Issuu on Google+

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

KAMIS 29 NOVEMBER TAHUN 2012

Menjaring Bupati Menjadi Cawagub Oleh: A. CHOLIQ BAYA

BEBERAPA hari lalu DPC Partai Demokrat Banyuwangi mengusulkan Bupati Abdullah Azwar Anas menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur. Anas diproyeksikan mendampingi Soekarwo selaku calon gubernur incumbent dalam pemilihan gubernur (pilgub) 2013. Usul itu disampaikan ketua Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto saat partai berlambang mercy itu menggelar rapat kerja yang juga dihadiri Soekarwo selaku ketua DPD Par-

FemalE

GALIH COKRO/RaBa

Dari Pantai hingga Gunung BUMI Blambangan tak ubah surga yang tercecer ke dunia. Begitulah anggapan model bernama Mega Ayu Puspita Sari, 19. Sebab, tak jarang warga Dusun Sukodono, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, ini takjub atas panorama alam daerah berjuluk The Sunrise of Java ini. Foto model berperawakan semampai ini memang sudah menjelajah beberapa objek wisata alam di seantero kabupaten paling timur Pulau Jawa ini. Dari pantai hingga gunung sudah pernah disinggahi. “Benar-benar memukau,” ujarnya ■  Baca Dari...Hal 39

tai Demokrat Jatim. Beberapa alasan pun dikemukakan agar usul itu diterima Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo. Di antaranya, bupati termuda di Jatim ini dinilai memiliki kapabilitas, kualitas, dan kecerdasan dalam memimpin. Itu dibuktikan, saat Anas memimpin Banyuwangi, banyak perubahan yang bisa dibanggakan. Tidak hanya dari akses pembangunan, tapi dia juga mampu mengerek pertumbuhan eko-

nomi dan mendatangkan para investor. Di tangannya, Banyuwangi menjadi sangat dikenal dan mampu berbicara lebih banyak di tingkat nasional dan internasional. Catatan inilah yang membuat Partai Demokrat Banyuwangi yakin Anas bisa berkolaborasi dengan Pakde Karwo untuk membawa perubahan di Jatim. Perpaduan senioritas dan spirit anak muda bisa menjadi senjata utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Meski usul itu belum disampaikan ke Anas yang kini sedang berada di Kanada, wacana itu cukup menghangatkan suhu politik menjelang pilgub. Apalagi, juga berkembang keinginan kuat dari beberapa pihak agar yang memimpin Jatim nanti adalah orang NU (Nahdlatul Ulama). Keinginan itu tidak hanya dimunculkan para pengurus wilayah NU Jatim, tapi juga para pengurus partai berbasis NU, seperti PKB, PKNU, dan PPP ■  Baca Menjaring...Hal 39

Vonis Mati untuk Habib Kerabat Rosan Emosional

BANYUWANGI - Muhamad Ali Hinduan alias Habib alias Muhdi Uraidi bin Ali, 45, warga Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, harus membayar mahal perbuatannya. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (28/11), majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa kasus pembunuhan berencana atas Rosan sekeluarga yang terjadi awal Mei 2011 silam. Setelah meneliti fakta-fakta yang terungkap selama persidangan panjang, majelis hakim yang dipimpin Siyoto dan dua hakim anggota, yakni Afrizal Hadi dan Bawono Efendi, berkesimpulan bahwa Habib terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana bersama Haedori Setiawan, Andi Azis, dan Siwan, seperti yang diatur Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP. Vonis mati terhadap dalang pembunuhan Rosan; istrinya, Siti Jamilah, 37; dan putra semata wayangnya, Deri Pradana, 14, itu seusai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Hari Utomo. Bahkan, majelis hakim menganggap pencabutan keterangan Haedori Setiawan saat dijadikan saksi mahkota dalam perkara Habib, tidak dapat dibenarkan secara hukum. Pasalnya, Haedori tak dapat membuktikan dirinya diancam penyidik kepolisian ■

SEMENTARA itu, setelah membaca vonis, ketua majelis hakim Siyoto menyampaikan bahwa masing-masing pihak, baik JPU maupun terdakwa, memiliki beberapa hak untuk menanggapi putusan mati yang dijatuhkan kepada Habib. Terdakwa boleh menyatakan menerima, menolak, atau menyatakan masih pikir-pikir, juga berhak mengajukan grasi ke presiden. Mendengar pernyataan hakim, Habib lantas berkonsultasi kepada Nurhayati selaku penasihat hukumnya. Setelah itu, Habib kembali ke kursi terdakwa dan langsung menyatakan pendapatnya. “Saya masih pikir-pikir dan saya akan berkoordinasi dengan pengacara saya,” ujar Habib. Lebih jauh Habib meminta agar majelis hakim menjatuhkan vonis seadil-adilnya. “Apa pun keputusannya, kalau sudah pas dengan naluri hukum di Indonesia, saya minta yang mulia memvonis saya seadil-adilnya. Saya tidak pernah takut akan kematian. Saya takut akan kesalahan. Tapi kalau kematian saya untuk dizalimi, kematian saya adalah kematian yang indah,” kata Habib dengan mata berkaca-kaca ■

 Baca Vonis...Hal 39

 Baca Kerabat...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Apa pun keputusannya, kalau sudah pas dengan naluri hukum di Indonesia, saya minta yang mulia memvonis saya seadiladilnya. Saya tidak pernah takut akan kematian. Saya takut akan kesalahan. Tapi kalau kematian saya untuk dizalimi, kematian saya adalah kematian yang indah.” MUHAMMAD ALI HINDUAN alias HABIB Terpidana kasus pembunuhan keluarga Rosan ISTIMEWA

HISTERIS: Pembantu keluarga Rosan, Husniyah (tengah), berteriak di depan ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi usai sidang pembacaan vonis terdakwa Habib kemarin.

Yayasan Tegaskan tak Terkait Pengadaan Lahan ADA APA LAGI

YPTB Cemas Poliwangi Batal Menjadi PTN BANYUWANGI - Proses hukum dugaan mark up pengadaan lahan pembangunan Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) meng-

undang reaksi Yayasan Pendidikan Tinggi Banyuwangi (YPTB). Pihak YPTB meminta semua pihak menahan diri dalam menyikapi persoalan itu agar tidak mengganggu proses Poliwangi menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Selama ini, YPTB merupakan lembaga

yang bertanggung jawab terhadap operasional Poliwangi. YPTB merupakan yayasan yang dibentuk pemerintah daerah untuk mengurus beberapa pendidikan tinggi milik pemerintah daerah. Ketua YPTB, Sobari menjelaskan, latar belakang pembentukan yayasan itu adalah

pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan mengelola pendidikan tinggi sesuai UU Otonomi Daerah. Karena tidak boleh, maka pemerintah daerah membentuk yayasan untuk mengoperasikan beberapa lembaga pendidikan tinggi ■

 Baca Yayasan...Hal 39

Adaptasi Cuaca Ekstrem

FTB : sepeda paiton (nic) GALIH COKRO/RaBa

CHECK POINT: Petugas memeriksa KTP warga di Pelabuhan Ketapang kemarin.

Tidak Membawa KTP, Disidang di Pelabuhan KALIPURO - Aparat gabungan dari unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi, dan Sub Denpom V/3-3 Banyuwangi, menggelar razia di Pelabuhan ASDP Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kemarin (28/11). Selain untuk menertibkan warga yang tidak mengantongi KTP, razia tersebut bertujuan mengantisipasi peredaran minuman keras (miras) di Bumi Blambangan ■  Baca Tak Bawa...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

DARI SURABAYA: Pembalap Banyuwangi Team melintas di depan PLTU Paiton, Probolinggo, siang kemarin.

disi cuaca seekstrem apa pun. Manajer Banyuwangi Team, Guntur Priambodo mengatakan, rute Surabaya-Banyuwangi sengaja dipilih sebagai rute latihan. Melewati jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), seluruh anggota tim berusaha menaklukkan segala medan dan rintangan yang ada selama perjalanan ■

 Baca Adaptasi...Hal 39

Melihat Komunitas Penghobi Ayam Ketawa di Rogojampi

Digemari karena Bisa Ngakak seperti Manusia Ayam ternyata tidak hanya bisa berkokok, tapi juga bisa terbahak-bahak layaknya manusia. Belakangan ini komunitas pencinta ayam ketawa makin banyak di Banyuwangi. ABDUL AZIZ, Rogojampi UNIK dan menggelikan. Itulah yang terlihat dalam kontes ayam ketawa yang diselenggarakan Kompak (Komunitas Pencinta Ayam Ketawa) di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rogojampi Minggu pagi lalu (25/11). Puluhan ayam ketawa diadu

http://www.radarbanyuwangi.co.id

PROBOLINGGO - Cuaca panas dan terpaan angin kencang menjadi masalah nonteknis yang harus diantisipasi Banyuwangi Team dalam persiapan mengikuti International Banyuwangi Tour de Ijen. Dalam kejuaraan dunia pertama di Bumi Blambangan itu, tim yang dimotori Guntur Priambodo itu melatih anggota tim agar sanggup bertahan atas kon-

dalam angkringan. Ada yang kuat berkokok hingga 15 menit. Bagi orang yang baru pertama kali melihat ayam ketawa, mungkin ayam tersebut terlihat agak aneh dan unik karena kokoknya tidak seperti ayam kampung. Saking uniknya, tidak sedikit warga yang ikut terbahakbahak. Apalagi, saat ABDUL AZIZ/RaBa mendengar ayam UNIK: Ayam ketawa unjuk kebolehan di Gedung MWCNU Rogojampi Minggu lalu (25/11). tertawa panjang dan mirip tawa manusia. Situbondo, Lumajang, Bondowoso, Selain itu, ayam tersebut juga mampu Kontes yang diadakan dalam Madura, dan Kediri. berdiri di atas angkringan berjamrangka memeriahkan Hari Jadi BaWarga suka memelihara dan mem- jam. “Harganya relatif mahal,” kata nyuwangi tersebut, diikuti pencinta budidayakan ayam ketawa karena Winarno, 49, ketua Kompak ■  Baca Digemari...Hal 39 ayam ketawa dari luar daerah, yakni suara ayam tersebut nyaring dan unik.

Lowongan direktur PDAM sepi peminat

Peminat banyak, tapi sedikit yang punya sertifikat pengelolaan air minum

Tak bawa KTP, disidang di Pelabuhan Ketapang

Ingat KeTaPang, harus ingat bawa KTP

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com

30

Kamis 29 November 2012

Seleksi Direksi PDAM masih Sepi Peminat

CERMIN DIRI Menunggu Vonis Mati Berikutnya PENGADILAN Negeri (PN) Banyuwangi cukup tegas dalam menyidangkan perkara pembunuhan dengan terdakwa Muhamad Ali Hinduan alias Habib alias Muhdi Uraidi bin Ali. Berdasar fakta-fakta yang terungkap di persidangan, Habib akhirnya divonis mati. Terdakwa secara meyakinkan melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama Haedori Setiawan, Andi Azis, dan Siwan, seperti yang diatur Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP. Terang saja, vonis mati itu disambut lega keluarga korban. Sejak awal, kerabat korban pembunuhan menghendaki Habib divonis mati. Kronologis kasus pembunuhan tersebut memang tergolong sadis. Korban pembunuhan (Rosan, Jamilah, dan Deri Pradana) dihabisi secara sadis lalu mayatnya dibuang di tepi jalan Desa Kluncing, Kecamatan Licin. Dalam kondisi sudah tak bernyawa, korban yang tercatat sebagai bapak, istri, dan anak, itu dibakar dalam mobil. Setidaknya kita patut mengapresiasi langkah berani yang dilakukan majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut. Ternyata palu hakim masih bisa mengetukkan vonis mati. Ke depan, kasus-kasus pembunuhan memang harus menjadi perhatian tersendiri. Tanpa ada tekanan pun, putusan hakim harus tetap mencerminkan rasa keadilan. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kalau keluarga kita dihabisi, lalu hukuman bagi si pembunuh ringan. Tentu saja akan sangat kecewa. Dalam persidangan mendatang, PN Banyuwangi masih punya ”PR” besar dalam kasus serupa. Dua kasus itu adalah tewasnya ibu dan anak asal Dusun Pandan, Desa Kembiritan Genteng. Sama dengan keluarga Rosan, kedua korban dibunuh secara sadis. Kasus kedua adalah tewasnya seorang gadis bernama Rima Lutfiasari, warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Gadis 16 tahun itu dibunuh secara sadis oleh dua remaja. Dalam menyidangkan perkara tersebut, hakim akan diuji lagi. Akankah pelaku juga dihukum mati? Kita tunggu saja. (*)

NELAYAN PROTES SIGIT HARIYADI/RaBa

BONEKA: Petugas KPA mempraktikkan cara memandikan jenazah di aula Dinkes Banyuwangi kemarin.

NUR HARIRI/RaBa

PROTES: Para nelayan saat menunjuk lokasi yang diusulkan agar dibangun pelabuhan pendamping di Kalbut kemarin (28/11).

