Skip to main content

Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Menjadi Bioplastik Sebagai Material Furnitur Modular Prefabrikasi

Page 1

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI PADI MENJADI BIOPLASTIK SEBAGAI MATERIAL FURNITUR MODULAR PREFABRIKASI RAMAH LINGKUNGAN

BIDANG KEGIATAN: PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh: Alifiyah Nabila 1706044401 Farah Augusta Pusparosa 1706973470 Julia Nabila Aviana 1706973621

UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2020

2017 2017 2017


PENGESAHAN PKM-GAGASAN TERTULIS 1. Judul Kegiatan PADI

2. Bidang Kegiatan 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan d. Universitas/Institut/Politeknik e. Alamat Rumah dan No. HP

f. Alamat e-mail 4. Anggota Pelaksana Kegiatan 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIDN c. Alamat Rumah dan No. HP

: PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI MENJADI BIOPLASTIK SEBAGAI MATERIAL FURNITUR MODULAR PREFABRIKASI RAMAH LINGKUNGAN : Gagasan Tertulis : : Alifiyah Nabila : 1706044401 : Arsitektur Interior : Universitas Indonesia : Jl. Pancoran Barat VI No. 33C RT. 013/RW. 006 Pancoran, Jakarta Selatan 12780 dan 081510345393 : Alifiyah.nabila@ui.ac.id : 2 orang : : :

Depok, 06 Agustus 2020

ii


DAFTAR ISI Halaman Judul

i

PENGESAHAN PKM-GAGASAN TERTULIS

ii

Daftar Isi

iii

Daftar Tabel

iv

Daftar Gambar

v

Bab 1. Pendahuluan

1

1.1

Latar Belakang

1

1.2

Tujuan

2

1.3

Manfaat

2

Bab 2. Gagasan

3

2.1

Kondisi Terkini

3

2.2

Solusi Terdahulu

5

2.3

Gagasan yang Diajukan

5

2.4

Pihak-pihak yang dapat Membantu Mengimplementasikan

9

2.5

Langkah Strategis

9

Bab 3. Kesimpulan

10

3.1

Gagasan yang Diajukan

10

3.2

Teknis Implementasi

10

3.3

Prediksi Hasil

10

Daftar Pustaka

11

LAMPIRAN

12

Lampiran 1. Biodata ketua, anggota dan dosen pembimbing

12

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

18

Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Peneliti / Pelaksana

19

iii


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Jumlah Produksi Padi Tahun 2014-2018

3

iv


DAFTAR GAMBAR BAB II 2.1.1. Ladang padi di Indramanyu 2.1.2. Contoh produk dari olahan limbah jerami padi 2.3.1 Skema proses produksi hingga penggunaan furnitur 2.3.2 Katalog modul dan komponen penyusun furnitur 2.3.3 Katalog furnitur yang dapat disusun oleh modul 2.3.4 Ilustrasi konseptual rancangan furnitur-furnitur dalam sebuah ruangan

