AGRITA FTP-UGM
BULETIN Volume 1 Sumber Foto : Pinterest
Desember 2021
Ketua Umum
Vioretta Putri Rizky Septiani
SekBend
Intan Maya Maharani
Litbang & Artistik
Yulian Kusuma Ari Setiadi Muhammad Iqbal Ramadani Ghina Zain Sukmaningrum Yasmin Damayanti Nadia Hanifa Deva Ardiana Putri Colline Frendiaz
Humas
Erni Nur Juni Astuti Yuni Rustanti Putri Intan Dwi Ariani Shifa Hestu Kusumajati Ni Gusti Ayu Putu Ari F.
Redaksi
Arizka Mutyahara Alfina Damayanti Caroline N. Sinaga Shafwah Zaimah Zahidah Nadya Valentina Putri Chusnul Khotimah Khariza Winda Permatadewi Athiyya Maharani
KANTOR SEKERTARIAT Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Jalan Flora No.1 Blaksumur,Yogyakarta 55281 Instagram : @agritatp Email : agritaftpugm@gmail.com Issuu & LinkTree : agritaftpugm bit.ly/KaryAgrita
Hello FTP! Kepada pembaca yang terhormat, Suatu kebanggaan bagi kami tahun ini dapat menerbitkan dan mempublikasikan salah satu program kerja tahunan agrita yaitu buletin. Buletin ini kami tujukan untuk mendedikasi masyarakat luas untuk mengenal dan mengetahui fokus kami sebagai mahasiswa Teknologi Pertanian yang diwakilkan oleh awak Agrita, khususnya pada tahun 2021 ini. Pada masa pandemi ini, semua kegiatan belum dapat dilakukan secara offline sehingga kami harus keluar dari zona nyaman dengan mempublikasikan hasil kerja kami ini dalam bentuk digital dalam sebuah aplikasi yang bernama Issuu. Besar harapan kami agar pembaca dapat lebih mudah mengakses hasil kerja kami ini baik untuk membaca, mengunduh, maupun menyebarluaskan. Dengan diterbitkan buletin Agrita ini, harapannya masyarakat dapat memahami dan mengetahui kemampuan kami sebagai mahasiswa Teknologi Pertanian serta dapat menyebarkan insight atau wawasan yang telah kami peroleh kepada masyarakat untuk kedepannya. Salam hangat, Vioretta Putri Rizky Septiani (Ketua Umum AGRITA FTP UGM 2020/2021)
Fotografer: M. Iqbal Ramadani
Daftar isi 1
Penerapan Sistem Zero Waste Agroindustri Guna Mencapai Sustainable Development Goals oleh Khariza Winda Permatadewi
7
Gaya Hidup Zero Waste oleh Shafwah Zaimah Zahidah
10
Potensi dan Pemanfaatan Limbah Pertanian di Indonesia oleh Chusnul Khotimah
13
Kemasan Edible Water Bubble sebagai Solusi Pengurangan Limbah Botol Plastik oleh Arizka Mutyahara
17
Langkah Bijak Kurangi Limbah Kosmetik oleh Arizka Mutyahara
20
Salad Buah Semakin Dilirik Masyarakat oleh Alfina Damayanti
24
Jurnal Harian sebagai Teman selama di Rumah oleh Alfina Damayanti
26
Puisi "Perihal yang Hadir " Karya Athiyya Maharani A.R.
27
Puisi "Perihal Hari di Saat Aku Menjadi Pungkur " Karya Nadya Valentina Putri
Penerapan Sistem Zero Waste Agroindustri Guna Mencapai Sustainable Development Goals oleh Khariza Winda Permatadewi mengalami kemajuan pesat untuk mendorong kegiatan di dalam sistem industri. Berbagai kemajuan yang ada tentu harus diimbangi dengan pemahaman dan pengetahuan tinggi dari masyarakat agar kelak suatu sistem dapat berjalan dengan dengan efisien dan optimal.
sumber: PABRYK
Seiring berjalannya waktu, tentu kebutuhan masyarakat sebagai bentuk pemenuhan hidup kian meningkat. Dengan ini hubungan manusia dengan dunia industri, khususnya industri berbasis pertanian atau biasa dikenal agroindustri tidak lagi dapat terpisahkan. Beriringan dengan hal tersebut, perubahan teknologi pun semakin
Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Era revolusi industri 4.0 dapat diartikan sebagai masa berkembangnya teknologi yang HALAMAN 1
menjadi poin utama dalam setiap kegiatan manusia. Dalam sektor agroindustri maupun agriculture, ciri adanya revolusi industri 4.0 ditandai dengan adanya pemanfaatan BULETIN AGRITA
teknologi artificial intelligence, robot, internet of things, drone, blockchain, dan big data analitik, untuk menghasilkan produk unggul, presisi, efisien, dan berkelanjutan. Dalam bidang agroindustri atau pengolahan pasca panen telah dilakukan beberapa program, seperti: Good Handling Practice (GHP) dalam mengurangi resiko kontaminasi produk segar dengan inovasi teknologi dan Good Manufacturing Practice (GMP) dalam pengolahan produk pertanian dengan inovasi produk (Zam, dkk., 2019).
layanan yang dirancang khusus untuk beragam kebutuhan individu dan kebutuhan banyak orang (Nastiti dan Ni’mal ‘Abdu, 2020). Dengan kata lain, society 5.0 hadir sebagai solusi dari masalah yang ditimbulkan dari revolusi industri 4.0 sehingga tidak ada lagi kesenjangan sosial.