Usul Pelabuhan Pendamping

Diajari Memandikan Jenazah yang Berpenyakit Menular B A N Y U WA N G I - Ti d a k semua bakteri, virus, atau segala macam organisme penyebab penyakit, akan mati bersamaan dengan meninggalnya seseorang. Karena itu, untuk mencegah penularan penyakit dari jenazah, mutlak diperlukan perawatan jenazah yang sesuai syarat kesehatan. Dengan demikian, siklus penularan penyakit dapat diputus. Namun, tata cara perawatan jenazah yang sesuai syarat kesehatan itu berbeda jauh dengan tata laksana perawatan jenazah secara tradisional yang kerap dipraktikkan di tengah masyarakat. Misalnya, seorang mudin pemandi jenazah harus memakai alat pelindung diri (universal precaution) berupa mantel, kacamata, masker, tutup kepala, sarung tangan, dan

sepatu boat, saat memandikan jenazah. Berkaca dari fenomena tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi menggelar pelatihan pemandian jenazah sesuai syarat kesehatan. Pelatihan yang digelar di aula kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) tersebut diikuti mudin pemandi jenazah dan penyuluh agama dari 24 kecamatan di Banyuwangi. Pelatihan itu juga diikuti kader puskesmas se-Banyuwangi. Pengelola Program KPA Banyuwangi, Erna Agustina mengatakan, pelatihan tersebut digelar sebagai upaya sosialisasi cara perawatan jenazah untuk mencegah penularan penyakit kepada petugas pemandi jenazah. “Kita menghadirkan narasumber petugas pemberantasan dan

MANGARAN - Sejumlah nelayan dari Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, yang sebelumnya meminta proyek pemasangan pancang bambu di dermaga Pelabuhan Kalbut dihentikan mulai melunak kemarin (28/11). Itu setelah ada sinyal bahwa para nelayan tetap diperbolehkan bersandar di pelabuhan tersebut. Selain itu, nelayan juga mengusulkan pembuatan pelabuhan pendamping untuk sandar kapal milik mereka. “Kami menginginkan pelabuhan pendamping itu ada di sebelah utara pelabuhan ini. Agar kapal nelayan tetap bisa bersandar,” ujar Sahrul, 50, salah seorang nelayan asal Dusun Tanjung Pecinan. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kesepakatan membuat pelabuhan pendamping itu tercetus setelah puluhan nelayan, konsultan pembangunan pelabuhan, dan kepala pelabuhan Kalbut, melakukan audiensi sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.00 kemarin. Dalam audiensi tersebut, pihak konsultan menjelaskan bahwa master plant pembangunan pelabuhan hanya bisa diubah jika ada persetujuan pemerintah pusat. Karena itu, diperlukan solusi lain agar tidak menghambat pembangunan pelabuhan dan dapat memenuhi keinginan masyarakat. Setelah audiensi selesai, para PENGUMUMAN KEDUA LELANG ULANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN & FIDUCIA nelayan tetap ngotot agar diperbolehkan bersandar di pelabuBerdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang Jaminan Fiducia No. 42 Tahun 1999, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), han tersebut. Selain itu, puluhan Tbk. Kanca Bondowoso akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan & Fiducia dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember nelayan sepakat mengusulterhadap asset : kan pembangunan pelabuhan 1. ANDI MUH. ZUHDY. Tanah Bangunan, SHM No. 255/Ds Koncerkidul an ANDI 8. RADIO GENTA BAWANA SAKTI MUHAMMAD ZUHDY Ds. Koncerkidul Kec. Tenggarang Kab. Bondowoso (Harga a. Tanah Bangunan, SHM No. 308/Ds Banjarsari an Slamet Supriyadi LT. 547 m2 Ds. pendamping sebagai tempat Limit Rp. 223.300.000 Uang Jaminan Rp. 45.000.000) Banjarsari Kec. Glagah Kab. Banyuwangi sandar kapal nelayan ikan. 2. FARUK AFERO, Tanah Bangunan, SHM No. 553/Ds. Taman an FARUK LT. 1.040 m2 b. 1 (satu) Pemancar Merk/Type DB KA2500, Padova, Italy; 1(satu) Procesor Kepala Pelabuhan Kalbut, Ds. Taman Kec. Grujugan Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 315.920.000 Uang Pemancar, Merk Orban 2300 Digital Optimod FM; 1(satu) Mixer Siar Merk/Type Anshori mengatakan, dalam Jaminan Rp. 64.000.000) Solydine Mode 2300 XL; 6(enam) Antena Merk/Type ACP 1; 1(satu) Roll/Kabel pertemuan dengan puluhan 3. IVAN DJANUAJI. Tanah Bangunan, SHM No. 264/Ds. Wonosari an IVAN Pemancar+Audio Merk/Type Andrew; 1(satu) Mixer Produksi Merk Mackie Type nelayan itu ada titik temu dan DJANUAJI LT. 372 m2 Ds. Wonosari Kec. Wonosari Kab. Bondowoso (Harga Limit 1402 VLZPro; 2 (dua) Komputer siaran Merk LG; 1(satu) Computer Record Merk/ mufakat. “Sudah ada titik temu. Rp. 280.800.000 Uang Jaminan Rp. 57.000.000) Type Advance; 2 (dua) Komputer Produksi; 1(satu) Equalizer Merk/Type LG; Prinsip program pemerintah 4. NANANG AL FAUSAN 2(dua) Komputer ADM Merk/Type LG; 1(satu) Tower Merk/Type Standing Baja a. Tanah Sawah. SHM No. 1000/Kel. Blindungan an NANANG ALFAUZAN LT. 3.830 m2 Galvanis 102 (seratus dua) meter, berkedudukan di Banyuwangi membangun pelabuhan itu Kel. Blindungan Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 76.000.000 (Harga Limit Rp. 955.700.000,- Uang Jaminan Rp. 192.000.000,-) sebetulnya adalah pelabuhan Uang jaminan Rp. 16.000.000) niaga. Tetapi, juga memperhab. Tanah Bangunan. SHM No. 999/Kel. Blindungan an. AE RIDWAN H. LT. 444 m2 Kel. Lelang akan dilaksanakan pada : tikan kepentingan masyarakat. Blindungan Kec Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 283.000.000 Uang Hari/tanggal : Kamis, 13 Desember 2012 Dalam hal ini, nelayan boleh jaminan Rp. 60.000.000) : Pkl. 10.00 WIB melakukan kegiatan di pelabuc. Tanah Sawah. SHM No. 1454/Kel. Tamansari an. NANANG AL FAUZAN LT. 1.785 Waktu : KPKNL Jember Jalan Slamet Riyadi No. 344 A Jember han niaga itu,” kata Anshori. m2 Kel. Tamansari Kec. Bondowoso Kab Bondowoso (Harga Limit Rp. 107.100.000 Tempat Uang jaminan Rp. 22.000.000) Ditambahkan, sesuai yang d. Tanah Pekarangan. SHM No. 847/Ds. Sukowiryo an. NANANG ALFAUZAN LT. 1.175 SYARAT-SYARAT LELANG : dilakukan kemarin, puluhan m2 Ds. Sukowiryo Kec. Bondowoso Kab Bondowoso (Harga Limit Rp. 94.000.000 1. Peserta Lelang wajib menyetor uang jaminan lelang ke PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. nelayan tetap menuntut agar Cabang Jember Alun-Alun No. Rek. 143-0009894476 an. Penampungan Lelang KPKNL Uang jaminan Rp. 19.000.000) Jember yang sudah harus efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum lelang mereka bisa bersandar sepe. Tanah Sawah. SHM No. 848/Ds. Sukowiryo an. NANANG ALFAUZAN LT. 2.115 m2 dan membawa asli bukti setoran saat pelaksanaan lelang. Pelunasan selambat-lambatnya erti sedia kala. “Tuntutannya Ds. Sukowiryo Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 126.900.000 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Apabila tidak melunasi. pemenang lelang hanya tempat untuk berlabuh Uang jaminan Rp. 26.000.000) akan dianggap Wanprestasi dan uang jaminan lelang akan disetorkan ke Kas Negara. Bagi dan bersandar. Pembangunan f. Tanah Bangunan. SHM No. 710/Ds. Sukowiryo an. NANANG ALFAUSAN LT. 122 m2 yang tidak memenangkan lelang, uang jaminan dikembalikan tanpa dikenakan potongan apapun. itu tidak boleh mengurangi Ds. Sukowiryo Kec. Bondowoso Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 165.000.000 2. Setiap Peserta Lelang wajib melakukan penawaran minimal sama dengan Nilai Limit dimana Uang jaminan Rp. 33.000.000) hak nelayan untuk berlabuh penawaran yang telah disampaikan oleh Peserta Lelang kepada Pejabat Lelang tidak dapat 5. TASUDJI. Tanah Bangunan. SHM No. 649/Ds. Kademangankulon LT. 280 m2 dan bersandar,” imbuhnya. dibatalkan dan bagi Peserta Lelang yang tidak melakukan penawaran akan dikenakan sanksi an. TASUDJI HARRY SAKSONO Ds. Kademangankulon Kec Bondowoso Kab. Sementara itu, mengenai kestidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3 bulan di wilayah kerja KPKNL pelaksana Bondowoso (Harga Limit Rp. 290.000.000 Uang Jaminan Rp. 58.000.000) lelang. epakatan puluhan nelayan yang 6. MUHAMMAD HAFID 3. 1 (satu) slip setoran uang jaminan penawaran lelang hanya berlaku untuk 1 (satu) menginginkan adanya pelabua. Tanah Bangunan. SHM No. 149/ Ds. Penanggungan LT. 181 m² an. Haji obyek lelang dan nilainya minimal sama dengan pengumuman lelang. han pendamping, pihaknya FATHORRAHMAN Ds. Penanggungan Kec. Maesan Kab. Bondowoso (Harga Limit 4. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang, maka peserta akan menyampaikan usul terseRp. 72.100.000 Uang Jaminan Rp. 14.420.000) tidak diperkenankan melakukan tuntutan apapun kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kanca Bondowoso. b. Tanah Bangunan. SHM No. 125/ Ds. Penanggungan LT. 358 m² an. Hajjah YUNI but kepada pemerintah puASTUTIK Ds. Penanggungan Kec. Maesan Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 5. Peserta lelang dianggap menyetujui semua aspek legal dari obyek yang dilelang sesuai sat. “Seharusnya itu porsinya dengan kondisi apa adanya (”as is”). Syarat-syarat lelang lainnya ditentukan saat lelang. 34.000.000 Uang Jaminan Rp. 6.800.000) Dinas Perikanan. Tetapi, kita Bondowoso, 29 Nopember 2012 7. ALEX HIMAWAN SAPUTRA. Tanah Bangunan. SHM No. 1614 an. ALEX tetap berupaya memperhatikan HIMAWAN S. dan MARIA YULIANA P. LT. 156 m2 Ds. Pancoran Kec. Bondowoso pelabuhan pendamping itu,” Kab. Bondowoso (Harga Limit Rp. 100.000.000 Uang Jaminan Rp. 20.000.000) papar Ansori. Seperti diberitakan sebelumnya, nalayan Desa Tanjung Pecinan menuntut agar proyek pemasangan pancang bambu di dermaga Pelabuhan Kalbut Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero), Tbk. dihentikan. Itu karena para (KPKNL) Jember Kanca Bondowoso nelayan khawatir kapal milik Hubungi: mereka tidak bisa bersandar. Bpk. Indarto : 081.249.333.678, Bpk. Andrian : 081.330.622.659, Bpk. Rizal : 081.135.310.01 (rri/c1/als)

BANYUWANGI - Pendaftaran calon direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyuwangi ternyata sepi peminat. Hingga pendaftaran terakhir Selasa lalu (27/11), belum ada satu pun calon yang memasukkan lamaran. Sejak 21 November 2012 lalu, Pemkab Banyuwangi membuka pendaftaran atas dua lowongan direksi PDAM, yakni direktur utama (dirut) dan direktur teknik. Rekrutmen direksi PDAM Banyuwangi itu dilakukan, karena masa jabatan Direktur PDAM Banyuwangi Hang Suryo akan berakhir Januari 2013 mendatang. Dalam seleksi kali ini, pemerintah daerah menambah jumlah direksi. Dalam seleksi sebelumnya, pemerintah daerah hanya merekrut direktur. Pada seleksi kali ini, pemerintah daerah menambah posisi jabatan direktur teknik. “Pendaftaran berakhir hari ini (kemarin, Red). Walau pendaftaran sudah berakhir, tapi berkas lamaran melalui Pos masih kita tunggu sampai besok (hari ini, red),” ujar Kabag Perekonomian

Pemkab Abdul Rachman. Beberapa waktu lalu, ungkap Rachman, ada beberapa peminat yang datang mencari informasi terkait rekrutmen direksi PDAM. Namun, hingga hari terakhir belum ada yang memasukkan lamaran resmi. “Layanan yang kita sediakan di interknit juga belum ada yang masuk,” katanya. Lalu, bagaimana langkah selanjutnya? Tim seleksi sampai kemarin belum mengambil sikap apa pun terkait sepinya peminat calon direksi PDAM itu. Yang jelas, kata Rachman, sesuai jadwal seleksi, 30 November 2012 mendatang sudah diagendakan seleksi di Unair Surabaya. Sekretaris Kabupaten (Sek k a b) Slamet Kariyono menjelaskan, sepinya peminat calon direksi PDAM kemungkinan besar karena persyaratan ketat. Seleksi kali ini, kata Slamet, jauh lebih ketat dibanding seleksi sebelumnya. “Seleksi kali ini mengacu pada ketentuan Permendagri yang baru,” jelas lelaki yang juga ketua dewan pengawas PDAM itu.(afi/c1/bay)

pencegahan penyakit Dinkes Banyuwangi, Sugeng Waluyo,” ujarnya kemarin (27/11). Sementara itu, selain harus menggunakan pakaian yang memenuhi standar universal precaution, air yang digunakan untuk memandikan jenazah harus dicampur klorin dengan komposisi 0,5 persen. Sepuluh menit pasca sekujur tubuh jenazah, lubang telinga, lubang hidung, dan mulut, disiram campuran klorin, jenazah dimandikan dengan sabun dan air mengalir menggunakan selang. Setelah dimandikan, jenazah lantas dibungkus dengan plastik kemudian dikafani layaknya jenazah pada umumnya. Usai digunakan, tempat memandikan jenazah harus disiram larutan klorin. (sgt/c1/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Kamis 29 November 2012

Amankan Diesel dan Material Emas

ALI NURFATONI/RaBa

KENANG SEJARAH: Seorang warga berorasi di depan makam Mahfud Sayidi di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, kemarin.

Napak Tilas Korban PKI Digembosi CLURING - Tragedi berdarah 30 September 1965 (G 30 S/PKI) kembali dikenang kemarin. Ratusan warga menggelar napak tilas dengan rute Muncar-Cluring. Sayang, napak tilas yang sedianya akan diikuti 3000 peserta itu ternyata digembosi. Sekadar tahu, Partai Komunis Indonesia (PKI) telah membunuh 62 pemuda Pancasila dan dikebumikan secara masal di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring. Tidak hanya itu, ketua Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sraten atau Mahfud Sayidi juga menemui ajal akibat kebiadaban PKI itu. Jasad pria tersebut dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Mahfud dihabisi PKI di Dusun Sagad, Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring. Kemarin

makamnya dipadati para peziarah. Mereka adalah warga NU yang mayoritas eks pengurus Gerakan Pemuda Ansor dan keluarga besar Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa. Ketua Tim Sembilan Gerakan 7 November (Ga7Nov) Rahman Mulyadi mengatakan, napak tilas ini telah digembosi. Padahal, tidak ada unsur politik. Meski begitu, pihaknya meminta ratusan warga tetap berpendirian kukuh. ‘’Ini sejarah. Kita tidak boleh lupa,” tandas Rahman. Juru bicara Ga7Nov, Abdillah Rafsanjani mengatakan, gerakan tersebut semata-mata hanya untuk memberikan jawaban atas tuntutan Ilham Aidit (anak tokoh PKI DN Aidit, red) yang menuduh TNI AD dan para kiai NU telah melakukan pembunuhan terhadap rakyat. ‘’Kita

buktikan bahwa laporan ke Komnas HAM itu salah besar,” tandasnya. Usai berziarah, ratusan masa bertolak ke monumen Pancasila di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring. Di tempat tersebut, mereka melakukan orasi dan di akhiri dengan doa bersama. Ketua PC NU Banyuwangi Masykur Ali menegaskan, secara kelembagaan pihaknya tidak pernah melakukan upaya penggembosan. Sebab, sebelumnya, pihaknya sudah bertatap muka terkait rencana itu. ‘’Itu tidak benar,’’ tandasnya saat menghubungi koran ini kemarin siang. Sementara itu, aparat TNI dan Polri melakukan pengamanan ketat mengenai aksi tersebut. Saat konvoi, polisi dan TNI pun melakukan pengawalan dari Terminal Kedungrejo, Kecamatan Muncar, hingga ke lokasi. (ton/c1/aif)

Hendak Salat Subuh Temukan Motor GENTENG – Warga Dusun Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng, dihebohkan dengan penemuan sebuah sepeda motor di dekat sebuah masjid di kampungnya, kemarin pagi. Kali pertama yang mengetahui motor tersebut adalah Rohman, warga sekitar tempat kejadian perkara. Saat hendak pergi ke masjid untuk berjamaah salat subuh, dia melihat ada motor diparkir tak jauh dari tempat ibadah itu. Usai salat subuh, Rohman langsung menanyakan hal ini ke Bambang Hermanto, warga Jember yang ikut salat subuh berjamaah di masjid. Bambang yang merasa tidak memiliki motor, langsung menjawab tidak tahu, dan saat itu juga mereka berdua memeriksa keberadaan kendaraan jenis Yamaha Vega warna merah bernopol P-4735VN. Merasa curiga dengan sepedah motor tersebut, Bambang langsung melaporkan hal ini ke Mapolsek Genteng. Mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Genteng yang berjaga saat itu langsung menuju lokasi ditemukannya sepedah motor.

nyidikan dan disampaikan informasi dengan ditemukannya sepedah motor Yamaha Vega tersebut ke beberapa Mapolsek di Banyuwangi, baru kemarin siang anggota Polsek Bangorejo dengan pemilik motor mendatangi Mapolsek untuk mengambil motornya yang telah dicuri oleh orang. “Setelah pemilik menunjukkan surat kelengkapan motor, dan kami periksa memang sesuai baru kita serahkan BB motor tersebut ke pemilik,” pungkasnya. (azi/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

BARANG BUKTI: Motor diamankan di Mapolsek Genteng, kemarin.

Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto melalui Kanit Reskrim Aiptu Subekti, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan dan dicoba untuk dihidupkan mesinnya ternyata

bensin sepedah motor itu habis, “Motor tidak bisa jalan dan langsung kita angkut ke mapolsek untuk diamankan,” jelasnya. Masih menurut Bekti, setelah dilakukan pengembangan pe-

Ketiga destinasi wisata alam ini memang pantas untuk dibanggakan, masing-masing mempunyai keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Festival Kuwung Memamerkan keaslian Banyuwangi baik kekayaan budaya, adat maupun potensi unggulan yang dibawakan oleh perwakilan 24 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. Kesenian asli Gandrung, Barong Using, Jaranan Buto dan Reog. Seblang, Kebo-keboan, Petik Laut dan Kemanten Using.

Seblang Ritual Seblang salah satu ritual masyarakat Using yang hanya dapat dijumpai di dua desa dalam lingkungan Kecamatan Glagah, yakni desa Bakungan dan Olihsari. Ritual ini dilaksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala, agar desa tetap dalam keadaan aman dan tentram.

Kebo-Keboan Ritual Tradisi yang diadakan setahun sekali pada tgl 10 Suro atau 10 Muharaam di Desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi, yang berkaitan dengan budaya agraris khususnya siklus tanam padi. Upacara ini adalah gabungan antara upacara minta hujan bila terjadi kemarau panjang atau rasa syukur, bila panen berhasil dengan baik.

PESANGGARAN - Kesatuan Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Kesilirbaru, BKPH Sukomade, beserta Perhutani Banyuwangi Selatan melakukan patroli di wilayah Kampung 56, Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran, kemarin. Dalam patroli tersebut, petugas Perhutani naik ke kawasan Petak 78 dan 79, Gunung Tumpang Pitu, untuk mencegah para penambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan hutan tersebut. Tanpa diduga, saat petugas Perhutani dalam perjalanan naik gunung, puluhan PETI tengah turun. Mereka pun berpapasan di tengah perjalanan. Mengetahui ada petugas datang, puluhan penambangan yang turun gunung membawa mesin penyedot air (diesel) dan satu sak karung material yang diduga mengandung emas itu langsung lari tunggang langgang meninggalkan barang bawaannya. Komandan Regu (Danru) Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan, Yudo Pinanggih, mengatakan bahwa semua barang bukti yang ditinggalkan para penambang tersebut sudah diamankan di Pos Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan di Benculuk. Barang bukti tersebut berupa satu unit mesin penyedot air dan satu karung material tanah yang diduga mengandung emas. “Material tersebut diduga kuat berasal dari lahan Perhutani,” tandasnya. (azi/c1/aif) DIAMANKAN: Barang bukti mesin penyedot air di Pos Polhutmob Benculuk kemarin.

Duo Pejudi Capsa Digulung MUNCAR - Aparat Polsek Muncar meringkus dua pejudi capsa di kawasan Persil, Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, kemarin. Mereka adalah Sutrisno, 44, warga Dusun Krajan, Desa Ringin Pitu, Kecamatan Tegaldlimo, dan Salikin, 52, yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.

Dalam kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu set kartu remi, uang tunai Rp 243 ribu, dan alat judi yang terbuat dari karung plastik sebanyak dua lembar. ‘’Barang bukti kita sita di lokasi kejadian,’’ ungkap Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini, kemarin. Dua pejudi capsa itu kini me-

ringkuk di Mapolsek Muncar. ‘’Setelah kita periksa, mereka berdua kita tetapkan sebagai tersangka,’’ tandasnya. Kasus tersebut terungkap atas laporan warga. Kemudian, dilakukan penyelidikan dan ternyata informasi itu benar. ‘’Tersangka kita tangkap Selasa sore,” pungkas perwira dengan satu melati di pundak itu. (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

DITAHAN: Dua tersangka dan barang bukti diekspose di Mapolsek Muncar kemarin.

KOMUNIKASI BISNIS

32

Kamis 29 November 2012

Penderes Antarkan Raih Pro Poor Award

PRESTASI

MEGA/RaBa

BERPRESTASI: Dea pamerkan 28 sertifikat juara.

Siswa SD Miliki Segudang Bakat BANYUWANGI–Segudang prestasi dimiliki Afiaska Dhea Yunita. Padahal, bocah yang biasa dipanggil Dea dan tinggal di Jalan Achmad Yani No. 28, Banyuwangi itu baru berumur 11 tahun. Putri dari drg. Dwiyani Hariyanti itu masih duduk di bangku kelas VI di SDN Kepatihan, Banyuwangi. Seabrek kegiatan digeluti Dea setiap harinya. Dia mengikuti les, private vocal, tari, dan kegiatan lainnya yang dia gemari. “Setiap hari, saya belajar dan selalu belajar,” ujarnya saat ditemui koran ini di rumahnya, Selasa (28/11) lalu. Dea rela hanya mempunyai sedikit waktu untuk bermain. Dia bertekad untuk gigih belajar demi menggapai cita-cita. Jangan heran bila kini Dea mempunyai segudang prestasi, dengan bukti banyak sertifikat yang dikoleksinya. Total keseluruhannya 28 sertifikat mulai dari kejuaraan vokal, paduan suara karawitan, dan seni tari, yang salah satunya Tari Jejer Gandrung. Sertifikat yang dimiliki Dea secara resmi diakui oleh Samsul Hadi, mantan Bupati Banyuwangi dan Bupati Abdullah Azwar Anas, Gubernur Jatim Soekarwo. Bahkan hingga tingkat nasional dalam rangka undangan ke Istana Negara. Akomodasi istimewa berupa tempat menginap di hotel berbintang lima dan konsumsi mewah sempat dinikmati oleh Dea. Sebagai perwakilan Tim Karawitan Pelajar Banyuwangi, Dea bangga dengan bakat yang dimilikinya. Dia berkesempatan bertemu istri Presiden, Ani Yudhoyono dalam Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke66, 17 Agustus 2011. Dalam upacara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ani Yudhoyono, tim vokalis karawitan sempat berjabat tangan dengan kepala negara dan ibu negara usai tampil di Istana Negara Jakarta. Saat ditemui koran ini, Dwi, ibu kandung Dea mengaku sangat mendukung terhadap berbagai bakat putrinya. Seperti bakat menyanyi, tari, pelajaran, modeling, dan masih banyak lagi. Harapan Dwi, ke depan Dea jangan sampai melupakan pendidikan, meski telah memiliki segudang prestasi. Dea juga harus tetap memperdalam ilmu agama, karena itu sangat penting untuk bekal hidup.(adv/irw)

BANYUWANGI-Kelompok penderes kelapa Sumber Rejeki, Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi, patut berbangga. Sebab, kelompok yang diketuai I Gede Parsa, itu turut andil dalam penilaian lomba pengentasan kemiskinan tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut. Berkat penilaian tersebut, Kabupaten Banyuwangi sukses meraih penghargaan Pro Poor Award Tahun 2012 Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil. Gede Parsa dikenal memiliki peran penting bagi penderes kelapa di Desa Patoman. Penggemar seni janger itu berhasil mengubah kehidupan penderes di desanya. Semula, penderes di Patoman menggunakan metabisulfit sebagai bahan tambahan pangan (BTP) pada gula kelapa produksinya. Itu akibat ketergantungan pada tengkulak, sehingga para penderes memproduksi gula kelapa sesuai pesanan tengkulak. Namun, sejak Gede mengajak memproduksi gula kelapa nonsulfit, penderes tidak lagi bergantung pada tengkulak. “Bertahun-tahun kami bergantung pada tengkulak, karena modal didapat dari tengkulak, sehingga gula harus dijual ke tengkulak. Praktis, kami tidak bisa menghindar ketika tengkulak memesan gula kelapa sulfit,” kenang Gede.

Menurut Gede, ide memproduksi gula kelapa nonsulfit muncul setelah Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) menggelar sosialisasi produksi gula kelapa nonsulfit. Usai mengikuti sosialisasi, pria kelahiran Patoman itu tertarik memproduksi gula kelapa nonsulfit. Dia pun mendirikan kelompok penderes kelapa “Sumber Rejeki” sebagai persyaratan untuk mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis produksi gula kelapa nonsulfit dari Disperindagtam. “Anggota kelompok kami ada 36 orang. Semuanya dari Desa Patoman,” ungkapnya. Ternyata, fasilitasi yang diberikan Disperindagtam tidak hanya pelatihan dan bimbingan teknis. Gede dan kelompoknya juga difasilitasi mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari salah satu bank di Banyuwangi. Sebagian dana KUR untuk membayar utang ke tengkulak. Sisanya untuk ISTIMEWA modal produksi gula kelapa nonsulfit. Guna PENDERES: Gede sedang mengolah gula mengefektifkan pelatihan, Disperindagtam kelapa nonsulfit. bekerja sama dengan PTPN XII sebagai instruktur produksi gula kelapa nonsulfit. keselamatan kerja. Gula kelapa Kelompok Sumber Rejeki Bahkan, untuk melindungi keselamatan penderes di Patoman, Disperindagtam telah dikirim ke PT. Indofood Perwakilan menggandeng PT. Jamsostek Banyuwangi Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, untuk memberikan pemberian jaminan Indofood memesan 350 ton per minggu.

Namun, kelompok Sumber Rejeki baru bisa memproduksi 10 ton per minggu. Nah, sukses Gede bersama kelompoknya itu menarik perhatian tim penilai Pro Poor Award 2012 Provinsi Jawa Timur. Mereka didatangi oleh tim penilai untuk diuji sebagai kelompok yang berhasil memberdayakan diri sehingga mampu melepaskan diri dari garis kemiskinan. Tim penilai tak hanya mendapatkan profil peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di Desa Patoman, namun juga memperoleh kenyataan bahwa Pemkab Banyuwangi sukses merealisasikan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Sehingga, angka kemiskinan dapat ditekan melalui perluasan penerapan program yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan masyarakat setempat. Atas andil penderes kelapa yang tergabung dalam kelompok Sumber Rejeki itu, Banyuwangi berhasil meraih Pro Poor Award 2012. “Kami katakan kepada tim, peningkatan kesejahteraan penderes kelapa di Patoman terjadi setelah Banyuwangi dipimpin Bupati Abdullah Azwar Anas. Melalui Disperindagtam, beliau memprogramkan bimbingan teknis produksi gula kelapa nonsulfit, difasilitasi permodalan dan dijamin keselamatan kerja kami. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Disperindagtam” aku Gede. (adv/irw)

Persiapkan Injeksi, Yamaha Lengkapi Alat Pendeteksi

ISTIMEWA

PENGANUGERAHAN: Asmuni Tarmidi dan Atik Suprihatingsih mendapatkan penghargaan dari kepala SMAN Dharusollah Singojuruh.

