Issuu on Google+


2

BESTARI

JENDELA

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Salam Redaksi Selamat Datang pada Terowongan Gelap Selanjutnya Kemeriahan Agustus kembali mewarnai Universitas Muhammadiyah Malang. Namun, Agustus kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya semarak pesta kemerdekaan RI yang akan memeriahkan, sebab satu acara besar akan menambah semarak Agustus di Kampus Putih ini, yaitu widusa Periode III tahun 2009. Wisuda menjadi satu tanda keberhasilan seseorang. Berhasil dalam menamatkan studinya dan berhak untuk mendapat gelar sarjana. Pencapaian tersebut tentu tak mungkin didapatkan dalam satu malam. Artinya, banyak hari dan perjuangan yang dilakukan untuk sampai pada titik keberhasilan itu. Menantang diri kita untuk mampu mengalahkan segala godaan untuk mampu sampai pada titik itu. Jika kuat dan tahan banting, maka terowongan gelap dan panjang itu akan mampu dilewati, hingga kita menemukan terowongan baru yang lebih gelap dan lebih panjang untuk dilewati. Bukan sebagai pelemah semangat hidup kita, tapi tantangan untuk menguji ketahanan diri sebagai manusia tangguh. Hanya manusia-manusia berani yang akan sukses menjadi manusia tangguh. Banyak hal yang dapat dilakukan setelah wisuda. Salah satu pilihannya adalah melanjutkan studi, apalagi dengan memanfaatkan peluang beasiswa yang bertebaran. Hanya manusia yang lolos kualifikasi yang berhak akan itu. Maka persiapkanlah diri Anda untuk mampu memenuhi bahkan melebihi kualifikasi tersebut. Rubrik Laporan Utama memuat peluang beasiswa S1, S2 maupun S3 di dalam dan luar negeri. Bulan Agustus ini nampaknya menjadi bulan panen prestasi bagi UMM. Berbagai kemenangan baik berskala nasional hingga internasional berhasil dikantongi. UMM mendapat emas di PIMNAS 2009, Juara I Kontes Jembatan Indonesia, Terbaik dalam Kategori Metode Kerja dan Pelaksanaan Tercepat Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia 2009, Juara 1 Liga Mahasiswa se-Karesidenan Malang yang mengantar Kampus Putih pada ajang bergengsi Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA), kemudian UMM menjadi satu-satunya universitas di ASEAN yang menerima ASEAN Energy Award 2009. Semua prestasi gemilang itu bisa Anda simak di Rubrik Suara Kampus. Akhirnya, segenap crew Bestari mengucapkan selamat kepada wisudawan-wisudawati. Selamat menempuh terowongan yang lebih gelap dan lebih panjang. Hanya keberanian yang mampu membawa Anda berhasil melewatinya. Jangan pernah menyerah. SEMANGAT!!!

Redaksi

Dapur Redaksi

zack/Bestari

Serius: Wapemred Bestari sedang memantau hasil kerja crew di layar monitor.

Desain Cover : M. Zakiya Al Khalim Foto Cover

: Henny Andaresni M.

alif/Bestari

TERA Memelihara Spirit Pasca Wisuda Wisuda sarjana yang kemudian disertai penerimaan ijazah, merupakan bentuk pengakuan formal bahwa suatu jenjang tertentu telah diselesaikan. Kebijakan wisuda empat kali dalam satu tahun seperti yang dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membawa konsekuensi tersendiri. Tidak semata-mata, bahwa setiap tiga bulan sekali dihelat upacara pengukuhan wisuda, sebagai pertanda telah diselesaikannya pergumulan studi dengan berbagai proses aktivitasnya. Tidak juga dimaknai sebagai pertanda telah selesainya segala urusan akademik dan tanggung jawab sebagai mahasiswa, dalam tataran dan jenjang apapun. Tidak berarti pula boleh padamnya atau meredupnya spirit pencarian, kreativitas, inovatif, daya juang dan peningkatan diri, sebagaimana pada masa-masa perkuliahan. Tiga bulan sekali, mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi) tidak perlu menunggu lama untuk segera diwisuda dan mendapatkan ijazah. Dengan ijazah tersebut, dapat diambil langkah cepat, segera berkompetisi untuk bekerja, baik menciptakan kerja maupun mencari kerja, atau melakukan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebaliknya, bagi mahasiswa yang belum lulus atau tinggal tugas akhir, akan senantiasa terpacu jika tidak ingin malu karena rekan-rekannya sudah segera berlalu. Bukan rahasia lagi, bahwa penyelesaian tugas akhir adalah ‘momok’ tersendiri bagi mahasiswa. Faktor kedisiplinan mengatur waktu, kegigihan, kemandirian, dan ketangguhan akan menjadi penentu, di samping faktorfaktor lain. Kalau sebelumnya bisa ‘terlena’ dengan masih lamanya waktu wisuda, sekarang bisa terhenyak. Rasanya baru kemarin pengukuhan wisuda, sekarang sudah kembali diadakan. Spirit berkompetisi dan disiplin diri menjadi tuntutan dan kebutuhan. Pasca wisuda merupakan masa transisi yang cukup berat. Wisudawan yang telah memiliki soft skill yang memadai semisal keterampilan berkomunikasi

(Communication Skill), analisis (Analytical Skill), melihat kenyataan (Ability to see reality) dan sebagainya, tentu lebih siap menghadapinya. Tetapi bagi yang tidak menyiapkan bekal memadai di luar proses belajar mengajar di kampus, tentu tidak mudah. Sering diperlukan aktivitas tambahan untuk ’menambal’ kekurangan lewat kursuskursus tambahan, pelatihan, dan sejenisnya. Pulang ke daerah tanpa disertai kemampuan dan keinginan untuk senantiasa meng ’upgrade’ diri, berkomunikasi dengan almamater, memanfaatkan jaringan komunikasi dan informasi, dan simatupang (siang malam tunggu panggilan) menambah tekanan psikhologis tersendiri. Dengan tidak membiarkan waktu tunggu terlalu lama serta tidak memilihmilih pekerjaan awal adalah pilihan cerdas. Sering, mereka yang sudah mapan, menemukan pekerjaan yang sesuai setelah memiliki network ketika menjalani aktivitas di pekerjaan pertamanya, yang belum tentu sesuai dengan disiplin ilmunya. Selain itu, dengan tidak pilih-pilih, pekerjaan pertamanya telah memberinya pengalaman, dan kesempatan untuk meng’upgrade’ diri. Banyak peluang kerja, baik lewat media cetak, apalagi media elektronik, seperti yang ada di situs kerja, karir.com, ataupun id.jobstreet.com. Sangat ironi, bila di satu sisi demikian banyak pencari kerja bingung mendapatkan perkerjaan, di satu sisi banyak lowongan kerja yang belum mendapatkan tenaga. Tentunya, hal-hal yang belum dimiliki terkait dengan persyaratan/ tuntutan kerja dapat dicermati dan dicukupi sesuai kesempatan dan waktu yang dimiliki. Asal spirit masih dipunyai, sebagaimana ketika masih belum diwisuda. Bagi mereka yang memanfaatkan kesempatan untuk studi lebih lanjut, sebenarnya peluang sangat besar. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan peningkatan anggaran pendidikan dan upaya peningkatan SDM Indonesia.

Juwono Sudarsono, sebagaimana pernah dimuat harian Nasional mengemukakan, bahwa SDM Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. SDM Indonesia yang bergelar PhD hanya sekitar 7000 orang. Sementara, Filipina yang hanya berpopulasi 80 juta orang saja, memiliki SDM bergelar PhD 12.000 orang. Hal ini berarti masih sangat diperlukannya peningkatan SDM, sekaligus bermakna banyak peluang yang tersedia. Sikap pesimis yang dikaitkan dengan keterbatasan dana adalah wajar. Apalagi jika dikaitkan dengan status sebagai sarjana yang belum bekerja. Namun, realita di lapangan juga menunjukkan, begitu banyak beasiswa baik dalam dan luar negeri, baik program magister maupun doktor, yang tidak terserap. Demikian banyak informasi lewat media cetak maupun situs-situs di internet seperti www.millsbeasiswa.com,info scholarship, dikti.org, dan lainnya, yang belum dimanfaatkan. Sama ironisnya dengan demikian banyak peluang kerja, namun tidak dapat dipenuhi oleh pencari kerja. Ketidakterserapan di atas, tidak terlepas dari ketidaksiapan dalam memenuhi persyaratan pemberi beasiswa. Kesempatan yang dipunyai pasca wisuda tentunya dapat dimanfaatkan juga untuk melakukan penambahan dan peningkatan pengetahuan maupun keterampilan sebagaimana yang dipersyaratkan. Tentu saja ini memang tidak mudah. Tetapi itu juga merupakan langkah yang ’smart’ untuk peningkatan kualitas diri, kualitas SDM bangsa, sekaligus juga tetap memelihara spirit positif yang dipunyai ketika menyelesaikan studi sebelumnya. Sebagaimana dikatakan Mario Teguh, pakar motivator, bahwa “Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan”. Bagaimana?

Joko Widodo Pemimpin Redaksi Bestari

Penanggungjawab: Muhadjir Effendy. Pengarah: Mursidi, Sujono. Pemimpin Redaksi: Joko Widodo. Pemimpin Usaha: Agus Santoso. Wakil Pemimpin Redaksi: Nurudin. Sidang Redaksi: Santi Prastiyowati, Cekli Setya Pratiwi, Moch. Wakid, Warsono, Hany Handajani, Azhar Muttaqin, M. Salis Yuniardi, Nur Alif M, Djoni Djunaedi, Sugeng Puji Leksono, Indah Dwi Pratiwi. Redaksi Pelaksana: Henny Andaresni, Khusnul Amin, Nur Alifah. Staf Redaksi/Reporter: Tis’atul Z., Nurissyarifatul I., Zahrus Abi H., Vella A.N., Wibi P., Puteriani A., Silvia R., Fuad H., Tutik N., Devi A., Dewi T., Rahmi. Fotografer: Erik Purnama Putra. Setting Lay-Out/Desain Grafis/ IT & Periklanan: Zakiya Al Khalim. Tata Usaha/Sirkulasi: Siswanto.

BESTARI

Redaksi menerima tulisan para akademis Mahasiswa dan Praktisi melalui karya tulis secara bebas dan kreatif. Tulisan tidak selalu mencerminkan pendapat redaksi. Tulisan yang dimuat akan mendapatkan imbalan. Redaksi berhak menyunting tulisan yang akan dimuat tanpa merubah isi. Pengiriman tulisan Paling lambat tanggal 10 tiap bulan. Iklan baris Rp.5000/brs, maksimal 5 baris. Iklan Kolom: minimal 1/16 halaman Rp. 155.000 (bw). Ukuran lain, silahkan datang ke kantor Redaksi Bestari. Isi di luar tanggung jawab percetakan. Biaya ganti cetak Rp. 1.750/eks

Universitas Muhammadiyah Malang Gedung Student Center Lt.1 Kampus III UMM, Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Telp. (0341) 464318 Psw. 199 Fax. (0341) 460782 e-mail: redaktur_bestari@yahoo.com

ISSN:0215-206X

STT:SK Menpen No.1147/SK/Ditjen PPG/STT/1987 Tgl.27 Oktober 1987


SERAMBI KAMPUS

BESTARI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

UMM Dipercaya Menjadi PSG

S

alah satu bukti keberhasilan suatu lembaga adalah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah. Dengan diberi kepercayaan, hal ini membuktikan lembaga tersebut telah diterima yang kemudian akan memudahkan lembaga untuk berkembang menjadi lebih baik. Karena kepercayaan itulah, setelah menjalani beberapa proses evaluasi, akhirnya Kampus Putih mendapatkan amanah dari Dirjen Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan menjadi Panitia Sertifikasi Guru (PSG) rayon 44.

PSG Rayon 44 UMM tersebut juga menjelaskan bahwa untuk memprofesionalkan guru harus dilakukan melalui empat bidang. Pertama, bidang pedagogik yaitu pengelolaan pembelajaran dan pendidikan. Kedua, bidang akademik yaitu mengenai keilmuan yang sudah diampu oleh seorang guru. Ketiga, bidang sosial meliputi hubungan guru dengan siswa, guru dengan guru, dan guru dengan wali murid. Keempat, aspek kepribadian. Di sini seorang guru harus bisa menjadi teladan serta model yang bagi para murid baik dari segi penampilan maupun sopan santun

Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Gigit Mujianto menjelaskan bahwa sebelum menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) induk, UMM pernah menjadi LPTK mitra dari Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 44. “Karena dirasa UMM telah menjalankan amanah dengan baik serta telah memenuhi syarat akademik dan manajerial,” ungkapnya. Tujuan diselenggarakanya SG adalah meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru. Seperti kata Dekan FKIP UNISMA, Nur Fajar Arifin. “Tujuan utama diadakanya SG untuk memprofesionalkan guru di segala bidang serta meningkatkan kesadaran bagi setiap guru bahwa mereka akan memperoleh tunjangan profesi dari pemerintah,” ujar pria 39 tahun tersebut. Keberhasilan UMM dipercaya menjadi LPTK induk atau penyelenggara SG semakin menambah citra positif Kampus Putih. Berdasar Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2009, UMM mempunyai LPTK mitra yaitu UNISMA, UNIDA, STKIP PGRI Blitar. Nur yang menjabat wakil ketua

Dipilih Secara Selektif Mengenai kelulusan kegiatan ini, tidak semua guru bisa memperoleh sertifikat setelah mengikuti diklat. Ada dua jalur yang bisa ditempuh. Pertama, jalur sertifikasi melalui jalur portofolio. Di sini seorang guru harus menyetor semua berkas-berkas berupa portofolio yang nantinya akan dikoreksi serta diverifikasi kelayakanya. Dari portofolio yang terkumpul, jika ada yang tidak memenuhi kriteria, maka mereka harus mengikuti diklat. Kedua, jalur langsung di mana seorang guru bisa langsung menyerahkan sertifikat yang dimiliki serta dokumen-dokumennya. Namun, bila masih tidak layak juga maka mereka harus mengikuti diklat kembali. Sementara itu, Gigit menjelaskan bahwa tidak semua guru bisa mengikuti sertifikasi tersebut. Ada persyaratan tersendiri agar seorang guru bisa mengikutinya. “Mereka harus seorang guru tetap dan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mereka akan diseleksi di daerahnya masingmasing serta sekurang-kurangnya pernah menjabat selama lima tahun,” ungkapnya. Berkenaan dengan peserta, Gigit

3

umam/Bestari

Menumpuk: Salah seorang petugas sertifikasi guru 2009 sedang merapikan berkas-berkas portofolio guru dari berbagai tingkatan.

juga menjelaskan bahwa peserta sertifikasi guru telah ditentukan dalam buku panduannya. Pesertanya meliputi guru-guru dari daerah Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar dengan kuota 3409 orang guru. Sementara itu, terkait dengan tahapan-tahapan PSG, Nur Fajar Arifin menerangkan bahwa tahapantahapanya dimulai dari penerimaan berkas (portofolio, red), pengelolaan berkas, penilaian, pengumuman hasil penilaian, diklat, pengumuman hasil diklat, dan terakhir pemberian sertifikat. “Oleh sebab itu dibentuklah satgas-satgas sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dalam SK Menteri dalam rangka membantu panitia inti karena tahapannya cukup lama dan berat sehingga tugas ini akan bisa

terlaksana secara maksimal,” jelas pria yang pernah menjadi PSG Rayon 15 UM tersebut. Pembentukan Panitia Sertifikasi Guru ini telah terpadu dan ditentukan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi secara Nasional. Mulai dari pedoman-pedoman pelaksanaan SG sampai jumlah panitianya secara rinci telah dibukukan secara resmi agar tidak melenceng dari tujuan utamanya yaitu meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru. “Jadi penyelenggaraan kegiatan ini sungguh tidak main-main karena ditentukan secara nasional bukan lokal yang sering kali asal-asalan dalam kinerjanya,” ujar dekan UNISMA yang bergelar doktor tersebut.

Kebanggaan Kampus Ditunjuknya UMM sebagai PSG

induk, merupakan penghargaan tersendiri bagi Kampus Putih. Seperti diungkapkan Ririn Dwi Agustin dan rekan-rekannya selaku anggota PSG UMM. “Dengan menjadi PSG induk, citra UMM menjadi semakin baik, lebih terpercaya, sehingga bisa juga untuk promosi,” ujar gadis ramah yang bertindak sebagai divisi data dan informasi PSG. Mengenai asal dan jumlah peserta sertifikasi, Ainur Rofiq selaku staf bagian kesekretariatan mengatakan bahwa peserta berjumlah sekitar 4000 peserta. “Itu sudah meliputi mereka dari semua jenjang dan mata pelajaran yang berasal dari Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Blitar, dan kota Blitar,” jelas lulusan Jurusan Ilmu Pemerintahan UMM tersebut. pmg_fik/ mg_rom

EKSKLUSIF

Harapkan Guru Miliki Tanggung Jawab Moral Menjadi Perguruan Tinggi induk dalam menjalankan kepanitiaan sertifikasi guru merupakan penghargaan tersendiri bagi UMM. Hal itu merupakan bukti kepercayaan dan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan Kampus Putih di Kota Malang. Sebagai kampus unggulan di Jawa Timur, tentunya UMM berusaha menjalankan sebaikbaiknya amanah itu. Bagaimana UMM menjalankan kepantiaan itu? Berikut wawancara reporter Bestari, Ika Romika Mawaddati dengan Ketua Panitia Sertifikasi Guru (PSG) UMM Rayon 44, Drs. Fauzan, M.Pd.

S1 tapi masa kerja sudah mencapai 20 tahun dan umur sudah 50 tahun misalnya, maka dia berhak sertifikasi.

Apakah jabatan guru di sekolah mempengaruhi dalam hal sertifikasi? Tidak ada pengaruhnya. Tapi memang untuk 2009 peserta sertifikasi meliputi guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Siapa yang menentukan persyaratan dalam sertifikasi? Dari Direktorat Ketenagaan, Pendidikan Tinggi (Dikti). Tepatnya Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).

Seperti apa portofolio dalam sertifikasi? Portofolio artinya adalah rekam Siapa saja yang berhak mengi- jejak, yang mana ada 10 komponen kuti sertifikasi? yang harus dipenuhi. Salah satunya Guru Negeri atau Pegawai Negeri adalah sertifikat-sertifikat yang Sipil (PNS) dan Guru Tidak Tetap dimiliki seorang guru. (GTT) yang memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Berapa lama proses sertifikasiDaerah (Pemda). Artinya, sertifikasi nya? seorang guru berdasarkan pertimJadi ada dua mekanisme dalam bangan. Di antara pertimbangannya sertifikasi. Pertama adalah mekanisadalah masa kerja, kualifikasi pen- me yang harus ditempuh oleh sertifididikan guru yang bersangkutan, kator atau peserta dan mekanisme sudah S1 apa belum, dan usia seo- yang harus ditempuh oleh PSG. rang guru. Contoh jika dia belum Mekanismenya melalui tes, peng-

umuman kelulusan, kemudian pembekalan asesor. Setelah itu baru melakukan tugas sertifikasi. Kemudian bagi guru peserta sertifikasi harus menyusun portofolio dan mengirimkannya ke Dinas Kabupaten dan Kota, lalu di kirim ke PSG.

Bagaimana yang tidak lulus? Yang tidak lulus diperbolehkan mengikuti tahun berikutnya. Jadi pengertianya bukan tidak lulus, tapi memang kelulusan itu ada sarana portofolio. Maksudnya, jika portofolio dianggap belum mencapai skor maksimal, maka dia diikutkan Program dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang didalamnya ada pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan spesifikasi bidangnya. Berapa prosentase kelulusan di setiap PSG? Kelulusan mengikuti aturan standar penilaian. Jika yang nilainya mencapai standar banyak, maka yang lulus juga banyak. Jadi, tidak ada ketentuan prosentase kelulusan di setiap PSG, tapi kelulusan ditentukan oleh capaian nilai. Harapan terhadap sertifikasi ini? Sebagai penyelenggara PSG,

UMM diharapkan dapat melaksanakan kepanitiaan dengan lebih profesional dan kompetitif. Sedangkan kepada para peserta yang lulus sertifikasi, diharapkan para guru memiliki tanggung jawab moral atas kelulusanya yaitu mampu menjadi guru yang berkualitas sehingga dapat mencetak generasi muda yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Fauzan umam/Bestari


4

BESTARI

SUARA KAMPUS

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Peresmian Rusunawa

Lancarkan Perizinan Tanah

erik/Bestari

Gunting Pita: Menpera Mohammad Yusuf Asy’ari saat presmian Rusunawa (10/8)

Ada 52 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kota Malang. Namun, hanya tiga perguruan tinggi (PT) yang memiliki asrama untuk mahasiswanya. Salah satu PT tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Setelah meletakkan batu sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) pada 2007 lalu, Menteri Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Mohammad Yusuf Asy’ari, kembali datang ke UMM untuk ketiga kalinya meresmikan Rusunawa UMM, yang terletak di Jl. Karya Wiguna Tegal Gondo, tepatnya di sebelah utara kampus UMM, (10/8). Acara peresmian diawali dengan laporan Kepala Pusat Kementerian Pengembangan Perumahan Rakyat, Andy Zainal. Disampaikannya bahwa Kementerian Perumahan selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan rumah yang sehat, murah dan terjangkau. Terutama bagi mahasiswa. Salah satunya diwujudkan dalam kerjasama pembangunan Rusunawa UMM.

Bahkan, diakuinya UMM memberi inspirasi untuk desain rumah susun. Yaitu, desain atap yang menggunakan atap karbonat. “Semoga kalau ada desain baru, kami diberitahu juga,” pintanya. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMM, Muhadjir Effendy mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan bagi UMM memiliki Rusunawa. “Rusunawa ini kami anggap sebagai amanah. Bukan hanya amanah dari pemerintah tapi juga dari rakyat, sebab ini uang rakyat,” ucapnya. Menurut Muhadjir, Rusunawa dapat menjadi faktor pemersatu mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial budaya. Selain untuk mengenalkan konsep rumah susun dalam bentuk asrama di perguruan tinggi, sekaligus melaksanakan pembangunan pemukiman yang berkelanjutan dan efisiensi lahan. Seperti yang sering digaungkan pemerintah. Rusunawa ini ditujukan bagi mahasiswa UMM tingkat pertama yang berasal dari luar kota dan tergolong lemah dari sisi financial. Rusunawa juga dijadikan sebagai pusat Pelatihan kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK). Setiap mahasiswa baru secara bergilir,

wajib untuk mengikuti pelatihan tersebut selama tujuh hari. Rencananya, Rusunawa akan ditempati oleh mahasiswi, sedangkan Rusunawa II bagi Mahasiswa segera akan dibangun, di lokasi yang tak jauh dari tempat itu. Beberapa pejabat turut hadir dalam peresmian asrama yang menelan biaya Rp 8 Milyar itu. Di antaranya adalah Wakil Wali Kota Malang, Bambang Priyo Utomo. “Pendirian Rusunawa ini semoga bisa diikuti oleh universitas lainnya,” ucapnya saat memberi sambutan. Diakui Bambang bahwa sejak awal Kota Malang berkomitmen menjadi Kota Pendidikan. Kehadiran 52 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi Kota Malang. “Bayangkan, betapa banyak uang mahasiswa yang masuk ke Kota Malang, uang biaya makan, dan lainnya. Investor kalah dengan mahasiswa,” ujarnya ketika memberi sambutan. Keberadaan Rusunawa UMM bukan untuk mematikan ekonomi masyarakat di sekitar kampus. Demikian dikatakan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia dalam sambutannya. “Jangan merasa tersaingi usahanya,” pesannya. Kehadiran Rusunawa ini diharapkan dapat menjadi pendukung proses belajar mahasiswa untuk lebih tertib dan efisien. Selain itu, hidup bersama di hunian yang sama memungkinkan untuk melakukan banyak kegiatan-kegiatan akademik dan ekstrakurikuler. Hal itu akan sangat berguna bagi mahasiswa. “Membangun lebih muda daripada memelihara,” ujarnya. “Besar harapan saya agar para stakeholders selalu memperhatikan Rusunawa, sehingga dapat terpelihara dengan baik,” lanjutnya. Dalam peresmian tersebut, Menteri Negara Perumahan Rakyat memberi satu catatan penting. “Launching Rusunawa akan beres jika urusan pertanahan beres,” katanya tegas. Ia berharap rencana UMM untuk membangun Rusunawa II dapat lancar dan beres, terutama dari segi perizinan. hen

UMM Sabet Emas di PIMNAS 2009 Kemenangan UMM dalam ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Brawijaya, (22/7), mendapat apresiasi dari Pembantu Rektor III UMM, Joko Widodo. Perolehan satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu menimbulkan suatu kebanggan yang mendalam. Mengusung judul Kartu Menuju Sehat (KMS) Digital, Priska Primadinata, Eko Agung Suprobo dan Mey Puspasari berhasil meraih Juara I lomba poster Program Kreatifitas Mahasiswa-Teknologi (PKMT). Bukan hanya unggul di bidang teknologi, dalam bidang penelitian pun, UMM berhasil meraih Juara II pembuatan Poster Program Kreatifitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P). Ika Maya Sandy dan timnya meraih medali perunggu melalui judul Pengaruh Tingginya Kadar Gula pada Tikus Starm Wister (injeksi Alloxan) terhadap Peningkatan Neurosis Otak. Selain itu, dalam bidang lain seperti pengemukaan gagasan tertulis (PKM-GT), UMM juga berhasil meraih Juara III. Mahasiswa Pendidikan biologi yang diketuai oleh Miftaklul Jannah mempersembahkan medali perunggu untuk UMM dalam pembuatan poster bidang tersebut. Usaha UMM menyiapkan tim pemantau, tim persiapan dan tim evaluasi yang digodok selama tiga hari, ternyata tidak sia-sia. Ke-tiga medali tersebut menjadi jawabannya. Persiapan fisik serta psikis dari peserta juga terus dipantau oleh tim tersebut hingga mampu membawa UMM ke peringkat ke-6 (Sebagai peserta terbanyak yang lolos PIMNAS 2009, red). Pada Bestari, Joko Widodo, mengatakan bahwa kemenangan

tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Namun, yang terpenting dari hal tersebut bukanlah kemenangan yang diraih, melainkan tumbuhnya iklim menulis yang tinggi serta iklim kompetisi yang baik di kalangan mahasiswa UMM. “Hal yang membanggakan adalah budaya menulis dan kompetisi sudah menjadi iklim hidup di UMM,” ungkapnya. Universitas akan memberikan reward kepada mahasiswa yang mengajukan PKM. “Banyak reward yang akan saya berikan, seperti bebas skripsi jika ide yang ia tuangkan dalam PKM itu berasal dari ide skripsi,” tambahnya. Reward yang diberikan bukan hanya kepada peserta PIMNAS, namun juga pada pembuat PKM lainnya, berupa dana insentif yang diberikan setiap pengajuan proposal. Selain berbagai reward di atas, ada juga beragam beasiswa yang tawarkan bagi pengaju proposal. Semua itu, belum termasuk pengalaman menulis PKM, yang tentu saja menjadi nilai tambah tersendiri saat mahasiswa menyelesaikan skripsi. Dalam waktu dekat ini, rencananya pihak kemahasiswaan akan mengumpulkan para peserta PIMNAS UMM untuk mengevaluasi sisi positif dan negatif dari penampilan mereka di ajang PIMNAS kemarin. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan kulitas serta kuantitas PKM yang masuk pada tahun berikutnya. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Diskusi Ilmiah (FDI) yang merupakan UKM yang dirintis oleh mantanmantan atlit PIMNAS akan dimaksimalkan dalam menggodok tulisantulisan mahasiswa. pmg_phi

Dapat Emas: Perwakilan Tim Pimnas UMM membawa piala Kemengan.

agus/Bestari

Kontes Jembatan Indonesia Tingkat Nasional

UMM Pertahankan Juara 1 Kedua Kalinya

Doc Tim KJI

Pamer: Tim KJI UMM dan pembimbing sedang berpose memamerkan piala kemenangan pada Kontes jembatan Indonesia (KJI) Tingkat Nasional Ke-5 (9/8).

UMM berhasil menyingkirkan lawan-lawannya dari dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam Kontes

Jembatan Indonesia (KJI) ke-5 di Politeknik Negeri Jakarta, (8-9/8). Acara itu diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian

kepada Masyarakat (DP2M) Dirjen Dikti Depdiknas. The King Dome Bridge (Tim KJI UMM) berhasil mempertahankan gelar Juara I Tingkat Nasional, dalam Kategori Jembatan Baja. Sedangkan dalam Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) yang baru kali pertama dihelat, UMM melalui Tim Griya Bestari berhasil menjadi yang Terbaik dalam Kategori Metode Kerja dan Pelaksanaan Tercepat Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia 2009. TIM KJI beranggotakan Heri Ferdiansyah, Aditya Zunanda, Khairul Irfan, dan Wredha Bagus. Mereka dibimbing langsung oleh Zamzami Septi Ropa (dosen Teknik Sipil). Sedangkan Tim Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) yang beranggotakan Adhik Arohman, Rahman Juliyanto, dan Andri Candra, dibimbing langsung oleh

Erwin Romel, Kepala Jurusan Teknik Sipil. Keberhasilan UMM tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan. Persiapan meliputi pembuatan proposal pada April lalu. Setelah itu melewati tahap penyeleksian, hingga akhirnya proposal berhasil lolos babak final. Sehingga Tim KJI UMM langsung mempersiapkan pembuatan jembatan yang siap diadu dengan Perguruan Tinggi (PT) lainnya. Setelah jembatan berhasil dibuat, tim KJI UMM mulai berlatih merakit jembatan beberapa kali. Sebab, salah satu penilaian yang diuji adalah kecepatan merakit dan uji beban (uji, beban merupakan tes kekuatan jembatan dalam menahan beban, red). Sebaiknya, jembatan itu ringan, tapi kuat. “Alhamdulillah dalam perlombaan tersebut, tim KJI UMM berhasil menyelesaikan perakitan tercepat dengan waktu 30 menit. Sedangkan tim lain ada yang

sampai dua jam,”papar Ali Mokhtar (Pembantu Dekan III Fa k u l t a s Te k n i k ) . S e l a i n i t u , mereka juga berlatih presentasi. “Tim KJI UMM juga berlatih pre sentasi guna mendapatkan penampilan yang sempurna,” tambahnya. Kemenangan di atas membawa kebanggan tersendiri bagi UMM. Sebab mahasiswa Teknik mampu menunjukkan eksistensinya di Tingkat Nasional. Apalagi kompetisi itu sangat ketat dan sengit. “Kami bangga pada mereka (Tim KJI UMM dan Tim KBGI, red). Mereka punya percaya diri tinggi dalam menghadapi para pesaingnya, “ungkap Ali dengan bangga. Kontes tahunan KJI di Jakarta kali ini dibuka oleh Direktorat Jendral Dikti, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D dan didampingi oleh Direktur DP2M, Prof. Dr. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo,. M.Eng. nung.


