Halaman 6
Halaman 12
Halaman 20
Otoritas Tertinggi
Lihat! Anak Domba Allah
Pentingnya Alkitab untuk Akhir Zaman
War ta Ge re j a Mas ehi Advent Hari Ketujuh
Menjangkau Dunia Setia pada Firman-Nya
Pekan Doa
Arti Penting Firman Tuhan
S Kami percaya pada kuasa doa, dan kami menerima permintaan doa yang dapat dibagikan kepada staf mingguan kami yang beribadah setiap Rabu pagi. Kirim permintaan doa Anda ke prayer@ adventistworld.org, dan doakan kami saat kami bekerja sama untuk memajukan kerajaan Allah.
3 Sabat Pertama Mengapa Alkitab? 6 Minggu Otoritas Tertinggi 8 Senin Bagaimana Cara Membaca Alkitab 10 Selasa Alkitab Membuat Perbedaan 12 Rabu Lihat! Anak Domba Allah 16 Kamis Mengobarkan Harapan di Dunia Tanpa Harapan
elama pekan doa yang istimewa ini, kita akan membahas sebuah buku yang paling penting, berpengaruh, dan kontroversial sepanjang masa: Alkitab. Tidak perlu ditanya lagi, Alkitab adalah buku terlaris dan paling luas penyebarannya di dunia. Menurut taksiran terkini, buku ini telah dicetak sebanyak lebih dari 5 miliar eksemplar. Alkitab adalah buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia, dan berbagai kitabnya secara terpisah telah diterjemahkan ke dalam 2.932 bahasa. Perjanjian Baru sendiri tersedia dalam 1.333 bahasa, sedangkan Alkitab lengkap dalam 553 bahasa.* Selama berabad-abad Alkitab telah menjadi sebuah sumber bimbingan, ketenteraman, dan keberanian bagi jutaan orang. Alkitab juga telah dicekal, dibakar, difitnah, dan disalahtafsirkan oleh lawan-lawannya. Sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, apakah dampak Kitab kuno yang abadi ini bagi kita? Bagaimanakah kita dapat setia kepada Allah dan firman-Nya dalam hidup di dunia postmodern ini? Anda akan menemukan tulisan-tulisan yang membahas pertanyaan-pertanyaan ini dan yang lainnya sambil menyelidiki Firman Allah. Pertanyaan mengenai penyataan dan pewahyuan Alkitab akan dibahas secara praktis. Selain itu juga disajikan prinsip-prinsip cara membaca Alkitab secara relevan dan setia. Topik-topik penting lainnya yang dibahas yaitu: Bagaimanakah Alkitab menunjukkan Yesus kepada saya? Bagaimanakah Alkitab membantu saya membedakan benar dan salah? Bagaimanakah Alkitab memberi saya harapan dan keberanian di hari-hari terakhir ini? Saya mendorong Anda untuk menyisihkan waktu setiap hari dan “melebur� sebagai sebuah keluarga gereja sedunia untuk belajar lebih banyak tentang Alkitab, berdoa, dan mendengarkan suara Tuhan melalui halaman-halaman firman-Nya. Semoga Tuhan memberkati Anda saat kita berjaga-jaga untuk kedatangan-Nya yang tidak lama lagi. Maranatha!
18 Jumat Membedakan Benar dan Salah
*Statistik dari Wycliffe Global Alliance, Oktober. 2015, dikutip dalam Biblica, International Bible Society, www.biblica.com/ resources/bible-faqs/how-many-different-languages-has-the-bible-been-translated-into/.
20 Sabat Kedua Pentingnya Alkitab untuk Akhir Zaman 23 Bacaan untuk Anak-anak Menemukan Harta Karun di dalam Firman Tuhan
Foto Sampul: Kinga Cichewicz
2
11 - 2018 AdventistWorld.org
Ted N.C. Wilson Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia. Artikel dan komentar resmi lainnya tersedia di Twitter: @ PastorTedWilson, dan di Facebook: @PastorTed Wilson.
Sabat Pertama
Mengapa Alkitab? Membangun Iman di Atas Dasar Firman Tuhan yang Pasti OLEH: TED N.C. WILSON
P
ria itu telah meninggal dan dikubur selama lebih dari 40 tahun. Lalu, pada suatu hari kelabu, kedamaian pun terkoyak di sebuah pemakaman gereja di Lutterworth, Inggris, ketika sekelompok orang asing mendekati sebuah kubur dengan sekop di tangan mereka. Mengelilingi kubur itu, seorang imam memerintahkan para penggali untuk mengangkat sisa-sisa jasad John Wycliffe, seorang imam yang sangat dicintai dan sarjana Oxford terhormat yang telah meninggal pada tanggal 31 Desember 1384. Tulang-tulang Wycliffe yang diangkat itu lalu dibakar dan abunya ditaburkan di sungai Swift. . Apakah yang telah dilakukannya sehingga pantas menerima nasib seperti itu? Mengapakah Gereja Roma begitu berhasrat untuk menyingkirkan sisa-sisa jasadnya dari muka bumi? John Wycliffe telah berani berbicara tentang kebenaran dan menyajikan Firman Tuhan kepada orang banyak dalam bahasa asli mereka. Satu abad sebelum kelahiran Martin Luther, Wycliffe menyatakan: “Percaya sepenuhnya kepada Kristus; bergantung seutuhnya pada penderitaan-Nya; berhati-hatilah untuk tidak mencari pembenaran dengan cara apa pun selain oleh kebenaran-Nya.”1
Kekuatan Alkitab Wycliffe mengetahui kekuatan Alkitab dan bertekad untuk menyajikannya dalam bahasa yang umum, bukan hanya dalam bahasa Latin—bahasa kaum terpelajar. Meskipun menghadapi perlawanan sengit, dia meneruskan pekerjaan penting ini, dan menjelaskan bahwa: “Cara terbaik bagi orang Inggris untuk mempelajari hukum Kristus adalah dalam bahasa Inggris. Musa mendengar hukum Allah dalam bahasanya sendiri; demikian juga para rasul Kristus.”2 The Wycliffe Bible memiliki pengaruh besar karena memberikan akses langsung bagi orang banyak kepada Firman Tuhan. Dalam buku klasik Foxe Book of Martyrs, John Foxe menulis: “Meskipun mereka menggali jasad [Wycliffe], membakar tulang-tulangnya, dan menenggelamkan abunya, namun Firman Tuhan dan kebenaran ajarannya, bersama buah dan keberhasilannya, tidak bisa terbakar; yang sampai hari ini. . . masih ada.”3
The Tyndale Bible William Tyndale, seorang sarjana berbakat dari Oxford dan Cambridge yang fasih dalam 8 bahasa, barangkali merupakan martir dan penerjemah Alkitab yang paling terkenal. Hidup di Inggris pada abad keenam belas, Tyndale telah mengenal The Wycliffe Bible. Meskipun masih terlarang, salinan naskah Alkitab itu tersedia di pasar gelap, tetapi harganya mahal dan sulit dicari. Teknologi percetakan berkembang di pertengahan tahun 1500-an, sehingga Tyndale merasa saatnya tepat untuk sebuah terjemahan baru bahasa Inggris yang bisa diakses oleh lebih banyak orang. Tyndale menerjemahkan dari teks asli Yunani dan Ibrani, bukan dari bahasa Latin seperti Wycliffe. Photo: Ben White
AdventistWorld.org 11 - 2018
3
Karena suasana keagamaan di Inggris, Tyndale pergi ke Jerman, di mana Reformasi berjalan dengan baik dan Martin Luther telah menyelesaikan terjemahan Alkitab bahasa Jerman. Tyndale bekerja dengan cepat, dan pada tahun 1525 salinan terjemahan Perjanjian Barunya diselundupkan ke Inggris. Para pemimpin agama sangat marah karena mereka tidak bisa menghentikan penyebaran Firman Tuhan itu. Tyndale, yang masih tinggal di benua Eropa, bekerja menerjemahkan Perjanjian Lama. Dia telah menerjemahkan dan menerbitkan kira-kira setengah dari Perjanjian Lama sebelum dia dikhianati oleh rekan sebangsanya. William Tyndale dipenjara selama lebih dari 500 hari di sebuah puri dekat Brussels sebelum dipindahkan dari penjara bawah tanahnya pada bulan Oktober 1536, diikat di sebuah tiang di halaman istana, kemudian diikat dengan rantai tebal sebelum tubuhnya dibakar. John Hus, seorang imam Ceko, juga seorang penerjemah dan martir.4 Yang lainnya juga mengalami nasib yang sama. Apakah yang begitu berharga tentang Alkitab sehingga mereka, dan ribuan orang lainnya, bersedia untuk menderita dan mati? Apakah Firman Tuhan itu juga penting bagi kita saat ini? Alkitab sekarang tersedia di manamana. Itu telah menjadi buku terlaris sepanjang masa. Itu adalah buku yang paling banyak diterjemahkan di dunia. Kitab-kitab di dalamnya secara terpisah telah diterjemahkan ke dalam 2.932 bahasa yang berbeda. Perjanjian Baru sendiri tersaji dalam 1.333 bahasa. Sedangkan Alkitab lengkap telah diterjemahkan ke dalam 553 bahasa.5
Buku yang Paling Banyak Diserang Meskipun tersedia di mana-mana, Alkitab boleh jadi merupakan buku yang paling sedikit dibaca dan paling banyak diserang di zaman ini. Penganiayaan karena memiliki Alkitab masih terjadi di beberapa tempat, di banyak negara, serangan terhadap Alkitab datang secara lebih halus. Salah satu serangan yang paling 4
11 - 2018 AdventistWorld.org
Meskipun ketersediaannya meluas, Alkitab mungkin adalah salah satu buku yang paling sedikit dibaca dan paling terkepung di zaman ini.
merusak datang melalui metode penelitian Alkitab historis-kritis. Dalam metode ini, pembaca memutuskan apa yang penting dan apa yang tidak, apa yang dapat dipercaya, dan apa yang dapat dikesampingkan. Pembaca menempatkan diri mereka di atas Alkitab. Serangan halus lainnya adalah sindiran bahwa seseorang harus menjadi seorang sarjana atau teolog untuk memahami Alkitab; jika tidak, orang hanya dapat memperoleh "arti permukaan" saja dari teks Alkitab. Alasan ini mengingatkan kita pada Gereja Katolik Roma yang mengklaim bahwa hanya para sarjana gereja yang dapat menafsirkan Alkitab. Allah, di sisi lain, berjanji di dalam firman-Nya, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,—yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit—, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin” (Yak. 1:5, 6). Mengapakah Alkitab begitu penting?
Mari kita lihat empat dari sekian banyak alasannya secara ringkas:
Alkitab Menyatakan Tuhan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh. 1:1). Melalui Firman Tuhan kita belajar tentang Dia. Firman-Nya menunjukkan bagaimana Tuhan menangani masalah dosa, dan bagaimana Dia rindu untuk mendamaikan kita dengan diri-Nya. Ia mengungkapkan daya cipta-Nya, keagungan-Nya, belas kasihan-Nya, keadilan-Nya, dan rancangan-rancangan-Nya. “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi” (Amos 3:7). Kepercayaan dasar kita yang pertama menyatakan: “Alkitab, Perjanjian Lama dan Baru, adalah Firman Allah yang tertulis, yang diberikan melalui pewahyuan. Para penulis yang terilhami berbicara dan menulis dengan digerakkan oleh Roh Kudus. Di dalam Firman ini, Allah telah memberikan kepada umat manusia pengetahuan yang diperlukan untuk keselamatan. Alkitab adalah penyataan kehendak-Nya yang tertinggi, berwibawa, dan tidak dapat Foto: Ben White
salah. Itu adalah standar karakter, ujian pengalaman, pernyataan doktrin yang pasti, serta catatan yang dapat dipercaya tentang tindakan Allah dalam sejarah.”6
Firman Tuhan adalah Kebenaran “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup,” kata Yesus (Yohanes 14:6). Dalam doa-Nya kepada Bapa-Nya yang dicatat dalam Yohanes 17, Yesus berkata: “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (ayat 17). Ketika Yesus dihadapkan kepada para pemimpin agama yang marah karena Dia mengaku sebagai Anak Allah, Yesus merujuk otoritas-Nya ke Alkitab. “'Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku,' kata Yesus kepada mereka. '…firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu.... Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.'” (Yoh. 5:37—46). Alkitab, tegas Yesus, bersaksi tentang Dia. Kitab-kitab itu menyatakan tujuan dan rencana Allah, dan menjelaskan bagaimana dosa memasuki dunia. Mereka mengungkapkan tanggapan Allah terhadap dosa dan hubunganNya dengan manusia, serta memberi wawasan mengenai karakter dan sifat Allah.
Alkitab Memberi Petunjuk “Alkitab adalah sejarah yang paling lengkap dan paling instruktif yang dimiliki manusia,' tulis Ellen White. 'Alkitab berasal langsung dari mata air kebenaran abadi, dan tangan Ilahi telah menjaga kemurniannya sepanjang masa. Cahaya terangnya menyorot ke masa lalu nun jauh, yang berusaha ditembus oleh upaya penelitian manusia dengan sia-sia. Hanya dalam Firman Tuhan kita menemukan kisah penciptaan. Hanya di sana kita melihat kuasa yang meletakkan dasar bumi, dan yang
membentangkan langit. Hanya di dalamnya kita dapat menemukan sejarah ras kita, yang tidak tercemar oleh prasangka atau keangkuhan manusia.'”7 Alkitab, seperti Yesus, berada di atas budaya, prasangka, dan keangkuhan. Itu mengungkapkan kepada kita kebenaran tentang diri kita, tentang dunia, dan seterusnya. Itu mengajarkan kita bagaimana memiliki hubungan yang tulus dengan Tuhan dan sesama, dan memberi kita janji-janji penuh kuasa sehingga kita dapat menjalani kehidupan rohani yang sesuai dengan kehendak Tuhan. “Pekerjaan besar dapat dilakukan dengan menghadirkan kepada orangorang Alkitab seperti apa yang tertulis,' tulis Ellen White. 'Nasihati mereka untuk membaca Alkitab sebagaimana adanya, dengan memohon penerangan Ilahi, dan kemudian, ketika cahaya bersinar, dengan senang hati menerima setiap berkas sinar yang berharga, dan tanpa rasa takut mematuhi konsekuensinya.'”8
Ketika kita mengingat para martir yang setia—mereka yang rela mengorbankan diri demi Alkitab—marilah kita menghargai, mengajarkan, dan memberitakan Firman Allah yang hidup dan berkuasa sampai Yesus datang, dan dapat berkata bersama Daud: “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mzm. 119:11).
Saran untuk Didoakan: 1. Mohonlah supaya Tuhan memberi Anda, secara pribadi, penghargaan dan dedikasi yang lebih kepada Firman Tuhan. 2. Mohon kepada Tuhan untuk memberikan berkat pengetahuan kepada mereka yang “memecahkan roti hidup” bagi komunitas iman Anda.