Asmuni-Atik Guru Favorit Darushollah SINGOJURUH–Sudah menjadi budaya tahunan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Darushollah Singojuruh, untuk memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-67, dengan melaksanakan pemilihan guru favorit. Guru yang dimaksud adalah guru pilihan siswa SMAN Darushollah sendiri. Mereka memilih dengan kriteria guru yang dianggap paling disiplin, penguasaan penyampaian materi pembelajaran, dan kreativitas. Dalam hal kreativitas, guru dinilai siswa dari segi bagaimana penyampaian materi belajar dan penggunaan media sebagai bahan peraga. Tentu saja mudahnya materi diterima oleh siswa juga menjadi penentu penilaian Guru Favorit 2012 di SMAN Darushollah. Pelaksanaan pemilihan dilakukan pada Sabtu (24/11) lalu. Mekanisme pemilihan tidak berbelit dan mudah. Setiap siswa diberikan selembar kertas yang sebelumnya sudah distempel oleh sekolah. Kemudian siswa menulis nama guru disertai alasan mengapa memilih guru tersebut. Pada hari itu juga digelar even lain. Sekolah di bawah pimpinan Sunyoto Edy Santoso, SPd, MPd juga mengadakan lomba

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Ruko Pasar Rogojampi •

• Jl. Ikan Gurami • Dijual rmh Jl. Ikan Gurami 20 LT894 LB515, SHM, hub: 08175214082 / 08883855586

• Perum Kalirejo Permai • Dijual rumah siap huni LT. 84m2, LB: 47m2, Perum Kalirejo Permai. Jl. Belimbing NN/13. Hubungi: 085236003081

BANYUWANGI • Perum Bunga Residence • Dijual rumah Perum Bunga Residence bl o k A 3 1 LT. 1 0 4 m 2 , S H M , h u b : 081358639444/085646477168

• Perum Mendut Hijau •

green and clean antar kelas. Pengumuman dan penganugerahan Guru Favorit 2012 SMAN Darushollah dilaksanakan pada peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, Senin (26/11). Dalam peringatan tersebut diadakan upacara peringatan seperti setiap hari Senin, namun yang terlihat berbeda adalah petugas upacara adalah seluruh dewan guru. Peraih Guru Favorit Asmuni Tarmidi, SE, MM dan Atik Suprihatingsih, SPd. Asmuni sudah kali kedua mendapatkan gelar guru favorit. Guru yang juga dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi itu awalnya sempat tidak percaya saat namanya disebut sebagai guru favorit. “Sebuah anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga,” ujar Asmuni. Alumnus S2 Universitas Negeri Jember itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa, yang telah mempercayai dirinya sebagai pilihan murid dengan gelar guru favorit. Bersama Atik, Asmuni mendapatkan penghargaan dari siswa berupa baju batik dan tas kerja dari sekolah. Penghargaan itu diserahkan oleh Kepala SMAN Darushollah Sanyoto Edi Santoso. (adv/irw)

BANYUWANGI-Semakin banyak peng- madai lagi, dengan semakin banyaknya guna sepeda motor memilih motor in- motor injeksi Yamaha yang beredar. jeksi. Tahun 2007 Yamaha meluncurkan Oleh sebab itu, Yamaha meluncurkan V-ixion, sebuah motor sport dengan alat baru bernama diagnostic tool teknologi injeksi. Motor ini hingga lima with logger, yang pengoperasiannya tahun setelah peluncurannya masih dikoneksikan dengan laptop. sangat diminati oleh masyarakat IndoAlat ini memiliki fungsi jauh lebih nesia. Hingga di tahun 2012, Yamaha lengkap dan akurat melebihi alat yang meluncurkan tiga motor injeksi yang sebelumnya. Tak kurang ada sekitar diantaranya adalah Mio-J, Soul GT, dan 14 fungsi yang dimiliki alat ini, di Jupiter Z1. antaranya dapat memantau putaran “Masing-masing memiliki fitur dan mesin, suhu mesin, kerusakan sensor, keunikannya sendiri,” kata Bambang setelan bahan-bakar, tampilan perSetiabudi, Branch Manager PT Rodasakti forma motor dalam grafik, dan masih Suryaraya Jember. banyak lagi yang lainnya. “Alat ini juga Bambang menjelaskan, semua pabri- dapat menyimpan data motor, pemilik kan sepeda motor Jepang berlomba- motor, riwayat perawatan, dan riwayat lomba menyuguhkan motor berbasis kerusakan yang pernah terjadi. Alat ini injeksi dengan segala fitur dan kelebi- sudah digunakan di semua jaringan hannya. Tetapi yang perlu digarisbawa- bengkel resmi Yamaha sejak awal 2012,” hi dari semua motor injeksi yang kini cetusnya. (*/irw) semakin menggiurkan adalah kesiapan di lini after sales-nya (service dan spare part). Yamaha juga sudah melengkapi seluruh jaringannya dengan alat pendeteksi kerusakan di motor injeksinya. Alat ini bernama Yamaha diagnostic tool. Alat ini dapat menampilkan putaran mesin, suhu mesin, jenis kerusakan, dan penyetelan campuran bahan bakar. Tetapi saat ini Yamaha diagISTIMEWA nostic tool sudah DISAMBUNG LAPTOP: Diagnostic tool with logger dapat dirasa kurang me- menyimpan data motor injeksi.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Kuliah Di Australia •

• Daihatsu Taft GT ‘94 •

• Prima Mobil •

Prgrm pmbiayaan kuliah smbl krj d Australia D1/ D2/D3/S1: Test, kls bhs, usia, mdical Cek, biaya pend 2 smstr, biya tnggal 1 kali d awal stdy, tket kbrgktn. Syrt & ktntuan brlk. Anda serius krm ke Media 03614012697 / 082340619744

Dijual Taft GT 1994 hitam mulus 75 juta, velg racing & ban besar. H: 081249689188

Ready PU, GrandMax1.5’2011, 1.3’2011, 1.3’2012.Kjg Innova slr G’08, Avanza G’11,APV GX’05. Cash/kredit. Hubungi: Devi 085258665239/0333411655. Dapatkan hadiah lgsung TV/HP

Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

• Kijang 91 • Dijual Kijang 91 Long + Audio Manual, abu2 metalik, 58jt. Hub: 082335597000

Dijual Isuzu Panther LV tahun 2001 power window, sion miror, harga 105 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888.

• Rumah Cantik Murah • Dijual cepat Ruko Pasar Rogojampi, lokasi strategis, LT36m2, LB 72m2 (tingkat), HGB. Hubungi: 081230400909

BANYUWANGI

Djl rumah cantik murah, pasaran 500 jt djl 400jt. Lok: Perum Permata Genteng AA-01, bs byar 1/2 sisa 2 th lg. Bs diangsr 1 th tnp bunga. Trbtas 1 org pmbeli, lgsg ada pnyewa. Frendas 081999025178

• Jl. Agus Salim •

• Tanah Kalipuro •

• Dikontrakkan •

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

Dijual tanah 20x20m Kalipuro, Jati unggul 200 batang umur 3 tahun, harga 150ribu/ m2 nego. Hubungi. 08229677868

Dikontrakkan rmh Jl. Mendut 61 Bwi. Hub: 0318419288 / 0333413973 / 081230614069

• Ruko Jalan Protokol • Dijual cepat: Ruko 2 lantai SHM, LT310m2, LB200m2, IMB, PLN 2200w, di pusat kota jalan protokol, bebas parkir, cocok u usaha apa saja, Hrga 950juta nego. Cpt dpt. Hub:081346293265 / 087755991595.

BANYUWANGI • Perusahaan Meubel •

• Isuzu Panther LV ‘01 •

• Toyota Avanza ‘09 •

• Isuzu Panther ‘97 •

• Innova ‘04 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F60 IRM GMMF JJ tahun 2007, silver metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu panther TBR 54 PRLC super tahun 1997, perak metalik, harga 70 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova E XW41 tahun 2004, biru metalik, harga 131 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Honda Stream ‘04 •

• Daihatsu Xenia ‘04 •

• Innova G ‘10 •

Dijual Honda Stream S7A 1.7MT tahun 2004, hitam, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu F600 Xenia 1.0, tahun 2004 biru metalik, harga 88,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Innova G. tahun 2010 silver (solar) harga 220 juta, brangg istimew, bisa cash /kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975 - 081335897888

Lowker Perush. Meubel Hub. 081913935890, A1 Acc; A2 Admin; A3 Gudang; A4 Drafter. Min SMA/SMK, wnt, kuat mental, disiplin. Bs Ms. Office, (u/ A1 berpengalaman), Bs AutoCAD u/ A4, lamaran cantumkan kode.

• Dicari Lahan Min 1Ha • Dcri lahan min 1 Ha utk kerjasama tanam sengon sgt menguntungkan, semua biaya kami tanggung. Hub: 082334560960

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jual Proyektor BENQ •

• STNK •

Djl proyektor BENQ MW 512 Sepc 2800 lumens, Barunya 7jjt. Jual Rp. 4jt msh ada garansi spt baru. Hub 081249400460

Hlg STNK Nopol P 4276 WK, an. Irfan Frigiyanto, Pakisjalio M 35 RT03/03 Sumberrejo

• Souvenir •

Hlg STNK Nopol P 3598 TB, an. Taufiq Hidayat, Karangan 02/01 Licin

Trm pesnan souv nikah ultah promo ktr, TK sklh, pulpen, jam, mug, kaos, pin, Gaci Efod 0333417992, 081913906633. Murah!

Hlg STNK Nopol P 4511 VB, an. Hendi Joko Susanto, Dsn. Krajan 01/01 Sidodadi

SITUBONDO • Peluang Usaha • Edukasi FOREX melatih menjadi trader yg handal dg metode treding yg trarah & trget profit konsisten. Hub: 081252341466

SITUBONDO • BPKB • Hlg BPKB 3659498J, an. Amse Holis, Bindung, Sumberanyar 01/02 Banyuputih

BALJEBOL

Kamis 29 November 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

EKONOMI

UMK Naik Jadi Rp 1.011 Ribu LUMAJANG—Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lumajang mengalami peningkatan yang signifikan. Dari sebelumnya hanya Rp 825.941, kini melonjak menjadi Rp 1.011.950. Itu berarti ada kenaikan sebesar 22.60 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kepala Disnakertrans Lumajang, Ismail kepada Koran ini mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait dengan UMK tersebut. “Belum ada surat resmi dari provinsi,” terang Ismail. Dia mengaku, dari pemberitaan media, memang sudah muncul UMK disemua kabupaten di Jawa Timur termasuk Lumajang. Namun, kerena belum mendapatkan pemberitahuan resmi, dia tidak berani memastikan. Pun demikian, Ismail mengaku jika benar angka tersebut ditetapkan oleh Gubernur, maka ada kenaikan yang signifikan UMK Lumajang. Bahkan, angka tersebut melampaui usulan dewan pengupahan yang diusulkan ke bupati. Dia mengatakan, usulan dewan pengupahan kepada bupati adalah sebesar Rp 931 ribu. Usulan dewan pengupahan tersebut selanjutnya dilanjutkan oleh bupati kepada gubernur. “Usulan bupati sesuai dengan usulan dewan pengupahan,” imbuhnya. Jika kemudian gubernur menetapkan angka yang lebih besar dari angka tersebut, maka itu memang kewenangan gubernur. “Itu memang menjadi kewengan Gubernur Jatim,” imbuhnya. Selanjutnya, kata dia jika pihaknya sudah menerima pemberitahuan resmi dari provinsi maka akan dilakukan sosialisasi. Dari situ, maka akan diketahui bagaimana tanggapan dari dewan pengupahan yang terdiri dari pengusaha, akademisi, dan buruh tersebut. Jika memberatkan perusahaan, Ismail mengaku ada mekanisme yang mengatur terkait dengan keberatan perusahaan. Dia menyebut, perusahaan bisa mengajukan penangguhan kepada Gubernur melalui disnakertrans. Angka Rp 1.011.950, tambah dia berarti sama dengan kebutuhan hidup layak yang juga dihitung dengan inflasi hingga Desember. Berarti, jika benar UMK sebesar angka tersebut, maka itu berarti 100 persen KHL. (wan/wah/jpnn)

KRIMINALITAS

TAK DIAJAK REMBUKAN: Warga RW 10 Perumnas Patrang memasang spanduk penolakan pembangunan yayasan di sekitar masjid.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

Mengganggu, Warga Protes Pendirian Yayasan PATRANG - Sejumlah warga RW 10, Perumnas Patrang, Kecamatan patrang memasang baliho bernada protes atas rencana pendirian yayasan yang akan dibangun di depan masjid. Menurut warga sekitar, pendirian yayasan di area halaman masjid akan membuat masyarakat tidak nyaman. Pasalnya, tanah lapang tersebut biasa dibuat tempat parkir bagi jamaah masjid. Selain itu, juga digunakan segala aktivitas kegiatan sosial masyarakat.

Seperti yang disampaikan Joko, warga RW 10. Dikatakan, dirinya sangat keberatan jika tanah lapang yang selama ini dimanfaatkan warga sekitar, dibangun gedung yayasan yang notabene, tidak begitu dibutuhkan masyarakat sekitar. Selain itu, Joko mengaku kecewa atas keputusan sepihak yang diambil PT Perumnas Regional IV Pasuruan, selaku pengembang perumahan, tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu pada masyarakat sekitar. “Kami

yang menempati perumahan ini selama puluhan tahun kok nggak diajak musyarah sama sekali,” keluhnya. Di tempat yang sama, ketua RW 10 Husein Suprijono mengaku terkejut saat pertama kali membaca surat pemberitahuan dari pihak yayasan Roudhatul Ulum tanggal 6 September 2012 atas rencana pembangunan gedung yayasan di tempat tersebut. “Saya terkejut tiba-tiba tanah lapang itu sudah dimiliki yayasan Roudhatul Ulum,” ujarnya. Husein menambahkan, jika dari awal pihak perumnas membuka ruang dialog dengan warga, pastinya warga akan memcarikan solusi bersama. “Sebenarnya ada lahan lapang juga milik Perumnas, yang bisa dimanfaatkan.

Lokasinya juga berdampingan dengan lokasi ini. Bahkan warga lebih setuju, jika ditaruh disana, karena lahannya tersebut tidak ada di depan masjid.” Jelasnya. Husein mewakili warga di lingkungannya, berharap pihak yayasan dan Perumnas bisa mendengar keluhan masyarakat. Bahkan, Husein menjamin, jika yayasan jadi dibangun di lahan sebelah masjid, seperti saran warga, warga akan mendukung pembangunan yayasan tersebut. Selain memasang baliho penolakan, kemarin warga yang berkumpul di tanah lapang tersebut, sempat menyampaikan orasi dan membagikan pers release kepada wartawan Jawa Pos Radar Jember yang datang ke lokasi. (mg3/jum/wnp/jpnn)

Bos Akas III Divonis Ringan JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIAMANKAN: Nanang, tersangka penjambretan saat dikeler ke Mapolsek Bangsalsari, kemarin.

Jambret Babak Belur Dihajar BANGSALSARI – Nanang, 19, pelaku penjambretan asal Dusun Krajan, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger babak belur dihajar massa. Dia ditangkap warga saat menjambret pengendara sepeda motor di kawasan Dusun Kaliputih, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, siang kemarin. Tersangka yang mengendarai sepeda motor Suzuki FU melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi menuju utara. Sebelum sampai di jatian, tepatnya di Dusun Kaliputih, tersangka tergiur dengan tas yang dibawa korban yang saat itu dibonceng suaminya yang juga dari arah selatan. Melihat tas korban dicantholkan di lengan, muncul niat tersangka untuk berbuat jahat. Ketika ada kesempatan, tas langsung ditarik dan dibawa kabur. Menyadari dirinya dijambret, korban tidak mau tinggal diam. Korban langsung meneriaki penjambret, sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Pengejaran pun dilakukan korban bersama warga yang lainnya. Nah sesampainya di simpang tiga Dusun Kaliputih, tersangka menggeber motornya menuju Tanggul. Apesnya, korban dan warga berhasil mengejar dan menangkap tersangka di Dusun Jetis, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari. Saat posisi korban dekat dengan sepeda motor tersangka, langsung dipepet. Akibatnya, sepeda kotor tersangka oleng dan jatuh ke jalan aspal. Tak menunggu lama, tersangka yang sudah terjatuh langsung dihajar. Untungnya, petugas segera datang dan membawa tersangka ke mapolsek setempat. Sementara, tas yang dijambret tersangka, langsung diambil pemiliknya dan langsung meninggalkan tersangka. (jum/wnp/jpnn)

Tak Legawa, Langsung Nyatakan Banding JEMBER – Keinginan bos Akas III Probolinggo Rudy Yahyanto, 49, warga Kabupaten Probolinggo, untuk lolos dari jeratan hukum kandas. Kemarin (28/11), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember memvonis Rudy enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Terdakwa juga didenda Rp 6 juta dengan subsider satu bulan kurungan. Majelis hakim yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Jember Prio Utomo menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan terbukti salah. Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti menyalahgunakan pengangkutan tata niaga BBM solar bersubsdidi.

Putusan majelis hakim PN Jember itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. JPU menuntut terdakwa satu tahun penjara. “Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah menyalahgunakan pengangkutan tata niaga BBM bersubsidi,” ungkap Prio dalam persidangan. Tak hanya itu, majelis hakim juga merampas solar bersubsidi sebanyak 1.887 liter untuk diserahkan kepada PT Pertamina. Sedangkan bus paket yang dimodifikasi untuk menampung ribuan liter solar dikembalikan kepada terdakwa. Terdakwa juga dikenai biaya perkara Rp 5.000. Atas hukuman itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya Putut Gunawarman langsung menyatakan

banding. Sikap banding itu disampaikan setelah terdakwa berdiskusi sebentar dengan penasihat hukumnya. Sedangkan JPU yang diwakili Wilhelmina Manuhutu,SH menyatakan pikir-pikir. Majelis hakim menilai, terdakwa melanggar pasal 55 UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas (Migas). Sebagai bos Akas III Probolinggo, terdakwa tidak bisa melepaskan tanggung jawab atas upaya penimpunan BBM bersubsidi jenis bio solar. Sebelumnya, empat terdakwa penimpunan solar bersubsidi dinyatakan bersalah oleh majelis PN Jember. Empat terdakwa itu adalah Farid Hariyanto 46, Wijaidi 39, Heri Purwanto 44 dan Hariyanto 54. masing-masing divonis hukuman penjara empat bulan 20

Goda Istri Orang, Dicelurit Tetangga

HIV AIDS

Jumlah Penderita Turun BONDOWOSO - Jumlah penderita HIV AIDS di Bondowoso pada tahun 2012 ini menurun dibandingkan jumlah penderita tahun 2011. Penurunannya mencapai 32 penderita. Disinyalir, penurunan jumlah penderita HIV AIDS karena warga sudah banyak yang mengerti terkait bahaya HIV AIDS. ”Kami bersyukur, jumlah penderitanya menurun dibandingkan pada tahun 2011 kemarin,” kata dr Imron, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Jember, Rabu kemarin (28/11). Namun, begitu jumlah penderita HIV AIDS di Bondowoso jika ditotal dari tahun 2004 hingga 2012 mencapai 148 orang. ”Sebagian besar dari penderita, banyak yang meninggal dunia,” katanya. Meski begitu, pihak Dinkes bersama ormas serta organisasi lainnya, berusaha menekan angka penderita HIV AIDS. Antara lain, dengan mengkampanyekan seks sehat. ”Jangan berhubungan dengan sesama jenis. Atau, melakukan seks bebas,” katanya. Sebab, itu memudahkan penularan virus HIV AIDS. Selain itu, hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian. ”Jarum suntik itu hanya sekali pakai. Jangan, menggunakan jarum suntik bergantian. Itu, berpotensi menularkan virus HIV AIDS,” katanya. Warga juga diminta untuk setia kepada suami dan istri. ”Melakukan hubungan intim hanya dengan suami atau istri nya saja. Kecil kemungkinan terkena HIV AIDS,” katanya. Imron menjelaskan, penderita penyakit HIV AIDS kebanyakan adalah warga Bondowoso yang bekerja di Bali. ”Setelah terkena penyakit, mereka pulang ke Bondowoso,” katanya. Sedangkan pekerjaaan mereka bervariasi, ada yang bekerja sebagai PSK, atau pekerjaaan lainnya di Bali.”Kemungkinan besar, mereka tertular saat berada di Bali. Namun, mereka tidak terasa,” katanya. (eko/hdi/jpnn)

hari. Hukuman itu sesuai dengan masa tahanan yang dijalani oleh empat tersangka. Karena itu, setelah vonis empat tersangka langsung keluar dari lapas kelas II A Jember. Yang memberatkan terdakwa, selaku pengusaha perusahaan transportasi lalai tidak mengimbau anak buah untuk tidak menimbun BBM. “Padahal pemerintah telah melarang penimbunan BBM. Karena sikapnya kontra dengan kebijakan pemerintah,” ujar Prio. Selain itu, sejumlah saksi mengakui pembelian solar 1.887 liter tersebut tidak wajar. Penimpunan dilakukan untuk mengantisipasi rencana kenaikan BBM April 2012 lalu. Karena itu, terdakwa dinilai majelis hakim harus mempertanggungjawabkan upaya penimbunan BBM bersubsidi tersebut.(aro/har/jpnn)

HAFIDZ/RADAR JEMBER/JPNN

BERTUMBANGAN: Sejumlah pohon roboh akibat diterpa angin kencang kemarin siang

Banyak Pohon Rawan Tumbang LUMAJANG – Hujan disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah titik di Lumajang memang tidak sampai menelan korban jiwa. Namun sejumlah pohon banyak yang tumbang diterjang angin yang biasa datang sore hari. Kondisi tersebut menjadikan kerawanan pada sejumlah titik yang ditumbuhi pohon besar di Lumajang. Dalam pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejak sore, angin disertai hujan mengguyur kawasan kota dalam bebreapa pekan terakhir. Meski berlangsung tidak sampai satu jam, namun pohon banyak yang diterjang angin hingga roboh. Bahkan ada yang sempat menghadang jalan. Salah satunya adalah pohon yang berada di pinggir jalan raya arah Malang. Tepatnya

di Jalan Panjaitan Lumajang selatan Jembatan Merah. Sebuah pohon berukuran besar tumbang ke tengah jalan. Akibatnya akses jalan arah Malang-Lumajang sempat dibuat macet untuk beberapa saat. Beruntungnya petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera turun ke lokasi. Petugas langsung membersihkan pohon yang menghadang badan jalan tersebut. Hendro Wahyuono, Ketua Bidang Kesiap siagaan bencana dan logistik mengaku tidak hanya satu lokasi. Dalam sehari kemarin ada tiga lokasi yang berhasil dipantau langsung oleh pihak penanggulangan bencana. Selain di selatan jembatan merah, diantaranya adalah po-

hon di jalan swandak, belakang polsek Kota, bagian utara di jalan lintas timur. Belum lagi sejumlah titik lainnya yang diluar pantauan BPBD. “Yang kami pantau, langsung cepat kami tangani,” ujar Hendro. Penanganan yang cepat tersebut tak membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan yang cukup lama. Kemacetan memang sempat terjadi pada jalan sepanjang Dusun Rowobujel arah Malang. Namun kondisi itu menurutnya tidak berlangsung lama. Pihak BPBD yang bekerjasama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup langsung mendatangkan alat pemotong. Kayu yang memakan badan jalan langsung dipotong dan membuat jalur lalu lintas lancar kembali.(fid/sh/jpnn)

SUMBERBARU – Gara-gara menggoda istri orang, Syaiful, 22, warga Dusun Paci, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, harus dilarikan ke RS PTPN XI Jatiroto Lumajang. Korban mengalami luka bacok di bagian paha kanan dan kiri, serta luka di jari tangan, setelah dibacok celurit oleh Fathurrosi, 21, yang notabene masih tetangga sendiri. Kejadian ini terjadi Selasa (27/11) di rumah tersangka, sekitar pukul 12.00. Sontak, kejadian tersebut membuat geger warga sekitar. Apalagi, ekadjain pembacokan terjadi siang hari. Sumber wartawan Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, korban siang itu datang ke rumah tersangka dengan alasan meminjam pompa angin untuk motor. Tetapi saat di rumah, korban rupanya berbuat iseng kepada tersangka dengan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan. “Enak pompaannya Hur,” ujar tersangka Fathurrozi menirukan ucapan korban saat itu.

Mendengar ucapan seperti itu, tersangka sempat menegur. Selama ini, Syaiful yang masih ada hubungan famili dengan tersangka ini, sering menggoda istri (Fathurrozi, Red). Berulang kali sempat diingatkan tersangka, namun korban masih tetap melakukannya. Nah saat korban datang ke rumah tersangka meminjam pompa, tersangka langsung masuk ke dapur dan mengambil sebilah celurit. Melihat tersangka keluar sambil membawa celurit, korban langsung lari menyelamatkan diri. Rupanya, tersangka masih mengejar korban hingga akhirnya korban terjatuh di sekitar pekarangan rumah tersangka. Saat jatuh itulah, tersangka langsung berusaha membacok korban hingga mengenai paha kanan dan kiri, serta jari tangan. Saat korban dibacok, kejadian tersebut langsung diketahui Misdin alias Pak Sarip, 27, tetangga korban. Saat itu juga, korban disuruh lari agar tidak dibacok lagi. (jum/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DIPERIKSA: Tersangka pembacokan Fathurrozi saat diminta keterangan penyidik Polsek Sumberbaru. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa celurit.

Ingin Tampil di Koran?

38

MLAKU

MANGAN

Kamis 29 November 2012

Ke Bali

Mampir

pantai

Perjalanan Wisata Ala Turis Backpacker SAAT weekend lalu saya dengan dua kawan berlibur ke Pulau Bali. Kami melakukan perjalanan ala turis backpacker, yang tentunya tanpa biaya mahal. Kami berangkat dari Kota Genteng dengan menggunakan sarana transportasi kereta api, yang berakhir di Stasiun Banyuwangi Baru, Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Sebelum menuju pulau Bali, kami terlebih dahulu mengunjungi wisata alam Pantai Watu Dodol yang berlokasi di tepi Selat Bali di Kecamatan Kalipuro. Tepatnya berada 3 km di sebelah utara Pelabuhan ASDP Ketapang. Ciri khas wisata itu adalah batu besar di tengah jalan yang menjadi tanda atau simbol dari pantai tersebut. Di Watu Dodol itu, kami dudukduduk santai di tepi pantai sambil menikmati aneka makanan yang dijajakan di sepanjang pantai sambil bercengkrama dengan kawan-kawan.

KHUSAINI FOR RaBa

MEJENG: Khusaini berfoto bersama temannya di jalan Watu Dodol.

