Page 1

Riau Pos

AHAD

37

9 JUNI 2013

YOUNG SMART ‘N CREATIVE

WITAMA FOR XPRESI RIAU POS

BAGI SEMBAKO: Siswa Witama National Plus membagikan sembako kepada penyapu jalan, beberapa waktu lalu.

WITAMA SCHOOL NATIONAL PLUS

Taja Kegiatan Sosial Sempena Waisak BERSEMPENA Hari Raya Waisak 2557, pada Jumat (31/5) lalu siswa-siswi Witama School National Plus dari tingkatan SMP dan SMA melakukan kegiatan sosial berupa pembagian sembako (sembilan bahan pokok) untuk para penyapu jalan. Selama kegiatan, terlihat pada siswa-siswi sekolah yang beralamat di Jalan Tanjung Datuk No 339 Pekanbaru ini cukup bersemangat. Saat sembako diserahkan, senyum sumringah pun terpancar dari raut wajah para pasukan kuning, sebutan para penyapu jalan di Pekanbaru. ‘’Kegiatan ini bertujuan untuk pembentuk moralitas/karakter anak. Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa-siswi SMP dan SMA Witama School National Plus punya rasa kepedulian antar sesama, terutama kepada kelompok-kelompok yang membutuhkan,’’ kata School Director Witama School National Plus Johan Sulianto BSc kepada Xpresi Riau Pos. Selain itu juga, tambah Johan, kegiatan ini ditaja untuk merayakan Hari Raya Waisak, khusus bagi siswa-siswi beragama Budha. ‘’Jadi, saat merayakan kebahagiaan, anak-anak kita ini, khususnya yang beragama Budha kita ajak juga untuk berbagi kebahagiaan itu,’’ kata Johan lagi. Sebenarnya, tambah Johan, kegiatan sosial seperti ini bukanlah kali pertama diadakan oleh Witama School National Plus. Dalam beberapa kesempatan hari-hari besar, para siswa-siswi Witama juga diajak untuk melakukan kegiatan seperti ini. ‘’Kita berharap, siswa-siswi ini tidak hanya tekun dan pintar di bangku belajar, tetapi mereka juga punya rasa peduli dengan sesama. Sehingga nanti begitu mereka tamat, mereka sudah punya bekal untuk bersosialisasi di masyarakat,’’ ungkapnya.(ma)

MTS MUHAMMADIYAH 01

Raih Medali Emas dan Perak MTS Muhammadiyah 01, di Jalan Kesuma Pekanbaru, berhasil meraih medali emas dan perak seni beladiri tapak suci di Kejurda (kejuaraan daerah) tapak suci tingkat remaja dan dewasa yang berlangsung di Ponpes (pondok pesantren) Al Kautsar Kulim, 1720 Mei lalu. MTSM 01 mengutus 11 orang perwakilan untuk mengikuti kejuaraan ini. Sekolah ini berhasil membawa medali emas tingkat remaja yang diraih M Fakhri dan medali perak tingkat dewasa yang diraih oleh Zainal Arifin. Awalnya para siswa-siswi yang mengikuti kejuaraan ini memang telah diseleksi oleh pelatih ekskul tapak suci MTSM 01, yang diikuti kelas VII dan VIII untuk perwakilan di tingkat remaja 8 orang, dan tingkat dewasa 3 orang. Seni beladiri tapak suci sebagai ekstrakurikuler di sekolah ini telah banyak meraih prestasi, seperti baru-baru ini meraih juara 1 dan 2 pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Dispora. “Alhamdulillah kejuaraan ini banyak yang ikut dan sekolah kita bisa meraih juara. Semoga ke depan bisa meraih juara umum hingga ke tingkat nasional,” ujar Kepala MTSM 01 Sayidah. Kejurda tapak suci ini memperlombakan seni tunggal putera dan puteri yang terdiri dari tunggal tangan kosong dan tunggal bersenjata. Dan, di seni ganda putera dan puteri terdiri dari ganda tangan kosong, ganda bersenjata dan trio tangan kosong bersenjata. Seni trio putera dan puteri yang terdiri dari trio tangan kosong, trio bersenjata dan trio tangan kosong bersenjata. Dan, di seni beregu putera dan puteri terdiri dari beregu tangan kosong dan beregu bersenjata. Untuk seni tunggal dan beregu putra atau puteri hanya di perbolehkan untuk memakai 8 jurus tapak suci. Sekolah sangat mendukung para siswa-siswinya untuk mewakili sekolah, Seperti kata Khairul Fitri, Kepala Tata Usaha. “Baiknya kejuaraan-kejuaraan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan kami akan terus meningkatkan kualitas para siswa-siswi, sehingga dapat berpeluang memenangkan berbagai perlombaan untuk mengharumkan nama s e k o l a h , ” katanya.(mg2cs)

JUARA: Para juara Tapak Suci bersama kepala sekolah Sayidah. DIAN XPRESI RIAU POS

www.xpresiriaupos.com n REDAKTUR: AGUSTIAR

Atlet Anggar Riau, Dwike Putri Hilman

Bercita-cita Punya Yayasan Sosial BIODATA n Nama

: Dwike Putri Hilman n Panggilan : Keke n TTL : Pekanbaru, 17 Desember 1994 n Cita-cita : Punya Yayasan (Psikolog) n Makes : Tahu kecap n Mikes : Air putih saja ;) n Sekolah - SMAN 1 Pekanbaru - SMPN 1 Pekanbaru - SD Islam AsShofa Pekanbaru n Ortu Ayah : Wirman SE Ibu : Hilda Yanti n Prestasi-prestasi - Juara 1 Sabel Kadet Putri Bupati Cup II Aceh, 2009 - Kejuaraan Nasional Cibubur, 2010 - Juara 2 Sabel Kadet Putri Kejuaran Nasional Pelajar, 2011 - Kejuaran Nasional Jakarta, 2012 - Kontingen PON XVIII Riau, September 2012 (peringkat 8 besar) - Mahasiswa Undangan Fak. Psikologi Undip Semarang

FOTO-FOTO: MELDA AMRAN XPRESI RIAU POS

SADA Jacobson, atlet anggar Olimpiade asal Amerika (USA), itulah sosok yang diidolakan Dwike Putri Hilman. Keke, begitu putri pasangan Wirman SE dan Hilda Yanti ini biasa disapa. Meski sudah banyak prestasi di cabang olahraga anggar yang diraihnya, tetapi anak kedua dari enam bersaudara ini tetap santun, ramah dan enak diajak ngobrol. Cara bicaranya juga asyik, meski aksennya tegas, tapi tetap diselingi candaan dan tawa. Untuk sobat Xpresi (sobeX) tahu nih, prestasi terbaru Keke, yaitu masuk kontingen PON XVIII Riau, September 2012 lalu. Hebat kan... Ngobrol bareng Keke, sobeX dijamin gak bakal bosan deh. Mahasiswa jalur undangan di Fakultas Psikologi Undip, Semarang ini, selalu saja ada bahan obrolan. Yang paling banyak dia tahu, ya seputar olahraga ala “Zorro” atau olahraga anggar, yang sudah membuatnya jatuh cinta sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). ‘’Senang sama olahraga anggar sejak dari SD sih. Tapi, mulai serius latihannya sejak SMP sampai sekarang,’’ kata Keke, yang ditemani Ayahnya Wirman SE saat wawancara di Basecamp Xpresi Riau Pos, Rabu (5/ 6) pagi. Tapi, walau senangnya sama anggar, cita-citanya justru bila dewasa nanti punya yayasan. Kok bisa? ‘’Senang aja, bisa menolong orang lain,’’ ujarnya singkat. Lebih jauh bercerita soal anggar, Keke bilang, olahraga anggar itu tidak sekedar kekuatan dan ketahanan fisik yang dituntut, tapi kecerdasan, ketangkasan dan kecepatan berpikir untuk membuat keputusan yang tepat juga sangat perlu. ‘’Apalagi di kelas Keke, Sabel. Begitu permainan dimulai, siapa

