Page 49

Memperbaiki Adherence: Beberapa Tips untuk Petugas Kesehatan • Selalu ajukan pertanyaan terbuka kepada pasien, yakni pertanyaan yang jawabannya bukan sekadar ‘ya’ atau ‘tidak’. Dorong pasien untuk memberikan jawaban yang elaboratif. • Setelah menjelaskan mengenai pentingnya minum obat secara teratur dalam jangka panjang, dokter bisa menyampaikan bahwa adherence adalah masalah semua orang, termasuk dokter sendiri. Dokter, misalnya, bisa berempati dengan mengatakan, “Saya juga sering punya masalah minum obat antihipertensi pada waktunya.” Akhiri dengan pertanyaan, “Bagaimana sebaiknya saya membantu Anda?” • Sarankan pasien untuk menyimpan cadangan obat, dan membawanya di tas jika ia kerap bepergian. • Sarankan pasien untuk menghubungkan kegiatan minum (menggunakan obat) dengan kegiatan rutinnya setiap hari. Misalnya setelah sikat gigi pagi, atau setelah makan siang, atau sambal minum segelas air sebelum tidur. Cari tahu tentang rutinitas pasien dan ajukan saran yang kreatif. • Jangan mengasumsikan bahwa apoteker akan menjelaskan cara menggunakan obat, apalagi menjelaskan efek sampingnya. Dan jangan berasumsi bahwa pasien mengerti instruksi hanya dengan membaca tulisan di label kemasan obat. Dokter harus memastikan. • Cari tahu apakah ada masalah keuangan yang potensial menghalangi, dan bantu pasien untuk mencari skema penyelesaian yang paling mungkin. • Yakinkan pasien bahwa minum obat teratur dan memperhatikan kesehatan sendiri dalam jangka panjang BUKAN hal yang egois. Itu justru adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab pasien kepada keluarganya.

49

Dokter, Teruslah Belajar. Refleksi 70 th Perjalanan  

Sebuah tulisan dari Prof Zubairi Djoerban tentang refleksi 70 tahun dari Prof Zubairi Djoerban.

Dokter, Teruslah Belajar. Refleksi 70 th Perjalanan  

Sebuah tulisan dari Prof Zubairi Djoerban tentang refleksi 70 tahun dari Prof Zubairi Djoerban.

Advertisement