Page 1

Riau Pos

37

AHAD

4 AGUSTUS 2013

YOUNG SMART ‘N CREATIVE

IRWAN XPRESI RIAU POS

SERIUS: Siswa-siswi SMP As-Shofa serius mendengarkan tausyiah.

SMP Islam As-Shofa

Tim Nasyid SMA Negeri 12 Pekanbaru

Jawara Safari Ramadan Goes to School 2013

n Nama

: Febry Ramadhan Arif : Kampar, 9 Februari 1996 n Hoby : Baca Alquran n Cita-cita : jadi dosen n Moto : Selalu berjuang untuk agama Allah n Prestasi : - Juara kelas dari SMA - Peserta terbaik Rohis Jambore ke 4 se- Riau n TTL

ROLLY XPRESI RIAU POS

CERAMAH: Ustad menyampaikan ceramah di depan siswa dan para guru SMA Cendana.

Bubar dan Peskil SMA Cendana

MENYEMARAKKAN bulan Ramadan 1434 H, SMA Cendana Pekanbaru mengadakan buka puasa bersama (bubar) dan Pesantren Kilat (Peskil). Acara ini dilaksanakan dari 26-28 Juli 2013, dan diselenggarakan dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Semua rangkain acara berlangsung lancar. Tausyiah yang disampaikan Ustadz Nazriel Abdul Muluk cukup sesuai dengan anak-anak remaja. Dalam Peskil ini beragam agenda dibuat untuk membuka cakrawala peserta tentang agama. Dengan dipandu guru agama Jusfa Hermi SAg dan Ernawati SAg, mereka menyampaikan materi-materi pendalaman agama berupa pembetulan bacaan Alquran, tausyiah agama masalah akidah tauhid dan akhlak, muamallah, bedah film, jurit malam anggota baru, tadarus, diskusi lepas kontemporer, dan muhasabah. Peserta sekitar 30 siswa mengikutinya dengan khidmat walaupun dalam suasana puasa. Namun, hikmah yang didapat membuat peserta semakin paham memaknai arti agama yang dianutnya. Kepela SMA Cendana, Deni Satria MPd berharap, dengan adanya acara ini, semakin mempererat tali persaudaraan. “Semoga acara ini dapat makin mempererat tali persaudaraan sesama kita tiap tahunnya yang memang merupakan agenda tahunan,” harap Deni Satria.(cs3)

www.xpresiripos.com n REDAKTUR: KHAIRUL AMRI

FOTO-FOTO: TIM XPRESI RIAU POS

Bina Akhlak lewat Tazra

GUNA mengajarkan, menyucikan hati, dan mensyiarkan bulan Ramadan bagi siswa kelas VII, SMP Islam As-Shofa menggelar kegiatan Tazkiah Ramadan (Tazra) di ruang Audio sekolah. Acara yang berlangsung tiga hari ini, Jumat-Ahad (19-21/7) ini diikuti seluruh siswa kelas VII sebanyak 140 siswa, didampingi para guru. Kepala SMP Islam As-Shofa Aprinandes SPd melalui Waka Kesiswaan Basthomi SHI, kepada Xpresi mengatakan, kegiatan ini adalah rutinitas tiap tahunnya saat Ramadan. “Semua amaliyah kita ajarkan waktu Tazra ini, supaya nanti mereka bisa menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa,” katanya, yang didampingi Waka Keagamaan Budi Kurniawan Lc. Dijelaskannya, Tazra ini dibuka oleh Direktur Yayasan As-shofa Ernawaty SPd. “Selama tiga hari tersebut, yang memberikan materi dan motivasi kepada siswa ada dari guru-guru kita dan ada juga dari pihak luar sekolah, yakni motivator dari tim SOLID. Dan, siswa sangat antusias mengikutinya apalagi waktuwaktu tertentu juga diisi dengan games,” tambah Basthomi. Selain penananaman akhlak, khusus bagi siswi, juga diisi dengan kegiatan Annisa’iyah (keputrian) supaya mereka nanti selalu bisa menjaga aurat dimanapun mereka berada dan almamater As-Shofa bisa selalu dijaganya. “Mudah-mudahan melalui Tazra ini, siswa kita selalu berpribadi dengan akhlak yang luhur, lebih bersih jiwanya lahir dan bathin apalagi di bulan yang penuh berkah ini, sehingga di hari yang Fitri nanti mereka termasuk golongan orang yang bertakwa,” harap Basthomi.(cs2)

CONGRATULATIONS to SMA Negeri 12 Pekanbaru, karena berhasil merebut juara 1 nasyid di iven Safari Ramadan Goes To School Xpresi Riau Pos, yang berlangsung di sekolah itu pada 25 Juli 2013. Tim Nasyid itu adalah Furqon Voice yang berdiri pada Maret 2013 lalu. Tim nasyid yang baru pertama kali mengikuti lomba ini, berhasil pula meraih juara 1 di iven tahunan bergengsi tajaan Xpresi Riau Pos. “Rasanya senang dan bangga bisa meraih juara 1dalam kompetisi ini, karena sebelumnya benar-benar gak kefikiran untuk menjadi juara, sebab ini baru perdana. Bagi kami prestasi ini merupakan awal yang baik untuk berkompetisi di ajang berikutnya,” kata Febry, salah seorang anggota nasyid. Persiapan mereka untuk mengikuti lomba di iven ini sudah matang dan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Mereka latihan sendiri tanpa ada bantuan dari pelatih dan guru, semua mereka lakukan secara otodidak dengan melihat video dan mendengarkan rekaman. Meski begitu, latihan ini tidak sampai mengganggu jam belajar.

