Al Manunal Akhnah
E-MODUL TOPIK PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUES SMA/MA FASE E
Perubahan Lingkungan
KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadiran Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan E-Modul Biologi Berbasis Socio Scientific Issues pada Topik Perubahan Lingkungan untuk peserta didik Fase E SMA/MA oleh penyusun telah dapat diselesaikan. E-Modul ini disusun dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada peserta didik tentang materi biologi yang dapat dipadukan dengan isu sosiosaintifik yang dapat digunakan sebagai bahan ajar mandiri, khususnya materi Perubahan Lingkungan. E-Modul ini dirancang untuk meningkatkan Bernalar Kritis dan Literasi Lingkungan peserta didik melalui aktivitas belajar menggunakan modul berbasis isu-isu yang berhubungan dengan sains yang terdapat di lingkungan sekitar. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada dosen pembimbing Dr. Agung Wijaya Subiantoro M.Pd serta semua pihak yang ikut serta membantu dalam penyusunan E-Modul ini. Semoga apa yang telah disumbangkan oleh penulis dapat menunjang kegiatan belajar dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu, pada kesempatan ini Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sangat berguna bagi penyusun dan penyempurnaan E-Modul selanjutnya.
Penyusun Al Manunal Akhnah
SMA/MA Fase E
I
Perubahan Lingkungan
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL Bacalah petunjuk berikut agar memudahkan dalam memahami dan menguasai modul ini dengan baik. Langkah-langkah yang perlu dilakukan yaitu sebagai berikut: Bacalah Bismillah terlebih dahulu Bacalah dan pahami kompetensi dasar dan indikator ketercapaian yang harus dicapai Bacalah bagan konsep sebagai gambaran materi yang telah dipelajari Bacalah uraian materi pada setiap kegiatan pembelajaran secara urut dan sistematis Pahami materi yang diuraiakan pada modul Kerjakan tugas dan kegiatan yang ada di modul Bacalah glosarium untuk mengetahui istilahistilah asing yang ada pada modul elektronik Jika ada kesulitan, diskusikan dengan teman. JIka belum terpecahkan maka tanyakan kepada guru atau instruktur yang ada.
SMA/MA Fase E
II
Perubahan Lingkungan
CAPAIAN PEMBELAJARAN Peserta didik memiliki kemamuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhuk hidup dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan.
TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi perubahan lingkungan diakibatkan limbah tenun 2. Peserta didik dapat menganalisis limbah-limbah dan upaya mengatasi masalah lingkungan 3. Peserta didik dapat menjelaskan pemanfaatan limbah dan etika lingkungan
SMA/MA Fase E
III
Perubahan Lingkungan
DAFTAR ISI Kata Pengantar......................................................................I Petunjuk Penggunaan Modul Elektonik..................................II Capaian Pembelajaran dan Tujuan.......................................III Daftar Isi.............................................................................IV Bagan Konsep.......................................................................V Kegiatan Belajar I..................................................................1 Kolom Isu Lingkungan I...................................................1 Uraian Materi........................................................................4 Pencemaran Lingkungan.........................................................5 Pencemaran Air......................................................................5 Industri Tenun Troso........................................................6 Limbah Tenun Troso........................................................7 Pencemaran Udara.................................................................8 Pencemaran Tanah.................................................................9 Jenis-Jenis Limbah................................................................10 Kegiatan Belajar II...............................................................11 Kolom Isu Lingkungan II................................................11 Uraian Materi......................................................................16 Solusi Penanggulanggan Limbah Cair Tenun.........................17 Pemanfaatan Limbah............................................................19 Etika Lingkungan.................................................................20 Refleksi dan Evaluasi............................................................21 Rangkuman..........................................................................22 Gloarium.............................................................................23 Daftar Pustaka.....................................................................25
SMA/MA Fase E
IV
Perubahan Lingkungan
BAGAN KONSEP
SMA/MA Fase E
V
KEGIATAN BELAJAR I PERUBAHAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mengidentifikasi jenis pencemaran dari isu lingkungan yang telah disajikan. 2. Melalui kegiatan pengamatan peserta didik dapat memahami komponen lingkungan yang mengalami kerusakan. 3. Melalui kegiatan diskusi peserta didik menguraikan dampak kerusakan lingkungan serta dapat memberi gagasan penyelesaian masalah lingkungan tersebut.
Pada tahap Ini perhatikan dan pahami gambar dan bacaan dari isu lingkungan berikut.
KOLOM ISU LINGKUNGAN I
Sungai di Jepara Berubah Jadi Pink, Kok Bisa?
