Skip to main content

activated-basic-course-02_id

Page 1


berkobar

SEKALI DISELAMATKAN, SELALU SELAMAT

Menemukan keselamatan

abadi

Rencana Tuhan

Begitu besar kasih Allah

akan dunia ini

Lebih Sedikit

Lebih baik

Hal-hal yang bermakna

Sumber Sukacita

Kasih tanpa syarat

Pelajaran Dasar Berkobar 2 • Keselamatan Abadi

b erkobar

Dari Meja Redaksi

Sekali Diselamatkan, Selalu Selamat Ada orang-orang yang selama hidupnya merasa tidak aman. Mereka tidak pernah yakin, tak peduli apa pun yang mereka lakukan atau tidak lakukan, apakah mereka akan masuk sorga nantinya. Ini cukup membuat orang sangat gugup—dan saya pernah membaca memang ada seseorang yang demikian.

Orang ini sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan berusaha sebaik mungkin untuk hidup sesuai dengan ajaran Yesus. Akan tetapi dia tidak dapat hidup sesuai dengan standar orang lain, apa yang menurut mereka akan memberikan keselamatan. Menurut mereka, setiap kali dia berbuat salah atau berpikiran yang tidak kudus, keselamatannya hilang dan dia kembali lagi ke permulaan, seorang pendosa yang tersesat.

Akhirnya orang itu menderita gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit. Selagi masa pemulihan di rumah sakit, dia banyak meluangkan waktu untuk membaca Alkitab. Pada suatu hari dia membaca Efesus 2:8–9: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”— dan pada akhirnya dia mengerti. Keselamatan tidak bergantung pada apa yang telah dilakukannya atau yang dapat dilakukannya, melainkan hanya dengan percaya bahwa Yesus mati untuk orang-orang berdosa seperti dirinya. Orang itu sangat gembira tentang kebenaran yang sederhana tadi sehingga dia dengan serta merta merasa lebih baik dan mulai berbagi temuannya itu dengan orang-orang di sekitar dia: “Tahukah Anda bahwa Anda hanya harus percaya saja untuk bisa diselamatkan? Percaya saja! Anugerah Tuhan tanpa tambahan apa-apa!”

Dan orang itu benar! Kita diselamatkan karena kasih karunia berdasarkan iman—bukan karena pekerjaan baik kita, atau karena kita sempurna, atau penebusan dosa sendiri, atau karena mentaati peraturan yang berkepanjangan. Yesus sudah melaksanakan semuanya! Dan sama seperti Anda diselamatkan karena kasih karunia, Anda juga dipelihara karena kasih karunia. Anda tidak harus kuatir bahwa keselamatan itu akan hilang, sebab keselamatan itu tidak dapat hilang! Sekali Anda sudah diselamatkan, Anda selalu selamat! Redaktur

Untuk informasi lebih lanjut tentang Berkobar, kunjungi website atau kirim email.

Website: activated.org

Email: activated@activated.org

Indonesia: Email: h4m.hungry4more@gmail.com

© 2024 Activated. Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang.

Desain oleh Gentian Suçi.

KESELAMATAN ABADI

Alkitab mengatakan bahwa “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini”—Anda dan saya—“ sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Allah begitu mengasihi Anda sehingga Ia memberikan Yesus, yang menderita dan mati demi dosa-dosa segenap umat manusia. “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1Yohanes 4:9). Yesus adalah perwujudan dari kasih Allah.

Ada beberapa orang yang bertanya, “Mengapa Anda tidak bisa mengabaikan Yesus saja? Mengapa Anda harus menggunakan nama itu? Mengapa Anda tidak bisa

mengatakan Allah saja dan hanya berbicara tentang Allah? Maka kita bisa menerimanya dengan lebih mudah, jika Anda tidak bersikeras menggunakan nama Yesus itu.”

Jika Yesus benar-benar adalah Anak Allah, dan Allah telah memilih Yesus untuk mengungkapkan Diri-Nya kepada dunia dan memperlihatkan kasih-Nya, maka Allah Sendiri yang bersikeras akan hal itu. Yesus Sendiri mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Tak seorang pun di antara kita yang benar-benar dapat memahami betapa agung dan menakjubkan serta mengagumkannya Allah Bapa kita, yang jauh melampaui pikiran manusia, karena Dia dan Roh-Nya melampaui seluruh alam semesta. Namun Dia telah bersedia

mengirimkan Anak-Nya kepada kita, Yesus Kristus, untuk menunjukkan kepada kita seperti apa Dia. Inilah kehendak Allah yang paling penting bagi setiap orang: mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan percaya kepadaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat serta menerima kasih-Nya, yang dinyatakan dalam kematian-Nya di kayu salib ketika Dia menanggung hukuman atas dosa-dosa kita yang dituntut oleh hukum Allah yang sempurna, agar kita dapat diampuni dan diselamatkan.

