

MENJELANG PBAK, CALON
MAHASISWA BARU UIN RIL 2025 MULAI TERIMA JAKET ALMAMATER
Raden Intan – Menjelang
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) tahun 2025 mulai menerima jaket almamater (Selasa, 05/08/25)
Distribusi jaket almamater tersebut dilaksanakan di area belakang Gedung Day Care
UIN RIL, dimulai sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dalam 3 hari, yakni:
Rep: Naya

1.Senin, 4 Agustus 2025: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) & Fakultas Psikologi (FPI)
2 Selasa, 5 Agustus 2025: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) & Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA)
3.Rabu, 6 Agustus 2025: Fakultas Syariah (FS), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Fakultas Adab (FA), Fakultas Sains & Teknologi (FST)
Sebelum mengambil almamater maba diwajibkan menunjukkan bukti
pelunasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai syarat pengambilan jaket. Bagi mahasiswa yang berhalangan hadir dan ingin diwakilkan, perwakilan harus membawa surat kuasa yang telah ditandatangani di atas materai Rp10 000
Dava Saputra selaku salah satu panitia mengungkapkan bahwa proses pengambilan berlangsung lancar dan penuh semangat dari para camaba "Banyak camaba yang tampak antusias, datang tepat waktu, dan
mengikuti prosedur dengan tertib. Proses ini juga didukung oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari masing-masing jurusan," ungkapnya.
Menurut informasi dari panitia, akan ada jadwal pengambilan almamater tahap selanjutnya. Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait jadwal tersebut
Raffi Dwi Praditya, salah satu camaba dari program studi (prodi) Akuntansi Syariah
(AKS) mengatakan bahwa pengambilan almamater ini menjadi momen yang berkesan untuknya.
“Saya senang sekali bisa berkenalan dengan teman-teman baru pada saat pengambilan almamater tadi Hal ini tentunya menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya.
CAMABA KELUHKAN UKURAN ALMAMATER TAK SESUAI, AKADEMIK UIN RIL KLARIFIKASI
Rep: Novel

Sumber: Naya
Raden Intan Calon mahasiswa baru (camaba) keluhkan ukuran jaket almamater yang tidak sesuai, pihak akademik Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sampaikan klarifikasi (Jum'at, 08/08/25)
Tepat pada tanggal 4 6 Agustus 2025 lalu, UIN RIL laksanakan kegiatan pembagian jaket almamater tahap 1 kepada camaba yang telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) s.d tanggal 30 Juli 2025.
Pengambilan jaket almamater tersebut menuai banyak keluhan dari camaba terkait ukuran almamater yang tidak sesuai dengan ukuran yang sebelumnya sudah mereka isi pada form saat daftar ulang
Camaba dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyampaikan bahwa pada hari kedua pengambilan almamater, seluruh ukuran yang tersedia hanya XL Padahal ia sudah
mengisi ukuran yang sesuai yakni M saat daftar ulang.
Terkait dengan hal tersebut, pihak akademik mengonfirmasi bahwa pembagian almamater dibagi menjadi 2 tahap untuk menghindari membeludaknya camaba pada hari yang sama Maka pada tahap pertama, almamater baru tersedia 3 ukuran yakni L, XL, dan XXL.
Devitha Anggun, S.E., M.M., selaku Sub Koordinator Kemahasiswaan UIN RIL juga menyampaikan bahwa almamater yang ukurannya tidak sesuai boleh ditukarkan.
"Jika ada yang merasa almamaternya memang terlalu kebesaran, bisa
Sumber: Naya
ditukarkan di tahap 2. Namun tetap saja kita dahulukan camaba yang akan mengambil almamater di tahap 2 lebih dulu," jelasnya
Salah satu camaba juga turut menyampaikan bahwa pada saat pengambilan almamater, ukuran yang dimintanya habis dan hanya tersisa satu ukuran saja.
"Saat pengambilan almet full XL semua, padahal saya sudah masukin ukuran pas saat daftar ulang Padahal kalau bisa habis kenapa gak dari kemarin aja semuanya sekalian dibagikan," ucapnya.
LESTARIKAN LINGKUNGAN, UIN RIL BAGIKAN
8.000 BIBIT TANAMAN KE PESERTA KKN
Rep: Dela & Zaaza
Raden Intan Lestarikan lingkungan, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) bagikan 8 000 bibit tanaman ke peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai dari 8 10 Agustus 2025 (Sabtu, 09/08/25)
Pada 8 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Lingkar Kota, 9 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Tematik Perlindungan Anak, KKN Tematik Mengajar, KKN Dakwah Humanis, KKN Lingkar Kampus, dan 10 Agustus dibagikan kepada peserta KKN Lingkar Kota Kecamatan Kemiling
Terdapat 4 jenis tanaman yang dibagikan, yakni nangka, pala, jambu mete, dan pinang. Di mana bibit tersebut terdiri dari 80 paket dan setiap paket terdapat 25 bibit pohon Kelompok KKN mendapatkan 50 bibit dengan 2 jenis tanaman. Jumlah bibit harus menyesuaikan dengan lahan yang akan ditanam serta mengikuti arahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung
Afif Rifqi Yonada selaku peserta KKN Lingkar Kampus yang bertanggung jawab dalam pembagian bibit tanaman di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mengatakan bahwa jumlah bibit 23 500 namun mengalami penyesuaian dengan lahan yang akan ditanam dan kebijakan Pemkot sehingga menjadi 8.000 bibit.
Okto Purna Irawan selaku salah satu peserta KKN Tematik Perlindungan Anak kelompok 129 ungkapkan tujuan dari program ini adalah untuk penghijauan dan tata kelola lahan di kota