Oleh : Rio Audhitama Sihombing (16 November 2019) Warna merah muda di Sungai Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, bukan karena fenomena alam. Tapi akibat ulah para perajin tenun desa setempat yang membuang limbah pewarna. . PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 01
Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (16/11/2019), bukan hanya merah muda, warna sungai yang berada di tengah desa tersebut akan berubah sesuai limbah pewarna tekstil yang dibuang. Bau tak sedap juga merebak. Pencemaran yang sudah berlangsung lama tersebut ikut pula mencemari sumur warga. Setidaknya ada empat sumur yang terpaksa ditutup karena airnya sama sekali tak bisa dipakai. Hampir semua selokan dan sungai kecil di Desa Troso pun ikut tercemar. Desa Troso selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan tenun ikat. Namun, belum ada instalasi pengolahan air limbah yang memadai hingga para pengrajin membuang limbah begitu saja ke selokan atau sungai. Air sumur tercemar tak bisa dipakai untuk memasak. Warga pun hanya bisa memanfaatkannya untuk mencuci dan mandi. Itupun mengeluarkan aroma tak sedap. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara tengah memeriksa kadar pencemaran di sungai tersebut. Diduga kuat pencemarannya sudah melebihi baku mutu air. (Sumber:https://enamplus.liputan6.com/global/read/4112310/sungai-di-jepara-berubah-jadipink-kok-bisa)
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan I, jawablah pertanyaan berikut sesuai pemahaman anda
GAYA BUSANA MINIMALIS
1.Jelaskan menurut pemahaman Anda masalah-masalah apa saja yang dapat kalian amati dari artikel diatas? Tuliskan beserta penjelasan masing-masing masalah yang kalian temukan! Jawaban: ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ 2. Dari bacaan isu lingkungan I, Identifikasi kerusakan lingkungan yang terjadi apakah termasuk jenis pencemaran air, tanah, atau udara? Jelaskan ! Jawaban: ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 02
Dari konsep yang telah kamu kemukakan sebelumnya terkait isu di atas, selanjutnya klarifikasi melalui berbagai sumber yang tersedia. Klik dan simaklah informasi yang terdapat pada video berikut untuk menjadi bahan referensi kamu!
Pada tahap ini, mari mengamati isu lingkungan selanjutnya agar pengetahuan yang diperoleh lebih bermakna.
GAYA BUSANA MINIMALIS
Diskusikan dengan kelompok kalian, Lembar Kerja Peserta Didik yang tercantum pada link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1c2DQj82thy_Byy_TVXUF_tUC 8od7oZiW/view?usp=sharing
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 03
URAIAN MATERI Perubahan Lingkungan Lingkungan hidup diartikan sebagai lingkungan fisik yang mendukung kehidupan serta proses-proses yang terlibat dalam aliran energi dan siklus materi. Keseimbnagan lingkungan secara alami dapat berlangsung apabila komponen yang terlibat dalam interkasi dapat berperan sesuai kondisi keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan. Lingkungan yang seimbang memiliki daya lenting dan daya dukung yang tinggi. Daya lenting adalah daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. daya dukung adalah kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamya. Keseimbangan lingkungan ini ditentukan oleh seimbangnya energi yang masuk dan energi yang digunakan, seimbangnya antara faktor-faktor abiotik dengan biotik. Gangguan terhadap salah satu faktor dapat menganggu keseimbangan lingkungan. Kegiatan produksi kain tenun troso yang bertujuan untuk memenuhi kebuhan manusia menimbulkan perubahan lingkungan. Perubahan tersebut menjadikan kerusakan lingkungan dalam taraf yang sudah mengkhawatirkan. Perubahan lingkungan akibat pencemaran sisa produksi kain tenun Troso saat ini sudah menjadi isu lokal, nasional, dan global. Perubahan lingkungan yang menyebabkan kerusakan lingkungan dapat terjadi karena faktor alam maupun manusia.
Info Sains! 90% air limbah di negara-negara berkembang mengalir ke sungai, danau, dan zona pantai di mana ia mengancam akses air minum, ketahanan pangan, dan kesehatan secara keseluruhan. Sumber: Synergysolusi.com
Faktor Manusia Manusia memiliki berbagai jenis kebutuhan baik kebutuhan lain. Kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Semakin banyak jumlah manusia, maka semakin bnayak sumber daya alam yang dibutuhkan. Mulai dari proses pengambilan, pengolahan dan pemanfaatan sumberdaya salam terdapat zat yang tidak digunakan lagi oleh manusia dan dibuang. Pembuangan yang tidak sesuai akan mencemari udara, perairan, dan daratan. Sehingga semakin lama akan rusak. Beberapa kegiatan yang dapat merusak lingkungan yaitu: Pembuangan limbah tekstil Penebangan Hutan Penerapan Intensifikasi Pertanian
Faktor Alam Bumi pada awal pembentukkanya sangat panas sehingga tidak ada satupun bentuk kehidupan di dalamnya. Namun dalam jangka waktu yang lama berangsur-angsur lingkungan di bumi memungkinkan adanya bentuk kehidupan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya faktor alam. Beberapa faktor alam yang mepengaruhi lingkungan yaitu karena bencana alam seperti: Gunung Meletus Tsunami Banjir Tanah Longsor Kebakaran Hutan PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 04
Pencemaran Lingkungan Pencemaran adalah masuknya atau dimasuknnya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kulitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Menurunya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaanya, berkurangnya pertumbuhan serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar. Syarat-syarat suatu zat dapat disebut polutan adalah jika keberadaanya dapat merugikan makhluk hidup karena jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat atau berada pada tempat yang tidak tepat. Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah.
