Page 1

KUIK UNY Terima Kunjungan dari UPT PLI UNTIRTA Harapannya, walaupun KUIK UNY masih “berusia belia”, keberadaannya akan mampu menjadi sumber sharing pengetahuan dan pengalaman sehingga akan membawa kemajuan bagi kedua universitas dan dapat membantu satu sama lain.

Kepala KUIK beserta jajarannya berfoto bersama rombongan dari PLI UNTIRTA Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan dari Unit Pelayanan Teknis Pusat Layanan Internasional (UPT PLI) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Banten, pada Selasa (2/7). Unit yang baru satu tahun berdiri bermaksud meningkatkan pelayanannya dengan mempelajari seluk-beluk pengelolaan KUIK UNY melalui kunjungan sekaligus studi banding yang diikuti oleh stafstafnya.

Delegasi UNTIRTA yang hadir pada kesempatan ini terdiri dari Dr. Nurmayulis, M.P. selaku Ketua UPT PLI UNTIRTA, dengan didampingi oleh Dr. Kartina A.M., Ir., M.P., Surya Anom, S.H., LL.M. , Ali Nurudin, dan Udi Samanhudi, M.Pd. Delegasi tersebut disambut oleh Dr.–Ing. Satoto E. Nayono, M.Eng., M.Sc. selaku Kepala KUIK UNY beserta stafnya yaitu Retna Hidayah, Ph.D., Nunik Sugesti, M.Hum., Ari Kusmiatun, M.Hum., dan Ch. Fajar Sriwahyuniati, M.Or. Dalam sambutannya, Dr.–Ing Satoto memperkenalkan sekilas mengenai UNY sekaligus menyambut baik maksud kedatangan delegasi UNTIRTA. Harapannya, walaupun KUIK UNY masih “berusia belia”, keberadaannya akan mampu menjadi sumber sharing pengetahuan dan pengalaman sehingga akan membawa kemajuan bagi kedua universitas dan dapatmembantu satu sama lain. Sementara itu, Dr. Nurmayulis memaparkan bahwa tujuan kedatangan delegasi UPT PLI UNTIRTA yang baru berdiri pada bulan Juli 2012 lalu ini adalah untuk studi banding guna mempelajari KUIK UNY yang programprogram dan pengelolaannya dinilai bagus. Hasil dari studi banding ini kemudian akan digunakan untuk mengembangkan institusi di sana dan memberikan pemahaman kepada para pimpinan sekaligus staf tentang tugas-tugas institusi. Untuk itu, terdapat tiga poin penting yang ditanyakan yaitu program, kiat-kiat pengelolaan, serta anggaran. Guna menjelaskan poin-poin tersebut, Dr. Ing. Satoto memberikan sebuah presentasi yang komprehensif tentang UNY, khususnya mengenai KUIK. Setelah presentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab aktifpartisipatif dan diakhiri dengan tukar-menukar cenderamata. (tw)

Universitas Negeri Yogyakarta Jalin Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Universitas Negeri Yogyakarta, bersama tiga perguruan tinggi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), dan Akademi Kebidanan Yogyakarta Akbidyo) merintis kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Rintisan kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Gedung Joglo, Wates, Kulon Progo pada Kamis (4/7).

Hal.

Hal.


2

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

“Saya merasa optimis dan penuh akan harapan dengan kerjasama ini, yang harapannya dapat menjadi senjata pamungkas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Kulon Progo.” Delegasi dari keempat perguruan tinggi tersebut adalah Drs. Wardan Suyanto, M.A., Ed.D. (Wakil Rektor I UNY), Bambang Hartadi, Ph.D., M.M., C.P.A. (Rektor UTY), Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., M.M. (Rektor UMBY), dan Drs. Henri Soekirdi, M.Kes. (Direktur Akbidyo) dan disambut oleh Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) beserta seluruh jajaran SKPD pemerintah kabupaten. Menurut Kepala Bappeda Kulon Progo, Agus Langgeng Basuki selaku ketua program penyelenggaraan kerjasama ini, latar belakang dijalinnya kerjasama adalah komitmen perguruan tinggi yang termaktub dalam Tri Dharma-nya dan juga upaya untuk mengembangkan potensi alam dan sumber daya manusia di kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, penerapan teknologi dalam pengembangan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo. Sementara itu, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), menyambut baik pencanangan kerjasama dengan keempat perguruan tinggi tersebut karena Kulon Progo merupakan kabupaten yang paling tertinggal di antara empat kabupaten lainnya di DIY baik dari segi pendapatan maupun keuangan daerah. Hal ini secara tidak langsung mencerminkan taraf hidup masyarakat yang rata-rata masih kurang sejahtera, yaitu 24% masyarakat miskin. Oleh karena itu, inovasi-inovasi serta terobosan-terobosan sangat diperlukan untuk menjawab tantangan p e n i n g kata n ke s e j a hte ra a n m a sya ra kat , ya n g diimplementasikan melalui kerjasama pemerintah kabupaten dengan keempat perguruan tinggi di atas. “Saya merasa optimis dan penuh akan harapan dengan kerjasama ini, yang harapannya dapat menjadi senjata pamungkas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Kulon Progo. Pendekatan akademik, kebenaran, dan objektivitas beserta idealisme yang tentunya sangat dicamkan di perguruan tinggi tentunya akan menjadi suatu terobosan yang inovatif bagi pembangunan di Kulon Progo yang efektif dan efisien”, tandasnya. Menanggapi hal tersebut, Drs. Wardan Suyanto, M.A., Ed.D. menjelaskan bahwa sebenarnya kerjasama antara UNY dengan pemerintah kabupaten telah

WR I UNY, Wardan Suyanto, Ed.D. memberikan tanda kenangan kepada bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyodr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) berlangsung dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Kerjasama ini diwujudkan melalui pengiriman mahasiswanya untuk menjalani program KKN/PPL di sana. Namun, tahun ini, akan dirintis program kerjasama yang baru berupa pengiriman guru olahraga PNS Kulon Progo yang belum mendapatkan gelar S1 untuk menempuh studi di UNY dalam program Program Kelanjutan Studi (PKS) di Kampus Wates. UNY juga memohon dukungan Pemkab Kulon Progo dalam hal penyediaan area untuk perluasan kampus, sehingga dapat mendukung perluasan kegiatan akademik dan secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya. Sementara itu, Bambang Hartadi, Ph.D., M.M., C.P.A. selaku Rektor UTY yakin bahwa Kulon Progo suatu saat akan menjadi kabupaten primadona. Meski demikian, UTY tidak akan menunggu besarnya kabupaten ini, dan akan pelanpelan memindahkan kegiatan akademiknya di kabupaten ini. Langkah awalnya, UTY berharap agar Pemkab Kulon Progo mempersiapkan dua desa untuk dibina melalui penerapan riset berbagai bidang yang bermanfaat di daerah ini. Harapannya, UTY dapat berkontribusi untuk mengembangkan Kulon Progo menjadi sebuah kabupaten yang gemah ripah loh jinawi. Masih dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Alimatus Sahrah, M.Si., M.M. selaku rektor UMBY menyatakan bahwa UMBY baru saja melakukan pendampingan masyarakat desa dalam hal pemanfaatan growol di salah satu kecamatan. Intinya, UMBY berusaha untuk mengembangkan potensi makanan lokal sehingga menunjang kesejahteraan masayakakat. Selain itu, UMBY juga mengadakan program sekolah koperasi gula kelapa

