Skip to main content

December 2015 indonesian

Page 1

War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh

1 2 - 2 01 5

Catatan

Yusuf

11

Pengobatan Penyakit

Kuning

14

Penghakiman Segera Datang!

24

Raksasa

Pendidikan Advent


12 - 2015 C E R I TA

The International Paper for Seventh-day Adventists

16

D ec e mb e r 2015

S A M P U L

Catatan Yusuf

Oleh Gerald A. Klingbeil Dia tidak naik menjadi orang nomor dua di kerajaan itu dengan jalan pintas.

Joseph

The

11

Files

Treating

Jaundice

14

Judgment’s Coming!

14

K E

P E R C AYA A N

D A S A R

Penghakiman Segera Datang!

Oleh Ean Nugent

Implikasi dari memiliki Sahabat di surga

20

K E H I D U P A N

A D V E N T

Saksi yang Tidak Terduga

Oleh Pedro Leopoldo

Ketika kita dipimpin oleh Roh Kudus, petualangan terletak di setiap sudut.

24 Giant in Adventist Education

22

R O H

N U B U A T

P A N O R A M A S E D U N I A Mengapa Saya Mendukung Alkitab dan Ellen White

Jurukabar Allah—dalam “Tahun Emas”-nya

Oleh Ted N. C. Wilson

Panggilan nubuatan kita diperkuat

Tahun-tahun terakhir Ellen White adalah saat ia paling produktif.

8

OlehTim Poirier

24

12 Yesus adalah Tuhan?

W A R I S A N

R E N U N G A N

A D V E N T

Thomas Geraty: Raksasa Pendidikan Advent

Oleh Joy Maganga

Menyesuaikan kembali konsep kepemimpinan kita

Oleh Lael Caesar

Karirnya yang panjang, meninggalkan jejak yang signifikan.

D E PA R T E M E N TA L 3 L A P O R A N

SEDUNIA

3 Sekilas Berita 6 Fitur Berita 10 Kisah GLOW

1 1 K E S E H A T A N S E D U N I A Pengobatan Penyakit Kuning

27 P E L A J A R A N A L K I T A B Abraham: Teruji dan Diakui

26 P E R T A N Y A A N

28

JAWABAN

DAN

ALKITAB

Lebih Baik daripada Seorang Saudara

PERTUKARAN

IDE

32-40 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent (WGA)

www.adventistworld.org Tersedia daring dalam 10 bahasa 2

Adventist World | 12 - 2015

G a m b a r

s a m p u l :

F r e e b i b l e i m a g e s . c o m


Anugerah Sepanjang Masa

S

LAPORAN SEDUNIA

PI X ABA Y

elama 35 tahun, saya senang berkhotbah mengenai cerita Alkitab yang luar biasa, dan saya pelajari bahwa para pendengar khotbah saya biasanya lebih suka ketika saya berkhotbah tentang cerita Alkitab juga. Mereka akan memperhatikan dengan baik ketika saya (kadangkala) berkhotbah mengenai sesuatu yang mengangkat topik tertentu, dan bahkan lebih memperhatikan ketika saya menguraikan tafsiran dari salah satu surat Paulus yang rumit. Namun demikian, banyak dari kita ialah orang yang menyukai cerita, karena melalui ceritalah kita dapat mengerti semua yang terjadi di dalam kehidupan kita. Cerita tentunya berhubungan dengan waktu: Kejadian yang terungkap dalam urutan yang jelas, bahkan ketika alurnya yang turun naik dan berputar membuat kita terkejut atau bahkan menyedihkan. Kita percaya pada kebenaran yang terkandung dalam cerita yang memiliki awal, pertengahan, dan akhir. Kehidupan kita tak jarang terlihat seperti alur cerita. Tetapi saya telah belajar bahwa tidak ada perhitungan matematika untuk menjelaskan mengapa cerita seseorang dalam Alkitab sangat disukai dan ditunggu-tunggu oleh anggota jemaat saya. “Saya sangat menyukai cerita tentang Daud,” tutur seorang pria pendiam dan pemalu yang selalu duduk di baris ketiga dari belakang dan yang tidak pernah berbicara dalam setiap pertemuan. “Saya sangat menyukai keberanian dan keteguhan hatinya—bagaimana ia memercayai Tuhan menyelamatkannya dari Saul.” “Cerita Alkitab kesukaan saya ialah tentang Ester,” tutur seorang ibu janda yang tengah membesarkan tiga orang anak sendirian. “Setiap kali saya membaca tentang cara Allah menggunakannya untuk menyelamatkan bangsanya, saya merasakan bagaimana Allah sedang menggunakan saya di tengah-tengah hidup yang kelihatannya sungguh berat ini.” Demikianlah, melalui hikmat Tuhan, Kitab Suci menawarkan kita puluhan, bahkan ratusan cerita dari pria dan wanita “yang bersungguhsungguh” (Yakobus 5:17) yang pilihan dan pencapaiannya menginspirasi kita, memperbaiki kehidupan kita, atau menolong kita melihat jalan Tuhan dalam rencana-Nya bagi kehidupan kita. Kisah dan cerita itu bukanlah sebatas cerita dahulu kala yang kita baca, tetapi cerita yang diinspirasikan oleh Allah untuk menunjukkan kepada kita kasih karunia yang tak terbatas dari waktu ke waktu, meskipun ketika itu tidak dihargai atau diterima sepenuhnya oleh manusia. Ketika Anda membaca cerita sampul majalah bulan ini yang ditulis oleh seorang associate edi­ tor—– dan seorang pembawa cerita yang luar biasa—Gerald Klingbeil, mintalah hikmat Allah untuk membaca cerita kehidupan Anda sendiri dibalik setiap garis kisah Alkitab yang luar biasa itu.

Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi daging olahan seperti sosis, sebagai makanan yang meningkatkan berbagai jenis penyakit kanker.

Umat Advent di Desak

Evaluasi Makanan Mereka Menegaskan pernyataan Ellen White, WHO menyebut daging sebagai pemicu kanker. Oleh Andrew McChesney

O

rganisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa daging merah dan daging olahan sebagai pemicu kanker, menegaskan pernyataan salah seorang pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Ellen G. White yang dinyatakan lebih dari 120 tahun lalu. Seorang dokter GMAHK menyikapi pernyataan WHO tersebut menjadi peringatan bagi anggota gereja untuk mengevaluasi menu makanan mereka. “Kita telah memiliki informasi ini selama lebih dari 120 tahun,” tutur dr. Peter N. Landless, Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan gereja Advent sedunia. “Sayangnya, banyak anggota gereja memilih tidak mengikuti anjuran yang telah diberikan oleh abdi Allah yang diinspirasikan itu, tetapi selalu yakin setelah melihat penyataan inspirasi itu dibuktikan secara ilmiah.” Ia menambahkan: “Doa kami ialah agar gereja boleh memperhatikan hal ini, bukan oleh karena isu ini berhubungan dengan keselamatan, tetapi karena ini memengaruhi kualitas hidup dan pelayanan kita kepada dunia berdosa ini, sebuah misi yang kepadanya kita telah dipanggil.” Badan Penelitian Internasional Kanker dari WHO menyatakan bahwa mereka telah memutuskan menggolongkan daging olahan sebagai makanan bersifat karsinogen atau pemicu kanker bagi manusia, dan daging merah sebagai “yang kemungkinan” bersifat karsinogen. Keputusan ini didasarkan oleh ulasan 800 studi dari 22 ahli dari 10 negara. Konsumsi daging secara utama dihubungkan dengan kanker usus besar dan anus. “Para ahli menyimpulkan bahwa setiap 50 gram daging olahan yang dikonsumsi setiap hari meningkatkan risiko kanker kolorektal sebanyak 18 persen,” tutur badan penelitian tersebut.

Bersambung ke sebelah

12 - 2015 | Adventist World

3


LAPORAN SEDUNIA Apa yang Ellen White Katakan

Sementara dunia sibuk menjadikannya berita utama, perkembangan tersebut tidaklah mengejutkan bagi umat Advent, yang memperhatikan saksama apa yang ditulis oleh Nyonya White dengan panjang lebar pada pertengahan kedua abad sembilan belas, tentang keuntungan menu makanan berbahan dasar tumbuhan. “Daging tidak pernah merupakan makanan yang terbaik, tetapi sekarang ini penggunaannya dua kali lipat lebih buruk, oleh karena penyakit di dalam tubuh binatang sedang bertambah dengan cepatnya.” Nyonya White menulis dalam buku Membina Anak yang Bertanggung Jawab. “Mereka yang menggunakan daging sebagai makanan sedikit saja mengetahui apa yang sedang mereka makan itu. Sering bilamana mereka dapat melihat binatangbinatang pada waktu masih hidup dan mengetahui mutu daging yang mereka makan itu, mereka akan berpaling dari padanya dengan rasa muak. Orang banyak terus-menerus memakan daging yang dipenuhi oleh kuman-kuman penyakit paru-paru dan kanker. Penyakit paruparu, kanker dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya dengan cara demikian telah dijangkitkan.”1 Dokter Landless mengatakan bahwa makanan daging termasuk daging merah yang diawetkan, dikeringkan, atau yang lainnya—tidak ada alat pendingin yang tetap pada saat amaran itu diberikan, dan kini semua jenis daging tersebut dikategorikan sebagai daging olahan. Nyonya White, yang dipercaya oleh umat Advent sebagai yang menerima karunia nubuatan, menulis pada buku yang sama bahwa daging akan semakin hari semakin terkontaminasi sebagaimana bumi mendekati hari terakhirnya dan bahwa umat Advent harus berhenti mengonsumsinya. “Daging tidak lagi akan menjadi sebagian dari makanan mereka,” ia berkata. “Kita harus senantiasa mengingat tujuan ini di dalam ingatan kita dan berusaha supaya dengan tetap menuju kepada hal itu. Saya tidak dapat memikirkan bahwa di dalam kebiasaan makan daging kita selaras dengan terang yang dengan senang

4

Adventist World | 12 - 2015

hati telah diberikan Allah kepada kita.”2 Hanya minoritas dari 19 juta anggota gereja yang mengikuti pola makan vegetaris saat ini, dokter Landless berkata. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak melarang memakan daging, kecuali daging babi, udang, dan daging lainnya yang dinyatakan haram dalam kitab Imamat. Penelitian Advent Membuktikan

Pernyataan WHO yang membenarkan masalah konsumsi daging hewan, secara mendunia mengakui penelitian Advent mengenai makanan berbasis tumbuhan yang dilakukan oleh Universitas Loma Linda. Sebuah analisis dari Advent­ ist Health Study-2 yang dipublikasikan di jurnal JAMA Internal Medicine pada bulan Maret 2015 menunjukkan bahwa pola makan vegetaris dapat menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 22 persen. Sementara itu, studi sebelumnya dari Adventist Health Study-1 menghubungkan

konsumsi daging dengan risiko yang lebih tinggi dari kanker kolorektal. Pemimpin peneliti dari Adventist Health Study-2, dr. Michael Orlich, mengatakan bahwa pernyataan WHO adalah “penting dan harus diperhatikan untuk membuat pilihan dan rekomendasi pola makan seseorang.” Gary Fraser, pemimpin investigasi untuk Adventist Health Study-2, menantang umat Advent untuk tidak hanya menghindari daging tetapi juga untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. “Adalah sama pentingnya untuk mengganti makanan menjadi sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan polong-polongan,” tutur Gary Fraser. “Daging tidak hanya menyebabkan masalah langsung, tetapi juga oleh karena daging menggantikan makanan yang secara aktif dapat mencegah resiko berbagai penyakit.” n 1 Ellen G. White, Membina Anak yang Bertanggung Jawab (Bandung: Indonesia Publishing House, 2005), hlm. 408. 2 Ibid., hlm. 409.

Oleh Andrew McChesney

Orang Advent Terpilih Menjadi

Presiden Fiji

Pemilihan Mayor Jenderal Konrote adalah sejarah.

S Mayor Jenderal Jioji Konousi Konrote F i j i

g o v e r n m e n t

eorang Advent telah dipilih menjadi presiden Negara Fiji, menorehkan sejarah bagi negara kepulauan Pasifik Selatan dengan menjadi orang Advent pertama yang memegang kedudukan tertinggi, dan merupakan presiden pertama tanpa politik dinasti. Mayor Jenderal Jioji Konousi Konrote, berusia 67 tahun, juga dikenal sebagai George Konrote menjadi presiden pada tanggal 5 November setelah parlemen nasional memilihnya dengan suara 3114. Jabatan presiden itu sebagian besar merupakan peran seremonial di bawah


konstitusi negara tahun 2013, tetapi pre­ siden memiliki kekuasaan yang dapat digunakan pada saat krisis nasional. Pre­ siden juga adalah komandan utama dari angkatan bersenjata negara kepulauan tersebut. Perdana Menteri Fiji, Voreqe Bai­ namrama, dalam pengumuman nominasi Konrote kepada parlemen, memuji Konrote atas pelayanannya dalam karier kemiliterannya, politisi, dan diplomat. “Selama 41 tahun pelayanannya bagi Fiji dan penduduk Negara Republik Kepulauan Fiji, Mayor Jenderal Konrote merupakan suri teladan kesetiaan, keberanian, dan tanggung jawab dalam tugasnya sebagai komandan militer, seorang abdi negara dan menteri yang jujur dan berdedikasi, dan seorang diplomat yang gigih dan bijaksana,” ia berkata, berdasarkan pernyataan yang tertera di website pemerintah Negara Fiji. Majalah Adventist Record Pasifik Selatan menulis bahwa pemilihan Konrote menorehkan sejarah bukan hanya karena imannya, tetapi juga karena etnis Rotuman adalah etnis minoritas dan ia tidak memiliki politik dinasti. Konstitusi Negara Republik Kepulauan Fiji tahun 2013 meniadakan jabatan ketua dewan dan membuka posisi presiden bagi yang tidak menjabat ketua. Mengingat situasi politik di Fiji yang genting oleh karena empat kudeta yang terjadi pada dua dekade terakhir, para pemimpin Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berhati-hati terhadap tanggapan masyarakat atas pemilihan Konrote, tulis majalah Adventist Record. Majalah tersebut menulis, “Penunjukkan Mayor Jenderal Konrote merupakan hal yang mengejutkan tetapi bukan berarti tidak diharapkan. Sekarang ini kita telah mempunyai umat Advent di banyak posisi kunci pemerintahan. Gereja kita sangat dihargai di Negara Fiji.” Konrote adalah ketua jemaat dan anggota Jemaat Rotuman di Suva, Ibukota Fiji. Gereja Advent di sana memiliki kira-kira 25.000 anggota di negara dengan 880.000 penduduk. n

Oleh Lauren Davis, ANN

Ingin Membagikan

Harapan? Ada Aplikasinya!

Teknologi kini menyebarkan literatur secara mendunia.

I

ni adalah cara baru membagikan buku Sehat dan Bugar: Rahasia yang akan Mengubah Hidup Anda dan Kemenangan Akhir. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh telah memperkenalkan sebuah aplikasi yang berisi buku-buku inspiratif yang dapat dibaca dan dikirim dengan mudah kepada siapa saja melalui e-mail dan media sosial. Aplikasi The Sharing Hope menyediakan media pustaka bagi publikasi Advent, termasuk berbagai literatur jangkauan keluar seperti Sehat dan Bugar yang ditulis oleh dr. Peter N. Landless dan Mark Finley, traktat GLOW, dan juga buku populer lainnya seperti Kemenangan Akhir oleh pendiri gereja, Ellen G. White. Ini barulah permulaan, tutur Wilmar Hirle, Associate Director Departemen Penerbitan gereja Advent sedunia, yang telah mengeluarkan aplikasi tersebut di iTunes dan Google Play. Hirle mengemukakan bahwa versi berikutnya akan diisi dengan koran dan majalah Advent, renungan harian, dan materi berita misi dari seluruh divisi gereja sedunia. Ia berkata: “Selama 10 tahun terakhir kita telah memproduksi beberapa buku penginjilan yang telah dialihbahasakan ke dalam banyak bahasa. Ratusan juta buku telah dicetak dan disebarkan di berbagai belahan dunia. Namun, ada daerah di mana buku ini tidak bisa terjangkau,

sehingga aplikasi telepon genggam dapat mengisi kesenjangan ini. Beberapa tahun lalu saya berencana untuk mengunjungi sebuah negara di mana terdapat tidak lebih dari 200 umat Advent.” Visa untuk perjalanannya ditolak sehingga ia hanya dapat mengirim literatur kepada komunitas Advent di sana. Polisi menahan buku itu dan juga menahan lebih dari 20 umat Advent di sana. “Saya tidak dapat pergi ke negara itu. Saya tidak dapat mengirim buku kepada mereka,” Hirle berkata. “Tetapi buku-buku dalam aplikasi ini sudah diterjemahkan dalam bahasa negara itu. Dan sekarang umat Advent di negara itu telah mulai membaca buku kita.” Bahasa yang tersedia ialah dalam bahasa Arab, Inggris, Perancis, Itali, Spanyol, Portugis, dan Rusia. Tujuan dari aplikasi The Sharing Hope ialah untuk memfasilitasi para pengguna untuk menjangkau berbagai budaya di seluruh belahan dunia, demikian yang diungkapkan Viviene Martinelli, manajer proyek aplikasi tersebut. Para pengguna dapat dengan mudah memilih buku dalam bahasa apa pun yang bukan bahasa mereka dan membagikannya di berbagai media sosial. Hirle berharap aplikasi ini akan mencapai 100 bahasa pada akhir tahun 2016 dan akan tersedia dalam semua bahasa utama di dunia pada tahun 2020. n

12 - 2015 | Adventist World

5


LAPORAN SEDUNIA

J

ustin Torossian dikenal sebagai keturunan kelima dari James dan Ellen White, pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Namun, pendeta berusia 29 tahun yang tengah mengenyam pendidikan di Andrews University itu, dengan rendah hati berbicara mengenai silsilah dari keluarga yang penting ini. Ia mengutip tulisan Ellen G. White yang terdapat dalam buku Membina Kehidupan Abadi: “Kristus tidak mengakui kebajikan melalui keturunan. Ia mengajarkan bahwa hubungan kerohanian mengatasi segala hubungan manusia.”1 “Dengan kata lain, jika Anda memercayai karunia nubuatan Allah melalui Ellen White, Anda juga merupakan bagian dari keturunannya secara rohani,” kata Torossian. “Dan menurut Yesus sendiri dalam Yohanes 8:39, 40, dan juga diulangi oleh Ellen White, itulah hal yang paling penting.” Torossian, seorang yang berasal dari California yang mengisi waktunya melayani sebuah gereja berbahasa Spanyol setempat sementara menempuh pendidikan Master of Divinity-nya di Andrews University, mengakui bahwa ia merasa sangat bersyukur menjadi bagian dalam keturunan keluarga White secara biologis. “Tetapi, saya jauh lebih bersyukur menjadi bagian mereka secara spiritual,” ia berkata. “Dan itulah hal yang dapat menjadi bagian kita semua, entah di keluarga mana pun kita dilahirkan secara fisik. Ia dapat menjadi ‘Nenek Ellen’ bagi kita semua!” Torossian—yang direncanakan wisuda pada bulan Mei 2016 dan kembali ke pelayanannya di California Pusat sebagai seorang pendeta dari 2 gereja—menuturkan impian pribadinya untuk menyaksikan kedatangan Yesus ketika ia masih hidup. “Saat kita semua diangkat ke Surga, setelah bertemu Yesus dan malaikat penjaga saya, saya ingin bertemu kakek James dan nenek Ellen,” ia berkata. Inilah yang Torossian bagikan dalam sebuah wawancara tentang Ellen White dan pengaruhnya dalam kehidupan Torossian.

