War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh
0 9 - 2 01 5
Edisi Spesial
6O th
general
con fe ren ce
s e s s i o n
0 9 - 2015
6O th
gen eral
co nfe r en ce
s e s s i on
Edisi Spesial
KMengambil eturunan Advent Davy Crockett 3 TMenjadi ed N. C. Wilson Terpilih Kembali 16 Sikap di Alamo Ketua GC dalam Hitungan Oleh Kimberly Luste Maran
Suara yang Cemerlang
Oleh Andrew McChesney
Merendahkan 4 “Ini adalah Pengalaman Diri”
18 Satu Kisah pada Suatu Waktu Menyetujui 20 R35apat Uni Konferens Baru Ketua GC Baru dan Tetap 21 Wakil yang Terpilih Oleh Heather Quintana
Editor Adventist World, Bill Knott mewawancarai Ted N. C. Wilson.
Memilih “Tidak” pada Isu 9 Delegasi Pengurapan Wanita Oleh Andrew McChesney dan Marcos Paseggi
Oleh Andrew McChesney
Oleh Sandra Blackmer, Michael Campbell, dan Andrew McChesney
Pendatang Baru di Antara 24 E13nam Ketua Divisi
11
Peristiwa Terkini mengenai Kepercayaan Dasar Oleh Andrew McChesney
Oleh Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, dan Marcos Paseggi
D E PA R T E M E N TA L K E P E R C AYA A N 14 DASAR
Pada Mulanya Allah
P E R TA N YA A N 26 JAWABAN
DAN
ALKITAB
Sabtu Malam
27 P E L A J A R A N P ikiran Sehat,
ALKITAB
Kristen Sehat
atau Minggu Pagi?
28
PERTUKARAN
IDE
32-40 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent (WGA)
www.adventistworld.org Tersedia daring dalam 10 bahasa
Pada sampul: SABAT PADA SESI ITU: Diperkirakan 60.000 orang menghadiri acara di San Antonio Alamodome pada Sabat terakhir sesi General Conference. F O T O :
2
Adventist World | 09 - 2015
J o s e f
K i s s i n g e r
K i s s i n g e r
Wilson menerima periode lima tahun yang baru dengan “hormat dan kerendahan hati.”
J o s e f
Kita bukanlah umat yang kecil lagi. Ketika pergerakan ini dibentuk sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada tahun 1863, kita adalah sekelompok kecil orang percaya yang terpinggirkan yang gigih demi kebenaran Sabat hari ketujuh dan keyakinan kedatangan Yesus yang kedua kali secara literal. Dalam dunia agama yang didominasi oleh Kristen yang berjumlah puluhan juta penganut, umat Advent memahami diri sebagai umat yang sering disalahpahami, setia kepada Firman Allah ketika orang lain membuat kompromi teologi atau mencari kendali politik. Kita menyadari bahwa keyakinan kita tidak akan pernah membuat diri kita populer. Kita berasumsi bahwa kita akan selalu berada di pinggiran. Namun kenyataan yang tak terbantahkan yang dibuktikan dengan skala dan lingkup tingkat dunia dari umat Advent, terjadi pada tanggal 2-11 Juli 2015 di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, bahwa Allah sekarang telah mengubah status keterlibatan kita dengan budaya dan dengan agama lain. Lebih dari 18 juta orang Advent sekarang berkumpul di ratusan ribu jemaat di seluruh dunia, lebih luas tersebar dibandingkan Protestan lainnya, menawarkan sistem pendidikan kelas dunia dan salah satu sistem kesehatan terbesar di planet ini. Perkiraan jumlah orang yang kini mengidentifikasi diri mereka sebagai Advent, apakah secara resmi menjadi bagian dari suatu jemaat atau tidak, telah lebih dari 25 juta jiwa. Keberanian yang diilhami Ilahi dari misi kita—menjangkau seluruh dunia dengan kabar baik Yesus—sekarang tampaknya masuk akal melalui ketekunan jutaan anggota yang bersaksi dan kemajuan teknologi media. Advent bergerak ke depan dalam pemerintahan, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sebuah apresiasi budaya baru untuk manfaat pola hidup sehat Advent adalah memenangkan perhatian jutaan orang yang mungkin belum menghargai dasar Alkitabiah dari pekabaran kita. Kita bukanlah umat yang kecil lagi. Allah telah melakukan hal ini. Sekarang mari kita memiliki keberanian dan kasih karunia untuk mengikuti-Nya ke masa depan yang Ia ciptakan untuk umat sisaNya.
Ted N. C. Wilson
Terpilih Kembali Menjadi Ketua GC dalam Hitungan Suara yang Cemerlang Oleh Andrew McChesney
D
elegasi sangat ingin memilih Ketua General Conference Ted N.C. Wilson untuk lima tahun ke depan. Diperkirakan 85 persen dari 2.400 suara delegasi mendukung mempertahankan Wilson dalam posisinya sebagai pemimpin gereja Advent tingkat Gene ral Conference setelah diskusi 37 menit pada sesi General Conference di San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Wilson dan istrinya, Nancy, memasuki panggung sambil menerima penghargaan tepuk tangan dari delegasi yang berdiri dan ribuan anggota gereja lainnya di stadion Alamodome. “Hal ini dilakukan dengan rasa hormat dan kerendahan hati sehingga kami berdua berdiri di hadapan Anda, di hadapan Allah,” kata Wilson. “Dan kami menerima tanggung jawab ini.” Wilson menegaskan komitmennya untuk Allah dan gereja Advent dan menguraikan sekilas tiga tujuan yang ia akan kejar di periode kedua: Penekanan lebih besar pada Kristus dan kebenaranNya, kesetiaan, dan keterlibatan setiap anggota gereja dalam penginjilan dan bersaksi. “Tuhan bermaksud agar umat-Nya untuk berdiri dengan setia, tapi kita harus melakukannya bersama-sama,” katanya. Pemilihan Wilson tertunda sebentar setelah dua delegasi mengusulkan mengembalikan namanya kepada Komite Nominasi untuk didiskusikan lebih lanjut dan beberapa delegasi lainnya
menyerukan pemungutan suara secara rahasia pada pemilihan Wilson. Kedua usaha itu gagal untuk disetujui. Pemimpin Komite Nominasi bertemu secara terpisah dengan dua delegasi itu untuk membahas pertanyaan-pertanyaan mereka, yang tidak diungkapkan. Pemimpin Komite Nominasi melaporkan kembali ke sesi General Conference dua kali bahwa mereka berpendirian kepada nominasi Wilson. Delegasi mengangkat kartu hijau muda untuk memilih. Masalah teknis sempat menunda rencana sistem pemungutan suara elektronik di sesi itu. Pemilihan Wilson kembali memiliki dukungan kuat dari banyak pihak. Anggota Komite Nominasi, yang dipilih hari sebelum dan bekerja baik pada Kamis malam dan Jumat pagi untuk mencalonkan ketua, sangat mendukung Wilson, menurut seseorang yang akrab dalam pembicaraan tertutup. Wilson, berbicara pada sebuah konferensi pers 15 menit segera setelah pemilihan itu, mengatakan ia akan mencari kesatuan dalam gereja dengan menekankan aspek spiritual doa dan bagaimana Tuhan membawa orang bersama-sama melalui misi. Fokus ini, kata dia, akan membantu memenuhi doa Yesus dalam Yohanes 17: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar
09 - 2015 | Adventist World
3
O th 6 gen er a l co nfe ren ce mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku“(ayat 20, 21). Ditanyakan oleh Adventist Review untuk mengidentifikasi prioritas utamanya ke depan, Wilson menunjuk tiga tujuan yang ia telah sebutkan dari panggung, tetapi mengatakan bahwa ia mengantisipasi menempatkan energi terbesar ke tujuan ketiga: Membuat setiap anggota gereja terlibat dalam penginjilan dan kesaksian. “Kita akan menekankan inti dari siapa kita sebenarnya sebagai Masehi Advent Hari Ketujuh,” katanya. Chad Stuart, seorang pendeta Amerika Serikat blogging untuk Adventist Review, meminta Wilson untuk menggambarkan suasana hatinya setelah pemilihan kembali. Wilson menjawab bahwa ia merasa “bukan siapa-siapa dan luar biasa,” ia menambahkan bahwa proses pemilihan itu cukup “menarik.” Istrinya, Nancy, sedang berdoa di ruang doa General Conference ketika dia mengetahui bahwa suaminya telah dinominasikan untuk periode baru. “Saya agak merasakan hal yang sama seperti lima tahun yang lalu. Ini luar biasa,“ katanya dalam sebuah wawancara. Suaranya agak bergetar dan air mata menggenang di matanya saat ia berbicara di belakang panggung di Alamodome. “Saya senang bahwa kita memiliki Tuhan di mana kita bersandar,” katanya. “Ini kuasa-Nya. Ini kekuatan-Nya. Ini gerejaNya.“ Ted Wilson, baik pada konferensi pers dan pada panggung sesi itu, berterima kasih pada anggota gereja untuk doa baginya dan mengatakan dia yakin doa-doa tersebut akan menopang dia hari ke hari. Delegasi, berbicara tentang harapan mereka untuk gereja selama periode baru Wilson, menyuarakan keinginan yang sama untuk melihat kedatangan Yesus. “Saya ingin melihat Tuhan datang dalam lima tahun ke depan,” kata Homer Trecartin, ketua Komite Nominasi dan Ketua Uni Misi Timur Tengah dan Afrika Utara. “Kita perlu fokus pada misi,” katanya. Ada “daerah yang sangat tidak tersentuh
4
Adventist World | 09 - 2015
se ssio n
di dunia ini yang perlu mendengar Injil.” Richard Hart, wakil ketua Komite Nominasi, mengatakan harapan utamanya bagi gereja adalah bahwa hal itu akan “tetap bersatu dengan berbagai perbedaan baik dengan jenis kelamin dan ras di seluruh dunia.” “Doa saya untuk gereja adalah satu, untuk kesatuan tujuan daripada keseragaman tindakan,” kata Cheryl Doss, Asisten Sekretaris Komite Nominasi dan Direktur Institute of World Mission milik Advent. Priscilla Christo, delegasi dari Divisi Asia Selatan, mengatakan ia ingin melihat orang muda lebih diakui dan pemimpin gereja lebih menekankan pada membantu para pemuda. Joel Ubani, Ketua Konferens Aba Timur di Nigeria dan seorang delegasi dari Divisi Afrika Barat Tengah, mengatakan bahwa Wilson telah mengunjungi banyak orang muda dan gereja-gereja di wilayahnya selama masa jabatan pertamanya dan membantu dalam mencapai banyak kemajuan. “Kami percaya bahwa bersama Tuhan gereja akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam lima tahun ke depan,” katanya. Judith Fisher, seorang delegasi Gene ral Conference, mengatakan ia berharap bahwa “sebagai gereja kita menjadi jauh lebih banyak intensional.” “Menemui Allah di mana Dia berada, di mana Dia ingin kita berada, dan untuk dapat mempercepat kedatangan-Nya yang kedua kali, ini adalah mengapa kita semua ada di sini,” katanya. Ronald Oliver, seorang delegasi Divisi Amerika Utara, berkata dia sambil matanya tertuju ke atas. “Harapan dan impian saya adalah bahwa Injil akan tersebar lebih jauh dan lebih luas, dan kemudian Tuhan akan datang,” katanya. “Dengan Injil yang menyebar lebih luas dan di tempat yang berbeda, dan dengan apa yang terjadi di dunia politik dan alam, tampaknya kedatangan-Nya akan segera. Ini tidak terlalu mengada-ada.“ Kimberly Luste Maran berkontribusi dalam laporan ini.
PEMIMPIN PENDETA: Ted N. C. Wilson, bersama istrinya, Nancy, menyapa delegasi dan tamu pada Sabat terakhir sesi itu.
“Ini
Pe Meren Editor Bill Knott berbicara dengan ketua yang terpilih kembali, Ted N.C. Wilson tentang beban perannya, lebih banyak waktu tidur, menghadapi kekecewaan, dan apa yang menjadi fokusnya pada lima tahun ke depan.
J o s e f
K i s s i n g e r
adalah
ngalaman “ dahkan Diri Knott: Anda baru saja menerima pemilihan Anda oleh delegasi untuk melayani sebagai Ketua General Confe rence selama lima tahun. Saya mengenal Anda cukup baik untuk menyadari bahwa saat seperti ini bukan hanya acara profesional: Namun juga momen spiritual yang mendalam. Apa rasanya ketika gereja meminta Anda untuk memimpin selama lima tahun lagi? Wilson: Ini benar-benar undangan yang
sangat menantang, dan satu hal yang setiap orang selalu merasa tidak siap. Tidak ada yang bisa menangani posisi ini kecuali oleh tuntunan langsung dari Tuhan. Jadi itu adalah pengalaman merendahkan diri. Dan Anda menyadari, teru-
tama ketika Anda melihat ke mata dan wajah delegasi dan anggota gereja, bahwa ini adalah sesuatu yang jauh lebih besar dari apa pun yang Anda dapat tangani sendiri. Anda kembali menjadi sangat serius oleh seluruh pikiran. Ada tiga hal yang dapat Anda lakukan di saat seperti ini: Anda dapat merasa kecil dan merasa sama sekali tidak memadai yang menjadikan Anda berhenti bergerak, dan Tuhan tidak menginginkan hal itu. Anda bisa menjadi begitu berani bahwa Anda telah diminta untuk memimpin, bahwa Anda menjadi terlalu percaya diri, dan Tuhan tidak menginginkan hal itu juga. Dia ingin Anda menggunakan bakat yang Dia diberikan, tapi dia ingin Anda bergantung sepenuhnya pada-Nya.
Jadi dalam hal ini saya merasakan beban kantor dan saya membawanya ke kaki salib. Apa lagi yang bisa Anda lakukan? Ada sebuah plakat kecil saya simpan di kantor saya yang telah lama diberikan pada saya. Tertulis di plakat ini suatu kalimat dari Prophets and Kings, halaman 31. “Ketika seorang pembawa beban menginginkan hikmat lebih besar daripada kekayaan, kekuasaan, atau ketenaran, ia tidak akan kecewa. Orang tersebut akan belajar dari Guru Besar itu, tidak hanya apa yang harus dilakukan, tetapi bagaimana melakukannya dengan cara yang disetujui Ilahi. “ Saya menemukan diri saya dalam kondisi sama seperti Salomo pada awal pemerintahannya. Hanya Tuhan yang sanggup membawa beban perannya ini. Selama lima tahun terakhir, saya telah melihat bagaimana Tuhan melakukan intervensi pada banyak kesempatan, bagaimana Dia telah mengatur hal-hal yang jauh melebihi apa yang saya bayangkan atau bisa dilakukan secara pribadi. Ada Lengan suprana tural di gereja ini, dan Tuhan tidak akan meninggalkannya. Jadi itulah yang memberi saya dorongan. Kita semua, dalam kapasitas apa pun yang kita miliki dalam melayani—administrator, pendeta, atau orang awam—seharusnya merendahkan diri di hadapan Tuhan, memohon kepadaNya untuk hujan akhir, Roh Kudus. Ketika saya melihat jadwal Anda—jadwal perjalanan menakjubkan dalam lima tahun terakhir—Saya bertanya- tanya di mana Anda akan menemukan stamina untuk melakukan itu dalam periode berikutnya.
Nah, saya pikir saya tidak akan melakukan perjalanan cukup banyak seperti itu. Jika istri saya ada hubungannya dengan itu, kami tidak akan! Realitas dan alasan tertentu memaksakan batas-batas. Saya pikir akan menjadi sangat penting untuk menghabiskan waktu tambahan dalam refleksi spiritual untuk memahami bagaimana Tuhan menginginkan gereja ini berjalan. Pergi ke sana-sini mungkin tampak seperti kemajuan, tetapi dengan teknologi saat ini, jauh lebih mudah untuk membuat koneksi yang dibutuhkan secara elektronik daripada bahkan sekitar 10 atau 15 tahun
09 - 2015 | Adventist World
5
Saya bergabung dengan Anda dalam doa itu! Mengingat keputusan penting yang akan dibuat di acara GC ini—dalam beberapa hari—perihal bahasa yang lebih baik untuk Kepercayaan Dasar, apakah setuju atau tidak untuk memungkinkan divisi membuat keputusan pengurapan wanita untuk pelayanan—ada kemungkinan orang atau kelompok yang mungkin kecewa dengan salah satu keputusan yang dibuat di sini. Anda telah terpilih untuk memimpin seluruh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Apakah yang akan Anda katakan kepada mereka yang mungkin kecewa dengan beberapa keputusan yang dibuat di sini, di San Antonio?
Nah, saya akan mengarahkan mereka untuk suatu fakta bahwa terlepas dari apa pun keputusan yang gereja buat pada sejumlah isu, gereja ini tetaplah biji mata-Nya. Apa pun keputusan yang diambil, meskipun mereka mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda, tidak ada tempat lain untuk pergi. Ini adalah gereja Allah yang sisa. Jika Anda tidak percaya itu, maka Anda harus, dalam pikiran Anda sendiri, mencari jalan lain. Tapi saya tidak membaca di mana saja dalam Alkitab atau dalam Roh Nubuat bahwa akan ada umat sisa yang lain. Jadi saya akan memohon bagi siapa saja yang kecewa, bahkan mereka yang mungkin merasa sedih, bahwa ada gambaran yang jauh lebih besar. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh akan terus melewatinya, tetapi tidak hanya sebagai organisasi manusia. Ini adalah sebuah pergerakan, pergerakan dengan peka-
6
Adventist World | 09 - 2015
J o s e f
Percayalah, banyak dari kita akan berdoa bahwa Anda mendapatkan lebih banyak waktu tidur dalam lima tahun ke depan!
K i s s i n g e r
yang lalu. Teknologi telah maju ke titik di mana hal itu memungkinkan untuk berada dalam setiap hubungan konstan pada saat itu juga hampir di mana saja di dunia, dan saya telah belajar untuk membuat manfaat penuh penggunaan e-mail dan SMS. Tapi Anda benar: Ada batas untuk sesuatu yang dapat ditangani tubuh!