SUARA KAMPUS

BESTARI

UMM Raih ASEAN Energy Awards 2009

M

engunggulkan program Microhidro Power Plan atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, UMM menjadi satu-satunya universitas di ASEAN yang menerima ASEAN Energy Award 2009. Kampus putih ini meraih runner up dalam On Grid Categori pada ASEAN Renewable Energy Project Management Competition di ajang 27th ASEAN Ministers of Energy Meeting Dinner and The ASEAN Energy Award Night di Myanmar. Melalui surat yang diterima Rektor UMM, Muhadjir Effendy dari Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ratna Arianti, Sabtu (19/ 7), UMM bersama perusahaan pemerintah dan swasta se-ASEAN dinyatakan meraih Awards yang melombakan tiga kompetisi. Rektor UMM menerima langsung penghargaan secara simbolik di negeri yang akrab dengan sebutan Golden Land itu. Dalam award yang memperebutkan penghargaan dari Forum Menteri Energi se-ASEAN tersebut, terdapat tiga kategori yakni Renewable Energy Project Management Competition, ASEAN Best Practices for Energy Management in Buildings and Industries Competition dan ASEAN Best Practices for Energy Efficient Building Competition. Keberhasilan UMM sebagai peraih award membanggakan tersebut, dimulai ketika Rektor UMM, Muhadjir menikmati megahnya bangunan kampus III yang bersanding dengan sungai Brantas. Dari kejadian tersebut, muncul inspirasi untuk menciptakan pembangkit listrik secara mandiri. Dari penggalian inspirasi tersebut, UMM akhirnya memutuskan bekerjasama dengan Balitbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan mencetuskan ide untuk memanfaatkan topografi kampus III. Kolaborasi keduanya menghasilkan kawasan pengembangan energi baru dan terbarukan. Di dalamnya terdapat tiga terobosan unggulan yakni

umam/Bestari

Mudah dikunjungi: Tampak luar rumah Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) Sengkaling 1, Insert: Generator PLTMH

PLTMH Sengkaling yang memanfaatkan arus sungai Brantas, reaktor biogas, serta instalasi listrik tenaga surya (solar cell). Saat peletakkan batu pertama PLTMH, Juni 2009, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pentingnya kaum akademisi memikirkan penghematan energi. “Perguruan tinggi harus ikut berfikir untuk mengantisipasi kelangkaan energi di masa mendatang,”ujarnya kala itu yang juga ditemani Wapres Yusuf Kalla dan Ketua Badan Pelaksana Harian Umum UMM Malik Fajar. Kini, ketiga sumber energi alternatif kebanggaan kampus putih tersebut telah beroperasi dan PLTH mampu menghasilkan listrik hingga 100 Kwh. Meski power tersebut hanya mampu menyuplai 30 % beban puncak listrik pada siang hari, namun ketika malam datang, keseluruhan listrik di UMM dapat terpenuhi secara mandiri. Sedangkan untuk selanjutnya, UMM telah merencanakan pembangunan PLTMH ke II sebagai upaya pemenuhan listrik secara maksimal. Untuk unit ke II ini, Muhadjir berharap Departemen ESDM dapat kembali memberikan dukungannya. Hal tersebut mengingat pentingnya keberadaan PLTMH yang bukan hanya sebagai tempat praktikum mahasiswa, namun juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas yang melakukan studi banding. Hingga saat ini, PLMTH yang terletak di belakang UMM Dome tersebut kerap menjadi rujukan

kunjungan studi masyarakat luas. Mulai SMA, perguruan tinggi, aparat pemerintah bahkan kedubes Iran. Hal ini memahat kekaguman di benak Hari Soekarno, Ketua Kelompok Energi Air Puslitbang Tenaga Kelistrikan dan Energi Baru Terbarukan (P3TKEBT). Pria yang sempat meninjau langsung keberadaan PLTMH UMM tersebut mengatakan, biasanya di tempat lain PLTMH berada di tempat terpencil dan sulit dijangkau seperti daerah pegunungan atau di tengah hutan. “Di UMM PLTMH sangat mudah dijangkau. Orang dengan sedan Mercy pun bisa masuk ke lokasi untuk belajar mengenai pengembangan microhydro power plant,” ungkap Hari. Kedepannya, UMM tak lantas henti berkreasi. Saat ini, melalui Center of Energy, Environtment and Regional Development (CEERD), UMM juga mengkaji sampah kota menjadi energi listrik.Bekerjasama dengan pemerintah Kota Malang dan BGP Enginering Belanda, UMM mendirikan Laboratorium Gas Metan di Lokasi Pembuangan Sampah Supit Urang Malang. Laode M. Kamaludin yang bertindak sebagai Direktur CEERD menyatakan, nantinya laboratorium Supit Urang ini tak hanya akan menjadi lahan studi dan investasi yang prospektif, namun juga sebagai proyek ekologis. Diperkirakan, dari tumpukan sampah di Kota Malang akan dihasilkan listrik sebesar 2 MWh yang setara dengan listrik 4000 rumah. sil

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

5

Gebyar PK/PLK 2009:

Diwarnai Berbagai Atraksi Menarik Upacara pembukaan Gebyar dan Lomba Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK/ PLK) Nasional tahun 2009 terlaksana di UMM Dome , (22/7). Acara dibuka langsung oleh Mendiknas Bambang Sudibyo dan dimeriahkan berbagai atraksi dari siswa CI/ BI, SLB, dan inklusi. Acara yang terselenggara atas kerjasama Direktorat Pendidikan Nasional dan Fakultas Psikologi UMM tersebut mengawali serangkaian lomba dan workshop yang akan diikuti pelajar se-Indonesia. Tidak hanya siswa cerdas istimewa dan bakat istimewa (CI/BI), namun juga siswa SLB dan inklusi. Bambang Sudibyo dalam sambutannya menyatakan hak seluruh warga Indonesia untuk mendapatkan pendidikan. “Baik kaya atau miskin, di kota atau di pelosok, bodoh atau pandai, bahkan fisik normal atau bermasalah. Semua berhak atas pendidikan,” tandasnya. Pembukaan dimeriahkan atraksi kolaborasi tari oleh siswa PK/PLK SLBB Karya Mulya dan SMKN 9 Surabaya. Tarian berdurasi 30 menit tersebut bertajuk Gebyar Etnik Budaya Jawa Timur. Diasuh Winarto, tarian dibuat sedemikian meriah. Dalam satu atraksi, dipadukan beberapa jenis tari lokal yang dianggap mewakili Jawa Timur. Di antaranya tari tradisional daerah Malang, Banyuwangi, Ponorogo, Gresik, dan Probolinggo. Selain tari, juga disuguhkan atraksi menegangkan berupa panahan oleh Diananda Choirunisa dari SMP 12 Surabaya, Yurike Nina Bonita Perera yang berasal dari SDK St. Teresia 1 Surabaya, dan Topan Arianto dari SMP 19 Surabaya. Acara ditutup dengan pembacaan doa tepat pukul 14.00 siang. Pembacaan doa oleh siswa SMPLB, Tri Marta. Sementara itu, tim juri yang akan menentukan juara masing-

masing adalah Tim Asosiasi Profesi, terdiri atas orang-orang yang telah diakui profesionalitasnya dalam bidang masing-masing. Misalnya Didi Petet yang menjadi juri teater, Tamam Husein sebagai juri di bidang musik, dan Keke Harun sebagai juri fashion. Tiga hari setelah berbagai perlombaan digelar, pada Jumat malam, (24/7), tepatnya pukul 19.00 digelar acara penutupan dan penganugerahan tropy serta berbagai hadiah bagi para pemenang. Acara dibuka dengan tampilan Band Juara 1 yang berasal dari DKI Jakarta. Sang vokalis yang menyandang tuna netra, mampu memukau para tamu undangan dengan lagu Peterpan, Langit Tak Mendengar. Kemudian dilanjutkan dengan sebuah pertunjukan musik spektakuler dari anakanak jalanan yang menamakan dirinya Anak Negeri. Alunan musik perkusi yang dibawakan sembilan orang tersebut menyajikan tiga lagu panjang yang diselingi puisi-puisi curahan hati nan memukau. Setelahnya, disajikan pula kompilasi nada gitar akustik oleh para pemenang lomba yang menyandang tuna netra. Penampilan ketiganya, diakhiri dengan fashion show dari pesrta lomba make up dan modelling. Di akhir, setelah penyerahan penghargaan, giliran PR II UMM, Mursidi, mewakili rektor menyampaikan pesan kesannya. Pria bersahaja tersebut mengaku bangga dengan kepercayaan yang diberikan pada UMM dalam gelaran kali ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan. Mudahmudahan acara ini dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi anak-anak kita yang tidak biasa,” sil,pmg_rey ungkapnya.

Indah: Pegelaran tari yang dilakukan siswa PK/PLK SLB-B Karya Mulya dan SMKN 9 Surabaya di UMM Dome (22/7)

umam/Bestari

RSP UMM Habiskan Rp 100,8 M Impian UMM memiliki Rumah Sakit Pendidikan segera terkabul. Sebuah langkah awal guna merealisasikan mimpi itu telah dilakukan, tepatnya ketika Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo, meresmikan pencanangan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UMM, (22/7), di lokasi akan dibangunnya RSP tersebut, (Tidak jauh dari lokasi Kampus III UMM). Dalam sambutannya, Rektor UMM, Muhadjir Effendy, menjelaskan teknis pembangunan RSP UMM. “RSP UMM akan dibangun di atas lahan seluas sembilan hektar. Saat ini, lahan yang telah terbebaskan adalah seluas 6,6 hektar. Biayanya menghabiskan dana sebanyak Rp 100,8 Milyar. RSP itu dibangun dengan konsep yang berbeda. Direncanakan akan berdiri dengan enam lantai, di mana setiap lantai mempunyai peran yang berbeda. Di antaranya

adalah perawatan bagi mereka yang berusia lanjut dan mebutuhkan perawatan khusus,” ujarnya bangga. Muhadjir menjelaskan tujuan pedirian RSP tersebut adalah multi fungsi. “Tujuan utama jelas mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan fasilitas kesehatan. Kedua menyediakan sarana pendidikan, dan yang paling penting adalah menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang unggul dalam kualitas dan teknologi,” terangnya. Rumah sakit yang berlokasi di kabupaten Malang tersebut, memiliki beberapa zona. Di antaranya adalah zona pelayanan medik, zona pendidikan dan riset, zona pelayanan non medik, zona pendukung rumah sakit, dan zona pengembangan jangka panjang. Dalam kesempatan yang sama, Bambang Sudibyo menyampaikan keinginan besar terhadap UMM. “Saya ingin membuat kontrak moril

dengan bapak Muhadjir, yaitu menjadikan UMM yang terbaik di tingkat worldclass. Hutangnya akan lunas jika keinginan saya terwujud,” tuturnya bersemangat. Acara tersebut dihadiri pula oleh tamu-tamu penting seperti Dirjen Dikti, Dirjen Manajeman Pendidikan Menengah, Dirjen Pendidikan Perguruan Tinggi, Dirjen BNMFI, Koordinator Kopertis IV, dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Secara bergantian mereka meletakkan batu bata yang diawali oleh Mendiknas kemudian diakhiri oleh Rektor UMM. Saat ditemui Bestari usai acara, Muhadjir menjelaskan bahwa UMM mempunyai strategi khusus dalam perencanaan fisik RSP UMM. “Rumah sakit yang akan dibangun nantinya akan menjadi RS yang dapat memberikan harapan hidup sehat. Dengan pemilihan warna, cahaya, dan penataan interior dan eksterior.

Selain itu, juga sebagai RS yang mampu mengakomodir kebutuhan untuk pendidikan dan penelitian,” jelasnya dengan ramah. Ketika ditanya tentang harapannya akan rumah sakit tersebut, Muhadjir menjawab ingin menjadikannya sebagai rumah sakit rujukan. “Sudah banyak rumah sakit yang ada di Malang ini, namun saya pribadi menginginkan rumah sakit UMM menjadi rumah sakit rujukan dengan kualitas dan teknologinya,” ineh/Bestari ujarnnya dengan se- Sambutan: Mendiknas Bambang Sudibyo saat nyum simpul. memberikan samtutan pada Peletakan Batu Pertama mg_lia rumah sakit pendidikan UMM (22/7).


6

BESTARI

SUARA KAMPUS

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Silaturahim UMM-Ortu Maba

UMM Banggakan Prestasi “ASEAN Energy Awards”

S

ilaturahmi orang tua/ wali calon mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung di UMM Dome, (19/ 7). Rektor UMM Muhadjir Effendy beserta jajaran pembantu rektor, dekan dan direktur dan kepala biro hadir menemui sekitar 2.400 orang tua/ wali calon mahasiswa. Pada awal acara, dibacakan Surat Keputusan (SK) Rektor tentang beasiswa bagi mahasiswa baru yang meraih nilai tertinggi pada ujian masuk gelombang I. Sumber dana beasiswa ini berasal dari alumni UMM. Pemberian beasiswa ini merupakan apresiasi UMM terhadap prestasi mahasiswa. “Mahasiswa adalah aset negara, sehingga prestasinya harus dihargai,” ujar Joko Widodo, pembantu rektor III UMM saat membacakan SK. Selanjutnya, Rektor dalam sambutannya menyatakan ungkapan terima kasih kepada undangan yang telah memilih UMM sebagai pilihan pertama untuk kuliah. Dengan mendaftar dan her registrasi pada gelombang pertama, rektor yakin mahasiswa baru ini sudah bulat memilih UMM tanpa mendua dengan universitas lainnya, termasuk PTN. “Untuk itu, pada seleksi gelombang I ini prosentasenya yang diambil lebih banyak daripada gelombang II nanti karena komitmen dan kualitasnya sudah jelas,” kata Muhadjir. Tahun ini pendaftar pada gelombang I di UMM mencapai hampir 3.800 calon mahasiswa. Sedangkan yang diterima sebanyak 2.900 calon. Seluruh orang tua/ wali calon mahasiswa baru itu diundang untuk menandatangani kontrak disiplin mahasiswa sekaligus bersilaturahim dengan pimpinan universitas. Tradisi ini, menurut rektor, dimulai sejak lima tahun lalu dan cukup efektif untuk membagi tugas antara universititas dan orang tua/ wali untuk memajukan putra-putrinya. “Keberhasilan mahasiswa melibatkan 3 pihak yakni orang tua, mahasiswa dan universitas. Untuk menjalankan amanah, UMM butuh

ineh/Bestari

Beasiswa: Muhadjir Effendy menyerahkan beasiswa kepada 10 mahasiswa baru.

dukungan dari orang tua beserta mahasiswa,” tegas Muhadjir Effendy pada orang tua mahasiswa. Dalam sesi dialog, para penanya lebih banyak memuji UMM. Ahmad Sya’roni, walii mahasiswa asal Sampit, Kalimantan Timur, mengaku bangga karena dua putranya sudah lulus dari UMM dan keduanya menikah dengan orang Malang. “Saya sangat berterima kasih karena UMM telah mengantarkan anakanak saya menjadi wiraswastawan sukses dengan omzet milyaran rupiah tiap bulan,” kata Sya’roni disambut tepuk tangan. Sementara itu, Nafisa dari Halmahera, Maluku Utara, meminta agar Fakultas Kedokteran memberi kelonggaran calon mahasiswa asal daerahnya untuk dapat diterima. Sebab, di Halmahera profesi dokter masih sangat langka. Kalau pun ada, sifatnya kontrak dari luar daerah, kebanyakan Jawa, sehingga sering kosong. Menanggapi Nafisah, Muhadjir menyatakan UMM sedang mempertimbangkan problem tersebut. Meski demikian, diakui tidak mudah, sebab menjadi dokter memang harus dengan kualifikasi akademik tertentu. “Bahkan UMM sudah menolak calon mahasiswa dari Malaysia yang berani membayar lima kali lipat.

perwakilan

Karena kami akan memprioritaskan warga negara Indonesia daripada warga asing untuk menjadi dokter berkualitas,” lanjut Muhadjir. Beberapa informasi terbaru disampaikan rektor dalam forum yang berlangsung selama tiga jam tersebut. Antara lain, mulai dibangunnya rumah sakit UMM. Meski pengerjaan sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu, peletakan batu pertama telah dilaksaknakan pada 22 Juli lalu oleh Mendiknas Bambang Sudibyo. Juga mengenai prestasi UMM sebagai pemenang ASEAN Energy Awards 2009. Kepala Humas UMM, Nasrullah, merelease UMM memenangkan runner up kategori manajemen energi terbarukan (ASEAN Renewable Energy Project Management Competition) berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dikembangkan. “Rektor diundang oleh Forum Menteri Energi se-ASEAN untuk menerima anugerah ini di Myanmar, dalam ajang 27th ASEAN Ministers of Energy Meeting Dinner and The ASEAN Energy Awards Night pekan depan. UMM adalah satu-satunya universitas penerima awards karena lembaga lainnya kebanyakan adalah perusahaan pemerintah atau swasta se-ASEAN,” nur/pmg wdr kata Nasrullah.

Perbanyak Anggrek dalam Waktu Singkat Pusat Pengembangan Bioteknologi (Pusbangbiotek) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah lelah melakukan pengabdiannya kepada masyarakat. Salah satunya terbukti melalui diadakannya pertemuan dengan guru-guru SMA seKota Kediri di Aula BAU, (1/8). Diungkapkan Saidatul Idiyah selaku Ketua Umum Pusbangbiotek, acara tersebut bertujuan memberikan pengetahuan lebih luas kepada guru-guru SMA mengenai perbanyakan anggrek melalui kultur jaringan dan pembuatan nata de coco, agar selanjutnya bisa dipraktekkan kepada para siswa di sekolah masing-masing. “Anggrek ternyata tidak sulit untuk dirawat dan dikembangkan, sebab banyak cara lain perkembangbiakkan tanaman anggrek,” ungkap Fatimah Nursandi, pembicara materi Perbanyakan Tanaman Anggrek Melalui Kultur Jaringan. Kultur Jaringan adalah budidaya tanaman secara invitro dengan menggunakan jaringan sebagai bahan tanamnya. Menggunakan cara kultur jaringan dalam memperbanyak tanaman anggrek ternyata memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah dapat memperbanyak tanaman dengan waktu yang singkat, menghasilkan tanaman bebas penyakit, dan juga berfungsi sebagai studi fisiologi dan biokmia. Meski demikian, beberapa hal seperti laboratorium, media, kontaminasi, dan kebersihan bahan tanam penting untuk diperhatikan. Laboratorium harus terdiri atas tiga bagian, yaitu untuk menyiapkan media dan bahan tanaman, untuk inokulasi dan penanaman, serta untuk membiakkan atau mengkulturkan tanaman. Selain membahas mengenai kul-

tur jaringan anggrek, pemateri juga memberikan pengetahuan mengenai cara pembuatan nata de coco kepada 31 guru yang hadir. Bakteri dengan nama Acetobacter xylinum dibutuhkan untuk pembuatan nata, dan air kelapa sebagai medianya. Peserta yang hadir pada saat itu juga diberikan praktek secara langsung untuk kultur jaringan dan pembuatan nata de coco. Tahapan pertama pembuatan nata de coco yaitu, mendiamkan air kelapa selama satu jam untuk mengendapkan padatan. Kemudian ambil fitrat (bagian jernih, Red) dari air kelapa. Setelah itu, menambahkan gula untuk mendapatkan rasa manis, dan keasaman asam air kelapa diatur dengan ditambahkannya air cuka sampai mencapai pH 4,5. Tahapan selanjutnya, air kelapa diinokulasi dengan bakteri pada suhu 30 C selama 15 hari. Setelah 15 hari, di atas air kelapa akan terbentuk lapisan tebal yang disebut dengan felikel. Selanjutnya felikel direndam dalam air selama tiga hari untuk menghilangkan asamnya, setelah itu felikel direbus selama tiga puluh menit, dan nata siap untuk dikonsumsi. Sejauh ini pihak Pusbangbiotek telah banyak melakukan pengabdiannya terhadap masyarakat. Tidak hanya kepada guru-guru dari Kota Kediri, sebelumnya siswa-siswa dari SMP sampai dengan mahasiswa dari berbagai kota pernah mendapatkan ilmu dari Biotek. Diungkapkan oleh Saidatul Idiyah Boitek juga telah mensosialisasikan pembuatan yogurt untuk manusia dan sapi. Ada pula permen sapi yang berguna untuk meningkatkan nafsu makan sapi. “Misi dari Pusbangbiotek adalah memanfaatkan makhluk hidup untuk kesejahteraan manusia,” jelasnya. pmg_ros

ineh/Bestari

Mudah: Fatimah Nursandi meyakinkan peserta bahwa anggrek bukan tanaman yang sulit dipelihara.

UMM Melenggang ke POMDA

Setelah Raih Juara 1 Liga Mahasiswa se-Malang Raya

ineh/Bestari

Sorak Kemenangan: Ekspresi bahagia pemain setelah menerima piala juara 1 pertandingan Liga Mahasiswa se-Karesidenan Malang. (4/8)

Dibawah langit jingga, Tim Sepak Bola UMM keluar sebagai Juara satu Liga Mahasiswa se-Karesidenan Malang setelah mengalahkan IKIP Budi Utomo di Stadion Sepak Bola UMM, (4/8). Meski sempat imbang

dengan skor dua sama, UMM akhirnya melenggang ke posisi utama melalui adu penalti dengan skor 4-2. Prestasi membanggakan tersebut mengantar Kampus Putih pada ajang bergengsi Pekan Olahraga

Mahasiswa Daerah (POMDA) yang digelar, di Surabaya (8-15/8). Menyambut Pekan Olah Raga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Jakarta, UMM ini berhasil memenangkan Liga Mahasiswa se-Karesidenan Malang dan bertandang ke Surabaya untuk mewakili Malang dalam POMDA. IKIP Budi Utomo yang keluar sebagai Juara II, adalah tim yang dikalahkan UMM setelah Universitas Negeri Malang (UM) dengan skor 2-0. Sugeng Widodo Pelatih Tim Sepak Bola UMM mengaku, sejak awal pertandingan, dirinya selalu menekankan kekompakan dan kebersamaan antar anggota tim. Hal ini yang kemudian memberikan dampak besar terhadap kemenangan UMM. “Penting untuk mengajarkan kebersamaan agar timbul rasa nyaman antar para pemain. Hal ini membuat kepercayaan diri mereka (pemain, red) meningkat dan tidak ada yang merasa minder apa

lagi merasa tidak diperhatikan,” ujar pria yang menjadi Pelatih Tim Sepak Bola UMM sejak tahun 2008 itu. Pria yang akrab disapa Widodo itu menjelaskan, selain menekankan kebersamaan, tim menjalankan persiapan khusus untuk menyambut lomba bergengsi tersebut. Dua minggu sebelum pertandingan, tim sepak bola UMM dikarantina di Rusunawa. “Setiap pagi dan sore tim mengadakan latihan rutin,” jelasnya. Selama masa karantina, pria yang kesehariannya juga bertugas di PDAM Kota Malang tersebut mengaku pihak kampus memberikan dukungan yang cukup, hingga kebutuhan para pemain dapat terpenuhi. “Support dari kampus bukan hanya dari sisi materi, namun juga dukungan secara langsung. Salah satunya dengan kedatangan para birokrat seperti Rektor, PR III, dan Kepala Biro Kemahasiswaan yang turut menyak-

sikan pertandingan,” ujarnya berbangga. Atok Miftachul Hudha, Kepala Biro Kemahasiswaan sekaligus Ketua Pelaksana Liga Mahasiswa mengaku optimis akan kemenangan tim UMM hingga ke tingkat Nasional. Pria yang selalu ramah terhadap para mahasiswa tersebut bahkan berharap, suatu hari nanti para pemain tim sepak bola UMM dapat melanjutkan karirnya seusai kuliah. Oleh karenanya, pihak kampus selalu memberikan dukungan penuh. “Mungkin suatu saat nanti, mereka dapat menjadi pemain tim nasional,” angannya sambil tersenyum. Adapun tujuh perguruan tinggi yang berhasil disingkirkan UMM adalah Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, ITN, Universitas Widya Gama, Universitas Gajayana dan IKIP Budi Utomo. sil


SUARA KAMPUS

BESTARI

PHKI UMM

Rencanakan Pembentukan Jaringan dan Pangkalan Data

S

etelah mengajukan dua tema pada proposal Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) pada Maret lalu, UMM berhasil lolos ke tahap akhir penjurian. Tepatnya setelah Tim DIKTI melakukan site visit guna melaksanakan penilaian lebih lanjut, (27-29/ 7). Dari 60 tema yang masuk, dua tema yang diusung UMM mendapat respon baik dari para juri. UMM optimis dana yang rencananya mengucur sebesar 200M tersebut mampu diraih Kampus Putih dalam tahun anggaran 2009-2012. “PHKI merupakan program hibah peningkatan perguruan tinggi berbasis institusi. Blok grand PHKI melibatkan UMM secara keseluruhan, bukan hanya sebuah tim kecil yang melaksanakannya,” ujar Damat, Ketua Tim Pelaksana PHKI UMM. Lebih lanjut Damat menjelaskan, jika disetujui, nantinya pihak Dikti akan memberikan dana pada UMM guna melakukan perbaikan di berbagai bidang sesuai dengan dua tema yang diajukan. Pengajuan tema didasarkan pada hasil eveluasi diri yang sebelumnya diadakan untuk evaluasi universitas secara keseluruhan. “Setelah melaksanakan evaluasi diri khususnya dengan melihat input, proses dan out put, kami mendapatkan kesimpulan. Dari kesimpulan tersebut, diakukan cek kesesuaian dengan visi misi dan tujuan universitas. Hasil cek kesesuaian yang menyebutkan berbagai hambatan inilah yang kami ajukan ke pihak DIKTI melalui PHKI,”ujar pria yang juga sempat diamanahi sebagai Ketua TIM PHKA jurusan THP 2006-2008 tersebut. Dana yang mengucur dari PHKI tersebut nantinya, akan digunakan untuk perbaikan berbagai sarana dan prasarana yang meyangkut tema dalam proposal. Adapun dua tema yang diajukan UMM adalah Tema A menyangkut

Doc.Humas

Ujian: Tim monev dari Dikti sedang mengevaluasi dan peninjauan langsung atas proposal yang telah disetujui

lingkup institusi universitas, yaitu Program Pengembangan Tata Kelola dan Pencitraan Institusi dan Tema B mengulas tentang Peningkatan Daya Saing Lulusan Melalui Peningkatan Mutu, Relevansi dan Perluasan Akses. Untuk Tema A, terdapat empat aktivitas yag berkaitan yakni A1, Pengembangan Sistem Tata Kelola Institusi yang Efektif dan Terpadu. Kemudian aktivitas A2 adalah Peningkatan Kualitas Layanan Melalui Pengintegrasian Pangkalan Data dan Sistem Informasi Manajemen. Pada A2 tersebut, Tim Pelaksana PHKI melihat belum adanya jaringan yang menghubungkan antar satu biro dengan biro lain, ataupun satu UPT dengan UPT yang lain. Hal ini menyebabkan belum terintegrasinya semua sistem. Untuk itu dibutuhkan adanya jaringan dan pangkal data. “Perlu adanya sebuah jaringan yang menghubungkan berbagai tempat, agar semua sistem dapat terintegrasi dengan baik. Misalkan, antara biro kemahasiswaan dan biro keuangan ada penghubungnya, jadi mahasiswa yang berkepentingan tak perlu bolak-balik hanya untuk menyetor bukti, karena data telah masuk sistem,” ujar pria asli Malang tersebut. Untuk aktivitas selanjutnya adalah A3, yakni Peningkatan Efektifitas Manajemen

Sumber Daya Manusia dan A4, meliputi Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Akademik. Sedangkan untuk tema B yang diajukan, terdiri atas empat macam aktivitas yaitu Penguatan Daya Saing Lulusan Melalui Perluasan Kompetisi, Percepatan masa studi mahasiswa melalui efektivitas proses pembelajaran dan pengembangan manajemen tugas akhir, Penguatan Daya Saing Lulusan melalui peningkatan mutu layanan laboratorium dan program sertifikasi, dan Program perluasan akses. Kedua tema yang diajukan, nantinya diharapkan dapat memberikan perbaikan terhadap kampus dan memberikan peningkatan kualitas output yang dihasilkan UMM. Meski demikian, untuk mendukung lolosnya PHKI tersebut perlu adanya kerjasama yang kompak antar berbagai pihak. Bukan hanya dari kalangan birokrat kampus, namun yang tak kalah penting adalah dukungan dari mahasiswa untuk turut mensukseskan program hibah ini. Pada 20 Agustus mendatang, hasil penilaian akhir dan pengumuman dari pihak Dikti keluar. Damat berharap, jika nantinya lolos pembiayaan, akan ada peningkatan kualitas di tubuh UMM. “Semoga dengan dana tersebut, peningkatan citra mutu UMM dapat lebih sil ditingkatkan,” harapnya.

AIK Berbenah Diri Bertempat di Ruang Sidang Rektorat, Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menggelar workshop untuk mengevaluasi kurikulum, (18/7). Sebanyak 53 dosen duduk bersama untuk membicarakan permasalahan yang ada. Bertujuan untuk menggali informasi dan persoalan yang dihadapi mahasiswa dan dosen. Hasilnya akan dijadikan rekomendasi dasar pembuatan kurikulum AIK. Ketua Pelaksana workshop, Ahmad Fatoni, menerangkan bahwa ada beberapa problem yang sedang terjadi di tubuh AIK. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil kuisioner yang disebar. “Hasil kuisioner menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang harus dibenahi. Di antaranya,

mahasiswa menganggap kuliah AIK kurang implementatif dan aktual. Selain itu, kadang kala AIK tidak cocok dengan prodi mahasiswa,” ujar pria bersahaja tersebut. Kali itu, unekunek yang dibahas tidak hanya berasal dari keluh kesah mahasiswa saja, namun juga diselingi diskusi permasalahan yang kerap datang dari dosen pengajar. Salah satunya adalah belum tersedianya fasilitas audio visual yang menyebabkan dosen kurang optimal dalam menyampaikan materi,” ujar pria kelahiran 1971 itu. Khosim selaku Kepala Biro Administrasi Akademik dalam sambutannya menyatakan ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah proses pengelompokkan AIK yang perlu ditinjau kembali.