Pencemaran Air Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lauatan dan air tanah akibat masuknya organisme atau zat tertentu yang menyebabkan menurunya kualitas air tersebut. Danau, sungai, lautan, dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan danau, sungai, lautan, dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah bahkan berpotensi sebagai objek wisata. Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Untuk dapat dikonsumsi, air harus memenuhi syarat fisik, kimia, maupun biologis.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Gambar: Pencemaran Air di Indonesia Sumber: dislhk.bandungkab.go.id
Penyebabnya: Pembuangan limbah industri ke perairan Pembuangan limbah rumah tangga (domestik) ke sungai Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan Terjadinya erosi yang membawa partikelpartikel tanah ke perairan Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan. Pembuangan limbah industri rumah sakit, limbah peternakan ke sungai. Tumpahan minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai
SMA/MA | 05
Industri Tenun Ikat Troso
Gambar: Penenunan Kain tenun Troso Sumber:Solopos.com Industri tenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara merupakan industri yang produktif Industri tenun di desa Troso, kecamatan Pecangaan, kabupaten Jepara merupakan industri yang produktif dan menghasilkan produk setiap hari. Menurut Disperindag kabupaten Jepara tahun 2017, tenaga kerja dalam industri tenun ikat berjumlah 11.332 pekerja dan volume produksi yang dihasilkan sebesar 37.322.128 meter. Dari banyaknya produksi yang dihasilkan maka air limbah yang dihasilkan juga tinggi, tetapi banyak pengrajin yang belum mengolah dan masih membuang limbahnya ke sungai dan selokan. Air limbah yang dihasilkan merupakan hasil dari proses pewarnaan. Zat warna yang dipakai adalah zat warna sintetik yang memiliki senyawa kompleks dan sulit terurai di lingkungan.
ubah sesuai dengan warna dan waktu pembuangan limbah cair. Selain perubahan warna juga terjadi kekeruhan pada air sungai dan timbulnya bau yang menyengat. Akibat pencemaran yang terjadi melalui 2 saluran irigasi maupun selokan, air limbah tersebut mengalir sampai pada area persawahan. Oleh karena itu, dimungkinkan terjadinya permasalahan kesehatan karena padi-padi yang ada di sawah menyerap air limbah tenun yang mengandung logam dan dikonsumsi untuk kebutuhan pangan masyarakat. Logam berat dianggap berbahaya bagi kesehatan bila terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh manusia. Beberapa di antaranya bersifat membangkitkan kanker (karsinogen). Efek buruk logam berat juga tergantung pada bagian mana ia terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan (Munir, 2018).
Pencemaran Limbah Tenun Pencemaran dari pembuangan limbah tenun Troso dapat terlihat dari berubahnya warna air sungai sesuai dengan warna limbah buangan industri yang dialirkan khususnya pada daerah pertemuan antara saluran pembuangan dengan saluran air sungai. Pencemaran dari pembuangan limbah cair tenun Troso dapat terlihat dari warna air sungai yang berubah-
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Gambar: Pencemaran Sungai di Desa Troso Sumber: https://www.detik.com
SMA/MA | 06
LIMBAH CAIR TENUN
KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR TENUN Secara garis besar proses pembuatan kain tenun ada 4 tahapan, proses tersebut dapat dilihat pada diagram berikut:
Proses pewarnaan memiliki teknik yang berbeda-beda tergantung dengan jenis zat pewarnaanya. Pada industri tenun ikat Troso, zat pewarna yang seering digunakakan adalah zat warna napthol. Tahapan pewarnaan dengan zat warna napthol adalah sebagai berikut: Langkah pertama membuat larutan TRO (Turkish Red Oil) sebagai zat pelarut + Naphtol dan kaustik (NaOH) dalam air panas. Benang yang sudah dibasahi dengan larutan (teepol)/sabun, masukkan ke dalam larutan (TRO+Naphtol+NaOH) direndam
tadi,
lalu
beberapa
menit,
kemudian
larutan
Garam
Diazo/
diperas. Membuat
pembangkit warna naphtol dengan air dingin Masukkan lagi benang ke dalam larutan Proses pembuatan kain tenun Sumber: Sa’adah (2020)
PERUBAHAN LINGKUNGAN
(Garam diazo), maka warna akan segera muncul. SMA/MA | 07
Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dimana dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78% Nitrogen, 20% oksigen, 0,93% Argon, 0,03% Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4), dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan “Normal” dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas dan seimbang. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Jenis bahan yang dapat mencemari udara yakni Karbon monoksida (CO), Nitrogen dikosida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Dioksida (CO2), Ozon (O3), Benda Partikulat, Timbal (Pb), dan Hidrokarbon (HC). akibat aktivitas perubahan manusia, udara seringkali menurun kualitasnya.Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan slaah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara ynag dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan di suatu tempat di jumpai debu yang bertebaran diman-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Diklasifikasikan menjadi: Pencemaran Primer Pencemaran yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara diantaranya kendaraan bermotor dan aktivitas mesin pembekaran pada pabrik-pabrik penghasil sulfur monoksida (SO2) dan karbon monoksida (CO) akibat dari proses pembakaran yang tidak lengkap.