“ Untuk latihan kami selalu menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Kami tidak ingin mengganggu jam pelajaran. Untuk itu, saat latihan kami selalu memanfaatkan jam istirahat dan jam pulang sekolah,” terangnya. Tim Nasyid Furqon Voice beranggotakan enam orang, yakni Febry Ramadan, Anjani Eka Putra, Eko Zailiyus, Fatur Rahman, Hadnan Hardiansyah dan Zakiyul Fuadi. Mereka ini awalnya adalah anggota Rohis. Karena sudah dekat, masing-masing melihat punya potensi dan bakat bernyanyi, sehingga pada akhirnya mereka membentuk tim nasyid Furqon Voice. Cerita punya cerita , Furqon Voice bermakna penyanyi yang memiliki penampilan berbeda dari yang lain. Salah satu hal yang membuat mereka membentuk tim nasyid, adalah karena melihat kaum muda yang sudah jarang sekali berdakwah terutama yang di lingkungan sekolah. Sehingga mereka terpacu untuk berdakwah melalui nasyid, dan mereka juga memang sudah bercita-cita menjadi kader dakwah. Selain itu, inspirasi mereka

untuk menjadi juara pada ajang ini dan ajang berikutnya adalah prestasi tim nasyid dari UIN Suska Riau, yang berhasil meraih juara pada ajang FENARI atau Festival Nasyid Riau di tingkat Provinsi Riau. Nah, walaupun prestasi mereka belum seberapa dan umur tim mereka pun di ibaratkan baru seumur jagung , namun tim nasyid ini bercitacita untuk ikut FENARI seperti tim nasyid dari UIN Suska Riau tersebut. “ Semoga dengan meraih juara 1 pada kompetisi ini, pihak sekolah lebih memperhatikan dan lebih mendukung bakat kami. Selain itu, pihak sekolah juga bisa menyediakan pelatih yang bisa mengantarkan tim nasyid kami sampai ke ajang kompetisi FENARI.” Begitu semua anggota tim berharap . Buat Xpresi Riau Pos Furqon Voice juga mendoakan semoha makin sukses. ‘’Semoga Xpresi bisa memperbanyak iven ini kedepan, karena melalui iven inilah bakat para siswa bisa tersalurkan dan bisa memotivasi siswa lainnya untuk mengembangkan bakat mereka,’’ ujar Eko, sembari berharap, bisa terus ikut dalam kegiatan yang di laksanakan Xpresi Riau Pos. (mg4cs/uli)

: Eko Zailiyus : Pekanbaru, 3 November 1996 n Hoby : Olahraga n Cita-cita: jadi guru penjas n Moto : Belajar dari pengalaman dan berbuat di hari ini untuk masa depan n Prestasi: - Peserta terbaik Rohis Jambore ke 4 se- Riau - Juara umum 3 PMR se- Riau

n Nama

: Anjani Eka Putra Daely n TTL : Bengkulu, 7 September 1996 n Hoby : Menggambar n Cita-cita : jadi Pengusaha n Moto : Tak mampu karna tak bisa, maka bisakanlah agar engkau mampu n Prestasi : - Peserta terbaik Rohis Jambore ke 4 se- Riau - Juara umum 3 PMR se- Riau

n Nama n TTL

Basecamp Xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno-Hatta (Arengka) No. 132 Pekanbaru-Riau

n Nama n TTL

: Zakiyul Fuadi : Pekanbaru,14 November 1997 n Hoby : Dengar musik n Cita-cita : jadi dokter n Moto : Selalu berusaha keras untuk mencapai cita-cita atau satu tujuan n Prestasi : - Juara Umum 2 di sekolah

info_xpresi@yahoo.com n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


38

Riau Pos

AHAD

4 AGUSTUS 2013

X - Skul SMKN 1 Minas Santuni Anak Yatim SMKN 1 Minas berbagi bahagia dengan anak yatim dan korban kebakaran di Minas, dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, disamping proses belajar mengajar yang dilaksanakan rutin, sekolah ini juga mengisinya dengan kegiatan pendalaman materi ke-Islaman dan ibadah guna menyemarakkan bulan Ramadan. Kepala SMKN 1 Minas, Dra Yulita didampingi Wakil Kesiswaan, Gulma Saidayani Siregar SPd menjelaskan, dalam bulan Ramadan ini kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan seperti biasa. Hanya, jam pelajaran lebih pendek mengingat kondisi siswa dan guru yang beragama Islam yang menjalankan ibadah puasa. ‘’Khusus dalam bulan Ramadan kita memberikan materi tambahan yaitu pemantapan pengetahuan keIslaman dan ibadah. Dan, dalam rangka berbagi bahagia menyambut Idul Fitri, SMKN 1 Minas menyerahkan santunan kepada 21 anak yatim dan bantuan kepada siswa yang terkena GULMA musibah kebakaran di MiSAIDAYANI nas,’’ kata Yulita. Wakil Kesiswaan Menurut Gulma, yang SMKN 1 Minas merupakan mantan aktivis mahasiswa di Universitas Riau ini, dengan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan tersebut diharapkan siswa bisa meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya di bidang ke-Islaman dan bisa melaksanakan ibadahnya di bulan suci Ramadan ini. ‘’Disamping itu, kita ingin terus menumbuhkembangkan jiwa kesetiakawanan sosial dan sekaligus berbagi bahagia dengan anak yatim dan temannya yang terkena musibah,’’ katanya lagi. Ditegaskannya, ini penting dilakukan agar siswa bisa terus meningkatkan pengetahuannya dan tingkat keimanannya, dalam rangka mengimbangi berbagai budaya negatif dan membentengi dirinya.(SJ-SMKN 1 Minas)

ROLLY XPRESI RIAU POS

KHATAM QURAN: Siswa dan guru SMPN 21 nampak serius dan khidmat saat khatam Quran.

