Skip to main content

Buku Saku Rintisan Edisi: B2B, B2C, B2G

Page 1

VOLUME 33

B2B B2C B2G

IN-DEPTH

6 Model Bisnis E-commerce yang Populer di Tahun Ini BUKU INI TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIK AN

Perbandingan antara B2C vs B2B vs B2G SIDIGS - Membangun Ekosistem Digital di Sekolah


Susunan Redaksi PENGAR AH

Semuel Abrijani Pangerapan PEMBINA

Bonifasius Wahyu Pudjianto PEN A NGGUNG J AWA B & PEMIMPIN REDA K SI

Sonny Sudaryana EDITOR

Fadhila Hasna Athaya Putranto Adhi Nugroho PENULIS

Aulia Mahiranissa Mayasti Dwidya Nastiti Nabila Savitri Erwansyah Sofy Nito Amalia Yurista Andina Syora Alya Eka Putri D E S A I N & L AY O U T

Bagus Septa Pratama Rizka Irjayanti ILUS T R A SI COV ER

Muhammad Fithrah ILUS TR A SI ARTIKEL

Gerardus Aloysius Azzalfa Nur Fitri PRODUK SI & SIRKUL A SI

Anka Raharja Fahmi Riskian 2

RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

BUKU INI TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIK AN


S U R AT D A R I R E D A K S I

Revolusi Digital Bersama Startup:

Mengukir Inovasi dalam Dimensi B2B, B2C, dan B2G Dalam dunia bisnis yang semakin dinamis, pemahaman mendalam mengenai perbedaan mendasar antara model B2B (Business-to-Business), B2C (Business-to-Consumer), dan B2G (Business-to-Government) menjadi kunci utama bagi para pendiri startup. Setiap sektor ini memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari strategi bisnis hingga target pasar yang berbeda. Kamu harus memiliki wawasan mendalam tentang ketiga model bisnis ini agar kamu dapat memilih sektor yang paling sesuai dengan visi, keahlian, dan tujuan bisnismu.

Dimensi B2B: Berinovasi Melalui Kolaborasi Bisnis Startup B2B telah membuktikan perannya sebagai pionir dalam menghasilkan inovasi yang mendefinisikan kembali kerja sama bisnis. Dengan menghadirkan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT) dan analitika data yang cerdas, startup-startup B2B telah mengubah cara perusahaan berkolaborasi dan mengelola rantai pasok mereka. Ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang mengidentifikasi peluang baru dan memberikan solusi yang lebih baik.

Dimensi B2C: Mendekatkan Konsumen Melalui Pengalaman Personal Startup B2C membawa keunikan dalam memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen modern. Dari platform e-commerce yang intuitif hingga aplikasi yang memfasilitasi aktivitas harian, startup B2C telah mengubah bagaimana kita berinteraksi dengan produk dan layanan. Pengalaman konsumen yang personal dan terhubung adalah pusat dari revolusi ini. Startup B2C bukan hanya sekadar penjual, tetapi juga teman yang memahami preferensi kita.

Dimensi B2G: Transformasi Menuju Pemerintahan Digital Kolaborasi startup dengan sektor publik dalam dimensi B2G menghasilkan transformasi yang signifikan dalam pelayanan publik dan administrasi. Startup B2G membantu pemerintahan untuk menjadi lebih efisien dan responsif melalui solusi teknologi seperti platform e-governance dan aplikasi berbasis data. Ini tidak hanya merampingkan proses, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat secara lebih aktif dalam pengambilan keputusan. Nah, edisi ini mengajak kamu untuk menjelajahi peran vital yang dimainkan oleh startup dalam dimensi B2B, B2C, dan B2G. Kita pahami bersama bahwa setiap dimensi memiliki perannya sendiri dalam mengukir jejak inovasi dalam dunia bisnis digital. Melalui tulisan-tulisan yang inspiratif dan informatif, kami berharap kamu akan mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana kamu dapat merintis startup di salah satu dimensi ini. Melalui startup, ayo bentuk masa depan bisnis dan teknologi yang membawa dampak baik bagi berbagai relung hidup masyarakat.

– Tim Redaksi # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

3


P R A K ATA D I R J E N A P T I K A

Mengenali Konsumen dan Menciptakan Keunggulan dalam Dimensi Startup B2B, B2C, dan B2G Dalam era yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital, peran startup telah menjadi pilar utama dalam memandu bisnis menuju masa depan yang penuh inovasi. Startup memegang peranan sentral dalam menggiring dunia bisnis menuju perubahan yang lebih cepat, dan edisi ini akan membawa kita menjelajahi dimensi-dimensi yang berbeda, tetapi tak kalah pentingnya, dalam dunia startup: B2B (Business-to-Business), B2C (Business-to-Consumer), dan B2G (Business-to-Government). Saat Anda memasuki perjalanan ini, penting untuk diingat bahwa kesuksesan dalam ketiga dimensi ini sangat tergantung pada kemampuan untuk memahami dan mengenali konsumen.

4

RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Tidak peduli apakah Anda bergerak dalam B2B, B2C, atau B2G, mengenali konsumen Anda dengan baik adalah fondasi yang tidak bisa diabaikan. Startups harus menjadi seperti "seorang teman" bagi konsumen, yang paham betul kebutuhan dan keresahan yang mereka alami. Apa yang mengganggu mereka? Apa yang menjadi prioritas dalam kehidupan mereka? Inilah pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab oleh setiap startup untuk menciptakan solusi yang sesuai dan relevan.

Keunggulan dalam setiap dimensi bervariasi, tetapi ada hal-hal yang bersifat universal. Dalam B2B, keunggulan dapat ditemukan dalam penyediaan solusi yang efisien, dapat diandalkan, dan mampu meningkatkan produktivitas mitra bisnis. Dalam B2C, pengalaman konsumen yang personal dan terhubung adalah aset berharga. Sedangkan dalam B2G, kemampuan untuk merampingkan proses administratif dan menyediakan solusi yang memudahkan pelayanan publik akan menjadi penentu sukses.

Pentingnya pemetaan kompetisi memang tak bisa diabaikan, tetapi yang lebih penting adalah mendengarkan konsumen Anda. Keresahan dan tantangan yang mereka hadapi adalah potensi besar untuk inovasi. Dalam dunia startup, kemampuan untuk merespon perubahan kebutuhan konsumen adalah kunci utama. Dari situ, startup dapat merancang solusi yang menawarkan solusi konkret dan memenuhi harapan konsumen. Melalui edisi ini, saya berharap Anda dapat mengambil inspirasi dan wawasan baru dalam menjalani perjalanan startup Anda, terlepas dari dimensi yang Anda pilih. Dalam dunia yang terus bergerak, mengenali konsumen dengan baik dan merespons dengan inovasi yang relevan adalah kunci untuk mengukir keberhasilan.

Semuel Abrijani Pangerapan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

5


Daftar Isi SURAT REDAKSI 03

Membangun Relasi,

Revolusi Digital Bersama Startup: Mengukir Inovasi dalam Dimensi B2B, B2C, dan B2G

hal. 42 — 49

PRAKATA 04

Mengenali Konsumen dan Menciptakan Keunggulan dalam Dimensi Startup B2B, B2C, dan B2G

IN-DEPTH 0 8 — 13

Perbedaan Mendasar antara B2B dan B2C, Lebih Cocok yang Mana? 14 — 19

Perbedaan Proses Membuat Produk B2B dengan B2C

Model Bisnis E-commerce populer, hal. 26 — 33 26 — 33

6 Model Bisnis E-commerce yang Populer di Tahun Ini

42 — 49

Rahasia Berjejaring dan Membangun Relasi

20 — 25

Perbandingan antara B2C vs B2B vs B2G

6

RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

3 4 — 41

Taktik Mendesain Landing Page

50 — 53

Mengelola Tim Penjualan B2B untuk Startup


Volume 33

B2B B2C B2G SEKOLAH BETA 68 — 71

Serial Hacker: System Engineer Serial Hipster: Experimental Interaction Design Serial Hustler: Social Media Marketing

SIDIGS, hal. 60 — 67

PROFIL STARTUP

SISI LAIN

60 — 67

SIDIGS Membangun Ekosistem Digital di Sekolah

54 — 55

Kunci Rahasia Menembus Proyek Pemerintah

REKOMENDASI 56 — 59

Buku, Film & Podcast 7 2 — 74

Direktori Startup 76

Glosarium

Mendesain Landing Page, hal. 34 — 41 # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

7


IN DEPTH

Perbedaan Mendasar antara B2B dan B2C, Lebih Cocok yang Mana?

Bagi kamu yang menjadi founder, anggota startup, serta para savvy geek yang menggemari teknologi dan akrab dengan dunia digital, pasti sudah tidak asing dengan istilah bisnis B2B dan B2C. Kedua hal ini berbeda, meski ada irisan persamaan diantaranya. Meskipun ada tumpang tindih antara B2B dan B2C, perbedaan antara keduanya cukup signifikan. Memahami perbedaan dan persamaan antara B2B dan B2C penting sekali untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berkinerja tinggi. Misalnya membangun hubungan atau strategi komunikasi hingga memaksimalkan efektivitas pemasaran. 8

RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Perbedaan B2B dan B2C

B2B (Business-to-business)

B2C (Business-to-consumer)

Merupakan bisnis yang pelanggannya adalah bisnis lain. Dalam B2B, pemasaran difokuskan pada kebutuhan, minat, dan tantangan dari pelanggan. Misalnya startup yang menjual jasa Search Engine Marketing pada startup lainnya.

Ini mengacu pada bisnis yang pelanggannya adalah konsumen perorangan. Dalam pemasaran B2C, pemasaran berfokus pada kebutuhan, minat, serta tantangan pelanggan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah startup e-commerce yang menjual produk ritel pada pelanggan.

Kesamaan B2B dan B2C Membutuhkan layanan dan pengalaman pelanggan yang sangat baik Wajib menyuguhkan proses penjualan yang berorientasi pada pelanggan Agar pelanggan terlibat, maka merek harus memberikan nilai serta kredibilitas Sama-sama mencari loyalitas pelanggan Sebuah perusahaan dapat menangani inisiatif B2B dan B2C secara bersamaan. Misalnya startup desain interior yang mendesain tata ruang untuk kantor (B2B) dan mendesain kamar untuk rumah (B2C). Contoh lainnya startup Printful menawarkan pesanan untuk bisnis dan melayani pesanan cetak e-commerce untuk perorangan.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

9


Jika digambarkan dalam bentuk tabel, berikut adalah perbandingannya:

Poin perbandingan

B2B

B2C

Tipe pelanggan

Organisasi/bisnis

Pelanggan/ end-user

Fokus utama

Hubungan pelanggan

Memaksimalkan transaksi produk

Siklus penjualan

Panjang (terbagi dalam banyak sesi)

Pendek

Penciptaan nilai merek

Situs, blog, jaringan profesional

Broadcast commercials, endorsement dari selebriti

Stakeholders

Banyak

Satu

Perspektif hubungan

Jangka panjang

Jangka pendek

Durasi pengambilan keputusan

Membutuhkan durasi lama

Membutuhkan durasi singkat

Sumber: medium.com/@varali 1 0 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Berikut merupakan perbandingan B2B dengan B2C dari segi pemasaran:

Pemasaran B2B

Pemasaran B2C

Tujuan

Pelanggan berfokus pada ROI, efisiensi, dan keahlian.

Pelanggan mencari penawaran dan hiburan (yang berarti pemasaran harus lebih menyenangkan).

Motivasi pembelian

Pelanggan digerakkan oleh logika dan insentif finansial.

Pelanggan didorong oleh emosi.

Minat

Pelanggan ingin mendapatkan edukasi (di situlah pemasaran konten B2B masuk).

