Issuu on Google+

MAGELANG EKSPRES CMYK

Korane Wong Kedu

JUMAT 13 JANUARI 2017

TERBIT 16 HALAMAN / HARGA ECERAN Rp3000 Rp3000

Jadwal Salat Wilayah Magelang dan sekitarnya

Tgl

Subuh

13 Jan 04:10

Dzuhur

Ashar

11:51

15:15

Maghrib Isya 18:08

19:21

foto:solikhah ambar p/magelang ekspres

DEMO. Warga kembali mendatangi kompleks Pemkab Magelang mempertanyakan izin pendirian pabrik kaos tangan PT Woneel Sinar Utama kemarin

Warga Tanyakan Pencabutan Izin Pabrik Kaos Tangan Gelar Demo yang Kedua MUNGKID - Puluhan warga Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan melakukan aksi unjuk rasa kali kedua di lingkungan Pemerintah Kabupaten

Kebaikan Dalam Kerapuhan KEBAIKAN adalah suatu kemuliaan. Kebaikan adalah keluhuran. Kebaikan itu indah menawan. Kebaikan adalah incaran semua insan. Maka, kita melihat banyak orang jahat ingin hidup dengan baik meski dengan cara yang tidak baik. Bahkan, mereka memanipulasi kepentingan dengan dalih demi kebaikan rakyat, dan menjual agama dengan bertopeng Muhtadi Kadi, LC kebaikan bersama. Kebaikan adalah cita-cita utama manusia di dunia sedari nabi Adam menginjakkan kaki di atas butiran-butiran debu bumi. Ia memiliki misi untuk menjaga kebaikan, menebarkan kebaikan, dan menganak pinakkan kebaikan. ke hal 3

LOGIS DOKTER MEDI Dialog Inspirasi Sehat (LOGIS) media kerjasama dengan : Rumah Sehat Holistik Dokter Medi Wirawan “Jangan Mau Sakit” Jl. Delima Raya Perum Depkes D1/22-23 Kramat Utara - Magelang Utara Telp. 0293-311207 ; SMS : 0877-34687166 ; e-mail : mediwirawan@gmail.com

Amanah Sehat HIDUP merupakan sebuah proses yang harus dijalani dengan bergulirnya waktu, namun hidup bukan sekedar dijalani begitu saja dengan apa adanya tanpa sebuah pertanggungjawaban di kemudian hari. Ada sebuah amanah yang harus dipikul seseorang yang telah diciptakan secara sempurna dalam bentuk raga yang sebaik-baiknya dengan jiwa yang sempurna seperti tersurat dalam ayat berkut : “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. AtTin (95) : 4) serta ayat berikut : “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan) Nya” (QS. Asy-Syams (91) : 7). Dua ayat inilah dasar pemahaman manusia secara kaffah (holistik) yang tersusun atas dua unsur raga dan jiwa. Inilah makna SEHAT secara holistik yang benar, dimana memahami bahwa manusia diciptakan dengan bentuk raga yang paling baik dan jiwa yang sempurna. Pemahaman bahwa ada dua unsur penyusun utama manusia, yang berarti tidak ada manusia yang tercipta jelek dan cacat serta tidak sempurna. Setiap manusia diciptakan d a l a m kondisi S E H A T, inilah fitrah m a n u sia. N a mun ke hal 3

Magelang, Kamis (12/1) siang. Mereka mempertanyakan pencabutan izin pendirian pabrik kaos tangan PT Woneel Sinar Utama melalui SK Bupati Nomor 180.182/345/KEP/59/2016. Kali ini, mereka juga tidak ditemui

oleh Bupati Magelang, Zaenal Arifin maupun pejabat lainnya. Massa kemudian beralih menuju ke gedung DPRD Kabupaten Magelang dan menyampaikan orasi disana. Rombongan ditemui langsung oleh

Tolak Kenaikan Biaya Kendaraan Mahasiswa Gagal Bertemu Dewan dan Walikota MAGELANG - Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan biaya nonpajak kendaraan bermotor dan rencana serbuan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia, di Kantor DPRD Kota Magelang, Kamis (12/1). Lantara gagal menemui wakil rakyat, mahasiswa kemudian memilih menuju Kantor Walikota Magelang. Sembari membawa atribut demonstrasi mahasiswa

yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Magelang tersebut meminta, Pemkot Magelang agar turut memberikan terhadap poinpoin yang diutarakan. Sayangnya, rencana mahasiswa untuk menemui Walikota Magelang, Sigit Widyonindito juga gagal. Mereka akhirnya ditemui oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat, Sumartono, Asisten Bidang Tata Pemerintahan, Isa Ashari, Kepala Kesbangpol Eri Widyosaptoko, dan Kabag Humas Catur Sawahyo. Koordinator Aksi, Ahmad Kodri mengatakan, aksi ini merupakan upaya tegas mahasiswa menolak

kehadiran tenaga asing yang dikabarkan akan menyerbu Indonesia mulai tahun ini. Mereka menuntut pemerintah menghentikan suplai tenaga asing dan lebih mengoptimalisasi sumber daya manusia (SDM) dalam ne geri. ”Tenaga kerja kita mampu. Jadi tidak perlu pemerintah itu menerima tenaga kerja asing,” katanya. Dalam aksi yang berjalan secara damai itu, mereka juga menuntut pemerintah membatalkan PP No 60 Tahun 2016 tentang kenaikan biaya penerbitan surat kendaraan, yang besaran kenaikannya mencapai tiga kali lipat, sejak 6 Januari 2017. ke hal 3

Kalau Belum Ber-IMB Bisa Didenda Satpol PP Belum Dapat Tembusan TEMANGGUNG - Menanggapi permasalahan yang muncul di kalangan warga atas proyek pendirian tower bersama Base Transceiver Station (BTS) setinggi 42 meter oleh PT Triview Geospatial Mandiri di RT 01 RW 04 Lingkungan Tegal Krajan, Kelurahan Tlogorejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengaku belum mendapat tembusan dan laporan secara resmi. Plt Kasat Pol PP dan Pemadam

Kebakaran Kabupaten Temanggung, Suyono melalui Kabid Trantibum, Eko Suprapto mengaku akan segera menggelar koordinasi dengan dua pihak terkait. Yakni Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perijinan dan Penanaman Modal guna membahas langkah penanganan atas kasus penolakan dari kalangan warga setempat. “Kita belum mendapat tembusan resmi menyangkut masalah pendirian tower BTS di Tlogorejo,” akunya, Kamis (12/1). Disebutkan, hasil koordinasi tersebut selanjutnya akan dijadikan sebagai bekal pengecekan ke lapangan sekaligus berdialog

dengan perangkat setempat guna membahas solusi bagi warga yang merasa resah atas pendirian tower. Eko mengungkapkan, apabila proses pengerjaan tower itu telah dimulai sebelum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maka berdasarkan Perda Kabupaten Temanggung, pihak penanggung jawab proyek dapat dikenai sanksi berupa denda. Tak hanya itu saja, pihaknya mengancam akan menyegel sementara waktu pengerjaan proyek tersebut sampai IMB yang dikeluarkan oleh Dinas Perijinan dan Penanaman Modal telah terbit.