Di situ juga terdapat kios-kios suvenir yang menyediakan kerajinan berbahan baku kulit kerang-kerangan dan bebatuan laut. Bagi Anda yang hobi koleksi kerajinan khas laut, bisa membawa pulang sebagai buah tangan. Di sini Anda juga bisa melihat

megahnya patung gandrung. Di bangunan patung yang menjadi ikon Banyuwangi tersebut terdapat tulisan “Selamat Datang di Kabupaten Banyuwangi”. Ucapan itu ditujukan kepada para pengunjung yang menempuh perjalanan jauh dari arah

MEJENG

Caranya gampang! Cukup kirim ke ir_radarbwi@yahoo.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Watu Dodol Jakarta dan Surabaya. Jika turun ke area pantai, kita akan ditemukan sumur air tawar yang keluar dari bebatuan. Konon diyakini khasiatnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penduduk sekitar pun membuat pembatas dari batu dan dibangun seperti sumur. Keunikan lain yang dapat ditemukan di Pantai Watu Dodol adalah batu karang yang bentuknya berbeda dengan batu karang kebanyakan. Batu karang di Pantai Watu Dodol berwarna hitam mengkilat dan sangat keras. Tumbuhan kaktus juga banyak ditemukan tumbuh di sekitar bebatuan. Setelah kami puas menikmati cantiknya Pantai Watu Dodol, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali dengan menaiki kapal feri. Tak lupa kami menyempatkan diri untuk berfoto di atas kapal dengan latar belakang suasana di atas laut Selat Bali. Sembari menikmati panorama yang sangat menawan, tak sadar saya berujar,“Sungguh indah Banyuwangiku. The Sunrise of Java”.(*/irw)

.Khusaingibanyuwangi Oleh : Mdiy ah 2 Genten uhammaa

Pelajar SMK M

SIGIT HARIYADI /RaBa

Nonton Power Cross Gratis

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KETAT: Pemain SMP 7 Jember (putih) membawa bola dalam laga versus SMP 2 Banyuwangi kemarin.

SMPN 7 Jember Tunggu Lawan BANYUWANGI - Helatan Banyuwangi Basketball League (BBL) edisi 2012 masuk ke babak penentuan. Sejumlah kandidat juara dipastikan akan bertarung habis-habisan untuk bisa masuk ke babak utama. Setidaknya, itulah yang dilakoni wakil SMP 7 Jember saat bersua SMP 2 Banyuwangi dalam babak semifinal tingkat SMP putri kemarin. Mengusung spirit sama-sama lolos ke final, kedua tim memeragakan permainan ketat sejak kuarter pertama. Bermain di kandang lawan, rupanya tidak

membuat anak-anak SMP 7 Jember gentar. Mereka justru tampil lepas dalam melakoni setiap babaknya. Hasilnya, dalam empat kuarter yang dimainkan, SMP 7 Jember akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 63-27. Kemenangan yang sekaligus mengantar tim berkostum putih-putih ini melenggang ke babak utama. Di babak final sendiri yang akan dimainkan Sabtu (1/12) mendatang SMP 7 Jember masih harus bersabar menentukan lawan. Sebab, semifinal lainnya akan saling mempertemukan dua fi-

nalis BBL musim lalu yakni SMP 1 Giri versus SMP 1 Banyuwangi. Pertemuan kedua tim di semifinal memang layak disebut dengan final dini. Pasalnya, kedua tim selalu menjadi langganan tampil di final dalam tiga edisi BBL terakhir. Sekaligus pertandingan semifinal itu akan menjadi ujian apakah akan muncul juara baru dalam BBL kali ini. Bila SMP 1 Giri kalah di final four ini, dipastikan kesempatan meraih mahkota juara akan menjadi milik SMP 1 Banyuwangi ataukah SMP 7 Jember. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Pertunjukan International Power Cross Championship (IPC) 2012 di lapangan barat Stadion Diponegoro 1-2 Desember mendatang dapat ditonton oleh semua kalangan. Sebab, masyarakat yang berminat menyaksikan acara itu tidak perlu mengeluarkan pundi-pundi dan bisa masuk secara gratis. Semula, penonton acara IPC itu akan dikenakan karcis yang berkisar antara Rp 15 hingga Rp 25 ribu. Namun, setelah pemerintah daerah melakukan lobi dengan pihak sponsor acara itu, akhirnya digratiskan. Penjualan tiket itu tidak dilakukan pemerintah daerah, melainkan dilakukan pihak sponsor. Dalam IPC itu, pemerintah daerah sama sekali tidak menggunakan anggaran APBD. “Seluruh anggaran pelaksanaan IPC itu ditanggung pihak sponsor,” ungkap Kepala Humas Banyuwangi Festival (B-Fest), Juang Pribadi. Khusus untuk penonton kelas VIP, pihak sponsor tidak menggratiskan. Dalam pertunjukan itu, sponsor menyediakan sekitar 150 kursi untuk penonton kelas VIP. “Untuk penonton kelas VIP dikenakan karcis sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan kelas ekonomi gratis,” katanya. Kursi penonton ekonomi dengan penonton VIP, lebih banyak kelas ekonomi. Fasilitas penonton ekonomi dan VIP tidak ada bedanya, yang beda hanya tempatnya saja. “Semua penonton, bisa menikmati IPC dengan leluasa,” jelasnya. Perhelatan (IPC) 2012 pada 1-2 Desember 2012 mendatang di Stadion Diponegoro, akan menampilkan crosser asing dan crosser Indonesia. Beberapa crosser yang sudah menyatakan

siap mengikuti pertandingan adalah Jerney IRT dari Slovenia, Lewis Stewart (Australia), Trent Loader, dan Nick Suntherland (Australia). Sedangkan crosser nasional seperti Farhan Hendrodari juga siap meramaikan ajang balap motocross ini. Farhan yang merupakan putra dari Asep Hendro, mantan crosser nasional sekaligus pemilik motocross AHRS Team ini, memiliki target menjadi juara di tahun 2012 pada kelas 125 ccpro. Farhan Hendro juga pernah tercatat sebagai runner up pada kejuaraan motocross kelas 85 cc tingkat Asia di Amerika Serikat dan Filipina pada tahun 2007 dan 2008 lalu. Selain itu, crosser nasional yang akan berlaga di sirkuit sepanjang 600 meter ini juga ada Andre Sondakh (Sulawesi), Aep Dadang (Bandung), dan Deny Orlando (Solo). Tidak ketinggalan crosser Aldy Lazaroni dari Jogjakarta dan Agi Agashi juga siap tampil di Bumi Blambangan. “Kejuaraan Power Cross berbeda dengan motocross biasanya. Power Cross merupakan kegiatan perpaduan sport dan entertainment. Pada event ini, penonton akan dibuat kagum dan terhibur dengan tampilan atraksi yang disuguhkan para crosser,” kata Pongky Puranto, Senior Brand Manager Surya. Selain pertandingan, juga ada balap motocross 125 cc. Even ini akan dimeriahkan dengan kehadiran team extreme free style dari Eropa, yaitu Gabriel Villada

dari Spanyol, William Van Den Putte dari Belgia, dan Alex Martins dari Latvia. “Mereka telah berjanji akan membuat jantung penonton berdetak kencang melalui atraksi backflip, Tsunam, dan Superman. Kami percaya setiap orang yang datang akan merasakan semangat baik dari ambience, kompetisi, extreme free style show dan sajian pendukung lainnya,” kata Arief Setiawan, penanggung jawab IPC 2012.  

Dalam kegiatan tersebut, juga akan digelar bazar otomotif bagi para pengunjung. Bazar itu berisi peralatan dan aksesori motorcross dan aksesori modifikasi motor pada umumnya. “Meski baru pertama kali digelar, kami optimistis bisa menjadikan lomba motor ini menjadi ikon baru bagi pertumbuhan pembangunan Banyuwangi. Sekaligus bisa mewadahi prestasi para crosser di kancah laga internasional,” ujar Arief. (afi/c1/als)

BERITA UTAMA

Kamis 29 November 2012

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Barang Bukti Dikembalikan ke Kejaksaan n VONIS... Sambungan dari Hal 29

Sekadar tahu, saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim PN Banyu wangi 5 September 2012 lalu, Haedori mengatakan bah wa dalang sebenarnya ada lah Siwan. Kesaksian itu sangat bertentangan dengan keterangannya saat menjalani penyidikan dan saat proses persidangan atas dirinya sendiri. Sebab, saat di sidang sebagai terdakwa, Haedori mengaku bahwa otak

pembunuhan adalah Habib. Haedori berkilah bahwa keterangan yang dia berikan saat menjalani penyidikan dan saat menjalani sidang dengan status terdakwa, dia masih berada dalam tekanan. “Saya khawatir anak dan istri saya dibunuh Siwan. Dia (Siwan) memang memaksa saya terlibat dalam pembunuhan itu. Jika tidak, dia akan membunuh anak dan istri saya,” ujarnya kala itu. Majelis hakim membacakan amar putusan secara bergantian. Dalam amar putusannya, Si yoto mengatakan bahwa

un sur direncanakan dalam kasus tersebut terpenuhi. Sebab, sebelum mengeksekusi para korban, Habib terlebih da hulu menelepon Haedori agar datang ke rumahnya. Tidak hanya itu, Habib juga sempat mendoktrin pria yang juga jamaah pengajian yang dia pimpin itu dengan mengatakan, bahwa Rosan telah banyak menyusahkan orang lain karena Rosan adalah rentenir. Karena itu, Haedori diperintahkan mengambil berkas-berkas di rumah Ro san untuk mengurangi ke seng-

saraan warga. Jika tidak mau, Haedori dicap zalim. Tidak berhenti di situ, dalam per jalanan menuju rumah Ro san, Habib mematangkan rencana jahatnya. Habib memerintah Andi Azis menjemput Siwan di simpang tiga Rogojampi. Saat itu Siwan baru datang dari Bali. Habib juga memerintah Siwan menghabisi Rosan dan Siti Jamilah saat keduanya menjadi makmum salat berjamaah yang dia pim pin. Salat berjamaah itu dilakukan di rumah kor ban. “S e ha r u s n ya s e b a ga i p e -

Tenaga Anas masih Dibutuhkan Banyuwangi n MENJARING... Sambungan dari Hal 29

Bahkan, beberapa pengurus partai, seperti PKS dan PAN, juga ikut mengamini. Keinginan kuat yang diwacanakan pengurus NU adalah merebut kursi Jatim 1 alias gubernur, bukan wakil gubernur. Kalau kini muncul usul agar Anas yang merupakan kader NU tulen diposisikan sebagai cawagub, tentu tawaran itu tidak terlalu memikat. Sebab, Anas yang pernah menjadi ketua umum Ikatan Putra NU (IPNU) dan kini menjabat ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU) Jatim pasti lebih patuh kepada para kiai NU yang menginginkan kadernya merebut Jatim 1. Apalagi, wagub Saifullah Yusuf selaku senior Anas di NU yang diharapkan Pakde Karwo bisa mendampinginya lagi dalam Karsa Jilid 2 justru terlihat tidak bersemangat. Terutama, setelah munculnya keinginan kuat dari para kiai agar orang NU bisa merebut kursi Jatim 1. Gus Ipul—panggilan akrab Saifullah—lebih tunduk kepada keinginan para kiai NU daripada nggandoli sebagai cawagubnya Pakde Karwo untuk periode kedua. Akibat semakin mengendornya sikap Gus Ipul dalam menerima tawaran Pakde Karwo, rencana deklarasi pasangan Karsa Jilid 2 yang rencana pelaksanaannya dipercepat menjadi tidak jelas. Apalagi, beberapa waktu lalu juga muncul wacana koalisi semangka, yaitu pasangan cagubcawagub dari jalur hijau (santri) dan merah (nasionalis). Kendaraan yang diharapkan jadi pengusung berasal dari partai berbasis

NU dan nasionalis yang diwakili PDIP. Kini, koalisi itu sudah mulai dirajut meski masih bersifat nonformal. Peran para kiai NU juga cukup besar untuk mengegolkan kadernya menjadi orang nomor satu di Jatim. Agar suara Nahdliyyin dalam pilgub tidak terbelah, para kiai kini sedang menggodok kader yang dinilai sangat layak ditawarkan menjadi cagub. Ada dua kader NU yang kini digadang-gadang bisa mengisi kursi Jatim 1, yaitu, ketua umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul yang juga menjabat ketua PBNU. Melihat konstelasi politik yang berkembang saat ini, rasanya sangat kecil bila Abdullah Azwar Anas mau menerima pinangan Demokrat Banyuwangi untuk disandingkan dengan Pakde Karwo. Mengingat, Gus Ipul yang menjadi seniornya di NU saja memilih tunduk kepada para kiai, apalagi dirinya. Kalau ia sampai menerima lamaran itu, tentu bisa menyakiti hati para kiai dan Nahdliyyin yang menginginkan Jatim dipimpin orang NU. Selain itu, karena Anas merupakan bupati cerdas dan visioner, pasti sudah bisa mengalkulasi untung-ruginya. Terutama, kalau harus meninggalkan Banyuwangi yang saat ini baru memasuki tahun ketiga masa pemerintahannya. Yang terjadi, dia tidak akan mendapat simpati rakyat Banyuwangi. Sebab, pembenahan yang dilakukan di Banyuwangi baru tahap memulai, belum sampai setengah perjalanan. Pasti, dia akan dinilai rakyat terlalu kemaruk jabatan kalau menerima tawaran Partai Demokrat. Sebab, masih banyak program pembangunan untuk menyejahterakan warga Ba-

nyuwangi yang belum dituntaskan. Seperti pembenahan infrastruktur jalan yang bisa mendongkrak ekonomi rakyat, terutama di pedesaan. Juga, merealisasikan keinginan para investor yang ingin mengembangkan usaha di kota berjuluk Sunrise of Java ini. Mulai dari pembangunan kawasan industri, pabrik santan, pabrik gula, pabrik perakitan kendaraan, terminal terpadu, hotel berbintang, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada parameter lain yang juga perlu dijadikan pertimbangan, yaitu popularitas dan tingkat elektabilitas. Meski pernah menjadi politisi di Senayan dan popularitasnya sekarang mulai naik daun, nama Abdullah Azwar Anas masih belum begitu ‘’menggema’’ di penjuru daerah Jatim. Popularitas dan tingkat elek tabilitasnya masih kalah dengan Gus Ipul. Dari gambaran di atas, keinginan Partai Demokrat Banyuwangi untuk menjadikan Anas sebagai cawagub pendamping Pakde Karwo sangat kecil bisa terealisasi. Di samping itu, secara politis kurang menguntungkan bagi Anas sendiri dan rakyat Banyuwangi. Sebab, tenaga Anas masih sangat dibutuhkan untuk mengembangkan Banyuwangi hingga benar-benar terlihat nyata kemajuan yang didapat. Meski demikian, dari sisi pengembangan wacana politik, apa yang dilontarkan Partai Demokrat itu cukup bagus untuk dijadikan pelajaran berdemokrasi. Kita berharap, wacana lain yang lebih strategis demi kemajuan Banyuwangi diperbanyak. Kiprah dan kontribusi positif dari partai yang lain juga sangat dinanti masyarakat Banyuwangi. (cho@jawapos.co.id)

