War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh
1 0 - 2 01 5
reach the world Inisiatif istimewa gereja untuk 5 tahun ke depan
10 - 2015
Harapan Menang 18 Ketika Atas Kekalahan RENUNGAN
War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh
1 0 - 201 5
C E R I TA
11
S A M P U L
Reach the World
Oleh Andrew McChesney
menjangkau dunia
Sebuah inisiatif istimewa diharapkan membawa Injil lebih jauh dari yang pernah dilakukan sebelumnya.
Inisiatif utama gereja untuk 5 tahun ke depan
Oleh Wilona Karimabadi Hingga Yesus datang, kita akan mengalami keduanya.
20 Duduk Dekat Berbagai Barang K E H I D U PA N
Oleh Shandra Kilby
8
PA N O R A M A
SEDUNIA
Melenyapkan Kegelapan
Tidak memerlukan banyak terang untuk melenyapkan kegelapan.
16 Menjadi Kristen Dewasa
K E P E R C AYA A N
We can’t always do things that matter, or can we?
Allah: Pekabaran dari 22 Jurukabar Australia Memotivasi R O H
Oleh Ted N. C. Wilson
Oleh Elizabeth Camps Menghormati Kristus dengan memperlakukan diri kita dengan baik.
NUBUAT
Seluruh Dunia
Oleh John Skrzypaszek
DASAR
ADVENT
Perkembangan konsep teologi yang Berhubungan dengan Menetapnya Ellen White di Australia
24 Pelopor di Mana-mana WARISAN
ADVENT
Oleh DeWitt S. Williams
Tempat Thomas dan Henrietta Branchdi Afrika, dan dalam sejarah
D E PA R T E M E N TA L 3 L A P O R A N
SEDUNIA
3 Sekilas Berita 6 Fitur Berita
10 K E S E H A T A N S E D U N I A Sembuh dari Penyakit Osteoarthritis
2 7 P E L A J A R A N A L K I T A B Elia: Pria Iman yang Perkasa
26 P E R T A N Y A A N
28
JAWABAN
Adventist World | 10 - 2015
PERTUKARAN
IDE
ALKITAB
Seks, Masalah Serius
www.adventistworld.org Tersedia daring dalam 10 bahasa
2
DAN
32-40 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent (WGA)
F O T O S A M P U L : G L O B E : K as i a B i el / i sto c k / t h i n ksto c k P ot r E t : D a v i d B . S h e r w i n
D
LAPORAN SEDUNIA
WHO
Oleh Joanne Ratsara
Bekerja Sama dengan Advent
Secara Global untuk pertama kali
Harapan dua sisi untuk kendalikan kematian ibu dan bayi. Ratsa r a
B la n c h a r d
J oa n n e
J aso n
i jalan yang tenang di barat Chicago, Illinois, saya belajar pelajaran penting tentang bersaksi. Sebagai seorang pendeta muda, saya telah ditugaskan ke sekolah penginjilan sehubungan dengan penginjilan membagikan Injil di lingkungan yang memiliki sedikit kehadiran Advent. Setiap hari, saya mengunjungi rumah mereka yang menghadiri pertemuan penginjilan untuk meninjau kebenaran Alkitab yang telah dipelajari malam sebelumnya. Pada hari setelah penginjil Mark Finley menyampaikan ajaran Alkitab tentang apa yang terjadi pada orang ketika mereka mati, saya melangkah dengan rasa takut menuju ambang pintu satu peserta. Dia adalah seorang janda setidaknya 70 tahun, yang tinggal sendirian di rumah kecil, dengan tidak ada hubungan dukungan yang jelas dari sahabatnya. Sementara saya meninjau teks Alkitab yang Pendeta Finley telah disajikan, saya mempersiapkan diri untuk respons yang tak terelakkan. Dia adalah anggota dari agama lain yang mengajarkan bahwa mereka yang mati, segera pergi ke hadapan Yesus, dan saya berharap dia dengan sopan tapi tegas dalam menolak pelajaran yang saya bagikan. Saya heran ketika saya mendekati akhir studi Alkitab tersebut, ia berseru, “Itu berita baik!” “Begitukah?” Tanya saya penasaran. “Coba beritahu saya.” “Yah,” katanya: “Suami saya meninggal 10 tahun yang lalu, dan sejak itu anak-anak kami telah jatuh ke dalam perselisihan besar satu sama lain tentang membagi warisan perkebunan. Mereka tidak berbicara satu sama lain sekarang ini. Saya berasumsi bahwa suami saya adalah di surga, sedang melihat ke bawah pada semua kepahitan ini. Sekarang saya tahu bahwa ia tidak mengetahui apa-apa tentang hal itu!“ Gelombang lega dan rasa syukur hadir di pikiran saya. Untuk semua ketakutan dan kekhawatiran saya, saya telah belajar pelajaran yang paling berkuasa tentang kesaksian: Roh Kudus telah mengunjungi mereka dengan siapa Dia mengundang kita untuk membagikan iman kita. Yesus mengetuk pintu itu sebelum saya datang. Ketika Anda membaca fitur sampul bulan ini, “Menjangkau Dunia,” biarkan Tuhan mengingatkan Anda bahwa semua tentang membagikan iman kita selalu diikuti dengan Roh Kudus yang telah mengunjungi membuka hati, menyiapkan pikiran, dan panggilan untuk hidup baru dalam Yesus.
Kiri: Seorang bayi lahir di Malamulo Hospital, Malawi. Kanan: Annette Mwansa Nkowane, kiri, berdiri bersama Paul Ratsara dan Patricia Jones.
O
rganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh telah memulai kemitraan global yang belum pernah terjadi yang ditujukan untuk mengurangi angka kematian bayi dan ibu. Lima puluh pemimpin keperawatan dan pendidik internasional bertemu di Bloemfontein, Afrika Selatan, untuk memulai pelaksanaan proyek lima tahun untuk mendidik bidan di empat negara Afrika. Proyek 1 juta dolar AS ini didanai oleh OPEC Foundation for International Deve lopment melalui WHO dan dirancang oleh pejabat WHO, GMAHK Ge neral Conference, dan Loma Linda University School of Nursing. “Kita bersyukur untuk memulai kemitraan ini. Kita akan menghasilkan sesuatu manfaat bagi dunia,“ kata Annette Mwansa Nkowane, pemimpin perawat WHO dan pemeran utama dari proyek ini. “Saya percaya dan yakin ini akan berhasil. Saya percaya bahwa bersama Allah segala sesuatu mungkin.“ Ini adalah pertama kalinya WHO, badan kesehatan masyarakat dari PBB, telah bermitra dengan organisasi berbasis agama pada skala global, kata Nkowane, seorang perawat dan bidan yang terdidik di Zambia yang bertanggung jawab sebagai “petugas teknis di seluruh dunia untuk keperawatan dan kebidanan. “WHO memperkirakan proyek itu berkontribusi terhadap pencapaian United Nations Millennium Development Goals untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Benih kolaborasi ini telah ditaburkan pada tahun 2009 di Jenewa selama konferensi kesehatan global pertama yang diselenggarakan oleh De-
Bersambung ke sebelah
10 - 2015 | Adventist World
3
partemen Pelayanan Kesehatan General Conference, badan administratif Gereja Masehi Advent Sedunia. Direktur Pelayanan Kesehatan, Allan Handysides dan penerusnya, Peter Landless, membentuk hubungan dekat dengan WHO selama konferensi tersebut, dan WHO mulai mendesak gereja untuk berkolaborasi pada proyek kebidanan. Pemimpin Advent menerima usulan WHO selama Rapat Musim Semi 2010 di kantor pusat gereja Advent sedunia. Tapi proyek itu tidak langsung beroperasi sampai sekarang karena pejabat WHO menghadapi tantangan mengamankan pendanaan. Patricia Jones, associate director untuk keperawatan bersama Departemen Pelayanan Kesehatan gereja Advent sedunia, menyatakan terima kasih kepada WHO untuk kegigihan. “Terima kasih untuk tidak menyerah dan untuk memiliki keyakinan dalam diri kami, dalam kelompok yang berbasis agama yang dipercayai untuk menjalankan proyek tersebut,” katanya. WHO yang berbasis di Jenewa telah mengidentifikasi kurangnya bidan global yang berkualitas sebagai faktor yang berkontribusi dalam kematian ibu dan bayi, dan sedang melihat pada jaringan global gereja Advent dalam hal pendidik dan rumah sakit sebagai cara untuk mengatasi kelemahan tersebut. Proyek baru tersebut berfokus pada empat lembaga di Afrika: Malamulo College of Health Sciences di Malamulo Hospital, Malawi; Maluti College of Nursing di Maluti Hospital, Lesotho; Kanye Adventist College of Nursing di Kanye Hospital, Botswana; dan rumah sakit di Adventist University Cosendai di Kamerun. Paul Ratsara, Ketua Divisi Afrika Selatan Samudera Hindia, di mana tiga situs itu berada, mengatakan proyek ini merupakan kepercayaan suci dari Tuhan. “Kehidupan sang ibu akan diselamatkan. Bayi juga akan diselamatkan,“ katanya. n
4
Adventist World | 10 - 2015
E U D
LAPORAN SEDUNIA
Para pathfinder dibaptiskan selama acara kampore di Danau Neuchâtel Switzerland.
Pathfinder Dibaptiskan di Kampore Swiss 2.300 jiwa berkumpul pada acara Divisi Inter-Eropa. Oleh Andrew McChesney, dengan laporan dari staf EUD
T
ujuh Pathfinder dibaptis di Danau Neuchâtel, Swiss, pada pertemuan kampore selama seminggu di sebuah ladang jagung dan dihadiri oleh 2.300 anak-anak dan pemimpin mereka. Kampore Pemuda Advent itu diselenggarakan setiap empat tahun oleh Divisi Inter-Eropa, menawarkan Pathfinder yang berusia 12 tahun sampai 16 tahun kesempatan untuk belajar kasih karunia Allah dari kisah Yunus di Alkitab, belajar keterampilan baru, dan berbaur dengan rekan-rekan dari 20 negara lainya. Saat matahari mulai terbenam pada hari Jumat malam, puluhan orang berkemah berkumpul di pantai timur Danau Neuchâtel untuk melaksanakan baptisan. Setiap calon baptisan berseragam memasuki air disertai dengan pemimpin Pathfinder yang memegang balon helium putih. Para pemimpin itu melepaskan balon ke langit di malam itu sementara mereka mengangkat para Pathfinder keluar dari air selama acara baptisan. “Penekanan hari ini adalah upacara baptisan,” kata penyelenggara dalam se-
buah pernyataan di situs web pertemuan itu, AYcamporee.org. “Tujuh Pathfinder terlibat untuk mengikuti dan hidup bersama Yesus! Selamat Sabat!“ Tema pertemuan kampore itu, “The Whale Way, Surprised by Grace,” dilaksanakan pada lahan milik La Corbière Farm di Estavayer-le-Lac, sebuah kota turis dari 6.000 orang. Program harian menawarkan 90 lokakarya dan kegiatan lain yang Pathfinders bisa pilih, dengan topik mulai dari teknik kepramukaan hingga masalah lingkungan. Acara utama, diadakan di sebuah tenda raksasa yang dipinjam dari sirkus, disajikan di atas panggung berbahasa Perancis atau Jerman dan diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Kemudian, jika diperlukan, ada terjemahan dalam bagian yang berbeda dari tenda tersebut ke dalam bahasa yang digunakan oleh delegasi dari berbagai negara. Di antara mereka sendiri, yang para Pathfinder cenderung berbicara dalam bahasa Inggris. Sebagian besar Pathfinder berasal dari 13 negara di Divisi Inter-Eropa: Belgia, Bulgaria, Jerman, Perancis, Italia, Luksemburg, Austria, Portugal, Rumania, Swiss, Slovakia, Spanyol, dan Re-
5
Fakta Kampore
1. MAKANAN: Para peserta mengonsumsi 3.000 kilogram roti; 8.000 kilogram kacang-kacangan dan sayuran; 7.300 kilogram buah; dan 1.000 kilogram kentang. Makanan disiapkan oleh 80 jurumasak. 2. SAMPAH: Relawan mengumpulkan sampah setiap hari yang akan dibakar menjadi total 16 meter kubik sampah. 3. PERLENGKAPAN: Sebanyak 80 kamar mandi dan 89 toilet menggunakan 49.000 liter air setiap hari. Dan 21.000 liter air lainnya digunakan untuk memasak sehari-hari. Sebanyak 1.900 gulungan kertas toilet digunakan.
4. ANGGARAN: Kampore itu dibiayai dengan 450.000 Swiss francs (476.000 dolar AS).
5. TIDUR DAN BERTEMU: Ke2.300 peserta tidur di 650 tenda dan menghadiri pertemuan di tenda sirkus yang menampung 3.000 orang. Lokasi perkemahan itu mencapai 861.100 kaki persegi (80.000 meter persegi), ukuran 11 lapangan sepak bola profesional.
Sekolah Advent
Mengubah Komunitas di Panama
Relawan muda menemukan komunitas Advent berkembang di mana Maranatha membangun sekolah. Oleh Julie Z. Lee, Sukarelawan Internasional Maranatha
S
ebut saja kekuatan dari sebuah sekolah Advent. Delapan belas tahun yang lalu relawan Advent membangun sebuah sekolah di Changuinola, sebuah kota pantai yang lembab dari sekitar 30.000 orang di sudut timur laut dari Panama. Beberapa minggu yang lalu sekelompok 150 relawan muda melakukan perjalanan ke Sekolah Advent Changuinola untuk membangun dua ruang kelas baru, dan untuk bekerja pada dua gereja yang hadir sebagai dampak dari sekolah itu. Seorang pemimpin gereja setempat, Melania Peña de Barria, terdiam setelah relawan membangun sebuah gedung gereja baru bagi jemaatnya selama perjalanan misi dua minggu mereka, yang diselenggarakan oleh Maranatha Volunteers International. “Saya merasa sangat senang, gembira, bersyukur. Saya tidak tahu apakah saya harus tertawa atau menangis,“ kata Peña de Barria, salah seorang anggota, pendiri Jemaat Finca 6. Jemaatnya telah berkumpul tanpa rumah gereja selama delapan tahun, berkumpul di rumah, pusat komunitas, dan, terakhir, di toko kelontong kosong. Pada hari Sabat akhir dari perjalanan misi itu, jemaat itu bersukacita menyembah di gedung baru mereka bersama relawan muda. Remaja yang secara sukarela itu adalah bagian dari “Workout Ultimate,”
M a r a n at h a
publik Ceko. Negara-negara itu memiliki 1.346 klub Pathfinder dengan lebih dari 19.000 anggota yang berusia 6 tahun sampai 16 tahun, menurut statistik divisi. Delegasi yang berkunjung adalah perwakilan dari Brasil, Inggris, dan Thailand. Pertemuan kampore itu sebelumnya diadakan di Roma, Italia, pada tahun 2011, dan berikutnya dijadwalkan untuk Republik Ceko pada tahun 2019. n
Ella Bates (kiri), dari Aitkin, Minnesota, dan David Shafer dari Cox’s Creek, Kentucky, membangun ruangan kelas sekolah Advent di Changuinola, Panama.
perjalanan misi tahunan Maranatha untuk orang muda yang merayakan ulang tahun kedua puluh lima tahun ini. Proyek sekolah Changuinola dimulai 18 tahun yang lalu ketika relawan Maranatha membangun bagian utama dari lokasi itu atas permintaan gereja Advent di Panama. Siswa yang mendaftar telah berkembang menjadi 450 siswa, dan relawan Ultimate Workout menambahkan dua ruang kelas pada musim panas ini. Sekolah itu diuntungkan dengan pertumbuhan Advent di masyarakat se-
Bersambung ke sebelah
10 - 2015 | Adventist World
5
M el i ssa
Perubahan
Tampilan Ekstrem:
Jalan Menuju Kesehatan
Empat kisah menyentuh dari megaklinik gratis di Amerika Serikat Oleh Tom Ish
A
M a r a n at h a
kitar dan telah dikaitkan dengan hadirnya dua jemaat baru, Finca 6 dan Las Tablas. Satu tim Workout Ultimate fokus pada Finca 6, sementara yang lain bekerja di Las Tablas. Awal tahun ini, relawan Maranatha membangun rumah ibadah bagi Las Tablas, dan tim Workout Ultimate menyelesaikan proyek itu dengan lapisan cat. Orang muda juga membantu masyarakat dengan cara lain, termasuk mengobati lebih dari 300 anjing, kucing, ayam, sapi, dan babi program dua minggu klinik hewan gratis yang dipimpin oleh Becky Childers, seorang dokter hewan dari California. Jangkauan melalui hewan mungkin tampak seperti sebuah pelayanan yang tidak biasa, tapi Childers mengatakan hal itu menawarkan para remaja cara baru untuk melihat pelayanan. “Saya pikir itu benar-benar menunjukkan bahwa Anda dapat mengasihi dan peduli pada seseorang dengan merawat hal-hal yang penting bagi mereka,” katanya. n
Is h
LAPORAN SEDUNIA
Becky Childers, seorang dokter hewan dari California, memelihara seekor anjing selama dua minggu klinik hewan gratis.
6
Adventist World | 10 - 2015
nthony Fry, seorang pria tunawisma 48 tahun, menghargai pemeriksaan darah dan pemeriksaan kesehatan yang ia terima di mega klinik yang disponsori gereja Advent yang menawarkan layanan bernilai 8 juta dolar AS, secara gratis di negara bagian Washington. Tapi manfaat yang paling menonjol terlihat adalah layanan potong rambut dan baju baru. Transisi dramatis mulai terlihat sedikit demi sedikit di pandangan para penonton yang terpikat pada acara Your Best Pathway to Health di Kota Spokane, di mana 1.600 relawan memberikan perawatan kesehatan gratis, memotong rambut, dan memberi pakaian untuk 3.111 orang selama dua hari. Fry, yang tampak berantakan, berjenggot dan cukup bersahaja, tidak ingin memotong rambutnya pada awalnya. Tapi ia kemudian memutuskan bahwa sesuatu yang drastis perlu terjadi untuk tampilan ukuran dada, jenggot berwar nanya, topi kulitnya yang sudah usang, jika dia mau mendapatkan suatu pekerjaan. Proses memotong rambut itu seperti proses memotong tiga pemotongan rambut secara penuh, kata Page Colson, seorang ahli tata rambut berusia 17 tahun dari Tennessee yang memimpin departemen tata rambut di klinik tersebut.
Fry senang dengan hasilnya. “Ini adalah layanan yang indah,” kata Fry dari kursi di mana ia dicukur. Fry, seorang mantan petugas relawan pemadam kebakaran dan tuan rumah dari Wenatchee, sebuah kota sekitar 170 mil (275 kilometer) di barat Spokane, mengatakan bahwa ia kehilangan tempat tinggal 10 minggu sebelumnya setelah serangkaian keadaan yang malang. Dia mengetahui klinik ini melalui salah satu dari puluhan ribu pamflet yang didistribusikan tentang peristiwa ini dan tentang Kota Spokane. Setelah potong rambut, seorang relawan konseling pola hidup, Dorothy Nelson dari Loma Linda, California, dan putrinya, Janet Penner dari Auburn, Washington, mengantar Fry melalui berbagai departemen Pathway, termasuk bagian pakaian di mana ia memperoleh setelan pakaian baru dan doa dari sang direktur, Sam Knnabliam. Transformasi luar yang menakjubkan itu adalah pendahuluan untuk transformasi lain yang sedang berlangsung: Fry telah memutuskan untuk mempelajari Alkitab dan ingin dibaptis. Nelson mengatakan kebenaran yang meyakinkan adalah bahwa “manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Sam. 16:7). Fry ingin mengikut Yesus.