Mengapa kita harus diampuni? Sebab kita semua berdosa. Alkitab mengatakan bahwa “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23), dan “upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Keselamatan oleh karena kasih karunia

Pertama-tama kita harus mengakui bahwa kita tahu kita adalah orang berdosa. Namun kita mungkin tergoda untuk mengatakan, “Aku cukup baik. Tuhan pasti akan memuji aku karena aku cukup baik, setidaknya jauh lebih baik daripada banyak orang lainnya.” Itu tidak cukup, karena Anda tidak bisa masuk surga kecuali Anda sempurna, dan tidak ada seorang pun yang sempurna.

Mustahil bagi kita untuk menjadi sempurna atau menaati hukum Allah yang sempurna dalam Alkitab dan Sepuluh Perintah Allah. Hanya Yesus yang sempurna, dan itulah sebabnya Dia dapat membayar harga dosa kita melalui kematian-Nya, dan Tuhan dapat mengampuni kita, karena Yesus menanggung hukuman kita. Kita tidak akan pernah bisa memperolehnya. Kita semua telah berdosa, kita semua membutuhkan kasih dan belas kasih Allah untuk diselamatkan, dan kita menemukan kasih dan belas kasih itu di dalam Yesus Kristus.

Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri melalui perbuatan kita sendiri, kebaikan kita sendiri, upaya kita sendiri untuk mentaati hukum Tuhan dan mengasihi Dia, atau upaya kita sendiri untuk menemukan dan mengikuti kebenaran-Nya. Keselamatan adalah anugerah Allah yang terwujud melalui transformasi hidup kita ketika kita menerima kebenaran-Nya dalam kasih Anak-Nya Yesus melalui karya Roh Kudus-Nya.

Berapa kali kita hadir di gereja atau berapa banyak doa atau apa pun itu tidak bisa menyelamatkan kita; hanya Yesus yang menyelamatkan. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12).

Hanya Yesus yang dapat membebaskan kita dari dosa dan kuasanya serta penghukumannya. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yohanes 1:9). Tanpa mempedulikan apa pun yang telah Anda lakukan!

Kelahiran kembali

secara spiritual

Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3). Pada waktu Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat, secara spiritual Anda dilahirkan kembali dan menjadi “ciptaan baru” dalam Kristus

Yesus. “Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2Korintus 5:17).

Sekali Anda sudah menerima Yesus, Dia tidak akan pernah mencampakkan Anda (Yohanes 6:37). “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yohanes 10:28). Keselamatan ada untuk selama-lamanya. Sekali Anda sudah “dilahirkan kembali” sebagai anak-Nya, Anda akan selalu menjadi anak-Nya. Anda tidak bisa tidak dilahirkan. Anda tidak bisa kehilangan keselamatan Anda. “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:36).

Tentu saja, kita harus berupaya untuk membentuk pola hidup kita sesuai dengan kehendak Tuhan dan Firman-Nya, dan mengikuti teladan yang Yesus berikan kepada kita dalam mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Tapi Anda tidak bisa menyelamatkan diri Anda sendiri. Yesus melakukan hal itu sekali dan selamanya, dan anugerah-Nya adalah kehidupan kekal! Kasih karunia ditambah iman tidak ditambah apa pun. Itu adalah keselamatan!

Hidup baru, Anda yang baru

Ketika Anda menerima Yesus, seluruh hidup Anda akan diubah, dan akan terjadi transformasi. Anda mungkin sebenarnya merasa berbeda dan berpikir secara berbeda serta mengalami kedamaian dan kegembiraan yang lebih besar daripada sebelumnya. “Anda yang lama” telah berlalu dan muncullah “Anda yang baru”, yang jauh lebih baik dan lebih bahagia dari sebelumnya.

Masuknya Yesus ke dalam hidup Anda tidak hanya memperbaharui dan menyucikan serta memperbaharui semangat Anda, namun juga memperbaharui pikiran Anda, memutus ikatanikatan dan refleks-refleks lama, dan secara bertahap membangun kembali dan memperlengkapi Anda menjadi seseorang dengan pandangan hidup yang benar-benar berbeda.

Yesus berjanji bahwa jika Anda percaya pada-Nya dan menerima-Nya, Dia akan masuk. “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kis. 16:31). Semoga Anda mengalami kasih dan keselamatan-Nya—sekarang dan untuk selama-lamanya! ■

permulaan baru

Sebagai anak seorang pengacara yang sukses, saya bertumbuh dalam suasana yang menyenangkan. Ketika masih remaja orang tua saya menyekolahkan saya di sekolah bergengsi. Karena ketertarikan saya akan dunia seni, saya dikirim ke sekolah khusus untuk seni dan pendidikan akademis. Saya memperoleh beasiswa di the Ontario College of Art karena karya seni dan pencapaian akademis saya, perguruan tinggi yang paling bergengsi di Kanada.

Ketika saya masuk ke perguruan tinggi, saya ditempatkan pada semester ke-6 dari keseluruhan 8 semester—di dalam sejarah hanya ada satu mahasiswa lain, yang pernah ditempatkan seperti ini. Pada akhir semester ke-8, saya menerima beasiswa lagi dan diberi hibah untuk berkelana. Setelah kembali dari perjalanan panjang ke Eropa, saya dipekerjakan oleh The Canadian Broadcasting Corporation, di mana saya bekerja selama empat tahun sebagai graphic designer. Saya juga adalah pekerja lepas sebagai ilustrator untuk agen top di New York dan surat kabar, majalah, penerbit, TV dan perusahaan animasi.

