Skip to main content

activated-basic-course-03_id

Page 1


berkobar

SEBUAH KOMPAS UNTUK

PERJALANAN HIDUP

Buku Pedoman Hidup

Alkitab dan Anda

Mempelajari Firman Tuhan

Iman Besar Seorang Prajurit

Sebuah Mujizat

Kesembuhan

Masa Depan Diungkapkan

Kedatangan Yesus yang

Kedua Kali

Pelajaran Dasar Berkobar 3 • Firman Tuhan

b erkobar

Alkitab mencakup wahyu Allah tentang diri-Nya, kasih-Nya untuk manusia, sarana keselamatan, dan hubungan yang diinginkan-Nya dengan umat manusia. Alkitab juga berisi instruksi tentang bagaimana hidup dengan cara yang berkenan kepada-Nya, yang merupakan dasar untuk kehidupan yang bahagia, memuaskan, dan produktif dalam keselarasan kita dengan Tuhan dan orang lain.

Firman Tuhan mencakup instruksi praktis dan prinsip-prinsip yang berfungsi sebagai pedoman hidup dan membantu kita untuk menghadapi tantangan sehari-hari. Ia menyampaikan prinsip-prinsip yang membimbing kita dalam interaksi dengan orang lain dan pengambilan keputusan, membantu kita untuk mengetahui perbedaan antara yang benar dan yang salah. Ia menetapkan pola untuk standar moral, etika, sikap kita tentang kehidupan, kasih, dunia, lingkungan, dan hubungan.

Meskipun Alkitab tidak secara khusus menangani setiap situasi yang mungkin dihadapi oleh seseorang, Alkitab mengungkapkan asas-asas yang dibutuhkan untuk mengendalikan kerumitan dalam hidup dengan cara yang berkenan kepada Allah. Prinsip-prinsip spiritual ini dimaksudkan untuk berfungsi sebagai pedoman di sepanjang perjalanan hidup kita. Membantu kita menghadapi setiap tantangan dengan keyakinan bahwa kita dapat membuat keputusan yang baik dan bijak, agar kita dapat mengembangkan sikap yang tepat tentang kehidupan dan orang lain. Memperlihatkan kepada kita bagaimana menanggapi ketika berhadapan dengan rintangan atau konflik. Membantu kita untuk mengetahui arah mana yang harus diambil pada setiap persimpangan.

Berhubungan dengan Tuhan—sumber kehidupan—dan menyadari kebenaran akan kehadiran-Nya, kata-kata petunjuk yang diberikan-Nya kepada umat manusia, keajaiban terhubung dengan-Nya dan berkomunikasi dengan-Nya, memberi kita kemampuan untuk menjalani hidup yang selaras dengan-Nya. Kami harapkan edisi dari Pelajaran Dasar Berkobar akan mengobarkan semangat Anda untuk mengambil waktu setiap hari menekuni Firman Tuhan. Redaktur

Untuk informasi lebih lanjut tentang Berkobar, kunjungi website atau kirim email.

Website: activated.org Email: activated@activated.org

Indonesia: Email: h4m.hungry4more@gmail.com

© 2024 Activated. Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang.

Desain oleh Gentian Suçi.

MENGEMUDIKAN KEHIDUPAN

Alkitab adalah buku yang paling menakjubkan di dunia. Alkitab bukan saja memberi informasi ke mana kita akan pergi, tetapi juga bagaimana kita bisa tiba di sini, mengapa kita ada di sini, bagaimana cara untuk bertahan dan berbahagia sementara berada di sini, dan bagaimana memiliki kasih, sukacita, dan damai sejahtera untuk selama-lamanya.

Di Alkitab kita dapat menemukan drama, romantika, puisi, nubuatan, sejarah, misteri, dan lebih banyak lagi. Akan tetapi yang paling penting, Alkitab mengandung Roh dan kehidupan Tuhan Sendiri (Yohanes 6:63). Ketika Anda membaca Alkitab, Anda akan mendapati bahwa itu adalah sebuah sumber hikmat dan pengetahuan yang tak habis-habisnya, yang daripadanya Anda akan menemukan harta yang baru dan yang lama (Matius 13:52).

Yang paling mengagumkan tentang Alkitab adalah melalui perkataan-perkataan yang terkandung di dalamnya, kita bisa mengenal pengarangnya. Alkitab adalah surat cinta Tuhan kepada kita. Perkataan-perkataannya yang memberi hidup menjadikan Alkitab sebagai buku yang paling hebat di dunia, dengan satu-satunya pengarang yang dapat menjamin hidup dan kasih serta kehidupan abadi dengan percaya kepada karakter utamanya, Yang mengasihi kita sedemikian rupa sehingga Ia memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita—Yesus Kristus, Anak Allah!

Santapan jiwa

Alkitab mengatakan bahwa seperti bayi yang baru lahir, kita harus lapar akan susu Firman yang murni, supaya kita bertumbuh (1Petrus 2:2). Nabi

Yeremia mengatakan, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku” (Yeremia 15:16 ). Jika Anda dengan tulus berdoa, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu” (Mazmur 119:18), Anda tidak akan kecewa.