Kitab Suci Penjaga Kita Ketika berada di bumi, pokok ajaran dan khotbah Kristus adalah Firman Allah. Kita diberitahukan: “Para hamba Kristus harus melakukan pekerjaan yang sama. Saat ini, seperti juga di masa lalu, kebenaran penting Firman Allah disisihkan untuk teori dan spekulasi manusia. Banyak pelayan Injil yang mengaku tidak menerima seluruh Alkitab sebagai Firman yang diilhami.... Mereka menempatkan penilaian mereka di atas Firman; dan Alkitab yang mereka ajarkan bersandar pada otoritas mereka sendiri. Kebenaran Ilahi hilang. Demikianlah benih-benih perselingkuhan ditaburkan; sehingga banyak orang menjadi bingung dan tidak tahu harus memercayai apa. “[Kristus] mengajarkan bahwa Firman Allah harus dipahami oleh semua orang. Dia menunjuk kepada Alkitab sebagai otoritas yang tidak perlu dipertanyakan lagi, dan kita harus melakukan hal yang sama. Alkitab harus disajikan sebagai Firman Allah yang maha sempurna, sebagai akhir dari semua pertentangan dan menjadi dasar dari semua iman.”9
3. Berdoalah bagi mereka, di seluruh dunia, yang mungkin tidak memiliki hak istimewa untuk membaca Alkitab karena kelangkaan atau penganiayaan.
“John Wycliffe, Pre-Reformation Reformer,” Christian History, Christianity Today, www.christianitytoday.com/history/people/ moversandshakers/john-wycliffe.html. 2 Ibid. 3 Ibid. 4 Emma Mason, “The murderous history of Bible translations,” BBC History Magazine, www.historyextra.com/article/feature/ murderous-history-bible-translations; “John Huss, Pre-Reformation Reformer,” Christian History, Christianity Today, www.christianitytoday.com/history/people/martyrs/john-huss.html. 5 Statistik dari Wycliffe Global Alliance, Oktober 2015, dikutip dalam Biblica, International Bible Society, www.biblica.com/ resources/bible-faqs/how-many-different-languages-has-thebible-been-translated-into/. 6 28 Fundamental Beliefs, 2015 edition, Seventh-day Adventist Church, szu.adventist.org/wp-content/uploads/2016/04/28_ Beliefs.pdf. 7 Ellen G. White, Christian Education, hlm. 37. 8 White, Christian Service, hlm. 144. 9 White, Christ’s Object Lessons, hlm. 38, 39. 1
Ted N.C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference.
AdventistWorld.org 11 - 2018
5
Minggu
Otoritas Tertinggi Nasihat Ilahi yang Cocok untuk Masa Kini Sama seperti Saat Itu Ditulis OLEH: ALEJANDRO MEDINA VILLARREAL
P
ada tahun 606 SM, Israel mengalami salah satu krisis terburuk dalam sejarahnya. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 586 SM, kerajaan Yehuda akan dihancurkan. Raja Yoyakim (memerintah tahun 609—598 SM) telah tunduk kepada kekuasaan Mesir, dengan membayar upeti tinggi (2 Raja-raja 23:35). Tahun berikutnya (605 SM), dalam peperangan Karkemis, Nebukadnezar II membunuh Firaun Nekho II dan tentara Mesir, mengubah peta politik di wilayah tersebut. Sekarang Yoyakim dipaksa untuk menukar kepatuhan dan kesetiaannya dari Mesir ke Babel (2 Raj. 24:1) Sedihnya, Yoyakim muda ternyata berubah menjadi seorang pemimpin yang buruk pada saat genting bagi umat Allah. Dia hanya mementingkan kekayaan yang menyebabkan korupsi, ketidakadilan, dan pelanggaran lainnya (Yer. 22).
Sebuah Pesan dari Surga Sekitar tahun 605 SM, Allah mengirimkan Raja Yoyakim sebuah pesan penting melalui Nabi Yeremia: “Ambillah kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yehuda dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini. Mungkin apabila kaum Yehuda mendengar tentang segala malapetaka yang Aku rancangkan hendak mendatangkannya kepada mereka, maka mereka masing-masing akan bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sehingga aku mengampuni kesalahan dan dosa mereka” (Yer. 36: 2, 3). Yeremia menurut dan mendiktekan kepada Barukh Firman Tuhan itu. Lalu Barukh membacakan gulungan kitab yang ditulisnya kepada orang banyak (ayat 9, 10). Ketika orang-orang mendengar pesannya, mereka terkejut dan berkata: “Kita harus segera memberitahukan segala perkataan ini kepada raja!” (ayat 16). Mereka melakukannya, setelah terlebih dahulu memberitahu Barukh dan Yeremia untuk pergi bersembunyi.
Seorang Raja dengan Sikap Postmodern Raja Yehuda menanggapi dengan berani. Yeremia berkata: “Waktu itu adalah bulan yang kesembilan dan raja sedang duduk di balai musim dingin, 6
11 - 2018 AdventistWorld.org
sementara di depannya api menyala di perapian. Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu” (ayat 22, 23). Yoyakim menunjukkan sebuah sikap Postmodern: Dia tidak tertarik dengan Firman Tuhan Dia berpikir isinya sama sekali tidak relevan. Dia percaya bahwa Firman Tuhan tidak memiliki kuasa Dia berpikir dia bisa hidup tanpa nasihat Ilahi. Dia bersikap sangat tidak peduli dan tidak ragu-ragu untuk menghancurkan Alkitab. Dia tidak mengerti bahwa dia sedang menolak kesempatan terakhirnya untuk menghindari krisis. Sepanjang sejarah, Iblis telah mencoba berbagai macam cara untuk menentang Alkitab dan kuasanya: 1. Pada zaman pramodern, kehancuran dan penyiksaan. 2. Pada zaman modern, serangan ideologis. 3. Pada zaman postmodern, sikap acuh tak acuh dan mencemooh.
Tantangan Zaman Ini terhadap Alkitab Saat ini pun kita sedang hidup di tengah-tengah krisis: Eksistensi, ekonomi, lingkungan. Dalam keluarga kita menghadapi krisis dalam hal makanan, kesehatan, dan keamanan. Di manakah kita bisa mencari jawaban dari segala masalah ini? Alkitab berkata: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui” (Yer. 33:3). Ya, Firman Tuhan memiliki solusi yang efektif bagi tantangan-tantangan hidup. Tetapi apakah yang dilakukan masyarakat postmodern? Mereka menunjukkan sikap acuh tak acuh
Sepanjang sejarah, Setan telah menghasut berbagai tindakan melawan Alkitab dan otoritasnya. terhadap Alkitab, dan menolaknya karena merasa Alkitab tidak mempunyai kuasa; bahkan berusaha untuk menghancurkan Alkitab. Apakah reaksi-reaksi seperti itu bermanfaat? Tidak, karena orang-orang masih memerlukan asupan rohani. Di dunia sekuler orang-orang mencari spiritualitas dari sumber yang salah, tetapi di gereja kita mengalami masalah lain: Buta huruf alkitabiah. Apakah akibat dari buta huruf alkitabiah? Kehadiran mistisisme alkitabiah dan legenda spiritual semakin banyak bermunculan; pencarian pengalaman ibadah yang spektakuler dan berlebihan; munculnya "superstarsuperstar" Kristiani, yang pernyataan dan pendapatnya diikuti oleh para pengagumnya; dan pembangunan gereja yang rentan terhadap segala jenis penipuan dan hal-hal absurd yang dikhotbahkan dalam nama Allah.
Melawan Penolakan Terhadap Alkitab Firman Tuhan tidak bisa dimusnahkan: “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yes. 40:8). Walaupun Raja Yoyakim menghancurkan gulungan tersebut, Allah memerintahkan Yeremia untuk menulis gulungan kitab baru bahkan dengan menambahkan beberapa poin lagi (Yer. 36:28—31). Tidak ada yang bisa menghentikan perkembangan Injil. Firman Tuhan tidak bergantung pada hati manusia yang berubah-ubah (Luk. 19:14).
Mesir merupakan harapan besar bagi Raja Yoyakim. Akibatnya, pada tahun 598 SM, didukung oleh Firaun, ia memberontak terang-terangan terhadap Nebukadnezar. Raja Yehuda meyakinkan rakyatnya bahwa bila mereka berperang melawan Babilon, Mesir akan membantu mereka. Sebaliknya, pemberontakan itu menyulut invasi baru oleh pasukan Kaldea yang kuat. Ternyata Mesir tidak pernah bermaksud untuk membantu Yehuda; mereka hanya mengulur waktu untuk memenuhi kepentingan mereka sendiri. Allah telah mengirim pesan untuk Raja Yoyakim berupa harapan untuk menyelamatkan rakyatnya, tetapi ia menolaknya karena ia malah memercayai harapan palsu. Sebagai pekabar Firman Tuhan, kita tidak boleh berasumsi bahwa pekabaran Injil akan disambut dengan baik. Kini banyak orang hanya ingin mendengar kata-kata yang membenarkan kejahatan mereka. Ellen White menulis: “Banyak orang yang tidak menghiraukan amaran-amaran yang diulangi-ulangi, agaknya lebih suka mendengarkan guru-guru palsu yang memuji-muji kesia-siaan mereka dan memaafkan perbuatan jahat mereka. Pada masa kesukaran orang-orang tersebut tidak akan ada tempat perlindungan, tidak ada pertolongan dari surga. Hamba-hamba pilihan Allah harus menghadapi dengan berani dan sabar akan pencobaan-pencobaan dan penderitaan yang menimpa mereka melalui ejekan, kelalaian dan salah penafsiran. Mereka harus terus melaksanakan dengan setia pekerjaan yang diberikan Allah untuk mereka lakukan, dengan selalu mengingat bahwa nabi-nabi dahulu kala dan Juruselamat umat manusia dan para rasulnya juga telah menderita sewenang-wenang dan penganiayaan demi Firman itu.”*
Kesimpulan tentang Otoritas Alkitab 1. Tuhanlah satu-satunya yang mengetahui masa depan. Dialah
Sumber segala informasi yang ada di Alkitab (Yes. 46:10; 2 Tim. 3:16). 2Kita jangan berharap orang lain akan dengan mudah menerima pesan Alkitab (Yoh. 15:18, 19). 3. Masyarakat postmodern cenderung menolak Firman Tuhan dengan sikap acuh tak acuh dan mencela, serta memilih untuk percaya kepada konsep dan falsafah yang salah (Why. 3:17). 4. Buta huruf Alkitab menyebabkan pengalaman rohani yang rancu berdasarkan kepentingan pribadi (Mat. 7:2—23). 5. Pesan Allah akan tetap ada terlepas dari penolakan (dan terkadang serangan) orang terhadap Alkitab (Mat. 24:35). 6. Alkitab memegang otoritas tertinggi. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan pesan di dalamnya (Mzm. 119:160).
Saran untuk Didoakan: 1. Berdoalah supaya Tuhan menolong kita untuk mengerti bagaimana menghormati dan mentaati firman-Nya. 2. Berdoalah supaya Tuhan menolong gereja-Nya untuk tetap setia kepada firmanNya seraya kita membagikan pesan akhir zaman dari-Nya. 3. Berdoalah untuk mereka yang berada di dalam lingkar keluarga dan pertemanan Anda yang belum memahami dan menerima otoritas Alkitab.
*Ellen G. White, Alfa dan Omega (Bandung.: Indonesia Publishing House., 1917), jld. 4, hlm. 57.
Alejandro Medina Villarreal adalah pendeta gereja lokal di Villahermosa, Meksiko. AdventistWorld.org 11 - 2018
7
Senin
Bagaimana Cara Membaca Alkitab “Bukankah hati kita berkobar-kobar, … ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”1
OLEH: FÉLIX H. CORTEZ
S
alah satu peristiwa dalam Alkitab yang sangat mengejutkan saya adalah ketika murid-murid Yesus menjadi sangat putus asa karena kematian Yesus di salib. Jika Anda memperhatikannya, hal ini benar-benar mengejutkan. Selama pelayanan-Nya, Yesus beberapa kali mengajarkan muridmurid-Nya dalam bahasa yang sederhana dan jelas bahwa Dia akan dibunuh, tetapi juga bahwa Dia akan bangkit dari kematian.2 Namun tetap saja peristiwa salib itu mengejutkan para murid, dan ketika Yesus bangkit mereka tidak percaya! Bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Ketika saya memikirkannya, kegagalan para murid membuat saya gelisah, karena saya menyadari bahwa hal yang sama juga bisa terjadi pada diri saya. Tetapi, saya mempunyai kabar baik bahwa hal itu tidak perlu terjadi. Dalam perjalanan ke Emaus, Yesus menjelaskan bahwa penting sekali bagi kita untuk membaca Alkitab.
Letakkan Imanmu pada Alkitab Yesus menjelaskan bahwa alasan murid-murid-Nya tidak bisa mengerti adalah, karena mereka tidak “percaya” (Lukas 24:25). Iman akan Firman Tuhan adalah langkah pertama menuju pengertian (Ibrani 11:3) Beberapa pembaca meletakkan kepercayaan mereka pada gereja atau pemimpin gereja. Mereka senang membiarkan para pendeta berpikir dan memberitahu mereka isi Alkitab. Beberapa melakukannya karena merasa nyaman dengan cara demikian, namun yang lainnya berpikir bahwa Alkitab memiliki arti “spiritual” atau “rahasia” sehingga hanya bisa dimengerti oleh beberapa orang saja. Ini adalah dasar dari alegori. Sebagai contoh, Bernard dari Clairvaux, seorang biarawan Prancis 8
11 - 2018 AdventistWorld.org
dari abad kedua belas, menulis sebuah penjelasan tentang “gigi” sang mempelai wanita dalam Kidung Agung 4:2. Dia berpendapat bahwa gigi-gigi itu mewakili para biarawan dari ordo yang lebih tinggi dan lebih rendah di sebuah biara. Khotbahnya mengagumkan, namun tidak ada hubungannya dengan maksud dari Kidung Agung 4:2. Hal yang sama juga sedang terjadi saat ini. Pendeta-pendeta menginterpretasikan Alkitab dengan cara yang berbeda dari makna asli sebuah ayat. Alegori memberi tahu kita lebih banyak tentang kemampuan para penafsir dan makna yang ingin mereka sampaikan daripada tentang arti dari bagian itu. Itu menempatkan kepercayaan kita pada manusia dan meninggikan mereka. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Allah memberikan firmanNya untuk semua orang, dan bahwa semua orang bisa memahaminya, bahkan anak-anak sekali pun (Mat. 11:25, 26; Yoh. 7:17; 2 Tim. 3:14—17). Pembaca yang lain menempatkan kepercayaan mereka pada akal manusia. Allah memberikan kita kemampuan untuk berpikir. Dia ingin kita menggunakannya dalam berhubungan dengan Dia (Yes. 1:18). Sayangnya, bagi beberapa pembaca, akal manusia malah meniadakan kekuatan Firman Allah. Ketika pernyataan Alkitab tidak sesuai dengan akal manusia, mereka menyingkirkannya dan menganggapnya sebagai kekeliruan yang terselip dalam Alkitab. Tetapi sebenarnya Allah jauh lebih besar dari kemampuan kita untuk memahami Dia. Kita harus percaya kepada-Nya (Mat. 22:29—32; 1 Kor. 1:18—25). Beberapa pembaca percaya pada diri mereka sendiri. Mereka mengambil ayat-ayat Alkitab namun mengabaikan konteks dan makna asli ayat tersebut, dan tanpa disadari sedang menjadikan diri mereka sebagai faktor penentu utama dalam menafsirkan Alkitab. Sebagai contoh, apakah yang
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memberikan firman-Nya kepada semua orang, dan bahwa semua orang dapat memahaminya, bahkan anakanak. dimaksud 1 Petrus 2:21 ketika mengatakan bahwa Yesus meninggalkan sebuah “teladan” sehingga kita bisa “mengikuti jejak-Nya”? Bila kita mengabaikan konteksnya, bacaan ini bisa berarti bahwa kita seharusnya mengenakan jenis pakaian persis seperti yang Yesus kenakan, tidak menikah sama seperti Dia, dan lain-lain sesuai keinginan si penafsir. Tetapi, konteks bacaan tersebut sangat jelas. Maksud Allah adalah, kita tidak boleh “berbuat dosa", “mencaci-maki," atau “mengancam” ketika orang bersalah kepada kita. Ketika kita mengabaikan konteks dari Alkitab, kita menjadikan diri sendiri sebagai faktor penentu utama dalam menafsirkan Alkitab. Yang lainnya telah kehilangan iman sama sekali. Dipusingkan oleh interpretasi yang berbeda-beda, ada yang yakin bahwa tidak ada yang tahu kebenarannya. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Allah telah memberikan kita Roh Kudus-Nya untuk menuntun kita “ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13). Allah ingin kita menaruh kepercayaan kita di dalam Dia, bukan pada gereja, para pemimpinnya, akal
manusia, bahkan diri kita sendiri, karena kita semua bisa salah.
