Page 1

Riau Pos

41

AHAD

27 APRIL 2014

YOUNG SMART ‘N CREATIVE

Adinda Soleha

Sastrawati Masa Depan ADINDA Soleha atau lebih akrab disapa dengan nama Dinda merupakan anak dari pasangan Andry dan Yelfelma MPd. Walaupun baru berumur 14 tahun prestasinya di bidang sastra baik itu menulis

puisi, cerpen, mading ataupun berpidato sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Bakat dari gadis kelahiran Padang 25 Oktober 2000 ini awalnya dicium oleh Ibunya yang merupakan guru bahasa Indonesia di SD AsShofa Pekanbaru ketika Dinda masih duduk di bangku kelas 3 SD. “Dinda pertama kali ikut lomba ketika masih kelas 3. Memang nggak menang sih tapi itu awal dari semangat Dinda untuk ikut lomba-lomba selanjutnya,” ujar Dinda ketika diwawancari Xpresi. Hingga saat ini, lebih dari dua puluh gelar yang bisa dibanggakannya kelak. Baik itu tingkat daerah, kota, provinsi sampai nasional pernah diraihnya. Dan baru-baru ini yang paling membanggakan dengan membawa nama Riau di tingkat nasional dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2013 dengan mendapatkan juara harapan satu lomba cipta baca puisi pada acara tahunan itu. “Menjuarai FLS2N sangat

membanggakan bagi Dinda. Tidak hanya bisa jalan-jalan ke Istana Negara di Bogor tapi juga bisa kenal sama teman-teman baru dan yang paling menyenangkan bisa ketemu dan foto langsung sama Presiden SBY,” jelas anak kedua dari dua bersaudara ini. FLS2N tahun lalu itu merupakan yang kedua kalinya diikuti Dinda yang juga diikuti pelajar se-Indonesia itu. Pada FLS2N 2010 di Surabaya, Dinda juga ikut berpartisipasi mewakili nama Riau di tingkat SD, namun belum berhasil membawa pulang gelar. Tapi kali ini dia buktikan hasil kerja keras dan latihan yang dilakukan. Cita-cita Dinda sebenarnya melenceng dari bakat yang dimilikinya. dia bercita-cita menjadi seorang Direktur Bank. “Sebenarnya cita-cita Dinda menjadi seorang Direktur Bank. Tapi bukan berarti Dinda tidak memiliki keinginan di bidang sastra atau hanya sekedar iseng-iseng atau terpaksa ikut karna ibu, tapi Dinda benar-benar menyukai puisi dan cerpen,” tambahnya. “Dinda berharap bisa lebih berprestasi lagi tentunya dengan belajar dan belajar lagi semoga Dinda bisa membanggakan orang tua dan sekolah,” tutup siswi kelas delapan SMP Islam As-Shofa ini. (mgcs9)

BIODATA Nama

: Adinda Soleha

TTL

: Padang, 25 Oktober 2000

Alamat

: Jl Sukakarya

Ayah

: Andry

Ibu

: Yelfelma MPd

Abang

: Imam Azhari

Sekolah

: SMP Islam As-Shofa

Makanan Favorite : Cumi-cumi tumis asam pedas Minuman Favorite : Jus pokat dan teh susu. Hobi

: Membaca dan menulis.

Moto Hidup

: Jika gagal maka lakukan sekali lagi sampai berhasil

PRESTASI Juara II

Baca puisi tingkat UPTD 2010

Juara I

Baca puisi tingkat kota

juara I

Baca puisi tingkat provinsi Mewakili Riau di FLS2N 2010 di Surabaya

Juara III

Dai cilik Mall Pekanbaru 2011

Juara III

Cipta puisi “Ayah Cahaya keluarga” 2011

Juara III

Mendongeng tingkat provinsi

Juara II

Baca puisi di Al-Ulum 2011

Juara I

Baca puisi di Al-Ittihad 2011

Juara I

Menulis cerita balai bahasa provinsi Riau 2011

Juara III

Gema cinta muharram 2011

juara I

Cipta puisi tingkat UPTD 2011

juara II

Cipta puisi tingkat kota 2011

juara I

Baca puisi tingkat SMP dan SMA se-Sumatra

Juara harapan II Pidato bahasa indonesia tingkat provinsi Juara I

SMPN 3 Pekanbaru

www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: ADRIAN EKO DESRILIANTO

sekitarnya. “Jadi hasil karya seni rupa anak-anak ini akan di pamerkan ketika penerimaan rapor semester genap nanti. Jadi tidak hanya pameran biasa, anak-anak juga bisa menjual kembali hasil karya mereka kepada orang tua yang hadir. Ini dilakukan merupakan bentuk upaya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian pada diri anak didik,” terang Kepala SMPN 3 Pekanbaru, Dra Hj Kamala Siarionita MPd. (cs4)

Pidato di haluan Riau 2013

Juara I

Cipta baca puisi FLS2N tingkat kota 2013

juara I

Cipta baca puisi FLS2N tingkat provinsi 2013

Juara harapan I

Cipta baca puisi tingkat nasional FLS2N 2013

Juara I

Mading di olimpiade fisika UR 2014

Juara I

Baca puisi olimpiade Matematika UR 2013

MAN 1 Pekanbaru

Pamerkan Karya Daur Ulang Siswa HASIL kerajinan tangan dari bahan limbah kelapa dan daur ulang daun jagung siswa SMPN 3 Pekanbaru akan dipamerkan dalam pameran karya seni rupa. Jenis produk mandiri siswa tersebut terdiri dari bunga dari daur ulang daun jagung serta pot bunga dari tempurung kelapa pada pembelajaran prakarya seni rupa. Selain melakukan pameran tersebut, sekolah berharap kedepan siswanya mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaannya dengan melihat peluang di

Pidato olimpiade PAI Pekanbaru 2013

Juara III

Usai UN, Beri Santunan ke Panti Asuhan

FOTO IKHWAN XPRESI RIAUPOS

KARYA: Siswa SMPN 3 Pekanbaru sedang membuat kesenian karya rupa pot bunga dari tempurung kelapa dan bunga daun jagung. Dijadwalkan hasil karyanya tersebut akan dipamerkan saat pembagian rapor nanti.

USAI melaksanakan Ujian Nasional (UN), Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru langsung menyambangi anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Putra di Jalan Tuanku Tambusai. Kunjungan sekaligus penyerahan santuanan dilakukan sebagai bentuk syukur pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sukses. Seluruh santunan merupakan hasil sumbangan dari siswa kelas XII yang selesai melaksanakan UN 16 April yang lalu. Diharapkan dengan kegiatan yang kecil ini mampu menumbuhkan rasa kepedulian dan syukur

FOTO ROELY XPRESI RIAUPOS

SANTUNAN: Siswa MAN 1 Pekanbaru memberikan santunan kepada pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Putra sebagai bentuk syukur selesai melaksanakan UN baru-baru ini.

atas apa yang dimiliki saat ini. “Ini wujud syukur anak atas berakhirnya ujian nasional pada 16 April lalu. Sebelumnya mereka juga sudah melakukan hal serupa, yakni sebelum pelaksanaan UN, jadi dalam bulan ini sudah 2 kali siswa kita menyantuni anak panti,” kata

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

Humas MAN 1 Pekanbaru Atikah Hermansyah, Rabu (23/4) lalu kepada Xpresi. Sebelumnya, bulan lalu juga sudah melaksanakan kegiatan yang sama di mana mereka berharap mendapatkan doa agar pelaksanaan UN berjalan lancar dan sukses. (s3) info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


42

Riau Pos

AHAD

27 APRIL 2014

SMP Muda Pekanbaru TO Akhir Jelang UN

X - Skul

UNTUK menghadapi Ujian Nasional (UN) tingkat SMP pada 5 Mei akan datang, sekolah menggelar berbagai persiapan. Salah satunya dengan menggelar try out (TO) yang mampu membiasakan siswa menjawab soal. Untuk SMP Muhammadiyah dua (Muda) Pekanbaru

menjadikan TO yang digelar Disdik Pekanbaru (23/4) lalu TO terakhir. Sebelumnya siswa SMP Muda telah mengikuti beberapa kali TO diantaranya TO dari MKKS 2 kali, TO oleh bimbingan belajar satu kali dan lainnya. “Dari hasil TO yang telah

dilakukan sebelumnya, masih ada beberapa siswa yang belum mencapai target nasional. Untuk itu, kami menyarankan kepada siswa kelas IX untuk mengikuti bimbel diluar sekolah serta trobosan di sekolah. Mudah-mudahan dengan TO ini mereka terbiasa dan bisa menjawab pertan-

yaan soal UN akan datang,” terang Waka Kurikulum SMP Muda Pekanbaru, Khotijah kepada Xpresi. Prestasi yang diraih dua tahun belakangan, seluruh siswa SMP Muda lulus 100 persen. Makanya tahun ini diharapkan prestasi tersebut akan

kembali diraih siswa mereka yang sudah mempersiapkan diri sejak lama. Khusus orang tua siswa kelas IX yang akan melaksanakan UN akan datang untuk dapat mengawasi kegiatan anaknya di luar sekolah agar siap menghadapi UN akan datang. (mgCs6)

FOTO MELDA XPRESI RIAUPOS

PIALA: Pramuka SMP Dharma Loka Pekanbaru bangga dengan empat piala yang didapatkan dari lomba Hiking yang digelar FIS beberapa Waktu lalu.

SMP Dharma Loka Pekanbaru

Raih 4 Juara Pramuka Sekaligus PRAMUKA Gudep 12-015 dan 12-016 pangkalang SMP Dharma Loka Pekanbaru borong empat juara dalam lomba Hiking Akbar Pramuka Penggalang se-kota Pekanbaru yang ditaja oleh Future Islamic School (FIS) pekan lalu. Empat juara tersebut adalah juara 1 lomba pengetahuan kepramukaan penggalang, juara 3 lomba peta pita dan peta perjalanan penggalang dan juara 2 lomba sandi penggalang oleh Regu Rajawali dengan ketua regu Raymond Fan dan wapinru Visuddho. Sementara itu regu Teratai (putri) dengan ketua regu Pritta Julianti berhasil membawa pulang juara 3 lomba sandi penggalang. Atas prestas tersebut, Kepala SMP Dharma Loka Pekanbaru, Johan Wyanaputra SAg SPd MPd memberikan apresiasi yang tinggi. ‘’Dengan kekompakan dan kerjasama tim yang solid tentu mampu membuat prestasi dalam lomba tersebut. Kita berharap kedepannya mereka bisa berprestasi lagi yang lebih tinggi,’’ harapnya.(ma)

FOTO ROLY XPRESI RIAUPOS

PUISI : Siswa SMA Cendana antusias membacakan puisi dalam rangka memperingati Hari Bumi. Pergelaran puisi ini juga merupakan bentuk kampanye untuk mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik untuk penyelamatan bumi.

MAN 2 Model Pekanbaru

SMA Cendana Pekanbaru

Gelar LKTI dan Pensi 2014

Kampanye Kurangi Sampah Plastik

UNTUK mengembangkan kreatifitas siswa, MAN 2 Model Pekanbaru gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Pentas seni (Pensi). LKTI yang di ikuti siswa MTs/SMP sederajat dan MA/SMA sederajat digelar Sabtu kemarin, sementara Pensi, sudah dilaksanakan Maret yang lalu. Dalam kegiatan tersebut bermacam lomba digelar mulai dari lomba solo vokal, drama musikal, dan Vokal Grup. Dalam kegiatan Pensi tersebut, MAN 2 Model Pekanbaru mengambil tema,’Melayu Negeriku’. Pada pembukaan Exact tersebut, diwarnai dengan berbagai tarian hingga nyanyian melayu, siswa/i MAN 2 Model Pekanbaru serta guru-guru menyambut acara ini dengan sangat meriah. (ma)

DALAM rangka peringatan Hari Bumi (22/4) dan bentuk kecintaan siswa akan lingkungan, siswa SMA Cendana Pekanbaru menggelar pergelaran puisi yang bertemkan ‘Save Our Earth with Say No Plastic

and Green Poems’. Tema ini dipilih sebagai upaya nyata warga SMA Cendana dalam menyelamatkan bumi dengan gerakan mengurangi penggunaan plastik dan gerakan sastra hijau. Selain pembacaan