Revisi AIK: H. Abdullah Hasyim ketika membahas kurikulum yang ditemani Drs. Syamsurizal Yazid, MA sebagai moderator. ineh/Bestari

Hal ini terkait adanya beberapa kasus mengenai kurang tepatnya pengelompokkan mahasiswa pada kelas AIK. “Saya melihat ada beberapa mahasiswa yang mempunyai pengetahuan lebih tentang agama dimasukkan ke kelompok yang paling rendah. Hal seperti inilah yang harus ditinjau ulang,” ujarnya. Kedua, tentang keberadaan AIK sebagai mata kuliah yang membentuk kepribadian mahasiswa. “Karena AIK merupakan mata kuliah yang membentuk kepribadian mahasiswa, maka pengembangan akidahnya harus bernafaskan ke-Muhammadiyahan,” tuturnya bersemangat. Layaknya workshop lainnya, workshop AIK kali ini juga mendatangkan beberapa pemateri, di antaranya Abdullah Hasyim yang membahas tentang kurikulum. Untuk sisi Psikologi, materi dikupas tuntas oleh Dyah Karmiati. Selain itu, di sesi kedua hadir Sugeng Puji Leksono yang membahas Sosiologi kontemporer kehidupan mahasiswa, yang dipungkas materi Teknik Pembelajaran yang disampaikan oleh Dwi Priyo Utomo. Fatoni mengharapkan workshop ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk pembuatan kurikulum AIK dan ke depannya AIK menjadi lebih baik lagi. mg_lia

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

7

Ada Bantengan di Malam Silaturahmi PJJ PGSD Sebanyak 298 mahasiswa dari lima kota hadir dalam acara Malam Silaturahmi Progam Jarak Jauh (PJJ) PGSD Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan UMM. Dengan selogan “PJJ yess, guru profesional, UMM jaya” Jarot S., selaku Ketua Pelaksana membuka acara tersebut, di Ruang Teater Dome UMM, (17/ 7). Dalam sambutannya, Jarot yang sekaligus Ketua Jurusan PJJ PGSD berterimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan masing-masing kota yang telah mempercayakan pendidikan di UMM. “Saya berterimaksih kepada semua kepala dinas masing-masing kota yang tergabung dalam PJJ PGSD, yang telah mempercayakan pendidikannya kepada UMM. Sebagi ucapan terimakasih, PGSD UMM akan memberikan layanan terbaiknya yaitu mengunggulkan inklusi belajar aktif dan kreatif,” ungkapnya semangat Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dekan FKIP H. Fauzan. Pria ramah tersebut menyampaikan beberapa kabar baik. Di antaranya, hasil monitoring evaluasi untuk PJJ

PGSD. “Hasil monitoring evaluasi untuk PJJ PGSD mendapatkan kategori terbaik.,” ungkapnya bangga. Menurut Fauzan, untuk menjadi guru seorang harus masuk pendidikan profesi terlebih dahulu. Sedangkan untuk PJJ karena sudah berprofesi guru, maka tidak perlu mengambil keprofesian. Acara itu juga dihadiri pula beberapa kepala dinas antara lain dari Jombang, Kediri, Bojonegoro, Batu dan Gresik. Mereka membawa kebudayaan masing-masing untuk ditampilkan dalam acara itu. Acara senipun tergelar. Tari remo sapu jagad menjadi tari pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan tari golek nan anggun dan menawan. Tak disangka, menginjak pukul 20.30 ketegangan tibatiba muncul di ruangan tersebut. Di tengah kegelapan, muncul tiga orang menyeramkan. Mereka ternyata memainkan kesenian Bantengan. Bantengan adalah atraksi yang memunculkan dua banteng-bantengan yang sedang bertikai. Meskipun dianggap berbau mistis, tetapi acara bantengan itu murni untuk hiburan semata. sil, mg_lia

ASPIKOM Tetapkan Delapan Mata Kuliah Inti Ilmu Komunikasi belum memiliki ketetapan mata kuliah wajib. Didasari hal itu, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) mengadakan pertemuan bagi seluruh Ketua Jurusan (Kajur) Program Studi Ilmu Komunikasi seluruh Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tepatnya di Aula BAU, guna merumuskan kompetensi Program Studi Ilmu Komunikasi, (28-30/7). Acara di atas mengusung tema Menyamakan Visi Kompetensi Prodi Ilmu Komunikasi. Berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh 46 perwakilan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta se-Indonesia. Di antaranya adalah Universitas Padjajaran, Swiss German University Tangerang (SGU), Universitas Pelita Harapan Jakarta, Universitas Negeri Solo. “Acara ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan dan praktik pendidikan komunikasi yang berkualitas melalui kemitraan yang bersifat sinergis, profesional dan bertanggung jawab antar pengelola institusi pendidikan tinggi komunikasi di Indonesia,” ulas Agustin Zubair, Ketua Umum ASPIKOM. Pihak ASPIKOM mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan draft kompetensi Strata Satu, Pasca Sarjana, dan Diploma Tiga dengan kesepakatan bersama, yang selanjutnya akan diserahkan kepada Dikti. Pada hari pertama, (28/7), pertemuan tersebut menghasilkan rumusan draft kesepakatan untuk Prodi Ilmu Komunikasi Strata Satu. Dengan mengusung nama Piagam Kesepakatan Malang tentang Standar Kompetensi Program studi

Ilmu Komunikasi, ditetapkanlah empat keputusan, salah satunya, ditetapkannya delapan mata kuliah inti sebagai muatan kurikulum inti Program Studi Ilmu Komunikasi. Delapan mata kuliah inti tersebut adalah Pengantar Ilmu Komunikasi, Teori Komunikasi, Filsafat atau Etika Komunikasi, Metodologi Penelitian Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Kelompok, Komunikasi Organisasi, dan Komunikasi Massa. Piagam tersebut selanjutnya ditandatangani oleh seluruh peserta pada hari kedua, (29/07). Sedangkan untuk kompetensi Pasca Sarjana, inti mata kuliah meliputi Perspektif, Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif yakni bagaimana mengetahui, mengembangkan, dan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta Filsafat Komunikasi. “Sebelum mengadakan pertemuan di Malang, ASPIKOM sudah melakukan pertemuan di Riau. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari kesepakatan di Riau,” ujar Agustin. “Semoga pertemuan seperti ini akan terus berlanjut untuk merumuskan kompetensi bidang komunikasi agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, sekaligus dapat menjalin tali silahturahmi,” tambah Agustin. Agustin juga menegaskan ASPIKOM secara teori Ilmu Komunikasi di Indonesia sudah cukup baik, jauh dari harapan. Banyak perusahaan komunikasi justru mempekerjakan orang-orang yang bukan lulusan komunikasi. pmg_ros


8

BESTARI

SKETSA

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

ALUMNI SUKSES

Yang Muda yang Berprestasi Jika kebanyakan orang setelah lulus kuliah sibuk mencari lowongan kerja, tidak demikian dengan Putri Eka Pratiwi, (23). Putri, begitu ia biasa disapa, hanya membutuhkan beberapa bulan saja untuk merengkuh pekerjaan yang digelutinya saat ini. Lulus bulan November tahun lalu, “dewi fortuna” tampaknya langsung menaungi gadis kelahiran 4 April tersebut. Selang 7 bulan kemudian, tepatnya awal Mei 2009, profesi sebagai staf Public Affairs di sebuah perusahaan berhasil disabetnya. Bagi Putri, pekerjaan yang telah diraihnya sekarang bukanlah mimpi yang datang begitu saja. “Butuh perjuangan keras untuk mendapatkannya. Pasca lulus, saya langsung mengikuti proses tes dan awal Mei 2009 saya sudah berada di Jakarta untuk posisi ini,” ujar gadis kelahiran Balikpapan tersebut. Putri mengaku sangat terbantu dengan latar belakang pendidikan yang diambilnya selama kuliah. Berbekal ilmu yang didapatnya selama menimba ilmu di Jurusan Kesejahteraan Sosial, ia banyak mempelajari bagaimana menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan orang banyak. Hal ini pula yang menjadi modal utama baginya dalam menekuni profesi sebagai staf Public Affairs. Bekerja di salah satu perusahaan bergengsi di Indonesia membuat Putri merasa senang sekaligus bangga. Apalagi diusianya yang masih tergolong muda, ia sudah mampu hidup mandiri. Ia pun tidak

pelit untuk berbagi resep seputar kesuksesan yang telah diraihnya saat ini. “Kesuksesan yang telah saya dapat sekarang ini tidak terlepas dari sikap harus siap ambil resiko dalam menghadapi sesuatu, jangan malu dan juga harus berani,” tutur putri pasangan Bambang Sugeng dan Nani Maryana tersebut. Dengan beberapa kunci sukses yang dimilikinya tersebut, tidak mengherankan jika sekarang Putri mampu meraih kesuksesan. Putri yang berstatus sebagai anak tunggal dikeluarganya ini juga menjelaskan bahwa profesi yang digelutinya saat ini bukanlah hal yang gampang. Apalagi tugas utamanya mewajibkan Putri untuk selalu bertemu dan berhubungan dengan orang banyak. Butuh kiat khusus dan seni tersendiri agar sukses menjalin relasi dan menjalankan profesinya dengan sebaik mungkin. “Bagi saya, pekerjaan yang saya jalankan ini penuh tantangan karena berhubungan dengan citra perusahaan dan menjalin hubungan yang baik dengan banyak orang pula,” ujarnya menjelaskan kewajiban staf Public Affairs. Meski tugas utamanya menjalin relasi dengan banyak orang, namun tanggung jawab Putri terhadap profesinya tidak hanya sebatas itu saja. Totalitasnya terhadap profesi yang digelutinya juga membuat Putri dipercaya untuk bertanggung jawab untuk Program Djarum Bakti Pendidikan. Dalam program sosial ini, ia bertanggung jawab khusus

terhadap penerima beasiswa Djarum. Kesibukan profesi yang dijalani Putri tampaknya semakin bertambah. Ia pun dipercaya untuk menangani kegiatan Beswan Djarum tingkat nasional oleh perusahaannya. “Disamping itu, saya juga menangani maintance media yang mereka gunakan,” jelas gadis yang menyukai masakan Prancis tersebut. Meski secara umum profesi yang dilakoninya sekarang lebih mengutamakan seni berbicara, namun ada hal lain yang lebih penting. Setidaknya di mata gadis yang menggemari makanan Zupa Soup tersebut, agar profesi yang dijalaninya bisa terlaksana dengan baik dan tanpa beban maka harus memiliki 2 unsur penting. “Feel dan soul,” ujarnya. Putri menambahkan bahwa kedua unsur tersebutlah yang harus dibangun terhadap profesinya sekarang. Terkait usianya yang masih muda, gadis kelahiran 1986 tersebut pun cukup merasa percaya diri dengan profesi yang digelutinya sekarang. Putri mengaku tidak pernah merasa dianggap sebelah mata oleh orang lain ketika menjalankan kewajiban. “Alhamdulillah, selama saya bekerja belum pernah dianggap begitu (diremehkan, red),” ungkapnya. Setidaknya, sampai sekarang ia mampu menunjukan eksistensinya selama bekerja. Sadar bahwa hidup ibarat rollcoaster yang setiap saat bisa naik dan turun, ia pun berusaha terus untuk menjaga ritme karier yang telah didapatkannya sekarang. Beberapa

usaha pun telah dilakukannya, terutama untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Merasa masih hijau dalam profesinya sekarang, Putri pun tidak segan untuk banyak belajar dan mendengarkan dari orang lain. Menurutnya, hal itu dapat ditunjang dengan menerapkan 4 M, yaitu membaca, melihat, mendengarkan dan merasakan. Tidak lupa juga, ia menyarankan agar senantiasa untuk hidup sehat dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga dapat memberikan energi positif dalam hidup. Kesuksesan yang diperolehnya sekarang merupakan buah dari kerja kerasnya selama ini. Meski apa yang diperolehnya sekarang lebih karena usahanya sendiri, namun Putri tidak menampik pengaruh orang lain. “Banyak orang yang sangat berperan di dalam kehidupan saya,” ujarnya. Ia pun menyebut peran sahabat, teman dan orangorang yang dianggapnya sebagai Nama : Putri Eka Pratiwi S,sos orangtua sangat mempengaruTTL : Balikpapan, 4 April 1986 hi kehidupannya. Hobi: Membaca dan Travelling Tidak luput juga orang-orRiwayat Pendidikan: ang yang berada di sampingnya SMA 5 Balikpapan 2001-2004 dalam menjalani hidup ini. Kesos UMM 2004-2008 Namun yang pasti, bagi dara Riwayat Organanisasi: manis ini apa yang diperolehnya BEM FISIP 2005-2006 sekarang tidak bisa dilepaskan dari IMM FISIP 2005-2006 peran kedua orangtuanya. IMM Korkom 2006-2007 “Kedua orangtuanya selalu Beswan Djarum 2006-2007 menjadi tempat berlabuh saya dalam segala hal,” jelasnya. mg_dee

BIODATA

BEST PASCA SARJANA

Lewati Segala Kesulitan Demi Pendidikan

Jalan hidup seseorang terkadang tidak mudah ditebak. Begitu juga perjalanan hidup seorang Sri Asih. Lahir dari keluarga yang jauh dari berkecukupan ternyata tidak menciutkan nyalinya untuk menjadi seorang guru. Profesi mulia yang dicita-citakan perempuan yang akrab dipanggil Asih tersebut memang sudah diimpikannya sejak masih kecil. Hal itu pula yang membuatnya memutuskan memilih kuliah di Jurusan

Tarbiyah. Lulus dari bangku sarjana, ia pun berusaha meneruskan impiannya dengan mengejar gelar seorang magister. Hasilnya pun sungguh membanggakan. Tidak hanya lulus tepat waktu, namun juga berhasil menyabet gelar wisudawan S2 terbaik di UMM. Bisa dibilang gelar tersebut merupakan kado terindah bagi perempuan yang baru saja mengikat janji suci 14 Juni lalu. Namun yang pasti, apa yang telah

diraihnya saat ini bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Setidaknya pepatah itulah yang menggambarkan perjalanan hidupnya. Menyelami perjalanan hidup perempuan 25 tahun ter s e b u t i b a r a t membaca kisah sukses pesohor yang memulai usaha dari nol. Lahir dari keluarga tidak mampu, mengenyam pendidikan adalah sebuah keniscayaan bagi Asih. Ditengah himpitan ekonomi yang menerpa, ia pun hampir putus sekolah ketika masih di SD. Untuk menyambung pendidikannya saat itu, Asih p u n t i d a k segan untuk melakukan pekerjaan serabutan. “Saat itu saya mencari rumput, menggembala kambing dan bekerja di rumah orang ketika liburan,” kenang istri Andi Wardoyo tersebut. Hebatnya lagi, baik ketika SMP maupun SMA, Asih masih tetap bekerja agar bisa mengenyam pendidikan. “Ketika SMP, ada seseorang yang membiayai sekolah, sehingga masih tetap bisa melanjutkan setelah lulus dari SD,” ceritanya. Meski dari keluarga tidak mampu dan tetap harus bekerja,

ternyata tidak mempengaruhi moral yang baik bagi anak-anak. prestasi perempuan kelahiran 27 Tidak hanya dalam Islam tapi juga April untuk berprestasi. Bahkan secara keseluruhan. Peran utama berkat kecerdasannya pula ia mampu pendidikan Islam bukan hanya meraih beasiswa ketika SMA. sebagai transfer nilai tapi Selepas dari bangku kuliah, sekaligus menerapkan nilai-nilai dewi fortuna pun masih menaungi yang terkandung di dalamnya. perempuan yang hobi membaca Untuk menuju ke arah sana, peran tersebut. Asih mengakui ia bisa guru tentu sangat vital. “Dalam kuliah di UMM karena beasiswa pendidikan Islam, peran guru sebagai anak yatim. Meski begitu, ia pun fasilitator, mediator dan motivator masih tetap harus bekerja lagi dan bukan lagi sebagai center,” untuk memenuhi kebutuhannya terangnya. sehari-hari. Berbagai kesempatan Hasilnya, melalui tesis kerja yang ada disambar demi tersebut Asih pun menyabet predikat kelangsungan hidupnya selama wisudawan S2 terbaik. “Saya bangga k u l i a h . M u l a i d a r i m e n j a d i bukan karena saya mampu tapi bisa p e n j a g a w a r t e l , m e m b e r i l e s membuat orangtua tersenyum ketika sampai menjadi asisten dosen dinobatkan menjadi wisudawan pun dilakoninya. terbaik,” ucapnya. Asih pun “Kalau boleh berbangga, sejak berpesan pula, jika punyai kemauan, SD hingga kuliah, saya tidak pernah pasti ada jalan. Jangan menyerah dibiayai orangtua,” ujarnya. Bahkan dengan kekurangan yang ada karena untuk membiayai kuliah S2 pun ia bisa jadi kekurangan itu menjadi mengandalkan gaji dari menjadi guru jalan. mg_dee sukarelawan (sukwan). Beruntung ia lolos CPNS dan menjadi guru di sebuah Sekolah Dasar di Dampit. Asih tampak berse Nama : Sri Asih,M.Ag mangat ketika dimintai TTL : Madiun, 27 April 1984 tanggapannya seputar Suami : Andi Wardoyo dunia pendidikan. “Saya Orangtua : Almarhum Sampir-Tinem merasa trenyuh melihat Hobi : Membaca pendidikan sekarang,” Riwayat Organiasasi : ucapnya. Menurut putri 1. HMJ Tarbiyah pasangan Tinem dan 2. BEM FAI (almarhum) Sampir terse3. Forsifa but, misi utama pendidi4. Jamaah AR Fachruddin kan adalah membentuk

BIODATA


SKETSA

BESTARI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

9

BEST STRATA-1

Berkat Beasiswa Kini Menjadi Lulusan Terbaik juga mengaku bekerja paruh waktu di Kampus Putih. Selain untuk mencari pengalaman hal mampu mewujudkan cita-citanya. “Saya itu dilakukannya untuk mendapatkan insentif. berharap apa yang saya raih sejauh ini bisa Syamsul mempunyai kiat-kiat khusus membantu saya dalam mewujudkan cita-cita,” dalam mencapai kesuksesan. “Bagi saya, ujar pria yang bercita-cita menjadi hakim itu. Ketertarikan Syamsul di bidang perkawinan untuk menjadi sukses ada dua hal yang dan keluarga mendorongnya untuk bercita-cita harus kita lakukan, pertama, harus menjadi seorang hakim di bidang keluarga. menghormati para pendidik kita. “Sejak mengambil Jurusan Syariah saya Kedua, harus belajar dengan banyak mempelajari hukumsungguh-sungguh,” ujar pria yang hukum baik Islam mausuka senam tersebut. pun negara. Saya Hal lain yang biasa dilakukan Nam ingin sekali a Syamsul adalah sering mengaTTL : Sya menjadi msu dakan diskusi dengan temanHob : Ba l An seorang r b w a y a b temannya. “Saya lebih suka r Cita: Sen ai, 02 h akim, cita Apri a melakukan diskusi dengan l 198 : Ha m d e ngan k 7 i m teman-teman dari pada Pen d d e m ikian i d membaca buku. Karena Ø SD ikan s aya bisa N B dengan berdiskusi wawaØM a TS N rabai B : membantu ora san akan bertambah luas, ØM A M 1 Barab rat 1 ang-orang yang ualim ai Ø Ju lagi pula pengalaman dari r bermasalah Jud usan Sy in Muha teman-teman selalu bisa ul S ariah mma khususnya di k diya menjadi inspirasi baru,” UMM “Per ripsi h Al bidang keluarga,” a a : bio ujar pria kelahiran Perk n Bada ujarnya. n Pe awin 1987 itu. n a a n Syamsul juga s Mot ih da Kelu Semua orang to arga lam M at dan m e n ambahkan : em menjadi motivasi Sak Do t inah bina he b bahwa keharmonisan ” bagi Syamsul, lebih est f or yo dalam keluarga sangu se khususnya temanlf an at diperlukan, karena d ot teman seperjuangannya di hers semua berawal dari Jurusan Syariah. Selain itu, keluarga baru kemudian ke motivasi terbesar juga diperoleh dari kedua masyarakat luas. “Faktor orang tua. “Orang tua sangat berpengaruh k e l u a r g a menjadi faktor yang paling terhadap kehidupan saya, menyokong saya penting. Keluarga yang harmonis akan baik secara spiritual, psikis maupun menciptakan generasi yang baik, tidak hanya ekonomi,” tuturnya. bagi keluarga itu sendiri, melainkan bagi Syamsul berharap dengan segala rah bangsa dan negara,” ungkapnya. perjuangan yang telah dilakukan selama ini

BIO

Kemudahan yang diberikan Universitas Muhammadiyah Malang melalui beasiswa telah mewujudkan impian Syamsul Anwar untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. “Saya bisa kuliah di UMM karena beasiswa. Saya merasa lingkungan di Kampus Putih ini sangat kondusif, apalagi mutu pendidikannya juga terjamin,” ujar Pria kelahiran Barabai tersebut. Selain kuliah, pria yang akrab disapa Syamsul itu aktif di berbagai organisasi yang berada di UMM. FORSIFA, IMM, HMJ dan SEFA merupakan organisasi-organisasi yang pernah digelutinya. “Saya banyak belajar

dalam berbagai organisasi yang pernah saya ikuti. Menemui berbagai karakter orang dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing. Menemui hal-hal baru yang bisa dipelajari dan yang tidak kalah pentingnya melalui berorganisasi kita memiliki banyak teman,” ujar anak kedua dari lima bersaudara tersebut. Meskipun sibuk dalam berbagai organisasi, Syamsul tetap bisa membagi waktu dengan baik. “Saya tidak pernah merasa kesulitan dalam membagi waktu antara belajar dengan berorganisasi. Bagi saya, kedua hal tersebut sama penting,” ujarnya. Selain itu, Syamsul

DAT

A

BEST DIPLOMA-3

Semua Karena Kecintaan pada Buku Membaca merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan Angger Ayu. “Saya sejak kecil sangat suka membaca, tidak hanya membaca buku-buku yang berkaitan dengan mata pelajaran saja, novel dan komik pun juga menjadi bacaan yang menarik bagi saya,” ujar cewek yang akrab disapa Angger tersebut. Berkat kerja keras dan dukungan dari teman dan keluarga. Angger dapat menyelesaikan masa studi tepat pada waktunya. Dengan mengusung judul “Pelaksanaan Bauran Pemasaran Jasa Produk SHAR-E pada PT Bank Muamalat Indonesia (persero) Tbk” putri pertama dari tiga bersaudara tersebut keluar sebagai lulusan terbaik D3 UMM tahun 2009 periode ke III dengan IPK 3,86. Berada di lingkungan yang kondusif untuk belajar diakui Angger sangat berpengaruh terhadap apa yang telah dicapainya sejauh ini. “Saya sangat bersyukur karena berada di lingkungan yang tepat. Saya mempunyai teman-teman yang senantiasa memotivasi,” ujar anak kedua dari pasangan Suyatno dan Seny Suadah tersebut. Selain itu, pengemar semua genre komik tersebut menambahkan bahwa selain teman, orang tua merupakan motivasi terbesar bagi Angger. “Bagi saya orang tua adalah motivator dalam hidup saya, mereka selalu memperhatikan perkembangan pendidikan saya setiap saat, apalagi ketika ujian,” ujar

kolektor komik itu. Kegemarannya dalam membaca komik dan novel terkadang menjadi kendala bagi pengemar novel-novel Sandra Brown tersebut. “Kadang saya susah membagi waktu antara membaca buku-buku kuliah dengan novel dan komik, namun saya berupaya menyeimbangkan keduanya,” ujarnya. Meskipun demikian, Angger mengaku mempunyai waktu khusus untuk belajar, yakni di malam hari. Organisasi bukan pilihan bagi cewek 20 tahun tersebut. “Pada awalnya saya mempunyai keinginan untuk bergabung dalam organisasi-organisasi di kampus, namun saya rasa setiap orang mempunyai pilihan. Karena khawatir tidak bisa mebagi waktu, saya memilih untuk serius di kuliah saja,” ungkapnya. Saking cinta pada buku, gadis kelahiran Lamongan tersebut ingin membangun sebuah library cafe. “Saya mempunyai banyak koleksi buku-buka dan komik, karena itu saya ingin membuat library cafe di mana selain sebagai tempat untuk meminjam buku-buku, orangorang dapat menikmati makanan dan minuman di cafe kami,” ujar cewek yang mengaku selalu menjalani sesuatu sesuai dengan kemampuannya tersebut. Selain itu, Angger menambahkan bahwa peluang tersebut dinilai bagus sebagai langkah awalnya dalam dunia usaha.

Angger berharap bisa membuka usaha dengan modalnya sendiri. “Saya ingin menjalankan usaha dengan modal sendiri. Ke depan, selama lima tahun, saya akan mencari modal sendiri lalu membuka usaha dan membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain, itu salah satu harapan terbesar saya,” ungkapnya. Angger tidak lupa mengajak orang lain untuk terus melakukan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain. “Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali potensi yang ada dalam diri kita sendiri, lalu mengembangkannya,” ujarnya. Selain itu, Angger menambahkan bahwa setiap orang mempunyai kadar potensi masing-masing dan itu harus diatur dengan baik. “Hal lain yang tidak bisa dilupakan yaitu mengatur waktu

dengan tepat dan cermat, karena waktu yang terlewatkan dengan sia-sia merupakan kerugian bagi kita,” ujarnya. (rah)

BIODATA Nama TTL Hobby Cita-cita

: Angger Ayu K.S.P. : Mojokerto, 04 Oktober 1988 : Membaca : Wirausahawan

Pendidikan : Ø SMA N 1 Bangsal, Mojokerto Ø D-3 Manajemen Keuangan dan Perbankan Motto : Going the flow


1 0 BESTARI Berdakwah dengan Menjadi Pendamping P2KK

SUARA KAMPUS

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

umam/Bestari

Dakwah: Pembantu Rektor III Joko widodo sedang memberikan pengarahankepada para trainer Program Pengembangan Keperibadian dan Kepemimpinan (P2KK)

K

egiatan wajib bagi mahasiswa baru (Maba) yaitu mengikuti Pelatihan Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) 2009-2010 yang dimulai tanggal 27 Juli 2009. Kegiatan tersebut menggunakan tenaga mahasiswa UMM sendiri sebagai pendamping para Maba. Untuk itu digelar pelatihan bagi mahasiswa yang mengajukan diri sebagai pendamping P2KK sekaligus telah lolos seleksi. Bertempat di Rusunawa UMM diadakan Training of Trainer (TOT) Pendamping P2KK tahun 20092010. Pelatihan diadakan selama dua hari (13-14/7) dengan diikuti sekitar 80 peserta. Sebelumnya, peserta telah diseleksi melalui tes wawancara, tulis, ibadah, dan psikotes. “Seleksi di antaranya menyaratkan mahasiswa harus mempunyai minimal IPK 3,00 atau sudah menempuh minimal 120 SKS,” terang M. Iqbal Mukhlis. Pemuda

yang mengurusi kesekretariatan P2KK itu menambahkan, selama pelatihan peserta tinggal di Rusunawa UMM. Pelatihan selama dua hari semalam tersebut diisi dengan berbagai materi yang akan disampaikan pada mahasiswa baru peserta P2KK. Peserta dibagi dalam dua kelompok agar materi lebih intensif diterima. Materi meliputi Karakter dan Penampilan, Public Speaking, Keislaman, Kepribadian, Kepemimpinan, Keterampilan Sosial, Budaya Perguruan Tinggi, dan Ibadah. Tentang kuantitas materi yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Azhar Muttaqin selaku Ketua Pelaksana P2KK 2009-2010 turut menjelaskan. “Materi sesuai dengan program universitas dan instruksi rektor yang ingin memberi modal keterampilan sedini mungkin pada Maba,” ujarnya. “Misalnya, dengan materi ketrampilan sosial, mahasiswa akan peka dengan lingkungannya. Lebih mengenal

antar mahasiswa atau bertegur sapa ketika berpapasan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa budaya membaca dan menulis juga mulai diperkenalkan kepada calon mahasiswa UMM melalui materi budaya perguruan tinggi. Salah satu calon pendamping P2KK, Fiki Fatwa Khunaifi, mengungkapkan motivasinya ikut dalam kegiatan ini. “Saya ingin berdakwah, menyalurkan, mengamalkan dan melayani Maba secara khusus dan secara umum. Sedangkan manfaatnya secara pribadi tentu mendapat teman baru, tukar informasi, dan pengalaman,” tuturnya. Mahasiswi yang tahun lalu juga menjadi pendamping tersebut juga menceritakan salah satu pengalaman menariknya. “Ketika praktek memandikan, mengafani, menyolati jenasah, tibatiba peserta peraganya berdiri. Spontan semua lari dan tertawa terbahak-bahak,” jelasnya. P2KK tahun ini memang berbeda dibandingkan tahun lalu yang bertempat di UMM kampus II selama lima hari. Kali ini, diselengarakan di Rusunawa UMM selama tujuh hari. Dengan memperhitungkan kapasitas tempat, maka diperkirakan tiap angkatan akan mencapai 240 peserta. Peserta dibagi dalam kelompok dengan empat pendamping pada tiap kelompoknya. Dalam satu keompok diperkirakan akan diisi 40-an peserta. Untuk itu dijadwalkan P2KK selesai pada akhir Februari. Selain itu juga diwajibkan shalat berjamaah di Masjid AR Fahrudin bagi semua peserta P2KK. Iqbal mengungkapkan pendamping juga akan mempunyai jadwal berbeda pula yaitu mendampingi dua angkatan. pmg_rey

Reuni Sebagai Ajang Memantau Perkembangan Anak Didik

Cara Kurangi Pengangguran PT Djarum mengadakan Road to Campus, (17/7) di Aula BAU. Kegiatan yang bertemakan Who wants to be an enterpreneur?, itu merupakan kepedulian Djarum Bakti Pendidikan terhadap permintaan berbagai perguruan tinggi yang menginginkan adanya training entrepreneurship. Sekitar 122 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi d Malang turut dalam acara itu. Legowo selaku Pembina Djarum Bakti Pendidikan mengatakan bahwa lulusan S1 sangat banyak, sehingga persaingan di antara para lulusan semakin ketat. Sementara lapangan pekerjaan yang tersedia sangat terbatas. Pemberian softskill enterpreneur dirasa perlu sebagai bekal mahasiswa. “Untuk sukses dibutuhkan 20% hard skill dan 80% soft skill,” ujarnya. Public Affair Pusat PT Djarum, Rudi Djauhari, mengatakan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan di Medan, Palembang dan Surabaya. UMM dipilih sebagai tuan rumah diselenggarakannya acara ini dilatarbelakangi oleh hubungan baik yang terjalin di antara keduanya. “Selain itu, saya lihat UMM merupakan Universitas yang cukup menonjol,” tuturnya. Ketua Pelaksana Acara, Abdurahim Arsyad mengatakan bahwa Peserta pelatihan ini merupakan perwakilan dari BEM, Beswan Djarum yang tidak lolos seleksi tahun lalu, dan peserta umum.

Menurutnya, hasil yang dapat dicapai dari kegiatan pemberian soft skill ini ada dua, yaitu hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang. Hasil jangka pendek dapat dilihat dari kegiatan praktik yang dilakukan peserta saat pelatihan yang diawasi oleh Budhi Hendarto selaku pemateri, lalu hasil jangka panjangnya diharapkan para peserta dapat menjadi enterpreneur sukses. Budhi Hendarto menyampaikan materi wawasan seluk beluk enterpreneur, motivasi menjadi enterpreneur berprestasi, memahami temperamen, karakter dan kepribadian, teknik negosiasi, menyajikan kisah nyata enterpreneur sukses dan memberikan praktik langsung ke lapangan kepada para peserta.”Enterpreneur bukan masalah mencoba, bukan masalah seni, tapi masalah praktek,” ucap laki-laki yang di drop out dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Parahyangan Bandung ini. Putri Eka Pratiwi yang merupakan Alumni UMM dan merupakan penerima beasiswa Djarum mengaku sangat apresiatif terhadap acara ini. Ia mengatakan bahwa pelatihan seperti ini penting untuk dilaksanakan. Ia mengapresiasi Djarum yang begitu peduli dengan penanaman softskill. Saat menerima beasiswa Djarum, ia bukan hanya mendapatkan beasiswa untuk membayar kuliah. “Beasiswa Djarum bukan hanya berupa materi, namun juga softskill,” ungkap perempuan berkulit pmg_phi putih tersebut.

Interaktif: Gaya penyampaian materi oleh Budhi Hendrarto cukup menggugah semangat enterpreneneurship peserta.

ineh/Bestari

ineh/Bestari

Sebagai bentuk kepedulian terhadap alumni, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) mengadakan Reuni Akbar di DOME UMM, (6/7). Reuni yang mengangkat tema Menggali Potensi Alumni untuk Peningkatan Sumber Daya Manusia tersebut dihadiri oleh 400 alumni yang berasal dari berbagai angkatan. Penanggung jawab acara, Thathit Manon mengemukakan bahwa acara ini terselenggara untuk menjalin silaturahmi alumni dengan dosen, alumni dengan alumni dan alumni dengan institusi. Thatit juga mengatakan bahwa acara ini merupakan suatu wujud kepedulian UMM terhadap para alumninya. ”Ini merupakan suatu bentuk tanggung jawab kami. Dosen terus melihat perkembangan anak didiknya,” ucap PD III FKIP

tersebut. Selain perwujudan suatu tanggung jawab, acara ini bertujuan untuk membentuk jaringan antara UMM dengan daerah asal para alumni. Dengan demikian diharapkan, dapat terjalin kerjasama yang baik antar alumni UMM di berbagai daerah. Selanjutnya, melalui jaringan tersebut, media pertukaran informasi dan penjaringan alumni lain yang tidak menghadiri acara tersebut juga dapat terajut. Terselenggaranya acara tersebut dapat menimbulkan suatu kebanggaan tersendiri di hati alumni terhadap institusi. ”Dengan melihat teman-teman lain yang begitu banyak dan mapan, diharapkan dapat menimbulkan suatu perasaan bangga di benak para alumni,” tambahnya.

Acara reuni itu dibagi dalam dua bagian. Pertama adalah acara pertemuan alumni se-fakultas yang dilaksanakan mulai pagi hingga waktu makan siang. Sesi pertama tersebut diisi dengan dialog interaktif, sharing pengalaman serta hiburan-hiburan. Usai sesi keakraban yang berlangsung meriah, acara dilanjutkan dengan pertemuan alumni sejurusan di mana konsep acara didesain berbeda-beda sesuai jurusan masingmasing. Pemisahan diharapkan dapat mempererat kedekatan alumni dengan jurusan. Selain itu para alumni juga dapat meng-up grade pengetahuan mereka lewat ajang ini. Jarum selaku Dekan FKIP mengatakan bahwa reuni ini merupakan reuni terbesar yang diadakan FKIP. Alumni-alumni yang menghadiri reuni ini sebagian besar telah sukses di berbagai bidang. Mereka banyak memasuki lahan pekerjaan yang cukup menjanjikan. Lebih lanjut Jarum mengemukakan harapannya di masa mendatang. ”Semoga reuni serupa tidak lagi diprakarsai oleh UMM, namun ide datang dari para alumni. Selanjutnya UMM akan menfasilitasinya,” ujarnya sambil tersenyum. Acara yang berlangsung sehari penuh tersebut mendapat tanggapan yang cukup baik dari para pesertanya. Kebanyakan dari para alumni tersebut menginginkan bahwa acara reuni akbar seperti ini akan sering dilaksanakan. pmg_phi

Strategi Agar Mengajar Tidak Membosankan Materi reading dalam Pendidikan Bahasa Inggris banyak diasumsikan mahasiswa sebagai materi membosankan dibanding materi listening, writing, atau speaking. Untuk itu, Language Center (LC) UMM menggelar “A Workshop on Teaching Capacity Development”, di Aula Masjid AR. Fachruddin Lt. II, (13/7). Peserta workshop merupakan dosen pengajar English for Spesific Purposes (ESP). Hadir sebagai pembicara Fardini Sabilillah dan Jarum, pemateri Evaluation and Assessement, dan Soeparto sebagai pemateri Best Practice of Reading. Ketiganya adalah Dosen Bahasa Inggris yang dikenal kompeten di bidang masingmasing. “Sebisa mungkin materi harus disampaikan dengan memperhitungkan facilities, equipment, supplies, dan time available. Sehingga mahasiswa tidak bosan sebab materi tidak hanya diterima melalui papan tulis. Bisa dengan media dan metode berbeda, namun tetap terserap secara optimal,” terang Fardini dalam materi Rencana Pembelajaran (Lesson Plan) yang disampaikan. Berkaitan dengan materi rencana pembelajaran, salah satu peserta, Emy Sudarwati mengatakan, materi tersebut sangat konstruktif. Hal ini

mengingat tradisi membuat lesson plan belum begitu membudaya diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). “Dengan lesson plan KBM akan lebih sistematis dan menghasilkan out put maksimal,” komentarnya. “Acara ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengajar dosen ESP. Karena banyak asumsi yang menyatakan materi reading adalah materi menjenuhkan. Apalagi kelas reading biasanya diisi sekitar 50 mahasiswa. Selain itu dosen juga akan diberi pelatihan micro teaching,” jelas Riza Elfana, Ketua Pelaksana Workshop. Sementara itu Koordinator Acara, Mawan Karifianto menjelaskan micro teaching yang akan diadakan selama lima hari setelah workshop. “Peserta akan dibagi dalam tim yang terdiri atas 10 orang dan didampingi dosen pendamping. Kemudian satu per satu dari mereka nantinya akan praktek mengajar di hadapan peserta lain. Tiap tim diberikan waktu satu hari,” terangnya. Pria yang akrab disapa Wawan tersebut menerangkan, micro teching merupakan tindak lanjut sekaligus evaluasi untuk mengantisipasi kelemahan mengajar pmg_rey dosen.


SUARA KAMPUS

BESTARI

Mari Makmurkan Masjid dari Segi Fisik dan Non-Fisik

ineh/Bestari

Nizhom Hidayatullah: Saat menceritakan fakta-fakta kristenisasi di Kota Malang.

Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PDM Kabupaten Malang mengadakan pelatihan Manajemen Pemakmuran Masjid dan Kristologi, (12/07), di Aula BAU UMM. Diikuti oleh sekitar 120 peserta. Muhammad Nasir, Ketua Pelaksana Kegiatan mengaku, acara tersebut merupakan acara rutin tahunan. “Saran amar ma’ruf nahi munkar yang paling dekat adalah masjid, sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan dakwah di masjid dapat menjadi lebih baik,” ungkap Nasir. Selanjutnya, pria tersebut juga

mengemukakan bahwa saat ini masjid kurang berfungsi dengan maksimal. Dikarenakan rendahnya pengetahuan para pengurus masjid tentang masjid itu sendiri. Para pengurus masjid lebih cenderung fokus pada usaha pengadaan sarana fisik, sedangkan pemenuhan kegiatan non fisik seperti yang diperintahkan dalam Al-qur’an masih kurang dijalankan. Saad Ibrahim, pemateri kedua pun membenarkan hal tersebut. Pria nan bersahaja tersebut berkisah, terdapat sebuah masjid di Tuban yang bangunannya sangat besar. Namun

saat ia berkunjung ke tempat tersebut, hanya ada enam orang yang sholat berjamaah. Realita tersebut membuatnya miris. Dirinya berharap agar pengurus masjid dewasa ini dapat membuat inovasi-inovasi yang tidak bertentangan dengan Al-qur’an agar fungsi-fungsi masjid dapat tercapai dengan benar. Senada dengan pembahasan Saad Ibrahim, Agus Purwadyo, pemateri ketiga menuturkan pula tentang pengelolaan masjid yang baik, terutama dalam hal pengelolaan secara teknis. Selain memaparkan tentang pemakmuran masjid, acara tersebut juga diisi dengan materi kristenisasi yang disampaikan oleh Masrul dan Nizhom Hidayatullah. Adanya materi kristenisasi tersebut dimaksudkan agar umat islam tetap membentengi diri dengan iman yang kuat, sehingga tidak mudah goyah dengan upaya kristenisasi yang gencar dilakukan dewasa ini. Setelah pemaparan tentang kristenisasi di Indonesia usai, giliran Nizhom Hidayatullah membeberkan fakta-fakta kristenisasi yang terjadi di Malang. Ia menceritakan tentang pendirian-pendirian gereja di Malang yang tidak sesuai dengan aturan. Nizhom juga membeberkan tentang tata cara pengaduan pendirian gereja ilegal tersebut. Pria tersebut juga mengungkapkan harapannya agar kaum muslim di Malang dapat saling membantu memberantas kristologi yang banyak terjadi. pmg_phi

Jangan Masuk Lembaga Intra Karena Tak Mampu di Akademik “Seorang pemimpin itu harus pandai-pandai mendelegasikan tugas pada bawahannya” tutur Muhadjir Effendy, disela-sela sambutannya dalam Pelantikan SEMU, BEMU dan UKM, (14/7), di Aula BAU UMM. Acara tersebut juga menandakan bergantinya kepengurusan tahun 2008-2009 dengan kepengurusan 2009-2010. Muhadjir lebih lanjut menuturkan tentang tiga hal penting dalam kepemimpinan, yaitu dapat membagi wewenang, membagi kepentingan dan disiplin dalam berorganisasi. Yang dimaksud dengan pentingnya membagi kepentingan di sini adalah para pengurus BEMU, SEMU dan UKM harus dapat membagi peranan dalam sebuah organisasi, agar setiap orang merasa tetap dihargai. Selain itu, Muhadjir juga mengatakan bahwa sebagai seorang pemimpin, penting halnya mengetahui karakter bawahan, agar delegasi tugas sesuai dengan bidang yang ia gemari. Selanjutya, pria murah senyum

tersebut mengatakan pula bahwa pengurus SEMU, BEMU dan UKM adalah orang-orang terpilih yang seharusnya dapat menjadi panutan bagi mahasiswa lainnya. Keseimbangan antara dunia akademik dan organisasi harus tetap dijaga. “Jangan sampai masuk ke lembaga intra karena merasa tidak mampu dalam hal akademik,” imbuhnya. Usai rektor memberi wejangan, giliran Letkol Mariono, Kepala Seksi Teritorial Danwil Malang mengisi stadium general. Pria bertubuh tegap tersebut menuturkan tentang peran generasi muda dalam menghadapi ancaman lunturnya nasionalisme bangsa. “Saat ini Pancasila sedang mendapat rong-rongan dari radikal kiri yakni komunis dan radikal kanan yang bukan lain adalah Islam,” ujarnya. Lemahnya persatuan Indonesia, menyebabkan mudahnya NKRI terpecah. Belum lagi keadaan geografis dan demografis Indonesia yang memiliki banyak pulau dan suku. Menurutnya,

untuk melawan serangan itu diperlukan senjata berteknologi mutakhir dan senjata sosial yakni rasa persatuan dan kesatuan. Seperti yang kita ketahui, dalam sejarah, kaum mahasiswa adalah kaum-kaum yang berperan dalam perubahan, seperti Budi Utomo yang diprakarsai oleh mahasiswa, Sumpah Pemuda, dan reformasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa adalah agent of change. Ditemui Bestari seusai acara, ketua BEM Universitas atau yang sering kita sebut Presiden Mahasiswa, Ibnun Hasan Mahfud, mengemukakan komentarnya tentang pelantikan tersebut. Mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan ini diakuinya bahwa saat pelantikan berlangsung ada perasaan bangga yang tercipta, namun di sisi lain muncul perasaan akan adanya tanggung jawab dan tugas yang menumpuk untuk setahun ke depan. Kendati demikian, dirinya yakin kepengurusan setahun ke depan akan berjalan dengan baik. pmg_phi

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

11

Upayakan CCTV Beraudio Demi mewujudkan UMM sebagai kampus unggulan, Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) mengadakan Workshop Akademik, (04/ 8), di ruang sidang rektor UMM. Acara ini dilatarbelakangi kesadaran BKMA yang tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari dosen serta pihak lainnya. Acara yang digelar mulai pukul 08.30 tersebut dihadiri dosen-dosen, para ketua jurusan dan Pembantu Rektor II. Yang menarik, acara tersebut juga dihadiri dosen-dosen dari Universitas Muhammadiyah Parepare. Kedatangan dosendosen tersebut bertujuan untuk mengetahui kinerja UMM yang mungkin dapat diterapkan di Universitas Muhammadiyah Pare-pare. Saat membuka acara, Mursidi, Pembantu Rektor II mengemukakan 5 hal yang menentukan kualitas jasa, yaitu mampu memberikan janji, insurance (kualitas), empati, seta komunikasi dan pelayanan yang baik bagi mahasiswa. Dalam kesempatan itu pula Mursidi mengatakan bahwa dosen harus memadukan TCL dan DCL. Dalam acara tersebut, fokus pembicaraan didasarkan pada dua hal yaitu kendal i mutu ak ademik dan kendali mutu dosen. Wahyu Widodo, bertindak sebagai pemateri yang mengisi tentang kendali mutu akademik. Dalam kesempatan tersebut, Wahyu mengatakan bahwa penjaminan mutu harus menjadi prioritas utama, oleh karena itu perlu adanya standarisasi yang jelas dalam bidang akademik dan dosen, sehingga kegiatan Tri Dar ma Pendidikan dapat tercapai dengan baik. S e l a n j u t n y a , Wa h y u m e n g e mu k a k a n bahwa tahun ini evaluasi hasil mengajar dosen lebih diperketat. “Jika sebelumnya para dosen selalu mendapat

langsung hasil evaluasi mengajar yang dipantau dari CCTV, maka tahun ini sebagian dosen yang belum menerima hasil tersebut memiliki dua kemungkinan, yaitu hasil mengajar yang tidak terpantau atau mungkin dosen tersebut memiliki kehadiran dibawah 80 persen,”ujar Wahyu. Selanjutnya, dari hasil pemantauan, dosen yang ber masalah akan diberikan surat peringatan. Jika terjadi hingga tiga kali, maka dosen tersebut akan mendapatkan sanksi. Dalam pemaparannya kali itu, Wahyu juga mengemukakan keinginannya untuk memonitoring kegiatan Belajar Mengajar d i s e r t a i A u d i o, m e n g i n g a t selama ini CCTV yang ada hanya dapat memantau pembelajaran secara visual. Keberadaan CCTV yang dapat menangkap audio tersebut dapat memungkinkan pihak BKMA untuk memonitoring isi dari perkuliahan. Namun rencana tersebut masih belum dapat dilaksanakan. Hal ini karena belum adanya anggaran dana yang cukup, namun pihaknya akan berusaha merealisasikan ide itu. Selanjutnya, acara bergulir dengan pemaparan dari Noor Harini, membahas tentang masalah kendali mutu dosen. Dalam kesempatan tersebut wanita cantik ini mekankan bahwa yang harus diberi standarisasi mutu bukan hanya dosen, namun juga karyawan, librarian, dan laborer. Selain penjelasan beberapa point diatas, masalah lain yang dibahas adalah pemberlakuan aturan dosen yang harus telah menempuh jenjang S2. Selanjutnya No o r j u g a m e n g e mukakan bahwa selain mengajar, dosen harus aktif dalam kegiatan penelitian dan juga p e n g a b d i an masyarakat. “Dengan adanya workshop ini, diharapkan para dosen dan karyawan dapat memberikan keluaran pada Institusi, sehingga mutu dan kulitas UMM benar-benar dapat dibanggakan di mata masyarakat,” pmg_phi pungkasnya.

UMM Sebar 1200 Mahasiswa KKN Pelepasan: Beberapa DPL dan Satgas KKN sedang memberikan pengarahan akhir di depan peserta KKN UMM sebelum diterjunkan ke lokasi. ineh/Bestari

Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) kembali dihelat. Mengemban amanat untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat dan mengenalkan Muhammadiyah pada masyarakat menjadi tanggung jawab mahasiswa UMM dalam pelaksanaan KKN nantinya. Seperti yang dituturkan

oleh Rektor UMM, Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada Pelepasan Peserta KKN Periode Juli-Agustus 2009 Semester Ganjil. Acara yang digelar di Dome UMM, (16/7), tersebut diikuti tak kurang dari 1200 mahasiswa peserta KKN yang tersebar di enam Kabupaten, 10 Kecamatan, dan 46 Desa. Terdiri dari 90 mahasiswa KKN khusus dan

1110 mahasiswa peserta KKN reguler. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar peserta KKN pada semester ganjil dibanding sebelumnya. Tujuan acara tersebut adalah agar proses pelepasan atau keberangkatan mahasiswa dapat dikoordinir dengan baik dan teratur. “Sehingga nantinya tidak ucul (lepas, Red) sendiri,” ujar Ketua Pelaksana, Amir Syarifuddin. Pada KKN periode JuliAgustus semester ganjil kali ini, UMM telah bekerjasama dengan Pembina Cabang Muhammadiyah (PCM) Jawa Timur. Di antaranya Tulungagung, Blitar, Madiun, Jombang, Malang dan Batu. Tampak hadir pula dalam acara tersebut di antaranya Pembantu Rektor III, Joko Widodo; Direktur DPPM, Bambang Widagdo; Wakil Direktur II DPPM, Adi Sutanto; dan beberapa Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Untuk menjadi mahasiswa yang

berkualitas, menurut Muhadjir, harus mampu menempa berbagai masalah dan mencari jalan keluar terbaik dari setiap masalah dengan didasari ilmu yang telah didapat selama di dunia pendidikan. Karena itu, mengikuti program KKN merupakan salah satu proses pencapaian mahasiswa yang berkualitas sebab nantinya akan dihadapkan oleh berbagai masalah dalam terjun di dunia masyarakat. “KKN merupakan salah satu medan penempaan mental yang harus kita hadapi,” tandasnya. Acara pelepasan peserta KKN tersebut tampak berbeda dibanding tahun sebelumnya. Rektor UMM meminta seluruh peserta yang duduk di tribun Dome untuk turun dan berdiri mendekat dengan Rektor UMM tersebut. Alasannya, ternyata Muhadjir ingin peserta lebih dekat dengannya dan sama-sama berdiri dalam acara tersebut. Perbedaan

tersebut juga diakui oleh Amir. “Ini baru pertama kalinya pelepasan KKN peserta lebih dekat dengan Rektor dan sama-sama berdiri,” ujar pria ramah tersebut. Dalam acara tersebut, dilakukan pemakaian jaket KKN secara simbolis oleh Rektor yang diikuti oleh seluruh peserta KKN. Dalam kegiatannya, masingmasing program kelompok KKN harus mengacu pada pemberdayaan masyarakat yang meliputi bidang agama, ekonomi dan sosial budaya. Di antaranya program Pemberantasan Buta Aksara, Pembelajaran Anak Usia Dini (PAUD), dan Posdaya Masyarakat. “Jadi, nilai-nilai Muhammadiyah nantinya dapat kita terapkan dalam beberapa hal tersebut. Meskipun tidak memaksakan namun minimal mengenalkan Muhammadiyah pada masyarakat,” ujar Amir semangat. Wib


12

BESTARI

LAPORAN UTAMA

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

S1 Saja Masih Belum Cukup Dewasa ini, banyak sarjana, baik Diploma 3, Strata 1 (S1), maupun Strata 2 (S2), bimbang menentukan arah hidup, pasca tak lagi menyandang predikat mahasiswa. Seolah terjebak dalam persimpangan yang menjemukan, akhirnya mereka pun berhenti pada satu kekosongan aktivitas, tanpa mampu sedikitpun beranjak. Padahal, jika para sarjanawan/i tersebut jeli menggali informasi, sebenarnya ada satu peluang yang bisa dimanfaatkan secara optimal. Apakah peluang itu? “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Pepatah tersebut jelas bukan tanpa makna. Dalam kenyataannya, setiap manusia menganggap pendidikan sebagai kebutuhan yang paling penting dan mendesak. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin menjanjikan pula jaminan masa depan yang akan diperolehnya. Di Indonesia sendiri, standar pendidikan yang diterapkan sudah semakin tinggi. Sehingga, tingkatan S1 pun tak lagi “bertaring”. Semakin banyaknya lulusan S1 dan kian berkurangnya jumlah lapangan pekerjaan, membuat kalangan terdidik memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Terkait hal tersebut, Pembantu Rektor I UMM, Sujono, menyarankan para lulusan S1 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut tidak lain untuk memenuhi tuntutan global. “Di satu sisi, jumlah lulusan S1 semakin menjamur. Namun di sisi lain persaingan dalam dunia kerja juga semakin ketat. Hanya yang berpendidikan tinggi yang akan mendapat kesempatan kerja lebih baik,” ujarnya.

Banyak Jalan Menuju Roma Ketidakstabilan kondisi perekonomian di Indonesia, membuat biaya pendidikan kian menjadi. Akhirnya, dengan alasan keterbatasan dana, kalangan akademisi terpaksa harus menunda dan bahkan mengalihkan mimpi besarnya untuk bersekolah sampai tingkat tertinggi. “Sebenarnya saya sangat tertarik untuk S2. Namun beban biaya yang perlu dipersiapkan terlalu banyak, jadi keinginan tersebut harus ditunda. Mungkin, sebelum sekolah, saya akan mencari kerja terlebih dahulu,” ujar Kiki Aresty, mahasiswa UMM angkatan 2005. Hal senada juga diungkap Hadi Prasetya, lulusan S1 salah satu PTS di Surabaya. “Yang ada dalam pikiran saya saat ini adalah mencari kerja. Masalah S2 kapan-kapan saja. Percuma sekolah lagi kalau belum ada persiapan yang matang, baik dari segi fisik, pikiran, maupun materi,” gagasnya. Nampaknya Hadi dan Kiki lupa bahwa sebenarnya hal tersebut masih bisa diatasi dengan beasiswa. Beasiswa sendiri merupakan bantuan dan dukungan pendidikan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi atau memiliki prestasi baik. Beasiswa biasanya diberikan oleh lembaga atau negara tertentu untuk memajukan bidang pendidikan di Indonesia. Tujuan utamanya untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri, berwawasan masa depan serta menjadi pemimpin yang cakap baik intelektual, emosional maupun spiritual (IQ dan EQ).

umam/Bestari

Kualifikasi pendidikan: Persaingan dunia kerja semakin ketat, hal itu menuntut kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi terkadang S1 saja tidak cukup. Memanfaatkan peluang beasiswa untuk pendidikan yang lebih tinggi adalah hal yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan.

Macam Beasiswa Berdasar berbagai sumber yang dihimpun Bertari, secara garis besar terdapat dua jenis beasiswa. Pertama, beasiswa yang didapatkan mahasiswa sebelum masuk ke dalam suatu perguruan tinggi. Beasiswa jenis ini umumnya diberikan oleh perusahaan yang bekerjasama dengan suatu institusi akademik (yaitu dalam bentuk entrance scholarships) dan pemerintah asing. Pemerintah asing biasanya memberikan beasiswa penuh dan jumlahnya pun terbatas. Sedangkan tiga sumber lainnya memberikan beasiswa parsial. Sumber pertama, kedua, dan ketiga umumnya diberikan oleh perusahaan dan pemerintah asing yang mempunyai ketertarikan terhadap suatu negara. Mereka tertarik untuk meningkatkan cultural exchange antar kedua negara yang dapat mempunyai dampak positif terhadap hubungan bilateral maupun multilateral antar negara. Sumber ketiga yaitu institusi akademik. Biasanya diberikan dalam bentuk entrance scholarships dan bersifat otomatis. Artinya, semua aplikasi secara otomatis akan diikutsertakan dalam proses penyaringan. Para pencari beasiswa dapat memberikan aplikasi masuk ke institusi tersebut tanpa mengetahui apakah mereka akan menerima entrance scholarships atau tidak. Jika ternyata mereka mendapatkan entrance scholarships maka pihak institusi akan memberikan informasi tersebut bersamaan dengan surat penerimaan yang mereka terima. Sementara jenis beasiswa yang lain adalah yang didapatkan oleh mahasisw a s e t e l a h m a s u k k e dalam perguruan tinggi. Beasiswa jenis ini lebih mudah karena prestasi maupun potensi mahasiswa telah terlihat dengan lebih jelas. Terdapat beberapa jenis m u l a i d a r i scho larships (yang

jumlah dananya bervariasi), bursary, financial aid dan lain-lain. Umumnya setiap fakultas mempunyai beberapa university-wide dan scholarships/ bursaries. Selain itu juga terdapat banyak perusahaan maupun organisasi yang memberikan beasiswa ataupun bantuan dana sejenisnya. Kriteria yang ditetapkan tentu saja tergantung dari masing-masing pemberi beasiswa. Selain itu, secara umum pasar kerja Indonesia masih memberikan preferensi tersendiri bagi para lulusan perguruan tinggi luar negeri. Diakui atau tidak, mereka yang mengenyam pendidikan tinggi luar negeri kerap ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Meski tidak semua perguruan tinggi luar negeri lebih baik mutunya dibandingkan perguruan tinggi dalam negeri, sejumlah keunggulan yang didapatkan lulusan perguruan tinggi luar negeri justru datang dari faktor lingkungan dan pergaulan mereka di sana. Sedang untuk beasiswa pascasarjana, mayoritas yang diberikan adalah biaya penuh. Hal ini disebabkan jangka waktu belajar S2 lebih pendek yakni satu sampai dua tahun. Beasiswa penuh untuk program-program business/ profit oriented/ professional programs. Contoh-contoh program-program business/ profit oriented/ professional programs atau regulated occupations tersebut antara lain MBA, Corporate Law, Medical dan lain-lain. Selain jenis beasiswa di atas, jenis lainya antara lain beasiswa regional, country specific (yang ditujukan oleh murid-murid dari negara tertentu), maupun open scholarships. Semua jenis beasiswa tersebut bersifat terbuka, jadi kompetisi akan datang dari seluruh penjuru dunia.

Bangun Kapasitas Sejak Dini Menanggapi banyaknya tawaran

beasiswa tersebut, Dosen Jurusan Hubungan Internasional, Yusli Effendi, menyatakan, pendidikan pascasarjana sangat dibutuhkan bagi seseorang yang ingin fokus ke bidang akademik. “Bagi seseorang yang ingin jadi akademisi, wajib S2 dan S3. Bagaimanapun juga, pilihan untuk melanjutkan studi pascasarjana menjadi pilihan yang komparatif dan kompetitif. Selain agar bisa memenangkan kompetisi, studi pascasarjana juga dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan dari golongan mayoritas,” katanya. Tingkatan Master sangat penting bagi para sarjana, karena pada tingkatan tersebut diajarkan state of knowledge (status ilmu pengetahuan). Jika pada jenjang S1, mahasiswa hanya diajarkan konsepkonsep saja, jenjang S2 harus mempunyai spesifikasi. “S1 cukup mengenali konsep-konsep saja. S2 harus memahami banyak teori, dipetakan dan memposisikan diri,” ujar Dosen yang baru saja menyelesaikan studi pasca sarjana di Universitas Exeter itu. Selain itu, di tingkat Master juga diajarkan bagaimana hidup mandiri dan kerja keras. “Dosen jarang memberi tugas. Mahasiswa sudah dianggap dewasa, Dosennya sedikit ceramah, sehingga mahasiswa harus lebih banyak baca buku” tutur Pria berkacamata itu. Pria asli Malang itu memaparkan, untuk menempuh studi S2, mahasiswa tidak harus mengeluarkan biaya sendiri. Saat ini telah begitu banyak beasiswa yang ditawarkan kepada para mahasiswa. “Tata dunia sudah berubah, semakin tidak berbatas. Jadi harus disadari serta dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya. Mendapatkan beasiswa ke luar negeri itu sulit-sulit gampang. Hanya yang berusaha sungguhsungguh yang akan mendapatkannya,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman yang didapat Yusli, sebenarnya kemampuan mahasiswa yang telah lolos seleksi beasiswa tidak berbeda dengan native student (mahasiswa asing.red). “Sebenarnya kemampuan kita tidak kalah dengan mahasiswa luar negeri. Banyak juga mahasiswa Indonesia yang pintar dan cerdas seperti mereka,” terangnya. Berbicara mengenai persiapan yang harus dilakukan, pria murah senyum tersebut mengatakan, sebelum memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri, mahasiswa Indonesia harus melakukan beberapa adaptasi terlebih dahulu, seperti adaptasi bahasa, teknik berpikir bahkan menulis, “Pola tersebut berbeda di setiap negara, terlebih di negaranegara Barat. Orang-orang Barat cenderung straight. Mereka lugas dan efektif dalam ketiga aspek itu (bahasa, pemikiran dan tulisan, red),” ungkapnya. Yusli memaparkan, akan banyak pengalaman yang bisa diperoleh ketika studi di luar negeri. Namun pengalaman yang paling hebat, menurut Yusli adalah bagaimana merasakan belajar di negeri yang tradisi akademiknya kuat. “Hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan kita ketika kembali ke negeri asal,” ungkapnya. Pria penuh semangat itu berpesan, para sarjana yang kelak ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana, terutama dengan beasiswa, harus mulai membangun kapasitas sejak S1. Sehingga, kelak mereka lebih siap, baik secara mental maupun akademik. Selain itu, relasi sosial juga merupakan hal yang penting untuk dibangun. “Bagaimanapun juga sebagian besar beasiswa keluar atas dasar rekomendasi dosen maupun tokohtokoh lainnya,” tuturnya bijak. mg_dmp/mg_sya/pmg_rif/ pmg_ufa


13 UMM Peduli Pendidikan Lanjut Mahasiswanya

LAPORAN UTAMA

BESTARI

umam/Bestari

Fasilitasi mahasiswa: UMM senatiasa memfasilitasi mahasiswanya untuk meraih peluang beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

Beasiswa ke jenjang lebih tinggi menjadi pilihan tepat bagi sarjana yang belum siap di dunia kerja. Namun, untuk meraihnya jelas membutuhkan perjuangan ekstra. Di UMM sendiri, tersedia banyak sekali jenis beasiswa, baik yang berasal dari kampus UMM, pemerintahan (Dikti), maupun dari pihak luar negeri. “Sumber beasiswa di kampus UMM yang berasal dari Dikti yaitu Beasiswa Program Pasca Sarjana (BPPS) untuk program Magister Sosiologi. Sedangkan dari kampus sendiri ada beasiswa DPP UMM,” ujar Sujono. Lebih lanjut Sujono menyatakan, banyaknya program beasiswa di UMM tidak lain karana selama ini pihaknya telah intensif

melakukan kerjasama dengan pihak internasional. Sejak tahun 1994 UMM menjalin kerjasama dengan Australia melalui program Australian Concor tium For in Countri Indonesian (ACICIS), Amerika Serikat (AS) dengan program pembukaan pusat informasi dan beasiswa Amerika serikat dalam bentuk American Corner dan perwakilan Aminef-Fulbright Office. Disamping itu, UMM juga menjalin kerja sama dengan n e g a r a -n e g a r a A s i a s e p e r t i negara-negara timur tengah, Cina, Thailand, Malaysia. Dan dalam waktu dekat UMM akan menjalin kerja sama dengan Inggris. “Sedangkan kerjasama terbaru adalah kerja sama dengan Eropa yang dinamai “Erasmus Mundus”. Program kerjasama tersebut

merupakan mobilitas dalam bidang pendidikan tinggi yang diprakarsai oleh komisi Uni Eropa. Erasmus Mundus adalah pertukaran dosen dan mahasiswa Asia-Eropa dan Eropa-Asia, yang diikuti oleh 18 universitas dari 15 negara yang meliputi Asia dan Eropa termasuk Indonesia, dari Indonesia sendiri diwakili UMM dan ITB,” terangnya. Menurutnya, pencapaian prestasi UMM dalam menjalin kerjasama luar negeri merupakan hal yang luar biasa. “Ini merupakan hal yang luar biasa yang patut disyukuri. Ke depan, UMM akan terus mencari terobosan untuk kerjasama luar negri,” komentar guru besar Fapetrik. Ketika ditanya tentang peruntukan beasiswa S1 dan S2 di

