Issuu on Google+

NEWSLETTER

KU I K UNY

Kantor Urusan Intenasional dan Kemitraan Universitas Negeri Yogyakarta

Edisi Januari-Maret 2013

Urusan Internasional dan Kemitraan

Universitas Negeri Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah ICSEI ke-27

Universitas Negeri Yogyakarta boleh berbangga diri karena dipercaya sebagai tuan rumah The 27th International Congress of School Effectiveness and Improvement (ICSEI), yang merupakan sebuah perhelatan intelektual berskala internasional, pada tahun 2014 nanti. Hal ini membuktikan komitmen UNY untuk melangkah menuju sebuah world class university. Pernyataan tersebut tidaklah berlebihan karena Indonesia adalah negera ke3 di Asia setelah Hongkong dan Malaysia yang dipercaya untuk menjadi penyelenggara ICSEI. Sebagai salah satu kongres internasional, ICSEI akan menjadi ajang bagi para praktisi, peneliti, politisi, dan pembuat kebijakan di bidang pendidikan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka. Harapannya, konferensi ini bisa menginspirasi para pendidik dan pembuat kebijakan di Asia, terutama di Indonesia untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan. Untuk menunjukkan kesiapannya sebagai penyelenggara ICSEI yang ke-27, Universitas Negeri Yogyakarta mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi dalam ICSEI ke-26 di Santiago, Chili pada tanggal 3-6 Januari 2013. Konferensi tersebut membawa sebuah tema besar yaitu Educational Systems for School Effectiveness and Improvement: Exploring the Alternatives

dan digelar di Sheraton Hotel,Santiago. Dengan dihadiri oleh 600 peserta dari 46 negara, konferensi ini didukung oleh Fundacion Chile dan mengundang lima pembicara utama yaitu Marlene Scarmadila, Michael Fullan, Emiliana Vegas, Henry Levin, dan Sara Ruto, para pakar pendidikan kelas dunia. Dalam kesempatan tersebut, UNY yang diwakili oleh Prof. Suwarsih Madya, Ph.D., Prof. Dr. Nurfina Aznam,S.U., Apt., dan Dr. Widyastuti Purbani mempresentasikan kesiapan UNY sebagai tuan rumah ICSEI ke-27 sekaligus memperkenalkan Yogyakarta, beserta serba-serbi kebudayaannya, sebagai tempat diselenggarakannya ICSEI. Di hadapan seluruh peserta, delegasi UNY memaparkan sekapur sirih ICSEI ke-27, dan video profil tentang Kota Yogyakarta. Sebagai hiburan, digelar pertunjukan Tari Kelana Topeng oleh para penari dari Kedutaan Besar Indonesia. Sementara itu, dalam sebuah bilik pameran di samping ruang utama kongres ditampilkan informasi tentang kebudayaan, suasana alam, adat istiadat, serta tempat-tempat menarik yang patut dikunjungi di Yogyakarta dalam bentuk brosur, buklet, poster, dan video. Selain itu juga dipresentasikan profil Universitas Negeri Yogyakarta untuk memperkenalkan universitas ini kepada para peserta. Mereka juga dapat membawa pulang kenang-kenangan berupa pembatas buku dari kulit dan batik kayu hasil karya mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UNY. Dr. Widyastuti Purbani menjelaskan bahwa ICSEI ke 27 di UNY bertemakan “Redefining Education, Learning and Teaching in the 21st Century: The Past, Present and Future for Sustainable School Effectiveness�. Sementara itu, para pakar pendidikan yang direncanakan akan diundang sebagai pembicara utama adalah Jim Sipllane, Grett Biesta, Suyanto dan Jill Anderson. Prof. Suwarsih Madya sebagai ketua delegasi juga memaparkan bahwa UNY telah siap untuk menjadi tuan rumah ICSEI ke-27 dan memohon semua pihak untuk mendukung demi kesuksesan acara ini. (WP/aw)

Mahasiswa Jepang dan Mahasiswa UNY Berkolaborasi dalam Workshop tentang Computer Assisted Design Sebanyak sepuluh mahasiswa dari Yamaguchi University Management of Technology (YUMOT), Jepang melawat ke Universitas Negeri Yogyakarta untuk berkolaborasi dengan lima mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNY dalam sebuah workshop yang bertemakan 'Creative Design and Manufacturing Practice'. Workshop tersebut digelar dari tanggal 14-28 Januari 2013 di FT UNY dimana kedua belah pihak melangsungkan sebuah kolaborasi akademik yang memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam bidang teknik mesin.

Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Tradisi ke Nglanggeran

Hal. 2

Kerjasama Baru menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) 2015

Hal. 11


1

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Program ini dibuka pada tanggal 14 Januari 2013 di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat UNY. Dalam upacara pembukaan tersebut, Dr. Mochammad Bruri Triyono, M. Pd., Dekan Fakultas Teknik UNY, melaporkan bahwa kesepuluh mahasiswa YUMOT tersebut akan belajar di program studi Teknik Mesin, FT UNY. Enam dari mereka tengah menempuh pendidikan S2 sedangkan yang lain tengah menyelesaikan pendidikan S1. Bersama dengan enam orang mahasiswa program studi Teknik Mesin FT UNY, mereka akan menyelenggarakan sebuah workshop dalam hal Computer Assisted Design (CAD) yang dibimbing oleh Prof. Shigeyuki Haruyama dari YUMOT dan Prof. Pardjono dari UNY. Sementara itu, Prof. Rochmat Wahab, M. Pd., M. A. dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama yang dijalin dengan YUMOT tersebut merupakan sebuah langkah nyata bagi UNY untuk merealisasikan visinya untuk menjadi sebuah universitas berkelas dunia. Beliau berharap agar kerjasama tersebut akan membawa pengaruh positif bagi kedua institusi dan akan mendorong dilaksanakannya bentuk-bentuk kerja sama yang lain seperti joint research, sit-in, guest lecturing, dsb. Sebagai ketua delegasi YUMOT, Prof. Haruyama memaparkan kebahagiaannya karena mahasiswanya dapat belajar di UNY dan menggali banyak pengetahuan dari universitas ini. Beliau juga berharap agar kedua universitas akan memperoleh banyak keuntungan dari kerjasama yang dilakukan tersebut. Salah satu mahasiswa YUMOT, Kozeni menjelaskan bahwa walaupun ini adalah kunjungan dan kolaborasi

pertamanya dengan universitas Indonesia, program ini akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak karena keduanya dapat berkomunikasi satu sama lain dan berbagi pengetahuan yang mengacu pada peningkatan kualitas di bidang pendidikan, terutama pada bidang teknik mesin. Harapannya, kerja sama antara kedua universitas tersebut dapat dilanjutkan dengan program yang lain, yakni proyek penelitian kolaboratif. Selain itu, seorang dosen dari program studi Teknik Mesin, FT UNY dalam waktu dekat akan dikirim ke YUMOT untuk menempuh pendidikan Strata 3.

Penutupan Proyek Kolaborasi UniversitasYamaguchi dan Universitas NegeriYogyakarta

Setelah dua minggu berperan serta dalam kolaborasi akademik dan penelitian dengan Universitas Negeri Yogyakarta, sepuluh mahasiswa Manajemen Teknologi Universitas Yamaguchi (YUMOT) harus bertolak ke Jepang untuk melanjutkan perkuliahan di universitas mereka. Program kolaboratif antara dua universitas ini secara resemi ditutup di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY pada hari Selasa (29/1).

Setelah dua minggu berperan serta dalam kolaborasi akademik dan penelitian dengan Universitas Negeri Yogyakarta, sepuluh mahasiswa Manajemen Teknologi Universitas Yamaguchi (YUMOT) harus bertolak ke Jepang untuk melanjutkan perkuliahan di universitas mereka. Program kolaboratif antara dua universitas ini secara resemi ditutup di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY pada hari Selasa (29/1). Dr. Mochammad Bruri Triyono, M. Pd., selaku Dekan Fakultas Teknik UNY, memaparkan bahwa seluruh mahasiswa yang tergabung dalam program ini, termasuk enam mahasiswa Fakultas Teknik UNY, berhasil lulus dalam ujian terkait proyek yang telah mereka laksanakan. Dr. Bruri menambahkan bahwa walaupun program tersebut telah secara resmi ditutup, hal ini tidak mengakhiri hubungan kerja sama antara kedua universitas. Kerja sama akan dilanjutkan pada bulan Agustus 2013 dengan penambahan program-program lain seperti sit in dosen, penelitian bersama, short course, serta penyelenggaraan seminar dan workshop internasional. Sementara itu, Prof. Suwarsih Madya, Ph. D, selaku Wakil Rektor IV UNY, dalam sambutannya sekaligus secara resmi menutup program kolaborasi tersebut, mengungkapkan apresiasinya terhadap program-program lanjutan yang akan dilaksanakan kemudian. lebih lanjut Beliau berharap agar dalam kerja sama selanjutnya, kedua universitas menelaah bagaimana

TIM PENYUSUN Pelindung: Prof. Suwarsih Madya, Ph.D. Penasihat: Dr.-Ing. Satoto E. Nayono, M.Eng., M.Sc. Pembina: CH. Fajar Sriwahyuniati, M.Or.; Retna Hidayah, Ph.D.; Nunik Sugesti, M.Hum.; Yansri Widayanti, S.Pd. Pemimpin Umum: Yuniar Diyanti, M.Hum. Pemimpin Redaksi: Ari Kusmiatun, M.Hum. Sekretaris Redaksi: Nur Insani, M.Sc. Redaktur Pelaksana: Hita Savitri, S.Pd.; Anies Rohidayah, S.S.; Edita Rina Alitiyani, S.S.; Saptiwi Pujiharjanti, S.S.; Haira Rizka, S.S.; Intan Pradita, M.Hum.; Diyan Fatimatuz Zahro, S.Pd. Staf Redaksi: Aji Abdussalim, S.Pd.; Ria Cahyanti, S.Pd.; Ratna Anugrah S.U., S.S.; Astin Nuffika Rois, S.S.; Perwajahan: Imam Hidayat Distribusi dan Sirkulasi: Slamet Wiyono Alamat Redaksi: Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan, Gedung Rektorat Sayap Utara Lt. 3, Kampus UNY Karangmalang, Jl. Colombo No. 1, Sleman, Yogyakarta 55281 Telp./Fax.: +62 274 520324 Email: interantional.office@uny.ac.id, interofc@yahoo.com Web: www.uny.ac.id


Urusan Internasional dan Kemitraan

teknologi dapat membantu memecahkan masalah-masalah lingkungan dan memanusiakan masyarakat, bukan sebaliknya. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mencetuskan mottonya, terkait dengan program kolaborasi YUMOT-UNY yaitu “the future is yours�, yang bermakna bahwa generasi muda mengemban kewajiban untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, menggantikan para pendahulu mereka. Agenda acara penutupan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan sertifikat dan sekapur sirih dari perwakilan mahasiswa YUMOT dan UNY. Para mahasiswa YUMOT sangat menikmati kunjungan mereka ke UNY yang pertama kali ini, dan sangat terkesan dengan warganya yang ramah, atmosfer yang harmoni dan hidup, serta masakannya yang lezat. Hal-hal tersebutlah yang membuat mereka dapat melalui hari-hari yang melelahkan selama perkuliahan dan workshop. Siti Ruhana, mahasiswa Malaysia yang berkuliah di

KUIK UNY

2

YUMOT, menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya untuk dapat turut serta dalam program dimana dia dapat mempelajari banyak hal, khususnya tentang kerja keras dan manajemen waktu. Siti berharap agar walaupun berbeda, tiga negara yang mereka wakili dalam program kolaborasi ini, Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Indonesia dapat bergandengan tangan untuk menciptakan dunia dan masa depan yang lebih baik. Prof. Shigeyuki Haruyama menambahkan bahwa kerja sama antara dua universitas ini akan terus berlanjut. Acara penutupan kolaborasi YUMOT-UNY tersebut kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Semoga kolaborasi ini akan menjadi langkah nyata yang dapat mendorong UNY dan universitas-universitas lain untuk bekerja sama untuk menciptakan dunia dan masa depan yang lebih baik.

Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Tradisi ke Nglanggeran Tujuan dari program budaya ini adalah untuk memperkenalkan lebih jauh tentang kebudayaan Indonesia kepada para mahasiswa. Selama program ini berlangsung, para mahasiswa menginap di homestay-homestay yang disediakan oleh penduduk setempat sehingga mereka bisa belajar secara langsung tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia beserta budayanya. Walaupun dilaksanakan hanya dalam waktu yang pendek, mereka diharapkan dapat belajar dan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang baru.

Mahasiswa Manajemen Teknologi Universitas Yamaguchi (YUMOT), Jepang dan mahasiswa Universitas Putra Malaysia (UPM), Malaysia telah ikut serta dalam program sit in di UNY untuk beberapa minggu. Sepuluh mahasiswa dari YUMOT menyelenggarakan sebuah proyek di Fakultas Teknik sedangkan enam mahasiswa UPM mengikut perkuliahan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Para mahasiswa tersebut tidak hanya menimba pengetahuan akademik di UNY, tetapi juga tentang budaya dan adat istiadat Indonesia. Pada akhir program sit in tersebut, para mahasiswa mengikuti program budaya yang diadakan di Gunung Purba Nglanggeran, Patuk Gunungkidul pada tanggal 24-25 Januari 2013.

Para mahasiswa juga mengikuti workshop batik di mana mereka dapat belajar membatik langsung dari ahlinya. Mereka sangat antusias mengikuti workshop ini dan masing-masing membatik hasil karya mereka sendiri. Setelah workshop ini, para mahasiswa juga disuguhkan tradisi Bancakan, salah satu contoh adat Jawa dimana para peserta berkumpul dan makan bersama. Tradisi ini mengajarkan kepada para mahasiswa tersebut bahwa masyarakat desa di Indonesia masih memegang tradisi adiluhung mereka dengan kuat. Pada pagi harinya (25/1), para mahasiswa melakukan lari pagi dan kegiatan outbound berupa flying fox. Kemudian mereka memanen rambutan dari kebun penduduk. Mereka sangat menikmati program ini karena dapat menyegarkan pikiran setelah berkutat penuh dengan kegiatan-kegiatan akademik di kelas-kelas perkuliahan dan terutama, karena mereka dapat mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Mereka juga terkesan dengan keramahan para penduduk dan juga makanan-makanan tradisional yang mereka cicipi. (hr)

Mahasiswa Universiti Putra Malaysia (UPM) Menimba Ilmu di UNY Enam mahasiswa Universiti Putra Malaysia (UPM) datang ke Universitas Negeri Yogyakarta dalam rangka program sit-in di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Program yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 26 Januari 2013 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada para mahasiswa tersebut. Lima dari mereka mengikuti perkuliahan di program studi Ilmu Fisika sedangkan sisanya di program studi Ilmu Kimia. Tujuan utama dari program ini adalah sebagai sarana bertukar pikiran mengenai kepemimpinan dan performansi akademik. Selain itu, para mahasiswa Malaysia tersebut juga dapat belajar tentang metode-metode pembelajaran di UNY. Dalam program ini, mereka juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan sekaligus memperkenalkan universitas dan budaya mereka kepada masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa UNY. Mahasiswa UPM tersebut disambut dengan hangat saat mengunjungi Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UNY pada hari Rabu (16/1). Mereka terkesan dengan budaya Indonesia, terutama keramahan orang-orangnya. Selain itu mereka juga sangat senang karena berkesempatan belajar di UNY, dimana mereka bisa mendapatkan banyak pengetahuan yang mungkin tidak didapatkan di UPM. Dua dari mahasiswa tersebut pernah mengunjungi UNY beberapa waktu yang lalu dan mereka merindukan suasana Yogyakarta. Zai, salah satu mahasiswa UPM percaya bahwa program sit-in ini akan memberikan mereka pengalaman dan pengetahuan yang baru serta pemahaman antar budaya.


3

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

“Saya percaya program ini dapat membangun hubungan yang harmonis antara Indonesia dan Malaysia, yang akhir-akhir ini sering berselisih”, tambahnya. Ditemui di kantornya, Prof. Suwarsih Madya, Ph. D, Wakil Rektor IV UNY, dalam sambutannya berharap agar program ini bisa membangun kesaling pahaman antara dua negara. Faktanya, Indonesia dan Malaysia datang dari nenek moyang yang sama, yaitu Proto Melayu. Oleh karena itu, terdapat kemiripan antara bahasa dan budayanya. Hal tersebutlah yang sering menimbulkan perselisihan walaupun sebenarnya, kemiripan tersebut bisa memudahkan pemahaman antara kedua negara dengan lebih baik. (hr)

Universitas NegeriYogyakarta Jalin Kerjasama dengan PASIAD Turki Delegasi PASIAD Turki yang diwakili oleh Ahmet Çiçek, Ali Unsal, Cumhur Çil, Fatih Yildirim, and Orhan Çiçek melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Yogyakarta pada Senin (21/1). Mereka didampingi oleh Agus Junaidi, Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa dan Prof. Dr. Zamroni, dosen UNY. Delegasi PASIAD tersebut disambut hangat oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor IV dan Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY di Ruang Rapat RKU, Gedung Rektorat UNY. Dalam sambutannya, Prof. Suwarsih Madya, Ph. D, Wakil Rektor IV UNY menyambut itikad baik untuk menjalin kerja sama antara PASIAD dan UNY karena kedua institusi ini mempunyai misi yang sama dalam bidang pendidikan yakni meningkatkan kualitas pendidikan guru yang akan membawa perubahan baik dalam dunia pendidikan Indonesia maupun internasional. Beliau berharap agar kerja sama yang akan terjalin nantinya dapat membawa dampak positif bagi kedua institusi dan memperkuat hubungan yang baik antara Indonesia dan Turki. Menjawab pidato Wakil Rektor IV UNY, Ahmed Çiçek, ketua PASIAD, memaparkan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani mengandung tiga tujuan yaitu: (1) mengajak mahasiswa Turki untuk kuliah di UNY; (2) meningkatkan kualitas guru-guru; dan (3) menggabungkan pengalaman dan pengetahuan kedua belah pihak guna kebaikan bersama. Agenda pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi tentang nota kesepahaman yang dipimpin

oleh Prof. Suwarsih Madya. Diskusi tersebut berjalan dengan baik dan beberapa koreksi dibuat berkenaan dengan tata tulis dan penggunaan istilah dalam nota kesepahaman yang akan ditanda tangani Bagian isi juga mengalami sedikit perbaikan terutama yang terkait dengan tujuan dan ranah kerja sama. Sesi diskusi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Semoga kerja sama yang akan dijalin oleh kedua belah pihak dapat mempersiapkan secara lebih baik untuk menghadapi era globalisasi. (tw)

USAID Prioritas Berkiprah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di UNY Delegasi USAID Prioritas melawat ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna melakukan penelitian terhadap metode dan program pembelajaran di UNY (1/23). Digelar di Ruang Sidang Utama UNY, kegiatan tersebut diikuti oleh 25 mahasiswa dari program studi Pendidikan IPA, Pendidikan Matematika, PGSD, dan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dalam pidatonya, Wahyu Daryono, representatif tim monitoring USAID Prioritas, memaparkan bahwa agenda utama dari pertemuan dengan mahasiswa tersebut adalah wawancara guna mengumpulkan data terkait dengan aktivitas para mahasiswa. Beliau mengimbuhkan bahwa dari data tersebut, USAID Prioritas akan membuat rancangan program-program latihan terbaik untuk mahasiswa, dosen, dan staf Universitas Negeri Yogyakarta guna meningkatkan mutu pendidikan di universitas.


Urusan Internasional dan Kemitraan

Untuk memperkenalkan USAID Prioritas kepada para mahasiswa, Anang Ainurrozi, evaluator program penelitian USAID Prioritas tersebut, menjelaskan bahwa program ini telah dicanangkan di tiga universitas negeri di area Jawa Tengah dan Yogyakarta, yakni Universitas Negeri Semarang, IAIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Negeri Yogyakarta. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem, manajemen, dan koordinasi pendidikan. Dalam hal ini, tim akan mengumpulkan data yang berhubungan dengan proses pembelajaran aktif di UNY, kegiatan KKN/PPL, dan pengalaman yang didapatkan setelah melaksanakan mata kuliah tersebut,” sambungnya. Dalam program ini, perwakilan dari USAID Prioritas menghimpun data dari mahasiswa semester 7 yang telah melaksanakan mata kuliah KKN/PPL dan mahasiswa semester 5

KUIK UNY

4

yang akan melaksanakan mata kuliah ini. Untuk itu, para mahasiswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberikan pertanyaan seputar bagaimana mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan perkuliahan dan bagaimana dosen-dosen melaksanakan metode pembelajaran. Sementara itu, kelompok kedua diminta untuk memberikan informasi terkait dengan pengalaman mahasiswa saat menempuh KKN/PPL dan metode yang mereka gunakan dalam mata kuliah tersebut. Diharapkan agar kegiatan wawancara tersebut akan menghasilkan informasi yang komprehensif dan berharga untuk membangun kerja sama-kerja sama yang lebih menguntungkan. Kerja sama tersebut akan mewujudkan inovasi-inovasi yang akan meningkatkan kualitas pendidikan di UNY. (haira)

Dari Jogja untuk Semesta: Ambeg Makarya Pancadaning Mulya

Universitas Negeri Yogyakarta yang diwakili oleh Prof. Dr. Suwarsih Madya, Ph.D selaku Wakil Rektor IV, menghadiri perhelatan “Yogya Semesta” di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta (15/1). Perhelatan ini berupa dialog budaya dan pertunjukan seni yang mengangkat tema “Ambeg Makarya Pancadaning Mulya” yang bermakna bekerja demi mencapai kesejahteraan. Yogya Semesta adalah program rutin yang diadakan setiap Selasa Wage. Program yang diadakan guna memperingati weton raja Jogja ini merupakan sebuah forum dimana para pemerhati seni dan budaya dapat bertemu dan memperdalam khasanah mereka terkait dengan warisan seni budaya Indonesia yang sangat berharga. Dalam perhelatan Yogya Semesta kali ini, sejumlah tokoh diundang seperti Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri; Muhammad Sobary, pemerhati budaya dan masyarakat kecil; dan Prof. Dr. Kasidi, dalang sekaligus guru besar Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI). Selain itu, hadir sebagai host pada acara tersebut adalah Dr. Suprayito, Presiden Bank BPD DIY dengan didampingi oleh Hari Dedni, manajer Yogya Semesta yang juga sebagai moderator dalam sesi dialog.

Pertunjukan seni pada acara tersebut berupa Wayang Kulit Tiga Babak yang dibawakan oleh Prof. Dr. Kasidi dengan judul “Semar Mbabar Wahyu Sapta Warsita”, yang secara umum menceritakan tentang upaya Arjuna mendapatkan wahyu yang baru dari Begawan Durna. Begawan yang licik tersebut memerintahkan Arjuna untuk membunuh Semar, salah satu tokoh punakawan yang juga penasehat yang bijaksana. Secara garis besar kisah ini melambangkan kenyataan yang ada sekarang ini. Sementara itu, Arjuna merepresentasikan pemudapemuda Indonesia yang merupakan cikal bakal pemimpin masa depan, Semar merepresentasikan suara akar rumput dan partisipasi dari rakyat kecil, sedangkan Durna merepresentasikan upaya-upaya licik untuk memisahkan pemimpin dari khalayak yang mereka pimpin. Fragmen wayang ini juga mengandung pesan positif bahwa pemimpin-pemimpin Jawa lazimnya meminta nasehat dari bawahannya sebelum mengambil sebuah keputusan. Hal ini melambangkan bentuk rasa hormat mereka kepada suara rakyat. Selain menyajikan dialog dan pertunjukan seni, acara ini juga diadakan untuk merayakan ulang tahun Yayasan Damandiri dengan pemotongan nasi tumpeng secara simbolis. Yayasan ini mempunyai visi untuk membantu pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk merealisasikan visi tersebut, Yayasan Damandiri telah menggalakkan sejumlah program dan bekerja sama dengan sejumlah institusi dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Yogyakarta. Program utama yang dicanangkan oleh yayasan ini adalah pemberian kredit untuk industri mikro masyarakat melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) dimana warga dapat mengembangkan kemampuan mereka guna meningkatkan kualitas hidup mereka. Di antara sesi-sesi dialog, para hadirin diajak untuk menyanyikan lagu “Ilir-ilir” bersama-sama. Lagu ini juga bisa menyimbolkan program utama Yayasan Damandiri tersebut. Lirik “tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar” melambangkan bahwa industri mikro yang sedang digalakkan masih berusia sangat muda dan oleh karena itu perlu dikembangkan secara kontinyu. (tw)

Kepedulian para Profesor Wanita UNY terhadap Warisan Budaya Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Kita, bangsa Indonesia, akan kehilangan harta yang sangat berharga ini jika melupakannya. Oleh karena itu, pengetahuan tentang salah satu bentuk kebudayaan adi luhung ini harus ditularkan pada semua generasi dan berbagai kalangan. Guna memberikan teladan tentang apresiasi terhadap batik, 12 profesor wanita UNY, baik yang masih aktif maupun emeritus, mengadakan workshop membatik di sebuah joglo di wilayah Seyegan, Sleman.


5

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Workshop yang diadakan pada hari Minggu (27/1) tersebut menghadirkan Ismadi, S. Pd., M.A., dosen program studi Pendidikan Seni Kerajinan, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai instruktur. Para peserta tampak antusias dalam mengikuti acara ini. Pada akhir acara, dihasilkan sejumlah kain batik yang dilukis

menggunakan corak yang telah disediakan. Di samping mendapatkan pengalaman yang berharga, mereka juga dapat meningkatkan apresiasi mereka sendiri terhadap kekakayaan budaya ini. Prof. Suwarsih Madya, Ph. D., sebagai penggemar seni batik sekaligus pencetus acara ini memaparkan bahwa selain untuk menyalurkan hobi dan memberikan sumbangan kepada bangsa, workshop ini juga berhubungan dengan fungsi UNY sebagai lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK). “Karena UNY adalah sebuah universitas yang mendidik calon-calon guru, kegiatan-kegiatan semacam ini dimaksudkan untuk menginspirasi mereka agar mencintai budaya sendiri, dengan cara melestarikannya,”tandasnya. Sehubungan dengan hal tersebut, beliau memaparkan alangkah baiknya jika Paguyuban Pencinta Batik didirikan di UNY sebagai wadah untuk menampung minat dan juga sebagai pusat kebudayaan, khususnya batik. Beliau juga berharap agar batik dan gamelan dijiwai oleh calon-calon guru, jika mereka dididik di Jogja, agar kekayaan bangsa ini dapat dilestarikan secara turun-temurun kepada generasi-generasi mendatang. “Diharapkan agar warga UNY terdorong untuk melakukan hal yang sama guna nguri-uri kebudayaan tersebut.”(tw)

Belajar Bahasa Inggris secara Mandiri di SALC UNY SALC (Self Access Learning Center), Universitas Negeri Yogyakarta, menandai berakhirnya program-program yang dicanangkannya pada tahun 2012 dengan mengadakan sebuah acara seremonial dan pameran. Keduanya diselenggarakan di Gedung Kuliah I, Fakultas Bahasa dan Seni, Rabu (1/12). Dalam acara seremonial tersebut, Andria Yusuf Arifianto selaku manajer SALC melaporkan bahwa pada tahun 2012, SALC telah menyelenggarakan berbagai program yang menarik seperti Speaking Club, Reading Club, Writing Club, Movie Club, Workshop of Public Speaking, Cross Culture Understanding, dan Talk Show. Selain program-program tersebut, SALC juga menggelar dua program unggulannya. Program yang pertama adalah Workshop on CALL, yaitu Computer Assisted Language Learning dengan menghadirkan dua pembicara dari Universitas Sanata Dharma. Program yang kedua adalah program SALC yang terbesar, yaitu English Camp, yang diikuti oleh tidak hanya mahasiswa UNY, tetapi juga mahasiswa dari universitasuniversitas lain di Yogyakarta. Selain melaporkan hal-hal tersebut, Andria juga menghimbau kepada semua untuk mendukung SALC ke depannya mengundang mahasiswa UNY untuk turut meramaikan program-program SALC di tahun 2013 ini. Sementara itu, saat ditemui redaksi seusai acara tersebut, Dr. Kun Setyaning Astuti selaku Wakil Dekan III Fakultas Bahasa dan Seni, UNY menyatakan apresiasinya terhadap keberadaan SALC selaku pusat belajar Bahasa Inggris secara mandiri. Beliau berharap agar pada tahun 2013, akan ada lebih banyak lagi mahasiswa yang bergabung dengan SALC, tidak hanya mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni yang pada tahun 2012 menjadi mayoritas anggota, tetapi juga mahasiswa dari fakultas-fakultas lain di seluruh UNY. Oleh karena itu, beliau

menghimbau agar para administrator SALC tidak hanya menyebarkan publikasi tentang SALC, tetapi juga secara langsung mengundang mahasiswa-mahasiswa tersebut untuk datang dan bergabung, sehingga mereka akan merasa percaya diri belajar Bahasa Inggris bersama-sama. “SALC adalah tempat yang sangat tepat untuk belajar Bahasa Inggris karena para peserta dapat menggunakan bahan-bahan yang mereka butuhkan dan mereka inginkan”, tambahnya. Selain menghadiri acara penutupan tersebut, para peserta juga diajak untuk menikmati hasil-hasil kegiatan SALC, terutama dari Reading Club dan Writing Club. Semoga kiprah SALC akan terus semakin baik di masa-masa mendatang sehingga akan benarbenar bisa mendukung langkah Universitas Negeri Yogyakarta menuju World Class University. (tiwi/haira).

AUSAID Australia Menjajaki Peluang Kerja Sama dengan Fakultas Ilmu Sosial UNY Perwakilan AusAID (Australian Agency for International Development) melakukan lawatan ke Universitas Negeri Yogyakarta untuk menjajaki peluang kerja sama dengan program studi Administrasi Negara pada hari Jumat (1/2). Mereka disambut oleh Kaprodi Administrasi Negara, Dra. Sugi Rahayu, M. Pd., M. Si. dan dosen-dosen program studi tersebut. Dalam pidato sambutannya, beliau memberikan respon positif terhadap lawatan mereka dan berharap agar kerja sama yang menguntungkan dapat terjalin antara program studi Administrasi Negara dan pemerintah Australia.


Urusan Internasional dan Kemitraan

Dalam agenda tersebut, AusAID diwakili oleh Mida dan Muttaqien dari Universitas Gadjah Mada. Mereka memberikan penjelasan tentang program-program beasiswa yang ditawarkan oleh AusAID seperti AVID, (Australian Volunteers for International Development) dan beasiswa pemerintah Australia yang memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk magang di organisasi rekanannya. Program tersebut bertujuan untuk memacu pembangunan nasional melalui pembangunan kapasitas, pertukaran keterampilan, dan penguatan institusi. Mida menambahkan bahwa dalam program beasiswa tersebut, Prodi Administasi Negara dapat menjadi organisasi tuan rumah. Keuntungan yang dapat diperoleh antara lain pengetahuan dan pengalaman yang baru dari sukarelawansukarelawan Australia yang ditempatkan untuk magang di sana, sehingga akan memperkuat jaringan kerja sama dengan organisasi-organisasi Australia serta menciptakan citra UNY yang baik di mata masyarakat Australia, Asia, Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin. “Untuk menjadi organisasi tuan rumah, prodi harus menyerahkan proposal ke AusAID terkait dengan kebutuhan-kebutuhannya. Oleh karena itu, sukarelawan yang dikirimkan akan sesuai dengan kebutuhan prodi tersebut”, imbuhnya.

KUIK UNY

6

Dalam kerja sama tersebut, prodi akan mengajukan proposal bantuan untuk mengembangkan bangunan laboratorium, mengundang dosen tamu Australia untuk memberikan kuliah umum, dan melaksanakan bentuk kerja sama lain yang akan menduking pembangunannya. Menurut Yanuardi, S. Ip., M. Si., dosen prodi Administrasi Negara, ke depannya kerja sama tersebut akan dikembangkan sampai

Memandang Perspektif Sejarah Barat

“Fenomena mengenai kurikulum Sejarah yang dicampuri oleh pengaruh penguasa tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Australila. Hampir semua negara memiliki isu sensitif yang tidak bisa dibicarakan secara terbuka. Isu-isu tersebut selalu berhubungan dengan identitas nasional, sejarah pembentukan negara, dan legitimasi beberapa rezim pemerintahan. Oleh karena itu, pemerintah di suatu negara selalu menentukan alur sejarah yang ditulis di buku-buku teks sejarah, kurikulum, serta sejarah umum”. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Richard Chauvel, seorang ahli sejarah Papua, dalam seminar nasional dan workshop yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial UNY bekerjasama dengan Victoria University Australia pada hari Senin

(4-5/2). Seminar tersebut menghadirkan dua pembicara lain, yakni Dr. Max Lane, seorang dosen dari Victoria University dan ahli sejarah Indonesia; dan Nur Rokhman, dosen di Program Studi Pendidikan Sejarah. Seminar yang diadakan di Ruang Ki Hajar Dewantara ini dihadiri oleh guru-guru sejarah se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial. Menurut Max Lane, inti dari sejarah adalah proses perubahan realitas yang terdiri dari hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, guru Sejarah harus mendorong siswa untuk menganalisis, tidak hanya mengatakan apa yang telah ditulis oleh orang lain. “Salah satu cara untuk membuat siswa memiliki kemampuan menganalisis dari pada hanya menghafalkan materi adalah dengan memberikan mereka tugas yang memperkuat kemampuan tersebut,” ungkapnya. Sementara itu, M. Nur Rokhman menerangkan kesesuaian antara buku teks, khususnya yang berhubungan dengan materi Sejarah yang kontrovesial. “Program Studi kami telah mencoba untuk berinovasi dengan melatih kemampuan siswa untuk mereview materi kontroversial dalam pelajaran Sejarah Indonesia Kontemporer. Acara tersebut dilanjutkan dengan workshop untuk mendiskusikan lebih lanjut hasil seminar pada hari itu. Adapun hasil dari acara ini berupa sebuah buku teks Sejarah hasil kompilasi beberapa materi oleh guru Sejarah, dengan dipandu Dr. Richard Chauvel dan Dr. Max. Buku ini diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif bagi guru untuk mengajar dan menstimulasi muridnya untuk berprikir analitis. Rancangan dari buku teks tersebut telah disetujui untuk digunakan oleh guru dan murid dalam pengajaran Sejarah. (Rhoma/Eko)

Tawaran Beasiswa dari Negeri Paman Sam “Semakin spesifik program studi yang Anda pilih, maka kesempatan Anda untuk diterima semakin besar. Beranikan diri Anda untuk mendaftar.” Itulah yang disampaikan oleh Nurise Widjaya, program officer AMINEF, dalam Presentasi Beasiswa Fulbright di Ruang Sidang Utama Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (8/2/2013). Presentasi ini dihadiri oleh dosen, staf, mahasiswa, dan alumni UNY, serta beberapa mahasiswa dari universitas lain. Wakil Rektor I UNY, Prof. Dr. Nurfina Aznam, SU.Apt., sangat mengapresiasi acara presentasi ini. Beliau berharap agar para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga termotivasi untuk berusaha meraih beasiswa-beasiswa yang ditawarkan, sehingga akan banyak mahasiswa UNY yang berangkat ke AS, seperti halnya 10 dosen UNY yang sudah pernah dan sedang mengenyam pendidikan di sana melalui beasiswa ini.


7

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Para peserta yang memenuhi ruang sidang utama tersebut nampak sangat antusias dengan presentasi yang disampaikan secara lugas dan motifatif. Beasiswa Fulbright sendiri sangat menarik, karena merupakan beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah dan uang buku, uang saku bulanan, tiket penerbangan internasional, dan asuransi kesehatan. Syarat-syarat umumnya juga cukup mudah, yaitu pelamar harus aktif dalam kegiatan, paham budaya nasional dan budaya asing,

serta berkomitmen untuk pulang ke tanah air dan pada bidang studi. Selain itu, nilai IPK terakhir dan Bahasa Inggris juga termasuk dan penilaian. Dalam proses seleksi beasiswa ini, pelamar tidak diharuskan untuk melampirkan Letter of Acceptance dari universitas di Amerika. Mereka juga hanya akan bersaing dengan rekan satu wilayah saja. Misalnya, pelamar dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hanya akan bersaing dengan rekannya dari DIY dan Jawa Tengah. Sementara itu, beasiswa Fulbright tersebar dalam berbagai jenjang, mulai beasiswa S2, S3, dan program penelitian untuk mahasiswa program doktoral yang disediakan murni dari Fulbright atau kerjasama Fulbright dan DIKTI. Tersedia juga beasiswa non-degree seperti Fulbright Foreign Language (Indonesian) Teaching Assistant (FLTA), Hubert H. Humphrey Fellowship Program for Mid-Career Professionals, Community College Initiative Program, ILEP (International Leadership in Education Program), dan Global Undergraduate Exchange program (UGRAD). UGRAD adalah program short course untuk mahasiswa S1 maksimal semester 5. Deadline pengumpulan aplikasi untuk sebagian besar program beasiswa tahun ini adalah pada tanggal 15 April 2013. Untuk informasi lebih lanjut, bisa klik www.aminef.or.id atau datang ke Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY di Gedung Rektorat Lt.3 sayap Utara. (tw)

USAID PRIORITAS menggandeng UNY untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia “USAID PRIORITAS” adalah program yang dikembangkan oleh USAID (United States Agency for International Development) dan Pemerintah Indonesia yang mengacu pada Decentralized Basic Education (DBE) guna meningkatkan kualitas pendidikan dasar yang dimulai sejak 1 Mei 2012 hingga 30 April 2017 (5 tahun). Program ini juga dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan kurikulum 2013, khususnya terkait dengan penerapan metode belajar mengajar.” Pernyataan tersebut disampaikan oleh Stuart Weston's, Direktur USAID PRIORITAS Jakarta saat penandatanganan MoU antara USAID PRIORITAS dan UNY di Ruang Sidang Utama Rektorat, pada hari Kamis(14/2). Pada kesempatan ini juga hadir pejabat USAID PRIORITAS lainnya, seperti: Allastair Rodd (Educational advisor kantor pusat USAID di North Carolina), Nurkholis (Koordinator USAID PRIORITAS Provinsi Jawa Tengah); Ajar Budi Kuncoro (RTI development specialist USAID PRIORITAS), dan Anang Roziqin (Communication technician USAID PRIORITAS). Weston menyampaikan bahwa USAID PRIORITAS berusaha untuk mendorong proses belajar mengajar di sekolah dasar agar menjadi lebih menarik dan relevan. Lebih lanjut Organisasi ini berusaha untuk meningkatkan manajemen sekolah agar lebih berperan aktif, akuntabel, dan fokus dalam peningkatan proses belajar mengajar di kelas. “Bantuan yang akan diberikan oleh 'PRIORITAS' berupa bantuan teknis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam program ini kami berencana untuk melibatkan pemerintah daerah dan LPTK. Kami juga mendorong sekolah-sekolah yang akan diajak dalam progam ini untuk dapat mandiri setelah dilaksanakannya pelatihan yang akan difasilitasi oleh fasilitator sehingga dapat menjadi sekolah percontohan,” tambahnya. yang ini aku jadiin 1 paragrap aja.soalnya msh nyambung sama the previous one. Dalam pidatonya, Prof. Dr. Rochmat Wahab, Rektor UNY, menyampaikan terima kasih kepada USAID PRIORITAS atas diikutsertakannya UNY dalam peningkatan mutu dan inovasi

pendidikan yang dilaksanakan PRIORITAS. Beliau berharap hal ini dapat memperluas program yang dicanangkan tidak hanya di Jawa Tengah saja tetapi juga ke daerah lain seperti Yogyakarta yang notabene wilayah cakupan UNY. Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan, Dr. –Ing. Satoto Endar Nayono yang dalam kesempatan ini mewakili Wakil Rektor IV UNY, menyampaikan bahwa program yang merupakan kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat ini meliputi bantuan teknis untuk meningkatkan kualitas mengajar, manajemen pelayanan, dan koordinasi antar institusi pendidikan yang ada. Program ini didanai oleh USAID. Lebih jauh lagi, beliau menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah penilaian dan pengumpulan data awal yang akan digunakan sebagai dasar dalam menganalisa kondisi LPTK, Trining of Triner (ToT) dalam tingkat nasional, penyedian fasilitator untuk SD dan SMP, kunjungan belajar ke sekolah, dan pembuatan suatu konsorsium LPTK.


Urusan Internasional dan Kemitraan

KUIK UNY

8

Hongkong Institute of Education Libatkan Indonesia dalam Penelitian Green Jobs

Untuk menghadapi isu-isu tentang lingkungan dan perubahan iklim, pemerintah negara maju dan negara berkembang menempatkan pendidikan, pembelajaran seumur hidup, pelatihan kerja, dan pengembangan keterampilan kerja sebagai prioritas utama untuk menerapkan strategi perkembangan yang efektif dalam menangani isu-isu tersebut. Terkait dengan fenomena ini, Hongkong Institute of Education bekerja sama dengan Asian Development Bank tengah mencanangkan sebuah penelitian yang bertemakan “Education for Inclusive Growth and Green Jobs” . Pernyataan di atas disampaikan oleh Dr. Margarita Pavlova, seorang peneliti senior di UNESCO-UNEVOC International Center dan peneliti di Griffith Institute of Educational Research. Dr, Pavlova mewakili Prof. Rupert

Maclean, Direktur Centre for Lifelong Learning Research and Development, profesor utama dalam bidangInternational Education, dan wakil UNESCO dalam bidang Technical and Vocational Education and Training and Lifelong Learning di Hongkong Institute of Education. Dr. Pavlova didampingi oleh dua peneliti Indonesia yakni Punang Arimapuja, peneliti pada lembaga Caring Organization dan Dr. Widarto, peneliti dari Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka diterima oleh Rektor, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor IV UNY di Ruang Rapat RKU, Gedung Rektorat UNY pada hari Senin (18/2). Dalam sambutannya, Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd., M.A., memaparkan bahwa beliau berbangga hati karena UNY memperoleh kesempatan untuk bekerja sama dengan Hongkong Institute of Education karena dua institusi tersebut mempunya visi yang sama, yaitu bergerak dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, UNY siap mendukung segala aktivitas yang akan dilakukan oleh para peneliti tersebut dengan diorganisir oleh Fakultas Teknik. Setelah agenda pertemuan tersebut, akan dilaksanakan diskusi meja bundar yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan bidang terkait, yakni perwakilan dari beberapa sekolah menengah kejuruan, akademi, serta universitas, Kementrian Pusat Pelatihan Tenaga Kerja, asosiasi pendidikan, industri-industri, dan kantor pemerintahan lokal yang juga terlibat dalam penelitian ini. Diskusi tersebut berusaha mengkaji perkembangan green jobs dan pendidikan inklusif di Indonesia. Pada hari yang sama, Program Pascasarjana UNY menyelenggarakan sesi guest lecturing. Kegiatan guest lecturing tersebut menghadirkan Prof. Rupert Maclean sebagai pembicara. (tw)

FE UNY Berkolaborasi dengan UKM dalam Mempersiapkan Penerbitan Jurnal Internasional Penerbitan Jurnal Internasional merupakan perwujudan dari MoU antara UNY dengan UKM. Hal ini juga merupakan suatu langkah untuk mendukung UNY menuju World Class University. Kerjasama kedua universitas itu berupa penelitian bersama, pertukaran informasi, staff , dosen, mahasiswa, dan pelayanan sosial. Sebagai langkah awal kerjasama, sebuah workshop International Journal Publication (Penerbitan Jurnal Internasional) digelar pada hari Rabu (20/2). Pada kesempatan itu, dua dosen, Rika Fatimah dari UKM dan Losina Purnastuti dari UNY bertindak sebagai pembicara. Sementara itu, acara yang dibuka langsung oleh Dekan FE, UNY, Dr. Sugiharsono, dihadiri 40 dosen dari FE. Pada presentasinya, Ibu Rika menjelaskan bagaimana menerbitkan jurnal secara internasional. Pertama, melakukan penelitian dan menulis laporannya. Laporan ini dapat dipakai untuk menerbitkan paper (makalah) dalam bentuk workshop, seminar atau konferensi. Paper (makalah) tersebut bisa ditransfer ke dalam bentuk chapter (bab) di dalam buku, jurnal, atau bahkan buku secara lengkap. Jika buku yang berisi hasil penelitian sudah diterbitkan, penelitian tersebut akan dikenali secara internasional. “Menerbitkan jurnal internasional membawa banyak keuntungan, salah satunya adalah diundang sebagai pembicara. Lebih jauh lagi, penulis akan diminta untuk me-review paper (makalah) orang lain sebelum diterbitakan. Oleh karena itu, dia bisa membaca ide orang lain sebelum melakukan penelitian.

Keuntungan lainnya adalah seseorang yang sudah menerbitkan paper (makalah)nya mempunyai kesempatan untuk diundang sebagai pembicara di suatu konferensi internasional atau professor sit-in (Kunjungan Professor) ke negara-negara lain.”, beliau menambahkan. Beliau juga memperkenalkan universitanya yang sudah dikenal sebagai research university (universitas penelitian) di mana dosen-dosen diberi jatah penelitian 60%, mengajar 20%, 10% untuk pelayanan mahasiswa, dan sisanya untuk pengabdian masyarakat. Jelas bahwa penelitian mendapat jatah terbanyak demi mempertahankan predikat research university.


9

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Sementara itu, Ibu Losina menjabarkan beberapa tip untuk menerbitkan jurnal berdasarkan kriteria DIKTI. Mereka mencari coauthor (penulis kedua), berdasarkan Guide for Author (GFA)/ Panduan untuk Penulis dan Gaya Penulisan dan membuat judul yang menarik. Jadi, hasil penelitian yang dikirim dapat diterima sebagai jurnal internasional. Beliau juga menekankan petingnya berhatihati dalam mencari jurnal internasional. Beberapa jurnal palsu dan mereka menawarkan kemudahan dalam menerbitkan hasil penelitian dengan membayarkan sejumlah uang. (lina&isti/astin).

Mahasiswa Malaysia Prakter Mengajar di Indonesia Untuk mengetahui bagaimana kegiatan praktik mengajar di Indonesia, 11 mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melakukan praktek mengajar di dua sekolah menengah atas dan satu sekolah menengah kejuruan di Yogyakarta, yakni SMA 3, SMA 8, dan SMK 2 Depok Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Lembaga Pengembangan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNY dengan Universiti Teknologi Malaysia. Pada acara pembukaan yang dilaksanakan pada hari Senin (2/25), Tn. H. Meor Ibrahim bin Kamaruddin, dosen senior di Jurusan Pendidikan Sains dan Matematika, menyatakan bahwa program yang dilaksanakan pada 27 Februari sampai 18 Maret 2013 ini akan sangat berguna bagi mahasiswa peserta. Beliau juga memberikan nasihat kepada mahasiswanya untuk beradaptasi dengan kondisi pendidikan yang berbeda antara sekolah Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, Prof. Suwarsih Madya, Wakil Rektor IV UNY, dengan senang hati menyambut program ini sebagai bagian dari kerjasama internasional dalam menghadapi “ASEAN Community 2015� yang berupa perdagangan dan persaingan tenaga kerja bebas, dimana pekerja dari Negara-negara ASEAN bisa bekerja di Indonesia tanpa harus menggunakan visa, begitupun sebaliknya. “Sebagai Negara yang bertetangga dekat, kita harus meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kita harus terus berinteraksi untuk meningkatkan

kompetensi antarbudaya�, tambahnya. Semua yang hadir dalam upacara pembukaan terlihat bahagia. Mereka percaya bahwa program ini tidak hanya akan memperluas wawasan mahasiswa Malaysia, akan tetapi juga akan memperkuat kemitraan dan kerjasama di antara kedua negara. (dedy)

Kesempatan Kerjasama Baru Terbuka untuk UNY Universitas Negeri Yogyakarta menerima kunjungan dari Dr. Peter Staecker, kepala Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Amerika Serikat pada hari Rabu (2/27) di Ruang Rapat Senat Barat, Gedung Rektorat UNY. Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab dan sebagian besar dosen Fakultas Teknik. Dalam sambutannya, Rektor UNY berharap kunjungan tersebut bisa menjadi batu loncatan untuk menuju kerjasama dan kolaborasi di masa mendatang sehingga memacu kemajuan positif, khususnya yang terkait dengan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi. Dia juga meminta Dr. Staecker untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada hadirin sore hari itu. Dengan dipandu oleh Handaru Jati sebagai moderator, Dr. Staecker memperkenalkan IEEE dalam presentasinya. Didirikan pada tahun 1884, institusi ini merupakan asosiasi profesi teknik terbesar di dunia dengan anggota yang semakin bertambah yang terdiri dari insinyur, peneliti, dan ahli di seluruh dunia. Keanggotaan tersebut tergantung kepada kontribusi mereka dalam melakasanakan program-program mereka di seluruh dunia.

Dr. Staecker juga mengajak UNY ntuk berkolaborasi dengan IEEE dalam bentuk konferensi bersama dan membangun jaringan bagi para ahli untuk saling berbagi. Dia juga menekankan komitmen IEEE untuk memfasilitasi peneliti untuk datang dan berdiskusi untuk memecahkan berbagai permasalahan, terutama yang berhubungan dengan teknik elektronika. (tw)

Kerjasama Baru menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) 2015 Tanggal 31 Desember 2015 akan menjadi titik tolak dalam mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC). Dihitung dari tanggal tersebut, sepuluh negara anggota ASEAN akan saling berkompetisi dalam hal penyatuan ekonomi regional, guna memperkuat masingmasing negara menghadapi era globalisasi.


Urusan Internasional dan Kemitraan

Sebagai salah satu anggota ASEAN, Thailand memprediksi bahwa pada tahun-tahun yang akan datang, Bahasa Melayu akan menjadi sangat penting sebagai bahasa komunikasi negara-negara di ASEAN. Salah satu universitas Thailand, Suratthani Rajabhat University (SRU), yang terletak di bagian selatan Negeri Gajah Putih ini, dianggap sebagai gerbang untuk mempelajari Bahasa Melayu karena universitas ini dekat dengan negara-negara dimana Bahasa Melayu menjadi bahasa sehari-harinya. Oleh karena itu, SRY dimandatkan untuk mendesain ulang kurikulumnya, khususnya kurikulum pengajaran Bahasa Melayu. Sehubungan dengan hal tersebut, SRU melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada hari Selasa (5/2) karena UNY mempunyai jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, yang melatih guru-guru pengajar salah satu dialek

KUIK UNY

10

Bahasa Melayu tersebut. SRU yang diwakili oleh enam delegasinya, menandatangi Nota Kesepahaman dan membahas struktur kurikulum Bahasa Melayu yang akan diterapkan di universitas ini. Delegasi tersebut dipimpin oleh Presiden SRU, yaitu Asst. Prof. Dr. Prayote Kupgarnjanagool dan terdiri dari Asst. Prof. Winai Choonualsri, Asst. Prof. Dr. Somchao Chatnuradom, Mr. Pichal Sookwoon, Ms. Tipsatree Tipmonthee, dan Ms. Ivonne Frietche Panjaitan. Pertemuan SRU dan UNY diadakan di Ruang Rapat Senat Barat, Gedung Rektorat UNY dan dibuka oleh Wakil Rektor IV UNY yaitu Prof. Suwarsih Madya, Ph. D. Dalam pidato sambutannya, beliau memperkenalkan UNY sebagai sebuah universitas yang sangat peduli dengan masalah-masalah kearifan, ketertarikan nasional, dan globalisasi. Universitas ini juga mempunyai latar belakang yang sama dengan SRU karena keduanya merupakan institusi pendidikan. Beliau juga berharap agar penandatanganan nota kesepahaman tersebut akan diikuti dengan langkah nyata untuk saling berbagi perkembanganperkembangan dalam bidang pendidikan dan membantu satu sama lain untuk bersiap menghadapi AEC 2015. Sementara itu, Prof. Dr. Prayote Kupgarnjanagool sangat mengapresiasi jalinan kerjasama ini. “Saya berharap ini adalah langkah awal bagi kerjasama kita selanjutnya. Saya juga berkeinginan agar SRU dan UNY akan bekerja sama dalam ranah-ranah yang lain ke depannya�, tandasnya. Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut kemudian diikuti oleh sesi diskusi yang membahas masalah Kurikulum Bahasa Melayu yang dipimpin oleh Dr. Widyastuti Purbani, Ph. D. selaku Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Seni. Para tokoh yang menghadiri acara tersebut secara antusias menyusun kurikulum Bahasa Melayu untuk SRU agar menjadi kurikulum yang lebih baik untuk diterapkan. (tw)

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Memenangi Olimpiade Bahasa Inggris Se-Asean 2013

Debat adalah suatu kegiatan di mana para peserta dapat menggunakan ketajaman dan rasionalitas mereka dalam mengkritisi isu-isu terkini. Perdagangan ilegal merupakan salah satu dari isu terkini yang menjadi topik hangat untuk diperdebatkan. Masalah ini bisa memperlebar gap antara negara-negara maju dan berkembang. Topik ini diperdebatkan dalam Olimpiade Debat se-Asean yang diselenggarakan oleh

Universitas Bina Nusantara di Jakarta. Pada kompetisi ini, tim UNY yang terdiri dari Arief Burhanudin dan Egie Danarko berhasil menyabet juara pertama. Menjadi team lawan di partai final, Arief dan Egi menentang argumen yang dilemparkan tim Methodist dari Medan yang menjelaskan bahwa kawasan perdagangan di negara-negara berkembang adalah legal karena penduduknya tidak bisa mengolah lahan mereka dengan baik. “Jika masalahnya karena penduduknya, pihak-pihak yang bertanggung jawab harus memberi pengetahuan dan pengertian sehingga mereka akan memahaminya�, kata Arief. Setelah melawan beberapa tim tangguh seperti Methodists Medan, Institut Teknink Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, tim UNY akhirnya menjadi pemenang Kategori Pemula. Kategori Pemula adalah salah satu dari dua kategori yang dilombakan. Kategori lain adalah Kategori Utama untuk tim-tim yang pernah menjadi pemenang di lomba debat nasional atau internasional. Acara internasional yang diikuti oleh 83 tim universitas ini diselenggarakan oleh Klub Bahasa Inggris BINA NUSANTARA. Lomba debat bahasa Inggris, scrabble, mebaca cerita, membaca berita, pidato dan pembuatan film pendek merupakan rangkaian kegiatan pada acara tersebut.


11

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

UNY Peduli Anak Berkebutuhan Khusus Tidak semua anak terlahir normal. Sebagian anak lahir dengan kekurang beruntungan karena cacat fisik, mental, atau intelektual. Oleh karena itu, mereka membutuhkan perlakuan dan cara-cara khusus untuk belajar. Terkait dengan fenomena tersebut, program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan guest lecturing untuk meningkatkan kecakapan mahasiswa, dosen, atau tenaga pengajar yang ada dalam bidang pendidikan luar biasa. Guest lecturing yang mengangkat tema “Transition to Adult Life for People Living with Disability: Philosophy to Practice” menghadirkan Dr. Caroline Ellison, Kepala Disability and Community Unit. Clinical Effectiveness, Faculty of Health Sciences, School of Medicine, Flinders University, Australia. Guest lecturing tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV Urusan Kerjasama Universitas Yogyakarta. Dalam sambutannya, Prof. Suwarsih Madya, Ph. D., sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sudah selayaknya bahwa para pendidik memberikan kepedulian kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak tersebut juga membutuhkan pengetahuan dan perhatian, sebagaimana yang diperoleh anak-anak yang terlahir normal. Oleh karena itu, beliau berharap Dr. Ellison berkenan berbagi pengalaman dan pengetahuannya kepada para peserta sehingga mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan baru tersebut pada pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Para peserta dengan antusias mengikuti seluruh runtutan acara, bahkan, para mahasiswa menyempatkan hadir walaupun sedang dalam masa liburan. Dr. Ellison menjelaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga mengalami transisi dari masa-masa sekolah ke masa dewasa. Namun demikian, pengalaman mereka berbeda dari anak-anak normal. Oleh karena itu, merupakan kewajiban orang tua, guru, dan

masyarakat sekitar untuk mendukung tumbuh kembang mereka menjadi manusia dewasa. “Orang tua harus membangun komunikasi yang baik dengan putra-putri mereka sehingga mereka akan tumbuh dewasa dengan baik pula,” tandasnya. Dr. Ellison juga memaparkan bahwa terkait dengan masalah-masalah anak berkebutuhan khusus, pemerintah Australia berupaya mendorong guru-guru untuk juga menggunakan teknologi, khususnya iPad, untuk membantu anak-anak berhasil melewati masa transisi tersebut. Kegiatan guest lecturing tersebut berjalan dengan baik dan para peserta mengikutinya secara aktif. Dr. Ellison mengundang para peserta untuk menyampaikan pendapat mereka sehubungan dengan masalah-masalah umum yang terjadi di sekolah-sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Kebanyakan dari peserta berpendapat bahwa anak-anak tersebut harus diperlakukan sama seperti anak-anak normal karena mereka mempunya hak asasi yang sama. Mereka juga membutuhkan kesejahteraan, pekerjaan, hubungan yang baik, dan interaksi sosial. (hr)

Sinergi antara Teori, Metodologi, dan Pelaksanaan Pendidikan Kejuruan

“Pelaksanaan pendidikan kejuruan berbeda di setiap negara dan daerah, tergantung pada sistem pendidikan dan pendidikan guru yang ada. Oleh karena itu, para guru di sekolahsekolah kejuruan diharapkan mampu untuk memahami dan menerapkan teori yang mereka kuasai ke dalam proses pembelajaran di kelas menurut peraturan di setiap daerah.” Itulah pernyataan Prof. Klaus, dosen dari Universitas

Bremen, Jerman, ketika menjadi pembicara dalam sebuah workshop yang dilaksanakan di Ruang Sidang KPLT, Fakultas Teknik (FT) UNY (1-2/3). Workshop dengan tema “Pendekatan Penelitian TVET: Metodologi dan Isi” tersebut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana UNY. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan FT sebagai anggota Regional Co-operation Platform (RCP) untuk Pelatihan Guru dan Pendidikan Vokasi di Asia. Lebih lanjut Prof. Ruth menjelaskan bentuk kerjasama serta peran sosial dan ilmu kejuruan dalam mengembangkan penelitian pendidikan vokasi. “Keberhasilan dan kemanfaatan penelitian tentunya didukung oleh metodologi penelitian ilmu sosial, begitupun sebaliknya, dan kekurangan dalam penelitian dapat teridentifikasi dan diminimalisir dengan menerapkan penelitian pendidikan kejuruan”, tambahnya. Beliau juga menjelaskan bahwa yang menjadi fokus utama dalam penelitian pendidikan kejuruan adalah keterampilan bekerja, proses pembelajaran, kurikulum beserta standarnya, kompetensi beserta ilmu kejuruan, dan sistem pendidikan beserta pelatihan kejuruan. “Anda dapat menggunakan instrument dan metodologi penelitian kejuruan yang sudah ada, akan tetapi jangan pernah berhenti mencoba untuk mengembangkan metodologi dan model baru”, lanjutnya. (hryo)


Urusan Internasional dan Kemitraan

KUIK UNY

12

Mahasiswa UNY Ikut Serta dalam “2013 Call to Action 'MAD'” di Hong Kong

Rizky H. Oktavienny, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika FT, menjadi wakil UNY dalam International Social Entrepreneurship Conference Call to Action Make a Difference (MaD) di Hong Kong. Konferensi yang diselenggarakan tiga hari, 24-28 Januari 2013, tersebut diprakarsai oleh the Hong Kong Institute of Contemporary and Culture dan mengusung tema Social Entrepreneurship. Program yang bertujuan untuk menyatukan peserta dari berbagai latar belakang, menginspirasi peserta untuk bertukar pikiran, mempertajam kemampuan kepemimpinan dan berbagai masalah sosial, serta mendiskusikan permasalahan kemiskinan dan pengangguran di masing-masing negara. Pemuda yang ambil bagian dalam konferensi ini menjadi penyaji makalah ataupun peserta dan mereka merupakan wirausahawan sosial yang telah memiliki gelar sarjana, master, atau doctor dari berbagai Negara seperti Hong Kong, China,

ASEAN, Brazil, London, Azerbaijan, AS, Inggris, Australia, Turki, dan Jerman. Risky menjelaskan bahwa MAD 2013 menyediakan tiga forum besar untuk membicarakan fokus dari masing-masing aktivitas. Yang pertama adalah “Forum MAD” yang beranggotakan penggagas perubahan internasional dan 1.200 pemuda dari Hong Kong, China, dan Negara-negara Asia lainnya. Forum kedua adalah “Events throughout the Year” yang mendukung perubahan-perubahan nyata serta mengadakan kegiatan MAD sebagai sebuah kegiatan sepanjang tahun. Kegiatan tersebut meliputi pengiriman delegasi ke acaraacara internasional, menyediakan program-program pendidiakn yang berlangsung lama, dan mendukung para pemuda di berbagai kegiatan. Forum yang terakhir adalah “Make a Difference Venture Program Fellows” yang bertujuan untuk mendukung generasi innofatif yang memiliki kemampuan wirausaha; mendukung kewirausahaan, serta mempererat hubungan internasional. Hari pertama dari konferensi tersebut ditandai dengan pidato pembukaan oleh Mr. Stanley Yen, ketua the Alliance Cultural Foundation (Taipei); Thomas Heatherwic, Kepala serta pendiri Heatherwick Studio- London; dan Song Dong, seniman China. Sedangkan pada hari kedua, para peserta mengikuti acara Night City Challenge dimana para peserta berkeliling di jalan-jalan kota Hong Kong guna meneliti dan menemukan ideide wirausaha sosial disana.Hari ketiga merupakan puncak acara dari kegiatan ini, dimana semua delegasi harus mempresentasikan ide-ide bisnis sosial mereka daam sebuah forum yang disebut Ripple Forum.

Uni-Italia menawarkan Kesempatan dan Beasiswa Belajar di Universitas Italia “Sebagai sebuah Negara dimana universitas modern didirikan pada abad ke 20, Italia membangun sistem pendidikan yang menjadi model rancangan sistem pendidikan di Eropa. Program studi yang ditawarkan di berbagai universitas Italia beragam dan bahkan mencakup berbagai bidang seperti desain, arsitektur, ilmu terapan, dan seni yang telah mendapat pengakuan dari seluruh dunia. Oleh karena itu, belajar di Italia merupakan pilihan yang tepat bagi calon pelajar.” Pernyataan di atas disampaikan oleh Ilaria Gallo, Kepala Kantor Uni-Italia Indonesia di Jakarta saat memberikan presentasi tentang studi di Italia. Acara yang diadakan pada hari Senin (18/3) di Ruang Rapat Senat Barat Gedung Rektorat ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan staf Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY. Berbicara dalam bahasa Indonesia dengan lancar, pertama-tama Gallo memperkenalkan Uni-Italia sebagai sebuah institusi yang baru didirikan dan mewakili seluruh universitas di Italia. “Uni-Italia telah didirikan di beberapa Negara, termasuk China, Brazil, dan Indonesia untuk memperkuat kerjasama dan kemitraannya di seluruh dunia. Institusi ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di universitas Italia tidak hanya pada saat mendaftar, akan tetapi juga pada saat mereka sudah berada di Italia”. Ia juga mengajak mahasiswa dan dosen UNY untuk mendaftar dan tidak perlu merisaukan biaya kuliah dan biaya hidup. Beasiswa yang ditawarkan mencakup keduanya. Ada dua jenis beasiswa yang ditawarkan, yakni dari universitas dan juga dari Kementerian Luar Negeri Italia. Para pelamar dapat mengajukan permohonan beasiswa tersebut melalui Kantor Uni-Italia. Sementara itu, Prof. Dr. Nurfina Aznam, Wakil Rektor I

UNY, saat ditemui di kantornya, menyatakan ketertarikannya terhadap presentasi dan beasiswa yang ditawarkan. Beliau juga mencari kesempatan untuk bekerjasama dengan universitas Italia dalam bentuk sit-in, double degree, dan riset bersama. Selain itu, beliau juga berterima kasih kepada Gallo untuk waktu dan usahanya untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa dan dosen UNY. Presentasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dimana peserta dapat menanyakan apapun yang terkait dengan studi di Italia. Pertanya-pertanyaan yang diajukan oleh peserta menunjukkan antusiasme mereka terhadap presentasi ini. Diharapkan kesempatan ini dapat menjembatani mahasiswa dan dosen UNY untuk bisa mendapatkan akses mudah untuk studi lanjut dan masa depan mereka. (tiwi)


13

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Pelepasan Kembali Mahasiswa KKN/PPL Universiti Teknologi Malaysia

Setelah melaksanakan praktek KKN/PPL selama kurang lebih satu bulan, 11 mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM) akhirnya dilepas kembali untuk menuntut ilmu di tanah airnya. Pelepasan yang semarak dan khidmat tersebut digelar di Ruang Pertunjukan, Museum Pendidikan Indonesia (MPI) Universitas Negeri Yogyakarta pada hari Kamis (21/3). Mengawali agenda pada pagi hari itu, Drs. Ngatman, M. Pd., Kepala PLPPL dan PKL UNY melaporkan secara garis besar pelaksanaan KKN/PPL yang dilangsungkan sejak 27 Februari hingga 18 Maret ini. Secara umum, menurut laporan yang diterima dari SMAN 3, SMAN 8, dan SMKN 2 Depok, Yogyakarta, sekolah merasa puas dengan kinerja mahasiswa-mahasiswa tersebut yang sangat bagus dalam mengelola kegiatan belajar mengajar dan mendukung kegiatan sekolah, baik intrakurikuler maupun ektrakurikuler. Drs. Ngatman juga berharap untuk ke depannya, KKN/PPL internasional kerja sama antara UNY dan UTM dapat berlangsung di masa-masa yang akan datang dengan lebih baik lagi.

Kesebelas mahasiswa tersebut tidak hanya sukses dalam kegiatan akademik yang harus mereka laksanakan, tetapi juga dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan di Jogja, yang sedikit banyak berbeda dari kehidupan mereka di Malaysia. Hal tersebut tergambar dari penampilan slide show foto-foto yang menggambarkan keceriaan dan aktivitas mereka selama berada di Kota Gudeg ini. Hal tersebut ditegaskan lagi dengan kesan pesan dari salah satu mahasiswa, Sharifah Nurarfah yang disampaikan seusai pertunjukan Tari Bambangan Cakil oleh mahasiswa Seni Tari FBS UNY. Sharifah mewakili kesepuluh mahasiswa lainnya menyampaikan terima kasih kepada UNY, sekolah, dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan KKN/PPL mereka. “Saya mewakili teman-teman, merasa sangat senang dan luar biasa dengan pengalaman KKN/PPL kami ini. Terima kasih atas keramahan dan bantuannya”, cetusnya. Sementara itu, pihak UNY yang diwakili oleh Prof. Dr. Zuchdan Kun Prasetyo, M. Pd. secara simbolis menyerahkan kembali para mahasiswa tersebut kepada pihak UTM. Beliau berharap agar para mahasiswa selalu mengingat kesan baik selama berada di Jogja dan UNY, khususnya untuk mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia yang sama-sama berasal dari satu rumpun, Melayu. Sambutan tersebut ditimpali oleh wakil dari UTM yakni Assoc. Prof. Dr. Muhammad Sukri, yang memaparkan bahwa program kerja sama UNY-UTM akan diteruskan di tahun-tahun yang akan datang dengan persiapan dan pelaksanaan yang lebih baik. Selain itu, akan dibahas pula bentuk-bentuk kerja sama yang lain seperti joint publication dan program KKN/PPL untuk mahasiswa S2 dan S3. Acara penutupan perogram KKN/PPL mahasiswa UTM tersebut kemudian diakhiri dengan penampilan dari mahasiswa UTM berupa drama, tarian, nyayian, dan balas pantun oleh Ari Kusmiatun, M. Hum., pembawa acara pada hari itu dengan Sandra Cilla, salah satu mahasiswa UTM. “Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur panjang, boleh kita berjumpa lagi.” (tw)

Computational Linguistics: Kajian Teknologi yang Mendekatkan Jalinan Bahasa Saat batas negara tidak lagi bisa membatasi interaksi antar-bangsa, hambatan bahasa umumnya malah menjadi problematika. Keberadaan ilmu penerjemahan kemudian menjadi begitu penting. Namun, seiring berkembangnya kesadaran berkomunikasi dan informasi, ilmu penerjemahan kini mewujud menjadi tuntutan yang melibatkan teknologi. Para ahli akhirnya mewadahi kebutuhan manusia ini dengan teknologi penerjemahan yang dikembangkan dalam disiplin ilmu computational linguistics. Computational linguistics sejatinya pun dibutuhkan di Indonesia seperti yang ditekankan oleh, Dr. Girish Natjha, pakar computational linguistics dari Universitas Jawaharlal Nehru India. “Ribuan bahasa di Indonesia, terlebih di pulau-pulau kecil, bisa menjadi objek penelitian yang menarik untuk dikaji, dilestarikan, dan dikembangkan,” terangnya dalam workshop Linguistik untuk dosen FBS (18—22/3/2013).

lulusan master dari Illinois ini.

Menurutnya, bahasa tidak sekadar alat komunikasi agar bisa berhubungan dengan sekelompok masyarakat. “Dengan bahasa, kita bisa jadi terkoneksi secara kultural dan historis dan itu bisa menguatkan hubungan kita.” Pun menurutnya, kajian computational linguistics dapat mengiring evolusi bahasa dari waktu ke waktu. “Tidak hanya untuk mengamati fenomena bahasa di masa lalu, tetapi juga dapat memprediksi perubahan bahasa di masa depan,” ungkap

Itu sebabnya Dr. Girish kini sedang asyik menggeluti proyek penerjemahan bahasa di Asia Tenggara dan Eropa dengan bertumpu pada bahasa Sansekerta. Ia yakin bahasa Sansekerta begitu berpengaruh dalam penyerapan bahasa di negara-negara tersebut. “Setelah berkunjung di berbagai negara, di sini (baca: Indonesia) saya menemukan lagi besarnya pengaruh itu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa,” ungkapnya antusias.


Urusan Internasional dan Kemitraan

Ia juga menemukan sumber-sumber penelitian yang menarik, semisal bahasa asli di berbagai pulau di Indonesia. “Banyak pulau yang belum terjamah teknologi dan interaksi dengan luar. Itu berarti mereka masih menjaga bahasa asli,” kiranya. Bahasa asli sudah pasti artefak sejarah yang masih hidup dalam perkembangan peradaban manusia hingga saat ini. Selain sibuk dengan berbagai penelitian dengan pemerintah India dan Eropa, Prof. Girish juga pernah berhasil mengembangkan proyek bersama Microsoft Inc. dalam membuat 'bing', fasilitas penerjemahan multi-bahasa pada aplikasi Microsoft Office. Untuk itu, dalam workshop yang diselenggarakan melalui Bidang Pengembangan dan Internasionalisasi Lembaga (PIL)

KUIK UNY

14

Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY ini, ia kemudian menuangkan ilmunya pada dosen-dosen bidang linguistik di FBS. Para dosen berlatih mengembangkan corpora bahasa Indonesia bersama Prof. Girish di Lab. Sanako FBS. “Penerjemahan ini tidak hanya sekadar kata per kata, tetapi juga melibatkan 'knowledge of the world' dan susunan tata bahasa yang tepat dengan sistem multi-proses,” jelas Prof. Girish. Kegiatan ini diharapkan menjadi pembelajaran dasar sekaligus amanat ilmu tentang pentingnya bagi pelajar untuk menekuni computational linguistics. “Disiplin ilmu ini membutuhkan kerja tim karena usaha menghubungkan informasi dari satu bahasa ke bahasa lain membutuhkan berbagai pakar dan masyarakat pemilik bahasa itu juga,” jelas Dr. Girish. (Febi)

Mahasiswa Asing Menilik Pembelajaran di TK dan SD

Tujuh mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) melakukan kunjungan ke dua Taman Kanak-Kanak dan sebuah Sekolah Dasar di Kabuaten Sleman pada hari Senin (25/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka program ekskursi yang merupakan salah satu fasilitas Bridging Course yang ditawarkan oleh UNY. Taman Kanak-Kanak yang pertama kali dikunjungi adalah sebuah TK yang terletak tidak jauh dari kampus UNY, yaitu TK ABA Karangmalang di Lembah UGM. Dengan didampingi oleh Ari Kusmiatun, M. Hum., dosen jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, para mahasiswa terlihat sangat antusias saat mengunjungi TK ini. Hal ini dibuktikan dengan interaksi aktif mereka dengan anak-anak. Salah satu mahasiswa yang berasal dari Burundi, Alfred Irambona tampak sangat bersemangat

Mahasiswa Cina Belajar Menjadi Pemandu Wisata “Ini sabak untuk menulis karena jaman dahulu belum ada kertas. Lalu yang ini globe. Sekarang, biasanya globe terbuat dari plastik, tetapi jaman dahulu orang masih menggunakan kayu. Kalian bisa mencari negara asal kalian di sini”. Itulah cetusan Yu Lu, atau yang lebih dikenal dengan nama Indrawati, salah satu mahasiswa peserta program transfer kredit dari Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS), dengan Bahasa Indonesia yang cukup fasih. Dengan didampingi oleh Ari Kusmiatun, M. Hum., Indrawati bersama dengan delapan mahasiswa lainnya berlatih menjadi pemandu wisata di Museum Pendidikan, Universitas NegeriYogyakarta pada Selasa (26/3).

mewawancarai salah satu guru di sana. mewawancarai salah satu guru di sana. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke TK – SD Model Kabupaten Sleman yang terletak di Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Dengan didampingi oleh Masyonohadi dan Yulia Dwi Ernawati, guru kelas SD Model, rombongan mahasiswa KNB tersebut melakukan observasi di semua lokasi sekolah untuk mencari tahu fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh sekolah. Mereka juga menanyakan berbagai macam hal, terutama mengenai seluk beluk sekolah, fasilitas, uang SPP, kegiatan ekstrakurikuler, dan kriteria anak untuk dapat masuk ke sekolah percontohan ini. Mahasiswa-mahasiswa tersebut juga berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sundarti, S.Pd., koordinator TK Model, menjelaskan bahwa semua pembelajaran dilaksanakan dengan konsep permainan, termasuk pembelajaran calistung (baca, tulis, hitung). Selain itu juga terdapat beberapa kegiatan ekstrakurikerr wajib seperti seni musik, seni lukis, seni tari, dan modeling yang bertujuan untuk mengetahui kecenderungan bakat anak. Ari Kusmiatun, M. Hum. salah satu penanggung jawab dan koordinator program Bridging Course ini memaparkan bahwa ekskursi ini adalah sebagai pelaksanaan program Bahasa Indonesia for Academic Purposes. Dalam hal ini, mereka melakukan kunjungan-kunjungan bukan ke objekobjek wisata, melainkan tempat-tempat yang berhubungan dengan pendidikan, seperti sekolah dan pesantren. Setelah kunjungan, mereka diharuskan melaporkan hasil kunjungan mereka dalam berbagai mata kuliah seperti menuliskan essay dan berpartisipasi dalam diskusi tentang hal terkait. (tw)


15

KUIK UNY

Urusan Internasional dan Kemitraan

Dalam kesempatan tersebut, dua orang mahasiswa, Arjuna atau Zeng Mengchen dan Pelangi atau Ding Xiaoya, menjelaskan benda-benda yang ada di dalam museum ini secara bergiliran, yaitu Secara keseluruhan, bahasa dan teknik memandu yang mereka gunakan sudah cukup bagus, hanya saja, mereka perlu lebih mempersiapkan diri dengan berlatih lagi. Sehubungan dengan hal tersebut, Ari Kusmiatun memberikan hal-hal yang harus dikuasai untuk melatih kemampuan memandu mereka, seperti kecakapan Bahasa Indonesia yang bagus, penguasaan tentang medan atau objek wisata, serta penguasaan teknik untuk menarik pengunjung. Mereka kemudian akan diberikan waktu kurang lebih satu minggu untuk berlatih sebelum kemampuan memandu mereka diuji di tiga objek wisata di luar Daerah IstimewaYogyakarta, yaitu di Grojogan Sewu, Candi Sukuh, dan Candi Cetho. (tw)

Informasi Konferensi/Seminar Internasional No.

Nama Konferensi

1.

8 Asia-Pacific Network for Moral Education Conference 21st International Conference on Computers in Education ECLL 2013 - The European Conference on Language Learning ECTC 2013 - The European Conference on Technology in the Classroom ACE 2013 - The Fifth Asian Conference on Education ACSET 2013 - The Asian Conference on Society, Education and Technology rd 33 International Conference on Critical Thinking and Educational Reform nd 2013 2 Journal Conference on eEducation, e-Business, eManagement and e-Learni ng (JC4E 2013 2nd)

2. 3. 4.

5. 6. 7.

8.

9.

10.

11.

12. 13.

14.

th

International Conference on Education and Sosial Sciences (ICEASS) International Symposium on Education, Psychology and Sosial Sciences (ISEPSS) rd 2013 3 International Conference on Education, Research and Innovation ICERI 2013 IEEE Global Humanitarian Technology Conference 2013 rd 3 Regional Conference on Educational Leadership and Management (RCELAM) 2013 Sixth International Conference on Ubiquitous Learning

Bidang

Batas Akhir Penerimaan Abstrak

Website

Pendidikan moral Computer

21 Februari 2013

http://apnme2013.uny.ac.id/

6 Mei 2013

http://icce2013bali.org/

Bahasa

20 Mei 2013

http://ecll.iafor.org/index.html

Teknologi pendidikan

20 Mei 2013

http://www.ectc.iafor.org/

Pendidikan

1 Juli 2013

http://ace.iafor.org

1 Juli 2013

http://acset.iafor.org

1 Mei 2013

http://www.criticalthinking.org/pages/33rdinternational-conference/1112/

Pendidikan, bisnis, dan manajemen berbasis elek tronik Pendidikan, ilmu sosial

25 Mei 2013

http://www.ijeeee.org/jc4e/2nd/

1 Juni 2013

http://www.iceass.org

Pendidikan, psikologi, dan ilmu sosial Pendidikan, peneliti an, inovasi Teknologi kemanusiaan Kepemimpinan dan manajemen pendidikan Pembelajaran global

5 Juli 2013

http://isepss.org/

15 Mei 2013

http://www.iceri.org/

11 Mei 2013

http://www.ieeeghtc.org/

1 Juli 2013

http://www.iabu.moe.gov.my/rcelam

6 September 2013

http://ubi-learn.com/the-conference

Pendidikan teknologi Reformasi pendidikan

dan


1 kuik newsletter jan mar '13