Issuu on Google+

Kementerian Pendidikan Nasional

KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER Fasli Jalal Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI REMBUK NASIONAL PENDIDIKAN 15 s.d 18 Maret 2011 PUSDIKLAT KEMDIKNAS, BOJONGSARI, DEPOK

1 1

Peringkat Negara

Negara

Indeks Persepsi Korupsi

1

Singapura

9,3

38

Brunei Darussalam

5,5

56

Malaysia

4,4

78

Thailand

3,5

110

Indonesia

2,8

116

Vietnam

2,7

127

Timor Leste

2,5

134

Filipina

2,4

154

Kamboja

2,1

176

Myanmar

1,4 2 Sumber: Transparency International Indonesia , 2010

HAMIL DILUAR NIKAH

PUTUS ASA

3

4

Kasus Narkoba di Indonesia D A L A M

50

R I B U A N

35

Jumlah Tersangka

45

Jumlah Kasus

40

30 25 20 15 10 5 0 2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

Sumber: Badan Narkotika Nasional, 2010 dikutip dari Kompas 11 Maret 2011,

5

AGRESIVITAS PESERTA DIDIK

6

7

 Mengutip

Penyair Arab Syauqi Bey : ْ ‫ َﻓﺈِﻥْ ُﻫ ْﻡ َﺫ َﻫ َﺑ‬¤ ‫ﺕ‬ ْ ‫َﻭﺇِ ﱠﻧ َﻣﺎ ﺍﻷ ُ َﻣ ُﻡ ﺍﻷَ ْﺧﻼَ ُﻕ َﻣﺎ َﺑ ِﻘ َﻳ‬  ‫ﺕ ﺃَ ْﺧﻼَﻗُ ُﻬ ْﻡ َﺫ َﻫﺑ ُْﻭﺍ‬ Artinya: “Sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlak/karakternya, Jika itu telah runtuh, maka runtuh pulalah bangsa itu ”

8

PENTINGNYA PEMBANGUNAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

9

KARAKTER Secara Etimologi: Istilah karakter berasal dari bahasa YunaniCharassein, berarti to engrave atau mengukir. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008): Karakter: sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain. 10

KARAKTER ďƒ˜

Gordon Willard Allport (Psikolog Amerika) Karakter sebagai penentu bahwa seseorang sebagai pribadi

ďƒ˜

Imam Al-Ghozali (Hujjatul Islam) Karakter lebih dekat dengan Akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi. Apabila lahir tingkah laku yang indah dan terpuji maka dinamakanlah akhlak yang baik. Dan apabila yang lahir itu tingkah laku yang keji dinamakanlah akhlak yang buruk. Tingkah laku seseorang itu adalah lukisan batinnya 11

 Socrates

(469-399 SM): tujuan pendidikan yang paling mendasar membentuk individu menjadi baik dan cerdas (good and smart). (G.M.A. Grube: 1980: 216-217).  semboyannya “Kenalilah diri engkau dengan diri engkau sendiri”.

12

 Plato

(428-348 SM), dalam bukunya yang terkenal, Republic: “agar anak dapat meraih kebenaran dan kebajikan diperlukan pedoman moral yang jelas agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan.  Pandangan dalam etika banyak berdasar “teori contoh” dan dialog 13

ďƒ˜ Aristoteles

(384-322 SM): mengarahkan pendidikan kepada kebajikan atau nilai (virtue) individu. Kebajikan atau nilai (virtue) itu mengandung dua aspek yaitu intelektual dan moral. ďƒ˜ Pencipta teori serba tengah. (contoh keutamaan adalah tengah2 antara kedua keburukan. seperti, Dermawan adalah tengah-tengah antara boros dan kikir. 14

KARAKTER/ AKHLAK DALAM DISKURSUS KEAGAMAAN

15

TAFSIR TEMATIK AKHLAK  Ir.

Akmaludin Noor & Aa Fuad Muchlis, S Ag. Melakukan tafsir tematis Al-Quran, salah satunya tentang akhlak  Lahir Taksonomi Nilai Akhlak Terpuji & Tercela (Al-Quran Tematis, Akhlak, Simad, 2010)

16

Akhlak Terpuji:            

1) Takut Kepada Allah 2) Berharap (rajaa’) & Cinta (hubb) kepada Allah 3) Bersandar atau tawakal kepada Allah 4) Sabar 5) Syukur 6) Kembali kepada Allah (inadah) 7) Berbuat baik (ihsan) 8) Teguh pendirian (istiqomah), jujur, dan Adil 9) Terpercaya (amanah), pemaaf, dan lapang dada 10) Silaturahmi dan Islah/ perdamaian 11) Meminta ijin dan membaca salam 12) Berkata baik dan benar 17