muka agama, terdakwa tidak melakukan perbuatan keji itu. Kalaupun terdakwa rentenir, seharusnya terdakwa mengingatkan,” kata Afrizal Hadi. Sebelum membaca vonis, Afrizal mengungkapkan hal-hal yang memberatkan terdakwa, di antaranya pembunuhan yang terdakwa lakukan itu diikuti perbuatan pidana lain, yakni perampasan harta korban. Hal yang memberatkan lain, Habib merupakan aktor intelektual sekaligus berperan aktif dalam peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan tiga nyawa melayang tersebut. Selain itu, pasca melakukan pembunuhan, Habib melarikan diri. “Hal yang meringankan terdakwa tidak ada,” kata Afrizal. Setelah itu, giliran Siyoto membacakan vonis terhadap Habib. Ada empat putusan penting yang harus ditanggung Habib. Yang pertama, Habib terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana se cara bersama-

sama. “Kedua, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” tegasnya. Keputusan ketiga, majelis ha kim memerintahkan agar Habib tetap dalam tahanan. Keputusan keempat, seluruh barang bukti (BB) dalam persidangan, di antaranya uang tunai, mobil Isuzu Panther yang dibakar bersama jenazah para korban, helm merek INK milik Deri Perdana, dan sejumlah BB lain dikembalikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk dijadikan BB terhadap satu pelaku lain, yakni Siwan yang sampai saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). Seperti pernah diberitakan, pembunuhan tragis terjadi di kawasan sepi tepi jalan Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Ba nyuwangi. Satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu, dan anak, diduga dibunuh dengan keji kemudian mayatnya dibakar di dalam mobil. Korban yang meninggal se-

cara mengenaskan itu adalah keluarga Rosan, 43, warga RT 05/RW I, Dusun Dadapan, Desa Karangsari, Kecamatan Sem pu, Banyuwangi. Selain Rosan, mayat yang hangus dan menumpuk di dalam mobil sisi belakang itu adalah istri Rosan, yakni Jamilah, 37, dan anak mereka yang masih berumur 14 tahun, Deri Pradana. Awalnya, identitas ketiga korban menjadi misteri. Namun, setelah ditelusuri jejak dan ri wayat kepemilikan mobil ter sebut, akhirnya diketahui bahwa kendaraan roda empat itu miliki keluarga Rosan warga Desa Karangsari. Polisi juga me nemukan celana dalam dan sebuah kartu servis mobil sekitar lima meter dari lok asi mobil tersebut. Hal itu diperkuat bercak darah yang masih baru di rumah korban. Akhirnya, polisi menyimpulkan bahwa tiga jenazah yang hangus di dalam mobil itu adalah keluarga Rosan. (sgt/c1/bay)

Belum Bersikap, masih Pikir-pikir n KERABAT... Sambungan dari Hal 29

Kata-kata Habib tersebut ru panya membuat puluhan kerabat Rosan yang memenuhi ruang sidang menjadi berang. Bahkan, kerabat korban yang semula tenang saat menyimak persidangan tiba-tiba histeris. Meski Habib sudah dijatuhi vonis mati, mereka tidak kuasa me nahan emosi mendengar perkataan Habib tersebut.

Salah seorang yang paling muntab adalah Husniyah. Mantan pembantu keluarga Rosan itu langsung mencaci maki Habib. Lelaki itu dianggap keji karena telah membunuh ke luarga majikannya. “Kamu pembunuh. Tidak usah berdalil. Kok kamu tega membunuh orang yang sedang salat,” teriak Husniyah. Beruntung, aparat kepolisian dari Polsekta Banyuwangi dan Polres Banyuwangi cepat mengendalikan situasi. Ke ri cu han pun bisa

dinetralkan. Habib langsung dikawal menuju mobil tahanan kejaksaan untuk dibawa kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Dikonfirmasi usai per si dangan, Siti Nurhayati mengata kan bahwa vonis yang dijatuhkan kepada kliennya itu terlalu berat. “Kami masih pikirpikir untuk mempelajari berkas putusan. Kalau menurut kami, vonis terhadap klien kami terlalu berat,” paparnya. (sgt/c1/bay)

Singgahi Semua Objek Wisata n DARI... Sambungan dari Hal 29

Gunung Ijen, misalnya. Menurut perempuan yang karib disapa Mega tersebut, gunung api aktif yang satu ini memang istimewa. “View-nya

benar-benar indah. Kita juga bisa menyaksikan aktivitas penambang belerang di sana (Gunung Ijen). Inilah yang membuat pemandangan di Gunung Ijen semakin elok,” ujar gadis yang juga hobi bersepeda tersebut. Tidak hanya gunung, Mega

juga mengaku terkesima dengan keindahan Pulau Merah, Pantai Plengkung, dan Pantai Su kamade. “Keindahan tiga objek wisata itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pokoknya top,” pungkas model yang hobi berenang tersebut. (sgt/c1/bay)

Pengadaan Lahan Ditangani Pemkab Sasaran Utama Bus Penumpang

n YAYASAN...

Sambungan dari Hal 29

“Salah satu tugas YPTB adalah bertanggung jawab atas kegiatan belajar-mengajar di Poliwangi,” ungkap Sobari. Saat ini, beber Sobari, proses pe rubahan status Poliwangi dari perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi PTN sedang ber langsung. Proses di Kemen terian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah rampung semua. Saat ini, beber Sobari, Kemendikbud masih menunggu proses di Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB) dan Kementerian Keuangan (Kemkeu) RI. Proses di Kemenpan & RB menyangkut kepegawaian setelah menjadi PTN, sedangkan di Kemenkeu terkait masalah anggaran operasional. “Setelah proses di dua kementerian itu beres, Kemendikbud langsung mengeluarkan SK operasional Poliwangi sebagai PTN,” katanya. Karena itu, Sobari meminta semua pihak mendukung upaya pemerintah daerah menjadikan

Poliwangi sebagai PTN. Jangan sampai proses hukum pengadaan lahan itu menjadi penyebab batalnya Poliwangi menjadi PTN. “Kita benar-benar cemas dan khawatir, karena persoalan pengadaan lahan itu muncul pada saat proses final penegerian Poliwangi,” tambah Sekretaris YPTB, Ilyas Karnoto. Sebab, kalau proses peneger ian Poliwangi sampai batal dilakukan, maka yang akan rugi masyarakat Banyuwangi secara umum. Karena itu, YPTB minta semua pihak menahan diri agar tidak mengganggu proses pe negerian Poliwangi yang sedang berlangsung. Terkait pengadaan lahan, Sobari dan Ilyas mengaku pernah dimintai keterangan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Hanya, keduanya mengaku tidak banyak memberikan keterangan terkait pengadaan lahan tersebut. Keduanya beralasan tidak mengetahui proses pengadaan lahan. Tanggung jawab YPTB bukan mengurus proses pembebasan lahan, tapi mengurus keberlangsungan operasional

pendidikan di Poliwangi. “Proses pengadaan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. Karena tidak tahu, saya tidak banyak memberikan keterangan saat dipanggil kejari,” jelas Ilyas. Pengawas YPTB Toeloes Sudjianto menambahkan, pengadaan lahan Poliwangi merupakan tindak lanjut kesepakatan pemerintah pusat dan daerah beberapa tahun lalu. Pemerintah pusat sanggup membangun Poliwangi, syaratnya pemerintah daerah harus menyediakan lahan minimal 10 hektare (ha). Syarat pembangunan Po liwangi itu, ungkap Toeloes, disanggupi pemerintah daerah. Pada November 2007, Bupati Ratna Ani Lestari mengeluarkan surat pernyataan kesanggupan menyediakan lahan 10 ha itu. Pada saat itu, pemerintah daerah langsung menyiapkan lahan 10 hektare untuk memenuhi syarat yang diberikan pemerintah pusat. Hanya saja, lahan yang disiapkan pemerintah dae rah itu tidak sesuai keinginan pemerintah pusat.

Sebab, lahan 10 ha itu tidak berada dalam satu lokasi, melainkan terpisah di empat lokasi. Pemerintah pusat menghendaki lahan 10 hektare itu berada dalam satu lokasi. Setelah melalui proses panjang, akhirnya pemerintah daerah menetapkan Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, sebagai lokasi pembangunan Poliwangi. Desa Labanasem dipilih karena pemerintah daerah sudah memiliki aset seluas 3,6 ha. “Sisanya dilakukan pengadaan. Pengadaan sisa lahan yang dibutuhkan itu bukan yayasan yang melakukan, melainkan pemerintah daerah,” jelas Toeloes. Yayasan tidak memiliki kewenangan melakukan pengadaan lahan. Yayasan ha nya diberi kewenangan me ngoperasikan Poliwangi. “Yayasan sama sekali tidak terkait proses pengadaan lahan Poliwangi. Kita berharap, apa pun yang terjadi jangan sampai menggagalkan Poliwangi menjadi PTN. Semua pihak harus bisa menahan diri demi kepentingan Banyuwangi,” pintanya. (afi/c1/bay)

Jadi Pembelajaran Pembalap Lokal n ADAPTASI... Sambungan dari Hal 29

“Salah satunya ya cuaca panas dan angin kencang itu,” katanya. Dia mengakui, Tour de Ijen yang dilaksanakan 7 hingga 9 Desember mendatang adalah musim hujan. Namun, antisipasi terkait kemungkinan cuaca panas dan angin kencang tetap harus dilakukan. Karena itu, tim yang beranggota para pem-

balap “gado-gado” itu tidak ingin meremehkan faktor alam. Untuk membiasakan dengan cuaca ekstrem, jalur Pantura yang dikenal panas dan memiliki embusan angin kencang pun dijajal. Selain itu, rute Surabaya-Banyuwangi adalah arena melatih ketahanan fisik para pembalap. Pada Tour de Ijen, Banyuwangi Team akan dihuni se jumlah pembalap nasional. Ada Tonton Susanto yang menjadi jawara

nasional karena merebut medali emas di kelas ITT di Pekan Olahraga Nasional (PON). Ada Warseno yang merupakan jawara ke dua criterium seri LCC di Temanggung. Ada Ryan Ariehan, peraih medali perak dan perunggu di PON Riau. Keberadaan mereka akan dilengkapi Fatahillah yang juga jawara di PON di kelas road race. Agar tidak sekadar menjadi la tihan biasa, Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC)

mencoba menjadi mitra sparing Banyuwangi Team selama me nempuh rute SurabayaBanyuwangi. Tim lokal Banyuwangi itu akan diperkuat Mohamad Taufik, Eko Setiawan, dan Guntur Priambodo. “Ini bisa menjadi semacam pelajaran bagi pembalap lokal. Agar tahu cara pembalap profesional memacu sepedanya dalam sebuah kejuaraan. Semoga ada hikmah,” harap Guntur. (nic/c1/bay)

Kuat Nangkring selama Berjam-jam n DIGEMARI... Sambungan dari Hal 29

Ayam ketawa yang masih baru menetas harganya Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu. Ter gantung jenis induknya. Jika sudah berumur tiga bulan dan bisa berkokok (ketawa), harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, kategori yang dipertandingkan dalam kontes ayam ketawa tersebut bermacam-macam, mulai dangdut, slow, rock, hingga rutinitas bunyi. “Kriteria penilaiannya adalah suara angkatan, suara

tengah, suara akhir, irama, dan kualitas suara,” sebutnya. Sementara itu, pemeliharaan ayam ketawa tidak jauh beda dengan ayam kampung. Hanya saja, butuh perlakuan khusus agar ayam bisa menyatu dengan sang pemilik. Agar kuat berdiri tegak dan gagah di angkringan, ayam harus sering diberi makanan bergizi. Untuk memelihara kualitas suara, ayam ketawa harus sering diberi jamu, mi salnya jahe dan kencur. Tujuannya, menghilangkan lendir-lendir agar suara ayam semakin nyaring. Yang tidak kalah penting, ayam harus

sering dimandikan agar terhindar dari penyakit atau kutu. “Setelah dimandikan, ayam harus dijemur selama 30 menit agar bisa relaksasi,” tandasnya. Karena tergolong hewan yang butuh perhatian dan perlakuan khusus, ayam ketawa selalu ditaruh dalam sebuah kandang yang diberi angkringan seperti burung, dan tidak bisa seenaknya diumbar dengan ayam kampung. “Karena kalau sampai bertarung dengan ayam kampung, bisa membahayakan kondisi fisik ayam ketawa. Ayam bisa stres dan enggan berkokok,” pungkasnya. (c1/bay)

n TAK BAWA... Sambungan dari Hal 29

Beberapa unsur penegak hukum dilibatkan dalam razia tersebut, di antaranya petugas Ke jaksaan Negeri (Kejari) dan hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Warga yang terjaring razia KTP di Pe labuhan Ketapang langsung menjalani sidang di tempat. Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai mengatakan, razia Yustisi itu dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 tentang kependudukan dan catatan sipil. “Sasarannya seluruh warga yang masuk ke Banyuwangi melalui Pelabuhan Ketapang, baik pejalan kaki, penumpang kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, maupun bus penumpang,” ujarnya. Menurut Ripai, seluruh war-

ga yang kedapatan tidak mengantongi KTP atau yang masa berlaku KTP-nya habis langsung digiring ke meja sidang di kawa san Pelabuhan Ketapang. “Mereka yang terjaring razia Yustisi ini langsung menjalani sidang di tempat,” paparnya. Belakangan diketahui, dalam waktu yang sama, beberapa personel Satpol PP juga melakukan penertiban di sejumlah hotel dan tempat kos di wilayah Keca matan Kalipuro. Hasilnya, petugas mendapati dua warga yang tidak mengantongi KTP. Keduanya langsung digelandang ke Pelabuhan Ketapang untuk menjalani sidang pe langgaran tindak pidana ringan (tipiring). Sementara itu, hingga pukul 11.00 kemarin, warga yang ter jaring razia di Pelabuhan Ketapang mencapai 20 orang. “Warga yang tidak membawa KTP kita hadapkan ke persi-

dangan. Sedangkan bentuk pelanggaran lain, seperti membawa minuman keras (miras), penanganannya menjadi kewenangan polisi,” tutur Ripai. Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi, AKP Subandi mengatakan, dalam operasi gabungan yang dilangsungkan di pelabuhan yang menghubungkan BanyuwangiBali tersebut, pihaknya mela kukan razia penyakit masya rakat (pekat), salah satu sasarannya adalah miras. “Dari beberapa kasus yang diungkap polsek lain, diketahui arak yang beredar di Banyuwangi dipasok dari Bali melalui Pelabuhan Ketapang,” terangnya. Subandi menegaskan, razia serupa akan digelar aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi setiap hari. “Kami akan melakukan razia setiap hari. (Sasarannya) terutama bus penumpang,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Panwas Beri Penilaian Kinerja KPU Kabupaten n GERINDRA... Sambungan dari Hal 40

Sebagai partai yang memiliki massa yang jelas dan kursi di segala tingkatan pemerintahan, DPC Partai Gerindra Situbondo selalu siap kapan saja untuk diverifikasi. “Tadi sudah kita serahkan semua dokumen yang diminta panwaslu, termasuk hasil verifikasi dari KPU Situbondo,” terangnya. Kata dia, perlu ada kerja sama yang baik antara partai dengan lembaga penyelenggara pemilu. Sehingga pelaksanaan pemilukada bisa berjalan dengan sukses. “Kalau DPC Partai Gerindra sangat menghargai kinerja panwaslu,” imbuh Jainur. Sementara itu, Imam Nawawi, anggota panwaslu Situbondo mengungkapkan, dasar hukum lembaganya melakukan verifi kasi faktual adalah tugas

dan wewenang panwaslu kabupaten/ kota dalam me lakukan pengawasan atas pelak sanaan verifikasi partai po litik calon peserta pemilu yang dilaksanakan KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/ kota. Itu sebagaimana diatur dalam pasal 77 ayat (1) dan (2) UU Nomor 15 tahun 2011, Pasal 18 ayat (1) UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPR dan Pasal 1 ayat (19) jo Pasal 7 jo Pasal 16 ayat 1 dan 2 Peraturan Bawaslu Nomor 16 Tahun 2012. “Audit oleh panwaslu dilakukan dengan cara mendatangi kembali mereka yang oleh KPU telah dinyatakan faktual. Tujuannya, pertama memastikan bahwa verifikator KPU memang bertemu dengan yang bersangkutan dan kedua memastikan bahwa hasil verifikasi KPU adalah benar adanya,” terang Imam. Ada beberapa kemungkinan,

kata dia, hasil audit panwaslu, yakni verifikator KPU benar da tang dan hasilnya benar, verifikator KPU benar datang tapi hasilnya salah, verifikator KPU tidak datang tapi hasilnya benar, dan KPU tidak datang dan hasilnya salah. “Atas dasar inilah, panwaslu akan memberikan penilaian atas kinerja virtual KPU,” tandas Imam. Bila hasilnya ternyata tidak benar, maka KPU harus memper tanggungjawabkan hasil kerjanya, dan harus melakukan virtual kembali. Bila hasil kerja yang tidak benar tersebut dilakukan secara sadar dan sistematis, berarti telah terjadi pelanggaran administrasi dan kode etik. “Maka panwaslu akan mengadukan yang bersangkutan ke Dewan Ke hor matan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” pungkasnya. (pri/c1/als)

40

Kamis 29 November 2012

Jaring Pelajar Mesum Tim Gabungan Juga Amankan Dua PSK SITUBONDO - Tim Koordinator Pelaksana Ketertiban Pemerintah Kabupaten (Kopeltibkab) Situbondo berhasil menjaring pasangan pelajar mesum dan dua wanita pekerja sek komersial (PSK) di sejumlah hotel dan eks lokalisasi Selasa malam (27/11) lalu. Dalam razia tersebut, petugas gabungan dari polisi, TNI, CPM, dan Satpol PP, langsung menggelandang keenam orang tersebut ke kantor Satpol PP untuk didata dan dibina. Razia yang berlangsung sekitar pukul 20.00 itu diawali dari eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Namun, petugas gabungan tidak berhasil menjaring satu pun PSK di sana. Konon, para mucikari dan PSK lebih dulu kabur sebelum petugas tiba. Petugas melanjutkan razia pekat (penyakit masyarakat) di belakang Kantor Desa Kotakan. Di sana petugas berhasil menjaring PSK yang dalam keadaan telanjang. Sementara itu, sang lelaki hidung belang kabur melalui pintu belakang. Setelah itu, petugas gabungan juga mendatangi sebuah hotel di Jalan Raya Kecamatan Kapongan. Dalam penyisiran di hotel tersebut, petugas berhasil menjaring dua pasangan mesum yang belum menikah. Bahkan, salah satu pasangan masih berstatus sebagai pelajar SMA. “Saya baru kali ini, Pak. Saya nekat berbuat begini karena ditolak orang tua pacar saya,” ujar salah seorang pelajar asal Kecamatan Banyuputih. Sementara itu, salah seorang PSK berinisial VR diketahui sudah dua kali tertangkap dan pernah disidang oleh petugas Satpol PP. Saat terjaring razia, VR yang mengaku sudah berhenti itu terpaksa

SITUBONDO - Penolakan sejumlah parpol besar di Situbondo terhadap pengawasan verifikasi faktual tak menyurutkan niat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Situbondo melaksanakan fungsinya. Siang kemarin, lembaga ad hoc itu melakukan pengawasan ke Kantor DPC Gerindra Situbondo. Berbeda dengan partai lain, misalnya PDIP, Partai Gerindra justru menyambut istimewa kehadiran Lopa dkk. Mereka ditemui langsung Ketua DPC Gerindra Suroso, dan Sekretaris Jainur Ridho serta jajaran pengurus fungsionaris DPC lain. Sejumlah pengurus tingkat PAC, ranting, dan pengurus PIRA (perempuan

EDY SUPRIYONO/RaBa

DISAMBUT: Anggota Panwaslu ditemui Sekretaris DPC Gerindra, Jainur Ridho, dan sejumlah pengurus fungsionaris lain.

Indonesia Raya), juga ikut menyambut panwaslu. “DPC Partai Gerindra tak ingin dikatakan sebagai partai yang arogan. Makanya kita menyambut panwaslu dengan penuh kehormatan. Karena panwaslu adalah lembaga legal yang tugasnya sudah nyata

diatur dan dilindungi undangundang. Bagi kita panwaslu adalah mitra, kita siap berdemokrasi,” terang Sekretaris DPC Gerindra, Jainur Ridho. Menurut dia, tak ada yang perlu ditakuti dengan kedatangan panwaslu n  Baca Gerindra...Hal 39

Bangun Sinergitas Melalui Dialog

NUR HARIRI/RaBa

DIBINA: Pasangan mesum diamankan di kantor Satpol PP Selasa malam (27/11).

melakukannya lagi karena ada permintaan kenalannya yang mengajaknya kencan. Kasi Ops Penindakan Satpol PP, Usman mengatakan, target

razia yang dilakukan di eks lokalisasi dan hotel itu dilakukan demi menghilangkan penyakit masyarakat karena di sejumlah tempat tersebut sering menjadi

ajang mesum. “Yang berhasil kami jaring adalah dua PSK dan dua pasangan muda-mudi. Salah satunya seorang pelajar,” tegas Usman. (rri/c1/als)

Humas Pemkab Sosialisasi UU No. 09 Tahun 2010 PANARUKAN - Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui bagian hubungan masyarakat (Humas) menggelar sosialisasi UU No. 09 tahun 2010 kemarin (28/11). Acara yang digelar di Aula Hotel Asri, Kecamatan Panarukan itu diikuti sekitar 50 peserta dari unsur SKPD, Forfimda, organisasi masyarakat, organisasi wanita dan pramuka, unsur civitas akademika, perwakilan BUMN, BUMD, dan pers. Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Situbondo, Rachmad. Dalam sambutannya, Wabup Rachmad mengungkapkan, untuk menyamakan pradigma dan persepsi aparatur pemerintah dan organisasi lainnya, maka perlu adanya sosialisasi UU 09 tahun 2010. Sehingga para pihak yang terkait akan mengetahui, mengenai tata tempat, tata penghormatan kepada pejabat negara, pejabat pemerintahan dan lain-lain. “Misalnya, kalau dulu dalam acara acara kenegaraan, posisinya ada bupati, Ketua DPRD, forum pimpinan daerah baru wakil bupati. Setelah adanya UU ini, maka tata tempat berubah menjadi bupati, Wabup, mantan bupati, mantan Wabup, baru

Gerindra Sambut Kehadiran Panwaslu

SYAMSURI/RaBa

BERI PEMAHAMAN: Kabag Humas Sugeng Yuwono, memberikan sambutan di hadapan para peserta sosialisasi kemarin (28/11).

unsur pimpinan daerah,” ungkap Wabup Rachmad. “Jadi, harus kita pahami dulu siapa yang akan kita atur dan diberi penghormatan karena menurut UU ini. Ada beberapa pejabat negara dan pemerintah yang mendapat hak protokoler, atau hak untuk dihormati karena melekat pada jabatannya. Kenapa harus diatur? Ini semua agar tertib. Karena sesuatu kalau diatur dengan baik pasti akan tertib,” imbuh Rachmad. Sementara itu, Kabag Humas Pemkab, H. Sugeng Yuwono

SEMANGAT: Para peserta mendengarkan pemaparan dari nara sumber di Aula Hotel Asri.

mengungkapkan, amandemen UUD 1945 telah mengamanatkan perubahan pada tatanan struktur dalam ketatanegaraan. “Perubahan yang mendasar antara lain adalah dengan ditiadakannya lembaga tertinggi negara dan lembaga tinggi negara yang selanjutnya menjadi lembaga negara. Perubahan ini juga berimplikasi pada perubahan pengaturan keprotokolan terhadap lembaga negara itu sendiri, yang secara tegas ditentukan dalam undang-undang,”

papar Sugeng. Oleh karena itu, kata dia, pengaturan keprotokolan perlu disesuaikan dengan dinamika yang tumbuh dan berkembang dalam sistem ketatanegaraan, budaya, dan tradisi bangsa. Sebab, UU No 08 tahun 1987 sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan sistem ketatanegaraan. Sehingga diganti dengan UU No 09 tahun 2010. “UU itu sebagai penyempurnaan pengaturan keprotokolan,” katanya. Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini, kata Sugeng, adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, wawasan, serta meningkatkan kemampuan dan memberikan keterampilan dasar keprotokolan kepada aparatur pemerintah. Juga komponen terkait lainnya terhadap UU dan peraturan yang mengatur tentang keprotokolan di Indonesia. “Selain itu, juga untuk meningkatkan pelayanan. Khususnya di bidang keprotokolan, serta menyusun peraturan bupati tentang keprotokolan di Kabupaten Situbondo,” pungkas mantan Sekretaris Dinas Kesehatan itu. (adv/als)

SAMAKAN PRADIGMA: Setelah acara sosialisasi mantan Kabag Humas, Sugiyono, berbincang dengan Wabup Rahmad dan nara sumber dari Provinsi Jatim.

KENDIT - Forum komunikasi pimpinan daerah (Forpimda) yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Kabupaten Situbondo, Senin malam (26/11) lalu, benar-benar dimanfaatkan para peserta untuk bisa bedialog dengan nara sumber yang terdiri dari, bupati, wabup, wakil ketua pengadilan, kajari, ketua DPRD, dan kasdim 0823 Situbondo. Dalam dialog tersebut, masingmasing nara sumber diberi satu pertanyaan oleh moderator. Pertanyaan terkait fungsi dan tugasnya. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada Bupati Dadang Wigiarto adalah mengapa memilih pasangan atau wabup dari Partai Golkar, yakni Rachmad. Dan, apa kelebihan serta kekurangan dari masingmasing. Baik H. Dadang Wigiarto atau Rachmad? Menjawab pertanyaan moderator, dengan gamblang bupati menjawab, dirinya mencalonkan bupati dengan Pak Rachmad sebagai wakil bupati itu tidak pernah bermimpi. Sebab, dia tahu kedua-duanya sama-sama

SYAMSURI/RaBa

GAYENG: Moderator Rusdi Romli memberikan pertanyataan kepada salah satu nara sumber. TINGKATKAN PEMAHAMAN: Peserta dialog mendengarkan paparan dari nara sumber di Aula Sansui.

tidak punya massa dan modal yang kuat, serta bukan orang yang kuat. “Namun, karena saya dengan Pak Rachmad itu diberi amanah oleh kyai sepuh untuk maju menjadi bupati dan wakil bupati, bagaimanapun juga saya harus maju dengan Pak Rachmad,” ungkap Dadang Wigiarto. Sementara itu, Kepala Bidang IB dan HAL, H. Achmad Munir mengungkapkan, setiap daerah berkeinginan dan berupaya un-

tuk memajukan kesejahteraan umum. Sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan kesejahteraan umum tersebut, Pemkab Situbondo telah melakukan dengan berbagai cara dan metode yakni melalui program pembangunan jangka panjang, menengah, maupun jangka pendek sesuai dengan visi dan misi Pemkab Situbondo,” ungkap Achmad Munir.(adv/als)


Radar Banyuwangi 29 November 2012