Pelanggan menghargai edukasi tetapi tidak selalu membutuhkannya untuk membuat keputusan pembelian.

Proses pembelian

Pelanggan umunya berkomunikasi dengan manajer akun dan tenaga penjualan.

Pelanggan suka melakukan pembelian secara langsung.

Pihak yang berhubungan saat pembelian

Pelanggan seringkali harus berunding dengan pembuat keputusan dan anggota lain dari rantai komando mereka sebelum membuat keputusan pembelian.

Pelanggan jarang perlu berunding dengan orang lain sebelum membuat keputusan pembelian.

Tujuan pembelian

Pelanggan melakukan pembelian untuk solusi jangka panjang, menghasilkan siklus penjualan yang lebih lama, kontrak yang lebih lama, dan hubungan yang lebih lama dengan perusahaan.

Pelanggan tidak selalu mencari solusi jangka panjang atau hubungan jangka panjang.

Sumber: blog.hubspot.com # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

11


Apakah pemasaran digital penting untuk B2B dan B2C? Keduanya tetap membutuhkan peran pemasaran digital, terlepas dari apa yang dijual oleh perusahaan. Alasannya, pemasaran digital dapat membantu untuk melibatkan pengguna dan membangun persona, sehingga kebutuhan audiens dapat teridentifikasi dan berhasil membuat konten daring yang bermanfaat.

Dalam pemasaran B2B, pemasaran digital dapat lebih fokus pada memperoleh prospek secara daring. Setelah itu, agen penjualan dapat berkomunikasi dengan mereka dan melakukan berbagai strategi penjualan agar berhasil memperoleh konversi. Maka, peran strategi pemasaran adalah untuk menarik dan mengonversi prospek yang potensial melalui website dan saluran media sosial sebagai pendukung.

Lain halnya dengan pemasaran B2C yang erat kaitannya dengan titik harga produk. Tujuan pemasaran akan lebih condong untuk menarik calon konsumen ke platform jualan, misalnya website dan membuat mereka menjadi pelanggan dengan melakukan pembelian. Calon pelanggan pada umumnya juga tidak perlu untuk berkomunikasi dengan agen penjualan, meski pada beberapa kasus juga dapat melakukannya untuk sesi konsultasi sebelum melakukan checkout dan payment. B2C lebih menonjolkan pada pengalaman pembeli ketika berbelanja dengan lebih cepat dan lebih nyaman.

Seperti apa B2B mobile apps? Perusahaan dapat menggunakan aplikasi B2B untuk berinteraksi dengan bisnis lain, klien, dan karyawan di dalam organisasi. Ada beberapa aplikasi B2B yang dapat diakses oleh publik, sedangkan yang lainnya hanya dapat diakses secara internal yang umumnya hanya digunakan untuk melayani fungsi tertentu. Contohnya adalah aplikasi manajemen rantai pasokan dan situs untuk perencanaan proyek (project planning site). Namun, ada juga B2B mobile apps yang berfungsi sebagai alat. Misalnya penyedia grosir ingin membuat aplikasi untuk memungkinkan klien memesan produk dan melakukan pembayaran. Contoh lainnya adalah perusahaan survei tanah yang membuat aplikasi seluler, di mana surveyor akan mendapatkan penugasan untuk survei lokasi dan dapat memasukkan data saat kunjungan ke dalam aplikasi.

1 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Seperti apa B2C mobile apps? Sebagian dari kita akan lebih familiar dengan B2C mobile apps karena dapat ditemukan dan diunduh dengan mudah lewat Google Play Store atau App Store. Beberapa jenis aplikasi seluler B2C antara lain:

Loyalty apps:

Contohnya adalah aplikasi yang berkaitan dengan loyalitas dan insentif pelanggan, mengumpulkan poin dan voucher untuk ditukar dengan benefit lainnya.

E-commerce apps:

Umumnya digunakan oleh startup ritel atau membangun toko virtual bagi pelanggan.

Stand-alone apps:

Aplikasi yang ‘berdiri sendiri’ ini misalnya seperti game, aplikasi layanan, dan platform untuk jejaring sosial. Aplikasi B2C umumnya lebih padat karya dan membutuhkan update yang teratur sebagai tanggapan dari umpan balik dan masalah yang terdeteksi melalui alat analitik. Oleh sebab itu, startup yang bergerak di B2C dan memiliki mobile apps harus selalu memperbarui antarmuka (User Interface) dan selalu meningkatkan pengalaman pengguna (User Experience) untuk mendapatkan loyalitas pelanggan.

Jika ditilik dari segi pasar, B2C terlihat lebih menguntungkan karena kamu bisa menawarkan produk secara massal. Artinya, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat barang bagi setiap pembeli atau tidak perlu personalisasi. Namun, harga pasar untuk setiap produk B2C bersifat tetap. Akibatnya, penghasilan akan sangat dipengaruhi oleh jumlah barang yang terjual. Sebaliknya, B2B tidak punya batasan jumlah barang yang terjual, karena harga produknya tidak tetap. Keuntungan dari produk B2B ditentukan oleh klien dan pangsa pasar. Oleh karena itu, tantangan bagi B2B adalah menemukan klien yang relevan untuk bisa mendapatkan jumlah tiket yang lebih besar.

Selalu ada kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan, yang penting, jalani dengan sebaik-baiknya, ya!

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

13


IN DEPTH

Perbedaan Proses Membuat Produk B2B dengan B2C

Dalam proses pembuatan produk, ada hal-hal yang tidak bisa dibandingkan karena memang pada dasarnya mereka tidak apple to apple. Salah satunya adalah membandingkan proses pembuatan produk dari sektor B2C dengan B2B, di mana akan ada banyak sekali tantangan yang jauh berbeda dan tidak bisa disamaratakan.

14 R I N T I S A N | 3 3 - B 2 B B 2 C B 2 G


Dalam membuat produk B2C, pada umumnya Product Manager (PM) akan mengambil pendekatan ‘test and learn’. Di mana, eksperimen akan dilakukan secara berkala dan PM harus melakukan iterasi produk yang cepat agar dapat menemukan product-market fit. Untuk dapat melakukan hal tersebut, PM harus membangun dan memahami perilaku pelanggan. Beberapa cara yang umum dilakukan untuk memahami perilaku

pelanggan pada B2C adalah melalui AB testing, pengamatan pelanggan, dan wawancara pengguna. Lain halnya dengan B2B, PM bukan meneliti tentang perilaku pengguna, melainkan perlu untuk membangun workflow atau alur kerja. Secara garis besar, pelanggan di sektor B2B akan mencari produk yang dapat menciptakan keunggulan pasar. Dengan kata lain, mereka punya tujuan besar untuk mencari produk yang dapat meningkatkan efisiensi dari segi modal, waktu, hingga sumber daya manusia dari workflow yang sudah ada. Contohnya, sebuah startup bekerja sama

dengan peritel besar untuk membangun marketplace kontraktor internal. Kemudian, tim startup mencari ide produk dengan cara mempelajari bagaimana perusahaan mengelola kontraktor. Tidak hanya itu, tim startup juga meneliti bagaimana cara kerja penjadwalan kontraktor, serta bagaimana tim pengawas mengelola kualitas layanan. Hasilnya, startup meluncurkan produk B2B dengan mengurangi waktu kerja pengawas untuk mengelola distribusi pekerjaan, mengelola pembayaran, serta compliance saat bekerja.

Supaya kamu berhasil menguasai alur kerja dari pelanggan B2B, kamu dapat menerapkan tips berikut:

1

Sebelum kamu melakukan riset tentang ide produk, akan lebih baik jika kamu melakukan brainstorming dengan pihak expert dari perusahaan atau industri yang dapat membantumu memetakan proses alur kerja dari hulu ke hilir.

2

Memanfaatkan tools seperti Business Process Mapping untuk membantumu menyatukan semua orang.

3

Temukan alasan besar di setiap langkah proses yang akan dilakukan oleh pelanggan. Setiap perusahaan yang akan diajak kerja sama mungkin punya alasan yang berbeda, sehingga kamu perlu menggali lebih banyak di sini.

4

Amati apakah ada inefisiensi serta pemborosan yang terjadi dalam alur kerja sehingga kamu dapat menemukan peluang dalam menciptakan produk.

Melakukan riset pelanggan dalam produk B2B memang membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kamu perlu membaginya dalam beberapa sesi. Selain itu, kamu harus memberikan nilai kepada pelanggan sebelum mereka mau ‘membuka diri’ untukmu. # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

15


Namun, bagaimana jika ternyata kamu belum memiliki orang yang expert untuk diajak brainstorming (melakukan riset)? Jawabannya, kamu dapat memanfaatkan networking, atau membangun koneksi dengan orang lain dengan tujuan untuk memperoleh wawasan yang berguna. Jika kamu ingin tahu lebih dalam tentang networking, kamu bisa baca artikel ke-6 dalam Rintisan edisi kali ini, ya.

Di artikel ini, ada beberapa tips membangun networking B2B secara profesional:

1 6 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

1

Jangan segan untuk turun tangan dan membantu tim penjualanmu ketika mereka sedang berhadapan dengan pelanggan. Berikan dukungan langsung dan tangkap umpan balik produk lewat interaksi dengan pelanggan.

2

Menghadiri atau menyelenggarakan customer night atau acara industri yang memberikan kesempatan untukmu lebih leluasa berbicara dengan pelanggan.

3

Mendaftar ke grup Facebook industri, grup LinkedIn, atau hashtag Twitter yang terlibat dalam komunitas industri.

4

Bekerja dengan tim penjualan dan pemasaran untuk melakukan posting blog, whitepaper, serta penelitian yang relevan sehingga pelanggan tertarik untuk diajak bicara.

5

Meminta perkenalan lewat e-mail dari tim internal atau kontak bisnis, daripada mengirim cold e-mail ke pelanggan.


Selanjutnya, jika kamu sudah memahami cara membangun networking, kamu juga dapat menerapkan tips ini ketika melakukan interaksi dan mengenal pelangganmu:

1

Sebelum berkenalan dan berbicara banyak dengan pelanggan, kamu dapat mengerjakan melakukan riset terlebih dahulu tentang mereka. Pahami apa yang dilakukan oleh perusahaan mereka dan siapa saja orang-orang yang memegang kendali di perusahaan.

2

Kamu dapat berkomunikasi dengan cara yang paling disukai oleh pelanggan. Misalnya jika mereka lebih suka berkomunikasi lewat Zoom, maka jangan paksakan untuk melakukan panggilan video lewat Whatsapp.

3

Mulailah dengan obrolan ringan untuk menjalin kedekatan, kemudian dapat dilanjutkan dengan pertanyaan wawancara.

4

Ketika melakukan riset pelanggan, fokuslah untuk belajar mendengarkan lebih banyak daripada berbicara.

5

Pastikan kamu mendapatkan e-mail dan nomor telepon pelanggan untuk melanjutkan percakapan selanjutnya.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

17


Berbicara tentang pelanggan B2B, mereka cenderung lebih rasional karena keputusan pembelian perlu melalui berbagai tingkat pembelian. Umumnya diperlukan waktu 6-12 bulan agar penjualan berhasil dikonversi. Apabila hal-hal seperti ulasan produk, urgency messaging, diskon berupa voucher bisa menjadi ‘umpan’ yang mudah untuk B2C, jawabannya bisa berbeda apabila pelanggannya adalah B2B. Kamu perlu membiasakan diri dengan siklus hidup penjualan B2B di mana volume penjualan yang rendah dengan nilai jual yang tinggi. Bagian pertama, kamu perlu mendukung tim penjualan untuk memelihara setiap lead potensial ketika siklus penjualan B2B. Bagian kedua, saatnya untuk mempertahankan pelanggan setelah mereka melakukan pendaftaran. Kamu mungkin perlu

1 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

menyiapkan beberapa tools yang dapat meyakinkan calon pelanggan untuk memilih produkmu. Ini dapat berupa kalkulator harga, alat perbandingan fitur, roadmap pengembangan produk (product journey), atau live demo. Contohnya demo bagi calon pelanggan

dapat membantu mereka untuk menjelajahi produk dan terlibat dengan fitur tertentu. Menyediakan akses seperti demo dapat membantu memenuhi syarat penjualan sembari menjaga hubungan baik dengan pelanggan, di mana ini akan mempercepat proses penjualan B2B.