Pencemaran Sekunder Pencemaran yang terbentuk dari reaksi pencemarpencemar primer di atmosfer. Contohnya gabungan sulfur dioksida (SO2) sulfur monoksida (SO), dan uap air (H2O) akan menghasilkan asid sulfuric. Reaksi antara pencemar primer dengan gas-gas di atmosfer akan menghasilkan peroksi asetil nitrat. Contoh: Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Gambar: Polusi udara akibat kebakaran hutan Sumber: Liputan6.com
SMA/MA | 08
Kegiatan yang dapat menimbulkan polusi udara: Asap dari cerobong pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran atau kebakaran hutan, asap rokok, yang membebaskan CO dan CO2 ke udara. Asap vulvanik dari aktivitas gunung berapi dari asap letusan gunung berapi yang menebarkan partikel-partikel radioaktif dari bom atau percobaan nuklir yang membebaskan partikel-partikel debu radioaktof ke udara. Asap dari pembakasan baru bara pada pembangkit listrik atau pabrik yang membebaskan partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur. Chloro Fluco Carbon (CFC) yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, dan AC mobil,
Pencemaran Tanah Pencemaran darat atau tanah adalah semua keadaan dimana polutan masuk ke dalam lingkungan tanah sehingga menurunkan kualitas tanah tersebut. Dimana polutan bisa berupa zat-zat bahan pencemar baik berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme. Sebelum adanya kemajuan teknologi dan industri manusia hanya membuang sampah dan limbah organik. Sampah attau limbah tersebut mudah diurai oleh mikrooganisme sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Namun, dewasa ini perkembangan teknologi dan industri sangat pesat berkembang. Dan sampah serta limbah yang dibuang hanya sampah organik, melainkan sampah organik juga, Sampah organik sangat sulit untuk diurai oleh mikroorganisme, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Contoh sederhana sumpah anorganik yaitu plastik yang dapat terurai dalam waktu 240 tahun, sedangkan sampah kaleng yang terbuat dari aluminium memerlukan waktu 500 tahun untuk dapat diuraikan.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Gambar: Pencemaran Tanah Sumber: detik.com
Limbah Domestik. Limbah jenis ini berasal dari pemukiman penduduk, perdagangan/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain. Kebanyakan limbah domestik merupakan sampah basah atau anorganik yang mudah diurai. Limbah industri, yaitu limbah padat hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, polywood , pengawetan buah, ikan daging, dan lain-lain. Limbah Pertanian, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petansi untuk memberatas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya.
SMA/MA |09
Jenis-Jenis Limbah Berdasarkan sifatnya limbah digolongkan menjadi 5 yaitu:
1. Limbah Cair Limbah cair mengacu pada semua lemak, minyak lumpur, air pencuci, limbah detergen, limbah pewarnaan tekstil, limbah pewarnaan tenun troso dan air kotor yang telah dibuang. Mereka berbahaya dan beracun bagi lingkungan kita dan ditemukan di industri maupun rumah tangga. Air limbah, demikian sering disebut adalah segala limbah yang ada dalam bentuk cair.
Gambar: Limbah cair pewarnaan tenun troso Sumber: detik.com
2. Limbah Padat
Gambar: Limbah padat kaca Sumber: universaleco.id
Gambar: Limbah kaleng Sumber: renovablesverdes.com
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Limbah padat adalah semua sisa sampah padat, lumpur, dan yang ditemukan di rumah tangga Anda dan lokasi industri dan komersial (Riswan, Sunoko, dan Hadiyarto, 2011). Lima jenis utama sampah padat adalah: Kaca dan Keramik, adalah bahan kaca dan keramik yang diproduksi oleh perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara mengelolanya yang benar di sini adalah anda harus membuangnya dengan benar supaya bisa di daur ulang. Sampah Plastic, adalah segala wadah, botol, dan tas yang ditemukan di perusahaan dan rumah. Plastik tidak dapat terurai secara hayati, dan sebagian besar tidak dapat didaur ulang. Jangan mencampur sampah plastik dengan sampah biasa. dan kurangi penggunaanya. Sampah kertas, adalah limbah dari semua surat kabar, bahan kemasan, kardus, dan produk kertas lainnya. Kertas dapat didaur ulang. Penting untuk bisa memisahkan dari sampah kotor lainnya yang bisa membuat rusak. Logam dan Kaleng, mudah ditemukan di sekitar kita karena kaleng dan logam di rumah tangga dibuat dari keduanya. Sebagian besar logam dapat di daur ulang, jadi bisa memisahkanya dari sampah lain dan membawannya ke tempat daur ulang.
SMA/MA | 10
3. Limbah Organik Sampah organik mengacu pada limbah daging, kebun, dan makanan busuk. Jenis sampah ini banyak ditemukan di rumah-rumah. Seiring waktu, mereka terurai dan berubah menjadi kotoran oleh mikroorganisme.
4. Limbah Daur Ulang Semua barang yang dibuang seperti loham, furniture, sampah organik yang dapat didaur ulang termasuk dalam kategori ini. Pemanfaatan Limbah kain tenun Troso dapat diguanakan berbagai keset, dompet, topi, tas, kawul benang digunakan pengisi souvenir atau boneka kecil.