Kiri: Anthony Fry sebelum dan sesuda perubahan tampilan di megaklinik gratis di Spokane, Washington. Kanan: Penata rambut Jody Meyer menguraikan rambut Nicole. gumkan. Jika saya tidak pernah berbaring, rahang saya pasti akan terantuk ke lantai, “katanya. Nicole juga menerima pemeriksaan darah, pijat, dan perawatan untuk masalah kulit. Ketika ditanya apakah ada yang berdoa baginya, dia mengatakan sedikitnya ada delapan orang.
Bawah: Sukarelawan Paul Pitts (kanan) berbicara dengan mahasiswa Kerwin Foster di megaklinik tersebut.
Pasien Terjauh M el i ssa
Is h
Delapan Jam Menyisir Rambut
M el i ssa
Is h
Pernikahan Impian
“Saya tidak akan pernah menikah!” Kata-kata itu menusuk tidak hanya menghentikan rencana pernikahan Christopher Amonson tetapi juga membawanya pergi dari rumahnya di Spokane untuk hidup di gurun Nevada selama dua tahun. Pemuda itu, bagaimanapun, tidak bisa membuat pacarnya, Crystal Parmer, pergi dari pikirannya, sehingga ia kembali bersamanya. Ketika Parmer menyadari bahwa pria yang telah berpacaran selama hampir lima tahun tidak bisa hidup tanpa dia, dia memintanya untuk menikahinya. Tapi pasangan ini menghadapi tantangan: Keduanya punya masalah pekerjaan dan tidak mampu melaksanakan pernikahan. Mencari bantuan untuk beberapa kebutuhan medis, keduanya pergi ke megaklinik tersebut. Amonson, 33 tahun, memperoleh sepasang kacamata baru, sementara Parmer, 31tahun, menikmati pijatan. Seorang relawan menyadari bahwa pasangan itu berencana untuk menikah, dan mengarahkan mereka ke bagian pakaian Knnabliam, di mana Parmer mendapat gaun pengantin, dan Amonson mendapatkan tuksedo. “Saya mulai menangis,” kata Parmer ketika ia menerima gaun pengantin. “Ini adalah berkat, karunia dari Allah.”
Nicole, seorang instruktur menjahit selama 31 tahun dan penjahit kostum dari Spokane, muncul di megaklinik dengan permohonan yang tidak biasa: Dia membutuhkan seseorang untuk menguraikan rambutnya. Nicole, yang meminta agar nama keluarganya tidak dipublikasikan, menemukan dirinya terbaring di tempat tidur, tidak dapat merawat rambut pirang setelah operasi akhir tahun lalu. Bantuan kesehatan negara tidak menutupi kebutuhan pribadi seperti rambut, dan setelah delapan bulan ia memiliki rambut yang kusut. Nicole mengetahui tentang megaklinik melalui surat yang dia terima dari seorang pekerja kesehatan di rumah. Relawan penata rambut Jody Meyer, dari Spokane, menghabiskan sekitar delapan jam untuk melepaskan dan menyisir rambut itu, beberapa helai pada satu waktu. Dia mengatakan bahwa Nicole berani menanggung rasa sakit dari banyak hal. “Ini seperti memiliki rambut Anda terjebak dalam pintu mobil dan diseret di jalan,” kata Nicole, sambil me ringis saat di kursi salon. Meskipun ujung saraf sensitif di kepalanya menjadi lembut selama proses yang sangat hati-hati, Nicole memperoleh kelegaan dalam pengobatan terapi fisik itu. Sejak operasi itu, ia merasa sulit untuk menjaga makanannya di bawah dan ia tidak berhak atas bantuan terapi fisik lainnya. Nicole mengatakan perawatan itu membuat rasa sakit hilang untuk pertama kalinya sejak operasi. “Hal itu menga-
Sementara orang banyak mulai berkurang pada sore hari pertama di mega klinik itu, seorang relawan yang adalah pendeta, Paul Pitts dan istrinya, Karyl, dari Arizona menuju ke stasiun bus pusat kota untuk membagikan brosur Pathway to Health. Pasangan ini bertemu dengan seorang mahasiswa, Kerwin Foster, yang menyatakan minatnya dalam acara tersebut tetapi harus menaiki bus pada pukul 17.00. Ketika Foster meminta tumpangan ke klinik itu, pasangan itu membawa dia pergi di mobil mereka. “Saya pikir saya harus mengambil kesempatan untuk menerima berkat ini,” kata Foster. “Semua ini sangat indah.” Foster, yang tidak memiliki asuransi, memerlukan perawatan gigi. Tapi karena departemen itu dipenuhi pasien, Pitss membawa dia ke berbagai departemen lain: Penilaian kesehatan, pengambilan darah, pemeriksaan fisik, terapi pijat, konseling pola hidup, dan layanan chaplaincy. Pengaturan telah dibuat untuk mengirim hasil tes darah Foster ke Florida. “Ini bukanlah hal mengenai satu hari,” kata Paul Pitts Foster saat ia menunggu untuk perawatan. “Kita akan tetap terhubung.” Setelah pasangan itu membawa Foster keluar untuk makan siang dalam perjalanan mereka pulang ke stasiun bus, pemuda tersebut sangat berterima kasih kepada mereka. “Kata-kata tidak bisa mengungkapkan rasa penghargaan saya,” kata Foster, yang dibesarkan sebagai seorang Metodis. “Sekarang saya harus membayardan melakukan sesuatu untuk membantu orang lain.” n
10 - 2015 | Adventist World
7
PA N O R A M A
B
SEDUNIA
ukanlah suatu kebetulan bahwa di awal, dan di dekat akhir pelayanan Kristus di dunia ini, pernikahan adalah titik fokus dari pelajaran yang Kristus ingin ajarkan kepada para pengikut-Nya. Yang pertama, pernikahan Kana, adalah pelajaran dalam iman, kepercayaan, dan ketaatan—iman bahwa Tuhan dapat memenuhi kebutuhan, kepercayaan bahwa Dia akan melakukan apa yang terbaik, dan ketaatan dalam mengikuti petunjuk Tuhan—bahkan ketika instruksi tersebut mungkin tampak tidak masuk akal, seperti meminta para pelayan itu untuk tempayan-tempayan itu dengan air (lihat Yohanes 2:1-11), ketika mereka membutuhkan air anggur yang tidak beragi.1 Pelajaran kedua dibawa pulang dari pada satu malam saat Yesus dan muridmurid-Nya duduk di Bukit Zaitun, di mana mereka memiliki pandangan yang jelas dari bukit dan lembah di sekitar Yerusalem. Matahari baru saja terbenam, dan langit berwarna senja. Mengambil pada pemandangan indah itu, kelompok tersebut melihat sebuah rumah yang cemerlang menyala. Mereka mendengar suara tawa dan melihat 10 gadis, berpakaian putih, dan memegang lampu cerah sambil berdiri di luar. Jelas itu adalah pesta pernikahan, menunggu kedatangan mempelai pria. Yesus mengambil contoh dalam adegan meriah yang dikenal dan menggu-
nakan kesempatan itu untuk mengajar murid-murid-Nya sepanjang zaman beberapa pelajaran penting. Kita tahu kisah itu, yang tercatat dalam Matius 25:1-13. Sering disebut sebagai perumpamaan tentang 10 gadis, hal itu mengisahkan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh yang sedang menunggu mempelai pria datang. Sementara semuanya memiliki lampu yang menyala, hanya yang bijaksanalah yang membawa cukup minyak untuk bertahan sepanjang malam itu. Mereka yang Bijaksana
Sementara perumpamaan ini penuh makna, mari kita mempertimbangkan untuk beberapa saat pekerjaan penting dari gadis yang bijaksana. Pertama, lampu mereka dinyalakan, dan mereka memiliki cukup minyak untuk menjaga lampu mereka tetap bersinar, bahkan melalui gelap malam. Dalam Alkitab, minyak sering mewakili Roh Kudus (lihat Zakharia 4:1-6). Sebelum kita dapat membiarkan lampu kita bersinar, kita perlu diisi dengan minyak istimewa ini. Dalam buku Membina Kehidupan Abadi, Ellen White menjelaskan bagaimana Roh Kudus mempersiapkan kita untuk bersinar: “Demikianlah pengikut-pengikut Kristus harus menyinarkan terang ke dalam dunia yang gelap. Dengan Roh Kudus, firman Allah adalah terang manakala ia menjadi kuasa yang mengubah dalam kehidupan si penerima. Oleh me-
nanamkan dalam hati mereka prinsipprinsip sabda-Nya, Roh Kudus mengembangkan dalam manusia sifat-sifat Allah. Terang kemuliaan-Nya—tabiatNya—harus bersinar dari para pengikut-Nya. Dengan demikian mereka harus memuliakan Allah, untuk menerangi jalan ke rumah mempelai laki-laki, ke kota Allah, ke perjamuan nikah Anak Domba.“2 Saat ini kesalahpahaman tentang Tuhan dan karakter-Nya meliputi dunia dalam kegelapan. Allah memanggil kita masing-masing untuk membiarkan lampu kita bersinar terang bagi-Nya, tidak hanya demi kecerahan, tapi—seperti yang dilakukan gadis bijaksana dalam perumpamaan itu—menerangi jalan bagi orang lain untuk menemukan jalan mereka ke Sang Mempelai Pria, Yesus, dan untuk rumah Sang Mempelai Pria, surga. Bagaimana Membiarkan Lampu Kita Bersinar
Tetapi bagaimanakah kita membiarkan lampu kita bersinar? Kita telah diberitahu bahwa, “Pekerjaan yang praktis akan jauh lebih berhasil daripada sekadar berkhotbah. Kita harus memberi makanan kepada orang yang lapar, pakaian kepada orang yang telanjang dan tempat berteduh kepada orang yang tidak mempunyai tempat tinggal. Dan kita dipanggil untuk berbuat lebih banyak daripada ini. Kemiskinan jiwa itu, hanya dapat dipuaskan oleh kasih Kristus....
Melenyapkan
Kegelapan
Biarkan terangmu bersinar. Oleh Ted N. C. Wilson
P H O T O :
em r e
n a c i g i l
Jangan biarkan seorang pun memberitahu Anda bahwa Anda tidak diperlukan. Banyak orang yang telah kehilangan pengharapan. Bawalah kembali sinar matahari kepada mereka. Banyak orang telah kehilangan keberanian. Tuturkanlah kepada mereka itu kata-kata penghiburan. Berdoa bagi mereka. Ada orang yang memerlukan roti hidup. Bacakan bagi mereka sabda Allah. Banyak orang yang jiwanya sakit yang tak dapat disembuhkan oleh obat maupun tabib. Doakan jiwa-jiwa ini, bawalah mereka kembali kepada Yesus.“3 Terima Panggilan Itu
Mari kita menerima panggilan dari Tuhan ini secara pribadi dan serius. Kita bisa melakukan apa saja dari diri kita sendiri. Hanya karena kita bersandar sepenuhnya pada Tuhan untuk arahanNya dan tuntunan-Nya kita dapat mengikuti panggilan-Nya. Kristus dan kebenaran-Nya harus menembus kehidupan kita. Dunia ini dipenuhi dalam perilaku eksistensial, dengan banyak orang yang berpikir bahwa segala sesuatu adalah relatif, tetapi hal itu tidak demikian! Ada yang mutlak, dan ada yang ditemukan dalam Firman Tuhan. Yesus mengatakan, “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu“(Wahyu 3:11). Kita sebagai orang Advent dipanggil untuk setia kepada Allah. Bekerja Bergandengan Tangan
Saya menantang Anda untuk terlibat dalam misi harian gereja lebih jauh daripada yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Kami mengandalkan Anda! Tuhan mengandalkan Anda! Penginjilan adalah sumber kehidupan gereja. Semua kita terlibat, melalui kesaksian pribadi, penginjilan kelompok kecil, atau penginjilan masyarakat dalam berbagai bentuk. Saya mengundang Anda untuk terlibat, bahkan jika Anda pikir itu hal tidak akan berhasil di daerah Anda. Sesu-
aikanlah metode Anda, tetapi tetaplah menjangkau. Setiap upaya, di bawah bimbingan Allah, yang Anda buat dalam menjangkau hati orang akan menghasilkan buah. Pemimpin gereja dan anggota gereja bekerja bergandengan tangan untuk penjangkauan misi. Ellen White menulis: “Pekerjaan Allah di bumi ini tidak pernah selesai sampai pria dan wanita yang terdiri dari anggota gereja berlari demi pekerjaan dan menyatukan upaya mereka dengan para pendeta dan pemimpin gereja.”4 Merevolusi Pikiran Anda
Biarkan Roh Kudus merevolusi pikiran Anda. Terimalah misi gereja dalam menjangkau di tangan Anda setiap hari, bekerja sama dengan para pemimpin gereja dan pendeta. Biarlah partisipasi itu secara total, tidak ada yang tersisa, semua orang adalah misionaris, semua anggota gereja terlibat. Lakukan sesuatu untuk Yesus dan untuk orang lain. Jangan biarkan seorang pun memberitahu Anda bahwa Anda tidak diperlukan; Roh Kudus akan memberdaya kan Anda sebagai utusan surga untuk menyinari lingkungan Anda. Kebangunan dan reformasi akan menjadi pribadi dan nyata. “Adalah kesempatan setiap jiwa untuk menjadi saluran yang hidup dengan mana Allah dapat menyampaikan kepada dunia permata-permata rahmatNya,” tulis Ellen White. “Tidak ada sesuatu yang amat dirindukan Kristus lebih daripada orang-orang yang mau mewakili Roh dan tabiat-Nya ke dunia ini.... Seluruh surga menunggu saluran-saluran yang dapat mencurahkan cairan kudus untuk menjadi kesukaan dan berkat bagi umat manusia.“5 Yesus menantang kita dengan kebenaran ini: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, su-
paya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat. 9:37, 38). Dan dalam Yakobus 1:25 kita dinasihati untuk menjadi “sungguh-sungguh melakukannya.” Tepi Kekekalan
Kita berada di tepi kekekalan. Sesungguhnya, Yesus akan datang segera! Tuhan ingin bekerja di dalam dan melalui kita. Jika ada waktu untuk membiarkan lampu kita bersinar bagi Yesus, sekaranglah waktunya (lihat 1 Petrus 2:9)! Kita diberitahu bahwa “bukanlah pembicara terampil dan fasih yang dibutuhkan sekarang ini, tetapi kerendahan hati, para pria dan wanita Kristus, yang telah belajar dari Yesus orang Nazaret itu untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati, dan yang, percaya pada kuasa-Nya, yang akan pergi... untuk memberikan undangan: ‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap’ (Lukas 14:17).”6 Yesus akan datang segera! Angkat cahaya Anda tinggi-tinggi dan bagikan dengan cara yang praktis, arahkan orangorang di sekitar Anda pada Dia yang telah memberi kita keselamatan dan telah berjanji untuk membawa kita pulang segera! Ini adalah gereja dan pekerjaan Anda sementara Anda bersandar sepenuhnya pada Kristus, dengan keterlibatan total anggota jemaat. Ini adalah pekerjaan kita, dipercayakan kepada kita dari surga. Semoga Tuhan membimbing kita masing-masing pada hari-hari ke depan sementara kita “menjangkau dunia” bagi Kristus. Bangunlah! Bersinarlah! Yesus Pasti Datang! n 1 See Ellen G. White, Alfa dan Omega (Bandung: Indonesia Publishing House, 1999), jld. 5, hlm. 148. 2 Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi (Bandung: Indonesia Publishing House, 2004), hlm. 319. 3 Ibid., hlm. 322. 4 Ellen G. White, Testimonies for the Church (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1948), jld. 9, hlm. 117. 5 E. G. White, Membina Kehidupan Abadi (Bandung: Indonesia Publishing House, 2004), hlm. 323. 6 E. G. White, Testimonies, jld. 9, hlm. 36.
Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. 10 - 2015 | Adventist World
9
Oleh Peter N. Landless dan Allan R. Handysides KESEHATAN
SEDUNIA
Lega dari Sakit
Osteoarthritis
Seperti ayah saya, saya memiliki osteoarthritis. Saya bertanya-tanya apakah saya mewarisi penyakit ini, dan apa yang bisa saya lakukan tentang hal itu. Masalah terbesar adalah nyeri lutut yang tampaknya semakin sering terasa. Saya berumur 67 tahun, dan saya mengakui bahwa saya agak kelebihan berat badan.
A
nda tidak menyebutkan apakah Anda pria atau wanita. Yang mungkin menarik, karena wanita memiliki osteoartritis lebih banyak di lutut daripada pria. Sekitar 25 persen dari orang di atas usia 55 tahun memiliki arthritis di lutut, dan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Osteoarthritis di tangan bisa saja diwariskan, bersama dengan bentuk-bentuk arthritis lainnya. Cedera sebelumnya, memberikan stres pada lutut, dan, tentu saja, obesitas mungkin memainkan peran penting pada osteoarthritis. Arthritis adalah peradangan sendi, dan sebagai konsekuensi dari rasa sakit itu, kelemahan otot dapat mengikutinya. Tulang rawan yang melapisi tulang sendi menjadi rusak, dan permukaan yang tidak teratur di kemudian hari bahkan lebih rentan terhadap kerusakan—perputaran rusak yang khas. Pertemuan sendi yang tidak sesuai akan membawa keausan yang tidak merata. Di lutut, nyeri yang paling dialami terjadi di antara tempurung lutut dan fe-
10
Adventist World | 10 - 2015
mur (tulang paha). Arthritis lutut biasanya lebih menyakitkan ketika naik tangga, berdiri dari kursi, atau berjalan jarak jauh. Kadangkadang seseorang mengeluh bahwa lutut mereka telah “menyerah”; ini dapat berarti ligamen atau tulang rawan rusak, tetapi lebih sering itu adalah karena otototot yang menopang sendi telah lemah. Tendon mungkin meradang dan menyebabkan rasa sakit yang keliru karena arthritis. Hasil x-ray biasanya menunjukkan bukti arthritis, tetapi beberapa kali sakit yang disebabkan oleh arthritis terjadi tanpa adanya perubahan x-ray yang terlihat. Tes darah tidak dapat memberi petunjuk, hal itu juga tidak membantu dalam osteoarthritis. Menghilangkan rasa sakit seringkali masalah yang paling mendesak untuk pasien. Penelitian telah menunjukkan bahwa agen anti inflamasi nonsteroid unggul dalam nyeri untuk acetaminophen atau parasetamol. Efek samping acetaminophen, bagaimanapun, adalah lebih kecil daripada agen anti inflamasi nonsteroid, sehingga itu disukai sebagai bantuan pengobatan pertama. Suntikan hyaluronic acid ke dalam sendi tampaknya tidak menguntungkan. Suntikan kortikosteroid, menghilangkan rasa sakit sementara, cenderung menurunkan sendi tulang dan membatasi lingkup geraknya. Glucosamine dan chondroitin sulfate biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Dan sementara studi telah menemukan hanya sedikit toksisitas, bukti pada zat ini menunjukkan tidak adanya keberhasilan dan di atas placebo (efek “perasaan baik” yang terjadi melalui persepsi bahwa pengobatan itu mungkin atau akan membantu). Menurut pendapat kami, latihan untuk memperkuat otot-otot di sekitar lutut akan meningkatkan rasa sakit di banyak keadaan dan akan membawa sta bilitas sendi. Latihan itu harus ditujukan untuk meningkatkan fungsi seseorang
dalam melakukan sesuatu setiap hari, seperti membungkuk, menaiki tangga, meregangkan lutut saat mengangkat beban, dan meningkatkan keseimbangan. Penurunan berat badan, dikombinasikan dengan latihan penguatan, telah ditemukan lebih unggul untuk latihan. Jika sendi ditemukan kurang selaras (cacat), kadang-kadang penyangga dapat membantu. Asia Tenggara tampaknya telah mengurangi inflamasi osteoarthritis; apakah ini karena genetik atau terkait dengan komposisi diet belum diketahui. Beberapa mengklaim kunyit memiliki sifat anti inflamasi, dan ada beberapa data yang terbatas yang mendukung hal ini. Sebuah studi besar diperlukan untuk memungkinkan rekomendasi dari kunyit untuk arthritis sebagai terapi yang telah teruji. Kami sarankan Anda menurunkan berat badan, memperkuat otot-otot Anda, dan mungkin memiliki ahli terapi fisik untuk mengawasi program latihan Anda. Intervensi pola hidup sederhana seringkali paling efektif! Pendekatan sisi bedah belum diperlukan. Ini harus dibicarakan dengan seorang spesialis sendi. Doa kami adalah bahwa Tuhan akan memperkuat Anda dan, sementara Anda mencari bantuan dan menerapkan saran yang diberikan, Anda akan mengalami keutuhan di dalam Kristus dan kelegaan dari ketidaknyamanan. n
Peter N. Landless, seorang ahli kardiologi
nuklir, adalah Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.