Kemudian berbicara tentang fungsi produk, B2C umumnya fokus untuk melakukan satu hingga dua hal dengan lebih baik. Keunggulan kompetitif yang diusung oleh B2C adalah tentang kemudahan penggunaan produk bagi pelanggan. Semakin mudah produk untuk diakses, maka akan semakin banyak jangkauan yang didapatkan. Tapi itu tidak berlaku

bagi B2B, di mana produk itu harus menyelesaikan masalah kompleks di seluruh alur kerja yang dipersonalisasi. Maka dari itu, produk B2B umumnya lebih mengutamakan fungsi daripada bentuk. Dengan kata lain, produk B2B tidak harus cantik secara estetika, akan tetapi harus praktis. Contohnya kamu dapat melihat Bloomberg atau

Salesforce, di mana mereka tidak memenangkan penghargaan desain terhadap produknya, karena mereka berfokus untuk memberikan pengalaman yang efisien bagi pelanggan. Namun, bukan berarti B2B boleh mendesain produk dengan ‘asal-asalan’. Desain yang buruk dengan desain yang fungsional adalah dua hal yang sangat berbeda.

Kesimpulannya, pendekatan pembuatan produk dari B2C dan B2B sangatlah berbeda, seperti yang sudah dijelaskan di artikel. Transisi dari B2C ke B2B lebih berfokus pada perubahan pola pikir daripada mempelajari keterampilan baru. Untuk itu, sebagai PM, kamu perlu lebih cermat terhadap setiap sesi dari proses produknya. # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

19


IN DEPTH

Perbandingan antara B2C vs B2B vs B2G

Sebelum melangkah lebih menjauh dan membahas tentang B2G, ada baiknya kita mengetahui perbandingan dari B2C, B2B, dan B2G.

2 0 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


B2C atau Business to Consumer

B2G adalah hal yang sangat berbeda.

Adalah bisnis yang menjual produk (barang atau jasa) langsung ke konsumen akhir. Untuk mendapatkan konsumen, bisnis perlu meneliti tentang demografis konsumen seperti pendapatan, kelompok, jenis kelamin, domisili, dan lain-lain. Siklus keputusan pembelian pada B2C umumnya dilakukan dalam jangka waktu singkat.

Ini merupakan bisnis yang menjual produk untuk memenuhi persyaratan dari instansi pemerintah tertentu. Pada umumnya, kerja sama dapat terjadi lewat proses penawaran yang terorganisir dan sangat kompetitif, atau dikenal sebagai proses tender. Bisnis yang tertarik untuk mengambil sektor ini harus punya strategi go-to-market yang cemerlang. Siklus keputusan pembelian pada B2G umumnya dilakukan dalam jangka waktu sangat panjang (paling lama di antara B2C dan B2B).

B2B atau Business to Business Adalah bisnis yang menjual produk ke bisnis lain. Berbeda dengan B2C, yang menjadi konsumen dari B2B adalah perusahaan atau organisasi nirlaba. Riset konsumen cenderung lebih rumit daripada B2C karena kumpulan konsumen yang lebih terbatas dan umumnya lebih teredukasi. Siklus keputusan pembelian pada B2B umumnya dilakukan dalam jangka waktu panjang.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

21


Tantangan secara umum dalam sektor B2G Kamu perlu mengetahui tantangan yang umumnya terjadi pada B2G sehingga dapat memanfaatkannya menjadi peluang.

Pejabat pemerintah biasanya sulit mengadopsi teknologi baru Pada dasarnya, ini adalah tentang opini dan persepsi. Misalnya, jika kita percaya bahwa teknologi AI sangat bermanfaat bagi industri kesehatan, belum tentu pihak lain akan punya persepsi yang sama dengan kita. Untuk itu, agar kamu berhasil meyakinkan pihak pejabat pemerintah, kamu harus memberikan pemahaman yang jelas bahwa yang kamu lakukan akan memberikan manfaat nyata bagi penggunanya. Contohnya, produk yang kamu kembangkan dapat mempermudah kerja insinyur kota bekerja lebih efisien sehingga mereka sangat bernilai bagi pemerintah dan publik. Selanjutnya, akan ada beberapa individu yang sangat memahami tentang teknis di lembaga pemerintah dan punya wewenang untuk membuat keputusan pembelian. Mereka adalah tokoh kunci yang nantinya mempelajari solusi yang kamu tawarkan. Oleh karena itu, kamu perlu mendekati orang-orang ini dan menjadikan mereka sebagai sekutu untuk memupuk hubungan positif dalam jangka panjang. Tidak hanya itu, kamu juga perlu memberikan solusi yang optimal, dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami yang relevan dengan masalah utama mereka. Jangan gunakan jargon atau bahasa yang sulit dan sudah umum digunakan di industrimu. Jika hal tersebut berhasil, maka kamu dapat memperoleh dukungan dan mereka tidak akan ragu berpihak padamu.

2 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Proses RFP yang kompleks Request for Proposal (RFP) merupakan dokumen bisnis yang digunakan untuk membuat pengumuman tentang detail proyek. Instansi pemerintah menggunakan RFP untuk mengumumkan pendanaan yang termasuk dari proses penawaran. Kemudian, instansi pemerintah juga akan memberikan informasi tentang ketentuan dan panduan tentang bagaimana membuat format penawaran yang tepat. Untuk menghindari terjebak dalam siklus RFP yang kompleks ketika mengirimkan proposal, kamu dapat mempertimbangkan untuk mengirimkan produk dengan harga kompetitif dan unggulkan manfaat khusus dan unik yang dimiliki oleh produkmu. Tekankan pada solusi yang akan diperoleh oleh instansi pemerintah, bukan semata mengunggulkan produkmu dan menawarkan harga termurah agar semata-mata memenangkan penawaran.

Persaingan ketika tender Secara garis besar, instansi pemerintah cenderung memilih mitra bisnis yang bisa menyediakan semua kebutuhan mereka. Untuk itu, jika bisnismu ingin bisa menjalin hubungan yang kuat dengan instansi pemerintah, maka kamu perlu memenuhi semua tenggat waktu yang dibutuhkan. Selanjutnya, kamu perlu menggarisbawahi apa yang menjadi pembeda utama dan membuatmu menonjol dari pesaing.

Siklus penjualan yang lambat Seperti yang sudah dijelaskan di pembuka, siklus penjualan B2G adalah yang paling lambat di antara yang lain. Kamu bisa mendapatkan pemahaman yang jelas dengan melakukan riset dan menjalin hubungan dengan key person di instansi pemerintah. Gali lebih dalam dan kumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Namun jangan lupa untuk berasumsi terhadap adanya beberapa penundaan selama proses berlangsung. Hal tersebut justru menghindarkanmu dari ekspektasi yang berlebihan. Kamu juga dapat memanfaatkan taktik untuk ‘mempersingkat’ siklus penjualan dengan menampilkan kesan awal yang kuat dan mengirimkan semua materi yang dibutuhkan lebih cepat dari jadwal. Untuk bisa melakukan hal ini, kamu butuh anggota tim yang kompeten dan bekerja dengan solid.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

23


Syarat peraturan yang ketat Bekerja sama dengan instansi pemerintah kerap menuntut persyaratan teknis. Misalnya, keputusan seperti penganggaran dan pembelian diperiksa oleh pejabat publik, dan persyaratan keamanan minimum kerap diberlakukan. Untuk itu, startup perlu lebih jeli dan cermat dalam menyadari undang-undang atau kepatuhan peraturan yang berlaku. Dengan begitu, startup akan memahami hal apa saja yang mempengaruhi masalah yang dihadapi instansi pemerintah tersebut.

Poin penting untuk menjual produk B2G Jika kamu adalah startup yang menjual produk, terutama produk digital sebagai bisnis dalam model B2G, kamu dapat mengaplikasikan beberapa poin penting berikut sebagai best practice.

Kamu perlu melakukan penelitian secara mendalam terhadap instansi pemerintah yang akan diajak untuk kerja sama. Hal ini termasuk dengan RFP yang paling update dan analisis terhadap perusahaan yang telah terlebih dahulu bekerja sama dengan mereka atau memenangkan RFP tersebut. Setiap instansi pemerintah hadir untuk memecahkan masalah tertentu. Maka dari itu, kamu dapat mengembangkan setidaknya sedikit wawasan tentang berbagai perdebatan dan pendekatan terbaru dalam bidang tersebut. Fokus pada bagaimana agensi saat ini mencoba menyelesaikan masalah. Kamu perlu mengamati teknologi apa yang sudah mereka gunakan dan bagaimana caramu dapat menambahkan nilai lebih dari hal tersebut. Pastikan kamu benar-benar memahami hierarki agensi. Contohnya jika produk yang kamu tawarkan untuk instansi pemerintah adalah untuk membantu insinyur kota, maka bersiaplah untuk melakukan promosi langsung pada pembeli tersebut dengan cara yang menarik. 2 4 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Tampil menonjol dan mengalahkan pesaing dengan cara menjaga transparansi dengan para penanggung jawab dari instansi pemerintah. Bangun percakapan yang bermakna dan konstruktif dengan pemangku kepentingan selama proses kerja sama berlangsung. Cobalah untuk menjangkau langsung pembuat keputusan utama yang terlibat dalam penggunaan teknologi. Alasannya, mereka adalah orang-orang yang akan paham dengan nilai produk yang kamu usung. Begitu pula dengan cara kerja dari solusi yang kamu tawarkan, dan kemungkinan penerapannya pada studi kasus di departemen atau instansi mereka. Pada umumnya pembeli B2G tidak peduli dengan masalah teknis dari produk yang kamu jual. Maka, tidak perlu membahas terlalu detail dan menjabarkan spesifikasi teknis dari produkmu karena itu bukanlah strategi yang baik. Sebaliknya, kamu dapat melakukan demo produk agar solusinya terlihat tepat guna dan mereka memahami bagaimana cara memanfaatkan produkmu agar dapat merasakan manfaatnya. Fokuslah untuk membangun produk yang dapat menyelesaikan kebutuhan dan kekhawatiran aktual.

B2G secara garis besar berarti bisnis yang menjual produk ke lembaga pemerintah. Meskipun B2G termasuk salah satu sektor yang menantang untuk digarap, akan tetapi jika paham seluk beluknya, kamu akan dapat mengubahnya menjadi peluang. Siklus pembelian dalam B2G yang sangat panjang bisa kamu pecah dalam beberapa sesi sehingga bisa lebih fokus pada pencapaian strategi di setiap tahapannya. # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

25


IN DEPTH

6 Model Bisnis E-commerce yang Populer di Tahun Ini

Membahas tentang sektor e-commerce yang banyak diterapkan belakangan ini, kita tidak bisa lepas dari model bisnis yang menyertainya. Tiap toko punya model bisnis masingmasing, di mana pemilihan yang tepat akan mempengaruhi kelangsungan hidup toko online dan menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Jika berhasil dijalankan, bisnis e-commerce dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Sebelum membicarakan tentang model bisnisnya, jika kamu ingin mendalami sektor ini, tentukan terlebih dahulu, kamu ingin menjual produk apa? Mengapa harus produk tersebut? Hal apa saja yang perlu diperhatikan agar jualanmu lancar? Simak dulu penjelasannya di artikel ini. 2 6 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Apa produk yang mau kamu jual? 1

BARANG FISIK Jenis barang fisik adalah komoditas yang paling sering dijual di e-commerce dan umumnya sering mencapai penjualan tertinggi. Produk fisik ditandai dengan barang yang perlu dikemas dan dikirim.

