Skip to main content

Aw 2016 1001 indonesian

Page 1

War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh

0 1 - 2 01 6

esus Y Segalanya adalah

10

Bagiku

Jalan Kebenaran Allah

14

Perjalanan

Anugerah

24

Kasih yang

Mengubah Hidup


01 - 2016

The International Paper for Seventh-day Adventists

Jesus World is

All the

10

14

A Journey of Grace

8

Yesus adalah Segalanya Bagiku

Kisah keselamatan dimulai dan diakhiri dengan Yesus.

to Me

God’s Way of Righteousness

CERITA SAMPUL

16

Ja nu a r y 2016

24

Oleh Gluder Quispe

Bagaimana gereja berkembang dalam pemahaman gereja mengenai Injil.

21

Life-changing

Love

D

I A L O G

A D V E N T

Terpesona dengan Kristus

P A N O R A M A

S E D U N I A

Kristus, Kebenaran Kita

14

W A R I S A N A D V E N T Sebuah Perjalanan Anugerah

Oleh Ted N. C. Wilson

Associate Editor Lael Caesar mewawancarai Shawn Brace dan Bogdan Scur mengenai implikasi Kristus Kebenaran Kita.

Sebuah pemberian yang sangat murah hati hadir hanya dengan satu pakaian yang terpasang.

10

Cukup lama, terkadang dengan perjalanan berliku untuk mengetahui penerimaan Tuhan.

R

E N U N G A N

Jalan Kebenaran Allah

24

K

E S A K S I A N

Kasih yang Mengubah Hidup

Oleh Cheyenne Francis

Oleh William G. Johnsson

Lebih mudah dan lebih tidak rumit daripada yang kita sadari.

Menjangkau DUnia

D E PA R T E M E N TA L

Kristus Kebenaran Kita

3 L A P O R A N

SEDUNIA

7 K E S E H A T A N S E D U N I A Kesehatan Darah 13 R O H N U B U A T Kristus, Kebenaran Kita

26 P E R T A N Y A A N

DAN

Selama lima tahun ke depan, Adventist World akan menawarkan fitur yang berkaitan dengan tiga penekanan di seluruh dunia dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh: Kristus Kebenaran Kita, Kesetiaan, dan Keterlibatan Total Anggota. Logo ini, akan muncul beberapa kali, menunjukkan salah satu penekanan dalam keinginan kami untuk membagikan pekabaran dan menjangkau dunia bagi Kristus.

JAWA B A N A L K I TA B

Kemuliaan Tuhan

27 P E L A J A R A N A L K I T A B Abraham: Mempertaruhkan . Segalanya 28

PERTUKARAN IDE

www.adventistworld.org Tersedia daring dalam 10 bahasa

2

Adventist World | 01 - 2016

C o v e r

P h o t o :

A n j a

O s e n b e r g


Nubuatan Digenapi

1 Ellen

G. White, “ ‘Be Zealous and Repent,’ ” Review and Herald, 23 Desember 1890. 2 Ellen G. White letter 8, 1890.

LAPORAN SEDUNIA Oleh Andrew McChesney

Rumah Sakit Mukjizat Dibuka

di

Hong Kong

T W A H

Kelahiran Cina Mendukung Pengembangan 219 Juta Dolar AS

P HOTOS :

“Satu hal penting akan menang, satu subjek akan menelan semua yang lain—Kristus kebenaran kita.”1 Bagi kita semua yang suka menggunakan istilah ini, mungkin tidak ada hal seperti “nubuatan yang digenapi dengan sendirinya.” Keadaan yang kita juluki dengan frase itu mungkin lebih tepat kalau diberi judul “kua­ sa sebuah ide yang saatnya telah tiba.” Karunia nubuatan dari Allah menyerang sejarah dan pengalaman manusia, tetap diundang dan kadang-kadang bahkan menuntut partisipasi manusia. Nabi mendengar dan menerima panggilan Allah dalam kehidupan, dia merespons dalam kesetiaan dan pekabaran Allah dikhotbahkan dan diajarkan. Para pendengar mengenal firman yang disampaikan bersumber dari Allah dan dengan kerjasama mereka untuk membuat kebangunan dan pembaruan tetap berjalan mengubah kelangsungan sebuah negara, membentuk kembali lembaga-lembaga, dan membagikan Injil di tempat di mana Injil itu belum pernah didengar—semuanya sebagaimana telah dinubuatkan dalam nubuatan. Seratus dua puluh lima tahun yang lalu, juru kabar Allah untuk pergerakan ini—Ellen White—dengan penuh semangat menubuatkan tema yang akan menjadi pokok pembicaraan umat Allah yang sisa di akhir zaman. Dan sementara Tuhan tetap memiliki saksi di antara kita yang mengangkat tinggi cahaya yang bersinar dari salib, dapat dipastikan bahwa dekade kita yang terakhir sebagai manusia telah ditandai dengan semakin berpusat pada kebenaran Kristus. Dari mimbar, dalam KKR, dalam pembicaraan dan korespondensi pribadi, faktanya satu kepentingan telah mulai menguasai— kecukupan Yesus, yaitu apa yang Ellen White sering sebut “keagungan Yesus.”2 Gereja Anda telah membuat tema ini menjadi penekanan utama selama lima tahun ke depan, dan edisi Adventist World kali ini secara khusus difokuskan pada “subjek yang akan menelan semua yang lain.” Bacalah dengan hati terbuka. Berharaplah yang terbaik sementara Anda mencari kembali kebenaran pekabaran terbaik yang pernah dikatakan.

Kiri: LAMA DAN BARU: Lima lantai bangunan asli rumah sakit Advent berdiri di depan gedung baru 25 lantai. Kanan: PEMBUKAAN RESMI: Rumah sakit, gereja, dan pemerintah menghadiri pembukaan gedung baru Hong Kong Adventist Hospital, Tsuen Wan.

T

erletak pada perbukitan di Hong Kong, bangunan rumah sakit 25 lantai di mana para pemimpin Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengungkapkan bahwa tidak ada yang bukan mukjizat. Bangunan 219 juta dolar AS dengan signifikan memperluas pelayanan kesehatan Advent di kota sekular yang sangat besar di mana gereja telah menemukan cara yang paling efektif untuk membagikan kasih Yesus melalui pekerjaan penyembuhan dua rumah sakit lokal di wilayah itu. “Allah menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat dan dalam waktu yang tepat untuk memastikan proyek ini berhasil,” demikian dikatakan Robert Folkenberg, Jr., pemimpin dua rumah sakit dan Ketua Uni Misi Tiongkok. Dua bangunan ini adalah pengembangan Rumah Sakit Advent Hongkong, Tsuen Wan, yang telah ditempatkan pada bangunan 5 lantai yang berdiri sejak tahun 1964 oleh dokter Advent yang terkemuka, Harry Miller. Rumah Sakit yang dimulai dengan banyak rintangan, telah berkembang selama dekade terakhir, khususnya selama tujuh tahun ketika peme-

Bersambung ke sebelah

01 - 2016 | Adventist World

3


LAPORAN SEDUNIA rintah Hong Kong mengizinkan seorang ibu dari daratan Tiongkok melahirkan anak di Hong Kong. “Pintu yang terbuka ini memungkinkan rumah sakit kita, di mana bangsal bersalin dibanjiri, melayani ribuan keluarga dari Tiongkok sementara pada saat yang sama menyediakan dana yang cukup diperlukan untuk membangun pengembangan besar-besaran ini,” ujar Folkenberg. Penghasilan dari pelayanan pasien lain dan donasi sebagian besar juga digunakan untuk bangunan senilai 1,7 miliar dolar Hong Kong, sementara seperempat biaya ditutupi dengan pinjaman bank. Rumah Sakit Advent Hong Kong, Tsuen Wan, adalah satu-satunya rumah sakit swasta yang melayani satu kabupaten dengan penduduk 1,5 juta orang dan pengembangan ini juga akan memampukannya melayani 1.000 pasien satu hari di mana sebelumnya 300 hingga 400 orang. Jumlah tempat tidur bertambah dari 120 menjadi 470, dan 20 persen tempat tidur disisihkan untuk pasien berpenghasilan rendah yang dirujuk dari rumah sakit umum. Pejabat tinggi kesehatan Hong Kong, Ko Wing-man, bersyukur atas pengembangan ini sebagai cara untuk menghasilkan kualitas kesehatan yang lebih tinggi di kota yang membutuhkan lebih banyak rumah sakit swasta.” Hong Kong sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi dalam sistem perawatan kesehatan kita, katanya kepada 400 tamu yang berkumpul di kawasan taman berumput di lantai 6 gedung baru saat ­acara peresmian di pertengahan November. “Kita sedang menghadapi populasi usia lanjut dengan cepat… dan meningkatnya harapan orang untuk kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan rumah sakit lebih dari sekadar merawat orang sakit. Fokus utama dalam pengobatan pencegahan, menolong orang untuk hidup dengan sehat melalui diet, istirahat dan olahraga yang baik. Pembicara pada upacara pembukaan menggarisbawahi statistik kesehatan umum yang menunjukkan bahwa keba-

4

Adventist World | 01 - 2016

nyakan penyakit berhubungan dengan buruknya pilihan pola hidup. “Kita harus berbuat lebih banyak, dan ini adalah satu langkah yang mengarah ke sana,” kata Ella Simmons, Wakil Ketua GC. “Sangatlah menyenangkan untuk mencatat bahwa inisiatif baru yang besar ini… termasuk fasilitas yang bukan hanya mendiagnosis dan menangani penyakit tetapi juga menciptakan lingkungan untuk meningkatkan kesehatan,” kata Peter N. Landless, Direktur Departemen Kesehatan GC. Konstruksi bangunan rumah sakit seluas 25.412 meter persegi (607.213 kaki persegi) dimulai tahun 2011 dan direncanakan selesai tahun 2016. Sebagai tambahan untuk bangsal, gedung itu memiliki 10 ruangan operasi, empat ruangan endoskopi dan taman di lantai atas, yaitu di mana upacara pembukaan berlangsung.

Folkenberg berkata bahwa pengembangan rumah sakit yang baru ini akan menjadi mercu suar kasih penyembuhan Kristus dalam kota metropolitan ramai yang dikenal karena memiliki lebih banyak bangunan di atas 35 meter (115 kaki) dan lebih banyak gedung pencakar langit di atas 150 meter (490 kaki) daripada kota-kota lain di dunia. Rumah sakit yang baru ini berdiri setinggi 110 meter (360 kaki). “Di tengah kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia, di pusat kota, sekular, kota besar yang materialistis, kita akan terus menghasilkan sesuatu yang sangat baik, pelayanan penyembuhan yang berpusat pada Kristus kepada penduduk bukan Kristen,” kata Folkenberg. “Sebagaimana motto kita berkata, kita ada ‘untuk memperluas pelayanan penyembuhan Yesus.’” n

Oleh Andrew McChesney

1 Juta Anggota Dicari di

Asia Utara

Ketua divisi, Jairyong Lee, mengungkapkan inisiatif ambisi tersebut.

G

ereja Masehi Advent Hari Ketujuh Divisi Asia Pasifik Utara meluncurkan sebuah rencana ambisius untuk meningkatkan keanggotaan dalam wilayah itu paling sedikit 1 juta orang selama lima tahun ke depan. Rencana ini, disampaikan di kantor pusat divisi dekat Seoul, Korea Selatan, sementara 13 divisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan lembaga-lembaga lain mengadakan pertemuan akhir tahun untuk menyampaikan rencana lima tahunan untuk membagikan kabar kedatangan Yesus.

Tujuan Divisi Asia Pasifik Utara adalah dahsyat untuk wilayah dengan penduduk 1,6 miliar, yang membuatnya menjadi gereja terbesar dalam populasi, tetapi juga di antara yang paling sedikit dijangkau oleh Injil, dengan hanya 3 persen yang mengakui diri mereka sebagai Kristen. Sembilan puluh tujuh persen yang lain adalah Budha, Shinto, Muslim, Shaman dan ateis. “Sementara kita memulai lima tahun berikutnya, kita tidak hanya melanjutkan apa yang telah kita lakukan selama lima tahun yang lalu,” ketua divisi Jairyong


C o n f e r e n c e U n i o n Japa n

PERTUMBUHAN YANG BAIK: Pendeta Masuya Yasui (kanan) membaptis anggota baru pada pertemuan kamp di Fujikawaguchiko, Jepang, pada tahun 2013. mengatakannya sementara ia menyatakan rencana inisiatif Vision One Million 2020 pada saat pertemuan akhir tahun. “Kita perlu mempunyai awal baru dengan komitmen baru dan dedikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk misi gereja.” Gereja Advent sekarang ini memiliki 702.081 anggota jemaat di Divisi Asia Pasifik Utara, yang melingkupi Tiongkok, Jepang, Mongolia, Korea Utara, Korea Selatan, dan Taiwan sesuai dengan statistik divisi. Keanggotaan divisi bertumbuh sebanyak 77.841 anggota dengan lebih dari 100 jemaat yang baru selama lima tahun yang lalu. Sebaliknya, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia bertambah kira-kira 1 juta orang satu tahun, dan mencapai 18,7 juta jiwa pada bulan Juli. Tiga divisi—Inter Amerika, Afrika Bagian UtaraSamudera Hindia, dan Afrika TengahTimur—memiliki lebih 3 juta anggota jemaat di wilayah mereka. Untuk mencapai tujuan itu, Divisi Asia Pasifik Utara berencana menyelaraskan usaha jangkauan keluar dengan rencana kerja General Conference, termasuk Mission to the Cities, Comprehensive Health Ministry, dan Total Member Involvement. Ini juga mengandalkan pro-

gram seperti His Hands Mission Movement, yang mempersiapkan dan mengirim misionaris ke dalam negara mereka sendiri, dan 1000 Missionary Movement, dan Pioneer Mission Movement, yang mengirimkan misionaris antar negara. Divisi lain membuat rencana yang mirip pada saat pertemuan akhir tahun mereka. Ketua Divisi Amerika Utara, Daniel R. Jackson memberitahukan 11 tujuan untuk lima tahun ke depan, termasuk 1.000 jemaat yang baru dan keterlibatan 1,2 juta anggota jemaat untuk mempersiapkan komunitas mereka bagi kedatangan Yesus. Pemimpin Divisi Inter-Amerika mengatakan bahwa jemaat mereka lebih menjangkau mantan anggota jemaat berkat audit keanggotaan yang berlanjut di mana 690.000 telah dihapus dari buku keanggotaan.

Di Korea Selatan, Lee memperingatkan bahwa waktunya semakin singkat untuk membagikan pekabaran Advent. “Kita masih memiliki banyak kesempatan misi dalam wilayah kita. Namun, kesempatan itu tidak selalu ada,” kata Lee. “Penginjilan akan menghadapi lebih banyak tantangan pada masa yang akan datang. Manusia akan semakin humanis, materialis, egosentris seiring berjalannya waktu. Mereka akan semakin dan semakin berfokus bagaimana bertahan hidup dalam masyarakat yang sangat kompetitif.” Mengutip perkataan Yesus, ia berkata, “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja [Yohanes 9:4].” n

Oleh Andrew McChesney

Tidak Berbahasa Inggris? Kita akan Tetap Beribadah!

S

Gereja di Korea Selatan mengubah budaya dan bertumbuh.

eberapa jauhkah Anda menarik orang percaya kepada jemaat Anda? Delapan anggota gereja di Korea Selatan berjuang untuk membuat satu keputusan drastis dalam membuat ibadah hanya dalam bahasa Inggris, walaupun tidak satu pun yang dapat berbicara dengan bahasa itu. Yang menyenangkan mereka, gereja diisi oleh 38 orang pada Sabat berikutnya dan kehadiran tetap kuat sejak saat itu. “Ada perbedaan yang sangat besar hanya dalam satu pekan,” kata Kwon John Haeng, seorang pendeta dan pendiri ge-

reja yang pertama sekali menganjurkan Jemaat Pangsung membuat ibadah dalam bahasa Inggris. Cerita dimulai saat pendeta paruh waktu, Kim Soongi, memanggil Kwon ke dalam kantornya di kantor pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Divisi AsiaPasifik Utara di dekat Seoul. Setelah perbincangan singkat, Kwon mengetahui bahwa jemaat itu, yang telah dibuka 20 tahun yang lalu, berada hanya lima menit berjalan kaki dari Camp Humphreys, satu pos Angkatan Darat Amerika Serikat yang akan menjadi yang terbesar di Asia pada tahun 2016.

01 - 2016 | Adventist World

5


LAPORAN SEDUNIA

6

Adventist World | 01 - 2016

Kwon, yang melayani sebagai Direktur Penatalayanan dan Adventist Mission, mengatakan bahwa menggunakan bahasa asing adalah sebuah konsep yang dia lihat dapat bekerja dengan baik dalam beberapa jemaat selama pelayanannya 13 tahun dalam penanaman gereja di Asia, di mana di beberapa negara terdapat banyak komunitas pendatang. Dia mengatakan hanya di Korea Selatan saja ada 1,7 juta pekerja asing, khususnya di kota-kota, dan dia telah menolong untuk membantu membuka gereja Kamboja, India, dan Filipina untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sementara itu, Jemaat Pangsung berdoa supaya kehadiran akan terus bertumbuh sementara firman dibagikan dalam bahasa Inggris dan 28.500 tentara Amerika Serikat yang terakhir dipindahkan ke Camp Humphreys. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Konferens Korea Barat Tengah, baru-baru ini sepakat untuk mengubah nama Jemaat Pangsung menjadi Pyeongtaek International Church. n

J o h n g Ha e n g

Kwon memanggil guru bahasa Inggris lokal dari Afrika Selatan, Moe Zonke, dan mendapatkan bantuannya dalam membantu perubahan Jemaat Pangsung menjadi sebuah gereja internasional. Gereja itu juga mem-posting tentang ibadah bahasa Inggris mereka di Facebook. Sabat itu, lima tentara Amerika Serikat dengan 13 anggota keluarga mereka muncul untuk berbakti. Salah satu dari mereka, Candice Roelofs, mengatakan kepada

Berbicara dalam Bahasa Pendatang

K w o n

Pemikiran dan Arahan Baru

jemaat bahwa dia telah mencari gereja berbahasa Inggris selama dua tahun. “Saya sedang mencari gereja seperti ini,” katanya, sependapat dengan Kwon. “Saya sangat bahagia.” Anggota jemaat senang juga, kata Kwon. Bukan hanya karena kehadiran mereka tiga kali lipat—mereka juga dapat memahami pelayanan ibadah. Seorang staf dari pangkalan itu ternyata adalah mantan pendeta Advent yang dapat berbahasa Korea dengan baik. Dia memberikan penerjemahan secara langsung dari belakang gereja. Allah melalui pemeliharaan-Nya, memungkinkan Jemaat Pangsung mendapatkan kesempatan memiliki pangkalan Amerika Serikat di sekitar mereka, kata Yutaka Inada, yang baru saja terpilih menjadi Sekretaris Divisi Asia Pasifik Utara. Satu pergumulan gereja yang harus didoakan adalah cara yang kreatif untuk menjangkau komunitas mereka sendiri, katanya. Dia menekankan bahwa gereja pedesaan di divisi itu meliputi Tiongkok, Jepang, Mongolia, Korea Utara, Korea Selatan, dan Taiwan, keanggotaannya cenderung menurun, sementara di kota cenderung bertumbuh.

