Perancangan City Walk Shopping Mall di Kabupaten Kuningan dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Sebagai developer, Puspita Cipta Group menyadari urgensi perancangan mall di Kabupaten Kuningan melihat pola kebiasaan masyarakatnya yang perlu memenuhi kebutuhan hiburan atau belanja ke mall-mall yang berada di Kota Cirebon. Sehingga PT. Puspita Cipta Group merangkul IAI dan IAI-Jawa Barat untuk bersama menyelenggarakan sayembara desain terbangun City Walk Shopping Mall dengan pendekatan biofilik di Kabupaten Kuningan, dalam masterplan eco forest milik perusahaan. City walk shopping mall diharapkan dapat mewadahi kebutuhan masyarakat berupa fasilitas belanja, dan menghadirkan suasana kota (pedestrian) yang interaktif. Perancangan ini juga perlu memperhatikan aspek kenyamanan pengguna melalui pendekatan arsitektur biofilik. Arsitektur biofilik merupakan konsep yang menghubungkan manusia dengan alam. Sehingga secara tidak langsung menghadirkan fasilitas rekreasi pasif, terlebih karena lokasi tapak yang berada dalam kawasan hutan milik perusahaan, sehingga kaya akan pemandangan hijau disekeliling tapak.
ISSUE
Puspita Cipta Group Memprakarsai Perancangan Shopping Mall di Kuningan Di Indonesia, PT. Puspita Cipta yang merupakan bagian dari Puspita Group (developer di kota Kuningan Jawa Barat). Salah satu rencana proyeknya adalah mengembangkan suatu kawasan hutan kota sebagai eco forest dan masterplan yang mendukung pariwisata di area Patulungan, Kuningan.
City Walk Shopping Mall dipilih Sebagai Tipologi dari Sayembara Desain Terbangun Alasan pemilihan city walk shopping mall sebagai tipologi utama dari sayembara desain kali ini, menurut pihak Puspita Cipta Group, city walk shopping mall dinilai lebih menarik bila dibandingkan dengan tipe mall pada umumnya. Hal ini didasari berdasarkan realita bangunan yang sudah ada, seperti Beachwalk Kuta Bali dengan Viewnya, Paris Van Java Mall Bandung dengan suasana citywalk ala Paris, dan lainnya yang menjadinya tipologi ini dianggap lebih menarik bahkan untuk sekadar hiburan maupun pengalaman kegiatan belanja.
Arsitektur Biofilik dan Keterkaitan Eratnya dengan Manusia Berdasarkan perkembangan teori biofilik dari tahun ke tahunnya, biofilik merupakan salah satu upaya untuk pencegahan kerusakan alam, mempertahankan potensi hijau yang ada, serta pada kasus yang umunya kini terjadi adalah berperan sekaligus menjadi solusi penerapan elemen hijau dalam bangunan yang minim dari kehadiran alam. Meskipun dapat diterapkan di lingkungan apa pun, para ahli menyarankan bahwa ini sangat efektif di lokasi dengan potensi alam yang melimpah. Ide gagasan bangunan yang didesain antara lain adalah mengupayakan segala kenyamanan pengguna serta inovasi kebaruan bagi Kabupaten Kuningan melalui tipologi city walk mall dengan pendekatan arsitektur biofilik.
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Design Approach Arsitektur Biofilik
Desain biofilik merupakan konsep yang mengutamakan wellbeing dengan memasukan unsur-unsur yang dapat menghubungkan alam, biologi manusia, dan bangunan secara fisik, visual, dan emosional. Keberhasilan penerapan prinsip-prinsip desain biofilik merangsang spektrum yang luas dari manfaat fisik, mental, dan perilaku. Manfaat fisik termasuk peningkatan kebugaran, tekanan darah rendah, dan lebih sedikit gejala penyakit. Manfaat mental termasuk motivasi, produktivitas, kreativitas, dan pengurangan stres dan kecemasan. Perubahan perilaku dan kognitif meliputi peningkatan keterampilan koping, peningkatan rentang perhatian, dan peningkatan interaksi sosial (Terrapin Bright Green, 2012).