Produk ini terdiri dari barang atau jasa, umumnya e-commerce akan menjual produk seperti:

Ada beberapa cara, yang pertama kamu dapat menjual barang yang disukai. E-commerce dapat memberikan peluang emas untuk mengubah barang yang kamu sukai menjadi sebuah bisnis yang layak. Yang kedua, kamu bisa menjual produk yang menjawab permasalahan banyak orang.

Namun, bagaimana menentukan produk mana yang akan dijual?

Selanjutnya, kamu dapat menganalisis niche market dan temukan peluang di sana. Tidak hanya itu, kamu harus menganalisis pain points dari market. Kemudian, kamu bisa melakukan riset kata kunci pada produk yang ingin dijual agar dapat menentukan permintaan pada produkmu.

2

3

PRODUK DIGITAL

JASA

Ada banyak produk yang dapat dijual secara daring lewat e-commerce. Misalnya seorang desainer web, penulis konten, hingga seniman gambar yang menjual produknya. Yang menjadi tantangan pada produk ini ketika dijual adalah tentang pembajakan dan pelanggaran Hak Cipta. Poin penting lainnya adalah bagian FAQ (Frequently Asked Questions) dan hukum yang mencakup mekanisme pengiriman produk dan status hak cipta penawaranmu.

Produk ini menghasilkan layanan yang dapat dijual secara daring. Misalnya kamu punya usaha untuk melayani service AC atau produk elektronik, jasa membersihkan rumah, seorang hair stylist, hingga makeup artist. Dengan menjual jasamu lewat website dan media sosial, kamu dapat meningkatkan permintaan secara signifikan. Kamu dapat membuat bagian FAQ yang menyeluruh dan bagian hukum yang menjelaskan tentang penawaranmu dan apa yang menjadi harapan pelanggan.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

27


6 jenis model bisnis e-commerce Salah satu hal yang menarik dari bisnis e-commerce adalah kamu dapat memillih satu atau lebih model bisnis yang sesuai untuk produkmu. Berikut adalah beberapa jenis model bisnis pada e-commerce:

1

Business to Business (B2B)

Apabila produkmu punya tujuan untuk memenuhi kebutuhan bisnis lain, maka ini termasuk dalam B2B. Untuk itu, kamu perlu mematangkan strategi dengan berjejaring dan menjangkau target yang sesuai. Anggaran iklan yang besar mungkin bukan jadi fokus utama, melainkan kamu harus dapat meyakinkan bisnis lain bahwa produkmu sangat sesuai dengan proses yang mereka cari. Model bisnis B2B memungkinkan untuk terjadinya pesanan berulang apabila kamu dapat menjaga kualitas produk. Umumnya, volume pesanan pada umumnya besar dengan frekuensi penjualan yang tidak sebanyak B2C. Jika sifat produk atau layanan Anda diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis, menyiapkan strategi B2B adalah taruhan terbaik Anda. Berjejaring dan menjangkau adalah bagian yang lebih besar dari strategi ini. Anggaran iklan yang besar tidak banyak membantu. Tantangan paling penting yang akan Anda hadapi adalah meyakinkan bisnis yang sudah mapan bahwa produk/ layanan Anda sangat sesuai dengan proses mereka. Ada beberapa jenis model e-commerce B2B:

Wholesale/ grosir

Manufacturing/ manufaktur

Service based/ berbasis layanan

Model ini melibatkan bisnis yang menjual produk secara grosir atau dalam jumlah besar ke bisnis lainnya. Contohnya seperti pedagang grosir yang menjual ke pengecer dan toko-toko kecil.

Manufaktur adalah tentang menjual barang atau bahan mentah atau suku cadang dari pemasok dan kemudian memprosesnya menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

Model ini melibatkan bisnis yang menjual layanan, seperti konsultasi atau pemasaran, ke bisnis lain.

2 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


2

Business to Consumer (B2C)

Merupakan bisnis yang menjual produknya langsung ke konsumen, yang umumnya adalah perorangan. Alur pembeliannya, calon pelanggan dapat menemukan website-mu atau platform jualanmu dan menentukan apakah produk tersebut memberikan manfaat bagi pelanggan dan memecahkan masalah mereka. Salah satu keunggulan utama B2C adalah kemudahan yang ditawarkannya kepada konsumen. Secara daring dan hanya dengan klik lewat jari atau tap di layar, konsumen dapat membeli produk yang dijual dengan mengandalkan kenyamanan dari rumah tanpa perlu kesulitan mengunjungi toko fisik. Hal ini sangat bermanfaat bagi perorangan yang tinggal di daerah yang punya akses terbatas ke toko ritel. Beberapa jenis model e-commerce B2C antara lain:

Ritel daring

Crowdfunding

Adalah jenis B2C yang paling umum, di mana bisnis menjual berbagai produk langsung ke konsumen lewat website. Contohnya adalah Amazon.

Ini melibatkan bisnis yang mengumpulkan uang dari sejumlah besar orang untuk mendanai proyek atau produk tertentu.

Subscription based/ berbasis langganan Dalam model ini, bisnis menjual produk atau layanan berdasarkan langganan, seperti pengiriman produk setiap bulan atau akses ke layanan.

Group buying/ pembelian kelompok Model ini melibatkan sekelompok orang yang berkumpul untuk membeli produk atau layanan dengan harga diskon.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

29


3

Consumer to Consumer (C2C)

C2C mengarah pada konsumen yang menjual produknya pada konsumen lain lewat internet. Dalam transaksi C2C, konsumen adalah penjual dan konsumen lainnya adalah pembeli. Umumnya, model bisnis C2C digunakan oleh individu yang ingin menjual barang yang tidak lagi diperlukan atau digunakan, seperti pakaian, elektronik, atau furnitur. C2C juga cocok bagi individu untuk menjual barang atau jasa yang dibuat, misalnya kerajinan digital atau produk digital. Beberapa jenis model e-commerce C2C, antara lain:

Online marketplace

Classified website

Model ini melibatkan konsumen yang menjual barang melalui platform seperti eBay atau Etsy.

Model ini melibatkan konsumen yang memposting iklan untuk barang yang ingin dijual di situs web seperti Craigslist atau Kijiji.

3 0 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

Platform peer-topeer (P2P) P2P melibatkan konsumen yang menjual barang langsung ke konsumen lain melalui platform seperti Airbnb atau Uber.


4

Consumer to Business (C2B)

Model bisnis ini sedang populer karena para pekerja lepas dapat menawarkan layanannya pada bisnis. C2B menangani proyek yang diberikan oleh bisnis pada pekerja lepas dengan durasi waktu tertentu. Sebagian besar klien ini adalah entitas komersial dan pekerja lepas seringkali adalah individu. Contoh C2B adalah reverse auction websites, freelance marketplaces, dan affiliate marketing. C2B menawarkan beberapa keuntungan bagi konsumen. Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuan untuk mendapatkan uang tambahan dengan menjual keahlian atau layanan mereka kepada bisnis. Ini juga merupakan cara yang nyaman bagi konsumen untuk menjual produk atau layanan tanpa harus membuat bisnis atau situs web mereka sendiri. Model bisnis ini memungkinkan konsumen untuk dengan mudah terhubung dengan bisnis dan menegosiasikan syarat dan harga untuk produk atau layanan mereka. Beberapa jenis model e-commerce C2B, antara lain:

Freelancing platforms/ platform lepas Konsumen dapat menjual keahlian atau layanan mereka ke bisnis melalui platform, misalnya Upwork atau Fiverr.

Crowdsourcing

Licensing

Model ini melibatkan bisnis yang meminta ide atau solusi dari sekelompok besar orang, dan kemudian memilih ide terbaik untuk diterapkan.

Model ini melibatkan konsumen yang melisensikan produk atau ide mereka ke bisnis dengan biaya tertentu.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

31


5

Business to Government (B2G)

B2G adalah model bisnis e-commerce di mana bisnis memasarkan produknya ke lembaga pemerintah. Alur pembeliannya dimulai dari pemerintah yang mengajukan permintaan proposal dan bisnis harus melakukan penawaran untuk proyek tersebut. Model bisnis ini adalah cara yang familiar bagi instansi pemerintah untuk membeli barang dan jasa yang diperlukan untuk beroperasi. Contohnya, instansi pemerintah membutuhkan perlengkapan atau peralatan kantor dari bisnis, atau membuat kontrak dengan bisnis untuk menyediakan layanan seperti konsultasi IT. Beberapa jenis model e-commerce B2G, antara lain:

Procurement/ pengadaan

Contracting/ kontrak

Model ini melibatkan bisnis yang menjual produk atau layanan kepada lembaga pemerintah melalui proses penawaran formal.

Model ini melibatkan kontrak bisnis dengan lembaga pemerintah untuk menyediakan barang atau jasa selama jangka waktu tertentu.

3 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

Granting/hibah Model ini melibatkan bisnis yang mengajukan dan menerima dana dari lembaga pemerintah untuk mendukung proyek atau inisiatif tertentu.


6

Business to Business to Consumer (B2B2C)

Alur ini ketika bisnis menjual produk ke bisnis lain, selanjutnya bisnis tersebut menjualnya lagi ke konsumen secara daring. Ada tiga pihak yang terlibat dalam model bisnis ini. Contohnya kamu sebagai pedagang besar, menjual barang pada pihak lain (reseller), di mana pihak tersebut dapat menjual produkmu pada harga tertentu. Kemudian, kamu menawarkan komisi pada reseller tersebut untuk setiap penjualan. Model bisnis ini bermanfaat untuk akuisisi pelanggan baru. Ini dapat terjadi karena meski pelanggan sudah familiar dengan produk yang dijual, pelanggan mungkin kesulitan memesan langsung pada produsennya. Ada beberapa kendala yang dialami seperti letak geografis, harus memesan dalam jumlah besar, biaya pengiriman mahal, dan lain-lain.

Jadi, model bisnis e-commerce mana yang akan kamu pilih? Pertimbangkan manfaat, tantangan, dan risiko yang menyertainya. Jika memungkinkan, lakukan analisa secara menyeluruh dan singkat, agar kamu bisa lebih fokus untuk mempersiapkan produkmu di waktu yang lebih cepat.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

33


3 4 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


IN DEPTH

Taktik Mendesain Landing Page Startup yang menjual produk digital sudah terbiasa menggunakan landing page. Alasannya, menurut Hubspot, perusahaan yang punya 10-15 landing page dalam situsnya dapat mengalami kenaikan leads hingga 55%. Landing page, atau disebut dengan destination page adalah halaman web khusus yang dirancang untuk membuat campaign atau iklan. Pada umumnya pengguna akan melakukan klik tautan yang muncul di e-mail, atau iklan yang muncul di search engine atau media sosial, situs, atau hasil pencarian internet. Selanjutnya, pengguna akan diarahkan pada sebuah halaman khusus yang berisi tentang informasi spesifik dan lebih detail tentang produk, layanan, penawaran, dan hal lainnya.

Kemudian, mengapa landing page ini penting? Membangun landing page adalah pendekatan yang sangat tepat dalam melakukan validasi ide. Landing page juga akan menentukan, apakah target market punya ketertarikan lebih terhadap produk kita. Adanya landing page dapat menjadi kesempatan emas bagi startup untuk mendapatkan data berharga dari pengunjung, misalnya melalui e-mail, jenis kelamin, usia, dan nomor telepon.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

35


Landing page juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan conversion rate, di mana itu menunjukkan seberapa jauh sebuah website berhasil menarik pengunjung dan mempengaruhi mereka untuk melakukan sesuatu yang diminta.