6

Adventist World | 12 - 2015

Oleh Cárolyn Azo

LebihKeturunan Dekat Kelima kepada

Ellen White

Justin Torossian ungkapkan hal yang paling penting. P: Bagaimanakah tepatnya Anda terkait dalam garis keturunan Ellen White? James dan Ellen adalah nenek moyang saya. Dari dua anak laki-lakinya yang masih bertahan hidup, hanyalah Willie yang memiliki anak-anak, tetapi jumlahnya cukup untuk mereka berdua! Anak pertama dari tujuh anaknya adalah seorang anak perempuan bernama Ella Ro­ binson. Ella melahirkan tiga orang anak, dan nenek saya, Gladys Kubrock adalah yang paling bungsu. Setelah menikahi kakek saya, Daniel, mereka dikaruniai enam orang anak, dan satu di antara mereka adalah ibu saya, Edee. Kemudian lahirlah saya. P: Apakah pengaruh kehidupan Ny. White yang diturunkan oleh ibumu kepadamu? Saya tinggal dan dibesarkan hanya 10 menit jauhnya dari Elmshaven, rumah tinggal Ellen White yang terakhir. Pada saat kakek dan nenek saya tinggal di sana, mereka selalu mengajak saya jalan-jalan untuk mengelilingi tempat tinggalnya. Gambaran saya tentang Ellen White saat itu adalah bahwa ia merupakan seorang tetangga dan seorang nenek yang penuh kasih. Ketika saya beranjak dewasa dan menyadari bahwa kami berhubungan da-

lam garis keturunan keluarga dengan seseorang yang kepadanya Allah telah gunakan dalam cara yang ajaib, saya belum begitu meresapinya hingga saya berusia 17 tahun. Kemudian, ketika saya dibaptiskan setelah mengikuti rangkaian kebaktian kebangunan rohani, saya kembali ke Elmshaven dan untuk pertama kalinya merasakan bahwa saya sedang berdiri di atas tanah yang suci. Saat itulah saya mulai benar-benar membenamkan diri saya dalam membaca buku-bukunya dan diberkati oleh karena pekabaran Tuhan bagi kita yang diberikan melalui dirinya. P: Apakah buku-buku Ellen White yang paling memengaruhi kehidupan dan pelayanan Anda? Kebahagiaan Sejati. Saya membacanya berulang-ulang setiap tahun sebagai bagian dari renungan pribadi saya. Jika Anda membaca hanya satu halaman setiap harinya, Anda akan menyelesaikannya dalam kurun waktu empat sampai lima bulan. Di samping itu, sebuah buku kompilasi dengan judul Pelayan Injil sudah menjadi berkat bagi saya. Itu adalah buku yang harus dibaca bagi setiap orang yang tertarik dalam membagikan Injil Tuhan.


Justin Torossian (kiri), digambarkan dengan nenek moyangnya, Ellen G. White. Ata s

k e b a i k a n

J u s t i n

T o r o s s i a n

/

E l l e n

P: Apakah kutipan Ellen White yang menjadi kesukaan Anda? Sangat sulit untuk menyebutkan hanya satu! Saat ini yang menjadi nomor satu ialah dari buku Alfa dan Omega, jld 5, halaman 20. Tertulis: “Kristus diperlakukan sebagaimana kita layak diperlakukan, supaya kita dapat diperlakukan sebagaimana Ia layak diperlakukan. Ia dihina karena segala dosa kita, yang dalamnya Ia tidak terlibat, supaya kita dapat dibenarkan oleh kebenaran-Nya yang dalamnya kita tidak mempunyai hak apa-apa. Ia menderita kematian yang kita punya, supaya kita mendapat hidup yang Dia punya. ‘Oleh segala bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.’ Oleh kehidupan dan kematian-Nya, Kristus telah memperoleh jauh melebihi pemulihan dari kebinasaan yang terjadi oleh dosa. Adalah maksud Setan untuk mengadakan perpisahan yang kekal antara Allah dan umat manusia; akan tetapi dalam Kristus, kita dihubungkan lebih rapat lagi dengan Allah daripada sekiranya kita tidak pernah berdosa.”2 P: Manakah dari kisah Ellen White yang memiliki dampak besar bagi Anda? Sebuah cerita yang ditulis oleh Nenek Ella dalam bukunya memberi sepintas kisah kepribadian dan kreativitas Ellen

W h i t e

E s tat e

White. Ketika anaknya, Willie, masih seorang bayi, saudara perempuan James, bernama Anna, tinggal bersama mereka dan membantu mereka untuk pekerjaan kantor. Bibi Anna senang memeluk dan menggendong bayi Willie, tetapi Anna sedang menderita penyakit tuberkulosis. Bagaimana Ellen White akan mengambil Willie dari pelukan Bibi Anna tanpa menyinggung perasaannya? Ia kemudian mendapat ide. Ia perlahan mulai mendekat ke arah Bibi Anna dan bayi Willie, dan semakin mendekat sehingga tanpa diketahui Bibi Anna, tangannya mencubit bayi Willie, cukup membuat bayi Willie mulai menangis. “Oh, ia pasti menginginkan ibunya!” Ellen berkata. “Ya, saya pikir ia menginginkan ibunya,” Bibi Anna berkata dan mengembalikan bayi Willie kepada Ellen. Trik ini sering diulang-ulangi tetapi Bibi Anna tidak pernah menyadarinya. Terkadang orang memiliki pandangan yang salah tentang Ellen White melalui orang Advent yang menggunakan tulisannya dalam cara yang Ellen White sendiri pun tidak bermaksud demikian, yakni cara yang menuduh dan menghakimi. Namun, ini merupakan satu dari banyak kisah yang menunjukkan bahwa ia diarahkan oleh Allah untuk mengabar-

kan pekabaran yang kebanyakan sulit untuk disampaikan dan didengarkan, Ellen White selalu berusaha untuk meniru teladan Yesus: Ia selalu melakukannya dengan kasih dan kelemahlembutan. P: Apakah nasihat Anda bagi para pembaca tulisan Ellen White? Bergabunglah dengan saya dalam komitmen untuk membaca paling sedikit dua buku Ellen White setiap tahun dari sekarang hingga kedatangan Yesus yang kedua kali. Sementara Anda melakukannya, mintalah Allah berbicara kepada Anda. Walaupun kata-kata ditulis oleh Ellen White, setiap pesannya adalah Ilahi, dari Allah sendiri. Sama seperti tujuan dan pusat dari seluruh Alkitab adalah Yesus (Yohanes 5:39), demikianlah juga tujuan dan pusat dari tulisan Ellen White. Itulah sebabnya karunia nubuatan disebut dengan “Kesaksian Yesus” (Wahyu 19:10). Sementara Anda membaca pekabaran Tuhan bagi kita melalui Alkitab dan Ellen White, mintalah Allah untuk memperbarui hatimu. Ia akan melakukan perubahan yang nyata dalam kehidupan kita, sebuah pembaruan yang akan membawa kita menuju kekekalan. n 1 Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi (Bandung: Indonesia Publishing House, 2004), hlm. 203. 2 Ellen G. White, Alfa dan Omega (Bandung: Indonesia Publishing House, 1999), jld. 5, hlm. 20.

12 - 2015 | Adventist World

7


PA N O R A M A

SEDUNIA

S

aya selalu berpikir bahwa adalah sangat menyenangkan duduk di kaki Ellen White dan mendengarkan ceritanya seperti yang dialami kakek dari ayah saya ketika ia masih kecil. Ellen White yang tinggal dekat, mengunjungi rumah peternakan keluarga Wilson di daerah dekat Healdsburg, California, pada awal tahun 1900-an. Kakek saya, Nathaniel C. Wilson, dan tiga saudara laki-lakinya dengan semangat berkumpul bersama mengelilingi kursi di mana Ellen White duduk untuk mendengarkan cerita dengan penuh kasih sayang. Namun kunjungan itu bukanlah satu-satunya alasan keluarga kami memiliki kenangan yang kuat terhadap Ellen White. Kami memiliki dasar pengetahuan yang kuat akan pekabaran Advent oleh karena aktivitas penginjilan nubuatannya yang langsung ia lakukan. Kakek dan nenek dari kakek saya, William dan Isabella, pindah ke Amerika Serikat dari Irlandia pada sekitar tahun 1870, dan akhirnya menjadi peternak sapi dan pengusaha buah serta pemilik sebuah toko di California. Isabella bergabung menjadi anggota gereja Advent, tetapi William tidak. Suatu kali, William menghadiri sebuah pertemuan perkemahan Advent atas undangan istrinya pada tahun 1905. Pembicaranya adalah Ellen White, dan ia berbicara tentang kebutuhan semua orang berdosa untuk memiliki Juruselamat dan membiarkan Allah mengubah kehidupan mereka. Ia mengadakan panggilan, dan William maju ke depan, menyerahkan hatinya kepada Allah. Kakek dari kakek saya belajar pekabaran Advent selama satu tahun. Ia mulai menutup tokonya pada hari Sabat. Ia dibaptiskan dan menjadi ketua jemaat pertama dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Healdsburg, lokasi awal dari Pacific Union College. Kristus mengubah hidup William, dan ia dikenal sebagai pria yang murah hati dalam menolong orang yang membutuhkan. Pembaruan hidup dari kakek saya itu menjadi alasan lainnya mengapa saya mendukung Alkitab dan tulisan-tulisan Ellen White. Namun, lebih khusus lagi ialah karena Alkitab dan Roh Nubuat datang dari sumber yang sama yaitu

8

Adventist World | 12 - 2015

Mengapa Saya Mendukung

Alkitab dan Ellen White

Oleh Ted N. C. Wilson

Semuanya mengenai Yesus

Allah sendiri dan memiliki pekabaran yang sama: Menuntun orang kepada Yesus dan mempersiapkan mereka untuk kedatangan-Nya yang kedua kali. Roh Nubuat diberikan untuk memelihara dan menolong pergerakan umat Allah pada akhir zaman melalui petunjuk Ilahi. Sementara kita berada di penghujung tahun 2015, marilah kita kembali merenungkan tulisan Ellen G. White dan maknanya bagi kita saat ini. Kita akan melakukannya melalui format pertanyaan dan jawaban yang berdasarkan khotbah Sabat yang saya berikan selama simposium Roh Nubuat di Andrews University pada tanggal 17 Oktober 2015. Apakah Panggilan Ellen White Alkitabiah?

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menerima Ellen G. White sebagai seorang hamba Allah masa kini dan nabiah. Saya memercayai dan telah membukti-

kan bahwa tulisan Roh Nubuat dapat dipercaya dan benar adanya, oleh karena Ellen G. White dan pelayanan kenabiannya memenuhi empat uji Alkitabiah dari seorang nabi: 1. Tulisannya sesuai dengan Alkitab, menggenapi Yesaya 8:20. 2. Kehidupan dan pekerjaannya memberikan kesaksian akan hubungannya dengan Allah, menggenapi Matius 7:20. 3. Nubuatannya terjadi, menggenapi Yeremia 28:9. 4. Tulisannya mengangkat Kristus dan menguatkan Kristus sebagai Anak Allah, yang telah datang ke dunia untuk menyelamatkan kita, menggenapi 1 Yohanes 4:2. Sebagai tambahan, hidup dan pekerjaannya dibuktikan dengan manifestasi secara fisik selama ia mendapat khayal, waktu pekerjaannya pada akhir zaman, kepastian dan keberaniannya dalam menyampaikan khayal, jangkauan rohani


yang tinggi dari pelayanannya, dan halhal praktis dari berbagai segi kehidupan Kristen yang dijelaskan olehnya. Mengapa Umat Advent Merujuk bahwa Tulisan Ellen White sebagai Roh Nubuat?

Roh Nubuat dijelaskan oleh Alkitab sebagai salah satu dari dua ciri gereja Allah yang sisa di akhir zaman. Wahyu 12:17 berkata: “Maka marahlah naga [setan] itu kepada perempuan [gereja Allah] itu, lalu pergi memerangi keturun­annya [benih keturunannya, umat dan gereja Allah pada akhir zaman] yang lain [atau yang sisa dari keturunannya], yang menuruti hukumhukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Selanjutnya Wahyu 19:10 menjelaskan “kesaksian Yesus adalah Roh Nubuat.” Dua karakteristik atau ciri umat Allah sangatlah jelas: Orang yang menuruti hukum-hukum Allah—dan memiliki kesaksian Yesus, yang dijelaskan oleh Alkitab sebagai “Roh Nubuat.” Hukum Allah dan Kesaksian Yesus, atau Roh Nubuat, keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah sendiri. Apakah Tulisan Ellen White Sama dengan Alkitab?

Gereja Advent tidak menempatkan Roh Nubuat menjadi bagian kitab/pasal dari Alkitab, atau sama dengan Alkitab. Sebagaimana Ellen White sendiri menerangkan bahwa Roh Nubuat harus menuntun orang kepada Alkitiab. Namun demikian, Roh Nubuat diinspirasikan oleh inspirasi surga yang sama yang mengilhami para penulis Alkitab, oleh karena itu adalah kesaksian Yesus. Apakah Ellen White Masih Relevan Saat Ini?

Kita telah melihat dan masih melihat usaha yang gigih oleh orang yang didorong oleh Setan untuk menyerang tulisan Ellen White dan membuatnya tidak berarti. Firman Allah dan Roh Nubuat merupakan produk dari inspirasi surga dan merupakan catatan akurat yang menjelaskan pertentangan besar antara baik dan jahat, antara Kristus dan Setan. Inilah sebabnya mengapa Setan sangat

gigih untuk menghancurkan kebenaran yang terdapat di dalam Alkitab dan Roh Nubuat. Kesaksian Yesus, yang adalah Roh Nubuat, merupakan bagian integral yang penting terhadap pergerakan Advent. Roh Nubuat ialah satu dari karunia Allah terbesar bagi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Itu berfokus kepada Kristus dan firman-Nya, dan itu menyatakan rencana Allah bagi umat-Nya yang hidup di akhir sejarah dunia yang sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Roh Nubuat tetaplah relevan saat ini sebagaimana itu relevan pada saat ditulis. Itu tepat, mengangkat, memberi pengajaran, dan berkuasa oleh karena itu merujuk kepada Kristus dan kepada Alkitab. Itu benar-benar merupakan Kesaksian Yesus. Apakah Anda Memikirkan tentang Bagaimana Anggota Gereja akan Memperlakukan Alkitab dan Tulisan Ellen White?

Sementara kita menghadapi akhir sejarah dunia, kita mengetahui bahwa akan ada usaha keras yang Setan lakukan untuk menghancurkan efektivitas Alkitab dan Roh Nubuat. Kita melihat hilangnya otoritas Firman Tuhan yang terjadi di sekitar kita. Metode kritik-sejarah yang digunakan terhadap Firman Tuhan menurunkan efektivitas otoritasnya. Adalah rencana Setan untuk menggerogoti pernyataan “demikianlah Firman Tuhan.” Satu dari banyak ancaman besar bukanlah kebencian melainkan sikap acuh tak acuh terhadap Roh Nubuat. Saat banyak anggota jemaat yang tak lagi terbiasa dengan itu, tidak membacanya, atau bahkan sekadar tidak memedulikannya. Setan berusaha terus menerus untuk menghancurkan pengaruh Alkitab dan Roh Nubuat oleh karena itu mengandung nasihat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan Allah di dunia ini melalui kuasa Roh Kudus. Apakah Pengaruh Tulisan Ellen White terhadap Gereja dan Dunia?

Gereja ini tidak akan berada sebagaimana adanya saat ini tanpa tuntunan

khusus yang diberikan oleh Allah melalui Ellen White dalam tulisan Roh Nubuat. Petunjuk ini telah menjadi dasar dalam mendirikan percetakan, kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, misionaris, dan perluasan gereja secara administratif. Itu memberikan nasihat bagi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk teologi, pola hidup, kesehatan diri, keluarga, rumah tangga, orang muda, hubungan interpersonal, penatalayanan, dan masih banyak lagi. Roh Nubuat sedang dan akan selalu menuntun umat Allah hingga kedatangan Kristus kembali. Sebagai hasil dari tuntunan Roh Nubuat, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh bukan hanya menjadi sebuah denominasi gereja tetapi sebuah pergerakan Advent yang lahir dari Allah sendiri dengan tujuan khusus: Sebuah misi untuk menyerukan pekabaran Wahyu 14:612—Pekabaran tiga malaikat. Apa yang Dikatakan Ellen White kepada Mereka yang Mengungkapkan Kekecewaan Terhadap Gereja?

Si jahat mengetahui bahwa jika ia dapat menjebak umat Allah untuk melihat diri mereka sendiri dan bersandar pada pendapat mereka gantinya kepada Kristus, ia akan mampu membawa pertikaian, perpecahan, dan ketegangan di dalam gereja. Itu merupakan salah satu dari sekian banyak alat Setan yang digunakan melawan misi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Allah memanggil kita untuk mengambil bagian dalam menyerukan kebenaran terbesar sepanjang sejarah, puncak dari pertentangan besar antara Kristus dan Setan. Allah memercayai kita dengan tugas membagikan Kristus, yang menghidupkan suatu kehidupan tanpa dosa, mati bagi kita, bangkit kembali, dan yang sekarang sedang mengantarai kita sebagai Imam Besar, dan yang akan datang segera untuk membawa kita ke surga. Kita telah dipanggil untuk membagikan Firman Tuhan dengan seluruh kuasa yang diberikan melalui tuntunan Roh Kudus. Dalam melakukan panggilan surgawi ini, kita akan berhadapan dengan orang yang tidak setuju dengan peka-

12 - 2015 | Adventist World

9


PA N O R A M A

SEDUNIA

baran dan misi kita. Oleh karena sikap apatis dan tidak percaya dari orang lain terhadap gereja, kita mungkin saja tergoda untuk menjadi lemah. Namun, apa pun yang kita hadapi, kita tidak seharusnya membiarkan diri kita dicobai untuk bekerja secara independen dan terpisah dari gereja. Kita dipanggil untuk bekerja bersama di dalam gereja Allah yang sisa pada akhir zaman, bukan di luar gereja. Tetaplah bersatu dengan gereja Anda dan dengan keluarga gereja sedunia. Tetaplah berada di dalam gereja apa pun kekurangan anggota gereja. Jadikanlah Allah dan misi-Nya bagi gerejaNya tetap menjadi tujuan Anda.

Kisah GLOW: Giving Light to Our World Giving Light to Our World—GLOW—merupakan sebuah gerakan jangkauan keluar yang dimulai di California, Amerika Serikat, tetapi kini telah memiliki cabang ke divisi di berbagai belahan dunia. Gerakan ini didasarkan pada konsep anggota jemaat membagikan traktat GLOW secara gratis pada setiap kesempatan. Traktat-traktat ini dicetak dalam 45 bahasa. Inilah dua cerita pendek dari Brazil dan Amerika Serikat yang menceritakan tentang kehidupan yang terjamah oleh GLOW:

Sumber yang Tiada Habisnya

Ketika Anda membaca Roh Nubuat, Anda akan secara positif diubahkan selamanya oleh karena tulisan itu menuntun Anda kembali kepada Kristus, pela­ yanan-Nya, dan pekerjaan-Nya bagi kita dalam mempersiapkan sebuah dunia yang melalui tuntunan Roh Kudus memimpin kepada dunia baru yang akan datang setelah kedatangan Yesus yang kedua kali. Roh Nubuat telah memberikan saya sumber yang tiada habisnya untuk mengimplementasikan rencana Ilahi bagi pergerakan Advent. Ketika saya merenungkan Roh Nubuat, saya merasa sangat terkesan dengan sukacita mendalam karena Allah mau menyediakan kita informasi yang sungguh amat banyak untuk melaksanakan kehendakNya di dalam kehidupan kita secara pribadi dan bagi misi gereja-Nya kepada dunia. n

Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia.

10

Adventist World | 12 - 2015

BRAZIL: Ketika seorang pria berusia 70 tahun

menerima sebuah majalah Adventist World yang di dalamnya ada sebuah traktat GLOW, ia membawanya ke tempat fotokopi setempat dan menggandakan traktat tersebut sebanyak 2000 eksemplar. Ia menyimpan beberapa traktat untuk dirinya sendiri, tetapi sisanya dikirimkannya ke 67 daerah yang memiliki Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Ketika berada di kantor pos, ia memberikan sebuah traktat GLOW tentang hari Sabat kepada seorang wanita yang adalah pegawai kantor pos setempat, yang kemudian dibagikannya juga kepada teman-teman sekerjanya. Tiba di tempat-tempat yang dituju, seorang ketua jemaat menerima traktat-traktat tersebut, ia mengambil beberapa traktat tentang Sabat, menaruhnya di toko mesinnya dan menggunakannya untuk menjelaskan kepada para pembelinya mengapa ia menutup tokonya pada setiap hari Sabtu.