3 4 6 7 8 8

v


BAB I PENDAHULUAN 1.1

Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian dari pertanian. Negara ini memiliki tanah yang subur dengan luas baku sawah sebesar 7,46 juta Ha terdiri dari 1,2 juta Ha terdapat di provinsi Jawa Timur (Badan Pusat Statistik, 2020). Sebagian besar sawah yang ada di Indonesia berada di Pulau Jawa dengan tanaman terbanyak merupakan padi. Hal ini juga dipengaruhi akibat konsumsi nasi dari beras padi sebagai makanan pokok penduduk Jawa. Pada tahun 2018, Indonesia memproduksi sebanyak 75.397.150 ton padi selama setahun penuh dengan 40.250.072 ton padi diproduksi di Pulau Jawa (Badan Pusat Statistik, 2018). Angka ini menunjukan bahwa Pulau Jawa merupakan produsen utama dari padi di Indonesia. Melihat angka yang besar akan produksi padi di Indonesia ini seharusnya tidak terlepas dari limbah jerami padi yang dihasilkan pula. Padi yang sudah siap panen akan diolah menjadi beras dan meninggalkan batang dan daun (jerami) dan penutup padi (sekam) yang berujung menjadi sampah atau limbah. Diketahui perbandingan antara bobot gabah yang dipanen dengan jerami pada saat panen pada umumnya adalah sebesar 2:3. Jika produksi gabah nasional pada tahun 2018 sebesar 75,39 juta ton, maka diperoleh 113,1 juta ton jerami pada tahun tersebut (Badan Pusat Statistik, 2018). Dengan demikian, jerami merupakan limbah pertanian terbesar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik karena faktor teknis dan ekonomis. Hanya sebagian kecil petani memanfaatkan jerami. Hal ini menjadi sebuah masalah bagi petani, sehingga sering dibakar untuk mengatasi masalah tersebut. Dari isu ini, diperlukan gagasan sebagai solusi alternatif pemanfaatan menumpuknya limbah jerami padi dengan mengolahnya menjadi bioplastik yang akan menjadi material utama dari furnitur modular. Bioplastik merupakan salah satu jenis plastik yang hampir seluruhnya terbuat dari bahan organik yang dapat diperbarui (Stevens, 2002). Dengan pemilihan material bioplastik dari limbah jerami padi, produk yang dihasilkan akan dengan lebih mudah terurai jika sudah tidak digunakan. Selain itu, penggunaan metode teknik disassemble atau lepaspasang yang dihasilkan pada gagasan ini memungkinkan pembentukan produk furnitur sesuai dengan keinginan pengguna. Dengan metode pengolahan material dan sistem modular ini pada akhirnya dapat mengurangi limbah jerami padi yang ada di Indonesia secara tepat guna.

1


1.2

Tujuan Tujuan yang akan dicapai dalam proposal gagasan ini antara lain untuk memberikan solusi mengurangi limbah jerami padi yang ada di Indonesia. Solusi tersebut dicapai dengan cara memanfaatkan limbah menjadi bioplastik sebagai pengganti material furnitur yang ramah lingkungan serta memiliki desain modular untuk menyesuaikan fungsinya sesuai dengan kebutuhan. 1.3 Manfaat 1. Menghadirkan bentuk baru olahan limbah jerami padi sebagai furniture prefabrikasi berbahan organik yang memiliki desain modular sebagai solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan limbah jerami padi di Indonesia secara berkelanjutan. 2. Mendorong terjadinya kemajuan teknologi di Indonesia dalam pengolahan limbah jerami padi. 3. Memberikan pemahaman tentang pengolahan limbah jerami padi menjadi furniture modular kepada pihak-pihak terkait, seperti petani, produsen furniture, investor, dan pemerintah setempat.

2


BAB II GAGASAN 2.1.

Kondisi Terkini Angka produksi limbah jerami padi berbanding lurus dengan angka produksi padi itu sendiri. Semakin banyak padi yang dihasilkan di Indonesia, akan semakin banyak pula limbah yang hadir. Saat ini, limbah yang ada dimanfaatkan oleh petani sebagai pakan alternatif untuk hewan ternak pada musim kemarau karena sulitnya mendapatkan pakan hijau. Namun, pengolahan limbah menjadi pakan ini tidak menjadi solusi yang efektif. Hal ini disebabkan oleh jumlah yang diolah masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah produksi limbah jerami padi secara keseluruhan. Untuk memberi makan seekor sapi, dibutuhkan 0,8-1 kg limbah jerami padi yang diolah per hari (BPTP Sumbar, 2016). Sedangkan pada tahun 2018, seperti tertera pada Tabel 1, Indonesia memproduksi 113,1 juta ton jerami pada tahun tersebut, yang berarti rata-rata produksi limbah jerami padi sebesar 310.000 ton per harinya. Wilayah

Tahun (Ton) 2014

2015

2016

2017

70.849.171

75.396.963

79.141.325

81.382.451

2018 75.397.150

Indonesia

Tabel 2.1. Jumlah Produksi Padi Tahun 2014-2018 Sumber : Badan Pusat Statistik, 2018

Angka pengolahan ini masih sangat jauh lebih kecil dari bahan yang tersedia. Hal ini menjadi sebuah masalah bagi petani. Jerami padi ini relatif kuat karena mengandung silika dan selulosa yang tinggi serta memerlukan waktu yang relatif lama untuk proses pelapukan (Makarim, 2007). Sehingga, solusi yang dihadirkan oleh petani adalah membakar limbahnya. Sayangnya, solusi ini bukannya menyelesaikan masalah yang lama melainkan menambah masalah yang baru, yaitu menghasilkan polusi terhadap lingkungan sekitar.

