Issuu on Google+

Aceh

B12 Masyarakat Mulai Lupakan Tradisi Sambut Ramadhan LANGSA (Waspada) : Masyarakat Aceh mulai melupakan berbagai tradisi keagamaan menyabut bulan suci Ramadhan, tradisi yang telah hidup ratusan tahun dalam masyarakat saat ini sudah jarang dilaksanakan terutama oleh masyarakat Aceh yang tinggal di perkotaan. Pendapat diungkapkan Nurdin Ibrahim, salah seorang pemerhati kebudayaan Aceh yang tinggal di Kota Langsa di rumahnya, Kamis (12/7). Dikatakan, salah satu alasan mengapa tradisi menyabut Ramadhan dilupakan karena saat ini masyarakat terlalu disibukkan dengan urusan duniawi. “Masyarakat sudah terlalu mengejar dunia sehingga melupakan ibadah yang belum ada harta mengejar harta, yang sudah ada sibuk mempertahankan, yang sudah banyak harta sibuk menambah hartanya,” ujar Nurdin. Ditambahkan, berbagai tradisi keagamaan menyambut Ramadhan telah dilaksanakan dua bulan sebelum Ramadhan seperti pada bulan Rajab yang dikenal sebagai bulan Apam, di mana dalam bulan di setiap meunasah di Aceh selalu ada kenduri apam. Demikian juga di bulan Sya‘ban yang dikenal sebagai bulan kenduri bu‘, karena pada bulan tersebut, menurut Nurdin, akan selalu ada kenduri, apalagi pada malam nisfu Sya‘ban yang dilaksanakan diseluruh meunasah berupa shalat tasbih dan pembacaan surat Yasin bersama-sama. (b22)

Titi Baro Pusat Upacara HUT RI Di Atim IDI (Waspada) : Pematangan lahan kembali dilakukan di kawasan Titie Baroe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Tujuan titik itu Pemkab setempat menjadikan sebagai pusat upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI bertepatan dengan 17 Agustus 2012 mendatang. “Pusat upacara 17 Agustus tahun ini akan dilaksanakan di Titi Baro Idi Rayeuk,” papar Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib melalui Asisten II Bidang Keistimewaan Aceh M Yasin, Kamis (12/7) di Idi. Menurutnya, peringatan HUT RI kali ini jatuhnya di dalam bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah, namun demikian pihaknya tetap berupaya memeriahkannya sesuai dengan prosedur di tingkat kabupaten. (b24)

Rakor KUA Se-Aceh Di Langsa LANGSA (Waspada) : Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Tgk Ibnu Sadan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Aceh di Hotel Harmoni Kota Langsa, Kamis (12/7). Ibnu Sadan mengatakan, Rakor KUA se-Aceh itu adalah ajang untuk menyamakan persepsi dalam membuat dan melaksanakan program kerja di masa akan datang. “Dalam Rakor ini pula kita bahas berbagai persoalan yang muncul di kalangan umat Islam se-Aceh,” katanya. Ibnu Sadan menambahkan, tujuan lain dari Rakor itu adalah untuk mengevaluasi kinerja para KUA se-Aceh sehingga kerja ke depan bisa semakin baik dari sebelumnya. “Jika bukan kita yang membuat perubahan siapa lagi. Mari kita satukan langkah dalam membimbing umat Islam di Aceh sehingga kebodohan perlahan bisa lenyap,” kata Ibnu Sadan. (b24)

Bupati Tutup Diklat PIM IV Di Idi

Hasballah M. Thaib , Bupati Aceh Timur

IDI (Waspada) : Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib menutup Diklatpim IV Angkatan V Provinsi Aceh di aula SKB Aceh Timur di Idi Timur, Kamis (12/6). Dalam sambutannya, Bupati Hasballah mengajak seluruh pejabat struktural eselon IV di daerah itu yang sudah menyelesaikan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan V Provinsi Aceh mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk berbuat lebih baik lagi dalam membangun Aceh Timur mulai dari seka-

Waspada/Musyawir

MURID SD melintas dekat genangan air sisa banjir di jalan Desa Hagu, Kec. Matangkuli, Aceh Utara, Kamis (12/7).