TIM PENYUSUN Pelindung: Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. Penasihat: Dr.-Ing. Satoto E. Nayono, M.Eng., M.Sc. Pembina: CH. Fajar Sriwahyuniati, M.Or.; Retna Hidayah, Ph.D.; Nunik Sugesti, M.Hum.; Yansri Widayanti, S.Pd. Pemimpin Umum: Yuniar Diyanti, M.Hum. Pemimpin Redaksi: Ari Kusmiatun, M.Hum. Sekretaris Redaksi: Nur Insani, M.Sc. Redaktur Pelaksana: Anies Rohidayah, S.S.; Saptiwi Pujiharjanti, S.S.; Haira Rizka, S.S.; Diyan Fatimatuz Zahro, S.Pd. Staf Redaksi: Aji Abdussalim, S.Pd.; Ria Cahyanti, S.Pd.; Ratna Anugrah S.U., S.S.; Astin Nuffika Rois, S.S.; Perwajahan: Imam Hidayat Distribusi dan Sirkulasi: Slamet Wiyono Alamat Redaksi: Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan, Gedung Rektorat Sayap Utara Lt. 3, Kampus UNY Karangmalang, Jl. Colombo No. 1, Sleman, Yogyakarta 55281 Telp./Fax.: +62 274 520324 Email: interantional.office@uny.ac.id, interofc@yahoo.com Web: www.uny.ac.id


Urusan Internasional dan Kemitraan

KUIK UNY

guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan potensi lokal sebagai implementasi ekonomi kerakyatan. Lain halnya dengan Akbidyo, akademi kebidanan ini berencana untuk bekerjasama dalam bidang kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi dengan mendirikan pusat informasi kesehatan reproduksi untuk menanggulangi adanya masalah-masalah sosial remaja yang mengarah ke pergaulan bebas. Selain itu, Akbidyo juga berniat untuk mendirikan sebuah klinik di kecamatan Lendah yang memberikan pelayanan bidang kebidanan, umum, dan pelayanan gigi sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. (tw)

Victoria University Jajagi Peluang Kerjasama dengan UNY Sementara itu, Steve Berridge menjelaskan bahwa sebenarnya VU telah menjalin kerjasama dengan dua fakultas di UNY, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial melalui penyelenggaraan kegiatan kuliah tamu yang menghadirkan pengajar dari universitas tersebut. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan dari Steve Berridge, Vice President Office of International Affairs, Victoria University (VU) di Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) pada Kamis (11/7). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penjajagan kerjasama bidang pendidikan. Hadir dalam kunjungan tersebut adalah Dr. 窶的ng. Satoto E. Nayono, M.Eng., M.Sc. selaku Kepala KUIK, Prof. Dr. Wawan S. Suherman, M.Ed. selaku Ketua LPPMP UNY, Drs. Ngatman Suwito, M.Pd. selaku Kepala Pusat PPL-PKL LPPMP UNY, Nur Insani, M.Sc. selaku Sekretaris Urusan Internasionalisasi Sivitas Academika KUIK UNY, dan Ari Kusmiatun, M.Hum. selaku Sekretaris Urusan Pengembangan Program dan Layanan Mitra Asing. Satoto dalam sambutannya memaparkan bahwa kerjasama yang rencananya akan dijalin antara kedua institusi ini merupakan kesempatan yang berharga bagi UNY yang tengah melangkah menuju sebuah universitas berkelas dunia. Oleh karena itu, mewakili UNY, beliau sangat menyambut baik adanya rencana kerjasama ini yang diyakini juga akan membawa pengaruh positif bagi kedua belah pihak. Sementara itu, Steve Berridge menjelaskan bahwa sebenarnya VU telah menjalin kerjasama dengan dua fakultas di UNY, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial melalui penyelenggaraan kegiatan kuliah tamu yang menghadirkan pengajar dari universitas tersebut. Meski demikian, kerjasama dalam tingkat universitas kali ini akan lebih luas dan berfokus pada empat bidang. Bidang yang pertama adalah mobilitas mahasiswa meliputi kegiatan pertukaran mahasiswa, sit-in, dan praktek mengajar. Dalam hal ini, UNY dan VU masing-masing akan mengkaji kemungkinan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut beserta segala macam persiapan yang harus dilakukan. Bidang yang kedua adalah penerimaan tenaga akademik UNY untuk program S3 di VU melalui beasiswa DIKTI di mana VU akan mengusahakan untuk mempermudah proses penerimaaan beasiswa untuk menempuh studi di V U .

Satoto E. Nayono, M.Eng., M.Sc., Kepala KUIK UNY, mengobrol dengan Steve Berridge, Vice President Office of International Affairs, Victoria University di sela-sela kunjungannya. Sementara itu, bidang-bidang yang lain adalah kolaborasi penelitian akademik dan kolaborasi dalam hal pelatihan guru. Hal yang menjadi fokus dalam penjajagan kerjasama saat ini adalah pertukaran mahasiswa dalam Praktek Pengajaran Lapangan (PPL). Sehubungan dengan hal tersebut, UNY berencana untuk mengirimkan perwakilan mahasiswanya untuk melakukan praktek mengajar di Australia dan begitu pula sebaliknya, beberapa mahasiswa VU akan mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia, terutama di daerah Jogja dan sekitarnya. UNY sendiri, sebagaimana yang disampaikan oleh Wawan S. Suherman, telah melakukan pertukaran mahasiswa PPL luar negeri di dua negara, yaitu Malaysia dan Thailand. Oleh karena itu, beliau sangat mengapresiasi adanya rencana pertukaran mahasiswa PPL dengan VU ini, karena akan menambah pengalaman dan wawasan internasional mahasiswa. Rencananya, program ini akan dimulai pada 2014. Semoga dengan bertambahnya mitra internasional, UNY akan memantapkan langkahnya menuju sebuah universitas kelas dunia. (tw)

Kesempatan Kerjasama dan Studi Lanjut di Suranaree University of Technology, Thailand Tahun ini, SUT memilih Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai calon rekannya.

3


4

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Wardan Suyanto, Ed.D., WR I UNY, memberi kenangkengan kepada Prof. Dr. Anchalee Wannaruk, Kepala School of Foreign Languages, SUT

Lagi, satu universitas dari Negeri Gajah Putih menawarkan kerjasama kepada Universitas Negeri Yogyakarta melalui kunjungannya pada Senin (15/7). Dalam kunjungan tersebut, tiga wakil Suranaree University of Technology (SUT) melakukan penjajagan kerjasama yang difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY. Delegasi dari SUT yang dipimpin oleh Prof. Dr. Anchalee Wannaruk, Kepala School of Foreign Languages, SUT terdiri dari Prof. Dr. Channarong Intaraprasert, Ph.D., Koordinator Program English Language Studies, dan Dr. Sirinthorn Seepho, koordinator Program Pascasarjana SUT. Menyambut delegasi tersebut, Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. selaku Wakil Rektor IV UNY memaparkan bahwa UNY sangat mengapresiasi adanya tawaran kerjasama ini dan berharap agar tawaran ini dapat segera berlanjut ke pelaksanaan aktivitas-aktivitas sebagai implementasi dari nota kesepahaman yang akan secepat-

nya disusun. Beliau juga memperkenalkan UNY di hadapan delegasi tersebut. S e b a l i k nya , A n c h a l e e Wa n n a r u k j u ga memperkenalkan SUT sebagai sebuah universitas yang baru berdiri 23 tahun silam akan tetapi sudah menjadi salah satu universitas yang tersohor di Thailand sebagai universitas penelitian. Setiap tahun, universitas ini menambah jumlah universitas rekanannya dengan menjalin kemitraan dengan universitas-universitas di berbagai negara. Tahun ini, SUT memilih Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai calon rekannya. Dalam sesi diskusi yang diadakan setelahnya, dibahas beberapa peluang kerjasama yang mungkin dilaksanakan. Program-program kerjasama tersebut antara lain pengadaan kuliah tamu; pertukaran staf, dosen, dan mahasiswa; kolaborasi penelitian; dan transfer kredit. Untuk program transfer kredit, sasaran yang diutamakan adalah para mahasiswa program pascasarjana di kedua universitas, yang akan menempuh mata kuliah-mata kuliah yang serupa. Sementara itu, khusus bagi UNY, direncanakan akan diadakan mata kuliah Bahasa Thailand sebagai mata kuliah pilihan. Sebaliknya, SUT juga menawarkan mata kuliah “Introduction to Bahasa Indonesia” kepada para mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari bahasa ini. Untuk itu, UNY dan SUT akan tukar-menukar dosen yang mengajarkan kedua bahasa tersebut. Selain program di atas, Anchalee Wannaruk juga memberikan informasi tentang adanya program beasiswa fullboard di SUT, bagi negara-negara anggota ASEAN. Beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa program S2 dan S3 tersebut diutamakan untuk jurusan teknik. (tw)

