Skip to main content

wwadah J maiI

Page 1

Majalah Edisi 01/Maret 2012

Lembaga Adat di Era Modern Fakta mengatakan ,masih banyak rakyat miskin sekarang yang kurang mendapatkan perhatan daripemerintah ..............

Pemerintah Tidak Saranai Baca Pedagang Kaki Lima Hal .. 3

Sabtu, (24/03/2012) , jalan diponegoro ,gobah ,pekanbaru, .....

Baca Hal .. 4

Tidak Tersedianya Tempat Pembuangan Sampah Yang Layak


3

wwadah J maiI Edisi Pertama Maret 2012

Pemerintah Tidak Saranai

Kaki Lima Oleh : Wahdi saputra Fakta mengatakan ,masih banyak rakyat miskin sekarang yang kurang mendapatkan perhatan daripemerintah ,seperti syamsudin (38),seorang pedagang kembang gula dijalan diponegoro ,pekanbaru. Banyaknya rakyat miskin merupakan sebuah gambaran masih belum terlaksananya kewajiban

pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan . terpajangnya gerobak para pedagang kaki lima ,yang dipenuhi berbagai menu makanan ,Syamsudin memulainya dengan modal 150 ribu. “Kembang gula banyak diminati oleh anak anak ,ibu ibu ,kalau remaja masih kurang yang minat untuk membeli makanan ini ,� Kata Syamsudin. Sebagai tulang punggung keluarga ,syamsudin tetap bertahan sebagai penjual

kembang gula ,walaupun untung tak seberapa , semua barang jualannay ,kadang habis ,kadang tidak ,yang sering habis yaitu pada malam minggu ,kemudian dari hasil penjualannya diperlukan untuk kebutuhan keluarganya . Tempat dagang yang layak ,dan fasilitas yang memadai ,itulah yang di harapkan oleh para pedagang kaki lima ini terhadap pemerintah ,semoga pemerintah lebih memperhatikan rakyat miskin.


wwadah J maiI Edisi Pertama Maret 2012

4

Mempopulerkan Makanan Khas Betawi Asep (34) seorang penjual kerak telur,yang berjualan di sekitar area taman kota,jalan Diponegoro,Gobah, Pekanbaru. Asep menjual kerak telur untuk mempopulerkan makanan khas Betawi sekaligus

sebagai mata pencarian agar bisa menghidupkan keluarga (24/03/2012). Asep berpenghasilan rata-rata Rp. 550.000 per bulan dengan bekerja seharian,1 porsi kerak telur di hargai Rp. 12.000.

Menurut Asep, 1 porsi bisa di habiskan untuk 2 orqng karena kerak telur bisa membuat kenyang. Indah

Tidak Tersedianya Tempat Pembuangan Sampah Yang Layak Oleh : Alen Sabtu, (24/03/2012) , jalan diponegoro ,gobah ,pekanbaru, tepatnya di balai adat melayu riau ,terdapat nya tempat pembuangan sampah yang kurang layak ,sehingga menganggap orang orang yang mengunjungi tempat tersebut kurang peduli. Hal ini terjadi disebabkan oleh kurangnya kepedulian pemerintah terhadap kebersihan lingkungan , sebagai orang yang peduli terhadap lingkungan disekitarnya ,seharusnya siapapun yang melihat sampah sampah tersebut harus membuang nya ketempat pembuangan sampah yang layak . Maksud tempat pembuangan sampah yang layak ini adalah tempat pembuangan sampah yang terakhir .

Menurut fakta ali, bahwa sampah sampah ini sangat mengganggu lingkungan disekitar kingkungan balai adat melaytu riau, karena baunya yang sangat tajam menyebabkan orang orang yangf datang ke balai adat

melayu riau inimerasa kurang nyaman . Penyediaan tempat sampah yang bagus danberkualitas merupakan harapan dan impian ali dan pengunjung balai adat melayu riau.


1

wwadah J maiI Edisi Pertama Maret 2012

BUDAYA

Lembaga Adat di Era Modern 0leh : Muhtarrom zaman di era serba modern saat ini telah banyak mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat, Indonesia yang nota bene Negara yang memiliki ragam budaya, saat ini telah banyak dilupakan. Riau yang menjunjung tinggi adat melayu pun kini mengalami hal yang sama, hal ini terlihat dalam berbagai acara seperti pesta pernikahan, akikah anak hanya dilakukan oleh segelintir masyarakat.

Generasi muda saat ini di nilai kurang memahami budaya melayu secara utuh, budaya yang sesungguhnya tidak hanya pada acara-acara tertentu, namun juga menyangkut pada prilaku kehidupan. Saat ini budaya sopan santun,tatakrama telah jauh berkurang. Lembaga Adat Melayu Riau yang didirikan pada tahun 1984 tempatnya dijalan Diponegoro selain di gunakan

untuk meresmikan pengangkatan gelar datukdatuk,Pengangkatan kepala Suku, juga sebagai tempat pesta pernikahan, sahrial mengatakan dengan adanya balai adat ini sangat membantu dalam mempertahankan eksistensi adat melayu sehingga mampu membudayakan masyarakat riau melalui acara-acara yang di gelar. Seiring perkembangan zaman saat ini LAM Riau mengemban tugas yang lebih luas, selain melakukan acaraacara ke adatan. LAM juga melakukan event-event seperti lomba tulis (Cerpen dan Puisi) baik tingkat Mahasiswa maupun tingkat pelajar hal ini dilakukan sebagai sarana pengenalan Adat Budaya Melayu yang sesungguhnya dan diharapkan sebagai ajang pembelajaran sekaligus pengenalan Adat Melayu sejak dini dimana menulis dan berpuisi menjadi ciri khas melayu .