Akhlak tercela         

1) Sombong (Takabbur) 2) Berbuat kerusakan (fasad) 3) Ingkar janji 4) Makar, khianat, riya, dan bermuka dua 5) Kikir (bakhil) 6) Berlebihan, foya-foya, dan bermegahmegahan 7) Mencela, menghina dan mengolok-olok 8) Su’uzhon, tajassus, ghibah, dan namimah 9) Iri (Hasud), fitnah (buhtan) 18

“…pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagianbagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita..” (Ki Hajar Dewantoro) PT

SMA

SMP

PAUD /SD

Pendidikan KARAKTER

20

JUJUR

• •

TERBUKA BERANI MENGAMBIL RESIKO & BERTANGGUNG JAWAB

KOMITMEN

BERBAGI (SHARING) 21

• NIAT YANG BERSIH • MEMOHON PERTOLONGAN TUHAN • BERSYUKUR

22

MENCANANGKAN HASRAT UNTUK BERUBAH MELALUI DO’A &IBADAH

MEWUJUDKAN PERUBAHAN (ANUGRAH ILAHI : MANUSIA BEBAS MEMILIH) MENJADI SURI TAULADAN (AMANAH ILAHI : MANUSIA KHALIFAH DIMUKA BUMI)

23

7 DASAR NILAI ESQ

(source: ESQ)

26

KARAKTER ďƒ˜ Kemendiknas

Karakter sebagai nilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku (kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa, 2010) 28

KARAKTER BANGSA ďƒ˜ Kemendiknas:

Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas-baik yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil dari olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang. 29

PENDIDIKAN KARAKTER ďƒ˜ Kemendiknas:

Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi dan/atau kelompok yang unik-baik sebagai warga negara (Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa tahun 2011-2025) 30

•

Nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai universal yang mana seluruh agama, tradisi dan budaya pasti menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai universal ini harus dapat menjadi perekat bagi seluruh anggota masyarakat walaupun berbeda latar belakang budaya, suku dan agama.

32

ďƒ˜

Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan akhlak, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

33

Pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik, harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik” (moral knowing), tetapi juga “merasakan dengan baik” atau “loving the good” (moral feeling), dan “perilaku yang baik” (moral action). Jadi pendidikan karakter erat kaitannya dengan “habit” atau kebiasaan yang terus menerus dipraktekkan dan dilakukan.

34

•

Karena pendidikan karakter merupakan suatu habit, maka pembentukan karakter seseorang itu memerlukan communities of character yang terdiri dari keluarga, sekolah, institusi keagamaan, media, pemerintahan dan berbagai pihak yang mempengaruhi nilai-nilai generasi muda. Semua communities of character tersebut hendaknya memberikan suatu keteladanan, intervensi, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dan penguatan. Dengan perkataan lain, pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan.

35

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif

bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih

OLAH PIKIR

OLAH HATI

OLAH RAGA

OLAH RASA/ KARSA

beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik

ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos 36 kerja

OLAH PIKIR

OLAH RAGA

OLAH HATI

OLAH RASA/KARSA

Pertimbangan: dimulai dari sedikit, yang esensial, yang sederhana, yang mudah dilaksanakan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah/wilayah.

CERDAS, PEDULI, TANGGUH, JUJUR LINGKUNGAN (BERSIH, RAPIH, NYAMAN),DISIPLIN, SALING MENGHARGAI 37

Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Bidang Pendidikan

38 38

Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah

39 39

TIGA PENDEKATAN DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER 1. MELALUI KEBIJAKAN NASIONAL YANG DITERUSKAN SAMPAI KE TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (TOP DOWN) 2. MENEMUKENALI PRAKTEK/CONTOH TERBAIK PENDIDIKAN KARAKTER (Bottom-Up)

3. REVITALISASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SOSIALISASI PENGEMBANGAN REGULASI PENGEMBANGAN KAPASITAS IMPLEMENTASI & KERJASAMA MONITORING & EVALUASI A) PENEMUAN DAN BERBAGI PENGALAMAN PRAKTEK TERBAIK PENDIDIKAN KARAKTER TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI KAB/KOTA, DI PROPINSI SAMPAI TINGKAT NASIONAL. B)PENDOKUMENTASIAN PRAKTEK TERBAIK TERSEBUT DALAM BUKU, CD DSB.

