Majalah YinniHao Edisi 3

Page 1

Cover



Ni Hao !!

Bulan ini musim dingin telah sah dimulai di Taiwan. Badan yang menggemuk, godaan untuk hibernasi dan malas menjadi musuh terbesar musim ini. Memang jauh berbeda dengan negara kita Indonesia, suhu terendah di Taiwan bisa mencapai 7 derajat, dan jika “beruntung”, kita bisa berjumpa dengan suhu 5 derajat Celcius. Dinginnya udara di luar tak menjadi alasan bagi warga Taiwan untuk tidak antri membuang sampah saat truk kuning “Beethoven” berbunyi nyaring. Truk sampah ini tetap berkeliling pada waktunya, melalui perumahan dan jalan raya, berjalan pelan disambut fans yang melempar kantong besar sampah ke dalam bak di belakangnya. Penanganan sampah di Taiwan sudah sangat baik. Tak hanya itu, pengaturan ekosistem dan ekologi berjalan harmonis. Edisi 3 kali ini mengupas soal Taiwan dan aktivitas pemeliharaan lingkungan hidupnya. Penanganan sampah, ekowisata, teknologi ramah lingkungan dibahas di edisi ini. Tentunya dengan harapan semua bermanfaat bagi pembaca setia Yinni Hao. Dan, seperti halnya organisasi lain yang akan segera melakukan regenerasi pengurus, kami juga akan melakukan regenerasi redaksi. Sebagian redaksi saat ini sudah kembali ke tanah air, akan segera lulus, dan sedang berjuang untuk lulus. Anda yang berminat sangat dipersilakan untuk bergabung bersama kami, menginformasikan apa saja yang baik di Taiwan untuk pembangunan di Indonesia. Tulisan yang terlihat sederhana di media ini pun, sesungguhnya merupakan karya bagi bangsa kita. Selamat bergabung dan selamat membaca. Salam, Danang Kisworo Penanggung Jawab: Ketua PPI Taiwan Pimpinan Redaksi : DANANG KISWORO Redaktur Pelaksana : ERNESTASIA SIAHAAN Editor :DINA WAHYU INDRIANI, MIRA TITA LUXITA, MUSTIKA PRASELA, MUFIDAH AFIYANTI Reporter : YUDHA NUR PATRIA, FEBRI RAHADI, DURROTUL AIN, FX REYMOND SUTANDY, RESTU RIZKYTA, YULIUS Fotografer : ARIEF WICAKSANA, KHAIRUL ANAM Layouter : RICHAD YANATO IT : NIZAR ALSAGGAF Kontributor : PARAMITANINGRUM YinNi Hao PPI Taiwan @redaksiyinnihao http://yinnihao.wordpress.com majalahyinnihao@gmail.com majalah_yinni_hao_ppi_taiwan


Daftar Isi EDISI 3 / 2012

Surat Pembaca 05 Laporan Utama 06 Taiwan Go Recycling Buletin PPI 12 Loker Informasi 14 Don’t Miss the Next Festival Laporan Khusus 16 Menembus Batas Negara Tips dan Trik 20 Winter & Chinese New Year Vacation Sains dan Technologi 22 LED Alternatif Penerangan Laporan Khusus 25 Taiwan Permata Hijau Asia Profil 28 Vincentius Kurnia Surya Adi Entertainment 30 Up Coming Movie 2013 Get Ready!!! Kisah 32 Seni Menjadi Relawan Jalan - Jalan 35 Taroko Gorge Fotografi 38


Surat Pembaca

Lina Septiana, Mahasiswa Chung Yuan Christian University

Kirimkan saran dan kritik ke redaksi Yin - ni Hao melalui facebook, twitter, atau via email ke majalahyinnihao @gmail.com

Sebagai salah satu media untuk mempromosikan kemampuan mahasiswa kita, misalnya dengan membahas thesis mahasiswa master atau Phd. Agar ide brilian yang diciptakan tidak hanya menjadi arsip di perpustakaan namun bisa menginspirasi mahasiswa Wah bagus sekali lain. Semoga Yin nihao sarannya, dari pada semakin berjaya.

Tri Ana Mahaiswa UT Taiwan

menjadi tumpukan kertas yang tak berarti. Akan kami pertimbangkan di edisi mendatang. Terima kasih

Bagaimana kalau di Yinni Hao untuk rubrik entertainment bisa diisi cerpen dari mahasiswa. bisa mengenai percintaan atau cerita fiksi yang inspiratif. Boleh juga idenya, silahkan kirm naskah cerpennya ke redaksi. Kami tunggu :)


Laporan Utama

TAIWAN Go Recycling

Zero waste event dan acara eco-awareness lainnya sedang menjadi tren saat ini. Bukan hal yang berlebihan memang, mengingat disadari atau tidak, bumi kita tercinta ini sedang “sakit”. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa hal ini terutama merupakan dampak besar dari kemajuan peradaban manusia. Tapi sekarang bukan saatnya menyalahkan atau menyesali apa yang sudah terjadi, melainkan memperbaikinya. Jika memang benar peradaban manusia sejauh ini telah memberikan dampak negatif pada bumi kita tercinta, mengapa kita tidak mengubah faktanya menjadi peradaban manusia yang “memperbaiki” kembali kondisi bumi sehingga menjadi lebih baik. Semangat ini lazim dikenal dengan istilah eco-friendly. Bicara mengenai eco-friendly, tahukah Anda bahwa Taiwan merupakan salah satu negara di jajaran atas yang serius dalam menangani masalah sampah dan daur ulang? Taiwan vs Sampah Permasalahan sampah tentunya dihadapi oleh semua negara di dunia ini, tanpa terkecuali. Taiwan merupakan salah satu negara yang menghadapi permasalahan besar dalam hal pengolahan sampah. Secara resmi deklarasi “melawan” sampah dilakukan oleh penduduk Taiwan di awal 90-an. Namun siapa yang menyangka dalam kurun waktu 20 tahun ini, Taiwan mampu menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam hal pengolahan sampah. Pada tahun 1997 jumlah sampah per kapita di Taiwan mencapai titik tertinggi dalam sejarah yakni 1,14 kilogram per hari, namun di akhir tahun 2009 jumlahnya berhasil di-

pangkas 56% menjadi 0.5 kilogram per hari. Jumlah orang yang memilah dan membuang sampah dengan benar meningkat dari 60% di tahun 1989 menjadi 100% di akhir tahun 2009. Selain itu, di tahun 2009 Taiwan mampu mendaur ulang 49% total sampahnya, lebih tinggi dari tingkat daur ulang di negara industri maju lainnya seperti USA, Inggris dan Perancis. Capaian ini tentu saja patut diacungi jempol. Gerakan melawan sampah di Taiwan diawali oleh organisasi Budha Tzu Chi Foundation. Organisasi nirlaba ini membantu warga Taiwan untuk mendaur ulang sampah mereka. Pada awal tahun 1990, pemimpin organisasi ini menginspirasi para pengikutn-


ya untuk bergerak dengan semangat “turn garbage into gold, and gold into love”, hingga berhasil memberikan perubahan bagi warga Taiwan dalam mengolah sampahnya. Pemerintah Taiwan secara resmi bergabung dalam gerakan melawan sampah ini pada tahun 1997 melalui Environmental Protection Administration (EPA). Resource Recycling Four-in-One Program Pada tahun 1997, EPA mempromosikan “Resource Recycling Four-in-One Program” yang merupakan program resmi pemerintah Taiwan untuk menerapkan sistem pendaurulangan sampah di Taiwan. Tiga puluh tiga jenis kemasan sudah dimasukkan ke dalam daftar sampah kemasan yang dapat didaur ulang. Program ini melibatkan empat pemeran utama, yaitu komunitas, perusahaan daur ulang, manajemen dana daur ulang dan pemerintah setempat. Komunitas merupakan pihak yang menghasilkan sampah untuk didaur ulang. Dalam hal ini, komunitas juga diharapkan membantu proses pemilahan sampah untuk mempermudah proses pendaurulangan. Perusahaan daur ulang merupakan organisasi atau industri yang bekerjasama dengan EPA untuk menyediakan teknologi dan fasilitas pendaurulangan sampah.

Managemen dana daur ulang merupakan pihak yang bertanggungjawab menyediakan dana untuk pendaurlangan sampah. Pihak ini memastikan setiap produsen produk kemasan membayar insentif yang disebut recycling fund, serta menyalurkan dana tersebut kepada pihak pengolah sampah. Pihak terakhir adalah pemerintah lokal yang berperan menyediakan tim untuk mengumpulkan sampah dari komunitas serta memilahnya dengan benar sebelum disalurkan ke perusahaan daur ulang. Sejalan dengan program ini, EPA juga meluncurkan “Zero Waste Program” yang bertujuan untuk mengurangi sampah dan mempromosikan produksi hijau. Sejauh ini, program-program tersebut berhasil mengurangi volume sampah hingga 40% di tahun 2011, dan diharapkan mencapai 75% di tahun 2020 nanti.