Gambar 2.1.1. Ladang padi di Indramayu. Sumber: https://klikjatim.com/bps-produksi-padi-jatim-2019-turun-6-persen/

3


Kurang baiknya pengolahan limbah jerami padi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain teknis dan ekonomi. Limbah ini memiliki banyak komposisi zat yang saat diolah dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti nitrogen, potassium, karbon, dan silikon. Di beberapa negara penghasil beras lainnya, limbah jerami padi sudah mulai diolah menjadi produk yang lebih tahan lama dengan memanfaatkan zat-zat yang terkandung di dalamnya. Sebagai contohnya, limbah jerami padi telah diolah menjadi bioplastik di Malaysia (Parasuraman, 2017). Hal ini berdampak juga bagi penggunaan material kayu dan penebangan pohon serta mengurangi produksi karbondioksida dari pembuatan plastik pada umumnya (Parasuraman, 2017). Selain itu, limbah jerami padi juga diolah menjadi kemasan makanan sekali pakai yang mudah terurai. Di India, pemerintah setempat bekerja sama dengan perusahaan furnitur dan perabotan rumah, IKEA, untuk memproduksi perabotan rumah seperti karpet, tas, dan mangkuk dari olahan limbah jerami padi (Pownal, 2019). Di negara lainnya, Thailand, limbah jerami padi diolah dengan dicampurkan dengan batok kelapa sehingga membentuk papan yang dapat digunakan sebagai panel, material pembentuk furnitur, dan dekorasi interior. Di sisi lain, penelitian yang dilakukan di Spanyol juga mampu membuktikan bahwa limbah batang jerami dapat diolah menjadi bahan dasar pembentuk keramik (GuzmĂĄn A, Delvasto, SĂĄnchez V., 2015). Produk-produk ini akan tahan lama dan bernilai lebih tinggi jika diproduksi dengan baik seperti pada gambar 2.1.1.

Gambar 2.1.2. Contoh produk dari olahan limbah jerami padi. (dari kiri ke kanan) Papan limbah jerami padi dan batok kelapa, pengemas makanan dan bioplastik, keramik, perabotan rumah. Sumber: https://www.dezeen.com/2019/06/04/ikea-forandring-rice-straw-collection-airpollution/ https://www.scielo.br/scielo.php?pid=S0366-69132015000100016&script=sci_arttext https://challenges.openideo.com/challenge/circular-design/ideas/from-earth-to-earth-therice-straw-based-disposable-packaging-which-not-only-compost-naturally-but-edible http://www.kokoboard.com/en/4013-2/

Pengolahan limbah jerami padi ini tidak lepas dari teknologi yang canggih yang digunakan oleh negara-negara tersebut. Hal ini yang kurang didalami dari pengolahan limbah jerami padi di Indonesia. Sebagian besar pengolahan yang ada di Indonesia masih menggunakan metode konvensional, yaitu dengan pembakaran (Makarim, 2007), pemotongan (Parasuraman, 2017), atau fermentasi (Y. Yusriani, Elviwirda, M. Sabri, 2015). Metode-metode pengolahan ini akan menghasilkan 4


olahan yang lebih baik jika dilakukan dengan memanfaatkan zat-zat yang hadir dengan menggunakan alat yang memadai sehingga produk yang dihasilkan dapat menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Banyaknya penelitian yang telah disebutkan menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi bentuk eksplorasi potensi dari limbah jerami padi itu sendiri. Selain itu, adanya faktor pendukung seperti ekonomi dan ketersediaan alat juga menjadi dua dari sekian banyak faktor dalam pengolahan limbah jerami padi yang lebih tahan lama dan berkelanjutan. Dengan banyaknya jumlah produksi limbah jerami padi di Indonesia, hal ini dapat menjadi sebuah investasi besar terhadap negara. Selain mengurangi limbah dan polusi yang ada, negara juga mendapat keuntungan dengan bertambahnya produksi barang lokal yang bernilai tinggi serta terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