Allan R. Handysides, seorang ahli ginekologi,
baru pensiun, sebelumnya adalah Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference. P H O T O :
T h i n ksto c k P h otos / i sto c k
C E R I TA SAM P UL
Oleh Andrew McChesney
Reach the world INI HAL PRIBADI
Rencana strategis baru gereja menyerukan setiap anggota untuk membagikan Yesus.
S
ebuah kelompok doa kecil yang dimulai oleh pasangan Advent di Kenya Barat pada tahun 2011 telah bertumbuh 400 orang dan telah menyaksikan baptisan 16 pendeta dari denominasi lain selama program inisiatif 100 Hari Doa Sedunia. Pasangan itu, pengusaha Philip Rono dan istrinya, Calvin Chepchumba Rono, yakin bahwa baptisan pada tanggal 18 Juni 2015, adalah akibat langsung dari pencurahan Roh Kudus selama 100 Hari Doa, program doa harian yang beroperasi dari 25 Maret-3 Juli 2015, yaitu tanggal awal sesi General Conference di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.
“Inisiatif 100 Hari Doa itu menjadi sebuah keajaiban besar yang mengejutkan semua orang,” kata Philip Rono melalui telepon. “Ini selalu menjadi tradisi kami untuk mengundang orang dari agama lain, tapi kali ini jumlahnya besar, dan kami terkejut dengan bagaimana Tuhan menggerakkan mereka.” Kerinduan pasangan Rono ini untuk membagikan Yesus adalah apa yang para pemimpin gereja Advent harapkan untuk diulang di antara setiap satu dari 18,5 juta anggota gereja selama lima tahun ke depan. Fokus utama gereja dari strategi baru yang disebut Reach the World (Menjangkau Dunia), yang akan
G LO B E :
P o r t r a i ts :
K as i a
B i el / i sto c k / t h i n ksto c k ,
D av i d
B .
S h e r w i n
dilaksanakan pada tahun 2015-2020, adalah untuk menemukan cara bagi setiap orang Advent untuk terlibat dalam penginjilan. Rencana strategi, berdasarkan hasil survei dua tahun lebih dari 41.000 anggota gereja saat ini dan mantan anggota gereja, bertujuan untuk memberikan visi dan arah dalam melaksanakan misi gereja dalam mempersiapkan umat untuk kedatangan Yesus. Ini mendesak direktur departemen General Conference dan pemimpin divisi sedunia untuk membuat program yang memelihara hubungan anggota gereja dengan Allah dan menyediakan mereka cara untuk menginjil.
10 - 2015 | Adventist World
11
CERITA S A M PU L
Program yang sudah ada saat ini meliputi 777, di mana anggota gereja berdoa pada pukul 7.00 pagi dan 7.00 malam, 7 hari seminggu; 10 Hari Berdoa setiap bulan Januari; 100 Hari Berdoa; dan Believe His Prophets, bacaan harian Alkitab online dengan dua kali seminggu bagian dari tulisan salah seorang pendiri gereja Advent, Ellen G. White. Semua program itu diatur oleh Asosiasi Kependetaan General Conference. Inisiatif gereja lainnya termasuk Mission to the Cities, pelayanan kesehatan komprehensif, dan Revival and Reformation. Ketua gereja Advent sedunia, Ted N.C. Wilson mengatakan program-program tersebut akan digunakan untuk mendorong setiap anggota terlibat dalam penginjilan. “Hal itu sangat penting untuk proklamasi pekabaran tiga malaikat dan turunnya hujan akhir dari Roh Kudus,” kata Wilson. “Semua orang harus terlibat dalam membagikan Kristus dan pekabaran Advent yang berharga dalam konteks bahwa mereka merasa nyaman ketika Roh Kudus menuntun mereka.” Dia mengatakan para pemimpin gereja dan anggota gereja harus bekerja bergandengan tangan untuk penjangkauan misi, sebagaimana Ellen White menulis, “Pekerjaan Allah di bumi ini tidak pernah selesai hingga pria dan wanita yang terdiri dari anggota jemaat kita bekerja giat dan menyatukan upaya mereka dengan para pendeta dan pemimpin gereja.“* Usaha menggerakkan dalam keterlibatan anggota jemaat—”keterlibatan total anggota jemaat,” sebagaimana yang Wilson katakan—adalah menjadi titik fokus utama bagi seluruh jemaat selama lima tahun ke depan. Wilson menempatkan Departemen Sekolah Sabat/Pelayanan Perorangan General Conference, yang dipimpin oleh direktur baru yang terpilih, Duane McKey, secara langsung membawahinya sebagai penasihat, dan semua departemen akan terlibat dalam penjangkauan penginjilan terpadu ini.
12
Adventist World | 10 - 2015
Kelompok doa di Eldoret, Kenya, telah membengkak dalam keanggotaan dari beberapa orang menjadi beberapa ratus orang yang fokus pada doa dan kebangunan. Bagaimana 16 Pendeta Itu Dibaptiskan
Kelompok doa Philip dan Chepchumba Rono di Eldoret, Kenya, menampilkan keterlibatan total anggota jemaat yang telah dipertimbangkan oleh para pemimpin gereja ribuan mil jauhnya di kantor pusat gereja di Maryland, Amerika Serikat. Pasangan di Kenya ini memulai sebuah kelompok doa kecil sebanyak lima orang di bawah program gereja Advent sedunia, Revival and Reformation, pada tahun 2011. Anggota kelompok itu berdoa selama dua sampai empat jam setiap hari Senin dan, sementara gereja meluncurkan program 777 dan 10 Hari Berdoa, hal itu mendorong satu sama lain untuk membuat inisiatif itu menjadi aktivitas harian bagi mereka sendiri. Kehadiran pun melonjak setelah pasangan itu menempatkan penekanan lebih besar pada doa dan membentuk kelompok kedua yang lebih besar, di bangunan milik Advent di Eldoret pada bulan Februari 2014. Kelompok doa kedua itu bertumbuh pada tahun 2014 dari 50-150 anggota, kemudian hingga 200 orang yang hadir di 10 Hari Berdoa pada awal Januari 2015. Jumlah itu membengkak menjadi 300 orang ketika 100 Hari Berdoa dimulai pada akhir Maret, dan lebih dari 400 orang pada bulan Mei.
Selama empat tahun Chepchumba Rono, dan suaminya, Philip, menggunakan inisiatif yang merupakan bagian dari Revival and Reformation untuk melaksanakan komunitas pertemuan Alkitab.
Kelompok baru itu awalnya setuju untuk bertemu dua hari dalam sebulan untuk pertemuan Revival and Reformation. “Kemudian kami melihat bahwa hal ini tidak memadai lagi, dan kami mulai bertemu tiga hari dalam sebulan, biasanya pada hari Kamis, Jumat, dan hari Sabat,” kata Philip Rono. “Pada hari Sabat orang berdoa di sore hari, pulang ke rumah selama beberapa jam, dan kemudian kembali pukul 7.00 malam untuk
Rencana itu mendesak direktur departemen General Conference dan pemimpin divisi untuk membuat program yang memelihara hubungan anggota dengan Tuhan dan menyediakan mereka cara menginjil.
jangkau anggota jemaat pendeta yang baru dibaptis itu. Selain itu, kelompok pendeta yang lain dari daerah terdekat telah meminta seminar untuk kalangan sendiri demi belajar tentang Advent. Rono mengatakan kebangunan di Kenya Barat adalah hasil doa. “Kita perlu melakukan doa sangat, sangat serius, terutama selama periode kebangunan dan reformasi,” katanya. “Pertemuan setiap minggu membuat perbedaan yang besar. Kami telah menyaksikan banyak mukjizat.“ Rono dan istrinya kini menyiapkan “pusat pengaruh”—sebuah pusat kesehatan dengan ruang perawatan, perpustakaan, kapel untuk berdoa pada pukul 13.00, dan sebuah restoran di pusat kota Eldoret—untuk mengaitkan mereka pada program gereja sedunia lainnya, Mission to the Cities. Pasangan ini melakukan tur di beberapa pusat kesehatan di Amerika Serikat pada musim panas ini untuk mencari ide dan saran. Apa yang Dilakukan Divisi
Doa sepanjang malam yang dilakukan oleh Philip Rono dan yang lainnya menghasilkan 16 pendeta meminta untuk dibaptis dan masuk ke dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
doa sepanjang malam.” Para peserta mengikuti 10 Hari Berdoa harian dan 100 Hari Berdoa di rumah mereka masing-masing. Pada bulan Mei, selama inisiatif 100 Hari Berdoa, dua anggota kelompok mengundang 12 pendeta dari denominasi lain untuk menghadiri sesi doa sepanjang malam. “Mereka sangat terkesan dengan penerimaan dan pelajaran yang disajikan, dan mereka merasa bahwa mereka perlu tahu lebih banyak tentang Advent,” kata Rono. Seminar tiga hari segera diselenggarakan, dan 50 pendeta diundang untuk menghadiri gedung di Eldoret itu. Pada P H O T O s :
A n d r e w
M c C h es n e y
akhir seminar itu, sekelompok pendeta bertanya apakah pertemuan tiga hari berikutnya bisa diadakan di kampung halaman mereka sehingga anggota gereja mereka bisa hadir. Setelah pertemuan itu, 16 pendeta meminta untuk dibaptis. Pada bulan Agustus, anggota-anggota dari dua gereja yang pendetanya menjadi Advent memutuskan untuk mengubah nama gereja mereka menjadi gereja Advent. Seorang anggota kelompok doa itu menyumbangkan 12.400 dolar AS untuk pembelian properti, dan kantor konferens gereja Advent setempat berjanji untuk membayar selisihnya. Serangkaian pertemuan pada musim gugur telah dijadwalkan untuk men-
Blasious Ruguri, Ketua Divisi Afrika Timur Tengah, yang meliputi Kenya, mengatakan bahwa doa sangat penting untuk memenuhi tujuan inisiatif Menjangkau Dunia. Di divisi ini, ia mengatakan, “kehidupan doa oleh semua anggota di setiap gereja akan mempertahankan api tetap menyala setiap hati.” Ruguri juga mengatakan divisinya telah menemukan bahwa penginjilan anak sangat efektif dalam menjangkau orang-orang, dan bahwa orang merespons lebih mudah ketika wanita terlibat dalam inisiatif misi. Pemimpin gereja sedunia mendorong setiap wilayah di dunia—setiap anggota—untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan mereka. Divisi Amerika Selatan telah menemukan bahwa Revived by His Word (RBHW) dan penggantinya, Believe His Prophets (BHP), telah mendapatkan ketertarikan yang cukup besar di antara anggotanya. “Kami memotivasi orang untuk mendedikasikan jam pertama setiap hari berada di hadirat Tuhan, berpartisipasi dalam #RBHW, #BHP, mempelajari pelajaran Sekolah Sabat, dan berdoa,”
10 - 2015 | Adventist World
13
CERITA S A M PU L
Care group di Indonesia menggunakan sumber kontekstualisasi dalam pertemuan mingguan IEL mereka. A be
A be
kata Ketua Divisi Erton Köhler. #RBHW dan #BHP adalah hashtags media sosial untuk rencana studi Alkitab setiap hari, dan para pengguna Twitter Advent di Divisi Amerika Selatan adalah yang paling aktif di seluruh dunia dalam menggunakannya. “Satu-satunya cara untuk diperbarui adalah waktu pribadi dengan Tuhan pada saat terbaik pada hari itu, ketika pikiran terbuka untuk membaca, memahami, dan dekat dengan Tuhan,” kata Köhler. Paul Ratsara, Ketua Divisi Samudera Afrika-India Selatan, mengatakan tantangan terbesar wilayahnya adalah terkait dengan ketersediaan sumber daya. “Adalah impian saya bahwa jumlah Alkitab cukup dan buku Roh Nubuat akan tersedia untuk semua anggota,” kata Ratsara. “Kita perlu memastikan bahwa setiap anggota mengintensifkan rencana bacaan mereka.” Dia mengatakan bahwa dia sangat menghargai Revived by His Word, dan yang sekarang disebut Believe His Prophets, dan ia bermaksud untuk mempromosikan rencana membaca itu
14
Adventist World | 10 - 2015
Ca r pe n a / S S D
dengan penuh semangat. “Karena keter sediaan smartphone dan internet meningkat, semakin banyak anggota kami akan memiliki akses ke sumber berkat besar dalam bacaan harian ini,” katanya. Akses ke Alkitab dan Roh Nubuat juga merupakan tantangan di Divisi Pasifik Selatan, di mana ketuanya bermaksud untuk menempatkan penekanan kuat pada pemuridan. “Alkitab tertulis ini sangat mudah diakses untuk sebagian besar orang di Pasifik Selatan dalam bahasa Inggris dan Perancis, dua bahasa utama, dan dalam semua bahasa di Kepulauan Pasifik,” kata Ketua Glenn Townend. “Tapi tidak semua orang, apalagi bagi anggota Masehi Advent Hari Ketujuh.” Dia mengatakan ada tiga entitas—It is Written Oceania, Uni Papua New Guinea, dan Misi Kepulauan Solomon —telah bekerja untuk menempatkan Alkitab dan beberapa buku Ellen White dalam bentuk audio di “Godpods” bertenaga surya. “Juga, para pemimpin akan mengajar dan membentuk cara berdoa kreatif yang Alkitabiah, dan Hope Channel akan
Ca r pe n a / S S D
memiliki program pada kebiasaan kerohanian yang menghubungkan manusia dengan Tuhan mereka,” kata Townend. “Rencana pembacaan Alkitab pasti akan disokong. Pemuridan tidak terjadi tanpa hubungan dekat dengan Yesus melalui kebiasaan rohani.“ Di Divisi Asia Pasifik Selatan, Ketua Leonardo R. Asoy menghadapi tantangan berat dengan sejumlah kelompok yang belum terjangkau serta jutaan orang dari tiga agama besar dunia, Buddha, Hindu, dan Islam. Dia mengatakan divisi ini akan terus menggunakan inisiatif seperti Mission to the Cities dan One Year in Mission untuk menjangkau masyarakat tersebut, tetapi akan menempatkan fokus kuat pada pemelihara dan mempertahankan anggota. “Anggota baru, terutama mereka yang berasal dari agama non-Kristen, perlu pendampingan, rasa memiliki, pelatihan dalam penginjilan pribadi, dan pemuridan, sehingga mereka bisa gembira, menjadi Kristen aktif yang membagikan Yesus melalui contoh kehidupan mereka,” katanya. Asoy menyatakan antusiasme untuk program lokal baru yang disebut Integrated Evangelism Lifestyle (IEL), yang diperjuangkan oleh pendahulunya, Alberto Gulfan, Jr., dan dia mengatakan akan memajukan tujuan Reach the World. “Hal ini menggunakan metode penginjilan Kristus dan mendorong anggota dalam kebangunan pribadi dan reformasi,” katanya. Dalam program ini, anggota berkomitmen untuk dua bulan berdoa, fokus belajar Alkitab, dan persiapan. Setelah waktu ini, anggota mengundang keluarga, teman, dan tetangga untuk bergabung dengan mereka dalam care group mingguan di rumah mereka atau kebutuhan lainnya. Fokusnya adalah membangun hubungan. Selama pertemuan mingguan ini, mereka mendisku-
sikan topik umum yang menarik, seperti kesehatan, keluarga, kebahagiaan, dan keterlibatan masyarakat, dan menawarkan perspektif berbasis agama. Mereka juga memilih proyek untuk melakukan sesuatu sebagai sebuah kelompok untuk meningkatkan komunitas mereka. Sementara unit keluarga adalah titik awal dasar, dengan satu keluarga mengundang keluarga lain untuk bergabung dengan grup, care group juga terdiri dari individu-individu dengan latar belakang umum, seperti profesional muda, orangtua tunggal, dan mereka yang lanjut usia. “Fokusnya adalah bukan pada penginjilan sebagai suatu peristiwa. Sebaliknya, program Integrated Evangelism Lifestyle menawarkan penginjilan sebagai proses melalui kontak pribadi jangka panjang dan memelihara individu tertentu,“ kata Asoy. “Ini akan memakan banyak waktu, tapi kami berharap dapat melihat bagaimana Tuhan menuntun.” n * Ellen G. White, Testimonies for the Church (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1948), jld. 9, hlm. 117.
LEBIH JAUH: Baca rencana strategi Reach the World di www.adventistarchives.org/ reach-the-world.pdf. Survei 2011-2013 di belakang rencana strategi dapat diakses di documents.adventistarchives.org/ Statistics/Other/ACRep2013.pdf. Bacalah sinopsis strategi itu di Adventist Review: www.adventistreview.org/churchnews/story2921-what-you-need-toknow-about-the-adventist-churchsnew-strategy.
Andrew McChesney
adalah editor berita untuk Adventist World.
Reach the World TUJUAN
Dua puluh satu tujuan dibagi tiga kategori. Reach Up to God 1. Untuk melibatkan anggota Advent dalam penelitian Alkitab setiap hari. 2. Untuk melibatkan semua anggota dalam penelitian doktrin, penting untuk kedewasaan rohani. 3. Untuk membuat semua anggota lebih mengenal nasihat Ellen White dan pelayanan nubuatan. 4. Untuk meningkatkan keterlibatan anggota gereja dalam praktik spiritual Alkitabiah. 5. Untuk mendorong, antara pendeta, guru, anggota, dan mahasiswa di lembagalembaga gereja, penghargaan yang lebih besar untuk dan wawasan dari studi Alkitab yang menggunakan metode gramatika-historis dan pendekatan historis untuk interpretasi Alkitab, termasuk pemahaman nubuat. 6. Untuk mendorong anggota gereja mengadopsi pola ibadah yang teratur.