BALAI ADAT MELAYU RIAU : Dapat di gunakan dalam acara tertentu.

Sehingga diharapkan Adat Melayu Riau tak lekang di telan waktu.


SITUS

wwadah J maiI Edisi Pertama Maret 2012

2

Wisata Sehat Ala Cik Hilda Oleh: Waya Taman kota merupakan tempat masyarakat kota pekanbaru melepaskan lelah bersama keluarga yang berada di jalan diponegoro tepatnya disamping hotel Arya Duta, sore itu (Minggu,24 Maret 2012) cik Hilda yang telah berusia 61 tahun dating tidak sendiri, ditemani oleh menantu dan anak ke 2 dari 4 bersaudara berserta cucu kesayangan. Disinilah saban akhir pekan cik Hilda menghabiskan waktu bersama keluarga. Ditemani sang suami cik Hilda memasuki pekarangan Taman Kota Pekanbaru, warga Jl. Garuda Sak KM 4 Panam tersebut berjalan dengan sedikit tertatih-tatih langsung menuju hamparan bebatuan yang disusun mengelilingi taman sebagai sarana terapi kesehatan. sudah 6 bulan hal ini ia lakukan bersama suami, terapi ini ia lakukan sejak ia merasakan adanya gejala Reumatik. Meski sudah memiliki alat terapi sendiri di rumah (sandal terapi) menurutnya terapi di taman kota selain untuk wisata bersama keluarga juga dirasakan lebih berpengaruh besar terhaap kesehatannya, hal ini ia rasakan adanya perbedaan tersebut selama 3 bulan menjani terapi di taman kota disbanding terapi dirumah menggunakan sandal, meskipun durasi yang

digunakannya sama selama 30 menit setiap kali terapi. Meskipun taman kota jauh dari tempat tinggalnya yang membuat cik Hilda terus ingin kembali ke taman kota selain untuk refresing diharapkan dapat membuat keluarga harmonis bahkan jadi romantis kelakarnya. Taman kota merupakan tempat masyarakat kota pekanbaru melepaskan

tertatih-tatih langsung menuju hamparan bebatuan yang disusun mengelilingi taman sebagai sarana terapi kesehatan. sudah 6 bulan hal ini ia lakukan bersama suami, terapi ini ia lakukan sejak ia merasakan adanya gejala Reumatik. Meski sudah memiliki alat terapi sendiri di rumah (sandal terapi) menurutnya terapi di taman kota selain untuk wisata bersama keluarga juga dirasakan lebih berpengaruh besar terhaap kesehatannya, hal ini ia rasakan adanya perbedaan tersebut selama 3 bulan menjani terapi di taman kota disbanding terapi dirumah menggunakan sandal, meskipun durasi yang digunakannya sama selama 30 menit setiap kali terapi.

lelah bersama keluarga yang berada di jalan diponegoro tepatnya disamping hotel Arya Duta, sore itu (Minggu,24 Maret 2012) cik Hilda yang telah berusia 61 tahun da ng dak sendiri, ditemani oleh menantu dan anak ke 2 dari 4 bersaudara berserta cucu kesayangan. Disinilah saban akhir pekan cik Hilda Meskipun taman kota menghabiskan waktu bersama jauh dari tempat tinggalnya yang keluarga. membuat cik Hilda terus ingin Ditemani sang suami cik kembali ke taman kota selain Hilda memasuki pekarangan untuk refresing diharapkan Taman Kota Pekanbaru, warga Jl. dapat membuat keluarga Garuda Sak KM 4 Panam harmonis bahkan jadi romantis tersebut berjalan dengan sedikit kelakarnya.


J maiI 55 wwadah Edisi Pertama Maret 2012

PUISI

Tragedi Misteri Kehidupan Abadi puitisi isi kandungan Q.S .AL BAQARAH Assalamualaikum wahai penghuni republik yang tercinta.... Hari ini kita bertafakkur bersama Mengenang sebuah keajaiban Merayap menuju timbangan keabadian Takut..........Gelisah........Gemetar....... Ada apa??????????????? Hai bumi apa yang terjadi?? Ku tak sanggup menjalani permainan ini Aku binggung...... Kupu-kupu yang kehilangan sayapnya Terbuai akan sebuah fenomena Saat sinar mentari menusuk ke nadi Burung-burung gereja berkicau riang Nyanyian bambu semakin memekik Memaksa aku untuk bertanya Apa itu ???? Apa itu hari kiamat ????? Ketika bola mata di tenggelamkan Ketika air mata membanjiri kesaksian ini Tubuh ku bagaikan sebuah perahu di samudra Terbawa gelombang suasana mencekam Aku terus berfikir Aku terlena dlam sebuah khyalan Ketika gedung-gedung rata dengan tanah


wwadah J maiI

PUISI

Edisi Pertama Maret 2012

Ketika gunung-gunung murka Ketika lautan menyapu jagad raya Menelan semua jiwa,tak ada yang tersisa Tidaaaaaaak....... Aku berteriak Manusia bagaikan anai-anai berterbangan Tolooong..... Ada panah api menembus dada... Berenang di samudra mendidih Ya ALLAH..... Aku tak kuasa........... Aku tak bisa menahan pedih ini............... Aku bertaubat dan meminta ampun-Mu Sayang-sayang..... Nasi telah menjadi bubur.... Karya: wahdi saputra

Profil pengarang nama : wahdi saputra sekolah : man kuok prestasi : juara 1 lomba cipta puisi isi kandungan al quran , ngkat kabupaten ,provinsi , dan juaga utusan ke tingkat nasionallll lhooooo....

65


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
wwadah J maiI by Media Mahasiswa AKLaMASI Universitas Islam Riau - Issuu