Gaya Hidup Recycling Program daur ulang sampah yang sesuai tentu saja sudah banyak diterapkan di berbagai negara, namun mengapa tidak semua negara bisa mencapai keberhasilan yang diperoleh Taiwan? Jawabannya tentu saja sangat bergantung pada kesadaran warganya. Pro-

07


Mana yang Recycle? gram-program seperti “Resource Recycling Four-in-One� hanya akan berjalan lancar apabila masyarakatnya paling tidak mau membuang sampahnya di tempat sampah. Mungkin sebagian orang berpikir ini merupakan hal yang kecil, tapi faktanya bukan hal yang mudah dicapai di Indonesia. Berbeda dengan masyarakat Taiwan saat ini yang tampaknya telah sadar bahwa setiap kemasan yang mereka buang ke tempat sampah merupakan dolar yang mereka sumbangkan untuk pembuatan produk berikutnya hasil daur ulang. Kesadaran yang sama mungkin harus kita coba tanamkan di negara kita tercinta. Lebih dari sekedar kesadaran akan mem-

buang sampah pada tempatnya, recycling sudah menjadi gaya hidup di Taiwan hingga skala yang lebih besar. Mulai menjamurnya industri-industri pendaur ulang yang menghasilkan berbagai produk kreatif merupakan salah satu buktinya. Gaya hidup ini bahkan juga mulai diterapkan dalam hal tata kota. Pada tahun 2010, dibangun enam buah konstruksi baru yang dibuat dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang setelah digunakan. Salah satunya kemudian dikenal dengan nama EcoARK. Mengetahui hal-hal di atas, tak ada salahnya kita sebagai pelajar di Taiwan mencontoh teman-teman kita di Taiwan; sadar membuang sampah, sadar memilah sampah, sa-

08


bage. Supaya kita bisa memilah sampah kita dengan benar, ada baiknya kita mencari tahu mana sampah yang bisa didaur ulang. Pada dasarnya, EPA Taiwan telah menetapkan secara resmi sampah yang wajib didaur ulang adalah sampah-sampah berbahan plastik, alumunium, kertas, kaca, dan logam. Dengan kata lain, sampah yang harus dibuang ke kategori ini termasuk kertas, botol plastik, pakaian, baterai, lampu, ban, bola, negatif film, perabot, jas hujan, lampu, dan CD. Sekarang kita lebih tahu mana sampah yang harus kita masukkan ke bak recycle. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak memilah sampah kita dengan benar. It’s time to separate treasure from garbage!

EcoARK 1.5 Million Bottles Building

dar akan nilai dari sampah yang kita buang. Mana yang Recycle? Sejak tahun 2005, secara resmi warga Taiwan harus memilah sampah mereka. Sampah-sampah mereka tidak akan diangkut oleh truk sampah jika tidak dipilah dengan benar. Jika kita tinggal atau pernah berkunjung ke Taiwan, pastinya pemandangan dua tempat sampah bersebelahan bertuliskan general garbage dan recycle merupakan hal yang sering kita temui. Walaupun nampak sederhana, nyatanya banyak di antara kita yang belum tahu persis sampah mana saja yang dapat didaur ulang atau recycle. Alhasil kita mencari jalan pintas dengan memasukkannya ke general gar-

Jika Anda pernah berkunjung ke Taipei di akhir tahun 2010 hingga 2011, mungkin Anda sempat menyaksikan satu buah gedung unik di antara banyak gedung mewah pencakar langit Taipei. EcoARK Pavilion merupakan gedung setinggi tiga tingkat yang berdiri megah di ibukota Formosa, dan menempati area seluas enam kali lapangan basket. Gedung ini merupakan gedung fungsional pertama di dunia yang dibangun dari bahan 1,5 juta botol PET bekas, hingga menempatkannya sebagai salah satu “world megastructure� versi National Geography. Salah satu gedung terhijau di dunia ini dibangun pada tahun 2010 dengan menghabiskan biaya kurang lebih 3 juta US dolar, dan difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan Taipei International Flora Expo pada 6 November 2010 hingga 25 April 2011. Secara fungsional, EcoARK digunakan sebagai ruang publik untuk pameran dan ampiteater. Gedung ini mampu menampung air hujan yang kemudian difungsikan sebagai pendin-

09


gin bagian interiornya. Melengkapi konsep hijaunya, gedung ini pun dilengkapi panel surya yang mampu menyediakan energi bagi penerangan LED-nya di malam hari. Dengan berat yang hanya 50% dari berat gedung normal berukuran sama, EcoARK mampu bertahan dari berbagai kondisi buruk lingkungan seperti topan dan gempa bumi. Satu lagi keistimewaan gedung ini adalah strukturnya yang dapat dengan mudah dibongkar dan dipasang kembali di tempat lain, seperti halnya lego raksasa. EcoARK didirikan dengan tujuan meningkatkan kesadaran warga Taiwan tentang pentingnya konsep reduce, reuse, and recycle, selain tentunya mempesona dunia dengan arsitektur gedung hijau masa depan. Sesuai dengan tujuan penggunaan bahan-bahan yang dapat didaur ulang untuk membangun gedung ini, setelah selesai digunakan, EcoARK akan dibongkar. B-bagian dari gedung ini akan kemudian dibagikan ke sekolah-sekolah dasar di seluruh Taiwan untuk mengajarkan konsep daur ulang sejak dini. Mengambil contoh filosofi pembangunan EcoARK, mari berkarya dan berkreativitas dengan mengadopsi konsep daur ulang. Go recycle!

bola, namun juga penggemar dadakan yang ikut terbawa oleh dahsyatnya euforia event ini. Walaupun Taiwan belum pernah ikut dalam ajang ini dalam kurun sepuluh tahun terakhir, tapi Taiwan turut meramaikan ajang ini lewat kegiatan eco-friendlynya. Pada FIFA terakhir tahun 2010, sembilan dari tiga puluh dua tim yang berlaga di ajang ini mengenakan seragam hasil olahan dari bahan serat khusus yang dihasilkan dari proses daur ulang plastik di Taiwan. Produk-produk olahan plastik tersebut dihasilkan oleh industri-industri kreatif Taiwan. Super Textile Corp. yang merupakan salah satu di antaranya bahkan mendapatkan sertifikasi pertama di dunia atas teknologi daur ulangnya oleh perusahaan internasional Jerman, TUV Rheinland Group. Plastik yang digunakan adalah jenis poly-

Taiwan di Ajang FIFA World Cup? FIFA world cup merupakan ajang bergengsi tingkat dunia yang bukan saja ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepak

10


ethylene terephthalate, atau lebih dikenal dengan istilah PET, yang banyak digunakan dalam pembuatan botol plastik. Sejauh ini, hanya bagian botol dari kemasan botol bekas yang dapat diolah dan digunakan untuk membuat serat PET. Dengan kata lain, tutup dan label botolnya harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum pengolahan. Rata-rata untuk satu produk yang dihasilkan (seperti tas dan seragam) dibutuhkan 8 botol plastik sebagai bahan dasar. Pada ajang FIFA World Cup 2010 lalu, berdasarkan statistik kementrian ekonomi Taiwan, dibutuhkan total 13 juta botol plastik PET untuk membuat seluruh produk olahraga yang dikenakan oleh peserta maupun panitia. Tidak hanya itu, industri-industri kreatif di Taiwan juga memproduksi selimut yang terbuat dari bahan PET. Kain berbahan serat olahan PET ini juga diolah menjadi berbagai produk pakaian lainnya. Bukan tanpa alasan serat daur ulang PET

patut menjadi pilihan. Produk hasil olahan serat ini memiliki keunggulan dibandingkan serat biasa. Serat poliester hasil daur ulang ini memiliki banyak pori kecil yang membuatnya lebih ringan, dan meningkatkan laju evaporasi sehingga lebih cepat kering. Bisa dibayangkan bagaimana nyamannya menggunakan baju hasil olahan PET bekas ini. Selain terus meningkatkan inovasi produknya, saat ini industri daur ulang PET juga terus mengembangkan teknologinya untuk dapat mengolah tutup botol PET bekas. Mereka yakin bisa menghasilkan serat yang lebih baik, mengingat tutup botol tersebut terbuat dari bahan yang lebih ringan dibandingkan air maupun PET. Walaupun harganya masih sedikit lebih mahal dibandingkan harga produk serupa dari serat kain, tapi tentunya sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Tertarik? Tetap tampil fashionable sembari mencintai bumi kita. (REY/Berbagai Sumber)

11


Buletin PPI Lengkap sudah satu tahun kepengurusan PPI Taiwan periode 2011/2012, berikut beberapa kegiatan PPI Taiwan dan PPI universitas yang telah berhasil dilaksanakan dalam tiga bulan terakhir ini.