PRAMUKA; KANTIN KEJUJURAN;UKS; PMR; PERLOMBAAN/ OLIMPIADE SAINS & OR; SEKOLAH HIJAU; PENDIDIKAN ANTI KORUPSI; PENDIDIKAN TERTIB LALU LINTAS 40

KEGIATAN PENDIDIKAN KARAKTER - 2010 PROGRAM 100 HARI KEMDIKNAS (PENGEMBANGAN BUDAYA & KARAKTER BANGSA/BKB)

SARASEHAN NASIONAL PENGEMBANG AN BKB (14JANUARI 2010)

PENYUSUNAN DESAIN NASIONAL & KEMDIKNAS

PENYUSUNAN BAHAN PELATIHAN PELAKSANAAN T.O.T PELATIHAN PENGAWAS & KS OLEH LPMP & P4TK PELATIHAN GURU OLEH DIREKTORAT TERKAIT BANTUAN TEKNIS PROFESIONAL TPK PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA PELAKSANAAN PERINTISAN DI 125 SEKOLAH DARI 16 PROPINSI 16 KAB/KOTA PENGEMBANGAN MODEL-MODEL IDENTIFIKASI ‘BEST PRACTICE’

41

Prinsip  Berkelanjutan  Melalui

Semua Mata Pelajaran  Pengembangan Diri dan Budaya Satuan Pendidikan  Nilai tidak Diajarkan tapi dikembangkan melalui Proses Belajar  Proses Pendidikan dilakukan Peserta Didik secara aktif dan Menyenangkan. 42

RUJUKAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN KARAKTER KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

43

KEBIJAKAN NASIONAL PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA TAHUN 2010-2025

44

45

PANDUAN PELATIHAN PENDIDIKAN KARAKTER

46

PEDOMAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER

47

PANDUAN KARAKTER SMP

48

“BESTPRACTICE’ PENDIDIKAN KARAKTER

49

CAKRAM PADAT (CD) “BESTPRACTICE’ PENDIKAR SMP

50

BUKU MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI

51

52

53

54

BUKU RUJUKAN LAIN PENDIDIKAN KARAKTER

55

BUKU Indonesian Heritage Foundation (IHF)

56

REFERENSI PENTING KARAKTER Handbook of Moral and Character Education

57

58

KANTIN KEJUJURAN

59

BOKS PANCASILA

60

Penerapan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi di Indonesia 3 Nilai Karakter yaitu (CAK) : Cerdas, , Kreatif

ITS

7 Karakter : UNJ Jujur, Terbuka, Disiplin, Komitmen, Tanggungjawab, Menghargai dan menghormati dan Berbagi.

UNCE N

3 Sehat, 36 Sempurna: Pikiran, Hati dan Badan (Jujur,Iman dan bertaqwa, Amanah, Adil, Bertanggungjawab, Berempati, Berani mengembil resiko, Pantang menyerah, rela berkorban, Berjiwa Patriotik, Peduli, Ramah, Santun, Rapih, Nyaman, Saling menghargai, Toleransi, Suka Menolong,Gotong-royong, Nasionalis, Kosmopolit, Mengutamakan Kepentingan Umum, Bangga menggunakan Bahasa dan produk Indonesia, Dinamis, Kerja keras, Beretos Kerja, Tangguh, Bersih dan sehat, Disiplin, Sportif, Berdaya Tahan, Bersahabat, Kooperatif, Determinatif, Kompetitif, Ceria dan gigih).

Soft Skills dan Hard Skills, Melalui 10 Karakter: Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kejujuran, santun dan akhlak mulia, Kesehatan Jasmani dan Rohani yang baik, Wawasan Ilmu Pengetahuan yang luas, Produktivitas yang tinggi untuk berkarya dan berprestasi, Nilai Toleransi dan kemampuan pengembangan diri, Nilai Patriotis, Disiplin dan tanggungjawab, Nilai keteratan dalam urusan dan nilai Kemandirian dalam kemampuan bekerja sama dan memiliki kepedulian serta bermanfaat bagi sesama.