P HOTOS :

Kwon menghadiri ibadah di gereja itu pada hari berikutnya dan memanggil delapan anggota jemaat dan tiga anak mereka untuk mengadakan pertemuan setelah itu. “Anda telah melakukan segala sesuatu selama 20 tahun, tetapi gereja tidak bertumbuh,” katanya. “Mengapakah Anda tidak mengubah visi Anda dari hanya melayani orang Korea? Di dekat kita ada markas Angkatan Darat Amerika Serikat dengan hanya berjalan kaki lima menit, di mana mungkin ada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di sana yang dapat kita layani.” Kwon, menceritakan pertemuan itu dalam sebuah wawancara di dalam kantor divisinya, mengatakan anggota jemaat senang dengan rencana ini, walaupun dia menjelaskan kepada mereka bahwa ibadah itu akan dilakukan dalam bahasa Inggris, salah satu anggota jemaat, yang tetap membantu mendirikan gereja bersama dengan suaminya selama dua dekade sebelumnya, memeluk Kwon dan dengan linangan air mata menyatakan pengharapannya bahwa pemikiran itu akan berhasil. Kwon menemukan dalam bekerja dengan gereja internasional lainnya yang ibadahnya hanya dalam bahasa Inggris cenderung untuk lebih efektif daripada menggunakan penerjemahan, yaitu seseorang berbicara dan berhenti untuk diterjemahkan. Jika penerjemahan dibutuhkan, penerjemahan secara serempak dengan headphone adalah lebih baik, katanya. Anggota Jemaat Pangsung memutuskan untuk memulai pelayanan dalam bahasa Inggris langsung pada sabat berikutnya.

Kiri: SIAP UNTUK BERIBADAH: Bangunan di mana Gereja Internasional Pyeongtaek baru, berganti nama dengan huruf “SDA” di tengah jendela bangunannya. Kanan: IBADAH DWIBAHASA: Candice Roelofs berbicara sementara Kwon JohngHaeng merekam dari bangku depan. Penerjemah dapat terlihat di sudut belakang.


KESEHATAN

SEDUNIA

Oleh Peter N. Landless dan Allan R. Handysides

Kesehatan

Darah

Saya dijadwalkan untuk operasi besar tapi tidak mendesak dalam beberapa bulan ke depan, dan saya mungkin memerlukan transfusi darah. Apakah umat Advent menyetujui transfusi darah? Apakah hal itu aman?

G

ereja Masehi Advent Hari Ketujuh mendukung transfusi darah. Kami mendorong anggota kami untuk menjadi pendonor tetap karena mereka mampu, karena darah merupakan komoditas untuk menyelamatkan nyawa. Metode penyaringan modern telah membuat transfusi aman dan bermanfaat. Semua intervensi mempunyai risiko, tetapi manfaat transfusi yang tepat digunakan lebih besar daripada risiko. Darah merupakan bagian dari sistem peredaran darah, yang membantu untuk memasok oksigen dan gizi ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida ke paru-paru dan produk limbah ke ginjal. Darah membantu mengatur suhu tubuh dan juga mendistribusikan hormon ke berbagai tujuan organ. Darah terdiri dari cairan yang kaya protein yang disebut plasma, yang membekukan unsur sel darah. Unsur sel termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Plasma juga membawa protein yang mempertahankan tubuh terhadap infeksi (antibodi), vitamin, dan protein lainnya, yang membantu dalam pembekuan darah saat kecelakaan terjadi. Ada sekitar 5,5 liter darah dalam sistem peredaran darah. Volume ini tetap konstan untuk dapat memastikan tekanan darah yang memadai, sehingga darah dapat mencapai seluruh jaringan dan selsel dalam tubuh, menjamin fungsi normal dan metabolisme energi di sepanjang siklus kehidupan seseorang.

Tubuh sangat sensitif terhadap perubahan volume darah (terutama perubah­ an dalam plasma), yang dipengaruhi oleh dehidrasi atau kehilangan darah yang mungkin terjadi setelah kecelakaan atau operasi besar. Pelayanan transfusi darah telah mengembangkan sistem yang sangat andal untuk penyaringan dan penyimpanan darah, yang tersedia sesuai kebutuhan berikutnya. Darah dibagi menjadi berbagai golongan darah tergantung pada zat karbohidrat khusus yang mungkin ada pada sel darah merah. Yang paling dikenal adalah antigen A dan B. Ini semua diturunkan. Dalam istilah luas, golongan darah dibagi menjadi A, B, AB, dan O (kelompok O—pendonor universal; kelompok AB—penerima universal). Sebuah subkelompok tambahan yang penting adalah kelompok faktor Rh (rhesus). Ketika darah diperlukan untuk pasien tertentu, sampel darah dikirim ke bank darah bersama dengan pesanan sehingga darah dapat dicocokkan. Hal ini untuk mencegah reaksi dengan darah yang mungkin tidak cocok karena antigen yang bervariasi. Darah disaring untuk mencegah penularan penyakit virus, terutama hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Jika seseorang baru dari daerah malaria, orang tersebut mungkin tidak dapat mendonorkan darah dalam jangka waktu tertentu setelah meninggalkan daerah itu, ditentukan oleh masing-masing ketentuan pelayanan transfusi. Anda mungkin ingin bertanya kepa-

Tubuh sangat sensitif terhadap perubahan volume darah. da dokter bedah Anda tentang kemungkinan mendonorkan darah Anda sendiri untuk Anda gunakan sendiri pada saat operasi di masa yang akan datang, jika diperlukan (transfusi autologous). Kita diciptakan dengan dahsyat dan ajaib. Sebagai orang Kristen, kita diberkati karena mengetahui bahwa kesehatan rohani kita ditutupi dan dijamin oleh darah Yesus Kristus, yang tertumpah dengan sukarela demi kita. n

Peter N. Landless, seorang ahli kardiologi

nuklir, adalah Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

Allan R. Handysides, seorang ahli ginekologi,

baru pensiun, sebelumnya adalah Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

01 - 2016 | Adventist World

7


PA N O R A M A S E D U N I A

S

ementara kita memulai tahun baru ini, sekarang adalah waktu yang sangat baik untuk memikirkan aspek dasar keselamatan: Kristus dan kebenar­ an-Nya. Matius mencatat perumpamaan Yesus yang menarik yang melibatkan pernikahan dan pakaian pernikahan yang tepat. Dalam Matius 22 kita membaca bahwa pernikahan yang besar diatur oleh raja. Ada banyak kegembiraan sementara raja mempersiapkan perayaan ini untuk anaknya. Dia “Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu” (ayat 3). Sayangnya, mereka yang menerima undangan tidak senang untuk menghadirinya. Dapatkah Anda bayangkan seorang raja mengundang orang untuk pernikahan, dan mereka tidak mau datang? Kita harus tetap mengingat bahwa perumpamaan ini memiliki makna bagi kita hari ini. Yesus memanggil kita untuk pesta pernikahan Nya. Apakah kita datang?

Resepsi

Resepsi bisa menjadi suatu tantangan. Jika Anda pernah mempersiapkan resepsi, Anda pasti tahu. Kami sudah melakukan dua resepsi pernikahan di rumah kami dan satu di gereja, dan saya senang, orang datang ke resepsi pernikahan putri kami. Tetapi dalam perumpamaan ini bukan hanya para tamu tidak muncul— mereka bahkan tidak menghargai undangan raja yang murah hati. “Orangorang yang diundang itu tidak mengindahkannya” (ayat 5). Apakah kita begitu sibuk dengan kehidupan, mencoba untuk menegosiasikan abad kedua puluh satu ini, bahwa kita terlalu sibuk untuk datang kepada jamuan makan paling penting yang akan selalu Allah sediakan? Menolak Raja

Dalam perumpamaan ini, mereka yang menerima undangan pernikahan menangkap para pegawai raja, memperlakukan mereka dengan kejam, dan membunuh mereka. Ketika Anda pergi keluar sebagai mitra kerja Allah, bersiaplah untuk ditolak, untuk disiksa, untuk

8

Adventist World | 01 - 2016

ristus , K Kebenaran Kita Oleh Ted N. C. Wilson

Apakah yang akan Anda gunakan ke pernikahan tersebut? dijauhi, dan bahkan mungkin untuk dibunuh. Gereja Kristen secara keseluruhan, dan khususnya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, memiliki orang yang martir. Janganlah kita takut tentang masa depan. Janganlah takut mengenai terungkapnya nubuatan yaitu apa yang kita tahu akan terjadi. Kita diyakinkan dengan penyertaan Kristus sampai akhir zaman (lihat Matius 28:20). Setiap orang yang memperhatikan peristiwa saat ini akan tahu nubuatan sedang digenapi seperti Allah nubuatkan. Kita tidak hidup pada zaman yang normal. Ketika raja dalam perumpamaan itu mendengar bagaimana hambanya diperlakukan, ia sangat marah. Menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka (Matius 22:7). Memulai Lagi

Kemudian raja memulai lagi dari ­awal. Dia mengatakan kepada hambahambanya, “Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. (ayat 8, 9). Orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu (ayat 10). Saat ini sementara pekabaran Allah dikumandangkan, akan ada orang-orang yang tidak selaras dengan Firman Allah

yang kudus, tetapi menjadi bagian dari mereka yang datang. Sampai pada akhir zaman akan ada yang baik dan yang jahat, gandum dan lalang. Tetapi akan ada penampian. Bahkan, saya percaya penampian telah dimulai. Dunia telah memasuki gereja dengan cara luar biasa. Hanya ada satu cara bagi Anda dan saya dapat mencegah supaya diri kita tidak tersapu dengan ide-ide salah, dengan implikasi budaya, dengan pemutarbalikan yang akan mendorong kita melawan Firman Allah. Hanya ada satu cara supaya jangan tergoncang keluar, dan itu adalah ketergantungan sepenuhnya kepada kebenaran Yesus Kristus. Kita harus menerima kuasa Kristus yang membenarkan, kuasa-Nya yang menguduskan, kuasa-Nya yang membangunkan kembali dan memperbarui. Tuntutlah Janji-Nya

Alkitab penuh dengan janji indah yang menunjukkan apa yang Yesus dapat dan akan lakukan bagi kita ketika kita menerima jubah kebenaran-Nya: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12). Rasul Paulus mendorong kita untuk “menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). Dan Yohanes pewahyu mengatakan siapakah kita sebenarnya, dan bagaimana kita harus pulih dari kutukan mementingkan diri sendiri yang mengerikan: “membeli dari padaKu emas..., agar engkau menjadi kaya,...


pakaian putih, supaya engkau memakainya...; minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” (Wahyu 3:18, 19). Pakaian Tepat

Kembali ke perumpamaan, kita melihat bahwa apa yang terjadi berikutnya adalah benar-benar penjelasan yang menarik dari pelayanan Kristus. Kita membaca bahwa ketika raja datang untuk me-

Pakaian pernikahan melambangkan tabiat yang murni, bersih yang akan dimiliki pengikut sejati Kristus. lihat para tamu, ia melihat seorang pria tidak mengenakan pakaian pesta. Ia bertanya “Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?” (Mat. 22:12). Pria itu terdiam. Saudara kita yang malang ini, meskipun ia telah diberi baju yang sempurna, tidak menerima dan memakainya. Raja bukan hanya mengundang orang asing (yaitu Anda dan saya) ke pernikahan Anak-Nya—Dia juga menyediakan pakaian yang tepat sebagai hadiah. Ketika Kristus menyediakan jubah kebenaranNya, itu sangat cocok, dan cocok bagi semua orang! Kita hanya harus menerimanya dan memakainya. Menggali Lebih Dalam

Buku Christ’s Object Lessons yang luar biasa itu menggali dengan dalam perumpamaan Kristus, penjelasan yang lebih jauh ditemukan di sana. Di sana kita membaca bahwa pakaian pernikahan melambangkan “tabiat yang murni, bersih yang akan dimiliki pengikut sejati Kristus.”1 Dan tabiat itu bukanlah tabiat kita; itu tabiat Kristus. “Ini adalah kebenaran

Kristus, tabiat-Nya sendiri yang tidak bercacat, yang melalui iman diberikan kepada semua orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi mereka.”2 Apakah kita benar-benar memercayai ini? Bab ini juga mencakup janji indah ini: “Hanya pakaian yang disediakan oleh Kristus sendiri, dapat membuat kita layak untuk tampil di hadirat Allah. Pakaian ini, pakaian kebenaran-Nya sendiri akan dipakaikan Kristus kepada setiap jiwa yang bertobat dan percaya.... Pakaian ini, yang ditenun dengan alat tenun surga, tidak mengandung sehelai benang pun buatan manusia. Kristus dalam keadaan kemanusiaan-Nya menghidupkan suatu tabiat yang sempurna, dan tabiat ini dipersembahkan-Nya kepada kita. ‘Segala kesalehan kami seperti kain kotor’ (Yes 64:6).... Dengan penurutan-Nya yang sempurna Ia telah memberikan kemungkinan bagi setiap orang untuk menaati hukum-hukum Allah.”3 Jangan jatuh kepada perangkap yang dibuat orang ketika mereka mengatakan, “Tidak mungkin untuk mematuhi perintah-perintah; tidak mungkin untuk menjalani kehidupan yang sempurna.” Memang benar bahwa kita tidak bisa hidup sempurna dengan cara kita—tidak ada cara yang mungkin! Tetapi ketika kita memakai jubah kebenaran Kristus, kita tampak kepada Bapa surgawi sebagai seorang yang sempurna. Pengudusan Bergerak di Dalam

Kemudian sesuatu yang lain terjadi. Penyucian mulai bergerak, dan itu adalah kebenaran Kristus juga. Ellen White menulis: “Bila kita menyerahkan diri kita kepada Kristus, hati itu dipersatukan dengan hati-Nya kehendak dibenamkan dalam kehendak-Nya, pikiran ditaklukkan kepada-Nya; kita menghidupkan kehidupan-Nya. Itulah artinya dipakaikan dengan pakaian kebenaran.... Kebenaran berarti berbuat benar, dan melalui perbuatan-perbuatan mereka itulah mereka dihakimi. Tabiat kita dinyatakan melalui apa yang kita lakukan. Pekerjaan menunjukkan apakah iman itu asli.”4 Kita membaca lebih lanjut: “Orang yang datang ke pesta tanpa pakaian pesta menggambarkan keadaan orang banyak yang terdapat di dunia kita sekarang.... Mereka tidak menyadari keperluannya

akan Kristus atau menunjukkan iman kepada-Nya. Mereka belum mengalahkan kecenderungan-kecenderungan yang bersifat turunan atau yang telah ditumbuhkan dalam hal berbuat salah. Namun demikian mereka mengira bahwa mereka sudah cukup baik dalam dirinya sendiri gantinya mempercayai Kristus. Para pendengar sabda itu, mereka datang ke pesta, tetapi mereka tidak memakai pakaian kebenaran Kristus.”5 Biarlah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dikenal sebagai orang yang percaya, tidak dalam jasa-jasa mereka sendiri, tetapi hanya dalam jasa-jasa Yesus Kristus! Sebagaimana Ellen White menulis: “Dalam kehidupan inilah kita harus mengenakan pakaian kebenaran Kristus. Inilah satu-satunya kesempatan kita untuk membentuk tabiat untuk rumah yang telah disediakan Kristus bagi orangorang yang menaati hukum-hukumNya…. Berjagalah jangan engkau didapati tanpa pakaian pesta dalam pesta perjamuan raja.”6 Bergerak ke Depan

Sementara kita bergerak maju, apakah Anda bersedia untuk menerima dari tangan Kristus jubah yang akan memungkinkan Anda untuk menjadi seorang yang bermitra dengan surga? Menerima hadiah indah yaitu jubah Kristus yang akan menutupi dan mengubah kita menjadi gambar-Nya adalah dasar untuk menjadi pengikut Kristus. Semoga kita diisi dengan kuasa Roh Kudus sehingga orang akan mengatakan, “semua anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengenal Yesus. Dia tinggal di dalam hati mereka, dan mereka adalah pemberita kebenaran Kristus terbesar.” n 1 Ellen G. White, Christ’s Object Lessons (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1900), hlm. 310. 2 Ibid. 3 Ibid., hlm. 311, 312. 4 Ibid., hlm. 312. 5 Ibid., hlm. 315. 6 Ibid., hlm. 319.

Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia. 01 - 2016 | Adventist World

9


Jalan

Oleh William G. Johnsson

Kebenaran Allah

S

Simpel, mudah, tidak rumit

iang dan malam seorang pemuda yang sungguh-sungguh berjuang untuk mencari kedamaian dengan Allah. Menyiksa tubuhnya, ia berpuasa dan berdoa, memeras otak untuk mengakui setiap dosa yang pernah dilakukannya. Tidak ada yang berhasil. Setelah beberapa jam dihabiskan dalam pengakuan, ia terjaga di tengah malam dengan pikiran menakutkan: Bagaimana dengan dosa-dosa yang ia tidak bisa ingat, dosa-dosa yang belum diakui dan akan mengutuk dia di hadapan Allah yang murka? Jiwa yang berjuang itu adalah biarawan Martin Luther. Pencarian hidup dan matinya untuk menemukan kebenaran melahirkan reformasi Protestan. Luther mencoba setiap jalan untuk perdamaian yang ditawarkan gereja pada zamannya, tetapi semua sia-sia. Akhirnya, bagaimanapun, dia menemukan apa yang ia sangat dambakan melalui mempelajari dari surat Paulus kepada jemaat di Roma. “Siang dan malam,” tulisnya kemudian, “saya merenungkan sampai saya melihat hubungan antara keadilan Allah dan pernyataan bahwa ‘orang benar akan hidup oleh iman.’ Kemudian saya memahami bahwa keadilan Allah adalah bahwa kebenaran yaitu melalui anugerah dan kemurahan Allah belaka yang membenarkan kita melalui iman. Kemudian saya merasa diri ini dilahirkan kembali dan telah pergi melalui pintu yang terbuka ke dalam surga.”1 Penemuan Luther yang membebaskan adalah ide yang benar-benar asing bagi pemikiran manusia hingga ke titik ini. Kita tidak mendapatkan pembenaran oleh usaha manusia; sebaliknya, Allah dengan cuma-cuma memperhitungkan kebe­

10

Adventist World | 01 - 2016

naran-Nya kepada kita sebagaimana kita percaya kepada-Nya. Bukanlah usaha kita, tetapi karunia Allah. Bukan karena perbuatan baik kita, tetapi melalui iman—ini adalah jalan kebenaran Allah. Kitab Roma berdering dengan peneguhan yang mulia ini. Memang Injil, kabar baik. “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman’ (Roma 1:17).2 “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya” (Rm. 3:21, 22). Ajaran Yesus

Jauh sebelum Luther menemukan kabar baik kebenaran melalui iman yang membebaskan, Yesus telah menekankan konsep ini. Dia tidak menggunakan argumen yang cermat seperti cara Paulus, tetapi dengan sederhana, ilustrasi mendalam dan perumpamaan. Para pemimpin agama dalam masyarakat Yesus telah membangun sebuah teologi rumit yang berpusat pada hukum. Terhitung ada 613 perintah dalam Pentateukh, dan kepada perintah itu mereka menambahkan serangkaian tradisi lisan yang dirancang untuk membangun benteng di sekitar 613 ketentuan itu. Dengan demikian, untuk perintah Sabat sederhana dalam dekalog itu, mereka telah menambahkan daftar panjang, yang menentukan kegiatan apa yang diperkenankan dan apa yang tidak.


