Page 1

Edisi 22. Tahun ke-3. Rabiul Awal - Rabiul Tsany 1434 H / Pebruari 2013

KORAN MINI BULANAN

PROFIL

08

...siapa tahu kelak akan muncul santri-santri yang punya kepedulian besar terhadap lingkungan hidup yang dilahirkan oleh Pondok Modern Tazakka.

DR. Ir. H. Ananto Aji, MSP

K

KAPOLRES BATANG KUNJUNGI TAZAKKA

apolres Batang, AKBP Widi Atmoko, SIK dan jajaran ber­ kunjung ke Pondok Modern Tazakka­(30/1). Mereka disambut hangat oleh Pimpinan Pondok dan jajaran Peng­ urus Yayasan Tazakka. Kapolres dan rombongan sengaja da­tang ke­Pondok Modern Tazakka usai­ bersilaturahim­dengan para tokoh agama dan masyarakat se-Kecamatan­Bandar di aula Ke­camatan Bandar.­Da­lam per­ temuan ter­sebut, Kapolres­ me­­ma­par­kan­ tentang pentingnya menum­­­­buhkem­ bang­kan­­ ke­sadaran dan ke­patuhan hu­ kum masyarakat dan penting­nya kontrol so­sial­­­ terhadap kinerja­ kepolisian oleh ma­syarakat. Kehadiran Kapolres selain untuk melihat dari dekat perkembangan Pon­ dok Mo­ dern Tazakka­juga bertujuan untuk menyamakan visi dan persepsi tentang peran masyarakat dalam men­ dukung terwujudnya keamanan dan ke­ tertiban. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Anang Rikza selaku Pimpinan Pon­ dok menjelaskan tentang sejarah dan visi misi PM Tazakka sebagai Perekat

Umat, agar tercipta sebuah tatanan masyarakat yang aman, damai, dan se­ jahtera. Ustadz juga menjabarkan pro­ gram pengembangan SDM dan strategi dakwah dan pendidikan­yang menjadi konsentrasi Tazakka selama ini. Menu­ rutnya, Tazakka akan terus berjuang di ranah dakwah, sosial dan pendidikan, dan tidak akan terjebak pada politik praktis. “Membangun SDM umat itu bu­ tuh kerja keras, konsentrasi penuh dan dukungan semua pihak, jadi kami tidak punya cukup waktu untuk ngurusi poli­ tik praktis, bagi-bagi tugas­ lah” terang Ustadz. Menanggapi paparan alumnus AlAzhar­­­Kairo ini Kapolres menyatakan bah­­wa visi misi PM Tazakka sejalan de­ ngan visi misi Polri sebagai lembaga pe­ negak hukum yang bertugas men­ jaga ke­ amanan, dan Kapolres sangat meng­apresiasi cita-cita Pondok Modern Tazakka.­“Ada kesamaan visi dan misi Polri dengan Tazakka, dan saya sen­ ang karena­Tazakka merangkul semua golongan”­ tegas­ Kapolres. Ia juga menambahkan bahwa dirinya dan jajaran Polres Batang mendukung

“Ada kesamaan visi dan misi Polri dengan Tazakka, dan saya senang karena Tazakka merangkul semua golongan. Kami insya Allah akan membantu sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami, dan akan kami sosialisasikan kepada jajaran Polres Batang” ­— Kapolres Batang AKBP. Widi Atmoko, SIK

penuh­pembangunan Pondok Modern Tazakka. “Kami insya Allah akan mem­ bantu sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami, dan akan kami sosiali­ sasikan kepada jajaran Polres Batang”, tukasnya. Ustadz Anang juga menyampaikan tentang pen­t­ing­nya santri yang menjadi polisi. Berdasarkan berbagai sumber yang valid, saat ini di Akpol Semarang terdapat tujuh calon perwira yang alum­ nus Pondok­Modern­Gontor, beberapa diantaranya adalah angkatan lama yang sekarang telah­menjadi Wakapolda dan jenderal. “Ke depan harus banyak santri yang masuk polisi, dan harus menjadi perwira atau jenderal. Jenderal yang santri dan santri yang jenderal” lanjut Ustadz. Ke­ pada Kapolres, Ustadz Anang berharap bantuan kemudahan agar suatu saat alumnus PM Tazakka dapat diterima di Akpol dan pendidikan polisi lainnya. Situasi keamanan lalu lintas pondok terutama di pertigaan dan turunan ta­ jam jalan sekitar pondok juga menjadi ... bersambung ke hal. 4 Pindai QR CODE ini untuk mendapat info terbaru kami

www.yayasantazakka.com


SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN 1. Fotokopi STK/STTB/IJAZAH terakhir berlegalisir Kepala Sekolah yang bersangkutan sebanyak 2 lembar. 2. Berbadan sehat dengan Surat Keterangan dokter dari ­ Tazakka Medical Center (TMC) Pondok Modern Tazakka. 3. Fotokopi akta kelahiran sebanyak 1 lembar. 4. Fotokopi KTP wali santri/yang mewakilinya sebanyak 1 lembar. 5. Fotokopi Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar. 6. Pasfoto berukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar dan 4 x 6 sebanyak 4 lembar. 7. Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran. 8. Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan

SYARAT-SYARAT PENERIMAAN 1. Berijazah Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau yang sederajat untuk masuk kelas biasa dengan masa belajar 6 tahun; dan berijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau yang sederajat untuk masuk kelas Intensif dengan masa belajar 4 tahun. 2. Mempunyai dasar agama, yakni: • Dapat mengerjakan ibadah sehari-hari dengan baik. • Dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. • Dapat membaca dan menulis Arab dengan lancar. 3. Lulus ujian masuk dan psikotes. 4. Sanggup bertempat tinggal di asrama yang telah disediakan

TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN 1. Tempat Pendaftaran: Kampus Pondok Modern Tazakka, Sidayu, Bandar, Batang, Jawa Tengah­, Indonesia 51254 2. Waktu Pendaftaran: Pendaftaran KMI Pondok Modern Tazakka mulai dibuka

1 Maret s/d 10 Juli 2013 Pendaftaran On-Line

www.yayasantazakka.com

BIAYA ADMINISTRASI I. Biaya Pendaftaran 1. Uang pangkal masuk KMI Rp. 1.000.000 2. Sumbangan pembangunan pondok Rp. 700.000 3. Uang kertas (6 bulan) Rp. 100.000 4. Uang Koran Mini Tazakka (1 tahun) Rp. 120.000 5. Uang kesehatan (6 bulan) Rp. 120.000 6. Uang kepanitiaan (6 bulan) Rp. 120.000 7. Sumbangan Perpustakaan Rp. 150.000 8. Uang Wardun dan Kalender Rp. 60.000 9. Uang sekolah & pondok (tiap bulan) Rp. 210.000 10. Uang makan (tiap bulan) Rp. 240.000 Jumlah Rp. 2.820.000 II. Pembayaran setiap bulan 1. Uang sekolah & pondok 2. Uang makan Jumlah

INFORMASI PENDAFTARAN Kantor Panitia Penerimaan Santri Baru KMI PM Tazakka: Telp/fax. (0285) 689413 Ustadz Edi Buana (085869290300) Ustadz Hakim As-Shidqi (085235003094) Ustadz Wahyu Nugroho (085736912801)

Rp. 210.000 Rp. 240.000 Rp. 450.000


SELAYANG PANDANG (2) KULLIYATU-L-MU’ALLIMIN AL-ISLAMIYAH (KMI) PONDOK MODERN TAZAKKA C. PROGRAM PENDIDIKAN Terdapat dua macam program yang ditempuh siswa KMI Pondok Modern Tazakka; program reguler dan program intensif. 1. Program Reguler Program ini diperuntukkan bagi siswa lulusan Se­ kolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, dengan masa belajar 6 tahun yakni ditempuh dari kelas 1 secara ber­ urutan­sampai kelas 6. 2. Program Program Intensif Program ini diikuti oleh siswa-siswa lulusan SMP atau MTs dan di atasnya, dengan masa belajar 4 tahun, dengan urutan kelas 1-3-5-6. Kelas Intensif hanya di­ selenggarakan pada kelas 1 dan 3, karena itu disebut 1 intensif dan 3 intensif. Sedangkan di kelas 5 mereka belajar secara reguler bersama-sama dengan lulusan SD atau MI yang juga sudah duduk di kelas 5, demikian pula halnya dengan kelas 6. Pada program intensif (kelas 1 dan 3), sebagian materi umum tidak diajarkan, sedang­ kan mata pelajaran berhitung dan matematika dia­jarkan dengan alokasi waktu setengah dari waktu kelas reguler. Adapun mata pelajaran Bahasa Inggris tetap diajarkan secara seimbang dengan kelas reguler. Alokasi waktu mata pelajaran umum yang tidak diajarkan diisi dengan mata pelajaran kelompok Bahasa Arab dan kelompok Dirasah Islamiyah. D. JAM BELAJAR Jam belajar santri di KMI berlangsung dari jam 07.00WIB-12.15 WIB, dengan istirahat 2 kali: pertama jam 08.30-09.00 dan kedua jam 10.30-10.45. Waktu belajar itu dibagi menjadi 6 jam pelajaran, masing-masing mendapat alokasi waktu 45 menit. E. KURIKULUM Kurikulum di Pondok Modern Tazakka meliputi seluruh kegiatan santri dalam kehidupan di kampus pesantren se­ lama 24 jam. Tatanan kehidupan di pesantren merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan antara satu dari lainnya guna mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang dikehendaki. Dengan kata lain totalitas kegiatan yang ada memiliki nilai pendidikan dalam berbagai aspeknya, se­ hingga “segala yang dilihat, didengarkan, dirasakan, dialami, dan dikerjakan oleh santri adalah untuk pendidikan”. Namun, untuk memudahkan pengorganisasian kegiatan