Hutan Gundul Penyebab Banjir Di Aceh Utara LHOKSUKON (Waspada) : Kondisi hutan di kawasan hulu yang kian gundul dan sungai dangkal diprediksi menjadi biang utama penyebab banjir di wilayah tengah Aceh Utara, meliputi Kecamatan Pirak Timu, Lhoksukon, Matangkuli, Paya Bakong, Cot Girek, Nibong dan Kec. Tanah Luas. “Selain itu, tanggul penahan banjir juga belum memadai sehingga luapan air sungai, baik akibat hujan lokal maupun hujan hulu mudah masuk ke

permukiman warga,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Iskandar Majid, kemarin. Guna mengantisipasi banjir tersebut secara permanen, sambung Iskandar, Pemkab Aceh Utara sudah mewacanakan membangun waduk raksasa di kawasan Paya Bakong. Namun pembangunannya masih terkendala lantaran butuh dana hingga satu triliun lebih. “Proyek itu sudah dibicarakan hingga ke tingkat pusat. Selain untuk mencegah banjir, waduk itu ditargetkan juga bisa membantu mengairi sawah ketika musim kemarau dan bisa dimanfaatkan untuk pembang-

kit listrik,” tutur Iskandar Majid. Sementara banjir akibat meluapnya Sungai Keureuto dan Sungai Peutoe yang melanda sepuluh desa di Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli, sejak Rabu (11/7) sudah surut sejak Rabu (11/7) malam. Jalur transportasi darat yang sempat lumpuh di Desa Rayeuk Pange, Kec. Pirak Timu, dan Desa Lawang di Kec. Matangkuli, lantaran badan jalan ikut tergenang banjir kini normal kembali. Begitu pula kalangan murid SDN-6 Matangkuli di Desa Hagu, yang sebelumnya sempat diliburkan, sejak Kamis (12/7) sudah belajar seperti biasa. (b19)

Jembatan Baru Rayeuk Pange Terbengkalai LHOKSUKON (Waspada) : Pembangunan jembatan rangka baja di Desa Rayeuk Pange, Kec. Pirak Timu, Aceh Utara, dilaporkan sudah hampir dua tahun terbengkalai. Bangunan ini baru selesai abutment di kedua sisi bantaran sungai. Sementara jembatan gantung, dekat proyek itu kini kian kropos dan nyaris ambruk. “Kalau jembatan baru tak siap dalam dua tahun ini, ke-

mungkinan besar jembatan gantung sudah keburu ambruk dan warga bisa terkurung,” kata Rusli, 35, warga Desa Rayeuk Pange, Kamis (12/7). Keuchik Rayeuk Pange AbdulWahab Hamzah menambahkan, persoalan terbengkalainya pembangunan jembatan baru Rayeuk Pange pernah dikeluhkan ke Dinas Bina Marga dan DPRK Aceh Utara. Namun se-

jauh ini, belum ada tanda-tanda proyek itu segera dilanjutkan. Kadis Bina Marga Aceh Utara Risawan Bentara yang dihubungi terpisah menjelaskan, proyek jembatan Rayeuk Pange belum bisa dilanjutkan karena tidak ada dana. “Kita sudah berupaya memasukkan dalam APBK 2012, tapi dipending. Dana lanjutannya belum ada,” kata Risawan. (b19)

Waspada/Musyawir

Sidak Wali Kota Ke Disdik Temukan 25 Pegawai Malas LHOKSEUMAWE (Waspada): Inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Lhokseumawe Suaidi YahyakekantorDinasPendidikan PemudadanOlahraga(Disdikpora) menemukan 25 pengawai malas absen, Kamis (12/7) sore. Data jumlah pegawai kantor Disdikpora 108 orang, jumlah tersebut terdapat 21 pengawas dan 85 pegawai. Dari jumlah

tersebut hanya 78 orang yang menandatangani absen hari sidak itu. Sementara sisanya ada yang sakit, cuti dan dinas luar. Usai melakukan sidak, Suaidi menjadi pemimpin apel sore yang diikuti Kepala Dinas Disdikpora Syafruddin dan semua pegawai yang berhadir. Suadi menegaskan dalam apel, para pegawai di dinas terkait harus

disiplin masuk kerja, mengikuti aturan dan melayani semua terkait pendidikan dengan baik. Dalam sambutan itu juga, Suaidi mengajak pelaku pendidikan di Kota Lhokseumawe berkerja maksimal untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lhokseumawe ini. Sebab itu, modal pertama adalah disiplin dalam bertugas. (cmk)

