Issuu on Google+


zoom in

MATAH ATI

Menyibak Histori Mangkunegaran Secara Spektakuler

Inilah suatu pentas seni tradisi kolosal, yang berhasil memikat ribuan penonton, yang setiap hari dijejali budaya pop dan seakanakan meminggirkan seni luhur warisan nenek moyang. Lewat kemasan tata panggung dan tata pertunjukan spektakuler tari kolosal Matah Ati hadir dan sekaligus menyihir para penontonnya, saat dipentaskan di Kota Solo. Pertunjukan selama dua jam yang diselanggarakan pada 8 hingga 10 September 2012 ini mampu menghipnotis kurang lebih 5.000 penonton yang datang setiap harinya. Pergelaran di Solo ini merupakan lanjutan kisah sukses penampilan di Singapura dan Jakarta beberapa waktu sebelumnya, Satu yang teristimewa PT. Global Triple L. selaku produser Matah Ati mendedikasikan pentas Matah Ati di Solo sebagai wujud dari rasa syukur dan terimakasih pada Kota Solo yang memberikan inspirasi besar bagi pertunjukan ini.

Ada dua hal yang membuat Solo menjadi spesial, pertama Atilah Soeryadjaya, penggagas pertunjukan dan sutradara Matah Ati merupakan cucu Mangkunegara VII. Pemilik nama lengkap Bandoro Raden Ayu Atilah Soeryadjaya ini menggarap naskah pertunjukan Matah Ati selama kurang lebih dua tahun sebelum dipergelarkan pertama kali di Singapura pada Oktober 2011. Berbagai macam riset kepustakaan, napak tilas, wawancara oleh sejumlah sumber dilakukan Atilah untuk mencari referensi mengenai Rubiyah, yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini. Kedua, pergelaran Matah Ati diadakan di Pamedan, halaman depan Istana Mangkunegaran yang merupakan lokasi historis kisah perjuangan Pangeran Sambernyowo ( Raden Mas Said) yang menjadi raja pertama Istana Mangkunegaran. Sang raja inilah yang kemudian memperistri Rubiyah, tokoh sentral dalam kisah ini. 1 scope


Dalam menata artistik, Atilah menggandeng Jay Subyakto sebagai direktur kreatif pertunjukan Matah Ati. Koreografi para penari Matah Ati merupakan garapan Daryono dan kawan-kawan. Matah Ati menampilkan penari utama Fajar Satriadi sebagai Raden Mas Said, yang sekaligus bertindak sebagai asisten sutradara, dan Rambat Yulianingsih yang berperan sebagai Rubiyah. Dalam pagelarannya di Solo, Atilah menampilkan kurang lebih 250 penari yang semua penarinya merupakan sarjana dari Institut Seni Indonesia Surakarta. Asmara Raden Mas Said dan Rubiyah Kisah asmara antara pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said yang terkenal dengan slogan, “Mati ji,mati kabeh, mukti ji, mukti kabeh,� dengan Rubiyah, gadis yang diceritakan pandai mengaji, menari dan keberaniannya di medan peperangan menjadi episentrum cerita Matah Ati. Rubiyah seorang gadis yang mahir menjadi pemimpin perempuan (prajurit estri) dalam palagan dan turut membantu Pangeran Sambernyowo dalam menghadapi politik adu domba VOC Hindia Belanda. Korps prajurit estri yang merupakan warisan dari Sultan Agung hadir sebelum Mangkunegaran menguasai jagad milter Jawa dengan kekuatan pasukan modern legiun. Prajurit estri yang berisi perempuan berjumlah 30 orang diangkat sebagai pengawal raja dan memiliki keahlian perang 2 scope

Atilah ingin mengajak publik memahami perempuan dalam Mangkunegaran mempunyai peranan penting. seperti memainkan tombak, pedang, tulap hingga senjata api. Tak cukup bermodalkan kepandaian untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit estri, perempuan yang menjadi prajurit estri harus memiliki paras yang cantik. Setelah 16 tahun peperangan melawan kolonial, Belanda akhirnya membuat perjanjian di Salatiga pada 17 Maret 1957, yang salah satu butir perjanjiannya menjadikan Raden Mas Said sebagai penguasa yang bergelar Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenegara. Kisah ditutup dengan pernikahan antara Pangeran Sambernyowo dengan Rubiyah, yang kemudian menurunkan raja-raja di Mangkunegaran. Rubiyah pun kemudian dikenal sebagai Raden Ayu Kusuma Matah Ati. Dari pasangan petarung inilah, Mangkunegaran masih bertahan hingga kini.