Saya berhasil menaiki tangga sukses dalam bidang saya, tetapi tidak cukup; hati saya tidak puas. Saya mulai memahami bahwa “hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Lukas 12:15). Saya mulai melihat bahwa barang-barang yang saya miliki, memiliki saya. Saya ingin menemukan arti hidup yang sesungguhnya.

Kemudian pada malam di musim dingin, di tepi jalan di Toronto, Kanada, saya bertemu seorang asing, yang dalam waktu kurang dari satu jam menjelaskan bab-bab dari Alkitab yang merubah hidup saya dengan cara yang sangat mendalam. Malam itu saya meminta Yesus untuk masuk ke dalam hati dan saya menemukan kekayaan yang luar biasa—Yesus dan Firman Tuhan.—Michael, dari Kanada ■

RENCANA

TUHAN

Inti dari ajaran di Perjanjian Baru dapat ditemukan pada salah satu ayat yang paling indah di nas Kitab Suci: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Ayat ini mengungkapkan kebenaran yang menakjubkan bahwa Pencipta alam semesta mengasihi umat manusia sedemikian rupa sehingga Ia mengirimkan Anak-Nya Yesus menjadi manusia dan mati menggantikan kita karena dosa-dosa yang kita lakukan, sehingga kita tidak harus menderita hukuman karena dosa-dosa tersebut meskipun kita layak menerimanya. Kita memiliki peluang untuk menerima hidup yang kekal karena Yesus sudah membayar harga atas dosa-dosa kita melalui pengorbanan-Nya.

Rencana Tuhan untuk keselamatan, yang telah diputuskan sebelum dunia diciptakan, berakar pada kasih Tuhan terhadap umat manusia. Dia membuat cara bagi kita agar diselamatkan dari konsekuensi akhir dosa—kematian spiritual dan terpisah dari Allah di kehidupan yang berikutnya, yang disebut sebagai neraka di nas Kitab Suci.

Ada orang-orang yang berpemikiran bahwa Tuhan adalah Tuhan yang kejam dan pemarah:

bahwa Dia menghakimi orang dengan kejam karena secara pribadi Dia tersinggung sebab mereka berdosa terhadap-Nya, dan oleh karena itu dengan egois Dia bersikeras agar mereka dihukum. Gambaran yang sesungguhnya sangat berbeda. Sebab sifat Tuhan termasuk atribut kekudusan, kebenaran, keadilan, dan kemarahan, untuk bisa setia kepada sifat ilahi-Nya, Dia harus menghakimi dosa.

Sifat ilahi-Nya juga mencakup atribut kasih, belas kasih, dan anugerah. Kehendak-Nya adalah agar tidak ada yang binasa (2Petrus 3:9), dan untuk itu Dia telah membuat cara di mana manusia dapat ditebus. Penebusan itu berakar pada kasih-Nya, karena “begitu besar kasih Allah akan dunia.”

Rencana keselamatan Allah adalah manifestasi dari rakhmat dan kasih-Nya bagi umat manusia. “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1Yohanes 4:10).

Tuhan tahu, sebelum menciptakan alam semesta, bahwa manusia yang diciptakan dengan kehendak bebas akan berbuat dosa, jadi Dia membuat cara untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman atas dosa melalui rencana-Nya tentang keselamatan. Keinginan Tuhan adalah untuk menyelamatkan manusia, untuk menebus mereka, untuk mendamaikan mereka dengan Dia. Dia tidak berkewajiban menyelamatkan kita; Dia bisa saja membiarkan semua manusia menderita hukuman dosa, tetapi

Oleh Peter Amsterdam

Dia tidak melakukannya. Dalam kasih-Nya bagi kita, Allah menciptakan cara untuk menebus kita. Tuhan memiliki rencana keselamatan sejak awal, yang mulai dimainkan dengan dosa pertama Adam dan Hawa dan mencapai puncaknya dalam kematian dan kebangkitan Yesus.

Karena Allah adalah Pencipta yang maha tahu, tidak mengherankan bagi-Nya ketika Adam dan Hawa berbuat dosa. Dia tahu bahwa atas kemauan sendiri mereka akan memilih untuk membangkang-Nya, dan dengan pengetahuan-Nya tentang masa depan, Dia telah merancang rencana-Nya tentang keselamatan.

Rencana-Nya tentang keselamatan termasuk memanggil suatu bangsa, Israel, yang kepadanya Dia akan menyatakan diri-Nya dan memberikan perintah-perintah-Nya. Melalui kata-kata-Nya yang diucapkan kepada bangsa Israel Allah mengungkapkan pengetahuan tentang diri-Nya, satu-satunya Allah yang benar, dan hukum-Nya. Israel menjaga dan mewariskan wahyu-Nya dari generasi ke generasi, dengan demikian memastikan pelestariannya. Perjanjian Lama bukan hanya berisi nubuatan tentang kehidupan dan misi Mesias, tetapi juga banyak tanda tentang keselamatan yang akan datang melalui Anak-Nya yang berinkarnasi.