LIMA TAHUN BERIKUT: Ketua General Conference, Ted N. C. Wilson, kembali menerima kepemimpinan gereja.
baran Alkitab. Pemahaman yang membantu kita semua menemukan stabilitas untuk kehidupan kita sendiri dan misi gereja. Mungkin ada saat-saat ketika Anda akan terus tidak setuju dengan keputusan untuk jangka waktu yang panjang, tetapi Roh Nubuat mendesak kita bahwa ketika General Conference di sesi ini membuat keputusan, kita perlu merendahkan diri di hadapan keputusan itu dan tidak bertahan dalam pemikiran sendiri dan yang menggelisahkan itu. Saya menyadari bahwa beberapa orang mungkin tidak melihat hal itu sebagai respons yang tepat, tapi kekesalan atau kekecewaan bisa berubah menjadi kepahitan jika kita tidak hati-hati. Kita harus menempatkan masalah itu di hadapan TUHAN dan berkata, “Tuhan, tolong saya dalam mengerjakan pekerjaan saya dan melihat gambaran besar, karena misi dan keselamatan utama dari orang banyak pada kedatangan-Mu yang segera adalah yang paling penting.” Pengalaman saya sendiri secara periodik dalam pertemuan penginjilan seperti yang saya lakukan baru-baru ini di Zimbabwe—mengkhotbahkan kebenaran Alkitab—mengingatkan saya bahwa tujuan utama Allah bagi gereja-Nya selalu lebih besar daripada keputusan tunggal. Sudut pandang saya tentang masalah apa pun, dan seberapa kuatnya saya
mempertahankannya, akhirnya harus menyerah pada tujuan Allah yang lebih besar yang Ia miliki bagi umat-Nya pada zaman akhir. Saya menduga bahwa Anda sering harus memimpin proses komite yang berakhir dengan keputusan yang lain dari apa yang Anda mungkin harapkan.
Berkali-kali. Dan saya telah belajar bagaimana pentingnya untuk melihat gambaran besar, mengingat bahwa Tuhan bertanggung jawab atas hasilnya. Anda telah dikenal dalam lima tahun terakhir untuk meluncurkan serangkaian inisiatif utama—“Kebangunan Rohani dan Reformasi,” “Proyek The Great Controversy,” “Pelayanan Kesehatan Menyeluruh,” dan “Misi ke Kota.” Haruskah kita berharap lebih banyak inisiatif semacam ini dalam lima tahun ke depan, atau Anda berharap terutama untuk membangun momentum bagi inisiatif yang sudah diluncurkan?
Inisiatif luas yang telah memberi kita dasar yang kuat untuk lima tahun terakhir ini—dan hal itu bukan karena saya karena semua itu dari Alkitab dan Roh Nubuat— semua hal itu akan tetap menjadi dasar. Tapi ada tiga fokus area yang saya harap akan mencirikan semua yang kita lakukan dalam lima tahun ke depan.
ge ner a l
D o m i n i k
Z e h
Yang pertama adalah penekanan pada Kristus dan kebenaran-Nya: Itulah inti dari pekabaran tiga malaikat. Pekabaran ini membawa orang kembali untuk menyembah Allah yang sejati, untuk mewujudkan keindahan kebenaran-Nya dan anugerah yang meliputi kita, dan dengan pengalaman penyucian, yang juga adalah pekerjaan-Nya. Semua inisiatif yang telah diluncurkan mengarah pada pemulihan maksud pekabaran tiga malaikat—memulihkan umat kembali ke hubungan sempurna dengan Tuhan. Kita akan memiliki Kristus dan kebenaran-Nya dalam setiap program dan proses yang kita mulai atau lanjutkan. Area fokus kedua adalah kesetiaan. Kita hidup dalam budaya yang sangat eksistensialisme yang menunjukkan bahwa tidak ada kesetiaan yang permanen. Tapi Tuhan memanggil kita untuk meningkatkan kesetiaan kepada-Nya dan Firman-Nya. Kita akan berbicara tentang kesetiaan dalam hubungan pribadi, kesetiaan dalam kebenaran Alkitab, kesetiaan dalam mempelajari firman. Kita akan menggarisbawahi kesetiaan dalam doa, dalam mempelajari Roh Nubuat, dalam hubungan keluarga, dan di
O th 6 co nfe ren ce se ssio n
bagian yang secara pribadi saya memiliki beban khusus, seperti kehadiran di Sekolah Sabat. Kesetiaan hanya dapat terjadi bila kita menyadari ketergantungan total kita kepada Kristus dan kebenaran-Nya. Hal ketiga adalah benar-benar penting, dan itu adalah jumlah keterlibatan anggota—pemberdayaan kaum awam bagi penginjilan dan bersaksi, sehingga kita tidak hanya memiliki kelompok profesional yang dibayar untuk melakukan penjangkauan, tetapi anggota gereja di seluruh dunia mengakui bahwa ini adalah pekerjaan kita. Ellen White membuat pernyataan indah ini di Testimonies, jilid 9, halaman 117: “Pekerjaan Allah di bumi ini tidak pernah selesai hingga pria dan wanita yang terdiri keanggotaan gereja kita bekerja dan menyatukan upaya mereka dengan para pendeta dan pengurus gereja.“ Ini akan menjadi salah satu bagian penekanan terbesar dalam lima tahun yang baru—membuat semua orang terlibat. Tidak semua orang perlu berkhotbah untuk seri penginjilan—meskipun banyak yang bisa melakukan hal itu bahkan belum pernah membayangkannya! Namun pemahaman karunia keselamatan berarti bahwa setiap orang perlu menemukan suatu cara di mana mereka dapat menjadi bagian dari rencana Tuhan untuk menjangkau dunia. Saya melihat bagaimana keterlibatan energi baru-baru ini di Zimbabwe, di mana 20 orang muda dari Konferens ArkansasLouisiana datang dan mengadakan pertemuan penginjilan dengan ShareHim. Itu benar-benar mengubah hidup mereka! Jika Anda membagikan iman Anda—apakah dengan khotbah, mengajar, atau hanya berbicara dengan sesama— Tuhan akan melakukan sesuatu yang dramatis untuk Anda juga. Itu sebabnya Yesus dalam rahmat-Nya telah meminta kita, sebagai umat, untuk terlibat dalam penjangkauan—karena kita membutuhkan kehidupan baru dan kebangunan rohani.
Anda menyebutkan ShareHim, sebuah organisasi yang bekerja dengan anggota gereja dan supporting ministry untuk penjangkauan internasional. Ceritakan pada saya peran pelayanan itu dalam “memobilisasi setiap anggota.”
Selama lima tahun terakhir kita telah mencoba memperluas pemahaman seperti apa sebenarnya supporting ministry itu, dan itu pemahaman itu sepenuhnya didukung oleh Roh Nubuat. Saya tidak berbicara tentang organisasi yang tidak sejalan dengan gereja, tetapi organisasi yang memberi—menggunakan frase yang beberapa orang senangi—“nilai tambah.” Supporting Ministry sejati adalah persis dengan apa yang mereka klaim—mendukung (supporting). Dan jika mereka tidak mendukung, maka tentu saja mereka tidak bagian dari misi yang sedang berlangsung di gereja. Supporting ministry terdiri dari orang yang, untuk alasan apa pun, tidak dibayar oleh gereja. Mereka mencari cara lain di mana dapat membiayai diri mereka sendiri, tetapi mereka sungguh-sungguh fokus pada misi gereja untuk membagikan pekabaran tiga malaikat kepada banyak orang dan bahwa Kristus akan datang segera. Jadi supporting ministry akan memainkan peran penting dalam semua hal ini. Setiap jemaat, setiap pendeta, setiap anggota gereja dapat menjadi bagian dari beberapa pelayanan yang diselenggarakan untuk menjangkau, bukan sebagai penonton, tetapi peserta yang terlibat. Saya tidak tertarik untuk menempatkan rasa bersalah pada kekhilafan orang. Saya juga tidak ingin anggota merasa khawatir dengan keterlibatan, “Oh tidak, kita harus pergi membagikan literatur.” Biarkan Tuhan menuntun Anda untuk sesuatu yang unik dan cocok untuk Anda dan tetap produktif bagi kerajaanNya. Hal ini dapat kreatif—dapat berbeda dari apa yang dirasakan seseorang dalam panggilannya untuk melakukan sesuatu—tetapi jika Tuhan di dalamnya, itu akan membantu untuk membangun kerajaan-Nya.
09 - 2015 | Adventist World
7
O th 6 gen er a l co nfe ren ce Pada saat-saat seperti ini, pewawancara biasanya bertanya pada pemimpin yang baru terpilih, “Apakah masalah terbesar yang dihadapi gereja Advent saat ini?” Apakah yang Anda pikir tetang masalah terbesar ini?
Saya pikir ada dua masalah. Salah satunya adalah upaya besar oleh komunitas—dan saya percaya, oleh Setan—untuk menetralisasi Alkitab, dan bahkan pengetahuan tentang Alkitab. Bahkan dalam konteks Advent, banyak orang
se ssio n
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya—kita adalah pergerakan nubuatan, dengan pekabaran nubuatan, dan pada misi nubuatan. Dan jika anggota tidak memahami semua itu—dan Anda, Bill, sebagai sejarawan akan beresonansi dengan hal ini—mereka tidak mengerti kisah ajaib Tuhan dari pergerakan ini dan bagaimana Dia akan terus memimpin dalam hari-hari yang penuh gejolak. Hampir setiap minggu, tim Adventist Review dan Adventist World mendapat kabar dari anggota gereja yang
Sementara anggota membenamkan diri dalam kebenaran Alkitab dan nasihat inspirasi dari Ellen White, mereka akan menemukan dalamnya pengalaman spiritual yang mungkin tidak disadari sebelumnya.
Advent mungkin tahu tentang Alkitab, tetapi mereka tidak benar-benar tahu Alkitab dengan baik. Itu sebabnya kita telah meluncurkan inisiatif “Believe His Prophets” dan “United in Prayer” untuk lima tahun yang baru—sebagai dorongan untuk benar-benar mengetahui Firman Tuhan dan Roh Nubuat dan menemukan kuasa yang besar dan kerendahan hati dalam doa yang membawa kita ke hujan akhir Roh Kudus. Sementara anggota membenamkan diri dalam kebenaran Alkitab dan nasihat inspirasi dari Ellen White, mereka akan menemukan dalamnya pengalaman spiritual yang mungkin tidak disadari sebelumnya. Isu utama kedua telah menjadi perhatian saya untuk waktu yang lama. Banyak umat Advent mungkin tidak memahami peran pergerakan nubuatan ini dalam komunitas—bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah organisasi yang unik, umat yang dinubuatkan.
8
Adventist World | 09 - 2015
dianiaya karena kebenaran Alkitab. Apa yang akan Anda katakan kepada umat Advent yang berada di tempat yang sulit sekarang ini, di mana mereka tidak bisa secara terbuka mempraktikkan iman mereka atau membagikan kebenaran yang Allah telah pimpin?
Allah memanggil kita dalam situasi apa pun untuk menunjukkan buah Roh. Karakteristik yang indah secara otomatis akan membuat Anda menjadi saksi, bahkan jika Anda tidak dapat secara terbuka berbicara tentang pekabaran Allah mengenai zaman akhir. Tuhan akan membantu Anda untuk mengetahui bagaimana memberi dampak terbaik dalam hidup seseorang—dan mereka akan menyadari perbedaannya. Mereka akan datang dan menanyakan mengapa Anda baik, lembut, dan sabar. Tuhan dapat membantu kita menemukan cara kreatif untuk membawa kebenaran-Nya, bahkan jika kita tidak selalu bisa berbicara secara terbuka tentang hal itu.
Gereja ini bergerak cepat ke daerah di mana ada potensi oposisi besar dari agama-agama lain dan pemerintah. Saya menemukan diri saya sering berpikir dan berdoa bagi orang percaya yang kadang-kadang hanya berjuang untuk mempertahankan iman mereka.
Saya berharap mereka akan tahu bahwa ada banyak orang—jutaan, sebenarnya—yang mengingat mereka dalam doa-doa mereka. Di mana-mana saya pergi, saya mencoba untuk mengingatkan anggota kita bahwa jika Anda merasa seperti Anda berada di sudut kecil di suatu tempat dan tidak terhubung, jangan lupa bahwa Anda adalah bagian integral dari keluarga Advent sedunia. Orang setia membawa Anda dalam doa setiap hari ke surga, dan surga mendengarkan, bertindak, dan melindungi. Apakah Anda berada di negara yang mencintai kebebasan di dunia atau di salah satu negara yang paling ketat, hubungan dengan surga akan membantu Anda ketika Anda merasa kecil hati atau terisolasi. Anda adalah bagian dari keluarga universal, karena semua malaikat Allah juga di sana bersama Anda. Saya tahu Tuhan bekerja pada hati banyak orang di seluruh dunia untuk seruan akhir, yang final, yang besar itu. Sementara saya memandang apa yang terjadi di berbagai situasi di seluruh dunia, saya melihat bahwa akhir zaman ada di hadapan kita. Tuhan akan datang segera! Tuhan bekerja dengan cara yang tidak biasa, dan hujan akhir akan turun. Betapa suatu hak istimewa untuk menjadi bagian dari pergerakan Advent milik Allah saat ini dalam sejarah. Jadi pandanglah Tuhan setiap saat. Angkat Kristus, Firman-Nya, kebenaranNya, perlindungan-Nya, pelayanan bait suci-Nya, kuasa-Nya yang menyelamatkan dalam pertentangan besar, pekabaran tiga malaikat-Nya, pekabaran kesehatan Nya, misi zaman akhir-Nya kepada dunia, dan kedatangan segera-Nya yang kedua kali. Tetaplah kuat, karena tema sesi General Conference 2015 begitu indah menyatakan, “Bangkitlah! Bersinarlah! Yesus Datang Segera!“ n
P h oto :
J o s e f
K i s s i n g e r
Oleh Andrew McChesney dan Marcos Paseggi
“Tidak” Pengurapan Wanita
J o s e f
K i s s i n g e r
Delegasi Memilih
untuk
Ketua GC memohon kepada anggota untuk bersatu dalam misi gereja.
D
elegasi menolak rencana yang akan memungkinkan setiap divisi dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk memutuskan sendiri apakah akan mengurapi seorang wanita untuk pelayanan Injil di wilayahnya. Dengan selisih 1.381-977, dengan lima abstain, delegasi memungut suara secara rahasia, telah mengakhiri proses lima tahun yang ditandai dengan perdebatan dan kadang-kadang dengan sengit. Ketua General Conference Ted N.C. Wilson mengimbau anggota gereja untuk bersatu dalam misi gereja setelah pemungutan suara pada sidang General Conference 2015. “Sekarang adalah waktu untuk bersatu di bawah bendera yang berlumuran darah milik Yesus Kristus dan kuasa-Nya, bukan kuasa kita,” kata Wilson setelah
surat suara dihitung pada tabel di depan Alamodome. “Sekarang adalah waktu untuk menyatukan dalam misi kita sebagai gereja Kristus.” Wilson mengucapkan terima kasih pada delegasi untuk “secara hati-hati dan penuh doa di mana mereka membawa diri mereka sendiri dan memikirkan masalah itu” selama enam jam diskusi. Sebuah sistem pemungutan suara secara rahasia digunakan sebagaimana yang disebutkan oleh petugas General Conference yaitu proses pemungutan suara yang paling adil dan aman yang dapat diperoleh saat itu. “Kami telah mencoba untuk menjadi transparan, jujur, dan bijaksana, dan untuk memastikan privasi suara yang terbaik yang dapat kita lakukan,” kata Nancy Lamoreaux, kepala informasi General Conference dan penye-
lenggara logistik untuk pemungutan suara hari Rabu. Surat suara yang dicetak di atas kertas, dipotong dengan ukuran setengah selembar kertas surat, dan dibagi dua. Setengah terkandung kata “Ya,” dicetak dalam lima bahasa, dan lainnya kata “Tidak,” juga dalam lima bahasa. Bahasanya adalah bahasa Inggris, Spanyol, Perancis, Jerman, dan Portugis. Sistem pemungutan suara rahasia dipersiapkan dengan baik sebelum sesi General Conference sebagai cadangan jika sistem pemungutan suara elektronik tidak berfungsi baik, kata Myron Iseminger, undersecretary yang mengawasi sektor pemungutan suara di sesi GC. Sistem e-voting, yang dimulai pada sesi GC, terbukti bermasalah, dan delegasi memutuskan pada Minggu untuk tidak menggunakannya lagi. “Dari awal kami memiliki rencana cadangan dalam kasus jika surat suara elektronik tidak bekerja,” kata Iseminger. Wilson, yang membuka sesi pagi memohon bagi anggota gereja untuk mematuhi hasil suara ini, menggarisbawahi baik sebelum dan setelah pemungutan suara bahwa keputusan yang dibuat oleh General Conference di sesi ini membawa otoritas tertinggi di gereja Advent. Diskusi sepanjang hari, yang dimulai pukul 09.30 pagi dan tertunda untuk dua jam makan siang di siang hari, sempat berhenti hampir selusin kali untuk berdoa. Peserta terlibat dalam doa satu per satu, dan doa kelompok. Memberi waktu lebih banyak pada sesi itu karena para peserta memenuhi ruang doa khusus yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kependetaan dan Departemen BWA Gene ral Conference.. Wilson dan Michael L. Ryan, yang adalah pensiunan dari Wakil Ketua Gene ral Conference yang mengetuai diskusi hari Rabu itu, menyuarakan kegembiraan, “roh sukacita” yang hadir pada prosesnya. Ryan memastikan kesopanan pertemuan yang tepat diikuti, menegur peserta beberapa kali untuk bertepuk tangan selama diskusi. Delegasi sebelumnya sepakat untuk menahan diri dari tepuk tangan dalam upaya menjaga emosi di bawah kendali.