dan agar menjadi efektif dan efisien, pelaksanaan kuriku­ lum itu didelegasikan kepada lembaga-lembaga yang telah ditetapkan. Kegiatan intrakurikuler diselenggarakan oleh lembaga Kulliyatu-l-Mu’allimîn Al-Islâmiyyah (KMI). Sedang­ kan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler merupakan tanggung jawab lembaga Pengasuhan Santri. Kurikulum yang diterapkan di KMI dapat dibagi menjadi beberapa bidang studi sebagai berikut: 1. Bahasa Arab (semua disampaikan dalam bahasa Arab): Al-Imlâ’, al-Insyâ’, Tamrîn al-Lugah, al-Mutâla’ah, al-Nahwu, al-Sarf, al-Balâgah, Târîkh al-Adab, dan al-Khat al-`Arabi. 2. Dirasah Islamiyah (untuk kelas II ke atas, seluruh materi dalam bahasa Arab): Al-Qur’ân, al-Tajwîd, al-Tawhîd, alTafsîr, al-Hadîts, Mustalah al-Hadîts, al-Fiqh, Usûl al-Fiqh, al-Farâ’id, al-Dîn al-Islâmi, Muqâranat al-Adyân, Târikh alIslâm, al-Mantiq, Tarjamah al-Qur’ân. 3. Keguruan: Al-Tarbiyah wa al-Ta’lîm (dengan bahasa Arab) dan Psikologi Pendidikan (dengan Bahasa Indonesia). 4. Bahasa Inggris (semua disampaikan dengan Bahasa Inggris):­ Reading and Comprehension, Grammar, Composition, dan Dictation. 5. Ilmu Pasti: Berhitung, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Kimia, Fisika, dan Biologi. 6. Ilmu Pengetahuan Sosial: Sejarah Nasional dan Dunia, Geografi, Sosiologi, dan Psikologi Umum. 7. Keindonesiaan/Kewarganegaraan: Bahasa Indonesia dan Tata Negara. Kurikulum semacam di atas ditetapkan untuk tujuan tertentu. Pengetahuan Bahasa Arab dimaksudkan untuk membekali santri kemampuan berbahasa Arab yang men­ jadi kunci untuk memahami sumber-sumber Islam dan khazanah­pemikiran Islam. Sedangkan Bahasa Inggris digu­ nakan sebagai media komunikasi modern dan mempelajari pengetahuan umum, bahkan juga pengetahuan agama, ka­ rena saat ini tidak sedikit karya-karya di bidang studi Islam ditulis dalam bahasa Inggris. Dalam kurikulum KMI diupayakan terwujudnya keseim­ bangan dan perpaduan antara pengetahuan agama (Dirasah Islamiyah) dan pengetahuan umum (Ilmu Pasti, IPA dan IPS). Mata pelajaran keIndonesiaan atau kewarganegaraan adalah untuk memahami dan menghayati dan menghargai tradisi, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan bangsa Indonesia.

KorMin Tazakka edisi ini dicetak atas wakaf dari P.T. AMRINA ROSYADA & CV. KHOLAM Printing Jakarta Jazakumullahu Ahsanal Jazaa’


4

Ma’haduna

G

toko tazakka mulai dibangun

“Jiwa yang berdikari tidak hanya dalam lingkup hidup santri agasan untuk membangun Toko Tazakka telah­lama saja, melainkan lebih pada tata­nan yang lebih luas dan Pon­ dicanangkan oleh Pimpinan Pondok­, namun baru dok Modern Tazakka sebagai lembaga pendidikan juga harus terealisasi pada Selasa (15/1). Kehadir­an Sheikh sanggup berdikari, agar tidak menyandarkan kelangsungan Dr. Mahmud Shahatah dari Suriah ke Pondok Modern hidupnya pada orang atau lembaga lain, sehingga tidak akan Tazakka­pada hari itu dimanfaatkan oleh panitia pembangu­ ada intervensi dari pihak luar terhadap kebijakan-kebijakan­ nan untuk peletakkan batu pertama bangunan Toko Tazak­ internal pesantren” paparnya. ka. Sheikh Mahmud meng­awali peletakan batu pertama dan Selain Toko Tazakka yang sedang dibangun rencananya diikuti oleh Ustadz Anang Rikza Masyhadi, H. Teguh Suhari, juga akan dikembangkan unit-unit usaha lainnya, seperti H. Anta Masyhadi, dan para Anshar Tazakka. Acara ditutup perusahaan air mineral, pabrik roti dan makanan, pember­ dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sheikh Mahmud. dayaan lahan pertanian dan perkebunan dan lain seba­ Pembangunan Toko Tazakka seluas 14m x 15m ini di­ gainya. “Seperti­Pondok Gontor itulah­kira-kira, sekarang per­kirakan akan menelan biaya Rp. 300 juta, dan memakan ini­­ada lebih dari 40­ waktu sekitar 3 bulan. an­unit usaha yang “Saat ini sedang dalam “Keuntungan toko ini nantinya untuk subsidi santri, karena dikelola oleh Pondok tahap pon­ dasi, mu­ uang yang dibayarkan santri tiap bulannya tidaklah cukup Gontor hingga usaha dah-­mu­dah­­an bulan­ untuk biaya operasional dan pengembangan” peternakan dan tam­ April dapat selesai bang emas” tegas­nya. dan dires­mikan peng­ — Ust. Anizar Masyhadi, Direktur Amal Usaha PM Tazakka Ustadz Anizar juga gunaannya” terang menjelaskan bahwa­ Us­ tadz Ali Ramdhani, se­­ mua usaha pondok nantinya akan memberdayakan­ Koor­dinator Bagian Pembangunan PM Tazakka. potensi­masyarakat se­ki­­tar. ­“Yang jelas unit-unit usaha itu Toko Tazakka yang­pembangunannya­dikomandoi oleh H. akan menyerap tenaga kerja, disamping itu yang lebih pen­ Sugiyono ini merupakan salah satu unit usaha­yang dikelola ting adalah pemanfaatan hasil bumi lokal, sehingga ke depan oleh Pondok Modern Tazakka untuk menopang kemandi­ bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat” ujarnya.­ rian pondok. Direktur Amal Usaha Pondok, Ustadz Anizar Maka dari itu, ia berharap masyarakat dapat berbelanja Masyhadi­menandaskan bahwa seluruh keuntungannya di Toko Tazakka, karena slogan yang diusung adalah “Anda adalah milik pondok dan akan disalurkan untuk menunjang Belanja, Anda Beramal”. Ustadz M. Bisri, salah seorang peng­ operasional maupun pe­ngembangan pondok. “Keuntungan asuh PM Tazakka menambahkan bahwa ketika berbelanja di toko ini nantinya untuk subsidi santri, karena uang yang Toko Tazakka, maka sesungguhnya pada saat yang sama se­ dibayarkan santri tiap bulannya tidaklah cukup untuk biaya dang beramal, karena keuntungan yang diperoleh nantinya operasional dan pengembangan” ujar Ustadz Anizar. akan digunakan untuk keperluan pondok, keperluan umat Menurutnya berdikari atau kesanggupan untuk meno­ (@ali) long diri sendiri merupakan salah satu prinsip yang dita­ namkan di Pondok Modern Tazakka dalam pola hidup santri. Kapolres Batang...( dari hal. 1) perhatian bersama Pimpinan Pondok dan Kapolres, maka perlu diantisipasi melalui pemasangan posko keamanan dan rekayasa lalu lintas. Kapolres menyambut baik dan akan mem-back up serta memfasilitasi dengan pihak-pihak terkait. Dalam pertemuan tersebut Ustadz Anang juga me­ nying­gung tentang kemitraan dan kerjasama antar kedua lembaga yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik. Tazakka sering mengadakan kegiatan besar dan kunjung­ an tamu-tamu kehormatan, sehingga banyak melibatkan pihak kepolisian untuk pengamanan dan lalu lintas. “Terima­ kasih, selama ini Tazakka selalu dibantu oleh saudaraEdisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

saudara dari kepolisian, baik oleh Polres maupun Polsek Bandar” tandasnya. Hal senada disampaikan oleh Teguh Suhardi salah se­ orang pengurus Yayasan Tazakka. “Tazakka dan Polri harus bergandengan tangan dan bersinergi untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi masyarakat” tegasnya. Kapolres dalam kunjungannya itu didampingi oleh be­ berapa petinggi Polres Batang, diantaranya; Kabag. Sumda Kompol. Sumbaryono, Kasat Binmas AKP Agus Purwoto, SH, Kapolsek Bandar AKP Gumana, SH, MH, Kasatlantas AKP Dax Manupputy, Kanit Profos IPDA Kendar Priyatno, dan beberapa jajaran lainya.(@innanur)


5

Ma’haduna

POLICE GO TO PESANTREN Interaksi yang baik antara polisi dengan umat muslim khususnya komunitas pesantren, dinilai sangat membantu upaya polisi untuk mendekatkan diri dengan masyarakatnya. Imbasnya tentu positif terhadap tugas-tugas pokok kepolisian, terutama fungsi kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat). Sinergi yang baik dengan elemen pesantren dan umat Islam secara keseluruhan men­ jadikan tugas pengayom masyarakat yang diemban polisi bisa dijalankan tanpa sekat.