Reach In With God 7. Untuk meningkatkan persatuan dan komunitas di antara anggota gereja. 8. Untuk memelihara orang percaya dalam pemuridan dan untuk melibatkan mereka dalam pelayanan. 9. Untuk meningkatkan keterlibatan orang muda dalam kehidupan gereja. 10. Untuk menegaskan peran administrasi pendeta dalam kepemimpinan organisasi. 11. Untuk meningkatkan praktik kepemimpinan dalam rangka meningkatkan kredibilitas, dan kepercayaan, organisasi gereja, operasinya, dan inisiatif misi.
Reach Out With God 12. Untuk meningkatkan penjangkauan dan kehadiran Advent di jendela 10/40. 13. Untuk meningkatkan penjangkauan dan kehadiran Advent di daerah perkotaan besar di seluruh dunia. 14. Untuk membuat penanaman kelompok baru menjadi prioritas di semua bagian. 15. Untuk reorientasi pemahaman substansial dan metode misi kita. 16. Untuk melibatkan semua anggota, pendeta, dan pemimpin dalam kemitraan penuh. 17. Untuk meningkatkan keterlibatan orang muda dalam misi gereja. 18. Untuk mendorong gereja lokal mengambil inisiatif dalam menyampaikan pekabaran tiga malaikat dan melaksanakan misi gereja Advent. 19. Untuk meningkatkan profil misi untuk agama non-Kristen dan sistem kepercayaan. 20. Untuk memperkuat sumber daya global bagi misi gereja Advent sedunia. 21. Untuk mengoptimalkan rencana komunikasi dan metodologi sehingga dapat memberdayakan pekerjaan dan kesaksian gereja.
10 - 2015 | Adventist World
15
K E P E R C AYA A N
DASAR
Oleh Elizabeth Camps
PASAL 22
Menjadi Kristen Karakter Kristus dimulai
B
eberapa waktu lalu seorang teman dan saya mengenang tahun pertama kami di perguruan tinggi, ketika semuanya tampak begitu segar, baru, dan menarik. Kita berada di kampus yang besar, bersama ratusan orang baru yang ditemui setiap hari. Segala kemungkinan tampak tidak habishabisnya, dan paling tidak kami merasa gembira. Teman saya dan saya juga berbicara tentang semua hal yang kami alami untuk pertama kalinya ketika kami datang ke perguruan tinggi itu. Dari tinggal di sebuah kamar asrama dengan teman sekamar untuk memasak makanan kita sendiri dan mengingat untuk melakukan cucian pakaian setiap saat dan dengan demikian kami memiliki pakaian bersih. Sesuatu yang lain adalah signifikan. Untuk pertama kalinya, kami bertanggung jawab untuk diri kami sendiri dalam segala hal. Kami benar-benar harus mandiri; kami tidak lagi memiliki ibu dan ayah untuk membangunkan kami setiap pagi, memastikan kami makan makanan yang biasa dan sehat, dan memotivasi kami untuk tidur lebih awal setiap malam. Sekarang di perguruan tinggi ini, untuk pertama kalinya, kami memutuskan kapan harus bangun, kapan harus makan, dan kapan harus pergi ke tempat tidur. Meskipun kami mungkin tidak menyadari pada saat itu, bahwa benar-benar bertanggung jawab untuk diri sendiri adalah tanggung jawab yang besar! Dengan cara yang sama bahwa kita memiliki tanggung jawab penuh atas diri kita sendiri sebagai orang dewasa muda, Allah telah mempercayakan kita dengan tanggung jawab penuh memelihara tubuh kita.
Menjadi Kristen Dewasa
Ungkapan “perilaku Kristen” membangkitkan sejumlah ide dan konsep. Kita mungkin berpikir tentang bagaimana kita harus memperlakukan dan berinteraksi dengan orang lain. Kita juga mungkin berpikir tentang bagaimana kita ini merefleksikan Tuhan dan gereja setiap kali kita berinteraksi dengan orang yang belum pernah mendengar pekabaran tiga malaikat. Karena itu, kita sering perhatikan bagaimana kita bertindak, dan perlu diingat untuk selalu menjadi pengaruh positif. Tetapi jika kita melihat lebih dekat, kita dapat menemukan bahwa konsep perilaku Kristen tidak hanya mengacu pada hubungan kita dengan orang lain, tetapi juga dengan cara kita memperlakukan diri kita sendiri.
16
Adventist World | 10 - 2015
Sebuah tinjauan singkat dari kata-kata yang bersumber dari kepercayaan dasar pasal 22 adalah mengandung pelajaran. “Kita dipanggil untuk menjadi orang saleh yang berpikir, merasa, dan bertindak selaras dengan prinsip Alkitab dalam semua aspek.” Dengan kata lain, kita berlatih menjadi pengikut Yesus dalam setiap bagian dari kehidupan kita. Ini tidak hanya melibatkan interaksi kita dengan orang lain, tetapi juga cara kita berpakaian. Kita menyadari bahwa pakaian dapat mengubah penampilan, tetapi tidak pernah dapat mengubah karakter kita. Karakter Kristus ini tidak hanya mewakili keindahan di dalam; itu juga melibatkan tubuh kita sendiri. Tampaknya Tuhan ingin agar kita tidak hanya memperlakukan orang lain dengan cara Kristus tetapi juga memperlakukan diri kita sendiri dengan cara Kristus. Dalam 1 Korintus 6:19, 20, kita membaca bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus, yang berarti bahwa Yesus hidup di dalam kita dan menjadi wakil bagi dunia melalui kita. Kita dipanggil untuk menghormati Allah dengan tubuh kita. Cara mana lagi yang lebih baik untuk menghormati Allah daripada mengurus bait kudus ini yang Ia telah percayakan kepada kita? Ini berarti mengurus kebutuhan dasar kesehatan kita, seperti memastikan kita mendapatkan cukup tidur setiap malam, makan dengan baik, dan minum cairan yang cukup sepanjang hari. Paulus menekankan perlunya mengurus kebutuhan fisik kita dalam 1 Korintus 10:31, dengan mengatakan, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Makan dan minum memiliki sesuatu keterkaitan dengan berjalan bersama Yesus. Menjadi Dewasa adalah Sukar
Ketika saya masuk kuliah sebagai seorang dewasa muda, hal terakhir di pikiran saya adalah hal tidur dan hal kebiasaan makan saya. Di dalam keramaian dan hiruk pikuk kelas saya yang baru, pekerjaan, dan berbagai tanggung jawab baru, saya sering lupa tentang memperoleh tidur pada jam yang tepat. Kadang-kadang saya tidak ke tempat tidur sampai pukul 02.00 atau 03.00 di pagi hari. Ini adalah cerita yang sama ketika datang kepada kebiasaan makan saya. Saya begitu terjebak dengan semua kesibukan hidup saya sehingga lupa tentang ma-
DEWASA
dengan mengurus diri sendiri kanan dan mengabaikan untuk secara sadar merencanakan pola makan saya. Saya hanya membeli atau membuat sesuatu yang membuat saya dapat terus beraktivitas—cepat. Bahkan setelah kuliah, mengurus diri kita sendiri sering kali bukanlah prioritas pertama kita, dan itu terbukti menjadi sama sulitnya. Hidup kita menjadi lebih sibuk dengan proyekproyek pekerjaan, keluarga, dan acara gereja yang membuat kita selalu punya kegiatan. Tampaknya tidak peduli apa tahap kehidupan kita, kita harus berjuang untuk memelihara tubuh kita. Namun di tengah-tengah semua tanggung jawab hidup, saya tertarik Yohanes 14:15: “Jikalau kamu mengasihi Aku,” Yesus memberitahu saya, “kamu akan menuruti segala perintahKu.” Motivasi saya untuk hidup seperti Kristus yang melibatkan karakter saya, tubuh saya, dan pikiran saya harus termotivasi dari kasih. Jika kita mengasihi Allah, kita akan ingin menghormati Dia; dan Allah telah meminta kita untuk menghormati Dia dengan merawat tubuh kita. Dengan berfokus
pada Tuhan dan mengasihi-Nya, kita akan memiliki keinginan dan kemauan untuk merawat diri kita sendiri. Ada baiknya untuk mengetahui bahwa Allah peduli tentang setiap bagian dari kita: kerohanian, emosional, dan fisik. Dia bahkan memikirkan rincian terkecil bagi kita, dan mengingat kita lagi dan lagi dalam Alkitab, surat cinta-Nya untuk kita. Jadi ketika Dia memanggil kita untuk menjalani kehidupan Kristus, kita harus ingat bahwa itu tidak hanya menyentuh orang di sekitar kita—itu memengaruhi kita juga. n
Elizabeth Camps bekerja sebagai penulis dan spesialis hubungan masyarakat Adventist Risk Management di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat. Dia menyukai kerajinan tangannya.
PERILAKU Kristen Kita dipanggil untuk menjadi orang saleh yang berpikir, merasa, dan bertindak selaras dengan prinsip Alkitab dalam semua aspek kehidupan pribadi dan sosial. Karena Roh Kudus menciptakan dalam diri kita karakter Tuhan saat kita melibatkan diri hanya dalam hal-hal yang akan menghasilkan kemurnian Kristus, kesehatan, dan kebahagiaan dalam hidup kita. Ini berarti bahwa hiburan dan pertunjukan kita harus memenuhi standar tertinggi Kristen dan keindahan. Sementara mengakui perbedaan budaya, pakaian kita
seharusnya menjadi simpel, sederhana, dan rapi, sesuai bagi mereka yang memiliki keindahan sejati yang tidak terdiri dari perhiasan luar tetapi dari dalam perhiasan kekal yang lembut dan tenang. Ini juga berarti bahwa karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus, kita harus memelihara tubuh ini dengan cerdas. Seiring dengan olahraga dan istirahat yang cukup, kita harus menerapkan pola makan paling sehat dan menjauhkan diri dari makanan haram yang diidentifikasi dalam Kitab Suci. Oleh karena minuman beralkohol,
tembakau, dan penggunaan obat-obatan yang tidak bertanggung jawab dan narkotika berbahaya bagi tubuh kita, kita harus menjauhkan diri dari hal itu juga. Sebaliknya, kita harus terlibat dalam apa pun yang membawa pikiran dan tubuh kita ke dalam disiplin Kristus, yang menginginkan kita sehat, gembira, dan baik. (Kej. 7:2; Kel. 20:15; Im. 11:1-47; Mzm. 106:3; Rm. 12:1, 2; 1 Kor. 6:19, 20; 10:31; 2 Kor. 6:14-7:1; 10:5; Ef. 5:1-21; Filipi 2:4; 4:8; 1 Tim. 2:9, 10; Titus 2:11, 12; 1 Ptr. 3:1-4; 1 Yoh. 2:6; 3 Yoh. 2.)
10 - 2015 | Adventist World
17
R E N U N G A N
K
etika saya masih di sekolah dasar, saya cukup dekat pada kakek dan nenek saya, yang, sayangnya, tinggal jauh dari kami. Tapi beberapa kali setahun mereka akan datang mengunjungi untuk beberapa minggu pada suatu waktu. Itu selalu menjadi ungkapan selamat datang yang menyenangkan bagi saya, karena hal itu membuat beberapa aturan harian agak kendur: makanan lezat yang selalu siap setelah sekolah, cerita pada larut malam, dan banyak hal lain yang spesial dari kakek nenek yang tahu bagaimana memanjakan cucu mereka. Bagi saya, kunjungan mereka membuat rutinitas sehari-hari seperti sekolah, pekerjaan rumah, dan aturan ketat untuk tidur tampak jauh lebih ringan dan seperti liburan. Hari-hari menyenangkan itu bagaimanapun akan berputar cepat. Dan sebelum saya tahu hal itu, kami akan berada di bandara untuk mengucapkan selamat tinggal. Maka akan kembali ke rutinitas normal, yang terasa hancur, karena, mari kita jujur, dalam kebanyakan kasus kakek dan nenek kita mengalahkan orangtua kita. Mereka akan berjanji menelepon pada saat mereka tiba, mengatakan bahwa tidak akan lama sebelum kita bersama lagi, tapi saya tidak dapat ingat bahwa hal itu membuat saya merasa jauh lebih baik. Mungkin saya adalah anak yang terlalu sensitif, tapi setelah pesawat mereka tidak kelihatan lagi dari pandangan (ini sebelum 11 September), saya benar-benar tenggelam dalam depresi. Saya tidak bercanda—saya akan menangis setiap hari, berjalan lesu di sekitar rumah, dan umumnya tidak dapat tersenyum. Untungnya, rasa putus asa ini berlangsung sekitar hanya seminggu. Tapi saya bersikap seolah-olah saya berkabung. Begitu banyak sehingga orangtua saya cepat frustrasi dengan air mata dan wajah cemberut saya, mengingatkan saya bahwa kakek dan nenek saya sangat hidup dan hanya sejauh satu panggilan telepon. Tapi itu tidaklah sama.
18
Adventist World | 10 - 2015
Ketika
Harapan Menang
Atas Kekalahan Oleh Wilona Karimabadi
Pada saat itu kegusaran hati para murid diterangi oleh elemen yang tetap dapat meringankan beban kita saat ini: harapan. Tentu, saya tahu saya bisa mendengar suara mereka setiap kali saya ingin, tapi itu tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kehadiran fisik mereka—untuk melihat mereka dan berada di sekitar mereka setiap hari. Sampai hari ini, saya masih ingat bagaimana saya merasa kehilangan ketika mereka akan pergi, dengan kekosongan di perut saya di mana tidak ada lagi yang tampak menyenangkan dan saya merasa begitu sedih. Para Murid yang Malang
Saya telah melalui rencana pembacaan Alkitab tidak berurutan dalam satu tahun, yang pada saat penulisan artikel ini, saya sedang dalam minggu ke-40 dari 52. Ini merupakan pengalaman yang memuaskan, karena saya sudah diingatkan oleh kitab suci yang saya ketahui dan cintai, dan membawa banyak hal baru, beberapa hal membuat saya terpesona dan yang lain menyebabkan saya menggaruk kepala saya. Tapi sementara saya membaca Injil dan mengetahui pengalaman para murid bersama Yesus, saya benar-benar merasa sesuatu bagi mereka, pada saat penyaliban Kristus dan akhirnya kenaikan-Nya, rasa kehilangan mereka pastilah mengerikan. Setelah bertahun-tahun berjalan dan berbicara dengan Juruselamat mereka, Seorang untuk siapa mereka telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti-Nya, Dia sudah pergi. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka di jam-jam gelap setelah Ia mati di kayu salib. Tentu saja mereka tahu apa yang telah Dia ajarkan pada mereka. Dan saya membayangkan mereka percaya pada janji-janji-Nya yang tidak pernah meninggalkan mereka, bahkan jika mereka tidak bisa lagi berada pada keadaan kehadiran fisik-Nya. Tapi hal itu telah terasa begitu pahit ketika Ia kembali ke surga. Kita tahu bahwa setelah kebangkit an-Nya, Dia tidak meninggalkan mereka begitu saja. “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia P H O T O :
mo n ke y
bus i n ess
membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulangulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah“(Kisah Para Rasul 1:3). Para murid bertanya kepada Tuhan tentang rencana-Nya untuk memulihkan kerajaan Israel. Mungkin dalam hati dan pikiran manusia, mereka berharap agar Kristus datang melalui cara yang mereka selalu pikirkan, menyelesaikan penebusan umat-Nya sekali dan untuk semua, saat itu juga. Saya yakin mereka berharap-harap bahwa pada akhir dari semua itu Juruselamat tercinta mereka tidak harus benar-benar meninggalkan mereka lagi. Tetapi Kristus mengingatkan mereka bahwa hanya Bapa yang memiliki kerangka waktu benar. Sementara itu, bagaimanapun, Dia benarbenar berencana membuat hal yang baik pada janji-Nya untuk selalu bersama mereka dan, yang paling penting, untuk memberdayakan mereka. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (ayat 8). Sebuah Janji yang Membuat Kebaikan
Sementara kakek dan nenek saya memotivasi saya melalui telepon setelah mereka sampai ke rumah mereka sendiri dengan aman, saya percaya bahwa benar-benar tidak akan lama sampai kami melihat satu sama lain. Dan setelah depresi saya selama seminggu akhirnya mereda, lebih mudah untuk melihat ke depan untuk hal itu. Karena berbagai kesibukan—sekolah, teman, masa kecil—jelas dapat membantu. Para murid memiliki tugas besar mereka sendiri untuk menyelesaikan sesuatu saat ini—pergi dan memberitahukan. Kristus telah menantang mereka untuk berkhotbah dan mengajar dalam nama-Nya, mendirikan kerajaan-Nya di bumi, mempersiapkan umat-Nya untuk peristiwa kembali-
i mages / i sto c k / t h i n ksto c k
Nya, sebuah karya yang ada terus bersama kita. Saya yakin hal itu dirasakan dengan luar biasa, untuk berpikir tentang apa yang akan terjadi saat mereka menyaksikan Dia di langit hingga awan menyembunyikan-Nya dari pandangan mereka (ayat 9). Tetapi Kristus tidak akan meninggalkan mereka tanpa motivasi yang lebih baik—dorongan motivasi yang menakjubkan. “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”(ayat 10, 11). Saya percaya bahwa pada saat itu kegusaran hati mereka diterangi oleh elemen yang tetap meringankan beban kita saat ini: harapan. Kesedihan masa kecil saya akhirnya dipadamkan dengan janji akan melihat kakek tercinta lagi, dan segera. Dan ketika mereka meninggal dunia beberapa tahun kemudian, rasa sedih saya sebagai orang dewasa dan kerinduan saya masih ada bagi mereka dari waktu ke waktu, juga dipadamkan dengan harapan yang sama. Saya akan melihat mereka lagi, dan segera. Harapan ini dibawa para murid ke depan. Dan itu adalah harapan yang sama yang membawa kita ke depan saat ini, sampai kita mencapai saat ketika hal selamat tinggal benar-benar akan menjadi sesuatu dari masa lalu. Betapa suatu yang besar yang kita akan saksikan di depan! n
Wilona Karimabadi
adalah Asisten Editor Adventist World.
10 - 2015 | Adventist World
19
K E H I D U PA N
A D V E N T
Oleh Shandra Kilby
Duduk Barang Dekat
Berbagai
Menemukan Kepuasan Rohani dalam Tugas-tugas Biasa.
A
ngin bertiup kencang, jadi saya harus beranjak untuk menutup jendela kantor saya. Seperti biasa, saya berhenti sejenak, membiarkan pandangan saya pada pemandangan yang menggusarkan hati. Setiap kali saya melihat keluar jendela, emosi yang besar meluap, seolah mendesak keluar dari tenggorokan saya, tapi entah bagaimana saya selalu ingin melihat pemandangan ini. Menara yang lusuh, yang rusak akibat lubang peluru; barisan lalu lintas yang sibuk; barisan pakaian yang tak terhitung jumlahnya berjejer di balkon apartemen yang tak terhitung jumlahnya di udara kotor Beirut—pemandangan yang mewakili jutaan orang yang belum terjangkau. Ketika jari-jari saya menutup bingkai jendela, mesjid terdekat mulai mengumandangkan panggilan memilukan untuk berdoa. Untuk sesaat saya mempertimbangkan banyaknya orang yang belum pernah mendengar pekabaran Injil—yang tepat di luar jendela saya—dan hati saya hampir tidak dapat menghentikan luapannya sendiri. Tetapi saya menutup jendela dan duduk kembali di meja saya.