Penerbangan Di Bandara SIM Banda Aceh Tiba (flight, asal, waktu) Garuda Indonesia

Berangkat (flight, tujuan, waktu)

GA 142 Jakarta/Medan GA 146 Jakarta/Medan

10:40 15:50

GA 143 Medan/Jakarta GA 147 Medan/Jakarta

11:25 16:45

Y6 555 Jakarta * Y6 537 Jakarta/Medan

19:05 12:30

Y6 556 Jakarta** Y6 538 Medan/Jakarta

07:05 12:30

JT 304 Jakarta JT 396 Jakarta/Medan

11:35 20:00

JT 397 Medan/Jakarta JT 307 Jakarta

06:40 12:15

SJ 010 Jakarta/Medan

12:55

SJ 011 Medan/Jakarta

13:25

Batavia Air Lion Air

Sriwijaya Air Air Asia

AK 305 Kuala Lumpur *** 12:20

AK 306 Kuala Lumpur*** 12:45

FY 3401 Penang ****

FY3400 Penang ****

Fire Fly

14:10

* Setiap Selasa, Kamis, Minggu. ** Setiap Senin, Rabu, Jumat. *** Setiap Senin, Rabu , Jumat dan Minggu. **** Setiap Selasa, Kamis dan Minggu.

14:30

16 Warga Bireuen Positif Terjangkit Virus HIV hadirkan nara sumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Kepala UTD RSUD dr Fauziah, dr Mursyiah A Latif, dr Irawati dari Dinas Kesehatan, dr Chaidir selaku Direktur YPAP dan dr Arief El Habibi, seorang ahli penyakit kulit dan kelamin. Tujuannya, kata dia, untuk mengurangi stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan mengurangi jumlah penularan virus HIV/ AIDS di Bireuen. “Virus HIV bisa dikurangi penyebarannya dengan pengetahuan dan bukan menjauhi orang dengan status HIV (ODHA),” jelasnya. Dengan pelatihan dan pembentukan pendidik sebaya tersebut, maka mereka bisa menjadi konselor dan pemberi informasi yang benar kepada teman-teman sebayanya di sekolah, di kampus dan teman sepermainannya tentang pengetahuan penyakit infeksi menular seksual, kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS tersebut. (cb02)

Kasus Kredit Bank Aceh Cabang Lhokseumawe Diserahkan ke Kejari LHOKSEUMAWE (Waspada): Kasus kedit macet Bank Aceh Cabang Lhokseumawe senilai masing-masing senilai Rp7,5 miliar dan Rp1,5 miliar telah dilimpahkan ke Kejari Lhoksumawe, Kamis (12/7). Selain dokumen pencairan kredit, Kejari juga menerima dua terdakwa masingmasing mantan mantan direktur EB dan Kabag Kredit AA. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Royani, SH kepada Waspada menjelaskan, kasus kredit macet Bang Aceh Cabang Lhokseumawe baru saja diterima pihaknya. Menurut dia, dalam waktu dekat kasus akan diserahkan ke pengadilan negeri setempat. Selama ini kasus kredit macet itu ditangani

di Polda Aceh. Namun karena lokasi terjadi kasus tersebut di Bank Aceh Cabang Lhokseumawe, sehingga proses pengadilan akan dilakukan di PN Lhokseumawe. Kejari saat ini telah menunjukan Ferdiansyah, SH sebagai JPU. Sebelumnya, Ferdiansyah mengatakan dari berkas yang diterimanya, kasus ini merupakan penyaluran kredit pada tahun 2007 yang tidak sesuai dengan SOP. Atas kelalaian EB dan AA harus berurusan dengan hukum. “Kasus ini merupakan temuan BI (Bank Indonesia-red),” jelas Ferdiansyah. Kredit yang bermasalah masing-masing Rp7,5 M dan Rp1,5 M, tambahnya. (b15)