Pada Injil Lukas bab-10, kita membaca kisah tentang Maria dan Marta. Ketika Yesus berkunjung, Maria “duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,” tetapi Marta terlalu sibuk berusaha menjadi nyonya rumah yang baik sehingga tidak punya waktu untuk mendengarkan-Nya. Jadi Yesus dengan lembut menegurnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya” (Lukas 10:41-42). Apakah “bagian yang terbaik” yang telah dipilih oleh Maria? Dia duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan Perkataan-Nya.

“Tetapi,” Anda menyanggah, “saya punya banyak pekerjaan. Bagaimana saya bisa meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Firman?” Percayalah ketika Anda mengutamakan Firman Tuhan terlebih dahulu, maka Tuhan akan senantiasa menolong Anda memperoleh waktu untuk mengurus segala sesuatu yang lainnya. Pada waktu Anda melihat betapa berbedanya kehidupan Anda karenanya, Anda akan bertanya sendiri bagaimana Anda bisa hidup tanpanya! ■

ASUPAN ALKITAB

Oleh Peter Amsterdam

Orang Kristen yang ingin hubungannya dengan Tuhan bertumbuh subur dan yang tertarik akan pertumbuhan spiritual sadar bahwa meluangkan waktu menyantap dan menyerap Firman Tuhan sangat penting. Dari apa yang tertera di halaman-halaman Alkitab itulah kita belajar tentang Tuhan dan kasih-Nya untuk umat manusia, tentang Yesus dan pesan-Nya, tentang bagaimana hidup selaras dengan Tuhan dan sesama manusia.

Tuhan adalah sang Pencipta, dan Dia ingin mempunyai hubungan dengan ciptaan-Nya. Agar hal itu mungkin, Ia telah mengungkapkan diri-Nya Sendiri kepada kita melalui Alkitab. Di sana, Ia menyampaikan

kasih-Nya untuk kita dan tentang perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan-Nya agar memungkinkan bagi kita makhluk yang tidak sempurna dan yang terbatas ini untuk mempunyai hubungan dengan-Nya. Semakin sering kita berada di dalam Firman-Nya dan membiarkan Firman-Nya berada di dalam diri kita, semakin besar pemahaman kita tentang cara menjalankan hidup agar menjadi selaras dengan Dia, sesuai dengan kehendak-Nya, dan dengan cara yang mencerminkan Dia dan kasih-Nya, terutama dalam interaksi kita dengan satu sama lain.

Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Alkitab memberi peluang untuk berhubungan dengan Tuhan setiap hari. Ini membuka diri kita untuk membiarkan Dia berbicara kepada kita melalui apa yang kita baca, untuk petunjuk dan bimbingan-Nya, untuk pertolongan-Nya melalui persoalan dan kesulitan hidup. Membaca wahyu Tuhan secara teratur mengingatkan kita akan kode moral yang seharusnya menjadi panduan hidup, dan menyediakan bagi kita bimbingan apabila kita harus mengambil keputusan.

Ketika kita tinggal dalam Firman-Nya, kita menjadi lebih paham akan nilai yang ditempatkan-Nya pada setiap individu, dan kasih serta belas kasih yang dimiliki-Nya untuk setiap umat manusia. Ketika kita mulai menyerap

kebenaran yang terkandung di dalam halaman-halaman Alkitab ke dalam hidup kita sehari-hari, kita mulai melabuh jangkar kehidupan pada fondasi kebenaran Tuhan dan kita berusaha untuk membentuk pola hidup kita menurut kehidupan dan ajaran Yesus.

Setiap hari kita dibanjiri oleh sejumlah besar masukan dari berbagai sistem yang mempengaruhi kita dalam satu atau lain cara. Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca apa yang Tuhan sampaikan kepada kita memberikan cara untuk mengemudi melalui pusaran informasi dan masukan yang kita hadapi. Ini meningkatkan kemampuan spiritual kita untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Ini mempermudah untuk menempatkan hati kita agar berpusat pada hal-hal yang

Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.—Mazmur 119:15–16

penting dalam menjalankan hidup dengan kebahagiaan sejati, dengan kebahagiaan batin, dan selaras dengan Tuhan dan kehendak-Nya. Ini menolong kita untuk bertahan hidup dan mengatasi apa yang ada dalam hidup. Ambillah waktu untuk berkomunikasi secara mendalam dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Itu akan merubah hidup Anda.

Peter Amsterdam dan istrinya, Maria Fontaine, adalah pemimpin dari the Family International, sebuah komunitas beriman Kristen. ■

BERTEMU DENGAN SAHABAT KARIB SAYA Oleh Keith Phillips

Usia saya 21 tahun ketika pertama kali membaca Alkitab. Ada yang menyarankan agar saya membaca

Injil Yohanes terlebih dahulu, tetapi saya tidak banyak tahu tentang Alkitab pada saat itu sehingga tidak mengerti bahwa Injil adalah empat catatan terpisah tentang kehidupan dan pelayanan Yesus. Jadi saya mulai di tempat yang tampaknya lebih logis, di awal Perjanjian Baru, dengan Injil Matius.