Baca Keseluruhan Alkitab Alasan lain mengapa kematian Yesus di salib membuat para murid terkejut adalah karena mereka belum membaca “seluruh” Alkitab. Mereka hanya fokus pada bagianbagian Alkitab yang mereka sukai. Para murid menyukai sebutan Anak manusia, karena menghubungkan Yesus dengan sosok surgawi di dalam Daniel 7:13,14 yang akan menerima wilayah dan sebuah kerajaan yang tidak akan dapat dihancurkan. Tetapi Alkitab juga mengatakan bahwa Mesias akan mati karena dosa-dosa manusia (Yes. 53) dan disingkirkan (Dan. 9:26). Para murid tidak “mengerti” bacaan-bacaan ini, atau peringatan Yesus sendiri, karena hal-hal itu bertentangan dengan apa yang mereka percayai dan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Mereka tidak memiliki “telinga untuk mendengar." Sebaliknya, Yesus menjelaskan pada para murid, “... yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” (Luk 24:27). Kita harus melakukan hal yang sama. Membaca “seluruh Alkitab” berarti meminta Allah untuk memberikan kita “telinga untuk mendengar” seluruh Alkitab, bahkan bacaan-bacaan yang kita tidak percayai kebenarannya atau yang tidak kita sukai.
mengenali Dia (Luk. 24:31) Berlaku juga kebalikannya. Mereka yang tidak “mengasihi kebenaran” akan dimusnahkan pada akhir zaman (2 Tes. 2:9—12; 2 Tim. 4:3, 4). Pemahaman bukanlah suatu tempat tujuan, melainkan awal sebuah perjalanan. Hasil dari hidup mengikuti perintah Allah dengan segala konsekuensinya adalah kedekatan dengan-Nya, kepastian akan kebenaran firman-Nya dan kepastian janji-janji-Nya. Ketika para murid sudah mengalami hal ini, mereka tidak bisa tinggal diam. Sama seperti para murid di dalam perjalanan ke Emaus.
Saran untuk Didoakan: 1. Berdoalah agar Tuhan memberikan kita "telinga untuk mendengar" serta keinginan untuk melakukan apa yang kita pelajari dari Alkitab. 2. Berdoalah agar, sebagai komunitas orang percaya, kita bisa meletakkan iman kita pada Firman Tuhan. 3. Sebagai seorang Advent, kita memiliki misi khusus untuk membantu sesama mempelajari pekabaran tiga malaikat. Berdoalah supaya kita bisa melihat "keseluruhan Alkitab" dalam mempelajari dan memberitakan Firman Tuhan.
Lakukan Apa yang Dipelajari Langkah pamungkas yang diperlukan dalam memahami Alkitab adalah ketaatan. Yesus berkata bahwa mereka yang mau melakukan kehendak Tuhan akan mengetahui kebenaran (Yoh. 7:17). Hal ini juga terjadi pada murid-murid dalam perjalanan ke Emaus. Ketika mereka meminta Yesus untuk tinggal di rumah mereka, karena mereka telah menerima firman-Nya dan ingin mendengar lebih banyak lagi, “terbukalah mata mereka” dan mereka pun
Luk. 24:32, Pertama: Mrk. 8:31 dan ayat-ayat paralelnya. Kedua: Mrk. 9:31 dan ayat-ayat paralelnya. Yang ketiga adalah dalam perjalanan ke Yerusalem: Mrk. 10:32—34 dan ayat-ayat paralelnya. Lihat juga Yoh. 12:23, 27; 13:1; 16:4, 21, 32; 17:1.
1 2
Félix H. Cortez adalah associate profesor New Testament Literature dan Direktur program MA in Religion pada Seventh-day Adventist Theological Seminary di Andrews University, Berrien Spring, Amerika Serikat. AdventistWorld.org 11 - 2018
9
Selasa
Alkitab Membuat Perbedaan
seorang pria yang luar biasa! Bagaimanakah saya tahu apakah Tuhan menghendaki agar kami menikah?” “Suami saya memukuli saya dan anak-anak kami. Bagaimanakah saya bisa terbebas dari hal itu?” Bagaimanakah kita dapat mengambil keputusan yang “terbaik” di tengah informasi, kepercayaan, dan gagasan yang saling bertentangan? Dan keputusan “terbaik” menurut pandangan manusia tidak selalu menjadi keputusan terbaik dalam pandangan Allah.
Undangan untuk Terlibat
Bagaimanakah Kita Mengenal Allah, Jika Tidak Mengetahui Kisah tentang Dia dari Alkitab? OLEH: KAREN HOLFORD
S
uami saya sedang mencari sebuah rumah untuk keluarga kecil kami. Kami memiliki anak-anak yang masih kecil dan jarak ke kota cukup jauh. Oleh karena itu Bernie mencari sendirian. Ia mencoba mewakili saya dalam mencari rumah-rumah itu. Ia menelusuri tiap-tiap ruangan dengan teliti, sambil membayangkan kami tinggal di dalamnya. Apakah dapurnya cukup besar? Apakah halaman depan cukup aman untuk anak-anak kecil? Akankah semua berbahagia di sini? Setelah 14 tahun menikah dan tinggal di 7 rumah yang berbeda, Bernie sudah benar-benar mengerti apa yang saya sukai. Ia tahu apa yang saya cintai dari setiap rumah, apa yang tidak, dan apa yang harus kami ubah. Akhirnya Bernie menemukan rumah di mana kami akan hidup, saling mengasihi, tertawa, menangis, dan belajar selama 11 tahun berikutnya. Sangat mengasyikkan saat ia mengajak saya menelusuri sudut-sudut rumah baru kami. Saya dapat melihat betapa ia telah berhasil mewakili saya dalam memandang segala sesuatunya. Masih dibutuhkan beberapa ember cat dan alat untuk mengorek dinding. Tetapi rumah ini sempurna. Ia telah memilih dengan hati-hati berdasarkan apa yang telah ia pelajari selama hidup bersama saya, mendengarkan saya, dan mengenal saya dari dekat setiap hari dalam hidup kami.
Menghadapi Kompleksitas Memilih sebuah rumah baru relatif mudah. Tetapi hidup, penuh dengan keputusan-keputusan yang jauh lebih menantang. “Istri saya telah mendapat tawaran kerja dengan kontrak tiga tahun di luar negeri. Ia hanya bisa pulang ke rumah dua kali dalam setahun. Tetapi hasilnya bisa untuk membiayai pendidikan anak-anak. Bukankah ini sebuah gagasan yang bagus?” “Haruskah kami menjadi misionaris perintis?” “Saya sedang jatuh hati kepada 10
11 - 2018 AdventistWorld.org
Alkitab tidak memberikan petunjuk yang jelas dan rinci untuk menghadapi setiap tantangan dalam hidup kita. Suatu hal yang tidak mungkin untuk menuliskan petunjuk bagi setiap situasi, dari permulaan zaman hingga masa kini. Orang, budaya, dan masalahmasalah berubah seiring perubahan dunia. Alkitab jauh lebih kaya dan bermanfaat ketimbang sebuah “petunjuk praktis menjalani hidup.” Itu adalah undangan dari Tuhan untuk mencari Dia dan menemukan Dia dalam setiap kisah dan situasi. Alkitab penuh dengan gambaran terperinci tentang karakter-Nya yang penuh kasih. Potretpotret ini seperti bingkai-bingkai yang terpisah dalam sebuah pemindaian otak. Setelah kita menaruh gambargambar itu bersama, barulah kita dapat membentuk sebuah model virtual dari otak dan mulai memahami organ tersebut secara utuh. Alkitab membantu kita menemukan banyak dimensi karakter Allah yang penuh kasih dan mengerti betapa Dia hendak menjadi pusat dalam kehidupan kita, dan bagaimana kita dapat mengasihi Dia dan sesama. Kami meminta anak-anak kami untuk membuat daftar kata sifat yang menggambarkan karakter Allah. “Mahakuasa!” “Menerima!” “Berani!” “Murah hati!” “Kreatif!” “Penyayang!” Kami menulis hampir 200 kata secepat mulut kami bisa meneriakkannya. Udara menjadi penuh dengan sukacita. Kami tahu bahwa Tuhan itu sungguh luar biasa. Sejauh kata-kata manusia
Alkitab membantu kita menemukan banyak dimensi karakter Allah yang penuh kasih dan memahami betapa Dia ingin berada di dalam kehidupan kita, dan bagaimana mengasihi Dia dan satu sama lain. dapat menggapai gambaran tentang kehebatan, kemuliaan, dan kasih-Nya, kami tiba-tiba memiliki gambaran yang lebih kaya tentang Allah kita yang menakjubkan.
Bertatapan “Keseluruhan Alkitab adalah penyataan kemuliaan Allah di dalam Kristus,” tulis Ellen White. “Jika diterima, dipercayai dan dituruti, itu adalah alat yang ampuh dalam perubahan tabiat. Itu adalah rangsangan besar, kekuatan yang mendorong, yang membangunkan kekuatan jasmani, pikirani dan rohani, dan yang mengarahkan hidup ini ke jalan yang benar.”* Dengan membaca Alkitab, dan berfokus pada karakter Allah yang tercermin dengan sempurna melalui hidup Yesus, kita dapat bertatapan dengan Sumber segala kasih di semesta ini, dan kita diubahkan menjadi serupa dengan-Nya. Semakin erat hubungan kita dengan Dia, makin dekat kita dapat mendengarkan tuntunan-Nya dalam hidup ini.
Melalui Mata Tuhan yang Penuh Kasih Semakin kita akrab dengan Tuhan, makin dalam kita mengalami betapa
Dia mengasihi kita dan semua orang. Saat kita memandang kehidupan kita yang berantakan dari mata Tuhan yang penuh kasih dan penyabar, kita semakin bisa mengambil keputusankeputusan yang bijak. Ketika menghadapi situasi yang rumit, dan kita tidak tahu harus melakukan apa, kita dapat mencoba mendaftar nama-nama orang yang terlibat. Lalu bayangkan kita melihat setiap orang itu, termasuk diri sendiri, melalui mata Tuhan, dan bertanya: Apakah kebutuhan rohani, emosi, hubungan, dan jasmani orang ini? Apakah cara terbaik untuk menunjukkan kasih Allah kepada orang ini? Aspek-aspek manakah dari karakter Allah yang disampaikan-Nya melalui saya dalam situasi ini? Bagaimanakah tanggapan saya dapat menginspirasi orang lain untuk lebih dekat kepada Tuhan? Kita dapat merenung dalam doa agar memperoleh petunjuk dalam situasi yang kompleks tersebut. Ingat, bahkan jika keputusan kita tidak tepat, Tuhan tetap mengasihi kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita. Dia akan terus menjalankan rancangan kasih-Nya melalui pilihan-pilihan kita yang tidak sempurna, sama seperti yang dilakukan-Nya terhadap Abraham, Sarah, dan Hagar; Yusuf dan saudara-saudaranya; Daud dan Batsyeba.
Yang Terbesar adalah Kasih Dari semua karakteristik Tuhan yang luar biasa, kasih adalah yang terbesar. “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.... Saudarasaudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.”(1 Yohanes 4:7—11). Alasan terpenting untuk menjadi lebih dekat dengan Allah adalah bahwa dengan demikian kita dapat mengalami kasih-Nya yang baik, sabar, mengampuni, menghibur, menerima, murah
hati, dan jatuh cinta kepada-Nya. Begitu kita mengalami sendiri kasih yang luar biasa ini, kita akan lebih siap membagikan kasih-Nya itu kepada dunia, dan menolong orang lain untuk jatuh cinta juga kepada-Nya. Saat hidup tak tertahankan dan hati kita hancur, penghiburan terbesar datang pengalaman kita akan karakter Allah yang penuh kasih. Kita akan mendapati-Nya sangat peduli terhadap derita dan kesusahan kita (Mzm. 34:18); Dia memperhatikan setiap tetes air mata (Mzm. 56:8); dan memahami kelemahan kita (Mzm. 103:13— 18). Allah merindukan saat kita hidup bersama-Nya di surga di mana Dia akan menghapus semua air mata kita (Why. 21:1—4).
Saran untuk Didoakan: 1. Berdoa kepada Tuhan agar Anda dapat melihat betapa Dia dengan penuh kasih memandu Anda untuk menjawab dalam firman-Nya pertanyaan-pertanyaan nyata dalam hidup Anda. 2. Mintalah agar Tuhan menolong Anda menjadi makin serupa dengan-Nya saat Anda berfokus pada kasihNya di dalam Firman. 3. Sewaktu Anda mempelajari firman-Nya, berdoalah agar Tuhan menyatakan kasih-Nya kepada Anda, dan menyalurkan kasih-Nya melalui Anda ke dalam kehidupan orang lain.
* Ellen G. White, Pikiran , Karater dan Kepribadian (Bandung: Indonesia Publishing House), jld. 1, hlm. 118—119).