Sementara itu, society 5.0 dapat dikatakan sebagai sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi dengan menggunakan prinsip keseimbangan dalam perkembangan bisnis dan ekonomi dengan lingkungan sosial. Berbeda dengan revolusi industri 4.0 yang lebih menekankan pada bisnis saja, teknologi era society 5.0 tercipta sebuah nilai baru yang akan menghilangkan kesenjangan sosial, usia, jenis kelamin, bahasa dan menyediakan produk serta
HALAMAN 2
BULETIN AGRITA
Dampak Hadirnya Industri Dengan hadirnya industri di dalam kehidupan dengan berbagai kemajuan komponen teknologinya, tentu sangat membantu setiap kegiatan manusia. Adanya industri memberikan banyak lapangan pekerjaan yang dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, industri dapat menghasilkan berbagai barang dan jasa yang mempermudah setiap kegiatan manusia. Namun, dibalik semua dampak positif dari hadirnya industry nyatanya industri juga turut memberikan dampak buruk dengan timbulnya bau, polusi udara, polusi suara atau kebisingan, radiasi, dan limbah industri. Limbah industri dapat menyebabkan adanya pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas hidup akibat penanganan limbah belum optimal (Supraptini, 2002).
Selain berpengaruh terhadap lingkungan, bila tidak dikelola secara baik juga dapat berpengaruh pada kesehatan. Di negara Jepang sendiri telah terbukti bahwa limbah industri memiliki pegaruh cukup besar dimana dapat menimbulkan penyakit minatama dan itai-itai (Satriago, 1996). Penyakit minatama diakibatkan oleh gangguan pencemaran merkuri (Hg) yang mengakibatkan gangguan pusat syaraf sehingga penderita tidak dapat mengotrol gerakan tubuh. Sedangkan itaiitai disebabkan pencemaran kadmium (Cd) yang terakumulasi di dalam hati dan ginjal sehingga merusak organ tersebut. Maka dari itu, pengolahan limbah sangat perlu dilakukan demi kelangsungan hidup lingkungan dan kesehatan manusia.
Pada dasarnya, pembuangan limbah industri secara langsung tanpa adanya pengolahan akan berpengaruh terhadap keberlangsungan ekosistem lingkungan hidup. HALAMAN 3
BULETIN AGRITA
Zero waste ialah konsep mengelola sampah yang didasarkan pada kegiatan daur ulang (recycle). Zero waste bukanlah pengelolaan hingga tidak ada lagi sampah yang dihasilkan namun konsep ini menekankan pada upaya pengurangan hingga nol jumlah sampah yang dihasilkan (Widiarti, 2012) . Manurut Connett (2017), strategi zero waste ialah menolak incinerator, landfill, menghilangkan sumber sampah (throwaway society), dan menciptakan komunitas berkelanjutan. (Riali, 2020). Dalam hal pelaksanaan zero waste tersebut, tentunya dibutuhkan peran kerja sama dari berbagai kalangan baik pemerintah, masyarakat, maupun industri.
Industri Cerdas dan Konsumen Bertanggung Jawab Dengan melihat kasus permasalahan limbah hasil kegiatan industri, sebagai industri yang cerdas perlu melakukan kegiatan penanganan terhadap HALAMAN 4
limbah yang dihasilkan. Dalam hal tersebut, dapat dilakukan upaya pengolahan limbah hasil industri dengan konsep zero waste. Hal ini dapat dilakukan dengan memulai tahapan sumber. Artinya, bahan baku yang baik berpengaruh pada hasil limbah minim dan proses produksi yang baik berpengaruh terhadap hasil akhir dan minimalisasi limbah. Terkait ini, penanganan limbah pada dasarnya dimulai dari ketersediaan bahan baku dan juga proses produksi serta yang terakhir adalah penanganan limbah yang dihasilkan (Nasir dan Saputro, 2015). Di mana dalam penanganannya, limbah dipandang sebagai by product dan dapat dihasilkan nilai tambah produk. Zero waste sendiri juga termasuk ke dalam tujuan program Sustainable Development Goals (SDGs). Sehingga selain dapat menyelamatkan lingkungan dari dampak limbah industri, juga dapat menjaga kelangsungan kegiatan industri dengan tercapaianya program SDGs.
BULETIN AGRITA
Dapat diambil sebuah contoh kasus pada industri perkebunan kakao. Dimana limbah kulit buah kakao dapat diolah menjadi kompos. Dengan begitu, potensi timbunan limbah sebanyak 1522m3/tahun dari satu hektar perkebunankakao dan dihasilkannya pupuk kompos sebagai sumber hara bagi tanaman. Selain itu pada industri kelapa sawit dapat dilakukan pengolahan limbah industri berupa tempurung kelapa menjadi arang tempurung dan sabut kelapanya sebagai media tanaman atau bahan serat organik. (Sukrisno Widyotomo dkk, 2007).