AMERIKA: Pelayanan GLOW mengadakan sebuah perjalanan misi ke Filadelfia untuk membagikan 1 juta traktat GLOW selama 10 hari. Seorang paserta menulis: “Saya sedang membagikan traktat GLOW di tempat parkir mobil ketika tiba-tiba sebuah mobil menghampiri saya! Seorang pria yang mengendarai mobil itu berhenti dan bertanya pada saya apakah saya yang telah meletakkan traktat GLOW di atas mobilnya. Saya berkata padanya bahwa teman saya yang telah meletakkan traktat itu beberapa jam yang lalu. Ia kemudian berkata, “Anda telah menyelamatkan hidup saya. Pagi ini saya telah berkata pada Tuhan bahwa saya akan mengakhiri hidup saya malam ini. Saya berkata kepada Tuhan, “Jika Tuhan itu ada, berikanlah bukti kepada saya bahwa Tuhan itu nyata.” Puji Tuhan, Ia membuktikannya!” Kisah ini dikumpulkan oleh Pacific Union Conference, Amerika, Direktur GLOW, Nelson Ernst dan koordinator GLOW Internasional, Kamil Metz. Mengetahui lebih lanjut, kunjungi sdaglow.org. untuk menonton video kesaksian GLOW, kunjungi vimeo.com/user13970741.


K E S E H ATA N S E D U N I A

Pengobatan Penyakit

Kuning

Oleh Allan R. Handysides dan Peter N. Landless

Paman saya menderita sakit kuning, dan kami sangat khawatir jika ia memiliki hepatitis atau penyakit infeksi lainnya. Apakah yang menyebabkan sakit kuning? Haruskah kami waspada?

P

enyakit kuning (jaundice) adalah istilah dari bahasa Perancis jaune, yang berarti kuning. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan warna kulit yang berubah menjadi kekuningan ketika terdapat kenaikan pigmen empedu. Kurangnya jumlah pigmen bilirubin dalam darah dapat tidak terlihat secara visual, hingga itu mencapai ambang batasnya. Sakit kuning merupakan sebuah gejala. Darah merupakan jaringan yang rumit, yang terdiri dari 40 persen sel darah merah per volumenya. Sebuah sel darah merah memiliki masa hidup kira-kira 120 hari kemudian didaur ulang, yaitu tubuh membangun sel-sel darah yang baru. Darah merah itu ditangkap oleh sel-sel yang berada di limpa dan dihancurkan. Proses daur ulang ini menyimpan elemen esensial tubuh seperti zat besi dan protein. Sebagian dari pigmen membentuk bilirubin, yang menyebabkan sakit kuning. Bilirubin melewati hati dan ditangkap oleh sel-sel hati. Pigmen bilirubin melewati organ hati dan terperangkap oleh sel-sel hati. Itu kemudian terikat dengan asam glu­ curonik, dan menjadi bilirubin konjugasi; dan untuk sementara waktu tersimpan di kandung empedu. Di sini cairan empedu menjadi terkonsentrasi, dan memasuki usus kecil untuk membantu pencernaan. Sakit kuning pada umumnya terlihat pada bayi yang baru lahir. Seorang bayi yang baru lahir ketika bernapas menghirup oksigen, tidak memerlukan tingkat hemoglobin yang tinggi sebagaimana ia perlukan pada saat masih dalam kandungan. Selain itu, belum terjadi konjugasi bilirubin selama berada di dalam kandungan, sehingga

mencegah kenaikan cairan empedu di dalam darah, yang dapat menjadi racun. Membutuhkan beberapa hari untuk dapat memulai konjugasi, dengan akumulasi bilirubin yang akan diekskresikan melalui plasenta. (Adalah melalui proses yang terintegrasi tinggi yang menjadikan kami, para dokter, takjub dengan desain Allah. Sejujurnya, kami merasa heran ketika beberapa orang menginginkan kami percaya bahwa semua kompleksitas ini terjadi karena kebetulan). Dalam situasi kesehatan paman Anda, walaupun ia bukanlah bayi yang baru lahir, proses dari pembentukan bilirubin tetaplah seperti yang telah dijelaskan tadi. Apakah kemungkinan masalahnya? Bilirubin adalah bahan kimia kuning di hemoglobin, zat yang membawa oksigen dalam sel darah merah. Bila sel-sel darah merah rusak, tubuh akan membangun selsel baru di hati (liver) untuk menggantikan mereka. Jika hati tidak dapat menangani sel-sel darah merah yang rusak, bilirubin menumpuk di dalam tubuh dan kulit akan terlihat kuning. Beberapa orang memiliki sel darah merah yang tidak normal, karena mereka mewarisi gen yang kurang baik, dan sel-sel tersebut memiliki masa hidup yang tidak sepanjang masa hidup sel-sel normal, sehingga menyebabkan “anemia hemolitik�—kekurangan darah karena meningkatnya penghancuran sel darah merah. Kemungkinan akan terdapat bilirubin yang tidak terkonjugasi di dalam darah, tetapi tidak akan menyebabkan sakit kuning yang berarti. Ketika organ hati tidak berfungsi dengan baik, kita akan melihat sakit kuning

sebagai hepatitis. Terdapat banyak jenis penyakit hepatitis, dan hepatitis A ialah yang paling umum dan paling mudah ditularkan. Bentuk serius yang lain dari hepatitis biasanya membutuhkan pertukaran cairan tubuh, seperti darah sebagai media penularannya. Sirosis hati dapat juga dihubungkan dengan sakit kuning, yaitu seorang pemabuk berat atau seorang yang mengalami gagal organ hati karena sebab lain dapat menjadi sakit kuning. Jika terdapat halangan yang terjadi pada aliran empedu, bilirubin akan terkonjugasi/bergabung dalam aliran darah. Uji tipe bilirubin akan menolong dokter untuk mengetahui di mana letak masalahnya. Penderita dengan penyebab obstruktif dari sakit kuning kemungkinan memiliki batu empedu yang menghalangi saluran empedu, sehingga menimbulkan rasa sakit. Kanker, khususnya pada puncak pankreas, di mana terdapat tempat yang menjadi saluran empedu, akan menyebabkan sakit kuning yang gangguan dan tekanannya tidak dirasakan. Rujukan ke dokter merupakan tindakan bijaksana untuk paman Anda. Terdapat beragam tindakan medis, bergantung pada jenis dan penyebabnya. n

Peter N. Landless, seorang ahli kardiologi

nuklir, adalah Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

Allan R. Handysides, seorang ahli ginekologi,

baru pensiun, sebelumnya adalah Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

12 - 2015 | Adventist World

11


R E N U N G A N

Oleh Joy Maganga

Yesus adalah

Tuhan?

Menyusuri halaman informasi tentang sisi baik, buruk, dan kebenaran yang membingungkan dari fenomena alfa (usaha untuk menjelaskan arti kehidupan), saya merenungkan bagaimana kerasnya ilmu biologi evolusi memusuhi kisah kehidupan Yesus. Yesus yang Dominan?

Yesus tentu saja merupakan satu-satunya oknum dalam sejarah yang meninggalkan takhta yang disepuh dengan emas dan jalan yang terbuat dari emas murni, meninggalkan para malaikat yang selalu siap sedia melakukan dan menuruti kehendak-Nya, untuk datang dan bekerja serta bergaul dan menjadi bagian dari masyarakat Nazaret kelas bawah di Galilea. Penduduk dunia yang dengan kasar menganggap bahwa tidak ada yang baik yang mungkin datang dari Nazaret.... Jika Anda seorang publik figur berpengaruh di negara Anda, dengan tugas misi global, mengetahui bahwa satu-satu足nya anak laki-laki Anda akan segera lahir, mengapa Anda memilih sebuah kandang untuk menjadi tempat kelahirannya? Pikirkanlah sejenak: Apakah yang akan dikatakan oleh teman-teman sesama bangsawan seperti Anda? Tidak, tidak, apakah yang akan dikatakan oleh para istri mereka? Tangisannya yang pertama yang akan mengejutkan para tamu yang melihat anak Anda bercampur dengan suara embikan dan bau domba, kotoran dan peluh sapi; dan mungkin suara kokok ayam juga. Sebuah palungan, menurut pengertian saya, adalah sebuah wadah penampung (biasanya terdapat di peternakan atau kandang) di mana ternak atau kuda diberi makan. Anda tentu dapat mendengar suara pembawa berita yang berceloteh: Ini adalah berita utama, dan seluruh negeri heboh dengan rangkaian cerita dari seorang anak yang disia-siakan. Tidak ada gambaran yang jelas; hanya sebuah cerita yang akhirnya terabaikan.

12

Adventist World | 12 - 2015

Lebih Baik di Rumah Sakit?

Saya mungkin keliru, namun sebagai seorang Kenya yang baik, saya pikir tempat yang tepat ialah sebuah kamar tipe presidential suite di Aga Khan, Rumah Sakit Nairobi, atau mungkin lokasi serupa lainnya. Seharusnya ada bunga-bunga dan pernak-pernik bayi yang bermacam-macam; para pengunjung wanita terkenal yang akan memastikan keamanan dan kenyamanan terbaik sementara mereka menggendong bayi laki-laki itu dan bermain gemas dengan hidungnya, telinga dan jari-jemarinya, dan mengatakan bagaimana ia sungguh mirip dengan ayahnya. Saya tidak dapat berpikir adanya kemungkinan bahwa tidak ada lagi ruangan di rumah sakit mana pun untuk kelahiran anak Anda. Tidak mungkin! Dalam kisah hidup Yesus, mereka berkata bahwa, Ayah-Nya yang adalah Raja, setelah memastikan Yesus dilahirkan di sebuah kandang hewan, meninggalkan Ia dengan seorang tukang kayu selama 30 tahun, untuk diasuh, dirawat, dan dilatih agar menjadi bagian dari golongan masyarakat rendah. Bukankah semua pemimpin terkenal tahu sekolah yang terbaik untuk anak-anak mereka? Lebih dari itu, bukankah anak-anak mereka telah dilatih untuk menjadi pemimpin sejak dari dalam kandungan, untuk menjaga kepemimpinan politik tetap berasal dari keturunan mereka? Peluncuran Misi

Cerita selanjutnya dari kisah kelahirannya yang begitu memprihatinkan, Anak ini tidak menonjol dalam pertumbuhannya hingga Ia tiba pada saat yaitu ia akan melaksanakan misi global-Nya: Untuk menyelamatkan dunia dari malapetaka dahsyat. Bagaimanakah caranya? Apakah ia memerintahkan para penguasa dunia saat itu, para kaisar dan raja kerajaan Roma? Para petinggi yang menguasai

A r t

b y

F o r d

M at t o x


Ia memilih para nelayan dan masyarakat biasa seperti pemungut cukai Matius, yang mengadakan pesta bagi-Nya dengan mengundang masyarakat yang terpinggirkan. bagian utara Afrika, Asia, dan Eropa, apakah Ia menyewa kereta tempur mereka, para pejuang, cendekiawan dan orang pandai bicara, untuk meyakinkan dunia akan misi-Nya dan kerajaanNya yang akan datang? Tidakkah Ia menggunakan segala peralatan mereka untuk menyebarkan berita ini ke seluruh bagian dunia yang dipimpin mereka? Tidakkah Anda melihat berbagai rencana dan strategi digunakan untuk memastikan bahwa misi ini berhasil? Tidak, Anda tidak melihatnya. Mengapa? Karena itu bukanlah cara-Nya. Sepupu-Nya, seorang yang pengajar di padang gurun yang terkenal dengan pakaiannya yang kasar, makanan yang aneh, dan khotbah yang sensasional, memperkenalkan Dia dan misi-Nya kepada dunia. Segera sesudah itu, raja yang berkuasa saat itu memenggal kepala sepupu-Nya itu. Kemudian, Ia mulai memperlengkapi sumber daya manusia-Nya. Ia memilih para nelayan dan masyarakat biasa seperti pemungut cukai Matius, yang mengadakan pesta bagi-Nya dengan mengundang masyarakat yang terpinggirkan. Sumber daya manusia yang terdiri dari 12 pria yang tidak terkenal menjadi pilihanNya, menjadi tim pekerjaan-Nya dan alat-Nya untuk menggenapi misi-Nya atas seluruh manusia di muka bumi ini. Mereka tidak mengetahuinya, tetapi waktu telah ditetapkan oleh Sang Bapa; dalam kurun waktu tiga setengah tahun, Ia akan kembali ke surga yang tak berdosa, meninggalkan 12 pria ini untuk melanjutkan dan menyelesaikan misi itu. Ia tidak memiliki neraca keuangan. Ia mulai berjalan dari desa ke desa, bersama ke-12 pria itu bersamanya, dan sejumlah wanita juga. Para wanita memberikan uang mereka bagi pekerjaan-Nya. Tetapi Ia tidak mempunyai rencana untuk makan, tempat bernaung, ataupun memenuhi pengeluaran lainnya. Ia mengirim kedua belas pria itu untuk menjalankan misi itu sendiri dan membekali mereka dengan petunjuk: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan; apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu ketika kamu meninggalkan kota mereka.” (Baca Matius 10:5-14; Markus 6:7-11; Lukas 9:1-5). Di negara asal saya, kisah ini seperti seseorang yang bekerja di Nairobi dan dikirim oleh kantornya untuk memeriksa cabang di Mandera, atau di Nyeri atau Machakos selama satu bulan. Tetapi kantor Departemen Penugasan Sumber Daya Manusia di Nairobi dan semua cabang kantornya tidak memiliki rencana apa-apa untuk memenuhi kebutuhan transportasi mereka, akomodasi, makanan, atau apa pun itu. Sang pegawai harus mencari baginya sebuah keluarga yang baik hati untuk menampungnya. Misi-Nya untuk menyelamatkan dunia diluncurkan tanpa adanya anggaran biaya. Pria yang tak memiliki tempat tinggal itu menyerukan kepada mereka yang akan menjadi pengikut-Nya bahwa Ia tidak memiliki tempat tinggal, bahkan untuk meletakkan kepala-Nya sekalipun. Itu pasti hanya menjadi percakapan yang pendek. Saya ragu apakah di antara kita akan menerima strategi “kekalahan” ini.

Puncak Misi

Anda mungkin memiliki harapan bahwa organisasi dengan misi untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran kekal pasti memiliki strategi pelatihan yang kuat dan rantai komando yang tepat. Sebuah hirarki atau struktur yang sedemikian rupa pasti akan ditempatkan untuk meraih kesuksesan. Namun rencana Sang Guru hanyalah sesederhana “Ikutlah Aku”: Pelajarilah, turutilah, dan berdoalah untuk kekuatan rohani dan perubahan hidup agar benar-benar dapat melaksanakan proyek yang ada di depan mata. Sebagaimana dalam sistem hirarki, Tuan itu berkata bahwa yang terkecil di dunia akan menjadi yang terbesar di dalam kerajaan-Nya, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama. Yang pertama akan menjadi yang terakhir, menjadi hal yang sangat mengecewakan bagi kita yang suka menjadi yang pertama dalam segala hal—yang pertama mendapat pekerjaan; pertama menikah; membeli mobil itu, dan rumah itu; mendapat kenaikan jabatan; bahkan menjadi yang pertama dalam antrean makan siang. Seminar tentang makan bersama sering menekankan hal ini. Kemudian, mendekati puncak misi-Nya, Sang Guru memiliki keberanian untuk merendahkan diri-Nya dan membasuh kaki para murid-Nya. Banyak orang di dunia kita ini bersedia untuk mencium kaki dari para pemimpin dan atasan mereka. Tetapi, Guru yang rendah hati ini yang memanggil murid-Nya bukan dengan sapaan hamba/bawahan, melainkan sahabat (Yohanes 15:15) ingin menyatakan kepada mereka bahwa Ia sungguh mengasihi mereka hingga memberikan hidup-Nya bagi mereka. Ia melakukannya dengan perasaan yang sama ketika Bapa-Nya menyaksikan kelahiran-Nya di dunia. Setidaknya semuanya terjadi secara konsisten: Kelahiran-Nya di dalam tempat makan sapi di kandang, dan pengorbanan-Nya berada dalam bayang-bayang kehinaan kayu salib, untuk menyelamatkan sahabat-sahabat-Nya dan dunia ini. Menariknya ialah, setelah Ia membasuh kaki mereka dan sebelum kematian-Nya, Ia berkata kepada mereka bahwa Ia akan pergi dan akan kembali bagi mereka. Apa yang Ia tidak katakan ialah waktu kedatangan-Nya kembali—yang hanya diketahui oleh Bapa sendiri. Ia menghibur sahabat-sahabat-Nya, berdoa bagi mereka, dan berjanji bahwa Ia akan terus bersama-sama dengan mereka melalui Roh Kudus-Nya hingga Ia datang kembali; bahwa mereka tidak akan melaksanakan pekerjaan-Nya sendirian tanpa kehadiran-Nya dalam Roh-Nya. Sesudah kematian dan kebangkitan-Nya, mereka mengetahui bahwa tidak ada apa pun yang dapat menghalangi-Nya untuk kembali bagi mereka. Jika Ia dapat bangkit dari antara orang mati, Ia juga dapat kembali lagi kapan pun dan di mana pun. n

Joy Maganga tinggal di Nairobi, Kenya.

12 - 2015 | Adventist World

13


K E P E R C AYA A N

DASAR

“Halo?” “Halo, Tuan Nugent; kami menelepon untuk mengingatkan perjanjian Anda dengan dokter gigi satu minggu dari sekarang. Semoga hari Anda menyenangkan.” Anda tentu tahu apa arti pesan itu. Itu adalah panggilan untuk mempersiapkan diri selama 7 hari berikutnya. Itu adalah pengingat untuk menyikat gigi Anda secara teratur dan menggunakan benang pembersih gigi selama 7 hari berikutnya. Itu adalah peringatan untuk menghindari setiap makanan manis dan permen, yang dengan mudah memberi perangkap bagi gigi selama 7 hari berikutnya. Hari “penghakiman gigi” sudah dekat! Berapa sering kita telah melakukan semua persiapan ini namun pada akhirnya masih menemukan kekurangan? Meskipun kita telah melakukan usaha kita yang terbaik, peralatan dokter gigi masih tetap dapat memeriksa dan mendapatkan kondisi yang sebenarnya dari gigi kita. Respons Salah

Sayangnya, kita kerap kali tergoda untuk merespons pekabaran penghakiman investigasi dengan cara seperti itu. Kita cenderung melihatnya sebagai peringatan untuk menutupi kondisi yang sebenarnya dari hati kita dengan melakukan usaha yang ekstra untuk menjaga pe-

rilaku kita: Mulai melakukan ini; berhenti melakukan itu; lebih banyak melakukan ini; mengurangi melakukan itu. Walaupun tindakan tersebut sama pentingnya dengan membersihkan gigi kita menggunakan floss, namun peralatan Allah jauh lebih tajam dari pada dokter gigi. “Sebab Firman Allah” memeriksa pertimbangan dan pikiran hati manusia. “Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab” (Ibrani 4:12, 13). Apabila persiapan kita hanya untuk menyembunyikan kondisi yang sebenarnya dari hati kita, kita justru akan mengalami kegagalan yang jauh lebih menyedihkan daripada tujuh hari pemeriksaan gigi dengan alat dokter gigi terbaik. Sebuah Pertanyaan

Ketika membahas doktrin unik ini, kita langsung menekankan pada banyak referensi Alkitab yang menyatakan tentang realitas penghakiman pra-Advent, yakni pemeriksaan Ilahi terhadap semua pekerjaan dari setiap manusia yang mengaku beriman kepada Allah. Sayangnya, kadangkala kita gagal untuk memberi penekanan yang sama atas ayat-ayat Alkitab yang menyatakan sifat alamiah dari pemeriksaan ini. Terkadang kita gagal untuk menjawab pertanyaan, “Apa-

kah yang dinilai oleh para makhluk surga, dalam memeriksa dan menentukan kehidupan kita?” Kitab Perjanjian Lama dan Baru secara bersama-sama menyatakan satu-satunya kualitas yaitu manusia akan dianggap layak untuk mendapatkan hidup kekal. Paulus berkata: “Sebab... di dalam Kristus Yesus,... “hanya iman yang bekerja oleh kasih” (Galatia 5:6). Dalam memeriksa hidup kita, para makhluk surga akan melihat dan menentukan apakah iman kepada Yesus bertakhta dalam hati kita. Partisipasi saya dalam pelayanan lagu gereja, traktat yang telah saya bagikan, para tunawisma yang saya beri makan, jabatan gereja yang saya pegang, atau apa pun itu yang kita anggap bernilai di hadapan Tuhan, sesungguhnya dianggap “sampah” (Filipi 3:4-9), jika tanpa satu hal yang paling penting dan menentukan, yaitu iman. Dalam buku catatan surga, banyak anggota jemaat dan pengerja yang setia akan menemukan sebuah catatan kaki di bawah daftar panjang dari “pekerjaan baik” mereka: “Tanpa iman, adalah mustahil menyenangkan Tuhan” (Matius 7:22, 23; Ibrani 11:6). Dalam memeriksa hidup kita, para makhluk surga tidak akan terkecoh dengan pekerjaan kebenaran kita yang dangkal. Mereka akan memeriksa semua pekerjaan kita. Mereka akan melihat kedalaman hidup doa kita, hubungan kita dengan Tuhan, dan ketulusan kita

Oleh Ean Nugent

Penghakiman Segera

PASAL 24

Datang!