Karen Holford adalah ahli dalam terapi pemulihan, terapi keluarga, dan psikoterapi sistemik; Melayani sebagai Direktur Pelayanan Rumah Tangga untuk Divisi Trans-Eropa. AdventistWorld.org 11 - 2018
11
Rabu
Lihat! Anak Domba Allah Kristus Dinyatakan dalam Perjanjian Lama dan Baru O L E H : DAV I D T H O M A S
B
agaimanakah Alkitab menyatakan Yesus kepada kita? Ternyata jawaban dari pertanyaan ini cukup luas dan menarik. Itu juga mendorong dan berpotensi untuk mengubah hidup seseorang. Tempat yang paling jelas di mana kita bisa menemukan Yesus dalam Alkitab adalah dalam kitab-kitab Injil—di dalam cerita-cerita tentang Dia. Siapa pun yang telah membaca Alkitab tahu bahwa ada banyak cerita tentang apa yang Yesus katakan dan lakukan. Kita melihat apa yang Yesus lakukan, dan dengan mengamatinya, kita mempelajari Dia. Kita juga bisa belajar dari apa yang Dia katakan. Dengan mengamati kedua hal ini, kita bisa belajar bagaimana kita seharusnya bertindak. Mari lihat bagaimana Alkitab mengajarkan kita tentang Yesus:
Kisah-Nya Pertama, kita bisa membaca kisah tentang Yesus. Kisah tentang Yesus dan perempuan yang kedapatan berbuat zina, misalnya, mungkin adalah salah satu kisah yang paling terkenal tentang Yesus. Kisah ini tercatat dalam Yohanes 8. Bila kita membacanya dengan saksama, kita bisa melihat jelas bahwa seluruh skenario dibuat untuk menjebak Yesus. Adegan yang tergambar sungguh tidak mengenakkan: Wajahwajah keras para penuduh yang sangat ketakutan serta rasa malu perempuan itu, rasa ingin tahu penonton, dan Yesus di tengahtengah semuanya. Hal yang paling jelas dalam kisah ini adalah tanggapan Yesus terhadap perempuan itu pada akhir cerita. Dia tidak menghukumnya, memarahinya, menunjukkan dosa-dosanya, atau mengolok-olok kejatuhannya. Dia tidak mengusirnya karena tidak pantas lagi hidup dalam masyarakat. Sebaliknya, Yesus berlaku baik kepadanya. Dia bertindak dengan bijak. Dia memikirkan tindakan terbaik untuk mengembalikan perempuan itu kepada kemuliaan yang Tuhan
berikan untuk manusia sejak mulanya. Tanggapan Ellen White dalam The Desire of Ages terhadap kebaikan Yesus sangat menyentuh hati: “Hatinya hancur, dan ia tersungkur di kaki Yesus, sambil tersedu-sedu karena kasihnya yang penuh rasa terima kasih dan dengan air mata sedih mengakui dosa-dosanya. Inilah permulaan hidup baru baginya, suatu hidup kesucian dan damai, diabdikan pada pekerjaan Allah.”1 Dari kisah ini, kita tidak hanya belajar bagaimana Yesus menyikapi sebuah kesalahan, tetapi juga bagaimana Dia mengubahnya menjadi sebuah penebusan dosa. Kita belajar bahwa kebaikan seringkali membuka jalan bagi perubahan. Kita juga belajar tentang kuasa Yesus untuk mengubah hidup; bahwa Dia selalu mencari kesempatan dan cara untuk berbuat demikian.
Firman-Nya Kedua, kita bisa melihat lebih dekat pada perkataan Yesus yang tercatat dalam kitab-kitab Injil. Di sini kita menemukan perkataan singkat namun penuh makna ketimbang sebuah ceramah umum. Salah satu contohnya adalah: “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Luk. 6:45). Inilah kebenaran dasar tentang hidup: Apa yang kita letakkan ke dalam diri kita yang paling dalam— hati—akhirnya akan dinyatakan di depan umum. Bila kita mengajarkan diri sendiri kebaikan dan kebenaran, itulah yang akan keluar dari diri kita. Bila kita menyerahkan diri kita kepada kejahatan dan perbuatan yang salah, itulah yang akan dihasilkan hidup kita. Tidak perlu dikatakan lagi bahwa mereka yang ingin berada di dalam kerajaan Allah harus sangat berhatihati tentang hal yang mereka perhatikan dan gumuli, karena hal itu pada akhirnya akan mengubah mereka.
Identitas-Nya Ketiga, kita bisa belajar tentang Yesus dengan merenungkan apa yang Dia katakan tentang diri-Nya. Pernyataan-pernyataan ini sangat penting, karena dari sana kita bisa belajar tentang persepsi diri Yesus. Ada cukup banyak pernyataan pribadi seperti itu, terutama di Injil Yohanes. Dalam Yohanes 5:17,18, Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karena itulah orang-orang Yahudi semakin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena apa yang dilakukan-Nya pada hari Sabat, tetapi juga karena Ia menyebut Allah sebagai Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah (ayat 18). Ini adalah pernyataan yang sangat jelas yang Yesus katakan tentang diri-Nya. Dengan membacanya, kita bisa belajar langsung dari Yesus mengenai siapa Dia. Yesus memberitahu kita bahwa Dia bukanlah manusia biasa seperti kita. Sebaliknya, Dia memiliki hubungan langsung dengan kekekalan, dengan Allah, yang Dia sebut Bapa-Nya. Bahwasanya Yesus benar-benar menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan sangat jelas terlihat dari reaksi orang-orang yang mendengar-Nya. Mereka sungguh mengerti tentang apa yang Dia katakan, dan menganggap gambaran diri-Nya itu sangat menghina Tuhan, sangat tidak sopan, sampai-sampai mereka ingin membunuh-Nya. Pernyataan Diri yang dibuat oleh Yesus ini menjadi sebuah tempat di mana kita bisa menemukan dasar keyakinan Kristen tentang keilahian Yesus, sebuah kebenaran inti akan kemampuan-Nya untuk membawa kita pada keselamatan.
Khotbah-khotbah-Nya Keempat, kita bisa belajar banyak tentang Yesus dari pengajarannya yang lebih luas yang tercatat dalam Alkitab. Beberapa dari pengajaran
Apa yang kita masukkan ke dalam diri kita yang terdalam—hati— akhirnya dinyatakan di depan umum. ini disampaikan melalui perumpamaan, banyak di antaranya yang terkenal sampai saat ini. Salah satu pengajaran yang tidak terlalu terkenal namun mengandung pelajaran yang luar biasa bisa kita temukan dalam Lukas 18:1—8. Kisah ini tentang seorang janda, salah satu anggota terlemah dalam masyarakat, dan seorang hakim yang tidak adil. Hakim ini menolak untuk melakukan apa yang benar terhadap janda miskin tersebut yang, didorong oleh keinginan yang besar untuk mendapatkan keadilan, terus mendatangi hakim tersebut, mengajukan petisi kepadanya untuk memenangkan kasusnya, sampai hakim itu, karena ingin melepaskan diri darinya, memutuskan sesuai dengan apa yang diharapkan janda tersebut. Ini merupakan sebuah perumpamaan yang menarik, bukan hanya karena ketegangan yang dihasilkan oleh ketidakadilan dalam kedudukan sosial dan kekuasaan dalam kisah tersebut, tetapi karena pelajaran yang muncul dari ketidaksamaan itu. Pesannya adalah agar kita seharusnya menjadi, bukan seperti hakim itu, melainkan seperti janda tersebut. Dan pelajarannya? Telah ditulis dengan cukup jelas di awal perumpamaan: “untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (ayat 1). Dari perumpamaan ini, kita belajar bahwa kegigihan dan ketekunan adalah karakter atau kualitas yang dihargai oleh Yesus. Kita diyakinkan bahwa dengan ketekunan, kita akan terbantu dalam menjalani kehidupan yang keras dan jatuh bangun di AdventistWorld.org 11 - 2018
13
Begitu sering bahkan sedikit masalah membuat kita meragukan dan merengek, bertanya-tanya apakah Tuhan peduli kepada kita. planet bumi ini. Acapkali masalah kecil saja membuat kita ragu dan merengek, bertanya-tanya apakah Tuhan masih peduli dengan kita. Di sinilah kita melihat bahwa doa dan ketekunan menjadi kombinasi yang tepat untuk membantu kita dalam bertahan. Melalui perumpamaan ini dan yang lainnya, kita belajar tentang Yesus. Tentu saja kita dapat terus membahas perumpamaan lain yang juga bermanfaat, tetapi kita harus tetap mencari jawaban atas pertanyaan awal kita, ”Bagaimanakah Alkitab menyatakan Yesus pada kita?”
Kesaksian Orang Lain Kelima, kita juga bisa belajar tentang Yesus dengan melihat tulisantulisan yang dibuat oleh orang-orang yang pernah bersama Yesus yang, karenanya, memiliki berbagai pendapat tentang Dia. Bagian ini sangat penting karena datang dari mereka yang pernah ada dan melihat Yesus di kehidupan yang sebenarnya. Salah satu penjelasan yang paling mendalam dan menarik dalam hal ini dinyatakan oleh sang murid terkasih, Yohanes, dalam Yohanes 1:1—3. Bagi banyak orang, rangkaian kata-kata ini menantang karena bahasanya cenderung terdengar lucu. Tetapi ayat ini mengungkapkan sebuah kebenaran agung: “Pada 14
11 - 2018 AdventistWorld.org
mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah” (ayat 1). Yohanes, yang telah bersama Yesus, melihat-Nya bekerja, mendengarkan ajaran-Nya, mengamati semuanya di dalam terang Alkitab, sampai pada kesimpulan yang luar biasa bahwa Yesus adalah Allah, sesuatu yang bertentangan dengan apa yang kita anggap normal. Bukti-bukti yang ada sangat kuat sehingga Yohanes tidak dapat lari dari kesimpulan ini. Dari kisah ini kita belajar banyak tentang Yesus. Dia bukan manusia biasa. Dia, seperti perkataan-Nya sendiri, adalah Anak Allah. Itu jelas dipahami oleh mereka yang berhubungan dengan-Nya. Cara yang dibahas sejauh ini untuk memahami bagaimana Yesus dinyatakan di dalam Alkitab cukup sederhana dan tidak sulit untuk diikuti. Kita dapat belajar tentang Yesus secara jelas dan gamblang.
Nubuatan-Nya Akhirnya, kita dapat beranjak ke bagian lain dalam Alkitab di mana kita dapat belajar tentang Yesus dengan cara sedikit lebih rumit, tetapi dapat memberi kita banyak wawasan tambahan. Kita mulai dari pembahasan tentang konsep seorang Pembebas, atau Mesias. Orang Kristen mengakui bahwa di dalam Diri Yesus kita mendapati pemenuhan janji yang banyak dan beragam—khususnya di Perjanjian Lama—tentang Mesias yang akan datang. Ketika kita menghubungkan Yesus dengan janji-janji ini, kita memiliki banyak sekali informasi yang benar-benar menarik: Informasi yang membawa kita kembali ke Kitab Kejadian yaitu janji pertama diberikan kepada Adam dan Hawa setelah mereka berdosa, sebuah janji yang dibuat untuk mereka melalui kutukan yang ditujukan kepada si ular: “Aku akan
mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya”(Kej. 3:15). Ini adalah sebuah bentuk yang paling awal, isyarat perdana dari banyak janji tentang penebusan, melalui Yesus, dari kutukan yang ditimbulkan oleh dosa. Dalam berbagai cara, Alkitab mengajar kita tentang Yesus. Alkitab adalah kitab agung dengan banyak buah pikiran, namun dalam satu tema utama. Allah telah bertindak secara nyata di dalam sejarah melalui pribadi Yesus Kristus, yang melalui-Nya kita memperoleh penebusan. Marilah kita berada di antara mereka yang dengan tekun percaya!
Saran untuk Didoakan: 1. Berdoalah agar dikaruniai ketekunan dalam membaca tentang Yesus dalam firmanNya, sehingga kita bisa mengenal Penyelamat kita. 2. Berdoalah agar dikaruniai hasrat untuk mempelajari Alkitab dengan niat memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang Yesus 3. Berdoalah agar dikaruniai kasih Yesus yang akan mendorong kita berbagi kepada orang lain tentang Dia.