09 - 2015 | Adventist World
9
10
Adventist World | 09 - 2015
D a m s t e e g t P i e t e r
Ryan, yang mengumumkan hasil pemungutan suara final, menegur sekelompok peserta Alamodome yang bertepuk tangan. “Tidak ada kemenangan mengenai hal ini,” katanya. “Tidak ada pemenang atau pecundang.” Erton Köhler, Ketua Divisi Amerika Selatan, menggemakan sentimen Ryan bahwa ini bukan kontes politik. “Harapan saya untuk gereja ini adalah tidak memiliki pemenang atau pecundang, tapi masing-masing dapat merasa keputusan itu dari Tuhan dan dapat membuatnya keputusan diri sendiri,” katanya kepada Adventist Review. “Semoga semua orang memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa Tuhan dapat mewujudkan kehendak-Nya dengan cara yang berbeda dari pendapat pribadi.” Jerry Page, Direktur Asosiasi Kependetaan, juga berbicara tentang kerendahan hati. “Jika kita mengambil waktu dalam doa, pengakuan yang rendah hati, pertobatan, dan layanan untuk orang lain, kita dapat bergerak maju bukannya berputar dan akan mundur karena konflik,” katanya. Lisa Beardsley-Hardy, Direktur Departemen Pendidikan, mengatakan ia berharap delegasi akan menunjukkan rasa hormat terhadap satu sama lain. “Harapan dan keinginan saya adalah untuk kesabaran atas nama saudara-saudara yang menghadapi tantangan dalam pelayanan kita yang berbeda di seluruh dunia kami,” katanya. “Sabar adalah anugerah yang hanya dapat datang dari Allah, bukan untuk memegang salah satu atau meninggalkan satu tubuh ketika sesuatu menyinggung kita.” Sebanyak 2.363 surat suara dilemparkan dalam pemungutan suara dalam satu usulan yang disiapkan oleh petugas Ge neral Conference senior dan ketua divisi dan disetujui di Rapat Tahunan 2014, pertemuan para pemimpin gereja Advent sedunia. Usulan itu dibaca secara penuh: “Setelah penelitian Anda yang penuh doa mengenai pengurapan dari Alkitab, tulisan-tulisan Ellen G. White, dan laporan komisi studi, dan setelah pertimbangan hati-hati tentang apa yang terbaik bagi gereja dan pemenuhan misinya, apakah
Atas: PRO DAN KONTRA: Mereka yang ingin berbicara pada usulan itu berbaris antre untuk mengungkapkan pandangan. Kiri: KESADARAN PENUH MENGENAI DOA: Doa yang direncanakan dan secara spontan mewarnai perbincangan sore itu.
J o s e f
K i s s i n g e r
dapat diterima bagi komite eksekutif divisi, bahwa hal itu mungkin dianggap tepat di wilayah mereka, untuk membuat ketentuan untuk pengurapan wanita pekabaran Injil? Iya atau tidak.” Sebanyak 40 delegasi—20 yang mendukung dan 20 yang menentang usulan itu—datang ke mikrofon untuk mengekspresikan posisi mereka pada usulan itu. Diskusi dihentikan 35 kali oleh delegasi yang ingin membuat “titik ketertiban,” keberatan terhadap bagaimana beberapa aspek dari proses itu dilakukan. Setengah jalan melalui proses di sore hari itu, Ryan mengundang Jan Paulsen, mantan Ketua General Conference, untuk membuat pernyataan. Paulsen mendesak delegasi untuk memilih “ya,” mengatakan itu adalah masalah kepercayaan. Dia mengatakan anggota gereja harus percaya bahwa rekanrekan mereka di divisi lain lebih tahu apa yang gereja lokal mereka butuhkan.
Ryan juga mengundang Wilson untuk membuat pernyataan. Wilson tidak merekomendasikan “ya” atau “tidak,” hanya mengatakan, “pandangan saya sudah cukup diketahui banyak orang dan saya percaya hal itu didasarkan pada Alkitab.” Proses pada hari Rabu itu dimulai dengan kesepakatan dari para delegasi untuk mengakhiri pembicaraan karena pemungutan suara pukul 16.30 dimulai. Sementara waktu semakin habis, sejumlah delegasi mendesak Ryan untuk memperpanjang diskusi, tapi Ryan menyatakan permintaan itu tidak disetujui. Sekretaris Eksekutif General Confe rence, G.T. Ng menunjukkan selama diskusi hari Rabu itu, General Conference berharap untuk kepatuhan penuh dari semua entitas gereja. “Kita adalah satu gereja,” kata Ng. Sandra Blackmar dan Michael Campbell berkontribusi untuk laporan ini.
ge ner a l
O th 6 co nfe ren ce se ssio n
Oleh Andrew McChesney
Peristiwa Terkini mengenai
Kepercayaan
Dasar
Revisi yang memodernisasi dan membuat kata lebih tepat tanpa mengubah keyakinan.
D
elegasi pada sesi General Conference di San Antonio, Texas, menyetujui memperbarui 28 Kepercayaan Dasar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, antara lain, menggarisbawahi ajaran gereja dari minggu penciptaan literal. Pernyataan inti Kepercayaan Dasar gereja tidak pernah disentuh sejak pertama kali diadopsi pada tahun 1980, dengan pengecualian tunggal dari keyakinan tambahan dalam persetujuan tahun 2005. Persetujuan delegasi pada hari Selasa, 7 Juli, setelah dua hari diskusi, menandai akhir dari proses revisi dan penelitian lima tahun. Tak satu pun dari revisi itu mengubah salah satu Kepercayaan Dasar itu, dan yang banyak direvisi hanya memperbarui dan memperbaiki naskahnya, Ketua General Conference, Ted N.C. Wilson meyakinkan delegasi pada awal diskusi. “Kita tidak mengubah Kepercayaan Dasar kita,” kata Wilson. “Kita hanya mencoba untuk memperkaya kalimatnya dan membuat agar dapat lebih mudah dimengerti.” Komite pemeriksaan mengubah 21 dari 28 Kepercayaan Dasar, dan Artur A. Stele, salah satu Wakil Ketua General
Conference dan Ketua Fundamental Belief Review Committee, menyajikan perubahan yang diajukan kepada para delegasi. Banyak perubahan yang diusulkan adalah hal yang kecil, seperti penggantian kata “which” dengan “that” untuk mencerminkan penggunaan modern. Misalnya “man” dan “mankind” diubah menjadi “people” dan “humanity” untuk membuat mereka inklusif gender. Delegasi sangat didukung revisi yang menjelaskan bahwa pernikahan adalah antara seorang pria dan seorang wanita dalam keyakinan pasal 23. Para delegasi mempertimbangkan dan menyetujui merevisi 24 kepercayaan dasar pada Senin, memungut suara pada kepercayaan dasar itu satu per satu. Hasil suara dua pertiga diperlukan untuk merujuk pasal tertentu untuk kembali ke komite revisi. Tapi rekomendasi untuk sekitar empat kepercayaan—pada Alkitab (pasal 1), Penciptaan (pasal 6), yang Pertentangan Besar (pasal 8), dan Pelayanan Yesus di Bait Suci Surgawi (pasal 24)—dikirim kembali ke komite revisi untuk dipelajari lebih lanjut. Komite revisi itu kembali pada hari Selasa dengan amandemen yang membawa perhatian delegasi.
Sebagian besar diskusi pada hari Senin dan Selasa berpusat di sekitar topik “Penciptaan,” di mana naskah itu direvisi untuk menambahkan kata “recent” untuk menggambarkan bumi diciptakan dan “enam hari literal” untuk menjelaskan lamanya minggu penciptaan. Di antara delegasi yang membuat rekomendasi untuk perubahan tambahan yang datang ke mikrofon adalah Jiřri Moskala, dekan Advent Theological Seminary di Andrews University; Richard M. Davidson, profesor Interpretasi Perjanjian Lama di seminari tersebut; dan Lawrence T. Geraty, mantan Rektor La Sierra University. Wilson mengawali diskusi hari kedua dengan mengucapkan bahwa satu kata dapat ditafsirkan dalam banyak cara, tetapi kata “recent” dipilih karena “kita perlu mempertegas bahwa proses ini tidak berlangsung pada tahun-tahun yang sudah lama.” Wilson mengatakan ia secara pribadi percaya bahwa usia bumi adalah sekitar 6.000 tahun. “Tapi kita tidak menempatkan bahasa itu di sini. Kita menggunakan kata ‘recent,’“ katanya dalam sebuah pengakuan bahwa orang Advent tidak seragam dalam pemahaman mereka tentang usia bumi yang tepat. Ángel Manuel Rodríguez, mantan Direktur Biblical Research Institute milik gereja dan anggota komite revisi, berkata bahwa orang Advent telah memperkirakan bumi berusia 6.000 sampai 12.000 tahun, tetapi bersatu dalam memercayai bahwa “penciptaan telah berlangsung tidak pada tahun-tahun lalu yang sudah terlalu lama.” Dia melihat kata “recent” sebagai deskripsi yang dapat diterima. “Gereja tidak pernah membuat tanggal tindakan Penciptaan Ilahi,” katanya. Beralih ke kalimat “enam hari literal” dalam Kepercayaan Dasar yang sama, Rodríguez mengatakan tidak ada yang menunjukkan bahwa penciptaan terjadi dalam enam hari persis 24 jam tetapi hanya bahwa hal itu terjadi di “hari literal.” “Kejadian 1 hingga 3 menjelaskan apa yang benar-benar terjadi di sana. Ini adalah catatan sejarah,“ katanya.
09 - 2015 | Adventist World
11
Dimasukkannya kata-kata “enam hari literal” mendapat dukungan cepat dari James Standish, delegasi dari Divisi Pasifik Selatan, yang mengatakan bahwa teks yang direvisi mencerminkan kejelasan khas “Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.” “Jika enam hari pertama tidak hari literal, mengapa kita beristirahat pada hari ketujuh literal?” Tanyanya. Tapi Adrian Platts, delegasi dari Divisi Samudera India Afrika Selatan, kata hari literal tidak bisa dihitung oleh pengaturan terbit dan terbenamnya matahari karena matahari diciptakan pada hari keempat dalam minggu penciptaan. Delegasi lain, Marvin Wray dari Divisi Amerika Utara, berkata bahwa kata “recent” ini terlalu ambigu. “Siapakah kita untuk dapat menebak usia bumi?” Katanya, dalam mengutip Ayub 38 di mana Allah meminta Ayub, “Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?” Delegasi lainnya berbicara sangat keras dalam mengadopsi revisi “Penciptaan.” Clifford Goldstein, seorang editor Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa dan delegasi General Conference, mengatakan bahwa teks baru itu adalah respons yang tepat dalam upaya membawa teori evolusi ke dalam gereja. Kathryn Proffitt, delegasi General Conference lain, mencatat bagaimana anaknya telah meninggalkan gereja karena kebingungan atas apa yang diajarkan padanya tentang asal-usul bumi di sekolah Advent. Para delegasi memiliki masalah yang kecil dengan revisi keseluruhan Kepercayaan Dasar yang membuat kepercayaan itu menjadi inklusif gender kecuali saat presentasi dari kepercayaan pasal 1 mengenai Alkitab. Komite revisi itu merekomendasikan menggunakan kata “penulis terinspirasi” gantinya “orang suci Allah.” Beberapa delegasi lain membuat perbedaan antara “pengarang” dan “penulis,” yang mengatakan bahwa Allah adalah Pengarang dari seluruh Alkitab dan manusia adalah penulisnya. Delegasi lainnya menyuarakan perhatian bahwa penggantian kata “pria” dengan “para pengarang”
12
Adventist World | 09 - 2015
mungkin terkait dengan budaya modern, yang mengatakan bahwa hanya pria yang menjadi penulis Alkitab, jadi tidak perlu menggunakan bahasa inklusif gender. Bill Knott, anggota komite revisi dan Editor Adventist Review, meyakinkan para delegasi bahwa anggota komite telah berusaha penuh berdoa untuk mencegah tekanan budaya atau masyarakat ketika
mereka memikirkan kata-kata dari kepercayaan pasal 1. Tidak ada perubahan yang dilakukan pada rekomendasi komite untuk Kepercayaan Dasar pasal 1, pernyataan Alkitab. Dalam suatu tanda perihal ketenangan delegasi saat menerima revisi akhir, diskusi itu selesai sekitar 20 menit sebelum istirahat makan siang dijadwalkan,
Apa yang Berubah Oleh Ed Zinke
dalam Kepercayaan Dasar Sekilas pada pernyataan yang direvisi dan mengapa.
G
ereja Masehi Advent Hari Ketujuh jarang merevisi Kepercayaan Dasarnya. Jadi mengapa sekarang hal itu perlu? Setidaknya ada tujuh alasan mengapa denominasi ini mempertimbangkan revisi atas kepercayaannya. Hal ini mungkin untuk— A. Mencari bahasa dan struktur kalimat yang lebih halus. B. Mencari bahasa yang lebih mudah untuk diterjemahkan ke dalam bahasa lain. C. Memperbarui terminologi ketika makna atau penggunaan bahasa telah berubah. D. Memperjelas bahasa yang mungkin tidak jelas dalam pendirian gereja. E. Menekankan situasi baru yang menuntut klarifikasi.
F. Menambahkan penekanan yang tidak disebutkan dalam kalimat sebelumnya. G. Mengubah atau menambahkan pernyataan baru yang menambah atau mengubah arti dari kalimat sebelumnya. Tidak ada perubahan dalam Kepercayaan Dasar yang diadopsi pada hari Selasa itu, yang mewakili kategori G. Sementara itu, tidak ada penambahan utama (kategori F), yang ada hanyalah yang hal yang minor. Misalnya, kepercayaan pasal 2, “Keallahan,” ditambahkan kalimat “Allah, yang adalah kasih.” Kepercayaan pasal 11, “Bertumbuh dalam Kristus,” menekankan dimensi sosial Kristen yang Alkitabiah. Menegaskan kasih Allah dan menekankan kesejahteraan masyarakat selalu penting bagi gereja kita.
ge ner a l
O th 6 co nfe ren ce se ssio n
meskipun acara ini dijadwalkan berlangsung sepanjang pagi. Stele, ketua komite revisi, juga mengumumkan pada hari Selasa General Conference merencanakan untuk menerbitkan buku yang mudah dibaca yang mengandung Kepercayaan Dasar. Dia berbicara setelah beberapa delegasi dari Divisi
Trans-Eropa menyatakan keprihatinan mengenai jiwa yang baru dibaptis menjadi Advent dan orang muda Advent yang menghadapi kesulitan terkait dengan kepercayaan dalam keberadaan mereka saat ini. Stele menyerukan bahwa kepercayaan ini akan dijelaskan dalam bahasa modern dengan tujuan menjangkau generasi baru.
Stele mengakui bahwa naskah Kepercayaan Dasar“ ini mungkin tidak menjadi alat penginjilan terbaik.” Tapi, ia menambahkan, “Kita berniat untuk bekerja pada sebuah buku yang akan membuat generasi muda mengerti bahasanya.” n
Banyak perubahan terjadi pada kategori A dan B. Sebagai contoh, di pasal 17, “Karunia Rohani dan Tugas Pelayanan,” kata yang berubah dari “which” menjadi “that”; pasal 25, “Kedatangan Kristus yang Kedua Kali,” memiliki perubahan frase dari “Kristus akan datang segera” menjadi “kedatangan Kristus sudah dekat.” Perubahan ini tidak hanya memiliki manfaat dari menggunakan bahasa Alkitab, tapi hal itu membuat lebih mudah dibaca dan lebih mudah untuk diterjemahkan. Ada juga banyak perubahan dalam kategori C, perubahan makna bahasa. pasal 7, yang disebut “The Nature of Man,” sekarang menjadi “The Nature of Humanity,” mewakili bahasa gender inklusif. Dalam pasal 23, “Pernikahan dan Keluarga,” istilah “pasangan” diubah menjadi “seorang pria dan seorang wanita.” Arti kata “pasangan” mengacu pada pernikahan telah berubah dalam penggunaan sosial untuk menunjukkan komitmen untuk pernikahan sesama jenis atau lawan jenis. Arti kalimat itu saat ini tidak lazim pada tahun 1980 ketika pernyataan itu terakhir direvisi. Sinyal perubahan redaksi ini menyatakan bahwa gereja akan tetap setia pada konsep pernikahan Alkitabiah terlepas dari perubahan budaya kontemporer saat ini. Perubahan signifikan terjadi dalam kategori D. Pada pasal 9, “Hidup, Mati dan Kebangkitan Kristus,” istilah “tubuh”
ditambahkan di depan kata “dibangkitkan.” Kita sekarang telah mengklarifikasi bahwa kebangkitan Yesus bukanlah pengaruh atau roh, tetapi kebangkitan tubuh Kristus secara aktual secara total sebagai Seseorang, termasuk tubuh-Nya. Meskipun Alkitab menekankan titik ini, banyak ditolak oleh teolog, yang tidak mengakui historisitas Alkitab. Oleh karena itu penting untuk menambahkan kata ini “tubuh”—urusan yang belum selesai dilakukan dibawa dari perhatian 35 tahun yang lalu. Pasal 18, “Karunia Nubuat”: Beberapa orang merasa bahwa pernyataan gereja sebelumnya memberikan pernyataan otoritas yang sebanding dengan Alkitab kepada salah seorang pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Ellen G. White. Perubahan telah dibuat untuk menghapus potensi ambigu ini. Ellen G. White sendiri menekankan bahwa otoritas tulisannya bergantung pada Alkitab. Kata-kata baru dari pernyataan ini tidak, dengan cara apa pun, mengurangi pemahaman gereja dari otoritas Alkitab atau otoritas kenabian Ellen G. White. Pasal 8, “Pertikaian Besar”: Pernyataan sebelumnya terdapat kalimat “seluruh dunia” mengenai peristiwa banjir Alkitabiah. Maksud dari pernyataan itu adalah untuk mewakili ajaran Alkitab bahwa banjir itu menutupi seluruh dunia. Hal itu tidak mengantisipasi bahwa “seluruh dunia” akan ditafsirkan ulang oleh mere-
ka yang tidak menerima historisitas Kejadian 1-11 yang berarti “dunia yang kemudian dikenal,” yang menggambarkan banjir regional yang besar. Dengan demikian, di sesi GC ini kata itu diubah menjadi “global.” Pasal 6, “Penciptaan” adalah alasan utama mengapa Kepercayaan Dasar ini ditinjau kembali di GC Session. Pernyataan yang ada telah ditafsirkan ulang oleh beberapa orang dengan maksud hampir apa saja yang mereka inginkan tentang asal-usul, termasuk evolusi teistik. Dengan demikian Rapat Tahunan 2004 menghasilkan sebuah pernyataan yang menjelaskan bahwa kehidupan di bumi ini terjadi persisi seperti yang dinyatakan dalam Kejadian 1 dan 2. Mereka yang memilih untuk menafsirkan kembali Kepercayaan Dasar pasal 6 menyatakan bahwa pernyataan Rapat Tahunan 2004 tidak cukup, karena itu harus disahkan di di GC Session. Dengan demikian, pernyataan tahun 2004 ditegaskan pada GC Session tahun 2010 dengan permintaan bahwa tindakan substansi itu berlaku bagi pernyataan Kepercayaan Dasar. Revisi pernyataan itu disahkan oleh pertemuan ini, membuat jelas bahwa Allah menciptakan kehidupan dalam enam hari yang sebenarnya, dan dengan penambahan hari Sabat, itu adalah seminggu seperti yang kita kenal saat ini. n
09 - 2015 | Adventist World
13
K E P E R C A Y A A N
D A S A R
Pada Mulanya Oleh Clinton Wahlen
PASAL 6
Allah
Mengakui enam hari keajaiban Allah
D
ulu saya selalu yakin bahwa alam semesta dan semua asal-usul kehidupan melalui proses evolusi terbuka untuk kita pelajari. Di kemudian hari saya telah belajar bahwa proses makroevolusi ini tidak terbuka untuk dipelajari, karena jutaan tahun akan diperlukan untuk mengonfirmasi hal itu melalui observasi ilmiah. Saya juga tahu tentang “mata rantai yang hilang” (atau “bentuk transisi”) yang perlu ditunjukkan bagaimana manusia berasal dari primata seperti kera. Kemudian saya menemukan bahwa ada rantai yang hilang, tak terhitung jumlahnya untuk semua jenis kehidupan, bukan hanya satu.