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

UMM, pria ramah tersebut mengungkapkan, sejauh ini beasiswa di UMM masih diperuntukkan dosen yang memiliki prestasi bagus, baru menempuh S1, dan merupakan kader. Sedang untuk mahasiswa yang akan melanjutkan pascasarjana, UMM juga menyediakan beasiswa dari kampus, yang telah berjalan sejak dulu seperti subsidi biaya kuliah mulai dari 5% sampai 75%. Berbicara mengenai manfaat beasiswa, Sujono menyatakan, selain berdampak positif bagi kemampuan akademik mahasiswa itu sendiri, hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas intitusi atau lembaga yang dibawahinya. “Khusus untuk dosen UMM yang mendapatkan beasiswa, selain dituntut untuk meningkatkan kemampuan akademik, mereka juga diwajibkan melakukan pengabdian dalam memajukan prodi atau jurusan yang dipegangnya,” jelasnya. Menurut pemilik gelar Profesor tersebut, setiap peminat beasiswa wajib memperhatikan persyaratan yang diajukan oleh pihak penyelenggara. “Biasanya pihak penyelenggara mengajukan syarat nilai toefl/ielts (standar nilai kemampuan berbahasa Inggris, red) dan kecakapan matematik seperti GMAT,” ungkapnya. Ta k j a u h d e n g a n S u j o n o, dal am situs w w w.studi l uar ne geri.com juga mengungkap beberapa syarat yang harus dipenuhi peminat beasiswa diantaranya nilai bahasa Inggris toefl minimum 600 atau ielts 7. Selain itu, pengalaman kerja (jika diminta), IPK minimum 3,5 dan mendapat surat rekomendasi minimal 3 dosen. Selain itu, terdapat sumber pendanaan lain yang umumnya digunakan oleh murid-murid S2, yaitu menjadi Teaching Assistant (TA) dan Research Assistant (RA). Intinya, mereka membantu para profesor mengajar kelas-kelas

atau membantu riset ilmiah yang mereka lakukan. Satu hal yang perlu diingat, pendaftar harus mengajukan aplikasi dan melalui proses layaknya melamar lowongan kerja. Karena pekerjaan-pekerjaan tersebut mempunyai banyak peminat, maka masing-masing individu harus bisa menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat yang paling tepat. Akan lebih baik lagi jika mereka menyempatkan waktu mengenal para profesor dan terus meningkatkan prestasi akademik. Jadi, apabila terdapat kelas yang membutuhkan TA atau pun riset yang membutuhkan RA, mereka bisa diutamakan. Ada beberapa karakteristik yang harus dipenuhi untuk mendapat beasiswa ke luar negeri, diantaranya, tidak memiliki ikatan dinas sama sekali dan harus mengerjakan penelitian sesuai dengan minatnya. Namun, tidak semua negara memiliki karakteristik yang sama sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Beberapa negara yang memberikan beasiswa memiliki ketentuan tersendiri mengenai syaratsyarat yang harus dipenuhi. Di Amerika Serikat, syarat-syarat itu mengutamakan kualitas akademik mahasiswa seperti dikutip pada http://www.studiluarnegeri.com. Negara Paman Sam tersebut sering memberikan beasiswa yang disebut stipend untuk mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$ 1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer (musim panas) biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranted). Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi TA atau RA. Mg_sya/ Pmg_Rif

EKSKLUSIF

Kesempatan ke Luar Negeri Sangat Terbuka Bagaimana mahasiswa mendapat informasi mengenai hal itu? Sekarang kampus menyediakan banyak sekali fasilitas yang bisa membantu mahasiswa menggali informasi terkait peluang beasiswa. Beberapa fasilitas tersebut antara lain UPI-Net, Hotspot jaringan internet gratis yang bisa diakses kapanpun, serta beberapa corner, seperti American Corner dan Iran Corner, yang setiap saat menyediakan informasi mengenai beasiswa ke luar negeri

Ada Berapa macam beasiswa yang yang dapat diikuti mahasiswa UMM? Banyak sekali, tergantung banyaknya informasi yang diperoleh mahasiswa itu sendiri. Namun, selama ini kebanyakan mahasiswa memperoleh beasiswa yang berasal dari Direktorat Tinggi Pendidikan (Dikti), Ford Foundation, Fullbright, Australian Development Scolarship (ADS), Chevening Award. Yang jelas, hampir setiap negara, baik itu Belanda, Italia, maupun Rusia, selalu membuka lebar peluang beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

Secara umum, syarat apa yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mendapat beasiswa? Sebenarnya syarat-syarat itu tidak mutlak sama, tergantung kebijakan negara maupun universitas masingmasing. Namun secara umum adalah penguasaan terhadap bahasa asing, setidaknya memiliki toefl minimal 550-600 dan IPK setidaknya tiga, namun syarat sewaktu-waktu bisa berubah. Apakah jumlah penerima beasiswa dibatasi? Tidak, ini adalah kompetisi untuk umum. Jadi, siapa saja yang memenangkan kompetisi tersebut,

maka dia memiliki kesempatan untuk belajar gratis sesuai keinginan. Semua tergantung kerja keras mahasiswa itu sendiri. Jika dia benarbenar serius ingin mendapatkan beasiswa itu, maka harus ada usaha yang serius pula. Di sini faktor keberuntungan sangatlah kecil, apalagi saingan berasal dari seluruh dunia.

Bagaimana upaya UMM untuk membantu mahasiswa kuliah gratis? Dari awal UMM telah mempersiapkan mahasiswa dengan English Special Purpose (ESP) selama dua semester. Fasilitas itu harus dimanfaatkan dengan baik, karena nantinya akan sangat berguna. Selain mendapat ilmu praktis, mahasiswa juga akan diberi sertifikat bahasa Inggris yang bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa. Selain itu, ada pula American Corner yang setiap saat bisa membantu mahasiswa mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya. Harapan terhadap mahasiswa? Jika ingin belajar gratis ke luar negeri, maka harus mempersiapkan diri sejak dini. Yang harus diper-

siapkan adalah kekuasaan berbahasa asing. Selain itu, mahasiswa juga harus peka terhadap kesempatan dengan sering mengakses informasi baik dari dosen, fakultas masingmasing maupun dari internet. Semua itu harus kerap dilakukan untuk menggenggam peluang. Dan bagi mereka yang telah mendapat beasiswa, maka kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Jika tidak, maka kesempatan emas tidak akan datang untuk kedua kalinya.

umam/Bestari

Beasiswa bukanlah hal yang sulit lagi untuk didapatkan. Luasnya jaringan komunikasi memudahkan mahasiswa mengakses informasi kapanpun dan dimanapun. Bagaimana mahasiswa bisa menangkap peluang sekolah gratis di luar negeri? Berikut petikan wawancara reporter Bestari, Siti Yuliana, dengan Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri UMM, Drs. Soeparto, M.pd.

Soeparto


14

BESTARI

RONA WISUDA

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Daftar Nama Wisudawan/Wisudawati Periode III Tahun 2009 Program Diploma Tiga (D3), Strata Satu(S1), dan Pasca Sarjana (S2)

Uni ver sitas Muhammadiy ah Malang Univ Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Jurusan Tarbiyah Khusnul Amin Abdul Azzam Al Mubarok Arip Hidayat Agus Suwanto Fita Masruroh Apriyal Fakih Rifa’i Sobri Riki Muklis Prasetyani Erik Budianto Siti Hodijatul Muna Sahran Jurusan Syariah Abdillah Muhammad Kurdi Ridwan Noor Abd. Rohim Muhammad Yusri Lusianah Syamsul Anwar Lailatun Nikmah Munjirin Moh. Hanafi Hasnan Bachtiar Agus Syuhada

Fakultas ISIP Jurusan Kesejahteraan Sosial Humidatun Nisa’ Yoni Andydhana Suranegara Achmad Hijrah Ramdhani Azhary Purnama Muliansyah Abdurrahman Asrori Jurusan Ilmu Komunikasi Reny Adriany Sukmawan Teguh Prasetyo Aditya Nur Rachmanto Hesthy Umi Aiman Indah Rosita Hapsari Johan Bagus Kurniawan Yulita Indriati Firstanto Untardi Arya Krisna Wardana Febbi Andreansyah Endang Kayati Hermin Susanti Dwi Lestari Chair Elbaryat Hasni Era Sari Mahardiati Renita Arininda Erliana Rubianti Budi Setyarini Fifi Rachmi Elfandari Rama Surya Marlidin Wahyuni Yunita Triayu Widyana Muhlis Triono Hadi Kusuma Fadlilah Atok Ashari Ika Suhesti Iwan Trianggodo Desak Made DRW Ayu Seto Julaika Freddy Irwansyah Putra Thompson Prasetio Yudho Anjariyanto Abdul Hadi Riswan Husni Mubarok Amelia Suryani Hadid Alfarisi Lalu Saepul Jahar Rudy Purnomo Viddyas Artha Cahyaningrum Renno Budiardi Naning Wijianti Mega Arisca Widyaswara Adisti Dyas Arimbi Fitria Nurmala Sari Ervita Dwi Indrawati Dian Ayu Yuwana M. Dedi Rahmanto Ratna Sari Dewi Setyoningsih Ranti Suci Puspita Endang Setyowati Raditia Anggraini Mainari Zaki Khalid Adenan Ananda Suci Pratiwi Rizqi Syafruddin Whike Harinda Astriya Nafida Khaerunnisa Fahmi Syahrial

Fitriyah Moh. Anggit Sarwoko Yulita Yuliyanti Ika Yuniarsih Diah Kurniati Risda Resmi Rulli Suprayugo Wicky Riska Rudini Saputra Tri Wardana Hendri Ardiansyah Putri Nugrahaning Hapsari Vidia Liliana Hj. Hisnia Sari Irliyanti Sukmahnda Dian Irfa Dewi Baiq Yustisiani Dan GW Patrioty Kusuma Ningrum Zuhrisa Noor Lailia Khairunnisa Kasmawati Kadir Octabrina Chandra Devi Yunadya Marica Pamungkas Ayu Ratna Sofia Susilawati Septama Putra Wardoyo Okky Primajaya Syukron Mochammad Ma’arif Rully Putra Pamungkas Rizki Agung Budi Santoso Erlan Adi Putrawan Iqbal Anhariansyah Arista Maulana M. Rinadi Jurusan Ilmu Pemerintahan Mahbub Junaedy Masma Emi Kholifah Wahyudi Bella Prahman Latif Supriono Muhammad Fajrin Saris Sahar Damra Saptiyo Wibowo Ihda Ahsan Maulana Muhamad Haidir Lukman Mawardi Wahyu Widhi Darmawan Chandra Saputra Ari Siswanto Hendra Wibisono Sucipto Muhammad Murni Rusmin Ramlan Daeng P Muhammad Fahd Hamka Andrianto Muhammad Ridwan Khikmawanto Mochammad Dedy Taufik M Jurusan Sosiologi Dian Yanuarko Arifah Almawati Jatmiko Yeni Ambarwati Ulia Rahmawati Muhammad Usamah Rasyidi Nina Richi Tresy Putri Muhammad Junaedi Jurusan Hub. Internasional Milani Kurnia Dewi Andi Bunga Septiani Tuti Al Hikmah M. Syaprin Zahidi Amaria Qori’ula

Fakultas KIP Jurusan Matematika & Komputasi Hana Anugraheni Endang Lindawati Rony Wibisono Churul Liati Rudy Pratama Yudha Khoiriyah Edy Santoso Ade Irma Suryani Latifah T. Narang Nouval Almaududy Assegaff Nur Qomariyah Lili Suryani Nur Arifah Fery Eva Rahmawati Yunita Trisnawati Mairi Nur Fadlillah Arbaini Rifai Rissa Prima Kurniawati Dyah Ayu Sulistyaning Cipta Nailin Najiyah Alif Filan Trofi Qurnianingtyas Fenny Maretha

Hazbullah Rohman Nani Santilia Yuni Endah Sulistyorini Mamang Ari Prastyo Elok Faiqotul Himmah Laily Rohmawati Mega Sukma Harjayanti Kiswo Ardiyanti Jurusan Biologi Lila Tati Erawati Ika Ningtias Nurfadiah Endah Wardani Ariesta Ainul Gafur Dozy Erliana Dyah Ayu Tri Kurniawati Oktaviana Yulis Widiantari Erlin Pratiwi Dian Anggraeni Zulfahfitriah Iluh Uke Susantini Fitrah Ramadhan Rachmy Fatma Abdollah Kumalasari Taufiq Budiman Nofi Hermawan Warnilia As’ad Syamsul Arifin Shohifatu Zahroh Yeni Noviyanti HS Siska Ariana Triya Suhartini Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Latifatur Rofiqoh IIwan Agus Darmawan Rika Anggraini Rahmawan Awalul Romadhoni Desi Haryati Natalia Neli Andriani Lisa Umami Ani Suhartini Zuni Rahmah Dewi Maria Amriki Nur Afifatu Maulidah Ernina Reni Handayani Yuni Rianti Mariyama Qaiyimah Dopu Yulianti Purnama Sari Yeni Rahmawati Hasan Suaedi Rofidah Sandra Dwi Marisa Ilma Erika Mawaddah Windri Septi Januarini Yetti Trihastuti Ira Datul Hasanah Eko Retnoningsih Rahayu Endah Tri Utari Amboina Dian Saputra Nurul Faridah Jurusan Bahasa Inggris Asri Kusuma Dewanti Renny Rahma Dewi Agus Dwi Siswanto Adi Sulaiman Ali Muttaqin Wairin Ahmad Nurvianto Nirmala Paramitha Rama Dhanti Sri Lestari Hesty Noviane Gandhi Linda Listya Purwasih Indah Sari Kinanggi Ike Dian Sri Lestari Nurlia Isroin Erlin Widyaningrum Ristianingsih Putri Lia Permatasari Tri Wahyu Widyastuti Solichin Poppy Rachman Muhammad Jaidie Ibnu Wahyurianto Prafitri Ika Kurniasari Intan Lailasari Ramadhani Makiah Alfinawaty Arianti Kurniasari Siti Mufarocha Nur Fajar Agustin Qaafyan Mardin Widyastuti Hervin Ratnasari Reny Nurlaili Septiana Devie Ariestyanti Jurusan Civic Hukum (PPKn) Daiana Aulia Arifin Sefa Agus Susanti

Fakultas Hukum Agung Prima Anggoro Rizal Rozadi Thamrin Marpaung Mohamad Supriyanggodo Amirullah Jayadi Suci Rahayu Sehid Farida Riyani Indah Mahmud Yunus Ratih Octaviany Benny Adiwarman Wedha Sanggara Farid Elmalaki Gunawan Wibisono Elfa Pratiwi Arief Wicaksono Yuniar Wicaksono Dwi Haspi Afrilia Eko Setiawan Ridwan Noor Yunita Hadianti Firyawan Eko Wahyudianto Rayno Dwi Adityo Abdul Aziz Bashori Kurnia Karya Nugraha Eko Agus Victoriyawan Dediansyah Lina Novita Sari Arfian Prajuliansah Vidi Pradinata Lailatul Fitriyah Ayu Sari Anggraini Annas Absyar Ikrimah Taufan Adhi Nugroho Bram Ganda Saputra A. Khaqqon Sulemqon Dian Kurniawan

Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Eko Prasetyo Indra Kusuma Muhammad Maulana Tagock An Novantrian Yusuf Effendi Hadiyanto Bunge Geraldine Koko Suhendrik Asis Efendi Taufik Yunarto M. Akief Ka’bah Sarmadiya Yudhi Ardianto Ari Subekti Casmedi Andi Santoso Widya Wahyu Wibowo Andreas Kurniawan Arly Adiansyah Kurniawan Hijrah Saputro Dodi Mulyanto Fajar Surya Triatmaja Aspuriantini Mohammad Kamsir Adiputra Vikky Firmansyah Daniel Agung Ary Wibowo Ike Richmond Adi Santika Elisa Sistianty Anton Supriyadi Nia Octaviana Agafraly Syaiful Rahman Wiwik Widyaningsih Nurulloh Nina Fariana Dhania Maharani Suhartini Yuda Pamungkas Sri Wahyuni Ria Oktariani Erna Ika Muktiany Ervan Novandianto Indra Setiawan Agus Fauzi Bayu Firman Saputra Vendy Budiawan Meri Suci Rahmawati Ernawati Ningsih Ely Khusnawiyah Vandika Satria Fasa Bela Furi Sardian Aida Gadis Merdekasari Yuanita Ayu Tanti Agus Ismiyanto Rizky Bayu Pradana Hari Ani Supriyadi Akhmad Mahfud Cahya Setia Putra Nurul Aeni Mochamad Hudan Eko Utomo

Hidayah Rima Yurnawati Farida Yuliana Pralisma Dwi Yuta Purvisa Itok Wahyu Irawan Riesty Lili Dwi Cahyaningsih Indra Yusnovan Ika Prastiwi Anis Faridah Muhlis Mochammad Ghozali Khusnul Khotimah Yesinta Restu Taurusia Lukman Septiani Fitasari Ike Mulyani Yulis Nurul ‘Aini Ria Puspita Sari Diah Dwiarianti Erna Prasetyo Reti Rizka Rahadian Ningrum Dian Asri Anggraeni Nanang Dwi Setyawan R. Jiwa Kusuma Ahmad Aji Herijianto Dhika Rahadi Prianto Jurusan Akutansi Anis Nurlaili Agus Priyanto Muhammad Subairi Agung Sulistiono Bayu Marta Riansyah Hari Nugraha Dony Prasetyo Dwi Astuti Adi Wirawan R. Deddy Purnomo Danik Rendiantri Septiana D Grace Mitasari Kenny Novisa Siswanto Rizky Karuniawan Yanu Darmawan Agung Widyananta Kusuma Wahyudi Arsad A. Bachtiar Agung Kusumajaya Meirina Eka Maryati Hendaru Kadianto Yoga Permana Rizki Puspita Sari Nugroho Midi Pamungkas Dian Yudha Setyawan Ika Wahyu Nur Fitria Irwanto Bayu Hasdiyanto Nur’aeni Vadianti Ayuningtyas Sukma Hakim Haryono Ahmad Ishadi Muzakky Dimar Deddy Ambara Endang Fitriani Wahyu Iswahyudi Tri Wahyuningrum Irma Citra Sari Anik Susiana Meita Rahmadewi Adhe Candra Andrianto Ita Juhartanti Citra Dewi Anestya Faradhita Bintang Glorian Indra CP Yanuar Firmansyah Mahmudah Sherly Swasta Djuwita Harisab Wenni Annita Maryati Deasy Natalia Christanti Amelia Senja Siti Sholikah Widy Muhammad Hidayat Irwan Juli Amanda Makruf Kurniadi Yuniar Eko Setyorini Dian Pramita Sari Sri Wahyuni Kemala Natarani Oky Dwi Chriswantoro Dita Eka Aprilia Nurhesti Bidi Susati Kanugrahan Raharjo Hesty Sri Lestari Yakub Bramantika Ratna Endah Kurniasari Dewi Anggraeni Dian Rusmala Dewi Vinna Olivia Aimatu Sa’adah Moh. Hermansyah Fitroni Yuliana Kusumaningrum Lilik Tristiani Muhammad Fauzi Siti Nurma Yunita Lutfirrahman A. M. Agustin Budi Rahayu Marvita Widya Silvia Rosa


RONA WISUDA Dian Rahmawati Mochammad Mochtasom Irma Suryani Kusuma Sigma Paramita Reny Kurnia Sholihin Indah Retno Kumalasari Sri Indah Wahyuni Dhesy Eka Putri Shafariani Ekoadi Purwono Iin Nuraini Shinta Mahardika Kuntum Wihdatu Lizha Evadiar Anita Syaqirah Umiyati Desvita Trimala Sari Ajeng Mahar Swasanti Hendra Dwi Hermawan Abdul Majid Tutik Indrawati Ira Trihani Purwanti Vicha Mira Yanera Reky Aji Anggoro Yunita Marta Kumalasari Yoggy Chandra Pratama Muhammad Ridho Alkaf Anton Arif Hidayat Erik Wibowo Danang Bayu Priyoko Sri Adiati Wulandari Kristian Deni Prastiyo Yeni Kuswanto Yudi Hartono Budi Fatlika Wibowo Frendy Yanwar Mahadin Oky Nopy Saputra Ria Anita Widarti Anyta Ayu Pebriyanti Riska Nurul Cholidiyah Sulistyaningrum Sigit Tri Atmoko Anita Sabrina Sumiasih Fitriati Rina Mariyana Reza Armanda Dedy Setiyawan Yunita Envrensiana Dian Maya Kristina Surya Aji Cahya Pribadi Muhamad Asrul Oktarizal Fadillah Taufik Nur Fitriyah Dani Apriyanto Jurusan IESP Chandra Iswahyudi Jaulin Istanto Agung Firmanur Roziq Irna Lidia Yusika Apriyanti Linda Arisandi Andik Setiawan Denny Prasetyo Miftakhul Huda Ertanto Firman Ardiansah Dedy Sucahyadi Ahmad Zulfikri Nanang Qosim Wildan El Nakhri Febry Sanur Saputra Aris Eko Prasetyo Nanik Dwi Lestari Marsix Dwi Nurseto Windya Kristina Wardani Resti Marita Kusuma Dinda Rahma Setiyadini Fidita Ratna Pratiwi Tofan Lore Firmansyah Widyastuti Ayu Lestari Sisca Fatmawati Permana Putri M. Hosen Hasan Santoso Dedy Suwaji Ulfa Arifin Yeniastuti Zuroida Amna Henny Noviyanti Diki Mardiansah Devi Ika Waryani Qory Trisnawati Iriana Kusuma Dewi Erma Patmawati Jhevika Dwi Puspita Candra Fitrianita Dedi Wahyudin Wisnu Hardianto Hari Cahyono D-3 Keuangan dan Perbankan Vivi Sriwahyuni Muchammad Andy Cahyanto Gridda Drastistiana Ahmad Aminudin Mas Agung Riko Yudhista Beni Firmansyah Dwi Saputra Rina Dwi Kusuma Nike Putri Dewantie Riena Puspasari Yanuari Bekti Widakdo Sukaesah Reny Lukitasari Siti Fatimah

BESTARI

Angger Ayu Kisudha Seno Putri Astrid Yuniawati Mega Putri Ayomi Tedi Dwi Handoko Arif Gunawan Ika Susilowati Reni Purbasiwi Taufik Hidayat Laila Agustina Muhammad Shobirin Maharani Ratih Artikasari Mahpujah Arung Pratama Rifky Alfiansyah Hamimah Nila Octorina Bagiyo Andhadi Septriawan Agustina Ika Wijayanti Arya Suprayuda Do’i Foni Candra Dewi

Fakultas Ilmu Kesehatan Jurusan D-3 Keperawatan Carina Putri Megananda F. Dwi Handayani Suroso Novita Hidayah Yani Khatimatul Husna Yuni Ungguh Prastiyani Wulan Nilasari Fiqi Dwiyanti Adinda Devi Amelia Nurnaningsih Erita Dwi Anggraeni Kusnul Khotimah Eva Setya Utami Puti Cendik Mardiyati Tutik Hariyani Sahri Maulidah Lidia Novita Siregar Dodi Kurniawan Ervi Tri Sulistyorini Widayanti Haga Ajiwatantra Wahid Anugrah Aditya Nicky Atmaja Puspita Rosiana Dewi Siska Esti Handayani Aini Moeffidah Iin Sulfiyah Rika Handika Eva Harliani Depit Lupikasari Eric Alys Setyawan Selvi Selistiawati Rozi Dwi Antoni Yayuk Wahyu Ifa Lestari Vina Fajardhini Rida Wahyuningsih Lilah Adilah Siti Kuswardani Winarno Indarwati Filsa Aji Prakoso Sisca Wahyulining Tyas Diah Kustiwi Milia Susanti Yuni Susiyawati M. Miftahul Huda Fildzah Finaniah Ismiyatul Mufarrohah Riza Pahroni Kesumaningrum Nungky Kustantya Wiwit Nuratih Danar Irianto Mochamad Saiful Anwar Nurul Sholikhati Oktavia Diyan Pipit Kristianti Iva Natalia Lestari Dwi Rori Fajarotin Dewi Purwandari Agus Hariyono Syairah Zunita M. Khoirul Huda Rosadi

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Aditya Winedy Denny Prasetyo M. Jufri Asbudianto Sukito Bahar Arifin Sulistiawan Zaki Fanani Agus Kristanto Adi Suprapto Faiz Firmansyah Ashari Ismawan Dian Handriyanto Seto Agung Permata Baskoro Burhanudin Yusuf Sugeng Prayitno Ahmad Yani Renggo Setyo Pambudi Chepy Sukmawardhana Eko Burhan Cahyono

Heldi Nusianandar Bambang Irawan Wisnu Heri Nugroho Anang Supian Abdul Kahir Faisal Rahman Rahmiyansyah M. Fahrizanor Saifullah Arief Salahudin Waris Dwi Saputro Jurusan Teknik Sipil Dedy Yudha Permana Firman Yeyen Tegar Prasetyawan Moh. Nadlif Rudy Darma Putra Fahrizal Wahyu Aghnat Priyoko Tedy Irawan Suleman Indro Susilo Denny Dwi Arifianto Sukirno Adi Wahyuriyadi Dewi Pratiwi Miftah Farid Jamaluddin Jurusan Teknik Elektro Achmad Dodi Afandy Yan Santoso Nugroho Frens Edo Sancoko Erryck Sulistyono Tri Buono Yudi Gunawan Yogha Eko Prasetyo Moh. Rizal Hermawan Windrha Rudy Wijaya Dian Tri Suryana Dwi Azan Rhomadyasto M. Shindu Hastika Rama Rizky Andriansyah Agung Prasetiyo Hari Wibianto Reza Pahlevi Arif Wibowo Widiyo Nurlailis Viky Surya Abadi Khaeruddin Herman Yulyansyah Priska Primadinata Abdullah Alhaddad R. Hendy Krismada Adi Susanto Muhammad Fajar Khairullah Ramli Sri Rahayu Wijayanti Jurusan Teknik Industri Ahmad Muhammad Iqbal Achmad Qurbani Yusuf Hendra Deddy Wardhana Fajar Andi Saputra Shaiful Hadi Muhammad Thoriq Amrullah Anton Edy Susanto Wisnu Widodo Abdullah Jonatha Rantau Fahrur Rozi Agung Darmawan Hadi Ashwari Fenda Mariza Havid Alfan Desy Mayasari Miftahul Ulum Nyi Mas Mirnayanti Jayasari S Erni Wijayanti Ajat Sudrajat Jurusan Teknik Informatika Galih Wasis Wicaksono Yufis Azhar Wahyu Andhyka Kusuma Luqman Hakim Widtri Wulandari Andarta Fardhanul Khoir Muhammad Tulodo Andarbeni Hardianto Wibowo

Fakultas Pertanian Agronomi Tri Siswanto Sunardi Nurcahyo Wahyu Hindarto Estherina Noventhi Subandi Agus Hadi Suwito Agribisnis Fathur Rohman Mudhofir Farisqi Bayu Aji Muhammad Rojikin Heri Setiawan Jurusan Tek. Hasil Pertanian Afif Muhdam Ika Ratna Agustin Erinda Hanindita

15

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Lilianti Puspaningrum Husni Thamrin Titik Sundari Riva Karmila Jurusan Budidaya Hutan Wigung Wicaksono Ardiansyah Rusdianto

Fapetrik Jurusan Produksi Ternak Wahyu Ardhi Laksa Zamalan Jurusan Budidaya Perairan Fuad Iskandar Retti Eska Sarasasti

Fakultas Psikologi Hesty Febrianti Sekar Gupita Indri Pamintaningtyas Purwaningdyah Septantini Dian Mayasari Devi Puspa Normalasari Nurul Hidayah Ritma Nindita Widahana Arisakti Oktariana Yoyok Sulistiyono Wahono Argo Sasongko Hidayatul Hikmah Amalia Andriani Puspasari Hestiyani Agustina Rievia Qurliawati Mega Indriastuti Syamsudin Ulfida Miladiana Sari Nur Hidayat Saputra Nur Daniati Ratna Masayu Dewi Septian Reiswandy Linda Rahayu Madista Aris Wirayuda Bhennita Sukmawati Adi Legowo Ingrid Indah Pujilestari Eva Mutiara Joewita Krismania Sari Nova Dwidharmayanti Nur Julqurniati Uswatun Hasanah Meirdhany Mesteroom Dian Anugrah Eva Aulia Khoirun Nikmah Nesri Hariati Bani Nur Asfi Ida Ayu Oktavia Ningrum Andika Paramita Satrio Putri Mahdia Fadhila Vita Ariyanti Kusumaningrum Sairah Wahyu Saptarani Irfan Angga Prasetya Ritma Budiarti Fentri Imasari Fauziah Setyorini Arfaria Puput Nugroho Vicky Andri Setia Putra

Program Pascasarjana Magister Ilmu Agama Islam Athoillah Hamdani Sri Asih Sugiyatin Dewi Alfiah Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Syaiful Arifin Sitti Sunarsih Sulistyaningsih Iriyanto Sidik Puspitopriyo Supriadi Jamari Nurul Hidayati Brens Pungus Moh. Munawar Kholid Abubakar Kasim Melkianus Tanggu Solo Lukman Sara Marthen Tabun Ismail Kasim Mohamad Ali Doa Ening Murtiningsih Damrun Rosalina E. Lobo S. T. Ramlah Safrudin Sabong Usman Sakan Julius Langko Kenedi Arifin Alias Bebe Muhamad Ridwan H. Umar Akhmad Darsono Sumantri Zunaidah Moh. Wahid Sulaiman Ode Mohamad Man Arfa L Dwi Haryono Edy Purwanto M. Ibnu Shobri Marsinto Muhammad Haris Nurlette Ninik Priyani Budi Utami Zaenal Arifin Edy Sumbodo Ruwiyati Rohmah Sumartini Slamet Suhadak Parmo Sri Mulyati Suhartoyo Suyono Mahfud Efendi Magister Ilmu Hukum Asuh Suahman Muhammad Amin Hanafi Ratih Ita Puspita Magister Manajemen Muhamad Albaar Khusnatul Zulfa Wafirotin Umi Farida Umar Sagaf Dino Sudana Magister Agribisnis Liliek Listyowati Magister Psikologi Linda Yani Pusfiyaningsih

♦Lulusan

SELAMAT DAN SUKSES

terbaik tingkat universitas program Diploma tiga (D3) diraih oleh Angger Ayu Kisudha Seno Putri, A. Md. dengan IPK 3,86 dari Fakultas Ekonomi program studi D-3 Keuangan dan Perbankan, putri dari bapak Suyatno dan ibu Sesi Suadah dari Mojokerto ♦Lulusan terbaik tingkat universitas program Sarjana (S1) diraih oleh Syamsul Anwar, S.HI. dengan IPK 3,89 dari Fakultas Agama Islam program studi Akhwal Al-Syakhsyiyah, putra dari bapak M. Shaleh Sy. dan ibu Masnun dari Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan ♦Lulusan terbaik tingkat universitas program Pascasarjana diraih oleh Sri Asih,M.A dengan IPK 3,98 dari program Magister Ilmu Agama Islam, putri dari bapak Sampir (alm) dan ibu Tinem dari Madiun Nama Angger Ayu K.S.P, A.Md. Yuni Ungguh P, A.Md.Kep Syamsul Anwar, S.HI Amaria Qori’ula, S.IP Ibnu wahyurianto, S.Pd Dediansyah, S.H Galih Wasis W., S. Kom Yudi Hartono, S.E Titik Sundari, S.TP Vita Ariyanti K., S.Psi Zamalan, S.Pt Sri Asih, M.A.