SMPN 21 Pekanbaru Khatam Quran

SMPN 11 Pekanbaru

Buka Bersama Anak Yatim

RAMADAN memang pas buat berbagi amal dan berbuat kebaikan dengan sesama. Nah, hal ini pula yang dilakukan keluarga besar SMPN 11 Pekanbaru, Selasa (30/7), dengan mengadakan buka bersama dari pihak OSIS, majelis guru, para alumni serta 49 anak yatim di sekolah itu. “Acara ini untuk meningkatkan ketakwaan pada Tuhan, juga untuk menjalankan sunah Rasul dengan saling berbagi ke sesama dengan memberikan santunaAn anak yatim,” jelas Kepala SMPN 11, Riawati SPd MPd kepada

Xpresi. Acara ini diawali dengan tausiyah ramadan oleh ustad baharudin SAg dengan tema terima kasih Ayah dan Ibu. Tausiyah ini di iringi dengan penuh isak tangis haru oleh para siswa-siswi. Acara dilanjutkan dengan buka bersama dan salat Magrib berjamaah. Menurut ketua panitia yang juga guru Agama SMPN 11, Delfis SAg, acara ini juga untuk silaturahim antara guru dengan para siswa. Sekaligus sebagai wujud rasa syukur, setia kawan di antara siswa dengan ikut mem-

bantu kawa-kawan mereka yang anak yatim serta fakir miskin. Keesokan harinya, Rabu (31/ 7) hari terakhir sekolah, diadakan pembagian santunan anak yatim dari sumbangan seluruh warga sekolah serta zakat fitrah dan mal dari para guru serta siswa-siswi SMPN 11. “Semoga acara ini dapat makin meningkat tiap tahun,’’ kata Wakasis Hjh Misrawati. SMP IT FIS Mabit Di SMP IT Future Islamic School (FIS) Pekanbaru barubaru ini juga diadakan buka bersama, Mabit (Malam Bina Iman

UNTUK kali pertama dan akan berkelanjutan setiap tahunnya SMPN 3 Pekanbaru mengadakan buka puasa bersama orang tua murid di lingkungan sekolah, Selasa (30/7). Kegiatan ini diadakan untuk menjalin hubungan silaturahim antara kepala sekolah dengan para guru beserta orang tua murid. Selain Mengundang orang tua murid, pihak sekolah juga turut mengundang beberapa perangkat-parangkat desa, yakni RT, RW, Lurah, Komite Sekolah beserta anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan

sekolah untuk diberikan santunan Zakat Fitrah. Sebelum acara berbuka puasa bersama, juga ada tausyiah oleh ustad Mawardi Dalimunte yang menyampaikan ceramah agama yang berjudul “Puasa dan Pendidikan”, lalu dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim, dan kaum dhuafa, kemudian salat Magrib berjamaah. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, karena mulai hari ini dan kedepannya kegiatan ini sudah menjadi kalender sekolah yang akan dilaksanakan

WIWIN XPRESI RIAU POS

BUKA BERSAMA: Para guru dan siswa-siswi SMPN 3 Pekanbaru berbaur saat buka puasa bersama di sekolah tersebut.

setiap tahun,” kata Kepala SMPN 3 Pekanbaru, Dra Hj Kamala Siarionita Mpd usai kegiatan. Kamala berharap, semoga

kegiatan ini bisa mempererat hubungan tali silaturahim antara pihak sekolah dengan orang tua murid. Ditambahkannya, semoga

kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya dan menjadi program sekolah, , walaupun kepala sekolahnya berganti.(mg4cs)

MTsM 01 Pesantren Kilat Isi Akhir KBM

SMAN 12 Siap Terapkan Kurikulum 2013

SMPN 13 Salurkan Infak Rp45 Juta Lebih

n REDAKTUR: KHAIRUL AMRI

Sebelum acara berbuka puasa, dalam acara ini juga ada tausiyah dari ustad lalu dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. “Alhamdulillah dengan kegiatan Mabit dapat menjalin keakraban yang lebih, memahami kebersamaan dengan lombalomba dan games yang islami,” kata Dwi Sulistyo Bakti SPdI, wakil kepala sekolah. Dwi berharap semoga dengan kegiatan ini anak-anak terbiasa menjalankan ibadah serta tahu kebersamaan dan nikmatnya berbagi.(mg2cs/mg4cs)

Buka Bersama Ortu Murid

SALAH satu program SMPN 21 selama Ramadan, adalah Khatam Alquran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (31/7) di sekolah. Selain itu, juga ada kegiatan sosial, yakni santunan kepada siswa yang kurang mampu dan yatim piatu. Kepala SMPN 21 Pekanbaru Hj Illa Litta SPd mengatakan kepada Xpresi, khatam ini sudah menjadi agenda tahunan di sekolah itu. “Budaya membaca Alquran sudah menjadi program sekolah dan sudah menjadi agenda tahunan. Ini sudah dimulai sejak siswa masuk kelas VII hingga IX. Untuk itu, tujuannya agar siswa mampu membaca Alquran dengan baik, dari yang membaca terbata-bata hingga yang pasif dan aktif,’’ katanya. Dijelaskannya lagi, Untuk siswa yang khatam Alquran dimulai dari awal bulan suci Ramadan hingga menamatkan 30 juz dengan diikuti 50 siswa dan diakhiri dengan pemberian uang tunai kepada anak yatim di sekolah. Dia berharap, santunan yang diberikan bisa bermanfaat. “santunan anak yatim ini mudah-mudahan bermanfaat, dan kegembiraan tersalurkan kepada anak yatim,’’ ucapnya.(cs3)

Xpresi Riau Pos menerima rilis/berita/ informasi berserta foto-foto (minimal size 100 kb) tentang apa saja kegiatan di sekolah sobat Xpresi (sobeX). Kirimkan saja melalui email info_xpresi@yahoo.com. Ditunggu ya... :)

dan Takwa), muhasabah dan sahur bersama, Jum’at (26/7). Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Jamaalul Jamil komplek SMP IT Future Islamic School ini, juga diiringi dengan bermacam lomba, seperti pidato, rangking 1 antar murid, rangking 1 antar guru, dan lainnya. Acara yang bertema “Berbagi Rasa Eratkan Ukhuwah” ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar murid dan guru, juga menjalin silaturahim antara pihak sekolah dengan ketua yayasan beserta jajarannya.