Menemukan Kebenaran
Suatu realisasi mengejutkan saya, bahwa evolusi sama sekali bukanlah teori ilmiah, karena tidak dapat diuji; bahwa itu hanyalah metanaratif yang digunakan oleh para ilmuwan untuk membentuk hipotesis dan teori-teori yang dapat diuji secara ilmiah dan dikonfirmasi atau dibatalkan. Seperti yang saya baca untuk pertama kalinya di Alkitab tentang penciptaan, hal itu begitu elegan dan dipercaya—bahkan
14
Adventist World | 09 - 2015
dengan semua pengetahuan ilmiah kita. Kejadian itu adalah unik. Tidak ada kisah penciptaan kuno lainnya yang jauh berkredibilitas pada zaman ini. Namun demikian, beberapa orang Advent telah mulai memasukkan evolusi ke dalam campuran “enam hari” pertama—dan dengan itu, predasi, penderitaan, kematian, dan “minggu” penciptaan berlangsung ratusan juta tahun—dalam waktu yang sama “28 Kepercayaan Dasar“ diakui. Dengan demikian, mengklarifikasi pernyataan kita pada penciptaan sudah menjadi prioritas utama. Penyuntingan Kepercayaan Dasar Pasal 6
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh selalu membaca Kejadian secara harfiah, penciptaan dalam enam hari literal, bukan sebagai deskripsi kehidupan berkembang selama jutaan tahun. Revisi dilakukan pada sidang General Conference 2015 yang tidak mengubah substansi keyakinan kita; mereka hanya mengurangi potensi kesalahpahaman dengan mengkla rifikasi tiga kalimat pertama: Kata “sejarah” telah ditambahkan. Alkitab memberikan “catatan otentik” dari aktivitas kreatif Tuhan, tapi kita juga per-
caya itu adalah sejarah. Kejadian 1 secara akurat menggambarkan apa yang diciptakan Allah pada setiap hari dan urutan yang Dia menciptakannya. Tiga ide telah diklarifikasi: Sejak Alkitab menunjukkan bahwa Allah membuat “dunia” lainnya selain dunia kita (Ibr. 1:2; 11:3). Dan mungkin lebih awal dari kita (kata Yunani aionas mengacu ke waktu yang tak terbatas), kalimat itu dimulai dengan menunjukkan bahwa Allah menciptakan seluruh alam semesta untuk pertama kali, sebelum penciptaan enam hari. Lebih banyak referensi Alkitab ditambahkan untuk mendukung pandangan kita (Yes. 45:12, 18; Kis. 17:24; Kol. 1:16; Ibr. 1:2). Kata “baru” (recent) menegaskan bahwa penciptaan dunia kita berlangsung beberapa ribu tahun yang lalu, bukan jutaan tahun yang lalu. Kejadian 5 dan 11, yang berisi chronogenealogies menunjukkan penciptaan yang baru terjadi (recent), yang dimasukkan ke dalam daftar referensi Alkitab untuk mendukung penambahan dan klaim kalimat pertama yang menyatakan bahwa hal ini adalah catatan sejarah.
Sekarang telah termasuk penafsiran Kejadian yang terkait dengan perintah Sabat (Kel. 20:11), yang membatasi enam hari penciptaan dunia kita, dengan tiga ruang dan “semua yang ada di bumi”: “langit” (angkasa), “bumi” (tanah), dan “laut” (air). Dukungan Alkitabiah untuk tiga lingkungan tersebut (Wahyu 10: 6) dan untuk sentralitas Sabat dan penciptaan enam hari untuk umat Allah zaman akhir (Wahyu 14:7) juga ditambahkan ke daftar referensi itu. Kata-kata ditambahkan untuk menghilangkan ambigu yang tersisa dan untuk memperjelas bahwa kita tidak percaya pada skala waktu yang panjang atau proses evolusi dalam penciptaan: Tuhan tidak hanya menyelesaikan pekerjaan-Nya selama minggu penciptaan—sebanyak karya kreatif-Nya di planet ini yang terjadi bahkan sebelumnya dan dalam periode waktu yang lebih lama— Dia juga “berperan” dalamnya. Pekerjaan penciptaan milik Tuhan terjadi “selama enam hari literal,” sehingga tidak hal itu tidak termasuk kemungkinan bahwa “enam hari” itu adalah simbolik dari ribuan atau jutaan tahun. Keenam hari “bersama-sama dengan hari Sabat yang merupakan satuan yang sama dari waktu yang kita sebut mingguan saat ini.” Hari ketujuh adalah bagian integral dari minggu penciptaan, tidak dipisahkan oleh celah dari waktu yang panjang. Juga, bahwa minggu pertama bukan hanya “seperti” seminggu pada saat ini, tapi “satuan waktu yang sama.”
Bagaimana Penyuntingan Kita Membantu
Beberapa orang mengatakan bahwa pernyataan asli kita pada penciptaan baik-baik saja, dan itu—bagi mereka yang berpegang pada penafsiran literal dari Kitab Kejadian. Tapi karena pernyataan itu disetujui pada tahun 1980, jumlah yang banyak dari orang Kristen, bahkan beberapa yang mengaku memiliki pandangan yang tinggi terhadap Kitab Suci, sekarang membaca kitab Kejadian dengan pandangan yang sangat berbeda, sehingga membuat ruang untuk proses evolusi yang membutuhkan waktu jutaan bahkan miliaran tahun. Revisi ini adalah untuk waktu seperti ini. Pernyataan itu tidak meninggalkan ruang demi keraguan tentang apa yang kita percayai sebagai orang Advent, tidak ada ruang untuk berdalih, tidak ada ruang untuk ragu-ragu. Pernyataan itu tidak pernah dimaksudkan untuk itu sebelumnya, dan revisi ini membuatnya menjadi jelas. Ketika, saya sebagai seorang ateis, saya mulai membaca Alkitab, tiga bagian tentang penciptaan yang mendalam membuat saya terkesan. Yesaya 40:26-28 tampaknya berbicara langsung kepada saya: “Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua.... Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung.” Saya tidak pernah tahu dan tidak pernah mendengar. Tapi
begitu saya mulai membuka mata saya dan berpikir tentang hal ini dengan serius, saya menemukan keajaiban dunia yang penuh dengan kehidupan terbaik yang dijelaskan oleh Kitab Kejadian. Dua Petrus 3:3, 4 menjelaskan ateisme saya dengan sempurna. Saya adalah salah satu dari pengejek zaman akhir ini. Saya telah, berdasarkan uniformitarianisme, bertanya pada teman Kristen saya, “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula.“ Hal itu datang cukup mengejutkan untuk menemukan bahwa pikiran skeptis saya sudah dicatat dalam Alkitab! Wahyu 14:6, 7 memprediksi bahwa iman dalam kitab Kejadian mengenai penciptaan dan hari ibadah Sabat hari ketujuh akan menjadi isu besar di hari-hari terakhir. Hati saya dimenangkan oleh kasih menakjubkan dan anugerah Allah Pencipta yang telah melihat ribuan tahun yang lalu pada dunia di mana saya akan akan hidup saat ini dan bukti yang saya perlukan untuk percaya kepada-Nya. Bagaimanakah dengan Anda? n
Clinton Wahlen ada-
lah seorang Associate Director Biblical Research Institute di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat.
Penciptaan
Allah telah mengungkapkan dalam Alkitab penjelasan otentik dan sejarah dari aktivitas kreatif-Nya. Dia menciptakan alam semesta, dan dalam penciptaan enam hari terakhir Tuhan membuat “langit dan bumi, laut, dan semua yang ada di dalamnya” dan beristirahat pada hari ketujuh. Ia kemudian mendirikan Sabat sebagai peringatan abadi dari pekerjaan yang Dia lakukan dan selesaikan selama enam hari literal yang bersama-sama dengan hari Sabat yang merupakan satuan yang sama dari waktu yang kita sebut seminggu pada saat ini. Pria dan wanita pertama yang diciptakan menurut gambar Allah sebagai karya puncak Penciptaan, diberikan kuasa atas dunia, dan dibebankan tanggung jawab untuk peduli pada dunia. Ketika dunia selesai itu disebut “sangat baik,” menyatakan kemuliaan Allah. (Kej. 1-2; 5; 11; Kel. 20:8-11; Mzm. 19:1-6; 33:6, 9; 104; Yes. 45:12, 18; Kis. 17:24; Kol. 1:16; Ibr. 1:2; 11:3; Why. 10:6; 14:7.) 09 - 2015 | Adventist World
15
Oleh Kimberly Luste Maran
Keturunan Advent
Davy Crockett Mengambil Sikap di Alamo
Ryan McCoy membagikan kasihnya pada Allah di Alamo dan GC Session. 16
Adventist World | 09 - 2015
S
atu keturunan langsung dari “raja perbatasan liar” mengambil sikap bagi Raja alam semesta di Alamo. Ryan McCoy, piut, cicit, cucu dari sekian generasi seorang pahlawan rakyat Amerika, Davy Crockett, datang ke sesi General Conference untuk berpartisipasi dalam sejarah pembentukan kembali misi perbatasan Alamo di mana nenek moyangnya yang terkenal dibunuh pada tahun 1836, dan untuk membuat stan staf untuk pelayanan media Advent di
pusat konvensi sesi ini. McCoy, 41 tahun, generasi ketiga umat Advent, membaca sebagian dari Deklarasi Kemerdekaan (Declaration of Independence) Amerika Serikat (AS) di Alamo pada hari Sabat, 4 Juli, sementara kerumunan orang termasuk istrinya, Kelly, dan putrinya, 7 tahun, tampak di lokasi. “Tidak hanya suatu kehormatan besar untuk berpartisipasi dalam acara ini, tetapi pada titik kritis dalam sejarah ini,
ge ner a l
O th 6 co nfe ren ce se ssio n
Tidak memerlukan banyak orang untuk membuat banyak perbedaan di dunia ini. setiap saat kita dapat membaca tentang Pencipta kita, kita harus mengambil kesempatan itu,” kata McCoy kepada Adventist Review. Deklarasi Kemerdekaan itu memasukkan pernyataan, “semua manusia diciptakan sama, bahwa mereka diberkati oleh Pencipta mereka dengan hak azasi tertentu, di antara hal ini ada kehidupan, kebebasan, dan memperoleh kebahagian.” “Hal ini sangat bermakna untuk menjadi generasi kelima dari cicit dan untuk berada di tempat ini, dan berada di salah satu situs yang paling penting yang mewakili kemerdekaan dan kebebasan dan melawan penindasan dan tirani,” kata McCoy dalam sebuah wawancara di Alamo. McCoy mengatakan dia memahami perjuangan nenek moyangnya. Dia keluar dari gereja Advent di usia 20-an. Dia merayakan ulang tahun ketiga puluh sendirian di hutan Michigan, menyelesaikan bacaan buku The Desire of Ages oleh salah seorang pendiri gereja Advent Ellen G. White. Saat ia menutup buku itu, ia merasa bahwa Tuhan berbicara kepadanya. “Dia berkata, ‘Ryan, ini adalah ulang tahunmu yang ketiga puluh; Anak saya memulai pelayanan-Nya pada hari ulang tahun ketiga puluh-Nya. Apakah yang engkau mau lakukan bagi-Ku?’” Kata McCoy. McCoy mengatakan ia merasa susah dan tidak tenang untuk sisa hari itu. P h oto s :
J o s e f
K i s s i n g e r
Selama sekitar satu tahun ia berdoa agar Tuhan menempatkan dia di garis depan penginjilan. Sekarang McCoy adalah pembicara dan Direktur Sealing Time Ministries, sebuah perusahaan produksi media Advent yang ia mulai dengan istrinya pada tahun 2002. Saudaranya yang terkenal, David “Davy” Stern Crockett, adalah seorang Presbyterian yang luar biasa pada masa hidupnya menjadikan dia nama keluarga di Amerika Serikat. Crockett, sering disebut dalam budaya populer sebagai “raja perbatasan liar,” menjabat sebagai anggota parlemen federal dari Tennessee di DPR Amerika Serikat. Dia berjuang dalam revolusi di Texas, yang merupakan negara Meksiko pada waktu itu, dan terbunuh dalam Pertempuran Alamo pada usia 49 tahun. Keturunan Crockett mempelajari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh setengah abad yang lalu ketika seorang anggota gereja mengatakan kepada kakek McCoy, Alonzo McCoy, Jr., tentang pertemuan penginjilan yang berlangsung di daerahnya. Kakek itu, seorang pendeta Nazarene, menjadi merasa khawatir bagi anggota gerejanya dan memutuskan untuk menghadiri pertemuan Advent, kata McCoy. Dia terus pergi ke pertemuan itu. Setelah seri berakhir, ia belajar lebih banyak. Pada tahun 1961 ia dibaptis. Ayah McCoy, Patrick, bergabung dengan gereja Advent ketika ia berusia 11 tahun, dan baru saja pensiun dari Pacific
Press Publishing Association, di Nampa, Idaho. Konvergensi pembacaan Alamo dan sesi General Conference bukanlah suatu kebetulan. McCoy mengajukan diri untuk berpartisipasi dalam pembentukan kembali setelah memanggil dan mengonfirmasi dengan petugas dari Alamo pada bulan Januari bahwa ia adalah benar-benar keluarga keturunan Crockett. Petugas Alamo memintanya untuk membaca Deklarasi Kemerdekaan itu. Selama dua pembacaan yang dijadwalkan di Alamo, McCoy dan dua peserta lainnya mengenakan pakaian otentik dan membaca dokumen tersebut. McCoy mengatakan ia melihat paralel antara orang percaya Advent dan pasukan yang berdiri di Alamo. “Tidak perlu banyak orang untuk membuat banyak perbedaan di dunia ini,” katanya.“ Atas dasar ini ada garis ditarik di atas pasir. Dan kemudian orang harus membuat keputusan di mana mereka akan berdiri. Mereka memiliki kesempatan untuk pergi; semuanya, kecuali satu memilih untuk tinggal dan berjuang apa pun taruhannya. “Sebagai Advent Hari Ketujuh, dan sebagai cicit kelima dari David Crockett, saya mengerti secara unik maknanya,” katanya. “Pada akhirnya kita perlu tahu di mana kita berdiri—dan garis pembatas telah ditarik. n
09 - 2015 | Adventist World
17
O th 6 gen er a l co nfe ren ce
se ssio n
Oleh Heather Quintana
Satu Kisah pada Suatu
Waktu
Semua mata tertuju pada panggung Alamodome untuk kisah luar biasa dari General Conference Session. Tetapi itu bukan satu-satunya kisah yang ada di sana. Ada 65.000 orang lainnya di sekitar kita. Setiap orang punya kisah: pengalaman hidup, perjuangan dan kemenangan, ide tentang Tuhan dan gereja. Luangkan waktu sejenak untuk membaca beberapa kisah dari gereja kita yang beragam dan menarik, yang kami sempat ambil saat terjadi.
Jae Man Park, Ph.D. S e o u l , K o r e a S ELA T A N
Sebagai seorang dokter kesehatan dan pemimpin redaksi publik di Korean Publishing House, Park menggabungkan kepentingan kesehatan dan penerbitan melalui sejumlah proyek, termasuk majalah Rumah Tangga dan Kesehatan Korea. Ketika ditanya salah satu masalah kesehatan di negaranya, ia menjelaskan: “Tekanan darah tinggi merupakan perhatian utama. Orang Korea makan kimchi—sayuran fermentasi—setiap hari, dan banyak makanan asin, penyebab kemungkinan besar masalah ini. Seorang teman saya mengajar di kelasnya, dan banyak orang Korea hadir. Setelah makan siang, ia bertanya pada siswa berapa banyak siswa dari mereka memakan kimchi untuk makan siang. Semua orang mengangkat tangan mereka. Teman saya terkejut dan berpikir itu luar biasa. Tapi setiap kali makan, orang Korea makan kimchi.“
Oriane Salmon Papeete, Tahiti
Mary Sunder, Sushila Karunakaran, Ruby (White) Johnson C h e nn a i , In d i a
Teman-teman ini memiliki banyak kesamaan, termasuk jet lag dan menyukai pelayanan. (Mary membantu menciptakan program anak-anak untuk Hope Channel India, dan suami Ruby adalah direkturnya.) Mary: “Kami baru datang pagi ini dari India. Butuh 24 jam dalam penerbangan, dan kami mengubah setidaknya tiga penerbangan yang berbeda untuk sampai di sini. Kami belum tidur, tapi kami merasa luar biasa untuk melihat semua orang dari tempat yang berbeda. Rasanya seperti surga.“
18
Adventist World | 09 - 2015
Dalam tradisi Tahiti, jika seorang wanita memakai bunga di rambutnya di sisi kanan, dia itu belum menikah; tetapi ketika dia memindahkannya ke kiri—sisi jantungnya—itu menunjukkan bahwa dia telah bertunangan. Dengan keyakinan yang tenang, Salmon menunjukkan bahwa dia sekarang memakai bunganya di sebelah kiri. Dia menghadiri sesi itu bersama ibunya, seorang penatua di salah satu gereja utama di Polinesia Perancis. “Saya pikir orang tua di gereja kami harus lebih memperhatikan orang muda. Ada kesenjangan generasi, sehingga kita tidak mengerti satu sama lain. Ketika kita memiliki ide, mereka tidak menerima ide-ide kami. “
P h oto s :
J o s e f
K i s s i n g e r
Vania Kasper A m a r i l l o , T e x a s , AMERI K A S ERI K A T
Selama bertahun-tahun, Vania dan keluarganya telah tinggal di beberapa tempat, termasuk Alaska. Dengan jam kerja yang panjang dari siang hari musim panas dan berjam-jam di kegelapan musim dingin, Alaska mengajarinya untuk hidup oleh jam, bukan matahari. Di setiap tempat mereka tinggal dapat mengajarkan mereka sesuatu yang baru. “Saya berasal dari Portugal, tapi Texas adalah rumah bagi saya sekarang, karena suami saya adalah seorang pendeta di sini. Saya selalu tahu bahwa saya akan menjadi seorang istri pendeta. Sepanjang waktu, saya hanya tahu itu. Saya menyukainya, tapi bagian tersulit dari menjadi seorang istri pendeta adalah suka berpindah-pindah.