1 Ellen G. White, Alfa dan Omega (Bandung.: Indonesia Publishing House, 2015), hlm. 74.
David Thomas, D.Min, adalah Dekan Sekolah Teologi di Walla Walla University, College Place, Washington, Amerika Serikat.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. YOHANES 1:1
Foto: Madhu Shesharam
Kamis
Mengobarkan Harapan di Dunia Tanpa Harapan Penderitaan Dunia Ini Tidak Ada Apa-apanya Dibandingkan Kemuliaan yang akan Datang. OLEH: KELDIE PAROSCHI
K
etika mengetahui bahwa ajalnya telah dekat, naiklah Musa ke atas Gunung Nebo, memandang ke Tanah Perjanjian. Ia melihat tanah subur dan kebun-kebun anggur, persis seperti yang dijanjikan Tuhan. Musa telah menyaksikan penderitaan bangsa Israel di Mesir, termasuk perlakuan kasar terhadap mereka, dan ia telah mendengar panggilan Allah untuk memimpin pembebasan Israel dari perbudakan. Ia telah melepaskan kehidupannya yang mewah dan menjanjikan di Mesir, dan memilih untuk “menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa” (Ibr. 11:25). Ia melayani sebagai seorang “gembala rendahan,” yang dengan sabar menghadapi keluhan bangsa Israel selama bertahun-tahun. Kini, ia menghadapi kematiannya sendirian, menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa memasuki Tanah Perjanjian dan menikmati pemenuhan janji Allah kepada Israel. Sepertinya, kehidupan yang telah ia korbankan dan kesulitan yang dialaminya selama ini sia-sia belaka. Ia mengalami kesedihan yang amat mendalam.1 Apa yang dirasakan Musa pada saat itu mencerminkan kesalahan mendasar dunia ini. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, orang-orang tetap tidak akan puas. Kita tetap tanpa daya memperhatikan penderitaan orang-orang yang kita kasihi. Bahkan pada akhirnya, kita berhadapan dengan musuh yang tidak bisa kita lawan, yaitu kematian. Untungnya, Alkitab memberikan kita seberkas cahaya di dalam situasi dunia seperti ini dan menyediakan harapan akan kemenangan. Upah Dosa Alkitab diawali dengan keindahan buah tangan Tuhan. Semuanya dirancang dengan baik dan harmonis oleh Allah. Di Firdaus, penderitaan dan kematian tidak pernah terdengar. Tetapi kebebasan manusia
16
11 - 2018 AdventistWorld.org
bergantung pada kesetiaannya pada Tuhan: Dengan memilih untuk tidak taat kepada Allah, penderitaan dan kematian menjadi nasib umat manusia (Kej. 2:16, 17; Ams. 16:25; Yak. 1:15). Adam dan Hawa diusir dari taman Eden, dan bersama mereka, semua ciptaan menjadi ternoda oleh dosa dan kehancuran (Kej. 3:16—24; Rm. 8:20—22). Sejak saat itu kita, sebagai keturunannya, pun merasakan akibatnya (Rm. 5:18). Alkitab menegaskan bahwa kematian bukanlah bagian kehidupan yang wajar atau seharusnya terjadi. Sebenarnya, kematian merupakan kebalikan dari proses alamiah. Itu tidak mempunyai tempat di dunia sempurna milik Allah. Tuhan menciptakan dan menghembuskan napas kehidupan (Kej. 2:7; Ayb. 33:4; Yeh. 37:5), sebaliknya kematian menghancurkan kehidupan. Penyakit, peperangan, dan kelaparan adalah akibat yang menyakitkan dari dosa, yang pada akhirnya menuntun pada kematian. Dosa Adam telah memberikan kesempatan kepada Iblis untuk merebut tempatnya sebagai penguasa dunia ini (Ayb. 1:6; Mat. 4:8, 9; 2 Kor. 4:4). Karena “upah dosa adalah maut” (Rm. 6:23), Iblis menganggap telah menjadi haknya untuk mengakui “semua yang berada di dalam kubur... sebagai tawanannya.”2 Ia telah berhasil menggoda Musa untuk berdosa terhadap Tuhan, sehingga tidak bisa masuk ke Tanah Perjanjian (Bil. 20:8—12). Namun ketika Iblis datang dan ingin ‘mengambil’ mayat Musa, Kristus menghadangnya (Yud. 1:9). Karunia Tuhan Iman Musa akan janji Allah menguatkannya dalam perjalanan di padang gurun. Ia telah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah yang tidak terhitung jumlahnya; ia tahu bahwa Allah
Sejak masuknya dosa, Allah telah berjanji berulang kali bahwa Dia akan melepaskan kita dari belenggu dosa dan kematian. akan menepati janji-Nya. Sejak awal masuknya dosa, Allah telah berulangkali berjanji bahwa Dia akan membebaskan kita dari belenggu dosa dan maut, juga telah memberikan bukti bahwa Ia mempunyai kuasa untuk memenuhi janji-Nya tersebut (Ul. 7:9; Ibr. 10:23). Ishak dilahirkan dari Abraham dan Sarah yang sudah lanjut usia (Kej. 12:2; 21:2, 3). Bangsa Israel dibebaskan dari Mesir secara ajaib, dengan berjalan melewati Laut Merah di atas tanah kering (Kel. 2:23—25; 14:29). Allah memelihara bangsa itu selama 40 tahun di padang gurun, memberi mereka manna setiap hari (Ul. 8:1—10). Berkali-kali Allah menyelamatkan Israel dalam peperangan: Melalui Yosua, Debora, Gideon, dan yang lainnya. Bukti paling besar yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar memenuhi janji-Nya adalah Yesus. Banyak bacaan dari Perjanjian Lama, termasuk janji keselamatan yang pertama setelah Adam dan Hawa berdosa, mengarah kepada Sang Mesias (Kej. 3:15; Bil. 24:17; Ul. 18:15; Yes. 53). Pelayanan Yesus membuktikan kuasa Allah atas dosa dan maut. Mukjizat-Nya menyembuhkan dan memulihkan orangorang yang terkena penyakit dan penderitaan. Pengusiran roh-roh jahat menunjukkan kuasa-Nya atas kekuatan Iblis. Di atas saliblah makna dosa dan
kematian menjadi jelas. Yesus, Anak Allah yang tidak berdosa, menanggung dosa seluruh dunia. Dia mati sendirian, hancur oleh beratnya perpisahan total dengan Bapa. Tetapi Yesus bangkit pada hari ketiga, menunjukkan kekuasaan-Nya atas maut, mengenakan hidup abadi yang Allah anugerahkan bagi umat-Nya. Kebangkitan Yesus merupakan dasar dari iman kita. Bila Dia tidak bangkit dari kematian, tidak akan ada harapan untuk masa depan yang lebih baik (Yoh. 11:25, 26; 1 Kor. 15:13—26). Tetapi karena Ia telah mengalahkan kematian, kita bisa yakin bahwa Kristus akan kembali seperti yang dijanjikan, untuk mengembalikan kemuliaan asli dunia ini. Pada hari itu, “maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Why. 21:4; 1 Kor. 15:51—53).2 Musa percaya pada janji ini. Ia tahu bahwa penderitaan di dunia ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan masa depan yang telah Allah persiapkan untuk kita. Karena itulah, ia tetap setia sampai titik terakhir. Walaupun ia tidak diperbolehkan masuk ke tanah Kanaan, Tuhan mengakui dia sebagai anak-Nya, dan mengaruniakannya kehidupan kekal (Ibr. 11:26; Rm. 8:18). Berharap Di dunia ini, dosa, penderitaan, dan kematian merupakan hal yang biasa. Tetapi kita tetap bisa percaya bahwa Allah akan menepati janji-Nya untuk memperbarui dunia, menghapuskan penderitaan dan kematian selamalamanya. Kita tidak punya alasan lagi untuk berputus asa, namun kita juga tidak bisa hanya duduk-duduk menantikan kedatangan Tuhan. Walaupun kita harus hidup dengan mata menatap ke masa depan, kita juga mempunyai tanggung jawab di masa kini.
Hal itu termasuk peduli terhadap penderitaan sesama di sekitar kita, menjadi tempat bersandar bagi yang patah hati dan memberi kepada mereka yang membutuhkan. Termasuk juga setia menaati perintah Tuhan, percaya bahwa “takut akan Allah mendatangkan hidup” (Ams. 19:23; 12:28). Akhirnya, hal itu berarti menyebarkan kabar baik keselamatan dan pengharapan kita kepada semua orang yang ada dalam jangkauan kita. Tanpa kabar baik ini, upaya terbaik manusia hanya akan memimpin mereka ke dalam kubur. Tetapi kita bisa dengan semangat memberitakan kemenangan Kristus atas kematian! Melalui iman kepadaNya, hari ini kita bisa menjalani hidup dengan percaya diri, mengetahui bahwa Tanah Perjanjian sedang menunggu kita.
Saran untuk Didoakan: 1. Berdoalah agar harapan yang kita miliki kepada Yesus senantiasa menyalanyala di dalam hati kita. 2. Mintalah kepada Tuhan agar kita mampu membagikan harapan kita kepada orang lain setiap hari. 3. Berdoalah untuk para misionaris di seluruh dunia dan gereja kita seraya menyebarkan harapan ini dalam kehidupan setiap hari. 1 Lihat Ellen G. White, Patriarchs and Prophets (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1890), pasal 43. 2 Ibid., hlm. 478.
Keldie Paroschi, berasal dari São Paulo, Brazil, menyelesaikan tingkat sarjana dalam bidang teologi di Adventist University Centre of São Paulo. Ia sedang berusaha meraih gelar M.A. in Religion di Andrews University, Amerika Serikat.
AdventistWorld.org 11 - 2018
17
Jumat
Membedakan Benar dan Salah Pelajar Alkitab Tahu Bagaimana Membuat Keputusan yang Tepat O L E H : VA N D E R L E I D O R N E L E S D A S I LVA
K
etika remaja, saya membaca sebuah coretan di dinding yang membuat saya bingung: “Kebebasan terlalu sedikit. Masih tidak tahu apa yang kuinginkan.” Tampaknya dunia kita telah mencapai ekstrem dalam hal relati visme. Orang mendambakan akhir dari semua otoritas dan tradisi. Banyak yang ingin dengan bebas mengubah anatomi fisik mereka sendiri. Pluralisme melahirkan beragam cara membaca Alkitab. Teologi postmodern berusaha untuk membongkar struktur sosial yang menindas, yang seharusnya dipertahankan oleh Alkitab, dan mempromosikan emansipasi yang luas. Pendapat manusia menggantikan pengetahuan akan kebenaran Ilahi. Bagaimanakah mungkin mengetahui apa yang baik dan benar di zaman relativistic ini?
Pengetahuan tentang Tuhan Hosea bernubuat kepada suku-suku Israel utara sesaat sebelum kejatuhan kerajaan ini pada tahun 722 SM. Israel telah melanggar perjanjian dengan Tuhan dan penyembahan berhala telah menceburkan bangsa ini ke dalam krisis yang mendalam. Penyembahan anak lembu emas (Hos. 8:5, 6; 10:5), yang dibuat oleh Yerobeam I (1 Raj. 12), menimbulkan pelanggaran susila seperti yang terjadi di Sinai (Kel. 32:6, 7). Dalam krisis ini, Tuhan memperingatkan bahwa Samaria “harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang” (Hos. 13:16). Kejatuhan Israel disebabkan kurangnya tiga kebajikan utama: “tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, serta tidak ada pengenalan akan Allah” (Hos. 4:1), tidak adanya "pengetahuan" karena pengabaian perintah Allah (Mzm. 119: 66) dan tidak adanya “takut akan Tuhan” (Ams. 1:7, 2:5). Di dalam rahmat-Nya, Tuhan menjanjikan pemulihan. Pengasingan
18
11 - 2018 AdventistWorld.org
seperti sebuah “padang gurun,” di mana Tuhan berbicara ke dalam hati anak-anak-Nya (Hos. 2:14). Kemudian Dia akan mematahkan kekuatan musuh sehingga umatNya dapat kembali “berbaring dengan tenteram” (ayat 18). Sang Mesias akan memulihkan Israel karena Dia akan dipenuhi dengan “pengertian” dari Roh Kudus (Yes. 11:2). Karena kehadiran Kristus, bumi dipenuhi oleh pengetahuan akan Allah (Yes. 33:6; Hab. 2:14). Anak-anak Israel akan mempelajari dan merenungkan hukum Allah, saksi perjanjian dengan Tuhan, untuk memiliki pengetahuan itu. Musa menasihati: “Apa [hukum] yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,” dan “engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu” (Ul. 6:6, 8). "Merenungkan" hukum Allah adalah kesukaan bagi pemazmur (Mzm. 119:97). Dia telah menyimpannya di dalam “hati” agar tidak berbuat dosa (ayat 11). "Pengetahuan" ini diperoleh dengan merenungkan perintah-perintah Allah, belajar untuk berbuat baik dan berbalik dari kejahatan. Dalam pengertian ini, agama alkitabiah adalah pengalaman yang cerdas dan instruktif. Mempelajari, merenungkan, dan mengajarkan hukum Allah adalah kegiatan utama di mana pengetahuan tentang apa yang baik, adil, dan suci menjadi tersebar luas di antara umat Allah dan, melalui mereka, secara potensial, seluruh dunia. Umat Tuhan adalah terang yang menyebarkan pengetahuan kepada sesama mereka. Ada keserupaan nyata antara zaman kita dan konteks Hosea. Meskipun praktik keagamaan dan pembacaan Alkitab telah menjadi kebiasaan sampai hari ini, etika dan nilai-nilai alkitabiah yang mengajarkan rasa takut akan Tuhan telah merosot.
Mereka yang mencintai Firman Tuhan akan mempelajarinya secara mendalam, merenungkannya, dan mematuhinya. Bagaimanakah kita bisa memiliki pengetahuan tentang Tuhan?
Mengajarkan Pengetahuan Di Israel, pengetahuan tentang Tuhan ditularkan melalui ibadah dan pekerjaan para imam, yang bibirnya harus "memelihara pengetahuan," dan dari mulut mereka "orang mencari pengajaran" (Mal. 2:7). Mengajarkan kehendak Allah adalah kegiatan yang terus berlanjut. Di kuil, selain ritual, ibadah juga memiliki tujuan instruktif. Daud memisahkan anak-anak Asaf, Heman, dan Yedutun untuk “bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap.” (1 Taw. 25:1). Di sinagoge, beribadah sama artinya dengan mempelajari hukum Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, pengetahuan tentang Tuhan dimanifestasikan dalam pengajaran Kristus (Lukas 1:77) dan para rasul berdasarkan Alkitab (2 Tim. 3:16). Yohanes menyatakan bahwa "hidup yang kekal" itu adalah "mengenal" Allah dan Yesus Kristus (Yoh. 17:3). Paulus menunjuk pada pengetahuan tentang Allah sebagai isi dari agama yang benar (Kol. 1:9). Menolak pengetahuan ini membuat orang melakukan "apa yang tidak pantas" dan kehidupan yang “penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan” (Rm. 1:28, 29).
Di sisi lain, pengetahuan tentang Tuhan menuntun pada “kesatuan iman” serta “kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Efesus 4:13). Mengapakah kita tidak berhasrat untuk memiliki hukum Allah di dalam hati kita?
Mencintai Kebenaran Dari sudut pandang akhir zaman, Paulus memprediksi bahwa Roh Kudus akan menarik diri dari bumi. Alasan yang diberikan adalah bahwa mereka yang menolak kebenaran begitu kehilangan arah sehingga mereka “percaya akan dusta,” dan “suka kejahatan,” dan menganggap yang jahat sebagai yang Ilahi (2 Tes. 2:7—11; 4; Why. 13:3, 4). Ellen White menggemakan katakata Paulus, dengan mengatakan: “Hanya mereka yang telah menjadi pelajar Alkitab yang tekun dan rajin serta telah menerima kasih kebenaran, yang akan dilindungi dari penipuan yang hebat yang menawan dunia ini.”1 Khotbah Alkitab yang sederhana dan pembacaan cerita tidak cukup untuk mengatasi kerumitan relativisme masa kini dan hilangnya etika. Rasa takut akan Tuhan bergantung pada perenungan hukum Allah, yang diberikan untuk membimbing kita dalam keputusan moral dan pilihan etis. Seperti yang dilakukan oleh pemazmur (Mzm. 119:97, 113), umat Allah dipanggil untuk “mencintai” kebenaran. Mereka yang mencintai Firman Tuhan akan rindu untuk mempelajarinya secara mendalam, mencernanya, dan mematuhinya. Sebenarnya kebenaran Alkitab itu akan dipelajari dan dicintai dengan mematuhinya. Ellen White menambahkan, “Mempelajari Alkitab adalah cara yang ditetapkan Ilahi untuk membawa manusia ke dalam hubungan yang lebih dekat dengan Pencipta mereka dan memberi mereka pengetahuan yang lebih jelas tentang
kehendak-Nya.”2 Menurutnya, “umat Allah diarahkan kepada Alkitab sebagai perlindungan mereka terhadap pengaruh guru-guru palsu dan kuasa yang menipu dari roh kegelapan.”3 Dalam konteks kita saat ini, tipuan itu sangat mirip dengan kebenaran sehingga tidak mungkin membedakan mereka tanpa mengujinya secara alkitabiah. Untuk menghadapi relativisme postmodern, umat Allah harus mengalami secara pribadi kehendak Allah sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya. Dengan mengalami pengetahuan etika surgawi yang diwahyukan melalui Alkitab memungkinkan kita membedakan antara yang suci dan yang najis, dan memuridkan orang lain untuk membuat pilihan-pilihan yang sama.
Saran untuk Didoakan: 1. Mohonlah supaya Tuhan membantu kita mendedikasikan diri untuk belajar Alkitab secara teratur. 2. Berdoalah agar, melalui pelajaran Alkitab, Tuhan melindungi kita dari pandangan salah. 3. Mintalah kepada Tuhan untuk membawa ke dalam hidup kita orang-orang yang haus akan kebenaran, sehingga kita dapat berbagi pengetahuan tentang Dia kepada mereka.
1 Ellen G. White, Alfa dan Omega (Bandung.: Indonesia Publishing House, 2015) jld. 8, hlm. 659. 2 Ibid., hlm.73. 3 Ibid., hlm. 624.