Pelatihan Sahabat Penolong Dan Penyuluhan Kesehatan HIV AIDS

PPI Taiwan bersama KDEI untuk kedua kalinya telah sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan Sahabat Penolong dan penyuluhan HIV AIDS. Kegiatan yang kedua ini dilaksanakan di Taiwan bagian selatan, yaitu kota Kaohsiung, tepatnya di Masijid Weiwuying pada tanggal 20 Oktober 2012. Acara yang bekerjasama pula dengan organisasi BMI yaitu IWAMIT ini diikuti 80 peserta, baik mahasiswa maupun TKI. Materi kesehatan disampaikan oleh Dr. Ari Muhammad Zucha dan Dr. Endah yang merupakan dosen muda UGM yang sedang menempuh studi di Taipei Medical University. Materi sahabat penolong disampaikan langsung oleh kepala bidang ketenagakerjaan KDEI yaitu Ibu Sri Setiawati. Dalam materinya, beliau menyampaikan akan pentingnya kepedulian dan pengetahuan mahasiswa terhadap TKI dan permasalahannya. (RES)

12


Rangkaian Acara

Sumpah Pemuda Indonesia Peringatan Sumpah Pemuda kali ini cukup istimewa, karena bertepatan dengan launching Friendship Walk Indonesia atau Jalan Kaki Diaspora Indonesia, yang juga bertujuan memecahkan rekor dunia. Tanggal 28 Oktober yang lalu, peringatan Sumpah Pemuda dilaksanakan di Asia Uni-

versity, dengan bahasan pembangunan riset dan bisnis teknologi di Indonesia. Selanjutnya, rangkaian avcara berlanjut pada tanggal 4 November dengan penyambutan ketibaan Bapak Herman Wenas, selaku pejalan Friendship Walk, di Taipei. (RES)

Indonesia Culture Day PPI Tainan Tanggal 24 November yang lalu, giliran PPI Tainan menggelar pertunjukan budaya melalui Indonesia Culture Day-nya. ICD 2012 turut dihadiri oleh perwakilan dari KDEI Taipei Janu Suryanto, Direktur OIA NCKU Kung Shian Far serta Associate President of Student Affair NCKU Choi Siu Tung.

Acara tersebut dimeriahkan dengan beragam acara seperti penjelasan tentang Danau Toba, pertunjukan tari Tor-Tor, tari giring-giring dari Borneo, Tari Kipas dari Sulawesi serta tari Kecak, Janger dari Bali hingga permainan alat musik tradisional gamelan. (RES)

13


Loker Informasi

Don’t Miss The Next Festival Taiwan memiliki sejumlah festival tradisional yang jarang kita temui di Indonesia. Berikut merupakan sejumlah festival yang akan berlangsung dalam tiga bulan ke depan. Sisakan sebagian waktu untuk menikmati momen-momen yang hanya berlangsung satu tahun sekali.

Bombing of Master Han Dan Festival Salah satu festival tahunan luar biasa di Taiwan yang dapat dijadikan pilihan wisata budaya. Festival ini dilaksanakan pada saat bulan purnama pertama tahun baru Imlek, dan dikenal sebagai Bombing of Master Han Dan Festival. Acara ini akan diadakan sekitar 25-27 Februari 2013.

14


Dongzhi Festival Festival Dongzhi atau Winter Solstice Festival (Chinese: 冬至; pinyin: Dōngzhì) adalah salah satu festival yang paling penting dirayakan oleh orang-orang Asia Timur, termasuk Taiwan. Festival ini merayakan jangka matahari Dongzhi (winter solstice), yaitu ketika sinar matahari paling lemah dan siang hari terpendek sepanjang tahun. Fenomena ini akan terjadi pada 21 Desember (waktu Asia Timur) pada tahun 2012. Secara tradisional, Festival Dongzhi juga merupakan waktu bagi keluarga untuk bersama-sama. Salah satu kegiatan yang terjadi selama berkumpul dengan keluarga ini adalah membuat dan memakan Tangyuan (汤圆) atau sup yang

Lantern Festival

terbuat dari tepung beras, yang melambangkan reuni. Bagi orang Taiwan, musim dingin adalah waktu dimana sebagian besar kegiatan fisik harus dibatasi, dan harus makan dengan baik untuk menyehatkan tubuh. Praktik ini mengikuti kebiasaan yang ditunjukkan oleh banyak hewan yang mengikuti hukum alam dan hibernasi sepanjang musim dingin untuk meremajakan dan melestarikan kehidupan. Dalam rangka melawan suhu dingin, perlu makan lebih banyak makanan berlemak dan gemuk selama musim dingin. Tubuh Anda dapat menyerap makanan yang kaya nutrisi dengan lebih baik saat ini karena tingkat metabolisme lebih lambat.

Awal tahun baru yang sebenarnya bagi masyarakat Taiwan adalah tahun baru Imlek (Lunar New Year) yang tahun depan bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2013. Untuk memeriahkan acara tahun baru ini, masyarakat Taiwan biasanya mengadakan festival lampion (Lantern Festival), atau yang biasa disebut dengan “Little Lunar New Year”, yang tersebar hampir di seluruh daerah di Taiwan. Festival ini sangat menarik perhatian tidak hanya masyarakat local, tetapi juga pengunjung yang datang dari seluruh penjuru dunia. Festival Lampion Terbang, Pingxi (Pingxi Sky Lantern Festival) adalah salah satu kegiatan yang paling berwarna-warni dari festival lampion. Pingxi adalah salah satu kota yang berada di dataran tinggi di New Taipei County. Konon, orang-orang yang bekerja sebagai petani di pegunungan selalu beresiko untuk dirampok atau dibunuh, dan lampion terbang ini dijadikan tanda untuk menginformasikan kepada keluarga mereka kalau mereka dalam keadaan aman. Di zaman sekarang ini, lampion terbang digunakan sebagai simbol perdamaian dan keberuntungan. (KHA)


Laporan Khusus

MENEMBUS BATAS NEGARA Kerjasama Luar Negeri Taiwan untuk Bumi Yang Lebih Baik

ISU-ISU TERKAIT KERUSAKAN LINGKUNGAN KINI TIDAK LAGI MENJADI PEMBAHASAN YANG DIBATASI OLEH BATAS-BATAS KENEGARAAN. MASALAH LINGKUNGAN ADALAH MASALAH BERSAMA PENDUDUK BUMI. KARENANYA, PROGRAM DAN TINDAKAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN SAAT INI DIBICARAKAN DAN DIARAHKAN SECARA GLOBAL. INI TERLIHAT DARI PERTEMUAN-PERTEMUAN DAN PERJANJIAN-PERJANJIAN ANTAR NEGARA TERKAIT EMISI KARBON, PENEBANGAN HUTAN, HINGGA PELESTARIAN LAUT. BAGAIMANA PERAN SERTA TAIWAN, SEBAGAI SALAH SATU NEGARA DI TIMUR DUNIA? MESKI TERGOLONG NEGARA KECIL DAN MEMILIKI STATUS POLITIK YANG CUKUP RUMIT, TAIWAN TETAP GENCAR DALAM UPAYA GLOBAL PEMELIHARAAN LINGKUNGAN. KESERIUSAN TAIWAN DALAM BIDANG INI TERLIHAT LEWAT INISIATIF YANG DIMILIKINYA, SERTA PENGAKUAN NEGARA-NEGARA LAIN AKAN ANDIL TAIWAN DALAM BERBAGAI PROGRAM TERKAIT KESINAMBUNGAN BUMI.

Green Energy dan Perubahan Iklim Penggalakan bahan bakar “hijau” dan upaya memerangi perubahan iklim merupakan dua isu yang secara khusus menjadi perhatian Taiwan dalam kerjasama luar negerinya untuk pemeliharaan lingkungan. Pada tahun 2008, Taiwan berhasil mengurangi emisi karbon dioksidanya untuk pertama kalinya, yaitu sebanyak 4.4 persen dari emisi tahun sebelumnya. Ini memotivasi pemerintah Taiwan untuk berbagi ilmu pemeliharaan lingkungannya dengan masyarakat dunia lainnya. Sejak tahun 2008, pemerintah Taiwan mengumumkan target pengurangan emisi karbon dioksida, yaitu kembali ke level emi-

si tahun 2000 pada tahun 2025. Untuk mencapai target ini, Taiwan secara aktif menjalin kerjasama dengan negara-negara peserta United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC). Selain itu, Taiwan juga gencar membantu negara-negara berkembang dalam upaya pengurangan emisi karbon melalui mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism). Clean Development Mechanism (CDM) merupakan bentuk kerjasama antara sebuah perusahaan di negara yang ikut berkomitmen lewat Kyoto Protocol untuk mengurangi emisi karbon, dengan perusahaan lain di negara maju yang tidak terikat di bawah Kyoto Protocol. Lewat mekanisme ini, perusahaan di negara yang maju mensponsori perusahaan di negara berkembang untuk mengimplementasi proyek-proyek yang dapat menghasilkan emisi lebih rendah dengan biaya yang rendah pula. Hingga saat ini pun, Taiwan tetap diperhitungkan dalam upaya pemeliharaan lingkungan dunia. Dalam pertemuan 2012 UN Climate Change Conference di Doha, Qatar baru-baru ini, sekretaris jenderal