"Menurut saya, tujuan dari penanaman bibit ini untuk penghijauan sebagai program Green Campus UIN RIL yang didukung oleh Pemkot guna mengurangi polusi udara di Kota Bandar Lampung," ujarnya.
Dwi Anggreta, salah satu peserta KKN Tematik Mengajar kelompok 200 menyatakan bahwa program ini bermanfaat untuk lingkungan "Program ini sebagai salah satu kontribusi UIN RIL terhadap pelestarian lingkungan, dan harapannya setelah pohon tumbuh baik dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar," harapnya
UIN RIL SEDIAKAN LAYANAN PENUKARAN UKURAN ALMAMATER BAGI CAMABA
Rep: Sakira & Tisya

Sumber: Tisya
Raden Intan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menyediakan layanan penukaran ukuran almamater bagi calon mahasiswa baru (camaba) pada tahap ke-2 pembagian almamater. (Kamis, 21/08/25) Pada pembagian almamater tahap pertama, terdapat banyak
keluhan terkait ukuran jaket almamater yang tidak sesuai. Maka dengan adanya keluhan ini, UIN RIL menyediakan layanan penukaran almamater bagi calon mahasiswa baru (camaba) pada tahap ke-2
Pendistribusian jaket almamater tahap ke-2 dilaksanakan di area belakang Gedung Day Care UIN RIL, dimulai sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB yang dibagi ke dalam 3 hari, yakni:
1 Kamis, 21 Agustus 2025: Fakultas Syariah (FS), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Fakultas Adab (FA), Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
2 Jumat, 22 Agustus 2025: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
3 Sabtu, 23 Agustus 2025: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Psikologi Islam (FPI).
Siti Maimunah selaku salah satu panitia mengungkapkan bahwa terdapat keringanan bagi camaba tahap ke-1 untuk menukar almamater pada tahap ke-2
Sumber: Zaaza
"Camaba pada tahap 1 mendapatkan keringanan untuk menukarkan almamater jika ukuran yang didapat tidak sesuai, selama ukuran yang diinginkan tersedia," ungkapnya.
Rama Aditia camaba program studi (prodi) Hukum Tata Negara (HTN) mengatakan bahwa penukaran almamater dilakukan tanpa syarat khusus.
"Saya
SEMARAK PBAK UIN RIL 2025, MAHASISWA BARU
ANTUSIAS IKUTI ACARA
Rep: Nabila & Naila
Raden Intan Semarak
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Tahun 2025, mahasiswa baru (maba) antusias ikuti acara (Selasa, 26/08/25)
PBAK tahun 2025 berlangsung selama tiga hari yakni dimulai pada 26 28 Agustus 2025. PBAK hari pertama dilaksanakan secara menyeluruh oleh mahasiswa baru (maba) dari seluruh fakultas di Gedung Serba Guna (GSG) K H
Ahmad Hanafiah UIN RIL