Rencana keselamatan Allah melalui kematian dan kebangkitan Yesus adalah rencana penebusan-Nya bagi manusia sebelum manusia diciptakan. Di dalam Perjanjian Lama Dia mulai mengungkapkan rencana-Nya; dan kemudian di zaman Perjanjian Baru ketika Yohanes Pembaptis memproklamirkan, “Lihatlah Anak domba Allah,

Rencana Allah untuk keselamatan,

yang telah diputuskan sebelum penciptaan dunia, berakar pada kasih Allah untuk umat manusia.

yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29), rencana-Nya secara menyeluruh mulai diungkapkan selengkapnya.

Penggenapan rencana penebusan Allah melalui kematian Yesus, pengorbanan diri-Nya menggantikan kita dengan mencurahkan darah-Nya untuk dosa-dosa kita, berulang kali dibicarakan di sepanjang Perjanjian Baru. Dia adalah Penebus yang menyelamatkan kita dari perbudakan dosa. Kematian dan kebangkitan-Nya adalah pemenuhan dari rencana penebusan Allah. Tuhan telah berperilaku suci, benar, dan adil bagi ciptaan-Nya. Dia penuh kasih, penyayang, dan murah hati. Dan kita adalah penerima manfaat dari pengorbanan terbesar yang pernah dibuat.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.—Efesus 1:7–10

Peter Amsterdam dan istrinya, Maria Fontaine, adalah pemimpin dari the Family International, sebuah komunitas beriman Kristen. ■

Bacaan yang Menguatkan

MENGAPA ALLAH MENGIRIM YESUS

Di dalam Yesus kita melihat seperti apa Allah itu.

Kolose 1:15: Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.

Ibrani 1:3: Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.

Dengan mengenal Yesus, kita bisa mengenal dan memahami Allah.

Yohanes 14:7–9: Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. … Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.

Yohanes 14:23–24: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. … Dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan mengirimkan Yesus ke bumi.

Roma 5:6–8 : Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati —. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

1Yohanes 4:9–10: Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Yesus datang untuk memproklamirkan kebenaran.

Yohanes 18:37: Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.

Yohanes 14:6: Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Yesus menunjukkan kasih Allah kepada kita dengan mati bagi kita.

Yohanes 10:11: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Yohanes 15:13: Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Untuk mendamaikan kita dengan Allah, supaya kita bisa memiliki hidup yang kekal.

Lukas 19:10: Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Yohanes 3:17: Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. ■

Lebih sedikit lebih baik

Saya ingat dengan jelas waktu itu saya berusia dua puluhan. Duduk di ruang tamu yang nyaman di rumah keluarga kami, yang merupakan keluarga kelas menengah atas, saya merasakan kehampaan dan kegelisahan yang tidak dapat diredakan oleh lingkungan mewah atau gawai di sekitar saya. Dalam momen singkat itu, saya merasakan kebenaran yang kuat bahwa materi tidak dapat sepenuhnya memuaskan atau memberi kita kebahagiaan. Saya menyadari bahwa roh kita tidak akan pernah puas sampai roh itu bersatu dengan Roh yang agung dan penuh kasih yang menciptakannya. Seperti yang dikatakan Agustinus kepada Tuhan dalam otobiografinya yang berjudul Confessions, “Engkau telah menjadikan kami untuk diri-Mu sendiri, dan hati kami gelisah sampai ia beristirahat di dalam Engkau.”

Kita terus-menerus dibombardir dengan iklan yang menawarkan agar membeli barang-barang yang lebih baru dan lebih baik. Tidak peduli jika kita sudah puas dengan apa yang kita miliki, atau sudah memiliki lebih banyak barang daripada yang kita butuhkan, atau tidak mampu membeli lebih banyak. Dikatakan bahwa hal-hal yang lebih baik akan membuat hidup kita lebih baik! Tapi selain membuat hidup kita lebih stres, konsumerisme juga memberi tekanan besar pada planet kita. Mahatma Gandhi berkata, “Di bumi ada cukup untuk kebutuhan semua orang, tetapi tidak cukup untuk keserakahan semua orang.”

Thomas à Kempis (1380-1471) mengatakan bahwa “kebahagiaan manusia tidak terdiri dari kelimpahan harta

dunia ini, karena sedikit harta sudah cukup untuknya.”

Pada kurun waktu yang lebih baru, Henry David Thoreau (1817-1862) menggaungkan yang berikut ketika dia berkata, “Hidup kita hancur oleh rincian. Sederhanakanlah, sederhanakanlah, sederhanakanlah!” Saya juga mendapati bahwa memiliki terlalu banyak barang membuat saya tidak dapat menikmati apa yang saya miliki sepenuhnya, dan bahwa kesenangan hidup yang paling sederhana, yang tidak memakan banyak biaya, memberi kita kebahagiaan terbesar.

Di kitab Yesaya, Tuhan berkata, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?” (Yesaya 55:1–2). Kita diciptakan sebagai makhluk abadi; itulah sebabnya materi yang sementara membuat kita merasa hampa.