2.2. Solusi Terdahulu 1. Pupuk organik Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimiawi serta meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman dengan lebih efisien. (Arafah, 2018) 2. Bahan bakar alternatif Mengolah limbah jerami padi menjadi superkarbon, yaitu bahan bakar pengganti bahan bakar minyak tanah dan gas dalam rumah tangga. (Finahara, 2008) 3. Pakan ternak Pemanfaatan sebagai pakan ternak ruminansia terutama sapi potong, kambing dan domba. Namun, pakan ini memiliki kandungan gizi yang rendah karena jerami padi mengandung serat kasar dan silikat yang tinggi dengan kadar protein dan daya cerna yang rendah. (Sugama, Budiari, 2012) 2.3. Gagasan yang Diajukan Rancangan konseptual ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1. Mengumpulkan sisa limbah jerami padi dari hasil pertanian oleh para petani lokal. 2. Menggunakan material dasar jerami padi yang diolah menggunakan mesin cetak prefabrikasi menjadi bioplastik untuk membentuk modul-modul penyusun furnitur agar dapat dibongkar pasang. 3. Merakit modul menjadi berbagai jenis furnitur yang berfungsi sebagai tempat menyimpan, bekerja, dan istirahat dengan menyambungkan sendi (joints) seperti puzzle yang terdapat pada sisi-sisi modul. 4. Membongkar modul yang rusak dan mengganti dengan modul baru ketika terjadi kerusakan pada salah satu bagian modul. Modul yang rusak dapat ditimbun dalam tanah karena bioplastik dapat diuraikan oleh bakteri.

5


Gagasan perancangan konsep ini menggunakan limbah jerami padi atau rice straw sebagai bahan organik melalui proses pemotongan, pemilahan, pengontrolan kadar air, pencampuran perekat (adhesive), pembentukan dan pencetakan modul (Kokoboard, 2016). Dengan bakteri fermentasi tertentu, glukosa pada tanaman padi dapat diubah menjadi asam laktat dan kemudian dipolimerisasi menjadi bentuk umum dari biodegradable plastic atau bioplastik yang disebut asam polylactic (PLA) (Greene, 2010). Zat tersebut dicampurkan dengan perekat dan dicetak bentuknya (casting) oleh mesin prefabrikasi. Proses produksi gagasan ini dimulai dari pengumpulan limbah jerami padi oleh petani yang selanjutnya dipotong-potong dan diolah oleh material dan bagian modul (material and part manufacture) menjadi partikel yang lebih kecil. Pengolahan material, penambahan zat aditif, dan pencetakan (casting) dilakukan oleh mesin prefabrikasi di pabrik pembuatan produk (product manufacture). Setelah proses pembentukan modul, produk dijual di penyedia layanan dan eceran (retail and service provider) hingga sampai di tangan pembeli (konsumen). Pengguna dapat menyusun modul-modul tersebut menjadi furnitur yang diinginkan dan mengolah menjadi jenis furnitur lain untuk mengalihfungsikan furnitur tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Ketika terjadi kerusakan atau hendak membuang salah satu modul, pengguna dapat membeli modul baru di toko retail atau memperbaiki di pabrik pembuatan produk. Saat modul sudah tidak dipakai, modul dapat ditimbun dalam tanah atau direpresi menjadi material daur ulang.

Gambar 2.3.1 Skema proses produksi hingga penggunaan furnitur

6


Sistem modular cetak atau prefabrikasi pada konsep perancangan furnitur ini terdiri dari empat faktor yang membedakan jenis modulnya, yaitu bentuk, kelengkungan sisi (permukaan), kepadatan, dan jumlah sudut. Desain jenis-jenis modul membuat bentuk furnitur menjadi tidak kaku atau dinamis dan beragam sehingga pengguna dapat mengeksplorasi bentuk-bentuk furnitur dengan modul yang adaptif. Untuk menyambungkan modul-modul, setiap modul memiliki sambungan sendi dovetail yang kaku pada sisi-sisinya serta adanya komponen terpisah sambungan knuckle sebagai titik tumpu dua modul agar dapat bergerak ke segala arah selayaknya pintu. Tujuan dari sistem modular ini adalah memudahkan suatu furnitur untuk dialihfungsikan (convertible) menjadi bentuk dan jenis furnitur lain.

Modul a bentuk sisi seperempat ellips, pemukaan sisi datar, solid, 3 sisi

Modul d bentuk sisi persegi, pemukaan sisi datar, solid, 4 sisi

Modul b bentuk sisi persegi panjang (sikusiku), permukaan sisi lengkung seperempat ellips, solid, 4 sudut

Modul e bentuk sisi persegi, pemukaan sisi datar, transparan, 4 sisi

Modul f bentuk sisi persegi panjang, pemukaan sisi datar, solid, 4 sisi

Modul c bentuk sisi persegi panjang (sikusiku), permukaan sisi lengkung seperempat ellips, transparan, 4 sudut

Komponen sambungan pivot knuckle joint titik tumpu sambungan putar 270 derajat

Gambar 2.3.2. Katalog modul dan komponen penyusun furnitur

7


Hasil dari rancangan konseptual (gambar 2.3.3 ) ini merupakan berbagai jenis furniture yang bentuk dan fungsinya dapat ditentukan oleh orang yang memasang komponen modul-modul. Setiap modul dapat berfungsi sebagai komponen kaki sebagai struktur, alas sebagai tempat meletakkan objek, serta dinding atau daun pintu sebagai bidang pembatas objek yang berada di dalam furnitur.

Gambar 2.3.3 Katalog furnitur yang dapat disusun oleh modul

Gambar 2.3.4 Ilustrasi konseptual rancangan furnitur-furnitur dalam sebuah ruangan

8


Dengan perancangan ini diharapkan akan mengurangi limbah jerami padi yang menumpuk di lahan pertanian di Indonesia untuk diolah dan dicetak menjadi bioplastik. Pemanfaatan kembali ini akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar secara ekonomi bagi perusahaan manufaktur produk akibat modal minimum produk yang berasal dari pengolahan limbah, meningkatkan ekonomi berbagai daerah pertanian di Indonesia terutama di Pulau Jawa, serta mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah yang menjadi tindakan pemusnahan limbah saat ini. Di sisi pemakaiannya, olahan limbah jerami padi dengan metode ini pun menciptakan bentuk pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan, lebih tahan lama, berkelanjutan, dan dapat digunakan di kehidupan sehari-hari. 2.4. 1.

2.

3.

4.

5.

Pihak-pihak yang Dapat Membantu Mengimplementasikan Petani Sebagai produsen limbah jerami padi, yang nantinya akan diolah menjadi bioplastik yang merupakan bahan utama dari furnitur modular. Produsen atau perusahaan furnitur Sebagai pihak yang dapat mengolah limbah jerami padi, memproduksinya menjadi furnitur modular dan memasarkannya kelak. Investor Sebagai pihak penyedia dana tambahan dalam terwujudnya pengolahan limbah jerami padi menjadi furnitur modular. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk meneliti, memfasilitasi dan mengembangkan potensi pengolahan limbah padi di daerah terkait. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan menyinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif yang diusulkan oleh rakyat, dibina pemerintah dan didukung investor.

2.5. Langkah Strategis Tahap 1: Mempublikasikan gagasan terkait sebagai bentuk salah satu penyelesaian masalah yang dapat diterapkan petani, produsen furnitur dan pemerintah serta menawarkannya kepada investor yang berkaitan. Tahap 2: Mengajak kerjasama pihak-pihak terkait dalam penyusunan sistem yang dapat diberlakukan dengan bentuk penelitian awal terkait pengembangan berkelanjutan, kerjasama perwujudan gagasan serta pencerdasan mengenai pengolahan limbah jerami padi menjadi bioplastik yang dapat dijadikan furnitur modular. Tahap 3: Mengagendakan perwujudan gagasan bersama dengan pihak-pihak terkait Tahap 4: Melakukan evaluasi dalam bentuk penelitian untuk pengembangan lanjut.

9


BAB III KESIMPULAN 3.1.

Gagasan yang Diajukan Pengolahan limbah jerami padi menjadi suatu furnitur menjadi bentuk pemanfaatan limbah organik yang dapat digunakan sehari-hari secara berkelanjutan. Proses produksi gagasan ini meliputi pemilahan dan pemotongan bahan mentah, kontrol kadar air, pencampuran perekat (adhesive), dan pembentukan atau pencetakan modul oleh mesin prefabrikasi. Secara desain, sistem modular ini membuat bentuk dan fungsi modul dapat dibongkar pasang sesuai dengan kreativitas pengguna saat mengeksplorasi pemasangan furniturnya. Oleh sebab itu, sistem ini akan berdampak pada pemakaiannya dan jangka waktu pemanfaatan limbah karena bentuk modul yang adaptif dan tahan lama. 3.2.

Teknik Implementasi Untuk mengimplementasikan gagasan ini, dibutuhkan kerjasama yang baik antar petani, Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Ekonomi Kreatif, produsen furnitur serta investor. Dengan terwujudnya gagasan ini, Indonesia memiliki solusi alternatif dalam pengolahan limbah jerami padi yang dihasilkan oleh para petani. Di sisi pemerintah, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berperan sebagai pihak yang berwenang untuk meneliti, memfasilitasi dan mengembangkan potensi pengolahan limbah padi di daerah terkait, sedangkan Badan Ekonomi Kreatif sebagai pihak pemerintah yang dapat membina keberlangsungan ide bisnis ini sehingga akhirnya dapat tercipta furnitur modular yang terbuat dari bioplastik hasil olahan limbah jerami padi. Peran pabrikan oleh perusahaan atau produsen furnitur akan membuat produk yang dijual secara massal. Selain itu, investor juga memiliki peran sebagai pendukung untuk menyediakan dana tambahan ataupun infrastruktur dan teknologi yang dapat membantu mewujudkan gagasan ini. 3.3.

Prediksi Hasil Jika gagasan kami akan direalisasikan, akan ada banyak pihak yang merasakan keuntungannya. Gagasan ini diprediksi dapat: 1. Mengurangi limbah jerami padi dan memanfaatkannya menjadi solusi alternatif pembuatan furnitur bioplastik yang ramah lingkungan 2. Mendukung kemajuan teknologi dalam mengolah limbah padi yang berlebih di Indonesia melalui proses pembentukan modul prefabrikasi. 3. Menciptakan pemahaman bagi pihak-pihak terkait tentang pengolahan limbah jerami padi menjadi alat yang digunakan sehari-hari secara berkelanjutan.