Ketua DPRD, Sariyan Adi Yanto yang kemudian mengajak mereka beraudiensi. “Kami menilai, Pemkab Magelang inkonsisten dalam menerapkan aturan. ke hal 3

Asik Judi Remi, 5 Warga Digrebek Polisi PURWOREJO - Lima pelaku perjudian diamankan anggota unit Reskrim Polsek Loano, Purworejo. Mereka digrebek polisi saat tengah asik bermain judi jenis kartu remi di Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Guyangan, Kecamatan Loano. Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP Lasiyem membenarkan hal itu. Tiga pelaku, terdiri atas ZA, Sud, dan NK merupakan warga Desa Guyangan. Sementara dua pelaku lainnya berinisial DEC dan NA merupakan warga Desa Kalisemo, Kecamatan Loano. Penangkapan kelima pelaku berawal dari adanya informasi masyarakat yang resah dengan perbuatan para pelaku. Setelah menerima informasi tersebut, anggota Reskrim Polsek Loano segera menuju TKP di rumah warga berinisial Wah pada Minggu (8/1). “Dan benar anggota mendapati lima orang yang sedang melakukan perjudian jenis kartu remi,” katanya, Kamis (12/1). Kapolsek Loano AKP Markotib SH, menjelaskan, meski sempat hendak melarikan diri, akhirnya para pelaku tidak berkutik saat dilakukan penangkapan. Mereka selanjutnya digiring ke Mapolsek Loano untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam penggrebekan tersebut, anggota juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni berupa satu set kartu remi, uang taruhan sejumlah Rp684.000, dan satu buah tikar plastik warna merah bermotif ikan merk Evamatic. ke hal 3

ke hal 3

Putri Dewi, Burung Love Bird yang Selalu Juara Nasional

Pernah Ditawar Rp600 Juta Hampir setiap mengikuti kejuaraan nasional, Putri Dewi selalu meraih juara. Putri Dewi adalah nama burung love bird milik Yoyok Adi Nugroho yang kicauannya termasuk paling top di Indonesia. DAVIQ UMAR AL FARUQ, Malang KICAUAN burung terdengar bersahut-sahutan dari sebuah rumah di Jalan KH Moh. Sa’id, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu lalu (4/1). Begitu masuk rumah, Jawa Pos Radar Malang langsung disambut Yoyok Adi Nugroho, 33. Lalu wartawan koran ini

foto: falahi mubarok/radar malang

LANGGANAN JUARA.Yoyok Adi Nugroho, pemilik burung Love Bird langganan Juara Nasional.

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

dipersilakan duduk di sebuah pendapa yang dikelilingi beragam tumbuhan. Yoyok kemudian menunjukkan puluhan trofi hasil dari kejuaraan lokal yang tersusun rapi di sebuah lemari kaca berwarna cokelat. Setelah puas melihat satu per satu trofi yang telah dikumpulkannya sejak 2010 lalu, wartawan Jawa Pos Radar Malang kemudian diajak melihat trofi hasil dari kejuaraan nasional yang ditempatkan di dalam ruangan peternakan love bird miliknya. ”Sejak 2010 lalu, saya hanya coba-coba saja ikut kejuaraan lokal. Baru pada 2012, saya mengikuti kejuaraan nasional. Hingga saat ini sekitar 1.500 trofi sudah saya kumpulkan dan 200 trofi di antaranya dari kejuaraan nasional,”

TOLAK KENAIKAN BIAYA KENDARAAN

dengarkan jeritan rakyat

TANYAKAN PENCABUTAN IZIN PABRIK KAOS TANGAN

mending dulu gak diizinkan

ke hal 3

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

TEMANGGUNG EKSPRES JUMAT 13 JANUARI 2017

KATA MEREKA Pemerintah Tidak Pro Rakyat ? Kemarin, Kamis (12/1) mahasiswa di sejumlah daerah menggelar aksi demo. Agenda unjuk rasa yang diusung mahasiswa kali ini adalah kritisi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang pro rakyat. Seperti kenaikan sejumlah tarif mulai BBM, pajak penerbitan surat kendaraan, TDL, hingga melonjaknya sejumlah harga di pasaran.

Demo itu boleh-boleh saja sebagai wujud menyalurkan k aspirasi. Tapi jangan j sampai ada aksi anarkis a yang y ujung-ujungnya malah men rugikan r banyak pihak. p

Korane Wong Temanggung

ECERAN Rp3.000

Proyek Tidak Beres, Laporkan! TEMANGGUNG – Bupati Temanggung Bambang Sukarno mempersilahkan semua pihak untuk turut mengawasi jalannya berbagai proyek pembangunan. Pasalnya, jika minim pengawasan bukan tak mungkin tujuan awal pelaksanaan proyek justru tak sesuai dengan realisasi di lapangan. Bahkan, secara terbuka pihaknya siap menerima laporan masuk secara langsung maupun tidak lang-

sung. Antara lain berisi keluhan maupun laporan ketidak beresan atas pengerjaan sebuah proyek bangunan. Hal itu juga berlaku kepada pihak media, orang nomor satu di bumi tembakau ini meminta agar wartawan turut serta secara aktif untuk mengawasi jalannya proyek agar sesuai dengan apa yang diharapkan. “Semua harus ikut mengawasi. Jadi siapa saja berhak memberi

masukan maupun menyampaikan keluhan. Termasuk rekan-rekan media, apabila menemukan ketidaksesuaian bangunan, langsung foto dan dipublikasi,” katanya, kemarin. Pihaknya secara terang terangan tidak ingin sebuah proyek yang tengah dikerjakan justru memunculkan beragam polemik maupun perdebatan, termasuk di kalangan masyarakat.

BAMBANG SUKARNO Bupati Temanggung

ke hal 3

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

Idham, karyawan swasta

Saya pribadi sebagai ibu rumah tangga m merasakan sekali d dampak kenaikan ssejumlah harga b barang dan tarif. Tapi hadapi saja, g gimana lagi kita iini rakyat kkecil. (riz)

Oktavia, ibu rumah tangga

PERTANIAN

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

TANDA TANGAN. Kapolres Temanggung bersama jajarannya melakukan penandatanganan pakta integritas terkait masalah DIPA di Aula Loka Dharma, Kamis (12/1).

foto: Koramil 01 Temanggung for temanggung ekpsres

SEMPROT. Babinsa Koramil 01/Temanggung Serda Syahroni membantu menyemprot tanaman padi di Kelurahan Munseng Temanggung.

