STRATIME M A J A L A H H I M P U N A N T E K N I K G E O L O G I U N I V E R S I TA S P E R TA M I N A
GEOWISATA GUNUNG KIDUL
VOL. 2
STRATIME HMTG MAHANDRAGA @190ozpul @HMTG.MAHANDRAGA
SCAN HERE! LINE QR CODE
tim editor
RONALDO AZIIZ
KESAN PESAN Bahagia karena sekarang sudah ada 4 angkatan yang memungkinkan untuk bisa lebih membangun budaya kekeluargaan dan semoga HMTG Mahandraga lebih jaya didalam dan diluar yang sudah mengawali nya dengan mengikuti PIT PERHIMAGI. untuk bagian internal, jangan sampai budaya kekeluargaan yang ada hilang seiring lulusnya tiap angkatan dan semoga tidak hilang ikatan d e n g a n
p a r a
JAYALAH MAHANDRAGA!
a l u m n i . NUR FAKHRUL AHLI TEKNIK GEOLOGI 2016 HMTG Mahandraga merupakan suatu wadah berproses sih. Ibaratnya accomodation space tempat sedimen-sedimen terendapkan yang nantinya mengalami diagenesis, jadi lebih 'tough' hehe.
Semoga HMTG Mahandraga menjadi himpunan terbaik dari
GALIH BAYU TEKNIK GEOLOGI 2017
yang terbaik, semakin adil, kokoh, semakin banyak uang, teruslah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, selalu aktif mengikuti kegiatan kerja sama dengan Organisasi geologi di luar kampus, JAYALAH MAHANDRAGA! SYANIA MELISA TEKNIK GEOLOGI 2017 Mahandraga selalu memperhatikan berbagai aspek misalnya dari sisi kebutuhan perangkatan, angkatan saya diberikan pendidikan pengembangan karatker untuk membentuk mental Geologist kami, dan angkatan 2016 diberikan seminar "PROSPECT" mengingat mereka akan segara lulus dari Universitas Pertamina dan perlu mempersiapkan diri menuju "the real world". HMTG Mahandraga mengalami sebuah kemajuan dan telah mampu menjadi role model bagi himpunan-himpunan lainnya di Universitas Pertamina. Semoga HMTG Mahandraga dapat mengeluarkan proker-proker yang lebih keren dan dapat melebarkan sayapnya ke tingkat yang lebih luas. RIZKI DEFALDI TEKNIK GEOLOGI 2018
TRIA JESSICA TEKNIK GEOLOGI 2018
Daftar isi GEOWISATA
10
6
THE HIDDEN GEM
15
GEOWISATA GUNUNGKIDUL
REPORTASE 10 UNIVERSARY MAHANDRAGA 26 PIT PERHIMAGI 2019 29 DIAGENESA KATALISATOR : AKTUALISASI MAHASISWA
15
39 DELEGASI JFES 2019 44 MAHANDRAGA UNTUK SEMUA
OPINI
PROFIL
13 GEOWISATA INDONESIA : MINIM ATENSI, HILANG POTENSI
30 IAGI
TRIVIA 25 TRIVIA
34
32 AAPG 34 GUNUNGKIDUL DILIHAT DARI SISI GEOWISATA
GEOWISATA
THE HIDDEN GEM Oleh : RISANGGENI IMANITAQWA
K
arena dari letak Negara Indonesia ini secara geograď€ s sangat istimewa. Wilayah Indonesia berada diantara tiga lempeng benua besar, yaitu lempeng Pasiď€ k, lempeng Eurasia, dan lempeng Australia. Indonesia berada di dalam dua kawasan laut dangkal meliputi dari dangkalan sahul dan dangkalan sunda. Wilayah Negara Indonesia memiliki dua deretan pegunungan besar, yaitu pegunungan mediterania dan sirkum pasiď€ k. Karena letaknya yang strategis, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, terutama kekayaan alam non hayati berupa keanekaragaman fenomena geologi yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
GEOWISATA
Pariwisata diajukan sebagai alternatif solusi pemanfaatan potensi dalam geologi secara e k o n o m i s ya n g s e d i k i t b e r b e d a d a r i pemanfaatan aset-aset dari geologi sebelumnya, sebagai bahan tambang dan industri manufaktur. Kegiatan kepariwisataan memang banyak terkait dengan alam, terutama yang berkaitan dengan pengembangan atraksi wisata. Semua erat hubunngannya dengan masalah lingkungan yang alami yang tidak terlepas dari nuansa geologi, khususnya juga terkait dengan daya dukung lingkungan. Geowisata dihadirkan sebagai sebuah solusi bagaimana memanfaatkan kekayaan geologi beserta dengan berbagai dinamikanya untuk kegiatan wisata dan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Geowisata juga merupakan bentuk kegiatan pariwisata minat khusus yang fokus utamanya pada kenampakan geologis permukaan bumi maupun yang terkandung didalamnya dalam rangka mendorong pemahaman akan lingkungan hidup, alam dan budaya. Lebih lanjut sebagai bentuk apresiasi, dan kegiatan konser vasi, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian kearifan lokal.