Idul Fitri, antara Keberagaman dan Rasa Kemanusiaan Sebanyak 18 mahasiswa asing yang tengah menempuh studi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkesempatan untuk turut merayakan meriahnya Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) dalam acara Open House Keluarga Bidang IV UNY. Acara tersebut diprakarsai oleh Wakil Rektor IV UNY, Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. dan bertempat di kediaman beliau di Joglo Pringgowarsiatmojo, Seyegan, Sleman pada Rabu (14/8). Suasana joglo khas Yogyakarta yang terawat indah di tengah desa dan sambutan tuan rumah yang ramah benarbenar menambah pengalaman budaya Indonesia kepada para mahasiswa asing tersebut yang berasal dari berbagai negara seperti Meksiko, Vietnam, Uzbekistan, Madagaskar, dan lain-lain. Mereka pun disambut oleh sajian jajanan dan kue-kue khas Lebaran. Setelahnya, ikrar halal bi halal pun diucapkan dengan diwakili oleh Dr. –Ing Satoto Nayono, M.Eng., M.Sc. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) serta dijawab oleh Bapak Suprihatin Budi selaku tuan rumah. Acara kemudian dilanjutkan dengan bersalaman serta makan bersama.

“Saya merasa seperti kembali ke Meksiko dan bertemu dengan keluarga saya sendiri. Di negara saya, tradisi seperti ini mirip dengan tradisi Tahun Baru di mana semua anggota keluarga bertemu dan saling meminta maaf,” imbuhnya.

Mahasiswa asing UNY sungkeman dengan Prof. Suwarsih Madya, Ph.D., WR IV UNY


Urusan Internasional dan Kemitraan

Acara ini pun mendapatkan respon positif dari para mahasiswa asing. Beatriz Eugenia Orantez Perez, mahasiswa Pascasarjana (PPS) UNY asal Meksiko, memaparkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengikuti acara seperti ini di Indonesia. Beatriz, yang kerap dipanggil Bea ini mengaku sangat senang dapat merasakan kesempatan yang langka ini karena di negara asalnya, yaitu Meksiko, hanya terdapat 1% pemeluk agama Islam. Oleh karenanya, perayaan Idul Fitri sangat jarang ditemui. Bea yang merupakan pemeluk agama Katolik ini juga mengaku sangat terkesan dengan Indonesia di mana semua agama dapat bersanding dengan rukun, terlepas dari beberapa masalah minor tentang agama yang terjadi. Kerukunan antar umat beragama ini sudah sepatutnya ditiru oleh negara-negara lain. “Saya merasa seperti kembali ke Meksiko dan bertemu dengan keluarga saya sendiri. Di negara saya, tradisi seperti ini mirip dengan tradisi Tahun Baru di mana semua anggota keluarga bertemu dan saling meminta maaf,” imbuhnya. Sementara itu, Shakhnoza Ablakuva (Noza) yang juga mahasiswa PPS UNY memaparkan bahwa perayaan Idul Fitri di Indonesia berbeda dengan perayaan di negara asalnya, yaitu Uzbekistan. “Di Uzbekistan, setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, kami biasa mengunjungi

KUIK UNY

makam anggota keluarga dan tetangga-tetangga yang anggota keluarganya telah meninggal. Selain itu, gadisgadis yang ingin menikah biasanya mendatangi pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahannya dengan harapan bisa cepat menikah dan mendapatkan suami yang baik,” jelasnya. Ketika ditanya mengenai kesan mereka terhadap acara seperti ini, mereka menjawab bahwa acara seperti ini sangat bagus untuk menambah pengalaman dan membuat mereka merasa sebagai bagian dari Indonesia, khususnya UNY. Hal ini sesuai dengan harapan tuan rumah yang berupaya untuk berbagi kebahagiaan dengan mahasiswa asing yang berada jauh dari keluarga. “Saya mendapatkan pengalaman seperti ini ketika melanjutkan studi di Australia dan alangkah baiknya jika perasaan 'diopeni' yang saya rasakan kala itu juga dapat dirasakan oleh para mahasiswa ini. Selain itu, semoga pengalaman seperti ini akan menjadi kenangan tersendiri sekembalinya mereka ke negara masing-masing, sehingga akan menjadi kesan yang baik tentang Indonesia,” papar Prof. Suwarsih. Semoga acaraacara seperti ini ke depannya dapat berlanjut untuk mewadahi keberagaman dan menjembatani hubungan yang harmonis antara Indonesia dan masyarakat internasional. (tw)

UNY Sambut Kedatangan Mahasiswa Beasiswa Sumatera Selatan Umam, yang kini tengah berjuang menyelesaikan tugas akhirnya di prodi Pendidikan Teknik Elektro ini juga berpesan agar kedua belas penerima beasiswa tersebut tidak kaget dengan keadaan di Jogja yang jauh berbeda dengan di Sumatera Selatan.

Pemakaian jas almamater UNY kepada mahasiswa baru UNY program Kerjama dari Sumsel menandai studi mereka di UNY Universitas Negeri Yogyakarta kembali menyambut kedatangan mahasiswa beasiswa Sumatera Selatan di Ruang Sidang Senat, Jumat (23/8). Program beasiswa yang kali ini telah menginjak periode keempat ini membiayai dua belas mahasiswa yang tersebar di berbagai program studi. Kedua belas mahasiswa ini diantarkan oleh Drs. Syamsurrijal, M.Si., Kasi Sarana Prasarana Pemda Sumsel. Dalam kesempatan ini beliau menghimbau agar para maha-

siswa tersebut aktif terlibat dalam berbagai aktivitas di kampus baik akademik maupun non-akademik. Dengan begitu, diharapkan mereka dapat memperoleh hasil yang terbaik untuk memenuhi tujuan meningkatkan sumber daya manusia di Sumatera Selatan, sesuai dengan latar belakang dicanangkannya program beasiswa ini. Untuk itu, selain menitipkan mereka pada UNY, beliau juga memohon agar UNY berkenan untuk senantiasa membimbing dan mengarahkan mereka. Sambutan dari Syamsurrijal tersebut ditimpali oleh Dra. Budi Hestri Utami selaku Kepala Biro BAKI UNY. Beliau menyampaikan agar para mahasiswa berkonsentrasi penuh dalam belajar dan membentengi diri dari pengaruhpengaruh negatif. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat membawa diri di Jogja yang multikultural ini, dan mengambil hanya pengaruh-pengaruh yang baik. Sementara itu, M. Umam Sukoyo selaku Ketua Ikatan Kerukunan Mahasiswa Guru SMK Sumatera Selatan (IKMGS-Sumsel), mewakili seluruh peserta beasiswa yang sekarang ini tengah menempuh kuliah di UNY, memaparkan bahwa mereka telah banyak mendapatkan pengalaman baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Umam, yang kini tengah berjuang menyelesaikan tugas akhirnya di prodi Pendidikan Teknik Elektro ini juga berpesan agar kedua belas penerima beasiswa tersebut tidak kaget dengan keadaan di Jogja yang jauh berbeda dengan di Sumatera Selatan. Tak lupa, Umam juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Sumsel yang telah memberikan kesempatan belajar dan kepada UNY atas ilmu yang telah diberikan. (tw)

5


6

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Persiapan Menuju Kancah Internasional Prof. Dr. Anik Ghufron menghimbau kepada para peserta kegiatan untuk saling memberi masukan terkait dengan proposal yang telah disusun.

Guna memperkuat langkahnya menuju sebuah universitas berkelas internasional, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Program Penyusunan Kerangka Acuan Pemberdayaan Bahasa Inggris di UNY. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNY pada Jumat (23/8) ini merupakan buah kolaborasi antara LPPMP UNY dengan Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY. Membuka kegiatan tersebut, Kepala LPPMP UNY, Prof. Dr. Anik Ghufron menghimbau kepada para peserta kegiatan untuk saling memberi masukan terkait dengan proposal yang telah disusun. Beliau juga berharap agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar baik secara prosedural maupun substansial. Dalam kegiatan ini, terdapat enam macam kerangka acuan yang dikembangkan oleh dosen di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, UNY beserta staf akademik di Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) UNY. Kerangka acuan tersebut mencakup pelatihan korespondensi dalam Bahasa Inggris, pre-departure

Prof. Dr. Anik Ghufron membuka Program Penyusunan Kerangka Acuan Pemberdayaan Bahasa Inggris training bagi dosen yang akan studi lanjut ke luar negeri, academic writing, pre-departure training bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa yang akan melakukan studi banding dan magang ke luar negeri, pre-departure training bagi mahasiswa yang akan PPL di luar negeri, dan pelatihan academic speaking bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu program Pengembangan Internasionalisasi Lembaga yang dicanangkan oleh KUIK UNY. Program ini adalah salah satu langkah nyata UNY menuju world class university di mana seluruh sivitasnya memiliki kemampuan yang memadai dalam berbahasa Inggris baik secara lisan maupun tertulis. Oleh karena itu, pengembangan kerangka acuan ini diharapkan dapat menunjang pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh P2B LPPMP UNY sehingga menjadi lebih terarah dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. (tw)

Lagi, UNY Berkolaborasi dengan Yamaguchi University “Dalam kesempatan berharga ini kami juga akan belajar dan memahami budaya Indonesia�, tandasnya. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Yamaguchi University. Seperti sebelumnya, universitas dari n egeri saku ra terseb u t kemb ali men girimkan mahasiswanya, yang kini berjumlah 9 orang, di bawah bimbingan Prof. Dr. Shigeyuki Haruyama untuk melakukan kerjasama di bidang desain teknologi dengan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNY dari tanggal 26 Agustus hingga 10 September 2013. Acara upacara pembukaan yang berlangsung di Ruang Sidang Umum Rektorat UNY (26/8) ini dihadiri oleh Rektor UNY, Wakil Rektor IV UNY, dan Dekan FT UNY beserta jajarannya. Dalam pidato laporannya, Dr. M. Bruri Triyono selaku dekan FT UNY, menyampaikan bahwa ini adalah kali kedua bagi FT UNY untuk berkolaborasi dengan Yamaguchi U n i v e r s i t y. S e m e n t a r a i t u , t o p i k p e n e l i -

Mahasiswa Yamaguchi University, Jepang mengunjungi obyek wisata gunung Api Purba Nglanggeran.

tian dalam kolaborasi kali ini meliputi pembangkit generator listrik tenaga angin, pompa dengan memanfaatkan energi angin, motor hibrida menggunakan LPG, desain kompor biogas, dan sistem biogas. Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., menyampaikan rasa bangganya karena Yamaguchi University kembali mempercayakan program kerjasamanya kepada UNY. Hal ini karena pada kolaborasi pertama UNY dapat


Urusan Internasional dan Kemitraan

KUIK UNY

memberikan kontribusi yang nyata bagi Yamaguchi University. Beliau juga mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap keluarga besar FT yang telah bekerja keras sehingga kolaborasi tersebut bisa berlanjut. Mewakili pihak Yamaguchi University, Prof. Shigeyuki memaparkan bahwa pihaknya sangat antusias dengan program ini. Beliau juga berharap agar kolaborasi kali ini bisa memberikan kontribusi yang lebih bagi kedua belah pihak. Hal senada juga dituturkan oleh perwakilan mahasiswa Yamaguchi University, Shimitzu. Shimitzu menambahkan bahwa program ini memberi mereka kesempatan untuk berbagi ilmu dan memperluas pengetahuan serta meningkatkan keterampilan mereka dibidang yang dipelajari. “Dalam kesempatan berharga ini kami juga akan belajar dan memahami budaya Indonesia�, tandasnya. Semoga kerjasama kali ini bisa menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih bermanfaat bagi kedua belah pihak. (yuli/hra)

UNY 'Diserbu' 30 Mahasiswa dari Chiang Mai, Thailand Oleh karena itu, CMU menggalang sebuah program yang dinamakan ASEAN Familiarization dengan tujuan memacu mahasiswanya untuk memiliki pengetahuan dan pengalaman di negaranegara yang tergabung dalam komunitas ASEAN, salah satunya Indonesia.

Mahasiswi Chiang Mai University sedang dalam sesi tutorial. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyambut kedatangan 30 mahasiswa dan 4 staf pengajar dari Chiang Mai University (CMU), Thailand di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat UNY pada Kamis (29/8). Delegasi CMU ini akan mengikuti sit in di UNY dari 28 Agustus hingga 6 September 2013. Sebagai pendamping para mahasiswa CMU adalah Mr. Sakorn Ruanklai, Asisten Dekan International College CMU. Ia memperkenalkan CMU sebagai universitas pertama di Thailand Utara dan universitas provinsial yang pertama di seluruh Thailand. Untuk menghadapi ASEAN Economic Community yang akan segera dimulai pada 2015, program internasionalisasi sebagai faktor yang sangat penting bagi CMU dalam perkembangannya menuju world class university. Oleh karena itu, CMU menggalang sebuah program yang dinamakan ASEAN Familiarization dengan tujuan memacu mahasiswanya untuk memiliki pengetahuan dan pengalaman di negara-negara yang tergabung dalam komunitas ASEAN, salah satunya Indonesia. Dengan mengajak para mahasiswanya untuk berkunjung di UNY, beliau berharap agar kunjungan ini berbuah manis dan memberikan faedah yang nyata bagi kedua belah pihak. Beliau juga berterima kasih atas bantuan dan dukungan UNY yang telah membuat program ini terwujud.

Menanggapi sambutan tersebut, Dr. –Ing. Satoto E. Nayono, M.Eng., M.Sc., Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY mengimbuhkan bahwa program CMU ini merupakan satu langkah awal yang baik sebagai batu loncatan untuk menginisiasi programprogram kerjasama pada masa yang akan datang. Beliau juga berpesan agar para mahasiswa CMU memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu enam hari nantinya pasti tidak akan cukup untuk belajar tentang budaya Indonesia secara lengkap. Sementara itu, Dr. Zamzani, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNY yang secara resmi membuka program ini juga berharap agar program berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Acara penyambutan delegasi CMU ini juga dimeriahkan dengan beberapa pentas seni yang ditampilkan baik oleh mahasiswa UNY maupun CMU. UNY menampilkan dua orang mahasiswa Pendidikan Seni Tari FBS yang membawakan Tari Bambangan Cakil. Tarian ini menyimbolkan kebaikan melawan keburukan. Sementara itu, delegasi CMU membawakan Tari Kan Dok yang ditarikan oleh empat orang mahasiswa dengan gemulai. Dua orang mahasiswa lainnya juga membawakan lagu tradisional Thailand dalam permainan seruling dan biola. Setelah acara penyambutan ini, para delegasi CMU diajak menikmati beberapa kegiatan seperti Yogyakarta City Tour, pelatihan Bahasa Indonesia, kunjungan ke beberapa objek wisata, workshop budaya, dan homestay di desa wisata. (tw)

UNY dan Aichi University of Education Jajaki Pengembangan Kerjasama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan delegasi dari Aichi University of Education (AUE) di Ruang Rapat RKU, Gedung Rektorat UNY pada Senin (9/9). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka penjajagan pengembangan kerjasama yang telah dijalin antara kedua institusi tersebut. Dalam kunjungan tersebut, delegasi AUE terdiri dari Presiden of

7


8

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Karena AUE merupakan perguruan tinggi dengan fokus mempersiapkan mahasiswa menjadi guru, AUE berafiliasi dengan kurang lebih 180 sekolah di Jepang dan mempunyai sistem belajar mengajar yang efektif, yakni menyediakan kelas-kelas kecil dengan jumlah mahasiswa maksimal 10 orang. AUE, Dr. Masahisa Matsuda; Wakil President AUE, Dr. Kimiya Iwasaki; Profesor di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, Dr. Midori Inaba; dan Kepala Divisi Humas AUE, Mr. Hideki Nimura. Kerjasama antara UNY dan AUE ini sebenarnya telah berlangsung sejak tiga tahun silam dan diwujudkan dalam beberapa aktivitas, salah satunya adalah pertukaran mahasiswa. Pada tahun 2011, sebelas mahasiswa AUE melakukan sit in di UNY guna mengenal budaya dan Bahasa Indonesia. Pada tahun yang sama, enam mahasiswa UNY dikirim ke AUE untuk mempelajari budaya dan Bahasa Jepang. Penerimaan kunjungan tersebut diawali oleh sambutan dan presentasi dari Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. Dalam presentasinya, beliau memaparkan lokasi kampus UNY sekaligus kondisi alam sekitar, tempat-tempat wisata, seni budaya, beserta aktivitas akademiknya. Sebaliknya, Dr. Masahisa Matsuda memaparkan profil AUE antara lain lokasinya yang cukup strategis di tengah-tengah sentra industri Jepang, informasi mengenai seni dan budaya setempat, aktivitas akademik, dan fasilitas yang ada di sana. Karena AUE merupakan perguruan tinggi dengan fokus mempersiapkan mahasiswa menjadi guru, AUE berafiliasi dengan kurang lebih 180 sekolah di Jepang dan mempunyai sistem belajar mengajar yang efektif, yakni menyediakan kelas-kelas kecil dengan jumlah mahasiswa

Siapa Mau Studi di Belanda? Ibu Inty dari Nuffic Neso Indonesia sedang menerangkan tentang prospek studi di Belanda.

Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.berfoto bersama dengan Presiden AUE, Dr. Masahisa Matsuda.

maksimal 10 orang. AUE juga mempunyai program pertukaran mahasiswa dengan negara-negara lain seperti, China, Taiwan, Thailand, Jerman, dan Amerika Serikat. Selain itu, AUE memberikan kesempatan kepada mahasiwa asing untuk mempelajari bahasa Jepang dengan intensif. Dalam hal ini, Dr. Midori Inaba menyampaikan paparan tentang teknik pengajaran Bahasa Jepang untuk mahasiswa internasional dan akan selalu siap sedia dalam merancang program-program pembelajaran bahasa ini sesuai dengan kebutuhan. Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi penjajakan kerjasama yang berisi beberapa usulan dan tanya jawab mengenai program yang mungkin dilaksanakan seperti program joint degree untuk program S2 dan pertukaran mahasiswa selama beberapa minggu. Selain itu, dibahas pula sistem belajar bahasa Jepang yang disediakan AUE untuk memfasilitasi mahasiswa yang mengikuti program student exchange. Dalam diskusi ini juga disampaikan bahwa sebagai tindak lanjut dari kerjasama yang telah dilakukan, AUE menawarkan program pertukaran dosen/staf sejumlah 1 orang untuk bekerja/mengajar selama 2 bulan sebagai visiting lecture/clerical staff mulai bulan April 2014. (ana/tw)

Oleh karena itu, istilah “home away from home� sangat populer dalam konteks ini, di mana para mahasiswa serasa berada di rumah sendiri, karena tidak sulit untuk beradaptasi. “Sekarang ini, beasiswa yang tersedia sangatlah banyak, baik untuk studi lanjut di dalam maupun luar negeri. Tergantung pada kitalah, apakah mau rajin mencari informasi beasiswa tersebut atau tidak.� Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Inty Dienasari, student counselor Nuffic Neso Indonesia, saat melakukan presentasi mengenai studi lanjut di Belanda di Ruang Rapat Senat Barat Gedung Rektorat UNY pada Jumat (13/9). Presentasi tersebut dihadiri oleh kurang lebih 50 mahasiswa dan alumni Universitas Negeri Yogyakarta yang tertarik untuk mencari ilmu di negeri kincir angin.


Urusan Internasional dan Kemitraan

Pada awal presentasinya, Inty memaparkan bahwa Nuffic Neso merupakan sebuah organisasi independen yang berbasis di Den Haag, Belanda. Organisasi nirlaba ini mendukung adanya internasionalisasi dalam pendidikan tinggi, penelitian, pendidikan, dan pendidikan profesional di Belanda dan di luar negeri, serta bertujuan untuk membantu meningkatkan akses ke pendidikan tinggi di seluruh dunia. Inty, yang telah bekerja di Nuffic Neso selama tujuh tahun menambahkan bahwa terdapat banyak sekali keuntungan jika menempuh studi di Belanda. Beberapa di antaranya, semua program studi yang ada bagi penerima beasiswa adalah program studi internasional, sehingga kuliah disampaikan dalam Bahasa Inggris. Selain itu, 95% masyarakat Belanda menguasai Bahasa Inggris. Jadi, asalkan menguasai bahasa ini, mahasiswa tidak akan menemui kesulitan yang berarti dalam komunikasi seharihari. Masalah makanan pun bukan menjadi persoalan karena banyak makanan khas Indonesia yang tersedia di restoran-restoran di sana. Oleh karena itu, istilah “home away from home� sangat populer dalam konteks ini, di mana para mahasiswa serasa berada di rumah sendiri, karena tidak sulit untuk beradaptasi. Dalam presentasi tersebut, para peserta sangat antusias mendengarkan penyampaian beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh Nuffic Neso. Mereka juga sangat senang karena dapat secara langsung bertanya lebih jauh mengenai beasiswa-beasiswa tersebut. Beasiswa pertama yang ditawarkan adalah Stuned (Studeren in Netherland) untuk program master dan short course yang diprioritaskan bagi para calon pelamar yang siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia, karena beasiswa ini berbentuk program capacity building. Beasiswa penuh yang mencakup uang kuliah dan biaya hidup ini mensyaratkan

KUIK UNY

pengalaman kerja minimal dua tahun di institusi terakhir. Selain Stuned, beasiswa lain yang ditawarkan adalah Netherlands Fellowship Programme yang berjumlah sebesar 84.000 Euro selama empat tahun. Beasiswa yang proses seleksinya sangat kompetitif ini juga mensyaratkan pengalaman kerja, yaitu selama tiga tahun dalam bidang yang sama. Untuk mendaftarkan diri pada program beasiswa ini, pelamar harus sudah mendapatkan acceptance letter dari universitas yang dituju. Beasiswa yang ketiga adalah Orange Tulip Scholarship yang berbeda dari kedua beasiswa sebelumnya karena tidak mensyaratkan pengalaman kerja. Oleh karena itu, fresh graduates juga dipersilakan untuk mendaftar. Untuk melamar beasiswa ini, pelamar juga tidak harus diterima terlebih dahulu di universitas tujuan. Informasi beasiswa yang disponsori oleh institusi pendidikan tinggi dan perusahaan di Belanda serta pemerintah Indonesia ini dijadwalkan akan dibuka pada November 2013. Inty juga menambahkan bahwa selain ketiga beasiswa di atas, sebenarnya masih terdapat beasiswabeasiswa lain untuk studi di Belanda yang bisa dilamar seperti Beasiswa Unggulan, Erasmus Mundus, dan DIKTI PhD Jalur Khusus Belanda. Oleh karena itu, agar tidak ketinggalan berita, para pengejar beasiswa harus rajin mencari informasi. Selain itu, persiapan jangka panjang juga diperlukan seperti menghubungi profesor di universitas yang diminati, membuat motivation statement yang baik, serta mencari sertifikat kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL IBT dan IELTS. Sementara itu, untuk informasi lebih lanjut mengenai beasiswa dan studi lanjut di Belanda, mohon kunjungi http://www.nesoindonesia.or.id atau dapat mengirimkan email kepada Inty melalui alamat inty.dienasari@nesoindonesia.or.id. (tw)

Kunjungan Senat Prancis ke Universitas Negeri Yogyakarta Beliau juga memaparkan bahwa perwakilan Senat Perancis yang datang berkunjung kali ini berkenan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia guna membangun kerjasama yang bersinergi.

Christine Moerman selaku Konselor Kerjasama Perancis-Indonesia dari Institute Français Indonesia, berfoto bersama dengan WIV UNY, Prof. Suwarsih Madya, Ph.D.