Rawan Hama, Perawatan Harus Intensif TEMANGGUNG – Tingginya curah hujan yang terjadi selama musim tanam pertama ini, membuat tanaman padi mudah terserang hama. Petani diharapkan melakukan perawatan secara intensif agar produksi bisa menjadi lebih baik. Terutama saat padi masih berusia muda, yakni antara umur dua hingga tiga pekan, tanaman padi harus disemprot dengan penyubur dan pestisida. Babinsa Koramil 01/Temanggung, Serda Syahroni menjelaskan, penyemprotan berfungsi untuk memberikan nutrisi pada tanaman padi, sehingga pertumbuhannya tidak terhambat. Selain itu pemberian pestisida untuk mencegah hama yang sering menyerang tanaman padi seperti wereng dan beberapa jenis hama lainnya. “Jika sejak umur muda sudah dirawat, tanaman akan lebih subur dan lebih tahan terhadap serangan hama,” katanya usai membantu penyemprotan tanaman padi di Kelurahan Munseng Temanggung, kemarin. Menurutnya, perawatan harus dilakukan secara berkelanjutan, sebab pertumbuhan tanaman padi ini sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Secara alami makanan memang sudah ada namun penambahan nutrisi makanam juga sangat diperlukan. Selain itu perawatan yang intensif akan sangat berdampak positif untuk tanaman, hama akan terdeteksi lebih dini jika perawatan secara berkelanjutan ini benar-benar dilaksanakan. “Jangan anggap sepele, jika ingin produksinya meningkat dan berkualitas baik, maka perawatan harus dilakukan dengan telaten,” pesannya. Senada juga disampaikan oleh Komandan Koramil 01 Temanggung Kapt Arm Muhaimin, menurutnya, selama ini petani masih kurang memperhatikan perawatan pada tanaman mereka, sehingga hasilnya masih belum maksimal. Untuk itu katanya, pihaknya memerintahkan kepada semua anggota Koramil untuk terjun membantu dan mendampingi petani. Meskipun ilmu pertanian yang dimiliki anggota masih terbatas, namun jika terus diaplikasikan di petani maka ilmu tersebut akan lebih berguna dan bermanfaat. “Semua Babinsa sudah dibekali dengan ilmu pertanian, sedikit banyaknya mereka sudah mengetahui bagaimana cara mengolah hingga perawatan serta panen yang tepat,” katanya. Ia mengatakan, dalam pencapaian Program Swasembada Pangan ini Babinsa terjun ke sawah harus dilakukan. Ia berharap dengan ketahanan pangan yang baik maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Marjuki pemilik sawah menuturkan, selama ini pendampingan yang dilakukan oelh anggota Babinsa cukup membantu, selain dengan tenaga Babinsa juga tidak segan-segan menuntun petani untuk menerapkan teknologi pertanian dengan benar. (koramil 01 temanggung)

Polri Kedepankan Transparasi TEMANGGUNG - Kapolres Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto meminta kepada seluruh satuan fungsi dan Polsek untuk menggunakan anggaran negara yang telah disediakan dengan baik sekaligus tepat sasaran. Hal ini diucapkannya saat memberikan sosialisasi masalah Daftar Isian

Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2017 di Aula Loka Dharma. Menurutnya, kepolisian wajib menggunakan anggaran secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transaparan, serta dapat dipertanggung jawabkan. “Anggaran yang diterima oleh masing-masing bagian wajib digunakan secara bertanggung jawab saat opera-

sional. Ini merupakan wujud transparansi di tubuh kepolisian dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan institusi yang bersih,” pintanya. Lanjutnya, rencana pendistribusian anggaran (rendisgar) merupakan acuan dan dasar pedoman dalam pelaksaan penggunaan anggaran Polres

Temanggung yang telah disesuaikan dengan program yang tertuang dalam DIPA/RKA KL, sehingga penarikan anggaran tidak bisa dilakukan secara sembarang. Harus berdasarkan perencanaan matang di masing masing bagian setiap periode bulanan maupun tahunan. ke hal 3

Harga Cabai Memicu Laju Inflasi

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

PERIKSA. Anggota kelompok tani sedang memeriksa alsintan bantuan dari Pemkab Temanggung.

Minim Tenaga, Alsintan Dibutuhkan TEMANGGUNG - Migrasi tenaga kerja yang terjadi di Kabupaten Temanggung akhir-akhir ini, membuat sebagian lahan pertanian di kabupaten penghasil tembakau ini tidak lagi berproduksi maksimal. Untuk memacu semangat petani pemkab setempat mengucurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amien usai penyerahan alsintan di gudang milik Distanbunhut dan Ketahanan Pangan setempat, Kamis (12/1). Dia menuturkan, makin berkembangnya dunia industri sejak beberapa tahun terakhir, membuat sebagiam masyarakat yang sebelumnya menggeluti dunia pertanian beralih menjadi buruh pabrik. Dengan alasan pekerjaan lebih ringan dan bisa

mendapatkan penghasilan tetap. Maka dari itu lanjutnya, bantuan alsintan berupa hand traktor sebanyak 25 unit, cultivator (25 unit), power threser (6 unit), corn seller (5 unit) dan pompa air (26 unit), diberikan kepada kelompok tani. “Dana berasal dari APBD II dengan total Rp1,5 miliar. Pengelolaan alsintan kami berikan kepada kelompok tani yang menerima,” katanya. Ia mengatakan petani juga mendapat alsintan dari kegiatan APBN Kementerian Pertanian yakni hand spayer sebanyak 251 unit, nursey tray (100 unit), pompa air (46 unit) dan rice transplanter (2 unit) sedangkan dari bantuan APBD I Provinsi berupa 7 power threser. Bantuan alsintan itu diharapkan dapat mendukung pencapaian swasembada beras nasional. ke hal 3

TEMANGGUNG – Melambungnya harga cabai sejak akhir tahun 2016 lalu, dikhawatirkan akan memicu laju inflasi. Untuk menekan laju inflasi itu, Pemkab Temanggung berusaha agar pasokan barang subsidi dan barang strategis lainnya tidak mengalami kenaikan harga. Kabag Perekonomian Pemkab Temanggung, Sunardi menyebutkan, per 31 Desember 2016 lalu, inflasi daerah Temanggung masih di kisaran 3,2 persen. Angka ini masih lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya, di mana angka inflasi di kisaran 3,4 persen. "Untuk bulan Januari ini belum kita pantau, semoga saja santernya kenaikan harga cabai ini tidak akan memengaruhi laju inflasi," harap Sunardi, kemarin. Namun demikian, pihaknya tetap khawatir kenaikan harga cabai yang gila-gilaan ini bisa memicu inflasi. Untuk menjaga inflasi tetap stabil, pihaknya mengupayakan agar pasokan barang

subsidi dan barang stategis lainnya tidak mengalami kenaikan harga. "Jangan sampai pasokan barang-barang bersubsidi tersendat, terutama untuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula pasir," terangnya. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Untuk memantau ketersedian bahan pokok, sehingga kebutuhan selama bulan Januari ini tidak kekurangan. "Jika terjadi inflasi dampaknya cukup banyak, maka dari itu kami tetap berusaha menjaga pasokan bahan pokok," katanya. Barang subsidi dan barang strategis yang dimaksud Sunardi, antara lain, bahan bakar minyak (BBM), beras, dan subsidi pupuk. Untuk beras, stok di gudang Bulog dipastikan aman untuk lima bulan ke depan. Adapun BBM dan harga pupuk subsidi juga masih aman sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta tidak naik. ke hal 3

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

PERSIAPAN. Rubini salah satu petani di Desa/Kecamatan Bansari sedang melakukan persiapan lahan untuk tanam cabai.

Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

CMYK


METR

CMYK

POLIS

Dinamis Realistis dan Berimbang

JUMAT 13 JANUARI 2017

5

Polisi Mulai Larang ’Om Telolet Om’ MAGELANG TENGAH - Kepolisian kini mulai melarang penggunaan klakson bus atau yang sedang tren disebut ”Om Telolet Om” karena dirasa membahayakan pengguna jalan. Bahkan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magelang Kota mulai bersiap memberi tindakan langsung (tilang) apabila ditemukan sopir kendaraan membun-

yikan klakson tersebut. Sosialisasi itu dilakukan langsung oleh Kasat Lantas Polres Magelang Kota AKP Marwanto kepada para sopir bus di Terminal Tidar Kota Magelang, belum lama ini. Ia mengatakan bahwa penggunaan klakson yang berbunyi aneh-aneh tersebut justru membahayakan. Pasalnya, bunyi suara keras akan men-

gagetkan dan mengejutkan pengendara lain, sehingga dikhawatirkan justru timbul kecelakaan.”Sebenarnya ini bukan ancaman tapi lebih pada imbauan agar sopir kendaraan, terutama truk dan bus supaya tidak menyalakan klaksonnya meskipun diminta orang-orang pakai kertas di jalanan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Hari

Purnomo melalui Kasat Lantas, AKP Marwanto, kemarin. Imbauan tersebut, katanya, sudah menjadi perintah dari Dirlantas Polda Jawa Tengah. Mengingat berdasarkan catatan kepolisian, marak masyarakat mengabaikan keselamatan saat meminta bunyi klakson khusus itu dari tepian jalan.”Kami sengaja beri imbauan ini, karena terkadang

masyarakat mengabaikan keselamatan saat meminta bunyi klakson ini. Bahkan ada kasus sampai mencegat bus di tengah jalan. Itu kan rawan sekali,” paparnya. Menurutnya, bunyi klakson unik itu memang tidak termasuk dalam pelanggaran. Akan tetapi ia meminta agar penggunannya tepat pada tempat dan waktunya.”Yang tidak

foto : wiwid arif/magelang ekspres

IMBAUAN. Jajaran Satlantas Polres Magelang Kota memberikan imbauan kepada sopir bus untuk tidak membunyikan klakson ”telolet” meski diminta masyarakat di tepian jalan.

Kota Toea Kembali Djeladjah Djaloer Spoor MAGELANG – Dalam upaya menelusuri sejarah perkeretaapian Magelang, Komunitas Kota Toea Magelang, akan menggelar kegiatan Djeladjah Djaloer Spoor #5, Minggu (15/1). Start dari Area Kuliner Mertoyudan Corner Jl. Mayjen Bambang Sugeng Mertoyudan pukul 07.00 WIB.“Sudah kami survei sebelumnya, jelajah ini menempuh jarak 10 km, yang dilakukan dengan berjalan kaki, menyusuri rel kereta api dari Stasiun Mertoyudan hingga Stasiun Blabak,” kata Koordinator Kota Toea Magelang, Bagus Priyana. Perbedaan kegiatan kali ini dibandingkan dengan kegiatan jelajah spoor Komunitas Kota Toea lainnya, terletak pada medan yang ditempuh, yakni perkampungan penduduk, area persawahan dan jalan raya. ke hal 7

foto : wiwid arif/magelang ekspres

PERAYAAN. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menghadiri perayaan Natal di Gedung Tri Bhakti, Jalan Jenderal Sudirman, kemarin.

Walikota Minta Masyarakat Punya Filter Hindari Berita Hoax MAGELANG SELATAN Maraknya kasus intoleransi belakangan menjadi keprihatinan bersama. Tak terkecuali Walikota Magelang, Sigit Widyonindito. Ia menyayangkan, negara yang terkenal karena kemajemukannya harus tercoreng akibat isu-isu intoleransi yang disebarkan

lewat media sosial (medsos). ”Saya prihatin betul. Sebenarnya negara ini majemuk dan selalu menghargai perbedaan. Bahkan dari perbedaan inilah yang akan membuat kota, daerah, dan negara ini maju,” kata Sigit, usai menghadiri perayaan Natal yang di Gedung Tri Bhakti, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Magelang, Kamis (12/1).

Labyrinth ‘Hidupkan’ Gedung A Yani foto : chandra yoga kusuma/magelang ekspres

AKSI DAMAI. Dibawah pengamanan aparat gabungan, aksi damai mahasiswa berjalan dengan aman dan tertib.

Bantu Pengamanan Kodim Terjunkan 2 SST MAGELANG SELATAN – Kodim 0705/ Magelang ikut memberikan dukungan pengamanan Kepolisian saat aksi damai Aliansi Mahasiswa Magelang, Kamis (12/1). Bintara Penerangan Kodim 0705/Magelang, Sersan Mayor Sakimun, mengatakan, sebanyak 2 Satuan Setingkat Peleton Siap Tempur (SST) turut turun dalam pengamanan tersebut.“Pengamanan dar i Kodim 0705/ Magelang untuk mendukung aparat lainnya dalam aksi damai tersebut. Kodim 0705/ Magelang menugaskan terutama Koramil 01/Magelang Tengah dan PosKoramil 24/ Ma g e l a n g S e l a t a n dalam pengamanan itu,” katanya kemarin. Aksi damai tersebut berjalan aman dan terkendali, apalagi cuaca hujan sehingga mahasiswa yang hadir tidak begitu banyak.“Sekitar 100-an mahasiswa, yang berangkat dari Kampus

MAGELANG SELATAN OSIS SMA Negeri 3 Magelang menggelar pentas seni bertajuk ”Labyrinth atau La Adventure To a Bigger Year With Creation of Year”, kemarin. Beragam kegiatan dihelat untuk mendukung acara tahunan itu antara lain seni musik, tari, dan kabaret, di Gedung A Yani, Kota Magelang, Kamis (12/1). Suasana gedung sengaja dibuat menyerupai malam hari. Selain itu, mereka juga memberi sentuhan lain lokasi pentas ini dengan tema jungle atau hutan. Beragam ciri khas

yang ditampilkan meliputi pepohonan, rumput, daun, ranting, dan lainnya. ”Sengaja memang skenarionya berada di hutan karena misi kita, lingkungan ikut terbawa dalam event kedua yang sudah dilakukan ini,” kata Ketua OSIS SMA Negeri 3 Magelang, Fais Salman di sela acara. Ia menjelaskan, ajang ini sekaligus jadi kreasi para pelajar untuk unjuk kebolehan setelah sebelumnya mereka berlatih keras. Tujuan lainnya yaitu untuk menjalin wadah ke hal 7

ke hal 7

CMYK

Meskipun, katanya, Kota Magelang sendiri hampir tidak ada sikap-sikap intoleransi, tetapi kewaspadaan tetap harus dilakukan. Masyarakat, lanjutnya, diminta agar tidak terpancing oleh isu-isu atau berita bohong (hoax) yang akhir-akhir banyak bermunculan.”Masyarakat sudah cerdas dan saya yakin, di Kota Magelang terutama,

mampu memfilter, mana berita hoax dan yang betul-betul. Jangan sampai, isu yang tidak benar itu dicerna mentahmentah, sehingga dapat menimbulkan pemikiran negatif,” ujarnya. Menurutnya, di tengah homogenitas masyarakat Kota Magelang, perbedaan pendapat merupakan hal yang sangat lumrah. Namun,

dia berharap masyarakat lebih memilih usaha komunikasi dan upaya preventif apabila terjadi perbedaan pendapat.”Ada Forum Kerukunan Umat B eragama (FKUB) yang posisinya bisa menjadi penetral di setiap permasalahan. Kuncinya adalah komunikasi. Kalau bisa dikomunikasikan, tidak ke hal 7


CMYK

KABUPATEN 8

MAGELANG

JUMAT 13 JANUARI 2017

Pemerintahan Dinilai Kurang Sehat Banyak Diisi Plt MUNGKID - Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Magelang mempertanyakan masih adanya dinas yang belum terisi pejabat definitif. Bahkan jumlahnya lebih banyak dibanding tahun lalu,

meskipun Pemerintah Kabupaten Magelang telah merombak susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ketua Fraksi PAN, Ahmad Sarwo Edi mengatakan, Pemkab terkesan tidak ada upaya untuk menyelesaikan hal tersebut.

“Dalam setiap pertemuan, kita selalu mengingatkan masalah ini. Tapi sampai sekarang belum ada juga penyelesaian, malah jumlahnya makin banyak,” ujar Edi, di sela-sela rapat paripurna di gedung DPRD, Kamis (12/1). Dampak dari kosongnya ja-

batan itu sendiri yakni akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Dimana nantinya, kewenangan yang dimiliki berbeda dengan pejabat definitif. Senada dengan Edi, Ketua Fraksi PPP, Sobikin juga menilai bahwa kondisi Pemkab Magelang

saat ini kurang sehat karena banyaknya jabatan strategis yang kosong dan diisi Plt. “Seharusnya kekosongan jabatan bisa langsung diisi saat penataan OPD kemarin, karena banyak pejabat yang memenuhi syarat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Erie Sadewo menyampaikan, Pemkab berencana melakukan pengisian pejabat definitif pada awal tahun 2017 ini. ke hal 7

Bukan Menyamakan Perbedaan, Tapi Menghargai MUNTILAN - Isu intoleransi yang akhir akhir ini mencuat di berbagai media, terutama media sosial, membuat sebagian aktivis pemerhati toleransi Magelang tergelitik. Banyak faktor yang mempengaruhiya, yang paling menonjol karena ketidak pahaman masyarakat terhadap toleransi. Seperti halnya yang diungkapkan Sekretaris DPW FPI Kabupaten Magelang, Ridwan Oetama. Dia mengungkapkan, persepsi sebagian masyarakat yang kurang tepat terhadap persoalan toleransi, disinyalir menjadi penyebab intoleransi atau pun tuduhan orang lain atau golongan lain bertindak intoleransi. Dia menyampaikan bahwa beda antara pluralitas dan pluralisme. “Kita tidak pernah mempermasalahkan pluralitas, karena memang faktanya kita Bhineka Tunggal Ika. Hak menjadi warga Negara dengan latar belakang SARA yang berbeda kami hargai. Tetapi kami menolak pluralisme yang apa apa disamakan,” ungkap Ridwan. ke hal 7

29 Gerobak Diberikan ke Warga GRABAG – DPD Partai Perindo Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memberikan 29 gerobak kepada masarakat secara langsung. Tak hanya memberikan saja, kedepanya para pelaku UMKM binaan partai tersebut akan mendapatkan pendampingan dalam menjalankan usaha. Ekspresi penuh kebahagian dan senang terpancar dari raut wajah Nunung, Agus, Ismoko warga Muntilan, Kecamatan Muntilan. Betapa tidak dirinya tak menyangka mendapatkan sebuah gerobak untuk menujuang usaha berjualan gado-gado. Menurut Ismoko sejak dirinya berjualan kurang lebih 5 tahun silam dirinya belum pernah mendapatkan bantuan gerobak. Dirinya mengaku senang atas pemberian tersebut. Dalam kegiatan yang digelar di lapangan Dusun Gentan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Rabu (11/1). Sebanyak 29 gerobak di bagian gratis kepada mitra binan Partai Perindo Magelang. Sementara itu menurut Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Siswadi Selodipuro menuturkan pemberian gerobak ini tak hanya sampai penyerahan saja. “ Sebagai wujud nyata program partai kedepanya para mitra binaan akan di dampingi dalam menjalankan usaha,”katanya. ke hal 7

foto: ambar pratiwi/magelang ekspres

BERSAMA. Menteri BUMN, Rini M Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Magelang Zaenal Arifin dan pihak lain bersama perwakilan petani dari Kabupaten Magelang berfoto bersama usai dibagikan kartu tani dan bantuan di Lapangan drh Soepardi, Kamis (12/1).

Jateng Jadi Pioner Pendistribusian Kartu Tani MUNGKID - Provinsi Jawa Tengah ditunjuk menjadi salah satu daerah pioner dalam pembagian/pendistribusian kartu tani di Indonesia. Wilayah ini dinilai paling siap, baik sistem maupun pendataan. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, Provinsi Jawa Tengah sudah paling bagus dalam hal ini pendataan dan pembagian kartu tani. “Saya sangat berterima

kasih pada Pak Gubernur Jateng yang sudah berinisiatif memulai pendataan, karena yang paling berat adalah pendataan pertama,” jelas Rini, dalam pembagian kartu tani serentak di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Kamis (12/1). Pendistribusian kartu tani itu sendiri dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia di 21 kota/kabupaten di Jawa Tengah. Nantinya, kartu tani akan berfungsi

MENUNGGU PEMBELI. Salah satu pedagang cabai di Pasar Mbabrik Tempuran sedang menunggu pembeli.