Konsep Pertunjukan Kekuatan pergelaran ini adalah pada konsep artistik panggung yang mendukung jalannya pertunjukan. Awalnya, kobaran api dan kepulan asap yang menyelimuti panggung tepat di depan bangunan yang dibuat abad ke-19 bertuliskan Artilerie-Kavalerie. Api besar yang tiba-tiba berkobar di sisi kiri dan kanan panggung menjadi atraksi kejutan dalam pentas langendriyan Matah Ati saat mengiringi adegan pertempuran. Ketika itu pasukan yang dipimpin Raden Mas Said yang merupakan cikal bakal trah Mangkunegara sedang berperang melawan tentara penjajah Belanda. Iringan gending yang membahana itu perlahan perlahan meluruh dan digantikan senyap. Suasana panggung temaram, menggambarkan suasana duka yang menyelimuti masa itu ketika Raden Mas Said melihat pasukannya berjatuhan dan gugur dalam medan peperangan. Tata panggung Matah Ati yang tak lazim, semakin meninggi ke belakang dan memiliki kemiringan 15 derajat, dimaksudkan untuk mencitrakan keadaan Gunung Mangadeg. Gunung Mangadeg yang berada di Karanganyar ini menjadi salah satu rute dan

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

lokasi pertempuran Pangeran Sambernyowo. Dengan menggunakan kostum pada abad ke-18 dalam adegan pembuka menunjukkan kaum perempuan Jawa Mangkunegaran sudah maju ke medan peperangan dan bersanding sejajar dengan para laki-laki pada garis terdepan medan perang. Pertunjukan yang berisi tari-tarian jawa, tembang-tembang Jawa, lantunan musik gamelan, dan wayang kulit itu sarat dengan pesan emansipasi perempuan di Mangkunegaran sudah lebih dulu sebelum emansipasi perempuan mengumandang di Dunia Barat. Atilah ingin mengajak publik memahami perempuan dalam Mangkunegaran mempunyai peranan penting. Sosok Rubiyah pun bukan perempuan sembarangan dan jangan dipandang sepele dalam historiografi Mangkunegaran. Perjuangan perempuan inilah yang menjadi salah satu aspek pembeda antara Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan. Pagelaran Matah Ati bukan pertunjukan tanpa makna. Berbagai simbol yang digunakan dalam pertunjukan ini berpatok pada kisah sebenarnya. Atilah berhasil mengemas dalam konsep kekinian, sehingga bisa diterima semua kalangan dari masyarakat modern yang mulai kehilangan tradisi hingga pencinta tradisi sendiri. (Yanita Petriella) 3 scope


technoscope

AIR PURIFIER PENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Begitu banyak tawaran yang diberikan sejumlah merek pengusung perangkat air conditioning (AC), mulai dari catu daya rendah (low watts), hingga kelengkapan filter pendukung peningkatan kualitas kesehatan. Salah satu contoh teknologi yang mendukung kesehatan adalah teknologi multi-filter yang ditanamkan dalam AC. Filter di AC tak hanya berfungsi untuk membersihkan udara, tapi mematikan kuman, bakteri hingga virus. Bahkan klaim perusahaan AC, virus ganas seperti flu burung dan flu babi bisa dimatikan dengan teknologi filter AC terbaru. Selain AC ditawarkan juga air purifier untuk menjaga kebersihan dan kesehatan udara di rumah Anda. Air purifier, meski bentuknya lebih kecil, tapi manfaatnya lebih ampuh dari AC. Berbeda dengan AC yang tujuan utamanya untuk mendinginkan ruangan, air purifier memang didesain untuk memurnikan udara dalam ruangan. Air purifier akan menyebarkan ion negatif ke seluruh penjuru ruangan. Ion negatif ini sendiri berfungsi untuk menetralkan gas berbahaya yang ada di dalam ruangan. Namun perlu diingat untuk membersihkan filter AC atau air purifier secara rutin. Sebab, filter yang kotor justru bisa menjadi sarang kuman dan bakteri. Bila AC tidak dirawat dengan benar dan filternya jarang dibersihkan justru akan menjadi sarang mikrobilogi penyebab alergi. Pilih AC atau air purifier berteknologi canggih yang bisa mendukung kesehatan pernafasan Anda. Selain itu, pilih yang berteknologi inverter agar tetap hemat energi dan tagihan listrik tidak membengkak.

Jika kesehatan keluarga adalah yang utama, maka produk ini adalah solusi bagi pencegahan penyakit di rumah Anda.

