Page 6
Page 12
Page 28
Konferensi Alkitab Internasional Fokus pada Eskatologi
Hilang dan Ditemukan di Hiroshima
Malaikat di Atas Sepeda
09 - 2018
Memperoleh sebuah Gereja Oleh: Bill Knott
“Lalu kata Yesus: ‘Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu’” (Mrk. 4: 26, 27).
S jEPANG
Tentang Sampul Ai Onisuka bekerja sebagai pekerja bebas psikolog klinis di Jepang. Ibunya yang telah meninggal, pernah menghadiri gereja Kamenokoyama dan Onisuka juga ikut menghadiri gereja itu bersama ibunya untuk memberikan dukungannya. Ketika kondisi kesehatan ibunya memburuk, Onisuka ingin memiliki pengharapan seperti ibunya dan memutuskan untuk dibaptis. Foto Sampul: Tetsu Ohguro
Fokus 10 All Japan 2018 Maranatha Firman 22 Renungan 26 Pertanyaan dan Jawaban Alkitab Gereja Saya 17 Suara Milenium 18 Wawasan Global 20 Memandang Kebelakang Iman yang Hidup 24 Iman dalam Tindakan 27 Kesehatan dan Kemakmuran 28 Bolehkah Saya Menceritakan sebuah Kisah? 30 Iman yang Bertumbuh—Halaman Ceria untuk Anak-anak.
etiap kali saya berdiri di kolam pembaptisan atau danau musim panas dengan orang percaya baru yang saya baptiskan, saya memikirkan katakata Yesus ini. Saya mungkin menghabiskan berminggu-minggu—kadang-kadang bertahun-tahun—dengan hati-hati, dengan sabar belajar bersama mereka kebenaran-kebenaran besar dari Firman Allah. Saya mungkin telah menginvestasikan puluhan—bahkan ratusan—jam membantu mereka memahami kehidupan di mana Yesus memanggil mereka. Tetapi saya hanya sebagian kecil dari proses yang telah menyebabkan hari gembira ini. Di balik setiap keputusan baik untuk menyerahkan kehidupan kepada Yesus dan mencari keanggotaan di gereja sisa-Nya, ada kisah yang biasanya tidak terlihat yang mencakup puluhan orang percaya lainnya dan ratusan pemeliharaan Ilahi. Seseorang mengundang wanita paruh baya yang sekarang dibaptis ke Sekolah Alkitab Liburan yang dikelola gereja ketika dia berusia 10 tahun, dan di sana dia pertama kali mendengar kisah tentang Yesus. Orang percaya lainnya membawa sebuah pemberian makanan ketika dia kehilangan saudara laki-laki karena kanker, berdiri bersamanya sementara dia menangis, dan dengan tenang melingkarkan lengannya di bahu. Yang lain lagi—tidak tahu apa-apa tentang hal-hal ini—membagikan selebaran di jalannya untuk seminar penginjilan yang akan datang, di mana Roh Kudus menuntunnya. Satu lagi orang percaya mengantarnya dari malam ke malam di16-bagian pertemuan penginjilan yang dipimpin oleh pendeta muda yang bersemangat, dan berbicara dengan calon baptisan setiap malam di perjalanan pulang. Yang lain lagi dengan ramah menemaninya dalam jamuan makan di gereja, membantunya mengidentifiDi belakang setiap kasi makanan yang mungkin hari dalam meraingin dia coba. Guru Sekolah yakan keputusan Sabat, pemimpin program untuk mengikuti anak-anak, penerima tamu, Yesus, ada lusindan— oh, ya—para pendean—ratusan—mota berkontribusi pada saat men-momen yang ketika dia berdiri di air, tedipimpin Roh Kudus tesan air mengalir dari jubah yang disumbangbaptisnya dan sungai-sungai kan oleh banyak penuh air mata yang mengaorang. lir deras dari matanya. Di balik setiap hari dalam merayakan keputusan untuk mengikuti Yesus, ada lusinan—ratusan—momen-momen yang dipimpin Roh Kudus yang disumbangkan oleh banyak orang. Saya memikirkan mereka saya memikirkan Anda—setiap kali saya diberkati untuk berdiri di samping orang percaya baru yang berbahagia di air baptisan. Ketika Anda meninjau kisah-kisah luar biasa dalam edisi Adventist World yang berfokus pada proyek All Japan 2018 Maranatha yang baru saja selesai, bergabunglah dengan saya untuk berterima kasih kepada Tuhan atas banyaknya pahlawan tak terlihat yang membuat hasil yang menyenangkan ini menjadi mungkin.
Kami percaya akan kuasa doa, dan mempersilakan bila ada permohonan doa yang dapat kami sampaikan dalam ibadah mingguan khusus staf setiap Rabu pagi. Kirimkan permohonan doa Anda ke prayer@adventistworld.org, dan doakan juga kami dalam pekerjaan memperluas kerajaan Allah. 2
09 - 2018 AdventistWorld.org
Momen Berita
Pertemuan penginjilan “All Japan 2018 Maranatha� diselenggarakan di 161 lokasi, termasuk gereja Advent berbahasa Portugis di Yaizu, Jepang, di mana Almir Maroni, Direktur Pelayanan Penerbitan General Conference dan penduduk asli Brasil, menjadi pembicara. Hampir 200.000 warga Brasil tinggal di Jepang. Foto: Tetsu Ohguro
AdventistWorld.org 09 - 2018
3
Berita Singkat
Roland R. Hegstad, lama melayani sebagai editor majalah Liberty, Meninggal pada usia 92 tahun. Roland Hegstad, yang melayani sebagai editor majalah Liberty selama 35 tahun, meninggal baru-baru ini pada usia 92 tahun. Hegstad mulai sebagai penginjil di Upper Columbia Conference di Amerika Serikat, dan dengan cepat pindah ke pekerjaan editorial. Pada tahun 1954 ia menjadi associate editor dari These times. Pada tahun 1959, kantor pusat gereja Advent sedunia memanggil Hegstad untuk melayani sebagai editor majalah Liberty; dia secara bersamaan melayani sebagai associate Direktur Departemen Urusan Masyarakat dan Kebebasan Beragama di gereja. Selama masa jabatannya, Liberty menerima Associated Church Press’s “Award of Merit” untuk kejuaraan umum 6 kali, dan 80 penghargaan lainnya.
1,7 juta Jumlah buku-buku misi Advent di negara bagian Brasil Utara Pará, Amapá dan Maranhão, didistribusikan di dua pusat perkotaan padat penduduk dan banyak komunitas kecil pada tahun 2018 ini. Buku ini disebut O Poder da Esperança [Kekuatan Harapan]. Relawan bepergian tidak hanya dengan mobil atau berjalan kaki tetapi juga dengan sepeda, sepatu roda, dan kapal feri untuk mencapai rumah penduduk perkotaan dan orang-orang yang tinggal di komunitas terpencil dan pulau-pulau yang dekat dengan muara Sungai Amazon.
800.000 Jumlah orang di seluruh dunia yang mengakhiri hidup mereka sendiri setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, setara dengan seseorang yang mati bunuh diri setiap 40 detik. “Seseorang yang tidak ingin menemui seorang profesional kesehatan mental karena mereka takut diberi label dengan ‘penyakit mental’ dapat dimengerti, tetapi itu tidak membantu akar masalah,” kata Melissa J. Pereau, seorang psikiater di Universitas Loma Linda Behavioral Medicine Center. “Itu juga sama dengan tidak menemui dokter karena takut diberi label diabetes. Itu artinya bahwa Anda memiliki penyakit.”
Lima Negara Teratas dengan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi Lithuania Federasi Rusia Guyana Korea Selatan Belarus Sumber: World Health Organization Foto: Milik Sheri Clarke/keluarga Hegstad 4
09 - 2018 AdventistWorld.org
“Apa pun hasilnya, kami berharap dapat membangun sesuatu yang lebih baik untuk komunitas dan dengan komunitas. Kami ingin menjadi terang di atas bukit.” —Marco Jackson, seorang mantan marinir Amerika Serikat sekarang tinggal di Okinawa, Jepang. Jackson ditempatkan di meja literatur di lobi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Okinawa Internasional. Dia berinteraksi dengan para pengunjung ketika mereka memasuki dan meninggalkan pertemuan selama prakarsa All Japan 2018 Maranatha.
Berita Singkat
“Jangan bawa orang-orang ini ke gereja Anda, jangan bawa mereka keluar dari daerah mereka, karena jika Anda melakukannya, Anda akan kehilangan mereka. Sebaliknya, pergilah kepada mereka, bekerja dengan mereka dan begitu mereka memutuskan untuk menerima Yesus, mereka akan menjadi misionaris bagi orang-orang mereka sendiri.”
Bagaimana Iman Menginformasikan Masalah-masalah Sosial untuk Orang Advent “Saya menerapkan iman saya pada masalah politik/sosial...” 23%—Sering 77%—Kadang-kadang/ jarang/tidak pernah
—Direktur Kesehatan Divisi Pasifik Selatan Chester Kuma berbicara kepada anggota gereja Advent Naha di Kepulauan Solomon. Ahli medis Naha mengadakan klinik penginjilan kesehatan dan pertemuan di desa Aenalaema, di pinggiran Honiara. Hampir 1.000 pengunjung menerima pemeriksaan gratis dan 200 studi Alkitab yang diminta. Sejumlah anggota gereja Naha akan dipindahkan ke Desa Aenalaema untuk terhubung dengan komunitas dan memulai sebuah penanaman gereja. Sumber: Global Church Member Survey (2013)
“Ini tidak seperti badai atau tornado, di mana Anda berjongkok di tempat penampungan dan kemudian dalam beberapa jam sudah selesai, dan Anda mulai pulih.” —Rene Lopez, pendeta gereja Advent Puna dan Hilo di Big Island di Hawaii, mengomentari batas waktu yang berkepanjangan dari letusan gunung berapi baru-baru ini di Hawaii. Gunung berapi Kilauea, yang telah menumpahkan lava di pulau Hawaii (dikenal sebagai “Big Island”) selama berbulan-bulan telah menghancurkan lebih dari 600 rumah. Lopez bekerja dengan Adventist Community Services dan anggota gereja untuk memberikan dukungan di tempat penampungan dan terus bermitra dengan anggota local response community, membantu warga setiap hari.
Foto: Rene Lopez, North American Division News AdventistWorld.org 09 - 2018
5
Berita Selanjutnya
Konferensi Alkitab Internasional Fokus pada Eskatologi
Lebih dari 100 presentasi teologis dilakukan dalam 10 hari
Oleh: Costin Jordache, Direktur Komunikasi dan editor berita Adventist World
Lebih dari 360 teolog Advent, dosen perguruan tinggi dan universitas, dan pengurus gereja berkumpul di Roma, Italia, 11—21 Juni, untuk Konferensi Alkitab Internasional Keempat. Pertemuan ini, yang berlangsung setiap beberapa tahun, berusaha untuk mengeksplorasi tema yang dipilih yang terkait dengan studi teologis melalui presentasi makalah, panel diskusi, dan jaringan profesional. Acara ini diselenggarakan oleh Biblical Research Institute (BRI), yang ada untuk “mempromosikan studi dan praktik teologi dan pola hidup Advent sebagaimana dipahami oleh gereja sedunia”dengan menyediakan sumber-sumber teologis berbasis penelitian dan dengan “memfasilitasi dialog dalam komunitas teologi Advent.” Tema utama konferensi Roma adalah eskatologi, sebuah kata yang merujuk pada “pengajaran peristiwa-peristiwa terakhir” dan menjelaskan pelajaran tentang peristiwa-peristiwa zaman akhir dan subjek-subjek terkait. Pemilihan lokasi, berkaitan dengan tema itu penuh arti, dijelaskan Direktur BRI Elias Brasil de Souza. Digambarkan sebagai kaki besi dalam mimpi hebat Nebukadnezar, Roma yang mewakili baik kekuatan sekuler dan agama—memainkan
peran penting dalam narasi kenabian. “Bukan tanpa arti bahwa kita berkumpul tepat di sini untuk menghadiri konferensi eskatologi,” tulis Brasil de Souza dalam buku acara tersebut. Sebagai bagian dari ucapan pengantar, Ted Wilson, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, menyapa para sarjana, berbagi minatnya yang mendalam pada subjek. “Hal yang mendorong saya, menjiwai saya, membuat saya bergerak menuju tujuan adalah kedatangan Yesus,” kata Wilson. “Saya percaya ini akan menjadi waktu yang luar biasa, dengan fokus pada topik yang luar biasa.” Para pembicara pleno berfokus pada topik-topik luas yang merumuskan dialog pada banyak topik yang lebih spesifik dan khusus. Di antara banyak presenter pleno, Ángel Rodríguez, mantan Direktur BRI, memberikan analisis tujuh bagian eskatologi Advent, menekankan peran sentral Alkitab. Frank Hasel, associate Direktur BRI menangani eskatologi dan hermeneutika, yang didefinisikan sebagai seperangkat prinsip dan pendekatan untuk menafsirkan teks alkita biah. Selain itu, Ekkehardt Mueller, associate Direktur BRI mempresentasikan hubungan antara eskatologi Advent dan pandangan historis
Foto: Adventist World 6
09 - 2018 AdventistWorld.org
tentang memahami konten apokaliptik dalam Alkitab. Di antara aspek yang tak terlupakan dari Roma Bible Conference adalah banyaknya makalah yang disajikan dalam enam trek paralel. Para ahli dari seluruh bagian dunia menyajikan sebanyak 102 makalah tentang berbagai topik, tidak termasuk sesi pleno. Trek memungkinkan peserta untuk memilih dari presentasi di antara bidang-bidang khusus berikut: Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru, sejarah gereja, misiologi, dan studi Advent. Topik seminar dan makalah yang disajikan sangat beragam. Larry Lichtenwalter, Rektor Universitas Timur Tengah mempresentasikan “Kiamat dan Etika: Eskatologi dan Imajinasi Moral dalam Kitab Wahyu.” Hubungan antara etika dan eskatologi disentuh oleh beberapa pemberi makalah dan muncul sebagai tema yang berulang. Tema kedua ditinjau kembali oleh beberapa pemberi makalah, termasuk BRI associate director Kwabena Donkor dan peneliti senior Geoscience Research Institute Tim Standish, adalah meningkatnya adopsi evolusi teistik dalam upaya mendamaikan ilmu pengetahuan dan iman. Para pembawa makalah bergumul dengan implikasi serius dari pandangan dunia yang meluas ini bagi eskatologi Advent. Pada akhir dari 10 hari aca ra, peserta memilih pernyataan konsensus, menegaskan kembali pemahaman Advent tentang nubuat Alkitab, peristiwa akhir zaman, dan implikasi misiologinya bagi gereja. Untuk liputan lengkap Konferensi Alkitab Internasional Keempat, kunjungi halaman berita di AdventistWorld.org.
Berita Selanjutnya
WWII Jewish Hideout Basement Adalah Pusat Pemuda Advent
Di Budapest, Hongaria, anggota gereja mengundang orang muda untuk bertemu, belajar, dan bermain.