16


Climate Parliament UN, Nick Dunlop, menyatakan bahwa Taiwan berpotensi menjadi pemeran kunci dalam mengembangkan power grids di Asia, yang akan secara signifikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. Selain komitmen terhadap upaya mengatasi perubahan iklim, Taiwan juga berinisiatif dan berkomitmen dalam penggalakan penggunaan energi “hijau” atau green energy. Inisiatif ini memiliki target berjangka 40 tahun. Dalam inisiatif ini, secara khusus disoroti efisiensi penggunaan kendaran berbahan bakar listrik, dan efisiensi penggunaan torrefaction suhu rendah dalam proses konversi bio-fuel menjadi eco-coal. Visi inisiatif Taiwan dipengaruhi oleh dua hal tersebut. Diharapkan, dalam jangka waktu yang ditargetan, pembangkitpembangkit listrik dilokasikan di zona yang lebih dingin atau beriklim sedang. Kebutuhan listrik zona tropis dan subtropis dapat ditransmisikan, dan zonazona ini selanjutnya menjadi tumpuan sumber fossil fuel dan produksi eco-coal yang dapat didistribusikan ke zona iklim dingin dan sedang. Listrik yang dihasilkan secara lebih efisien tadi diharapkan dapat digunakan lagi sebagai bahan bakar, khususnya kendaraan bermotor. Rancangan kerja sama seperti ini diharapkan dapat memaksimalkan efisiensi penggunaan energi secara global. Selain rancangan kerja sama berdasarkan inisiatif di atas, Taiwan juga bekerja sama lewat pengadaan green energy. Musim gugur 2012 ini, contohn-

ya, Taiwan membuka pertemuan pengadaan green energy, yang memfasilitasi pembeli-pembeli dari negara-negara lain dalam pengadaan peralatan energi biomassa, fuel cells, light-emitting diode atau LED, serta solar cell dan solar modules. Baru-baru ini juga, Taiwan bekerja sama dengan Australia untuk kolaborasi di bidang smart grid technology. Smart grid adalah teknologi untuk sistem distribusi listrik yang berbasis otomasi komputer. Seperti halnya smart phone yang berarti telepon genggam yang ‘diboncengi’ komputer, maka smart grid merupakan utilitas jaringan listrik yang ‘diboncengi’ teknologi komputer. Saat ini, smart grid mulai digunakan pada jaringan listrik, dari pembangkit listrik, sampai rumah dan bisnis konsumen listrik. Penggunaan smart grid ini telah terbukti meningkatkan efisiensi pada jaringan listrik dan penggunaan listrik di rumah-rumah dan perkantoran. Selain kerja sama dalam hal pengembangan smart grid, Taiwan juga menargetkan untuk bekerja sama dalam upaya pengembangan energi terbarukan, bangunan zero-energy, teknologi carbon capture and storage, dan lainnya. Taiwan’s International Cooperation and Development Fund Bentuk lain kerja sama luar negeri Taiwan dalam kerangka agenda pemeliharaan lingkungan adalah ICDF atau Taiwan’s International Cooperation and Development Fund. Pada dasarnya, ICDF bertujuan membantu peningkatan kondisi sosial-ekonomi, sumber daya manusia,

17


dan kerjasama ekonomi negara-negara berkembang yang menjadi partner program tersebut. Program ini berawal dari misi agrikultural Taiwan ke Vietnam pada tahun 1959. Pada akhirnya, program ini terus berkembang hingga ikut mencakup bidang teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan publik, perdagangan, pengembangan sektor swasta, hingga manajemen lingkungan dan penanganan bencana alam. Bentuk bantuan yang diberikan dapat berupa investasi dan pinjaman, kerjasama teknis, bantuan kemanusiaan, hingga pelatihan dan beasiswa pendidikan. Dalam upaya pemeliharaan lingkungan, saat ini ICDF mengacu pada strategi lingkungan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, yang bertujuan memastikan bahwa pembangunan yang berkesinambungan bersifat hijau, inklusif, efisien

dan terjangkau. Untuk mencapai tujuan strategi lingkungan Bank Dunia tersebut, ICDF membantu negara-negara partnernya dalam beberapa hal. Yang pertama adalah teknologi mapan untuk penghematan energi. Terdapat tujuh area industri energi yang berkembang dengan pesat di Taiwan, yaitu teknologi tenaga surya, LED, pembangkit listrik tenaga angin, energi biomassa, energy berbasis hidrogen, fuel cell, teknologi informasi dan komunikasi terkait pengadaan energi, dan kendaraan listrik. Berikutnya, melalui program-programnya, ICDF juga membantu pengadaan teknologi mapan pendaurulangan sampah agrikultural dan aquakultural. Salah satu bentuk nyata daur ulang sampah agrikultural yang tidak asing bagi kita adalah produksi kompos. Tak hanya produksi kompos untuk pupuk dan makanan

18


ternak, daur ulang sampah agrikultural ternyata juga berguna dalam pembuatan produk-produk kesehatan, skin care dan agen antimikroba alami. Yang terakhir, ICDF berperan dalam penyediaan sumber daya pendidikan

atau pembelajaran terkait energy dan lingkungan. Tak dapat dipungkiri, dibandingkan negara-negara partnernya yang masih berkembang, Taiwan telah terlebih dahulu memiliki kesadaran akan kondisi lingkungan, hingga akhirnya dapat membuat kebijakan-kebijakan yang mengarah pada pemeliharaan lingkungan. Sebagai konsekuensinya, pemerintah, industri dan akademisi Taiwan memiliki akses yang sangat memadai terhadap bahan-bahan pembelajaran di bidang tersebut. Bahan-bahan pembelajaran dan materi pendidikan yang dimiliki Taiwan di bidang pemeliharaan lingkungan ini terbuka untuk diakses oleh negara-negara partner ICDF. Topik yang dicakup sangat luas, mulai dari tenaga angin, tenaga hidrolis, tenaga laut, tenaga geotermal, tenaga surya, energi biomassa, bangunan hijau, penerangan ramah lingkungan, dan lainnya. (ERN/Berbagai Sumber)


Tips & Trik

Winter & Chinese New Year Vacation 3D

3 D

Libur telah tiba‌libur telah tiba‌ hore..hore‌hore! Sepenggal lagu milik mantan penyanyi cilik Tasya ini mengingatkan kita betapa senangnya saat menyongsong liburan sekolah. Namun apakah hal ini masih berlaku untuk kita yang sedang studi S2 dan S3 di Taiwan?

J

angan kuatir, liburan itu masih tetap ada kok, meskipun kita tetap disibukkan dengan berbagai macam penelitian, paper dan kegiatan organisasi lainnya. Yup, liburan musim dingin yang jatuh pada pertengahan bulan Januari sampai pertengahan bulan Februari serta liburan Chinese New Year pada tanggal 9 – 13 Februari 2013 tengah menanti kita. Yinni Hao akan memberikan beberapa tips mengisi liburan tanpa mengesampingkan tugas kita sebagai pelajar, jadi kita tetap bisa menikmati liburan dengan bijak dan mengesankan. Bagaimana caranya? Berikut ini tips 3D liburan ala Yinni Hao.

20


D -1

Di re n c a na ka n

Seperti layaknya membuat penelitian, untuk urusan berlibur kita perlu merencanakan aktivitas agar kegiatan yang kita lakukan itu efektif, tidak boros dan bermanfaat. Cobalah membuat daftar perencanaan 1 bulan akti fitas yang akan Anda kerjakan pada liburan nanti. Sebelum memutuskan, coba lah mengingat apakah ada hal penting yang harus dikerjakan pada saat liburan, seperti mengerjakan paper atau penelitian. Jika ada, lebih baik mengutamakan prioritas tersebut. Jika tidak ada, Anda bisa membagi waktu antara jalan-jalan, belajar dan mengenal Taiwan lebih dekat dalam waktu 1 bulan. Berikut ini salah satu contoh perencanaan liburan berikut 4 daerah wisata yang sering dikunjungi saat Chinese New Year.

D -2

Setelah satu semester bergulat dengan jadwal kuliah yang padat dan penelitian yang menyita waktu, melepaskan penat dengan berlibur ke tempat-tempat wisata adalah salah satu cara cerdas untuk mengisi liburan. Maka dari itu diperlukan perincian biaya agar tidak menyesal setelah liburan berakhir. Pepatah bijak mengatakan, failing to plan is planning to fail. Jika Anda sudah mempunyai target berwisata ke beberapa tempat selama liburan, jangan lupa menganggarkan dulu biayanya. Berikut ini Yinni Hao akan menampilkan beberapa anggaran biaya untuk beberapa tempat wisata yang cocok untuk dikunjungi teman-teman kala liburan musim dingin atau Chinese New Year.