Di bulan September ini, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan dari Grup Persahabatan Perancis Indonesia dari Senat Perancis pada Senin (23/9). Selain untuk beramah-tamah dengan para pimpinan UNY, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menjajagi peluang kerjasama.

9


10

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Delegasi dari Senat Perancis terdiri dari Catherine Procaccia selaku Senator Val de Marne, Jean Jacques Lozach selaku Senator Socialiste de la Creuse, Catherine Deroche selaku Senator Maine et Loire, Jean Pierre Chauveau selaku Senator Sarthe, dan Guillaume Gabison selaku Sekretaris Kelompok Persahabatan Perancis-Indonesia. Delegasi dari Perancis tersebut dikawal oleh Bertrand de Hartingh dan Christine Moerman selaku Konselor Kerjasama PerancisIndonesia dari Institute Franรงais Indonesia. Kedatangan delegasi dari Perancis tersebut disambut dengan hangat oleh Wakil Rektor UNY Bidang Kerjasama, Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. beserta jajarannya. Selain mempresentasikan sekilas mengenai Yogyakarta dan UNY, beliau juga berharap agar kerjasama antara UNY dengan Grup Persahabatan Perancis-Indonesia bisa diperluas ke bidang seni, penelitian sastra, serta pertukaran dosen, mengingat kerjasama yang telah terjalin selama ini masih sebatas pengiriman penutur asli (native speaker) untuk mendukung kegiatan perkuliahan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Perancis di Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

Sementara itu, Madame Catherine Procaccia yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Persahabatan Perancis-Indonesia menyampaikan bahwa beliau sangat bersuka cita atas sambutan pihak UNY. Beliau juga memaparkan bahwa perwakilan Senat Perancis yang datang berkunjung kali ini berkenan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia guna membangun kerjasama yang bersinergi. Kemudian, agenda utama pada hari itu berupa diskusi mengenai peluang kerjasama yang mungkin dijalin antara UNY dan Grup Persabatan Perancis-Indonesia. Diskusi pun berjalan dengan lancar dan diikuti oleh para peserta secara antusias. Topik-topik yang dibahas pada hari itu di antaranya adalah arti penting UNY di Yogyakarta, keberagaman di UNY dan Yogyakarta, struktur sistem pendidikan di Indonesia, dan pembiayaan yang dilakukan pada bidang pendidikan. Akhirnya, agenda pada hari itu ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masingmasing institusi. Semoga kunjungan kali ini berdampak pada semakin eratnya hubungan Indonesia, khususnya UNY, dengan Perancis. (tw)

Pembaharuan Kerjasama Universiti Tun Hussein Onn, Malaysia dan Universitas Negeri Yogyakarta

Prof. Dato Dr. Mohamad Noh bin Dalimin juga menyatakan bahwa pihaknya tertarik untuk merintis kerjasama di bidang matematika dan statistik serta sains dengan FMIPA UNY.

Pada Selasa (24/9), delegasi Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam acara ramah tamah dan pembahasan pengembangan kerjasama antara kedua institusi tersebut. Delegasi dari UHTM ini disambut oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd., M. A. yang didampingi oleh wakil rektor, dekan-dekan, dan direktur PPs UNY. Delegasi UTHM dipimpin oleh Prof. Dato Dr Mohamad Noh bin Dalimin. Vice Chancellor UHTM tersebut memaparkan bahwa kerjasama antara UTHM dengan UNY sudah terjalin semenjak empat tahun silam. Oleh karena itu, kunjungan kali ini bertujuan untuk membahas kegiatankegiatan sebagai bentuk kelanjutan kerjasama yang mungkin dilaksanakan. Program kerjasama yang telah terjalin antara lain kerjasama dengan Fakultas Teknik UNY dan program PPL mahasiswa UNY di Malaysia. Di akhir tahun 2013 ini, rencananya akan diadakan short visit oleh dosen dari UTHM ke UNY dan sebaliknya untuk mengenal potensi-potensi yang ada di masing-masing jurusan.

Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd., M. A.berfoto bersama setelah saling menukar cendera mata dengan Prof. Dato Dr Mohamad Noh bin Dalimin. Vice Chancellor UHTM. Dalam diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam ini, terdapat beberapa program yang dibahas sebagai kelanjutan kerjasama kedua universitas. Salah satunya adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang dikaji untuk diterapkan di UTHM, dan PPL yang telah diterapkan disana. Mengenai kerjasama dengan Fakultas Teknik, dibahas tentang kemungkinan penyelenggaraan program joint lecture selama dua minggu, pertukaran artikel jurnal internasional, dan research collaboration. Sebagai tanggapan dari UTHM, pihak universitas mengusulkan untuk mengikutsertakan editor jurnal dari UNY untuk ikut serta dalam pengeditan artikel seperti vocational journal.


Urusan Internasional dan Kemitraan

Sehubungan dengan kerjasama untuk Program Pascasarjana UNY, dibahas kemungkinan program joint degree untuk program magister dan doktoral. Selain itu, bagi pihak UNY, ditawarkan program pendidikan proposal selama dua semester di UTHM untuk program S3. Prof. Dato Dr. Mohamad Noh bin Dalimin juga menyatakan bahwa pihaknya tertarik untuk merintis kerjasama di bidang matematika dan statistik serta sains dengan FMIPA UNY. Ia juga menanyakan apakah terdapat pusat studi Islam di UNY mengingat di UTHM terdapat Pusat Kajian AlSunnah wal Jama'ah yang sedianya dapat membuka kerjasama di bidang Human Development. Di samping itu, pihak UTHM juga menyampaikan perhatiannya kepada 140

KUIK UNY

11

guru Indonesia yang mengajar anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sabah, Malaysia dengan menawarkan bantuan untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan anak-anak tersebut. Selain ke UNY, delegasi UTHM juga melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada dan Kesultanan Yogyakarta. Sedianya, Sri Sultan Hamengkubuwono X akan dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Estate and Facility Management pada acara wisuda mendatang di UTHM, Malaysia. Pihak UTHM juga mengundang Rektor UNY dan Rektor UGM untuk menghadiri acara yang bersamaan dengan ulang tahun UTHM yang ke-20 tersebut. (yla)

Prof. Pratomo Sajikan Makalah di Kongres Internasional Pengajar Bahasa Jerman Selain menambah wawasan keilmuan, kesempatan untuk bekerjasama dengan ilmuwan lain juga terbuka.

Prof. Pratomo Widodo, profesor di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY, kembali mendapat undangan untuk menghadiri Kongres Internasional Pengajar Bahasa Jerman (Internationale Deutschlehrertagung (IDT)) XV (29/7-3/8) di Bozen Bolzano, Italia. Berbeda dengan keikutsertaannya sebagai peserta pada kongres sebelumnya, pada kesempatan kali ini Prof. Pratomo diundang sebagai salah satu pemakalah dalam bidang “Pembelajaran Germanistik” yang merupakan bidang keahliannya. IDT merupakan sebuah kongres yang diadakan oleh Asosiasi Internasional Pengajar Bahasa Jerman (Internationale Deutschlehrerverein (IDV)) dan wadah bagi pengajar bahasa Jerman di seluruh dunia untuk bertukar ilmu dan pengalaman dalam bidang pengajaran bahasa Jerman. Dalam kongres yang dihadiri oleh sekitar 2.700 peserta dari 110 negara tersebut, Prof. Pratomo mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Wortstellung in Deutschen und Indonesischen und Ihre Didaktische Implikation pada Themenfeld C Sektion C1: Von der Grammatik (theorie) zum sprachlichen Handeln” pada hari kelima. Di sela-sela Kongres yang diadakan selama enam hari ini terdapat program wisata untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata pilihan, antara lain: pegunungan Tirol, Verona, Firenze, Venezia, Munchen, dll. Dalam kesempatan ini Profesor Pratomo memilih Venezia sebagai tujuannya. Selain itu, diadakan pula program malam kesenian.Beberapa sponsor dari lembaga-lembaga interna-

sional ikut menggawangi kegiatan ini: Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD)/German Academic Exchange Service, Goethe Institut, EURAC Research, Deutsche Welle, Pemerintah Provinsi Sudtirol Italia, penerbit buku, dll. Hal ini menjadi parameter betapa pentingnya program ini. Adapun yang bertindak sebagai organizer adalah Europa Academy (EURAC) yang merupakan lembaga pada Freie Universtat Bozen Bolzano yang khusus menangani kegiatan-kegiatan/pertemuan ilmiah seperti kongres, konferensi, seminar, dll. Pada acara tersebut juga terdapat beberapa wawancara dan liputan video. Kebetulan, Prof. Pratomo merupakan salah satu peserta yang diwawancara. Video tersebut dapat disaksikan di situs jejaring sosial youtube dengan link http://www.youtube.com/watch?v= 301oi3TNjCY. Prof. Pratomo merasakan betapa bermanfaat keikutsertaannya dalam kongres ini. Selain menambah wawasan keilmuan, kesempatan untuk bekerjasama dengan ilmuwan lain juga terbuka. Terlebih lagi, kegiatan seperti ini dapat menjadi forum untuk menyebarluaskan gagasan keilmuan dan tukar-menukar pengalaman dengan rekan-rekan seprofesi. (im)


12

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Prof. Dr. Joko Pekik Irianto Jadi Pembicara Kunci di International Scientific Seminar on Sport and Sport Sciences

Bersama dengan berbagai ilmuwan olahraga dari dalam dan luar negeri, Prof. Dr. Joko Pekik Irianto diundang sebagai pembicara kunci dalam International Scientific Seminar on Sport and Sport Sciences yang diadakan oleh Universitas Negeri Padang bekerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia pada Kamis-Jumat (12-13 Sept 2013). Seminar yang dilaksanakan di Pangeran Beach Hotel Padang ini menghadirkan 70 pembicara sesi paralel dan dihadiri 320 peserta seminar. Joko Pekik mengaku bahwa kegiatan seminar internasional ini telah memberikan pengalaman presentasi di tingkat internasional. “Seminar ini sekaligus meningkatkan dan memperkaya khasanah keilmuan saya dalam Ilmu Keolahragaan khususnya Psikologi Olahraga,”

Dua Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Mewakili Indonesia di International Derby Summer School 2013 Ratih Fitria Rakasiwi (Fakultas Ekonomi) dan Pebri Nurhayati (Fakultas Ilmu Sosial) adalah perwakilan Indonesia di International Derby Summer School 2013, di Derby-Inggris. International Derby Summer School sendiri merupakan sebuah kegiatan resmi yang diadakan oleh University of Derby-Inggris. Setiap tahunnya, mahasiswa dari berbagai negara dan berbagai disiplin ilmu bergabung dalam program ini. University of Derby membuka peluang kepada segenap pemuda maupn mahasiswa jenjang S-1 untuk menimba ilmu sekaligus mengenal Inggris lebih dekat. Summer School ini berlangsung selama tiga minggu. Pada minggu pertama, diberikan materi berupa teori-teori yang disampaikan oleh para profesor maupun dosen dari University of Derby. Mahasiswa UNY mengikuti kajian pengetahuan terkini mengenai permasalahanpermasalahan pendidikan, khususnya di wilayah Eropa dan Inggris. Selain itu, mereka juga diajak mengeksplorasi kota Derby dan London yang merupakan magnet utama di Inggris. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengetahui kebijakan strategis pendidikan sehingga negara Inggris maju dengan pesat.

paparnya. Menurutnya, selama ini perkembangan ilmu keolahragaan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara maju. Paparan makalah kunci yang disampaikan oleh para pakar dari negara-negara maju seperti Jerman dan Amerika memotivasi beliau untuk menggalang kekuatan dalam mengembangkan ilmu keolahragaan yang dimulai dari lingkungan FIK UNY. Seminar ini juga memberikan inspirasi tentang penyelenggaraan seminar tingkat internasional yang bisa dikembangkan di UNY, khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan. “Pembelajaran yang dapat diperoleh dari keikutsertaan dalam seminar ini adalah pelayanan dari panitia yang sangat baik dalam menjamu peserta,” tambahnya. (im)


Urusan Internasional dan Kemitraan

KUIK UNY

13

Di dalam kegiatan ini, mahasiswa UNY mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan pengalaman bergaul dengan mahasiswa dari berbagai negara. Mereka juga ikut memperkenalkan Universitas Negeri Yogyakarta kepada masyarakat internasional. (yla)

Presentasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta di the 33rd International Conference on Solution Chemistry 2013 Ika Nur Fitriani, mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, berhasil mempresentasikan karya ilmiahnya dalam the 33rd International Conference on Solution Chemistry 2013, di KYOTO TERRSA, Kyoto, Jepang, pada tanggal 7-12 Juli. Dengan judulpresentasi Red Ginger Rhizome Extract (Zingiber officinale Linn Var. rubrum) as a Deodorant Herbal Making Materials, ia mengikuti konferensi ini bersama mahasiswa dari dua universitas lain di Indonesia lain yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Konferensi ini memberi kesempatan padanya untuk berpartisipasi dan menimba ilmu di kancah internasional. Hal ini sangat positif mengingat kebanyakan peserta konferensi adalahpeneliti, dosen, doktor dan profesor dari negara-negara seperti Jepang, Australia, Prancis, Amerika, Cina, Taiwan dll.

Dengan presentasi ini, ia telah memberikan sumbangsih kepada UNY menuju world class university. Ini membuktikan bahwa untuk kesekian kalinya mahasiswa UNY telah menorehkan prestasinya di dunia internasional. Karya ilmiahnya akan dipublikasikan di Journal of Solution Chemistry yang terbit Maret 2014. (yla)

Study Visit Universitas Negeri Yogyakarta ke Chiang Mai University, Chiang Mai, Thailand

Selaras dengan kerjasama yang dijalin oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Chiang Mai University (CMU), pada tanggal 20-29 Oktober 2013 UNY mengirim mahasiswa pilihan dari kelas internasional beserta mahasiswa, dosen, dan karyawan berprestasi ke Thailand untuk mengikuti Study Visit di CMU. Melalui program ini, peserta study visit diberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan di dalam dan sekitar kampus CMU. Sesampainya di CMU, rombongan dari UNY disambut oleh Vice President CMU. Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada UNY yang telah menyambut mahasiswanya ketika berkunjung di Yogyakarta. Sederet kegiatandiikuti oleh para peserta selama 9 hari. Mereka pun menginap di Hostel CMU selama beberapa hari. Rangkaian kegiatan dimulai dengan berkeliling di kampus CMU. Lingkungannya rindang dan asri karena terdapat banyak pepohonan dan danau-danau di

dalam kampus. Kemudian dalam city tour, peserta diperkenalkan dengan budayaThailand, termasuk situssitus bersejarah yaitu candi-candi dan vihara. Di hari kedua, peserta study visit diperkenalkan dengan salah satu program di CMU melalui seminar ASEAN Community Familiarization Program. Pada siang harinya peserta mengikuti Lecture on Thai Education dan diikuti dengan pelajaran bahasa Thailand yang diajar oleh Ajarn Sakorn Ruanklai, Assistant Dean of CMU International College. Peserta pun dapat berlatih memperkenalkan diri, menyapa, dan menawar ketika membeli barang di toko dengan bahasa Thailand. Pada hari ketiga, peserta mengunjungi tempattempat yang menjadi simbol-simbol Chiang Mai. Salah satunya adalahElephant Camp, yaitu tempat perlindungan gajah dimana gajah dilindungi dan dipelihara. Yang menarik lagi adalahOrchid Farm, dimana peserta dapat melihat bermacam-macam bunga dan pemeliharaannya. Siangnya peserta mengunjungi Wat Phra That Doi Sutep, yakni candi yang terletak di puncak gunung dan sudah berusia ratusan tahun. Malam harinya, welcome dinner (Khantoke Dinner) diselenggarakan dengan suguhan pertunjukkan tariantarian tradisional dari berbagai daerah. Untuk mengenal kebudayaan di Thailand lebih dalam lagi, padahari keempat peserta study visit mengikuti kuliah Thai Way of Life yang disampaikan oleh Ajarn Mai, dosen diFaculty of Fine Arts. Ia mengajarkan budaya orang Buddha yang tinggal di Thailand utara dan menjelaskan fungsi candi yang telah bergeser dari fungsi semula, kebiasaan warga sekitar, peninggalan budaya seperti ru-


14

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

mah tradisional, dan bangunan-bangunan lain. Pengetahuan peserta tentang budaya Thailand semakin bertambah ketika mahasiswa belajar tari tradisional Thailand yang dipandu oleh dosen tari tradisional CMU. Sesekali ia juga menjelaskan makna dari gerakan-gerakan tari yang dipelajari. Sebagai follow up dari kuliah Thai Way of Life, peserta diajak mengunjungiCenter for the Promotion of the Arts and Culture, CMU. Disana, peserta mengamati Lana House. Bangunan ini merupakan rumah tradisional yang dahulunya adalah buatan asli penduduk daerah tersebut, sebelum akhirnya digunakan sebagai museum. Di sini peserta juga belajar membuat kerajinan tradisional penduduk Chiang Mai. Study visit hari kelima diisi dengan mengunjungi perpustakaan pusat CMU. Peserta pun membaca koleksi buku yang cukup banyak dan lengkap. Setelahnya, perjalanan dilanjutkan ke lokasi bersejarah berumur tua, yang dahulunya merupakan pemukiman, namun karena banjir bandang pemukiman ini ditinggalkan. Akhirnya pemukiman ini ditemukan kembali dan terkenal dengan na-

nama Wiang Kum Kam (the Underground Ancient City) dan Baan Tawai Village. Kemudian, peserta menghabiskan hari keenam dan ketujuh di Ban Mae Kampong untuk homestay. Disinilah peserta mengamati kehidupan sehari-hari warga disana, termasuk kebiasaan dan kepercayaan serta mempelajari musik tradisional setempat dan mengikuti upacara tradisional penyambutan. Di hari kedelapan ke peserta kembali ke CMU untuk mengunjungi Doi Suthep Nature Study Center CMU, yang merupakan pusat studi tentang alam dan sains. Selain itu, peserta juga mengamati Energy Research dan Development Institute CMU. Disana peserta belajar menyiapkan bioenergi dan pentingnya persiapan menuju ASEAN commmunity 2015. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk saling mengenal budaya dan aspek-aspek kehidupan dari negara lain dan menambah networking. Melalui program ini, peserta belajar menghargai orang lain dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan mahasiswa, dosen, dan pengajar CMU. (yla)

Tiga Mahasiswa UNY Presentasikan Aplikasi E-Learning di ILCC 2013

Berbekal makalah yang berjudul “Master of Teacher Website (Motweb)” E-Learning Based Application as a System To Improve Teachers' Competency To Develop Teachers' Quality in Indonesia,” tiga mahasiswa FIP UNY bergabung menjadi salah satu kelompok presenter dalam International Language for Communication Conference (ILCC 2013). (ILCC 2013) merupakan konferensi yang diadakan oleh Kulliyah of Languages and Management, International Islamic University Malaysia, Malaysia dan pada tahun ini bertema “Engaging Global Community: Breaking The Barriers to Effective Communication.” Perjalanan ketiga mahasiswa menuju konferensi tersebut tidaklah mudah. Kesulitan pertama yang dialami oleh kelompok yang dikoordinatori oleh Tri Hardiyanti ini adalah ketika mereka mencari penginapan. Sebagai pengalaman pertama mengikuti konferensi internasional di luar negeri, mencari penginapan yang terjangkau bagi me-

reka cukup sulit dilakukan. Hal ini membuat pembengkakan anggaran penginapan. Yang kedua adalah kurangnya informasi mengenai transportasi di Malaysia yang membuat mereka tersesat sampai di daerah Green Wood (daerah orang Indonesia yang tinggal di Malaysia). Beruntung di sini mereka bertemu dengan orang Indonesia dari Aceh yang membantu mereka mencari penginapan daerah Batu Caves. Peserta konferensi ini merupakan mahasiswa ataupun dosen/profesor dengan jumlah peserta lebih dari 50 orang dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Taiwan, Nigeria, Arab Saudi, Indonesia, Hongkong, dan Sri Lanka. Presentasi mereka di konferensi ini berjalan lancar walaupun sedikit melebihi durasi. Dalam kesempatan ini mereka juga berkesempatan untuk berkenalan dengan dua pembicara utama yaitu Prof. Debora dan Prof. Moh Amin. (im/yla)


Format Proposal Usulan Kegiatan dan Rencana Biaya Tahun Anggaran 2014

PROPOSAL USULAN KEGIATAN DAN RENCANA BIAYA TAHUN ANGGARAN 2014 Unit Kerja Bidang Subbidang Program Kegiatan

A. B. C.

: Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama : Kemitraan Luar Negeri : Internasionalisasi Sivitas Akademika : :

Latar Belakang/ Rasional Tujuan/ Kegiatan Sumber Daya (inputs) 1. Peserta No Nama

Jenis Kelamin

NIP/NIM

Prodi

Unit

Biaya Satuan

Jumlah

Fakultas

Judul Paper

Anggaran yang dibutuhkan No

Item

1 2

Total Anggaran : Waktu pelaksanaan: Tanggal : Tempat : D. Keluaran (outputs) E. Hasil (outcomes) F. Indikator Output/ Indikator Keberhasilan Mengetahui, Kepala Kantor Urusan Internasional Kemitraan

Dr-Ing. Satoto Endar Nayono, M.Eng. M.Sc. NIP 19750508 199903 1 001 Menyetujui, Wakil Rektor IV

Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. NIP. 19520715 199703 20

Pelaksana Kegiatan

Ria Putri Palupijati NIM. 10110241009


Informasi Konferensi/Seminar Internasional No.

Nama Konferensi/Seminar

Batas Akhir Penerimaan Abstrak

Website

1.

Paperless: Innovation and Technology in Education

1 Desember 2013

http://www.paperless2014.w eebly.com/

2.

3rd International Conference on Education and Management Innovation 2014

5 Desember 2013

http://www.icemi.org/

3.

The Conference on Education and Human Development in Asia 2014

15 Desember 2013

http://www.presdafoundatio n.org/human-developmentasiaconference/scientificprogram

4.

The Global Summit on Education 2014

15 Desember 2013

http://worldconferences.net/ gse2014

5.

Global International Conference on Business Tourism and Applied Sciences

30 Desember 2013

http://www.icbtstoronto.co m/14115962/paris

6.

International Teacher Education Conference 2014

29 Januari 2014

http://www.ite-c.net/

7.

International Conference on Translation Studies ICTS

31 Januari 2014

http://icts.utcc.ac.th

8.

9 EDC - Education and Development Conference 2014 Conference

1 Februari 2014

http://www.tomorrowpeople .org/education-anddevelopment-conference2014

Prosedur Pengajuan Dana Bantuan Seminar/Konferensi/Workshop/Lomba/Short Course/Sit-in Internasional: 1. Mengajukan Surat Permohonan Kepada Kepala KUIK tertandatangan Dekan dan Wakil Dekan I*/Wakil Dekan III** dengan tembusan kepada Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Wakil Rektor IV beserta lampirannya***. 2. Waktu pengajuan paling lambat dua bulan sebelum pelaksanaan seminar/konferensi/workshop/lomba/short course/sit-in. * Wakil Dekan I: khusus untuk short course dan sit in ** Wakil Dekan III: khusus untuk seminar, workshop, dan lomba *** Lampiran: ? proposal ? letter of acceptance/letter of invitation ? makalah lengkap atau abstrak ? biodata pengusul ? brosur/leaflet seminar ? jadwal presentasi (jika ada) Catatan: Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) menerima kritik dan saran melalui alamat e-mail international.office@uny.ac.id dan interofc@yahoo.com atau dengan melayangkan surat secara langsung ke KUIK di Gedung Rektorat UNY Sayap Utara Lantai 3.

Kuik newsletter Edisi Jul-Sept '13  
Advertisement