Oleh: Krisztina Sándor dan Boldizsár Ócsai, Trans-European Division News
Foto: Trans-European Division News
Sebuah ruang bawah tanah yang digunakan selama Perang Dunia II untuk menyembunyikan lusinan orang Yahudi dari pemaksaan untuk tinggal di Hongaria baru-baru ini menjadi pusat orang muda Advent dan teman-teman mereka untuk bertemu, belajar, dan bermain. Duna Youth Center membuka pintunya di Jalan Székely Bertalan, di Ibu Kota Budapest, pada 15 Mei 2018. Sekitar 30 orang muda yang menghadiri acara pembukaan menikmati kesempatan menyaksikan terwujudnya sesuatu yang sudah lama mereka mimpikan. Wilayah gereja Duna Konferens, selama bertahun-tahun bermimpi membuka sebuah tempat di ibu kota tempat orang-orang muda dapat bersantai dengan minuman panas, berbicara, membaca, atau bermain table games. “Ini adalah sukacita besar bagi kita semua bahwa pusat pemuda akhirnya di buka,” kata pemimpin lokal. Orang yang menghadiri upacara pembukaan menikmati renungan yang disampaikan oleh bendahara Konferensi Duna István Stramszki. Dilengkapi dengan es krim dan banyak keceriaan, tempat itu diresmikan dengan pidato sambutan oleh
Ketua Konferensi Duna Ernő Ősz-Farkas. Ősz-Farkas menjelaskan apa yang membuat ruang bawah tanah ini berbeda dari ruang bawah tanah lainnya. “Kita biasanya menempatkan hal-hal di bawah tanah yaitu hal yang ingin kita buang atau lupakan,” katanya, “tetapi tujuan dari tempat ini adalah sebaliknya.” Ősz-Farkas menjelaskan bahwa jika seseorang melihat plakat di atas pintu masuk, seseorang dapat membaca tentang sejumlah besar orang Yahudi yang diselamatkan oleh ruang bawah tanah ini dan oleh orang-orang yang melayani di sini. “Kami ingin meneruskan tradisi ini dengan menjadikan ruang bawah tanah ini tempat perlindungan bagi setiap orang muda yang membutuhkan ketenangan, istirahat, regenerasi rohani, dan kelompok yang baik,” katanya. “Kami bermaksud untuk memulai pelayanan kami di sini dengan pesan ini, menjaga tujuan yang sama di pusat pikiran kami.” Dari pandangan historis, para pemimpin mengatakan mereka dapat merasakan beban pelayanan ini di pundak mereka. Namun, mereka menambahkan,
mereka percaya Tuhan “akan memberi kekuatan dan memberkati setiap inisiatif yang bertujuan untuk mencari dan mempertahankan miliknya.” “Kami yakin bahwa tempat ini adalah peluang besar untuk memenuhi tujuan ini,” kata Ősz-Farkas. “Kami tidak akan menempatkan barang-barang yang terlupakan di sini, melainkan halhal yang ingin kami simpan.” Pusat pemuda di buka setiap malam minggu pada pukul 4:00 dan pukul 10:00 p.m. (sampai tengah malam pada hari Sabtu). Semua pengunjung dipersilakan, kata para pemimpin, terutama mereka yang ingin belajar dan beristirahat. Para pengunjung diinformasikan bahwa acara khusus sedang diselenggarakan untuk pemuda, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan seni dan malam permainan table games. “Kami meminta Anda untuk mendukung pelayanan kami melalui doa-doa Anda,” para pemimpin mendesak anggota gereja. “Kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari inisiatif hebat ini!” AdventistWorld.org 09 - 2018
7
Fokus Berita Divisi Inter-Eropa (DIE)
178.979 Keanggotaan DIE per 31 Maret 2017 Di Republik Ceko, Game App Membantu Pengungsi Suriah Aplikasi baru di Republik Ceko dirancang untuk membantu pengungsi Suriah. Aplikasi seluler telah dikembangkan dalam kemitraan dengan ADRA Republik Ceko. Dana, yang menguntungkan pengungsi, dihasilkan melalui pembelian aplikasi, cara sukarela mendapatkan poin bonus dalam game atau dengan menonton video yang disponsori. Tujuan dari permainan ini adalah untuk membantu tokoh utama, anjing husky, untuk menyelamatkan anak-anak anjing tanpa tertangkap.
“Kami memiliki pesan berharga yang menawarkan harapan, yang harus dijalani dan dibawa kepada orang lain; sebuah pesan yang mampu mengubah kehidupan orangorang yang menerimanya, dari mereka yang mungkin telah mengambil jalan yang salah.” —Mario Brito, Ketua Divisi Inter-Eropa mengomentari selama perayaan ulang tahun kesembilan puluh yang baru-baru ini diselenggarakan di Italian Union of Adventist Christian Churches. Tujuh ratus lima puluh orang memenuhi gereja di Piazza Vulture, di Roma, untuk berpartisipasi dalam peristiwa bersejarah ini.
3.539 Jumlah paket yang dikirim oleh anak-anak yang ada di Jerman kepada anak-anak yang membutuhkan di Eropa Timur pada Natal tahun lalu melalui the Action Kinder helfen Kindern [anak-anak membantu anak-anak], yang diselenggarakan oleh Adventist Development and Disaster Relief (ADRA) Jerman.
“Melihat sejumlah besar profesional kesehatan Advent ini, saya terkesan dan lebih bersemangat dari yang saya harapkan.” Sorina Pintea, Pelayanan kesehatan Rumania, yang baru-baru ini mengikuti Konferensi Kesehatan Eropa yang kedua, diselengarakan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, di Bukarest, Rumania.
“Sementara para pemimpin sibuk memperdebatkan solusi yang tepat, yang tampaknya semakin jauh, daftar mereka yang tenggelam dan hilang terus meningkat.” —Sebuah kutipan dari pernyataan DIE baru-baru ini yang membahas krisis pengungsi di sepanjang pantai Mediterania. Pernyataan itu menyoroti mengapa para pengungsi meninggalkan negara mereka dan menekankan untuk mengadakan Advent “Sabat pengungsi sedunia.” Acara 16 Juni 2018, diselenggarakan oleh ADRA Serbia, termasuk laporan tentang keterlibatan Advent dengan pengungsi di Belgia dan Prancis. Dalam foto itu, staf dan sukarelawan berpose di depan mural perdamaian yang dibuat oleh anak-anak, banyak dari mereka adalah pengungsi. (^-)
Foto: Inter-European dan Trans-European Division News 8
09 - 2018 AdventistWorld.org
Perspektif
Oleh: Dwight Nelson
Foto: Dil Assi
Langkah Pertama dalam Perjalanan Panjang Penulis Kristen Jepang Shusaku Endo menyerang dunia kesusastraan dengan bukunya, Silence, sebuah pengisahan kembali secara dramatis tentang misi berdarah Kristen untuk diadakan di tanah kuno ini. Selama berabad-abad, Jepang telah menjadi “makam misionaris.” Bahkan umat seiman kita sendiri selama 120 tahun terakhir telah berjuang untuk mendapatkan pijakan di tanah yang ada dalam cengkeraman gelap Shintoisme, Buddhisme, dan akhir-akhir ini sekularisme materialistik Barat. Jadi bagi Masumi Shimada, Ketua Uni Konferens Jepang, untuk menantang timnya dari para pemimpin dan pendeta yaitu membalikkan jumlah keanggotaan yang menurun di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh itu sendiri merupakan suatu sikap yang berani. Hari-hari misionaris pasca Perang Dunia II (termasuk orang tua saya), membangun gereja dan pusat penginjilan di kota-kota dan desa-desa Jepang, telah lama hilang. Era pasca misionaris mempercepat pergeseran dari apa yang dianggap sebagai penginjilan publik gaya barat ke metode yang lebih pribumi. Tetapi secara kolektif, kini kita tahu secara global bahwa ketika gereja meninggalkan pertemuan penginjilan umum tentang pekabaran tiga malaikat, hal itu semakin mempercepat penurunan jumlah keanggotaan. Pada bulan Januari saya mendengarkan dengan saksama ketika pendeta Shimada mendaftarkan para pekerjanya
ke 163 kegiatan penginjilan dan penjangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk bulan Mei. Tugas saya adalah para mahasiswa dan pengajar Sekolah Tinggi Sanaku Gakuin di luar Tokyo—201 mahasiswa, 70 persen di antaranya bukan Kristen. Bicara tentang tantangan! Itulah sebabnya mengapa di bulan April para Pioneer Memorial Church dan Andrews University bermitra dalam 24 hari Berdoa dan puasa di seluruh kampus atas nama the Land of the Rising Sun. Selain itu, selama setiap pertemuan penginjilan pagi dan malam di Saniku, sebuah tim yang terdiri dari 30 pejuang doa di Andrews University, berkumpul di dekat telepon untuk suatu konferensi doa siang dan malam, pada saat para penerjemah dan saya berkhotbah. Sebelas sesi untuk menyajikan kebenaran yang paling penting dari Alkitab kepada 140 orang dewasa muda—itu adalah tantangan yang sama yang dihadapi oleh umat seiman kita untuk mencapai dunia yang sekular ini! Orang Jepang menghargai konsep apa yang mereka sebut wa—nilai sakral suatu hubungan yang harmonis baik dalam masyarakat maupun budaya. Jadi di setiap sesi, penerjemah dan saya (Tadashi Yamagi dari Departemen Teologi melakukan sebagian besar penerjemahan) terus membangun nilai hubungan itu melalui tema— “Pencipta Segala Sesuatu Menyukai dan Menginginkan Saya.” Itu adalah kebenaran Injil. Sinkretisme Shinto dan Buddhis telah tertanam dalam jiwa nasional, penggambaran para dewa dan roh leluhur
yang menakutkan yang hidup terus setelah kematian. Misi kami adalah untuk melawan ketakutan gelap itu dengan tandingan yang bersinar paling terang dalam hidup, kematian, kebangkitan, dan kedatangan Yesus yang tidak lama lagi. Di setiap sesi kami mengundang pendengar untuk menanggapi melalui kartu keputusan. Pada akhir pekan, Koken Kondo, pendeta kampus, melaporkan 27 orang yang menunjukkan secara tertulis keinginan mereka untuk mengikuti Yesus dalam baptisan (banyak dari mereka tanpa menambahkan nama mereka). Tetapi di Jepang yang non-Kristen, respons anonim semacam itu adalah langkah pertama yang penting dalam perjalanan panjang ke pelajaran Alkitab dan kehadiran di gereja sebelum pembaptisan. Janji Alkitab baik melalui Yesus maupun melalui negara Jepang bahwa: “bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” (Mat. 4: 16). Itu sebabnya saya percaya bahwa suatu hari nanti Jepang akan benar-benar menjadi the Land of the Rising Sun. Dwight K. Nelson lahir di Tokyo dengan orang tua misionaris. Ia menghabiskan 14 tahun di Jepang, berbicara bahasa Jepang, dan memimpin pendeta di gereja Pioneer Memorial, yang terletak di kampus Universitas Andrews, Berrien Springs, Michigan, AS. AdventistWorld.org 09 - 2018
9
Fokus
Jepang Mengorganisasikan Tonggak Sejarah Pertemuan Penginjilan Pertemuan-pertemuan simultan menyelimuti negara dengan Injil.
G
O L E H : A D V E N T I S T W O R L D S TA F F
ereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Jepang baru-baru ini mengorganisasikan peristiwa tonggak sejarah pertemuan penginjilan sebagai bagian dari inisiatif keterlibatan seluruh anggota gereja sedunia, yang berusaha melibatkan semua anggota Advent dalam misi. Sepanjang bulan Mei, ada 161 daerah di seluruh Jepang mengadakan pertemuan penginjilan dalam upaya untuk mengeksplorasi keefektifan penginjilan publik di negara yang hanya memiliki 1 persen penduduknya yang beragama Kristen.
Jumlah Anggota Menurun Jepang dipilih sebagai pusat keterlibatan seluruh anggota (TMI) melalui penginjilan publik pada tahun 2016, dua tahun sebelumnya, sebagian karena sadar bahwa keanggotaan Jepang telah menurun selama 15 hingga 20 tahun terakhir, dan bahwa jemaatnya telah lama diorganisasikan. “Ada banyak gereja sangat kecil, 15 hingga 25 orang,” jelas Ron Clouzet, Direktur Kependetaan Divisi Asia Pasifik Utara, yang juga mencakup Jepang. “Gereja yang baik beranggotakan 50 orang. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang tua. “ Tantangannya berpusat pada masa depan gereja di the Land of the Rising Sun. “Para anggota setia dan berdedikasi, tetapi mereka sedang sekarat dan tidak ada penerus,” kata Clouzet yang bekerja secara ekstensif dengan para pendeta di Jepang sebelum pertemuan itu. Bersama dengan sesama administrator Divisi Asia Pasifik Utara, Clouzet dan para pemimpin Uni Konferens Jepang menyimpulkan bahwa “kita perlu melakukan sesuatu karena jika tidak [gereja] akan hilang.
Gereja Advent di Toyohashi, Jepang adalah salah satu dari 161 wilayah yang mengadakan pertemuan penginjilan pada bulan Mei.
10
09 - 2018 AdventistWorld.org
Lebih Besar Wilayah daripada Gereja Jepang adalah pilihan yang tepat, karena menurut Duane McKey, koordinator TMI gereja sedunia, “tidak pernah sebelumnya Jepang berusaha melakukan banyak pertemuan pada saat yang bersamaan.” Jepang juga tidak menyelenggarakan pertemuan penginjilan untuk beberapa malam (multi night) dalam lebih dari satu dekade. Pada tahun 2017 para pemimpin gereja Jepang telah membuat rencana untuk menyelimuti negara itu dengan “lebih dari 160 seri penginjilan serentak” di sebuah wilayah dengan hanya 94 gereja yang terorganisasi. Rencana yang diumumkan termasuk pertemuan “tidak hanya di gereja, tetapi di perusahaan, kelompok kecil, dan lembaga,” jelas pemimpin lokal. Inisiatif ini dinamai All Japan 2018 Maranatha.
Namun, pada awalnya ada bermacam-macam tanggapan. Pendekatannya jauh melampaui apa yang pernah dilakukan Jepang dalam hal penginjilan, dan bisa dibilang tidak sejalan dengan norma-norma budaya. Diskusi berpusat pada apakah metode ini akan efektif di Jepang, dan apakah pendeta lokal dapat membayangkan kembali pertemuan multi night sebagai langkah terakhir yang mengarah ke baptisan, daripada pertemuan pendahuluan memperkenalkan pengunjung dengan gereja Advent.
Sepanjang pelayanan itu, pembicara dan penyelenggara di wilayah setempat bergulat dengan tantangan yang sangat nyata di Jepang. Di antara banyak tantangan tersebut, negara ini tidak lagi mono etnis, dan menjadi rumah untuk orang Tiongkok, Filipina dan Brasil, belum lagi anggota militer Amerika Serikat dan sekarang yang tinggal di Jepang. Terjemahan dibutuhkan di sebagian besar wilayah. Selain itu, etika kerja Jepang sangat tinggi, menyebabkan beberapa tidak menghadiri pertemuan itu karena tanggung jawab pekerjaan.
Melakukan Uji Coba Peka terhadap reaksi hati-hati oleh banyak orang di Jepang, para pemimpin bekerja pada dua titik masuk yang akan memungkinkan gereja di Jepang menjadi lebih akrab dengan penginjilan publik. Yang pertama adalah perjalanan misi ke Pulau Mindoro di Filipina pada musim panas 2017. Empat puluh delapan pendeta dan penceramah dari Jepang melakukan perjalanan ke negara tetangga untuk mengadakan pertemuan penginjilan—yang pertama bagi banyak dari mereka. Perjalanan ini diselenggarakan oleh Adventist World Radio (AWR), yang mulai menyiarkan pesan penginjilan di Mindoro sebelum dan selama pertemuan, mengundang warga untuk menghadiri sesi langsung di sekitar pulau. Menurut McKey, yang juga menjabat sebagai Ketua AWR, 29 desa menyatakan keinginan untuk menjadi Advent. “Pertemuanpertemuan ini yang diikuti oleh pendeta dan penceramah dari Jepang tidak hanya berdampak pada kehidupan mereka, tetapi pekabaran-pekabaran itu mengubah seluruh desa,” katanya. Uji coba kedua adalah field school yang diadakan pada musim gugur 2017 oleh Clouzet di gereja Amanuma, gereja Advent terbesar di negara itu. Pelatihan ekstensif dan model organisasi untuk penginjilan disajikan, diikuti oleh serial multi-mingguan yang diselenggarakan di gereja setempat. Menurut Clouzet, field school menunjukkan bahwa dengan mengikuti rencana yang disusun dengan hati-hati, penginjilan adalah pilihan yang layak dan menghasilkan hasil di Jepang.