4 scope

Produk Sharp Sharp Indonesia hadir dengan produk air purifier KC - A50Y - B untuk menjawab kebutuhan peningkatan kesehatan keluarga tanpa perlu mencemaskan tagihan listrik akan melonjak. Fitur - fitur utama yang diusungnya adalah Plasmacluster Ion + Humidifying Function, fitur Ion Plasmacluster menonaktifkan mikro organisme di udara dan diperkuat oleh fitur Humidifying sehingga umur Ion di udara menjadi 2x lebih lama. Powerful Suction Power (Front & Rear Suction) & Wheel, dengan sudut kemiringan 20째 maka daya hisap menjadi 150% lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan penjernih udara lainnya. Kini Air Purifier Kireion hadir dengan front & rear Suction, sehingga penghisapan dan penjernihan debu yang mengganggu serta bau diudara menjadi lebih efektif dan efisien serta peletakan posisi unit menjadi sangat fleksibel. Full Sensor Monitor for Air Quality dan Automatic Function, air purifier ini telah dilengkapi sensor monitor yang dapat mendeteksi tingkat kualitas udara dari debu, bau, hingga kelembaban udara di ruangan dimana air purifier diletakkan. Sharp KC - A50Y - B mampu membersihkan udara hingga 19m2, sehingga sangat ideal untuk diletakkan di ruang keluarga Anda. Jika kesehatan keluarga adalah yang utama, maka produk ini adalah solusi bagi pencegahan penyakit di rumah Anda. Sayangilah keluarga Anda. Bila Anda berminat, Anda dapat menemukannya di Berkat Elektronik yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No 98 Kav 1 - 2. Solo. Tentu dengan harga khusus bagi Anda pembaca Soloscope yaitu sebesar Rp 4.150.000,- dari harga normal sebesar Rp 4.379.999. (Adv)


autoscope

dengan tema “Stay Driven: Harmony & Technology” yang memadukan antara desain dinamis dengan alur yang seimbang, sebuah keselarasan antara teknologi dengan alam. Mercedes-Benz Indonesia mengangkat tema “Irresistible Luxury. Experience the Fascination.” Volkswagen Indonesia hadir dengan tema “Powerful but Efficient” yang menggambarkan kekuatan yang tetap mengedepankan kehematan bahan bakar.

Di Hall C, General Motors Indonesia selaku APM Chevrolet menunjukkan pesan lahirnya kembali semangat dan kejayaan Chevrolet di Indonesia dengan tema Tahan Banting, Terjangkau dan Bernilai Tinggi. “Kelahiran kembali” Chevrolet salah satunya ditandai dengan peluncuran Chevrolet Spin yang merupakan peluncuran perdana di dunia. VW menghadirkan dua model andalan terbaru yaitu Volkswagen Tiguan dan Volkswagen Scirocco. Pendatang baru di ajang IIMS, Tata Motors hadir dengan tema “Smart Solutions for Mobility Needs” yang sejalan dengan semangat Tata Motors untuk menyediakan semua jenis kendaraan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dunia.

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

IIMS 2012 Ajang Promo Mobil Murah dan Efisien

Kemacetan panjang mewarnai perjalanan kami menuju Jakarta International Expo (JIExpo), pekan lalu. Antusiasme yang sangat besar tampak dari jumlah penonton yang datang mengunjungi Indonesia International Motor Show. Hal itu sudah terlihat di gerbang pintu masuk parkiran, kami pun harus mengantre cukup panjang untuk dapat masuk menuju lokasi parkir di area JIExpo.

Gelaran ke - 20 IIMS kali ini merupakan pameran otomotif terbesar dalam sejarah GAIKINDO yang mulai menyelenggarakan pameran otomotif sejak tahun 1986. IIMS yang diselenggarakan dari tanggal 20 - 30 September 2012 ini menempati lahan seluas 70.000 meter2, dalam pameran kali ini terdapat 35 merek otomotif yang ikut serta, menjadikan IIMS kali ini sebagai pameran otomotif dengan peserta terbanyak. “Eco Mobility” adalah tema yang diangkat pada gelaran IIMS kali ini, berangkat dari kepedulian akan lingkungan di tengah gaya hidup modern di perkotaan dengan mempromosikan mobilitas dan aksesibilitas yang ramah lingkungan, dan efisiensi bahan bakar. Kendaraan-kendaraan tersebut ditampilkan dalam beberapa lokasi, Di Hall A, Daihatsu mengusung tema besar “Daihatsu Sahabatku” atau “Best Friend of Life”. Unsur air dan daun akan mendominasi rancangan booth Daihatsu yang merupakan bagian dari konsep

6 scope

“Eco Friendly” sebagai tema utama booth Daihatsu. Ford mengambil tema “Ford Go Further” yang mengajak konsumen untuk melangkah lebih jauh dengan Ford melalui empat brand pillar yaitu Quality, Green, Safe, dan Smart. Hyundai Indonesia mengangkat tema “Modern Premium” dengan desain booth yang elegan dan inovatif dan membawa 8 unit lineup produk terbaiknya. Hyundai juga hadir di Hall C dan menampilkan Hyundai Mover Ambulance, Hyundai Mover Cipaganti dan Whitehorse Taksi.