SMPN 4 Pekanbaru Majalah Pilar Semakin Eksis Pekanbaru untuk bisa BERAWAL dari berekspresi, berkreapelatihan jurnalistik si dan kreatif dalam tahun 2012 yang menghasilkan karyalalu, kini SMPN 4 karya terbaik ke Pekanbaru mempudalam majalah Pilar nyai majalah sendiri SMPN 4 Pekanbaru. yang sudah hampir Sunartianingsih SPd dua tahun mengsendiri selaku hasilkan sembilan Pemimpin Redaksi edisi yang terbit satu mengatakan, majalah kali tiga bulan. Pilar M RIDWAN ini merupakan yang mempunyai produk bacaan satuarti yaitu Prestise, Information, Long Life, Atrac- satunya yang dimiliki oleh tive dan Religius ini sudah se- sekolah negeri untuk tingkatan makin eksis di kalangan Sekolah Menengah Pertama lingkungan sekolah-sekolah (SMP) di Kota Pekanbaru. “Semoga ke depannya, majalah Piyang ada di Pekanbaru. H Ridwan MPd selaku Ke- lar akan semakin lebik eksis pala SMPN 4 Pekanbaru dan lagi. Diharapkan untuk seluruh juga sekaligus penanggung- guru dan siswa dapat mengjawab majalah Pilar mengata- hasilkan karya-karya yang terkan adanya majalah ini memo- baik lagi tentunya,” ujar Ridwan tivasi siswa dan guru SMPN 4 (ma)

FOTO ROELY XPRESI RIAUPOS

FOTO BERSAMA: Pramuka SMPN 23 Pekanbaru berfoto bersama usai menjadi juara dalam bidang pengetahuan agama dan Peta Pita di salah satu lomba.

Pramuka SMPN 23 Pekanbaru

Juara Pengetahuan Agama Islam dan Peta Pita

Fakultas Sain dan Teknologi UIN Infamous Meriahkan TIF Expo II

PRAMUKA SMPN 23 Pekanbaru meraih Juara III PAI (Pengetahuan Agama Islam) dan Juara II Pita Peta (Peta Perjalanan) pada Lomba Lintas Alam (Hiking) dalam rangka Milad ke 6 SMP Future Islamic School (FIS) pekan lalu. Prestasi yang dicapai ini tidak instan karena dengan menggelar latihan tiga hari dalam sepekan, anggota Pramuka sudah hapal dan paham dalam berbagai bidang kepramukaan yang diperlombakan. “Tim pramuka sangat bagus dalam lomba kali ini, dengan raihan dua juara, yakni pada Lomba Peta Pita dan ilmu Pengetahuan Agama Islam oleh regu selais,” kata Rofy selaku pembina pramuka kepada Xpresi. Ke depan, diharapkan dapat dipertahankan gelar juara, dan ditingkatkan lagi prestasi hari demi hari pada setiap iven yang diikuti nantinya. (s3)

UNTUK kedua kalinya Himpunan Mahasiawa jurusan Teknik Informaika Fakultas Sain dan Teknologi UIN Suska (HMJ TIF) menggelar expo. Namun konsep kali ini berbeda, karena juga digelar Informatika Festival Musik (Infamous) yang diikuti 27 band kategori umum yang diadakan pada (22/4) di PKM UIN Suska. Selain itu, ada tiga guest star band yang tampil seperti Everglade, Sunday Project dan Nubie. Dengan juri personel band

kamuflase dan violet yang merupakan band yang cukup terkenal di Pekanbaru, hanya 10 band yang terbaik yang terpilih. ‘’Tidak hanya festival band, expo kali ini lebih kompleks dan lebih kreatif. Masih ada pertandingan futsal dan bola kaki, nasyid, karikatur, stand up comedy dan lainnya. Baru tahun ini dibolehkan sama dekan menggelar kegiatan seperti ini di UIN,” ujar Ketua Panitia Infamous, Tatik Angraini. (mgcs6)

puisi bertema sastra hijau, dilakukan pula serangkaian acara berupa presentasi tentang keberlangsungan bumi oleh guru geografi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya sekolah menanamkan karakter peduli lingkun-

gan serta mewujudkan SMA Cendana sebagai sekolah Adiwiyata. “Bila kita semua peduli dari hal-hal yang kecil seperti budaya bersih lingkungan, maka secara tidak sadar kita telah turut menyelamatkan bumi yang telah renta

ini. Itu yang ingin kita tanamkan kepada siswa, tidak hanya menanam pohon tapi menanamkan kepedulian itu juga penting,” ungkap Wakil Kesiswaan, Bambang Kariyawan Ys kepada Xpresi. (s3)

SMPN 16 Pekanbaru

Semangat Latihan Jelang Perspisahan TIM pengisi acara perpisahan SMPN 16 Pekanbaru bersemangat buat mempersiapkan acara perpisahan sekolah yang digelar pada Sabtu (24/5) lalu di Hotel Furaya Pekanbaru. Pasalnya, beberapa siswa yang tampil memang menjadi persembahan terakhir untuk sekolah. “Ini adalah penampilan terakhir kami di sekolah, karna kami kelas IX. Mudah-mudahan acara berjalan dengan lancar. Amin,” ujar Bambang salah satu pengisi acara perpisahan tersebut . Aidil Zamri selaku Pembina OSIS mengatakan, sebenarnya siswa-siswi kelas IX tidak wa-

FOTO MELDA XPRESI RIAUPOS

PANITIA : Panitia perpisahan siswa kelas IX SMPN 16 Pekanbaru berfoto bersama di sela persiapan kegiatan.

jib untuk terlibat dalam pengisi acara perpisahan sekolah. Namun karena dari permintaan siswa tersebut yang bersemangat untuk dapat mengisi acara perpisahan, maka sekolah mengizinkannya. “Sebenarnya tidak

wajib. Tapi siswa tersebut bersikeras untuk bisa tampil pada acara perpisahan sekolah. Katanya sebagai penampilan terakhir mereka di sekolah karena besok sudah melanjutkan ke bangku SLTA,” ujar Aidil. (ma)

SMK Telkom Pekanbaru

Hipnotis Bikin Heboh Perpisahan SETELAH mengikuti Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu, sekolah menggelar resepesi perpisahan kepada 207 siswa SMK Telkom, Selasa (22/4) kemarin di halaman sekolah. Suasana haru dan gembira dirasakan oleh seluruh siswa dalam mengikuti berbagai kegiatan perpisahan siswa. Mulai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Darwisah, penyerahan piagam kepada siswa kelas XII oleh pihak sekolah, pembacaan janji alumni, menyanyikan lagu Mars SMK Telkom dan penampilan seni. Dari sekian banyak penampilan yang ditampilkan, atraksi hipnotis cukup banyak membuat penonton heboh dan riuh. Atraksi hipnotis ini dikomandoi oleh Deri Africo, siswa kelas X Jurusan Teknik

FOTO MELDA XPRESI RIAU POS

PERPISAHAN : Salah satu penampilan tim tari dari siswa SMK Telkom Pekanbaru memberikan warna pada acara tersebut. Selain itu, ada juga penampilan hipnotis yang membuat semua yang hadir terpukau.

Kendaraan Ringan (TKR). Tidak ketinggalan, berbagai pihak memberikan doa yang terbaik untuk siswa agar dapat lulus dengan nilai terbaik dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Diantaranya oleh Kepala SMK Telkom, Muhammad Faisal SPd serta perwakilan orangtua siswa

Faisal Umar SPd. “Kita berharap dan berdoa semoga anak-anak kami ini lulus seratus persen. Dan dari kelulusannya tersebut, siswasiswi SMK Telkom dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi dan juga siap untuk masuk dalam dunia kerja nantinya,” ujarnya. (ma)

Perpisahan SMAN 5 Pekanbaru

Di Balik Kebahagiaan Ada Keharuan

FOTO ROELY XPRESI RIAUPOS

DRAMA : Teater Senja mengisi salah satu acara drama pada perpisahan SMAN 5 Pekanbaru. Acara perpisahan dengan siswa kelas XII yang selesai melaksanakan UN tersebut berlangsung haru dan khidmat. www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: ADRIAN EKO DESRILIANTO

Bagai sebuah air yang jatuh dengan lembutnya, keharuan yang tak bisa di ucapkan lagi dengan katakata. Begitulah tampaknya betapa bahagianya perasaan siswa-siswi AMAN 5 Pekanbaru. Perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalan mereka, tapi merupakan awal dari kesuksesan yang akan mereka bangun. Perjalanan itulah yang akan menentukan masa depan mereka, menentukan jalan hidup mereka, dan akan melewati masa yang panjang.

Laporan Roleyandhatama Putra, Pekanbaru Info_Xpresi@yahoo.com

PERPISAHAN yang dilaksanakan oleh SMAN 5 Pekanbaru ini, mengangkat tema eksekutif muda sehingga para siswa kelas XII memakai baju seperti pengusaha muda. Bagi yang pria menggunakan setelan jas, sedangkan yang wanita memakai dress atau kebaya. Terlihat sangat gagah dan anggun para siswasiswi. Tak mau kalah, para guruguru pun bergaya serapi mungkin

untuk menghadiri acara perpisahan kelas XII SMAN 5 Pekanbaru, mereka mengenakan baju batik berwarna biru, sangat serasi pakaian yang di kenakan. Acara perpisahan yang sangat elegan dan memukau dilengkapi dengan kehadiran wali murid yang menemani anaknya menghadiri acara perpisahan ini. Inilah yang merupakan hal yang paling ditunggutunggu siswa-siswi SMAN 5 Pekanbaru, berkumpul bersamasama, bercanda gurau di Hotel Furaya Pekanbaru. Bukan hanya siswa-siswi

SMAN 5 Pekanbaru yang menghadiri acara perpisahan kali ini, tetapi adik-adik kelas mereka ikut meramaikan acara perpisahan siswa-siswi kelas XII kali ini mengantar seniornya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Hal ini yang menambah meriahnya perpisahan ini, dapat bersamasama merasakan harunya. Ada doa yang terselip diantara acara, doa agar mereka bisa lulus 100 persen dengan nilai yang sangat memuaskan, dan juga doa untuk dapat mencapai cita-cita yang mereka inginkan dan menuju ke-

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

suksesan yang mereka mau. Penampilan-penampilan dari ekskul seni, seperti nyayian, tarian, serta pembacaan puisi mengantar acara lebih meriah. Dealova yang dinyayikan oleh siswa kelas XII bernama Mario terdengar sangat merdu membuat para hadirin merinding dan terpukau akan penampilannya. Suasana haru mucul sesaat Rusdy Yanson memutar video yang berisikan memori siswa-siswi SMAN 5 Pekanbaru selama tiga tahun mereka bersekolah di SMAN 5 Pekanbaru. (s3) info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


43

Riau Pos

AHAD

27 APRIL 2014

Cerpen

Puisi Bayang Melihatmu dalam bayang indah. Yang kuterawang dalam awan. Menawan menggoda. Dengan 1000 bintang mimpi. Kejujuran dalam ucapan. Membuat kumengeluh dalam hati. Tapi aku bertahan disini. Demi senyum tak bertepi. Pertemuan yang aku damba. Agar nyata dalam dunia nyata. Diterjemah lewat alam bayang. Indah memang jauh dari nyata. Karya : Aisyah Putri rahayu XI IPA 2 SMAN 3 Bengkalis

Sembilu Merangkul Jaring Subuh nyanyikan sejuk pagi. Menusuk relung jiwa. Kehanggatan tiada terasa. Tetap menjala dalam jiwa. Malam gelap tanpa bunga. Gerhana tiada tampak jua. Selaksa resa terhina. Sepotong dosa mengeja. Hujan asin jalakan cinta. Mimpi berlabuh senja. Kebenaran menuai baja. Tetap kekal di jiwa. Indah cakrawala semesta. Melati seperti pohon cemara. Melambai indah. Menunggu datang gerhana. Karya:SITI FITRIANI siswa kelas XI IPA 2, SMAN 3 Bengkalis

Bait-Bait Asa Aku terpesona Pada aksara yang menggetarkan jiwa Hanya bermodal kata Seseorang mengubah dunia Jika ia bisa Mungkin saja aku bisa Berkarya dan bermakna Berbagi dengan sesama Aku pun mulai mempelajarinya Mencoba merangkai bait dengan kata yang kupunya Menuangkan pikir dan rasa Berharap mampu berikan makna Wahai Robbi, jika Engkau izini Ingin kutekuni langkah ini Menempa diri dengan niatan suci Merengkuh RidhoMu ya Ilahi Robbi Ulfatun Ni’mah

Terpaksa Makan Umpan S

ENYUM sempit menghiasi raut wajah Pak Tagor. Hatinya riang tidak terkata. Hal yang diimpikannya kini sudah menjadi kenyataan. “Mar, Ooo Mar!” Pekik pak Tagor sambil duduk di kursi beranda samping rumahnya, sembari membuka kopiah lusuh berwarna kecoklatan. “Ya pak, ada apa?” Sahut Maryam isteri kesayangan pak Tagor yang dinikahinya setengah abad yang lalu. “Akhirnya kita bebas dari lilitan hutang dari taoke kita itu Mar,” cetus pak Tagor sambil mengeluarkan sedikit uang dari dalam lipatan kopiah tua yang sudah camping dimakan waktu. “Ni Mar sisa penjualan karet kita kemarin,” beberapa lembar uang dua puluhan diletakkan di atas meja. “Terus bagaimana dengan hutang-hutang kita sama tuan Takur Pak?” Tanya Maryam yang ingin mendengar penjelasan dari suaminya. “Alhamdulillah semuanya sudah lunas Mar,” nafas Maryam keluar dengan perlahan. Diiringi tetesan air mata yang mengalir di pelupuk matanya. Mungkin terharu mendengar kemerdekaan yang kini akan dia nikmati. Maryam menggososk-gosokkan tanganya pada baju yang dipakainya. Mungkin terkena percikan minyak goreng, sebab tadinya ia sedang menggoreng ikan. Perlahan ia menyentuh lipatan uang dan menghitungnnya. “Pak, mulai saat ini kita jangan berurusan lagi dengan tuan Takur ya pak, kita jalani saja hidup ini apa adanya,” ujar Maryam lembut penuh harapan terhadap suaminya. Rupanya ia sudah tidak tahan

Forum Guru

lagi hidup hanya untuk membayar hutang. “Ya Mar, kita garap kebun kita yang ada itu saja kan sudah cukup untuk menghabiskan sisa-sisa hidup kita menjelang dijemput,” sahut pak Tagor serius. Tuan Takur merupakan nama gelar yang diberikan kepada salah seorang yang berketurunan orang India. Orang-orang disekitar rumahnya memanggilnya dengan nama itu karena ia memiliki tanah yang luas. Hampir dari sepertiga desa tempat tinggalnya itu merupakan tanah miliknya. Konon kabarnya tuan takur itu artinya sama dengan tuan tanah. Tidak sedikit warga desa yang bekerja di kebun miliknya. Walaupun ia terkenal dengan kelicikannya, namun masih banyak juga yang menggantungkan ekonominya pada tuan Takur ini. Semilir angin malam menyusupi lubang-lubang dinding dapur menyentuh mesra tubuh si tua paruh baya itu. Nyanyian burung pungguk di dahan pohon manggis turut menghiasi dinginnya malam. Wajah sang penerang malam tepat di atas ubun-ubun. Tak terasa malam telah larut hanyut bersama putaran jarum jam. Maryam masih tampak sibuk dengan kemas-mengemas setelah selesai mengadakan kenduri syukuran yang diadakan beberapa waktu yang lalu. “Sudahlah Mar, sambung besok saja kerjanya, hari sudah jauh malam ni ha,” cetus Tagor penuh perhatian. “Sedikit lagi ni Pak,” jawab Maryam sambil memasukkan gelas dalam kotak. “Bapak tidur saja dulu, sebentar lagi siaplah

ni,” perintah Maryam terhadap suaminya. Namun Tagor tidak sedikitpun beranjak dari tempat duduknya, ia setia menemani sang istri sampai usai. Tumpukan sisa makanan masih tersusun di sudut dapur. Ada yang berasal dari para tetangga yang datang rewang, ada juga kiriman dari Tuan Takur. Tuan takur mengirim beberapa sembako dan barang dapur lainnya sebelum acara dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. “Siapa yang membawa gandum ini buk?” Tanya Tagor sembari merapikan tumpukan beras dan tepung gandum dalam karung. “Tuan Takur kemarin mengantarkannya pak, hampir penuh isi gerobaknya kemarin, mungkin sebagai balas budinya sama kita sebab dah bertahun lamanya kita menjadi pekerja dilahannya pak,” cetus Maryam singkat. Tidak lama setelah itu, kokok ayam mulai berdendang, bersahut-sahutan dari dalam kandang. Bersama timbulnya fajar mereka anak beranak turun mengais mencari makan. Sementara Tagor dan Maryam masih mencicipi sarapan sambil bersembang sebelum pergi berkebun. Rintik-rintik hujan masih kedengaran menitis. Sebelum pergi ia mempersiapkan segala peralatan yang harus dibawa. Dengan kendaraan tuanya ia meninggalkan rumah menuju kebun kelapa miliknya itu. Sebelum sampai, dari balikbalik semak kedengaran suara memanggilnya. Ia mendadak mengerem sepeda motornya lalu menoleh ke belakang. Sosok lelaki tua berjalan menghampirinya sambil memegang tongkat yang

terbuat dari rotan semambu. “Nak kemana kamu Gor?” Tanya Tuan Takur terhadap mantan anak buahnya. “Rencananya nak ke kebun Wak,” jawabnya lembut. “Ada apa ya Wak?” Tagor kembali bertanya kepada yang memanggil. Tanpa berkata apa-apa, ia mengeluarkan seutas kertas dari dalam gulungan kain sarung yang dipakanya lalu diberikan pada Tagor. “Apa ni Wak?” Tanya Pak Tagor penuh penasaran. “Catatan yang ku kirim tempo hari,” jawabnya singkat. Lalu ia beranjak menyeberangi parit melewati lorong-lorong sempit meninggalkan Pak Tagor sendirian. Pak Tagor tersentak, darahnya seolaholah berhenti, mukanya pucat, tangannya gemetar setelah membaca catatan itu. Matanya berlinang kemerah-merahan. Ia memutar balik arah sepeda motornya. Dengan tubuh lemas terkulai, ia menaiki sepeda motornya. “Ada yang tertinggal ya Pak?” Tanya Maryam heran. Tagor tidak menjawab, ia duduk di beranda sambil membuka topi dan meletakkan di atas meja bersamaan catatan kecil itu. Maryam menyambar kertas itu tanpa sepatah katapun yang keluar. Ternyata kertas itu bertuliskan harga barang yang pernah dikirimnya beberapa waktu lalu lengkap dengan jumlahnya. Hatinya hancur tak terbayangkan. Matanya memandang searah. Ia membayangkan apa yang telah dialaminya beberapa tahun yang lalu. Belenggu yang melilit hidupnya ternyata belum juga berakhir. “Ternyata beberapa sembako yang dikirimnya tempo hari

bukan sedekah ya pak?” Ujarnya lirih dengan mengeluarkan suara yang serak. Malam itu kedua pasutri ini merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Tagor mengusap bisul yang tumbuh di paha kirinya. Menurut doktor, bisul itu timbul akibat terlalu banyak mengkonsumsi telur. Entah zat apa yang terkandung dalam telur itu sehingga jika terlalu banyak mengkonsumsinya akan menimbulkan penyakit kulit itu. Telur yang dimasak oleh Maryam itu adalah sisa umpan yang dikirim Tuan Takur beberapa waktu yang lalu. Suasana dalam kamar tidurnya menjadi tambah hening dengan menyalanya lampu kecil berwarna hijau. Lalu kedua pasutri ini menjalankan aktifitas rutinnya menjelang tidur. ****

Oleh: Alhafizon SMPN 10 BENGKALIS Kamu yang punya cerpen dan puisi Kirim ke:

info_xpresi@yahoo.com sertai identitas lengkap dan foto

KOLOM ini disediakan untuk para guru yang memiliki tulisan bebas seputar dunia pendidikan dan sekolah. Kirim tulisannya ke info_xpresi@yahoo.com. Untuk tulisan maksimal satu setengah halaman kwarto spasi satu. Sertakan foto dan identitasnya. Kami tunggu kiriman dari seluruh guru di Riau.

Kunci Pendidikan Berkualitas

Jumardi, S. Ud. Guru Pondok Pesantren YASIN Tembilahan

KEMAJUAN suatu bangsa tidak terlepas dari pendidikan. Negaranegara yang maju pada dasarnya mempunyai mutu pendidikan yang berkualitas. Karena dari pendidikanlah seseorang menempa diri menjadi pemimpin masa depan. Karena pendidikanlah orang mahir dalam bidang yang digelutinya. Pendidikan www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: ADRIAN EKO DESRILIANTO

itu sendiri tidak terlepas dari guru dan murid, orang tua dan murid, orang tua dan guru, sekolah dan masyarakat, sekolah dan pemerintah, dan tak lepas juga perguruan tinggi. Semua elemen tersebut adalah mata uang yang tidak boleh terpisahkan. Namun, kita lihat kenyataan di lapangan semua elemen tersebut hubungannya tidak berjalan dengan baik. Maka tak heran ada sekolah yang bergerak sendiri, tanpa turut andil pemerintah, masyarakat sebagai lingkungan sekitar sekolah yang tidak sejalan, orang tua yang menyerahkan total pendidikan anaknya ke sekolah, atau juga guru yang hanya sekedar mengajar. Dalam buku Guru Harapan Bangsa karya Maukuf Al-Masykuri diungkapkan bahwa untuk mensukseskan pendidikan harusnya semua elemen yang berhubungan dengan pendidikan harus berkontribusi langsung. Bukan sekedar melepaskan kewajiban saja. Karena semua elemen tersebut sangat menentukan keberhasilan pendidikan untuk pen-

didikan yang berkualitas. Tulisan ini mencoba memberikan pencerahan untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Bagaimana seharusnya seorang guru berperan, bagaimana orang tua murid berperan, bagaimana masyarakat sekitar berperan, bagaimana seorang murid berperan, dan bagaimana seharusnya pemerintah berperan. Semua elemen tersebut harus memahami secara detail hak dan tanggung jawab masing-masing demi meningkatkan mutu pendidikan. Kalau dibandingkan dengan pendidikan di negara-negara maju seperti Jepang. Di Jepang bagaimana pemerintahnya sangat memperhatikan kesejahteraan guru. Untuk guru yang baru mengajar, Jepang berani memberi honor sebesar 200 ribu yen atau sekitar Rp20 juta per bulan. Dan untuk guru honor senior di Jepang gajinya bisa mencapai 500 ribu yen atau sekitar Rp50 juta. Hal ini Jepang menyadari betul karena kemajuan sebuah bangsa bagi mereka terletak pada baiknya kualitas

manusianya (SDM). Dalam hal ini guru adalah sebagai aktor utama meningkatkan sumber daya manusia dalam pendidikan. Beberapa kunci pendidikan berkualitas bisa dirangkum sebagai berikut, Pertama, peran pemerintah sebagai penjamin wajib belajar dan pendidikan tanpa bayar bagi seluruh anak usia sekolah sampai sekurangkurangnya usia minimum untuk diperbolehkan bekerja., Menghargai kebebasan orang tua untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya, dengan mempertimbangkan minat anak yang bersangkutan., menghapuskan eksklusivitas pendidikan berdasarkan pelarangan terhadap diskriminasi (suku, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, opini, asal, status ekonomi, kelahiran, status sosial, status minoritas atau penduduk asli, kurang berkemampuan), dan lainnya. Yang kedua, peran perguruan tinggi. Yaitu melakukan sinergisitas dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam membuat kebijakan pengembangan sumber daya manu-

sia, membuat dan menjadikan Pemda dan sekolah menjadi mitra, membuat kurikulum sesuai dengan kebutuhan perkembangan, dan memilki keunggulan dalam hal output seperti meluluskan dengan mutu mereka yang memliki kapasitas dan mental untuk berbuat dengan bekal universal. Yang ketiga, peran sekolah. Yaitu memiliki kesatuan keyakinan, kesatuan gerakan, memiliki adat dan prilaku, memliki kesatuan aturanaturan, dan memilki kesatuan ikatan, kekuatan persaudaraan. Yang keempat, peran murid. Yaitu dengan membuat kegiatan-kegiatan yang membangun karakter mulia, dengan mengadakan forum-forum pelajar yang diawasi oleh guru dan sekolah Yang kelima, peran orang tua murid. Yaitu dengan menghiasi hidup dengan muhasabah, menjadikan rumah sebagai rumah idaman,menjadi suami dan istri yang ideal, membina anak menjadi generasi yang sholeh dan sholehah, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah waro-

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

hmah, menjadi masyarakat yang islami, dan menjadikan bangsa berkarakter oleh orang tua berkarakter, serta meningkatkan hubungan yang harmonis orang tua dan anak. Selanjutnya adalah peran masyarakat. Yaitu mendampingi dan memberikan kontribusi positif dengan menjadikan lingkungan masyarakat yang mendukung pendidikan. Itulah beberapa kunci pendidikan berkualitas. Sebenarnya masih banyak lagi yang harus diperhatikan, mulai dari diri pribadi dari semua elemen pendukung tersebut, juga beberapa teknis pelaksanaan menjadikan pendidikan itu berkualitas. Sikap dan langkah-langkah yang harus diperhatikan seorang guru demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Kita memang merindukan guru harapan bangsa itu. Kita berharap semoga pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi dengan dilaksanakannya beberapa kunci pendidikan berkualitas di atas oleh semua elemen pendukung tersebut.*** info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


44

Riau Pos

AHAD

27 APRIL 2014

Lw kmi cma festival antr kabupaten,,, kya a iniii sruu bngtt,,,, akuu sbgaii drumer... Hrs tmpil exis broooo.... SMA 1 RENGAT..

Good luck! Sobat Xpresi(sobeX), usai Ujian Nasional(UN tingkat SMA), tibalah saatnya acara perpisahan dengan sekolah ... Disaat tersebut suka duka bercampur karena akan meninggalkan sejuta kenangan indah saat masih sekolah.. o y, BTW....apa saja acara yang udah dipersiapkan sekolah sobeX dalam acara tersebut?? n apa acara yang paling mengesankan biasanya? Bagi yang ingin sharing, boleh juga sampaikan kenangan apa saja yang pernah terjadi di sekolah sobeX?

Perpisahan Sekolah

Sedih banget, harus berpisah dengan teman-teman dan guruguru sekolah. Semoga teman-teman semua bisa sukses. Sman 1 Siak Hulu

Lw Di sEkolh AQ si udh agax lumayn seperti MembWt persiapn Khatam AlQur'an menyankn lagu perpisahn tari persmbhn musik bnd dll ACra yNg paling mengesankn yaitu saat ingn berpisah dngan guru dan tmen tmen adx adx kelz . Kenang yang terjadi yaitu saat berpish dngan guru/ salaman , Soalnya yng cwek'' pda nangz gue jadi ikt nangz ... Hehehe

Acara yg paling mengesankan yaitu saat anak kelas XII menyanyikan lagu Hymne Guru. Sedih banget karena sudah banyak kenangan yg ada di sekolah apalagi pas CinLok. SMK Negeri 1 Benai

Adhe Irma. .

kenangan ya, mmm main siram-siraman air saat setelah acara disekolah. guru pun ikut basah2an. SERU ABIS POKOKNYA DAAH SMAN 1 KUALA KAMPAR

Miswanto Aan

Hari Mulyadi

acaranya banyak sih.. Acara yang paling mengesankan bagi saya adalah salaman meminta maaf dengan guru.. Hal itu lah yang banyak membuat kami bersedih,menangis.. Itu lah hal yang paling berkesan bagi saya.. SMAN 2 BANTAN

Novita Dwi Susilowati

Biasanya sih Acara salam salaman.... Dan aku pengen NgeDance pas perpisahan.... hehe... SMAN 1 Benai

Lw aku,rencna ama teman2 menyiapkan sebuah tarian... Dan pastinya akan seDih tux ninggalin SMA tercintaku, krna d SmA lha aku bisa mengenal bnyak teman dari daerah mana aja...

Sugianto Andeskl

Zrhye Lilizz Wahyoeni

Undang 5 Orang Arab untuk Pelatihan Bahasa Arab

Klw sekolah aku sich hari sabtu lalu udah melakukan perpisahan,, acaranya seru bercampur sedih, selain perpisahan kelas XII,acaranya juga perpisahan dengan kepsek Yg lama,, jadi guru-guru pound ikut histeris juga..Sman 1 Siak Hulu

Sedih banget karena harus berpisah juga dengan kepsek yang lama,, pokonya sedih harus berpisah dengan kakak kelas XII. Sman 1 Siak Hulu. Welly Tia Novita.

Dio Febbian Ginting.

As-Shofa Gelar SKeMA di Mal SKA

HUMAS AS-SHOFA FOR IRWAN XPRESI

TAMPILKAN TARI: Salah satu penampilan lomba tari yang ditampilkan oleh salah satu peserta dalam acara SKeMA yang digelar As-Shofa di Mal SKA beberapa waktu lalu.

nawaty SPd kepada Xpresi beberapa waktu lalu. ”Ya, Alhamdulillah, rangkaian acara SKema (Se-

HUMAS PONPES DARUSSALAM SARAN FOR ENDRO XPRESI

NARA SUMBER: Saady Muhammed Mahmud (dari kiri), H Ala Iddin Athory Aidarus LC Pimpinan Pesantren dan Kemenag Rohul H Ahmad Supardi MA (Tengah) Serta Dua Narasumber dari Arab

Ponpes Darussalam Saran

Dicky Abimanyu

SELAIN sebagai sarana pusat perbelanjaan, Mal SKA juga dikonversikan sebagai ajang pertunjukan bakat siswa yang dipadukan juga promosi sekolah. Langkah kreatif tersebut dilakukan oleh Yayasan As-Shofa Pekanbaru pada Jumat (18/4) lalu. Bertempat di lantai satu Atrium Kampar. Tidak seperti biasanya, pengunjung Mal SKA di sesi hari libur dimanjakan dengan penampilan kreativitas siswa As-Shofa. Selain itu instansi Pendidikan berbasis Islam (As-Shofa) ini juga menggelar berbagai macam perlombaan yang bersinergi dengan kesenian. Rangkaian acara yang bertemakan ’Semarak Kreativitas Bersama Mall SKA-As-Shofa (SKeMA) ini digelar sebagai bagian dari perwujudan syukur sebelum menyambut puncak Milad As-Shofa ke 23 yang jatuh pada tanggal 2 Mei mendatang. Demikian disampaikan oleh Direktur Pendidikan As-Shofa, Er-

Choo Chow Aszmara

marak Kreativitas Bersama Mal SKA-As-Shofa, red) tahun ini berjalan lancar, ini merupakan tahun

kedua digelar. Saat itu anak-anak kita dari TK-SMA As-Shofa unjuk kreativitas di hadapan khalayak ramai. Mulai dari pertunjukan seni seperti Tari, Puisi, Gitar Accoustik, Perkusi dan pertunjukan hiburan lainnya ditampilkan anak-anak untuk lebih mengenalkan As-Shofa ke masyarakat luas. Selain itu kita juga menggelar berbagai perlombaan yang diikuti oleh sekolah-sekolah se Pekanbaru,” tutur Erna didampingi wakil Direktur, Drs Adrison MPd. Berbagai perlombaan yang ditaja saat itu sambung Erna, di antaranya lomba Fashion Show Muslim tingkat TK, lomba lagu Melayu tingkat SD, dan Lomba Nasyid yang diikuti oleh sekolah tingkat SMP dan SMA se Pekanbaru.” Bahkan ada juga sekolah dari luar Pekanbaru yang mengikuti lomba ini. Perlombaan ini memperebutkan piala, uang pembinaan, sertifikat dan bingkisan lainnya

sebagai reward atas partisipasinya mensukseskan Milad As-Shofa,” tambahnya. Selain itu, berbagai rangkaian acara yang digelar dari pagi sampai malam ini diantaranya diawali dengan ditampilkannya Slide Show As-Shofa, Mars As-Shofa juga sempat berkumandang sebelum sambutan dari pihak yayasan dan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba. Ketika disinggung tentang penyelenggaraannya di salah satu tempat perbelanjaan, Erna mengatakan bahwa objek tersebut merupakan salah satu sarana yang pas sebagai promosi sekolah.” Tahun 2011 lalu, acara yang sama juga kita gelar di Mal SKA, mereka (pihak Mall SKA) sangat mendukungnya, mudah-mudahan kerja sama seperti ini selalu terjalin dan lebih ditingkatkan lagi demi kemajuan bersama,” harap guru yang dikenal ramah ini di sesi akhir perbincangan.(s2)

PONDOK Pesantren Darussalam Saran, Kabun Rohul menggelar pelatihan Bahasa Arab bagi guru bahasa Arab dengan pementor langsung dari lima orang dari Arab Saudi. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 12 hingga 15 April di Ponpes Darussalam Saran Kabun ini bertemakan “Mari Kita Tingkatkan Pengajaran Bahasa Arab dalam Mendalami Khazanah Keilmuan Islam” . Lebih kurang 40 orang peserta mengikuti kegiatan pelatihan bahasa Arab bagi guru-guru ini. H Fakhrul Rozi Lc MAg selaku Wakil Pemimpin Pondok Pesantren menyebutkan peserta berasal dari 4 kabupaten. “Antaranya Rohul, Kampar, Pekanbaru dan Siak,” sebutnya, Selasa (22/4) di kediamannya Rokan Hulu. Fakhrul menambahkan, ini kegiatan pertama kali, dan terlaksananya kegiatan ini atas kerjasama Pesantren Darussalam bersama LIPIA Jakarta. “Dilaksanakan ini untuk mengasah dan memperdalam ilmu bahasa Arab bagi guru bahasa Arab yang

mengikutinya,” tutur Fakhrul. Kegiatan ini dibuka oleh Pimpinan Pesantren Darussalam Saran Kabun H Ala Iddin Athory Aidarus LC, dan ditutup oleh Kemenag Rohul H Ahmad Supardi MA dan didampingi Kasi Pendis Drs H Syahruddin MSy. “Salah satu dari lima pementor bahasa Arab menyebutkan, merasa sangat senang datang ke pesantren dan di saat itu mereka berharap Saady ustadz yang berasal dari mesir yang mengabdi di pesantren dapat melanjuti apa yang mereka laksanakan,’’ ungkap Fakhrul lagi sambil berharap kerjasama bersama LIPIA Jakarta tetap terjalin dengan baik, karena mereka sangat membantu. “Lima orang yang hadir dari Arab ini, pesantren tidak mengeluarkan dana untuk mereka, semuanya ditanggung oleh LIPIA Jakarta, kedepan akan dilaksanakan dalam bentuk yang lain. Kita sangat mengucapkan terima kasih kepada LIPIA Jakarta,” tutupnya.(ea)

TELAH TERBIT

Peringatan Hari Kartini di Beberapa Sekolah

Mulai dari Upacara Sampai Lomba Busana Kebaya BERSEMPENA hari Kartini, pada Senin 21 April lalu, keluarga besar SMAN 4 Pekanbaru menggelar lomba busana kebaya ala Kartini. Lomba yang di ikuti seluruh siswi beserta guru (wanita) ini dilaksanakan usai pelaksanaan upacara bendera. Dalam upacara bendera tersebut seluruh siswi di sekolah yang dikomandoi oleh Nurhafni MPd ini memakai seragam kebaya, baik peserta maupun petugas upacara. Kepada Xpresi, Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Nurhafni MPd menuturkan kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini dan juga untuk mengenang jasa-jasanya. “Memperingati hari kelahiran Kartini ini, berarti kita juga menghayati betapa besar perjuangannya terhadap emansipasi wanita. Dimana semangat dan keinginan beliau untuk memajukan rakyat Indonesia, khususnya kaum hawa. www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: MASHURI KURNIAWAN

HUMAS SMAN 4 FOR WIWIN XPRESI

GAUN KEBAYA: Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Nurhafni MPd beserta siswi yang mengenakan pakaian kebaya ala Kartini foto bersama usai pelaksanaan upacara bendera.

Sementara itu, untuk para guru wanita yang mengikuti lomba kebaya ini kita beri reward,’’ ujarnya. Nurhafni berharap melalui lomba kebaya ala kartini ini, para siswanya bisa meneladani perjuangan sosok pahlawan, sehingga bisa lebih bijak, cerdas dan tentunya berfikiran lebih maju. Kegiatan yang sama juga digelar oleh SMPN 12 Pekanbaru,

bedanya mereka hanya menggelar upacara peringatan hari Kartini. Pembina upacara yang sekaligus kepala SMPN 12 Pekanbaru, Yusra MPd dalam amanatnya mengemukakan bahwa Kartini adalah sosok yang inspiratif serta motivasi bagi kaum perempuan sebagai salah satu penentu masa depan pendidikan. Menurutnya ,kaum hawa

harus menjadi tauladan yang lebih baik di lingkungannya serta mampu mengaktulisasikan diri secara positif. Dalam upacara Senin pagi yang digelar di lapangan sekolah tersebut, juga dinyanyikan lagu - lagu perjuangan dan salah satunya lagu ‘Kartini’ yang dinyanyikan dengan penuh khidmat dan semangatolehsemuapesertaupacara. Sementara itu di tempat ber-

beda dalam waktu yang sama, SMP Cendana Pekanbaru tampil beda dalam peringatan Hari Kartini ini. Mereka mendatangkan Koramil Bamin Penrem 031/Wira Braja, Serma Wiwik Yunita Sari sebagai pembina upacara hari Kartini dihalaman sekolah. Dalam amanatnya, Serma Wiwik Yunita menyampaikan bahwa Hari Kartini ini jangan hanya dijadikan sebagai hari peringatan saja, akan tetapi jadikanlah sebagai momentum untuk selalu memberikan yang terbaik terhadap bangsa ini. Seluruh keluarga besar SMP Cendana dengan khidmat mengikuti prosesi upacara, untuk guru laki-laki mengenakan seragam baju batik dan guru perempuan memakai kebaya. Dan satu hal yang menjadi perbedaan peringatan hari Kartini di sekolah ini terlihat dari petugas upacaranya yang dikoordinir semuanya oleh kaum wanita.(cs4/ s3)

Basecamp xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno Hatta Pekanbaru

UNTUK WILAYAH PEKANBARU BISA DAPATKAN DI COUNTER-COUNTER YANG BEKERJA SAMA DENGAN RIAU POS. ATAU HUBUNGI: 0811767347 info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: YAYA


Minggu 27 april 2014  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you