R E N U N G A N

Yesus sangat bertentangan dengan para ahli taurat dan orang Farisi atas pandangan mereka tentang agama. Dalam Khotbah di Atas Bukit Dia mengatakan kepada para pende­ ngar-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 5:20.). Yesus berselisih dengan mereka atas aturan mereka mengenai kemurnian seremonial, Dia berkata: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri” (Markus 7:9). Yesus mengangkat kebenaran begitu tinggi sehingga seluruh sistem yang mencoba menyenangkan Allah dengan perhatian yang saksama untuk ibadah yang detail runtuh karena beratnya sendiri. Dia mengajarkan bahwa di mata Allah kebenaran lebih daripada sekadar tidak melakukan pembunuhan, perzinaan, dan sebagainya: Kebenaran Allah mencakup bahkan pikiran dan motivasi kita sehingga kebencian dan nafsu membuat kita pelanggar atas hukum (lihat Matius 5:21-47). Ini adalah kebenaran perintah yang sama sekali baru, sebuah kebenaran di luar pencapaian manusia, sebuah kebenaran yang guru agama Yahudi tidak pernah berusaha untuk ikuti. Ini adalah kebenaran yang sangat menuntut bahwa manusia tidak pernah bisa mencapai itu, sebuah kebenaran yaitu bahwa hanya Allah yang dapat memberikannya sebagai hadiah. Berulang-ulang perumpamaan Yesus mengejutkan, bahkan membuat kaget, pembaca. Perumpamaan-perumpamaan ini membalikkan cara dunia. Di sini seseorang yang bekerja hanya satu jam menerima gaji yang sama seperti orang yang bekerja sepanjang hari (Mat. 20:1-16). Di sini dua orang pergi ke bait Allah untuk berdoa, seorang adalah Farisi yang memberikan seluruh hidupnya untuk menaati hukum, yang lain pemungut cukai, seseorang dibenci oleh orang lain karena ia melayani kepentingan Romawi yang dibenci dan semakin kaya dengan praktik yang jahat. Orang Farisi saat ia berdoa bersyukur kepada Tuhan bahwa ia tidak seperti orang lain, tentu tidak seperti pemungut cukai berdiri di dekatnya. Sebaliknya, pemungut cukai hanya menundukkan kepalanya dan berkata, “Ya, Allah, kasihanilah aku, orang berdosa” (Lukas 18:13). Dan mengejutkan! Allah menerima doa pemungut cukai, bukan orang Farisi itu. Dalam perumpamaan Yesus yang lain menceritakan tentang seorang raja yang mempersiapkan perjamuan besar. Dia mengundang sederetan tamu, tetapi untuk satu alasan yang sepele atau alasan yang lain mereka semua menolak untuk datang. Lalu raja memerintahkan hamba-Nya untuk pergi keluar di jalanjalan dan masuk ke gang dan membawa semua yang mereka temukan kepada perayaan. Tamu-tamu baru beraneka ragam, tetapi untuk setiap tamu, raja menyediakan pakaian pesta. Kemudian, saat ia menyapa para tamu, ia menemukan seorang pria yang tidak mengenakan pakaian pesta. Dia memerintahkan orang itu diusir dari pesta (Mat. 22:1-14). Pola Yesus mengajar berbeda dari Paulus, tetapi dengan ideide yang sama: Kita tidak memiliki kebenaran Allah; Dia yang

memberikannya kepada kita. Bagian kita adalah untuk memercayai-Nya dan menerima karunia-Nya. Dalam Perjanjian Lama

Beberapa orang Kristen menarik garis yang berat antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, menegaskan bahwa yang terdahulu adalah era perbuatan, yang kemudian era anugerah. Tidak seperti itu: Pembenaran oleh iman berjalan seperti benang emas dari Kejadian sampai Wahyu. Kita membaca bahwa, “percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (Kej. 15:6). Rasul Paulus menggarisbawahi bagian ini dalam Roma (4:1-4) dan Galatia (3:6-9). Yeremia menyebut Yahweh “Allah Kebenaran kita” (Yer. 23:6, NKJV),3 nama yang indah yang memberikan harapan kepada orang berdosa yang putus asa. Dalam Zakharia, nabi itu melihat penglihatan Imam Besar Yosua yang mengenakan pakaian kotor. Dia mewakili orang Israel yang sangat membutuhkan; tetapi kemudian kata penghiburan datang dari surga: “’Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu’... ‘Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta’” (Zak. 3:4). Banyak contoh tambahan dibenarkan oleh iman yang dapat dikutip dari Perjanjian Lama. Satu bagian pasal tertentu, bagaimanapun juga, begitu luar biasa sehingga kita tidak bisa meninggalkannya tanpa menyinggung hal itu. Dalam Yesaya 52:1353:12 kita menemukan gambaran kuat dari Hamba yang Menderita yang “menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak” (Yesaya 53:12). Ia “dihina dan dihindari orang.... Penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya.... Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.... TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (ayat 3-6). Di sini, sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Yesus, kita menemukan ringkasan pelayanan Juruselamat kita. Di sini kita menatap ke jantung rencana Allah untuk menyelamatkan dunia yang hilang: Anak Allah sendiri, Hamba-Nya yang menderita, mengambil bagi diri-Nya kesalahan dan rasa malu kita. Dalam Advent Sejarah

Di setiap zaman, Injil tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Setiap kali Injil dinyatakan, hal itu membangkitkan perlawanan, sama seperti ketika Paulus membawanya ke Galatia. Tidak mengherankan, karena itu, sejarah Advent menyajikan gambaran beragam yang berkaitan dengan pembenaran oleh iman. Pengkhotbah Advent mula-mula, merasa dipanggil untuk menyatakan pentingnya hari Sabat, cenderung untuk lebih berfokus pada hukum daripada Injil. Mereka memberitakan hukum sedemikian rupa bahwa Ellen White menyatakan bahwa khotbah-khotbah mereka “kering seperti bukit Gilboa.”4 Permasalahan ini muncul pada sesi General Conference 1888, yang diadakan di Minneapolis, Minnesota. Dua orang pendeta mu-

01 - 2016 | Adventist World

11


R E N U N G A N

Kita tidak memiliki kebenaran Allah; Dia yang memberikannya kepada kita. Bagian kita adalah memercayai-Nya dan menerima karunia-Nya. da, Ellet J. Waggoner dan Alonzo T. Jones, menyuarakan tema pembenaran oleh iman saja. Para pemimpin gereja, yang berpikir bahwa penekanan ini melemahkan argumen hukum dan Sabat, menentang mereka dengan keras. Jadi Waggoner dan Jones berdiri sendirian melawan George I. Butler, Ketua General Conference; Uriah Smith, Editor Review and Herald; serta tim yang tangguh lainnya. Tidak benar-benar sendiri! Salah satu pemimpin secara umum mendukung maksud itu: Ellen G. White. Namun, dalam gilirannya pada peristiwa yang menyedihkan, dia mendapati nasihatnya ditolak. Tapi Injil itu tidak terbendung, sebagaimana yang terjadi di setiap zaman. Setelah sesi General Conference 1888, khususnya di bawah kepemimpinan Ellen White melalui pena dan suara, pekabaran kebenaran iman, perlahan-lahan maju, lebih luas dan lebih luas, semakin jauh, sampai menjadi suatu ajaran yang ditetapkan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Ellen White menulis beberapa ekspresi terindah Injil yang ditemukan di mana saja. Dengan menggemakan nubuatan Yesaya tentang Hamba yang menderita, dia menulis: “Kristus diperlakukan sebagaimana kita layak diperlakukan, supaya kita dapat diperlakukan sebagaimana Dia layak diperlakukan. Ia dihina karena segala dosa kita, yang di dalamnya Ia tidak terlibat, supaya kita dapat dibenarkan oleh kebenaran-Nya yang di dalam kebenaran itu, kita tidak mempunyai apa-apa. Ia menderita kematian yang kita punya, supaya kita mendapat hidup yang Dia punya. Dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.”5 Untuk mengomentari perumpamaan Yesus tentang seorang tanpa pakaian pesta, ia mencatat: “Hanya pakaian yang disedia-

12

Adventist World | 01 - 2016

kan oleh Kristus sendiri, dapat membuat kita layak untuk tampil di hadapan Allah. Pakaian ini, pakaian kebenaran-Nya sendiri, akan dipakaikan Kristus kepada setiap jiwa yang bertobat dan percaya. ‘Maka Aku menasihatkan engkau,’ katanya, ‘supaya engkau membeli dari padaku… pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan’ (Wahyu 3:18). “Pakaian ini, yang ditenun dengan alat tenun surga, tidak mengandung sehelai benang pun buatan manusia.”6 Selama perjuangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh atas Injil, Editor Uriah Smith menulis serangkaian editorial di Review di mana ia berpendapat bahwa kita perlu memerlukan kebenaran Kristus untuk dibenarkan, tapi setelah kita menerima Kristus, kita harus mengembangkan kebenaran kita sendiri dengan memelihara hukum. Ellen White menegurnya dengan tajam dalam surat. Dia menyatakan bahwa dia telah membaca editorial Smith dan bahwa “individu mulia” telah berdiri di sampingnya dan mengatakan bahwa Uriah Smith “berjalan seperti orang buta ke gawang yang disiapkan musuh, tetapi ia tidak merasa ada bahaya karena terang menjadi kegelapan baginya.”7 Dari semua kata permata Ellen White untuk pembenaran melalui iman, ini adalah favorit saya: “Bagi dia yang siap untuk menerima tanpa layak menerima, yang merasa bahwa ia tidak pernah bisa membalas kasih seperti itu, yang mengesampingkan semua keraguan dan ketidakpercayaannya, dan datang seperti seorang anak kecil di kaki Yesus, semua kekayaan kasih yang kekal adalah cuma-cuma, pemberian kekal.“8 Sebuah Pertanyaan

Sahabatku, saya menanyakan pertanyaan ini kepada Anda: Apakah Anda merasa siap untuk menerima tanpa layak menerima? Apakah Anda bersedia untuk mengakui bahwa semua kebenaran—semua pekerjaan Anda, semua pelayanan Anda, semua kebaikan hidup Anda—tidak berarti apa-apa di hadapan Allah yang kudus, bahwa itu hanya kain kotor? Akankah Anda, mengesampingkan setiap kesombongan dan kebanggaan manusia, dan hanya menerima kebenaran Allah sebagai pemberian cuma-cuma dari anugerah-Nya yang menakjubkan? n 1 Roland

Bainton, Here I Stand: A Life of Martin Luther (Nashville: Abingdon Press, 1940), hlm. 68. dinyatakan lain, teks Alkitab dalam artikel ini adalah dari Alkitab Terjemahan Baru. Alkitab yang disebut NKJV adalah dari New King James Version. 4 Dalam Review and Herald, 11 Maret 1890. 5 The Desire of Ages (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1898), hlm. 25. 6 Christ’s Object Lessons (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1900), hlm. 311. 7 Letter 55, 1889, in The Ellen G. White 1888 Materials (Washington, D.C.: Ellen G. White Estate, 1987), hlm. 336. 8 Letter 19e, 1892, dalam Ellen G. White, Manuscript Releases (Silver Spring, Md.: Ellen G. White Estate, 1990), jld. 8, hlm. 186. 2 Kecuali 3 Teks

William G. Johnsson, adalah mantan Editor Adventist World, telah pensiun, tinggal bersama istrinya, Noelene, di Loma Linda, California, Amerika Serikat.


R O H

N U B U A T

K ristus ,

Kebenaran Kita

Ellen White “menjawab” pertanyaan kita pada topik ini.

Apakah artinya mengatakan Kristus adalah kebenaran kita? Berpisah dari Kristus, kita tidak memiliki kebaikan, tidak ada kebenaran, keberdosaan kita, kelemahan kita, ketidaksempurnaan kemanusiaan kita membuat adalah tidak mungkin kita akan tampil di hadapan Allah, kecuali kita dipakaikan pakaian kebenaran Kristus yang tidak bernoda. Kita harus berada dalam Dia, tidak memiliki kebenaran kita sendiri, tetapi kebenaran melalui Kristus.... Kristus disebut “Tuhan kebenaran kita,” dan melalui iman, masing-masing kita sanggup mengatakan, “Tuhan adalah kebenaranku.” ...Tidak ada pekerjaan yang orang berdosa dapat lakukan yang berkhasiat dalam menyelamatkan jiwanya. Penurutan harus diberikan kepada Pencipta; karena Dia mengaruniakan manusia sifat untuk melayani. Allah selalu menuntut pekerjaan yang baik dari manusia, tetapi pekerjaan baik tidak berfaedah untuk mendapatkan keselamatan. Adalah tidak mungkin bagi manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Kedengarannya Cukup Kejam. Ada pengharapan untuk semua orang, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” [Yohanes 3:16].... Ketika iman tetap diletakkan di atas pemberian Allah ini, pujian kepada Allah akan ada pada bibir kita, dan kita akan sanggup untuk berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah,

yang menghapus dosa dunia.” Kemudian kita akan sanggup untuk mengatakan kepada yang hilang mengenai rencana keselamatan, bahwa sementara dunia berada dalam kuasa kutuk Hukum Taurat, upah kematian, Tuhan memberikan belas kasihan kepada yang jatuh dan orang berdosa yang tidak berpengharapan, dan memberikan makna dan nilai anugerahNya. Anugerah adalah kebaikan yang tanpa pamrih.

Tetapi, bagaimanakah Kristus mengambil tempat kita? Dalam kemanusiaan-Nya, Kristus telah dicobai pencobaan yang lebih besar, dengan kekuatan ketekunan yang lebih besar daripada manusia telah di uji oleh si jahat, kemanusiaannya lebih besar daripada manusia. Ini adalah kebenaran mendalam yang misterius, bahwa Kristus terikat dengan kemanusiaan dengan simpati yang paling sensitif. Pekerjaan jahat, pemikiran jahat, kata-kata jahat semua putra putri Adam terpatok pada jiwa Keilahian-Nya…. Pekerjaan Kristus di bumi ini adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Di hadapan-Nya, Dia melihat hasil misi-Nya, meskipun baptisan darah harus terlebih dahulu diterima, walaupun beratnya dosa dunia dikumpulkan pada jiwa-Nya yang tidak berdosa, dia memikul salib dan dihina. Dia menanggung semuanya supaya orang berdosa dapat diselamatkan, sehingga bisa ditinggikan dan dimuliakan, dan memiliki tempat bersama-Nya di atas takhta-Nya.

Apakah itu artinya “sekali selamat tetap selamat?” Jika kasih Allah tidak dihargai, dan tidak menjadi prinsip yang menetap dalam hati yang sering menundukkan dan melunakkan jiwa, kita benar-benar hilang. Tuhan tidak memiliki cadangan daya yang dapat digunakan untuk memengaruhi manusia. Dia tidak dapat memberikan manifestasi kasih-Nya yang lebih besar daripada yang Dia telah berikan. Pemberian surga yang termahal telah dengan cuma-cuma ditawarkan untuk Anda terima. Jika pertunjukan kasih Yesus tidak meleleh dan menundukkan hatimu, dengan apakah Anda dapat dijangkau? Apakah kasih Kristus telah gagal mendatangkan respons kasih dan syukur yang sungguh-sungguh?... Janganlah Kristus berbicara tentang Anda, “Engkau tidak akan datang kepada saya sehingga engkau tidak memiliki hidup.”… Adalah mustahil bagi manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Dia mungkin menipu dirinya sendiri dalam hal ini; tetapi dia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Kebenaran Kristus saja yang berkuasa untuk keselamatannya, dan ini adalah pemberian Allah…. Biarlah iman memegang Kristus dengan teguh tanpa penundaan, dan Anda akan menjadi ciptaan yang baru dalam Yesus, sebuah terang bagi dunia. n Dialog ini diperoleh dari artikel “Christ Our Hope,” yang diterbitkan di Review and Herald, 20 Desember 1892. Gereja Advent percaya bahwa Ellen G. White (18271915) mempraktikkan karunia bernubuat Alkitabiah selama lebih dari 70 tahun pelayanan publik.

01 - 2016 | Adventist World

13


W A R I S A N

A D V E N T

Oleh Gluder Quispe

G

ereja Masehi Advent Hari Ketujuh selalu percaya bahwa kita telah diselamatkan dan dibebaskan dari dosa hanya oleh Kristus.

William Miller seorang yang beragama Baptis, berkhotbah menginspirasi pergerakan yang darinya gereja kita muncul, menuliskan sebuah “kepercayaan” tahun 1822 yang memasukkan kepercayaan pribadinya dalam topik Kristus Kebenaran Kita. Dia menuliskan, “Saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah korban untuk dosa yang menuntut keadilan; dan semua orang yang mengaku dosanya di atas kepala korban ini akan menerima pengampunan dosa melalui darah perdamaian, yaitu dalam Yesus Kristus, Imam Besar pada bilik mahasuci.

1844-1863 Kristus Kebenaran Kita: Kebenaran Masa Kini?

Fokus mula-mula pergerakan Sabat Advent adalah isu “kebenaran masa kini,” termasuk Sabat dan bait suci surgawi, berkat pengaruh Joseph Bates. Namun, topik Bait Suci menambah pemahaman orang Advent tentang pekerjaan Kristus dalam bait suci surgawi sebagai pemberi harapan kepada orang berdosa. Pada tahun 1847 Bates menghubungkan Sabat dengan bait suci surgawi. Dia berpendapat bahwa pintu bilik mahasuci pada Wahyu 11:19 mengungkapkan 10 hukum. Sementara kesimpulan ini membawa pionir Advent untuk lebih fokus pada pemeliharaan hukum daripada pekerjaan Kristus di salib, James White dan John N. Andrews melihat bahwa hukum moral mengarahkan kita kepada Yesus.1 Pada tahun 1854, pamflet J. H. Wagonner berdasarkan hukum dalam kitab Galatia meneguhkan bahwa hukum dalam Galatia 3:24, 25 mengarah kepada hukum moral. Dia menyimpulkan bukunya dengan daya tarik yang jelas bagi pembaca untuk menerima kebenaran Kristus.2 Buku Wagonner tidak meyakinkan semua orang. Tiga tahun kemudian Stephen Pierce merespons pandangan Wagonner, dengan mengatakan “bahwa hanya hukum morallah penuntun yang membawa kita kepada Kristus, kita tidak memiliki bukti.” Sebaliknya itu hanya bayangan dari dispensasi hukum, tubuh yang adalah Kristus, yang menuntun kepada Kristus.3

Sebuah

Perjalanan

Anugerah Gereja telah bertumbuh di dalam pemahaman.

George Butler

Uriah Smith

Alonzo Jones

1863-1888 Fokus kepada Kebenaran Manusia

Bagi banyak orang Advent, posisi Pierce menekankan hukum di atas Injil dan mempertajam oposisi mereka terhadap kritik yang mereka lakukan mengenai Sabat. Hal ini menjadi posisi pionir kita selama 30 tahun setelah pekerjaan Wagonner muncul. Pengurus gereja kita tidak ingin merancang sebuah kepercayaan. “Alkitab adalah kepercayaan kita,” kata mereka. Tetapi mereka mengadopsi “perjanjian gereja,” menggarisbawahi komitmen mereka “untuk memelihara hukum Allah dan iman kepada Yesus Kristus.”4 Pada tahun 1872 Uriah Smith membuat pernyataan iman kita yang pertama. Poin kedua mengatakan: “Hanya ada satu Tuhan Yesus Kristus,… [yang] hidup menjadi teladan bagi kita, mati se-

14

Adventist World | 01 - 2016

Ellet Waggoner

Francis D. Nichol LeRoy E. Froom FOTO : P U S A T A d v e n t i s t R e s e a r c h


bagai korban bagi kita, yang dibangkitkan untuk pembenaran kita, diangkat tinggi menjadi pengantara kita di bait suci di surga, di mana, dengan darah-Nya sendiri Dia membuat perdamaian bagi dosa kita; di mana perdamaian itu, telah lama ada sebelum salib, tetapi persembahan pengorbanan itu adalah bagian pekerjaan-Nya yang paling akhir sebagai imam.” Namun, pernyataan Smith tidak membuat para pionir sadar atau tidak sadar, karena berfokus kepada perbuatan baik mereka.

1888-1931 Dibenarkan oleh Iman

Sesi General Conference pada tahun 1888 adalah titik balik dalam sejarah Advent. Pergumulan di Minneapolis sebenarnya berkisar kepada dua pertanyaan: Bagaimanakah kita diselamatkan? Bagaimanakah perbuatan berhubungan dengan keselamatan itu? Satu kelompok, yang dipimpin oleh Smith dan George Butler, menekankan “usaha manusia,” “perbuatan,” “penurutan,” “hukum,” “perintah,” “kebenaran kita,” dan “dibenarkan oleh perbuatan.” Kelompok yang lain, yang dipimpin oleh Ellet Wagonner dan Alonzo Jones, berfokus kepada “Kristus,” “iman,” “dibenarkan oleh iman,” dan istilah-istilah yang berkaitan dengan kebenaran Kristus. Pada akhirnya, Ellen White menggabungkan kesaksiannya kepada dua orang muda ini, Wagonner dan Jones: “Saya melihat keindahan kebenaran dalam penyajian kebenaran Kristus dalam kaitannya kepada hukum sebagaimana dokter (Wagonner) telah menempatkannya di hadapan kita.”5 “Ini bukanlah terang baru bagi saya, karena itu telah datang kepada saya dari otoritas yang lebih tinggi dalam 44 tahun terakhir ini.”6 Sisa 27 tahun kehidupannya Ellen White berfokus kepada tema Kristus dan keselamatan. Buku-buku dalam periode itu termasuk: Kebahagiaan Sejati (1892), Khotbah di Atas Bukit (1896), Kerinduan Segala Zaman (1898), Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus (1900), dan yang lainnya.

