ABDUCENS ACADEMIC BUNDLE OF CREATIONS
NRPC 2021 BY AMSA-UNHAS
PROPOSAL
PENGARUH TIPE KRONOTIPE TERHADAP PROBABILITAS KEJADIAN BURNOUT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KOTA MAKASSAR
Megan Janice Nawing, Tiara Resky Anugrah Mahmud, Venna Regita Cahyani, Vinson Evan Thenardy
CILBUP RETSOP
PENGARUH TIPE KRONOTIPE TERHADAP PROBABILITAS KEJADIAN BURNOUT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KOTA MAKASSAR Proposal Riset Nasional AMSA-Indonesia
Tiara Resky Anugrah Mahmud
C011191197
Megan Janice Nawing
C011191139
Venna Regita Cahyani
C011191135
Vinson Evan Thenardy
C011191022
AMSA-Universitas Hasanuddin Asian Medical Students’ Association-Indonesia (AMSA-Indonesia) 2021 1
LEMBAR PENGESAHAN NATIONAL RESEARCH PROPOSAL COMPETITION (NRPC) AMSA-INDONESIA 2020/2021 Proposal penelitian kami yang berjudul “Pengaruh Tipe Kronotipe terhadap Probabilitas Kejadian Burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kota Makassar” telah kami setujui untuk diajukan pada National Research Proposal Competition (NRPC) AMSAIndonesia 2020/2021. Proposal penelitian ini disusun oleh: Nama lengkap
: Tiara Resky Anugrah Mahmud
NIM
: C011191197
Penulis 2 Nama lengkap
: Megan Janice Nawing
NIM
: C011191139
Penulis 3 Nama lengkap
: Venna Regita Cahyani
NIM
: C011191135
Penulis 4 Nama lengkap
: Vinson Evan Thenardy
NIM
: C011191022
Ketua Tim
(Makassar, 22 Februari 2021) Representative AMSA-Unhas
Penulis 1 Tiara Resky Anugrah Mahmud
Arifi Jauhary Su’dan
NIM. C011191139
NIM. C011181356
Dosen Pembimbing
2
dr. Erlyn Limoa, Sp.KJ, Ph,D NIP. 19771117 200912 2 002
NIP. 197712312002121002
3
4
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul “Pengaruh Tipe Kronotipe terhadap Probabilitas Kejadian Burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kota Makassar”. Tak lupa kami berterima kasih kepada dr. Erlyn Limoa, Ph.D, Sp.KJ sebagai dosen pembimbing kami dalam menyusun proposal ini. Proposal ini dibuat dengan tujuan mengikuti lomba National Research Proposal Competition yang diselenggarakan AMSA-Indonesia. Namun kami juga berharap melalui penelitian ini, dapat bertambah wawasan dan pengetahuan mengenai hubungan kronotipe dan burnout di Indonesia serta dapat mengembangkan solusi yang lebih baik di masa mendatang dengan penelitian lebih lanjut guna meningkatkan kualitas hidup generasi muda Indonesia. Setelah membaca proposal penelitian ini, kami berharap seluruh pihak terkait dapat memahami dan mengimplementasikan proposal ini dalam bentuk penelitian. Kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata dalam penyusunan proposal ini. Kami juga memohon kritik dan saran yang membangun demi pelaksanaan penelitian di masa depan. Akhirnya, kami berharap hasil penelitian yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat di kemudian hari. Makassar, 22 Februari 2021
Penyusun
5
Daftar Isi
Lembar Pengesahan
i
Halaman Pernyataan Orisinalistas………………………………………………...ii Kata Pengantar…………………………………………………………………....iii Daftar Isi
iv
Bab 1. Pendahuluan
1
1.1.
Latar Belakang
1
1.2.
Rumusan Masalah
2
1.3.
Tujuan Penelitian
2
1.4.
Luaran yang Diharapkan
2
1.5.
Manfaat Penelitian
3
Bab 2. Tinjauan Pustaka 2.1
Kronotipe
4 4
2.1.1 Definisi Kronotipe……………………………………………………….4 2.1.2 Jenis Kronotipe………………………………………………………….4 2.1.3 Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ)………………………4 2.2
Kualitas Tidur
4
2.2.1
Definisi Kualitas Tidur…………………………………………………4
2.2.2
Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)………………………….……..5
2.2.3
Mindful Attention Awareness Scale (MAAS)…………………….…….5
2.3
Burnout
6
2.3.1 Definisi Burnout………………………………………………………...6 2.3.2 Patofisiologi Burnout…………………………………………………....6 2.3.3 Tanda dan Gejala Burnout………………………………………………7 2.3.4 Faktor Risiko Burnout…………………………………………………………7 6
2.3.5 Maslach Burnout Inventory (MBI)….…………………………………...8 2.4
Social Jetlag
9
2.4.1 Definisi Social Jetlag…………………………………………………………...9 2.4.2
Gejala Social Jetlag……………………………………………………...9
2.5
Kerangka Teori
10
2.6.
Kerangka Konsep
10
Bab 3. Metode Penelitian
11
3.1.
Ruang Lingkup Penelitian
11
3.2.
Desain Penelitian
11
3.3.
Identifikasi Variabel
11
3.4.
Definisi Operasional Variabel
11
3.5.
Populasi dan Subjek Penelitian
12
3.6.
Kriteria Inklusi dan Eksklusi
12
3.7.
Teknik Pengambilan Sampel
13
3.8.
Instrumen Penelitian
13
3.9.
Cara Pengumpulan Data
13
3.10. Rencana Analisis
15
Daftar Pustaka
17
Lampiran
19
7
8
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap harinya kita melakukan aktivitas seperti tidur, makan, buang hajat pada waktu tertentu seakan-akan tubuh kita memiliki jamnya sendiri. Nyatanya, setiap orang memang memiliki jam biologis utama yang berada pada struktur di dalam otak yang disebut dengan nukleus suprakiasmatikus (SCN). SCN berfungsi mengatur sekresi hormon melatonin pada kelenjar pineal yang kemudian hormon tersebut akan mempengaruhi lusinan jam biologis kecil di seluruh tubuh (1). Pada neuron SCN disintesis suatu protein yang disebut protein jam yang kadarnya berubah-ubah dikarenakan penumpukan protein ini akan menghambat proses genetik yang memproduksi protein ini atau dengan kata lain terjadi mekanisme umpan balik negatif. Kadar protein jam yang berfluktuasi ini menyebabkan perubahan siklik sinyal yang keluar dari SCN sehingga mempengaruhi sekresi hormon melatonin dan menyebabkan perubahan siklik organ-organ efektor sepanjang hari. Aktivitas dari jam-jam biologis ini akan membentuk siklus berulang tiap harinya yang disebut dengan siklus sirkadian. Siklus sirkadian ini dapat pula dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cahaya. Rangsangan cahaya akan menyebabkan fotoresptor di retina mensekresikan melanopsin yang kemudian akan mempengaruhi aktivitas SCN. Hal inilah yang menyebabkan SCN mampu menyamakan irama biologis tubuh dengan sinyal eksternal siang-malam (2). Meskipun siklus sirkadian diatur oleh gen dan perubahan siang-malam, pada kenyataannya setiap orang memiliki detakan jam biologis yang berbeda. Beberapa orang cenderung lebih aktif pada pagi hari dan kelelahan pada malam hari, sedangkan beberapa orang lainnya melakukan sebaliknya. Fenomena ini yang kemudian memunculkan istilah “early bird” dan “night owl” di kalangan masyarakat atau istilah ilmiahnya disebut kronotipe. Kronotipe terbagi atas tiga tipe, yaitu tipe pagi, tipe malam, dan tipe intermediet. Penggolongan ini dilakukan dengan menggunakan Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) (3).Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang harus melakukan aktivitas yang berlawanan dengan jam sirkadiannya. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya social jetlag, di mana gejalanya seperti jetlag pada umumnya namun tidak kunjung mereda walaupun telah lewat beberapa hari (4). Salah satu gejalanya yang khas yaitu adanya gangguan pola tidur. Hal ini tentu tidak akan menjadi masalah bila orang tersebut dapat dengan segera beradaptasi dengan aktivitas sehari-harinya. Namun, kebanyakan orang kurang mampu menyesuaikan jam biologis tubuhnya dengan aktivitas kesehariannya yang akhirnya dapat berdampak pada
2 berkurangnya waktu tidur dalam sehari. Hal ini tentu akan membawa banyak dampak buruk, salah satunya adalah gangguan mental. Di sisi lain, sebuah penelitian menemukan bahwa tipe kronotipe seseorang dapat berubah-ubah seiring berjalannya usia. Anak-anak cenderung memiliki kronotipe tipe pagi dan akan berubah menjadi tipe malam seiring masa puberitas. Perubahan ke tipe malam mencapai maksimal di sekitar usia 20 tahun. Setelah usia 20 tahun, terjadi perubahan kronotipe kembali menjadi tipe pagi seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti mahasiswa strata satu yang didominasi oleh remaja umur 18-22 tahun cenderung memiliki tipe kronotipe malam. Tentu ini dapat menjadi masalah dikarenakan jadwal kuliah yang umumnya dilaksanakan pada pagi-sore hari bisa saja menyebabkan social jetlag pada mahasiswa. Ketidakseimbangan mental
ditambah dengan beban belajar yang diemban dapat
menyebabkan stres berkepanjangan yang akhirnya dapat menjadi sebab terjadinya burnout. Burnout adalah sindrom psikologis yang ditandai dengan kelelahan emosional, perasaan sinisme, dan penurunan prestasi pribadi. Mahasiswa yang mengalami burnout cenderung mudah lelah dan kehilangan motivasi sehingga akan sangat mempengaruhi kinerja belajarnya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh tipe kronotipe terhadap probabilitas kejadian burnout pada mahasiswa fakultas kedokteran di Kota Makassar. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan suatu masalah pada penelitian ini yakni pengaruh kronotipe terhadap probabilitas kejadian burnout syndrome pada mahasiswa fakultas kedokteran di Kota Makassar. 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh kronotipe terhadap probabilitas kejadian burnout syndrome pada mahasiswa fakultas kedokteran di Kota Makassar. 1.4. Luaran yang Diharapkan 1. Masyarakat dapat menyesuaikan jadwal aktivitas harian dengan kronotipenya sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya. 2. Masyarakat dapat menyesuaikan jadwal aktivitas harian dengan kronotipenya sehingga dapat mengecilkan probabilitas terjadinya burnout syndrome.