foto oleh: cindar
foto oleh: cindar
REPORTASE
Dalam rangka dies natalis HMTG Mahandraga ke-2 berlangsung mulai 31 Agustus 2019 hingga 8 September 2019, adapun rangkaian acara sebagai berikut:
MUSCOVITE 2.0 Pada Sabtu (31/8) bertempatan di daerah Kampung Beting, Desa Muara Gembong Kabupaten Bekasi, telah dilaksanakan acara oleh divisi Pengabdian Masyarakat yaitu Muscovite. Acara yang diikuti oleh 30 mahasiswa Teknik Geologi UP serta 25 siswa SDN Pantai Bahagia 04 ini memiliki rangkaian kegiatan yaitu sosialisasi mengenai abrasi pantai serta penanaman bibit pohon mangrove oleh para mahasiswa. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari organisasi-organisasi yang turut m e m b a n t u j a l a n nya a c a r a ya i t u A l i p b a t a Muaragembong dan Savemugo.
REPORTASE
ZIRCON 2.0
Pada tanggal 7 – 8 September 2019 diadakan acara ď€ eldtrip Zircon 2.0 yang berlokasi di Geopark Cileteuh Sukabumi, Jawa Barat. Terdapat 4 sites yang dikunjungi, yaitu Pulau Kunthi, Curug Sodong, Curug Cikanteh, dan Ampliteater Panenjoan. Fieldtrip Zircon 2.0 ini bertujuan untuk mengasah kemampuan observasi peserta dan menambah pengetahuan mengenai keadaan geologi di daerah tersebut. Acara ini diikuti oleh 62 orang peserta dan menghadirkan Dr. Abang Mansyursyah Surya Nugraha dan Katon S. A. Nugraha sebagai pembicara.
REPORTASE
GEOTHITE 2.0
Pada tanggal 7 – 8 September 2019 diadakan acara ď€ eldtrip Zircon 2.0 yang berlokasi di Geopark Cileteuh Sukabumi, Jawa Barat. Terdapat 4 sites yang dikunjungi, yaitu Pulau Kunthi, Curug Sodong, Curug Cikanteh, dan Ampliteater Panenjoan. Fieldtrip Zircon 2.0 ini bertujuan untuk mengasah kemampuan observasi peserta dan menambah pengetahuan mengenai keadaan geologi di daerah tersebut. Acara ini diikuti oleh 62 orang peserta dan menghadirkan Dr. Abang Mansyursyah Surya Nugraha dan Katon S. A. Nugraha sebagai pembicara.
OPINI
Geowisata Indonesia: Minim Atensi, Hilang Potensi OLEH : AINUN NAJIB
Potensi geowisata di Indonesia saat ini belum disadari oleh kebanyakan orang. Jika dilihat dari letak geograď€ snya, Indonesia memiliki banyak sekali potensi Geowisata. Ada beberapa faktor yang menjadikan potensi geowisata di Indonesia menjadi kurang terekspos. Menurut Jemi (2015) Indonesia memiliki potensi pariwisata yang cukup banyak melihat kondisi Indonesia yang diapit oleh 3 lempeng utama yaitu lempeng Pasiď€ k, Eurasia, dan Indo-Australia dimana di daerah Sumatera dan Jawa membentuk rangkaian gunung api yang disebut Ring of Fire. Hal itulah yang menyebabkan banyak sekali potensi pariwisata yang memanfaatkan fenomena geologi (geowisata) di Indonesia. Tetapi, ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang tereksposnya potensi geowisata di Indonesia. Salah satunya adalah faktor lingkungan. Banyak penduduk sekitar yang tinggal di daerah yang memiliki potensi geowisata belum menyadari bahwa daerah yang mereka tempati adalah daerah yang memiliki potensi geowisata yang cukup tinggi. Hal itu juga didukung oleh kurangnya edukasi dan penyuluhan oleh pemerintah setempat tentang geowisata dan juga potensinya, sehingga potensi geowisata di Indonesia menjadi kurang terekspos.
OPINI
Faktor lainnya adalah dari pemerintah itu sendiri. Banyak sekali objek geowisata yang belum terekspos atau bahkan sudah tereskpos tetapi belum ada peninjauan dan revitalisasi kembali oleh pihak pemerintah. Sehingga objek geowisata tersebut menjadi tidak terurus bahkan tidak layak dijadikan sebagai objek wisata. Ada beberapa wilayah yang sudah dijadikan objek geowisata tetapi belum ada pemeliharaan yang baik oleh penduduk sekitar maupun pemerintah. Kembali lagi, hal itu juga didukung oleh kurangnya penduduk sekitar dengan geowisata. Yang terakhir adalah faktor dari para wisatawan. Para wisatawan yang berasal dari beberapa penjuru daerah juga belum begitu paham dengan arti geowisata, sedangkan selama ini mereka hanya mengunjungi tempat ekowisata (Jemi:2015). Kurangnya edukasi serta informasi yang terlalu sedikit tentang geowisata menjadikan beberapa wilayah tersebut rusak dan terabaikan oleh para wisatawan. Hal ini juga didukung karena para wisatawan belum diberikan informasi dan kurangnya minat tentang objek geowisata tersebut, sehingga banyak wilayah yang belum terekspos dan tidak dapat menarik minat para wisatawan.