Gambar:Food waste Sumber: mutucertification.com
5. Limbah Berbahaya
Limbah berbahaya mencakup bahan yang mudah terbakar, korosif, beracun, dan reaktif. Singkatnya, mereka adalah bahan limbah yang menimbulkan ancaman signifikan atau potensial bagi lingkungan kita. Jenis limbah berbahaya khusus meliputi: Limbah elektronik umumnya digolongkan berbahaya karena mengandung komponen beracun, misalnya PCB dan berbagai logam Limbah medis berasal dari sistem perawatan kesehatan manusia dan hewan biasanya terdiri dari obat-obatan, bahan kimia, farmasi, perban, peralatan medis belas, cairan tubuh dan bagian-bagian Gambar: Limbah Daur ulang tenun tubuh. Limbah medis dapat menular, Sumber: Dokumen Pribadi beracun atau radioaktif atau mengandung bakteri dan mikroorganisme berbahaya (termasuk yang kebal obat) Ayo Peduli Lingkungan Tanamakan sikap berikut dalam dirimu Limbah radioaktif, mengandung bahan Hormati alam, maka alam pun akan radioaktif berbeda secara signifikan dari menghormatimu limbah lainnya. Menebang pohon laksana menghancurkan ribuan kehiupan sedangkan menanam pohon berarti turut serta menyumbang oksigen Menyiram tanaman di sekitar rumah tidaklah sulit untuk dilakukan pemanfaatan alam secara berkelanjutan perlu diperhatikan Memilih menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara Gambar: Limbah B3 Sumber: its.ac.id
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 11
KEGIATAN BELAJAR II PELESTARIAN LINGKUNGAN
TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Melalui kegiatan membaca isu lingkungan dan melakukan pengamatan siswa dapat mendeskripsikan upaya pelestarian lingkungan. 2. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat mengajukan solusi efektif sebagai upaya pelestarian lingkungan. 3. Peserta didik dapat membuat produk kampanye untuk menjaga kelestarian lingkungan
Pada tahap Ini perhatikan dan pahami gambar dan bacaan dari isu lingkungan berikut.
KOLOM ISU LINGKUNGAN 2
Magic Morinaga Seed Powder Sebagai Upaya Penjernihan Air Limbah Sungai Troso Jepara Dengan Metode Perendaman Serbuk Biji Kelomagic Moringa Seed Powder Sebagai Upaya Penjernihan Air Limbah Sungai Troso Jepara Dengan Metode Perendaman Serbuk Biji Kelor Jepara merupakan salah satu kota penghasil kain tenun troso yang banyak diminati konsumen karena diproduksi mengikuti trend fashion masa kini. Banyaknya permintaan konsumen mengakibatkan semakin banyak kain yang diproduksi sehingga semakin banyak pula limbah sisa pewarnaan kain tenun troso yang dihasilkan. Oleh karena itu sungai troso yang terletak di Desa Troso saat ini mengalami peralihan fungsi menjadi tempat pembuangan limbah industri kain tenun troso. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pelaku industri tenun kain Troso didapatkan fakta bahwa pembuangan limbah sisa pewarnaan tenun langsung ke sungai sekitar pemukiman menyebabkan air PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 12
sumber dirumah-Nya dan beberapa warga yang lain ikut terkontaminasi dengan indikasi air yang telah keruh dan berubah menyerupai warna limbah. Tanaman kelor (Moringa oleifera) termasuk jenis tumbuhan perdu dan memiliki biji yang mengandung protein bermuatan positif sehingga berperan penting dalam penjernihan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif yang dilakukan di laboratorium dimana data hasil eksperimen kemudian dianalisis kuantitatif dengan pengolahan statistik. Proses perendaman dibutuhkan 1 liter air limbah kemudian dimasukkan 10 gram serbuk biji kelor dengan variasi waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam, 7 jam, 8 jam, dan 24 jam. Kesimpulan yang didapat adalah perbandingan variasi waktu yang paling efektif penjernihan air limbah sungai Troso pada waktu perendaman 8 jam. Sumber: https://journal.ittelkom-sby.ac.id/lkti/article/download/301/203/1234
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 2, jawablah pertanyaan berikut sesuai pemahaman anda
1.Jelaskan menurut pemahaman Anda apakah yang dimaksud dengan upaya pelestarian lingkungan? Jawaban: ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................
GAYA BUSANA MINIMALIS
2. Dari bacaan isu lingkungan 3, Identifikasi bagaimana cara Moringa Seed Powder agar dapat menjernihkan air limbah sungai Troso Jepara ! Jawaban: ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 13
Dari konsep yang telah kamu kemukakan sebelumnya terkait isu di atas, selanjutnya klarifikasi melalui berbagai sumber yang tersedia. Klik dan simaklah informasi yang terdapat pada video berikut untuk menjadi bahan referensi kamu!
Pada tahap ini, mari mengamati isu lingkungan selanjutnya agar pengetahuan yang diperoleh lebih bermakna.