Sewaktu tiba membaca Injil Yohanes, saya terpesona dengan Yesus. Dia memiliki jawaban sempurna untuk setiap pertanyaan dan selalu tahu persis apa yang harus dilakukan. Tetapi lebih dari itu, Dia sepertinya memahami saya dan tahu persis apa yang saya butuhkan. Saya menyadari bahwa perkataan-Nya kuat dan hidup, Dia hidup!

Perkataan-perkataan-Nya sudah hampir mencapai 2.000 tahun dan menyentuh saya dengan cara yang belum pernah saya alami sebelumnya. Ketika saya akhirnya tiba di Yohanes 15:15—“Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku”— saya merasa Dia berbicara langsung kepada saya. Yesus menyebut saya sahabat-Nya! Saya begitu gembira sampai tidak bisa duduk diam. Saya ingin memberitakannya ke seluruh dunia.

Saya sudah berdoa untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat saya beberapa bulan sebelumnya, tetapi tidak banyak yang berubah sampai saya mulai membaca firman-Nya dengan hati yang terbuka dan mau menerima. Perkataan-perkataan-Nya sangat kuat dan hidup, dan yang terbaik dari semuanya, bersifat pribadi. Saya mendapati bahwa Yesus masih dapat berbicara secara langsung dan pribadi ke hati para pengikut-Nya saat ini dan memberikan bimbingan yang disesuaikan untuk kehidupan dan situasi kita.

Keith Phillips adalah redaktur utama dari majalah Activated selama 14 tahun dari tahun 1999 hingga 2013. Bersama istrinya, Caryn sekarang bekerja dengan para tunawisma di AS. ■

APAKAH

ALKITAB ITU?

Kata Alkitab berasal dari kata dalam

bahasa Yunani biblion, artinya “buku,” tetapi ini lebih jauh lagi daripada hanya sebuah buku. Ini adalah “Firman Allah” dan fondasi dari iman dan kehidupan Kristen. Buku ini mengungkapkan Allah kepada kita, menyampaikan kepada kita rencana dasar Allah untuk umat manusia, dan berisi kebenaran dan petunjuk yang tidak ada tandingannya. Kata-katanya roh dan hidup (Yohanes 6:63). Melaluinya kita turut ambil bagian dalam kodrat ilahi—menjadi lebih saleh, lebih menyerupai Yesus (2Petrus 1:4).

Alkitab sebenarnya adalah kumpulan buku-buku— seluruhnya ada 66 buku—yang ditulis oleh sekitar 40 orang di bawah ilham Roh Kudus. Alkitab mengatakan bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2Timotius 3:16 ).

Alkitab terdiri dari dua bagian utama: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. (Perjanjian dalam hal ini berarti “persetujuan” atau “kontrak,” jadi Perjanjian Lama dan Baru bisa dianggap sebagai perjanjian yang mengikat antara Allah dengan manusia.) Beberapa buku dari Kitab Perjanjian Lama yang berjumlah 39 buah tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali ditulis, tetapi para ahli pada umumnya sependapat bahwa itu ditulis dalam tenggang waktu kurang-lebih 1000 tahun, mulai dari abad ke empatbelas hingga abad ke empat SM.

Perjanjian Lama mempersiapkan jalan bagi

Perjanjian Baru, yang dimulai dengan kedatangan Yesus. Ke-27 kitab Perjanjian Baru ditulis pada abad

pertama Masehi dalam bahasa Yunani. Kitab-kitab tersebut menceritakan kehidupan dan pelayanan Yesus serta pertumbuhan gereja mula-mula, dan menyajikan dasar-dasar iman Kristen.

Dalam perjanjian Perjanjian Lama, Allah berjanji untuk memberkati bangsa Israel jika mereka mau menyembah Dia saja dan tunduk pada hukumNya—yang diberikan-Nya melalui Musa sekitar tahun 1300 SM. Lebih dari 600 tahun sebelum Yesus lahir, nabi Yeremia meramalkan suatu hari ketika Allah akan membuat perjanjian baru dengan umat-Nya.

Di bawah perjanjian baru ini, Allah akan menuliskan hukum-hukum-Nya di hati manusia dan bukan di loh batu (Yeremia 31:31–34). Yesus berkata bahwa Dia adalah penggenapan perjanjian lama bahkan ketika Dia memulai perjanjian baru (Matius 5:17).

Perjanjian Baru berisi lima kitab narasi—empat

Injil dan Kisah Para Rasul. Injil membahas pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Kitab Kisah Para Rasul menceritakan beberapa kejadian besar yang terjadi pada gereja mula-mula selama 30 tahun berikutnya dan merupakan semacam sekuel dari Injil.

Dua puluh satu surat, atau epistel, setelah Injil dan Kisah Para Rasul. Tiga belas surat di antaranya jelas ditulis oleh rasul Paulus, sedangkan delapan sisanya ditulis oleh rasul lain atau orang lain yang dekat dengan para rasul. Dalam buku terakhir Perjanjian Baru, Wahyu, rasul Yohanes menceritakan nubuat penglihatan tentang Kedatangan Yesus yang Kedua.