Dampak Dari 161 wilayah pertemuan akhirnya menyelesaikan seri ini, setelah berkelana ke tempat yang tidak diketahui dengan tujuan untuk membagikan pesan-pesan harapan yang alkitabiah. Sementara bagian lain dunia dapat melaporkan sejumlah besar baptisan untuk inisiatif serupa, Jepang bertujuan secara konservatif—dan penyelenggara akan berdebat, secara realistis—untuk 100 baptisan. Hingga saat ini 120 orang telah dibaptis. Dampak dari All Japan 2018 mungkin bahkan lebih luas lagi, argumentasi Clouzet. “Kami berharap [ini] mungkin terbukti menjadi titik balik bagi gereja-gereja di Jepang— dari memelihara ke misi, dari fokus ke dalam hingga fokus luar.” “Gereja-gereja di Jepang mampu menegaskan kembali dan dengan tegas memahami pentingnya penginjilan dan memenangkan jiwa,” tutup Masumi Shimada, Ketua Uni Utaka Inada, Konferens Jepang. “Itu benar. Pekerjaan penginjilan di Sekretaris Jepang tidaklah mudah. Tetapi itu bukan tidak mungkin. ” Eksekutif McKey melaporkan bahwa Jepang berencana mengada- NSD menyapa kan serangkaian pertemuan penginjilan lagi pada tahun pengunjung di pintu saat 2019, bersama dengan beberapa ratus orang lainnya di berkhotbah di seluruh NSD. gereja Ashiya di Jepang daratan selatan.
Mei 2018 Dengan datangnya musim semi, Jepang siap menjadi tuan rumah bagi para anggota dan pengunjung di seluruh negeri. Baik di daratan maupun di pulau pertemuan Okinawa sesi pertemuan yang membawa para pemimpin dan pembicara KKR bersama-sama menekankan baik tantangan maupun peluang. Ada 127 juta penduduk di Jepang, dan hanya 15.000 orang Advent, kata Ted Wilson, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yang berbicara untuk kedua pawai tersebut. “Tetapi orang-orang Jepang perlu mendengar Firman Tuhan,” katanya. “Bagaimana itu bisa terjadi? Dengan kuasa Roh Kudus melalui Anda. ” Wilson, bersama dengan istrinya, Nancy (yang memberikan ceramah kesehatan), tetap tinggal di Jepang selama tiga minggu, melakukan serangkaian penginjilan penuh di gereja Amanuma. Dia bergabung dengan beberapa pemimpin dari kantor pusat gereja sedunia, termasuk G. T. Ng, Sekretaris Eksekutif; dan Tim Aka, associate bendahara. Pembicara asing lainnya datang dari markas besar NSD, termasuk Clouzet dan German Lust, bendahara NSD. Namun sejauh ini mereka adalah minoritas. Hampir 90 persen dari pembicara adalah penduduk asli Jepang. Gambar: Tetsu Ohguro
AdventistWorld.org 09 -2018
11
Fokus
Hilang dan Ditemukan di Hiroshima Tantangan dan Peluang Penginjilan Berjalan Seiring. OLEH: MARCOS PASEGGI, ADVENTIST WORLD
Sebagai bagian dari All Japan 2018 Maranatha, koresponden senior Adventist World Marcos Paseggi mengunjungi beberapa kota di Jepang untuk menyampaikan kisah dari inisiatif tonggak sejarah ini. Di bawah ini, Marcos memberikan pemikiran dan refleksi tentang tantangan dan peluang penginjilan di Jepang.—Editor
M
inggu yang cerah segera berubah menjadi sore yang suram di Hiroshima, Jepang. Shinkansen (kereta peluru) membawa saya di Stasiun Hiroshima pada sore hari. Gereja Advent setempat, tempat pertemuan penginjilan malam berlangsung, hanya 1,8 kilometer (1,1 mil) dari tempat bom atom pertama jatuh pada 6 Agustus 1945. Karena masih terlalu awal, saya memutuskan untuk berhenti di Peace Memorial dan museum peringatan terdekat. Ini adalah tempat yang menyedihkan, tempat abu-abu, pengingat kemampuan manusia untuk melenyapkan dirinya sendiri menuju ketiadaan. Pada saat saya pergi, hujan terus turun. Berlari untuk menghindari basah kuyup dan mati rasa oleh kenangan mengerikan dari kehancuran yang baru saja saya lihat, saya masuk ke dalam taksi sungai yang salah! Ketika saya menyadari kesalahan saya, itu sudah terlambat—gantinya menuju ke utara, perahu itu akhirnya membawa saya setengah jam ke selatan melalui laut terbuka ke Pulau Miyajima. 12
09 - 2018 AdventistWorld.org
Ketika saya menunggu perahu berikutnya kembali ke kota di Miyajima, saya mengikuti kerumunan ke Kuil Itsukushima yang terkenal di dunia. Meskipun di bawah guyuran hujan, ratusan turis Jepang dan asing berdatangan untuk memberi penghormatan kepada kami, para arwah yang dipuja oleh pengikut Shinto. Saya memperhatikan para penyembah itu dengan saksama. Jumlah mereka banyak, dan mereka tampak sangat tulus! Bagaimanakah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dapat berkembang di negara kafir tetapi juga semakin sekuler? Tantangan Penginjilan Dalam arti, membagikan Yesus di Jepang lebih menantang daripada di banyak negara lain, kata Ketua Uni Konferens Jepang Masumi Shimada. “Budaya Jepang... praktik tradisional politeisme, [yang] adalah pandangan dunia yang sangat inklusif, ”ia menjelaskan. “Agama Kristen, di sisi lain, mendukung monoteisme, pandangan dunia yang sangat eksklusif. Dalam budaya
Para anggota di Okinawa berkumpul untuk rapat pra-seri dan berdoa bagi pimpinan Tuhan selama pertemuan.
ada metode yang digunakan di tempat lain yang sesuai dengan keadaan di Jepang. [Tetapi] saya telah menemukan bahwa apa yang kebanyakan orang pikirkan adalah kurang benar, ”katanya. Menurut Clouzet, yang mengadakan pertemuan penginjilan di Jepang pada tahun 2017 dan 2018, “metode yang efektif di Jepang adalah metode yang juga efektif di tempat lain di dunia ini: Penginjilan sebagai pola hidup, kebangunan rohani setiap anggota, perencanaan yang matang, pelatihan penginjilan, dan pertemuan penginjilan umum dengan tujuan memimpin orang-orang kepada Kristus, ajaran-ajaran-Nya, dan gereja-Nya. ”
Jepang, kami menghargai hubungan manusia lebih dari hubungan kami dengan sesuatu yang bersifat mutlak. ”Tantangannya, katanya, adalah membagikan Injil kekal yang mutlak di negara yang menghargai relativitas. Mengingat hal ini dan keanehan lainnya, apakah ada metode untuk terlibat dalam penginjilan yang bekerja lebih baik daripada yang lain di Jepang? Tidak ada, kata Shimada. “Saya percaya tidak ada cara terbaik untuk melakukan penginjilan di Jepang. ”Pada saat yang sama, ia mengakui bahwa keberhasilan pertemuan penginjilan tahun ini telah menantang beberapa gagasan yang sudah lama dipegang. “Rangkaian penginjilan tradisional telah dianggap ketinggalan zaman, tetapi tahun ini [pertemuan penginjilan] telah membawa kita ke cara berpikir yang baru,” katanya. Ron Clouzet, Sekretaris Kependetaan Divisi Asia Pasifik Utara, setuju. “Pemahaman umum dari anggota jemaat yang ada di Jepang adalah bahwa tidak Gambar: Adventist World
Kebijaksanaan yang Masuk Akal Dan bagaimana dengan pernyataan bahwa orang Jepang kurang bereaksi terhadap “khotbah emosional,” dan lebih baik yaitu pekabaran “rasional” yang dapat mereka renungkan? Itu benar, kata Clouzet, sebagaimana juga berlaku bagi orang Asia dan Eropa lainnya. Namun perubahan sosial semakin sering terjadi. Shimada menjelaskan bahwa sampai tahun 1970-an, orang-orang yang berkumpul di gereja-gereja Kristen di Jepang sebagian besar adalah pelajar muda. Namun, pada tahun 1980-an, setelah perubahan pertumbuhan ekonomi, orang-orang yang berkumpul di gereja juga mulai berubah. “Dengan cara yang baik, anggota gereja mulai mencari bukan hanya pekabaran yang logis tetapi emosional dan spiritual juga,” katanya. Perubahan-perubahan ini tidak berarti bahwa gereja harus berbagi pekabaran yang berbeda. “Tidak perlu mengubah inti pekabaran kita,” kata Shimada. “[Tetapi] kita perlu mencari cara untuk menyesuaikan pekabaran kita dengan berbagai budaya. Dan [untuk melakukan itu], kita membutuhkan kebijaksanaan yang masuk akal. ” Di Jepang atau di tempat lain, elemen kunci dari penginjilan yang sukses adalah sama. “Kuncinya adalah pemaparan yang cukup dan berkelanjutan terhadap Firman Allah,” kata Clouzet. Shimada menambahkan: “Kita harus memikirkan bukan hanya jenis pekabaran yang ingin dibagikan tetapi juga kebutuhan untuk bertumbuh dalam kedewasaan rohani sebagai gereja di bawah bimbingan Roh Kudus.” Kasih Karunia yang Luar Biasa Hiroshima adalah kota penting bagi orang Advent di Jepang. Selain bangunan gereja yang luas, gereja Advent mengoperasikan dua sekolah, termasuk akademi berasrama. Di kota yang pernah diselimuti kematian dan kehancuran, kasih karunia Allah yang melimpah mengatasi semuanya itu. Secara strategis, pertemuan penginjilan terjadi bukan di gereja utama, tetapi di sebuah paviliun kecil yang agak sempit. Saya diberitahu bahwa 24 orang non-anggota hadir malam itu. Pendeta, berpakaian rapi, tampak sangat menarik. Saya tidak dapat memahami program bahasa Jepang atau pesannya. Namun, melalui slides yang ditampilkan, saya dapat mengatakan bahwa dia sedang mendiskusikan hukum Tuhan. Saya melihat pengunjung tertawa dan merenung. Saya melihat mereka membuka Alkitab mereka dengan bantuan anggota jemaat, memperhatikan setiap kata, setiap kalimat. Saya melihat wajah-wajah yang tersentuh oleh Firman Tuhan. Saya meninggalkan semangat yang luar biasa pada akhir pertemuan itu, karena saya berharap terang akan dinyalakan kembali melalui pekabaran Advent di Jepang. “Upaya ini memberi kami harapan untuk pekerjaan penginjilan di Jepang,” kata Shimada. “Kami telah menyaksikan baptisan baru, telah mereklamasi anggota yang hilang, telah melihat rekonsiliasi, dan menyebarkan kesaksian. Hal ini membuat banyak gereja sedang merencanakan seri pertemuan penginjilan umum yang lain. ” Dia menyimpulkan: “Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami berterima kasih kepada gereja sedunia atas doa dan dukungan mereka untuk misi di Jepang.” AdventistWorld.org 09 - 2018
13
Lokasi Pertemuan Keterlibatan Seluruh Anggota di Jepang 1
Tempat pertemuan per area
Hokkaido
161
Jumlah tempat pertemuan
17
Tokyo Hiroshima Prefecture
Aichi
Agama di Jepang
15.160 88,7 Juta (69,8%)
1,9 Juta (1,5%)
8,8 Juta (6,9%)
Okinawa Prefecture
89,5 Juta (70,4%)
Jumlah Anggota Gereja Advent di Jepang
Pengikut Shinto
Buddha
Kristen
Agama lain
(Jumlahnya lebih besar dari populasi Jepang karena beberapa orang Jepang mengikuti lebih dari satu agama)
14
09 - 2018 AdventistWorld.org
All Japan 2018 Maranatha
Perubahan Wajah Jepang
Di Balik Layar Bagaimanakah Keterlibatan Anda secara Pribadi di Jepang? Nancy, istri saya, dan saya terlibat pada wilayah penginjilan lokal di gereja Advent Amanuma di Tokyo berdekatan dengan Rumah Sakit Advent Tokyo. Nancy mempresentasikan pelajaran kesehatan setiap malam dan saya menyampaikan pekabaran alkitabiah/nubuatan Kitab Wahyu dan bagian lain dari Alkitab.
127.183.341 Total Populasi Jepang
700.000+
Etnis Tionghoa tinggal di Jepang.
450.000 Diperkirakan orang Korea tinggal di Jepang, kelompok orang asing terbesar kedua.
250.000—300.000 Warga Filipina yang tinggal di Jepang. Perkawinan Jepang-Filipina adalah salah satu perkawinan internasional paling sering terjadi di Jepang.
Hampir 250.000 Orang Vietnam di Jepang, salah satu populasi asing yang paling cepat berkembang.
Hampir 200.000 Warga Brasil di Jepang, populasi berbahasa Portugis terbesar di Asia.
50.000—60.000 Warga Peru yang tinggal di Jepang. Banyak yang merupakan keturunan dari imigran Jepang sebelumnya ke Peru.
50.000 Orang-orang yang tinggal dan bekerja di sekitar dua lusin pangkalan militer AS di seluruh Jepang, 70 persen dari mereka di Okinawa.
*Data dari berbagai sumber, termasuk Kementerian Kehakiman Jepang; Laporan Tahunan Statistik tentang Migran Hukum; Lembaga Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Nasional (2018); dan Pew Research Center.
TED WILSON, KETUA GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH Mengapakah negara Jepang yang dipilih untuk pertemuan Keterlibatan Seluruh Anggota dari seluruh negara pada tahun 2018? Anggota gereja kami yang luar biasa di Jepang telah melihat penurunan dalam jangkauan keluar dan penginjilan selama bertahun-tahun. Ada kebutuhan besar untuk menghidupkan kembali gereja dengan kegiatan memenangkan jiwa dan kegiatan penjangkauan keluar. Pegawai administrasi uni konferens Jepang memberikan arahan yang luar biasa, bersama dengan pemimpin dari General Conference dan Divisi Asia Pasifik Utara, untuk pendekatan keterlibatan seluruh anggota serta melibatkan para pendeta dan anggota gereja dalam penekanan baru untuk penginjilan. Ini termasuk 161 pertemuan penginjilan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Momen Apakah yang paling Berkesan bagi Anda? Pembaptisan dua orang menjelang akhir pertemuan penginjilan kami dan bagaimana Tuhan menyentuh hati mereka melalui banyak cara, termasuk pengaruh anggota Advent lainnya dalam kehidupan mereka dan pemberitaan langsung Firman Tuhan ketika mereka mendengar kebenaran yang disampaikan pada pertemuan itu. Ada sekitar tiga atau empat orang lagi yang mungkin akan segera dibaptis. Sudahkah Kita Belajar Pelajaran Berharga dari All Japan 2018? Para anggota di Jepang telah melihat bahwa penginjilan publik berfungsi dalam pengaturan sekular jika Anda bergerak maju dalam doa dan iman. Saya percaya bahwa ini adalah pelajaran berharga untuk negara maju dan canggih di seluruh dunia yang membutuhkan pendekatan penginjilan TMI proaktif, dengan mengakui bahwa setiap negara akan perlu untuk mengkontekstualisasikan pendekatannya. AdventistWorld.org 09 - 2018
15
All Japan 2018 Maranatha
Di Balik Layar
RON CLOUZET, DIREKTUR KEPENDETAAN DIVISI ASIA PASIFIK UTARA Apakah Strategi di Balik Perjalanan yang Dilakukan Para Pendeta ke Filipina pada Tahun 2017 untuk Mengalami Penginjilan Publik?
Perjalanan itu dimaksudkan untuk memberi mereka rasa sukses karena orang-orang lokal di Filipina terbiasa mempersiapkan orang dan terbiasa menjangkau orang lain dan belajar Alkitab dengan non-anggota. Jadi sebagian besar pendeta yang memiliki semangat selama proyek All Jepang 2018 ini sebenarnya adalah orang-orang yang pergi ke Mindoro tahun lalu. Setelah merasakannya, mereka mampu memvisualisasikan jauh lebih baik apa yang harus dilakukan. Bagaimanakah Anda secara Khusus Terlibat di All Japan 2018 Selama Bulan Mei? Sejumlah orang berbahasa Spanyol yang datang kembali ke Jepang dari Amerika Selatan—Peru, Brasil, Argentina, Columbia, dll. seri penginjilan, dan banyak hal lainnya.
