Page 15

F. Kriteria Penilaian dan Keberhasilan Proposal Setelah proposal lolos dari seleksi administrasi selanjutnya proposal akan dinilai dari segi: 1. Kelayakan Teknis Fungsional Program ini diharapkan menghasilkan alat, model, sistem, piranti lunak (software) atau produk lain yang secara teknis dapat diaplikasikan dan relevan dengan kebutuhan; 2. Manfaat terhadap dunia pendidikan, terutama pendidikan dasar secara luas; 3. Dampak Lingkungan yang positif; 4. Memberikan solusi masalah yang diahadapi oleh Dinas Pendidikan, Sekolah, Siswa, Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 5. Kelanjutan program dimasa mendatang (sustainability). Proposal yang diajukan akan dinilai berdasarkan aspek-aspek penilaian sebagai berikut: 1. Relevansi (bobot 40%) Usulan yang diajukan harus memiliki relevansi dengan tujuan hibah secara keseluruhan yaitu Inovasi Teknologi dan Informasi (TIK) untuk Pendidikan. 2. Tingkat Cakupan (bobot 20%) Usulan harus mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. 3. Atmosfer pembelajaran (bobot 20%) Usulan yang diajukan harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik, meningkatkan motivasi belajar yang lebih tinggi, meningkatkan kreativitas dan daya juang serta dapat menstimulasi siswa untuk menggairahkan iklim akademik di lingkungan sekolah. 4. Sustainability (bobot 20%) Usulan yang diajukan harus menunjukkan bahwa rencana yang diajukan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak tergantung pada dana hibah. Selain metode yang dikembangkan juga harus dapat dimanfaatkan oleh orang lain dan dapat menjadi model bagi pelaksanaan pendidikan di sekolah lain. Untuk menjamin keberlanjutan hasil program inivasi ini maka harus dituangkan dalam aturan dan prosedur atau mekanisme yang dibakukan.

15

Proposal  
Proposal  

proposal Inovasi

Advertisement