Pada PBAK hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan tertib dan aktif di GSG oleh seluruh maba dari 8 fakultas di UIN RIL. Para maba mengikuti arahan dari Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) fakultas masing-masing untuk menyanyikan yelyel hingga masuk ke dalam GSG
Selain itu, kegiatan Demonstrasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga turut menjadi saksi antusiasme para maba
Sumber: Nayla
dalam mengikuti PBAK hari pertama Mereka turut aktif dalam berekspresi pada setiap penampilan Demonstrasi UKM.
Cia salah satu mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis Syariah (MBS) mengaku bahwa PBAK yang dilaksanakan tahun ini sangat amat menggembirakan.
“PBAK pada hari pertama ini terasa sangat menggembirakan dan meninggalkan kesan yang mendalam
dalam mengikuti PBAK hari pertama Mereka turut aktif dalam berekspresi pada setiap penampilan Demonstrasi UKM
Selain itu Dina Marisa salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) turut mengungkapkan rasa senangnya saat menjalankan kegiatan ini
“Saya merasakan kebahagiaan tersendiri mengikuti PBAK ini, terlebih pada saat demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tadi, penampilannya sangat spektakuler dan sangat menarik perhatian para maba," ungkapnya
Tak hanya itu, ia pun memberikan pesan untuk PBAK tahun berikutnya agar tetap konsisten menghadirkan kegiatan yang positif bagi para mahasiswa
Raden Intan Resmi Menjadi Mahasiswa, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) kukuhkan sebanyak 4 174 Calon Mahasiswa Baru (Camaba) tahun 2025. (Selasa, 26/08/25)
Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025 mengusung tema "Merajut cinta, Merawat Semesta: Membangun Generasi Emas, Berjiwa Ekoteologis" dan diselenggarakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 26 28 Agustus 2025.
Hari pertama PBAK dilaksanakan di Gedung Serbaguna Guna (GSG) KH Ahmad Hanafiyah UIN RIL.
Rep: Milya

Sumber: Content
Sementara hari kedua dan ketiga, dilaksanakan di Fakultas dan Program Studi (Prodi)
Diresmikan langsung oleh Prof. Dr.
Idham Khalid, M Ag , selaku Ketua Senat pada Sidang Senat Terbuka. Dengan turut dihadiri oleh Prof H Wan Jamaluddin Z, M Ag , Ph D , selaku Rektor UIN RIL, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M Ag , selaku Wakil Rektor (Warek) III UIN RIL, jajaran Senat UIN RIL, jajaran Dekan dan Wakil Dekan (Wadek) Fakultas, serta seluruh Civitas Akademika UIN RIL.
Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M Ag , dalam sambutannya menyampaikan bahwa maba harus memanfaatkan masa studi dengan baik
"Maba harus memanfaatkan masa studi dengan baik. Gali ilmu setinggi-
menukar dari ukuran XL ke L tanpa syarat khusus, hanya dengan membawa almamater yang ukuran sebelumnya tidak sesuai," ucapnya.
tingginya bangun jejaring pertemanan yang sehat, dan jadilah mahasiswa yang aktif, kreatif, serta berjiwa sosial," ucapnya
Warek III UIN RIL menyampaikan harapan kepada seluruh mahasiswa baru tahun 2025 agar mengikuti kegiatan
PBAK secara maksimal serta bersungguhsungguh agar mendapatkan wawasan dari kegiatan PBAK ini
Lili Roikhatul Janah, mahasiswa baru Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) menyampaikan kesannya dalam kegiatan PBAK hari pertama ini
"Kegiatan PBAK ini benar-benar sangat mengesankan dan tidak menyangka akan semeriah ini, bahkan jauh melebihi ekspetasi yang saya bayangkan,” ungkapnya.
PBAK HARI KEDUA, MAHASISWA BARU UIN RIL KENALI
LINGKUNGAN FAKULTAS
Rep: Erliana & Reva

