RE NC ANA
KABUPATEN
P E NG E M BANG AN
W IL AYAH
JOMBANG
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
DOSEN
PENGAMPU
Dr. DEWI SAWITRI
Dr. Eng. SAUT SAGALA
__________
__________
Arini Murwindarti, MSc
Lanthika Atianta, MSc
Dr. FIKRI ZULFAHMI __________
DOSEN
ASISTEN
Novi Puspitasari, MPWK
SISTEMATIKA
PENYAJIAN RENCANA PENGEMBANGAN W I L AYA H
ISU, TUJUAN, DAN SASARAN
KESIMPULAN
ISU PERENCANAAN
KABUPATEN JOMBANG
Perekonomian Kabupaten Jombang telah bergeser dari pertanian namun belum didukung oleh kapasitas wilayah sehingga kurang memiliki daya saing dan belum mampu meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakatnya,sementara pertanian masih memiliki potensi dan peluang untuk kontribusi terhadap perekonomian wilayah
TUJUAN PERENCANAAN WILAYAH Terwujudnya Kabupaten Jombang yang berdaya saing dengan basis Agribisnis yang terintegrasi dengan kegiatan pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
SASARAN 1. Terciptanya agribisnis berbasis komoditas unggulan yang prospektif dan berkelanjutan
2. Terwujudnya integrasi agribisnis dengan kegiatan pariwisata budaya dan alam yang berdaya saing hingga global 3. Terwujudnya masyarakat sejahtera yang kreatif, inovatif dan terpadu secara sosial
yang mampu menggerakkan agribisnis dan pariwisata berbasis budaya dan alam
Konsep Pengembangan
KIAT
KLASTER INOVASI AGRIBISNIS TERINTEGRASI
KIAT Konsep KIAT untuk meujudkan Jombang yang Kuat dan Mandiri
Regional Cluster
Inclusive Agribusiness Ecosystem
Local Economic Development
Regional Innovation System
LEAD
PENGEMBANGAN WILAYAH YANG KOMPETITIF BERBASIS AGRIBISNIS
LEAD Konsep LEAD untuk mewujudkan Jombang yang Unggul dan Berdayasaing
Diamond Porter
Agribisnis
Economic Base
Learning Region
KIAT
Konsep Pengembangan
Pengembangan wilayah dengan spesialisasi klaster sistem agribisnis yang inklusif sehingga setiap WP dapat mandiri melalui penerapan inovasi yang didistribusikan dan didiseminasi oleh perwakilan tiap WP sehingga dapat saling terintegrasi.
LEAD
Pengembangan wilayah berbasis klaster agribisnis yang tidak dibatasi kawasan dengan dukungan iklim yang kondusif untuk meningkatkan ilmu pengetahuan
KIAT
WP 1
PJ
PN
Konsep Pengembangan Ekonomi
I
PN
PR WP 5
WP 2 WP 4 Stimulator yang berada di pusat melakukan pengembangan inovasi yang kemudian didifusikan untuk diimplementasikan pada tiap WP. Serta tiap-tiap sektor agribisnis terintegrasi baik di dalam WP maupun antar WP.
PN
I
I WP 3
PN
I
PR
Konsep Pengembangan Ekonomi
Ekonomi dikembangkan melalui pelaksanaan mekanisme agribisnis dan pariwisata hingga kedalam proses pemasaran yang berskala global, didukung oleh iklim yang kondusif untuk pengembangan ide inovatif
LEAD
KIAT
Konsep Struktur Ruang
LEAD
= Orde 1 = Orde 2 = Orde 3
Orde 1: Pusat Perdagangan Pemerintahan Orde 2: Forum Kolaborasi, Riset dan Inovasi Orde 3: Implementasi dan Penerima Difusi
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
Orde 1 Mengoordinasikan penciptaan iklim pembelajaran Orde 2 Champion/Wilayah yang lebih maju disbanding yang lain (akselerator), akumulasi ilmu pengetahuan Orde 3 Penciptaan ilmu pengetahuan pada tingkat Cluster
KIAT
Konsep Pola Ruang
Penetapan pola ruang disesuaikan dengan fungsi WP dan kesesuaian lahan pertanian.