GAYA BUSANA MINIMALIS
Diskusikan dengan kelompok kalian, Lembar Kerja Peserta Didik yang tercantum pada link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1c2DQj82thy_Byy_TVXUF_tUC 8od7oZiW/view?usp=sharing
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 14
URAIAN MATERI Upaya Pelestarian Etika lingkungan merupakan suatu upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan agar tercipta keseimbangan antara perkembangan peradaban manusia dengan pemeliharaan lingkungan. Usaha tersebut dilakukan dengan konservasi, pengelolahan dan daur ulang limbah, serta penggunaan bahan kimia berbahaya sesuai dosis dan peruntukannya. Konservasi adalah usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaruhi sumber daya alam. Beberapa contoh konservasi lingkungan antara lain: Konservasi sumber daya alam hayati perlindungan tempat hidup satwa melalui taman nasional Konservasi tanah: reboisasi, pembuatan sengkedan, dan rotasi tanaman. Konservasi hutan: Peraturan penebangan hutan Konservasi air: Pembuatan waduk Konservasi energi: Pemanfaatan sumber energi alternatif
Pemanas Air Tenaga Surya Sumber: Rheem.id
Suaka margasatwa Sumber: Jagad.id
Tindakan Preventif 1. Penaggulangan Secara Administratif Penanggulangan secara administrasif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang dikeluarkan, antara lain sebagai berikut: Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan, misalnya pabrik pembuat lemari es, AC, dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di strastofer. Industri harus memiliki unit-unit pengelohan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungan sudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan. Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman. Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri Pemerintah mengeluarkan baku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air sedangkan untuk lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutu air, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam baku mutu udara, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 15
2. Penanggulangan Secara Teknologi Penanggulangan pencemaran lingkungnan secara teknologi, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di Surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenator 3. Penanggulangan Secara Edukatif Penangkal pencemaran secara edukatif dilakukan melalui pendidikan formal maupun non formal, di sekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait. Melalui jalur pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan
Gambar: Insenator pengelolaan Limbah Sumber: News.repbulika co.id
Gambar: Edukasi Pelestarian Lingkungan Sumber: Jogjapolitan.harianjogja.com
Info Sains ! Upaya Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Masyarakat 1. Bercocok Tanam dengan bijak 2. menggunakan Produk Dalam Negeri 3. Menjaga Flora dan Fauna Langka 4. Menjaga Kelestarian Hutan 5. Melakukan AMDAL 6. Reboisasi Sumber: dlh.semarangkota.go.id Informasi lebih lanjut mengenai pelestarian lingkungan dapat dilihat pada link di bawah ini: https://www.kominfo.go.id/content/detail/ 5180/melestarikan-alam-melestarikanmasa-depan/0/infografis
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 16
Solusi Penanggulangan Limbah Cair Tenun Dalam Pewarnaan kain tenun Troso menggunakan zat kimia seperti pewarnaan azo. Pewarna azo adalah salah satu pewarna sintesis yang paling penting dan dominan (sekitar 80%) digunakan dalam industri tekstil. Kehadiran pewarna azo dan produknya yang terdegradasi (amina tidak berwarna) di reservoir alami atau buatan dapat menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan yang parah (Tara et al, 2019). Hal ini mengakibatkan aliran desa Troso dapat menjadi bencana ekologis bagi manusia. Sehingga perlunya regulasi dalam penggunaan zat kimia untuk untuk kebutuhan produksi dan treatment limbah cair dari pewarnaan kain tenun Troso baiknya disertai implementasi dalam realitanya. Beberapa cara untuk mengurangi limbah cair dari pewarnaan kain tenun Troso, beberapa diantaranya : Bioremidiasi Bioremediasi adalah penggunaan sistem biologi untuk mengurangi polusi udara, air, atau sistem terestrial. Bioremediasi dapat dilakukan dengan melibatakan proses degradasi secara aerobik dan anaerobik oleh mikroorganisme. Pengolahan limbah pewarna tekstil secara anaerobik akan menghasilkan pemotongan reduktif ikatan seyawa pewarna, sedangkan pengolahan secara aerobik akan mendegradasi produk yang terbentuk pada langkah pertama dan menghasilkan produk akhir yang tidak berbahaya lagi (Ratna and Padhi, 2012). Salah satu karakteristik khas yang terdapat pada mikroorganisme yang mampu mendekolorisasi pewarna tekstil adalah kemampuan mikroorganisme tersebut untuk mensekresikan enzim-enzim seperti: 1. azoreductase 2. laccase 3. peroxidase
PERUBAHAN LINGKUNGAN
menghasilkan produk yang tidak berwarna, lebih tidak beracun, dan aman untuk dibuang ke badan-badan air dengan berbagai mekanisme, tergantung pada struktur kimia dari masing-masing pewarna (Sudha et al., 2014). 1. Salah satu metode pengolahan yang dapat diterapkan yaitu pengolahan secara biologis menggunakan sistem floating treatment wetland dengan inokulasi bakteri endofit seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Tara et al, 2018. Limbah tekstil mengandung banyak senyawa beracun yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan perkembangbiakan mikroba sehingga mempengaruhi efisiensi pengolahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diaplikasikan 3 bakteri pendegradasi kontaminan pada tanaman di sistem wetland. Tanaman menyediakan habitat dan nutrisi untuk rizhobacteri dan bakteri endofit, sedangkan bakteri membantu inangnya untuk memperoleh biomassa dengan mengurangi kontaminan dan membantu pertumbuhan tanaman. 2. Pengolahan khusus dalam pengelolaan limbah tenun pada sungai Kota Troso yaitu menggunakan peran dari Bakteri Endofit, khususnya dalam mengurangi kadar COD pada limbah tenun tersebut dengan metode bioremediasi. Mikroorganisme salah satunya bakteri endofit dan bahan yang stabil terhadap reaksi biologi dapat ikut teroksidasi dalam melakukan pengujian COD Pengolahan limbah tenun menggunakan peran bakteri merupakan pengolahan yang cukup efisien dalam mengurangi kadar COD yang terkandung dalam limbah (Nafisah, 2020). SMA/MA | 17
Solusi Penanggulangan Limbah Cair Tenun Metode Koagulasi Metode koagulasi adalah metode pengolahan limbah cair yang bertujuan untuk mengurangi zat pencemar dan partikel koloid dalam suatu limbah cair. Kelebihan dari metode koagulasi adalah biayanya relatif murah, prosesnya sederhana dan mampu menyerap polutan pencemar. Koagulan yang digunakan dalam pengolahan limbah dapat berupa koagulan kimia maupun alami. Koagulan kimia yang sering digunakan adalah tawas, namun menurut Rudy Syah Putra dkk. Penggunaan tawas kurang aman dalam proses pengolahan limbah sehingga diperlukan alternatif koagulan yaitu koagulan alami/biokoagulan (Putra, 2019). Salah satu koagulan alami adalah biji kelor atau Moringa oliefera. Karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi sehingga biji kelor sering dimanfaatkan sebagai biokoagulan dalam pengolahan limbah. Biji kelor berfungsi mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi. Fitoremidiasi Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam penanganan limbah cair tenun ikat Troso menggunakan teknik fitoremidiasi. Fitoremediasi merupakan upaya pemanfaatan tanaman terpilih dan bagian tanaman tersebut untuk proses dekontaminasi limbah serta pencemaran lingkungan lainnya Penggunaan pewarnaan alami Penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan. Hasil penelitian Yernisa, dkk (seperti dikutip dari Pujilestari, 2015) menyatakan bahwa “pewarna alami merupakan alternatif pewarna yang tidak toksik, dapat diperbaharui, mudah terdegradasi dan ramah lingkungan”
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Info Sains! Beberapa tumbuhan yang sering dipakai untuk mendapatkan warna-warna pada tekstil diantaranya: 1. Daun/ranting tanaman indigo/Tarum/Nilo (Indigofera tinctoria) untuk warna biru. 2. Pucuk daun teh tua, kulit batang kayu Mahoni, daun jati untuk warna coklat 3. Tanaman mengkudu, kayu keras tanaman secang untuk warna merah 4. Daun pohon mangga atau jambu biji untuk warna hijau 5. Kunyit, kayu soga, dan kayu tegeran untuk warna kuning, dan lainnya. (Enrico, 2019).