AKBP Widi Atmoko, SIK (Kapolres Batang) Ada kesamaan visi dan misi Polri dengan Tazakka, Kami insya Allah akan membantu sesuai dengan ke­ mampuan dan kapasitas kami, dan akan kami sosialisasi­ kan kepada jajaran Polres Batang. AKP Gumana, SH., MH. (Kapolsek Bandar) Pondok Modern Tazakka merupakan sebuah pon­ dok yang mempunyai prospek integritas ke depan yang luar biasa dengan bangunan megah mereflek­ sikan estetika dan nuansa Islami yang penuh karak­ ter. Ditunjang dengan para pengajar yang berbasik akademisi berpengalaman sehingga tepat, kalau ke depan PM Tazakka merupakan dambaan semua umat dan menjadi brand, dan good promotion bagi Pobdok Modern Tazakka. Yang tidak kalah penting selama ini PM Tazakka dengan jajaran Polres Batang sampai dengan tingkat Polsek selalu sinergi dalam menjalin kemitraan, sehingga suasana harmonisasi KAMTIBMAS berjalan dengan baik dan tercipta kon­ dusifitas yang aman dan nyaman. Bripka H. Sumarwoto (Kanit Binmas Polsek Bandar) Dalam tiga tahun terakhir ini kami selalu meng­ iringi­setiap acara penting yang ada di Tazakka, kami selalu siap membantu dengan segenap kemam­

AL-MAHFUZHAT

puan kami untuk mengiringi Tazakka kapan­saja, dengan mottonya ‘diatas untuk semua golongan’,­ Tazakka telah andil dalam menegakkan keamanan dan ketertiban masyarakat. H. Teguh Suhardi (Ketua Panitia Pembangunan PM Tazakka) Tazakka dan Polri harus bergandengan tangan dan bersinergi untuk menciptakan iklim yang kondusif un­ tuk­ masyarakat. Briptu Teguh Budiman (Satlantas Batang) Pertama kali melihat Tazakka saya merasa kagum dengan orang-orang yang ada di dalamnya, mere­ ka terlihat gigih dalam mewujudkan cita-citanya. Mendirikan pondok yang sedemikian besarnya pe­ nuh dengan nilai-nilai yang luhur, seperti yang ter­ lihat di baleho-baleho yang mereka pasang. Sung­ guh ini suatu cita-cita yang harus didukung oleh semua pihak. Ditambah Tazakka aktif dalam men­ dukung program-progam kami seperti mem­berikan nasi kotak untuk Polisi yang sedang ber­tugas ketika Ramadhan di jalur pantura dengan mengantarkan sendiri, bahkan Pimpinannya juga­ikut turun lang­ sung. Saya sangat menunggu Tazakka cepat dibuka karena itu yang ditunggu-tungu selama ini.

ْ َ َ ْ َ ََ َ َ ْ َ َّ َ ً َ ْ َ ‫الق ْو َم ْن َيتَ َو‬ َ ُ‫اضع‬ َ ‫اس ِرفع ة ف ِإن ر ِفيع‬ ِ‫م‬ ِ ‫تواضع إِذا ما نِلت ِيف انل‬ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ َ ّ َّ َ ْ َ َ َ‫ا‬ َ ‫تَ َو‬ ‫العق ِل‬ ‫اض ْع ِإذا َما كن قد ُر َك اَع يِلًا ف ِإن اتِضاع المر ِء ِمن ِشي ِم‬

Rendah hatilah jika engkau mendapatkan pujian dari manusia Sesungguhnya kaum yang terpuji adalah mereka yang rendah hati Rendah hatilah jika kau memiliki kedudukan yang tinggi Karena sesungguhnya sifat rendah hati adalah sebagian dari kesempurnaan akal

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013


6

Kepondokmodernan Supervisi dan Evaluasi di Pondok Modern Tazakka

Total Quality Control

S

ebagai lembaga pendidikan Islam, Pondok Modern Tazakka selalu melaksanakan kegiatan pembinaan yang direncanakan untuk memban­ tu para guru, santri senior dan segala unsur yang ada di Pondok Modern Tazakka dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien. Metode yang diterap­ kan oleh Pondok Modern Tazakka adalah dengan peng­ arahan, pelatihan, penugasan, pembiasaan, pengawal­ an, uswah hasanah dan pendekatan-pendekatan, baik pendekatan manusiawi dan pendekatan program yang langsung dilakukan oleh Pimpinan Pondok selaku pe­ nang­gungjawab kehidupan di Pondok. Beberapa bentuk pembinaan atau supervisi yang di­ lakukan misalnya adalah pemeriksaan persiapan men­ gajar (taftisy i`dad), evaluasi mengajar (naqd al-tadris), pengayaan materi pelajaran untuk para guru (ta`hil al-mudarrisin), kontrol koreksian guru, pengarahan ter­ padu ming­guan (dilaksanakan setiap hari kamis, dan disebut Kamisan), serta rapat-rapat koordinasi dan ori­ entasi. Termasuk di dalamnya adalah penugasan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar atau workshop baik berskala nasional maupun internasional yang terkait de­ngan peningkatan mutu tenaga pendidik.­ Sebagaimana supevisi yang dilakukan, evaluasi ter­ hadap setiap lini kehidupan di Pondok Modern Tazak­ ka pun selalu dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten. Hal ini bersifat rutin, seperti pengontrolan rutin harian, mulai pagi, siang, sore dan malam, tausi­ yah setelah sholat berjamaah, tausiyah penghantar ti­ dur dan lain sebagainya. Pendampingan selama 24 jam inilah yang menjadi kelebihan pendidikan pesantren, menjadikan supervisi dan evaluasi selalu dilaksana­ kan secara harian, mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan. Semuanya tersusun dan terjadwal rapi seba­ gai salah satu bentuk totalitas pendidikan di Pondok Modern­ Tazakka. Untuk menjaga kualitas supervisi dan evaluasi yang­ prima, Pondok Modern Tazakka menerapkan Total­ Quality­ Control, yaitu pengontrolan kualitas seluruh tata kehidupan di Pondok Modern Tazakka secara me­ nye­luruh, de­ngan sistem kontrol yang ketat, orang yang mengontrol dengan disiplin, serta pelaksanaan kontrol yang sesuai dengan nilai, falsafah dan sistem yang ada di Pondok Modern Tazakka. Dalam melaksanakan nilai dan sistem dibutuhkan orang-orang yang memahami dan mengerti tentang nilai-nilai dan sistem tersebut dengan baik dan benar.­ Hal ini sangat penting, karena menata kehidupan pon­ dok tidak saja terbatas pada hal-hal yang bersifat teknis, tetapi juga menyangkut strategi penanaman nilai, jiwa dan filsafat hidup. Di Pondok Modern Tazakka, pelaksanaan nilai dan sistem ditangani langsung oleh Pimpinan Pondok yang dibantu oleh Staf Pengasuhan Santri dan Direktur serta­

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

guru-guru KMI. Merekalah yang menjadi penjamin mutu terlaksananya tata kehidupan pondok dengan baik, maka setiap sektor lembaga maupun organisasi, dibuatlah SOP (Standar Operasional Pelaksanaan) ter­ hadap nilai dan sistem yang dimaksud. Mengapa Bagian Pengasuhan dan KMI menjadi pen­jamin mutu? Karena yang terlibat langsung mena­ ngani tata kehidupan santri adalah mereka yang diberi wewenang dengan arahan, pengawalan dan evaluasi langsung dari Pimpinan atau Kiai. Disinilah dibutuhkan kemampuan dan keterampilan dalam mengendalikan dan mengontrol kualitas kehidupan di pondok. Terle­ bih dengan dinamika kehidupan pondok yang sangat dinamis, memerlukan keterampilan yang prima dalam mengendalikan mutu kehidupan yang ada di dalamnya. Pondok Modern Tazakka sebagai lembaga pendi­ dik­an kader umat memiliki standar operasional pelak­ sana­ an yang terus menerus ditingkatkan, dan yang lebih utama adalah standardisasi kepemimpinan,­ untuk­ seluruh stakeholder di dalamnya yang meliputi pola kepemimpinan, pola kerja, pola sikap, pola pikir dan pola pendidikan dan pengajarannya. Hal ini men­ jadi sangat penting, karena pola kepemimpinan kiai, guru, santri senior akan mewarnai sikap dan mental para santrinya, mempengaruhi miliu dan dinamika ke­ hidupan pondok secara menyeluruh. Pimpinan Pondok sebagai figur sentral di Pondok Modern Tazakka harus aktif dan dinamis untuk mewarnai etos kerja dan mili­ tansi santri-santrinya. Tidak hanya beberapa pola di atas yang harus di­ standarkan, tetapi penanaman nilai dan isinya, pelak­ sanaan seluruh sistem kehidupan, mulai dari kegiatan kepengasuhan sampai kegiatan akademisnya juga harus distandarkan. Maka perlu diketahui, bahwa se­ benarnya membuat pondok pesantren itu lebih mu­ dah daripada mengelolanya, karena dibutuhkan pola kepemimpinan dari Kiai atau Pengasuh yang meling­ kupi seluruh totalitas kehidupan di pondok pesantren.

Untuk menjaga kualitas supervisi dan evaluasi yang prima, Pondok Modern Tazakka menerapkan Total Quality Control, yaitu pengontrolan kualitas seluruh tata kehidupan di Pondok Modern Tazakka secara menyeluruh, dengan sistem kontrol yang ketat, orang yang mengontrol dengan disiplin, serta pelaksanaan kontrol yang sesuai dengan nilai, falsafah dan sistem yang ada di Pondok Modern Tazakka.


7

Kepondokmodernan KIAI TAZAKKA BERI KULIAH UMUM DI UIN MAKASAR

Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH. Anang Rikza berkesem­ patan memberikan Kuliah Umum yang bertajuk “Hadis-hadis Politik: Aktualisasi Sunah dalam Kehidup­ an Sosial Politik” di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar, Sulsel (21/1). Pada acara yang dihadiri sekitar 120an orang terdiri dari dosen dan mahasiswa tersebut, Ustadz Anang menyampaikan poin penting bahwa agar kehidupan ini ter­ tata dengan baik, terutama dalam bidang sosial politik sangat diperlukan etika. Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan panduan etika dalam kehidupan manusia, ter­ masuk dalam berpolitik. Ustadz Anang memaparkan Sejarah Politik Islam dan warisan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan­ nya, namun juga kontekstualisasinya dalam tantangan mo­ dernitas yang semakin kompleks

REUNI ALUMNI 2012 HASILKAN WAKAF 30AN JUTA Alumni KBIH Muzdalifah 2012 untuk Rombongan­ 05 dan 07 yang meliputi Kecamatan Limpung, Bawang, Tersono, Tulis, Batang dan Reban mengadakan Reuni di Limpung pada Ahad, (3/2). Ustadz Anizar Masyhadi selaku pembimbing ibadah haji didaulat untuk­mem­ berikan tausiyah pada acara tersebut. Dalam tausi­ yahnya itu, Ustadz Anizar menyampaikan tentang bagaimana meles­tarikan kemabruran haji dan memu­ puk komitmen perbaikan diri. Salah satunya dengan selalu menebarkan kebaikan di masyarakat, istiqomah dan tidak bosan menjadi orang baik. Mendengar pem­ aparan Ustadz Anizar, mereka bak “disetrum” kembali sema­ngat dan komitmennya seperti saat tausiyah-tausiyah yang disampaikan ketika di Tanah Suci. Di akhir tausiyahnya Ustadz Anizar menyampaikan pula perkembangan terakhir pembangunan PM Tazakka. Di luar dugaan, secara spontan mereka sepakat wakaf untuk ke­langsungan pembangunan Pondok, dan berhasil ter­ kumpul sekitar Rp. 30an juta. Tim Wakaf yang mendampingi Ustadz Anizar pun kelabakan dan buru-buru mendata wakaf mereka, agar dapat disetorkan ke bank untuk kerapian pembukuan dan pelaporan. Rencana pada bulan Mei mendatang akan ada Reuni Akbar alumni KBIH Muzdalifah dari angkatan 2005- 2012.

SERVICE EXCELLENT UNTUK RSM. LAMONGAN Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), manajemen RSML mengadakan training untuk para karyawan yang akan mendapat promosi naik jabatan. Kegiatan ini di­ laksanakan di puncak Trawas, Mojokerto selama 3 hari, Rabu hingga Jumat (23-25/1). Ustadz Anang Rikza Masyhadi diper­ caya untuk menyampaikan materi tentang service excellent (Pelayanan Prima) dan refleksi ayat-ayat Fathul Qulub (Pem­ buka Hati). Sekitar 40an orang karyawan mengikuti training­ tersebut. Training yang biasa disebut dengan “Baitul Arqam” (BA) ini, para peserta terlihat sangat antusias saat pelatihan berlang­ sung. Dialog interaktif antara pemateri dengan peserta me­ warnai kegiatan training Baitul Arqam tersebut. Perubahan yang kehendaki pasca training Baitul Arqam ini adalah perubahan dalam aspek pengetahuan keagamaan, sikap dan perilaku.

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013


8

Ihwal Anshor

Hj. Tri Wachyuningsih (Hajah Antik)

HARMONI KEHIDUPAN

Di zaman modern dengan kehidupan masyarakat yang semakin kom­ pleks, tak banyak orang yang mau meluangkan waktu untuk sekedar peduli terhadap lingkung­an. Semakin seorang menjadi pekerja keras, semakin sedikit waktu untuk bersosial. Namun tidak begitu dengan Hj. Antik, menjadi pekerja keras bukan berarti menjadi orang yang apatis terhadap masyarakat. Bagi­nya, antara kerja keras dan kepedulian so­ sial justru dianggap sebagai harmoni indah yang membuatnya saat ini menikmati kebahagiaan hidup. Di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan membantu sua­ mi mencari nafkah sebagai pedagang sembako di Pasar Bandar, ia masih meluangkan waktu untuk berkiprah bersama anshar-anshar yang lain di Tazakka.­Peran ‘belakang layar’ yang dilakoni ibu tiga anak ini sangat berarti, terbukti pada setiap kegiatan yang diadakan oleh Tazakka, khu­ susnya bagian penyedia konsumsi, Hj. Antik selalu terlibat. “Sudah men­ jadi tradisi di Tazakka setiap kali ada pengajian, pasti disediakan makan” tuturnya. Ia akan tersenyum gembira bila semua jamaah yang hadir di pengajian kebagian jatah makanan. Sebagai seorang ibu, ia selalu memotivasi anak-anaknya agar sung­ guh-sungguh dalam meraih cita-cita dan dalam setiap usaha harus di­ iringi ­dengan do’a. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan agama dan budi pekerti sangat penting untuk anak-anak. Maka dua dari tiga anak­ nya, ia masukkan ke pesantren. Menurutnya, pendidikan di pesantren memiliki stimulus yang berbeda, dan yang terpenting di pesantren ada keteladanan. Kesyukuran juga ia ungkapkan dengan berdirinya Pondok Modern Tazakka di kecamatan Bandar, kabupaten Batang, maka anak laki-lakinya yang terakhir tidak usah jauh-jauh ia pondokkan ke luar kota. “Kalau yang dekat ada dan insya Allah­berkualitas, kenapa harus jauh-jauh ke luar kota”, begitu ­katanya.(@fauzi)

Richi Yuni Fridihanto saat ini mendapat kepercayaan dari Pimpinan Pondok Modern Tazakka untuk menangani wakaf di Tazakka. Saat ini selain mengurusi wakaf, Richi, begitu sapaan akrabnya, juga masih mengajar di salah satu sekolah swasta di daerah Blado, Batang sebagai guru Bahasa Inggris. SEBESAR KEINSYAFANMU SEBESAR ITU PULA KEUNTUNGANMU. Pepatah ini yang terus Richi pegang untuk menjalani kesibukannya sehari-hari. Semakin banyak kesibukan, semakin banyak wawasan dan pengalaman yang kita ketahui. Setelah bergabung di Tazakka Richi mendapat banyak pengalaman yang mendorongnya untuk selalu berusaha yang terbaik. Ia selalu ter­ inspirasi dari kata mutiara Jarrib wa lahidz takun ‘arifan (coba dan per­ hatikanlah, niscaya kamu akan menjadi orang yang tahu). Richi mengungkapkan motto di atas menyuruh kita untuk tekun dalam setiap tindakan kita. ”Yang penting tekun dulu dan terus mencoba­ nanti insya Allah akan bisa”, begitu ungkapnya. Terbukti sampai saat ini meskipun sibuk mengajar dan kuliah Richi tetap tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pengelola wakaf di Pondok Modern Tazakka. Dilahirkan pada tanggal 09 februari 1988 di kaki gunung Kamulyan tepatnya di Andongsili Kecamatan Blado Kabupaten Batang yang sam­ pai saat ini masih belum terakses jaringan PLN. Ia menamatkan pen­ didikan di KMI pondok Modern Gontor pada Tahun 2007 dan insya Allah­ akan menamatkan pendidikan Bahasa Inggrisnya pada tahun ini. (@haris)

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

Richy Yuni Fridihanto

BISA KARENA BIASA


Ihwal Anshor

PEDOMAN PENDIDIKAN MODERN oleh: Rudi, S.Pd.I Guru Pondok Modern Tazakka “Setiap masyarakat harus merancang masa depannya sendiri untuk menciptakan kemakmuran dan harga diri di tengah bangsa-bangsa lain. Tanggung jawab ini tidak bisa dilakukan bila anggota masyarakat belum terdidik.” Pendidikan adalah faktor penentu keberhasilan suatu bangsa jika ingin maju. Karena bangsa ini berada dalam arena persaingan yang tidak bisa diabaikan, dan arena kon­ testasi itu hanya mungkin dapat dihadapi bila semua warga bangsa menyadari kewajibannya. Dan untuk dapat menya­ dari kewajibannya itu dibutuhkan pendidikan. Pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang penga­ jaran di kelas-kelas, tetapi juga meliputi segala sesuatu yang mempengaruhi kebaikan jiwa manusia dari kecil hingga de­ wasa. Pendidikan juga berusaha menjadikan manusia mela­ kukan kebiasaan dalam melakukan perbuatan baik. Mulai dari memberikan keyakinan sampai mengajarkan untuk me­ la­kukan perbuatan baik berulang-ulang hingga menjadi ke­ biasaan. Jelaslah bahwa pendidikan mempunyai arti yang sangat luas. Tidak melulu hanya berbicara masalah pendidikan akal tapi lebih dari itu. Pendidikan pun mempunyai tujuan, namun apakah tujuan pendidikan adalah memberi pengetahuan semata atau meraih kekayaan atau mendapatkan gelar dan untuk memperoleh pekerjaan? Tujuan pendidikan bukanlah untuk sesuatu yang sifatnya materialistis. Tujuan pendidikan menjadi sangat rendah jika acuannya adalah materi semata. Menurut KH. R. Zainuddin Fananie pendidikan seharusnya bertujuan untuk membuat kehidupan manusia dipenuhi ke­ baikan yang sebenar-benarnya. Karena, manusia yang pandai saja itu, apabila berbuat jahat, lebih jahat dari orang bodoh. Artinya, jika hendak khianat, tentu lebih pandai, jika hendak merusak pun lebih berbahaya. Pendidikan sebagai tiang kemajuan tidak terlepas pula dari metode dan cara mendidik yang digunakan. Cara men­ didik dan metode yang digunakan juga tidak bisa dilepaskan dari tantangan pendidikan yang dihadapi suatu negara. Tan­ tangan yang dihadapi antara satu negara dengan negara lain tentu berbeda sehingga cara mendidik dan metodenya pun pasti berbeda. Pendidikan dibagi menjadi dua yakni pendidikan jasmani dan pendidikan rohani. Antara pendidikan jasmani dan pen­ didikan rohani pun harus ada kesinambungannya karena jika jasmaninya tidak sehat maka rohaninya pun tidak bisa maksimal, begitupun se­ baliknya. Pendidikan jasmani yang dimaksud adalah pen­