IPB

61

Penerapan Nilai Karakter Perguruan Tinggi di Indonesia

12 Pengembangan Karater

(Menyayangi Sesama, Berlaku Jujur, Bertanggungjawab, Menegakkan Disiplin, Berlaku Adil, Berkolaborasi dan Bersatu, Meningkatan Kreativitas, Belajar dan Berilmu, Mencegah Kemungkar, Menjaga Kedamain dan Mensyukuri Nikmat dan Berlaku Sabar). UPIYPTK

9 Pilar Pendidikan Karater (Cinta Tuhan dan Kebenaran, Bertanggungjawab, disipilin dan mandiri, Mempunyai Amanah, Bersikap hormat dan santun, Mempunyai rasa kasih sayang, kepedulian dan mampu bekerjasama dengan orang lain, Percaya diri, kreatif dan pantang menyerah, Mempunyai rasa keadilan dan sikap kepemimpinan , Baik dan rendah hati dan Mempunyai toleransi dan Cintai Damai). UNIMED

STAR, dengan 5 Nilai Karakter (Kemandirian, kreatif, inovatif,kepercayaan dan kepemimpinan mahasiswa, Motivasi tinggi untuk belajar, Patrap Triloka Dasar: Ing ngarsa san tulada (keteladanan), Ing Madya Mangun Karsa (pemberdayaan), Tut Wuri Handayani (pengendalian), Keharmonisasian dalam komunikasi Akademik, Sinergi bagi para pemangku kepentingan. Dosen dapat ditingkat karakter dengan: SCAN: semangat, cinta aktualisasi dan nurani dan PACE: peduli, aktualisasi, cinta dan educakasi). 62 UGM

ITB

6 Nilai Karakter ,

UI

Kebijakasanaan dan Pengetahuan(kreativitas, keingintahuan,keterbukaan, kecintaandalam belajar dan prespektif), Keberanian (kestrian,kegigihan, integritas dan vitalitas), Kemanusian (cinta kasih, kebaikan, inteligensi sosial), Keadilan (kewarganegaraan, kesetaraan, kemampuan), Kendali Diri (memaafkan dan mengasihani, kerendahan hati, kesederhanaan, prudence, pengelola diri), Transendensi (Apreseasi terhadap keindahan dan kesempurnaan rasa syukur, harapan, humor, spiritualitas/kepercayaan dan dan keyakinan dan bertujuan). Un. Sanata Dharma

Hard Skills, Soft Skills dan Life Skills, melalui 5 Nilai Karakter : Kepemimpinan, Nasionalisme, Profesionalisme, Ke Tuhanan dan Integritas.

Prinsip Karakter 3 C, dengan pedagogi IGNASIAN: 1. Competence, (unsur-unsur pengetahuan dan ketrampilan), 2. Concience (moral, prinsip, tanggungjawab, kejujuran, mandiri, kebebasan, keterbukaan, memiliki semangat pembelajar, kesadaran/eling, kewaspadaan/prudent, konsekwen dan keseimbangan), 3. Compassion (untuk berbela rasa pada sesama dan lingkungan: peduli, peka, rela dan tanggap). 63

BELAJAR KARAKTER DARI BANGSA JEPANG

Sumber: Hasuna_natsuko/Twitter

64

65

66

PROGRAM PENDIKAR 2011

67

NAMA KEGIATAN

JUMLAH PESERTA

ASAL PESERTA

ALOKASI WAKTU

DITJEN DIKDAS Pelatihan Sekolah SD, SMP, MTs Negeri dan Swasta oleh Master Trainer Pendidikan Karakter

650.000 org di 215.000 sekolah (3x215000)

Kepsek, 4 jam Bendahara, dari 3 Komite hari Sekolah

Insersi Materi Pendidikan karakter pada Sosialisasi BOS SMP untuk Master Trainer

1.000 org

Seluruh SMP/ MTs

4 jam dari 3 hari

68

NAMA KEGIATAN

JUMLAH PESERTA

ASAL PESERTA

ALOKASI WAKTU

DITJEN DIKMEN Pelatihan Kepsek SMK 9.161 org pada saat penerimaan BOM Pelatihan Training Camp 966 org siswa Pendidikan Karakter SMK Pengembangan KTSP 1.620 sekolah SMA Workshop Pemberian Block Grant SMA

Kepala Sekolah SMK Dewan Senat SMK Sekolah

1.620 sekolah sekolah

69

NAMA KEGIATAN

JUMLAH PESERTA

ASAL PESERTA

ALOKASI WAKTU

DITJEN DIKTI Pengembangan/ Pelatihan Karakter Mahasiswa

15.000 org

Mahasiswa 4 jam dari 3 hari

Pengembangan Model Pendidikan Karakter PT

20 PT

Perguruan Tinggi

Identifikasi Best Practice 10 PT Pendidikan Karakter PT

Perguruan Tinggi 70

NAMA KEGIATAN

JUMLAH PESERTA

ASAL PESERTA

ALOKASI WAKTU

BPSDM Pelatihan Pendikar diinsert pada proses sertifikasi guru Pelatihan peningkatan kompetensi kepala sekolah dan pengawas

300.000 org / tahun

Guru

44.000 org

Penguatan Kepala Sekolah Penguatan Pengawas Sekolah

10.000 org

38000 kepsek dan 6000 pengawas Kepala Sekolah Pengawas Sekolah

13.900 org

7 hari

5 dari 55 jam 5 dari 55 jam 71

NAMA KEGIATAN

JUMLAH PESERTA

ASAL ALOKASI PESERTA WAKTU

BALITBANG Piloting pendidikan karakter, belajar aktif, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.