Minggu Pertama 1. kegiatan bersih-bersih kamar/apartemen 2. membereskan file atau kertas yang tidak terpakai dan semua hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan 3. nonton film online/ke bioskop

Huan Shan (pegunungan bersalju) Biaya transportasi & akomodasi NT 4000 - NT 6000 Pingxi (lantern festival) Biaya transportasi, lantern, snack NT 500 - NT 1000

Minggu Kedua 1. rekreasi ke Huan Shan 2. rekreasi ke Sun Moon lake/Tainan Minggu Ketiga 1. rekreasi ke Pingxi (lantern festival) 2. rekreasi ke Puli ShaohSing Brewery (pabrik makanan & minuman olahan anggur) Minggu Keempat Persiapan kuliah: baca paper/buku-buku, pergi ke lab

D -3

Di pi l ih

Setelah tahu budget yang harus dikeluarkan, Anda bisa memilih daerah wisata yang akan dikunjungi sesuai dengan kemampuan budget yang ada. Ingat, jangan terlalu memaksakan berlibur ke suatu tempat yang mahal, jika tidak mempunyai budget-nya. Hal yang lebih penting lainnya adalah mengikuti jadwal yang

D iangga rka n

Sun moon lake Biaya transportasi, akomodasi, cable car, boat NT 3000 - NT 5000 Puli ShaohSing Brewery Biaya transportasi, snack NT 2000 - NT 3000

sudah direncanakan sebelumnya. Berlibur dan melepaskan penat saat liburan adalah hal yang lazim dinikmati para pelajar. Namun bukan berarti kita bisa menikmati waktu sepanjang liburan hanya untuk berekreasi saja dan melupakan tanggung jawab utama sebagai pelajar. Jadi, untuk liburan musim dingin dan Chinese New Year 2013, silahkan menerapkan prinsip 3D: direncanakan, dianggarkan, dan dipikirkan. Selamat berlibur. (LUX)

21


LED Alternatif Penerangan

Light Emitting Diode atau yang lebih dikenal dengan sebutan LED merupakan salah satu komponen yang tidak asing lagi saat ini. Sejak ditemukan oleh H. J. Round pada 1907 dan dicetuskan di tahun 1927 oleh Oleg Vladimirovich Locev, LED telah mengalami cukup banyak perubahan. LED kini digunakan di hampir seluruh komponen elektronik yang kita gunakan.


Light Emitting Diode atau yang lebih dikenal dengan sebutan LED merupakan salah satu komponen yang tidak asing lagi saat ini. Sejak ditemukan oleh H. J. Round pada 1907 dan dicetuskan di tahun 1927 oleh Oleg Vladimirovich Locev, LED telah mengalami cukup banyak perubahan. LED kini digunakan di hampir seluruh komponen elektronik yang kita gunakan. Penggunaan LED banyak terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Beberapa di antaranya pada lampu indikator komputer, external hard disk, proyektor LCD, pengeras suara, televisi hingga pada senter, lampu darurat, lampu lalu lintas, dan lainnya. LED banyak digunakan di zaman sekarang karena konsumsi dayanya yang irit. LED merupakan komponen elektronik yang terbuat dari bahan semikondutor jenis diode yang mampu memancarkan cahaya. Struktur kerjanya juga sama dengan diode. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang dipakai adalah gallium, arsenic dan phosphorus. Jenis doping yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda. Saat ini, LED tersedia dalam berbagai warna,

umumnya merah, kuning, hijau dan biru. Untuk warna putih, digunakan gabungan dari warna merah, hijau dan biru atau RGB. LED sangat kaya warna, namun dapat menjadi tidak efisien dan sangat mahal. Sejumlah kelebihan yang ditawarkan oleh LED adalah konsumsi listrik yang rendah. Penghematan energinya hingga 70-80 persen. Waktu penggunaan LED juga lebih lama, yaitu sekitar 60-80 ribu jam. Waktu ini jauh berbeda dengan bohlam biasa yang hanya mencapai 8-10 ribu jam saja. Di samping itu, LED memiliki tegangan operasi DC yang rendah, dan cahaya yang dikeluarkan bersifat dingin. Kelebihan LED lainnya adalah tidak mudah pecah dan rusak. Jika lampu pijar atau neon yang kita gunakan tidak sengaja terjatuh, maka kemungkinan pecah ataupun rusak sangat besar. Tidak demikian dengan LED. LED merupakan lampu yang berjenis solid state lighting (SSL) yang bersifat padat, sehingga tidak mudah rusak atau pecah saat terjatuh. Meski begitu, LED juga memiliki kekurangan tersendiri. Jika digunakan pada suhu lingkungan yang terlalu tinggi, dapat terjadi gangguan elektrik pada LED. Harga per lumen yang dijual kiha lebih tinggi daripada lampu lain. Ditambah lagi, intensitas cahaya yang dihasilkan termasuk kecil. Sebab itu, LED jarang digunakan sebagai lampu penerang. Namun belakangan LED mulai digunakan pada kawasan terpencil yang listriknya terbatas. Bagi Anda yang hobi interior mobil, LEDmerupakan salah satu pilihan yang menarik. Cahaya lampu LED yang hemat energi namun berefek maksimal sangat cocok untuk mobil yang pasokan listriknya tergolong terbatas. Di samping itu, LED tidak menimbulkan panas sehingga aman dan tidak menimbulkan efek maupun

23


bahaya pada kendaraan. Pemakaiannya juga lebih tahan lama dan awet. Karena pada mobil, LED dapat bertahan 15.000 – 20.000 jam, sedangkan bohlam hanya 5.000 jam. Riset terakhir menunjukkan bahwa LED kini mampu menghasilkan cahaya yang lebih besar dengan konsumsi listrik yang kecil. Ditemukannya OLED (Organic LED) oleh sejumlah ilmuan di Universitas Michigan dan Universitas Princeton membuat LED dapat menghasilkan 70 lumen/watt. Sebagai perbandingan, lampu pijar biasa memancarkan 15 lumen/watt dan lampu fluorescent memancarkan 90 lumen/watt. Namun sistem ramah lingkungan, cahaya yang tajam, serta umur yang panjang membuat LED lebih unggul dibandingkan lampus fluorescent. Fungsinya yang ramah lingkungan membuat penggunaan LED semakin banyak di-

Usia Maksimal Jumlah Bohlam dalam 60.000 jam Biaya Bohlam (kira-kira) Energi selama 60.000 jam Biaya Listrik (750/kwh) Total Biaya

galakkan. LED menjadi salah satu pengaruh penting dalam menekan pemanasan global yang semakin terasa. Lampu yang berasal dari bahan semikonduktor ini tidak diproduksi dari karbon. Hal tersebut tentunya dapat mengurangi emisi karbon dunia. Bila lampu LED digunakan di seluruh dunia, total energi untuk penerangan dapat berkurang hingga 50 persen. Selisih emisi karbon yang dihasilkan juga bisa mencapai 300 juta ton per tahunnya. Hal ini tentu akan menjadi perubahan yang sangat penting. Meski demikian, minat masyarakat untuk menggunakan LED masih kurang, karena biaya pembeliannya yang tergolong cukup mahal. Padahal, secara jangka panjang, penggunaan LED sebenarnya jauh lebih murah dari pada bohlam biasa. Berikut perbandingan penggunaan lampu LED dengan bohlam biasa.

Bohlam 13W 8.000 Jam 7,5

36 LED 2,5W 60.000 Jam 1

7,5 x 50rb 780 kwh Rp 585.000 Rp 960.000

1 x 450rb 150 kwh Rp 112.500 Rp 562.500

Dari perbandingan di atas, terlihat harga lampu LED memang 5-10 kali lebih mahal dari bohlam biasa. Tetapi dalam jangka panjang, biaya penggunaan LED jauh lebih murah. Apakah suatu saat nanti masyarakat akan menjadikan LED alternatif penerangan? Kita lihat saja. (Riyan)


Laporan Khusus

TAIWAN P E R M ATA HIJAU ASIA

JIKA ANDA PERNAH BERWISATA ATAU TINGGAL DI TAIWAN, ANDA TENTU TIDAK ASING DENGAN TEMPAT-TEMPAT TUJUAN WISATA ALAM DI TAIWAN. TAROKO, YANGMINGSHAN, ATAU KENTING CONTOHNYA. ADA PULA SUN MOON LAKE, ALISHAN, DAN PANTAI UTARA. PEMBAHASAN LINGKUNGAN HIDUP DI TAIWAN RASANYA MEMANG BELUM LENGKAP TANPA MENYEBUT PERIHAL PENGELOLAAN WISATA ALAMNYA. SIMAK BERBAGAI SISI DI BALIK WISATA ALAM TAIWAN DALAM LAPORAN KHUSUS INI. Bangkit Sebelum Bobrok Taiwan telah mengalami kemajuan yang pesat semenjak beberapa dekade silam. Kemajuan ini salah satunya terlihat dari peningkatan kemakmuran masyarakatnya. Angka pertumbuhan nasional bruto perkapita meningkat dari US$48 pada tahun 1952, menjadi US$13,198 di tahun 1997. Peningkatan kemakmuran tentunya tidak hanya mengubah kondisi hidup masyarakat, tetapi juga lingkungan hidup. Penduduk Taiwan umumnya tinggal di daerah perkotaan yang padat. Kombinasi dari kepadatan penduduk yang tinggi dan meningkatnya kegiatan ekonomi menjadi salah satu penyebab degradasi kualitas lingkungan alam Taiwan. Ledakan pertum-

buhan industri Taiwan selama beberapa dekade silam menyebabkan konsumsi batu bara dan bahan bakar fosil lain secara besar-besaran. Masyarakat Taiwan pada masa itu juga melakukan praktik pengelolaan tanah yang buruk. Polusi kendaraan, pabrik dan limbah menyebabkan lingkungan alam Taiwan terancam merosot lebih jauh lagi. Masyarakat Taiwan secara kolektif mulai menyadari timbulnya berbagai ancaman terhadap perekonomian, masyarakat dan eksistensi Taiwan akibat pola kehidupan tersebut. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya kerusakan alam dan frekuensi badai yang merusak. Pemerintah Taiwan berupaya menjawab tantangan di atas dengan berkaca pada kondisi pulau yang kecil, dan berupaya