Zlata Grinchenko, 9 Volodymyr Grinchenko Nikita Grinchenko, 10 H a g e r st o w n , M a r y l a n d , AM e r i k a s e r i k a t
Berasal dari Ukraina, Volodymyr Grinchenko adalah pendeta di Maryland, Amerika Serikat. Dia dan istrinya menikmati menyaksikan General Conference Session melalui mata anak-anak mereka. Volodymyr: “Anak-anak itu ingin pergi berburu harta karun di ruang pameran. Semua bentuk pelayanan—apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka menyajikannya—itu memukau mereka. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam di sana berjalan-jalan tanpa mengeluh. Sungguh menakjubkan untuk melihat mereka beraksi. Mereka pergi ke setiap stan.“ Zlata: “Kami akan mendapatkan beberapa hal untuk sepupu kami di Ukraina. Kami ingin mengirim mereka beberapa hadiah karena mereka tidak ada di sini.“ Nikita: “Ruang pameran itu terasa seperti miniatur surga, karena semua hadiah yang ada!”
Gelder Gamboa Orangewalk, Belize
Ingin tahu apa yang membuat Gamboa gembira? Coba tanya. Dia akan mengeluarkan peta, cerita, dan statistik. Orang dewasa muda di Belize, misalnya, sedang “terbakar,” menurut Gamboa. “Kami memiliki total 40.000 anggota gereja di Belize, dan populasinya adalah 350.000. Kami adalah denominasi terbesar kedua di negara itu, setelah Katolik Roma. Sebenarnya, saya adalah seorang Katolik, tapi kemudian Tuhan membawa saya ke rumah milik seorang Advent, dan mereka mulai membagikan iman mereka dengan saya. Dan, bagi Tuhanlah kemuliaan, saya kemudian menerima pekabaran itu. Itu sekitar 25 tahun yang lalu. “
Charlie Whitehorse M o n u m e nt V a l l e y , U T a h , AMERI K A S ERI K A T
Charlie adalah asisten ketua untuk Native American Ministries untuk Konferens Arizona dan Nevada-Utah. Dia berusaha untuk melestarikan tradisi Navajo di rumahnya, misalnya, dengan berbicara menggunakan bahasa tradisi dengan anak-anaknya dan mengenakan kostum asli pertemuan kamp. “Penduduk asli Amerika ingin Anda tinggal lebih lama jika Anda bekerja dengan mereka; dan mengenal orang yang penting bagi mereka. Anda tidak ingin hanya berada di sana selama satu tahun atau kurang. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan di sana, mereka akan mengenal Anda, dan kepercayaan akan dibentuk. Jika Anda melakukan pertemuan cepat, mereka akan membuat keputusan bagi Kristus, tapi kemudian mereka akan jatuh kembali dan kembali ke gereja keyakinan awal mereka. Anda harus berada di sana untuk mendukung mereka.
09 - 2015 | Adventist World
19
O th 6 gen er a l co nfe ren ce
se ssio n
Oleh Andrew McChesney
Sidang Menyetujui
35 Uni Konferens Baru
Ekspansi ini bertujuan untuk lebih efisien memelihara keanggotaan gereja yang tumbuh cepat.
B
ergerak ke arah merampingkan pekerjaan gereja pada saat pertumbuhan cepat, delegasi membuka sidang General Conference dengan resmi menyetujui penambahan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu 35 uni konferens baru untuk gereja Advent sedunia. Para delegasi dengan mudah menyetujui hal itu—yang terletak di Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan— dengan memegang kartu kuning dalam pemungutan suara di Alamodome, San Antonio, Texas. Pemungutan suara diperlukan untuk secara resmi mengkonfirmasi uni yang telah diselenggarakan sejak sesi terakhir General Conference tahun 2010 atau yang dijadwalkan akan diselenggarakan dalam waktu dekat. “Tingginya jumlah uni baru belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,” G.T. Ng, Sekretaris Eksekutif General Conference, mengatakan kepada Adventist Review sebelumnya. “Ini adalah refleksi dari gereja yang berkembang dengan kecepatan sangat tinggi di seluruh dunia.” Sebagian besar uni baru datang sebagai hasil dari pertumbuhan gereja yang pesat. Gereja Advent sedunia memiliki keanggotaan 18,5 juta, dibandingkan dengan 16,3 juta dilaporkan pada sidang General Conference 2010. Dalam rangka untuk lebih efisien memelihara keanggotaan yang bertumbuh,
20
Adventist World | 09 - 2015
perlu untuk membagi uni yang ada, membangun dua entitas baru sebagai gantinya, kata pemimpin gereja. Zambia, yang keanggotaannya melewati 1 juta pada bulan April 2015, adalah salah satu contoh. Uni Konferens Zambia akan terpecah menjadi dua uni selama pertemuan pada 20-23 September. Daerah lain telah maju dari uni misi menjadi uni konferens, menunjukkan kematangan di bidang keuangan dan kepemimpinan. Tiga puluh lima uni melampaui rekor sebelumnya dari 22 uni ditambahkan pada tahun 2010 dan 22 uni ditambahkan pada tahun 2005. Hanya sembilan uni ditambahkan pada tahun 2000. Uni baru ditampilkan kepada para delegasi pada pagi hari pembukaan 10 hari sesi General Conference. Sekretaris divisi masing-masing memperkenalkan ketua uni masing-masing di atas panggung Alamodome ini. Sebagian besar uni baru ini—22— berada di tiga divisi gereja di Afrika, Rosa Banks, Associate Secretary General Conference dan petugas resmi ke tiga divisi di Afrika, mengatakan kepada para delegasi. Di antara uni baru itu adalah Uni Misi Timur Tengah dan Afrika Utara, yang dibentuk pada tahun 2012 dengan tujuan memperkuat fokus menjangkau Timur Tengah dan Afrika Utara. “Dengan menyatukan Trans Mediterranean Field dan Middle East Union ke dalam uni baru yang terhubung langsung pada General Conference, telah memungkinkan untuk meningkatkan upaya untuk menjangkau penduduk di bagian jendela 10/40,” kata Harald Wollan , Associate Sekretary General Conference yang berfungsi sebagai petugas resmi untuk
Uni Misi Timur Tengah dan Afrika Utara. “Di bawah kemampuan kepemimpinan dari administrasi saat ini, hal-hal indah terjadi dalam dunia yang menantang ini.” Homer Trecartin, Ketua Uni Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan adalah tantangan untuk menyatukan potongan-potongan berbagai divisi dalam uni, tapi hasilnya sepadan dengan usaha. “Dibutuhkan terutama dalam negara-negara Muslim, menempatkan mereka dalam satu kelompok, dan memungkinkan kita untuk fokus pada satu bagian dari dunia ini,” katanya di sela-sela sesi General Conference. Divisi Trans-Eropa juga memiliki uni baru di Finlandia. Konstituensi di Uni Finlandia memutuskan untuk membenahi pekerjaan gereja di negara itu demi efisiensi, transformasi dari sebuah uni konferens menjadi uni dari konferensi gereja-gereja, kata Wollan. “Dengan menghilangkan entitas administratif, dimungkinkan untuk beroperasi dengan posisi administratif yang lebih sedikit, namun semakin banyak pendeta di lapangan,” katanya. Wollan mengatakan pembentukan uni baru adalah penting bagi setiap anggota gereja karena membantu gereja lebih baik memenuhi misinya mempersiapkan umat untuk kedatangan Yesus. “Gereja ini diselenggarakan untuk misi. Lebih ramping dan efisien kepemimpinan gereja, pemeliharaan keanggotaan yang lebih baik dan lebih efisien dalam penginjilan,“ katanya. “Kita semua berbagi tanggung jawab dalam menyaksikan Juruselamat yang akan segera datang.” n
P h oto :
P i e t e r
D a m s t e e g t
SIAP MELAYANI: Tim dari wakil ketua GC ditampilkan kepada delegasi setelah pengangkatan janji mereka di sidang tersebut.
Wakil Ketua GC
Baru dan Tetap yang
Terpilih Tim yang lebih kecil memiliki rencana besar bagi misi.
P h oto :
k e n n
D i x o n
S
Oleh Sandra Blackmer, Michael Campbell, dan Andrew McChesney
ebuah tim kepemimpinan yang dirampingkan dari enam wakil ketua umum terpilih untuk General Conference dan ditugaskan untuk membantu mengimplementasikan tiga tujuan misi utama yang berorientasi pada prioritas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh selama lima tahun ke depan. Tim itu termasuk tiga pelayan baru—Guillermo baru E. Biaggi, Thomas L. Lemon, dan Abner De Los Santos dan pelayan yang dipilih kembali— Geoffrey G. Mbwana, Ella S. Simmons, dan Artur A. Stele. “Akan ada penekanan yang sangat kuat pada misi,” kata Ketua General Conference, Ted N.C. Wilson hari Senin, karena dia meyakinkan delegasi bahwa tim yang lebih kecil akan dapat membantu mengarahkan pekerjaan gereja. Pengaturan itu signifikan, karena mengurangi jumlah wakil ketua umum dari sembilan orang menjadi enam, level yang terakhir terlihat pada tahun 1990-an. Sebuah catatan empat wakil ketua umum mengumumkan waktu pensiun mereka se-
belum sesi General Conference. Dengan pemilihan itu, dua wakil ketua umum akan meninggalkan kantor mereka: Delbert W. Baker dan Pardon K. Mwansa. Beberapa delegasi dikejutkan dengan pengumuman tim yang lebih kecil. Wilson mengatakan ia telah menjelaskan kepada Komite Nominasi bahwa General Conference bisa beroperasi dengan lebih sedikit wakil ketua umum karena beban kerja mereka telah menyusut selama lima tahun terakhir. Dia menyebutkan sebagai contoh perpindahan lembaga milik General Conference— Pacific Press Publishing Association dan Oakwood University—ke Divisi Amerika Utara dan penutupan proses percetakan Review and Herald Publishing Assocation tahun lalu. Beberapa delegasi masih mempertanyakan keputusan itu, dengan mengatakan bahwa hal itu adalah aneh karena mengurangi kepemimpinan pada saat gereja Advent mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pemungutan suara nominasi itu ditunda sampai hari Senin sehingga delegasi yang bersangkutan bisa berbicara dengan Komite Nomi-
09 - 2015 | Adventist World
21
Menemui Tim nasi. Simmons, wanita pertama yang melayani sebagai wakil ketua umum gereja Advent yang pertama kali terpilih pada tahun 2005, mengatakan bahwa perubahan dalam struktur kepemimpinan organisasi selalu merupakan bagian dari pertumbuhan. “Kita perlu hikmat Allah untuk mengetahui perubahan apa yang perlu untuk menghormati-Nya pada waktu tertentu,” katanya dalam sebuah wawancara. Empat wakil ketua umum yang sebelumnya mengumumkan rencana mereka untuk pensiun adalah Lowell C. Cooper, Armando Miranda, Michael L. Ryan, dan Benjamin D. Schoun. Tim kepemimpinan baru akan bertugas mengejar tiga tujuan gereja Advent dalam menekankan Kristus dan kebenaran-Nya, kesetiaan, dan keterlibatan setiap anggota gereja dalam penginjilan dan kesaksian. Wilson mengidentifikasi tiga tujuan sebagai prioritas utama setelah pemilihan kembali, dan wakil ketua umum baru, berbicara penuh semangat tentang memenuhi misi itu. “Semua misi itu pada dasarnya adalah lokal,” kata Lemon, mantan Ketua Uni Konferens Amerika Tengah di Divisi Amerika Utara. Dia mengatakan bahwa dia ingin melihat gereja Advent sampai ke tempat di mana para anggotanya terhubung dalam komunitas lokal mereka, bahwa masyarakat akan merasa kehilangan besar jika gereja pergi. “Saya percaya kita telah menjadi lebih fokus pada titik yang tidak menjadi masalah di sejumlah tempat di seluruh dunia jika gereja kita dibakar semangat,” katanya kepada Adventist Review. “Itu sangatlah besar.” Dia mengatakan umat Advent harus lebih dari tangan dan kaki Yesus. “Kita harus menjadi sepatu yang menyelesaikan sesuatu di masyarakat kita,” katanya. Biaggi, seorang Argentina yang telah tinggal 15 tahun terakhir di Rusia sebagai Ketua Divisi EuroAsia 2010-2015 dan bendahara divisi sebelum itu, mengatakan ia ingin melihat setiap anggota jemaat menjangkau setidaknya satu orang bagi Kristus per tahun. “Lalu orang itu akan menjangkau orang lain dan memenuhi misi gereja,” katanya. De Los Santos, seorang Meksiko dan mantan Wakil Ketua Divisi Inter-Amerika, menggarisbawahi pentingnya kerendahan hati dalam melayani orang lain. “Kita perlu memahami perlunya menjadi rendah hati di hadapan Allah dan untuk berdiri di hadapan orang banyak untuk melayani mereka,” katanya. n
22
Adventist World | 09 - 2015
Ella Simmons memiliki perbedaan menjadi wanita pertama untuk melayani sebagai Wakil Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia. Simmons terpilih pada General Confe rence Session 2005, yang diselenggarakan di St. Louis, Missouri. Seorang veteran pendidik, Simmons telah menjabat sebagai ketua departemen pendidikan (Kentucky State University), dekan (University of Louisville), dan profesor (Universitas Oakwood, La Sierra University). Dia memperoleh pengalaman administrasi saat menjabat sebagai wakil rektor bagian akademik Universitas Oakwood dan pejabat dan wakil rektor bagian akademik untuk La Sierra University.
Abner De Los Santos menjabat sebagai wakil ketua yang bertanggung jawab atas mempertahankan anggota jemaat di Divisi Inter-Amerika sejak tahun 2010. Berasal dari Meksiko, De Los Santos adalah seorang pendeta yang mulai bekerja sebagai seorang pendeta pada tahun 1986 di Meksiko Tenggara. Ia menjabat sebagai sekretaris konferens dan kemudian ketua konferens selama 10 tahun. De Los Santos juga bekerja 10 tahun sebagai sekretaris dan kemudian menjadi ketua Uni Meksiko Utara 2001-2010. Diurapi pada tahun 1991, De Los Santos, 52 tahun, meraih master di bidang pelayanan pastoral dari Universitas Andrews dan menyelesaikan gelar doktor ministri dari Inter-Amerika Theological Seminary pada tahun 2012.
ge ner a l
Thomas L. Lemon memulai kariernya sebagai pendeta di Maryland dan kemudian di Texas. Pada tahun 1996, ia menerima panggilan untuk melayani sebagai asisten ketua Konferens Rocky Mountain. Dia kemudian menjadi Sekretaris Asosiasi Kependetaan di Oregon (2002-2006) dan Ketua Konferens Minnesota (2006-2009), sebelum menerima posisi ketua untuk Uni Konferens Amerika Tengah. Lemon menjabat sebagai anggota dewan untuk sejumlah pendidikan dan kesehatan lembaga tinggi. Sebagai Ketua Uni Konferens Amerika Tengah, fokus pelayanan Lemon adalah penginjilan, pendidikan, dan kesehatan.
O th 6 co nfe ren ce se ssio n
Guillermo E. Biaggi telah melayani sebagai Ketua Divisi Euro-Asia sejak tahun 2010, dan sebelum itu menjabat sebagai bendahara divisi yang sama tahun 2000-2010. Pekerjaan Biaggi sebelumnya meliputi administrasi dan keuangan di beberapa organisasi gereja di seluruh dunia selama lebih dari 40 tahun. Kepemimpinannya di Divisi Euro-Asia memandang pada perluasan penginjilan di pusat perkotaan di puluhan kota di seluruh wilayah. Selain itu, sekolah Advent meningkat jumlahnya di bawah kepemimpinannya dari 5 hingga 26 sekolah, dan seminari teologi di Ukraina didirikan pada saat ia memimpin.
Geoffrey G. Mbwana terpilih sebagai Wakil Ketua Ge足
Artur A. Stele terpilih sebagai wakil ketua untuk gereja
neral Conference tahun 2010. Lahir di Tanzania, Mbwana menghabiskan waktu di sekolah dan perguruan tinggi bekerja sebagai penginjil literatur di India dan Swedia. Mbwana lulus dari Spicer Memorial College tahun 1982 dengan gelar sarjana dalam agama dan psikologi. Dia meraih gelar master dalam pendidikan dari Universitas Andrews pada tahun 1984 dan menyelesaikan master di bidang psikologi pendidikan di Poona University di tahun 1986. Ia menikah dengan Nakku Mbwana, dan mereka memiliki dua anak perempuan: Orupa dan Upendo.
Advent sedunia pada General Conference Session tahun 2010 di Atlanta, Georgia. Dia lahir di Kaskelen, Kazakhstan. Dia lulus dari Almaty Medical College di Kazakhstan pada tahun 1979 dengan gelar di apoteker. Pada tahun 1986, Stele menerima gelar sarjana dalam teologi dari Friedensau Adventist University di Jerman. Pada tahun yang sama Stele menikah dengan Galina, wanita pertama yang lulus dari Universitas Andrews dengan gelar doktor ministri.