Harta terbesar dan paling berharga yang pernah kita miliki adalah kehidupan kekal melalui iman kepada Yesus Kristus, Anak Allah. Yesus berkata, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35). Hanya Tuhan yang bisa memuaskan roh kita yang haus dan lapar, karena Dia menciptakan kita dengan ruang di hati kita yang hanya bisa diisi olehNya. Kita menikmati kepuasan itu dalam batin ketika kita memperdalam hubungan kita dengan-Nya.

Uday Paul adalah penulis lepas, relawan, dan guru yang berbasis di India. ■

Oleh Uday Paul

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Tentang KESELAMATAN

Siapa yang memerlukannya?

Kebanyakan orang pada umumnya berpikir bahwa Tuhan menilai berdasarkan apa yang dilakukan kebanyakan orang. Jika Anda berusaha menjadi orang baik dan tidak melakukan terlalu banyak kesalahan yang serius, mungkin Anda akan mendapat nilai rata-rata atau di atas rata-rata sewaktu Anda mati, melewati jalur kehidupan, dan masuk ke Sorga; jika Anda berada di bawah nilai rata-rata, Anda gagal dan yah …

Mungkin terdengar seperti kesepakatan yang cukup adil, terutama jika Anda menganggap Anda lebih baik daripada kebanyakan orang, tetapi menurut Alkitab, bukan begitu.

Tidak ada seorang pun dari kita yang layak masuk ke Sorga. Alkitab mengatakan, “Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa” (Pengkhotbah 7:20). Barangsiapa berpikir bahwa dia cukup baik untuk bisa masuk ke Sorga dengan mengandalkan kekuatannya sendiri pastilah membodohi dirinya sendiri—dan ia akan kehilangan pemberian Tuhan yang paling besar.

Anda tidak bisa cukup baik. Anda tidak dapat memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri atau bekerja untuk

bisa masuk ke Sorga. “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya” (Titus 3:5 ).

Jadi siapa yang memerlukan keselamatan? Semua orang!

Apa yang diminta dari saya?

“Tentunya ada persyaratannya,” Anda mungkin berpikir. “Pasti saya harus melepaskan sesuatu, bekerja keras, berbuat sesuatu untuk layak menerima keselamatan.” Tidak, tidak ada—dan itulah yang indah tentang keselamatan! “Pemberian Allah” (Efesus 2:8). Jika Anda harus bekerja untuknya atau membayarnya, maka itu namanya bukan pemberian.

Keselamatan bukanlah upah untuk pekerjaan yang baik. Pekerjaan baik Anda tidak dapat membawa Anda masuk ke Sorga, demikian pula perbuatan buruk

Anda tidak akan menjerumuskan Anda ke Neraka jika Anda sudah meminta dan

Jawaban dari Pertanyaan Anda

menerima pengampunan Tuhan melalui pengorbanan Yesus. Anda hanya harus menerima kenyataan bahwa Anda tidak mungkin cukup membayar jalan ke Sorga, kemudian dengan rendah hati menerima pemberian dari Tuhan. Sesederhana itu.

Apakah dosa itu?

Kata dalam bahasa Ibrani yang paling umum digunakan untuk dosa dalam

Perjanjian Lama didefinisikan sebagai “meleset dari tujuan atau jalan yang benar dan kewajiban, meleset dari sasaran, menyimpang dari jalan tersebut.”

Perjanjian Lama juga menggunakan kata dosa yang diterjemahkan sebagai pelanggaran terhadap kehendak Tuhan, pemberontakan, dan penyesatan.

Perjanjian Baru menggunakan berbagai kata ketika berbicara tentang dosa, yang diterjemahkan sebagai perbuatan salah, penyimpangan dari kebenaran, ketidakbenaran hati dan kehidupan, ketidakpercayaan, dan ketidaktaatan yang disengaja.

Adakah dosa yang terlalu buruk untuk diampuni oleh Tuhan?

Tuhan berkehendak untuk bebas mengampuni semua orang atas perbuatan salah

yang pernah dilakukannya. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yohanes 3:17). Dia berkehendak untuk mengampuni setiap orang, dan cara untuk memperoleh pengampunan-Nya adalah dengan percaya kepada Yesus (Kis. 16:31).

Apabila orang mendengar kebenaran—rencana Tuhan akan pengampunan dan keselamatan melalui pengorbanan Yesus—jika mereka percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, dosa-dosa mereka diampuni. Tetapi jika mereka dengan keras kepala tidak mau menerima pengampunan-Nya, maka tangan Tuhan terikat. Tuhan memberikan keagungan untuk memilih kepada setiap orang, dan Dia tidak akan mengesampingkan pilihan mereka untuk menolak tawaran-Nya.

Tentu saja jika seseorang menolak ketika pertama kali mendengarnya, bukan berarti orang itu tidak akan diberi kesempatan lagi untuk membuat keputusan yang benar. Banyak orang memperoleh kesempatan lebih dari satu kali. Tetap saja, Alkitab mengatakan, “Waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu” (2Korintus 6:2 ). “Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14 ).

Mengapa harus Yesus?