Gambar: Hasil Penggunaan Pewarna Alami pada Kain Sumber: Enrico,2019
SMA/MA | 18
Pemanfaatan Limbah 1. Pemanfaatan Limbah Organik Limbah organik merupakan sisa bahan hidup seperti sampah daun, kertas, kulit, kotoran hewan, dll. Karena tersusun atas bahan-bahan organik limbah jenis ini dapat mudah diuraikan oleh organisme pengurai. Meskipun begitu, sebenarnya limbah-limbah organik masih dapat dimanfaatkan kembali (reuse) baik dengna cara di daur ulang (recyle) maupun tanpa daur ulang.
a. Dengan Daur Ulang Limbah-limbah organik tertentu, seperti sampah sayuran, sampah daun atau sampah ranting dapat dimanfaatkan kembali dengan cara di daur ulang, misalnya menjadi pupuk kompos. Selain itu, kertas bekas juga dapat di daur ulang menjadi kertas pembungkus, kertas tisu, kertas koran, dan kertas tulis. Gambar: Pemanfaatan Limbah organik Sumber:Canva
Gambar: Pemanfaatan Limbah organik Sumber:Canva
b. Tanpa Daur Ulang Tanpa Daur Ulang. Tidak semua limbah organik padat harus di daur ulang terlebih dahulu sebelum dapat digunakan kembali. Beberapa limbah pada tersebut antara lain: Ban karet bekas dapat dijadikan tempat sampah, ember, sandal, meja atau kursi. Serbuk gergaji kayu dapat digunakan sebagai media tanam jamur Kulit jagung dapat dijadikan bunga hiasan.
2.Pemanfaatan Limbah Anorganik Limbah anorgnaik merupakan limbah yang berasal dari bahan-bahan tak hidup atau bahan sintesis seperti minyak bumi, sisa-sia bahan kimia, kaleng aluminium, kasa dan besi. sama halnya seperti limbah organik pada limbah anorgnaik pun dapat dimanfaatkan kembali dengan cara di daur ulang atau tanpa di daur ulang.
a. Dengan Daur Ulang Dengan daur Ulang. Beberapa limbah anorganik seperti kaleng, aluminium, baja, pecahan botol, toples, kaca, serta botol gelas dapat dilebur dan diolah kembali.
Gambar: Pemanfaatan Limbah Anorganik Sumber: https://linkumkm.id/
b. Tanpa Daur Ulang Beberapa limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali tanpa melalui proses daur ulang yaitu dengan dijadikan barang-barang yang terkadang memiliki harga jual tinggi. Contohnya botol dan gelas plastik bekas kemasan air mineral dijadikan mainan anakanak, pot tanaman, atau hiasan. Begitu pun dengan pecahan kaca yang dapat dijadikan hiasan dinding atau lukisan.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
Gambar: Pemanfaatan Limbah Anorganik Sumber: https://tunashijau.id/
SMA/MA | 19
Etika Lingkungan Etika lingkungan adalah berbagai prinsip moral lingkungna yang merupakan petunjuk tau arah perilkau praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. Dengan adanya etika lingkugan, manusia tidak hanya mengimbangi hak dengan kewajibannya terhadap lingkungan tetapi juga membatsi tingkah laku dan upaya untuk mengendalikan berbagai kegiatan agar tetap berada dalam batas kelintingan lingkungan. Kelentingan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk berusaha pulih karena gangguan, asalkan gangguan ini masih dapat diterima. jika gangguan melebihi batas, maka lingkungan akan kehilangan kelentingannya. sebagaimana manusia merupakan bagaian dari lingkungan, bersama-sama dengan tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang telah menjadi satu mata rantai yang tidak akan terpisah. Untuk itulah, manusia harus memanfaatkan sumber daya alam secara tepat, agar lingkungan tetap lestari. pengelolaan lingkungan hidup merupakan pengelolaan terpada dalam pemanfaatan, penaatan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemuliaan, dan pengembangan lingkungan hidup. Agar tujuan tersebut dapat tercaapai perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan pembangunan manusia seutuhnya. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana agar seluruh sumber daya alam digunakan oleh kepentingan orang banyak seproduktif mungkin dan menekan pemborosan seminimal mungkin. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup, oleh sebab itu pengembangan sumber daya alam senantiasa harus disertai dengan usaha memelihara kelestarian lingkungan Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepntingan generasi sekarang dan mendatang.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 20
REFLEKSI
Setelah mempelajari materi yang sudah disajikan. Jawablah Pertanyaan-Pertanyaan pada Lembar Refleksi pada link dibawah ini: https://drive.google.com/file/d/1Hizk4uVP79pKbUsf66tJIuZd5ezJVtp/view?usp=drive_link
EVALUASI
GAYA BUSANA MINIMALIS
Setelah mempelajari materi yang sudah disajikan, kerjakan soal yang terdepat pada link dibawah ini: https://forms.gle/DhzHAMqfNY8UC6RQ6
PERUBAHAN LINGKUNGAN
SMA/MA | 21
Perubahan Lingkungan
RANGKUMAN Lingkungan hidup merupakan lingkungan fisik yang mendukung kehidupan serta proses yang terlibat dalam siklus energi dan siklus materi Kesimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan atau hilanya fungsi dari komponen yang menyebabkan putusnya rantai makanan dalam ekosistem Perubahan lingkungan dapat mengarah pada keseimbangan lingkungan atau kerusakan lingkungan. Perubahan lingkungan terjadi karena faktro alam seperti banjir, gunung meletus dan kebakaran hutan serta oleh aktivitas manusia seperti pencemaran akibat pewarnaan limbah tenun Pencemaran adalah masuk atau masuknya zat energi, makhluk hidup dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubah nya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara. Secara umum ada tiga cara manusia melestarikan lingkungan yaitu secara administratif, secara teknologi, dan secara edukasi Pemanfatan limbah daur ulang atau tanpa daur ulang merupakan upaya manusia untuk menanggulangi pencemaran lingkungan. Manusia merupakan komponen biotik yang memiliki pengaruh ekologi di bumi sehingga agar tidak terjadi bencana alam maka perlu diterapkan etika lingkungan dalam mengelola sumber daya alam.
SMA/MA Fase E
22
Perubahan Lingkungan
GLOSARIUM Anorganik
Menganai atau terdiri atas benda selain manusia, tumbuhan, dan hewan, menganai benda tidak hidup
Bioremidiasi
Penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan
Eutrofikasi
Pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrien berlebih ke dalam ekosistem Perairan
Fitoremidiasi
Upaya penggunaan tanaman dan bagianbagiannya untuk dekontaminasi limbah dan masalah-masalah pencemaran lingkungan
Inserator
Wadah pembakaran sampah
Mikroorganisme
Makhluk hidup sederhan yang terbentuk dari satu atau beberapa sel yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop
Organik
Berkiatan dengan zat yang berasal makhluk hidup (hewan atau tumbuhan)
SMA/MA Fase E
dari
23
Perubahan Lingkungan
GLOSARIUM Radioaktif
Reboisasi
Recycle
Reduce
Berkenaan atau menunjukkan radioaktivitas
Penanaman kembali hutan yang telah ditebang
Mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat
Mengurangi segala mengakibatkan sampah
sesuatu
yang
Reuse
Menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama atupun fungsi lainnya.
Konservasi
Usaha untuk melindungi, mengatur, memperbaruhi sumber daya alam
Abiotik
SMA/MA Fase E
dan
Komponen ekosistem dari benda mati
24
Perubahan Lingkungan
DAFTAR PUSTAKA Atima, W. (2015). BOD dan COD Sebagai Parameter Pencemaran Air dan Baku Mutu Air Limbah. Biosel (Biology Science and Education): Jurnal Penelitian Science dan Pendidikan 4(1), 83-93. Enrico, (2019). Dampak Limbah Cair Industri Tekstil Terhadap Lingkungan dan aplikasi Teknik Eco Printing Sebagai Usaha Mengurangi Limbah: MODA 1(1), 5-13. Irnaningtyas, (2022). Biologi untuk SMA/MA Fase E. Jakarta: Erlangga Khusniati M, Heiyanti P.A, Aryani P.N, Fariz R.T, & Harjunowibowo D. (2023). Indigenous science constructs based on Troso woven fabric local wisdom: a study in ethnoscience and ethnoecology:Journal of Turkish Science Education. 20(3), 549-566. Mahyudin, R.P. (2017). Kajian Permasalahan Pengolahan Sampah dan Dampak Lingkungan di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan), 3(1). Nugraini B, Syahra A.W,& Suprapto S.N (2022). Magic Moringa Seed Powder Sebagai Upaya Penjernihan Air Limbah Sungai Troso Jepara Dengan Metode Perendaman Serbuk Biji Kelomagic Moringa Seed Powder Sebagai Upaya Penjernihan Air Limbah Sungai Troso Jepara Dengan Metode Perendaman Serbuk Biji Kelor: Kumpulan Karya Tulis Tingkat Nasional Institut Teknologi Telkom Surabaya, 311-320.
SMA/MA Fase E
25