Bagaimana kita menghadapinya? 14

Adventist World | 12 - 2015


dalam hubungan bersosial. Semuanya ini akan diuji dengan sebuah pertanyaan: “Apakah iman kepada Yesus bertakhta dalam hati kita?” Respons Tepat

Apakah respons tepat bagi pekabaran ini? Untuk melawan pencobaan mengenai memercayai pada kebenaran diri sendiri, kita harus menanyakan pertanyaan itu kepada diri kita sendiri: “Apakah iman kepada Yesus bertakhta dalam hati saya?” Sebelum kita dinilai, kita harus memeriksa sendiri pekerjaan kita untuk menentukan jawaban dari pertanyaan itu (Baca 2 Korintus 13:5). Sementara kita memeriksa pelayanan kita, kesaksian kita, pemberian kita, peribadatan kita, kehidupan kita yang menuruti hukumNya, kita harus bertanya pertanyaan yang akan ditanyakan itu: “Apakah semua pekerjaan itu didorong oleh iman kepada Yesus?” Walaupun ini merupakan respons yang benar, itu bukan berarti bebas dari bahaya. Pada saat kita memasuki pemeriksaan diri kita tanpa Yesus, kita akan jatuh setidaknya dalam dua lubang. Tanpa Yesus, kita tidak akan pernah bisa melihat dengan jelas kecacatan dari hati kita, dan ini akan menuntun kita pada sebuah anggapan bahwa hati kita tidak memer­ lukan perbaikan. Kita pun jatuh dalam lubang menipu diri sendiri. Tanpa Yesus, kita tidak akan pernah bisa melakukan perbaikan pada kecacatan hati kita, dan ini akan menuntun kita pada anggapan bahwa hati kita sudah tidak mungkin lagi diperbaiki. Kita pun jatuh dalam lubang keputusasaan. Apabila kita mau menghindari dua lubang ini, kita harus menetapkan mata kita tertuju pada “yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman itu kepada kesempurnaan” (Ibrani 12:2). Dari mula dan akhirnya, Yesus akan bersama dengan kita, memberikan semua yang Ia miliki untuk menjaga dan menguatkan iman kita. Peran kita satu-satunya ialah untuk bekerja sama denganNya. Sementara kita mempelajari Firman-Nya, gantinya fokus pada pekerjaan untuk menutup-nutupi kekurangan kita, kita dapat meminta-Nya untuk meneguhkan iman kita. Ellen White dengan indahnya menggambarkan iman melalui kata-kata ini:

Pelayanan Kristus

dalam Bait Suci Surgawi

Ada sebuah bait suci di dalam surga, sebuah bait suci yang nyata, dibangun sendiri oleh Allah dan bukan oleh manusia. Di dalamnya, Kristus melayani untuk kepentingan kita, menyediakan bagi umat percaya keselamatan dari pengorbanan-Nya sendiri yang ditawarkan di kayu salib. Pada saat kenaikan-Nya, Ia menjadi Imam Besar kita dan memulaikan pelayanan pengantaraan yang sama dengan pelayanan Imam Besar di bilik suci di bait suci bangsa Israel. Pada tahun 1844, akhir periode nubuatan 2300 hari, Ia memasuki fase kedua yang merupakan akhir dari pelayanan penebusan-Nya, sebuah pelayanan yang sama dengan pelayanan Imam Besar pada bilik yang maha suci bait suci di bumi. Itulah pekerjaan penghakiman pemeriksaan yang merupakan bagian dari pembersihan kekal semua dosa, yang dilambangkan dengan pembersihan bait suci orang Ibrani kuno pada hari pendamaian. Pada hari itu bait suci di bumi dibersihkan dengan korban darah binatang, tetapi bait suci di surga disucikan dengan korban yang sempurna dari darah Yesus sendiri. Penghakiman pemeriksaan menyatakan kepada makhluk surga siapa di antara manusia yang telah mati di dalam Kristus, dan dengan demikian di dalam Dia, dianggap layak untuk mendapat bagian dalam kebangkitan pertama. Itu juga menyatakan kepada yang masih hidup, yang hidup di dalam Kristus, menuruti hukum-Nya dan beriman kepada Yesus, dan dengan demikian di dalam Dia, siap untuk menyambut kerajaan kekal itu. Penghakiman ini membuktikan keadilan Allah dalam menyelamatkan manusia yang percaya kepada Yesus. Itu mengumumkan bahwa mereka yang tetap setia kepada Allah akan menerima kerajaan-Nya. Penyelesaian pelayanan Kristus ditandai dengan ditutupnya masa percobaan bagi manusia, sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali. (Im. 16; Bil. 14:34; Yeh. 4:6; Dan. 7:9-27; 8:13, 14; 9:24-27; Ibr. 1:3; 2:16, 17; 4:14-16; 8:1-5; 9:11-28; 10:1922; Why. 8:3-5; 11:19; 14:6, 7; 20:12; 14:12; 22:11, 12.)

“Iman ialah mempercayai Allah—mempercayai bahwa Ia mengasihi kita dan mengetahui apa yang terbaik demi kebaikan kita. Jadi, ganti memilih jalan kita sendiri, iman itu menuntun kita memilih jalan Allah. Gantinya kebodohan kita, iman menerima hikmat-Nya, gantinya kelemahan kita, kekuatan-Nya; gantinya keadaan kita yang berdosa, kebenaranNya.”1 Jika iman menuntun kita untuk memercayai kasih Allah, memilih jalan-Nya, dan menerima hikmat, kekuatan, dan kebenaran-Nya, memiliki waktu fokus kepada Alkitab akan dapat menguatkan iman kita. Kita dapat bekerja sama dengan Yesus melalui secara jujur membicarakan tentang kondisi hati kita dengan-Nya. Sementara firman-Nya menunjuk kekurangan hati kita, kita harus dengan rendah hati mengakuinya kepada Allah dan meminta-Nya untuk menggenapi janji

pengampunan dan pembaharuan-Nya bagi kita (1 Yohanes 1:9). Dengan mengakui kekurangan kita kepada-Nya, kita dapat dengan yakin bahwa kebenaran Kristus akan menutupi kita pada saat penghakiman. Jika demikian, bagaimanakah kita dapat tahan menghadapi penghakiman? Kita dapat menghadapinya jika kita berdiri dengan iman dan bukan karena perbuatan kita. Kita hanya dapat berdiri dengan Yesus, dan bukan dengan diri sendiri. n 1 Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati (Bandung: Indonesia Publishing House, 2005), hlm. 239.

Ean Nugent adalah

seorang pengembang perangkat lunak untuk GMAHK General Conference. Dia tinggal bersama keluarganya di Maryland, Amerika Serikat.

12 - 2015 | Adventist World

15


C E R I TA S A M P U L

K

ita hidup di dunia yang memiliki garis kabur antara benar dan salah. Para pemimpin politik, bisnis, dan bahkan agama menyerukan kebutuhan genting atas kepemimpinan yang beradab. Namun, yang sering kita lihat adalah keserakahan, kepentingan diri sendiri, haus kekuasaan yang lebih banyak, dan penghinaan yang menyolok mengenai nilai etika. Apa lagi yang dapat dijelaskan tentang perusahaan besar yang dengan terampil memperdaya peraturan pemerintah selama bertahun-tahun, mengambil jalan pintas demi keuntungan perusahaan? Pesannya cukup jelas: Jika tidak ketahuan, silakan jalan terus. Sebagai pengikut Kristus, kita tidak luput dari tantangan dan pencobaan etika. Kenyataannya, semua hal terlihat menjadi lebih rumit ketika kita memutuskan untuk mengikuti Yesus dengan sepenuh hati kita. Pikirkanlah ribuan umat Advent yang tengah bergumul dengan masalah hari Sabat dan harus memilih antara setia kepada Tuhan dan memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Di beberapa belahan dunia lainnya, melakukan suap tampaknya merupakan satu-satunya cara untuk sukses menjalankan bisnis—bisnis apa pun itu. Hidup kadangkala kompleks dan rumit, dan sebagai pengikut Kristus kita sering bergumul untuk menemukan jalan keluar seperti yang disediakan oleh Firman Tuhan yang tidak pernah berubah.

Etika dan Firman Tuhan

Etika pada umumnya dimengerti sebagai prinsip moral yang mengatur perilaku seseorang atau kelompok masyarakat. Etika sangat penting untuk mengatur cara kita hidup dan bekerja bersama orang lain. Itu adalah prinsip yang menuntun kita sementara kita berhubungan dengan dunia dan orang sekitar kita; dan bagi orang Kristen, etika itu berakar dari Kitab Suci. Faktanya, etika Kristen adalah teologi dalam kehidupan nyata. Ketika kita memikirkan etika, begitu sering terlintas dalam pemikiran kita tentang hukum atau aturan yang tegas dalam mengatur individu dan hubungan mereka dengan masyarakat luas. Namun, sumber penting dari prinsip beretika sejatinya dapat ditemukan dalam berbagai cerita. Kenyataannya, pada banyak kebudayaan, kita belajar tentang bagaimana seharusnya kita hidup melalui mendengarkan cerita. Berbagai cerita Alkitab penuh dengan

16

Adventist World | 12 - 2015

Oleh Gerald A. Klingbeil

Catatan

Yusuf Bagaimana kita menangani dilema etika dalam keadaan yang sulit? perkara kehidupan yang memerlukan perhatian kita yang saksama. Cara terbaik untuk mengamalkan etika bukanlah dengan menghafalkan sejumlah daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan; kita belajar lebih baik dengan mengerti dan menerapkannya dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya Allah memberikan hanya 10 perintah dan kemudian memasukkan ratusan cerita di mana kita melihat umat-Nya berjuang dengan tantangan etika yang muncul dalam kehi-

dupan mereka. Kita melihat kemenangan mereka, dan kita dapat merasakan rasa sakit ketika mereka gagal. Cerita Debu Menjadi Mutiara

Cerita Yusuf, yang terdapat dalam Kejadian 37-50, memberikan pengalaman kaya yang dapat menolong kita mengatasi tantangan etika—baik secara pribadi mau pun kelompok. Kita dapat mengingat inti cerita itu: Yusuf, sang anak yang menjadi kesukaan ayahnya, Yakub, suatu i m a g e :

F r e e b i b l e i m a g e s . c o m


hari diserang oleh saudara-saudaranya sendiri dan dijual kepada perbudakan. Setelah ia tiba di Mesir, kariernya melonjak naik bagaikan komet di dalam rumah pegawai istana Firaun, Potifar, yang akhirnya menjadi komandan kedua di dalam rumah orang penting ini. Keberanian Yusuf segera diuji dengan godaan seksual yang nyata diberikan oleh istri Potifar yang setelah ditolak oleh Yusuf, akhirnya menggugat Yusuf dengan tuduhan pemerkosaan. Akibatnya, Yusuf dipenjarakan, dan sekali lagi harus memulai hidupnya dari ­awal. Menyadari karunia administratif yang dimiliki oleh penghuni penjara yang baru ini, sang kepala penjara memberikan kepercayaan kepada Yusuf untuk mengurus segala pekerjaan di dalam penjara. Cerita itu berlanjut dengan sebuah hal baru: Yusuf, tangan kanan sang kepala penjara, tiba-tiba dipanggil menghadap Firaun ketika orang pintar dan ahli sihir Firaun tidak dapat menjelaskan arti dari dua mimpi penting Firaun. Interpretasi yang meyakinkan dari Yusuf terhadap dua mimpi itu menuntunnya kepada penunjukan kepemimpinannya yang lain—benar-benar cerita tentang debu menjadi mutiara yang layak difilmkan oleh Hollywood—berpuncak pada ditunjuknya Yusuf menjadi komandan kedua bangsa Mesir. Inilah saat di mana cerita Yusuf kembali lagi berhubungan dengan cerita umat Allah, keluarga Yakub yang tinggal di Kanaan. Ketika bencana kelaparan membawa 10 orang saudaranya mencari makanan ke Mesir, Yusuf tiba-tiba dihadapkan dengan

masa lalunya. Kita mengetahui lanjutan ceritanya. Sementara kita memikirkan tentang cerita Yusuf dan tantangan serta dilema moral yang dihadapinya, mari kita melihat empat saat penting dalam kehidupannya yang dapat menolong kita meningkatkan hidup beretika yang berpusat pada Kristus. Krisis dan Pertumbuhan

Telah dikatakan bahwa pertumbuhan merupakan hasil dari keberhasilan dalam mengatasi krisis atau halangan. Apa pun jenis ujiannya, jika kita membuat pilihan yang baik, kita akan menemukan diri kita berjalan dalam jalur aman dan memampukan kita berdiri lebih tinggi lagi. Para ahli Alkitab telah lama memperhatikan latar belakang dari pencobaan yang muncul pada cerita Yusuf, yang tampaknya menggemakan cerita lain tentang pencobaan yang muncul di kitab Kejadian ketika Abraham diperintahkan Allah untuk mempersembahkan anaknya sendiri (Kejadian 22).1 Di awal cerita dari Kejadian 37, Yusuf digambarkan sebagai seorang anak manja yang menerima perlakuan dan perhatian istimewa dari ayahnya dan tinggal di tengah sebuah keluarga yang terpisah oleh celah yang selalu hadir di antara mereka dan kesetiaan yang berbeda-beda. Ketika saudara-saudara kandungnya sendiri menjual Yusuf kepada perbudakan, seluruh hidup Yusuf berantakan. Statusnya sebagai seorang budak Potifar

(Kejadian 37:36; 39:1) kelihatannya tidak menjanjikan suatu kesempatan untuk menjadi pemimpin; namun ia tahu bahwa “Tuhan menyertai Yusuf” (Kejadian 39:2) sehingga Potifar memuji potensi dari budaknya yang baru ini dan mengangkat Yusuf menjadi orang kepercayaannya. Perubahan situasi ini adalah bagian dari ujian Allah dan diulangi sebanyak lebih dari 2 kali dalam cerita Yusuf. Campur tangan Allah yang aktif dalam cerita ini dapat terlihat melalui berkat-Nya (Ayat 2, 3, 5, 21, 23); Allah ada di sana, bahkan Allah tinggal dalam rumah perbudakan Potifar. Pasal 42-45 merupakan fokus utama dari ujian cerita Yusuf yang melibatkan ujian bagi saudara Yusuf juga. Sebuah kata kerja kunci yang memiliki makna semantis dari kata menguji, yaitu bakhan, muncul dalam Kejadian 42:15, 16, ketika Yusuf setelah mengenali saudara-saudaranya (ayat 8), membuat sebuah prosedur publik untuk memeriksa kalau saja mereka adalah mata-mata orang Kanaan. Menariknya, ujian tersebut mempunyai bentuk dan cara yang berbeda. Iman Abraham diuji di atas gunung Moriah (Kejadian 22), sementara ketekunan iman bangsa Israel diuji di padang gurun.2 Pengalaman pemurnian iman ini selaras dengan pengalaman “ujian” lainnya dan berperan untuk menguatkan iman dan kesetiaan Yusuf. Dalam Kejadian 42, seorang anak pengadu yang manja itu diubah menjadi pemimpin tegas dan dewasa. Krisis dan ujian menuntun pada pertumbuhan dan perubahan— dua ciri kunci dari setiap orang yang

Bagaimana Kita Menemukan

Prinsip Etik dalam Berbagai Cerita?

Banyak orang berpikir bagaimana kita dapat menemukan prinsip etika dalam cerita-cerita perjanjian lama, yang beberapa dari antara cerita itu memuat materi khusus orang dewasa. Berikut adalah 6 prinsip yang dapat menolong:4 1. Perhatikan narasi keseluruhan: perhatikanlah perubahan karakter cerita dari seorang anak kesayangan yang manja menjadi seorang yang mampu memberikan pengampunan radikal di dalam cerita Yusuf. 2. Carilah konsistensi dengan informasi yang tersedia: gantinya berfokus pada roti yang dimakan oleh Daud (1 Samuel 21), se-

buah dilema moral yaitu mempertahankan hidup mengalahkan kejujuran, ingatlah bahwa Ahimelekh, pemimpin imam Nob, memberikan roti itu sesudah menerima petunjuk dari Tuhan (1 Samuel 22:10). 3. Berikan perhatian pada maksud dari konteks cerita: jangan membaca terlalu banyak atau terlalu sedikit pada sebuah cerita. 4. Tetaplah pada alur cerita kronologis dan perkembangan karakter cerita: Daud disebut “seorang yang berkenan di hati Tuhan” (1 Samuel 13:14) sebelum pernikahan poligami dan perzinaannya. 5. Pertimbangkan hubungan cerita itu ter-

hadap 10 hukum Allah: sebuah cerita Alkitab yang pemeran utamanya tidak hidup sesuai dengan 10 hukum mungkin merupakan hal yang nyata namun tidak dapat dijadikan kebenaran untuk menjalani hidup. 6. Pikirkan teladan Kristus: jadikan “Apakah yang akan Yesus Lakukan?” bukan hanya ungkapan atau slogan, tetapi merupakan ujian hidup yang beretika. 4 Diadaptasi dari Ron du Preez, “Delights and Dangers of Using Stories for Sermons: How to Interpret and Apply Biblical Narrative,” in The Word of God for the People of God: A Tribute to the Ministry of Jack J. Blanco, ed. Ron du Preez et al. (Collegedale, Tenn.: School of Religion, Southern Adventist University, 2004), hlm. 508-518.