Kedai Kopi Di Aceh Jadi Sentra Informasi Dan Komunikasi BANDAACEH (Waspada) : Ketua Koperasi Profesional (Kopro) Aceh Iskandar Zulkarnain mengaku, kedia kopi di Aceh saat ini telah bermetamorfosa menjadi sentra informasi dan komunikasi. Karenanya, kata Iskandar, untuk menyikapi bangkitnya era teknologi komunikasi dan informasi, Kopro Aceh membuat gebrakan dengan meluncurkan situs www.koproaceh.go. id di kantornya Tower Coffee Taman Sari Banda Aceh, Kamis (12/7). Kata Iskandar, dengan tersedianya fasilitas internet wifi pada setiap kedai kopi di Banda Aceh akan dimanfaatkan sebagai ajang promosi sekaligus sosialisasi keberadaan Koperasi Profesional Aceh dan juga bertekad untuk menjadi koperasi yang modern dan profesional. Oleh sebab itu, Kopro Aceh menempatkan ujung tombak pelayanannya pada kedai kopi untuk membangun jejaring para profesional Aceh bersinergi menyumbangkan karyanya untuk pembangunan sosial ekonomi masyarakat. “Artinya, kita ingin mengubah mindset masyarakat selama ini bahwa koperasi adalah

tempat berlangsungnya “simpan-pinjam”. Ke depan Koperasi Profesional Aceh akan melayani masyarakat sebagai lembaga pengembangan bisnis seperti mendampingi UKM untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI dan Bank Aceh,” papar Iskandar. Asisten III Pemko Banda Aceh Bukhari Budiman mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik peluncuran situs Koperasi Profesional Aceh dan terus mendorong dan berupaya agar koperasi yang ada tetap aktif dan produktif sehingga seluruh anggota di dalamnya mendapatkan kesejahteraan. Kata dia, Di Banda Aceh, tercatat 789 unit koperasi dan hanya setengahnya, atau sekitar 396 unit koperasi yang aktif. Menyikapi hal tersebut, lanjut Bukhari, Ia akan melakukan pemetaan untuk melihat masalah yang timbul sekaligus mencari dan memberi solusi, seperti memberi motivasi dan bantuan agar Koperasi dan UKM yang tidak hidup dapat hidup kembali. Karena, menurutnya, hal tersebut sesuai dengan visi Kota Banda Aceh sebagai model kota madani. (b02)

MTQ Dan Lomba Pidato Tiga Bahasa Porseni Berakhir

WARGA melewati jembatan gantung yang kondisinya kropos di Desa Rayeuk Pange, Kec. Pirak Timu, Kamis (12/7).

BIREUEN (Waspada) : Sedikitnya 12 ekor sapi unggul hasil Inseminasi Buatan (IB) dikirim untuk mengikuti kontes dan ekspo sapi hasil IB tingkat Provinsi Aceh yang dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya, mulai Jumat hingga Minggu (1315 Juli 2012). Demikian antara lain disampaikan Kadis Pertanian Bireuen melalui Bidang Peternakan Afriza, Rabu (11/7). Dijelaskan, sebelumnya untuk persiapan ajang ini, Bidang Peternakan telah melakukan seleksi terhadap semua sapi hasil IB di Bireuen. “Ini kita lakukan agar sapi yang kita kirim adalah yang benar-benar baik, hingga Bireuen mampu mempertahankan juara umum pada ekspo IB tahun 2010 dan 2011 lalu,” ucapnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, selain sapi hasil IB, pada ekspo tahun 2012 ini juga dilaksanakan kontes terhadap sapi lokal dan Bireuen mengikutsertakan dua ekor sapi. “Tim dari Bireuen juga membawa 10 sapi unggul lainnya untuk kontes ini, yakni 2 ekor sapi Si Mental, 2 ekor sapi Brahman, 3 ekor sapi Limousin dan 3 ekor sapi Bali,” ucap Afriza. (b17)

Jumat 13 Juli 2012

BIEREUN (Waspada) : Berdasarkan data dariYayasan Permata Peduli Aceh (YPAP) belum lama ini, 16 warga Bireuen positif terjangkit HIV/AIDS. Angka itu dapat dikategorikan sangat banyak dan apabila dianalisa dengan fenomena gunung es, jumlah itu dapat mencengangkan. “Dari jumlah tersebut beberapa di antaranya terungkap pada saat transfusi darah seperti yang didapatkan pihak YPAP dan UTD RSUD dr Fauziah Bireuen dan screnning. hampir 40 persen dari kasus tersebut diketahui dengan cara seperti itu,” ungkap Outreach Coordinator YPAP Fadhli Djailani, Kamis (12/7) tanpa mengungkapkan secara rinci para penderitanya. Oleh sebab itu, kata Fadhli, pihaknya belum lama ini bekerjasama dengan Dinkes Bireuen, Komisi Penanggulangan AIDS, PMI Bireue serta KSR Universitas Almuslim mengadakan pelatihan dan pembentukan pendidik sebaya untuk HIV/AIDS di Bireuen mulai 9 –11 Juli yang diikuti sejumlah siswa dan mahasiswa dengan meng-

