Issuu on Google+

q

Latar Belakang

Ø

Pencetus awal konsep Segitiga Pertumbuhan (Growth Triangle) adalah Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Dr. Mahathir Muhammad pada Tahun 1991

Ø

Tanggal 16 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia, inisiatif tersebut disambut oleh Presiden Indonesia, Suharto dan Perdana Menteri Thailand, Chuan Leek Pai dan Untuk Prov. NAD dihadiri oleh Gubernur D.I Aceh, Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud


q Tujuan Umum IMT - GT n

n

n n n

Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dunia usaha, melalui Peningkatan Perdagangan dan Investasi. Mendorong sektor swasta untuk meningkatkan daya saing ekspor. Peningkatan kesejahteraan masyarakat Penurunan biaya produksi, distribusi, dan transaksi. Mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah.


IMT-GT Structure and IMTOrganization Mechanism Each Country Signing Minister

Ministerial Meeting National Director of Indonesia

Senior Officials Meeting

Senior official

Joint Business Council

National Secretariat

Indonesia

Respective Ministry, Private Sectors and Regional Government

Private Sector

IMT GT Wide

2 ITG’s

Malaysia

Thailand

2 ITG’s

2 ITG’s

National Director of Malaysia National Director of Thailand


INDONESIA BUSINESS COUNCIL MALAYSIA BUSINESS COUNCIL

THAILAND BUSINESS COUNCIL


ANGGOTA- ANGGOTA IMT – GT ( Tahun 1993 ) Indonesia

Malaysia

Thailand

4 Propinsi : Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau.

4 Negara Bagian : Perak, Penang, Kedah, Perlis.

5 Propinsi : Pattani, Songkhla, Yala, Narathiwat, Satun.


ANGGOTA- ANGGOTA IMT – GT (Tahun 1993 – Juni 2009 Indonesia

Malaysia

Thailand

10 Propinsi : Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Lampung.

8 Negara Bagian : Perak, Penang, Kedah, Perlis, Selangor, Kelantan, Malaka,dan Negeri Sembilan.

14 Propinsi : Pattani, Songkhla, Yala, Narathiwat, Satun, Trang, Phattalung, dan Nakhon Si Thammarat, Chumporn, Krabi, Phangnga, Phuket, Ranong, Suratthani


SEKTOR KERJASAMA IMT - GT n

n a. b. c. d. e. f.

Saat ini IMT – GT terdiri dari 6 sub-fora yang disebut dengan Working Group (WG). Masing-masing WG tersebut merupakan kelompok kerja yang secara khusus dibentuk untuk menyeleksi program dan proyek yang diajukan oleh sektor swasta di kawasan IMT – GT serta mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Ke-enam WG beserta lead country-nya tersebut adalah : WG on Infrastructure and Transportation (Malaysia) WG on Trade and Investment (Malaysia) WG on Tourism (Thailand) WG on Halal Product and Services (Thailand) WG on Human Resources Development (Indonesia) WG on Agriculture,Agro-Industry and Environment (Indonesia)


PERKEMBANGAN DAN PENCAPAIAN YANG MEMILIKI NILAI KONTRIBUSI POSITIF Dalam 15 tahun perjalanannya, IMT – GT telah menghasilkan beberapa capaian yang memiliki nilai kontribusi positif bagi pertumbuhan kawasan IMT – GT.Hal tersebut dapat terlihat dari uraian dari masing-masing Working Group dibawah ini : a. WG on Infrastructure and Transportation - Pengoperasian maskapai penerbangan tambahan dan layanan jalur penerbangan -

Pembangunan atau pengembangan bandara internasional di beberapa daerah. Seperti Bandara Minangkabao di Sumbar dan Bandara Internasional di Banda Aceh

-

Pembukaan jalur pelayaran baru yang melayani rute Belawan, Pekanbaru, Dumai, dan Penang. Satu jalur juga dibuka melayani jalur Satun di Thailand menuju Langkawi, Malaysia

- Identifikasi 5 ( lima ) Economic Connectivity Corridor


Pembangunan jembatan Golok River di Buketa, Thailand dengan Bukit Bunga di Malaysia pada pertengahan Desember 2007, yang didukung dengan fasilitas CIQ n Pelabuhan Ro-ro Ferry di Dumai telah selesai dan siap digunakan, menunggu penetapan operator Ro-ro n Implementasi konsep IMT – GT Connectivity Corridor di 5 koridor ekonomi yang dipandang paling potensial dan telah memiliki traffic yang relatif tinggi dan perlu ditingkatkan yaitu : (i) koridor ekonomi Songkhla – Penang – Medan Economic Corridor, (ii) Koridor Ekonomi Selat Melaka, (iii) Koridor Ekonomi Banda Aceh – Medan – Dumai – Palembang, (iv) Koridor Ekonomi Melaka – Dumai dan (v) Koridor Ekonomi Ranong – Phuket – Aceh. b. WG on Trade and Investment n Di sektor perdagangan dan investasi IMT – GT Plaza yang pertama telah dibangun pada tahu 2006 di Propinsi Trang, Thailand, dan IMT – GT Plaza lainnya di Phatthalung, Thailand, di Port Dickson, Malaysia dan di Propinsi Riau selama kurun waktu 2007 – 2008 n Peningkatan kerjasama perdagangan lintas batas dan investasi intra sub-regional IMT-GT dari Malaysia dan Thailand ke Sumatera, khususnya untuk kelapa sawit dan pisang n


c. WG on Tourism : n Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik dari luar maupun di dalam wilayah IMT – GT yang didorong oleh kebijakan fiskal oleh pemerintah Indonesia untuk kawasan IMT – GT n Dalam kerjasama pariwisata, telah disepakati tahun 2008 sebagai tahun kunjungan wisata IMT – GT atau Visit IMT – GT Year 2008 yang secara resmi diluncurkan di Hatyai, Songkhla, Thailand tanggal 11 – 20 Januari 2008 d. WG on Human Resources Development n Mutual Recognition Arragement atau MRA yang ditujukan untuk pilot test kesepakatan yang sama di Asean n Market Labour Information untuk penyediaan data yang saling terhubung tentang berbagai kesempatan kerja di 3 (tiga) Negara IMT – GT n Program seminar dan technical meeting untuk pertukaran informasi penyelenggaraan pertukaran tenaga kerja sebagai salah satu langkah MRA n Pembentukan UNINET yang merupakan bentuk kerjasama bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran praktisi, akademisi di kawasan IMT-GT


Program pertukaran studi, workshop tenaga kerja, dll n Pembentukan UNINET yang merupakan bentuk kerjasama di bidang pendidikan, pendidikan, penelitian, dan pertukaran praktisi, akademisi di kawasan IMT – GT e. WG on Agriculture Agro – Industry and Environment n Untuk mendukung sektor agri, telah dilakukan beberapa kegiatan bersama seperti IMT-GT Expo dan Seminar for Fisheries yang dilaksanakan pada awal bulan November 2007 di Batam, penanganan kebakaran hutan di propinsi Riau. n Propinsi Riau telah selesai membangun Terminal Agribisnis di Dumai lengkap dengan sarana cold storage dan fasilitas display permanen untuk produk agro yang juga difungsikan sebagai exit-entry point produk agro dari dan ke Negara IMT - GT

n


n n

n

F. WG on Halal Produk and Services Beberapa even bersama telah diorganisir selama tahun 2007 seperti Internasional Halal Expo yang dilaksanakan pada saat festival Maulid Nabi di Propinsi Krabi, Thailand dan peningkatan jaringan Halal Laboratory di Negara IMT – GT Saat ini dipersiapkan harmonisasi standar sertifikasi halal yang berlaku di ketiga Negara IMT - GT


Hambatan/Kendala : 1. Hambatan Umum; n n n n n

Infrastruktur dan supply listrik yang sangat terbatas Kebijakan pemerintah Kurangnya data informasi Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia Pendanaan


Hambatan/Kendala : 2. Hambatan Khusus; n

n

n n n

Komunikasi pada setiap pertemuan menggunakan bahasa Inggris sehingga peserta/pelaku usaha tidak dapat mengikuti secara aktif. Sulit menghadirkan pelaku usaha pada saat adanya matchmaking / pencocokan. Kelambanan proses negosiasi. Kapasitas dan peranan sektor swasta masih kurang. Lemahnya koordinasi antar instansi dalam negara, baik antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, dan antar pemerintah daerah dengan


IMT-GT