi gulma dan hama (pengendalian hayati); kotoran ikan dan itik menjadi pupuk tanaman. Inovasi Integrasi Itik DPPU Hasanuddin membina kelompok integrasi itik yang lokasi programnya berada di wilayah Ring 1 (Desa Baji Manggai) dan Ring 3 (Kecamatan Bontonompo) DPPU Hasanuddin. Kelompok integrasi itik ini melakukan budidaya terpadu antara itik dan tanaman maupun ikan. Selain itu dalam kegiatan integrasi itik ini, kelompok juga mengaplikasikan pakan sinbiotik (probiotik) dan PGPR yang merupakan produk dari Kelompok Probiotik Laikang binaan DPPU Hasanuddin untuk meningkatkan produktivitas budidaya terpadu atau integerasi itik. 19
BISKUIT IMUN
Produk olahan ikan yang dilakukan kelompok binaan DPPU Hasanuddin yaitu KWBBI (Kelompok Wanita Bumi Berua Indah) adalah olahan ikan berupa biskuit yang bahan bakunya diperoleh dari hasil produksi kelompok aquaponik. Kegiatan ini sekaligus menjawab permasalahan kelompok aquaponik yang kehilangan konsumen pada masa pandemi. Selain itu Biskuit ikan booster imun ini merupakan biskuit dengan formula gizi yang diberi nama biskuit Ikan booster Imun. Di era pandemi Covid-19 ini masyarakat dituntut untuk memiliki imunitas yang baik. Salah satu alternatif untuk peningkatan imunitas adalah pemenuhan nutrisi yang seimbang dan suplemen. Atas dasar hal tersebut sehingga lahirlah inovasi biskuit ikan booster imun. Bahan utama yang digunakan untuk membuat Biskuit ikan booster imun adalah tepung ikan yang 20
terdiri dari kepala ikan, dan daging ikan. Dalam pengolahannya, tepung ikan itu dikombinasi dengan Probiotik Entero Cocous IS 2735 yang dimikroenkapsulasi (proses fisik bahan aktif seperti partikel yang dikemas untuk melindungi suatu zat agar tetap tersimpan dalam keadaan baik pada saat digunakan). Inovasi Biskuit Ikan Formula yang digunakan untuk membuat Biskuit Ikan berbeda yang diperuntukkan bagi balita, remaja, dan lanjut usia (lansia). Bahan utama yang digunakan untuk membuat Biskuit ikan bagi balita adalah tepung daging ikan yang mengandung banyak protein dan tiga nutrisi asam amino yang unik, yaitu Threonine, Methionine, dan Lysine. Pada Serelia yang sering dikonsumsi oleh anak-anak balita, kandungan asam aminonya hanya sedikit. Padahal, rata-rata yang menyebabkan tubuh tak berkembang optimal adalah karena defisit asam amino. Pada ikan, kandungan asam aminonya tinggi. Ini sudah diuji selama sepuluh hari kepada balita dengan berat badan rendah. Hasilnya, berat badan balita itu meningkat satu kilogram. 21
Gambar 8. Biskuit Ikan Booster
Biskuit ikan booster imun bagi remaja, mengandung lebih banyak kalsium dari pada protein. Kandungan kalsium bagi remaja bermanfaat untuk memaksimalkan pertumbuhan dan pengerasan tulang. Begitu pula bagi lansia. Sebab, pada usia lanjut, kejadian osteoporosis tengah berlangsung, sehingga tubuh memerlukan kalsium yang tinggi.
22
PENERAPAN AGROKOMPLEKS PADA PROGRAM
CINDAKKO MENYALA
Agrokompleks Hasanuddin adalah suatu rangkaian program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang berpusat pada kegiatan konservasi Pertanian, peternakan, perikanan serta diversivikasi olahan makanan dari produk agrokompleks yang ramah lingkungan. Program tersebut terdiri dari Produksi Probiotik, Aquaponik, Integerasi Itik, serta olahan makanan yaitu biskuit imun. Rangkaian kegiatan Agrokompleks Hasanuddin diterapkan dalam program Cindakko Menyala (Mandiri Energi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi). Dusun Cindakko merupakan salah satu pelosok yang garis wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bone dan Gowa. Dusun Cindakko termasuk dalam wilayah Desa Bonto Somba, 23
Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Secara geografis, Dusun Cindakko relatif sulit dijangkau karena letaknya yang jauh di pedalaman, perbukitan/ pegunungan, sehingga sulit dijangkau oleh jaringan baik transportasi maupun media komunikasi. Dusun Cindakko memiliki potensi sumber daya alam besar namun lingkungan sekitarnya merupakan daerah yang termasuk dalam Kawasan hutan lindung sehingga perlu edukasi panen lestari dan menjaga ekosistem di Kawasan hutan lindung maupan hutan produksi yang ada di Dusun Cindakko.
Gambar 9. Kegiatan Hari Anak Sedunia di Pelosok Dusun Cindakko
24
Umumnya masyarakat di Dusun Cindakko memiliki tingkat pendidikan, pengetahuan dan keterampilannya relatif rendah serta kelembagaan adat yang belum berkembang. Keterbatasan sarana dan prasarana komunikasi, sumber daya listrik, transportasi, irigasi, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan lainnya yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. Masalah yang ada di pelosok Dusun Cindakko sangat kompleks sehingga hal tersebut menjadi hambatan paling besar untuk mengupayakan pemenuhan gizi bagi masyarakat yang ada di pelosok Dusun Cindakko. Selain itu, tantangan lain untuk pemenuhan gizi bukan hanya terganjal pada infrastruktur yang kurang memadai akan tetapi masyarakat di daerah pelosok juga memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi rendah. Dari penjelasan di atas maka PT Pertamina DPPU Hasanuddin yang secara geografis berada dalam satu kabupaten dengan Dusun Cindakko melakukan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam membangun dusun pelosok Cindakko dengan program bantuan langsung berkelanjutan yaitu: 1.
Pelosok Dusun Cindakko KOGUMA (Kopi, 25
Gula Aren, Lebah Madu); 2.
Program Pembangunan Pelosok dengan Gizi baik;
3.
Sekolah Alam;
4.
Energy untuk Dusun Cindakko.
Rangkaian kegiatan dari Cindakko Menyala (Mandiri Energi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi) merupakan replikasi dari program kegiatan berbasis agrokompleks di masyarakat 3T di pelosok Dusun Cindakko. Program Dusun Cindakko Koguma (kopi, gula Aren, dan lebah madu) merupakan suatu rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat 3T yang berfokus pada serangkain kegiatan ketahanan pangan dengan metode good practice agrikultur seperti panen lestari lebah Hutan Apis Dorsata dan budidaya lebah Madu Apis Cerana dan Lebah Madu Trigona. Masyarakat 3T diberikan pelatihan budidaya dan panen lestari untuk meningkatkan penghasilan ekonomi, tapi tetap menjaga kelestarian dan memanfaatkan alam dengan baik dan beradab. 26
Selain Program Dusun Cindakko Koguma (kopi, gula Aren, dan lebah madu) juga ada kegiatan yang berfokus pada anak sekolah yang disebut sekolah alam dan kegiatan yang berfokus pada ibuibu pintar yaitu kegiatan diversifikasi olahan pangan yang bergizi.
27