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

9 didikan tentang cara menjaga kesehatan badan. Sementara, pendidikan­rohani sendiri memikirkan dua hal, pendidikan akal dan pendidikan budi pekerti. Pendidikan akal berbicara tentang pendidikan ilmu pe­ nge­­tahuan, sedangkan pendidikan budi pekerti membica­ rakan moral yang seharusnya dimiliki seseorang yang didi­ dik. Mendidik budi pekerti tidaklah semudah mendidik ilmu pengetahuan karena ketika mendidik budi pekerti seperti mendidik dan menanamkan kebiasaan (yang mendarah da­ ging) yang baik dan benar. Ruang untuk mendidik jasmani dan rohani pun tidak hanya­di sekolah tetapi juga di rumah dan di masyarakat umum. Ketika seorang anak dilahirkan sampai ia mulai me­ masuki dunia sekolah, maka rumah merupakan ruang sen­ tral dalam mendidik. Otomatis orang tua menjadi pendidik sentral dalam masa-masa ini. Pendidikan di rumah pula yang menjadi pendidikan dasar seseorang yang dididik. Di saat si anak memasuki usia sekolah pun bukan be­ rarti orang tua lepas tanggung jawab dalam mendidik. Jus­ tru orang tua mempunyai tanggung jawab lebih karena tidak hanya mendidik tetapi juga mengontrol anak ketika di se­ kolah. Bukan tidak mungkin si anak menemukan hal-hal yang kurang baik ketika di sekolah. Sekolah akan mengajarkan anak berbagai hal mulai dari bersosialisasi sampai pada pendidikan akal. Sehingga bisa disebut sekolah merupakan tangga atau jenjang menuju per­ gaulan dalam masyarakat umum. Anak-anak di sekolah dipe­ rin­tah oleh gurunya untuk menulis dan memahami pelajaran untuk menjadi pandai. Sehingga manusia dalam masyarakat diwajibkan oleh kemanusiaannya, melakukan segala kewa­ jiban dengan cara kesopanan untuk menjadikan manusia dengan segala pengertiannya. Jadi tujuan pendidikan semenjak anak-anak adalah un­ tuk menjadikan manusia dapat memenuhi segala yang dikehendaki oleh lingkungan sosialnya. Pendidikan dalam masyarakat ini tidak akan berhasil apabila pendidikan di ru­ mah dan sekolah tidak sesuai dengan lingkungan sosial itu sendiri. Tercapainya pendidikan di rumah, sekolah, dan lingkun­ gan masyarakat merupakan cita-cita yang dikehendaki pen­ didikan. Agar dapat diraih tentu diperlukan upaya-upaya yak­ ni penjagaan dan pemberian contoh, perintah dan larangan, dan hukuman dari kesalahan dan penghargaan dari kelakuan yang baik. Buku ini merupakan cetak ulang karya KH. R Zainuddin Fananie (1905-1967) yang terbit tahun 1934. Berisi be­ berapa gagasan; Pertama, posisi sentral fungsi pendidikan bagi penyadaran warga bangsa atas segala kewajibannya untuk berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain. Kedua, tu­ juan pendidikan dimaksudkan untuk menunjukkan jalan ke­ baikan bagi siswa. Ketiga, modern bermakna “berada dalam kemajuan” bukan berarti penggunaan rasionalitas yang men­ egasikan agama. Keempat, pendidikan modern berarti bahwa seluruh proses pendidikan dilaksanakan dengan memper­ timbangkan kepribadian. Kelima, pendidikan adalah men­ ciptakan kemajuan di tengah persaingan antar bangsa dalam menata kehidupan dunia. dan masih banyak lagi hal-hal lain yang dibahas dalam buku ini sehingga penting untuk dijadi­ kan pegangan dan rujukan bagi para pendidik.


Profil

10

Dr. Ir. H. Ananto Aji, MSP

KAMPANYE SADAR LINGKUNGAN Salah satu isu global saat ini adalah masalah lingkungan hidup. Akibat kerusakan lingkungan yang sangat parah, maka dimana-mana di dunia saat ini dilakukan gerakan penghijauan kembali: go green. Di mata dunia, Indonesia adalah paru-paru dunia, karena hutannya yang sangat luas. Akan tetapi, keprihatinan pun terjadi, hutan Indonesia telah mulai digunduli secara sistematis. Untuk itu, diperlukan lebih banyak lagi ahli-ahli lingkungan hidup di negeri ini demi menyelamatkan kita semua dari ancaman kerusakan lingkungan hidup lebih parah lagi. Dr. Ir. H. Ananto Aji, MSP merupakan salah seorang dari sedikit ahli lingkungan­hidup di negeri ini. Berikut ini petikan wawancaranya bersama redaksi Koran Mini Tazakka: Bagaimana kisah Bapak hingga menekuni profesi sebagai dosen/­ akademisi? Ketertarikan saya pada profesi do­ sen­berawal ketika menjadi mahasiswa S1 di Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang. Pada waktu itu saya sering mem­bantu dosen menjadi asisten la­ bo­ ratorium dan pekerjaan penelitian lainnya. Saking seringnya saya menjadi asisten, tanpa terasa saya jatuh hati pada profesi pengajar tersebut, rasanya kok enak dan dinamis. Begitu awalnya, mas. Saat ini, setelah 28 tahun berlalu, karya saya dan teman-teman sewaktu mahasiswa masih ada lho, yang dipajang di sekitar pintu utama Jurusan Ilmu Tanah Unibraw, yaitu berupa soil monolith (penampang tanah yang diawetkan).

ling­ kung­ an pada masa datang akan semakin­beragam dan meluas. Tantang­ an yang paling berkesan bagi saya ada­ lah ketika saya menjadi anggota tim negosiasi sebuah pabrik gula, dimana unit pengolah limbah pabrik tersebut bocor dan mencemari sungai, kemu­ dian masyarakat mela­ kukan tuntutan ganti rugi terhadap dampak yang di­ timbulkan. Proses tawar menawarnya cukup lama, alot, dan melelahkan, tapi akhirnya terjadi kesepakatan nilai ganti rugi.

Bagaimana permasalahan lingkungan ke depan dan bagaimana solusinya? Permasalahan lingkungan ke depan akan menjadi semakin berat, beragam dan kompleks. Di Indonesia ada dua penyebab utama munculnya masalah lingkungan. Pertama, jumlah pendu­ duk dan tingkat pertumbuhannya yang Disamping sebagai dosen, Bapak masih tinggi. Kedua, tuntutan kese­ juga menjadi pemerhati lingkungan, jahteraan yang semakin meningkat. tantangan paling berat yang pernah Kedua penyebab tersebut akan memicu dihadapi? Takdir saya untuk menekuni bidang konsumsi sumberdaya alam, sekaligus membebani lingkungan semakin besar. Sebagian sumber­ Alangkah baiknya, kalau pendidikan karakter daya alam bersifat­tidak bidang lingkungan hidup ini menjadi bagian bisa diperbaharui, se­ yang tidak terpisahkan (inheren) dari proses hingga ke­ter­sediaannya belajar mengajar di Pondok Modern Tazakka. akan semakin terbatas, Siapa tahu kelak akan muncul santri-santri yang yang akhirnya ber­ dampak pada mahal­ punya kepedulian besar terhadap lingkungan nya harga komoditas hidup yang dilahirkan oleh Pondok Modern tersebut. Bah­ kan sum­ Tazakka. berdaya alam yang bisa diperba­harui sekalipun, lingkungan hidup tidak bisa dipisah­ jika pengelolaannya tidak baik akan kan dari penugasan institusi. Pada saat menyebabkan kelangkaan (misal ikan sekolah doktor (S3), saya ditugaskan dan hutan). Disisi lain, setiap peningkat­ oleh institusi untuk mendalami Bidang an konsumsi sumber­daya akan selalu Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam berakibat pada sema­kin­tingginya po­ kungan. Di dalam dan Lingkungan. Ilmu ini memerlukan tensi kerusakan ling­­ pendekatan integral, karena memang kajian Ilmu Lingkungan­bekerja hukum sifatnya yang multi dimensi. Setelah Thermodinamika II, bahwa pada setiap lulus dari program doktor tersebut, perubahan materi (atau energi) akan se­ saya meyakini bahwa permasalahan lalu terjadi ketidakefisienan (entalphi).­ Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

Ketidakefisi­enan itu dalam bahasa awamnya dikenal sebagai limbah. Nah, limbah inilah yang membebani lingkung­an. Semakin besar kita meman­ faatkan sumberdaya alam, maka limbah yang dihasilkan juga semakin besar. Terkait dengan solusi, sebenarnya ada beberapa cara agar permasalahan lingkungan bisa ditekan. Pertama, se­ baiknya tidak ada subsidi untuk barang yang berasal dari eksploitasi alam. Sub­ sidi harga hanya akan menyebabkan harga ‘tampak’ lebih murah, sehingga konsumsi barang tersebut semakin tidak terkendali, akibatnya potensi ting­ kat kerusakan lingkungan akan semakin besar. Kedua, sudah saatnya hukum bekerja tanpa pandang bulu, khusus­nya di bidang hukum lingkungan. Ketiga, penanaman character building bidang lingkungan hidup sedini mungkin sejak anak-anak. Alangkah baiknya, kalau pendidikan karakter bidang lingkungan hidup ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan (inheren) dari proses belajar mengajar di Pondok Modern Tazakka. Siapa tahu kelak akan muncul santri-santri yang punya kepedulian besar terhadap lingkungan hidup yang dilahirkan oleh Pondok Modern Tazakka. Bagaimana menanamkan kesadaran masyarakat agar peduli terhadap lingkungan? Kesadaran dan kepedulian masya­ rakat terhadap ling­kungan­ merupakan­ proses jangka panjang yang membutuh­ kan sentuhan pendidikan. Untuk men­ jawab ini, saya kira perlu disampaikan bahwa kami di UNNES (Universitas Ne­ge­ri­Semarang) memiliki satu mata kuliah yang wajib diambil oleh selu­ ruh mahasiswa, namanya Pendidikan Lingkungan Hidup. Salah satu harapan dari mata kuliah ini adalah agar maha­ siswa kelak dapat menjadi kader ling­