HALAMAN 5
Sebagai konsumen juga diperlukan adanya rasa tanggung jawab dalam penggunaan produk industri. Konsumen diharapkan dapat bekerja sama dalam menerapkan konsep zero waste dengan melakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Reduce atau pengurangan dapat dilakukan dengan mengurangi hal-hal yang menimbulkan sampah. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan kantong plastik dan beralih dengan kantong kain Selanjutnya reuse atau menggunakan kembali produk bekas tanpa melakukan pengolahan terlebih dahulu. Contoh penerapan hal ini ialah penggunaan kembali botol saus lama untuk diisi saus yang baru. Terakhir, recycle atau mendaur ulang dapat diterapkan dengan mengubah berbagai produk plastik menjadi kerajinan yang memiliki nilai tambah (Arisona, 2018).
BULETIN AGRITA
Pentingnya pelaksanaan konsep zero waste disadari sangat dibutuhkan baik bagi keberlangsungan ekosistem lingkungan hidup maupun jalannya kegiatan industri itu sendiri. Dengan begitu, diharapkan adanya kerja sama masyarakat, pelaku industri, dan pemerintah dalam mencapai tujuan pengurangan limbah lingkungan tersebut.
Referensi Arisona, R.D. 2018. Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Pada Pembelajaran IPS Untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan. Dalam Jurnal Pendidikan Islam, Vol.1, No.3: 3951. Connett, P. 2007. Zero Waste: A Key Move Towards A Suistainable Society. New York. Nasir, M., dan Sputro, E.P. 2015. Manajemen Pengelolaan Limbah Industri. Dalam Jurnal Managemen dan Bisnis. Vol. 2, No. 19: 143-149. Nastiti, F.E., dan Ni’mal ‘Abdu, A.R. 2020. Kesiapan Pendidikan Indonesia Menghadapi Era HALAMAN 6
Society 5.0. Dalam Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, Vol. 1, No.5: 61-66. Riali, M. 2020. Pengelolaan Sampah Kota Berdasarkan Konsep Zero Waste. Jurnal, Vol. 1, No. 25: 63-86. Satriago, H. 1996. Himpunan Istilah Lingkungan Untuk Manajemen Institut Pengembangan Manajemen Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Sukrisno, W., dkk. 2007. Rekayasa Teknologi Proses danAlsin untuk produksi Kompos Organikdari Kulit BuahKakao. Jakarta. Supraptini. 2002. Pengaruh Limbah Industri Terhadap Lingkungan di Indonesia. Dalam Media Litbang Kesehatan, Vol. 2, No. 7:10-19. Widiarti, I.W. 2012. Pengelolaan Sampah Berbasis “Zero Waste” Skala Rumah Tangga Secara Mandiri, Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. Dalam Jurnal, Vol. 4, No.2: 107-145. Zam, W., Ilyas, dan Syatrawati. 2019. Penerapan Teknologi Pascapanen Untuk Meningkatkan Nilia Jual Cabai di Tanatoraja, Jurnal Dedikasi Masyarakat, Vol. 2, No.2: 92-100.
BULETIN AGRITA
Gaya Hidup Zero Waste oleh Shafwah Zaimah Zahidah
Indonesia dikenal sebagai negara penghasil sampah terbanyak di dunia. Dikabarkan pada tahun 2019, Indonesia telah menghasilkan sampah sebanyak 19.000 ton setiap harinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang di sekitar kita tidak pernah luput dari menghasilkan sampah. Mulai dari sampah terkecil seperti remahremah, hingga sampah berukuran besar. Jika hal ini terus saja terabaikan, terutama jika dibuang sembarangan, tentunya dapat membahayakan karena akan menyebabkan polusi dari bau-bau sampah yang tertimbun maupun zat kandungan dari sampah itu sendiri. Dalam hal ini, kita perlu melakukan berbagai cara untuk mengurangi timbunan sampah, salah satunya dengan memulai mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup zero waste yang dewasa kini kian populer di kalangan masyarakat, terutama di negara maju.
HALAMAN 7
Apa itu zero waste? Zero waste artinya nol limbah atau bebas sampah. Umumnya, Zero waste adalah suatu gerakan dalam mengurangi sampah. Gerakan ini bertujuan untuk memulihkan sumber daya dan mengurangi ancaman kesehatan makhluk hidup di bumi ini. Gerakan ini tentunya tidak melibatkan pembakaran ataupun penimbunan seperti yang sering terjadi pada limbah, sehingga semua sumber daya yang ada dapat dilestarikan dan dipulihkan meskipun secara perlahan. Dengan menerapkan upaya zero waste ini, diharapkan sampah yang dapat mengancam kesehatan manusia, alam, hewan, dan planet bumi dapat dikurangi secara signifikan bahkan dihilangkan. Kegiatan ini dapat kita mulai dengan mengurangi kebutuhan yang dapat menghasilkan sampah, mendaur ulang, dan menggunakan kembali.
BULETIN AGRITA
Bagaimana cara kita membiasakan gaya hidup zero waste? Kita dapat memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu. Misalnya dengan cara membawa tas belanja sendiri atau istilah umumnya eco-bag setiap kali berbelanja di supermarket ataupun pasar. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik. Cara selanjutnya, yaitu mendaur ulang sampah. Kita dapat membuat banyak kerajinan seperti pot bunga atau kerajinan bunga dari botol plastik bekas, tempat wadah tisu dari kardus bekas, anyaman dari koran bekas, dan lain-lain. Cara lain gaya hidup zero waste adalah kita dapat membersihkan meja atau kursi menggunakan lap kain daripada tisu. Hal ini karena lap kain dapat dicuci dan dipakai kembali, berbeda dengan tisu yang hanya bisa sekali pakai dan dibuang.
HALAMAN 8
eco-bag
Daur ulang
BULETIN AGRITA
Konsep zero waste ini tidak hanya seputar mengganti barang dengan yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan kembali dengan cara mendaur ulang, tetapi juga termasuk menghabiskan segala sesuatu yang telah dikonsumsi sebelumnya agar tidak meninggalkan sisa yang terbuang sia-sia. Dengan begitu, penimbunan sampah dapat dikurangi lagi.
HALAMAN 9
Dari beberapa cara di atas jika kita terbiasa menerapkannya, maka dapat dikatakan kita telah mengganti gaya hidup kita sebagai gaya hidup zero waste. Banyak manfaat yang didapat dengan membiasakan gaya hidup ini, seperti berkurangnya sampah menjadi mengurangi pemanasan global dan lingkungan kita terbebas dari pengaruh negatif sampah, sehingga kesehatan kita juga akan lebih terjaga. Jika bukan mulai dari kita sendiri, siapa lagi? Yuk, bersama-sama kita jadikan bumi ini menjadi bumi yang lebih baik lagi agar ada alam yang sehat yang dapat kita wariskan kepada anak cucu kita.
BULETIN AGRITA
Potensi dan Pemanfaatan Limbah Pertanian di Indonesia oleh Chusnul Khotimah
Akhir-akhir ini, kata-kata zero waste sudah sering terdengar di telinga kita. Mulai banyak orangorang yang menyebarkan langkah-langkah menjalani hidup dengan zero waste lifestyle. Zero waste lifestyle ini muncul karena adanya miliaran ton sampah yang tidak bisa terurai selama ratusan tahun dan menyebabkan pencemaran lingkungan serta pemanasan global. Penerapan zero waste tidak hanya bisa diterapkan oleh seorang individu, tetapi juga bisa diterapkan oleh sebuah industri di bidang pertanian.
Apa itu aktivitas zero waste? Menurut Dede Sulaeman (2008), aktivitas zero waste didefinisikan sebagai aktivitas meniadakan limbah dari suatu proses produksi dengan cara pengelolaan proses produksi yang terintegrasi dengan minimisasi, segregasi dan pengolahan limbah. Tentunya, dalam sebuah proses produksi, meniadakan limbah sepenuhnya tidak mungkin dilakukan . Namun, minimalisasi limbah dengan menjalankan proses produksi yang efektif dan efisien bisa dilakukan. Kemudian, limbah yang tersisa bisa menjadi bahan baku dari produk baru.
Dalam agroindustri, limbah yang dihasilkan sebenarnya memiliki potensi pemanfaatan yang sangat besar. Dede Sulaeman (2008) menyebutkan limbah memiliki potensi untuk menjadi bahan bakar, energi biogas, dan pupuk kompos. Misalnya, sekam padi dapat dijadikan bahan bakar yang merata dan stabil karena sebagian besar terdiri dari selulosa. Ditinjau dari segi biaya penggunaan, sekam sebagai bahan bakar sangat murah karena ketersediaannya di perdesaan melimpah dan nyaris tidak memiliki nilai ekonomis. Contoh lain misalnya limbah kotoran ternak yang dapat diolah menjadi biogas untuk pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga dan industri pertanian. HALAMAN 10
BULETIN AGRITA
Di Indonesia, pemanfaatan limbah dan penerapan konsep zero waste contohnya dilakukan dengan adanya sistem pertanian terpadu (integrated farming system). Dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar pada tahun 2020 di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, sistem pertanian terpadu dilakukan dengan integrasi tanaman ternak. Dengan prinsip zero waste agriculture, limbah budidaya pertanian menjadi pakan ternak lalu limbah/kotoran ternak digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik.
Penelitian mengenai potensi sistem pertanian terpadu dengan integrasi tanaman ternak dilakukan di Jawa Barat (Amir, 2016). Sistem pertanian terpadu ini diterapkan pada tanaman ubi kayu dan sapi perah. Kotoran dari sapi perah dapat diolah menjadi biogas dan pupuk bagi tanaman ubi kayu, sedangkan hasil tanaman ubi kayu berupa kulit dan daun dapat diolah menjadi pakan ternak berupa konsentrat dan silase. Sistem pertanian terpadu ini memiliki potensi untuk dilakukan di Jawa Barat dengan menempatkan peternak sebagai pelaku utama usaha integrasi tanaman ternak ini.
Pada kegiatan PKM di Desa Samangki, limbah pertanian diolah menjadi pupuk organik dalam rangka meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Limbah pertanian berupa sekam padi dijadikan sebagai alas kandang serta diolah juga menjadi pupuk kompos dengan dekomposer atau starter berupa EM4. Sementara itu, limbah pertanian berupa dedak halus dijadikan tambahan pakan hewan ternak ruminansia
HALAMAN 11
BULETIN AGRITA
Limbah pertanian merupakan salah satu jenis sampah yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Akan tetapi, limbah pertanian sebenarnya menyimpan potensi untuk dimanfaatkan menjadi pupuk, energi biogas, dan bahan bakar jika diolah dengan konsep zero waste. Di Indonesia, pemanfaatan limbah dengan konsep zero waste misalnya dilakukan dengan sistem pertanian terpadu dengan integrasi tanaman ternak. Sistem ini memanfaatkan limbah peternakan untuk menjadi pupuk lahan pertanian serta memanfaatkan limbah pertanian untuk menjadi pakan ternak. Penerapan sistem ini merupakan salah satu cara untuk menerapkan konsep zero waste di bidang agroindustri.
HALAMAN 12
Referensi Amir, A., 2016. Potensi Model Zero Waste dengan Integrasi Sapi Perah dan Ubi Kayu di Jawa Barat. Dalam JITP, Vol. 5 No. 1, Hal: 17-26. Rahmah, N., Mukhlis, A.M.A., dan Rivai, A.A., 2020. Sistem Agribisnis Berbasis Zero Waste Agriculture sebagai Upaya Ketahanan Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid19. Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat. Sulaeman, D., 2008. Zero Waste [Prinsip Menciptakan Agroindustri Ramah Lingkungan]. Jakarta Selatan.
BULETIN AGRITA
Kemasan Edible Water Bubble sebagai Solusi Pengurangan Limbah Botol Plastik oleh Arizka Mutyahara
Setiap hari jutaan manusia di bumi tanpa sadar telah membuang jutaan sampah yang tidak bisa didaur ulang. Produk pangan menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar karena produk pangan merupakan salah satu produk yang paling banyak dibeli manusia. Padahal, produk pangan tidak dapat terpisahkan dari kemasan demi menjaga produk tetap terjaga kualitasnya selama proses penyimpanan dan juga memperpanjang umur produk pangan. Oleh karena itu, kemasan dari produk pangan harus segera mencari solusi agar tidak terusmenerus menimbulkan timbunan sampah. Salah satu kemasan yang sering digunakan adalah plastik. Plastik memiliki sifat barrier terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air. Namun demikian plastik ini bersifat non biodegradable sehingga limbah dari plastik ini dapat mencemari lingkungan dan tidak aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, perl HALAMAN 13
dikembangkan suatu kemasan yang bersifat ramah lingkungan dan dapat dikonsumsi. Kemasan tersebut adalah edible film. Kemasan edible adalah kemasan yang dapat dimakan/dikonusmsi karena terbuat dari bahan-bahan yang dapat dimakan dan food grade seperti pati, protein atau lemak, algae, dan lain-lain. Salah satu pengembangan kemasan edible yang cukup menarik perhatian adalah Oohoo. Oohoo merupakan kemasan edible berupa water bubble atau kantung biodegradable yang di dalamnya menampung air yang bisa dimakan untuk menghilangkan haus, selain itu juga bertujuan untuk menghindari penggunaan botol plastik (Aishwariya dan Meenambika, 2021). Oohoo adalah kemasan edible berbasis rumput laut (algae) yang digunakan sebagai gelembung air yang dapat dimakan (Escursell et al, 2021). Oohoo berbentuk gelembung yang terdiri dari dua lapisan: air sebagai lapisan dalam dan lapisan
BULETIN AGRITA
luar adalah gel. Gelembung air ini dapat dimakan karena terbuat dari natrium alginat dan kalsium klorida, Air pada Oohoo mampu mempertahankan sifat-sifatnya sehingga terjaga kualitasnya setelah ditutup/dilapisi oleh alginate(rumput laut) yang dapat terdegradasi dalam waktu yang singkat dengan menguburnya di dalam tanah. (Braihi et al, 2020). Oohoo merupakan produk inovasi dari Skipping Rock Lab’s. Pengembangan kemasan ini dilatarbelakangi karena setiap tahunnya manusia membuang jutaan botol plastik terutama limbah dari acara olahraga, konser, festival yang menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar sekaligus dan tidak akan didaur ulang. Inovasi yang ada pada saat itu yaitu dikembangkan botol yang dapat digunakan kembali dan memiliki stasiun isi ulang air sepanjang acara olahraga. Namun Skipping Rock Lab's Ooho berusaha untuk menargetkan dan mengurangi sumber limbah sekali pakai ini dengan membuat wadah air berbahan nabati yang berkelanjutan dan dimaksudkan untuk penggunaan satu kali. Oleh karena itu, terciptalalah Oohoo- edible water bubble yang berupa gelembung/kantung air yang dibuat dengan mencelupkan bola air beku ke dalam campuran alga/ganggang sehingga membentuk membran di sekitar es.
HALAMAN 14
BULETIN AGRITA
Es kemudian mencair menjadi air yang terlapisi oleh membran yang dapat dimakan dan biodegradable, membentuk segel kedap air di sekitarnya. Oohoo akan bertahan 46 minggu hingga akhirnya akan terurai. Oohoo tidak hanya dikembangkan untuk menampung air mineral saja, namun juga dapat digunakan liquid lain. Salah satunya yaitu Oohoo dikembangkan untuk menampung saus sebagai substitusi dari kemasan plastik saus sachet sekali pakai. Pengembangan kemasan Oohoo ini sangat menarik, karena tidak hanya sekadar inovasi kemasan yang dapat didaur ulang namun benar-benar meniadakan limbah. Penggunaan Oohoo terbukti efektif mengurangi penggunaan 215.000 botol plastik pada perhelatan London Marathon 2019, di mana pertama kalinya Oohoo diperkenalkan ke publik. Tidak hanya itu, penggunaan rumput laut (alga) sebagai bahan dasar Oohoo juga mempertimbangkan keberlanjutan, karena rumput laut merupakan salah satu organisme yang paling cepat berkembang ser-
HALAMAN 15
ta dapat dikembangbiakkan dan tidak akan menganggu ekosistem lingkungan dan harganya pun lebih terjangkau daripada plastik. Penggunaan edible water bubble juga mampu memberikan experience atau pengalaman yang baru dan unik bagi konsumen karena produk ini dapat dimakan seluruhnya termasuk kemasannya. Pengalaman unik ini mampu mendorong konsumen untuk terus membeli produk ini dan mengurangi penggunaan botol plastik. Oleh karena itu, Oohoo-edible water bubble merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi limbah botol plastik air mineral.
BULETIN AGRITA
Referensi Aishwariya, D. dan Meenambika, P. 2021. Sustainable Packaging on the Wishlist of nEco-Minded Consumers. International Journal for Research in Engineering Application & Management (IJREAM). Vol. 6. No. 10. Hlm. 183190. Braihi, Auda Jabbar et al. 2020. Eatable Water Bubbles Via Sodium Alginate And Calcium Chloride By Simple Chemical Reaction Method. Test Engineering and Management. Vol. 83. Hlm. 22075-22081. Escursell, Silvia et al. 2021. Sustainability in E-commerce Packaging: A Review. Journal of Cleaner Production. Vol. 280. Hlm. 1-17.
HALAMAN 16
BULETIN AGRITA
LANGKAH BIJAK KURANGI LIMBAH KOSMETIK oleh ARIZKA MUTYAHARA
KOSMETIK merupakan produk yang tidak bisa dipisahkan dari manusia karena manfaatnya yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kosmetik tidak melulu soal make up dan skincare, tetapi juga termasuk produk perawatan tubuh dan alat kebersihan seperti sabun, shampoo, dan lain-lain yang menunjang kehidupan manusia setiap harinya.Tidak hanya digunakan oleh wanita saja, tetapi penggunaan kosmetik semakin marak di kalangan pria. Meningkatnya tren penggunaan make up dan produk perawatan tubuh serta adanya kemudahan untuk mendapatkannya juga berpengaruh terhadap peningkatan budaya konsumtif kosmetik masyarakat Indonesia. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor
HALAMAN 17
kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59%. Data ini menunjukkan bahwa produksi kosmetik di Indonesia sedang meningkat. Meningkatnya produksi ini tentunya berbanding lurus dengan tingkat konsumsi kosmetik itu sendiri di Indonesia. Namun sayangnya kemasan kosmetik ini cenderung berbahan plastik yang tentunya akan menimbulkan timbunan sampah. Lantas, bagaimana langkah bijak agar limbah kosmetik terminimalisasi? Pilih produk skincare yang sesuai dengan permasalahan, riset Saat ini banyak sekali produk make up dan skincare beredar, terlebih lagi banyak influencer yang menawarkan serta me-review berbagai macam produk ini sehingga membuat kita sebagai penoBULETIN AGRITA
nton menjadi gelap mata dan ingin membeli semuanya. Terkadang membuat kita membeli barang yang tidak terlalu butuh dan ternyata produk tidak cocok dengan jenis kulit kita sehingga produk menjadi tidak terpakai dan justru akan menambah sampah. Nah, sebagai konsumen kita harus bijak memilih produk yang benar-benar sesuai dengan permasalahan kulit masing-masing dengan memanfaatkan review di internet yang saat ini sangat mudah diakses, sehingga produk yang kita beli benar-benar terpakai dan tidak akan menambah sampah. Alihkan produk skincare yang tidak cocok untuk perawatan tubuh Lalu bagaimana jika terlanjur membeli produk yang tidak cocok atau sesuai? Ternyata kita bisa memanfaatkan produk untuk wajah tersebut ke bagian tubuh lain seperti leher, tangan, dan lain-lain karena bagian tubuh selain wajah tidak terlalu sensitif. Sebagai contoh, pelembap wajah yang tidak cocok bisa digunakan untuk bagian lipatan tubuh seperti siku dan lutut yang cenderung kering dan membutuhkan kelembapan ekstra. Hal ini berfungsi agar tidak ada produk yang terbuang
HALAMAN 18
sia-sia dan menimbulkan sampah, terlebih lagi produk kosmetik dapat mencemari lingkungan. Menjual kembali produk kosmetik yang tidak cocok Salah satu solusi lain yaitu menjual kembali produk yang tidak terpakai dan masih layak melalui berbagai platform media sosial seperti instagram dan e-commerce khusus barang bekas. Hal ini juga membuat kita tidak terlalu rugi daripada dibuang begitu saja. Menggunakan kosmetik yang ramah lingkungan Sebagian kosmetik yang mengandung bahan kimia ternyata bisa mencemari lingkungan, loh. Oleh karena itu, saat ini marak beredar produk kosmetik organik seperti sabun, shampoo yang terbuat dari bahan alami. Produk ramah lingkungan tersebut limbahnya tidak akan mencemari lingkungan, sehingga dapat berkontribusi menjaga lingkungan. Selain itu, juga bisa mengganti produk kapas sekali pakai menjadi kapas kain BULETIN AGRITA
kain yang bisa digunakan berulang kali. Membeli produk kosmetik refill di bulk store Salah satu upaya mengurangi sampah yaitu membeli produk kosmetik seperti shampoo dan sabun secara refill menggunakan kemasan yang dibawa dari rumah. Saat ini sudah mulai menjamur bulk store yang mengusung tema zero waste menyediakan produk dalam bentuk isi ulang, sehingga kita dengan mudah membeli alat dan bahan kebutuhan sehari-hari menggunakan kemasan primer maupun sekunder yang dibawa dari rumah.