P h oto s :
D av i d
B .
s h e r w i n
09 - 2015 | Adventist World
23
TIM KEPEMIMPINAN INTERNASIONAL: Ketua divisi yang baru berfoto bersama untuk foto resmi bersama. Baris depan (kiri ke kanan): Mario Brito, Israel Leito, Erton C. Köhler, Michael F. Kaminskiy, Paul S. Ratsara Baris belakang (kiri ke kanan): Ezras Lakra, Daniel Jackson, Raafat A. Kamal, Homer Trecartin, Blasious M. Ruguri, Glenn Townend, Jairyong Lee, Leonardo R. Asoy, Elie Weick-Dido
Oleh Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, dan Marcos Paseggi
Enam Pendatang Baru di Antara
Ketua Divisi 13
Sekilas para pemimpin wilayah utama gereja global
D
elegasi General Conference (GC) memilih enam ketua baru untuk 13 divisi gereja Advent sedunia dan mengangkat kembali tujuh ketua yang lama. Ketua General Conference Ted N.C. Wilson mengatakan para pemimpin di kantor pusat gereja Advent di Silver Spring, Maryland, akan lebih dekat bekerja sama dengan ketua divisi untuk memenuhi misi gereja mempersiapkan umat untuk kedatangan Yesus. “Setiap ketua divisi [juga] adalah Wakil Ketua General Conference,” Wilson mengingatkan pada delegasi selama diskusi setelah ketua divisi terpilih. Enam ketua divisi baru yaitu Leo
24
Adventist World | 09 - 2015
nardo R. Asoy (Divisi Asia Pasifik Selatan), Mario Brito (Divisi Inter-Eropa), Michael F. Kaminskiy (Divisi Euro-Asia), Ezras Lakra (Divisi Asia Selatan), Glenn Townend (Divisi Pasifik Selatan), dan Elie Weick-Dido (Divisi Afrika Barat-Tengah). Para pemimpin baru menggantikan pemimpin lama yang pensiun, tidak terpilih kembali, atau, dalam kasus Divisi Euro-Asia, Guillermo E. Biaggi, pindah ke General Conference sebagai wakil ketua. Leonardo R. Asoy, Ketua Divisi Asia Pasifik Selatan yang baru terpilih, terakhir menjabat sebagai Ketua Uni Konferens Filipina Selatan yang ber
basis di Cagayan de Oro City. Ia pernah menjabat sebagai pendeta distrik dan Direktur Sekolah Sabat divisi. Dia dan istrinya memiliki dua anak yang sudah dewasa. Ketua baru Divisi Inter-Eropa, Mario Brito, sebelumnya adalah Sekreta ris Asosiasi Kependetaan Divisi InterEropa yang berbasis di Berne, Swiss. Daniel Jackson terpilih kembali untuk masa jabatan kedua sebagai Ketua Divisi Amerika Utara (NAD). Jackson, yang berasal dari Kanada, menjabat sebagai pendeta, guru, dan administrator di Kanada dan Divisi Asia Selatan.
P h oto s :
D av i d
B .
S h e r w i n
ge ner a l Raafat A. Kamal telah menjadi Ketua Divisi Trans-Eropa (TED) sejak tahun 2014. Berasal dari Lebanon, Kamal memulai pelayanan sebagai seorang pendidik. Ia menjabat di Inggris, Norwegia, Pakistan, dan Iran. Michael F. Kaminskiy datang menjadi Pemimpin Divisi Euro-Asia (ESD) setelah menjadi sekretaris dan wakil ketua divisi. Erton C. Köhler terpilih kembali sebagai Ketua Divisi Amerika Selatan (SAD), posisi yang telah dia layani sejak tahun 2007. Berasal dari Brasil, Köhler adalah ketua divisi termuda ketika ia terpilih, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pelayanan Pemuda konferens dan divisi. Ia lulus dengan gelar di bidang teologi dari Brazil Adventist University. Ezras Lakra, terakhir menjabat sebagai Ketua Uni India Utara yang berbasis di New Delhi. Dia dan istrinya memiliki dua anak dan satu cucu. Jairyong Lee kembali menjadi Ketua Divisi Asia Pasifik Utara. Lee, ada-
O th 6 co nfe ren ce se ssio n
lah ketua divisi sejak tahun 2005, memulai karier pastoral di Korea Selatan. Dia telah menjabat sebagai profesor teologi, dan Direktur Pergerakan 1000 Misionaris. Dia terpilih sebagai ketua divisi setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Asosiasi Kependetaan, Direktur Penatalayanan, dan Koordinator Misi global. Israel Leito terpilih kembali menjadi Ketua Divisi Inter-Amerika (IAD). Leito adalah Ketua IAD sejak tahun 1994, telah menyebabkan keanggotaan divisi itu dari sekitar 1.000.000-3.700.000 anggota. Leito, yang berasal dari Pulau Karibia Curaçao, memecahkan rekor baru dalam melayani menjadi ketua divisi terlama, posisi yang ia layanai selama lebih dari 21 tahun. Paul S. Ratsara telah menjadi Ketua Divisi Samudera Afrika India Selatan sejak tahun 2005. Sebelum itu ia menjabat sebagai sekretaris divisi. Ratsara kehilangan istrinya, Denise, menderita kanker pada tahun 2013. Ia
menikahi Joanne pada bulan November 2014, dan menyatukan anggota keluarga mereka termasuk sembilan anak. Blasious M. Ruguri terpilih sebagai Ketua Divisi Afrika Timur Tengah (ECD) pada sesi General Conference pada tahun 2010. Dia memulai kariernya sebagai seorang pendeta distrik, akhirnya menjadi sekretaris divisi. Ia belajar kepemimpinan global di Universitas Andrews. Glenn Townend adalah Ketua Divisi Pasifik Selatan (SPD) yang baru. Dia sebelumnya menjabat sebagai Ketua Uni Misi Trans-Pasifik, dan sebelum itu sebagai Ketua Konferens Australia Barat. Menjabat sebagai pendeta, pendiri gereja, dan administrator konferens. Elie Weick-Dido datang menjadi Ketua Divisi Afrika Barat Tengah (WAD) setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Sekolah Sabat/Pelayanan Perorangan untuk divisi tersebut. Weick-Dido telah memperoleh D.Min. dan Ph.D. dari Universitas Andrews dan menjabat sebagai pendeta dari Jemaat Haiti di Amerika Utara. n
Komite Nominasi Memilih untuk
Melanjutkan dan Mengubah
Oleh Stephen Chavez
Ng kembali menjadi sekretaris, Prestol-Puesán ditugaskan menjadi bendahara
D
elegasi General Conference dengan suara bulat memilih kembali G.T. Ng (kiri) sebagai Sekretaris Eksekutif General Conference (GC) dan Undertreasurer GC, Juan Prestol-Puesán (kanan) menjadi Bendahara General Conference. Ng, pernah melayani gereja menjadi seorang pendeta, profesor seminari, dan administrator General Conference, terpilih sebagai Sekretaris GC lima tahun lalu pada sesi GC di Atlanta. Sejak itu, Ng telah menekankan pentingnya memelihara catatan keanggotaan akurat di seluruh dunia. Dikombinasikan dengan memelihara catatan yang
akurat, Ng telah membuat pertahanan jumlah keanggotaan menjadi salah satu fokus utama dari gereja Advent sedunia. Prestol-Puesán, mungkin memberikan pidato penerimaan terpendek dalam sejarah General Conference setelah ia terpilih sebagai Bendahara General Conference, menggantikan Robert E. Lemon yang pensiun. “Atas nama istri saya dan saya sendiri, kami akan melakukan yang terbaik, Tuhanlah yang membantu kami,” katanya. Lahir di Republik Dominika, Prestol-Puesán menjabat sebagai bendahara berbagai gereja tingkat ad-
ministrasi, termasuk Uni Konferens Atlantik di Amerika Utara, Divisi EuroAsia, dan Divisi Amerika Utara.
P E R TA N YA A N
DAN
JAWABAN
ALKITAB
Sabtu Malam atau Minggu Pagi?
Apakah Kis. 20:7 mengindikasikan bahwa Kristen mula-mula beribadah pada hari pertama dalam minggu itu?
Bagian ini telah digunakan oleh pemelihara hari Minggu untuk berpendapat bahwa hari pertama minggu itu sudah mengganti Sabat hari ketujuh pada abad pertama. Mereka juga berpendapat bahwa menurut ayat ini gereja merayakan Perjamuan Tuhan pada hari Minggu. Dalam Kisah Para Rasul 20 kita menghadapi tiga isu utama: (1) Hari pertemuan; (2) Tujuan pertemuan; dan (3) Referensi hari pertama dalam minggu itu. 1. Hari Pertemuan: Pertemuan diadakan “pada hari pertama dalam minggu itu.” Pernyataan lampu di ruang itu (ayat 8) dan referensi di tengah malam (ayat 7) menunjukkan bahwa ini terjadi pada pertemuan hari Minggu malam. Mengidentifikasi waktu tertentu sebagaimana yang Lukas arahkan memang sedikit lebih sulit. Jika ia menggunakan kalender Yahudi, yang menurut hari yang diperhitungkan dari matahari terbenam ke matahari terbenam, Minggu malam adalah apa yang kita sebut sebagai Sabtu malam (malam setelah hari Sabat). Jika ia menggunakan kalender Romawi, yang menurut hari yang diperhitungkan dari subuh ke subuh, Minggu malam akan menjadi hari Minggu malam kita, dan hari berikutnya akan menjadi hari Senin. Para pendukung hari Minggu cenderung berpendapat bahwa Lukas menggunakan kalender Romawi. Yang menjadi masalah adalah bahwa hari pertama dalam minggu itu dalam kalender yang dimaksud adalah “Saturn-day (Sabtu),” bukan Sunday (Minggu). Mereka memaksakan untuk menyatakan bahwa Lukas mengombinasikan waktu perhitungan Romawi (subuh ke subuh) dengan kalender Yahudi, di mana hari pertama adalah hari Minggu. Ini sangat tidak mungkin. Pilihan terbaik adalah bahwa Lukas menggunakan kalender Yahudi (lihat Lukas 23:53-56), dan bahwa dalam kasus ini pertemuan berlangsung selama apa yang kita sebut Sabtu malam (hari pertama minggu itu setelah matahari terbenam). Sebagaimana yang akan kita lihat, ini sangatlah penting. 2. Tujuan Pertemuan Itu: Ini bukanlah hari ibadah yang biasanya. Pertama, di dalamnya dinyatakan bahwa Paulus bertemu dengan mereka “karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya” (Kisah Para Rasul 20:7). Dalam perjalanan mereka ke Yerusalem, Paulus dan teman-temannya telah memutuskan untuk menghabiskan beberapa hari di Troas; dan mereka pun siap untuk pergi. Ini adalah pertemuan untuk perpisahan. Kedua, secara tegas dinyatakan bahwa pertemuan itu bukanlah merupakan pelayanan ibadah—tidak ada referensi yang
26
Adventist World | 09 - 2015
menyatakan bahwa ada doa dan nyanyian—melainkan sebuah seminar yang panjang di mana Paulus berinteraksi dengan para pendengarnya. Ada dua kata kerja yang menggambarkan apa yang Paulus lakukan: “talking, talked, (berbicara)” (ayat 7, 9; dialegomai) dan “talking (berbicara)” (ayat 11; homileo). Kata kerja dialegomai (“berargumen,” “memberikan instruksi”) mengungkapkan gagasan alasan dan melibatkan orang lain dalam dialog. Paulus melakukan ini di rumah ibadat (misalnya, Kis. 17:2; 18:4; 19:8) dan di pasar (Kis. 17:17). Homileo (“untuk berbicara,” “untuk berkomunikasi”) menyiratkan dialog dan interaksi (misalnya, Lukas 24:14, 15; Kis. 24:26). Pada zaman postapostolic itu berarti “berkhotbah.” Kedua kata kerja menunjukkan bahwa Paulus terlibat dalam dialog dengan orang percaya, menasihati mereka dan menjawab pertanyaan mereka. Ketiga, kalimat “untuk memecah-mecahkan roti” tidak selalu menunjuk pada Perjamuan Tuhan. Itu adalah sebutan umum Yahudi tentang makan (misalnya, Lukas 9:16; 22:19; Kis. 2:42 [lih. ayat 47]; 27:35). Pada abad kedua, kalimat ini menjadi ekspresi teknis dalam Perjamuan Tuhan, tetapi pertemuan khusus yang dinyatakan di sini adalah makan perpisahan yang dilakukan di tengah malam sebelum Paulus pergi. 3. Hari Pertama Minggu Itu: Referensi pada hari spesifik ini hampir secara kebetulan, digunakan untuk waktu acara tersebut. Lukas suka menyatakan waktu peristiwa (misalnya, Kis. 20:6, 15, 16; 21:1, 4, 15). Lebih penting lagi adalah implikasi bahwa hari sebelumnya adalah hari Sabat, di mana Paulus tidak bepergian. Jadi dia menunggu sampai hari Minggu untuk bepergian. Kita dapat meringkas urutan kejadian itu sebagai berikut: Selama hari Sabat Paulus beribadah dengan orang percaya; pada malam hari, setelah matahari terbenam (hari pertama minggu itu), dia bertemu dengan mereka untuk mengajar mereka dan menjawab pertanyaan mereka. Kematian dan pemulihan kehidupan seorang pemuda memperpanjang waktu pertemuan itu. Paulus kembali ke ruang pertemuan itu dan melanjutkan pelajaran. Pagi-pagi mereka makan, dan Paulus akhirnya berangkat. Mungkin, minat utama Lukas adalah untuk melaporkan dampak keajaiban yang dilakukan oleh Paulus pada gereja. Dengan demikian, Lukas menempatkan dalam konteks sejarah: Itu terjadi di Troas sebelum Paulus pergi pada hari pertama minggu itu. Dia jelas sedang tidak mempromosikan pemeliharaan hari Minggu. n
Angel Manuel Rodríguez, telah pensiun,
melayani gereja sebagai pendeta, profesor, dan teolog.
PELAJARAN
ALKITAB J o s e
G i r a n t e
Oleh Mark A. Finley
Pikiran Sehat,
Kristen Sehat
P
ikiran kita sering mengendalikan perilaku kita. Sering kita bertindak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Perilaku dan sikap kita sangat banyak dipengaruhi oleh pola pikir kita. Positif, pikiran yang berpusat pada Kristus menghasilkan pikiran yang positif, tindakan yang berpusat pada Kristus. Pikiran yang sehat akan menghasilkan orang Kristen yang sehat; pikiran yang tidak sehat menghasilkan orang Kristen yang tidak sehat. Dalam pelajaran bulan ini kita akan mempelajari bagaimana mengembangkan pola pikir yang sehat sebagai kuasa yang dapat memotivasi kepada perilaku seperti Kristus.
1
Nasihat apakah yang diberikan Rasul Paulus kepada orang percaya di Filipi? Baca Filipi 2:5.
2 Berdasarkan Filipi 2:6-8, apakah yang dimaksud dengan pikiran Kristus? “Pikiran Kristus” adalah roh yang tidak mementingkan diri dari kasih yang mengorbankan diri. Pikiran Kristus terungkap dalam kelahiran-Nya yang sederhana, dalam pelayanan-Nya yang penuh kasih, dan dalam kematian penebusan-Nya di kayu salib untuk dosa-dosa kita. Kata-kata Yesus dalam Injil Matius menyatakan dengan baik: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Matius 20:28). Lusifer ingin menguasai. Kristus ingin untuk melayani. Lusifer menginginkan kedudukan tertinggi untuk memuaskan egonya. Kristus memilih posisi terendah untuk menebus kita. Pikiran Kristus adalah pikiran yang mengorbankan diri bagi orang lain.
Bagi orang Ibrani kuno, hati adalah tempat di mana kasih sayang dan pikiran berdiam. Salomo mengingatkan kita untuk menjaga hati dan pikiran dengan baik, karena dari situlah masalah kehidupan kita akan ditentukan.
5 Instruksi sederhana apakah yang diberikan Paulus kepada jemaat di Filipi tentang melindungi pikiran kita dari sekularisme dan pengaruh duniawi yang membombardir? Baca Filipi 4: 7, 8 dan buatlah suatu daftar hal-hal spesifik yang rasul katakan untuk dipikirkan, sehingga dapat menghasilkan pola pikir yang sehat. 6
Dalam suratnya kepada orang percaya di Roma, Paulus membahas dua kemungkinan untuk pikiran orang Kristen? Apakah yang benar-benar berbeda dari dua alternatif ini? Bacalah Roma 12:2 untuk menemukan jawabannya. Setiap hari kita dihadapkan kepada dua pilihan, apakah kita memilih untuk serupa dengan dunia ini atau memilih untuk diubah oleh kasih karunia Kristus. Roh Kudus rindu untuk memperbarui pikiran kita melalui kuasa Injil sehingga kita dapat mencerminkan kasih Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari.
3 Bagaimanakah kita bisa mengembangkan roh pengorbanan diri Kristus? Bagaimanakah pola pikir kita harus diubah untuk mencerminkan pikiran Kristus? Bandingkan 2 Korintus 3:18 dengan Kolose 3:1-3.
7 Bagaimanakah kita bisa menangani pola pikir mendarah daging yang tampaknya membuat pikiran kita rusak? Bandingkan Yakobus 4:7, 8 dengan 2 Korintus 10:4, 5.
Ketika kita melihat Kristus melalui Firman-Nya, pikiran kita akan mencerminkan pikiran-Nya. Secara bertahap dan tanpa disadari kita berubah seperti apa yang kita izinkan untuk tinggal dalam pikiran kita. Ellen White menulis: “Pikiran manusia itu, menurut hukumnya, lambat laun menyesuaikan keadaannya kepada perkara-perkara yang untuknya pikiran dibiasakan untuk memikir-mikirkannya” (Alfa dan Omega, jld 2. hlm. 234).
