Page 1

Riau Pos

37

AHAD 7 JULI 2013

YOUNG SMART ‘N CREATIVE

Adho Syamtio Pratama

SMP Islam As-Shofa

Siap Sambut Safari Ramadan Xpresi TAHUN ajaran 2013/2014 nanti, SMP Islam AsShofa Pekanbaru yang sebelumnya dinakhodai Drs Adrison MPd digantikan Aprinandes SPd. Apri begitu sosok ini disapa, bukan guru baru bagi sekolah yang berada di bawah Yayasan As-Shofa ini. Pasalnya, tahun 1994 Apri menjadi tenaga pendidik di sekolah yang berada di Jalan Tuanku Tambusai itu. Dengan diberikan amanat tersebut, pria kelahiran Teluk Kuantan, 42 tahun silam ini telah merancang berbagai program baru. “Banyak program yang kami rancang ke depan. Fokus kami masih di segi pembinaan akhlak dan prestasi siswa, guna melanjutkan program sebelumnya yang dijalankan oleh Pak Adrison. APRINANDES Prestasi siswa akan selalu kami tingkatkan dan diimbangi dengan pembinaan akhlak sesuai dengan visi sekolah. Baik itu dari segi akademis maupun non akademis. Untuk menjalankan itu semua, tentunya dengan usaha keras semua pihak,” katanya. Safari Ramadan Goes to School 2013 yang digelar Xpresi adalah tantangan awal untuk Apri. Karena ia harus mempertahankan prestasi SMP Islam AsShofa di iven akbar Xpresi Riau Pos ini. Acara tersebut disambut antusias oleh SMP Islam As-Shofa karena iven yang digelar sekali dalam setahun ini juga memperlombakan nasyid dan pidato. ‘’Kita sudah siapkan semuanya. Untuk nasyid akan diwakili oleh tim nasyid kami yang beranggotakan M Ihsan At-thariq, Farhan Najmi Rambe, Habibi, Al Faruqi Khair, dan Farhan Hasfrialdi. Dan, untuk pidato kami akan menurunkan Adinda Soleha dan Gilang Wirawan. mudah-mudahan siswa kami ini bisa membanggakan sekolah karena mereka adalah siswa pilihan sekolah,” harapnya. (cs2)

IQEL XPRESI RIAU POS

MOS: 345 Siswa baru SMK Farmasi sedang mengikuti MOS. Kegiatan ini digelar dilengkapi atribut unik dan program yang seru.

SMK Farmasi

345 Siswa Jalani MOS Unik dan Seru MENGAWALI tahun ajaran baru, SMK Farmasi mengadakan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Kegiatan ini di laksanakan mulai tanggal 1-3 Juli yang lalu. Bertempat di lapangan dan aula sekolah siswa baru yang berjumlah 345 orang mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka terdiri dari 280 orang siswa jurusan Farmasi dan 65 orang siswa jurusan Kimia Industri. MOS yang digelar setiap tahunnya ini bertujuan untuk memperkenalkan sekolah dan segala kegiatan yang akan di jalani oleh siswa-siswi baru mendatang. “Alhamdulillah tahun ini peserta MOS sudah ada peningkatan. Tidak ada lagi siswa baru yang tidak mengikuti kegiatan kita ini. Ini karena tahun ini atribut tidak begitu kita beratkan kepada adik-adik peserta didik baru,” tutur ketua Panitia MOS, Rezki Fabilla. Pada pembukaan, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang kemudian di lanjutkan dengan pengumuman atribut. Keesokan harinya acara di isi oleh pihak Kepolisian dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Setelah itu kegiatan MOS dilaksanakan sesuai tradisi sekolah. Rezki mengakui terkadang dirinya kesulitan mengatur adik-adiknya yang tidak mengikuti aturan, namun itu semua merupakan tantangan panitia untuk memberikan yang terbaik. “Seru! Asyiklah pokoknya. banyak kegiatan yang unik dan menarik disini. Kita dapat banyak teman baru, terus juga nambah ilmu dari penyuluhan,” tutur Rahmah Agnissah, salah seorang siswi baru. (mg7cs)

www.xpresiripos.com n REDAKTUR: AGUSTIAR

Tauladani Rasulullah SAW BERHUBUNG bentar lagi bulan Ramadan , pasti sobeX jadi makin sering baca Alquran kan? Ya, itungitung buat nambah amalan di bulan Ramadan. Nah, kali ini ada teman kita yang udah hafal tiga juz Alquran nih sobeX. Namanya Adho Syamtio Pratama yang akbrab disapa Adho. Hebatnya, Adho sudah mulai hafal Alquran sejak kelas VIII SMP. Bahkan baru-baru ini, dia juga menjadi juara pertama hafalan Alquran (tahfiz) Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SMP sePekanbaru. Selain gemar membaca kitab suci umat Alquran, siswa yang sekarang duduk di kelas IX SMP IT Madani ini juga sering menjadi juara di bidang tulis-menulis dan kreativitas. Ini di buktikan dengan piala dan penghargaan yang berhasil ia raih seperti juara dua pada lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan Nasional, serta juara pertama lomba daur ulang Salimah Fair yang digelar di Masjid Agung An-nur Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Dengan motto hidup “Menjadi yang terbaik dari yang terbaik”, sobeX satu ini terus belajar dan ingin terus menjadi yang terbaik. ‘’Saya ingin mengikuti jejak Rasulullah SAW menjadi saudagar sukses,” tutur cowok yang juga mengidolakan Jackie Chan ini. Selain menjadi businessman, Adho juga berkeinginan menjadi penulis, dosen,

dan hafiz Alquran suatu hari kelak. Ternyata, hobi Adho juga banyak sobeX, di antaranya bermain sepak bola, badminton dan membaca. Harapan terbesar nya saat ini adalah ingin melihat orang tuanya naik haji dan masuk ke SMK favorit di Pekanbaru. Keseharian, Adho sangat sederhana. Mulai dari bangun pagi, Salat Subuh, lalu dilanjutkan dengan belajar hukum-hukum bacaan Alquran (tahsin). Adho hanya istirahat usai Salat Zuhur dengan menonton televisi bersama temantemannya, kemudian membaca buku setelah Ashar. Malam hari, ia menghabiskan waktu untuk menngaji bersama teman-temannya dan mengulang hafalan juz 28, 29 dan 30 yang sudah ia kuasai. Saat ini Adho tinggal bersama enam teman di Rumah Yatim Madani milik sekolah di jalan Swakarya Tampan. Sulung dari tiga bersaudara ini tidak ingin membebani Ibu nya untuk biaya hidupnya. Untuk biaya bersekolah, memang sudah dari program sekolah untuk menggratiskan biaya pendidikan murid-muridnya. Di kalangan guru, Adho dikenal sebagai anak yang santun dan pandai bergaul. Ia juga sering mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan. “Adho adalah anak yang pandai dan salah satu hafizh terbaik yang kita miliki,” ujar Asmar, guru di SMP Madani. (mg7cs/eko)