Seminar pendidikan karakter oleh lembaga penyelenggara pendidikan karakter.

250 SAP dari 33 kab/kota dari 33 provinsi

16 Lembaga di 16 Propinsi pelaksana perintisan 2010

72

NAMA KEGIATAN

JUMLAH PESERTA

ASAL PESERTA

ALOKASI WAKTU

BALITBANG Piloting pendidikan karakter, belajar aktif, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.

250 SAP dari 33 kab/kota dari 33 provinsi

Seminar pendidikan karakter 16 Lembaga di oleh lembaga penyelenggara 16 Propinsi pendidikan karakter. pelaksana perintisan 2010

STAF AHLI MENTERI Kajian Pendidikan Karakter 73

PENUTUP Menutup presentasi ini, untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan program kebijakan pendidikan nasional, termasuk dalam pendidikan karakter ini, saya menyampaikan tiga hal yang menjadi pesan bapak Menteri Pendidikan Nasional 74

1)

Seluruh pemangku kepentingan pendidikan nasional harus berbagi sarana-prasarana. Untuk pelaksanaan pendidikan karakter, termasuk juga program pendidikan yang lain, tidak ada fasilitas yang tertutup bagi yang lain, jika dibutuhkan. 75

2. a) Semua berbagi dan bersinergi dalam muatan/substansi. Segala kegiatan sosialisasi, penguatan kapasitas, penerapan di sekolah sampai pada monitoring dan pengawasannya harus mengacu kepada panduan kebijakan yang telah ditetapkan. Harus terjadi sinergi antara satuan kerja dengan satuan kerja lainnya di Kementerian Pendidikan Nasional, termasuk BALITBANG, PUSKURBUK dengan satuan kerja yang lain.

76

ďƒ˜ b)Semua

harus berbagi dan bersinergi dalam pemanfaatan sumber daya pelatih dari berbagai sumber: dosen, widyaiswara (LPMP dan P4TK), tim pengembang kurikulum (TPK) di propinsi dan kab/kota, kepala sekolah, pengawas, dan guru yang telah mendapat sertifikat sebagai pelatih. Oleh karena itu semua pelatih harus dibuatkan data basenya. 77

3) Memanfaatkan dan memaksimalkan peranan multimedia. Segala bahan kebijakan, panduan, cd dan film-film contoh pendidikan karakter diunduh dan dapat diakses oleh yang lainnya dengan mudah ke dalam Portal Nasional Pendidikan Karakter.

78

PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU SECARA BERKELANJUTAN (CONTINOUS PROFESIONAL DEVELOPMENT)

2.783.321 GURU 258.047

DESA KECAMATAN

SEKOLAH 1 x 5500 Kec KKG SD Guru

3 x 441 Kab KKKS SD Kepsek

1 x 441 Kab KKPS SD Pengawas

BlockGrant

PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU SECARA BERKELANJUTAN (CONTINOUS PROFESIONAL DEVELOPMENT)

2.783.321 GURU

258.047 SEKOLAH

KAB / KOTA

PROPINSI

6 x 441 3 x 441 1 x 441 MGMP SMP MGMP SMA MGMP SMK

MGMP SLB

Asosiasi Guru

Asosiasi KEPSEK

3 x 441 MKKS

1 x 441 MKPS

Asosiasi Pengawas

Forum Ilmiah

30 LPMP 13 LPTK Negeri, 19 FKIP Univ. Negeri 237 LPTK Swasta

12 PPPPTK

Forum Ilmiah

BlockGrant

BlockGrant

SKENARIO PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN LPTK/FKIP

- Asosiasi MGMP - Tim Pengembang Kurikulum Propinsi - Asosiasi MGMP - Tim Pengembang Kurikulum Kabupaten

KKG

DINAS PENDIDIKAN

LPMP/P4TK

PROPINSI KABUPATEN/KOTA

KECAMATAN

PENGAWAS 23.000

SEKOLAH

2.607.311 GURU

260.000 81

TERIMA KASIH http://pendikar.dikti.go.id

82


KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER