Page 1

Warkah al-Basyar Vol. IX/2010

01

Menyuarakan Risalah Agama untuk Keadilan PENANGGUNG JAWAB KH. Husein Muhammad REDAKTUR AHLI KH. Syarif Usman Yahya, KH. A. Ibnu Ubaidillah Syathori KH. A. Chozin Nasuha, KH. Syakur Yasin, KH. Maman Imanulhaq, KH. Wawan Arwani, Ny. Hj. Hamidah, KH. Faqihuddin Abdul Kodir.

PEMIMPIN REDAKSI Marzuki Wahid REDAKTUR PELAKSANA Marzuki Rais, Alimah

DEWAN REDAKSI Nurul Huda, Roziqoh, Alifatul Arifiati, Ali Mursyid, Satori, Rosidin, Obeng Nurosyid.

SETTING Lay-OUT an@nd

DISTRIBUTOR Dede Kuswoyo, Fathurrahman, Ihabbudin (Cirebon), Danu Sulaeman (Majalengka), Agus Idris (Indramayu).

PENERBIT fahmina institute Jl. Suratno No. 37 Cirebon Jawa Barat 45124 Telp./Fax. (0231) 203789,

WEBSITE http://www.fahmina.or.id

E-Mail fahmina@fahmina.or.id, red_albasyar@fahmina.or.id

PRINTING Teguh Gemilang

Warkah al-Basyar terbit tiap hari Jumat. Warkah al-Basyar menerima tulisan dua halaman quarto satu spasi. Tema tulisan seputar agama dan realitas kehidupan dengan perspektif advokasi yang berbasiskan tradisi/khasanah pesantren. Redaksi berhak mengedit tanpa mengurangi substansi tulisan.

Vol. IX [edisi 01] tahun 2010

15 Januari 2010 M/22 Muharam 1431 H

Kondisi Buruh Migran, Cermin Wajah Negara Oleh Chairil Anwar ZM*

Sejatinya, semangat masyarakat Indonesia tidak begitu banyak untuk mencari nafkah ke negeri orang jika saja kesejahteraan hidup di negeri sendiri terjamin. Salah satu indikasi terjaminnya kesejahteraan masyarakat adalah tersedianya lapangan pekerjaan untuk semua elemen masyarakat.

H

ari-hari Susi (10 tahun), gadis kecil asal Cianjur, kian tak menentu. Pasalnya, sudah hampir 2 tahun ia kehilangan semangat dan pegangan hidup karena Icah (38 tahun), ibunya, tak memberi sepotong kabar pun dari Malaysia. Menurut keterangan beberapa kawan seprofesinya, sekitar 2 tahun sebelumnya Icah pernah menyatakan bahwa ia tidak betah bekerja di Kuala Lumpur dan berniat pindah kerja ke sebuah restoran Cina di Johor. Semenjak itu, kabar Icah tak terde-

Faktor Penyebab Trafiking ;; Kurangnya Kesadaran: Banyak orang yang bermigrasi untuk mencari kerja baik di Indonesia ataupun di luar negeri tidak mengetahui adanya bahaya trafiking dan tidak mengetahui cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak mereka dalam pekerjaan yang disewenang-wenangkan atau pekerjaan yang mirip perbudakan. Selengkapnya baca hal. 4

1


Warkah al-Basyar

15 Januari 2010 M/22 Muharam 1431 H

ngar. Hal ini terjadi karena masalah utama yang Ketidakjelasan kabar seorang buruh dihadapi masyarakat dianggap tidak bisa migran juga terjadi pada Siti Hajar (33 digapai ketika dia bekerja di dalam negeri, tahun). Sungguh malang, warga Garut yaitu “pemenuhan kebutuhan hidup� itu baru diketahui rimbanya setelah serta upaya meningkatkan kesejahteraan tersiar kabar bahwa dia disiram air panas hidup. Para TKW berani melalui berbagai oleh majikannya di Malaysia. Akibat perlakuan yang tidak semestinya dari para penganiayaan tersebut, kulit wajah Siti majikan dan birokrasi (baik dari negara berubah pucat keputih-putihan. asal maupun negara tujuan kerja) demi Berita ihwal TKW Indonesia yang satu tujuan: hidup lebih baik. menderita di luar negeri muncul nyaris seSejatinya, semangat masyarakat Indotiap hari di media massa (meski ada juga nesia tidak begitu banyak untuk mencari beberapa kisah sukses nafkah ke negeri orang dan menyenangkan dari jika saja kesejahteraan Terjunnya kalangan perempuan para buruh migran, tapi hidup di negeri sendidan bahkan anak-anak ke itu hanya sekian persen). ri terjamin. Salah satu dunia kerja, tidak terlepas dari Namun, kisah suram itu indikasi terjaminnya keupaya mereka untuk dapat tidak menyurutkan niat sejahteraan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat untuk beradalah tersedianya bagi diri dan keluarganya. jibaku mencari rezeki di lapangan pekerjaan Ini terjadi akibat kelangkaan negeri rantau. untuk semua elemen lapangan kerja di negeri Berdasarkan lapormasyarakat. Kelangsendiri yang menyebabkan an Pemerintah Malaysia, kaan lapang-an kerja sebagian anggota masyarakat saat ini terdapat 240.000 menyebabkan sebagian menganggur dan berdampak pekerja perempuan di anggota masyarakat pada ketidakmampuan mereka sektor rumah tangga di menganggur dan ini bermemenuhi kebutuhan hidupnya. Malaysia. Dari jumlah dampak pada ketidaktersebut, lebih dari 90 mampuan mereka mepersen adalah orang Indonesia. Itu baru di menuhi kebutuhan hidupnya. Terjunnya Malaysia. Di Hongkong dan bahkan negkalangan perempuan dan bahkan anakara-negara Arab rawan konflik pun tak anak ke dunia kerja, tidak terlepas dari sedikit masyarakat kita bekerja di sana. upaya mereka untuk dapat memenuhi keMeski setiap hari kabar duka selalu butuhan hidup bagi diri dan keluarganya. muncul dan menimpa tenaga kerja Karena salah satu akar permasalahan(TKW/TKI) Indonesia, namun tidak nya terletak pada pemenuhan kebutuh-an menyurutkan semangat calon tenaga kerja hidup, maka ini harus menjadi fokus perIndonesia untuk berangkat ke luar negeri. hatian pemerintah, agar persoalan ketena-

2

Vol. IX [edisi 01] tahun 2010


15 Januari 2010 M/22 Muharam 1431 H

gakerjaan dapat tersedia dengan luas dan dapat diakses oleh masyarakat. Tanggung Jawab Negara Berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup rakyat, Islam mewajibkan negara menjalankan kebijakan makro dengan menjalankan apa yang disebut dengan politik ekonomi. Politik ekonomi merupakan tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan berbagai kebijakan untuk mengatur dan menyelesaikan berbagai permasalahan hidup manusia dalam bidang ekonomi. Politik ekonomi adalah penerapan berbagai kebijakan yang menjamin tercapainya pemenuhan semua kebutuhan primer tiap individu masyarakat secara keseluruhan, disertai adanya jamin-an yang memungkinkan setiap individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap sesuai dengan kemampuan mereka. Pemerintah setidaknya harus melakukan beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah ini. Pertama dan yang utama adalah memberikan penyadaran kepada setiap individu (terutama kepala keluarga) akan pentingnya bekerja dan berwirausaha. Tentunya hal ini bermula dari pengembangan sistem pendidikan karakter yang menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan pada setiap individu. Kedua, dan ini tak kalah pentingnya yaitu, menyediakan berbagai fasilitas lapangan kerja agar setiap orang yang mampu bekerja dapat memperoleh pekerjaan. Ketiga, memerintahkan kepada setiap ahli waris atau kerabat terdekat

Vol. IX [edisi 01] tahun 2010

Warkah al-Basyar untuk bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pokok orang-orang tertentu jika ternyata kepala keluarganya sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan orangorang yang menjadi tanggungannya, “....Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.....” (QS. al-Baqarah: 233). Keempat, mewajibkan kepada tetangga terdekat yang mampu untuk membantu kebutuhan pokok (pangan) tetangganya yang kelaparan. Kelima, negara secara langsung memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan dari seluruh warga negara yang tidak mampu dan membutuhkan sebagaimana amanat UUD 1945 dan disebutkan dalam al-Qur’an Surat at-Taubah: 103 “.....Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.....”. Beberapa hal tadi menjadi alternatif untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan hidup dan mewujudkan kesejahteraan bagi tiap individu, dalam masyarakat yang selanjutnya diharapkan dapat mencegah individu-individu untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan bekerja di negeri orang. Sebab, mereka sudah sejahtera di negeri sendiri. Kedengarannya berat, tapi tidak mustahil? []

* Chairil Anwar ZM adalah Pimpinan Redaksi majalah Rajut Kasih yang diterbitkan Yayasan Silaturrahim Pencinta Anak-anak (SPA) di Yogyakarta. Dia juga menjadi penerjemah sejumlah novel psikologi di salah satu penerbit di Yogyakarta, serta aktif mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak dan sesekali mendongeng buat mereka.

3


Warkah al-Basyar

15 Januari 2010 M/22 Muharam 1431 H

Faktor Penyebab Trafiking

Tidak ada satupun yang merupakan sebab khusus terjadinya trafiking manusia di Indonesia. Trafiking disebabkan oleh keseluruhan hal yang terdiri dari bermacam-macam kondisi serta persoalan yang berbeda-beda. Termasuk kedalamnya adalah: ;; Kurangnya Kesadaran: Banyak orang yang bermigrasi untuk mencari kerja baik di Indonesia ataupun di luar negeri tidak mengetahui adanya bahaya trafiking dan tidak mengetahui cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak mereka dalam pekerjaan yang disewenang-wenangkan atau pekerjaan yang mirip perbudakan. ;; Kemiskinan: Kemiskinan telah memaksa banyak keluarga untuk merencakanan strategi penopang kehidupan mereka termasuk bermigrasi untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang, yaitu pekerjaan yang dilakukan seseorang guna membayar hutang atau pinjaman. ;; Keinginan Cepat Kaya: Keinginan untuk memiliki materi dan standar hidup yang lebih tinggi memicu terjadinya migrasi dan membuat orang-orang yang bermigrasi rentan terhadap trafiking. ;; Perkawinan Dini: Perkawinan dini mempunyai implikasi yang serius bagi para anak perempuan termasuk bahaya kesehatan, putus sekolah, kesempatan ekonomi yang terbatas, gangguan perkembangan pribadi, dan seringkali, juga perceraian dini. Anak-anak perempuan yang sudah bercerai secara sah dianggap sebagai orang dewasa dan rentan terhadap trafiking disebabkan oleh kerapuhan Faktor Budaya: Faktor-faktor budaya berikut memberikan kontribusi terhadap terjadinya trafiking: ;; Peran Perempuan dalam Keluarga: Meskipun norma-norma budaya menekankan bahwa tempat perempuan adalah di rumah sebagai istri dan ibu, juga diakui bahwa perempuan seringkali menjadi pencari nafkah tambahan/pelengkap buat kebutuhan keluarga. Rasa tanggung jawab dan kewajiban membuat banyak wanita bermigrasi untuk bekerja agar dapat membantu keluarga mereka. ;; Peran Anak dalam Keluarga: Kepatuhan terhadap orang tua dan kewajiban untuk membantu keluarga membuat anak-anak rentan terhadap trafiking. Buruh/pekerja anak, anak bermigrasi untuk bekerja, dan buruh anak karena jeratan hutang dianggap sebagai strategi-strategi keuangan keluarga yang dapat diterima untuk dapat menopang kehidupan keuangan keluarga. ;; Sejarah Pekerjaan karena Jeratan Hutang: Praktek menyewakan tenaga anggota keluarga untuk melunasi pinjaman merupakan strategi penopang kehidupan keluarga yang dapat diterima oleh masyarakat. Orang yang ditempatkan sebagai buruh karena jeratan hutang khususnya, rentan terhadap kondisi-kondisi yang sewenang-wenang dan kondisi yang mirip dengan perbudakan. ;; Kurangnya Pencatatan Kelahiran: Orang tanpa pengenal yang memadai lebih mudah menjadi mangsa trafiking karena usia dan kewarganegaraan mereka tidak terdokumentasi. Anak-anak yang ditrafik, misalnya, lebih mudah diwalikan ke orang dewasa manapun yang memintanya. ;; Kurangnya Pendidikan: Orang dengan pendidikan yang terbatas memiliki lebih sedikit keahlian/skill dan kesempatan kerja dan mereka lebih mudah ditrafik karena mereka bermigrasi mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian. ;; Korupsi dan Lemahnya Penegakan Hukum: Pejabat penegak hukum dan imigrasi yang korup dapat disuap oleh pelaku trafiking untuk tidak mempedulikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kriminal. Para pejabat pemerintah dapat juga disuap agar memberikan informasi yang tidak benar pada kartu tanda pengenal (KTP), akte kelahiran, dan paspor yang membuat buruh migran lebih rentan terhadap trafiking karena migrasi ilegal. Kurangnya budget/anggaran dana negara untuk menanggulangi usaha-usaha trafiking menghalangi kemampuan para penegak hukum untuk secara efektif menjerakan dan menuntut pelaku trafiking. Sumber: www.stoptrafiking.or.id

Mutiara Hikmah “Tidak sekali-kali seorang muslim menanam pohon, kecuali yang dimakan dari hasilnya akan menjadi shadaqah baginya, yang dicuri darinya akan menjadi shadaqah, yang dimakan binatang buas akan menjadi shadaqah, yang dimakan burung akan menjadi shadaqah dan yang diminta seseorang juga akan menjadi shadaqah baginya�,

4

(Riwayat at-Turmudzi). Vol. IX [edisi 01] tahun 2010

Warkah al-Basyar Vol. IX Edisi 01 th. 2010  

Kondisi Buruh Migran, Cermin Wajah Negara Oleh Chairil Anwar ZM

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you