3 6 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Jadi, seperti apakah landing page yang menarik dan fungsional jika ditilik dari sisi desain? Meskipun jawabannya tidak ada yang pasti (karena versi ‘menarik’ setiap orang tentu saja berbeda), akan tetapi tidak ada yang salah jika kita belajar dari startup lain yang mendesain landing page dengan memukau. Contoh desain landing page datang dari startup Airtable, Intercom, dan Slack, yang secara garis besar memiliki anatomi elemen desain sebagai berikut:

Sumber: gambar di artikel ini dikutip dari situs https://medium.com/sketch-app-sources

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

37


1

Header bar

Dari contoh ketiga desain di atas, kita dapat mengetahui bahwa referensi tersebut memiliki:

• Desain yang simpel, hanya membubuhkan logo startup dan tautan • Spacious, jarak yang tepat dan terlihat rapi • Terdapat di bagian atas halaman (kecuali pada startup Intercom) • Terdiri dari 5-6 tautan • Terdapat 1 Call to Action (CTA)

3 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


2

Heading dan subheading

Dari contoh ketiga desain di atas, kita dapat mengetahui bahwa referensi tersebut memiliki:

• Judul pendek terdiri dari 3–5 kata. • Judulnya dicetak tebal, jelas, dan berwarna gelap. • Subjudulnya mengikuti template, yaitu untuk siapa, apa yang bisa mereka lakukan, dan apa manfaatnya.

Kamu bisa membuat judul dan dijabarkan dalam satu kalimat singkat. Bagaimana kamu menjelaskan solusi yang dimiliki? Apa "keajaiban" dari solusimu? Apa fungsinya untuk pelanggan?

Contoh judul misalnya,

dan

“Ambil ide dari yang terbaik ke yang terbaik”

“Ayo bangun dari sini”

oleh Miro

oleh GitHub.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

39


3

Hero illustrations

Dari contoh ketiga desain di atas, kita dapat mengetahui bahwa referensi tersebut memiliki:

• Ilustrasi sederhana dan tidak kompleks • Menunjukkan sisi humanis • Menggunakan beberapa bentuk geometri seperti kotak, segitiga, lingkaran, dan lain-lain (Hal ini disesuaikan dengan value dari merek startup di atas dan pesan yang ingin disampaikan, jadi bukan merupakan patokan untuk membuat desain ilustrasi).

Kamu dapat memilih aset visual menawan yang sesuai dengan target audiens. Ini bisa berupa ilustrasi khusus, video intro, animasi, stok foto, foto produk berkualitas tinggi, atau gambar yang menarik perhatian orang.

4 0 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


4

Call to Action (CTA)

Dari contoh ketiga desain di atas, kita dapat mengetahui bahwa referensi tersebut memiliki:

• Meminta data diri berupa e-mail • Tombol dengan copy singkat dan ajakan untuk pengguna melakukan sesuatu • Perintah singkat untuk sign in apabila sudah menjadi member • Memasukkan 3 poin penting tentang value proposition. Ini adalah pernyataan sederhana yang menjelaskan mengapa orang harus memilih produkmu daripada pesaing.

Beberapa contoh CTA antara lain:

“Daftar Sekarang”

“Pesan Uji Coba Gratis”

“Dapatkan Akses Awal”

“Coba Gratis”

Dari keempat elemen penting di atas, kamu bisa mempraktikkan dengan mengadopsi best practice yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan desain landing page milikmu. Jadi, selamat mencoba, ya! # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

41


IN DEPTH

Rahasia Berjejaring dan Membangun Relasi Banyak orang lupa menyadari bahwa berjejaring atau membangun networking adalah sebuah kebutuhan. Bagaimana bisa? Terlepas dari sifat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain, berjejaring pada dasarnya adalah sebuah upaya untuk bertahan hidup.

4 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Buat kamu yang jadi founder, butuh berjejaring untuk bisa mengembangkan tim. Bagi para investor, berjejaring menjadi sebuah hal fundamental agar aliran dana tidak terhenti dan bisnis dapat terus berjalan. Bagi para anggota tim, mereka tidak akan bisa menghasilkan kinerja yang mumpuni bila tidak bekerja sama dengan leader dan rekan kerja yang lain.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

43


Namun, bagi yang memang belum terbiasa untuk berjejaring, pasti pernah mendapati perasaan bahwa berjejaring akan menghabiskan banyak waktu yang tidak pasti, menghabiskan tenaga, hingga memberikan rasa tidak nyaman karena perlu berkenalan dengan orang baru. Percaya atau tidak, jaringan tidak datang begitu saja seperti hujan yang turun dari langit. Jaringan butuh proses untuk semakin tumbuh dan berkembang. Untungnya, berjejaring adalah keterampilan yang dapat didapatkan siapapun dengan latihan dan sedikit panduan. Siapapun dapat menjadi orang yang ahli dalam berjejaring, terlepas dari apakah mereka seorang introvert atau ekstrovert. Untuk itu, jangan jadikan kepribadian introvert sebagai alasan untuk enggan berjejaring. Sudah banyak contoh nyata di luar sana seorang introvert yang berhasil membangun pertemanan dengan hebat. Untuk membantumu memperluas jaringan, berikut ada sedikit tips dalam mengembangkan pertemananmu. Dengan latihan, kamu akan merasakan kemudahan untuk mendapatkan relasi dan mendapatkan banyak manfaat di masa depan.

Sebelum acara dimulai

Menyiapkan pola pikir adalah sebuah langkah yang cerdas. Rasa takut akan selalu muncul, dan itu wajar. Jadi, beranikan diri untuk memeluk rasa takut tersebut dengan memikirkan bahwa setiap orang yang akan hadir di acara ingin bertemu orang baru. Dengan memikirkan hal itu, kamu akan keluar dari pola pikir yang merasa bahwa berkenalan bisa mengganggu orang lain. Pola pikir ini juga memberikanmu keberanian untuk mendekati seseorang dan mengobrol dengan percaya diri. 4 4 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Berikan first impression dengan berdandan secara pantas. Memang penampilan pada umumnya disesuaikan dengan tema acaranya. Namun, terlepas apakah kamu akan menghadiri pembicaraan startup atau acara bisnis, akan lebih baik jika kamu berpakaian dengan pantas dan menghindari sikap terlalu santai. Bagaimanapun, orang akan membuat penilaian pertama dari penampilan. Orang lain akan memandang apakah kamu adalah orang yang layak untuk diajak berbicara dari caramu mengenakan pakaian.

Siapkan kartu nama bisnismu. Apabila kamu tidak memiliki kartu nama, siapkan LinkedIn dan detail media sosialmu. Cara lain, kamu juga bisa mencatat kontak di handphone atau buku catatan. Jika kamu berhasil menjalin percakapan yang hebat, jangan lupa untuk meminta nomor kontak setelahnya. Jika tidak, semua yang telah kamu capai akan sia-sia.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

45


Ketika kamu memasuki ruangan

Jika kamu datang sendiri, mulailah untuk membeli minuman atau makanan kecil untuk diri sendiri. Ini adalah cara paling mudah untuk bertemu kontak pertamamu, karena orang yang datang sendiri ke acara tersebut hampir selalu datang terlebih dahulu. Ini juga cara yang paling mudah untuk memulai percakapan. Misalnya dengan bertanya pada orang lain dan meminta untuk memberikan saran minuman atau makanan kecil apa yang akan dipilih. Jika kamu melihat mereka memegang sesuatu, tanyakan apakah mereka akan merekomendasikannya dan kamu dapat memulai percakapan dari sini.

Hindari untuk menyembunyikan wajahmu di balik handphone. Inilah saat yang paling dinanti setelah kamu melakukan persiapan sebelumnya, jadi beranikan dirimu dan masukkan sebentar handphone di kantongmu. Memang di saat kita sedang sendirian di ruangan yang ramai, kita akan punya hasrat untuk mengeluarkan ponsel agar tidak terlihat terlalu kesepian. Padahal, ini justru akan memberikan sinyal bagi orang lain bahwa kamu enggan untuk didekati karena sedang sibuk. Sebaliknya, berikan sinyal bahwa kamu adalah orang yang terbuka dan mudah untuk diajak berbicara. Jangan enggan tersenyum dan lakukan kontak mata saat berbicara.

4 6 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Selama menyaksikan presentasi

Kamu dapat mengambil posisi dan duduk di sebelah orang yang sedang duduk sendiri. Sembilan dari sepuluh orang akan sangat senang kamu melakukan hal tersebut. Mungkin mereka ingin terlihat sendirian dan tidak bertemu siapa pun, tapi itu tidak mungkin karena mereka pasti tidak akan datang ke acara tersebut dan memilih untuk berdiam diri di rumah. Kamu dapat memulai percakapan, memberikan senyuman, memperkenalkan diri, dan tanyakan apa yang membuat mereka datang ke acara tersebut. Apabila kamu menemukan hal yang menarik, jangan ragu untuk mencatat poin penting dari presentasi. Ini akan menjadi pokok pembicaraan yang bagus dan dapat digunakan setelah percakapan usai dan membantumu untuk mengingat apa yang telah dipelajari setelahnya.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

47


Setelah menyaksikan presentasi

Kamu dapat mengajukan pertanyaan berdasarkan materi presentasi. Gunakan pertanyaan tersebut sebagai pembuka percakapan. Misalnya, apakah orang yang di sebelahmu setuju dengan presenternya? Apakah menurut mereka materinya bermanfaat? Jadikan ini sebagai pertanyaan pembuka dan beralihlah ke hal lain. Mendengarkan sepenuh hati dan memperhatikan orang yang diajak berbicara. Tunjukkan minat bahwa kamu tertarik dengan apa yang mereka sampaikan. Jangan sampai kamu menunjukkan sikap cuek dan terus melihat sekeliling ruangan hanya karena kamu belum mendapatkan rasa nyaman dari pertemuan dengan orang baru. Bahkan, jika kamu ingin berpindah percakapan lain, pastikan kamu tetap memberikan perhatian penuh kepada orang tersebut sampai kamu bisa pergi. Atur waktu keluarmu. Untuk bisa mendapatkan hasil maksimal dari acara tersebut, kamu setidaknya perlu merotasi minimal dua kali di antara percakapan yang berbeda, sehingga kamu setidaknya mendapatkan tiga kontak baru per acara malam. Cara untuk keluar misalnya dengan memberitahu mereka bahwa kamu harus pergi ke toilet atau mengisi ulang minumanmu. Beri tahu mereka bahwa pertemuan tersebut sangat menyenangkan dan kamu benar-benar menikmati percakapannya. Jangan lupa untuk bertukar kontak dan pindah ke bagian lain ruangan begitu kamu kembali. Pastikan bahwa kamu benar-benar melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan. Misalnya, jika kamu ingin ke toilet maka lakukan hal itu. Jangan sampai kamu justru terlihat seperti membuat alasan untuk pergi dan akan menimbulkan kesan yang tidak baik di mata mereka.

4 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Hari berikutnya

Setelah acara, kamu mungkin akan merasa gembira karena berhasil menyelesaikan misimu kemarin. Untuk merayakannya, kamu perlu menindaklanjuti dengan mengirim pesan e-mail, LinkedIn, atau chat pada orang yang kamu temui sebelumnya. Ini akan membantu mereka mengingat siapa dirimu. Tidak hanya itu, percakapan jarak jauh ini akan memberikan jejak digital untuk mengingatkan dirimu tentang bagaimana kamu berdua dapat bertemu dan bertukar kontak. Bahkan jika kamu saat ini belum melihat peluang khusus untuk membangun hubungan dengan orang tersebut, kamu tidak akan pernah tahu kapan jaringan yang bervariasi akan bermanfaat.