Vanderlei Dorneles da Silva telah melayani gereja sebagai pendeta, editor, dan guru. Dia adalah koordinator program pascasarjana teologi di Adventist University Centre di São Paulo, Brasil. AdventistWorld.org 11 - 2018
19
Sabat Kedua
Pentingnya Alkitab untuk Akhir Zaman Berpegang Teguh Pada Alkitab Sangat Penting untuk Tetap Menjadi Orang Kristen. OLEH: ELLEN G. WHITE
C
arilah pengajaran dan kesaksian!’ Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.� Yesaya 8:20. Umat Allah dituntun kepada Alkitab sebagai perlindungan mereka terhadap pengaruh guru-guru palsu dan kuasa yang menipu dari roh-roh kegelapan. Setan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk mencegah manusia memperoleh pengetahuan mengenai Alkitab, karena kata-kata Alkitab yang jelas mengungkapkan penipuannya. Pada setiap kali pekerjaan Allah dibangunkan, raja kejahatan bangkit dengan lebih giat lagi. Sekarang ia menggunakan usahanya yang paling keras dalam perjuangannya yang terakhir melawan Kristus dan pengikutpengikutnya. Penipuan besar terakhir akan segera digelar di hadapan kita. Antikristus akan melakukan pekerjaan-pekerjaannya yang mengherankan di depan mata kita. Begitu miripnya pemalsuan itu dengan yang aslinya, sehingga mustahil untuk membedakannya kecuali oleh Alkitab. Setiap pernyataan dan setiap mukjizat harus diuji oleh kesaksian Alkitab.. Mereka yang berusaha untuk menuruti semua perintah Allah akan ditentang dan dicemoohkan. Mereka bisa berdiri hanya di dalam dan oleh pertolongan Allah. Agar dapat menanggung pencobaan yang datang, mereka harus mengerti kehendak Allah sebagaimana yang dinyatakan di dalam firman-Nya. Mereka bisa menghormati-Nya hanya apabila mereka mempunyai pengertian yang benar mengenai tabiat-Nya, pemerintahan-Nya dan maksud-maksud-Nya, dan bertindak sesuai dengan itu. Hanya mereka yang telah membentengi pikirannya dengan kebenaran-kebenaran Alkitab yang akan bertahan melewati pertentangan besar terakhir itu. Akan datang ujian penelitian yang mendalam Foto: Gift Habeshaw
kepada setiap jiwa: Akankah saya lebih menurut kepada Allah daripada kepada manusia? Bahkan saat yang menentukan sekarang sudah datang. Apakah kaki kita berpijak kukuh di atas batu karang firman Allah yang tak berubah itu? Apakah kita bersedia untuk berdiri teguh mempertahankan perintahperintah Allah dan iman kepada Yesus? Sebelum penyaliban-Nya, Juruselamat menjelaskan kepada murid-muridNya bahwa Ia akan dibunuh, dan akan bangkit kembali dari kubur, dan malaikat-malaikat hadir untuk mengesankan firman-Nya ke dalam pikiran dan hati mereka. Akan tetapi murid-murid itu, yang mencari kelepasan duniawi dari perhambaan Romawi, tidak dapat menerima pemikiran bahwa Ia, yang menjadi tumpuan harapan mereka, akan menderita kematian yang memalukan. Kata-kata yang perlu mereka ingat sirna dari pikiran mereka, dan pada waktu pencobaan datang, mereka didapati tidak bersedia. Kematian Yesus telah menghancurkan harapan mereka sama seperti jika Ia tidak mengamarkan mereka sebelumnya. Jadi dalam nubuatan masa yang akan datang itu dibukakan di hadapan kita dengan jelas sama seperti yang dibukakan kepada murid-murid itu oleh kata-kata Kristus. Peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan tertutupnya masa percobaan dan pekerjaan persediaan kepada masa kesukaran, disajikan dengan jelas. Tetapi orang banyak itu tidak lebih mengerti kebenarankebenaran penting ini daripada tidak pernah dinyatakan kepada mereka sebelumnya. Setan bersiap terus untuk merampas setiap kesan yang akan membuat mereka mengerti mengenai keselamatan, dan bilamana kesukaran datang, mereka tidak bersedia. Doktrin Penting Dilupakan Pada waktu Allah mengirimkan amaran-amaran penting kepada manusia yang digambarkan sebagai diumumkan oleh malaikat-malaikat kudus yang terbang di tengah-tengah langit, Ia menuntut setiap orang yang dikaruniai dengan kuasa pertimbangan untuk mengindahkan amaran-amaran itu.
Penghakiman yang mengerikan yang diumumkan terhadap penyembahan kepada binatang itu dan patungnya (Why. 14:9-11) harus menuntun semua orang kepada penyelidikan yang sungguh-sungguh mengenai nubuatan untuk mengetahui apa tanda binatang itu, dan bagaimana caranya agar tidak menerima tanda itu. Tetapi sangat banyak orang yang memalingkan telinganya daripada mendengar kebenaran dan berpaling kepada cerita-cerita dongeng. Rasul Paulus menyatakan sambil memandang kepada hari-hari terakhir, “Karena akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (2 Tim. 4:3). Waktu itu telah benar-benar datang. Orang banyak tidak menyukai kebenaran Alkitab, karena hal itu mengganggu keinginan hati yang penuh dosa dan cinta dunia; dan Setan menyediakan penipuan-penipuan yang mereka sukai. Akan tetapi Allah mempunyai suatu umat di atas dunia ini yang mempertahankan Alkitab, dan hanya Alkitablah, sebagai standar semua doktrin, dan dasar dari segala pembaruan. Pendapatpendapat kaum terpelajar, kesimpulankesimpulan ilmu pengetahuan, ringkasan doktrin atau keputusankeputusan konsili kegerejaan, yang banyak dan saling bertentangan seperti gereja-gereja yang diwakilinya, suara mayoritas, —tidak satu atau semua ini harus dianggap sebagai bukti untuk menerima atau menolak sesuatu ajaran iman keagamaan. Sebelum menerima suatu doktrin atau petunjuk, kita harus menuntut, “Demikianlah firman Tuhan” untuk mendukungnya. Setan selalu berusaha menarik perhatian kepada manusia sebagai gantinya kepada Allah. Ia menuntun orang-orang untuk memandang kepada uskup- uskup, pastor-pastor, profesorprofesor teologi, sebagai penuntun mereka gantinya menyelidiki Alkitab untuk mengetahui tugas-tugas mereka terhadap mereka sendiri. Kemudian, oleh mengendalikan pikiran para
Ketika Kristus datang untuk mengucapkan katakata kehidupan, orang-orang biasa mendengar-Nya dengan senang hati. pemimpin ini, dia dapat memengaruhi orang banyak sesuai keimanannya. Ketika Kristus datang untuk mengucapkan Firman kehidupan itu, orangorang biasa mendengarkan-Nya dengan gembira. Dan banyak, bahkan di antara imam-imam dan penguasa-penguasa, yang percaya kepada-Nya. Tetapi imam besar dan pemuka-pemuka bangsa itu bertekad untuk mempersalahkan dan menolak ajaran-ajaran-Nya. Meskipun mereka gagal dalam usaha untuk mencari kesalahan untuk dituduhkan terhadap Dia, meskipun mereka merasakan pengaruh kuasa Ilahi dan hikmat yang menyertai kata-kata-Nya, namun mereka mengurung diri dalam prasangka buruk, mereka menolak bukti yang jelas mengenai Kemesiasan-Nya, agar jangan sampai mereka ditarik menjadi murid-Nya. Lawan-lawan Yesus ini adalah orang-orang yang telah dididik sejak masa kanak-kanak untuk menghormati para penguasa yang biasanya mereka tunduk kepadanya. “Bagaimana ini,” tanya mereka, “sehingga para penguasa dan para ahli Taurat kita yang terdidik dengan baik tidak percaya kepada Yesus? Tidakkah orang-orang saleh ini mau menerima Dia kalau Dia adalah Kristus itu?” Pengaruh guru-guru seperti inilah yang menuntun bangsa Yahudi untuk menolak Penebus. Roh yang menggerakkan imam-imam dan para penguasa itu masih dinyatakan oleh banyak orang yang mengaku saleh. Mereka menolak memeriksa kesaksian Alkitab mengenai kebenaran khusus pada zaman ini. Mereka menunjuk kepada jumlah, kekayaan dan popularitas mereka sendiri, dan memandang AdventistWorld.org 11 - 2018
21
rendah para pembela kebenaran, karena mereka hanya segelintir, miskin, tidak populer dan mempunyai suatu iman yang memisahkan mereka dari dunia. Kristus telah melihat dahulu bahwa anggapan yang tidak sewajarnya mengenai kekuasaan oleh para ahli Taurat dan orang Farisi tidak akan berhenti dengan dicerai-beraikannya orang Yahudi. Ia memiliki suatu pandangan nubuatan mengenai pekerjaan meninggikan kekuasaan manusia untuk memerintah hati nurani, yang telah merupakan suatu kutuk yang mengerikan kepada gereja sepanjang zaman. Dan perbuatan-perbuatan tercela yang menakutkan dari para ahli Taurat dan orang-orang Farisi kepada-Nya, dan amaran-amaran-Nya kepada orang-orang agar tidak mengikuti pemimpin-pemimpin yang buta ini, telah dicatat sebagai suatu amaran bagi generasi yang akan datang.... Alasan Memegang Firman Allah telah memberikan kepada kita firman-Nya supaya kita menjadi terbiasa dengan ajaran-ajaran-Nya, dan mengetahui apa yang Ia tuntut dari kita sendiri. Pada waktu ahli hukum itu datang kepada Yesus dengan pertanyaan, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memper oleh hidup yang kekal?” Juruselamat menunjuk kepada Alkitab dengan berkata: “Apakah yang tertulis di dalam hukum itu? Bagaimanakah kamu baca?” Sikap masa bodoh tidak akan memaafkan orang muda atau orang tua, atau membebaskannya dari hukuman karena pelanggaran hukum Allah, sebab pada tangan mereka telah ada hukum, prinsip-prinsipnya dan tuntutantuntutannya. Tidak cukup hanya memiliki niat yang baik; tidaklah cukup hanya melakukan apa yang dipikir oleh seseorang adalah benar, atau apa yang pendeta katakan adalah baik. Keselamatan jiwanya dipertaruhkan, dan ia harus menyelidiki Alkitab untuk dirinya sendiri. Bagaimanapun kuatnya keyakinannya, bagaimanapun besarnya rasa percaya dirinya bahwa pendeta mengetahui apa itu kebenaran, ini bukanlah dasar baginya. Ia mempunyai sebuah peta yang 22
11 - 2018 AdventistWorld.org
menunjukkan setiap tanda jalan dalam perjalanan menuju Surga, dan ia tidak boleh menerka-nerka sesuatu.... Kita sedang hidup dalam masa paling genting sejarah dunia ini. Nasib orang banyak di dunia ini tidak lama lagi ditentukan. Keselamatan masa depan kita sendiri, dan juga keselamatan orang-orang lain, tergantung pada jalan yang kita tempuh sekarang. Kita perlu dituntun oleh Roh kebenaran. Setiap pengikut Kristus harus dengan sungguhsungguh bertanya, “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki kulakukan? “Kita perlu merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, dengan berpuasa dan berdoa, dan merenungkan lebih banyak firman-Nya, terutama yang menyangkut penghakiman. Sekarang kita harus mencari pengalaman yang dalam dan hidup dalam perkara-perkara Allah. Jangan ada sesaat pun waktu yang terbuang. Peristiwa-peristiwa penting yang vital sedang terjadi di sekitar kita. Kita berada dalam daerah Setan yang memesonakan. Janganlah tertidur, hai pengawal-pengawal Allah; musuh sedang mengintai, siap sedia setiap saat untuk menerkam dan memangsamu, jikalau engkau jadi lalai dan mengantuk. Banyak orang yang tertipu mengenai keadaan mereka yang sebenarnya di hadirat Allah. Mereka memuji dirinya sendiri atas perbuatan-perbuatan salah yang mereka tidak lakukan, dan lupa untuk menghitung perbuatan-perbuatan baik dan luhur yang dituntut oleh Allah dari mereka, tetapi yang mereka lalai melakukannya. Tidak cukup menjadi pohon saja di kebun Allah. Mereka harus memenuhi harapan-Nya oleh mengeluarkan buah-buah. Tuhan meminta pertanggungjawaban atas kegagalan mereka mengeluarkan yang baik, yang sebenarnya mereka dapat lakukan melalui anugerah-Nya yang menguatkan mereka. Dalam kitab-kitab Surga mereka tercatat sebagai penghalang di tanah kebun itu. Namun golongan ini tidak berarti tanpa harapan sama sekali.... Bilamana waktu ujian tiba, mereka yang membuat Firman Allah sebagai pengatur hidupnya akan nyata. Pada
musim panas tidak ada perbedaan nyata antara pohon yang daunnya hijau sepanjang tahun dengan pohon-pohon lain, tetapi bilamana serangan musim dingin tiba, pohon yang daunnya hijau sepanjang tahun itu tidak berubah, sementara pohon-pohon lainnya kehilangan daun-daunnya. Demikianlah halnya dengan orang-orang yang sekadar mengaku beragama sekarang tidak bisa dibedakan dengan orang Kristen yang sesungguhnya. Tetapi waktunya segera tiba bilamana perbedaan itu akan nyata. Biarlah terjadi perlawanan, biarlah kefanatikan dan sifat tidak toleransi merajalela, biarlah penganiayaan disulut, maka orang-orang yang setengahsetengah hati dan orang yang munafik akan goyah dan meninggalkan imannya, tetapi orang Kristen sejati akan berdiri teguh bagaikan batu karang, imannya semakin kuat, harapannya semakin cerah, lebih dari pada waktu hari-hari kemakmuran dan kesenangan.
Saran untuk Didoakan: 1. Berdoalah agar sewaktu kita mempelajari Firman Allah, Roh-Nya akan membimbing kita kepada orang-orang yang dengannya kita dapat membagikan kasih-Nya. 2. Berdoalah agar kita menjadi begitu tertarik oleh karakter Allah sehingga gangguan duniawi akan kehilangan daya tariknya. 3. Berdoalah agar pelajaran kita tentang Firman Tuhan akan membuka mata kita kepada mereka yang dapat kita layani
Artikel ini dikutip dari Alfa dan Omega, (Bandung: Indonesia Publishing House, 2015) jld. 8, hlm. 624—633. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh percaya bahwa Ellen G. White (1827—1915) menerima anugerah nubuatan yang Alkitabiah selama lebih dari 70 tahun pelayanannya.
OLEH: JULIE WESLAKE
Bacaan untuk Anak-anak
Menemukan Harta Karun di dalam Firman Tuhan Alkitab sama seperti peta harta karun. Dalam kegiatan membaca Alkitab bersama pekan ini, kita akan menggali bacaan-bacaan yang mengajarkan kita tentang:
H A
arta karun dalam Alkitab
lkitab dapat dipercaya
R
enungkan Firman Tuhan
T
erapkan dalam kehidupan
A lkitab menunjukan Yesus Kar unia Pengharapan U
ntuk membedakan benar dan salah
N
antikan Yesus
Julie Weslake adalah mantan guru dan Direktur Departemen Anak-anak untuk Divisi Pasifik Selatan. Ia memiliki hasrat dalam membangun iman anak-anak di gereja dan di dalam keluarga.
Illustrations by Xuan Le
AdventistWorld.org 11 - 2018
23
Bacaan untuk Anak-anak
Sabat Pertama
Mengapa Kita Menghargai Alkitab Ayat Harta Karun: “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada� (Matius 6:20, 21).
G
emma telah membuat sebuah kotak kecil istimewa yang dihiasi dengan gambar-gambar. Ia ingin Nenek memilikinya, karena ia mencintai nenek. Gemma tahu pasti di mana ia harus menyimpannya. Ia telah memperhatikan di mana nenek menyimpan harta karunnya, jadi ia meletakkannya dengan hati-hati di rak di samping beberapa ornamen dan foto lain yang suka dilihat Nenek. Di rak tersebut terdapat sebuah buku. Gemma berpikir bahwa ini pasti buku istimewa karena buku itu berada di rak khusus. Namun ketika ia membuka halaman demi halaman buku itu, ia sangat prihatin karena seseorang telah menulisi buku itu dan menggarisbawahi beberapa kata dan paragraf. Setahu Gemma, kita tidak boleh menulis atau menggambar di buku itu, jadi ia bertanya kepada nenek mengapa buku istimewanya digarisbawahi dan ditulisi. Nenek menjelaskan bahwa buku ini tentu saja sebuah buku istimewa. Buku ini bernama Alkitab. Kata Nenek, ia membacanya setiap hari. Kata-kata di dalamnya, terutama yang digarisbawahi, adalah harta karun yang ingin ia ingat karena kata-kata tersebut menghubungkannya dengan Yesus dan kasih-Nya kepada Nenek. Nenek mengatakan bahwa kata-kata tersebut menunjukkan bagaimana cara mengasihi Yesus dan bagaimana cara untuk menjadi sepertiNya. Pesan-pesannya menjadikan setiap hari nenek bermakna dan memberikan kepadanya harapan akan masa depan. Nenek mengatakan ia tidak bisa hidup tanpa membaca pesan yang Tuhan berikan kepadanya setiap hari. Gemma jadi bersemangat. Ia juga ingin mencintai Yesus dan mencari tahu lebih banyak tentang Dia. Ia menginginkan kata-kata harta karun untuk membuat hidupnya lebih bahagia. Jadi ia meminta nenek untuk menunjukkan cara membaca dan memahami Alkitab dan hidup bersama Yesus sebagai sahabatnya. Nenek juga jadi ikut bersemangat. Ia mengatakan bahwa tidak ada yang lebih penting dari berbagi kata-kata dalam Alkitab. Ia menjelaskan bahwa Alkitab itu seperti peta harta karun, dan ketika kita meluangkan waktu untuk membaca Alkitab, berarti kita sedang menggali emas, perak atau permata yang berharga. Dalam Matius 6:19—21 Yesus
mendorong kita untuk tidak menyianyiakan hidup dengan mengumpulkan harta duniawi. Kita lebih baik menghabiskan waktu dan uang kita untuk hal-hal yang berkenan di mata-Nya, sehingga harta kita akan menumpuk di surga. Sebab di mana harta kita berada, di situ juga hati kita berada. Sebuah cerita di dalam kitab Matius 13:44—46 Yesus memberitahu murid-muridnya bahwa surga bagaikan harta yang berada di sebuah ladang. Kita mungkin ingin menjual semua yang kita miliki untuk membeli ladang tersebut sehingga harta yang ada di dalamnya dapat menjadi milik kita. Sama berharganya dengan sukacita yang kita rasakan ketika berada bersama dengan Yesus di surga dan hidup bersama dengan Dia selama-lamanya. Untuk bisa masuk surga, kita akan dengan senang hati meninggalkan berbagai hal dalam hidup kita dan mulai membaca Alkitab. Ayo Berdiskusi Untuk hal-hal seperti apakah kita dapat menghabiskan waktu dan uang yang kita miliki agar memper oleh harta karun yang ditawarkan Alkitab? Ayo Berdoa Mintalah Yesus untuk menolongmu menemukan harta berharga dalam kata-kata-Nya yang kamu butuhkan untuk menjalani kehidupan sebagai murid Kristus. Berterima kasihlah kepada-Nya untuk harta yang telah Dia berikan kepadamu. Ayo Berkreasi Gambarlah sebuah peta harta karun di sekitar lingkungan gereja, rumah, atau kamarmu. Sembunyikan ayat-ayat Alkitab dan berikan petunjuk dalam peta tersebut ke mana harus mencarinya. Ketika teman-teman atau keluargamu menemukannya, bacalah teks tersebut bersama-sama.
Bacaan untuk Anak-anak
Minggu
Alkitab dapat Dipercaya—Bacalah! Ayat Harta Karun: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:15, 16).
N
enek menunjukkan kepada Gemma bahwa ada tertulis bahwa Alkitab adalah buku Tuhan. Itu disebut Alkitab karena Alkitab mengajarkan kita tentang Tuhan dan bagaimana memberikan hati kita kepada-Nya serta hidup bagi-Nya. Nenek menjelaskan bahwa Alkitab tidak hanya terdiri dari satu buku, melainkan 66 buku—buku kecil—yang ditulis oleh orang-orang yang berbeda, setelah Tuhan memberikan mereka wahyu dan kata-kata. Orang-orang itu menuliskan apa yang mereka ingat tentang peristiwa yang terjadi pada zaman dahulu, dan yang lain menulis tentang masa ketika Yesus turun ke dunia. Beberapa dari mereka menuliskan lagu-lagu atau puisi, dan ada pula yang menulis tentang peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Alkitab memberitahu kita bahwa pesan-pesan yang ada di Alkitab tidak begitu saja datang dari imajinasi manusia. “Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Ptr. 1:21) Alkitab menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Timotius yang menemukan harta karun Alkitab. Ia memahami Alkitab melalui ibunya Eunike, dan neneknya Lois. Mereka tahu betapa berharganya kata-kata yang ada di dalam Alkitab dan memutuskan untuk mengajari Timotius setiap hari untuk “menggali harta karun” dalam Alkitab dan memberikan hatinya kepada Yesus. Karena Alkitab berasal dari Allah, Timotius lalu memiliki iman kepada Yesus yang memberikannya hasrat dan keberanian untuk bercerita tentang Yesus dan membimbing orang lain untuk menyerahkan hidup bagi-Nya. Penduduk Tesalonika memercayai Silas dan Timotius ketika diberitahu tentang harta karun Alkitab dan berubah dari pemuja berhala menjadi penyembah Yesus, Allah yang hidup. Paulus memuji Allah untuk ini. Ia menulis surat kepada jemaat
di Tesalonika demikian, “Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia tetapi— dan memang sungguh-sungguh demikian—sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya” (1 Tesalonika 2:13). Nenek bertanya apakah Gemma mengerti apa yang dimaksud dengan percaya. Gemma mengatakan itu seperti percaya bahwa Ayah akan menangkapnya ketika ia menyuruh Gemma melompat ke kolam renang yang dalam. Nenek mengatakan bahwa membaca Alkitab, memercayai kata-katanya yang datang dari Allah; dan melakukan perintahnya bagaikan membaca dan mengikuti sebuah resep serta percaya bahwa apa yang kita buat akan menjadi sebuah kue yang lezat. Ayo Berdiskusi Sebutkan beberapa judul buku dan program yang kamu tahu tidak nyata! Sebutkan judul buku dan program yang benar dan nyata! Ayo Berdoa Mintalah Yesus membantumu untuk fokus kepada cerita-cerita Alkitab yang membuatmu bertumbuh, ketimbang cerita-cerita fiksi yang hanya untuk hiburan semata. Ayo Berkreasi Susun kursi-kursi di sebuah ruangan menjadi sebuah jalur tantangan. Tulis sebuah petunjuk untuk dibaca seorang pemain untuk membantu pemain lainnya yang matanya ditutup melewati jalur tantangan tersebut. Sebagai contoh, tuliskan berapa langkah ke kiri, berapa langkah ke kanan atau ke depan, yang harus mereka tempuh untuk tetap aman. AdventistWorld.org 11 - 2018
25
Bacaan untuk Anak-anak
Senin
Renungkan Firman Tuhan— Bagaimana Cara Membaca Alkitab Ayat Harta Karun: “Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang” (Matius 18:14).
G
emma memberitahu nenek bahwa pernah suatu kali ia bersama ibunya menjelajahi taman bermain yang baru dan tidak bisa menemukan tempat burung-burung bersangkar. Mereka harus berhenti dan melihat peta untuk menunjukan jalan yang benar. Lucunya, ternyata mereka sudah berputar-putar padahal sangkar burungnya hanya berjarak 5 menit dari tempat mereka berada. Nenek tertawa dan berkata bahwa hal itu terdengar mirip seperti orang-orang yang mencari Tuhan dan jalan-Nya serta sukacita dalam hidup mereka. Terkadang mereka mencari terlalu jauh dan mencoba beragam hal, padahal Tuhan berada sangat dekat. Mereka hanya perlu membaca Alkitab. Banyak orang berpendapat Alkitab terlalu sulit untuk dibaca dan terlalu rumit. Terkadang mereka tidak percaya bahwa Alkitab benar-benar Firman Tuhan. Kadang mereka pikir Alkitab hanya berisi aturan-aturan. Cara terbaik untuk mulai membaca Alkitab adalah berdoa terlebih dahulu. Roh Kudus akan membantu kita untuk mengerti apa yang kita baca. Ketika Yesus kembali ke surga, Dia berjanji akan mengirimkan “Roh Kebenaran' untuk tinggal bersama kita selama-lamanya. 'Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu,'” kataNya (Yoh. 14:17,26). Tuhan Yesus, tolonglah saya hari ini untuk dapat mengerti Firman-Mu yang saya baca di dalam Alkitab. Nenek memberitahu Gemma bahwa ia berharap bisa memberikannya kacamata khusus untuk membaca Alkitab yang bila dipakai ia akan bisa melihat siapa Tuhan dan seperti apakah Dia. Bila kacamata semacam itu benar-benar ada, kita akan ditunjukkan bahwa hal terpenting tentang Tuhan adalah Dia yang mencintai kita. Ketika membaca Alkitab, kita perlu menggunakan kacamata “Allah adalah kasih” itu. Mudah untuk melihat kasih Allah di dalam ayat ini: “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yoh. 4:16). “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” (1 Yoh. 4:19). Bukti kasih yang utama dalam Alkitab adalah bahwa Allah mengirimkan Anaknya, Yesus, untuk mati bagi kita: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). 26
11 - 2018 AdventistWorld.org
Allah sangat mengasihi kita sehingga Dia akan mencari kita seperti gembala mencari anak domba yang telah pergi, hilang, dan tidak bisa menemukan jalan kembali. Allah adalah peta sekaligus harta karun itu sendiri. Tuhan Yesus, terima kasih telah mengasihi kami walaupun kami tidak layak. Tolong kami untuk dapat melihat kasih-Mu di dalam setiap bacaan Alkitab yang kami baca. Ayo Berdiskusi Selain membaca, cara apakah yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan pesan Alkitab? Ayo Berdoa Mintalah Tuhan untuk menunjukkan jalan-Nya di dalam hidupmu lewat pembelajaran firman-Nya. Ayo Berkreasi Rancang dan buatlah beberapa kacamata khusus “Allah adalah kasih.” Kamu bisa membuatnya dari karton dan plastik transparan atau kertas kaca. Kamu juga bisa membuatnya dengan membengkokkan pembersih pipa. .
Bacaan untuk Anak-anak
Selasa
Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari— Alkitab Menuntunku Ayat Harta Karun: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5).
G
emma benar-benar senang membuat berbagai hal untuk orang lain dan membantu di rumah maupun di sekolah. Namun terkadang ia tidak ingin membantu, dan kadang ia merasa telah membuat pilihan yang salah ketika orang lain membuatnya marah atau sedih. Gemma berkata bahwa ia berusaha sangat keras, tetapi ternyata tak ada bedanya. Ia bertanya-tanya apakah harta dalam Alkitab akan membantu dia mencintai orang lain lebih lagi, dan membantunya membuat keputusan yang tepat. Nenek meyakinkannya bahwa semua orang pasti pernah berbuat salah, dan harta karun yang kita baca di dalam Alkitab dapat membantu dalam hal ini. Harta karun Alkitab yang pertama untuk diingat adalah bahwa meskipun kita tidak merasakan adanya perubahan, kita harus terus membaca Alkitab. Yesus menjelaskan pada murid-murid-Nya bahwa hubungan kita dengan Dia bagaikan pohon anggur: Selama ranting-rantingnya (kita) terhubung pada pokok anggur (Yesus), ranting anggur tersebut akan terus berbuah (Yohanes 15:5). Jadi setiap hari kita perlu berhubungan dengan Yesus dengan cara membaca Alkitab. Hubungan ini membantu kita untuk menjadi seperti Yesus dan membuat keputusan yang benar setiap hari. Ketika pohon anggur menghasilkan buah, orang lain akan senang memakannya juga. Ketika kita menghasilkan buah-buah dari harta karun Alkitab, kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Seperti sebuah cerita yang Gemma ingat dari Alkitab tentang seorang budak perempuan Israel yang memberitahu tuannya tentang kesembuhan dari Allah ketika ia sakit. Karena ia peduli dan berbagi pengetahuannya tentang Allah, tuannya, Naaman, disembuhkan. Kita bisa membacanya di 2 Raja-Raja 5:1—14 Nenek menjelaskan bahwa semua hal baik yang kita lakukan datang dari Yesus, dan kita harus berterima kasih kepada-Nya karena telah membantu kita. “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (2 Kor. 1:3—4). Gemma sangat ingin menjadi seperti Yesus. Nenek menjelaskan bahwa butuh waktu seumur hidup untuk menjadi seperti Dia, dan hanya dengan membaca dan berdoa setiap hari kita akan bertumbuh sedikit demi sedikit: “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan
itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar” (2 Kor. 3:18). Tetap berhubungan dengan Yesus melalui membaca firman-Nya dan Dia akan memberikan kepadamu hati-Nya, suara-Nya, tangan-Nya, dan kaki-Nya sehingga kita bisa berbagi kasih-Nya kepada sesama. Ayo Berdiskusi Jika kamu bisa menghabiskan satu hari dengan Yesus, apakah yang akan kamu katakan? Ke manakah kamu akan pergi? Apakah yang akan kamu lakukan? Ayo Berdoa Mintalah Yesus untuk mengirimkan seseorang kepadamu hari ini sehingga kamu bisa berbagi beberapa harta karun Firman yang telah kamu temukan di dalam Alkitab. Ayo Berkreasi Pelajari siklus hidup seekor kupu-kupu atau seekor katak. Amati perubahan-perubahan besar yang ada karena kuasa Allah. Kita bisa berubah bila kita memintanya dan terhubung dengan Yesus melalui Alkitab.
Bacaan untuk Anak-anak
Rabu
Alkitab Menunjukkan Yesus kepada Saya Ayat Harta Karun: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Matius 1:21).
M
enarik sekali bila kita mengetahui alasan dibalik pemberian nama kita dan apa artinya. Gemma sangat senang mengetahui bahwa namanya dalam bahasa Prancis berarti “permata” dan dalam bahasa Inggris berarti “batu berharga”. Ketika Putra Allah akan lahir, seorang malaikat Tuhan muncul dan memberitahu ayah-Nya di bumi, Yusuf, bahwa ia akan memberi Dia nama “Yesus”. Nama itu dipilih khusus oleh Allah karena artinya adalah Dia yang akan menjadi Juruselamat dunia. Alkitab menggunakan banyak nama untuk Yesus, dan semua itu menunjukkan siapa Dia, karakter-Nya, dan misi-Nya. Nenek meminta Gemma untuk pergi mengambil Alkitab miliknya, sehingga mereka bisa membaca ayat-ayat dan menemukan nama-nama yang berbeda untuk Yesus. Mereka menuliskan semua nama-nama itu di atas sehelai kertas besar. Inilah beberapa diantaranya: Imanuel, Matius 1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel’—yang berarti: Allah menyertai kita.” Allah tidak ingin menjadi Allah yang jauh, melainkan Ia ingin tinggal di tengah-tengah kita. Yesus adalah Allah di bumi. Anak Allah, Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Pada pembaptisan Yesus, Allah menegaskan bahwa Yesus adalah anak-Nya. “Lalu terdengarlah suara dari sorga: ‘Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk. 1:11). Anak Manusia, Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Yesus juga disebut Anak Manusia. Yesus adalah Tuhan tetapi Dia dilahirkan oleh ibu duniawi, Maria. Yesus menjadi sangat istimewa karena Dia adalah Anak Manusia, dan Dia juga adalah Anak Allah. Firman Allah, Yohanes 1:1, 14 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersamasama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Yesus memperlihatkan Allah kepada kita. Dia merupakan Firman Allah. Pada mulanya, Dia menciptakan dunia! “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi” (Kol. 1:15). Yesus tidak hanya menjadi 28
11 - 2018 AdventistWorld.org
inspirasi Alkitab, yang adalah Firman Allah untuk kita, melainkan Yesus sendiri adalah Firman Allah. Jika kita mengenal-Nya, kita mengenal Allah. Ada lebih banyak lagi nama untuk Yesus di dalam Alkitab. Tanyakan orang tua atau gurumu untuk membantumu menemukannya. Mulailah dari beberapa ayat ini: Anak Domba Allah: Yohanes 1:29, 36 Awal dan Akhir: Wahyu 22:13 Roti Hidup: Yohanes 6:35 Ayo Berdiskusi Carilah arti namamu, dan mengapa kamu diberi nama tersebut. Ayo Berdoa Mintalah Yesus untuk membantumu mengerti tentang arti penting dari semua nama-nama-Nya sambil kamu mempelajari Firman Tuhan. Ayo Berkreasi Tulis nama-nama Yesus diatas pitapita kertas yang panjangnya sama. Buatlah sebuah rantai kertas dan gantungkan di antara foto Yesus dan foto kamu serta keluargamu.
Bacaan untuk Anak-anak
Kamis
Karunia Pengharapan Ayat Harta Karun: “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci” (Roma 15:4).
G
emma menyukai sekolah, namun ia selalu menanti-nantikan liburan. Tahun ini mereka akan terbang dengan pesawat untuk mengunjungi nenek. Ibu membeli tiket berbulan-bulan sebelum liburan, dan Gemma merasa seperti liburannya tidak kunjung tiba. Ia memberitahu nenek tentang hal ini melalui telepon. Nenek mencoba menghibur Gemma. Ia menjelaskan bahwa menantinantikan sesuatu berarti memiliki harapan. Kita merencanakan, membeli tiket, dan mengemas pakaian kita. Nenek juga berharap liburan cepat datang. Nenek berjanji untuk segera memeluk Gemma dengan erat di bandar udara. Nenek dan Gemma mengobrol tentang harapan yang Alkitab tawarkan. Karena Adam dan Hawa memutuskan untuk mendengarkan perkataan Iblis, Roma 1:25 memberitahu kita bahwa orang-orang mulai memuja dan melayani ciptaan ketimbang Allah sang Pencipta. Orang-orang mulai melakukan perbuatan-perbuatan buruk dan kejam, serta tidak lagi meluangkan waktu belajar tentang Tuhan dan percaya kepada-Nya. Namun karena Allah sangat mencintai kita, Dia membuat sebuah rencana untuk menyelamatkan mereka yang mau datang kepada-Nya. Rencana Allah akan menghentikan upaya Iblis dan dosa untuk menyakiti manusia. Putra Allah, Yesus, akan datang ke dunia sebagai seorang bayi. Walaupun Yesus tidak pernah berbuat dosa, Dia mati karena dosa-dosa kita, sehingga kita diampuni dan bisa hidup bersama Yesus di surga selamanya. Kasih Allah memberikan kita harapan untuk bisa masuk surga dan hidup dengan-Nya selamanya. Nenek membagikan sebuah ayat berharga kepada Gemma tentang Yesus yang berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yohanes 14:1—3).
Sambil Gemma berpikir tentang liburannya, ia berpikir alangkah indahnya bila Yesus datang. Lalu ia dan nenek bisa bersama Yesus selamanya. Tiba-tiba Gemma tidak sabar menunggu kedatangan Yesus. Ia menelepon nenek dan memberitahunya. Nenek sangat senang mendengar Gemma bersemangat tentang kedatangan Yesus. “Kita punya harapan yang menakjubkan, Gemma,” kata Nenek. “Harapan itu membuat hati kita bernyanyi. Harapan bahwa suatu hari Yesus akan terlihat di langit, dan Dia bahkan akan membangkitkan orang mati yang mengasihi-Nya.” “Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (1 Tesalonika 4:17). Kata Gemma, ia ingin Yesus segera datang! Bagaimana dengan kamu? Ayo Berdiskusi Bagaimanakah kamu menjelaskan harapan kepada anak laki-laki atau anak perempuan lainnya? Ayo Berdoa Minta Yesus membantumu menyerahkan hatimu kepada-Nya setiap hari, sehingga kamu bisa pergi ke surga bersama-Nya ketika Dia datang. Ayo Berkreasi Buatlah sebuah kotak janji. Buatlah sebuah kotak dan hiaslah dengan gambar dan stiker. Potong beberapa helai kertas kecil berukuran sama dan tuliskan ayat harapan kesukaanmu di atasnya. Gulung dan dirikan di dalam kotak sampai kotaknya penuh. Bacalah satu ayat setiap hari, atau berikan kotak janji tersebut kepada temanmu. AdventistWorld.org 11 - 2018
29
Bacaan untuk Anak-anak
Jumat
Untuk Membedakan Benar dan Salah— Alkitab Membantuku Ayat Harta Karun: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu’,... ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri’” (Markus 12:30, 31).
N
enek bisa melihat Gemma khawatir. Ia telah mendengar Gemma bertengkar dengan saudara laki-lakinya di sebuah permainan pagi itu. Kata-kata amarah telah dilontarkan. Ketika ibu memintanya untuk meminta maaf, Gemma memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Sekarang Gemma duduk di tangga luar rumah dan terlihat sedih. Nenek tahu bahwa ada banyak ayat harta karun Alkitab yang bisa membantu Gemma memilih untuk melakukan hal yang benar. Ia mengingatkan Gemma untuk memakai kacamata “Allah adalah kasih” miliknya. Lalu mereka membuka Alkitab milik nenek dan mulai membaca dan berdiskusi. Dalam Markus 12 Yesus berkata bahwa perintah terbesar adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, waktu, dan kekuatan yang kita punya; dan perintah terbesar kedua adalah mengasihi sesama kita seperti diri sendiri. Nenek menjelaskan bahwa ketika kita tidak yakin apa yang harus dilakukan, kita harus berpikir, "Bagaimanakah aku bisa mengasihi Tuhan dan sesamaku sebaik mungkin?" “Gemma,” kata nenek, “nenek yakin Tuhan menganggap saudaramu dan semua orang di dalam hidupmu, bahkan yang berjumpa di jalan, sebagai sesamamu.” “Jika kamu mengasihi saudaramu, maka kamu akan mengatakan hal-hal baik kepadanya. Ketika kita mulai merasa marah kita bisa pergi sebentar sampai kita tenang. Jika kita ingin memperlakukan ibu dengan kasih Tuhan, maka kita akan mematuhinya. Dalam Amsal 15:1 kita bisa membaca: “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Gemma berpikir sebentar lalu pergi mencari Ibu. Ada beberapa katakata “Aku minta maaf” yang ingin ia sampaikan kepada beliau. 1 Yohanes 2:3—8 memberitahu kita bahwa kita mengenal Yesus dengan mematuhi perintah-Nya, mematuhi perkataan-Nya dan mengikuti jalan Yesus. Beberapa perintah paling penting dari Tuhan diberikan melalui Musa kepada anak-anak Israel, dan kepada kita. Yesus mematuhi Sepuluh Perintah Allah ini. Empat perintah pertama memberitahu kita bagaimana mengasihi Tuhan dan enam perintah berikutnya memberitahu kita bagaimana mengasihi sesama. Nenek membacakan Sepuluh Perintah Allah dari Keluaran 20 kepada Gemma dan menjelaskan kepadanya. Nenek berkata: “Gemma, semua orang pernah melakukan kesalahan. Tetapi kita semua bisa meminta Tuhan untuk memaafkan kita, dan berusaha sekeras mungkin untuk tetap terhubung dengan Yesus. Yesus berjanji bahwa suatu hari kita akan hidup dan mengasihi seperti Dia. 1 Yohanes 3:2 memberitahu kita bahwa ketika Dia datang kita akan 30
11 - 2018 AdventistWorld.org
menjadi sama seperti Dia, karena kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (Kol. 3:12). Mari Berdiskusi Apakah pedoman yang baik untuk memilah mana yang benar dan salah? Mari Berdoa Minta Yesus membantu kita mengatakan maaf kepada orang lain ketika kita telah berbuat salah. Mari Berkreasi Kemaslah sebuah kotak pakaian. Tandai setiap pakaian dengan sebuah kata kerja atau kata sifat. Beberapa akan ditandai dengan kata-kata seperti: Kelemahlembutan, berbagi, membaca Alkitab, berdoa, dan yang lainnya akan ditandai kata-kata seperti: Bermain video game, egois, berbohong, dan mencuri. Pilah-pilah pakaian tersebut dan kemaslah pakaian untuk ke surga ke dalam sebuah koper.
Bacaan untuk Anak-anak
Sabat Kedua
Alkitab Menguatkanku Ayat Harta Karun: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.... Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku” (Mazmur 119:105—111).
S
udah hampir tiba waktunya bagi Gemma untuk mengemasi barangbarangnya dan terbang kembali ke rumah. Ia telah menikmati waktu bersama nenek dan mencari harta karun dalam Alkitab. Ia akan merindukan bercakapcakap dengan nenek. Nenek mengingatkan nya bahwa harta karun yang telah mereka temukan sekarang ada di hati mereka, jadi Gemma akan membawanya pulang bersamanya. Gemma mempunyai Alkitab miliknya sendiri dan ia tahu ibu dan ayah akan membantunya menemukan lebih banyak lagi harta karun. Saat kita merasa tersesat dan tidak yakin bagaimana caranya untuk tetap terhubung dengan Yesus, kita bisa memercayai Firman Tuhan. Alkitab bagaikan lampu atau obor yang menunjukkan bagaimana untuk tetap hidup sesuai dengan kehendak Yesus. Nenek menjelaskan bahwa dunia ini bukanlah rumah kita untuk selamanya. Kita semua sedang menanti untuk pulang ke surga. Tetapi, semakin dekat waktunya akan tiba, semakin banyak orang akan menolak mengasihi Tuhan dan mengikuti Yesus. Tanpa harta karun Alkitab di dalam hati mereka, akan semakin sulit untuk berbuat baik dan menolong sesama. Dunia ini akan menjadi tempat yang sulit untuk hidup. Yesus berkata Dialah “Terang” dan Dialah “jalan, kebenaran, dan hidup” (Yohanes 14:6). Menjalin hubungan dengan Yesus melalui pembacaan Alkitab dan doa akan menjaga kasih kita kepada Yesus tetap kuat. Kita tidak perlu khawatir akan hidup ini. Harta karun dalam Alkitab yang sebenarnya adalah bahwa Yesus mencintai kita. Matius 6:33 memberitahu kita untuk "mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Gemma ingat sebuah cerita tentang orang bijak yang mendirikan rumahnya di atas batu, dan orang bodoh yang mendirikannya di atas pasir. Ketika banjir datang melanda, hanya rumah di atas batu yang bertahan. Yesus berkata bahwa orang bijak itu telah mendengarkan perkataan-Nya dan melakukannya. Banyak orang mendengar tentang Yesus dan kasih-Nya, tetapi tidak banyak yang menerima kasih-Nya dan mengasihi Yesus dengan percaya dan hidup bagi-Nya. Nenek memberitahu Gemma bahwa Yesus ingin dia membagikan kasih-Nya dan berbuat baik pada orang lain: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:16). Sangat menyenangkan bisa menjadi terang Tuhan dan harapan bagi orang lain. “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih, dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah” (Ef. 5:1). Mari Berdiskusi Apa sajakah delapan harta karun yang kita pelajari pekan ini? Mari Berdoa Mintalah kepada Yesus pengertian akan kasih-Nya pada kita. Mari Berkreasi Buatlah sebuah pembatas Alkitab. Tuliskanlah harta karun favoritmu pekan ini di atasnya. Hiasilah dengan gambar atau stiker. Ikat dengan pita cantik supaya menggantung di bawah halaman Alkitab yang sedang kamu baca.
Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Komite Koordinasi Adventist World Si Young Kim, ketua; Yutaka Inada, German Lust, Chun Pyung Duk; Han, Suk Hee; Lyu, Dong Jin Associate Editors/Directors, Adventist Review Ministries Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil, Greg Scott Redaksi Bertempat di Silver Spring, Maryland Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Costin Jordache, Wilona Karimabadi Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Pyung Duk Chun, Jae Man Park, Hyo Jun Kim Manajer Operasional Merle Poirier Editor-at-large /advisors Mark A. Finley, John M. Fowler, E. Edward Zinke Manajer Keuangan Kimberly Brown Dewan Managemen Si Young Kim, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Yutaka Inada, German Lust, Ray Wahlen, Ex-officio: Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni and Desain Jeff Dever, Brett Meliti
Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 Surel: worldeditor@gc.adventist.org Situs: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brazil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, Argentina, Meksiko dan Amerika Serikat.
“Jurnal Iman� gereja Advent disajikan dalam bentuk modern. Berlanggananlah Adventist Review hari ini dan nikmati konten inspiratif, informatif, dan inovatif di platform pilihan Anda.
www.adventistreview.org/subscriptions (800) 545-2449 (Hanya untuk Amerika Serikat)