Pertama kali Alkitab menyebutkan tentang seseorang yang menuliskan sesuatu adalah ketika Tuhan memerintahkan Musa untuk “tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan” (Keluaran 17:14). Kisah-kisah para leluhur yang ditemukan dalam kitab Kejadian telah diwariskan dari generasi ke generasi dari mulut ke mulut sebelum ini. Pesan-pesan para nabi biasanya disampaikan secara lisan sebelum ditulis.

Narasi mengenai kehidupan dan pelayanan Yesus diulangi secara lisan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dituliskan. Banyak fragmen kuno dari dokumen-dokumen awal Alkitab, beberapa di antaranya berasal dari abad kedua Masehi, telah ditemukan—termasuk banyak salinan dari beberapa bagian. Terjemahan Alkitab yang kita miliki saat ini didasarkan pada salinan-salinan tersebut. ■

MEMBACA ALKITAB SETIAP HARI

Salah satu kebiasaan terbaik yang dapat Anda bentuk adalah meluangkan sedikit waktu setiap hari untuk membaca dan mempelajari Alkitab dan literatur Kristen yang berdasarkan Alkitab. Mulailah dengan meluangkan waktu 15 menit sehari, lalu tingkatkan menjadi 30 menit atau lebih seiring dengan berjalannya waktu. Saat Anda membaca Firman Tuhan dan mencoba mengikutinya, kehidupan Anda akan menjadi lebih dalam, pikiran Anda akan lebih tenang, dan Anda akan memiliki lebih banyak kasih dan pengertian terhadap orang lain. Semua itu tidak terjadi dalam satu hari, tapi itu memang terjadi.

Memiliki proyek membaca yang berkelanjutan— membaca keempat Injil atau Perjanjian Baru atau kitab Mazmur, misalnya—akan membantu Anda memaksimalkan waktu yang Anda dedikasikan setiap hari untuk membaca Firman Tuhan.

Saat membaca seluruh Alkitab, berdoalah memohon Roh Kudus untuk membantu Anda memahami apa yang Anda baca, namun jangan kuatir jika Anda tidak memahami semuanya saat pertama kali Anda membacanya; tidak ada yang begitu. Teruslah membaca. Semakin banyak Anda membaca Alkitab, semakin Anda akan memahaminya, dan sering kali ketika Anda membaca kembali suatu bagian tertentu, Anda akan menemukan makna dan “harta” baru yang belum pernah Anda sadari sebelumnya.

KEEMPAT INJIL

Oleh Peter Amsterdam

Kitab Injil dituliskan beberapa puluh tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus oleh orang-orang beriman di zaman itu. Puji syukur karena catatan mereka tentang kisah Yesus, hidup-Nya, firman-Nya, perbuatan-Nya, dan janji-Nya akan keselamatan tersimpan dan telah dibagikan berulang-ulang kali di sepanjang abad. Dua ribu tahun kemudian, kita masih membaca dan menekuni kitab Injil yang sama seperti yang dibaca dan ditekuni oleh para pembaca yang pertama. Para ahli sejarah mencantumkan tanggal penulisan dari ketiga kitab Injil—Matius, Markus, dan Lukas— antara tahun 45 dan 69 SM, dan yang terakhir, injil Yohanes, pada tahun 90 SM. Sementara tidak ada orang

yang tahu secara persis, Injil Markus pada umumnya dianggap oleh para cendekiawan sebagai kitab Injil yang pertama kali ditulis, Matius dan Lukas ditulis setelahnya, dan Injil Yohanes ditulis puluhan tahun setelah ketiga injil tersebut.

Fokus dari penulis kitab injil bukanlah untuk menyediakan rincian tentang kehidupan Yesus. Sebalik daripada menyajikan perbuatan Yesus secara rinci, seringkali ini disimpulkan dalam frase seperti “Ia menyembuhkan mereka” (Lukas 4:40), atau “pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka” (Markus 1:38–39). Yohanes menulis di akhir kitab injilnya bahwa masih ada banyak yang dilakukan Yesus yang tidak diikut-sertakan dalam injilnya (Yohanes 20:30–31).

Para penulis Injil hanya menggambarkan bagian kehidupan Yesus yang menurut anggapan mereka adalah informasi yang terbaik untuk para pembaca mengetahui siapa Yesus, apa yang dikhotbahkan-Nya, dan apa arti dari kematian dan kebangkitan-Nya serta keselamatan kita. Tujuan utamanya adalah untuk berbagi kabar baik, untuk mengajak orang lain agar mempunyai iman dalam Yesus, dan menyediakan sarana pengajaran untuk orang-orang yang baru percaya mengenai Dia dan pesan yang dibawakan-Nya, sehingga mereka dapat berbagi dengan orang lain.

Sebelum penulisan kitab injil, kebanyakan isinya disampaikan dari mulut ke mulut. Rupa-rupanya ada pula beberapa catatan tentang apa yang Yesus katakan dan lakukan, sebagaimana terbukti dengan apa yang dituliskan oleh Lukas di permulaan injilnya:

“Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar” (Lukas 1:1–4).

Pada saat itu penulisan tentang Yesus dan ajaran-ajaran-Nya menjadi penting karena dua alasan: Pertama adalah karena kitab injil telah disebarkan ke seluruh pelosok Kekaisaran Roma

Poin-poin untuk Direnungkan

HARTA YANG BARU

DAN YANG LAMA

Banyak buku di perpustakaan yang telah saya tinggalkan dan tidak saya baca lagi. Dulu memang bagus, dan begitu juga halnya dengan pakaian yang saya kenakan ketika berusia sepuluh tahun; tetapi sekarang sudah terlalu kecil. Nas Alkitab tidak pernah terlalu kecil; Alkitab semakin luas dan semakin dalam seiring dengan berjalannya waktu.

Charles Haddon Spurgeon (1834–1892), pengkhotbah dan penulis Inggris

Saya menemukan dalam Alkitab kata-kata yang ada dalam benak saya yang paling dalam, lagu sukacita, ungkapan kepedihan yang mendalam dan permohonan atas perasaan malu dan kelemahan saya.

—Samuel Taylor Coleridge (1772–1834), pujangga Inggris

yang besar pada zaman itu. Artinya tidak mungkin bagi para rasul dan orang-orang beriman untuk mengadakan perjalanan ke daerah pedalaman untuk secara pribadi berbagi apa yang telah mereka pelajari ketika duduk dan mendengarkan Yesus. Yang kedua adalah karena saksi mata yang mula-mula sudah semakin lanjut usia, dan beberapa di antaranya sudah menjelang ajalnya. Kisah tentang Yesus, hidup-Nya, dan ajaran-ajaran-Nya harus dituliskan supaya dapat disimpan dan dibagikan melampaui kemampuan dari orang-orang yang menyampaikannya secara lisan.

Dalam paruh pertama abad kedua, mungkin dalam satu atau dua dekade penulisan Injil Yohanes, keempat Injil mulai beredar bersama-sama. Selama periode yang sama, ada juga koleksi tulisan-tulisan lainnya yang beredar di kalangan gereja—isi tulisan-tulisan Paulus, disebut sebagai surat-surat/epistel. Pada waktunya, kitab Kisah Para Rasul menjadi penghubung antara injil dan surat-surat Paulus, yang bila dikombinasikan dengan surat-surat lain akhirnya menjadi Perjanjian Baru. ■

Alkitab adalah batu intan, untaian mutiara, pedang

Roh; bagan yang dipakai oleh orang Kristen untuk berlayar menuju keabadian; peta untuk perjalanan setiap hari; jam bayangan matahari untuk pedoman hidup; neraca untuk mempertimbangkan tindakannya.—Thomas Watson (c.1620–1686), pengkhotbah dan pengarang Inggris

Nampaknya temuan manusia terjadi untuk menegaskan lebih jauh lagi adanya kebenaran yang terkandung di dalam Nas-nas Alkitab yang Kudus.

—Sir William Herschel (1738–1822), astronomer Inggris

Kita harus membuat perbedaan yang besar antara Perkataan Tuhan dan perkataan manusia. Perkataan manusia tidak banyak bergema, mengudara namun tak lama kemudian sirna; tetapi Perkataan Tuhan jauh lebih besar daripada sorga dan bumi, ya, jauh lebih besar daripada kematian dan neraka, sebab daripadanya terbentuk kuasa Tuhan dan berlangsung untuk selama-lamanya.

—Martin Luther (1483–1546), reformer Jerman

Oleh Jason Rae dan Shannon Shayler

Bagaimana membaca Firman Tuhan membuat hidup Anda menjadi lebih baik?

Kebenaran dan kebebasan. Nampaknya ke mana pun kita berpaling, orang menawarkan “kebenaran” dalam bentuk buku baru, program baru, atau produk baru. Siapa yang hendaknya kita percayai—dan seberapa yang diminta dari kita? Nah, Yesus adalah tawaran yang sesungguhnya. “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,” Dia berjanji, “kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:31–32). Anda bisa merasa yakin bahwa Alkitab mengatakan kebenaran, dan Alkitab adalah standar yang dengannya kita bisa mengukur segala sesuatu.

Bertumbuh dalam iman. Iman datang dari pendengaran dan menerima Firman Allah (Roma

KEHIDUPAN

BAIK YANG LEBIH

10:17). Untuk bertumbuh dalam iman kita dan menjadi orang Kristen yang dewasa, kita perlu membaca dan percaya pada Firman Tuhan. Ketika Anda membaca dan menekuni Firman Tuhan dengan pikiran yang terbuka dan hati yang mau menerima, pemahaman dan iman Anda akan bertumbuh.

Hidup dalam sukacita-Nya. Sukacita yang bertahan berasal dari mengikuti teladan Yesus yang disertai kasih dan perintah-perintah-Nya. Yesus berkata, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku. … Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:10–11). Ketika kekecewaan, hambatan, dan rintangan menimpa Anda, meluangkan waktu membaca Firman Allah akan membantu menempatkan segala sesuatu dalam perspektif yang semestinya.