foto: mansur/ magelang ekspres

Keluhkan Harga Cabai Mahal MERTOYUDAN - Ketidakmenentuan harga cabai dirasakan hampir semua daerah. Bahkan, di beberapa daerah ada yang harganya mencapai sangat fantastis mencapai ratusan ribu. Kondisi tersebut juga terasa sampai ke Magelang. Pemilik warung makan soto di Ngasem Mertoyudan, Rano Sulistiyo mengeluhkan harga cabai yang mahal. "Kemarin saya beli di Pasar Gotong Royong satu onsnya mencapai sepuluh ribu. Itu cabai jenis japlak. Kalau cabai rawit mencapai Rp7 ribu/ onsnya,” ungkap Rano. Rano juga mengungkapkan bila kenaikan cabai itu sangat berpengaruh terhadap apa yang disajikan di warung makanya. “Saya ini jualan soto dan yang namanya soto ya harus pakai sambal. Gorengan juga harus ada cabai rawit untuk lalapan. Jadi meskipun mahal dan bikin resiko rugi, ya tetap harus ada,”imbuhnya. Menurut pedagang cabai di Pasar Mbabrik Tempuran, Marni, warga Semirirejo Tempuran mengungkapkan, ketidakmenentuan harga cabai karena banyak yang terserang penyakit patek/menthek. “Mahalnya itu karena mungkin banyak cabai yang terkena patek, jadi mahal,” ungkapnya. Bahkan Marni lebih suka menjual cabai yang ke hal 7

LOWONGAN

SEBUAH KORAN YANG BERKEMBANG DI MAGELANG MEMBUTUHKAN SEGERA : Kualifikasi

STAFF KEUANGAN : WANITA MIN D3 AKUNTANSI FRESH GRADUATE

LAMARAN DITUJUKAN KE : MAGELANG EKSPRES Jalan A YANI 348 (depan RSJ) Magelang Telp: (0293) 310 846

BALTAH E LARM SET AT G I IN HA U

PA(LEMPAT) INI DI M 4

N

IKLA

seperti halnya kartu debit (ATM). Selain BRI, beberapa bank negara lain juga turut melakukan distribusi, yakni Bank Mandiri dan BNI. Rini mengatakan, sebelum Hari Raya Idul Fitri mendatang, diharapkan semua petani sudah menerima kartu tani dan mendapat subsidi pupuk. “Semuanya sudah terdaftar sebelum Lebaran. Sinergi BUMN juga diharapkan sudah bisa terjadi, baik dengan

pabrik pupuk, perbankan, bulog, SHS dan lainnya. Ya diharapkan akhir tahun 2017 sudah terselesaikan semua,” katanya. Dalam kesempatan kemarin, Rini juga meminta pemerintah daerah untuk aktif melakukan pendataan dengan sistem kelompok tani agar lebih cepat. “Kalau perbankan, satu bulan cetak 3 ribu kartu tidak masalah. Di Jateng hal ini sudah tersistem dengan baik,

ada penyuluhnya. Jadi tinggal komunikasi dengan penyuluh dan kerjasama dengan bupati, tidak akan sulit,” ungkapnya. Corporate Secretary BRI, Hari Siaga Amijarso menambahkan, pihaknya turut mendorong terwujudnya program pemerintah Nawacita dalam bidang ketahanan, kemanmdirian, dan kedaulatan pangan di Indonesia melalui Program Kartu Tani. ke hal 7


CMYK

WONOSOBO EKSPRES Korane Wong Wonosobo

JUMAT 13 JANUARI 2017

ECERAN Rp3.000 R 000

AKSI BEJAT MERAMPAS KEPERAWANAN 2 Lalu pelaku dan korban pergi berdua mengendarai sepeda motor dengan alasan menjemput temannya.

4 Di tempat itu korban diajak berhubungan intim.

3 Dalam perjalanan, pelalu membelokan arah sepeda menuju pematang Sungai Serayu.

4 Korban lari dan berhasil ditangkap.

1 Sekitar sebulan lalu, pelaku, melalui adiknya mengajak korban untuk makan malam di sebuah warung.

6

Pelaku kemudian menodongkan pisau.

7 Hingga akhirnya menyerah dan terpaksa melayani nafsu bejat pelaku.

Ditodong Pisau, Siswi SMP Disetubuhi WONOSOBO- Sungguh tragis nasib Bunga (16), nama samara, warga Kecamatan Wonosobo. Betapa tidak, dibawah ancaman pisau dapur, Bunga disetubuhi oleh tetangganya sendiri berinisial IQ (21) di pematang Sungai Serayu. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Tindak

Satreskrim Polres Wonosobo dalam pelariannya di wilayah Boyolali Jawa Tengah. Akibat kejadian tersebut siswi kelas 2 di sebuah SMP Negeri di Wonosobo tersebut, kini mengalami trauma mendalam. Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan, melalui Kasatreskrim AKP Suharjono, kemarin

(12/1) menuturkan, awal perkenalan korban dengan pelaku karena adik pelaku yang merupakan teman sekelas korban. Kasus pencabulan tersebut terjadi sekitar satu bulan silam, dimana sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku melalui adiknya, mengajak korban untuk makan malam di sebuah

warung makan. Korban kemudian diboncengkan pelaku menggunakan sepeda motor dengan alasan menjemput temannya yang lain. Namun, dalam perjalanan pelaku membelokkan arah sepeda motor, korban justru dibawa ke pematang Sungai Serayu. ke hal 11

grafis: usman

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

DIAMANKAN. IQ (21 ) pelaku pencabulan terhadap siswi SMP di Kecamatan Wonosobo diamankan di Mapolres Wonosobo. Dia sempat melarikan diri ke Boyolali.

Harga Cabai Melangit, Tanam di Polybag

PERDAGANGAN

Pedagang Bertahan Meski Omzet Minim WONOSOBO – Meskipun diakui para pedagang bahwa sudah diadakan penataan dan pengecatan di lokasi relokasi parkiran bawah Rita, kondisi lapak masih sepi. Bahkan para pedagang mengakui bahwa omzet mereka semakin surut selepas libur tahun baru lalu. Menurut Jazim, salah satu pedagang pakaian, dalam sehari, barang dagangannya kerap tak tersentuh pembeli sama sekali. Bahkan untuk mendapatkan keuntungan Rp50.000 saja, dirinya mengakui kesulitan. “Sudah sejak pertengahan tahun kemarin memang semakin parah. Sering sekali tutup sebelum waktunya karena kami juga mencoba peruntungan di pekerjaan lain. Ada yang buka warung di rumah, ada juga yang jualan keliling ke desa-desa. Biasanya yang punya kendaraan yang jualan keliling. Tapi beberapa pedagang yang mud-muda pilih profesi lain,” kata Jazim, kemarin (12/1). Sepinya lokasi relokasi sudah terjadi sejak 2014 lalu dan diakui para pedagang memang semakin berat. Mengingat lokasi mereka yang mudah dijangkau tetapi seakan tidak dilirik pembeli karena kalah akses. ke hal 11