12 - 2015 | Adventist World

17


C E R I TA S A M P U L mengaku pengikut Yesus. Ayat-ayat Alkitab menyatakan bahwa baik Yusuf dan saudara-saudaranya mengalami pertumbuhan iman ketika mereka dihadapkan dengan ujian dan krisis. Respons saudara-saudaranya mengenai identitas mereka (ayat 13) adalah benar, walaupun mereka tidak menceritakan bagaimana saudara mereka yang satu itu sudah “tiada.” Pengakuan verbal atas rasa bersalah mereka (ayat 21) terlihat dalam percakapan di antara mereka sendiri, demikian juga ketika Yehuda akhirnya menggantikan penahanan Benyamin pada kunjungan mereka yang kedua ke Mesir (Kejadian 44:1834). Semuanya ini menunjukkan pertumbuhan dan kedewasaan iman mereka. Pencobaan dan Kemenangan

Sejak dari kejatuhan, pencobaan telah menjadi teman manusia. Pencobaan terdapat juga dalam cerita Yusuf. Mengikuti kenaikan kariernya menjadi orang kepercayaan Potifar, suatu hari Yusuf mendengar sebuah undangan yang diucapkan begitu jelas: “Tidurlah dengan aku” (Kejadian 39:7,12). Dalam bahasa Ibrani, itu merupakan ungkapan pendek yang kuat untuk melakukan aktivitas amoral. Tetapi Yusuf memberikan respons panjang dan memaparkan alasan kuat akan penolakannya kepada undangan istri Potifar. Selain mengecewakan kepercayaan tuannya, argumen utama Yusuf menolak undangan istri Potifar ialah karena ia menyadari bahwa dosa apa pun yang dilakukan tidak hanya akan merusak hubungan antar sesama manusia, tetapi juga menyerang dan menghancurkan hubungan manusia dengan Allah. “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Ayat 9) mengandung istilah yang sering digunakan dalam kalimat pengakuan dosa. Dosa menghancurkan hubungan dari semua tingkatan; perzinaan, dosa yang muncul pada Kejadian 39, saat itu dianggap sebagai penghinaan mencolok terhadap hukum Allah yang harus dihukum mati dengan cara dirajam batu (Imamat 20:10; Ulangan 22:22). Pencobaan biasanya membutuhkan respons dan keputusan. Kita bisa saja jatuh ke dalam pencobaan atau mendapat kemenangan atasnya. Penolakan Yusuf yang terus menerus “dari hari ke hari” (Kejadian 39:10) dan keputusannya untuk lebih baik kehilangan pakaiannya daripada dikalah-

18

Adventist World | 12 - 2015

kan oleh pencobaan, memberikan teladan yang luar biasa bagi kita para pembaca yang menyadari kekuatan yang merusak dari dosa—pribadi maupun kelompok—kepada hubungan sesama manusia dan Allah. Kebanyakan pembaca dengan latar belakang budaya barat, tidak akan melihat dampak sosial yang kuat dari seorang pria yang luput dari wanita penggoda dan rasa malu yang diakibatkan oleh tindakan itu. Namun, bagi Yusuf, rasa malu adalah kejahatan yang lebih besar daripada dampak dosa yang merusak itu. Baginya, kehormatan Allah adalah lebih penting daripada kehormatan Yusuf sendiri. Dan ada lebih banyak pencobaan yang terdapat dalam cerita Yusuf. Pencobaan juga muncul tatkala ia bertemu de-

sering menyerukan suara melawan penyalahgunaan kekuasaan, khususnya kepada kelompok masyarakat yang lebih lemah, seperti janda, yatim piatu, dan orang asing (Yesaya 1:23, 10:2; Yeremia 7:6; 22:3; Yehezkiel 22:7; Zakharia 7:10; karakteristik yang diberikan Allah dalam Ulangan 10:18). Milikku dan Milikmu

Ada saja hal yang dapat menimpa hubungan yang sehat. Sikap Yusuf yang memamerkan jubahnya memicu kebencian dan iri hati yang mendalam dari saudarasaudaranya (Kejadian 37:8,11). Penggunaan dari kata ganti kepunyaan menggambarkan hal ini dengan jelas. Tuturan Yehuda yang menggunakan frase “adik kita” (ayat 26) menuntun pada dijualnya Yusuf kepada para pedagang budak (setidaknya

Etika Kristen adalah teologi dalam kehidupan nyata. ngan saudara-saudaranya ketika mereka datang ke Mesir untuk mencari makanan dan bertahan hidup. Sebagai komandan kedua di Mesir, adalah hal yang mudah untuk menyerahkan saudara-saudaranya untuk dihukum dengan alasan pelanggaran yang dibuat-buat oleh Yusuf. Kekuasaannya yang hampir mutlak di Mesir saat itu tentu cukup untuk membalas perbuatan saudara-saudaranya. Namun, walau terlihat ada celah baginya untuk dicobai, kita tidak melihat adanya bagian cerita yang menunjukkan pembalasan dendam atau tindakan Yusuf untuk membahayakan saudara-saudara yang dulu telah menjualnya. Penyalahgunaan kekuasaan, sesungguhnya merupakan kenyataan yang menyedihkan bagi semua manusia. Itu merupakan contoh nyata dan kuat mengenai pencobaan yang dapat dialami oleh setiap pemimpin, khususnya dalam konteks di mana kekuasaan itu terpusat pada seseorang. Kemenangan atas pencobaan yang nyata ini menandakan keberhasilan karier Yusuf dan juga merupakan teladan kepemimpinan yang Alkitabiah. Menariknya, para nabi kuno di Israel dan Yehuda

Yusuf tidak dibunuh) dan noda darah yang terdapat pada jubahnya ditunjukkan mereka kepada Yakub dengan kata “miliknya” dan “anakmu” (ayat 32). “Millikku” dan “milikmu” juga terlihat pada rayuan istri Potifar. “Tidurlah dengan aku” secara jelas berarti “saya” dan “saya punya.” Respons Yusuf menekankan kata “miliknya” merujuk kepada tuan dan Tuhannya. Demikianlah di tengah-tengah pertempuran antara keinginan mementingkan diri sendiri dan kemenangan terhadap dosa, keadaan berpihak kepada Allah, yang peran-Nya dalam situasi penggodaan itu disebutkan terus-menerus, karena Dialah yang berulang-ulang membuat Yusuf menjadi kesayangan bagi orang di sekitarnya (Kejadian 39:21) dan yang selalu menyertainya (ayat 23). Milikku dan milikmu tidak hanya tentang mementingkan diri sendiri. Itu merupakan pengakuan bahwa kita menjadi bagian dalam sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Itu mengingatkan kita sebuah kenyataan bahwa Allah selalu menjadi bagian dalam persamaan itu. Baik secara publik atau di balik layar, Allah terlibat dalam segala sesuatu yang terjadi dalam du-


nia ini. Kita tak dapat berpura-pura acuh tak acuh kepada pengorbanan-Nya di Golgota, karena Ia telah membuat komitmen kepada dunia ini secara nyata dan terangterangan. Allah telah menjadi bagian dari situasi dan keadaan, proses, tujuan, dan sudut pandang terakhir. Itu adalah Allah

Di manakah Allah di dalam cerita Yusuf? Menjadi pertanyaan yang beberapa orang tanyakan. Kehadiran Allah bersifat kompleks dan seringkali tersembunyi. Ialah Allah yang mengizinkan hal-hal buruk terjadi kepada orang baik, atau setidaknya orang yang kelihatannya baik. Allah tidak menyelamatkan Yusuf dari jurang pencobaan itu, dan Ia tidak menjauhkan anakanak-Nya dari penderitaan yang menyakitkan dan berbagai godaan. Kehadiran dan berkat Allah seringkali bersifat tentatif dan dimediasi oleh Yusuf. Allah memberkati Porifar dan kepala penjara Firaun oleh karena kehadiran Yusuf. Suara Allah dapat didengar dengan tenang sementara Ia mengomunikasikan tentang kehidupan— dan kematian—bagi orang yang rindu memimpikan kehendak Tuhan (Kejadian 37; 40; 41). Pengakuan Yusuf akan konsep penting ini terlihat berkali-kali (Kejadian 41:16); demikianlah, tetap ada satu orang yang tetap berdiri teguh. Kata “itu adalah Allah” yang terkandung dalam Kejadian 45:5-8 benar-benar mewakili hati teologis dari cerita Yusuf. Ketika Yusuf pada akhirnya menyatakan identitasnya yang sebenarnya kepada i m a g e :

F r e e b i b l e i m a g e s . c o m

saudara-saudaranya dan mereka berdiri dengan takut dan takjub di hadapannya, Yusuf berujar “itu adalah Allah.” “Itu adalah Allah” memiliki makna yang menyatakan maksud baik dan kunci dari konsep Kristiani bahwa Allah selalu campur tangan dalam kehidupan kita. Sementara manusia mereka-reka, merencanakan, melupakan, mengingat, Allah bekerja secara diam-diam dan kompeten di balik layar—melalui perbudakan, masamasa pencobaan, dan akhirnya, di hadapan pengakuan publik dan tingkat kekuasaan tertinggi. Di sepanjang jalan kehidupan, Allah tetap memelihara: Keluarga, masyarakat, dan dunia. Melalui Yusuf, Allah telah membalikkan keadaan yang merusak menjadi keadaan yang membangun dan memelihara kehidupan (Amsal 16:4, 7; 19:21; Roma 8:28). Menariknya, ketika Allah bertindak, kita mulai menyadari posisi kita dalam rencana-Nya. Yusuf tidak pernah menyoroti kontribusinya terhadap rencana Allah tetapi ia selalu memulai dengan Allah. Sebagaimana dikemukakan oleh seorang komentator Alkitab: “Yusuf berbicara lebih banyak tentang Allah daripada tentang dirinya sendiri.”3 “Itu adalah Allah” merupakan pengakuan yang sehat yang menyatakan bahwa bahkan usaha terbaik kita sekalipun hanya berpengaruh sedikit pada kesuksesan kita. Itu memberi ruang bagi Allah untuk bertindak, memimpin, mengarahkan, dan bekerja dengan diam-diam dari balik layar kehidupan kita.

Pada Akhirnya

Cerita Yusuf merupakan sebuah kisah luar biasa, yang menolong kita melihat cerita hidup kita dan kejatuhan maupun kemenangan etika kita. Kita dapat melihat bahwa krisis merupakan katalisator bagi pertumbuhan kita, bahwa pencobaan dapat menuntun pada kemenangan—atau kekalahan, dan bahwa ungkapan “milikku” dan “milikmu” dalam arti lain bahwa pertumbuhan karakter yang sejati terjadi di tengahtengah komunitas manusia yang lebih besar yang menolong saya untuk melihat melampaui diri saya sendiri. Akhirnya, sebuah frase dan sudut pandang “itu adalah Allah” harus menjadi kekuatan yang mendorong setiap rencana, aktivitas, dan keputusan. Ketika Allah menjadi bagian dalam persamaan itu, kita bebas untuk melupakan diri kita sendiri dan mulai menghidupkan kehidupan yang berpusat kepada Allah yang menggemakan nilai-nilai hidup kerajaan surga. n 1 Gregory S. Smith, The Testing of God’s Sons: The Refining of Faith as a Biblical Theme (Nashville: B&H Publishing, 2014), hlm. 49-67. 2 Kitab Bilangan menyatakan ujian ini berkali-kali. 3 V. P. Hamilton, The Book of Genesis: Chapters 18-50, NICOT (Grand Rapids: Eerdmans, 1995), hlm. 577.

Gerald A. Klingbeil

melayani sebagai Associate Editor Adventist World dan berharap melihat Allah perubahan baru hidupnya—tiap hari.

12 - 2015 | Adventist World

19


K E H I D U PA N

ADVENT

K

etika saya menjemput anak perempuan saya dari sekolah pada hari Senin sore itu, ia terlihat lebih bersemangat dari biasanya. Beberapa bulan yang lalu telah menjadi saat-saat yang sangat sulit baginya.

Perpindahan Misionaris

Menjadi Kristen di Sekolah Muslim

Selain semua proses perpindahan dan penyesuaian, ada isu menjadi orang Kristen di sebuah sekolah Muslim. Meskipun Alquran mengarahkan bahwa orang Kristen sebagai umat dari buku tersebut dan umat percaya, namun dalam praktiknya mereka tidak selalu diperlakukan dengan baik. Budaya Timur Tengah di wilayah di mana kami berada adalah salah satu suku. Di dalam kelas selalu ada pemimpin yang memerintahkan apa yang kelompok itu harus atau tidak dilakukan. Anak perempuan kami sering melaporkan kepada kami bahwa anak perempuan itu, yang sang pemimpin, menyuruh anak-anak lainnya untuk tidak bermain dengan anak perempu-

Keluarga kami telah pindah dari negara asal kami untuk menjadi misionaris di sebuah negara Muslim. Anak perempuan saya yang bungsu tidak gembira dengan perpindahan kami. Meninggalkan teman-temannya, keluarganya, dan neneknya adalah pengalaman tidak menyenangkan baginya. Kedua anak perempuan kami mengatakan kepada kami bahwa perpindahan itu seperti “menghancurkan istana mereka.� Ia baru berusia 5 tahun ketika ia Oleh Pedro Leopoldo* menemukan dirinya hidup di sebuah kota baru, sekolah baru, gereja baru, tutur bahasa baru, dan lingkungan baru. Di sekolah baru tersebut, yang menerima dia dan kakak perempuannya pada pertengahan semester akademik, tidak mempunyai tempat duduk yang tersedia untuknya. Oleh karena tidak mempunyai tempat di kelas yang sesuai dengan usianya saat itu, ia harus dipindahkan pada kelas yang setahun lebih tinggi dan “jatuh� sebagai siswa yang paling muda di kelas itu dan yang tidak dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, bahasa an kami. Kadangkala ia ditendang, didorong, dan dicubit. resmi sekolah itu. Sebuah titik balik terjadi, ketika ia dapat berkomunikasi daSegera ia mendapati bahwa ketika murid-murid di kelas itu sedang membaca dan menulis kalimat-kalimat, ia masih bergu- lam bahasa Arab dan mulai berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Pada saat istirahat makan siang, ketua kelas bersama semul dengan huruf-huruf alfabet. Setidaknya ia bersekolah di kelompok anak perempuan datang kepadanya dan berkata bahsekolah yang sama dengan kakaknya sehingga mereka dapat saling mendukung satu sama lain selama jam-jam sekolah. Tetapi wa mereka akan bermain dengannya hanya jika ia dapat mengatakan “Alhamdulillah,� yang dalam bahasa Arab berarti setelah beberapa minggu, sungguh terlihat bahwa kelas itu sa“syukur kepada Allah.� Ia harus mengulanginya beberapa kali ngat mengganggu perkembangannya, dan kami langsung cepat sebelum ia diterima dalam kelompok itu untuk bermain bersamenyadari bahwa ia tidak dapat terus bersekolah di sekolah itu. ma. Sejak hari itu, ia pun diterima masuk dalam “suku� itu. Lewat tiga bulan kami tinggal di negara baru itu, ia dipinWalaupun keadaan menjadi lebih baik dalam hubungan sodahkan di sekolah yang kedua. Satu-satunya pilihan kami ialah sialnya, terdapat perbedaan dalam hal agama. Seringkali ia puuntuk memindahkannya di sekolah terdekat yang memiliki lang ke rumah dan bertanya kepada kami tentang Islam dan tempat baginya di kelas yang sesuai dengan usianya. Ia kembali nabinya, Muhammad. Kami mendapati diri kami sedang mendapati dirinya di sebuah sekolah baru. Ia masih belajar bamengajari seorang anak perempuan berusia 5 tahun tentang hasa Inggris, tetapi di sekolah ini, jadwal pelajarannya diatur pengenalan agama Islam. Di sisi lain, itu juga menjadi sebuah dengan satu hari menggunakan bahasa ajar bahasa Inggris dan kesempatan besar untuk mengajarinya tentang Kekristenan, hari berikutnya dengan bahasa ajar bahasa Arab. Setidaknya, dan itu memperdalam imannya. murid-murid kelas itu berada pada usia yang sama. Dengan pertolongan Tuhan, ia dapat bertahan dan belajar Menemukan BFF bahasa yang dapat membuatnya bergaul dengan teman-teman Beberapa minggu sesudah ia kembali ke sekolah pertamakelasnya. Lima bulan kemudian ia menamatkan kelas taman nya itu, saya menjemput dia dan kakaknya, dan ia terlihat begikanak-kanak itu. Saat kami merasa bangga dan senang atas ketu bersemangat. Biasanya ia bersikap diam atau malah cengeng berhasilannya, ia meminta untuk kembali ke sekolah pertamadalam perjalanan kembali ke rumah. Namun kali ini ia benarnya, di mana ia dapat bersama-sama dengan kakaknya. Pada awal tahun akademik berikutnya, ia pun kembali ke sekolah itu. benar sangat bersemangat.

Saksi tidak terduga yang

Terkadang anak-anak adalah saksi yang lebih baik daripada orang dewasa

20

Adventist World | 12 - 2015

P h o t o :

G u s tav o

O l g i at i


“Saya menemukan BFF saya, saya menemukan BFF saya,” ia berkata berulang-ulang. Kami bertanya apa artinya BFF, dan mereka berdua tertawa dan saling berpandangan dan bergumam, “Ibu dan ayah tidak tahu.” “BFF adalah singkatan dari Best Friend Forever” (Sahabat Selamanya), ia menjelaskan. Dia sedang bermain dengan teman sekelasnya (arti nama temannya ialah Cahaya (Light), dan demikianlah saya akan memanggilnya) ketika, tiba-tiba tanpa diduga, Light bertanya tentang iman Kristennya. Sebelum pindah ke Timur Tengah, keluarga kami bekerja di sebuah kota besar di antara orang-orang berjiwa sekular. Anak-anak kami bersekolah di sekolah sekular dan mempunyai tetangga dan teman-teman sekular. Oleh karena itu, kami harus mengajari mereka, sejak usia yang masih sangat muda, tentang menjadi seorang Kristen Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan seorang misionaris. Mereka mampu mengungkapkan dalam istilah bahasa mereka sendiri mengenai iman mereka sejak usia dini. Pada situasi yang baru ini, kami harus menjelaskan kepada mereka tentang Muslim, perbedaan serta persamaan dari dua agama ini. Anak perempuan saya menjelaskan kepada Light tentang imannya kepada Yesus. Sesuatu yang membuat ia terkejut adalah saat Light memberi jawaban kepadanya bahwa ia memercayai Yesus juga. Light adalah seorang Muslim, dan kami bertemu dengan orangtuanya di salah satu kegiatan sekolah. Keluarga itu tidak sama dengan Muslim orang barat; mereka adalah keluarga Muslim tradisional. Anak perempuan saya sangat bergembira. Mereka saling berpelukan dan menghabiskan waktu makan siang bercerita dan saling berbagi tentang bagaimana Yesus menciptakan seluruh bumi beserta isinya, dan bagaimana Ia menciptakan mereka berdua dan keluarga mereka. Sejak saat itu, mereka telah menjadi BFF. Itulah alasan kegembiraannya. Misionaris Sejati

Kini, kami benar-benar bertanya siapa sebenarnya misionaris sejati di dalam rumah kami. Itu mengubah pengertian kami dan mengingatkan kami bahwa “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan” (Mazmur 8:3). Kami merasa ditegur dengan apa yang Tuhan lakukan melalui pergumulan hidup anak-anak kami. Terang surga bersinar dalam cara yang tak terduga, melalui agen-agen yang tak terduga, menghasilkan saksi-saksi yang tak terduga. n * Nama Samaran

Pedro Leopoldo* dan keluarganya adalah misionaris di Timur Tengah dan teritori Afrika Utara. 12 - 2015 | Adventist World

21


BAGIAN 6: 1900–1915

LEGACY of LIGHT

Tahun-tahun di Elmshaven

JURU K ABAR ALL AH

S

ekembalinya ke rumahnya di Amerika Serikat, setelah sembilan tahun pelayanannya di Australia dan Selandia Baru, Ellen White berharap untuk dapat menikmati masa pensiun yang damai. Saat itu ialah bulan September 1900, dan hanya tinggal beberapa minggu ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke70. Tetapi pada satu dekade pertama dari abad yang baru ini, ia harus menyatakan suatu tantangan kritis kepada struktur gereja, institusi gereja yang utama, dan pilar teologi gereja.

Reformasi Organisasi

Selang enam bulan sejak kepulangannya, sementara terus menata rumah barunya di Elmshaven, California, Ellen White tengah dalam perjalanannya menuju Battle Creek, Michigan, untuk konferensi General Conference tahun 1901. Ia berangkat beberapa minggu lebih awal agar ia dapat mengunjungi tempat-tempat di mana anak laki-lakinya, Edson, telah merintis pekerjaan pendidikan dan evangelisasi bagi para mantan budak. Konferensi General Conference secara resmi dibuka pada tanggal 2 April 1901, tetapi pada prapertemuan yang diadakan telah dinyatakan bahwa sangat dibutuhkan adanya reformasi organisasi. Ellen White mengetahui bahwa akan ada tantangan yang sangat besar yang akan dihadapi. Ellen White mengungkapkan isi hatinya kepada para delegasi yang hadir, “Saya merasa gelisah sebelum berangkat dari California. Saya tidak ingin datang ke Battle Creek. Saya takut beban yang harus saya pikul ini akan membuat hidup saya menderita.”1 Saat kita melihat ke belakang dengan sudut pandang kita saat ini, kita menyadari bahwa penyertaan Allah yang secara langsung memberi dampak pada konferensi GC 1901—dan disempurnakan pada konferensi tahun 1903—sebagaimana respons dari para pemimpin gereja terhadap panggilan Ellen White bagi reformasi secara struktural. Ia berseru, “Saya tidak pernah tercengang dalam hidup saya selain daripada menghadapi hal-hal yang terjadi pada pertemuan ini. Ini bukanlah pekerjaan kita. Allah yang telah membuatnya.”2

22

Adventist World | 12 - 2015

dalam

“Tahun Emas”-nya Sekilas pada hidup dan warisan Ellen White Oleh Tim Poirier Krisis Institusional

Dalam satu tahun, gereja mengalami kehilangan dua institusi utama oleh karena insiden kebakaran: Sanitarium Battle Creek yang terkenal di dunia (18 Februari 1902) dan gedung majalah Review and Herald (30 Desember 1902). Ellen White diberikan penglihatan atas pelajaran yang harus dipelajari dari musibah ini, yang ia hubungkan dengan hilangnya misi spiritual gereja.3 Dengan mengikuti instruksi Ellen White, para pemimpin gereja mencari tempat untuk merelokasikan kantor pusat gereja jauh dari Battle Creek, dan akhirnya mendapat tempat di Takoma Park, tidak jauh dari pusat Kota Washington, D. C., Ibukota Amerika Serikat. Ellen White berperan dalam pembukaan sebuah kampus dan sanitarium yang baru di sana, yang kini dikenal dengan Universitas Advent Washington dan Rumah Sakit Advent Washington. Sebagai tambahan pada panggilannya yang berulang-ulang diserukan untuk membangun sanitarium “di seluruh belahan dunia,”4 Ellen White juga menyadari pentingnya gereja menyediakan pelatihan medis berbasis iman gereja, pascaterbakarnya Sanitarium Battle Creek. Sekalipun terdapat keragu-raguan yang besar dari para pemimpin gereja yang melihat tidak adanya kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan finansial, Ellen White mendesak akuisisi hak milik tanah di Loma Linda, California. Saat mengunjungi tempat tersebut pada bulan Juni 1905, Ellen White “berulang-ulang mengatakan bahwa ia mengenali tempat ini sebagai tempat yang sama dengan apa yang dilihatnya melalui khayal empat ta-

hun yang lalu.”5 Berkat Tuhan pada proses pembelian tanah itu nyata terlihat melalui rangkaian penyediaan Tuhan yang luar biasa yang dapat menyanggupkan terkumpulnya seluruh dana yang diperlukan selama kurang dari enam bulan sebelum jatuh tempo pembayaran.6 Sebagaimana diungkapkan oleh berbagai institusi gereja bahwa, Universitas Loma Linda dan pusat kesehatannya tidak akan ada saat ini jika bukan karena pimpinan Tuhan melalui hamba-Nya. Ancaman Teologi

Ketika masih berada di Australia, tujuh bulan sebelum berlayar kembali ke rumah, Ellen White telah mendapat khayal bahwa “teori dan metode sesat akan muncul pada pertemuan itu.”7 Pada konferensi GC 1901, saat yang sama ketika ia memanggil mereka untuk mengadakan pembaruan organisasi, Ellen White dipaksa untuk menentang sebuah ajaran perfeksionisme fanatik sehubungan dengan penyucian yang disebut “tubuh suci.”8 Di tengah instruksinya untuk memperbaiki ajaran, Ellen White membagikan sesuatu yang berharga yang patut diingat: “Kita tidak perlu risau akan apa yang Kristus dan Allah pikirkan mengenai kita, tetapi apa yang Allah pikirkan tentang Kristus, Pengganti kita.”9 Namun terdapat lebih besar lagi ancaman yang terjadi. Perpecahan terjadi lebih luas antara pandangan Dr. John Harvey Kellogg—yang mewakili pekerjaan medis bagi gereja—dan para pelayan gereja pada umumnya. Puncak dari pertentangan yang terjadi ialah pada publikasi Kellogg tentang The Living Temple (1903) yang mengandung ide sehubung-


Selama tahun-tahun terakhir pelayanannya, Ellen White lebih sering berfokus pada bagaimana pentingnya para anggota gereja saling memperlakukan satu sama lain.

len White menyatakan bahwa ia “tidak menginstruksikan hal ini untuk didiskusikan dan tidak ada yang harus dilakukan untuk meningkatkan pergolakan yang terjadi atas pertanyaan ini.”12 “Melalui Buahnya Kamu Akan Mengenal Mereka”

Panggilan Ellen White untuk persatuan dan hasil dari pengarahan kembali energi gereja ke arah misi memenuhi satu dari berbagai maksud dari karunia Roh yang tercatat dalam Efesus 4:11-16. Selama tahun-tahun terakhir pela-

E l l e n

G .

W h i t e

E s tat e

an dengan karakter Allah yang menakutnakuti para pemimpin utama gereja. Ellen White menyadari bahwa ajaran Kellogg sedang menuntun pada fanatisme yang pernah ia saksikan pada awal pelayanannya setelah kekecewaan besar tahun 1844. Dengan tegas ia menentang teori Kellogg, namun pada saat yang sama terus berusaha untuk menyelamatkan Kellogg dari bahaya spiritual yang menimpanya.10 Kesaksian Ellen White yang nyata melawan pandangan panteistis tentang

PUSAT PANGGUNG: Ellen White berbicara pada pertemuan di Loma Linda, California, Amerika Serikat pada tahun 1906. Tuhan, memelihara gereja tetap pada fondasi Alkitab, akan tetapi selama tujuh tahun berikutnya, penarikan “terang baru” itu menjadi dua kali lebih mengancam persatuan misi gereja—pertama, melalui ajaran A.F. Ballenger mengenai pelayanan Bait Suci Kristus, dan kedua, melalui perdebatan sengit di antara para pemimpin gereja yang berpengaruh sehubungan dengan makna pernyataan yang diterjemahkan “sehari-hari” dalam Daniel 8, 11, dan 12.11 Meskipun Ellen White telah menyatakan sikapnya menentang ajaran Kellogg dan Ballenger, ia menolak memasuki ranah diskusi atas makna terjemahan kata “sehari-hari” yang berpihak pada suatu pandangan atau pandangan lainnya. El-

yanannya, Ellen White lebih sering berfokus pada bagaimana pentingnya para anggota gereja saling memperlakukan satu sama lain dengan nilai karakter Kristen sejati—dimulai di rumah—dan bagaimana persatuan di dalam Kristus juga berarti menyingkirkan segala tembok pemisah yang muncul karena perbedaan suku bangsa dan ras.13 Di antara tahun 1900 dan kematiannya pada tanggal 16 Juli 1915, Ellen White memublikasikan buku Pendidikan (1903), Hidup yang Terbaik (1905), dan menyelesaikan seri buku Alfa dan Omega. Ia juga mengeluarkan buku Nasihat Bagi Sidang jilid 6-9, serta berbagai judul lainnya, dan artikel rutin di majalah gereja.

Dalam pesan terakhirnya pada sebuah konferensi GC—yang ia tidak hadiri karena usianya yang sudah lanjut—Ellen White merefleksikan hubungannya dengan umat Allah selama 70 tahun pelayanannya. “Kekacauan yang menyerang gereja akan meningkat,” ia berkata kepada mereka, “namun kiranya kita, sebagai umat yang percaya kepada Allah, saling menopang dan menguatkan satu sama lain. Janganlah kita menurunkan standar Allah, melainkan menjunjungnya tinggi, sambil memandang kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.... Saya diyakini dan diberkati karena saya menyadari bahwa Allah Israel sedang dan akan terus menuntun umat-Nya, dan bahwa Ia akan selalu bersama dengan mereka, hingga kesudahan dunia.”14 n 1 Ellen

G. White, in General Conference Bulletin, 12 Apr. 1901, hlm. 204. Ibid., 25 Apr. 1901, hlm. 464. 3 Lihat Ellen G. White, Testimonies for the Church (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1948), jld. 8, hlm. 97-103. 4 Ibid., jld. 7, hlm. 51. 5 D. E. Robinson, The Story of Our Health Message (Nashville: Southern Pub. Assn., 1943), hlm. 350. 6 Lihat Richard A. Schaefer, Legacy ( Legacy Pub. Assn., 2005), hlm. 139-144; Arthur L. White, Ellen G. White: The Later Elmshaven Years (Washington, D.C.: Review and Herald, 1982), jld. 6, hlm. 22-28. 7 Ellen G. White letter 132, 1900 (dalam Selected Messages [Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1958, 1980], buku 2, hlm. 37). 8 Uraian ajaran ini dan penolakan Ellen White, lihat E. G. White, Selected Messages, buku 2, hlm. 31-39; Arthur L. White, Ellen G. White: The Early Elmshaven Years (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1981), jld. 5, hlm. 91113; D. Fortin and J. Moon, The Ellen G. White Encyclopedia (Hagerstown, Md.: Review and Herald Pub. Assn., 2013), hlm. 873, 874. 9 Ellen G. White, dalam General Conference Bulletin, 23 Apr. 1901, hlm. 420 (dicetak ulang dalam Selected Messages, buku 2, hlm. 32, 33). 10 Lihat A. L. White, The Early Elmshaven Years, jld. 5, hlm. 280-306. 11 Untuk Ballenger, lihat ibid., hlm. 405-413, 425-428. On “the daily,” lihat A. L White, The Later Elmshaven Years, jld. 6, hlm. 246-261, dan D. Fortin dan J. Moon, hlm. 751-754. 12 Ellen G. White manuscript 11, 1910, dan letter 62, 1910 (dalam Selected Messages, buku 1, hlm. 164-168). 13 Lihat, contohnya, E. G. White, Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 179-226. 14 Ellen G. White, dalam General Conference Bulletin, 27 Mei 1913, hlm. 164 (dicetak ulang dalam Selected Messages, buku 2, hlm. 406). 2

Tim Poirier adalah Wakil Direktur Ellen G. White Estate di Silver Spring, Maryland, Amerika.

12 - 2015 | Adventist World

23


WARISAN

ADVENT

S

olois Contralto terkenal dari Suara Nubuatan, Del Delker, mengungkapkan bahwa ahli arkeologi yang menjabat sebagai Rektor Universitas La Sierra, Lawrence T. Geraty, dan anakanak yang terkenal dari Paman Arthur Maxwell, Lawrence yang adalah seorang editor, dan Mervyn, seorang ahli sejarah gereja, semuanya memiliki sesuatu yang sama—atau seorang yang sama. Mereka semua terhubung dengan Thomas Sinclair Geraty, seorang misionaris Advent dan pendidik yang luar biasa, sebagai guru, mentor, atau ayah mereka. Thomas Geraty, Sang Petualang

Prestasi Geraty pada masa mudanya yakni memanjat puncak tertinggi menara jembatan Golden Gate pada tanggal 31 Desember 1936, dan turun dari jembatan tersebut pada tahun berikutnya tanggal 1 Januari 1937, merupakan prediksi dan persiapan bagi sebuah hidup yang akan dipenuhi dengan petualangan—ditambah lagi dengan berbagai petualangan misionarisnya yang begitu berarti. Geraty yang pernah berlayar ke Shanghai dengan kapal Asama Maru untuk menjalankan sebuah misi di Tiongkok, ia pun harus segera dipindahkan ke Burma oleh karena pecahnya Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di pesisir Tiongkok. Kemudian, ketika Kota Ya­ ngon dibom, Geraty dan keluarganya harus kembali pindah, terbang ke pusat negara Tiongkok. Di sana, ia dan istrinya, Hazel, mengajar di Perguruan Tinggi Ad-

Thomas Geraty pada tahun 1950 di Hong Kong di China Training Institute persis setelah evakuasi dari Komunis di Nanjing.

vent, Sung Pao, dekat Chungking. Intrik petualangannya mencakup lebih daripada kapal dan pesawat, menggunakan transportasi barang udara dan pelariannya dalam menghindari berbagai situasi bahaya. Sebagai manajer Perguruan Tinggi di Sung Pao, Geraty belajar untuk bekerja menggunakan beras sebagai mata uang. Ketika terjadi inflasi menyeluruh yang menyebabkan nilai tukar dolar Tiongkok runtuh dari 1 dolar Amerika setara dengan 20 dolar Tiongkok, menjadi 56.000 dolar Tiongkok untuk setiap 1 dolar Amerika, Geraty memutuskan bahwa adalah masuk akal untuk menerima pembayaran uang sekolah murid dengan menggunakan beras, sebagai ganti dolar Tiongkok yang nilainya tak dapat diprediksi bahkan hampir tidak berarti lagi. Di Sung Pao ia dan Hazel mengajar kelas-kelas dalam bahasa Tiongkok, bahasa yang telah mereka pelajari selama tinggal di Burma ketika perang terjadi. Mereka juga belajar untuk mengasihi murid mereka dan menikmati Kota Chungking, baik karena pengalaman sekolah dan tempat di mana ia telah ditunjuk untuk menjadi pelayan Injil bersama dengan rekannya yang lain Carl Currie, James Wang, dan Herbert Liu. Segera setelah cuti di California sesudah perang selesai, keluarga Geraty sekarang berjumlah empat orang dengan kelahiran Ronald Douglas, mereka kembali ke Tiongkok untuk memimpin pembangunan kampus Advent di Chiou-TouTseng dekat Nanking. Anak mereka yang kedua, Edwin McVicker, lahir di Chung­

king. Tetapi oleh karena tidak adanya penanganan medis yang memadai selama perang berlangsung, ia meninggal dunia ketika masih bayi dan dikuburkan di Shanghai. Di Chiou-Tou-Tseng, berbagai kejadian dramatis terus menimpa kehidupan Geraty. Segera sesudah ia membangun beberapa gedung baru dan kekuatan dari angkatan bersenjata komunis Mao Tsetung mengarah pada dirinya, sehingga keluarganya harus dievekuasi ke Sungai Tangtze dan menuju Shanghai kemudian ke Hongkong. Di sana Thomas diminta untuk memimpin Perguruan Tinggi Advent di Clear Water Bay yang saat ini bernama Perguruan Tinggi Advent Hongkong. Daratan Timur Tengah

Pada tahun 1951, Thomas menerima undangan dari General Conference untuk pindah ke Beirut, Lebanon, sebagai Ketua Perguruan Tinggi Timur Tengah, sebuah tanggung jawab yang sangat ia nikmati. Untuk beberapa waktu lamanya ia juga menjadi Direktur Pendidikan di Divisi Timur Tengah dan mengadakan perjalanan ke seluruh negara di wilayah pelayanan divisi tersebut, meningkatkan pekerjaan pendidikan dan merekrut murid bagi perguruan tinggi. Sebuah kejadian yang membawanya dekat dengan kematian ialah ketika ia ketinggalan pesawat di Beirut yang akan membawanya ke Iran. Dengan kecewa, ia mengambil penerbangan berikutnya dan akhirnya ia sadar bahwa pesawat yang telah ia lewatkan sebelumnya mengalami kecelakaan ketika

Thomas Geraty:

Raksasa Pendidikan Advent

Petualangan yang paling berharga bagi Thomas ialah melayani. Oleh Lael Caesar

24

Adventist World | 12 - 2015


Thomas Geraty pada saat-saat akhir hidupnya, bersama anak-anaknya, Ron, Larry, dan Kathleen.

akan mendarat di Tehran, yang mengakibatkan semua penumpang pesawat meninggal dunia. Geraty tahu bahwa ia telah diluputkan dari kecelakaan itu oleh karena sebuah maksud. Anak terakhirnya, yakni anak yang keempat, bernama Kathleen Marie—akhirnya ia mendapat seorang anak perempuan!—membawa kegembiraan yang spesial bagi keluarga ketika ia lahir di Beirut di American University Hospital. Lebih Banyak Akademisi

Selama waktu cuti berikutnya, Thomas menyelesaikan dua gelar master dan doktor di bidang pendidikan yang ditempuhnya di Universitas California Selatan. Dengan ijazahnya, ia menerima undangan untuk bergabung di Departemen Pendidikan General Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai associate bagian pendidikan tinggi pada tahun 1960. Sebagai tambahan atas tugasnya menyunting Journal of Adventist Education, ia diberikan suatu tugas yang sangat menguntungkan yaitu ia dapat mengunjungi institusi pendidikan tinggi gereja di seluruh dunia, khususnya untuk menolong mereka mendapatkan akreditasi. Ia juga mulai mengadakan konferensi akademik setiap empat tahunan untuk semua profesor di berbagai perguruan tinggi Advent. Pada tahun 1970, ia diangkat menjadi Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Andrews, di mana ia merintis program doktoral pertama di perguruan tinggi Advent, dan memperkuat jangkauan keluar. Geraty pensiun dari pelayanan gereja secara resmi pada tahun 1977, berdomiP h o t o s

c o u r t e s y

o f

L a w r e n c e

T.

sili di Angwin, California, di mana ia dapat menghabiskan waktunya bersama ayahnya yang sudah tua. Ia memberi diri dalam pelayanan bagi almamaternya, Pacific Union College, dan Weimar College yang lokasinya saling berdekatan. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia mulai melukis dengan serius, khususnya di tempat terbuka di lembah Napa. Keluarganya mengoleksi kurang lebih 200 lukisan karyanya. Pada masa pensiunnya, dan setelah mengalami bertahun-tahun kejadian hidup yang beragam, ia dapat menginterpretasikan kembali dan secara artistik menciptakan kembali dunia melalui lukisannya. Pada saat yang sama, ia dengan sukarela menjadi pemimpin pendidikan untuk Konferens Hawaii dari tahun 1982 hingga 1985. Dengan ditemani oleh Hazel, ia menikmati perjalanan bersama keluarganya mengunjungi pulau-pulau di Hawaii. Masalah Kesehatan

Selama berada di Hawaii, Thomas menderita penyakit kanker usus. Ia dipindahkan ke Massachusetts agar dapat tinggal dekat dengan dokter yang adalah anak laki-lakinya, Ron, dan anak perempuannya, Kathleen, yang mengantarnya ke Rumah Sakit New England Memorial dan ditangani oleh ahli bedah dokter Allan Bock. Masalah kesehatan ini menjadi sebuah peristiwa yang tak terlupakan dalam hidup seorang anak Tuhan yang gigih dalam pekerjaan-Nya. Ketika dokter Bock kembali dari ruangan operasi, ia menjelaskan betapa sulit dan rumitnya operasi tersebut; ia pun tidak dapat menjamin bahwa Thomas Geraty dapat bertahan hidup lebih dari beberapa bulan lamanya. Tetapi Allah, yang kepadanya dokter Bock mendedikasikan keahlian medisnya, dan Allah yang kepada-Nya Geraty mempersembahkan hidupnya, masih menyediakan lebih banyak waktu bagi Geraty untuk ia nikmati. Ia menikmati berkat hampir 30 tahun lagi dari pascaoperasinya! Tahuntahun itu termasuk waktu yang ia habiskan menjadi sukarelawan di Perguruan Tinggi Atlantic Union, di mana anak laki-laki tertuanya Lawrence Thomas Geraty melayani sebagai rektor, dan menciptakan pedoman aturan pendidikan untuk Divisi Timur Jauh. Kemudian, sesudah Lawrence menerima posisi rektor di Universitas La Sier-

G e r at y

ra (LSU), ayahnya mengikutinya dan kembali ke California. Di sana, Thomas membentuk Middle East Fellowship, berharap orang Timur Tengah dapat bergabung kembali dengan komunitas sebangsa mereka. Setelah istrinya meninggal dunia pada tahun 2001, Geraty memberi diri dalam aktivitas belajar mengajar di Middle East University di Lebanon, dan menikmati satu tahun mengajar di universitas tersebut—saat itu ia berusia 86 tahun! Mengakhiri tugasnya di perkumpulan Timur Tengah yang ia dirikan, Geraty kembali ke California untuk mencari lebih banyak petualangan misionaris. Universitas La Sierra menganugerahkan penghargaan baginya atas dua peran yang ia lakukan: Tiga tahun sebagai kepala asrama Gladwyn Hall, rumah bagi para pelajar internasional; dan sebagai profesor pendamping di fakultas pendidikan, yang dengan senang hati menolong para mahasiswa Tiongkok yang mengambil gelar doktoral dalam menyusun disertasi mereka. Pensiun—Lagi

Satu setengah dekade setelah pensiunnya yang pertama, Geraty pensiun kembali pada usianya yang ke 94 tahun, dan menghabiskan 5 tahun terakhir dalam hidupnya membaca Alkitab berbahasa Tiongkok, mengarang puisi dari pelajaran Alkitabnya, mengendarai sepedanya, dan melukis. Bahkan, di Linda Valley Care Center (yang merupakan rumah terakhirnya) ia terkadang memiliki hingga 10 janji pertemuan setiap minggunya, memberikan pelajaran Alkitab dan membacakan puisi-puisinya kepada penghuni pusat perawatan tersebut. Ia meninggal dunia dan beristirahat pada tanggal 23 Desember 2013. Walaupun segala kecemerlangan masa mudanya saat memanjat puncak jembatan ataupun pelariannya dari perang dan luput dari kecelakaan pesawat, bukan itulah alasan ia akan terus diingat. Melainkan, sebuah rangkaian kata dari Beverly Rumble, seorang penyunting Journal of Adventist Education, yang benar-benar memiliki ungkapan yang paling tepat atas hidup dan kontribusinya, yaitu sebagai “seorang raksasa pendidikan Advent.” n

Lael Caesar, adalah seorang Associate Editor Adventist World, mengagumi raksasa rohani. 12 - 2015 | Adventist World

25


P E R TA N YA A N

DAN

JAWABAN

ALKITAB

Lebih Baik Benarkah sebutan “penebus” dalam Perjanjian Lama mengindikasikan saudara terdekat seseorang?