likan kemasan produknya sehingga tidak akan menimbulkan sampah. Beberapa perusahaan kosmetik yang menerapkan hal ini adalah The Body Shop, Love Beauty and Planet, Garnier, dan Sensatia Botanicals. Yuk pastikan produk kosmetikmu eco-friendly ya untuk membantu mengurangi timbunan sampah. Nah itu beberapa tips meminimalisasi sampah kosmetik yang akan terbuang Yuk lakukan langkah pengelolaan sampah untuk kurangi limbah!
untuk bekas sia-sia. bijak bantu
Mengembalikan kemasan bekas produk ke perusahaan asalnya Gerakan zero waste semakin gencar, sehingga banyak perusahaan mengambil langkah bijak dalam pengelolaan limbah kemasannya. Beberapa perusahaan kosmetik menerapkan sistem pengembalian kemasan bekas produknya dari konsumen untuk diolah kembali. Konsumen cukup mengembalikan kemasan kosong dan akan diberikan reward berupa potongan harga ataupun produk gratis. Hal ini akan memicu konsumen untuk mengembaHALAMAN 19
BULETIN AGRITA
SALAD BUAH SEMAKIN DILIRIK MASYARAKAT oleh Alfina Damayanti Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum berakhir. Semakin hari angka kasus positif Covid-19 juga semakin meningkat. Sudah seharusnya masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Di samping itu, masyarakat juga harus menjaga pola makan dengan baik. Sering mengonsumsi makanan yang bergizi dan tidak lupa meminum air mineral maka dapat menjaga daya tahan tubuh manusia agar terhindar dari Covid19. Salah satu jenis makanan masa kini yang sering diincar oleh masyarakat dan juga menyehatkan adalah salad buah.
HALAMAN 20
BULETIN AGRITA
Salad buah merupakan jenis makanan yang terdiri dari berbagai macam buah-buahan yang diiris kecil-kecil dan disajikan dengan saus salad buah. Buah-buahan yang biasa tersaji pada salad buah, antara lain adalah buah kiwi, anggur, apel, mangga, semangka, melon, pir, jeruk, strawberry, dan buah naga. Namun, jenis buah pada salad buah bisa kita sesuaikan dengan selera masing-masing. Sementara itu, saus salad buah terdiri dari 1 cup yogurt plain, 3 sendok makan mayonnaise, 1 sachet susu kental manis putih, 50 gram keju cheddar parut, 1 sendok makan air jeruk nipis atau lemon, dan 1 sendok teh parutan kulit lemon. Salad buah masih terasa kurang jika tidak diberi keju parut dan jelly yang dipotong dadu. Semua bahan tersebut dipadukan menjadi satu yang dapat menciptakan rasa yang sangat lezat.
HALAMAN 21
BULETIN AGRITA
Dengan tubuh yang sehat, imunitas atau kekebalan tubuh kita tetap terjaga sehingga dapat mencegah kita dari serangan virus yang berbahaya. Oleh karena itu, mari kita sama-sama terus bangkit di tengah pandemi Covid-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan, menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan selalu berpikir akan hal-hal yang positif.
HALAMAN 22
BULETIN AGRITA
Referensi :
Juliana, Maleachi, S., Yulius, K. G., Situmorang, J. 2020. Pelatihan Pembuatan Salad Sayur Hidroponik dan Cara Pemasaran yang Tepat dalam E-Commerce. Dalam Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 3, No. 2: 208-216. Nareza, M. 2020. Mengambil Manfaat Salad Buah di Balik Kelezatannya. Dalam https://www.alodokter.com/mengambi l-manfaat-salad-buah-di-balikkelezatannya diakses pada 2 Agustus 2021 pukul 20.35 WIB.