20
Adventist World | 10 - 2015
Bagaimanapun juga, bukanlah tugas saya untuk menjangkau orang-orang itu. Saya bekerja sebagai asisten pribadi untuk kantor gereja Advent di Timur Tengah. Seperti karyawan denominasi lainnya yang tak terhitung jumlahnya di seluruh gereja di dunia, saya menyelesaikan laporan, mengisi formulir data statistik, dan mengumpulkan informasi dari berbagai bagian. Pada hari-hari yang lebih tenang saya menyirami pot-pot tanaman dan membersihkan jendela. Ini adalah pekerjaan yang memiliki banyak nama— asisten pribadi, sekretaris, atau asisten administrasi—tetapi disebut apa pun pekerjaan itu, saya cukup yakin bahwa saya bukan satu-satunya dalam denominasi kita yang kadang-kadang merasa bahwa tumpukan laporan merupakan garis potong pemisah yang kejam antara saya, pekerja kantor, dan “mereka,” misi gereja: mereka yang tidak bernama, yang terlihat seperti tidak berwajah menunggu untuk disentuh oleh pelayanan hati ke hati. Kami ingin berada di luar sana, menuntun jiwa kepada hubungan dengan Kristus— tetapi apa pun alasannya, Allah telah memanggil sebagian dari kami untuk tugas
P H O T O :
S te v e
yang memiliki lebih sedikit aksi. Apakah pekerja kantor adalah missionaris? Apakah mereka yang terlibat dalam peran pendukung denominasi benar-benar mengambil bagian dalam pelayanan? Baru-baru ini saya mulai meneliti Firman Tuhan untuk melihat apakah Alkitab menawarkan suatu saran untuk pekerja kantor. Tinggal di Dekat Barang-barang
Satu Samuel 30 menceritakan kisah mengerikan ketika Daud dan 600 anak buahnya kembali ke Kota Ziklag untuk mendapati kota itu dijarah, dibakar, dan dirampok. Istri, anak, dan ternak mereka telah diambil, dan, seperti yang dapat kita duga, Daud dan anak buahnya jatuh ke dalam keputusasaan yang sesaat. Mereka segera berkumpul kembali, mereka bertekad untuk mengejar tentara Amalek yang telah mundur—bukan usaha yang mudah! Dibebani dengan senjata, makanan, dan mungkin cukup banyak perlengkapan militer lainnya, mereka segera berangkat. Alkitab tidak menyebutkan secara spesifik mengenai kecepatan seperti apa-
H i x / S omos
Images / F use / t h i n ksto c k
kah mereka berjalan cepat, berlari ringan, atau berlari, tetapi di situ dikatakan bahwa pada saat Daud dan 600 prajuritnya mencapai Sungai Besor, sepertiga dari anak buahnya terlalu lelah untuk melanjutkan. Daripada berhenti untuk membiarkan anak buahnya beristirahat, Daud memutuskan untuk meninggalkan 200 prajuritnya yang lelah di sungai. Untuk meringankan beban 400 prajurit yang masih mengejar, ia membiarkan mereka meninggalkan beban mereka kepada mereka yang kelelahan. Alkitab mencatat bahwa 200 prajurit ini “tinggal di dekat barang-barang” (1 Sam. 30:24). Banyak pekerja kantor merasa seperti mereka yang 200 prajurit yang harus duduk bersama berbagai “barang” sementara yang lain maju untuk bertarung dalam pertempuran Tuhan. Peran kita rasanya seperti tidak penting, tidak diakui, dan sepele. Tetapi, seperti prajurit yang kelelahan, kita masing-masing memiliki halhal kita sendiri yang membuat kita kembali dari menyeberangi sungai. Masalah kesehatan, kewajiban keluarga, usia, pengalaman, pendidikan, atau keadaan lain dapat menahan orang Kristen yang setia dari melakukan tugas di garis depan, pelayanan memenangkan jiwa. Kita dapat dibiarkan dengan memikirkan apakah kita benar-benar berkontribusi terhadap misi gereja. Jika Anda bertanya-tanya mengenai hal itu, Anda bukanlah orang yang pertama. Bahkan, beberapa anak buah Daud sendiri menuduh bahwa 200 prajurit itu tidak layak untuk mendapat bagian upah pada akhirnya. Ayat 22 mencatat bahwa setelah tentara Daud menyelamatkan keluarga dan harta benda mereka dari orang Amalek, beberapa prajuritnya merasa bahwa 200 prajurit yang “ tinggal di dekat barang-barang“ itu tidak seharusnya mendapat bagian dalam harta rampasan. “Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!” Seolah-olah staf pendukung yang tetap tinggal di kantor, berstatus di bawah standar, malas, dan tidak layak mendapat upah. Mereka yang dari medan pertempuran mendesak mereka hanya untuk mengambil istri-istri mereka dan pergi. Tidak demikian dengan Daud. Daud menyadari bahwa 200 prajurit,
Kita dapat dibiarkan dengan memikirkan apakah kita benar-benar berkontribusi terhadap misi gereja. meskipun tidak terlibat pertarungan tangan dengan tangan di medan perang, tetap merupakan aset berharga bagi pasukannya. Walau bagaimanapun, jika mereka tidak tinggal dengan barang-barang—sehingga meringankan beban para pengejar—yang mungkin membuat mereka tidak mampu melakukan perjalanan yang cukup cepat untuk mengejar ketertinggalan mereka dari musuh. Jawaban Daud untuk para pejuang yang tidak puas adalah inspirasi: “Janganlah kamu, saudara-saudaraku, berbuat demikian, dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita; sebab Ia telah melindungi kita, dan menyerahkan ke dalam tangan kita gerombolan yang menyerang kita. Siapa yang mau mendengarkan kamu dalam perkara ini? Sebab, bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama” (ayat 23, 24). Buku Membina Kehidupan Abadi membagikan sebuah berita gembira dari sudut pandang Allah bagi mereka yang tinggal di dekat barang-barang—atau di zaman kita sekarang, yang tinggal di kantor: “Bukan jumlah pekerjaan yang dilaksanakan, atau hasil-hasilnya yang nyata, tetapi roh di dalam mana pekerjaan itu dilaksanakan, membuatnya bernilai bagi Allah.”1 Tidak semua orang bisa bertempur di garis depan, tetapi kita dapat tetap setia melakukan tugas yang diberikan kepada kita. Kita bisa memelihara dengan setia persediaan dan berdoa bagi mereka yang terlibat dalam pertempuran. Pada hari yang terakhir, apakah kita telah menghunus pedang atau menjaga per-
lengkapan, Tuhan akan memberi kita pahala yang sama. Meskipun kami sebagai pekerja kantor, mungkin tidak membaptis anggota baru atau mengkhotbahkan seri penginjilan, Tuhan memandang kerendahan hati kita, usaha yang setia layak mendapat balasan yang sama! Menemukan Makna dari Pekerjaan Biasa
Ketika saya melihat keluar jendela kantor saya, melihat sebuah kota besar yang penuh dengan orang-orang yang kehilangan arah, irisan gelisah menusuk nyeri menembus tulang rusuk saya. Ketika saya melihat gadis berusia 6 atau 7 tahun mengemis di persimpangan lalu lintas; ketika saya bertemu wanita Muslim cantik dengan memar ungu di bawah matanya; ketika saya mengamati pengungsi Suriah, para pemuda yang sudah menunjukkan garis abu-abu dramatis di rambutnya—saya hanya bisa berdoa agar lebih banyak lagi pekerja di lini depan kita. Bagi saya, saya ingin tahu bahwa hidup saya membuat perbedaan di sini— untuk seseorang, siapa pun. Saya tergerak untuk mengetahui bahwa apa yang saya lakukan di kantor, tidak peduli meungkin seberapa biasa pekerjaan itu, memainkan peran kecil dalam mendukung “400 prajurit” yang lainnya, yang dipanggil untuk berada di garis depan. Pernah dicatat bahwa: “Pekerjaan banyak orang mungkin kelihatan dibatasi oleh keadaan, tetapi di mana pun juga, jika dilakukan dengan iman dan kerajinan, hal itu akan dirasakan sampai ke ujung bumi. Pekerjaan Kristus ketika di dunia ini tampaknya dibatasi pada ladang yang sempit, tetapi orang banyak dari segala negeri mendengar pekabaran-Nya. Allah sering menggunakan alat yang paling sederhana untuk mencapai hasil yang besar.”2 Apakah kita sedang menunggu di tepi Sungai Besor atau dalam panasnya pertempuran, marilah kita meneguhkan hati bahwa Allah memperhitungkan pekerjaan kita sebagai sesuatu yang berharga, dan jika kita setia, pekerjaan kita akan dapat dirasakan sampai ke ujung bumi. n 1 Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, (Bandung, Indonesia Publishing House, 2004), hlm. 308. 2 Ellen G. White, Alfa dan Omega, (Bandung, Indonesia Publishing House, 2011), jld. 6, hlm, 478.
Shandra Kilby adalah nama samaran 10 - 2015 | Adventist World
21
LEGACY of LIGHT
BAGIAN 5: 1891–1900
Tahun-tahun di Australia
JURU K ABAR ALL AH
K
edatangan Ellen White di Australia pada bulan Desember tahun 1891, dan sembilan tahun pelayanannya di sana (1891-1900), bertepatan dengan periode yang penting akan kontribusi literaturnya kepada gereja Advent sedunia. Realitas tema pertentangan besar, dan dampaknya terhadap kehidupan rohani gereja, jelas menetap di pikirannya. Dia menunjukkan bahwa pengaruh dari perjuangan tidak hanya “dalam hati manusia di Amerika” tetapi juga “pada pikiran manusia di negara-negara yang lebih jauh.”1 Selanjutnya, sebelum kedatangannya di Australia, Ellen White berjuang dengan tantangan menghadapi sesuatu yang tidak diketahui, yaitu kurangnya arah yang jelas dari Tuhan tentang perjalanan yang akan datang padanya. “Pagi ini pikiranku cemas dan bergumul sehubungan dengan tugasku. Apakah ini adalah kehendak Allah bahwa aku harus pergi ke Australia?” “…Aku tidak mendapat terang khusus untuk meninggalkan Amerika dan pergi ke negeri yang jauh. Namun demikian, jika aku tahu itu suara Tuhan, aku akan pergi.”2 Ellen White sudah mendekati usia pensiun, dengan kesehatan yang buruk, dan tujuan utamanya adalah menyelesaikan bukunya mengenai kehidupan Kristus. “Aku merindukan istirahat, untuk mendapat ketenangan, dan untuk keluar kepada ‘Kehidupan Kristus,’”3 namun, pencariannya yang terus berkelanjutan untuk memahami keterlibatan Tuhan dalam kehidupan manusia meningkatkan kepercayaan dirinya dalam hadirat dan tuntunan-Nya. Dia menulis, “Saya menyajikan kasus ini di hadapan Tuhan dan saya percaya Dia akan membimbing saya.”4 Dengan keyakinan yang mapan seperti itu dalam Tuhan, ia tiba di Sydney menyeberang dengan kapal S. S. Alameda pada tanggal 8 Desember 1891. Kali ini jauh dari rumah, dibuka kesempatan baru untuk merefleksikan apa yang penting bagi Allah. Kontribusi Ellen White kepada gereja selama tahun-tahunnya di Australia dapat dibagi menjadi tiga segmen yang penting. Pertama, dia memelihara kehidupan kerohanian gereja yang relatif ma-
22
Adventist World | 10 - 2015
Tulisan di Australia Memotivasi Dunia
Sekilas kehidupan Ellen White dan warisannya Oleh John Skrzypaszek sih bayi. Kedua, dia memberikan motivasi dengan pandangan ke depan untuk kemajuan institusi dikombinasikan dengan keadaan yang mendesak untuk misi. Ketiga, pada periode tahun literaturnya yang paling produktif (1888-1911), sembilan tahun di Australia adalah signifikan. Dia menempatkan penekanan penting pada kehidupan rohani bagi gereja Advent di seluruh dunia. Dalam konteks pertentangan besar, publikasinya menjelajahi kedalaman inspirasi dari kasih Allah yang mengangkat nilai, martabat, dan dan keunikan manusia.5 Titik fokus akan kekagumannya adalah Yesus. Pemeliharaan
Pemeliharaan kerohanian Ellen White terhadap gereja yang masih belia dimulai saat ia tiba di Sydney. Pada hari Sabat pertama di Sydney dia berbicara dari Yohanes 17. Dalam sebuah surat kepada O. A. Olsen dia menjelaskan, “Sebelumnya mereka belum pernah mendengar katakata yang memberi mereka harapan dan keberanian sehubungan dengan hal pembenaran oleh iman dan kebenaran Kristus.”6 Dalam surat yang sama menunjukkan bahwa ada kekurangan pemahaman secara umum tentang topik yang sangat penting ini. Mengacu kepada A. G. Daniells, ia menulis, “Dia hanya memiliki sedikit kilauan cahaya pada subjek mengenai pembenaran oleh iman dan kebenaran Kristus sebagai pemberian cuma-cuma.”7 Pada hari Rabu berikutnya Ellen White tiba di Melbourne, di mana kondisi di antara para pekerja Echo Publishing Company sangat miskin. Berdasarkan penglihatan yang diberikan kepadanya
pada tahun 1875, dia berbicara mengenai kurangnya persatuan dan keharmonisan di antara para pekerja.8 Dia memperingatkan bahaya dari sikap yang sama. Sebagai hasilnya, hati yang rusak. “Saudarasaudara itu saling mengaku kesalahan satu sama lain dan jatuh pada rangkulan satu sama lain, menangis dan meminta maaf.”9 Kesempatan tidak mengizinkan eksplorasi sebanyak mungkin mengenai pemeliharaan rohani yang diberikan oleh Ellen White selama periode ini, pemeliharaan yang berasal dari kedalaman pencarian pribadinya untuk memahami kasih Allah. Dalam catatan buku hariannya pada tanggal 27 Desember tahun 1891, dia menulis, “Aku memiliki kebebasan yang besar dalam menyajikan rencana keselamatan dan kasih Allah yang menakjubkan bagi manusia yang telah jatuh.” Tema kasih Allah dan kemurnian pemeliharaan rohaninya menciptakan keintiman yang kuat antara Ellen White dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Australia. Ikatan hubungan ini dapat dibandingkan dengan dampak yang diberikan oleh ibu kepada anaknya yang masih belia.10 Motivasi Berwawasan ke Depan
Ellen White membentuk visi gereja untuk kemajuan kelembagaan dan urgensi misi. Dalam sebuah penglihatan pada tanggal 1 April 1874, kepadanya diperintahkan: “Engkau menyampaikan ide-ide yang terlalu terbatas dari pekerjaan saat ini…. Engkau harus membuat pandangan yang lebih luas.“11 Tantangannya mengejutkan, karena tantangan itu memiliki aplikasi mendunia. “Pekabaran akan masuk dengan kua-
BAGIAN 6: 1900 –1915
Visi Ellen White untuk Gereja Advent Sedunia
Ellen White sangat menekankan gagasan inti Alkitabiah dari pertentangan besar selama tahun pelayanannya di Australia. Tulisan sejarah yang sebelumnya menggambarkan konflik antara yang baik dan yang jahat menyoroti realitas interaksi antara dua kekuatan yang berlawanan, Tuhan dan Setan. Publikasi yang ditulis antara 1888 dan 1911 mengarahkan perhatian pembaca ke inti permasalahan, yaitu pentingnya perjalanan spiritual seseorang dengan Allah dalam kehidupan bertentangan dengan kuasa kegelapan. Dalam buku klasiknya The Desire of Ages (1898), yang diselesaikan di Australia, dia menulis kalimat indah berikut. “Setiap orang memerlukan suatu pengalaman pribadi dalam usaha memperoleh suatu pengetahuan akan kehendak Allah. Kita harus secara pribadi mendengarkan Dia berbicara ke dalam hati. Bila setiap suara yang lain didiamkan, lalu dalam ketenangan kita menunggu di hadapan-
W h i te
Nya, ketenangan jiwa itu membuat lebih jelas suara Allah!”14 Pada tahun 1897 ia mulai fokus pada tema lain, nilai pendidikan Kristen. Komentar mengenai isi buku Ellen White buku yang akan terbit itu, Education (1903), Willie White menulis bahwa “lebih banyak lagi mengenai rencana penebusan telah dikerjakan dengan gambaran dari karya terbitan ibu, seperti Patriarchs and Prophets, The Great Controversy, The Desire of Ages, Mount of Blessing, dan Christ’s Object Lessons.“15 Jelaslah bahwa Ellen White mengemas jantung pendidikan Kristen dan perannya dalam memulihkan nilai, potensi, dan keunikan manusia dalam pusaran pertentangan antara dua kekuatan yang berlawanan. Sementara kekuatan jahat menghancurkan kehidupan manusia, kehadiran Allah mengilhami dan memulihkan potensinya untuk melayani dan memajukan masyarakat. Sementara berada di Australia, Ellen White menarik perhatian gereja Advent sedunia kepada pentingnya membentuk titik acuan tidak dalam spekulasi waktu tetapi dalam pribadi, kepercayaan implisit dan keyakinan dalam Yesus. Baginya, iman berasal dari kepercayaan kepada janji-janji Allah dalam Alkitab. Tulisannya mendesak gereja di seluruh dunia untuk menjadi perpanjangan tangan Yesus. Bahkan, sementara di Australia dia merangsang pekerjaan di Amerika Serikat melalui surat-surat dan nasihat-nasihatnya. Ellen White berangkat pada bulan Agustus 1900 untuk meninggalkan gereja di Australia dalam perasaan kehilangan. Selama sembilan tahun pelayanannya orang dapat merasakan kebaikan hatinya yang penuh kasih. Roh kehilangan itu disimpulkan dengan baik oleh Thomas Russell, seorang pengusaha di Desa Cooranbong: “Kehadiran Ny. E. G. White di
G .
RUMAH AUSTRALIA: Ellen White menghabiskan banyak waktu di Australia tinggal di “Sunnyside,” rumahnya di Cooranbong, tidak jauh dari Sydney.
E lle n
sanya ke seluruh bagian dunia, ke Oregon, ke Eropa, ke Australia, ke pulau-pulau di lautan.”12 Beberapa bulan setelah menetap di Australia, dia dapat berkata, “Aku sekarang melihat kembali hal ini sebagai bagian dari rencana besar Tuhan, untuk kebaikan umat-Nya di sini di negara ini, dan bagi mereka di Amerika, dan untuk kebaikan saya sendiri.”13 Dengan penglihatan ini Ellen White berperan penting dalam mendirikan sebuah sekolah Alkitab untuk pekerjaan misionaris (24 Agustus 1892), diikuti dengan berdirinya lembaga pendidikan yang saat ini dikenal sebagai Avondale College of Higher Education (1897). Dia menginspirasi minat dalam bidang pelayanan kesehatan dan pola hidup sehat, mendorong gereja untuk memperluas bidang misi Allah. Cara pandangnya yang berwawasan ke depan mendorong lahirnya Sydney Adventist Hospital and Sanitarium Health Food Company. Dalam benaknya semua lembaga memiliki bagian untuk bermain dalam rencana besar Allah. Mereka terlibat dalam tugas yang harmonis memperluas misi-Nya kepada dunia dan harus dilihat sebagai alat untuk mencapai tujuan.