Sambutan Dekan Fakultas Syariah
Sumber: Andre
Raden Intan – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua, Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) mulai diperkenalkan lingkungan fakultas masing-masing (Rabu 27/08/25)
PBAK hari kedua dilaksanakan di gedung fakultas masing-masing, yang bertujuan
untuk membantu maba beradaptasi dengan lingkungan jurusan, mengenal budaya akademik, sistem perkuliahan, layanan kampus, serta organisasi kemahasiswaan di fakultas
Dr Eva Rodiah Nur, M H , selaku Dekan Fakultas Syariah (FS) menekankan pentingnya integritas dan pemahaman
hukum Islam dalam kehidupan akademik maupun masyarakat Ia juga menyampaikan bahwa UIN RIL berkomitmen memperkuat visi integritas melalui kurikulum cinta.
"Di Fakultas Syariah, Kurikulum Cinta wajib diterapkan hingga Juli 2028, yang berlandaskan kasih sayang dan kepedulian, serta menghindari tindakan
saling membully," tuturnya
Eli Sintia, mahasiswa baru Hukum Tata Negara (HTN), mengatakan bahwa penerapan kurikulum cinta menegaskan pentingnya keseimbangan antara akademik dan karakter
“Hal ini menegaskan bahwa menjadi mahasiswa HTN tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial,” ucapnya
Sementara itu, Rinda Aulia, mahasiswa baru Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), merasa bahwa PBAK hari kedua sangat luar biasa “Kegiatan yang diselenggarakan terasa menyenangkan, terutama dengan kehadiran para pemateri hebat yang memberikan materi bermanfaat untuk mengenal fakultas,” ujarnya
BENDERA ONE PIECE RAMAI DIKIBARKAN MENJELANG
HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE-80
Karya: Alisya & Rizka
Bendera One Piece yang menampilkan simbol Jolly Roger dengan tengkorak ber-topi jerami, menjadi viral di Indonesia menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) Banyak warganet membagikan foto dan video bendera ini berkibar berdampingan atau bahkan menggantikan posisi bendera Merah Putih di berbagai daerah. Fenomena ini cepat menyebar di media sosial karena dianggap unik, nyeleneh, dan sarat makna.
Menurut tempo com dalam dunia One Piece bendera tersebut dikenal sebagai Jolly Roger, yaitu simbol tengkorak yang dipakai oleh setiap kru bajak laut Asal-usul Jolly Roger sendiri terinspirasi dari bendera bajak laut di sejarah nyata, yang digunakan pada abad ke-17 hingga ke-18 untuk menakut-nakuti musuh dan menandai identitas kapal bajak laut
Simbol Jolly Roger dalam konteks One Piece tidak selalu bermakna kekerasan atau kehancuran Tetapi, juga menjadi ekspresi dari kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang merupakan isu utama dalam cerita buatan Eiichiro Oda ini.

Dilansir dari NU.Or.id, Fenomena ini bukan sekadar tren fandom, tetapi juga cerminan cara generasi muda memaknai
Sumber: Beritasatu com
nasionalisme melalui bahasa budaya pop. Bagi banyak anak muda, bendera Jolly Roger bukan untuk menggantikan Merah Putih, melainkan cara menyampaikan pesan yang lebih relevan dengan era digital
Menurut Moh Faiz Maulana selaku Dosen Sosiologi Universitas Nahdatul Ulama Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melarang penggunaan bendera One Piece karena dianggap bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Ini memicu perdebatan di media sosial dan kalangan penggemar.
Dilansir dari tirto.id pelecehan terhadap simbol negara pengibaran bendera One Piece dalam konteks kemerdekaan dianggap merendahkan lambang negara bendera Merah Putih Pemerintah menegaskan bahwa simbol negara adalah pemersatu dan tidak boleh dipinggirkan oleh simbol lain, terutama dalam momentum sakral seperti peringatan 17 Agustus
Dikutip dari detik.com Anak muda hari ini kritis, melek informasi, tetapi mereka tidak merasa didengar Dalam situasi seperti itu, mereka mencari simbol baru yang mewakili semangat kebebasan, pemberontakan, dan solidaritas nilai-nilai yang ironisnya justru mereka temukan dalam tokoh bajak laut fiktif seperti Luffy, bukan dalam simbol-simbol kenegaraan
Fenomena bendera One Piece yang berkibar di bawah bendera Merah Putih menjelang HUT ke-80 RI muncul karena adanya pergeseran cara generasi muda mengekspresikan nasionalisme Meski pemerintah melarang penggunaannya dengan alasan menjaga persatuan, justru larangan itu semakin memicu perhatian publik dan membuat tren ini semakin ramai Pada akhirnya, bendera Jolly Roger dipakai bukan untuk menyaingi simbol negara, melainkan sebagai bentuk ekspresi kebebasan, kritik sosial, sekaligus tanda bahwa generasi muda mencari cara baru untuk menyuarakan identitas dan semangat kemerdekaan sesuai zamannya
RANTIS POLRI, PENGAMAN ATAU ANCAMAN
NYAWA RAKYAT?
Karya: Fazila

Insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak driver ojek online (ojol) di Pejompongan bukan sekadar kecelakaan biasa Tragedi ini menjadi bukti bahwa rasa aman warga bisa hilang kapan saja, bahkan oleh pihak yang seharusnya melindungi mereka
Tragedi ini terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025 sekitar pukul 19 25 WIB, di kawasan Jalan Penjernihan I, Pejompongan, Jakarta Pusat. Saat itu sedang berlangsung demo menolak tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlangsung ricuh di sekitar Gedung DPR
Mengutip dari katadata co id, di tengah kekacauan, seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan (21) yang sedang bekerja melintas di sekitar lokasi. Affan terjatuh di jalan, dan naas, sebuah rantis Brigade Mobil (Brimob) melaju kencang dan melindas tubuhnya Video yang beredar menunjukkan rantis sempat berhenti sejenak, tetapi kemudian kembali melaju dan
semakin melindas tubuh korban Affan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong.
Dilansir dari kumparan com, Affan adalah mahasiswa tingkat akhir yang juga bekerja sebagai driver ojol untuk membantu kebutuhan keluarganya. Fakta yang beredar juga menyebutkan bahwa tujuh oknum anggota Brimob yang bertugas mengoperasikan rantis tersebut kini telah diamankan untuk diperiksa Namun hingga saat ini, belum juga diketahui nama-nama anggota Brimob yang menabrak Affan hingga tewas.
Pengoperasian rantis di kawasan padat seharusnya dilakukan dengan disiplin dan prosedur ketat. Fakta bahwa seorang ojol yang hanya mencari nafkah bisa menjadi korban menunjukkan bahwa profesionalisme aparat masih jauh dari harapan Rantis sejatinya dirancang untuk melindungi dan menjaga keamanan, bukan menjadi ancaman mematikan bagi warga. Dalam kondisi kericuhan sekalipun, kendaraan ini tidak perlu dikemudikan secara ugal-ugalan.
Dalam pandangan saya, kepercayaan publik pun akan semakin menipis Permintaan maaf dan janji investigasi terdengar seperti pola lama yang terus diulang tanpa tindakan nyata Publik butuh bukti bahwa ada evaluasi, transparansi, dan sanksi tegas agar jurang ketidakpercayaan tidak semakin lebar
Bagi para ojol, tragedi ini bukan hanya soal luka fisik, tetapi juga trauma psikologis Mereka kini harus bekerja dengan rasa waswas, khawatir bahwa ancaman di jalan datang bukan hanya dari lalu lintas atau kriminalitas, tetapi juga dari aparat itu sendiri
Menurut saya, kejadian ini seharusnya menjadi titik balik Reformasi di tubuh kepolisian bukan lagi wacana, tetapi keharusan. Profesionalisme tidak cukup diukur dari kemampuan mengendalikan peralatan, tetapi juga dari empati dan kesadaran bahwa tugas utama aparat adalah menjaga rasa aman masyarakat Rakyat sekarang makin kehilangan kepercayaan pada aparat Tanpa bukti nyata berupa evaluasi, penegakan hukum, dan perubahan sikap, rasa aman itu akan terus terkikis