Page 34

Penurunan angka risiko anestesia di banyak negara secara bemakna terjadi setelah ada perbaikan dalam pelatihan, peralatan dan obat-obatan, serta dimulainya penerapan standard dan protokol anestesia. Termasuk penerapan standar baku monitor anestesia dengan pulse oximetry dan kapnografi. Sayangnya perbaikan ini belum dinikmati secara merata. Masalah yang dihadapi di beberapa negara berkembang masih jauh lebih serius. Angka mortalitas yang bisa dihindari mencapai 1:3000 di Zimbabwe, 1:1900 di Zambia, 1:1500 di Malawi, dan 1:1150 di Togo. Besaran Masalah Masalah keamanan pasien (pasient safety) sudah cukup lama mendapatkan perhatian dunia medis karena dampaknya yang besar terhadap hasil (outcome) pengobatan dan biaya yang harus ditanggung pasien. Secara sederhana keamanan pasien diterjemahkan sebagai terbebasnya pasien dari cidera atau akibat yang dialami selama berada dalam perawatan medis, baik di rumah sakit ataupun klinik. Keamanan pasien bisa berupa efek samping pengobatan, kesalahan klinis yang dilakukan petugas medis baik sengaja ataupun tidak, dan juga kejadian nyaris-mati (near-miss) pada persalinan. Untuk pasien, bebas dari cidera atau kejadian tidak dikehendaki selama perawatan penting, terutama terkait dengan asuransi. Ada banyak jenis kejadian tak diinginkan yang bisa mengancam keamanan pasien ketika berada dalam proses pengobatan. Tidak hanya salah obat seperti kasus di atas, tetapi juga kesalahan dalam penggunaan alat-alat medis, salah identifikasi, salah bedah, infeksi nosokomial atau infeksi karena kuman-kuman yang memang banyak klinik dan rumah sakit, salah dalam pemberian transfusi, hingga pasien terjatuh dari tempat tidur. Masih dari data WHO, lembaga ini pada 2014 menyebutkan bahwa keamanan pasien masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat global yang serius. Estimasi yang ada menunjukkn satu dari 10 pasien mengalami masalah tambahan ketika sedang dirawat. Selain itu dari setiap 100 pasien rawat pada waktu tertentu, sebanyak tujuh pasien di negara maju dan 10 34

Dokter, Teruslah Belajar. Refleksi 70 th Perjalanan  

Sebuah tulisan dari Prof Zubairi Djoerban tentang refleksi 70 tahun dari Prof Zubairi Djoerban.

Dokter, Teruslah Belajar. Refleksi 70 th Perjalanan  

Sebuah tulisan dari Prof Zubairi Djoerban tentang refleksi 70 tahun dari Prof Zubairi Djoerban.

Advertisement