Semoga tips berjejaring ini bermanfaat untuk memperluas jejaringmu. Yang perlu dilakukan adalah mulai saja dan jangan berekspektasi apapun. Sebab, kita semua adalah individu unik yang punya karakter, kelebihan, dan kekurangan. Ketika kamu sudah semakin sering berkenalan dengan orang baru, maka kamu dapat merasakan bahwa ini semua bisa ditingkatkan dan mengembangkan gaya berkenalanmu sendiri. Teruslah berlatih, berkenalan, dan berjejaring sebanyak mungkin karena manfaatnya bisa jadi tidak langsung didapatkan hari ini, melainkan di kemudian hari. # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

49


IN DEPTH

Mengelola Tim Penjualan B2B untuk Startup

Founder startup yang pertama kali menangani model bisnis B2B mungkin akan mendapatkan banyak tantangan dalam hal penjualan. Untuk mengatasi hal tersebut, alangkah baiknya jika kita kembali ke dasar dengan memahami proses manajemen penjualan. Penjualan akan berhasil jika mendapat dukungan alat yang tepat untuk mewujudkan aktivitas penjualan pertamamu. 5 0 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


SEPERTI APAKAH PROSES MANAJEMEN PENJUALAN?

Secara garis besar, pendapatan penjualan merupakan fungsi dari tingkat aktivitas penjualan sebuah startup dan kualitas aktivitas tersebut. Jika ditulis dalam sebuah formula, berikut adalah gambarannya:

PENDAPATAN PENJUALAN = VOLUME AKTIVITAS × KUALITAS Persamaan ini terlihat sederhana tetapi memberikan dampak yang besar apabila kamu memahami cara kerjanya. Dari formula ini, kamu bisa menetapkan parameter yang digunakan untuk mengelola tim penjualan. Dengan kata lain, kamu perlu memastikan volume aktivitas yang tinggi, sekaligus memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan baik.

Contohnya, kamu memberikan tugas pada staf penjualan untuk melakukan 80 panggilan telepon per hari. Sekilas hal ini terlihat efektif dari segi tingkat volume aktivitas. Namun, jika selama panggilan tersebut staf penjualanmu tidak punya skrip panggilan yang berhasil, pemahaman tentang masalah pelanggan yang belum mumpuni, atau tidak punya pengetahuan produk yang memadai, upaya tersebut bisa dipastikan tidak memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, kamu membutuhkan upaya yang signifikan dari volume aktivitas dan kualitas pekerjaan. Dengan demikian, kamu dapat mengukur kesuksesan tim dan mencapai target pendapatan penjualan. Menelisik lebih jauh, kita semua dihadapkan pada tantangan bahwa staf penjualan terdiri dari berbagai macam individu dan latar belakang yang berbeda. Masing-masing punya kekuatan dan kelebihan yang bisa mendukung atau mungkin menurunkan kinerja penjualan.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

51


Contohnya apabila salah satu rekan melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, rekan penjualan lainnya mungkin kesulitan melakukan tugas yang sama, meski unggul dalam bagian lain dari pekerjaannya. Sebagai founder atau manajer penjualan, tugasmu adalah mengetahui dan mengembangkan keterampilan tim penjualan. Bagaimana caranya? Kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

LANGKAH 1

Menetapkan tujuan penjualan secara individu untuk setiap rekanan. Di langkah ini, setiap orang harus memperhatikan tujuan masingmasing dan memastikan bahwa mereka punya langkah konkret untuk dapat mencapainya. Tujuan tersebut harus bisa diukur secara relevan dari waktu ke waktu agar dapat dinilai efektivitasnya.

LANGKAH 2

Menentukan metrik yang memungkinkanmu memahami secara detail kinerja dari setiap individu dari tim penjualan.

Secara garis besar, ada tiga metrik yang berfungsi sebagai alat diagnostik untuk pekerjaan yang baik dan buruk.

• Pendapatan yang diperoleh (revenue booked ) • Volume aktivitas (volume of activity) • Kualitas pekerjaan (quality of work)

Agar lebih jelas, di bawah ini adalah gambaran dari beberapa metrik performa umum. Setiap bisnis startup adalah unik, jadi kamu perlu menyesuaikan daftar ini terhadap aktivitas penjualanmu.

PENDAPATAN YANG DIPEROLEH

VOLUME AKTIVITAS

KUALITAS PEKERJAAN

Total pemesanan hingga saat ini

Interaksi pelanggan per minggu

Pengetahuan produk

Pemesanan kuartal/ bulan terakhir

Janji temu pertama per minggu

Pemahaman pelanggan

Pelanggan baru

E-mail per minggu

Penguasaan proses penjualan

Persentase retensi pelanggan

Proposal per minggu

Tingkat konversi

Rapat eksekutif per minggu

Kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya Sumber: https://learn.marsdd.com/

5 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


LANGKAH 3

Mendapatkan umpan balik secara rutin tentang metrik dari anggota tim penjualan. Pada awalnya, upaya dan informasi yang diterima dari tim penjualan kemungkinan besar terbatas pada partisipasi dari tiap anggota tim dan keakuratan. Namun, lambat laun, proses mengumpulkan metrik ini akan mengarahkan tim untuk memberi mereka fokus energi pada hal yang diukur. Pada tahapan ini, kamu harus sudah bisa mengidentifikasi praktik yang baik dan yang tidak cocok dikerjakan dalam tim.

LANGKAH 4

Mengembangkan budaya penjualan.

Sebagai manajer penjualan atau sebagai leader, kamu punya peran sangat penting untuk mempengaruhi budaya tim. Langkah paling kecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencontohkan melalui cara berperilaku sebagai manajer. Dengan kata lain, perilaku dan aktivitas yang kamu lakukan sehari-hari harus menandakan bahwa kamu sebagai leader mendukung keunggulan dan menjaga akuntabilitas tim.

Selain itu, manajer penjualan perlu mendukung atas keunggulan tim dan mengkomunikasikan dengan baik dan secara rutin. Dukung anggota tim dengan mengalokasikan sebagian besar waktu dan upaya untuk membimbing mereka mendapatkan kinerja terbaiknya. Perhatikan karakteristik dan sumber daya yang kamu miliki, di mana mereka unggul, dan di bagian mana mereka punya kekurangan. Ini akan membantumu melakukan penempatan yang tepat dari peran masing-masing, sehingga mereka akan lebih mudah mencapai performa terbaiknya. # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

53


SISI LAIN

KUNCI RAHASIA MENEMBUS PROYEK PEMERINTAH Siang itu, di sebuah restoran yang sejuk di Jakarta Selatan, saya bertemu Mat Keren, teman lama saya. Mat Keren masih muda, tapi ia memegang saham mayoritas beberapa perusahaan rintisan di Jakarta. Kami ngobrol perihal dunia bisnis yang kian menantang, sekaligus kompetitif.

bisnisnya, baik yang B2C maupun B2B. Namun, ia selalu merasa menemui jalan buntu setiap kali menjajaki peluang bisnis dengan pemerintah. Padahal, menurut Mat Keren, pemerintah mempunyai dua hal yang dia butuhkan: proyek dan anggaran.

Setelah membahas banyak hal, saya pun bertanya. "Jadi kenapa kamu mengajak saya makan siang, Mat?”

“Apakah kira-kira Ndoro bisa membantu saya menembus dinding birokrasi?”

“Begini, Ndoro … “ kata Mat Keren seraya nyengir. Dia lalu bercerita tentang keberhasilan 5 4 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

"Begini, Mat. Menjalin bisnis dengan pemerintah memang menggiurkan banyak orang. Proyek di pemerintahan cenderung stabil secara keuangan dan umumnya bersifat jangka panjang.


Hanya saja, proses untuk mendapatkan kontrak cukup kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang regulasi dan sistem anggaran pemerintah. Banyak persyaratan administrasi yang juga harus dipenuhi. Tidak semua perusahaan, apalagi perusahaan rintisan, mempunyai kesabaran dan kegigihan yang cukup untuk menghadapi tantangan itu. Saya menyeruput es teh tawar dan melanjutkan. “Beberapa bidang, seperti infrastruktur, teknologi informasi, pertahanan, dan layanan kesehatan adalah beberapa area di mana peluang B2G sangat besar. Ada juga kebutuhan untuk solusi yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi di lembaga pemerintahan, seperti perangkat lunak manajemen data atau sistem keamanan siber.” Saya juga menjelaskan bahwa proses tender dan pengadaan di sektor pemerintah biasanya mensyaratkan standar yang tinggi dan sangat kompetitif. Pemain tendernya banyak. Memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang baik adalah kunci untuk menang dalam persaingan. Menjalin hubungan dengan kuasa anggaran dan mendapatkan proyek memang bisa memakan waktu, tetapi

PENULIS:

imbalannya sepadan, yaitu kontrak jangka panjang yang memberikan aliran pendapatan stabil. Proyek pemerintah biasanya berskala besar, memberikan peluang bagi mitranya untuk tumbuh cepat. Pemerintah pun semakin terbuka pada solusi inovatif, sehingga memberikan peluang bagi perusahaan rintisan untuk membawa ide-ide baru. Dan yang terpenting, mendapat kontrak dan menjadi penyedia layanan bagi pemerintah bisa meningkatkan kredibilitas dan reputasi sebuah perusahaan. “Apa tantangannya, Ndoro?” Salah satunya adalah modal. Mengingat proyek pemerintah biasanya berskala besar, diperlukan modal yang cukup untuk menyelesaikan kontrak. Jika modal cekak, perusahaan harus mencari pinjaman yang akan dilunasi setelah proyek selesai. “Tapi yang paling penting, lebih dari semuanya, kunci untuk mendapat proyek pemerintah adalah …” “Apa, Ndoro?” Mat Keren menyergah. “Orang dalam.” “Oh, ha-ha-ha …“

Wicaksono alias Ndoro Kakung, jurnalis veteran, konsultan komunikasi, dan kreator konten.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

55


R EKOMENDA SI

Buku, Film & Podcast Telah dikurasi, tinggal diresapi, dinikmati, dan dibagi pada temanteman lainnya!

Untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah era dinamis, para startup dapat menentukan model B2B, B2C, B2G, agar dapat menemukan target pasar yang tepat. Oleh karena itu, edisi Rintisan kali ini akan merangkum rekomendasi buku, podcast, dan film untuk menambah pengetahuanmu soal startup. 5 6 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Buku

THE PARTNERSHIP ECONOMY DAVID YOVANNO BUILDING SUCCESSFUL PARTNER CHANNELS HANS PETER BECH Buku yang ditulis oleh Hans Peter Bech ini dapat menjadi panduan tentang pentingnya mengelola dan membangun channel partner dengan pembelajaran dari pengalaman penulis dalam bidang industri software. Selain itu, buku ini membagikan tips lainnya mengenai model bisnis dengan menempatkan channel partner yang tepat, serta membangun trust yang penting untuk menjaga keberlangsungan relasi bisnis, baik untuk konsumen maupun bisnis lainnya.