10


BAB IV DAFTAR PUSTAKA Arafah. (2018). Pengelolaan Jerami Sebagai Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah. [online] Tersedia di: http://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/buletin/48-buletinvolume-i-nomor-i-tahun-2005/182-pengelolaan-jerami-sebagai-pupuk-organikpada-tanaman-padi-sawah [Diakses pada 3 Agustus 2020] Badan Pusat Statistik. (2018). Luas Panen Padi Menurut Provinsi, 2014 - 2018. [online] Tersedia di: https://www.pertanian.go.id/Data5tahun/TPATAP2017(pdf)/10-LPPadi.pdf, [Diakses pada 2 Agustus 2020] Badan Pusat Statistik. (2020). Luas Baku Sawah di Indonesia. [online] Tersedia di: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/05/indonesia-milikiluas-baku-sawah-746-juta-hektare. [Diakses pada 3 Agustus 2020] Balai Pengajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat. (2016). Fermentasi Jerami Untuk Pakan Sapi. [online] Tersedia di: http://sumbar.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-tek/970-fermentasi-jeramiuntuk-pakan-sapi [Diakses pada 3 Agustus 2020] Greene, Joseph. (2010). Rice Waste Conversion to Biodegradable Plastics. [online] Tersedia di: http://www.carrb.com/10rpt/BioPlastics.htm [Diakses pada 2 Agustus 2020] Guzmán A, Á., Delvasto A, S. and Sánchez V, E., 2015. Valorization of rice straw waste: an alternative ceramic raw material. Cerâmica, 61(357), pp.126-136. Finahara, N., Fuhaid, N., (2008). Aplikasi Bahan Bakar Padat Berbahan Dasar Sekam dan Jerami Sebagai Bahan Bakar Alternatif Bagi Petani. Jurnal Universitas Widyagama. Kokoboard. (2016). Kokoboard: Frequently Asked Questions. [online] Tersedia di: http://www.kokoboard.com/en/4013-2/ [Diakses pada 4 Agustus 2020] Makarim, A.K., Suhartatik, E. and Kartohardjono, A., (2007). Silikon: hara penting pada sistem produksi padi. Iptek Tanaman Pangan, 2(2). Pownall, Augusta. (2019). IKEA launches homeware made from rice straw to help reduce India's smog problem. Tersedia di https://www.dezeen.com/2019/06/04/ikea-forandring-rice-straw-collection-airpollution/ Parasuraman, Ramaness. (2017). The Waste Rice-straw Based Disposable Packaging Which, not Only It Compost Naturally But It's Edible, Too!. [online] Tersedia di: https://challenges.openideo.com/challenge/circulardesign/ideas/from-earth-to-earth-the-rice-straw-based-disposable-packagingwhich-not-only-compost-naturally-but-edible [Diakses pada 2 Agustus 2020] Stevens, E.S., (2002). Green plastics: an introduction to the new science of biodegradable plastics. Princeton University Press.

11


Yusriani, Y., Elviwirda, E. and Sabri, M., (2015). Kajian Pemanfaatan Limbah Jerami Sebagai Pakan Ternak Sapi di Provinsi Aceh. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 17(2), pp.163-169.

LAMPIRAN Lampiran 1. Biodata ketua, anggota dan dosen pembimbing A. Biodata Ketua Kelompok A. Identitas diri 1. Nama Lengkap 2. Jenis Kelamin 3. Program Studi 4. NIM 5. Tempat dan Tanggal Lahir 6. e-mail 7. No. Telepon/HP B. Riwayat Pendidikan SD Nama SDN Pancoran Institusi 01 Pagi Jurusan Tahun masuk-lulus 2005-2011

Alifiyah Nabila Perempuan Arsitektur Interior 1706044401 Makassar, 13 Januari 2000 Alifiyah.nabila@ui.ac.id 081510345393

SMP

SMA

SMPN 115 Jakarta

SMAN 28 Jakarta IPA

2011-2014

2014-2017

C.Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Judul Artikel Seminar Ilmiah Ilmiah -

Waktu dan Tempat -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun Penghargaan 1 Juara 1 Kategori PKM-GT BEM Fakultas Teknik UI 2020 Olimpiade Ilmiah Mahasiswa FTUI 2020 2 Runner-up Mahasiswa BEM Fakultas Teknik UI 2020 Berprestasi Kategori Perjuangan Fakultas Teknik UI Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima

12


sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa-gagasan tertulis.

Jakarta, 6 Agustus 2020 Pengusul,

Alifiyah Nabila NIM. 1706044401

13


B. Biodata Anggota Kelompok ke-1 A. Identitas diri 1. Nama Lengkap Farah Augusta Pusparosa 2. Jenis Kelamin Perempuan 3. Program Studi Arsitektur 4. NIM 1706973470 Tempat dan Tanggal 5. Lahir Jakarta,17 Agustus 1999 6. e-mail farah.augusta1999@gmail.com 7. No. Telepon/HP 082114283388 B. Riwayat Pendidikan SD Nama SDIT Fajar Institusi Hidayah Jurusan Tahun masuk-lulus 2005-2011

SMP SMP Labschool Jakarta SMPN 41 Jakarta 2011-2012 2012-2014

C.Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Judul Artikel Seminar Ilmiah Ilmiah -