Fakultas/PS Diploma III Perbankan Ilmu Kesehatan Agama Islam Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Keguruan dan Ilmu Pendidikan Hukum Teknik Ekonomi Pertanian Psikologi Peternakan –Perikanan Pascasarjana

IPK 3,86 3,74 3,89 3,80 3,85 3,75 3,84 3,86 3,64 3,71 3,70 3,98


16

BESTARI

PERNIK MALANG

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Pesona Wisata Air Kabupaten Malang

Bendungan Selorejo dan Karangkates Berikan Nuansa Ikan

ineh/Bestari Multifungsi: tidak hanya sebagai pemasok listrik, Bendungan Selorejo juga bisa dijadikan sebagai objek wisata yang menarik

Malang sebagai salah satu kota besar di Provinsi Jawa Timur paling tidak harus bisa memenuhi kesejahteraan warganyua dengan adanya pasokan listrik cukup untuk kehidupan sehari-hari serta berbagai industri yang beroperasi.Salah satunya dengan PLTA. Keberadaan PLTA di Malang tidak lepas dari dua bendungan yaitu Selorejo dan Sutami Lahor. Bagaimana peranan kedua bendungan tersebut dalam menghasilkan listrik? Berikut hasil jalan-jalan Bestari. Tak terasa dengan mengendarai sepeda motor, menyusuri sebelah barat Kabupaten Malang akan memakan waktu hampir satu setengah jam untuk bisa sampai di Wisata Bendungan Selorejo. Jalan yang berliku menandakan bahwa medan yang dilalui khas kontur pegunungan. Hembusan kesejukan udara pun dirasakan selama perjalanan walaupun jam saat itu menunjukkan pukul dua siang. Bagi mereka yang naik bus jurusan Kediri, dengan mengambil start di Terminal Landungsari, setelah turun akan menemukan plang jalan menuju lokasi wisata bendungan. Wisata Bendungan Selorejo dapat ditempuh sepanjang kurang lebih tiga kolimeter dengan jasa ojek yang banyak tersebar di sekitar kawasan. Bendungan yang pembangunannya di bawah tanggung jawab badan yang dikenal dengan nama Lembah Brantas tersebut merupakan bendungan yang terbilang tua. Dirintis sejak tahun 1962 ketika Soeharto masih berkuasa dan baru selesai pembangunannya pada 1970. “Pembangunan bendungan rata-rata membutuhkan total waktu lima tahun,” terang Ketua Divisi Jasa Tirtas Air dan Sumber Air III (ASA III), Mariadi. Keinginan untuk menjadikan Desa Selorejo, Kabupaten Ngantang sebagai tameng

untuk mencegah banjir menjadi faktor pendorong dibangunnya waduk Selorejo. Seiring dengan perjalanan pengoperasian bendungan tersebut, Selorejo pun tak hanya sekedar bendungan. Hal tersebut dibuktikan dengan dijadikannya Selorejo sebagai sumber pemasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tak hanya itu, sebagai waduk yang menampung kapasitas sungai Konto, anak sungai Brantas, dan sungai Kwayangan, Selorejo juga berfungsi untuk wisata, budidaya perikanan, serta irigasi. Sederet kualifikasi menjadi tahap awal pembangunan bendungan di antaranya adanya dana yang cukup, pembangunan benar-benar bersifat penting dan dibutuhkan, dan lokasi yang akan dijadikan bendungan harus memiliki daerah tampungan. Tak sebatas itu, daerah itu harus berpondasi kuat. Hal ini diartikan dasar yang menjadi alasnya bukan berasal dari lempung. Serta yang tak kalah pentingnya adalah tersedianya material yang mudah didapatkan di daerah bakal bendungan. “Kawasan itu sudah mengandung bahan baku material yang diperlukan. Karena kalau masih harus beli, akan memakan biaya yang lebih mahal lagi, jadi semua persiapan harus ada di daerah itu,” papar Mariadi. Pesona ala Sutami Sementara itu, terletak di Desa Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Bendungan Karangkates memiliki nama asli Bendungan Sutami. Namun, masyarakat lebih sering menyebutnya sebagai Bendungan Karangkates. Nama bendungan yang dibuat pada zaman Orde Baru tersebut diadopsi dari nama Prof Dr Ir Sutami sebagai salah satu tokoh terkemuka, yang diresmikan pada 16 April 1981 silam. Sedangkan pembangunan bendungan dilaksa-nakan dari tahun 1961 sampai tahun 1972 dengan konsultan disain Nippom Koei. Pemandangan di sekitar bendungan yang elok dan menyejukkan

mata serta semilirnya angin membuat Bendungan Sutami menjadi primadona para pengunjung yang menyukai keindahan alam. Perbukitan di sekitar bendungan menawarkan berbagai pepohonan menghijau yang tak kalah menariknya. Di sisi lain, menurut Kepala Pengamat Bendungan, Sutaji, Bendungan Sutami merupakan bendungan dengan tipe urugan, yaitu tipe bendungan dengan memanfaatakan timbunan tanah. Karakteristik tubuh bendungan sendiri panjang puncaknya 823, 5 meter, elevasi puncak EL 279 meter, lebar puncak 13,7 meter, tinggi bendungan 100 meter, volume timbunan 6.156.000 m3, serta panjang lebar dasar 400 meter. Manfaat dan tujuan adanya bendungan tersebut menurut pria asal Blitar itu selain sebagai tempat pariwisata, juga sebagai pengendali banjir, pemberian air irigasi, pembangkit tenaga listrik, untuk air minum, dan perikanan air darat. Jika sempat berkunjung untuk sekadar melepas lelah selama perjalanan atau memang bertujuan ke sana, bisa dijumpai banyak dari pengunjung berhenti sejenak di warung pinggir jalan bendungan. Pengunjung bendungan akan semakin ramai pada akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu. Hal itu membuat jalan menuju ke Blitar selalu menjadi daya tarik para pelintas batas Kabupaten Malang dengan kabupaten sebelahnya tersebut. Bantu Sediakan Listrik Sementara itu, pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan semua bendungan yang telah dibuka oleh Lembah Brantas dilimpahkan pada suatu Badan Usaha Milik Negara yang disebut Perusahaan Umum Jasa Tirta I (PJT I). Wewenang tersebut demi melaksanakan apa yang sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1990. Seperti apa yang termaktub dalam PP tersebut bahwa fungsi dan Tugas PJT I yaitu mengelola sarana

dan prasarana proyek yang telah dibangun BAPPRO Brantas. Manajemen waduk pun meliputi pengawasan, perawatan, dan pengoperasian alokasi air. Sehingga, manfaat bendungan dalam menghasilkan listrik sudah menjadi pekerjaan Perum Jasa Tirta untuk menjalankan bendungan sebagai sumbernya tanpa mengindahkan adanya musim hujan atau kemarau. Keberadaan Bendungan Sutami sebagai salah satu pemasok listrik, sangat membantu pihak PLN. Hal itu diakui oleh Supervisor Operasi Distribusi PLN Malang, Dwi Tjahjo. Bendungan Karangkates dan Bendungan Selorejo turut berperan dalam memasok listrik, meskipun hanya terbilang kecil. “Kedua bendungan itu memang membantu tapi sekitar dua persen saja, “ ujarnya kepada Bestari. Hal tersebut juga dibenarkan oleh staf operasi distribusi, H. Mohamad Chairi. Karangkates hanya dijadikan sebagai penormal saja “Namun bukan berarti Karangkates tidak penting,” katanya. Tak hanya itu, pemanfaatan bendungan lebih dimaksimalkan ketika musim penghujan karena di saat musim itu jumlah air sangat melimpah. Air merupakan pemasok listrik yang paling murah dibandingkan pemasok lainnya. Biasanya pihak PLN membeli air kepada Jasa Tirta dengan harga Rp 200 per liter. Sedangkan jika menggunakan BBM akan jauh lebih mahal sekitar Rp 6000 per liter. “Harga yang sangat murah itu membuat pihak PLN selalu memanfaatkan bendungan dengan optimal, apalagi musim penghujan,” ungkapnya. Menurut Dwi Tjahjo, Bendungan Selorejo memiliki kapasitas pembangkit sekitar 20 kV atau sekitar 1x 4,48. Sedangkan beban Kota Malang sekitar 140 kV. Hal tersebut jelas tidak memenuhi kebutuhan Kota Malang sepenuhnya. Sedangkan, konsumsi listrik oleh pelanggan berbeda-beda. Pelanggan PLN menurut pria yang bergabung pertama kali dengan PLN di Surabaya itu dibedakan menjadi tiga golongan. Pertama pelanggan tegangan rendah, pelanggan tegangan menengah, dan juga pelanggan tegangan tinggi. Keamanan Bendungan Walaupun ada pembagian tanggungjawab dan arahan kerja, namun konsep yang ditawarkan Lembah Brantas tetap mempertimbangkan mufakat dari PJT I. Selama ini sebagian besar bendungan yang telah ada merupakan hasil kerjasama beberapa pihak. Dengan menggandeng konsulat luar negeri yaitu Kajima Construction dan Overseas Construction selaku pembimbing dan bersatu dengan pihak Nippon Koei, lahirlah bendungan yang diresmikan oleh Presiden Orde Baru itu. Setelah ditelisik sejarahnya, Selorejo dibangun oleh tangan-tangan pribumi sebanyak enam puluh persen, sedangkan sisanya mendatangkan tenaga luar negeri. Bukti hierarki mengatakan bahwa secara teknis, PJT I berada di bawah naungan Departemen Pekerja Umum. Lain lagi dari segi finansial, PJT I menjadi tanggungan Menteri Negara BUMN.

Pokok perhatian PJT I terhadap bendungan terletak pada keamanannya. “Dibutuhkan dan itu disediakan perkara instrumentasi keamanan bendungan seperti gempa, penurunan bendungan, dan pergeserannya yang itu wajib dipantau tiap dua minggu sekali. Apalagi jika ada gempa,” tutur Mariadi, Kepala Divisi ASA III. Lebih lanjut bapak tiga putra itu menerangkan peralatan yang digunakan di Selorejo masih tergolong manual. Tak hanya itu, pola pengaturan debit air pun diatur berdasar sistem waduk tahunan. Skala pergantian penurunan dan peningkatan dilakukan dengan menjadikan dua musim di Indonesia sebagai patokan. Rentang waktu Mei sampai November sangat sesuai untuk menaikkan debit karena saat itu berlangsung musim kemarau. Sebaliknya, Desember hingga menjelang April adalah kesempatan untuk menurunkan debit. Hal ini berpengaruh untuk pengendalian air agar tak terjadi banjir. Perlu Dukungan Masyarakat Di sekitar kawasan ada suatu fenomena di mana sering dijumpai beberapa masyarakat mengambil batu-batuan di sepanjang Daerah Aliran Tanggul. Menurut Mariadi, perilaku tersebut jelas tidak bisa dibenarkan karena melanggar aturan yang berlaku. “Padahal itu sudah melanggar hukum karena itu wilayah resmi yang disahkan perpu untuk tidak boleh dijamah masyarakat,” ungkap Mariadi. Karena berhubungan lagi dengan fungsi bendungan sebagai pengendali banjir, batu sepanjang daerah aliran tanggul itu berfungsi untuk mengendalikan laju air. Jika terus diambil, dampak berikutnya kerusakan bendungan berupa banjir dan longsor tak bisa terelakkan lagi. Permasalahan yang menimpa Bendungan Sutami pun tak lebih pelik daripada Selorejo. Respon positif masyarakat terhadap pemeliharaan bendungan pun masih kurang. Di sekitar bendungan yang pernah dinonaktifkan sekitar akhir Juli sampai 2 Agustus kemarin itu telah terbentuk batas-batas wilayah yang diberi nama sabuk hijau (green belt). Di area sabuk hijau itu ditanami pohon-pohonan yang bisa menancap kuat di tanah. Tujuannya agar beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab tidak mampu untuk sembarang mencangkul di area tersebut dan mengakibatkan longsor sehingga sedimentasi berlangsung cepat. Jika sudah begitu, yang bisa dilakukan adalah pengerukan. Pemerintah pun telah menentukan struktur dan badan fungsionaris pembangunan dan pengelolaan bendungan ini di mana fungsi keduanya bersifat terpisah. Dalam hal pembangunan dan perintisan bendungan, Badan Penyelenggara Proyek Induk Serbaguna Brantas (BAPPRO Brantas) yang berhak menangani. Sementara itu, konsep kerjasama dan pihak yang terlibat dalam pembangunan seluk beluk bendungan menjadi tugas Lembah Brantas. mg_ans/mg_eca/ pmg_ihe


PERNIK MALANG

BESTARI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

17

Pemantauan Rutin Demi Keamanan Berbicara mengenai bendungan, tak lepas dari sistem pengoperasiannya yang melibatkan pemahaman dan pengetahuan dasar-dasar ilmu teknik. Maka untuk menanganinya, pada masing-masing pengelola bendungan terdapat unit yang disebut Bagian Pengamat dan Prasarana Pengairan. Adapun fungsi sub divisi tersebut adalah mengamati, merawat, dan meneliti jalannya mekanisme bendungan. Secara panjang lebar, Teguh Wicaksono, Ketua Bagian Pengamat dan Prasarana Pengairan Bendungan Sutami Lahor memaparkan bahwa tugas terpenting adalah eksplorasi dan observasi. “Eksplorasi itu menghitung debit air yang berfungsi untuk menggerakkan turbin dan mengatur volume yang dialirkan ke waduk, sementara observasi dilakukan demi keamanan bendungan,” ujarnya.

berupa pipa itu akan diletakkan di dalam air. “Begitu air menyentuhnya, alarm akan berbunyi. Dengan begitu akan diketahui ukuran elevasi permukaan tanah,” ucap Soni. Langkah keamanan kedua adalah Pore Pressure Meters. “Fungsinya untuk menyelidiki tekanan pori-pori tanah sekaligus mendeteksi tekanan air dalam tubuh bendungan,” ungkap Supriono. Tak hanya dua alat yang telah disebutkan, ada yang dinamakan Seatlement Service yang berguna untuk melihat perubahan penurunan pada tubuh bendungan. Sementara itu, Spring Water berguna untuk mengamati adanya rembesan yang terjadi dalam tubuh bendungan. Pria yang sudah sembilan belas tahun mengabdikan diri di Perum Jasa Tirta I itu mengungkapkan bahwa rembesan itu ada yang dinamakan Liquid yaitu rembesan yang dijumpai di kanan kiri bendungan setelah sebuah bendungan dibangun dan Spring Water— sama seperti nama alatnya—yaitu rembesan yang ada sebelum sebuah bendungan didirikan. Seperti halnya Supriono, Soni menyebutkan bahwa syarat-syarat dibuatnya bendungan secara teknis, tentu survei lokasi bendungan. Berikutnya, pembuatan pondasi yang kokoh pada tubuh bendungan. Khusus di Bendungan Sutami, pola konstruksinya adalah rock-filled dam. Ini pula yang membedakan dengan Selorejo yang sesuai dengan pola earth-filled dam. Perbedaan kedua tipe tersebut ada pada desain pembuatan bendungan. Jika memakai pola earth-filled, maka untuk mengerem debit air dibuat terasiring atau lahan berundak. Namun, pada rock-filled, dibuat bendungan sementara sebelum dibuat bendungan permanen, yang ini berdampak adanya tekstur terowongan yang beragam di sekitarnya. Karena

Empat Langkah Pengamanan Demi menjaga kinerja Bendungan Selorejo, sudah menjadi tugas Supriono untuk senantiasa tanggap dan sigap melakukan pengamatan di wilayah hulu bendungan yang berada di Sungai Kalitonto dan berhilir di Kediri tersebut. Dalam pengamatan tersebut yang menjadi fokus adalah pemantauan debit yang masuk dan keluar. “Pemantauan dilakukan tiap akhir bulan dan itu hanya sekali,” tandas pria asal Madiun itu. Walau ditemui di tempat yang berbeda dan masing-masing bekerja di bendungan dengan pola yang berbeda, tapi keterangan Teguh Wicaksono atau akrab dipanggil Soni itu dan Supriono menyimpulkan kesamaan data. Ini berkaitan dengan keamanan bendungan yang dapat dibantu dengan empat cara. Pertama, mengamati pergeseran tanah dan mendeteksi permukaan air dalam tanah. Proses itu menggunakan alat yang disebut Ground Water Level. Alat

bendungan telah dikonsep untuk pembangkit listrik maka perlu untuk membangun peenstock PLTA sebagai langkah terakhir. Kendala Sedimentasi Dalam perjalanannya, sebagai pengelola pun tak luput dari halangan dan banyaknya kendala. Permasalahan yang cukup homogen dalam pengelolaan bendungan muncul dengan adanya sedimentasi. Sedimentasi disinyalir menjadi penyebab utama penurunan kinerja bendungan. Proses penumpukan sampah dan kotoran sehingga mengendap di tempat tampungan menjadikan bendungan berkurang efisiensinya. Selain itu berdampak pada usia waduk. Sementara itu, sebagian besar sedimentasi di Selorejo bersumber dari tumpukan sampah, kayu, dan kotoran rumah tangga. Berkali-kali penyuluhan dari PJT I baik berupa spanduk dan baliho tak mampu menuai respon positif dari masyarakat. Sedimentasi bendungan adalah pengendapan yang terjadi pada bendungan. Menurut Wahyu Prihanta, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Kewilayahan (PSLK) UMM, material atau tanah yang terbawa aliran air, masuk ke sungai dan karena berat jenis yang tinggi lalu akan mengendap. “Penyebab sedimentasi itu yang paling besar adalah pengelolaan-pengelolaan lahan yang salah. Contohnya pembukaan hutan, pengelolahan lahan miring yang tidak tepat, pengelolaan lahan di daerah kritis, pencemaran sungai, dan pembukaan lahan perumahan baru yang akan menciptakan erosi di sekitar daerah aliran sungai,” ujarnya. Sedangkan proses terjadinya sendimentasi adalah aliran air atas atau run-off membawa butiran-butiran atau material yang berupa pasir, tanah atau kerikil yang di satu titik berkumpul

Teknologi Modern: Seatlement Service salah satu alat terbaru yang dimiliki pihak pengelola untuk mengamati bendungan

ineh/Bestari

dan akan mengendap. Terjadinya sedimentasi juga akan menyebabkan pendangkalan sehingga daya tampung bendungan akan berkurang. Berkurangnya daya tampung akan menyebabkan banjir di musim hujan. Sebaliknya, dengan volume bendungan yang berkurang di musim kemarau akan mengakibatkan berkurangnya air yang menggerakkan turbin. Akibatnya, pasokan listrik akan berkurang dan terjadi pemadaman aliran listrik di beberapa tempat. Mengatasi adanya sendimentasi, Wahyu mengungkapkan perlu adanya langkah yang komprehensif terhadap penyelamatan sungai baik dari pemerintah maupun masyarakat. Sungai berhubungan dengan kelangsungan bendungan. Wahyu mencontohkan Daerah Aliran Sungai di Malang dan Batu yang mengalami kerusakan, maka Mojokerto terkena imbasnya. Adanya sumbangan pencemaran-pencemaran dari kota akan besar sekali masuk sungai,

menyebabkan sedimentasi pun semakin besar dan nantinya juga mempengaruhi keberlangsungan bendungan sebagai pembangkit lsitrik. Selain itu, Wahyu memaparkan perlunya melakukan pengelolaan yang tepat terhadap lahan-lahan kritis dan pengelolaan daerah aliran sungai untuk mencegah sedimentasi. Sementara itu, mengatasi sendimentasi di wilayah Bendungan Sutami, pengelola setempat telah membangun anak bendungan yang dinamakan Bendungan Sengguruh, yang terletak di Desa Sengguruh, Kecamata Kepanjen. Tak hanya itu, pengerukan terhadap timbunantimbunan menjadi agenda rutin pengelola. Lain halnya dengan Bendungan Selorejo. Selain dilakukan pengerukan tiap tahunnya, untuk mengatasi menggunungnya sedimentasi dilakukan dengan pembibitan tanaman mahoni di sepanjang Daerah Aliran Tanggul. mg_ans/mg_eca/pmg_osa/ pmg_ihe

EKSKLUSIF

Malang, Berpotensi untuk PLTA Keberadaan dua bendungan besar, Bendungan Selorejo dan Bendungan Sutami, yang meskipun kecil mampu membantu menyediakan listrik untuk masyarakat. Dengan itu, Malang menyimpan potensi yang besar untuk mengembangkan PLTA di kedua bendungan tersebut. Lantas, sejauh

Sulianto

mana prakiraan potensi tersebut? Berikut hasil wawancara reporter Bestari, Demosa Neva dengan Ir. Sulianto dari divisi Badan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Kampus (BP3K) UMM. Bagaimana potensi lokasilokasi d i M a l a n g u n t u k Pembangunan PLTA? Untuk pembangunan PLTA perlu diperhatikan debit air dan ketinggian tempat. Di Malang sendiri debit air sangat bagus terutama dengan keberadaan Sungai Brantas. Sedangkan ketinggian tempat, Malang mempunyai banyak tempat yang cocok karena

Demosa/Bestari

banyak daerah berbukit. Hal ini jarang ditemui di daerah-daerah lain seperti di Surabaya yang daerahnya landai dan tidak mempunyai ketinggian. Jadi, untuk dibangun PLTA, Malang memang memiliki potensi besar karena syarat debit air dan ketinggian sudah memenuhi. Bagaimanakah keberadaan bendungan sebagai PLTA? Bendungan juga tepat digun a k a n s e b a g a i P LTA k a re n a bendungan merupakan sarana yang dapat digunakan untuk menaikkan height atau ketinggian, serta menampung air yang berkaitan dengan debit air. Cara kerja bendungan ini ialah menampung air saat debit besar di musim hujan. Kemudian, musim kemarau saat debit kecil, air yan g ditampung itu dikeluarkan. Kalau dikaitkan dengan listrik, maka baik musim kemarau dan musim hujan, listrik tetap terjaga. Rincinya, guna ketinggian dan debit air itu adalah untuk m e m u t a r t u r b i n p a d a P LTA. Semakin besar ketinggian datangnya aliran air dan semakin besar debit airnya, maka listrik yang

dihasilkan semakin besar. Kalau lebih sederhananya, debit air itu aliran air, berapa meter kubik tiap detiknya. Se j a u h m a n a p e r a n P LTA Sutami dan Selorejo terhadap pasokan listrik untuk warga Malang? Sistem penyediaan listrik di Jawa-Bali itu satu. Jika di gambarkan, sepanjang Jawa dan Bali ada s a l u r a n b e s a r. L a l u , m a s i n g masing pembangkit-pembangkit listrik besar termasuk PLTA Sutami dan PLTA Selorejo terhubung pada saluran tersebut. Kemudian tiap-tiap pembangkit menyumbang pasokan listriknya ke saluran tersebut. Jadi, yang dihasilkan di Sutami dan Selorejo itu untuk pasokan Jawa-Bali karena sistemnya interkoneksi. Akan tetapi u n t u k P LTA y a n g k e c i l - k e c i l digunakan untuk pasokan listrik lokal. Contohnya, listrik di daerah UMM sendiri menggunakan PLTMH milik universitas. Hal ini juga berlaku bagi daerah desadesa yang jauh dari jangkauan PLN, digunakan juga jenis-jenis PLTMH untuk keperluan lokal. Lalu, bagaimana peran PLTA

Sutami dan Selorejo sendiri dalam pasokan listrik di Jawa dan Bali ? PLTA tersebut tetap mempunyai peran dalam pasokan listrik. Akan tetapi, peran untuk pasokan Jawa-Bali cukup kecil. Pasokan listrik dalam jumlah besar justru dari PLTU yang menggunakan batu bara. Presentase PLTU sendiri hampir sebesar 75% dalam pasokan listrik Jawa-Bali. Akan tetapi peran PLTA tetap cukup penting karena untuk mengantisipasi beban puncak. Harapan Anda ke depan? Bendungan harus terus dikelola dengan baik, karena bendungan ini banyak manfaatnya. Selain untuk PLTA, bendungan bisa digunakan untuk menangkal banjir, serta pengairan. Saya juga berharap masalah sedimentasi yang seringkali juga karena akibat perilaku manusianya itu sendiri bisa segera diatasi baik dengan preventif maupun kuratifnya. Semoga saja dapat segera ditemukan teknologi yang tepat untuk mengatasi masalah sedimentasi serta masalah-masalah lain yang berkaitan.


18

BESTARI

PROSESI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Tetap Ukir Prestasi Tanpa Abaikan Lingkungan daerah lain untuk mengembangkan hal serupa sehingga tak hanya mengatasi pemanasan bumi (global warming) tetapi juga menjadi energi alternatif.

Erik PP/Bestari

Wisuda merupakan momentum yang tak terlupakan bagi setiap mahasiswa yang telah lepas dari tahapan studinya. Kali ini, pada wisuda periode ke-tiga yang dilaksanakan UMM, Gubenur Jawa Timur, Soekarwo bersedia hadir menemani, putra putri UMM yanng telah menamatkan masa studinya. Selain Gubenur Jawa Timur yang menghadiri acara wisuda, Ketua PP Muhammadiyah dan Badan Pelaksana Harian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Koordinator Kopertis Wilayah VII, dan Koordinator Kopertis Wilayah IV juga turut memeriahkan suasana wisuda yang diikuti oleh 900 orang ini. Muhadjir Effendy, Rektor UMM, menyebutkan bahwa wisuda ini merupakan upacara pengukuhan secara resmi kepada para lulusan sebagai tanda bahwa proses studi di universitas telah selesai. Siap Laporkan Kemajuan Pada wisuda periode ini, Rektor UMM, juga melaporkan beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh UMM, yaitu UMM telah mengintegrasikan Lembaga Penelitian (Lemlit) dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dalam wadah baru yang disebut sebagai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M). Penyatuan ini dimaksudkan agar lembaga baru ini lebih sinergis mengkoordinasikan penelitian dan pengabdian, baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen, baik yang didanai mandiri oleh internal universitas, maupun dana eksternal. Selain itu, terdapat berita tentang berhasilnya UMM masuk dalam kolaborasi universitas-universitas di Asia dan Eropa yang tergabung dalam konsorsium “Erasmus Mundus”, dan akses UMM ke dunia internasional semakin luas. Melalui program Erasmus Mundus External Cooperation Window 2009, UMM terhubung dengan 18 universitas di Asia dan Eropa. Yakni, dari Italia, Spanyol, Austria, Jerman, Finlandia, Cyprus, Turki, Portugal, Laos, Mongolia, Malaysia, Vietnam, China, dan Thailand. Program ini sepenuhnya didanai oleh Uni Eropa dengan total dana 5 Juta Euro atau sekitar Rp 70 Milyar. Dana tersebut digunakan untuk memfasilitasi pertukaran dosen dan mahasiswa dengan komposisi untuk mahasiswa S-1 dan S-2 masing-masing 25%, mahasiswa S-3 sebesar 20%, postdoctor 10% dan sisanya 20% untuk pertukaran

dosen. Semakin Peduli Lingkungan Hibah “Erasmus Mundus” ini merupakan keberhasilan UMM menyusul program-program internasional sebelumnya seperti Australian Concortium fo “In-Country” Indonesian Studies (Acicis), Aminef, American Corner dan Iran Corner. Tak luput, Muhadjir menyebutkan tentang awal mula pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UMM yang berlokasi di Jl. Tlogomas, sebelah timur terminal Landung Sari. Pencanangan pembangunannya dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Rumah sakit ini dibangun dengan konsep mengintegrasikan pelayanan kesehatan masyarakat dengan riset dan pengembangan kesehatan. Keberhasilan lain UMM juga disebutkan dalam keberhasilan penerimaan anugerah tingkat regional berupa “ASEAN Energy Awards 2009” dari forum menteri energi se-ASEAN pada 29 Juli 2009 di Myanmar. Awards ini merupakan buah dari dikembangkannya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di UMM sehingga memperoleh predikat runner-up Kompetisi Manajemen Proyek Energi Terbarukan tingkat ASEAN (ASEAN Renewable Energy Project Management Competition) untuk On-Grid Category. UMM merupakan satusatunya universitas yang menerima penghargaan ini karena lembaga lainnya adalah perusahaan pemerintah dan swasta se-ASEAN. Penghargaan ini menambah keyakinan UMM untuk terus mengembangkan energi alternatif menuju kampus mandiri energi. Salah satunya, dengan mengkaji dikembangkannya PLTMH II dan listrik tenaga surya dalam skala yang lebih besar. Hampir bersamaan dengan itu, Muhadjir menyebutkan bahwa UMM juga telah memulai mengadakan Shortcourse Solid Waste Management (SWM) untuk kalangan Dinas Kebersihan dan pengendalian dampak lingkungan daerah tingkat kabupaten dan kota di Indonesia. Kursus ini dimaksudkan untuk melatih tenaga dan pengambil kebijakan pengelolaan sampah kota agar tak hanya ramah lingkungan tapi juga memberikan hasil secara ekonomis. Sebelumnya, UMM bekerja sama dengan sebuah perusahaan Belanda dan pemerintah kota Malang telah membangun laboratorium penangkapan gas metan. Lab ini menjadi pusat kajian energi alternatif yang dihasilkan dari tumpukan sampah menjadi listrik dengan skala besar. Di Indonesia, UMM adalah satu-satunya perguruan tinggi yang memelopori kursus dan laboratorium gas metan. Selanjutnya kami berharap bisa menjadi inspirasi bagi daerah-

Tetap Ukir Prestasi Membanggakan Setelah tanggal 10 Agustus lalu, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk mahasiswa UMM diresmikan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, M. Yusuf Asy’ari. Mulai tahun ajaran ini Rusunawa siap dioperasikan. Satu blok telah difungsikan sebagai pusat training Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) mahasiswa baru dan satu blok lainnya untuk hunian mahasiswa luar pulau dan luar kota. UMM merencanakan untuk membangun kembali Rusunawa II yang telah ditandatangani oleh Menteri Perumahan Rakyat yang pembangunannya akan dimulai tahun ini. Selain berhasil memfungsikan secara utuh Rusunawa dan merencanakan pembangunan Rusunawa II, Muhadjir juga menyebutkan prestasi mahasiswa yang semakin membanggakan UMM. Setelah memenangkan lomba debat tematik tingkat nasional dan sebagai finalis English Debate Contest tingkat nasional, mahasiswa UMM juga sukses sebagai finalis kompetisi film dokumenter tingkat nasional dalam ajang Eagle Awards Metro Tv. Ditambah lagi, dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXII di Universitas Brawijaya, 22-25 Juli 2009, UMM meloloskan 9 finalis presentasi proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan berhasil memperoleh satu emas, satu perak dan satu perunggu masing-masing dalam lomba poster PKM. Menurut Rektor Kampus Putih ini, setelah menjadi pemenang sebagai desain robot terbaik dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2009 beberapa waktu lalu, pada 9 Agustus ini tim mahasiswa Fakultas Teknik berhasil memenangkan Juara I Nasional Kontes Jembatan Indonesia (KJI) untuk Kategori Jembatan Baja, Juara Nasional Kontes

Bangungan Gedung Indonesia (KBGI) untuk Kategori Perakitan Tercepat, dan Juara Metode Terbaik. Prestasi-prestasi tersebut menambah deret perolehan prestasi mahasiswa UMM, selain prestasi-prestasi yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh bapak satu anak ini. Bahkan, menurut Rektor UMM, hingga saat ini UMM sedang menantikan hasil akhir untuk Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Melalui seleksi yang sangat ketat, dan telah lolos proposal lengkap dan sudah divisitasi oleh para assesor dari Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Menurut Muhadjir, hibah ini sangat penting mengingat beberapa program yang dirancang oleh tim sangat urgen untuk mengembangkan unit-unit yang ada di UMM agar lebih cepat lagi bergerak maju. Menurutnya, untuk mengembangkan UMM tidak mungkin sepenuhnya mengandalkan dana dari mahasiswa, untuk itu dana hibah dari pemerintah tetap diperlukan, di samping upaya kami mengembangkan unitunit profit. Unit profit tersebut seperti usaha hotel, persewaan gedung, bengkel, toko buku, showroom tanaman, dan lainnya. Dengan demikian diharapkan mahasiswa memperoleh kualitas pelayanan yang jauh melebihi dari berapa yang dibayarkannya. Terakhir, Muhadjir menyampaikan suka cita yang mendalam terkait mulai periode wisuda kali ini, UMM telah meluluskan wisudawan-wisudawati dari program studi termuda, yaitu Teknik Informatika (TI), Fakultas Teknik, dan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Lulusan TI dan HI menandai bahwa kedua program studi ini telah berjalan pada jalur yang tepat karena berhasil meluluskan mahasiswanya tepat waktu. Data Diolah Oleh Zahrus Abi Haurara


LIPUTAN KHUSUS

BESTARI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

19

Eksistensi Pramuka di Jaman Modern

Si Tunas Muda Yang Kini Butuh Direvitalisasi

Guyub Rukun: Selain kemandirian, Pramuka juga mengajarkan arti kebersamaan.