1931-1957 Pembenaran Kita Versus Kebenaran-Nya

Pada tahun 1931 pernyataan “Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh” yang baru diterbitkan. Pernyataan ketiga berbunyi: Sementara tetap mempertahankan sifat Keilahian-Nya Kristus menggunakan atas diri-Nya sifat alami keluarga manusia, hidup di bumi sebagai seorang manusia, membuat hidup-Nya sebagai teladan bagi kita dalam prinsip kebenaran, membuktikan hubungan-Nya kepada Allah dengan berbagai mukjizat yang berkuasa, mati untuk dosa kita di salib,… Dia hidup untuk menjadi pengantara bagi kita.7 Enam tahun kemudian buku M. L. Adreasen, The Sanctuary Service diterbitkan. Buku itu terbukti cukup memecah belah orang Advent. Andreasen membuat pemahaman kesempurnaan yang kuat yang membuat dia mendapatkan banyak pengikut selama bertahun-tahun. Dalam pasal “The Last Generation” dengan tegas ia mengatakan tentang pemulihan tabiat Allah oleh generasi terakhir orang kudus yang sempurna.8 Saat ini umat Advent tidak dapat dipahami tanpa penghargaan yang pantas untuk perjuangan yang terjadi sejak Andreasen, terutama dengan terbitnya buku Questions on Doctrine pada tahun 1957.

1957-1980 Perfeksionisme Versus Kebenaran-Nya

Seperti tahun 1888 dua hal yang bertentangan sisi —menerima, menolak—mencapai titik krisis. Ajaran perfeksionisme Andreasen ditentang oleh LeRoy E. Froom dan Francis D. Nichol kepada perhatian kebenaran Kristus. Tahun 1975 edisi Perfection: The Impossible Possibility menunjukkan Herbert E. Douglass and C. Mervyn Maxwell percaya bahwa Kristus datang dalam sifat alami yang telah jatuh, sementara Edward Heppenstall dan Hans K. LaRondelle menganut bahwa Yesus tidak lahir dalam sifat alami yang telah jatuh.9

1980-2015 Berfokus pada Kristus Kebenaran Kita

Pada sesi General Conference tahun 1980 di Dallas, Texas, disetujui pernyataan resmi “Dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh” yang baru. Selama bertahun-tahun pematangan rohani dan teologi diikuti oleh pembelajaran Alkitab yang lebih dalam, untuk tema Kristus kebenaran kita berlanjut. Secara berturut-turut buku dasar kepercayaan kita telah diterbitkan oleh General Conference. Juga para ahli secara pribadi menerbitkan topik tersebut, termasuk, contohnya, Norman Gulley (Christ Our Substitute, 1982), dan buku Christology (1984), yang diedit oleh Raoul Dederen. Sebagai denominasi, kita juga menerbitkan buku Handbook of Seventh-Day Adventist Theology, di dalamnya termasuk dua pasal yang berhubungan dengan “Kristus: Kepribadian dan Pekerjaan-Nya” dan “Keselamatan.” Saat ini umat Advent, sebagai jemaat dan pribadi, bersukacita dalam kasih dan rahmat Allah yang tidak terbatas yang membuat Kristus, “ Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21). n 1 [James White], “Justified by the Law,” Review and Herald, 10 Juni 1952, hlm. 24; John N. Andrews, Thoughts on the Sabbath, and the Perpetuity of the Law of God (Paris, Maine: James White, 1851), hlm. 22. 2 J. H. Waggoner, The Law of God: An Examination of the Testimony of Both Testaments (Rochester, N.Y.: Review and Herald, 1854), hlm. 120. 3 Stephen Pierce, “Answer to Bro. Merriam’s Question Respecting the Law of Gal. III,” Review and Herald, 8 Oktober 1857, hlm. 180, 181. 4 “Doings of the Battle Creek Conference, Oct. 5 & 6, 1861,” Review and Herald, 8 Oktober 1861, hlm. 148. 5 Ellen G. White, “A Call to a Deeper Study of the Word,” manuscript 15, 1888, in The Ellen G. White 1888 Materials (Washington, D.C.: Ellen G. White Estate, 1987), hlm. 164. 6 Ellen G. White, Selected Messages (Washington, D.C.: Review and Herald, 1958, 1980), jld. 3, hlm. 168. 7 “Fundamental Beliefs of Seventh-day Adventists,” dalam 1931 Year Book of the Seventh-day Adventist Denomination (Washington, D.C.: Review and Herald, 1931), hlm. 377. 8 M. L. Andreasen, The Sanctuary Service (Washington, D.C.: Review and Herald, 1937), hlm. 279297. 9 Herbert E. Douglass et al., Perfection: The Impossible Possibility (Nashville: Southern Pub. Assn., 1975).

Gluder Quispe adalah direktur studi pascasarjana untuk School of Theology di Peru Union University. Dia dan istrinya, Silvana, adalah orangtua dari Yerling dan Harley. 01 - 2016 | Adventist World

15


C E R I TA S A M P U L

esus Y adalah

Segalanya Bagiku P h o t o :

P

ada tahun 1904 seorang komposer bernama Will Lamartine Thompson menggambarkan rasa cintanya kepada Yesus melalui suatu pujian yang berjudul, “Jesus is All the World to Me.� Dalam menuliskan setiap bait lagu ini, ia mengangkat suaranya dalam kata dan nada, tentang suatu hal yang jutaan umat Kristen dengungkan bertahun-tahun lamanya tentang Yesus yang telah bangkit dan memulai pengantaraan-Nya bagi manusia melalui kebenaran hidup-Nya agar kita dapat menghidupkan suatu kehidupan Ilahi di tengah-tengah tantangan hidup yang begitu hebat (Ibrani 7:25). Hal yang sangat menarik dari berbagai kesaksian bulan ini, yang datang dari umat Advent di seluruh dunia, yakni cara mereka menjalani kehidupan Kristen dengan menghidupkan cara hidup Kristus dalam keseharian mereka, dalam keadaan hidup yang sungguh ber-

Oleh Sicelicile Ndlovu

O

Di Gereja Tanpa Yesus

Saya dibaptiskan pada usia 15 tahun. Saya menunggu adanya perubahan luar

16

Adventist World | 01 - 2016

O s e n b e r g

beda satu dengan yang lain. Kita akan membaca kata-kata yang tulus dari seorang anak remaja SMA yang mengasihi Yesus, cerita mengenai seorang istri yang belajar dari peristiwa kehilangan yang amat pahit tentang sebuah pemahaman yang mendalam dari pengenalan kebenaran Kristus yang nyata dan menyentuh hidupnya secara pribadi. Kesaksian-kesaksian ini menolong kita menghargai dimensi spiritual, emosional, dan moral yang lebih besar yang merujuk pada penyataan yang benar akan pekabaran tiga malaikat. (lihat Ellen G. White, Last Day Events, hlm. 199, 200.) Sudut pandang yang dinyatakan dalam kesaksian ini adalah dari masing-masing penulis sebagaimana yang tercermin dalam perjalanan hidup mereka bersama Kristus.—Editor

Hanya Yesus yang Memberi Kepuasan Sejati rangtua saya menyuruh kami, anak-anak, untuk pergi ke gereja setiap hari Sabat, walaupun mereka sendiri tidak pernah menghadiri ibadah gereja.

A n j a

biasa terjadi setelah saya dibenamkan dalam kolam air baptisan. Saya berpikir bahwa baptisan akan secara otomatis mengubah saya dari orang berdosa menjadi orang suci. Tetapi itu tidak terjadi. Dua puluh tahun pertama dalam hidup saya, saya pergi ke gereja. Tetapi saya merasa tidak terhubung dengan Allah Pemilik gereja. Saya melayani di gereja Tu-

han, tetapi saya tidak pernah kenal Allah yang saya layani. Pertobatan dan pengampunan dosa merupakan hal asing dalam pengalaman hidup Kekristenan saya. Ketika saya beranjak ke perguruan tinggi, saya belum benar-benar kuat dalam pengalaman Kristen saya. Saya menjadi kecanduan pada mode dan pesta pora. Saya terobsesi dengan penampilan saya dan rela menghabiskan banyak uang untuk menghias tubuh saya. Saya tahu bahwa ini bukanlah hal yang baik, namun saya tidak dapat melawan penggodaan ini. Dari luar saya terlihat hidup dan bahagia, namun jauh di dalam lubuk hati saya, saya menderita oleh karena rasa bersalah, hampa, dan menyedihkan.


Saya menyibukkan diri dengan pekerjaan gereja dan berpikir bahwa itu akan memberi saya kedamaian dan kebenaran. Saya benar-benar membutuhkan kedamaian, tetapi lebih keras saya berusaha, lebih dalam kehampaan yang saya rasakan. Perbuatan baik saya tidak dapat menebus rasa bersalah saya. Itu tak dapat membeli kebenaran. Suatu Perubahan

Pada bulan Oktober 2008, seorang tamu datang ke gereja kami dan berkhotbah tentang kebenaran Kristus. Untuk pertama kalinya, khotbah itu membuat saya sadar bahwa Kristus dapat membenarkan saya betapa buruknya pun masa lalu saya. Saya merasakan getaran dalam jiwa saya karena mengetahui bahwa saya tengah berdiri di hadapan Allah sebagai seorang yang telah bertobat dan tiada dosa. Pergumulan saya dengan rasa bersalah

telah berakhir. Setelah gereja selesai, untuk pertama kalinya saya pulang ke rumah dengan perasaan yang bahagia dan penuh damai dengan Allah. Saya mulai membaca buku Steps to Christ. Buku itu menuntun saya kepada Alkitab. Saya teringat bagaimana jiwa saya penuh dengan sukacita ketika membaca ayat Rasul Paulus yang begitu meyakinkan saya dalam Roma 8:1, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Kerinduan saya yang mendalam ialah untuk hidup di dalam Yesus Kristus. Buku Steps to Christ membuat saya mengerti bahwa bukan saja Yesus telah menghapus dosa masa lalu saya, tetapi Ia juga telah memberi saya sebuah hati bersih dan memberi saya kekuatan untuk menghidupkan suatu kehidupan yang penuh dengan penurutan.

Yesus Memiliki Map Hidup Saya Oleh Alareece Collie

P

ada sebuah pertunjukan gerak “The Good-O-Meter,”* orang memainkan pertunjukan tersebut berdiri pada sebuah barisan dan satu demi satu berjalan mendekati sekelompok orang lain yang saya percaya berperan sebagai malaikat. Masing-masing mereka menyerahkan map berisi semua perbuatan yang mereka telah lakukan selama hidup. Banyak dari mereka memiliki kertas berwarna merah yang menandakan perbuatan buruk mereka. Malaikat itu akan melakukan pemeriksaan dengan cepat, kemudian menyuruh orang itu naik ke atas timbangan dengan jarum yang menunjuk dari skala “buruk” ke “baik.” Walaupun semua perbuatan baik yang dilakukan, semua pembacaan timbangan menunjukkan hasil “buruk,” dan orang itu pun ditolak. Seorang yang lain bahkan mencoba membeli perbuatan baiknya dengan kartu kredit, tetapi ia diberikan sebuah map yang penuh dengan kertas merah. Seketika itu juga, Yesus muncul dan memberikan sebuah map yang bertuliskan, “Anak Allah.” Dengan kaget, sang malaikat pun memberi pengumuman, “Maaf, saya tidak tahu bahwa Ia ternyata bersama Anda semua.” Yesus melangkah ke atas timbangan itu menggantikan tempat manusia, dan ja-

rum timbangan “Good-O-Meter” itu akhirnya mencapai nilai “baik.” Kemudian Yesus dan “anak-anak Allah” itu dengan gembira berjalan terus dan duduk di sebuah ruangan yang tertulis “orang benar.” Kebenaran Diilustrasikan

Pertunjukan gerak itu secara sederhana merupakan gambaran konsep kebenaran. Kadangkala, adalah mudah bagi konsep atau ayat Alkitab bertindak hanya dalam satu dimensi yang tidak pernah memberikan pengaruh pada bagaimana seseorang harus hidup. Bagi saya, kebenaran ialah tentang hubungan, dan hubungan memengaruhi hidup setiap hari. Sebuah ayat kunci terdapat dalam 2 Korintus 5:17 tertulis, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Tetapi apakah maksudnya berada di “dalam Kristus”? Ayat 14 dan 15 memberikan pemahaman yang lebih jelas; “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya

Saat ini saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan saya dari belenggu mode dan pesta pora, yang tidak pernah dapat memuaskan jiwa. Saya terus belajar menghidupkan suatu kehidupan berserah kepada-Nya setiap hari. Kadangkala, terasa sulit ketika iman diuji oleh berbagai beban hidup yang berat. Ketika saya jatuh, saya tahu kepada Siapa saya percaya, dan bahwa saya dapat selalu kembali pada-Nya. Kasih karuniaNya selalu cukup. Ia memberi saya kekuatan untuk melakukan segala sesuatu, dan telah memberikan saya kedamaian yang melampaui segala akal manusia. n

Sicelicile Ndlovu adalah seorang pemilik restoran vegan di Harare, Zimbabwe, yang senang memasak dan memainkan piano.

sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Dengan kata lain, ketika Kristus mati, kita semua telah mati. Itu juga berarti bahwa, jika kita secara simbolis mati karena kita berada “di dalam” Dia, kita juga dibangkitkan ketika Ia dibangkitkan. Inilah ciptaan baru itu. Tindakan-Nya bagi kita bukan hanya sebuah peristiwa yang dapat dilihat dari luar, tetapi justru adalah sesuatu hal yang amat penting dalam arti menjalin hubungan dengan Dia. Berada “di dalam” Kristus menuntun pada kesadaran nyata oleh karena mengetahui bahwa betapa pun banyaknya kebaikan kita, tidak akan pernah cukup. Menjadi ciptaan baru tidak akan membuat saya mencari kebenaran saya sendiri berdasarkan perbuatan saya. Itu terletak pada hubungan saya dengan Pribadi yang penuh dengan kebaikan sejati. Pada abad 21 ini, orang berpikir bahwa saya akan menjadi sukses oleh karena saya melakukan lebih banyak. Bagi saya, saya senang memikirkan bahwa kesuksesan itu ialah karena saya membiarkan Kristus memberikan ‘map’-Nya bagi saya dan menaikkan timbangan skala kebaikan itu menggantikan saya. Ia mengisi tempat saya dengan kebenaran-Nya. Saya menjadi sungguh sangat kagum karena-Nya. n

Alareece Collie mengasihi Yesus dan rindu untuk bekerja bagi-Nya sepanjang waktu. Ia berasal dari Nassau, Bahamas. * Film, “The Good-O-Meter,” YouTube. Video klip daring: https:www.youtube.com/watch?v=XrLzYw6ULYw (diakses pada 6 Okt. 2015).

01 - 2016 | Adventist World

17


C E R I TA S A M P U L

Kebenaran-Nya, Pantai Kedamaian Saya Oleh La Verne Tavarez

D

ibesarkan di Antigua, saya senang melihat dari tepi pantai hamparan ombak lautan kaca menerpa ke pesisir pantai. Tetapi, kami menjadi takut pantai ketika musim badai topan tiba dan pantai menjadi monster yang siap menelan siapa saja yang pergi ke dataran tinggi. Tenggelam dalam Ketakutan

Semasa kecil, saya seringkali merasa ditarik masuk ke dalam derasnya air dan tenggelam tanpa harapan di dalam samudera belerang. Dalam tradisi Anglikan, kami diajar bahwa jika tidak hidup dengan baik, maka neraka sedang menunggu kami. Saya belajar bahwa Yesus adalah Allah yang berada di surga, tetapi Ia menjadi bagian dari penghukuman yang begitu menakuti saya. Setiap hari Minggu saya merasa bahwa pendeta sedang berkhotbah secara khusus kepada saya, meyakinkan saya akan kesalahan saya. Itu kedengarannya seperti ia mengetahui hampir seluruh dosa saya. Saya tidak mau masuk ke dalam lautan api neraka! Tetapi saya selalu merasa bahwa neraka sedang menunggu saya.

Saya tidak menemukan kenyamanan saat bersekolah di Sekolah Katolik; saya merasa takut bahwa ketika saya mati, saya akan dibakar selamanya. Saya tidak lagi mengingat ayat Alkitab, semua yang saya tahu hanyalah tradisi kepercayaan gereja, liturgi yang diulang-ulangi, dan beberapa cerita Alkitab. Meskipun demikian, saya mengetahui bahwa kehidupan kita haruslah berpusat pada Kristus, tetapi gelombang hidup tidak mengizinkan saya menemukan kedamaian yang sesungguhnya saya impikan. Sebuah Perubahan yang Mengherankan

Saya pindah ke New York dan bertemu seorang anggota gereja Advent yang membawa saya ke gerejanya. Saya belajar mengenai pembenaran oleh iman. Saya kaget ketika mengetahui bahwa selama ini saya telah ditipu mengenai karakter Allah, dan saya merasa sangat marah karena saya telah dibiarkan hidup berdasarkan rasa takut. Saya berusaha menerima kebenaran ini yaitu pembenaran oleh iman. Saya belum begitu siap, tetapi di saat yang sama, saya tidak dapat menutupi emosi saya yang meluap-luap

Menyelamatkan Saya dan Pernikahan Saya Oleh Craig Bardo

S

aya bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ketika sudah dewasa, datang setelah melewati berbagai kegagalan menyakitkan dan kekecewaan pahit. Seorang teman masa kecil memperkenalkan saya kepada Alkitab, dan saya menyadari bahwa jika Alkitab adalah dasar dari segala doktrin, maka Adventlah yang mempunyai pemikiran yang masuk akal secara intelektual.

18

Adventist World | 01 - 2016

Tidak Begitu Cepat

Namun kegagalan dan kekecewaan saya tidak berakhir pada iman baru saya. Saya mendambakan penyucian akan hari Sabat, tetapi masih sulit menyelaraskan pemikiran dan perilaku saya dengan iman saya. Saya bertanya-tanya mengapa usaha saya tidak diberikan penghargaan jika Kekristenan berarti berjuang untuk

karena sukacita; tidak ada kata yang dapat menggambarkan perasaan ketika menemukan kebenaran Yesus. Di sisi lain, saya bertemu orang Advent yang hidup mereka membingungkan saya sementara waktu, namun tidak begitu lama. Saya menerima kebenaran Yesus sepenuhnya, tetapi saya harus mengalahkan rasa takut ketika berhadapan dengan orang banyak yang saya harapkan kebenaran Kristus dapat mengubah hidup mereka. Ketika saya mengambil keputusan untuk dibaptis, saya mengetahui bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan; itu adalah pernyataan saya kepada orang banyak bahwa saya telah menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus. Saya harus membuat keputusan, tidak peduli apa pun yang akan saya alami oleh karena perlakuan orang di sekitar saya; saya harus membuat pilihan saya sendiri: “Saya akan mengikut Yesus.� Saat itu saya merasa bahwa jika saya mati, saya aman berada di dalam Kristus selama-lamanya. Kebenaran-Nya begitu sempurna! Saya membayangkan sedang duduk di tepi pantai dan melihat pemandangan matahari terbenam yang begitu meneduhkan: Terang dan kehangatan yang memberiku kedamaian, janji akan tepi laut kaca yang akan saya nikmati di dunia baru nanti. n

La Verne Tavarez adalah seorang akuntan yang tinggal bersama dua anak perempuannya di Miami, Florida, sejak kematian suaminya yang adalah seorang pilot, oleh karena kecelakaan pada tahun 2012. menjadi seperti Kristus dalam tabiat. Mengapa saya selalu berada dalam hubungan asing dengan istri saya dan penuh ketegangan dengan anak-anak saya? Semua hal Kekristenan tidak memberi dampak bagi saya, dan itu kelihatannya tidak akan berguna bagi keluarga saya. Istri saya sudah siap untuk menceraikan saya. Suatu kali, tim kependetaan di gereja saya mulai memimpin sebuah diskusi untuk mempelajari Roma 5. Ketika saya mendengar dan membaca, saya melihat bahwa Paulus sedang menjelaskan sesuatu kepada saya pribadi: Kita masih lemah, orang durhaka, berdosa, dan seteru Allah (ayat 6, 8, dan 10). Tetapi pada akhirnya, semuanya berakhir pada Kristus! Nyata-


Paulus menjelaskan bahwa tanpa pengakuan dosa, tanpa pertobatan, bahkan tanpa datang kepada Tuhan, saya telah diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, dan bahwa kehidupan Yesus akan menyelamatkan saya.

nya, Paulus menjelaskan bahwa tanpa pengakuan dosa, tanpa pertobatan, bahkan tanpa datang kepada Tuhan, saya telah diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, dan bahwa kehidupan Yesus akan menyelamatkan saya (ayat 10). Suatu Perbedaan Mengagumkan

Firman Allah membuat saya terpesona. Saya melihat Alkitab dengan mata baru. Mata yang jauh lebih baik. Paulus menjabarkan dengan mendetail bagaimana kita semua dihukum karena Adam (ayat 18), tetapi Yesus menghidupkan hidup yang benar (ayat 19), sehingga memberikan pembenaran bagi semua orang. Gagasan bahwa semua orang dibenarkan, melanjutkan argumen Paulus yang telah ia mulai dalam Roma 3:24.