rang hingga seterusnya. “Secara pribadi saya siap mengabdi dan mencurahkan segenap jiwa raga untuk pembangunan dan kemajuan daerah dan masyarakat Aceh Timur, karenanya saya juga berharap peserta Diklat Kepemimpinan IV ini juga demikian,” tutur Hasballah. Kepala BKPP Aceh Timur Bustami melaporkan bahwa Diklatpim IV Angkatan V ini diikuti 40 peserta yang merupakan pejabat struktural Eselon IV di lingkup Pemkab Aceh Timur dan Diklat berlangsung sejak 4 Juni - 12 Juli 2012. (b24)

12 Sapi Dari Bireuen Ikut Kontes Ternak IB

WASPADA

Waspada/Mustafa Kamal

WALI Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya memimpin apel di depan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora), Kamis (12/7).

BIREUEN (Waspada) : Musabaqah Tilawatil Quran tingkat MI, MTs, MA, lomba pidato tiga bahasa Indonesia, Inggris, Arab tingkat MTs Syarhil Quran tingkat MA Porseni XIII Kabupa-ten Bireuen telah berakhir sukses, Kamis (12/7). Para juaranya diumumkan dewan hakim pada acara penutupan di Meunasah Kulah Batee kota Bireuen, Kamis (12/7) malam. Ketua panitia Porseni Kemenag Bireuen Ismuhar menjelaskan, lomba Cabang Waspada/H AR Djuli MTQ tingkat MTs diikuti 20 peserta putra-putri utusan RAUDATUL Ula, peserta putri Cabang MTQ utusan MTsN Peudada MTsN Ulee Glee, Kecamatan dan kanan Fitria Ulfa, peserta Cabang Lomba pidato bahasa Arab Makmur, MTsN Jangka Alue utussan MTsS Al Zahrah Juli Teupin Mane berjudul Ifdhatul Mukhadirat (Awas Narkoba). Kecamatan Jangka, MTsN Jeunieb, MTsS Al Muslim Peusangan, MTsN Kuta yang telah berakhir Kamis (12/7) dilaksanakan Blang, MTsS Darusakdah, MTsN Peudada, MTsN satu putaran sebagai ajang seleksi utusan konModel Gandapura, MTsN Matang Glumpang. tingen Kemenag Bireuen yang mengikuti Por-seni Porseni XIII Kemenag Bireuen Cabang MTQ, XIII tingkat Provinsi Aceh di Kotacane Aceh TengSyarhil Quran dan lomba pidato tiga bahasa gara, 27 Novembver 2012 mendatang. (b12)

1.489 Mahasiswa KKM Unimus Kembali Ke Kampus BIREUEN ( Wa s pa da):1.489 Mahasiswa Universitas Al Muslim Peusangan yang telah selesai melaksanakan kuliah kerja mahasiswa (KKM) selama dua bulan penuh kembali ke kampus. Rektor Unimus diwakili Halus Astriawan MS mengatakan itu saat Camat Kota Juang Darmansyah menyerahkan kembali 84 mahasiswa yang telah selesai melaksanakan KKM di 12 desa di Kecamatan Kota Juang dihalaman kantor camat setemWaspada/H AR Djuli pat, Kamis (12/7) Halus Sastriawan men- MAHASISWA Unimus yang telah selesai melaksanakan KKM di jelaskan, KKM 1.489 maha- 12 desa di Kota Juang saat bersalaman dengan Camat Kota Juang Darmansyah dan Dosen Unimus Halus Satriawan di halaman siswa-mahasiswi Unimus melaksanakan KKM selama kantor Camat Kota Juang, Kamis (12/7). dua bulan penuh sejak 1 Mei hingga 12 Juli 2012 masyarakat di masing-masing kecamatan, tersebar di 14 kecamatan di Bireuen. bidang pendidikan, pertanian, keagamaan, Dalam kegiatan KKM di 14 kecamatan, para sosial kemasyarakatan, penyuluhan ekonomi mahasiswa memberikan penyuluhan kepada masyarakat pedesaan sesuai potensi desa.(b12)


Waspada, Jumat 13 Juli 2012