Menemukan kehendak Allah. Allah mempunyai rencana untuk hidup Anda. Dia tahu apa yang terbaik

untuk Anda. Firman Allah yang dicatat di Alkitab adalah kehendak Allah yang dikenal, dan sudah pasti, serta yang terungkap. Jadi, apabila Anda berhadapan dengan keputusan, lihatlah apa yang dikatakan-Nya sebelumnya. Ikutilah pola keputusan Anda seperti situasi yang sama, yang ada dalam Firman, atau pada prinsip-prinsip yang mendasar dari Firman Allah. Anda juga bisa meminta Tuhan agar berbicara langsung ke dalam hati Anda dan memperlihatkan apa kehendak-Nya untuk Anda dalam situasi yang tertentu itu. “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:6 ).

Contoh untuk hidup yang kudus. Alkitab penuh dengan kisah tentang laki-laki dan perempuan biasa yang iman dan kasihnya kepada Tuhan mengantar mereka melalui suka dan duka dan menjadikan mereka hebat dalam pandangan-Nya. Banyak yang dapat dipelajari dan banyak kekuatan dapat diperoleh dari contoh mereka. “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci” (Roma 15:4).

Janji-janji Allah

Oleh Virginia Brandt

Saya tidak dapat melupakan hari ketika

kesadaran saya menjadi sebuah kenyataan, sebuah fakta, bahwa janji-janji Alkitab itu praktis, bahwa janji-janji itu dapat diterapkan pada kebutuhan saya sehari-hari. Ini merupakan sebuah wahyu bagi saya bahwa Tuhan bersungguh-sungguh dengan apa yang Dia katakan dalam banyak janji yang diberikan dalam Firman-Nya, dan bahwa saya dapat beriman kepada janji-janji tersebut dan mempercayai Dia untuk menggenapi janji-janji tersebut.

Firman Allah mengatakan bahwa kita telah dianugerahkan “janji-janji yang berharga dan yang sangat besar,” supaya olehnya kita boleh “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2Petrus 1:4 ). Namun sebelumnya, karena pemahaman saya yang terbatas, bagi saya janji-janji itu hanyalah bahasa nas Kitab Suci yang manis, tidak dimaksudkan untuk diterima dengan serius atau pun diaplikasikan secara praktis.

Janji-janji Allah. Allah telah berjanji dalam Firman-Nya untuk melindungi dan memelihara anakanak-Nya, menyediakan bagi mereka, dan menyertai mereka pada saat-saat kesesakan. Beberapa janji-Nya bersifat universal, seperti misalnya, “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Yang lainnya aslinya dibuat untuk individu tertentu atau sekelompok orang, tetapi Anda bisa menerapkan prinsip-prinsip spiritualnya dan memohon agar Tuhan campur tangan untuk Anda, sebagaimana Dia telah melakukannya dalam hidup orang lain.

Lebih banyak kasih. Sulit untuk mengikut perintah Kristus untuk “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39) ketika “sesamamu manusia”—mereka yang dengannya Anda berinteraksi secara teratur—terkadang adalah orang yang sangat sulit untuk diajak bergaul, apalagi dikasihi. Saat Anda mendekat kepada Allah melalui Firman-Nya, Roh Kudus-Nya akan menolong Anda untuk menjadi lebih pengertian, berbelas kasih, dan bertoleransi terhadap orang lain. ■

Firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah benar dan dapat dipercaya. Ketika saya pertama kali mengetahui hal ini, saya menyadari bahwa Alkitab tidak pernah menjadi sesuatu yang hidup dan penting bagi saya, melainkan semacam gabungan dari kepercayaan, doktrin, kata-kata bijak, dan tinta mesin cetak. Saya belum mengetahui kuasa Firman Tuhan.

Sepanjang hidup saya menganggap diri sebagai orang Kristen, namun tidak pernah benar-benar mempercayai Firman Tuhan, dan saya juga belum pernah bertemu Kristus secara pribadi. Melalui sebuah risalah kecil Injil saya mendapatkan pengalaman yang mulia itu. Kristus datang ke dalam hidup saya untuk memuaskan sepenuhnya. Hilang sudah ketidakpercayaan saya dan perasaan sia-sia serta kekecewaan dalam hidup. Lahirlah dalam jiwa sesuatu yang tidak pernah berubah sejak hari itu dan seterusnya: iman yang teguh dan tak tergoyahkan pada Firman Tuhan.

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8). Apa yang telah dijanjikan-Nya, mampu pula dilaksanakan-Nya (Roma 4:21)!

(Virginia Brandt 1886-1968) adalah seorang penginjil Amerika yang terkemuka, dan salah satu penginjii melalui siaran radio yang pertama di Amerika. ■

IMAN B ESAR SEORANG PRAJURIT

Di kota Kapernaum di Israel, hiduplah seorang perwira terkemuka tentara Romawi, seorang perwira yang bertanggung jawab atas garnisun yang terdiri dari seratus prajurit. Dia dan orang-orangnya terus mengawasi perbuatan Yesus sejak Dia memulai pekerjaan-Nya di sana. Adalah tugas mereka untuk memastikan bahwa orang Galilea ini tidak melakukan atau mengatakan apa pun yang dapat menghasut pemberontakan melawan Roma. Namun setelah mendengar Yesus mengajar orangorang dari waktu ke waktu tentang kerajaan dan kasih Allah, perwira itu mulai menghormati Yesus, menyadari bahwa kerajaan yang Dia bicarakan bukanlah ancaman bagi Roma. Suatu hari ketika hamba terdekat perwira itu sakit keras, dia memikirkan semua yang telah Yesus lakukan bagi orang sakit dan orang lumpuh, dan dia bertanya-tanya, “Mungkinkah Dia dapat menyembuhkan hambaku?” Namun bagaimana dia, sebagai seorang Romawi, dapat meminta bantuan kepada seorang Yahudi pada saat sebagian besar orang Yahudi memandang rendah tentara Kaisar? Mungkinkah Yesus ini, yang dikenal karena kasih dan kepedulian-Nya terhadap semua orang, bersedia membantu seseorang yang berselisih dengan orang Yahudi?