SMPN 3 Pekanbaru

MTS Muhammadiyah 01 mengadakan pesantren kilat yang diikuti seluruh siswa-siswi MTsM 01. Kegiatan tahunan MTsM ini berlangsung tiga hari 29-31 Juli. Kegiatan ini memang diadakan sebagai pengganti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) untuk akhir sekolah di bulan Ramadan. Menurut Kepala MTs Muhammadiyah 01, Sayyidah, kegiatan ini positif sekali untuk siswa-siswi sebagai pemantapan ilmu agama serta memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadan. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB ini diisi dengan berbagai materi yang dibawakan oleh para guru MTsM 01, seperti tauhid dengan pembahasan rukun iman dan rukun Islam, serta akhlak

SEBAGAI salah satu sekolah yang dipercaya untuk penerapan Kurikulum 2013, SMAN 12 Pekanbaru menyatakan siap. Kepala SMAN 12 Dra Hj Zurina kepada Xpresi menyampaikan rasa bangga dan senang. “Kami senang dan siap untuk menjalankan kurikulum baru ini. Kami juga akan merasa termotivasi dengan penerapan kurikulum baru di sekolah kami. Penerapan kurikulum tersebut akan berlanjut terus, dimana tahun berikutnya akan berlan- ZURINA jut di kelas XI, begitu tahun seterusnya juga akan diterapkan di kelas XII,” jelas Zurina, Kamis (1/8). Untuk guru, Zuraina menilai, guru sudah siap. Hal ini dikarenakan Disdik sudah melakukan sosialisasi dan mendalami kompetensi inti kepada guru sesuai bidang masing-masing sejak beberapa bulan terakhir. Sementara itu, sarana dan prasana sudah memenuhi dan tidak ada kendala, termasuk buku pegangan guru dan siswa. “Guru harus siap mengikuti perubahan yang terjadi. Karena, perubahan kurikulum tersebut diperlukan guna menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan,’’ terangnya.(cs3)

DIAN XPRESI RIAU POS

USAI BERBUKA: Para guru, siswa dan anak yatim foto bersama usai berbuka puasa di SMPN 11 Pekanbaru (foto kiri). Usai berbuka para guru dan siswa melaksanakan salat Magrib berjamaah.

SMPN 13 Pekanbaru tidak henti-hentinya melakukan kegiatan positif, salah satunya kegiatan berinfak dan sedekah selama bulan Ramadan oleh seluruh siswa dan majelis guru. Selama bulan Ramadan sekolah yang berada di Jalan Ronggo Warsito ini melakukan pengumpulan infak dan sedekah setiap harinya, dan telah mampu mengumpulkan dana sebesar Rp45 juta lebih.

DIAN XPRESI RIAU POS

PESANTREN KILAT: Paara siswa-siswi MTs Muhammadiyah o1 sedang mengikuti pesantren kilat sebagai pengganti KBM.

kepada Rasul, orang tua, dan sesama makhluk hidup. “Kegiatan ini untuk membentuk akhlak anak-anak agar dapat lebih baik lagi. Dan, ini spesial pembahasan kita khusus

Rabu (31/7) kemarin, sekolah ini mengakhiri aktivitas belajar mengajar di bulan Ramadan dengan memberikan hasil infak dan sedekah ini kepada yang membutuhkan, seperti siswa yang kurang mampu, anak yatim, dan fakir miskin yang juga termasuk di dalamnya cleaning servis sekolah, tenaga honor, tukang kebun, satpam dan penjaga sekolah. Anak yatim yang menerima

tentang agama agar para siswasiswi dapat lebih memperdalam ilmu agamanya,” jelas pembina IPM MTsM 01, Arif Rahmad SPd kepada Xpresi. SMAN 10 Juga Sanlat

santunan ini berjumlah 28 orang dengan dana yang dikeluarkan Rp8.400.000, dan siswa yang kurang mampu sebanyak 105 orang dengan dana yang dikeluarkan sebesar Rp36.750.000 “Kami sangat senang melihat antusias siswa dalam berinfak dan sedekah, sehingga bisa menghasilkan dana yang cukup besar. Tujuan kami ialah mendidik siswa agar peduli terhadap sesama sedini mungkin, serta

Pesantren kilat juga dilaksanakan di SMAN 10 Pekanbaru, Sabtu (27/7). Kegiatan ini merupakan puncak dari kegiatan keagamaan yang dilaksankan, yang sebelumnya telah

melaksanakan berupa kegiatan baca Alquran, ceramah agama dan pengumpulan infak. Pesantren kilat ini dilaksanakan di aula SMAN 10 Pekanbaru, dimulai dari pagi hingga petang, diikuti oleh siswa perwakilan setiap kelas dengan bebagai kegiatan seperti pembacaan Alquran, santapan rohani, games, kuis, dan beberapa kegiatan positif lainya. “Acara ini bertujuan untuk mendidik siswa dalam mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bersifat positif serta memantapkan siswa dalam menghadapi globalisasi dan yang terpenting acara ini cukup antusias diikuti oleh siswa,” ungkap Pembina Rohis, Subari SAg kepada Xpresi. (mg2cs/f)

FAIZAL XPRESI RIAU POS

SANTUNAN: Kepala SMPN 13 Pekanbaru Hj Desmi Erwinda Mpd meberikan uang santunan kepada salah seorang siswa yatim.

bisa meringankan beban anak yatim, fakir miskin dan keluarga kurang mampu khususnya di

bulan yang suci ini,” jelas Kepala SMPN 13 Hj Desmi Erwinda MPd.(f)

SMKN Pertanian Terpadu Santuni Panti Asuhan Muawwanah BULAN Ramadan memang bulan yang penuh dengan keberkahan dan bulan berbagi. Oleh sebab itu, momen-momen di bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh SMKN Pertanian terpadu Provinsi Riau untuk mengadakan berbagai kegiatan amaliyah, salah satunya memberikan santunan kepada panti asuhan. Selasa(30/7) kemarin, sekolah yang beralamat di Jalan Kaharudin Nasution Pekanbaru ini memberikan santunan ke-

ti ini memang rutin pada salah satu pankita adakan tiap buti yang berada di Pelan Ramadan. Bikanbaru, yakni Panasanya kita berikan ti Asuhan Muawdua hari menjelang wanah. Berbagai memasuki libur lebabentuk santunan ran. Bersama pengudiberikan, baik itu rus Rohis, santunan berbentuk sembako ini langsung kita maupun uang. antarkan ke Panti Hal ini disampaiAsuhan Muawkan Kepala SMKN AGUS ROSADI wanah,” katanya. Pertanian Agus RoDijelaskannya lagi, untuk sadi SP MPd melalui Waka Kesiswaan Abdul Fatah SPdI ke- tahun ini Panti Asuhan Muawpada Xpresi. ” Santunan seper- wanah adalah tujuan sekolah,