Untuk mengembangkan bisnis, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah mengembangkan jaringan, termasuk dengan menemukan konsumen baru. Buku ini dapat menjadi rekomendasi untukmu yang ingin mengembangkan strategi menjangkau konsumen baru dan strategi bisnis lainnya. Dalam buku yang ditulis oleh David Yovanno ini juga menyajikan real case dalam menjaga relasi dengan konsumen atau bisnis lainnya.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

57


Film

THE DEVIL WEARS PRADA 2006

Film ini menceritakan kisah hidup seorang Andy Sachs yang bekerja menjadi seorang jurnalis junior dalam suatu majalah. Dalam pekerjaannya ini, Andy belajar untuk bisa membangun relasi yang baik dan bisa meningkatkan kapabilitasnya dengan menimba ilmu sesuai dengan bidang yang dia geluti. Film bergenre komedi drama yang rilis pada 2016 ini dapat menambah inspirasi untuk bisa bertahan demi menjaga relasi yang baik dengan partner, terutama antara bisnis dengan bisnis. 5 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G

THE GIG IS UP 2021

Film dokumenter yang rilis pada dua tahun yang lalu ini mengangkat cerita tentang cara platform bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Platform yang dibahas dalam film ini diantaranya Amazon, Uber, dan Lyft. Dari adanya inovasi yang dibangun dalam platform ternyata memiliki dampak pada perubahan sistem bekerja, cara menjalin relasi dengan konsumen, maupun dalam mengembangkan bisnis.


Podcast

FINITE: B2B MARKETING PODCAST FOR TECH, SOFTWARE & SAAS Podcast ini yang dibawakan oleh Alex Price membahas soal bagaimana inovasi pemasaran dengan model B2B. Selain itu, ada juga insight lainnya seperti strategi menjangkau konsumen, cara membangun mindset, dan juga mengembangkan inovasi produk. Podcast ini juga menawarkan real case dari para narasumber yang diundang, sehingga bisa dipelajari bagaimana cara suatu startup atau bisnis dapat menentukan strategi yang tepat. https://bit.ly/b2bpod

B2C LEAD GENERATION B2C Lead Generation akan mengajakmu untuk mengenali lebih jauh soal membangun strategi B2C. Podcast berdurasi sekitar 20-50 menit ini menyajikan informasi yang cukup dalam tentang bagaimana kendala yang dihadapi oleh konsumen, pemanfaatan AI, cara meningkatkan penjualan, serta membangun value. https://bit.ly/b2c-lead

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

59


P R O F I L S TA R T U P

SIDIGS

Membangun Ekosistem Digital di Sekolah

Kali ini, majalah Rintisan mewawancarai Transbara Wahyu Firmansyah, atau biasa dipanggil Bara, salah satu founder dari alumni Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yakni SIDIGS.

6 0 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


E L E VAT O R P I T C H

SIDIGS atau Sistem Informasi Digital Sekolah adalah sebuah startup edutech sebagai platform dan support system untuk membantu sekolah konvensional menjadi sekolah Go Digital (Smart School ). VISI

Memberikan solusi terbaik di bidang teknologi informasi untuk segala kebutuhan sekolah anda. SIDIGS akan tetap konsisten dalam membangun ekosistem digital dan turut serta memajukan pendidikan dan kesejahteraan sekolah di Indonesia.

FOUNDER

Transbara Wahyu Firmansyah CO - F OUNDER

• Vintoko Dharma Mufian • Dwi Riyantono • Firman Alamsyah • Bagas Satya D I D I R I K A N PA D A

13 Juni 2020 INDUSTRI

WEBSITE

https://sidigs.com/

Startup Edutech JUML AH TIM

10 FA SE PENDANA AN

Bootstrapping

PADA MULANYA, BAGAIMANA CERITA LATAR BELAKANG DALAM MENDIRIKAN SIDIGS? Ide mendirikan SIDIGS bermula ketika saya bekerja sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah swasta. Saat itu saya menemukan kesulitan dalam mengelola sekolah secara konvensional. Karena yang harus diatur dan dibuat sistemnya tidak hanya proses belajar mengajar, tapi juga teknis administrasi yang mendukung kegiatan di sekolah tersebut. Apalagi saat itu pandemi COVID-19 sedang meluas di tahun 2020, kegiatan belajar mengajar di sekolah jadi cukup challenging karena dari yang tadinya tatap muka jadi harus dilaksanakan secara daring. Mulai dari membuat kurikulum pembelajaran daring, ujian daring, sistem manajemen sekolah online dan manajerial peserta didik dan pegawai dengan online.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

61


Berawal membantu satu sekolah dan ternyata memberikan dampak positif yang luar biasa karena manfaatnya terasa dan membuat seluruh aktivitas sekolah lebih mudah dan efisien. Dengan fitur yang masih terbatas di Versi 1, SIDIGS terus berinovasi hingga dalam satu tahun telah mengupdate kurang lebih 100 fitur. Tidak hanya itu, jumlah sekolah yang bergabung terus bertambah hingga lebih dari 20 sekolah di pulau Jawa. Dengan mengusung konsep Smart School yakni Smart Learning, Smart Teaching, dan Smart Living, saat ini SIDIGS telah membantu lebih dari 2500+ siswa, 1000+ orangtua dan 200+ guru.

APA VISI SIDIGS? SIDIGS bisa menjadi super app for school dan membantu banyak sekolah di Indonesia terutama Learning Management System-nya. Sehingga akan banyak pemimpin baru dan orang hebat di masa depan melalui wasilah aplikasi SIDIGS.

6 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


APA KEGIATAN ANDA SEBELUM MENDIRIKAN STARTUP? Saya mengajar dan menjadi kepala sekolah di salah satu sekolah swasta di kota Malang.

BAGAIMANA CARA SIDIGS MENGGAET KLIEN DI AWAL-AWAL BERDIRI? Kami melakukan presentasi secara door-to-door dan menawarkan aplikasi SIDIGS sesuai dengan masalah yang ada di sekolah tersebut. Layanan yang ditawarkan berupa konsultasi untuk segala kebutuhan digitalisasi sekolah seperti penyedia website sekolah, aplikasi pembelajaran, aplikasi manajemen administrasi sekolah, digitalisasi kantin, digitalisasi perpustakaan, hingga pengadaan hardware kebutuhan sekolah seperti CCTV, komputer, laptop, fingerprint dan lain sebagainya.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

63


APA TANTANGAN TERBESAR YANG DIHADAPI SAAT TAHUN PERTAMA MERINTIS? Mendirikan startup secara bootstrapping itu sangat tidak mudah ya, berbagai tantangan muncul seperti proses pengelolaan tim. Dulu tiga orang founder SIDIGS memiliki visi dan skill yang berbeda sehingga cukup sulit untuk disatukan dan akhirnya bubar. Kemudian saya membentuk tim baru dengan menerapkan fondasi nila-nilai startup hingga akhirnya terbentuk budaya kerja startup yang profesional. Kami juga memiliki keterbatasan informasi terkait proses pengembangan produk, sehingga membuat produk yang kami buat tidak jelas arah dan tujuannya yang kemudian ber-impact pada cost dan waktu yang terbuang di awal cukup banyak. Merintis startup secara bootstrapping juga membuat kami harus bisa mengelola keuangan untuk dapat survive di fase awal. Dengan memanfaatkan dana yang ada dan down payment dari klien, tim kami tetap harus bisa memberikan layanan yang prima. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana memasarkan layanan SIDIGS secara meluas. Apalagi kami tidak memiliki pengalaman memperkenalkan produk ke market. Sedangkan banyak hal yang tidak diketahui terutama do’s & don'ts nya dalam proses penawaran produk ke klien. Semua ini terjadi karena kami kekurangan ilmu dan tidak memiliki mentor pada saat itu.

6 4 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


BAGAIMANA PERKEMBANGAN SIDIGS SAAT INI? HAL APA YANG SEDANG DIFOKUSKAN? Saat ini fokus kami adalah memberikan layanan yang maksimal atau “Service Excellence”, agar para mitra SIDIGS dapat menggunakan aplikasi kami dengan nyaman dan dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di sekolah dan hal teknis melalui aplikasi yang kami kembangkan. Sehingga ketika permasalahan tersebut sudah dapat teratasi dengan SIDIGS, harapannya para mitra sekolah bisa terus meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.

APA KEUNIKAN SIDIGS DIBANDINGKAN DENGAN KOMPETITORNYA? SIDIGS menawarkan One Gate Platform sehingga sekolah tidak perlu mengoperasikan banyak aplikasi dan dapat digunakan oleh berbagai tipe user, seperti guru, siswa, dan juga staf di sekolah. Selain itu, kami juga memberikan tim pendamping khusus untuk mitra sekolah kami, sehingga mereka bisa dengan mudah mengoperasikan seluruh aktivitas digital menggunakan fitur layanan SIDIGS.

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

65


APA HAL YANG PALING BERPENGARUH BESAR PADA PERTUMBUHAN SIDIGS DARI AWAL BERDIRI? Di awal mendirikan SIDIGS, jujur saja kami tidak mengerti bagaimana cara merintis sebuah perusahaan startup karena kami tidak punya jejaring apalagi mentor bisnis. Tapi hal itu berubah ketika kami mengikuti Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Rangkaian programnya telah banyak membantu menambah wawasan kami, mendapatkan mentor serta relasi yang berkontribusi bagi perkembangan SIDIGS. Kami juga beberapa kali berkolaborasi dengan rekan-rekan yang kami temui di komunitas program ini. Kami mengikuti program dan events yang diadakan 1000 Startup Digital selama 3 tahun ke belakang dan sangat merasakan dampak positifnya.

6 6 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


APA PENCAPAIAN TERBESAR YANG PERNAH DIRAIH SIDIGS?

Pencapaian SIDIGS dalam satu tahun terakhir adalah pertambahan jumlah pengguna yang sangat signifikan dari awalnya hanya 1000 user menjadi 5000 user. Dampaknya, banyak sekolah yang bisa meminimalisasi anggaran sekolah dengan sistem yang kami buat, yang biasanya mencapai puluhan hingga ratusan juta bisa mendekati 0 melalui metode paperless dan cashless.

APAKAH ADA PESAN UNTUK PESERTA 1000 STARTUP DIGITAL? Merintis adalah sesuatu yang tidak mudah, tapi akan menjadi menyenangkan jika kita menikmati setiap prosesnya. Fokus kepada ranah yang kita kuasai, maksimalkan usaha dalam setiap peran di startupmu, dan jangan menghabiskan waktu memikirkan sebuah hasil. Karena hasil terbaik akan datang kepada mereka yang memiliki visi membangun sebuah peradaban. Tetap lakukan ikhtiar bumi untuk mendapatkan pertolongan langit, terakhir jangan lupa berdoa dan mendoakan, ya.

🙂

SIDIGS adalah salah satu alumni dari program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Untuk tahu lebih lanjut tentang program ini, silahkan mengunjungi website 1000startupdigital.id

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

67


Program pembinaan talenta digital bagi startup dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tiga jalur: Hacker, Hipster, dan Hustler.

6 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Pada episode Sekolah Beta serial Hipster kali ini dibawakan Reza Setiadi, ia merupakan Site Reliability Engineer Manager DANA Indonesia yang membagikan ilmunya terkait System Engineer.

System Engineer memiliki peran penting mulai dari membangun hingga mengimplementasikan sebuah software agar kebutuhan aplikasi dapat berjalan dengan baik. Namun, setiap startup memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Tak hanya aplikasi, system engineer juga dapat merancang sistem internal pada startup. Lalu, apa yang perlu dipersiapkan jika ingin menjadi system engineer? Reza menjabarkan beberapa skill, diantaranya dasar-dasar IT seperti mengatur jaringan, server dan troubleshooting, dapat berpikir analitis, dasar sistem keamanan, cloud computing dan scripting/programming.

aplikasi Jenkins untuk CI/CD (Continuous Integration / Continuous Deployment). Apa itu CI/CD? Dan bagaimana cara kerjanya untuk sebuah software?

Temukan jawabannya di Sekolah Beta episode 94 ini. Jangan lupa tonton sampai akhir karena Reza juga menjawab berbagai pertanyaan yang menarik dan praktikal yang mungkin saja berguna bagimu dan startup-mu. Buat kamu yang ingin tips desain produk yang meningkatkan interaksi dan komunikasi user. Yuk, baca serial berikutnya ya!