Dok. UKM Pramuka UMM

Dasa dharma, tunas kelapa, dan seragam coklat, itulah yang selalu diingat tentang sosok seorang pramuka. Jauh di balik itu semua, ada banyak nilai-nilai luhur yang tertanam pada kegiatan yang mengasah kratifitas dan kebersamaan tersebut. Memasuki usianya yang ke-48, keberadaan Pramuka seolah mulai terlupakan. Primadona kegiatan yang akrab di masa sekolah dasar ini seolah kehilangan taringnya saat menapaki masa jenjang pendidikan tinggi dan semakin kehilangan peminat. Benarkah hal tersebut, berikut penelusuran tim Lipsus edisi ini. Kata Pramruka berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni Praja Muda Karana yang berarti pemuda yang mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa. Pramuka pertama kali mulai diperkenalkan di Indonesia pada masa penjajahan Hindia Belanda. Dikenal dengan nama Padvinder, kegiatan kepanduan tersebut mulanya hanya untuk kegiatan pribadi para petinggi pemerintahan. Seiring dengan berjalannya waktu, kegiatan Pramuka mulai ditunggangi kegiatan-kegiatan politik. Kegiatan politik ini membuat keadaan pramuka tercerai berai. Melihat keberadaan Pramuka yang demikian itu, pada tanggal 9 Maret 1961 diadakanlah pertemuan besar pandu-pandu se-Indonesia. Menurut R..Mudjiono Soediono selaku ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang, pertemuan pada tanggal 9 Maret tersebut bertujuan untuk menyatukan kembali gerakan kepanduan seluruh tanah air. “Kenyataannya, apa yang diharapkan tidak tercapai, tetapi pada tanggal 14 Agustus hal tersebut baru dapat benar-benar terlaksana. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari jadi Pramuka.,” tutur pria tersebut ramah. Kegiatan Kurang Menarik Semangat gaung hari pramuka, ternyata tidak selalu menarik perhatian dari semua elemen muda yang mengabdikan dirinya pada nusa bangsa, bahkan pada sosok mahasiwa. Rahmat Ari Angga, salah sorang remaja yang mengikuti pramuka pada tingkat SD, justru

mengungkapkan bahwa pramuka terkesan tradisional sehingga tidak cocok di dunia modern. “Acara-acara pramuka terasa membosankan karena hanya melakukan kegiatan seputar tepuk, bernyanyi, dan kemah saja,” ungkapnya. Hal ini diperkuat dengan pendapat Catur Putri Pertiwi yang pernah mempunyai minat untuk bergabung dalam Pramuka, tetapi karena Pramuka di sekolahnya kurang begitu menarik sehingga ia mengurungkan niatnya. “Pramuka tidak terlalu menarik karena terlalu formal dan implementasi pramuka untuk kehidupan kurang riil, misalnya membaca sandi,” tutur gadis asal Surabaya ini. Tetapi Pernyataan Rahmat dan Catur ini, dibantah keras oleh oleh Dora Ayu Anggela, Ketua Kelompok Putri (biasa disebut Pi) UKM Pramuka UMM. Mahasiswi jurusan PGSD itu mengungkapkan bahwa pramuka tak hanya melakukan seputar itu saja. Namun, pramuka memiliki beragam kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan outbond, bermacam-macam permainan unik yang mempunyai hikmah dan makna, latihan menyelam, dan kegiatan SAR juga dilaksanakan untuk membunuh kebosa-

nan para anggota. Senada dengan Dora, M. Amin TR, Ketua Kelompok Putra (Pa) UKM Pramuka UMM, menyatakan bahwa pramuka sangat dibutuhkan untuk menghadapi derasnya arus globalisasi. “Pramuka bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan rasa kebangsaan, dan memperkokoh akhlak para anggota. Sehingga keberadaan pramuka mampu menjadi benteng yang kuat sebagai pelindung dari serangan dampak negatif globalisasi,” terangnya. Dilupakan Kaum Muda “Hah? Ikut pramuka? Hmm…gimana ya?Ndak deh,” tutur Ika, salah seorang mahasiswa UMM. Tidak dapat dipungkiri, pernyataan Ika tersebut menguatkan pendapat bahwa kini keberadaan Pramuka kurang menyentuh kalangan dewasa. Saat ditanya kepada mahasiswa yang lain, Pipit mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengaku kurang tertari dan menganggap bahwa kegiatan Pramuka sudah kadaluarsa. Mengenai keadaan Pramuka yang semakin

membuat miris ini, Mudjiono saat di konfirmasi berpendapat terkikisnya minat mahasiswa akan Pramuka disebabkan tidak adanya sinkronisasi penghayatan nilai-nilai Pramuka. Melihat kenyataan tersebut, Mudjiono yang merasa prihatin, kini beserta beberapa rekannya sesama pengurus Pramuka Kwarcab Malang semakin giat melakukan sosialisasi. Beberapa langkah yang ditempuh Kwarcab Malang di antaranya yaitu dengan melakukan orientasi Pramuka terhadap beberapa kepala sekolah di Kota Malang. Hal ini didasarkan anggapan bahwa kepala sekolah merupakan pilar utama jalannya kegiatan Pramuka di tiap sekolah. Selain orientasi terhadap kepala sekolah, jalan lain yang ditempuh yaitu dengan kembali menghidupkan Pramuka di beberapa universitas termasuk UMM. “Kami bersyukur dalam dua tahun terakhir minat universitas akan Pramuka mulai hidup kembali. Hal ini dibuktikan sudah terbentuknya beberapa Gugus Depan (Gudep) termasuk di UMM. Ini merupakan langkah awal yang bagus menurut saya,” papar Mudjiono yang saat itu didampingi Haryanto, ketua pendidikan kader Pramuka Malang. Perlu Revitalisasi Keterpurukan Pramuka, menurut Mudjiono, Ketua Kwartir Malang, disebabkan masih banyaknya kekurangan-kekurangan gerakan Pramuka. Menurutnya, perlu beberapa hal yang harus direvitalisasi. Mudjiono saat iotu terkenang ucapan Presiden RI saat membahas tentang masalahPpramuka. “Sektor utama yang perlu direvitalisasi adalah masalah administrasi karena hidup matinya pramuka sangat dipengaruhi oleh sektor tersebut,” ungkapnya. Selain administrasi, sektor lain yang tak kalah penting menurut pria yang berusia 62 tahun ini yaitu sarana dan prasarana yang dinilai masih sangat minim. Tak hanya Mudjiono yang mengeluhkan kekurangan dalam Pramuka. Disinggung mengenai sistem keuangan, Dora selaku mahasiswa menambahkan bahwa keterbatasan dana juga merupakan salah satu kendala yang menghambat perkembangannya. Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan. Tidak adanya kucuran dana dari Kwarcab dan Kwarnas membuat UKM Pramuka UMM harus lebih bijaksana dalam mengelola dana yang ada. “Selama ini UKM Pramuka memperoleh dana dari anggota dan pihak kampus. Namun, tidak adanya dana dari Kwarcab sebenarnya juga bukan alasan bagi kami untuk menyerah. Bahkan, situasi itu membuat kami lebih pandai dalam mengeola keuangan dan lebih mandiri dalam bertindak,” ujarnya mengakhiri. ara,mg_rpd,pmg_abi/int

Isthirahat Ditempat : Baris Berbaris menjadi sarana membentuk pribadi yang tegas, disiplin dan bertanggung jawab

Dok. UKM Pramuka UMM


20

BESTARI

IPTEK

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Basmi Kutu dengan Bahan Alami Indonesia sebagai daerah tropis memiliki flora yang sangat beragam. Banyak sekali jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sumber bahan insektisida dan tentunya dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama atau serangga baik yang menyerang makhluk hidup maupun menyerang tanaman. Keanekaragaman hayati yang ada di bumi pertiwi ini tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan pangan ataupun sebagai tanaman hias untuk dinikmati keindahanannya saja, tetapi juga dapat bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai penyakit. Tidak sedikit tanaman yang berguna sebagai obat dapat ditemui di sekitar kita. Selain digunakan secara tradisional, tumbuhan juga banyak diolah secara modern menjadi obat kimiawi. Namun, pengobatan secara kimiawi ini sulit dijangkau oleh masyarakat mengingat daya beli masyarakat dan pengetahuan tentang obat-obatan kimiawi masih rendah serta kurangnya distribusi obatobatan kimiawi di desa-desa terpencil. Penggunaan bahan-bahan kimiawi selain biayanya mahal, juga dapat mencemari lingkungan dan juga bisa menyebabkan resistensi kutu terhadap insektisida. Maka, diperlukan adanya suatu terobosan atau penelitian insektisida nabati dengan menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia di alam. Selain itu, ini lebih murah, mudah didapat, dan mudah terdegradasi (teruraikan) kembali di alam, sehingga aman bagi manusia dan lingkungan sekitar. Jika dibandingkan dengan pengobatan secara kimiawi, pengobatan tradisional memiliki kelebihan yaitu lebih sedikit menimbulkan efek samping seperti iritasi dan hipersensivitas. Seperti dalam hal membasmi kutu kepala, selain karena masih sedikitnya produk kimiawi, perlu juga mencari alternatif lain salah satunya dengan menggunakan obat tradisional dari bahan alami karena memang bahan alami memiliki cukup banyak kelebihan. Kutu kepala merupakan suatau parasit dari ordo anoplura. Indonesia dengan sebagian besar iklimnya yang hangat dan lembab hampir sepanjang tahun adalah surga bagi serangga berwarna coklat tua yang memang menyukai temperatur sekitar 18-27 derajat celcius dan kelembaban sekitar 75% - 85%, menyerang orang-orang yang tingkat kebersihan buruk dan orang-orang yang tinggal di pemukiman yang padat. Kutu adalah serangga yang tidak mempunyai sayap tetapi dengan kaki belakangnya yang sangat kuat, membuat kutu dapat meloncat-loncat di kulit kepala tetapi jarang terlihat. M e s k i sering dianggap s e p e l e ,

Grafis: Bagus/Bestari

sebenarnya serangan kutu ini bisa memunculkan komplikasi yang menyebabkan infeksi. Ini dimungkinkan terjadi karena kutu makan dengan cara menyerap darah. Bersamaan dengan itu, kutu mengeluarkan bahan yang menyebabkan reaksi alergi pada kulit kepala sehingga gatal-gatal. Selanjutnya, lebih jelasnya lagi, kutu ini merupakan serangga tidak bersayap berwarna abu-abu dan apabila sudah menghisap darah akan berubah menjadi agak kemerah-merahan. Kutu dewasa panjangnya 1 sampai 3 mm. Kutu ini memiliki belalai yang bagus dan panjang yang digunakan untuk menusuk kulit induk mereka untuk mengambil darahnya sebagai makanan. Kutu jenis ini memiliki ciri gerakan melompat dan mempunyai dua mata serta tiga pasang kaki. Kutu tersebut terdiri dari 2 jenis kelamin yaitu kelamin jantan dan betina dimana yang berkelamin betina memiliki panjang sekitar ¹ 1,2 mm sampai 3,2 mm dan lebar kurang lebih ½ dari panjangnya, sedangkan yang jantan lebih kecil dari betina dan jumlahnya hanya sedikit. Kemudian potensi yang perlu diperhatikan untuk mengatasi masalah ini adalah, di mana lebih dari 2.400 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 235 famili dilaporkan mengandung bahan pestisida. Famili tumbuhan yang dianggap merupakan sumber potensial insektisida nabati adalah Meliaceae, Annonaceae, Asteraceae, Piperaceae, dan Rutaceae. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk ditemukannya famili baru. Selama ini, kutu kepala dapat dimatikan dengan obat-obatan kimiawi seperti Biogrisin 500 mg/ml, Heksaklorsikloheksan 0,25 % dan

Gameksan 500 mg/ml maupun terapi alami dengan menggunakan larutan biji srikaya dimana dari berbagai literatur menyebutkan bahwa biji srikaya dapat mematikan kutu kepala. Hal tersebut dikarenakan pada biji srikaya mengandung senyawa acetogenin, antara lain asimisin dan squamosin yang dapat digolongkan sebagai insektisida botani. Sejauh ini, pengobatan secara tradisional seperti ini belum dibuktikan, belum pernah dikaji, dan belum diuji secara ilmiah. Selain untuk mengetahui apakah ada efek ekstrak biji srikaya terhadap mortalitas (kematian) kutu kepala (Pediculus humanus var. capitis) secara in vitro, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak biji srikaya atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Annona squamosa L. yang paling efektif terhadap mortalitas kutu kepala secara in vitro. In vitro secara harfiah adalah “Dalam Gelas� atau dapat disebut juga dengan suatu percobaan biologi yang dilakukan dalam tabung reaksi atau wadah-wadah laboratoris lainnya atau dapat diartikan merupakan suatu istilah untuk menyebut penelitian yang dilakukan di dalam laboratorium. Manfaat buah srikaya umumnya dimakan dalam keadaan segar. Daging buahnya dapat digunakan sebagai penyedap es krim, bahan baku pembuatan selai, sirup, dan makanan olahan lainnya. Buah yang masih hijau dan biji mudanya memiliki sifat anti cacing dan insektisida yang efektif. Bijinya yang digiling halus dapat digunakan untuk membunuh kutu kepala, akarnya mengandung racun, dan daun yang dimemarkan digunakan untuk mengobati penyakit kulit, sedangkan ekstrak daun serta biji yang halus digunakan untuk mencuci anjing agar terhindar dari kutu atau binatang kecil yamg merugikan. Hampir semua bagian dari tanaman srikaya ini dapat dimanfaatkan mulai dari kayu, buah, bunga, biji, kulit kayu, dan akarnya. Namun, yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar obat adalah seperti, daun; digunakan untuk mengatasi batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema. Biji digunakan untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala serta serangga. Buah, selain dapat dimakan apabila sudah masak, yang masih muda juga dapat digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan. Sementara itu, akar digunakan untuk mengatasi sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung. Terakhir, kulit kayunya juga dapat digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.

Insektisida nabati seperti srikaya ini tentunya dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian hama serangga/ektoparasit. Bahan alami itu memenuhi beberapa kriteria yang diinginkan, yaitu aman, murah, mudah didapat, dan efektif membunuh hama serangga/ektoparasit serta memiliki keuntungan mudah dibuat. Bahan dari nabati ini juga mudah terurai (biodegradable) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen sungguhan (True Eksperimental Research) yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan desain dimana secara nyata ada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dan membandingkan hasil perlakuan dengan kontrol secara ketat. Adapun cara pembuatan ekstrak biji srikaya ini meliputi; biji srikaya dikeringkan atau dianginkan terlebih dahulu agar kandungan air di dalam biji berkurang. Kemudian, biji dihancurkan menggunakan blender atau alat giling lainnya yang dapat menghaluskan biji sampai halus. Serbuk biji srikaya di maserasi dalam larutan etanol selama 24 jam. Kemudian baru diekstrak dalam rotari evaporator dengan suhu 500 C untuk memperoleh ekstrak kasar (crude extract) biji srikaya. Lalu, menguapkan etanol yang masih terkandung di dalam ekstrak kasar biji srikaya dengan menggunakan waterbath sehingga dihasilkan bentuk pasta. Langkah selanjutnya mengencerkan ekstrak yang berupa bentuk pasta dengan larutan Aquadest sesuai dengan konsentrasi yaitu 0 %, 20 %, 40 %, 60 %, 80 %, 100 %. Kemudian, dari hasil penelitian dan analisis data menunjukkan adanya pengaruh antara konsentrasi ekstrak biji srikaya terhadap mortalitas kutu kepala yaitu adanya kecendrungan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan semakin tinggi pula tingkat mortalitas kutu kepala. Pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak biji srikaya pada setiap perlakuan dapat mempengaruhi angka mortalitas pada setiap perlakuan. Terjadinya perbedaan ini disebabkan karena pada masing-masing konsentrasi ekstrak biji srikaya mempunyai jumlah kandungan zat aktif yang berbeda sehingga dapat menyebabkan daya bunuh terhadap kutu kepala juga berbeda tergantung besarnya konsentrasi. Kutu kepala yang mati disebabkan karena adanya kandungan Squamosin dan Asimisin yang tedapat dalam biji srikaya karena daya kerja racun umumnya menyerang system syaraf dan dapat menimbulkan kelumpuhan. Squamosin dan Asimisin bersifat sebagai racun kontak dan racun perut. Sebagai racun kontak, keduanya masuk ke tubuh larva melalui poripori permukaan tubuh yang kemudian dapat masuk menembus sel epidermis dan melisiskan sel-sel dari kutu kepala sampai pecah sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan aktifitas metabolisme dalam tubuh kutu kepala. Sedangkan sebagai racun perut, Squamosin dan Asimisin memasuki tubuh serangga melalui saluran pencernaan makanan (peru t ) . Senyawa toksik tersebut akan men e m b u s d i n d i n g u s u s y a n g s e l a n j u tnya akan beredar bersama darah dan akan menganggu metabolisme dari insekta. Gangguan metabolisme yang ditimbulkan pada insekta dapat menyebabkan kekurangan energi, dan kekurangan energi akan mempengaruhi aktivitas hidup insekta yang lambat laun akan menyebabkan serangga tersebut mati. Data diolah oleh: Nina N. Anggita Pradani

BIODATA PENELITIAN Judul Skripsi

: Uji Efektivitas Ekstrak Biji Srikaya (annona squamosa l.) Terhadap Mortalitas Kutu Kepala (pediculus humanus var. capitis) Secara in Vitro. Peneliti : Mohammad Iriyanto Fakultas/Jurusan : KIP/Pendidikan Biologi Tahun Penelitian : 2009 Dosen Pembimbing : Dra. Hj. Siti Zaenab, M.Kes., dan Drs. Lud Waluyo, M.Kes.


KONSULTASI BKBH

BESTARI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

21

Perkosaan atau Tidak ?

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum Bestari, yang saya Hormati. Saya Andy (30), dari Surabaya. Saya ingin memiliki seorang teman wanita (pacar) bernama N. Kami telah menjalin hubungan selama 2 tahun. Selama masa pacaran tersebut, saya dan N pernah melakukan hubungan laiknya suami isteri sebanyak 2 kali. Kemudian kami mengabadikan hubungan intim kami dengan mengambil gambar-gambar (maaf) bugil kami. Setelah itu saya mencetaknya agar kami bisa menyimpan dan mengenangnya. Setelah saya cetak gambar-gamar tersebut, saya berniat memberikannya kepada N. Namun ketika saya datang ke rumahnya, N tidak ada dan amplop yang berisi foto-foto tersebut saya titipkan pada B, kakak N. Namun, tanpa sepengatahuan saya dan N amplop yang tertutup rapat tersebut dibuka dan dilihat isinya oleh B. B kemudian marah-marah dan menyuruh N untuk melaporkan saya ke polisi dengan tuduhan pornografi dan pemerkosaan. Saya sangat tertekan atas peristiwa yang saya alami. Saat ini saya sedang menjalani proses pemeriksaan di kepolisian. Yang membuat saya semakin tertekan adalah ketika pemeriksaan di polisi, N berpura-pura tidak mengenal saya. Sehingga dengan sandiwara yang dilakukan oleh mereka membuat saya seolah-olah adalah pelaku dari tindakan pornografi dan pemerkosaan. Pengasuh yang terhormat, yang ingin saya tanyakan adalah apakah perbuatan saya termasuk pemerkosaan, padahal kami melakukan hubungan tersebut atas dasar suka sama suka. Kedua, tentang tuduhan pornografi. Apakah perbuatan saya termasuk tindakan

Biro Konseling

Assalamualaikum Wr.Wb Saya adalah salah satu mahasiswi UMM, sebut saja M. Saat ini saya sedang bingung antara keinginan saya untuk kembali menjalin hubungan dengan pacar saya dan larangan dari keluarga untuk menjalin hubungan kembali dengan pacar. Hal ini berawal ketika saya dan pacar saya melakukan sebuah kesalahan yang cukup besar. Ketika mengetahui hal itu keluarga saya melarang saya untuk melanjutkan hubungan kami. Padahal pacar saya mencoba untuk membawa hubungan ini ke arah yang lebih serius, namun niatan ini ditolak mentah-mentah

Nurani . . . Begitu cepat hari berlalu, tahun pun berganti. Beberapa hari lagi kita kembali menjumpai bulan Ramadhan. Bulan berkah berlimpah pahala bagi orang yang menunaikannya. Pahala sunat di bulan ini akan diganjar sebanding pahala wajib di luar Ramadhan. Allah Swt memberikan jaminan ampunan dosa bagi mereka yang beribadah di bulan Ramadhan dengan ikhlas dan penuh perhitungan. Tak heran kiranya, kedatangan bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh gembira dan rasa syukur ke hadirat Allah Swt. Bulan Ramadhan ibarat pom bensin yang mengisi bahan bakar kendaraan yang akan kita kendarai sebelas bulan berikutnya. Untuk itu, agar segala amal ibadah di bulan Ramadhan ini tidak sia-sia, kita harus menjemputnya dengan niat yang suci. Akan tetapi, karena saking seringnya Ramadhan menyapa kita, tak sedikit yang menganggapnya sebagai sesuatu yang rutin belaka. Ada juga yang lebih parah lagi, menjadikan Ramadhan hanya sebatas bulan kolak, melon, semangka, atau jalan-jalan menghamburkan nafsu belanja. Bahkan mudik yang seharusnya menjadi acara

dibuktikan secara kumulatif. Artinya apabila salah satu unsur saja tidak terbukti, maka tidak terjadi tindak pidana pemerkosaan. Dalam kasus saudara, apabila tidak terbukti saudara melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan atau memaksa N untuk berhubugan intim, maka perbuatan saudara bukanlah tindak pidana pemerkosaan.Kedua, mengenai tindak pidana Pornografi, dalam Undang-undang Andy Nomor 44 tahun 2008 Tentang Pornografi Surabaya disebutkan: ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ (1) Pasal 1 ayat: “Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, Wa’alaikum Salam, Wr.Wb. gambar bergerak, animasi, kartun, percaSaudara Andy yang kami hormati, kami kapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan turut prihatin atas permasalahan yang menimpa lainnya melalui berbagai bentuk media saudara. Perlu saudara ketahui bahwa dalam komunikasi dan/atau pertunjukan di pasal 285 KUHP disebutkan “Barangsiapa muka umum, yang memuat kecabulan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan atau eksploitasi seksual yang melanggar memaksa seorang wanita bersetubuh dengan norma kesusilaan dalam masyarakat”. dia di luar perkawinan, diancam karena (2) Pasal 34: “Setiap orang yang dengan melakukan perkosaan dengan pidana penjara sengaja atau atas persetujuan dirinya paling lama dua belas tahun”. Berdasarkan menjadi objek atau model yang menganketentuan pasal tersebut, agar suatu perbuatan dung muatan pornografi sebagaimana bisa dikategorikan sebagai tindak pidana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pemerkosaan, maka perbuatan tersebut pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) haruslah memenuhi unsur-unsur tindak pidana tahun dan/atau pidana denda paling pemerkosaan sebagaimana termuat dalam banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rumusan pasal di atas. rupiah”. Adapun unsur tersebut diantaranya, (1). (3) Pasal 35: “Setiap orang yang menjadikan Dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, orang lain sebagai objek atau model yang (2). Memaksa, (3). Bersetubuh dan (4). Di luar mengandung muatan pornografi sebagaipernikahan. Tentu saja terpenuhi atau tidaknya mana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana unsur-unsur tersebut harus melalui proses dengan pidana penjara paling singkat 1 pembuktian di persidangan, dengan mengha(satu) tahun dan paling lama 12 (dua dirkan alat-alat bukti baik berupa keterangan belas) tahun dan/atau pidana denda palsaksi, keterangan ahli, surat, petunjuk atau ing sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus keterangan terdakwa. Unsur-unsur di atas harus juta rupiah) dan paling banyak pornografi? Yang terakhir, Atas tindakan N dan B terhadap saya, apakah saya bisa menuntut balik mereka dengan tuduhan pencemaran nama baik? Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan jawaban pengasuh, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.

Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah)”. Berdasarkan kronologi kasus yang saudara sampaikan, makatindakan saudara bersama dengan N jelas dapat dikategorikan sebagai tindak pidana Pornografi. Atas tindakan N & B yang melaporkan saudara ke pihak kepolisian, anda bisa saja melaporkan balik mereka dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, karena itu merupakan hak saudara sebagai warga negara. Tapi kami ingin sedikit menggambarkan posisi saudara secara hukum. Dalam kasus saudara bisa saja saudara bebas dari tuntutan yang menyangkut tindak pidana pemerkosaan, namun bukankah saudara sangat berpeluang untuk dijerat dengan pasal-pasal mengenai tindak pidana Pornaografi. Dan kalau itu terjadi, maka laporan saudara atas tindakan N dan B yang saudara anggap telah mencemarkan nama baik saudara menjadi sangat lemah. Hal ini harus menjadi pertimbangan saudara untuk mengambil langkah hukum selanjutnya. demikian jawaban kami, semoga dapat membantu menyelesaikan permasalahan saudara. Wassalamu’alaikum, Wr.Wb. Tim BKBH

Tim UPT BKBH Lorong Masjid AR Fachruddin Lantai I Kampus III UMM atau Masjid Kampus II UMM bkbh_unmuh@yahoo.com Telp : 0341-464318 ext 193

Pertentangan Keluarga oleh keluarga saya. Keadaan ini membuat keluarga dari pacar saya sakit hati yang akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya. Saya bingung karena saya masih berharap pada pacar saya, tapi keluarga saya dan keluarga pacar saya tidak menyetujui dan sampai saat ini saya tidak bisa menghubungi mantan pacar saya. Apa saya harus minta maaf pada keluarga dari pacar saya? Mohon pengasuh Rubrik Konsultasi Bestari untuk membantu saya.

ngan Anda. Namun yakinlah setiap permasalahan pasti memiliki jalan keluar. Baik, mari kita urai permasalahan yang mbak M hadapi. Pertama, sebelum Anda meminta maaf pada keluarga pacar Anda, Anda harus meminta maaf pada keluarga Anda atas kesalahan yang Anda perbuat bersama teman Anda serta harus meyakinkan bahwa keadaan ini tidak akan terulang kembali serta dengan menjalin ke arah yang serius merupakan jalan yang terbaik untuk ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ menebus kesalahan yang telah anda perbuat. Baru setelah Anda dapat meyakinkan keluarga Anda, maka barulah Anda merencaWalaikumsalam Wr. Wb Mbak M, kami bisa memahaimi kebingu- nakan untuk meminta maaf kepada pacar Anda

sekaligus keluarga besarnya. Semoga masukan ini bisa memberikan sedikit alternatif untuk mengambil keputusan. Wassalamualaikum Wr. Wb. Tim BK

Tim UPT BK Lorong Masjid AR Fachruddin Lantai I Kampus III UMM atau Masjid Kampus II UMM konseling_bk@yahoo.com Telp : 0341-464318 ext 180

Menjemput Tamu Ramadhan silaturahim, tak lebih sebagai ajang pamer. Bagaimanakah cara agar kita tidak terjebak pada perkara-perkara remeh tersebut? Pertama, menganggap Ramadhan kali ini sebagai tamu terakhir yang menyambangi kita. Kedua, menjadikan Ramadhan sebagai timbangan tahunan. Sebagaimana dimaklumi, shalat 5 waktu adalah timbangan harian, dan shalat Jumat sebagai timbangan mingguan, sedang haji adalah timbangan usia kita. Jika bulan Ramadhan kita anggap sebagai timbangan tahunan, maka sebelas bulan selanjutnya akan menjadi bukti sejauh mana kualitas Ramadhan kita tahun ini. Apakah kita termasuk orang yang benarbenar berpuasa, atau orang yang selama ini hanya melaparkan perut saja? Jawabannya dibuktikan dengan perilaku kita sesudah bulan Ramadhan. Jauh-jauh Rasulullah telah mengingatkan, “Alangkah sedikitnya orang yang berpuasa dan alangkah banyaknya orang yang hanya menahan lapar.” Jadi ada dua macam orang yang melakukan puasa: yang mendapatkan ampunan Allah, dan yang mendapatkan lapar dan dahaga saja. Kalau kita perhatikan seluruh masjid dan mushalla, penuh sesak pada minggu-minggu

pertama bulan Ramadhan. Jamaah salat subuh diikuti dengan penuh semangat oleh segenap masyarakat, suatu keadaan yang tak pernah terjadi pada hari-hari biasa. Ribuan ceramah dan kultum digelar sepanjang bulan ini, juga shalat tasbih dan tahajjud digelar di manamana. Pengajian agama sudah tak terhitung lagi dilaksanakan di setiap masjid, mushalla, juga kantor dan perusahaan. Kita tak usah bertanya lagi, bagaimana media semacam televisi memanfaatkan momentum ini untuk menggelar sajian yang memanjakan (sampai-sampai membosankan) para pemirsanya. Puluhan artis tiba-tiba tampil dalam busana Islami dengan simbol-simbol kesalehan. Layar kaca yang semula menampilkan suguhan yang lekat dengan unsur-unsur erotisme dan pronografi, tiba-tiba menjadi tampilan yang seolah-olah penuh kekhusyukan. Tapi kenyataannya? Seperti halnya perayaan di hari kemerdekaan. Acara 17-an semarak diadakan di mana-mana. Namun di balik perayaan itu selalu ada pertanyaan mengganjal, benarkah makna kemerdekaan itu sendiri terhayati sebagaimana semangat merayakannya?

