Skip to main content

Studio 4_Tugas A1_222101840_Amadea Ivy Y.

Page 1

ASD2012 - Studio Desain IV

Tugas A.1 Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

Dosen Pembimbing: Karen Wijaya, M.P.W.K.

222101840 Amadea Ivy Yuwanto


Daftar Isi Groenmarkt Housing

1

Housing in Boveresses

4

Muara Angke Social Housing

7

Referensi

10

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

i


Gambar 1.1 Tampak Belakang Bangunan

Sumber: https://www.archdaily.com/1011475/groenmarkt-housing-ronald-janssen-architecten-plus-bastiaan-jongerius-architecten-plus-buro-harro?ad_source=search&ad_medium=projects_tab

GROENMARKT HOUSING AMSTERDAM, THE NETHERLANDS Architects: Bastiaan Jongerius Architecten, Buro Harro, Ronald Janssen Architecten Area: 7475 m² Year: 2022 Photographs: Sebastian van Damme

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

1


KONTEKS Proyek Groenmarkt adalah hasil dari kompetisi yang diumumkan dan dinilai oleh kota Amsterdam dan penduduk setempat.

Gambar 1.3 Pintu Masuk Utama

Gambar 1.2 Tampak Bangunan Rumah Susun di Singelgracht

Rumah susun di Singelgracht dengan 4 lantai, 2 basement adalah bangunan kontemporer dan transparan. Di sini, gagasan tentang blok bangunan Amsterdam tertutup abad kesembilan belas yang khas dibalik ke dalam sehingga bangunan menjadi hijau dan informal. Untuk semua maksud dan tujuan, bangunan ini berkelanjutan dan berfokus pada manusia, tumbuhan, dan hewan. Pintu masuk utama (Gambar 1.3) diposisikan di sisi persegi. Ruang komersial skala kecil tinggal di kedua sudut selatan bangunan. Apartemen di lantai dasar adalah maisonette setengah cekung dengan pintu depan mereka sendiri dan ruang luar yang terletak di jalan atau sisi persegi.

Gambar 1.4 Site Plan

KELEBIHAN

Gambar 1.5 Denah Lantai Dasar

Gambar 1.7 Denah Lansekap Atap Gambar 1.8 Kolam dan Lansekap Atap

Tiap lantai dibedakan berdasarkan jenis fungsi ruangan itu sendiri. Lantai pertama (Gambar 1.5) dirancang untuk menjadi cluster perumahan sosial dengan rumah jompo, ruang tamu kolektif, dan dapur makan bersama. Lantai atas (Gambar 1.6) berisi berbagai unit; dengan ukuran masing-masing yang unik.

Gambar 1.9 Lansekap Atap

Atapnya sepenuhnya dirancang sebagai taman yang mencakup alam dengan kolam renang alami dan lanskap bukit pasir. Sandy Hills dan tanaman bukit pasir asli yang tak terhitung jumlahnya sangat cocok untuk kondisi atap yang selalu berangin. Pinus hitam bengkok di angin barat daya; Jalur shell berkelok-kelok di antara mereka. Di tengah-tengah lanskap bukit pasir yang menyerap air ini terdapat kolam renang yang ramping, teras, dan paviliun pantai di mana para penghuni dapat memanfaatkan sepenuhnya. Sama seperti di pantai itu sendiri, juga bagus untuk tinggal di sana ketika badai.

Gambar 1.6 Denah Lantai 2

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

2


KEKURANGAN Teras pada bangunan terlalu terbuka sehingga jika hujan turun, ada kemungkinan bahwa air hujan dapat masuk ke dalam teras tersebut. Tidak adanya teritisan bagi balkon tersebut sehingga tidak ada penyaring panas matahari maupun air hujan yang dapat mengenai jendela unit secara langsung. Penggunaan material kaca dengan luasan yang cukup besar, jika tidak di rawat dengan baik dan jika tidak menggunakan kaca yang baik, dapat menimbulkan bahaya bagi penghuni (dapat dipecahkan dan unit dapat terlihat langsung dari luar).