karena tiap tahunnya sasaran panti asuhan yang disantuni selalu berbeda, dan sifanya bergiliran. “Alhamdulillah, dana yang diberikan berjumlah Rp4 juta ditambah lagi sembako. Bantuan ini berasal dari infak kita setiap Jumat. Ini adalah wujud kepedulian kita terhadap sesama, dan siswa pun antusias untuk berbagi kepada saudaranya yang tergolong kurang mampu,” ungkap guru yang lebih akrab disapa Pak Fatah ini. Tujuan pemberian santunan

ini, kata Fatah lagi, agar siswa menyadari dan merasakan bagaimana kehidupan dan keadaan saudara kita yang kurang beruntung. “Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan sangat membantu,supaya di hari yang Fitri nantinya kita samasama merayakan kemenangan dan kebahagiaan,” harapnya, sambil berpesan supaya santunan yang diberikan jangan dilihat dari segi jumlahnya tapi dilihatlah dari keikhlasan sang pemberi.(cs2) n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


39

Riau Pos

AHAD

4 AGUSTUS 2013

Puisi Tak Cukup Untukku Aku bukanlah tuhan Aku belum bisa tahan Karena aku tak cukup Punya tangan maha bersih Untuk bisa berbelas kasih Aku masih butuh mengeluh Masih sering mengaduh Lalu bersimpuh Aku tak punya keberanian Karena aku tak cukup Punya lebih banyak kekuatan Untuk hilangkan kekhawatiran Aku masih sering rapuh Lalu keruh Aku bukanlah tuhan Karena aku tak cukup Punya lebih besar kesabaran Untuk bisa lebih baik mengajarkan Aku bukanlah tuhan Karena aku tak sanggup Untuk lebih lama lagi hidup Jenuhku Kalau cinta itu jauh Bagaimana aku tak jenuh? Sedang hati ini selalu perih Karena selalu di tuduh Karena selalu di suruh suruh Kalau cinta itu jauh Bagaimana aku tak letih? Sedang hati ini selalu pasrah Karena selalu di anggap salah Karena selalu di marah marah Kalau cinta itu jauh Bagaimana aku bisa betah? Sedang kasih yang ku curah Selalu di bilang murah Padahal… Cinta yang ku peroleh Tak lebih dari luka yang di toreh Secangkir Cinta Secangkir cinta di cawan kecil Ku suguhkan padamu Yang mengukir di tepinya Garis merah mawar mungil Secangkir cinta di cawan kecil Tepat ku tuangkan di hadapnmu Tuk lepaskan dahagamu Saat pelan pelan kau teguk Secangkir cinta di cawan kecil Ku buat untukmu Untuk kau minum Agar segera hilang peluh penatmu Buku Kehidupan Aku hidup dalam hamparan kertas Menjalaninya berarti menulis Dan ku biarkan untuk tetap melukis Ku jadikan harapan di setiap titiknya Agar punya impian di tiap goresnya Terkadang… Ku biarkan coretan ini terhenti Dan saat ada goresan tak ku kenal Ku biarkan agar terhapus Sehingga tulisan ini bisa berlanjut Agar ada cerita Agar bisa ku baca Untuk ku bukukan Untuk kembali ku buka Kapanpun yang ku bisa Hafiza Tartila Isty SMA N 2 Bantan, Bengkalis Entahlah! Ketika ia ada dihadapanku mengobral angan-angan yang berbuih-buih tanpa menghiraukan tangisan kalbu ini yang penuh berbagi semuanya beringin di dalam menjerit sekuat-kuatnya agar dunia mau mengerti tapi tak mau mengerti Ia berujar: Engkau bisa membawa Lautan Atlantik ! Engkau bisa membawa segunung emas ! Engkau bisa meraih matahari ! Engkau bisa mendapatkan gedung bintang sembilan ! Engkau bisa ke bulan ! Biar berat, dengan enteng kubilang saja: entahlah!.... entahlah! ... entahlah ..., dunia! Amin......!

Karena Kamu Aku Kembali

LANGIT masih saja belum terlepas dari tangisannya ketika Rini menatap ke luar jendela kamarnya. Suara dedaunan yang menari-nari ditiup oleh derasnya angin di malam ini terdengar jelas dari luar rumah. Alunan lagu sedih juga terus disenandungkannya. Dia masih berdiri dengan lamunan yang telah membawanya entah sampai mana. Rasa sedih berbalutkan pilu masih saja dia rasakan. Membuatnya merasa amat terpukul dan sulit untuk bangkit. Ya, Rini baru saja kehilangan ayah yang sangat dia cintai. Orang yang telah memberikan kelangsungan hidup kepadanya selama lebih kurang 15 tahun. Peristiwa itu terjadi 4 malam yang lalu. Ketika itu, Rini dan Ayahnya sedang pergi ke sebuah rumah makan. Dalam perjalanan pulang, ayah Rini mengendarai motor tersebut dengan begitu kencangnya. Sampai tibanya mereka di persimpangan, seketika dia menyadari bahwa rem motor yang sedang dibawanya dalam keadaan tidak berfungsi. Menyadari hal itu, dia mengatakan sesuatu kepada Rini. “Rini, pakai helm ayah ya! Ayah kesulitan lihat jalan.” Rini langsung menuruti perintah ayahnya tanpa ada sepatah katapun muncul dari mulutnya. Ketika menyebrang jalan, sebuah mobil besar dari arah kiri menghantam motor mereka tanpa ampun. Tak tanggung-tanggung, motor tersebut terseret jauh dari tempat kejadian. Rini yang duduk di belakang, terpental sampai ke bahu jalan. Namun sayang, badan ayah Rini terlempar sampai ke tepi jalan hingga kepalanya membentur trotoar dengan begitu kerasnya. Hal ini membuatnya tewas seketika. Sementara Rini mengalami sedikit luka pada bagian kakinya. Beruntung bagi Rini karena dia memakai helm. Benturan yang terjadi tidak menimbulkan efek yang begitu besar. “Hai, jangan melamun Rini ! Jangan meratapi lagi kepergian ayah. Sudah waktunya tidur.” Suara ibu menyadarkan Rini dari lamunannya. “Iya ibu, Rini ke kamar dulu ya?” Rini balik bicara sembari berlalu meninggalkan ibunya di ruang tengah. Malam itu, Rini tidur dengan ditemani kesedihan. Air matanya tidak berhenti mengalir sampai akhirnya kedua matanya benar-benar terlelap. Keesokan paginya, untuk pertama kalinya Rini datang ke sekolah setelah meninggalnya sang ayah. Namun sepertinya memang dia masih belum bisa melepaskan kesedihannya. Dalam bayang-bayangnya, masih terlintas bagaimana peristiwa itu merenggut nyawa ayah yang sangat dia cintai. Apalagi, dia telah mengetahui tujuan ayahnya memberikan helm kepadanya pada malam itu. Dia tidak mau anaknya menjadi korban kelalaiannya. Rini sangat menyesali kenapa hanya dia sendiri yang selamat. Atau seandainya dia menolak perintah ayah untuk memakai helm, mungkin akan lain ceritanya. “Ayaaaaah, maafkan aku ayah. Kenapa ayah rela mengorbankan nyawa ayah demi aku?” Rini berteriak lepas ketika dia sedang berjalan menuju sekolah. Sesampainya Rini di sekolah, dia meletakkan tasnya kemudian duduk memangkukan kepalanya di atas meja. Merenung, diam seribu bahasa. Temantemannya datang menghampirinya. Banyak yang mencoba menghiburnya. Namun jawaban akhir yang mereka dapatkan “Aku lagi mau sendiri, tolong tinggalkan aku ya.” Teman-temannya bisa memaklumi bagaimana kondisi Rini saat ini. Mereka memilih untuk meninggalkan Rini sendirian di dalam kelas. Sampai hanya bersisakan Rini dan Dion saja. Dion mencoba untuk menghibur Rini dengan melontarkan sebuah pertanyaan. “Rini, kamu kok meratap kayak gini? Ini bukan sesuatu yang baik Rin.” ucap Dion

Cerpen

Forum Guru

Misdianto Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri Plus Provinsi Riau n REDAKTUR: KHAIRUL AMRI

pelan. “Dion, kamu gak tahu kalau aku baru saja kehilangan ayahku? Kamu fikir bagaimana perasaan aku sekarang? Coba kamu....” “Berhenti ngomong Rin. Yaudah, aku minta maaf, itu salahku. Ya udah, aku mau pergi dulu.” Dion memotong perkataan Rini dan berlalu meninggalkannya. “Dion, maaf aku tidak marah. Aku hanya ingin sendiri.” teriak Rini menyesal, namun Dion berlalu tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Sebenarnya, Dion adalah orang yang selalu mengganggu Rini setiap hari di sekolah. Namun hal yang demikianlah yang membuat mereka cukup dekat dan

saling tahu satu sama lain. Dengan perasaan sedikit kecewa, Dion keluar meninggalkan kelas sambil berfikir bagaimana cara mengembalikan Rini seperti dulu lagi. *** Jam istirahat tiba. Di bawah pohon mangga di samping kelas, tampak seorang gadis yang sedang bernyanyi denganmata yang masih basah. “All the days, you spent with me, now seem so far away..” Dialah Rini, gadis yang masih terus terpuruk dalam kesedihannya. Dan lagi-lagi Dion datang untuk mencoba menghiburnya. “Hai Rini, itu tadi lagu Simple Plan ya?” tanya Dion. “Iya.”

Farid Pratama SMAN Plus Provinsi Riau Kamu yang punya cerpen dan puisi,

kirim ke: info_xpresi@yahoo.com sertai identitas lengkap dan foto

KOLOM ini disediakan untuk para guru yang memiliki tulisan bebas seputar dunia pendidikan dan sekolah. Kirim tulisannya ke info_xpresi@yahoo.com. Untuk tulisan maksimal satu setengah halaman kwarto spasi satu. Sertakan foto dan identitasnya. Kami tunggu kiriman dari seluruh guru di Riau.

Sekolah Berkarakter, Samakah dengan Sekolah Berakhlak?

Lantaklah! Sudah capek bibir ini mengajar Beribu kali kuhadiskan kepadanya Beribu kali ia pentalkan Sepertinya ia sudah kebal Bagaimana lagi menjerat akunya yang sudah membatu kalimat-kalimat sudah bersyair: namun jadilah ia embun tapi ia beri bara kupingnya telah terkunci tak mau pil kata-kataku jadilah, muak kutelan sendiri Akhirnya, kukatakan padanya: Lantaklah ... engkau!!!

ILUSTRASI: DESRIMAN ZAHMI

Rini hanya menjawab singkat. “Rini, tahu gak? Aku kangen kali sama Rini yang dulu? Aku ingin lihat lagi marahnya Rini waktu aku ganggu dulu.” “Saat ini aku belum bisa jadi seperti dulu.” Rini menjawab sedikit sinis. “You know what? Aku dulu pernah kok mengalami seperti Rini. Bahkan mungkin aku lebih parah Rin,” ucap Dion dengan kepala tertunduk. “Maksud kamu Dion?” tanya Rini. Dion mengangkat kepalanya. Kemudian menatap wajah Rini yang penuh air mata. Dikeluarkannya tisu yang ada di kantongya. Disekanya air mata yang mengalir di wajah Rini. “Nah, senyum dulu. Baru aku cerita,” ucap Dion sambil tertawa kecil. Rini tidak sanggup menahan senyumannya untuk keluar. Dia tersenyum dan bahkan diikuti oleh tawa kecil. “Hehe, udah nih. Ayo cerita yon.” Rini sejenak lupa akan kesedihannya. “Nah, gitu dong. Oke deh, aku mulai ceritanya. Jadi dulu aku tinggal sama ayahku saja Rin. Ibuku sudah lama meninggal. Sampai waktu itu tanggal 26 Juni 2009, Allah memanggil ayahku untuk pulang ke akhirat. Waktu itu, aku merasa tidak ada gunanya lagi aku hidup. Aku ingin menyusul ayahku Rin.” “Dion, aku baru tahu soal ini. Nah, bagaimana kamu bisa keluar dari keadaan seperti itu?” tanya Rini penasaran. “Waktu itu aku sedang sendirian merenungi nasibku. Aku sempat berfikir tuhan itu tidak adil. Namun tuhan seolah-olah langsung menjawabnya. Tiba-tiba terlintas dalam benakku ini bahwa aku bukan orang yang serba ketergantungan. Terlalu cengeng kalau aku terus berada dalam kesedihan. Akupun mulai bangkit dan terus bangkit sampai akhirnya saat ini aku bisa tinggal sendiri di rumahku.” “Kamu hebat Dion. Aku juga harus bisa seperti kamu. Aku harus segera bangkit dari kesedihan ini. Aku tidak boleh tenggelam dalam lautan kesedihan ini.” Rini menampakkan wajah bahagianya. “Absolutely Rini. Kamu pasti bisa. Kamu lebih beruntung daripada aku karena kamu masih punya ibu. Kamu masih bisa merasakan kasih sayang dari ibu. Well, aku bakal semangatin kamu terus deh,” jawab Dion lebih semangat lagi. “Dion. Ehm, terima kasih banyak ya untuk hari ini?” kata Rini sambil mengulurkan tangannya mengajak bersalaman. “Maaf Rin, tangan aku terlalu mahal untuk seperti ini.” canda Dion. Dion langsung lari, meninggalkan Rini. “Dioooon, iih, nyebelin banget sih. Ehm, tapi.. Baik juga sih dia.” Rini tertawa sendiri. Rini merasa telah kembali seperti dulu lagi. Dia tidak lagi bersedih karena kepergian ayahnya. Dan Dion, adalah orang yang telah merubahnya. Dialah malaikat pertama yang berhasil membuat Rini tersenyum setelah kepergian ayahnya. Kini, Rini sudah kembali seperti biasa. “Dion, sekali lagi terima kasih banyak ya. Kamu udah membuat aku kembali tersenyum seperti dulu,” ucap Rini kepada Dion. “Kamu sendiri kok yang membuat perubahan itu Rin. Aku ini cuma orang yang merasa kurang lengkap kalau tidak melihat senyumnya kamu. Hehehe,” jawab Dion. “Terserah kamu aja deh. Yang penting kita sama-sama senang.” Baik Dion maupun Rini sama-sama merasa saling terikat. Meskipun status mereka hanyalah berada dalam sebuah persahabatan, namun karena itulah mereka kuat dan bisa saling menutupi satu sama lain. ***

ANUGRAH ABIYYU MKT Guru Mentoring SMP IT Al-Ihsan Boarding School

SEKOLAH pendidikan berkarakter telah menjadi lumrah dalam pengenalan dunia pendidikan abad ke-21 ini. Para konsulat pendidikan sepakat menyatakan bahwa karakter bisa dikatakan selaras dengan akhlak. Padahal, jikalau

kita tilik kembali, sekolah yang mengandalkan kata “Karakter” itu kebanyakan belum membentuk track pelajaran atau kurikulum yang baik dan sesuai dengan kata “Karakter” tersebut. Sehingga hampir sama saja dan menjelma menjadi sekolah-sekolah biasa pada umumnya. Sekolah-sekolah yang mengumbar kata “Karakter”, pada dasarnya hanya memfokuskan pada pembangunan bakat peserta didik. Sehingga hanya mampu menyelaraskan manusia dengan minatnya sendiri. Inilah yang sebenarnya yang dilakukan oleh kebanyakan sekolah yang menyandang kata “Karakter” itu. Pada kegiatan sekolah berkarakter ini, teknis pengajaran tetap pada sistem mengajar dan mendidik peserta didik. Sehingga, peserta didik lebih ditekankan pada pengembangan ilmu dan kecakapan diri dan sosial. Juga pada teknis teorema sekolah berkarakter ini, para peserta didik ditekankan untuk melahirkan potensi karya kreatif,

mandiri, dan kedekatan pada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, pembentukan karakter ini lebih cenderung pada ketertekanan pembetukan, sehingga peserta didik berkemungkinan untuk meninggalkan hal berkarakter tersebut setelah selesai dari institusi sekolah berkarakter itu . Lalu, bagaimana sekolah yang disebut-sebut sekolah berakhlak itu? Awareness, itulah kata yang tepat untuk ditambatkan pada sekolah berakhlak ini. Banyak sekolah yang bergelar karakter, namun berapakah sekolah yang berbasis akhlak dan pendidikan murni? Dan memiliki track kurikukum yang utuh? Penciptaan karakter mungkin selaras dengan penciptaan akhlak. Sama-sama memaksa, pendidikan karakter memaksa peserta didik untuk bekarya sedangkan pendidikan berakhlak memaksa kesadaran peserta didik untuk bekarya. Kesadaran, itulah kata kunci pada

sekolah berbasis akhlak. Peserta didik tidak ditekankan dalam memilih minatnya dan menyalurkan bakatnya, namun disadarkan untuk berkreativitas dalam bakatnya. Hal ini menjadikan peserta didik lebih mengeksplorasi ilmu dan bereksperimen pada kreativitas dan kemandirian. Tak ada perbedaaan yang signifikan antara tenaga penyalur ilmu dan pemberi pendidikan pada kedua basis sekolah ini. Namun, karakter terkait pada pribadi, sedangkan akhlak tidak dapat hanya dikaitkan pada pribadi saja, tapi kepada Tuhan, ilmu, guru, dan sosial, itulah sasaran pendidikan pendidikan sekolah berbasis akhlak. Sehingga, apabila peserta didik selesai dari institusi sekolah berbasis akhlak tersebut, mereka akan tetap bekerja pada karya dan pengabdian secara sadar. Jadi, manakah yang lebih baik sekolah berkarakter atau sekolah berakhlak? Ini menjadi renungan kita bersama.*** n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI


Riau Pos

40

AHAD

4 AGUSTUS 2013

Ustad Winaldi Aslim MSi menyampaikan tausyiah.

General Manager Riau Pos H Zulmansyah Sekedang SSos (tengah) foto bersama pemenang Safari Ramadan Goes to School 2013.

Acara Puncak di Kafe Buku

Tahun Depan Hadiahnya Lebih Banyak

PUNCAK iven Safari Ramadan Goes to School 2013 tajaan Xpresi Riau Pos selama dua pekan di bulan Ramadan 1434 H, dilaksanakan di Kafe Buku, Jalan Mangga Pekanbaru, Kamis (1/8). Seluruh utusan sekolah peserta nampak hadir di acara yang dirangkai sekaligus dengan buka puasa bersama itu. ‘’Selamat kepada seluruh pemenang, dan hadiahnya ada sedikit uang tunai. Semoga saja tahun depan iven ini kembali terlaksana dan hadiahnya akan lebih besar,’’ kata General Manager Riau Pos H Zulmansyah Sekedang SSos, saat memberi samb-

utan. Hasil penjurian, yang diumumkan Pemimpin Redaksi (Pemred) Xpresi Magazine Riau Pos Khairul Amri, SMAN 12 dan SMP Islam AsShofa menjadi juara 1 lomba nasyid dan pidato. Diikuti untuk juara 2 dan 3 nasyid, SMPN 4 dan SMKN 4. Sedangkan juara 2 dan 3 pidato adalah SMP Al Ulum dan SMPN 13 Pekanbaru. Turut hadir, pihak sponsor dari Pegadaian, Indosat IM3, dan Kafe buku. Meski sederhana, seluruh rangkaian acara yang dimulai dari pukul

Pemred Xpresi Magazine Riau Pos Khairul Amri (peci hitam) bersama kepala SMPN 13 Hj Desmi Erwinda, Kepala SMPN 4 H Ridwan MPd dan undangan.

17.00 WIB ini berjalan lancar dan meriah. Apalagi dengan tampilnya band tamu XShuriken yang menghibur seluruh undangan. Usai buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib berjamaah dan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah. Perwakilan sekolah peserta yang diwakili oleh Kepala SMPN 4 Pekanbaru H Ridwan MPd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terlaksananya iven ini. Ia berharap, tahun depan iven serupa bisa dilaksanakan lebih bagus

lagi. Sementara itu, tausyiah agama yang disampaikan Ustad Winaldi Aslim MSi, jelang berbuka puasa, memberikan kesejukan rohani dan pelajaran berharga bagi yang hadir. Ustad menyampaikan kiat-kiat agar bisa disayang oleh Allah SWT, yaitu salah satunya perbanyak ibadah kepada-Nya. Khairul Amri menambahkan, untuk kedepannya iven Safari Ramadan Goes To School akan dikemas lebih baik lagi. Termasuk soal jumlah peserta, diharapkan tahun depan bisa lebih banyak lagi.(ma/uli)

Suasana buka puasa bersama di Kafe Buku, puncak acara Safari Ramadan Goes to School 2013.

Pihak sponsor dari Pegadaian Iwan menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Nasyid.

Kru Xpresi Riau Pos foto dan tersenyum senang setelah sukses melaksanakan iven Safari Ramadan Goes to School 2013.

baju lebaran ya... ya udahlah jauh hari disiapin biar gak kemahalan,"cah elah kan gitu" yg istimewa biasanya ya..seragamkan 1 keluarga,biar harmonis sekeluarga,di hari yg Fitri dgn penuh maaf.. tpi baju raya bru tak terlalu penting baju lamapun tak apa-apa hanya sbg bertegur sapa dgn keluarga,saudara,teman dll dgn sesuatu yg baru di hari raya.(^_^)

CORNER

Idul Fitri Sebentar lagi nih sobeX. Udah pada nyiapin baju belum? Berapa pasang nih baju lebarannya tahun ini? menurut sobeX, apa pentingnya sih baju baru saat idul fitri.

Rahmad Fajri G trllu pnting ug ch,,bju lma msh bnyk,..mnfaatin aj lg. . . Yg pnting kn ttp brSh d hr fitri. . . Met lebaran. . . .mh0n mf lahIr n bATin

mnurut syan gx pnting2 amt seah..law ad ya alhmdulillh..yg trpnting ngmpul breng kluarga n hati brsih suci..idul fitri bkan ajang pamer bju bru..

Nhye Octaviana

Arri Alfha Rucky

sobeX ayo komentar Horeee, puasa udah... lebaran juga udah. Sekarang waktunya buat kembali ke sekolah, belajar seperti biasa. Gimana perasaan sobeX saat akan kembali ke sekolah?

Telah Terbit

Yang Penting Maaf-maafan Baju baru gak wajib, perbarui hati lbih utama Sebenarnya sih baju lebaran ngk terlalu penting,karna yang penting itu sungkeman sama orang tua

Ashari Tutie

Chaca Nur Alisya BilQietshue

Penting banget dong min. Kalau enggak baru enggak ganteng nanti saya. Hahaha

Hadis nabi mengatakan, "bersedrhanalah dihari idul fitri". Dari hadis tsb kita sudah bisa mengambil kesimpulan penting O??? tidaknya, bagi orangorang berfikir tentunya.

nggak ada persiapan malahan. menurut aku, lebaran gak wajib untuk beli baju baru. biarpun beli ya seperlunya aja, gak usah banyak2. bersihkan hati, sucikan diri di bulan ramadhan itu juga tanda kita udah siap lah untuk menyambut idul fitri.

Baju baru gak penting,, tapii yang penting suci kan hati di hari yang fitrii,,

Catur Setio Utomo

Andrio Pahlevie

Hermy Saputry

Sucy Pevensye Ramadhany

www.xpresiripos.com n REDAKTUR: KHAIRUL AMRI

Basecamp xpresi Riau Pos Kantor Pemasaran Iklan Riau Pos Lt. 3 Jl. Soekarno Hatta Pekanbaru

UNTUK WILAYAH PEKANBARU BISA DAPATKAN DI COUNTER-COUNTER YANG BEKERJA SAMA DENGAN RIAU POS. ATAU HUBUNGI: 0811767347 info_xpresi@yahoo.com n TATA LETAK: DESRIMAN ZAHMI

4 agustus 2013  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you