N
Penetapan pola ruang disesuaikan dengan kemampuan pengembangan komoditas agribisnis mulai dari produksi, produktivitas, dan keterdukungan lahan
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
LEAD
ASUMSI IMPLIKASI
Rencana Pengembangan Wilayah
SKENARIO
RENCANA
PROGRAM STRATEGI
Asumsi - Implikasi • Integrasi pembangunan wilayah dengan kawasan perkotaan Kabupaten Jombang secara berkelanjutan
SDGs
• Tanggap dengan perubahan iklim dengan Rencana Aksi Daerah
• Masyarakat yang sejahtera secara ekonomi, sosial, dan lingkungan
LP2B
• Kabupaten Jombang menjadi salah satu lumbung padi nasional
AFEED
• Kabupaten Jombang memiliki kualitas sumber daya manusia yang andal untuk mengurangi kesenjangan pembangunan dan mengembangkan UMKM
ERA DISRUPSI
• Percepatan perkembangan teknologi sehingga dibutuhkan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan
Asumsi - Implikasi
MEA
RTR Gerbangke rtosusila plus
Permen tan PUAP
• Peningkatan konektivitas dan perluasan pasar berdasarkan basis produksi tunggal
• Terhubungnya jaringan perekonomian Kab Jombang dengan wilayah lain dalam lingkup Gerbangkertosusila
• Berkembangnya usaha agribisnis, berfungsinya Gapoktan sebagai lembaga ekonomi petani, serta berkurangnya pengangguran dan petani miskin di perdesaan Kabupaten Jombang
UU DESA
• Masyarakat Kabupaten Jombang dapat mengembangkan potensi perekonomian, pembangunan desa dan lembaga pelayanan public secara partisipatif
Reaktivasi Rel KA
• Peningkatkan persaingan perebutan lapangan pekerjaan sekaligus potensi perluasan pasar dalam skala regional hingga internasional
KIAT
Skenario Tujuan
LEAD
“PENGEMBANGAN WP”
“OPTIMALISASI KAPASITAS DAN SINERGISASI”
“PERLUASAN JEJARING DAN PASAR”
“MEMBANGUN KEBERLANJUTAN”
Pemanfaatan sumber daya lokal pada kegiatan hulu pertanian dan pariwisata mulai tumbuh secara mandiri
Kegiatan pengolahan hasil pertanian serta pariwisata telah berkembang di setiap WP dan mulai terintegrasi
Integrasi kegiatan agribisnis dan pariwisata dalam pasar yang lebih luas
Keberlanjutan integrasi agribisnis dan pariwisata di seluruh WP serta semakin unggul di pasar dan masyarakat sejahtera
TAHAP 1 2020-2025
TAHAP 2 2025-2030
TAHAP 3 2030-2035
TAHAP 4 2035-2040
“PENGUATAN KAPASITAS”
“PENGEMBANGAN DAN INTEGRASI”
“PERLUASAN PASAR”
“KEBERLANJUTAN”
Faktor input sudah mampu mendukung kegiatan agribisnis dan pariwisata
Pengembangan kegiatan agribisnis sudah matang dan terintegrasi dengan pariwisata
Agribisnis dan Pariwisata sudah berdaya saing dan menjangkau pasar global
Integrasi Agribisnis dan Pariwisata yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat
KIAT
“PENGEMBANGAN WP”
Terbentuknya produk budidaya unggul pada WP
Skenario Sasaran I
Produk budidaya sudah masuk tahap pengolahan
“PERLUASAN JEJARING DAN PASAR”
Pemasaran produk hilir agribisnis sampai luar jombang
“MEMBANGUN KEBERLANJUTAN”
Sistem agribisnis berkelanjutan dengan pasar semakin luas
Terciptanya agribisnis berbasis komoditas unggulan yang prospektif dan berkelanjutan TAHAP 1 2020-2025
“PENGUATAN KAPASITAS”
Terbentuknya sentra budidaya dan penglahan
LEAD
“OPTIMALISASI KAPASITAS DAN SINERGISASI”
TAHAP 2 2025-2030
TAHAP 3 2030-2035
“PENGEMBANGAN DAN INTEGRASI”
“PERLUASAN PASAR”
Terbentuknya sentra pemasaran skala lokal
Pasar produk agribisnis sudah ekspor
TAHAP 4 2035-2040
“KEBERLANJUTAN”
Sistem agribisnis dapat menggerakan ekonomi non basis dan menjadi multiplier effect
KIAT “PENGEMBANGAN WP”
Spesialisasi pada setiap WP dan eksplorasi pariwisata
Skenario Sasaran 2
“PERLUASAN JEJARING DAN PASAR”
“MEMBANGUN KEBERLANJUTAN”
Produk olahan pertanian menjadi input (komodasi) bagi pariwisata
sektor pariwisata masuk tahap pemantapan dan didukung agribisnis
Pariwisata masuk tahap peremajaan dengan skala internasional
Terwujudnya integrasi agribisnis dengan kegiatan pariwisata budaya dan alam yang berdaya saing global TAHAP 1 2020-2025
“PENGUATAN KAPASITAS”
Destinasi wisata dan produk pertanian unggul pada lokasi masing - masing
LEAD
“OPTIMALISASI KAPASITAS DAN SINERGISASI”
TAHAP 2 2025-2030
TAHAP 3 2030-2035
“PENGEMBANGAN DAN INTEGRASI”
“PERLUASAN PASAR”
produk unggulan pertanian dipasarkan ke pariwisata
menjadikan produksi pengolahan dan pemasaran agriwisata sebagai daya Tarik pariwisata
TAHAP 4 2035-2040
“KEBERLANJUTAN”
Pariwisata memberikan dampak ekonomi dan menjadi pengerak utama ekonomi
KIAT
“PENGEMBANGAN WP”
Tejadi inisiiasi penerapan inovasi hulu
Skenario Sasaran 3
“PERLUASAN JEJARING DAN PASAR”
“MEMBANGUN KEBERLANJUTAN”
Adopsi inovasi pengolahan dan kolaborasi antar WP
Masyarkakat mampu memasarkan produk pertanian dan wisata ke luar jombang
Masyarakat mampu menggeraan agribisnis dan pariwisata secara mandri
Terwujudnya masyarakat sejahtera yang kreatif, inovatif dan terpadu secara sosial yang mampu menggerakkan agribisnis dan pariwisata berbasis budaya dan alam TAHAP 1 2020-2025 “PENGUATAN KAPASITAS”
Terjadi inisiaisi proses sharing knowledge
LEAD
“OPTIMALISASI KAPASITAS DAN SINERGISASI”
TAHAP 2 2025-2030
TAHAP 3 2030-2035
“PENGEMBANGAN DAN INTEGRASI”
“PERLUASAN PASAR”
produk pertanian sudah dipasarkan dan dikembangkan pada skala lokal
Masyarakat mampu mengekspor Produk pertanian unggulan
TAHAP 4 2035-2040 “KEBERLANJUTAN”
Masyarakat mampu mengelola Sumberdaya lokal secara mandiri
KIAT
Grand Strategi
LEAD
“PENGEMBANGAN WP” Menginisiasi pengembangan agribisnis hulu berupa produksi budidaya dan eksplorasi wisata dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memanfaatkan sumber daya lokal, pemanfaatani lahan, serta menginisasi inovasi sektor hulu TAHAP 1 2020-2025
“PENGUATAN KAPASITAS” Menginisiasi pengembangan agribisnis mulai dari penguatan faktor input pada proses produksi budidaya dan destinasi wisata melalui peningkatan iklim belajar kapasitas SDM, dan penguatan sarana penunjang
“OPTIMALISASI KAPASITAS DAN SINERGISASI” meningkatkan proses pengolahan agribsinis dan mulai menjadi input bagi pariwisata dengan meningkatkan sarana prasarana penunjang teknologi tinggi, melakukan rekayasa lahan, memperkuat kerjasama antar aktor, dan implementasi inovasi lebih lanjut TAHAP 2 2025-2030
“PENGEMBANGAN DAN INTEGRASI” Mengembangkan titik pemasaran produk agribisnis pada destinasi pariwisata yang mulai menjadi input bagi pariwisata dengan mengembangkan kelompok usaha dan pelibatan masyarakat
“PERLUASAN JEJARING DAN PASAR” meningkakan proses agribisnis sampai ke hilir berupa pemasaran luar jombang, dengan memperluas jaringan kemebagaan, peningkatan kemampuan pemasaran, meningkatkan aksesibilitas pemasaran, melakukan eksplorasi produk - produk inovatif, dan meningkatkan teknologi rekayasa kemampuan lahan TAHAP 3 2030-2035 “PERLUASAN PASAR”
Integrasi agribisnis dan pariwisata sudah terbentuk hingga menjangkau pasar global melalui perluasan jaringan dan kapasitas pemasaran serta timbulnya wirausaha masyarakat
“MEMBANGUN KEBERLANJUTAN” Meningkatkan keberlanjutan dengan melakukan pengawasan pemanfaatan lahan, memeratakan kesejahteraan, iterasi eksplorasi produk, dengan fokus stablisasi wilayah
TAHAP 4 2035-2040 “KEBERLANJUTAN”
Meningkatkan keberlanjutan melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan potensi SDA secara swadaya dan pengawasan mutu terhadap pelaksanaan kegiatan agribisnis serta pariwisata
RENCANA KONSEP KIAT
KIAT
Klaster Pertanian Sub Sektor : Perkebunan
SENTRA INDUSTRI
Cake Jelly INDUSTRI BESAR Kopi Bubuk Essence Powder Cocoa Butter
Pupuk Furnitur
Buah Kaleng
INDUSTRI BESAR Rokok kretek Cerutu Rokok Putih Kayu Bakar
Produk Budidaya pada WP 1 dikonsentrasikan untuk komoditas tembakau sebagai input industri rokok. Serta terdapat komoditas coklat, kopi, dan tebu untuk dijadikan input bagi sektor pariwisata
Rencana
Pengembangan Ekonomi
Klaster Pertanian Sub Sektor : Tanaman Pangan dan Peternakan
KIAT
SENTRA INDUSTRI Gabah Beras Sekam Makanan Ternak Tepung Jagung Makanan Ternak Kripik Singkong INDUSTRI BESAR Minyak Goreng Bahan Bakar Daging Potong Meizena Bihun Jagung Gula Jagung
Tepung Tapioka
WP 2 Dikonsentrasikan pada subsector tanaman pangan yang difungsikan sebagai pemasok makanan ternak bagi peternakan di WP 2 dan 3. Selain itu, terdapat pula produk-produk olahan lain dari tanaman pangan dan peternakan
Rencana Pengembangan Ekonomi
Klaster Pariwisata
KIAT
INDUSTRI BESAR
INDUSTRI BESAR Kopi Bubuk Essence Powder Cocoa Butter Extract Jely Teh Jambu Pancake Durian
Sentra Pengolahan Susu sapi murni Permen Eskrim Bakso Bakso
SENTRA INDUSTRI
Daging Potong SENTRA INDUSTRI Kopi Bubuk Cake Jelly
WP 3 mengembangkan sektor pariwisata dengan didukung pengembangan produk olahan sapi ,susu sapi, dan lainnya dari IKMIKM yang ada
Manisan Kripik Permen Kripik Pia
Rencana
Pengembangan Ekonomi
KIAT
Klaster Industri
INDUSTRI PENGOLAHAN 2 INDUSTRI PENGOLAHAN Baju Tekstil Alas Kaki
SENTRA INDUSTRI Mebel Cor Kuningan
Bihun Kosmetik Es Krim Boba Selai Kopi Instan Soft Drink Pasta Coklat Cat Semen Ceres Frozen Food (Nugget, Sosis, Kornete) Dairy Product (Keju, Susu kemasan, Yogurt, Ice Cream)
WP 4 akan menjadi Kawasan industri dengan Kecamatan Kesamben berfokus pada produkproduk pertanian dengan input yang bersumber dari WP lain. Selain itu Kecamatan Sumobito diperuntukan bagi industri besar non pertanian dan Mojoagung untuk IKM nonpertanian
Rencana
Pengembangan Ekonomi
KIAT
Klaster Perdagangan dan Jasa
WP 5 akan dikembangkan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kabupaten Jombang, sehingga WP ini akan mendapat input dari tiap pelaku usaha di tiap WP
Rencana Pengembangan Ekonomi
KIAT
Integrasi Antar WP
Diseminasi inovasi akan dilakukan oleh pusat kepada tiap WP sehingga WP dapat berkembang. Harapannya WP 2 dapat menjadi pemasok pangan bagi tiap WP dan makanan ternak bagi WP 3.
Rencana Pengembangan Ekonomi
KIAT
Integrasi Antar WP
Tiap-tiap pelaku usaha dalam WP dapat langsung memasarkan produknya baik dengan cara ekspor, distribusi pada pusat pemasaran dalam WP, antar WP, atau pada WP pusat.
Rencana Pengembangan Ekonomi
KIAT
Integrasi Agribisnis-Pariwisata
Sendang Cupak dan Sendang Made Tiap-tiap pelaku usaha sektor-sektor agribisnis dapat menjadi penunjang kegiatan sektor pariwisata di Kabupaten Jombang baik yang berada dalam WP maupun antar WP
Keduk Cinet Candi Arimbi
Makam Gusdur
Agroforesti
Rencana Pengembangan Ekonomi
KIAT
Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah 1.6 %
Permukiman Pedesaan 12.9% Permukiman Perkotaan 5.25 %
Kawasan Yang memberikan Perlindungan Dibawahnya 8.24 %
Rencana Pola Ruang
Integrated Industrial Estate Ecodevelopment Sentra IKM
Kawasan perlindungan setempat 14.4 %
Kawasan Pariwisata Budaya Kawasan Pariwisata Alam
kawasan budidaya, pada
Setiap WP (terkecuali pada WP pusat) akan difungsikan sebagaiLINDUNG kawasan BUDIDAYA
Kawasan hutan produksi Tetap 14.4 %
Industri besar 1.507 %
pertanian, Sentra 84,59% 15,41% IKM dan Integrated Industrial Estate yang menyesuaikan dengan fungsi WP masing-masing
N Pertanian
50.2 %
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Sistem Pelayanan Wilayah PKL : Pusat pemerintahan, riset dan inovasi, PPK: Ruang Kolaborasi Forum WP, dan PPL: Tempat Implementasi dan pengembangan sumber daya lokal N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang Jaringan Jalan
Peningkatan kelas jalan pada JALAN
LINGKUNGAN MENJADI JALAN LOKAL dan JALAN LOKAL MENJADI JALAN KOLEKTOR untuk menjangkau seluruh Wilayah Pengembangan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi
N
1:175,000 Lingkungan – Lokal Lokal - Kolektor
0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Sistem Trasnsportasi ANGDES dan BRT
BRT
Moda transportasi umum direncanakan berupa
Bus Rapid Transit (BRT) dan Angkutan Desa, dimana 14 rencana jalur Angkutan desa sebagai feeder bagi 4 jalur BRT. Sistem transportasi ini direncanakan dapat
menjangkau seluruh WP hingga tingkat PPL agar memiliki aksesibilitas yang baik dalam
menunjang kegiatan perekonomian
ANGDES
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Jaringan Listrik dan Persampahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah yang tersebar di setiap WP dengan teknologi Zero Waste Management yang dapat mendaur ulang sampah menjadi pupuk dan Biogas sebagai PLTSA sebagai sumber
energi baru terbarukan,
bersama-sama dengan sumber dari PLN
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Jaringan Air Bersih dan Air Limbah • Instalasi Pengolahan Air Limbah pada Industri dan Sanitasi Masyarakat (Sanimas) • Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) dengan Andrich-Tech System yang mampu mengolah limbah menjadi air bersih • Jaringan perpipaan air bersih untuk kebutuhan dasar dan penunjang kegiatan ekonomi di seluruh WP, didukung dengan swadaya melalui rainwater harvesting dan Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS)
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Jaringan Telekomunikasi • Penambahan Menara
Telekomunikasi pada Blankspot Area • Penambahan Public Wifi pada Pusat-Pusat Pelayanan dan Kawasan Strategis
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Jalur Evakuasi Bencana Penambahan jalur evakuasi bencana beserta
titik kumpul yang ditempatkan dekat
dengan Kawasan-Kawasan pemukiman dan pusatpusat kegiatan ekonomi
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Rencana Struktur Ruang
Jaringan Irigasi Jaringan irigasi teknis untuk mengaliri Kawasan-Kawasan pertanian irigasi, terutama yang jauh dari aliran sungai untuk mendukung sektor pertanian sehingga memiliki daya saing yang tinggi
N
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
KIAT
Penetapan Kawasan Strategis
Kawasan Strategis Ekonomi dan Stimulasi Ekonomi Jombang • •
Koridor Perdagangan Pusat Pemerintahan, Riset, dan Inovasi Jombang
Kawasan Strategis Sosial Budaya Diwek •
Kawasan Wisata Budaya Diwek
N
Kawasan Konservasi Lingkungan Wonosalam • •
Kawasan Agroforestri, Pariwisata, Zona Perlindungan Taman Hutan Raya R. Suryo Wonosalam
1:175,000 0
2
4
6
8
9
10
km 11 12
RENCANA KONSEP LEAD
Rencana Pengembangan Ekonomi
Potensi untuk menjadi sentra pengolahan: Tinggi Sedang Rendah
Komoditas unggulan berkualitas premium dapat dipasarkan langsung ke sentra pemasaran maupun ekspor Komoditas unggulan juga dapat diolah terlebih dahulu di Sentra pengolahan, baik UMKM maupun industri untuk selanjutnya dapat dipasarkan ke sentra pemasaran maupun di ekspor
Langsung diekspor dan dijual ke sentra pemasaran Diolah di Industri Menengah-Besar kemudian di ekspor dan dijual di sentra pemasaran Diolah di sentra pengolahan (UMKM) kemudian di ekspor dan dijual di sentra pemasaran Diolah di industri Menengah-Besar & diolah lagi di sentra pengolahan (UMKM), kemudian diekspor dan dijual di sentra pemasaran
EKSPOR
Rencana Pengembangan Ekonomi PERALATAN
LEAD
DAPUR
EKSPOR COR KUNINGAN
N BATIK MANIK – MANIK
1:175,000
km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
KOMODITAS NON PERTANIAN
MEUBEL
Sentra Pengolahan (UMKM) Sentra Pemasaran (Tempat Wisata)
Komoditas non pertanian di Kabupaten Jombang seperti cor kuningan, manikmanik, batik, meubel dan peralatan dapur diolah di UMKM kemudian dipasarkan di sentra pemasaran dan diekspor hingga mancanegara
• KOTA/KAB. LAIN • MALAYSIA • EROPA • CHINA • KOREA • JEPANG
LEAD
Rencana Pengembangan Ekonomi
PARIWISATA Recana kawasan pariwisata yang mengintegrasikan pariwisata alam dan budaya yang memiliki potensi dan prospek untuk dikembangkan Salah satu paket wisata utama: 1. Kampung Jambu Gondang Agrowisata (Kec. Bandar Kedung Mulyo) 2. Makam Gusdur (Kec. Diwek) 3. Air Terjun Tretes (Kec. Wonosalam) 4. Candi Arimbi (Kec. Bareng)
1
2
4
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
3
LEAD
Rencana Pola Ruang Terdapat pengembangan kawasan industri dan pariwisata untuk menunjang kegiatan agribisnis Kawasan Permukiman 20%
Kawasan Hutan Produksi 15%
Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan Dibawahnya 8% Kawasan Industri 2%
BUDIDAYA
89%
LINDUNG
11%
Kawasan yang Memberikan Perlindungan Terhadap Air Tanah 1%
N
Kawasan Perlindungan Setempat 1% Kawasan Pertanian 52%
Kawasan Pariwisata 1%
Kawasan Sumber Daya Air 0%
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
Sumber: Hasil Analisis, 2019
Rencana Struktur Ruang Rencana Pembagian Pusat Pelayanan 1 PKL 2 PPK 18 PPL yang ditempatkan berdasar pertimbangan rencana ekonomi serta ketersediaan pelayanan sarana dan prasarana
PKL PPK PPL
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
Rencana Struktur Ruang Jaringan Jalan Terdapat peningkatan kelas jalan pada jalan
lokal menjadi jalan kolektor. Peningkatan jalan ini dimaksudkan untuk
meningkatkan aksesibilitas ke PPK dari PKL.
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
Rencana Struktur Ruang Sistem Trasnsportasi Bus Jombang Terdapat penambahan jalur bus dari setiap pusat kecamatan ke pusat kecamatan lainnya, PKL dan PPK Dijadikan sebagai HUB transportasi untuk mempermudah akses dan pergerakan masyarakat
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
LEAD
Rencana Struktur Ruang Jaringan Telekomunikasi dan Listrik Sistem jaringan telekomunikasi direncanakan mendapatkan
penambahan pada public wifi pada setiap pusat pelayanan dan Kawasan strategis. Memanfaatkan penggunaan PLTMH sebagai sumber energi terbarukan. Meningkatkan kualitas jaringan di PKL dan PPK menjadi 5G
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
Rencana Struktur Ruang Rencana Sarana Persampahan • Menambahkan titik TPS berskala kecamatan pada beberapa titik • Meningktakkan kualitas pelayanan Sanitary Landfill pada TPA di Kecamatan Jombang serta pengembangan PLTSa • Mengembangkan 3 titik TPST dengan Material Recovery Facility • Mengembangkan TPS3R di Kecamatan Mojowarno N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
Rencana Struktur Ruang Jaringan Air Bersih dan Air Limbah • Jaringan perpipaan air bersih untuk kebutuhan dasar khususnya pada bagian permukiman dan penunjang kegiatan ekonomi termasuk sebaran kegiatan industri dan pariwisata • Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah pada Industri dan Sanitasi Masyarakat (Sanimas)
Legenda Titik IPAL Industri
( !
Titik IPAL Komunal Rencana Jaringan Air Minum
Guna Lahan
N
Kawasan Industri Kawasan Pariwisata Kawasan Permukiman
1:175,000
Kabupaten Jombang
km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
Rencana Struktur Ruang Jaringan Irigasi Terdapat penambahan
jaringan irigasi teknis yang dapat mengaliri KawasanKawasan pertanian.
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
Rencana Struktur Ruang Jalur Evakuasi Bencana Terdapat penambahan jalur evakuasi bencana khususnya Gerakan Tanah di Bagian Selatan, beserta titik kumpul yang ditempatkan dekat dengan ruang terbuka
N
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
Penetapan Kawasan Strategis Sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi; • •
Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Ploso Kawasan Strategis Ekonomi Mojowarno
Sudut kepentingan sosial budaya •
Kawasan Cagar Budaya Tebu Ireng Islamic Tourism
Sudut kepentigan fungsi & daya dukung lingkungan hidup o Kawasan Lindung Sungai Brantas (KSN) o Kawasan Taman Hutan Raya R. Soerjo N
Sudut kepentingan pendayagunaan SDA dan/atau teknologi tinggi; o Kawasan Jombang Innovation Center
1:175,000 km 0
2
4
6
8
9
10
11
12
LEAD
GRAND PROGRAM
Grand Program
KIAT
Aspek Fisik dan Lingkungan
LEAD
JOMBANG HIJAU-ASRI SALAM (SUSTAINABLE LAND AND WATER MANAGEMENT
Program manajemen lingkungan yang berkelanjutan dengan pengelolaan imbah yang terintegrasi dengan sistem penyediaan air bersih dan energi JOMBANG SMART AGRICUTURE Program pengembangan sistem agrikultur dengan teknologi ramah lingkungan yang mandiri dan zero waste
Konservasi alam di wilayah penyedia jasa lingkungan untuk menjaga keseimbangan alam melalui imbal jasa lingkungan JOMBANG HIJAU-BERDAYA Fokus kepada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah penyedia jasa lingkungan melalui imbal jasa lingkungan JOMBANG PANGAN-JAYA
JOMBANG RESILIENT REGION Program pengembangan wilayah yang adaptif terhadap ancaman degradasi lingkungan dan bencana alam sehingga dapat meminimalkan risiko kerugian akibat ancaman tersebut
Pemanfaatan dan pengembangan lahan pertanian dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi komoditas unggulan
Grand Program
KIAT
Aspek Sosial dan Kependudukan
LEAD
JOMBANG SEJAHTERA
JOMBANG GREAT LIFE Program peningkatan kualitas hidup masyarakat berupa peningkatkan kualitas pendidikan, tenaga kerja, dan stabilitas kepaduan sosial demi mewujudkan pemerataan kesejahteraan JOMBANG LOCAL ENTERPRENEUR AND INNOVATION Program peningkatan kapasitas tenaga kerja sehingga mampu menerapkan teknologi dalam kegiatan budidaya produk agribisnis
JOMBANG PALE (PADU DAN LESTARI) Program peningkatan kohesivitas masyarakat dan menjaga kelestarian budaya serta kearifan lokal Jombang
Program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang. JOMBANG KUAT (Kelompok Usaha Agribisnis Terpadu) Program meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan agribisnis di Kabupaten Jombang. JOMBANGPEDIA Program meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait teknologi informasi dalam pengembangan produk. LIFE LONG EDUCATION PROGRAM
Program untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di Kabupaten Jombang. JOMBANG HALAL MEMIKAT Program untuk meningkatkan peran masyarakat dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Jombang.
Grand Program
KIAT
Aspek Ekonomi dan Wilayah
LEAD
TANI JOMBANG BERDAYA ESKALASI DAN INSPIRASI KARYA JOMBANG Program yang mengkolaborasikan stakeholder di pusat WP untuk melakukan RnD yang kemudian didifusikan kepada WP.
EKOLOKALISASI JOMBANG Program untuk mengembangan potensi ekonomi lokal melalui pengembangan sentra-sentra IKM
Mendorong dan mewadahi timbulnya inovasi dalam proses pemasaran produk-produk unggulan lokal yang berkualitas dan berdaya saing.
JOMBANG JAYADI Meningkatkan iklim pasar serta mendorong kerja sama dan dalam rangka peningkatan peluang investasi produk-produk unggulan.
WISH JOMB (WISATA HARAPAN JOMBANG) Program pengembangan pariwisata Kab. Jombang yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dan daya saing
DUAR JOMBANG (PERLUASAN PASAR) Program perluasan pasar agribisnis dan pariwisata Kab. Jombang menjadi skala eksternal
JOMBANG GUYUB Mewadahi kolaborasi antar pelaku usaha tani untuk mendorong pemasaran produk-produk unggulan di sektor pariwisata.
Grand Program
KIAT
Aspek Sarana dan Prasarana PAK JOMBANG
Peningkatan Aksesibilitas Kab. Jombang (PAK Jombang) merupakan program pengembangan sistem transportasi untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat
JOM, BANGUN! Jom, Bangun! merupakan program pemenuhan dan peningkatan sarana dan prasarana domestik maupun penunjang kegiatan agribisnis dan pariwisata
JOMBANG MAPAN DEWE Program Penyediaan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana domestik yang mandiri dan berkelanjutan
JOMBANG GREEN INFRASTRUCTURE Program pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana dengan konsep infrastruktur hijau untuk membangun lingkungan yang berkelanjutan, sehat, nyaman, dan inklusif
SUTRA JOMBANG (Sustainable Transportation Jombang) Program pengembangan sistem transportasi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk memudahkan mobilitas dan aksesibilitas antarkawasan di Kabupaten Jombang
LEAD
JOMBANG SUSTAINABLE TOURISM INFRASTRUCTURE (JOSTI)
Program penyediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata dalam rangka pemeunuhan 5A secara terintegrasi dan berkelanjutan
JOMBANG LANGGENG SITTA (INFRASTRUKTUR AGRIBISNIS BERKELANJUTAN) Program penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang pertanian dalam rangka meningkatkan produksi dan produktifitas hasil tani secara berkelanjutan
SIAP BERINOVASI Program penyediaan sarana dan prasarana pendukung peningkatan inovasi, kreatifitas, serta kualitas dan kompetensi masyarakat
Grand Program
KIAT
Aspek Kelembagaan dan Pembiayaan
LEAD
SATU JOMBANG JOMBANG SUMMIT Program Peningkatan kerjasama kelembagaan yang berhubungan dengan usaha – usaha hulu ke hilir serta pariwisata skala Jombang JOMBANG ENABLER Pengembangan kelembagaan masyarakat Lokal skala WP untuk memperkuat pengembangan wilayah skala WP THE GREAT WP Program Penyusunan Forum WP dari beberapa stakeholder untuk mengembangan Jombang dengan inovasi, dan kreatifitas dari setiap WP PEMBIAYAAN PRODUKTIF Program peningkatan Alternatif Pembiayaan baru dalam mengelola pembiayaan non konvensional untuk kegiatan produktif dan meningkatkan kesejahteraan
Program perluasan jejaring sesama pelaku usaha seperti gapoktan, poktan, pokdarwis, kelompok UMKM, maupun lembaga terkait lain yang terkait dengan kegiatan agribisnis dan pariwisata BANGUN JOMBANG Program pembangunan daerah tanpa anggaran pemerintah maliputi pengadaan aset daerah, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat
BOS JOMBANG Program intensifikasi BUMDes sebagai koordinator dan penggerak perekonomian desa SATU KLIK JOMBANG Program pemangkasan birokrasi dan waktu tunggu perizinan berbasis online satu pintu, yang memberikan respon langsung dan dikelaola oleh DPMPTSP
KIAT • • • •
KESIMPULAN
Meningkatkan kemandirian pada skala WP Memiliki oritentasi pada ekonomi lokal unggulan setiap WP Jejaring pada Setiap Forum WP dapat menjamin terjadinya inovasi dan meningkatkan kohesivitas antar masyarakat Rantai agribisnis inklusif dan pariwisata dapat menjamin kepastian keuntungan ekonomi dari segala sektor
KELEBIHAN
•Sistem kelembagaan baru yang diterapkan bisa tidak efisien karena terlalu banyak aktor
•Hirarki difusi inovasi terlalu Panjang sehingga dibutuhkan peningkatan kapasitas kelembagaan yang baik •Sistem agribisnis lintas WP bisa putus dan sulit terintegrasi sehingga dibutuhkan kerjasama dan kemampuan pengolahan dan pemasaran yang baik
KEKURANGAN
LEAD
1.
Berpeluang menjadikan Kabupaten Jombang Mandiri dan Kompetitif melalui penciptaan iklim belajar pada tiap klaster bisnis
2.
Kuatnya difusi pengetahuan yang terbentuk dapat mendorong terciptanya inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan perekonomian
3.
Dorongan kuat dari sektor basis yang menggerakkan sektor nonbasis dengan bantuan kerjasama antar lembaga terkait mampu memeratakan ekonomi
1.Harus didasari pada pada dukungan antarlembaga yang kuat agar dapat kompetitif 2.Salah satu penentu keberhasilan yang vital adalah pemilihan strategi usaha, yang mana hal ini merupakan variabel yang sulit untuk diatur 3.Penciptaan iklim belajar yang menyeluruh memerlukan tantangan dan komitmen yang kuat antar pemangku kepentingan