25


memaksimalkan kondisi pulau ini. Yang menjadi fokus utama pemerintah ta hanya bagaimana meningkatkan kualitas lingkungan agar tetap layak ditinggali, tetapi juga bagaimana memanfaatkan lingkungan tersebut untuk dapat mendongkrak kepariwisataan Taiwan. Pertimbangan pemerintah Taiwan ini sungguh tepat. Meski kecil, Taiwan menyimpan banyak kekayaan alam. Salah satu contohnya adalah keragaman pantai. Taiwan dikelilingi oleh lautan, sehingga memiliki garis pantai yang panjang. Pantai-pantai ini menawarkan pemandangan yang berbeda-beda. Pantai barat terutama terdiri dari bukit pasir, pantai pasir, dan laguna. Pantai timur sebaliknya menyajikan garis pantai dengan tebing yang dramatis, menjulang tinggi berbatasan dengan laut. Formasi batuan di pantai utara dan juga teluk yang indah menambah lengkap keragaman pemandangan pantai-pantai Taiwan. Lain lagi dengan pantai selatan yang terdiri dari terumbu karang. Pulau-pulau lepas pantai di Taiwan juga menjadi contoh ragamnya kondisi alam di Taiwan. Tiap pulau menawarkan lanskap geografis yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Mulai dari batuan basaltik dari pulau-pulau Penghu, batu granit dari Kinmen, hingga erosi laut Matzu, semuanya menawarkan pemandangan tersendiri. Hal inilah yang disadari dan kemudian digarap oleh pemerintah Taiwan menjadi objek-objek wisata yang kini menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Realisasi Ekowisata National Park dan Scenic Area Realisasi dan pengelolaan lokasi wisata alam sekaligus perbaikan lingkungan hidup di Taiwan tentu tidak terjadi tanpa masalah. Seperti halnya di negara-negara lain, pengelolaan taman nasional dan kawasan lindung harus berurusan dengan tujuan yang tampak saling bertentangan antara konservasi, penelitian, dan rekreasi. Beberapa daerah yang masuk dalam kategori sangat dilindungi ternyata dilihat memiliki nilai jual. Oleh perusahaan lokal, lokasi tersebut dipandang sebagai lahan yang menghasilkan keuntungan dengan mengorganisir kegiatan yang berbasis pariwisata. Banyak lokasi dan pola rekreasi baru yang ditawarkan, tetapi sebenarnya berdampak besar pada lingkungan. Misalnya, eksploitasi tanah tanpa mempedulikan aturan pemanfaatan lahan. Selain itu, mayoritas aktivitas rekreasi biasanya berpusat pada akhir pekan. Pada saat itu, pengunjung dalam jumlah besar tumpah ruah ke sejumlah situs yang areanya tergolong sempit. Dalam waktu singkat, hal ini menyebabkan tekanan besar pada lingkungan di sekitar situs-situs tersebut. Menyadari hal ini, pemerintah Taiwan tidak tinggal diam. Demi menjaga kelangsungan dan stabilitas kondisi lingkungan di Taiwan tanpa menutup pemasukan dari sektor pariwisata, pemerintah Taiwan mencanangkan pola ekowisata di semua daerah tujuan wisata. Pada tahun 1972, pemerintah Taiwan

26


menetapkan National Park Law, yang mengatur pengelolaan taman-taman nasional di bawah kementrian urusan dalam negeri Taiwan (Ministry of the Interior of the Republic of China). Ada delapan taman nasional di seluruh Taiwan, yaitu Kenting, Kinmen, SheiPa, Taroko, Yangmingshan, Yushan, Dongsha, dan Taijiang. . Selain taman-taman nasional, pemerintah Taiwan juga menetapkan National Scenic Areas, yang merupakan tujuan wisata alam yang pengelolaannya dibawahi oleh kantor pariwisata Taiwan (Tourism Bureau), serta kementrian perhubungan dan komunikasi Taiwan (Ministry of Transportation and Communications of the ROC) . Tempat-tempat yang termasuk dalam national scenic areas adalah pantai utara, timur, dan barat daya Taiwan, Guanyinshan, Sun Moon Lake, Tri-Mountain, Alishan, Siraya, Maolin, Dapeng Bay, pulau Penghu dan pulau Matsu. Filosofi pengembangan dan pengelolaan National Park dan National Scenic Area tentu berbeda. National Park lebih ditekankan pada perlindungan kekayaan alam dan budaya. National Scenic Area lebih ditekankan pada lingkup pemanfaatan area bagi masyarakat. Memahami kebutuhan dan bagaimana ekowisata itu dijalankan secara maksimal merupakan hal yang mutlak untuk mengembangkan rencana strategi ekowisata yang komprehensif. Strategi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dan interaksi yang positif antara pemerintah yang mengelola sumber daya, pihak swasta yang menyediakan paket-paket tour wisata yang menarik, serta penduduk setempat.

Menanggapi deklarasi PBB tahun 2002 sebagai Tahun Ekowisata Dunia dan Piagam Pariwisata APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) tahun 2000, pemerintah Taiwan juga mencanangkan Tahun Ekowisata di Taiwan. Deklarasi ini bukanlah deklarasi kosong; pemerintah Taiwan setidaknya menginvestasikan sebanyak 30 juta dolar Taiwan (sekitar US$ 879.000) dalam mempromosikan ekowisata di Taiwan. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah Taiwan juga berupaya mewujudkan Taiwan sebagai tujuan wisata internasional. Selanjutnya, mereka memulai rencana ambisius untuk menjadi “Permata Hijau Asia�. Kesadaran dan partisipasi masyarakat Taiwan pun ikut membantu keberhasilan agenda ekowisata yang dicanangkan oleh pemerintah. Masyarakat Taiwan gemar melakukan rekreasi alam, bahkan menjadikan hiking sebagai hobi. Lebih lagi, masyarakat tak hanya menjadi konsumen ekowisata, tetapi juga pemelihara ekowisata. Ini terlihat dari kesadaran mereka menjaga kebersihan dan kesinambungan daerah wisata mereka. Hingga akhir tahun 2000-an, setidaknya sudah hampir empat belas juta pengunjung yang menikmati panorama dan pariwisata di Taiwan. Tak mengherankan jika taman-taman nasional dan scenic area Taiwan sering direkomendasikan oleh literatur-literatur wisata untuk dikunjungi. Pemerintah yang tanggap dan masyarakat yang kooperatif, menjadi kunci keberhasilan perwujudan ekowisata di Taiwan. (FEB/ Berbagai Sumber)

27


S URYA VINCENTIUS

KURNIA

Adi

“Lebih berat orang yang tidak bisa makan dari pada belajar�. Prinsip tersebut digunakan oleh Vincentius Surya Kurnia Adi atau yang lebih akrab disapa Otong saat pertama kali datang ke Taiwan. Mahasiswa doktoral di National Cheng Kung University ini hanya berbekal nekat saat berangkat untuk melanjutkan studi strata 2-nya di Taiwan. Berikut buah bincang-bincang redaksi dengannya. Pertama sekali menginjakkan kaki ke Formosa, Otong sama sekali tidak menguasai Bahasa Mandarin, bahkan untuk menulis yi (satu), er (dua), san (tiga) saja dirinya tidak mampu. Namun perjuangan keras membuatnya berhasil melewati 6 tahun masa kuliah di Taiwan. Enam tahun lalu, setelah menyelesaikan kuliah Strata 1 di Institut Teknologi Bandung, Otong mencoba melamar beasiswa untuk melanjutkan studi master di Taiwan. Selain ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dirinya juga ingin belajar Bahasa Mandarin, bahasa internasional kedua di dunia. Akhirnya, dirinya mendapatkan jawaban bahwa dirinya diterima di Department of Chemical Engineering National Cheng Kung University (NCKU). Untuk menghadapi masalah di bidang bahasa, sejak pertama datang ke Taiwan Otong mengambil kelas intensif Bahasa Mandarin, kelas tambahan dengan dosen serta banyak bertanya kepada rekan kuliah. Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar dosen menggunakan Bahasa Mandarin dalam memberikan kelas. Perjuangan tersebut tidak sia-sia. Jenjang master didapatkan dengan lancar dalam waktu dua tahun. Gelar Doktor juga telah ada di depan mata. Jika tidak ada halangan, pertengahan tahun depan gelar tersebut akan diraihnya. Selama berada di Taiwan, Otong sempat aktif di sejumlah organisasi, seperti PPI Tainan dan PPI Taiwan. Pada tahun 2009/2010, dirinya menjabat sebagai Ketua PPI Tainan yang kedua sejak PPI Tainan berdiri pada tahun 2008. Dirinya juga menjadi salah satu dekralator PPI Taiwan pada 20 Mei 2010. Banyak yang didapat Otong selama aktif di kedua organisasi ini. Dirinya belajar banyak tentang pentingnya kerja sama tim. Dengan adanya kerja sama tim, kita dapat