E state
Tahun-tahun di Elmshaven
desa kecil kami akan sangat dirindukan. Janda dan anak yatim ditemukan dalam pertolongan dirinya. Dia memberi tempat perlindungan, memberi pakaian, dan memberi makan mereka yang membutuhkan, dan di mana kegelapan menerpa, kehadirannya membawa sinar terang.”16 n
1 Ellen G. White manuscript 29, 1891, dalam Sermons and Talks (Silver Spring, Md.: Ellen G. White Estate, 1990), jld. 1, hlm. 155, 156. 2 Ellen G. White manuscript 44, 1891, in Manuscript Releases (Silver Spring, Md.: Ellen G. White Estate, 1990), jld. 18, hlm. 155. 3 Ellen G. White manuscript 29, 1891, dalam Sermons and Talks, jld. 1, hlm. 156. 4 Ellen G. White letter 57, 1891, dalam Arthur L. White, Ellen G. White: The Australian Years (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1983), jld. 4, hlm. 18. 5 Buku yang ditulis di antara tahun 1888 dan 1911: The Great Controversy (1888); Patriarchs and Prophets (1890); Steps to Christ (1892); Thoughts From the Mount of Blessing (1896); The Desire of Ages (1898); Christ’s Object Lessons (1900); Education (1903); The Ministry of Healing (1905); The Acts of the Apostles (1911); dan beberapa Testimonies for the Church volumes. 6 Ellen White letter 21, 1891. (Lihat juga A. L. White, Ellen G. White: the Australian Years, jld. 4, hlm. 22.) 7 Ibid. 8 Ellen G. White Estate Document File 105j: William C. White, “A Comprehensive Vision.” 9 Ellen White manuscript 45, 1891, dalam A. L. White, Ellen G. White: The Austrailian Years, jld. 4, hlm. 26. 10 Arthur Patrick, “Ellen White: Mother of the Church in the South Pacific,” Adventist Heritage, Spring, 1993, hlm. 30. 11 Ellen G. White, Life Sketches of Ellen G. White (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1915), hlm. 208, 209. 12 Ibid. 13 Ellen G. White letter 18a, 1892, dalam Selected Messages (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1958), jld. 2, hlm. 234. 14 Ellen G. White, The Desire of Ages (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1898), hlm. 363. 15 Arthur L. White, Ellen G. White: The Early Elmshaven Years (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1981), hlm. 181. 16 Thomas Russell, Cooranbong, 3 Mei 1900. Catatan ini ada dalam sebuah album yang diserahkan kepada Ellen White pada saat keberangkatannya ke Amerika pada bulan Agustus 1900.
John Skrzypaszek
adalah Direktur Ellen G. White Research Center di Avondale College of Higher Education di Australia.
10 - 2015 | Adventist World
23
C O N F E R E NC E
S
eorang Inggris berpikiran terbuka Joseph Booth punya ide misionaris untuk W.A. Spicer, sekretaris Adventistm’s Foreign Mission Board. Saat ia mendengarkan, Spicer menjadi yakin bahwa ide itu akan menjadi berkat yang besar untuk pekerjaan di Afrika Tengah. Daerah itu, Booth menegaskan, akan mendapat manfaat secara dramatis dari para pekerja “kulit berwarna” (sebutan kepada yang berkulit hitam) Ketika Spicer menulis, mereka akan dapat “memberikan pelayanan istimewa, di mana orang berkulit putih tidak bisa mendapatkan akses.”1 Selain itu, Booth memiliki sebuah pemberian sebidang tanah seluas 2.000 acre, dengan bangunan-bangunannya, yang bisa berfungsi sebagai tempat pelayanan misi, dan ha; lainnya. Gereja Baptis Hari Ketujuh, pemilik pro perti senilai 25.000 dolar AS, telah setuju untuk memin dahtangankan ke Advent hanya dengan senilai 4.000 dolar AS. Tapi seseorang harus menjalankan pos misi, mengelola kompleks itu, dan mengembangkan potensinya.
a r c h i v es
A D V E N T
G E N E R A L
W A R I S A N
KELUARGA PELOPOR: Henrietta dan Thomas Branch (duduk); di belakang mereka: Mabel (tengah), Robert (paling kiri), dan Paul (paling kanan).
Pelopor
Thomas dan Henrietta Branch
Konferens Colorado merekomendasikan satu keluarga “kulit berwarna”. Jika General Conference yang membayar transportasi mereka, maka Konferens Colorado akan mensponsori mereka dengan membayar gaji mereka selama berada di Afrika. Thomas H. Branch lahir di Jefferson County, Missouri, pada tanggal 24 Desember 1856. Henrietta Paterson lahir pada tangga 12 Maret 1858, di Roanoke, Missouri, yang termuda dalam sebuah keluarga besar. Mereka bertemu dan menikah pada tanggal 7 Desember 1876, di Kansas City, Kansas. Anak pertama mereka, Mabel, lahir pada tahun 1878. Mereka bergabung dengan gereja Advent pada tahun 1892. Pada saat itu Mabel telah bergabung dengan Thomas (Juni 1887) dan Paul (Maret 1891). Robert menyusul kemudian (Januari 1896). Pelopor Colorado
Ketika Konferens Colorado memilih mereka, keluarga Branch sudah menjadi pelopor. Henrietta telah menerima be-
24
Adventist World | 10 - 2015
Oleh De Witt S. Williams
Di Mana-
Keluarga penginjil Afrika Amerika pertama di Afrika berapa pelatihan sebagai perawat dan akan mendapatkan pelatihan tambahan untuk dapat melayani sebagai dokter misionaris. Thomas adalah seorang pembicara yang handal, mahasiswa Alkitab yang rajin, dan pekerja awam yang antusias di Pueblo, Colorado. Sekarang ini benih yang ia tanam satu abad yang lalu telah membuahkan hasil yang banyak di empat gereja Afrika Amerika yang besar di Pueblo dan Denver. Keluarga Branch adalah keluarga yang paling tua daripada kebanyakan misionaris yang diutus oleh gereja: Thomas berumur 46 tahun; Henrietta, 44 tahun. Putri mereka yang belum menikah, Mabel, baru saja memasuki umur 24 tahun. Tiga putra mereka berumur 15, 11, dan 6 tahun dan bersemangat
untuk mendapat pengalaman baru. Kami tidak menemukan bukti bahwa anak tertua, Thomas, mendampingi orangtuanya dan seluruh keluarga pada perjalanan petualangan mereka. Karena tidak ada orang lain yang berkulit hitam dalam gereja Advent yang dikirim ke Afrika, Keluarga Branch lagilagi menjadi pelopor. Mereka tidak punya teladan untuk mereka ikuti. Butuh keteguhan hati, keberanian, dan iman yang besar dalam pemeliharaan Tuhan untuk menerima panggilan Makedonia ini. Tetapi mereka mau pergi dengan senang hati. Konferens Colorado mengurapai Thomas Branch pada tanggal 22 Mei dan laporan keberangkatan mereka dicatat. “Segera meninggalkan saudara-
saudara dan sesama pekerja, dan bagi mereka yang kepadanya kami bekerja, kami pergi ke Denver, rumah kami yang sebelumnya, untuk mempersiapkan perjalanan…. Kami mengemas beberapa artikel yang diperlukan, dan memberikan ucapan selamat tinggal kepada teman-teman, kami berangkat ke Chicago. Penatua Spicer menemui kami di sana, dan memberi kepada kami semua petunjuk yang diperlukan untuk perjalanan kami.”2 Berangkat ke Afrika
Keluarga Branch berlayar ke London, Inggris, pada Rabu pagi, tanggal 4 Juni 1902, tiba pada tanggal 12 Juni. Sabat pertama mereka di Inggris adalah tamu dari gereja Duncombe Hall, di mana mereka “diberi sambutan hangat oleh semua saudara.”3 Dua minggu setelah tiba di London mereka berlayar lagi, didampingi oleh pemikir tunggal Joseph Booth, yang karena inisiatif dan ide-idenya membuat mereka memulai perjalanan ini. Di hadapan mereka adalah tujuh minggu per-
-mana
jalanan dari Southampton ke Afrika Timur dan pelayanan kepada Tuhan dalam lahan kerja yang baru. Mereka telah meninggalkan dunia di belakang mereka, tapi bisa mengatakan dengan yakin, “Kami tahu ada lahan panen yang besar yang kepadanya Allah meminta kami untuk pergi dan kami senang untuk suatu tempat di kebun anggur-Nya.”4
Booth yang Eksentrik
Di mulut Sungai Zambezi Konsul Inggris menahan mereka selama sembilan hari, yang tampaknya memungkinkan keluarga Branch mencari tahu siapa Joseph Booth sebenarnya dan apa yang ia punya untuk membawa mereka masuk ke dalam. Booth, ternyata, adalah seorang pengacara antusias untuk ideide politik dan sosial yang sangat proAfrika. Para pejabat khawatir dengan ajaran sebagian orang Amerika berkulit hitam yang memicu semangat kemerdekaan, bahkan pembangkangan di antara orang Afrika: Etiopianisme, gerakan nasionalisme Afrika, yang dimulai di Afri-
ka Selatan sekitar tahun 1890 ketika gereja-gereja Afrika independen mulai membentuk, berdasarkan pembacaan mereka akan janji Alkitab bahwa Ethiopia suatu hari nanti “mengulurkan tangannya kepada Allah” (Mzm. 68:32). Kolonialis disejajarkan dengan Etiopianisme oleh orang Negro Amerika berpendidikan, meskipun Joseph Booth adalah orang Inggris, bukan Thomas Branch yang adalah orang Afrika Amerika, yang mencetuskan ide-ide dan tindakan yang berhubungan dengan pemikiran ini. Booth telah menulis buku Africa for the African, yang di dalamnya dia membuat garis besar program untuk menghapuskan kolonialisme Inggris. Booth percaya persamaan ras yang sepenuhnya, dan merasa dipanggil oleh Allah untuk berbicara melawan ketidaksetaraan. Misi usahanya adalah mencari cara mengembangkan kemandirian finansial dan pendidikan bagi orang Afrika. Spi cer dan umat Advent tidak tahu apa-apa mengenai hal ini ketika Booth pertama kali memesona mereka dengan inisiatifnya yang nyata. Booth tidak menyebutkan apa-apa mengenai hal ini. Butuh beberapa upaya untuk meyakinkan pihak berwenang bahwa keluarga Branch tidak terlibat dalam Etiopianisme. Plainfield Mission, wilayah pos terdepan, terlibat masalah besar antara keluarga Branch dengan Booth. Keluarga Branch tidak tertarik dengan proposal Booth, kecuali dalam mengajar dan memberitakan Injil. Booth selalu terlibat dalam beberapa proyek dan tidak pernah punya cukup uang untuk membayar tagihan misi atau gaji keluarga Branch. Setelah hanya enam bulan Fo reign Mission Board memanggil Booth kembali dan memintanya untuk menjadi kolportir di Inggris. Memimpin di Plainfield
Dengan perginya Booth, Branch bekerja sendiri sebagai Direktur Misi Plainfield hingga dewan misi mengirim Joseph H. Watson bersama istri dan anaknya untuk bergabung dengan Branch. Tapi dalam waktu kurang dari satu tahun Watson dilanda musibah. Dia meninggal pada usia 33 tahun, dimakamkan di lahan pusat misi, istri dan anaknya pulang ke rumah. Branch kembali bertindak sebagai direktur, dan pada tanggal 14 Juli 1906, diorganisasikanlah gereja Advent pertama di Malawi.
Branch terus memimpin misi sampai misionaris lain, Joel C. Rogers, mengganti nama misi itu menjadi Misi Malamulo (yang berarti “hukum”), dan Branch pergi ke Afrika Selatan pada tahun 1907 mencari iklim yang lebih baik dan untuk menempatkan anak-anak mereka di sekolah. Betapa kecewanya mereka, anak laki-laki mereka tidak diperbolehkan menghadiri sekolah kulit putih Advent. Bersamaan dengan tantangan kesehatan Henrietta, hal ini membawa mereka kembali ke Amerika Serikat tahun berikutnya. Thomas ditempatkan sekali lagi untuk bertanggung jawab atas pekerjaan mereka yang “kulit bewarna” di Denver. Branch meninggalkan setidaknya satu lagi tanda perintis pada pekerjaan itu ketika ia dipanggil ke Konferens Pennsylvania Timur pada tahun 1911. Di sana ia mengorganisasi dan menggembalakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Afrika pertama, di Filadelfia. Kemudian gereja ini berganti nama menjadi Ebenezer, dan menjadi ibu dari hampir selusin gereja Afrika Amerika yang ada di daerah Filadelfia sekarang ini. Henrietta Branch meninggal di Filadelfia pada tanggal 4 April 1913. Branch adalah perintis, di Colorado, Malawi, dan Filadelfia. Gantinya fokus pada politik dan prasangka, mereka memberitakan Injil dan membawa pembebasan sejati bagi banyak orang. Warisan menakjubkan bagi gereja Advent berdiri sebagai inspirasi dan model membuka jalan misi internasional bagi semua orang, dari mana pun, ke mana pun, hingga seluruh dunia mengetahuinya. n 1 W. A. Spicer, “The New Missionary Enterprise: Nyassaland,” Advent Review and Sabbath Herald, 27 Mei 1902, hlm. 17. 2 Mr. and Mrs. T. H. Branch, “Called to Africa,” Advent Review and Sabbath Herald, 15 Juli 1902, hlm. 20. 3 Ibid. 4 Thomas Branch and Family, “On the Ocean,” Echoes From the Field, 3 September 1902, hlm. 2.
DeWitt S. Williams
memimpin pelayanan kesehatan di Divisi Amerika Utara dari tahun 1990 sampai ia pensiun pada tahun 2010 setelah 46 tahun pelayanan. Ia menjabat sebagai pendeta dan misionaris di Afrika.
10 - 2015 | Adventist World
25
P E R TA N YA A N
DAN
JAWABAN
ALKITAB
Seks, Masalah Serius Mengapakah dosa seksual dihukum dengan kematian di zaman Perjanjian Lama?
Pertanyaan sehubungan hukuman mati sangat sensitif dalam budaya Barat, dan saya mengerti keprihatinan hal itu. Tetapi pertanyaan Anda adalah tentang kasus-kasus tertentu yang memiliki legalitas di Perjanjian Lama. Saya menyarankan agar kita memahami undang-undang itu, kemudian mencoba untuk mengklarifikasi dasarnya. 1. Materi Hukum: Saya hanya akan menyinggung tiga kasus hukum tertentu. Yang pertama adalah perzinahan (Ul. 22:22), yang dianggap seluruh daerah Timur Dekat kuno sebagai dosa besar yang menuntut hukuman mati untuk pria dan wanita. Dalam Alkitab juga dianggap sebagai dosa serius terhadap Allah, terhadap pasangan, dan terhadap masyarakat. Melalui hukuman mati, orang “menghapuskan [ba’ar, ”dimusnahkan, disingkirkan”] kejahatan itu dari antara orang Israel” (ayat 22). Perzinahan bukan hanya sekadar urusan pribadi, tetapi sesuatu yang berpotensi merusak umat Allah, sehingga perlu untuk menghapusnya dari antara mereka. Dapatkah hukuman mati bisa diperingan menjadi hukuman yang lebih rendah atau bahkan diampuni oleh pasangan? Ini adalah kasus di Timur Dekat kuno, dan beberapa peristiwa menunjukkan bahwa hal ini mungkin juga telah terjadi di Israel. Amsal menyiratkan bahwa suami bisa menerima kompensasi finansial dari pezina dan menyelamatkan perkawinannya, atau paling tidak kehidupan dari kedua individu tersebut (Amsal 6:32-35; lih. Hosea 3:1-3). Pengampunan ilahi juga tersedia untuk orang-orang berdosa (Mzm. 51). Kasus kedua adalah hilangnya keperawanan yang terdeteksi setelah menikah (Ul. 22:20, 21). Suami menyadari bahwa istri, yang diharapkannya adalah seorang perawan, ternyata tidak dan merasa tidak hanya dikhianati tetapi tertipu olehnya. Dia akan dieksekusi karena “dia telah melakukan hal yang menodai [nebalah, suatu tindakan yang merusak perintah moral dan sosial] di Israel” dengan bersundal (zanah, melacurkan dirinya; kurangnya integritas moral) (ayat 21). Hal ini diperlakukan sebagai kasus perzinahan. Kasus ketiga adalah ketika seorang pria yang melakukan hubungan suka sama suka dengan seorang perawan yang sudah bertunangan (ayat 23, 24). Hal ini juga dianggap sebagai kasus perzinahan, dan hukuman mati adalah hukuman untuk keduanya. Apakah ya atau tidak dalam kedua kasus hukuman ini, tidak ada indikasi bisa diringankan oleh suami, meskipun ada kemungkinan. 2. Alasan yang Mungkin: Kami harus menyampaikan beberapa hal mengenai topik ini. Pertama, undang-undang ini
26
Adventist World | 10 - 2015
tidak hanya sekadar masalah sipil; undang-undang ini mengungkapkan sifat dan moralitas Allah. Hukuman mati menunjukkan keseriusan moralitas seksual di mata Tuhan. Kedua, kemungkinan memperingan hukuman untuk satu hal, dan bahkan pengampunan Ilahi, selalu tersedia untuk orang berdosa yang bertobat. Ketiga, pelanggaran hukum seksual dapat berdampak negatif terhadap dunia sosial dengan mengabaikan keseriusan pelanggarannya, sehingga membuat integritas moral menjadi lebih santai. Pelanggaran tersebut dianggap luka fana untuk keluarga dan tatanan sosial karena pelanggaran tersebut mengancam rencana Allah bagi umat manusia. Keempat, hubungan seksual merusak dua orang dengan mengubah mereka menjadi instrumen kesenangan pribadi dalam tidak adanya saling menghormati, tanggung jawab, dan akuntabilitas yang disediakan oleh pernikahan. Hubungan seksual dalam pernikahan menyatukan seorang pria dan seorang wanita dalam ikatan kasih Ilahi; dengan kata lain, pelanggaran itu menunjukkan sikap tidak menghormati orang lain dan merusak citra diri pasangan. Kelima, seksualitas bukan milik eksklusif kita. Dalam arti, seksualitas adalah milik umat manusia, dan penyalahgunaannya merusak kita semua dalam satu atau lain cara. Keenam, keperawanan adalah karunia Ilahi yang harus dilindungi sampai menemukan tujuannya dalam parameter yang penuh kasih dari institusi pernikahan Ilahi. Tujuan ini tidak selalu tercapai, tapi pemberian harus dipertahankan dalam ketaatan kepada Tuhan. Ide-ide ini asing bagi dunia kontemporer kita. Ketika berhadapan dengan pertanyaan moralitas seksual, kita harus bertanya: Siapakah yang menentukan apa yang secara moral benar dan baik? Apakah sistem hukum dari masyarakat sekular, atau sikap permisif yang mencirikannya (“semua orang melakukannya!”)? Bagi orang Kristen jawabannya jelas: Allah telah mengungkapkan kehendak-Nya dalam Alkitab. Ketika sistem hukum mengkhianati moralitas Kristen, kita harus mematuhi Allah. Untuk mereka yang mungkin telah menyimpang jauh dari maksud Ilahi sehubungan dengan seksualitas manusia, saya hanya akan mengutip Kitab Suci: “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yohanes 8:11). n
Angel Manuel Rodríguez telah melayani sebagai pendeta gereja, profesor, dan ahli teologi. Dia telah pensiun, tinggal di Texas.
PELAJARAN
ALKITAB
Elia:
Pria Iman yang Perkasa Oleh Mark A. Finley
B
ulan ini kita memulai seri baru pelajaran Alkitab. Kita akan mempelajari pahlawan iman yang besar yang ada di Alkitab. Tujuan dari penelitian ini jauh lebih dari sekadar belajar fakta tentang pria dan wanita Allah yang setia; pelajaran ini adalah untuk mengamati tantangan yang mereka hadapi, mengeksplorasi reaksi mereka terhadap pengalaman-pengalaman tersebut, dan menemukan rahasia iman yang mendukung mereka. Kita akan belajar dari keberhasilan dan kegagalan mereka, kemenangan dan kekalahan mereka, puncak gunung dan lembah mereka. Kita mulai dengan Elia. Kita umumnya sangat tertarik pada Elia, karena meskipun ia hidup dalam waktu kemurtadan, ia tetap setia kepada Allah dan diangkat hidup-hidup tanpa melihat kematian. Bagi kita mempersiapkan diri untuk diangkat pada kedatangan Kristus yang kedua kali bisa mempelajari pelajaran penting dari manusia iman perkasa Allah ini.
1
Bacalah 1 Raja-raja 16: 29-33. Bagaimanakah kondisi kerohanian Israel selama masa pemerintahan Raja Ahab dan pelayanan nabi Elia? Raja Ahab memerintah selama 22 tahun di Israel. Ia menikahi Izebel, Ratu kafir. Bersama-sama mereka memimpin umat Allah dalam penyembahan Baal dan kemurtadan yang dalam. Catatan Alkitab menyatakan bahwa Ahab “menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya” (ayat 30). Betapa warisan yang mengerikan!
2
Pekabaran apakah yang Allah sampaikan kepada Ahab melalui nabi Elia? Bacalah 1 Raja-raja 17:1. Kualitas apakah yang harus dimiliki oleh Elia untuk menyampaikan pekabaran yang menakjubkan seperti itu?
3 Bagaimanakah Allah menyediakan segala sesuatu bagi Elia saat masa kelaparan nasional? Bacalah 1 Raja-raja 17: 1-5; 8-14. Apakah yang diajarkan oleh hal itu kepada kita tentang Allah? Sebuah himne Kristen memiliki kata-kata ini dalam refrain-nya: “Percaya dan taat, karena tidak ada cara lain untuk menjadi bahagia di dalam Yesus, tetapi percaya dan taat.” Ketika kita percaya Tuhan secara implisit, dan penuh kasih mematuhi perintahNya, Dia mambawa tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan kita (Filipi 4:19); Dia tetap memelihara janji-Nya. Ketika kita
D a n i ele
da
Volte r r a
menempatkan prioritas pada hal-hal kerajaan, Dia berjanji untuk memenuhi kebutuhan hidup kita (Matius 6:28-33).
4 Setelah tiga setengah tahun, perintah apakah yang diberikan Tuhan kepada Elia? Bagaimanakah tanggapan Elia terhadap perintah itu? Bacalah 1 Raja-raja 18:1-3. 5 Tantangan apakah yang diberikan Elia kepada nabi-nabi Baal di gunung Karmel? Mengapa menurut kamu dia meminta mereka yang berdoa terlebih dahulu? Bacalah 1 Raja-raja 18:21-24. Penyembahan berhala melibatkan penyembahan patung-patung, penyembahan kepada matahari, dan imoralitas seksual. Penyembahan ini meninggikan alam di atas Allah yang memiliki alam. Ini menempatkan prioritas pada makhluk bukan pada Sang Pencipta. Di Gunung Karmel, Elia menunjukkan kebodohan mutlak pada yang meninggikan teori manusia di atas wahyu Ilahi. Bentuk humanistis agama sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk mengubah hidup.
6 Bacalah 1 Raja-raja 18:38, 39, 44, 45. Bagaimanakah Allah menanggapi kesetiaan Elia? Kesetiaan kepada Tuhan, dan percaya kepada janji-janji-Nya, mempersiapkan kita untuk menerima berkat-Nya yang melimpah.
7 Bacalah Yakobus 5:17. Bagaimanakah Elia dijelaskan dalam Yakobus kitab Perjanjian Baru? Bagaimanakah dia menjadi teladan bagi kita? Elia adalah “seorang pria dengan sifat alami seperti kita.” Dia memiliki tantangan dan kekurangan karakter seperti manusia lainnya. Tetapi melalui iman dalam janji-janji Allah, dan kepercayaan dalam kekuasaan-Nya, Elia menjadi pria iman yang perkasa. Dalam kehidupan Elia kita mempelajari pelajaran kepercayaan, ketaatan, dan komitmen sepenuhnya. Bulan depan kita akan mempelajari lebih banyak tentang Elia, yang akhirnya diangkat tanpa melihat kematian. n
10 - 2015 | Adventist World
27
PERTUKARAN IDE Doa dijawab, terkadang dengan kecepatan.yang mengejutkan. —Ernie Schultz, Edmond, Oklahoma, Amerika Serikat ga malaikat jika kita semua terlibat. Marilah kita berdoa untuk pencurahan kuasa Roh Kudus sepenuhnya. Setelah menerimanya, kita dimampukan untuk mencintai dan dicintai.
(Isaac) B. K. Aidoo Accra, Ghana
Surat
“Ini adalah Pengalaman Merendahkan Diri”
Terima kasih atas penerbitan wawancara Bill Knott dengan Ketua General Confe rence yang baru terpilih kembali (lihat “Ini adalah Pengalaman Merendahkan Diri,” September 2015). Dan terima kasih, Pendeta Wilson, untuk mengingatkan kami akan pernyataan ini yang ditemukan dalam Testimonies for The Church, Ellen G. White menulid: “Pekerjaan Allah di bumi ini tidak akan pernah selesai sampai pria dan wanita yang terdiri dari anggota gereja kita bersatu untuk bekerja dan menyatukan upaya mereka dengan para pendeta dan pemimpin gereja” (jld. 9, hlm. 117).
Alexander Becker Perancis Saya menghargai pemikiran ketua gereja Advent sedunia kita sehubungan dengan penghinaan yang sebenarnya bagi Pencipta kita dan penyebaran pekabaran ti-
Doaw
Pertumbuhan Luar Biasa
Pada tanggal 20 Juli, 2015, saya mengirimkan surat kepada Adventist World, mengomentari perbedaan besar antara keanggotaan per kapita umat Advent di Afrika dan Amerika Serikat, dan menyarankan sebuah cerita tentang hal itu. Lima belas hari kemudian saya menemukan cerita yang sama oleh, Pardon K. Mwansa “Pertumbuhan yang Luar Biasa,” dalam edisi Agustus! Jelas artikel ini telah dipersiapkan jauh sebelum surat saya tiba, tapi hal itu membuktikan bahwa doa dijawab, terkadang dengan kecepatan yang mengejutkan.
Ernie Schultz E dmond, Oklahoma, Amerika Serikat
Segalanya—bagi Yesus
Saya menulis sehubungan dengan artikel Dyhann Buddoo Fletcher “Orang Jamaika Memberikan Rambut Gimbal-Nya—Segalanya—bagi Yesus” (Agustus. 2015). Inti dari cerita ini adalah bahwa kepercayaan pria Jamaika ini begitu kuat kepada pekabaran yang ia pelajari dari Alkitab hingga ia bersedia menyerahkan hubungannya dengan kehidupan lamanya. Saya melihat bahwa ia ingin menunjukkan tidak ada keraguan mengenai keinginannya untuk mengikuti Yesus dalam baptisan, dan tidak ada lagi pertanyaan tentang kesetiaan-Nya. Ia memperlihatkan perubahan, perubahan dalam masyarakat. Iman dan keberanian seperti itu menguatkan saya!
Anne Oyerly B errien Springs, Michigan, Amerika Serikat
Malaikat Bekerja di Afrika Selatan
Terima kasih atas pekerjaan yang baik dalam meringkaskan artikel saya, “Malaikat
PUJIAN
Tolong doakan keluarga saya agar mendapatkan terobosan finansial, melupakan masa lalu, dan bersiap untuk masa yang akan datang. Kami juga membutuhkan perlindungan surgawi.
Kipkosgei, Kenya
Tolong doakan kelompok kecil kami yang, meskipun dalam keadaan yang sulit, bekerja untuk mengomunikasikan pekabaran Advent dalam komunitas kami. Juga saya akan menikah.
Saya sangat kecewa; saya telah membuat permohonan kepada Tuhan tetapi belum juga mendapat jawaban. Berdoalah bagi saya agar Tuhan segera menjawab.
E.S.A., Brazil
Perfect, Ivory Coast Tolong doakan ibu saya agar dapat mempertahankan pekerjaannya.
Carolina, Colombia
28
Adventist World | 10 - 2015
Bekerja di Afrika Selatan� (April 2015). Saya sedikit kecewa karena ruang yang tidak mengizinkan untuk memuat gambar keponakan saya, David Otis dan keluarganya pada perjalanan misi ke Afrika Selatan pada tahun 2012, yang menjadi puncak lingkaran pengaruh malaikat yang dimulai pada tahun 1800-an. Sebuah koreksi kecil, juga: Silsilah saya menunjukkan bahwa kakek saya, David Fletcher Tarr, adalah anak kesebelas dari 15 anak yang lahir bagi James dan Hannah (Brent) Tarr, seperti yang disebutkan dalam artikel yang saya sampaikan, bukan yang ke12 dari 16 anak seperti yang dicetak.
Elaine Tarr Dodd Collegedale, Tennessee, Amerika Terima Kasih
Saya seorang Kristen Advent yang tinggal di sebuah desa terpencil di Rift Valley, Kenya. Saya begitu terinspirasi dan tersentuh ketika membaca Adventist World sehingga saya ingin menerimanya melalui email, untuk bersatu dengan sesama umat Advent dalam keyakinan, misi, kehidupan, dan harapan. Terima kasih dan semoga Tuhan memberkati Anda.
Lel Richard Kenya Adventist World diproduksi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan dibagikan kepada anggota secara gratis. Hubungi konferens gereja lokal atau divisi tentang menerima Adventist World di gereja Anda. Kami juga ada di Internet di www.adventistworld. org, dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris.—Editor. Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.
Tolong doakan kesehatan saya, dan agar saya mendapat pekerjaan dan pasangan yang cocok untuk menikah.
Karen, Inggris Tolong doakan Rachel, yang sedang berjuang untuk pergi ke sekolah dan yang tinggal dalam mobilnya.
Judy, Amerika Serikat
Makanan Versus Suplemen Orang yang memasarkan nutrisi suplemen seringkali menjual dengan jalan pintas. Mereka ingin kita percaya bahwa suplemen lebih mudah dan lebih gampang daripada memakan makanan bernutrisi. Ini adalah beberapa makanan sederhana yang membuat suplemen nutrisi yang mahal menjadi tidak penting. Selain itu, sayur-sayuran memiliki rasa yang enak dan lebih memuaskan daripada pil. Isothiocyanates dan sulforaphane dalam brokoli berperan sebagai antioksidan dan membantu memerangi kanker. Nitrat dalam bit membantu meningkatkan aliran darah dan sirkulasi. Oligosaccharides dalam kacang-kacangan imeningkatkan kesehatan pencernaan dengan seratnya yang banyak. F O T O : J ea n S c h e i je n / sa n ja gje n e r o
Doa
Yesus, gembala yang kami kasihi, perhatikanlah kami.
Izinkanlah kami menjadi satu tubuh dengan Engkau.
30 Detik
Kiranya perselisihan dan kedengkian jauh dari kami, dan kiranya tidak ada yang menghalangi persekutuan kami. Kami diselamatkan oleh seorang dan hanya oleh satu orang, Juruselamat. Satukanlah kami dalam kesucian, kasih yang kuat dan biarlah kami saling mengingatkan kesalahan satu dengan yang lain dalam simpati.
—Maria Aparecida Araujo, São Paulo, Brazil
Saya memohon doa untuk keluarga saya: Saya dan istri kehilangan pekerjaan, putri saya membutuhkan dana untuk masuk ke sekolah tinggi, dan kami memiliki anak yang berumur tujuh tahun. Tolong doakan agar Tuhan membuka pintu bagi kami mendapat pekerjaan sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan keluarga kecil kami.
Fredrick, Kenya
Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohonan doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.
10 - 2015 | Adventist World
29
PERTUKARAN IDE
89Tahun Lalu Pada tanggal 2 Oktober 1926, Sekolah Sabat pertama yang resmi di Madagaskar diadakan di rumah Marius Raspal. Ketertarikan kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh bermunculan di Madagaskar pada tahun 1917, ketika AndrĂŠ Rasamoelina, pengawas sekolah Protestan, bertemu dengan seorang pemuda bernama Tuyau, yang telah menghadiri beberapa kali pertemuan Advent di Mauritius. Minatnya bertumbuh, Rasamoelina menulis kepada Paul Badaut, pelopor penginjilan Advent di Mauritius, yang alamatnya telah diberikan oleh Tuyau. Badaut mengirim nama Rasamoelina dan alamatnya ke General Conference. Pada Desember 1918 J.L. Shaw mengirim Rasamoelina beberapa literatur. Pada tahun 1919, setelah melakukan surat menyurat lebih lanjut, Departemen Pelayanan Rumah Tangga mengirim Rasamoelina beberapa literatur, yang termasuk di dalamnya salinan buku Ellen White, Steps to Christ. Rasamoelina menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Malagasi di waktu luangnya. Selama bulan Juli 1922 Raspal, seorang misionaris Advent di Mauritius, menghabiskan waktu 10 hari dengan Rasamoelina, untuk memberinya pelajaran Alkitab. General Conference menyediakan dana sebesar 800 dolar AS untuk penerjemahan publikasi Rasamoelina dari buku Steps to Christ
ungkapKAN
Kagum
Perasaan positif (kagum, terpesona, takjub) mungkin berhubungan dengan protein yang memberikan sinyal kepada sistem kekebalan untuk bekerja lebih keras, menghilangkan gejala kesehatan yang buruk dan depresi. Berdasarkan penelitian dari University of California, Barkeley, (Amerika Serikat), aktivitas menginduksi kagum, seperti berjalan di alam, merenungkan karya seni, dan mendengarkan musik dapat meningkatkan kesehatan dan harapan hidup. Sumber: Emotion/The Rotarian F O T O : F r eeImages . c om / D a n n y de B r u y n e
Rx
Kesehatan Olahraga dengan intensitas tinggi (lari, bersepeda, membelah kayu, menyekop salju) membakar kalori, dan memiliki manfaat tambahan seperti berikut: Memperkuat jantung dan meningkatkan daya tahannya. Memperkecil risiko diabetes dan penyakit kardiovaskula. Meningkatkan ketajaman mental dengan mengatur kimia penting untuk mengikat dan menyimpan informasi. Sumber: Women’s Health F O T O : F r eeImages . c om / J oel Ro r abaug h
30
Adventist World | 10 - 2015
359
adalah jumlah orang di dunia yang didiagnosis terinfeksi virus polio pada tahun 2014 (dari jumlah populasi yang lebih dari 7 miliar orang). Hanya dengan 1 dolar AS dapat membeli 10 dosis vaksin polio oral. Source: The Rotarian F O T O :
C D C
G lobal
Healt h
5O 5O K A T A A T A U K U R A N G
Tokoh Alkitab
Favorit saya...
n Meskipun
dia bersalah, Tuhan mengampuni Daud dan selalu ada untuknya. Saya senang mengetahui bahwa saya dapat mengandalkan Tuhan. Seperti Daud, saya rentan melakukan banyak kesalahan. Tetapi saya sadar bahwa Tuhan memiliki rencana lain untuk saya. Saya ingin Tuhan yang mengambil kendali dalam hidup saya. —Rachel, Perancis n Tokoh
Alkitab kesukaan saya adalah Yusuf. Meskipun ia tidak bersalah, ketaatan dalam mengikuti ayahnya membawa dia masuk penjara. Tetapi melalui campur tangan Allah ia menjadi perdana menteri di negeri asing. Kisahnya menginspirasi saya. —Gloria, Kumasi, Ghana n Tokoh
Alkitab kesukaan saya adalah Yesaya. Dia berani dan tak kenal kompromi. Kita tidak menemukan banyak orang seperti itu saat ini, dalam dunia kita yang penuh dengan godaan, perangkap, dan daya tarik duniawi berteknologi tinggi. —Tayo, Lagos, Nigeria n Tokoh
kesukaan saya adalah Ratu Ester. Dia berani dan memercayakan segala situasi kepada Allah. Dia menghadap kepada Raja Ahasyweros tanpa tahu apakah dia akan hidup atau tidak. Saya ingin memercayakan hidup saya kepada Tuhan dalam segala situasi. —Esther, Austria Berikutnya, beritahu kami mengenai janji Alkitab favorit Anda. Kirim ke letters@AdventistWorld.org dan tuliskan di kolom subyek, “50 Words.”
“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan. Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Claude Richli Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Guillermo Biaggi, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley-Hardy; Williams Costa; Dan Jackson; Peter Landless; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol-Puesán; Ella Simmons; Artur Stele; Ray Wahlen; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Jairyong Lee, ketua; Yutaka Inada, German Lust, Pyung Duk Chun, Suk Hee Han, Gui Mo Sung Redaktur Bertempat di Silver Spring, Maryland Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editors), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Kimberly Luste Maran, Andrew McChesney Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Pyung Duk Chun, Jae Man Park, Hyo Jun Kim Editor Online Carlos Medley Koordinator Teknik dan Pelayanan Pembaca Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley, John M. Fowler Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Kimberly Brown Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Dewan Manajemen Jairyong Lee, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Kenneth Osborn, Juan Prestol, Claude Richli, Akeri Suzuki, Ex-officio: Robert Lemon, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Leonardo R. Asoy, Guillermo E. Biaggi, Mario Brito, Abner De Los Santos, Dan Jackson, Raafat A. Kamal, Michael F. Kaminskiy, Erton C. Köhler, Ezras Lakra, Jairyong Lee, Israel Leito, Thomas L. Lemon, Geoffrey G. Mbwana, Paul S. Ratsara, Blasious M. Ruguri, Ella Simmons, Artur A. Stele, Glenn Townend, Elie Weick-Dido Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brazil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, Argentina, Meksiko dan Amerika Serikat. Vol. 11, No. 10
10 - 2015 | Adventist World
31
dari INDONESIA Pendeta Denominasi Lain Menerima Kebenaran Sejati Sabat Istimewa Jemaat Saptamarga
U
mat Advent, secara khusus Jemaat Saptamarga bersukacita oleh karena tanggal 20 Juni 2015 salah seorang pendeta dari denominasi lain, Pdt. Naaman Rasimin, S.Th. dan istri dibaptiskan di GMAHK Jemaat Saptamarga dan dilaksanakan oleh Pdt. O. Tambunan. Naaman adalah gembala Jemaat Tabernakel di Tasikmalaya selama 13 tahun. Di Tasikmalaya Naaman bertemu dengan Tambunan dan persahabatan pun dimulai hingga pada kebenaran Alkitab yang diyakini oleh gereja Advent. Naaman menerima kebenaran dan tentunya itu bukanlah keputusan yang mudah. Saat ini Naaman yang sebelumnya berharap bisa menyelesaikan S1 di UNAI, namun dengan kebaikan Tuhan beliau bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2 di UNAI. Semuanya karena kerinduannya melayani gereja Tuhan dan kerinduannya membawa banyak orang yang ia kenal dapat mengenal kebenaran sejati. Melalui berita ini, penulis memohon jika ada di antara pembaca yang bersedia berpartisipasi dalam biaya pendi-
Perkemahan se-Teluk Cendrawasih Misi Papua Di Serui, Misi Papua
P
erkemahan Pemuda dan Pathfinder GMAHK ke7 se-Teluk Cendrawasih di Kampung Yapan Serui berlangsung dari tanggal 26-30 Juni 2015 yang dibuka oleh Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, S. Sos., di lapangan Trikora alun-alun Serui selaku pembina upacara Tema: Time for Decision (waktu untuk mengambil keputusan). Acara ini diikuti oleh sekitar 1.300 peserta yang datang dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua. Setelah selesai upacara dilanjutkan dengan parade dari lapangan alun-alun dengan jalan kaki menuju lokasi perkemahan di Kampung Yapan. Dalam parade tersebut Bupati Kepulauan Yapen bersama sekretaris daerah dan Ketua Panitia Ir. Daniel Tandilangi, M.M., dan Direktur Pemuda Advent Misi Papua, Pdt. Hugo Wambraw, dan peserta dari SLA Doyobaru menyuarakan yel-yel: “Narkoba No, Minuman Keras No, Rokok No, Aibon No, Prestasi Yes!�
32
Adventist World | 10 - 2015
dikan Naaman, dapat menghubungi Pdt. O. Tambunan di 081322044099. n —Dilaporkan oleh A. Tarihoran, Sekretaris Jemaat Saptamarga, Konferens Jawa Barat.
Berbagai acara dan materi diberikan dalam acara perkemahan tersebut seperti: Kelas story telling, tanda kepahaman, cara berkhotbah, konser musik rohani, kelas bag packing, kelas tali temali, camping skill 1 dan 2, hiking/outbond, pagelaran budaya, pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kemudian ada atraksi pathfinder dan tarian pagelaran budaya, seminar kesehatan, seminar dari basarnas, seminar dari Bapak M.G. Jhon Ibo serta penanaman 100 pohon di DAS Mantembu sebagai kepedulian peserta terhadap lingkungan. Puncak acara sebelum penutupan acara perkemahan adalah pelantikan 40 orang Advance Master Guide, 43 orang Mas-
ter Guide, 300 orang Pathfinder, setelah melalui ujian tertulis dan praktik. Untuk acara perkemahan pathfinder se-Teluk Cendrawasih yang akan datang disepakati, akan dilaksanakan di Biak pada tahun 2017. Melalui perkemahan pemuda dan Pathfinder Gereja Masehi Advent se-Teluk Cendrawasih ini ketua panitia berharap orang muda Advent yang telah mengikuti acara ini mampu menjadi generasi pelaku Firman Tuhan. n —Dilaporkan oleh Ir. Daniel Tandilangi, M.M., ketua panitia perkemahan, Jemaat Serui Kota Papua.
Sekilas Pekerjaan Gereja di Bandar Jaya KKR Pengharapan Akhir Zaman dan Pelayanan Masyarakat
P
ada tanggal 12-15 Agustus 2015 telah diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di GMAHK Bandar Jaya, dengan pembicara Pdt. Afdhal Daniel, Direktur AMR Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB). Acara dihadiri lebih dari 200 pengunjung tiap malam, yang hampir setengahnya adalah non-Advent bahkan beberapa para ibu pengajian sekitar jemaat. Acara KKR ini secara resmi dibuka oleh Bapak Calon Wakil Bupati Lampung Tengah, dan juga oleh Pembimas Kristen Wilayah Lampung Tengah. Acara KKR ini setiap malamnya mendapatkan perhatian dari Kapolsek Lampung Tengah yang hingga hari Sabat mengirimkan 4-6 anggota polisi untuk mengamankan acara KKR ini.
Di akhir acara ini ada 7 jiwa yang menyerahkan diri untuk dibaptiskan menerima Yesus menjadi Juruselamatnya. Pelmas Jemaat Bandar Jaya
Pada tanggal 17 Agustus 2015 dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-70 tahun. Acara pelmas dimulai pada pukul 09.00 dengan mengadakan upacara bendera. Diteruskan dengan mengadakan berbagai perlombaan seperti: Futsal, joget balon, makan kerupuk, lari kelereng, tarik tambang dan lain sebagainya. Acara ini diadakan di halaman GMAHK Jemaat Bandar Jaya, yang diikuti oleh kurang lebih 200 peserta yang merupakan anggota jemaat dan warga desa sekitar gereja. Melalui acara ini diharapkan terjalin persaudaraan dan hubungan yang erat antara anggota jemaat dan warga desa. n —Dilaporkan oleh Pdt. Septa, Ketua Distrik Lampung Tengah.
10 - 2015 | Adventist World
33
dari INDONESIA Perayaan HUT RI di Mayon 32 Jemaat Pioneer Timika
J
emaat Pioneer Timika Papua, mengadakan acara untuk Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-70 di tempat rekreasi Mayon 32 Timika, dengan tema “Manusia Hidup untuk Menghidupkan Manusia Lain” (Si Tou Tumou, Tumou Tou). Selain merayakan HUT RI yang ke-70 mereka juga merayakan HUT Saudara Irland Waworuntu sebagai Ketua Jemaat Pioneer Timika. “Terima kasih banyak kepada seluruh anggota Rayon 2 dan seluruh Bangsa Indonesia yang sudah turut me-
rayakan Hari Ulang Tahun saya,” demikian tutur Irland Waworuntu. Dalam merayakan hari yang berbahagia ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, dari lomba makan kerupuk dan berenang, hingga para bapak dan ibu yang sibuk dengan membakar ikan disantap bersama pada siang hari. Diharapkan kebersamaan yang dilakukan dapat mengikat tali persaudaraan demi persatuan misi Kristus. n —Dilaporkan oleh Bpk. Maxy Manueke, Ketua Rayon 2.
Sekilas Pekerjaan Gereja di Batam Mas Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT) Hari Kebersamaan Keluarga
Jemaat Batam Mas mengadakan acara Hari Kebersamaan Keluarga yang diadakan pada tanggal 16-17 Juli 2015 yang bertepatan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya acara ini diadakan di pantai, namun panitia sudah sepakat acara diadakan di lapangan bangunan gereja. Mulai dari anak-anak sampai orangtua ikut dan semangat mengikuti acara ini demi mempererat hubungan antar jemaat.
34
Adventist World | 10 - 2015
Perkemahan Pathfinder dan CMG
Perkemahan kali ini hanya dari CMG dan Pathfinder bersama semua Masterguide. Acara ini diadakan pada hari Sabat 8 Agustus setelah selesai acara ibadah di Jemaat Batam Mas.
M.G. Christiansen Surentu selaku direktur kelas kemajuan beserta panitia mengatur jalannya acara ini. Dan Minggu pagi semua peserta sudah bergegas untuk pulang meninggalkan lokasi perkemahan. Semoga dengan adanya program ini maka kelas kemajuan Batam Mas ke depannya semakin lebih baik dan lebih maju lagi. Alleluia Batam Mas Choir
Sabat. 15 Agustus 2015 adalah hari ulang tahun pertama Alleluia Batam Mas Choir. paduan suara dari Jemaat Batam Mas ini tidak terasa sudah berjalan dan melayani Tuhan melalui lagu pujian selama 1 tahun. Dan di hari ulang tahunnya paduan suara ini mengadakan acara bertema Let it Shine, berbentuk mini konser.
Acara dimulai pukul 16:00, antusias jemaat dan juga tamu undangan sangat terasa dalam mengikuti acara ini. Keluarga David Manalu dan juga team dari Alleuia Batam Mas Choir sudah bekerja keras mengatur dan menggagas acara ini sehingga berjalan dengan baik.
Penamatan Kelas Kemajuan Jemaat
Sabat, 22 Agustus 2015 kelas kemajuan Jemaat Batam Mas mengadakan penamatan untuk adik-adik dari eagerbeaver, adventure, pathfinder, dan juga CMG. Kakak Christiansen Surentu selaku direktur kelas kemajuan dan beberapa panitia sudah mengatur semua akan jalannya acara. Panitia juga mengundang Pdt. Jamin Nainggolan, Direktur Pemuda Advent DSKT untuk menamatkan semua para anggota kelas kemajuan.
Acara dimulai dari pukul 15:00 Jemaat Batam Mas di mana peran orangtua juga yang ikut menyaksikan jalannya acara ini yang mendukung program kelas kemajuan. n —Dilaporkan oleh Simson Siallagan, Dept. Komunikasi GMAHK Jemaat Batam Mas.
KKR Gembala Jemaat Rajani Tiban Tema: Kebenaran bagi Dunia
K
ebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Gembala telah dilaksanakan oleh Pdt. Ediman Manurung, Gembala Jemaat Rajani Tiban Batam dengan tema: “Kebenaran bagi Dunia.� Acara ini diselenggarakan pada tanggal 26-29 Agustus 2015 di Gedung Radio Kei 102.3 FM, Jalan Gajah Mada, Tiban IV, Sekupang Batam (milik Bapak Kristiyanto). Setiap malamnya pembahasan ceramah rohani adalah mengenai: Yesus dan Nubuatan; Dua Wanita di Akhir Zaman; Berdiri di Tepi Pantai; dan Jalan Keselamatan, pada hari Sabatnya. Sementara untuk
10 - 2015 | Adventist World
35
dari INDONESIA
ceramah kesehatan telah dibahas mengenai kanker, diabetes, dan mengenai banyaknya orangtua dewasa ini lebih menyerahkan bayinya kepada sapi melalui susu sapi daripada air susu ibu (ASI). Anggota jemaat dan tamu yang hadir begitu antusias mendengar dan sangat diberkati dengan pembahasan yang diberikan setiap malamnya. Di akhir KKR Gembala ini, dengan kuasa Roh Kudus ada 4 (empat) jiwa menyerahkan dirinya untuk dibaptiskan, keempat jiwa tersebut adalah Sdr. Silvester Agustinus Roy Seran, Sdri. Cherestina Siburian, Sdr. George Perdana Hutasoit, dan Sdr. Kris Ariesta Putra Pratama. Bagi Silvester, kebenaran yang baru dia dapatkan ini merupakan sesuatu yang baru didengar dan dia bertekad akan memberitahukan kepada orangtuanya dan keluarganya di Kupang Nusa dengan berharap orangtuanya dapat mengenal kebenaran ini. Puncak acara akan diadakan di alam yaitu di Kawasan Hutan Wisata Alam Mata Kucing, Batam. Dan tepat pada hari yang istimewa itu, Sabat, 29 Agustus 2015 diadakan ibadah di alam dan baptisan.
Bible Camp Bakti Wanita Advent Daerah Nusa Tenggara (DNT)
D
i awal bulan September 2015 Bakti Wanita Advent, Daerah Nusa Tenggara melaksanakan Perkemahan BWA yang pertama se-Daerah Nusa Tenggara, berjumlah 400 orang yang bertempat di Bumi Perkemahan CHMK, 20 Km dari Kota Kupang. Perkemahan ini melibatkan semua anggota BWA se-DNT dari usia 12 sampai dengan 70 tahun. Dalam acara pembukaan ditampilkan tarian asal Sumatera yang dibawakan oleh anak-anak dari Jemaat Bukit Harapan. Acara pengalungan kain adat asal Timor juga dilakukan terhadap Ny. Lusia Adinda Lebu Raya (Istri Gubernur NTT), Pdt. J. S. Peranginangin, Ibu Linda Peranginangin, Pdt. Samuel Simorangkir.
36
Adventist World | 10 - 2015
Mari kita doakan 4 jiwa baru ini sehingga dapat teguh mempertahankan imannya. n —Dilaporkan oleh Abo, Ketua Jemaat Rajani Tiban, Batam.
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Ibu Linda Peranginangin, Direktur BWA Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB), menekankan tema “Wanita Pembawa Terang.” Diharapkan bahwa “wanita dapat menjadi terang yang selalu mencari hikmat dan didikan dalam hal ini mau belajar guna mengasah intelektualnya dan mau mendisiplin diri secara moral melalui nilai-nilai luhur menyeluruh yang dihidupkan oleh seorang wanita Kristen” tutur beliau. Firman Allah pada ibadah Sabat disampaikan oleh Pdt. J. S. Peranginangin, beliau menekankan, “bahwa kaum wanita harus ingat untuk selalu memancarkan cahaya di mana pun berada. Karena itu angkatlah terangmu supaya terang itu da-
pat menyinari dunia. Marilah kita gunakan waktu dan kesempatan ini sebaik-baiknya, agar kita semakin dimampukan untuk memancarkan terang kepada sekeliling kita.” Di akhir acara Perkemahan BWA Daerah Nusa Tenggara, Direktur BWA Daerah Nusa Tenggara memberikan cinderamata sebagai ucapan terima kasih kepada narasumber yaitu: Lusia Adinda Lebu Raya (Istri Gubernur NTT), Pdt. J. S. Peranginangin, Linda Peranginangin, Pdt. D.E.W. Silitonga, dan Pdt. Samuel Simorangkir. n —Dilaporkan oleh Pdt. D. Kana Djo, Direktur Komunikasi DNT.
10 - 2015 | Adventist World
37
dari INDONESIA Gereja Enam Hari Gereja yang dibangun dalam waktu 6 hari
B
ulan Agustus 2015 merupakan bulan penuh berkat bagi pekerjaan Tuhan di Wilayah Yahukimo, oleh karena pada tanggal 2-7 Agustus atau hanya dalam 6 hari, telah berhasil di bangun sebuah gedung gereja di SSC Hobotonggo, di daerah Anggruk. Di bawah guyuran hujan pada hari Minggu tersebut, Pdt. Darron bersama tim dibantu 2 misionaris dari 1000MM yang bertugas di sana yaitu Denny Rawis dan Dolfander Umar beserta anggota jemaat mulai bekerja membangun gedung gereja yang baru, yang sebenarnya sudah berada pada ketinggian sekitar 2.500 meter dari permukaan laut (DPL), sehingga cuaca terasa cukup dingin. Walau demikian dengan semangat yang membara maka selama lima hari berikutnya tim bersama anggota jemaat bahu membahu bekerja menyelesaikan hampir 90 persen gedung gereja tersebut. Pada Sabat, 8 Agustus 2015, anggota jemaat bersukacita dapat beribadah di sebuah bangunan gereja yang layak. Sebelum kembali, pada hari Minggu pagi, Pdt. Darron dan tim mendapat Noken, sebagai ucapan terima kasih dan kenang-kenangan dari anggota jemaat. Noken adalah tas/kantong buatan tangan tempat menyimpan barang dan juga berguna dalam hal yang terkait kegiatan adat, yang menjadi ciri khas Papua, khususnya daerah pegunungan tengah.
Sebagai catatan, SSC Hobotonggo adalah sebuah tempat di kaki Gunung Elite di barisan pegunungan tengah, Papua. Ini adalah sebuah daerah yang baru dimasuki dan sangat menantang, akses ke daerah ini pada saat ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan pesawat kecil atau berjalan kaki dari Kota Wamena yang biasanya menghabiskan waktu 3 hari. Cerita pembangunan gereja ini berawal dari kunjungan Pdt. Rob Lang, Direktur Pemuda Advent Goergia Cumberland Conference (GCC) dari Amerika Serikat pada tanggal 2-5 April 2015,
Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/ daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redaksi majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS atau naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format Microsoft Word/ Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/imagE di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere足solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan diterbitkan bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk menerbitkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan diterbitkan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk diterbitkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada saat kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.
38
Adventist World | 10 - 2015
Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia
WARTA
GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.
Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah J. S. Peranginangin Ketua Bidang Usaha S. Manueke Bendahara W. Purba Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon
atas undangan Pdt. Darron Boyd dan keluarga, selaku Direktur Misi Global, Daerah Misi Papua (DMP). Hal ini mulai terwujud ketika Pdt. Rob beserta sponsor mengirimkan bantuan biaya pembangunan gereja melalui Dept. Misi Global DMP. Bukan hanya biaya tetapi beliau juga mengirimkan sebuah tim khusus datang dari Amerika untuk membantu proses pembangunan gedung gereja tersebut. Berkat bantuan dari Adventist Aviation Indonesia (AAI) maka rombongan dapat tiba dengan selamat di Hobotonggo pada Minggu, 2 Agustus 2015, rombongan ini terdiri dari Pdt. Darron Boyd dan kedua putranya Aubrey dan Andrew Boyd, tim Pemuda Amerika: Seth Hill, Adam Niles, Siarra Wendt, Tiarra Hebert (keempatnya berasal dari Southern Adventist University), Hermanus Ilintamon, mahasiswa Sekolah Tinggi Advent Papua (STTAP) dan juga pelopor Advent di Hobotonggo serta Pdt. Paul Rakmeni sebagai pendeta wilayah. n —Dilaporkan oleh Pdt. Paul Rakmeni. Gembala Wilayah Yahukimo, Daerah Misi Papua (DMP).
Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi F. Parhusip, R.S. Keni, F. Ngantung, J. Wauran, F. Manurung, A. Siahaan Komunikasi Uni S. Simorangkir, Uni Indonesia Kawasan Barat B. Sumendap, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah D. Lingga, Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya N. Siringoringo, Jawa Barat A. Pender, Jawa Tengah D. Maart, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara R. Keni, Minahasa Utara Dj. Muntu, Minahasa F. Kasenda, Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku F. Macpal, Nusa Utara H. Wambrauw, Papua I. Lisupadang, Luwu Tana Toraja Izin
Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987
Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842 Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.
10 - 2015 | Adventist World
39
* Isaac Bediako adalah seorang petani di Nkoranza, Ghana Barat. Dia telah membantu membawa ratusan orang kepada Kristus dan lebih dari 40 jiwa ke gereja dengan mendistribusikan lebih dari 130.000 majalah Adventist World di desa sekitarnya sejak tahun 2006.
Setiap bulan Adventist World tiba kepada yang berdedikasi ini.
Isaac Bediako* tetap berhubungan dengan keluarga besar Advent di seluruh dunia berkat Adventist World. Tetaplah terhubung dengan keluarga besar gereja Anda. Hubungi departemen komunikasi Anda jika Adventist World gratis tidak teratur tersedia di gereja Anda. Anda juga dapat membacanya secara daring di www.adventistworld.org dalam 11 bahasa yang berbeda.
Satu Keluarga. Satu Dunia. Adventist World.