Jemi. Rachman, Rizki. Rinaldi. (2015). PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP POTENSI DAN MITIGASI GEOWISATA PANAS BUMI DI DAERAH CIBUNI KABUPATEN BANDUNG. (Universitas Padjajaran Sumedang). Dilansir melalui www.academia.com
GEOWISATA
GEOWISATA GUNUNGKIDUL
Geowisata (Geoturism) berasal dari kata “geo” yang artinya bumi dan “tourism” yang artinya wisata. Geowisata merupakan suatu jenis pariwisata berkelanjutan dan bersifat konservasi berkaitan dengan jenis-jenis sumber daya alam (bentuk bentang alam, batuan/fosil, struktur geologi, dan sejarah kebumian) suatu wilayah dalam rangka mengembangkan wawasan dan pemahaman proses fenomena yang terjadi di alam (Ilmu Geogra, 2017). Di Indonesia sendiri banyak daerah Geowisata yang hampir tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu daerah geowisata yang ada di Indonesia terletak di Pulau Jawa tepatnya berapa di daerah selatan Jawa bagian tengah, yaitu daerah Kabupaten Gunungkidul. Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu Kota Wonosari yang terletak 39 km sebelah tenggara Kota Yogyakarta (Pemkab Gunungkidul, 2018). Kabupaten Gunungkidul mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian, perikanan dan peternakan, hutan, ora dan fauna, industri, tambang serta potensi pariwisata. Potensi sumberdaya alam tambang di Kabupaten Gunungkidul termasuk ke dalam golongan C yang berupa: Pasir Kuarsa, Batu Kapur, Batu Apung, Kalsit hingga Zeolit. Kaabupaten Gunungkidul memiliki panjang pantai yang cukup luas dan panjang. Panjang garis pantainya membentang sekitar 65 Km dari Kecamatan Purwosari hingga Kecamatan Girisubo dan langsung berbatasa dengan Samudera Hindia. Oleh sebab itu sumberdaya laut Kabupaten Gunungkidul pun relatif cukup melimpah.
GEOWISATA Regional Tektonik Regional tektonik di daerah Gunung kidul berdasarkan rekonstruksi Hall tahun 2012 (Rahardjo, Dkk., 2004) yaitu semenjak awal Yura Atas, lempeng Sundaland mulai terpisah dari Kontinen Induk Gondwana. Selanjutnya, pada akhir Kapur Bawah - awal Kapur Atas, lempeng mikro asal Gondwana tersebut bertumbukan dan bergabung dengan Sundaland. Saat itu Pulau Jawa berada dalam kondisi tepian benua pasif (passive margin) hingga awal Eosen. Pada Eosen Tengah mulai terjadi proses pemekaran di Samudera Hindia yang berlangsung di selatan Benua Australia, menyebabkan subduksi di Palung Sunda. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya cekungancekungan pada Pulau Jawa. Pada Eosen Atas, sedimentasi syn-rift terhenti akibat peristiwa transgresi global dan pemekaran pada Selat Makassar terhenti. Lalu pada akhir Oligosen Bawah proses penunjaman Palung Sunda mulai membentuk busur gunungapi (volcanic arc), yang berada di Zona Pegunungan Selatan. Dan di akhir Miosen Awal, slab kerak samudera Albian-Turonian telah habis tersubduksi Palung Sunda. Akibatnya segmen slab yang baru menyubduksi palung sunda dan menyebabkan palung sunda memiliki sudut penunjaman yang lebih landai. Peristiwa ini menyebabkan berakhirnya periode puncak volkanisme Pegunungan Selatan. Selanjutnya pada awal Pleistosen kolisi Timor dengan Busur Volkanik Sunda mulai terjadi. Hal ini memicu pengangkatan regional di Pulau Jawa. Pegunungan Selatan mengalami pengangkatan paling intensif. Pengangkatan Pegunungan Selatan ini kemudian diimbangi secara isostatis oleh pembentukan Zona Depresi Solo.
GEOWISATA Stratigra Regional Stratigra regional daerah Yogyakarta terbagi menjadi dua macam yaitu Stratigra Pegunungan Selatan Bagian Barat dan Stratigra Pegunungan Selatan Bagian Timur. Penamaan satuan litostratigra Pegunungan Selatan telah banyak dikemukakan oleh beberapa peneliti yang membedakan stratigra
wilayah bagian barat (Parangtritis – Wonosari) dan wilayah bagian timur (Wonosari – Pacitan). Urutan stratigra Pegunungan Selatan bagian barat telah diteliti antara lain oleh Bothe (1929), van Bemmelen (1949), Sumarso dan Ismoyowa (1975), Sartono (1964), Nahrowi, dkk (1978) dan Suyoto (2009) serta Wartono dan Surono dengan perubahan (1994).
Gambar 1. Dimodikasi dari Stratigrafi Regional Pegunungan Selatan Bagian Barat dari Beberapa Penulis
Referensi Samodra, H., Gafoer, S., & Tjokrosapoetro, S. (1990). Tatanan Stratigrafi dan Tektonik Pegunungan Selatan Jawa Timur Antara Pacitan–Ponorogo. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Surono, S. (2009). Litostratigrafi Pegunungan Selatan Bagian Timur Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Jawa Tengah. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 19(3), 209-221.
GEOWISATA KARST GUNUNG KIDUL
Karst Gunung Sewu merupakan salah satu kawasan dengan bentang alam unik yang ditetapkan sebagai bentukan alam warisan dunia (World International Heritages). Menurut Rifai, dkk. (2011) dalam Tyas, Dewi Nilam., dkk. (2016) kawasan karst Gunung Sewu meliputi sebagian wilayah Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan yang diperkirakan berjumlah lebih dari 40.000 bukit. Berdasarkan website Kabupaten Gunungkidul (www.gunungkidulkab.go.id) perbukitan karst Gunung Sewu yang berada di Kabupaten Gunungkidul terbentang pada zona selatan kaupaten dengan total luas wilayah sebesar 1.485,36 km2. Daerah Perbukitan Karst Gunung Sewu memiliki kekayaan alam berupa bahan tambang galian golongan C.
GEOWISATA
GEOWISATA
a. Wisata Pantai Karst Wisata pantai karst mempunyai kelebihan berupa pasir putih dan bukit-bukit yang berada di pinggir pantai dengan keindahan yang sangat indah, kawasan pantai di Pegunungan Selatan sebagian telah dikembangkan dan telah menarik banyak minat wisatawan. Wisata ini dapat juga dikembangkan menjadi wisata minat khusus tentang petualangan, seperti susur pantai saat surut. b.
Wisata Susur Gua/Sungai Bawah Tanah Gua merupakan kenampakan endokarst yang dapat dikembangkan menjadi wisata minat khusus, yaitu susur gua bawah tanah. Di daerah pegunungan selatan banyak ditemukan gua karst, gua karst mempunyai banyak potensi baik dari segi ornamen gua maupun ora fauna yang terdapat pada gua tersebut.
c.
Wisata Panorama Bukit Karst Bukit karst atau karren merupakan fenomena bentuk lahan yang mempunyai ciri dan karakteristik yang lain dari bukit non-karst. Bukit Karst di Gunung Sewu telah terbentuk sangat lama, sehingga telah nampak bukit-bukit karst yang membulat dan tampak indah.
d. Wisata Panjat Tebing Panjat tebing merupakan wisata dengan minat khusus yang dapat di kembangkan pada tebing-tebing di kawasan Pegunungan Selatan. Wisata panjat tebing yang telah dikembangkan di Pegunungan Selatan adalah di Pantai Siung. e. Wisata Lembah Karst Bentuk lahan karst selain bukit karst adalah lembah karst. Lembah karst dapat juga dikembangkan menjadi obyek wisata. Kawasan lembah karst Ngingrong Desa Mulo, Kecamatan Wonosari merupakan potensi wisata yang perlu dikembangkan. Kawasan ini mempunyai daya tarik tersendiri, terutama dalam wisata minat khusus, yaitu petualangan susur gua. Selain itu kawasan ini dapat pula dijadikan satu paket wisata dengan pantai Baron, sebagai tempat perhentian awal atau obyek wisata antara.
foto oleh: cindar
foto oleh: Defaldi
TRIVIA
REPORTASE
PIT PERHIMAGI 2019 OLEH : JASON
Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia (PERHIMAGI) adalah Organisasi sosial akademis yang beranggotakan himpunan-himpunan mahasiswa geologi di seluruh Indonesia, yang bersifat mandiri, non-proď€ t dan non-politas, dan bertujuan untuk memberikan kontribusi yang nyata dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu kebumian pada mahasiswa geologi khususnya dan masyarakat pada umumnya. Proses perjalanan organisasi ini tentu saja tidak selalu mulus, terdapat perbedaan pendapat yang cukup sering terjadi di dalam tubuh FORHIMAGI, beberapa institusi yang merupakan anggota merasakan perlunya pembenahan di dalam tubuh FORHIMAGI yang dirasa tidak mempunyai tujuan dan bentuk yang tidak jelas. Masalah ini kian berlarut, dan puncaknya terjadi ketika terdapat insiden delegasi HMTG FT-UGM melakukan walk out pada FORHIMAGI V di Universitas Trisakti, Jakar ta, pada tanggal 7 febr uari 2005.
Setelah mengalami proses pembenahan yang cukup panjang pada FORHIMAGI VIII di Universitas Hasanudin, Makassar, dideklarasikan berdirinya Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia atau disingkat PERHIMAGI dengan format yang sama namun memiliki sebuah sistem baru yang lebih jelas, dan tujuan yang lebih terarah hingga saat ini. “Sekarang atau tidak sama sekali� itulah ungkapan yang ada di pikiran saya ketika akhirnya mengambil keputusan untuk mengajukan diri sebagai delegasi HMTG Mahandraga di helatan akbar tahunan yang bertajuk PIT PERHIMAGI 2019 di Palembang, dan Lampung. Minggu, 21 April 2019. Perjalanan ini resmi dimulai, saya akan menuju Palembang bersama rekan saya Pingkan. Setibanya kami di Palembang, kami dijemput dan langsung menuju venue pelaksanaan MUNASA (Musyawarah Nasional), yang merupakan salah satu agenda penting dari rangkaian acara PIT PERHIMAGI, dalam MUNASA ini terdapat beberapa pokok bahasan yang akan dirapatkan selama 4 hari ke depan, PIT PERHIMAGI 2019 ini dihadiri oleh 28 institusi dari seluruh Indonesia.