Saya merasakan bagai beban yang berat terangkat dari pundak saya. Yesus tidak menunggu saya datang kepada-Nya. Dialah yang datang menghampiri saya! Ketika saya belajar lebih banyak, seluruh pola Kitab Suci menjadi jelas di hadapan saya. Allah telah menyelamatkan dan mengangkat kita dari semua penghukuman dosa dan mengaruniakannya sebagai pemberian jika kita percaya dan mengaku dosa kita (Roma 5:19, 1 Yohanes 1:9). Ia membebaskan kita dari kekuasaan dosa melalui apa yang Paulus jelaskan sebagai kehendak Kristus (Filipi 2:5) dan melalui iman kita di dalam Yesus (Galatia 2:20). Penghukuman dosa ditimpakan kepada Yesus, dan keuntungan dari pembenaran-Nya menjadi bagian kita, asalkan kita percaya. Saya tidak lagi merasa tertekan tentang bagaimana mendamaikan pikiran

Di Sini Saya Berdiri Oleh Sharon Pergerson

S

uami saya, William C. Pergerson II, seorang penginjil Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, terbunuh pada kecelakaan pesawat tanggal 27 Agustus 2015. Dua anak remaja saya dan saya merasa sangat beruntung dapat mendengarkan khotbahnya yang terakhir tentang kebenaran Kristus yang ia bawakan di Tobago, Indie Barat, kira-kira dua minggu sebelum kecelakaan itu terjadi. Setiap khotbah yang ia bawakan mempersiapkan keluarga kami akan apa yang akan terjadi. Saya ingat ketika saya berpikir, Wah, ia berkhotbah dengan sangat bersemangat, begitu jelas, dan berapi-api. Mempersiapkan Kami untuk Hari Esok

Tanpa ragu-ragu, Allah sedang berbicara kepada kami dan memberi kami obat penenang jiwa dalam dosis tinggi: Pembe-

naran oleh iman. Allah mengetahui dosis yang kita butuhkan untuk menghadapi pengalaman kehidupan pahit dan untuk terus hidup berpegang kepada-Nya. Satu poin yang ditekankan oleh suami saya dalam setiap khotbahnya yang terus menempati hati saya sejak kematiannya ialah tentang begitu dekatnya Kristus kepada kita. Ibrani 7:26 berkata, “Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan.” Yesus Kristus berada begitu dekat dengan kita, sangat dekat dari apa yang selama ini kita percayai. Ia menjelma menjadi sama dengan manusia, bahkan lebih serupa dari kembar siam. Anak-anak saya dan saya sendiri menyenangi ayat Alkitab dalam Amsal 18:24: “Ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.” Kristus menjadi sama dengan kita dan memberikan kita kesempatan untuk menerima segala se-

dan tindakan saya dengan iman saya; bertumbuh dalam kasih karunia tidak lagi menjadi beban ketika menyadari kekurangan saya. “Kecukupan” saya “berasal dari Tuhan” (2 Korintus 3:5). Hari-hari Sabat saya diisi dengan penyembahan kepada Allah dan pelayanan bagi orang lain. Surga memenuhi hati saya dengan cinta kepada istri dan anak-anak saya. Saya berdoa agar hidup saya dapat memuliakan Allah. Saya dengan pasti merasa yakin bahwa jaminan hidup saya terletak bukan pada hidup saya sendiri, tetapi pada hidup Yesus yang menyelamatkan saya. n

Craig Bardo adalah direktur senior di perusahaan investasi di New York, seorang anggota komite GospelNet Global Ministries, sebuah supporting ministry GMAHK.. suatu yang dimiliki-Nya, termasuk kebenaran-Nya. Itulah sebabnya Yesaya 54:17 berkata, “Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba Tuhan dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikanlah firman Tuhan.” Ia Merasakan Penderitaan Saya

Betapa Allah sungguh amat baik! Saya tidak dapat menggambarkan bagaimana saya mengasihi-Nya, yang bersedia menemani saya melewati jurang kesedihan ini. Saya merasa ditarik dekat kepada Saudara saya yang merasakan kehilangan saya, karena itu menjadi kehilangan-Nya juga. Saya berbahagia karena Allah yang adalah “AKU ADALAH AKU” yang berada di dalam pesawat itu bersama dengan suami saya, memegang dan memeluknya erat, dan mengingatkannya akan kasih-Nya yang menaungi suami saya ketika ia berusaha membuat belokan pesawat di bandar udara Battle Creek, Michigan, berharap dapat membuat pendaratan darurat segera sesudah lepas landas. Saya tidak tahu mengapa pesawat itu tiba-tiba jatuh ke tanah, dalam sekejap mata membunuh Will, satu-satunya orang yang berada dalam pesawat itu, tetapi Tu-

01 - 2016 | Adventist World

19


C E R I TA S A M P U L han akan menjelaskan semuanya ketika Ia membangkitkan suami saya kelak. Saya berutang budi pada Allah Bapa, yang telah menjaga anak-anak saya yang tidak lagi memiliki ayah dan memberi mereka penghiburan, sukacita, dan keteguhan hati untuk tetap hidup memuliakan Tuhan. Saya telah dibeli oleh Allah Penyelamat saya yang telah mengisi hidup saya dengan kelimpahan dan kepenuhan jiwa yang diubahkan oleh memandang Dia. Setan Tahu

Setan membenci pekabaran tentang kebenaran Kristus. Ia pasti mengetahui kata-kata Ellen White bahwa, “satu keinginan akan menang, satu tindakan akan mengalahkan yang lainnya—Kristus ada-

lah kebenaran kita.”1 Setan pasti tahu ayat dalam Roma 9:28, Paulus menulis, “Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera.” Setan tahu bahwa hati yang terbuka pada penerimaan kebenaran Kristus yang sempurna akan mematahkan setiap belenggu yang ia ikat pada hidup manusia. Ia sangat menyadari bahwa pekabaran ini akan membuat kita menjadi dewasa serta mampu berdiri tanpa rasa takut dalam menghadapi harihari terakhir ini, bahkan dalam menghadapi penganiayaan dan kematian. Saya tidak dapat berbicara apa pun untuk orang lain, selain menegaskan bahwa diri saya sendiri telah memilih untuk menyambut Kristus dan kebenaran-

Siapakah Kristus? Oleh Jorge Mendoza Alvir

A

llah menggunakan situasi sulit untuk menunjukkan siapa diri-Nya. Ketika kita berpikir bahwa tidak ada lagi jawaban selain yang ada dalam diri kita, Allah menunjukkan kuasa-Nya untuk membuat kita melihat Siapa Dia dan apakah kita ini sebagai manusia. Orang sering bertanya: Jika Allah itu ada, mengapa Ia tidak memperlihatkan diri-Nya kepada kita? Jika Allah itu ada, mengapa ada banyak kejahatan di dunia ini? Tetapi satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan ialah mengapa, ketika saya berdoa, Ia tidak menjawab saya? Saya dulunya berpikir bahwa ketika saya berdoa yang saya butuhkan adalah jawaban bahwa Allah berada di pihak saya. Kekeliruan pemahaman itu menjadi awal mula hubungan pribadi saya dengan Yesus Kristus. Tuhan adalah Sahabat Saya

Memiliki hubungan pribadi dengan Yesus berarti menjadi sahabat-Nya dan mengetahui bahwa Ia juga adalah sahabat Anda baik pada waktu senang maupun susah. Di seluruh Alkitab kita melihat orang yang mendapatkan ujian iman, dan mereka seringkali adalah orang yang diberkati oleh Allah setelah semua pencobaan itu berlalu. Pada saat kita, manusia, dibawa keluar

20

Adventist World | 01 - 2016

dari zona nyaman kita, kita sering mencari Allah. Ini juga yang terjadi kepada saya. Saya berpikir bahwa saya memiliki hubungan baik dengan Allah. Tetapi ketika saya melihat apa yang telah Allah lakukan dalam menolong saya melewati berbagai tantangan hidup, saya menyadari bahwa sebenarnya masih banyak hal yang belum saya ketahui tentang bagaimana caranya memiliki hubungan yang terbaik dengan Dia. Meskipun demikian, Yesus tetap bersama dengan saya melewati hari-hari sulit dan menolong saya belajar mengasihi Dia dengan lebih baik lagi dan bertumbuh di dalam-Nya. Saya biasanya berdoa selama 5 menit segera sesudah saya bang­ un pagi, berdoa lagi saat saya hendak makan, dan sekali lagi berdoa ketika saya akan tidur. Saya pikir bahwa itulah artinya memiliki hubungan yang dekat dengan Allah. Tetapi, saat Tuhan menggunakan kesulitan hidup untuk membangunkan saya, saya pun mengerti bahwa sebenarnya saya sangat jauh dari pemahaman yang benar akan Dia. Dari segala sesuatu yang telah saya ­alami, saya dapat berkata kepada Anda bahwa hubungan pribadi dengan Tuhan bukan hanya berdoa selama 5 menit 3

Nya dengan kasih, syukur, pertobatan, iman, kerendahan hati, dan penyerahan hidup saya. Hati saya benar-benar terbuka bagi-Nya. Saya adalah milik-Nya dan bersedia untuk digunakan bagi pelayananNya. Seperti Paulus dan suami saya, saya mau berkata, “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (1 Korintus 2:2). Pada Kristus, Batu Karang yang kokoh, saya berdiri. n 1 Ellen G. White, Sons and Daughters of God (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1955), hlm. 259.

Sharon Pergerson hidup bersama anakanaknya, William III dan Jaissa, di Berrien Springs, Michigan.

kali sehari. Doa merupakan satu dari berbagai hal paling penting untuk dilakukan jika kita menginginkan hubungan baik dengan Tuhan. Berbicara kepada Allah dan berterima kasih kepada-Nya atas apa yang telah Ia lakukan dalam hidup kita; mengerti bahwa apa pun yang Ia katakan dan apa pun yang Ia lakukan adalah untuk kebaikan kita, inilah yang Allah ingin saya ketahui tentang apa arti memiliki hubungan bersama Dia. Saya tidak mengerti akan hal ini hingga saya menerapkannya dalam hidup saya. Saya mulai belajar lebih banyak Firman Tuhan; saya terus memahami hal-hal yang sebelumnya tidak saya mengerti. Saya belajar untuk mendengarkan suara-Nya, dan walaupun pada awalnya sangat sulit untuk berdoa tanpa melihat jawaban, saya belajar bahwa sebagaimana hubungan manusia membutuhkan waktu, sebuah hubungan di mana kita dapat mendengar suara Allah membutuhkan waktu dan dedikasi. Sekarang saya mengerti bahwa Allah tidak akan menjawab jika saya berdoa hanya untuk alasan mementingkan diri; tetapi ketika saya berdoa untuk orang lain, dan agar kehendak-Nya terjadi, maka Ia akan menjawab. Sejak saya mengerti apa artinya hubungan pribadi dengan Allah, saya benarbenar belajar untuk menghargai pemeliharaan Allah kepada saya. Saya belajar untuk menjadikan Allah yang pertama dan terutama dalam hidup saya, dan Ia selalu menyediakan yang terbaik bagi saya. n

Jorge Menzoda Alvir adalah seorang pelajar kelas 12 di London, Ontario, Kanada.


D I A L O G

A D V E N T

Terpesona dengan

Kristus

Lael Caesar, dengan Bogdan Scur dan Shawn Brace

Dua pendeta Advent bernama Bogdan Scur dan Shawn Brace sangat bergairah membicarakan kehadiran Allah dalam hidup mereka. Wawancara ini membagikan sukacita mereka yang luar biasa kepada para pembaca. Anda juga dapat mendengar melalui podcast,1 di mana Scur, Brace, dan Elizabeth Talbot (Jesus101.tv) mendiskusikan hal ini bersama. Brace dan Scur pertama-tama menjelaskan mengapa, di dunia yang terdapat banyak guru moral, mereka sangat terpesona kepada Yesus Kristus.

Brace: Saya sangat tertarik kepada Yesus Kristus karena Ia sangat tertarik kepada saya. Dan semua umat manusia, termasuk saya, benar-benar dikasihi-Nya. Ia menghargai kita lebih daripada Ia menghargai diri-Nya sendiri. Kita berutang kepada-Nya atas keberadaan kita—baik melalui penciptaan dan penebusan. Dan setelah Anda merasakan kasih ini, Anda tidak dapat terlepas dari sebuah ketertarikan mendalam mengenai Dia. Scur: Benar sekali, Yesus adalah guru di atas para guru moral dunia. Ialah satu-satunya yang sempurna, manusia yang tidak berdosa dan pemimpin moral yang tidak bercela. Sementara hikmat para guru moral dunia bersifat merosot, hikmat Kristus bersifat murni. Tetapi saya lebih terpesona tentang siapa Yesus, dulu dan sekarang. Ia adalah Allah yang benar dan juga sepenuhnya manusia. Ia adalah Anak Allah yang terkasih dan Juruselamat dunia. Apakah yang Anda dapatkan dari hasil bacaan Alkitab Anda tentang memercayai Yesus? Brace: Alkitab, dari Kejadian hingga Wahyu, menyingkapkan kebenaran hati Kristus dan hati Keilahian—sebuah hati yang penuh kasih. Membaca Alkitab menolong saya mengerti kasih-Nya dan bagaimana saya dapat merespons kasih-Nya dengan lebih baik lagi. Rasul Paulus berkata bahwa “dengan hati orang percaya” (Roma 10:10). Ketika saya bertemu dengan Kristus melalui firmanNya, hati saya diarahkan menyambut kasih-Nya oleh iman. Alkitab merupakan jalan bagi saya untuk selalu menemukan kasih Kristus dan dikuasai oleh-Nya. Scur: Yesus sendiri berkata bahwa seluruh isi Alkitab memberi kesaksian tentang Dia. Prinsip kunci ini membuat saya melihat keseluruhan isi Alkitab sebagai persiapan pekabaran injil Yesus Kristus, Injil tentang diri-Nya, serta makna dari Injil Yesus Kristus itu sendiri.

01 - 2016 | Adventist World

21


D I A L O G

A D V E N T

Apakah semua orang harus diubahkan? Ketika Anda memikirkan kebenaran Kristus, bagaimana dengan orang yang memang telah melakukan hal yang baik dalam hidup mereka, seperti menciptakan perdamaian dengan orang lain, namun tidak peduli tentang Yesus Kristus? Bukankah mereka tetap berada pada pihak yang sama? Yesus adalah Raja Damai, bukan? Scur: Ya, benar. Dan tentu saja oleh karena Ia adalah Raja Damai, Ia jugalah yang dapat mendefinisikan arti damai sebenarnya. Tanpa Dia, kita tidak tahu apa arti hidup itu, atau bagaimana cara mengasihi Allah dan sesama manusia. Tanpa Dia kita tidak mengerti apa arti damai yang sebenarnya dan bagaimana kita seharusnya mengusahakan damai dalam kehidupan kita dengan orang lain. Brace: Gantinya berpikir tentang hal-hal yang “harus dilakukan” atau “tidak boleh dilakukan,” kita perlu bertanya tentang apa yang akan membawa kebahagiaan dan kepenuhan hidup bagi seseorang. Kita mengetahui bahwa akan ada orang di Surga yang sebelumnya tidak pernah mendengar tentang kasih Kristus (Roma 2:12-15). Tetapi bagi kita yang telah mengetahuinya, apakah kita mau dengan mudahnya menyia-­ nyiakan kesempatan untuk mengalami sukacita, damai, dan kepenuhan hidup yang luar biasa oleh karena telah bertemu Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada kasih-Nya? Tentu saja, bukanlah bagian saya untuk menilai seseorang yang telah diubahkan atau tidak. Tetapi saya dapat selalu membagikan suatu pengharapan yang ada di dalam diri saya serta berdoa bagi siapa saja yang mendengar tentang Yesus agar merasa tertarik untuk mengalami pengertian mendalam akan Kristus dan jalan-Nya.

Saya pernah mendengar seorang anggota jemaat di salah satu jemaat saya berkata: “Saya membawa diri saya masuk ke dalam gereja ini.” Apakah tepat menurut Anda bahwa orang dengan sendirinya membawa diri mereka ke gereja Allah? Brace: Faktanya ialah, sebagai orang berdosa, tidak ada satu pun di antara kita yang bahkan memiliki sekecil apa pun kecenderungan hati untuk datang kepada Allah, apalagi untuk tahu bagaimana harus melakukannya. Scur: Kita secara manusia sangat terfokus pada menggapai kesenangan kita pribadi dan membangun area kekuasaan kita sendiri. Setiap kerinduan akan Allah dan iman kepada-Nya merupakan pemberian kasih karunia dan pekerjaan Allah dalam hidup kita. Kita tidak membawa diri kita ke dalam gereja atas kesadaran kita sendiri. Kita dituntun oleh Allah. Brace: John Wesley, seorang yang kepadanya umat Advent berutang besar mengenai pemahaman teologi, menyebutnya “Anugerah yang Telah Dipersiapkan.” Ajaran tersebut—yang merupakan ajaran berdasarkan Alkitab—berkata, jika itu terserah pada diri kita, kita tidak akan pernah membuat sebuah kesadaran diri untuk mencari Allah, apalagi untuk pergi ke gereja. Perhatikan kutipan dari Ellen White berikut: “Kristus mengajar kita bahwa keselamatan tidak datang oleh karena kita mencari Allah, melainkan Allah yang mencari kita.”2 Scur: Begitu sering Tuhan menggunakan orang lain menuntun kita kembali kepada jalan iman. Kita mungkin pernah melihat seseorang yang walaupun dalam ketidaksempurnaannya, dengan indah menghidupkan suatu kehidupan mencerminkan murid Yesus, sehingga kita merasa terpanggil untuk menghidupkan kehidupan yang demikian juga.

Alkitab merupakan jalan bagi saya untuk selalu menemukan kasih Kristus dan dikuasai oleh-Nya. —Shawn Brace 22

Adventist World | 01 - 2016


Yesus Kristus mengatur kembali cara berpikir saya, komunikasi saya, sikap saya, perasaan saya, dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan saya dengan sesama.