28


menyelesaikan sesuatu yang lebih besar. Disamping itu, koordinasi sesama anggota juga penting untuk diterapkan dalam suatu organisasi. Pria kelahiran Surabaya ini juga mempunyai prinsip memiliki teman baru adalah hal yang paling menyenangkan. Oleh sebab itu, dirinya merasa senang jika dapat berkenalan dengan teman baru serta terus menjalin hubungan dengan mereka. Beragam suka dan duka telah dijalani Otong selama berada di Taiwan. Setelah menjalani program studi doctoral yang diharapkan akan selesai pada pertengahn tahun depan, Otong berharap dapat tetap berada di Taiwan untuk menjalani bisnis ekspor-impor ataupun bekerja di bidang industri. Di akhir perbincangan, Otong berpesan kepada teman-teman yang ingin datang ke Taiwan agar mempersiapkan Bahasa Mandarin terlebih dahulu sebelum datang ke Taiwan. Namun, jika waktu tidak mendukung, karena kendala bahasa jangan sampai menjadikan teman-teman gagal datang ke Taiwan. Setiap kampus di Taiwan memiliki program belajar Bahasa Mandarin secara intensif untuk mahasiswa internasional. Bincang-bincang akhirnya ditutup dengan ucapan sampai bertemu bagi teman-teman yang ingin ke Taiwan dan sampai jumpa bagi rekanrekan yang akan kembali ke tanah air dari Otong. (Riyan)


Siapa yang tidak tahu tentang film fantasi trilogi terlaris The Lord of The Ring. Jika Anda penikmat film-film Hollywood, pastinya Anda tahu film tersebut. Film yang diangkat dari novel best seller karya J. R. R. Tolkien ini merupakan salah satu film fenomenal yang mengisahkan perjalanan Frodo Baggins dan sahabatnya untuk menghancurkan cincin yang mengandung kutukan milik raja kegelapan Sauron. Pada bulan Desember 2012, satu film tentang latar belakang kisah di atas akan diputar di bioskop-bioskop di seluruh dunia dan siap menghibur Anda. The Hobbit: An Unexpected Journey, film yang diangkat dari novel karya penulis yang sama, siap memuaskan para pecinta film fantasi petualangan. Film ini mengisahkan tentang perjalanan Bilbo Baggins (paman Frodo Baggins dalam trilogi The Lord of The Ring) bersama Gandalf (penyihir putih) dan teman-teman dwarf-nya untuk merebut kembali harta karun mereka yang dicuri oleh Dragon Smaug di suatu tempat bernama Lonely Mountain. Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh berbagai jenis rintangan. Bilbo bahkan sempat terpisah dari rombongannya, yang membawanya kepada cincin misterius sebelum akhirnya dapat bertemu kembali dengan rombongannya. Setelah melewati berbagai rintangan, Bilbo dan kawan-kawannya berhasil mencapai Lonely Mountain, dan mendapatkan harta karun yang mereka cari dengan bantuan bangsa elves dan manusia. Tetapi siapa sangka, tantangan terbesar justru datang menghampiri mereka setelah itu, dan sebuah perang pun tidak dapat terelakkan. Film karya sutradara Peter Jackson ini akan ditayangkan di Amerika pada tanggal 14 Desember 2012. Bilbo Baggins akan diperankan oleh aktor Inggris Martin Freeman, sedangkan Gandalf tetap diperankan oleh aktor senior asal Inggris, Ian McKellen. Film yang mengambil seting di Selandia Baru ini rencananya akan ditayangkan dalam bentuk seri. Bagian kedua yang berjudul The Hobbit: The Desolation of Smaug akan ditayangkan di tahun 2013, dan yang ketiga pada tahun 2014 dengan judul The Hobbit: There and Back Again. Apakah film prekuel The Lord of The Rings ini akan mengulang sukses yang sama? Mari kita tunggu tanggal mainnya. (REY/Berbagai Sumber)


Upcoming Movie 2013

GET READY !!! Action and Adventure

Tahun 2013 bakal menjadi tahun yang diramaikan oleh beberapa judul film action science fiction. Iron Man 3 pastinya akan menjadi film yang ditunggu-tunggu. Film ini akan dirilis di bulan Mei 2013. Selain film ini, beberapa judul ternama seperti G.I Joe : Retaliation, Star Trek into Darkness, dan Thor : The Dark World juga akan ikut meramaikan genre film ini. Masih dalam genre yang sama, Anda jangan sampai ketinggalan Jurassic Park 3D, RED2 dan 300 : Rise of the Empire di pertengahan tahun. Ada pula The Hunger Games : Catching Fire, The Hobbit : The Desolation of Smaug di penghujung tahun.

Drama

Walaupun tidak mendominasi, beberapa genre film drama akan turut meramaikan bioskop di tahun 2013. Beautiful Creatures akan membuka tahun 2013 di bulan Febuari. Kemudian sepanjang tahun, beberapa judul film seperti Safe Haven, The Place Beyond The Pines, dan Saving Mr. Banks bisa menjadi pilihan di genre ini.

Horor dan Thriller

Sama halnya dengan film action, genre film horor dan thriller akan mendominasi tahun 2013. Judul-judul lama yang sempat meraih sukses akan muncul kembali di tahun ini, seperti Texas Chainsaw 3D, The Last Exorcism 2, Insidious Chapter 2 dan Paranormal Activity 5. Beberapa judul baru seperti Warm Bodies di bulan Febuari dan I, Frankenstein di bulan September patut untuk dicoba menguji nyali Anda.

Comedy

Film komedi ringan dan keluarga banyak mengeluarkan judul-judul baru di tahun 2013. The Internship, Monsters University, dan The Delivery Man adalah beberapa judul baru genre ini yang akan menemani Anda di sepanjang tahun 2013. Selain itu, Anda juga masih dapat menikmati aksi kocak dalam sekuel film-film komedi sebelumnya, seperti The Smurf 2, Scary Movie 5, Kick Ass 2, Grown Ups 2 dan Despicable Me 2. (REY/Berbagai Sumber)

31


Inspirasi

Seni

MENJADI

Relawan

“... the greater pleasure in life lies in the art of giving rather than receiving.� (J.C. Penney)


Jika Anda berjalan-jalan di Taiwan dan menangkap pemandangan orang-orang berseragam sedang memilah sampah, apa yang Anda pikirkan? Mungkin Anda tidak akan berpikir apa-apa, karena menyangka orang-orang tersebut adalah pekerja yang bertugas mengangkut sampah. Nyatanya, seringkali orang-orang yang memilah sampah tersebut adalah relawan, yang meluangkan waktu dan tenaganya untuk itu tanpa dibayar. Tak sulit menemukan orang-orang yang melakukan kegiatan relawan di Taiwan. Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan berkenalan dengan seorang pelajar Taiwan yang baru saja melewatkan liburan musim panasnya di Indonesia. Ketika saya tanyakan apa saja yang ia lakukan di tanah air kita, ia menjelaskan bahwa ia datang ke

Indonesia dalam rangka tugas relawan membersihkan Candi Borobudur bersama beberapa orang lain. Di kesempatan yang lain, seorang teman saya juga menceritakan rencananya untuk melewatkan musim panasnya dengan menjadi relawan ke Belgia. Sayangnya, karena kendala keuangan, ia tidak dapat berangkat. Namun, semangatnya untuk melakukan sesuatu tidak pudar. Baru-baru ini, ia menanyakan apakah saya dapat membantunya mencari kesempatan menjadi relawan ke Indonesia. Relawan. Orang-orang yang melakukan sesuatu dengan rela, tanpa pamrih. Di saat banyak hal saat ini dinilai dengan balas jasa dan uang, konsep relawan terkadang sulit dimengerti oleh pikiran kita. Kita bahkan mungkin sudah mempunyai image sendiri tentang relawan : aktivis, identik dengan bencana atau


kondisi darurat, dan sebagainya. Nyatanya, kegiatan relawan lebih daripada itu. Pada dasarnya, kegiatan relawan didasari oleh kesadaran bahwa kita hidup dalam komunitas, dan karenanya secara

alami seharusnya memberi bagi komunitas. Dengan kesadaran tersebut, image relawan yang tadi kita miliki tentu tidak lagi relevan. Menjadi relawan tidaklah dibatasi oleh kerangka waktu dan tempat. Anda dapat menjadi relawan kapan saja dan di mana saja. Relawan yang memilah sampah tadi tentu tidak menunggu Taiwan kebanjiran akibat tumpukan sampah untuk melakukan kegiatan mereka. Untuk menjadi relawan, Anda juga tidak harus melakukan hal-hal yang besar. Di beberapa tempat, yang dituntut dari relawan hanya waktu untuk menuangkan makanan ke piring orang-orang yang kelaparan.

Selanjutnya, Anda juga tidak harus melakukan hal yang tidak Anda sukai. Ada banyak ruang kegiatan yang dapat menjadi tempat Anda berbagi waktu, tenaga, atau ilmu Anda. Contohnya, di portal http://handfulofsapphires.org/ yang berisi daftar kegiatan relawan yang terbuka bagi foreigner di Taiwan, Anda dapat menemukan berbagai kesempatan menjadi relawan dalam berbagai ranah aktivitas. Pecinta hewan dapat membantu merawat hewan-hewan terlantar, penikmat musik dapat berpartisipasi mengenalkan musik pada anak-anak di rural area Taiwan, dan sebagainya. Yang terakhir, meskipun kegiatan relawan tidak memberikan imbalan apapun bagi Anda secara langsung, sebenarnya kegiatan relawan memberikan sesuatu yang lebih berharga. Volunteering gives life changing experiences; it changes the lives of those you served, and also yourself. Seringkali lewat kegiatan relawan, kita mendapat pelajaran hidup yang berharga, teman baru yang tak disangka-sangka, dan tentunya kebahagiaan telah berbagi dengan orang lain. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan bersenang-senang sendiri. Relakah Anda menjadi relawan? (ERN)


Taroko Gorge Jurang Marmer dan Kelokan Maut yang Menakjubkan

Taroko National Park adalah salah satu dari delapan taman nasional di Taiwan. Taman ini membentang dan mencakup Kota Taichung, Nantou County, dan Hualien County. Salah satu objek wisata favorit di tempat ini adalah Taroko Gorge yang terletak di Hualien, di bagian timur Taiwan. Keindahan alam, wisata jurang, melihat dari dekat suku asli (aborigin) Taiwan, hingga kegiatan outdoor seperti arung jeram (rafting) merupakan beberapa daya tarik wisata yang dapat dinikmati di tempat ini.

Pada bulan April lalu, bertepatan dengan liburan musim semi, saya dan beberapa rekan mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Yuan Ze University berkesempatan mengunjungi Taroko Gorge. Sebelumnya, saya banyak mendengar cerita dari mahasiswa Taiwan mengenai keindahan tempat ini. Ini membuat saya begitu bersemangat untuk mengunjungi salah satu objek wisata unggulan di Taiwan tersebut. Mengunjungi Taroko Gorge tidaklah sulit. Terdapat banyak pilihan transportasi yang dapat digunakan. Jika ingin naik bus atau mobil, pertimbangan jalan yang berkelokkelok dan dekat dengan jurang patut dipikirkan bagi mereka yang tidak terbiasa. Bagi mereka yang menyenanginya, perjalanan dengan bus (atau mobil pribadi) menuju Hualien akan menjadi suatu pengalaman tersendiri. Opsi menggunakan pesawat dari bandara-bandara lokal di kota-kota Taiwan menuju bandara Hualien juga dapat dipertimbangkan jika memang memiliki dana

yang cukup. Lebih mudah lagi, kita dapat menghubungi biro-biro perjalanan (travel agent) yang memiliki paket perjalanan ke Taroko Gorge yang kemudian dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian waktu maupun kantong. Kami memilih untuk menggunakan kereta api. Perjalanan dimulai dari Taipei ke Hualien yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan kereta ekspres (NT$440N), atau 3 sampai 4 jam jika dengan kereta lokal. Sebagai mahasiswa internasional, kita dapat mempergunakan tiket kereta api TR-PASS (NT$599), yang dapat dipergunakan untuk 5 hari hanya dengan memesan lewat internet, serta menunjukkan paspor. Dari stasiun di Hualien, ada pilihan taksi langsung dari stasiun ke Taroko (NT$200), atau tur seharian dengan taksi (sekitar NT$2.000). Terdapat pula opsi menggunakan shuttle bus yang memang diperuntukkan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Taroko

35


Gorge. Bus ini tersedia tiap 1-2 jam (1-hari pass terbatas NT$250, 2-hari pass unlimited NT$400) dari stasiun Hualien, dengan layanan tambahan pada akhir pekan. Selain itu, ada banyak bus wisata ke Taroko Gorge setiap akhir pekan. Tentu saja, bus nyaman dan ber-AC, dengan jadwal yang ketat (termasuk berhenti di beberapa toko suvenir lokal), dan hanya menyisakan sedikit waktu untuk bisa melakukan hiking di sekitar lokasi pemberhentian. Kita juga dapat menyewa mobil di bandara Hualien, atau menyewa skuter untuk berkeliling-keliling jika tidak ingin terpatok jadwal wisata. Dalam perjalanan menuju Taroko Gorge, kita akan melewati terowongan-terowongan dan juga jalan-jalan tembus bawah gunung yang luar biasa indah. Di sepanjang perjalanan, ada beberapa objek wisata yang bisa kita lihat, seperti Eternal Spring Shrine. Ini merupakan kuil yang dibangun di pinggir jurang dekat dengan air terjun, yang memberikan nuansa tersendiri dengan sekitar yang terlihat sangat alami dan menarik hati.

Ada pula Buluowan, desa aborigin kuno yang masih dihuni oleh orang aborigin asli Taiwan yang memamerkan hasil karya kerajinan tangan mereka. Dan tentu saja, Tunnel of Nine Turns, terowongan sembilan belokan. Terowongan ini berkelok-kelok mengikuti jalur pegunungan dengan struktur yang luar biasa indah. Menurut sejarah, sekitar 450 orang pekerja meninggal dunia ketika menyelesaikan pembangunan jalan dan terowongan ini. Di sini, kita bisa melihat keindahan jurang dan ngarai yang ada di Taroko. Warna air yang biru dipadu jurang marmer yang putih keabu-abuan menambah indah tempat ini. Taroko Gorge sangat terkenal dengan pasokan marmer yang berlimpah. Batu giok di

35


ngarai ini juga cukup dikenal. Giok ini hanya ditemukan di Taiwan, dan umumnya dipasarkan di Hualien. Saya sempat turun dan berlama-lama di tempat ini, melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil menikmati keindahan dan kesejukan alam pegunungan yang menurut saya menakjubkan. Taroko memiliki hampir setengah dari semua spesies hewan yang ada di Taiwan, termasuk beruang hitam Formosa dan babi hutan. Taman ini mencakup lebih dari 120,000 hektar, dilalui sungai Liwu yang berwarna biru kehijauan memotong daerah pegunungan, membelah jurang marmer hingga akhirnya bermuara di laut. Hutan yang rimbun dan hijau membuat mata terasa segar ketika memandang hingga ke kejauhan. Saya juga mencoba kegiatan outdoor arung jeram menyusuri Siouguluan River. Menyusuri sungai berarus kuat dan deras sepanjang 24 km dengan perahu karet bisa menjadi pilihan untuk melepaskan stress. Jangan khawatir, perlengkapan keselamatan disediakan dan memang wajib dikenakan. Perahu monitor yang letaknya tidak begitu jauh dari posisi kita pun siap melakukan tindakan penyelamatan darurat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan sepanjang kegiatan arung jeram. Pada waktu berkunjung ke sana, saya beserta rombongan mahasiswa menginap di Marshall Hotel, penginapan yang menurut saya cukup nyaman. Namun, biayanya sedikit mahal bagi mahasiswa. Tenang saja, ada banyak pilihan hotel dan penginapan yang masih dapat dijangkau kantong. Salah satunya adalah Hostel Katolik di daerah Tienhsiang, srama yang cukup nyaman, bersih

dan juga populer (NT$300-NT$400). Youth Activity Center di daerah yang sama juga dapat dijadikan pilihan. Ingin berkemah? Tidak masalah. Lyushui Campground menyediakan area berkemah dengan biaya NT$200 per tenda, sekitar 17 km dari Taroko Gorge. Meski campground ini sangat dekat dengan jalan utama, tapi karena hampir tidak ada lalu lintas di malam hari, kita dapat tetap beristirahat dengan nyaman. Menurut saya, pemerintah Taiwan sukses mengemas Taroko yang didominasi jurang dan gunung menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi. Perencanaan dan pengelolaan tempat ini sangat baik, dan menarik minat pengunjungnya untuk betah berlama-lama berjalan kaki, atau duduk-duduk menikmati tempat fantastis di timur Pulau Taiwan ini, menatap tebing dan jurang dengan kagum. Saya berpikir, suatu saat nanti saya ingin kembali lagi dan berlama-lama lagi menikmati keindahan Taroko Gorge. (FEB)

37


Fotografi

View from Above by : Retno Widyastuti

Sudut pandang. Tidak sedikit orang tertipu oleh hal ini. Sama halnya dengan pepatah yang mengatakan, “Don’t judge the book from it cover�. Kita semua butuh waktu untuk menjudge sesuatu (yang baru). Atau buatlah sudut pandang baru yang baik yang lahir dari diri kita sendiri.

38


by : Retno Widyastuti

Penantian Diskusi di Taman

by : Leonardus Setia Budi Wibowo

Nikmatnya sebuah penantian tidak hanya terletak pada seberapa besarnya kesabaran yang kita punya tetapi lebih kepada seberapa banyak pengalaman yang kita dapatkan selama penantian sampai akhirnya bertemu dengan yang dinanti-nanti. Dunia terlalu sempit jika hanya diamdan menunggu. Terbanglah segera.

Diskusi adalah salah satu cara untuk mencapai satu tujuan yang baik. Jadi, berhentilah mengkomplain sesuatu tanpa solusi, berhentilah menerima sesuatu dengan berat hati dan Cobalah untuk menikmati hidup.

39



Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.