3 1.5. Manfaat Penelitian 1. Bagi penulis: meningkatkan pengetahuan mengenai kronotipe terhadap kejadian burnout syndrome. 2. Bagi masyarakat: mencegah terjadinya burnout syndrome dengan mengenali kronotipe sehingga dapat mencari alternatif dalam penyesuaian jam biologis dan jam sosialnya masing-masing. 3. Bagi peneliti: meningkatkan penelitian lebih lanjut dan mendalam pengaruh kronotipe terhadap segala aspek kehidupan.
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kronotipe 2.1.1 Definisi Kronotipe Kronotipe merupakan preferensi kendali perilaku yang dapat menetukan variasi kebiasaan seseorang atas ritme sirkadian atau pengendali waktu tidur dan homeostasis energi biologisnya (8). 2.1.2 Tipe kronotipe Klasifikasi kronotipe dibagi menjadi tiga, yaitu pagi, malam, dan intermediate. Pada dasarnya, kronotipe pagi adalah orang-orang yang tidur lebih awal dan bangun lebih awal, kronotipe malam adalah orang-orang yang tidur lebih larut dan bangun lebih terlambat, sedangkan kronotipe intermediate berada diantara keduanya (8). 2.1.3 Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) Untuk menilai distribusi kronotipe dalam populasi, peneliti menggunakan kuesioner sederhana
yaitu
MEQ (Morningness-Eveningness Questionnaire). Kuesioner
yang
dikembangkan oleh Horne dan Ostberg pada tahun 1976 ini terdiri dari 19 pertanyaan untuk melihat waktu bangun dan waktu tidur pada hari kerja dan hari libur dan juga waktu yang disukai untuk aktivitas fisik atau kinerja kognitif. Pengukuran kebiasaan tidur pada hari kerja dan hari libur dilakukan dengan pertimbangan bahwa kebanyakan orang cenderung menumpuk utang tidur mereka pada hari kerja lalu kemudian utang tidur tersebut dikompensasikan pada hari libur. Tingkat validitas MEQ tergolong tinggi dalam hal pengukuran biologis dan fisiologis. Adapun interpretasi skor MEQ terbagi menjadi 3 tipe, yaitu skor 16-41 dikategorikan sebagai tipe malam, skor 42-58 dikategorikan sebagai tipe intermediet, dan skor 59-86 dikategorikan sebagai tipe pagi (9). 2.2 Kualitas Tidur 2.2.1 Definisi Kualitas Tidur Tidur adalah rutinitas manusia yang mengambil bagian penting dalam kehidupan seperti halnya untuk bertahan dengan makanan dan minuman. Tidur yang baik dikaitkan dengan peningkatan kekuatan fisik, kognitif, dan kesehatan psikologikal. Sebaliknya, tidur yang tidak baik akan menyebabkan masalah pada kognitif dan fungsi psikologikal yang akan memperburuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kualitas tidur merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia medis yang biasanya merujuk pada akumulasi dari perhitungan
5 kuantitatif tidur termasuk Total Sleep Time (TST), Sleep Onset Latency (SOL), Degree of Fragmentation (DoF), Total Wake Time (TWT), Sleep Efficiency (SE), dan lain-lain. Berdasarkan studi, rata-rata kualitas tidur berkaitan dengan kesehatan, keseimbangan, kepuasan hidup, dan perasaan emosional (10). 2.2.2 Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) PSQI merupakan kuesioner yang dirancang untuk mengukur kualitas dan gangguan tidur selama sebulan terakhir dalam populasi klinis.Kuesioner ini terdiri atas 19 item pertanyaan yang dirancang untuk melihat 7 komponen, yaitu durasi tidur, gangguan tidur, latensi tidur, disfungsi siang hari akibat kantuk, efisiensi tidur, kualitas tidur secara keseluruhan, dan penggunaan obat tidur. Masing-masing dari komponen tersebut akan diinterpretasikan ke dalam skor dengan rasio 0-3 di mana skor 3 menunjukkan disfungsi terbesar. Skor komponen tidur dijumlahkan untuk menghasilkan skor total mulai dari 0-21. Skor >5 menujukkan kualitas tidur yang buruk dan semakin tinggi skornya maka semakin buruk kualitas tidurnya (11). 2.2.3 Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) MAAS merupakan kuesioner yang dikembangkan oleh Brown dan Ryan pada tahun 2003 dan bertujuan untuk mengukur kesadaran dan perhatian seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari . Kuesioner ini terdiri dari 15 item dengan skor yang berkisar dari 1-6. Masing-masing skor punya interpretasinya sendiri, yaitu 1 (selalu), 2 (sangat sering), 3 (agak sering), 4 (agak jarang), 5 (sangat jarang), dan 6 (tidak pernah). Skor yang lebih tinggi mencerminkan tingkat perhatian disposisional yang lebih tinggi (12). Siklus sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang menunjukkan pola aktifitas tubuh tertentu pada waktu tertentu setiap harinya. Pusat kontrol siklus sirkadian terletak di otak yaitu pada bagian ventral anterior hypothalamus, yaitu suprachiasmatic nuclei. Adapun kronotipe mengacu pada kecenderungan siklus sirkadian seseorang untuk menyesuaikan dengan waktu 24 jam terlepas dari isyarat waktu dari lingkungan seperti siklus terang dan gelap. Kronotipe seseorang dapat digolongkan menjadi 3 tipe, yaitu tipe pagi, tipe intermediet, dan tipe malam. Kronotipe sendiri bergantung pada genetik, umur, dan jenis kelamin (1,2). Sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2019 yang melibatkan 697,828 partisipan mencari tahu gen-gen yang berkaitan dengan kronotipe. Partisipan penelitian mengirimkan DNA mereka untuk dianalisis oleh perusahaan swasta. Semua orang ini juga diminta untuk melaporkan kronotipe mereka. Dari data genetik partisipan, peneliti mampu mengidentifikasi 351 penanda genetik yang terkait dengan kronotipe. Sebelumnya hanya 24 penanda genetik
6 yang telah diidentifikasi. Gen yang baru diidentifikasi ini berkaitan dengan siklus sirkadian dan perkembangan neuron ke jaringan retinal (13). Pengaruh umur terhadap kronotipe juga telah banyak diteliti. Anak-anak cenderung memiliki kronotipe tipe pagi dan akan berubah menjadi tipe malam seiring masa puberitas. Perubahan ke tipe malam mencapai maksimal di sekitar usia 20 tahun. Setelah usia 20 tahun, terjadi perubahan kronotipe kembali menjadi tipe pagi seiring bertambahnya usia (14). Di sisi lain, perempuan cenderung berubah sepenuhnya menjadi tipe malam lebih awal daripada laki-laki, di mana remaja perempuan mencapai perubahan maksimal sekitar usia 19,5 tahun sedangkan remaja laki-laki baru mencapai perubahan maksimal sekitar usia 21 tahun. Pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap kronotipe tidak lepas dari perubahan kadar hormon dalam tubuh. Pada kaum remaja (16–25 tahun), hormon pertumbuhan mencapai maksimum dan hormon kortisol mencapai kadar minimum sekitar jam 01.00 pagi. Hal ini tentu saja akan berdampak pada siklus tidur dan akhirnya mempengaruhi perubahan kronotipe seseorang (15,16). 2.3 Burnout 2.3.1 Definisi Burnout Burnout adalah sindrom psikososial yang melibatkan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan performa dalam pekerjaan. Burnout digambarkan sebagai kumpulan gejala yang melebihi reaksi normal terhadap stress berkepanjangan (17). 2.3.2 Patofisiologi Burnout Hipotalamus-pituitary-adrenal axis (HPA axis) bersama sistem saraf otonom merupakan dua komponen utama dalam timbulnya reaksi stres akut. Fungsi HPA axis dalam burnout dievaluasi melalui Cortisol Awakening Response (CAR) dan diurnal cortisol. Berdasarkan studi, disregulasi HPA dapat ditemukan pada kondisi stres kronik, termasuk burnout dan kelelahan emosional. Hormon anabolik juga memiliki peran penting dalam reaksi fisiologis stres, di mana hormon yang berperan adalah dehydroepiandrosterone (DHEA) dan metabolit sulfatnya (DHEA-S). Kedua hromon tersebut merupakan prekursor yang disekresikan oleh korteks adrenal sebagai respon terhadap Adrenocorticotropic Hormone (ACTH). Kadar DHEA-S diketahui akan meningkat ketika adanya reaksi stres akut untuk melawan aksi dari Cortisol dengan berperan dalam neuroprotective, antioksidatif, anti-inflamasi, dan antiglukokortikoid. Pada pasien burnout, kadar DHEA-s akan menurun dan kadar hormon tersebut akan meningkat ketika pasien tersebut menjalani treatment yang juga merupakan tanda adanya
7 perbaikan kondisi kesehatan pada pasien tersebut. Hypothalamic-pituitary-gonadal (HPG) axis juga mengalami perubahan pada pasien yang mengalami burnout, di mana HPG axis dan produksi hormon steroid akan terinhibisi pada periode stress yang berkepanjangan. Kadar hormon lain yang juga berubah pada pasien burnout adalah prolaktin. Studi menunjukkan, kadar prolaktin akan meningkat sebagai respon dari berbagai macam stresor psikososial. Namun, beberapa studi mengatakan bahwa dapat terjadi peningkatan ekstrim dari kadar prolaktin pada beberapa pasien wanita dan beberapa lainnya mengalami penurunan ekstrim dari kadar prolaktin (17). 2.3.3 Tanda dan Gejala Burnout Ada tiga gejala utama yang dapat dipertimbangkan menjadi tanda dari seseorang mengalami burnout, yaitu (17): a.
Kelelahan emosional Seseorang yang mengalami burnout cenderung mengalami kelelahan emosional yang
ditandai dengan kesulitan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya, merasa kelelahan, tidak memiliki energi, dan berada pada titik terendah. b.
Depersonalisasi Gejala ini dimanifestasikan sebagai perilaku atau sikap negatif dan sensitif ketika
berinteraksi dengan orang lain. Depersonalisasi dapat diekspresikan, seperti menyalahkan pasien terkait masalah kesehatan, tidak dapat menunjukkan empati pada pasien, dan lain-lain. c.
Penurunan performa Penurunan performa dapat ditandai dengan pemberian evaluasi negatif terhadap
pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan, merasa tidak mampu dalam melakukan suatu pekerjaan, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta kekurangan ide dan kreativitas. Seseorang juga dapat menunjukkan gejala non-spesifik seperti perasaan frustrasi, marah, ketakutan, dan kecemasan. Mereka juga akan kesulitan dalam menunjukkan rasa bahagia dan dapat terjadi gejala fisik, seperti insomnia, muscle tension, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. 2.3.4 Faktor Risiko Burnout Ada beberapa faktor risiko terjadinya burnout, yaitu sebagai berikut (18). a.
Jenis kelamin Berdasarkan penelitian, wanita cenderung mengalami kelelahan emosional yang
tinggi disebabkan oleh kecemasan dan stres yang sangat tinggi dibandingkan dengan pria. b.
Usia
8 Usia muda memilki risiko mengalami burnout lebih besar karena dalam dunia pekerjaan pekerja yang berusia muda cenderung memiliki idealisme yang tinggi dan masih dalam proses adaptasi sehingga ekspektasi yang diharapkan akan semakin tinggi. Usia yang semakin bertambah akan membuat seseorang semakin matang dan stabil sehingga keinginan yang dibuat akan lebih realistis. c.
Aktivitas ekstrakurikular Seseorang yang tidak memiliki aktivitas ekstrakurikular akan memiliki risiko lebih
besar untuk mengalami burnout. d.
Jam kerja Semakin lama jam kerja seseorang, maka risiko mengalami burnout akan semakin
besar. Aktivitas berupa pekerjaan yang dilakukan baik dengan menggunakan energi fisik atau nonfisik tanpa diiringi istirahat yang cukup akan menyebabkan seseorang mengalami kelelahan sehingga terjadi burnout. e.
Status perkawinan Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berstatus tidak memiliki pasangan
atau single akan lebih beririsko mengalami burnout. Hal ini dikaitkan dengan tidak didapatkannya dukungan sosial dari pasangan. Sedangkan, seseorang yang memiliki pasangan cenderung akan memiliki dukungan moral dalam setiap pekerjaan atau tantangan kehidupan yang dialaminya. f.
Jabatan dalam pekerjaan Jabatan dikaitkan dengan adanya hak otonomi yang lebih besar apabila seseorang
berada pada posisi jabatan yang lebih tinggi sehingga lebih bebas dalam mengatur dirinya dan juga orang lain, sedangkan seseorang yang memiliki jabatan lebih rendah akan cenderung bekerja dalam tekanan lebih besar sehingga berisiko mengalami burnout lebih besar. 2.3.5 Maslach Burnout Invetory (MBI) MBI adalah skala burnout yang pertama kali dikembangkan oleh Maslach yang telah valid dan akurat. Skala ini bertujuan untuk menilai tiga komponen dari burnout syndrome, yaitu emotional exhaustion, depersonalization, personal accomplishment. Uji validitas skala ini menunjukkan validitas konvergen yang mampu memberikan bukti substansial untuk validitas skala MBI dengan 3 (tiga) cara, yaitu pertama, skor MBI pada setiap individu berkaitan dengan peringkat perilaku yang dibuat secara independen oleh seseorang yang mengenalnya dengan baik (pasangan atau rekan kerja). Kedua, skor MBI berkaitan dengan adanya karakteristik pekerjaan tertentu yang diharapkan dapat berkontribusi menyebabkan
9 burnout. Ketiga, skor MBI berkaitan dengan ukuran berbagai hasil yang telah dihipotesiskan terkait dengan burnout. Sedangkan, uji reliabilitas skala ini adalah konsistensi internal oleh koefisien alpha Cronbach, yang akan menghasilkan koefisien reliabilitas 0,83 (frekuensi) dan 0,84 (intensitas). Koefisien reliabilitas untuk subskala adalah 0,89 (frekuensi) dan 0,86 (intensitas) untuk emotional exhaustion, 0,74 (frekuensi) dan 0,74 (intensitas) untuk depersonalisation, dan 0,59 (frekuensi) dan 0,57 (intensitas), dan untuk Personal Accomplishment, 0,77 (frekuensi) dan 0,72 (intensitas) (19). 2.4 Social Jetlag 2.4.1 Definisi Social Jetlag Social jetlag adalah kondisi di mana terdapat perbedaan jam sosial dan jam biologis tubuh akibat perbedaan waktu tidur dan bangun antara hari kerja dan hari libur. Adapaun yang dimaksud dengan jam sosial adalah keseharian aktivitas sehari-hari kita, sedangkan jam biologis tubuh yang dimaksud adalah siklus sirkadian. Peningkatan nilai social jetlag mengindikasikan adanya disregulasi pada siklus sirkadian (20). 2.4.2 Gejala Social Jetlag Gejala dari social jetlag ada berbagai macam, seperti rasa mengantuk, nafsu makan menurun, kepala terasa berat, pusing, lemas, mudah emosi, siklus tidur terganggu, berkurangnya motivasi, mudah merasa cemas, dan konsentrasi terganggu (4). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cheng dan Hang, terdapat hubungan antara social jetlag dengan kejadian burnout pada perawat yang memiliki jadwal kerja malam (21). Sedangkan, Letho et.al tidak menemukan keterkaitan antara social jetlag dan burnout pada siswa sekolah (22).
10 2.5 Kerangka Teori
2.6 Kerangka Konsep
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian akan dilaksanakan dengan melibatkan program studi pendidikan dokter umum fakultas kedokteran di Kota Makassar (Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Islam Negeri Alauddin). Penelitian ini direncanakan dilakukan selama 2 bulan pada April 2021 sampai Mei 2021. Penelitian ini berkaitan dengan ilmu psikiatri.
2 3.2. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang atau cross-sectional. Hasil pengukuran disajikan dalam bentuk data tabulasi kemudian dianalisis hubungan antara variabel bebas dan terikat. 3.3. Identifikasi Variabel ● Variabel bebas (independent variable) pada penelitian ini adalah tipe kronotipe mahasiswa. ● Variabel tergantung (dependent variable) pada penelitian ini adalah kejadian burnout syndrome pada mahasiswa angkatan 2018, 2019, dan 2020 program studi pendidikan dokter umum fakultas kedokteran di Kota Makassar. ● Variabel perancu (confounding variable) pada penelitian ini adalah faktor internal dan eksternal. 3.4. Definisi Operasional Variabel Kronotipe 1.
Definisi
: Kecenderungan seseorang untuk
aktif dan beristirahat diwaktu tertentu 2. Alat Ukur
: Data kuesioner MEQ
3. Cara Ukur
: Poin MEQ yang tercatat dalam kuesioner
4. Hasil Ukur
: Berupa data kategorik nominal, yaitu:
•
Tipe Pagi
•
Tipe Intermediet
•
Tipe Malam
Burnout 1. Definisi
: Sindrom psikososial yang melibatkan kelelahan emosional,
depersonalisasi,
dan
performa dalam pekerjaan. 2. Alat Ukur
: Data kuesioner MBI
3. Cara Ukur
: Poin MBI yang tercatat dalam kuesioner
4. Hasil Ukur : •
MBI-A (EE): Kelelahan Emosional
penurunan
3 - Burnout rendah, jika X ≤ 17 - Burnout sedang, jika 18 ≤ X ≤ 29 - Burnout tinggi, jika X ≥ 30 •
MBI-B (DP): Depersonalisasi - Burnout rendah, jika X ≤ 5 - Burnout sedang, jika 6 ≤ X ≤ 11 - Burnout tinggi, jika X ≥ 12
•
MBI-C (PA): Pencapaian Personal - Burnout rendah, jika X ≤ 33 - Burnout sedang, jika 34 ≤ X ≤ 39 - Burnout tinggi, jika X ≥40 Keterangan: Skor yang tinggi pada MBI-A (EE) dan MBI-B (DP) dan skor yang rendah pada MBI-C (PA) mengindikasikan terjadinya Burnout
3.5. Populasi dan Subjek Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa Angkatan 2018, 2019, dan 2020 program studi pendidikan dokter umum fakultas kedokteran di Kota Makassar di Kota Makassar. Sampel yang digunakan menggunakan metode cluster random sampling dimana populasi akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang terpisah disebut sebagai cluster kemudian dari tiap cluster akan diambil beberapa sampel yang dipilih secara random atau acak. 3.6. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. 3.6.1 Kriteria Inklusi 1. Mahasiswa Angkatan 2018, 2019, dan 2020 program studi pendidikan dokter umum fakultas kedokteran di Kota Makassar. 2. Tercatat sebagai mahasiswa aktif dalam proses pembelajaran. 3. Bersedia menjadi responden pada penelitian ini. 3.6.2 Kriteria Eksklusi 1. Tidak mengisi lembar kuesioner dengan lengkap.
4 2. Mengalami perubahan kronotipe yang diukur dengan MEQ 3. Mengalami gangguan konsentrasi (skor MAAS <53) 4. Mengalami gangguan kualitas tidur (skor PSQI >5) 3.7. Teknik Pengambilan Sampel 3.7.1. Jumlah Sampel Dari hasil perhitungan besar sampel didapatkan besar sampel yang digunakan yaitu 513 orang. 3.7.2
Cara Perhitungan Sampel Perhitungan besar sampel digunakan rumus perhitungan dengan tingkat kepercayaan yang diinginkan 80%, yaitu: 2
𝑛=
𝑍∝ ×𝑃×𝑄 2
𝑑
Keterangan: n
= Jumlah sampel minimal
Zα = Deviat baku alfa = 1,96 P
= Proporsi kategori variabel yang diteliti = 0,5
Q
= 1–P = 0,5
D
= Presisi = 0,2
Dengan nilai P adalah 0,5 sebab tidak diketahui prevalensi pada populasi, dan nilai tingkat ketelitian atau presisi adalah 0,2 atau 20%, maka jumlah sampel minimal yang diperlukan adalah sebagai berikut. 2
𝑛=
1,96 ×0,5×0,5 2
0,2
=
0,9604 0,04
= 24, 01≈24
Untuk menghindari bias sampel, maka jumlah sampel minimal ditambah 10%. Jadi, jumlah sampel minimal adalah sebanyak 26 sampel. 3.7.3 Cara Pengambilan Sampel Metode pengambilan sampel dengan metode cluster random sampling dimana peneliti akan membagikan kuesioner kepada mahasiswa program studi pendidikan dokter umum fakultas kedokteran di Kota Makassar angkatan 2018, 2019, dan 2020.
5 3.8. Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan satu instrumen penelitian yaitu kuesioner. Kuesioner terdiri atas 4 jenis kuesioner yang digabung menjadi satu, yaitu Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Mindful Attention Awareness Scale (MAAS), dan Maslach Burnout Inventory (MBI). MEQ digunakan untuk menentukan kronotipe sampel, sedangkan PSQI dan MAAS digunakan untuk mengendalikan tingkat perancu, dan MBI digunakan dalam menentukan kejadian burnout. 3.9. Cara Pengumpulan Data Data yang diambil adalah data primer. Data primer merupakan kuesioner yang diisi oleh responden. Kuesioner yang digunakan sesuai instrumen penelitian untuk menentukan tipe kronotipe mahasiswa, burnout, dan mengendalikan variabel perancu. Setelah data terkumpul, maka peneliti mengelola data tersebut menggunakan program statistik dengan analisis bivariat. Analisis bivariat merupakan analisis beberapa variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat. Selanjutnya, variabel bebas ini akan dikaitkan satu sama lain untuk menilai keterkaitannya dalam mempengaruhi variabel terikat. Secara ringkas alur penelitian ini adalah pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengolahan data secara analisis, dan penafsiran hasil pengolahan data.
6
3.10. Rencana Analisis Pengolahan data dilakukan setelah data terkumpul melalui kuesioner sehingga diperoleh suatu kesimpulan dalam bentuk tabulasi. Yaitu melalui beberapa tahapan berikut: 1.
Seleksi Data (Editing)
Pengelolaan data dilakukan dengan pemeriksaan apakah semua pertanyaan dijawab atau tidak dan jawaban yang dipilih apakah konsisten. 2.
Pemrosesan Data (Processing)
Data primer yang sudah diisi dikelompokkan menurut hasil ukur yang telah ditentukan. Data dimasukkan ke dalam program Microsoft Excel. Kemudian diberi kode tertentu pada tiap-tiap data dengan mengubah jawaban yang ada sesuai dengan dua kelompok kategori agar mudah dianalisa. 3.
Pengelompokan Data (Tabulating)
Pada tahap ini, jawaban-jawaban yang sama dikelompokkan dengan teliti dan teratur lalu dihitung kemudian dijumlahkan dan dituliskan dalam bentuk tabel-tabel.
7 DAFTAR PUSTAKA 1. Breus M. The Power of When: Discover Your Chronotype--and the Best Time to Eat Lunch, Ask for a Raise, Have Sex, Write a Novel, Take Your Meds, and More. Hachette UK; 2016. 434 p. 2. Sherwood L, Ward C. Human Physiology: From Cells to Systems. Nelson Education Limited; 2018. 952 p. 3. Gangwar A, Tiwari S, Rawat A, Verma A, Singh K, Kant S, et al. Circadian Preference, Sleep Quality, and Health-impairing Lifestyles Among Undergraduates of Medical University. Cureus [Internet]. [cited 2020 Nov 11];10(6). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6104894/ 4. Raman S, Coogan AN. A Cross-Sectional Study of the Associations between Chronotype, Social Jetlag and Subjective Sleep Quality in Healthy Adults. Clocks Sleep. 2020 Mar;2(1):1–6. 5. Jadwal Kuliah Blok dan Non Blok Semester Awal 2020/2021 – Bagian Pendidikan Kedokteran [Internet]. [cited 2020 Nov 11]. Available from: https://med.unhas.ac.id/kedokteran/?p=4845 6. Randler C, Frech D. Correlation between morningness-eveningness and final school leaving exams. Biol Rhythm Res. 2006 Jun 1;37. 7. Beşoluk S, Onder I, Deveci I. Morningness-eveningness preferences and academic achievement of university students. Chronobiol Int. 2011 Mar;28(2):118–25. 8. Preckel F, Lipnevich A, Schneider, Roberts R. Chronotype, cognitive abilities, and academic achievement: A meta-analytic investigation. Learn Individ Differ. 2011 Oct 1;21:483–92. 9. Reddy IY, Nagothu RS. Academic performance depends on chronotype: Myth or reality? Indian J Clin Anat Physiol. 2019;6(4):471–4. 10. Jones SE, Lane JM, Wood AR, van Hees VT, Tyrrell J, Beaumont RN, et al. Genome-wide association analyses of chronotype in 697,828 individuals provides insights into circadian rhythms. Nat Commun. 2019 Jan 29;10(1):343. 11. Randler C, Faßl C, Kalb N. From Lark to Owl: developmental changes in morningness-eveningness from new-borns to early adulthood. Sci Rep. 2017 Apr 5;7(1):45874.
8 12. Abbruzzese EA, Klingmann A, Ehlert U. THE INFLUENCE OF THE CHRONOTYPE ON THE AWAKENING RESPONSE OF CORTISOL IN THE MORNING. Adv Soc Sci Res J. 2014 Dec 2;1(7):115–21. 13. Fischer D, Lombardi D, Marucci-Wellman H, Roenneberg T. Chronotypes in the US – Influence of age and sex. PLOS ONE. 2017 Jun 21;12:e0178782. 14. Pranitasari D. INTRINSIC AND EXTRINSIC FACTORS TO AFFECT STUDENTS LEARNING MOTIVATION. 2019 Aug 18 [cited 2020 Nov 14]; Available from: https://osf.io/nhkbg/ 15. Activity - Morning-Eveningness Questionnaire.pdf [Internet]. [cited 2020 Nov 14]. Available from: https://www.sleephealthfoundation.org.au/pdfs/World%20Sleep%20Day/Activity%20-% 20Morning-Eveningness%20Questionnaire.pdf 16. Zhong Q-Y, Gelaye B, Sánchez SE, Williams MA. Psychometric Properties of the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) in a Cohort of Peruvian Pregnant Women. J Clin Sleep Med JCSM Off Publ Am Acad Sleep Med. 2015 Aug 15;11(8):869–77. 17. Osman A, Lamis D, Bagge C, Freedenthal S, Barnes S. The Mindful Attention Awareness Scale: Further Examination of Dimensionality, Reliability, and Concurrent Validity Estimates. J Pers Assess. 2015 Nov 12;98:1–11.
9 Lampiran 1 INFORMED CONSENT Berikut ini terlampir lembar informed consent, kuesioner MEQ, PSQI, MAAS, dan MBI, timeline penelitian, dan daftar CV pengusul proposal. Informed Consent No. Kuesioner: .../.../... Perkenalkan kami mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ngkatan 2019, bermaksud untuk melaksanakan penelitian dengan judul “PENGARUH KRONOTIPE TERHADAP PROBABILITAS KEJADIAN BURNOUT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KOTA MAKASSAR” yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kronotipe terhadap kejadian burnout pada mahasiswa kedokteran di kota Makassar sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu acuan bagi masyarakat dalam mencegah burnout syndrome akibat stress berkepanjangan dengan menganalisis dan mengetahui kronotipe yang dimiliki. Kami berharap Anda bersedia untuk menjadi responden pada penelitian ini dengan mengisi kuesioner yang berkaitan tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun. Kami juga berharap apabila teman-teman telah bersedia mengisi kuesioner, kuesioner dapat diisi dengan sebenar-benarnya. Data yang telah terkumpulkan akan dijamin kerahasiaannya, serta disimpan dan digunakan hanya untuk kebutuhan penelitian ini. Partisipasi Anda sangatlah berarti bagi peningkatan Kesehatan mental di Indonesia.
10 LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN RESPONDEN (INFORMED CONSENT) Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama
:
Usia
:
Jenis Kelamin (L/P) : Alamat
:
Telepon
:
Asal Universitas
:
Setelah mendapat keterangan sepenuhnya, saya menyadari, mengerti, dan memahami tentang tujuan, manfaat, dan risiko yang dapat timbul dalam penelitian dengan judul “PENGARUH KRONOTIPE TERHADAP PROBABILITAS KEJADIAN BURNOUT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KOTA MAKASSAR”, saya menyatakan bersedia menjadi sampel penelitian dengan kesadaran saya sendiri tanpa tekanan maupun paksaan darimanapun.
Makassar, ........................... 2021
Nama Responden
11 Lampiran 2 Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) Kuesioner berikut belum diterjemahkan dan diurus di etik. Questions 1.
What time would you get up if you were entirely free to plan your day? Score
Time
(please circle)
5:00 – 6:29 am
5
6:30 – 7:44 am
4
7:45 – 9:44 am
3
9:45 – 10:59 am
2
11:00 – 11:59 am
1
Midday – 5:00 am
0
2.
What time would you go to bed if you were entirely free to plan your evening? Score
Time
(please circle)
8:00 – 8:59 pm
5
9:00 – 10:14 pm
4
10:15 pm – 12:29 am
3
12:30 – 1:44 am
2
1:45 – 2:59 am
1
3:00 am – 8:00 pm
0
3.
If there is a specific time at which you have to get up in the morning, to what extent do you depend on being woken up by an alarm clock? Score (please
12
circle) Not at all dependent
4
Slightly dependent
3
Fairly dependent
2
Very dependent
1
4.
How easy do you find it to get up in the morning (when you are not woken up unexpectedly)? Score (please circle)
Not at all easy
1
Not very easy
2
Fairly easy
3
Very easy
4
5.
How alert do you feel during the first half hour after you wake up in the morning? Score (please circle)
Not at all alert
1
Slightly alert
2
Fairly alert
3
Very alert
4
6.
How hungry do you feel during the first half-hour after you wake up in the morning? Score (please circle)
Not at all hungry
1
13
Slightly hungry
2
Fairly hungry
3
Very hungry
4
7.
During the first half-hour after you wake up in the morning, how tired do you feel? Score (please circle)
Very tired
1
Fairly tired
2
Fairly refreshed
3
Very refreshed
4
8.
If you have no commitment the next day, what time would you go to bed compared to your usual bedtime? Score (please circle)
Seldom or never later
4
Less than one hour later
3
1-2 hours later
2
More than two hours later
1
9.
You have decided to engage in some physical exercise. A friend suggests that you do this for one hour twice a week and the best time for him/her is between 7:00 – 8:00 am. Bearing in mind nothing but your own internal “clock”, how do you think you would perform? Score (please circle)
Would be in good form
4
14
Would be in reasonable form
3
Would find it difficult
2
Would find it very difficult
1
10.
At what time of day do you feel you become tired as a result of need for sleep? Score
Time
(please circle)
8:00 – 8:59 pm
5
9:00 – 10:14 pm
4
10:15 pm – 12:44 am
3
12:45 – 1:59 am
2
2:00 – 3:00 am
1
11.
You want to be at your peak performance for a test that you know is going to be mentally exhausting and will last for two hours. You are entirely free to plan your day. Considering only your own internal “clock”, which ONE of the four testing times would you choose? Score
Time
(please circle)
8:00 – 10:00 am
4
11:00 am – 1:00 pm
3
3:00 – 5:00 pm
2
7:00 – 9:00 pm
1
12.
If you got into bed at 11:00 pm, how tired would you be? Score (please circle)
Not at all tired
1
15
A little tired
2
Fairly tired
3
Very tired
4
13.
For some reason, you have gone to bed several hours later than usual, but there is no need to get up at any particular time the next morning. Which ONE of the following are you most likely to do? Score (please circle)
Will wake up at usual time, but will NOT fall back asleep
4
Will wake up at usual time and will doze thereafter
3
Will wake up at usual time but will fall asleep again
2
Will NOT wake up until later than usual
1
14.
One night you have to remain awake between 4:00 – 6:00 am in order to carry out a night watch. You have no commitments the next day. Which ONE of the alternatives will suite you best? Score (please circle)
Would NOT go to bed until watch was over
1
Would take a nap before and sleep after
2
Would take a good sleep before and nap after
3
Would sleep only before watch
4
15.
You have to do two hours of hard physical work. You are entirely free to plan your day and considering only your own internal “clock” which ONE of the following times would you choose? Score
Time
(please circle)
16
8:00 – 10:00 am
4
11:00 am – 1:00 pm
3
3:00 – 5:00 pm
2
7:00 – 9:00 pm
1
16.
You have decided to engage in hard physical exercise. A friend suggests that you do this for one hour twice a week and the best time for him/her is between 10:00 – 11:00 pm. Bearing in mind nothing else but your own internal “clock”, how well do you think you would perform? Score (please circle)
Would be in good form
4
Would be in reasonable form
3
Would find it difficult
2
Would find it very difficult
1
17.
Suppose that you can choose your school hours. Assume that you went to school for five hours per day and that school was interesting and enjoyable. Which five consecutive hours would you select? Score (please circle)
5 hours starting between 4:00 – 7:59 am
5
5 hours starting between 8:00 – 8:59 am
4
5 hours starting between 9:00 am – 1:59 pm
3
5 hours starting between 2:00 – 4:59 pm
2
5 hours starting between 5:00 pm – 3:59 am
1
18.
At what time of the day do you think that you reach your “feeling best” peak? Score
Time
(please
17
circle) 5:00 – 7:59 am
5
8:00 – 9:59 am
4
10:00 am – 4:59 pm
3
5:00 – 9:59 pm
2
10:00 pm – 4:59 am 19.
1
One hears about “morning” and “evening” types of people. Which ONE of these types do you consider yourself to be? Score (please circle)
Definitely a “morning” type
6
Rather more a “morning” type than an “evening” type
4
Rather more an “evening” type than a “morning” type
2
Definitely an “evening” type
0
2
Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) Kuesioner berikut belum diterjemahkan dan diurus di etik
3
4
5
1.
6
7
8
2 Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) Kuesioner berikut belum diterjemahkan dan diurus di etik Instructions: Below is a collection of statements about your everyday experience. Using the 1-6 scale below, please indicate how frequently or infrequently you currently have each experience. Please answer according to what really reflects your experience rather than what you think your experience should be. Please treat each item separately from every other item. 1
2
3
4
5
almost
very
somewhat
somewhat
always
frequently
frequently
infrequently
1.
6 very
almost never
infrequently
I could be experiencing some emotion and not be conscious of it until some time later.
2.
I break or spill things because of carelessness, not paying attention, or thinking of something else.
3.
I find it difficult to stay focused on what’s happening in the present.
4.
I tend to walk quickly to get where I’m going without paying attention to what I experience along the way.
5.
I tend not to notice feelings of physical tension or discomfort until they really grab my attention.
6.
I forget a person’s name almost as soon as I’ve been told it for the first
7.
It seems I am “running on automatic,” without much awareness of what
time. I’m doing. 8.
I rush through activities without being really attentive to them.
9.
I get so focused on the goal I want to achieve that I lose touch with what I’m doing right now to get there.
10.
I do jobs or tasks automatically, without being aware of what I’m doing.
11.
I find myself listening to someone with one ear, doing something else at the same time.
12.
I drive places on ‘automatic pilot’ and then wonder why I went there.
13.
I find myself preoccupied with the future or the past.
14.
I find myself doing things without paying attention.
3 15.
I snack without being aware that I’m eating.
4 Maslach Burnout Inventory (MBI)
5
Lampiran 3 JADWAL PENELITIAN Kegiatan
2021 Feb
Persiapan proposal
Apr
Mei
23
Pengajuan etik
1
Pengambilan sampel
7
Penyebaran Kuesioner
15
Pengolahan data
1
Penulisan laporan hasil penelitian
15
Publikasi hasil penelitian
16
6
Lampiran 4 RENCANA ANGGARAN
Uraian
Biaya
Biaya etik
Rp500.000,-
Biaya publikasi
Rp500.000,-
Biaya cetak kuesioner
Rp0
Biaya Souvenir (Voucher)
Rp200.000,-
7
Lampiran 5 CV Pengusul Proposal NATIONAL RESEARCH PROPOSAL COMPETITION (NRPC) AMSA-INDONESIA 2020/2021 CURRICULUM VITAE
I. Personal Details General information Title
Ms.
First name
Tiara Resky Anugrah
Last name
Mahmud
Nick name
Tiara
Gender
Female
Place / date of birth
Makassar, 27th March 2001
Please fill in this form carefully and accurately Contact Home Address
BTN Wesabbe blok B no.1, Makassar, South Sulawesi
Phone
0411-585666
Mobile
0813556136454
Line
tiarareskyanugrahm
tiararesky273@gmail.com
Instagram / Facebook / Twitter
tiararsky273/-/-
Skype
-
*only if you have; all the data should be answered, including Skype ID Other information University year of study
2019
8 Spoken language (active / passive)
Indonesia/English
Interest / skills / hobbies
Research, Design/ Critical Thinking/ Watching Movie, Reading
Cumulative GPA
II. Education Formal
Institution
Graduated Year
Elementary School
SD Islam Athirah Kajaolalido Makassar
2013
Junior High School
SMPN 12 Makassar
2015
Senior High School
SMAN 17 Makassar
2018
University
Medical Faculty Hasanuddin University
-
Institution
Year of Study
-
-
Informal -
III. Organization and Personal Experience Organization
1.
Organization
Position
Year
Biology on Seventeen Association (BONSAI 17)
Secretary
2015-2017
9 2.
Karya Tulis Ilmiah Remaja 17 (KAISAR 17)
Member
2016-2017
3.
Seventeen English Debating Society (SEEDS)
Member
2015-2017
4.
Chemistry Lovers in 17 (CHLORIN 17)
Member
2015-2017
5.
Asian Medical Students' Association (AMSA)
Membership and Development
2020-now
6.
Medical Muslim Family (M2F)
Education and Science
2020-now
7.
Medical Youth Research Club
Member
2020-now
Thinkers of Education
Research
2020-now
Feel free to add any additional and necessary information Participation in AMSA Local (mention all your contribution and participation in AMSA local; position; event; year of event)
1.
2.
3.
Event
Position
Year
Welcoming Party AMSA-Unhas Batch 2018
Committee
2019
Committee
2019
Participant
2020
Committee
2020
Nurturing Children's Health (NICE) Expedition and Observation (EXON) AMSA-Unhas x AMSA-UGM Academic Training Program (ATP)
4.
National
1.
R-Workshop 1 “Research 101:Where to Start?”
1.
PCC-EAMSC 2021 : Philippines
(mention all AMSA’s national Activities that you have attended) International
10 (mention all AMSA’s international Activities that you have attended) You can add any necessary information and activities Participation in Other activities/committee (other organization) Event
Year
1.
Spesiasi BONSAI17
2016
2.
Tim Pembuat Soal “Biology Olympiad and Education in Seventeen”
2017
3.
Tim Pembuat Soal Try Out Ujian Nasional SMAN 17 Makassar “Trigonometry”
2017
4.
Indonesia Science Expo
2017
5.
Ahlan wa Sahlan Medical Muslim Family
2019
6.
Inaugurasi dan Malam Apresiasi FK Unhas
2020
7.
Bakti Sosial Medical Muslim Family
2020
8.
Mentor Kelas Super Intensif Online UTBK
2020
9.
Mini Symposium “Breast Cancer : What Should Be Known About Breast Cancer?”
2020
10 .
Masyarakat Bersama Rakyat KEMA FK-UNHAS
2020
11 .
Islamic Basic Study 1 Batch 2020
2021
12 .
Anniversary Angkatan 2019 FK Unhas
2021
13 .
Publikasi Kelas Intensif UTBK 2021
2021
Participation in trainings and seminars 1.
Latihan Dasar Kepemimpinan (OSIS SMAN 17 Makassar) 2015
2.
Pelatihan Akbar Olimpiade Sains tingkat Provinsi bidang Bilogi (pelatihan-osn.com) 2017
3.
Pelatihan Pra-Olimpiade Sains tingkat Nasional bidang Bilogi (Tim Olimpiade Biologi Indonesia) 2017
4.
Basic Student Leadership Training (BEM FK Unhas) 2019
5.
Masa Pengenalan dan Pembinaan Kader (BEM FK Unhas)2019
11 6.
Balance (Unhas) 2019
7.
Islamic Basic Study 1 Batch 2019 (M2F FK Unhas) 2019
8.
Road to Pekan Ilmiah Nasional 2020 (MYRC FK Unhas) 2019
9.
Mini Symposium “Mental Health : Beneath the Surface, Breaking the Misconception” (MYRC FK Unhas) 2019
10 .
Medical Youth Research Club : Step by Step Writing Review (MYRC FK Unhas) 2020
11 .
Expert Class : Systematic Review (MYRC FK Unhas) 2020
12 .
Islamic Basic Study 2 Batch 2019 (M2F FK Unhas) 2020
13 .
Upgrading Badan Pengurus Harian (M2F FK Unhas) 2020
IV. Achievements Academics achievements 1.
1st Winner of English Speech Contest “FLIGHT” (FAIRY SMAN 5 Makassar) 2015
2.
Finalist of Science Olympiad Provincial in Biology (Kemdikbud) 2016
3.
2nd Runned Up of Biology Olympiad “Biology Open Day” ( HIMABIO FMIPA UNM) 2016
4.
Finalist of Science Olympiad National in Biology (Kemdikbud) 2017
5.
2nd Winner of Biology Olympiad “Biology Open Day” (HIMABIO FMIPA UNM) 2017
Academics achievements should be in last 7 years Non-Academics achievements 1.
2nd Winner of Youth Scientific Writing Competition ( 49th LKIR) field of Engineering Science (LIPI 2017)
2.
2nd Winner of LITERATION: Literature Review Competition-OPREC MYRC 18 (MYRC FK Unhas) 2020
3.
1st Winner of White Paper PCC EAMSC 2021: Philippines (AMSA-International) 2020
Non-academics achievements should be in last 7 years
12 Paper and Publication 1.
Potensi Pelapis Sintetik Basa Schiff dari Hasil Asilasi Kitosan Kerang Hijau ( Perna viridis) sebagai Inhibitor Korosi pada Kapal [submitted to 49th LKIR ] (2017)
2.
Potensi PTX yang Dimodifikasi dalam Prodrug micelles sebagai Upaya Mengurangi Efek Samping Kemoterapi pada Kanker Payudara [submitted to LITERATION-OPREC MYRC 18] (2020)
3.
Communication in Health Through Multidisciplinary Aspects of Life with HEALTHME! Platform to Raise Health Literacy in Indonesia [submitted to PCC-EAMSC 2021: Philippines] (2020)
13 NATIONAL RESEARCH PROPOSAL COMPETITION (NRPC) AMSA-INDONESIA 2020/2021 CURRICULUM VITAE I. Personal Details General information Title
Ms.
First name
Megan Janice
Last name
Nawing
Nick name
Janice
Gender
Female
Place / date of birth
Makassar, 6th of October 2001
Please fill in this form carefully and accurately Contact Home Address
Muchtar Lutfi No.6, Makassar
Phone
(0411) 3634088
Mobile
081257259062
Line
megjan
megan_janice@yahoo.com
Instagram / Facebook / Twitter
Meganjanice
Skype
-
*only if you have; all the data should be answered, including Skype ID Other information University year of study
Hasanuddin University-2019
Spoken language (active / passive)
Indonesia, English
Interest / skills / hobbies
Painting, Reading, Swimming, Able to operate Microsoft Office and Powerpoint
14 II. Education Formal
Institution
Graduated Year
Elementary School
SD Gamaliel Makassar
2007-2013
Junior High School
SMP Katolik Rajawali Makassar
2013-2016
Senior High School
SMA Katolik Rajawali Makassar
2016-2019
University
Hasanuddin University
Ongoing
Institution
Year of Study
-
-
Informal -
III. Organization and Personal Experience Organization Organization
Position
Year
1.
Sekolah Minggu GKI Makassar
Member
2013-now
2.
Persekutuan Mahasiswa Kristen FK-FKG UNHAS
Member
2019-now
3.
Asian Medical Student Association UNHAS
Member
2019-now
4.
Medical Youth Research Club
Member
2019-now
Feel free to add any additional and necessary information Participation in AMSA Local (mention all your contribution and participation in AMSA local; position; event; year of event)
1.
2.
Event
Position
Year
Welcoming Party AMSA UNHAS Batch 2018
Committee
2019
Participant
2019
Committee
2020
Nurturing Children’s Health (NICE) 2019 EXON 2019
3.
Frequent Meeting
15 4. 5.
AMSA Days Out Virtual
Participant
2020
Participant
2020
Participant
2020
Committee
2020
Musyawarah Besar AMSA-UNHAS 6.
7.
Rapat Kerja AMSA-UNHAS 2020/2021 Nurturing Children’s Health (NICE) 2020
8.
AMSEP Taiwan 2021
Committee
2020
9.
Charity Webinar AMSA-UNHAS 2021
Committee
2021
Committee
2021
Committee
2021
10.
OPREC AMSA-19 11. National
1.
Musyawarah Nasional 2020
(mention all AMSA’s national Activities that you have attended)
2.
National Community Outreach Gathering
3.
R-Workshop 1 “Research 101:Where to Start?”
International
1.
PCC-EAMSC 2021: Manila
(mention all AMSA’s international Activities that you have attended)
World Diabetes Awareness Month Competition 2020 2. 3.
EAMSC Philippines 2021 AMSA International Masterclass: Organising Studies and Researches 2021
You can add any necessary information and activities Participation in Other activities/committee (other organization) Event
Year
1.
Inauguration and Art Appreciation FK UNHAS 2020
2020
2.
Hasanuddin Medical Games Vol. 4
2020
3. Participation in trainings and seminars 1.
Balance (UNHAS) 2019
16 2.
Masa Pengenalan dan Pembinaan Kader (BEM FK UNHAS) 2019
3.
Basic Student Leadership Training (BEM FK UNHAS) 2019
4.
Research Expert Class MYRC 2020
5.
Road to Publishing Your Paper: A Practical Approach
6.
Workshop Motivasi Online
7.
Virtual Interactive Clinical Case: Can You Reach A Diagnosis?
8.
360-Degree Leadership in Medicine: Lead Now
9.
Five Strategies for Sucessful Online Learning
IV. Achievements Academics achievements 1.
2nd Winner of Makassar Region International Medical Science and Application Competition for High Schol Student 2018
2.
Finalist Hippocrates Medical Championship 2019
3.
1st Winner of LITERATION: Literature Review Competition-OPREC MYRC 18
4.
1st Winner of PCC-EAMSC 2021: Manila in the White Paper Category
Academics achievements should be in last 7 years Non-Academics achievements 1. 2. 3. Non-academics achievements should be in last 7 years Paper and Publication 1.
Penggunaan Mesenchymal Stem cell-derived Extracellular Vesicles sebagai Terapi pada Ischemic Stroke [submitted to LITERATION-OPREC MYRC 18]
2.
Communication In Health Through Multidisciplinary Aspects Of Life With HEALTHME! Application To Raise Healthy Life Awareness In Indonesia [submitted to PCC-EAMSC 2021: Manila]
3.
17
18 NATIONAL RESEARCH PROPOSAL COMPETITION (NRPC) AMSA-INDONESIA 2020/2021 CURRICULUM VITAE I. Personal Details General information Title
Ms
First name
Venna
Last name
Regita Cahyani
Nick name
Venna
Gender
Female
Place / date of birth
Makassar/ June 13th, 2002
Religion
Islam
Nationality
Indonesia
Please fill in this form carefully and accurately Contact Home Address
Jl. Mallengkeri Komp. Town House Gravenna Mas No A1, Makassar, South Sulawesi
Phone
082271476465
Mobile
-
Line
Vennargt
vennaregitaa@gmail.com
Instagram / Facebook / Twitter
Vennargt/-/-
Skype
vennaregitaa@gmail.com
*only if you have; all the data should be answered, including Skype ID Other information University year of study
2019
Spoken language (active / passive)
Indonesia / English
19 Interest / skills / hobbies
Volunteering Program/ Poetry and Short Story Writing
II. Education Formal
Institution
Graduated Year
SD Inpres Sungguminasa Gowa
2007 - 2008
SD Kartika XX-1 Makassar
2009 – 2013
Junior High School
SMPN 06 Makassar
2013 – 2016
Senior High School
SMA Dwiwarna Boarding School Bogor
2016 – 2019
University
Universitas Hasanuddin
2019 – Now
Institution
Year of Study
-
-
Elementary School
Informal -
III. Organization and Personal Experience Organization Organization
Position
Year
1.
MPK SMA Dwiwarna
Anggota
2016 – 2017
2.
OSIS SMA Dwiwarna
Wakil Ketua
2017 – 2018
3.
Palang Merah Remaja (PMR) SMA Dwiwarna
Anggota
2017 - 2018
4.
Medical Youth Research Club (MYRC) Universitas Hasanuddin
Anggota
2019 - 2020
5.
Hasanuddin Futsal Club (HFC)
Anggota
2019 - 2020
6.
Asian Medical Students’ Association (AMSA) Universitas Hasanuddin
Vice Community Outreach
2020 - 2021
7.
Plica Vocalis FK Unhas
Anggota
2020 - 2021
20 Feel free to add any additional and necessary information Participation in AMSA Local (mention all your contribution and participation in AMSA local; position; event; year of event)
National (mention all AMSA’s national Activities that you have attended)
Event
Position
Year
1.
Welcoming Party AMSA 18
Ketua
2019
2.
Frequent Meeting 1 AMSA-Unhas 2019/2020
Presidium II
2019
3.
Nurturing Children Health Kunjungan Kedua
Volunteer
2019
4.
A Day For Moms
Divisi Acara/ Webinar Team
2020
5.
AMSA Fair
Pemateri dan Moderator FGD
2020
6.
AMSA-Unhas Days Out
Participant
2020
7.
Musyawarah Besar AMSA 2019/2020
Presidium II
2020
8.
Upgrading AMSA-Unhas 2020
Participant
2020
1.
National Leadership Training (NLT) 2020
2.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMSA-Indonesia 2020
3.
IMSTC 2021
International
1.
(mention all AMSA’s international Activities that you have attended)
2. 3.
21 You can add any necessary information and activities Participation in Other activities/committee (other organization) Event
Year
1.
Panitia Festival Dwiwarna (FDW) 2017 (Sponsorship Division)
2017
2.
Panitia Festival Dwiwarna (FDW) 2018 (Sponsorship Division)
2018
3.
Panitia Lomba Palang Merah Remaja (PMR) Festival Dwiwarna 2018
2018
4.
Volunteer Pengajar Terminal Hujan x Festival Dwiwarna 2018
2018
5.
Panitia Mini Olympic and Thesember OSIS SMA Dwiwarna (Coord. Decoration Division)
2018
6.
Panitia DWIBRARY OSIS SMA Dwiwarna
2018
7.
Panitia Alumni Talk 4 OSIS SMA Dwiwarna
2018
8.
Panitia Bulan Bahasa SMA Dwiwarna
2018
9.
Panitia Cultural Indonesian Art (CIA) OSIS SMA Dwiwarna
2018
10 .
Panitia Creative Night OSIS SMA Dwiwarna
2018
11 .
Sepekan Bersama Masyarakat OSIS SMA Dwiwarna (Coord. Academic Division)
2018
12 .
Inaugurasi dan Apresiasi Seni 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Coord. Apresiasi Seni Division)
2020
13 .
Volunteer Social Care Bulan Bakti ISMKI 2020
2020
Participation in trainings and seminars 1.
Latihan Kepemimpinan MPK/OSIS SMA Dwiwarna
2.
Masa Pengenalan dan Pembimbingan Kader (MPPK) BEM Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
3.
Basic Student Leadership Training (BSLT) BEM Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
4.
Nyanyian Indonesia “Merajut Kebhinnekaan Melalui Nyanyian Nasional” Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)
5.
Pelatihan Akbar OSN 2017 (Pelatihan-OSN) Bidang Studi Ekonomi
22 6.
Pelatihan Daerah Kontingen OSN 2017 Provinsi Jawa Barat
7.
Pelatihan Olimpiade Ekonomi Internasional Kemendikbud 2018
8.
Mini Symposium MYRC FK Unhas 2020
9.
School of Internationalization ISMKI 2020
10 .
Webinar KEMA FOR COVID19 BEM FK Universitas Hasanuddin 2020
11 .
Webinar QualityTine Vol.6 BEM IKM FKUI 2020
IV. Achievements Academics achievements 1.
Finalis Lomba Pidato Bela Negara Parade Cinta Tanah Air Universitas Pertahanan dan Kabupaten Bogor 2016
2.
Juara 3 Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten Bogor bidang Ekonomi tahun 2017
3.
Peserta Kontingen Jawa Barat Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi Bidang Ekonomi tahun 2017
4.
Medali Perak Olimpiade Sains Nasional Bidang Ekonomi tahun 2017
5.
Juara 3 Olimpiade Bahasa Jerman Level A2 Tingkat Regional Bogor tahun 2017
6.
Juara 2 Kompetisi Ekonomi Regional Bogor Trisakti School of Management tahun 2018
7.
Top 40 Finalist Bioscope Universitas Padjadjaran tahun 2018
8.
Semifinalis Lomba OPTIKA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2018
9.
Finalis Olimpiade Biologi Tingkat SMA UI Biofest tahun 2018
10 .
Peserta Pembinaan Tahap 1 Olimpiade Ekonomi Internasional tahun 2018
11 .
Wisudawan Terbaik 1 Angkatan 2019 SMA Dwiwarna tahun 2019
12 .
1st Place PCC EAMSC 2021: Philippines “Communication In Health Through Multidisciplinary Aspect of Life With HealthMe! Application To Raise Healthy Life Awareness in Indonesia 2020”
23 Academics and non-academics achievements should be in last 7 years Non-Academics achievements 1.
Juara 1 Lomba Cerpen Bulan Bahasa SMA Dwiwarna tahun 2017
2.
Juara 1 Lomba Cerpen Bulan Bahasa SMA Dwiwarna tahun 2018
3.
Pemuatan Karya Cerpen pada Surat Kabar Radar Bogor tahun 2018
Paper and Publication 1.
Peran Industri Pengolahan Ikan Sebagai Industri Kreatif dalam Perekonomian Daerah Kecamatan Parung-Kabupaten Bogor 2017
2.
Perbandingan Cyclophosphamide dan Metilprednisolone sebagai Agen Alkilasi Untuk Terapi Induksi Jangka Panjang Pada Neuropsikiatri Lupus Eritematosus Sistemik Literature Review
3.
Communication In Health Through Multidisciplinary Aspect of Life With HealthMe! Application To Raise Healthy Life Awareness in Indonesia 2020
24 NATIONAL RESEARCH PROPOSAL COMPETITION (NRPC) AMSA-INDONESIA 2020/2021 CURRICULUM VITAE I. Personal Details General information Title
Mr.
First name
Vinson Evan
Last name
Thenardy
Nick name
Vinson
Gender
Male
Place / date of birth
Makassar / 24th of July 2002
Please fill in this form carefully and accurately Contact Home Address
Timor 90/35, Makassar
Phone
-
Mobile
+6282190925836
Line
vinsonevan
vethenardy2407@gmail.com
Instagram / Facebook / Twitter
vinsonevan_ / - / -
Skype
live:.cid.96b5f22205abfd21
*only if you have; all the data should be answered, including Skype ID Other information University year of study
Hasanuddin University
Spoken language (active / passive)
Indonesian, English
Interest / skills / hobbies
Singing, roleplay, watching movies, doing voice over
25 II. Education Formal
Institution
Graduated Year
Elementary School
SD Zion Makassar
2013
Junior High School
SMP Ipeka Makassar
2016
Senior High School
SMA Zion Makassar
2019
University
Hasanuddin University
Ongoing
Institution
Year of Study
-
-
Informal -
III. Organization and Personal Experience Organization Organization
Position
Year
1.
Math Club in Junior High School
Member
2013-2016
2.
Choir in Junior High School
Member
2013-2016
3.
Math Club in Senior High School
Member
2016-2019
4.
Choir in Senior High School
Member
2016-2019
5.
Asian Medical Students’ Association
Member
2019-now
6.
Plica Vocalis (choir) in Faculty of Medicine, Hasanuddin University
Member
2020-now
Feel free to add any additional and necessary information Participation in AMSA Local (mention all your contribution and participation in AMSA local; position; event; year of event)
Event
Position
Year
1.
Inauguration Camp
Participant
2019
2.
Welcoming Party AMSA-Unhas Batch 18
Committee
2019
26 3.
A Day for Moms Webinar
Participant
2020
4.
AMSA-Unhas Day Out
Committee
2020
5.
Rapat Kerja AMSA-Unhas 2020/2021
Committee
2020
6.
Academic Training Program
Committee
2020
7.
Charity Webinar
Participant
2021
7.
AMSEP Indonesia for Taiwan
Participant
2021
8.
Open Recruitment AMSA-Unhas Batch 19
Committee
2021
National
1.
(mention all AMSA’s national Activities that you have attended)
2.
International
1.
(mention all AMSA’s international Activities that you have attended)
2.
3.
3.
You can add any necessary information and activities Participation in Other activities/committee (other organization) Event
Year
1.
Inaugurasi dan Apresiasi Seni in Faculty of Medicine, Hasanuddin University
2020
2.
Equipment Division in Hasanuddin Medical Games Vol. 4, Hasanuddin University
2020
3.
Teamwork KEMA Day, Hasanuddin University
2020
Participation in trainings and seminars 1.
Masa Pengenalan dan Pembinaan Kader in Faculty of Medicine, Hasanuddin University, 2019
27 2.
Basic Student Leadership Training in Faculty of Medicine, Hasanuddin University, 2019
3.
Webinar #SolidarityforHIV AMSA-Indonesia, 2020
4.
R-Workshop 1 “Research 101: Where to Start?” AMSA-Indonesia, 2020
5.
National Community Outreach Gathering AMSA-Indonesia, 2020
6.
Webinar #NourishtoFlourish AMSA-Indonesia, 2021
6.
National Academic and Research Gathering AMSA-Indonesia, 2021
IV. Achievements Academics achievements 1.
1st place winner in Ranking #1 Competition English Language Training International Gramedia Makassar 2015
2.
Bronze Award in Singapore and Asian Schools Math Olympiad 2017
3.
Bronze Award in World Mathematics Invitational Indonesia Preliminary Round 2017
4.
Honourable Mention in Singapore International Math Olympiad Challenge 2017
5.
2nd place winner in Cerdas Cermat Bank Indonesia Keker Koding Exhibition Fajar University Makassar 2018
Academics and non-academics achievements should be in last 7 years Non-Academics achievements 1.
2nd place winner in Lomba Paduan Suara Kamtibnas Polrestabes Makassar 2015
2.
2nd place winner in Lomba Paduan Suara UKM Seni Suara Caritas Atma Jaya University Makassar 2017
Paper and Publication 1.
Communication In Health Through Multidisciplinary Aspects Of Life With HEALTHME! Application To Raise Healthy Life Awareness In Indonesia [submitted to PCC-EAMSC 2021: Philippines]
2.
SUGAR: Our Hero for Diabetes [submitted to WDAM Competition 2020]
28