Seorang

Sebutan atau gelar “penebus” sebagaimana dengan terjemahan kata kerjanya “menebus,” memiliki makna teologi yang kaya. Di sini kita hanya akan membahas tentang sebutan itu dan artinya. Penebusan pada prinsipnya merupakan istilah legal. Penebus (Ibrani go’el) biasanya dihubungkan dengan saudara terdekat seseorang (“seorang paman atau sepupu atau saudara dalam hubungan darah seseorang” [Imamat 25:49]) yang membutuhkan penebusan. Kita akan melihat pekerjaan penebus, mendiskusikan aplikasinya terhadap Allah, dan akhirnya mengetahui sesuatu tentang makna ajaran Kristus. 1. Pekerjaan Penebus: Penebus memiliki arti dalam konteks di mana kata itu disebut. Pertama, ketika seorang dari bangsa Israel menjadi sangat miskin sehingga ia harus menjual harta miliknya untuk bertahan hidup, penebus itu diharuskan untuk membeli kembali harta milik itu untuk orang tersebut (Imamat 25:25; lihat Rut 2:20; 3:12). Ini didasarkan pada keyakinan bahwa Allah adalah Pemilik semua tanah, dan bahwa Ia telah mengkhususkan tanah itu bagi bangsa Israel untuk digunakan oleh mereka. Kedua, apabila bangsa Israel tidak dapat membayar utangnya, ia dapat menjual dirinya sebagai budak. Sekali lagi, penebus diharuskan untuk membeli kembali kebebasan orang itu (Imamat 47-49). Oleh karena Allah telah menebus umat-Nya dari perbudakan bangsa Mesir, mereka semua menjadi milik-Nya dan tentu saja tidak ada seorang pun yang dapat menjadi budak lagi. Hal ini memiliki arti bahwa penebus itu mendemonstrasikan kembali kuasa penebusan Allah kepada umat-Nya ketika mereka di Mesir. Ketiga, ketika seseorang membunuh seorang Israel, penebus bertanggung jawab untuk menghukum pembunuh itu (Bilangan 35:12, 19). Kota-kota perlindungan dibangun untuk memastikan bahwa pembunuh itu memang benar bersalah (Bilangan 35:12,24,2; Ulangan 19:6, 12). Hidup merupakan pemberian Ilahi yang secara eksklusif adalah milik Allah. Dalam kasus ini, penebus mengambil hidup pembunuh itu sebagai ganti hidup saudaranya. Tanggung jawab dasar dari seorang penebus ialah untuk menghapus pelanggaran sosial yang mengganggu tatanan bermasyarakat, kese­lerasan rohani, dan kepenuhan yang didirikan untuk bangsa Israel oleh Allah.

26

Adventist World | 12 - 2015

daripada

Saudara 2. Allah sebagai Penebus: Sebutan atau gelar ini diaplikasikan secara metafora kepada Allah dalam Perjanjian Lama. Ia adalah penebus dari segala kemalangan (Kejadian 48:16) dan dari pengalaman bangsa itu akan pembuangan dengan menghancurkan Babilon (Yesaya 41:14; 43:14; 44:6) sebagaimana seorang penebus yang mengejar musuh untuk menghukum mereka. Kita terhubung dengan Allah melalui “hubungan darah” rohani dengan-Nya. Tali yang mengikat dan memersatukan kita dengan Allah adalah lebih kuat daripada hubungan ibu kandung (Mazmur 27:10). Lebih penting lagi, Allah telah menebus manusia dari dosa (Yesaya 44:22-24), yaitu fenomena universal memerintah atas manusia (Mazmur 19:13,14), dan bahkan menebus kita dari kemarahan Allah (Yesaya 54:5-8) dan dari kematian (Mazmur 103:4, 49:8, 9, 15). Ia sesungguhnya dapat memulihkan harmoni dunia oleh karena Dialah Pencipta dan Penebus kita. 3. Kristus Penebus Kita: Peran Allah sebagai Penebus terpatri dan terpenuhi dalam pekerjaan Kristus bagi umat-Nya (Lukas 1:68, 71; 2:38). Ia sesungguhnya satu-satunya “yang akan menebus bangsa Israel” (Lukas 24:21). Manusia telah menjadi budak dosa dan kematian dan benar-benar membutuhkan penebusan. Sang Penebus datang dan dalam rupa manusia seperti kita, menjadi saudara kita yang paling dekat, dan membebaskan kita dari kuasa kematian (Ibrani 2:14,15) dan dosa (Roma 3:23, 24; Titus 2:14; Kolose 1:14). Pekerjaan penebusan-Nya juga termasuk dunia yang kini sedang rusak dan membutuhkan kemerdekaan (Roma 8:19-21; lihat Kejadian 1:26). Ia membayar seluruh utang kita bukan dengan “emas dan perak” melainkan dengan “darah-Nya sendiri” (1 Petrus 1:19,19; Efesus 1:7). Untuk membebaskan kita dari dosa dan kematian, Kristus menimpakan mereka atas diri-Nya, menjadi Pengganti kita,memberikan “nyawanya sebagai tebusan bagi [Yunani Anti, “sebagai ganti”] banyak orang” (Markus 10:45). Hidup kita yang hilang telah ditebus bukan hanya dengan menghancurkan musuh rohani kita tetapi juga dengan memulihkan kita melalui pengorbanan hi­ dup-Nya sendiri bagi kita. Hanya Yesus, saudara terdekat kita, yang dapat melakukan pekerjaan kasih karunia yang luar biasa ini. n

Angel Manuel Rodríguez, seorang

pensiunan profesor teologi, menjawab pertanyaan Alkitab dari rumahnya di Texas.


P E L A JA R A N A L K I TA B

Oleh Mark A. Finley

Abraham

Diuji dan Diakui

C

erita Abraham merupakan cerita tentang salah satu dari pahlawan iman Kristus. Alkitab mengatakan, “Abraham percaya kepada Allah.” Iman adalah percaya bahwa Allah akan melakukan tepat seperti apa yang Ia katakan. Itu merupakan hubungan dengan Allah sebagai seorang teman yang kepada-Nya kita memiliki kepercayaan bahwa Ia akan menggenapi firman-Nya. Sementara kita mempelajari kehidupan Abraham, kita melihat bahwa imannya seringkali digoncang. Allah mengizinkan Abraham menghadapi berbagai jenis ujian untuk menguatkan imannya. Iman adalah pemberian, karunia Allah, dipelihara Roh Kudus, menjadikannya kokoh dalam kepercayaan penuh pada perhatian dan kasih Allah yang tidak pernah berubah kepada kita manusia.

1

Menurut Anda, mengapakah Allah memanggil Abraham dari rumahnya yang nyaman menuju sebuah tempat yang asing baginya? Renungkan Kejadian 12:1-3. Apakah pasal ini memberikan kepada kita pandangan tentang bagaimana Allah memperlakukan kita saat ini? Allah memiliki rencana yang jauh lebih besar bagi hidup Abraham. Ada saat-saat Allah juga memiliki rencana yang jauh lebih besar bagi hidup kita. Terkadang Ia memimpin kita keluar dari zona nyaman untuk mencapai tujuan-Nya yang lebih besar di dalam hidup kita. Kenyamanan dan keamanan seringkali menjadi halangan bagi Allah dalam melaksanakan rencana-Nya yang terbaik untuk kita.

2

Apakah respons Abraham terhadap panggilan Allah? Temukan jawabannya dalam Kejadian 12:4. Respons Abraham terhadap panggilan Allah begitu klasik. Alkitab dengan sederhana menyatakan, “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya.” Betapa sebuah pelajaran bagi setiap umat percaya! Allah berbicara melalui firman-Nya dan kita seharusnya merespons dengan sepenuh hati.

3

Meskipun iman Abraham sedang bertumbuh, apakah cacat karakter yang ia tunjukkan dalam persinggahannya di Mesir? Bacalah Kejadian 12:10-14. Pada saat lemah, Abraham menyerah pada pencobaan. Ia menyuruh Sarah (Sarai) untuk berbohong gantinya memercayai Allah. Intervensi Allah adalah satu-satunya hal yang menyelamatkan Abraham dan Sarah dari malapetaka besar. Kebenaran A r t

b y

J ó z s e f

M o l n á r

yang setengah-setengah, kebohongan, dan penipuan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

4

Apakah janji yang Allah berikan kepada Abraham dalam Kejadian 15:1, 5?

5

Apakah respons Abraham terhadap janji Allah? Apakah yang Anda temukan dalam Kejadian 15:2, 6, 8? Iman Abraham sedang bertumbuh, namun ia masih memiliki banyak pertanyaan. Iman yang bertumbuh tidak berarti bahwa semua pertanyaan kita akan mendapatkan jawaban.

6

Bagaimanakah Abraham dan Sarah memutuskan untuk “menolong” Allah dan menyelesaikan masalah kemandulan Sarah? Bacalah Kejadian 16:1-4. Menarik untuk memperhatikan bahwa Abraham memercayai Allah, tetapi ia berpikir bahwa ia harus menolong Allah menyelesaikan masalah usia Sarah dan ketidakmampuan Sarah untuk memberinya seorang anak. Ketika Allah memberikan janji kepada kita, Ia sepenuhnya sanggup untuk menepati firman-Nya, tidak peduli bagaimana besarnya rintangan yang menghalangi.

7

Apakah akibat dari kekurangpercayaan Abraham dan Sarah? Bacalah Kejadian 16:5, 6. Kekurangpercayaan Abraham dan Sarah serta kebodohan mereka dalam membuat pilihan, menuntun pada konflik yang serius di tengah rumah tangganya. Pilihan kita selalu memiliki konsekuensi.

8

Bagaimanakah Allah menghibur Hagar dalam kesedihannya? Perhatikan dengan saksama cara Allah yang penuh kemurahan dalam memperlakukan Hagar dalam Kejadian 16:7-17. Kekurangpercayaan Abraham dan Sarah tidak menghancurkan rencana Allah bagi kehidupan mereka, tetapi Allah pun tidak melupakan Hagar dalam kesedihannya yang disebabkan oleh tindakan kasar yang dilakukan Sarah terhadapnya. Dalam sukacita sejati, di tengah tangisannya, Hagar berseru, “Engkaulah ElRoi” (ayat 13). Betapa suatu kesaksian luar biasa. Kesaksian Hagar dapat menjadi bagian kita. Dalam sukacita dan kesedihan hidup, Dialah Allah yang memperhatikan. Dialah Allah yang melihat. Ini merupakan kabar baik yang sungguh ajaib. n

12 - 2015 | Adventist World

27


PERTUKARAN IDE

Betapa istimewa melihat kasih Allah dalam perbuatan. —Ken Reetz, Beaverton, Oregon, Amerika Serikat

Surat

Menjadi Kristen Dewasa

Saya begitu menikmati membaca artikel Elizabeth Camp, “Menjadi Kristen Dewasa” (Oktober 2015). Penekanan pada menjadi seperti Kristus merupakan hal yang begitu menyegarkan. Saya tumbuh pada saat orang Advent cenderung menggambarkan perilaku Kristen melalui cara berpakaian, apa yang kita makan, dan apa yang kita lakukan untuk rekreasi. Saya tidak bermaksud untuk menyepelekan hal-hal tersebut, tetapi adalah jauh lebih penting untuk mencerminkan karakter Kristus dalam semua hal yang kita lakukan. Terima kasih karena telah menekankan hal tersebut. J. J. Aragon Chicago, Illinois, Amerika Serikat Saya menulis karena artikel Tom Ish “Per­ubahan Tampilan Ekstrem: Jalan Menuju Kesehatan” (Oktober 2015). Ye-

Saya menikmati majalah bulanan Adventist World. Saya bersyukur kepada Allah karena itu. Saya tahu banyak orang Etiopia yang membacanya setiap bulan. Bereket Feleke Addis Ababa, Ethiopia Saya bekerja sebagai seorang perawat profesional di sebuah penjara, merawat para tahanan. Terima kasih majalah Ad-

ventist World! Majalah ini telah menguatkan dan meneguhkan hati saya untuk terus melakukan dengan setia segala tugas saya setiap hari. Saya juga melayani sebagai seorang ketua jemaat di gereja. Kami sedang bekerja membangun gedung gereja, namun kami tidak memiliki dana untuk membangun—kami telah beribadah di sebuah sekolah selama 10 tahun. Tolong doakan gereja kami; dan doakan agar kami bisa mendapatkan lebih banyak materi belajar untuk diajarkan kepada para tahanan di penjara. Musa Sibisa Afrika Selatan

Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.

PUJIAN

Pulau di mana saya tinggal dilanda badai tropis Erika; terdapat kurang lebih 30 orang meninggal dunia, dan masih banyak lagi hilang. Banyak, begitu banyak orang telah kehilangan rumah mereka. Tolong doakan kami! Andina, Dominica

28

Terima kasih telah memublikasikan cerita Tom Ish. Kebaikan kepada sesama merupakan hal yang sama dengan mukjizat kesembuhan instan. Teruslah menceritakan cerita seperti ini! Betapa istimewa melihat kasih Allah dalam perbuatan. Ken Reetz Beaverton, Oregon, Amerika Serikat

Tolong Doakan

Hal Ekstrem dan Tim

Doaw

sus memedulikan kebutuhan fisik pertama-tama, kemudian orang menjadi lebih tertarik dalam memelajari aspek spiritual dari kebutuhan fisik itu. Jim Smith Spokane, Washington, Amerika Serikat

Adventist World | 12 - 2015

Saya bergumul untuk pekerjaan. Terjadi resesi ekonomi, dan pekerjaan sulit diperoleh. Tetapi saya tahu tidak ada yang mustahil bersama Allah, jadi tolonglah berdoa agar Allah menolong saya memperoleh pekerjaan baik. Saya mempunyai keluarga yang bergantung pada saya, dan saya sedang terlilit utang. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Reuben, India

Beberapa dari anggota keluarga saya sedang bekerja di “ladang si jahat.” Tolong doakan mereka. Cataleya, Zambia Saya adalah seorang ibu dengan dua anak kembar laki-laki; saya merawat mereka sendirian dan saya tidak mampu lagi menghadapi perilaku mereka. Tolonglah doakan saya agar Tuhan dapat membantu saya. Arleen, Filipina


Terberkati oleh Allah Kami Berharap Anda

2016 di Tahun

Staf Adventist World, Amerika Serikat Baris depan dari kiri: Sandra Blackmer, Kim Brown, Marvene Thorpe Baptiste, Lael Caesar, Wilona Karimabadi, Stephen Chavez Baris tengah dari kiri: Kimberly Luste Maran, Gerald Klingbeil, Sharon Tennyson, Andrew McChesney, Carlos Medley Beris belakang dari kiri: Gaspar Colon, Bill Knott, Jared Thurmon, Merle Poirier, Andre Brink

Tolong doakan saya. Baru-baru ini terjadi wabah kekerasan di mana-mana. Saya dimasukkan dalam penjara dan kini sedang memohon damai di tempat di mana saya berada. Daniel, Amerika Serikat

Tolong ucapkan doa bagi Uni Mision Uganda dan daerah pelayanannya. Isingoma, Uganda Tolong berdoa kepada Allah agar dapat memberi saya kesembuhan. Steph, Haiti

Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohonan doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.

12 - 2015 | Adventist World

29


PERTUKARAN IDE

57

Tahun Lalu

Pada tanggal 2 Desember 1958, Ratu Sirikit dari Thailand berpartisipasi pada peresmian gedung modern tiga lantai untuk Bangkok Adventist Hospital’s School of Nursing, dengan ruangan asrama yang cukup menampung 120 pelajar keperawatan, kantor administrasi, perpustakaan, dan ruangan kelas. Bangkok Adventist Hospital (dulunya disebut Bangkok Sanitarium and Hospital) merupakan rumah sakit yang terdiri dari 200 tempat tidur yang dioperasikan oleh Christian Medical Foundation milik gereja Advent di Thailand. Institusi ini dimulai dengan Bangkok Mission Clinic, yang dibuka pada tanggal 2 Mei 1937, dengan dana yang didonasikan oleh Kapten Thomas Hall, seorang pedagang kapten kapal dari Meksiko. Dokter Ralph F. Waddell dan istrinya, Ellen; Nai Pleng Vitiamyalaksana; dan Kon Vui-leong memimpin perkembangan rumah sakit yang mulanya 12 tempat tidur, menjadi klinik rawat jalan dengan 50 tempat tidur. Sementara pekerjaan kesehatan di Bangkok bertumbuh, pada tahun 1940, sebuah rumah besar dengan jarak kira-kira satu mil (1,6 kilometer) dari klinik sebelumnya, disewa dan diperbaiki untuk menyediakan tambahan 30 tempat tidur, dan dikenal dengan ruangan Annex. Ini menambah kapasitas rumah sakit menjadi 80 tempat tidur sehingga memungkinkan untuk membuka sekolah keperawatan pada bulan Mei 1941 di bawah arahan Ruth Munroe.