SMA

SMAN 29 Jakarta IPA 2014-2017

Waktu dan Tempat -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun Penghargaan 1. Best speaker debat bahasa BEM Fakultas Teknik UI 2019 Indonesia Olimpiade Ilmiah Mahasiswa FTUI 2019 2 Juara 2 lomba debat Bahasa BEM Fakultas Teknik UI 2018 .Inggris OIM FTUI 2018 3 Juara 2 proposal kelompok AEON 1% Club Japan 2016 .Water Treatment and Sanitation in Bangkok 4 Juara 2 lomba debat Bahasa Program Studi Bahasa 2015 .Inggris English Festival UNJ Inggris UNJ 5 Juara 2 lomba debat bahasa Suku Dinas Pendidikan 2015 .Inggris tingkat kecamatan Jakarta Timur Jakarta Timur Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

14


Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa- gagasan tertulis. Jakarta, 6 Agustus 2020 Pengusul,

Farah Augusta P. NIM. 1706973470

15


C. Biodata Anggota Kelompok ke-2 A. Identitas diri 1. Nama Lengkap Julia Nabila Aviana 2. Jenis Kelamin Perempuan 3. Program Studi Arsitektur Interior 4. NIM 1706973621 5. Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 30 Januari 2000 6. e-mail jnaviana23@gmail.com 7. No. Telepon/HP 082299514119 B. Riwayat Pendidikan Nama Institusi Jurusan Tahun masuk-lulus

SD SDI Al-Jannah Cibubur

SMP SMP Global Islamic School

SMA SMA Negeri 48 Jakarta IPA

2005-2011

2011-2014

2014-2017

C.Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Judul Artikel Seminar Ilmiah Ilmiah -

Waktu dan Tempat -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun Penghargaan 1 Juara 1 Kategori PKM-GT BEM Fakultas Teknik UI 2020 Olimpiade Ilmiah Mahasiswa FTUI 2020 Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa- gagasan tertulis. Jakarta, 6 Agustus 2020 Pengusul,

Julia Nabila Aviana NIM. 1706973621

16


D. Biodata Dosen Pembimbing A. Identitas diri 1. Nama Lengkap 2. Jenis Kelamin 3. Program Studi 4. NIM Tempat dan Tanggal 5. Lahir 6. e-mail 7. No. Telepon/HP B. Riwayat Pendidikan SD

SMP

SMA

Nama Institusi Jurusan Tahun masuk-lulus C.Pemakalahan Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Judul Artikel Seminar Ilmiah Ilmiah

Waktu dan Tem[pat

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa- gagasan tertulis. Jakarta, 6 Agustus 2020 Dosen Pembimbing,

Nama NIDN.

17


Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas No

Nama / NIM

Program Studi

Bidang Ilmu

Alokasi Waktu (jam / minggu) 8

1.

Alifiyah Nabila / 1706044401

Arsitektur Interior

Arsitektur Interior

2.

Farah Augusta Pusparosa / 1706973470

Arsitektur

Arsitektur

8

3

Julia Nabila Aviana / 1706973621

Arsitektur Interior

Arsitektur Interior

8

Uraian Tugas

Ketua Pelaksana: Menentukan isu yang diangkat dalam proposal Tim perumus: mencari datadata relevan dan merumuskan penyelesaian masalah Tim Perumus: Menentukan teori dan metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah

18


Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Peneliti / Pelaksana SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Alifiyah Nabila NIM : 1706044401 Program Studi : Arsitektur Interior Fakultas : Teknik Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM-GT saya dengan judul : PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI PADI MENJADI BIOPLASTIK SEBAGAI MATERIAL FURNITUR MODULAR PREFABRIKASI RAMAH LINGKUNGAN yang diusulkan untuk tahun anggaran 2020 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain. Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya. Jakarta, 6 Agustus 2020 Mengetahui, Direktur Kemahasiswaan

Yang menyatakan, Materai 6000

Dr. Arman Nefi, S.H., M.M. NIP. 0508050277

Alifiyah Nabila NIM. 1706044401

19


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook