Issuu on Google+

40

Riau Pos

JUMAT

27 SEPTEMBER 2013

YOUNG SMART ‘N CREATIVE

Hari Tani

Menghargai Pahlawan Ladang KALAU selama ini sobeX baru merasakan enaknya nasi yang dihasilkan petani dari ladang-ladang mereka, perlu juga tentunya sobeX ikut membantu petani agar pangan di negeri ini tetap aman.

Indonesia

Bangkitlah Petani Ku

SOBAT Xpresi (SobeX) tentu tahu penggalan lirik lagu di atas. Lagu berjudul “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud ini menceritakan kawanan yang dengan gembira sedang bertanam. Indonesia negara agraris nan subur yang terletak sepanjang garis khatulistiwa, kebanyakan rakyatnya berprofesi sebagai petani. Dulunya nenek moyang kita selain pelaut yang handal juga “jago” bercocok tanam. Dulunya juga, hasil pertanian Indonesia sangat baik. Hal ini yang menjadikan negara lain banyak menjajah Indonesia. Untung saja sekarang Indonesia sudah merdeka, dan petani gak lagi diperbudak menghasilkan bahan pangan untuk penjajah tetapi hanya untuk negara sendiri. SobeX kebayang gimana keadaaan negara kita kalau tidak ada petani? Tentu profesi lain yang lebih tinggi seperti pejabat, dokter, guru, pengusaha, dan lainnya tidak akan berarti karena semua butuh bahan pangan yang diolah oleh petani. Sebagai kalangan muda, sobeX harus bisa memberikan apresiasi dengan keadaan petani sat ini. Apresiasinya bukan harus berupa kemauan untuk jadi petani, tapi dengan mengingat Hari Tani Indonesia (HTI) saja itu sudah merupakan apresiasi loh. Seperti sobeX bernama Dharma ini. Doi yang ingat dengan HTI ini berharap semua orang bisa mengingat jasa-jasa petani dan melihat keadaan mereka. “Harapan saya agar petani kita lebih maju dan bisa menguasai teknologi pertanian karena bagaimana mau maju kalau teknologinya sudah usang? Lalu petani harus merasa aman dipasar tentangg beras mereka yang dimana pemerintah masih belum terlalu percaya akan kualitas beras kita sehingga lebih memilih beras impor. Saya juga berharap nantinya ada

Cara kecil menghargai petani kita adalah menghemat bahan-bahan pangan yang ada di rumah. Dengan menghemat maka kita membantu petani untuk mengolah bahan pangan masyarakat.

2. Menjaga lahan kosong

Lahan di Indonesia yang semakin berkurang oleh sebab pembangunan industri membuat petani sulit mencari tempat untuk bertani. Hal ini menjadikan banyak petani pindah profesi.

pemberian kredit modal untuk petani, mereka pasti membutuhkan modal agar beras yg dihasilkan lebih berkualitas,” kata mahasiswa Unri tingkat akhir ini antusias. Bukan hanya Dharma, sobeX bernama Eva Desy, mahasiswi Unri ini juga punya harapan yang sama seperti Dharma untuk petani Indonesia. “Untuk petani Indonesia harusnya pemerintah punya perhatian lebih karena hanya mereka yang bisa menyediakan bahan pangan yang merupakan kebutuhan primer setiap orang di negara ini. Apalagi permasalahan yang sering muncul adalah harga pupuk yang mahal sehingga banyak membuat petani kesulitan. Harusnya ada subsidi pupuk untuk petani dan juga diadakan koperasi petani. Semoga petani Indonesia semakin jaya, amin,” ungkap Eva serius. Karena tugasnya yang mulia, maka pada 24 September 1960, dibuat UU Pokok Agraria (UURA). Jadi sebagai sobeX yang baik harus menghargai jasa petani Indonesia ya. (s1/uli)

3. Cintai pangan dalam negeri

Dengan mencintai makanan dalam negeri artinya sobeX sudah memberikan keuntungan bagi petani kita. (s1/uli)

DHARMA EKA PUTRA Mahasiswa Unri

M Ridho Gunawan, Tri Putri dan Michiko Jamilah

Bicara Konstitusi dan Yudisial EKO/RIAU POS

PIALA: M Ridho Gunawan (kiri), Michiko Jamilah dan Tri Putri memegang piala dan piagam.

EVA DESY YULINA Mahasiswi Unri IKLAN

1. Menghemat SDA untuk pangan

smoga petani indonesia makin jaya dan diakui , karna sjauh ini rakyat indonesia lbh bnyak mengonsumsi pangan dri luar dr pada produk lokal. kalau produk petani lokal kita berkualitas knapa harus beli produk luar !

Adevia Dwinda Semoga petani2 indonesia mendapatkan kesejahteraan..

PRESTASI diraih oleh M Ridho Gunawan, Tri Putri, dan Michiko Jamilah, siswa-siswi SMAN 1 Pekanbaru, yakni juara 2 lomba Debat Konstitusi tingkat SMA di Sumatera Barat. Lomba tahunan yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Yudisial (KY) ini memang digelar untuk memberikan edukasi terkait tata hukum Indonesia kepada siswa SMA se-Indonesia. ‘’Semua peserta memiliki pengetahuan yang baik. Awalnya sempat minder dengan kondisi itu. Tapi berkat kekompakan, kita bisa menjadi nomor dua se sumatra. Trima kasih untuk semua yang telah mendukung kami dalam pergelaran ini,’’ terang Tri Putri kepada Riau Pos.

Diterangkan Tri mewakili rekan lainnya, tidak ada persiapan khusus sebelum mengikuti lomba tersebut. Bahkan dia mengaku beberapa hari sebelum lomba, dia dan rekannya tidak melakukan ritual belajar hingga sebelum lomba. Menurutnya, itu dilakukan agar dalam perlombaan benarbenar siap dan hasilnya memuaskan. Sebelum ini, tahun 2012 tim ini juga pernah menjadi jawara pada lomba Debat IKTI. ‘’Ada pepatah, semakin banyak belajar makin banyak yang lupa. Ada benarnya, tapi bukan bearti tidak membuka sama sekali pelajaran itu. Tapi jika sudah hobi, itu semua gugur sendiri,’’ terangnya sambil senyum.(eko)

INFO PENTING!!! Kesempatan bagi siswa/i SMP/SMA sederajat dan sekolah yang berprestasi di bidang apa aja, buat eksis di halaman Xpresi Riau Pos. Buruan kirim berita/rilisnya ke email xpresimagazine@gmail.com atau hubungi 081365671385. Chekidot!!!

Ramadona Fitrielee

www.xpresiripos.com „ REDAKTUR: KHAIRUL AMRI

Basecamp xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta No 132 Pekanbaru

info_xpresi@yahoo.com „ TATA LETAK: SUHANDY G


Jumat 27 september 2013