Kristen yang Baik tidak Bergembira? Para penduduk Puritan di daerah jajahan Amerika Utara melarang segala aktivitas yang merayakan kelahiran Kristus. Pada tahun 1644, badan legislatif Massachusetts mengesahkan undang-undang yang akan menghukum siapapun yang merayakan Natal dengan denda 5 shilling (koin Inggris kuno). Pertanyaan tentang tanggal kelahiran tidak menghentikan orang Kristen di seluruh dunia merayakan keajaiban ketika “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita� (Yohanes 1:14). Sumber: History.com

23

Itulah jumlah gunung berapi aktif di El Salvador, salah satu lokasi seismik paling aktif di belahan bumi Barat.

melawan

penyakit

Sumber: The Rotarian G AMBAR :

P i x a b ay / n e l s o n

g o n ç a lv e s

Kolera penyebab atas sekitar 100.000 sampai 200.000 kematian per tahunnya, terutama pada negara berkembang yang tidak tersedia cukup sumber air minum bersih. Berdasarkan tulisan The Lancet, vaksin murah yang disebut Shanhol, dapat meningkatkan perlindungan tubuh dari penyakit kolera sebanyak 40 persen jika digabungkan dengan intervensi perilaku hidup di antara 270.000 penduduk Dhaka, Bangladesh. Sumber: The Rotarian g a m b a r : T o m

W i k i p e d i a / R o n a l d

K i r n / Lo u i s a

H o w a r d

Tay l o r /


5O 5O K A T A A T A U K U R A N G

Janji Alkitab

Favorit Saya...

n Yohanes 14:1, 2: Dua ayat ini mengingatkan saya bahwa walaupun saya menghadapi pencobaan hidup, Allah selalu menyertai saya. Saya tidak akan gelisah. Ayat 2 menyatakan bahwa Yesus akan datang kembali dan menjemput anakanak-Nya masuk ke dalam surga. Betapa suatu pengharapan yang penuh berkat! —Abi, Asia Tenggara

n Janji Alkitab favorit saya ialah Matius 5:37: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” Itu berjalan beriringan dengan Amsal 17:28: “Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.” —Mark, Kampala, Uganda

n Saya mengumpulkan banyak janji Alkitab, tetapi satu yang sangat berarti bagi saya adalah “Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku” (Yohanes 14:3). Itu memberikan saya kekuatan dan keyakinan, karena Allah selalu menepati janji-Nya. —Elena, Wuppertal, Jerman

n “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11). Dalam dunia dengan kebebasan memilih antara Allah, Setan, atau keadaan, saya memilih Allah oleh karena janji-janjiNya yang teguh. —Joshua, Nairobi, Kenya Berikutnya, beritahu kami dalam 50 kata atau kurang mengenai tokoh Alkitab favorit Anda. Kirim ke: letters@AdventistWorld. org. Tulis di kolom subyek: 50 Words or Less.

“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan. Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Guillermo Biaggi, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley-Hardy; Williams Costa; Dan Jackson; Peter Landless; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol-Puesán; Ella Simmons; Artur Stele; Ray Wahlen; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Jairyong Lee, ketua; Yutaka Inada, German Lust, Pyung Duk Chun, Suk Hee Han, Gui Mo Sung Redaktur Bertempat di Silver Spring, Maryland André Brink, Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editor), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Kimberly Luste Maran, Andrew McChesney Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Pyung Duk Chun, Jae Man Park, Hyo Jun Kim Editor Online Carlos Medley Manajer Operasional Merle Poirier Direktur Strategi Perseroan Jared Thurmon Editor-at-large Mark A. Finley, John M. Fowler Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Kimberly Brown Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Dewan Manajemen Jairyong Lee, chair; Bill Knott, secretary; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Yutaka Inada, German Lust, Ray Wahlen, Ex-officio: Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Leonardo R. Asoy, Guillermo E. Biaggi, Mario Brito, Abner De Los Santos, Dan Jackson, Raafat A. Kamal, Michael F. Kaminskiy, Erton C. Köhler, Ezras Lakra, Jairyong Lee, Israel Leito, Thomas L. Lemon, Geoffrey G. Mbwana, Paul S. Ratsara, Blasious M. Ruguri, Ella Simmons, Artur A. Stele, Glenn Townend, Elie Weick-Dido Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brazil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, Argentina, Meksiko dan Amerika Serikat. Vol. 11, No. 12

12 - 2015 | Adventist World

31


dari INDONESIA Pelayanan Penginjilan Dept. Anak-anak dan Remaja Jemaat Pioneer Langowan, Daerah Konferens Minahasa (DKM)

D

engan semangat dari anak-anak dan remaja serta guruguru bahkan orangtua Jemaat Pioner Langowan, Minahasa, pada tanggal 20 September 2015 telah mengadakan suatu kegiatan pelayanan penginjilan keluar di Kekewang, Desa Tetey dengan membagikan traktat kesehatan, air mineral dan buah. Kegiatan ini bertujuan mengajak setiap orang boleh kembali menghidupkan pola hidup sehat dengan pola makan dan nutrisi yang baik, olahraga, minum air putih, cukup sinar matahari, berta­ rak, mendapat cukup udara bersih, istirahat cukup dan se-

ATAS: Berfoto bersama sebelum berangkat ke lokasi untuk membagikan traktat, air mineral dan buah. KANAN: Esther Ulyreke bersama anak, Feydora Sugianto, bersama seorang yang sudah menerima traktat, air mineral dan buah. BAWAH: Salah satu anak dari kelas Primary, Velove Kaligis ketika memberikan traktat, air mineral dan buah.

lalu beribadah dan percaya kepada Tuhan. Sebelum melakukan kegiatan ini, terlebih dahulu traktat ini didoakan oleh pendeta Jemaat Pioneer Langowan, Pdt. Vecky Sugianto. Kegiatan ini disambut baik oleh orang yang datang berkunjung di tempat itu, namun ada pula yang menolak bahkan ada yang menerimanya lalu membuangnya. Namun hal ini tidak membuat anak-anak dan remaja menjadi kecewa untuk melanjutkan misi penginjilan ini. Bahkan kegiatan ini boleh menjadi kesaksian dan pengalaman bagi anak-anak dan remaja untuk menjadi saksi Tuhan. n

—Dilaporkan oleh Irene Tololiu, Bevi Salu, dan Esther Ulyreke, Dept. Pelayanan Anak-anak dan Remaja, Jemaat Pioneer Langowan, Daerah Konferens Minahasa (DKM).

32

Adventist World | 12 - 2015


Care Group Celebration GMAHK Bagan Batu, Sumatera Tengah

P

ada tanggal 21-24 Oktober 2015 GMAHK Jemaat Bagan Batu mengadakan ibadah Celebration Care Group. Sekalipun saat acara berlangsung kabut asap begitu pekat mencemari udara Bagan Batu, namun tidak mengurangi semangat anggota jemaat dan tamu datang setiap malam untuk menghadiri acara tersebut. Di akhir acara ada 18 jiwa menyerahkan hidup kepada Tuhan melalui baptisan yang dilaksanakan oleh Pdt. E. Pakpahan, Gembala Distrik Bagan Batu.

n

—Dilaporkan oleh Pdt. E. Pakpahan, Gembala Distrik Bagan Batu.

Pelmas Kelas Kemajuan Batam Mas Daerah Sumatera Kawasan Tengah

M

inggu, 18 Oktober 2015, Jemaat Batam Mas berkolaborasi mengadakan kegiatan Pelayanan Masyarakat (Pelmas). Acara ini diadakan di Kompleks Perumahan Rawah Indah Ruli Batu Aji, di mana semua anggota kelas kemajuan ikut serta dalam kegiatan ini yang di mulai dari pukul 08.00 dengan berkumpul di gereja dan berangkat bersama-sama ke lokasi tempat kegiatan diadakan. Kegiatan Pelmas yang dilakukan adalah membersihkan saluran selokan dan perbaikan jalan atau jembatan. Acara ini berjalan dengan baik dan disertai de-

ngan cuaca yang bersahabat. Diharapkan melalui Pelmas ini, banyak orang lebih mengenal Yesus. n —Dilaporkan oleh Simson Siallagan, Dept. Komunikasi Jemaat Batam Mas. 12 - 2015 | Adventist World

33


dari INDONESIA “Forever Faithful� Pekan Doa SLA Mebali, Tana Toraja

S

elama satu minggu mulai dari tanggal 19 Oktober 2015, pekan doa dilaksanakan di SLA Mebali dan sebagai pembicara adalah Ketua Daerah Luwu Tana Toraja yaitu, Pdt. Stephen Salainti. Pada setiap hari mulai pukul 07.00-09.00 pagi, bertempat di Murakami Chapel, berkat luar biasa diterima oleh seluruh siswa dan guru atas pemberitaan Firman Tuhan yang terdapat di kitab Daniel pasal 1-7 dan ditutup pada Sabat, 25 Oktober 2015 yang bertempat di Gereja Posi SLA Mebali. Setiap hari pukul 10.00 pagi kesempatan konseling pun dilakukan bagi siswa yang ingin bertanya atau yang memiliki pergumulan saat mereka menghadapi orangtuanya ketika mereka memilih menerima Yesus dan mau menurut firman-Nya. Namun mulai dari kelas VIII SMP sampai Kelas XII SMA-SMK ada 14 jiwa menyerahkan diri kepada Tuhan melalui baptisan.

n

—Dikirim oleh Olvi Koyongian, SLA Mebali, Tana Toraja.

Retret GMAHK Teladan Medan Mount View Berastagi

T

elah terlaksana retret GMAHK Teladan Medan di Berastagi, 30 Oktober 2015 hingga 1 November 2015. Tema retret saat itu adalah: Bangkit dan Bersinarlah, Yesus Mau Datang Segera! Retret ini diikuti oleh sekitar 70 anggota jemaat. Puncak acara retret ini adalah dengan Sabat gabungan dengan Jemaat Berastagi. Seluruh yang ambil bagian adalah Jemaat Teladan. Saat itu Jemaat Berastagi menjamu seluruh anggota Jema-

34

Adventist World | 12 - 2015


at Teladan dengan hidangan kebersamaan. Tepat pukul 14.00, dilaksanakan kegiatan sosial yaitu Charity Cli­ nic yang dipimpin langsung oleh dr. Tony Bahri yang merupakan anggota Jemaat Teladan bersama dengan Tim IKKGA (Ikatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Advent) yang dipimpin oleh dr. Winnie Josika. Pada kegiatan itu dilakukan juga pemeriksaan gigi oleh drg. Stella Bahri yang merupakan putri dari dr. Tony Bahri. Charity Clinic ini juga diikuti dengan antusias baik dari umat Tuhan maupun yang bukan Advent dengan total yang mendaftar dan diperiksa ada sekitar 78 orang. Jemaat Teladan merasakan bahwa hal ini adalah

contoh dari semangat dalam persatuan dan membuktikan bahwa dengan bersatu maka berkat Tuhan berlimpah. n —Dilaporkan oleh, Loran Napitupulu, Ketua GMAHK Teladan.

Jiwa di Lapas Kelas 1 Madiun Konferens Jawa Kawasan Timur

S

etelah dalam jangka waktu tahun 2014-2015, GMAHK Jemaat Kalasan Madiun melayani secara rutin di Lapas Kelas 1 Madiun, maka pada tanggal 19-20 Oktober 2015 diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gereja Paulus Lapas Kelas 1 Madiun, pengajuan untuk membuat KKR secara resmi disetujui oleh Kalapas Madiun yang kemudian mengharuskan semua warga binaan Kristiani untuk hadir dan diabsen di dalam KKR tersebut, sehingga 12 - 2015 | Adventist World

35


dari INDONESIA KKR boleh berjalan dengan lancar dan baik. Dalam KKR tersebut Pdt. Jimmy Havelaar, Direktur Kesehatan Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB); Pdtm. Dale Sompotan, Gembala Jemaat Kalasan Madiun; Pdt. Abraham Carpena, Koordinator Wellness Center Divisi Asia Pasifik Selatan; dan Pdt. Leo Ma­mentu, Direktur Kesehatan Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT) menyampaikan Firman Tuhan. Ada 10 jiwa berdiri menerima panggilan yang disampaikan di akhir KKR oleh Pendeta Mamentu, namun yang kemudian di-

Retret PGCL dan Keluarga Happy Pastor Family and Pastoral Ethics

S

udah lama direncanakan, akhirnya retret ini dilakasanakan dengan baik berkat kerjasama antara seluruh pengurus Persatuan Gembala Chapter Lampung (PGCL), officer, dan staf Daerah Sumatera Kawasan Selatan (DSKS). Tepatnya tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2015. Berbagai ibadah Sabat dilaksanakan dari vesper hingga Sabat sore. Pada Sabat sore ada sesi sharing mengenai happy pastor family, kode etik pelayanan para pendeta yang dengan sangat baik dipimpin oleh moderator, Pdt. B. Sitanggang dengan narasumber dari semua officer dan staf DSKS yang hadir.

36

Adventist World | 12 - 2015

baptis setelah kebaktian di kolam kecil di samping gereja adalah 5 orang. Sangat disadari bahwa yang lain masih dalam pergumulan. Salah satu yang unik adalah adanya seorang Warga Negara Inggris, Andrea, yang juga dibaptiskan saat itu. n

—Dilaporkan oleh Pdtm. Dale Sompotan, Gembala Jemaat Kalasan Madiun.


Acara malam minggu diisi dengan acara bebas. Namun pada Minggu pagi sampai siang acara dilanjutkan dengan acara permainan seperti lomba sei sekata dalam rumah tangga, lomba balapan makan kerupuk, lomba kelereng, lomba lama berenang dan sebagainya.

Acara retret diakhiri dengan makan siang bersama, dan kesempatan menyampaikan kesan dan pesan. Semua peserta retret diharapkan pulang dengan semangat dan kesegaran baru dalam pelayanan. n —Dilaporkan oleh Pdt. Septa Dwi Eneas, ketua panitia dan Ketua PGCL.

Reclaiming His Love Kampore Pathfinder Daerah Nusa Tenggara

T

elah usai Kampore Pathfinder Daerah Nusa Tenggara (DNT) yang dihadiri oleh 750 anggota Pathfinder dimulai pada tanggal 8-12 Juli 2015 di Bumi Perkemahan CHMK, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Ketika upacara pembukaan digelar pada pukul 16.00 WITA, yang dimulai dengan parade kontingen dari berbagai distrik dengan seragam lengkap berjalan dengan semangat untuk berbaris rapi dan bergabung bersama dalam upacara pembukaan yang dihadiri Sekwilcam, sekaligus bertindak selaku pemimpin upacara. Dalam sambutan, Bapak Sekwilcam memberikan beberapa poin penting yang harus diingat oleh anggota Pathfinder yakni: Milikilah kepribadian yang menjadi berkat bagi sesama dan terlebih bagi Tuhan, yang bisa mandiri serta daya guna, dan

yang bisa menghadapi tantangan di era globalisasi. Kampore kali ini bertemakan “Reclaiming His Love,� diharapkan tema itu akan selalu diingat oleh seluruh peserta, dan pada saat mereka kembali ke rumah mereka maka perubahan akan terjadi. Sangat tampak kebanggaan di wajah para peserta kampore pathfinder dan pembina. Kampore Pathfinder dihadiri oleh MG. Pdt. D.E.W. Silitonga, Ketua Daerah Nusa Tenggara (DNT) sebagai pembicara khotbah pada Sabat siang yang dihadiri kurang lebih seribu orang. Salah satu hal menarik yang diadakan adalah kegiatan lomba berkhotbah. Berbagai penghargaan pun diberikan kepada mereka yang kreatif dan dengan kegiatan ini diharapkan semua anggota Pathfinder Daerah Nusa Tenggara tetap bersemangat, setia melayani dan miliki kasih Yesus dalam hidup. —Dilaporkan oleh Pdt. D. Kana Djo, Direktur Pemuda Advent dan Komunikasi DNT.

12 - 2015 | Adventist World

37


dari INDONESIA Balikpapan City Celebration Sulit Tembus 30 Jiwa

B

ertempat di Gedung Kesenian, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tepat pukul 19.00 WIT, pada tanggal 21 Oktober 2015, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Balikpapan City Celebration (BCC) yang diawali dengan Bpk. Fredy Pasaribu dan Bpk. Abriantinus, masing-masing berturutturut mewakili Walikota Balikpapan dan Badan Kerja Sama Antar Agama (BKSAG) Balikpapan, resmi membuka KKR BCC dengan menyampaikan kata sambutannya. Tema BCC kali ini adalah: “Pengharapan yang Pasti Dalam Yesus.� Dengan pembicara Pdt. K.R. Sagala, Direktur Adventist Mission & 1000MM Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB). Dan kuartet SM S73 setiap malamnya menyanyikan lagu pilihan dan demikian juga lagu istimewa dari jemaat setempat.

Anggota Supporting Ministry Senior 1973 (SM S73) yang hadir saat itu adalah: Gina Harianja dan istri, Jackson Sagala, Timbul Hutabarat, Robert Tambunan dan istri, Wanci Purba, Murniaty Siahaan, Jolly Silitonga, Rusli Hasibuan dan suami, Lesiasel Silalahi dan istri, Reni Siagian, Mariani Manurung, Lamria Hutagalung dan suami, Asna Simbolon dan suaminya, dan Pdt.R. Pakpahan. Pendeta K.R. Sagala mencanangkan penuaian 40 jiwa dalam BCC kali ini. Beberapa jiwa sedang dipersiapkan menyusul 30 jiwa yang telah dibaptis pada hari Sabat yaitu puncak acara pada tanggal 24 Oktober 2015. Para pemimpin Daerah Kalimantan Kawasan Timur (DKKT) menyampaikan dalam 10 tahun terakhir ini, jumlah baptisan di Distrik Kota Balikpapan (terdiri dari sembilan jemaat saat ini) tidak pernah menembus 30 jiwa. Dalam percakapan yg sangat bersahabat di antara officers DKKT, pembicara, dan tim

Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/ daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redaksi majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS atau naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format Microsoft Word/ Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/imagE di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere­solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan diterbitkan bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk menerbitkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan diterbitkan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk diterbitkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada saat kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.

38

Adventist World | 12 - 2015

Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia


WARTA

GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera” SM S73, pernyataan itu disampaikan barubaru ini. “Dalam tiga BCC yang diadakan beberapa tahun terakhir ini, baik oleh tim dari Divisi Asia Pasifik Selatan (dua kali) dan Uni Indonesia Kawasan Barat (dua kali), jumlah yang dicapai masing-masing adalah 15, 22, dan 26 jiwa,” tutur salah seorang dari mereka. Pada kesempatan yang sama, SM S73 menyerahkan sejumlah dukungan dana untuk pembangunan gereja di Jemaat Bukit Moria yang saat itu sedang membangun bangunan gereja. Selama KKR berlangsung setiap hari tim SM S73 dijamu dengan sangat luar biasa oleh jemaat se-Distrik Balikpapan, officers DKTT, dan juga staf DKTT. Untuk itu pada kesempatan ini seluruh anggota tim SM S73 menyampaikan banyak terima kasih. Seluruh anggota SM S73 mensyukuri hasil gemilang ini dan berharap 30 jiwa yang telah dibaptis dan yang menyusul tetap setia dalam imannya. Latar Belakang Lahirnya SM S73

Secara resmi SM S73 sudah melakukan pelayanannya sejak bulan Mei 2013 di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara (PTASN), Martoba, Pematangsiantar dalam acara wisuda sejak Jumat malam yakni Baccalaureate dengan pembicara, Pdt. Dr. B.F. Simanjuntak, dan acara hari Sabat, Consecration oleh Wanci Purba Ph.D; sampai acara malam minggu, Tortor, dengan memberikan bantuan dana kepada PTASN. Kerinduan SM S73 melakukan pelayanan ini adalah memperpanjang umur melalui pelayanan bersama yang mengambil moto dari lagu tema sekaligus lagu kesukaan mereka “Ngolukku Sude Tuhan Sahatma tu Tangan Mi.” Pelayanan-pelayanan yang sudah dilakukan sebelum BCC adalah pelayanan dua jemaat di Malang, Jemaat Garut, acara penamatan 2015 Perguruan Advent Sukabumi (PASMI) dan Jemaat IPH Bandung. Usia rata-rata anggota SM S73 sudah mencapai di atas enampuluh tahun, namun usia tidak membatasi semangat mereka melayani Tuhan. —Dilaporkan oleh Wanci Purba, Ph.D, Bendahara Indonesia Publishing House (IPH).

Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah W. Mandolang Ketua Bidang Usaha S. Manueke Bendahara W. Purba Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi F. Parhusip, F. Ngantung, F. Manurung, A. Siahaan Komunikasi Uni D. Panjaitan, Uni Indonesia Kawasan Barat H. Waworoento, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah , Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya N. Siringoringo, Jawa Barat A. Pender, Jawa Tengah D. Maart, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara , Minahasa Utara , Minahasa , Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku , Nusa Utara , Papua , Luwu Tana Toraja Izin Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987 Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842 Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.

12 - 2015 | Adventist World

39


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
December 2015 indonesian by Adventist Review - Issuu