Masih di Hall A, KIA Motors Indonesia hadir dengan tema “I like KIA, I like Eco2 (Ecological and Economical)” yang menegaskan bahwa KIA sangat menaruh perhatian pada kelestarian lingkungan serta hemat dalam penggunaan bahan bakar. Mazda Motor Indonesia mengajak pengunjung ke masa depan melalui tema “Engineering the Future” yang menunjukkan kemampuan Mazda berpikir jauh ke depan. Mitsubishi

Motors tampil dengan konsep lifestyle bertemakan “Innovation of Passion & Fashion Mitsubishi Life Style” yang menjadi cerminan produk Mitsubishi yang selalu berinovasi, stylish dan menjadikan “passion” dan “fashion” sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam setiap produknya.

Menuju ke Hall B, BMW Indonesia mengusung tema teknologi Efficient Dynamics yang merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung program nasional penghematan energi dan penurunan emisi. Selain itu, BMW dan MINI akan menghadirkan pula produk-produk terbaru dari BMW Lifestyle & Accessories Collection dan MINI Lifestyle & Accessories Collection. Chrysler Indonesia menampilkan booth

Hall D menampilkan Geely yang hadir dengan spirit “To Win the Competition” dengan mengedepankan kemampuan untuk memproduksi mobil berkualitas, aman, ramah lingkungan serta hemat energi. Geely juga berupaya untuk membuat mobil bisa mudah dimiliki oleh setiap orang. Honda Prospect Motor di ajang IIMS tahun ini menampilkan tema “Racing for Blue Skies” yang menggambarkan dua karakter utama yang mendasari setiap produk Honda, yaitu performa yang sporty namun tetap efisien dan ramah lingkungan.

Dalam gelaran IIMS tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi negara pertama di dunia yang menampilkan model terbaru dari Honda CR-Z untuk publik secara umum. Nissan Motor Indonesia dan Infiniti Indonesia hadir dengan tema “Innovation that Excites” dengan line up kendaraan baru dan kendaraan konsep seperti All New Nissan Serena, Elgrand 2.5L serta sports car legendaris Nissan GTR R35 dan Infiniti F1 Show Car. Sementara itu, Toyota Indonesia menghadirkan tema “Goodness for Tomorrow”, yaitu sebuah semangat untuk selalu memberikan yang terbaik demi masa depan yang lebih baik. (Kris Santoso)

“Eco Mobility” adalah tema yang diangkat pada gelaran IIMS kali ini, berangkat dari kepedulian akan lingkungan di tengah gaya hidup modern

7 scope


viewfinder

KEINDAHAN TAMAN BALEKAMBANG

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

Bukti Cinta Seorang Raja

Taman Balekambang merupakan salah satu ikon Kota Solo. Di taman kota ini, sejarah panggung hiburan Srimulat bertumbuh dan lekat menjadi salah satu bentuk budaya Solo yang diterima masyarakat secara luas. Taman Balekambang ini telah melewati sejarah panjang dan bertahan hingga kini, dan tetap menjadi salah satu tempat yang memberi ruang pada Kota Solo untuk bernafas dengan kehijauan taman yang terjaga. Terletak di Jalan Balekambang No. 1 Surakarta, taman ini dibuka mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB setiap harinya. Sejarahnya, taman seluas 9,8 hektare ini merupakan taman peninggalan Kasunanan Mangkunegara Solo. Balekambang berarti rumah yang berada di atas air. Taman Balekambang yang berdiri pada 1921 ini dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk putri-putri tercinta yaitu GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Hal itu tercatat dengan patung yang ada di dalam taman Balekambanng. Karena itu, dahulu Taman Balekambang pun dibagi menjadi dua, yaitu Partini Tuin dan Partinah Bosch. Partini Tuin atau Taman Air Partini merupakan kolam resapan yang luas dan berfungsi sebagai penampungan air. Kolam ini terkadang digunakan untuk wisata air dengan menggunakan perahu. 8 scope

Rindangnya pepohonan dan kicauan burung menambah kesan damai dan sejuk menyambut para pengunjung Taman Balekambang. Partinah Bosch atau Hutan Partinah merupakan area yang dipenuhi dengan tanaman dan pohon langka seperti kenari, beringin putih, beringin sungsang, apel coklat, dan sebagainya. Hutan Partinah ini berfungsi sebagai daerah resapan dan paru-paru kota. Pada awal dibangunnya, Taman Balekambang hanya digunakan untuk tempat rekreasi keluarga dan kerabat istana Mangkunegaraan. Pada masa KGPPA Mangkunegara VIII, Taman Balekambang ini dibuka untuk umum dan banyak hiburan rakyat sering diadakan di taman ini. Revitalisasi Taman Balekambang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Solo. UPT Disbudpar Solo juga membangun kawasan outbond dan gedung serba guna yang digunakan masyarakat untuk menggelar pertunjukan seni. Tahun 1970, di kompleks Taman Balekambang terdapat gedung yang digunakan sebagai tempat hiburan, yaitu panggung Srimulat. Bahkan aksi panggung