RADIO

RAPI Siap Majukan Sektor Wisata WONOSOBO- Jajaran pengurus baru organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Wonosobo, berkomitmen membantu pemerintah daerah. Dalam pertemuan di tersebut, mereka menegaskan kesiapan untuk mendukung penuh program-program Pemkab di berbagai bidang. Ketua RAPI Wonosobo, Hartono Sanjaya, dalam sarsehan pendopo eks rumah Dinas Bupati kemarin mengaku pihaknya siap terjun langsung ke berbagai kegiatan sosial, tak sebatas melalui komunikasi radio. “Selama ini kami juga sudah sering bersama-sama komunitas relawan seperti Skydoors dan Kolodette membantu masyarakat yang terkena bencana alam,” jelas Hartono. Ke depan, pria yang akrab dengan nama udara Ali Topan itu mengungkap rencana, RAPI bakal lebih sering melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial, maupun yang berkaitan dengan upaya memajukan sektor pariwisata daerah. Dengan anggota yang kini telah mencapai 127, dan masih mungkin bertambah sekitar 30 orang lagi, Hartono meyakini upaya untuk lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak sulit dilakukan. Terlebih, jaringan radio di frekuensi yang digunakan RAPI Wonosobo, menurut Hartono merupakan salah satu terbesar di Jawa Tengah sehingga semakin memudahkan komunikasi dan koordinasi antar anggota. ke hal 11

Dandim Perintahkan Personel

foto: erwin abdillah/wonosobo ekspres

SAMPAH. Sampah dan penataan parkir menjadi Permasalahan pasar Kertek yang tak kunjung selesai.

WONOSOBO- Kenaikan harga cabai belakangan ini sungguh sangat membuat pusing ibu rumah tangga. Untuk mengantisipasi hal tersebut Kodim 0707 Wonosobo memerintahkan kepada anggota untuk menanam cabai di pekarangan ataupun di polybag, Kamis(12/1). Komandan Kodim (Dandim) 0707 Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono mengemukakan, tingginya harga cabai dimungkinkan karena daerah penghasil sedang mengalami gagal panen akibat banjir. Sehingga hanya daerah tertentu saja yang tidak mengalami gagal panen.

Akibatnya, komoditas cabai menjadi barang langka yang kemudian harganya melambung tinggi. “Diperkirakan lonjakan harga yang tinggi tersebut tidak akan lama. Namun sebagai aparat kewilayahan harus bisa jeli dan segera mengambil langkah kongrit untuk mengatasinya. Dari beberapa kali pengalaman yang lalu, kenaikan tidak akan berlangsung lama,” katanya. Untuk menghindari rumah tangga berpola hidup konsumtif, maka anggota TNI diperintahkan untuk menanam cabai dengan media polybag. Dengan harapan akan sedikit mengurangi dampak dari tingginya harga cabai di pasaran. ke hal 11

Pasar Kertek Butuh Ditata KERTEK – Meskipun menjadi salah satu pasar penyokong perekonomian Wonosobo setelah pasar Induk, namun kondisi pasar kertek butuh penataan lebih lanjut. Hal itu banyak diusulkan para pedagang maupun pengunjung pasar yang mengaku sangat kesulitan saat melewati jalan masuk utama pasar yang menjadi pertemuan arus kendaraan masuk maupun keluar Wonosobo. selain kurangnya penataan, perma-

salahan kerbersihan juga belum juga dibenahi oleh pengelola. “Setahu kami, tingginya volume sampah di pasar Kertek karena pasar ini beroperasi dua kali sehari. Jadi pasar sayur dan kebutuhan lainnya ada transaksi dua kali yakni pagi dan malam. Selain itu, kesadaran pedagang sendiri belum baik,” kata Irawan, salah satu pedagang. Menurut Irawan, inisiatif pedagang untuk permasalah-

an sampah sudah sering dibahas dalam pertemuan-pertemuan rutin, tetapi diperparah dengan para pedagang kaki lima yang belum tertib buang sampah. Tak jarang, pengguna jalan juga memanfaatkan area penampungan sampah milik pasar untuk membuang sampah mereka. “Harapan pedagang cukup sederhana, adanya penataan arus jalan masuk dan keluar yang sering membuat macet ke hal 11

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

MANFAATKAN. Koramil kejajar, memanfaatkan pekarangan yang cukup luas di sekitar kantor untuk bertani sayuran.

Martin Jadi Magnet Tersendiri bagi Pengunjung TRMS

Senang Digendong dan Senang Diajak Foto Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas atau TRMS Banjarnegara yang didirikan pada 1997 lalu kini mulai berbenah. Seperti yang dikatakan Kepala UPT TRMS Nurvavik Krismiyanto pada Wonosobo Ekspres, di komplek Kebun binatang kebanggaan warga tersebut. Seperti apa? ERWIN ABDILLAH, Banjarnegara

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

PERHATIAN. Martin, bayi Orangutan menjadi pusat perhatian bagi pengunjung TRMS Banjarnegara.

KINI juga tersedia fasilitas kolam renang umum disamping juga perbaikan di beberapa fasilitas untuk area pengunjung. Dikatakan Kris, salah satu penghuni TRMS yang kian dikenal adalah Martin yang merupakan Orangutan asal Kalimantan. “Martin ini sekarang jadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, terutama anak-anak. Tergolong bayi Orangutan yang senang berdekatan dengan manusia. Martin dinamai sesuai bulan lahirnya, Maret. Yang merupakan anak ke tiga bersama April dan Noval yang kini su-

dah ditampilkan di luar. Sementara Martin masih harus dirawat terpisah. Ini memang senang digendong dan senang diajak foto,” kata Kris, kemarin. Seruling Mas memiliki 150 satwa yang dipamerkan termasuk beberapa satwa yang menajdi daya tarik utama seperti harimau sumatera, owa, dan Unta. Lokasi yang berdekatan dengan sungai serayu membuatnya memiliki pemandangan yang asri dengan pepohonan yang menaungi kompleknya. ke hal 11

Iklan dan Pemasaran: Karangkajen (Sruni) No 112 Wonosobo Telp. 0286 322018

CMYK


CMYK

PURWOREJO EKSPRES Korane Wong Purworejo & Kebumen

JUMAT 13 JANUARI 2017

Eceran Rp 3.000

Pohon Ayoman Bahayakan Pengguna Jalan PURWOREJO - Pohon perindang yang foto: lukman hakim/purworejo ekspres tumbuh di TEBANG. Seorang pekerja kanan dan saat menebang batang pokiri jalan-jahon ayoman di tepi jalan lan protokol protokol Purworejo. di Kabupaten Purworejo justr u mengancam keselamatan pengguna

jalan. Pasalnya, usia pohon ayoman ukurannya cukup besar, tinggi dan usianya sangat tua namun kebanyakan dalamnya keropos. Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Purworejo, Mulyono saat dimintai konfirmasi membenarkan hal tersebut. Diakuinya, pohon ayoman jalan di jalan pro-

tokol Kota Purworejo banyak yang berusia lebih dari seratus tahun. “Menghindari terjadinya pohon tumbang sewaktuwaktu, secara rutin Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo melakukan pemeriksaan. Sebagian besar adalah Pohon Asam Jawa. Usianya sudah sangat tua. ke hal 11

Reklame Dominasi Pelanggaran Perda PURWOREJO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Purworejo menindak ribuan pelanggaran perda selama kurun waktu 2016 lalu. Ribuan kasus pelanggaran tersebut didominasi oleh pemasangan reklame. Kepala Satpol PP, Tri Joko Pranoto saat dimintai konfirmasi melalui Kabid Penegakan dan Perundangan

Daerah Satpol PP dan Damkar Purworejo, Mujono mengungkapkan, selama setahun jumlah pelanggar pajak reklame mencapai jumlah 1.351 kasus. “Untuk elanggaran Perda tentang penyelenggaraan ketertiban, kebersihan dan keindahan yang mencapai 777 kasus. Sementara itu terendah pelanggaran Perda tentang

perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup hanya 1 kasus,” katanya, kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, sesuai data Rekap Yustisi Pelanggaran Perda oleh PPNS Satpol PP Purworejo tahun 2016 terdapat 150 kasus yaitu 142 berkas sampai putusan hakim, 2 berkas sampai Korwas dan 6 berkas diperiksa di kantor. ke hal 11

foto: lukman hakim/purworejo ekspres

REKLAME. Salah satu papan reklame yang berada di sudut kota Purworejo.

Kades: Kabar Pencabulan Fitnah

SOSIAL Korban Rumah Ambruk di Ajibarang Terima Bantuan BANYUMAS – Korban rumah ambruk, Jahidin (40) warga RT 6 RW 1 Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang, menerima bantuan dari Polres Banyumas yang diberikan langsung oleh Kapolsek Ajibarang AKP Supardi, Selasa (10/1) kemarin. Kades Tiparkidul, Riyanto mengatakan, banyak bantuan diberikan kepada keluarga Jahidin setelah musibah yang dialaminya. Di antaranya dari Baznas, Polres Banyumas, pemerintah desa dan warga. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembangunan rumah, namun sampai saat ini masih inventarisir material yang akan disiapkan. “Sampai saat ini bantuan masih dikumpulkan untuk selanjutnya dilakukan pembangunan rumah secepatnya. Sehingga keluarga Jahidin yang saat ini masih mengungsi ke rumah kerabatnya bisa segera menempati rumahnya lagi,” tuturnya. ke hal 11

PENDIDIKAN Mustang IV Sainstek Persiapkan Kader Progresif PURWOREJO - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sains dan Teknologi (Sainstek) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) mengadakan Musyawarah Tahunan Anggota (Mustang) IV di ruang Seminar UMP. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (10-11/1) tersebut menjadi media mempersiapkan kader sainstek progesif. Ketua Panitia, Rohmah Putri mengatakan, Mustang diikuti lebih kurang 50 orang, terdiri atas pengurus lama, calon pengurus, alumni, serta pembina. ke hal 11

Sarat Muatan Politik

“Kami sangat menyayangkan. Beberapa kali ingin ketemu dengan saya tapi selalu mengingkari. Pernah beberapa waktu lalu hadir di BPD. Namun kehadirannya itu justru untuk mengurus bagaimana agar Pak Lurah Banyuasin Separe ini segera mundur,” kata Kiswanto, saat melakukan klarifikasi kepada wartawan, kemarin 

Kartu Tani di Purworejo Capai 81.576

PURWOREJO - Informasi pencabulan yang dilakukan oleh seorang Kades Desa Banyuasin Kembaran terhadap warganya yang masih di bawah umur dibantah oleh Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Loano. Menurut mereka, informasi tersebut  adalah fitnah yang sengaja dihembuskan untuk menggulingkan kepemimpinan Kades. Kabar tersebut katanya, sarat dengan muatan politis. Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Loano, Kiswanto mengaku, pihaknya telah berupaya untuk untuk melakukan mediasi antara pihak Kades dengan keluarga Mawar, namun VH sang ayah Mawar tidak mau hadir.

PURWORERJO - Jumlah Kartu Tani di Kabupaten Purworejo mencapai 81.576 buah. Dari jumlah itu, sebanyak 32.507 buah telah terdistribusikan kepada petani yang terdaftar dalam program tersebut. Sementara sisanya masih dalam proses distribusi dan ditarget selesai paling lambat pada 31 Maret 2017 mendatang. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Launching Kartu Tani Jawa Tengah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, Kamis (12/1). Peluncuran secara simbolik kepada 100 petani dilakukan oleh Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM diwakili Wakil Bupati Yuli Hastuti SH. Hadir dalam kegiatan itu kepala dinas/

KLARIFIKASI. Kades Banyuasi Separe Kecamatan Loano saat memberikan klarifikasi dihadapan Muspika dan tokoh masyarakat.

foto: eko sutopo/purworejo ekspres

LAUNCHING. Launching Kartu Tani ditandai dengan penyerahan kartu tani secara simbolik oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH kepada perwakilan petani di Pendopo Kabupaten, kemarin.

instansi terkait, para camat, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan, serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, Said Romadhon, dalam laporannya mengatakan, jumlah keseluruhan petani di Purworejo sebanyak 268.083 orang atau 38,85 persen dari jumlah penduduk di Purworejo. “Jumlah petani peserta program Kartu Tani sebanyak 81.576 orang. Jumlah Kartu Tani yang telah didisitribusikan sebanyak 32.507 buah,” katanya. Berdasrkan data primer pertanian, Purworejo memiliki

luas wilayah 103. 481 Hektare, terdiri atas lahan sawah seluas 30.227 Hektare, bukan lahan sawah seluas 56.880 Hektare, dan bukan lahan pertanian seluas 16.374 Hektare. Pada tahun 2017 ini, para petani membutuhkan alokasi pupuk Urea sebanyak 15.520 Ton, SP36 sebanyak 4.660 Ton, ZA sebanyak 4.755 Ton, NPK sebanyak 8.430 Ton. “Dan pupuk Organik sebanyak 6.500 Ton,” lanjutnya. Dijelaskan, program Kartu Tani bertujuan untuk mewujudkan distribusi pupuk bersubsidi yang tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga. Kartu Tani dapat dimanfaatkan sebagai debit co-branding untuk alokasi ke hal 11

Kiswanto menduga jika VH membiarkan persoalan ini agar bergulir secara liar sehingga menimbulkan gejolak sosial di masyarakat hingga akhirnya posisi kades jatuh. Bahkan Kiswanto menantang VH agar membawa persoalan ini ke ranah hukum agar fitnah ini tidak meresahkan masyarakat. “Tentu kami berharap agar kasus ini tidak berlarut-larut. ke hal 11

foto: lukman hakim/purworejo ekspres

CMYK


13 januari