Profil

kungan hidup. Setelah lulus, sebagian besar alumnus UNNES akan berprofesi sebagai guru pada berbagai jenjang pendidikan. Peran guru ini sangat strat­ egis dalam menanamkan kesadaran lingkungan hidup, baik bagi murid mau­ pun masyarakat sekitar. Bahkan kami di UNNES secara rutin juga menyelengga­ rakan lomba green school bagi sekolah yang peduli lingkungan. Lomba ini di­ harapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu pemenang lomba green school un­ tuk tahun 2012 adalah SMAN Bandar Kabupaten Batang. Hal-hal kecil apa yang bisa dilakukan untuk dapat melestarikan lingkungan? Melestarikan dan menjaga ling­kung­ an­sebenarnya tidak sulit. Kita tidak ha­ rus melakukan hal besar seperti me­nanam sejuta pohon dan lain-lain. Akan tetapi mulai saja dari diri sendiri dengan melakukan berbagai hal kecil yang bisa menjaga lingkungan, Misal­ nya­dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sedotan, mengurangi penggunaan tisu, mengurangi penggunaan kantong plas­ tik, serta hemat air dan hemat listrik. Kebanyakan orang belum sungguhsungguh memedulikan hal-hal kecil tersebut. Saat berbelanja, orang masih menggunakan kantong plastik, atau ter­ lalu banyak membuang tisu. Sekarang ini saya mulai dari diri sendiri. Misal­ nya saat wudhu saya selalu membuka keran dengan aliran kecil dan secukup­ nya. Cara-cara ini sebenarnya sangat mudah dilakukan oleh semua orang. Hanya saja, kebanyakan orang masih cuek pada lingkungan. Kesadaran yang masih rendah ini boleh jadi disebabkan karena mereka belum merasakan se­ cara langsung dampak buruk dari keru­ sakan lingkungan. Kendala terbesar untuk menjaga ke­ lestarian lingkungan adalah masih adanya rasa ketergantungan terhadap orang lain untuk menjaga lingkungan. Misalnya ketika mereka buang sampah

11

sembarangan, mereka cuek saja karena beranggapan masih ada tukang sampah yang akan membersihkan sampah yang mereka buang. Sikap ketergantungan tersebut akan membuat banyak orang menjadi lebih malas dan tak punya kesadaran untuk­ cinta pada lingkungan. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri, karena jika tidak ada kesadaran dalam diri, se­ mua usa­ha melalui edukasi dan sharing tentang dampak kerusakan­lingkungan tidak akan berhasil. Pak Ananto, demikian sapaan akrab­ nya, di luar kesi­bukannya seba­gai do­sen di beberapa perguruan tinggi ter­kemuka di negeri ini, masih terus menyempatkan diri aktif dalam berbagai kegiatan dakwah dan sosial. Pria yang hobi membaca ini juga sangat antusias mengikuti kajian-kajian keislaman. Penampilannya yang low profile dan track recordnya yang bersih menarik perhatian Yayasan Tazakka untuk meminangnya masuk dalam struktur kepengurusan Yayasan: Beliau tercatat sebagai Wakil Ketua Yayasan Tazakka yang saat ini sedang me­rintis sebuah Pondok Modern di Bandar, Batang. Bagaimana peran keluarga dalam pendidikan anak? Sebagian besar waktu anak dihabis­ kan bersama keluarga, jadi peran ke­ luarga sangat penting dalam menga­ rahkan pendidikan anak. Banyak se­kali rambu-rambu yang harus dipenuhi o­rang tua dalam mendidik anak, baik dalam Al-Quran maupun Hadits. Bagaimana Bapak melihat pendidikan di pesantren modern? Pada saat ini trend pendidikan pesan­tren modern sedang bagus. Da­ lam beberapa hal pendidikan pesan­ tren memiliki keunggulan, seperti­ dalam pembelajaran agama Islam, membangun kedisiplinan, membina karakter, kepedulian terhadap sesama, dan kemandirian siswa. Keunggulan tersebut menjadikan posisi tawar pen­ didikan pesantren modern semakin meningkat, khususnya pada saat ini

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

dimana generasi muda mudah terjebak tindakan kriminal (tawuran, narkoba, dan sebagainya). Apa prinsip hidup yang Bapak yakini? Ada dua prinsip yang saya yakini dan saya pegang teguh sampai saat ini, yaitu (a) berbuat yang terbaik sesuai kemampuan kita, dan (b) selalu berpikir positif. Kedua prinsip tersebut dapat menjadi energi positif dalam hidup, dan dapat menjaga diri dari sifat “ngoyo”. Apa pesan dan harapan Bapak kepada Tazakka? Saya meyakini bahwa Tazakka kelak akan semakin berkembang dan bersinar sebagai pencerah bagi umat. Maka akan semakin besar pula tantangan yang di­ hadapinya. Saya berpesan agar Tazakka tetap menjunjung tinggi komitmen­ nya sebagai perekat umat, untuk semua golongan. Keluarga Besar Tazakka­perlu selalu melakukan musyawarah dan menyerap aspirasi masyarakat untuk menghadapi tantangan umat yang se­ makin beragam.

Nama : Dr. Ir. Ananto Aji, MSP TTL : Batang, 27 Mei 1963 Istri : Sri Purwaningsih, SH Anak : Wimzy Rizqy Prabhata Dhannia Fitratiara Riwayat Pendidikan: 1. Sarjana (S1) Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, lulus tahun 1986 dengan IPK 3,28 (predikat terbaik II lulusan Fakultas Pertanian Unibraw pada periode wisuda bulan Februari 1987). 2. Magister (S2) Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1992 dengan IPK 3,52 (lulusan terbaik I PWK ITB pada periode yudisium bulan Desember 1992). 3. Doktor (S3) Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Institut Pertanian Bogor, lulus tahun 2000 dengan IPK 3,95. Pekerjaan: 1. Dosen Jurusan Ilmu Tanah Universitas Lampung 2. Dosen Jurusan Geografi Universitas Negeri Semarang Organisasi: Himpunan Ilmu Tanah Indonesia Yayasan Tazakka


Kisah

12

Umar bin Khatab

Pemimpin adil, tegas dan bijaksana “Ya Allah, jadikanlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab.”

Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 4041 (yang menyatakan bahwa Al Qur’an bukan syair), lantas beliau berkata, “Kalau begitu berarti dia itu dukun.” Kemu­ dian beliau mendengar bacaan Rasulullah ayat 42, (Yang Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih da­ menyatakan bahwa Al-Qur’an bukan perkataan dukun.) lam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera akhirnya beliau berkata, “Telah terbetik lslam di dalam hati­ dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab­se­ ku.” Akan tetapi karena kuatnya adat jahiliyah, fanatik buta, bagai salah satu pilar kekuatan Islam, sedangkan Amr bin pengagungan terhadap agama nenek moyang, maka beliau Hisham meninggal sebagai Abu Jahal. tetap memusuhi Islam. Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih Pada puncak kebenciannya terhadap ajaran Nabi Muham­ dikenal dengan nama Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun mad S.A.W., Umar memutuskan untuk mencoba membunuh setelah kelahiran Rasulullah. Ayahnya bernama Khattab dan Nabi Muhammad S.A.W., namun saat dalam perjalanannya ibunya bernama Khatamah. ia bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi Muham­ mad S.A.W. bernama Nu’aim bin Abdullah yang kemudian Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah memberinya kabar bahwa saudara perempuan Umar telah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan khalifah ked­ memeluk Islam, ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ua di dalam Islam setelah Abu Bakar. Nasabnya adalah Umar S.A.W. yang ingin dibunuhnya saat itu. Karena berita itu, Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah terkejut dan pulang ke rumahnya dengan dengan maksud bin Qarth bin Razah bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghal­ untuk menghukum­ ib. Nasab beliau adiknya,­ diriwayat­ bertemu dengan Apabila terjadi suatu perkara, ia selalu mencari­ hukumnya kan bahwa Umar nasab Rasulullah men­jumpai sauda­ dalam Al-Quran. Jika beliau tidak memperolehnya maka pada kakeknya ri­­nya itu sedang Ka’ab. Antara beliau­ beliau mempelajari bagaimana Rasulullah SAW bertindak membaca Al Qur’an dengan Rasulullah­ dalam suatu perkara. Dan jika tidak ditemukannya apa (surat Thoha ayat selisih 8 kakek. lbu yang dicarinya, beliau mengumpulkan tokoh-tokoh yang 1-8), ia semakin ma­ beliau bernama­ terbaik dan mengajak mereka bermusyawarah. rah akan hal terse­ Khatamah binti but dan memu­ kul Hasyim­bin alsaudarinya. Ketika Mughi­­rah­ al-Makh­ melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya ia menjadi zu­miyah. Rasulu­llah memberi beliau kunyah Abu Hafsh (ba­ paknya Hafsh) karena Hafshah adalah ana­k­nya yang paling­ iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, diriwayatkan Umar menjadi terguncang oleh apa yang tua dan memberi laqab (julukan) al-Faruq. ia baca tersebut, Seketika itu pula Umar bin Khattab bersya­ Umar bin Khattab Masuk Islam hadat, dan memeluk agama Islam. Menurut sejarah Islam Umar bin Khatab adalah orang yang ke-40 masuk Islam. Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras permusuhannya dengan kaum Muslimin, Kepemimpinan Umar bin Khattab bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya, dan melakukan Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin Jahiliyah, namun tetap bisa menjaga harga diri. Beliau masuk yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhati­ Islam pada bulan Dzulhijah tahun ke-6 kenabian, tiga hari kan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ke­ setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam. tauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan keku­ Ringkas cerita, pada suatu malam beliau datang ke Mas­ furan, menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah. Beliau jidil­Haram secara sembunyi-sembunyi untuk mendengar­ adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang kan bacaan shalat Rasulullah. Waktu itu Rasulullah membaca Al-Qur’an dan as-Sunnah setelah Abu Bakar. surat al Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan Pada masa kepemimpinannya kekuasaan Islam bertam­ kalimatnya lantas berkata pada dirinya sendiri, “Demi Allah, bah luas. Beliau berhasil menaklukkan Persia, Mesir, Syam, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy.” Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013


