Page 1


YKM Update

NGAFE jaman Now, Bukan sekedar Kopdar! Pada tanggal 18 November 2017 telah terlaksana NgaFE (Pengajian Alumni FEUI) yang diadakan oleh Yayasan Keluarga Muslim (YKM) FE UI. Acara tersebut dilaksanakan di salah satu rumah alumni FEUI 1980 yaitu Ibu Amanah Abdul Kadir dan dihadiri oleh kurang lebih 20 alumni muslim FEUI dan 20 santri Pesantren Mahasiswa (Pesma) YKM FEUI. Acara tersebut diadakan

pukul 09.00-14.00 Rangkaian acara NgaFE terdiri dari 2 acara utama. Pertama adalah pengajian, dan acara kedua yaitu diskusi bersama santri Pesma. Rangkaian acara pertama diisi oleh Ust. Banu Muhammad yang juga merupakan alumni FE UI 1998, dengan bertemakan “Kajian Pembangunan Ekonomi

Zaman

Rasulullah”. Pengajian tersebut diawali Ust Banu menjelaskan bahwa Rosul dan mayoritas sahabat terutama orang quraisy merupakan orang-orang yang berkecimpung di dunia entrepreneurship. Keistimewaan seorang entrepreneur ialah seseorang yang paham bagaimana dunia berjalan dimana ‘pasar’ merupakan tempat bertarungnya hak dan batil, segala keculasan terjadi di sana, gharar, riba, maysir dan lain sebagainya. Dan seorang entrepreneur pada masa Rosulullah merupakan orang-orang yang kemudian dijadikan sebagai seorang pembuat kebijakan seperti Abu Bakar As-Sidiq, Adurrahman bin Auf, Ustman bin Affan dkk. karena mereka lah yang mengerti bagaimana dunia ini bekerja.


YKM Update Selain itu kemampuan tersebut tidak dimiliki olah masyarakat Madinah pada umumnya. Mengerti bagaimana dunia bekerja merupakan salah satu kriteria pemilihan khalifah (seorang pemangku kebijakan) pada zaman Rosul. Kriteria berikutnya merupakan seseorang yang dapat membagi waktunya dengan baik. Yang ketiga adalah seseorang yang pandai mengatur strategi.

Pembangunan sistem ekonomi pada masa Rosulullah yang paling signifikan salah satunya adalah pembangunan struktur pasar yang Nabi desain secara rapi, mempersiapkan masyarakat pada masa tersebut. Pada masa Rosul terdapat salah satu lembaga yang bertugas untuk mengawasi sistem pasar yaitu lembaga al-hisbah. Kebijakan kedua yang dilakukan oleh Rosul adalah kebijakan makro yang terdiri dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas harga dan mengurangi kesenjangan sosial. Selain membicarakan mengenai keteladanan kebijakan ekonomi pada zaman Rosul, Ust Banu juga menyebutkan tentang akhlak terhadap harta yang terdiri dari qonaah, zuhud, tidak mubadzir, syukur dan tidak isrof. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan diskusi bersama santri YKM bersama dengan para alumni yang membahas tentang kegiatan yang sedang dijalani oleh masing-masing alumni dan kebermanfaatan apa yang dapat dibagikan ke sesama. Selain membicarakan hal tersebut, kemudi-

an alumni dan para santri memahas mengenai rencana NgaFE berikutnya yang rencananya akan dilaksanakan selama 3 bulan sekali dan dilakukan secara bergilir dilakukan di rumah alumni. Acara NgaFE berikutnya akan dilaksanakan pada Bulan Maret 2018. (IPI) YKM UP 8 | 2017


Kolom

Resolusi 2018: get stronger! Hanya dalam hitungan hari 2018 akan dating menghampiri kita, beragam momen menghampiri kita ini sepanjang tahun 2017. Seperti biasa awal tahun adalah tempatnya

beragam

resolusi

diniatkan, diucapkan, ditulis, dan bahkan dideklarasikan. Dengan tidak terlalu heboh dengan tahun baru, agaknya istilah resolusi awal tahun tetap berdampak positif untuk memulai perubahan. Sebagai muslim, resolusi terbaik adalah resolusi yang mendekatkan kita dengan Allah S.W.T dan yang terpenting adalah resolusi yang dapat men-

dukung kita untuk finish dalam permainan kehidupan ini dengan selamat (baca: terhindar dari api neraka). Salah satu resolusi kunci itu adalah menempa diri untuk menjadi muslim yang lebih kuat karena muslim yang kuat lebih dicintai Allah S.W.T seperti yang diriwayatkan pada Hadits berikut:

‫ اَ ْلـم ُْؤمِنُ ْال َقـ ِوي‬: ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬ َ ‫هللا‬ ِ ‫ َقا َل َرس ُْو ُل‬:‫َعنْ أَ ِبيْ ه َُري َْر َة َرضِ َي هللا ُ َع ْن ُه َقا َل‬ ‫ك‬ َّ ‫ِن ال‬ َ ‫ـرصْ َعـ َلـى َما َيـ ْنـ َفـعُـ‬ ِ ‫َخـ ْي ٌر َوأَ َحب إِلَـى‬ ِ ‫هللا م َِن ْالـم ُْؤم‬ ِ ْ‫ ِاح‬، ‫ َو ِفـيْ ُكـ ٍّل َخـيْـ ٌر‬، ِ‫ض ِع ْيف‬ ْ ‫هلل َو ََل َتـعْ َج‬ ُ ‫ لَ ْو أَ ِنـّيْ َف َع ْل‬:ْ‫ك َشـيْ ٌء َف َـَل َتقُل‬ ْ‫ َو َلـ ِكن‬، ‫ان َك َذا َو َك َـذا‬ َ ‫ت َك‬ َ ‫صا َب‬ َ َ‫ َوإِنْ أ‬، ‫ـز‬ ِ ‫َواسْ َت ِعنْ ِبا‬ ‫ان‬ ِ ‫ َقـ َد ُر‬:ْ‫قُل‬ ِ ‫ َفإِنَّ لَ ْو َتـ ْفـ َتـ ُح َع َم َل ال َّش ْي َط‬،‫هللا َو َما َشا َء َف َع َل‬


Kolom Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasulullah S.A.W bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh -sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.

Jika kita pernah memainkan sebuah game kita selalu dihadapkan dengan adu kekuatan, siapa yang kuat dialah yang menang. Dalam Islam, muslim yang lemah maupun yang kuat sama-sama memiliki kebaikan, namun muslim yang kuat lebih dicintai Allah dari pada yang lemah. Oleh karena itu, menjadi kuat dalam hidup ini adalah sebuah kebutuhan agar kita bisa selamat dari game “dunia” dan pulang ke kampung halaman (baca: surga) dengan selamat. Memahami musuh dan penyebab kelemahan diri Musuh yang nyata dalam hidup kita adalah setan yang akan selalu mengganggu anak cucu Adam untuk melanggar aturan Allah dan melalaikan perintah Allah. Kita harus memahami dan introspeksi diri, kondisi apa dan hal apa saja yang melemahkan kita (baca: membuat kita bermaksiat dan melalaikan perintahNya).

YKM UP 8 | 2017


Kolom Menjauhi sebab-sebab kelemahan menjadi langkah awal kita untuk menjadi lebih kuat. Seperti yang digambarkan dari do'a Rasulullah, "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perasaan galau dan sedih; aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan malas; aku berlindung kepada-Mu dari penakut dan pelit; aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dikuasai

orang/Kekerasan orang" Masing-masing dari kita memiliki kelemahan yang berbeda-beda, jika kita masih belum bias menjaga mulut dari membicarakan orang lain (ghibah), maka kita harus mencari tahu momen-momen ghibah itu muncul (contoh: saat berkumpul dengan teman dan mulai membicarakan orang lain). Kita

dapat segera menghindarinya jika kita sudah “pasang kuda-kuda� sedari awal. Jika kita masih bujangan (khusus pria), maka kita harus menutup potensi maksiat dengan berpuasa bila belum mampu menikah. Jika kita sudah berkeluarga dan rentan untuk bertengkar dengan pasangan karena cemburuan, maka ikutilah rambu-rambu Islam dalam berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan pasangannya. Dan masih banyak kasus lainnya yang tentu berbeda-beda untuk setiap individu. Mengetahui cara untuk menjadi lebih kuat Islam memberikan tuntunan yang sangat lengkap tentang bagaimana kita memperkuat diri untuk menghadapi gempuran setan dari segala arah. Ben-

teng utama kita untuk menangkal godaan setan adalah dengan terus berlindung kepada Allah melalui ibadah-ibadah harian kita. Terus memperbaiki ibadah yaumiyah menjadi kunci awal memperkuat pertahanan diri dari godaan setan. Jika sebelumnya kita jarang sholat tepat waktu, maka resolusi


Kolom 2018 adalah sholat tepat waktu dan bahkan di masjid (untuk laki-laki)., menghindari yang haram menjadi yang halal, terus memperbaiki diri dari segi mental, pemikiran, dan jasmani. Memperkuat mental adalah terkait bagaimana kita memahami apapun yang terjadi kepada kita, ridha menerima apapun yang Allah berikan ke kita, hidup dipenuhi dengan syukur meski hidup sedang mengalami kesulitan.

Kita

terhindar dari penyakit galau dan tidak tenang setiap menghadapi permasalahan hidup. Selain itu, kita juga harus memberi asupan gizi yang baik untuk otak kita dengan terus belajar di majelis-majelis kebaikan untuk memperkuat pemikiran kita agar tidak terombang-ambing oleh banyaknya informasi

yang melintas di kehidupan kita. Dengan memiliki ilmu agama yang terus diperbaiki, kita menjadi lebih bijak dalam menentukan piilihan maupun bersikap dalam menghadapi permasalahan. Selanjutnya, menjaga jasmani seringkali luput dari perhatian, padahal Allah telah

menitipkan

tubuh ini untuk dirawat dan digunakan untuk hal yang baik-baik. Memperbanyak olahraga dan mengatur pola hidup sehat dapat menjadi tambahan resolusi di tahun 2018 yang mengantarkan kita untuk menjadi muslim yang kuat. Pada akhirnya, domain manusia adalah usaha yang dapat ia lakukan, sedangkan hasil adalah pemberian Allah S.W.T. Jadi, jika resolusi kita belum terwujud di 2018, apapun resolusinya, tawakkal adalah respon terbaik untuk menghadapinya. Wallahualam. (Tim Redaksi YKM UP 8)

YKM UP 8 | 2017


Santri Corner

Bisnis Sambil Berdakwah, Why Not? Pesantren Mahasiswa YKM FEUI dibentuk untuk melahirkan Entrepreneurs dan Cendekiawan Muslim yang bermanfaat untuk umat.

Dalam

rubrik

ini,

tim

redaksi

berkesempatan mengulik salah satu bisnis santri, yang memiliki brand TINMI. Ia adalah Mia Mutia Abdullah, salah satu santri Akhwat Pesma YKM FEUI. Q:

Bagaimana awal mula Mia memulai

bisnis TINMI? “Hmm, sebenernya semua dimulai dengan keinginan untuk memulai usaha dan memiliki bisnis yg produknya disukai dan dibutuhkan oleh owner sendiri (Tika n Mia) serta melihat marketnya yg besar jadi langsung aja dibuat.” Q: Apa motivasi berbisnis dengan membawa TINMI? “Aku pingin menjadikan busana muslimah yang syari namun tetap fashionable karena syar’i ga harus old style dan fashionable ga harus mengalahkan tuntunan agama.” Q: Apa harapan Mia untuk TINMI kedepannya? “Aku pingin TINMI sebagai perusahaan yang memiliki berbagai unit bisnis dan memiliki dampak social” Q: Siapa panutan Mia dalam berbisnis? Rasulullah SAW. Rasulullah adalah tauladan yang patut dicontoh, pun dalam hal berbisnis. Beliau adalah seorang pedagang ulung yang memiliki tujuan utama untuk mengharapkan Ridha Allah. Banyak hal yang diajarkan Rasulullah dalam berbisnis, salah satu poinnya mengenai pentingnya kejujuran.


Laporan Keuangan

Pesantren Mahasiswa YKM FE UI Oct-17

SALDO AWAL BULAN PENERIMAAN

20,633,005

Ziswaf-Institusi

14,000,000

Ziswaf-Individu

400,000

Penerimaan Lain-Lain

33,359

TOTAL PENERIMAAN

14,433,359

TOTAL SUMBER DANA PENDAYAGUNAAN

35,066,364

Biaya Operasional

5,504,500

Biaya SDM

4,500,000

Biaya Program

3,230,000

Biaya Lain-Lain

19,741

TOTAL PENDAYAGUNAAN PENAMBAHAN UTANG PEMBAYARAN UTANG

13,254,241

SALDO AKHIR

21,812,123

YKM UP 8 | 2017

-


Laporan Keuangan

LAPORAN REALISASI Pesantren Mahasiswa YKM FE UI Nov-17

SALDO AWAL BULAN

21,812,123

PENERIMAAN Ziswaf-Institusi

-

Ziswaf-Individu

-

Penerimaan Lain-Lain

24,710

TOTAL PENERIMAAN

24,710

TOTAL SUMBER DANA

21,836,833

PENDAYAGUNAAN Biaya Operasional

1,124,750

Biaya SDM

4,500,000

Biaya Program

5,741,000

Biaya Lain-Lain

15,067

TOTAL PENDAYAGUNAAN

11,380,817

PENAMBAHAN UTANG

-

PEMBAYARAN UTANG SALDO AKHIR

YKM UP 8 | 2017

10,456,016


Donasi Yayasan Keluarga Muslim FEUI Bank Syariah Mandiri, No Rek. 7-05-313135-7 a.n Yayasan Keluarga Muslim FEUI Pemimpin Redaksi Bank Syariah Mandiri,

Handy Suberlin

No Rekening 77-171717-77

Kontributor

a.n Menara 17 YKM FEUI

Indah Putri Istiqomah, Mia Muita Abdullah

Konfirmasi ke nomor mobile/Whatsapp 0856 8950 953/ 08128771717 (Redha)

Cover, Layout dan Designs Handy Suberlin

YKM UP 8  

YKM News Letter. Update mengenai berita YKM FEBUI

YKM UP 8  

YKM News Letter. Update mengenai berita YKM FEBUI

Advertisement