REPORTASE
Pada hari pertama MUNASA, pembahasan yang kami rapatkan adalah pembukaan MUNASA, Tata tertib rapat, pengesahan anggota baru PERHIMAGI, dan penetapan presidium sidang MUNASA ini. Di hari pertama sidang MUNASA ini HMTG Mahandraga ditetapkan sebagai anggota peninjau, sebagai anggota peninjau maka kita harus mengikuti rangkaian acara PERHIMAGI skala regional selama periode 2019/2020, setelah kita berpartisipasi aktif, kita akan disahkan sebagai anggota tetap di PIT PERHIMAGI 2020. Sidang hari pertama ini berjalan dengan lancar, dan di skorsing pada pukul 23.00 waktu setempat, mohon para pembaca jangan terkejut ya! Karena sidang MUNASA ini formatnya memang bersifat marathon karena banyaknya agenda rapat yang harus dibahas. Berlanjut pada hari kedua Senin, 22 April 2019 pada hari ini agenda rapat yang dibahas adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban BPH PERHIMAGI lalu dilanjutkan dengan agenda Pandangan umum, laporan pertanggungjawaban DPO dan penilaian terhadap laporan pertanggungjawaban periode 2018/2019, pada hari ini sidang berjalan dengan tensi yang cukup tinggi dikarenakan satu dan lain hal, namun LPJ tetap dapat diselesaikan melalui forum lobby antara BPH, DPO, dan peserta sidang. Pada hari ketiga Selasa, 23 April 2019 agenda pembahasannya adalah sanksi kepada anggota PERHIMAGI yang melanggar AD/ART periode 2018/2019, lalu dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART PERHIMAGI, pembahasan ini merupakan hal fundamental yang harus dibahas karena besarnya organisasi PERHIMAGI ini sehingga harus bisa tetap dinamis agar dalam pelaksanaan tiap proker yang ada, PERHIMAGI bisa terus berinovasi dan selalu bisa berkontribusi aktif dalam dunia kegeologian di Indonesia.
Di hari terakhir Rabu, 24 April 2019 pada sidang MUNASA kami melakukan Pemilihan dan Pengesahan Sekertaris Jenderal, BPH, dan DPO untuk PERHIMAGI di periode 2019/2020. Lalu setelah seluruh rangkaian tersebut selesai, penetapan, serta pengesahan hasil rapat pun dilakukan sebagai tanda penutupan sidang MUNASA PIT PERHIMAGI 2019. Pada hari ini pun saya akan berpisah dengan Pingkan yang harus pulang terlebih dahulu ke Jakarta. Dini hari Kamis, 25 April 2019 pukul 02.00 waktu setempat kami rombongan peserta PIT PERHIMAGI melanjutkan perjalanan ke Muara Enim, Sumatra Selatan untuk melakukan ď€ eldtrip di areal pertambangan batubara PT. Bukit Asam, saya mendapatkan berbagai pengetahuan baru pada ď€ eldtrip ini, tentang sumber daya alam batubara, bagaimana proses dari hulu ke hilir. Usai melaksanakan ď€ eldtrip kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Lampung, Sumatra Selatan untuk kegiatan malam keakraban, dan closing ceremony. Saya tidak dapat mengikuti rangkaian acara penutupan tersebut karena jadwal kuliah yang bersamaan dengan rangkaian acara tersebut. Jumat, 26 April 2019 ketika tiba di Lampung saya langsung bergegas untuk berpamitan dengan saudara-saudara PERHIMAGI sebelum saya pulang ke Jakarta, sebelum saya bertolak ke bandara, saya melakukan tradisi 1 Seri bersama, lalu menutup perjalanan PIT PERHIMAGI 2019 ini. Terima kasih PERHIMAGI atas pengalaman yang luar biasa menyenangkan ini, saya mendapatkan banyak hal yang baru, dan mendapatkan saudara-saudara yang tersebar di seluruh Indonesia, terima kasih juga untuk Afan Maulana selaku Kahim HMTG Mahandraga periode 2018/2019 yang mendukung perjalanan PIT PERHIMAGI ini, dan terima kasih untuk Bidang Eksternal, beserta Departemen Humas, yang turut mendukung perjalanan ini.
foto oleh: Rizki
REPORTASE
DIAGENESA: Katalisator Aktualisasi Mahasiswa Depar temen Pengembangan Karakter mer upakan departemen yang berada dibawah Bidang Internal. Depar temen Pengembangan Karakter mer upakan departemen yang memiliki misi menciptakan mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pertamina yang beretika dan meiliki jiwa kepemimpinan, menumbuhkan rasa solidaritas, kepeduliaan sosial, kejujuran, disiplin dan jiwa korsa serta membentuk pribadi yang tangguh. Dalam mencapai tujuan dari misi tersebut maka dilaksanakan kegiatan yang diberi nama “DIAGENESA� yang berfokus pada mahasiswa Teknik Geologi angkatan baru dengan tahapan kegiatan sebagai berikut:
TAHAP 1: Pada tahap 1 ini peserta Diagenesa dilatih untuk untuk mengasah jiwa kepemimpinannya dan pada tahap 1 ini dibagi menjadi 5 Modul kegiatan, yaitu: Modul 1: Membentuk dan mengembangkan rasa solidaritas dan satu korsa sebagai budaya Geologi Modul 2: Membentuk dan mengembangkan etika s e r t a m e n ge n a l k a n a s p e k - a s p e k kesopanan sebagai dasar karakter seorang geologist Modul 3: Membentuk dan mengembangkan rasa kedisplinan
REPORTASE Modul 4: Membentuk dan mengembangkan rasa kepedulian sosial terhadap sesuatu di sekitar kita sebagai dasar budaya Geologi Modul 5: Membentuk dan mengembangkan karakter pemimpinan yang bertanggung jawab dalam setiap individu PRA-TAHAP 2: Pada pra-tahap 2 ini diadakan Forum Group Discussion, dimana peserta Diagenesa dibagi dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari kurang lebih 5 orang tiap ke l o m p o k nya . Ke m u d i a s e t i a p kelompok diberikan sebuah kasus dan diminta untuk menyelesaikan kasus tersebut secara bersama. TAHAP 2: Pada tahap 2 ini peserta Diagenesa dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok pendidikan, kelompok penelitian, kelompok pengabdian masyarakat dan kelompok keprofesian. Pada tahap ini peserta Diagenesa dilatih untuk membuat suatu acara yang bersifat external. Dalam berjalannya Diagenesa tahap 2 ini setiap kelompok didampingi oleh Team Housekeeper dari anggota HMTG Mahandraga yang sebelumnya telah ditentukan.
REPORTASE TAHAP 3: Pada tahap 3 ini peserta Diagenesa diharuskan membuat laporan pertanggung jawaban setiap kelompoknya berdasarkan kegiatan yang telah mereka laksanakan di tahap 2. Laporan pertanggung jawaban ini kemudia dipresentasikan di depan anggota departemen pengembangan karakter dan Team Housekeeper. Kemudian bagi peserta yang telah mengikuti setiap tahapan pada kegiatan Diagenesa ini berhak untuk mendapatkan Jaket Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi. Jaket Himpunan diberikan melalui upacara penyematan Jaket himpunan yang diadakan sesuai budaya Geologi.
PROFIL SM IAGI Universitas Pertamina, Tuan Rumah Geostudent Competition 2019 yang bertajuk Inovasi Geosaintis dalam kesiapsiagaan bencana di Indonesia
Kegiatan sharing session SM-IAGI dan FGMI merupakan kegiatan yang cukup rutin dilakukan dalam setahun sekali sebagai bentuk saling tukar pendapat dan mendengarkan perkembangan masingmasing SM-IAGI se-Indonesia. Dalam acara sharing session yang diadakan pada tanggal 2 november 2019 yang bertepatan dengan diadakannya acara “Awarding Night FGMI� yang diwakili oleh Oka Agastya selaku Kepala Divisi SM IAGI bersama dengan Hazred dan Addiyansyah merupakan anggotan FGMI yang pernah berkecimpung di SM-IAGI memberikan sedikit gambaran mengenai FGMI, anak organisasi IAGI dan kiat-kiat berorganisasi untuk kedepannya sedangkan pada sesi kedua merupakan sesi diskusi yang berisikan kegiatan tanya jawab mengenai SM-IAGI bersama Aditya Permadi selaku Sekjen FGMI dan Oka Agastya.
PROFIL Dalam diskusi sharing session terdapat beberapa pembahasan dan dapat disimpulkan sebagai berikut: 19 SM-IAGI yang hadir pada kegiatan GEOSC 2019 di Universitas Pertamina sepakat untuk membuat Nomor Induk Keanggotan Nasional dan Pembuatan PDH SM-IAGI se-Indonesia dengan design akan dibuat oleh FGMI yang nanti akan didiskusikan Bersama SM-IAGI. Pelaksanaan GEOSC 2020 akan dilaksanakan di Lampung dengan tuan rumah yaitu SM-IAGI Universitas Lampung dan SM-IAGI Institut Teknologi Sumatera. Terdapat beberapa masukan terkait konsep GEOSC ditahun depan dari SM-IAGI agar kegiatan keakraban lebih ditambah lagi. SM-IAGI sangat senang dan sangat merasakan rasa kekeluargaan yang timbul bersama-sama rekan SM-IAGI pada saat kegiatan GEOSC maupun diluar acara dan walaupun masalah pada umumnya yang dihadapi SM-IAGI yakni terkait pendanaan, namun tidak menjadi halangan dan membatasi gerak SM-IAGI. Perlu ditingkatkannya jalur koordinasi antar SM-IAGI dan FGMI maupun IAGI kedepannya.