Kisah Irak, Burqah, Tripoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo. Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun Umar bin Khattab itulah, penaklukan-penaklukan penting dilakukan Islam. Tak lama sesudah Umar bin Khattab memegang tam­ puk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Islam menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636 M), pasukan Is­ lam berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menye­rah dua ta­ hun kemudian. Menjelang tahun 641 M, pasukan Islam telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus mener­ jang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639 M, pasukan Islam menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna. Penyerangan Islam terhadap Irak yang saat itu ber­ada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bah­kan­ sebelum Umar bin Khattab naik jadi khalifah. Kunci ke­me­ nangan­Islam terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637 M, terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Men­ jelang tahun 641 M, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Islam. Dan bukan hanya itu, pasukan Islam bah­ kan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Ne­ havend (642 M), mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab di tahun 644 M, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tat­ kala Umar bin Khattab wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mende­ sak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara. Selain pemberani, Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas. Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, “Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbang­ an yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabat pun berpen­ dapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun Hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orangorang yang melakukan shalat sunah Tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lem­ baga perkantoran, membangun balai pengobatan, memba­ ngun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum khamr (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

13 mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta pegawai dan juga konsep yang lainnya. Namun dengan begitu beliau tidaklah menjadi congkak dan tinggi hati. Justru beliau seorang pemimpin yang zuhud dan wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan meme­ nuhi kebutuhan rakyatnya. Beliaulah yang lebih dahulu lapar dan yang paling terakhir kenyang. Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya. Tidak diragukan lagi, khalifah Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam me­ ngendalikan roda pemerintahan. Bahkan ia rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan ne­ gara. Bahkan Umar bin Khattab sering terlambat salat Jum’at hanya menunggu bajunya kering, karena dia hanya mempu­ nyai dua baju. Wafatnya Umar bin Khattab Pada hari Rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H Umar Bin Khattab­wafat. Beliau ditikam ketika sedang melakukan sha­ lat Subuh oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah (al-Fairus dari Persia), budak milik al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar bin Khattab dimakamkan di samping Rasulullah dan Abu Bakar, beliau wafat dalam usia 63 tahun. Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu; 1. Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan eng­ kau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya. 2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka mu­ suhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut. 3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah.­ Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah. 4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggal­ kanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau me­ ning­galkannya, berarti engkau terpuji. 5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan. 6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya ke­ cuali dengan mencarinya.


tausiyah KH. Imam Zarkasyi

Masalah Khilafiyah

S

— Tulisan Terakhir—

ebenarnya telah banyak kitab yang menjelaskan kedudukan masalah khilafiyah ini. Semua itu dapat menimbulkan dan meningkatkan tasamuh (sikap berlapang dada) bagi sesama umat Islam dalam masalah khilafiyah. Diantara kitab-kitab itu adalah: 1. Al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah, karya ‘Abdurrahman al-Jaziri. 2. Al-Mizan al-Kubra, karya Al-Sya’rani. 3. Al-Wihdah al-Islamiyah, karya Syaikh Muhammad Rasyid­ Ridha. 4. Bidayah al-Mujtahid, karya Ibnu Rasyid. 5. Asbab Ikhtilaf al-Fuqaha’, karya Dr. Abdullah ibn ‘Abdil Muhsi al-Turki.

Khulashah Walhasil, kita umat Islam harus berlapang dada, ber­ murah hati, ber-tasamuh sesama umat Islam yang berbeda paham dalam khilafiyah. kalau pemerintah, juga agama islam,­ menganjurkan­ tasamuh dengan orang yang berlainan­ agama, maka lebih wajib lagi sesama umat Islam. Andai kita bersitegang urat leher dengan orang kafir yang hendak menundukan kita, maka itu ada pantasnya.

Apabila anak didik menjadi dewasa dan telah membaca sendiri pendapat-pendapat para ulama’ serta dalil masingmasing, akan tahu sendiri kedudukan masalah khilafiyah itu sendiri.

Perlu Penjelasan Berhubungan dengan masih adanya anak-anak (orangorang) yang kurang mengerti apa yang di maksud dalam istilah masalah khilafiyah, maka dirasa masih perlu pen­ jelasan, masalah khilafiyah adalah masalah-masalah yang diperselisihkan hukumnya oleh para ulama dalam urusan fiqih. Itu pun bukan dalam segala bidang ilmu fiqh, melain­ kan hanya dalam masalah furu’ (cabang-cabangnya) dan dis­ ebut juga Al-Masail Al-Ijtihadiyah (masalah-masalah ijtihadi­ yah). Jadi tidak semua perbedaan paham dapat di nama­kan Al-Masa’il Al-Khilafiyah (masalah-masalah khilafiyah)­ Seandainya ada orang yang mempermasalahkan atau memperselisihkan dalam bidang Al-‘Ulum al-Dharuriyat (il­ mu-ilmu daruriyat) seperti masalah bilangan rakaat dalam sembahyang­fardhu, wajibnya puasa, zakat, dan haji, semua itu ti­dak­ termasuk da­lam­ masalah khi­lafiyah. Begitu pu­la­ perselisihan dalam bidang aqidah­(antara­tauhid dan syirik) dalam bidang politik, atau perbedaan antara ahlussunnah dan kaum syi’ah atau perbedaan antara macam-macam firaq, semua itu tidak termasuk dalam masalah khilafiyah.

Jangan terbalik,­ka­rena hasutan Dajjal­dan musuh yang menjadikan umat Islam lebih bermusuhan dengan sesama Islam dari pada den­ Sebagai contoh gan orang kafir.Orang masalah khilafiyah, “Kita harus berlapang dada dalam menemui yang sudah mau sem­ de­ ngan segala pen­ bahyang, lalu sem­ jelasannya terdapat bermacam masalah-masalah khilafiyah itu, bahyangnya belum beribu-ribu masalah dengan niat atau maksud dapat beribadah dengan sama benar dengan dalam kitab Bidayatul­ sembahyang kita, Mujtahid karangan ikhlas serta semata-mata niat lillah” tidak­ lah perlu kita Ibnu Rusyd. Mengenai­ musuhi, tidaklah perlu sebab-sebab timbul­ kita marahi, dan juga tidak perlu kita ejek. nya masalah khilafiyah ada di bukukan dalam kitab Asbabul Khilaf karangan Dr. Muhsin Al-Turki. Dalam buku ini dijelas­ Kalau benar yang dianjurkan itu adalah jalan Allah, maka kan pula tentang pokok pangkalnya perselisihan sampai ke­ ayat yang menyatakan: masih berlaku sampai sekarang, pada cabang rantingnya. sekali lagi, jelasnya ayat itu masih berlaku sampai sekarang. Artinya, harus bijaksana. Tentang bagaimana agar umat islam bersatu, dan tidak diganggu oleh masalah khilafiyah dapat dibaca kitab AlBagaimana sikap kita dalam mendidik anak- wihdah al-Islamiyah karangan Muhammad Rasyid Ridha. anak? Mengenai bagaimana bentuk-bentuk khilaf pada zaman sahabat, tabi’in, dan sampai kepada imam-imam mazhab, Dalam mengajarkan sembahyang, dalam ilmu pendidikan serta bagaimana seharusnya orang awam pada zaman seka­ dilarang membawa masalah-masalah khilafiyah. Jangankan rang dapat di baca dalam kitab Al-Insaf fi Bayani Asbabalmasalah khilafiyah, menjelaskan masalah sunat dan wajib Khilaf karangan al-Dahlawi. saja belum diperlukan. Yang pokok, anak kita ajari sembah­ yang dengan sebaik mungkin. Apabila anak itu bertambah Akhirnya, kami ulangi, kita harus berlapang dada dalam dewasa, dapat dijelaskan mana yang sunat dan mana yang menemui bermacam masalah-masalah khilafiyah itu, de­ wajib, mana yang makruh dan mana yang membatalkan. ngan niat atau maksud dapat beribadah dengan ikhlas serta semata-mata niat lillah. Itulah sebabnya dalam muqodimah kitab fiqh jilid I KMI Pondok Modern Gontor di jelaskan ”guru tidak boleh mene­ rangkan masalah khilafiyah”.

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013


tausiyah KH. Imam Zarkasyi

KETELADANAN DALAM PENDIDIKAN

K

eteladanan adalah sesuatu yang sangat prinsipil dalam pendidikan. Tanpa keteladanan proses pendidikan ibarat jasad tanpa ruh. Menurut ahliahli psikologi, naluri mencontoh merupakan satu naluri yang kuat dan berakar dalam diri manusia. Naluri ini akan semakin menguat lewat melihat. Hal ini sejalan dengan pendapat para ahli psikologi yang mengatakan bahwa 75 % proses belajar didapatkan melalui penglihatan dan pengamatan, sedangkan yang melalui pendengaran hanya 13%. Dengan demikian, pendidikan itu by doing, bukan by lips: pendidikan adalah dengan contoh bukan dengan verbal. Pendidikan yang sesungguhnya adalah keteladanan. Jika pendidikan adalah melalui contoh, maka faktor figur menjadi sangat penting, baik di rumah, sekolah mau­ pun masyarakat. Siapakah figur sentral di rumah? Siapa­ kah figur sentral di sekolah? Dan siapakah figur sentral di masyarakat? Karena dalam tahapan pertumbuhan dan proses belajar, ciri khas seorang yang menjadi teladan bagi anak-anak dan remaja sangatlah penting. Semakin sempurna seorang dewasa yang menjadi teladan bagi anak-anak, maka tingkat penerimaan dan keberlansung­ annya juga semakin banyak. Lihat saja tingkah polah dan perilaku anak-anak kita, mereka sangat menyukai peri­ laku orang yang diteladaninya dan dengan senang hati berusaha membentuk dirinya seperti orang yang dite­ ladaninya itu. Maka dari itu, orang tua, guru dan lingkungan ma­ syarakat harus mampu menjadi teladan bagi anak-anak didik, mulai dari pikiran, ucapan, tingkah laku, bahkan hingga ke pakaiannya: semuanya itu akan menjadi media untuk ditiru oleh anak. Setiap hari anak-anak yang berangkat dari rumah menuju sekolah, di jalan ia akan melihat dan menemui berbagai macam nilai yang berkembang di masyarakat. Jika nilai yang ditemuinya di jalan tidak sesuai dengan nilai yang diajarkan di rumah maupun sekolah, maka bisa dibayangkan anak akan mengalami kebingunan intelek­ tual yang terus menerus. Celakanya, apabila anak akhir­ nya lebih tertarik dan memilih nilai jalanan ketimbang nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah maupun di rumah. Di sinilah peran orang tua dan sekolah menjadi sangat penting. Maka dari itu, orang tua dan guru zaman seka­ rang disamping memiliki karakter yang kuat, harus pula berwawasan luas dan mengikuti perkembangan zaman agar mampu menandingi dan memenangkan pertarungan nilai di hadapan anak-anaknya.