Selain itu, ada banyak aplikasi yang direkomendasikan oleh Reza yang bisa digunakan untuk menunjang keseharian sebagai system engineer. Beberapa diantaranya ada aplikasi xmind untuk mind mapping dan

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

69


Pada materi Sekolah Beta kali ini menghadirkan Riswan Rais, ia merupakan Manager UI/UX Design DANA Indonesia yang membagikan ilmunya seputar Experimental Interaction Design.

Riswan menjabarkan dasar-dasar yang perlu diketahui dari interaction design sebelum memasuki tahap eksperimental. Ada beberapa komponen atau istilah yang digunakan aplikasi DANA seperti gesture, pointer, input dan feedback. Nah, istilahistilah ini biasanya berbeda setiap platform. Selanjutnya, Riswan menjelaskan beberapa motion dalam interaction design. Tujuannya ialah untuk menyampaikan desain tersebut namun juga digunakan sebagai penanda. Misalnya, animation principle pada aplikasi DANA dengan menjaga durasi dibawah dari 0,3 detik, agar user masih bisa menangkap motion tersebut. “Hal menarik dari eksperimental yang baik adalah bukan cuman berkhayal namun bisa direalisasikan.”

70 R I N T I S A N | 3 3 - B 2 B B 2 C B 2 G

Sehingga, tahap deliverable menjadi tahap yang krusial untuk interaction design. Mulai dari desain, prototyping dan experience maps. Riswan juga membagikan beberapa tools dan tips yang bisa digunakan bagi pemula dan advanced. Penasaran tools & tips apa saja yang diperlukan pada tahap deliverable? Dan bagaimana cara menghasilkan interaction design yang sesuai kebutuhan user?

Temukan jawabannya di Sekolah Beta episode 95 ini. Jangan lupa tonton sampai akhir karena Riswan juga menjawab berbagai pertanyaan yang menarik dan praktikal yang mungkin saja berguna bagimu dan startup-mu.


Pada episode Sekolah Beta serial Hustler kali ini dibawakan, Yearrimia PV yang merupakan Content Specialist DANA Indonesia. Topik kali ini, Yearrimia akan membagikan ilmunya seputar Social Media Marketing. Pada awal diskusi, Yearrimia memberikan gambaran pekerjaan sebagai Content Specialist di DANA. Dibalik ide-ide konten yang berhasil diimplementasikan, pasti membutuhkan strategi. Strategi dalam menentukan goals, target audience, membuat content plan, mempelajari content categories dan evaluasi performance dari konten yang sudah dibuat. Hal pertama sebelum merintis social media marketing ialah menentukan goals dan target audience. Nah, SMART goals ini bisa menjadi

metode yang digunakan sebagai panduan. Selanjutnya, untuk menentukan target audience bisa mulai dengan mencari informasi seperti umur, kesukaan dan hal attractive yang disukai. Selanjutnya, Yearrimia menjelaskan hal yang perlu dilakukan dalam membuat social media content & plan yang efektif. Misalnya, membuat content plan untuk sehari, mingguan atau bulanan sesuai dengan kebutuhan brand kamu. Yearrimia juga membagikan beberapa content categories dan tips yang dapat meningkatkan konten media sosial kamu. Penasaran?

Temukan jawabannya di Sekolah Beta episode 96 ini. Jangan lupa tonton sampai akhir karena Yearrimia juga menjawab berbagai pertanyaan yang menarik dan praktikal yang mungkin saja berguna bagimu dan startup-mu.

Untuk diskusi selengkapnya, simak semua episode Sekolah Beta Kelas daring melalui:

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

71


DIREK TORI

Startup B2B, B2C, B2G

Moovit: Aplikasi Penunjang Mobilitas Perkotaan Moovit adalah startups penyedia jasa peta yang mendukung mobilitas para commuters. Dalam aplikasi Moovit, para pengguna dapat melihat jadwal dan rute dari transportasi umum dalam suatu kota. Jadwal yang tersedia dan rute transportasi umum tersedia secara up-to-date dan real-time, sehingga user dengan mudah menentukan rute dan jadwal bermobilisasi. Startups ini didirikan pada tahun 2012 oleh Nir Erez, Roy Bick, dan Yaron Evron. Hingga kini, Moovit telah digunakan oleh lebih dari 1,5 juta orang di lebih 112 negara di dunia. H T T P S : // M O O V I TA P P. C O M /

Hyro: Cara Baru Bercakap Secara Daring Didirikan oleh alumni dari Cornell University, perusahaan ini memiliki fokus menawarkan cara baru untuk berkomunikasi dengan memanfaatkan AI untuk membantu para perusahaan lainnya atau layanan pemerintah. Percakapan secara daring dilakukan melalui chatbot terasa lebih natural, karena dalam aplikasi ini bisa lebih memahami bahasa yang digunakan. Pada 2023, Hyro mendapatkan pendanaan sebesar 20 juta dollar US. Layanan yang ditawarkan oleh Hyro tersedia dalam bentuk web, call center, dan aplikasi mobile. H T T P S : // W W W. H Y R O . A I /

7 2 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Featurespace: Melawan Pencurian Uang dalam Perusahaan Dalam perusahaan, keuangan merupakan aset vital yang perlu dikelola dengan baik, namun kerap kali dihantui oleh adanya fraud atau kriminal lainnya. Startups yang berlokasi di Inggris ini menyediakan pengelolaan deteksi fraud dan kasus kriminal berkaitan dengan uang lainnya. Bentuk pencegahan yang dilakukan oleh Featurespace dengan analisis secara real-time pada interaksi dengan konsumen, verifikasi identitas, dan autentikasi. Salah satu produk dari Featurespace adalah ARIC™ Risk Hub, sebuah platform yang menyajikan analisis. H T T P S : // W W W. F E AT U R E S PA C E . C O M /

Ankorstore: Jual-Beli Lebih Mudah Startups asal Perancis ini menyediakan layanan e-commerce yang memudahkan para retailers dengan para brand dan penjual toko independen. Dalam platform tersebut, terdapat berbagai macam barang seperti perlengkapan rumah tangga, aksesoris, dan lainnya. Valuasi startup ini mencapai 2 milyar dollar US setelah dua tahun rilis marketplace miliknya. Pada tahun 2021, startup ini bekerja sama dengan 50.000 toko dan 5.000 brand. H T T P S : // W W W. A N K O R S T O R E . C O M /

# 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

73


Impact Guru: Jaminan Kesehatan Untuk Semua Impact Guru, berdiri tahun 2014 yang telah memiliki layanan operasi di lebih 15 negara. Startup ini menawarkan crowdfunding untuk bisa memudahkan user mendapatkan layanan kesehatan, seperti kesehatan anak-anak, transplantasi, kanker, medical care, dan layanan emergency. Dari layanan tersebut, Impact Guru telah membantu lebih dari 50.000 orang, termasuk orang-orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun terhalang oleh biaya. H T T P S : // W W W. I M PA C T G U R U . C O M /

ART Providers: Platform Belajar Untuk Menjadi Spesialis Startups yang berdiri di Inggris ini membangun platform pembelajaran secara daring untuk beragam bidang studi, seperti life science, hukum, kesehatan, dan juga teknik. Ada lebih dari 4.000 kursus yang bisa diakses dalam platform ART Providers ini. Selain pembelajaran untuk para murid, dalam platform ART juga membuka kesempatan bagi para profesional di bidangnya untuk menjadi tutor. H T T P S : // W W W. A R T- P R O V I D E R S . C O M /

74 R I N T I S A N | 3 3 - B 2 B B 2 C B 2 G


Kamu bisa mendapat Rintisan versi cetak! Untuk menjangkau pembaca setia buku saku Rintisan lebih dekat, Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka kesempatan khusus bagi para pembaca terpilih untuk kami kirimkan buku saku Rintisan versi cetak setiap kali edisi baru diterbitkan.

Gimana caranya? Ceritakan dengan detail mengapa kamu harus menjadi satu dari para pembaca terpilih yang akan kami kirimkan buku saku Rintisan dalam form ini: http://bit.ly/komunitas-rintisan


Glosarium AB testing:

Payment:

Sebuah eksperimen untuk mengetahui produk dan strategi marketing apa yang lebih baik.

Sistem pembayaran dalam sebuah transaksi yang bisa dilakukan secara tunai maupun non-tunai.

Checkout:

Prospek:

Proses melanjutkan pembelian barang secara online yang dilakukan oleh pembeli untuk menyelesaikan pembelian.

Peluang untuk menemukan sesuatu yang potensial.

Cold e-mail: E-mail yang dikirimkan kepada audiens yang belum pernah berkomunikasi denganmu sebelumnya

Compliance: Proses memastikan bahwa proses, operasi, dan praktik bisnis berjalan sesuai dengan seperangkat norma yang telah ditentukan atau disepakati.

Conversion rate: Persentase jumlah pengunjung situs, tindakan yang mereka lakukan selama mengunjungi website, hingga tindakan yang membuat mereka melakukan transaksi di website.

Pain points: Masalah dari calon pelanggan bisnis yang membuat mereka tidak nyaman dan membutuhkan solusi.

76 R I N T I S A N | 3 3 - B 2 B B 2 C B 2 G

Savvy geek: Orang yang sangat memahami dunia teknologi

Search Engine Marketing: Sebuah strategi marketing untuk meningkatkan visibilitas sebuah website di halaman mesin pencarian seperti Google.

Test and learn: Metode data-driven untuk meningkatkan performance campaign, website, dan brand melalui serangkaian tes

White paper: Dokumen sales dan marketing yang ditulis sebagai laporan untuk memberikan informasi kepada calon konsumen.


Bergabung Jadi Kontributor Rintisan memiliki satu tujuan utama: menjadi sarana untuk membuka wawasan mengenai startup, talenta digital, ide, dan inovasi di ekosistem digital Indonesia. Artikel di Rintisan memiliki topik yang beragam dan relevan untuk berbagai industri dan fungsi manajemen. Adapun beberapa area fokus yang dibahas adalah kepemimpinan, strategi, teknologi, operasional, branding, marketing, legal, keuangan, manajemen sumber daya manusia, produktivitas, dan kreativitas. Dalam memilih artikel yang diterbitkan, ini adalah 4 poin yang Rintisan cari:

O R I S I N A L I TA S

Walaupun suatu topik mungkin sudah banyak yang membahas, selalu ada cara untuk melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Temukan itu dan bagikan pada pembaca.

KEAHLIAN

Siapa pun dapat menjadi kontributor, asalkan ia benar-benar menguasai materi dalam tulisannya.

KEGUNA AN

Utamakan gagasan yang praktikal dan dapat dengan mudah dimengerti. Jika kamu bisa menjelaskan pemikiranmu sehingga pembaca mengerti bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata, artikelmu dapat mengubah hidup seseorang! BUK TI

Menulis secara deskriptif itu bagus. Namun, lebih baik lagi jika tulisanmu didukung dengan data dan fakta.

Ingin menjadi kontributor bagi Rintisan? Kirim tulisanmu ke gerak@1000startupdigital.id dengan subjek “Artikel untuk Rintisan”. Kami akan memberikan merchandise bagi kontributor yang artikelnya terpilih untuk diterbitkan.

7 8 RINTISAN | 33 - B2B B2C B2G


Kritik & Saran

Kami ingin mendengar pendapatmu mengenai artikel dan topik yang kami sajikan. Yuk, sampaikan kritik dan saranmu di bit.ly/ksrintisan # 10 0 0 S TA R T U P D I G I TA L

79


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Buku Saku Rintisan Edisi: B2B, B2C, B2G by Gerakan Nasional 1000 Startup Digital - Issuu