Profil Singkat n Nama n TTL n Hobi

: Adho Syamtio Pratama : Pekanbaru, 8 Juli 1999 : sepak bola, badminton, dan membaca n Cita-cita : Businessman, penulis, dosen, dan hafiz Alquran. n Prestasi Juara I Tahfiz Porseni tingkat SMP se-Pekanbaru Juara II Lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan Nasional Juara I Daur Ulang Salimah Fair Masjid Agung An-nur

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

info_xpresi@yahoo.com n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


38

Riau Pos

AHAD 7 JULI 2013

SMPN 13 Pekanbaru

X - Skul

Rancang Penerapan Fun Bicycle

WIWIN XPRESI RIAU POS

SILATURAHIM: Mahasiswa STIKES Al Insyirah mengikuti kegiatan silaturahim penyambutan bulan suci Ramadan yang dihadiri oleh rektor dan civitas akademis kampus.

UNTUK mengurangi pemborosan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan keamanan siswa, SMPN 13 Pekanbaru akan menerapkan sistem fun bicycle atau pemakaian sepeda kepada seluruh siswa. Selain itu, kebijakan tersebut dilakukan sekolah sesuai imbauan Wali Kota Pekanbaru agar siswa yang belum

memiliki identitas dan izin mengemudi untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah. ‘’Penerapan sistem fun bicycle ini untuk membiasakan siswa menggunakan sepeda ke sekolah. Ini dilakukan karena siswa SMP itu belum siap untuk memakai sepeda motor, apalagi belum

memiliki Surat izin mengemudi (SIM C). Dengan kegiatan ini juga kita ingin berperan dalam mengurangi tingkat polusi yang ada di Kota Pekanbaru,’’ terang Kepala SMPN 13 Pekanbaru, Desmi Erwinda MPd kepada Xpresi, pekan lalu. Meski hal tersebut wajib, tidak semua siswa diwajibkan

untuk menggunakan sepeda ke sekolah. Pasalnya, sekolah tidak menutup mata masih ada siswa yang diantar langsung oleh orang tuanya dan tidak semua murid yang memiliki sepeda. Untuk mensukseskan program tersebut juga, sekolah berencana memberikan bantuan sepeda kepada

beberapa siswa yang kurang mampu menggunakan dana yang diperoleh dari sumbangan siswa, donasi wali murid yang mampu serta dari pihak sekolah sendiri. ‘’Bagi siswa yang melanggar atau masih tetap memakai sepeda motor kedepannya akan kami beri sangsi yang tegas,” ungkapnya.(f)

STIKES Al Insyirah

Jalin Silatuhrahim Menyambut Bulan Ramadan DALAM rangka menyambut bulan suci Ramadan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES ) Al Insyirah menggelar kegiatan silaturahim, Kamis (4/7) lalu. Kegiatan yang digelar di aula tersebut dihadiri seluruh mahasiswa dan mahasiswi serta seluruh staf pengajar STIKES Al-Insyirah. Diharapkan dengan kegiatan ini mahasiswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan dimulai dengan saling memaafkan. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Rektor STIKES Al Insyirah, Prof Dr Ir Irwan Effendi MSc yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Provinsi Riau. ‘’Kegiatan silaturahim ini merupakan kegiatan tahunan yang kita adakan menyambut Ramadan. Ada berbagai kegiatan yang kita gelar mulai dari halal bihalal, ceramah agama oleh Ustadz Karwaini Munif SAg, muhasabah, penampilan nasyid mahasiswa Al Insyirah dan lainnya. Semoga kegiatan ini menguatkan silaturahmi sesama kita dalam menyambut bulan suci ramadan,’’ terang Ketua Panita Nahwan Adi Syahputra kepada Xpresi. Karena ini merupakan kegiatan tahunan, pihak kampus telah mempersiapkan kegiatan selama dua pekan. Mulai dari proposal serta kesiapan panitia yang dipilih dari berbagai organisasi di kampus seperti BEM, HIMA, BLM dan lain-lain. Sebagai panitia, Nahwan megaku senang dan bangga bisa menjalankan kegiatan ini. (mg4cs)

SMAN 5 Pekanbaru

Guru Ikut Pantau Pelaksanaan MOS GUNA pengenalan peserta didik baru dalam lingkungan belajar yang baru, SMAN 5 Pekanbaru mengelar Masa Orientasi Siswa (MOS), Kamis -Jumat (4-5/7) kemarin. Kegiatan tersebut dilaksanakan agar siswa baru siap belajar dengan baik, sekaligus menciptakan keakraban sesama siswa dan sekolah. MOS tahun ini diikuti oleh 320 siswa baru yang diterima melalui sistem yang diatur oleh Pemko Pekanbaru melalui Disdik Pekanbaru. Untuk kelancaran kegiatan tersebut, 20 anggota Organisasi siswa Intra sekolah(OSIS) ikut didalamnya dan pantau juga oleh guru. ‘’Alhamdulillah, rangkaian acara MOS tahun ini berjalan lancar.Banyak hal yang kita ajarkan kepada siswa baru ini, selain mengenai pengajaran materi tapi juga kita kenalkan juga budaya sekolah.Anggota Korem juga kita libatkan untuk melatih siswa baru dalam PBB (peraturan baris berbaris), yang dibantu juga oleh Paskibra sekolah. Selain itu penanamanan budi pekerti, dan pengenalan ekskul sekolah juga mewarnai acara MOS ini,” terang Waka Kesiswaan SMAN 5 Pekanbaru, M Nazif Zahari kepada Xpresi, beberapa waktu yang lalu. Nazif juga menegaskan, MOS tahun ini tidak ada intimidasi yang dilakukan oleh senior ke juniornya. Karena setiap kegiatannya didampingi oleh guru. ‘’Diakhir acara pun ditutup dengan hiburan yang dipandu oleh OSIS. Mudah-mudahan melalui ini siswa yang baru masuk lebih siap secara mental untuk bisa beradaptasi di sekolah dan tentunya bisa menjadi siswa kebanggaan sekolah nantinya,” harapnya.(cs2)