Sebuah Kisah Alkitab yang

“Tentunya aku bisa menghubungi beberapa penatua Yahudi,” ia beralasan, ”orang-orang terhormat yang pernah berurusan denganku, dan mereka dapat berbicara kepada Yesus untukku.” Para tua-tua, yang sangat berhutang budi kepada perwira itu atas kebaikan yang telah ia tunjukkan kepada rakyat mereka, pergi dan memberitahu Yesus tentang permintaan perwira itu, dengan mengatakan, “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami” (Lukas 7:3–5).

Yesus setuju untuk pergi, tetapi ketika Ia mendekati rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya menyampaikan pesan dengan berkata, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang

lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya” (Lukas 7:6–8).

Ketika Yesus mendengar perkataan perwira itu, Dia heran, dan mengatakan kepada mereka yang mengikuti Dia, “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Inilah seorang prajurit Romawi, seorang perwira terkemuka, yang percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan hambanya dari jarak jauh. Dan itulah yang sebenarnya terjadi!

Alkitab mengatakan bahwa Yesus menemui perwira itu di luar rumahnya, dan pada saat yang bersamaan Yesus memujinya karena imannya yang besar, hamba perwira itu dengan serta merta disembuhkan. Yesus berkata, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hamba-Nya (Matius 8:13).

Ada pesan luar biasa bagi kita untuk sekarang ini yang terkandung dalam kisah sejarah sejati tentang Anak Allah di dalam Alkitab. Hari keajaiban belum berlalu! Tuhan masih bekerja untuk merubah kehidupan manusia. Yesus tetap nyata seperti biasanya. Tuhan hidup dan bekerja dengan penuh kuasa di antara mereka yang percaya kepada-Nya. Dia berkata, “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah” (Maleakhi 3:6 ). Dan “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13:8). ■

ALKITAB DAN ANDA

Beberapa tahun yang lalu, saya bertekad untuk membaca seluruh Alkitab, dari depan ke belakang. Saya senang menemukan simetri antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Banyak khotbah dan perikop hebat dalam Perjanjian Baru disampaikan kepada orang-orang yang sangat akrab dengan Perjanjian Lama, dan intinya adalah untuk menetapkan bahwa Yesus adalah penggenapan dari janji-janji dan nubuat-nubuat yang terkandung dalam Perjanjian Lama.

Doa untuk Hari Ini

Baru Setiap Pagi

Terima kasih Engkau memberi kami hari yang indah, dan karena anugerah rakhmat-Mu, yang selalu baru setiap pagi (Imamat 3:22–23). Tuhan, aku berdoa agar Engkau menunjukkan kepadaku tugas yang Engkau ingin agar kulakukan hari ini, hal-hal yang Engkau ingin agar aku lakukan yang berkenan kepada-Mu seraya aku melalui hari ini. Terima kasih karena Engkau adalah segala-galanya dan atas Firman-Mu bagiku. Firman-Mu adalah bagian dari-Mu yang dapat kulihat, kudengar, dan kualami secara pribadi, dan karenanya aku tahu aku melihat, mengenal, dan mendengarkan Engkau—sebab Engkaulah itu. Terima kasih, Yesus, firman-Mu itu roh dan hidup, dan firman-Mu tak akan pernah berlalu (Matius 24:35).

Saya belajar bahwa menekuni Firman Allah adalah salah satu cara terbaik untuk mengenal Dia lebih baik dan membiarkan Dia menyinari hati dan hidup kita. Saya juga mendengarkan podcast para pelajar Alkitab yang serius, dan itu terus memotivasi saya untuk bertumbuh dan belajar lebih banyak tentang apa yang Tuhan katakan kepada saya di halaman-halaman tersebut.

Jika Anda menemukan bagian yang tidak Anda pahami, tanyakanlah kepada teman atau mentor yang lebih terbiasa dengan nas Kitab Suci, atau carilah penjelasan atau narasumber daring. Yang penting adalah bertahan dengan itu. Jadikanlah kebiasaan sehari-hari untuk membuka Alkitab, membaca, merenungkannya, dan membiarkannya meresap ke dalam pikiran dan hati.

Marie Alvero adalah mantan misionaris di Afrika dan Mexico. Kini ia, bersama suami dan anak-anaknya, berada di Central Texas, A.S ■

MASA DEPAN DIUNGKAPKAN DI ALKITAB

Alkitab penuh dengan banyak nubuat dan prediksi tentang masa depan yang ditulis oleh para nabi Allah ribuan tahun yang lalu. —Nubuat yang secara akurat menggambarkan kondisi dunia dan peristiwa yang terjadi di dunia kita saat ini. Kita sekarang hidup dalam periode waktu yang Alkitab sebut sebagai hari-hari terakhir, yang mengacu pada periode sejarah manusia sebelum Kedatangan Kedua Yesus Kristus dan kerajaan yang akan Dia dirikan di bumi.