Saya berpikir kembali, apakah ini yang Anda maksudkan? Keselamatan semuanya berasal dari Allah. Tidak ada satu hal kecil pun yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan keselamatan itu. Anggota gereja saya mungkin saja akan salah memahaminya dan berpikir bahwa keselamatan diberikan secara otomatis. Orang tidak perlu memegahkan diri ataupun merasa khawatir, karena semua orang akan diselamatkan: Yesus memberikan keselamatan di kayu salib. Apakah benar demikian? Brace: Kata “berserah,” dan kata-kata lainnya yang serupa seperti, “biarkan,” “mengizinkan,” “menyerahkan,” dll. merupakan kata-kata yang paling banyak digunakan oleh Ellen White. Berserah adalah “bagian” kita. “Pekerjaan” kita ialah untuk tidak menghalangi apa yang Kristus telah lakukan bagi kita di kayu salib. Melalui salib, Kristus membenarkan kehidupan kita (karena seharusnya kita semua mati karena dosa kita) dan menarik kita datang kepada-Nya (Yohanes 12:32). Jika kita tidak menghalangiNya, kita akan ditarik kepada Yesus dan dibawa kepada pertobatan.3 Hal itu membutuhkan usaha yang lebih besar untuk lari dari Allah daripada membiarkan Ia menarik Anda kepada-Nya. Banyak orang akhirnya akan hilang karena mereka memilih menghalangi dan menolak kuasa anugerah Allah yang menarik mereka datang kepada-Nya. Scur: Ada peran dari perilaku manusia. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, namun kita dapat memilih untuk menerima atau menolak apa yang Allah telah lakukan demi menyelamatkan kita. Kita masih tetap memiliki kebebasan memilih. Keselamatan kita tidaklah bersifat otomatis. Walaupun Yesus telah melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkan kita, Ia tidak akan memaksakan apa yang telah mengambil alih kebebasan kita dalam memilih. Apakah artinya memercayai Kristus bagi Anda? Brace: Memercayai Kristus adalah segala sesuatu bagi saya! Pada saat saya menyadari bahwa iman bekerja oleh kasih (Galatia 5:6) dan bahwa “kasih Kristus menguasai saya” (2 Korintus 5:14), saya memahami bahwa kasih Kristus dan iman merupakan dasar dari segala perbuatan dan tingkah laku saya. Kehidupan saya menjadi tempat di mana saya menyatakan rasa syukur, kasih, dan iman saya kepada Kristus

—Bogdan Scur melalui bantuan-Nya yang tak terbatas akan kerinduan-Nya bagi kehidupan saya—yaitu penurutan. Scur: Memercayai Kristus mengubah pernikahan saya, cara saya mendidik anak, hubungan saya dengan rekan kerja saya, dan berbagai aspek lainnya dalam kehidupan saya. Yesus Kristus mengatur kembali cara berpikir saya, komunikasi saya, sikap saya, perasaan saya, dan segala sesuatu yang menyangkut hubungan saya dengan sesama. Pertanyaan terakhir: Ke manakah Anda berpikir, keinginan Anda tentang Kristus akan membawa kehidupan Anda? Scur: Saya berharap bahwa keinginan saya tentang Kristus akan membawa saya jauh lebih dalam akan misteri tentang Yesus Kristus. Yesus adalah seorang Juruselamat yang sangat baik dan Allah yang sangat murah hati, yang tidak akan tidak membawa saya lebih dekat kepada-Nya. Brace: Memercayai Kristus bukanlah sesederhana seperti sebuah kebijakan asuransi hidup yang baik. Saya suka berpikir bahwa—seperti Musa, Paulus, dan bahkan Yesus sendiri—saya akan bersedia menyerahkan kekekalan jika itu berarti keuntungan bagi orang lain. Saya mengikuti Yesus bukan karena apa yang dapat Ia berikan kepada saya bagi masa depan saya, tetapi karena rasa syukur saya yang luar biasa atas apa yang telah Ia lakukan bagi saya pada masa lalu saya. Saya tidak mendambakan hadiah masa depan atau bahkan keamanan hidup saat ini, karena sebenarnya saya tidak layak untuk mendapatkan apa pun yang baik. Jadi, pada akhirnya, saya tidak tahu ke mana keinginan saya ini akan membawa saya! Tetapi itu akan benar-benar menjadi pengalaman yang luar biasa! n 1 Soundcloud.com/adventistworld/fascinated. 2 Ellen

G. White, Christ’s Object Lessons (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1900), hlm. 189. 3 Ellen G. White, Steps to Christ (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1956), hlm. 27.

Lael Caesar adalah seorang Associate Editor Adventist World. Shawn Brace, penulis tiga buku, adalah seorang pendeta di Maine, Amerika Serikat, dan blog si newenglandpastor.net. Bogdan Scur adalah ahli Alkitab Ibrani di Washington Adventist University, Maryland, Amerika Serikat.

01 - 2016 | Adventist World

23


K E S A K S I A N

H

Mencari Kasih Allah Cerita Alkitab yang dibacakan oleh ibu saya sebelum tidur berkata bahwa Allah mengasihi manusia; tetapi Ia juga terlihat mudah memberi hukuman. Contohnya, cerita tentang Yunus, air bah, Sodom dan Gomora, semuanya menceritakan tentang orang yang mengalami murka Tuhan. Guru Sekolah Sabat saya sering bercerita tentang kasih Allah, dan saya bertumbuh besar dengan nyanyian “Jesus Loves Me”; namun, saya masih saja tidak mengerti tentang murka Allah. Dari semua bentuk kasih-Nya, Allah pasti tetap memiliki aturan. Saya seharusnya menuruti Dia karena saya mengasihi Dia, tetapi sejauh ini saya belum dapat mendemonstrasikan kasih yang cukup besar untuk menjauhkan saya bahkan dari sebuah pelanggaran paling sederhana seperti bertengkar dengan saudara laki-laki saya. Di luar Sekolah Sabat dan berbagai buku cerita anak-anak, kasih kelihatannya paling sering diabaikan dalam lingkaran Advent dari sahabat dan keluarga saya. Semua orang, kelihatannya, tahu tentang kasih Allah, namun orang yang saya perhatikan itu, yang mendengung-dengungkan kasih, juga mempunyai kecenderungan yang sama jatuh dalam ketidakmenurutan. Tidak mau merasa bersalah atas tindakan mereka itu, mereka justru berpaling pada fokus yang berkaitan dengan topik “kebenaran masa kini” yang menunjuk pada tanda-tanda zaman dan menolong kita untuk segera melakukan tindakan yang dirasa perlu kita lakukan. Mereka tidak membuang-buang waktu pada hal-hal mendasar seperti kasih itu.

24

Adventist World | 01 - 2016

Oleh Cheyenne Francis

Kasih

C o

yang

P I X A B AY / F o u n d r y

ujan mengguyur membasahi atap dan sekeliling rumah kami sementara angin bertiup kencang mengayunkan dahan pohon. Sebuah kilat yang menyala terlihat bayangnya pada dinding kamar tidur saya. Sementara kilat dan guntur berganti-gantian menderukan suaranya, saya gemetar dan menarik selimut menutupi wajah saya. Tuhan pasti sedang marah malam ini, saya pikir. Tidak diragukan lagi, sayalah orang yang memicu kemarahan-Nya. “Tuhan,” saya merengek, “silakan, ambil saja saya seperti Yunus, agar seluruh keluarga saya jangan mati.” Lama setelah badai di musim panas itu reda, hati kecil saya masih merasa gugup. Bagaimanakah jika badai topan itu menghancurkan rumah saya, atau saya terkena petir? Pasti saya akan bangun pada hari kebangkitan yang salah, dibangkitkan untuk dimakan api neraka. Itulah yang akan terjadi kepada orang yang tidak menuruti Allah, dan saya masih belum mengetahui bagaimana caranya agar saya dapat berhenti melawan Dia.

Mengubah Hidup

Perjalanan iman kepada Mengenali Kasih Allah Di tengah gejolak yang dirasakan, saya membaca sebuah buku berjudul “My Life Today” oleh Ellen White, dan berlangganan majalah remaja Young Disciple. Melalui bacaan ini saya mulai mengerti arti keselamatan dan kehendak Allah yang sejati dalam hidup saya. Saya melihat dalam kehidupan para pahlawan Alkitab, para reformator, misionaris, bahwa mengikuti Allah memberikan jenis kebahagiaan terbaik yang pernah ada dalam hidup ini. Saya belajar tentang menyerahkan kehendak saya pada kehendak-Nya, dan Ia memberikan kuasa untuk mengatasi segala sesuatu. Hal yang mengejutkan saya, semua yang difirmankan-Nya terjadi dalam hidup saya! Saya belajar bagaimana caranya mempelajari Alkitab untuk mengerti karakter Allah yang sebenarnya. Sementara saya merenungkan salib dan kehidupan Kristus saat Ia di dunia, kini saya mengerti mengapa kita menyanyikan lagu “Jesus Loves Me.” Perlahan-lahan Allah menyatakan diri-Nya kepada saya, dan perlahan-lahan saya memberikan diri saya kepada-Nya. Dengan sebuah perspektif baru tentang

kasih dan penurutan, saya mulai percaya bahwa saya dapat diselamatkan. Sekarang, ketika pandangan saya tentang Allah telah berubah, saya bahkan menemukan diri saya memiliki kerinduan yang kuat untuk menyenangkan Dia! Saya tidak pernah merasa sebahagia ini! Segera, saya memperhatikan kasih Allah nyata setiap hari. Saya mulai melihat kasih-Nya di alam, di setiap doa saya yang dijawab, di berkat kecil yang saya rasakan setiap hari. Sekarang ketika saya mengerti bahwa Yesus tidak sedang menginginkan sesuatu yang mustahil untuk saya lakukan, dan bahwa Ia telah mengalahkan dosa bagi saya sehingga saya dimampukan untuk hidup dengan penuh kemenangan, kasihNya kini terlihat begitu relevan dan juga sesungguhnya begitu murni. Kasih yang Mendasar Tetap saja, bukankah kasih itu merupakan dasar segala sesuatu, dan bukankah saya sedang dituntun pada sesuatu yang lebih rumit dan menantang? Itulah yang telah diajarkan pada saya. Namun saya mulai melihat hal mendasar itu memiliki arti penting. Kasih merupakan alat yang memampukan kita memahami Allah dan


Kasih

bukanlah sekadar hal dasar yang tak bermakna—itu merupakan dasar penting yang memberikan keseimbangan, makna, dan tujuan dari segala aspek hidup.

kan dan merusak diri saya ketika sebenarnya saya bisa memiliki pengalaman hidup yang lebih berharga dan yang kokoh dibangun di atas dasar yang paling kuat, yang pernah dibayangkan oleh manusia.

jaminan. menjadi seperti Dia dalam karakter dan tabiat. Ellen White menulis: “Langkah pertama menuju keselamatan ialah dengan merespons tindakan Allah dalam menarik kita dekat kepada-Nya.... Hanya dengan cara itu [pria dan wanita] dapat mengerti sukacita pengampunan, kedamaian Allah, yang Kristus berikan kepada mereka melalui kasih-Nya. Jika mereka merespons panggilan Allah, menyerahkan hati mereka kepada anugerahNya, Ia akan memimpin mereka langkah demi langkah, kepada kesempurnaan pengetahuan akan diri-Nya, dan inilah arti hidup kekal itu.”1 Ellen White juga menulis, “Kasih seperti itu tidaklah bercabang… itulah pokok dari setiap meditasi yang mendalam! Pemikiran seperti itu memiliki kuasa yang menundukkan jiwa dan membawa pikiran menjadi selaras dengan kehendak Allah.”2 Sayangnya, begitu sulitnya saya membiarkan kasih Allah meruntuhkan setiap penghalang yang menguasai jiwa saya. Begitu sering saya pergi kepada sumber yang tidak penting untuk mendapatkan persetujuan, penerimaan, dan kepenuhan hidup. Begitu sering saya mengerdil-

Tantangan untuk Bertahan Saya belum menyadari jurang dalam di hati saya hingga saat saya mengalami satu tahun yang menggoncang batin saya. Allah menggunakan peristiwa umum (walaupun menyisakan trauma) untuk menunjukkan kepada saya betapa saya harus bergantung kepada-Nya dan bukan kepada orang lain. Saat itu, saya memutuskan sebuah hubungan yang serius, berpindah jauh dari rumah dan tempat kerja saya yang telah saya jalani selama 8 tahun, dan mulai memeriksa pengalaman hidup keluarga masa kecil saya dalam terang yang lebih jelas. Dengan para sahabat dan anggota gereja yang berada jauh dari saya, hubungan keluarga saya menjadi kacau, dan dalam keadaan yang nyaris hancur, menderita kebingungan yang dalam di hati saya, saya menemukan jiwa saya suram dan mengenaskan. Sementara saya mencari kedamaian dan keseimbangan jiwa, memohon Kristus menolong saya, sebuah suara terdengar dari setiap kata dalam Alkitab. Suara itu ternyata selalu berada di sana, tetapi kini saya benar-benar memperhatikan bagian terbaiknya, berita yang tak terduga di dalam buku itu: Saya memiliki harga yang tak ternilai, yang didasarkan bukan atas talenta, kemampuan, atau keadaan diri saya, tetapi berdasarkan kasih Allah yang berkuasa, tak terbatas, dan tak berkesudahan. “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau” (Yesaya 43:4). “Engkau... yang berkenan kepadaKu,” (Yesaya 62:4). Apalagi yang lebih penting daripada itu? Dalam perasaan kagum dan penuh syukur saya mulai memberi warna merah muda pada ayat-ayat itu, menjadikannya catatan indah, setiap ayat Alkitab yang menunjukkan kepada saya kasih Allah dan betapa saya begitu berharga bagi-Nya. Ayat-ayat lama dan yang biasa saya dengar, tiba-tiba menjadi baru dan begitu menggetarkan jiwa saya. Lebih dari satu dekade bagi saya un-

tuk menyadarinya, tetapi sekarang saya tahu bahwa walaupun saya tidak dapat menyelami betapa dalamnya kasih Allah bagi saya, saya tetap dapat memercayai-Nya dan membangun hidup saya di atas kasih itu. “Hiduplah dalam hubungan yang erat dengan Kristus,” Ellen White menulis, “dan Ia akan memegangmu erat dengan tangan-Nya yang tidak akan melepaskanmu pergi. Ketahuilah dan percayalah kasih Allah kepada kita, dan engkau akan hidup dengan aman; karena kasih adalah benteng yang tak terkalahkan atas semua tipuan dan serangan Setan.”3 Sekarang, ketika saya merasa putus asa, dicobai, ataupun merasa kesepian, saya membuka Alkitab saya dan mencari ayat-ayat merah muda yang telah saya garis, atau pun mencari ayat-ayat baru lainnya. Saya memercayai janji itu lebih daripada perasaan saya, lebih daripada keadaan saya, lebih daripada apa pun di dunia ini. Saya tahu tanpa ragu-ragu bahwa saya dikasihi oleh Allah. Inilah pekabaran yang Allah ingin kita hidupkan. Walaupun kita tidak dapat menjelaskan dalamnya kasih-Nya kepada kita, tidak dapat menggambarkan kelembutan kasih-Nya yang begitu luas, kita tetap bisa menunjukkannya kepada orang lain yang berada di sekitar kita—keluarga kita, sahabat dan teman kita, rekan kerja kita, bahkan orang yang kita temui di toko atau bisnis kita—bahwa mereka begitu dikasihi oleh Allah. Kasih mengalir dari hati Kristus, meluluhkan sikap acuh tak acuh dan membuat segala sesuatu berarti! Kasih Allah yang mengagumkan itu adalah pekabaran yang paling berkuasa yang harus kita bagikan kepada dunia. Dan cara yang terbaik untuk membagikannya ialah dengan menghidupkannya. n 1 God’s Amazing Grace (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1973), hlm. 99. 2 Steps to Christ (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1956), hlm. 15. 3 Thoughts From the Mount of Blessing (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1896), hlm. 119.

Cheyenne Francis adalah seorang penulis yang dengan sukacita membagikan kasih Allah kepada para remaja dan orang dewasa muda lainnya. 01 - 2016 | Adventist World

25


P E R TA N YA A N

DAN

JAWABAN

ALKITAB

Kemuliaan

Musa memohon untuk melihat kemuliaan Tuhan, tetapi hanya melihat bagian belakang-Nya (Keluaran 33:18-23). Apakah artinya itu? Apakah yang Cerita ini benar-benar menarik tetapi sesungsebenarnya dilihat guhnya tidak sulit untuk dimengerti. Itu menggabungMusa?

kan kesanggupan manusia untuk melihat dan mendengar dengan kemauan Allah untuk didengar dan dilihat. Itu adalah tentang kepastian dari kehadiran Allah kepada Musa dan, juga kepada kita. Kita akan melihat keseluruhan konteksnya, kemudian memberi komentar terhadap apa yang didengar dan dilihat. 1. Konteks: Latar belakang cerita ini ialah penyembahan anak lembu emas oleh bangsa Israel di Gunung Sinai, sebuah pengkhianatan serius atas perjanjian mereka dengan Allah. Sebagai konsekuensi dari dosa ini, Tuhan telah siap membuang umat-Nya di padang gurun. Melalui pengantaraan Musa, Allah berjanji untuk membawa mereka ke Tanah Perjanjian melalui kehadiran dan tuntunan malaikat-Nya. Musa bersikeras agar Tuhan sendirilah yang memimpin mereka. Allah pada akhirnya mengabulkan permintaan Musa. 2. Permohonan untuk Melihat: Penekanan dari permintaan Musa ialah untuk melihat. Realitas Alkitab atau pun penciptaan dipahami melalui mata. Manusia menyadari kenyataan realitas itu dan bahwa mereka dapat mengerti serta memahaminya dengan penglihatan mereka. Ciptaan Allah terbuka di hadapan mata manusia untuk dinikmati dan misterinya dipelajari. Pengetahuan literatur Alkitab, pada beberapa tingkatannya, didasarkan pada keyakinan ini, yang termasuk pengamatan, analisis, dan kesimpulan atas apa yang diamati. Tetapi bagaimana dengan melihat yang bukan merupakan bagian dari ciptaan, Dia yang tidak dapat ditangkap dengan mata alami manusia? Musa menyadari sisi lain dari Allah sehingga ia dengan hati-hati membuat permintaan ini: “Perlihatkanlah [har’eni, “buatlah aku melihat”] kiranya, kemuliaan-Mu padaku (Keluaran 33:18). Mata manusia dapat melihat Allah hanya ketika Allah membuat mereka dapat melihat-Nya. Hal spesifik yang Musa ingin lihat ialah “kemuliaan” (kabod, “berat”, “kemuliaan”), dan Allah menolak permintaan itu, karena “tidak ada seorang yang memandang Aku dapat hidup” (ayat 20). Kita mengetahui bahwa Musa dan bangsa Israel telah melihat kemuliaan Tuhan namun tidak mati. Ini berarti bahwa Musa menginginkan suatu

26

Adventist World | 01 - 2016

Tuhan

pengalaman yang jauh melampaui pernyataan kemuliaan Allah yang tersembunyi di balik awan-awan kehadiran-Nya. Ia ingin melihat kemuliaan Allah tanpa perantaraan apa pun; melihat Allah dalam keagungan, kuasa, dan kesempurnaan-Nya. Musa kelihatannya meminta Allah untuk menembus dunia ini sebagai bukti jaminan Allah kepada Musa bahwa Dialah yang akan memimpin bangsa itu dalam perjalanan mereka menuju Kanaan. Namun, ciptaan yang terbatas tidak dapat mengamati kepenuhan Oknum yang tak terbatas itu dan dapat bertahan. 3. Melihat Melalui Mendengar: Musa akan memandang “kebaikan” Tuhan, bukan melalui matanya tetapi melalui telinganya. Ya, Tuhan Allah akan menurunkan kemuliaan dan keagungan-Nya untuk berbicara kepada Musa, memberikan kepadanya apa yang ia butuhkan, sebuah pernyataan nama-Nya, karakter-Nya, sebagai Yahweh/Tuhan. Masalah dosa umat manusia tidak dapat diselesaikan dengan menampilkan kemuliaan Allah, tetapi dengan penyataan karakter dan tabiat-Nya. Ia adalah Allah yang murah hati yang selalu siap untuk memberi pengampunan akan “kesalahan, pelanggaran dan dosa” (Keluaran 34:7). Inilah Allah! Inilah yang akan Musa “lihat.” Alur ceritanya menjadi lebih intim ketika Allah meminta Musa untuk berdiri di atas gunung batu di Gunung Sinai untuk menunggu. Pada saat yang tepat Allah akan melindungi Musa dari keagungan kemuliaan-Nya dengan menyembunyikannya di dalam “lekuk gunung itu,” menudunginya dengan tanganNya. Musa akan mengalami realitas kehadiran Allah tetapi hanya dapat melihat “belakang-Ku” (Keluaran 33:12, 23), bukan wajah Allah. Musa hanya melihat sekilas dari kehadiran Allah setelah kemuliaan-Nya berjalan lewat. Pesan itu menjadi jelas: Kita dapat melihat kehadiran Allah dengan lebih baik setelah tindakan penyelamatan-Nya bagi kita. Untuk sekarang, yang dapat kita lihat hanyalah bagian “belakang-Nya.” n

Setelah sebuah karier melayani gereja sebagai pendeta, profesor, dan ahli teologi, Ángel Manuel Rodríguez pensiun di Texas, Amerika Serikat.


PELAJARAN

ALKITAB

Oleh Mark A. Finley

S t e m i e r

Abraham: Mempertaruhkan C

erita hidup Abraham dalam berbagai segi sama dengan cerita hidup Anda dan saya. Itu adalah cerita dari seorang yang hidup berkomitmen kepada Allah, tetapi yang imannya digoncang. Ia membuat kesalahan; tetapi dalam setiap peristiwa ia menyadari kekurangan imannya dan terus bertumbuh melewati setiap pengalaman hidup. Komitmen yang kuat untuk melakukan kehendak Allah menghiasi setiap detail kehidupannya. Dalam kemanusiaannya ia gagal, tetapi ia tidak pernah berpaling dari Allah yang ia kasihi dan layani. Pada pelajaran ini kita akan melihat pertumbuhan iman Abraham di tengah situasi yang penuh tantangan.

1

Apakah visi hidup Abraham? Bacalah Ibrani 11:8-10 untuk menemukan alasan yang membuat Abraham tetap setia kepada Allah meskipun menghadapi berbagai tantangan hidup. Abraham melayangkan pandangannya melampaui tantangan yang ia hadapi ke arah Sang Raja alam semesta yang telah menyediakan sebuah kota bagi Abraham dan keluarganya. Dikatakan bahwa, “Engkau dapat menghadapi hampir segala sesuatu yang terjadi dalam hidup apabila engkau tahu bahwa ada harapan akan masa depan yang cerah.” Hati Abraham dipenuhi dengan pengharapan.

2

Meskipun Abraham menjadi sangat kecewa ketika janji Allah tidak digenapi pada saat kelahiran Ismael, apakah janji lainnya yang Allah berikan kepadanya? Bacalah Kejadian 17:18, 19.

3

Apakah yang Anda temukan tentang karakter Abraham dalam Kejadian 18:1-8? Bandingkanlah perikop tersebut dengan Ibrani 13:1, 2. Abraham memiliki hati yang peduli. Ia menyapa tiga orang ­asing dengan kebaikan yang luar biasa dengan menyediakan kebutuhan fisik dan emosional mereka. Tindakan keramahtamahan ini merupakan panggilan bagi kita untuk memberikan perbuatan kasih kepada siapa saja yang kita temui.

4

Dengan berjalannya waktu, iman Abraham dan Sarah terus diuji. Anak perjanjian itu belum lahir, dan mereka terus menua. Bagaimanakah Allah menanggapi kurangnya iman mereka? Bacalah Kejadian 18:11-14, 16-19.

O . A .

Segalanya

Apa yang terlihat mustahil bagi Abraham dan Sarah tidaklah mustahil bagi Allah. Pertanyaan Allah kepada Abraham, “Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan?” (ayat 14) menggema sepanjang berabad-abad. Itu menyatakan kepada kita sosok Allah yang benar-benar dapat diandalkan dalam menyelesaikan masalah kita dan membawa kita pada kemenangan dalam menghadapi tantangan hidup yang paling besar sekalipun.

5

Bagaimanakah Abraham mengungkapkan karakternya yang sebenarnya dalam Kejadian 18:20-26? Kerinduan Abraham untuk menyelamatkan Sodom terlihat pada diskusinya dengan Allah. Abraham dengan gigih berargumen dengan Allah seperti ia sedang melakukannya dengan seorang teman. Dalam 2 Tawarikh 20:7 Abraham disebut sahabat Allah untuk selama-lamanya. Tidak ada panggilan yang lebih tinggi daripada menjadi sahabat Allah.

6

Ekspresi apakah yang Allah gunakan pada saat kelahiran Isak yang mirip dengan ekspresi yang digunakanNya pada saat kelahiran Yesus? Bandingkan Kejadian 21:1-3 dan Galatia 4:4. Pada sejarah penting penyelamatan, Allah menyempurnakan kehendak-Nya sesuai dengan waktu Allah sendiri. Kita dapat dengan rasa syukur berterima kasih oleh karena rencana keselamatan tidak berada di tangan manusia yang dapat dengan mudah berubah-ubah; tetapi berada di tangan Allah yang tidak pernah berubah.

7

Apakah ujian terbesar yang pernah Abraham hadapi, dan bagaimanakah solusi yang Allah berikan dapat diterapkan dalam kehidupan kita secara pribadi? Bacalah Kejadian 22:1-14 dan bandingkanlah dengan Yohanes 1:29 dan Wahyu 5:1-6. Iman Abraham diuji dengan kesediaannya menyerahkan Isak. Pada tindakan iman yang luar biasa ini, Abraham mendemonstrasikan kepercayaannya yang penuh kepada Allah. Allah menyediakan korban pengganti. Kita juga akan gemetar dalam ketakutan jika kita menghadap Allah sendirian. Tetapi melalui Yesus, sebuah korban pengganti telah disediakan, dan kita memuji Allah karena Anak Domba yang disembelih menggantikan tempat kita. Yesus adalah segalanya yang kita butuhkan. n

01 - 2016 | Adventist World

27


PERTUKARAN IDE P I X A B AY

Surat Umat Advent Didesak Evaluasi Makanan Mereka

Saya menulis surat tentang artikel Andrew McChesney ini “Umat Advent Didesak Evaluasi Makanan Mereka” (Desember 2015). Membaca ini, saya hanya bisa tersenyum. Ketika kami membawa isu ini ke gereja lokal kami, kami dianggap sebagai yang memperkenalkan ajaran palsu ke gereja. Saya berharap sekarang banyak orang akan mendengarkan laporan WHO. Eric Eyaru Soroti, Uganda Terima kasih untuk artikel relevan ini. Betapa suatu harapan dan berkat dalam pekabaran kesehatan kita! Kita dapat proaktif dalam mencegah kanker dan banyak penyakit lainnya. Josephine Kelley Rogue River, Oregon, Amerika Serikat

Doa w

Ini bukanlah satu-satunya isu yang Ellen G. White nubuatkan bertahun-tahun yang lalu. Pikirkan tentang apa yang ditulisnya tentang anak-anak dan pendidikan. Psikolog sekarang mengonfirmasikan semua yang ia katanya. Nubuat selalu menegaskan iman kita. Carlos Olguín Quiroz Santiago, Chili

membaca Alkitab saya. Pada Januari 2016 saya akan membacanya untuk kelima puluh kali. Kemudian saya akan membaca tulisan Ny. White. Buku-buku itu adalah suat berkat! Favorit saya adalah Kerinduan Segala Zaman, dengan Sejarah Para Nabi. Illana Goodwin Portland, Oregon, Amerika Serikat

Pengaruh Ellen White

Ketika Allah Memberi Kejutan

Terima kasih untuk penerbitan artikel Carolyn Azo “Lebih Dekat kepada Keturunan Kelima Ellen White” (Desember 2015). Ellen White menubuatkan tentang apa yang akan terjadi, hal itu terjadi, dan itu akan terus terjadi. Saya suka bukubukunya, terutama Kemenangan Akhir. George Koromo Dar es Salaam, Tanzania

Cara Tuhan kita adalah satu-satunya cara. Yesus berbaur dengan orang banyak, memenuhi kebutuhan mereka, memenangkan kepercayaan mereka, dan mengundang mereka mengikuti-Nya. Saya mencintai membaca artikel Mark A. Finley “Ketika Allah Memberi Kejutan” (Agustus 2015), tentang pelayanan Paulus. Saya pernah memiliki pengalaman pahit dengan beberapa jemaat yang saya hadiri, tapi saya tidak akan pernah meninggalkan gereja atau kebenarannya, yang saya telah temukan setelah kehidupan “neraka” di bumi ini. Puji Tuhan bahwa Dia membuka mata saya untuk melihat kebenaran! Siapa pun bisa “bersinar” dari mimbar. Tapi kita harus ingat untuk melayani orang miskin, yang dianiaya, dan terbuang. Moni Dominic melalui email

Nasihat hebat dari [keluarga Ellen White] Justin Torossian! Saya membaca dua buku Ny. White tahun ini; Saya sedang membaca buku ketiga. Saya seorang Advent seumur hidup tetapi tidak pernah menikmati tulisannya seperti yang saya lakukan saat ini. Eunice Gregory-Richard Tucson, Arizona, Amerika Serikat Tulisan Ellen White adalah nasihat yang sangat baik. Tulisan itu tidak untuk menggantikan Alkitab. Dia menulis bahwa kita harus menempatkan Alkitab pada posisi pertama. Saya suka buku-bukunya, dan membacanya setiap hari. Lebih dahulu saya

Terima Kasih

Sebagian besar tantangan saya telah singgung oleh Adventist World. Ini telah membuat perbedaan dalam hidup saya;

PUJIAN

Tolong doakan ibu saya. Dia mengalami kesulitan finansial. Dia berutang uang kepada banyak orang. Felicia, Afrika Selatan

28

Adventist World | 01 - 2016

Doakan keluarga saya, dan bagi saya untuk memercayai Tuhan hingga akhir waktu, dan bertahan sampai Dia kembali. Berdoalah juga untuk tunangan saya dan saya dalam menemukan pekerjaan sehingga kami bisa menikah dan memasuki rencana Allah. Whitney, Martinique

Saya memohon didoakan untuk kesabaran. Saya tidak yakin apa yang harus dilakukan dalam hidup saya. Apakah saya kembali ke sekolah? Mencari pekerjaan yang lebih memuaskan? Memulai sebuah hubungan? Saya bersandar pada Allah, dan saya perlu Dia membantu saya menjadi lebih sabar— dan bagi-Nya agar mengarahkan saya. Rashel, Jamaika


Prestasi

Seumur Hidup tampaknya selalu hanya untuk saya. Semoga Tuhan memberkati penulis dan staf. Daniels Muteesa Kampala, Uganda Saya menyukai majalah Adventist World. Tuhan memberkati! Ir Tuyishime Hiti John Republik Demokrasi Kongo Terima kasih untuk Adventist World! Semoga Tuhan memberkati kita semua sementara kita terus membagikan kabar baik. Lokasasa “Craig� Kalzii Honiara, Kepulauan Solomon

Lilya Wagner, Direktur Philanthropic Service for Institutions (PSI) di Divisi Amerika Utara, baru-baru ini dianugerahi Henry A. Rosso yaitu Medali Prestasi Seumur Hidup dalam etika penggalangan dana dari Indiana University Lilly Family School of Philanthropy di Amerika Serikat. Selama 25 tahun terakhir Wagner adalah satu-satunya orang Advent kedua yang sangat dihargai dalam hal ini (yang pertama adalah Milton J. Murray pada tahun 1992). Penghargaan ini diakui sebagai penggalangan dana profesional yang memenuhi standar tertinggi dalam etika penggalangan dana dan melayani sebagai peran teladan kalangan filantrop profesional.

Serat

Naik

kacang (semua jenis) Greek yogurt

ara Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor

Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.

apel

Anda tidak harus kelaparan untuk menurunkan berat badan. Berikut delapan makanan memberikan serat makanan, protein, dan nutrisi penting:

kentang

telur

wheat berries

gandum Sumber: Women’s Health

Saya kembali ke sekolah pada usia 53 tahun dan saat ini berada di semester pertama saya. Saya merasa luar biasa. Doakan saya agar dapat menyeimbangkan semua tanggung jawab dan mendapatkan nilai yang saya perlukan untuk masuk ke program gelar persamaan keperawatan. Jeanne, Amerika Serikat

Saya berterima kasih kepada Tuhan atas kehidupan dan keluarga saya. Doakan saya untuk menemukan seorang suami menurut kehendak Allah. Grace, Zambia

Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohonan doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.

01 - 2016 | Adventist World

29


PERTUKARAN IDE A d v e n t i s t

P HOTOS :

G C

A r c h i v e s

109

Tahun Lalu

P

ada tanggal 1 Januari 1907, yang sekarang ini adalah Burman University, dibuka di lokasi sementara di Kota Leduc, Alberta, Kanada. Pendaftaran awal sembilan siswa meningkat menjadi 27 siswa sebelum akhir masa tiga bulan. Pada sesi General Conference 1901 di Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat, J. W. Boynton dari Nebraska, ditugaskan ke Alberta, kemudian hal itu menjadi ladang misi (area itu menjadi provinsi Kanada pada tahun 1905). Dari 50 anggota yang Boynton temukan ketika ia tiba, 35 orang percaya Jerman bertemu di sebuah gereja di Leduc, 100 kilometer (60 mil) utara dari lokasi universitas ini. Pada pertemuan kamp 1906 yang diadakan di Red Deer, Konferens Alberta dibentuk, dengan C. A. Burman sebagai ketua konferens pertama. Pada saat itu tiga sekolah gereja telah dibuka di provinsi ini, tetapi meningkatnya jumlah keluarga Advent menciptakan permintaan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Atas rekomendasi dari komite konferens, Burman bertanggung jawab atas pendidikan baru. Saat ini terletak dekat Lacombe, Alberta, dan dikenal selama bertahun-tahun sebagai Canadian Union College dan Canadian University College, universitas ini diberi nama setelah Charles dan Leona Burman, tim suami istri mendirikan lembaga tersebut. Charles menjabat sebagai ketua pertama dan ketiga, dan Leona, mendukung melayani sebagai perawat sekolah, mengajar bahasa Inggris, sains, geografi, dan fisiologi.

N e w s

N e t w o r k

Mentor

Membuat Perubahan Mentor dan orang dewasa dari luar keluarga sering memainkan peran penting dalam membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka. Menurut sebuah studi nasional 2013 di Amerika Serikat, dua pertiga dari anakanak dari keluarga kaya memiliki mentor dari luar keluarga besar mereka. Dua pertiga dari anak-anak miskin tidak memilikinya. Anakanak miskin hampir dua kali lebih mungkin untuk mengatakan mereka ingin mentor di beberapa titik dalam hidup mereka, tetapi satu pun tidak mereka memiliki. Mencari mentor? Jangan cari di luar Sekolah Sabat setempat; Adventurer, klub Pathfinder, atau klub Ambassador; Sekolah Advent; atau Pemuda Advent. Untuk menjadi sukarelawan, atau untuk informasi untuk terhubung, kunjungi: GCYouthMinistries.org. Mentor membuat perubahan.

SENI dengan

Tidak Dis

angka

Lebih dari

3 miliar

yard kain katun di tenun setiap tahun, cukup untuk membungkus dunia

67 kali.

Sumber: USA Today

30

Adventist World | 01 - 2016

Kumis

Di Tiongkok, seniman menggunakan kumis hewan sebagai kuas. Kumis kucing digunakan untuk menggambar dengan baik, kumis kucing, dan sapuan kuas halus lainnya. Bahan lainnya termasuk bulu serigala, kumis tikus kecil dan tikus besar, rambut luwak, tupai bulu, surai kuda, dan bulu di bawah paruh burung pekakak. Sumber: National Geographic


Lakukan yang

BANYAK dengan

“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Sedikit Waktu

Apakah Anda memiliki olahraga rutin? (Dan zaman ini, siapakah yang tidak?) Apakah Anda memiliki 15 menit? Maksimalkanlah rutinitas Anda dengan EMOM, yang merupakan singkatan dari every minute on the minute (setiap menit di menit). Beginilah cara kerjanya: Aturlah timer dan lakukan serangkaian latihan (pull-up, push-up, sit-up, squat, dll.)—misalnya, per set latihan dari tiga, lima, atau 10 kali. Begitu Anda selesai sesuai set itu, istirahatlah pada waktu yang tersisa 60 detik. Mulailah satu set baru pada menit berikutnya. Istirahat singkat itu akan membantu untuk mengelola kelelahan dan membantu Anda melakukan lebih banyak set latihan itu secara keseluruhan. Mengembangkan rutinitas itu memungkinkan Anda untuk melakukan satu latihan ke latihan yang lain dengan cepat, dan ulangi rutinitas itu selama 15 menit (lima jenis latihan masing-masing selama tiga menit, atau tiga jenis latihan masing-masing selama lima menit, dll.). Sumber: Men’s Health

Di Belahan

Ju n e

C o o m b s

Dunia Manakah Ini?

Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Guillermo Biaggi, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley-Hardy; Williams Costa; Dan Jackson; Peter Landless; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol-Puesán; Ella Simmons; Artur Stele; Ray Wahlen; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Jairyong Lee, ketua; Yutaka Inada, German Lust, Pyung Duk Chun, Suk Hee Han, Gui Mo Sung Redaktur Bertempat di Silver Spring, Maryland André Brink, Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editor), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Kimberly Luste Maran, Andrew McChesney Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Pyung Duk Chun, Jae Man Park, Hyo Jun Kim Editor Online Carlos Medley Manajer Operasional Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley, John M. Fowler Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Kimberly Brown Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Dewan Manajemen Jairyong Lee, chair; Bill Knott, secretary; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Yutaka Inada, German Lust, Ray Wahlen, Ex-officio: Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Leonardo R. Asoy, Guillermo E. Biaggi, Mario Brito, Abner De Los Santos, Dan Jackson, Raafat A. Kamal, Michael F. Kaminskiy, Erton C. Köhler, Ezras Lakra, Jairyong Lee, Israel Leito, Thomas L. Lemon, Geoffrey G. Mbwana, Paul S. Ratsara, Blasious M. Ruguri, Ella Simmons, Artur A. Stele, Glenn Townend, Elie Weick-Dido Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brazil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, Argentina, Meksiko dan Amerika Serikat. Vol. 12, No. 1

01 - 2016 | Adventist World

31

JAWABAN: Remaja dari Jemaat Stanborough Park di Watford, Inggris, membantu melayani tiga jenis kursus makanan India untuk menggalang dana demi Save the Orphans Please International (STOP), sebuah badan amal yang didirikan oleh guru sains Stanborough School, Kish Poddar pada tahun 2000. Lebih dari 2000 poundsterling telah disumbangkan melalui penjualan makanan dan barang melalui lelang. Proyek STOP di 2015 membuat sumur bor baru untuk panti asuhan, menyelesaikan dinding untuk Love Home, lukisan Way to Life Home, dan membangun dinding untuk Vocational Training Centre.


dari INDONESIA “From Its Beginning Until the Final Ending� Pekan Doa Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi

D

i mulai Minggu malam pada tanggal 8-14 November 2015 pekan doa semester ganjil 2015 Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi dipimpin oleh Pdt. Dr. Alfonso Tarigan, salah seorang Dosen Teologi Universitas Advent Indonesia Bandung. Sebanyak 12 kali pertemuan, pagi dan malam, selama satu pekan minggu sembahyang, cuaca sangat baik dan semua acara berlangsung dengan lancar. Firman Tuhan disampaikan dengan cara yang berbeda dan menarik dari pekan doa yang sering dilakukan di Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi selama ini. Kesan dari setiap siswa, para guru dan staf Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi yang hadir mengikuti pekan doa adalah da-

lam cara penyampaian pelajaran Firman Tuhan yang mudah dimengerti, disampaikan secara detail, menggunakan bahasa Indonesia yang baku, semangat dan tidak membosankan. Pada akhir pekan doa ada 14 jiwa yang menerima Yesus menjadi Juruselamat pribadi mereka. n —Dilaporkan oleh Petrus Souisa, Wakasek Humas Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.

HUT ke-45 GMAHK Jemaat Kalasan Madiun Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT)

J

emaat Kalasan mengadakan acara syukuran dalam rangka HUT ke-45, yang baru saja dilaksanakan pada Sabat 14 November 2015, acara HUT ini adalah yang pertama kali diadakan sejak berdiri pada tahun 1970. Pdt. Johnny Lubis, Wakil Ketua Divisi Asia Pasifik Selatan datang ke Madiun untuk menyampaikan Firman Tuhan, yang menekankan agar Jemaat Kalasan terus meneladani jemaat mula-mula dan segala kehidupan mereka yang tercatat dalam kitab Kisah Para Rasul.

32

Adventist World | 01 - 2016


Sejak diorganisasikan dan ditahbiskan pada 25 Oktober 1970 oleh Pdt. D. Batubara (Ketua Daerah Jawa Timur), Jemaat Kalasan belum memiliki prasasti penahbisan, sebab itu, di acara HUT ke-45 ini diadakan penandatangan prasasti penahbisan oleh Pdt. J. Lubis dan Pdt. H. Wijaya. Ada 15 gembala yang pernah menggembalakan Jemaat Kalasan, semua diundang hadir dalam acara HUT kali ini karena ada penghargaan khusus kepada semua mantan gembala, ada di antaranya yang sudah meninggal dunia, maka diwakili oleh anak atau cucu mereka, hadir dalam HUT kali ini Kel. Benny Noya, anak dari Pdt. L.M. Noya, gembala pertama Jemaat Kalasan, kemudian dr. Abednego Bangun, anak dari Pdt. P.B. Bangun yang mendirikan SD Imanuel Madiun pada tahun 1973-1974. Juga hadir Pdt. Djoko Sukatno, Kel. Siahaan, Ibu Suwandi Wibowo, Ibu Kabanga dan yang lainnya. Keluarga besar Soemarjono yang merupakan pendiri dari Jemaat Kalasan, hadir lengkap bersama dalam ­acara HUT ke-45 ini, memberikan bantuan khusus kepada Jemaat Kalasan. Di akhir acara ada pemotongan tumpeng dan se-

mua bersukacita atas pemeliharaan yang telah terjadi dan akan terus berlanjut. n —Dilaporkan oleh Pdt. Dale. D. Sompotan, Gembala Jemaat Kalasan, Jawa Timur.

Hope for Palopo City Evangelism Daerah Misi Tana Toraja (DMTT)

G

ereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Tana Toraja (DMTT) mengadakan City Evangelism dan memilih Kota Palopo sebagai Center of influence. Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Hope for Palopo bekerja sama dengan Altrix Independent Ministry TimikaPapua sekaligus menjadi sponsor utama mendanai kegiatan ini. Tema yang dipilih oleh pembicara adalah “Badai Pasti Berlalu.” Acara ini dibuka resmi pada tanggal 8 November 2015 oleh Wakil Walikota Palopo, Bpk. A. Syarifuddin, SE, Msi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan selamat dan penghargaan yang tinggi kepa-

01 - 2016 | Adventist World

33


dari INDONESIA da Bpk. Ir. Tjak Latumahina selaku pembicara KKR dan seluruh anggota gereja se-Kota Palopo. Selanjutnya dalam sambutannya beliau menyebutkan bahwa di Kota Palopo terdapat semua golongan agama yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Tionghoa. Agama apa pun tidak membatasi untuk mengadakan kegiatan untuk membangun iman dari setiap umat beragama yang ada di kota Palopo. Dia melanjutkan bahwa “kita merindukan suasana yang harmonis, suasana kedamai­ an saling merindukan satu dengan yang lain karena agama apapun juga pasti mengajarkan kebaikan dan menuntun untuk ke surga. Menyinggung keamanan kota, maka beliau menyampaikan bahwa dia akan menurunkan pemuda ANSOR dan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan selama acara ini berlangsung. Para tamu yang datang dari malam ke malam terus bertambah, bukan hanya Kristen namun juga dari golongan Muslim

yang ada di Kota Palopo. Hal ini disebabkan oleh kerja sama baik dari panitia dan seluruh anggota gereja yang mengundang orang untuk hadir dalam KKR ini. Pembicara dengan semangat memberitakan Firman Tuhan dari malam ke malam. Tidak lupa juga door price secara spontan yang dibuat oleh pembicara menjadikan suasana KKR menjadi lebih menarik. Panggilan dari malam ke malam dibuat agar para tamu terbiasa sehingga pada puncaknya panggilan untuk baptisan tidak akan membuat mereka ragu lagi untuk menerima Yesus menjadi Juruselamat pribadi mereka. Ada 23 jiwa yang menyerahkan diri dibaptiskan. Mari kita doakan semua jiwa yang sudah menerima baptisan agar tetap setia. n —Dilaporkan oleh Pdtm. Frans Sissang, Gembala Jemaat Tikala, Rantepao & SSC Tondon, Daerah Misi Luwu Tana Toraja.

CAM di Sumbul Daerah Sumatera Kawasan Utara (DSKU)

C

AM (CareAct Ministry/Pelayanan Aksi Peduli) yang merupakan supporting ministry bagi Uni Kawasan Barat, bekerja sama dengan Kantor Daerah Sumatera Utara melakukan Minggu Sembahyang di Sekolah Advent Sumbul dan gabungan KKR gereja wilayah Dairi Timur di Desa Songsang, wilayah yang belum memiliki gereja Advent. Minggu Sembahyang SD, SMP, SMA dan SMK dilaksanakan pada pagi hari dan malamnya KKR di Desa Songsang yang berjarak sekitar 1 jam dari Sekolah Advent Sumbul juga dilaksanakan. Pesta rohani ini dilakukan mulai tanggal 2-6 November 2015 dengan pembicara Pdt. Dr. A.H. Marbun, David John, Dr. Tanggor Sihombing, MBA. Kebaktian Sabat dilakukan secara gabungan di gereja Sumbul yang terdiri dari 4 jemaat yakni: Sumbul, Hutajuhar, Tiga Baru,

dan Tumangger. Semuanya merupakan gereja Advent dari wilayah Dairi Timur yang dikoordinasi oleh seorang pendeta yang masih muda dan sangat energik dan sangat mudah untuk bekerja sama yakni Pdt. Edi Susanto Simbolon. Banyak keajaiban terjadi selama KKR, misalnya: 1. Rumah-rumah penduduk setempat di mana rumah dan halamannya digunakan sebagai lokasi KKR adalah rumah dari keluarga yang bukan Advent. 2. Ketika pembukaan pesta rohani dilakukan oleh seorang kepala desa yang bukan Advent, beliau mengatakan bahwa penduduk Desa Songsang hidup dalam damai sejahtera dan merasa terhormat oleh karena Desa Songsang ditunjuk sebagai tempat menyelenggarakan pesta kerohanian ini dan beliau menyambut baik untuk semuanya. Bahkan pada hari terakhir KKR, beliau dan istri sempat maju ke depan tapi sayang belum siap menerima baptisan pada Sabatnya. Pada hari terakhir KKR, jumlah jiwa yang terpanggil ada 28 jiwa, namun pada hari Sabat ada 21 jiwa yang dibaptiskan

34

Adventist World | 01 - 2016


di kolam baptisan gereja di Sumbul oleh Pdt. D. Nainggolan, Pdt. Dr. A.H. Marbun dan Pdt. Edi S. Simbolon. KKR ini dapat berjalan dengan baik berkat dukungan panitia setempat, para pendeta, kepala sekolah dan guru-guru SD, SMP, SMK & SMA Advent Sumbul serta seluruh sponsor CAM.

Pada kesempatan itu CAM juga memberikan bantuan pembangunan kepada sekolah Advent Sumbul sekitar 900 sak semen untuk pengembangan sekolah. n —Dilaporkan oleh David John, Sekretaris CareAct Ministry (CAM).

Mission to the City Kota Batam Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT)

K

ebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mission To The City Kota Batam berjalan dengan baik dan meriah, diadakan selama seminggu, mulai dari Senin 16 November 2015 hingga hari Sabat 21 November 2015 setiap malamnya yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan dari tim medis yang dikoordinasikan oleh Ibu Elisabet Situmorang selaku panitia tim kesehatan. Setelah selesai pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan kebaktian dan juga lagu-lagu pujian. Pendeta Dr. Geoffrey G. Mbwana , General Vice President General Conference, selaku pembicara diterjemahkan oleh Pdt. Dr. Marolop Sagala (Sekretaris Uni Indonesia Kawasan Barat) dan Pdt. Dr. Joseph Sianipar. Acara ini diadakan di Gedung Sekolah Harapan Utama, dengan persiapan sekitar 3 bulan demi suksesnya acara ini. Di hari terakhir KKR, Sabat siang, ada 63 jiwa yang sudah dimenangkan dan menerima Yesus Kristus menjadi Juruselamat mereka dan bersedia untuk dibaptis. Setelah selesai baptisan dilanjutkan pemberian hadiah berupa Alkitab dan juga Lagu Sion dari panitia yang diketuai oleh Pdt.

M. Siregar, Ketua Pelaksana dari Daerah Sumatera Kawasan Tengah (DSKT) dan Bpk. H.G.Sinaga dari Batam. n —Dilaporkan oleh Simson Siallagan, Panitia KKR Celebration Mission to The City Kota Batam.

Kebaktian Kebangunan Rohani BAIT Bejana Advent Indonesia Timur (BAIT)

T

im Penginjilan Bejana Advent Indonesia timur (BAIT) mengadakan acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Desa Bawoleu pada tanggal 15-21 November 2015. KKR yang bertemakan “Bahagia Bersama Yesus” ini merupakan acara syukuran Hari Ulang Tahun penginjilan BAIT yang ke-9. Betsy Makinggung, Camat Tagulandang Utara membuka acara KKR ini. Dalam sambutannya ibu camat menghargai apa yang dibuat oleh anggota GMAHK Jemaat Bawoleu dan tim BAIT. “Memang ini yang saya selalu harapkan agar di kecamat­ an saya ada acara-acara kebangunan rohani. Saya percaya acara-

acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) seperti ini tentunya akan memberikan banyak hasil positif bagi masyarakat,” katanya. Setiap malam lebih dari dua ratus orang tamu hadir mendengarkan Firman Tuhan, mereka sangat tertarik dengan khotbah dan seminar yang dibawakan oleh para pembicara. Pada

01 - 2016 | Adventist World

35


dari INDONESIA malam terakhir ketika Pendeta Mambu membuat panggilan ada lima orang berdiri menyatakan iman mereka kepada Yesus. Kelima jiwa itu dibaptiskan oleh Pdt. Moldy Mambu dan Pdt. Welians Wukala di Pantai Desa Minanga pada pagi hari Sabat, 21 November 2015. Pembawa pekabaran Firman Tuhan dalam acara KKR ini datang dari anggota Tim BAIT sendiri. Mereka adalah Yance Pua, Pdt. E. Takasanakeng, Freddy Losung, Jeinner Rawung, Lucky Mangkey, dan Pdt. Dr. Moldy Mambu. Selain membahas kebenaran Firman Tuhan mereka dan beberapa anggota tim BAIT yang lain seperti Handry Sigar dan Ellen Mangkey-Manueke memberikan seminar-seminar yang sangat bermanfaat bagi anggota jemaat dan masyarakat yang hadir. Pada pagi hari mereka juga menyampaikan Firman Tuhan kepada lebih dari 150 murid SD dan SMP Advent Bawoleu di

acara minggu sembahyang yang diadakan di gereja Advent Jemaat Bawoleu. KKR dan minggu sembahyang ini mendapat dukungan penuh dari anggota jemaat dan guru-guru Perguruan Advent Bawoleu. Mereka sangat antusias membantu acara KKR ini sejak dari persiapan. n —Dilaporkan oleh Pdt. Brussi Soriton, Pendeta Wilayah Tagulandang Utara.

Ground Breaking Bangunan Gereja dan Sekolah Jemaat Anjasmoro Surabaya

K

ondisi Jalan Anjasmoro 12 pada hari Jumat 4 Desember 2015 terlihat sedikit padat. Satu per satu para undangan telah berdatangan sebelum pukul sembilan untuk acara istimewa, Ground Breaking bangunan gereja dan sekolah Jemaat Anjasmoro Surabaya. Tepat pukul pukul 09.00 Ibu Sri Wahyuning Rejeki (Kepala Sekolah SD Advent) menjadi pemandu di prosesi acara tersebut. Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Henky Wijaya, M. Hum selaku Ketua Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT) de-

ngan mengambil fokus pembahasan pada kitab Ezra 3:10-11. Penekanan Firman Tuhan: “Inilah waktunya untuk bersyukur kepada Tuhan, sebab Ia baik ! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel.” Setelah lagu penutup dan doa berkat disampaikan oleh Pdt. Henky Wijaya, dilanjutkan dengan penekanan tombol yang menjadi tanda telah dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan bangunan sekolah dan gereja Advent Anjasmoro Surabaya. Tombol ini secara bersama-sama ditekan oleh Pdt. Henky Wijaya, Osner Matanari selaku Ketua Jemaat Anjasmoro, dan Ibu Pujiastuti selaku Lurah Sawahan. Kiri: Bpk. Osner Mengakhiri prosesi acara ini dilakuMatanari (Ketua kan ramah tamah. Diharapkan berkat daJemaat Anjasmoro), ri Tuhan, kasih-Nya, kerukunan boleh Ibu Pudji Astuti menjadi bagian anggota jemaat, guru dan (Lurah Sawahan) staf sehingga pembangunan ini berjalan dan Pdt. Henky lancar hanya dengan kuat kuasa Tuhan. n

Wijaya (Ketua KJKT) menekan tombol dimulainya pembangunan.

36

Adventist World | 01 - 2016

—Dilaporkan oleh David Maart, Komunikasi Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT).


Tuhan menyediakan Rumah Indah bagi Umat-Nya Ibadah Syukur Menempati Gedung Baru GMAHK Jemaat Singosari

U

ntuk tetap mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu, maka pada hari Minggu 6 Desember 2015 diadakan kebaktian ucapan syukur menempati gedung GMAHK Jemaat Singosari, sekaligus mengundang para tokoh gereja dan para hamba Tuhan untuk memohon doa berkat bagi jemaat yang sudah memiliki gedung gereja yang indah untuk memuliakan Allah. Acara ini dihadiri oleh pimpinan dari Daerah Sumatera Kawasan Selatan (DSKS), para gembala jemaat dan Pengurus Yayasan R.S. Advent Bandar Lampung, bahkan juga dihadiri Pdt. J.S. Perangina­ ngin. Diundang juga Kerabat dan keluarga besar Panjaitan, dan pio­ nir gereja. Dalam acara tersebut juga diadakan penyerahan penghargaan dan ucapan terima kasih untuk UIKB, DSKS, RSA Bandar Lampung, Kel. Besar Panjaitan, Bpk. F.K. Litelnoni, Kel. Remrev, panitia, pemborong, dan kepada Pdt. O. Runturambi.

Sekilas Sejarah

Gereja ini terletak di Kota Bandar Lampung, berada dekat dengan sisi pusat kota yang setiap hari bergerak sangat cepat. Dalam catatan sejarah, sejak awal pembangunan gereja Singosa-

ri semuanya hanya oleh kasih karunia Allah melalui perjuangan para hamba-Nya, salah satunya yang kita kenal Alm. Pdt. Ch. Panjaitan yang meninggalkan keturunannya di sekitar Singosari dan menjadi bukti bagaimana pekerjaan Tuhan itu terus bertambah maju. Bangunan gereja ini pertama kali dibangun pada tahun 1952, dan ini merupakan gereja Advent pertama yang berdiri di Kota Bandar Lampung. Izin mendirikan bangunan dari pemerintah yang dimohonkan melalui Pdt. Paulus Ngadino Sumopawiro dan dikeluarkan pada tanggal 23 September 1978 digagalkan oleh segelintir orang yang tidak menginginkan ada gereja di sekitar mereka. Setelah berjalan 60 tahun, pertumbuhan keanggotaan dan kondisi fisik gereja yang sudah tak memungkinkan lagi untuk digunakan beribadah, dan direncanakan untuk melakukan renovasi atau membangun ulang gedung gereja baru. Tuhan selalu punya rancangan waktu yang indah, berkat hubungan yang baik di antara tokoh gereja Advent dengan pemerintah setempat dan Walikota Bandar Lampung, pada tanggal 26 September 2013, pemerintah kota menerbitkan IMB untuk Gereja MAHK Jemaat Singosari. Berkat yang luar biasa ini disambut dengan penuh sukacita oleh seluruh anggota jemaat karena cita-cita puluhan tahun untuk memperbaiki gereja bisa segera dimulai. Dan akhirnya pembangunan gedung gereja dapat dikatakan selesai dengan baik. Ibadah pertama di gedung yang baru dilakukan pada tanggal 6 Desember 2014 yang lalu, artinya saat ini genap satu tahun umat Tuhan menikmati gedung gereja baru dengan penuh sukacita. —Dilaporkan oleh Inge Djumadi dan Pdt. Olsen Runturambi, Gembala Distrik.

Atas: LAMA DAN BARU: Foto bangunan gereja yang lama dan Baru, perubahan yang kontras. Kiri: Suasana ibadah yang cukup nyaman, indah dalam memuliakan Tuhan.

01 - 2016 | Adventist World

37


dari INDONESIA Kepastian di Tengah Krisis 31 orang Sumba dibaptiskan

P

ada tanggal 13-21 November 2015 lalu Pdt. Reynold Sadrak Situmeang, M.PTh, menjadi pembicara inti KKR yang bertemakan “Kepastian di Tengah Krisis,� di Jemaat Batu Hijau, Maluk, Sumbawa Barat, NTB. Walau-

pun sudah lanjut usia beliau masih dapat menyampaikan Firman Tuhan di KKR dengan suara yang jelas, dan pada hari Sabat, 21 November 2015, ada 31 jiwa orang Sumba asli dibaptiskan menjadi bagian dari keluarga Allah. Para panitia dan anggota Jemaat Batu Hijau, Maluk, Sumbawa Barat, NTB begitu kokoh dan semangat bukan saja pada saat KKR ber-

Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/ daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redaksi majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS atau naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format Microsoft Word/ Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/imagE di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere­solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan diterbitkan bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk menerbitkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan diterbitkan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk diterbitkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada saat kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.

38

Adventist World | 01 - 2016

Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia


WARTA

GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah W. Mandolang Ketua Bidang Usaha S. Manueke Bendahara W. Purba Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi F. Parhusip, F. Ngantung, F. Manurung, A. Siahaan

langsung, tetapi juga pelayanan dan persiapan pada sebelum KKR. Pada hari Sabat yang sama ada dua perkumpulan diorganisasikan menjadi Cabang Sekolah Sabat Sinyur Taliwang dan Cabang Sekolah Sabat Sekongkang. Diharapkan dua Cabang Sekolah Sabat ini kelak diorganisasi menjadi jemaat. Ada pepatah mengatakan: “Tidak ada kata pensiun untuk aktif melayani pekerjaan Tuhan.” Pepatah ini sesuai bagi sang pembicara, yang sudah berusia 73 tahun. Sejak ia pensiun tujuh tahun yang lalu, dari jabatan pelayanannya terakhir—Direktur SS/PP Uni Indonesia Kawasan Barat—dan kemudian memutuskan untuk tetap aktif melayani pekerjaan Tuhan dan ia diterima menjadi salah seorang gembala jemaat part time di Highland, California USA. Setiap tahun ia berencana datang ke Indonesia untuk mengadakan evangelisasi. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ranap Situmeang, Sekretaris Asosiasi Kependetaan KJKT.

Komunikasi Uni D. Panjaitan, Uni Indonesia Kawasan Barat H. Waworoento, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah , Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan S. Simorangkir, DKI Jakarta dan Sekitarnya A. Naibaho, Jawa Barat A. Pender, Jawa Tengah , Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat , Nusa Tenggara , Minahasa Utara , Minahasa J. H. Frans, Bolaang Mangondow-Gorontalo , Sulawesi Tengah , Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara , Maluku R. Pelafu, Nusa Utara , Papua , Luwu Tana Toraja Izin Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987 Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842

Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.

01 - 2016 | Adventist World

39


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Aw 2016 1001 indonesian by Adventist Review - Issuu