Begitu pula dengan bulan Ramadhan. Terkadang gemuruh masyarakat di dalam memuliakan bulan Ramadhan sebagai suatu “karnaval sosial” yang dangkal. Penyambutan yang begitu khidmat atas bulan suci terkesan hanya merupakan suatu peristiwa yang rutin saja, bahkan telah mendekati suatu upacara yang diulang-ulang saja. Lantas, apa makna puasa di bulan Ramadhan ini bagi kita semua, umat Islam secara khusus dan bangsa Indonesia secara umum? Pertanyaan ini layak diajukan terus setiap kita menghadapi bulan suci ini, agar kita tidak terlelap dalam sikap yang “polos”, yaitu menyongsong tamu Ramadhan sebagai kerutinan yang sudah biasa. Dengan kehadiran Ramadhan tahun ini, kita jadikan sebagai daya perangsang untuk mengikat energi spiritual untuk mempersiapkan ruhaniah sebelas bulan kemudian, sehingga seluruh ibadah tidak berhenti pada bulan ini, atau sebatas rutinitas semata, dan setelah itu selesai. Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag. Pengajar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMM


22

BESTARI

OPINI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

Corak Celaka Bila Menjadi Sarjana Nganggur Hal apa yang paling menakutkan bagi sarjana? Sebagian besar jawaban atas pertanyaan ini dijawab dengan menjadi pengangguran. Status pengangguran akan terasa lebih berat jika terjadi pada seseorang yang bergelar sarjana. Bagaimana tidak, jika sarjana, yang diidentikkan dengan orangorang yang memiliki pendidikan tinggi, seharusnya memiliki ilmu yang tinggi guna membebaskan dirinya dari belenggu hidup nganggur. Bahkan bisa membuat pencerahan dalam kehidupan masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi dan nganggur. Banyak ekspektasi yang ditujukan bagi sarjana. Hal itu datang dari orang-orang terdekat terutama oleh orangtua. Ekspektasi yang paling sering dilontarkan adalah habis lulus harus langsung dapat kerja. Hal ini lebih cocok disebut ekspektasi atau pemberian beban yang kerap kali disadari atau tidak membebani. Kalau sudah begitu, maka celakalah para sarjana nganggur. Jika tak ingin celaka, maka, begitu wisuda harus langsung bisa mendapat pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan. Inilah yang menjadi masalah bagi sebagian besar para sarjana muda kita. Lapangan pekerjaan sempit ditambah lagi persaingan ketat, semakin menyulitkan untuk mendapat pekerjaan. Kesialan itu akan menjadi-jadi jika sang sarjana muda tak memiliki nilai lebih dibanding para pesaingnya. Nilai lebih itu bisa berupa penguasaan bahasa asing, penguasaan teknologi, kemampuan kepemimpinan, dan lainnya. Bila Anda, sarjana muda, tidak memiliki kemampuan lebih seperti yang disebutkan di atas, belum terlambat untuk memperbaiki segalanya. Belajarlah siang malam. Sekuat tenaga, hingga Anda layak untuk bersaing. Bila tidak tertarik mengikuti pola klasik pekerjaan yang kerap digeluti masyarakat pada umumnya yaitu menjadi pegawai negeri, maka berwirausahalah. Selain membebaskan diri sebagai pembantu pemerintah, hal itu membuka peluang untuk menjadikan diri sebagai bos sekaligus penolong untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Jadi bos di usia muda, menolong orang, membantu pemerintah memberantas pengangguran. Bukankah hal ini sangat menarik? Sedihnya, selalu ada alasan yang digunakan untuk tidak berwirausaha. Kendala modal acapkali menjadi tamengnya. Padahal pepatah mengatakan, “Di mana ada kemauan, di sana ada jalan”. Hal itu bahkan telah terbukti. Betapa banyak orang biasa dan tidak memiliki dana cukup, berhasil menjadi wirausahawan sukses. Sebab mereka percaya, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Jika orang biasa, tidak bermodal, tidak berpendidikan saja bisa sukses, masa seorang sarjana tidak bisa sukses? Tentu saja bisa. Asal ada niat, keberanian, dan usaha yang tak pernah putus. Jadikanlah modal ini sebagai modal utama Anda, sehingga ketika lulus, tak dapat pekerjaan, Anda bisa membuka lapangan pekerjaan. Jika telah demikian, maka, selamatlah Anda dari celakanya menjadi sarjana nganggur.

Henny Andaresni Martianengtias. Redaksi Pelaksana

INFO Redaksi menerima tulisan dari setiap pembaca berupa artikel, cerpen, puisi,esai budaya dan resensi. karya tulis dapat di kirim langsung ke alamat redaksi di gedung SC lt.1 UMM atau melalui email redaksi: redaktur_bestari@yahoo.com . Setiap tulisan yang dimuat akan mendapatkan imbalan yang pantas.

Indonesia 2020 Dalam Imajinasi Thomas Morus (1478-1535) dalam bukunya De optimo re publicae statu deque nova insula Utopia telah mendesain sebuah Negara Utopia, negara yang sangat idealis, dan negara yang tak mungkin diwujudkan. Terinspirasi oleh Thomas Morus tersebut, gagasan yang ditulis dalam artikel ini, bukanlah utopia, namun sekedar imajinasi, yang menggambarkan keinginan akan Indonesia masa depan. Imajinasi ini dilatarbelakangi oleh hal nyata yakni, pemilihan anggota legislatif 9 April 2009 yang diikuti oleh 34 partai politik. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden tanggl 8 Juli 2009 yang ternyata gagal membentuk pemerintahan yang mampu mengatasi multi krisis di Indonesia. Sementara elit politik di tingkat lokal maupun pusat tetap bergaya borjuis, ke mana-mana bermobil mewah, makan enak, kaya raya, tapi dengan mulut berbusa merasa telah memperjuangkan kepentingan rakyat. Pada tahun 2013, tepatnya setahun sebelum pemilihan umum 2014, muncul sosok yang menggegerkan negara Indonesia. Sosok dari kota kecil di Jawa Tengah yang bernama Idralus. Oleh masyarakat Jawa, dipercaya sebagai titisan Ken Arok, Raja Singasari yang masa mudanya menjadi rampok yang ditakuti. Sosok Idralus dikenal sebagai anak muda yang sangat baik, berani, cerdas dan jujur. Kepopulerannya terus merambat sampai ke seluruh Indonesia. Setiap hari sosoknya menghiasi media massa, dan menghipnotis sebagian besar rakyat Indonesia. Kemunculan sosok baru ini memberi harapan akan munculnya pemimpin baru Indonesia yang selama ini ditunggu-tunggu. Di masa pemerintahan 2009-2014, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengalami perubahan, salah satunya membolehkan calon presiden berasal dari perseorangan. Kemunculan Idralus yang fenomenal itu, memberi keyakinan bagi rakyat Indonesia, bahwa Idralus akan membawa Indonesia terlepas dari krisis yang multidimensi itu. Rakyat mendatangi KPU dengan sukarela di berbagai daerah, untuk memberikan foto kopi KTP dan tanda tangan dukungan kepada Idralus, untuk diserahkan ke KPU Pusat. Karena dukungan rakyat yang amat besar itu,

Oleh:

Sulardi Idralus dengan mudah mengungguli pemilihan presiden dan wakil presiden pada tahun 2014 hanya lewat satu putaran pemilihan dengan mayoritas suara ditujukan kepadanya. Idralus dan wakil presidennya mengangkat menteri-menteri yang berasal dari kalangan profesional, tanpa melihat gelar, latar belakang politik, agama, maupun asal daerah. Rakyat Indonesia dibuat tercengang, Presiden Idralus menyerahkan gajinya sebagai presiden untuk membantu rakyat miskin. Langkah presiden diikuti oleh para menteri dan kepala daerah tanpa ada instruksi dari presiden. Program utama yang dilakukan oleh presiden Idralus adalah memperbaiki transportasi jalan darat, irigasi diperbaiki, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Kesejahteraan pegawai negeri sipil, polisi dan tentara ditingkatkan. Hasilnya menakjubkan, birokrasi berjalan baik tanpa ada kelambatan layanan dan nir perkara uang suap. Demikian halnya dengan lalu lintas jalan raya menjadi tertib, polisi nakal dipecat. Para pengemudi mendapat jaminan penghasilan yang diterima tanpa memperhitungkan jumlah penumpang yang diperoleh. Transportasi massal berjalan sesuai jadwal, dan hanya berhenti di halte yang telah disediakan. Dampaknya, jalanan menjadi lengang, karena jumlah mobil pribadi berkurang sebab warga lebih senang menggunakan angkutan umum dari pada mobil pribadi. Kondisi ini menjadikan krisis BBM dengan mudah teratasi, sebab konsumsi BBM berkurang. Bahkan Indonesia bisa mengekspor BBM. Lingkunganpun menjadi sehat karena polusi berkurang. Petani semangat menanam padi, karena hasil panen dibeli pemerintah dengan harga menguntungkan. Kemudian dijual kembali kepada rakyat dengan harga terjangkau. Demikian halnya dengan petani sayur dan agrobisnis lainnya, bahkan Indonesia menjadi negara pengeksopr beras, sayur-

mayur dan berbagai buah-buahan. Hutan yang dulunya gundul, mulai ditanami pohon yang baru dapat ditebang setelah berumur 100 tahun. Sumber air menjadi berlimpah, bencana banjir, kekeringan dan longsor tinggal cerita saja. Pembangunan berjalan di segala sektor. Industri agronomi bekembang pesat, investor membanjir untuk membuka usaha di Indonesia. Tak ada lagi buruh demonstrasi menuntut kenaikan upah, semua telah tercukupi, negara dalam kondisi aman sejahtera Sistem pendidikan diperbaiki, kurikulum tak lagi sentralistik, para pendidik diberi kewenangan membangun kurikulum lokal yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah. Sekolah murah dengan kualitas tinggi dapat terwujud, bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi. Badan Hukum Milik Negara PTN ( BHMNPTN) dan Ujian Nasional dihapus, standar kelulusan diserahkan pada otonomi daerah setempat. Parlemen tidak lagi menjadi tukang kritik presiden dan para menterinya. Sebab presiden dan para menteri telah bekerja dengan baik, profesional sesuai keinginan rakyat dan ramburambu konstitusi. DPR pun jadi lebih konsentrasi membuat berbagai peraturan pro rakyat. Semua mendukung kebijakan presiden, sehingga pada tahun 2020, pada masa jabatan Presiden Idralus yang kedua, Indonesia menjadi negara yang kuat, diperhitungkan oleh negaranegara di dunia. Pengangguran sangat rendah. Semua lapisan masyarakat merasakan kesejahteraan yang sesungguhnya, tanpa kesenjangan, tanpa kepalsuan. Di samping itu harus diakui, Idralus mempunyai sikap kombinasi positif dari presidenpresiden Indonesia sebelumnya, yakni kharismatis, strategis, agamis pluralis, menguasai teknologi tingkat tinggi, tampan, santun, mempesona. Hal itu ditambah dengan kejujuran dan kesederhanaan Idralus sebagai presiden. Indonesia tahun 2020 benar-benar negara yang kuat dan sejahtera. Mudah-mudahan kuatnya negara Indonesia, sejahteranya rakyat Indonesia tahun 2020 itu bukan hanya dalam imajinasi saja. Dosen FH Unmuh Malang, Kandidat Doktor UNDIP

Ruang Publik Nasional Vs Ruang PublikTerorisme Ledakan bom pada 17 Juli di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta mencengangkan seluruh masyarakat dunia. Pengejaran teroris pun segera ditindak lanjuti Tim Polisi Anti Teror (Densun 88) untuk mengantisipasi terjadinya serangan lainnya. Pencarian yang dilakukan oleh tim Polisi Anti Teror akhirnya membuahkan hasil, berupa penyergapan sarang teroris di Desa Beji Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah pada 7 Agustus lalu. Penyergapan selama 18 jam dengan menewaskan Mr. “X” yang sebelumnya diduga gembong teroris paling dicari, Noordin M. Top. Kemudian, Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Pol Eddy Saparwoko memastikan bahwa jenazah teroris yang tewas di Temanggung bukan Noordin melainkan Ibrohim. Kepastian ini diketahui dari tes DNA. Mengapa serangan teroris kerap terjadi di Indonesia? Ruang publik pertahanan dan keamanan negara yang lengah dan “kecurian disiplin” sangat memudahkan ruang gerak para teroris untuk lebih leluasa menggencarkan aksi-aksi teror dan Bombing di mana-mana. Keamanan yang Tak Luput Indonesia merupakan totalitas kesatuan kelompok masyarakat yang terumuskan sebagai negara kesatuan dari berbagai pulau yang saling terpisah. Jarak kepulauan yang terpisah-pisah menjadi ciri-ciri adanya sub-sub ruang publik di bawah pemerintah Indonesia. Pertanyaan yang muncul apakah terorisme bagian dari ruang publik yang ada? Jika terorisme bagian dari ruang publik, bagaimana dengan ruang publik nasional, dan bagaimana Densus 88 menanggulangi terorisme? Aksi pengeboman oleh sekawanan kelompok jaringan terorisme yaitu; Bali I (12/10/2002), Bali II (1/09/2005), Kedubes Australia (9/09/ 2004), JW Marriot (5/08/2002,17/07/2009) dan Ritz Carlton (17/07/2009) telah mereggut ratusan nyawa manusia. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Segala sesuatu yang dimiliki dan yang

Oleh:

Jamsari dibutuhkan untuk menyerang ‘efidensi’ dari buah pikiran sehat yang tak lain adalah ideologi dominan (Gramsci) suatu kelompok dalam memerankan hak-haknya yang dapat mengundang musuh-musuh yang terdeterminasi dapat terjadi di manapun (Althusser, 1984). “Massa” (masyarakat dan negara) dan “kelas” (kelompok) terdiri dari manusia-manusia “men” yang dapat memecah dan menciptakan ruang publik baru sewaktu-waktu yang bisa menegangkan. Ketegangan semacam ini kemudian memunculkan abstraksi saling mempertahankan dan saling menyerang yang terdiri dari kelas-kelas berbeda dalam konteks ideologinya. “Massa” berada dalam pilihan diam dan aktif dalam ruang publik di saat kelas-kelas tersebut saling mempertahankan ideologisnya masing-masing. Terbentuknya Densus 88 adalah ruang publik ideologis yang berfungsi sebagai pengaman kelompok masyarakat dalam menjaga stabilitas ketenangan publik, dan pelindung warga sipil atas aksi teror yang selama ini terjadi. Ruang publik tidak hanya bersifat kritis namun sebagai keeping society dalam memerankan struktur dan fungsionalnya. Ruang publik juga dapat terpecah, terkecoh ketika muncul ruang publik baru yang meresahkan ruang publik nasional. Sedangkan terorisme bagian dari ruang publik yang menjadi pemecah ketahanan ruang publik nasional. Dia adalah kejadian yang tak terduga dan dapat terjadi lewat susupan eksternal ruang publik nasional. Kedatangannya dapat dikatakan ruang publik nasional sebagai kontrol sosial kurang teliti dalam membaca “massa”, “kelas” yang dapat memecah ruang publik nasional tersebut. Perpecahan bukan untuk disatukan namun bagaimana ruang publik dasar dapat meng-cut gejala-gejala ruang publik baru “negatif” yang dapat mengganggu ketahanannya. Neurologi semacam ini yang kemudian ditingkatkan dalam memper-

tahankan suatu negara sebagai gawang kekokohan public sphere. Insiden terorisme adalah bentuk “sparatisme massa” yang mengideologikan kepercayaan tertentu dalam ruang publik nasional. Kemunculan subpublic sphere (terorisme) yang menjadi perburuan Densus 88 serasa “hantu nyata” nasional dan agama yang terkonstruk dalam sebuah negara. Akibat adanya subpublic sphere, ideologi yang menghegemoni pikiran sehat manusia dan merekatkan pada intuituitif kemandekan humanis. Sehingga semakin banyak ruang-ruang publik dalam sebuah negara maka akan semakin banyak munculnya pergesekan ideologi, terlebih pada suatu negara yang multikutural seperti Indonesia. Perbedaan opini massa dan imajiner massa atas munculnya terorisme hingga penangkapannya di Indonesia bukan sebatas wacana terpecahnya ruang publik. Namun sejauh mana ruang publik nasional dalam penanganannya dapat teratasi secepatnya. Bahwa dalam penggerebekan di Temanggung, Bekasi, dan pencarian sarang terorisme di berbagai tempat yang lain jangan sampai menimbulkan “ketakutan massa” dan “terkecohnya ruang publik nasional”, selama belum tertangkap siapa otak pelaku terorisme dan pemberantasan terorisme sampai akar-akarnya, termasuk ketegangan publikasi. Menyoal terorisme dalam pengeboman terbaru di J.W Marrit dan Ritz Carlton beserta upaya pengejaran, pemburuan, penggerebekan, dan penagkapannya yang dilakukan Densus 88 menjadi pelajaran pertahanan dalam melakukan keeping society dan kestabilannya. Kemudian ruang publik nasional dapat meredakan subpublic sphere yang menghantui massa. Namun pemburuan tersebut diperlukan data-data akurat, tepat, terpercaya, sehingga pemburuan tidak sia-sia, dan cepat sergap dan tumpas terorisme sampai akarnya, tidak salah sasaran. Mahasiswa FISIP Ilmu Komunikasi UMM


HUMANIORA

BESTARI

No.253/TH.XXII/AGUSTUS/2009

23

Aku dan Laki-Laki Bernama Cinta Bulan memantik. Akhir-akhir ini, aku tak ingat mulai kapan malam menjadi terlalu sepi, pun ketika purnama berbagi. Cahaya itu mulai pudar, suram. Tak ada lagi sekadar seruputan kopi pahit dan pisang goreng. Kopi pahit? Entahlah, rasanya aku tak terlalu yakin dengan itu karena lidahku telah kehilangan rasa. Mataku menerawang ke atas, pada ujung-ujung bambu melambai di belakang rumah yang angkuh tinggi melebihi genting. Bulan pucat bertengger di sela-selanya. Aku hanya memandang. Ya, memandang. Apa lagi? Toh, tak ada yang diajak berbagi dan lagipula aku juga tidak punya apa-apa untuk dibagi. Ibu sudah lama pergi, memilih tidur di bawah kamboja yang selalu menebar wangi dan meninggalkanku sendiri. Angin sesekali menyapu wajah. Dingin musim kemarau menembus tulang. Di atas, daun-daun bambu bergesekan menciptakan irama menyayat. Batang bambu yang kujadikan penyangga rumah berderit. Angin tampaknya mempermainkannya, mencoba menggoyang-goyangkan batubatu yang kuikat pada belitan tali rafia. Kalau tidak, rumahku bisa ambruk. Itu adalah penyeimbangnya, tapi orang-orang justru takut, katanya aku gila. “Min, Parmin. Ayo bantu menyembelih ayam,” ajak orang orang suatu kali. “Dia tak akan berani melihat darah. Dia itu...sstt...! Tak perlu dipertanyakan apakah laki-laki atau perempuan.” Begitulah orang-orang mengejekku. Biarlah! Bahkan, beberapa hari yang lalu, orang-orang sibuk mengolokku untuk ikut membantu memasang benda-benda kecil dari plastik berwarna merah-putih yang diikatkan pada benang-benang dan diikat pada dua ujung pohon, melintang di atas jalan. “Ah, Parmin kan takut sama plastik ha..ha...ha...” demikianlah yang mereka ucapkan setiap kali menawariku untuk ikut membantu. * Bulan mengejang. Peristiwa pagi tadi telah mengoyak ketenangan warga. Sebuah truk dengan enaknya menerobos masuk kerumunan pesta pernikahan. Tercatat dengan sangat

cermat oleh para sesepuh desa: dua puluh dua orang termasuk wanita dan anak-anak mati! “Ini salah Tresna!” penduduk menghakimi. “Dia orang luar, tidak ada pertalian darah dengan kampung ini,” yang lain menimpali. “Siapa yang berani menentang adat ini, heh!?” Seorang wanita lantas tergopoh, beringsut. Menjeritjerit di depan onggok dingin beku: sesosok wanita muda dengan kebaya. “Mbah, ampun Mbah. Ngapuronen aku, Mbah.” Wanita itu meraung, “Bangun, Nduk. Bangun.....” Ini prahara. Ini bencana. Ini kutukan. Demikianlah. Kalau sesepuh desa tak didengar lagi suaranya, inilah azab yang mesti dikenyam seluruh warga. Sudah nasib. Begitulah. Nasib selalu mengekor perbuatan. Salah satu warga telah lalai membeli jajanan pasar dan secangkir kopi serta beberapa lembar uang untuk diserahkan sebagai penyenang hati dan keberkahan pada Mbah Wo. Kualat! Azab! Begitulah warga desa mengutuk. “Lancang kau, Suratmi! Siapa itu Tresna sehingga kau termakan ucapannya? Dia hanya orang yang kebetulan guru agama SD anak-anak kita. Dia bukan siapa-siapa. Perlu kau camkan di dalam hatimu terdalam bahwa adat itulah agama kita. Jangan kau lupakan itu! Agama yang diajarkan Tresna itu hanya sebagai pelengkap hidup saja. Kita jangan melupakan tata cara kita sendiri. Jangan pernah karena Mbah Wo akan marah,” salah seorang yang dinisbahkan sebagai sesepuh di desa berujar dengan mata menyala. “Ampun, Mbah. Saya kapok.” Suratmi bersimpuh. Begitulah. Karena menuruti kata-kata Pak Tresna, Dé Ratmi, saudara tua ibu itu akhirnya tidak melanjutkan untuk melakukan ritual layaknya warga lain ketika akan mempunyai hajat menikahkan anak gadis semata wayangnya. Lalu, peristiwa itu terjadi.

Oleh: Nur Alifah

Begitulah yang pasti terjadi. Paling tidak itulah yang dipikirkan warga. * Pak Tresna, begitulah ia memperkenalkan dirinya. Aku sebenarnya tak begitu ingat benar siapa itu Pak Tresna. Aku tak tahu pasti siapa nama aslinya. Laki-laki menjelang tua yang datang dari tempat jauh. Entah. Laki-laki aneh yang mengajariku banyak kata, a, ba, tsa... Dulu, dulu sekali entah kapan, laki-laki itu datang. Berperawakan sedang dengan kulit kuning, kontras dengan kebanyakan laki-laki di desaku yang berkulit legam terbakar matahari dengan wajah keras, sekeras hidup yang musti dijalani. Yah, Pak Tresna datang dari jauh, entah. Rela mengajar di SD kampung yang menjadi satu-satunya SD di desaku. Itupun tidak banyak yang bersekolah. Mungkin itulah mengapa ia

ingin dipanggil Tresna yang dalam Bahasa Jawa artinya cinta. Cintalah yang mengantarkannya rela menukar kesejahteraannya sendiri untuk hidup di udara desa yang pengab karena asap tembakau dan arak murahan menjelang malam di tiap-tiap gardu yang katanya untuk pos ronda itu. Aku muak. Benar, benar sekali. Persis, tepat seperti yang kuduga. Setelah kejadian truk itu, desa menjadi sepi. Bulan puasa sebentar lagi ketika anak-anak desa mulai dilarang orang tuanya pergi mengaji. Mengaji itu racun karena bisa membunuh. Bagaimana tidak? Dalam logika orang desa, mengaji berarti dilarang berjudi, dilarang mencuri, dilarang main kartu remi. Ah, tidak berjudi? Kapan lagi bisa mendapat uang banyak dalam waktu singkat? Lalu, beberapa waktu kemudian kasak-kusuk menjadi semakin panas. Dada para sesepuh telah terbakar dan kobarannya tak mungkin bisa dipadamkan. Dari mulut ke mulut, berita disebar laksana aroma menyesakkan yang memenuhi udara, menghampiri hidung-hidung semua orang hingga mereka tak lagi bisa bernafas. Terdengar kabar bahwa orang-orang kampung mendatangi kepala sekolah, meminta Pak Tresna dipindah-tugaskan. Asalkan keluar dari kampung itu, berapapun, tak masalah. Begitulah. Tak ada reaksi. Kepala Desa pun sudah mencoba menerangkan bahwa Pak Tresna sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan orang-orang desa, mengajak mereka kepada jalan yang terang. Percuma. Orang-orang desa tak mau lagi mendengar apapun. Titik! Sore itu, Pak Tresna mampir ke rumah. “Min, mau dibelikan apa? Besok Pak Tresna mau ke kota,” Pak Tresna menanyaiku. Sebelum puasa begini memang biasanya ia akan membeli kebutuhan sehari-hari; beras, minyak goreng, gula, dan bahan-bahan lain. Beruntungnya, ibu selalu diberi. Ya, bagi laki-laki tua itu,

Ibu sudah seperti anaknya sendiri. Apalagi setelah kematian bapak, praktis kebutuhan ibu yang hanya pencari kayu selalu dibantu. Kebetulan Pak Trensa menyewa sebuah rumah kecil di samping rumah ibu. Rumah yang sebenarnya tidak begitu layak disebut rumah karena dindingnya pun masih berupa jalinan bambu dilapisi kapur tebal yang biasa untuk mengecat batang pepohonan menjelang Agustusan itu. Di luar, bendera-bendera kecil dari plastik berderik ditiup angin. Benderabendera itu diikatkan pada seutas benang, melintang di atas jalan pada ujung-ujung pohon yang ada di kedua sisinya. Bagus sekali. Dari jauh, di balik bukit, suara gending Jawa yang diputar melalui kaset menembus udara, mengalunkan irama khas. Kata ibu, itulah bulan paling ramai karena bertepatan dengan perayaan Agustus dan juga menjelang puasa. Biasanya banyak warga yang menikahkan anak-anaknya pada bulan sebelum puasa tiba. “Mau dibelikan apa?” tanyanya lagi. Aku menarik-narik bajunya. Aku suka warna merah. Cantik seperti bendera-bendera kecil di luar sana yang tampak gagah berselang-seling dengan warna putih. “Mau dibelikan baju warna merah?” Pak Tresna bertanya sambil tersenyum. * Karena esoknya sudah puasa, pagi itu aku minta ijin ibu main sepuas-puasnya. Meskipun hanya kuat setengah hari, Ibu selalu mengajakku puasa. Jadi, hari pertama puasa pasti akan melelahkan sekali. Maka, pagi itu aku memilih bermainmain di bukit tempat ibu selalu mencari kayu bakar untuk dijual. Aku mencari buah ciplukan. Enak se kali. Aku sedang menyi bak semak-semak ketika kutemukan sesosok tubuh tak berbentuk, bersimbah darah, dengan baju warna merah. (sebuah renungan tentang kata untuk negeri tercinta: sejarah, kemiskinan, kebodohan, pendidikan, pengajar, pendidik, kekerasan, budaya, agama. Benarkah kata ’merdeka’ telah menemukan seluruh esensinya?)

Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris 2006

Sang Kreator yang Mengubah Dunia Berhenti kuliah, dikeluarkan dari perusahaan ternama, tidak membuat seseorang patah semangat untuk meraih masa depan. Kejeniusannya dalam bidang komputer dan kepandaiannya melihat peluang membuatnya banyak dikagumi oleh orang-orang di dunia. Itulah sosok Steve Jobs. Pria kelahiran San Fransisco tersebut merupakan pendiri sekaligus pemimpin Apple Incorporation. Ia bersama sahabatnya, Steve Wozniak membuat dunia terpukau dengan produk-produknya yang mempesona. Jobs merupakan anak yang pantas dijuluki sebagai salah satu manusia kreatif di muka bumi. Betapa tidak, ia merupakan tokoh ilmuwan komputer yang mampu membuat revolusi komputer pada selama tiga dekade berturut-turut.

Pada tahun 1970 ia membuat revolusi komputer, di tahun 1980 film animasi, dan pada tahun 2000 musik digital. Bahkan ia juga memiliki saham individual terbesar melalui Pixar Studio, sebuah perusahaan film animasi, selain perusahaan Apple Inc. Sebelum Apple Inc., berdiri, Jobs sempat kuliah di Reed College, namun karena lebih tertarik mendalami komputer, akhirnya ia memutuskan berhenti kuliah dan menekuni bisnis komputer. Kecintaannya pada dunia komputer bermula ketika berusia 20 tahun. Saat itu Jobs melihat sebuah komputer hasil rancangan Wozniak yang digunakan sendiri. Kemudian Jobs membujuknya untuk merakit komputer dan menjualnya sekaligus mendirikan perusahaan. Wozniak merupakan ahli dalam hal teknis. Tak lama setelah mereka berdiskusi mengenai komputer, Jobs Judul : Steve Jobs, Otak Genius pun menyadari segera bahDibalik Kesuksesan wa bisnis komputer sangat Apple menjanjikan untuk waktu Pengarang : Hermawan Aksan yang akan datang. Karena Penerbit : Kaifa itulah, ia membeli kompoTahun : 2009 nen-komponen komputer Tebal : 200 halaman dan kemudian menyerahPeresensi :Fuad Hussein kannya pada Wozniak. (Mahasiswa B. Inggris Setelah selesai dirakit, Jobs 2006)

BIODATA BUKU

menjualnya pada teman-teman kuliahnya di University of California di Berkeley. Melalui visi dan misinya, ia berhasil membuat perusahannya menjadi perusahaan paling dikagumi di dunia melampaui Microsoft. Bahkan, ia juga membuat penjualan iPod meroket, dan saham Apple pun melambung. Produk Apple yang terkenal dan fenomenal adalah iPod dan iPhone. Apple memulai produknya berupa perangkat keras, tapi kemudian merambah ke perangkat lunak. Untuk perangkat keras, Apple memperkenalkan keluarga Apple Macintosh pada 1984 dan kini membuat komputer konsumen, profesional, dan pendidikan. Mac mini hádala komputer konsumen subdesktop, yang diperkenalkan pada Januari 2005 dan dirancang untuk memotivasi para pengguna Windows agar beralih ke komputer Mac. iMac adalah komputer desktop consumen pertama kali diperkenalkan oleh Apple dan popularitasnya membantu mengembalikan keberuntungan perusahaan ini. iMac mirip konsepnya dengan Macintosh yang asli dalam hal monitor dan komputernya berada dalam unit tunggal. Apple menjual tiga lini komputer portabel: MacBook yang

mencakup produk dengan layar selebar 13 inci, dan tersedia dalam variasi putih dan hitam, MacBook Air, notebook sangat tipis dan ringan dengan layar 13, 3 inci, dan MacBook Pro, komputer portabel profesional sebagai alternatif bagi MacBook Pro dipasarkan untuk pengguna profesional dan kreatif, dan menawarkan konfigurasi display 15 inci dan 17 inci. Dari sekian banyak produk Apple, salah satu produk yang kemudian menjadi primadona adalah iPod. Produk ini datang dari subkategori digital, ketika perusahaan mulai menciptakan perangkat lunak untuk peralatan digital personal yang terus tumbuh. Kamera digital, camcorder, dan organizer sudah menjadi pasar mainstream yang mantap, tapi perusahaan menilai produk-produk music player digital yang sudah ada “besar dan aneh atau kecil dan tak berguna” dengan user interface yang “sangat mengerikan”. Sukses Apple di bawah kendali Steve Jobs membuat perusahaan ini mendapat pengakuan di dunia bis-

nis. Majalah Fortune edisi Maret 2008 menobatkan Apple sebagai perusahaan paling dikagumi di Dunia. Keberhasilan dalam sisi lain yang dicapai Apple dibeberkan majalah BusinessWeek Mei 2008. Para pekerja kantoran yang selama ini sudah tergila-gila oleh iPod dan iPhone, menurut majalah ini, makin banyak yang meminta komputer Mac digunakan di kantor mereka. Yang jelas, Steve Jobs dan Apple berusaha untuk menciptakan sesuatu yang “beda” untuk membuat semua orang di dunia terpesona pada produk-produknya.



bestari 253