“Mengapa saya harus meminta Yesus masuk ke dalam hati saya?” Anda mungkin bertanya.“Mengapa saya harus memakai nama itu? Mengapa saya tidak bisa berdoa kepada Allah dan mendapatkan keselamatan dengan cara itu, melalui nama-Nya?” Sebab Yesus adalah Satu-satunya yang datang ke bumi dan memberikan hidup-Nya untuk Anda dan saya. Yesus berkata, “Akulah pintu”—menuju ke rumah Bapa-Nya, kerajaan Allah. “Barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yohanes 10:9). Jadi jika Anda ingin masuk ke surga, Anda harus melalui Yesus, pintu yang terbuka.

Lalu bagaimana dengan penganut agama lain di seluruh dunia? Apakah mereka bisa diselamatkan? Bisa, mereka semua bisa diselamatkan tanpa menghiraukan agama mereka. Bahkan jika mereka tidak mempunyai agama, mereka masih dapat diselamatkan—tetapi hanya melalui Yesus.

Bisakah saya kehilangan keselamatan?

Tidak! Salah satu hal yang paling menakjubkan tentang anugerah keselamatan adalah sekali Anda sudah menerima Yesus di dalam hati, Dia sudah masuk ke dalam hidup Anda dan akan menyertai Anda untuk selama-lamanya. Yesus sudah bersabda bahwa Dia sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan Anda, dan bahwa Dia akan senantiasa menyertai Anda bahkan hingga ke ujung dunia (Ibrani 13:5; Matius 28:20). Tidak ada sesuatu apa pun yang Anda ucapkan atau lakukan, yang akan menepis janji-janji yang indah itu.

Yesus tahu bahwa Anda tidak sempurna dan tidak akan pernah sempurna—dan Dia tetap saja mengasihi Anda! Ketika Dia mengampuni dosa-dosa Anda, Dia bukan saja mengampuni dosa dari masa lalu tetapi juga dosa sekarang ini dan dosa yang akan Anda lakukan di masa yang akan datang. Kehidupan abadi bukanlah sesuatu yang kadang-kadang—diselamatkan dan terhilang kemudian diselamatkan lagi, setiap kali

Anda membuat kesalahan dan meminta pengampunan. Tidak ada yang demikian! Sekali sudah diselamatkan, Anda diselamatkan untuk selama-lamanya! ■

MENERIMA ROH KUDUS

Barangsiapa menerima Yesus sebagai

Juruselamatnya, yang sudah diselamatkan dan dilahirkan kembali, menerima sejumlah Roh Kudus. Faktanya, Anda tidak dapat diselamatkan tanpa Roh Kudus, sebab keselamatan adalah karya Allah, di mana Alkitab menyebutnya sebagai “orang yang lahir dari Roh” (Yohanes 3:8).

Yesus berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci, ‘Dari dalam hatinya akan mengalir aliranaliran air hidup.’ Yang dimaksudkan-Nya ialah roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan” (Yohanes 7:38–39).

Tidak lama sebelum penyaliban dan kebangkitan-Nya, Yesus menjanjikan murid-murid-Nya bahwa Dia akan akan mengirimkan penghibur dan penasihat bagi mereka, Roh Kudus, yang akan menguatkan, memberi kuasa, membimbing dan menuntun dalam kehidupan spiritual mereka dan hubungan dengan-Nya. “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. … Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 14:26; Yohanes 16:13).

Menerima pengurapan, pemenuhan, atau baptisan Roh Kudus mungkin merupakan pengalaman selanjutnya setelah keselamatan. Di kitab Kisah Para Rasul, rasul Paulus bertanya kepada beberapa murid-murid yang ditemuinya, “‘Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?’ Akan tetapi mereka menjawab dia: ‘Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus’” (Kis. 19:2).

Kata dalam bahasa Yunani baptizo berarti tertutup sepenuhnya atau terendam sepenuhnya. Jadi “dibaptis” dalam Roh Kudus artinya dipenuhi hingga berkelimpahan oleh Roh Tuhan. Kita semua tentunya membutuhkan baptisan Roh Kudus untuk menjalankan kehidupan sebagai murid Yesus.

Baptisan Roh Kudus adalah baptisan kasih—kasih untuk yang tersesat, cukup kasih untuk mewarta, cukup kasih untuk memenangkan orang lain kepada Tuhan, kasih untuk segenap manusia dan menginginkan keselamatan bagi mereka. Pada saat yang bersamaan, baptisan Roh Kudus adalah baptisan dari kuasa Allah, kuasa yang memungkinkan Anda untuk bisa memberitakan tentang Yesus, menjadi saksi, berbagi injil dengan orang lain. Apabila Anda merasa terdorong untuk memberitahukan seseorang tentang Yesus—ini adalah akibat dari baptisan Roh Allah. Yesus berkata kepada muridmurid-Nya, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku” (Kis. 1:8). Kita membaca tentang kuasa untuk mewarta ini di kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru, di hari Pentakosta ketika murid-murid pertama menerima Roh Kudus, dan mereka bangkit berdiri dan dengan lantang mewarta kepada orang-orang itu, sehingga menghasilkan keselamatan dari 3.000 jiwa. (Lihat Kisah Para Rasul pasal 2.)