Srimulat ini menjadi primadona hiburan Kota Solo di masa itu. Kini setelah revitalisasi pada 2008, Balekambang kembali pada fungsi aslinya, menjadi taman kota. Pemerintahan kota Surakarta lewat Joko Widodo telah mengembalikan fungsi taman Balekambang. Lewat taman inilah dapat menjadikan Solo sebagai kota hijau dan kota taman. Rindangnya pepohonan dan kicauan burung menambah kesan damai dan sejuk menyambut para pengunjung Taman Balekambang. Di taman ini pula, satwa seperti rusa jenis timor sengaja dilepaskan, tanpa dikandangkan dan dikembangbiakan secara alami. Selain rusa, satwa yang juga dipelihara di Taman Balekambang antara lain burung beo, kalkun, angsa dan aneka reptil. Taman Balekambang juga memiliki bangkubangku taman berukiran agar pengunjung dapat bersantai dan menikmati pemandangan di taman ini. Taman Balekambang memang cocok untuk mereka yang mencari kesejukan di tengah hiruk pikuknya perkotaan. Kini, Taman Balekambang tidak hanya menjadi tujuan warga Solo, namun juga menjadi tempat tujuan wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (Yanita Petriella)

9 scope


what’s on september

Solo International Performing Arts 2012 Serukan Semangat Selamatkan Dunia

Save Our World for Better Future, telah menjadi tema sekaligus pesan yang akan disampaikan melalui serangkaian acara SIPA 2012 yang dilaksanakan 28-30 September 2012 lalu. Inilah kali keempat SIPA diadakan, berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, kali ini SIPA 2012 membawa semangat kebersamaan untuk menyelamatkan bumi dan segala kehidupannya.

Indonesia dan FACP

Konferensi Federation for Asian Cultural Promotion (FACP) Kiprah Kota Solo yang Mendunia

Sendratari kolosal Matah Ati, tidak hanya memuaskan publik Kota Solo dan sekitarnya. Cerita sukses pertunjukan tersebut saat digelar di Singapura membuat Solo menjadi kota kehormatan dalam menyelenggarakan konferensi Federation for Asian Cultural Promotion (FACP).

FACP yang didirikan sejak tahun 1979 ini merupakan wadah untuk untuk saling mempromosikan pertukaran budaya antar negara demi melestarikan dan memajukan budaya di Asia Pasifik maupun internasional. Anggota dari FACP sendiri berasal dari Taiwan, Jepang, Singapura, Filipina, Thailand, RRC, Inggris, Indonesia, Hongkong, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Mongolia, Amerikat Serikat dan Georgia.

10 scope

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

Sejak berdirinya FACP, representative dari Indonesia hanya terwakili pada 2 tahun pertama, setelah itu di dalam FACP tidak ada perwakilan dari Indonesia. Berkat kesuksesan ‘Matah Ati’ di Singapura pada Oktober 2010 lalu, Indonesia diundang menjadi salah satu negara yang termasuk di dalam Federation for Asian Cultural Promotion (FACP) dengan Atilah Soeryadjaya sebagai gubernur representatif dari Indonesia. Pada konferensi FACP ke 30, kota Solo mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah FACP tahun 2012 dengan mengusung tema “Merupa Seni Tradisi Seiring Zaman – Memasarkan Seni Asia Mendunia” (Moving Along Beyond Tradition –Asian Arts and World Market).

Dengan rangkaian acara konferensi FACP, sebanyak 145 peserta dapat melakukan pertukaran informasi bisnis pertunjukan antara kurator-produser, dan menyaksikan pertunjukan dari negara-negara anggota dalam seleksi Asian Gems of The Art. Asian Gems of The Art ini dimeriahkan oleh permainan gitar dari Chiawei Lin (Taiwan), teater seni beladiri dari Lee Wushu Arts Theatre dan The Baba Nyonya Cultural Show (Malaysia), permainan piano dari Aileen Chanco (Filipina), dan karya Tari Aksara Tubuh Hanacaraka (Indonesia). Kota Solo pun telah berhasil menunjukkan kesuksesannya diantaranya dengan menggelar Kirab Mangayubagya yang melewati beberapa ruas jalan utama pada 8 September 2012 lalu. (Yanita Petriella)

Performing Arts tersebut dibuka pada 28 September lalu dengan kehadiran sejumlah tokoh penting pada perhelatan seni ini. Mereka diantaranya, GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani sebagai mascot SIPA 2012, Irawati Kusumorasri selaku ketua SIPA 2012. Adapun simbolisasi penyelamatan bumi melalui penghijauan dengan menyerahkan bibit Kecik Manila oleh Ketua SIPA 2012 kepada Wakil Walikota Surakarta FX Rudyatmo dan Duta Besar Korea Selatan, Mr. Kim Young Sun. Hadir pula Sri Paduka Mangkunegaran IX.

