

UNDER THE TRACKS:
TIVATE

LOKASI
Stasiun Jayakarta
Jl Pangeran Jayakarta No 28 Mangga
Dua Sel , Kota Jakarta Pusat
Stasiun Mangga Besar
Jl Karang Anyar, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat
DESAIN ANALISIS


REKOMENDASI DESAIN
Aktivitas sosial muncul dari kebutuhan harian warga UMKM
Area belum memiliki fungsi komunal yang jelas Kurangnya infrastruktur mengurangi interaksi sosial
Aktivitas (UMKM, parkir, sirkulasi) bercampur & tidak teratur Ruang dengan fungsi sementara, tidak memiliki identitas jelas Lokasi strategis berpotensi untuk menjadi koridor aktif
Area mudah dijangkau tetapi kualitas akses masih rendah Jalur masuk sempit, tidak teratur, minim pedestrian, tidak aman Tidak ada hierarki akses sehingga terkesan kurang mengundang
Kesan kumuh & tidak terawat
Kenyamanan ruang rendah karena sempit, berantakan, dan kurangnya elemen pendukung
Citra ruang negatif (dianggap sebagai ruang sisa)
LOKASI STRATEGIS
Dekat dengan stasiun, terletak di kawasan padat penduduk, dan akses mudah


SIMPUL INTERAKSI
Berpotensi menjadi titik kumpul dan ruang interaksi masyarakat sekitar
TANTANGAN
Area A6 merupakan ruang publik terbuka yang berada di bawah jalur rel antara Stasiun Jayakarta menuju Stasiun Mangga Besar Kawasan ini terbentuk sebagai ruang sisa (residual space) yang memanjang mengikuti struktur rel dan berada di lingkungan perkotaan yang padat dan didominasi oleh permukiman warga serta aktivitas informal POTENSI 01 02 03
Mengembangkan komunitas tematik sebagai penggerak utama aktivitas dan identitas kawasan melalui pendekatan berbasis potensi lokal
AKTIVITAS EKONOMI DAN SOSIAL
Beragam kegiatan ekonomi skala kecil dan interaksi sosial warga berlangsung setiap hari

KUALITAS LINGKUNGAN
Visual dan kenyamanan ruang masih rendah, namun memiliki potensi untuk ditingkatkan
POTENSI IDENTITAS
Belum ada identitas kawasan yang jelas, namun terdapat potensi budaya lokal dan kehidupan komunitas
Ruang terbatas dan terfragmentasi Konflik antara pejalan kaki, kendaraan, dan parkir Minim fasilitas dan infrastruktur pendukung
Kualitas visual dan kenyamanan ruang rendah Belum ada identitas dan konsep ruang yang jelas


Komunitas pengerajin lokal (pembuat sangkar burung/ayam) yang juga dapat menjadi sumber ekonomi produktif
Komunitas seni dan kerajinan berbasis daur ulang sampah yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan (dekat dengan TPS kawasan)
Komunitas kreatif warga sebagai wadah interaksi sosial dan aktivitas pengembangan ruang sekaligus memperindah ruang








COMMUNITY-DRIVEN PLACES ADAPTIVE SPACE COMFORTABLE & IDENTITYBASED ENVIRONMENT
Menata ruang dengan pembagian zona yang jelas dan fleksibel untuk mengakomodasi berbagai aktivitas secara terstruktur dan aman
Memisahkan fungsi sirkulasi, parkir, dan area aktivitas agar tidak saling konflik
Menghadirkan ruang interaksi yang fleksibel untuk mendukung kegiatan komunitas dan ekonomi
Memanfaatkan ruang bawah rel secara optimal sesuai kebutuhan warga sekitar

Meningkatkan kualitas ruang dan memperkuat identitas kawasan, melalui intervensi sederhana dan memberikan elemen taman yang memadai
Menyediakan elemen pendukung seperti tempat duduk pencahayaan signage dan ruang hijau
Meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan estetika ruang
Membangun identitas kawasan berbasis komunitas dan budaya lokal