Gambar 1.11 Lansekap Atap

Membangun dengan cara melipatgandakan lanskap (yang diambil dan tempati di permukaan tanah, kita kembali di ketinggian). Fasad adalah lapisan tambahan untuk ini: Mereka dihuni oleh orang, tanaman, burung, kelelawar, dan serangga. Oleh karena itu, perawatan taman dan fasad bangunan akan semakin meningkat, baik dalam segi ekonomi maupun skill pekerja. Gambar 1.10 Lansekap Atap

Gambar 1.12 Tampak Bukaan Bangunan

HAL YANG BISA DITERAPKAN Menggunakan Sky Light (Gambar 1.13) dan mengoptimalkan pencahayaan alami bagi bangunan. Membuat suatu tempat berkumpul yang santai di atap (Gambar 1.14) sehingga dapat memaksimalkan penggunaan seluruh sudut bangunan. Menambahkan taman di atap juga merupakan ide yang bagus karena taman di atap dapat menjadi salah satu aspek keindahan dari bangunan itu sendiri dan menambah area tanam yang dapat dikerjakan serta diolah juga oleh penghuni rumah susun ini. Dapat menerapkan konsep fasad (Gambar 1.12) yang tidak rata dengan memaju-mundurkan unit tiap lantainya sehingga dapat memberi kesan variatif dan aesthetic.

Gambar 1.12 Tampak Bukaan Bangunan

Jendela tinggi penuh memastikan kontak optimal dengan alun-alun dan kanal Singelgracht. Berbagai macam ruang luar dan jendela teluk menciptakan fasad yang menyenangkan. Penggunaan kaca pada bangunan mengoptimalkan masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan.

Gambar 1.13 Tampak Bukaan Bangunan

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

Gambar 1.14 Area Komunal dengan View pada Atap

3


Gambar 2.1 Tampak Bangunan

Sumber: https://www.archdaily.com/975123/housing-in-boveresses-fruehauf-henry-and-viladoms?ad_source=search&ad_medium=projects_tab

HOUSING IN BOVERESSES LAUSANNE, SWITZERLAND Architects: Fruehauf, Henry & Viladoms Area: 10913 m² Year: 2021 Photographs: Olivier Di Giambattista, Simon Menges, Carlos Viladoms

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

4


KONTEKS Rumah susun 7 hingga 8 lantai yang terletak di utara Lausanne, dimana distrik ini terdiri dari beberapa kompleks perumahan simbolis dari tahun 1970-an. Proyek ini bertujuan untuk integrasi dalam konteks ini dengan identitas yang kuat. Hasilnya adalah morfologi perkotaan yang mengambil orientasi yang jelas dari urbanisme sekitarnya. Tanpa mencari mimikri, bangunan menciptakan hubungan yang kuat dengan lingkungannya. Pintu masuk mengarah ke dua inti bangunan sebagai akses utama. Di bawah lempengan taman adalah tempat parkir yang beroperasi di setengah tingkat. Sebuah kanopi di dekat fasilitas menyediakan akses ke tempat parkir bagi penghuni gedung serta lingkungan (Gambar 2.4). Gambar 2.2 Tampak Bangunan

Gambar 2.3 Site Plan

Gambar 2.4 Fasilitas Tempat Parkir

KELEBIHAN Seperti desain perkotaan, perawatan fasad beton prefabrikasi mencari hubungan dengan bangunan yang berdekatan dan memberikan kehadiran intemporal. Proyek lansekap yang baik memiliki desain yang kontras dengan kekakuan kartesius dari arsitektur yang dibangun. Pemilihan tanaman juga setema dengan proyek ini, sehingga taman dapat memberi keindahan bagi penghuni.

Gambar 2.5 Denah Unit (1)

Gambar 2.6 Denah Unit (2)

Pada bangunan ini terdapat beberapa unit yang berbeda menyesuaikan dengan bentuk dan ruang dari bangunan itu sendiri. Memiliki bentuk bangunan yang cukup unik dan menerapkan prinsip denah yang menawarkan banyak pemandangan silang ke dalam hunian melalui pintu besar (dapat berfungsi sebagai jendela) dari lantai ke langit-langit. Sistem ini tercermin pada fasad (Gambar 2.8) melalui banyak ceruk yang memberikan unit dengan orientasi bervariasi dan banyak cahaya alami.

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

Gambar 2.7 Denah Unit (3)

Gambar 2.8 Fasad dan Posisi Jendela

Gambar 2.9 Taman

5


KEKURANGAN

Gambar 2.13 Lansekap Belakang Bangunan

Seperti pada Gambar 2.12, akses tangga menuju unit tertutup dan gelap, sehingga area tersebut kurang aman bagi penghuni. Tidak adanya jendela pada lorong akses juga mengurangi ventilasi udara sehingga tidak ada pertukaran udara yang lancar. Gambar 2.13 menunjukkan jalan pedestrian taman bagian belakang bangunan, sehingga tidak ada akses untuk mobil damkar di bagian belakang yang dapat membahayakan jika ada keadaan darurat pada unit belakang.

Gambar 2.11 Jendela Geser Unit

Seperti pada Gambar 2.10 dan 2.11, bangunan ini memiliki balkon yang terbuka dan tidak ada kanopi/teritisan untuk menutupi balkon, sehingga jika hujan, balkon tidak akan dapat digunakan dan air hujan akan masuk ke unit. Gambar 2.10 Balkon Unit

Gambar 2.12 Tangga Menuju Unit

HAL YANG BISA DITERAPKAN

Gambar 2.17 Dapur Bersih Unit

Sirkulasi udara dalam unit sangat lancar dan pencahayaan alami juga baik dikarenakan banyaknya jendela aktif yang dapat diakses.

Gambar 2.15 Taman Bermain

Pengaturan lansekap yang sangat baik dengan menggunakan geometri organik dan fluida yang menarik sehingga dapat menimbulkan kesan aesthetic pada taman. Pemilihan tanaman pada taman juga dapat diterapkan, seperti pohon birch dan pinus pada taman ini memberikan proyek suasana yang tenang dan tenang. Gambar 2.14 Denah Blok

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

View jendela diarahkan ke taman sehingga dalam unit masih dapat menikmati view yang ada. Gambar 2.16 Ruangan Unit

6


Gambar 3.1 Tampak Bangunan

Sumber: https://www.shau.nl/en/project/28

MUARA ANGKE SOCIAL HOUSING JAKARTA, INDONESIA Architects: SHAU Projects Area: 19000 m² Status: Ongoing 2013 Client: City Government of Jakarta

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

7


KONTEKS Proyek ini merupakan yang pertama dari total tiga fase perumahan sosial yang direncanakan di Muara Angke dan berisi 660 unit. Rumah susun dengan 7 lantai ini dibagi menjadi beberapa bangunan yang terhubung satu dengan lainnya. Legenda: A. Public Beach B. Vertical Kampung 1 C. Pier D. UPI (Fish Processing Unit) E. Harbor F. Fish Market Parking G. Traditional Fish Processing Area H. Vertical Kampung 2 I. Muara Angke Wildlife Reserve

Gambar 3.2 Blok Apartemen di Singelgracht

Gambar 3.1 Tampak Bangunan

Di dasar desain tetap organisasi spasial horizontal dari sebuah kampung yang dibagi dalam lingkungan yang ditumpuk satu di atas yang lain. Di sela-sela unit, fasilitas umum – seperti taman bermain, taman kanak-kanak, mushola, sekolah dasar dan lainnya – dimasukkan, berkontribusi pada konsep 'kampung vertikal'.

Gambar 3.3 Site Plan

KELEBIHAN Menggunakan lahan lebih sedikit dengan menumpuk unit menjadi satu bangunan, namun tetap berkonsep ‘kampung’. Dengan void yang ada pada tengah bangunan, sirkulasi udara terjaga dengan baik dan membuat seluruh penghuni nyaman dengan void tersebut. Void ini juga menambahkan pencahayaan alami pada bangunan dimana akses utama tangga juga terdapat di sana.