PROFIL
WHAT’S NEW AAPG SC UP Salah satu program besar AAPG SC-UP adalah mengadakan kegiatan dengan judul “Eastern Indonesia: Chalenging Young Geoscientists' Ingenuity�. Kegiatan tersebut merupakan acara pelantikan dan peresmian AAPG SC-UP oleh Bapak Herman Darman selaku perwakilan dari AAPG region Asia Tenggara. Acara ini diadakan pada Sabtu, 2 Februari 2019 turut mengadakan seminar internasional dan panel diskusi tentang tantangan yang akan dihadapi oleh geosaintis muda dalam melakukan eksplorasi di Indonesia timur. Seminar dan panel diskusi tersebut dibuka untuk umum dan mengundang Prof. Robert Hall dari Royal Holloway University of London sebagai narasumber utama dalam membicarakan tektonik asia tenggara khususnya Indonesia timur. Narasumber lain yang menjadi narasumber adalah Ibu Ir. Shinta Damayanti selaku kepala divisi perencanaan ekplorasi SKK Migas yang membicarakan eksplorasi Indonesia timur dalam sudut pandang industri migas. Dalam acara ini, AAPG SC-UP turut mengundang AAPG SC dari perguruan tinggi Indonesia yang lain seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Trsiakti, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, dan Universitas Pakuan.
PROFIL
Dengan diiadakan nya seminar dan panel diskusi ini, AAPG SC UP sudah diakui secara de jure oleh HMTG Mahandraga, Student Chapter AAPG se-Indonesia dan AAPG Asia Tenggara. Banyak kegiatan yang kami lakukan setelah pelantikan dan dibuka untuk umum, seperti Company Visit Schlumberger, Petrel Workshop berkala, Workshop & Training yang bekerja sama dengan PT. Odira Energy, dan lain lain. Selain itu, menutup kepengurusan Batch I, AAPG SC UP mengadakan kegiatan “FITTING” pada tanggal 16 November 2019 yang berlokasi di Leuwisadeng, Bogor. Kegiatan ini dibuka untuk umum dengan peserta terbatas dan diadakan oleh Field trip division guna mengasah kemampuan geologist muda di lapangan. Topik yang diangkat adalah sedimentologi dan stratigra serta struktur geologi. Kedua topik tersebut dijelaskan secara rinci dan cermat oleh pak Epo Prasetya Kusumah dan Pak Harya Danio selaku dosen Teknik Geologi Universitas Pertamina. Kegiatan ini tidak serta merta hanya pergi ke Leuwisadeng, melainkan peserta diajarkan perilaku esien dalam pengambilan data serta pemahaman proses geologi yang terjadi pada lokasi penelitian.
PROFIL
GUNUNGKIDUL DALAM KACAMATA GEOWISATA NARASUMBER : REZA PERMADI
Geologi wisata yang lebih dikenal dengan nama geowisata adalah kegiatan dimana kita memafaatkan bentang alam struktur geologi dengan cerita sejarah nya yang di kemas dalam bentuk wisata. Daerah Gunungkidul adalah daerah termiskin di Indonesia yang merupakan daerah yang gersang dan tandus, dengan adanya bantuan dari masyarakat dan beberapa mahasiswa yang melakukan riset di daerah Gunungkidul maka bisa menjadi seperti sekarang dengan daerah wisata yang bagus terutama pada geopark nya yang ada di Gunungkidul.
PROFIL
Sekarang dengan adanya destinasi geowisata di Gunungkidul, kawasan ini sudah tidak menjadi kawasan yang miskin di Indonesia melainkan menjadi kawasan yang sering di kunjungi karena adanya geowisata dan wisata alam. Masyarakat yang ada di Gunungkidul dapat mendirikan sebuah penginapan hingga restoran, selain itu juga banyak yang menjadi tour guide untuk para wisatawan yang berkunjung ke daerah geowisata tersebut dengan adanya sedikit pembekalan ilmu tentang geologi dasar maka kawasan wisata tersebut dapat menjadi lahan penghasilan untuk memajukan perekonomian masyarakat di daerah Gunungkidul.
Pada saat pendirian geowisata di Gunungkidul terdapat beberapa kendala yang dialami seperti pola pikir masyarakat yang belum paham akan namanya kawasan geowisata. Saat ini masyarakat setempat sangat antusias dalam mengembangkan geowisata, mereka menjaga serta merawat daerah geowisata di daerah Gunungkidul.
PROFIL
Sebagai calon geologist muda juga dapat memberikan kontribusi terhadap geowisata yang ada di Gunungkidul dengan cara melakukan riset berupa pemetaan, diskripsi batuan, dan memberikan cerita pembentukan daerah tersebut sehingga dapat menemukan lokasi geowisata yang baru. Kondisi geowisata pada Gunungkidul sekarang sudah sangat baik bahkan sekarang sedang ada di puncak-puncak nya. Akantetapi masih membutuhkan beberapa perbaikan seperti pada amenitas (fasilitas) contohnya pada toilet, lahan parkir yang layak, dan daerah kegiatannya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah carrying capacity dimana diharapkan adanya pembatasan jumlah wisatawan per hari yang datang sehingga tidak membludak dan tidak merusak ekosistem pada daerah geowisata tersebut. Kawasan Gunungkidul merupakan salah satu kawasan yang kaya akan potensi geowisata seperti banyak keterdapatan kars, gua, dan gunung api purba. Pada daerah Gunungkidul terdapat geowisata yang favorit yaitu Gunung Api Purba Malangrang dan Gua Jomlang yang di kelola oleh pihak swasta. Harapan kedepan untuk geologist muda dapat menemukan potensi goewisata yang belum tersingkap untuk menjadikan kawasan Gunungkidul dapat lebih baik lagi, selain itu diharapkan juga dapat membuat alur jalur perjalanan untuk dijadikan schedule ketika berwisata di kawasan tersebut.
MAHANDRAGA BERPRESTASI ·
Juara 3 lomba poster Mengkarang Competition 2019 -
Fahri Septianto (2017) Rifaldy (2017) Firman Najib Wibisana (2017)
·
Juara 1 paper competition Geology Total Action 2019 UPN Veteran Yogyakarta Tunggul Mirza Saviska Yan Satrio
-
·
Juara 2 Student Competition Join Convention Yogyakarta 2019. -
Septiana Nawang Wulan Pingkan Mirah Achmad Atoillah
·
Student Best Poster Presentation pada 2nd International Congress on Earth Science (ICES) dan perwakilan presenter penelitian. -
-
Teuku Luth Maulana Nazlin (2016) Adi Negara (2016) Ale Fitrahadi (2016) Pamunga Rudy (2016) Ilmi Ramadhan (2016)
MAHANDRAGA BERPRESTASI
·
J u a r a 1 p a d a a j a n g U P B C 3 . 0 2 0 1 9 ya n g diselenggarakan oleh UKM BASKET Universitas Pertamina. -
·
Tim basket Geologi
Best Speaker dan Juara 3 dalam Seismic Interpretation Competition pada ajang Geophysical Trip and Paper Competition 2019 -
Ale Fitrahadi (2016)
·
rd
Juara 1 pada kategori PetroChallenge “The 43 Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2019” -
·
Theo Pranada H (2016) dan team.
Meraih 2 mendali silver dan 1 bronze pada Olimpiade Ilmu Kebumian Internasional yang dilaksanakan di Daegu, Korea Selatan. 1. 2. 3.
Ivan Muhammad Mahendra (2019) Silver untuk Earth Science Project Silver untuk International Team Field Investigation Bronze untuk Individual (Berdasarkan nilai Written test dan Practical test)
REPORTASE
MAHANDRAGA UNTUK SEMUA geology for indonesia Geology for Indonesia merupakan acara yang digagas oleh Sekolah Bumi dan hasil kerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), dan Assosiasi Program Studi Teknik Geologi Indonesia (Asproditegi). Pada pelaksaan acara tersebut Sekolah Bumi mengajak berkerjasama dengan himpunan mahasiswa geologi di jawa bagian barat untuk melaksanakan acara dan salah satu yang diajak kerjasama adalah HMTG Mahandraga Universitas Pertamina. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat umum khususnya siswa sekolah menegah atas (SMA) mengenai ilmu geologi. Pada kesempatan kali ini HMTG Mahandraga melaksanakan acara ini di SMAN 29 Jakarta, dan hadiri oleh 72 peserta yang dimana merupakan gabungan dari dua kelas. Acara ini berlangsung serentak dengan himpunan mahasiswa geologi universitas lain wilayah Jawa bagian Barat pada hari jumat tanggal 6-9-2019. Acara kali ini disambut positif oleh para peserta dan berharap ditahun berikutnya dapat lakukan kunjungan kembali. # G e o l o gy fo r I n d o n e s i a # i n d o n e s i a n ge o l o g i s t # i a g i # s e k o l a h b u m i #hmtgmahandraga
REPORTASE
REPORTASE
MAHANDRAGA UNTUK SEMUA GERAKAN MAHANDRAGA MENGAJAR Gerakan mahandraga mengajar (GMM) merupakan kegiatan dari departemen pengabdian masyarakat yang dimana Mengajarkan anak anak jalanan mengenai geologi serta kebencanaan disekitar agar para anak jalanan lebih peduli dan tanggap terhadap bumi dan kebencanaan. Pada pengajaran kali ini menggunakan system modul yang dimana tiap modulnya saling berkaitan dan jumlah modul pada kesempatan kali ini terdapat 5 modul. Pada GMM kali ini bekerjasama dengan Anak anak Sekolah Kolong Cikini (Sekoci) dan Anak Anak jendela Jakarta sebagai lokasi pengajaran. Pada pertemuan terkahir di Sekolah Kolong Cikini (Sekoci) kita melakukan kegiatan penutupan GMM jilid satu sekaligus melakukan kegiatan buka bersama. komunitas berharap Sekolah Kolong Cikini (Sekoci) kegitan ini tidak hanya berhenti pada periode kali ini saja namun dapat teruskan ditahun berikutnya dan dapat dikembangkan untuk tahun berikutnya. Sekolah Kolong Cikini (Sekoci) menilai kegiatan GMM merupakan kegiatan yang positif dan sangat terbuka jika ingin diajak bekerjasama kembali dilain waktu.
STRATIME DITERBITKAN OLEH BIDANG MEDIA DAN PUBLIKASI HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK GEOLOGI “ MAHANDRAGA “ : UNIVERSITAS PERTAMINA 2020 JALAN TEUKU NYAK ARIEF, SIMPRUG, GROGOL SELATAN, RT.7/RW.8, GROGOL SELATAN, KBY. LAMA KOTA JAKARTA SELATAN, DKI JAKARTA 12220