MASUMI SHIMADA, KETUA UNI KONFERENS JEPANG Langkah Persiapan Apakah yang Dilakukan Uni Anda Sebelum All Japan 2018? Pada tahun 2017, Ron Clouzet mengadakan field schools di Jepang. Lokasi pelatihan utama adalah gereja Advent Amanum. Banyak gereja lain menyaksikan dan belajar dari kegiatan yang dilaksanakan di gereja. Melalui field school ini kami belajar tentang kebangunan rohani, persiapan untuk seri penginjilan, bagaimana melakukan 16
09 - 2018 AdventistWorld.org
Hal-hal Apa Sajakah yang Paling Berkesan dari Semua Acara All Japan 2018 untuk Anda secara Pribadi? Saat ini kami hanya memiliki sekitar 60 pendeta, kebanyakan dari mereka adalah pendeta yang sudah tua. Memikirkan hal ini, fakta bahwa gereja-gereja Jepang mengadakan 161 seri penginjilan secara simultan sangat mengesankan bagi saya. Dalam 40 tahun terakhir, sebagian besar gereja di Jepang tidak mengadakan pertemuan lebih lama dari seminar akhir pekan. Dalam konteks itu, memiliki lebih dari 90 gereja mengadakan seri penginjilan berturut-turut yang berlangsung lebih dari 10 hari sungguh menakjubkan. Sebagai hasilnya, Roh Kudus bekerja dengan ajaib dan melakukan banyak mukjizat dalam kehidupan banyak orang. Bagaimanakah All Japan 2018 Memengaruhi Gereja Advent di Jepang? Melalui All Japan 2018 Maranatha,
Jadi Ketua Misi di Okinawa memiliki visi untuk menjangkau orang Jepang yang berbahasa Spanyol di sini. Akibatnya, istri saya Lisa dan saya terlibat dalam penanaman gereja berbahasa Spanyol pertama di pulau Jepang Okinawa. Apakah Anda Menganggap Ini Kesuksesan a Home Run, atas All Japan 2018? Saya akan menganggapnya sebagai home run jika kita memiliki anggota gereja dan pendeta yang kritis yang menangkap visi baru dan tajam dari misi Advent di tempat mereka, melihat diri mereka sebagai katalis untuk benar-benar membuat perbedaan di masyarakat karena mereka memiliki sesuatu untuk disampaikan. Ada pekabaran yang harus kita sampaikan yang tidak dimiliki orang lain. gereja-gereja di Jepang mampu menegaskan kembali dan dengan tegas memahami pentingnya penginjilan dan memenangkan jiwa. Itu benar. Pekerjaan penginjilan di Jepang bukanlah hal yang mudah tetapi bukan tidak mungkin. Tuhan mengasihi orang-orang di sini, di Jepang. Kami memiliki harapan memiliki kesempatan baru untuk penginjilan di Jepang. Apakah Ada Rencana di Masa Depan untuk Mengembangkan Hasil dari All Japan 2018? Saat ini beberapa gereja sudah merencanakan untuk memiliki seri penginjilan lain di musim gugur tahun ini. Uni Konferens Jepangt juga akan terus merencanakan dan mempromosikan seri penginjilan pada tahun 2019 dan 2020. Banyak anggota gereja termotivasi untuk mencari tahu bagaimana memiliki seri penginjilan yang lebih efektif di masa depan.
Suara Milenium
Aluminé— Bersama Yesus!
P
eluit ditiup enam kali dan anak-anak berusia 10 hingga 15 tahun datang berlari bersama para penasihat mereka untuk membentuk bujur sangkar sempurna yang terdiri dari 140 orang. Semua orang tahu apa yang harus dilakukan, di mana harus berdiri, bagaimana cara melihat. Saya telah melihat ini berulang kali di semua klub Pathfinder yang saya hadiri sejak saya berusia 4 tahun. Negara-negara berbeda, tetapi tatanan yang sempurna dan tujuan yang jelas adalah sama. Saya kehilangan jejak dari semua waktu saya mengikat syal kuning, tetapi saya tidak kehilangan jejak waktu yang Tuhan ajarkan kepada saya tentang kasih-Nya melalui pelayanan yang mulia dan bermanfaat ini yang menumbuhkan hubungan yang dekat tidak hanya dengan-Nya tetapi dengan alam dan dengan orang lain juga. Saya sekarang melayani sebagai salah satu pendeta klub Pathfinder terbesar di Argentina, salah satu dari tujuh klub Pathfinder mewakili 20 persen dari seluruh populasi komunitas kecil kami: Aluminé, Benei Elohim, CCC, Kerispen, Shamayin, Shekinah, dan Suyai. Semua nama ini, dalam bahasa Ibrani atau dalam dialek asli, berfokus pada Yesus sebagai terang dunia dan harapan yang sangat kita butuhkan. Didirikan pada tahun 1960, CCC Club adalah klub Pathfinder pertama di Argentina. Benei Elohim baru mulai beroperasi tahun ini. Pada bulan Maret, terlepas dari cerita dan warna kami yang berbeda, kami semua bergabung bersama di amfiteater di luar ruangan setempat dan meminta berkat khusus Tuhan untuk mengubah kota kecil kami bagi-Nya. Beberapa departemen lain memikat perhatian kaum muda seperti ini. Pathfinders mencapai tujuan yang lebih jauh daripada perolehan lencana baru; mereka mempersiapkan diri untuk kepemimpinan dan anggota gereja yang berkomitmen yang secara aktif menunggu kedatangan Kristus yang kedua kali. Banyak yang datang dari rumah tangga yang rusak, tetapi melalui unit mereka, mereka memiliki kesempatan untuk menemukan keluarga baru di dalam Kristus. Tugas saya melampaui kegiatan mingguan Pathfinder pada setiap hari Minggu. Saya berdoa untuk anggota klub saya setiap hari, dan mencoba untuk tetap berhubungan dengan sebanyak mungkin dari mereka selama seminggu.
Saya sering merasa tidak mampu untuk tugas besar itu, tetapi Tuhan terus-menerus mengingatkan saya bahwa itu adalah kekuatan-Nya, bukan kekuatan saya. Sementara kami memperhatikan kegiatan spesialisasi, kelas lanjutan, tujuan perkemahan, dan persyaratan yang berbeda yang datang dengan organisasi kelompok besar seperti itu, kadang-kadang mudah untuk melupakan tujuan sebenarnya: “Untuk menyelamatkan dari dosa dan untuk membimbing pada pelayanan.” Untungnya, rahmat kesabaran-Nya cukup dan membimbing kami melalui semuanya itu. Setiap Minggu pagi, remaja bangun pukul 8:00 untuk menghadiri kelompok belajar Alkitab sebelum kegiatan dimulai. Beberapa orang berlatih untuk mengkhotbahkan Injil pada usia muda. Setiap kali kami pergi berkemah, semua orang bangun pada waktu subuh untuk membaca Alkitab mereka sebelum dipanggil untuk mengebor. Ini bukan perilaku remaja yang biasanya, jadi ketika saya melihat mereka bangun dari tenda-tenda mereka, saya melihat tentara muda Tuhan telah bangun, mengetahui apa yang digambarkan oleh Ellen White: “dengan bala tentara para pekerja orang-orang muda kita yang demikian, yang terlatih dengan benar, tenaga yang dipersiapkan, betapa segeranya pekabaran tentang Juruselamat yang disalibkan, yang bangkit dan yang akan datang segera dapat disampaikan ke seluruh dunia!”* Di mana pun Anda berada, jadilah bagian dari pelayanan ini. Jadilah seorang pendiri, jika perlu. Tuhan akan memampukan Anda. Ini adalah waktu pelayanan yang sesungguhnya yang tidak dibayar kepada orang-orang muda yang membuat mereka merasa paling dihargai. Suatu hari kita tidak akan memakai seragam, tetapi mantel putih; bukan selempang, tetapi mahkota; bukan tampalan, tetapi permata; dan Master Guide dari semua Master Guide akan memanggil umat tebusan-Nya ke tempat yang sempurna. Saya ingin berada di sana! * Ellen G. White, Seri Membina Keluarga (Bandung: Indonesia Publishing House, 2005), hlm. 256.
Carolina Ramos Studi terjemahan, mengajar bahasa Inggris, dan pendidikan musik di River Plate Adventist University di Argentina. Dia memiliki semangat dalam misi dan senang bekerja dengan anak-anak dan remaja. AdventistWorld.org 09 - 2018
17
Gereja Amanuma adalah gereja Advent terbesar di Jepang, yang terletak di dekat Rumah Sakit Advent Tokyo.
Wawasan Global
Setiap Murid Sejati adalah Seorang Misionaris Melalui Keterlibatan Seluruh Anggota
A
lkitab menceritakan kisah yang luar biasa di dalam Yohanes 4. Meskipun orang Yahudi biasanya menghindari interaksi dengan orang Samaria, Yesus melakukan sesuatu yang berbeda. Dia berhenti di Sumur Yakub di Samaria karena Dia memiliki misi Keterlibatan Seluruh Anggota/Total Member Involvement (TMI) di sana. Dia mulai dengan meminta air minum dari seorang wanita Samaria. Dalam interaksi kita dengan orang lain, seringkali adalah baik untuk meminta bantuan. Inspirasi meyakinkan kita bahwa “percaya menggugah percaya.”1 Yesus mencari kunci rohani di hati wanita Samaria ini. Prinsip-Nya tentang 4 langkah memenangkan jiwa masih menjadi kunci keberhasilan TMI sampai saat ini: • Bangkitkan keinginan untuk sesuatu yang lebih baik. • Bangkitkan keyakinan akan kebutuhan pribadi. • Meminta keputusan untuk mengakui Dia sebagai Mesias. • Dorong orang untuk membuat keputusan. Roh Kudus dapat membantu kita menemukan “kunci” untuk membuka pintu dalam interaksi rohani. Wanita itu kagum, dan percakapannya dengan cepat masuk pada masalah-masalah rohani. Menawarkan air hidup, Yesus menyentuh hati wanita itu. “Tuhan, berikanlah aku air itu,” katanya (ayat 15). Pada titik ini semuanya menjadi sangat pribadi. Yesus mengatakan kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu, dan datang ke sini” (ayat 16). Membalas bahwa dia tidak memiliki suami, Yesus menegaskan bahwa dia benar, meskipun dia memiliki lima suami, yang saat ini bersama-sama dengan dia bukanlah suaminya. Dengan gemetar, wanita itu mencoba mengalihkan pokok pembicaraan ke hal-hal filosofis. Yesus membiarkan dia berbicara, memberi kita sebuah contoh. Ketika kita berinteraksi 18
09 - 2018 AdventistWorld.org
Foto: Tetsu Ohguro
dengan orang lain, kita harus sabar dengan mereka. Biarkan mereka berbicara, daripada langsung memberi tahu mereka apa yang menurut kita seharusnya mereka ketahui. Yesus kemudian mengangkat pikirannya lebih dari bentuk dan formalitas, mengatakan: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (ayat 23, 24). Ini adalah pesan yang sama yang diberikan Kristus kepada Nikodemus dalam Yohanes 3. Wanita itu terkesan oleh kata-kata Kristus. Dipenuhi dengan keyakinan, ia mengaku: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang” (Yohanes 4: 25). Yesus dengan lugas menjawab: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau” (ayat 26). Iman tumbuh di hati wanita itu. Karena gembira, dia meninggalkan tempayannya dan bergegas ke kota. Ketika murid-murid kembali dan mendesak Yesus untuk makan, dia menjawab: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal” (ayat 32). Ini adalah contoh yang indah tentang bagaimana Roh Kudus akan bekerja melalui kita ketika kita mengarahkan orang kepada Yesus melalui TMI. Wanita Samaria sangat senang. Hatinya meluap dengan sukacita yang bersinar di wajahnya. Dia menjadi ciptaan baru di dalam Kristus Yesus (2 Korintus 5: 17). Dia menjadi misionaris, berpartisipasi dalam TMI ketika dia memberi tahu seluruh kota: “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”(Yohanes 4: 29). Semangat misionaris dari wanita Samaria itu begitu efektif
sehingga seluruh orang yang ada di kota itu keluar untuk mendengar Yesus dan mendesak Dia untuk tinggal. Dia mengubah rencana perjalanan-Nya dan menghabiskan dua hari di sana, menghasilkan banyak orang percaya di Kota Samaria itu. Tuhan Memanggil Tuhan memanggil kita untuk TMI di mana pun kita berada. Dia menggunakan setiap orang yang mau digunakan—mengosongkan diri sendiri dan bertekad untuk bertumbuh di dalam Kristus melalui pelajaran Alkitab, belajar tentang Roh Nubuat, dan doa. Jika kita berkomitmen kepada Kristus, dan mau belajar melalui kuasa Roh Kudus bagaimana menjangkau orang lain, Tuhan akan menggunakan kita. TMI mencakup segala sesuatu mulai dari distribusi literatur, penjangkauan kesehatan, pelajaran Alkitab, pengabdian masyarakat, penginjilan media, bersaksi dari rumah ke rumah, keterlibatan pemuda, seminar Roh Nubuat, penginjilan publik, dan masih banyak lagi—selalu menghubungkan pertemuan dan memfokuskan orang-orang menuju penginjilan publik dan peluang memenangkan jiwa secara pribadi.
TMI di Jepang Pada bulan Mei, selama pertemuan penginjilan TMI All Japan 2018 Maranatha, Nancy dan saya mendapat kehormatan untuk berada di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Amanuma di Tokyo. Kami datang untuk mencintai orang-orang terkasih. Sungguh suatu hak istimewa untuk membagikan Alkitab satu sama lain dan kepada seluruh dunia. Selama pertemuan kami, seorang wanita mulai kembali ke gereja. Dia dibesarkan sebagai seorang Advent tetapi menikah dengan seorang pria Katolik dan menjadi seorang Katolik. Tetapi setelah perceraian yang tidak menyenangkan, dia merasa terkesan untuk kembali ke gereja Advent melalui kesaksian putrinya, yang tetap menjadi seorang Advent yang setia. Wanita itu menghadiri pertemuan dengan dua orang teman, Norio dan Yuko Masuda. Yuko adalah seorang anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, tetapi suaminya, Norio, tidak. Pada awal seri pertemuan itu, Norio bersikap sopan tetapi tidak tampak bersalah. Tetapi ketika kami berbicara tentang kebenaran Sabat dan upaya penipuan untuk mengubah hari penyembahan dari Sabat ke hari Minggu, dia terkesan dan terus datang ke pertemuan itu. Saya dapat melihat di wajahnya bahwa dia sedang dituntun oleh Roh Kudus. Suatu malam Norio memberi tahu kami: “Saya ingin dibaptis secepat mungkin!” Kita bisa melihat imannya di dalam Yesus tumbuh setiap hari. Atas karunia Tuhan, Norio dibaptis di gereja Amanuma. Malam berikutnya kami menerima kartu ucapan terima kasih yang indah dari Norio dan Yuko: “Kami sangat menghargai semua dukungan hangat Anda untuk dibaptis dan memberitahukan kami kebenaran. Melalui pekabaran Anda, saya [belajar] kebenaran kasih Allah, pentingnya hari ketujuh, mengikuti Alkitab dan gereja Advent. Saya sangat bersyukur mengetahui tentang itu dan menjadi anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mulai sekarang dan seterusnya saya akan memiliki hidup bersama Tuhan, Yesus, Alkitab, gereja Advent, dan istri saya yang membawa saya ke gereja Amanuma.” Kami memuji Tuhan atas apa yang telah Dia lakukan dalam kehidupan Norio, dan melakukan dalam kehidupan orang lain.
Ted Wilson berdiri bersama Norio dan Yuko Masuda. Norio (kiri) dibaptis setelah menghadiri pertemuan publik.
Foto: Ted N. C. Wilson
Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita harus sabar.... Biarkan mereka berbicara, daripada langsung memberi tahu mereka apa yang menurut kita seharusnya mereka ketahui. Mantan teman Katolik mereka mengindikasikan bahwa dia ingin melanjutkan pelajaran Alkitab dan dibaptis ulang. Sungguh suatu hak istimewa untuk melihat apa pekabaran Tuhan tentang akhir zaman di hati orang-orang melalui kuasa Roh Kudus ketika kita mendekati kedatangan Kristus yang segera!
TMI Dimulai dari Kita Keterlibatan Seluruh Anggota benar-benar dimulai dengan anggota gereja yang terlibat aktif. Betapa menyenangkannya menyadari bahwa kita, melalui kuasa Roh Kudus, dapat membuat perbedaan yang kekal dalam kehidupan seseorang, atau kelompok, desa, kota, atau bangsa. Ellen White mengamati: “Tiap murid yang sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah sebagai seorang pengabar Injil. Orang yang minum ari hidup itu menjadi mata air hidup pula. Penerima itu menjadi pemberi. Rahmat Kristus dalam jiwa adalah bagaikan mata air di padang belantara yang meluap-luap untuk menyegarkan semua orang, serta menjadikan mereka yang sudah hampir binasa ingin minum air hidup itu.” Terimalah kabar baik dan bagikan seperti yang dilakukan oleh wanita Samaria dan kepada orang lain. Ketika kita berpartisipasi dalam TMI melalui kuasa Roh Kudus, pekerjaan Tuhan akan selesai di mana-mana—di lingkungan kita dan di seluruh dunia. Maranata! Yesus segera datang! 1 2
Ellen G. White, Alfa dan Omega (Bandung: Penerbit Advent Indonesia), hlm. 186. Ibid., p. 198.
Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia. Artikel dan komentar tambahan tersedia dari kantor presiden di Twitter: @pastortedwilson dan di Facebook: @Pastor Ted Wilson. AdventistWorld.org 09 - 2018
19
Memandang Kebelakang
Perlahan tetapi Pasti
Sejarah Misi Advent di Jepang
A
kar agama Kristen di Jepang dapat ditelusuri kembali dalam karya para misionaris Jesuit pada tahun 1549. Pada akhir abad keenam belas, sekitar 300.000 orang Kristen tinggal di Jepang. Namun, setelah itu, orang-orang Shogunates yang berhasil menganiaya orang-orang Kristen pada abad ke-17, prasangka bahwa orang-orang yang baru bertobat digunakan untuk merusak tatanan sosial tradisional Jepang. Dalam 30 tahun gereja pribumi Jepang telah dinyatakan habis ketika orangorang percaya disalibkan dan bahkan dilemparkan hidup-hidup ke gunung berapi. Bertekad untuk mencegah kontak dengan orang Kristen di luar, pemerintah membuatnya ilegal bagi sebagian besar orang asing bahkan menginjakkan kaki di Jepang.
Anak-anak pekerja Advent pada tahun 1918
Misi Kristen Muncul Kembali Pada tahun 1850-an kekuatan Barat memaksa Jepang untuk menandatangani perjanjian dan membuka pelabuhannya, dan pada tahun1855 misionaris Kristen kembali bekerja di Jepang. Pada tahun 1888, lebih dari 44.500 umat Katolik Roma Jepang, bersama dengan 25.500 Protestan, hidup dengan anggota denominasi lain. Tahun berikutnya, negara itu dikunjungi pertama kali oleh seorang anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Abram La Rue, seorang misionaris mandiri, telah menjadikan Hong Kong sebagai markasnya pada bulan Mei 1888. Pada tahun 1889, ia melakukan perjalanan ke Jepang, di mana ia membagikan literatur. Tahun berikutnya pemimpin gereja Advent, SN Haskell, seorang Amerika, mengunjungi Jepang dan melaporkan: “Kami membaptis satu orang di Jepang.� Meskipun mungkin seorang ekspatriat (mungkin orang yang telah membaca literatur LaRue), Haskell mencatat dengan penuh minat “Kami belajar bahwa pertanyaan Sabat telah dibahas di antara orang Jepang.�1 Misi Jepang Misionaris pertama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang secara resmi diberangkatkan ke Asia bagian timur adalah William C. Grainger, dipanggil untuk melayani di Jepang dari presidensi Healdsburg College di California. Dia tiba pada bulan November 1896. Gereja Advent lokal pertama dibentuk pada awal tahun 1899, tahun yang sama Grainger mulai menerbitkan majalah bulanan yaitu Owari no Fukuin (Injil untuk Zaman akhir), Majalah Advent berbahasa Jepang pertama yang diterbitkan secara berkala. Sayangnya, belakangan yaitu pada tahun itu juga Grainger mendapat sakit berat; dia meninggal pada 31 Oktober 1899. Namun, pekerjaan misi Advent berkembang, dengan para misionaris dan pekerja nasional lainnya melangkah ke dalam sepatu Grainger. Lembaga medis Jepang pertama, Kobe Sanitarium, didirikan pada tahun 1903, dan dalam 12 bulan misi Jepang secara resmi diselenggarakan. Pada tahun 1914, institut
pelatihan pekerja pertama, Nihon Dendo Gakko (Sekolah Penginjilan Jepang), didirikan. Pada tahun 1919, misi Jepang menjadi Uni Misi Jepang, dengan 14 gereja, 305 anggota, 7 pendeta yang diurapi, dan 38 pekerja denominasi lainnya. Hingga tahun 1930-an beban pekerjaan Advent di Jepang sebagian besar ditanggung oleh para misionaris, tetapi mereka dikenal karena kerja sama mereka yang erat dan harmonis dengan pekerja-pekerja nasional.2 Nasionalisme dan Perang Dunia Pada tahun 1930-an, pemerintah Jepang menjadi semakin totaliter. Mengharapkan perang dengan kekuatan Barat, para pemimpin Jepang menjadi sangat berprasangka buruk terhadap denominasi “asing.” Pada tahun 1939, Hukum Organisasi Keagamaan berusaha secara paksa menyatukan semua badan Protestan di bawah pimpinan yang ditunjuk oleh pemerintah. Bersama dengan Gereja Kekudusan pribumi dan Gereja Anglikan Jepang, Uni Misi Jepang menolak untuk bergabung dan dibubarkan oleh pemerintah. Misionaris Barat segera diusir, dan kepemimpinan gereja berpindah ke pemimpin pribumi. Selama perang, orang Advent diperlakukan dengan sangat kasar,3 dengan 42 pemimpin nasional dipenjarakan, empat di antaranya meninggal karena penganiayaan. Pertumbuhan Kristen Pasca-Perang Kemenangan sekutu dalam Perang Dunia II, dan menguasai Jepang, memberikan goncangan besar bagi harga diri Jepang, dan selama 20 tahun ada keterbukaan terhadap agama Kristen, belum pernah terjadi sebelumnya sejak abad keenam belas, memberikan hak istimewa kepada orang Amerika. Pada tahun 1945 jumlah orang Kristen di Jepang diperkirakan mencapai 200.000, tetapi dalam 12 tahun jumlah itu meningkat menjadi lebih dari 352.000. Orang Advent juga mengalami pertumbuhan: Dari 600 pada tahun 1946 menjadi 3.900 pada tahun 1958. Gambar: General Conference Archives
Pertumbuhan dibantu oleh fokus kesehatan gereja yang kuat dan kesan positif yang dibuat oleh anggota gereja yang menunjukkan konsistensi yang besar dalam menolak menggunakan alkohol dan tembakau. Itu juga dibantu oleh sejumlah besar misionaris, karena dampak perang telah membuat layanan mereka penting lagi. Namun, tujuan mereka adalah membantu gereja Jepang mencapai kedewasaan. Ini diwujudkan pada tahun 1984, ketika Komite Eksekutif General Conference memutuskan untuk mereorganisasi Jepang sebagai Uni Konferens Jepang, mulai 1 Januari 1985.4 Era Pertumbuhan Penanaman Pada tahun 1970-an, ketika ekonomi Jepang berkembang pesat dan ekonomi Amerika Utara dan Eropa gagal, gagasan bahwa orang Jepang harus mencari orang-orang Barat untuk mendapatkan jawaban apa pun yang kehilangan kekuatannya. Pertumbuhan Kristen di negara itu terhambat dan terhenti. Pada tahun 1963, orang Kristen Jepang berjumlah sekitar 750.000 orang di negara berpenduduk 90 juta jiwa. Hanya tiga tahun kemudian, pada tahun 1966, mereka melewati 1 juta orang. Namun pada tahun 1985 jumlahnya masih sedikit lebih dari 1 juta. Jumlah anggota Advent adalah 5.500 pada tahun 1963, meningkat menjadi 6.400 pada tahun 1966, dan 11.600 pada tahun 1985. Adventisme telah bertumbuh selama periode stagnasi bagi kekristenan Jepang pada umumnya, tetapi kebanyakan orang bergabung dengan gereja Advent. Pada tahun 2003 keanggotaan Uni Konferens Jepang mencapai 15.000 untuk pertama kalinya; tetapi 15 tahun kemudian, jumlah anggota hanya mencapai 15.200. Masa Depan Tidak ada solusi yang mudah. Tetapi dorongan yang mendasar. Pada bulan Mei 2018 Jepang adalah tempat inisiatif kegiatan penginjilan Keterlibatan Seluruh Anggota. Tidak pernah dipertanyakan untuk membaptis puluhan
ribu, seperti di Rwanda pada tahun 2016. Sebaliknya, keinginan itu untuk memobilisasi anggota gereja Jepang dan memfokuskan kembali mereka pada penjangkauan keluar. Tanda awal menunjukkan bahwa ini telah tercapai. Selama bertahun-tahun, apalagi, orang Advent Jepang telah memberikan persepuluhan dengan sangat setia, sementara pada saat yang sama memiliki salah satu rasio persembahan tertinggi untuk persepuluhan di mana saja. Anggota gereja dalam Uni Konferens Jepang berkomitmen untuk gereja mereka. Dua belas dekade setelah beridirinya Misi Jepang, gereja Advent di Jepang ingin rekan-rekan mereka mendengar kabar baik tentang Juruselamat yang telah bangkit. Empat ratus tahun yang lalu agama Kristen menyebar seperti api liar di Jepang. Itu dapat terjadi lagi, dengan kuasa Allah dan keterlibatan seluruh anggota gereja. “Movements of Missionaries,” Review and Herald 67 (26 Agustus, 1890): 518. Tadaomi, Shinmyo, “A History of the Seventh-day Adventist Church in Japan from 1896 to 1950” (M.A. thesis, Philippine Union College, 1972), hlm. 257. 3 A. Hamish Ion, “The Cross under an Imperial Sun,” in Mark R. Mullins (ed.), Handbook of Christianity in Japan (Leiden: Brill, 2003), hlm. 93. 4 Laporan Komite Eksekutif General Conference, 23 Agustus, 1984, Laporan 1984: hlm. 269, 270. 1
2
David Trim, Ph.D., adalah Direktur Arsip, Statistik, dan Penelitian di Kantor Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat.
AdventistWorld.org 09 - 2018
21
William C. Grainger dan istrinya, Elizabeth, di jalan di Toyko, Jepang.
Renungan
Api Pemurnian
K
esulitan sering membuat kita frustrasi. Itu bisa membuat kita marah dengan orang lain, dan bahkan marah pada Tuhan. Kita sering merasa menjadi korban. Keraguan dan keputusasaan merayap masuk. Kita jarang berhasil dalam kesulitan. Ini karena terkadang kita kekurangan sumber daya dan tekad yang kuat, namun kita bisa belajar banyak jika kita menghadapinya. Kesulitan, bukan kemakmuran, mengungkapkan inti dari seseorang. Penderitaan mungkin tampak tidak masuk akal, tetapi rasa sakit yang Tuhan izinkan dalam hidup kita adalah karena memiliki maksud tertentu.
Tujuan Tuhan di Balik Ujian Kita Yakobus mengatakan: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun” (Yakobus 1: 2—4) . Entah Yakobus gagal memahami realitas atau dia melihat godaan sebagai kesempatan untuk kedewasaan rohani. Menuangkan sukacita dalam pengalaman godaan terdengar aneh, bahkan mungkin dalam hal rohani. “Anggaplah” mengacu pada pertimbangan yang disengaja dan hati-hati yang berasal dari bukti eksternal, bukan penilaian subjektif berdasarkan perasaan. Meskipun emosi yang kuat sudah pasti ketika kita menghadapi godaan yang berat, setelah emosi mereda sedikit, kita perlu memikirkan tentang penggodaan dari perspektif alkitabiah. Yakobus mengatakan bahwa tujuan penggodaan adalah untuk “menguji iman kita.” Kata “menguji” di sini tidak berarti bahwa Allah menyuruh kita untuk menguji iman kita dan melihat apakah kita naik tingkat. Pengujian di sini adalah kata yang digunakan untuk menguji logam, di mana satu ujian untuk menghilangkan kotoran sehingga logam menjadi lebih kuat dan lebih memiliki integritas. Ketika kita melewati penggodaan, kita melatih kepercayaan kita kepada Allah, dan dengan cara itu kita akan melihat betapa Tuhan sangat dapat dipercaya. Sukacita alkitabiah di saat penggodaan lebih dari sekadar optimisme alami atau pemikiran positif. Itu adalah sukacita harapan dalam Tuhan dan janji-janji-Nya. Belajar mengatasi penderitaan adalah bagian utama dari pengembangan karakter. Penggodaan datang dalam hidup kita dalam berbagai cara, tetapi penggodaan apa pun itu, kita dapat mengalami kemenangan melalui iman di dalam Kristus. Bagian ini mengajarkan kita bahwa penggodaan harus dilihat bukan
sebagai musuh tetapi sebagai teman. Tuhan memilih apa yang kita akan lalui; kita memilih bagaimana kita melewatinya. Sementara kita menjalani kehidupan ini, kita dapat mengharapkan ujian untuk menguji iman kita, tetapi ujian itu hanya pengalaman yang akan berlalu dan membantu untuk memurnikan kita dan menjadikan siapa kita. “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu— yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1: 7) “Penggodaan itu penting agar kita dapat didekatkan kepada Bapa surgawi kita, dalam penyerahan kepada kehendak-Nya, agar kita dapat mempersembahkan kepada Tuhan persembahan dalam kebenaran,” tulis Ellen White. “Tuhan membawa anak-anak-Nya ke tanah yang sama lagi dan lagi, meningkatkan tekanan sampai kerendahan hati yang sempurna mengisi pikiran, dan karakter itu berubah; kemudian mereka menang atas diri sendiri, dan selaras dengan Kristus dan roh surga. Penyucian umat Allah tidak dapat dicapai tanpa penderitaan.... Dia menuntun kita dari satu api ke api lainnya, menguji nilai kita yang sebenarnya.”* Baik dalam Perjanjian Lama dan Baru kita menemukan banyak referensi untuk memurnikan emas dan perak, sebagai paralel dengan pemurnian Allah melalui penggodaan yang menyakitkan. Ilustrasi yang mudah diingat ini membantu kita memahami tujuan di luar rasa sakit kita—untuk menyesuaikan kita dengan karakter Kristus. Jelaslah, kita tidak mengembangkan karakter seperti Kristus sekaligus. Karakter ditempa dari waktu ke waktu, terutama melalui ujian api. Menghadapi Api Pemurnian Berikut adalah enam konsep spiritual yang membantu, yang diilustrasikan oleh proses pemurnian. Tahap 1 Pemecahan: Pada zaman Alkitab, pemurnian dimulai dengan memecah batu kasar yang dibungkus dengan mineral seperti timah, tembaga, dan seng. Batu itu juga memiliki padanan dengan logam berharga yang tersembunyi di dalamnya. Memecahkan batu diperlukan untuk membuka logam berharga untuk dipanaskan. Tuhan menyampaikan rencana-Nya yang sempurna kepada kita; kita adalah batu kasar yang membutuhkan api pemurnian. Tahap 2 Wadah: Pemurni menempatkan biji yang hancur dan dihancurkan ke dalam wadah peleburan tahan api yang mampu menahan panas yang ekstrem, ditempatkan ke dalam tungku sehingga kualitasnya tidak tercemar oleh logam lain. Sama seperti tungku memurnikan perak dalam wadah, Pemurni kita menggunakan panas untuk memurnikan hati kita dan membersihkan karakter kita. Tahap 3 Sampah: Saat bijinya meleleh di wadah di bawah
Karakter ditempa dari waktu ke waktu, terutama melalui api pemurnian. pengawasan kilang, lapisan kotoran yang disebut “sampah” akhirnya terbentuk di permukaan. Bagi kita, sampah mewakili apa pun yang menghalangi kita untuk menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Tahap 4 Panas: Pemurni dengan susah payah menyingkirkan kotoran saat panas muncul. Tungku panas menyebabkan kotoran naik ke permukaan. Hanya kotoran tertentu yang dilepaskan pada suhu tertentu. Tahap 5: Pemurnian: Setiap kali pemurni menghilangkan sampah dengan keterampilan dan kesabaran paling tinggi, emas berkilauan dan perak berkilauan tertinggal, lebih murni dan berharga daripada sebelumnya. Penyuling menilai kemajuan dengan mencari pantulannya di permukaan. Semakin banyak sampah yang dibuang, semakin baik pantulannya. Tuhan, penyuling kita, duduk di atas proses pemurnian untuk memurnikan kita: “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayub 23:10). Tahap 6 Pantulan: Prosesnya selesai ketika pantulan yang jelas dapat dilihat. Akhirnya, perak memperoleh tingkat kemurniannya yang tertinggi, yang menggambarkan tujuan-tujuan dari Pemurni kita yang penuh kasih karena membiarkan kita berada di dalam “tungku penderitaan.” Ketika kita memercayai Dia menggunakan penggodaan untuk membersihkan karakter kita dan memurnikan hati kita, kita akan mulai lihat “lapisan perak.” Tuhan berkata: “Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.” (Yes. 48: 10). Panas tidak dimaksudkan untuk menghancurkan kita, hanya untuk menyesuaikan kita dengan karakter Kristus. Kita tidak dapat mengetahui kedalaman karakter kita sampai kita melihat bagaimana kita bereaksi di bawah tekanan. Masa-masa sulit bisa mengajarkan kita ketekunan. Ketika kita mengambil waktu untuk diam dan menghadapi kesulitan di depan kita, kita menemukan bahwa itu tidak seperti yang terlihat pertama kali—rintangan— tetapi sebenarnya adalah jalan menuju pengalaman baru. * Ellen G. White, My Life Today (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1952), hlm. 92.
Julie Guirgis adalah seorang penulis lepas dan tinggal di Sydney, Australia.
AdventistWorld.org 09 - 2018
23
S Iman dalam Tindakan
Perjalanan Generasi
Seorang ayah dan anak laki-lakinya kembali ke akar keluarga pastoral di Jepang
Tim Aka (kiri) dan putranya Max (kanan) berdiri bersama Tsuyoshi Noha, seorang penatua gereja Advent Naha di Okinawa.
emua peserta All Japan 2018 Maranatha Tim dan Max Aka, ayah dan anak, melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Okinawa pada bulan Mei karena keinginan mereka untuk membagikan pekabaran Injil kepada orang lain—bahkan di negara di mana agama Kristen dapat menjadi “penjualan yang sulit”. Jepang, bagaimanapun, memiliki perbedaan yang menarik untuk mereka. “Ayah saya adalah pendeta Advent pertama di Pulau Okinawa,” kata Tim, seorang Associate Bendahara General Conference, yang bersama dengan putranya menghabiskan tiga minggu berkhotbah kepada banyak orang dan melakukan program untuk anak-anak sekolah. “Ketika kami mengetahui tentang program All Japan 2018 Maranatha, saya berkata, ‘daftarkan saya!’ Kemudian saya merekrut Max juga.” Pada tahun 1950 ketika ayah Tim, Koei, berusia 19 tahun dan seorang mahasiswa di Universitas Ryukyus di Okinawa, ia dipekerjakan sebagai penerjemah oleh misionaris Advent Ejler Jensen.* Koei tidak terbiasa dengan agama Kristen dan tidak memiliki pengetahuan tentang Alkitab, tetapi ia bergabung dengan Jensen melakukan penginjilan di Okinawa dan segera dibaptis ke dalam gereja Advent. “Ayah saya membantu mengatur lima gereja di Okinawa dan mengumpulkan dana untuk membangun pusat medis,” kata Tim. “Dia sangat terlibat dalam pembentukan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di pulau itu.” Rupanya Koei masih diingat oleh beberapa anggota gereja di sana. Sorotan dari perjalanan misi, kata Tim, adalah bertemu seorang wanita berusia 101 tahun yang datang untuk mengenal Yesus dan dibaptis ke dalam gereja sebagai hasil pekerjaan pastoral ayahnya di Okinawa. Meskipun dia tinggal di daerah terpencil di pulau itu, dia
Ayah Tim Aka, Koei Aka, sebagai penerjemah muda pada tahun 1959
ingat ayah Tim mendaki ke desanya untuk memberikan pelajaran Alkitabnya. “Dia menangis ketika kami bertemu dan dia tahu siapa saya,” katanya. “Itu sangat menyentuh.” Terhubung Kembali dengan Akar Keluarga Meskipun lahir di Jepang, Tim baru berusia 3 tahun ketika dia dan orang tuanya berimigrasi ke Berrien Springs, Michigan, Amerika Serikat, jadi dia tidak memiliki kenangan yang jelas tentang kehidupan mudanya di sana—kecuali satu. “Taman kakek saya,” katanya. “Saya ingat itu dengan jelas. Tidak lama setelah Perang Dunia II, kakek saya membeli properti di Okinawa dan membangun rumah dan taman yang indah. Rumah telah direnovasi dan berubah menjadi restoran, tetapi taman itu masih ada. Max dan saya berkesempatan makan di restoran dan melihat kebun, yang tampak persis sama dengan yang saya ingat. Itu adalah pengalaman yang luar biasa. ” Max, editor kreatif dan manajer proyek untuk program komunitas belajar Advent “I Believe”, yang berbasis di Michigan, menggambarkan melihat kebun kakeknya seperti “nyata.” “Ada begitu banyak sejarah di keluarga kami yang mendahului saya,” katanya. “Sangat menarik untuk berdiri di sana dan menyadari akan semua pengalaman
berharga ini, dan bahwa saya benar-benar hanya melihat sekilas.” Sebagai seorang siswa Master of Divinity, Max, 28 tahun, setidaknya sedikit mengikuti jejak kakeknya. “Saya sangat tertarik dengan pendeta kampus,” katanya. “Saya suka bekerja dengan mahasiswa usia sekolah. Ini adalah waktu perkembangan dalam hidup mereka, dan saya dapat berhubungan dengan mereka. ” Bersama untuk berkhotbah di Okinawa, Max mampu menempatkan keterampilan bermusiknya untuk diaplikasikan di sana juga. Sebagai seorang gitaris, ia terhubung dengan orang dewasa muda dari Toronto untuk menyediakan musik bagi siswa selama kunjungan sekolah. “Saya tahu lagu-lagu itu, jadi saya hanya bisa melompat dan mengisi kesempatan itu,” katanya. “Kami mampu terlibat dengan orang-orang, terutama anak-anak di sekolah-sekolah,” tambahnya. “Jenis interaksi seperti itu, saya pikir, sangat berarti.” Gambaran Generasi Mengingat kehidupan awal ayahnya sebelum hubungan ayahnya
dengan Jensen—ketika dia tinggal di sebuah kamp interniran di Okinawa dengan sedikit makanan untuk dimakan dan memulung sisa-sisa kertas untuk digunakan untuk tugas sekolah—Tim menggambarkan perjalanan generasi keluarganya sebagai keluarga yang “luar biasa.” “Dan mengatakan bahwa bisa berbagi dalam pekerjaan ayahnya adalah “sangat bermanfaat. “ “Saya telah diingatkan tentang betapa baiknya Tuhan,” katanya. “Dia menjangkau seorang anak muda berusia 19 tahun di Okinawa bertahun-tahun yang lalu, dan sekarang saya di sini bekerja di kantor pusat Advent. Max, serta istri saya, Sharon, dan kedua putri kami, masih merupakan bagian dari gereja. Itu adalah kisah tentang kasih karunia Allah dan perhatian-Nya yang luar biasa bagi kita. Dia adalah Tuhan yang luar biasa. *am.adventistmission.org/360-3465-jensen.
Sandra Blackmer adalah Asisten Editor Adventist World.
Tim Aka sebagai seorang anak laki-laki (kanan) dengan ayahnya, neneknya, dan saudarasaudaranya di taman kakeknya pada tahun 1971.
AdventistWorld.org 09 - 2018 Gambar: Dari keluarga Aka
25
Pertanyaan dan Jawaban Alkitab
Duduk di Meja Tuhan
P
J
Saya memperhatikan bahwa beberapa anggota gereja tidak berpartisipasi dalam tata cara mencuci kaki dan perjamuan suci. Apakah yang bisa kita lakukan untuk mengubah praktik ini? Mungkin ada beberapa alasan untuk tidak berpartisipasi dalam perjamuan kudus. Tetapi salah satunya adalah kurangnya pemahaman akan pentingnya hal itu bagi kehidupan Kristen. 1. Upacara Pembasuhan Kaki: Ketika Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, Dia secara aktif menampilkan tujuan pelayanan-Nya: Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Hidupnya selalu bebas dari kepentingan diri, diurapi untuk melayani orang lain. Upacara itu juga merupakan panggilan bagi para murid-Nya untuk meninggalkan kepentingan diri dan menjadi seperti Dia. Selama upacara ini, Kristus secara khusus hadir melalui Roh Kudus saat kasih-Nya diingat oleh umat-Nya. Anehnya, menurut Yesus, mereka yang berpartisipasi dalam upacara pencucian kaki sudah dibersihkan, dan mereka hanya perlu membersihkan kaki mereka (Yohanes 13: 10; 15: 3). Secara teologis, mereka telah ditutupi oleh kebenaran Kristus, dan selama upacara, pengalaman awal kehidupan Kristen ini diperluas ke dosa yang dilakukan setelah dibaptis. Ini adalah ketika Roh berbicara lembut kepada hati manusia dan mengundang kita untuk menyesal dan bertobat dengan jaminan mutlak akan pengampunan atas dosa-dosa kita. Pelayanan penting ini memperkuat kehidupan rohani dan moral orang percaya dan mempersatukan mereka dalam pelayanan satu sama lain dan kepada Juruselamat mereka. 2. Perjamuan Suci: Ini adalah peringatan penderitaan dan pengorbanan kematian Kristus. Kehidupan orang percaya mungkin 26
09 - 2018 AdventistWorld.org
dipenuhi oleh kekhawatiran sehari-hari, menyisakan sedikit waktu untuk mempertimbangkan kehidupan spiritual mereka. Yesus menolak untuk dilupakan. Dia meninggalkan kita sebuah peraturan yang, jika diikuti dengan benar, akan tetap segar dalam pikiran kita, betapa besarnya pengorbanan kekal-Nya dan akan melimpahi hidup kita dengan rasa syukur. Dia tidak boleh dilupakan, karena tanpa pengorbanan penebusan-Nya tidak akan ada masa depan bagi umat manusia. Ini menjelaskan asosiasi upacara dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Di atas kayu salib kita berharap untuk masa depan yang paling mulia. Untuk saat ini, dengan mengingat-Nya, keberhasilan pengorbanan itu sekali lagi dimanifestasikan di dalam hati, dengan memberinya kasih karunia dan kasih Kristus. Dengan berada di atas Kalvari, bukan pada ketidaksempurnaan diri kita atau orang lain, emosi suci dari hati dibangunkan dan persekutuan kita dengan Kristus diperdalam. Kita harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperhatikan karya penebusan Kristus yang tak terduga itu, dan Perjamuan Tuhan adalah salah satu kesempatan ketika hal ini dilakukan secara pribadi dan kolektif dalam kesatuan iman dan kasih. 3. Tata Cara Partisipasi dalam tata cara kudus mencuci kaki dan perjamuan suhan bukanlah pilihan bagi orang percaya. Mengenai roti dan cawan, Yesus sangat jelas: “Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (1 Kor. 11: 24, 25). Sehubungan dengan basuh kaki, Ia berkata: “sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13: 15). Perintah ini mengharuskan kita untuk meniru teladan-Nya. Tidak berpartisipasi dalam tata cara ini akan menunjukkan keengganan untuk menikmati persekutuan abadi dengan Kristus (ayat 8). Ini masalah serius! Sabat adalah peringatan Penciptaan yang didirikan oleh Teladan Ilahi, dan kami dengan senang hati mengamatinya. Hal yang sama berlaku untuk upacara itu. Mereka yang masih berdosa harus berpartisipasi dalam upacara pembasuhan kaki, lalu duduk di meja Tuhan untuk merenungkan kasih karunia dan keindahan-Nya.
Angel Manuel Rodríguez sudah pensiun setelah melayani gereja sebagai pendeta, profesor, dan teolog.
Kesehatan dan Kemakmuran
Tinnitus Apakah Ada Obatnya? Saya berusia 60 tahun dan hidup sehat, tetapi saya terganggu dengan bunyi dering di telinga saya. Seorang teman merekomendasikan ginkgo biloba. Apakah yang harus saya lakukan?
U
ntuk memulai, kami sarankan Anda untuk mencari bantuan medis profesional dengan masalah ini. Apa yang Anda gambarkan sesuai dengan kondisi yang dikenal sebagai tinnitus. Tinnitus adalah sensasi suara yang terasa seolah-olah berasal dari dalam dan bukan dari suara biasa di sekitar kita. Sepertinya itu tepat di dalam kepala seseorang (yang sebenarnya memang demikian). Ini dapat dirasakan sama di kedua telinga, atau lebih di satu telinga daripada telinga lainnya. Suara telah dijelaskan dalam beberapa cara, seperti bunyi dering, dengungan, desiran, atau bahkan suara menderu. Beberapa orang mengatakan bahwa suara itu menyerupai suara bising jangkrik. Tinnitus adalah kondisi umum yang terjadi pada 25 persen orang berusia di atas 18 tahun. Tinnitus lebih sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia dan saat kita mencapai usia 60-an. Selama 10 tahun terakhir, tinitus semakin banyak terjadi pada orang yang lebih muda, mungkin karena paparan suara dan musik keras (dan penggunaan bebas earbud untuk mendengarkan suara-suara dalam jangka waktu lama). Beberapa tingkat gangguan pendengaran hadir dalam persentase Gambar: J. D. Mason
yang tinggi dari orang yang memiliki tinnitus. Untungnya, hanya sebagian kecil orang yang mengklasifikasikan tinnitus mereka sebagai hal yang sangat mengganggu sehingga mengganggu kemampuan mereka untuk beraktifitas. Ini juga cenderung meningkat dan menjadi kurang mengganggu dari waktu ke waktu di sekitar setengah dari mereka yang memilikinya. Tinnitus dapat dikaitkan dengan infeksi telinga tengah, atau bahkan lilin di saluran telinga yang mungkin dekat dengan gendang telinga. Setelah kondisi ini telah diobati (infeksi teratasi atau lilin dihilangkan), baik pendengaran dan tinnitus biasanya membaik. Diperlukan penilaian profesional. Riwayat dan pemeriksaan klinis akan memandu proses dan mengidentifikasi penyebab yang mudah diobati. Pencitraan dapat dilakukan jika tinnitus atau penurunan pendengaran berada di satu sisi lebih dari yang lain, atau jika ada tanda-tanda kerusakan sistem saraf. Audiologi (tes pendengaran) harus dilakukan jika tinnitus hadir di satu sisi saja, telah hadir selama enam bulan atau lebih, atau jika Anda mengalami kesulitan dengan pendengaran Anda. Banyak penelitian tentang obat tertentu (misalnya, antidepresan) dan suplemen (misalnya, ginkgo biloba) belum terbukti bermanfaat dalam pengobatan tinnitus. Jika ada gangguan pendengaran, alat bantu dengar ditemukan membantu pendengaran dan mengurangi tinnitus. Jika tinnitus dikaitkan dengan gangguan stres dan suasana hati, spesialis mungkin menyarankan rujukan untuk bantuan dalam menghadapi tantangan tinnitus. Apa pun masalah kesehatan yang kita hadapi, doa kita adalah bahwa bahkan dalam keadaan sakit kita akan mendengar suara Tuhan berkata: “Inilah jalannya, berjalanlah mengikutinya� (Yes. 30: 21).
Peter N. Landless, seorang ahli kedokteran nuklir jantung, Direktur Pelayanan Kesehatan Advent di General Conference. Zeno L. Charles-Marcel, seorang ahli penyakit dalam bersertifikat, Associate Direktur Pelayanan Kesehatan Advent di General Conference. AdventistWorld.org 09 - 2018
27
Malaikat di Atas Sepeda K “Bolehkah Saya Menceritakan Sebuah Kisah?” OLEH: DICK DUERKSEN
28
09 - 2018 AdventistWorld.org
arla hilang, begitu tersesat sehingga dia bahkan tidak mengenali pepohonan di sepanjang jalan. Dia ingin melihat singa di sirkus, tetapi ayahnya berkata: “Tidak!” “Sirkus itu bukan tempat yang tepat untuk putriku,” katanya. “Itu bukan tempat yang bagus, dan singa mungkin akan menyakitimu.” Hal itu membuat singa-singa itu tampak lebih menarik bagi Karla, dan dia mulai membayangkan cara-cara keluar dari rumah untuk melihat singa-singa itu. Pada hari Minggu pagi, seorang tamu datang ke rumah dan bertanya bagaimana caranya menuju ke rumah Norma, sang guru. “Guru Norma sudah pindah rumah, tetapi saya tahu bagaimana caranya sampai ke rumahnya, ayah,” jawab Karla melompat karena kesempatan itu. “Saya akan membawa wanita itu ke sana.” Ayah akhirnya setuju, asalkan Karla berjanji akan segera kembali ke rumah. “Segera!” Itu membuat Karla setengah berlari melintasi kota ke rumah baru Norma, wanita yang berkunjung itu mengikutinya dari belakang. Segera setelah dia memperkenalkan wanita
itu kepada Guru Norma, Karla bertindak atas rencananya untuk tidak mematuhi ayahnya. Dengan sengaja. Gembira sekali. Panggilan singa jauh lebih kuat daripada perintah ayahnya. “Terima kasih telah menemani wanita ini kepadaku, Karla,” kata Guru Norma. “Sekarang kamu sebaiknya kembali ke rumah dengan cepat.” “Tidak perlu,” Karla berbohong kepada teman gurunya. “Ayah berkata aku bisa mengambil jalan pulang melalui kota.” *** Terjadi “perjalanan yang panjang” untuk berlari mengunjungi sirkus, di sekitar manusia balon, melewati orang-orang yang melempar bola ke orang-orangan, dan naik ke atas bukit ke kandang singa. “Saya sangat senang karena saya hampir kehilangan koin yang harus saya bayar di tempat masuk sirkus,” kata Karla, “tetapi saya terburu-buru untuk melihat singa. Singa sungguhan yang dikatakan orang-orang. Singa sungguhan dari Afrika!” Terpikat oleh singa, Karla melalui jalan di dekat tenda sirkus ke tempat yang diberi tanda, “Singa dari Afrika.” “Ketika saya sampai di kandang, saya berdiri di sana dengan terkejut dan kecewa,” kata Karla. “Singa-singa itu kotor, jelek, dan sangat bau sehingga saya khawatir saya akan muntah!” Karla berlari menjauh dari singa-singa itu, keluar melalui gerbang sirkus dan menuju jalan yang banyak orang. Itu adalah kotanya dan dia tahu semua jalan bahkan seorang anak berusia 8 tahun tahu halaman belakang rumahnya Gambar: Rikki Chan
sendiri. Dia melewati toko kelontong, pompa bensin, kemudian kehilangan jejak ketika dia berjalan ke bagian kota yang dia tidak tahu. Yang bisa dia pikirkan sekarang adalah singasinga bau dan hukuman yang akan diterimanya ketika dia pulang. “Sudah berjam-jam, sejak jam makan siang sampai matahari terbenam,” Karla menyeka air matanya saat mengingat hari itu. “Awalnya saya pikir saya akan menemukan penunjuk arah hanya sekitar tikungan berikutnya. Kemudian saya menyadari bahwa saya tidak mengenali apa pun dan benar-benar, sepenuhnya, benar-benar hilang. Sekarang, saya benar-benar dalam masalah!” Ada jeda ketika Karla memejamkan mata dan memaksakan kembali ingatannya di benaknya. “Kau tahu,” Karla berbicara dengan suara serak, “di sekolah, Guru Norma telah berusaha membantuku belajar bagaimana berdoa kepada Tuhan, terutama ketika aku dalam masalah. Tetapi saya belum tahu cara menyusun kata-kata itu. Apa yang saya pelajari, adalah kata-kata dalam lagu Daud si penggembala domba—Mazmur 23. Jadi saya mengulangi kata-kata itu berulang-ulang, berharap Tuhan akan mendengarkan saya dan tahu apa yang saya butuhkan. ” TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.... “Saya sedang berjalan di jalan yang panjang dan gelap dengan pohon-pohon yang tinggi di kedua sisi, jalan yang belum pernah saya lihat sebelumnya, doanya.” TUHAN adalah gembalaku, takkan kekuangan aku.... “Saya sangat takut dan saya duduk di sebuah batu besar dan menangis—isak tangis yang bagaikan banjir tetapi hanya membawa tubuh yang berdebu itu goncang.” *** “Tiba-tiba saya merasakan tangan di pundak saya, tangan yang kuat dari seorang yang sangat besar. Saya memandang ke atas, menemukan matanya, dan ingin takut. Tetapi entah kenapa saya tidak bisa merasakan rasa takut. Hanya percaya.” Pria itu gemuk dan kuat, dengan wajah baik. Dia berdiri dengan satu kaki di sisi sepeda. “Pria besar itu menjemputku, seperti seorang ibu akan mengambil bayi kecil,” kata Karla.
“Lalu dia meletakkan saya di atas sepedanya dan melanjutkan perjalanan. Saya dapat merasakan napasnya, napas teratur yang kuat yang membuat saya merasa seolah-olah saya telah menjadi bagian dari hatinya. Di bawah saya melihat kakinya yang berpasir berputarputar dengan hati-hati membawa saya ke suatu tempat yang aman.” Karla merasa begitu aman sehingga dia tertidur di atas sepeda si pria gemuk itu. “Dia mengangkat saya, lalu membantu saya turun ke jalan menuju rumah saya sendiri. Saat itu ibu mendongak dari pintu depan kami! Ketika dia melihat pria gemuk itu mengangkat saya dari sepedanya, dia berteriak agar saya berlari ke arahnya. Saya berlari! Lebih cepat dari binatang yang terbang dan dari singa yang lapar! Saya berlari begitu cepat, saya bahkan lupa untuk melihat sekeliling dan berterima kasih kepada pria di atas sepeda itu.” Pengendara sepeda menunggu di tikungan sampai Karla dan ibunya bersama kembali. Lalu dia tersenyum dan berjalan dengan tenang di tikungan ke tempat mereka tidak bisa melihatnya lagi. Ibu mendengarkan dengan lembut ketika Karla menceritakan kisah ketidaktaatannya, kebohongannya, tentang singa busuk, gadis yang hilang, dan pria baik hati yang mengendarai sepeda. “Sudahkah kamu belajar dari pengalamanmu, Karla?” “Ya, Mama. Saya tidak ingin pernah berbohong lagi; dan saya ingin mematuhi perintah ibu dan ayah. ” “Masuklah,” kata ibu. “Saya pikir ini saatnya makan malam.” Ibu membantu Karla masuk ke dalam, tetapi tidak langsung mengikuti. Dia malah berdiri di beranda, melihat ke arah tempat dia melihat pria baik hati itu naik sepeda. Terhadap orang asing dengan lengan yang kuat dan kaki yang kuat. Terhadap malaikat yang tahu bagaimana menemukan gadis kecil yang hilang dan membawa mereka pulang.
Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Komite Koordinasi Adventist World Si Young Kim, ketua; Yutaka Inada, German Lust, Chun Pyung Duk; Han, Suk Hee; Lyu, Dong Jin Associate Editors/Directors, Adventist Review Ministries Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil, Greg Scott Redaksi Bertempat di Silver Spring, Maryland Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Costin Jordache, Wilona Karimabadi Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Pyung Duk Chun, Jae Man Park, Hyo Jun Kim Manajer Operasional Merle Poirier Editor-at-large /advisors Mark A. Finley, John M. Fowler, E. Edward Zinke Manajer Keuangan Kimberly Brown Dewan Managemen Si Young Kim, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Yutaka Inada, German Lust, Ray Wahlen, Ex-officio: Juan Prestol-Puesán, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni and Desain Jeff Dever, Brett Meliti
Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 Surel: worldeditor@gc.adventist.org Situs: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brazil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, Argentina, Meksiko dan Amerika Serikat.
Dick Duerksen, seorang pendeta dan pencerita yang tinggal di Portland, Oregon, Amerika Serikat, yang dikenal di seluruh dunia sebagai “penyebar anugerah keliling.”
AdventistWorld.org 09 - 2018
29
Iman yang Bertumbuh
Halaman Ceria untuk Anak-anak
Tuhan akan menjaga Anda Dia mungkin melakukannya dengan cara yang aneh, tetapi Dia selalu melakukannya.
Ketika Tuhan Membayar Tagihan Besar OLEH: ANDREW McCHESNEY
A
pakah tagihan air Anda biasanya dibayar oleh keluarga Anda? Biasanya hal ini bervariasi dari rumah ke rumah, dan tentu saja itu akan lebih untuk gereja, sekolah, atau rumah sakit. Tetapi ketika para pemimpin dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Amanuma di Tokyo, Jepang membuka rekening mereka dan menemukan bahwa itu dua kali lipat dari bulan sebelumnya, itu benar-benar mengejutkan! Jadi para pemimpin gereja menghubungi perusahaan air dan menemukan bahwa pipa bawah tanah yang meledak harus diperbaiki. Pipa itu tidak bisa diperbaiki, dan gereja disarankan untuk membuat pipa air di atas tanah. 30
09 - 2018 AdventistWorld.org
Biayanya: 7 juta yen (54.812 euro, 70.000 dolar AS, 4.368.750 rupee, dll. —Anda mendapatkan gambarnya). Tidak ada yang punya uang sebanyak itu! Apakah yang bisa mereka lakukan? Mereka sudah memiliki banyak pengeluaran besar untuk proyek-proyek gereja lainnya. Itu memang saat yang menegangkan. Jadi mereka memutuskan untuk berdoa tentang pipa air. Segera setelah berdoa, pendeta gereja pergi ke kantornya di kampus Rumah Sakit Advent Tokyo. Di sana di atas mejanya dia menemukan 3 juta yen tunai! Dari manakah asalnya? Hari Sabat berikutnya situasi tentang pipa air diumumkan kepada jemaat. Pendeta berbagi
tentang kisah uang ajaib yang ada di atas mejanya, dan meminta lebih banyak sumbangan. Kemudian, ketika persembahan itu dikumpulkan, sebuah kejutan menunggu di pundi persembahan: Sebuah amplop berisi 1 juta yen! Sekali lagi, siapakah yang bisa melakukan itu? Para pemimpin gereja segera menemukan siapa yang telah memasukkan uang itu ke pundi persembahan, dan ingin memastikan orang itu tahu apa yang telah mereka lakukan. Sekali lagi, itu uang yang banyak! Seorang wanita baik hati memberi tahu mereka sesuatu yang ajaib. “Saya bermimpi tadi malam,� katanya. “Dalam mimpi itu, seseorang mengatakan kepada saya untuk memberikan sumbangan ke gereja Kristen. Saya bukan seoIlustrasi: Xuan Le
OLEH: WILONA KARIMABADI
Harta Karun Alkitab “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus� (Flp. 4: 19).
rang Kristen, dan saya tidak tahu gereja Kristen apa pun. Jadi saya mencari gereja Kristen, dan saya menemukan gereja Anda.� Setelah hari Sabat itu, wanita baik hati itu tidak pernah terlihat lagi. Dan para pemimpin gereja tidak pernah mencari tahu siapa yang memberi mereka donasi 3 juta yen. Melalui mukjizat seperti itu gereja mampu mengumpulkan uang yang mereka butuhkan untuk pipa air, dan biaya penting lainnya juga. Siapakah yang dapat melakukan semua itu untuk gereja yang membutuhkan ini? Kami tahu siapa. Orang yang sama yang akan selalu memenuhi kebutuhan kita juga!
Ceritakan Kisah Anda!
Mendengar cerita dari orang lain tentang cara Tuhan merawat mereka adalah cara yang ampuh untuk membangun iman. Kami ingin mendengar kisah Anda! Tuhan peduli tentang semua kebutuhan kita, besar atau kecil. Jika Anda memiliki sesuatu untuk dibagikan, silakan kirim kami e-mail Anda di alamat ini: kidsview@ adventistreview.org. Anda dapat melihat kisah Anda di sini di halaman-halaman ini dalam edisi Adventist World mendatang! Gambar: Abigail Keenan
AdventistWorld.org 09 - 2018
31
dari INDONESIA
KKR Family Ministry di GMAHK Mount Carmel Lau Macem Ada 3 Jiwa yang Dimenangkan kepada Tuhan
K
ebaktan Kebangunan Rohani yang telah dilaksanakan mulai tanggal 4—7 Juli 2018 di GMAHK Mount Carmel Desa Lau Macem Pancur Batu, dengan jarak kurang lebih 1 jam dari Kota Medan. Dengan semangat dari Firman Tuhan yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 1: 8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Loran dan keluarga telah membentuk Family Ministry dalam melaksanakan tugas mulia ini. “Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ini adalah KKR yang kedua kami sekeluarga laksanakan setelah tahun 2016 sebagai bentuk penghargaan dan rasa syukur serta pujian kepada Sang Khalik yang telah memberikan banyak mukjizat dalam hidup kami sekeluarga,” kata Loran. Tema yang dipilih dalam KKR ini yaitu: “Dekat Allah” dan ayatnya dari Kitab Mazmur 62: 2 “Hanya Dekat Allah saja aku tenang daripada-Nyalah keselamatanku.” Loran menyampaikan kesaksiannya bahwa setiap malam seluruh anggota keluargannya mengambil bagian dalam menyampaikan kesaksian melalui pujian. Gerejagereja tetangga pun turut hadir dan menyampaikan lagu-lagu pujian. Puji Tuhan atas kehadiran masyarakat setempat yang antusias bahkan pada malam terakhir KKR “Dekat Allah” dihadiri oleh 200 orang.
Dan hasil dari KKR ini ada 3 jiwa yang dimenangkan kepada Tuhan. “Sebenarnya kami sekeluarga tidak menargetkan untuk baptisan karena KKR ini adalah murni sebagai kesaksian perjalanan hidup saya dan keluarga yang kami rindu bagikan kepada orang lain bahwa Allah tetap sama dahulu, sekarang dan selama-lamanya,” ungkap Loran.
—Dilaporkan oleh Loran Napitupulu, Pembicara KKR “Dekat Allah.”
32
09 - 2018 AdventistWorld.org
Menginjil Disaat Libur
K
alender akademik semester 2 tahun 2017/2018 berakhir pada tgl. 15 Mei 2018. Mulai pada tgl. 17 Mei 2018, 4 mahasiswa UNKLAB menggunakan waktu libur mereka yaitu pergi ke Timika dengan menggunakan Kapal Tatamailau dari Bitung ke Tidore, Bacan, Sorong, Fakfak-Kaimana, Tual dan sampai di Pelabuhan Pomako Timika pada pagi hari tgl. 21 Mei 2018. Tanpa menunggu dua teman mereka yang menggunakan pesawat dan tiba pada tgl. 27 Mei 2018, tanggal 24 Mei 2018 mereka memulai pelayanan sebagai penginjil literatur, masuk keluar rumah dan kantor serta tempattempat yang lain. “Tantangan yang kami hadapi adalah ketika pintu rumah/kantor di tutup untuk kami bahkan mereka mengusir kami, kata Meklandy. ‘Ada yang menerima kami dan membeli buku tetapi ada juga yang tidak membeli buku kami. Meskipun mereka tidak membeli buku, kami bersyukur karena mereka telah menerima kami bahkan intinya kami mendoakan mereka dan bisa membagikan buku penginjilan secara gratis yaitu ‘Kisah Pengharapan dan Kekuatan Harapan.”’ Para mahasiswa UNKLAB ini juga mendapat kesempatan untuk melayani bersama Jemaat Kerit, Inauga, Kebun Siri, Nasaret, Timika Jaya, Pioneer, Bintuka, YPAT, Sentrum dan Tembagapura, untuk melawat di
rumah anggota, masyarakat, dan di rumah tahanan. Mereka berterima kasih kepada seluruh anggota-anggota jemaat dan masyarakat di Kab. Mimika atas bantuan dan kerja sama yang baik. Nama-nama penginjil literatur UNKLAB pada bulan Mei—Juli 2018 adalah Devid Tongkotou, Fak. Filsafat semester 4, Griffian Kosegaran, Fak. Filsafat semester 4, Karel Arikalang, Fak. Filsafat semester 4, Marcelino Mumek, Fak. Filsafat semester 2, Karlie Liwe, Fak. Filsafat, semester 2 dan Meklandy Kussoy, Fak. Filsafat semester 3.
—Dilaporkan oleh Meklandy Kussoy, Penginjil Literatur Mahasiswa UNKLAB di Timika.
AdventistWorld.org 09 - 2018
33
dari INDONESIA
“Pengharapan di Tengah Krisis� Kebaktian Kebangunan Rohani Satelit
D
i awal tahun ajaran 2018—2019 Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi diberkati dengan Kebaktian Kebangunan Rohani Satelit yang dipimpin oleh Pdt. Kristiyono Sarjono, Sekretaris Kependetaan dan Direktur Pelayanan Musik Konferens Jawa Kawasan Timur. Acara ini dilaksanakan setiap malam, mulai pada tanggal 23 Juli 2018 s/d 27 Juli 2018. Dan KKR Satelit ini diakhiri oleh pembicara yaitu Ev. Richard Panjaitan pada hari Sabat 28 Juli 2018. Pendeta Kristiyono Sarjono, menyampaikan Firman Tuhan memberikan juga kesaksian serta konseling kepada para siswa lama dan siswa baru yang didampingi oleh bapak/ ibu guru dan staf Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Pada hari Minggu malam yaitu tanggal 29 Juli 2018 dimulai KKR Distrik Pasuruan dan berakhir pada hari Sabat tanggal 4 Agustus 2018. Dalam Kebaktian Kebangunan Rohani ini juga membahas seminar rumah tangga, seminar kesehatan dam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dimulai pukul 16.00 WIB. Sebagai pembicara adalah Pdt. Johnny Lubis,Wakil Ketua Divisi Asia Pasifik Selatan (dua putranya adalah alumnus Slapur)., Ev. Yovian Lubis (alumnus slapur), Ev. Tjak Latumahina (dua putra-putrinya alumnus Slapur), Ev. Richard Panjaitan (alumnus Slapur), Ev. Edie Dermawan, Ev. Ronnie Manurung (alumnus Slapur) dan tim Kesehatan Rumah Sakit Advent Bandung: Dr. Richart
34
09 - 2018 AdventistWorld.org
Sutrisno (istrinya adalah alumnus Slapur), Ibu. Joice Pattiranie (alumnus Slapur), Ibu Junamel Rumangken (alumnus Slapur). Setiap paginya Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi juga melaksanakan pekan doa yaitu tanggal 30 Juli 2018 s/d 4 Agustus 2018 dengan pembicara: Ev. Tjak Latumahina, Ev. Edie Dhermawan, Ev. Richard Panjaitan, Ev. Ronnie Manurung, Ev. Yovian Lubis. Setiap malam KKR dihadiri 600 umat Tuhan dari seluruh Distrik Kabupaten Pasuruan termasuk Jemaat Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Oleh pertolongan Tuhan melalui hamba-hamba-Nya baik dalam KKR Satelit maupun KKR Distrik Pasuruan, pada hari Sabat 4 Agustus 2018, ada 40 jiwa (13 jiwa dari Jemaat Distrik Pasuruan, 27 Jiwa dari Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi) yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka dalam upacara baptisan kudus yang dilayani oleh Pendeta Kristiyono Sarjono (Sekretaris Kependetaan KJKT), Pendeta Yerry Pamungkas (Gembala Jemaat SLA Purwodadi), Pendeta Rommy Nelwan (Gembala Jemaat Pasuruan), Pendeta
Johanes Ngatino (Gembala Jemaat Sumberwekas), Pendeta Kurnaidi (Gembala Jemaat Lawang). Kita doakan untuk 40 jiwa yang sudah bergabung dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh supaya bertahan sampai Yesus datang kedua kali, bertumbuh dalam kebenaran Tuhan, dan setia sampai maranata.
—Dilaporkan oleh Petrus Souisa, Ketua Jemaat dan Wakasek Humas SLA Purwodadi.
AdventistWorld.org 09 - 2018
35
dari INDONESIA
Yesus Pengharapanmu Satu-satunya Ada 34 Jiwa yang Dimenangkan untuk Tuhan
T
ema yang dipilih oleh umat Tuhan dari “Houston International Sda Church” (HISDA) adalah “Yesus Pengharapan Satu-satunya” dikomunikasikan melalui kel. Roben Butar-butar (Jakarta), yang datang dan memberikan waktu, tenaga serta materi mereka untuk melakukan pelayanan penginjilan di wilayah Kabupaten Toba Samosir. Pelayanan yang dilaksanakan berupa pengobatan gratis serta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di empat lokasi yang tersebar di Kabupaten Toba Samosir. Lokasi pelayanan tersebut antara lain, Distrik Toba Timur berlokasi di Sosorladaang, Kec. Parmaksian; Distrik Toba Barat berlokasi di Laguboti; Distrik Toba Pusat berlokasi di Bonan Dolok Kec. Balige dan Distrik Habinsaran berlokasi di Paridian Kec. Habinsaran. Acara ini dilaksanakan secara serentak pada tanggal 11—15 Juni 2018 di masing-masing tempat. Namun untuk penutupan yaitu pada hari Sabat 16 Juni 2018 bertempat di YP. Parulian Kec. Parmaksian, Tobasa. Tentunya dalam pelaksanaan pelayanan ini, panitia serta seluruh anggota jemaat setempat saling memberi dukungan. Dan ada banyak tantangan yang dihadapi oleh panitia namun oleh karena perlindungan dan pertolongan Tuhan maka pada hari Sabat dapat dimenang-
—Dilaporkan oleh Pdt. Rimon J. Simajuntak, Balige.
36
09 - 2018 AdventistWorld.org
kan bagi Tuhan sebanyak 34 jiwa yang baru. Tidak terasa waktu sepekan bersama tim HISDA berlalu begitu cepat. Pada Sabat sore acara ucapan terima kasih dan perpisahan dilakukan bagi saudara-saudara yang datang dari negeri Paman Sam. Seluruh jemaat berharap untuk tim HISDA datang lagi ke wilayah Toba Samosir pada kesempatan berikutnya.
Di Manakah Anda?
N
ama-nama di bawah ini adalah anggota Jemaat IPH yang tidak aktif. Jika Anda membaca nama Anda atau mengetahui keberadaan mereka, tolong menghubungi: Sekretaris Jemaat IPH: Ibu Sefenth Sagala (082126742142); Gembala Jemaat: Pdt.S. Situmorang (085220181864). Jika dalam tiga bulan kami tidak mendapat informasi, maka akan dianggap telah pindah keanggotaan jemaat. 1. Salawaney Magda 2. Antow Markoni 3. Yunus Prayitno P 4. Syahailatua Netty 5. Soemardie Netty 6. Pasuhuk Hendra 7. Pasaribu Florentina 8. Murabit Mamiek 9. Murabit Nora 10.Kurniawan Franky 11.Pasaribu Tumpal 12. Siahaan Dosmaria 13. Syahailatua Kaatherine 14.Hotma Parulian Simajuntak 15.Romauli Simajuntak 16.Parlin Bajarnahor 17.Hilma Siahaan 18. Esther Ullirekke 19.Donce Silalahi 20.Vonny Antow 21. A.R. Pasaribu 22.B. Pasaribu 23.Ronald Antow 24.Anthonius Hidayat 25. Sidik Simbolon 26.Michael Pangau 27. Simbolon Hotmansi 28.Olin Purba 29. Elly Boyoh 30. Lieke Singal Boyoh
31. Lindawati 32.Fenny S. 33.Nermina Zebua 34.Demak Silalahi 35.Maria Dahlia 36.Wahyu Melkiansyah 37.Maryoto Bambang Nugroho 38.Alwin Suryati Ambitan 39.Yakub Nikodemus 40.Meggy Virgynia Singal 41.Arthur Palapessi 42. Junaidi Siringo-ringo 43. Selvie M Siringo-ringo 44.Hendry Pattyranie 45.Asty Purwati 46.Dwi Setiawati 47. Juwita Bangun 48. Siahaan Mian Marlina 49. Siahaan Marojahan 50. Ellen Angelina Boyoh 51.Rini Remigus Pintubatu 52.Panatap Tindaon 53.Yohanes 54.Agus Supriyanto 55.Kurnadi 56.Rovini Buhai Panjaitan 57.Lusty Aprian Balengguru 58.Anisa Ambarita 59.Marciella 60.Uniza Januar 61.Yandri Rumusi 62.Yosina Jeffri Huadong 63.Bambang Rucita 64.Yayan Djuariah 65. Siti Dinnnar 66.Dadan 67.Kasih 68.Ruth 69.Febrianti
AdventistWorld.org 09 - 2018
37
dari INDONESIA
“Ibadah Sabat Pertemuan Wilayah Talawaan II”
D
i tengah berbagai Kebaktian Kebangunan Rohani yang menyemarakkan penginjilan pada sepanjang triwulan ke tiga tahun 2018, pimpinan Daerah Konfrens Minahasa kembali memperkuat korps kependetaan daerah dengan merekomendasikan lima pendeta muda yang telah di saring, di evaluasi dan di observasi dalam kelayakan untuk di teguhkan sebagai pendeta penuh. Peneguhan ini di laksanakan melalui “ibadah Sabat bersama dan pengurapan pendeta” yang di laksanakan pada tanggal 4 Agustus 2018 di gedung Diamond Langowan. Di bawah koordinasi yang ketat dari Pdt. J. Mun dung, M.Div. Sek. Ass. Kependetaan DKM, acara pengurapan di mulai pada pukul 08.00 WITA, dengan dua sesi penting. Sesi pertama adalah pemeriksaan dan pembekalan terhadap para calon pendeta urapan yang di hadiri oleh: Pimpinan divisi, pimpinan dan staf UKIKT, pimpinan dan staf DKM, seluruh pendeta urapan DKM, serta beberapa pimpinan dari Daerah Misi Papua, Daerah Misi Ambon, Daerah Misi Sulawesi Tengah, DKI serta perwakilan dari Universitas Klabat yang sempat beribadah bersama sebagai tamu. Sementara sesi kedua adalah ibadah rumah tangga dan Sekolah Sabat yang di pandu oleh seluruh pendeta muda DKM dan di hadiri ratusan anggota jemaat sekitar dan undangan dari seluruh DKM. Dalam nasihatnya, Pdt. Wendel W. Mandolang, M.P.Th., Sekretaris Ass. Kependetaan Divisi Asia Pasifik Selatan, mengajak para calon pendeta urapan ini untuk
38
09 - 2018 AdventistWorld.org
terus semangat melayani dan siap untuk menerima penugasan di mana saja walaupun dengan berbagai risiko yang ada, dan akhirnya beliau mengucapkan “turut berduka cita” bagi para calon pendeta urapan tersebut karena siap memasuki tingkatan tertinggi dalam pelayanan yang penuh penderitaan. Amanat Pengurapan yang di khotbahkan oleh Pdt. Semuel Y. Bindosano, M.A., Ketua GMAHK UKIKT, memotivasi para calon pendeta yang diurapi untuk merespons panggilan Allah dengan setia dan jangan pernah takut menghadapi apa pun serta meminta mereka agar giat dalam pekerjaan Tuhan. Sementara dalam sambutan penerimaan yang di kalimatkan oleh Pdt. Novry Kaumpungan, M.Min, Ketua GMAHK DKM, beliau menyampaikan selamat kepada para pendeta urapan yang baru dan berharap agar apa yang telah
WARTA
GEREJA ADVENT
“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Advent di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.
mereka capai akan terus “multiplying” bertambah dan terus bertambah sampai Tuhan datang. Puncak ibadah Sabat siang tersebut ditandai dengan doa pengurapan, pembacaan dan penandatanganan janji pendeta, komitmen shepherdess dan penandatanganan sertifikat kependetaan oleh pimpinan UKIKT dan DKM. Acara Pengurapan tersebut juga di akhiri dengan upacara baptisan kudus yang dilaksanakan oleh kelima pendeta yang baru di urapi terhadap enam jiwa yang telah di persiapkan sebagai buah sulung dari pengurapan mereka. Selamat melayani: Pdt. Agus Tongkotow, S.Ag., Pdt. Steven K. Impurun, S.Ag., Pdt. Jeki H. Momuat, S.Ag., Pdt. Billy J. H. Tampi, S.Ag., dan Pdt. Erwin R. Sahensolar, S. Ag. Tuhan memberkati komitmen dan dedikasi dalam pelayanan bersama keluarga sampai Tuhan datang. —Dilaporkan oleh Pdt. Stenly Karwur, Pendeta Wilayah Sondaken, DKM.
Penerbit Penerbit Advent Indonesia (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Yayasan R. Situmorang Ketua Bidang Usaha S. Manueke Bendahara W. Purba Pemimpin Redaksi J. Pardede Redaksi Pelaksana dan Desain Isi Angky Tumbal Tim Redaksi S.P. Silalahi F. Parhusip F. Ngantung S.Susanto F. Manurung Komunikasi Uni D. Panjaitan, Uni Indonesia Kawasan Barat H. Waworuntu, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah M. Tambunan, Sumatera Kawasan Utara P. Hutapea, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan S. Simorangkir, DKI Jakarta dan Sekitarnya A. Naibaho, Jawa Kawasan Barat S. Simangunsong, Jawa Kawasan Tengah E. Sembiring, Jawa Kawasan Timur D. Kana Djo, Nusa Tenggara W. Tulong, Kalimantan Kawasan Timur B. Simanungkalit, Kalimantan Barat J. Tendean, Minahasa H. Wambrauw, Papua N. Lumoindong, Sulawesi Selatan Ch. Muaya, Sulawesi Tengah R. Pelafu, Nusa Utara D. Supit, Manado I. Lisupadang, Luwu Tana Toraja R. Frans, Minahasa Utara dan Kota Bitung T. Mayai, Papua Barat J. Frans, Bolaang Mongondow dan Gorontalo H. Ramba, Maluku Izin Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987 Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842
Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk dapat dipublikasikan.
AdventistWorld.org 09 - 2018
39
Berlanggananlah Adventist Review hari ini dan nikmati konten inspiratif, informatif, dan inovatif di platform pilihan Anda. www.adventistreview.org/subscriptions (800) 545-2449 (Hanya untuk Amerika Serikat)
“Jurnal Iman� gereja Advent disajikan dalam bentuk modern.