Gambar 3.4 Diagram Konsep Rumah Susun

Denah lantai 1 menunjukkan bahwa area lantai 1 tidak digunakan sebagai unit dan untuk unit akan terletak di lantai 2 keatas. Unit dalam rumah susun ini tipikal sama dengan ukuran yang sama pula, hanya saja orientasinya berbeda. Unit dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur dan ruang makan yang tergabung, dan ruang tamu. Groundfloor plan

Gambar 3.7 Green roof

Green roof dapat digunakan sebagai sarana bercocok tanam bagi penghuni, juga dapat menambah lahan hijau pada bangunan ini. Membantu menurunkan suhu daerah atas bangunan, agar angin yang masuk tidak terlalu panas.

Typical plan

Gambar 3.5 Denah Lantai 1 dan Denah Tipikal

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

Gambar 3.6 Diagram Sirkulasi Udara

8


KEKURANGAN Menurut saya, bukaan dan teritisan (Gambar 3.8) pada fasad bangunan tidak teratur (besar dan panjangnya bukaan), sehingga membuat bangunan ini kurang menarik untuk dilihat. Bangunan memiliki fasad yang rata (timbul hanya pada teritisan) menimbulkan kesan bangunan masif. Sangat disayangkan kurangnya taman outdoor (Gambar 3.9) yang juga dapat menjadi daerah resapan air. Area outdoor yang sudah ada di antara bangunan tetap terhalang oleh bayangan dan bangunan yang mengelilingi area tersebut, sehingga taman ini juga tidak sepenuhnya berfungsi layaknya taman yang benar-benar berada di luar bangunan. Void pada bangunan ditutup di lantai paling atas (green roof) sehingga pencahayaan alami pun tidak dapat maksimal untuk masuk. Pada tengah bangunan pun terdapat void namun di sekelilingnya tidak ada jendela yang terhubung langsung dengan luar bangunan. Dari segi keamanan juga tidak disediakan tangga darurat selain tangga akses utama, hal ini dapat membahayakan bagi penghuni (lantai atas terutama). Gambar 3.8 Bukaan dan Teritisan Pada Fasad Bangunan

Gambar 3.9 Taman outdoor di antara bangunan

HAL YANG BISA DITERAPKAN

Gambar 3.11 Potongan 1

Gambar 3.12 Potongan 2

Gambar 3.13 Perspektif Split Level (Akses Jalan dan Tangga)

Area di tengah bangunan menggunakan void, namun area tersebut harus lebih luas dan memiliki jendela akses ke luar bangunan agar tidak terlalu tertutup agar pencahayaan alami dapat masuk dan sirkulasi udara tetap berjalan dengan lancar. Split level yang diterapkan sangat menarik dan memberi kesan tersendiri bagi penghuni maupun orang lain. Hal ini dapat diterapkan untuk menambah suasana ruang yang baru sehingga tidak terlihat monotone. Unit yang sama semua juga dapat diterapkan sebagai bentuk penyamarataan bagi semua penghuni. Di setiap lantai dapat diberikan tanaman rambat ataupun tanaman gantung yang dapat diletakkan di railing tiap lantai untuk memberikan kesegaran pada area tersebut. Gambar 3.10 Diagram Sirkulasi Udara

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

9


Referensi Caballero, P. (2023, December 26). Groenmarkt housing / Ronald Janssen Architecten + bastiaan jongerius architecten + buro harro. ArchDaily. https://www.archdaily.com/1011475/groenmarkt-housing-ronald-janssen-architecten-plusbastiaan-jongerius-architecten-plus-buro-harro?ad_source=search&ad_medium=projects_tab Hofmann, T. Shau projects. https://www.shau.nl/en/project/28 Silva, V. (2022, January 15). Housing in boveresses / fruehauf, Henry & Viladoms. ArchDaily. https://www.archdaily.com/975123/housing-in-boveresses-fruehauf-henry-and-viladoms? ad_source=search&ad_medium=projects_tab

Tugas A1. Studi Preseden Perumahan Berkepadatan Tinggi

10


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook