Page 1

MAGELANG EKSPRES CMYK

Korane Wong Kedu

JUMAT 18 SEPTEMBER 2015

TERBIT 20 HALAMAN / HARGA ECERAN Rp3000 Rp3000

Ngotot Naik di Tengah Krisis Kenaikan Tunjangan Anggota Dewan JAKARTA - Pemerintah bersama DPR telah menyetujui kenaikan jumlah empat item tunjangan anggota dewan. Kenaikan tunjangan itu menuai pro dan kontra tidak hanya di kalangan eksternal. Kalangan internal anggota dewan pun juga menyuarakan penolakan.

Terhitung sejak hari Selasa (15/9) lalu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro telah menyampaikan bahwa pemerintah telah menyepakati kenaikan tiga jenis tunjangan anggota dewan. Tiga jenis tunjangan yang dimaksud adalah tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran, serta bantuan langganan listrik dan telepon. Menkeu ketika itu menyatakan bah-

wa kenaikan tunjangan disepakati, karena pihaknya juga menyepakati kenaikan tunjangan untuk lembaga pemerintah lain. Kenaikan tunjangan anggota DPR sendiri tercantum dalam Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015. Pembahasan kenaikan tunjangan itu diinisasi dan dibahas oleh Badan Urusan Rumah Tangga. Di tengah keributan dugaan pelanggaran kode etik kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua

DPR Fadli Zon di kampanye kandidat calon presiden Amerika Serikat Donald Trump, BURT diam-diam sudah mengusulkan kenaikan tunjangan itu mulai pekan lalu. BURT pada awalnya membantah, dengan menyebut usulan kenaikan tunjangan itu adalah inisiatif Sekretariat Jenderal DPR. Namun, pasca anggaran itu disetujui, BURT menyatakan bahwa memang sudah sepantasnya tunjangan anggota DPR dinaikkan.

“Ini untuk menunjang kerja wakil rakyat, jangan ditunda-tunda lagi,” kata Ahmad Dimyati Natakusumah, Wakil Ketua BURT, kemarin (17/9). Dimyati beralasan, anggota DPR memiliki konstituen di daerah pemilihan. Tunjangan yang diberikan itu digunakan untuk masyarakat. Sebagai contoh, tunjangan komunikasi intensif anggota dewan yang kini naik di kisaran Rp 16 juta. ke hal 3

Pasar Kayu Dibangun dengan DTT MUNTILAN - Pasar Kayu Muntilan yang terbakar Selasa (15/9) malam direncanakan bakal mulai dibangun Senin (21/9) besok. Saat ini, petugas dari Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Magelang akan lebih dulu melakukan inventarisir kerugian yang diderita para pedagang. Kepala Disdagsar, Asfuri Muhsis, mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Magelang terkait tindak lanjut terhadap pedagang dan bangunan pasar yang ludes terbakar tersebut. “Rencananya, pembangunan akan dimulai Senin (21/9) dan ditargetkan selesai awal bulan depan. ke hal 3

TESTIMONI

foto:miftahulhayat/jawa pos

KAPSUL. Mensesneg Pratikno memasukkan kapsul waktu saat pelepasan tim Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 di GBK, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2015). Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 merupakan ekspedisi estafet yang berisi 35 piagam harapan dari 34 provinsi, salah satunya adalah Presiden Joko Widodo.

Rematik dan Asam Urat SEBAGIAN besar penyebab penyakit dalam tubuh adalah membiasakan kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Selain itu, makanan yang dikonsumsi tubuh pun ikut andil terhadap kesehatan tubuh. Makanan sehat akan membuat tubuh dalam kondisi yang seharusnya. Sebaliknya, makanan tidak sehat akan merangsang timbulnya penyakit-penyakit yang tidak diinginkan. Gemar mengkonsumsi makanan berminyak jelas berdampak buruk pada tubuh. Makanan berminyak seperti Sutrimo makanan bersantan, kacang-kacangan, dan gorengan dapat mengundang penyakit-penyakit yang tidak dapat dipandang sepele. Misalnya saja gorengan. Dalam gorengan, terkandung lemak trans yang terbilang bahaya bagi tubuh. Minyak mengandung lemak jahat, lemak jahat berperan meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol tinggi berpotensi mengakibatkan serangan jantung.Seperti kegemaran Pak Sutrimo (62) yang bekerja sebagai wiraswasta ini, ia mengaku gemar mengkonsumsi makanan berminyak. Terang saja ia mengeluh kalau kadar kolesterolnya tinggi. Kadar kolestol yang tinggi meningkatkan zat purin dalam tubuhnya sehingga berimbas pada asam urat.Selama 5 tahun lebih bapak tiga anak ini menderita penyakit asam urat. Setiap kali kam-

Mimpi Indonesia 70 Tahun Kedepan Dikapsulkan Dijaring dari Anak-anak di 34 Provinsi JAKARTA - Ide kapsul waktu yang berisi mimpi dan harapan anak-anak Indonesia 70 tahun

mendatang, direalisasikan. Kemarin (17/9), gerakan yang menjadi rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan ke-70 RI itu, mulai diwujudkan dengan memberangkatkan mobil yang mengangkut kapsul waktu untuk melakukan ekspedisi ke 34 provinsi di seluruh Indonesia.

kapsul waktu. Ukurannya sekitar 50 sentimeter. Berawal dari Sabang, ekspedisi kapsul waktu akan berakhir di Merauke. Di wilayah itu pula akan didirikan tugu peringatan. Kapsul mimpi sekaligus akan ditanam di sana. ke hal 3

Perbaikan Jembatan Kemusu Masih Berjalan

MUTIARA JUMAT LUPA membawa HP, hati dikungkung kekhawatiran. Duduk tidak nyaman, makanpun ngak tenang, apalagi melihat orang-orang yang ada sedang asyik telpon-telponan. Lebih gelisah lagi, bagi orang yang memiliki selingkuhan di saat HP-nya tertinggal di rumah. Terasa esok hari kiamat. Karena tipe orang seperti ini lebih percaya kepada HP daripada istrinya untuk menyimpan rahasia. Begitu pentingnya HP, hampir setiap orang tidak bisa terlepas hidupnya dari HP, tak terkecuali anak-anak kecil meski baru sekolah Muhtadi Kadi, LC di TK. Tak heran, kita melihat anakanak kecil sudah memegang HP yang ukurannya lebih besar dari tangannya dan lebih lebar dari mukanya. Fenomena seperti ini menyebabkan ia menjadi sesuatu yang penting, bahkan dianggap terpenting. Karena menjadi penting dan terpenting inilah, ia menjadi ukuran untuk menilai kemoderenan, kesuksesan, status sosial, dan kedudukan seseorang. HP yang tidak bisa untuk internetan atau WA-an, maka HP-nya dianggap katrok. Penilain ini tentu tidak berhenti pada HP-nya saja, juga tertuju kepada pemiliknya. Zaman saiki kok ke hal 3

provinsi telah terlebih dulu membentuk panitia-panitia lokal. Mereka yang diberi tugas untuk menjaring sekaligus merumuskan harapan anakanak Indonesia di wilayah setempat. Rumusannya berbentuk surat itu lah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam

Kendaraan Roda Dua yang Boleh Melintas

ke hal 3

Sensasi Itu Mahal

Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pelepasan ekspedisi kapsul waktu itu dilakukan oleh Mensesneg Pratikno, yang juga merupakan ketua Panitia Nasioanal Peringatan HUT ke-70 RI. Seperti halnya di tingkat nasional, masing-masing

foto:solikhah ambar p/magelang ekspres

PERBAIKAN. Jembatan Kemusu di gandusari, Kecamatan Bandongan masih dalam proses perbaikan.

MUNGKID - Kendaraan roda dua untuk sementara ini sudah bisa melintas di atas Jembatan Kemesu di Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan sejak diperbaiki beberapa waktu lalu. Meski demikian, laju kendaraan juga masih terbatas dan terkendala keberadaan materialmaterial bangunan, mengingat hingga saat ini perbaikan masih dilaksanakan. Salah satu warga, Soim mengatakan, sepeda motor memang sudah diperbolehkan lewat sejak beberapa hari terakhir. “Sedangkan mobil dan truk belum boleh lewat

karena masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya. S e m e n t a r a , p e n g aw a s proyek dari CV Multi Dimensi, Dandy mengatakan, pembuatan talud jembatan Kemesu dijadwalkan selesai dalam 10 hari ke depan. Pekerjaan kemudian dilanjutkan pengurugan badan jalan yang ditinggikan satu meter dari sebelumnya. “Setelah permukaan jalan rata, seluruh jenis kendaraan, termasuk mobil dan truk, sudah diperbolehkan melintasi jembatan baru. Meski masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan hingga pertengahan Oktober

mendatang,” jelasnya. Dia menambahkan, pengurugan permukaan jalan nantinya dilakukan di dua ujung jembatan masing-masing sejauh 20 meter. Material yang dibutuhkan berupa tanah dan sirtu sebanyak 412 meter kubik. Juga untuk menutup bagian bawah talud baru sedalam 9 meter dan lebar antara 1-3 meter. Dimungkinkan, arus kendaraan di jalur alternatif MagelangTemanggung melalui Bandongan-Windusari tersebut sudah pulih mulai akhir September nanti. ke hal 3

Melihat Tradisi Sadranan Warga Cacaban, Magelang Tengah

Grebeg Gule Diubah Grebeg Besar Kota Magelang menjadi kota tertua kedua di Indonesia, wajar bila kaya akan budaya dan tradisi tertentu yang masih turun temurun dilestarikan hingga kini. Seperti yang dilakukan masyarakat Kelurahan Cacaban, Magelang Tengah punya tradisi yang cukup unik. Namanya, tradisi nyadran atau sadranan setiap bulan Dzulhijjah. Konon, dengan melanggengkan tradisi itu dapat menolak bala dari ancaman bencana. Seperti apa?

NGOTOT NAIK DI TENGAH KRISIS mikir awake dewe

PASAR KAYU DIBANGUN DENGAN DTT

WIWID ARIF, Magelang GEMURUH langkah puluhan orang menggunakan busana Jawa pada masa lampau seolah membangkitkan kembali

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

suasana pada zaman kerajaan. Para priyayi dan prajurit tak bersenjata itu berjalanan ke hal 3

sing penting cepet foto : wiwid arif/magelang ekspres

DIARAK. Hasil bumi berupa palawija diarak menuju Makam Kyai Tuk Songo, sebagai tradisi nyadranan masyarakat Kelurahan Cacaban, tiap masuk bulan Besar, kemarin.

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com


CMYK

JUMAT 18 SEPTEMBER 2015

Puluhan APK Paslon Melanggar Aturan Panwaslu dan Satpol Copoti Banner dan Pamflet MAGELANG - Puluhan alat peraga kampanye (APK) milik tiga pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Magelang ditertibkan oleh Panwaslu dan Satpol PP Kota Magelang, Kamis (17/9). Penertiban itu karena pemasangan APK dilakukan bukan pada tempatnya, sehingga dianggap menyalahi aturan. Ketua Panwaslu Kota Magelang, Karno mengatakan, sudah tiga kali ini pihaknya melakukan penertiban APK yang menyalahi

aturan. Kali ini mencopot satu buah banner di kawasan Karanggading dan melepas pamflet serta stiker di komplek Armada Estate, Jalan A Yani, dan Jalan Beringin Magelang. ”Iya, kami copot karena dipasang bukan pada tempatnya, yakni di pohon, pal listrik, pal telepon, box telepon, dan tembok rumah penduduk tanpa izin. Paling banyak kami temukan di pohon dengan cara disteples,” katanya. ke hal 7

KOTA KITA Tertib Berkampanye COPOTI. Petugas Satpol PP Kota Magelang mencopoti banner dan spanduk pasangan calon yang dipasang di fasilitas umum, tiang telepon, tiang listrik, pohon peneduh selama razia digelar, kemarin.

Banyaknya temuan pelangg a ra n ka m p a ny e p i l ka d a Kota Magelang oleh Panwaslu, menandakan ketertiban berkampanye belum dilaksanakan dengan baik. Jangan jadikan pelanggaran p kampanye menjadi budaya, termad suk budaya money politik

foto : wiwid arif/magelang ekspres

PMI Santuni Warga Kurang Mampu MAG E L ANG SE L ATAN - Dalam rangkaian perayakan hari ulang tahun ke-70 Palang Merah Indonesia, PMI Kota Magelang memberikan tali asih kepada 20 warga kurang mampu di aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Magelang Jl Beringin 1 Kiringan Magelang Selatan, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus, dewan kehormatan, staf PMI

Ojik, Swasta, Magelang

Ada dua kkemungkinan pelanggaran terjadi, yaitu te disengaja atau d memang belum m paham aturan p m a i n , ” (cha) (c

Kota Magelang dan sukarelawan PMI. Sebelumnya, di tempat yang sama telah dilaksanakan kegiatan donor darah massal, Selasa (15/9). Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Magelang mengundang beberapa instansi dan masyarakat umum, di antaranya adalah TNI, Polri, pelajar, instansi pemerintah dan swasta termasuk masyarakat umum. ke hal 7

Bambang, Swasta, Magelang foto: chandra yoga kusuma/magelang ekspres

PENDIDIKAN Pengelola Perpustakaan Dituntut Kreatif MAGELANG SELATAN - Atpusi Kota Magelang menggelar seminar pengelolaan perpustakaan kreatif, Rabu (16/9) di SMPN 7 Magelang. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 50 pustakawan sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat yang merupakan anggota Atpusi Kota Magelang. Dengan narasumber dari intern pengurus Atpusi dan Perpusda Kota Magelang. Ketua Atpusi Kota Magelang, Joko Adi Yunarto, mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk merangsang kreatifitas pustakawan dalam menghidupkan perpustakaan dengan berbagai kegiatan yang menarik, sehingga minat kunjungan ke perpustakaan sekolah meningkat. ke hal 7

KRIMINAL Pasutri Nekad Curi Handphone di Kos MAGELANG TENGAH - Pasangan suami istri (pasutri), Candra Setiabudi (35) dan Sulfiyani (34), terpaksa harus berurusan dengan aparat setelah diduga melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) di sebuah tempat kos di Kota Magelang. Sasaran mereka adalah tempat kos yang dihuni oleh beberapa karyawan maupun pelajar. Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani mengatakan, modus yang dilakukan tersangka yakni berpura-pura mencari tempat kos.

Modus Pura-pura Cari Tempat Kos

TRAFFIC CORN. Serahkan traffic corn kepada 10 sekolah di Kota dan Kabupaten Magelang pada kegiatan Upacara Harhubnas 2015 eks Karisidenan Kedu di Bakorwil II Magelang

14 Jembatan Timbang Diserahkan Kemenhub Dishubkominfo hanya Kelola Dua MAGELANG TENGAH Kepala Dishubkominfo Jawa Tengah Satriyo Hidayat memimpin langsung upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional 2015, se- eks Karisidenan Kedu, yang dilaksanakan di Bakorwil II Kedu Surakarta atau eks gedung Karisidenan Kedu, Kamis (17/9). Ulang tahun kali ini sekaligus menjadi momentum untuk memperbaiki pelayanan dan keselamatan kepada masyarakat sebagai pengguna transportasi. Dalam kesempatan itu, Satriyo menyerahkan bantuan traffic corn kepada 10 sekolah di Kota dan Kabupaten Magelang, khususnya untuk sekolah yang berada di pinggir jalan raya, juga menyerahkan sebuah mobil operasional untuk UPTD Dishub Jateng di Magelang dan laksanakan bakti sosial di Panti Asuhan Mayu Dharma

Kota Magelang. “Penekanan kami adalah pelayanan yang menjadi ikon utama, di samping keselamatan itu sendiri, tentunya kami terus berupaya memenuhi itu semua,” tegas Satriyo. S a t r i y o m e n e ra n g k a n , sistem pelayanan perizinan di Dishubkominfo menjadi 1 pintu, kemudian sistem pengelolaan jembatan timbang yang bebas dari pungli menjadi prioritas utama. Hal tersebut dipertegas dengan sanksi pagi petugas jembatan timbang yang melanggar aturan akan terkena sanksi peringatan, diturunkan jabatan hingga pemecatan. “Insya Allah tertib, karena hal itu memang membutuhkan waktu untuk memwujudkan pelayanan yang baik dimana pelayanan tersebut sudah terlanjur rusak. ke hal 7

ke hal 7

CMYK

foto: chandra yoga kusuma/magelang ekspres

TALI ASIH. Penyerahan tali asih kepada warga RW 1 Kiringan oleh PMI Kota Magelang dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke- 70 PMI.


CMYK

KABUPATEN MAGELANG

JUMAT 18 SEPTEMBER 2015

MAGELANG EKSPRES

8

Kemarau, Warga Sabran Gantungkan Bantuan Air

foto: ambar pratiwi/magelang ekspres

SALAMAN - Warga Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman hingga saat ini masih bergantung pada bantuan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah instansi rutin mendistribusikan bantuan air bagi sebanyak 82 kepala keluarga (KK) dengan 212 jiwa di dusun tersebut. “Musim kemarau yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuat warga mengalami krisis air bersih. Hal ini berlangsung rutin setiap tahunnya,” jelas Kepala Desa Margoyoso, Muhamad Rofik Santoso, di sela-sela menerima bantuan air bersih dari Polwan Polres Magelang, kemarin (17/9). Dia menambahkan, di Desa Margoyoso sebenarnya ada sumber mata air. Namun demikian, debit air menurun drastis. Selain itu, air dari sumber, juga diambil warga dari dusun-dusun lain yang berdekatan. “Bantuan air bersih semacam ini sangat membantu warga dalam mencukupi kebutuhan air mereka,” imbuh Rofik. Sementara itu, perwakilan Polwan dari Polres Magelang, AKP Sri Puji Astutik mengatakan, pemberian bantuan air bersih merupakan rangkaian HUT Polwan yang ke 67 tahun 2015.

ALIRKAN. Pihal kepolisian tengah membagikan air untuk warga di Dusun Sabran, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, kemarin (17/9).

ke hal 7

Dalami Dua Orang Misterius ENERGI

MUNGKID - Petugas kepolisian tengah mendalami informasi dari warga terkait keberadaan dua orang asing yang sempat terlihat sebelum peristiwa kebakaran menimpa pasar kayu Muntilan, Selasa (15/9). Meski demikian, polisi tidak bisa begitu saja menyimpulkan keterlibatan

Kapolres: Penentu Penyebab Kebakaran Tim Labfor dua orang yang tidak diketahui tersebut dalam musibah kemarin. “Itu kan orang curiga. Nanti yang menentukan hasil penyebab kebakaran adalah Tim Labfor berdasarkan ha-

sil uji sampel yang diambil saat olah TKP,” jelas Kapolres Magelang, AKBP Zain Dwi Nugroho. Dia pun meminta warga untuk tidak begitu saja menduga penyebab yang belum diketa-

hui pasti kebenarannya. “Jangan orang suudzon, belum tentu disitu orang akan berbuat jahat. Yang menentukan nanti Labfor berdasar scientific crime investigation. Itu yang betul,” imbuhnya.

foto: ganang/magelang ekspres

TABUNG. Elpiji 12 kg siap dijual.

Harga Elpiji 12 Kg Belum Sesuai Arahan Pusat MUNGKID – PT Pertamina menurunkan harga gas elpiji 12 kg sejak Rabu (16/9) dengan penurunan sekitar Rp 6.700. Namun, harga di pasaran khususnya Kecamatan Mungkid, belum ada penurunan harga. Di level pangkalan (pengecer) harga berkisar Rp150.000 per tabung. “Saya kemarin lihat di berita kalau harga LPG 12 kg turun, tapi saya ngambil dari agen saat harga belum turun. Kalau saya turunkan harganya kan malah rugi,” kata Ida, pemilik pengecer. Hal senada diungkapkan Zaenal (45), pemilik pangkalan elpiji di Tanggulangin, Mungkid. ke hal 7

KORAMIL

ke hal 7

TNI-Polri Jangan Bentrok

SMK Mutu Canangkan Ayo Membaca BANDONGAN - SMK Muhammadiyah Bandongan (SMK Mutu Bandongan), kemarin (17/9), mencanangkan gerakan “Ayo Membaca” bagi siswa maupun guru. Pencanangan ini ditandai dengan penyematan pin oleh Plt kepala sekolah kepada perwakilan siswa pada saat upacara bendera. “Pencanangan ini dimaksudkan sebagai langkah kongrit sekolah untuk tercapainya visi sekolah, yaitu mewujudkan tamatan yang unggul, berkepribadian Islami, profesional, dan mandiri,” kata Plt Kepala SMK Mutu Bandongan, Nidaan Hasana ST. Ditandaskan, gerakan ini dicanangkan supaya tercipta tradisi membaca, bukan hanya bagi siswa melainkan bagi guru. Mereka aktif dan gemar membaca setiap hari, selain di sekolah juga ketika di rumah. “Membaca, selain untuk meningkatkan pengetahuannya, juga akan berdampak pada peningkatan prestasi akademisnya. Sehingga prestasi siswa bisa semakin meningkat. Sedangkan bagi guru, tradisi membaca ini selain untuk mengingat materi yang pernah dipelajari sebelumnya untuk diajarkan kepada siswa,” bebernya.

Terkait kesaksian dari sejumlah warga yang melihat keberadaan dua orang tersebut, Zain mengaku akan melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi.

Islam, siswa maupun guru diwajibkan untuk bisa membaca Alquran. Kebijakan yang diterapkan sekolah untuk mencetak siswa agar mampu membaca Alquran. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, wali kelas atau guru pembimbing memandu siswa untuk membaca dan menghafalkan surat-surat pendek Alquran di kelas. “Ditargetkan siswa-siswi lulus dari SMK Mutu telah khatam dan hafal minimal 1 juz Alquran. Sebagai langkah untuk mendukung kebijakan ini,

MUNGKID - Peningkatan sinergitas hubungan TNI, Polri, dan Pemkab Magelang dapat dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya lewat upacara tujuh belasan di halaman Mapolres Magelang, Kamis (17/9). Pada upacara  tersebut Dandim 0705/Magelang, Letnan Kolonel Arm I Made Gede Antara, SSos bertindak sebgaia Inspektur Upacara. Dalam amanatnya Dandim mengatakan, sinergitas upacara ini bukan hanya merupakan seremonial. Karena itu setelah upacara diharapkan saling mengenal dan cari teman sebanyak banyaknya. “Walaupun kita berbeda pekerjaanya, namun harus kita wujudkan hubungan yang harmonis walaupun sebelumnya kita semua sudah berjalan ke akrabanya,” Ditandaskan, berbagai tindak kriminal yang telah terjadi anta-

ke hal 7

ke hal 7

foto: ist

SEMATKAN. Plt Kepala SMK Mutu Bandongan menyematkan pin ke siswi.

Ditambahkan, wawasan baru dan mendapat tambahan pengalaman baru dari materi yang belum pernah dibaca. Harapannya kualitas sumber daya guru semakin meningkat dan menjadi guru yang profesional. “Jika ingin maju dan punya integritas, sekolah harus punya kultur sekolah atau school culture untuk berprestasi, dan kultur itu dimulai dari membaca”, seloroh Plt kepala sekolah yang baru sebulan lalu menerima SK. Dijelaskan, sebagai sekolah Islam yang menjunjung tinggi kitab suci Alquran, sebagai sumber utama ajaran

Aliyah Masih Pakai Cara Tradisional untuk Hasilkan Bubuk Kopi

Disangrai di Wajan Tanah, Rasa Tak Kalah Nikmat foto: koramil ngablak for magelang ekspres

TATA. Pupuk siap disalurkan ke petani.

Kawal Distribusi Pupuk NGABLAK - Program ketahanan pangan upsus pajale di wilayah Kecamatan Ngablak tetap berjalan. Koramil 07/ Ngablak dan BPPK setempat,Rabu(16/9), mendistribusikan pupuk ke petani di Desa Pagergunung dan Desa Seloprojo. Danramil Ngablak, Kapten Inf Untung Harjanto didampingi mantri pertanian Triyono, PPL dan Babinsa mengatakan, ke hal 7

Suasana asri terlihat saat memasuki Desa Ngrancah, Kecamatan Grabag. Desa yang terletak 500 meter dpl tersebut terkenal sebagai desa penghasil kopi robusta terbaik di Magelang. Hampir seluruh warganya memiliki kebun kopi, termasuk membuat kopi. Seperti apa? HENI AGUSNINGTIYAS, Grabag PEMBUATAN kopi di sebagian besar, bahkan semua wargadilakukan sejak zaman dulu. Pengolahan dari biji kopi hingga menjadi kopi yang enak untuk dinikmati, setiap warga memiliki resep sendiri-sendiri. Salah satu warga yang masih menggunakan cara tradisional dalam melakukan pengolahan

foto: heny agusningtiyas/magelang ekspres

SANGRAI. Aliyah warga Ngrancah Kecamatan Grabag saat menyangrai kopi robusta dengan cara tradisional.

CMYK

kopi adalah Aliyah (65). Meski dia tidak setiap hari membuat kopi, produk kopi miliknya selalu diburu banyak orang. Dia tetap mempertahankan keaslian dan hanya biji-biji kopi yang berkualitas yang dipilih. Menurut Aliyah cara pembuatan kopi sangatlah mudah dengan memilik biji kopi yang seragam dan masih utuh. Kemudian bersihkan dengan perendaman air hangat dan dilanjutkan membilasnya dengan air panas. Setelah teknik pembersihan selesai, pengeringan dengan cara dijemur. Setelah itu, dilakukan penggorengan di atas bara api sedang. Aliyah masih menggunakan penggorengan tanah liat dan bara api kayu bakar. Sehingga cita rasa keaslian kopi pun tidak terkalahkan. “Saya masih menggunakan wajan dari tanah dan api dari bara api,”katanya. Setelah kopi selesai disangrai dilakukan penggilingan dengan cara ditumbuk dengan alu. ke hal 7


CMYK

WONOSOBO EKSPRES Korane Wong Wonosobo

JUMAT 18 SEPTEMBER 2015

ECERAN Rp3000

Hasilkan Padi 9,2 Ton Per Hektar WONOSOBO - Komandan Korem (Danrem) 072/ Pamungkas, Brigjen Stefanus Tri Mulyono mengaku gembira atas keberhasilan kelompok Tani Subur, Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil, yang menggelar panen raya bersama, kemarin (17/9). Hasil panen yang mampu mencapai 9,2 ton per hektar itu dianggap berkontribusi terhadap upaya Negara dalam swasembada beras. Seraya mengangkat rumpun padi bersama Bupati, Dandim 0707, Kapolres, dan Ketua DPRD Wonosobo di salah satu bidang sawah, Danrem melontarkan harapan, keberhasilan serupa bisa diraih kelompok tani lain. “Hasil panen yang bagus dan berkualitas di Tegeswetan ini semoga bisa dipertahankan di masamasa mendatang, dan diikuti juga kelompok tani lainnya,” ungkap Danrem. Demi mempertahankan hasil panen agar tetap bagus dari segi kualitas maupun kuantitas, dalam acara sarasehan dengan ratusan petani, Tri meminta agar koordinasi antar lini terus diintensifkan. “Penting bagi para petani untuk tetap berkomunikasi intensif dengan bintara pembina desa, petugas penyuluh pertanian, maupu dinas dan instansi terkait, khususnya dalam upaya menangani permasalahan yang dihadapi,” tegasnya. Menurutnya, para petani, dikatakan Danrem juga harus meningkatkan semangat, karena saat ini pemerintah benar-benar serius mengejar capaian target swasembada beras. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), lanjutnya, telah berkomitmen untuk membantu Presiden Jokowi merealisasikan swasembada dalam 2 tahun, dan merelakan jabatan untuk dicopot bila target swasembada tak tercapai. ke hal 11

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

PANEN. Pejabat dari TNI maupun dari lingkungan Pemkab Wonosobo turut serta merontokkan padi usai panen di Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil.

Pesta Miras, 9 Pemuda Diciduk DUKA

Wabup Lepas Jenazah Camat Kertek WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali berduka. Rabu, (16/9) malam, pukul 22.00 WIB, Urip Prasetyo, salah satu pejabat eselon III, yang bertugas sebagai Camat Kertek meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta. Sebelumnya, almarhum sudah masuk rumah sakit, Minggu (13/9) malam di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, karena keluhan pada pernafasan dan perutnya. Menjalani perawatan tiga hari, karena kondisinya kritis, almarhum dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta, sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Wakil Bupati (Wabup) Wonosobo, Maya Rosida, saat melepas jenazah almarhum ke peristirahatan terakhir di pemakaman Dusun Sijambu Kelurahan Kertek, dari rumah duka di Kelurahan Kertek, Kamis, (17/9), mengaku sangat kehilangan almarhum. Sebab almarhum kelahiran 9 Mei 1960 itu dinilai sebagai pekerja keras. Sebagai camat, Urip dikenal memiliki kinerja baik dan konsisten dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. ke hal 11

WONOSOBO - Sembilan pemuda digiring ke Mapolres Wonosobo. Mereka terjaring razia operasi pekat, saat menggelar pesta miras jenis tuak dan vodka di kompleks Alun-alun kota Wonosobo, kemarin malam. Mereka berinisial AS, ES, dan IKS warga Dusun Bangon Desa Sojokerto Kecamatan Leksono, RK warga Kampung Sumberan, HRM warga Kampung Sarimulyo, MTH, KHR warga Desa Larangan Kulon Mojotengah dan MSF, FH warga Desa Bomerto Wonosobo.

Kapolres Wonosobo, AKBP Aziz Andriansyah, melalui Kasat Sabhara AKP Sutopo menjelaskan, operasi pekat dilaksanakan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, bebas dari premanisme, terutama di kawasan ramai. “Razia ini dilaksanakan juga dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama pelaksanaan Operasi Mantap Praja Dieng Candi 2015, terutama terkait Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wonoso-

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

CUCI. Siswa SDN Jebeng Plampitan saat mencuci tangan.

WONOSOBO - SD Negeri Jebeng Plampitan Kecamatan Sukoharjo sukses menjuarai lomba sekolah sehat tingkat Kedu, yang penilaiannya dilaksanakan awal September lalu. Atas keberhasilannya, SD yang dipimpin Slamet tersebut, berhak mewakili Karesidenan Kedu di tingkat

foto: erwin abdillah/wonosobo ekspres

PERIKSA. Julani, petani Kongsi tengah memeriksa tanaman sayuran.

Harga Kubis Naik, Musim Tak Mendukung WONOSOBO – Anjlognya harga jual kubis pada Agustus lalu lantaran panen raya, ternyata berbuntut naiknya harga setelah stok menipis di pasaran. Menurut Sofyan, petani asal Garung, selama sepekan terakhir, harga sayur, termasuk kol, kubis, dan sawi mulai merangkak naik. Namun sayang, petani tidak lantas ikut gembira karena sudah dua minggu terakhir, cuaca tidak berpihak. “Kalau ada hujan sedikit saja, saya yakin sayuran bisa lebih bagus, harga kubis yang awalnya Rp800, sekarang sudah mulai naik hingga Rp2.500. Tetapi musimnya tidak mendukung dan cenderung kering. Kebanyakan beralih ke tanaman lain seperti cabai dan sayuran lain yang lebih tahan cuaca,” ungkap Sofyan, kamis (17/9). ke hal 11

ke hal 11

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

PERIKSA. Sembilan anak muda digiring ke Mapolres Wonosobo. Mereka terjaring razia operasi pekat saat menggelar pesta miras.

Bupati Diminta Turun Tangan

SDN Jebeng Maju Tingkat Provinsi

PERTANIAN

bo,” terangnya, kemarin. Menurutnya, secara umum situasi kamtibmas di Kabupaten Wonosobo aman dan kondusif. Untuk menjaganya tetap dilakukan operasi. “Kami fokuskan di daerah sekitar alun alun Wonosobo. Untuk 9 pemuda yang kami amankan diperiksa dan pembuatan berita acara tindak pidana ringan (tipiring),” katanya. Selanjutnya mereka dikirim ke Pengadilan Negeri Wonosobo untuk menjalani sidang. Dalam putusannya,

Provinsi Jawa Tengah. Kabag Sosial dan Kesra Setda Wonosobo, Eko Suryantoro, kemarin (17/9) mengemukakan, dari tiga sekolah yang dikirim mewakili Wonosobo di ajang Lomba Sekolah Sehat, yakni TK Masyitoh, SD Negeri Jebeng Plampitan ke hal 11

WONOSOBO – Semakin banyaknya jumlah petani yang beralih ke tanaman tembakau pada musim ini, dinilai semakin membebani pasar. Terlebih, kuota yang dipatok gudang terpantau sebesar 4.000 ton untuk PT Djarum di Temanggung. Kekhawatiran tersebut diungkapkan Ahmad Sobari, petani tembakau asal Kertek yang sejak 20 tahun lalu terjun di pertembakauan. Meskipun harga jual semakin membaik ketimbang 2012, namun tetap tidak bisa dibandingkan seperti tahun 2010-2011. “Informasi dari gudang, harga untuk grade F bisa mencapai Rp140.000 hingga Rp150.000, itu pun rata-rata yang memiliki perjanjian kemitraan dengan gudang. Pihak grader sudah jenuh dengan tembakau yang masuk dan tidak memenuhi syarat, seperti dicampur dengan gula dan pewarna. Justru hal tersebut merugikan petani

dan pedagang yang jujur,” kata Sobari. Untuk kualitas tembakau, menurut Sobari, tipikal hasil lereng Sindoro selalu memuaskan. Namun hal tersebut menjadi disayangkan. Karena, jika tidak dijual lewat pedagang Temanggung, maka pihak gudang tidak percaya dengan kualitasnya. “Istilahnya kerap dibedabedakan, padahal dari perawatan dan pola tanam bisa dibilang lebih baik. Banyak rekan petani yang kawatir harus menjual murah tembakaunya, karena begitu musim sudah lewat, kita tidak bisa lagi tawar-menawar,” imbuhnya. Selama ini, petani merasa berjuang sendiri dalam tawar-menawar dengan pihak gudang. Meskipun pernah terbantu dengan adanya Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Wonosobo. Namun selama beberapa tahun terakhir sempat vakum dan

belum memberikan posisi tawar yang signifikan kepada para petani tembakau. ke hal 11

Kemarau, Warga Desa Gemblengan Tak Pernah Krisis Air Bersih

Siwuru Cukupi Kebutuhan hingga Aliri Persawahan Air adalah komponen vital dalam hidup manusia. Ketersediaan air bersih akan menunjang hidup. Seperti halnya, mata air Siwuru di Dusun Kasiman, Desa Gemblengan, Kecamatan Garung yang mampu mencukupi dan menghidupi 650 KK di Desa Gemblengan dan Kayugiyang. FATHUL JAMIL, Garung TEPAT pukul 12.00 WIB, adzan duhur dikumandangkan di bumi Gemblengan. Satu persatu warga sekitar mulai mendatangi musala dan masjid. Tak mau ketinggalan, perangkat setempat juga langsung mengambil air wudhu untuk bergegas salat. Dalam berwudhu warga tak mengandalkan air dari PDAM. Namun, air yang jernih itu ber-

sumber dari mata air Siwuru. “Hanya sekitar 10 warga yang memanfaatkan air dari PDAM. Lainnya, memanfaatkan mata air Siwuru untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Kepala Desa Gemblengan, Topo, kemarin. Sembari menunjukkan airnya, tanpa pikir panjang Topo langsung mengajak untuk menyakke hal 11

foto: jamil/wonosobo ekspres

TUNJUKKAN. Seseorang tengah menunjukkan mata air Siwuru di Dusun Kasiman, Desa Gemblengan.

Iklan dan Pemasaran: Karangkajen (Sruni) No 112 Wonosobo Telp. 0286 322018

CMYK


PURWOREJO EKSPRES Korane Wong Purworejo dan Kebumen

JUMAT 18 SEPTEMBER 2015

Eceran Rp 3.000

Waspada Serangan Malaria PURWOREJO- Masyarakat diminta mewaspadai ancaman penyakit malaria akibat banyaknya genangan air di saluran irigasi dan sungai selama musim kemarau. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, jumlah penderita penyakit malaria di Kabupaten Pramuka itu mengalami peningkatan tajam. Kasi Pengendalian Penyakit (P2) pada Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Triyo Darmaji, mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2015 serangan malaria mencapai 996 kasus atau meningkat dibanding tahun 2014 sebanyak 823 kasus. Peningkatan itu salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya genangan air di sejumlah saluran irigasi dan sungai yang menjadi media perkembangbiakan nyamuk malaria. “Pengendalian perkembangan nyamuk di genangan saluran irigasi memang sangat sulit dilakuan karena lokasinya menyebar di hampir semua wilayah. Kami juga kesulitan menekan perkembangan nyamuk saat musim kemarau, karena nyamuk bertelur di genangan irigasi,” ucapnya, Kamis (17/9). Dijelaskan, jumlah kasus malaria itu tersebar di hampir semua wilayah. Bahkan, sebagiannya kini masuk dalam daftar baru terjangkit malaria, antara lain Desa Pacekelan dan Plipir Kecamatan Purworejo, Desa Suko dan Clapar Kecamatan Bagelen, dan Desa Benowo Kecamatan Bener. ke hal 11

SENI

foto: lukman hakim/purworejo ekspres

PERIKSA. Komandan Sub Denpom IV/2-2 Purworejo bersama anggota Provost saat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dinas maupun pribadi milik anggota TNI maupun PNS yang bertugas di lingkungan Kodim 0708 Purworejo, kemarin.

Sub Denpom Gelar Operasi Pekan Disiplin foto: eko sutopo/ purworejo ekspres

MEMUKAU. Grup Wiyata Madhala Budaya Kecamatan Kutoarjo tampil memukau dalam Festival Ketoprak di Gedung Kesenian Purworejo, kemarin malam.

Kecamatan Kutoarjo Juarai Festival Ketoprak PURWOREJO - Grup Wiyata Madhala Budaya Kecamatan Kutoarjo berhasil menyabet predikat Penyaji Terbaik 1 dalam Festival Ketoprak tingkat Kabupaten Purworejo 2015. Ajang yang disaksikan ratusan penonton setiap malamnya itu digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dindikbudpora) di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo, Senin-Rabu (14-16/9) malam. Penyaji yang tampil mengusung lakon “Pedhut Jatisrono” dengan sutradara Agus Pramono tersebut juga memborong dua kategori juara lainnya, yakni penggarapan artisik terbaik dan aktris terbaik. Grup Ponco Manunggal Desa Wasiat Kecamatan Ngombol berhasil meraih penyaji terbaik 2 dan aktor terbaik dengan lakon berjudul Asmoro Putri Pambayun. Sementara grup Langen Kridho Manunggal Kecamatan Butuh tampil sebagai penyaji terbaik 3 dan menggondol kategori iringan musik terbaik dengan lakon Kebo Ndanu Banyu Biru. Kepala Dindikbudpora Purworejo, Drs H Muh Wuryanto MM, mengatakan, festival ketoprak diikuti oleh 8 grup perwakilan kecamatan se-Kabupaten Purworejo. Peserta berdasarkan urutan penampilan yakni, Kecamatan Loano, Pituruh, Gebang, Purwodadi, Kaligesing, Kutoarjo, Butuh, Bener, dan Ngombol. “Pada malam pertama, festival diawali dengan suguhan pementasan dari grup Persatuan Pepadi Purworejo,” ucapnya. Tingginya antusias peserta dan penonton dalam ajang yang baru kali pertama digelar

PURWOREJO - Berupaya untuk meningkatkan kedisiplinan anggota TNI, Sub Denpom IV/2-2 Purworejo melaksanakan operasi pekan disiplin TNI hingga pekan depan. Operasi tersebut digelar dalam rangka peringatan ke-70 Hari TNI dan HUT ke-65 Kodam IV/Dipo-

negoro Tahun 2015. Komandan Sub Denpom IV/2-2 Purworejo, Lettu CPM Darmawan mengatakan, operasi pekan disiplin ini dilaksanakans secara serentak oleh Polisi Militer (PM) di seluruh Indonesia. Operasi ini telah dilaksanakan sejak awal pekan lalu.

“Hari ini kami melakukan operasi pemeriksaan administrasi surat-surat kendaraan seperti SIM, TNKB atau STNK milik anggota TNI maupun PNS yang bertugasi di lingkungan Kodim 0708 Purworejo, baik kendaraan dinas maupun pribadi. Hari ini sedikitnya ada 600an

siplin TNI tersebut antara lain untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan nomor register TNI, mencegah pelanggaran marka jalan, mencegah terjadinya penyalahgunaan stiker TNI atau atribut yang menggambarkan identitas TNI. ke hal 11

TNI Siagai Bangkitnya Ideologi Komunis

Delapan Grup Tandai Kebangkitan Ketoprak Purworejo

ke hal 11

sepeda motor yang berhasil kami periksa,” kata Darmawan di sela-sela operasi yang digelar di halaman Makodim 0708 Purworejo, Kamis (17/9). Lettu CPM Darmawan menambahkan, adapun yang menjadi prioritas sasaran kegiatan Operasi Pekan Di-

foto: eko sutopo/ purworejo ekspres

PURWOREJO - Memasuki pertengahan bulan September ini, Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayjend TNI Jaswandi kembali mengingatkan tragedi berdarah G30S/ PKI yang terjadi 50 tahun silam. Gugurnya pahlawan revolusi akibat pemberontakan G30S/PKI tidak mungkin dapat dilupakan. Statement tersebut disampaikan Mayjend TNI Jaswandi dalam amanat upacara pada upacara 17an gabungan antara TNI Polri yang digelar di halaman Makodim 0708 Purworejo, Kamis (17/9).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Purworejo AKBP Th Arsida Septiana. “Peristiwa berdarah itu terjadi lantaran PKI memberontak ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan paham Komunis. Karena ini dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan bahwa peajurit dan PNS di jajaran Kodam IV/ Diponegoro menolak bangkitnya ideologi komunis sampai kapanpun karena paham komunis yang merupakan bahaya laten bagi NKRI,” tegasnya. ke hal 11

SERU. Perlombaan dalam rangka HUT ke-70 PMI berlangsung seru di halaman markas PMI Purworejo, Kamis (17/9).

PMI Peringati HUT Ke-70 Galakkan Aksi Kemanusiaan PURWOREJO - Semarak peringatan HUT ke-70 Palang Merah Indonesia (PMI) yang jatuh pada tanggal 17 September 2015, diwujudkan oleh PMI Cabang Kabupaten Purworejo menggelar serangkain kegiatan. Sesuai tema tahun ini, “70 Tahun PMI Mengabdi untuk Kemanusiaan dan Kemerdekaan”,

seluruh acara pun digelar dengan konsep dan tujuan menggalakkan aksi-aksi kemanusiaan kepada seluruh kalangan masyarakat. Ketua panitia HUT PMI Kabupaten Purworejo, Drs H Ery Prayitno MM mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran pada Rabu (16/9) malam di Markas PMI.

Pagi harinya, di lokasi yang sama dilaksanakan upacara bendera yang diikuiti oleh lebih kurang 500 peserta, terdiri atas segenap pengurus PMI, para relawan, KSR, dan PMR. Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Wakil Ketua 2 PMI Cabang Purworejo, drg H Ernawan Cahyo Winardi MM, mewakili ketua PMI Purworejo Tri Handoyo MM. ke hal 11

foto: lukman hakim/purworejo ekspres

UPACARA. Kodim 0708 dan Polres Purworejo saat melaksanakan upacara 17an gabungan di halaman Makodim Purworejo, kemarin.

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.94 Purworejo Telp: (0275) 322594


CMYK

TEMANGGUNG EKSPRES Korane Wong Temanggung

JUMAT 18 SEPTEMBER 2015

KATA MEREKA Berantas Mafia Pembakaran Kabut asap menyelimuti sejumlah daerah, terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan, bahkan merambah ke negara tetangga. Akibatnya, banyak sektor yang terganggu. S u d a h saatnya pemerintah m memberantas mafia yang berm main di dalamm nya. Karena ini n ttelah terjadi sejjak puluhan tahun silam h dan terus d berulang. b

ECERAN Rp3.000

Disdik Dilarang Tambah GTT TEMANGGUNG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Temanggung meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Sebab dua status tersebut di Temanggung sudah melebihi kuota. Anggota Fraksi Partai Gerindra, Indah Cahyani mengatakan, pemkab saat ini telah mengajukan anggaran Rp2 miliar

untuk membayar gaji GTT dan PTT. “Jangan ada penambahan GTT dan PTT lagi. Anggaran yang ada jangan sampai membengkak,” pintanya, kemarin (17/9). Fraksi Gerindra berharap agar kebijakan pemberian tambahan penghasilan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan pada kuota di satuan pendidikan, bukan pada personel dan proporsional.

Ditandaskan, data untuk penerima honor GTT dan PTT sudah tidak ada penambahan lagi. Jangan karena tahun 2015 ada angin segar honor untuk GTT dan PTT, maka dinas mengeluarkan membuat SK untuk GTT / PTT yang baru. “Kami minta Dinas Pendidikan agar tidak lagi menambah kuota GTT dan PTT dengan mengeluarkan SK baru,”pintanya tegas. Sementara itu Bupati Temanggung,

Bambang Sukarno menambahkan, terkait dengan adanya wacana penghapusan honor daerah bagi GTT bersertifikasi, hingga saat ini belum disahkan dewan. “Masih dalam proses, kita tunggu saja hasilnya nanti. Yang jelas saat ini untuk GTT yang tidak bersertifikasi tetap akan memperoleh honor dari pemkab,”katanya. ke hal 3

Lutfi, Mahasiswi, Temanggung I n i l a h a k i b a t dari ulah ssegelintir orang kkuat yang membuka lahan demi b mengeruk kem pentingan prip badi. Dan wajib b hukumnya mereh kka dijatuhi sanksi. ((riz) Prima, Swasta, Temanggung

KORAMIL foto: rizal ifan/temanggung ekspres

MENUMPUK. Ribuan keranjang tembakau menumpuk di salah satu pabrikan tembakau perwakilan Temanggung.

Bupati: Petani Tembakau Jangan Boros Totol E Tembus Rp120 Ribu TEMANGGUNG – Saat musim tembakau tiba, tingkat perputaran uang masyarakat Kabupaten Temanggung akan melonjak secara

drastis. Seperti pada tahun 2011, yang digadang-gadang sebagai salah satu musim terbaik, dalam sehari Rp60-Rp100 miliar terus berpindah tangan. Hal tersebut tentu berdampak pada meningkatnya taraf perekonomian masyarakat, khususnya

mereka yang bergelut dalam bisnis emas hijau. Namun, uang-uang tersebut sejauh ini tak melulu berputar di Temanggung, melainkan sebagian merembes ke daerah tetangga seperti Jogjakarta, Semarang, Magelang, hingga Wonosobo. Sebab itulah, Bupati Temanggung,

Bambang Sukarno meminta, kepada para pelaku pertembakauan untuk tidak jor-joran dalam mengeluarkan uang yang mereka dapatkan. Menurutnya, hasil besar yang didapat lebih baik dipergunakan untuk investasi jangka panjang. ke hal 3

Dropping Air Tak Efektif, Dibikin Sumur Bor foto: koramil 01 for temanggung ekspres

PUPUK ORGANIK. Anggota babinsa bersama kelompok tani bersama-sama membuat pupuk organik di Lingkungan Banyuurip.

Pupuk Organik Lebih Hemat TEMANGGUNG – Untuk menghemat biaya produksi, anggota kelompok swadaya masyarakat pengolahan sampah terpadu ‘Mekarlestari’ di Lingkungan Banyuurip Temanggung dibantu anggota Babinsa Koramil 01 Temanggung membuat pupuk organik. Pada era modern ini kebanyakan masyarakat, khususnya petani melupakan pupuk buatan atau pupuk organik. Petani lebih memilih menggunakan produk dari kimia. “Anggotanya sangat kreatif. Mereka sudah mampu membuat pupuk organik sendiri, dengan bahan-bahan sangat sederhana,” kata Babinsa Banyuurip, Pelda Sukanurdin, kemarin Ia mengatakan, pupuk organik bila dibudidayakan sangat bagus untuk petani dan menghemat biaya. Pembuatannya pun sangat mudah karena bahan dasarnya dari dedaunan busuk. Menurutnya, cara pembuatannya sederhana, daun yang busuk dihancurkan, digiling kemudian dicampur ragi tape dan EM4. Untuk campuranya disesuaikan kemudian difermentasi. “Sangat sederhana. Jadi sangat mudah pula untuk dijadikan contoh bagi kelompok tani lainnya,”katanya. Ia mengatakan, pupuk organik bagus digunakan untuk jenis tanaman holtikultura. Pupuk organik juga lebih ramah lingkungan. Sementara itu, Danramil 01 Temanggung, Kapten Muhaimin mendorong dan memberi motivasi pada kelompok swadaya masyarakat(PST3R) pengolahan sampah. Agar pembuatan pupuk organik dibudidayakan dan ditingkatkan. “Supaya bermanfaat bagi orang banyak, khususnya petani,” ujarnya. Ketua kelompok pengolahan sampah terpadu Mekarlestari, Drs Rohani Wijananta mengatakan, ide untuk membuat pupuk organik bermula dari rasa keprihatinan warga terhadap banyaknya sampah dedauan di lingkungannya. “Awalnya memang coba-coba. Tapi ternyata pupuk organik buatan kami ini cukup bermanfaat. Sehingga kami kembangkan,” katanya. (koramil 01 temanggung)

foto: rizal ifan/temanggung ekspres.

REHAB. Sejumlah kios di sebelah selatan alun-alun Temanggung kini mulai dibongkar.

Pemkab Bangun Pusat Kuliner Dua Lantai Kompleks Alun-alun TEMANGGUNG – Deretan kios pedagang di sebelah selatan Alun-alun Temanggung telah mulai dibongkar sebagai tahap awal dimulainya pembangunan ruko tingkat. Pembangunannya, akan didesain mirip pujasera konsep moderen. Bupati Temanggung, Bam-

bang Sukarno mengatakan, bekas lokasi berjualan para pedagang memang sudah mulai dibongkar dan tengah memasuki proses lelang (tender). Menurutnya, pembangunan ditujukan agar pedagang yang selama ini menjajakan makanan di seputar kompleks alun-alun dapat terpusat di satu lokasi, dengan bentuk bangunan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Saat ini tengah memasuki proses tender. Nanti akan ada bangunan seperti pusat kuliner dua lantai di lokasi tersebut,” akunya, Kamis (17/9). Imbuhnya, para pedagang atau pemilik lama kios tak perlu merasa khawatir. Pasalnya, jika sudah benar-benar siap ditempati, mereka juga lah yang akan kembali mengisi dan berdagang. ke hal 3

TEMANGGUNG – Untuk mengatasi krisis air bersih di empat desa yang menjadi langganan kekeringan ketika musim kemarau, Pemkab Temanggung berupaya membuat sumur bor. Diharapkan, ke depan warga tidak lagi kekurangan air bersih, meski musim kemarau. Empat desa itu, Desa Kemloko di Kecamatan Kaloran, Desa Tlogopucang di Kecamatan Kandangan, Desa Jamusan di Kecamatan Jumo, dan Desa Wonokerso di Kecamatan Tembarak. “Pemkab sudah memberikan bantuan air bersih, tapi langkah ini kurang efektif. Maka dari itu sekarang di ke empat desa tersebut akan dibangun sumur bor,”kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Pardiyono, kemarin (17/9). Ia mengatakan, sumur bor di desa Tlogopucang dan Kemloko dibuat dengan dana APBN 2014. Sehingga sekarang sudah jadi dan siap digunakan. Adapun proses penggalian sumur di Wonokerso dan Jamu-

san masih berlangsung karena baru dianggarkan tahun 2015. “Ada yang sudah siap digunakan karena sudah keluar airnya. Ada juga yang masih dalam proses. Semoga saja sumur bor itu bisa menemukan air semua. Sehingga pada musim kemarau mendatang warga sudah tidak lagi mengalami krisis air bersih,”harapnya. Pardiyono mengatakan, tiap satu sumur bor membutuhkan anggaran Rp300 juta. Untuk membuatnya, DPU menggali tanah hingga kedalaman 80 meter sampai 100 meter. Sumur bor di Tlogopucang dan Kemloko menghasilkan sumber air dengan debit masing-masing lima liter per detik. Karena debit kecil, satu sumur bor bisa dimanfaatkan untuk 50 keluarga. “Debit airnya pada musim kemarau ini hanya 5 liter per detik. Tapi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air bagi 50 keluarga. Semoga saja nanti pada musim penghujan debit airnya bertambah besar,”harapnya lagi. ke hal 3

Lukisan Karya Budi Suro Tak Pernah Lepas dari Aliran Realisme

Jalanan sebagai Galeri, Pernah Dihargai Rp6,5 Juta Era tahun 1990-an menjadi masa keemasan bagi para seniman, khususnya pelukis. Saat itu, hasil karya mereka mendapat apresiasi tinggi dari berbagai lapisan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, seperti terjadi krisis yang mengakibatkan karya lukisan tersisih dan hanya dipandang sebelah mata. RIZAL IFAN, Temanggung MEREKA yang bergelut di dalamnya merupakan talenta besar yang jarang dimiliki orang lain. Meskipun demikian, di Kabupaten Temanggung masih ada salah seorang pelukis yang namanya cukup kondang. Budi Suro namanya. Pria berusia 40 tahun yang kini tinggal di Lingkungan Kauman, Kelurahan Temanggung II, Kecamatan Temanggung ini merupakan seniman lama yang su-

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

SENIMAN. Budi Suro tampak serius melukis seraut wajah kakek-kakek di tepi jalan yang ramai dilalui kendaraan.

dah makan asam garam. Bayangkan, ia memulai petualangan di dunia corat-coret sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Yang tak dapat diremehkan, kala itu, ia telah mengawalinya dengan manis, keluar sebagai juara pertama lomba lukis tingkat kabupaten, meski berbekal bakat alam secara otodidak. Di sinilah awal ia memulai karir terjun ke dunia seni dan memutuskan menjadi pelukis beraliran realisme hingga sekarang. “Aliran realisme merupakan dasar seorang pelukis untuk terjun ke aliran-aliran lain. Karena, memang membutuhkan goresangoresan detail. Sehingga, menyerupai wujud aslinnya. Antara lain wajah, lingkungan hidup, buah, hewan, dan lain sebagainya,” bebernya, Kamis (17/9). Secara lebih spesifik ia lebih menekuni lukisan dengan bahan pewarna karbonit, yakni bubuk warna hitam meski tak menutup kemungkinan menggunakan cat minyak. ke hal 3

Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

CMYK

18 september 2015