HALAMAN 23
BULETIN AGRITA
JURNAL HARIAN Sebagai Teman Selama di Rumah oleh ALFINA DAMAYANTI
SUDAH lebih dari 1 tahun kita mengalami pandemi Covid-19. Segala upaya terus diupayakan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat untuk berjuang menghadapi pandemi ini. Saat ini sebagian besar kegiatan selalu dilakukan di rumah. Mulai dari bekerja, belajar, beribadah, dan lainlain. Tidak heran jika kita akan merasa bosan karena menghabiskan sebagian besar waktu kita hanya di rumah. Rasa kesepian dan ingin mengungkapkan segala sesuatu tentu akan muncul dengan sendirinya. Oleh karena itu, solusi yang tepat yang dapat kita lakukan selama di rumah adalah dengan menulis jurnal harian. Wah, apa itu jurnal harian? Apakah hanya menulis biasa? Atau ada ketentuan khususnya? Apa saja hal yang bisa ditulis di jurnal harian? Apakah ada manfaatnya? Jurnal harian juga bisa disebut dengan buku harian. Buku harian ada-
HALAMAN 24
lah buku yang berisi pengalaman secara tertulis dan bersifat privat bagi penulis buku harian. Pengalaman tersebut dapat berupa pemikiran, perasaan, dan pendapat dari suatu peristiwa (Wiramarta, 2020). Jenis buku yang digunakan sebagai jurnal harian tentu bukan seperti buku tulis biasa, melainkan buku jurnal yang lucu, berwarna, memiliki desain yang bagus, dan ukurannya juga tidak terlalu besar. Para penulis jurnal harian pasti memiliki kreativitas masing-masing dalam menulis dan mengkreasikan isi serta gambarnya. Jurnal harian memang perlu dibuat seindah mungkin sesuai dengan selera penulis. Tujuan memperindah jurnal harian adalah untuk dapat menyalurkan kreativitas penulis serta dapat
BULETIN AGRITA
membuat penulis merasa nyaman dan senang setiap akan menulis jurnal hariannya (Wiramarta, 2020). Isi dalam jurnal harian sebenarnya tidak terbatas terhadap hal apa pun untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengisi jurnal harian kita dengan beberapa hal saja. Beberapa hal yang dimaksud, antara lain biodata diri, foto diri atau foto-foto yang estetik, jadwal kegiatan dalam 1 minggu, rencana-rencana baik yang akan dilakukan, harapan serta impian untuk masa depan, kejadian yang baru saja dialami baik kejadian yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, rangkuman singkat mengenai buku favorit atau buku yang telah dibaca, dan kata-kata bijak yang dapat menginspirasi atau menyemangati diri-sendiri. Selama kita masih berada di rumah saja bukan berarti kita akan bermalas-malasan. Selalu cari kegiatan produktif yang dapat membuat kita semangat dan tidak merasa bosan. Kegiatan menulis jurnal harian adalah salah satu solusinya. Dengan rajin menulis jurnal harian, maka manfaat akan kita dapatkan tentu juga banyak. BeberaHALAMAN 25
rapa manfaat yang dimaksud, antara lain dapat mengembangkan kemampuan menulis, dapat mengembangkan kreativitas, dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif, dapat menyalurkan hobi menulis, dan dapat menjadi sebuah sarana untuk berbagi pengalaman dalam bentuk tulisan (Wiramarta, 2020). Masih banyak lagi manfaat yang lainnya dari menulis jurnal harian. Semakin sering kita berlatih menulis, maka kemampuan kita untuk berkarya juga akan semakin meningkat. Semangat untuk produktif!!!
Referensi : Wiramarta, K. 2020. Kebermanfaatan Penulisan Jurnal Harian Refleksi Sebagai Metode Pendidikan Karakter Pada Masa Pandemi. Dalam Jurnal Penjaminan Mutu, Vol. 1, No. 2: 132142.
BULETIN AGRITA
Puisi Perihal yang Hadir Karya: Athiyya Maharani A.R. Tuan tuan bijak nan beratap hormat Merombak harap akan kehidupan di jemari takdir Memahami bahwa insan pun berdiri untuk sebuah arti Untuk sekian tahta yang hadir di barat negeri, Akan ada purna yang mengepung, merisak amanah yang sukar diakhiri Terhadap setiap kehidupan yang diizinkan untuk bernyawa Paham benar akan nirmana yang tak kasat rupa Akara perihnya tandus dan amarah surya Barangkali membuat tuan paham, akan sebuah birai perihal serakahnya sukma Jika bulir padi kini bersemayam hingga tuanya terpendam Atau sedikitnya, umbi-umbi kering tetap membatu di bawah akar Bahwa nyatanya setiap akhir akan menjadi jawaban Perihal tuntutan akbar di sebilah kehidupan Untuk yang bernyawa tangguh menjadi puan acuan Pun baiknya setiap diri mengakui Bahwa sisa pun terkenang Bahwa yang diabaikan punya peran Bahwa yang ditinggalkan adalah makna Bahwa yang diizinkan hadir adalah jawaban
HALAMAN 26
BULETIN AGRITA
Perihal Hari di Saat Aku Menjadi Pungkur Karya : Nadya Valentina Putri Dari butiran tanah tempatku bertumbuh Aku ditanam dengan doa-doa penuh harap dan peluh Mereguk seteguk air yang diberi kepadaku Sembari mengaminkan harap tersirat pemilikku Berbulan-bulan kulewati Aku berubah menjadi 'anak' yang berbakti Kubiarkan ia menjualku Dengan harap mereka juga bisa merasakan cintanya yang diberikan padaku Kurapalkan doa-doa mangkus Dengan laung tanpa putus Namun, Realita menyepakku ke belantara Sekali lagi aku dibuat berandai, lagi-lagi aku dibuat berawai Aku dibiarkan menjadi pemungkur yang tersungkur babak belur Terhirau oleh bising, tertampar oleh angin Terkumulasi di hamparan bersama para sisa yang lain
HALAMAN 27
BULETIN AGRITA
“Sudah kenyang”, katanya “Tidak enak”, ucapnya “Tidak suka”, tuturnya Bah, omong kosong Tolong tempeleng saja kepalaku ini Yang dengan bodohnya menyalakan tombol sadrah Pada harap yang menjerap Pada sembap yang tak kunjung tengkarap Dalam lindap Terjerembap
HALAMAN 28
BULETIN AGRITA