Petrus, yang tadinya ketakutan ketika Yesus ditangkap sehingga dia menyangkal Yesus tiga kali, mewarta dengan tidak mengenal takut dan dengan lantang kepada orang banyak itu setelah dia dipenuhi oleh Roh Kudus. Ini

memperlihatkan bahwa apa pun yang telah dituntaskan oleh Petrus bukanlah dari dirinya sendiri, melainkan dari Kristus yang mula-mula hidup bersamanya kemudian hidup di dalam dirinya. “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (2Korintus 4:7). Kita semua membutuhkan baptisan Roh Kudus untuk memiliki kasih, kuasa, dan kekuatan agar kita bisa menjadi seperti apa yang diinginkan-Nya.

Seperti halnya keselamatan, kita menerima Roh Kudus karena iman—yang artinya kita tidak selalu melihat bukti karya Roh Kudus dalam hidup kita dengan serta merta. Roh Kudus akan mewujudkan diri-Nya dalam hidup Anda—mungkin pada saat itu juga atau mungkin setelah itu. “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1Korintus 12:7).

Setelah Anda menerima pengurapan ilahi dari Roh Allah, jika Anda terus tinggal dalam Firman Allah di Alkitab dan patuh kepada perintah Yesus, Anda akan dituntun oleh Roh-Nya. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah” (Roma 8:14).

Ketika Anda meminta Roh Kudus dari Allah, Anda akan tahu bahwa Anda sudah menerima pemenuhan yang dijanjikan persis seperti Anda tahu bahwa Anda sudah diselamatkan—sebab Alkitab mengatakannya demikian. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17 ). Yesus berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Matius 7:7–8). “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).

Jika Anda belum menerima atau belum dipenuhi oleh Roh Kudus, Anda bisa melakukannya sekarang dengan mengucapkan doa berikut:

Tuhan Yesus, penuhilah kiranya aku hingga berkelimpahan oleh Roh Kudus-Mu sehingga aku bisa lebih mengasihi-Mu, memahami Firman-Mu di Alkitab, mengikut-Mu lebih dekat lagi, dan memiliki kuasa yang lebih besar untuk memberitakan tentang kasih-Mu dan keselamatan-Mu kepada orang lain. Amin. ■

ALLAH DALAM TIGA PRIBADI: SANG TRITUNGGAL

Bagi yang belum tahu, ada kesan bahwa agama Kristen percaya pada tiga Tuhan—Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tapi bukan itu perkaranya. Orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Tuhan. Doktrin yang menjelaskan konsep Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu Tuhan disebut doktrin Tritunggal.

Doktrin ini menjelaskan bahwa Allah selalu ada sebagai tiga pribadi dalam satu wujud, masing-masing berbeda satu sama lain, Bapa, Anak, dan Roh Kudus—namun tetap satu wujud. Masing-masing pribadi adalah Tuhan seutuhnya, mempunyai segala sifat dan hakikat Tuhan yang utuh.

Konsep tiga pribadi dalam satu Tuhan bukanlah sesuatu yang diungkapkan secara eksplisit dalam Perjanjian Lama, meskipun ada ayat-ayat Perjanjian Lama yang menyimpulkan bahwa ada lebih dari satu pribadi dalam Tuhan. (Lihat Kejadian 1:26; Yesaya 6:8.)

Pemahaman tentang tiga pribadi dalam satu Tuhan menjadi lebih jelas dalam Perjanjian Baru karena kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus, dan pencurahan Roh Kudus atas orang-orang beriman. Para pengikut Yesus mulai memahami bahwa Yesus adalah Tuhan, namun Dia berbeda dari Bapa, dan bahwa Roh Kudus juga adalah Tuhan, namun berbeda dari Bapa dan Anak. Di kitab Korintus 2, Paulus merinci tiga pribadi dari Tritunggal dalam tata krama yang memperlihatkan mereka berbeda satu dengan lainnya: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2Korintus 13:14).

Yesus, persis sebelum naik ke sorga, memerintahkan murid-murid untuk membaptis dalam nama setiap pribadi dari Tritunggal, oleh karenanya memperlihatkan Dia memandang ketiganya sebagai setara, semuanya sebagai Allah. “Karena itu

pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19).

Sebenarnya, konsep Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai satu Tuhan tidak mungkin kita pahami sepenuhnya sebagai manusia. Hal ini mungkin membingungkan, namun hal ini juga sejalan dengan keyakinan kita bahwa Tuhan sang Pencipta, Maha Kuasa, dan Maha Tahu itu ada. Saat Dia menyatakan diri-Nya kepada kita, masuk akal bahwa pemahaman beberapa aspek tentang Dia mungkin berada di luar pengalaman dan pemahaman manusia. Jadi jika Anda merasa tidak dapat sepenuhnya memahami hal ini, jangan kuatir. Yang penting adalah mengetahui bahwa hanya ada satu Tuhan, bahwa ada tiga Pribadi di dalam Tuhan, bahwa Tuhan mengasihi Anda dan Yesus mati demi keselamatan Anda, dan bahwa Roh Kudus menyertai Anda sebagai penolong dan penasihat. ■

Oleh Peter Amsterdam

SUMBER DARI KASIH YANG SEJATI

Tuhan menciptakan kita dengan kebutuhan untuk mengasihi dan dikasihi, dan hanya Dia saja yang dapat memuaskan hasrat jiwa manusia yang paling dalam akan kasih dan pengertian yang sepenuhnya. Hal-hal yang duniawi dapat memuaskan tubuh, tetapi hanya Tuhan dan kasih-Nya yang abadi yang dapat memenuhi kehampaan spiritual, yang ada di dalam hati kita, yang memang diciptakanNya untuk diri-Nya sendiri. Roh manusia tidak pernah dapat sepenuhnya dipuaskan dengan sesuatu yang kurang dari persatuan dengan Roh yang luar biasa dan yang pengasih, yang menciptakannya.