Ketika kita setiap hari menyerahkan pikiran kita kepada Allah, Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk membuat pola pikir baru. Bilamana pikiran lama, negatif, egois masuk ke dalam pikiran kita, kita menolak kuasa Kristus, “menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” (2 Kor. 10: 5). Kadangkadang adalah suatu perjuangan besar untuk memikirkan pikiran surgawi. Tapi oleh kasih karunia Allah, dan melalui kuasaNya, kita dapat mengungkapkan karakter-Nya yang penuh kasih dan menjadi orang Kristen yang sehat dalam dunia yang berdosa ini. n
4 Mengapakah begitu sangat penting untuk menjaga pikiran kita? Baca Amsal 4:23.
09 - 2015 | Adventist World
27
PERTUKARAN IDE
Allah mencari misionaris yang bersedia memikul Injil kekal ke setiap bangsa, suku, bahasa, dan manusia. —Conrad Vine, Berrien Springs, Michigan, Amerika Serikat
Surat
Tempat Pertemuan Kita dengan Tuhan
Kesaksian Gideon dan Pam Petersen (lihat “Tempat Pertemuan Kita dengan Tuhan,” Juli 2015) adalah bukti kuat tentang kekekalan kasih Allah bagi mereka yang belum terjangkau dan merupakan karya misterius yang dilakukan-Nya dalam hati para misionaris. Adventist Frontier Missions (AFM) kini telah mengalihkan pengawasan penuh bagi Jemaat Himba yang baru ke Konferens Namibia. Namun masih ada lebih dari 7.000 kelompok masyarakat yang belum terjangkau hingga hari ini! Allah mencari misionaris yang bersedia memikul Injil kekal kepada setiap bangsa, suku, bahasa, dan manusia. Bilamana Anda tertarik turut ambil bagian dalam melayani, Anda dapat mengunjungi http://afmonline. org/get-involved/be-amissionary/ untuk mengetahui bagaimana untuk melayani bersama dengan AFM dan membawa mereka yang belum terjangkau. Conrad Vine, Presiden AFM Berrien Springs, Michigan, Amerika Serikat
Doa w
Satu Tempat Ibadah bagi Semua
Saya sangat menghargai artikel Don McFarlane “Satu Tempat Ibadah bagi Semua” (Mei 2015). Namun satu hal yang McFarlane isyaratkan sebagai suatu penurunan besar dalam keanggotaan White British: dari sekitar 12.000—ditambah sekitar 2.000 sampai 3.000 pada saat ini (dan kebanyakan dari adalah lansia). Ketika 80 persen bencana terjadi pada populasi hewan, suatu survei yang cermat dilakukan dan apa yang menjadi penyebabnya akan diteliti dan segala sesuatu dilakukan untuk mengembalikan. Mengapa hal seperti ini tidak dilakukan di Inggris? Saya suka keragaman, tapi saya sedih dengan kemunduran ini. Gerard Fordham Gosport, Hampshire, Inggris
Sebagai seorang penduduk asli Inggris, dan sebagai seorang anggota gereja Advent selama 50 tahun, saya berharap agar pekabaran kita berjalan dengan baik. Namun, saya dapat mengulangi perasaan Don McFarlane. Ada suatu hal yang menjadi kekurangan kita, yang telah diamati oleh seorang anggota Anglo-Katolik pada 100 tahun yang lalu, yaitu “sikap pemalu dan pendiam.” Bahkan Ellen White sendiri menyadari bahwa masalah yang terjadi di Inggris merupakan suatu persoalan yang berbeda! Hal lain yang menjadi hambatan adalah keengganan kita untuk mengidentifikasi diri kita sendiri. Tidak semua tempat sama seperti Kota West Yorkshire di Bradford, di mana pada tahun 1970 saya memutuskan untuk melepaskan semua yang sembunyi dan memperkenalkan diri sebagai “dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di kota.” Saya tidak mengingat ada satu pintu pun yang dibanting di depan wajah saya, masyarakat Yorkshire tidak suka bila Anda tidak terus terang! Saya juga tertolong oleh aksen saya, yang terdengar seperti orang dari utara. Hal lainnya berhubungan adalah khas Advent kita, serta bagaimana saudarasaudari saya yang berasal dari AfroKaribia menggunakan pujian yang ber-
PUJIAN
Keluarga kami memiliki masalah: Ayah saya adalah seorang peminum berat dan telah menelantarkan keluarga kami. Tolong bantu saya, berdoa baginya agar ia dapat mengenal Kristus.
Cassie, Kenya
Tolong doakan agar Tuhan menyembuhkan suami saya dari penyakitnya.
Dailyn, Filipina Saya ingin menikah. Semoga Tuhan membimbing saya dalam menentukan pilihan saya.
Tresor, Togo
28
Adventist World | 09 - 2015
Tolong doakan saudara saya yang telah berada di rumah sakit selama lebih dari dua bulan dengan berbagai masalah medis. Doakan untuk penyembuhan dan bantuan finansial.
Meridel, Filipina
Di Bagian
beda, kami menggunakan New Advent Hymnal, tahun 1952, sementara mereka terbiasa dengan Church Hymnal tahun 1941. Tidak pernah perbedaan ini tampil lebih banyak dari ketika, di sini di Milton Keynes, lagu “Safely Through Another Week” dipilih; kami menggunakan hymnal 1952, dan saya dipengaruhi oleh nada lagu dalam buku itu—hanya oleh karena saya diberitahu sedang memainkan nada yang salah! Barry Gowland Fishermead, Milton Keynes, Inggris
Dunia Manakah Ini Dipakai?
Jurukabar Allah
Sebagai seorang mahasiswa jurusan sejarah, saya suka membaca apa artikel Rehuel Almocera “Jurukabar Allah: Pengaruh Pemimpin” (Mei 2015). Tidak diragukan lagi bahwa artikel itu berisi informasi berharga untuk semua anggota gereja Advent yang ingin mengetahui tentang sejarah gereja kita. Melalui visi dan peringatan kepada Ellen G. White, Allah memimpin umatNya yang sisa pada tahun 1869 sampai tahun 1881. Pengaruh White sebagai utusan Allah sangatlah kuat, bahwa Allah terus berbicara kepada kita melalui tulisan-tulisannya. Terima kasih untuk artikel ini—dan serial ini! Yoshiro R. Galvez Tuxtla Gutierrez, Chiapas, Méksiko
Para peserta rapat General Conference mengenakan kostum yang indah dari seluruh dunia. Dapatkah Anda menebak negara asal dari masing-masing orang yang digambarkan di sini?
Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.
JAWABAN: Searah jarum jam dari kiri atas: Kolombia, Afrika Selatan, Meksiko dan Korea Selatan. P h oto s :
Tolong doakan bagi keberhasilan penginjilan di daerah saya, dan juga agar Allah memberi pengharapan kepada keluarga yang kehilangan kerabatnya dalam pembunuhan Beni (Juni 2015).
Musa, Republik Demokratik Kongo
Tolong berdoa bagi gereja, keluarga saya, dan keinginan saya untuk menjadi seorang pendeta.
Promise, Zimbabwe Tolong doakan uni saya, misi saya, dan pelayanan saya.
J o s e f
K i s s i n g e r
Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohonan doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.
Tender, Myanmar 09 - 2015 | Adventist World
29
PERTUKARAN IDE
Mark Kislingbury, pencatat resmi sidang
i k
Z e h
360
n
,77
General Conference, memegang rekor sebagai pengetik tercepat— kata per menit! Dia mencatat semua hal mengenai sidang itu.
i
16
INI RESMI
D
persen
o
KEANGGOTAAN GEREJA
umar Advent tinggal di daerah perkotaan besar yang penduduknya berjumlah orang atau lebih.
1 8 6 3
1 juta
Sumber: Arsip dan Statistik GC
3.500 Bertumbuh
18.479.257
2 0 1 5
Sumber: G. T. Ng, Laporan Sekretaris, 2015
KONSUMSI HARIAN Yang dimakan dalam sehari oleh para peserta sesi GC.
8.600 KUE
544.3 kg.
DIVISI SAMUDERA AFRIKA INDIA SELATAN
BERAS
3.000 APEL
4.000 PISANG
1.552 Pendeta
9.992
untuk
Jemaat
Sumber: Laporan Divisi Samudera Afrika India Selatan, 2015
30
Adventist World | 09 - 2015
P h oto s : RG B s to c k , R i c e : T h i n k s to c k P h oto s / i s to c k / K a r i n T o r s a
m
Persembahan Misi Sedunia2 0 1 4 US$
88.9
“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.
Juta
T h i n k s to c k / H e m e r a
A l e x a n d r u
D ob r e a
Sumber: Robert Lemon, Laporan Keuangan, 2015
Iman se-Dunia 190
Orang yang datang lebih dari negara hadiri Sidang General Conference 2015.
Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Claude Richli Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Benjamin D. Schoun, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley; Daniel R. Jackson; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol; Michael Ryan; Ella Simmons; Mark Thomas; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Lee, Jairyong, ketua; Akeri Suzuki; Kenneth Osborn; Guimo Sung; Chun, Pyung Duk; Han, Suk Hee Redaktur Bertempat di Silver Spring, Maryland Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editors), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Kimberly Luste Maran, Andrew McChesney Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Pyung Duk Chun, Jae Man Park, Hyo Jun Kim Editor Online Carlos Medley Koordinator Teknik dan Pelayanan Pembaca Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley, John M. Fowler Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Rachel J. Child Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Dewan Manajemen Jairyong Lee, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Kenneth Osborn, Juan Prestol, Claude Richli, Akeri Suzuki, Ex-officio: Robert Lemon, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Robert E. Lemon, G. T. Ng, Guillermo E. Biaggi, Lowell C. Cooper, Daniel R. Jackson, Geoffrey Mbwana, Armando Miranda, Pardon K. Mwansa, Michael L. Ryan, Blasious M. Ruguri, Benjamin D. Schoun, Ella S. Simmons, Alberto C. Gulfan, Jr., Erton Köhler, Jairyong Lee, Israel Leito, John Rathinaraj, Paul S. Ratsara, Barry Oliver, Bruno Vertallier, Gilbert Wari Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brazil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, Argentina, Meksiko dan Amerika Serikat. Vol. 11, No. 9
09 - 2015 | Adventist World
31
dari INDONESIA
K
adang seseorang tidak dapat menuliskan apa yang memotivasi pikirannya untuk memilih pemimpin. Apakah karena kriteria kelayakan moral dan rohani atau karena kehebatannya? Apakah karena nepotisme? Kita harus banyak berdoa di tahun pemilihan pemimpin gereja ini, agar anggota nominating committee GC atau divisi dan uni serta konferens memilih pemimpin yang rohaniwan, berkualifikasi, punya komitmen untuk Tuhan dan berdedikasi buat jemaat-Nya, bukan nepotisme. Secara alamiah kita bersifat egosentris. Selama egosentris itu bisa dikendalikan oleh Roh Kudus yang bertakhta di hati kita maka itu tidak memengaruhi pola pikir kita tetapi bilamana egosentis yang muncul lebih kuat akan memengaruhi prinsip hidup kepemimpinan seseorang sehingga mengaburkan pertimbangan, sebagaimana E.G. White tuliskan, “Pada zaman ini, sama seperti pada zaman Kristus, Setan memerintah pikiran banyak orang. Oh, bahwa pekerjaannya yang menakutkan dan mengerikan bisa diketahui dan ditolak! Sifat mementingkan diri sendiri telah menyelewengkan prinsip, membingungkan pengertian dan mengaburkan pertimbangan” (Pikiran, Karakter dan Kepribadian, jld. 1, hlm. 328). Pada kepemimpinan Samuel di hari tuanya ia mengangkat putra-putranya menjadi hakim atas Israel dan pengangkatan ini menyulut demo. Itulah sebabnya penulis memilih judul “Nepotisme Pemimpin Menyulut Demo.” Nepotisme Samuel
Pemilihan dari atas ke bawah seperti yang dilakukan oleh hamba Tuhan Samuel, kelemahannya adalah nepotisme. Biasanya nepotisme seperti itu cepat sekali direspons oleh warga gereja atau warga negara. Misalnya kepemimpinan Samuel pada usia tuanya memilih Yoel dan Abia menjadi hakim atas orang Israel khususnya di daerah Bersyeba. Bukan berdasarkan kriteria kelayakan tetapi karena keduanya adalah anak-anaknya (1 Samuel 8:1). Seandainya Yoel dan Abia hidup seperti ayahnya Samuel itu tidak akan menjadi masalah tetapi Alkitab de-
32
Adventist World | 09 - 2015
Pemimpin Menyulut
DEMO
ngan jelas mencatat, ”Tetapi anakanaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan” (ayat 3). Walaupun Samuel pemimpin yang memenuhi kriteria karena ia melayani panggilan Tuhan namun anak-anaknya tidak mutlak harus menjadi pemimpin. Bangsa atau rakyat itu tahu calon pemimpin mereka yang cocok atau layak. Jika pemimpin yang terpilih layak dan mampu maka mereka akan senang tetapi jika tidak, pasti yang datang protes. Jika memang pemimpin yang sudah dipilih adalah yang mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan, siapa yang tidak protes? Apalagi untuk memilih pemimpin zaman ini sudah harus sangat hati-hati oleh karena sudah semakin dekat dengan kedatangan Yesus kedua kali. Biarkan Roh Tuhan yang sedang bekerja melalui penyerahan yang sungguh-sungguh dalam doa para pemimpin yang masuk dalam nominating committee dan calon pemimpin memohon kuasa dan kemuliaan Tuhan turun dalam suasana pemilihan yang kondusif. Jika kemuliaan Tuhan menaungi proses pemilihan, hilanglah pilihan egoisme. Berdoalah seperti Musa, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku” (Keluaran 33:18). Pilihan yang salahlah membuat rak yat sering protes, sama halnya seperti yang terjadi pada zaman Samuel. Tua-tua
Israel berkumpul untuk mengajukan protes mereka” (1 Samuel 8:4, 5). Masih syukur kalau umat itu tahu melakukan etika protes yang benar. Zaman reformasi ini kelihatannya sudah menjadi tradisi menyampaikan keberatan dan protes dengan membawa massa demo bukan untuk meluruskan tetapi merusak dan membuat kerusuhan. Pemimpin yang Nepotisme Warga jadi Nekat
Kepemimpinan Samuel di usia senja menunjukkan suatu kuasa yang berani mengangkat putra-putranya yang tidak layak untuk jabatan kepemimpinan yang tertinggi sebagai hakim. Maka bangsa itu lebih keras mendongkrak ke atas tetapi cara mereka hormat karena hanya tua-tua Israel yang berkumpul menghadap Samuel di Rama. Massa yang terdiri dari tua-tua Israel yang berpengalaman ini mengantongi satu permohonan yang menyentak jantung Samuel. Walaupun disampaikan dengan hormat namun templakkan ini terasa sakit di hati Samuel (ayat 5, 6). Ada banyak hal yang tidak dapat kita pahami yang terjadi dalam kehidupan umat Tuhan baik pada zaman dulu maupun sekarang walaupun usul yang di ajukan tua-tua Israel tidak menyenangkan hati Tuhan karena secara tidak langsung mereka menolak Tuhan, namun Tuhan menyuruh Samuel untuk mendengar se-
mua perkataan tua-tua Israel itu. ”TUHAN berfirman kepada Samuel: ‘Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka’” (1 Samuel 8:7). Kekerasan hati umat itu membuat pilihan mereka untuk mempunyai seorang raja tidak bisa ditunda sekalipun Samuel memberikan apa yang akan menjadi akibat dan hukum yang akan diberlakukan Raja itu kepada mereka: ”Baik anak lakilaki (ayat 11) maupun anak perempuan (ayat 13) akan diberlakukan raja sebagai hamba. Hasil pertanian dan hasil ternak akan diambil raja dan kamu sendiri akan menjadi budaknya (ayat 14-17). Tua-tua Israel bersikeras menolak nasihat Samuel karena mereka sudah nekat ingin sama seperti bangsa lain. “Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: ‘Tidak, harus ada raja atas kami’” (ayat 19). Pilihan nekat dengan kekerasan hati yang bergantung kepada pengertian sendiri, walaupun suara terbanyak adalah tidak baik, hal seperti ini kadang disetujui Tuhan. Memang ada kesalahan Samuel mengangkat putra-putranya sendiri menjadi hakim namun kita selaku umat Tu-
han wajib mendengar Firman Tuhan. Jika pilihan kita tidak bergantung kepada kepercayaan kepada Allah, maka pilihan itu akan bersandar kepada pengertian sendiri, akan merusak suasana dan bahkan akan membawa perubahan status. Seperti bangsa Israel yang seyogianya Allah langsung menjadi Raja mereka (Teokrasi) Karena tuntutan mereka yang keras kepada Samuel. Atas perintah Tuhan Samuel mengurapi Saul menjadi raja yang pertama bagi bangsa Israel (1 Samuel 9:1, 2, 16, 17). Akhirnya pemimpin tertinggi yang bersandar kepada pengertian sendiri akan membawa masalah besar bagi umat itu. Bilamana mereka memilih pemimpin di bawahnya yang tidak layak untuk tugas yang dipilih itu, dan umat yang merasa tidak puas dengan pilihan pemimpin itu, protes bisa terjadi. Jika protes itu terlalu keras, bisa menuntun umat itu menyimpang dari kehendak Allah. Akibatnya akan membawa kerugian bagi umat itu sendiri dan bahkan bisa menimbulkan malapetaka dan bencana bangsa. Tetapi yang baik ialah marilah kita “Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati” dan percayakanlah segalanya kepada Tuhan. Sebab pilihan Tuhan sangat jauh berbeda dengan pilihan kita sebab kita melihat luarnya sedangkan Allah menilai hati. Memang pilihan Allah bisa tidak masuk akal atau di luar pengertian kita itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan, “janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3:5). Allah bisa saja memilih yang bodoh, lemah, tidak terpandang, hina, dan bahkan yang tidak berarti. Sebagaimana Firman Tuhan mencatat, ”tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-
orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1 Korintus 1:27-29. Bersandar kepada pengertian sendiri, kekuatan sendiri, pengetahuan sendiri dan kekayaan sendiri akan membangun perasaan bahwa diri kitalah yang paling benar, hati kitalah yang paling suci, pengertian kita paling hebat, dan pilihan kita yang terbaik. Bila dihadapkan dengan ide-ide dalam pemilihan selalu merasa ide sendirilah yang paling jitu. Padahal pilihan kita itu karena egosentris, ada kepentingan diri, rencana tersendiri dan kehendak sendiri maka terjadilah potensi nepotisme bukan mengutamakan kriteria, kemampuan dan kepentingan Jemaat demi memasyhurkan nama Tuhan Yesus. Kesimpulan
Biarlah kemajuan yang kita alami di zaman teknologi canggih ini meningkatkan pengertian kita untuk memahami kuasa dan keajaiban Tuhan yang tersedia di alam semesta ini. Jika ilmu pengetahuan kita semakin tinggi hendaklah kita meningkatkan ketergantungan dan kepercayaan kita kepada Allah sumber segala pengetahuan dan pendidikan yang benar. Bila harta kekayaan kita semakin bertambah-tambah biarlah itu menyadarkan kita bahwa Allah telah mempercayakan tugas pengelolaan kekayaan alam semesta ini kepada kita. Sehingga kita tidak akan bergantung kepada pengetahuan dan kekayaan kita sendiri. Nasihat hikmat Salomo dalam Amsal 3: 5 mengatakan, ”percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” n
Urbanus Sinambela
adalah Ketua Mission to the City, Batam.