yang cepat dan tepat dia yang menang. Gak bisa lama-lama mikir,’’ ujarnya bersemangat. Sehingga, wajar saja, tidak banyak bahkan sulit untuk mencari atlet Riau di kelas Sabel putri ini. Cerita Keke nih sobeX, waktu ikut di Kejuaran Provinsi (Kejurprov), beberapa waktu lalu malah dirinya gak dapat lawan tanding. ‘’Ia. Gak ada lawan. Waktu Kejurprov kemarin aja Keke langsung menang bye,’’ ujarnya sambil tersenyum, yang dibenarkan oleh Wirman, ayahnya. Wirman, sang ayah, juga sang motivator buat Keke, dan juga pengurus organisasi anggar Riau, membenarkan ucapan anaknya. ‘’Sebenarnya bukan tidak dibina, ya. Tapi memang untuk putri, kelas Sabel ini sulit untuk menemukan bibit atlet yang tepat. Yang banyak itu, di kelas Floret dan Degen. Saya juga heran, kenapa Keke senang di Sabel. Ya, menurut pelatihnya, Keke memang pas dan cocok di kelas ini,’’ jelas Wirman. Lalu, apa nih obsesi Keke? Menurutnya, obsesi terbesarnya saat ini adalah bisa membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. ‘’Lewat olahraga anggar, Keke ingin bawa Indonesia ke pentas internasional,’’ katanya. Ngomong-ngomong nih, Keke kan udah mulai kuliah nanti di Undip Semarang. Apa tidak mengganggu latihan anggar? Menurut Keke, saat kuliah nanti dirinya akan tetap terus latihan. ‘’Tentu nanti Keke akan cari tempat latihan juga. Keke akan terus latihan, dan akan terus berusaha untuk berprestasi,’’ katanya. Di akhir wawancara, Keke punya ajakan nih buat sobeX semua. ‘’Ayo dong ikutan latihan anggar bareng-bareng Keke. Main anggar gak susah kok. Nanti pasti Keke ajarin,’’ ucapnya, sambil senyum dan tertawa ringan.(ma/uli)

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


38

Riau Pos

AHAD 9 JUNI 2013

SMA 12 Pekanbaru Juara Umum III se-Provinsi Riau SMAN 12 Baru-baru ini meraih juara umum III Wira Madya se-Provinsi Riau. Prestasi yang membanggakan ini diraih dalam lomba iven Across of City Aid VII se-Provinsi Riau yang ditaja SMAN 1 Pangkalaan Kerinci, Ahad (26/5). Tim Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 12 yang beranggotakan 5 orang siswa mewakili sekolah dalam iven tersebut. DIAN XPRESI RIAU POS

PERPISAHAN : Seluruh majelis guru dan Kepala MTS Muhammadiyah 01 Pekanbaru melepas siswa Angkatan ke20 yang ditandai dengan salam-salaman bersama.

MTS Muhammadiyah 01 Lepas Angkatan ke- 20 MTS Muhammadiyah 01 kembali melepas siswa-siswinya di angkatan ke- 20 tahun pelajaran 2012/2013 dengan mengadakan acara perpisahan siswa-siswi kelas IX dengan keluarga besar MTS Muhammadiyah 01 Pekanbaru, Sabtu (1/ 6) kemarin. Acara perpisahan kali ini dibawakan oleh dua orang siswa MTSM 01 dengan memakai dua bahasa yakni bahasa Inggris dan Arab. Acara yang di hadiri para undangan, staf guru, orangtua dan siswa-siswi kelas VII, VIII dan IX ini berlangsung sederhana tetapi sangat menyentuh hati dan tercapai dari tujuan perpisahan ini. Berbagai kreativitas siswa ikut meramaikan acara ini seperti penampilan pidato dari bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Serta pembacaan puisi dan tentunya kesan pesan dari pihak siswi kelas VII, VIII. “Dimanapun kakak-kakak berada agar dapat menjaga nama baik sekolah, keluarga dan diri sendiri,” ujar perwakilan pihak siswi kelas VII dan VIII. Tahun ini MTSM 01 melepas 28 siswa-siswinya. “Diharapkan agar para siswa-siswi kelas IX khususnya dapat mengekspresikan kebahagiaan dari kelulusannya secara islami sesuai dengan sekolah kita ini,” kata Kepala MTSM 01 Sayidah.(mg2cs)

Jelang SBMPTN, Posko Informasi Unri Kerja Optimal UNIVERSITAS Riau mempersiapkan diri untuk melaksanakan Ujian SBMPTN 2013 yang paling banyak diikuti. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Universitas menyiapkan posko informasi yang jelas, apalagi banyak masyarakat yang masih belum paham dengan jalur masuk tersebut. Posko tersebut didirikan untuk mempermudah mahasiswa baru dalam mendapatkan informasi seputar ujian masuk ini. Terdapt tiga titik posko informasi yang disiapkan, yaitu di pintu masuk gerbang Arengka, pintu masuk gerbang FKIP, dan kampus Unri Gobah. Posko yang didirikan oleh perintah langsung Rektor Unri dan mulai beroperasi sejak 20 Mei silam ini mempunyai tujuan yaitu agar siapa saja yang ingin mengetahui informasi tentang informasi pendaftaran mahasiswa baru didapat informasi yang yang jelas dan akurat. Hal ini disampaikan oleh salah seorang panitia, Navira. ''Posko ini sangat bermanfaat sekali untuk para pendaftar agar informasinya jelas. Kami menjelaskan semua teknis mulai dari waktu, tata cara pembayaran, tata cara pendaftaran online, dan tempat ujian,''ungkapnya. Salah seorang mahasiswi Unri, Brilliant Esye Lousiana juga memberikan respon positif terhadap kebijakan Universitas ini. dia menyampaikan jika banyak sekali pendaftar yang gagal dalam proses registrasi awal karena kurangnya informasi terkait SBMPTN. ''Banyak pendaftar yang gagal registrasi awal hanya karena tidak mengetahui bagaimana langkah awal. Contohnya pembelian PIN, tata cara pendaftaran, dan lainnya. Tapi dengan hadirnya posko informasi ini pasti akan memudahkan informasi yang jelas dan akurat untuk dapat diketahui,''ujarnya. (mg5cs)

ECY XPRESI RIAU POS

INFORMASI: Panitia posko informasi SBMPTN 2013 Unri memberi penjelasan terkait informasi tata cara pendaftaran sistem onlie. Xpresi Riau Pos menerima rilis/berita/informasi berserta foto-foto (minimal size 100 kb) tentang apa saja kegiatan di sekolah sobat Xpresi (sobeX). Kirimkan saja melalui email info_xpresi@yahoo.com. Ditunggu ya... :)

Ini merupakan prestasi kali pertama yang diraih di tingkat provinsi. Irsyad Rajib Syam, salah seorang anggota tim PMR Putra sekaligus ketua Tim mengatakan kepada Xpresi, dirinya senang dengan prestasi itu. “Alhamdulillah kami sangat senang dan bangga bisa meraih prestasi juara umum III se-Riau pada iven Across Of City Aid VII yang ditaja SMAN

1 Pangkalan Kerinci ini. Tim kami beranggotakan, antara lain, Eko Zaiciyus, saya sendiri, Anjani Eka Putra, Andras Dwi Nugraha, dan Pridodi Wari Sitohang,” jelasnya kepada Xpresi, Rabu (5/6). Adapun cabang yang dilombakan, adalah standunisasi, evakuasi korban, pertolongan pertama, kepalangmerahan, bakti sosial dan penanaman pohon.(cs3)

ROLLEY XPRESI RIAU POS

TIM PMR: Tim PMR SMAN 12 usai menjuarai iven Across Of City Aid VII di SMAN 1 Pangkalan Kerinci.

SMAN 8 Pekanbaru Juara II CBL 2013 SMAN 8 Pekanbaru selalu menunjukkan eksistensinya untuk bisa berprestasi di iven bergengsi Caslte Baket Leguage (CBL). Sekolah ini harus puas di peringkat II, setelah di final bertemu musuh terbesar, yaitu Niner SMAN 9 Pekanbaru, pekan lalu. Abraham, pelatih basket SMAN 8 bersyukur atas raihan prestasi yang diraih pada di CBL se-Riau, yang ditaja salah satu komunitas mobil di Pekanbaru tahun ini. “Kita semangat mengikuti berbagai iven, dikarenakan ini merupakan bentuk motivasi kepada anak didik kita agar bisa menunjukkan prestasi yang gemilang. SMAN 8 biasa dikenal dominan di prestasi akademik, tetapi kita juga bisa bersaing pada non-akademik,’’ kata dia. Menurut Abraham, siswa

SMAN 8 Pekanbaru punya potensi untuk menjadi pemain basket yang handal. Ini dibuktikan dengan postur tubuh yang bagus, untuk bersaing dengan sekolah lain. Dalam pertandingan CBL pekan lalu, sekolah ini pertama kali ikut serta. Tim yang dikalahkan SMAN 8, adalah As-Shofa, MAN 1, SMKN 2 dan di final bertemu SMAN 9. SMAN 8 juga mengirim dancer, yang juga berhasil menorehkan prestasi. Salah seorang siswa, Wildan, merasa ingin berprestasi lebih lagi di iven berikutnya. “Kami merasa kurang puas belum bisa memberikan yang terbaik kepada pelatih dan teman-teman semuanya, khusunya warga SMAN 8. Tetapi Alhamdulillah, kami sampai di final dan juara 2,” katanya.(cs3/uli)

155 Calon Murid SMKF Ikasari Tes Kesehatan

ROLLEY XPRESI RIAU POS

TES KESEHATAN: Para calon siswa SMKF Ikasari Pekanbaru sedang memeriksakan kesehatan, Rabu (5/6/ 2013).

SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru, Rabu (5/6) mengadakan tes peserta gelombang I dengan uji kesehatan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yaitu untuk jurusan Farmasi dan Kimia Industri. Hal ini disampaikan Ketua Program Studi dan Panitia Uji Kesehatan SMKF Ikasari Pekanbaru Yannet Riski M Farm APt, kepada Xpresi. Tes kesehatan ini dilakukan untuk salah satu syarat masuk menjadi siswa di sekolah itu. “Untuk tim tes kesehatan didatangkan dari Tim Kesehatan dari Tim Rumah Sakit AURI, tes kesehatan pun hanya dilakukan satu hari saja. Sedangkan peserta jurusan Farmasi berjumlah 110 orang dan jurusan Kimia Industri 45 orjng, adapun tujuan dari tes kesehatan hari ini untuk

mengetahui apakah siswa bebas Narkoba dan tidak buta huruf juga buta warna,” katanya. Adapun rangkaian kegiatan acara hari ini diawali dari Pendaftaran pada panitia kemudian mengambil sampel urine, selanjutnya akan diuji sampel urine tadi untuk mengetahui bebas dari Narkoba. Terakhir pemeriksaan fisik seperti ukur tinggi badan, timbang berat badan, tes mata dari buta warna maupun huruf dan terakhir tes pemeriksaan fisik oleh Dokter. “Hasil tes akan keluar setelah Tim Kesehatan dari Rumah Sakit TNI AURI selesai dan mengatakan bagus, maka barulah siswa yang mendaftar tadi bisa diterima di SMKF Ikasari, dan hasil tes akan diumumkan pada tanggal (7/6) nanti,” tutupnya.(cs3)

Tunas Karya Cup Basket Ball Competition 2013 SMK Tunas Karya Pekanbaru kembali mengadakan Turnamen Basket tingkat SLTP se-Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut digelar 28 Mei hingga 1 Juni 2013 lalu di lapangan basket SMK Tunas Karya untuk menjalin kerja sama antar sekolah sebagai media untuk mengembangkan kreativitas, minat dan bakat peserta didik. Turnamen tahunan cikal bakal sekolah untuk mengelar turnamen basket tigkat SLTA sederajat pada tahun berikutnya. ‘’Kegiatan ini sudah di persiapkan dari jauh-jauh hari. Panitia yang di gerakkan dalam kegiatan ini merupakan seluruh siswa dan siswi SMK Tunas Karya yang aktif berorganisasi disekolah,’’terang Waka Kesiswaan yang juga

TIM BASKET: Dua tim basket foto bersama sebelum bertanding. WIWIN SJ XPRESI RIAU POS

penanggung jawab, Yunaldi SPd kepada Xpresi, kamrin. Peserta turnamen basket kali ini terdiri dari 16 tim, yang

merupakan gabungan dari Tim putra dan Tim putri. Suksesnya kegiatan Tunas Karya Cup Basket Ball competition

2013 ini tidak lepas dari sponsor yaitu Telkomsel, Pocari Sweat, Bank Nagari, Bank Riau Kepri dan Suzuki.(wiwin SJ)

ISG LO Trainer Goes to Campus SIMPANG siur nya kabar tentang penyelenggaraan ISG ke-3 di Riau, tidak menyurutkan semangat para insruktur untuk memberikan pelatihan kepada 6000 calon LO. Instruktur Liaison Officer (LO) Islamic Solidarity Games (ISG) tersebut tetap mengadakan pelatihan di beberapa kampus di Pekanbaru. Mei lalu, mereka melaksanakan kegiatan ini di Gedung Serbaguna Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Riau. ‘’Kami tetap optimis, ISG akan tetap di selenggarakan di Riau. Makanya kegiatan tersebut dilakukan untuk mempermudah akses jarak para mahasiswa yang sudah mendaftar untuk mendapatkan pelatihan. Karena mereka ini yang akan melayani dan memandu para atlet nanti nya,’’terang salah seorang Instruktur ISG LO, Yeyen kepada Xpresi. Dalam pelatihan, Lo di berikan pemaparan tentang bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan orang asing, serta pemahaman di bidang seperti kedaerahan, olahraga, internasional, dan pemahaman tentang Riau. Bersama 2 orang instruktur lain nya, Ferdinand wouda dan Russel Fry, yeyen berencana akan membuat absensi dari para calon LO yang terdaftar untuk di evaluasi dan menjadi indikator layak atau tidak nya calon yang sudah mendaftar tersebut menjadi LO.(mg7cs)

Detik-Detik Jelang Pengumuman Kelulusan UN di SMPN 4 Pekanbaru

Ashar Berjamaah dan Diiringi Teriakan Allahuakbar Setelah melewati masamasa sulit, pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dengan sistem 20 paket, yang dilaksanakan pada 22-25 April 2013, tiba saatnya hasil pengumuman ujian tersebut diumumkan.

Laporan MELDA AMRAN, Pekanbaru melda1207@yahoo.com

PERASAAN cemas, khawatir, dan gelisah, bercampur aduk menyelimuti perasaan siswasiswi SMPN 4 Pekanbaru, Sabtu (1/6) pukul 16.00 WIB. Saat pengumuman kelulusan UN semakin dekat, Kepala SMPN 4 H Ridwan MPd mengajak seluruh siswa-siswinya senantiasa bersyukur. “Setiap kenikmatan yang diterima, wajib disyukuri oleh ananda-ananda semua. Baik ananda yang yang mendapatkan kenikmatan bisa lulus Ujian Nasional, maupun ananda yang gagal, dan harus mengulang n REDAKTUR: AGUSTIAR

ujian lagi tahun depan.” Perasaan semakin tidak karuan. Dengan wajah datar, seketika sebuah amplop “masa depan” serentak dibuka oleh 285 siswa sekolah ini. Suasana petang itu di lapangan sekolah yang beralamat di Jalan DR Soetomo Pekanbaru ini ramai sekali, tetapi begitu hening saat keluarga besar SMPN 4 Pekanbaru mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua/ wali murid, dan juga siswa-siswi SMPN 4 Pekanbaru melaksanakan salat Ashar berjamaah. Setelah salat dilanjutkan dengan mendengarkan tausiah agama dari Ustadz Aprianto Rahmatullah yang diundang khusus oleh pihak sekolah. Kehadiran ustadz dalam acara ini bukan tanpa sebab. Kehadirannya dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada siswa-siswi SMPN 4 Pekanbaru tentang arti sebuah kenikmatan yang diperoleh oleh manusia dari Allah SWT. “Sesungguhnya kenikmatan itu harus diwujudkan dengan

SUJUD SYUKUR: Siswa SMPN 4 Pekanbaru melakukan sujud syukur usai membuka amplop “masa depan”, dan dinyatakan lulus UN tahun ini, Sabtu (1/6/2013). MELDA XPRESI RIAU POS

rasa syukur kepada Allah SWT. Dilanjutkan dengan ucapan terima kasih kepada orang tua. Misalnya ini, kenikmatan yang diperoleh siswa-siswi SMPN 4 Pekanbaru berupa lulus Ujian Nasional,” ujar ustad Aprianto Rahmatullah. Cuaca pun mendukung. Bila biasanya cuaca panas, tapi ketika itu, kondisi cuaca sedikit ge-

lap dan mendung. Hal ini semakin menambah rasa was-was siswa-siswi SMPN 4 Pekanbaru yang tidak sabar ingin mengetahui lulus atau tidaknya mereka di UN tahun ini. “Alhamdulilah, walaupun mendung, tapi tidak turun hujan, ya. Kalaupun hujan, ananda semua juga pasti akan mengetahui lulus atau tidaknya ananda pada

ujian nasional,” ujar H Ridwan MPd, disela-sela memberi sambutan. Ridwan juga mengajak siswanya untuk tidak hurahura dalam merayakan kelulusan. “Siswa SMPN 4 sejati, adalah siswa yang akan merayakan kelulusannya dengan sujud syukur, bukan dengan melonjak-melonjak kegirangan

sambil berteriak-berteriak. Setelah sujud, ucapkan Allahuakbar, sebagai tanda atas nikmat yang sudah ananda terima. Jangan lupa cari orang tua ananda, untuk mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang sudah dipanjatkan buat ananda,” kata Ridwan. Ditambahkannya, buat yang ingin mengekspresikan kegembiraannya melalui tulisan, siswa-siswi SMPN 4 Pekanbaru bisa menuliskan coretan di kain putih yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Jadi, tidak ada yang coret-coret baju seragam, karena itu hanya mubazir. Amplop putih sudah di tangan, tapi belum boleh dibuka. “Aduh, masih lama ya pak?” terdengar ucapan dari salah seorang siswa yang sudah mendapatkan amplop dari wali kelasnya, seraya sambil mengangkat tinggi amplop putih itu, untuk berusaha bisa menerawang tulisan yang ada di dalam amplop. “Ini amplop masa depan,”

terdengar lagi ucapan dari salah seorang siswi yang mengelusngelus amplop di dadanya. Suasana semakin gemuruh, karena amplop yang sudah diterima siswa dari wali kelas masing-masing, belum kunjung mendapat pengarahan dari kepala sekolah, untuk bisa dibuka. “Kita hitung sampai lima. Setelah hitungan ke-5, ananda bisa buka amplopnya,” teriak Ridwan. Dan, saat hitungan ke5 diucapkan, siswa-siswa SMPN 4 Pekanbaru membuka isi amplop tersebut. Dan, ketika itu pula teriakan “Allahuakbar” sembari melakukan sujud syukur pun dilakukan para siswa-siswi SMPN 4 yang dinyatakan lulus dalam UN tahun ini. Senyum bahagia terpancar dari siswa yang berlari mencari orang tuanya masing-masing. Tidak hanya terpancar senyum bahagia, sebagian siswa juga mengeluarkan air mata. “Alhamdulillah, siswa kita lulus 100 persen. Alhamdulillah, Allahuakbar,” ujar Ridwan.*** n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


39

Riau Pos

AHAD 9 JUNI 2013

Guru Bak Pelita

Puisi Cermin Kulihat kau dalam bayang semu Terlihat mengikuti tiap langkahku Sedikitpun kau tak mengucapkan kata Terdiam membisu seperti pantomin

Cerpen Oleh: Usy Izzani Faizti

Kutersenyum kau tersenyum Kutertawa kau tertawa Kubersedih kau bersedih Kenapa? Pertanyaan tanpa alasan Dirimu tergores perintah Dari diri yang nyata Ahmad Saadillah, Mahasiswa Univesitas Riau Prodi Manajemen Informatika.

Sebutir Doa untuk mu Jika malam tag mampu Menenangkan tidurmu Karena letih memelukmu Dengan kesibukan hidupmu Aku memcoba membawa Cebisan angin rindu Tuk temanimu agar terlelap Jika angin tag jua mampu Membawamu kealam mimpi Aku hanya berharap butiran do’aku Menjagamu dikala heningnya malam Dengarla wahai jiwa yang ku damba Tidurlah dengan keindahan malam Yang selalu kau dambakan Wahai jiwa yang penuh impian Tiada yang kuinginkan Tiada yang kuharapkan Selain ketenangan mu Agar engkau menjadi insan pilihan-Nya Dalam setiap putaran zaman Dalam ketidak berdayaanku Dan jauh pengharapan pada jiwamu Ku titipkan basmallah Sebagai penjaga dirimu Tatkala terjaga dan terlelap Uswatun Hasanah Mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Fakultas syariah dan Ilmu Hukum

Di Sini, Dimana Semua Tentang Aku Di titik ini… Aku merasa sendiri di dunia seperti ini Sekiranya aku merasa tak ada yang menemani Tapi dunia ini terasa tak menyepi Tak Seperti apa yang ku alami Di titik ini…. Aku merasa jauh dari apa yang ku miliki Sekiranya aku merasa tak punya siapa-siapa lagi Tapi dunia ini seperti biasa saja tetap menari Tak seperti aku yang terus mencari Aku seperti terasing dalam menjalani Di satu titik kehidupan layaknya ini Dimana aku tak tahu di waktu mana kini Seharusnya aku tak kesini Seperti apa yang pernah terjadi Terkadang aku merasa aku hanyalah seorang diri disini Dalam kesendirian yang sejati Yang tak bertepi lagi Hanya diri yang bisa mengerti Bagaimana aku nantinya bisa berhenti dan berlari Hafiza Tartila Isty Siswi SMA N 2 Bantan, Bengkalis Kamu yang punya cerpen dan puisi, kirim ke: info_xpresi@yahoo.com sertai identitas lengkap dan foto

Kita jadi bisa menulis dan membaca, karena siapa Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu, dari siapa Kita jadi pintar dididik pak guru Kita jadi pandai dibimbing bu guru Gurulah bak pelita, penerang dalam gulita Jasamu tiada tara ALUNAN lembut musik dan suara kelompok paduan suara terus mengalir merdu, terasa seperti embun yang menyejukkan. Dhani sedang berdiri di atas panggung di dalam ruangan sebuah hotel yang berkelas, menghadiri acara perpisahan SMA dengan perasaan campur aduk. Ia sedikit memicingkan mata, silau dengan sorot lampu yang sedari tadi tidak bergerak menjauh dari tubuhnya yang tinggi. Dhani berdiri sambil sedikit nyengir, memberi senyum khasnya pada para guru, orang tua, dan teman-teman seangkatannya yang duduk menghadap panggung. Namanya baru saja dipanggil beberapa detik yang lalu. Dhani akan mendapat penghargaan dari sekolah karena sudah tidak terhitung lagi berapa kali ia memenangkan lomba ataupun olimpiade. Ia sedang menunggu orang tuanya yang dia sendiri pun tidak tahu di mana ayah atau ibunya duduk. Seharusnya Dhani senang. Ia menekankan itu di dalam batinnya. Seharusnya ia merasa senang dan bangga, karena sekarang hanya ada dia disorot oleh lampu di atas panggung. Tapi suara nyanyian paduan suara dari sudut kanan ruangan menghantuinya. Sejak dulu, Dhani adalah jawara. Tidak di kelas ataupun di sekolah. Ia sudah pernah mengalahkan saingannya di antar kota atau provinsi, bahkan se Indonesia dan tingkat internasional. Tamat SMA mau lanjut ke mana? Jangan tanya. Dhani sudah mendapat beasiswa dalam ratusan ribu dolar Amerika, dan ia sudah diterima di salah satu universitas terkemuka di Negeri Paman Sam itu. Tapi, pernahkah ia berterima kasih untuk semua itu? Pernahkah ada di dalam hatinya rasa menghormati gurunya, yang sudah mendidiknya? Dulu, ketika masih TK ataupun SD, Dhani tidak pernah merasa harus berterima kasih pada gurunya. Ia tidak tahu apa gunanya ia ke sekolah. Ia hanya tahu bahwa orang tuanya mendaftarkannya di SD favorit, karena memang harus seperti itu. Begitu selesai belajar di TK, orang-orang akan melanjutkan pembelajaran di

Forum Guru

SD. Itu sudah seperti siklus yang harus diikuti, pikir Dhani. Ia baru tahu bahwa ternyata ada orang-orang yang tidak sekolah saat kelas tiga SD. “Ternyata yang sekolah itu tidak semua orang.” Pikir Dhani saat itu. Namun itu hanya pemikiran ngawur anakanak. Sejak kecil Dhani memang cerdas, tapi kepandaiannya dalam mengolah angka dengan cepat dan menangkap pelajaran dengan mudah itu mulai berkembang saat SMP. Dhani melebihi teman-temannya karena ia suka membaca buku tebal. Buku yang seharusnya belum dibaca oleh anak seusianya. Akibatnya, Dhani menjadi lebih tahu. Keingintahuannya semakin bertambah seiring dengan berkembangnya isi buku yang dibacanya. Ia jadi paham berbagai pelajaran dengan buku, internet, dan menonton acara televisi yang semakin menambah ilmunya. Saat SMA, orang-orang berpikiran bahwa ia tidak lagi perlu menunggu tiga tahun untuk kuliah. Dhani bisa langsung kuliah. Apa gunanya ia menunggu lama, sementara ia mampu. Pelajaran yang dianggap sulit oleh teman-temannya sudah tersimpan lama di dalam otaknya. Ia sudah mempelajari semua materi di SMA. Dhani hanya perlu mengasah kemampuannya dengan banyak latihan. Tapi orang seperti Dhani itu terlalu istimewa. Biarpun Dhani suka membaca buku biologi yang berbahasa inggris ketika pelajaran matematika, ataupun mengerjakan soal fisika saat pelajaran sejarah, ia tidak pernah sombong pada teman-temannya. Bahkan ia mau berbagi isi kepalanya pada teman-temannya yang belum paham. Tapi sama saja, bahasanya terlalu tinggi untuk dipahami oleh mereka yang mendapat ranking tidak jauh dari kata ‘ranking terakhir’ di kelas. Dhani? Guru-guru memang menyayanginya, tapi apakah ia pernah menyadari bahwa tidak ada rasa sayang di dalam hatinya untuk gurugurunya? Seorang murid akan merasa sayang pada gurunya ketika ia merasa gurunya sudah membuat perubahan pada dirinya. Seperti Shinta, anak yang pada mulanya biasa-biasa saja. Meskipun tidak sehebat Dhani, namun ia se-

makin pandai memecahkan soal-soal fisika rumit yang dulunya terasa gelap baginya. Seorang guru telah membawanya ke luar dari kegelapan fisika. Ia sudah merasa fisika itu mudah, berkat cara mengajar seorang guru. Maka timbullah rasa sayang dan hormat itu dalam diri Shinta. Tidak hanya pada guru fisika itu, tapi pada semua guru yang sudah mendidik dan mengajarkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah ia ketahui. Berbeda dengan Dhani. Rasa sayang dan hormat itu mungkin tidak pernah ada, karena sejatinya apa yang diterangkan ataupun diajarkan oleh guru di sekolah sudah ia pahami sebelumnya. Jadi, apa yang dijelaskan oleh guru di sekolah tidak pernah mempengaruhi pemikirannya. Ilmunya seolah lebih luas dibanding para guru. Tidak jarang ia berdebat dengan guru jika ada kalimat guru yang dianggapnya bertentangan dengan teori apa atau hukum apalah namanya. Wajar, ia sudah mempelajari banyak hal secara mendalam. Bahkan pada beberapa guru yang mengajaknya mengikuti lomba, berbagai olimpiade dengan bidang studi yang berbeda-beda. Padahal, jika guru-guru tidak menawarkan, tidak mengajaknya untuk ikut, seorang Dhani hanya akan dikenal di sekolahnya saja. Bukankah karena guru juga, ia dikenal oleh banyak orang? Bukankah karena guru juga namanya menjadi seorang idola di berbagai universitas tempat ia meraih juara? Meskipun ia berhasil karena hasil belajarnya sendiri, tapi sosok seorang guru tetap berperan dalam kesuksesannya sejauh ini. Saat berbagai pemikiran aneh itu melintas di benak Dhani, kedua orang tuanya sudah menaiki panggung. Mereka bertiga disorot, dan tak lama kemudian kepala sekolah datang memberikan piagam penghargaan pada Dhani. Dhani menyalami kepala sekolah, tersenyum hormat. Kedua orang tuanya juga bersalaman dengan kepala sekolah, berterima kasih. *** “Selamat Dhan.” Temanteman sekelasnya merangkul, memeluk, atau sekedar menyalaminya saat Dhani kembali duduk di tempatnya, di deretan teman-teman sekelas-

nya. “Tidakkah kalian terganggu dengan suara nyanyian itu?” Dhani tidak menghiraukan teman-temannya yang mengucapkan selamat. Ia hanya menatap sudut ruangan, memperhatikan kelompok paduan suara yang tidak berhenti menyanyikan lagu itu. Padahal Dhani sudah tidak di atas panggung lagi, tapi mereka terus menyanyikan lagu itu. “Kenapa? Kau terharu karena lagu itu?” Shinta yang duduk di sebelahnya menjawab pelan. “Ya, tiba-tiba aku merasa berterima kasih. Disaat yang bersamaan, aku juga merasa menjadi murid paling jahat.” Shinta tertawa pelan di tengah gelapnya suasana. Hanya lampu di sekitar panggung yang dihidupkan. “Kau benar. Meskipun kau merasa guruguru tidak pernah memberikan ilmu mereka, tidak pernah mengajarkanmu dan menyelamatkanmu dari ketidaktahuan, tapi mereka tetap berjasa untuk kesuksesanmu sejauh ini. Merekalah yang membuatmu ikut serta dalam berbagai olimpiade dan berbagai perlombaan yang kau menangkan itu.” Seperti bisa membaca pemikiran Dhani, Shinta berpendapat dengan suara pelan. “Kau tahu? Aku sedang memikirkan itu. Dan yang lebih parah, bukankah jika aku tidak bisa membaca, aku tidak akan bisa sejauh ini? Lihatlah, apa kau sadar sewaktu kecil, orang tua ataupun kakak dan abang kita berbicara, membaca nama toko ataupun judul koran, dan kita menganggap huruf-huruf itu seperti gambar yang tidak terbaca. Meskipun sudah pandai bicara, tapi kita belum pandai membaca. Kita mengucapkan ‘ayah’ atau ‘ibu’ tanpa terpikir bagaimana tulisannya, bagaimana hurufhurufnya. Kita berpikir kumpulan huruf-huruf di papan pertokoan atau tulisan-tulisan di koran seperti sesuatu yang menakutkan, menjengkelkan, dan tidak penting. Tapi begitu masuk SD, kita diajarkan membaca. Mungkin hanya beberapa orang yang seperti ini, tapi begitu pandai melafalkan huruf-huruf, aku langsung merasakan penasaran yang hebat. Setiap duduk di mobil dan diajak pergi ke luar rumah, aku tidak berhenti menangkap tulisan di toko

atau bacaan pada spanduk yang terpasang di jalan. Padahal masih membaca dengan terbata-bata. Masih mengeja dengan ‘a-apo-apotek’. Aku tidak peduli kakak dan abangku protes kalau aku ini ribut minta ampun ketika melihat tulisan, karena aku sudah merasa ada hal yang berbeda begitu aku pandai membaca rangkaian huruf-huruf yang dulunya asing bagiku.” Shinta tertawa begitu penjelasan panjang Dhani berakhir. Ia mempunyai pemikiran yang sama dengan Dhani. Sepertinya awal kesuksesan setiap orang itu adalah ketika mereka berhasil belajar membaca. Seperti sebuah penerang dalam kengerian buta huruf. “Guru memang bak pelita.” Dhani tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca ketika nyanyian dari sudut ruangan berhenti. Ia merasa bodoh karena sikap dan pemikirannya selama ini. Memang tidak salah bahwa ia lebih banyak tahu karena ia mempelajari semua hal lebih dulu dan tidak mengikuti pelajaran disekolah, tapi ia merasa salah karena tidak pernah memiliki rasa berterima kasih pada guru-gurunya. Shinta tersenyum, merasa senang ketika menyadari bahwa Dhani mulai menyesal karena telah tidak menganggap keberadaan guru di sekitarnya selama ini. “Penerang dalam gulita.” Sambung Shinta lirih. “Aku harus menemui guruguruku dari TK sebelum berangkat ke Amerika. Do’a mereka kan juga seperti tombak dalam pencapaian cita-citaku.” Shinta menoleh, menatap bingung. *** Tidak peduli apakah kau sudah di dalam perjalanan menggapai impian, atau baru akan bersiap untuk menggapai cita-cita. Apakah sudah menggapai kesuksesan atau masih akan menuju kesuksesan, selalulah bersyukur atas nikmat Tuhan, yang menjadikanmu seperti sekarang ini. Sayangilah keluarga, yang sudah mendukungmu hingga detik ini. Dan ingatlah jasa guru. Berterima kasihlah pada mereka. Mungkin saja, tanpa untaian kalimat panjang penjelasan mereka di dalam kelas, kau tidak menjadi dirimu yang sekarang ini. Shinta mengetik semua itu dengan senyuman lebar, jemari yang lincah, dan perasaan semangat yang berkobar-kobar. “Dhani harus membaca ini.” Pikir perempuan itu dalam hati. Tidak lama setelah kalimatkalimat yang menceritakan kisah Dhani itu selesai, Shinta mengirimkan cerita buatannya lewat e-mail pada Dhani yang entah sedang melakukan apa di negeri orang. Shinta tidak sabar menunggu komentar Dhani jika tahu cerita ini adalah kisah memalukannya yang seharusnya ditutupi.***

KOLOM ini disediakan untuk para guru yang memiliki tulisan bebas seputar dunia pendidikan dan sekolah. Kirim tulisannya ke info_xpresi@yahoo.com. Untuk tulisan maksimal satu setengah halaman kwarto spasi satu. Sertakan foto dan identitasnya. Kami tunggu kiriman dari seluruh guru di Riau.

Memandang Jabatan Guru Sebagai Profesi

Ranto Halasan Simbolon SSi Guru Matematika dan Fisika SMA Swasta Witama Nasional Plus Pekanbaru

PENDIDIKAN terdiri dari berbagai macam komponen yang saling mempengaruhi. Dari berbagai komponen tersebut, komponen guru yang mempunyai peranan yang sangat dominan. Karena itu, guru mempunyai tanggungjawab bagi keberhasilan peningkatan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran. Dalam melaksanakan tanggungjawab tersebut, guru harus terus-menerus meningkatkan n REDAKTUR: AGUSTIAR

kualitasnya dan menjadi guru yang profesional dalam rangka melaksanakan sistem pendidikan nasional, serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis daan bertanggungjawab. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan arti dari profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejujuran dan sebagainya) tertentu. Undang-Undang RI No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN), Undang-Undang RI No. 14/ 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), dan Peraturan Pemerintah RI No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) menyatakan guru adalah pendidik profe-

sional. Untuk itu, guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana/Diploma IV (S1/D4) yang relevan dan menguasai kompetensi guru sebagai agen pembelajaran yang meliputi, Pertama, Kompetensi Pedagogik, yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kedua, Kompetensi Kepribadian, yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Ketiga, Kompetensi Profesional, yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Keempat, Kompetensi Sosial, yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kompetensi guru merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang ditampilkan

melalui etos kerja guru. Etos kerja seorang guru adalah selalu membangun suasana ilmiah, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari berbagai sumber belajar, dan membangun makna baik melalui interaksi sosial maupun interaksi personal serta menginternalisasi cara ilmu pengetahuan diperoleh, substansi ilmu pengetahuan, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Ada lima hal yang dituntut dimiliki guru agar menjadi profesional, yaitu : Guru

mempunyai komitmen pada peserta didik dan proses belajar. Guru menguasai secara mendalam bahan mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada para peserta didik. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar peserta didik melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku peserta didik sampai tes hasil belajar. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. Guru seharusnya merupakan bagian dari masyarakat, belajar dalam lingkungan profesinya. (dikutip dari : jurnal Manajemen Pendidikan ‘Educational Leadership’ edisi Maret 1993). Profesionalisme guru dapat ditingkatkan antara lain melalui, Pendidikan, Pelatihan Pembinaan teknis secara berkelanjutan, Pembentukan wadah pembinaan profesionalisme guru (KKG dan MGMP). Tetapi dalam upaya pen-

ingkatan kualitas profesional guru, ada masalah yang berkaitan dengan kondisi guru, antara lain, Adanya keberagaman kemampuan guru dalam proses pembelajaran dan penguasaan pengetahuan. Belum adanya alat ukur yang akurat untuk mengetahui kemampuan guru. Pembinaan yang dilakukan belum mencerminkan kebutuhan. Kesejahteraan guru yang belum memadai. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan dapat berdampak pada rendahnya kualitas (mutu) pendidikan. Maka, pemerintah mengadakan pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Guru sebagai upaya peningkatan kualitas (mutu) pendidik dan tenaga kependidikan secara nasional dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sertifikasi guru bertujuan

untuk, menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, peningkatan proses dan mutu hasil pendidikan, dan peningkatan profesionalisme guru. Manfaat sertifikasi guru adalah, Melindungi profesi guru dari praktek-praktek yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru. Melindungi masyarakat dari praktek-praktek pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional. Menjaga Lembaga Penyelenggara Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. Penulis berharap setiap guru khususnya di Provinsi Riau untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui usaha peningkatan profesionalisme guru dengan memandang jabatan guru sebagai suatu profesi. *** n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


40

Riau Pos

AHAD 2 JUNI 2013

plis ok

CORNER SobeX apa kabarnya ne? Yang baru lulus-lulusan Xpresi ucapin selamat ya. Buat yang belum lulus, keep studying. Nah sobeX, kita kali ini mau tanya komentarnya gimana dengan komunitas yang ada di Riau? Soalnya beberapa waktu lalu katanya ‘gang motor’ lagi musuh nomor satu masyarakat dengan ulah mereka. menurut sobeX, komunitas itu penting gak ya ? memang apa-apa saja kegiatan komunitas supaya tetap berjalan positif kegiatannya?

Penting gak penting kalo komunitasnya positiv kita dukung, kalo enggak? Mending bubar aja. Meresahkan masyarakat aja

Biar kgiatan komunitas berjln positif,,ada baiknya dgn mlakukan olahraga bareng sprti ftsalan jadi acara ngumpul" nya gak skedar ngumpul" doang..

Adinda Hanny

Ham Lee Hoo Lopez

Gk penting bgt. . . . Harusnya mereka memberi contoh yg baik, misalnya menaati praturan lalulintas. . Maman Mentallhy pnolutionits

Komunitas itu mah kalau menurut aku penting banget. Selain sebagai ajang untuk silaturahmi dan memperluas pergaulan, juga menambah kegiatan positif. Nah, komunitas yang kegiatan positif dapat dilihat tuh dari visi misinya (bukan komunitas abal-abal). Kalo visi misinya untuk sosial, bisa melakukan kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk bencana. Di Pekanbaru banyak banget kok komunitas yang bagus. Seperti komunitas heritage alias penyelamatan sejarah atau budaya Riau. Komunitas B-Boy atau dance untuk sekedar menyalurkan hobi dan giat mengikuti kompetisi. Nah, sekarang mah tergantung individunya aja. Harus hati - hati memilih komunitas, biar nggak salah masuk kayak kasus geng motor kemarin. Celly Casuarina Yasin

menurut aqu penting,k giatan nya itu kumpul kita shering dengan pengalaman yg berbeda dari setiap anggota, contoh bagaimana metrawat motor dengan benar dan tips2 modifikasi yg bagus masih bnyk deh yg positif2, klou emang niat kta untuk posotif pasti positif jg hyasilnya Chandra Khiinicii

Komunitas

mwa koment" yg d atas bner smwa.. q stju dgn komen"na.. tp jgn cuma brkomentar

donk guy's.. buktikan klw kita bsa mlkukan pa yg kita inginkn n yg trbaik buat smwa org.. jgn cuma ingin ksnangan sndri trus bkin rugi bnyak org donk.. itu gk boleh.. buktikan klw kita mampu..

Anarkis?

Gak Layau...

nggak penting banget dhe kgiatan kyakk gitu.. lebih baikk bkin kgiatan sosial aja,bukn mlah menganggu ktenangan masyarakat. Chomel Putri Manjha

Uya Hery Komunitas gk perlu kli, karna tanpa komunitas kita bisa menyalurkan bakat atau hobi didlm perlombaan klau komunitas semacam geng motor tuh banyak negatif dr pada posistif bisa jd yg positif gk da

INTERNET

Catur Setio Utomo yupz mkasih.. hmmm.. xg bgus klub mtor bkan genk mtor y.... shrus a ad kgiatan sosalisasi k msyarakat, and klub mtor musti bsa nylurin bkat anggta a d tmpat xg bnar..

Penting banget dong, krna dg ada nya komunitas yg baik maka kita akan mudah beradaptasi dg orng yg baik" dan sebaliknya, smantita is the best.

Hamzah Ciie'Boedacx Poelau

Rizki D'Boys

sebenarnya sih gak terlalu pnting juga. krna, komunitas itu kan sekmplan org-org dgn hoby yg sama. kalo hobby dilakukan sndiri kan juga bisa. jdi gak prlu pke komunitas jga gak mslah. kegiatan komunitas supaya berjalan positif dilakukan dengan hal-hal yg mmbrikan manfaat dan tidak membuat pihak lain trgnggu dgn kegiatan trsbut.

Januhardy Dy Dy simple ajha.. yah... menurut aja oke juga tuh... so.alnya bisa kita ambil kebaikannya... lumayanlah penglaman..

Pia

Intan Ernita

SMP Dharma Loka Rayakan HUT Sewindu

MELDA XPRESI RIAU POS

SMP Dharma Loka Pekanbaru rayakan sewindu berdirinya sekolah, sempena pelaksanakan kegiatan perpisahan siswasiswi kelas IX SMP Dharma Loka, Senin (27/5) di Hotel Furaya Pekanbaru. Dalam merayakan sewindu SMP Dharma Loka tersebut, kegiatan diisi dengan penampilan foto-foto/dokumen lama tentang sejak berdiri SMP Dharma Loka Pekanbaru sampai dengan sekarang. kepala SMP Dharma Loka Pekanbaru, Johan Wyanaputra SAg MPd, mengatakan dalam sewindu SMP Dharma Loka ini,

sudah banyak karya dan prestasi yang sudah didapatkan oleh para siswa-siswi SMP Dharma Loka Pekanbaru, baik ditingkat kota, tingkat provinsi, sampai dengan ditingkat nasional. “Sewindu SMP Dharma Loka, sudah banyak karya dan prestasi yang telah diraih. Semoga kedepannya, akan ada generasi-generasi penerus, yang akan meraih prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Johan. Kegiatan Perpisahan semakin berkesan dengan penampilan siswa-siswi SMP Dharma Loka dengan berbagai macam kreativittas yang dita-

Cegah Penularan HIV/AIDS

SRI DEVI AYU INDAH LESTARI Mahasiswi DIII Kebidanan Stikes Hangtuah Pekanbaru

DARI tahun ke tahun orang yang terserang HIV/ AIDS di Riau meningkat. Sejak ditemukannya orang yang terserang penyakit HIV/ AIDS pertama di Dumai, dari tahun 1997 hingga tahun ke 2012 berjumlah sekitar 936 kasus. Data-data yang mencakup di daerah yang terkena HIV meliputi Pekanbaru mencapai 377 kasus, Bengkalis 148 kasus, Dumai 134 kasus, Rohil 73 kasus, Pelalawan 61 kasus, Kampar 49 kasus, Inhil 32 kasus, Siak 30 kasus, Kepulauan Meranti 12 kasus, Inhu 11 kasus , Rohil 8 kasus, Kuansing satu kasus. Dimana

HIV itu adalah suatu virus yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia terhadap infeksi. Sedangkan AIDS yaitu suatu sindroma (kumpulan penyakit) yang akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Kita tidak dapat membedakan mana saja orang yang terkena HIV/AIDS, karena mereka yang terkena virus tersebut kelihatan sehat dan berpenampilan sehat seperti layaknya orang yang tidak terkena penyakit apapun dan virus AIDS dapat diketahui 20 tahun kedepannya, sedangkan HIV akan diketahui 5-10 tahun.

Faktor umum yang dapat menyebabkan seseorang terserang HIV/AIDS diantaraya pergaulan bebas, donor darah dari pendonor yang terkena HIV/AIDS, air susu ibu yang positif HIV/AIDS. Sedangkan tanda-tanda seseorang yang terkena HIV/ AIDS meliputi berat badan menurun lebih dari 10 persen dalam waktu singkat (lebih kurang 6 bulan), demam, tinggi berkepanjangan (lebih dari 1 bulan), diare, berkepanjangan (lebih 1 bulan), batuk berkepanjangan (lebih dari 1 bulan), kelainan kulit dan iritasi (gatal). Selain itu infeksi jamur pada mulut dan

mpilkan. Mulai dari penampilan paduan suara dari masing-masing kelas IX, performance guru, solo song, sampai dengan harlem shake performance. Khusus untuk siswa berprestasi, SMP Dharma Loka Pekanbaru memberikan piagam penghargaan dan juga Dharma Loka Junior High School Award, kepada siswa yang meraih prestasi ditingkat nasional. “Kami memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi. Supaya siswa yang lain, jadi ikut termotivasi untuk meraih piagam penghargaan tersebut,” ujarnya. (ma)

kerongkongan. Cara pencegahan HIV/ AIDS yakni dengan menghindari kontak dengan darah yang terinfeksi HIV. Hati-hati dengan jarum pealaan bedah dan obat bius. Gunakan alat kontrasepsi. Hindari seks bebas HIV/AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Tetapi walaupun ada pencegahannya hingga saat ini obat untuk mengobati penyakit HIV/AIDS belum ada ditemukan, hanya sebatas berupa Vit untuk meringankan, dan tidak bisa untuk menyembuhkan secara menyeluruh virus HIV/ AIDS tersebut.***

Basecamp xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno Hatta Pekanbaru n REDAKTUR: AGUSTIAR

what. .geng mot0R. . gk penting layaa. .cuma nmbah''in susah aja. .klaupun mau buat komunitas ya yg beneR & bRmanfaat ajha napaa. . ne ngk. .genk motoR. .begh. . Rio S Rio Unyuw

sobeX ayo komentar

Perpisahan Siswa Kelas IX

BERGOYANG: Guru dan siswa SMP Darma Loka bergoyang ala Harlem Shake sempena perpisahan siswa Kelas IX dan sewindu Darma Loka.

ya namanya kumpul tu pasti ada baiknya ada gak nya tergantung ketua komunitas itu yg mengatur anggotanya ke jalan yg baik atau yg buruk sebetulnya asik juga kok ikut club motor tu, bisakenal dengan club2 yg lain tambah banyak temen kan makin asik ya berbagi pengalaman lah

Assalamualaikum sobeX sekalian. Ada yang tahu dengan peristiwa Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW? Ya, dalam pekan ini peristiwa itu diperingati 6 Juni. Apa yang bisa sobeX maknai dari perjalanan Nabi Muhammad SAW tersebut?

Telah Terbit

UNTUK WILAYAH PEKANBARU BISA DAPATKAN DI COUNTER-COUNTER YANG BEKERJA SAMA DENGAN RIAU POS. ATAU HUBUNGI: 0811767347 info_xpresi@yahoo.com n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI

tam ilus me gen

tks

9 juni 2013  

Mingguan Xpresi Riau Pos

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you