Property Sizes
ANALISIS KONTEKS SITE DAN TRANSFORMASI MASSA
Potensi kontur dari eksis ng site dak dapat dimanfaatkan seluruhnya mengingat regulasi bangunan yang perlu menjadi acuan, dilakukan cut and fill pada keseluruhan site kecuali area pemanfaatan lanskap (atrium plaza) dan area resapan lainnya. Pada area plaza diharapkan pengunjung dapat tetap menikma pengalaman perbedaan elevasi site asli yang diolah dalam lingkungan binaan Wana Walk Mall.
Berdasarkan hasil analisis, view yang dapat dinikma dari site adalah rancangan lain dalam satu kawasan masterplan PT. Puspita Cipta Group, View Utara : Kawasan hutan diluar Masterplan Eco Forest PT. Puspita Cipta Group View Timur : Kontur terjal site yang masih hijau View Tenggara : Rancangan zoo View Selatan : Rancangan hotel View Barat : Rancangan Masjid
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc
Respon rancangan terhadap konteks site
Kontur pada site menjadi potensi untuk
Dropoff dalam desain KAK sayembara terdiri dari
pengembangan rancangan dalam pendekatan
dua titik, yaitu di titik utara dan timur. Dipilih titik timur
biofilik desain,
namun dikarenakan mengacu
sebagai drop off utama karena lebih dekat dengan
pada KAK Sayembara, diantaranya KDB 90% dan
mini zoo dan hotel dalam masterplan ecoforest.
KTB 1, maka area yang akan tetap menjadi
Sementara titik drop off utara ditetapkan untuk
resapan, hanyalah sebagian kecil pada lanskap,
sirkulasi kendaraan saja, mengingat kedekatannya
sehingga resapan akan dibantu dengan
dengan area parkir eksisting dalam masterplan.
pengaplikasian inovasi rainwater harvesting dan
Tidak ada fasilitas halte atau parkir bus, sesuai
green roof pada bangunan nantinya.
dengan KAK sayembara yang tidak mengakomodasi kendaraan umum kecuali ojek dan taksi.
Pemecahan massa dengan 1 sumbu imajiner
Pengadaan massa untuk memenuhi regulasi dan
Berikut disimbolkan dengan warna kuning, adalah
yang akan dimanfaatkan sebagai penerapan
fungsi bangunan harus efisien dengan
area bebas hambatan yang menjadi salah satu titik
biofilik secara maksimal adalah tahapan konsep
mempertimbangkan penghawaan dan
masuknya pencahayaan alami, dan penghawaan
mengintegrasikan antara massa bangunan 1 dan
pencahayaan alami melalui inovasi pemecahan
alami. Upaya ini dilakukan agar tidak membuat
lainnya dengan fungsi mall, dan plaza
massa. Pemecahan massa ini menjadi solusi yang
indoor mall menjadi sangat tertutup, sehingga
diantaranya, sehingga mengikat satu sama lain .
seimbang antara kebutuhan Citywalk Mall dan
massa yang semi terbuka akan membias dengan
konsep biofilik, dengan memperhatikan elemen-
plaza diantaranya.
elemen seperti massa, ruang terbuka, pedestrian, serta zonasi seperti massa major, massa minor, dan openspace atrium. Untuk mengatasi keterbatasan area massa sesuai KDB, perluasan bangunan secara vertikal diperlukan, yang akan lebih jelas memetakan fungsi zona, termasuk departement store dan retail.
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc
Denah B1
Area service pada bangunan telah mempertimbangkan peletakan tangga darurat, kemiringan ramp bagi kendaraan, akses lift service, operasional truk sampah, utilitas, MEP dan lainnya. Untuk kesesuaian jumlah unit parkir juga sudah melalui pertimbangan dan perhitungan saturan rasio parkir uuntuk tipologi bangunan mall.
GF
Anchor Tenant (Fashion) FASHION
Integrasi Bauran Tenant dalam Massa Bangunan
Secara Umum bauran tenant dipilih untuk lebih dicampur ketimbang dibedakan tiap massa, antara 3 jenis diantaranya yaitu FnB, Fashion, dan Lifestyle. Hal ini berdasarkan data kajian survey lapangan dinilai lebih efektif untuk meningkatkan daya jual dibandingkan dengan satu massa bangunan dengan satu jenis tenant, terkecuali departement store yang diselaraskan satu massa dan terhubung masing-masingnya secara vertikal dengan lift service karena agar memudahkan kegiatan loading barang.
Suasana pada open space atrium telah banyak mempertimbangkan elemen-elemen biofilik, seperti tatanan sirkulasi yang organik, kebebasan user untuk menjelajahi open space baik secara horizontal maupun vertikal, penataan vegetasi tak beraturan, sensori non ritmik dari wewangian,dsb.
Aksonometri Setiap Lantai
Anchor Tenant (LifeStyle) Anchor Tenant (FnB)
FNB
City Walk Area (Tenants & Atrium Open Space)
View koridor menuju atrium
Department Store (Supermarket) LIFESTYLE
UG
DEPT.STORE
Pada Lantai GF presentase jenis tenant hampir seimbang antara Fashion, dan FnB, namun hanya ada satu anchor tenant lifestyle. Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan dari kajian preseden terbangun Ambarukmo Plaza, Pakuwon Mall Yogyakarta, Cirebon Superblock, dan Paris Van Java Mall. Hal ini merupakan upara pemerataan pengunjung yang masuk ke dalam massa, upaya penjelajahan secara menyeluruh juga dilakukan melalui pola sirkulasi linear pada city walk area dan pola sirkular untuk kemudahan akses indoor area pada mall. Akses mall pada elevasi lantai GF ada 2 diantaranya yaitu pedestrian gate untuk mengakomodasi tamu hotel (rancangan dalam masterplan eco forest, dan main gate yaitu drop off utama area citywalk mall) Anchor Tenant (FnB)
Tangga amphiteater
Anchor Tenant (LifeStyle) Anchor Tenant (Fashion)
Suasana senja di amphitheater area memberi kehangatan bagi pengunjung, aksen material organik dan bentuk massa yang juga organik membuat pengguna hanyut dalam alur wisata berbelanja yang ciamik.
Department Store (Fashion)
Parsial Department GF Store
Pada Lantai UG berperan sebagai secondary access bagi pengunjung mall, yaitu disini tersedia North Drop Off yang dekat dengan area parkir luas. Lantai ini juga berperan sebagai landing pengunjung dari alur citywalk mall secara linear organik (sirkulasi) via eskalator maupun tangga & amphitheater.
1F
UG Anchor Tenant (LifeStyle)
Anchor Tenant (FnB) Anchor Tenant (Fashion) Department Store (Fashion)
1F
2F
Pada Lantai 1F presentase bauran tenant didominasi oleh tenant fashion, hal ini telah dipertimbangkan atas efektivitas nilai komersil bangunan sesuai kajian preseden terbangun.
2F
Alur dari departement store Yogya Supermarket menyesuaikan dengan bentuk ruang bangunan, area indoor garden memang mengurangi perluasan departement store bahkan secara vertikal ke setiap lantai di atasnya, namun pada rancangan ini sudah disesuaikan antara kebutuhan pengadaan konsep biofilik dan luasan property size yang dibutuhkan. Loading dock dan lift service dirancang untuk fokus ke area department store dikarenakan kemungkinan traffic yang lebih padat.
Alur dari departement store Matahari Fashion juga menyesuaikan dengan bentuk ruang bangunan, area indoor garden balcony menjadi daya tarik tersendiri ketika berbelanja, sebagai pembelajaran seharusnya area fitting room tidak terpadu 1 massa, karena tidak akan aman jika terjadi hal yang darurat, untuk itu kedepannya, rancangan fitting room akan diperbaiki menjadi dua titik massa. Department store uniqlo memiliki area yang lebih kecil dari Department store Matahari di bawahnya, hal itu dikarenakan adanya kebutuhan perlakuan biofilik pada massa 3, diantaranya ada green rof dan green balcony (selubung jamur).
Area foodcourt diletakan satu sumbu vertikal dengan massa departement store karena berperan sebagai magnet dalam rancangan ada pada lantai 2F, untuk fasilitas umum seperti ATM Center juga diwadahi dalam massa parsial department store.
Anchor Tenant (LifeStyle) area hijau pada rancangan lift service dan loading dock emergency stairs
Anchor Tenant (FnB) Foodcourt
Detail Arsitektural
3F
Pada Lantai 2F presentase bauran tenant didominasi oleh tenant FNB, hal ini telah dipertimbangkan atas efektivitas nilai komersil bangunan sesuai kajian preseden terbangun. Ini juga dikarenakan pertimbangan adanya anchor tenant bioskop sehingga diperlukan aspek fnb (foodcourt) untuk mendukung Rainwater Catchment (Waffle Structure) sekaligus memecah fokus pengunjung dalam mall. Mosque
Selubung jamur
Atap Organik
Coffee Shop & Rentable Area
Pada Lantai 3F, massa efektif untuk komersil hanyalah massa 2, maka dari itu untuk optimalisasi pemanfaatan nilai jual design atap organik dengan fungsi sebelumnya solar tree panel dan pertimbangan menjadi rainwater seluruhnya sebagai tanggung jawab penggunaan perkerasan terhadap alam (upaya mengganti area resapan) dimanfaatkan sebagai serta garden rooftop, dimanfaatkan area di bawah atap langsung dengan area coffeshop serta rentable area untuk kepentingan event, seperti garden party, gathering family, engagement ceremonial, dan lainnya. Berikut beberapa detail arsitektural penunjang konsep biofilik, diantaranya ada 2 tipe rainwater untuk mengganti area resapan yang diuubah menjadi perkerasan
green bench
Aksonometri Struktur
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc
Uji Desain Kesesuaian kriteria penyelesaian persoalan perancangan dan implementasi
Pembuktian pada desain
Massa bangunan mall dipecah menjadi 3 bagian, yaitu minor massa pada nomor 1, major massa yaitu gabungan massa 2 dan 3 (yang dibedakan orientasi bangunannya),
Pembuktian pada desain
serta open space atrium yang menjadi atrium utama dalam perancangan ini. Sirkulasi memutar dalam rancangan dengan transportasi vertikal yang juga terintegrasi untuk mengelilingi keseluruhan massa. Rancangan sudah menyesuaikan indikator berikut.
Massa bangunan mall dipecah menjadi 3 bagian, yaitu minor massa pada nomor 1, major massa yaitu
Alur sirkulasi dan transprotasi vertikal didominasi oleh eskalator sehingga
gabungan massa 2 dan 3 (yang dibedakan orientasi bangunannya), serta open space atrium yang
mengharuskan pengguna untuk berjalan k aki dalam massa bangunan, menggunakan
menjadi atrium utama dalam perancangan ini.
besaran koridor minimal 2,5 - 4m
MASSA 1
OPEN SPACE MASSA 3
MASSA 1
Pembuktian pada desain Pembuktian pada desain
Lanskap diolah sedemikian rupa sebagai strategi untuk mengakomodasi kegiatan berjalan kaki didalam mall, menerapkan prinsip-prinsip biofilik diantaranya menghadirkan elemen air, menciptakan simulus sensori ritmik maupun non ritmik, visual maupun non visual. Akses pejalan kaki dan kendaraan dipisahkan agar pengguna dapat berjalan k aki dalam tapak dengan nyaman.
Pembuktian pada desain
Pembuktian pada desain
c
A
B F
D
E Menyediakan area hijau pada massa bangunan, yaitu green wall, green roof, indoor garden, green balcony (a. indoor garden, b. lansekap, c. indoor garden, d. green balcony, e. greenroof, f. greenroof)
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc
Uji Desain Kriteria desain biofilik
Berdasarkan kajian teori dan preseden terbangun disimpulkan bahwa konsep kriteria desain dari rancangan nantinya sebagai berikut, tabel dibawah
menyatakan rangkaian kriteria yang perlu dipenuhi dalam desain. Setiap kriteria mewakili 1 poin yang nantinya akan terlihat seberapa persen keberhasilan desain. Diartikan >70% (23 poin = 100% maka untuk mencapai score 70% minimal 17 kriteria) adalah cukup memenuhi kriteria desain.
Permainan perbedaan elevasi terfokus pada atrium utama yaitu plaza (openspace atrium), yang memberikan pilihan akses dari main lobby menuju ke lantai berikutnya menggunakan transportasi vertikal berupa tangga atau eskalator
Menggunakan aksen matrial alami berupa kayu dan batu pada lanskap, menggunakan green material diantaranya kayu rekat sengon (glulam) dengan produksi indonesia, upaya mengurangi emisi karbon, menghadirkan kesan natural. Membuat pola indoor garden pada lantai gf massa 1 dan massa 3, indoor garden
Sumber : lightwood.org/indonesia/products/glulam/
lantai ug massa 1 (drop off utara) dan area eskalator transisi masa 1-3, juga pada lantai 1 departement store diadakan area hijau, green roof pada lantai 2 dan 3 yang dikombinasikan dengan fungsi bench. Kesimpulan perolehan poin pada prinsip biofilik material connection with nature adalah 2 poin
Area Pengawasan terbuka tanpa hambatan visual diantaranya adalah setiap koridor yang menghadap ke main atrium. Balkon yang digunakan setinggi 1m.
Ragam vegetasi yang digunakan tertera pada gambar siteplan diantaranya, pohon tanjung, pohon glodokan
Menyediakan ruang untuk menjauhi keramaian diantaranya adalah
tiang, pohon pucuk merah, pohon bougenvile, dan ragam
green bench pada rooftop.
vegetasi perdu antara lain arumdala, lavender, serta hanging plants diantaranya sirih gading. Pengadaan vegetasi maupun area hijau diadakan pada lanskap, main atrium, green wall, selubung, serta green roof. Kesimpulan perolehan poin pada prinsip biofilik visual connection with nature adalah Sirkulasi organik dengan penataan vegetasi yang tidak beraturan diterapkan dalam main atrium mall. Strategi stimulasi sensori pada rancangan utamanya adalah pada lanskap, dengan pengadaan elemen air, variasi vegetasi, alur pathway yang juga tidak hanya 1 pola, disertai dengan stimulasi berupa green roof dalam
Kesimpulan perolehan poin pada prinsip biofilik nature of the space adalah 4 poin. Maka total perolehan poin penerapan kriteria desain biofilik adalah 23 poin dari rancangan Wana Walk Mall.
selubung menyerupai jamur yang tidak berpola. Kesimpulan perolehan poin pada prinsip biofilik visual connection with nature 4 dan non ritmik sensory stimuli adalah 2 point.
Terdapat kolam beserta air mancur pada lanskap. Vegetasi wewangian khusus diantaranya arumdala dan lavender difokuskan pada area main atrium yang merupakan simbolis penyambutan terhadap pengunjung dengan sensori wewangian. Penataan vegetasi menggunakan pola pola sirkular organik. Material bertekstur yang digunakan pada rancangan diantaranya didominasi kayu, serta bebatuan pada area plaza. Berikut skema penghawaan alami pada bangunan, massa didominasi dengan sirkulasi yang semi terbuka yaitu sirkulasi koridor dengan balkon setinggi 1m saja, penghawaan alami hanya dipengaruhi oleh banyaknya bukaan dan kisi-kisi greenwall sebagai pembelok angin (upaya inlet dengan asas kontinuitas yang
Perancangan mengutamakan efisiensi penghawaan dan pencahayaan alami ke dalam bangunan, yaitu dengan konsep mall yang semi-terbuka, penggunaan ac hanya dibatasi pada masing-masing tenant saja.
akan menghembuskan udara dingin ke ruangan)
Kesimpulan perolehan poin pada prinsip biofilik non visual connection with nature adalah 5 poin, thermal & airflow variability adalah 5 poin, dan presence of water adalah 5 poin.
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc
City Walk Area (main entrance) 09.00 WIB
City Walk Area (open space atrium) 09.00 WIB City Walk Area (main entrance) 13.00 WIB
Pada titik ini memperlihatkan suasana perbedaan elevasi yang dialami pengguna, dan detail keragaman lanskap binaan dalam rancangan wana walk mall.
Suasana citywalk entrance baik pada pada pagi hari pukul 09.00 maupun pukul 13.00 memperlihatkan optimalisasi rancangan terhadap sinar matahari yang masuk. Selain itu rancangan dengan sengaja menghadirkan beberapa elemen kota ke dalam site, seperti pathway yang beragam alur maupun material, taman dan kolam.
Visual Rendering Wana Walk Mall
City Walk Area (koridor) 16.00 WIB
City Walk Area (near amphiteather) 13.00 WIB
3F ROOFTOP 3F dapat dimanfaatkan menjadi area yang disewakan, untuk garden party/event/dan sebagainya. Bberikut visualisasi 3F pagi hari dan malam hari
Terlihat perbedaan yang signifikan antara suasana citywalk area dikala senja dan pada malam hari. Vibes yang diusung pada petang menghadirkan suasana tenang sekalipun di dalam mall, namun ketika sampai dimalam hari, ambience yang dihadirkan oleh pencahayaan atap organik memberi kesan mewah pada rancangan ini.
City Walk Area (open space atrium) 20.00 WIB
3F ROOFTOP GARDEN (CAFÉ) 21.00 Main Gate (Main Drop Off) 09.00 WIB
Mini atrium Mini atrium ini berguna untuk bazaar skala kecil, atrium ini juga terdapat indoor garden yang bebas hambatan (void) secara vertikal, pemilihan vegetasi dalam indoor garden ini tidak serumit indoor garden dalam dept.store karena terkena penghawaan buatan langsung.
North Drop Off 17.00
Drop off ini merupakan drop off utama dari rancangan Wana Walk Mall. Menyambut tamu dengan suasana biofilik, yaitu atap organik, dan ketinggian atap yang tidak terlalu tinggi memberikan kesan ramah pagi pengguna
Main Drop Off 17.00
Pedestrian Entrance 09.00 WIB Merupakan pintu sayap kiri dari rancangan Wana Walk Mall, pedestrian entrance ini mengakomodasi pengunjung dari tamu hotel yang dapat langsung berjalan ke dalam rancangan.
Area ini merupakan drop off utara dari jalur utara dekat dengan area parkir outdoor. Suasana hangat rancangan terlihat cantik dalam visualisasi pukul 17.00 WIB
Pedestrian Entrance 17.00 WIB
Indoor Garden - Department Store GF
Outdoor Foodcourt 2F
Berikut merupakan visualisasi dari rancangan department store, Yogya Supermarket. Dengan suasana supermarket yang dilengkapi indoor garden akan memberikan pengalaman ruang yang berbeda, tanaman yang perlu ditanam dalam area ini juga merupakan tanaman indoor yang tidak akan terganggu oleh penghawaan buatan VRV.
menyantap hidangan disana, pemandangan hutan sekitar site dan area rancangan dari masterplan eco forest dapat dilihat dari sini.
Pedestrian Foodcourt outdoor ini menyajikan view yang takEntrance kalah cantik ketika kita sedang
Clothing Store Gambaran clothing store yang tidak berbeda dengan rancangan clothing store pada umumnya, mengusung pola open space pada ruang agal pengunjung leluasa berkeliling di dalam store.
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc
Visualisasi Perspektif Area North Drop Off Pada area ini bisa kita lihat terdapat area parkir outdoor yang telah ada dalam rancangan masterplan ecoforest, sehingga dapat menambah jumlah unit parkir keseluruhan tidak hanya dalam basement saja. area ini juga dekat dengan pintu keluar basement sehingga pengendara mobil tidak akan merasa kesulitan untuk akses parkiran luar dari basement.
Visualisasi Perspektif Main Entrance (Main Drop Off) Area ini menjadi wajah utama dalam bangunan yang menyajikan visualisasi perbedaan orientasi massa, olahan lanskap didalamnya, atap organik, selubung jamur yang organik dalam rancangan Wana Walk Mall. Area ini bersifat sebagai drop off, dekat dengan pintu masuk basement sehingga mempermudah pengguna menuju akses parkir, membedakan sirkulasi mobil dan pejalan khaki maka dari itu pula alasan mengapa perluasan parkir didesain dengan basement bukan dengan semi basement seperti rancangan komprehensif sebelumnya.
Visualisasi Perspektif Area Pedestrian Entrance Pada rancangan pedestrian entrance, disediakan bench bagi pengguna yang hendak istirahat setelah kegiatan wisata belanjanya di mall. Area ini tidak diperkenankan untuk drop off melainkan kendaraan hanya diperkenankan untuk melambat saja. Lebar trotoar yang memenuhi standar yaitu 2,5m sampai dengan 6m mengakomodasi kenyamanan pengunjung yang berjalan.
FINAL ARCHITECTURAL DESIGN STUDIO
Aesha Mutiara Nurulhuda 19512233
SUPERVISOR : M.Galieh Gunagama, S.T., M.Sc