Kemeriahan SIPA 2012 diawali dengan persembahan tarian pembukaan dari Semarak Candrakirana Art Center (SCK) dan GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani. Tarian pembukaan berjudul Gita Swara Buwana yang berarti nyanyian pujian untuk

Putra Putri Solo 2012

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

SIPA (Solo International Performing Arts) 2012 kembali digelar di Solo, Kota Budaya. Sejak 2009 kemeriahan SIPA telah menarik perhatian warga Kota Solo dan sekitarnya, bahkan sampai ke penjuru dunia.

dunia, bumi, dan seisinya sesuai dengan tema SIPA 2012, Save Our World Better Future. Kelincahan dan keelokan tarian 25 penari dari SCK tampak senada dengan kostum Dayak Kalimantan yang mengingatkan kita akan kekayaan alam dan budaya di bumi Borneo.

The Dream Engine dari British Council Inggris tampil dengan judul tarian Heliosphere. Selanjutnya tampil Kelompok Nyanyian Alam Ully Sigar Rusadi yang sudah asejak tahun 1985 aktif dalam acara dan kampanye lingkungan hidup di Indonesia dan kampanye global warming. Tampil pula Eisa Dance yang menampilkan tarian nyanyian puji-pujian Budha (Nenbutsu). Budayawan Sujiwo Tejo hadir menjadi pengisi acara dengan karya yang mengajak kita mengenal akar budaya Indonesia melalui metabolisme kreatif. (Musashi Putuhena)

Eri dan Ratih Raih Gelar Putra Putri Solo 2012

Eri Dwi Cahyono dan Ratih Kusuma Dewi, telah dinobatkan sebagai Putra Putri Solo 2012. Terpilihnya keduanya, bukan diraih dengan mudah. Eri dan Ratih harus berjuang di penyisihan dengan orang 20 finalis dan dinilai oleh lima juri yang berkompeten dalam ajang pencarian Putra Putri Solo 2012 itu.

Grand Final Putra-putri Solo (PPS) 2012 yang digelar di halaman Balaikota Surakarta pada 5 September 2012 lalu dibuka oleh Widdi Srihanto selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Lima orang ahli yang didaulat sebagai juri mewakili bidangnya masing-masing yaitu budayawan BRM Bambang Irawan, motivator RAy Hapsari Dipokusumo, akademisi Dr. Widodo Muktiyo, dari Mustika Ratu, Putra S Putranto dan Runner Up Putri Indonesia 2012 yang menjadi wakil Yayasan Putri Indonesia Reisha Kartikasari, memulai tugas mereka.

Terdapat dua sesi utama dalam acara PPS 2012, yaitu dialog menggunakan bahasa Jawa oleh masingmasing pasangan finalis dan tanya jawab dengan juri. Dalam sesi tanya jawab, para juri memberikan pertanyaan sesuai dengan undian yang diperoleh para finalis. lima tema besar pertanyaan dari juri, mencakup budaya, transportasi, kuliner, lokasi wisata dan belanja.

foto oleh Musashi Putuhena

Walikota Solo, Joko Widodo, berkesempatan menyerahkan hadiah berupa piala serta bingkisan kepada Putra Putri Solo 2012 yakni, Eri Dwi Cahyono dan Ratih Kusuma Dewi. Eri juga terpilih sebagai Putra Solo Favorit 2012 berdampingan dengan Beprina Yunita Ningrum yang menyabet gelar Putri Solo Favorit 2012. Gelar Juara II diraih Atyanta Henggar dan Merlyn Swantamalo Magna sedangkan Juara III berada di tangan Sasangka Bayuaji Nugroho serta Monika Agesti Virga Adhisurya. (Yanita Petriella)

11 scope


parentalscope

media untuk ibu-ibu di lingkungan Tambakbayan, Depok, Sleman, Yogyakarta, sebagian orangtua merasa kesulitan mencegah anak mereka menonton televisi. Setelah orangtua mematikan televisi, maka anak mereka akan pergi ke rumah tetangga untuk melanjutkan menonton televisi. Bagaimana pun literasi atau melek media perlu dimiliki oleh setiap orang, termasuk anakanak, supaya mereka bisa menjadi khalayak yang cerdas. Pendidikan literasi media dimulai dari lingkup terkecil, keluarga. Melalui orangtua, literasi media bisa secara perlahan diterapkan pada anak.

BIMBING ANAK MENJADI KHALAYAK CERDAS “All television is children’s television” -Richard P. Adler

Mungkin kutipan di atas tak lagi berlaku jika kita melihat kenyataan saat ini. Dinamika industri televisi begitu cepat membuatnya semakin berlomba-lomba menyajikan program-program menarik bagi khalayak guna meraih profit. Namun, program yang menarik dan menghibur hati terkadang tidak diimbangi dengan nilainilai pendidikan yang membawa manfaat bagi kehidupan sehari-hari, khususnya untuk anakanak. “Televisi sekarang cenderung mendidik anakanak menjadi konsumtif, karena iklan-iklan yang ada”, jelas Dr. Lukas S. Ispandriarno, Ketua Masyarakat Peduli Media (MPM) sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Program televisi khusus untuk anak-anak jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Sedangkan program televisi yang benar-benar layak ditonton oleh anak dan lebih bervariasi bisa diperoleh dari televisi berlangganan yang biayanya belum tentu bisa dijangkau semua kalangan. Ini merupakan tantangan bagi orangtua untuk mendidik anak agar menonton sesuai dengan usianya. 12 scope

foto google.com

Apa yang khalayak tonton di televisi tidak sepenuhnya riil atau nyata. Hal ini masih sulit dipahami anak-anak. Pentingnya Literasi Media “Media merupakan realitas semu atau palsu. Realitas itu adalah realitas yang dikonstruksi”, kata Lukas. Apa yang khalayak tonton di televisi tidak sepenuhnya riil atau nyata. Hal ini masih sulit dipahami anak-anak. Mereka belum mengerti siapa yang membuat dan apa tujuan atau maksud dari program televisi yang mereka tonton. “Selama ini anak-anak tahunya apa yang mereka tonton itu nyata”, imbuh Lukas. Menanamkan literasi media pada anak mungkin tidak mudah mengingat televisi sudah melekat di kehidupan masyarakat dan menjadi konsumsi sehari-hari. Seperti yang diceritakan Lukas, ketika MPM mengadakan program literasi

Orangtua Sebagai Pembimbing Sebagai pihak yang paling dekat dengan anak, orangtua memiliki peran untuk membimbing anak mereka. “Orang tua dapat memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang boleh mereka tonton dan apa yang tidak boleh ditonton”, katanya. Lukas menambahkan bahwa jika memungkinkan atau ada kesempatan, orangtua bisa mengajak anak melihat secara langsung proses pembuatan sebuah program televisi. Di samping itu, anak-anak membutuhkan role model atau orang yang memberikan contoh baik kepada mereka. Dengan demikian ada baiknya jika orangtua selain membimbing juga sebagai contoh. Misalnya, dengan tidak sering menonton televisi dan lebih sering meluangkan waktu bersama anak. Membangun dialog dan meberikan contoh mengenai menonton televisi adalah awal yang baik untuk memberikan pendidikan pada anak, khususnya dalam menonton televisi. Menurut American Academy of Pediatrics (1999), pendidikan media bisa mengurangi kerentanan dampak buruk dari menonton televisi terhadap anak. (Gisela Ayu)

Find more guidelines here! Buat perubahan positif untuk anak dan keluarga Anda melalui sebuah langkah kecil - Matikan televisi jika ada adegan kekerasan. Jangan biarkan anak-anak menonton adegan kekerasan di televisi. Bila perlu, beri himbauan pada stasiun televisi di wilayah anda untuk lebih banyak membuat tayangan keluarga - Batasi penggunaan televisi. - Ajarkan media literasi pada anak. Ajak anak berdiskusi mengenai stereotip atau pesan tersembunyi dalam program televisi. Luangkan waktu anda untuk berbicara dan mendengarkan. - Beri contoh untuk melakukan sesuatu dengan baik. Jangan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. - Ekspresikan pendapat anda. Bicarakan soal kekerasan dalam media dengan dan di hadapan anak - Sediakan waktu khusus keluarga. Matikan semua jenis media (televisi, radio, video games, atau internet). Gantilah dengan kegiatan yang menyenangkan seperti keluar untuk makan malam bersama, olahraga, atau sekadar melihat-lihat album foto lama keluarga.

13 scope


events

travelscope

1 - 5 Oktober 2012 Kejuaraan Bulutangkis se Jawa Tengah Piala Gubernur, GOR Manahan dan Gedung PMS Solo 1 - 6 Oktober 2012 Pameran Seni Rupa “Kumbakarno Gugur” karya Abdul Aziz Balai Soedjatmoko Solo Gramedia Jl Slamet Riyadi 284 Solo 5 Oktober 2012 Sendratari Ramayana Full Story oleh Sanggar Ekasanti Open Stage Taman Balekambang 11 - 14 Oktober 2012 Solo Investation Tourism and Trade Expo (SITTEX) 12 - 13 Oktober 2012 Pesta Wirausaha Jateng - DIY 2012 Diamond Convention Center 13 Oktober 2012 Rock In Solo : Kingdom Metal Fest 2012 Alun-alun Utara, mulai pukul 10.30 13 - 14 Oktober 2012 Solo International Tea Festival