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013

Dengan demikian, pendidikan sesungguhnya adalah membentuk miliu secara menyeluruh; orang tua, sekolah dan masyarakat. Tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri, apalagi satu sama lain berlawanan arah. Di pesantren­ miliu­pendidikan dirancang, diawasi dan dipelihara sepanjang hari. Di pesantren, orang tua, sekolah dan masyarakat menjadi miliu yang menyatu. Kiai, pengasuh dan guru-guru berfungsi sebagai orang tua, sedangkan kehidupan berasrama selama 24 sehari di pesantren merupakan miniatur masyarakat. Maka, pesantren ada­ lah tempat pendidikan hidup dan kehidupan bagi santrisantrinya. Oleh karenanya, di pesantren hubungan santri dan masyarakat harus dibatasi untuk meminimalisir pen­ garuh-pengaruh buruk dari luar. Santri hidup dalam ling­ kungan disiplin yang tinggi dan terus menerus dilibatkan dalam proses olah pikir dan zikir untuk membentuk kese­ imbangan pendidikan sains dan akhlakul karimah yang ditanamkan oleh pesantren. Sekali lagi, pendidikan adalah keteladanan. Guru yang tidak siap menjadi teladan, lebih baik ‘pensiun dini’. Kiai atau dai yang tidak siap menjadi teladan, lebih baik ‘tinggalkan mimbar’. Guru dan kiai harus siap dilihat dan dicermati segalanya: termasuk rumah tangganya, anakanaknya, makanannya, pekerjaannya, pola hidupnya, hingga cara pandangnya. Sebab, guru, kiai atau dai yang perilakunya tidak sesuai tuntunan nilai akhlakul karimah justru akan merusak dari dalam proses pendidikan itu sendiri. Karena itu ada istilah dalam idiom Jawa, “Guru iku digugu lan ditiru”: guru itu ditaati dan ditiru. Sebab itu, Allah SWT menset-up kepribadian Rasulullah­ untuk dijadikan panutan dan ukuran akhlak bagi semesta alam. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (Qs. Al-Ahzab [33]: 21). Mestinya, guru, orang tua, kiai, dai dan pekerjaan sejenis­ nya, dalam skala yang lebih kecil harus mampu menjadi teladan yang sempurna untuk anak-anaknya, sebagaima­ na Rasul untuk seluruh manusia, sebagaimana Rasul ber­ sabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurna­ kan akhlak manusia.”

Guru yang tidak siap menjadi teladan, lebih baik ‘pensiun dini’. Kiai atau dai yang tidak siap menjadi teladan, lebih baik ‘tinggalkan mimbar’.


Galeri

16

Kujungan Kepala cabang BSM Pekalongan Bp. Ahmad Fathoni, ke Pondok Modern Tazakka (30/1) Kunjungan Kapolres Batang AKBP Widi Atmoko SIK dan jajaran ke Pondok Modern Tazakka (30/1)

Letkol Inf. Dani Budiyanto bersilaturahim kepada Pimpinan Pondok Modern Tazakka (28/1) Kunjungan Sheikh Dr. Mahmud Sahathah dan Sheikh Omar Deeb ke Pondok Modern Tazakka (15/1)

Ustadz Anang Rikza Masyhadi bersama Menteri Wakaf dan Irsyad Sudan, DR. Muhammad Mustofa Al-Yakuti (14/1) Pemasangan keramik asrama santri secara simbolis oleh Ustadz Hasan mewakili jamaah haji Gaido yang berwakaf untuk pembangunan Pondok Modern Tazakka (9/2)

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013


Galeri

17

SILATURAHIM DENGAN BUPATI BATANG

P

ondok Modern Tazakka dalam rangka mening­ katkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Batang kembali bersilaturahim de­ ngan Bupati Batang, Bapak Yoyok Riyo Sudibyo di Kan­ tor Bupati pada Senin, (4/2). Rombongan Tazakka di­ pimpin oleh Ustadz Anang Rikza Masyhadi, didampingi Ketua Panitia Pembangunan, Bapak H. Teguh Suhardi, Direktur Amal Usaha PM Tazakka H. Anizar Masyhadi, H. Oyong Syofyan, Lc, MA. dan Edi Buana, S.Pd.I. Rombongan PM Tazakka diterima di Kantor Bupati Batang pukul 09.15 WIB. Pada kesempatan itu Ustadz Anang menyampaikan perkembangan pembangunan­ di Pondok Moder Tazakka. Selain itu, Beliau juga men­ jelaskan bahwa untuk mewujudkan kemandirian, Pondok telah memulai merintis beberapa unit usaha yang akan membantu jalannya proses pendidikan dan pengajaran. Diantara amal usahanya yaitu pendirian Toko Tazakka, Tazakka Medical Center (TMC), Air Mine­ ral Tazqua­dan lain-lain. “Unit-unit usaha pondok akan memberdayakan potensi lokal sehingga dapat mening­ katkan taraf ekonomi masyarakat sekitar” kata Ustadz. Ustadz Anang juga menyampaikan pandangannya untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Batang khususnya, sehingga dalam bidang pendidikan, Batang tidak dipandang sebelah mata. Untuk menumbuhkan mutu pendidikan yang lebih baik dan terarah, Ustadz Anang menyampaikan rencana Seminar Nasional ten­ tang Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pendidi­ kan Kabupaten Batang. “Insya Allah akan kita undang secara rutin tokoh-tokoh nasional dalam bidang pen­ didikan, supaya menjadi pemicu untuk kebangkitan pendidikan di Batang” lanjutnya.

Setelah mendengarkan pandangan dan pemaparn dari Pimpinan PM Tazakka, Bupati Yoyok sangat men­ dukung penuh serta mengapresiasi segala kegiatan yang dilaksanakan Tazakka yang memberikan kontri­ busi dan solusi dalam menyelesaikan permasalahan umat dan bangsa. Bupati juga sangat mengapresiasi dan mendukung penuh rencana seminar pendidikan yang akan dilaksanakan Tazakka bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Batang. “Saya melihat dan mengamati bahwa Pondok Modern­Tazakka yang dirintis Mas Anang ini akan berkembang pesat, dan akan menjadi icon pendidikan­ yang berkualitas di Kabupaten Batang. Karena saya melihat banyak tokoh yang kapabel dan bersih di dalamnya, serta anak-anak muda yang penuh sema­ngat yang ikut menggerakkan Tazakka, terus terang saya iri dengan timnya Tazakka yang kompak” ungkapnya.­ Tampak hadir pada pertemuan tersebut H. Agung Wisnu Bharata, S.Sos, MM, Kepala Kantor Kesbanglin­ mas Batang dan Hj. Sri Purwaningsih, SH, Bagian Per­ izinan dan Penanaman Modal. Selain sebagai pejabat teras Pemkab Batang mereka berdua juga merupakan supporter Yayasan Tazakka. Dalam pertemuan itu disampaikan juga tentang rencana pembukaan dan pendaftaran santri baru pada bulan Mei-Juni yang akan datang. Maka berkaitan de­ ngan sosialisasi ke masyarakat, Bupati Yoyok menyata­ kan kesediaannya untuk membantu dan memberikan izin kepada Pondok Modern Tazakka untuk mengguna­ kan fasilitas publikasi yang dimiliki Pemda Batang ter­ masuk iklan melalui radio pemda. (@subhi).

“Saya melihat dan mengamati bahwa Pondok Modern Tazakka yang dirintis mas Anang ini akan berkembang pesat, dan akan menjadi icon pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Batang. Karena saya melihat banyak tokoh yang kapabel dan bersih di dalamnya, serta anak-anak muda yang penuh semangat yang ikut menggerakkan Tazakka, terus terang saya iri dengan timnya Tazakka yang kompak ” ­— Bupati Batang, Yoyok Riyo Sydibyo

Edisi 21. Tahun ke-3. Shafar - Rabiul Awal 1434 H / Januari 2013


DEWAN REDAKSI

Koran Mini Tazakka terbit atas ide, prakarsa dan kreatifitas para kader utama Pondok Modern Tazakka.

Pelindung: Yayasan Tazakka. Penasehat: Anang Rikza Masyhadi. Pemimpin Umum: M. Bisri Musthofa. Pemimpin Redaksi: Subhi Mahmassani, Wakil Pemimpin Redaksi: Agus Siswanto. Redaktur: Oyong Shofyan Bahar, Edi Buana, Mukhtar Luthfi, Eva Maria Ulfah, Anisia Kumala Masyhadi, Maftuhah Nurbeti, Hakim As-Shidqi. Sekretaris Redaksi: Bagus Setiawan. Redaktur Pelaksana: Richi Yuni F., M Zainudin Akil, Ali Ramdhani, Henry Nur Rahmad, Rudi Nur Salam, Wahyu Nugroho, Ines Nur Afdhullah, Fauzi. Tata Usaha: Distribusi: Eko Prapdiyanto, Haris Adam Ishlahi, Afrudin. Desain Grafis: Eko Wahyu, Salman B. Setiawan, Inna Nur Mukhsinin. Alamat Redaksi: Pondok Modern Tazakka, Jln. Tazakka No.2, Desa Sidayu, Kec. Bandar, Kab. Batang, 51254. Telp. (0285) 689413, HP. 085743433232 (sms). Email redaksi: yayasantazakka@yahoo.com. Website: www.yayasantazakka.com. Rekening Koran Mini Tazakka: Bank Muamalat 0109916033; Kospin Jasa 201120003434, a.n Yayasan Tazakka


Koran Mini Tazakka Edisi 22  

Koran Mini Tazakka Edisi 22

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you