09 - 2015 | Adventist World
33
dari INDONESIA Kehidupan dalam Penatalayanan Sertifikasi Penatalayanan Daerah Misi Nusa Utara
T
jak Latumahina seorang anggota awam dari Jemaat SP4 Waniaipi Kota Timika, Papua memaparkan seminar penatalayanan kepada para pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Misi Nusa Utara (DMNU) di kantor gereja Advent Tahuna, pada tanggal 3 dan 4 Maret 2015. Insinyur yang berumur 55 tahun menceritakan pengalamannya kepada para peserta acara sertifikasi. Ia menyatakan bahwa ia dan keluarga telah berkomitmen untuk melayani Tuhan. “Kalau saya bekerja bagi Allah masakan Allah tidak akan memberkati pekerjaan saya?” Katanya. “Pasti Tuhan akan memberkati, percayalah!” Ayah dari Kristo dan Grizel Latumahina ini menasihati para pendeta untuk lebih giat dalam pekerjaan Tuhan: “Kalau Tuhan sudah memberkati saya sebagai orang awam di dalam pekerjaan-Nya ini, masakan Tuhan tidak akan memberkati para pendeta yang mendapat upah dari warisan suci itu. Itulah sebabnya kita harus lebih giat dalam bekerja bagi Tuhan.” “Arti penatalayanan bagi keluarga Latumahina adalah segala sesuatu yang ada pada kami baik itu hidup, waktu, talenta, harta, dan lain-lain,
Pengurapan ke-15 Hamba Tuhan Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya
P
“
endeta bukanlah satu profesi, tetapi itu adalah satu panggilan,” begitulah inti dari renungan yang dibawakan oleh Pdt. Dr. J.S. Peranginangin saat memberikan nasihat bagi lima belas hamba Tuhan yang menerima pengurapan. Dalam nasihat pengurapannya lebih lanjut Pdt. Peranginangin juga mengingatkan bahwa pengurapan ini bukanlah hadiah yang diberikan, juga merupakan panggilan yang tidak dicari-cari. Acara pengurapan ini mengambil tempat di Gedung Pertemuan Advent Jalan M.T. Haryono pada Sabat, 28 Februari 2015.
34
Adventist World | 09 - 2015
semuanya harus ditata untuk digunakan bagi pelayanan,” sambungnya. Para pendeta dengan antusias mendengarkan seminar yang dibawakan oleh suami Ria Daman-Hasan itu. Seminar yang sebagian besar isinya tentang nasihat roh nubuat tentang penatalayanan telah menjamah hati untuk lebih setia kepada Tuhan. Latumahina datang memberikan seminarnya di acara Sertifikasi Penatalayanan ini atas permintaan Pdt. Happy Sibilang, Direktur Penatalayanan Divisi Asia Pasifik Selatan dan Pdt. Semuel Wullur, Direktur Penatalayanan Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur yang merupakan narasumber di acara Sertifikasi Penatalayaan tersebut. n —Dilaporkan oleh Daerah Misi Nusa Utara
Selama dua tahun terakhir tidak ada hamba Tuhan dari Konferens DKI Jakarta yang menerima pengurapan, tetapi pada tahun 2015 ini, setelah diputuskan oleh beberapa komite maka diputuskanlah 15 nama untuk diurapi. Kelima belas nama tersebut adalah: 1. Pdt. Rinto Gultom—Gembala Jemaat Cabang Permata Cimanggis. 2. Pdt. Manuntun Hutasoit—Gembala jemaat Mt. Car mel. 3. Pdt. Deny Komaling—Gembala Jemaat Rumpin Suradita. 4. Pdt. Alimson Limbong—Gembala Jemaat Perwira, Bekasi. 5. Pdt. Ucok Steven Marbun—Gembala Jemaat Cileduk Kreo. 6. Pdt. Walman Nababan—Gembala Jemaat Taman Palam. 7. Pdt. Elfinson Nainggolan—Gembala Jemaat Jelambar. 8. Pdt. Herme Parhusip—Gembala Jemaat Rajek. 9. Pdt. Hotman Pasaribu—Gembala Jemaat Bintaro Imanuel. 10. Pdt. Kelso Pasaribu—Gembala Jemaat Pondok Melati. 11. Pdt. Agus Setiyono—Gembala Jemaat Tjen Taho Kelapa Gading. 12. Pdt. Tommy Sihotang—Gembala Jemaat Harapan Baru Regency. 13. Pdt. Sahat Simbolon—Gembala Jemaat Cengkareng. 14. Pdt. Haldeman Tampubolon—Gembala Jemaat Mt. Moriah. 15. Pdt. Jimmy Tidayoh—Gembala Jemaat Kali Malang (Cabang).
Pdt. Rindu Hutapea, Ketua Konferens memimpin sumpah pengurapan yang diikuti oleh semua gembala yang diurapi. Setelah menerima pengurapan, para hamba Tuhan ini menerima ucapan selamat sekaligus sebagai sambutan selamat datang dan bergabung dalam pelayanan sebagai gembala. Dalam kesempatan ini, berturut-turut memberi sambutan, Ibu Linda Peranginangin sebagai Koordinator Shepherdess UIKB, kemudian sambutan dari Ibu Lady Hutapea sebagai Koordinator Shepherdess Konferens DKI Jakarta dan juga sambutan dari Pdt. R.Y. Hutauruk sebagai Sekretaris Asosiasi Kependetaan Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya. Seluruh jemaat yang hadir dari lima belas jemaat itu tidak ketinggalan memberikan ucapan selamat kepada para gembala tersebut. Seperti sambutan yang disampaikan oleh ketua konferens maupun ketua uni, mereka mengimbau agar para gembala yang sudah menerima pengurapan ini, semangatnya tidak menurun dan tetap membara, bahkan diharapkan akan lebih meningkat lagi, sehingga baik jemaat yang sementara dilayani, maupun jemaat yang nanti akan dilayani akan merasakan dampak dari pengurapan tersebut, di mana pelayanan mereka akan lebih membawa berkat dan mempersiapkan umat bagi kedatangan Tuhan yang kedua kali yang sudah tidak lama lagi. n —Dilaporkan oleh Pdt. A. Daymbani, Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya.
09 - 2015 | Adventist World
35
dari INDONESIA Studio Produksi Gema Pengharapan Jakarta Adventist Media Center
D
i akhir kunjungan evaluasi yang dilakukan oleh Divisi, Pdt. Samuel Saw, Sekretaris Eksekutif GMAHK Divisi Asia Pasifik Selatan memimpin peresmian studio produksi Gema Pengharapan, Jakarta Adventist Media Center (JAMC) yang berada di bawah Departemen Komunikasi Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya. Acara peresmian yang dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2015 mengambil tempat di Studio JAMC yang terletak di lantai 5 kantor konferens. Dalam renungannya, Pdt. Saw mengambil cerita tentang anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan. Sumber yang sangat sederhana ini, dapat memenuhi kebutuhan lebih dari lima ribu orang. Demikian juga beliau berharap walaupun hanya dengan dukungan para relawan, tanpa adanya tenaga ahli media, beliau berharap studio ini dapat memproduksi siaran, baik video maupun radio yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Dalam kesempatan ini juga, Pdt. Saw yang diterjemahkan oleh Pdt. Wendel Mandolang, menyampaikan bahwa kesempatan di bidang media, saat ini terbuka lebar, ada banyak tempat yang tidak bisa dimasuki dengan cara penginjilan biasa, dapat dilakukan dengan penginjilan lewat media baik televisi, radio maupun internet. Selama tiga tahun terakhir ini, JAMC telah memproduksi cukup banyak program siaran baik berupa audio yang bisa didengar melalui Radio Komunitas Gema Pengharapan di 107,7
Peduli Kasih Kegiatan BWA Kota Makassar
P
ada tanggal 13 Juni 2015 adalah Hari Penekanan Wanita, dan sehubungan dengan Hari Penekanan Wanita tersebut, maka Bakti Wanita Advent Kota Makassar mengadakan kegiatan sebagai berikut: Di setiap jemaat, acara dibawakan langsung oleh anggota BWA dengan judul khotbah kekuatan rohani untuk saat sekarang ini. Selesai makan siang BWA mengadakan perlawatan “Peduli Kasih,” me-
36
Adventist World | 09 - 2015
FM, Jakarta atau melalui streaming di www.gemapengharapan. com maupun melalui produksi video yang dapat diunduh melalui youtube—Jakarta Adventist Media Center. Seluruh pelayanan Jakarta Adventist Media Center ini, dibiayai sepenuhnya oleh persembahan dari seluruh umat Tuhan di konferens. Untuk itu, JAMC mengimbau setiap anggota jemaat yang terpanggil untuk melayani melalui media, agar dapat bergabung dan memberikan kontribusinya bagi pelayanan media yang dilakukan oleh Departemen Komunikasi Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya melalui Jakarta Adventist Media Center, sehingga banyak jiwa yang dapat menikmati Injil dan dapat dimenangkan bagi Kristus. —Dilaporkan oleh Pdt. A. Daymbani, Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya.
ngunjungi para BWA yang sudah lanjut usia dan BWA yang membutuhkan perhatian. Para BWA mendoakan mereka, berbagi dan memberikan sembako bagi mereka yang membutuhkan. Yang paling menarik dari kunjungan ini adalah BWA Kota Makassar mengunjungi seorang ibu simpatisan yang walaupun belum dibaptis tetapi sangat setia datang beribadah di gereja
dan turut aktif dalam setiap kegiatan jemaat. Ibu tersebut sangat senang sekali sebab mendapat kunjungan dari BWA. Kegiatan berlangsung sampai hari minggu pagi yaitu jalan santai sambil membagikan buku Sehat Bugar. Berkumpul di ha laman Jemaat Durian, seluruh anggota BWA se-Kota Makassar bersiap untuk jalan santai bersama, namun sebelumnya ketua Konferens Sulselbara, Pdt. A. Inaray mendoakan khusus bagi mereka yang akan jalan sekaligus membagikan buku kepada setiap orang yang mereka temui. Semoga dengan pertolongan Tuhan, buku yang telah dibagikan dapat dibaca oleh mereka yang menerimanya. Setelah semua buku dibagikan, para BWA kembali ke ha laman gereja Jemaat Durian untuk lanjut dengan senam yoga yang dipimpin langsung oleh Ibu Dian Lebang selaku seksi olahraga. n —Dilaporkan oleh Nell Latumahina, Koordinator BWA Kota Makassar.
Buka Puasa Bersama Jemaat Kota Berbuka bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama
U
ntuk meningkatkan dan menjaga hubungan baik yang sudah terjalin dengan warga sekitar serta tokoh agama dan tokoh masyarakat, pada Sabat sore, 11 Juli 2015 GMAHK Jemaat Kota mengadakan buka puasa bersama. Pada pukul 17.30 semua warga yang diundang sudah hadir di GMAHK Jemaat Kota, acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua Jemaat Kota Bpk. Jefferson dan sekalian perkenalan oleh Pdt. Elton Tanu kepada masyarakat di sekitar gereja. Selanjutnya Pdt. Elton Tanu melakukan perkenalan diri dan mempresentasikan progres perizinan pembangunan GMAHK Jemaat Kota yang direncanakan bulan Agustus 2015. Sekaligus minta izin akan adanya aktivitas untuk pembangunan gereja yang mungkin akan mengganggu warga sekitar. Selanjutnya kata sambutan dari warga diwakilkan oleh ketua RW. Ketua RW mengucapkan terima kasih atas acara buka puasa bersa-
ma yang dilakukan oleh gereja untuk kesekian kalinya. Dan mereka mendoakan supaya proses pembangunan gereja secepatnya dilakukan. Selanjutkan kata sambutan dilanjutkan oleh Kepala Masjid Bpk. Haji Kaffi, dengan mengungkapkan hal yang sama. Buka puasa bersama pun dilakukan dan diharapkan acara ini mempererat hubungan baik yang sudah terjalin antara GMAHK Jemaat Kota dengan warga sekitar. n —Dilaporkan oleh Ronald Tampubolon, Ketua PA Jemaat Kota, Jakarta.
09 - 2015 | Adventist World
37
dari INDONESIA Pelatihan Dasar Misionaris Medis Dua minggu di GMAHK Pioneer Sario, Manado
T
elah diselenggarakan program Pelatihan Dasar Misionaris Medis untuk anggota jemaat di GMAHK Pioneer Sario Manado. Kegiatan ini dibuka pada hari Sabat tanggal 1 Agustus 2015 oleh Pdt. Yotam Bindosano selaku Sekretaris Eksekutif Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT) bersama istri, Ibu Ninfa G. Bindosano selaku Direktur Kesehatan UKIKT.
Pekabaran malaikat ketiga mendahului semua materi kurikulum yang telah disusun dan selanjutnya materi kesehatan dasar seperti anatomi dan fisiologi, penyakit dan penanganannya, pola hidup NEWSTART, demo cara membuat herbal dari tanaman di sekitar kita dan pemakaian arang aktif, demo cara memasak makanan sehat serta cara penggunaan terapi air dipadukan dengan materi rohani seperti pola kehidupan Kristen
Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/ daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redaksi majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS atau naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format Microsoft Word/ Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/imagE di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere足solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan diterbitkan bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk menerbitkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan diterbitkan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk diterbitkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada saat kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.
38
Adventist World | 09 - 2015
Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia
WARTA
GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera� Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.
Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah J. S. Peranginangin Ketua Bidang Usaha S. Manueke Bendahara W. Purba Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi F. Parhusip, R.S. Keni, F. Ngantung, J. Wauran, F. Manurung, A. Siahaan
yang benar sesuai kehendak Tuhan, mulai dari reformasi berpakaian, reformasi cara bergaul/berpacaran, musik yang kudus, bahayanya bacaan, tontonan dan roh persaingan diberikan secara bergantian oleh pelatih tim medical missionary setiap malam mulai jam 18.00-21.00 WITA. Pada Sabat, 15 Agustus 2015 setelah makan siang para peserta dan pelatih turun ke jalan dan rumah penduduk sekitar gereja untuk membagi undangan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan konseling pola hidup sehat gratis, yang biasa disebut Health Expo yang merupakan puncak kegiatan pelatihan selama 2 minggu ini yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Agustus 2015. Akhirnya, dengan pertolongan Tuhan semua kegiatan ini berjalan lancar karena komitmen para peserta yang rindu untuk terus hadir dan mendengar setiap pekabaran serta dukungan dari Departemen Kesehatan Uni Indonesia Kawasan Timur, dan majelis Jemaat Pioneer Sario, yang selalu giat dalam kegiatan kerohanian, semoga akan ada lebih banyak lagi jemaat yang rindu untuk dilatih dan dibangunkan melalui pekerjaan misionaris kesehatan ini dan akhirnya dengan kerendahan hati bisa lebih efektif dalam melayani serta menjadi juru kabar Injil bagi Tuhan. —Dilaporkan oleh dr. Cindy Sumual Mamahit, Wakil Departemen Kesehatan GMAHK Jemaat Pioneer Sario, Manado.
Komunikasi Uni S. Simorangkir, Uni Indonesia Kawasan Barat B. Sumendap, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah D. Lingga, Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya N. Siringoringo, Jawa Barat A. Pender, Jawa Tengah D. Maart, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara R. Keni, Minahasa Utara Dj. Muntu, Minahasa F. Kasenda, Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku F. Macpal, Nusa Utara H. Wambrauw, Papua I. Lisupadang, Luwu Tana Toraja Izin
Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987
Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842
Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.
Anda menyukai Adventist World? Anda bahkan akan lebih menyukai Adventist Review ADVENTIST REVIEW YANG BARU Akan berpergian bersama Anda!
Adventist Review adalah majalah induk dari Adventist World. Ini telah sepenuhnya didesain ulang untuk memenuhi kebutuhan pembaca yang ingin mendapatkan lebih lanjut mengenai Adventist World, dan melakukannya dalam format yang jauh lebih ramah. Sekarang terbit bulanan, majalah ini menawarkan 68 halaman penuh berita dan inspirasi dari seluruh dunia. Majalah ini memiliki empat bagian untuk membantu Anda memperdalam pemahaman Anda tentang berbagai isu saat ini, dan mendapatkan ide-ide untuk perjalanan iman Anda sendiri dan demi misi gereja.
Review yang baru hadir dalam 4 bagian • • • •
News & Commentary: Dari Amerika Utara dan berbagai dunia. Connect: Bagaimana kita berhubungan dengan kebenaran kekal dalam budaya digital saat ini? Discover: Apakah prinsip yang menjadikan kita warga Kerajaan Allah? Engage: Bagaimanakah kita memberi makna hidup kita demi kasih dan anugerah Allah?
Sepenuhnya didesain ulang untuk setiap generasi.
Ringkas dan kokoh ke mana pun Anda pergi.
Menarik dan modern dan terakses di mana pun Anda berada!
Terbit Khusus
US$32,95
Regular $39.95 sebelumnya $80.50
Setiap bulan, hadir dengan Kidsview, suplemen GRATIS untuk anak-anak usia 8-12, yang membuat mereka merasa bagian dari keluarga iman.
Pesan SEKARANG dengan mengunjungi situs www.adventistreview.org atau hubungi AR Orders di Skype, atau + 1-208-465-2548