SALING BERMAAFAN: Menyambut bulan suci Ramadan, awak kru Xpresi Riau Pos saling bermaafan. Rangkaian acara ini juga diisi dengan ceramah agama (tausyiah) oleh Ustadz Nursal, yang dilaksanakan di Basecamp Xpresi, Jumat (5/7/2013).

Sambut Ramadan, Kru Xpresi Riau Pos Bermaafan MENYAMBUT datangnya bulan suci Ramadan, kru Xpresi Riau Pos menggelar silaturahim yang diisi juga dengan tausyiah oleh ustad Nursal, di Basecamp Xpresi, Jumat (5/7) kemarin malam di Jalan Soekarno-Hatta No 132. Acara ini dilangsungkan usai salat Magrib bersama. Pemimpin Redaksi Riau Pos bidang Xpresi, Khairul Amri beserta kru Xpresi. Kegiatan seperti ini merupakan kali kedua dilaksan-

akan dalam menyambut ramadan. Khairul Amri, dalam sambutannya menyampaikan permintaan maaf atas segala kekhilafannya dalam memimpin Xpresi. ”Sebelum memasuki bulan Ramadan yang penuh keberkahan nanti, saya terlebih dahulu minta maaf atas kehilafan dan kesalahan yang pernah saya lakukan. Barang kali ada tegur sapa, mungkin juga kebijakan yang saya ambil yang kurang sesuai

orang gadis yang bernama Zubaedah yang diperebutkan oleh dua orang pemuda dari kerajaan yang berbeda. Penampilan para sineas muda ini mengundang tawa penonton karena memang dikemas secara komedi. “Acaranya bagus dan positif, seru sih bisa menggali potensi dan bakat yang ada di diri kita,” ujar Brilliant , salah seorang peserta kepada Xpresi. Selain penampilan teater dari Batra, pada pembukaan ini juga di isi penampilan live music oleh band mahasiswa Unri hingga malam. Menurut Khei, selaku panitia, dari 15 ca-

kru untuk saling memaafkan, sebelum memasuki bulan puasa nanti. Baik itu kepada orang tua, tetangga maupun karib kerabat. ”Malaikat Jibril pernah berdoa kepada Allah yang diamini Nabi Muhammad SAW agar Allah SWT tidak menerima ibadah puasa umat Islam, sebelum ia meminta maaf kepada kedua orang tuanya, tetangga, serta sanak saudaranya,” ungkapnya. Selain itu, Nursal juga mengimbau kepada seluruh umat

Islam, agar dalam berpuasa nanti selalu menjaga lidahnya. ”Melalui lidah, puasa kita rusak. Seperti menceritakan aib orang lain (ghibah), mencela, dan banyak lagi hal yang bisa merusak puasa. Sehingga banyak kaum muslimin yang didapatkannya dalam berpuasa hanya haus dan lapar sesuai sabda nabi,” tegasnya. Di acara ini ditutup dengan saling bersalam-salaman untuk saling memaafkan.(cs2)

bang seni yang dilombakan, yang paling banyak mendapat perhatian adalah cabang seni lagu pop dan lagu dangdut. Pemenang dari Unri Mencari Bakat ini akan dikirim pada acara lomba seni di Kalimantan. “Harapan saya semoga acara bisa memancing peminat. Sehingga tahun akan datang pesertanya lebih banyak lagi yang ingin menggali bakat-bakat yang terpendam. Kita hidup di dunia sekali dan kita punya bakat-bakat yang terpendam, jangan gengsi untuk menampilkannya,” ungkap Khairiyah .(cs4)

ARBY XPRESI RIAU POS

TEATERIKAL: Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Batra Unri menampilkan aksi teaterikal dalam pembukaan kegiatan Unri Mencari Bakat, di kampus, beberapa waktu lalu.

SMK Taruna Satria

Gelar MOS Ala Militer

Siap Sukseskan Event Xpresi

n REDAKTUR: AGUSTIAR

dengan harapan (kru Xpresi), itu semata-mata demi kemajuan Xpresi,” katanya. Dalam kesempatan itu, Khairul juga mengimbau kepada para kru Xpresi agar selalu muhasabah dan membersihkan diri lahir dan bathin sebelum memasuki bulan puasa, agar amal ibadah yang dilakukan nanti diterima Allah SWT. Sementara itu, ustad Nursal di dalam memberikan tausiyahnya, mengajak kepada semua untuk

UKM Batra Taja Unri Mencari Bakat

UKM Batra Universitas Riau (Unri) membuat kegiatan spektakuler tahun 2013. Kegiatan tersebut diberi nama ‘Unri Mencari Bakat’ yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Riau yang digelar 1 -4 Juli 2013. Gedung UP2B Kampus Unri menjadi tempat pelaksanan kegiatan yang terdiri dari 15 cabang seni yang dilombakan, mulai dari lagu pop, lagu dangdut, nasyid, fotografi, monolog, puisi, boyband, girlband dan lainnya. Dalam pembukaan acara, UKM Batra menampilkan sebuah teaterikal yang menceritakan se-

SMP AL-Ulum

WALAUPUN terpilih sebagai sekolah pertama yang mengikuti event akbar Xpresi Riau Pos, Safari Ramadan Goes to School 13 Juli mendatang, tapi SMP Al-Ulum tetap optimis untuk bisa memberikan kejutan pada acara Xpresi tersebut. Optimisme yang tinggi ini disampaikan oleh Waka SMP Al- Ulum, Khairul Akbar SPdI kepada Xpresi beberapa waktu lalu. ”Kami siap menyambut event akbar ini, dan safari ramadan ini perdana Al- Ulum mengikutinya. Walaupun perdana kami siap untuk bersaing dengan 9 sekolah lainnya. Acara inipun bagus untuk diikuti, karena melalui cara seperti ini bisa sebagai ajang penyaluran bakat siswa mengenai keagamaan. Apalagi waktu acara ini tepat pula waktunya dengan kita berpuasa,” kata Khairul yakin. “Walaupun hanya penampilan pidato dan nasyid yang dikompetisikan, tapi itu sudah cukup untuk dijadikan sebagai rangkaian ibadah dibulan suci nanti. Segala persiapannya pun sudah kami siapkan jauh-jauh hari. Untuk penampilan pidato nanti, kami akan menurunkan Daffah Ulhaq Mendoza yang pernah menjadi finalis audisi dai cilik ANTV di Sumbar. Dan banyak lagi aksi siswa yang akan kita tampilkan untuk menghibur para penonton nantinya,” ungkapnya lagi. Khairul juga menambahkan, Safari Ramadan ini akan diselingi juga dengan acara buka bersama keluarga besar Al-Ulum. ”Mudah-mudahan melalui acara seperti ini, semua potensi siswa tersalurkan,” harap Khairul.(cs2)

MELDA XPRESI RIAU POS

WIWIN XPRESI RIAU POS

MOS : Pamateri dari kepolisian memberikan materi dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMK Taruna Satria Pekanbaru, belum lama ini.

MASA Orientasi Siswa (MOS) di SMK Taruna Satria berbeda dengan MOS di sekolah lainnya. Dengan dengan atribut seperti tentara, seluruh siswa baru mendapatkan pengenalan sekolah ala militer. Tidak hanya pakaian saja yang loreng-loreng ala militer, khusus siswa laki-laki juga diwajibkan mencukur rambu menjadi gaya cepak. Meski begitu, peserta didik baru sangat antusias mengikuti MOS yang juga diisi oleh sumber dari kepolisan dan militer ini. Ada dua materi penting yang diberikan kepada peserta didik baru pada MOS kali ini yakni Pendidikan Militer Dasar (PERMIDAS) dan pembinaan agama, kedua materi ini dis-

ampaikan oleh beberapa orang pembina militer dari TNI,Polsek Tampan dan ustad. ‘’Kegiatan MOS ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membentuk karakter siswa. Selain itu juga untuk saling mengenal antar sesama dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga untuk melatih siswa untuk menghargai waktu dan melatih jiwa kebersamaan,’’terang Pembina OSIS SMK Taruna Satria Pekanbaru, Muhammad Nasrullah SPd kepada Xpresi. Untuk tahun ini, SMK Taruna Satria menerima 196 peserta didik baru dari 236 orang pendaftar. Proses penyeleksian peserta didik baru pada tahun ini melalui berbagai

macam tes diantaranya tes wawancara, tes fisik, tes akademik dan lainnya. Dia juga berharap, dengan diadakannya kegiatan para peserta didik baru bisa saling menghargai antar sesama warga taruna satria. Tidak hanya itu, jiwa disiplin yang ditegaskan dalam kegiatan ini diharapkan juga berguna dalam kehidupan sehari-hari siswa. “Kegiatan MOS la Militer ini sangat bagus untuk diberikan kepada peserta didik baru, karena sebelumnya mereka belum tau disiplin dan disinilah mereka akan kami latih bagaimana disiplin secara cepat dan lincah,’’ujar Ketua OSIS SMK Taruna Satria Pekanbaru, Said. (mg4cs)

Sigma Entertaiment Taja Futsal Competition

UNTUK mempererat tali silatuhrahim antara munsyidmunsyid, Sigma Entertainment Pekanbaru menggelar futsal competition , Ahad (23/6) lalu di Elang Futsal. Dengan tema ’’Dengan berolahraga, jalin kekeluargaan melalui sportifitas dan profesionalisme’’, seluruh tim nasyid yang ikut serta memberikan kemampuan terbaik mereka mengolah si kulit bundar. Mereka terilihat mahir selain mahir dalam bernyanyi menggunakan akapela. “Nama kegiatan ini Futsal Competition with Sigma Entertainment Family. Kegia-

tan ini merupakan sebuah program terbaru yang ditaja oleh Kementerian Kaderisasi Sigma Entertainment Pekanbaru dalam rangka mempererat tali silahturahmi dibidang olahraga. Jadi kawankawan bisa bertanding dilapangan dan tetap menjaga silatirahmi sesama munsyid,” ujar Manajer Sigma Entertaiment, Renanda kepada Xpresi. Dikatakan Renanda, ternyata selain pintar bernyanyi, para munsyid Sigma Entertaiment Pekanbaru juga mahir dalam berolahraga. Antusias mereka juga terbukti dari keikutsertaannya delapan

tim nasyid yang mengikuti pertandingan futsal competition, diantaranya VC Gema, Dim3nsi, Magna Voice, Saga, Rysfil, Bhinneka, Natural Voice, dan Al-Furqon. “Tim nasyid Dim3nsi yang memboyong piala sebagai the winner dalam pertandingan ini. Semoga melalaui kegiatan ini, dapat meningkatkan ukhuwah yang semakin hangat terjalinlah yang menjadi point penting dan ini semua tersalur melalui semangat, senyum, sorakan dan tawa indah dan ikhlas dari seluruh munsyid Sigma Entertainment pekanbaru,” ujar Renanda . (ma)

MELDA XPRESI RIAU POS

FUTSAL: Para munsyid atau grup nasyid yang tergabung dalam Sigma Entertaiment ikut serta dalam pertandingan futsal, beberapa waktu lalu.. n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


39

Riau Pos

AHAD 7 JULI 2013

Puisi Memori Ku pijakkan langkah pertamaku Bangunan tua penuh kenangan Lemari berlapis kaca Penuh akan bingkai emas Segala memori terukir di dalamnya Kulihat, Jaring laba-laba di kertas raton putih Namun semuanya tetap indah Indah karena berbingkai emas Indah karena… Terukir namamu di dalamnya Duduk di bangku terbelakang Adalah kemahiran utamaku Mendapatimu jauh… Hingga tak dapat kuraih Bulan itu begitu jauh Namun katamu… Hanya dia-lah Yang membuat kita merasa dekat Perjalanan masih panjang Namun kuputuskan untuk berhenti Karena meraih jemarimu… Sama dengan meraih bintang di langit LaguVersi Kita Di pojok ruangan itu Untuk kali pertamanya Dia menangkap kedua bola mataku Suaranya yang seperti sidik jari Khas tiada duanya Bagai kilat bercahaya putih Punggung yang dapat kuraih dengan jemariku Bagai jati di ruang tamu Kokoh dan mengisyaratkan suatu tanda Ia putarkan sebuah lagu Lagu lama yang membawa memori Suaranya menggema namun perlahan… Ia ucapkan tiga kata indah itu Lagu itu berarti seluruh dunia bagimu Karena katamu… Aku ada karena kamu Dan kamu ada karena aku Kita dan Cinta Kau adalah rumah bagiku Di tengah terik matahari Maupun di tengah badai yang hebat Kau biarkan aku membuka pintumu Malam ataupun pagi Jam dinding itu terus berjalan Namun segala waktu kau korbankan Para astronotpun tahu Mereka ingin memberhentikan waktu Namun jam di tangan kanannya Tak kunjung berhenti berdentum Kapal ruang angkasa Berusaha ‘tuk melawan gravitasi Dikala aku juga Berusaha melawan sang ego Kakimu berlari dari sabang Tanganku meraih sampai marauke Kemudian bertemu di pulauJawa Para gerilyawan berjalan menggebu-gebu Kita berbeda dalam segala hal Kecuali dalam cinta Hujan dan Sepoci Kopi Foto digital di layar datar Melukiskan tubuh hingga parasmu Diam terpaku aku menatapnya Satu dua detikku palingkan mata Selembar kertas dan sepoci kopi Perpaduan warna yang mencolok Hasrat tak dapat terhenti Pensil menjadi goresan pertama dalam benak Dinding teras seakan menjadi lembaran, Lampiaskan saja semua! Penuhi dinding dengan kata bualan Katamu hujan itu senyuman Katamu anginnya adalah belaian Namun ketika pelangi mengganti rintiknya Kau lupakan tiap tetesnya Hujan dan sepoci kopi bagai penghantar memori Melukiskan banyak warna di dinding Bagai cat tanpa minyak tanah Melupakanmu seperti tersesat dalam hutan Berikanlah aku sebuah kompas Agar dapat kumencari jalan pulang Blur Tak ada seorangpun di sampingku Hanya aku Seorang diri Duduk di tepi ruang bertembok hitam Sesak dadanya rasa ini Namun bukan... Bukan hanya debu di pojok ruangan Bukan karena asap di pinggir jalan Gitar putih berlapis kayu Terus terjaga di malam hari Seperti ingin menghapus tangis Dengan iringan alunan melodi Aku berjuang melawan penat Tatkala bulan datang menyinari bumi Aku masih tetap terjaga Ku tahan segala kantuk Buku bersampul kuning Andai ada satu kata kumengerti Oh Tuhan... Denyutan kepala ini semakin keras Tak mau lagi aku menelan lebih banyak Bahkan kerongkongan inipun tidak Pangkal lidahpun dapat merasakannya Bahwa semua ini membunuhku

Stephanie Anggun Mering SMA Cendana Pekanbaru n REDAKTUR: AGUSTIAR

Lawan Arus, Lalu Terbanglah!

“MAK, aku tak nak kuliah,” kataku sembari membolak-balik sebuah buku berjudul “Mencetak Enterpreneurship Muda” karangan anak melayu. Sejak sedari tadi, aku duduk di tangga panggung rumah menikmati dan mencermati setiap detail isi buku tersebut. “Akan jadi apa kau ini kalau tak nak kuliah? Emak dan Abah kau cuma buruh kayu. Buat makan sehari-hari pun hanya bisa menyisakan sedikit selama bertahuntahun untuk biaya sekolahmu. Apa kau akan kecewakan emak dan abah yang telah lama bersusah payah demi menyisakan sedikit uang untuk kuliahmu? Demi melihat kau berhasil dan jadi orang.” Emak berkata sambil tetap menumis pucuk ubi untuk makan siang kami. Aku, emak dan abah. Aku dapat melihat wajahnya yang penuh harap akan keberhasilanku, karena memang rumah orang tuaku hanya gubuk kecil terbuat dari multiplek berukuran 3 inci di daerah terpencil. Batusasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Dapurnya juga terlihat dari pintu depan rumah dimana aku berada. Mungkin bagi orang kaya di kota besar, gubuk itu tak lebih baik dari gudang mereka. “Mak, kuliah pun tak menjamin kita akan berhasil. Lebih baik bekerja mencari modal untuk membuka usaha,” kataku berkomentar. “Bagaimana mungkin kau bisa berkata begitu, sedang keluarga kita tak satu pun tahu rasa sekolah itu sampai jadi orang. Jangan bercermin di air keruh. Kita tak akan dapat melihat siapa diri kita.” Emak menyahut dengan antusias. “Sebenarnya Udin juga sangat ingin lanjut kuliah mak. Jadi sarjana. Tapi, aku tak nak kalau harus merepotkan abah untuk mencari kayu lebih banyak. Negeri sudah semakin tua dan gundul. Udin juga Malu kalau harus membiarkan emak bangun lebih awal lagi untuk menambah jumlah dagangan kue emak. Aku ini anak lakilaki emak dan abah. Anak tunggal pula. Biarlah aku bekerja menggantikan abah mak,” aku menepis keinginanku, tak sanggup jika harus menyusahkan emak dan abah lebih lama lagi. “Justru kau anak laki-laki, maka kau harus jadi orang. Bukan kerja jadi buruh dan serabutan seperti abah. Kau kelak akan punya keluarga, bukan hanya emak dan abah yang perlu kau pikirkan. Zaman semakin hari kian keras, mungkin esok orang kaya tak butuh buruh lagi. Abah tidak menebang pohon. Abah hanya mencari dan mengumpulkan kayu yang telah ditebang orang untuk membuka lahan.” Abah langsung menyahut begitu sampai rumah.

“Abah, emak, bismillah, insyaAllah Udin akan kuliah,” jawabku memecah keheningan. “Alhamdulillah...,” Abah dan Emak menjawab serentak. “Tapi....,” “Tapi apa nak..?” Abah khawatir. “Udin tak nak pakai uang Abah secara cuma-cuma. Udin akan bekerja. Apa saja. Untuk biaya kuliah Udin.” “Nak Kerja apa kau di kota?” “Banyak Bah. Aku bisa mencari modal dengan menulis. Menulis apa saja. Artikel, karya ilmiah, cerpen atau bahkan puisi. Aku akan mengembangkan bakat seni tulisku, Bah. Banyak kebenaran yang perlu disuarakan. Banyak budaya kita yang perlu dieksplor lewat tulisan. Bisa juga sekali dayung dua pulau terlampaui. Kata Bang Ahmad, banyak lomba yang bergengsi. Kalau di kota sangat mudah mengakses infonya. Selain itu, aku juga bisa bekerja di Toko, atau mungkin mengajukan lamaran untuk mengajar privat, seperti kak Riza. “Itu baru anak laki-laki tunggal abah dan emak... tak pantang menyerah.” Aku, abah dan emak tersenyum. Hingga memantul dan terlukis di langit depan gubuk kami. Kelak, aku akan menyulapnya menjadi istana untuk kedua orang tuaku. Bukan dengan abrah kadabra. Tapi, mimpi dan kerja keras. ****

Cerpen

Forum Guru

Tujuh tahun kemudian.

ILUSTRASI: DESRIMAN ZAHMI

“Apakah abah rela jika biaya besar dikeluarkan hanya untuk mengenyam pendidikan yang kualitasnya kini semakin dipertanyakan? Khususnya di tanah Melayu. Mencari jarum yang hilang barangkali lebih muda daripada mencari orang jujur,” kataku membela diri. “Enterpreneurship... Buku apa itu yang kau baca?” Abah menghampiriku sembari mengeja buku yang ku pegang tanpa menghiraukan pertanyaanku. “Tentang pengusaha bah”. “Kalau kau nak jadi pengusaha, kau harus kuliah. Mana cukup ilmu dari buku yang kau baca saja,” Abah mencibir. “Ada bah, pengalaman.” “Kau ini. Jangan membantah terus. Abah mu ini tak pernah ke-

nal sekolah. Tak pandai memberi alasan. Kalau kau memandang pendidikan di tanah kita, tanah Melayu ini tak lagi berkualitas, maka kau yang harus merubahnya. Kalau orang-orang tak lagi bisa jujur, maka kau lah yang harus memperjuangkan kejujuran. Bukankah dulu kau pernah menceritakan pada abah tentang novel... novel apa itu? Yang intinya, untuk jadi orang sukses harus berani melawan arus. Seperti layang-layang yang untuk bisa terbang justru harus melawan arus,” Abah memberi nasihat dari mengenang. “Iya Bah, ‘The kite Runner’. Novel terjemahan karya orang Amerika.” “Jadi bagaimana? Masih tak nak kuliah..?” tanya Abah sambil

menatapku tajam. “Kalau kebanyakan orang-orang tak punya... seperti kita ini, hanya pasrah pada keadaan saja, Hingga turun temurun derajat keluarganya tak pernah berubah. Dari buruh ke buruh, dari petani ke petani lagi. Maka kau harus melawan arus.” Abah menambahkan lagi karena melihat keraguan di benakku. Emak pun mendekat, menunjukkan bahwa beliau sangat mendukung abah. Sebagai isyarat, emak jelas menginginkan jawaban terbaik. Aku terdiam untuk beberapa saat.

Hari ini, 8 Agustus 2020. Aku kembali meninggalkan coretan mimpiku yang ke 18 di atas kertas usang, sejak tujuh tahun yang lalu. Sebab, kini jadi kenyataan. Aku berhasil mempersembahkan Perusahaan Tekstil terbesar untuk kedua orang tuaku. Di atas tanah Melayu, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu. Untuk abahku, aku mendirikan rumah motivasi terbesar dan pertama di Kampar. ‘Rumpun Nektar Motivasi’ agar lebih banyak orang-orang termotivasi dari membaca. Seperti motivasi yang abah ingatkan dari sebuah novel best seller ‘The Kite Runner’ yang pernah ku baca. Orang-orang luar biasa harus bisa memberikan motivasi yang jauh lebih luar biasa kepada orang lain. “Jangan pernah takut melawan arus, layang-layang dapat terbang justru karena melawan arus”. Lawan arus. Lalu terbanglah...! Kitty Andriany Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unri, saat ini penulis tercatat sebagai anggota FLP Pekanbaru.

Kamu yang punya cerpen dan puisi,

kirim ke: info_xpresi@yahoo.com sertai identitas lengkap dan foto

KOLOM ini disediakan untuk para guru yang memiliki tulisan bebas seputar dunia pendidikan dan sekolah. Kirim tulisannya ke info_xpresi@yahoo.com. Untuk tulisan maksimal satu setengah halaman kwarto spasi satu. Sertakan foto dan identitasnya. Kami tunggu kiriman dari seluruh guru di Riau.

Menanamkan Budaya Membaca Pada Siswa

RIKI UTOMI Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMKN 1 Merbau-Telukbelitung Kab. Kepulauan Meranti

MEMBACA merupakan hal yang tak dapat dipisahkan dari rutinitas di sekolah selain hal-hal lain yang juga merupakan aktivitas. Dikatakan rutinitas (hal yang dilakukan terus menerus) karena tidak bisa tidak dengan proses membaca buku-buku pelajaran sebagai proses pembelajaran itulah siswa akan mendapatkan pengetahuan. Dari proses itu pula diharapkan siswa untuk dapat memahami ilmu yang sedang dipelajari. Tapi yang menjadi pertanyaan di sini sudahkah perihal membaca telah ditanamkan di hati? Dan menjadi sebuah bentuk kebiasaan dalam kehidupan siswa? Dan menjadi sebuah bentuk kebiasaan dalam kehidupan siswa? (lebih pada umumnya kita sehari-hari?) petanyaan tersebut dapat kita jawab sendiri.

Membaca sebenarnya merupakan bentuk kegiatan yang menyenangkan, artinya hal itu terjadi kalau seorang individu tersebut telah memiliki sikap sadar arti penting dari membaca. Betapa dengan membaca seseorang akan kaya dengan pengetahuan (selain dengan mendengar cerita atau melihat) yang akan menambahkan ilmunya. Selain itu, membaca akan merangsang kita untuk menulis, karena hal tersebut memiliki keterkaitan. Inilah perlunya menanamkan kesadaran kepada siswa untuk dapat menggali minat dan kemampuan membaca. Menanamkan kebiasaan membaca pada siswa memang agak sulit. Apalagi saat ini yang mana kita telah jauh dikepung oleh halhal praktis yang bersifat instan yang hanya—pada umunya—cukup mendengar dan labih jauh malas untuk mencermatinya kembali degan pikiran kritis, akhirnya hanya dapat bertahan sejenak di kepala sebagai bentuk pengetahuan. Hal ini secara tak langsung memiliki dampak buruk bagi siswa (juga kita pada umumnya) karena siswa lebih jauh akan malas berfikir (memahami, mencerna, atau menganalisis lebih jauh), yang mana pada akhirnya akan hilang begitu saja. Menelisik ke belakang, jauhjauh hari kerisauan Taufiq Ismail, seorang sastrawan-budayawan kondang Indonesia yang gencar mengkampanyekan membaca

dan menulis, cukup beralasan. Dia melihat hal ini sebagai akibat buruk dari dimatikannya kewajiban membaca 25 buku dan mengarang 40 jam setahun bagi siswasiswa SMA, yang terjadi sejak berakhirnya sistem pendidikan AMS (setingkat SMA di zaman kolonial Belanda). (dalam Joni Lis Efendi, hal: 99). Kurikulum pendidikan yang tidak menganggap membaca juga menulis sebagai pelajaran penting adalah akar penyebab rendahnya kemampuan menulis pemuda kita hari ini. Akibat besar dari hal di atas membuat siswa kita, meminjam istilah Taufiq Ismail “lumpuh membaca dan pincang mengarang”. Ketidakmampuan itu membuat siswa kita—pada umumnya—gamang ketika dihadapkan pada penugasan dengan bentuk karya tulis. Bahkan banyak dari mereka seperti “ketakutan” dan menganggap momok menakutkan yang harus dihindari. Ini tentu masalah besar, mengingat hal membaca adalah landasan yang menjadi pondasi dalam menggali semua ilmu pengetahuan. Untuk itu, perlu—menurut hemat penulis—adanya wacana serius dari pemerhati pendidikan apakah guru, kepala sekolah, dosen, pengawas, pengamat pendidikan, dan tokoh-tokoh pendidikan juga lain-lain yang masih peduli dengan nasib generasi penerus ini. Maka menanamkan budaya

membaca, dinilai cukup berat, karena kalau kita sebut “budaya” artinya sesuatu yang telah berbentuk konkrit; ada tindakan nyata yang telah menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Sedang usaha untuk menuju ke arah itu mungkin masih belum tampak atau setengah-setengah berjalan. Seperti program SBSB (Siswa Bertanya Sastrawan Bicara) atau MMAS (Menulis, Membaca, Apresiasi Sastra) yang menekankan objek untuk guru-guru Bahasa Indonesia setingkat SMA. Program tersebut kerja sama antara Departeman Pendidikan Nasional dengan pihak pengurus Majalah Sastra Horison yang didanai oleh Ford Fondation. Tapi tidak sampai merata ke pelosok, hanya di sekitar daerah kabupaten/kota provinsi. Kegiatan besar tersebut adalah langkah bijak dari orang-orang yang “risau” akan kelemahan akan kemampuan dasar pelajar/siswa generasi penerus kita hari ini dengan berusaha menggaungkan cinta membaca. Sedangkan di daerah terpencil, hal itu masih dirasakan jauh tertinggal. Masih banyak masalah yang dialami guru dari masalah dasar membaca itu. Ini tentu sangat mengkhawatirkan. Untuk itu guru sebagai penggerak pendidikan dan motivator dalam belajar perlu berbuat sesuatu. Memberi pandangan untuk menanamkan budaya membaca pada siswa.

Adapun—menurut hemat penulis—hal itu dapat dilakukan antara lain dengan, Pertama, memberi motivasi kepada siswa untuk membaca karya-karya sastra, seperti novel-novel pop terlebih dahulu kemudian beranjak ke karya-karya bergenre “serius” sepeti novel sastra. Kedua, memberi tunjuk ajar kepada siswa tentang cara membaca yang baik (apakah mengeja, mengenalkan tentang tanda-tanda baca, dll yang berkaitan dengan hal itu) ini bukan masalah sepele karena dari pengalaman penulis, masih banyak siswa yang “buta” pada masalah ini. Ketiga, memberi pandangan bahwa membaca adalah modal dasar yang paling urgen dalam mengamalkan ilmu. Dengan mambaca akan mudah untuk memahami ilmu. Keempat, memberikan “tekanan” untuk “memaksa” sikap siswa agar terbentuk motivasi dalam diri untuk mau membaca dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan. Kelima, perlu adanya pemikiran bagi jajaran praktisi pendidikan untuk mau melihat masalah ini dengan serius agar ada tindakan objektif yang berjelanjutan, mengingat masalah membaca adalah pilar dasar dalam dunia pendidikan. Terakhir, ada sebuah slogan besar yang terpampang belakang kelas di sebuah sekolah dasar di Amerika Serikat yang berbunyi, “Dengan Membaca, Kita Mengubah Dunia…” Semoga. *** n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


40

Riau Pos

AHAD 7 JULI 2013

CORNER

SobeX, bulan suci Ramadan udah dekat ne. Semuanya tentu ingin lebih baik menjalankan ibadahnya untuk umat muslim. Tapi, kira-kira apa sih yang paling dirindukan saat bulan Ramadan tiba? Makanannya atau silaturahim-nya?

Menu Berbuka Paling Dirindukan

Yg di nntikan t,klw mlm na maen ptasan dan mempererat tali slahturami.

wah kedua2bya itu paling dirindukan... Makannya dan silahturahminya... Makanan yang hanya di hidangkan di bulan puasa yaitu kurma, terus jajanan di pasar ramadhan kepengen semua stand mau di beli .. Lalu silahturahmi, dimana momen2 indah bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja lebih terjalin saat melalukan buka puasa maupun sahurnya. Tapi yang lebih berkesan bersilahturahmi bareng keluarga dan anak2 panti asuhan adalah momen paling indah di bulan ramadhan ini Muhammad Dandy Alexander Jofendra-axza rindu ama tadarussan selesai tarawihnya Nurin Dwi

Suasananya banyak yang ke mesjid, main kembang api, makanannya. Seruu deh kalo bulan puasa Sasmita Sharmila

Pratiwi Faren

itu enak bgt klo qt waktu silaturrahminya, karna lebih bernilai bgt tuh, beda bgt rasanya dg bulan2 lainya,. Pasti enak tu bln puasa thn ni, bisa lbh berkah.. Amin,. AL Fikri Ramadhan

silaturrahmi ngumpul sama keluarga besar BUBAR sama teman teman kngen rasanya bulan ramadhan tahun lalu Mei Maizz Olalaa

Widih .. Pasti Kalo Ramadhan yg di Tungguin itu Menu Makanannya ! Hahahahah Beragam makanan ada di jual dan mudah didpatkan di hari biasa ... ! Mulai dari yg Aneh samapi yg Nyeleneh !! Taufik Hidayat Silaturahminy dund, klu makanan thu bs blakangan aja, yg paling terpenting silaturahminy... Nieta Yunita

Silaturahminya dong. . Apalagi pas bukber bareng keluarga, wah momen2nya seru banget deh pokoknya. . . ÄpriLhiää Häñdä Yhänni

Suasananya,. pas ramadhon tu suasananya berbeda dgn bulan2 lainnya. Bantuin bikin makanan buat buka. trus Tiap sore banyak yang lewat depan rumah krna pd pergi ngabuburit. Lingkungan jadi lebih rame. Uuww... Udah gak sabar pengen cepet2 Ramadhon. Rosa Lisda

sobeX ayo komentar Apa kabar ne sobeX? Kali ini mau tanya-tanya nih. Gimana ya bagusnya Provinsi Riau bisa bebas dari bencana asap? Soalnya setiap tahun Bumi Lancang Kuning ini selalu jadi penyumbang asap. Sampai ke luar negeri loh sobeX. Apa sih yang harus dilakukan?

keduanya.. makananya yang memaknainya istilah kemenangan dan silaturahmi yang bermaksud ibadah yang mensucikan diri kpda Allih swt dan jg teman krabat dan. sodara... dan sambutlah dgan smangat... Dhen Mast

INTERNET

yang paling enak,, malam kemasjid, suasana dirumah seru,tiap hari buka bareng keluarga ngumpul bareng,, serulah pokokna,, Avìs Yöùñgsèt To VIII

yang paling enak,, malam kemasjid, suasana dirumah seru,tiap hari buka bareng keluarga ngumpul bareng,, serulah pokokna,, Avìs Yöùñgsèt To VIII

Memper Erat silaturahmi,,,,,,,,dan yg ngangenin tu,,,,,,,Sholat Taraweh bareng,,,,,,,,,,sama keluarga n temen2,,,,,,,habis itu ASBUH nya,,,,<3 asmara subuh,,,,,,

Telah Terbit

Siraturrahmi pastii ny,bisa kumpul sama keluarga dekat ato pun yg di rantau mudik .. saat di tunggu tu . . Yanny Nhynhyzchee Fhytaels

Geztiey Yustika Putrie

Mahasiswa KKN UIN dan Unri Goro Bareng

DALAM rangka menyambut bulan Ramadan, Kelompok KKN di Desa Sungai Ara, Inhil, mengadakan Gotong Royong (Goro) bersama membersihkan Masjid Nurul Hasanah di Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir dan area sekitarnya, Kamis (4/7). Kegiatan Goro ini melibatkan dua kelompok Mahasiswa KKN dari dua Universitas yang berbeda, UIN Suska www.xpresiripos.com n REDAKTUR: AGUSTIAR

Riau dan Unri. Perencanaan goro untuk Mesjid Raya Sungai sudah dibicarakan dua hari sebelum kegiatan berlangsung, ketika pengurus mesjid H M Fauzi berkunjung ke posko UIN Suska Riau, Selasa (2/7) petang hari. Ustadz Fauzi menyampaikan, ini merupakan kegiatan

gotong royong kecil untuk membersihkan area mesjid. “Kami menyambut baik kedatangan Kelompok KKN yang berada di Desa Sungai Ara. Kami berharap kerja sama dalam menjalankan program desa, salah satunya goro membersihkan mesjid Raya Nurul Hasanah Desa Sungai Ara,’’ ujarnya.

Ustadz Fauzi juga menyampaikan kepada kelompok KKN UIN Suska Riau untuk mengajak kelompok KKN Unri dan UNISI yang berada di sini. Pada malam hari, Selasa (2/7) Endro Andika Putra, Kordes (Koordinator Desa) KKN UIN Suska Riau mengundang kelompok KKN Unri ke posko untuk silahturahim dan membahas sekaligus gotong royong yang

akan dilaksanakan. Pembahasan dibuka oleh juru bicara KKN UIN Suska Riau, Rino Wahyudi jurusan Ilmu Komunikasi. Kegiatan berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan, membersihkan dalam masjid, perkarangan sekitar dan MDA serta ditutup dengan foto bersama, KKN UIN Suska Riau dan Unri bersama Ustadz H M Fauzi usai gotong royong.(cs4)

Basecamp xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno Hatta Pekanbaru

UNTUK WILAYAH PEKANBARU BISA DAPATKAN DI COUNTER-COUNTER YANG BEKERJA SAMA DENGAN RIAU POS. ATAU HUBUNGI: 0811767347 info_xpresi@yahoo.com n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI

7 juli  
Advertisement