PANTAI KLAYAR Oase Terindah di Pesisir Selatan

13 - 14 Oktober 2012 Pertamina Enduro KYT Day Battle Drag Bike Manahan, Solo 14 - 16 Oktober 2012 Himaghita Festival 2012 “Traditional Snack as an Indonesian Culinary Heritage” Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian UNS 14 Oktober 2012 Kirab pangan dan Festival Pangan, pukul 06.00 - selesai. Rute: Purwosari - Sriwedari 15 - 16 Oktober 2012 : Bazaar pangan snack tradisionall Fakultas Pertanian UNS, pukul 08.00 - 14.00 16 Oktober 2012 Student Food Creativity Competition tingkat SMA/SMK sederajat Aula Fakultas Pertanian, pukul 08.00 - selesai. 21 Oktober 2012 Solo Luar Biasa, Stadion Manahan Info : 0271724811 CP : Intan, Nina, Harsih 25 - 28 Oktober 2012 Pasar Seni Balekambang, di Taman Balekambang 26 Oktober 2012 Grebeg Besar, di Keraton Kasunanan Surakarta - Masjid Agung 27 - 28 Oktober 2012 Jambore Nasional Honda C50 C70 C90 di Alun-Alun Utara. 9 – 11 November 2012 Javanesse Theatrical, venue: Solo   11 November 2012  Kirab Apem Sewu, venue: Kampung Sewuv

CALENDAR EVENT OCTOBER

11 November 2012 Bengawan Solo Gethek Festival, Sungai Bengawan Solo   16 – 17 November 2012 Kirab Malam 1 Suro, Keraton Kasunan Surakarta & Pura Mangkunegaran

25 November 2012 Wiyosan Jumenengan SP KGPAA Mangkoe Nagoro IX, Pura Mangkunegaran

14 scope

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

Mari kita jalan-jalan. Kali ini Soloscope mengajak Anda melihat indahnya Pantai Klayar di Pacitan, Jawa Timur. Pantai ini sangat indah. Ombak yang menabrak karang-karang di sekitarnya membuat suara yang merdu di telinga, diiringi dengan pasir putih yang memanjakan mata. Pantai di daerah selatan pulau Jawa selalu menimbulkan kekaguman tersendiri bagi pengunjungnya. Di Klayar, Anda dapat menikmati pemandangan dari sudut-sudut yang berbeda. Di sebelah barat, Anda dapat menaiki batu karang dan menikmati suasana sekitarnya. Ada semacam gardu pandang yang telah disediakan untuk mengamati pemandangan. Sedangkan di sebelah timur, Anda dapat naik ke bukit yang dikelilingi oleh hamparan rumput dan ilalang dengan warna dominan merah, membuat serasa ada di tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. Di sebelah timur ini, terdapat karang unik yang menyemburkan air seperti air mancur dan mengeluarkan bunyi seperti peluit atau sempritan. Bunyi itu disebabkan oleh tekanan tinggi air laut dan udara yang terjebak di dalam rongga karang. Anda dapat mengunjungi pantai ini dengan transportasi, baik motor, mobil, minibus. Kami mengambil jalan dari Solo lalu ke Wonogiri kemudian ke arah Pacitan. Terdapat petunjuk arah yang memudahkan anda untuk sampai ke

foto oleh Musashi Putuhena (Orbion Photoworks)

Klayar bagai oase untuk mendapatkan kesegaran jiwani dan ragawi.

destinasi. Jalan yang naik-turun, sempit dan berkelok cukup menantang. Sesampainya di Klayar, anda harus membayar karcis masuk yang cukup murah. Terdapat tempat parkir yang luas. Jika anda haus atau lapar, terdapat beberapa pedagang yang berjualan di sana. Tetapi sebaiknya anda menyiapkan perlengkapan seperti makan dan minum dari rumah. Surga bagi Fotografer Bagi pecinta fotografi, pantai ini adalah surga pecinta landscape photography. Kami sarankan anda membawa kamera dengan lensa sudut lebar atau wide angle lens serta lengkapi dengan filter Natural Density (ND) untuk mengabadikan pemandangan indah Klayar secara slow speed. Jangan lupa untuk memotret ombak yang menghantam karang dan bebatuan pantai, serta sunset di sore hari. Ada banyak angle di bukit di sebelah timur dan barat yang tepat untuk mengabadikan Klayar dari sudut yang berbeda. Klayar meninggalkan decak kagum yang luar biasa. Ia adalah pantai yang indah yang pernah kami kunjungi di daerah pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Klayar bagai oase untuk mendapatkan kesegaran jiwani dan ragawi. (Musashi Putuhena) 15 scope


scoper’svoice

Anda dapat menulis apresiasi, pertanyaan, pendapat, atau kontribusi lainnya dan mengirimkannya melalui e-mail: soloscopemagz@gmail.com facebook: soloscope twitter: @soloscope_magz

Iklan dapat menjadi sarana Anda untuk memperkenalkan diri, memberitahukan dan berbicara kepada calon konsumen anda serta mengukuhkan image produk barang dan jasa Anda di benak konsumen sehingga produk Anda menjadi top of mind.

16 scope

info iklan soloscopemagz@gmail.com 0271 - 7 932 932



soloscope 3rd issue