“Allah adalah kasih” (1Yohanes 4:8). Dia adalah Roh kasih itu sendiri, kasih yang sejati, kasih yang abadi, kasih yang sesungguhnya, kasih tulen yang tidak berkesudahan dari kekasih yang tak pernah pergi, Kekasih dari segala kekasih. Dia digambarkan pada Anak-Nya, Yesus, yang datang untuk kasih dan hidup dalam kasih dan mati demi kasih supaya kita bisa hidup dan mengasihi untuk selama-lamanya.

Jika saja orang-orang dapat memahami betapa besarnya

kasih Tuhan—betapa sungguh-sungguh kasih Tuhan yang tidak bersyarat, betapa besar, dalam, luas, dan tak berkesudahan—ini akan menyelesaikan begitu banyak masalah mereka. Mereka akan menemukan kebebasan dari begitu banyak ketakutan, kekuatiran, dan penyesalan mereka. Jika saja mereka dapat memahami hal itu, maka mereka akan mengetahui bahwa segala sesuatunya akan berjalan baik, bahwa Dia akan membuat segala sesuatunya bekerja untuk membawa kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yang terpanggil sesuai dengan tujuan-Nya (Roma 8:28), dan tangan-Nya dalam hidup mereka penuh dengan kasih sayang.

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya.—Efesus 1:4 ■

DOA UNTUK HARI INI

KARUNIA UNTUK MENGENAL-MU

Tuhan Yesus, terima kasih untuk kehidupan yang telah Engkau berikan padaku. Terima kasih Engkau membawaku ke dunia ini dan menganugerahkan karunia terbesar yang pernah ada—karunia untuk mengenal-Mu dan mengasihi-Mu. Aku tidak perlu bekerja untuknya, aku tidak perlu harus menjadi seseorang yang istimewa, aku bahkan tidak harus layak untuk menerimanya. Engkau hanya meminta agar aku menerimanya saja. Aku sangat bersyukur, Yesus, sebab aku sangat tidak pantas.

Engkau telah menolongku selama bertahun-tahun, dan oleh karena itu aku bersyukur. Memang ada suka dan duka, tetapi melalui semuanya itu aku belajar untuk percaya pada-Mu. Pada akhirnya aku bisa melihat bahwa Engkau melakukan segala sesuatu dengan baik. Setiap tahun dari hidupku ada dalam tangan-Mu, persis sebagaimana Engkau tahu setiap hari, setiap jam, setiap menit, dan setiap detik. Amin.

SUMBER SUKACITA

Pada waktu kamu menerima Aku ke dalam hidupmu dan mengenal Aku, kamu akan mengalami kebahagiaan yang mendalam dan intens. Rasul Petrus menggambarkannya sebagai “sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan” (1Petrus 1:8 ).

Pada waktu Aku mati di kayu salib, Aku membayar harga dosa-dosa dunia—termasuk setiap perbuatan salah yang pernah kamu lakukan. Dan karena Aku melakukan itu, barangsiapa percaya dan menerima Aku akan hidup untuk selama-lamanya—dan itu termasuk kamu juga.

Apabila kamu mengerti apa artinya, pada waktu kamu menyadari bahwa semuanya telah diampuni, bahwa Aku mengasihi kamu tanpa syarat, bahwa Aku akan ada melalui suka dan duka, bahwa Aku tidak akan pernah menyerah, dan tanpa menghiraukan perubahan dalam hidup, kamu bisa menanti-nantikan kebahagiaan yang abadi di dunia yang benar-benar sempurna—nah itu adalah sesuatu yang bisa membuat kamu gembira dan berdebar-debar!

Kamu dapat menemukan sukacita karena tahu bahwa persoalan yang merongrong dan ketidak sempurnaan dunia sekarang ini akan segera berlalu, dan segala sesuatu akan menjadi sempurna dalam kasih. Kamu mencapai kesadaran itu dengan fokus pada-Ku dan kuasa-Ku serta janji-janji-Ku.

Dan jika kamu sudah mengalami sukacita itu di masa lalu tetapi entah bagaimana kehilangan sukacita itu, kamu bisa memperolehnya kembali dengan cara yang sama. Pikirkanlah saja tentang Aku, segala sesuatu yang telah Kuperbuat untukmu, dan segala sesuatu yang telah Kujanjikan untukmu. Aku berkata kepada murid-murid-Ku yang pertama, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:11), dan sukacita yang sama itu bisa menjadi milik kamu juga.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
activated-basic-course-02_id by Activated - Issuu