Alkitab memperingatkan kita bahwa pemerintahan tunggal dunia yang kuat akan muncul pada akhir hari-hari terakhir, yang dipimpin oleh seorang diktator yang dikenal sebagai Antikristus, yang mencoba memaksa seluruh orang di dunia untuk menyembah dia. (Lihat 2Tesalonika 2:2–12.) Orang-orang yang telah menolak Yesus Kristus akan tertipu oleh Antikristus ini dan akan diberikan “tanda Binatang itu” di tangan kanan atau dahi mereka. Tanpa tanda atau nomor Binatang itu, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk membeli atau menjual. Alkitab menyampaikan bahwa nomornya adalah 666 (Wahyu 13:16–18). Tujuh tahun pemerintahan Antikristus akan mendatangkan masa kesusahan terburuk yang pernah ada di dunia. (Lihat Matius 24.)

Namun pada masa paling kelam dalam sejarah dunia ini, fajar paling terang akan tiba-tiba muncul! Karena pada akhir pemerintahan Antikristus, Yesus Kristus Sendiri akan datang kembali “di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” untuk menyelamatkan anak-anak-Nya dari penganiayaan Antikristus dan bala

tentaranya (Matius 24:29–31). Semua orang Kristen yang telah meninggal kemudian akan menerima tubuh kebangkitan yang abadi dan akan bangkit dari kuburnya. Mereka yang masih hidup di bumi akan langsung berubah ketika mereka menerima tubuh kekal yang baru juga. Lalu kita semua akan naik ke langit “menyongsong Tuhan di angkasa” (1Tesalonika 4:14–17).

Setelah kita semua bersatu di surga, Kristus dan para pengikut-Nya akan kembali ke bumi untuk mengalahkan kekuatan Antikristus dalam Pertempuran Harmagedon yang supernatural (Wahyu 19:11–17). Kemudian Yesus dan semua anak-anak-Nya yang telah bangkit akan mengatur dan menjalankan dunia dengan kebenaran, keadilan, dan kebajikan—kerajaan Allah di bumi (Wahyu 20:4).

Setelah seribu tahun pemerintahan Kristus yang menakjubkan di bumi ini, kota surgawi Allah yang agung akan turun ke bumi baru yang indah dan diciptakan kembali di mana kita semua akan hidup bersama-Nya untuk selama-lamanya (Wahyu 21:1–7). Dan itu adalah akhir yang menggembirakan.

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.—Wahyu 21:3–4 ■

Alkitab lebih dari sekadar sejarah interaksi Allah dengan individu, masyarakat, dan umat manusia pada umumnya. Itu juga ditulis untuk masa kini dan membahas kekuatiran dan masalah yang banyak dari kita hadapi saat ini dengan kata-kata arahan, penghiburan, dan kepastian.

Ketidakamanan dalam Bidang Keuangan

Matius 6:31–33 : Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Filipi 4:6 : Jangan kuatir tentang apa pun. Beritahu Tuhan apa yang Anda butuhkan, dan ucapkan terima kasih atas semua yang telah Dia lakukan.

Keputus asaan

Mazmur 42:11 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Mazmur 55:22: Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Masa-masa krisis

Mazmur 46:1–3 : Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di

DORONGAN SEMANGAT SETIAP HARI

dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya

Ibrani 4:16: Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Kesepian

Mazmur 23:1–3: TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku.

Ulangan 31:8 : Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Stres dan tegang

Matius 11:28–30: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Galatia 6:9: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Pengharapan akan masa depan

Yeremia 29:11 : Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Roma 15:13: Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. ■

Bacaan Yang Menguatkan

MERCU SUAR

Firman-Ku bagaikan lampu mercu suar, bersinar di kegelapan untuk memandu kapal-kapal melalui lautan yang terkadang gelap dan berbadai hingga tiba di pelabuhan-Ku yang aman. Aku menempatkannya di pantai, menghadap ke laut, supaya sebanyak mungkin dapat melihat terang itu dan mendekat kepada-Ku.

Kamu bagaikan kapten kapal yang mengemudikan kapal melalui laut yang airnya yang bergejolak di malam yang gelap. Jika tidak ada penerangan, kamu tidak dapat melihat garis pantai dan kapalmu dapat kandas di batu karang atau pun tersesat.

Tetapi karena Aku mengasihi kamu, maka Aku mengirim

Firman-Ku bagaikan lampu yang besinar dengan terang, berasal dari mercu suar untuk membantu kamu menemukan di mana posisimu. Terang-Ku menyinari tempat-tempat berbahaya dan mengarahkan kamu menuju jalan pulang.

Gunakanlah itu sebagai terang dan pemandumu, sehingga kamu dapat tiba di pelabuhan dengan selamat tak peduli betapa pun gelapnya malam itu atau seberapa dahsyatnya badai itu.

Teriring Kasih dari Yesus

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook